Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:19 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:22 wasalamu ala sayyidina Muhammad waa 0:24 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:28 allahumf bima alamtani waimni ma 0:31 yangfani warzuqni ilman yangfoni. 0:33 Dipancarkan dari jalan masjid 0:35 silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 0:38 Bekasi, radio silaturahim dan Rasil TV 0:40 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:42 pendengar dan pemirsa di mana saja Anda 0:44 berada. Apa kabar Anda di sore hari ini? 0:48 Harapan kami semoga Anda selalu dalam 0:50 keadaan sehat walafiat di sore hari ini. 0:54 Saya senang sekali saya Angg Aminudin 0:56 ditemani oleh Yusuf Subangkit Meja 0:58 operator. Ada juga Neza di kameramen 1:02 dapat kembali menyapa Anda Ihan Akhwat. 1:04 Kita berjumpa di Udara AM 720 ya di hari 1:10 Kamis. Nah, kita sudah masuki hari yang 1:12 ke13 di bulan Agustus 1:16 2026 ini tanggal 30 Safar 1448 1:21 Hijriah dan kami hadir dalam acara 1:25 tausiah sore edisi hari Kamis yang 1:28 alhamdulillah narasumber kita, guru kita 1:32 sudah hadir di studio Ustaz Zain Alhadi. 1:35 Asalamualaikum warahmatullahi 1:36 wabarakatuh, Pak Ustaz. 1:37 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:39 wabarakatuh. Alhamdulillah, Pak dapat 1:41 kembali kita siaran live Ustaz ya. 1:43 Alhamdulillah. 1:44 Perjalanan lancar, Pak Ustaz? 1:45 Lancar. 1:46 Alhamdulillah lancar. Ini pekan lalu 1:48 kita sempat absen nih, Pak Ustaz ya. 1:50 Alhamdulillah nih hari ini ada sedikit 1:52 sakit. 1:53 Oh, sedikit sakit. Mudah-mudahan ini ee 1:56 bisa fulih lagi, Pak Ustaz ya. 1:57 Insyaallah 1:58 bisa sehatnya full lagi nih. Dan 2:01 insyaallah di sore hari ini Ustaz akan 2:04 menyampaikan nasihat dan tausiahnya 2:06 mengenai kejujuran menyeluruh. Nah, 2:10 menyeluruh ini maksudnya menyeluruh diri 2:12 kita apa lingkungannya atau gimana, 2:13 Ustaz? 2:14 Jadi yang jujur itu ya dari semua panca 2:17 indra. 2:18 Oh, panca indra 2:18 jiwa, pikiran, perasaan, lidah, 2:22 teringat. Jadi sesuai itu kan ada di 2:25 Quran itu kalau 2:27 apa itu mengatakan sesuatu yang dia 2:29 tidak lakukan 2:31 orang Allah marah banget indullah. 2:34 Iya 2:36 itu tentang kejujuran, Pak Ustaz ya. 2:39 Ini sebenarnya emang harus terus-menerus 2:41 ini yang bikin rusak negeri ini tidak 2:43 ada kej 2:45 semua dalam hal segalanya. 2:46 Sekarang ini hal yang langka dan mahal 2:48 nih Pak Ustaz. 2:49 Betul. Makanya perlu disampaikan terus 2:50 ini. 2:51 Makanya syarat masuk surga itu jujur itu 2:53 menyambung ini habis ini ada lagi 2:56 sambungannya. 2:57 Kalau enggak salah sambungannya itu 2:59 jujur dan syukur. 3:01 Jujur dan syukur. 3:02 Jadi kalau dia jujur dia bersyukur. Dia 3:04 tidak jujur dia menempatkan segala 3:06 apa-apa termasuk rezeki dari Allah pada 3:09 kezaliman. 3:10 Nah, 3:11 lawannya jujur 3:12 itu ya. Hmm. Baik, bagaimana 3:14 penjelasannya Ikwan Oh. Mari kita simak 3:17 tafadol ya, Ustaz. Baik, terima kasih. 3:20 Bismillahirrahmanirrahim. 3:22 Alhamdulillahiabbil alamin 3:24 arrahmanirrahim. 3:27 Allahumma sholli ala Muhammad wa ali 3:29 Muhammad 3:31 wa ala alihi wasohbihi waman tabiahum 3:35 biihsan ila yaumiddin. 3:38 Jadi keluarganya, sahabatnya, dan siapa 3:40 saja yang mengikuti jejak mereka sampai 3:43 hari kiamat. Jadi kita doain semua ya. 3:46 Insyaallah makbul. 3:49 Ini kejujuran menyeluruh. 3:52 Jujur itu sifat mulia yang disandang 3:55 oleh manusia. 3:57 Di mana kejujuran itu adanya itu harti 4:00 di ada di dalam pikiran, perasaan dan 4:03 perbuatannya. 4:05 Jadi kalau 4:07 tidak sesuai dengan apa yang dia yakini 4:10 atau katakan, ya itu belum jujur. 4:15 Tidak sempurna kejujuran itu kalau hanya 4:18 dalam perkataan. Seharusnya terus 4:21 perasaan jujur, pikiran susur. Jadi 4:24 sifat jujur itu melekat di dalam dada. 4:27 Jadi ketika mau sedikit tidak jujur, 4:30 agak terpaksa misalnya takut enggak mau 4:34 kecuali darurat banget. Ya tidak itu 4:37 kalau di Quran itu ada orang diizinkan 4:40 tidak jujur itu Amar bin Yasir ketika ee 4:44 keluarganya disiksa oleh jahiliah itu 4:47 meninggal ayahnya, ibunya tinggal dia. 4:49 Kemudian Nabi lihat 4:52 Yasir, insyaallah kita akan jumpa di 4:53 surga. 4:55 Tapi diizinkan oleh Nabi untuk bohong. 4:57 Sebenarnya bukan bohong itu taktik. 5:00 Bohong tetap dilarang sampai kiamat itu 5:02 enggak bisa dirubah hukum. Taktik untuk 5:04 menyelamatkan diri 5:07 itu aja. Jadi dalam tapi mau mati bukan 5:10 darurat yang biasa-biasa. Kalau enggak 5:12 dia mati ya itu boleh. Jangan disebut 5:15 membolehkan bohong. Bukan 5:18 apa itu taktik. 5:20 Taktik menyelamatkan diri. Kita lanjut. 5:25 Jadi jujur ini sifat yang sangat-sangat 5:28 disenangi Allah. 5:30 Dan ini jujur ini syarat mutlak untuk 5:33 semua amal, semua perbuatan. 5:36 Jujur beribadah, jujur berdagang, jujur 5:39 mengajar, jujur membawa mobil, segalanya 5:42 itu harus ada kejujuran. Tidak bisa 5:43 tidak. Sudah perintahnya seperti itu. 5:46 Jadi bukan hanya mulut yang harus jujur, 5:48 pikiran, perasaan, semualah. 5:51 Ya, itu syarat ke surga. Syarat. Karena 5:56 itu jujur itu nanti jadinya qolbun 5:58 salim. Kalau tidak jujur tidak masuk 6:01 qolbun salim. 6:03 selamat jujur selamat dari keyakinan apa 6:07 itu ya dustalah segala macam itu. Jadi 6:12 syarat klbun salim syarat ee meninggal 6:17 itu indah husnul khatimah ya kejujuran 6:22 agama itu kejujuran. 6:25 Kalau orang salat terburu-buru, maaf ya. 6:29 Bismillahirrahmanirrahim. 6:31 Nah, itu termasuk tidak jujur 6:34 beribadah kok gak jujur. Ya harus jujur 6:37 baca basmalah, baca alfatihahnya rapi 6:40 itu kejujuran juga. 6:44 Luas jujurnya segala diri, segala 6:47 kegiatan, segala niat-niat mesti jujur. 6:50 Pikiran mesti jujur. Datang pikiran 6:52 kotor, buang 6:54 rasanya. Jadi 6:56 kita tua ya 6:58 kelihatannya itu yang merusak kejujuran 7:01 itu ketika kita merekam apa yang kita 7:05 dengar, apa yang kita lihat agak yang 7:08 yang tidak baik. Misalnya tersinggung, 7:13 benci, terus dendam, simpan di hati. 7:16 Nah, itu semua bikin tidak jujur. 7:21 Nah, terus di mana bedanya orang jujur 7:24 tidak jujur? 7:26 Yang jujur itu hatinya indah, hidupnya 7:29 tenang. Dalam keadaan apapun dia tenang, 7:34 sakit, sakit juga nerimanya dengan 7:36 jujur. 7:38 Kenapa? Apa mungkin Allah menyakiti, 7:41 memberi penyakit buat orang-orang yang 7:43 baik, yang tidak macam-macam tu? Kan 7:46 banyak ulama-ulama, orang-orang baik itu 7:49 sakit. Itu kelihatannya penyakit tapi 7:52 itu bantuan dari Allah. 7:56 Kenapa mesti orang-orang baik yang kena? 7:58 Orang lain, orang nakal juga kena. Tapi 7:59 orang baik kenapa ikut kena penyakit 8:01 juga? Itu dari Allah 8:05 harus diterima dengan senang hati. 8:08 Kenapa? Itu ada sesuatu yang kita enggak 8:10 tahu. Allah nyelamatkan kita itu. Kalau 8:13 kita tidak sakit mungkin keluar ke 8:15 mana-mana terjadi sesuatu yang berbahaya 8:17 buat diri kita. 8:20 Nah, di situ husnuzzon kepada Allah. 8:22 berperasa berprasangka baik kepada 8:25 Allah. Keputusannya, qadanya, takdirnya, 8:28 segala rida. Nah, itu nanti kalau 8:31 meninggal radiatan mardiah dan kita 8:35 menerima dengan rida sakit atau problem 8:38 itu membantu 8:40 rasa sakitnya akan berkurang, berkurang 8:43 jauh 8:45 karena kita rida. Jadi seperti tidak 8:47 tidak dirasakan. Tapi kalau kita tidak 8:50 rida, kesal segala macam timbul, 8:54 terasa sakit. Terasa sakit sangat sakit. 8:58 Nah, jadi termasuk kejujuran juga kita 9:01 menerima dengan senang hati 9:05 takdir dan qada Allah, keputusan Allah. 9:07 Itu kan di rukun iman wajib. Itu salah 9:10 satu rukun iman itu. Nah, itu juga 9:12 kejujuran 9:14 kan. Kita sudah bilang kepada Allah mau 9:15 nerima segalanya. 9:17 Nah, itu kita janji kepada Allah banyak 9:22 ritu billahi rabban wabil islami dinan 9:25 wabi muhammadin nabiya wa rasula dan 9:27 seterusnya. 9:29 In apa itu nusuki 9:34 in shati wusuki itu kepada Allah. Iya. 9:37 Inati wusuki 9:40 mati. Eh wahya 9:41 wahyu mati. 9:42 Iya. Terusillahiabbil alamin. 9:46 Pasrah kepada Allah. Artinya apapun yang 9:48 Allah takdirkan ya sudah kita rida. Itu 9:51 kejujuran 9:53 pengakuan kita pada Allah. Rida apapun 9:56 Allah diapain aja rida gitu. 9:59 Dan senang senang tidak ada masalah. 10:02 Sakit pun senang 10:05 karena rida. Jadi sakit sakit itu 10:07 dibantu oleh perasaan kita sendiri. 10:11 Sakit kecil juga kalau kita tidak reda 10:13 ya jadi sakit. 10:16 Jadi kejujuran itu diserentak dilakukan 10:20 seluruh panca indra semua lisan, 10:23 pikiran, perasaan semua bareng. Wah bisa 10:26 siapa bilang gak bisa? Bisa sekali. Dan 10:29 orang yang jujur itu hidupnya senang. 10:31 Ada si kesal dikit apa itu ada tidak 10:34 seberapa tapi senangnya lebih banyak 10:37 artinya lega. 10:38 Bahasa Jawa itu lenggowo. 10:48 Dan itulah takwa. Kita cari-cari takwa 10:50 itu kejujuran itu takwa. Orang bertakwa 10:53 itu jujur. Kalau tidak jujur tidak 10:55 bertakwa 10:57 itu juga qolbun salim. Itu husnul 11:00 khatimah. Jujur itu itu siratul mustaqim 11:03 itu jalan jujur. Mustaqim artinya jujur, 11:05 lurus. 11:07 Nah, itu dia mesti siratal mustaqim. 11:10 Mustaqim itu lurus. 11:13 Lurus itu jujur. 11:25 Nah, ketika sudah hatinya jujur, yang 11:26 lain ikut jujur. 11:29 Semuanya itu alhamdulillah. 11:34 Nah, hati yang jujur sudah sejujurnya 11:37 tuh ada di hati, ada di pikiran, ada di 11:39 perasaan, ada di lidah, ada di ada di 11:42 segalanya, di keinginan semua itu ada 11:44 kejujuran. Sudah terisi dengan 11:45 kejujuran. Apa yang bakal dia dapat 11:48 kalau sudah begitu? 11:50 Itu yang ada di surat Al-Kahfi itu. 11:53 Bismillahirrahmanirrahim. 11:56 fawajada abdan min ibadina atainahu 11:59 rahmatan minina waamnahu minadunna ilma. 12:04 Jadi Nabi Musa itu mencari guru ketemu 12:11 lalu mereka bertemu dengan seorang hamba 12:13 Allah yang telah kami berikan rahmat 12:16 kepadanya. Berikan rahmat kepadanya. Di 12:19 antara rahmat itu apa? Itu kejujuran. 12:23 Jiwanya jujur. Allahu Akbar. 12:25 Ingin kita ya dapat seperti itu 12:29 kepadanya. Dan telah kami ajarkan 12:31 kepadanya ilmu dari kami ilmu yang tanpa 12:34 belajar dikasih 12:36 seorang manusia. 12:40 Sampai Rasul Musa mau belajar sama orang 12:42 ini. Dapat ilmu tanpa belajar dari 12:44 Allah. 12:46 Dia bisa mendengar suara Allah 12:49 telinganya itu 12:51 tidak vokal ya dengar perasaan apa itu 12:55 firasat 12:57 banyak ini Quran bukan pendapat manusia 13:01 ulama bukan Quran men ladunna ilmah dan 13:06 diberikan ilmu 13:09 diberikan berarti dia tanpa belajar 13:13 semua bisa dapat siapapun muslim Muslim 13:15 di mana pun muslimin di Asia, di Afrika 13:19 bangsanya apa, sukunya apa, mazhabnya 13:21 apa, dapat semua kalau jujur. 13:28 Jadi bukan mazhab yang menentukan hati 13:31 kejujuran sendiri. Bukan mazhab semua 13:34 mazhab bisa jujur semua. Siapa aja 13:37 apapun mazhabnya asal dia ibadah dijaga. 13:41 Betul 13:42 enggak berat sebenarnya. Enggak berat 13:44 itu 13:46 keinginan 13:48 tapi makan di supaya kita berkeinginan 13:50 saya berikan ni keistimewaan 13:51 keistimewaan saya sampaikan apa yang 13:55 akan diberikan Allah kepada orang yang 13:56 jujur. 13:58 Satu tuh ilmu tanpa belajar. Orang di 14:00 Indonesia disebut ilmu laduni. Karena 14:02 kalimatnya di sini 14:05 waamnahu kami ajarin dia min ladunna. 14:07 Ladunna itu daripada kami. Artinya ladun 14:10 tuh daripada kami. Ilmu. Ilmu tanpa 14:13 belajar 14:18 enggak bisa. Kenapa Allah enggak bisa? 14:21 Allah mau apa saja bisa. Tidak terbatas. 14:28 Nanti Anda kita semua insyaallah dapat 14:30 hal-hal yang aneh akhir zaman nanti. 14:34 Perang lawan Dajjal itu dajalnya sakti. 14:37 Kita muslimin diberi 14:39 diberi bela diri saya enggak bisa 14:42 sekarang mati. Kalau sekarang enggak 14:44 ujian tuh kan sudah dunia mau berakhir, 14:46 ujian mau terakhir dibuka semua sama 14:48 Allah. Sekarang mulai dikit-dikit 14:52 arah ke sana sudah dekat di Asia Tengah 14:56 itu tempat Arab-harap itu malam ada 14:58 matahari beberapa kali di itu ya 15:03 malam hari ada matahari. 15:06 sudah mulai. Kemudian kita lanjut 15:12 itu saluran hikmah dari Allah. Bila 15:15 ucapan seseorang selalu sesuai dengan 15:16 kebenaran dalam pikiran dan perasaannya, 15:19 maka mengalirlah ilmu hikmah dari Allah 15:22 kepadanya. Kemudian akan keluar dari 15:24 hamba yang saleh itu pendapat-pendapat 15:27 bermutiara. 15:30 Pendapat-pendapatnya itu bermutiara 15:34 dari Allah. 15:36 tanpa kata-kata, tanpa vokal. 15:44 Itu amat bermanfaat bagi masyarakat. Ini 15:47 hadis dari Abi Hurairah radhiallahu 15:50 anhu. 15:52 Hadis qudsi ya. Innallaha taala qol 15:57 man ada li walian faqad azantuhu bilhab. 16:04 Barang siapa mengganggu, menyakiti 16:06 wali-waliku, aku izinkan untuk 16:08 diperangi. 16:10 Wabd 16:12 tidak sedikit ee hambaku mendekat 16:15 kepadaku 16:19 dengan 16:21 cara 16:22 yang aku cintai, 16:25 maka aku mencintainya. 16:29 Terus ditambahin lagi, "Selagi hambaku 16:32 mendekat kepadaku dengan salat-salat 16:34 nawafil, salat-salat sunah, 16:38 terus dia lakukan itu, aku akan 16:40 mencintainya." "Uhibbahu," kata Allah. 16:42 "Uhibbahu akan mencintainya." 16:44 Bayangkanlah dicintai Allah 16:47 mana lebih besar? Dicintai oleh manusia 16:50 sedunia. Manusia sedunia mencintai kita 16:53 atau Allah satu mencintai kita? Manusia 16:56 sedunia mau marah, marahlah. Asal Allah 16:58 satu mencintai kita. Karena yang punya 17:00 surga Allah, yang punya neraka Allah, 17:02 yang punya dunia juga Allah, yang punya 17:03 kekayaan Allah. Ini orang-orang kaya 17:06 sadar enggak harta bendanya itu bukan 17:08 kepunyaan dia itu kepunyaan Allah. Dia 17:10 bikin apa? 17:12 Hah? Dia bikin bikin apa itu? Bikin 17:14 buah-buahan, bikin nekel, bikin minyak, 17:18 bikin batu bara. Semua yang mereka 17:21 nikmati, mereka jual itu bikinan Allah. 17:25 Sadar enggak? 17:27 Jujur enggak membelanjakannya itu 17:29 menggunakannya itu digunakan untuk apa 17:31 itu barang-barang Allah mereka jual 17:37 kejujuran dong akui itu dari Allah saya 17:40 beli dia beli memang sudah ada itu jasa 17:44 tapi yang bikin batu bara itu siapa 17:47 jutaan tahun silam tuh batu bara dibikin 17:50 Allah selagi dunia di apa itu ada 17:54 matahari ada bulanbulan juga bersih 17:56 sinar seperti matahari belum ada manusia 17:59 bisa hangus tapi jutaan tahun energi 18:02 matahari dan bulan itu itu membuat batu 18:04 bara. 18:07 Kalian jual batu bara itu bikinan Allah. 18:11 Jujur enggak? 18:13 Bersyukur enggak? Berterima kasih apa 18:14 tidak? Anda mau tolak pinggang, mau 18:17 sombong bikin apa? Bisa bikin apa? 18:21 Bisa bikin pasir sebutir, gula sebutir, 18:25 bisa enggak? 18:28 Sadar dong. 18:30 Makan rezeki Allah, baju juga dari 18:32 Allah. Dari kapas. 18:37 menjadi benang. Benang terjalin menjadi 18:39 kain. 18:42 Pakaiannya, makanannya, minumnya, 18:45 geraknya semua dari Allah. Energi di 18:48 badannya dari Allah. 18:50 Sunah yang kita makan minum itu sudah 18:52 ada energinya. Sayuran dijemur di 18:55 matahari. Energi matahari pindah ke 18:57 sayuran, ke beras, ke mana-mana. 18:59 Apa yang kita makan semua itu asalnya 19:01 dari energi matahari. Mubir bergerak, 19:04 pesawat semua ini terang semua. Energi 19:07 matahari. Siapa yang bikin matahari? 19:13 Mikirlah. Masa matahari terjadi sendiri. 19:16 Oh, yang bikin ini. Manusia tidak bisa 19:18 bikin. Matahari sudah ada, manusia belum 19:21 ada. Jadi enggak ada manusia bisa bikin 19:23 itu. Kehendak alam. Alam tidak punya 19:25 kehendak. 19:28 Alam itu dihukum. 19:30 Enggak ada hukum alam. Alam dihukum. 19:32 Coba lempar tuh pena yang dipegang tuh. 19:34 Lempar ke atas, jatuh ke bawah. Tidak 19:36 bisa ke samping, ke kanan, ke atas. 19:39 Sudah dihukum oleh Allah. Kita pun sudah 19:41 dihukum tanggal kematian. Tapi Allah 19:44 tidak terikat dengan tanggal. Dia mau 19:47 percepat kematian kita bisa, mau ditunda 19:49 juga bisa. Suka-suka dia tidak ada yang 19:52 berhak mengatur. 19:54 Tidak ada yang tahu kapan kiamat. Tapi 19:56 sudah dekat tahu. 19:58 Tidak ada yang tahu itu. Hanya Allah 20:00 yang tahu. 20:02 Kapan itu Imam Mahdi turun. Tidak ada 20:04 yang tahu. Maka disebut itu si fulan tu. 20:07 Jadi enak aja itu Allah terikat dengan 20:10 tanggal menurunkan Imam Mahdi ya. 20:12 Enggak. Dia lihat situasi kapan dia mau 20:15 suka-suka dia. Kita diwafatkan kapan? 20:18 Ditanggal sama Allah ditakdirkan. Takdir 20:20 Allah yang bisa rubah Allah sendiri. 20:21 Kalau dia mau rubah dia rubah. 20:25 Jadi itu hukum Allah suka-suka dialah 20:28 semua. 20:31 Nah, jadi 20:34 kata Allah kalau sudah sampai hambaku 20:36 mendekat kepadaku, aku mencintainya maka 20:39 akan kutakdirkan. 20:42 Kalau sudah ku mencintainya, 20:43 pendengarannya adalah pendengaranku. 20:46 pendengaran 20:53 aku akan menjadi pendengaran yang 20:55 didengar. Ada bisikan Allah di situ, 20:59 Pak. Matanya melihat pandangannya semua 21:03 diatur oleh Allah. 21:06 Tangannya, kakinya, semua diatur oleh 21:09 Allah. Diatur 21:11 wa kalau dia minta kepadaku akan 21:13 kuberikan. 21:16 Kalau dia minta tolong untuk 21:18 diselamatkan, aku selamatkan. 21:21 Itu banyak negeri-negeri ya negeri kecil 21:26 lawan Amerika, lawan macam negeri itu 21:29 bisa selamat, bisa menang 21:33 kalau Allah mau. 21:36 Tapi kan Allah juga bersyarat ya. Yaman 21:38 tuh kecil kan saya cerita Yaman perah. 21:42 Nah, itu jadi kita enggak sana sini tapi 21:44 lihat fakta lah. Melek maksud saya 21:46 melek. Saya juga mau melek bukan karena 21:49 kebencian tapi ingin meyakinkan bahwa 21:51 Allah 21:53 Subhanahu wa taala berkuasa. 21:55 Kita tidak bisa kabur dari Allah, tidak 21:57 bisa lari. 22:00 Malaikat bisa tangkap tangan OTT 22:07 dan waktu sudah dekat. 22:13 Satu-satunya kita kembali kepada Allah 22:15 sudah dan menyenangkan. Jangan takut 22:18 susah 22:20 dekat kepada Allah itu henti tenteram 22:24 tenang. 22:27 Dalam keadaan sakit juga gembira, 22:30 dalam keadaan susah juga gembira. 22:33 Kenapa? Karena dia mendekati Allah. 22:43 Subhanallah, walhamdulillah 22:46 walailahaillallahu 22:48 akbar. 22:49 Ada dalam Al-Qur'an juga surah Al-Alaq. 22:52 Al-Alaq lah apa itu? 22:53 Bismillahirrahmanirrahim. 22:55 Alamal insan maam ya'lam. Allah ajarin 22:58 manusia apa-apa yang dia tidak tahu. 23:01 Jelas banget ini. 23:04 Bergantung kepada Allah, mengharap 23:06 kepada Allah. Tetap ilmu minta kepada 23:08 Allah. Belajar tetap Allah akan berikan 23:11 ilmu tanpa belajar tambahan. 23:14 Jadi artinya itu ilmunya yang berkah. 23:17 Ilmu yang kita pelajari dipoles 23:20 ilmu dari Allah menjadi ilmunya tuh 23:22 indah. 23:25 Ya. Kalau kita belajar ilmu alim luar 23:28 biasa hafal semua Quran, hadis tapi kita 23:31 tidak ee meminta kepada Allah, tidak 23:33 mendekat, tidak dibimbing Allah ilmunya, 23:36 dipol sama Allah. Maaf sajalah. Lihat 23:38 ajaalah. 23:42 Saya lidah ni berat mau memberi 23:44 contoh-contoh tapi gak saya gak akan 23:45 beri contoh. Lihat sendirilah. 23:51 Ilmunya tinggi sekali tapi kadang-kadang 23:53 bahasanya kan. Ah, itu saya terpaksa 23:55 kasih contoh terpaksa 23:59 bahasanya kan 24:03 tidak jujur. 24:08 Di surah Albaqarah ayat 282. 24:13 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 24:16 Wattaqulah 24:18 wauallimukumullah 24:20 wallahu bikulliin alim. Bertakwalah. 24:23 Bertakwalah kepada Allah. Bertakwa itu 24:25 juga termasuk jujur. Jujur beribadah, 24:28 jujur berbuat sesuai dengan kehendak 24:29 Allah, sesuai ingin Allah, sesuai dengan 24:31 hukum Allah. 24:33 Takwa itu takwa kepada Allah. 24:36 Wauallikumullah. Allah akan mengajari 24:39 kamu, mengajari, memberi ilmu. 24:43 Wallahu bikulliin alim. Dan Allah tahu 24:45 atas segalanya. Jadi tanpa kita rasa itu 24:47 kita itu dibimbing sama Allah. Pandangan 24:50 kita diarahkan ke sana, lidah kita 24:52 diatur semua 24:54 dibimbing, disayang. 24:59 Jadi enggak bisa secara formal, tapi 25:01 hubungan mes hati kita kepada Allah 25:03 kurang. Ya, itu yang ngambang. 25:06 Salatnya ngambang. 25:10 Kejujuran juga ngambang. Kejujuran semua 25:12 itu bisa dalam praktik, dalam perasaan. 25:15 Nyambung dengan kepada Allah itu 25:16 nyambung. 25:22 Perasaannya nyambung. Merasa Allah 25:25 lihatin. Merasa Allah lihat terus. 25:28 Sampai lagi mandi ada. Bukan saya cerita 25:30 lagi mandi itu orang dulu-dulu diingat 25:32 Allah langsung diambil landuk di apa 25:35 dibungkus badannya. Malu dia. Saya 25:38 sedang dilihat dia menghormati Allah. 25:40 Ini bukan arti wajib enggak. Kita enggak 25:42 cerita hukum wajib enggak cerita 25:43 hubungan perasaan. 25:46 Perasaan nyambung ke Allah itu 25:50 mengapa demikian? Kita ini lemah manusia 25:53 ini. Ilmu bisa kita pelajari banyak tapi 25:56 belum jaminan. Kita butuh kepada Allah 25:59 banget. Butuh 26:01 dalam segala hal. Butuh Allah. Dibimbing 26:04 Allah. 26:06 Itu yang harus kita gak boleh sombong. 26:07 Kenapa? Kita lemah. Semua manusia 26:10 diciptakan Allah tuh lemah. Tenaganya 26:13 lemah segalanya lemah. 26:15 Surah An-Nisa ayat 28. 26:20 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 26:22 Khuliqal insanu diifa. 26:25 Manusia diciptakan dikhaliq dikhuliq 26:27 diciptakan insan. Insan itu manusia diif 26:30 lemah. Siapa yang kuat? Tunjukkan saya. 26:33 Siapa kuat di dunia ini sekarang enggak 26:35 ada kena kuman sudah sakit. 26:40 Semua enggak sadar kita lemah. Jangan 26:43 sombonglah. Ngancam sana ngancam sini. 26:45 Siapa kau? 26:47 Makhluk Allah. Sadar. 26:51 Jangan ngancam-ngancam orang yang ibadah 26:53 kepada Allah. Bahaya. 27:01 Apa yang lemah? Semua pendengaran lemah. 27:03 Kita bisa enggak dengar suara jarak 4 5 27:05 kilo? Enggak bisa. Hidir bisa. 27:09 Bisa enggak mandang berapa ratus kilo ke 27:11 depan? Hidir bisa. Dia itu akan ada 27:13 bajak laut datang mau ambil kapal. 27:17 Bahkan dia bisa lihat apa yang di dalam 27:19 tanah. 27:20 Dia bukan Tuhan, dia bukan nabi. Allah 27:22 memberikan kepadanya ilmu yang tanpa 27:26 belajar. Itu sampai Nabi Musa seorang 27:28 rasul Khidir bukan rasul, bukan Nabi mau 27:32 belajar ke Khidir. Tidak ada sombong. 27:35 Ini rasul hatinya jujur. 27:43 Kenapa Allah bikin manusia itu lemah? 27:46 Wah, kalau kuat hancur semua nih. 27:49 Lemah aja masih pada galak. 27:54 Dibikin lemah supaya jangan terlalu 27:58 galak. Manusia pada berantem 28:00 terus-menerus. 28:03 Kalau dia dibikin kuat, dipukul orang 28:05 langsung mati. 28:07 Dikasih lemah. 28:10 Lemah segalanya, kemampuannya itu lemah. 28:13 Maka dari itu sadar kita semua jangan 28:17 jangan ancam-ancam hamba Allah, 28:19 galak-galak kepada hamba Allah. 28:22 Kalau enggak mau masuk Islam, bukan 28:24 Islam, jangan benci muslimin. 28:27 Mau ngapain benci? Apa mereka enggak 28:29 berdosa? Mereka orang-orang baik. 28:31 Indonesia ini masih dibantu kebaikan, 28:33 keamanan karena mayoritas muslimin. 28:42 Orang Islam itu rapi, baik, bukan takut 28:45 sama polisi. Polisi kurang dengan jumlah 28:47 begini banyak, takut kepada Allah. 28:50 Di tempat lain memang ada banyak orang 28:52 disiplin taat hukum tapi taat kepada 28:54 polisi. Takut polisi. Kalau di sini gak 28:57 memang orang takut kepada Allah. 29:00 Kalau di mau bersalah banyak tuh. 29:07 Kita hormatilah semua makhluk apapun 29:11 agamanya, apapun mazhabnya. 29:15 Kalau yang muslim dengan muslim ya wajib 29:17 saling sayang, ikhwana saling bantu. Itu 29:21 sudah ada hukumnya. 29:24 Kalau dia tidak bantu, dia benci, itu 29:26 tidak jujur. 29:30 Sabda Nabi dari hadis Tirmidzi, 29:34 ittaqu firasatal mukmin fainnahu yanzuru 29:37 binurillah. Nah, ini yang tadi 29:38 dijelaskan oleh hadis nih. Hati-hati 29:41 firasat orang mukmin. Dia bisa berasa 29:43 kalau kalian benci atau apa. Berasa dia 29:46 karena dia melihat bukan dengan mata 29:48 ini, dengan cahaya Allah. 29:50 Ini hadis sahih riwayat Tirmidzi. 30:00 Banyak orang saleh yang yang berpakaian 30:04 saleh ya saleh insyaallah. Tapi juga 30:06 orang-orang yang pakai pakaian biasa 30:08 banyak yang saleh. 30:11 Banyak pakaiannya biasa. Kadang sering 30:14 nemuin itu pakaiannya sangat sederhana. 30:18 Tiap malam dia salat tahajud sudah 30:20 belasan tahun. Orang awam 30:24 ada. 30:26 Hormati semua. Banyak orang baik tidak 30:28 nampak tidak kelihatan. Jaga di masjid 30:31 itu. Jangan dilangkahi-langkahi itu. 30:34 Mungkin ada hamba yang duduk yang Anda 30:35 langkahi itu kesayangan Allah. Bisa 30:38 saja. 30:40 Itu kan dulu ada cerita itu di zaman 30:44 anak muda penggembala 30:48 disayang Allah 30:51 karena dia bakti pada ibunya. Sederhana, 30:54 miskin, yatim. 30:58 Sampai Nabi pesan kepada 31:00 sahabat-sahabatnya, 31:02 "Nanti kalau datang itu pemuda ke sini, 31:04 kalian minta didoain oleh dia." 31:08 Nah, itu 31:10 ada di Quran diceritakan 31:15 yang lainnya di Quran banyak. 31:17 Yang itu hadis ya 31:20 artinya kita jujur 31:23 diri sendiri, jujur kepada saudara 31:26 sesama muslim. Jujur di dalam negara 31:30 menjadi pejabat itu ngerebut-ngerebut 31:32 mau apa? Rebutan mau cari surga, mau 31:35 cari neraka. Nauzubillah. 31:37 Hah. Itu amanat ngurusin umat ini dan 31:40 umat ini banyak yang salat menurut 31:41 agamanya masing-masing. Yang saya tahu 31:43 yang muslimin. Yang muslimin banyak yang 31:45 saleh doanya kabul. Hati-hati 31:49 jangan ambil hak mereka. 31:53 Jangan dipersulit hidupnya. 31:56 Ini insyaallah masih banyak pejabat yang 31:58 baik, tapi ini salah urus. 32:02 Ribut sudah. Sekarang kelompok-kelompok 32:04 mau merebut kekuasaan. 32:06 Astagfirullahalazim. 32:08 Yang ini mau ngerebut punya grup, punya 32:10 tukang demo, punya tukang ini, itu lagi. 32:12 Nah, siapa yang mau ngurusin rakyat? 32:17 Coba sadar dong. Ada neraka Bapak, ada 32:21 surga di akhirat. Ibu sadar gak bisa 32:24 hidup begini terus. 32:27 Kok tahu semua akan mati? Mati itu 32:29 enggak hilang. Yang hilang badannya 32:32 kan dia pakai ruh. Ini bisa saya bicara 32:34 ini pakai ruh. Kalau enggak ruhnya sudah 32:36 keluar enggak bisa bicara. 32:38 Nah, ruhnya ke mana? Ruhnya ke mana? Itu 32:42 nanti di sana dapat badan lagi. Kuat 32:44 badannya. Kuat untuk merasakan panas di 32:47 neraka. Kuat untuk menikmati kenikmatan 32:49 di surga. 32:51 Pilih saja 32:57 kejujuran Bapak Ibu mau menjabat sudah 33:00 sumpah 33:02 ke mana sumpah itu 33:05 kenapa berebut ngurusin kelompok 33:07 ngurusin keluarga dan sebagainya negeri 33:10 ini 33:12 mau di ke manakan mau dibawa ke mana 33:14 negeri ini 33:16 kalian ribut terus rebutan terus sudah 33:19 jadi presiden dua kali cukuplah lah. 33:24 Terus yang lain lagi juga kenapa mesti 33:26 apa itu keras tidak mengikuti suara 33:30 rakyat? Jadi saya menjadi begini 33:32 sekarang berapa uang habis tumpah buat 33:35 enggak karuan ini? 33:38 Bapak-bapak, Ibu semua tanggung jawab. 33:42 Bila ada satu rakyat tidak makan akan 33:45 dituntut oleh Allah di akhirat. Kenapa 33:47 Tuhan nuntut? Dia yang bikit. 33:50 Ini manusia Tuhan punya, milik Tuhan 33:51 itu. Kalian bisa bikin langit, bikin 33:54 segala macam. Kami berani ganggu 33:56 makhluknya itu. Berani kalian 34:00 kiranya bebas? Tidak. 34:04 Ini manusia-manusia milik Tuhan. 34:06 Malikinas 34:08 dituntut saya untuk kasihan. Kasihan. 34:11 Saya cuma ngingatkan diri saya juga. 34:13 Saya ingatkan diri saya. Kita semua 34:15 berhentilah. Kita akan pulang kepada 34:17 Allah semua. 34:23 Oke. Ada perang. Kalau ada perang apa? 34:25 Sebagian besar mati. Mati ke mana? 34:28 Badannya ke kuburan, dirinya, jiwanya 34:30 kembali kepada Allah. 34:33 Ada sidang di sana akan dimintai 34:35 pertanggungan jawab. Kalau enggak Tuhan 34:37 tidak taruh di dunia. 34:39 Bisa enggak kita mikirin diri kita ada 34:41 sekarang? Kenapa ada, Bapak, Ibu? Kenapa 34:44 ada? Hidup kan? Kalau enggak sadar 34:46 sedang hidup cubit cubit tangannya coba. 34:48 Sakit kan? Nah, itu berarti hidup. 34:51 Nah, kalau hidup ke mana nantinya? 34:55 Masa depan akan ada di mana? Masa depan 35:02 kita hidup jalan dengan hati nurani, nur 35:06 aini. Cahaya mata mata hati. Cahaya mata 35:09 hati itulah pendengaran yang diatur oleh 35:11 Allah. 35:13 Itu yang dibilang hati nurani semua. 35:15 Nanti ada hati yang mati. 35:18 Hati yang mati seram. Mana hatinya mati? 35:24 Tidak dapat bimbingan dari Allah lagi. 35:26 Dia tidak tahu lagi mana benar, mana 35:28 salah, mana baik, mana jahat. Jahat bagi 35:31 dia itu baik. Astagfirullahalazim. Sudah 35:33 buta. Bukan buta mata ini, tapi buta 35:37 hati. Nurani. 35:42 Lihat surah Thaha ayat 124. 35:46 Thaha 124. Bismillahirrahmanirrahim. 36:09 as saya terjemahkan coba. 36:12 Sebarang siapa yang berpaling tidak suka 36:16 padaku, pada ajaranku, 36:19 tidak suka, tidak ingatnya surga juga, 36:22 tapi jarang mengingat Allah, mengingat 36:25 saja enggak. 36:27 Makan segala macam, makan daging enggak 36:29 enggak pikir tuh daging dari rumput. 36:32 Siapa yang bikin rumput menjadi daging? 36:36 Makan terus gak ingat. 36:38 Barang siapa tidak apa berpaling tidak 36:41 mau peduli kepadaku, ingat juga enggak 36:45 kepada Allah. Apa inahuatan dia akan 36:48 hidup akan hidup dalam keadaan susah 36:52 hati susah hati uangnya banyak jabatan 36:56 tinggi susah hati 37:00 kenapa karena dia buta. Buta Allah. 37:06 Wasuruhu yaumalqiamati. 37:09 Nanti di akhirat sedang berbaris manusia 37:11 semua di padang mahsyar dia buta jatuh 37:14 terinjak-injak yang lain. Kemud kemudian 37:18 mereka komplain protes. 37:22 Tuhan kenapa aku sekarang dibangkitkan? 37:24 Buta dulu aku di dunia melihat buta 37:27 beneran ya. Buta terinjak-injak hina. 37:33 Qalika atatka 37:35 ayatina 37:37 ayatuna panasita 37:39 ayat-ayatku ayat-ayat Quran dibacakan 37:42 dibil di radio, di mana-mana ustaz-ustaz 37:45 kiai-kiai semua menyebarkan itu. 37:49 Kalian abaikan. 37:53 Abaikan. Tidak mau mengenal Tuhan, tidak 37:55 mau ingat kepada Allah, tidak mau cari 37:57 Tuhan. Yang mana? Tuhan belajar mengenal 37:59 enggak mau. Kata Allah begitulah kamu 38:02 dulu seperti buta. Sekarang ku 38:04 bututakan. Benar kau. 38:07 Itu Quran 38:11 belajar mata ini untuk melihat kebesaran 38:13 Allah. Lihat matahari dong. Itu matahari 38:17 sudah ada sebelum ada manusia. Sudah 38:18 pasti tidak ada manusia yang berani 38:20 ngaku menciptakan matahari. Hanya Allah 38:22 Subhanahu wa taala. 38:24 Yakini dong. beriman loh 38:28 mau kapan lagi ini sudah di akhir. 38:35 Buta Allah itu paling bahaya. Buta huruf 38:37 masti enggak apa-apalah. Buta Allah ini 38:40 banyak yang buta Allah. Kalau melihat 38:43 tulisan tulisan Allah A L a alif lam lam 38:47 ha. Itu tulisannya 38:50 mengenal Allah. Bukan mengenal tulisan. 38:53 Baca tuh adanya Allah di mana-mana ada 38:56 bukti adanya Allah. Lihat buah-buahan 38:59 bergantungan dari pohon kayu. 39:02 Siapa itu yang nyampurin tuh 39:04 bahan-bahannya itu? 39:06 Ya Allah. Enggak ada yang lain ngaku. 39:07 Enggak ada. Hanya Allah di surat Yasin 39:09 ada. Allah. Bahkan dia bisa taruh air 39:12 dan api jadi satu di batang pisang itu. 39:15 Sinar matahari dan air di batangnya 39:17 bikin pisang. Subhanallah. Allahu Akbar. 39:20 Kalau melihat itu tidak ingat Allah, itu 39:23 yang disebut buta. 39:25 Nanti di akhirat dibutakan. Benar itu. 39:31 Saya mohon tolong dengarkan, pikirkanlah 39:34 waktu sudah hampir, sudah hampir tinggal 39:37 sedikit lari lagi sisa-sisa dunia ini 39:40 akan kembali kita semua ke sana 39:43 selamanya. 39:45 Di sini senang hanya berapa tahun dan 39:49 nikmat yang ada di sini bukan nikmat 39:53 semu 39:55 di sana abadi 39:58 sudah kembali semua mohon 40:02 tinggalkanlah tuh ambisi-ambisi 40:03 keterlaluan mau apa sudah berapa triliun 40:06 masih kurang juga astagfirullahalazim 40:08 lihat banyak yang lapar tuh 40:16 Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 40:19 Maaf, saya juga sedang menyadarkan diri 40:21 saya juga 40:26 jujur dan bersyukur. 40:30 Saya ingatkan sedikit dalam surah 40:31 Ar-Rahman. Insyaallah sudah tahu. 40:35 Ar-Rahman itu indah sekali. Allah yang 40:37 rahmat. Allah yang penyayang, yang 40:39 pengasih. 40:40 Dia bertanya 40:43 dia arrahman itu siapa? Alamal Quran 40:45 yang mengajarkan Al-Qur'an. Tata cara 40:47 hidup. Hidup terhormat hidup berperi 40:51 kemanusiaan. 40:54 Dia menciptakan insan, ciptakan manusia. 40:56 Terus dia apa? Alamahul bayan. Diajarin 40:59 cara hidup yang benar, cara hidup yang 41:02 bijaksana, 41:06 cara hidup yang benar, menyebar 41:08 kebaikan. Kalau perang juga hanya 41:10 bertahan karena diserang. 41:12 Orang-orang Rahman, orang-orang Arrahman 41:14 hamba Allah yang Rahman tidak pernah 41:16 menyerang terlebih dahulu. 41:22 Coba berpikir pandang itu. Asyamsu 41:25 walqamar biusban. Matahari dan bulan 41:28 beredar menurut perhitungan yang tepat. 41:30 Sehingga ada hari, ada bulan, ada jam, 41:32 ada menit, ada detik. 41:37 Nah, ini ada satu yang mukjizat 41:39 Al-Qur'an 41:41 1400 tahun yang lalu. Banyak itu di 41:44 antaranya ini waja'alna lail whar. Tuhan 41:48 bikin malam dan siang 41:51 ayatain dua lampu. Lampu matahari dan 41:53 lampu bulan. Waktu itu bulan bersinar 41:56 belum ada manusia hanya batang kayu, 41:58 pohon dan apa? Hewan-hewan. 42:01 Kemudian kata Allah, "Aku padamkan lampu 42:04 yang malam." Bulan dipadamkan jadi siang 42:06 doang. Kenapa? 42:08 Wajalna ayatan nahar mufsir. Yang satu 42:11 matahari kubiarkan terang benderang. 42:12 Kalian bisa cari nafkah, cari rezeki 42:15 dari Allah. Fadlan mirbikum. Rezeki dari 42:18 rezeki dari Allah kalian tinggal ngambil 42:21 tuh padi tumbuh di tanah tubuh-abuahan 42:23 keluar dari batang kayu. Ambil. 42:25 Enggak bikin ambil. 42:28 Mikir dong siapa yang bikin. Kok ngambil 42:30 saja telan terus. 42:33 Walamu ada sinin dan jadi tahu tahun, 42:36 tahu hisab, menit, tanggal, detik semua 42:39 ada itu karena ada malam ada siang. 42:42 Kalau siang terus enggak ada malam kita 42:43 hangus 42:46 jadi batubara kita. Maka di mau bikin 42:49 manusia dipadamkan dulu lampu malam tu 42:51 bulan. Jadi redup buat tidur, siang buat 42:55 cari nafkah. Buat cari nafkah. Makanya 42:57 dikasih matahari terang. Sudah diatur 43:00 oleh Allah. Dia atur kita enggak bikin 43:02 apa-apa. 43:04 Kita mengolah yang diberikan Allah 43:08 dan semua Allah lakukan sangat baik. Ini 43:12 Allah ngingatkan, saya ingin 43:13 menyampaikan buat diri saya juga wajmu 43:15 wasajaru yasjuda tumbuh-tumbuhan dan 43:18 pohon-pohon. Kedua-duanya tunduk kepada 43:20 Allah. Tunduk. 43:22 Tidak mungkin seriangka berbuah nangka. 43:27 Iya kan? Atau nangka berbuah seri 43:29 langka. Salak ya salak. 43:31 Duren ya. Duren 43:33 bar berapa banyak tuh buah-buahan di 43:35 dunia? Coba ingat-ingat ada berapa? 43:38 Ratus ribu juta. 43:41 Lain rasa, lain bentuk, lain warna. 43:44 Subhanallah. 43:46 Enggak bertanya itu siapa yang bikin. 43:50 Masa enggak bisa mikir seperti itu. 43:53 Masa tumbuh sendiri? Masa batang kayu 43:55 jadi durian. Masuk akal enggak? 43:58 Masa batang pisang isinya air sama api 44:00 jadi pisang. 44:06 Subhanallah. Semuanya itu masuk akal dan 44:08 rasional. 44:10 Salak di bawah tanah di pagar duri. 44:13 Hah. 44:15 Itunya kulitnya juga dikasih 44:17 tajam-tajam. 44:19 Nanas begitu juga semua teratur rapi. 44:22 Pasti yang bikil itu luar biasa. Bukan 44:25 alam. 44:27 Alam dibikin itu alam. Pisang alam, 44:31 durian, semua benda yang ada itu alam. 44:34 Selain Allah itu semua alam. Kita juga 44:36 alam. Kita alam manusia. Dia alam 44:38 tumbuhan, alam benda. 44:41 Yang bukan alam hanya Allah. 44:47 Wasama rafaaha w mizan. Dan Allah telah 44:50 meninggikan langit dan dia meletakkan 44:52 neraca ekosistem. ekosistem 44:56 Allah yang bikin bukan alam yang bikin. 44:58 Alam dibikin 45:03 lestarian hidup semua dari Allah kita 45:05 mengenal Allah sadar 45:08 alladil mizan. Nah agar kalian tidak 45:11 melampaui batas. Batas apa? Batas 45:13 keadilan. Keadilan dilanggar 45:15 diinjak-injak. 45:17 Tersebar kezaliman. Kepincangan hidup. 45:22 Dunia rusak. 45:24 Salah urus. 45:26 Harus diurus dengan kejujuran, dengan 45:28 iman kepada Allah. Amanat Allah. Coba 45:31 kita di sini diuji. Uji mau mau dipilih 45:34 mana yang ke surga. Yang jujur itu yang 45:36 masuk surga. Yang korupsi tobat 45:38 cepat-cepat supaya bisa ke surga juga. 45:40 Tobatlah. 45:44 Tegakkan keadilan, kejujuran 45:48 itu juga. Dunia alam ini jangan dirusak. 45:51 Ekosistem dihidupkan terus. 45:55 Fabiayibikuma 45:56 tukadziban. Allah bertanya pada kita 45:59 ini. Wahai manusia ini, nikmat Tuhan 46:02 yang manakah yang kalian abaikan? 46:05 Kenapa lupa pada Tuhan? Yang memberi 46:08 makan, beri minum, yang buat susu dari 46:11 rumput susu dibuat, daging dari rumput 46:13 dibuat, masuk ke hewan jadi susu. 46:16 Coba mikir, 46:18 enggak ada mesin di situ, enggak ada 46:20 pegawai, enggak ada buruh. Enggak ada 46:23 direktur di perut sapi, perut kambing 46:25 itu. Itu pabrik apa? Itu pabrik daging 46:28 dan susu. 46:30 Di perut lebah apa? Perut lebah itu ada 46:32 madu. Pabrik madu 46:36 produksinya dibuat di dalam perut. 46:38 Pabriknya sambil terbang memproduksi 46:41 memproduksikan madu. 46:44 Fabiaybikum 46:46 tukaziban. 46:48 Nikmat Allah yang mana selalu Anda 46:51 abaikan. Lupakan tidak peduli, tidak 46:54 ingat, tidak sadar. Makan saja, minum 46:57 saja. Tanya dong siapa yang memberikan. 47:02 Fabiay albikuma tukadziban. 47:06 Apa yang membuat Anda enggan bersyukur? 47:14 Waliman khofa maqombhi jatan. 47:18 Dan bagi orang yang tak masa depan, dia 47:21 taat kepada Allah, jujur, 47:24 dia akan mendapat dua surga. Dua dua 47:27 surga. 47:33 Allah menyebut pepohonan, buah-buahan 47:35 itu adalah apa? Menggambarkan kesuburan. 47:39 Subur apalagi indah. 47:41 Pohon-pohon tuh di di indah sekali 47:43 dilihat itu rambutan besar besar besar 47:46 terus kuning kuning kuning 47:48 kemerah-merahan. 47:50 Udah makanan enak lagi indah dipandang 47:55 di kebun-kebun semua indah. 47:58 Apa ada yang bikin? Siapa yang pernah 48:01 bikin itu semua? Tahu kita semua tidak 48:03 ada yang bikin itu. 48:06 Kita tinggal ambil saja. 48:08 Mikir kau sekali-sekali. Emang itu 48:11 perbuatan mudah. Manusia gak bisa bikin 48:13 itu. 48:15 Manusia tidak bisa. Suruh bikin rambutan 48:17 satu aja. 48:19 Bikin deh kalau bisa pakaiin rambut. 48:23 Bikin durian. Pakaiin duri. 48:27 Mana bisa. Melek dong. Jangan sampai 48:29 buta nanti di akhirat. Buka mata. Lihat 48:32 rambutan tuh kelihatan Allah yang buat. 48:36 Allah yang bikin untuk kita bersyukur. 48:40 Mau nikmat apaagi 48:42 nanti di surga banyak, di sini segini 48:45 sudah banyak segini masih enggak mau 48:47 bersyukur, enggak mau terima kasih. 48:51 Disuruh jujur tidak mau jujur. Suruh 48:53 baik sama orang tidak mau. 48:58 Masyaallah. Astagfirullahalazim. 49:00 Astagfirullahalazim. Kita istigfar min 49:02 mohon ampun pada Allah. 49:04 Astagfirullahalazim. 49:08 Astagfirullahalazim. 49:12 Fabiaybikima 49:13 tukadziban. 49:16 Mengapa? Apa halangan Anda untuk bisa 49:18 mengakui bahwa itu memang betul dari 49:20 Allah? Apa halangannya? 49:24 Kenapa keras kepala tidak mau sadar? Ada 49:27 fakta di depan mata. 49:31 Sudah yang paling mudah sudah. Siapa 49:33 yang bikin diri kita? 49:35 Kenapa nih mata, mata, telinga semua itu 49:39 benda? Benda mati. Kok bisa dengar, bisa 49:41 melihat? Ada roh Allah di situ. 49:45 Allah itu hidup, kita tidak hidup. Kita 49:47 ini benda mati. Kita dihidupkan. 49:51 Dihidupkan. Kalau dihidupkan nanti akan 49:54 pernah tidak dihidupkan. 49:56 akan pernah diberhentikan hidup atau 49:59 dipindahkan hidupnya dari kerangka 50:02 tengkorak ini kita dipindahkan 50:04 ke alam sana. Tuhan bisa bikin alam tuh 50:07 banyak. Pindah alam sana. Kita belum 50:10 tahu alam sana. Di sana nanti lama terus 50:13 dikasih 50:15 badan yang bukan tengkorak. 50:17 Badan yang indah yang di badannya saja 50:21 sudah menikmati hidup. 50:23 Cakep semuanya indah. Tidak ada 50:25 dibandingnya 50:27 kita di sana nanti cantik, cakep, semua 50:29 ganteng selamanya tanpa sakit, 50:33 tidak ada TBC, tidak ada asam urat 50:38 senang. Kok mau disenangin sama Allah? 50:41 Enggak mau. 50:44 Tidak ada ibadah lagi di sana, tidak ada 50:46 kerja lagi. 50:48 Semua disiapkan. 50:50 Dia maha kuasa kok. Dia bisa bikin 50:52 dunia. Pikir loh. Emang gampang nih 50:54 bikin gunung. 50:55 Bikin gunung tuh bahan bakunya dari mana 50:57 tuh diuruk? Hah? Matahari bahan bakunya 51:00 apa? 51:02 Energi enggak pernah habis. Sudah berapa 51:04 juta tahun tuh energi matahari tidak 51:06 digantung, tidak diikat. Gampang. 51:12 Bagaimana bikinnya dulu? Energinya 51:14 enggak pernah habis sampai sekarang, 51:15 enggak pernah diservis. Mikir dong. 51:19 Enggak, enggak susah kok mikir kayak 51:21 gitu. Bagaimana kalau kita semenit aja 51:24 mikir sebentar yuk bareng yuk. 51:25 Insyaallah 51:27 sudah pikirkan kita ada. Kita ada pasti 51:32 diadakan. 51:34 Dan yang mengadakan kita 51:37 sebelum segala ada. Dia yang ada sebelum 51:39 segala ada. 51:42 Nah, dia yang ada sebelum segala ada 51:45 tidak diadakan. Nah, siapa yang mau 51:46 mengadakan dia? Tidak ada siapa-siapa. 51:52 dia tidak diadakan. Nabi sebagaimana 51:54 dia ada adanya tidak berawal 51:58 awal-awal kata dia awal awal itu adalah 52:00 yang tidak ada awal nol dia satu sebelum 52:03 satu nol dialah pengada segala yang ada 52:08 harus ada dong pengada satu segala yang 52:10 ada dialah Allah tidak ada lain tidak 52:12 ada yang berani ngaku tuhan mana pun 52:15 tidak ngaku mau ciptakan apa-apa Allah 52:17 subhanahu wa taala mendetail diceritakan 52:19 semua dan rasional 52:22 yang bikin rasio dia 52:25 agama dia. Jadi agama itu tidak mungkin 52:28 tidak rasional. Kampungan ketinggalan 52:30 apa yang kampungan, apa yang ketinggalan 52:33 kotokan kampungan bukan masalah itu. 52:35 Masalahnya hak apa yang diajarkan oleh 52:38 Allah semuanya benar. 52:41 Di bawah laut ada ada gelombang ada. Di 52:43 bawah laut ada api? Ada. 52:48 Apa yang tidak? Sudah ada fakta mau 52:50 apaagi? 52:54 Kembalilah kepada Allah. Aman 52:58 tobat kita semua. Kita semua bareng 53:00 tobat yang korupsi tobatlah. 53:03 Seram lagi akhirat seram. Belum 53:04 ngerasain nanti sudah di sana nangis 53:05 sudah enggak guna lagi. 53:11 Kalau nanti ke surga enggak ada juga 53:13 enggak rugi. 53:14 Astagfirullahalazim. Tapi tidak mungkin 53:16 tidak ada. Ada buktinya ada. Yang bikin 53:18 dunia ini dia yang bikin surga. Dunia 53:21 ada. Lihat dunia ada. Ada gunung, ada 53:23 sungai. Bikin airnya di mana itu? 53:27 H2O. Bahannya dari mana? Allah bikin 53:30 segalanya tanpa bahan. 53:34 Manusia tidak bisa bikin apapun tanpa 53:35 bahan. Harus 53:39 iman. Iman syaratnya iman. Beriman pada 53:41 Allah insyaallah senang dunia akhirat. 53:45 Ajak anak-anaknya tuh. Ajak anak-anaknya 53:49 kumpul di surga bersama. Senang-senang 53:51 di sana. Mau mobil juga ada. Segala ada. 53:56 Dia maha pencipta. 54:02 Air itu subhanallah. Air itu bisa 54:04 menyesuaikan diri. Bagaimana Allah 54:06 bikinnya coba? Di mana pun, di tempat 54:08 mana pun dia adaptasi. Taruh di gelas 54:11 bentuk gelas botol bentuk botol 54:14 mengalir dari tempat tinggi ke tempat 54:16 yang rendah tawadu rendah hati air itu 54:19 jalan 54:21 enggak pernah nyerobot nyumbruk-numbruk 54:23 ada barang dia apa nikung 54:26 nikung lembut tapi paling kuat tuh air 54:28 di dunia 54:30 air enggak bisa dibom 54:32 enggak bisa dibacok pakai 54:35 tapi dia walaupun kuat tidak galak 54:40 Kecuali tempat dia tinggal diambil 54:42 orang. Nah, itu kadang dia masuk tuh di 54:45 mana tuh? Rawa-rawa dulu tuh. Rawa 54:47 bening, rawa apa dulu kan kalau air 54:48 turun dari atas ngumpul di situ. 54:50 Sekarang manusia ambil ya. Enggak ngerti 54:52 dia balik situ. Banjirlah dia. Bukan 54:56 bukan air yang salah. Dia ngambil tempat 54:58 air. Rawa-rawa itu rumah air. 55:02 Air itu kekuasaan Allah. dia hidup 55:06 dengan di cara alam dia air itu semua 55:09 benda ada orang yang bisa bicara itu ada 55:13 sebagian orang bisa bicara 55:16 memahami bahasa apa burung atau kucing 55:19 enggak ada 55:22 semua takdir Allah semuanya 55:25 kita manusia lemah pengetahuan lemah 55:27 biar profesor berapa lapis juga tetap 55:30 terbatas pengetahuannya jangan 55:32 sombonglah 55:34 jangan Jangan nanti bahaya ada Tuhan. 55:38 Jangan galakin ini hamba-hamba Allah. 55:39 Jangan Tuhan marah nanti di sana kamu 55:42 disiksa nanti di sana. Dia yang bikin 55:45 Tuhan. Kamu enggak mikir nih manusia 55:46 keluar dari pabrik? Tidak. Allah yang 55:50 bikin, Allah yang punya. Jangan 55:52 diancam-ancam. 55:58 Fabiayyi alaibikuma tukadziban. 56:02 Itu siapa? Apa? Apa? Sebab kalian tidak 56:04 mau bersyukur. 56:06 N kurang apalagi nikmat yang Allah 56:08 berikan untuk sementara di dunia. 56:11 Bersyukurlah di surga nanti kalian 56:13 senang. Muttaqiina ala furusin 56:18 buhuha 56:20 min istibrq. Mereka bersantai di atas 56:24 permadani di surga itu ya. Nah sebelah 56:27 dalamnya dari sutra macam-macamlah 56:29 kesenangan semua ada di sana. Ini 56:31 disebut sutra tuh jangan bayangin sutra. 56:34 Artinya 56:36 bagus-bagus pakaiannya itu ada. Cuma 56:39 luar biasa enggak bisa dibanding di 56:41 sini. 56:43 Sekaya apapun di dunia ini tetap mutunya 56:45 tetap rendah. 56:47 Pakaianah, makananah, minumkah dibanding 56:50 dengan kesenangan di surga. Nikmat yang 56:53 Allah berikan. Jadi kita bela diri kita, 56:57 kita beragama, kita tobat, kita sayangin 56:59 diri kita. 57:01 menyayangi diri untuk kehidupan di sana. 57:05 Kata Allah, "Hal jazaul ihsan al ihsan." 57:07 Orang berbaik akan dapat kebaikan. 57:09 Tidak, tidak mungkin. 57:12 Ya, insyaallahlah masih panjang juga 57:13 ini. Insyaallah disambung minggu yang 57:16 akan datang. 57:18 Mudah-mudahan bermanfaat. 57:21 Asalamualaikum warahmatullah. 57:23 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 57:25 subhanahu wa taala. Kejujuran 57:27 menyeluruh. Itu topik tausiah sore edisi 57:31 hari ini bersama kita Ustaz Zain Alhadi. 57:36 Kami mengundang Anda, Yohan Akhwat, 57:38 silakan sampaikan pertanyaan ataupun 57:41 komentar mengenai topik yang kami bahas 57:45 di kesempatan kali ini ke nomor WhatsApp 57:47 Rasil di 0811999720. 57:53 Tetap bersama kami. Kami akan kembali di 57:56 sesi kedua dengan menjawab pertanyaan 57:57 yang masuk dari Anda. Ikhwan akhwat yang 58:00 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 58:02 Terima kasih masih bersama kami dalam 58:04 acara tausiah sore edisi hari Kamis 58:07 bersama Ustaz Zain Alhadi. Kejujuran 58:10 menyeluruh. Itu topik kita di sore hari 58:13 ini. Sudah ada beberapa WhatsApp yang 58:16 masuk ya. ada yang memberikan ee atensi, 58:19 lalu juga ada yang menyampaikan 58:22 pertanyaan. Pendengar-pendengar setia 58:25 ini yang memang standby ya mendengarkan 58:27 siaran-siaran Rasil ada Eyang Sri, lalu 58:31 juga ada 58:33 Ibu Retno, ada juga Pak Arwin gitu ya 58:37 yang selalu mengirimkan WhatsApp-nya. 58:39 Terima kasih atas tausiah, nasihat dan 58:42 pencerahan. Semoga Pak Ustaz selalu 58:45 dalam lindungan Allah Subhanahu wa 58:47 taala. 58:48 Pak Ustaz, ada yang mengatakan kejujuran 58:51 itu adalah cermin kepribadian diri 58:54 seseorang. 58:56 Mohon tanggapannya, Pak Ustaz. Dari Pak 58:58 Mar Maulid Arwin di Lenteng Agung, 59:01 Jakarta Selatan. 59:03 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 59:05 Iya. Kejujuran itu apa? Ciri khas 59:08 manusia kan? 59:09 Kepribadian 59:09 kepribadian manusia. Kepribadian yang 59:11 Pancasilais tuh. Jujurnya lahilah 59:14 jujur dia beri kemanusiaan dia salat dia 59:17 nyembah dia menghamba kepada Allah beri 59:20 kemanusiaan dia sayang banyak orang 59:23 semua ada di situ. Jadi kita ini semua 59:26 teriak Pancasila atau Pancasila terus 59:28 tapi enggak pernah dipahami apa itu 59:30 sila-sila itu apa 59:32 kejujuran. Bagaimana dia mengaku paling 59:35 Pancasilais tapi korupsi? Enggak mungkin 59:38 Tuhan yang Maha Esa yang manapun 59:39 melarang korupsi. 59:40 He. 59:41 Dan semua orang-orang Pancasila itu 59:43 berperi kemanusiaan. 59:47 Nah, jadi artinya betul sekali tepat itu 59:50 berberi kemanusiaan, punya akhlak, ada 59:54 semua di situ. 59:54 He. 59:55 Jadi orang umat Islam sudah banyak 59:58 seperti itu. Tinggal ada beberapa persen 1:00:00 ada yang perlu ditingkatkan. Tapi yang 1:00:03 jujur banyak tak enggak kelihatan. 1:00:05 Mereka tahu ini hukumnya tahu. Dia 1:00:08 enggak mau apa itu timbangan, tidak adil 1:00:12 tahu. Cuman yang tahu ini maksudnya kan 1:00:15 yang di 1:00:17 dibahah itu 1:00:18 itulah. Jadi mestinya yang berpendidikan 1:00:21 atau yang punya tanggung jawab itu yang 1:00:24 harus lebih banyak jujurnya. Insyaallah. 1:00:27 He. Ada Pak Yudi di Bogor. 1:00:29 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:30 wabarakatuh. Pak Ustaz, saat kita 1:00:33 bertindak jujur malah kita disalahkan 1:00:36 dan dijauhi sama teman-teman. Apa yang 1:00:38 harus kita lakukan, Pak Ustaz? Syukran. 1:00:40 Alhamdulillah. Dijauir teman-teman 1:00:42 bagus. Dekati Allah. 1:00:43 Ah. Iya. 1:00:44 Itu dekati Allah bersama Allah. 1:00:46 Insyaallah Allah kasih jalan yang baik, 1:00:49 kasih jalan keluar yang baik. Teruskan 1:00:50 dekati Allah. Biar aja. Jangan berasa 1:00:52 butuh kepada manusia. Jangan. 1:00:54 Sekali-kali kita nanti jadi kecil, jadi 1:00:57 tidak kuat mental. 1:00:59 Heeh. 1:00:59 Butuh kepada Allah saja. Dan Allah akan 1:01:01 berikan. Kenapa Allah enggak berikan? 1:01:03 Tidak pernah serius ceritanya kepada 1:01:05 Allah, butuhnya kepada Allah, 1:01:07 ketergantungan kepada Allah. Tingkatkan 1:01:09 insyaallah dapat. Bukan itu saja, bisa 1:01:12 mendengar bimbingan nanti di telinga. 1:01:14 Tapi bukan vokal ya. Enggak mendengar 1:01:16 maksudnya itu paham, 1:01:19 ilham, firasat. Jadi bukan ada dialog 1:01:22 suara enggak 1:01:24 ya seperti itu. Dekati Allah. Dekati 1:01:26 Allah saja. Tambah jauh manusia bagus. 1:01:28 Dekati Allah. Insyaallah. Insyaallah ada 1:01:31 Pak Rianto ini menyampaikan 1:01:32 WhatsApp-nya. Asalamualaikum 1:01:33 warahmatullahi wabarakatuh. Ee Pak Ustaz 1:01:36 izin bertanya. Ketika mau menyampaikan 1:01:38 sesuatu kepada seseorang merasa tidak 1:01:42 nyaman karena kehalang dengan rasa 1:01:45 sungkan walaupun itu sebenarnya 1:01:48 kejujuran. Bagaimana ini, Pak Ustaz? 1:01:52 Ya bisa cari bahasa yang 1:01:54 mutar-mutar sedikit supaya lebih sopan, 1:01:57 lebih enak. bisa nanti akan ketemu niat 1:02:00 baik insyaallah yang orang tu gak berasa 1:02:03 bisa kita mau menyampaikan sesuatu 1:02:05 melalui pura-pura bertanya boleh juga 1:02:07 pura-pura bertanya 1:02:08 iya kalau ist ibu-ibu tuh suaminya 1:02:10 giniini bilang tanya pada bapak bilang 1:02:13 tadi saya dengar ceramah gini gini gini 1:02:16 itu benar apa salah Pak kan Bapak juga 1:02:18 tahu deh saya orang laki itu maunya 1:02:20 dihormati ya hormatilah jadi seperti 1:02:23 bertanya padahal mau menyampaikan ke di 1:02:25 itu juga cara yang salah salah satu 1:02:28 cara. Jadi kita bisa gunakan cara-cara 1:02:30 yang seperti itu yang tidak nyinggung 1:02:33 tidak ya itu insyaallah karena manusia 1:02:36 semua dihormati insyaallah. Insyaallah 1:02:40 kadang-kadang sebenarnya itu sesuatu 1:02:42 yang benar gitu. Kita mau nyampein 1:02:44 kritik tapi karena sungkan, karena segan 1:02:46 enggak bertanya 1:02:47 bertanya. 1:02:48 Tapi jangan jangan kelihatan pura-pura 1:02:50 marah juga dia. 1:02:51 Oh iya bisalah bisalah. Niat baik 1:02:54 insyaallah 1:02:55 minta pada Allah. Allah kasih bimbingan 1:02:57 nanti. Iya. Iya. Nah, kalau yang Sri ini 1:03:01 menyampaikan pertanyaannya ee Pak Ustaz, 1:03:04 bagaimana 1:03:06 kita 1:03:07 kalau rakyat kecil itu selalu dibohongi 1:03:11 oleh para pejabat yang jahat dan tidak 1:03:13 jujur? 1:03:15 Kira-kira ada doanya enggak, Pak Ustaz, 1:03:18 untuk mereka-mereka itu? Terima kasih, 1:03:20 mohon maaf. 1:03:20 Ada. Iya. 1:03:31 itu di surat apa itu? 1:03:34 Lupa saya nama suratnya. Banyak lagi ke 1:03:36 surat 1:03:38 ada lagi di surat apa itu Nabi Sulaiman 1:03:42 itu surat apa namanya 1:03:45 ya? 1:03:47 Innahu min Sulaiman wa innahu 1:03:49 bismillahirrahmanirrahim 1:03:51 ala tallu alaiya wa atuni muslimin. 1:03:54 Surah semut surah Annaml. 1:03:56 Annam. 1:03:56 Heeh. 33 berapa gitu itu dia insyaallah 1:04:02 dia iya-ya gitu. Itu bacaannya Nabi 1:04:05 Sulaiman ketika bertemu dengan Ratu 1:04:08 Belgis. 1:04:09 Hm. 1:04:10 Itu bacanya itu. Tapi suka dipakai anak 1:04:13 pacaran juga. 1:04:15 Biarin aja dia berdoa gak apa-apa. Tapi 1:04:18 ada doa-doanya. 1:04:19 Iya itu doa pusaka yang gak ada di Quran 1:04:21 tuh bagus dibaca. 1:04:22 Simpan dah itu yaumru di surat Luqman 1:04:25 kalau enggak salah. Kalau ini di Annamal 1:04:28 he 1:04:29 301. 1:04:31 Boleh ini anak-anak juga bacain. Kalau 1:04:33 agak nakal dikit bacainlah supaya nurut. 1:04:37 Kalau pejabatnya nakal bacain. 1:04:38 Kalau suami istri baca dua-duanya jangan 1:04:40 satu. 1:04:40 Oh gitu. Suami baca istri baca. Oh iya. 1:04:44 Saling sayang. 1:04:45 Saling sayang. 1:04:46 Iya. 1:04:47 Hmm. Ada Pak Rama di Tangerang. 1:04:50 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:51 wabarakatuh. Saya Rama dari Tangerang 1:04:54 Selatan hadir menyimak siaran Pak Ustaz 1:04:56 Jin. Semoga berkah dan sehat selalu 1:04:58 Ustaz 1:04:59 beserta semua kru radio silaturahim yang 1:05:03 bertugas. Terima kasih Pak Rama. Ada 1:05:06 juga ini Ibu Retno. Asalamualaikum 1:05:07 warahmatullahi wabarakatuh. menyimak 1:05:09 tausiah sore. Jazakallahu khairan kasir 1:05:12 Ustaz atas tausiahnya. Semoga Ustaz 1:05:15 selalu sehat. Begituun juga kurasil. Ibu 1:05:18 Ani Hudaifah juga nih menyampaikan 1:05:20 WhatsApp-nya. Asalamualaikum. 1:05:22 Alhamdulillah menyimak Pak Ustaz tahu 1:05:23 saya sore. Insyaallah Ustaz Zain Alhadi 1:05:25 dan keluarga besar hasil selalu sehat 1:05:28 walafiat. 1:05:29 Amin. 1:05:30 Ada juga Pak Raya di Depok. 1:05:33 Asalamualaikum warahmatullahi 1:05:34 wabarakatuh. Alhamdulillah menyimak. Pak 1:05:37 Ustaz, terima kasih atas ilmunya. Semoga 1:05:40 sehat walafiat. Pak Ustaz bertobat dan 1:05:44 mengakui perbuatan yang salah pernah 1:05:46 dilakukan kepada sang khali dan 1:05:48 makhluknya. Apakah tobat ini berarti 1:05:53 termasuk kejujuran, Pak Ustaz? Apakah 1:05:56 dengan begitu termasuk olbun salim, Pak 1:05:58 Ustaz? Terima kasih dari Haji Raya 1:06:00 Sawangan. 1:06:01 Bismillahirrahmanirrahim. 1:06:03 Betul kali itu memang tobat itu satu 1:06:06 kesadaran, satu luar biasa itu. 1:06:09 Kalau bun salim juga kejujuran juga 1:06:11 masuk di situ. Kemudian apa? Allah 1:06:14 berfirman dalam Al-Qur'an, "Innallaha 1:06:17 yuhibbut tawwabin." 1:06:20 Allah mencintai orang yang tobat. Karena 1:06:22 orang yang tobat itu sadar. Orang yang 1:06:24 tobat itu merasa butuh kepada Allah. Dia 1:06:27 ngaku salah. Kejujuran dia ngaku salah 1:06:29 itu jujur. Kemudian dia tobat pada 1:06:31 Allah. Dia merasa butuh butuh pada Allah 1:06:35 mendekatkan diri. Maka itu Allah 1:06:36 berfirman, "Aku mencintai orang yang 1:06:39 tobat. 1:06:41 Wauhibul mutatahirin." Setelah dia 1:06:43 tobat, dia mensucikan diri. Subhanallah. 1:06:47 Jadi orang tobat itu tinggi disayang 1:06:49 sama Allah. Maka itu dan Allah janji di 1:06:52 surat-surat lain, Nabi ibadi siarkan 1:06:55 sebarkan kepada hamba-hambaku. Aku Tuhan 1:06:57 penerima taubat, pengampun yang 1:06:59 penyayang. H 1:07:01 tidak ada yang tidak diterima. Diterima 1:07:04 tapi Allah lebih sayang lagi kalau habis 1:07:06 tobat bersihkan. 1:07:09 Dan apa itu di samping bersihkan ada 1:07:12 lagi itu apa memperbaiki kesalahannya 1:07:15 insyaallah disayang Tuhan cinta Allah 1:07:18 mencintai banyak orang sudah tobat itu 1:07:21 malah ditambah rezeki sama Allah. 1:07:24 Ada ada orang tahu kalau dikurang rezeki 1:07:27 itu dia lebih tahu. Kita rida saja 1:07:29 dikasih sakit pun rida. 1:07:31 Kenapa ini tidak mungkin Tuhan memberi 1:07:34 sakit ke orang-orang yang salat? Enggak 1:07:35 mungkinlah. 1:07:37 Kenapa? Nah, di situ diberi sakit karena 1:07:40 Allah menyelamatkan dia. Kalau dia tidak 1:07:42 sakit, mungkin dia pergi ke tempat mana 1:07:44 terjadi hal-hal yang tidak bagus. Rida 1:07:47 saja di situ iman. Situ iman. Jadi, 1:07:51 perasaka baik kepada Tuhan. Tidak 1:07:53 mungkin takdir Tuhan itu tidak baik 1:07:55 untuk kita. Tidak mungkin. 1:07:57 semua. Cuma kata di Quran sudah sebut 1:08:01 Allah sesuatu yang kau kejar, kau lihat 1:08:04 itu baik, mungkin bahaya untukmu. 1:08:06 H 1:08:07 sesuatu yang kamu tidak suka kemungkinan 1:08:11 baik untukmu. Nah, di situ kita pasrah. 1:08:14 Kalau Allah berikan apa sudah, 1:08:15 alhamdulillah. 1:08:17 Tuh, ada doa kita dulu tuh. 1:08:20 He. Apa itu? Hasbi rabbi jallallah. 1:08:23 H. 1:08:24 Aku sudah cukup punya Allah, Tuhan Allah 1:08:26 satu. Jadi aku enggak butuh yang lain. 1:08:29 Cukup Allah. Allah segalanya bagiku. 1:08:32 Ma fiqbi illallah. Tidak ada di hatiku 1:08:34 yang ku ingat selain Allah. 1:08:38 Terus satu lagi, Allahum inaluka nafsan 1:08:41 mutmainnah. Ya Allah, aku mohon diberi 1:08:43 jiwa yang tenang, jiwa yang tenteram. 1:08:46 Jiwa yang tenangenteram itu bagaimana? 1:08:49 Yukminu bilq itu yang selalu ingat mau 1:08:51 ketemu Allah, mau mati, mau jumpa Allah. 1:08:54 Dia sudah nungguin kapan dipindahkan, 1:08:56 kapan dipanggil sudah siap dia. Jiwa 1:08:58 yang itu tenang tenang enggak takut mau 1:09:01 perang mau apa tenang aja. Watard biqada 1:09:05 rida apapun yang Allah takdirkan ya 1:09:07 sakit ya kurang ini dia rida. Ini 1:09:10 kebaikan dari Allah. Aku tahu ini 1:09:12 kebaikan dari Allah. Hanya Rasulullah 1:09:15 Allah tidak bocorin. 1:09:17 Kalau kapal yang namanya Nabi Nabi Nabi 1:09:19 Musa tuh dibocorin. Itu kapal dibolongin 1:09:22 tenggelam. 1:09:24 untuk menyelamatkan dari bajak laut. 1:09:26 H 1:09:27 ya kan disebut itu. Tapi kalau enggak 1:09:29 tahu kan bingung juga. Marah Nabi Musa 1:09:32 marah protes dia. Nah itu jadi dari situ 1:09:36 sebenarnya pelajaran buat kita. Nabi 1:09:37 Musa juga mungkin semacam latihan. Jadi 1:09:41 kita disuruh rida kita enggak tahu latar 1:09:43 belakangnya apa. Pasti belakangnya nanti 1:09:45 kebaikan. 1:09:47 Nah, itu kita rida di situ. Nah, 1:09:49 kejujuran lagi 1:09:52 wataknaik dan merasa syukur berapapun 1:09:55 rezeki Allah berikan. Apapun rezekinya, 1:09:58 berapa pun alhamdulillah ini kebaikan 1:10:01 dari Allah. Karena kalau tidak begini 1:10:03 pasti ada sesuatu yang merugikan diriku. 1:10:06 Jadi ke situ itu iman yang apapun yang 1:10:09 diberikan, yang ditakdirkan terima 1:10:11 pahit, manis, apa saja pahit diterima 1:10:15 semua rida insyaallah. 1:10:17 Insyaallah 1:10:19 itu ya, Pak Haji Raya di Depok semoga 1:10:22 terjawab. Nah, kalau Pak Ustaz itu kan 1:10:25 tadi tobat kepada Allah, salah satu 1:10:28 bentuk kejujuran gitu ya. Karena 1:10:30 hubungannya sama Allah nih, Pak Ustaz. 1:10:32 Betul. 1:10:32 Kesalahannya. Kalau kesalahannya yang 1:10:35 berhubungan dengan manusia gitu ya, ini 1:10:38 bagaimana Pak Ustaz? 1:10:40 Misalkan ada kasus dia pernah memfitnah 1:10:42 gitu ya, memfitnah seseorang sampai 1:10:44 akhirnya seseorang itu 1:10:45 berefek buruklah. Berefek buruk gitu. 1:10:48 He. 1:10:48 Tapi masalahnya sudah selesai. Mas 1:10:51 maksud sudah lewat gitu. 1:10:52 Tapi seorang ini enggak pernah 1:10:53 mengungkapkan bahwa dia yang memfitnah 1:10:55 gitu. 1:10:56 Nah, 1:10:57 ya 1:10:58 kalau untuk menyembunyikan itu apa? Dia 1:10:59 enggak jujur, Pak Ustaz. Kalau pengin 1:11:01 jujur kan ceritain aja apa adanya. Tapi 1:11:02 dia 1:11:02 Iya. Betul. 1:11:04 Bismillahirrahmanirrahim. 1:11:06 Jadi kalau orangnya masih hidup ya boleh 1:11:09 ceritain jangan terlalu mendetail. Yang 1:11:12 enggak pantas dikurangin boleh. 1:11:14 H 1:11:15 ngaku aja sudah cukup. 1:11:17 Apalagi kalau masalah-masalah yang tidak 1:11:19 baik diketahui umum. 1:11:20 He 1:11:21 gak boleh simpan. 1:11:23 Jadi minta saya minta minta maaf saja 1:11:26 bisa. Boleh. Nah. Begitu juga kadang 1:11:29 suami istri tuh mau mau kawin pnya dia 1:11:32 ngaku saya pernah gini itu enggak boleh 1:11:35 masa lalunya gitu ya. 1:11:36 Masa lalunya enggak boleh 1:11:37 kan mau jujur. 1:11:38 Nah mau jujur tadinya mau jujur gitu. 1:11:41 Iya enggak bisa aib-aib itu hanya boleh 1:11:44 dikemukakan kepada Allah saja 1:11:47 waktu tobat. kepada manusia, suami istri 1:11:50 semua dilarang besar tu saking sayangnya 1:11:53 Allah kepada manusia 1:11:54 yang penting dia tobat ya tidak 1:11:56 melakukan kesalahan ada diskusi. Wahai 1:11:58 hambaku, kau berbuat kesalahan. Aku 1:12:01 tutupi jangan sampai orang melihat. 1:12:03 Kenapa kau ceritakan aibmu kepada orang? 1:12:07 Enggak boleh tuh. Jadi begitu sayangnya 1:12:09 Allah kepada manusia, harga dirinya itu 1:12:12 dijaga banget. Jadi kita juga enggak 1:12:14 boleh cerita jujur bukan ke sana. Yang 1:12:18 aib enggak boleh. Ah, yang boleh itu 1:12:20 kalau khianat, 1:12:22 korupsi, 1:12:24 kalau hutang enggak bayar. He 1:12:26 itu boleh disampaikan untuk nyelamatkan 1:12:28 orang supaya tidak terkena musibah. 1:12:31 Iya. 1:12:32 Nah, itu pindah begitu. Kalau sampai 1:12:33 orang yang kita pindah sudah meninggal 1:12:37 ya kan apa di sana bisa apa enggak ada 1:12:40 sebagian bisa minta maaf di sana ada 1:12:42 tapi bisa itu bersedekah. 1:12:45 Hm. 1:12:46 bersedekah badiah terus kita bayar denda 1:12:50 nyampai 1:12:52 nyampai itu bisa itu jadi semua ada 1:12:56 jalan Allah pengampun cuma kalau dosa 1:12:58 manusia di di apa diadilkan 1:13:02 di di disidang di sana tapi sidangnya 1:13:04 enggak usah hadir semua sudah komputeru 1:13:08 amal kita di berapa persen masukin ke ke 1:13:10 amal orang yang kita fitnah itu jadi 1:13:12 lunas 1:13:14 enggak ke neraka enggak Enggak 1:13:16 semua ke neraka itu 1:13:18 yang Islam enggak. Itu ada rumah sakit 1:13:20 juga buat membersihkan hati apa 1:13:23 insyaallah. 1:13:24 Baik, selanjutnya Pak Ustaz ini ada Pak 1:13:27 Abdullah di Tajur Bogor. Asalamualaikum 1:13:29 warahmatullahi wabarakatuh. 1:13:34 Pak Ustaz tadi dikatakan 1:13:37 bahwa banyak orang-orang jujur, 1:13:40 orang-orang baik, tapi tidak diketahui. 1:13:43 Melihat kejujuran pejabat-pejabat negara 1:13:47 ini itu sangat miris dan memprihatinkan. 1:13:51 Sepertinya pejabat-pejabat sekarang ini 1:13:52 tanpa kejujuran. 1:13:54 Jadi buat saya sebagai rakyat muncul 1:13:57 sikap skeptis, 1:13:59 apatis masa bodoh karena sudah tidak 1:14:03 percaya kepada institusi negara. 1:14:05 Bagaimana, Pak Ustaz? 1:14:07 Insyaallah kita berusaha kalau enggak 1:14:09 bisa dengan cara-cara lain ya berdoa 1:14:12 kepada Allah. Ya Allah, kalau kami sudah 1:14:14 letih 1:14:16 seperti ini, mohon gitu kan. He. 1:14:18 Berikanlah kami pemimpin-pemimpin yang 1:14:20 jujur, 1:14:22 yang ibadah yang jujur. Habis berdoa 1:14:24 ramai-ramai kita. 1:14:25 H 1:14:25 ini kita banyak-banyak di se Indonesia 1:14:27 berdoalah. Memang sudah waktunya kita 1:14:29 berdoa. Bahkan sudah waktunya juga 1:14:32 qunut. Salat subuh tuh yang biasa salat 1:14:35 subuh kan qunut. Yang lain kan ada yang 1:14:38 setiap salat boleh qunut. Itu enggak 1:14:40 jadi masalah. Berdoa silakan. Nah, ini 1:14:43 memang kita enggak bisa diam. 1:14:45 Heeh. Kalau nanti juga yang demo tuh 1:14:47 kalau bisa demonya itu yang rapi 1:14:51 tidak kelihatan sudah rapi itu bagus 1:14:54 yang tertib. 1:14:54 Heeh. Sudah bagus tu cara yang baik. 1:14:57 Boleh misalnya berdoa itu baris ee tiga 1:15:00 supaya enggak ganggu kelalu lintas 1:15:01 sepertiga tiga-tiga orang lah. Jadi 1:15:04 enggak terlalu lebar ya. Nah sambil 1:15:06 berzikir subhanallah walhamdulillah 1:15:10 walailahaillallah 1:15:12 Allahu Akbar. ramai-ramai insyaallah 1:15:14 suara itu bisa menggugah hati. 1:15:16 H 1:15:17 jadi doa juga itu harus juga pakai doa 1:15:21 itu juga menggugah hati. Lewatlah di 1:15:23 depan mereka-mereka itu berzikir seperti 1:15:25 itu atau lainnya baca-baca apa saja yang 1:15:28 yang halus, yang sopan insyaallah 1:15:31 dibantu Allah. Jadi tidak cukup hanya 1:15:34 demo 1:15:36 berdoa kepada Allah. Nah, yang enggak 1:15:38 ikut demo di rumah berdoa 1:15:41 semua ini yang dengar insyaallah berdoa 1:15:43 baca apa saja bisa kepada Allah. Hah. 1:15:46 Supaya ee menjadi baik negeri ini. 1:15:49 Kasihan anak-anak nanti itu. 1:15:52 Ini sudah salah urus salah urus. 1:15:56 Tapi demokrasi tapi enggak ada 1:15:58 demokrasinya. 1:15:59 Iya. 1:16:00 Undang-undang bisa dirubah. 1:16:03 Konstitusi 1:16:04 yang tinggi itu bisa dirubah. 1:16:06 Heeh. itu yang mau masukin apa anaknya 1:16:09 umurnya 1:16:10 bukan umurnya anak ditambahin enggak 1:16:12 bisa kan ditambahin 1:16:14 undang-undangnya dirubah 1:16:16 itu 1:16:17 jadi kalau sudah sampai ke situ saya 1:16:19 juga 1:16:19 tidak suka itu. 1:16:21 Ini sayang negeri ini kenapa itu berlaku 1:16:24 sepanjang negeri ini ada peraturan kayak 1:16:26 gitu gimana? H 1:16:29 enggak mikirin anak-anak masa depan ini 1:16:31 memang mereka berjuang untuk keluarganya 1:16:33 apa partainya golongannya apa sukunya 1:16:36 enggak tahu semua kayak gitu harus 1:16:39 rakyat siapa mau 1:16:42 jadi ada juga yang demo sambil zikir ya 1:16:44 sambil doa 1:16:46 lailahaillallah subhanallah 1:16:48 alhamdulillah walailahaillallah apa saja 1:16:50 baca baca auzubirabbinnas 1:16:53 auzubirbil falaq insyaallah baca itu 1:16:55 h 1:16:56 ah pakai kayak suara bagus boleh juga. 1:16:59 Jadi enggak bisa diam saja demo saja. 1:17:01 Berdoa jangan lepas dari rezeki Allah. 1:17:04 Dia yang maha kuasa ini. Makanya banyak 1:17:06 enggak kabul ini enggak ingat Allah. 1:17:08 Minta kepada Allah yang di rumah-rumah 1:17:10 berdoa semua, "Ya Allah selamatkan 1:17:12 negeri kami, 1:17:13 anak cucu kami. Berilah hidayah kepada 1:17:15 mereka yang belum mustaqim dan 1:17:17 seterusnya." Doa ramai-ramai. Jangan 1:17:20 dibiarkan negeri ini begini. Insyaallah. 1:17:22 H. Insyaallah. Nah, terakhir ini ada Ibu 1:17:24 Tini yang menyampaikan WhatsApp-nya. 1:17:26 Asalamualaikum warahmatullahi 1:17:27 wabarakatuh, Pak Ustaz. Alhamdulillah 1:17:29 menyimak tausiah di sore hari ini. 1:17:32 Itulah ee pertanyaan-pertanyaan yang 1:17:34 bisa kita jawab di kesempatan ee hari 1:17:37 ini, Pak Ustaz. Ya, 1:17:38 sebagai penutup nih dari Pak Ustaz yang 1:17:40 ingin diingatkan kembali kepada ikhwan 1:17:43 dan akhwat. Apa dari Pak Ustaz? 1:17:45 Iya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:17:48 ee anak-anak itu saya ingat itu Bapak 1:17:50 Ibu sudah baiklah sudah dengarkan ini 1:17:53 insyaallah anak-anak di dijaga 1:17:56 baik-baiklah di tapi dibujuk disayangi, 1:17:59 di apa itu aja makan bareng ee 1:18:03 sekali-kali salat bareng demi anak-anak 1:18:06 enggak selamanya harus salat berjamaah 1:18:08 di masjid sekali-kali berjamaah di rumah 1:18:11 demi untuk anak-anak nanti ke masjid 1:18:13 lagi gitu loh bukan afdol di sana terus 1:18:15 ya enggak ada ah di rumah dong Biar 1:18:17 rumah kita juga jadi suci, tenang. 1:18:19 Malaikat banyak di situ, anak-anak jadi 1:18:22 senang. Boleh juga kalau asar itu 1:18:25 sekalian minum teh sore ya, ada kue-kue 1:18:28 situ. 1:18:28 H. 1:18:29 Nah, habis salatnya bareng tuh sambil 1:18:31 minum makan bermusyawarah. 1:18:33 Musyawarah gimana ayah, ibu, anak-anak 1:18:36 ini gimana. Cara baik-baiklah musyawarah 1:18:38 di situ sama istri semua 1:18:42 salat asarnya mundur dikit boleh juga 1:18:44 enggak apa-apa. Enggak mau mesti harus 1:18:46 tepat waktu. Waktu dari Allah itu Bu 1:18:49 memang afdal. Paling afdal awal waktu 1:18:51 tapi jangan dipaksa. 1:18:53 Misal dari zuhur, dari zuhur sampai asar 1:18:55 itu waktu di awal boleh, di tengah 1:18:57 boleh, di akhir boleh. 1:18:59 Jangan dipaksa harus di awal. Orang 1:19:01 enggak sempat kadang enggak sempat wudu 1:19:04 di sana enggak wudu lagi. Itu yang 1:19:06 tukang juru salat bawa he 1:19:07 rotan masuk dia enggak pakai wudu. Takut 1:19:10 dipukul. 1:19:12 Nah, jadi enggak begitu. Islam ada 1:19:14 cara-cara yang baik. 1:19:16 Ee itu satu lagi apa saya mau sampaikan 1:19:19 tuh 1:19:19 yah lupa deh nanti kali nih kalau di 1:19:22 ingat itu 1:19:25 salat itu waktunya panjang ya tetap 1:19:28 panjang yang waktunya sempit di fikih 1:19:30 ada itu puasa. Puasa itu 1 menit pun 1:19:32 enggak enggak ada waktu kosong. 1:19:34 H 1:19:35 dari mulai sampai akhir. Tapi kalau 1:19:36 salat dikasih waktu banyak jadi jangan 1:19:39 dipaksa. Memang afdolnya di depan 1:19:41 sahabat di Bukhari Muslim lihat ada 1:19:44 mereka melakukan jamak suari. Suari itu 1:19:46 gambar 1:19:47 h 1:19:48 seperti jamak tapi bukan. 1:19:49 Hm. 1:19:50 Jadi dia salat Asar di akhir waktu pas 1:19:55 sudah baca wirid segara assalamualaikum 1:19:57 terus baca wirid azan magrib salat 1:20:00 magrib seperti jamak. Padahal enggak. 1:20:03 Hm. itu sahabat lakukan itu kan berarti 1:20:05 bisa diir jangan terlalu keras apa orang 1:20:09 lagi operasi terus azan tinggal tuh 1:20:11 gunting bedah orang perut orang terus 1:20:13 jangan begitu 1:20:15 lihat kondisi bisa 1:20:16 iya agama ini indah menyenangkan orang 1:20:19 ibadah itu senang cinta Allah itu senang 1:20:21 insyaallah 1:20:25 demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:20:27 Allah subhanahu wa taala tausiah sore 1:20:29 edisi hari ini bersama guru kita Ustaz 1:20:32 Zain Alh tadi. Semoga apa yang beliau 1:20:34 sampaikan bermanfaat bagi kita semua. 1:20:37 Terima kasih banyak atas kebersamaan 1:20:38 Anda dari studio. Kami yang bertugas 1:20:41 undur diri. Mohon maaf atas segala 1:20:43 kesalahan kata. Billahi taufik wal 1:20:44 hidayah. Subhanakallahumma wabihamdika 1:20:46 ashadu alla ilaha illa anta astagfiruka 1:20:49 wa atubu ilaik. Asalamualaikum 1:20:51 warahmatullahi wabarakatuh.