Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
3:02 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 3:05 warahmatullahi wabarakatuh. 3:07 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 3:09 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 3:12 sayyidina Muhammad. Dipancarlaskan dari 3:14 jalan Masjid Silaturahim nomor 36 3:18 Kalimanggis Cibubur Bekasi Radio 3:20 Silaturahim untuk Islam yang satu. 3:23 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 3:25 Subhanahu wa taala. Bagaimana kabarnya 3:27 di siang hari ini? Senang sekali kami 3:30 dapat kembali menjumpai Anda dalam 3:33 program tausiah siang di edisi hari 3:38 Kamis di tanggal 22 Oktober 2026 3:43 bersama narasumber kita Ustaz Umar 3:46 Rasyid Hasan. Asalamualaikum 3:48 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 3:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 3:53 wabarakatuh, 3:54 Ustaz. Ya, 3:54 alhamdulillah. Oleh-oleh dari Gontor 3:57 apa, Ustaz? Kemarin habis 100 tahun 3:59 gontor dia Ustaznya hadir ya, Ustaz ya? 4:02 Hadir 4:02 dan bertemu hadir di sana dan bertemu 4:05 dengan sejumlah 4:07 alumni-alumni Gontor, 4:08 sejumlah tokoh nasional dan ketemu juga 4:11 dengan pimpinan pondok pesantren. 4:14 Heeh. 4:14 Kemudian kawan-kawan satu angkatan. 4:17 Heeh. 4:18 Dan juga ada sebagian 4:21 ee apa namanya? 4:24 pegiat kemerdekaan Palestine itu ya. 4:29 Tidak dari Mercy. Kita ustaz sendiri 4:32 merasa masih di Mersi ya, 4:34 tapi ee ada yang di awalnya di Mesir 4:37 tapi 4:38 Heeh. 4:38 belakangan membuat ee lembaga sendiri. 4:42 Ketemu di sana alhamdulillah. 4:43 Heeh. 4:44 Ee bertemu langsung dengan K. H. Sahal 4:47 ya? ya ketemu langsung karena setiap 4:50 angkatan itu ada diberi kesempatan untuk 4:53 bertemu dan salaman dengan kiai. 4:55 Ustaz angkatan ke 4:57 kalau angkatan kita lihatnya dari tahun 5:01 5 5:02 angkatan 5:02 lulusan 5. 5:03 Angkatan 85. 5:04 Iya 'ag 5:07 sudah lahir. 5:08 Sudah lahir baru usia 4 tahun ya. 5:12 Iya. Iya. Jadi 85 cukup banyak juga yang 5:15 hadir 5:16 tapi kemarin pernyataan K. Haji Sahal di 5:19 depan Presiden Probok sempat viral. 5:20 Oh spektakuler. 5:22 Spektakuler. 5:22 Spektakuler. Kalau kalau ini Pak ada 5:26 rida Allah pada ee perbaikan Indonesia. 5:31 He. 5:31 Dari ucapan kiai itu bisa menjadikan 5:35 Indonesia ini berubah. 5:36 He. 5:37 Kalau diizinkan Allah. 5:40 Ee kemudian itu pun tidak luput dari 5:43 kesedaran daripada pemerintah yang 5:46 sekarang 5:46 sedang menjalankan amanah kemasyarakatan 5:50 itu. Tapi kalau tidak ada kesadaran ya 5:52 apa apa boleh buat. Kita tidak tidak 5:55 lagi banyak berharap akhirnya gitu. 5:58 Yang paling di diuntungkan sekarang ini 6:01 adalah ee perkara politik itu tidak 6:05 boleh kita abaikan. He. 6:07 Namun pun demikian, generasi yang akan 6:09 meneruskan estapeta perjuangan hidup 6:12 ini, kita pun tidak boleh luput untuk 6:14 terus memberikan kesempatan pada 6:17 generasi, mendapatkan nilai akhlak dan 6:22 mendapatkan pula informasi-informasi 6:25 tentang bagaimana hidup berbangsa dan 6:27 bernegara. Itu 6:29 ada berapa ribu sih, Ustaz, yang kemarin 6:31 hadir tuh? 6:32 Konon kabarnya yang diundang tuh 12.000. 6:34 12.000. Tapi yang hadir lebih daripada 6:37 R30.000. 6:38 H. 6:38 Itu itu yang enggak usah dengar ya. H 6:40 ber 6:41 itu dari semua angkatan. 6:42 Iya. Berarti itu miniatur miniatur 6:46 ukhwah islamiah sebetulnya. 6:47 He. 6:48 Kalau kita lihat di 6:50 ee 6:52 setiap tahun adanya adanya ee wukuf di 6:56 Arafah. 6:57 Heeh. Gu kan itu kan menandakan 7:00 ee rukun rukun Islam yang kelima kan 7:04 haji 7:05 yang berdatangan dari seluruh dunia. 7:07 Iya. 7:08 Nah, untuk di Indonesia 100 tahun kontor 7:10 itu dihadir oleh ee seluruh bangsa 7:14 Indonesia bahkan negara-negara tetangga 7:16 itu miniatur sebetulnya. miniatur 7:19 daripada ee Persatuan Umat Islam 7:22 H 7:22 yang diwakili gitu yang diwakili oleh ee 7:27 Pondok Pesantren Gontor gitu. 7:30 Yang paling tua hadir pada saat itu dari 7:33 angkatan berapa, Ustaz? 7:35 Kita melihatnya dari ada yang mewakili 7:38 ee suara alumni itu kalau gak salah dari 7:43 dari lulusan 60-an. 7:45 Angkatan 60. 7:46 Iya. Kalau Pak Sukur Makmun tidak hadir 7:49 kemarin. 7:50 Oh, beliau itu juga lulusan kotor. 7:51 Lulusan kotor. Ee almarhum kemarin kan 7:54 meninggal hari apa tu? 7:55 Iya. 7:56 Ee hari kemarin. 7:57 Iya. Iya. Kalau enggak salah hari Rabu 7:58 ya. 7:59 Iya. Beliau meninggal dunia itu walam ee 8:03 saya lihat sayaat tidak melihat ee Pak 8:05 Sukr Makun di sana. 8:07 Tetapi begitu beliau adalah kalau tidak 8:09 salah lulusan lulusan 40-an kalau enggak 8:13 salah. 8:13 Oh. Oh. Masyaallah. lulusan tahun 40-an 8:16 gitu. 8:18 Jadi untuk acara 100 tahun kemarin itu 8:22 sampai sekarang banyak dibicara ke orang 8:25 tidak henti-hentinya baik alumni ataupun 8:29 ataupun ee katakanlah 8:33 alumni pondok pesantren alumni gitu kan. 8:36 Jadi al Gontor membangun pesantren itu 8:39 sama-sama membicarakan masalah 8:41 Gontor kemarin. 8:42 Ee yang perbedaan mendasar antara Pondok 8:46 ee Gontor dengan pondok pesantren yang 8:48 lainnya apa, Ustaz? Antum sebagai 8:51 yang pernah ee menimba ilmu di sana dan 8:53 sebagai angkatan tahun '5? 8:56 Iya. Secara secara umum pesantren 9:00 seakan-akan tidak ada tidak ada 9:01 perbedaan. 9:02 Heeh. di dalamnya diajarkan berbagai ee 9:06 berbagai disiplin ilmu agama. 9:08 Heeh. 9:09 Ya kan? Tetapi nampaknya perbedaan itu 9:11 mencolok pada pada gaya ee pendidikan 9:17 yang diterapkan di sana ataupun metode 9:20 yang diterapkan di pondok pesantren. 9:24 Ada istilah modern kan? 9:26 Heeh. He. 9:26 Nah, modern ini kalau kita lihat dari 9:29 pakaian saja di pondok-pondok pesantren 9:32 yang lain itu saya tidak sebutkan 9:36 pesantrennya. 9:37 Heeh. 9:38 Itu tidak diberlakukan pakaian yang 9:41 berdasi. 9:42 Oke. Memakai jaz. 9:44 Heeh. 9:45 Lalu memakai pantalon. 9:48 Heeh. 9:48 Kemudian ada gasper. 9:49 Heeh. 9:50 Lalu sepatu. 9:51 Heeh. kopiah itu nampaknya tidak berlaku 9:55 di pesantren-pesantren selain Kuntor. 9:57 He. 9:57 Tapi sekarang Wallahu Alam ya. 9:59 Heeh. 10:00 melalui perkembangan zaman. Namun untuk 10:04 anak-anak yang pernah digontor terutama 10:06 Gontor pusat itu akan diberlakukan 10:09 seperti itu. Dan dinamakan modern dulu 10:12 itu karena pesantren itu menerapkan 10:15 bahasa dalam pendidikannya dua bahasa 10:17 terutama Arab dan 10:19 Inggris. Nah, itu sehingga Arab dan Iris 10:22 ini dipakai untuk eh semacam public 10:25 speaking club. 10:26 Heeh. 10:27 Ee diskusi-diskusi, kemudian apa namanya 10:30 musyawarah-musyawarah 10:32 yang berikutnya ketika sudah keluar itu 10:35 mereka tinggal mengembangkan ya 10:38 melanjutkan 10:40 ee bahasa itu. Di luar ada yang mewakili 10:43 negara dalam konferensi kan begitu. 10:46 Heeh. sehingga ada yang mewakili ee 10:50 bukan ee seperti e kedutaan kan gitu. 10:54 Iya. Iya. 10:55 Ya, banyak dari anak-anak Gontor itu 10:56 yang menjadi duta besar begitu. 10:58 Wallahualam. 10:59 Baik, Ikhwan Akhwat, sedikit oleh-oleh 11:02 cerita dari 100 tahun Gontor, Ustaz 11:06 sebagai angkatan ke-85 dan kemarin hadir 11:08 ya. Alhamdulillah 11:09 dalam acara itu yang memang saat itu 11:11 dihadiri oleh Presiden Prabowo 11:14 dan pernyataan Kiai Sahal di depan 11:17 Presiden cukup viral begitu. 11:18 Sangat luar Indonesia. Baik ikhwan dan 11:21 akhwat, kita masuk pada tema kita di 11:25 hari ini dalam kajian siang, yaitu 11:28 kajian tafsir ee 11:31 Ibnu Katsir tema Quran surah 11:33 iya surat ee 11:37 Albaqarah ayat 177. 11:40 Albaqarah ayat 177. 11:43 Baiklah ikhwan dan akhwat, kita akan 11:45 simak 11:46 tausiah yang akan disampaikan oleh guru 11:48 kita Ustaz Umar Rasid Hasan. Tafadal 11:50 ustaz. 11:50 Jazakallah khair. 11:52 Bismillahirrahmanirrahim. 11:54 Asalamualaikum warahmatullahi 11:56 wabarakatuh. 11:57 Waalaikumsalam. 12:00 Innalhamdalillah nahmaduhu wa nastainuhu 12:03 wa nastagfiruh wa naud nazubillahi min 12:05 sururi anfusina wamin sayiati a'malina. 12:08 Man yahdihillahu fala mudillalah waman 12:11 yudlil fala hadiyaalah. Wa ashadu alla 12:13 ilahaillallah wahdahu la syarikalah wa 12:16 ashadu anna muhammadan abduhu wa 12:18 rasuluh. Allahumma sholli ala Muhammadin 12:20 wa ala alihi wasohabati ajmain. Amma 12:23 ba'd. Subhanaka la ilma lana illa ma 12:25 alamtana innaka antal alimul hakim ala 12:29 innaka antwabur rahim. Allahumma inna 12:32 naud naubika min ilmin la yanfa wamin 12:34 qolbin la yaksya wamin nafsin la tusba 12:37 wamin dawatin la tustajabuah. Allahumma 12:40 inna nas'aluka ilman nafiah warizq wasia 12:42 wa amalan mutaqabbala. 12:46 ee pendengar 12:48 Radio Rasil dan pemirsa televisi yang 12:52 Allah rahmati. kembali setelah dua pekan 12:55 Ustaz tidak hadir dalam acara tausiah 12:57 siang ini. Karena ada kesibukan yang 13:01 menurut ustaz itu ya cukup melelahkan 13:04 dan cukup 13:07 menguras ya menguras tenaga, pikiran dan 13:10 sebagainya 13:11 yaitu masih dalam pembangunan pesantren 13:15 ustaz yang bukan pesantren ustaz ya, 13:17 pesantren kaum muslimin itu dan muslimat 13:20 yang ada di Majalengka. 13:23 ee 13:25 tema yang akan kita kupas itu di suratul 13:28 baqarah ayat 177 13:31 ini ustaz sendiri masih 13:35 masih 13:37 orang yang terpengaruh Abi 13:39 dengan ungkapan Pak Kiai 13:43 ee Hasan Abdullah Sahal sebetulnya 13:47 meski tadi diungkap oleh Abi tentang 13:49 oleh-oleh ya dari Gontor Tapi ini 13:52 merupakan wejangan-wajangan yang 13:55 khususnya dari beliau ya. Karena kiai 13:57 itu banyak juga yang di antaranya Kiai 14:00 Hidat Nur Wahid juga berbicara. Kemudian 14:03 juga eh Kiai Lukman Nul Hakim ek Menteri 14:08 Agama juga berbicara. Bang Din Syamsudin 14:10 juga. Nah, itu ee intinya 14:14 bahwa kiai itu menanamkan 14:17 ee materi yang sama pada semua kalangan. 14:22 Yang saya maksudkan semua kalangan itu 14:24 adalah baik umum ataupun khusus gitu. 14:30 Yang khususnya diwakili oleh para santri 14:33 dibekali ilmu yang sama yang umumnya 14:36 adalah untuk seluruh anak bangsa. pada 14:40 masalah apa kan gitu. 14:43 Ini pada masalah yang yang ditekankan 14:46 oleh Kiai ee Hasan Abdullah Sal itu 14:50 tentang hidup itu harus diikat gitu 14:54 dengan apa? Dengan iman 14:58 dan Islam serta ihsan. 15:02 sehingga ketika beliau 15:05 dengan begitu semangat menyampaikan 15:08 bahwa Gontor itu ee dididik ya kan 15:14 dengan iman 15:16 yang melahirkan banyak ee 15:20 usuluddin ya di antaranya akhlakul 15:24 karimah 15:25 dan dengan Islam 15:28 yang Islam itu sendiri sejabaran 15:31 daripada keimanan. 15:33 Lalu dengan ihsan bahwa semua amal itu 15:38 akan diperhitungkan oleh Allah Subhanahu 15:39 wa taala. Itu baik ee saat kita 15:44 melakukan keihsanan itu sadar atau 15:46 tidak, semua dalam ee naungan Allah 15:50 Subhanahu wa taala. Di ayat ini kita 15:52 tidak lepas memperhatikan tentang tiga 15:56 unsur tadi. 15:57 Iman, 15:59 iman, Islam, dan ihsan. 16:02 Ayatnya 16:04 seperti biasa ee Ustaz akan bacakan, 16:07 namun tidak dijelaskan secara 16:11 ee tafsir panjang, hanya yang mungkin 16:17 bisa yang mewakili pada tafsir yang 16:19 ringan saja insyaallah taala. 16:23 Auzubillah minasyaitanirrajim. 16:27 Laisal birro an tuwallu wujuhakum 16:30 qibalal masyriqi wal maghrib. 16:34 Bukanlah menjadi kebaikan saat kalian 16:37 menghadapkan wajah kalian 16:40 kibal masyrik wal magrib ke arah timur 16:44 ataupun ke barat. 16:46 Walakinal birro 16:49 man amana billah. Akan tetapi 16:52 yang dinamakan kebaikan itu adalah siapa 16:56 mereka yang beriman pada Allah wal 16:58 yaumil akhiri dan kepada hari akhir wal 17:02 malaikati 17:04 wal kitabi. Dan beriman pada 17:06 malaikat-malaikat 17:08 serta beriman pada kitab-kitab yang 17:10 diturunkan oleh Allah Subhanahu wa taala 17:12 w nabiyina dan beriman pada semua nabi 17:16 yang diutus oleh Allah Subhanahu wa 17:17 taala. Waala hubbihi qurba dan 17:22 memberikan sebagian harta kepada 17:26 yang dicintainya dari kalangan karib 17:29 kerabat. Dawil qurba. Dawil qurba ini 17:32 dalam ilmu faraid 17:34 dia adalah kelompok yang tidak 17:37 mendapatkan wajib dalam harta warisan 17:40 dari harta warisan dan tidak juga 17:43 mendapatkan ee sisa warisan kalau ada 17:46 harta warisan. sisa ya itu dawil arham 17:50 tapi mereka juga ee karib kerabat kita 17:54 wal yatama wal masakin juga terhadap ee 17:59 fakir ee juga terhadap ee yatim piatu 18:04 dan keumuman orang-orang miskin wabnil 18:07 wabn sabil dan orang-orang yang ee 18:11 terperangkap ya dalam perjalanan itu 18:16 wabil sehingga Mereka mendapatkan 18:18 kesulitan hidup gitu. 18:23 Wsailina dan orang-orang yang 18:26 meminta-minta karena memang tidak 18:28 memiliki sesuatu. Wafiriqab dan juga 18:31 pada masalah arriqab ini ee hamba sahaya 18:35 gitu kan. Ini ini terangkum dalam ayat 18:38 ini yang harus kita ee hari ini banyak 18:41 berbicara ya. 18:44 waak 18:47 dan mereka-mereka yang menunaikan salat, 18:50 menegakkan salat dan menunaikan zakat. 18:53 Wal mufuna biahdihim. 18:56 Dan mereka-mereka yang menepati daripada 18:59 janji-janji mereka. 19:01 Id ahadu. Saat mereka mengungkapkan 19:05 janji, janji setia ya kan. Wasobirina 19:08 fil ba. 19:11 Dan mereka-mereka yang bersabar. 19:13 pada saat mereka mendapatkan 19:16 ujian 19:18 dan cobaan ya kan wahinal baas dan 19:22 kepada saat mereka mendapatkan ee 19:25 malapetaka dan sebagainya. 19:28 Ini 19:29 ayat memberikan kepahaman pada kita 19:32 tentang 19:34 keharusan kita mengimani pada semua yang 19:36 tertera di ayat ini. Itu jadi kalau 19:40 lepas dari keimanan satu saja itu akan 19:43 berkurang iman ya. Karena iman itu 19:46 kadang naik kadang turun kan itu. 19:48 Nah, oleh karenanya secara secara pasti 19:52 kita harus mengerti ya dan memahami 19:54 tentang ee arti iman itu ya. Meski kita 19:59 sudah belajar di SD ya tentang iman, 20:03 tapi tetap saja namanya ilmu itu harus 20:05 diulang-ulang 20:07 gitu. Dan iman itu ada dua bentuk, Abi 20:09 Agus. ada iman lghatan, ada ee iman ee 20:14 istilahan atau dalam istilahnya syariat 20:17 gitu. Kalau iman yang dari unsur bahasa 20:22 dia itu 20:24 bermakna ee hanya ringan ya, bermakna 20:28 hanya huasdiq. 20:30 Iman itu ada attasdiq. Maq 20:33 apa arti tasdiq? Iman itu attasdq yaitu 20:36 membenarkan 20:38 gitu. Iman itu berupa pembenaran gitu. 20:44 Ee dan di sini ada dalam satu ayat dalam 20:48 surat Yusuf Allah berfirman eh q ikhwati 20:53 Yusuf abihim. Saat e saudara-saudara 20:58 Nabi Yusuf itu berkata pada ayahnya, 21:00 "Wama anta bimukminin 21:03 wama anta bimukminin lana walau kunna 21:05 shodiqin." 21:07 Wahai ayah, engkau tidak mungkin beriman 21:10 pada kami meskipun kami orang yang 21:12 benar. Nah, arti arti benar di sini 21:14 adalah iman itu dalam ayat ini. Itu dan 21:19 iman secara istilah secara syariat itu 21:23 adalah halal iman billah. Sesuai dengan 21:27 ayat tadi. Hual imanu billahi wa 21:30 malaikatihi wa kutubihi wauli akhir wal 21:33 qadari khairihi wasarrih. Itu iman. 21:37 yaitu membenarkan tentang keberadaan 21:40 Allah, membenarkan tentang keberadaan 21:43 para malaikat, 21:45 membenarkan pula pada kitab-kitab yang 21:47 dituntutkan Allah dari langit, 21:49 membenarkan rasul-rasul Allah dan 21:52 membenarkan adanya hari akhir juga 21:55 membenarkan adanya ketentuan-ketentuan 21:58 Allah Subhanahu wa taala. 22:00 Apakah ketentuan yang baik atau yang 22:02 buruk, semua daripada Allah ya. Wahad ma 22:05 ajaba bihi Rasul sallallahu alaihi 22:07 wasallam. Dan ini merupakan eh jawaban 22:09 Rasul sallallahu alaihi wasallam saat 22:11 beliau ditanya oleh Jibril ketika beliau 22:15 diizinkan oleh Allah turun ke muka bumi 22:18 mengajarkan agama kepada Nabi Muhammad 22:20 sallallahu alaihi wasallam. Itu 22:24 ee ikhwan fillah yang dirahmati Allah. 22:27 Tafsir daripada ayat tadi adalah wal 22:31 imanu syaraan 22:33 yatadamman alqul wal amal. 22:37 Iman yang berdasarkan syariat tadi bukan 22:42 dari ee dari unsur bahasa 22:46 keimanan yang berdasarkan syariat tadi 22:49 itu mencakup 22:51 pada ucapan dan perbuatan. Nah, ini 22:55 sangat berbahaya ketika ada orang 22:57 mengatakan, "Saya beriman loh, tapi 23:00 perkataan dan perbuatannya tidak selaras 23:03 dengan keimanannya itu. Dan sekarang 23:05 banyak Abi Agus ya kan? Tetapi mereka 23:08 juga termasuk umat Muhammad sallallahu 23:10 alaihi wasallam itu 23:13 maka dimaknakan iman di sini adalah 23:16 yatadaman alqul wal amal fahuaqadun 23:22 waqulun wa amal. 23:24 Jadi iman itu terdiri daripada 23:27 keyakinan, yaitu iktikad berupa 23:30 perkataan dan amal. Ya, iktikad yang 23:34 dimaksud, keimanan yang dimaksud adalah 23:37 bilqolbi 23:39 itu iman harus dengan dengan hati 23:41 artinya kan. Walqul yaitu dengan lisan 23:46 ya. Walqul dengan dengan lisan. Wa amal 23:49 dengan apa? wa amal dengan aljawarih, 23:53 dengan anggota badan. Ini kelengkapan 23:55 iman. Jadi iman itu 23:59 tasdiqun bilqolbi 24:01 i kan. 24:03 Waulun bisani 24:06 wa amalun bil arkan atau bil jawarih. 24:11 Keutamaan keutamaan iman maknanya adalah 24:15 rangkuman dari keyakinan 24:17 dan dilanjutkan dengan ee perbuatan lalu 24:22 dengan mengucapkan dengan lisan. Jadi 24:25 tidak bisa dong orang asal asal saya 24:27 beriman gitu. 24:28 He. 24:29 Enggak bisa. Kalau menurut syariat 24:31 seperti ini. Orang bisa saya ah saya 24:34 sudah beriman kok beriman pada apa kan 24:36 gitu. Oleh karenanya iman sendiri 24:39 kaitannya dengan Islam nanti gitu. 24:42 Betapapun mereka mengaku iman tapi belum 24:45 bersyahadtain ah itu tidak dianggap ee 24:50 imannya benar. Itu ikhwan fillah yang 24:53 dirahmati Allah. 24:54 Adapun dalil-dalil Al-Qur'an dan hadis 24:57 Rasul sallallahu alaihi wasallam yang 24:58 berkaitan dengan masalah ini. Oh, sangat 25:01 banyak. Sangat banyak sekali itu. Hm. 25:07 Di antaranya 25:09 ee seperti yang wafassar Siddiq 25:13 radhiallahu anhu yang ee pernah dulu 25:18 oleh As-Siddiq, As-Siddiq itu adalah Abu 25:20 Bakar Assiddiq ya. 25:22 bahwa yang dinamakan albir di ayat ini, 25:26 yang dinamakan albir laisal birra. Albir 25:30 di sini dimaknakan oleh Abu Bakar 25:33 Assiddiq radhiallahu anhu. Maknanya bil 25:36 iman sama dengan iman ya. Albir maknanya 25:41 aliman. 25:46 imanalul 25:47 qolbi wal jawarih. 25:50 Termasuk juga dalam permasalahan iman 25:53 ketika 25:56 ada perbuatan 25:59 yang bersumber dari hati 26:03 yang dijabarkan oleh aljawarih, anggota 26:06 badan. Hm. 26:09 Wadalil minasunah. Adapun dalil daripada 26:13 sunah Rasul sallallahu alaihi wasallam 26:14 quluhu shallallahu alaihi wasallama 26:18 quhu shallallallahu ala alihi wasallama 26:23 al imanu bidun wasab'una au bidun 26:27 wasittuna subbah keimanan itu ya 26:31 jumlahnya kata beliau sallallahu alaihi 26:33 wasallam bisa mm 26:37 jumlahnya itu bisa bilangan 73 sampai 79 26:42 itu kan 73 sampai 79 26:47 ee cabang atau 63 sampai 69 cabang 26:54 keimanan. Fa'laha 26:58 paling tinggi dan utama derajat keimanan 27:02 u lahaillallah 27:06 yaitu terletak pada kalimat 27:09 lailahaillallah. 27:10 Tiada ilah melainkan Allah subhanahu wa 27:13 taala. Wa adnaha 27:16 dan paling rendah dari derajat iman itu 27:18 adalah imatul 27:21 anit thq. 27:23 Ma makna al imath aladza imatul an thq 27:28 menyingkirkan benda-benda yang berbahaya 27:31 di jalan seperti apa? Beling yang tajam, 27:35 paku-paku yang berkarat itu, Abus ya. 27:39 Heeh. 27:39 Batu-batu yang kerikil yang bisa melukai 27:41 orang saat jalan itu merupakan adal 27:44 iman. Serendah-rendahnya iman saat orang 27:47 peduli pada ee jalan yang ditempuhnya. 27:51 Oh, tiba-tiba mendapatkan sesuatu yang 27:53 bisa mencelakai daripada pejalan kaki. 27:58 Ustaz sampaikan tadi. Lalu 27:59 dihindarkannya imatwi thariq. Itu 28:02 merupakan cabang daripada iman. 28:05 Serendah-rendah cabang daripada iman. 28:07 Walya subatun minal iman. Dan rasa malu 28:11 ini yang akan kita kupas. 28:14 Dan rasa malu itu pun merupakan daripada 28:17 bagian iman. Ikhwan fillah yang 28:20 dirahmati Allah. Saya lagi-lagi 28:24 subhanallahilazim 28:26 merasa bertanggung jawab untuk 28:28 mengingatkan umat 28:31 pada masalah alhaya subatun minal iman. 28:35 pada masalah rasa malu itu merupakan 28:39 bagian daripada iman. 28:42 Nah, hari ini ayat yang banyak 28:48 dikumandangkan oleh imam imam masjid 28:50 yaitu pada surat yang kita bahas ini 28:54 nampaknya hanya 28:56 bacaan itu, Abi Agus. Nampaknya hanya 29:00 baru berupa bacaan yang didengar, tapi 29:03 pelaksanaannya Allahu Akbar sangat nihil 29:09 pelaksanaan dari ayat ini. Sangat-sangat 29:11 nihil gitu loh. Padahal Allah Subhanahu 29:15 wa taala sudah menjelaskan 29:16 sejelas-jelasnya. Laaisal birro. 29:20 Tidak menjadi kebaikan buat kalian saat 29:23 kalian memalingkan memalingkan wajah 29:26 kalian ke timur ke barat. Itu kan itu 29:29 bukan kebaikan. Tetapi yang dinamakan 29:32 kebaikan itu ya Allah sudah dijelaskan 29:34 tuh pada rukun iman itu yang di bawahnya 29:39 dijelaskan pula Allahu Akbar betapa 29:42 dahsyatnya 29:44 keimanan jika diperjuangkan dalam 29:46 kehidupan termasuk alhayu subatun minal 29:51 iman. Rasa malu itu merupakan bagian 29:54 daripada iman. 29:55 Abi Agus yang Allah rahmati dan semua 29:57 pendengar yang Allah muliakan. Ee rasa 30:02 malu itu dari dari iman. Ee Abi sekarang 30:06 bisa menerawang enggak pikiran Abi ke 30:10 ee pejabat-pejabat tinggi negara? 30:12 Kenapa, Ustaz? 30:13 Iya. Saya lagi-lagi mengingatkan mereka 30:17 karena kalau tidak diingatkan kita 30:18 berdosa. 30:19 Iya. 30:20 rasa malu mereka kok gak ada 30:22 rasa-rasanya gitu loh. 30:24 Itu kan satu bagi pejabat yang terlalu 30:28 lama menduduki sebuah jabatan. Oke. 30:33 Keduanya bagi pejabat-pejabat yang masih 30:36 suka dengan pengkhianatan, 30:39 dusta, bohong, 30:42 apalah lagi 30:44 janji-janji palsu. 30:45 Heeh. 30:47 ya tambah lagi dengan perilaku yang 30:50 memuakkan masyarakat iya 30:53 dari apa yang namanya 30:55 aduh masyaallah ee korupsi gitu kan. 30:58 Heeh. 31:00 Bahkan kita juga ee anak sebagai anak 31:03 bangsa tidak boleh juga alpa untuk 31:06 membicarakan program-program pemerintah. 31:08 Yang baik kita dukung itu kan bagigus. 31:10 Iya. 31:10 Yang buruknya kita evaluasi kan gitu. 31:13 Betul. Nah, atau kita mengatakan bahwa 31:17 ee program ini belum layak dilaksanakan 31:20 atau tidak patut dikerjakan. Ah, itu 31:23 boleh kita sebagai anak bangsa 31:25 mencermati kondisi seperti ini, gitu. 31:29 Oleh karenanya ee saya sendiri ketika 31:34 kemarin di Gontor itu kan kiai itu 31:36 mengatakan, 31:38 "Saya akan mengungkapkan sesuatu." He. 31:42 Dan bisa didengar oleh orang, bisa 31:44 disaksikan. 31:45 H. Jangan marah ya. 31:46 Iya kan? Kata Pak Kiai gimana? Ini 31:48 kaitan dengan kondisi sekarang ya. 31:52 Kalau makanan saya 31:54 Heeh. 31:55 itu kan 31:57 kalau baju saya, 32:01 kalau rumah saya, 32:03 kalau kendaraan saya lebih dari ah kan 32:07 diulangi sama beliau 32:09 boleh dipro 32:10 boleh dipro protes 32:15 kalau protes temannya protes apa 32:18 menari 32:19 ya boleh diprotes berarti dik 32:21 kritik 32:22 kritik umum sekarang orang di de di de 32:27 diemo 32:29 kira di demo 32:29 itu pernyataan kiai karena beliau paham 32:32 tentang ayat ini. 32:35 Jadi kalau kiainya saja rumahnya lebih 32:39 mewah ya kan, makanannya lebih 32:42 masyaallah, pakaiannya lebih seronok i 32:46 kan kendaraannya lebih mahal dari dari 32:49 santrinya atau wali santrinya ah ini 32:52 kiai yang tidak memiliki rasa malu. 32:55 Kan bahaya bagus gitu. Dan bagaimana 32:59 kalau kondisi seperti ini pada khalayak 33:02 pemerintahan yang subhanallahzim 33:05 mendapatkan amanah 33:07 dari sosial masyarakat untuk 33:10 bahwa masyarakat ini bagian penting dari 33:14 urusan saat mereka memerintah. 33:17 Kalau tidak ada rakyat, apakah mereka 33:19 bisa memerintah? Enggak bisa. 33:20 Enggak bisa. 33:21 Apakah kalau tidak ada rakyat mereka 33:23 bisa jadi anggota dewan? Enggak bisa. 33:25 Apa bisa jadi presiden kalau gak darat? 33:28 Enggak bisa. Lah sekarang mereka sudah 33:30 jadi pejabat, sudah jadi pemerintah. Kok 33:33 banyak lupa pada rakyat yang ee ee 33:36 istilahnya menjadikan mereka jadi 33:38 penguasa gitu. Akhirnya kan keterlaluan 33:40 hal seperti ini. Sama halnya kondisi 33:44 seperti ini mereka tidak memiliki rasa 33:46 malu. 33:47 Merek empati. Ah, ya kan tidak ada em 33:50 empati itu. Maka dengan adanya pemaparan 33:56 ee suratul baqarah ayat 177 ini, kita 34:00 berharap pada kondisi subhanalladzim 34:03 keimanan yang kita Allahu Akbar 34:06 perjuangkan ini. Ingat bahwa iman itu 34:10 ucapan dari mulut 34:13 ya kan dan ditetapkan oleh hati yang 34:16 sangat dalam. 34:18 Dan ada upaya berupa apa? Berupa 34:22 kinerja. 34:24 Kalau kalau iman itu tidak 34:27 terdiri dari tiga 34:29 serangkai ini, satu dihilangkan saja 34:34 itu iman dalam keadaan masalah. Itu maka 34:37 dalam hadis bahwa iman itu yangu wajdad. 34:40 Keimanan itu kadang-kadang berkurang dan 34:43 bertambah. Berkurang saat dia berdosa, 34:46 bermaksiat. bertambah saat dia menjadi 34:48 orang yang takwa pada Allah Subhanahu wa 34:50 taala. Subhanahu wa 34:52 ikhwan fillah yang dirahmati Allah 34:53 Subhanahu wa taala, kita akan terus 34:55 menyikapi rasa malu adalah merupakan 34:58 bagian daripada iman. Malu dong kalau 35:02 kita hanya menjadi orang kaya sendiri. 35:05 Betul enggak? Bagus. 35:06 Betul. 35:06 Sementara orang lain sengsara. 35:10 Malu dong kalau kita hanya kuat sendiri. 35:13 Yang lain dianggap lemah. 35:15 Malu dong kalau kita dianggap mulia 35:17 sendiri. Yang lain ee kalau lawan mulia 35:21 itu apa? 35:21 Hina. 35:22 Hina. 35:23 Ya kan? Malu dong di kita merasa tinggi 35:27 sendiri. Orang di di orang lain dianggap 35:29 rendah. Itulah. Padahal pada strata 35:34 kehidupan semua ini sama di hadapan 35:36 Allah Subhanahu wa taala. 35:40 Perlu bukti kalau kita ini sama lawang 35:42 kita diciptakan dari air mani kok. 35:45 Iya kan? Lawang kita diciptakan dari air 35:49 yang orang ketangan orang hina itu kan. 35:51 Tapi bukan najis ya bagus ya. 35:54 Kita sama diciptakan dari itu. Lalu 35:57 tumbuh berkembang kita menjadi manusia 35:59 ciptaan Allah Subhanahu wa taala. 36:02 tanamkan rasa malu pada diri kita dengan 36:06 adanya iman yang sedang kita perjuangkan 36:09 ini. Karena saat iman kita perjuangkan 36:11 tidak dibarengi dengan rasa malu, itulah 36:14 tadi kita maunya sendiri hidup di dunia 36:17 gitu loh. Bangga dengan kemewahan, 36:20 bangga dengan jabatan, bangga dengan 36:22 kedudukan, bangga dengan pangkat. Aku 36:25 loh, aku loh. Ojo dumeh. Iya kan? 36:30 Ingat bahwa orang wong urip itu marani 36:33 patine 36:35 itu 36:36 sajing urip tototo pirantine. 36:39 Iya. Itu 36:40 orang hidup tuh pasti mendekati ajal 36:42 ajalnya. B io saat kita hidup itu menata 36:46 perbuatan yang akan menjadi bekal di 36:48 akhi di akhirat. Apa yang menjadi bekal? 36:52 perbuatan baik yang dalam Islam 36:55 dinamakan amal 36:57 saleh. 36:57 Itu ungkapan dari Gontor ya. 37:00 Kalau saya lihat ini saya saya dapat 37:03 kalimat wong urip iku maran patin itu 37:05 kalau gak salah ya saat kelas 1. 37:07 Heeh. 37:08 Saat tahun 9 saya dapat di Gontor itu. 37:11 Jadi kiai itu menanamkan kepada 37:15 santrinya untuk bahwa hidup itu harus 37:18 punya pondasi. 37:19 Pondasi 37:20 ya. Pondasinya apa? Wong urip iku marani 37:22 pa patine. Dasar kehidupan itu adalah 37:25 kemati kematian. 37:28 Kenapa dasar hidup dasar kehidupan itu 37:30 adalah kematian? Karena sesungguhnya 37:32 kita awalnya tidak ada Agus. Betul 37:35 enggak? 37:35 Betul. 37:36 Tidak ada kita di dunia itu loh. Kalau 37:39 Allah tidak takdirkan kita, tidak 37:41 mungkin kita ada di dunia. Itu ikhwan 37:45 fillah yang dirahmati Allah. Ini 37:46 pentingnya kita membaca situasi agar 37:50 apa? agar kita dalam hidup ini saling 37:53 apa ya? Saling apa orang Jawa bilang 37:56 tepos liro ya kan? 37:59 Saling peduli. 38:01 Yang miskin kita bantu ya kan? Yang 38:05 sengsara kita subhanallah ee apalah 38:10 kita ringankan beban 38:11 ringankan bebannya kan gitu. Yang kaya 38:14 jadi penyantun yang miskin gitu. Jangan 38:17 ojo dumeh tadi aji mumpung gitu kan. 38:22 Kalau aji mumpung saudaraku ikhwatal 38:24 iman sampai kapanp manusia kalau 38:27 memiliki sifat haji mumpung tidak akan 38:31 ada batasnya. Percaya sama ustaz 38:34 haji mumpung atau pragmatisme? 38:36 Pragmatism 38:38 tidak ada batasnya. Batasnya sampai 38:40 kapan? Sampai modar. 38:42 Heeh. 38:43 Opo modar iku? 38:46 sampai mati 38:48 baru mati itu ketika mati baru dia 38:51 menyadarinya gitu loh. Oh, kepuasan itu 38:55 ternyata sampai mati. Kalau setelah mati 38:59 ee ketika mati itu belum sadar juga, 39:02 waduh repot itu. 39:04 Baik, Ustaz. 39:05 Itu ikhwan fillah yang dirahmati Allah. 39:09 Satu kisah yang dulu pernah dialami oleh 39:12 Firaun 39:13 ujung-ujungnya apa? 39:15 Nah, 39:15 penyesal sebelum mati. 39:17 Penyesalan. 39:18 Penyesal. Penyesalan. Di ujung 39:21 penyesalannya dia mengakui adanya Al 39:24 Allah yang disembah oleh Bani Israel. 39:27 Tapi di situ, Ikhwan, tidak ada keimanan 39:29 yang diterima oleh Allah. Sebab apa? 39:31 Sebab kematian sudah ditenggoro 39:33 ditenggorokan. Apa kita harus seperti 39:36 Firaun? 39:37 Iya. 39:38 Nasib akhir hayat kita apakah seperti 39:40 Firaun? 39:42 Apakah mau seperti Haman, seperti Qarun? 39:45 Allahu Akbar. Gunakan akal sehat agar 39:49 kita selamat. 39:50 Baik 39:51 gitu loh. Jazakallah khair. Itu saja 39:53 yang dapat sampaikan. Semoga bermanfaat. 39:55 Wallahuam. 39:57 Wallahuam bawab. Ikhwan dan akhwat, 40:00 tepat di pukul siang di hari ini kita 40:04 telah mendengarkan taus yang disampaikan 40:06 oleh guru kita Ustaz Umar Rasyid Hasan. 40:09 ada antara iman, Islam dan juga ihsan. 40:13 Nah, 40:13 bagi Anda ikhwan dan akhwat yang ingin 40:15 memberikan pandangan terkait tema kita 40:18 di siang hari ini, silakan kirimkan ke 40:21 0811999720. 40:26 Kami akan segera kembali setelah jeda 40:29 berikut ini. 40:34 Abi, kok enggak ada? Apa itu? Enggak 40:36 ada. 44:39 Silaturahim untuk Islam yang satu yang 44:41 masih dipancaruaskan dari Jalan Masjid 44:44 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 44:47 Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan akhwat, 44:49 terima kasih ya Anda masih menyimak 44:51 siaran kami di siang hari ini bersama 44:53 guru kita Ustaz Umar Rasyid Hasan. Dan 44:57 kami akan undang Anda untuk memberikan 45:00 komentar, pertanyaan ataupun tanggapan 45:03 di 08 111 45:07 999720. 45:11 Baik, kita akan awali pertanyaan pertama 45:14 dari Bapak Firmansyah. Asalamualaikum 45:17 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz. 45:18 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:20 wabarakatuh, 45:21 Ustaz. Saya ingin bertanya. 45:24 Silakan. 45:26 Ya, 45:28 pertanyaannya adalah ee ada santri yang 45:32 sangat taat ketika berada di pesantren, 45:36 tetapi setelah pulang ke rumah atau 45:39 terjun ke masyarakat justru mengalami 45:41 kemunduran dalam ibadah dan pergaulan. 45:44 Apa yang perlu diperkuat agar iman, 45:46 Islam, dan ihsan tetap terjaga di luar 45:49 lingkungan pesantren? Terima kasih, Pak 45:51 Ustaz. Bismillahirrahmanirrahim. 45:54 Alhamdulillahi rabbil alamin. 45:55 Wasallallahu ala nabina Muhammadin wa 45:57 ala alihi wasahbihi ajmain. 45:59 Ee tentunya kita sebagai pendidik ya 46:03 pendidik itu tidak sekedar jadi guru. 46:06 Heeh. 46:07 Tetapi seorang pendidik itu melebihi 46:11 daripada kinerja guru. 46:14 Keberadaan pendidik di pesantren 46:18 itu merupakan 46:20 ee warna ya warna yang selalu akan 46:27 diperlihatkan 46:29 pada 46:31 peserta didik. Dalam hal ini kalau 46:33 pesantren adalah santri gitu kan. 46:36 Nak warna itu akan selalu dilihat 46:39 diperlihatkan pada anak didik selama 46:44 peserta didik atau santri itu ada di 46:46 pesantren. 46:47 Ada yang 4 tahun ee sekarang mah bukan 4 46:51 tahun 3 tahun sama. 46:52 Heeh. 46:52 Ada yang 6 tahun gitu. 46:54 Nah, tentunya warna-warna kehidupan 46:57 pesantren itu tidak lepas daripada 47:00 pengenalan 47:01 karakter. Oke. 47:04 Pengenalan 47:06 ke ee kalau karakter itu ke kepribadian 47:11 itu. Maka untuk mengenalkan 47:14 ee 47:16 yang namanya 47:18 kepribadian 47:20 karakter itu di pesantren-pesantren 47:24 khususnya tidak hanya di Gontor. Ada 47:25 semacam moto moto kehidupan di 47:28 pesantren. Yang ini bila 47:32 sang santri atau peserta didik di 47:34 pesantren itu me memahami betul dan 47:40 memaknakan ee warna-warna kehidupan pas 47:44 itu bagi dirinya untuk hidup di 47:46 masyarakat. 47:48 Tentu kita bisa mengatakan 47:51 hal ini mencukupi mereka untuk 47:54 menghadapi kehidupan di luar pesantren. 47:56 Heeh. 47:58 Tapi nyatanya hari ini ya tidak sih 48:01 banyak ya, tidak sih banyak tapi ada 48:06 lulusan-lulusan pesantren itu kok malah 48:08 gitu 48:11 malah sebaliknya 48:13 gitu kan. bukan mencerminkan dirinya 48:18 seperti saat mereka di pesantren menjadi 48:21 orang saleh, kesehariannya 48:25 terikat dengan masjid dengan zikir 48:27 kesehariannya terikat dengan 48:29 ibadah-ibadah mahdah dan ghairu mahdah 48:32 wajib dan tidak wajib. Bahkan di 48:35 pesantren itu mencerminkan dirinya 48:37 menjadi anak yang saleh. Kok di luar 48:39 tidak seperti itu. 48:41 Mengalami kemunduran sifatnya beg. Iya. 48:44 Ee ee mengalami kemunduran perilaku yang 48:48 semestinya tetap pada ketaatan bahkan 48:50 harus lebih menjadi orang bertakwa ee 48:54 tetap pada keislaman malah menjadi 48:58 peserta maksiat. 49:01 Ya, peserta maksiatlah gitu. Bukannya 49:04 melakukan amal saleh, namun malah ee 49:07 tergelincir pada amal-amal salah. 49:09 Iya. 49:10 Ah, itu kenapa seperti itu? Ini 49:13 pertanyaan 49:15 kita akan lakukan sharing. 49:18 Bapak yang Allah rahmati, pesantren itu 49:21 hanya memberikan kunci 49:23 gaka 49:25 ketika santri sudah lulus dari 49:27 pesantren, dikembalikan lagi kepada 49:29 orang tua. 49:32 Saat santri pulang ke orang tua itu 49:35 masih dalam urusan pendidikan 49:40 dan khususnya Gontor itu atau pesantren 49:43 yang lain itu hanya memberikan kunci 49:45 pada kita. Nah, kunci-kunci yang di 49:49 dititipkan pada semua ee kelulusan 49:52 pesantren itu jangan hanya dibawa-bawa. 49:55 Karena kita kelulusan pesantren itu 49:57 bukan tukang kunci. Betul enggak? Bagus. 50:00 Kunci yang dibawa nih apa? Dibawa-bawa 50:03 terus aja kuncinya. Kita bukan tukang 50:06 kunci. He. 50:08 Tapi kunci itu membuka cakrawala 50:10 kehidupan sosial masyarakat dengan dasar 50:14 ilmu yang dimiliki dan didapat dari 50:16 pesantren. 50:18 Butuh apa nih masyarakat? Ke sana 50:20 arahnya. 50:23 Jadi seorang santri lulusan pesantren 50:25 manaun jangan sampai kendur dalam 50:28 masalah ini tentang praktik kehidupan 50:31 yang alhamdulillah kita sendiri 6 tahun 50:34 digontor itu merasa 50:37 masyaallah seperti kalau orang bilang ee 50:40 didik pendidikan itu seperti di di kawah 50:42 condro di muka gitu Abi Agus penuh 50:45 dengan ee disiplin penuh dengan 50:49 kesulitan kesengseraan maka K ingat 50:52 kepada perjuangan mendapatkan ilmu itu 50:54 yang kita praktikkan di masyarakat luas. 50:58 Intinya bahwa ketika anak santri keluar 51:00 di pesantren itu, orang tua tidak boleh 51:05 melepaskan begitu saja 51:08 anak didiknya sekeluarnya dari 51:10 pesantren. Perlu bimbingan orang tua. 51:13 Nah, bagaimana cara bekerja sama dengan 51:18 kelulusan pesantren dengan orang tua? 51:20 Coba berbagi waktu 51:23 arahan-arahan orang tua itu masih 51:24 dibutuhkan orang ee salon apa namanya e 51:28 santri-santir lulusan pesantren itu. 51:31 Setidaknya orang tua memberikan semacam 51:34 arahan kehidupan ee jadilah nak kamu dai 51:39 yang bisa menyampaikan satu ayat, satu 51:41 hadis di tengah-tengah masyarakat. 51:44 kamu pulang dari pesantren, ayah ibumu 51:47 masih membutuhkan ilmumu. Setidaknya 51:49 sebelum ke masyarakat, berilah kami 51:51 ilmu, ya kan dengan apa yang kau dapat 51:54 di pesantren. Nah, itu lakukan sehingga 51:58 apa yang baik yang pernah dialami di 52:00 pesantren itu diikat pula oleh disiplin 52:03 kehidupan 52:05 di keluarga masing-masing. 52:07 Nah, dengan demikian insyaallah taala 52:09 sang santri itu akan merasa ee hangat 52:13 terus gitu dengan keilmuan Islam yang 52:17 didapati di pesantren. Nah, ini ee cara 52:20 atau trik untuk menjaga ee stabilitas 52:25 daripada anak-anak santri yang lulus 52:28 dari pesantren manaun agar mereka itu 52:31 menjadi manusia yang subhanallahilim 52:33 peduli pada dirinya, peduli pada 52:36 keluarganya. dan peduli pada 52:38 masyarakatnya dengan ilmu yang 52:40 didapatkan itu tadi. Sekali lagi ustaz 52:42 tidak akan bosan mengatakan inilah 52:45 pentingnya pengetahuan tentang 52:47 masuliyatul ilmi, 52:49 tanggung jawab terhadap il ilmu dan ee 52:55 strategi daripada masuliyatul ilmi ini 52:58 terletak pada apa? terletak pada 53:00 bagaimana melakukan strategi pada 53:03 masuliyatul hayat 53:05 kepada pertanggungjawaban kehidu 53:07 kehidupan masyarakat kita butuh 53:09 santri-santri 53:11 yang keluar dari pesantren manaun untuk 53:14 masyarakat ini Allahu Akbar terus dibina 53:18 dalam bingkai keimanan, 53:21 keislaman, akhlakul karimah. 53:24 Jangan sampai seperti yang dipertanyakan 53:26 Bapak tadi, aduh sekeluarnya dari 53:28 pesantren kok bukan malah jadi dai, 53:30 bukan malah ee kiprahnya pada hal-hal 53:33 yang baik, malah terkecoh dalam 53:36 kehidupan tergoda oleh ee suasana kanan 53:40 kiri. Akhirnya mereka menjadi orang yang 53:43 bebas setelah pulang dari pesan 53:45 pesantren. Ini yang kita tidak inginkan. 53:48 Maka ikhwan fillah yang dirahmati Allah, 53:50 harus ada semacam and kerja sama. antara 53:54 santri yang baru pulang dari pesantren 53:56 dengan orang tuanya. Kenalkan kepada 53:59 anak-anak yang baru lulus dari pesantren 54:01 itu pekerjaan-pekerjaan masyarakat gitu 54:04 loh. Dari apa ya? Dari 54:07 kerusakan-kerusakan yang ada. Sampaikan 54:09 pada ee lulusan-lulusan pesantren itu, 54:13 "Nak, jangan begini. Kamu mungkin di 54:15 pesantren tidak pernah berjumpa dengan 54:16 hal seperti ini." Kan gitu. 54:19 layaknya kamu sudah hadir di kalangan 54:21 masyarakat rubah yang buruk jadi baik 54:23 kan begitu itu harus ada arahan pula 54:26 dari orang tuanya kalau tidak anak 54:30 santri pun manusia 54:33 kita manusia itu banyak didera oleh lupa 54:35 kan bagus lupa pada perbuatan baik yang 54:38 6 tahun 4 tahun di pesantren di dipupuk 54:41 dan di dididik lalu setelah keluar 54:44 seakan-akan menjadi kuda binal apa kuda 54:46 binal itu orang iya kuda yang sangat 54:49 bebas ee lepas daripada ee istilahnya 54:52 kalau orang sudah tuh ee lepas dari 54:54 kegedogan gitu, lepas dari kandang gitu. 54:57 Jangan seperti itu, Ikhwat al iman. Oleh 54:59 karenanya harus ada semacam kerja sama 55:02 antara kita yang hidup di masyarakat ee 55:05 dengan anak-anak kita yang lulus dari 55:07 pesantren pada masalah masulatul ilm, 55:10 tanggung jawab terhadap ilmu yang 55:11 dimiliki. Wallahuam bisawab. 55:14 Baik, Ustaz. 55:15 Kemudian pertanyaan selanjutnya kita 55:18 beralih ke Bapak Bambang Suryana di 55:21 Bogor. Asalamualaikum warahmatullahi 55:22 wabarakatuh. 55:23 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:24 wabarakatuh. 55:25 Ustaz, saya ingin bertanya, Ustaz. 55:26 Mengapa dalam ketentuan waris Islam 55:29 bagian anak laki-laki pada kondisi 55:32 tertentu ini dua kali bagian anak 55:34 perempuan? Lalu, bagaimana menjelaskan 55:36 ketentuan ini agar tidak dianggap 55:38 sebagai bentuk ketidakadilan? 55:40 I. Bismillahirrahmanirrahim. 55:42 Mengapa dalam ilmu waris itu laki-laki 55:46 dua bagian daripada perempuan? 55:49 Kita sebagai laki-laki faktanya hidup 55:52 itu sangat berat. 55:55 I kan sangat berat laki-laki itu bila 55:58 dibandingkan dengan perempuan. 56:00 Laki-laki harus bekerja 56:03 mencari uang untuk menafkahi anak 56:06 istrinya. Laki-laki harus menjaga 56:09 keluarganya. 56:11 menjaga lahir batin. 56:13 Heeh. 56:14 Laki-laki harus 56:16 mempertahankan harga dirinya. Ya kan? 56:19 Sampai Rasul mengatakan pula, "Jika 56:22 orang itu mati karena mempertahankan 56:25 nama baik keluarganya maka dia syahid." 56:28 Ya kan? Ee laki-laki adalah beratnya 56:32 menanggung resiko keamanan keluarganya. 56:35 Iya. 56:35 Dari ancaman-ancaman musuh atau 56:37 orang-orang yang ingin membinasakan 56:38 keluarganya. macam-macam macam-macam 56:41 pekerjaan-pekerjaan berat yang di itu 56:43 merupakan ee wilayah tanggung jawab 56:47 laki-laki 56:49 itu. 56:50 Maka wajar ketika seorang laki-laki dia 56:54 berkewajiban mengeluarkan infak dari 56:56 hartanya. 57:00 Yang laki-laki ini bisa ayah, bisa anak 57:02 laki-laki, bisa paman laki ya. Paman 57:05 tentunya laki-laki ya, bisa kakek 57:09 gitu kan, bisa cucu dan sebagainya, 57:12 laki-laki itu wajar dan sangat logik 57:16 saat Allah Subhanahu wa taala menentukan 57:20 hukumnya, dua bagian harta itu bagi 57:23 laki-laki. 57:25 Kenapa? karena tanggung jawabnya luar 57:27 biasa 57:28 gitu loh. Bila dibandingkan dengan 57:31 perempuan yang perempuan ini tugasnya 57:33 adalah menjaga rumah suaminya, menjaga 57:36 anak-anak keturunan keturun. Bahkan 57:38 keluar rumah saja secara Islam perempuan 57:40 itu ada etika. 57:42 Iya. 57:43 Ada batasan-batasan syari kan gitu. 57:46 Bukan berarti laki-laki tidak ada 57:48 batasan syari. Oh, batas syari banyak 57:51 juga. Tetapi laki-laki lebih dahsyat 57:53 perjuangan hidupnya sampai dia 57:55 mengorbankan jiwa raga harus pergi ke 57:58 medan perang. He 58:00 jihad fisabilillah. Yang itu tidak 58:02 dilakukan oleh perempuan kan gitu. Maka 58:05 ketika perempuan ditanya kapankah wanita 58:09 itu syahid gitu kan. 58:12 Heeh. Maka kesahidan perempuan itu 58:14 ketika dia melahirkan anak ketika 58:17 meninggal dunia di antaranya 58:19 bukan ketika mereka meninggal di medan 58:22 perang tapi kebanyakan yang meninggal di 58:25 medan perang siapa? 58:26 Laki-laki. 58:27 Laki-laki. Betapa dahsyatnya pekerjaan 58:29 laki-laki itu. Maka ketika laki-laki itu 58:33 dimuliakan oleh Allah dalam masalah 58:35 bagian bukan berarti Allah tidak adil 58:37 pada perempuan. 58:38 Heeh. 58:40 Ya kan? Kalau perempuan maka kan nanti 58:42 kalau sudah ditinggalkan oleh suami 58:43 pertama nikah lagi sama laki-laki kedua. 58:47 Dari laki-laki pertama kalau ada anak 58:48 dapat 1/apan. Oke. Seperapan dari 58:52 seluruh harta yang dimiliki laki-laki 58:54 tanpa susah payah. 58:56 Oke. 58:57 Heeh. 58:57 Tanpa harus mencari 59:00 rezeki. Bantin tulang 24 jam. Kaki 59:02 dijadikan kepala, kepala dicari. orang 59:05 bilang seperti itu. 59:07 Oleh karenanya secara logik sekali bahwa 59:10 Allah Subhanahu wa taala menentukan 59:11 sikap hukumnya itu laki-laki dua bagian 59:14 daripada ee satu dua bagian daripada 59:17 perempuan itu merupakan hukum yang 59:20 sifatnya baku tidak bisa dirubah yang 59:23 hari ini hukum itu dirubah oleh 59:25 keinginan manusia dengan adanya 59:27 gonogini. 59:28 Gonogini. Ah itu gonogini bermasalah 59:30 sebetulnya dalam hukum. Meskipun 59:32 kompilasi Islam itu mengaturnya. 59:34 kompilasi Islam tidak mewakili hukum 59:36 Islam. Bahkan itu sudah pergeseran. 59:39 Heeh. 59:39 Ya, bahkan ada semacam ee ee ee 59:43 disposisi gitu pada masalah-masalah itu. 59:46 Oleh karenanya, Ustaz katakan bahwa 59:48 mengapa Allah menentukan dua bagian 59:51 laki-laki, satu bagian perempuan. Karena 59:54 laki-laki betapa banyak menanggung ee ee 59:59 ee tanggung jawab hidup yang sangat 1:00:01 berat. Di antara seperti tadi, nafkah 1:00:04 yang wajib itu dari laki-laki, Bu. Dari 1:00:06 perempuan. Adapun hari ini ter ya tidak 1:00:10 semuanya hari ini kita jumpai 1:00:14 justru laki-laki kok hidup di rumah 1:00:15 perempuan. 1:00:17 H. 1:00:19 Apakah kondisi seperti tiba-tiba 1:00:21 bergeser atau berubah? Tidak juga. 1:00:25 Hari ini betapaapun laki-laki tidak 1:00:27 bekerja, bahkan perempuan yang kerja. 1:00:29 Ingat satu hal atau ingat beberapa hal. 1:00:32 Keutamaan laki-laki pada pada sisi 1:00:35 wanita yang mencari harta. Ingat 1:00:38 laki-laki juga berat 1:00:39 pertanggungjawabannya. Jika ibarat 1:00:41 naudubillah minzalik lahallah rumah e 1:00:44 rumah tadi ibarat keluarga tadi yang 1:00:47 laki-laknya nganggur disantroni 1:00:49 ibaratnya e maling. Siapa yang akan 1:00:52 bertanggung jawaban? 1:00:54 Apalagi laki-laki itu tidak. Dia akan 1:00:57 mempertahankan keluarganya 1:00:59 atau istrinya digenggu orang, dia yang 1:01:02 akan mempertahankannya dan sebagainya. 1:01:04 Maka dalam hal ini Allah Subhanahu wa 1:01:06 taala sangat adil dan bijak terhadap 1:01:10 hukumnya. Dalam masalah harta waris, dua 1:01:13 laki-laki, dua bagian laki-laki satu 1:01:16 banding satu ee dua e satu bagian 1:01:18 perempuan untuk masalah bagi waris tadi. 1:01:21 Wallahuam bisawab. Baik. Wallahuam 1:01:24 bisawab. Kemudian pertanyaan 1:01:26 selanjutnya, Pak Ustaz ini datang dari 1:01:32 sebentar 1:01:35 Bapak siapa ini? 1:01:41 Bapak Mulyadi. Bapak Saiful Anwar. 1:01:46 Asalamualaikum warahmatullahi 1:01:47 wabarakatuh. 1:01:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:50 wabarakatuh, Pak Saiful Anwar. Jika 1:01:51 orang tua berwasiat agar rumah 1:01:53 peninggalannya tidak dijual karena 1:01:56 merupakan tempat tinggal keluarga, 1:01:57 sementara sebagian ahli waris yang lain 1:02:01 membutuhkan uang dan ingin menjualnya. 1:02:03 Bagaimana menyelesaikan persoalan ini 1:02:05 tanpa melanggar hak ahli waris? 1:02:07 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. 1:02:10 Satu rumah yang dimiliki oleh orang tua 1:02:12 Heeh. 1:02:13 yang orang tua ini memiliki beberapa 1:02:14 anak. Orang tua mengatakan rumah ini 1:02:17 jangan dijual karena untuk maslahat 1:02:19 keluarga. 1:02:20 Heeh. sedangkan ahli keluarganya 1:02:22 membutuhkan uang gitu kan. 1:02:24 Heeh. 1:02:25 Maka dalam ee prinsip Islam, 1:02:29 dalam prinsip kita berprinsip pada Islam 1:02:31 ya. Heeh. 1:02:33 Boleh orang tua mengatakan seperti itu, 1:02:36 tapi harus bijak pada keturunan. 1:02:38 H 1:02:39 gitu loh. Wasiatkanlah rumah yang 1:02:41 dimiliki itu tidak boleh dari t ee ee 1:02:46 30%. 1:02:47 Heeh. tidak boleh lebih dari sepertiga. 1:02:51 Itu itu wasiatnya. Jadi kalau rumah ini 1:02:55 harganya 4 M atau 5 M atau 6 M, maka 1:02:58 sepertiga ini menjadi wasiat 1:03:01 untuk kebaikan keluarga itu kan. Berarti 1:03:05 kalau satu ee sepertiga dari 2 M eh dari 1:03:08 6 M 2 M yang 2 M ini silakan jadikan ee 1:03:14 sebuah rumah berikutnya untuk 1:03:16 kepentingan katakanlah pertemuan 1:03:18 keluarga dan ini sifatnya bisa jadi 1:03:21 nanti ee ee apa namanya wasiat seperti 1:03:26 ini akan dijadikan wakaf nantinya untuk 1:03:28 keluarga itu. 1:03:29 Heeh. Kalau sudah wakaf tidak boleh 1:03:31 salah satu ahli keluarganya merasa 1:03:34 memiliki. Nah, sisanya baru untuk 1:03:36 kebijakan orang tua. 1:03:37 Heeh. 1:03:38 Itu loh. Kebijakan orang tua. Bagaimana 1:03:40 kebijakannya? Ya, sisanya untuk 1:03:42 anak-anaknya. 1:03:43 Heeh. 1:03:44 Gitu loh. Untuk anak-anaknya tidak 1:03:47 seluruhnya 1:03:48 ee di diwakafkan 1:03:52 atau di ee diwasiatkan untuk kepentingan 1:03:56 masyarakat. Lalu anak-anaknya sengsara. 1:03:59 Apa dalam masalah ini kata Rasul 1:04:01 sallallahu alaihi wasallam ee saya akan 1:04:03 mengarahkan pada kejadian di masa 1:04:08 ee 1:04:10 sahabat Rasul Sallahu Alaih Wasallam 1:04:11 bernama Saad bin Abi Waqqas 1:04:14 ketika beliau sakit 1:04:17 dan Rasul mengunjunginya, 1:04:19 beliau berkata pada Rasul sallallahu 1:04:20 alaihi wasallam, "Ya Rasulullah, 1:04:24 apakah saya boleh 1:04:27 mewasiatkan kan seluruh hartaku ini 1:04:30 untuk kaum muslimin 1:04:33 itu ini kejadian seperti tadi kata Rasul 1:04:36 sallallahu alaihi wasallam lak gak boleh 1:04:40 kalau begitu ya Rasulullah kalau seluruh 1:04:42 hartaku ini tidak boleh diberikan pada 1:04:46 maslahat kaum muslimin kebutuhan kaum 1:04:48 muslim dua per3anya saya infakkan 1:04:52 kata Rasul pun tidak 1:04:55 ini bahayanya kalau di kalau tadi ya 1:04:58 mengikuti selera hawa nafsu. Kalau 2/3 1:05:02 pun tidak boleh. Asulus ya Rasulullah 1:05:05 sepertiganya deh dari harta aku. Beliau 1:05:09 mendapatkan harta banyak dari peperangan 1:05:11 mendapat gonimah ya kan. 1:05:13 Perang dulu kan ada gonimah yang 1:05:14 dibagi-bagikan pada sahabat yang ikut 1:05:16 perang kan gitu. Sepertiga ya Saad kata 1:05:19 Rasul sallallahu alaihi wasallam. Iya ya 1:05:21 Rasulullah aku akan berikan sepertiga 1:05:24 bagi kepentingan masyarakat luas. 1:05:27 Ya kan dari umatmu, dari 1:05:29 sahabat-sahabatku yang membutuhkan. Apa 1:05:31 kata Rasul sahu alaih wasallam? Asulusu 1:05:33 kair 1:05:35 asulus ya Saad. Naam asulusu katir. 1:05:40 Sepertiga itu pun sudah ban 1:05:42 ban 1:05:43 sudah ban sudah banyak. Ini mengandung 1:05:46 makna di sana ada rahasia-rahasia 1:05:50 kehidupan yang kita tidak mengerti. 1:05:54 yang kehidupan ini akan dilanjutkan oleh 1:05:56 esta peta kehidupan oleh apa? Oleh 1:05:58 generasi kita. 1:06:00 Maka Rasul menegaskan dalam dalam 1:06:02 hadisnya itu ya Saad e anos ka agniairun 1:06:10 minahuman 1:06:17 wasam. Wahai Saad, betapa indahnya, 1:06:20 betapa bagusnya ketika engkau 1:06:22 meninggalkan anak keturunanmu dalam 1:06:25 keadaan kaya. 1:06:28 Itu bagus. Dalam keadaan ka kaya. Kalau 1:06:31 sudah dalam keadaan kaya, orang tuanya 1:06:33 meninggal, ya tentunya dia orang anak 1:06:36 keturun saleh bisa berderma, bisa 1:06:39 berinfak, bisa bersedekah. Kan begitu 1:06:41 Agus 1:06:44 anada war agniairun mintaum 1:06:48 e kafafan eh 1:06:52 kafan yatabu anas rasul sahu wasallam 1:06:57 itu kan 1:06:58 lebih baik engkau meninggalkan 1:07:00 keturunanmu anak keturunmu dalam keadaan 1:07:02 kaya ketimbang engkau meninggalkan 1:07:04 mereka dalam keadaan miskin sehingga 1:07:07 dengan kemiskinan yang mereka alami 1:07:10 Mereka meminta-mintaas 1:07:14 meminta-minta pada orang. Dahsyat itu. 1:07:18 Inilah rahasia kehidupan. Maka kalaulah 1:07:20 tadi gambarannya boleh enggak seorang 1:07:23 tua tadi mewakafkan 1:07:26 atau 1:07:28 mewasiatkan seluruh harta yang berupa 1:07:30 rumah tadi untuk kepentingan kaum 1:07:32 muslimin? Dalam masalah ini ada etika, 1:07:36 ada tata cara yang harus ditempuh. Apa? 1:07:38 bijaksana 1:07:40 bijaksana 1:07:40 itu atau bijak si sini 1:07:43 intinya kalau sampai di seluruh harta 1:07:47 berupa rumah tadi diwasiatkan untuk 1:07:50 kepentingan masyarakat muslim sekalipun 1:07:53 lalu meninggalkan anak-anaknya miskin 1:07:56 lalu dengan kemiskinan yang menderah 1:07:58 mereka malah minta-minta pada masyarakat 1:08:00 luas. Oh, betapa nistaannya. Jangan 1:08:03 seperti itu. Saat kita sudah tua akan 1:08:05 meninggalkan dunia lalu anak-anaknya 1:08:08 dalam keadaan miskin meminta-minta. 1:08:10 Nauzubillah min dalalik. Alangkah 1:08:12 baiknya kita mereka tetap dalam keadaan 1:08:14 kaya raya sehingga dapat berinfak, 1:08:16 beramal saleh. Wallahualam. Seperti itu. 1:08:19 Pertanyaan terakhir, Pak Ustaz dari 1:08:22 Bapak Ridwan. Asalamualaikum 1:08:23 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:08:26 wabarakatuh. Ustaz, 1:08:28 Al-Qur'an itu kan pernah menyebutkan 1:08:30 bahwa salat dapat mencegah perbuatan 1:08:32 kaji dan mungkar. 1:08:34 I 1:08:34 lalu mengapa ada orang yang rajin salat 1:08:36 tetapi masih melakukan penipuan, korupsi 1:08:40 atau menzalimi orang lain? Apakah 1:08:42 syaratnya memang belum berpengaruh pada 1:08:44 perilakunya? 1:08:45 Ya. Bismillahirrahmanirrahim. Jawaban 1:08:48 yang mungkin 1:08:50 sedikit masuk akal ya. 1:08:52 Mungkin mereka melakukannya untuk ri 1:08:55 melakukan salatnya untuk 1:08:57 untuk ri atau melakukan salatnya hanya 1:09:00 untuk menggugurkan 1:09:02 kewajiban. 1:09:03 Kewajiban 1:09:06 itu loh istiqlal sekarang banyak yang 1:09:09 salat di sana dari kalangan pejabat, 1:09:12 dari kalangan ee stakeholder negara ini. 1:09:16 Itu kan kita tidak sebutkan satu-satu 1:09:18 nama kan. 1:09:20 Tetapi perilakunya di masyarakat. Oh, 1:09:25 enggak usahlah kita ceritakan. 1:09:28 Ngeri kita, ya kan? Menderita kita 1:09:31 bahkan 1:09:33 itu. Jadi salat itu memang mencegah diri 1:09:37 kita yang melakukan salat dari segala 1:09:40 keburukan dan kemungkaran. Innata tanha 1:09:43 anil fahsya. Keburukan wal munkar. 1:09:48 Fahsya itu keburukan ya. keburukan, 1:09:50 judi, berzina, ee merampok gitu kan. Ee 1:09:55 kemudian lagi 1:09:57 menipu, berbohong, 1:10:00 itu fahsya mungkar, kemungkaran 1:10:03 melakukan dosa-dosa besar. 1:10:06 Subhanallahilazim. 1:10:07 Itu salat mencegah itu jika dilakukan 1:10:10 dengan seksama, dengan memahami bahwa 1:10:13 salat itu wajib, ada rukun di dalamnya, 1:10:17 ada wajib di dalamnya. Ya kan? 1:10:20 Ada syarat di dalamnya, ada sunah-sunah 1:10:22 salat di dalamnya. Kalau dilakukan 1:10:25 secara keinginan syariat, oh betul itu 1:10:28 salat mencegah diri pelakunya dari 1:10:31 sebarang keburukan dan kemungkaran. 1:10:33 Namun hari ini seperti yang ditanyakan, 1:10:35 kenapa justru ya salat tapi ngerampok, 1:10:38 ya salat tapi berjudi, ya salat tapi ee 1:10:41 korupsi itu wallahuam. 1:10:44 He. 1:10:46 Dua di antara sekian banyak jawaban. 1:10:49 pertama mungkin melakukannya hanya untuk 1:10:53 ria. 1:10:53 Heeh. 1:10:55 Tadi kan ustaz bilang dua dari sekian 1:10:57 banyak jawaban. 1:10:58 Atau yang kedua adalah untuk sekedar 1:11:01 menggugurkan 1:11:02 kewajiban. 1:11:03 Kewajiban. 1:11:05 Lebih dar daripada itu silakan tambahkan 1:11:08 lagi. 1:11:10 Apakah karena untuk tetap dia dianggap 1:11:13 saleh sehingga jabatan tetap 1:11:16 dimilikinya? 1:11:18 atasannya. Oh, ini saleh nih salat 1:11:20 melulu. 1:11:21 Tapi menerima juga ee sogokan, ruswah. E 1:11:26 oh ini salat naikin jabatannya. Woh, 1:11:29 makin makin parah. Nauzubillah minzalik. 1:11:32 Kita cerita ini fakta. 1:11:34 Iya. 1:11:34 Dan anak bangsa boleh menceritakan fakta 1:11:36 ini. Untuk apa? Untuk tidak ditiru. 1:11:40 Untuk tidak 1:11:41 ditiru. 1:11:42 Ditiru. Tetapi untuk apa? Mengkikis 1:11:45 kondisi buruk. sehingga kita dapat 1:11:48 menyisipkan amal-amal saleh untuk 1:11:50 penggantinya. 1:11:52 Ini yang penting. Jadi, inanil fahs 1:11:56 munkar itu harus diletakkan pada situasi 1:12:00 yang yang kondusif. 1:12:04 Yang kondusif. Tetapi ikhwatal iman yang 1:12:06 dirahmati Allah, salat itu Allahu Akbar 1:12:09 jangan dibuat main-main. 1:12:14 Fawailun lil musinalladina hum fi 1:12:16 shatihim sahun. Sahun di sini adalah 1:12:20 main-main dalam salatnya. Main-main 1:12:23 untuk jabatan, main-main untuk 1:12:24 kedudukan, main-main untuk pangkat, 1:12:26 main-main untuk Ya Allah dunia. 1:12:31 Heeh. 1:12:31 Jika melakukan salatnya hanya untuk 1:12:33 sahun. 1:12:35 Bertakwalah pada Allah dengan 1:12:38 pertaubatan yang baik. Jadilah hamba 1:12:41 Allah 1:12:43 yang punya niatan menjadi anak bani Adam 1:12:47 yang saleh atau salehah gitu aja. 1:12:50 Wallahuam. 1:12:52 Baik, Ikhwan dan Akhwat. Demikian ee 1:12:55 jawaban dari pertanyaan yang sudah 1:12:57 dikirimkan di siang hari ini dalam 1:13:01 tausiah bersama Ustaz Umar Rasyid Hasan. 1:13:04 Sebelum kita tutup, kita akan ee 1:13:07 mendengarkan kesimpulan. 1:13:10 Bismillahirrahmanirrahim. 1:13:13 Ingat bahwa 1:13:15 Ustaz kalau menceritakan mati itu 1:13:18 rasa-rasanya 1:13:20 sebentar lagi akan terjadi pada ustaz 1:13:22 gitu. 1:13:23 Masyaallah, Ustaz. 1:13:24 Karena usia-usa juga sudah tidak muda 1:13:26 lagi. 1:13:27 Iya. Tapi lebih baik ee sadar akan 1:13:30 kematian. 1:13:31 Iya. 1:13:31 daripada tidak ingat mati. Itulah ulama 1:13:35 juga mengatakan seperti itu. Ingatlah 1:13:38 kematian 1:13:40 agar kamu berbekal diri. 1:13:42 Iya. 1:13:43 Jadi kalau kita ingat kematian itu, 1:13:46 ingat ikhwan, bahwa kematian itu akan 1:13:48 dialami oleh semua orang, akan dialami 1:13:50 oleh seluruh strata kehidupan. Oke ya, 1:13:54 dari strata kehidupan tertinggi, apakah 1:13:56 itu kepala negara atau keper perdana 1:14:00 menteri atau raja-raja 1:14:02 itu loh sampai kepada subhanallah rakyat 1:14:05 jelata itu salah kematian. Maka 1:14:09 jadikanlah kemati itu sebagai cermin, 1:14:13 sebagai 1:14:15 kaca untuk kita ee pandai melihat wajah 1:14:21 kita. 1:14:22 Wajah kita saat bercermin ini ada 1:14:24 kekurangannya pada pada unsur apa? 1:14:27 Apakah mata kita belekan 1:14:29 ya kan atau telinga kita menjadi orang 1:14:32 yang budek dengan bercermin itu. Apakah 1:14:36 rambut kita acak-acakan 1:14:38 itu bagus? 1:14:40 Apakah kita termasuk orang yang wajahnya 1:14:42 buruk? 1:14:44 Sering-seringlah bercermin. 1:14:47 Maka bagi kita yang sering bercermin 1:14:50 pada 1:14:52 masyaallah 1:14:53 kehidupan ini, mereka-mereka yang 1:14:56 mungkin 1:14:58 ada ee kesempatan untuk memperbaiki 1:15:02 daripada hasil daripada pencerminan itu. 1:15:07 Maka jika hasil cerminnya itu memantul 1:15:10 pada dirinya dengan menghadirkan 1:15:12 kesadaran, oh saya bercermin masih 1:15:16 kurang. 1:15:18 Itulah mata aku melihat 1:15:21 kebaikan-kebaikan ini. Yang aku lihat 1:15:25 dari mataku hanya kejelekan melulu. 1:15:28 Aku bercermin untuk merubahnya. 1:15:31 Oh, bercermin. Kita lihat telinga kita. 1:15:35 Ya Allah yang hanya didengar adalah 1:15:37 sesuatu yang haram saja. Maka kembalikan 1:15:40 penderangan itu pada pendengaran yang 1:15:42 baik yang diredai oleh Allah Subhanah. 1:15:44 Demikian pula mulut, demikian pula hati, 1:15:47 demikian pula tangan dan kaki. Semua itu 1:15:51 dijadikan renungan untuk evaluasi diri. 1:15:56 Dan ini terjadi untuk semua masyarakat 1:15:58 manusia di seluruh belahan dunia. Bukan 1:16:01 hanya Indonesia. itu masa kecil hanya 1:16:03 300 juta 1:16:05 kan gitu untuk semua manusia dan jangan 1:16:07 dianggap nasihat seperti ini adalah 1:16:10 nasihat nasihat guyonan tidak 1:16:12 heeh 1:16:12 ustaz tidak guyon dalam nasihat 1:16:16 ustaz berkata fakta pada nasihat ini dan 1:16:20 itu berlaku untuk seluruh manusia 1:16:22 seperti halnya syariat Islam yang dibawa 1:16:24 Rasul sallallahu alaihi wasallam itu 1:16:26 bagi seluruh manu manusia kita hanya 1:16:29 sebagai penyambung lidah Rasul 1:16:31 sallallahu alaihi wasallam saja saja itu 1:16:33 pun semampu kita. Maka kita bicara fakta 1:16:37 dan kita pun bicara tentang kehidupan 1:16:40 ini akan berakhir. Itu faktanya. 1:16:42 Heeh. 1:16:43 Maka sebelum kita mengakhiri cerita dan 1:16:45 sejarah kehidupan kita, yuk mari 1:16:47 sama-sama kita bercermin tadi agar kita 1:16:50 dapat memperbaiki hasil cerminan kita. 1:16:53 Jangan sampai malah cerminnya dipecah 1:16:56 pecah 1:16:57 dipecahkan 1:16:59 saking apa? Saking melihat matanya 1:17:02 buruk, telinganya buruk, wajahnya buruk, 1:17:07 mulutnya buruk, malah kacanya yang 1:17:10 dipecah dipecahkan. Kalau kacanya 1:17:12 dipecahkan, dia tidak bisa berkaca lagi. 1:17:15 Lebih dahsyat. 1:17:18 Maunya kaca itu semakin dilap. Apa dilap 1:17:22 itu? Dibersih. Dibersihkan kacanya 1:17:26 agar apa? agar semakin nampak jelas apa 1:17:29 yang menjadi diri kita di kaca itu. 1:17:32 Jangan malah dipecahkan tadi. Bersihkan 1:17:35 dengan sabun agar aku bisa melihat 1:17:38 diriku yang sebersih-bersihnya 1:17:40 dibersihkan itu dari noda-noda kaca itu 1:17:43 bersih. Sehingga kita ketika menjadikan 1:17:47 kaca itu alat mencermin diri kita, 1:17:50 semakin bersih kita dibuatnya. Maka 1:17:53 inilah yang menjadi tujuan hidup kita. 1:17:56 husnul khatimah. Semua orang ingin ke 1:17:58 sana. Namun betapa sulitnya 1:18:01 meraih daripada jalan husnul khatimah 1:18:04 itu. Semoga kita, ikhwat al iman 1:18:06 mendapatkan kesempatan hidup di dunia 1:18:08 ini. Mengakhiri kehidupan kita dengan 1:18:10 segala kebaikan sesuai dengan niat dan 1:18:13 cita-cita kita. Amin ya rabbal alamin. 1:18:16 Wallahuam bawab. Alhamdulillahiabbil 1:18:18 alamin. Jazakallah atasakum 1:18:21 pencerahan dan juga tausiahnya ustaz. 1:18:24 Semoga apa yang ustaz sampaikan menjadi 1:18:27 amal jariah bagi ustaz dan bermanfaat 1:18:29 bagi kita semua 1:18:31 pendengar silaturahim dan juga kru radio 1:18:34 silaturahim. Akhirul kalam kami yang 1:18:36 bertugas mohon undur diri dari ruang 1:18:38 dengar Anda. Terima kasih atas segala 1:18:41 perhatiannya. Ilalq billahi taufik wal 1:18:43 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:18:47 wabarakatuh. 1:18:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:18:49 wabarakatuh.