Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:26 [musik] 0:34 Bismillahirrahmanirrahim. 0:36 Asalamualaikum warahmatullahi 0:37 wabarakatuh. 0:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:39 wabarakatuh. 0:40 Allahumma sholli ala sayyidina Muhammad 0:42 waa ali sayyidina Muhammad. 0:44 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:46 ini hari Kamis tanggal 10 Jumadil Awal 0:49 1448 Hijriah atau tanggal 21 Oktober 0:54 2026. Kita jumpa lagi dalam acara 0:58 Wirausaha Muslim. 1:00 Siapkan Peppen sama kertas karena nanti 1:02 kami akan bacakan nomor HP narasumber 1:04 kita ya. Tentu anak sudah kenal dengan 1:07 baik ya. Pernahkah kita bertanya kepada 1:11 diri kita sendiri? Sudahkah hari-hari 1:13 yang kita lalui ini memilih memberikan 1:16 manfaat bagi diri kita, bagi keluarga, 1:19 bagi masyarakat atau lingkungan sekitar? 1:22 Waktu terus berjalan, usia terus 1:24 bertambah dan kesempatan hidup semakin 1:26 berkurang. Namun apakah bertambahnya 1:29 usia selalu sejalan dengan bertambahnya 1:32 karya, ilmu, pengalaman, dan manfaat 1:35 yang kita berikan kepada orang lain? 1:37 Inilah yang kita 1:40 yang membawa kita kepada tema 1:42 perbincangan hari ini. Bagaimana agar 1:45 kita selalu menjadi manusia yang 1:47 produktif? Produktivitas 1:50 itu bukan semata-mata berarti sibuk 1:53 bekerja, menghasilkan uang, atau 1:56 memiliki banyak kegiatan. Manusia yang 1:58 produktif adalah manusia yang mampu 2:01 menggunakan waktu, 2:04 pikiran, ilmu pengetahuannya untuk 2:06 menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. 2:09 Kita akan mengambil tema produktivitas 2:11 muslim. Bekerja lebih bermakna, 2:14 menghasilkan lebih banyak manfaat. kita 2:17 akan berbicara dengan praktisi 2:19 optimalisasi 2:21 produk produktivitas. Tapi sebelum saya 2:24 akan memperkenalkan mana nih kita nih 2:27 yaitu eh si siapa? Si, 2:31 Sisti Dania dan tentu saja ada eh kita 2:36 Kang Atep Setiabudi dan operator kita 2:39 Ustaz Algi Fakr Roji. 2:43 Ya, kita kembali akan mengamp 2:45 menampilkan guru kita 2:47 bukan Bapak [tertawa] 2:49 temanlah Mas 2:51 paling enggak masyaallah kosnya luar 2:53 biasa Pak Spril mungkin kita akan 2:56 seperti biasanya Pak Sapril kan selalu 2:58 membaca Quran untuk memberi kita 3:00 semangat. Silakan Pak Sfril. 3:02 Baik. Ee 3:04 asalamualaikum warahmatullahi 3:05 wabarakatuh 3:07 pendengar pemirsa. Mari kita awali 3:10 dengan satu surat yang kita sudah sangat 3:13 paham. Nanti kita ambil pelajaran dari 3:16 surat itu. Al-Insirah. 3:18 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 3:20 Bismillahirrahmanirrahim. 3:22 Alam nasroh laka sadrak waadna 3:27 anka wizrak alladzi 3:31 anq zakhrak warfana lakaikrak 3:36 fainnama usri yusro innama usri yusro 3:42 waidza farakta fansob 3:45 wailabika 3:47 faragob 3:49 sqallah maknanya itu sebutannya ini Mas 3:52 Krishna. Surat ini menceritakan 3:54 bagaimana Rasulullah menjalani 3:57 kehidupannya, usaha dakwah dengan segala 4:00 kesulitannya. 4:02 Tapi Allah 4:04 sampaikan di dalam surat dalam ayat ini 4:07 bahwa sesungguhnya 4:10 bersama kesulitan ada kemudahan. 4:12 H 4:13 sesungguhnya bersama kesulitan ada 4:15 kemudahan. Dua kali disebut itu Mas 4:16 Krishna. Jadi kalau kita dalam 4:18 berkegiatan menghadapi kesulitan, 4:22 ingatlah 4:24 surah Al-Insrah ini menjadi patokan 4:27 bahwa 4:30 bersama kesulitan ada kemudahan. 4:32 Kemudian ayat keetujuh ini 4:36 perintah untuk bekerja keras. Maka 4:39 apabila engkau telah selesai dari satu 4:41 urusan, tetaplah bekerja keras untuk 4:44 urusan yang lain. Tetaplah bekerja 4:46 keras. Kita maknai hari ini dengan 4:49 bekerja produktif, Mas Krisna. 4:51 Kalau yang bekerja keras bukan 4:52 individu-individu, tapi masyarakat, 4:54 bangsa. Waduh luar biasa itu ya. 4:57 [tertawa] 4:58 dan menyadari bahwa kita ini harus 5:00 kerugi bersama-sama kita bisa 5:02 meningkatkan produktivitas bangsa yang 5:05 menjadi bagian dari penanggulangan 5:07 kemiskinan. Masril, 5:08 Mas Krishna, saya tiap kali membaca 5:12 informasi ini saya campur perasaannya 5:17 antara sedih, kecewa, gregetan. 5:22 H 5:22 ini data tentang produktivitas pekerja. 5:26 Perbandingannya itu kita melaham yang di 5:28 ASEAN saja data ini dari International 5:31 Labor Organization sebetulnya dari PBB 5:34 ya bahwa Indonesia itu berada levelnya 5:38 itu per tahun itu kira-kira 5:43 28 ee 600-an lah gitu ya. ya kira-kira 5:48 89 sampai 90 itu bukan gajinya Mas 5:50 Krisna yang dihasilkan 5:53 yang dihasilkan 5:54 yang dihasilkan dengan kondisi kurang 5:56 lebih sama dibanding dengan yang lain 5:58 ya. Nah Malaysia itu dia kalau kita tadi 6:02 28.600 6:05 Malaysia itu sudah 77.352 6:08 gitu. 6:08 Oh 6:09 jadi itu lebih dari dua kali lipat kita 6:12 gitu. 6:13 Padahal dia dulu belajar sama kita. 6:14 Mereka belajar Indonesia kan. He. 6:16 Nah, sekarang kok gurunya malah 6:18 ketinggalan ya? Nah, ini kita akan 6:20 bincang supaya negeri kita ini bisa 6:23 bangkit. Thailand sedikit di atas kita, 6:26 tapi Singapura jauh banget. Singapura 6:28 itu 196.232. 6:31 Tadi kita 28.000 saja. Kalau Korea lebih 6:34 tetap saja di atas kita R5.000-an. Nah, 6:36 yang kita ambil pelajaran Mas Krishna, 6:39 negara-negara serumpun Malaysia itu 6:42 mampu kok melakukan perbaikan. 6:44 Hm. kita seyoganya juga mampu [berdehem] 6:46 ya, tetapi bagaimana kita melakukan 6:49 perbaikan itu hari ini kita bincang 6:51 dalam waktu singkat ini, Mas. 6:53 Oke, silakan yang mau bertanya kami 6:55 tunggu di 0811999720. 7:01 Pak Safril, bagaimana kita memahami dan 7:04 menerapkan perilaku produktif itu 7:06 seperti apa? 7:06 Oke. Baik. Pertama, 7:09 pendengar pemirsa, coba tanya diri Anda 7:12 sendiri setiap hari ya, 7:16 mau berangkat ke kantor, mau berangkat 7:18 ke kampus, mau ke sawah, tanya dulu 7:21 dengan jelas apa tujuan kegiatan kita 7:24 hari ini. 7:25 Siapa yang akan memperoleh manfaat? 7:28 Kemudian tanya juga, cara yang kita 7:31 tempuh selama itu halal dan baik enggak? 7:33 H. Nah, kemudian apakah kegiatan 7:37 tersebut, Nah, ini penting sekali. 7:39 Apakah kegiatan tersebut mendekatkan 7:41 kita kepada tujuan yang benar? Tujuan 7:44 yang benar ini kaitannya adalah ngapain 7:47 sih kita dihadirkan Allah ke muka bumi? 7:49 H 7:49 untuk beribadah kepada Allah. Maknanya 7:52 adalah tujuan kita ini sinkron enggak 7:54 bahwa Allah mengarkan kita untuk 7:56 mengabdi kepadanya. 7:57 Kita selama ya. 7:59 Berarti berarti bekerja juga harus 8:00 mengabdi dong. Bekerja berarti ibadah 8:02 dong. 8:02 Iya. 8:03 Iya. Tapi kalau di dalam kita melaksana 8:06 pekerjaan itu ada unsur malas-malasan, 8:10 apalagi ada unsur tipu menipu, enggak 8:13 jadi dong ini menjadi ibadah. 8:15 Jadi, pertama sekali kalau kita mau 8:19 mengupayakan produktivitas yang optimal, 8:22 tanya dulu hari ini kita mau ngapain ya? 8:26 Apa tujuan kita? Siapa yang akan 8:28 memperoleh manfaat? 8:30 Apakah cara yang kita tempuh itu sudah 8:32 halal dan baik? 8:33 Kemudian ini mendekatkan diri kepada 8:35 Allah. Enggak. 8:36 H. 8:37 Ada yang berkata sama saya gini, Mas 8:39 Krisna. Sedikit-sedikit bicara 8:41 mendekatkan diri kepada Allah. Kita ini 8:43 kan mau bekerja keras, friend. 8:47 Bekerja keras, bekerja cerdas tetap 8:50 ujungnya bisa menjadi ibadah kalau 8:54 diniatkan dari awal kita mau cari rida 8:57 Allah. Karena itu saya sering sampaikan 8:59 kepada rekan-rekan yang berinteraksi 9:02 dengan saya terkait dengan 9:02 produktivitas. Berangkat dari rumah itu 9:05 sudah melangkah dengan kaki kanan doa 9:08 bismillah tawakaltu alallah la haula 9:11 wala quwwata illa billah. Tapi itu 9:14 dipelihara Mas terus jangan hanya 9:16 melangkah saja. 9:17 Waktu di tempat kegiatan kita pelihara 9:20 perilaku kita, pelihara niat dan 9:22 sebagainya. itu awal dari upaya supaya 9:26 kita bisa berperilaku produktif. 9:29 Oke, 9:29 gitu Mas Krishna. 9:31 Pak Saprilah. Bukankah produktivitas itu 9:33 fokus ya untuk mencapai hasil yang 9:35 setinggi-tingginya dengan biaya yang 9:38 seminimal seminimal mungkin? Mungkin 9:40 enggak seperti itu. 9:41 Iya gitu, Mas. Dari zaman dulu begitu, 9:43 Mas. H 9:44 secara umum 9:46 pemahaman tentang produktivitas itu 9:49 adalah bagaimana dengan 9:52 output, bagaimana dengan ee investasi 9:56 yang sekecil mungkin kita bisa dapat 9:59 investarnya. Kalau di abad pertengahan 10:01 kita lihat orang membangun 10:06 pabrik, membangun kegiatan dan 10:07 sebagainya, bahkan ada pekerjaannya itu 10:09 harus dicambuk gitu ya. 10:11 membangun piramid dicambuk. 10:14 Ini bukan model produktivitas Islam ya. 10:19 Nah, dalam konteks ini yang perlu kita 10:23 pahami adalah bahwa 10:26 agar produktivitas memberi manfaat 10:28 optimal maka pemikiran 10:32 pelaksanaannya, pemanfaatannya harus 10:34 mencakup ada tiga dimensi. 10:37 satu dimensi spiritual 10:40 ya. Yang kedua dimensi 10:43 ee [berdehem] 10:47 fisikal, kegiatan fisik. Dan yang ketiga 10:50 dimensi sosial. Tiga-tiganya harus ada 10:52 dalam pekerjaan kita itu baru kita 10:55 benar-benar produktif. 10:58 Saya jelaskan sekit aspek spiritual itu 11:00 seperti tadi. Bukankah kita ini 11:04 mau cari rida Allah? Kalau kita sudah 11:07 mulai oke mau berangkat sudah niat mau 11:11 rida Allah oke aspek spiritualnya sudah 11:14 terpenuhi tetapi harus terus dipelihara 11:17 ya. Yang kedua aspek fisikal jangan 11:21 sampai kita bekerja jungkir balik lelah 11:23 sekali besoknya kita sakit enggak 11:27 produktif. Harus ada keseimbangan. Harus 11:29 ada keseimbangan jam berapa kita bangun 11:31 dan sebagainya. 11:33 Ada ada gambaran gini, Mas Krisna. 11:36 Ternyata orang-orang yang mandi pagi jam 11:40 .00 jam menurut penelitian medis itu 11:43 justru sehat sekali gitu. 11:45 Hm. 11:45 Kalau begitu berarti kita hampir enggak 11:47 ada dong alasan terlambat. 11:48 Iya. 11:49 Bangun jam .00 ee syukur-syukur 11:51 disempatkan salat malam ya. Subuh sudah 11:54 dapatlah ya. Berangkat ke tempat 11:56 kegiatan pada waktunya ya. aspek 12:01 fisikalnya kita jaga, aspek spiritualnya 12:04 juga dapat, gitu. Nah, jadi aspek 12:08 produktivitas ini harus lengkap tiga 12:10 ini. Yang ketiga, aspek sosial. Aspek 12:14 sosial ini harus hasil yang diperoleh 12:17 itu memberi manfaat optimal ya dengan 12:21 antara lain memanfaatkan 12:24 kompetensi setiap orang yang ada di 12:26 lingkungan kita. 12:28 Jadi kalau ada di lingkungan kita, mitra 12:30 kerja kita, kita upayakan bahwa 12:33 kompetensi mereka juga meningkat gitu. 12:35 H 12:37 kalau kita mendorong peningkatan 12:39 kompetensi mereka, kompetensi kita 12:41 sendiri akan turut meningkat 12:43 antara lain dengan keteladanan, 12:46 dengan bimbingan kepada mereka. Dan 12:48 jangan lupa, Mas, bahwa di antara amal 12:51 jariah itu kan ilmu yang diamalkan. Iya. 12:53 Jadi kita kerja 12:55 dapat pahala lagi dengan aspek 13:00 dimensi sosial. Aspek sosial ini bagian 13:04 dari produktivitas. 13:06 Ringkasnya 13:08 aspek spiritualnya ada di situ. Kita 13:11 kerja cari rida Allah. Aspek fisikalnya 13:14 kita jaga diri kita, fisik kita ini 13:18 supaya mampu bekerja dan produktif. Yang 13:21 ketiga, aspek sosial kita berbagi. 13:24 Kalau berbagi itu dijamin akan nambah 13:29 gitu, Mas Krishna. 13:31 Berbagi ilmu apalagi teman-teman kita 13:34 apakah 13:36 di kantor, di pabrik, di sawah kita 13:40 berbagi pengalaman supaya lingkungan dan 13:44 teman-teman kita itu menjadi lebih 13:45 produktif, lebih kompeten. Kompetensinya 13:47 meningkat, manfaatnya segala macam ya. 13:50 ilmu yang bermanfaat gitu, Mas Krishna. 13:53 Baik pemirsa dan pendengar Radio 13:55 Silaturahim yang dirahmati Allah, masih 13:57 dalam acara Wirausaha Muslim. Kita akan 14:00 ee mengambil tema produktivitas muslim 14:03 bekerja lebih bermakna, menghasilkan 14:06 lebih banyak ee manfaat bersama Bapak 14:09 Safril Lubis. Silakan yang mau bertanya. 14:11 Kami tunggu Pak Safril, apakah kita nih 14:15 semakin sibuk itu berarti kita semakin 14:17 produktif? Betul enggak? Eh, itu sering 14:21 disalah kaprahi ya. [berdehem] 14:23 Orang yang super sibuk biasanya karena 14:26 tidak menata 14:28 proses pekerjaannya itu dengan baik. He. 14:32 Dia harus sibuk mengejar sesuatu yang 14:35 kecepatannya 14:37 melebihi kebutuhan. Jadi gini, orang si 14:39 Buk, saya mau kasih contoh begini deh. 14:42 Di Jepang kalau saya lihat ada satu 14:45 orang mekanik dia waktu mengassemble 14:49 ee komponen alat berat yang saya lihat, 14:52 dia itu sudah persiapkan semuanya dekat 14:55 dia, 14:55 peletakan barang-barang, 14:56 peletakan komponen, peletakan tools dan 14:59 sebagainya. Karena walaupun di 15:01 pabrik-pabrik besar itu banyak robot, 15:03 tetapi banyak komponen itu tetap 15:05 dikerjakan secara manual. 15:07 Dia tidak melangkah lebih dari satu 15:09 langkah, Mas Krishna. 15:10 Hm. Masyaallah. 15:11 Kalau melangkah dua langkah, 15:13 dia bilang enggak produktif 15:14 karena dia sudah kehilangan waktu 1 15:16 detik misalnya gitu ya. 15:18 Dan ini berlangsung sepanjang hari. 15:20 Apa yang kita ambil pelajaran dari sini? 15:22 Perlu kita tata bahwa 15:28 bagaimana kita mengatur pekerjaan itu 15:33 tertata dengan baik. kapan kita 15:35 memulainya, kemudian langkah-langkah apa 15:38 yang harus kita persiapkan. Nah, ini 15:41 yang sering disebut dengan 15:44 ee pertama kita perlu memahami kapan 15:49 energi kita itu paling puncak. Sebelum 15:51 saya lanjutkan, saya mau jelaskan gini, 15:53 Mas Kisna. Apa sih produktivitas muslim 15:55 itu? Adalah kemampuan 15:59 mensinergikan, menghimpun tiga komponen 16:03 utama. satu fokus yang jelas. 16:07 Fokus tadi kita sudah katakan niatnya 16:09 untuk apa kita hari ini kerja? Fokusnya 16:12 jelas. Yang kedua, kita paham energi apa 16:16 yang kita butuhkan untuk bisa sampai itu 16:20 mencapai fokus itu apa itu energi? Apa 16:24 saja yang dibutuhkan? Contoh sederhana 16:27 kalau kita mau hari ini kita mau pasang 16:30 AC gitu ya. 16:32 Oke. Pasang AC kan perlu tangga. 16:35 Iya. 16:36 Jangan kita sudah mulai kerja baru kita 16:38 cari tangga gitu ya. 16:40 Iya. Iya. 16:41 Nah, begitu juga semua komponen lain. 16:44 Kalau kita terpaksa wara-wiri cari 16:47 komponen kecil, ini contoh untuk bekerja 16:49 sama sang AC saja, maka kita menjadi 16:52 enggak produktif. Atau kalau kita 16:54 bertani, kita sudah waktunya memupuk, 16:57 tetapi ternyata pupuknya campurannya 17:00 belum sempurna, 17:02 harus warawiri lagi. Ini contoh 17:04 bagaimana kita sibuk sekali nantinya 17:06 karena perencanaan kita enggak bagus. 17:09 Kita harus paham mencapai fokus itu apa 17:12 yang diperlukan 17:13 dari awal sudah dipersiapkan. Kemudian 17:16 cek kapan hari-hari kita itu paling kita 17:19 produktif sekaliah. Yang berikutnya 17:21 adalah pahamilah penting dan mendesak. 17:24 Kalau kita belajar manajemen kita itu 17:26 ada namanya 17:29 skala mana yang penting dan mendesak ya. 17:31 Tapi kita enggak bahas hari ini. Ee 17:34 pendengar pemirsa bisa cari tahu sendiri 17:36 tentang topik itu. Tentang topik penting 17:39 dan mendesak. Yang berikutnya 17:42 gangguan-gangguan kecil itu hindari. 17:45 Saya ambil contohlah ya. Yang paling 17:47 mudah begini, kalau kita bekerja di 17:49 pabrik ya, pabrik assembly misalnya, 17:52 terserahlah apa saja, motor, mobil dan 17:54 sebagainya. Kadang-kadang kita harus 17:57 berjalan ke satu tempat untuk mengambil 18:00 sesuatu atau bertanya sesuatu. Maka 18:03 dalam proses kita pergi ketemu orang 18:05 akan berbicara, berbincang mungkin hanya 18:09 20 30 detik. Tapi itu adalah bagian dari 18:12 waktu yang hilang yang akan menggerus 18:15 kita. Kita harus bekerja lebih 18:18 cepat lagi mengejar kekurangan karena 18:21 waktu yang hilang ini. Ini yang harus 18:23 kita kelola supaya jangan ada 18:26 waktu-waktu yang hilang. 18:29 Kemudian satu lagi Mas Krishna dan ini 18:31 kepada pendengar semuanya apapun 18:33 kegiatan Anda ya 18:37 apapun yang Anda lakukan, kerjakanlah 18:40 itu dengan baik 18:42 dan satu kali beres gitu. 18:46 Di antara konsep kaizeng-nya Jepang ya, 18:49 dia katakan do it once, do it right. 18:52 Sekali kerja aja tapi bagus gitu. 18:55 Hm. Karena kalau kita kerjanya enggak 18:58 bagus, nanti memperbaiki menyita 19:03 waktu yang sangat banyak. Saya ambil 19:04 contoh 19:05 ee kalau kita memasang satu komponen 19:09 biasa ada ring. 19:11 Iya. 19:11 Ring itu kadang-kadang hanya kecil, Mas 19:13 Kris. 19:14 Tapi dia mempunyai karakteristik. 19:16 Kadang-kadang ada karakteristiknya itu 19:18 yang ini harus menghadap ke atas. Heeh. 19:21 Waktu kita salah pasang yang mesti 19:23 ngadap ke atas, ngadap ke bawah nanti 19:26 akan bocor. Kita buka lagi, kita 19:29 perbaiki. Maka sangat banyak waktu yang 19:32 hilang. Karena itu pendengar pemirsa, 19:35 mari kita biasakan kita mengerjakan 19:37 sesuatu itu. Satu kali kerja, satu kali 19:40 tuntas, tidak ada pengulangan. 19:44 duit once, duit right. Ini yang menjadi 19:48 cara agar kita itu enggak sibuk banget 19:51 gitu. 19:52 Pantang-panting sehingga 19:55 dikatakan muka lu capek sekali gitu. 19:57 Iya, gua capek. [tertawa] 19:59 Padahal capeknya kita adalah capek yang 20:02 karena disebabkan kita tidak mampu 20:04 menata dengan baik. Kemudian seluruh 20:07 komponen tubuh kita ini memerlakan waktu 20:09 istirahat. Beri waktu istirahatnya. 20:12 Kalau memang tidak luar biasa penting, 20:14 jangan bawa kerjaan pulang ya. Pada 20:18 banyak manajer muda itu karena ngejar 20:20 prestasi malam masih kerja di rumah ya. 20:23 Oke. Kalau ada emergency. Oke. Kalau 20:26 zaman dulu kalau mau tender misalnya Mas 20:27 Krisna itu malam kadang-kadang tidur di 20:30 kantor. 20:31 Hm. 20:31 Tapi dengan teknologi sekarang orang 20:33 ngerjakan yang tadinya 2 malam sekarang 20:35 2 jam bisa selesai. Karena itu mari kita 20:38 kelola tubuh kita istirahat supaya kita 20:42 besok bangunnya bisa jam .00 lagi mandi 20:45 dan sebagainya. 20:47 Baik, masih di acara wirausaha muslim 20:49 dengan tema produktivitas muslim bekerja 20:52 lebih bermakna menghasilkan lebih banyak 20:55 manfaat. Pak Sapril ini seringki 20:58 semangat untuk memelihara semangat kerja 21:01 itu luntur karena kelelahan dan 21:04 kejenuhan. ini bagaimana mengatasinya, 21:06 Pak Savril. 21:07 Jadi gini, ini lagi kembali bahwa satu 21:11 proses pekerjaan mencapai fokus 21:16 itu tidak dipersiapkan dengan baik ya, 21:19 perencanaannya tidak sempurna, maka kita 21:24 sering sekali melakukan itu dengan apa 21:27 namanya? bersemangat sekali gitu ya, 21:30 tetapi kita sulit untuk memelihara agar 21:33 konsisten dengan perubahan atau 21:35 pekerjaan yang kita kerjakan itu. Nah, 21:38 kemudian begini lagi Mas K semua 21:40 pekerjaan akan membutuhkan perbaikan, 21:43 perubahan, perbaikan dan sebagainya. 21:46 Nah, perubahan-perubahan ini ya kalau 21:50 terlalu besar, banyak sekali yang 21:52 dirubah sekaligus, kita nanti ujungnya 21:55 sangat repot dan karena repot biasanya 21:59 pekerjaannya tidak sukses, tidak lancar. 22:02 Kita akan menjadi lelah, kita akan 22:06 merasa ini cara apa namanya kehilangan 22:08 motivasi dan sebagainya. Karena itu 22:11 pendengar pemirsa, jangan lakukan 22:14 perubahan besar yang berat sekaligus, 22:17 tetapi bertahap ya. Bertahap sehingga 22:21 perubahan-perubahannya tetap kita 22:22 lakukan. Pelihara konsistensinya. 22:26 Kemudian lakukan perubahan-perubahan 22:28 berikutnya. Kalau itu bisa dilakukan, 22:30 Anda adalah orang hebat. Ya, persiapkan, 22:36 lakukan perubahan. 22:39 Kemudian pelihara konsistensi. 22:41 Orang-orang sukses itu bukan karena dia 22:45 bekerja super keras, tapi dia konsisten 22:49 di dalam mengejar fokus. Konsisten 22:52 bekerja bergerak ke arah fokus yang 22:55 sudah ditetapkan 22:56 dan dia persiapkan energi yang 22:59 dibutuhkan dalam mengejar fokus itu. 23:03 Kemudian dia atur waktunya. Karena 23:06 konsep produktivitas dalam konsep Islam 23:08 ini adalah fokusnya jelas. Energi yang 23:11 diperlukan kita persiapkan dengan baik, 23:14 lengkap, cukup, dan waktunya juga 23:17 ditata. 23:18 Waktu itu kan berharga. Kalau dia lewat, 23:22 lewatlah gitu. Kita terlambat. Nah, jadi 23:24 di antaranya adalah 23:28 kelola, bikin perencanaan dengan baik 23:31 gitu. Nah, kemudian saya ingin tambahkan 23:33 Mas Krusna 23:35 ee 23:39 orang Indonesia kebanyakan nih 23:41 h 23:41 malas mencatat. 23:43 H 23:44 malas nyatat gitu. Nah, kita karena dari 23:49 tempat saya bekerja dulu itu terbiasa 23:51 harus wajib mencatat maka 23:54 kita disidia notebook buku kecil yang 23:56 bisa masuk saku. 23:58 Apa aja poin-poin hari ini kita catat. 24:00 Kalau ada kegagalan kita catat, nanti 24:03 sore kita evaluasi kembali. Nah, ini 24:07 menjadi salah satu langkah supaya kita 24:11 bisa produktif dan mempertahankan 24:14 konsistensi melaksanakan perubahan itu 24:17 dengan baik gitu, Mas. Catat. 24:19 Karena kan kita enggak bisa ingat terus. 24:23 Apalagi dengan bertambahnya usia kita, 24:26 daya ingat kita terhadap satu poin itu 24:30 akan menurun juga gitu. Karena itu 24:32 supaya enggak kelewatan, kelupaan 24:35 cat. Tapi ada yang mengcounter saya 24:38 gini, namanya juga manusia kan bersifat 24:40 lupa gitu kan, Mas. 24:42 Oke. Justru karena sering bersifat lupa, 24:45 catat, tulis, pointernya aja. He. 24:48 Bikin agenda yang masuk saku. 24:50 H. Kalau di beberapa perusahaan ya, 24:52 terutama di pertambangan itu bajunya 24:56 seperti ini, kantongnya sebelah agak 24:58 besar sedikit. Kemudian sebelah sini ada 25:00 tempat balloin. Agendanya di situ 25:04 sehingga apapun yang penting-penting dia 25:07 catat gak lupa. 25:09 Jadi tulis supaya enggak lupa. Nah, ini 25:12 bagian dari kita bisa konsisten 25:16 melaksanakan program yang mengarah ke 25:19 arah fokus pada waktu yang sudah kita 25:22 rencanakan. 25:24 Oke, selamat siang untuk Bapak eh Bapak 25:27 Ibu Nurjana binti Madio. Mendengarkan di 25:31 dari Australia sekarang pukul 2.30. 25:35 Oke, Ibu Nurjana. Kemudian nih, Pak 25:38 Safril, saya terinspirasi 25:41 tentang kisah di YouTube di mana dia 25:44 pekerja lalu dia keluar dari 25:45 pekerjaannya dan dikembali ke desa ee 25:49 dia berjualan daun, diekspor ke luar 25:51 negeri, hasilnya lebih besar. 25:54 Kalau saya ingin melakukan itu, saya 25:56 kebetulan punya tanah di desa, kira-kira 25:58 apa yang bisa saya lakukan? 26:01 Ee karena di di YouTube itu diceritakan 26:03 katanya itu hasilnya jauh lebih besar. 26:08 Bu Nurjana jangan buru-buru ya. Jangan 26:10 buru-buru Jana ini Bapak Rusdi. Bapak 26:12 Rusdi. Pak Rusdi. Bu Nurjana tadi di 26:14 Australia. Oh salam aja untuk beliau ya. 26:17 Ini dengan Pak Rusdi ya. Pak Rusti 26:19 jangan buru-buru berubah profesi. 26:23 Pelajari dulu. Enggak usah melakukan 26:27 visibility study atau studi kelayakan 26:29 yang ribet. Enggak perlu. 26:31 Kalau mau pulang kampung ya banyak 26:35 komponen termasuk batang pisang tuh, 26:36 Mas. 26:37 H 26:37 bisa diolah, bisa dijual ke luar negeri 26:39 dan sebagainya. Nah, kalau nanti waktu 26:41 Anda pulang ke desa, batang pisangnya 26:44 sudah banyak, eh pembelinya enggak 26:47 datang, gimana? 26:49 Ya. Jadi persiapkan karena dalam konsep 26:53 manajemen produktivitas ini Mas Kristina 26:56 ada yang disebut dengan 5 M + 1 M. He. 26:59 M yang pertama itu adalah money, modal 27:02 kerja ya. Yang kedua adalah man atau 27:05 sumber daya. Yang ketiga itu adalah 27:08 method atau sistem yang keempatnya itu 27:11 adalah peralatan atau machinery. 27:13 Kemudian yang kelima itu ada namanya 27:15 material atau bahan gitu ya. Tambah satu 27:17 lagi M 27:19 marketing. Nah, bahan-bahan yang banyak 27:22 bisa diolah, bisa manfaat daun pisang 27:25 dan 27:26 sebagainya itu bisa bermanfaat. Tetapi 27:30 kalau 27:33 tempat pemasarannya masih belum 27:34 definitif, 27:36 cari tahu dulu, cari sumbernya sehingga 27:39 dapat linknya. Karena bisnis ini kan 27:43 masalah supply dan demand. Ada yang 27:44 membutuhkan dan ada yang men-supply. 27:47 Kalau duadanya ketemu, jadilah bisnis 27:49 gitu kan. Nah, jadi khusus Pak Rusdi 27:53 periksa dulu. Saya bukan mengatakan 27:54 enggak bagus loh ya. Periksa cari sumber 27:58 pelemparannya nanti ke ke mau 28:00 dieksporah, mau ke manakah cari tahu 28:02 dulu. Kalau sudah jelas baru Anda bisa 28:05 memulai usaha ini. Jangan lupa pakai 5 M 28:09 dan 1 M ya. 28:12 Seperti itu, Mas Krisna. Oke, dari Bapak 28:15 Harianto, Pak ee 28:18 Pak Safri, apa perbedaan antara sibuk, 28:20 bekerja keras, dan produktif? 28:24 Oke, sibuk itu kan kaitannya dengan 28:26 gerak ya. Orang wara-wiri ke sana ke 28:29 timur, dia sibuk sekali. 28:31 Kesibukan itu karena dia harus mengejar 28:36 jadwal 28:38 yang ditentukan pada waktu tertentu. Dia 28:41 dipaksa sibuk. Ya, itu sibuk. Kemudian 28:44 yang kedua tadi adalah ee apa pertanyaan 28:48 Mas? Dan yang kedua tadi satu sibuk 28:51 bekerja keras dan produk itu keras. Oke. 28:54 Nah, bekerja keras ini 28:59 sekarang sudah banyak dirubah menjadi 29:01 namanya bekerja bukan bekerja keras lagi 29:04 keras, 29:04 tapi bekerja cerdas. 29:06 H. 29:07 Bekerja cerdas itu ternyata bagian dari 29:10 produktivitas. H 29:11 bikin perencanaan yang jelas 29:14 ya yang saya jelaskan tadi semua 29:17 komponen sudah disiapkan sehingga kita 29:20 bukan lagi bekerja keras semuanya 29:22 tertata 29:24 apa yang kita mau kerjakan, bagaimana 29:27 kita mengerjakannya, 29:28 di mana kita harus mengerjakannya 29:30 sehingga dalam manajemen disebut dengan 29:32 5 ee 4W1H 5W1H jelas apa yang kita mau 29:36 kerjakan, kapan mengerjakan, kamar harus 29:38 selesai dan sebagainya. Rekan-rekan yang 29:41 bekerja di satu perusahaan misalnya, 29:43 kalau suatu ketika atasan Anda minta 29:45 Anda mengerjakan sesuatu, Anda perlu 29:48 tanyakan kapan ini harus selesai. Dengan 29:51 itu Anda bisa bikin perencanaan ya. Nah, 29:53 kalau bekerja produktif semua sudah 29:55 tertata, 29:57 fokusnya tetap ke arah maaf action-nya, 30:01 tindakannya tetap ke arah fokus. H. 30:03 Kemudian karena kita sudah punya energi 30:06 yang cukup, semua yang diperlukan untuk 30:08 mencapai sasaran itu sudah cukup, kita 30:11 bisa ngatur waktu, Mas. 30:13 Oke, kita kapan mulai, kapan selesai, 30:16 kapan istirahat, kapan dicounter check 30:19 ulang, ya, kapan diperiksa ulang 30:23 hasilnya semua sudah ada. Itulah kerja 30:25 produktif. Nah, tentu saja Pak Haryanto 30:29 kita tidak serta-merta besok itu 30:31 langsung bisa bekerja produktif, 30:33 tapi melalui 30:35 pengkayaan pemikiran ya, 30:38 merubah pikiran kita, perubahan 30:39 paradigma berpikir, kita bisa kok dari 30:43 bekerja keras menjadi pekerja produktif. 30:45 H 30:46 ya, siapkan perencanaan, belajar dari 30:49 hal-hal yang enggak bagus. 30:51 H 30:51 termasuk kesalahan dan sebagainya gitu, 30:53 Masus. Oke, Pak Safril dari Ibu Rodia. 30:58 Saya punya warung sering orang bertanya 31:01 membeli sesuatu yang tidak ada. Saya 31:03 jawabnya tidak ada apa bilangnya sudah 31:04 habis? 31:05 Ah, ini menarik sekali. 31:07 Biasanya sering dikatakan habis gitu ya. 31:09 He. 31:09 Tetapi Bu ini namanya management 31:12 inventory sebetulnya. 31:14 Kalau Ibu tetap nah ini kita akan sampai 31:17 nanti menulis Mas Krishna. He. 31:19 Iya. Kalau ada yang minta 31:22 dia mencari koyok, 31:23 dia cari. Oke. Koyok misalnya 31:25 di warung. 31:26 Di warung ibu kebetulan tidak ada. 31:28 Heeh. 31:29 Maka ibu boleh katakan habis. 31:31 H 31:31 ya. Tapi ibu catat ada permintaan satu 31:35 koyok gitu. [tertawa] 31:36 Nah, kalau kita pergi ke toko 31:40 kita sebut aja toko-tokoh Cina 31:42 konvensional. 31:43 Tiap kali kita beli dia tulis di kertas 31:46 kecil kemudian ditusukkan ke paku. 31:48 Hmm. He. 31:49 Itulah ee apa namanya? Selling recordnya 31:53 dia. 31:53 He. Heeh. 31:54 Nah, Ibu pun kalau ada yang minta ibu 31:57 tulis. 31:58 Hm. 31:58 Ini kalau sempat ada permintaan itu dua 32:02 kali dalam sebulan, Ibu bikin stok. 32:05 Hm. 32:06 Dua kali datang orang nanya koyok, ya. 32:09 Ibu segera tambahkan ke stok barang 32:11 dagangan ibu. Ya, dengan begitu 32:14 bertambah lagi jangan biarkan pertanyaan 32:18 dari ee customer berlalu begitu saja. Bu 32:22 Rodiah catat apa yang diminta tadi, 32:25 gitu. 32:28 Oke. Ee 32:30 kan dari Ibu Wati ee mengapa banyak 32:34 orang yang memiliki rencana yang baik 32:36 tetapi sulit mewujudkannya menjadi 32:39 [berdehem] tindakan nyata? 32:41 Baik. Dengan dari siapa? Bu Wati. 32:44 Buati. 32:46 Ibu Wati. Ya, Bu Wati. 32:50 Kan kita kalau mau kerja kan bikin 32:53 perencanaan dulu, hitung-hitungan yang 32:55 jelas. Jangan terpesona dengan hanya 32:58 hasilnya wah banyak sekali gitu ya. 33:01 Hasilnya besar sekali, keuntungannya 33:03 besar sekali. Jangan terpesona dengan 33:05 itu. Bukan saya bilang jangan diikuti, 33:08 He. 33:09 Tapi buat penelitian sederhana. Kaji 33:12 dengan yang tadi kita bahas 5 M ya. Ada 33:15 modal kerjanya enggak? Cara 33:17 mengerjakannya dan seterusnya itu kalau 33:19 sudah jelas, pasarnya juga jelas, maka 33:23 Ibu tinggal mengelola bagaimana ee 33:27 kegiatan itu. Bu Wati, apa kegiatannya? 33:31 Katakanlah berdagang misalnya, ya. 33:33 berdagang itu barang-barang akan laku 33:35 pada waktunya. Nanti kapan waktu kita 33:38 cerita lebih rinci karena 33:40 sebetulnya berdagang ini menjadi satu 33:43 kegiatan yang bisa menjadi kegiatan 33:45 dakwah. Para sahabat kan dulu berdakwah 33:47 itu sekaligus berdagang ya. 33:50 Nah, jadi bagaimana supaya barang 33:53 dagangan itu atau rencana kerja itu 33:56 sukses? Bikinlah kajian sederhana. 33:58 Kajian sederhana. 34:00 Jangan lupa Bu Wati 34:03 bikin namanya mitigasi resiko. Cek 34:06 resikonya. 34:08 Ini kalau enggak laku barang rusak tidak 34:11 bisa dikembalikan. Kerugian pertama. 34:14 Apalagi tetangga 34:16 persaingan banyak buat di situ analisa 34:19 risiko. Namanya mitigasi risiko dan 34:23 bikin solusinya. Jadi jangan 34:27 melaksanakan kegiatan tanpa berhati-hati 34:31 dengan risiko yang muncul. Kaji aja yang 34:33 paling pahit pun tulis saja. 34:35 He. 34:36 Risiko yang paling pahit tetap aja 34:38 ditulis. Jangan anggap itu enggak ada. 34:41 Dan tentu saja di ujungnya adalah 34:44 senantiasa mohon pertolongan Allah. Ada 34:47 satu cerita, Mas Krisna. Suatu ketika di 34:51 apa namanya? di arah ke Bogor ya. Ada 34:53 seorang teman saya jual buku-buku 34:56 islami. 34:57 H. 34:58 Saya tanya, "Bagaimana perdagangan 34:59 Anda?" "Wah, saya untung terus tiap 35:01 hari." He. 35:02 "Wah, keren dong." Iya. Kalau ada 35:05 pembeli saya layani sepenuh hati. 35:07 Hm. saya beri dia penjelasan dan saya 35:11 usahakan kalau dia sudah datang tidak 35:13 akan pergi tanpa membeli. 35:15 Jadi tingkat kesuksesan penjualannya 35:18 menjadi sangat tinggi. Oke. Terus kalau 35:20 lagi enggak ada pembeli, 35:23 kalau enggak berzikir saya baca Quran. 35:25 Masyaallah. 35:25 Jadi ada pembeli saya untung dagangan, 35:28 enggak ada pembeli saya untung bersabar 35:31 dengan apa namanya dekat-dekat sama 35:33 Allah gitu 35:34 ya. Oke, saya kira itu semua orang bisa 35:37 buat ya, bisa lakukan. Kalau di kantor 35:40 gimana? Kalau lagi enggak ada enggak ada 35:43 kerjaan, tiba-tiba satu kantor baca 35:45 Quran misalnya gitu ya. Saya kira bisa 35:47 aja. Cuman sebetulnya tidak persis 35:49 seperti itu. 35:50 Kalau Anda sedang di kantor ada waktu 35:53 luang, lakukan evaluasi terhadap 35:56 pekerjaan yang sudah dilakukan. 35:59 Apakah lancar, apa gangguannya, dan 36:01 seterusnya. Itulah proses pembelajaran 36:04 paling bagus gitu, Mas Krishna. 36:06 Pengalaman saya 36:07 dalam mengoptimalkan produktivitas ini 36:09 di berbagai sektor, pertanian, 36:11 pertambangan, alat berat dan sebagainya. 36:14 Hanya orang-orang yang suka belajar dari 36:17 kesalahan yang dia perbuat itu yang 36:19 kualitasnya akan dengan cepat 36:22 meningkat ya. Dan biasanya karirnya juga 36:25 ngikuti, Mas. 36:26 Orang-orang kalau dia salah, dia tidak 36:29 bersembunyi di kesalahan itu. Dia 36:32 pelajari kenapa dia salah. Kalau dia 36:34 salah karena dirinya sendiri, dengan 36:37 mudah dia berkomitmen untuk memperbaiki. 36:39 Kurang ilmu dia belajar. Kalau enggak 36:41 dia minta tolong, 36:42 "Saya punya kelemahan ini, tolong bantu 36:43 saya." Orang-orang seperti inilah yang 36:45 saya lihat sukses. 36:48 Nah, jadi kita jangan biarkan kesalahan 36:51 itu berulang-ulang gitu. 36:54 Enggak ada orang, enggak ada salah. 36:56 pasti mengalami kesalahan. Ya, kemarin 37:00 dalam diskusi dengan dengan siapa? 37:03 Fatimah kan juga dikatakan, "Oh, tiap 37:05 orang melakukan kesalahan ya." 37:07 He. 37:07 Nah, oke. Tapi jangan kesalahan itu 37:10 berulang-ulang. Saya sering sebut 37:12 begini. 37:14 Kalau Anda melakukan kesalahan yang 37:16 kurang lebih sama berulang-ulang, itu 37:19 bukan hanya mistake, 37:21 itu kita sebut dengan stupid mistake 37:23 gitu loh. [tertawa] 37:25 Stupid mistake hanya dikerjakan orang 37:27 yang stupid 37:28 karena dia enggak mau belajar dari 37:30 kekurangannya. Jadi kita belajar dari 37:33 kekurangan itu. Itu sebabnya teman-teman 37:35 sekalian pemirsa pendengar biasakan 37:38 tulislah catat di Bok Kristi. Oh iya ini 37:42 gara-gara ini aku kesalahan. Nanti waktu 37:43 dievaluasi Anda paham. Oh iya karena ini 37:47 aku enggak akan melakukan model 37:48 kesalahan seperti ini lagi. Tidak 37:50 melakukan stupid mistake. Mistake is ok 37:53 kalau memang di luar perkiraan ya. Tapi 37:57 kalau sudah diperkirakan akan gagal tapi 38:00 tempuh juga ya tentu kurang bijak gitu 38:03 Mas Krisna. 38:04 Oke Pak Sapril kadangkala terjadi begini 38:07 Pak Sapril merasa sudah produktif tetapi 38:11 kenapa enggak berkembang gitu. Kenapa 38:12 itu, Pak Safr? 38:13 Oh iya merasa 38:14 merasa sudah produktif. 38:15 Aku merasa sudah kerja keras, merasa 38:17 sudah produktif, 38:19 merasa-merasa gitu ya. Padahal dalam 38:23 konsep manajemen mana pun ada yang 38:25 namanya evaluasi. 38:27 Coba kita tadi sudah singgung coba 38:30 evaluasi kinerja Anda. Nah, kalau kata 38:33 evaluasi kinerja kan orang bilang 38:37 apa namanya? 38:39 Gimana konsepnya? Ribet gitu loh. Nah, 38:42 coba gini. Kalau Anda punya catatan 38:45 kecil, oke, hari ini Anda mengerjakan 38:49 serangkaian pekerjaan katakanlah 1 2 3 38:53 mungkin empat macam. Nah, dari ini Anda 38:57 sudah punya target 38:59 yang nomor satu akan selesai seperti 39:02 ini, nomor dua akan seperti ini dan 39:03 seterusnya. Sore hari cek kembali yang 39:07 nomor satu gimana. Wah, pas persis 39:12 kerjanya terpenuhi pada waktunya dengan 39:14 kualitas yang juga pas. Ini termasuk 39:17 kalau Anda bertani, oke, satu petak 39:20 sawah ini saya cangkul nanti jam 11.00 39:23 selesai. 39:25 Oke, berarti nilainya 4. Oke, kemudian 39:28 sore saya betulkan saluran air. Lancar. 39:32 Betul. Lancar nilainya empat. Tapi ada 39:35 lagi satu, saya membuang sampah 39:37 semak-semak itu ternyata belum 39:39 terlaksana. Anda punya nilai dua. Jadi 39:43 penilaian namanya penilaian kuantitatif. 39:46 Saya enggak mau terlalu dalam, tapi 39:48 nilai harus kita tahu hasil kerja kita 39:52 itu bagus sekali. 39:54 Bagus, kurang bagus atau enggak bagus. 39:57 Supaya gampang kasih nilai, Mas. Bagus 40:01 sekali kasih nilai lima. Bagus persis 40:04 seperti yang kita harapkan kasih nilai 40:05 empat. Kalau kurang bagus tapi ya okelah 40:10 kasih tiga lah. Enggak bagus kasih dua. 40:13 Nanti dengan itu kita terbiasa fokus 40:15 pada yang dua. Kenapa? Oh iya, ini tadi 40:19 enggak sempat buang sampah itu karena 40:21 tersita waktu pekerjaan yang lain. 40:23 Berarti pekerjaan lain itu perencanaan, 40:25 penyelesaian terlalu pendek, gitu kan. 40:27 Nah, intinya adalah evaluasilah kinerja 40:30 kita ya. 40:33 Kenapa kok 40:35 tidak tercapai? Apakah karena sistem 40:39 cara kerja aku sendiri atau cara kerja 40:43 teman-temanku 40:45 atau kerja kolektif kita. Nah, kalau itu 40:49 gara-gara kita kerja bersama-sama dan 40:53 banyak teman-teman yang enggak ee enggak 40:56 perform dengan baik, ya kita bahas oke 40:58 hasilnya enggak bagus karena faktor ini, 41:00 ini, ini, itu karena ini lakukan 41:03 perbaikan begitu seterusnya. itu kita 41:06 lakukan adalah untuk setiap kali, Mas, 41:10 setiap kali evaluasi. Kalau suatu ketika 41:13 kita itu sukses banget, 41:17 bolehlah dirayakan ya. 41:19 Heem. 41:19 Oh, alhamdulillah hari ini enggak perlu 41:22 dirayakan pakai makan-makan. 41:24 Hm. 41:24 Rayakan dengan ya Allah, terima kasih 41:27 Engkau bimbing aku. Aku hari ini 41:29 produktif banget. 41:33 Karena itu aku mau bersedekah ya Allah 41:36 Rp3.000 41:38 ke anak yatim misalnya gitu ya. itu 41:41 perayaan atau selebrasi 41:44 celebration 41:46 yang lebih kerenah daripada oke 41:48 teman-teman hari ini kita sukses kita 41:50 makan-makan di sana boleh juga 41:54 tapi kalau eh teman-teman kita sukses 41:56 alhamdulillah banget ya kita kumpulin 41:59 duit yuk 2000 42:02 kita kasih anak yatim itu yang disebut 42:05 dengan membawa makna tadi kan judul kita 42:09 hari ini adalah membawa manfaat. Jadi, 42:13 apapun yang kita kerjakan bawa manfaat 42:16 gitu, Mas Krishna. Oke. Baik. Ini ada 42:18 yang nanya nomor teleponnya Pak Safril. 42:20 Silakan yang mau konsultasi barangkali 42:22 dengan Bapak Safril Lubis ini kami 42:24 bacakan nomor teleponnya. Siapkan PP 42:26 sama kertas. Bapak Safril Lubis 42:32 0816 42:36 kemudian 855 42:39 488 42:42 0816 42:44 kemudian 855 42:47 488. 42:52 Pak Spril, bagaimana cara menghadapi? 42:55 Saya punya restoran enggak jauh dari 42:57 tempat kami juga punya restoran yang 42:59 sejenis. Ini adalah saingan bagaimana 43:04 agar pelanggan tetap ke kami, tidak ke 43:08 restoran sebelah. 43:09 Oke, ini menarik sekali, Mas Kiren. 43:11 Suatu ketika ini saya betul-betul 43:14 apa namanya terpanah ya. 43:17 Ada satu restoran yang biasanya ramai 43:21 ramai. 43:22 Terus saya kira loh kok kayaknya tutup 43:23 sih? 43:25 Terus kita bilang, "Rudi kamu restoran 43:27 tutup ya?" "Enggak, kami buka kok." 43:30 Rupanya, rupanya gini, 43:32 ada sedemikian 43:35 cara yang orang bisa membuat mata 43:38 pelanggan itu. Tapi kita enggak mau 43:40 bahas topik itu, Mas Krisna, 43:42 karena kita bukan ahlinya dalam itu. 43:44 Intinya adalah 43:46 oke, kalau berdagang, kalau restoran 43:49 nih, H. 43:50 Nah, siapapun teman-teman yang yang jual 43:53 ee makanan ya, kuliner 43:55 bakso misalnya 43:56 bakso. Nah, Anda harus bikin kalau mau 44:02 sukses bikin namanya makanan opsi. 44:07 Saya kasih contoh gini deh. Ee kalau 44:10 Anda ke 44:12 ayam, jual yang ayam yang walaupun 44:14 sekarang sudah dibaikot ya, McDonald's 44:17 misalnya, apa yang Anda lihat di sana? 44:20 Ada ayam goreng, ada es krim, ada 44:24 Coca-Cola. Setiap kali Anda pesan mesti 44:27 ditawari salah satu es krim atau 44:29 Coca-Cola. 44:29 He. 44:30 Karena ayam goreng itu profitnya itu 44:33 tipis sekali, enggak sampai 20%. He. 44:36 Tapi es krimnya profitnya itu hampir 44:40 1000%. 44:41 Hmm. 44:42 Coca-Cola keuntungannya itu bisa 100% 44:46 lebih. 44:47 Nah, tapi orang enggak akan datang 44:50 tempat Anda kalau Anda enggak jual ayam. 44:52 H. [tertawa] Nah, ayam ini disebut 44:55 dengan prime produk. 44:57 Eh, 44:57 produk utama. Nah, oke. Nah, jadi 45:00 kombinasikanlah jualan tukang bakso. Dia 45:03 kan muter ke sana kemari ya misalnya ya. 45:05 Kalau tukang bakso keliling 45:07 dia kalau bawa pisang satu sisir, dua 45:09 sisir nawarin pisang lagi boleh enggak? 45:11 Itu 45:11 boleh aja. 45:12 Ada yang coba enggak? Jarang. Ya. 45:14 Unik tuh. Itu 45:15 ya. Kalau dia bawa kan oke ada yang jual 45:17 tukang pisang. Dia bilang, "Tukang 45:19 pisang coba kasih aku lima lima sisir. 45:22 Aku jalan nawarin, Bu, mau bakso 45:26 enggak?" "Enggak ah." "Eh, pisang mau 45:28 enggak, Bu?" [tertawa] 45:30 Nah, itu namanya opsi pedagang namanya. 45:33 Itu adalah dagangan suplemen yang 45:35 orientasinya profit. karena dia enggak 45:37 perlu modal, dia toh tetap jalan 45:39 keliling. Nah, kemudian ini juga 45:42 menjawab 45:43 pertanyaan dari Bapak 45:47 ee di Jelengsi ya yang kirim WA 45:51 mau bikin warung ya, mau cari tukang. 45:55 Oke, itu masalah lainlah ya. Tapi 45:57 intinya kalau Anda bikin warung pertama 46:00 survei dululah ini orang paling suka 46:03 makannya apa? 46:04 H 46:04 dan jam berapa? Ada satu satu 46:08 warung kecil Mas Krishna yang tadi kita 46:10 bahas. Dia jual lontong Medan. Wah saya 46:12 favorit sekali. Suka sekali itu Mas 46:14 Krina lontong Medan. 46:15 Dan itu kalau kita datang ke sana jam 46:17 12. Jam . sudah habis dia udah udah 46:20 packing bersih-bersih lah gitu ya. 46:22 Artinya makanan itu berkualitas dan 46:26 sudah punya pelanggan tetap. Nah, bagi 46:28 Anda yang baru memulai 46:31 pastikan apa yang akan Anda jual. Warung 46:34 apapun yang Anda jual itu sesuai dengan 46:38 minat orang banyak. 46:41 Di Singapura itu ada yang jual laksa ya 46:43 di bandara. 46:44 Di bandara itu 46:45 bandara internasional itu tiap kali 46:46 orang baru keluar sebelum keluar bandara 46:48 makan laksa dulu 46:50 ya. Dan harganya kan enggak murah, Mas. 46:53 Bisa enggak kita jual laksa di luar? 46:55 Bisa. Bisa enggak yang kualitasnya 46:57 seperti yang di bandara? Bisa kita 47:00 belajar. tetapi carilah tempat 47:04 dan sebagainya. Nah, kalau bersaing 47:06 kalau makanan itu sama enaknya, apa yang 47:09 akan bedakan, Mas? Pelayanan. 47:11 H 47:11 pelayanan itu adalah kepedulian. 47:15 Ya, di film-film di media sosial kan 47:17 kita lihat bagaimana satu orang yang 47:18 melayani dengan baik 47:20 yang dilayan ini ternyata pemilik 47:22 restoran yang tadinya dia sampai dipecat 47:24 oleh bosnya akhirnya di macam-macam 47:26 cerita. 47:27 intinya ya intinya adalah 47:31 layani customer itu dengan sepenuh hati. 47:34 Seperti tadi teman saya yang jual 47:36 buku-buku agama Islam. Kalau ada 47:38 customer saya layani sepenuh hati, saya 47:40 berbahagia dia datang refleksikan. Tentu 47:43 kalau kita betul-betul berbahagia 47:46 di muka kita aja akan terlihat bahwa 47:49 kita senang dia datang ya layani dengan 47:53 pelayanan ini. 47:55 Anda punya credit point, punya 47:57 kelebihan. Terus saya bertanya, "Kalau 47:59 pelayanan dia juga diperbaiki gimana?" 48:01 Oke, bersaing. 48:04 Kualitas sama, harga sama, pelayanan 48:07 sama, Anda minta sama Allah 48:10 H 48:10 rezeki yang berkah ya. atau Anda 48:13 tambahkan lagi produk tambahan seperti 48:15 tadi. 48:17 Nah, jadi intinya adalah kalau mau 48:20 bersaing bagus saja 48:22 ee pertimbangkan harus ada kelebihan 48:26 namanya Mas ya. Dan ini e karena ini 48:30 lebih kepada marketing mungkin enggak 48:31 banyak yang kita bicarakan. Tapi konteks 48:34 productivity adalah fokus Anda jelas. 48:39 Kalau Anda jual makanan fokusnya jelas. 48:42 Anda jual makanan apa dan Anda siapkan 48:46 energi untuk mencapainya. Apa itu 48:48 energi? Tukang makan, meja yang bagus, 48:51 pelayanan yang bagus dan seterusnya. 48:52 Kemudian waktu kalau orang banyak cari 48:55 makanan Anda jam 0.30 pagi, Anda jam .00 48:58 harus sudah buka gitu. H 48:59 ya. Jadi dengan begitu 49:03 sinkronisasi 49:05 dan sinergi dari fokus yang jelas, 49:08 energi yang cukup, waktu yang sudah 49:11 tertata akan menghasilkan produktivitas. 49:14 Kamera seperti itu. 49:15 Oke, masih ada waktu, 49:18 masih ada waktu. 49:20 Oh, sudah habis. 49:21 Oke. Baik. Oke. Ee jadi 49:25 produktivitas bukan tentang memaksakan 49:28 diri melakukan sebanyak mungkin 49:30 pekerjaan. Produktivitas adalah 49:32 menggunakan waktu, energi, kemampuan dan 49:35 kesempatan yang Allah berikan untuk 49:37 menghasilkan amal dan manfaat sebaik 49:39 mungkin untuk mencapai fokus yang 49:42 didasarkan pada mencari rida Allah. 49:45 Safir, terima kasih. Ada yang lagi mau 49:47 sampaikan 49:47 sebagai penutup para pemirsa dan 49:50 pendengar. Kalau Anda dagang, kalau Anda 49:54 bekerja di perusahaan, kalau Anda 49:56 bekerja sebagai petani, jangan lupa dari 50:00 setiap hasil yang Anda peroleh, 50:02 keluarkanlah sedekah. 50:04 Hm. Jangan lupa itu 50:05 ya. Sedekah dijamin insyaallah akan 50:09 berkah. Sebagai penutup itu aja, Mas. 50:11 Nanti kalau kita ketemu lagi, kita akan 50:13 ambil contoh misalnya perusahaan yang 50:15 sudah hampir bangkrut, gimana supaya 50:17 bangkit? 50:18 Oke. Baik, baik. Oke, jangan lupa ini 50:20 acara wirausaha muslim setiap ee Kamis 50:23 keempat setiap bulannya. Nomor telepon 50:25 Pak Sapril 0816 50:28 kemudian 855 50:32 488 081685488. 50:37 Terima kasih Pak Safril. Saya Muhammad 50:40 Krishna. Kemudian Siti dan 50:44 juga eh Algi Farurji. Mohon pamin. 50:48 Wabillahi taufik walhidayah. 50:49 Wasalamualaikum warahmatullahi 50:50 wabarakatuh. 50:51 Waalaikumsalam.