Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
1:04 [musik] 1:09 [musik] 1:16 [musik] 1:22 Assalamualaikum warahmatullahi 1:24 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 1:25 rahimakumullah. 1:27 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 1:29 bersama-sama kembali di acara Ruang 1:31 Kesehatan 1:33 yang mudah-mudahan mempersuasi kita, 1:35 memotivasi kita untuk bisa melangkah 1:38 lebih mantap ya. Sehat lahir dan batin. 1:42 Semua sehat kan hari ini juga? 1:44 Alhamdulillah. 1:45 Tidak lupa tentu saja salam selawat kita 1:48 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 1:51 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 1:53 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 1:56 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:58 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 2:01 Ikhwan akhwat, 2:03 apakah 2:04 kita memang harus siap untuk mencegah 2:07 apapun sebelum terjadi? Kayaknya setuju 2:10 ya. Seperti halnya topik bahasan kita 2:12 kali ini 2:14 dengan menghadirkan Dokter Fusi Novana, 2:17 SPPK. 2:18 Beliau adalah alumnus kedokteran 2:21 Trisakti dengan spesialis dari 2:24 Universitas Indonesia. 2:26 Topik persisnya adalah bagaimana 2:28 mencegah itu ternyata lebih baik 2:31 daripada mengobati. Dan tentunya di 2:34 dalam perspektif Islam dan kedokteran. 2:38 Beliau sudah ada di ujung sana. Kita 2:40 sapa beliau. Assalamualaikum 2:42 warahmatullahi wabarakatuh. 2:44 Assalamualaikum warahmatullahi 2:46 wabarakatuh. 2:47 Sehat ya, Dok ya. Alhamdulillah. 2:50 Alhamdulillah. 2:52 Jadi, 2:53 kalau memang mencegah lebih baik, tapi 2:55 kan mesti tahu juga yang dicegah apa. 2:59 Nah, bahasan kali ini tentu akan 3:00 mempersuasi ikhwan akhwat yang 3:03 mendengarkan Radio Silaturahim 3:06 untuk siap tanpa perlu harus 3:09 menderita sesuatu karena 3:11 kita kurang cermat mencegahnya. Oke, 3:13 Dok, silakan. 3:16 Assalamualaikum warahmatullahi 3:17 para pendengar Radio 3:19 Ras Sil untuk melihat kesehatan sesuatu 3:21 yang perlu dirawat sejak sebelum 3:24 munculnya keluhan. 3:25 Setuju ya. 3:26 Dan karena ini dalam perspektif Islam 3:29 ya, 3:30 eee 3:31 merawat tubuh kita maknai sebagai bentuk 3:33 syukur dan menjaga amanah dari Allah. 3:36 Dan di dalam kedokteran kita 3:38 melakukannya 3:39 eee melalui kebiasaan-kebiasaan sehat, 3:42 lifestyle-nya kita 3:44 sebagai upaya untuk pencegahan penyakit 3:47 dan bisa untuk deteksi dini 3:51 ini kalau ada sinyal-sinyal di dalam 3:53 tubuh kita dan pengobatan yang tepat 3:56 bisa kita perlukan jadi ungkapan 3:59 mencegah lebih baik daripada mengobati 4:01 merupakan prinsip umum karena orang 4:03 enggak suka nunggu di rumah sakit ya 4:06 jadi kita menyebutnya 4:09 apa mencegah lebih baik daripada 4:11 mengobati 4:12 dan itulah yang kalau di hadis mungkin 4:16 kita semangat menjaga kesehatan memiliki 4:18 kaitannya dengan 4:20 ajaran Islam tentang keseimbangan tidak 4:22 berlebihan 4:24 dan memenuhi hak tubuh ya kalau ada yang 4:27 mau ditanya-tanya 4:28 silakan bagi saya mencegah itu memang 4:31 lebih baik daripada mengobati 4:35 begitu 4:36 jadi yang dicegah 4:38 terkait dengan 4:41 usia nih kalau misalnya yang sedang 4:43 menikmati mendengar menyimak acara ini 4:46 sudah 4:47 dianggap 4:49 dewasa matang 4:52 banyak makan kan asyik kalau misalnya 4:55 ini juga harus dicegah biar tetap sehat 4:59 caranya gimana Dok kan 5:01 bagi kami-kami ini 5:04 makan enak itu sayang deh kalau 5:06 dilewatin 5:08 gimana Dok soal makan nih ya 5:10 iya 5:11 makan ya jadi kalau ke pasien-pasien 5:13 saya yang memang sudah bergejala 5:17 ah darah tinggi kolesterol gula 5:21 atau penyakit lain yang akibat makanan 5:23 enak gitu loh ya 5:25 karena 5:26 makanan yang sangat berlebihan itu akan 5:30 menyebabkan sakit biasanya aku bilang ke 5:33 ke pasien itu bilang 5:35 makanan tuh yang enak cuman di daerah 5:37 mulut pada saat sudah ditelan 5:40 ehem 5:41 itu sudah enggak kelihatan lagi rasa 5:43 enaknya 5:45 rasa manis itu adanya di lidah, dikecap. 5:48 Jadi pada saat ditelan, itulah hak kita 5:51 kepada tubuh kita. 5:54 Apakah kita zalim apa enggak? Kalau 5:56 misalnya kita sudah ada sinyal darah 5:58 tinggi, kolesterol, asam urat, gula dan 6:01 lain sebagainya. Maka apakah kita mau 6:03 merusak tubuh kita? Mobil kita dirusakin 6:06 gitu loh ya. He eh, nah itu rela enggak 6:08 gitu karena eh nikmatnya, enaknya sudah 6:11 di sini dan waktu muda kan sudah 6:13 ngerasain enaknya itu makanan duren. 6:16 Makanan 6:18 pedas lambungnya ya, bakso yang pedas 6:21 ada cuka gitu ya. Kan sudah itu waktu di 6:26 nikmati saat sekolah remaja dan kita 6:28 sudah tahu masih ingat rasanya ya dan 6:31 kadang 6:32 butuh eh penekan rasa nafsu makan, 6:36 keinginan bukan untuk dia tapi untuk 6:38 supaya 6:39 tidak makan-makan yang dulu disukai yang 6:41 enggak enak di tubuh kita gitu. 6:44 Jadi kalau enaknya cuma di lidah, jangan 6:47 ditelan gitu. 6:48 [tertawa] 6:50 Iya, ada yang orang itu eh cuma 6:53 ngerasain enaknya tapi jangan ditelan 6:54 langsung di lepehin. Ada kan gitu ya. 6:57 Kan dosa buang makanan. 6:59 [tertawa] 7:01 Kan dosa juga kalau bikin orang sakit. 7:04 berarti jangan pilih yang enak di lidah 7:06 juga ya. 7:08 Iya. 7:09 Ini kebetulan he eh kebetulan ada yang 7:12 tanya nih Dok, umurku sudah 50 lebih nih 7:15 Mbak Nuning. Kata orang lansia itu 7:19 kebanyakan di 7:21 temenin sama yang disebut demensia ya. 7:25 Untuk mencegah agar enggak terjadi ini, 7:28 apa dong yang harus kita lakukan? Terima 7:30 kasih ya Dok. Oke. 7:33 Terima kasih atas jawabannya, eh atas 7:35 pertanyaannya. Jadi pada saat orang 7:38 sudah eh usia 50 tahun ke atas dan sudah 7:42 demensia itu berarti sangat 7:46 sangat disayangkan banget ya karena eh 7:50 otak kita tuh paling banyak tuh 7:51 diselimuti oleh lemak yang omega 3 7:54 ya pada saat eh omega 3 di dalam otak 7:58 kita itu eh dia kan 8:01 paling banyak yang konsumsi oksigen tuh 8:04 di eh otak kita konsumsinya paling 8:07 banyak 8:08 oksigen di otak ya jadi pada saat eh 8:11 diselimuti oleh lemak-lemak yang enggak 8:13 baik seperti trigliserid, LDL ya itu 8:18 itu yang membuat aliran asupan suplai 8:21 oksigen ke otak itu menurun ya akibatnya 8:24 kalau misalnya enggak sakit ya enggak 8:25 stroke itu ya demensia itu demensia itu 8:28 gangguan kayak neurotransmitter gitu 8:31 itu disebabkan karena kurangnya omega 3 8:34 jadi bagi rekan-rekan eh Radio Rasya 8:37 yang eh apa yang belum 8:40 eh mengalami demensia atau ingin 8:43 menjaga kesehatan otak maka 8:47 berolahragalah 8:48 ya olahraga 8:50 olahraga itu langsung eh oksigennya 8:52 langsung sampai ke otak dan setelah itu 8:55 jangan makan gorengan kalau habis 8:57 olahraga kan enaknya wah bawa nih wah 9:00 bakso yang banyak gajihnya ya gitu loh 9:03 ya nah itu eh harus eh tetap makanan 9:06 sehat seperti makan rebusan telur kalau 9:09 bisa telurnya omega 3 kalau enggak omega 9:12 telur rebusannya biasa enggak omega 3 ya 9:14 kita minum suplemen 9:16 suplementasi omega 3 karena eh omega 3 9:20 itu tidak dibentuk 9:23 oleh tubuh tidak seperti asam urat, 9:25 kolesterol itu ada yang memproduksi 9:28 sendiri di tubuh lemak-lemak yang baik 9:30 itu di diproduksi oleh tubuh kayak HDL 9:33 tapi lemak yang omega 3 yang dibutuhkan 9:36 paling banyak di otak itu tidak 9:38 diproduksi oleh tubuh harus lewat asupan 9:40 dari luar dari makanan 9:43 atau dari suplemen gitu 9:45 begitu ya aduh jangan dong 50-an sudah 9:49 mulai pikun-pikun demensia apalagi kalau 9:52 pikunnya utangnya sendiri wah jangan 9:54 kalau utang 9:56 [tertawa] 9:56 iya iya 9:57 ingat utang sendiri enggak ingat lupa 9:58 demensia gitu ya 10:00 enggak disiapin buat bayar deh 10:02 oke ngomong-ngomong tadi soal omega 3 10:05 tadi yang paling sederhana untuk bisa di 10:08 jadikan asupan kita yang gampang banget 10:11 didapat menurut dokter mungkin bisa 10:14 kasih gambaran gitu 10:17 eee 10:18 eee apa sumber ya sumber omega 3 10:22 sumber omega 3 tuh ikan ya 10:26 ikan-ikan itu sumber omega 10:29 terutama ikan kembungnya jadi eee dulu 10:32 kan salmon ya dulu 10:34 kenapa salmon mahal karena salmon itu 10:36 omega 3-nya gede tapi ternyata salmon di 10:37 Indonesia itu salmon di Antartika itu 10:40 sudah enggak enggak ada yang bagus 10:41 karena dia sudah 10:42 beku encer beku encer beku encer 10:44 sehingga enggak enggak bagus ya malah 10:47 kalau di Indonesia yang bagus itu 10:49 kembung mudah-mudahan pasar ikan enggak 10:51 dengar siaran radio 10:53 soalnya kalau dengar nanti ikan kembung 10:55 yang tadinya lebih murah dari ikan nila 10:57 akan jadi lebih mahal dari ikan nila 10:59 gitu ya terus 11:02 apa 11:03 biji-bijian 11:04 he em 11:05 dan biji-bijian 11:07 eee itu juga banyak mengandung omega 3 11:11 teri tapi terinya tuh kalau bisa jangan 11:14 jangan yang asin 11:15 eee itu ya teri 11:17 he em gitu ya 11:19 sarden sih sebenarnya bisa cuman sarden 11:21 tapi pada saat sarden yang sudah di ada 11:24 yang sarden itu kan ada yang dibungkus 11:26 sama olive oil ada yang 11:29 tomat apa-apa gitu ya tapi kita milihnya 11:32 sarden itu 11:34 dimasak lagi, jadinya overcook, dikasih 11:37 minyak lagi. 11:39 Dih, dikasih apa, digoreng, akhirnya 11:41 eh omega 3-nya itu kurang ya. Eh kayak 11:44 biji apa, banyaklah kenari, 11:47 kedele, itu sumber-sumber omega 3 alami 11:49 yang bisa kita 11:51 eh dapatkan ya. 11:53 Gitu. 11:55 Baik, em sekali lagi ikhwan akhwat, 11:58 boleh kirim lewat WA 12:00 apapun yang ingin ditanyakan terkait 12:03 dengan bagaimana 12:05 kalau kita bisa mencegah penyakit, 12:07 kenapa enggak kita lakukan ya. Nah, ini 12:09 dari Pak Budi. 12:11 Banget. 12:12 Terkait dengan berita stroke itu di 12:14 mana-mana, sampai seluruh teman-teman 12:17 yang 12:19 ada di lingkaran kami itu kena. Yang 12:21 parah kemarin 12:23 ada teman, dia adalah sosok 12:26 eh pembicara, 12:28 stroke-nya yang kena lidahnya nih, Dok. 12:31 Jadi, dia kalau ngomong cadel. Waduh, 12:34 padahal dia kan mestinya bicara. Ah, 12:37 pelo kalau orang kita bilang. Bagaimana 12:39 mencegah agar itu tidak terjadi pada 12:41 kita, Dok? 12:44 Ya, kalau mencegah itu tergantung bentuk 12:47 sumbatannya ya. Jadi, ada eh tergantung 12:51 sumbatannya. Pada saat dia di daerah 12:54 frontal, em 12:56 dia daerah area berpikir sama agak pelo. 13:00 Tapi, kalau misalnya di daerah temporal, 13:02 ya atau orbita, 13:04 saudara saya tuh langsung buta. 13:06 Oh oh. 13:06 Pada saat stroke. Jadi, bu karena tahu 13:08 butanya itu tidak bisa melihatnya itu 13:10 karena sumbatan atau perdarahan di situ, 13:13 maka atasi sumbatan dan perdarahannya 13:16 itu. Kalau sudah terkena ya. Tapi, kalau 13:18 sumbatan itu ya, yang saya tahu dari 13:23 eh nutrisi dari tingkat nutrisi, itu 13:27 banyakin eh tomat. 13:29 Tomat itu untuk mencegah eh sumbatan. 13:33 Ya. Makan aja tomat yang banyak, ya. 13:35 Terus begitu kalau udah mulai pelo maka 13:38 eh olahraga lidah. Jadi sakit itu harus 13:41 dilawan. Harus dilatih selama 13:44 selama kita melihat sumbatannya 13:46 itu masih ada, kita langsung olahraga 13:50 tangan kakinya apa terus lidahnya di 13:54 agak ditarik digerakin, ya, dilatih. 13:57 E e e e e e a i u e o a i u e o kayak 14:01 seperti itu, ya. Terus di eh apa 14:04 digerak-gerakin kanan kiri kanan kiri 14:06 kayak gitu, ya, terus sambil makan 14:08 makanan-makanan yang eh mencegah 14:10 sumbatan. 14:12 Eh 14:13 antara lain tomat. 14:15 Ya. 14:16 Seperti itu. 14:18 Jadi senam lidah penting banget untuk 14:21 Iya. 14:22 melancarkan pelonya tadi, ya. 14:24 [tertawa] 14:25 Iya. 14:26 Ya. 14:27 Eh dan tentunya eh karena stroke itu 14:29 disebabkan bisa 14:32 karena eh pencetusnya darah tinggi, maka 14:35 darah tingginya harus dikontrol. Eh apa 14:38 garamnya juga dikurangin kayak gitu, ya. 14:41 Jadi supaya mempercepat eh penyembuhan 14:43 pada saat kita exercise lidah. 14:45 Kayak gitu. 14:47 Jadi menurut dokter gangguan stroke yang 14:51 pada lidah itu bisa diatasi dengan senam 14:55 lidah, ya, senam 14:57 kemudian dijaga. 14:59 Makanan nutrisi jangan sampai kosong 15:01 Makanan nutrisi. 15:04 Ini ada yang nanya lucu banget. Kalau 15:06 senam lidah bisa dilakukan oleh perokok 15:08 enggak biar enggak kena [tertawa] 15:10 Siapa yang ngerokok nih, ayo. Gimana, 15:13 Dok? 15:13 Nah, ngerokok itu juga eh faktor 15:17 pencetus, ya, untuk stroke, ya. Jadi 15:20 udahlah kalau lagi stroke, ya, jangan 15:22 eh merokok. Tapi suka susah ya. Kakak 15:25 saya stroke. 15:26 Dia sampai kan sudah adiktif. 15:30 Sudah adiktif, sudah enggak sudah susah 15:31 ya. Tapi ya gitulah. 15:34 He eh. 15:35 Jadi, kadar eh tensi dijaga, kadar 15:40 apalagi tadi? 15:42 Eh kalau selain tekanan darah, itu gula 15:44 bisa juga kah kalau 15:46 Kolesterol juga. Jadi, kita harus tahu 15:48 pencetus-pencetus kolesterol eh gula eh 15:51 stroke itu kenapa. Jadi, orang yang 15:53 diabetes, tekanan darah tinggi, 15:56 kolesterol, 15:57 dia cenderung akan mengalami sumbatan. 16:01 Karena aliran darah ke seluruh jaringan 16:05 itu berkurang, ya. 16:07 Jadi, eh gula darahnya terkontrol, 16:09 tekanan darahnya terkontrol, 16:11 kolesterolnya normal, 16:14 itu akan cepat sembuh yang namanya eh 16:19 apa eh keluhan yang tadi, ya. Makanannya 16:23 harus dijaga juga, latihan, pokoknya 16:25 exercise dah. 16:26 Eh latihan otot pada saat 16:28 lemah kan kalau orang stroke itu lemah, 16:30 lidahnya lemah, kakinya lemah. Ya sudah 16:33 digerakin sebisa mungkin. Jangan enggak 16:36 enggak mau enggak mau karena 16:38 karena pada saat stroke itu yang sudah 16:40 keganggu itu mentalnya. 16:43 Dia gampang emosional. Pada saat teman 16:45 yang besuk pada bilang mengatakan, 16:48 "Aduh, 16:50 kok 16:51 eh Ibu Fusi sekarang dulu kan lincah ya? 16:54 Wah, itu rasanya kayak 16:56 menghantam. Jadi, yang kena tuh memang 16:58 mentalnya juga, ya. Kita mungkin sehat 17:00 bisa ngomong seperti itu. Tapi orang 17:02 yang sudah kena stroke, dia juga kena 17:04 mentalnya, ya. 17:06 Karena eh stroke itu adalah 17:09 penyakit yang membuat kita kayak 17:12 merancaca, 17:13 ya. 17:14 Menjadi eh susah beraktivitas, makanya 17:18 eh kenapa eh itu harus dicegah, apalagi 17:22 kalau kita punya 17:23 turunan-turunan-turunan 17:25 ya, so kakak-kakak beradik ada stroke, 17:29 ibu bapaknya stroke, uwa-uwa tante 17:32 stroke, wah itu harus dijaga. 17:35 Jadi ada juga keturunan ya, kalau 17:37 misalnya di atas eyang atau ayah ibu 17:40 kena, kemungkinan besar kita kena juga 17:42 ada. 17:45 Iya, ada genetiknya ya. 17:46 Iya, genetiknya. 17:48 meskipun enggak dibilangin penyakit 17:50 keturunan seperti diabetes atau penyakit 17:52 darah lainnya, tapi ternyata ada hal-hal 17:56 yang kedokteran belum meneliti, 17:59 dianggapnya masih riwayat penyakit 18:01 keluarga itu sangat berperan dalam 18:04 potensi terjadinya penyakit stroke 18:06 tersebut. 18:08 Oke. 18:10 Baik, ini kemudian dari oh tidak ada 18:12 namanya, 0811 sekian. 18:15 Mbak Nuning, kalau stres itu termasuk 18:18 bisa dicegah enggak sih? Bukan dengan 18:20 makanan atau dengan eh obat ya, tapi itu 18:23 kan yang kita bimbangkan. 18:25 Bagaimana Dok untuk mencegah agar kita 18:28 bisa terhindar dari stres? Terima kasih. 18:32 Ah, iya. Stres itu kan karena kita ada 18:36 harapan 18:38 dan 18:40 keinginan, harapan keinginan dan eh 18:43 kenyataannya itu enggak sesuai, jadi ada 18:46 kayak seperti gap gitu loh ya. 18:48 Jadi dan kita berusaha 18:51 ah untuk itu, jadi memaksakan ya. 18:53 Padahal stres itu bisa kita kelola, 18:55 namanya manajemen stres. Ya, kita fokus 18:58 aja apa yang bisa kita kontrol. 19:00 Kita jangan fokus kepada apa yang tidak 19:02 bisa kontrol ya. Eh yang harus 19:04 mengharuskan aku harus 19:06 [tertawa] 19:06 eh kerja selesai ini sekarang ya, 19:08 padahal lagi lagi pandemi, lagi banyak 19:12 virus atau lagi hujan banjir atau lagi 19:15 badai ya, lagi gempa ya 19:18 ada tuh film ya yang mengatakan saya 19:20 harus menyelesaikan tugas 19:23 saya itu daerah yang lagi ba, lagi ada 19:25 gempa ya, saya harus ada itu yang bikin 19:27 stres ya terus target-target kerjaan, 19:31 anak yang anak harus diatur ya 19:34 kalau lagi kerja bisnis ini harus 19:36 menghasilkan uang sekian karena 19:38 kebutuhannya sekian 19:39 padahal effort kita kerja itu enggak 19:43 sama ya, jadi kita fokuskan kepada 19:46 masalah 19:47 dengan 19:49 dengan effort 19:52 itu ee 19:54 harus dilihat apa yang kita bisa kontrol 19:56 dan apa yang kita kita tidak bisa 19:57 kontrol yang kita bisa kontrol itu ee 20:02 kita lakukan ya, tap 20:05 tapi yang terpenting adalah 20:07 yang memberikan masalah itu Allah, yang 20:09 menyelesai, tidak menyelesaikan yang 20:11 menyelesaikan masalah itu juga Allah ya, 20:13 ya jadi bertawakal ilaihi taala ya, 20:15 rilisnya ke situ di sinilah kita penting 20:18 ee bahwa kita bergantungnya sama Allah 20:19 bukan sama yang lain, itu termasuk 20:21 manajemen stres yang bisa merilis ya 20:24 bahwa enggak semua kemampuan kita itu ee 20:28 bisa mela, me, menyelesaikan 20:30 permasalahan ya, stres itu karena kita 20:33 ada masalah 20:34 seperti itu ya 20:36 jadi ikhwan akhwat kita harus kontrol 20:40 harapan kita, jangan terlalu tinggi gitu 20:42 ya dan target juga harus kita atur 20:45 sedemikian rupa 20:47 dan kalau tadi dokter bilang apa yang 20:51 kita 20:52 terima itu dari Allah dan Allah juga 20:54 penyembuhnya, tetapi tetap saja bahwa 20:57 kita yang harus menjaga gaya hidup kita, 21:01 pikiran kita dan sebagainya 21:03 [terkesiap] 21:04 betul 21:04 em 21:05 Kayak kalau kalau apa, maaf 21:07 he 21:07 kalau kita ada masalah nih ya 21:09 teman-teman Radio Rasio ya. 21:12 Itu misalnya kita ujian nih sekolah 21:14 zaman sekolah ya atau zaman kuliah. 21:16 Itu perasaan kita sudah belajar banget. 21:19 Pas hari ujian kita merasa enggak bisa, 21:21 belum semua nih kita kuasai pelajaran. 21:24 Dan rasanya pada saat ngelihat 21:26 tesnya kayaknya kita mau kabur 21:29 gitu loh ya. 21:31 Dan akhirnya karena kita menahan untuk 21:33 tidak kabur keluar dari masalah, kita 21:36 jalanin aja itu. Apapun hasilnya kita 21:38 selesaikan aja. 21:39 Toh akhirnya sebenarnya hidup kita 21:41 sampai usia sekarang kita sudah melewati 21:44 beberapa macam ujian yang kita tuh mau 21:46 lari ya 21:48 dan kita stres banget [tertawa] ternyata 21:49 selesai juga. Yang nyelesaiin siapa? Ya 21:52 Allah gitu loh. Dengan penuh rasa kasih 21:55 sayangnya, rahmatnya, yang memberi 21:57 keterangan ke hati kita ya. Sehingga 22:00 kita yang bisa menutupi kelemahan kita, 22:02 yang kita bisa 22:04 lupa kekurangan kita ya. 22:06 Itulah kebesaran Allah yang aku bilang 22:09 Allah itu Maha Adil. Dan Allah itu ada 22:11 dan dekat 22:13 sekali dekat kita. 22:15 Merasa dekat dengan Allah luar biasa 22:18 sekali dan itu selalu kita upayakan ya 22:20 Ikhwan Akhwat. Dok, ini ada yang nanya 22:22 ada enggak sih vitamin untuk stres Ibu 22:24 Tika? 22:26 Vitamin untuk stres ya? 22:28 Ada, ada namanya eh ya hormon 22:32 eh kalau kita deteksi karena saya 22:34 laboratorium ya saya saya laboratorium 22:36 eh pada saat orang stres itu kortisolnya 22:38 tinggi. Jadi eh hormon eh apa? Obatnya 22:41 obat kortisol gitu loh. Cari aja obat 22:43 kortisol untuk menurunkan hormon stres 22:46 ya. Itu ada. 22:48 Tinggal beli di apotek. 22:50 Iya, kadang untuk stres itu kalau orang 22:52 kedokteran jiwa itu dikasih penenang 22:55 amitriptyline, penenang. Penenang itu 22:57 efeknya tidur. Tidur itu akhirnya kita 23:00 rileks, lupa segala macamnya. Tapi 23:03 sebenarnya dengan kita berolahraga 23:06 ya, ee pada saat kita stres itu ee 23:09 pembuluh darah itu mengecil. 23:11 Vasokonstriksi. Ee suplai oksigen ke 23:13 otak makin kecil. Itu bikin tambah 23:16 stres. Kita jadi kayak blank. 23:20 Pikiran jernihnya jadi enggak ada. Jadi 23:23 cara terbaik kalau kita tidak mau minum 23:25 obat ya untuk ngilangin stres kita 23:27 olahraga. Hobinya apa? 23:30 Masuk ke hobi. Hobinya karaoke? Karaoke 23:32 ya? Hobinya naik gunung naik gunung. 23:34 Seperti itu ya. 23:35 Ee jadi ee dengan ngerilis gitu ee kita 23:39 ngilangin stres. Tapi kalau enggak bisa 23:40 terlalu parah, kita cek laboratorium 23:42 memang hormon kortisolnya tinggi, kita 23:44 kasih obat penurun 23:46 hormon kortisolnya supaya agar lebih 23:47 rileks. Kalau ada gangguan kejiwaan baru 23:51 dikasih obat ee penurun 23:54 penurun antidepresan trisiklik biasanya. 23:58 Seperti itu. 23:59 Iya, jadi ikhwan akhwat pilih apa yang 24:03 kita suka, kita lakukan tentu sesuai 24:05 dengan kesempatan yang kita miliki itu 24:09 akan membuang stres. Tapi Dok kalau 24:11 sukanya belanja tambah stres dong kan 24:13 dompetnya jadi habis. 24:15 [tertawa] 24:18 Iya. 24:19 Kalau itu satu aja yang dipilih. 24:22 Misalnya kalau belanja nih saya juga 24:23 suka stres Bu sama. 24:25 Terus belanja juga? 24:27 Suka belanja hobinya. Jadi kalau 24:28 misalnya itu belanjanya yang aku suka 24:30 aja ya udah supaya ngirit misalnya makan 24:32 aja deh. Belanjanya apa? Window shopping 24:35 aja ya sesuai budget ya in this economy 24:39 gitu loh ya. Jadi jangan sampai 24:43 gitu. 24:44 Jadi Dok kalau misalnya kita suka mmm 24:48 belanja diatasi dengan cuman lihat-lihat 24:51 aja di toko gitu bisa teratasi juga ya? 24:55 [tertawa] 24:55 Bisa bisa ya. Kita nyoba-nyobain. 24:58 Tapi enggak usah dibeli gitu, ya. 25:00 Enggak beli. Oh, makasih, ya, ininya. 25:03 Untuk menyenangkan hati aja, ya. 25:04 Hormonnya [berdehem] jadi keluar. 25:07 Oke. Jadi, Ikhwan Akhwat, obrolan kita, 25:11 bahasan kita kali ini terkait dengan 25:14 bagaimana ternyata mencegah jauh lebih 25:17 baik dibandingkan mengobati dari 25:19 perspektif Islam dan juga kedokteran 25:22 bersama Dokter Fusi Novana, spesialis 25:26 eee 25:28 patologi, ya. 25:29 Patologi klinik dan yang sudah dibahas 25:32 tadi setidaknya sudah menyentil kita. 25:35 Kita jeda sejenak untuk nanti kembali 25:37 lagi ke ruang dengar Anda dengan topik 25:40 bahasan yang mudah-mudahan semakin 25:43 mencerahkan kita. Please, deh. Mencegah 25:45 itu lebih baik, ya. Oke, kita dengarkan 25:48 dulu sajian berikut. 30:29 [musik] 30:32 [lonceng] 30:34 [musik] 30:41 [musik] 30:44 Oh. 30:45 Terima kasih masih bersama Ras untuk 30:48 Islam yang satu di acara ruang kesehatan 30:53 yang menghadirkan dokter Husin Novana 30:56 spesialis 30:58 eh patologi klinik yang 31:01 mudah-mudahan 31:02 bahasannya mempersuasi kita semua. Dok 31:05 eh kita lanjut kembali 31:08 ini terkait dengan kalau sakitnya takdir 31:12 Dok, gimana dong kita 31:14 yang harus kita pikirkan dan kita 31:16 lakukan mungkin ada gambaran tertentu 31:19 silakan. 31:21 Oke, eh makasih pertanyaannya ya. Dok 31:24 ini sakit tapi kita tahu nih karena kita 31:26 mukmin Islam yang taat ini sudah takdir 31:29 nih sudahlah enggak apa-apa enggak usah 31:30 dicegah kalau memang sakit ya, eh ya 31:33 sakit aja ya. Jadi eh kalau jawaban saya 31:36 nih ya para pendengar Radio Ras 31:41 kita menjalankan ikhtiar kita sesuai 31:43 kemampuan ikhtiar kita itu ada nilai 31:45 ibadahnya ada nilai kebaikannya ya. Jadi 31:49 eh kita kan juga enggak tahu itu takdir 31:51 apa enggak kan. Nah, mendingan kita 31:54 menja 31:56 lankan eh bagian dari diri kita ya yaitu 32:00 dengan ikhtiar. Kalau pencegahan seperti 32:02 apa sih? Eh bayi diimunisasi ya dewasa 32:05 juga imunisasi sekarang sudah sudah 32:08 marak bahwa eh bukan hanya mau ke haji 32:11 aja diimunisasi vaksin meningitis tapi 32:15 sekarang orang-orang yang eh yang ada di 32:19 Kota Jakarta seperti ini itu harus 32:22 ada pencegahan karena kita hidup 32:24 berdampingan bukan hanya dengan makhluk 32:26 halus tapi juga dengan mikroorganisme. 32:30 Ya, kalau misalnya kita berharap ah ini 32:32 sudah takdir 32:34 sakit ya, eh emang kita tahu benar itu 32:36 takdirnya kita, ya. Ya, memang semuanya 32:40 eee, yang saya siarkan di sini sudah 32:43 tertulis di Lauh Mahfuz, ya. 32:45 Ehm. 32:45 Jadi, eee, kita menjalankan saja ikhtiar 32:48 semua sesuai kemampuan, kemudian 32:50 menyerahkan hasilnya kepada Allah. Ya, 32:53 kalau dari hadis tentang eee, apa ya? 32:56 Eee, Nabi itu suka ngasih arahan agar 32:59 orang-orang tidak masuk ke wilayah 33:01 wabah. Itu kan termasuk bagian dari 33:03 ikhtiar, ya. Seperti itu. Di situ kita 33:07 ngambil pelajaranlah bahwa eee, kita 33:09 harus berhati-hati dan bertanggung jawab 33:12 keselamatan pada diri sendiri juga, ya. 33:16 Itu merupakan bagian dari ikhtiar, ya. 33:18 Jadi, jangan pasrah. 33:21 Gitu jawaban dari saya, Ibu buat radio. 33:25 Mudah-mudahan, ya. Kemudian, ini dari 33:28 mmm, Ibu atau Mbak Siti Rohmah di 33:31 Jatiasih, Bekasi. 33:33 Dok, kadang kita merasa enggak apa-apa 33:35 tidur larut malam, jarang olahraga, 33:38 makan juga ya, kadang sembarangan karena 33:42 toh masih kuat bekerja. Sebenarnya, 33:44 kebiasaan-kebiasaan kecil seperti ini 33:47 bisa enggak sih memunculkan penyakit di 33:49 kemudian hari? Terima kasih. Iya. 33:53 Banyak sekali. Justru sekarang di era 33:56 Indies ekonomi, 33:57 Ehm. 33:58 itu penyakit yang terbanyak itu lah 34:00 penyakit lifestyle. Lifestyle itu gaya 34:02 hidup. Gaya hidup termasuk tidur kurang 34:05 dari 6 sampai 8 jam, ya. Karena ada 34:08 gadget, jadi kita senang lihat-lihat 34:10 video, sosmed, dan segala macam. Radiasi 34:13 yang akhirnya semua radikal bebas itu 34:16 akan menyerang langsung inti sel kita, 34:19 yaitu DNA. Bayangkan, teman-teman. Eee, 34:22 bayangkan para pemirsa ya, di Radio 34:24 Rasel, ya. 34:26 Eee, kalau sebuah sel yang mempunyai 34:29 inti sel, inti sel itu ada kromosom, 34:32 yang dia akan meregenerasi menjadi 34:35 sel-sel baru, ya kan? 34:37 He eh. 34:37 Ternyata itu dirusak, itu ada dua 34:39 kemungkinan. 34:41 Selnya itu langsung mati, akhirnya kita 34:44 jadi cepat menua. 34:47 Pada saat ada radiasi di mata handphone, 34:49 radiasi mata handphone itu, eh radiasi 34:51 handphone itu bisa 34:53 menyerang mata kita, menjadi matanya 34:54 jadi kering, kemudian eh apa? Kulitnya 34:57 jadi kusam, kendur, dan jadi flek, ya. 35:00 Pakai kata mau kayak gitu? Kalau mau ya 35:02 silakan aja, ya. 35:04 Tidurnya enggak sesuai 6 sampai 8 jam, 35:07 ya. Tapi kalau misalnya ada lagi 35:09 lifestyle satu lagi, enggak mau 35:10 olahraga. 35:11 Pada saat olahraga, eh olahraga itu 35:15 tidak mau, maka eh drainase 35:19 kalau kita tahu peredaran tubuh kita 35:21 yang besar adalah peredaran darah 35:22 dipompa oleh jantung. Ternyata ada yang 35:25 kedua, yaitu dari eh lancarnya sistem 35:29 limfatik. Sistem limfatik 35:33 itu bukan jantung, tapi otot betis. 35:36 Betis itu artinya kita bergerak, 35:38 berjalan, betisnya memompa, ya itu 35:41 aliran limfatiknya itu lancar, ya. Nah, 35:44 kalau itu olahraganya tidak dilakukan, 35:46 maka akan ada yang namanya limfatik 35:50 sebagai pembuang racun, itu tidak 35:52 berjalan dengan baik. Kalau racunnya 35:55 enggak dibuang berjalan dengan baik, 35:57 kita rumah sampahnya enggak dibuang, 36:00 rasanya gimana? Bau, pengap, jadi 36:05 sumber penyakit, ada lalat dan segala 36:07 macam. Dan itu terjadi di dalam tubuh 36:09 kita, ya. Nah, itu dampaknya yang lebih 36:12 luas. Ya, dan pijat limfatik itu mahal 36:15 sekali, bisa 2 juta, 5 juta. 36:17 Masya Allah. 36:18 Mau rela enggak mau olahraga, cuman 36:20 gara-gara eh 36:21 Tuh, daripada ngeluarin uang jutaan, ya. 36:24 He em, he em. 36:24 Eh, eh, mendingan duitnya buat 36:26 happy-happy shopping, ya. 36:27 Oke. 36:28 Terus sudah gitu kurang minum. 36:30 Minum itu 30 mili per kilogram berat 36:32 badan. Enggak cuma asal minum, air putih 36:34 yang penting. 36:35 Air bening kali dong. 36:36 kelapa atau 36:38 Kalau air putih kan susu kata orang mah. 36:40 [tertawa] 36:40 Oke. 36:41 Air putih, air bening, air bening, air 36:43 mineral. 36:43 Ya, oke. 36:45 Baik, kita lanjut lagi dari Bapak 36:48 Hidayat di Depok. 36:51 Dok, banyak dari kita yang takut kalau 36:54 mau cek darah atau tes laboratorium. 36:57 Alasannya takut ketahuan penyakitnya 36:59 apa. Sebenarnya sih berapa penting cek 37:03 laboratorium berkala untuk kita yang 37:05 usianya di atas 40 tahun? 37:07 Apa nunggu gejala-gejala buruk dulu baru 37:09 cek? Terima kasih, Dok. Iya. 37:13 Oke, jadi kalau misalnya cek darah itu 37:17 kalau kita belum sakit emang kita harus 37:18 medical check up namanya, ya. 37:20 Jadi eh 37:22 kalau misalnya kita 37:24 enggak pernah sakit sama sekali, kita 37:27 panelnya panel dasar aja screening awal, 37:29 ya. Ini sudah aku omongin ke di sesi eh 37:33 Radio Rasio sebelumnya. 37:35 Mhm. 37:35 Eh dengan konsultasi, pemeriksaan fisik 37:37 oleh dokter, cek darah lengkap, darah 37:40 rutin, fungsi ginjal, ureum, kreatinin, 37:42 asam urat, 37:43 panel fungsi hati, SGOT, SGPT, profil 37:46 lipid, kolesterol, LDL, trigliserid, eh 37:49 HDL, gula darah puasa, urin analisis, 37:52 ronsen dada, itu termasuk panel dasar. 37:55 Tapi untuk orang-orang yang eh dia kerja 37:58 di tempat yang sangat berisiko, mungkin 38:01 bisa dengan yang telinga atau segala 38:03 macam. Nah, tapi berdasarkan panel eh 38:07 yang menurut umur juga bisa, ya. 38:10 Karena ada risiko-risiko 38:12 keturunan juga bisa. Itu penting banget 38:14 untuk kita ngecek. Jangan takut eh ini, 38:17 jangan takut ambil darah. Ambil darah 38:19 itu kayak digigit semut katanya ya. 38:23 Takut, ya takutnya nanti kalau misalnya 38:25 ternyata 38:26 kita suka dengar teman kita, saudara 38:28 kita, eh dia anu baru ngobrol terus 38:30 sudah gitu meninggal ih kayaknya 38:32 sakitnya mendadak. Enggak ada yang 38:33 meninggalnya mendadak. Yang ada adalah 38:35 kita tidak pernah medical check up. 38:38 Mmm. 38:39 Seperti itu. 38:40 Jadi enggak usah nunggu sakit ya Dok ya. 38:43 Iya. 38:43 Mau check up. 38:45 Ini dari Ibu Wahyuni di Sukabumi 38:48 bertanya, kalau kita selama ini terbiasa 38:51 menjalani pola hidup yang kurang sehat 38:54 tapi dengar ini semuanya jadi ingin 38:56 berubah. Nah, pengin tahu deh tiga 38:58 langkah paling penting apa yang bisa 39:00 kita lakukan mulai dari hari ini agar 39:04 bisa mencegah yang kita khawatirkan 39:06 terkait selama ini bebas menjalani pola 39:09 hidup. Iya. Silakan Dok. 39:12 Di 39:13 Iya, perbaiki lifestyle saja. 39:15 Ya, kalau misalnya kita eh bangun pengin 39:18 tahajud pengin bangun jam 4 sekarang kan 39:21 subuh jam 4 lewat 10 ya. Misalnya jangan 39:23 jam 4 39:24 mepet banget jam 4 lewat 10 belum ke 39:25 kamar mandinya. Misalnya kita pengin jam 39:28 3 1 jam sebelum subuh kita bangun. Dan 39:30 kita tahu teorinya bahwa 6 sampai 8 jam. 39:34 Kalau 6 jam kan berarti jam 9 malam kita 39:37 tidur. 39:38 Tapi kalau mau 8 jam berarti jam 7 malam 39:41 kita tidur. 39:42 Ya, dimulai saja dibiasakan jam 7 malam 39:43 masuk ke ke kamar ya, ke kamar terus eh 39:48 ya gelahak gelehek gelahak gelehek di 39:49 tempat tidur kayak gitu. 39:51 Biasakan olahraga, olahraga bisa di 39:53 dalam kamar apa mulai dari 39:56 pilih eh di YouTube olahraga yang 5 39:58 menit, 4 menit seperti Tabata itu 40:01 eh 5 menit se 40:04 selesai mulai saja dari itu dulu ya. Eh 40:06 sampai akhirnya 30 menit yang sesuai 40:08 prosedur kesehatan enggak bisa nurunin 40:10 gula darah kan eh apa kalau misalnya 40:13 olahraga eh heart rate-nya di atas 140 40:16 itu bisa baru menurunkan gula darah. 40:18 Jalan kaki lebih dari 40:20 60-90 menit baru bisa nurunin gula 40:23 darah. Tapi mulai olahraga tiap harinya 40:25 dirutinin aja dulu ya. 40:27 Kemudian minum, diperhatikan minumnya. 40:30 Kemudian 40:31 nutrisi makanan. Makanan kita selama ini 40:34 warnanya coklat semua apa enggak? Coklat 40:36 itu misalnya nasi goreng, kolak, eh apa 40:39 semur yang coklat-coklat. Itu enggak 40:42 gitu sehat ya. Harus berwarna-warni 40:44 kayak pelangi, ada merah, kuning, putih, 40:47 hijau ya seperti itu. Eh biru juga 40:50 boleh, nasi bunga telang, nasi merah 40:53 kayak gitu ya. Itu berwarna-warni. Pada 40:55 saat berwarna-warni berarti semua 40:58 nutrisi, mineral, enzim itu masuk ke 41:00 dalam tubuh. Mulai dari situ aja ya. 41:02 Iya. 41:03 Jadi yang coklat kalau 41:05 Terlalu 41:05 terlalu goreng semua. 41:08 Kenapa? 41:08 Yang coklat coklatnya aja, makanannya 41:10 enggak usah ikutan gitu ya. Makan coklat 41:12 sepotong boleh. 41:14 [tertawa] 41:15 Oke. 41:15 Eh iya yang coklat itu maksudnya 41:16 goreng-gorengan ya. Goreng-gorengan itu 41:20 terlalu banyak milih nasi, nasi goreng. 41:22 Ke restoran udah ke restoran milihnya 41:24 nasi goreng, mie goreng kayak gitu. 41:27 Oke, ini dari Ibu di Bogor usianya 78 41:31 tahun, Ibu Siti. 41:34 Mau bertanya tentang penyakit asam urat, 41:36 bagaimana mencegahnya? Terima kasih. 41:38 Iya. 41:41 Cara mencegah asam urat itu Ibu ada 41:46 suka makan kacang-kacangan enggak 41:47 biasanya atau melinjo, emping, apa 41:49 segala macam? Biasanya muncul itu karena 41:53 kita terlalu banyak makanan-makanan yang 41:55 memang kita suka, suka makan daging, 41:58 suka makan 41:59 apa kepiting. Itu yang bikin asam 42:02 uratnya naik ya. Kalau misalnya itu 42:06 suka ya, ya dikurangin aja. Ya kadang 42:11 itu yang berlebihan itu yang 42:13 bisa bikin naik. Ya, terus banyak minum 42:15 air putih juga 42:16 eh minimal 8-10 gelas, gelasnya gelas 42:19 belimbing 250 ml, jadi minimum 1.500 42:23 ml ya per hari. Tapi kalau yang lebih 42:26 bagus itu dilihat dari berat badannya, 42:28 30 ml per kilogram berat badan ya. 42:31 Oke. 42:32 Seperti itu. 42:33 Ya. 42:33 Jadi, kalau 42:36 umurnya tadi sudah 78 masih bertanya 42:39 asam urat 42:40 bagaimana, berarti belum asam urat. 42:41 Alhamdulillah ya, Dok, ya. 42:43 Baik. 42:44 Oh, alhamdulillah sekali itu, keren. 42:46 bertanya tadi mencegahnya. Oke. Yang 42:49 berikutnya ini usia 73 tahun, Ibu 42:52 Kalisari. 42:54 Dok, tidurnya jam 11.00 malam, bangun 42:56 jam 03.00 pagi. Itu bagaimana dong, Dok? 42:59 Padahal umur 73 tahun. Terus soal minum 43:03 juga pengin tahu nih berapa cc, terima 43:06 kasih. Iya, tadi sudah dijawab cc-nya, 43:09 tapi silakan, Dok, tidurnya malam, 43:11 bangunnya pagi banget. He em. 43:15 Jam tidur jam 11.00, bangun jam 03.00, 43:17 berarti kan 43:18 4 jam ya, eh 5 jam ya. 43:19 Iya. 43:20 5 jam. Nah, dan eh bagusnya posisi tidur 43:23 itu dalam keadaan gelap total. 43:25 Oh, jangan ada sinar. 43:26 Dan gelap total ya, karena hormon growth 43:29 hormon itu growth hormon itu fungsinya 43:32 itu memperbaiki sel-sel yang rusak, yang 43:35 tadi kita dari pagi sampai malam mau 43:38 tidur itu kan kita makan yang merusak 43:40 sel, ya, eh matahari merusak sel 43:43 semuanya, itu diperbaiki pada saat 43:45 malam. 43:46 Ya, jadi malam itu harus dalam keadaan 43:48 gelap total. Dan dalam keadaan rileks 43:51 ya. Kalau misalnya tidur malamnya pakai 43:55 TV 43:56 nyala, lampu nyala, itu growth hormon 43:59 enggak berfungsi maksimal kerjanya. Nah, 44:03 eh luar biasanya ya sistem untuk 44:06 memperbaikinya itu malam dan makanya 44:07 tidur malam itu tidak bisa diganti sama 44:09 tidur pagi. Jadi kalau misalnya ee yang 44:12 bagus itu 6 sampai 8 jam, malam tidurnya 44:15 5 jam tadi Ibu yang usia 71 itu 44:19 cuma 5 jam terus digantiin sama pagi 3 44:21 jam itu enggak bisa. 44:23 Ya. Jadi karena teori ilmunya sudah 44:26 tahu, Ibu misalnya banyak sakitnya. 44:31 Itu kalau di rumah sakit kan dirawat itu 44:33 supaya apa? Supaya banyak tidur, banyak 44:35 istirahat. Itu untuk supaya memperbaiki 44:36 selnya bagus. Jadi kalau kita merasa 44:39 aduh kok badannya sakit-sakit, ya sudah 44:40 istirahat tidur saja. Tidur malamnya 44:42 dibanyakin. Supaya apa? Ee growth 44:45 hormonnya itu bekerja baik untuk supaya 44:47 tubuh kita ada homeostatis, ada 44:50 keseimbangan yang diciptakan sama Allah 44:51 subhanahu wa taala, itu kerjanya itu 44:54 malam. Ya, jadi ee 44:58 Ya, berarti kurang untuk 71 tahun ee 6 45:04 cuma 5 jam itu 45:06 kurang ya. Semoga nutrisinya seimbang. 45:10 Ya, berwarna, cukup sayuran, buah, air 45:14 putih dan berolahraga. Dan itu bisa 45:17 menjaga kesehatan dan umur panjang 45:19 sampai 90 atau 100 tahun. 45:22 Baik, ini bisa jadi 45:25 perlu didengar nih untuk para ayah bunda 45:27 yang anak-anaknya masih bocil. 45:30 Ibu bapaknya senang yang manis-manis 45:33 diterapkan juga ke anak-anaknya sehingga 45:35 anak-anak sudah kebiasaan mengkonsumsi 45:38 gula dari kecil. 45:40 Kemudian 45:42 gigi di keluarga itu hampir semuanya 45:45 kurang bagus. Karena apa? Pola makan 45:48 dari orang tua yang juga tidak 45:50 mengajarkan kepada anak-anaknya untuk 45:52 gosok gigi setiap hari pagi dan sore 45:55 sejak balita. Bahan pencerahannya dan 45:58 Dok, kan kita biasa melakukan ini semua. 46:01 Iya, iya. 46:03 Ya, 46:04 betul. Itu ee 46:07 ee mungkin karena ee 46:10 Kebiasaannya. 46:11 pengetahuan knowledge orang tuanya 46:12 kurang ya, jadinya kenapa ee orang 46:15 justru orang tuanya yang ngajarin. 46:17 Misalnya kita kan eh jangan makan permen 46:18 nanti giginya rusak. Nah, ini justru oh 46:20 makan permen ini wah 46:22 happy kalau makan yang manis-manis happy 46:25 ya. 46:26 Dampaknya itu luar biasa sangat besar 46:28 banget ya. Itu penyakit gula itu 46:30 penyakit sistemik ya, seluruh tubuh kena 46:33 dan risiko untuk terjadinya resistensi 46:36 insulin dan dapat menyebabkan diabetes 46:38 mellitus. 46:39 Ya, juga berkaitan dengan asam urat pada 46:42 saat kita makan gula berlebih ya ee 46:46 memicu nyeri-nyeri sendi. Jadi, masih 46:48 kecil entar gampang gemuk ya. Asupan 46:51 gulanya banyak tuh gampang gemuk. 46:53 Akhirnya dapat jadi sendi. Malah kita 46:56 menghancurkan anak kita sendiri yang ee 46:59 yang harusnya umur panjang jadi enggak 47:00 umur panjang ya. Jadi, kesehatan jangka 47:03 panjangnya terganggu. Seperti itu. 47:06 Iya. 47:06 tipsnya untuk keluarga yang seperti itu 47:11 ya mungkin kurangi takaran 47:13 manis-manisnya mulainya bertahap. Terus 47:15 ganti sumber manisnya dengan yang alami 47:18 ya. Mulai diperkenalkan buah-buah, 47:20 manisnya itu dari buah-buahan. 47:22 Buah-buahan yang musiman. Buah-buahan 47:24 musiman kalau orang diabetes kan enggak 47:26 boleh ya. Jadi, 47:28 pertama-tama biar mengurangi permen 47:29 permen yang itu ganti yang ada gizinya 47:33 lah. 47:34 Ya, ee buah-buahan manis. Tapi kan ganti 47:36 lagi sama buah-buahan yang rendah ee 47:40 kadar glikemiknya. 47:42 Ya, dan jangan lupa was 47:45 pada juga sama gula tersembunyi kayak 47:47 dari tepung-tepung, mi-mi juga 47:50 dibatasi seperti itu. 47:53 Jadi, Ikhwan Akhwat lagi-lagi yang 47:55 namanya pola hidup, gaya hidup terkait 47:58 dengan makanan, waktu istirahat, minum 48:00 itu sangat-sangat berpengaruh terhadap 48:03 bagaimana kita di masa yang akan datang. 48:06 Eh, terima kasih Pak Agus tadi jawaban 48:08 dari dokter mudah-mudahan juga 48:09 mempersuasi yang lain yang mendengar. 48:11 Ini pertanyaan dari 48:16 Ibu Nurhayati yang ada di Depok ya. 48:18 Banyak nih orang terkena diabet, darah 48:20 tinggi, kolesterol. 48:22 Penyakit ini sebetulnya hanya bisa 48:25 dicegah dengan mengatur pola makan atau 48:27 ada faktor lain sih Dok yang harus kita 48:28 perhatikan. 48:30 Terima kasih banyak. Ya, Ibu Nurhayati. 48:33 Silakan, Dok. 48:34 Ibu Nur, oke Ibu Nurhayati eh ya, untuk 48:37 sakit diabetes, kolesterol itu 48:39 faktor-faktornya itu memang banyak ya 48:41 bisa dari 48:42 keturunan, kebiasaan, tapi terutama ini 48:44 penyakit lifestyle. 48:46 Sekali lagi ini seko 48:50 nomi yang kita perbaiki secara holistik 48:53 ya, enggak cuman ngasih obat diabet, 48:56 kolesterol, segala macam jantung. Ya, 48:59 itu penyakit-penyakit sistemik semua. 49:02 Ya, itu harus memang lifestyle, gaya 49:04 hidup. Ya, mulai belajarlah eh carilah 49:08 di sosial media gimana makanan yang 49:11 enak, lezat tidak harus digoreng. 49:14 Misalnya ayam dengan kukusan rasanya 49:17 di-steam ya, ternyata selain 49:22 simpel bumbunya 49:24 ternyata mudah juga masaknya dan rasanya 49:27 enak. Dan pada saat kita melakukan 49:29 selama 21 hari 49:31 makanan yang sehat, maka tubuh kita 49:34 sudah terbiasa dan mulai eh sumber 49:37 pembangunannya sudah bagus gitu loh. 49:40 Yang kita makan itu kan sebagai bahan 49:42 untuk eh memperbaiki untuk sel 49:44 berikutnya. 49:45 Mmm. 49:46 Karena setiap sel tubuh kita itu ada 49:47 umurnya. Ya, trombosit 8 hari, kulit di 49:51 wajah, kulit di badan itu 49:54 itu eh apa pergantian selnya 28 hari, ya 49:58 kan? Darah 120 hari, belum sel-sel yang 50:00 lainnya. Ada umurnya untuk pergantian 50:02 yang baru, yang baru, yang baru. Nah, 50:04 pada saat yang baru tersebut, makanan 50:06 apa yang kita makan? Cocok enggak 50:09 sebagai bahannya? Selalu eh selalu 50:11 dianalogikan dengan kalau kita ngebangun 50:13 rumah. Rumah itu adalah tubuh saya dan 50:16 saya membangun dengan semen yang tidak 50:18 tercampur sama rumput, enggak tercampur 50:20 sama batu, ya. Maunya semennya yang 50:24 bagus, ya. Nah, begitu juga tubuh kita 50:27 pada saat membangun lagi sel yang rusak, 50:30 itu lemak yang dipakainya lemak baik apa 50:32 lemak yang minyak jelantah, 50:36 gorengan yang di jalan, apa segala 50:38 macam. 50:39 Karena karena tubuh kita ngebangun juga 50:42 eh rumah kita juga enggak di 50:44 dipakai-pakai harus direnovasi. Nah, 50:46 tubuh kita sudah selama ini dipakai, 50:48 perlu direnovasi, ya. 50:50 Iya. Kapan renovasinya? Tidur malam. 50:52 Renovasinya pada saat tidur malam, 6 50:54 sampai 8 jam. Setiap hari tubuh kita 50:56 direnovasi. Itu sudah sudah sunatullah 50:59 dari Allah tubuh kita direnovasi. 51:02 Setiap malam. 51:03 Oke, Dok. Terima kasih banyak. Ini ada 51:05 salam dari Australia, Sydney, dari eh 51:09 Ibu 51:11 Mana tadi namanya? 51:13 Iya, iya. Dari Ibu Nurjanah binti Madio 51:16 Mat. Baiklah, mari kita simak Ikhwan 51:19 Akhwat closing idea dari Dokter Fusi 51:23 terkait dengan bahasan kali ini. 51:25 Silakan, Dok. 51:27 Closing-nya, ya. Closing-nya mencegah 51:30 itu lebih baik. Ya, eh mulailah eh kita 51:35 eh sekarang sudah sebagai saya sebagai 51:38 dokter spesialis patologi klinik yang 51:40 paling banyak adalah di laboratorium, 51:43 maka 51:44 maka eh saya bisa mengajak teman-teman 51:47 di Radio Rasial atau pemirsa di Radio 51:50 Rasial yang ada di sekitar Jakarta dan 51:52 sekitarnya Jabodetabek untuk mengukur 51:55 apakah lifestyle saya sudah bagus apa 51:57 enggak, itu bisa ke kantor saya. Ya. Di 52:01 eh, Kuningan ya, Jalan Gatot Subroto ya, 52:04 bisa kemarin waktu saya pertemuan 52:06 pertama itu saya bawa alatnya untuk 52:09 mengukur lifestyle-nya. Ya, nutrisi kita 52:11 sudah memenuhi belum? Tubuh kita zat 52:13 pembangunnya sudah butuh belum? 52:17 Ya. Jadi, ternyata kalau kita 52:20 bercita-cita ingin umur panjang ya 52:23 cita-citanya eh, menikah, punya anak, 52:26 punya cucu ya, atau menyekolahkan anak 52:29 di sini, wisuda dan segala macam maka 52:31 mulailah eh, investasi ke dalam tubuh 52:34 kita. Ya, sekarang penyakitnya banyak 52:36 lifestyle dan orang enggak tahu bahwa 52:38 tidur yang cukup, minum air yang cukup 52:41 eh, nutrisi yang seimbang, olahraga yang 52:44 teratur hati yang nerima ikhlas ya, 52:48 bahwa semua yang terjadi 52:50 jadi di sini adalah milik Allah dan 52:52 sudah diatur semuanya ya, kita hanya 52:55 menjalani pasrah, jangan ada stres 52:57 segala macam ya, bergantungnya sama 52:59 Allah, itulah yang membuat kita eh, 53:01 sehat dan akhirnya kita bisa mencegahnya 53:04 sebelum datangnya sakit. Itu closing 53:06 statement saya. 53:07 Masya Allah. Ditunggu kedatangan 53:08 teman-teman 53:09 untuk ukur antioksidannya di 53:12 eh, kantor kami. 53:13 Baik. Terima kasih sekali Dokter Fusi 53:16 Novana, Spesialis Patologi Klinik yang 53:19 sudah mempersuasi kita semua. Jadi, 53:21 ingat ya, jangan lupa makan tomat 53:23 banyak-banyak, minum juga yang banyak 53:26 dan 53:27 eh, hati yang ikhlas yang juga harus 53:29 kita pertahankan. Sekali lagi terima 53:32 kasih untuk kebersamaan ini, billahi 53:34 taufik wal hidayah, wassalamualaikum 53:36 warahmatullahi wabarakatuh. 53:51 Eh.