Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio silaturahim dan juga rasel visual
- untuk Islam yang satu. Terima kasih
- masih menyimak siaran kami di sore hari
- ini dalam kajian kitab Riyadus Shihin
- bersama Ustaz Ahmad Saleh. Dan sekarang
- kita sedang membahas bab baru dari kitab
- Radus Shihin mengenai adab tidur dan
- mimpi. Tadi Ustaz Ahmad Saleh sudah
- menjelaskan beberapa hadis mengenai
- sunah-sunah yang diajarkan Rasulullah
- ketika hendak tidur. Kemudian apa yang
- dilakukan beliau ketika ee bangun tidur
- dan juga tadi sedikit tentang berbaring
- setelah ee salat qiamulail, Pak Ustaz
- ya. Menunggu datangnya salat subuh. Iya.
- Salat fajar. Salat fajar. Baik. Kemudian
- kami akan membacakan juga SMS dari Hanah
- yang sudah masuk. Bagi on yang ingin
- bergabung, kami kembali mengajak silakan
- bertanya lewat telepon di
- 0218451512 atau bertanya di SMS maupun
- WhatsApp
- 0811
- 999720. Ustaz, sebelum saya membacakan
- ee mengenai tidur ini, banyak
- permasalahan. He. Cuma yang satu yang
- paling menarik adalah durasi tidur, Pak
- Ustaz. He. Durasi tidur. Kita ee tahu
- dari ilmu kesehatan bahwa tidur yang
- baik adalah 8 jam. He. Sedangkan ada
- juga pembahasan lain bagaimana
- sebenarnya tidur itu secukupnya. Karena
- ee rumus tidur 8 jam itu justru katanya
- dibikin oleh musuh-musuh Islam yang
- ingin umat Islam biar tidurnya lama
- gitu. Sedangkan mereka yang lain ini
- tidurnya sebentar, bekerjanya lebih
- banyak. Bagaimana menanggapi fenomena
- ini, Pak Ustaz? E namam pertanyaan bagus
- sekali. Bahwa dikatakan tadi bahwa tidur
- yang membadai adalah 8 jam. Mari kita
- berhitung saja. Misalnya untuk ukuran
- kita saja misalnya Isya jam berapa?
- Sekarang ini Isya jam .00. Katakanlah
- jam 0.00 sudah selesai. Tidur mulai jam
- 08.00. Jam 08.00 jam 09.00 10 11 12 1 2
- 3. 7 jam jam . Kemudian salat tahajud
- sampai katakan subuh. Katakan subuh
- sekarang tuh jam 10 menit ee 45 menit
- itu sudah subuh. Berarti 1 jam untuk
- untuk salat malam. 1 jam saja itu bagi
- kita sudah sudah cukup lama. Meskipun
- bagi orang-orang yang sudah dekat kepada
- Allah itu kurang 1 jam. Nah, nanti
- menarik sekali untuk kita lihat teori
- yang mengatakan harus 8 jam. Saya tidak
- bantah karena bagi orang-orang tertentu
- ya memang seperti itu dulu pada awalnya.
- Namun nanti ada tingkatan-tingkatan ada
- orang yang tidur mencukupkan dengan 3
- jam 12 atau misalnya jam 10.00 dia tidur
- jam .00 sudah bangun. Dia bermunajat
- kepada Allah sampai subuh dan itu segar.
- Mereka pagi-pagi terlihat segar mereka
- ini energi tidak mempengaruhi tidak
- menjadikan ibadahnya alasan. Kenapa Anda
- tidak produktif? Aduh, maaf, ana tadi
- malam habis tahajud. Enggak, enggak
- begitu. Mereka energik baru menjelang
- zuhur,
- qoilullah setengah jam itu mengepreskan
- kembali gitu kan. Jadi dalam hal ini 8
- jam itu bagi kita adalah sesuatu hal
- yang relatif. Tidak mengapa kalimat tadi
- dikemukakan oleh seorang ahli kesehatan
- muslim tidak mengapa dengan
- alasan-alasannya.
- Sebagaimana juga tidak mengapa ada orang
- yang mengatakan tidak harus 8 jam, 5 jam
- juga sudah memadai. Karena fakta
- menunjukkan banyak orang yang tidur
- kurang dari 8 jam itu mereka justru
- masyaallah segar,
- sehat gitu kan. Karena mereka misalnya
- bangun bangun itu langsung mereka mandi
- dengan air natural ya. Air yang masih
- natural, masih alami di sungai. Dia
- berangkat ke sungai jam 3.00 pagi atau
- 30 itu mandi br habis mandi. Kemudian
- mereka mengadu kepada Allah tahajud
- menangis. Segak penyakit hati dia buang
- dengan sujud kepada Allah. Dia tumpahkan
- segala kegelisannya. Dia tumpahkan
- kepada Allah segala permasalahan
- hidupnya. Maka yang ada dia semangat
- pres gitu. Ah, ini yang kemudian mungkin
- tidak penelitian kesehatan mungkin
- sekali lagi belum dipadukan antara yang
- seperti ini dengan yang tadi. Kalau tadi
- ya pagi berangkat kerja, pulang sore,
- kemudian ini makan mac bercanda dengan
- keluarga kemudian besoknya kemudian
- tidur 8 jam bangun lagi, berangkat kerja
- lagi. Coba sesekali mungkin kita akan
- adakan penelitian bagi orang-orang yang
- misalnya tidur jam 10.00, bangun jam
- .00, Ya. Kemudian mereka salat tahajud,
- kemudian mereka salat subuh berjamaah,
- dia harus jalan kaki dari rumahnya ke
- masjidnya. Berapa jauh dia menuju
- masjidnya? Bagaimana pulang dari masjid,
- apa yang dia lakukan? Misalnya baca
- Quran. Setelah baca Quran, apa yang dia
- lakukan? Olahraganya juga menarik.
- Misalnya dia bantu istrinya misalnya
- gitu kan. Atau dia pergi ke ladang dulu
- ee mencangkul atau apa yang dia lakukan.
- Kemudian setelah itu kalau zamannya
- ngajar dia kemudian mengajar atau
- ngantor pulang dari kantor seperti apa?
- bagaimana di kantornya juga mana yang
- lebih energik antara dirinya dengan
- orang yang selain dirinya. H. Nah,
- sesekali boleh kita buat ee apa namanya
- atau kita rekomendasikan kepada
- teman-teman, kepada ikhwah yang memiliki
- kesempatan dan kepentingan untuk
- meneliti itu saya kira bagus sekali ya.
- Jadi saya tidak membantah secara
- mutlak bahwa tidur 8 jam itu dengan
- tamun kemudian ada yang memandang bahwa
- itu sengaja dibuat oleh musuh-musuh
- Islam. ya maybe yes, maybe no gitu kan.
- Tetapi kita tidak boleh gegabah
- menyalahkan aja musuh-musuh Islam.
- Padahal kata musuh Islam, "Weh, siapa
- lagi katanya yang bikin konsep gua mah
- kagak kagak gitu." Nah, jangan sampai
- kemudian kita menuduh tanpa ada
- dasar-dasar ya. Bahwa kemudian itu
- sengaja jelas oh ini konsep begini. Ee
- karena dari M kad mengatakan bahwa tidur
- manusia itu harus
- 8 jam per 24 jam. Padahal dia tahu
- menurut kesehatan yang ia teliti bang
- begini. Nah, jadi memang kita hendaknya
- berhati-hati jangan sampai kemudian kita
- dikenal sebagai tukang fitnah. Tukang
- fitnah. Jangan sampai kemudian kita
- katakan ini Yahudi ni yang lakukan gini.
- Kata Yahudi, "Eh, siapa lagi?" Katanya,
- "Kalian yang ribut kok gua yang
- disalahkan." Jangan sampai begitu ya.
- Bah. Kemudian kita akan katakan meskipun
- kita tahu penelitian-penelitian
- menunjukkan ada beberapa
- strategi-strategi buruk yang diinasuki
- oleh Al-Qur'an. Ya, hendaknya kita
- berhati-hatilah ya, bahwa Quran kita
- yakini kebenarannya. Iya, sudah itu aja.
- Tapi kemudian kita jangan ikut-ikutan
- mengemukakan sesuatu yang kita tidak
- tahu ilmunya. Ya. Jadi, jangan sampai
- nanti ada orang Yahudi sudah mulai
- tertarik pada Islam. Loh, umat Islam kok
- enggaknya memfitnah? Ya enggak jadi dia.
- Jangan sampai kemudian kita penghalang
- gitu kan. Iya. Nah, nah ini ee jadi
- sekali lagi kita adalah umat yang adil.
- umat yang adil, umat yang memiliki sifat
- hist. Adil juga artinya, tetapi nanti
- al-adl dengan alqist itu berbeda ya.
- Meskipun dalam bahasa kita sama-sama
- artinya adil. Ada yang memerlukan pihak
- lain, tapi ada yang ee apa namanya?
- Ee tidak perlukan keadilan itu tidak
- memerlukan pihak lain. Ya, kalau kita
- kemudian harus bersikap adil ya termasuk
- kepada diri kita. Itu menunjukkan tidak
- harus tidak harus sama. membagi tidak
- harus ada pihak lain adil itu begitu.
- Tapi kalau qus itu ada pihak lain yang
- harus kita bagi ya kita
- keadilan-keadilan itu juga tidak harus
- tidak berarti mustawian, tidak berarti
- sama tetapi juga keadilan itu adalah ee
- proporsional. Oke, kembali kepada
- masalah tadi. Jadi tentang masalah itu
- biarkanlah nanti para peneliti ya.
- Sekarang kan sudah zamannya riset ya.
- Jadi biarkanlah mengemukakan
- pendapat-pendapatnya. Kita sekarang
- sudah belajar dewasa ya. Jadi jangan
- kemudian dogma-dogma yang tidak punya
- kita tidak memiliki dasarnya. Karena
- memang kita sekarang dituntut semuanya
- dituntut dan kita tidak takut. Islam
- ditantang untuk apa namanya untuk
- pembuktian-pembuktian ilmiah. Siap.
- Islam siap sangat. Siap Quran bahkan
- menantang. Buktikan dari susut pandang
- apapun riset silakan Quran gitu ya.
- Hanya kita sebagai umat Islam kadang
- yang sedikit ketakutan kalau kemudian
- nanti gini begini kalau begini. Gak
- Quran sejak diturunkan itu ditantang
- dari sisi manaun. Ternyata banyak
- orang-orang kemudian memeluk Islam
- dari sisi psikologi pendekatannya dia
- mendekati Quran dengan psikologi. Wah
- pada akhirnya kemudian dia masuk Islam.
- Weh ternyata konsep-konsep psikologi dia
- katakan dalam Islam ini lebih dulu
- dikemukakan. Berarti Muhammad ini rasul
- Allah. Karena Muhammad ini kan umi tidak
- tidak belajar. Tapi kemudian dari mana
- Muhammad bisa mengetahui konsep-konsep
- ini? masuk Islam, pakar psikologi dari
- pasar ee pakar-pakar yang lain, yang
- lain begitu juga. Dan kita tidak takut
- dari sisi manapun mereka mau mengkaji
- tanda Islam falyatafadol maskur gitu
- kan.
- Hanya memang kita saja yang kadang
- ketakutan khawatir kalau kemudian
- Al-Qur'an nanti jadi Quran itu ditinjau
- dari sisi apapun ya dari sisi bahkan
- menggunakan pisau mereka yang saya
- maksudkan mereka itu pisau umat lain pun
- Quran bisa
- bisa dengan menggunakan pisau pendekatan
- mereka. Sekali lagi kadang kita takut,
- ketakutan, kekhawatiran dan itu terlihat
- banyak orang yang memeluk Islam
- gara-gara mengegunakan karena mereka kan
- punya punya alatnya untuk mendekati
- Islam. Alat yang mereka miliki itu pisau
- mereka. Tidak bisa kemudian kita
- memaklum, "Oh, kok enggak boleh begitu?
- Kamu harus begini. Oh, saya tahunya
- begini apalagi saya belum terikat oleh
- Islam." Kata dia. Terserah saya dong
- menganalisanya. Kan gitu. Jadi sekali
- lagi, Subhanallah ini luar biasa Islam
- ini. Quran ini dari manaun terbuat dari
- masyaallah misalnya orang meneliti dari
- sisi
- konsonannya,
- lafaznya bahkan
- hurufnya. Lafdu lafzun contoh
- begini misalnya dalam ayat
- nisaukum harsul lakum.
- Perempuan-perempuan kamu adalah ladang
- bagimu. Padahal yang namanya ladang
- kebun itu bisa
- bustan, kemudian ada hadiqah,
- macam-macam. Tapi yang dipilih ada
- kenapa
- harsun? Karena kalau nanti ahli ahli
- suara itu meneliti, "Oh, betapa indahnya
- Quran." Dia bilang
- namanyaisaukum harakum.
- Tidak. Jadi itu ahli sampai sejauh itu
- dari sekali lagi dari sisi manapun Quran
- diteliti akan mengakibatkan si
- penelitinya takjub. Termasuk orang yang
- mau mencari
- kesalahannya. Orang mau nyari
- kesalahannya di tengah jalan loh indah
- sekali Quran ini dengan gaya bahasa
- mereka. Nah, di satu contoh saya ingin
- selipkan. Di dalam Al-Qur'an itu ada
- kata kalau disebutnya itu dibacanya
- bastatun. Bas ba pakai sin basth ada
- tulisan nanti ba shad th ta
- marbutah. Tapi dibacanya harus bashoh
- pakai sin. Kenapa? Karena kalau dibaca
- bashah pakai shadnya.
- Meskipun tulisannya sad, tapi tulisannya
- rosemnya pakai shad. Kemudian ditanya,
- "Loh, kalau memang harus dibacanya basho
- pakai sin, kenapa harus ditulis
- shad?" Seorang peneliti Al-Qur'an
- bernama Rasyad Khalifah, beliau kalau
- tidak salah dari Mesir itu meneliti
- kenapa kemudian ini harus ditulis son?
- Karena kalau ditulis sin dalam surat itu
- huruf shad kalau dibagi 19 menjadi
- bilangan tidak
- bulat. Jadi kenapa 19? 19 itu contoh
- diambil dari jumlah
- malaikat ya. Jumlah malaikat yang
- menjaga orang-orang yang bersikap
- terhadap Al-Qur'an. Nah, maka angka 19
- itulah yang kemudian yang dijadikan pola
- ee pembaginya. Bismillahirrahmanirrahim
- itu 19 huruf.
- Maka setiap sifat Allah apabila bagi di
- 19 maka hasilnya bilangan bulat. Rasad
- khalifah pernah hampir dia
- ragu karena ketika membagi sifat rahim
- dibagi 19 nilainya bilangan desimal atau
- pecahan. Kemudian dia teliti kembali
- sampai dia menemukan, oh satu dia
- keluarkan kata rahim. Karena rahim di
- situ tidak mensifati, tidak menyifati
- Allah, tapi menyifati Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam. Itu ketika
- kata rahim dikeluarkan maka kemudian
- sisanya dibagi 19 fal hasil maka
- hasilnya bilangan bulat. Nah, begitu
- juga dalam tadi
- bast qof, apa sih maksudnya? Ternyata
- sekali lagi dari berbagai sisi itu
- adalah mukjizat yang sangat dahsyat.
- Dan rasad khalifah adalah orang yang ee
- di antara para peneliti Quran yang telah
- menemukan keajaiban angka-angka itu.
- Angka 19 ya. Dan masih banyak lagi
- keajaiban-keajaiban Al-Qur'an yang mana
- turunnya ketika Quran ini turun yang
- namanya komputer atau computerize itu
- belum
- dikenal. Bahkan ada ayat kan turun. Ayat
- turun itu langsung tidak lama misalnya
- ee orang Yahudi bertanya tentang roh
- kepada Nabi Muhammad langsung dijawab
- oleh ayat. Jadi tidak jadi tidak ada
- ilustrasinya begini. Misalnya ditanya ke
- kata itu sudah berapa katanya? Hai para
- sahabat coba hitung. Gak begitu karena
- spontanitas. Maka kemudian belakangan
- kita teliti. Ai dahsyat sekali ya. Saya
- kira ini ee apa namanya? hal-hal yang
- sebagai ee yang paling tidak semakin
- yakin bahwa Al-Qur'an ini masyaallah
- sampai hari kiamat semakin digali,
- semakin berkilau, bersinar
- mutiara-mutiara dari manaun. Maka oleh
- sebab itu ee para ulama sepakat bahwa
- Al-Qur'an salihun liulli zaman wa makan.
- Liikulli zaman wa makan. Jadi Quran itu
- sebagai e solusi ya. Saleh itu perbaik
- apa? Alat untuk memperbaiki gitu ya.
- Tiap waktu dan tempat di manaun Quran
- akan cocok, Quran akan bisa memberikan
- satu solusi dan tinggal kita sebagai
- umat Islam harus membuktikan bahwa Quran
- itu ee seperti yang kita yakini.
- Demikian saya kira sebagai jawaban yang
- dapat saya kemukakan. Wallahuam bisawab.
- Baik. Alhamdulillah menarik sekali Ustaz
- jawabannya. Namun ada telepon masuk ini.
- Kita jawab dulu. Halo. Asalamualaikum.
- Gimana, Bang Yusuf? Masih tersambung,
- ya. Halo. Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Suaranya ee
- suaranya mungkin bisa dibesarkan lagi
- Bang Yusuf. Terlalu kecil, Pak. Saya
- Susi
- Makrifah dari Bekasi, Ustaz.
- Asalamualaikum. Iya, Ibu. Dari Bekasi.
- Apa yang ingin ditanyakan, Ibu? Halo.
- Iya, Ibu silakan. Ee gini, Ustaz.
- Saya waktu tidur itu bermimpi, Ustaz.
- Waktu di dalam mimpi itu suruh membaca
- surah Al-Fatihah,
- Al-Ikhlas,
- lalu Ardu. Hm. Nah, terus itu apakah itu
- bisa saya amalkan di hari-hari yang
- lain? Hm. Iya, hanya itu, Ustaz. Tiib.
- Masyaallah. Baik baik. Menarik sekali
- dari ukhti penelepon ini menanyakan
- bahwa beliau bermimpi untuk supaya
- membaca surah al-Fatihah,
- al-Ikhlas, al-Ikhlas dan surah Ar-Ra'ad.
- Apakah kemudian itu boleh diamalkan
- selain malam itu? Al jawabu
- naam. Jawabannya ya. Silakan dibaca
- surat itu. Baik apa tadi? Al-Fatihah,
- Al-Ikhlas, Arra'd. dibaca silakan ya.
- Kalau perlu itu sampai dihafal gitu ya.
- Sampai hafal ya. Jadi ee tidak masalah
- ya. Kalau kemudian itu Anda bermimpi
- semacam itu, itu adalah insyaallah
- rukyatus shihah. Insyaallah mimpi yang
- mengantarkan kepada kesalehan. Ya. Jadi,
- Anda silakan baca Al-Fatihah. Baca surah
- Al-Ikhlas. Al-Fatihah pembuka. Al-Ikhlas
- adalah ee surah yang masyaallah
- al-Ikhlas. Di dalam surah Al-Ikhlas
- tidak ada kata ikhlas.
- Sebagaimana dalam surah Albaqarah.
- Albaqarah bimakna baqarah. Albaqarah itu
- maknanya bisa berarti satu sapi atau
- juga bisa bermakna sapi betina gitu ya.
- Jadi ada dua. Hanya masyhur di kalangan
- kita Albaqarah bimakna dengan makna ee
- sapi betina. Padahal Albaqarah juga bisa
- berarti satu
- safi. Kemudian tadi apa tadi? Alfatihah.
- Naam dibuka. Kemudian ikhlas. Surah
- Al-Ikhlas dengan ikhlas. Masyaallah.
- mengajarkan keikhlasan. Masyaallah.
- Surah Al-Ikhlas disebut surah Al-Ikhlas
- padahal di dalam surah Al-Ikhlas tidak
- ada kata
- ikhlas. Jadi ini juga pengajaran
- bagaimana kita menyerahkan segala amalan
- itu untuk zat yang ahad, untuk zat
- assamad yang zat yang lam yalid walam
- yulad. Kita persembahkan itu semua
- kepada yang dijelaskan di dalam surah
- Al-Ikhlas itu. Kemudian dalam surah apa?
- Lanjutnya adalah surah Arra'd. Surah
- Arraad juga masyaallah ya. Jadi, oleh
- sebab itu silakan Anda baca,
- syukur-syukur Anda mampu menghafalnya.
- Itu hua afdal insyaallah. Demikian saya
- kira penjelasan yang dapat ee saya
- kemukakan. Wallahuam bis. Baik, Ustaz.
- Saya melanjutkan tadi pertanyaan pertama
- masih mengenai masalah tidur. Heeh. Ee
- taruhlah misalnya tidur itu 8 jam, Pak
- Ustaz. Misalnya seorang manusia hidup 60
- tahun. Heeh. Berarti 8 jam itu 20 tahun
- dihabiskan untuk tidur. He. Ini kalau
- dihubungkan dengan surah Al-Asr tentang
- manusia itu akan merugi. Itu 20 tahun
- belum ditambah dengan tidur diangkot,
- tidur pas salat Jumat dan tidur-tidur
- lain. Nah, nam sedangkan tubuh kita juga
- kan memang memiliki hak untuk istirahat.
- Bagaimana mensinkronkan ini gitu, Pak
- Ustaz? Nah, perlu saya kemukakan bahwa
- kita hendaknya adil.
- adil dalam
- menyikafinya. Kita tidak boleh
- berlebihan meskipun dalam masalah agama.
- Artinya berlebihan dalam ketaatan
- padahal kita tidak mampu itu tidak
- disukai juga oleh Quran ya. Oleh Islam
- tidak disukai. Atau kita juga
- mempersempit ibadah ke juga tidak di
- mana yang
- mampuatum itu sekemampuan itu
- betul-betul terukur gitu loh. Jadi kalau
- kemudian dipukur rata rumusnya maka ini
- bukan sesuatu yang menurut saya
- bijaksana ya. Tidak bijaksana. Jadi
- bahwa kemudian 8 ee 8 jam dia tidur bisa
- sekali lagi bagi kalangan tertentu itu
- sebuah kerugian. Tapi bagi
- kalangan-kalangan yang lain 8 jam tidur
- itu afdal daripada 8 jam. Katakanlah dia
- tidur 3 jam 5 jam kemudian dia melakukan
- maksiat. Daripada dia melakukan maksiat
- lebih baik dia tidur kemudian dia
- membaca menyerahkan dirinya kepada Allah
- subhanahu wa taala. Jadi sangat
- tergantung di mana kita akan menilainya
- ya. Ada orang kemudian kerjaannya tidur.
- Bahkan coba Anda bisa bayangkan
- bagaimana ada satu statement mengatakan
- tidurnya ulama lebih baik daripada
- ibadahnya orang jahil.
- [Musik]
- Ini kan coba itu kan perlu penelusuran
- apa sesungguhnya statement itu sehingga
- itu muncul. Karena tidurnya para ulama
- tadi sebelum tidur dia baca doa ibadah
- ibadah. Orang bodoh meskipun ibadahnya
- saja tidak lebih baik dari tidurnya.
- Kenapa?
- ibadahnya juga bisa jadi wujudnya ada di
- masjid dia ada di dalam
- masjid tapi rohnya khjil masjid di luar
- masjid rama mungkin di pasar
- mungkin di
- bengkel Allahu akbar aduh eta wortel
- tadi padahal kalau 500 kalau saya beli
- masih dapat untung tuh R5.000 Bu,
- Subhanallah. Mohon maaf, mohon maaf.
- Nah, oleh sebab itu sekali lagi satu
- statement tidak bisa kemudian dipukul
- rata.
- Ya, coba Anda
- lihat ee penelitian ini atau alasan ini.
- Mari kita
- lihat. Ya Rasulullah, ayyul a'mali afdol
- atau ayyul amali afdal? Amal mana yang
- paling
- utama? Qalan Nabi sallallahu alaihi
- wasam atau qala Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam.
- Birul
- walidain wal
- jaal alakar. Datang lagi yang lain.
- Pertanyaan sama ya
- Rasulullah
- asqtiha. Pada beberapa waktu yang lain
- kemudian datang lagi lelaki yang
- berbeda. Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Kemudian laki-laki itu pun
- bertanya kepada ayul amali afdal ya
- Rasulullah amal mana yang paling utama?
- Rasul menjawab, "Aljihadu fibilillah."
- Jadi, oleh sebab
- itu ada satu amalan yang utama bagi
- orang ini A, tapi bagi B yang utamanya
- itu beda lagi. Iya. Nah, tidur sekali
- lagi tadi saya sekali lagi maka saya
- tidak membenarkan mutlak, tidak juga
- menyalahkan mutlak. Hanya saja saya
- ingin katakan kalau kita memang semua
- del harus 8 jam sehingga tidak punya
- waktu lagi untuk memperbanyak kebaikan
- dan kemuliaan dengan penuh keikhlasan,
- maka kita harus pandai-pandai memilih
- dan memanfaatkan waktu gitu ya. Jadi
- bisa jadi seperti orang-orang tertentu
- memang harus istirahat 8 jam karena demi
- kesehatannya karena sesuatu. Jangan juga
- dipaksakan. Oleh sebab itu, maka segala
- sesuatunya itu ada tempatnya ya. Oke,
- demikian. Wallahuam bisawab. Baik, kita
- terima penelepon kembali Ustaz Tib.
- Halo.
- Asalamualaikum. Halo. Asalamualaikum.
- Gimana, Bang Su? Tersambung.
- Oh, terputus. Sayang sekali. Kita
- lanjutkan ke SMS, Pak Ustaz. Ada dari
- Bunda Alit di Sukabumi. Asalamualaikum,
- Pak Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bila kita terbangun ingin
- buang air kecil, apakah ketika hendak
- tidur kembali kita baca doa yang sama?
- Namam. Pertanyaan yang menarik sekali
- dari siapa tadi? Bunda Alif. Dari Bunda
- Alif. Ah, masyaallah. Barakallahuak.
- Ee pertanyaan yang menarik sekali
- apabila kita bangun karena bingin
- misalnya pipis, apa kemudian kita harus
- baca doa yang tadi? Jawabannya boleh
- baca doa yang tadi atau boleh baca yang
- lainnya? Kan ada di antara hadis yang
- sampai kepada kita ada sahabat
- dinyatakan hua ahalul
- jannah. Akan tetapi tidak ada alam
- amalan yang
- istimewa. Lalu apa? Ternyata ketika
- ditanya amalannya yang mengantarkan dia
- dinyatakan oleh Nabi sebagai ahlul
- jannah. Kalau dia melek dari
- tidur ya filogotikum yakni apa ya kalau
- dalam bahasa kita melek di situ lilir.
- Ah lilir bahasa Sunda. Lilir itu kalau
- lagi tidur
- bangun kan gitu kan. Dia bukan bangun
- hanya lilir saja. Kemudian dia katakan
- astagfirullahalazim atau alhamdulillah
- setengah sadar enggak dia zikir memang
- dia zikir kan orang ya ada yang sadar
- ada yang enggak tapi jelaslah kalau dia
- mengucapkan itu berarti sadar sahabat
- ini. Nah, maka kemudian satu itu setiap
- dia bangun atau terjaga dari tidurnya
- dia zikir kepada Allah.
- Yang
- kedua dia dalam riwayat lain dia
- senantiasa membersihkan jiwanya, hatinya
- dari hasad kepada orang lain. Dia
- bersihkan, iri dengki kepada orang lain.
- Dia bersihkan. Padahal dia bukan ahl
- qiamulail, bukan ahlul qiraah. Cuma satu
- tadi dia bangun itu kan mohon maaf ya,
- mohon maaf sekali ada yang bangun itu
- macam-macam. Ada yang bangun itu
- kemudian dia cet meregangkan badannya.
- Ah, ada yang begitu kan. Kemudian ada
- juga yang astagfirullahalazim ada
- istigfar. H. Nah, maka oleh sebab itu
- jadi inilah rahasiahnya. Kenapa
- kemudian kalau kita tidak menemukan
- saudara
- kita seakan-akan
- terjaga untuk salat
- malam, tidak bisa kemudian kita
- menjustifikasi bahwa kita lebih baik
- dari dirinya. Karena kita salat tahajud
- misalnya, jangan sekali-kali
- terburu-buru menjustifikasi. Karena bisa
- jadi dia berupaya untuk ingat kepada
- Allah. Bahkan dari melek dari tidurnya
- dia sudah ingat kepada Allah. Kemudian
- dia senantiasa membersihkan
- hatinya. Karena bisa jadi sekali lagi
- banyak orang yang ahlul ibadah dalam
- pengertian makdah tapi berujung di
- neraka. Nauzubillah tumma. Nauzubillah.
- Tetapi sekali lagi saya ingin katakan
- dengan adil bahwa yang dimaksud itu kita
- kalau sudah istiqamah ya sudah dawam
- dalam qiamulail maka jangan buru-buru
- memvonis orang lain lebih buruk dari
- kita. Karena dia misalnya kita tidak
- pernah melihat rumahnya jam 3.00 itu
- nyala, nyala-nyala pas menjelang subuh
- gitu. Padahal bisa jadi, bisa jadi dia
- wudunya juga
- sembunyi-sembunyi. Bisa jadi dia juga
- tahu. Jangan sampai tetangganya tahu
- bahwa dia salat tahajud. Tidak seperti
- orang sebelah gitu kan. Orang sebelah
- mah sengaja jam . K perang supaya
- kedengaran sama tetangganya. Oh, mau
- salat tahajud kali kata tetangganya.
- Nah, jadi sekali lagi hidup ini menarik
- sekali ya. Kecerdasan ini perlu kita
- miliki untuk bisa semakin tawadu kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Semakin merasa
- bahwa yang banyak dosa itu cuma
- kita. Semakin merasa bahwa kita banyak
- kelemahannya dibanding orang lain.
- Padahal orang lain mengatakan, "Kamu
- adalah orang yang paling afdal di antara
- kami." Tapi dirinya sendiri merasa
- dirinya yang paling hina di sisi Allah
- Subhanahu wa taala. yang paling banyak
- merasakan bahwa darahnya mengalir dari
- dosa-dosa. Maka para sahabat itu
- masyaallah sudah jelas di dalam Quran
- dinyatakan radhiallahu anhum waraduan.
- Namun mereka tetap saja berlomba
- sebagaimana Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam beribadah. Rasul sudah diampuni
- dosa-dosanya, sudah dicegah, dimaksum
- oleh Allah dari melakukan dosa. Tapi
- Rasul tetap saja beribadah kepada Allah
- sampai kakinya bengkak. Para sahabat
- yang mencintai Nabi pun seperti itu.
- Mereka di antara mereka saling mencintai
- yang kemudian oleh para eh distorser ya,
- para distorser, para perubah itu
- dijadikan satu peristiwa-peristiwa
- seakan para sahabat saling membenci,
- saling macam-macam. Ya, ada satu kitab
- yang menarik
- sesungguhnya yang ditulis oleh Dr. Ihsan
- Ilahi Zahir. Jadi, munculnya ee ada
- analisa ya, pertama itu dokter Ihsan
- Ilaih Zahir, kemudian dok siapa lagi
- yang pernah menulis tentang analisa,
- tentang riwayat-riwayat yang menunjukkan
- para sahabat terjadi
- peperangan-peperangan itu. Itu adalah
- khabar-khabar yang harus diteliti karena
- sanadnya juga tidak bisa diteliti
- sebagaimana sanad-sanad hadis.
- Jadi, oleh sebab itu tentang
- peristiwa-peristiwa yang memalukan para
- sahabat kata beliau ee hendaknya
- diteliti ya dibaca kembali bagaimana
- aturan-aturan atau misalnya ee format
- untuk bisa menerima sebuah khabar, untuk
- menolak sebuah khabar itu harus
- ditetapkan dengan jelas dan tegas
- sehingga kita tidak menjadi buruk sangka
- kepada Nabi dan para sahabatnya gitu ya.
- Nah, saya kira ini yang e dapat saya
- jelaskan. Wallahuam.
- besik semoga terjawab Bunda
- Alid. Kemudian ada pertanyaan dari Ibu
- Emma Jufri di Empang Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz Ahmad
- Saleh yang ingin saya tanyakan bagaimana
- dengan orang-orang yang suka begadang
- Heeh. Dan tidurnya pun habis subuh
- apakah itu termasuk orang-orang yang
- tidak menjalankan adab yang Rasul
- ajarkan itu?
- Naam. Begandang tanpa alasan yang jelas.
- Kemudian dia tidur b'da subuh dan itu
- tidak bisa lagi
- digugat. Tetap a bakda subuh sudah
- kebiasaan. Maka dia terkena peringatan
- dari Nabi sallallahu alaihi wasallam.
- Tidak dibenarkan, tidak dianjurkan untuk
- tidur setelah subuh. Apalagi
- begadangnya. Begadang yang tidak ada
- manfaatnya. Beda dengan begadang yang
- dimaksud dengan ee riba. Ribat itu jaga
- malam. Kalau bahasa kita itu apa
- istilahnya?
- Ronda. Ronda dengan niat. Jadi ronda ini
- perlu dikemukakan. Kalau kita mengerti
- dan tahu ronda itu pahalanya lebih baik.
- Sekali lagi lebih baik daripada orang
- yang salat tahajud semalam
- suntuk. Nah, ya. Kalau ronda itu
- diniatkan karena Allah, menjaga keamanan
- ee lingkungan, diniatkan sekali karena
- Allah, maka dia pahalanya lebih baik
- daripada salat tahajud sepanjang malam.
- Kenapa? Karena mungkin orang yang salat
- tahajud sepanjang malam pun bisa khusyuk
- karena lingkungannya aman. Ada yang
- jaga. Hmm. Gitu. Oh, jadi oleh sebab
- itu, ini yang harus dipahami. Jadi
- jangan
- kemudian memahami melakukan ronda malam
- itu atau bahasa kita apa yang sistem
- keamanan lingkungan itu dalam
- mengamalkan itu jangan memaknainya
- sebuah beban bagi umat Islam itu
- masyaallah menjaga masyarakat dari apa
- namanya dari musibah dari menjaga
- keamanan masyaallah itu sekali lagi
- pahalanya lebih baik. Nah, oleh sebab
- itu maka jika yang dimaksud begadangnya
- seperti tadi maka itu makfu. Bahkan
- kalau kemudian dia tidur sebelum subuh
- misalnya dia harus ronda dari jam 0.00
- misalnya ya full rupanya jam .00 dia
- baru
- pulang. Kan ada orang yang bisa
- istirahat dulu sebelum jam 08.00
- misalnya bakda magrib kemudian dia salat
- isyanya jam 08.00 ada yang seperti itu
- gitu kan. Tapi ada juga kemudian orang
- yang habis isya tidak istirahat langsung
- kemudian ronda pulang-pulang menjelang
- subuh. Rupanya dia kecapekan tidurlah
- sebelum subuh. Nah, disarankan kalau
- tahu semacam itu bahkan dia tidak usah
- dibangunkan pada saat waktu subuh.
- Kenapa? Karena kalaupun dibangunkan pada
- waktu subuh, maka kalaupun dia
- salat dikhawatirkan atau diduga keras,
- dia tidak akan pernah mampu
- menyelesaikan bacaan surah
- Fatihah. Bismillahirrahmanirrahim.
- [Musik]
- Alhamdulillahiabbil
- alamin. Ngantuk dia. Nah, nanti ingat
- lagi, baca lagi dari awal sampai iyaka
- na'budu wa iyaka ngantuk lagi. Nah, maka
- oleh sebab itu sesungguhnya Nabi di
- dalam tentang salat tahajud ya. Kalau
- tuang tahajud itu jadi kalau kita
- melakukan salat tahajud dalam keadaan
- ngantuk, tidur saja dulu.
- Nah, tetapi kemudian kalau melihat
- pesannya apa yang menyebabkan itu ee
- Nabi mengantarkan, mengajarkan agar dia
- tidur tu. Oh, karena dia tidak menyadari
- apa yang ia baca. Bisa jadi seperti
- orang yang mabuk analoginya atau kiasnya
- dia bukan hanya bukan memuji Allah, tapi
- justru dia melaknat dirinya sendiri gitu
- ya. Maka oleh sebab itu biarkan saja dia
- sampai bangun gitu ya. di mana dia
- dipandang telah segar sudah cukup
- istirahatnya baru. Tapi gimana kalau
- bangunnya jam 0.00 sementara subuhnya
- aja kan jam .00 labas. Bagi orang
- seperti ini tidak masalah beda dengan
- kita yang
- menyengaja. Yang sesungguhnya kita mampu
- bangun jam .00 karena tidur juga sejak
- jam 10.00. Bangun jam .00 sementara jam
- .10 misalnya subuh. Itu juga kategorinya
- sudah dikencingi setan. Sesungguhnya
- orang yang semacam itu yang bangun hanya
- menjelang subuh. Dalam satu hadis dia
- dikencingi setan. Nah. Nah, kalau
- misalnya seperti itu kemudian bangun jam
- .00 padahal jam 10. Sekali lagi jam 0
- itu waktu subuh. Kemudian dia neruskan
- lagi bahwa inilah yang dilarang gitu ya.
- Jadi sekali
- lagi kalau begadangnya tanpa tujuan yang
- jelas maka ini termasuk yang dilarang.
- Tidur setelah subuh. gitu ya. Karena
- juga dari sisi mana pun kurang begitu
- baik ya. Dari sisi mana pun kita akan
- melihat dari sisi kesehatan, dari sisi
- agama, dari sisi produktivitas kerja
- juga semuanya tidak ee tidak ada yang
- membenarkan ya. Jadi ini saya kira ee
- kecuali kalau begadangnya tadi dimaksud
- adalah ronda. Jika ronda maka seperti
- tadi sudah saya jelaskan. Demikian yang
- saya dapat kemukakan.
- Wallahuam bisawab. Baik, terima kasih
- Pak Ustaz at jawabannya. Kita ke
- pertanyaan dari Ibu Liza di Bekasi.
- Asalamualaikum Pak Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullah wabarakatuh. Kalau
- mendongeng atau bercerita untuk anak
- sebelum tidur, misal cerita tentang
- nabi-nab itu bagus tidak, Pak Ustaz?
- Naam. Pertanyaan bagus sekali.
- Bagaimana kalau sebelum tidur itu
- dibacakan kisah-kisah
- Nabi, Qisasul Anbiya, kisah-kisah para
- nabi sebelum tidur bagi anak-anak kita.
- Apa itu juga bagus? Naam. Al jajawab
- naam. Jawabannya iya. Silakan ya. Jangan
- hanya saja jangan di ceritakan
- kisah-kisah yang tidak ada mengandung
- pelajarannya. mohon maaf misalnya ada
- yang suka ee kemudian ibu bapaknya
- karena tidak ada lagi buku yang ada
- buku-buku horor buku horor diceritakan
- itu bagi anak-anak kurang bagus ya kalau
- mau kisahkan ya tentang akidah para
- sahabat, kisah para nabi akidahnya
- seperti apa sehingga selipkan tuh
- sampai-sampai setan pun lari tuh ya
- sampai-sampai orang jahat pun lari kalau
- kita menjadi orang yang baik
- Contohnya apa yang menimpa misalnya
- diilustrasikan riwayat yang mengatakan
- bahwa ee apa namanya? Bahwa Umar itu
- adalah orang yang apabila jangankan
- manusia katanya setan pun takut gitu.
- Nah, ini jelaskan kenapa ya anak-anak
- sekarang tuh
- kritis. Jangan kemudian berkisah tentang
- sesuatu yang tidak bisa dipahami oleh
- mereka. Nah, karena bahaya juga mereka
- kan ini sendiri. Nanti kalau dibalikkan
- bertanya, pertanyaannya dibalikkan sama
- anak kita, kadang kita bingung. Nah,
- oleh sebab itu kisah-kisah para nabi
- yang diambil dari Quran jaiz. Setelah
- itu kemudian diajarkan doa untuk
- tidurnya gitu kan. Setelah baca doa
- tidur dibacakan ini sampai dia tidur.
- Falabas tidak apa-apa dibanding kemudian
- dia sudah baca doa namun kemudian tidur
- di hadapan TV. dia nonton acara ini dan
- itu. Ah, ini dan itu yang saya maksudkan
- adalah film kartun yang tidak mendidik
- atau misalnya ikut-ikutan nonton bersama
- ibunya yang tidak yang tidak dijelaskan
- oleh ibunya. Misalnya ibunya suka sinon
- A, anak juga nonton sampai tidur
- berbekas bagaimana pertengkaran antara
- apa namanya antara istrinya dengan
- mantunya atau istrinya dengan mertuanya.
- Ah, jangan sampai ya kalau bisa ya nak
- tidur sana. Jelaskan ya jauhkan. dari
- hal-hal yang kemudian akan berbekas.
- Karena ee menurut penelitian itu setahu
- saya, mohon maaf setahu saya bahwa
- peristiwa sebelum tidur itu biasanya
- berbekas.
- Maka disunahkan bukan disunahkan
- dianjurkan maksud saya dianjurkan untuk
- menghafal Quran tuh sebelum tidur. Ya,
- jika ada yang ee oh saya lebih suka
- bakar subuh menghafalkannya lebih oi
- silakan saja. Tetapi kemudian ee ada
- satu hal yang memang orang mengatakan
- tadi sebelum apa namanya sebelum tidur
- itu justru hal yang mm tepat untuk
- menghafal ya. Bukan, bahkan bukan hanya
- menghafal, membaca Quran saja, membaca
- biasa itu ternyata mengakibatkan pres
- ya. Itu yang meneliti bukan umat Islam,
- Bu. Yang nilai bukan kita, tapi orang
- lain. Jadi banyak sekali kemudian ee
- khasiat-khasiat atau faedah-faedah
- ketika kita berdekatan dengan Quran itu
- dibuktikan oleh orang lain, ya. Dan
- memang orang lain itu begitu kan. Kalau
- dalam
- dunia penelitian itu kalau yang
- berhubungan dengan kita kan kalau kita
- kan penelitiannya kalau kita nih satu
- doktrin kalau kita sebut doktrin Quran
- dan sunah penelitiannya mesti ke situ
- kapan menurut Quran apa menurut sunah.
- Nah, yang kedua untuk memahami Quran dan
- Asunah ini maka muncul tafsir atau fikih
- gitu kan. Nah, karena ada setelah tafsir
- dan fikih ini muncul karena untuk
- mengaplikasikan muncullah amalan-amalan
- dalam mengaplikasikan itu. Nah,
- amalan-amalan ini memunculkan peradaban.
- Misalnya, "Oh, orang salat maka
- muncullah masjid gitu kan." Nah, kalau
- di Barat itu penelitiannya di tiga di
- langkah 3 dan 4 ini. Jadi, bekas-bekas
- itu efek-efek dari itu saja yang mereka
- teliti. Adapun kita ya rata-rata kita
- melihatnya dari sudut analisa 1 dan
- analisa du maka seringkiali tidak
- nyambung. Nah, maka sekarang kita harus
- memadukan antara analisa terhadap ee apa
- namanya? Perkataan kitab suci yang
- dimaksud adalah bagaimana Quran
- mengatakan, bagaimana sunah mengatakan,
- bagaimana syarahnya, bagaimana
- tafsirnya, bagaimana fikihnya, dipadukan
- juga dengan fakta-fakta gitu kan. Jangan
- sampai kemudian makanya oleh sebab itu
- peneliti luar itu melihat, oh ciri-ciri
- teroris itu jidatnya hitam, jenggotnya
- ini, celananya begitu. Ah, karena mereka
- melihat bukan bukan dari isi dari konten
- Quran dan hadis.
- Tapi dia melihat loh kok rata-rata
- teroris itu ken begini penelitiannya
- fakta saja. Dan mereka tidak akan bisa
- menjelaskan tentang isi Quran seperti
- apa, isi hadis seperti apa. Nah, kita
- hendaknya bisa memadukan itu semua
- sehingga kita mampu memberikan satu
- solusi yang adil bagi
- permasalahan-permasalahan yang sedang
- dihadapi ini. Demikian saya kira yang
- dapat saya jelaskan. Wallahuam bisawab.
- Semoga terjawab Ibu Emilda.
- Ee kita ke pertanyaan lain, Pak Ustaz
- yang ini di luar tema katanya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz yang
- dirahmati Allah, saya hamba Allah di
- Bogor eh Singapura. Hmm. Masyaallah.
- Mohon nasihatnya. Bagaimana cara
- menyikapi sesama jemaah yang suka
- membeda-bedakan para ulama jika ulama
- tidak disukai, tidak mau ikut hadir
- dalam majelisnya?
- Namam ikhwatul
- iman, para ulama itu bukan nabi. Para
- ulama itu bukan malaikat. Namun kita
- bersyukur kepada Allah dengan adanya
- ulama. Ulama satu memiliki kelebihan
- tetapi juga memiliki
- keterbatasan. Ulama dua memiliki
- keterbatasan, tapi dia memiliki
- kelebihan di sisi yang lain. Maka
- semuanya memiliki kelebihan dan
- kekurangan.
- Mana yang dapat kita ambil dari mereka
- kemuliaan dan hal-hal yang dapat
- menambah keimanannya? Falyakud ambil.
- Tapi kalau kita menemukan hal yang
- mengakibatkan kita ragu terhadap akidah
- kita, terhadap hal yang sudah paten,
- maka fatruk, tinggalkan saja gitu kan.
- Tapi kemudian jangan kemudian
- ngadu-ngadu,
- membanding-bandingkan. Kalau
- membanding-bandingkan dalam sisi
- pemikirannya tidak masalah. Oh,
- pemikirannya begini. Bandingkan dengan
- pemikiran yang ini silakan. Itu
- muqaronah namanya. Muqaronah
- perbandingan. Tapi kalau sudah
- membandingkan orangnya sekali lagi sudah
- dapat kita simpulkan mereka bukan
- malaikat, mereka bukan nabi yang
- dibimbing wahyu gitu kan. Tetapi mereka
- adalah manusia yang memiliki
- kelebihan-kelebihan juga terdapat
- keterbatasan-keterbatasan.
- Jadi, oleh sebab itu dari siapapun kita
- mengambil gitu kan ilmu itu falyakud
- ambillah jika itu memang dapat kita
- pahami. Tapi kalau kita tidak dapat
- memahaminya maka tidak harus kemudian
- kita menjelek-jelekkannya. Demikian saya
- kira yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam bisawab. Baik. Kemudian ada
- permintaan dari Ibu Nunung di Sukabumi.
- He. Asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Maaf, tolong diulangi lagi
- doa tidur yang dibacakan pertama kali
- tadi ya. Tadi kan sudah di apa ee yang
- doa yang pendek apa yang panjang? Kalau
- yang pendek kan ee Allahumma bismika
- amutu wa ahya satu gitu kan. Kalau yang
- kemudian yang penginnya yang apa namanya
- yang agak panjang tadi sudah di ini tapi
- diulang kembali ya.
- Allahumma aslamtu nafsi
- ilaik wajahtu wajhi
- ilaik amri
- ilaik
- wauri
- ilaik rbatan ilaik lajaa w manja minka
- illa
- ilaik amantu
- bikitabikadzi anzalta
- Saya ulang
- lagi. Allahumma aslam
- nafsi waajahtu
- wajhi wau amri ilaik
- wauri
- ilaikatan ilaik lajaa w manja minka illa
- ilaik amantu
- bikitabikalladzi
- anzalta
- wabikalladzi
- arsalta ya silak silakan nanti di apa
- namanya? dicatat, direkam ya. Sudah ya.
- Baik. Nah, nanti ee apa namanya? Tinggal
- dihafal insyaallah atau silakan dibuka
- saja di dalam kitab Riyadus Shihin atau
- dalam kitab-kitab lainnya ya. Kalau
- kitab Riyadus Shihin yang sedang kita
- bahas adalah bab
- 127 kitab Adab Tidur ya. Oke. Tiib. Saya
- kira itu yang bisa dijelaskan.
- Wallahuam.
- Ya, itu tadi doa tidur untuk Ibu Nonong
- di Sukabumi yang meminta. Kemudian ada
- SMS dari
- Umi di Jakarta. Pak Ustaz,
- asalamualaikum, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Setiap mau tidur selalu
- baca doa, namun miring ke kiri. Sering
- mimpi seram. Kemudian kalau kalau mau
- mau tidur baca ayat kursi sering banget
- mimpi rumah yang lebih bagus dari
- rumahnya sendiri. Ini pertanda apa, Pak
- Ustaz? Iya. Kalau tanyanya pertanda apa?
- Saya hanya mengatakan wallahuam. Saya
- tidak tahu ya. Tapi yang jelas kalau
- kemudian baca ayat kursi ternyata
- bermimpi tadi apa? Rumah yang bagus,
- bagus gitu kan. Bisa jadi itulah fadilah
- dari membaca ayat-ayat Allah Subhanahu
- wa taala. Namun hakikat pastinya saya
- tidak tahu ya. A kalau misalnya mancing
- apa tadi tidurnya miling ke kiri banyak
- yang seram-seram. Saya hanya mengatakan
- itulah mungkin. Ya, sekali lagi yang
- pastinya saya tidak tahu itulah mungkin
- kita tidak mendapatkan keutamaan dari
- sunah Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. I ya. Dan setelah kita bahas
- berarti nanti kita berpalingnya atau
- namanya berbaringnya ke sebelah kanan
- ya. Kalau tadi baca ayat kursi seperti
- itu, lanjutkan lagi baca ayat kursi fala
- babi bih ya. Baca doa tadi, baca lagi
- ayat-ayat yang lain yang diajarkan.
- Banyak sekali sesungguhnya dan
- sesungguhnya tidak secara spesifik untuk
- doa tidur. Namun di dalam
- fadilah-fadilahnya seringki
- diilustrasikan. Barang siapa yang baca
- ayat ini sebelum tidur kan begitu. maka
- dia akan begini. Itu juga berarti
- kategorinya membaca ayat itu sebelum
- tidur. Jadi kemudian tidak tekstual,
- "Oh, Nabi bacanya cuma ini gak." Nanti
- dalam fadilah-fadilah atau faedah-faedah
- dari ayat-ayat tertentu itu juga dapat
- kita kaji lebih dalam lagi. Sehingga
- pada akhirnya sebelum tidur itu memang
- banyak wirid yang dibaca ya atau banyak
- zikir yang dibaca. Zikir itu ee wirid
- itu adalah zikir yang sudah dawam. Nah,
- jadi oh ini saya sudah sudah mewirid itu
- waroda itu arti kebiasaan ini kan ya
- membiasakan bacaan-bacaan itu wirid ya
- demikian saya kira wallahuam
- bisawab pertanyaan dari Umi juga sebagai
- penutup Ustaz dari jawab kita sebagai ee
- penutup dari kajian kita kesimpulan, Pak
- Ustaz. Iya. Baik, kesimpulan sementara
- dari kitab Adab tidur ini pertama jelas
- sebelum tidur hendaknya kita berwudu ya.
- Berwudu seperti untuk
- salat. Ini salah satunya faedah. Jangan
- tanya apa kemudian nanti faedah yang
- Allah berikan. Tapi yang jelas riwayat
- yang sampai kepada kita panglima
- besar jenderal ee jenderal TNI ya.
- Panglima besar itu Sudirman. Masyaallah
- itu senantiasa mendawamkan wudu. Wudunya
- itu bukan hanya untuk salat, tetapi
- senantiasa dia berwudu, mendawamkan
- salat. Dan sebagaimana sejarah yang
- sampai kepada kita, hahua Sudirman.
- Itulah Sudirman dengan berbagai macam
- keunikan dan kemuliaannya.
- Di antaranya adalah mendawamkan wudu.
- Begitu juga kita apalagi jelas diajarkan
- kita maksudnya jelas itu menemukan
- dalilnya gitu kan. ini yang sedang kita
- bahas karena bisa jadi di dalil yang
- dalil tadi mungkin sudah dibahas atau
- yang akan datang akan kita bahas
- insyaallah. Nah, jadi yang pertama
- senang jadi berwudu sebelum tidur
- meskipun nanti sekali lagi ada di antara
- kita yang
- membantah bahwa wudu itu hanya untuk
- salat.
- Saya tidak menarik permasalahan itu,
- tapi yang jelas hadis ini menjelaskan
- dan dinyatakan sahih bahwa sebelum tidur
- wudu ya kemudian berbaring ke sebelah
- kanan membaca doa yang pendek. Membaca
- doa sebelum tidur seperti tadi di ini
- yang pendek yang panjang silakan.
- Kemudian nanti akan kita temukan
- bagaimana e faidah-faedah itu semua gitu
- ya. Jadi ini dalam ee empat hadis yang
- kita bahas. Apa tadi? Baca e apa?
- Berwudu
- kemudian ini ke sebelah kanan ya.
- berbaring ke sebelah kanan kemudian
- membaca doa sebelum tidur dan jadikan
- doa sebelum tidur sebagai bukti
- kepesrahan kita kepada Allah itu sebagai
- ucapan atau kalimat
- terakhir. Jadi kalau mau kita
- menambahkan doa itu kita mau bicara lagi
- maka carilah pembicaraan yang lebih baik
- lagi yaitu apa? dengan zikir ya yang
- menunjukkan kepesrahan kita kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Sehingga
- mudah-mudahan kalaupun kita meninggal
- dunia keterusan, karena sesungguhnya kan
- tadi dikatakan tidur itu adalah mati,
- kemudian matinya betulan, artinya rohnya
- tidak dikembalikan oleh Allah Subhanahu
- wa taala kepada dalam jasad orang
- tersebut maka mudah-mudahan kita yang
- terakhir adalah kalimatut thayyibah yang
- terucap dan mudah-mudahan itu sebagai
- tanda husnul khatimah. Ya, demikian yang
- dapat saya simpulkan dari apa yang kita
- bahas sementara ini dari e kitab Adab
- Tidur, bab adab tidur dan mimpi.
- Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- memberkahi ee kajian kita. Demikian
- wasallallahu ala nabiina Muhammadin.
- Walhamdulillahi rabbil alamin.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilaha illa anta astagfiruka waubu
- ilaik.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Jazakallah
- khairan kasir terima kasih banyak atas
- ee waktu yang diberikan kepada kita
- semua masih menyempatkan untuk
- memberikan tausiah dan juga kajian untuk
- kita semua yang mendengarkan semoga
- bermanfaat dan tentunya kita amalkan
- dalam kehidupan sehari-hari. Dan kami
- ucapkan juga terima kasih atas
- kebersamaan ikhwan dan akhwat. Ee dan
- juga mohon maaf yang sebesar-besarnya
- SMS, pertanyaan, WhatsApp, maupun SMS
- yang masuk tidak sempat kami bacakan
- karena keterbatasan waktu. Simak terus
- kajian kitab Riyadus Shihin setiap hari
- Jumat jam .00 sore bersama Ustaz Ahmad
- Saleh dan kami para petugas di sore hari
- ini saya Zulfikar ditemani Dedi, Bang
- Yusuf, Fajar dan teman-teman di daerah
- mundur diri mohon maaf apabila ada
- kesalahan dan kekurangan. Billah taufik
- wal hidayah asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]