Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Rasil untuk Islam yang satu.
- Kita akan melihat TNI itu sebagai
- pelindung
- negara ini, penjaga negara ini,
- pengayom negara ini.
- Banyak istilah-istilah yang itu.
- Tapi ketika lahir
- maka kita itu menyatakan TNI itu sebagai
- anak kandung rakyat.
- Itu satu hal yang aneh.
- Kenapa disebut anak kandung rakyat?
- Nah, kalau kita memperingati tanggal 5
- Oktober, kalimat itu sering disebut
- sebenarnya.
- Karena lahir dari PETA, tentara PETA.
- Tentara PETA itu semua
- pimpinannya itu adalah ulama.
- Maka seolah-olah
- yang melahirkan adanya TNI itu
- adalah ulama dan ulama itu orang tuanya.
- Maka lalu dianggap ini anak kandung.
- Maka istilahnya lahir dari rahim.
- Maka dari rahim itu menjadi anak
- anak kandung rakyat.
- Nah, rakyat itu adalah umat Islam. Umat
- Islam pimpinannya ulama.
- Nah, hal semacam ini diingatkan kembali
- supaya jangan sampai
- karena pengaruh PKI
- tentara ini
- membalik
- tidak mau bergaul dengan ulama.
- Kan keliru. Justru kita bersama-sama
- ulama
- TNI itu
- untuk menyelesaikan permasalahan PKI
- yang selalu membikin Indonesia ini
- dalam keadaan tidak pernah damai.
- Karena mereka mempunyai teori
- konflik teori. Jadi dibuat suasana
- kenegaraan ini dalam keadaan konflik
- yang tidak berkesudahan. Jadi kalau
- sampai TNI the government army untuk
- mereka itu ditarik dengan konsep-konsep
- komunisnya itu maka itu bahaya.
- Maka kita untuk tidak terjadi yang
- membahayakan itu kesekarangan muncul
- maka kita selalu harus mengingatkan
- kembali kembali kepada TNI 5 Oktober
- 1945
- waktu itu adalah tentara revolusi