Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 Brazil [musik] 0:11 TV 0:15 [musik] 0:20 [musik] 0:27 [musik] 0:37 alamin. Allahumma sholli ala sayyidina 0:40 Muhammad wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:43 Dipancar luaskan dari jalan Masjid 0:45 Silaturahim nomor 36 Kalimangis, 0:48 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim untuk 0:51 Islam yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 0:54 dirahmati Allah Subhanahu wa taala, 0:56 bagaimana kabarnya di siang hari ini? 0:58 Alhamdulillah kita kembali bersua dalam 1:00 program tausiah siang edisi Selasa 28 1:04 Safar 1446 1:06 Hijriah yang juga bertepatan di tanggal 1:10 11 Agustus 2026 1:13 bersama Ustaz Fawas Abizawiyah beliau 1:16 telah hadir di tengah-tengah kita di 1:18 studio Rasil Cibubur dan tema yang akan 1:21 beliau sampaikan yaitu memahami 1:24 penjelasan Al-Qur'an tentang siratul 1:26 mustaqim Kita masuk pada bagian ketiga. 1:30 Langsung saja ikhwan dan akhwat kita 1:32 sapa guru kita. Asalamualaikum 1:33 warahmatullahi wabarakatuh. 1:35 Waalaikumumsalam warahmatullahi 1:37 wabarakatuh. 1:37 Sehat, Ustaz? 1:38 Alhamdulillah. 1:40 Alhamdulillah. 1:40 Sehat afiat walaupun sedikit ngantuk. 1:43 Agak lelah ya dari perjalanan jauh ya. 1:47 Dari mulai sejak Sabtu. 1:49 Heeh. Oh, Sabtu ya. 1:50 Sabtu acara 1:52 majelis hamami umur subuh. 1:55 Kemudian sambung hari Ahad 1:58 Bandung 1:59 bersama tamu dari Hadr Maut Yaman. 2:02 Heeh. 2:03 Seorang pakar ilmu qiraah, Al Habib Ali 2:05 bin Abdullah Al Idrus menemani beliau. 2:08 Lalu nyambung Seninnya ke daerah 2:10 Kuningan, Cirebon. 2:11 Heeh. 2:13 Dan tadi malam 2:14 Heeh. [berdehem] 2:15 baru tiba ee pagi. 2:18 Heeh. 2:18 dari Kuningan, Cirebon. 2:20 Oh. H. 2:22 Kemudian lanjut tadi acara 2:24 hari ini. 2:25 Hari ini. Kemudian 2:27 kuliah zuhur. 2:28 Heeh. 2:30 Di Kuningan Jakarta. 2:31 Oh, dari Kuningan Jawa Barat. 2:32 Dari Kuningan Jawa Barat ke Kuningan 2:34 Jakarta. 2:36 Lanjut kemari. 2:37 Padat padat ya. 2:38 Makanya rada ngantuk mata nih karena 2:40 nyepir mobil ya. 2:40 Masallah. Mudah-mudahan nanti bisa ee 2:43 tetap bisa memberikan pencerahan ya. 2:45 Amin. Insyaallah. Mudah-mudahan enggak 2:46 ngantuk ya. Amin. [tertawa] 2:49 Kopinya sudah siap soalnya, Ustaz. Iya, 2:50 ada kopi, ada air putih hangatal 2:52 [tertawa] 2:53 kurang singkongnya kayaknya. 2:54 Oh iya. Baiklah, kita akan dengarkan ee 2:58 siraman rohani yang akan disampaikan 3:00 oleh Ustaz Fawasabizawiyah. Tafadul, 3:02 Ustaz. 3:03 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 3:06 Asalamualaikum warahmatullahi taala 3:09 wabarakatuh 3:10 magfiratuhu waridwan. kita ucapkan dan 3:13 sampaikan untuk segenap pendengar radio 3:16 silaturahim 3:18 AM720 3:19 untuk Islam yang satu. 3:22 Begitupun radio-radio 3:24 dakwah Islam yang ikut memancarkan 3:29 ee kajian-kajian 3:32 radio silaturahim ini. baik yang ada di 3:35 Jawa Barat, Sukabumi, 3:38 kemudian Jawa Tengah, Semarang, 3:41 Magelang, Jogja, kemudian Jawa Timur, 3:47 Surabaya, Situbondo, Bondowoso, 3:50 hingga Banyuwangi dan Bali. Kemudian di 3:54 sebelah Pulau Sumatera mulai dari 3:57 Palembang, 3:58 Batam hingga Singkil Aceh. 4:00 Heeh. ataupun yang ada di seberang Pulau 4:04 Kalimantan, di Pontianak, hingga di Palu 4:08 Alkhairat dan juga menyiarkan di daur 4:13 Irian hingga Australia 4:16 ataupun yang menyimak melalui suara 4:18 Garden Radio Garden Internasional di 4:21 mana saja berada atau yang sekarang 4:24 sedang menyimak melalui kanal YouTube 4:26 Rasil TV. Semoga kita sekalian 4:29 dirahmati. 4:31 diberkahi, dibimbing, dan diridai Allah 4:34 subhanahu wa taala. 4:37 Kita masuk pada sesi ketiga atau part 3 4:40 dari 4:42 tausiah siang Selasa yang bertajukkan 4:45 memahami penjelasan Al-Qur'an tentang 4:48 apa yang dimaksud dengan asirat al 4:51 mustaqim, 4:53 jalan Allah yang lapang dan lurus. Di 4:56 dua pertemuan yang lalu sudah kita buka 4:59 lembar demi lembar ayat-ayat suci 5:01 Al-Qur'an yang menjelaskan tentang apa 5:04 yang dimaksud dengan asiratal mustaqim. 5:08 Kita masuk kepada penjelasan Al-Qur'an 5:10 berikut yang akan kita ambil, kita 5:12 petik, dan mudah-mudahan dapat kita 5:14 baca, renungkan, dan pahami. Dari 5:17 Al-Qur'an surah Al-An'am. 5:20 Surah Al-An'am 5:24 ayat 151. hingga 153 5:28 tentang apa yang dimaksud dengan 5:29 asiratul mustaqim yang berupa yang yang 5:33 berisikan 5:35 menjalankan 5:37 wasiat penting dari Tuhan tentang 5:40 hal-hal yang diharamkan oleh Allah oleh 5:43 Tuhan kepada kita hamba-hambnya. 5:46 Kita akan mulai membaca ummul Quran 5:48 suratul fatihah. 5:50 Seraya bermohon pada Allah subhanahu wa 5:52 taala mudah-mudahan Allah jadikan kita 5:55 min ahlil fatihah 5:57 minal ummati shihah min ahlil quran 6:00 zahiran wa batinan. Dan mudah-mudahan 6:03 kita doakan agar guru-guru kita semua, 6:06 orang tua kita, leluhur kita sudah 6:08 meninggal dunia, Allah berkenan 6:10 memberikan rahmat dalam kuburnya. Allah 6:13 jadikan kuburnya raudah min riyadil 6:15 jannah. 6:16 dan orang tua kita yang masih hidup, 6:18 ayah, ibu, mertua 6:21 beserta guru yang masih hidup. 6:23 Mudah-mudahan Allah anugerahkan tulul 6:26 umur panjang usia fi husnil amal 6:31 dengan memberikan karya yang terbaik fi 6:33 khairin wfin wafiah. Salimin ganim 6:38 farihin mustabsyirin mahfudin marzuqin 6:43 innahu arhamur rahimin. Makbulin 6:46 khususnya untuk founder Rad Silaturahim 6:49 guru kita semua almurabbi Al Ustaz 6:51 Husein bin Hamid bin Hud Al-Attas guru 6:54 kita Al Habib Hamzah bin Attas Al-Attas 6:57 guru kami Al Habib Umar bin Ahmad 6:59 Alattas Sayidil Walid Buya KiaH Ghazali 7:02 Musanif yang sedang kurang sehat semoga 7:05 Allah anugerahkan beliau kesembuhan dan 7:07 kesehatan untuk guru kami abina Kia 7:09 Muhammad Ihya Ulumiddin Amina Kia 7:11 Syihabuddin masyaikh kami yang ada di 7:13 pesantren Langitan 7:15 Pesantren Sarang, guru-guru kami yang 7:17 ada di negeri Jiran, Malaysia, Fatani, 7:21 dan kemudian guru-guru kita yang ada di 7:22 Timur Tengah. Di antaranya adalah Sayid 7:25 Habib Walid Al Habib Abu Bakar bin 7:27 Muhammad Balfaqih di Ribad Tarim, Abna 7:30 Al Habib Hasan bin Abdullah Syatri di 7:33 Tarim. Kemudian kita juga mudah 7:36 mudah-mudahan guru kita Al Habib Umar 7:38 bin Ahmad e Umar bin Muhammad bin Salim 7:41 bin Hafid di Daril Mustofa Asayid Ahmad 7:44 bin Muhammad Almaliki di Makkah 7:46 almukarramah Al Habib Zain bin Ibrahim 7:48 bin Sumaid yang ada di Madinah. Kemudian 7:51 guru-guru kita yang ada di Iraq di 7:53 antaranya Dr. Fadil Shoh Assamir Al 7:56 Baghdadi. Kemudian Sayid Kamal Baghir 7:58 Al-Haidari. Kemudian Dr. Adnan Ibrahim 8:01 Alhasni, As Syekh Hasan bin Farhan Al 8:04 Maliki, kemudian Dr. Ali Mansur 8:06 Alkayali, Dr. Adnan Arfai'i dan para 8:10 guru-guru, para alim-alim lainnya. 8:12 Mudah-mudahan Allah anugerahkan sehat 8:13 afiat, dijaga oleh Allah subhanahu wa 8:16 taala, dimudahkan segala urusannya, 8:18 diijabahkan doa-doanya. Ala hadinah wa 8:21 niatin shihah. Waila hadratin Nabi 8:24 Mustofa Muhammadin sallallahu alaihi wa 8:27 alihi wasallam. Alfatihah. 8:30 Auzubillahisil alim minasyaitanirrajim. 8:34 Bismillahirrahmanirrahim. 8:37 Alhamdulillahi rabbil alamin. 8:39 Arrahmanirrahim. 8:41 Maliki yaumiddin. Iyyaka na'budu wa 8:44 iyaka nasta'in. Ihdinasirathal 8:46 mustaqimathalladzina 8:49 an'amta alaihim ghairil maghdubi alaihim 8:53 waladin. 8:55 Rabbighfirli waliwalidaiya walil 8:58 mukminin. Amin. 9:00 Kita baca dulu ayat 151 hingga 153 dari 9:04 Quran suratul an'am. 9:07 Q taala ba'da anzubillahisil 9:09 alim minasyaitanirrajim. 9:12 [mendengus] Qul taalu atlu ma harrama 9:16 alaikum 9:18 alla tusriku bihi saai 9:22 wabil walidaini ihsana. 9:25 Wala taqtulu 9:28 auladakum 9:29 min imlaq. 9:32 Nahnu narzuqukum wa iyahum. 9:36 Wala taqrabul fawahis maahara minha wama 9:40 bathan. 9:42 Wala taqtulun nafsallati harramallahu 9:45 illa bilhaqq. Dzalikum wasakum bihi 9:50 la'allakum ta'qilun. 9:55 [berdehem] 9:56 Wala taqrabu maal yatimi illa billati 10:01 hiya ahsanu hatta yablugha asudda. 10:05 Waul kaila wal mizana bilqist 10:10 la nukallifu nafsan illa wus'aha. 10:15 Waidza qultum fa'dilu walau kaana dza 10:19 qurba 10:20 wabiahdillahi 10:24 dzalikum wasakum bihi la'allakum 10:28 tadzakkarun. 10:31 Wa anna hadza shati mustaqima 10:37 wa anna hadza sirati mustaqiman 10:42 fattabiuh 10:44 wala tattabius subula fatafarraqo bikum 10:50 sabilih 10:51 dzalikum 10:53 wasakum bihi la'allakum 10:56 tattaquunqallahul 11:07 Amdulillah alamin. 11:11 Ikhwan dan akhwat 11:14 yang menyimak melalui Radio Silaturahim 11:17 untuk Islam yang satu AM720 [berdehem] 11:22 ataupun yang menonton pemirsa yang 11:24 melihat melalui kanal YouTube Rasil TV 11:28 di mana saja berada. 11:31 Pada ayat 153 tadi secara tegas Allah 11:34 Subhanahu wa taala menyebutkan wa anna 11:37 hadzaati 11:38 mustaqima fattabiu. 11:41 Dan sungguh jalanku ini yang begitu 11:44 lapang 11:46 sekaligus lurus maka ikuti olehmu oleh 11:51 kalian jalanku yang lapang dan lurus 11:54 itu. 11:56 Nah, keistimewaan tiga ayat ini Allah 11:58 Subhanahu wa taala menyebutkan 12:02 di setiap penutup ayat dari mulai ayat 12:05 151, 152, 153 12:09 Allah tutup dengan ungkapan dzalikum 12:12 wasakum bihi. 12:15 Yang demikian itu adalah satu hal yang 12:18 Allah pesankan dengan sangat sangat 12:23 penting. 12:25 Kata wasiah. 12:28 Kata wasiah ini ada digunakan 12:30 menggunakan kerja auso yusi isoan 12:35 artinya menyampaikan pesan 12:39 penting 12:40 untuk diamalkan, [berdehem] 12:42 untuk diindahkan, untuk diikuti. 12:44 Kemudian kata kalimat yang berikutnya 12:47 menggunakan wazan tad'if. Wasso yuwasi 12:51 tausiyatan. 12:53 Artinya kalau tadi aus yusi isoan adalah 12:58 pesan yang penting maka tausiah 13:02 dari kata wasa yuwasi tausiyatan 13:05 adalah pesan yang sangat sangat sangat 13:10 penting. 13:12 Jangan sampai terlewat tidak dilakukan. 13:18 Nah, di ayat 151 Allah Subhanahu wa 13:21 taala menjelaskan yang nanti 13:23 kesimpulannya adalah di antara makna 13:26 atau penjelasan Al-Qur'an tentang makna 13:28 atau kata asirat al mustaqim 13:32 adalah 13:34 ee menjalankan wasiat, menjalankan 13:37 tausiah Tuhan yang maha penting berupa 13:42 menjaga diri dari apa yang Allah 13:44 Subhanahu wa taala haramkan. 13:47 Kita mulai dari ayat 151 dari Quran 13:50 suratul A'raf ini. Allah berfirman, 13:52 "Qul, katakan wahai rasulku, 13:56 taalau 13:59 mari sini taalau, mari sini atlu." Aku 14:04 tilawahkan, 14:07 aku bacakan, 14:09 maka ikuti bacaan ini. Nah, itu. Jadi 14:12 kata-kata Allah tidak menggunakan kata 14:14 qul taalau aqra 14:17 lakum misalnya. Tapi Allah gunakan kata 14:20 atlu ma atlu ma harrom alaikum harbukum 14:26 alaikum. Kata atlu artinya sini mari aku 14:30 bacakan. Dengarkan dengan sesama. 14:33 Ya. Lalu ikuti bacaan ini. Ikuti isi 14:36 dari apa yang aku tilawahkan ini. Itu 14:39 arti atluma 14:42 harama [berdehem] 14:42 rbukum alaikum. Sini aku tilawahkan 14:46 kepada kalian apa yang Allah haramkan. 14:51 Apa yang diharamkan oleh Tuhanmu Allah 14:53 terhadap kalian, terhadap diri kalian. 14:57 Kata-kata harrama yuharimu yaitu tahrim 15:01 diambil dari kata-kata haram yang asal 15:04 maknanya adalah sakral, suci, terjaga. 15:09 Jadi arti ketika Allah mengharamkan 15:10 sesuatu kepada terhadap kita, maka 15:13 berarti Allah sejatinya ingin menjaga 15:15 kesucian diri kita. menjaga diri kita, 15:19 menjaga kesuciannya agar tidak ternoda, 15:22 tidak kotor. 15:24 Qul atluma harrom rbukum alaikum. 15:30 [mendengus] 15:31 Sini mari aku tilawahkan dan ikuti 15:34 tilawah ini. Apa yang Allah tuhan kalian 15:37 haramkan terhadap kalian? 15:40 Apa itu? 15:42 Yang pertama, alla tusqu bihi. 15:46 Larangan yang pertama, jangan kalian 15:49 melakukan perbuatan syirik terhadap 15:51 Allah. 15:53 Artinya jangan sekutukan Allah dengan 15:56 yang lain. Artinya adalah jangan kau 16:00 pernah punya satu keyakinan bahwasanya 16:04 ada selain Allah yang memiliki 16:06 kewenangan secara mutlak. 16:09 Alla tus bihi. Jangan kau memandu cinta 16:13 Allah dengan yang lain. Itu makna apa? 16:16 Makna asyirku billah. 16:19 Yang mana penjelasan kata syirik ini 16:21 dijelaskan dengan begitu rinci dalam 16:23 Quran surah Albaqarah ayat 165. Ketika 16:27 Allah Subhanahu wa taala berfirman, 16:28 "Waminanasi 16:30 mayattakidu min dunillahi 16:33 andadan." 16:35 Yuhibbunahum kahubbillah. 16:38 Ada sebagian orang 16:41 yang menjadikan dan mengangkat min 16:44 dunillah 16:46 dari selain Allah sebagai apa? Andadan 16:49 tandingan-tandingan Allah. 16:53 Waminanasi manattakidu min dunillahi 16:56 andadan yuhibbunahum kahubbillah. Mereka 16:59 mencintai 17:01 andad tandingan-tandingan Tuhan itu 17:04 seperti mereka mencintai Allah. Nah, ini 17:06 namanya bab cinta nih. Artinya syirik 17:09 itu adalah memadu cinta Allah dengan 17:13 yang lain. Sedangkan dalam diri kita ini 17:17 tidak ada terkumpul dalam satu rongga 17:19 dua hati. Maka ketika seorang sudah 17:23 berperilaku syirik kepada Allah, berarti 17:25 dia sudah memandu cinta Allah dengan 17:27 yang yang lainnya. Maka berarti sudah 17:30 membagi hatinya untuk Allah dan yang 17:32 yang lain. Maka hal itu adalah perbuatan 17:34 yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa 17:36 taala terhadap orang yang beriman. 17:40 Kemudian wabil walidaini ihsana. 17:44 Dan terhadap kedua orang tua pastikan 17:47 engkau bersikap ihsan. 17:49 Unik ya. Tadi Allah gunakan kata kerja 17:51 alla tusriku bihi syai. Tapi untuk 17:53 urusan orang tua Allah tidak gunakan 17:54 wala tauqu misalnya wala taauqu al 17:58 walidain tidak. Tapi Allah katakan wabil 18:00 walidaini ihsana. Tidak menggunakan kata 18:03 larangan namun ini pesan lebih dalam 18:07 dari sekedar ungkapan 18:09 melarang berdurhaka kepada kedua orang 18:11 tua misalnya. Misalnya wu tuul al 18:15 walidain misalnya. Jangan kalian 18:16 berdurhaka kepada kedua orang tua. 18:18 Tidak. Allah tidak gunakan kata itu. 18:20 Tapi Allah gunakan kata isbat. ya yang 18:23 menunjukkan nahi dan terhadap kedua 18:26 orang tua mesti berbuat ihsan 18:30 sampai perlu menggunakan huruf ba bukan 18:32 walil walidain tapi wabil walidain 18:35 dan jangan sampai ya ada orang sekalipun 18:40 dekat jaraknya 18:42 namun tidak berbuat ihsan kepada orang 18:44 tua misalnya ada anak yang di rumah 18:47 rata-rata ini kan misalnya anak bontot 18:48 tuh di rumah kan abangnya sudah pada ke 18:50 mana-mana biasanya rumah sama pusaka itu 18:52 buat siapa? 18:53 Bontot. Nah, itu kan dekat tuh. 18:55 Hati-hati nih. Jangan jarak, jangan 18:58 orang, seorang anak jaraknya dekat rumah 19:00 dengan orang tua, tetapi berperilaku 19:03 tidak ihsan kepada kedua orang tua. Nah, 19:06 ihsan itu dalam bermuamalat ya, hubungan 19:09 interaksi sesama manusia, arti ihsan 19:12 adalah membalas perilaku buruk orang 19:16 lain dengan kebaikan. 19:18 Yang kedua, membalas kebaikan orang lain 19:21 dengan kebaikan yang lebih dari yang 19:23 kita terima dari perilaku baik orang 19:25 lain. Itu makna dari makna daripada 19:28 sikap ihsan dalam interaksi sesama 19:31 manusia. Lalu bagaimana dengan perintah 19:34 Allah? Wabil walidaini ihsanan. Dan 19:37 terhadap kedua orang tua mesti bersikap 19:41 ihsan. 19:42 Artinya orang tua itu boleh bahasa 19:44 bahasa kampungnya ini tidak ada celah 19:47 alasan untuk disalahkan. 19:50 Kenapa? Karena kalau ihsan saja tadi 19:53 membalas perilaku buruk orang lain 19:55 dengan kebaikan, lalu bagaimana dengan 19:57 kedua orang tua? Bagaimana cara kita 20:00 membalas perilaku buruk orang tua kita 20:01 terhadap kita? Kalau saja pada orang 20:04 lain Allah perintahkan kita bersikap 20:05 ihsan, lalu bagaimana dengan kedua orang 20:08 tua? Wabil walidaini ihsana. 20:12 Kemudian yang ketiga dari perkara yang 20:15 Allah Taala haramkan yang dan merupakan 20:17 adalah sirat mustaqim jika seorang kita 20:18 amalkan. Wala taqtulu auladakum min 20:22 imlaq. 20:25 Jangan kalian bunuh anak-anak kalian min 20:29 imlaqin ya karena hanya takut miskin. 20:34 Jangan. 20:35 Jangan sekali-kali kan melakukan aborsi. 20:38 Wah bingung belum punya kerjaan. 20:40 Heeh. Ya, kita gugurin aja deh anak 20:43 kita. Jangan haram itu. Itu ma harrama 20:48 rbukum alaikum. Ya 20:52 wala eh wala taqrabul fawahisy. 20:56 Jangan kalian mendekat. 21:01 Jangan kalian mendekat alfawahisy 21:04 perbuatan yang keji 21:07 yang merusak alam itu apa? fawahisy atau 21:11 fahisyah 21:14 wa wama baton mahara minha wama baton 21:18 baik perkara itu tampak terang-menerang 21:22 ya ataupun tersembunyi dari perbuatan 21:25 keji tersebut baik yang terlihat maupun 21:27 yang tersembunyi. Kemudian wala taqtulu 21:31 auladakum min imlaq. Maaf wala taktulun 21:34 nafsallati harramallahu illa bilhaq. Ya, 21:39 jangan kamu berani-berani membunuh orang 21:42 yang diharamkan oleh Allah Subhanahu wa 21:43 taala 21:46 illa bilhaq. Kecuali dengan alasan yang 21:48 dibenarkan oleh Al-Qur'an, dibenarkan 21:50 oleh Allah. Dalikum wasakum bihi. 21:53 Demikian itu dia Allah memberikan 21:56 wasiat, perintah yang begitu sangat 21:58 penting. La'allakum taqilun. agar kalian 22:02 dapat menggunakan akal untuk mengerti, 22:04 memahami pesan Tuhan ini. Nah, ini di 22:08 ayat 151 saja Allah Subhanahu wa taala 22:11 tutup ayat ini dengan apa? Dalikum 22:13 wasakum bihi la'allakum taqilun. 22:17 Agar kalian bisa menggunakan akal 22:19 kalian, agar kalian bisa mengerti. Nah, 22:21 insyaallah setelah tidak berikut kita 22:23 akan sambung di ayat 152 dari Quran 22:26 suratul An'am. 22:28 Baik, ikhwan dan akhwat. Eh, tadi telah 22:31 kita simak pembahasan 22:34 dari apa yang disampaikan oleh Ustaz 22:36 Fawas Abi Zawiyah. Kami akan segera 22:39 kembali setelah jeda berikut ini. 22:41 Tetaplah bersama kami. Radio Silaturahim 22:44 untuk Islam yang satu yang masih 22:46 dipancaruaskan 22:48 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36, 22:51 Kalimanggis, Cibubur, Bekasi. Ikhwan dan 22:54 akhwat, terima kasih Anda masih bersama 22:55 kami dalam program tausiah siang di hari 22:58 ini bersama Ustaz Fawas Abi Zawiyah. Ada 23:01 Ibu Mazkur di Bekasi, Pak Ustaz. Juga 23:04 ada Ibu Aminah di Citra Indah. Kalau 23:10 Ibu Maskur ini berkomentar, 23:13 "Alhamdulillah kemarin pulang dari acara 23:16 bubur subuh di Ustaz Fawas Abizawiyah 23:19 dibawain ubi singkong Al-Qur'an terjemah 23:23 di sana makan nasi tiga rupa." 23:25 Jazakallah, Ustaz. 23:26 Masyaallah, [tertawa] 23:27 masyaallah. 23:28 Jazakillah khair Maskur. 23:31 Terima kasih Bu Mas. 23:32 Barakallah fikum. Ya, Mas kalau enggak 23:34 salah nih bawa keluarga nih, bawa 23:36 suaminya, bawa anaknya. Masyaallah. 23:39 Dari Ibu Aminah, Ustaz ini mau bertanya. 23:42 Izin boleh. 23:43 Boleh. Silakan, Bar. 23:45 Saya ee apa ini? Saya milin ee mohon 23:50 maaf, Ibu belum bisa terbaca. Baik, 23:52 Ustaz. Dilanjut Ustaz ini agak bingung 23:54 Ustaz. Saya milin apa sih Fadol, Ustaz? 23:58 Ee baik nanti Agus beli dulu kacamatanya 24:01 ya. 24:01 Coba. Iya. [tertawa] 24:02 Baik. tadi lima perkara yang diwasiatkan 24:06 Allah Subhanahu wa taala untuk kita 24:08 menjaga diri kita tidak melakukan hal 24:10 itu. 24:11 Ikum wasakum bihi laallakum taqilun. 24:15 Yang lima tadi itu adalah wasiat penting 24:18 yang sangat penting yang Allah 24:20 wasiatkan. Laallakum taqilun. Semoga 24:23 kalian mengerti hal itu. Gunakan akal 24:26 kalian jangan sampai melakukan lima hal 24:29 yang Allah haramkan tersebut. Berikutnya 24:31 di ayat 152 Allah berfirman, "Apa lagi 24:34 sih yang Allah haramkan?" Kan tadi Allah 24:36 buka dengan di ayat 151 dengan 24:38 firmannya, "Qul taalau atlu maabuk 24:43 alaikum." Berikutnya, walaqru maal 24:47 yatimi illa billati hiya ahsanu hatta 24:52 yablugha asuddah. 24:55 Jangan kalian 24:57 berani mendekati harta anak-anak yatim 25:01 kecuali dengan cara 25:04 yang lebih baik, yang lebih bermanfaat 25:08 buat si yatim itu, yang lebih ee 25:12 memberikan efek dan keuntungan bagi si 25:15 anak yatim itu. Dulu di zaman Belanda 25:20 ada fatwa dari seorang mufti Betawi 25:23 Al Habib Utsman bin Agil bin Yahya bahwa 25:27 harta anak-anak yatim yang belum baligh, 25:33 belum masuk usia baligh, dewasa 25:36 tadi kan ayat ini Allah berfirman, 25:38 "Hatta yablugha asyuddah." Sampai dia 25:41 mencapai usia dewasa. harta si anak 25:43 yatim 25:45 ditahan atau diamankan 25:48 oleh negara. 25:51 Bahkan si ibu enggak boleh 25:52 menggunakannya karena si ibu sudah 25:54 memiliki bahagian dari warisan sang 25:57 suami yaitu seper 26:00 empat eh maaf 1/8 karena memiliki anak 26:03 dari harta suami. Maka agar si ibu tidak 26:06 menghabiskan harta anak yatim ya si ibu 26:11 hanya memiliki kewenangan mengelola. 26:14 Nah, namun saat itu fatwa dikeluarkan 26:18 bahwa harta anak yatim dikelola atau 26:21 ditahan oleh negara. 26:24 Nanti jika si anak yatim sudah baligh, 26:27 dikembalikan kepada 26:30 sang. 26:32 Karena kalau sudah baligh berarti sudah 26:33 dewasa. Cara berpikir dapat mampu 26:36 mengelola. Bilaun sang ibu memerlukan 26:39 biaya untuk membiayai si anak yatim 26:43 karena mungkin si ibu tidak memiliki 26:44 harta, maka 26:48 mengajukan permohonan ke pengadilan. 26:50 Lalu pengadilan akan memberikan seukuran 26:53 kebutuhan si anak yatim. 26:56 Dan itu memang sesuai dengan gambaran 26:58 Al-Qur'an ini. Wala taqrabu maal yatim. 27:02 Jangan kalian mendekati. Lihat. 27:05 Jadi ini namanya dalam istilahnya ini 27:07 disebut dengan fiqhul ihtiraz. 27:10 Fikih pemahaman tentang sikap 27:13 berhati-hati sedia payung sebelum hujan. 27:16 Dalam Al-Qur'an ada beberapa perkara di 27:18 antaranya ini termasuk wala taqrabuz 27:22 zina. Allah tidak mengatakan jangan 27:24 berzina tapi wala taqrabuz zina. Dekat 27:27 saja jangan apalagi melakukannya. 27:30 Begitupun harta anak yatim jangan 27:32 dimakan. Jangankan memakannya, 27:35 mendekati saja tidak boleh kecuali 27:40 dengan cara yang lebih sempurna, lebih 27:44 smart, lebih bermanfaat. Hatta sehingga 27:48 dia si yablugha sampai si anak yatim ini 27:51 asyuddahu 27:53 usia dewasa. 27:55 Usia dewasa sudah memiliki kemampuan 27:59 mengelola hartanya sendiri. 28:03 Ini yang yang keenam. Yang ketujuh 28:07 adalah larangan 28:10 melakukan kecurangan 28:13 dalam apa? Dalam dua perkara. Menimbang 28:17 dan menakar. 28:18 W waful kaila wal mizan bilqisti. 28:24 Dan tunaikan ya tunaikan 28:27 timbang apa namanya? Tunaikan dengan 28:30 sempurna kiloan kalian, timbangan 28:33 kalian, wal mizan dan takaran kalian. 28:37 Kemudian bililqisti dengan cara yang 28:41 lebih dari adil. Kata 28:44 dalam Al-Qur'an ini ada kata adil, ada 28:46 kata qis. 28:48 Kalau adil mengatur sesuai dengan 28:53 ketetapan sekalipun ada pihak lain yang 28:56 kecewa. 28:58 Hukum wajib ditunaikan dengan penuh 29:00 keadilan. Sekalipun nanti ada pihak yang 29:03 merasa kecewa, itu namanya apa? Adil. 29:06 Karena kata adil ini lawan zalim. Apa 29:08 zalum? Waduaiin fi ghairi mahallih. 29:12 Zalim itu meletakkan sesuatu bukan pada 29:14 tempatnya ya dan memberikan sesuatu 29:18 tidak secara proporsional. Nah, alqistu 29:22 lebih dari itu semua. 29:24 Alkist adalah ungkapan sekarang dikenal 29:26 dengan win-win solution. Selain adil, 29:30 bagaimana caranya kedua belah pihak yang 29:32 sedang bertikai ya mendapatkan solusi 29:36 yang sama. Itu solusi yang sama. Waul 29:41 kaila wal mizana bilqisti. 29:44 Nah, begituun dalam sikap dan perbuatan 29:46 ini jangan hanya pahami dalam urusan ee 29:49 barang menakar timbangan, mengukur 29:52 ukuran. Tidak. Ini bahagian dari pesan 29:55 Al-Qur'an dan sekaligus larangan 29:58 Al-Qur'an. Jangan bersikap curang 30:01 dalam segala hal. Apa sih curang segala 30:03 hal itu? Yang Allah jelaskan dalam Quran 30:05 surah almutffifin. Wailun lil mutfifin. 30:09 Alladzina idzalu alanas yastagfun. 30:13 Waidza kaluhum 30:15 au wazanuhum yuksirun. 30:18 Kata al-mutafif curang ini adalah 30:22 orang-orang yang ketika meminta haknya 30:25 ingin selalu minta dipenuhi. 30:28 Tapi 30:30 ketika bersikap pada orang lain, tidak 30:33 memberikan orang lain sesuai dengan 30:35 haknya. Dia menuntut haknya untuk 30:37 ditunaikan tapi dia tidak menunaikan hak 30:40 orang lain. Ini bahagian dari almutifin, 30:43 orang-orang yang curang. Sedangkan hal 30:45 itu diharamkan oleh Allah Subhanahu wa 30:47 taala dengan nas Al-Qur'an dengan 30:49 firmannya, wailun lil mutofifin. Nah, di 30:53 sini Allah gunakan kata perintah, namun 30:56 isinya adalah hal yang diharamkan oleh 30:58 Allah sebaliknya. 31:00 Waful kaila wal mizana bilqisti. Berarti 31:03 apa? Haram hukumnya seseorang menimbang, 31:07 menakar dengan tidak penuh nilai 31:10 keadilan yang nuansanya adalah alqis, 31:15 sama-sama senang, win-win solution. 31:19 La nukallifu nafsan illa wusaha. Dan 31:22 Allah subhanahu wa taala tidak pernah 31:24 membebani membebani apa? Jiwa kecuali ya 31:29 menurut kadar kesanggupannya. 31:33 Nah, kata kadar kesanggupan atau menurut 31:36 kesanggupannya ini, ini perlu dipahami 31:38 betul-betul. 31:40 Kata wus'aha diambil dari kata-kata 31:43 wasia, 31:45 yasa'u sa'ah wus'ah artinya luas. 31:52 Maka la nukallifu nafsan illa wus'aha. 31:57 Kami tidak membebani setiap jiwa kecuali 32:01 seukuran 32:03 keselapangan dia. Ketika Allah berikan 32:06 dia ke lapangan, maka tuntutannya 32:09 seukuran lapang yang Allah berikan 32:11 padanya. 32:13 High risk, high profit. Jangan seseorang 32:16 ingin mendapatkan satu hal yang 32:18 profitnya tinggi, tapi ketika menunaikan 32:21 kewajiban di hadapan Tuhan ingin 32:23 mintanya sekecil-kecil 32:26 resiko. 32:27 Hm. 32:28 Gitu loh ya. Sekecil-kecil resiko kan 32:32 ada yang begitu kan. 32:33 Iya 32:33 ya kan? Kepenginnya dapatnya yang gede 32:35 tapi enggak mengeluarin yang yang besar. 32:38 Pengin dapat ikan kakap umpannya apa ya? 32:41 Cacing. 32:42 Heeh. 32:42 Ya enggak bisa dong. Nah, ini pemahaman 32:44 tentang la nukallifu nafsan illa wusaha. 32:50 Berikutnya, waum fa'ilu. 32:53 Kalau berkata, kalau berucap, berbicara 32:58 pastikan dengan penuh nilai keadilan. 33:01 Walau kanza qurba. Sekalipun mengatakan 33:05 sesuatu kepada orang terdekat kita, 33:09 ucapkan dengan penuh nilai-nilai 33:11 keadilan. Jangan menzalimi orang lain 33:15 sekalipun terhadap dza qurba orang 33:18 terdekat kita. Wabiahdillahi 33:21 aufu. Nah, haram hukumnya nih kalau 33:25 seseorang 33:26 tidak menunaikan ahad, kesepakatan 33:31 dengan Allah. 33:34 Ahdun bainana waina khaliqina Allah 33:37 tabaraka wa taala. Itu sejak kapan? 33:39 Sejak kita berada di alamul arwah. 33:44 Waid akbukum 33:46 min bani adam wamin durriyatihim. 33:53 Alastu birabbikum qolu bala 33:57 syahidna. Di alam arwah kita sudah 34:00 membuat sebuah ikatan perjanjian dengan 34:02 siapa? Dengan Allah. 34:04 Allah bertanya pada kita, "Alastu 34:06 birabbikum?" Bukankah aku pencipta 34:09 kalian? 34:10 Bukankah aku, kata Allah pemilik hidup 34:13 kalian? Bukankah aku yang menghidupkan 34:16 dan mematikan kalian? Bukankah aku yang 34:19 berhak mengatur kalian? Kita roh kita di 34:22 alam sana sudah membuat perjanjian bala. 34:26 Iya Tuhan. Betul Engkau yang mencipta 34:29 kami. Maka berarti Engkau yang berhak 34:31 mengatur kami. Engkau pemilik kami 34:33 sepenuhnya. Engkau yang berhak melarang 34:36 kami, Engkau yang berhak menghukum kami, 34:39 Engkau yang yang yang. Maka di sini 34:42 Allah ingatkan wabiahdillahi aufu. Nah, 34:46 jangan sebaliknya kita tidak menunaikan 34:48 perjanjian kesepakatan yang sudah kita 34:50 buat dengan Allah Subhanahu wa taala. 34:53 Ketika seseorang mengucapkan dua kalimat 34:55 syahadat, mengucapkan ashadu alla ilaha 35:01 illallah, berarti sudah membuat 35:03 menaikkan kontrak kesepakatan bahwa 35:05 tidak ada ilah kecuali Allah. 35:10 Lihat penutup ayat ini. Kalau tadiikum 35:13 wasakum bihi laallakum taqilun di ayat 35:16 ini dalalikum. Karena terikat dengan 35:19 apa? terkait dengan hal yang Allah Taala 35:22 sakralkan berupa perjanjian, menjaga hak 35:26 orang, menaikkan sesuatu dengan penuh 35:29 nilai keadilan. Maka Allah ingatkan 35:31 dalalikum wasakum bihi. Yang demikian 35:34 itu adalah yang Allah wasiatkan pada 35:37 kalian. Laallakum agar kalian 35:40 tadakkarun. 35:42 Mau selalu untuk mengingat-ingat dan 35:45 menjaga apa yang sudah diingatkan. Itu 35:48 makna tadi laallakum tadakarun. 35:50 Berikutnya di ayat 153 penutup tema 35:55 makna sirat mustaqim ini. Apa itu? Allah 35:58 ingatkan ini. Wa anna hadza. 36:01 Dan sungguh ya inilah yang ada di 36:05 hadapanmu. Tadi sekian banyak wasiat 36:08 Tuhan, tausiah Tuhan merupakan sirati 36:12 jalanku yang lapang 36:14 mustaqiman yang lurus. Fattabiu. Maka 36:18 Allah perintahkan kita berittiblah 36:22 hanya kepada jalan Allah yang lapang dan 36:26 lurus. Wala tattabius subul. Jangan 36:30 kalian memilih subul jalan-jalan kecil. 36:35 Ikuti jalan Allah yang begitu luas ini. 36:38 Hai ini, lebuh raya ini. Jangan kalian 36:42 mengikuti apa? Jalan-jalan kecil yang 36:45 masuk ke ganggang sempit. 36:46 berbelok-belok, berliku-liku naik dan 36:48 turun. Tapi ikuti Allah, ikuti jalan 36:51 Allah yang begitu lapang dan sekaligus 36:54 lurus. 36:56 Fatafarqo bikum sabilih. Kalau kalian 36:59 memilih subul, tidak memilih sirat, 37:02 nantinya kalian pun akan terpecah-pecah 37:06 bercerai bercerai-berai 37:08 demi mengikuti berbanyak subul. Akhirnya 37:11 berpisah dari jalannya Allah. 37:15 Nah, itu yang enggak boleh ya 37:17 berfirqah-firkah 37:19 ya memilih subul meninggalkan sirat. 37:24 Dalikum wasakum bihi. Yang demikian 37:27 itulah yang Allah tausiahkan, wasiatkan, 37:30 perintahkan kepada kalian. La'allakum 37:34 supaya agar kalian tattaquun. 37:37 Betul-betul bisa memprotect diri dengan 37:41 menjadikan Allah sebagai pelindungnya. 37:44 Wallahu taalaam bawab. 37:47 Baik, Ustaz, terima kasih [berdehem] 37:49 untuk penjelasannya, Ustaz, terkait 37:52 dengan tema kita di siang hari ini. Bagi 37:56 Anda, Ikhwan dan Akhwat yang ingin 37:58 mengajukan pertanyaan, kami persilakan 38:00 di 0811999720. 38:06 Pertanyaan pertama datang dari Ibu 38:08 Aminah, Pak Ustaz. Asalamualaikum 38:10 warahmatullahi wabarakatuh. 38:12 Ibu Aminah di Citra Indah, Ustaz. 38:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 38:15 wabarakatuh. 38:16 Ee saya 38:19 matiin cecak sampai mati. Apakah saya 38:21 dapat pahala, Ustaz? 38:23 Oh, [tertawa] masyaallah. 38:26 [mendengus] 38:28 Hukum membunuh cecak 38:30 apakah mendapat pahala? Heeh. 38:35 Info 38:37 tentang adanya pahala yang diraih dengan 38:41 membunuh seekor cicak. Bukan info yang 38:45 bersumber dari asirat al-mustaqim. Heeh. 38:49 Tapi dari riwayat-riwayat palsu 38:51 israiliyat mengataskan agama Islam, 38:55 mengataskan syariat Islam, mengatas 38:58 namakan baginda Nabi Muhammad sallallahu 39:01 wasallam wabarak alaih. Kita hanya boleh 39:05 tadi Allah katakan, "Wala taqtulun 39:07 nafsallati 39:09 harramallahu illa bilhaq." Kita dilarang 39:13 dan diharamkan oleh Allah membunuh 39:15 segala yang memiliki nafas. 39:18 segala yang bernyawa 39:21 maka haram melakukan pembunuhan kecuali 39:24 bila ada pembenaran dari Al-Qur'an. 39:27 I. 39:28 Nah, Al-Qur'an tidak memberikan 39:30 pembenaran tentang membunuh cicak. 39:34 Terlebih lagi katanya mendapatkan 39:36 pahala. Tidak ada. Tidak ada dalam 39:39 asiratal mustaqim dari sumber Al-Qur'an 39:42 itu yang menyebutkan bahwa membunuh 39:43 cacak mendapatkan pahala. Kita hanya 39:46 dibolehkan membunuh segala yang bernyawa 39:49 saat dia membahayakan kita. 39:52 Iya, 39:52 itu bila tidak membahayakan apalagi 39:55 tidak mengganggu maka kita tidak 39:57 diperbolehkan membunuh atau 39:59 menghilangkan nyawa secara sia-sia. 40:01 He. 40:02 Alias tidak alias membunuh bighhairil 40:06 haq. Tidak dengan panduan yang 40:08 dibenarkan dalam Al-Qur'an. Wallahu 40:11 taala aam bisawab. 40:13 dari hamba Allah, Pak Ustaz. 40:15 Asalamualaikum warahmatullahi 40:17 wabarakatuh. 40:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 40:19 wabarakatuh. 40:20 Kalau Allah sudah memberikan akal kepada 40:22 manusia untuk menentukan mana yang benar 40:25 dan mana yang salah, mengapa kita harus 40:27 tetap memohon? Tunjukilah kami jalan 40:30 yang lurus setiap kali salat. 40:33 Masyaallah, pertanyaan yang bagus. 40:35 Akal ini 40:38 tujuannya atau fungsinya adalah untuk 40:40 memilah 40:42 dan memilih mana yang hak dan mana yang 40:44 batil, mana yang baik, mana yang buruk, 40:47 mana yang bermanfaat, mana yang tidak 40:50 memberi manfaat. Namun ingat akal 40:56 dengan tujuan tadi atau fungsi tadi, 40:58 akal ini laksana persis sama dengan dua 41:01 bola mata. 41:02 Heeh. 41:03 Dua bola mata. 41:04 Dua bola mata. 41:06 Dua bola mata kita ini sekalipun normal. 41:09 Lang saya nih rabun jauh. Sekalipun mata 41:11 kita normal maka ingat dua bola mata 41:15 kita tidak akan mampu melihat objek di 41:19 hadapannya tanpa adanya bantuan cahaya. 41:23 Begituun akal. 41:26 Maka Allah perlu mengingatkan dalalikum 41:28 wasakum bihi la'allakum ta'qilun. 41:31 Akal tidak bisa berfungsi dengan baik. 41:35 Membedakan mana yang baik, mana yang 41:37 buruk. Memilah mana yang manfaat, mana 41:39 yang merugikan kecuali dengan adanya 41:43 cahaya petunjuk. 41:45 Nah, cahaya petunjuk ini adalah 41:48 Al-Qur'an. 41:49 Maka kita diperintahkan untuk senantiasa 41:51 bermohon agar Allah memberikan kita 41:54 petunjuk, bimbingan, tuntunan. 41:58 Heeh. Ya, arahan dan hantaran kepada 42:01 jalan Allah yang lurus agar akal kita 42:04 berfungsi. Maka itu Al-Qur'an adalah nur 42:07 lil aqli. Cahaya bagi hati dan cahaya 42:11 bagi akal manusia. Wallahu taala alam 42:14 bisawab. 42:15 Baik, kemudian pertanyaan dari Bapak 42:18 Ahmad di Depok. Asalamualaikum 42:20 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 42:22 Waalaikumsalam warahmatullahi taala 42:25 wabarakatuh. Kalau seseorang melakukan 42:27 kebaikan dengan tujuan mendapatkan dunia 42:29 misalnya bersedekah agar usahanya 42:31 lancar, apakah ini masih termasuk 42:34 berjalan di atas siratal mustaqim? 42:36 Namam. Barakallah fik. 42:39 Ee bersedekah 42:41 dengan tujuan agar usaha dilancarkan 42:46 bahagian dari kebaikan. 42:48 Nah, yang terpenting itu kan sebetulnya 42:50 bukan tujuan. Tujuan bersedekah hanya 42:53 melaksanakan perintah Allah. itu yang 42:55 sebenarnya. Namun 42:58 harapan agar dengan bersedekah 43:02 usaha dilancarkan itu bukan bagian dari 43:05 niat atau tujuan seseorang. Namun 43:08 sejatinya itu adalah media penghantar 43:13 wasilah dengan bersedekah 43:16 yang semoga Allah terima sedekahnya 43:18 karena Allah. Lalu menjadi sebuah 43:20 wasilah agar usaha dilancarkan. Cuma 43:24 kadang orang sudah biar mudah gampang 43:25 nyebutinnya sedekah agar usaha 43:28 dilancarkan. Tujuan sedekah supaya 43:30 mendapatkan kelancaran. Nah, ini 43:31 sejatinya adalah wasilah. Wabtaghu 43:34 ilaihil wasilah. Menjadikan wasilah 43:36 sedekah agar Allah terima, Allah rida 43:40 dan dengan itu Allah mudahkan segala 43:42 urusan kita. Itu bagian dari hal yang 43:45 dibolehkan. 43:46 Baik, Ustaz. 43:47 Wallahuam. 43:48 Pertanyaan terakhir, Pak Ustaz. 43:50 Naam 43:51 dari Ibu Risa. Asalamualaikum 43:53 warahmatullahi wabarakatuh. 43:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:56 wabarakatuh. 43:57 Kalau ujian hidup sering membuat 43:59 seseorang semakin dekat kepada Allah, 44:02 apakah kesulitan selalu menjadi tanda 44:04 bahwa kita sedang berada di siratal 44:06 mustaqim? Ataukah memang justru orang 44:09 yang hidupnya nyaman bisa berada di 44:12 jalan yang lurus? 44:16 Hidup sejatinya adalah ujian. 44:18 Heeh. 44:20 Karena Allah ciptakan hidup untuk 44:22 menguji siapa di antara kita yang 44:25 terbaik karyanya. 44:28 Ujian bisa berupa hal-hal yang manis, 44:32 kesuksesan, kebaikan secara zahir, dan 44:36 juga terkadang ujian adalah hal-hal yang 44:38 pahit. Namun bagaimana cara kita 44:41 membedakan? Nah, cara membedakannya bila 44:45 kenikmatan, kemudahan, kemewahan yang 44:48 Allah berikan pada kita menjadikan kita 44:51 lengah dan lalai kepada Allah, berarti 44:54 itulah ujian yang apa namanya? Yang 44:57 pahit ya, dalam bentuk 45:01 kemewahan. 45:01 Heeh. 45:02 Bila hal yang tidak kita suka, tidak 45:04 kita inginkan, kepahitan dalam hidup ya 45:07 berlaku pada kita, lalu kita bisa 45:09 menerimanya dengan keridaan. 45:12 Maka itu sejatinya adalah ujian yang 45:14 manis dalam bingkai yang pahit, hal yang 45:17 tidak suka. Makanya di antara doa yang 45:20 perlu kita baca ya, Allahumma ja'al 45:23 nafsi mutmainatan 45:26 tminu bilqik 45:29 watqna biikard 45:32 biqadaik. Ya Allah [mendengus] 45:34 jadikan aku punya keinginan jiwa, nafsu, 45:39 hasrat senantiasa tenang. 45:43 Hingga buahnya apa? 45:46 Mengimani perjumpaan denganmu. Nah, 45:50 watq 45:52 merasa cukup dengan pembelianmu. 45:55 Wat biqodik dan restu rela dengan segala 45:59 ketetapanmu. Manis ataupun pahit, luas 46:03 maupun sempit. Doa itu perlu kita baca 46:06 sering-sering agar hati kita senantiasa 46:10 bisa menjalani kehidupan dunia yang 46:12 penuh ujian ini. Wallahu taala alam 46:15 bisawab. Barakallah untuk Ibu Risa 46:18 perbanyak membaca doa ini dan kita semua 46:20 juga. Allahumal nafsi 46:22 mutmainatanuqikna 46:26 biikard 46:28 biqik. 46:30 Wallahuam biswab. 46:32 Wallahuam biswab. Baik. Ikhwan dan 46:35 akhwat ee nampaknya kita sudah berada di 46:38 penghujung acara satu komentar dari 46:41 Bunda Nisa di Bali. Asalamualaikum 46:43 warahmatullahi wabarakatuh. 46:45 Waalaikumsalam warahmatullahi 46:46 wabarakatuh. 46:47 Ada saudara seiman baru mendengarkan 46:50 Rasil mulai pagi hari ini. 46:53 Masyaallah. 46:53 Semoga setia mendengarkan salam dari 46:55 Bunda Nisa 46:57 dan semoga kebuka hatinya dilampangkan 46:59 dadanya. 47:00 Masyaallah. Salam kenal untuk Ustaz 47:02 Fawas Abi Zawiyah. 47:04 Alaika alaihim alaikaamullah 47:07 warahmatiratuh wabarakatuh. Ibu Nisa di 47:09 mana? 47:10 Bali. 47:10 Bali. Nah, Bali ada dua nih. 47:12 Bukan Bali Matrawan bukan. 47:14 Ah, itu berarti tiga. Ada Bali, pulau. 47:17 Heeh. 47:17 Ya, pulau Bali. Ada Bali di 47:20 yang sebelah barat, Ustaz. Bukan TB ya. 47:22 Iya. Ada Bali mana? Di Sumatera. 47:24 Heeh. 47:25 Di daerah Pangkal Pinang. Namanya Bali. 47:28 Singkatannya Balun Ijuk. 47:30 Ada Bali Matraman di Jakarta. [tertawa] 47:33 Baik, Ikhwan dan akhwat. Kita sudah 47:35 berada di penghujung acara. Kita akan 47:36 dengarkan ee kesimpulan. 47:39 Masyaallah. Kesimpulannya kajian siang 47:41 hari ini, tausiah siang hari ini adalah 47:43 memaknai, memahami makna dari asiratal 47:46 mustaqim adalah menjaga diri dari apa 47:50 yang Allah Taala haramkan. Dan pesannya 47:53 begitu jelas, penting, bisa dibaca ulang 47:57 dari Quran surah Al-An'am ayat 151, 152, 48:02 153. Mudah-mudahan kita dapat menjaga 48:05 diri kita 48:07 dari hal-hal yang Allah Taala haramkan 48:09 sehingga kita berada di atas asirat al 48:12 mustaqim. 48:13 Demikian. 48:15 Wallahu taala alam biswabh. 48:17 Baik, Ustaz. Jazakallah ikhwan dan 48:19 akhwat. Demikian sayaai sudah jumpa kita 48:23 dalam program tausiah siang di hari ini. 48:26 Kami mohon pamit undur diri. Billahi 48:28 taufik wal hidayah. Wasalamualaikum 48:30 warahmatullahi wabarakatuh. 48:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 48:34 wabarakatuh.