Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
3:32 [musik] 3:43 Bismillahirrahmanirrahim. 3:44 Alhamdulillahirabbil alamin. Allahumma 3:46 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 3:49 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 3:51 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 3:54 akhwat pendengaran silaturahim dan juga 3:56 pemirsa Rasia TV yang dirahmati Allah. 3:58 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iman 4:00 akhwat di Selasa sore hari ini tanggal 4:03 28 Safar 148 4:05 Hijriah atau bertepatan dengan tanggal 4:07 11 Agustus 2026. Kita kembali 4:10 bersama-sama di acara tausiah sore 4:13 bersama Ustaz Wahyu DKS yang 4:14 alhamdulillah telah hadir di studio. 4:16 Kita sapa terbih dahulu. Asalamualaikum 4:19 warahmatullahi wabarakatuh ustaz. 4:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:23 wabarakatuh. 4:24 Kabar sehat ya? 4:25 Alhamdulillah. 4:26 Alhamdulillah sehat. Dan hari ini tema 4:28 yang akan Ustaz sampaikan adalah 4:29 mengenai Indonesia itu mayoritas muslim 4:33 tapi malas baca. Nah, itu dia ya 4:36 temanya. Tapi memang sih kayak saya juga 4:39 pernah ee apa baca di berita gitu ya. 4:40 Memang literasi warga kita emang agak 4:43 kurang ya 4:44 dalam membaca apapun gitu ya 4:46 agak berkurang. kita nanti akan 4:48 bersama-sama simak Iwan Nawat ee seperti 4:50 apa pemaparannya dan nanti juga ingin 4:52 bergabung bertanya silakan bisa kirim 4:54 nomor WhatsApp kami di 0811999720 4:59 Ustaz. 5:00 Baik. Bismillahirrahmanirrahim. 5:02 Alhamdulillah wasyukrul lillah 5:04 masyaallahu w lam yasya' lam yakun la 5:07 haula wala quwwata illa billah. Ashadu 5:12 alla ilahaillallahu wahdahu la 5:15 syarikalah. Wa ashadu anna muhammadan 5:18 abduhu wa rasuluh. Wasalatu wasalamu ala 5:21 rasulillah wa ala alihi wa ashabihi wa 5:24 mawalah. Auzubillahiminasyaitanirrajim. 5:28 Ya ayyuhalladzina amanutqulaha haqqa 5:31 tuqatih wala tamutunna 5:34 illa wa antum muslimun. Amma ba'. 5:38 Inna ahsanal hadis kitabullah wahansanal 5:40 hadi hadyu Muhammad shallallahu alaihi 5:43 wasallam. Wasarul umuri muhdasa Tuhan. 5:47 Para ikhwan dan akhwat, pemirsa Rasil TV 5:50 dan pendengar Radio Silaturahim di mana 5:53 saja berada. 5:55 Semoga kita senantiasa dalam keadaan 5:57 sehat walafiat dan dirahmati Allah. 5:59 Amin. 6:00 Dan juga diberkahi rezekinya 6:03 lahir dan batin. 6:04 Amin. 6:05 Ya. Jadi bukan hanya lahir saja 6:06 rezekinya 6:07 batin [tertawa] juga ya. Nah, sebelum 6:09 saya masuk ke materi, saya ingin nanya 6:14 dulu nih kepada para pemirsa Rasul TV ya 6:16 dan pendengar silaturahim. 6:18 Betul. 6:18 Nah, bahwasanya ee coba jawab di kolom 6:22 komentar 6:24 kapan terakhir kali Anda baca buku. 6:27 H 6:28 selain HP tentunya 6:29 ya. Kalau HP mungkin tiap tiap kayaknya 6:31 tiap 6:32 tiap hari bukan tiap hari hampir tiap 6:35 saat gitu. 6:35 Tiap saat. Nah, ini baca buku nih. Baca 6:38 buku. 6:38 Nah, kapan itu? 6:40 Nah, itu fakta yang nyakitin tadi bahwa 6:44 Indonesia ini negara muslim terbesar di 6:47 dunia. Tapi menurut UNESCO minat baca 6:52 kita peringkat ke-60 dari 61 negara. 6:55 Waduh, paling akhir tuh dong ya. 6:57 [tertawa] 6:57 Kedua terakhir. 6:58 Kedua terakhir. 6:59 Masyaallah. Juara kedua terakhir. 7:00 Ya Allah. 7:02 Nah, ini kita kalah gitu ya. Kalah 7:04 dengan Thailand. kalah dengan Malaysia, 7:07 kalah dengan Vietnam, negara-negara 7:08 kecil itu. 7:09 Masyaallah, ini kan malu ya. 7:11 Nah, jadi pertanyaan kok bisa gitu ya, 7:14 kok bisa? Padahal kitab suci kita ini 7:18 dibuka dengan satu kata iqra. 7:20 Bacalah, 7:21 bacalah coba 7:22 perintah membaca. 7:23 Iya, 30 juz Al-Qur'an itu berawal 7:25 daripada iqra. 7:26 H. 7:27 Jangan lupa itu. 7:29 Yang kedua kemudian Alqalam nulis, ya 7:32 kan? Masyaallah. 7:35 Al-Qur'an kan pena itu. He. 7:38 Jadi, mari kita bedah ya. Dulu kita jaya 7:41 karena apa? Sekarang kita mundur karena 7:44 apa dan solusinya bagaimana. Nah, ini 7:47 yang kita bahas sekarang. Maka ee 7:51 saya juga mau nanya nih sama 7:54 Kang Fahri. 7:55 Berapa ee kapan membaca buku? 7:59 Terakhir, terakhir baca buku kapan? 8:01 terakhir 8:01 ada setahun [tertawa] 8:04 lama kayaknya Ustaz 8:05 ada setahun yang lebih ya 8:06 tapi saya bacanya ebook Ustaz ebook itu 8:08 yang di HP 8:09 H 8:10 iya ebook 8:10 ebook 8:11 Nah masih mending ebook lah 8:13 bukan bukan mensos ya 8:14 dalam artian 8:15 berita-berita gitu 8:16 iya kalau ebook masih mending 8:18 ya tapi ee kita juga perlu menyempatkan 8:23 ya membaca mushaf misalkan 8:26 membaca kitab-kitab ya nah karena ada 8:29 kalanya kan ee beda pengaruhnya itu 8:31 beda. 8:31 Betul. Betul. 8:31 Nah, 8:32 jadi bentuk aslinya bukan dari gadget 8:34 gitu ya. 8:34 Iya. 8:35 Kalau Masja kapan nih terakhir baca 8:37 buku? Kapan 8:39 tadi ya? [tertawa] 8:40 Lama juga kayaknya nih ya. Terlalu asyik 8:43 berselancar dengan HP rupanya ya. 8:46 Nah, oke ikhwan akhwat ee kita mulai ee 8:50 kajian kita ini dengan bacakan doa 8:52 menuntut ilmu. Bismillahirrahmanirrahim. 8:55 ilumamtani 9:03 ilman yanfuni. Amin. Allah amin. Para 9:06 ikhwan dan akhwat ee dulu sekitar tahun 9:09 800 sampai 1200 Masehi 9:12 itu dunia menyebutnya sebagai zaman 9:14 keemasan Islam. 9:15 Iya. Zaman keemasan 9:16 ya. Luar biasa. Di Baghdad itu ada 9:19 Baitul Hikmah, rumah kebijaksanaan. 9:23 Isinya jutaan buku. He. 9:25 Dan itu perpustakaan terbesar di dunia 9:27 yang pertama kali 9:29 ya dimiliki oleh umat Islam yaitu di 9:32 zaman Daul Abbasiyah. 9:35 Para imwan, parawan tuh rela dia 9:37 berjalan kaki berbulan-bulan cuma pinjam 9:41 satu buku. 9:42 H 9:43 masyaallah 9:44 jarak ke jauh berti ya. 9:45 Ya, kita sekarang sudah dimudahkan gitu. 9:49 Jadi bahkan ada kisah satu buku bisa 9:52 ditukar dengan beratnya emas. Contoh 9:54 siapa? Ee Hunain bin Ishak, seorang 9:56 ilmuwan Nasrani itu menterjemahkan 9:59 buku-buku Plato dan Aristoteles. 10:01 Buku politik, buku-buku politik, buku 10:04 polis, polisi, politeia, politika, 10:08 ee polisi, ya polisi dan kemudian 10:11 republik 10:12 di zaman dari tulisan-tulisan Platon 10:14 Aristoteles itu, 10:15 itu diterjemahkan ke dalam bahasa Arab 10:17 oleh Hunin bin Ishak, seorang ilmuwan 10:19 Nasrani. 10:20 Iya. [mendengus] Dan kemudian berubahlah 10:21 jadi satu kitab namanya kitab asiasah. 10:24 Mulai situlah muncul kata asiasah 10:27 dari Hun bin Ishak, seorang Ibnu Nasrani 10:28 yang dibayar mahal oleh ee Makmun bin 10:31 Han Arrasyid. H. 10:32 Dan bayarannya apa? Hasil terjemahan itu 10:35 ditimbang dengan emas. 10:37 I. 10:38 Coba Kang Mari bayangkan 10:39 emas ya. 10:40 Ya. Kitab sebesar itu ditimbang dengan 10:43 emas 10:44 dan itu sebagai hadiah daripada 10:45 penterjemahan. 10:47 Wah, bisa entah berapa miliar itu kalau 10:50 sekarang diuangkan. 10:51 He 10:52 ya. Masyaallah luar biasa. 10:53 Sangat dihargai ya. 10:54 Itulah sekilas tentang ee apa sejarah 10:58 membaca. Nah, saya ingin kita 11:01 berselancar dalam ini kita mengevaluasi 11:04 ya terhadap rendahnya tingkat literasi 11:07 di kalangan umat Islam Indonesia dan 11:10 dunia serta upaya antisipasinya. 11:16 Jadi membaca itu merupakan syarat 11:19 pertama dan utama bagi keberhasilan 11:22 seseorang. 11:23 I 11:23 namun sangat disayangkan mayoritas umat 11:25 Islam yang terkait langsung dengan 11:28 perintah Allah ini masih rendah dalam 11:30 merealisasikannya khususnya di kalangan 11:33 pelajar atau mahasiswa. 11:34 Betul 11:35 ya. 11:37 Indonesia 11:38 [berdehem] yang berjumlah penduduknya 11:40 284,3 11:42 juta, muslimnya 246 juta atau 87,2%. 11:48 Tadi menurut UNESCO urutan ke-60 dari 61 11:52 negara 11:54 juara kedua dari bawah. [tertawa] 11:55 Juara kedua dari bawah gitu. Jadi yang 11:57 dianalisa dan nomor satu negara dari 12:00 minat baca di seluruh dunia itu. Nah, 12:02 Indonesia masuk urutan ke-60. Jadi 12:05 persis berada di bawah Thailand yang 12:08 ke-59 Thailand 12:10 dan di atas ee Botswana itu ke-61. 12:16 Masyaallah. Nah, Finlandia adalah negara 12:19 dengan tingkat literasi tertinggi di 12:21 dunia. 12:22 Tertinggi ya Finlandia. 12:23 Nah, jadi selain Finlandia beberapa 12:25 negara yang memiliki tingkat literasi 12:27 itu ee 100% adalah Norwegia. 12:31 He 12:32 Georg Georgia ya. Kemudian Luksemburg, 12:36 Uzbekistan, Kajhstan, Azerbaijan, 12:40 Ukraina, Andora, ee dan seterusnya ya. 12:44 Termasuk Jepang, Hongkong, Singapura, 12:46 Irlandia termasuk di situ. Jadi, 12:48 masyaallah. 12:50 [berdehem] 12:51 Nah, coba kita melihat data World 12:54 Population Review. Dari 184 negara, 12:59 Indonesia menempati posisi ke-86. 13:03 Posisi ini masih kalah dari negara 13:05 tangga lain seperti Filipina peringkat 13:08 85, Singapura ke 75, Brunei ke-73. 13:14 Masih kalah juga 13:15 menurut data World eh Atlas ya, angka 13:20 melek huruf di Indonesia berada di 13:22 posisi ke-105 13:24 dari sekitar 193 negara di dunia. Jadi 13:29 diadakan apa kan mengadakan penelitian 13:31 itu macam-macam ya. He 13:32 ada sekian banyak dan sekian. Nah, nah 13:35 posisi ini juga masih kalah dibandingkan 13:37 Malaysia di posisi ke-102. 13:40 Iya. 13:40 Indonesia 105, Malaysia 102. Singapura 13:43 di posisi ke 80 lebih tinggi. 13:45 Tinggi 13:46 masyaallah. 13:49 Nah, jadi padahal di Al-Qur'an kata 13:50 membaca itu ee tidak kurang dari 14 kali 13:55 perita membaca itu. 13:56 Iya. 13:57 Ini menunjukkan pentingnya urusan 13:59 membaca. baik membaca yang tekstual 14:01 maupun yang kontekstual 14:03 ya. Dengan kata lain membaca yang 14:06 tersurat dan yang tersirat gitu. 14:09 Literasi menjadi salah satu kunci 14:11 penting untuk bangkitnya peradaban ya 14:14 peradaban Islam dan kaum muslimin ya di 14:18 ee mana-mana di seluruh dunia ini. Nah, 14:23 sekarang [berdehem] 14:24 kenapa harus dievaluasi? Evaluasi kan 14:26 dari KB itu mengukur percapat ee 14:28 pencapaian tujuan. Nah, adapun literasi 14:31 itu kemampuan seorang untuk membaca, 14:34 menulis, dan memahami informasi. Itu 14:36 literasi. 14:37 Nah, adun ee kita harus antisipasi ya, 14:40 karena antisipasi adalah merupakan 14:41 perhitungan bayangan atau ramal ramalan 14:44 atau prediksi tentang hal yang akan atau 14:47 belum terjadi itu antisipasi. 14:49 Nah, tadi Al-Qur'an dengan surat al-Alaq 14:52 pertama, iqra bismi rabbikalladzi 14:54 khalaq. Ya kan awalnya itu. 14:56 Nah, jadi ketika Rasul alaihi wasallam 14:58 berada di gua Hiro yang pertama kali 15:00 turun itu adalah iqra. Bacalah. 15:03 Nah, maka Rasul menjawab, "Maana biqori, 15:05 apa yang aku baca?" Anda maa biqori saya 15:08 tidak bisa baca. 15:10 Tapi kemudian oleh malaikat Jibril 15:12 setelah berkah dikatakan iqra bacalah 15:15 bismibikalladzi khalaq dengan asma 15:18 Rabbmu yang telah menciptakan. 15:20 Khalaqal insana min alaq. Allah telah 15:23 menciptakan manusia dari segumpal darah. 15:26 Iqra. Bacalah. Warabbukal akram. Dan 15:29 Allah yang maha mulia. Dan Rabbmu yang 15:31 maha mulia. Alladzi alama bilqalam. Yang 15:35 Allah telah mengajarkan. 15:37 ya telah mengajarkan dengan perantaran 15:40 kalam 15:41 ya alqalam itu kan pena 15:43 pena ya 15:43 maka dengan tulisan-tulisan itu 15:45 bayangkan kalau dulu para ulama tidak 15:46 rajin nulis 15:47 he enggak ada itunya 15:49 enggak ada sisanyaasinya 15:50 kita tidak bisa menindaklanjuti, tidak 15:53 bisa melanjutkan 15:54 ya selesai sudah bahkan Al-Qur'an dulu 15:57 kalau para sahabat tidak nulis gimana 15:58 iya 15:59 kalau Abu Bakar Assiddiq radhiyallahu 16:00 anhu tidak membukukan Al-Qur'an hilang 16:03 Al-Qur'an tuh masyaallah ya ini 16:06 pentingnya makanya alamal insana ma lam 16:09 ya'lam ya Allah mengajarkan kepada 16:11 manusia yang manusia tidak 16:13 mengetahuinya. 16:15 Nah, 16:17 kemudian 16:19 dalam tafsir Ibnu Katsir 16:22 surat al-alaq ayat 1 sampai 5 ini dapat 16:25 disimpulkan sebagai berikut. 16:27 Pertama adalah permulaan 16:30 rahmat Allah kepada manusia. Jadi 16:33 permulaan rahmat Allah itu dengan 16:34 membaca. 16:35 Membaca 16:36 itu ya 16:38 ayat 1 sampai 5 ini. Kemudian ee di 16:41 dalamnya juga peringatan tentang proses 16:44 awal penciptaan manusia dari segumpal 16:48 darah. H. 16:50 Nah, kemudian juga perintah untuk 16:52 membaca dan memperhatikan ayat-ayat yang 16:56 ee ayat kebesaran Allah, yaitu ayat-ayat 16:59 kauniah, ya. Maka dengan al-alaq itu kan 17:02 berarti darah, berarti kan kauniah ayat. 17:05 Kemudian perintah juga untuk senantiasa 17:08 belajar dan menganalisa segala sesuatu 17:12 yang belum diketahui. Maam ya'lam yang 17:15 belum diketahui. Dan alak 1 sampai 5 pun 17:18 merupakan bukti kemurahan Allah yang 17:21 telah mengajarkan manusia dengan 17:24 perantaraan Al-Qur'an. Alquran. 17:26 Masyaallah. [mendengus] Nah, surat 17:29 al-alaq ayat 1 sampai 5 ini jadi 17:30 mengandung nilai pendidikan seperti 17:33 halnya nilai pendidikan ketuhanan atau 17:35 ketauhidan, nilai keimanan ya, nilai 17:39 pendidikan ee akal atau intelektual dan 17:42 juga nilai pendidikan keterampilan atau 17:44 amal 17:45 itu masyaallah. 17:47 [berdehem] 17:49 Nah, ee ikhwan akhwah azakumullah. Jadi 17:52 gambarannya sangat jelas sekali ya 17:55 tentang surat ini menunjukkan ee 17:59 kandungan peringatan yang menggugah 18:01 manusia kepada asal mula penciptaannya 18:05 yaitu dari alaqah dari segumpal darah. 18:08 Dan di antara kemurahan Allah azza wa 18:11 jalla ialah telah mengajarkan manusia 18:15 apa yang tidak diketahuinya. 18:17 Ini berarti ee Allah telah memuliakan 18:20 manusia dengan ilmu dan ilmu merupakan 18:24 bobot tersendiri yang membedakan antara 18:27 Abul Basyar, Adam dengan malaikat. 18:30 Iya. 18:30 Maka malaikat pun suruh bersujud kepada 18:32 Nabi Adam karena ilmu. 18:33 Karena ilmunya lebih tinggi 18:35 gitu. Masyaallah. Lihat surat Albaqarah 18:37 ayat ke-31 sampai seterusnya itu. Itu 18:40 kan Allah mengajarkan sampai minta ee 18:44 diajarkan malaikat itu kepada Nabi Adam. 18:46 Tuh kan ilmu. 18:48 H 18:48 tu ilmu itu ada kalanya berada di hati, 18:53 ada kalanya berada di lisan, 18:55 adakalanya pula berada di dalam tulisan 18:57 tangan. 18:58 Berarti ilmu itu mencakup tiga aspek. 19:01 Pertama hati. Yang kedua, lisan, dan 19:04 yang ketiga tulisan. 19:06 Nah, sedangkan yang ada di tulisan 19:09 membuktikan adanya penguasaan pada kedua 19:12 aspek, yaitu hati dan lisan. 19:16 Tapi tidak sebaliknya ya. Tidak 19:19 sebaliknya. Artinya tidak selalu 19:21 orangnya itu yang ada hati dan lisanya 19:23 kemudian berdampak pada tulisan. Karena 19:26 tidak semua orang mengungkapkan lewat 19:27 tulisan 19:28 ya toh. Tapi tulisan merupakan sebuah 19:30 gambaran bahwa itu adalah merupakan 19:32 ungkapan, merupakan manifestasi daripada 19:36 lisan dan hatinya. Tuh. Karena itulah 19:40 disebutkan dalam firmannya tadi, "Iqra 19:42 warbukal akram." 19:44 Ya Allah bacalah dan Rabbmu yang maha 19:48 pemurah yang maha ee mulia. Alladzi 19:52 alama bilqalam. Yang mengajarkan manusia 19:55 dengan perantaraan qolam. Qolam itu 19:57 adalah pena. 19:59 Pena. 19:59 Nah tulisan. 20:01 Alamal insana malam y'nam. Ia 20:03 mengajarkan para manusia yang tidak 20:04 diketahuinya. Nah di dalam sebuah asar 20:07 disebutkan ikatlah ilmu dengan tulisan. 20:10 H. 20:11 Dan masih disebutkan pula dalam asar 20:13 bahwa barang siapa yang mengamalkan ilmu 20:16 yang dikuasainya, maka Allah akan 20:19 memberikan kepadanya ilmu yang belum 20:21 diketahuinya. 20:22 Iya, 20:23 bisa dipahami? 20:25 Saya ulang nih. Pahami. Barang siapa 20:27 yang mengamalkan ilmu yang dikuasainya, 20:30 ya, maka Allah akan memberikan kepadanya 20:33 ilmu yang belum diketahuinya. 20:35 Hm. Ilmu baru ya. 20:37 Bisa dipahami ya? 20:38 Iya. Nah, jadi kalau kita mengamalkan 20:40 ilmu muncul ilmu baru. 20:42 He. 20:42 Nah, ini dijelaskan dalam tafsir Ibnu 20:43 Katsir juz 2 halaman 437. 20:48 [berdehem] 20:49 Nah, di Al-Qur'an kalimat membaca itu 20:52 ada tiga. Ada alqiraah, ada attilawah, 20:54 ada attartil. Tartil. 20:57 Kata alqiraah, at-tilaah, dan att-tartil 20:59 umumnya memiliki arti yang sama yaitu 21:00 membaca. Tetapi dalam penggunaannya 21:03 ketika kata tersebut memiliki perbedaan 21:05 makna sehingga masing-masing kata 21:08 tersebut memiliki fungsi yang berbeda. 21:11 Arrqib Al-Aspahani menjelaskan bahwa 21:14 qaraa dapat diartikan sebagai 21:16 menghimpun, mengumpulkan, dan membaca. 21:19 H 21:20 ayat pertama turun diawali dengan kata 21:22 iqra yang berarti bacalah. Pada ayat 21:24 tersebut tidak ada objek maf'ul, 21:28 tidak ada. Misalkan ee iqrail kitab. 21:31 Iqra ilil kitab. Bacalah kitab 21:33 di situ. Iqra mana yang dibacanya? Apa? 21:36 Enggak ada perintah. 21:37 He. 21:38 Nah, ini kenapa ya? Apa yang harus 21:41 dibaca? Enggak ada kan? Makanya Rasul 21:43 menjawab, "Ma biqori apa yang harus saya 21:45 baca tuh 21:47 menunjukkan makna membaca dan mengkaji 21:49 ayat kauliah atau ayat Al-Qur'an ini 21:52 maupun ayat kauniah termasuk juga 21:55 menelaah diri sendiri dan masyarakat 21:58 serta peradaban meneliti bacaan tertulis 22:02 baik teks suci yaitu kitab Allah maupun 22:05 yang tidak suci kitab yang lainnya 22:08 umumnya. 22:08 Oh jadi karena tadi tidak ada maf'ulnya. 22:12 Ya, kalau misalkan iqra kitabaka itu kan 22:15 ada. Nah, bacalah kitabmu ini iqra 22:19 berarti umum ya secara general 22:21 umum enggak ada mafulnya enggak ada 22:23 objeknya. 22:24 Nah, yang ada caranya bismibikalladzi 22:27 khalaq dengan asma rabb mafulnya tidak 22:29 ada tuh. Masyaallah. [mendengus] 22:33 Nah, itu jadi ee banyak sekali 22:35 kaitannya. Nah, ayat pertama turun di 22:37 dengan kata iqra. berarti bacalah pada 22:40 ayat tersebut tidak ada maf'ul tadi 22:42 objek yang harus dibaca menunjukkan 22:44 perintah membaca dan mengkaji surat alak 22:46 ini sasarannya adalah ayat kauliah yaitu 22:49 Al-Qur'an dan ayat kauniah jadi 22:52 dua-duanya harus kita baca 22:54 itu. Namun demikian ya ayat tersebut 22:58 memberikan tolok ukur yang jelas bahwa 23:02 dalam membaca atau meneliti ya harus 23:06 tetap dalam koridor bismi rabbika lah 23:09 ini koridornya bismi rabbika dengan asma 23:11 Allah maksudnya tetap melibatkan Allah 23:14 sebagai Rabb. Artinya menjadikan 23:17 Al-Qur'an sebagai pedoman atau manhaj. 23:20 Jangan sampai kita membaca, menganalisa, 23:22 meneliti kita jauh dari Al-Qur'an. 23:25 itu jelas akan sangat terancur dan 23:27 bahkan sangat jauh melenceng. 23:30 Jadi Allah menyelamatkan manusia agar 23:32 selamat dalam cara membacanya, dalam 23:35 cara menilai, dalam cara memberi, 23:37 meneliti dan sebagainya maka tidak boleh 23:39 lepas daripada asma Allah. Bismibika 23:43 yaitu dengan jangan sampai melepaskan 23:45 Allah Subhanahu wa taala dari 23:47 keterlibatan mengkajinya. Nah, jadi 23:50 dalam setiap aktivitas membaca, 23:52 meneliti, mengkaji, menyampaikan, 23:55 menganalisa ataupun mempelajari. 23:59 Adapun kata tilawah dikhususkan dalam 24:02 membaca kitab suci 24:04 ya, tidak dibenarkan dalam membaca buku 24:08 atau kitab karangan manusia. 24:10 H. Adapun kata tartil berasal dari kata 24:14 rotala yurattilu tartila yang artinya 24:17 adalah sesuatu yang rapi, 24:20 seimbang dan serasi. Seperti ungkapan 24:23 rajulun rotala alas asnani artinya 24:27 seorang yang giginya rapi gitu ya. 24:31 Tartil berarti melepaskan kata dari 24:33 mulut dengan ringan dan konstan. 24:36 Sebagaimana firman Allahid 24:38 alaihi warilil qur tartila 24:43 atau lebih dari seperdua itu dan bacalah 24:46 Al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan 24:47 dengan tartil. Makanya di situ ada 24:50 tajwid ya, ada ee makharijul huruf, ada 24:54 sifatil huruf disebutkan itu kaitannya 24:57 dengan tartil 24:58 atau dengan sekarang lebih dikenal 25:00 dengan fasih 25:01 fasih 25:01 gitu. Nah, tartil dikhususkan dengan 25:03 mengaji atau membaca Al-Qur'an. dengan 25:05 bacaan ringan dan benar sesuai tajwid. 25:09 Suaranya ee begitu mengalir dari 25:11 mulutnya, tenang dan disertai dengan 25:14 tadabur 25:15 tuh. 25:17 Nah, sekarang apa sih keutamaan membaca 25:19 itu? 25:20 Iya, 25:21 keutamaan literasi itu ngapain? Kok 25:23 sampai menjadi topik permasalahan gitu? 25:26 Iya. 25:27 Sebenarnya ini materi ini sudah saya 25:28 seminarkan di S Alfatah 25:30 ya. kami ST Alpatah membuat seminar ini 25:33 alhamdulillah ee lumayan responnya bagus 25:36 gitu ya. Nah, maka saya merasa ini 25:38 penting juga untuk disampaikan ke ee apa 25:41 para pendengar hasil gitu. Jadi 25:44 keutamaan literasi itu pertama aktivitas 25:47 ibadah. 25:47 Iya. 25:48 Jadi baca itu ibadah. 25:49 Ibadah 25:50 ya. Membaca ibadah sebagai bentuk 25:52 pengamalan perintah pada surah al-Alaq 25:54 dan almuzzamil. Tapi tentunya hal-hal 25:58 yang positif bukan membaca saja ya. 26:01 Membaca malah ee mohon maaf ya misalkan 26:04 bahkan membaca tentang pedukunan 26:07 misalnya membaca hal-hal yang berbau 26:10 kesyirikan bukan itu ya. Kalau itu mau 26:13 dibaca dalam kajian tauhid untuk supaya 26:16 kita bisa meluruskan enggak apa-apa 26:18 sebagai pengetahuan medan. Tapi kalau 26:20 misalkan malah kita lakukan nah itu j 26:22 keliru menjadikan pedoman ya. 26:25 [mendengus] 26:25 Nah, kemudian yang kedua meningkatkan 26:27 pengetahuan [berdehem] 26:28 ya. Jadi bukan saja aktivitas ibadah 26:30 meningkatkan pengetahuan 26:32 seseorang untuk mendapatkan dan memahami 26:34 informasi penting dari berbagai sumber 26:37 itu buku, artikel, majalah dan lainnya. 26:41 Kemudian mengembangkan keterampilan 26:43 berpikir kritis untuk mengidentifikasi 26:46 argumen yang kuat, 26:48 memahami perspektif yang berbeda dan 26:50 memutuskan perkara. Jadi walaupun ee 26:54 kita sekarang sudah sekian banyak ada 26:56 data, ada big data di dalam dalam medsos 26:59 itu ya atau di AI itu 27:01 tapi tetap saja ada yang belum. 27:02 Iya. 27:03 Saya sering dialog sama AI [tertawa] 27:05 sering [berdehem] dialog gitu ya. Nah 27:07 saya oh ini salah kamu gitu gitu salah. 27:09 Terus saya begini oh iya terima kasih 27:12 atas pencerahannya gitu ya. [tertawa] 27:14 Masyaallah senangnya Pak A tidak pernah 27:16 marah. 27:16 Iya robot ya. 27:19 Jadi beapa kali saya dialog nyampaikan 27:22 bagaimana Anda gini. Oh salah salah itu 27:25 informasi yang keliru. Yang benar begini 27:27 gitu itu direspon bagus gitu. Tapi 27:31 kadang-kadang saya yang diluruskan juga 27:33 ada gitu ya. 27:34 Nah maaf kata Anda keliru gini-gini gitu 27:37 ada juga gitu. 27:38 Nah itulah ya artinya kenapa 27:41 AI seperti itu kan itu big data. Iya. 27:43 Data. 27:43 Jadi data-data yang masuk, ada enggak 27:45 data yang belum masuk? Sudah sangat 27:47 banyak. 27:48 Banyak 27:49 gitu. Banyak. Misalkan ada sekian orang 27:52 yang mengkaji satu apa? Sistem gitu ya. 27:56 Sistem yang belum terangkat di AI. 27:57 Karena orang yang pengamal sistem itu 27:59 tidak banyak muncul 28:01 gitu kan. Mohon maaf. Contoh misalkan 28:03 tentang jemah muslimin ketika saya baca 28:05 di DAI ternyata dia masih belum lengkap 28:08 datanya gitu. Bahkan lebih banyak 28:10 datanya itu memantau dari sisi lain. 28:14 Menyamakan jemah muslimin dengan 28:15 organisasi misalkan itu kan keliru 28:17 gitu. Padahal itu jemah muslim itu 28:19 syariat dan organisasi organisasi beda 28:22 organasi Islam dengan jamaah muslim 28:24 beda. 28:25 Nah tetapi saya kemudian saya luruskan. 28:29 Nah kemudian mengembangkan keterimpelan 28:30 berpik berpikir kritis untuk 28:33 mengidentifikasi argumen yang kuat, 28:35 memahami perspektif yang berbeda, dan 28:38 memutuskan perkara. He 28:39 tuh. Jadi itu di antara keutamaan 28:41 literasi. Lalu meningkatkan kemampuan 28:43 akademik gitu, memahami pelajaran, 28:47 partisipasi aktif dalam pembelajaran dan 28:50 meraih sukses akademik. 28:52 He. 28:53 Kemudian juga meningkatkan kemampuan 28:55 verbal, memperkaya perbendaraan kata, 28:58 dan mengoptimalkan kinerja otak. Nah, 29:01 itulah pentingnya literasi. 29:05 Nah, sekarang mari kita ee berusaha 29:08 untuk mengembangkan kreativitas ya, 29:10 minat dan imajinasi. 29:13 Meningkatkan kemampuan menyaring 29:15 informasi, menyaring informasi secara 29:17 akurat ya. Kemudian meningkatkan 29:20 kemampuan memahami kebudayaan, memahami 29:24 dan bersikap objektif terhadap 29:25 kebudayaan, lalu meningkatkan kemampuan 29:28 memahami hak dan kewajiban. memahami hak 29:31 dan kewajiban ini sebagai seorang muslim 29:33 ee apakah sebagai seorang pimpinan atau 29:35 sebagai orang yang terpimpin maka 29:37 hendaknya kita paham dalam hal ini 29:40 menempatkan diri. Nah, dengan itulah 29:42 pentingnya literasi. 29:45 Nah, timur masalah tadi loh, kenapa 29:47 Indonesia sampai urutan ke-60 dari 61 29:50 negara 29:52 rendah sekali gitu ya? 29:53 Rendah. Nah, ini penyebab rendahnya 29:55 literasi itu karena pertama kurangnya 29:58 memahami bahwa literasi itu adalah 30:01 bagian dari ibadah. 30:04 Oh, masyaallah. 30:05 Jadi kalau kalau kita ee tahu ini, maka 30:09 sebenarnya sejak sebum ada sebelum 30:11 adanya medsos pun 30:12 dia akan berusaha untuk menambah 30:13 literatur. 30:14 Iya. 30:16 Saya saya sedikit ee punya pengalaman 30:19 [mendengus] pengalaman ini mungkin 30:20 sekitar mungkin sekitar 20 tahun atau 15 30:23 15 atau 20 tahun yang laluah. 30:25 Nah, ketika saya datang ke seseorang 30:28 yang nota bene dia salah seorang tokoh 30:30 masyarakat. 30:30 He 30:31 ya. Bahkan notabene disebut ustaz. 30:34 Iya. 30:34 Tapi ketika datang ke rumahnya dia dalam 30:36 keadaan sedang merokok. 30:38 He 30:38 gitu ya. Lalu kemudian menyetel musik. 30:42 Lalu begitu saya lihat di 30:43 perpustakaannya enggak lebih dari lima 30:45 buku 30:47 di perpustakaan di rumahnya itu. Nah, uh 30:50 saya kaget. Terus saya tanya, "Ustadz, 30:54 sudah berapa lama ngerokok?" "Sudah 30:56 sekian lama gitu." "Waduh, sehari dapat 30:59 e berapa gitu?" "Sekian." "Waduh, kalau 31:02 woh berarti bakal banyak sekali 31:04 perpustakaan, Ustaz. Kalau Ustaz 31:05 berhenti ngerokok dibeliin buku." Saya 31:07 bilang 31:08 biasa nyemum aja, mesem-mesem aja gitu 31:11 ya. Nah, terus beberapa [mendengus] 31:13 ee poin berikan masukan saya kepanya. 31:16 He. 31:16 Nah, 5 tahun kemudian saya kembali 31:20 silaturahim ke rumah itu. 31:21 H 31:22 ternyata masih istikamah. 31:24 Istikamah. [tertawa] 31:26 Istikamah dalam tanda negatif ya. Dalam 31:28 dalam tanda dalam tanda kutip gitu. Jadi 31:31 dia masih bertahan masih bertahan dengan 31:34 rokoknya, masih bertahan dengan 31:36 perpustakaan yang sekian. Enggak 31:38 nambah-nambah. H 31:39 lebih cenderung membeli rokok daripada 31:41 memberi buku. 31:42 Buku. 31:42 Masyaallah. 31:44 Nah, ini ini kan musibah sebenarnya ya. 31:48 Sesuatu yang jelas apa mubazir dibeli, 31:52 sesuatu yang manfaat malah ditinggalkan. 31:54 Iya 31:54 gitu. Nah. 31:56 Nah, satu itu. Jadi kurangnya memahami 31:58 bahwa literasi itu ibadah. 32:00 Kalau kita tahu setiap huruf yang kita 32:02 baca itu jadi pahala. 32:05 Ya, maka Al-Qur'annya oleh Rasul kan 32:07 setiap setiap huruf alif lam mim itu 32:10 tiga huruf. 32:11 Kalau kita baca alif lam mim segitu saja 32:15 itu dikalikan Allah setiap hurufnya 10 32:17 kebaikan. Jadi kalau Kang Fahri saking 32:20 sibuknya nih karena seorang konglomerat 32:22 misalkan ya, [tertawa] 32:24 karena seorang bisnisman, wah pokoknya 32:26 sibuk bangetlah enggak sempat baca 32:28 Quran, hanya baca cuman alif lam mim 32:31 atau Yasin gitu [tertawa] ya. Alif lam 32:34 ro hanya itu saja. Tiga huruf saja itu 32:37 sudah dapat 30 kebaikan. 32:39 Lumayan. 32:40 Luar [tertawa] biasa kan? 32:41 Biasa 32:42 tuh. Coba bayangkan kalau setiap hari 32:44 kita punya komitmen one day one juz. 32:46 Satu juz. Wah berapa? 32:47 Satu hari 1 juz. 32:49 Berapa juta kebaikan yang kita dapatkan? 32:53 Setiap sebulan selesai 30 juz. 32:56 Khatam 32:57 ya. Khatam Quran. Masyaallah luar biasa. 33:00 Nah, demikian pula huruf-huruf yang kita 33:02 baca. 33:03 apa dari kitab-kitab yang bermanfaat 33:06 ya dari buku-buku yang akan memberikan 33:08 kontribusi positif. 33:10 Uh, masyaallah itu pahala semua kok. 33:12 H 33:13 tapi kenapa tidak disadari umat Islam 33:17 gitu? Nah, ini yang yang kita prihatin. 33:20 Jadi kenapa rendah literasi? Karena 33:23 kurangnya memahami bahwa literasi adalah 33:26 bagian dari ibadah. 33:29 [mendengus] 33:31 Yang kedua, kurangnya minat baca dan 33:32 rasa ingin tahu. 33:34 Hm. 33:35 Jadi, minim rasa ingin tahunya itu minim 33:36 gitu. Udah enggak peduli aja. Tapi kalau 33:40 ada yang berantem tuh baru [tertawa] 33:42 siapa-siapa siapa-siapa atau pokoknya 33:45 informasi negatif tuh baru dia langsung 33:48 telinganya langsung merebar gitu ya. 33:50 Padahal masyaallah. hal yang kadang 33:51 positif yang memberikan bimbingan, yang 33:54 memberikan dampak ee positif akan bawa 33:56 dia ke dalam surganya Allah itu 33:58 kadang-kurang di perhatian. 33:59 Iya. 34:00 Tuh. Nah, kemudian kurangnya 34:03 aksesibilitas terhadap sumber literasi 34:05 ya. Jadi kurang bersentuhan dengan 34:08 sumber-sumber literasi apa itu 34:10 perpustakaan 34:11 ya atau mungkin ee apa kita datang ke 34:17 suatu tempat ke orang-orang yang suka 34:18 baca itu ada pengaruhnya. He 34:21 yauhnya ya jujur aja saya saya sendiri 34:24 merasa dulu enggak suka-suka banget baca 34:27 teh gitu ya. 34:28 Tapi setelah setelah ternyata banyak 34:30 manfaatnya ya ketika kita susah oh guru 34:33 ternyata ee buku itu guru yang tak 34:35 pernah marah gitu ya. Jadi oh dari dari 34:38 misalkan saya lagi susah baca uh 34:40 ternyata ada nih penjelasan gini-gini. 34:41 Nah kan 34:42 jadi guru yang tak pernah marah 34:44 gitu. Coba kalau kita nasihatin, minta 34:46 nasihat sama orang lain, boleh jadi 34:48 dimarah-marahin. 34:49 Tapi ketika baca kepada apa? Tanya 34:51 kepada buku, subhanallah gitu. Nah, 34:54 kalau sekarang kan AI ya. 34:56 Nah, 34:56 gitu. Jadi kurangnya aksesabilitas 34:58 terhadap sumber literasi. Kemudian 35:00 penggunaan teknologi digital yang 35:02 berlebihan. 35:03 Iya. Sekarang nih, 35:05 jadi medsos ini dijadikan sebagai 35:08 satu-satunya solusi. 35:11 Heeh. He. 35:11 Akhirnya dia tidak lagi peduli dengan 35:14 literatur. 35:15 H. 35:16 Yaah. Kadang-kadang ya di Metsos juga 35:18 sudah ada sih 35:20 misalkan dibuat di ini saya sering tanya 35:22 coba ini aja di kitab apa dibuka. Kita 35:26 penasaran kan 35:27 misalkan di rumah ada kitab buka. 35:29 Benar. 35:29 Oh ada di Al-Qurtubi buka Al-Qurtubinya. 35:31 Ada di Musad Ahmad buka Mus Ahmad. Benar 35:33 enggak? Nah jadi kadang-kadang kan tadi 35:37 kadang-kadang ada yang melenceng karena 35:39 itu berdasarkan big data. artinya termas 35:41 ee dia berdasarkan data yang masuk. 35:44 H 35:45 gitu. 35:47 Nah, [berdehem] itulah jadi jangan 35:48 sampai berlebihan. Bukan tidak boleh, 35:50 jangan sampai berlebihan sampai 35:52 meninggalkan rujukan atau literasi atau 35:55 referensi yang asli. He 35:57 gitu. Kemudian kurangnya dukungan dari 36:00 keluarga dan lingkungan nih. 36:03 Enggak mendukung. 36:03 Jadi, masyaallah. Jadi sekarang kan ada 36:06 berusaha seperti anak-anak. Coba 36:08 anak-anak kalau sejak kecil itu kasih 36:10 misalkan buku-buku yang apa yang bisa 36:13 menggugah ya dibacakan cerita sebelum 36:17 tidur bacakan tuh 36:18 kisah Nabi 36:19 ya dibacakan tapi berdasarkan buku itu 36:21 sehingga anak jadi tumbuh minat ternyata 36:24 jadi senang baca buku 36:26 tuh masyaallah nah ini jangan sampai 36:29 hilang karena medos suatu saat akan 36:31 hilang 36:31 iya 36:32 ketika tidak ada baterai hilang 36:34 ya enggak 36:34 enggak ada data 36:35 enggak ada data hilang tuh tapi buku kan 36:37 tidak tuh. Nah, kemudian fakta di 36:40 lapangan. 36:43 Fakta di lapangan saya coba melakukan 36:45 survei ya ke beberapa masjid di berbagai 36:50 wilayah di Indonesia. Ternyata 36:53 masyaallah 36:55 sangat sedikit masjid-masjid yang punya 36:57 perpustakaan. 36:58 Iya. 37:00 Ya. Jadi 37:03 itu pun kemudian yang punya perpustakaan 37:04 saya cek jumlah bukunya sekitar 40 37:07 sampai dengan 200 judul. Padahal untuk 37:10 skala nasional perpustakaan itu yang 37:13 pemula saja minimal ada 1000 judul 37:17 minimal ya. 37:18 Di perpustakaan semula berdasarkan skala 37:20 nasional itu minimal 1000 judul. 37:24 Hm. 37:24 Tapi setelah saya buktikan ternyata mana 37:26 ada lagi bukunya. Oh. 37:28 Masyaallah. nya sedikit ya. Nah, ini ini 37:31 fakta di lapangan seperti itu. Maka 37:34 hendaklah ee kita antisipasi dan solusi. 37:40 Nah, tapi biar bisa fresh dulu. 37:44 He 37:44 ya, kita rehat dulu. 37:45 Jadi, ya. 37:46 Mudah-mudahan dengan itu para pendengar 37:48 Radio Silaturahim dan pemirsa Rasul TV 37:50 bisa lebih fres ya untuk nanti 37:53 insyaallah kita akan lanjutkan 37:55 materinya. Barakallahu fikum. Baikat 37:57 kita ja dulu yang ingin bergabung 37:58 bertanya silakan nanti kami masih 38:00 menunggu Anda yang ingin bergabung 38:02 bertanya atau berkomentar silakan di 38:03 0811999720 38:08 kami sudah kembali. 43:00 Radio Rasil untuk Islam yang satu. Masih 43:02 bersama kami Ikhwan Ahwad di acara 43:03 tausia sore bersama Ustaz Wahyudi KS. 43:06 Tema kita mengenai Indonesia mayoritas 43:09 muslim tapi kok malas membaca begitu ya. 43:13 Sangat ironis sekali Iwan Awat. Semoga 43:14 kita setelah mendengarkan tausiah ini 43:17 terpacu untuk mulai membaca gitu ya. 43:21 Masyaallah sudah banyak juga nih 43:23 WhatsApp yang masuk tapi sebelumnya kita 43:25 akan kembali Ustaz memaparkan poin-poin 43:27 berikutnya Ustaz ya. T Ustaz baik ee 43:30 Ikhwan Ahotpela 43:32 pemirsa Rasil TV dan pendengar dari 43:34 Silaturahim di mana saja berada. Ee mari 43:36 kita coba lihat antisipasi dan solusi 43:39 ya. [mendengus] bahwa gimana sih supaya 43:42 betul-betul membaca ini menjadi sebuah 43:45 ee budaya positif di tengah-tengah kita. 43:48 Jadi, pertama memberikan pengarahan dan 43:50 penjelasan akan penting dan keutamaan 43:52 literasi. 43:53 Iya. 43:53 Ya. Kemudian meningkatkan kualitas guru, 43:56 kualitas ustaz dan murabbi juga supaya 43:59 mereka pun senang membaca 44:01 karena anak-anak pun akan melihat 44:03 niru ya. Bis 44:04 mereka tidak hanya ingin mendengar tapi 44:05 juga ingin melihat. He. 44:06 Jadi hanya angan anak tuh 44:08 didorong-dorong diceritain tapi dia 44:10 sendiri tidak pernah melihat gurunya 44:11 rajin baca gitu ya. Nah, itu akan beda 44:13 pengaruhnya gitu. 44:14 Contohnya 44:15 maka nanti jangan sampai nanti jadi NATO 44:18 no action talk only. 44:19 Ngomong doang 44:21 ngomong doang ya. Nah, kemudian 44:23 meningkatkan anggaran untuk literasi 44:25 membeli buku atau kitab. 44:27 Jadi usahakan ada komitmen 44:30 ya minimal sebulan sekali nambah. 44:32 Iya. Sebulan du 44:33 sebulan sekali nambah. 44:36 Ya, jadi banyak yang sejak dari usia 44:39 muda tuh dia senantiasa 44:42 punya komitmen tadi akhirnya tidak 44:44 terasa sekian tahun kemudian rumahnya 44:46 jadi perpustakaan. 44:48 W. 44:48 Oh, masyaallah. Dan itu bisa diwariskan. 44:51 H 44:51 itu bisa diwariskan. [mendengus] 44:54 [berdehem] 44:54 Kemudian meningkatkan kesadaran keluarga 44:56 untuk mendukung literasi anak. 44:58 Jadi ingat anak supaya juga rajin 45:01 membaca harus didukung sama keluarganya 45:04 itu dengan tadi penyediaan buku-buku 45:07 yang menarik ya untuk e seans-sekan 45:10 kurang banyak seperti 45:12 ee saya pernah baca buku anak itu 45:14 tentang my apa my Islam misalkan 45:18 h 45:19 atau my first Islam itu ternyata bukunya 45:23 dari mulai adab adab ee dalam makan adab 45:28 itu semua ditampilkan 45:29 ya 45:30 dan pakai ada yang pakai animasi ya 45:34 gambar-gambarnya itu ada yang pakai 45:35 kartun gitu ee enggak apa-apa untuk 45:37 memberikan motivasi pada anak kemudian 45:40 membuka membangun perpustakaan kecil di 45:42 rumah 45:42 di masjid atau di sekolah atau kampus 45:45 itu diusahakan selalu ada dan salah satu 45:48 di antara indikasi ee sebuah sekolah 45:52 atau kampus yang baik adalah 45:53 perpustakaan. 45:54 Perpustakaan 45:54 ya termasuk rumah juga begitu. He. 45:57 Jangan rumah tuh barang mahal, barang 45:59 mewah, banyak tapi tak ada buku. He 46:01 gitu. Karena itu adalah sumber sumber 46:04 kemuliaan insyaallah. Tuh. 46:07 Kemudian mendonasikan buku ke 46:10 perpustakaan umum yang terdekat. 46:11 Kalau misalkan kita ini banyak buku tapi 46:14 kita sendiri tidak semua bisa baca. 46:16 H 46:16 ya sudah donasikan saja supaya 46:20 dimanfaatkan oleh umum dan itu kita pun 46:21 dapat pahala. Nah, bahkan kita pun bisa 46:25 saling tukar ilmu kan. 46:27 Misalkan oh ini yang dulu saya kasihkan 46:29 ke perpustakaan bisa dibaca orang lain 46:31 dan kita pun bisa membaca buku-buku 46:33 orang lain yang diberikan pada 46:34 perpustakaan tadi. Tuh. Jadi itu 46:36 pentingnya ada ee simbiosis mutualisme 46:39 ya. Saling menguntungkan. 46:42 Kemudian meluangkan waktu untuk membaca 46:44 bersama. Nih penting. 46:46 Bila perlu ditentukan hari tertentu 46:48 minimal misalkan seminggu eh sebulan 46:51 sekaliah misalkan. Kalau seminggu sekali 46:52 terlalu kencang, sebulan sekali ada hari 46:55 membaca 46:56 bersama-sama gitu ya. 46:57 Iya. Kalau kemarin kan saya usulkan 46:59 tentang ee hari kajian keluarga. Nah, 47:01 ini sekarang bisa juga kajian keluarga 47:04 dimulai dengan membaca bersama. 47:07 Nah, misalkan contoh 47:09 ee setiap Jumat pertama misalkan ya, 47:12 Jumat pertama 47:13 kalau yang hari liburnya Jumat, 47:15 yang hari liburnya Ahad misalkan setiap 47:16 Ahad pertama 47:18 kumpul tuh keluarga 47:19 ee 47:20 ya kumpul keluarga sebelum adanya 47:22 kajian, sebelum adanya ee apa ya tausiah 47:27 misalkan kita adakan dulu tentang baca 47:29 bersama. He 47:30 bama sama maksudnya seperti nah bisa 47:34 dituntun ya atau bisa masing-masing ini 47:36 kamu selesaikan baca ini setelah selesai 47:38 di apalasi dapat berapa lembar 47:41 dalam dalam sekian menit itu dapat menah 47:43 itu memberikan motivasi tersendiri 47:46 ya bila perlu diberikan apresiasi 47:48 nah diberikan apresiasi oh saya dapat 47:50 sekian lembar nih kasih apresiasi hadiah 47:52 gitu 47:52 enggak apa-apa itu semua positif 47:54 ya wajar memberikan reward dan 47:57 punishment itu wajar dalam setiap 48:00 Nah, kemudian memberikan pujian tadi 48:03 apresiasi dan atau usaha belajar anak 48:05 atau kader kita menyediakan akses ke 48:08 sumber belajar kunjungan perpustakaan ya 48:11 minimal 1 jam se ada perpustakaan. 48:14 Nah, biarkan anak interaksi dengan 48:15 dengan dunia keilmuan. Silaturahim 48:18 kepada narasumber tuh ya. Kemudian 48:22 menghadiri bookfir kan suka ada bookfir 48:24 kan di di Jakarta kan. juga. 48:26 Nah, itu luar biasa itu. Kadang-kadang 48:28 kita kalau karena senang membaca 48:30 walaupun tidak semua yang kita beli itu 48:32 bisa kita langsung baca, tidak enggak 48:33 apa-apa menjadi sebuah apa ya 48:36 investasilah di rumah. 48:38 Mungkin tidak hari ini dibaca. Contoh 48:40 gini, 48:41 saya masih [berdehem] ingat ya ketika 48:42 saya menyelesaikan tulisan ilmiah baik 48:45 itu skripsi atau tesis gitu 48:47 ee itu sebagian besar dari rumah. 48:50 Hm. 48:51 Jadi perusahaan yang ada di rumah. Saya 48:52 enggak bisa bayangin kalau kalau kita 48:54 itu kan repot banget gitu ya. Heeh. 48:55 Nah, tapi ketika tidak ada kita datang 48:57 ke Perpustakaan Nasional. 48:58 Iya. 48:59 Terus kita buka Maktabah Samilah. Kalau 49:01 sekarang dulu kan belum ada Maktabah 49:02 Samila. 49:03 He. 49:03 Waktu kita nyelesaikan S1, S2 dum 49:07 kayaknya belum ada dong. S2 sudah, S2, 49:10 S1. Waktu S1 saya belum 49:12 belum ada Makta Shamilah. Jadi 49:14 betul-betul ya menggunakan buku yang ada 49:17 di rumah tapi kemudian ketika tidak ada 49:19 baru saya pinjam ke tetangga gitu. 49:21 Nah. Nah, itu ya. Jadi ee siapkan jadi 49:25 ada book, ada problem solving dengan 49:26 literatur dan kitab itu semua bisa kita 49:29 lakukan. Nah, kemudian follow up-nya lah 49:32 literasi di tempat-tempat itu gimana? 49:34 Sosialisasi secara umum tentang 49:36 kemuliaan berilmu dan pentingnya membaca 49:39 Al-Qur'an dan literatur Islam. kemudian 49:42 menemukan semangat membeli literatur 49:44 atau referensi, mewujudkan perpustakaan 49:47 pribadi ya, baik di rumah masing-masing 49:50 dan juga yang bersifat umum tadi ya di 49:53 masjid atau di 49:55 ee apa di lembaga-lembaga umum gitu. 49:59 Mengadakan pelatihan atau tadrib ya 50:02 semacam apa misalkan seputar literasi 50:05 cara memilih referensi gitu kan. Nah, 50:09 kemudian teknik membaca cepat, teknik 50:12 membuat rangkuman, teknik klarifikasi 50:15 atau tulisan. Dari apa yang saya pernah 50:19 pelajari, 50:20 Heeh. 50:20 Itu seperti halnya di Indonesia itu 50:22 terkenal Bung Karno dan eh Bung Hatta. 50:24 Bung Hatta dan Bung Karno itu termasuk 50:26 yang paling cepat 50:27 terutama Bung Hatta yang paling cepat 50:28 membaca. Kalau Bung Karno kan 50:29 retorikanya yang luar biasa ya 50:32 di Indonesia itu terkenal. Nah, cuman 50:34 kalau di di luar negeri sebenarnya John 50:36 F. Kennedy itu terkenal sekali 50:39 membaca cepat. Jadi dia membaca buku 50:41 sekian banyak itu cepat. 50:43 H. 50:43 Nah, kalau kita lihat Rasulullah alaihi 50:45 wasallam luar biasa 30 50:48 juz Al-Qur'an 50:50 ya beliau menghafalkan dalam 23 tahun 50:52 kan. Tapi kemudian setelah itu generasi 50:54 berikutnya ada yang dalam beberapa tahun 50:56 bisa menghafal Quran 50:58 karena mukjizatnya. Nah, ini prosesnya 50:59 kan 23 tahun. He. 51:01 Nah, tapi setelah itu ya termasuk di 51:03 kita pun ada Musa dari Bangka itu 51:06 saya waktu ketemu kan loh masih kecil 51:08 banget gitu belum 10 tahun tapi sudah 51:10 hafal Quran luar biasa. Nah, ini 51:13 masyaallah. 51:14 Kemudian ee mengurangi ceramah dan 51:18 jiping. 51:19 Nah, memperbanyak jitab. 51:22 [tertawa] 51:23 Jadi memperbanyak ngaji kitab 51:24 daripada jiping. Karena jiping itu 51:26 biasanya 51:26 jiping. Kalau istilah sunah nih 51:29 jiping ee pecay baro. 51:33 Apa? 51:34 Nah ngaji kuping pecah itu jempe bari 51:36 ngacay. Nah 51:38 barho bubar poho. 51:40 Kalau istilah Jawa kan jiping barlen 51:42 katanya bubar kelalen. 51:45 Lupa ya. 51:46 Nah jadi mari kita punya komitmen untuk 51:49 tiada hari tanpa membaca. Nah, lalu 51:52 bagaimana langkah-langkah 51:55 untuk mendirikan perpustakaan pemula 51:57 nih? 51:58 Pertama menetapkan penanggung jawab. 52:01 Siapa penanggung jawabnya? He. 52:02 Kepala perpustakaan. 52:04 Nah, kemudian menetapkan dua orang 52:06 pelaksana teknis. Lalu tentukan lokasi 52:09 gedung atau ruangan keperpustakaan yang 52:11 mudah diakses, nyaman, dan tenang. He. 52:15 Nah, kemarin beberapa tahun yang lalu 52:18 saya pernah menyarankan kepada sebuah 52:20 masjid yang dia punya tempat gitu ya, 52:23 tapi belum ada perpustakaan. Saya bilang 52:25 coba alhamdulillah disepakati akhirnya 52:27 bikin perpustakaan 52:28 sampai sekarang jadi bagus. 52:30 Jadi di emperan masjid itu kan biasanya 52:32 masjid ada serambi kan kiri kanan. 52:34 Nah, di serambi kanan dan serambi kiri 52:36 itu ada perpustakaan. 52:37 H. 52:38 Jadi sebenarnya untuk akhwat sana, untuk 52:39 ikhwan di sini masyaallah 52:41 luar biasa. Jadi ee jemaah itu kalau 52:44 sudah salat gitu ya, sebelum pulang dia 52:46 mampir ke situ baca tuh luar biasa gitu. 52:49 Nah, ini kan ee ketika kita memberikan 52:52 saran kan kita dapat pahala. 52:53 Iya. 52:53 Iya. Enggak 52:54 setiap ada orang baca, setiap huruf yang 52:56 dia baca kita dapat pahala 52:57 nih. Masyaallah. [mendengus] Kemudian 53:00 siapkan lemari tertutup ya, tertutup 53:03 kaca, buku catatan ee cacatan, 53:05 penyumbang buku, terus peminjam buku dan 53:08 perkembangan perpustakaan itu. Lalu 53:11 kumpulkan ee sumbangan dana dan buku 53:14 atau kitab. Nah, lalu dibuat nama 53:18 perpustakaan dan jadwal buku sementara 53:21 secara berangsur. Kemudian sepekan 53:24 sekali ada sepekan dua kali sampai 53:26 setiap hari kecuali libur. Nah, 53:29 memberikan nomor buku dan kode 53:30 perpustakaan. Mengajukan sumbangan buku 53:33 kepada para penerbit. Nah, ini tentu 53:35 mari kita awali ya ibd binafsik daripada 53:38 diri kita sendiri. Jujur aja saya 53:39 sendiri belum belum melakukan seluruhnya 53:42 ya. Tapi secara garis besar ya seperti 53:44 di rumah saya ini misalkan oh ini ee 53:48 tentang apa tarikh 53:50 ini tentang ee akidah ini ini tentang ee 53:55 misalkan apa ee fikih misalkan ya itu 53:59 dipisah itu aja gitu jadi mudah 54:00 nanti kalau kita mencari. 54:02 Nah, apalagi kalau lebih rinci lagi 54:05 dengan nomor-nomor dan sebagainya itu 54:06 luar biasa. Nah, mari kita mulai kapan 54:09 lagi kalau bukan hari ini. 54:11 Betul. Nah, demikian barokah 54:12 sekarang ya. Masyaallah. Alhamdulillah 54:14 telah kita bersama-sama simak Iwan Ahwat 54:17 mengenai apa namanya pentingnya membaca 54:19 begitu ya dalam kehidupan ini. Ee sudah 54:22 banyak yang bergabung berkomentar dan 54:24 bertanya, "Ustaz, ini ee apa namanya? 54:28 Sapan-sapaan dari Ibu Nur di Sukabumi. 54:30 Terima kasih telah menyimak. Bapak Ahmad 54:33 di Bekasi juga sedang menyimak. Ibu Siti 54:35 Rahman di Depok. Ada juga ini Ibu Ani 54:37 Cani Hudaifah yang selalu setia menyimak 54:39 hasil. Ada Ibu Sundari. 54:42 Benar sekali Ustaz. Orang tua harus yang 54:44 memberi contoh. Alhamdulillah saya 54:46 senang membaca dan alhamdulillah juga 54:49 anak senang membaca. Pak Ustaz sering 54:51 saya ajak ke toko buku dan timbul senang 54:53 membaca. Alhamdulillah Ibu Sundari. 54:55 Selanjutnya Ibu Titik Lestari juga 54:57 sedang menyimak Ustaz. Terima kasih tah 54:59 usianya Bapak Asep juga dari apa nih 55:01 Jakarta ya sedang menyimak. Ada juga Ibu 55:05 Sunarsih, 55:06 Bapak Kirudin, Pak Arwin eh di Lenteng 55:09 Agung, Jaksel. Setelah hampir 10 tahun 55:12 pensiun, saya tidak pernah jarang atau 55:16 jarang jarang baca buku biasa begitu ya, 55:18 kecuali Al-Qur'an. Alhamdulillah kalau 55:20 Al-Qur'an 1 hari 1 juz. Alhamdulillah. 55:23 Selanjutnya ada juga Bapak Komarudin di 55:25 Karawang sedang menyimak. Ustaz, terima 55:27 kasih tausiah sore hari ini. Ibu Retno 55:30 SW juga sedang menyimak. Terima kasih 55:32 tausiah sorenya, Ustaz. Ada juga Bapak 55:35 Junaidi, Pak Yuman, Bapak Rama Mital 55:38 Tangerang, Ibu Maryori juga sedang 55:41 menyimak. Ya, pertanyaan pertama saya 55:43 akan bacakan Ustaz dari 55:47 sebentar Bapak Junaidi, Pak Ustaz. 55:48 Asalamualaikum warahmatullahi 55:50 wabarakatuh, [berdehem] Ustaz. 55:50 Waalaikumsalam warahmatullahi 55:52 wabarakatuh, 55:53 Ustaz. Umur-umur segini ya, segini gitu 55:55 seberapa ya, Pak Junaidi? Apakah masih 55:58 tepat baca-baca buku umum? Rasanya lebih 56:01 baik memperbanyak baca Al-Qur'an saja. 56:03 Kadang suka berpikir pengin sekali baca 56:05 buku-buku umum, tapi hati saya kadang 56:07 berkata lebih baik baca Al-Qur'an saja. 56:09 Apakah tidak apa-apa, Ustaz, kalau baca 56:11 Quran saja tidak membaca umum begitu? 56:13 Ya, 56:14 demikian. 56:14 Baik, alhamdulillah. Membaca Al-Qur'an 56:17 adalah merupakan hal bacaan yang pertama 56:19 dan utama. 56:22 Tapi ingat kita apalagi kalau terbatas 56:25 kemampuan bahasa Arabnya 56:28 tentu tidak semua yang kita baca kita 56:29 paham 56:30 tuh. 56:31 Maka di situlah pentingnya minimal 56:34 terjemah Al-Qur'an dan tafsir Al-Qur'an. 56:36 H 56:36 itu minimal dengan itu akan bertambahlah 56:39 wawasan kita dari waktu ke waktu. Setiap 56:42 yang kita baca dalam sehari misalkan 1 56:44 juz jangan sampai setuju juz hanya 56:46 dibaca saja. 56:47 Jadi jangan sampai kita mengejar khatam 56:50 saja, tapi mengejar paham. 56:51 Hm. Paham khatam. 56:53 Oleh karena itulah hendaknya kita 56:55 sisakan waktu untuk mengkaji. Ya, kalau 56:59 misalkan tadi buku-buku pun banyak yang 57:01 bisa kita pelajari ya. Ah, saya mau ee 57:04 selama ini saya belum tahu apakah tauhid 57:07 saya itu benar atau tidak. Misalkan ah 57:09 baca buku tentang tauhid. H 57:11 ya walaupun hanya mikan baca Al-Qur'an 1 57:13 juz sehari, baca buku enggak apa-apa 57:16 lima lembar sehari juga enggak apa-apa. 57:17 Yang penting ada kontinuitas ya. Karena 57:20 yang terbaik itu kan kirul umur aatuha 57:23 wa adwamuha. Yang paling baik urusan itu 57:26 yang sedang-sedang saja tapi 57:28 berkesinambungan 57:30 tuh 57:31 kontinuitas itu yang terpenting dan itu 57:33 yang dicintai oleh Allah dan Rasul. 57:36 Betul 57:36 ya. Jadi banyak orang yang angin-anginan 57:39 gitu ya. Nah, kalau lagi rajin, rajin. 57:41 Kalau lagi malas, enggak ketulungan 57:42 malasnya, gitu. [tertawa] 57:44 Nah, makanya harus terus ada komitmen 57:46 seperti itu, ya. Jadi ee tidak ada 57:48 alasan tua, insyaallah it is never too 57:51 out to learn. 57:52 Tidak ada kata terlalu tua untuk 57:54 belajar. 57:55 E, jadi istilahnya it isable too old out 57:58 to read, tidak ada kata terlalu tua 58:00 untuk membaca gitu ya. 58:02 Jadi, mari kita terus berlanjut 58:05 silakan ya. Jadi saran saya kalau memang 58:08 selama ini baca Al-Qur'an mulai ber apa 58:11 bertahap. 58:11 Heeh. 58:12 Dari baca Al-Qur'an mengejar khatam, 58:14 kita mengejar paham. 58:16 Maka dari satu juz yang kita baca 58:18 usahakan beberapa ayat yang kita 58:19 pelajari dari maknanya, artinya, 58:22 terjemahnya, dan juga tafsirnya. 58:24 Dengan itu akan bertambahlah wawasan 58:26 kita dan meningkat keimanan kita juga 58:28 akan terus termotivasi untuk beramal 58:31 saleh lebih baik. Demikian. 58:32 Hm. Masyaallah. 58:34 ditingkatkan lagi [berdehem] aja ya 58:35 bacaannya. Selanjutnya dari Bapak Ahmad 58:38 di Bekasi. Pak Ustaz, asalamualaikum 58:40 warahmatullahi wabarakatuh. 58:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 58:42 wabarakatuh. 58:43 Sesuai dengan judul tadi, Ustaz, 58:45 Indonesia mayoritas muslim tetapi budaya 58:47 membacanya masih kurang, masih rendah. 58:50 Padahal wahyu pertama yang turun itu 58:52 iqra atau membaca. Apakah rendahnya 58:55 literasi umat Islam ini bisa menjadi 58:57 salah satu sebab mengapa umat Islam hari 58:59 ini tertinggal dari umat yang lain? 59:02 Ah, betul. 59:03 Betul. 59:05 Makanya ketika Syekh Basuni Imron di 59:08 kerajaan Sambas 59:10 di Borneo, Kalimantan 59:12 ketika tahun 1930-an 59:15 ya itu mengirim surat kepada Syekh Ahmad 59:18 Sakib Arsalan di Mesir. 59:21 Pertanyaannya gini, limakal muslimun 59:24 walimada taqadama giriruhum? Kenapa kaum 59:27 muslimin mundur sedangkan kaum yang lain 59:29 maju? 59:31 Nah, kemudian Syekh Saran memberikan 59:36 sekian banyak jawaban. 59:37 Iya, 59:37 panjang. Kalau saya satu persatu banyak 59:40 sekali. Yang jelas lebih dari lima 59:42 jawabannya itu. Tapi kalau kita 59:44 simpulkan menjadi sederhana 59:47 bahwa umat Islam menjadi mundur karena 59:50 meninggalkan ajarannya. 59:51 Hm. 59:52 Umat lain maju karena juga meninggalkan 59:55 ajarannya. 59:56 Hm. [tertawa] Kan aneh kan? 1:00:00 Kira-kira Masja paham enggak maksudnya? 1:00:03 Orang lain maju karena meninggalkan 1:00:05 ajaran mereka. 1:00:06 Heeh. 1:00:06 Lalu kemudian mengadopsi ajaran Islam. 1:00:08 Hmm. Kita justru men 1:00:10 yang tadi dimotivasi dari awal tuh 1:00:12 dengan membaca. 1:00:13 Hm. 1:00:14 Sementara umat Islam yang punya ajaran 1:00:18 untuk memajukan peradaban malah 1:00:20 ditinggalkan. 1:00:21 Salah satunya adalah faktor utama yang 1:00:24 pertama itu adalah membaca. 1:00:25 Membaca. Betul. Jadi yang pertama 1:00:27 diperintahkan Allah bukan salat 1:00:30 tuh, bukan puasa tapi membaca. Coba ayat 1:00:35 pertama turun itu iqra bacalah tuh. Tapi 1:00:40 kenapa umat yang beriman ini katanya 1:00:42 beriman kepada Al-Qur'an tapi enggak mau 1:00:45 baca kan aneh 1:00:48 tuh. Malah yang paling sedih saya ketika 1:00:51 diceritakan sama ustaz yang ngajar di 1:00:53 Nusa Kambangan itu. 1:00:54 He 1:00:54 ya. ketika datang ketika dia sudah 1:00:57 ditentukan hari eksekusinya, 1:00:59 dia datang kepada ustaz, teman saya tuh, 1:01:01 "Ustaz, 1:01:03 saya nih seumur hidup enggak pernah baca 1:01:04 Quran." 1:01:05 Heeh. 1:01:06 Jadi, saya enggak tahu huruf Al-Qur'an 1:01:08 [tertawa] gitu. Astagfirullahalazim. 1:01:10 Ee jadi, Ustaz tolong ajarkan saya 1:01:12 kepada saya Al-Qur'an beberapa huruf 1:01:14 walaupun hanya lima huruf enggak 1:01:15 apa-apa. Pokoknya saya ingin pulang 1:01:17 kepada Allah dengan yang terbaik 1:01:19 sepanjang hidup saya. He. 1:01:20 Jadi ketika wafatnya dia tuh dia hanya 1:01:23 paham lima huruf Al-Qur'an. 1:01:25 Coba. 1:01:26 Nah, ini kenapa tadi menjadi sumber 1:01:30 kemunduran umat Islam? Salah satunya 1:01:32 adalah karena meninggalkan kebiasaan 1:01:34 literasi, kebiasaan membaca tadi. 1:01:36 Kebiasa. 1:01:38 Jadi, gitu ya. Makanya pertanyaan itu 1:01:41 dijawab oleh Syekh Arsar panjang. Tapi 1:01:43 saya coba simpulkan karena meninggalkan 1:01:46 ajarannya. H 1:01:47 orang lain menjadi maju meninggalkan 1:01:48 ajaran. Dia meninggalkan ajaran Islam. 1:01:50 Ajaran-ajaran mereka ngambil ajaran 1:01:51 Islam. Oh, ternyata ajaran Islam itu 1:01:53 luar biasa. 1:01:54 Maka kita punya sejarah kelam kan 1:01:56 tentang para ulama yang ee saat itu 1:01:58 disuruh menterjemahkan buku-bukunya. 1:02:02 He. 1:02:02 Lalu kemudian itu para dibunuh. 1:02:04 Heeh. Heeh. Nah, kemudian ilmunya 1:02:06 diambil oleh mereka 1:02:07 setelah di setelah diterjemahkan dengan 1:02:09 bahasa mereka 1:02:10 dan itu kemudian dimanipulasi 1:02:12 seolah-olah itu adalah dari mereka pada 1:02:15 semuanya peradaban umat Islam yang 1:02:17 termasuk masalah mahasiswa adanya ee apa 1:02:22 baju toga itu kan dari Islam misalnya 1:02:25 ada usir mereka 1:02:25 manipulasi gitu ya 1:02:26 gitu pendiri pendiri yang pertama ee 1:02:29 kampus juga orang Islam 1:02:32 nah contohlah misalkan eena Nah, itu tuh 1:02:35 kan as Ibnu Sina. 1:02:35 Ibnu Sina. Betul. Kesehatan. 1:02:37 Kemudian kimia Alkhawariji. 1:02:39 Tuh, itu kan orang Islam semua. 1:02:41 He 1:02:42 tuh. Tapi umat Islam justru 1:02:44 kadang-kadang ee tidak tahu kalau 1:02:47 peradaban sejarah ini justru berakar 1:02:49 dari umat Islam. Barat sebelum datangnya 1:02:52 Islam gelap gulita. 1:02:54 Setelah adanya Andalusia masuk ke Islam 1:02:56 ke Spanyol. 1:02:57 Ya, waktu itu Thariq bin Ziyad kan. 1:03:00 Terus sampai terjadi perubahan yang 1:03:02 signifikan. Di situlah mulai barat. Maka 1:03:04 saya pernah di Rasil juga siaran tentang 1:03:07 budaya mandi di dunia Barat 1:03:09 itu dulunya enggak ada. 1:03:10 Enggak ada Islam 1:03:11 enggak ada. Mereka mandi itu ada yang 1:03:12 sebulan sekali. Seenaknya saja gitu. 1:03:15 Makanya pada bau badannya. Nah, sekarang 1:03:18 justru masyaallah 1:03:20 ee seolah-olah mereka yang punya. 1:03:22 Padahal itu dari umat Islam. Umat Islam 1:03:25 meninggalkan ajarannya akhirnya mundur. 1:03:27 Termasuk tadi ajaran yang pertama dan 1:03:29 utama itu adalah membaca. 1:03:32 Demikian. 1:03:33 Masyaallah. Jadi penting sekali membaca 1:03:35 ya, Ustaz ya. Bisa membangun peradaban, 1:03:36 bisa menemukan apa namanya hal-hal baru 1:03:38 dari membaca itu awalnya. Insyaallah. 1:03:42 Ya Allah. Selanjutnya kita beralih ke 1:03:44 pertanyaan dari Bapak Khairuddin di 1:03:46 Serpong. Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:47 wabarakatuh, Ustaz. 1:03:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:03:49 wabarakatuh, 1:03:50 Ustaz. Terima kasih atas ilmunya. Saya 1:03:52 mau mau bertanya, kalau baca Al-Qur'an 1:03:55 yang terbaik itu bagaimana, Pak Ustaz? 1:03:57 Bersuarakah? dirilisankan atau boleh 1:04:00 juga hanya dalam hati saja. Yang 1:04:02 terbaiknya bagaimana? 1:04:03 Bacaan Al-Qur'an terbaik adalah 1:04:05 disuarakan. 1:04:07 Ya, disuarakan. Ini yang terjadi antara 1:04:09 Abu Bakar dan Umar. 1:04:11 Umar kalau misalkan baca sering 1:04:14 dikencengin. 1:04:15 He. 1:04:16 Kalau Abu Bakar sering lirih berpelan. 1:04:20 Maka kemudian kata Rasulullah, Abu Bakar 1:04:21 supaya naikkan suaranya, Umar supaya 1:04:24 turunkan suaranya gitu. Jadi [berdehem] 1:04:26 artinya dibaca kenapa supaya disuarakan? 1:04:29 Karena Al-Qur'an itu ada hukum-hukum 1:04:31 yang harus diperhatikan. 1:04:33 Kalau kita tidak menyuarakan, kita tidak 1:04:35 tahu bacaan itu betul atau tidak. Tapi 1:04:37 dengan disuarakan kita jadi tahu, "Oh, 1:04:39 ternyata salah bacanya saya." 1:04:41 Gitu. Nah, itulah dan pentingnya 1:04:43 Al-Qur'an itu adalah talaqi. 1:04:44 Talaqi. 1:04:45 Talaqi itu belajar langsung pada guru. 1:04:47 Hmm. Ada gurunya ya. 1:04:48 Ya, enggak bisa kita hanya mendengar 1:04:51 mendengar YouTube kan ya. Mendengar 1:04:52 YouTube disimak gini. Kenapa? Karena 1:04:55 persis bagaimana makharijul hurufnya, 1:04:57 bagaimana cara kita mengeluarkan huruf 1:04:59 dan sifat-sifatnya bagaimana. Itu semua 1:05:01 diperlukan talaqi 1:05:03 tuh. Masyaallah. Jadi hendaknya di 1:05:05 antara kita khususnya ee terutama para 1:05:09 ustaz harus pernah talaki dan tidak 1:05:12 boleh berhenti. 1:05:13 Hm. 1:05:13 Gitu. Karena boleh jadi dimakan waktu, 1:05:16 dimakan usia kadang lupa. 1:05:17 Iya. Iun mungkin oh saudara saya sudah 1:05:21 pernah talaki dulu selesai 30 juz. He. 1:05:23 Nah, ketika sekarang ee bisa jadi ada 1:05:26 yang lupa kan manusiawi ya enggak? 1:05:29 Nah, walaupun se itu maka tidak boleh 1:05:30 berhenti belajar 1:05:31 terus upgrade update terus 1:05:32 harus terus update terus ya. Masyaallah. 1:05:35 Nah, makanya kita pun sering itu 1:05:37 mendengarkan apalagi kalau misalkan kita 1:05:39 gimana boleh enggak bisa enggak kita 1:05:41 belajar secara online? Bisa tapi tidak 1:05:44 hanya ee apa monolog harus dialog. 1:05:49 Hm. He. 1:05:49 Nah, termasuk tadi dengan dua arah 1:05:52 misalkan di video call itu kan bisa dua 1:05:53 arah tuh. Jadi si guru juga bisa melihat 1:05:56 kekurangan dan kelebihan pembaca itu. 1:05:59 Nah, itu pentingnya talaqi tadi. 1:06:00 Betul. Betul. 1:06:01 Nah, makanya alangkah baiknya punya guru 1:06:04 ya ee seperti contoh misalkan ada satu 1:06:07 pengajian yang ee 1:06:10 mustami itu minta saya 1:06:12 untuk membaca apa? Tahsinul Quran. Saya 1:06:16 bilang, "Wah, kalau usul tahsin saya 1:06:18 juga harus ditahsin." C gitu ya. Udahlah 1:06:20 anak saya aja yang minta tahsin. 1:06:21 Alhamdulillah anak saya dua-duanya malah 1:06:23 yang tahsin. 1:06:24 Jadinya jadwal itu yang jadwal rutin 1:06:26 bulanan digarap sama anak saya 1:06:28 dua-duanya 1:06:29 gitu. Jadi tidak tes saya. Kenapa? Anak 1:06:31 saya lebih bagus tahsinnya gitu ya. 1:06:34 Saya malu gitu kalau itu saya masih 1:06:36 banyak yang harus diperbaiki kan gitu. 1:06:38 Nah, jadi sudah kita ee istilahnya sadar 1:06:41 dirilah dengan hal itu. Maka saya pun 1:06:43 harus saya tidak malu kalau saya 1:06:45 bertanya sama anak saya, "Ini bacanya 1:06:46 gimana?" Ah, tanya aja. 1:06:48 Karena ilmu itu kan berbeda-beda ya. 1:06:50 Anak saya punya kelebihan di sini, kita 1:06:52 punya sini, begitu pula orang lain sama. 1:06:54 Jangan pernah kita merasa malu untuk 1:06:56 bertanya kalau kita memang tidak 1:06:58 memiliki kemampuan di situ. 1:07:01 Nah, demikian. 1:07:02 Baik, kita beralih ke pertanyaan 1:07:05 selanjutnya dari Bapak [berdehem] Hendra 1:07:06 di Bekasi. Asalamualaikum warahmatullahi 1:07:08 wabarakatuh, Ustaz. 1:07:09 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:10 wabarakatuh. 1:07:11 Ada orang yang rajin membaca tetapi 1:07:13 ilmunya tidak membuat akhlaknya lebih 1:07:15 baik. Sebaliknya ada yang tidak membaca, 1:07:19 tidak banyak membaca tapi ee 1:07:22 kehidupannya sangat baik. Jadi 1:07:23 sebenarnya apa ukuran literasi yang 1:07:25 ideal menurut Islam itu? 1:07:28 Iya. Kalau Abdullah bin Mubarok 1:07:31 memberikan tuntunan kepada kita dengan 1:07:35 dia berkata begini, "30 tahun saya 1:07:37 belajar adab, 20 tahun saya belajar 1:07:40 ilmu." 1:07:40 He, 1:07:41 tuh. Jadi, mungkin orang tadi tidak 1:07:44 membaca tapi dia belajar adab. 1:07:46 Hm. 1:07:47 Adab itu lebih banyak tidak dengan 1:07:48 membaca, 1:07:49 betul. 1:07:50 Tapi adab itu dengan praktik. 1:07:51 Praktik langsung 1:07:52 gitu. [berdehem] Nah, ilmu lebih banyak 1:07:54 dengan membaca. 1:07:55 H 1:07:55 sebenarnya dua-duanya tidak boleh 1:07:56 dipisah antara adab dan ilmu itu. 1:07:58 Heeh. Makanya Abdullah bin Mubarak 1:08:00 seorang ulama besar di masa tabiin. 1:08:03 Beliau belajar adab 30 tahun, belajar 1:08:06 ilmu 20 tahun. Masyaallah. 1:08:08 Di banyak adab 1:08:09 ya. Jadi artinya di sini tidak boleh 1:08:11 dipisah. Kalau ah saya mana yang lebih 1:08:13 baik? Enggak ada yang lebih baik. 1:08:15 Dua-duanya kalau dipisahkan jadi salah. 1:08:18 Orang yang berilmu tidak beradab salah. 1:08:20 He. 1:08:20 Orang beradab tanpa berilmu juga salah. 1:08:22 Harus seiring sejalan. 1:08:23 Harus sejalan, enggak bisa dipisahkan. 1:08:26 Nah, jadi kalau misalkan ee mana oh yang 1:08:29 enggak apa-apa yang penting yang penting 1:08:30 beradab tidak juga begitu karena 1:08:32 perintah mengajarkan ilmu 1:08:34 ya kan. 1:08:35 Nah adab juga diperintahkan. Makanya 1:08:37 dalam kitabul maram itu ada babul adab. 1:08:40 Hm. 1:08:40 Ya kan babang adab. 1:08:42 Nah kenapa? Karena misalkan orang 1:08:44 berilmu tidak beradab. Contoh misalkan 1:08:46 orang beran dia pintar. 1:08:48 Heeh. 1:08:49 Dia banyak hafal Quran, banyak hafal 1:08:50 tapi minum dengan tangan kiri 1:08:52 sambil jalan. 1:08:53 Apa beradab? Jelas tidak beradab. 1:08:56 Tuh, masyaallah. Jadi akhirnya jelek kan 1:08:58 kesannya. 1:08:59 Ini kok 1:09:00 wuh ngomongnya pintar tapi kakak gini. 1:09:02 Oh. 1:09:04 Atau tadi misalkan ada tapi ternyata 1:09:07 baca surat al-Fatihah aja salah. 1:09:09 Heeh. Kurang ilmu itu 1:09:10 kan sayang juga kan. Makanya tidak boleh 1:09:12 dipisah-pisah. 1:09:14 Ee kita berusaha semaksimal mungkin 1:09:16 untuk tetap tidak memisahkan paket 1:09:19 antara adab dan ilmu. 1:09:20 Tuh demikian. 1:09:22 Harus harus sepaket ya. Sempurna 1:09:24 dua-duanya gitu. ini sejalan. Baik, 1:09:26 Ustaz. Selanjutnya ini pertanyaan yang 1:09:28 masuk dari [berdehem] Ibu Sunarsih. 1:09:30 Ustaz mohon maaf di luar tema, mohon 1:09:33 pencerahannya, Pak Ustaz tentang istilah 1:09:35 reboekan. 1:09:37 Karena sekarang malam rebau wekasan 1:09:40 dan tentang salat rebau wekasan itu 1:09:42 bagaimana, Pak Ustaz? Demikian. 1:09:44 Iya. Jadi, saya sudah mendengar itu 1:09:47 sejak lama, 1:09:48 sejak saya kecil. 1:09:49 Iya. I 1:09:49 tapi sampai hari ini saya belum 1:09:51 mendapatkan dalil 1:09:52 he 1:09:53 tentang itu. Jadi sebaiknya Ibu tanya 1:09:55 saja sama yang biasa mengamalkan ya. 1:09:58 Adakah dalil yang mendasari ya ibadah 1:10:02 tersebut? 1:10:03 Dalilnya 1:10:03 ya kalau ternyata diberikan nih Bu 1:10:06 dalilnya ini ini sahih gitu hasadnya 1:10:09 gini. Pertama saran saya ya, Ibu boleh 1:10:14 ee pelajari lebih mendalam atau bila 1:10:16 perlu juga untuk konfirmasi para ustaz 1:10:19 lain yang paham terhadap kedudukan 1:10:21 dalil. Nah, sampaikan ustaz ini gimana 1:10:24 benar-benar saya dapat dari Ustaz A 1:10:26 dalilnya begini menurut Ustaz B nih yang 1:10:28 yang belajar ilmu hadis misalkan ya 1:10:31 betul apa tidak? Nah, itu yang kedua. 1:10:34 Kalau ternyata betul, wah ini betul nih, 1:10:36 sahih ini nih harus kita amalkan, jangan 1:10:39 lupa bagi pula sama saya. 1:10:41 H 1:10:41 ya sama kru Rasil sampaikan pula bahwa 1:10:44 ini adalah ibadah. 1:10:46 Nah, dengan itu maka insyaallah kita pun 1:10:49 akan amalkan. 1:10:50 Jadi mohon maaf saya sampai hari ini 1:10:52 belum menemukan dalilnya tentang hal 1:10:55 itu. Jadi kalau saya belumkan dalil saya 1:10:57 saya tidak mengamalkan dulu. 1:10:59 Betul 1:11:00 gitu. Tapi kalau mendengar informasi itu 1:11:02 sejak kecil sudah sering. 1:11:03 Iya sudah. 1:11:04 Nah, tapi saya coba cari-cari juga belum 1:11:06 saya menemukan. Jadi saya saya simpan 1:11:08 dulu. Insyaallah saya akan amalkan kalau 1:11:11 sudah [berdehem] ada ketemu dalilnya 1:11:12 yang sahih. Demikian 1:11:15 sapaan kembali dari Bapak Tuan Barun 1:11:18 Betawi sedang menyimak. Ibu Titik 1:11:19 Lestari juga sedang menyimak ya. Ibu 1:11:21 Tinika juga sedang menyimak di sore hari 1:11:22 ini. Bapak Paujian. 1:11:26 Bapakuji Tamin umur 82 tahun Ustaz. 1:11:30 Terima kasih Rasil. Saya selalu 1:11:31 mendengarkan Rasil malam-malam membaca 1:11:33 Al-Qur'an dan juga terjemaahnya. 1:11:35 Alhamdulillah. 1:11:36 Ada lagi pertanyaan dari Bapak Apandi. 1:11:38 Pak Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 1:11:39 wabarakatuh. [berdehem] 1:11:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:41 wabarakatuh. 1:11:42 Ustaz, bolehkah kita kalau mau tidur itu 1:11:45 hafalin juz ama tapi pakai kaos kaosing 1:11:49 LED dan celana pendek? Apakah itu bagus? 1:11:51 Apakah itu baik, Pak Ustaz? 1:11:52 Untuk apa? 1:11:53 Hafalin juz ama tapi pakai kaos. 1:11:56 He 1:11:56 pakai celana pendek begitu maksudnya 1:11:58 enggak? 1:11:59 [tertawa] 1:11:59 Apakah bagus seperti itu katanya? 1:12:02 Ya itu tadi ya belajar belajar adab di 1:12:04 situ. Jadi kalau misalkan kita mengingat 1:12:06 Rasulullah alaihi wasallam itu kan 1:12:07 sangat perhatian juga ter secara cara 1:12:09 berpakaian ya. 1:12:12 Cara berpakaian hendaknya kita berusaha 1:12:14 sebaik mungkin. 1:12:15 Apalagi saat kita membaca ayat-ayat 1:12:18 Allah gitu ya. Ya kan termasuk adab itu 1:12:22 kita berwudu itu adab bukan wajib bukan 1:12:25 ya. Karena kalau misalkan kita pegang 1:12:27 Al-Qur'an tidak berwudu pun tidak dosa 1:12:29 gitu 1:12:30 kan tidak ada di zaman Rasul ada mushaf 1:12:32 gitu adanya kan sekarang 1:12:34 H 1:12:35 nah adanya di masa Abu Bakar nah tapi 1:12:37 kemudian kita diberikan adab itu tadi 1:12:40 adab tuh adab menghadap kiblat juga adab 1:12:43 gitu ya kemudian dalam Quran berwudu 1:12:45 adab nah termasuk juga menyimpan 1:12:48 Al-Qur'an di atas lutut itu juga adab 1:12:50 jangan sampai di bawah lutut itu semua 1:12:52 adab 1:12:53 nah jadi adab itu bukan kan bukan 1:12:55 perkara yang memang kaitan dengan halal 1:12:58 dan haram. 1:12:58 He. 1:12:59 Tapi kelayakan dan kepantasan tadi. 1:13:01 Nah, seorang muslim senantiasa mencari 1:13:04 yang terbaik termasuk juga dalam adab 1:13:07 membaca Al-Qur'an. Ada memang di adab 1:13:09 membaca Al-Qur'an tuh yang juga 1:13:10 ditegaskan dengan hukumnya ada. Nah, 1:13:12 tapi sebagian besar itu adalah merupakan 1:13:14 hal yang hasil daripada ee apa nasihat 1:13:18 para ulama kita yang berdasarkan 1:13:20 Al-Qur'an dan sunah Rasul sahu alaihi 1:13:22 wasallam. Karena membuatlah 1:13:23 urutan-urutan adab tadi untuk lebih 1:13:25 menghormati dan memuliakan Al-Qur'an. 1:13:27 Karena ada saran dalilnya seperti hadis 1:13:30 riwayat Muslim disebutkan innallaha 1:13:32 yarfa bialaba awaman bihi akin. 1:13:37 Sesungguhnya Allah akan mengangkat satu 1:13:38 kaum derajatnya dengan Al-Qur'an dan 1:13:41 Allah akan menghinakan kaum yang lain 1:13:42 juga dengan Al-Qur'an. 1:13:44 Jadi orang menjadi mulia karena 1:13:46 Al-Qur'an, orang hina juga karena 1:13:48 Al-Qur'an. Maksudnya apa? Ketika orang 1:13:50 menjadikan Al-Qur'an sebagai bacaan 1:13:51 pertama dan utama dijadikan sebagai aib, 1:13:54 sebagai ee pedoman hidup ya 1:13:58 dan dijadikan sebagai sesuatu yang 1:14:00 dimuliakan dan diamalkan, maka akan 1:14:03 menjadikan naik derajatnya. 1:14:04 Tapi ketika Al-Qur'an tidak kita 1:14:06 indahkan, tidak kita pedulikan, 1:14:08 bahkan seolah diremehkan 1:14:10 ya di apa di dijadikan 1:14:14 sebagai bahan perhatian utama, maka 1:14:16 Al-Qur'an akan menghinakan kita. Nah, 1:14:18 Indonesia salah satunya munculnya eh 1:14:21 mundurnya peradaban di dunia Islam itu 1:14:23 adalah karena tadi malas membaca 1:14:25 termasuk sikapnya terhadap Al-Qur'an 1:14:28 yang kurang menjadi perhatian yang baik. 1:14:31 Oh, masyaallah. Ini jadi kan saya sudah 1:14:34 sampaikan di sini dulu tentang bagaimana 1:14:36 sikap seorang musim Al-Qur'an itu paling 1:14:37 tidak ada delapan. Pertama adalah ee 1:14:40 at-tasdik membenarkan. 1:14:42 Yang kedua adalah attaum mempelajari. 1:14:45 Yang ketiga adalah attilawah. ya 1:14:48 membacanya. Yang keempat adalah 1:14:50 al-istima, mendengarkan dan menyimak 1:14:53 dengan baik. Yang kelima adalah 1:14:54 attadabur, ya mempelajari, menghayati, 1:14:58 merenungkan. Yang keenam adalah attbik, 1:15:01 mengamalkan. Yang ketujuh ee adalah 1:15:05 attlim, mengajarkan. 1:15:08 Yang kedelapan adalah at-tahfiz, 1:15:10 menghafalnya. 1:15:11 Jadi delapan hal ini sikap seorang 1:15:13 muslim pada Al-Qur'an hendaklah kita 1:15:15 senantiasa berusaha untuk mewujudkannya 1:15:17 dalam keseharian kita sehingga dengan 1:15:19 itu Allah akan mengangkat derajat kita. 1:15:22 Ya, demikian. 1:15:23 Baik. 1:15:25 Jadi bagian dari adab itu ya pakai 1:15:27 pakaian yang ee rapilah begitu ya. Kalau 1:15:29 Iya kan Rasul kan ee kalau kita baca 1:15:33 bahasa fikih kan bahwa aurat laki-laki 1:15:35 itu antara lain kan dari pusar sampai 1:15:37 lutut. Nah, maka usahakan kalau pakai 1:15:40 celana pun jangan sampai celana pendek 1:15:42 gitu. Kecuali kalau sedang berhadapan 1:15:44 dengan istri sih enggak apa-apa 1:15:46 gitu. 1:15:48 Baik 1:15:49 dari Bapak Muhammad Arif di Sukabumi. 1:15:53 Asalamualaikum warahmatullahi 1:15:54 wabarakatuh, Ustaz. 1:15:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:15:56 wabarakatuh. 1:15:56 Pak Ustaz, apakah rendahnya minat baca 1:15:58 umat Islam itu hanya persoalan 1:16:01 pendidikan atau sebenarnya juga 1:16:03 merupakan persoalan la iman gitu? Karena 1:16:05 Islam sendiri sangat mendorong umatnya 1:16:08 untuk mencari ilmu begitu. 1:16:10 I bisa keduanya bisa karena faktor 1:16:12 pendidikan dan lingkungan yang tidak 1:16:15 kondusif 1:16:16 sehingga tidak ada minat baca. Ada juga 1:16:19 karena tadi karena faktor ilmu ya si 1:16:21 contoh ee maaf saya tahadus minikah. 1:16:25 Saya punya punya guru dulu kelas 2 SD. 1:16:27 H 1:16:28 artinya dia sekolah formilnya itu kelas 1:16:30 2 SD. Hm. 1:16:32 Tapi dia mampu menghafal Quran dan mampu 1:16:34 baca tafsir. 1:16:36 Bahasa SD SD doang. 1:16:37 Jadi sampai guru-gurunya dulu yang 1:16:39 ketika di pesantren menjadi 1:16:40 murid-muridnya. 1:16:41 Heeh. 1:16:42 Nah, padahal latar belakang akademiknya 1:16:44 hanya kelas 2 ST. 1:16:45 Kelas 2 ST itu dari mana ilmunya, Ustaz? 1:16:47 Nah, kenapa dia dia rajin dia rajin 1:16:49 otodidak dan dia rajin ee talaki. 1:16:53 Hm. 1:16:54 Itu jadi otot dididaknya juga rajin, 1:16:56 talakinya juga rajin. Jangan sampai 1:16:58 otodidak saja. Karena bahaya juga kalau 1:17:00 otot didak terus. ada pembimbingnya ya. 1:17:01 Ya, otorit tidak ada bimbingan itu kalau 1:17:03 para ahli ilmu mengkritisi jangan sampai 1:17:06 seperti itu 1:17:07 terngarang bebas begitu. 1:17:08 Iya. Karena dia kalau dia tidak ada yang 1:17:10 membimbing sama sekali nanti khawatir 1:17:12 yang membimbingnya bukan lagi bukan lagi 1:17:14 kebaikan bahasa setan yang bisa 1:17:15 membimbingnya bahaya. 1:17:16 Nah, maka diperlukan adanya tetap 1:17:18 diperlukan guru. Makanya tidak boleh 1:17:20 berhenti belajar begitu. Makanya seti 1:17:22 halnya jujur ya sekarang ini sebenar 1:17:24 sebenarnya saya ada jadwal daurah tapi 1:17:27 karena saya sudah terikat janji dengan 1:17:28 beberapa orang 1:17:30 terpaksa saya menunda ee untuk 1:17:33 daurahnya. 1:17:34 Nah, jadi se sekarang ada program nih 1:17:36 sekarang ada program daurah ee 6 hari 1:17:39 pengambilan sanad sunan Nasai. 1:17:41 Hm. 1:17:42 Itu saya sebenarnya sudah daftar 1:17:43 ya. Jadi karena aduh saya gimana nih 1:17:46 terikat janji gini-gini ya sudah 1:17:48 akhirnya saya mohon maaf tapi saya minta 1:17:51 rekamannya gitu ya minta rekamannya dan 1:17:53 minta ee apa istilahnya ya 1:17:56 penjelasan-penjelasannya dari teman yang 1:17:58 ikut di sana. He. 1:17:59 Nah, seperti itu. Ini dalam waktu 1:18:01 singkat tanggal 18 sampai 21 pun ada 1:18:03 lagi daurah lagi. Nah, itu pun kalau 1:18:05 seorang ee kita yang seorang penuntut 1:18:08 ilmu naknya tidak boleh berhenti belajar 1:18:10 lagi, belajar lagi terus 1:18:12 ya. Jadi ee belajar di orang-orang yang 1:18:15 berilmu itulah termasuk talaqi itu di 1:18:17 situ 1:18:17 perlu ajarnya mulazamah atau talaqi 1:18:20 kepada syekh atau kepada ustaz. Demikian 1:18:24 siap. Selanjutnya ini yang terakhir 1:18:26 ustaz ya. Yang terakhir dari Ibu Dewi ya 1:18:30 di Jakarta Timur. Pak Ustaz 1:18:31 asalamualaikum warahmatullahi 1:18:32 wabarakatuh. 1:18:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:18:34 wabarakatuh. 1:18:34 Izin bertanya Pak Ustaz. Kalau orang tua 1:18:37 ingin membangun generasi muslim yang 1:18:40 cinta ilmu, cinta baca, mana yang lebih 1:18:43 penting? Membiasakan anak membaca 1:18:45 Al-Qur'an, membaca buku, atau justru 1:18:48 mengurangi penggunaan dijet, Pak Ustaz? 1:18:50 Bagaimana menyeimbangkannya antara semua 1:18:53 itu? 1:18:54 Ya, [berdehem] 1:18:54 Demikian. 1:18:55 Jadi, memang perlu adanya bimbingan 1:18:58 ya. Makanya saya sampaikan tadi kan ada 1:19:00 pertemuan rutin dalam sepekan sekali ya 1:19:05 atau sebulan sekali untuk mengevaluasi. 1:19:08 Nah, karena ee sesuatu tidak bisa 1:19:10 mendadak, harus mendidik. He. 1:19:12 Dan namanya proses pendidikan adalah 1:19:14 bertahap. 1:19:15 Ya, termasuk tadi kecintaan kepada 1:19:17 Al-Qur'an. Bahkan yang paling sedih itu 1:19:20 gini, kalau kita punya anak nih yang 1:19:22 tadinya sudah hafal Quran ya, sudah 1:19:24 hafal sampai 30 juz bukan. He. 1:19:26 Tapi karena dengan gadget ini sampai 1:19:28 akhirnya 1:19:29 tersita waktunya hanya dengan gadget 1:19:31 akhirnya 1:19:31 lupa lagi tuh 1:19:32 dia lupa lagi 1:19:34 sehingga yang tersisa hanya tinggal 1:19:36 beberapa ayat misalkan nauzubillah gitu 1:19:38 nanti jangan sampai terjadi. Jadi tetap 1:19:41 murajaahnya tetap harus dilakukan ya 1:19:42 mengulang-ulang terus bacaan mengulang 1:19:44 hafalan gitu ya. Nah, kemudian juga buku 1:19:47 juga begitu terus memperkenalkan 1:19:49 buku-buku ya. Artinya dalam bukan tidak 1:19:52 boleh main, bukan ada saatnya tapi 1:19:55 jangan sampai kelebihan j kebanyakan 1:19:58 mainnya gitu. 1:19:59 He 1:19:59 ya. Lebih banyak karena hidup ini sekali 1:20:01 kan. 1:20:01 Betul 1:20:02 ya. Artinya kita yang kedua kali nih 1:20:03 hidup nih. [tertawa] 1:20:06 Eh apa kita akan menemui kematian yang 1:20:08 kedua kalinya kan hidup ini sekali kan. 1:20:10 Nah hidup yang kedua nanti di di 1:20:11 akhirat. I. 1:20:12 Jangan sampai kita nyesal karena kita 1:20:14 menggunakan waktu yang sekali ini tidak 1:20:17 mengoptimalkan untuk kebaikan tuh. Jadi, 1:20:21 mari kita evaluasi dalam hal ini. Jadi, 1:20:23 memang untuk mendidik anak tidak bisa 1:20:25 secara mendadak, tapi harus bertahap. 1:20:28 Bertahap. 1:20:28 Nah, itulah proses pendidikan. 1:20:30 Jadi, banyak sekali yang bisa kita 1:20:32 lakukan ya. Dan mudah-mudahan dari awal 1:20:34 sampai sekarang kita mendapatkan banyak 1:20:37 inspirasi ya, banyak kontribusi positif 1:20:40 yang bisa kita ambil termasuk juga 1:20:42 pengalaman-pengalaman ya hal yang ilmu 1:20:45 itu kan bisa bersifat empiris ya 1:20:47 pengalaman orang lain yang bisa kita 1:20:48 terapkan. 1:20:49 Nah, maka ini kalau di situ ada 1:20:53 yang masuk nih ke dari YouTube 1:20:56 I banyak sekali nih 1:20:57 ya. Di antaranya ada dari 1:21:01 ee Irhamami 1:21:04 ee kemudian ada 1:21:07 apa? Retno, ada Aris Surtika, 1:21:12 ada lagi Mulyana, ada Kuntum Indonesia 1:21:17 ya, ada eh Hani Hudzaifah. Nah, itu 1:21:22 banyak sekali tuh yang masuk 1:21:23 yang komentar di YouTube ya. 1:21:25 Iya. Jadi ada Fajar, ada Muhammad dan 1:21:28 sebagainya ya. Nah, mudah-mudahan ee 1:21:31 kita selalu komitmen dan kalau memang 1:21:33 ini bagus untuk mencerdaskan, memberikan 1:21:37 pencerahan dan akan mengangkat peradaban 1:21:39 menjadi maju kembali seperti di zaman 1:21:42 terdahulu 1:21:43 dan mana umat Islam pernah mengalami 1:21:45 keemasan selama kurang lebih 800 tahun. 1:21:48 Maka tidak ada kata mustahil 1:21:51 bagi Allah. Tidak ada kata mustahil. 1:21:52 Tapi yang terpenting kita mampu 1:21:54 melakukan perubahan pada diri kita 1:21:56 sendiri mulai dari kita dari diri kita 1:21:59 kemudian pada keluarga kita, orang-orang 1:22:00 terdekat kita untuk melakukan perubahan 1:22:03 paradigma terhadap ee posisi membaca 1:22:07 tadi. Ma membaca adalah ibadah kepada 1:22:10 Allah. Dengan membaca kita akan terus 1:22:12 mendapatkan peningkatan kualitas diri. 1:22:14 Barangkali ini yang dapat saya 1:22:16 sampaikan. Mohon maaf ada segala 1:22:18 kekurangan. Mudah-mudahan ada 1:22:20 manfaatnya. 1:22:23 Subhanakallahumma wabihamdik ashadu alla 1:22:26 ilahailla anta astagfiruka wauik 1:22:30 walhamdulillahiabbil alamin. 1:22:32 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:22:34 wabarakatuh. 1:22:36 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:22:37 wabarakatuh. Demikian iman telah kita 1:22:39 bersama-sama simak tausiah sore yang 1:22:41 telah disampaikan oleh Ustaz Wids 1:22:43 membahas tema mengenai Indonesia 1:22:44 mayoritas muslim tapi malas membaca. 1:22:47 Semoga tadi apa yang telah ustaz 1:22:49 sampaikan banyak manfaat untuk semuanya. 1:22:52 Iwan awat saya yang bertugas pahli 1:22:54 ditemani Neza dan juga Yusuf Subang 1:22:56 pamit. Billahi taufik wal hidayah 1:22:58 wasalamualaikum warahmatullahi 1:23:00 wabarakatuh.