Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad
- wa ala ali sayyidina Muhammad.
- Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari
- ini hari Kamis tanggal 4 Rabiul Awal
- 1447 Hijriah atau tanggal 28 Agustus
- 2025 kita jumpa lagi dalam acara
- wirausaha muslim. Kami menghadirkan
- seorang pemain sinetron yang tadinya
- sibuk main sinetron sinetron sinetron
- akhirnya break sekarang sudah tidak main
- sinetron lagi.
- Masih.
- Oh masih
- masih kalau ada coolingan. Aduh, karena
- itu omongan adalah doa senior saya
- Muhammad Krishna. Maaf [tertawa] saya
- Oh, masih
- ini produser sutradara seluruh Indonesia
- udah dengar mbak pagi ini mau diwajar
- sama Krishna Radio Rasil.
- Oh, gitu.
- Nanti enggak ada polingan saya.
- Oh, [tertawa]
- iya iya.
- Hebat.
- Enggak apa-apa sekarang. Tapi selain
- selain masih main sinetron juga
- berwirausaha melalui penjualan online
- ya.
- Iya, benar. ee namanya siapa ya?
- Pokoknya lahirnya tanggal Jakarta,
- tanggal 4 September, tapi lama di
- Surabaya. SD-nya di Surabaya, SM
- Surabaya di Mujahidin, kemudian STM
- Budut.
- Nah, itu kontras banget itu dari sekolah
- Islam. Islam terus masuknya STM keras
- banget itu. Budud
- enggak? Enggak, enggak ke kontrak. Kalau
- ente sekolah dipastikan baru kont.
- Iya, iya [tertawa]
- iya iya iya.
- Sudah main sinetron banyak banget ya.
- Ada kepak sayap merpati muda.
- Nah, itu pertama kali. Dan yang mengajak
- adalah almarhum Ustaz Jefri Albukhori.
- Oke.
- Heeh.
- PPSAN kosong
- anak-anak Zarmir.
- Spontan sama Komeng
- nge-prank itu. Nge-prank anak
- sanjung.
- Heeh.
- Dan yang paling lama adalah tukang bubur
- naik kaji sampai 2.500
- episode ya.
- Iya. Benar benar 4 tahun setengah.
- Masallah. Anda sudah dengar suaranya
- sudah hafal ya. Binyo Sungkar.
- Asalamualaikum Bang Bin Sungkar ya.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ahlan wasahlan. Terima
- kasih halaman antum ini juga dakwah juga
- di TikTok ya.
- Iya karena
- ini aja ada live TikTok nih.
- Iya saya teman-teman langsung live
- TikTok juga ya. Mohon maaf ya Bang Odi
- ya teman-teman semua saudaraku
- ee Mas Muhammad Krishna Sungkar berarti
- dari Yaman ya?
- Iya.
- Sudah pernah ke Yaman belum?
- Kenapa?
- Sudah pernah ke Yaman?
- Oh jangan ditanya.
- Jangan ditanya
- mana.
- Pernah jangan ditanya.
- He jangan ditanya. Belum pernah.
- [tertawa]
- Sama sekali belum pernah.
- Aduh.
- Iya. Alhamdulillahirabbil alamin. Saya
- senang sekali bisa diundang lagi. Ini
- tah sudah berapa tahun ya? Saya enggak
- ke sini tuh ya.
- Hah?
- Terakhir terakhir tahun 37 kayak tua
- [tertawa] banget.
- Tua amat. [terkesiap]
- Waktu sama ini Adipura.
- Oh iya. Adipura. Iya kan? Pertama saya
- ngajak itu si Ustaz Agus yang pedagang
- pecelele bikin mal grafit yang suaranya
- masyaallah kayak syekh-sayah di Arab
- Saudi yang ke sini sekarang dia punya
- pesantren loh.
- Luasnya itu kurang lebih 4 hektar kalau
- enggak salah.
- Masyaallah.
- Heeh. Ustaz Agus. Terus sama ada Atika
- Mega Aulia itu kan. Nah.
- Apa kabar Atika tuh?
- Ee di dakwah sudah keliling dakwah
- dia. Nangis-nangis [berdehem] karena
- apa? [tertawa] sinetronnya yang masih
- yang belum menggunakan jilbab suka
- diputar dia. Enggak enggak
- enggak
- enggak rela enggak rida dia.
- Iya. Cuman susah karena dia gini ee
- karena kan karirnya dia ngetopnya itu di
- situ. Kalau dia enggak pakai atribut
- nama tukang bubur enggak enggak enggak
- naik. Karena makanya dia selalu kalau ee
- ceramah kayak di daerah saya di Bintaro
- di majelis pengajian ibu-ibu duha
- majelis duha
- di Masjid Imanuddin dia selalu
- mengatakan Atika ee apa Mega Olia Ustaz
- Ustazah Mega Olia pemain tukang bubur
- dia bawa itu tapi dia
- nge-brand itu harus orang akan ingat
- gituah [tertawa]
- terus ente gimana ceritanya sampai
- akhirnya jualan makanan pastel
- pastel gemoy
- risol mayo
- lontong isi
- Rujak serut.
- Iya.
- Ini jarang-jarang nih rujak serut ni
- dionlinein.
- Iya dionline sama ada banyak itu ada ee
- nasi kebuli juga.
- Oh nasi kebul itu siapa yang masak?
- Istri semua.
- Istri semua. Antum bagian pemasaran aja
- kalau enggak salah sama ee ini apa
- namanya? Belanja-belanja kan saya sudah
- gini teman-teman adalah pengusaha ternak
- teri saya ini.
- Hm.
- Heeh. Antar anak antar istri. Jadi pagi
- ngantar tiga [tertawa] anak di SD. SD
- terus SMA. Nah,
- pulang ayah ke pasar. Nah, kan antar
- anak antar istri.
- Oh, ke pasar mana?
- Di daerah rumah siu enggak jauh.
- Di daerah mana itu?
- Celedung. Heeh. Kan rumah saya kan di
- Graha Bintaro. Enggak jauh sama
- in dikasih murah dong ya.
- Karena dikenal sudah dikasih murah
- enggak?
- Dikasih murah
- ya itu basi.
- Iya, basi murah bahasa saya. [tertawa]
- Kalau sama senior gini nih, Mas.
- Plesetan ada aja [tertawa]
- ya. Justru saya kalau ee ke
- pedagang-pedagang gitu, saya bikin
- sekarang kan ada sosial media Mas
- Krisna, saya bikinin video
- ee saya bilang sesama muslim itu kita
- harus saling bermuamalah, menguatkan,
- jangan saling menjatuhkan. Nah, makanya
- saya bikinin video bahwa saya bikin dulu
- masalah buah-buahan ini ini kita kupas
- bah-bahan yang saya bikin b kayak rjak
- seru, gedondong, nanas, nanas madu kayak
- gini-gini segala macam. Padahal
- istri-istri kita enggak mau dimadu kan.
- He belias madu gitu.
- Nah, terus saya bilang ee buat
- teman-teman siapa aja ini daerah sini
- Pasar Lembang,
- Bengkol di Bintaro, Tangerang dan
- sekitarnya belanja nih sama
- si Kang Ridwan atau banyak semua saya
- bikinin video.
- Ente tinggal di mana sih?
- Di Bintaro saya di Graha Bintaro.
- Bintaronya mana?
- Di sektor 9 di Graha Bintaro.
- Sebelah mana McD?
- Oh, masih McD yang setor sendiri sana
- lagi. Lagi dekat sama sayap ibu. Ada ya
- ibu dekat sama Duyan, teman kita dulu.
- Duyan
- Masjid Umar.
- Bani Umar. Nah, enggak jauh. Umar enggak
- jauh ya.
- Heeh. Saya sering apa dulu awal-awal
- Bani Umar kita dulu yang rintis untuk
- acara Majelis Duha Nasional sama Ustaz
- YM
- terus sama Ustaz Ahmad Alhabsi
- Solm gitu. Heeh.
- Kenapa mic-nya kurang dekat ya?
- Oh kurang dekat ya. Oke. Iya. Heeh. H
- enggak fokus nanti suara suara in itu.
- Terus ee pendapatannya lebih banyak
- mana? Jualan makanan di online apa
- sinetron?
- Oh ya sinetron lah. Kalau sinetron itu
- memang
- sangkan saya sudah lama hampir 30 tahun
- di sinetron gitu.
- Jadi ya kalau sinetron itu sehari bisa
- waktu tukang bubur itu bisa empat
- episode sehari. Satu episode itu dulu
- bisa 60 halaman. pegang bayangin 60
- halaman en en apa ee empat buku.
- [tertawa]
- Oh in sebagai apa di dulu awal-awalnya
- saya sebagai Tarno itu di tukang
- buburnya haji itu provokator.
- Jadi di tiap di kampung itu kan ada
- orang istilahnya apa e pengangguran yang
- ngobjek kadang-kadang jadi calur rumah
- motor tukang cuci mobil jaga kayak
- gitu-gitu gitu. Ini sampai 2.500
- episode. Siapa nulis ininya? Nah,
- skenarionya.
- E skenarionya itu Pak Haji Imam Tantowi.
- Masyaallah. Produktif sekali ya.
- Iya. Menulis film religi rata-rata kayak
- yang fenomenal adalah Ketika Cinta
- Bertasbih itu hampir kurang lebih ya
- kalau enggak salah itu 3 juta
- penontonnya. Hm.
- Itu fenomenal itu KCB itu.
- Masyaallah. Salah satu pelanggannya
- katanya Pak Haji Muhyiddin itu ya
- pemeran utama.
- Heeh. dulu peran utamanya adalah Mat
- Solar almarhum Mat Solar.
- Nah, karena Mat Solar itu kondisi
- kesehatannya enggak memungkinkan dia
- resign di episode 220.
- Saya sampai ingat karena waktu dia mau
- desain ngobrol sama saya bertiga.
- Antagonis juga enggak
- enggak kalau sama saya
- bukan
- matar dia peran utama dia peran yang
- bijak. Peran utama kan rata-rata orang
- yang bijak baik kayak gitu. Nah, kalau
- Muhyiddin peran antagonis rivalnya Haji
- Haji Sulamad Solar ini.
- Hm. Nah, begitu Mat Solar resign dia
- mengundurkan diri. Haji Muhyiddin ini
- sempat menjadi ee galau penulis sama
- stasiun TV sama produser. Apa bisa peran
- utama resign terus yang nerusin gimana?
- Sedangkan penonton iklan banyak
- peminatnya, Mas.
- Nah, akhirnya ya spekulasi aja karena ee
- yang bisa menilai kan pasar bukannya
- produser sutradara ternyata mereka suka
- karena sukanya apa? Sebelnya itu
- orang-orang jadi benci sama Haji Muhin.
- [tertawa]
- Benci sampai pernah dia makan di
- restoran digaplok orang [tertawa] kayak
- gitu-gitu
- gregeten.
- He kita coba hubungin e Pak Haji.
- Silakan Mas Algi tolong hubungi
- Bapak Haji Muhyidin ya. Beliau ini salah
- satu pelanggan dari nasi kebuli atau
- apa?
- Iya nasi kebuli kambing. Dia suka
- kambing.
- Cara bikin nasi gebuli gimana sih? Ya,
- nasinya nasinya itu kan barasnya bas
- mati. Heeh. Dari impor gitu dari India.
- Nah, terus dikukus ya gitu. Istri saya
- yang tahu [tertawa] sama bumbu-bumbu.
- Bumbunya udah beli gitu paket apa bikin
- sendiri ada yang suka dipak
- dari Solo kita. Dari Solo.
- Oh, di conet banyak tuh.
- Ee
- lagi ya
- lain. Karena kalau dari Solo itu makanya
- kelebihannya nasi kebudi saya itu beda
- rasa Nusantara gitu.
- Hm.
- Karena memang bedanya
- belinya di Solo. Heeh. dari Solo
- ini tempatnya Pak Jokowi
- bukan [tertawa] di saudara saya
- oh
- Solo
- [tertawa]
- Surakarta
- sudah terhubung belum ee ee Mas Algi
- H
- dengan Pak Haji Muhyidin?
- Heeh.
- Oke masih di acara Wirausaha Muslim.
- Heeh.
- Silakan yang mau catat nomor teleponnya
- Binyok Sungkar. [berdehem] Saya akan
- bacakan nomor telepon Binyo Sungkar
- adalah 0812
- 93
- 40
- 547
- 0812
- 93
- 407.
- Nanti kami akan bacakan lagi Biny Sukar
- dalam acara wirausaha muslim. Oh, Anda
- juga boleh kalau punya usaha apa gitu
- promosi di sini sama Kang Odi ya.
- Oh, boleh. Iya. Inian saya bawa kopinya.
- Silakan. Kopi apa?
- Kopi kopi ee kita kopi rempah. Kopi
- rempah.
- Oh, boleh.
- Iya. Bikin sendiri. Ahah. Ini memang
- alhamdulillah kalau para habaib semua
- itu bilangnya kopi majelis.
- Majelis
- karena di situ ada rempah-rempahnya. Di
- samping kopinya itu kopi sidik kalang
- dari Medan yang aman di lambung sama di
- jantung. Kan ada kopi yang menyebabkan
- jantung berdebar, asem lambung. Nah, ini
- saya save gitu. He.
- Terus gulanya gula aren. He.
- Aman buat kalau ada yang orang diabet.
- H.
- Terus pakai kapulaga. Kapulaga itu
- adalah fungsinya adalah antiseptik.
- Makanya orang-orang di Arab Saudi, orang
- Pakistan, India itu kapolaga. Bukan
- bukan permen karet. Kapulaga itu bunuh
- kuman di sini yang terutama yang suka
- ngerokok, ngopi itu kapulaga bagus.
- Pangi. Kenapa orang Arab kalau minum
- gelasnya kecil?
- Ee karena kalau apa? Kalau kecil
- langsung mentok ke hidungnya kan.
- Hidungnya mancung. [tertawa]
- Oh, kalau kalau gede tolong langsung
- mentok.
- Iya. Heeh.
- Kecil.
- Kecil mentok. Heeh.
- Bukan. Itu maksudnya untuk menikmati
- ee minuman secara perlahan-lahan.
- Iya, benar.
- Oke. Sudah sudah terhubung sepertinya.
- Halo. Asalamualaikum Pak Haji Muhidin.
- Waalaikumsalam. Waalaikumsalam
- warahmatullahi.
- Masyaallah, senang banget nih kita nih
- bisa jumpa dengan Haji Muhyidin.
- Biasanya cuma nonton doang di layar TV.
- Eh, Muhid.
- Iya iya iya iya.
- Sekarang kesibukan apa nih, Pak Haji
- Muhyidin?
- Ya, lagi standby aja ini.
- H
- hah standby lagi. Ada aja dikit-dikit
- ada lah. Sibuk
- Pak Haji Muhidin.
- Kan kalau di sineton perannya antagonis
- jadi orang yang apa galak apa-apa ya.
- [tertawa]
- Antagonis itu di dalam kehidupan di luar
- suka ini enggak dimusuhin enggak suka
- ada orang masih ke bawah enggak?
- Oh luar biasa. Hah?
- Sampai detik ini masih dikeroyok. Kalau
- jumpa mah ada yang megang perut, ada
- yang nonjok. Ada. Ada. Yaok. [tertawa]
- Berarti sukses dong maman karakternya
- itu berarti sukses itu ya.
- Katanya begitu. Katanya begitu. Ah.
- [tertawa]
- Aduh.
- Masyaallah. Tapi ya. Lalu gimana tuh
- setelah ditonjok? Diam aja. Apa
- ada penjelasan?
- Apanya itu?
- Begitu ditonjok.
- Oh iya, gemes katanya. Gemes. Aduh ya
- gemes-gemes tapi enggak sakit juga gua
- bilang [tertawa] ketawa dia. Coba
- difoto-foto lagi. Udah conjok difoto
- lagi. Masyaallah kacau.
- Masyaallah. Bapak Haji Muhyiddin ini
- pemeran utama di ee sinetron tukang
- bubur naik haji.
- Ini pertama kali sinetron ee pemeran
- utamanya justru antagonis ya,
- Pak Haji Muhyidin.
- Itu makanya satu-satunya film Indonesia
- itu antagonis jadi peran utama.
- He
- spektakulerah. [tertawa]
- Masyaallah.
- Iya. Ma Hujemudin katanya pelanggan dari
- ini ee makanan yang dijual oleh
- Binyo Sungkar.
- Oh iya betul.
- Apa aja yang suka suka yang sang yang
- suka dibeli apa aja itu
- yang biasa saya beli itu dia punya
- Kubuli. Hah?
- Bedanya k buully ini B sama yang lainnya
- apa?
- Oh dia kopi-kopinya itu juga kue apa
- tuh? Kue apa namanya itu?
- Pastel Pak Haji. Pastel.
- Pastel.
- Pastel. Pasel itu tetap
- kita sekali sekali pesan tuh 140 bok
- tuh.
- Weh
- waktu syuting saya panggil
- tu lagi banyak tamu di rumah sama kru
- semua.
- Iya di lokasi syuting di
- lagi mil Pak Haji berbagi rezeki sama
- kru-kru semua.
- Emang milatnya kapan Haji?
- Enggak tahu Pak Haji tah ulang tahunnya
- kapan? Oh si 84 loh Pak Haji. Maaf ini
- tahun ini 4 ya Pak Haji ya?
- 84 jalan.
- Duh masyaallah.
- 84. Nah, apa rahasianya? Bisa sehat
- terus, bisa tenang besit terus.
- Oh, itu dari kita semuanya. Yang penting
- kita sesuatu itu jangan terlalu serius
- dipikirkan. Bisa diselesaikan cepat, ada
- masalah cepat selesaikan.
- Jangan happy teruslah. Kalau bisa jangan
- ada pikiran yang rumet-rumet. Enggak
- usah ada hal-hal masalah masalah-masalah
- selesaikan. Karena tidak ada hidup ini
- tidak masalah.
- Hm.
- Ah. Matai baru selesai kan. Jadi
- [tertawa]
- cucu sudah berapa, Pak Haji?
- 84 jalan nih.
- 80 jalan ya? 88 jalan.
- Cucu sudah berapa? Cucu
- cucu 11 eh 10 satu sama cicit. Cicit ada
- salah satu lagi.
- Masyaallah.
- E
- dan ini Mas Krishna kita selalu sama Pak
- Haji dia enggak ada pantang makanan. Di
- lokasi itu ada baks bakso. Bakso. Baks
- bau ayo
- daging kambing
- makan kambing. Lu suka
- kepiting satu habis kepiting
- udang
- enggak ada pantang
- itu badannya terbuat dari apa itu?
- Enggak ngerti. [tertawa] Makanya kita
- ini yang muda-muda harus banyak berguru
- sama beliau. Pola makan tidak ada
- pantang. Karena kalau saya delay,
- sebetulan sakit itu bukan karena pola
- makan, tapi pola pikir.
- Oh, karena pikiran ya.
- Kalau pikirannya tenang
- ya gimana enggak tenang.
- 2800 [tertawa]
- episode.
- Iya iya
- sekali pesennya berapa itu? Waduh pasti
- kencang itu.
- Aduh.
- [tertawa]
- Iya iya iya.
- Pak Muhidin hobinya apa sih?
- Saya hobinya makan.
- Waduh. Makanan paling enak di Jakarta
- apa?
- Makan. Makan apa aja saya kalau ke makan
- yang enak-enak ke Bogor. Tuh
- Bogor ke mana itu?
- Pagi sore di [tertawa] Puncak.
- Ah, ente masih ingat enggak dialog di
- itu? Masih ingat enggak, Pak Haji?
- Dialog sama.
- Oh, iya. Eh, Tarmiji sini lu
- ada informasi apa sulam? Ada apa?
- Buruan. Eh, fulus dulu ada fulus semua
- mulus. Engak [tertawa] matre lu mata
- duit gua gampar lu. Takut kalau udah
- kalimat andalan gua gampar lu pakai
- sendal lagi ngeluarin kayak orang dulu.
- Orang [tertawa] dulu persisin sendal
- kulitnya
- sendal lili gitu. I I maaf maaf maaf
- maaf. Langsung. Iya iya. Pak Muhidin,
- gimana cara ngfal dialog? Apa sendiri
- aja apa gimana?
- Oh, sendiri aja. Baca
- pakai bahasa sendiri.
- Baca
- baca aja.
- H.
- Ada enggak yang masih diingat dialognya
- seperti apa dialognya coba?
- Ada. Gua bilang sama adik, "Eh, gua gini
- udah turunan haji bukan kayak el. Eh,
- baru mau haji ngomong doang."
- Sunah lu [tertawa]
- ciri khas
- ciri khas ya. Benar benar.
- Masyaallah.
- Ini gimana ceritanya bisa nongol di
- sineteran tuh dulu gimana mula-mulanya
- tuh?
- Oh itu memang memang dari dulu 63 gua
- udah main film gua tahun 63 Rima Melati.
- Oh zaman Rima Melati tang cengbok kali
- ya. mati. E cuma zaman dulu tuh
- bok bawa
- bok orang tua kita kan sukanya anaknya
- jadi insinyur, jadi dokter. Nah, saya
- itu waktu syuting sama Bang Turun Rujin
- Edi S dari film
- e di samping bioskop Menteng itu ada
- restoran Menteng situ gua syuting babe
- gua datang suruh pulang untung sudah
- selesai syuting coba tuh [tertawa]
- boleh
- begitu selesai pulang udah
- pas 3 hari
- babai keluar kota dinas gua kabur ke
- periuk tempat om guaing [tertawa]
- Pas seminggu di Tanjung P ada pengumuman
- ganjang Malaysia. Ah, putra-putri di ada
- yang berminat untuk masuk.
- Gua daftar gua dikirim ke Riauus
- itu pengin mat aja dah. Orang enggak
- boleh seni. Pengin mati aja perang
- perang dah gitu aja udah. Nah, itu
- pas sudah di Riau di Medan tahun
- 1 gua pindah ke Jakarta minta karena gua
- mau tunjuk ke film lagi. Benar sampai
- Jakarta udah senetron terus gua senetron
- mantap ya
- mantap
- apa
- belum
- Pak Muhyidin luar biasa
- hidupnya makmur jaya sekarang ya
- iya gimana enggak jaya bininya baru
- setahun
- oh baru
- baru lagi ya
- yang kemarin meninggal lama
- ganti lag
- heeh baru masyaallah selamat ya barokah
- barokah barokah
- berkah Umur berapa istrinya?
- Umur anak 57. 58.
- Umur 57. Masyaallah. Masih sehat lagi
- ya?
- Iya. Dan alhamdulillahnya Pak Haji
- Muhyiddin sejak istri yang baru ini udah
- enggak pakai celana pakai sarung terus.
- Kenapa? [tertawa]
- Gila L.
- Loh bukan maksudnya Pak Hajin lagi
- sering ibadah jadi enggak pernah
- lebih banyak ke masjid.
- Lebih banyak ke masjid gitu maksudnya
- Pak Haji gitu kan lumayan dekat sama
- masjid.
- Oh. Heeh. Pak Haji.
- Oke. Ee ini ada yang nanya nomor telon
- Pak Haji berapa katanya
- kalau ada yang mau calling Pak Haji
- produser
- Pak Haji
- ada nanya nomor telepon Pak Haji boleh
- enggak
- kalau ada produser?
- Boleh aja.
- Berapa nomornya?
- Enggak.
- Berapa
- nomornya? 0817
- 0817
- 13
- 13
- 7962
- 7962
- 62.
- Ah itu ke gua. Tapi kan gua punya
- manajer.
- Oh
- anaknya sendiri.
- Telepon telepon anak gua manajer gua tuh
- ada masih tanya aja sama kalau siap Pak
- saya kasih ya Pak Haji. Mohon izin ya
- nomor teleponnya Amel saya kasih ya Pak
- Haji ya.
- Iya iya enggak apa-apa udah biar enak
- karena Rasil ini jangkuannya sampai
- Malaysia, Brunei sama Singapura. Sama
- Singapur Pak Haji.
- Heeh. Ada TV Malaysia. Nanti kita satu
- frame Pak Haji. Insyaallah. Nah,
- iya karena kan banyak yang suka dong Pak
- Haji nih fannya di mana-mana.
- Masyaallah.
- Iya.
- Luar biasa. Eh, kalau yang kalau mau
- lihat Pak Muhyidin Bang ada yang belum
- tahu ketik aja di Google ya. Muhyidin.
- Nah, Muhid
- eh Muhyidin tukang bubur naik haji.
- Nah, pasti keluar tuh muncul. Heeh.
- Wah, udah 80 masih ganteng aja deh.
- Masih gagah
- kayak
- Presiden Soekarno. Iya, benarbenar.
- [tertawa]
- Dan dan salutnya sama dia ini sama
- Muhyiddin saya beberapa judul sama habis
- COVID itu syuting tengah malam dia oke
- sama beliau dia kan sempat produksi
- capeknya ya
- enggak nak bilang Pak Haji saya mohon
- maaf ini saya yang masih di jauh di
- bawah resepnya apa gitu kok bisa jam
- segini masih on aja gitu kan dia sempat
- bikin tuh bikin channel
- apa namanya di sosmate-nya dia di YT
- YouTube gitu itu yang penting pikiran
- aja gitu pikiran selalu hobi silaturahim
- banyak
- rajin ibadah.
- Nah, rajin ibadah gitu ya, Pak Allah ya.
- Iya.
- Terima kasih Pak Haji Muhyiddin atas
- sharingnya. Mohon maaf ganggu waktunya
- ya.
- Agaklah. Ah, udah siaplah.
- Kapan-kapan buat main ke sini ya.
- Insyaallah. Insyaallah. Nanti dekat
- dekat sini.
- Dekat di bubur apa, Pak Haji? Jalan apa?
- Karnos film.
- Oh, bukan.
- Iya. Dari situ bisa juga.
- Heeh. Jadi Alazar serah itu
- mau Alazar
- dari Jansen bisa
- ini apa namanya? Ee
- jalan apa, Pak Haji? Rumahnya
- hajar Harja Mukti. Harjukti.
- Tarun Jaya. Tarunajaya.
- Tarunajaya. Jaya.
- Oh Tarun Jaya. Sebelah Manas
- sekolah itu SMK itu apa?
- Iya
- SMK ya. Belakangnya ada jalan Jalan
- Abdurrahman.
- Oh Abdur Rahmat. Situ kan ada teras
- nenek. Itu bukan
- restoran teras nenek. jumpa SMP 2 SMP
- 223 Pak itu.
- Oh, iya. Oke. Gampang deh kita ke sana
- deh.
- Iya.
- Iya deh.
- Terima kasih, Pak Mudin ya.
- Mudah-mudahan sehat, sukses terus.
- Iya.
- Amin. Amin.
- Amin. Amin. Barakallah. Salam untuk
- keluarga
- Pak Haji. Terima kasih banyak sudah
- meluangkan waktu ngobrol-ngobrol nanti
- insyaallah berlanjut Pak Haji kapan ada
- waktu diwawancarin juga sama Mas Krishna
- ini. Nanti dihasil sini dekat ini.
- Iya iya iya
- iyaah. Terima kasih ya Pak.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Kang Ondi mana ininya tapnya?
- Oh
- masyaallah. Iya.
- Ini banyak yang nanya juga nih nomornya
- Binyo
- ini. Udah di tempat saya udah 3.700.
- W luar biasa ya.
- Oke.
- Ini nomornya Binyo Binyo Sungkar
- nomornya 0812
- kemudian 93
- 40547.
- Anda juga boleh telepon ke sini mau
- mempromosikan produknya karena ini nama
- acaranya kan wirausaha muslim. Silakan
- barangkali punya produk apa, mau
- promosi, mau kasih tahu cara dagang yang
- bagus silakan kami tunggu.
- Oh, Binyo Sungkar.
- He
- kelencar getah bening.
- Hari Jumat 30, Bin Sungkar asli luar.
- Wah, apa dari siapa nih? H
- oke.
- Waduh,
- Binyo Sunggar, selamat datang di Rasil.
- Halah. Terima kasih. Dari siapa itu?
- Dari Rudi.
- Rudi. Salam kenal Rudi. Terima kasih.
- Nanti kalau yang mau pesan-pesan kuliner
- langsung bisa juga di
- ee YouTube Binyo jajanan Binyo.
- Jajanan Binyo di situ nanti bisa
- ngelihat video-videonya.
- Hm. Silakan kalau mau yang mau promosi
- silakan telepon ke sini ke 0811999720.
- Kami tunggu nih ana macarnya wirausaha
- muslim.
- Oke. Ee emang kalau bisnis yang paling
- ini sekarang makanan ya?
- Iya. Heeh. Saya sebetul ada lucu. Jadi
- awalnya itu setelah enggak boleh syuting
- kan COVID.
- Terakhir itu habis tukang bubur saya
- syuting ee anak langit
- kan. Setelah itu COVID enggak boleh ada
- aktivitas kumpul enggak boleh gitu. Ya
- udah jualan kuliner. Saya jualannya di
- luar jalan itu jalan kok sepi pakai
- mobil sama istri sepi kok enggak ada
- yang beli gitu. Oh iya ini kan COVID
- orang enggak boleh beli [tertawa]
- akhirnya pulang saya di grup komplek
- akhirnya di grup komplek pada beli ya
- udah saya jemput bola door to door
- [tertawa]
- itu. Jadi kok kayaknya jualnya sepi kok
- enggak ada beli gitu ya udah door to
- dari situ langsung
- he
- ee berjalan terus segala macam gitu.
- Memang sebelumnya istri sudah pintar
- masak. Ah iya memang dia istri itu kalau
- ini
- ente milih dia emang karena dia termasak
- iya memang saya ee dari muda itu mencari
- istri yang seperti ee umi saya yang bisa
- masak menus rumah tangga gitu enggak mau
- maaf enggak mau dari kalangan selebritis
- bisa masak enggak gitu?
- Heeh. Ya enggak kan ee waktu taarufnya
- kan gitu ke keluarga. He.
- Jadi kalau idolata kan biasanya makan
- kambing, masakan kambing nasi buki, nasi
- briyani gini-gini segala sati dan dia
- masakannya khusus dari ibu umi saya
- minta vi namanya kan Vivi saya rasem
- sama rujak serut udah saya rasem
- terkenalnya
- biasanya masakan-masakan apa biasanya
- kalau istri masakan dari kampungnya dia
- ya saya rasa terkenal
- emang orang istri orang mana
- orang Bogor sini
- orang Bogor Bogornya di mana
- di sebelum Ciampe ee dekat Bantar
- Kambing Pasir Gaok
- oh RT berapa RW.
- Aduh, lupa bapaknya RT [tertawa] di
- sono.
- Ini lagi ngumpul.
- Bisa dibacain dong yang ngirim di itu
- boleh. Ini tadi ee salam dari salah satu
- sutradara ee Sidik CX itu sutradara
- darinya Pak Dani di Cinemaat
- juga. Salam buat Mas Krisna K.
- Enggak apa-apa ya dibacain ya.
- Bacainbacain aja.
- Heeh. Om Krishna host-nya ya. Iya Bang
- Sidik. Masyaallah.
- Heeh. Dari KJ nih.
- Terus Ahmad David. Terus banyak tadi
- bilang salam sukses kalau di sini
- banyak. Masyaallah ada rumah sop juga
- lagi di radio rasil itu langsung dia
- bilang lagi di radio Rasil ya. [tertawa]
- Masyaallah gitu ya banyak. Udah udah 3,7
- K.
- 3,7K ya.
- Iya udah ini alhamdulillah.
- Hm
- ya. Ini kebetulan saya bawa produknya
- nih, Mas.
- Ada ee salah satu andalan juga ini kopi
- jahe.
- Kopi jahe.
- Heeh. Kopi jahenya ini boleh gelasnya
- nih ya. Langsung saya tuangin sama Mang
- Rinda nih.
- Ana lagi saum lagi nih.
- Oh lagi saum. Oh iya saya juga apa lagi
- enggak saum. Heeh. Saya saya lagi enggak
- saum gitu betulah.
- Oh biasanya saum ya.
- Enggak juga. [tertawa]
- Odi aja ya teman-teman.
- Odi jadi saksi nih. O
- jadi saksi.
- Ini namanya kopi apa? Kopi jahe binhyo.
- Heeh. Kopi jahe. Jadi kopi rempah-rempah
- isinya itu loh. Tuh ada
- rempah-rempahnya, ada kulaga, ada jahe
- merah ngambang itu.
- Hah?
- Remah-remahnya pada ngambang gitu.
- Iya memang rempah-rempahnya gitu.
- Siapa lagi di sana ya?
- Iya.
- Algi. Algi. Algi. Mau nyobain enggak?
- Boleh dong.
- Amang Didin kali mau nyobain juga nih.
- Heeh. Gelasnya dua ngopi enggak ya?
- Oh ini masyaallah nih rempah-rempah.
- Oke Iwan Anot masih di acara Wirausaha
- Muslim. kami ini menghadirkan Binyo yang
- dari main sinetron sekarang enggak masih
- sekarang beralih juga wirausaha melalui
- online. Silakan kalau Anda punya
- ini
- produk apa mau dipromosikan silakan ke
- 0811999.
- Oke.
- Oh mana mau nyobain
- enggak? Bukan ini gelas
- apanya?
- Yang di gelas.
- Yang di gelas. Yang dias. Oh
- nih nyobain nih.
- Nyobain panas. Mau nyobain enggak Bang
- Nidin? Bang Nidin ngopi enggak sih
- Bang Odi? Yang ini punya Bang Odi.
- Bang
- ya. Alhamdulillah. Ini lagi kita berbagi
- nih. Masyaallah. Itu dijual. Iya dijual.
- Siapa ini namanya? Abdul. Iya saya kan
- jualan juga kuliner. Nanti langsung
- lihat di YT ya. YT-nya jajanan Binyuk
- gitu. Kebetulan ini lagi wawancarain di
- radio Rasil saya. Heeh. S Mas Krishna
- nih. Tuh peratannya mereka [berdehem]
- lagi nyobain kopi saya gitu. Binyang
- suka dengar radio Rasil enggak sih?
- Wis kalau di mobil di jalan lagi macet
- dengerin terusna apalagi
- ini Rasil tanggal 9 September
- ulang tahun yang ke yang ke-16.1. Heeh.
- Kita bikin acara ee touring pakai motor
- nanti.
- Masyaallah.
- Ada juga nanti ee Mauludan juga sekalian
- tamu pendengar.
- Alhamdulillah. Di Masjid Albar. Albar
- bukan.
- Di mana?
- Silaturahim. Masjid Silaturahim.
- Nanti ada Ust. Ada Ust. H ada Ustaz
- insyaallah.
- Jajuli.
- H. Itu sekalian ketemu pendengarnya.
- Silakan yang mau datang nanti tanggal
- 20. Kemudian tanggal 6 ada
- apa namanya? Dialog prodtivitas.
- Hm. Bang Minyo. Salam kenal dari Susi.
- Oh iya salam balik Susi.
- Ini juga ada Eno. Asalamualaikum Bang
- Binyo. Mas Krishna apa kabar? sehat
- selalu, makin sukses. Amin. Amin ya
- rabbal alamin. Ya,
- teman-teman semua juga saya doain yang
- main di room-nya Binyo, saya doain
- insyaallah diberi keberkahan rezeki.
- Amin. Amin.
- Diberi keberkahan umur. Umur yang
- berkah, bermanfaat, dan bisa berangkat
- kedua kota suci.
- Ini sama senior saya Mas Krishna. TI
- juga operaternya
- tuh.
- Oh, nih.
- Heeh. Masyaallah. W. Sudah nanya nomor
- telepon Pak Haji Muhyidin nih. 081713
- 7962
- 081
- 7 137962.
- Hah?
- Kopinya.
- Kopinya asik ya.
- Ajibi
- Ajib banget. Langsung ngasih jempol
- jambel doang.
- Kan biasanya kan orang nanya kalau kopi
- ini ada efeknya enggak? Tapi bilang sini
- enggak ada efek. Heeh. Ada efeknya efek
- sampek depan. Hm.
- Maksudnya enggak ada efek sampai ada
- efek depan. Maksudnya makanan bukan
- makanan di depan kita habisin
- kan bapaknya lapar kalau makanan lapar.
- Yang ada di depan kita [tertawa] kita
- habisin. Ada snack, ada jajanan.
- Ente bisa aja belok kirinya
- kan kayak baja.
- Berarti cocok [tertawa] nih ki sama
- jajanan BYo. Nah.
- Iya.
- Aduh. Kebetulan kalau umpamanya biasanya
- lagi ada open PO saya selalu bawa itu.
- Siapa yang di Cikarang tuh, Om? Pak
- siapa? ee Pak siapa namanya yang di
- Cikarang
- yang juga jualan ee gem ee apa risol
- mayo mayo lupa saya
- Pak Thomas Thomasno. Pak Thomasno. Pak
- Thomasno juga. Silakan Pak E Thomasno
- kalau mau telepon cerita-cerita.
- Eh
- ya Eno ini lagi diwawancara di radio
- Rasil Enok. Heeh. Sama Mas Krishna gitu.
- Saya ada jual apa namanya? Rendang Paya
- Kumbo.
- Wih.
- Oh Linda Jalil. Masyaallah. Linda Jalil
- Jang Payakumbu asli dari sana katanya.
- Masyaallah.
- Silakan yang mau mesan. Mau mesan Linda
- Jalil.
- J boleh
- nanti kalau pesan ke mana itu
- nanti teleponnya ada.
- Oh gitu. Wah rendang
- teleponnya saya enggak hafal [tertawa]
- hafal itu rendang itu adalah salah satu
- makanan ternikmat di dunia kan kita
- masuk ke itu kan UNESC. Heeh. UNESCO
- terenak di dunia gitu.
- Terus apa lagi yang yang enak di Oh
- Binyo dari Bapak Ansori. Selamat datang
- di Rasil. Oh, terima kasih seringain ke
- sini. Binyo. Jualan apa aja? Binyo
- jualan kuliner ya. Saya jualan kuliner
- ee Bang Ansori itu ada paster gemoy,
- terus ada risol mayo itu isinya adalah
- daging smooth beef. Nah, kalau pastelnya
- itu kentang. Heeh. Terus sama telur,
- terus sama wortel gitu. Nah, sama
- tepung. Nah, kalau ada lontong isi.
- Lontong isi itu kalau di Jawa itu
- bilangnya arem-arem.
- Hm. Ada yang daging ayam atau mau daging
- sapi juga bisa tergantung requestnya.
- Itu masak jam berapa itu?
- Kalau umpamanya orderannya banyak kita
- enggak tidurnya.
- Enggak tidur karena memang proses
- pembuatan yang lama itu lontong kan dia
- berasnya kan harus diaduk
- minyok bantuin bagian apa?
- Bagian doa saya [tertawa]
- biar lancar
- ya. Bantulah pasti kita packing-packing
- atau apa. Karena kalau saya enggak tidur
- lagi, besok saya ngantar anak sekolah
- siapa? Ke pasar siapa.
- Iya. Kadang ternak teri kan kita
- pengusaha ternak teri. Saya serahin
- kulit.
- Enak berapa sih?
- Hah?
- Enak berapa? Satu.
- Heeh. Adiknya empat.
- W [berteriak]
- [tertawa]
- anak satu adiknya empat.
- Nyamung satu temannya banyak. Kalau
- kalau saya langsung anaknya lima
- langsung enggak mikir. Kalau itu kan
- mikir langsung endingnya ger gitu.
- Anaknya satu [tertawa] ada empat empat
- dia
- dan itu arem-arem itu memang sebesar ee
- beda harganya. Yang lainnya R7.000-an
- harganya kayak paster, risol itu R7.000
- semua. Nah, kalau aram-aram itu Rp8.000
- atau lontong isi.
- Jadi kalau satu itu sudah kenyang kayak
- nasi bakar.
- Hm.
- Heeh. Alhamdulillah sih banyak langganan
- saya di kota wisata ini. Pak Apep
- Binyo saya mau beli duit saya R70
- triliun ada kembaliannya enggak?
- Masyaallah [tertawa]
- banyak banget.
- Aduh Pak Mamat ada mau belanja duitnya
- 170 triliun. Ada kemaliannya enggak
- katanya? [tertawa]
- Ada. Ada. Masyaallah. Ditunggu ya Pak
- Mamad ya
- Pak Mamad di Mampang. Terima kasih Pak
- Mamat.
- Terima kasih Pak Mamat. Nah, dulu saya
- di Mampang loh itu kantornya sama Gugun
- Gondrong temannya Mas Yusna juga sama
- Iwel. Kita di Mampang perapatan
- sebelah mana?
- Mampang perapatan 16.
- Rumah Gugun dulu. Dulu.
- Oh, Gugun.
- Heeh. Gugun Gondrong.
- Ee siapa ibunya? Ya Allah. Teman saya
- Nuning. Nuning. Bu Nuning. Heeh. Tuning.
- Tuning. Tuning. Buuning. Sukobagio.
- Tuning Sukobo.
- Heeh.
- Dari siapa nih? Salam sehat untuk Hah?
- [tertawa]
- Untuk harga-harganya berapa?
- Oh, tadi N ini ada mau telepon Lur. Ee
- tolong diangkat dong, Pak. Mas Ali ada
- yang telepon nih. Telepon telepon
- telepon nih. Enggak tahu namanya siapa
- nih. Nine apa siapa? Halo.
- Asalamualaikum.
- Halo.
- Halo. Asalamualaikum.
- Dengan siapa ini? Maaf.
- Iya. Ini dari Abah Taufik di Cilengsi.
- Saudara saya nih. [tertawa]
- Cilengsi. E saudara.
- Iya. Iya.
- Satu bapak satu ibu.
- Mas Taufik. Eh akhi maaf tadi e apa? Aki
- Taufik ini tadi telepon enggak saya
- angkat lagi live masalahnya.
- Iya, Herman.
- Mau ngasih kabar apa nih, Mas Taufik?
- Mau ngasih kabar apa?
- Iya, kabarnya sih sel apa selalu sukses
- jajanan Binyo. Insyaallah nanti dari
- Sabang sampai Maruki akan order ke
- jajanan Binyo. Insyaallah mudah-mudahan
- didoakan. Insyaallah.
- Sudah pernah nyobain belum jajanan?
- Oh, langganan dia. Langganan.
- Oh, langganan.
- Langan apa yang langganannya?
- Heeh. [tertawa]
- Suka beli apa? Kabinyo.
- Semua udah dicobain. Semua udah
- dicobain. Heeh.
- Risol nasi kebully.
- Iya. Heeh. Jajanan bintang lima itu.
- Oh gitu. [tertawa]
- Online lah ya. Hm.
- Insyaallah sehat Mas Krishna.
- Kalau Mas Tafik ini juga enggak dagang
- juga enggak?
- Saya dulu iya dagang tapi sekarang
- enggak. Saya sekarang di Pondok Lansia
- MSQ itu Mas Krishna yang pernah
- Oh di pesantren Lansia di mana?
- Cilengsi.
- Cilengsi ya. E Kak Taufik di Kak Taufik.
- Iya betul.
- Heeh. Boleh itu
- nomor teleponnya boleh tahu enggak
- berapa Mas Taufik? Ada dibaginya.
- Ada ada nomor telepon ada. Ada
- berapa? Berapa?
- Heeh.
- Ya. 0858
- 0858.
- Terus
- Iya. 8006.
- 38
- 006.
- 8006.
- Iya.
- Terus
- 4709.
- 7090858
- Iya diulangi.
- 0858
- 3800
- 64
- tunggu dulu ulangi. 0858
- iya betul
- 8006
- he
- iya 4709.
- Oke. 0858
- 80064709
- ya
- 4. Iya.
- Iya.
- Oke.
- Iya. Saya abahnya Afifa. Abahnya Afifa.
- Mas Bis.
- Oh ya Allah karim. Kenal banget nih.
- Buya Buya.
- Buya Buya
- Buya Taufik. Masyaallah luar biasa ya.
- Jadi ternyata ini ya kalau saya
- runut-runut ini kita tidak janjian ya
- kan Mas Taufik telepon segala tadi
- telepon ke handphone saya enggak angkat
- karena lagi live kan I kan ini ternyata
- memang ya Allah qadarullah ya saya
- merinding sampai gini saudara saya
- langsung masuk
- masuk lagi dirasil diwancara ini kan
- ngobrol gini ini sudah Mas Oi ini sudah
- dicatat sama Allah tahun yang lalu
- enggak ada yang kadarullah ini enggak
- ada yang kebetulan Masna jadi Ya Allah.
- Dan lagi e Buya Taufik ini lagi apa
- ngerintis pesantren. Bisa dijelas boleh
- enggak dipromosiin itu pesantrennya?
- Bu ya? Dijelasin
- di Kelapan Nunggal kan ya? Di Kelapan
- Nunggal kan
- bukan di daerah Cilengsi tepatnya di ee
- Desa Jatisari.
- Desa Jatisari ya dekat.
- Heeh.
- Desa Jasari.
- Kecamatannya Heeh. Kecamatannya
- Cilengsi, desanya Jatisari. Heeh.
- Kampungnya Rawak.
- Nama pesantrennya apa? Nama pesantrennya
- namanya Majelis Studi Al-Qur'an.
- Majelis
- MSQ.
- Studi Al-Qur'an.
- Majelis Studi Al-Qur'an. MSQ Cilengsi.
- Pondok Pesantren Lansia. Ya. Pondok
- Pesantren Lansia,
- MSQ Cilengsi Bogor.
- H. Oh, gitu. Yang masuk situ harus
- lansia dong ya.
- Iya. Jadi iniinya
- lan berapa?
- Lansia kan kita sudah termasuk lansia
- nih di 40 50 sampai 80 sudah lansia itu.
- Eh Buya Buya saya rala dulu tadi ngomong
- apa? Kita kita situ aja kali. [tertawa]
- Hah?
- Tadi Buya ngomong kita sudah termasuk
- lansia. Buya aja dulu saya belum belum
- lansia.
- Kalau B sudah di atas lansia. Iya
- benarbenar. [tertawa]
- Binyo belum? Binyo. Binyo masih muda.
- Perjalanan masih banyak.
- Saya sudah 55 nih.
- Saya sudah 55.
- Heeh.
- Iya. Kalau
- tapi kalau anak ngelihatnya sudah tua.
- [tertawa]
- Iya. Kalau saya sama Mas Krishna udah
- udah enggak ngelihat dunia. [tertawa]
- Masyaallah.
- Iya.
- Oke, terima kasih
- Buya Taufik.
- atas informasinya sehat sehat selalu.
- Sehat selalu insyaallah. Heeh.
- Silaturahmi.
- Mama
- iya pendengarnya radio Rasil yang mau
- silaturahim ke pesantrennya Buya Kovik
- langsung bisa langsung kehubungin ke
- Rasil aja ya. Ya enggak [tertawa]
- silaturahim kan perlu gitu. Kita enggak
- tahu di ternyata di Cilengsi ada
- pesantren lansia.
- Lansia.
- Nah, studi Al-Qur'an ya.
- Studi Al-Qur'an gitu dengan
- Desa Jatisarian.
- Oke. 085864709.
- Oke, Bu ya. Terima kasih atas
- teleponnya.
- Insyaallah.
- Iya,
- Amin. Berkah insyaallah Ril.
- Amin. Amin. Terima kasih. Syukron.
- Jazakumullah, Bu ya. Taufik salam.
- Iya, sama-sama.
- Amin.
- Amin. Salam semua.
- Oke. Asalamualaisikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Mbak Siswati Rifai Batam.
- Salam buat Binyo.
- Waalaikumsalam.
- Caritonya luar biaso katanya.
- Wah, sambung-sambung.
- Ibu Siswati Rifai dari Batam.
- Masyaallah. Salam kenal Ibu Riswati dari
- Batam. Salam kenal juga gitu.
- Ibu Sarni di Bekasi nanya berapa jajanan
- Binyo? Berapa hargaannya? Berapa
- harganya?
- Kalau paster risol rata R7.000 gitu
- karena memang beda isi.
- Tanggung amat. Kenapa enggak 100 ee
- enggak R.000? Karena apa? Ee Rasulullah
- kok sukanya ganjil. Allah sukanya
- ganjil-ganjil. [tertawa] Oh, bisa aja.
- Suka ganjil-ganjil gitu.
- Makanya kalau di pasaran di bawah itu
- karena kita memang ee ayamnya juga ayam
- pejantan, bukan ayam beril biasa gitu.
- Ayam pejantan itu yang terus kedua ee
- bahan bakunya juga beda kentang. Heeh.
- Premium ya. Kelas premium lah gitu.
- Kalau di
- terus dibikinnya sambil baca selawat
- gitu ya.
- Iya sambil selawatan gui kopi segala
- macam. Hah?
- Kebuli segala macam.
- Iya. Kalau kebuli itu pesannya minimal
- H-1 dulu karena dipotong. Heeh. Kita
- juga terima kekahan juga sering kekahan
- dari di dari Cinere juga ada gitu.
- Kekahan kita potongin. Kalau laki
- kambingnya dua kalau perempuan satu.
- Ondi belum di akk ya? [tertawa]
- Udah
- kirain belan. Kalau belan pesan aja
- sekarang.
- Iya. Dan kalau satu porsi kebuli saya
- itu harganya 600 bisa 10 orang lebih.
- Hm.
- Ah, gitu. 600 itu bisa
- 600 berapa liter tuh bikin isinya?
- Waduh, istri saya tuh yang tahu persis
- saya enggak hafal gitu. Dan
- bas mati.
- Bas mati yang besok dikubur besoknya
- kalau sudah mati [tertawa]
- perut.
- Iya iya iya iya.
- Kalau ke
- ini mah ternak peri.
- Heeh.
- Oh, ternak peri ya.
- Iya. Dan kalau umumnya kebuli yang di
- pasaran itu kan nasi kebuli, kambing,
- sama acar gitu. Nah, kalau saya nasi
- kebuli kambing terus ada acarnya ada
- emping Bogor sama ada kerupuk udang
- Palembang terus
- ditambah topping lagi sambal goreng hati
- hati sapi sama daging sapi. Itu
- kelebihannya
- itu R00.000 tuh semua.
- Iya R00.000
- R00.000 buat 10 orang.
- E buat 10 orang
- diantar ke rumah termasuk ongkos kirim
- enggak?
- Enggak. Beda ongkos kirnya. Heeh. Kalau
- termasuk ongkos kiring ya bisa gulung
- nanti [tertawa]
- itu minimal H-1
- senanya gitu. Alhamdulillah sih banyak
- ada yang lucu masah waktu kita bikin
- buka puasa 2 tahun yang lalu ada namanya
- Syekh Waafi dia di ngajar di Madinah
- diundang enggak bisa bahasa Indonesia
- cuman bisanya bahasa Arab sama speak
- English dia waktu makan wah wah very
- nice. suka gitu. Terus dia nanya sama
- ini kenapa kok ada emping gitu? Saya
- jelasin orang Indonesia kalau makan
- enggak pakai kerupuk enggak ada
- kriuk-kriuknya itu kurang kurang afdol.
- Oh
- dia suka gitu apa sama kebul beda gitu
- rasanya. Karena kan memang kalau di kita
- Indonesia ini makanan itu kalau lebih
- dominan asin. Asin benar manis terus
- rempahnya berasa terus ee kalau pedas ya
- pedas gitu. Kalau yang di Timur Tengah
- kan memang dilihatnya enak, tapi kan
- rasanya banyakan anta. Benar enggak?
- Kalau kita lagi umrah, lagi haji
- dilihatnya nafsu begitu kok gini. Karena
- memang ee rasa asinnya mereka enggak
- enggak berani gitu, enggak dominan.
- Kalau saya ya asin kalau requestnya
- asin, asin. Mau pedas, pedas, gurih
- gurih gitu.
- Om Binyo kalau kos kirim bully ke Bogor
- berapa biayanya?
- Itu harus dicek dari rumah titiknya baru
- tahu saya. Oh, gitu ya.
- Heeh. Enggak bisa ngecek dari sini.
- Harus ngcek titiknya di rumah di Bintaro
- Bogornya titiknya mana baru ketahuan
- gitu.
- Om Binjo ke buuli bisa basi enggak?
- Ya bisa kalau umpamanya
- enggak dimakan-makan.
- Hah?
- Enggak dimakan-makan lupa.
- Iya enggak dimakan-makan. Lebih dari
- berapa jam ya pasti.
- Dan kalau saya itu packingnya itu pakai
- aluminium foil. Jadi kalau umpama ini
- disimpan besok diangetin lagi di
- microwave atau open bisa langsung gitu.
- sudah nampan gitu. Alhamdulillah sih.
- Oke, ini ada pengumuman kajian magrib
- bersama
- sekolah IMC Kamis 28 Agustus 25 Masjid
- Silaturahim Kalimangis Taman Laguna
- bersama Syekh Almughri Yaakub bin Shhwa
- Atarimi. Eh, wah bagus nih. Ee tanggal
- 28 Agustus Binyok sudah datang katanya.
- Iya iya iya. Mudah-mudahan dimudahkanlah
- lancar. Di mana? Di sini ya?
- Di sini.
- Iya.
- Ada ustaz dari Tarim.
- Masyaallah. Tarim.
- Asalam Bang Binyo. Ada gambarnya enggak?
- Katanya
- ada di di YouTube di channel YouTube itu
- jajanan Binyuko. Bisa lihat langsung di
- situ di YouTube enggak apa-apa kan
- nyebut ya?
- Heeh. Di YouTube di Jajanan Binyo.
- Jajanan Binyo. Di situ bisa lihat situ.
- Itu ada banyak kembarannya Ondi gitu.
- 111 ada videonya Dude Herlino kan? Iya.
- 111 sama Dude Herlino. Oh.
- Mirip ya
- Ondi sama Dodi Heno mirip ya
- mirip beda bapak beda ibu [tertawa]
- lubang hidungnya sama dia
- aduh
- aduh binya binya masyaallah
- gitu
- binyo itu katanya suka jadi sat pam ya
- di tukang bubur itul
- iya heeh jadi itu apa semenjak ee
- penulisnya itu kehabisan kering ide ini
- orang dua ini saya kan sama Mali Pak
- Ternal di masa provokator terus kan jadi
- mau dirubah artinya imitnya itu mau
- dirubah jangan suka tukang palak atau
- apa dibikin jadi satpam gitu jadi ada
- fungsinya tiap hari ada jadi kalau
- di sinetron itu cuman adekannya siang
- gimana malam ada ya itu keuntungan buat
- saya kan perannya ditarmiji
- berarti teken lagi teken lagi ya
- iya karena kalau saat malamnya hansip
- jadi hansip kalau paginya jadi cowok
- calo calo rumah, motor, mobil gitu
- malam. Cuman lucunya di situ saya
- penakut gitu. Saya bikin karakter saya
- penakut.
- Heeh. Gitu penakut terus tukang makan.
- Kalau makan
- ngabisin
- asalnya Binya waktu kecil emang
- cita-citanya apa? Katanya
- dulu kepenginnya jadi Abri. Masih zaman
- kita Abri. [tertawa]
- Abri.
- Heeh. Cuman ya itulah semua itu dari
- impian. Saya kan dulu di Surabaya itu
- ngelihat ada waktu lagi jajanya Adi Bing
- Selamat sama Cicak Kuswoyo itu datang
- show di Surabaya itu saya lihat ya Allah
- enak ya jadi artis gini ya Allah. Eh,
- terus ya, terus waktu saya mau sekolah,
- Pak Harto sama Bu Tin lewat peresmian
- pabrik yang ke berapa Gersik? Kita suruh
- kan anak-anak sekolah dada-dada pegang
- bendera. Allah enak banget ya bisa apa
- dekat sama keluarga apa cendana Pak
- Harto eh qodarullah saya begitu pindah
- ke Jakarta lihat di TV apa namanya ada
- Cornelia Agat jadi teman satu kantor
- lagi sama Gugur Guodur situ akhirnya
- awalnya jadi artis di situ
- dekat sama Eno
- iya sama Eno Sigit satu yayasan sama
- yayasan corong dulu
- main sama Ari Sigit
- apa kabar Mbak Eno sekarang
- ada dia beli juga
- jadi bapaknya itu kan ee Pak Sigit itu
- kan ee E sebulan berapa kali ngundang
- keroncong.
- Keroncongnya lah. Itu kulinernya
- pesannya sama saya.
- Waduh.
- Pesannya sama kita gitu.
- Jadi kalau ada orang mau mesan sama aja.
- H
- mesannya sama sama Pak anaknya Pak Harto
- ya. [tertawa]
- Iya sebenarnya Budu. Segala.
- Oke. Ini nomor telepon Binyo. Silakan
- yang mau pesan nasi kebudi ini nomor
- teleponnya dicatat nomor telepon binyo
- ya. 0812
- kemudian 93 kemudian 40
- kemudian 547 0812
- 93
- 40
- 547
- kayaknya masih punya rumah di Surabaya
- enggak nih?
- Enggak ada cuman kakak ada di Surabaya
- gitu loh. Di Surabaya ada.
- Surabayanya di mana?
- Saya dulu di Asemrowo, Kecamatan Tandes.
- Oh, Asemowo.
- Iya. Kok tahu
- di situ kan ada lapangan tenas tuh
- lah. Ya Allah itu tempat saya main.
- Oh
- mas kok tahu?
- Iya
- besok mau reunian loh anak-anak.
- Ada ada famili di sana Pak Jatm kenal
- Pak Jatmiko yang mana?
- Ibuin ya di Alamowo berapa ya? Lupa
- Asamowo di Asembrowo. Bapak saya itu
- takmir masjid situ masjid takmir itu.
- Oh gitu.
- Heeh.
- Hah?
- Sempit banget.
- Iya dunia sempit. Ini biasanya mau
- reunian apa? Asro asemok jadul zaman
- dulu itu termasuk Leroy Utsmani itu
- masih famili sama saya
- orang Asemowo.
- Oh
- Lero itu dulu kalau lagi main siang itu
- dia naik motor Honda Binter kenalpotnya
- langsung sembunyi. Kalau begitu berhenti
- kan dia orang Makassar. Eh Matindro
- Matindro. Iya iya iya. A tidur siang
- tidur. Suruh tidur. Matindro [tertawa]
- itu bahasa Makassaranya a matindro.
- Takut saya lero. Mbak Asri
- masih main sepeda enggak?
- Iya Lerel itu Om. Saya beli langganan
- juga saya itu. Oh,
- rumahnya di
- banyak langganan itu.
- Udah enggak usah promosi lagi deh.
- Iya, [tertawa] jangan dong tetap
- promosi. Ini kan jangkoknya luar negeri
- bisa frozen. Bahkan di Bandung ada yang
- pesan pakai frozen.
- Oh, ya.
- Di Bandung kita anterin ke travel baraya
- di Bintaro kirim ke sana bisa buat
- arisan ibu-ibu.
- Nah, kalau Binyo misalnya makan di mana
- ada sugan
- makanan yang binyo bikin juga. Udah
- misalnya nasi kebuli nih gimana tuh? Ee
- ya bisa minimal pemesannya H-in satu
- bukan bina nih. He makan di tempat lain
- disuguin kan [berdehem]
- ee nasi kebully.
- Heeh.
- Bikin perbandingan enggak
- rasanya ya?
- Rasanya.
- Oh iya. Alhamdulillah sih saya bawa
- kantong kresek saya bungkus bawa pulang.
- [tertawa]
- Harus gitu di sosial media itu harus out
- of the box gitu ya. Perbandingan ya
- sering saya makan cuman ya saya koreksi
- sama istri ini kok pakai jagung terus
- berasnya bukan bahan dasarnya yang
- namanya nasi gebu di Timur Tengah itu
- bahan dasarnya bas mati
- bas mati itu kadar gulanya nol
- e kalau bas ini kan memang ya gul tinggi
- habis makan kurang-kurang lebih 15 20
- menit yang ngantuk [tertawa]
- gulanya naik
- kalau basmati memang impor bedah
- ada yang nanya kalau mau dagang melalui
- dari online tuh ini apa sih supaya laku
- tuh apa kuncinya apa kalau mau dagang
- rasa rasa enggak bisa Heeh rasa rasa
- karena kalau masalah kayak saya ini
- orang bilang
- enggak jadi masalah dengan harga pastel
- R.000 di luaran itu bisa cuman R.000
- bahkan ada e R5.000 cuman beda dari
- tepung kita beda dari ayam juga beda.
- Tepung apa?
- Ee segitiga biru yang bagus segitiga
- biru.
- Heeh. Kalau di luaran kan beda. Nah,
- terus kalau saya
- bukan segitiga pengaman ya itu [tertawa]
- beda.
- Dan kalau yang lain itu pastel pakai ee
- bihun. Kalau pastel kampung tradisional
- bihun itu justru ada unsur airnya yang
- kira-kira 3 jam lebih ee ngiler berair.
- Kalau saya sampai malam masih enak.
- Oh, siap.
- Heeh. Dan ayamnya bukan ayam broiler
- biasa, Mas Krisna. Kita ayamnya
- pejantan. Perpaduan kawinan antara ayam
- broiler sama ayam kampung.
- Weh, mau pesan dong. Mau pesan dong. Mau
- pesan dong. Boleh boleh. Ayo
- ini nih. Oke. Mau 0812
- 93 40547.
- 0812
- 93 407.
- Binyo Sungkar.
- Nah, itu kan tadi nomor telepon. Nah,
- ini adalah nomor rekening saya langsung
- nih di [tertawa]
- lantasan.
- Iya tahu kan kita kan
- nomor sasis mobil hafal enggak?
- Hafal. [tertawa]
- Oke, Binyo. Terima kasih sudah hadir di
- acara Wirausaha Muslim.
- Jadi, Wirausaha Muslim ini adanya setiap
- Kamis keempat ya, bulan.
- Oh, Kamis.
- Kamis keempat.
- Kamis keempat ya.
- Kalau Kamis kedua itu ee untuk ini apa
- yang bisa kita bantu
- bersama
- Habib Ali.
- Habib Ali Alhamid.
- Alhamdulillah bin
- dia juga nasi kebuli juga tuh bikin tuh.
- Oh, masyaallah. Berkah-berkah lagi.
- Terima kasih.
- Sama-sama. Saya juga terima kasih
- pendengar rasil semua di mana aja saya
- sudah diundang suatu kehormatan bagi
- saya bisa hadir di sini sekalian promosi
- silaturahim ya kan
- mudah-mudahan kita enggak cuman di sini
- aja apa ee terjalinya bisa berlanjut
- lagi gitu. Ini yang nonton sudah
- udah 8.000 lebih 8.000 orang.
- Alhamdulillah. Terima kasih. Terima
- kasih.
- Iya. Terima kasih banyak Mas Krisna.
- Mohon maaf kalau ada salah kata, salah
- ucap. Karena kesalahan milik saya,
- kebenaran hanya milik Allah Subhanahu wa
- taala.
- Masyaallah, cakep.
- [tertawa]
- Saya bukan ustaz. Saya usaha untuk taat.
- [berteriak]
- Usaha untuk taat.
- Usaha untuk taat. [tertawa] Bisa aja
- ngasnya. Bisa aja
- minum dulu. Ah.
- Oke, terima kasih. Saya Muhammad Krishna
- Oni Saputra dan ALG. Kali gini ketua
- panitia
- milat rasil yang ke 16. Oh, kalau mau
- tanya apa-apa nanya sama AGI ya.
- Iya. Heeh.
- Oke, terima kasih. Wabillahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.