Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:08 [musik] 0:13 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. 0:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. 0:19 Allahumma shalli ala sayyidina Muhammad 0:21 wa ala ali sayyidina Muhammad. 0:23 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:26 ini hari Kamis tanggal 4 Rabiul Awal 0:29 1447 Hijriah atau tanggal 28 Agustus 0:33 2025 kita jumpa lagi dalam acara 0:37 wirausaha muslim. Kami menghadirkan 0:40 seorang pemain sinetron yang tadinya 0:43 sibuk main sinetron sinetron sinetron 0:45 akhirnya break sekarang sudah tidak main 0:47 sinetron lagi. 0:48 Masih. 0:49 Oh masih 0:49 masih kalau ada coolingan. Aduh, karena 0:51 itu omongan adalah doa senior saya 0:55 Muhammad Krishna. Maaf [tertawa] saya 0:57 Oh, masih 0:58 ini produser sutradara seluruh Indonesia 1:01 udah dengar mbak pagi ini mau diwajar 1:03 sama Krishna Radio Rasil. 1:05 Oh, gitu. 1:06 Nanti enggak ada polingan saya. 1:08 Oh, [tertawa] 1:08 iya iya. 1:09 Hebat. 1:10 Enggak apa-apa sekarang. Tapi selain 1:12 selain masih main sinetron juga 1:15 berwirausaha melalui penjualan online 1:18 ya. 1:18 Iya, benar. ee namanya siapa ya? 1:21 Pokoknya lahirnya tanggal Jakarta, 1:23 tanggal 4 September, tapi lama di 1:25 Surabaya. SD-nya di Surabaya, SM 1:28 Surabaya di Mujahidin, kemudian STM 1:31 Budut. 1:31 Nah, itu kontras banget itu dari sekolah 1:34 Islam. Islam terus masuknya STM keras 1:36 banget itu. Budud 1:38 enggak? Enggak, enggak ke kontrak. Kalau 1:40 ente sekolah dipastikan baru kont. 1:41 Iya, iya [tertawa] 1:43 iya iya iya. 1:44 Sudah main sinetron banyak banget ya. 1:46 Ada kepak sayap merpati muda. 1:48 Nah, itu pertama kali. Dan yang mengajak 1:50 adalah almarhum Ustaz Jefri Albukhori. 1:53 Oke. 1:53 Heeh. 1:54 PPSAN kosong 1:55 anak-anak Zarmir. 1:57 Spontan sama Komeng 1:58 nge-prank itu. Nge-prank anak 1:59 sanjung. 2:00 Heeh. 2:01 Dan yang paling lama adalah tukang bubur 2:03 naik kaji sampai 2.500 2:06 episode ya. 2:07 Iya. Benar benar 4 tahun setengah. 2:08 Masallah. Anda sudah dengar suaranya 2:11 sudah hafal ya. Binyo Sungkar. 2:13 Asalamualaikum Bang Bin Sungkar ya. 2:15 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:16 wabarakatuh. Ahlan wasahlan. Terima 2:18 kasih halaman antum ini juga dakwah juga 2:22 di TikTok ya. 2:23 Iya karena 2:24 ini aja ada live TikTok nih. 2:25 Iya saya teman-teman langsung live 2:28 TikTok juga ya. Mohon maaf ya Bang Odi 2:29 ya teman-teman semua saudaraku 2:32 ee Mas Muhammad Krishna Sungkar berarti 2:35 dari Yaman ya? 2:36 Iya. 2:36 Sudah pernah ke Yaman belum? 2:38 Kenapa? 2:38 Sudah pernah ke Yaman? 2:39 Oh jangan ditanya. 2:40 Jangan ditanya 2:42 mana. 2:43 Pernah jangan ditanya. 2:44 He jangan ditanya. Belum pernah. 2:46 [tertawa] 2:48 Sama sekali belum pernah. 2:50 Aduh. 2:50 Iya. Alhamdulillahirabbil alamin. Saya 2:52 senang sekali bisa diundang lagi. Ini 2:55 tah sudah berapa tahun ya? Saya enggak 2:56 ke sini tuh ya. 2:58 Hah? 2:59 Terakhir terakhir tahun 37 kayak tua 3:02 [tertawa] banget. 3:02 Tua amat. [terkesiap] 3:03 Waktu sama ini Adipura. 3:06 Oh iya. Adipura. Iya kan? Pertama saya 3:07 ngajak itu si Ustaz Agus yang pedagang 3:10 pecelele bikin mal grafit yang suaranya 3:13 masyaallah kayak syekh-sayah di Arab 3:16 Saudi yang ke sini sekarang dia punya 3:17 pesantren loh. 3:19 Luasnya itu kurang lebih 4 hektar kalau 3:20 enggak salah. 3:21 Masyaallah. 3:22 Heeh. Ustaz Agus. Terus sama ada Atika 3:25 Mega Aulia itu kan. Nah. 3:28 Apa kabar Atika tuh? 3:29 Ee di dakwah sudah keliling dakwah 3:31 dia. Nangis-nangis [berdehem] karena 3:32 apa? [tertawa] sinetronnya yang masih 3:35 yang belum menggunakan jilbab suka 3:37 diputar dia. Enggak enggak 3:38 enggak 3:38 enggak rela enggak rida dia. 3:40 Iya. Cuman susah karena dia gini ee 3:43 karena kan karirnya dia ngetopnya itu di 3:46 situ. Kalau dia enggak pakai atribut 3:48 nama tukang bubur enggak enggak enggak 3:50 naik. Karena makanya dia selalu kalau ee 3:53 ceramah kayak di daerah saya di Bintaro 3:55 di majelis pengajian ibu-ibu duha 3:57 majelis duha 3:58 di Masjid Imanuddin dia selalu 4:00 mengatakan Atika ee apa Mega Olia Ustaz 4:03 Ustazah Mega Olia pemain tukang bubur 4:05 dia bawa itu tapi dia 4:07 nge-brand itu harus orang akan ingat 4:09 gituah [tertawa] 4:11 terus ente gimana ceritanya sampai 4:13 akhirnya jualan makanan pastel 4:16 pastel gemoy 4:17 risol mayo 4:19 lontong isi 4:21 Rujak serut. 4:22 Iya. 4:22 Ini jarang-jarang nih rujak serut ni 4:24 dionlinein. 4:25 Iya dionline sama ada banyak itu ada ee 4:28 nasi kebuli juga. 4:30 Oh nasi kebul itu siapa yang masak? 4:32 Istri semua. 4:33 Istri semua. Antum bagian pemasaran aja 4:35 kalau enggak salah sama ee ini apa 4:37 namanya? Belanja-belanja kan saya sudah 4:39 gini teman-teman adalah pengusaha ternak 4:42 teri saya ini. 4:42 Hm. 4:43 Heeh. Antar anak antar istri. Jadi pagi 4:46 ngantar tiga [tertawa] anak di SD. SD 4:49 terus SMA. Nah, 4:50 pulang ayah ke pasar. Nah, kan antar 4:52 anak antar istri. 4:54 Oh, ke pasar mana? 4:55 Di daerah rumah siu enggak jauh. 4:57 Di daerah mana itu? 4:58 Celedung. Heeh. Kan rumah saya kan di 5:00 Graha Bintaro. Enggak jauh sama 5:02 in dikasih murah dong ya. 5:03 Karena dikenal sudah dikasih murah 5:05 enggak? 5:05 Dikasih murah 5:06 ya itu basi. 5:08 Iya, basi murah bahasa saya. [tertawa] 5:11 Kalau sama senior gini nih, Mas. 5:13 Plesetan ada aja [tertawa] 5:16 ya. Justru saya kalau ee ke 5:19 pedagang-pedagang gitu, saya bikin 5:21 sekarang kan ada sosial media Mas 5:23 Krisna, saya bikinin video 5:25 ee saya bilang sesama muslim itu kita 5:27 harus saling bermuamalah, menguatkan, 5:30 jangan saling menjatuhkan. Nah, makanya 5:32 saya bikinin video bahwa saya bikin dulu 5:34 masalah buah-buahan ini ini kita kupas 5:38 bah-bahan yang saya bikin b kayak rjak 5:40 seru, gedondong, nanas, nanas madu kayak 5:42 gini-gini segala macam. Padahal 5:44 istri-istri kita enggak mau dimadu kan. 5:46 He belias madu gitu. 5:49 Nah, terus saya bilang ee buat 5:51 teman-teman siapa aja ini daerah sini 5:53 Pasar Lembang, 5:55 Bengkol di Bintaro, Tangerang dan 5:57 sekitarnya belanja nih sama 5:59 si Kang Ridwan atau banyak semua saya 6:01 bikinin video. 6:02 Ente tinggal di mana sih? 6:03 Di Bintaro saya di Graha Bintaro. 6:05 Bintaronya mana? 6:06 Di sektor 9 di Graha Bintaro. 6:08 Sebelah mana McD? 6:10 Oh, masih McD yang setor sendiri sana 6:13 lagi. Lagi dekat sama sayap ibu. Ada ya 6:16 ibu dekat sama Duyan, teman kita dulu. 6:19 Duyan 6:20 Masjid Umar. 6:21 Bani Umar. Nah, enggak jauh. Umar enggak 6:22 jauh ya. 6:23 Heeh. Saya sering apa dulu awal-awal 6:25 Bani Umar kita dulu yang rintis untuk 6:27 acara Majelis Duha Nasional sama Ustaz 6:29 YM 6:31 terus sama Ustaz Ahmad Alhabsi 6:35 Solm gitu. Heeh. 6:37 Kenapa mic-nya kurang dekat ya? 6:39 Oh kurang dekat ya. Oke. Iya. Heeh. H 6:41 enggak fokus nanti suara suara in itu. 6:45 Terus ee pendapatannya lebih banyak 6:47 mana? Jualan makanan di online apa 6:49 sinetron? 6:50 Oh ya sinetron lah. Kalau sinetron itu 6:53 memang 6:54 sangkan saya sudah lama hampir 30 tahun 6:57 di sinetron gitu. 6:59 Jadi ya kalau sinetron itu sehari bisa 7:00 waktu tukang bubur itu bisa empat 7:03 episode sehari. Satu episode itu dulu 7:05 bisa 60 halaman. pegang bayangin 60 7:08 halaman en en apa ee empat buku. 7:11 [tertawa] 7:12 Oh in sebagai apa di dulu awal-awalnya 7:15 saya sebagai Tarno itu di tukang 7:18 buburnya haji itu provokator. 7:20 Jadi di tiap di kampung itu kan ada 7:22 orang istilahnya apa e pengangguran yang 7:26 ngobjek kadang-kadang jadi calur rumah 7:28 motor tukang cuci mobil jaga kayak 7:30 gitu-gitu gitu. Ini sampai 2.500 7:34 episode. Siapa nulis ininya? Nah, 7:36 skenarionya. 7:36 E skenarionya itu Pak Haji Imam Tantowi. 7:40 Masyaallah. Produktif sekali ya. 7:41 Iya. Menulis film religi rata-rata kayak 7:44 yang fenomenal adalah Ketika Cinta 7:47 Bertasbih itu hampir kurang lebih ya 7:49 kalau enggak salah itu 3 juta 7:51 penontonnya. Hm. 7:52 Itu fenomenal itu KCB itu. 7:54 Masyaallah. Salah satu pelanggannya 7:57 katanya Pak Haji Muhyiddin itu ya 8:00 pemeran utama. 8:01 Heeh. dulu peran utamanya adalah Mat 8:03 Solar almarhum Mat Solar. 8:05 Nah, karena Mat Solar itu kondisi 8:07 kesehatannya enggak memungkinkan dia 8:10 resign di episode 220. 8:13 Saya sampai ingat karena waktu dia mau 8:14 desain ngobrol sama saya bertiga. 8:16 Antagonis juga enggak 8:17 enggak kalau sama saya 8:18 bukan 8:19 matar dia peran utama dia peran yang 8:21 bijak. Peran utama kan rata-rata orang 8:23 yang bijak baik kayak gitu. Nah, kalau 8:26 Muhyiddin peran antagonis rivalnya Haji 8:29 Haji Sulamad Solar ini. 8:30 Hm. Nah, begitu Mat Solar resign dia 8:33 mengundurkan diri. Haji Muhyiddin ini 8:35 sempat menjadi ee galau penulis sama 8:39 stasiun TV sama produser. Apa bisa peran 8:42 utama resign terus yang nerusin gimana? 8:44 Sedangkan penonton iklan banyak 8:46 peminatnya, Mas. 8:48 Nah, akhirnya ya spekulasi aja karena ee 8:51 yang bisa menilai kan pasar bukannya 8:54 produser sutradara ternyata mereka suka 8:57 karena sukanya apa? Sebelnya itu 8:59 orang-orang jadi benci sama Haji Muhin. 9:01 [tertawa] 9:03 Benci sampai pernah dia makan di 9:05 restoran digaplok orang [tertawa] kayak 9:07 gitu-gitu 9:10 gregeten. 9:10 He kita coba hubungin e Pak Haji. 9:12 Silakan Mas Algi tolong hubungi 9:15 Bapak Haji Muhyidin ya. Beliau ini salah 9:18 satu pelanggan dari nasi kebuli atau 9:21 apa? 9:22 Iya nasi kebuli kambing. Dia suka 9:23 kambing. 9:24 Cara bikin nasi gebuli gimana sih? Ya, 9:26 nasinya nasinya itu kan barasnya bas 9:28 mati. Heeh. Dari impor gitu dari India. 9:31 Nah, terus dikukus ya gitu. Istri saya 9:33 yang tahu [tertawa] sama bumbu-bumbu. 9:34 Bumbunya udah beli gitu paket apa bikin 9:37 sendiri ada yang suka dipak 9:39 dari Solo kita. Dari Solo. 9:40 Oh, di conet banyak tuh. 9:41 Ee 9:43 lagi ya 9:43 lain. Karena kalau dari Solo itu makanya 9:46 kelebihannya nasi kebudi saya itu beda 9:50 rasa Nusantara gitu. 9:51 Hm. 9:52 Karena memang bedanya 9:53 belinya di Solo. Heeh. dari Solo 9:54 ini tempatnya Pak Jokowi 9:55 bukan [tertawa] di saudara saya 9:58 oh 9:59 Solo 10:01 [tertawa] 10:01 Surakarta 10:04 sudah terhubung belum ee ee Mas Algi 10:07 H 10:07 dengan Pak Haji Muhyidin? 10:10 Heeh. 10:10 Oke masih di acara Wirausaha Muslim. 10:14 Heeh. 10:14 Silakan yang mau catat nomor teleponnya 10:16 Binyok Sungkar. [berdehem] Saya akan 10:17 bacakan nomor telepon Binyo Sungkar 10:19 adalah 0812 10:23 93 10:24 40 10:26 547 10:28 0812 10:29 93 10:31 407. 10:34 Nanti kami akan bacakan lagi Biny Sukar 10:38 dalam acara wirausaha muslim. Oh, Anda 10:41 juga boleh kalau punya usaha apa gitu 10:43 promosi di sini sama Kang Odi ya. 10:45 Oh, boleh. Iya. Inian saya bawa kopinya. 10:48 Silakan. Kopi apa? 10:49 Kopi kopi ee kita kopi rempah. Kopi 10:51 rempah. 10:52 Oh, boleh. 10:53 Iya. Bikin sendiri. Ahah. Ini memang 10:55 alhamdulillah kalau para habaib semua 10:57 itu bilangnya kopi majelis. 11:00 Majelis 11:00 karena di situ ada rempah-rempahnya. Di 11:02 samping kopinya itu kopi sidik kalang 11:04 dari Medan yang aman di lambung sama di 11:07 jantung. Kan ada kopi yang menyebabkan 11:09 jantung berdebar, asem lambung. Nah, ini 11:11 saya save gitu. He. 11:12 Terus gulanya gula aren. He. 11:14 Aman buat kalau ada yang orang diabet. 11:17 H. 11:17 Terus pakai kapulaga. Kapulaga itu 11:20 adalah fungsinya adalah antiseptik. 11:22 Makanya orang-orang di Arab Saudi, orang 11:25 Pakistan, India itu kapolaga. Bukan 11:28 bukan permen karet. Kapulaga itu bunuh 11:31 kuman di sini yang terutama yang suka 11:33 ngerokok, ngopi itu kapulaga bagus. 11:35 Pangi. Kenapa orang Arab kalau minum 11:37 gelasnya kecil? 11:38 Ee karena kalau apa? Kalau kecil 11:40 langsung mentok ke hidungnya kan. 11:41 Hidungnya mancung. [tertawa] 11:44 Oh, kalau kalau gede tolong langsung 11:45 mentok. 11:46 Iya. Heeh. 11:47 Kecil. 11:47 Kecil mentok. Heeh. 11:49 Bukan. Itu maksudnya untuk menikmati 11:52 ee minuman secara perlahan-lahan. 11:55 Iya, benar. 11:56 Oke. Sudah sudah terhubung sepertinya. 11:58 Halo. Asalamualaikum Pak Haji Muhidin. 12:00 Waalaikumsalam. Waalaikumsalam 12:02 warahmatullahi. 12:03 Masyaallah, senang banget nih kita nih 12:05 bisa jumpa dengan Haji Muhyidin. 12:07 Biasanya cuma nonton doang di layar TV. 12:11 Eh, Muhid. 12:12 Iya iya iya iya. 12:13 Sekarang kesibukan apa nih, Pak Haji 12:14 Muhyidin? 12:16 Ya, lagi standby aja ini. 12:18 H 12:18 hah standby lagi. Ada aja dikit-dikit 12:21 ada lah. Sibuk 12:22 Pak Haji Muhidin. 12:24 Kan kalau di sineton perannya antagonis 12:26 jadi orang yang apa galak apa-apa ya. 12:29 [tertawa] 12:29 Antagonis itu di dalam kehidupan di luar 12:32 suka ini enggak dimusuhin enggak suka 12:34 ada orang masih ke bawah enggak? 12:36 Oh luar biasa. Hah? 12:38 Sampai detik ini masih dikeroyok. Kalau 12:40 jumpa mah ada yang megang perut, ada 12:42 yang nonjok. Ada. Ada. Yaok. [tertawa] 12:45 Berarti sukses dong maman karakternya 12:48 itu berarti sukses itu ya. 12:49 Katanya begitu. Katanya begitu. Ah. 12:53 [tertawa] 12:54 Aduh. 12:55 Masyaallah. Tapi ya. Lalu gimana tuh 12:57 setelah ditonjok? Diam aja. Apa 13:00 ada penjelasan? 13:03 Apanya itu? 13:04 Begitu ditonjok. 13:06 Oh iya, gemes katanya. Gemes. Aduh ya 13:09 gemes-gemes tapi enggak sakit juga gua 13:11 bilang [tertawa] ketawa dia. Coba 13:13 difoto-foto lagi. Udah conjok difoto 13:16 lagi. Masyaallah kacau. 13:18 Masyaallah. Bapak Haji Muhyiddin ini 13:21 pemeran utama di ee sinetron tukang 13:24 bubur naik haji. 13:25 Ini pertama kali sinetron ee pemeran 13:28 utamanya justru antagonis ya, 13:31 Pak Haji Muhyidin. 13:32 Itu makanya satu-satunya film Indonesia 13:35 itu antagonis jadi peran utama. 13:38 He 13:38 spektakulerah. [tertawa] 13:41 Masyaallah. 13:43 Iya. Ma Hujemudin katanya pelanggan dari 13:45 ini ee makanan yang dijual oleh 13:49 Binyo Sungkar. 13:50 Oh iya betul. 13:51 Apa aja yang suka suka yang sang yang 13:53 suka dibeli apa aja itu 13:56 yang biasa saya beli itu dia punya 13:58 Kubuli. Hah? 14:00 Bedanya k buully ini B sama yang lainnya 14:02 apa? 14:05 Oh dia kopi-kopinya itu juga kue apa 14:07 tuh? Kue apa namanya itu? 14:08 Pastel Pak Haji. Pastel. 14:10 Pastel. 14:10 Pastel. Pasel itu tetap 14:13 kita sekali sekali pesan tuh 140 bok 14:16 tuh. 14:17 Weh 14:17 waktu syuting saya panggil 14:19 tu lagi banyak tamu di rumah sama kru 14:21 semua. 14:22 Iya di lokasi syuting di 14:24 lagi mil Pak Haji berbagi rezeki sama 14:27 kru-kru semua. 14:28 Emang milatnya kapan Haji? 14:29 Enggak tahu Pak Haji tah ulang tahunnya 14:31 kapan? Oh si 84 loh Pak Haji. Maaf ini 14:34 tahun ini 4 ya Pak Haji ya? 14:36 84 jalan. 14:37 Duh masyaallah. 14:38 84. Nah, apa rahasianya? Bisa sehat 14:41 terus, bisa tenang besit terus. 14:43 Oh, itu dari kita semuanya. Yang penting 14:46 kita sesuatu itu jangan terlalu serius 14:49 dipikirkan. Bisa diselesaikan cepat, ada 14:51 masalah cepat selesaikan. 14:53 Jangan happy teruslah. Kalau bisa jangan 14:56 ada pikiran yang rumet-rumet. Enggak 14:58 usah ada hal-hal masalah masalah-masalah 15:00 selesaikan. Karena tidak ada hidup ini 15:02 tidak masalah. 15:03 Hm. 15:04 Ah. Matai baru selesai kan. Jadi 15:07 [tertawa] 15:09 cucu sudah berapa, Pak Haji? 15:11 84 jalan nih. 15:13 80 jalan ya? 88 jalan. 15:16 Cucu sudah berapa? Cucu 15:18 cucu 11 eh 10 satu sama cicit. Cicit ada 15:22 salah satu lagi. 15:23 Masyaallah. 15:26 E 15:27 dan ini Mas Krishna kita selalu sama Pak 15:29 Haji dia enggak ada pantang makanan. Di 15:31 lokasi itu ada baks bakso. Bakso. Baks 15:35 bau ayo 15:37 daging kambing 15:38 makan kambing. Lu suka 15:40 kepiting satu habis kepiting 15:43 udang 15:44 enggak ada pantang 15:46 itu badannya terbuat dari apa itu? 15:47 Enggak ngerti. [tertawa] Makanya kita 15:49 ini yang muda-muda harus banyak berguru 15:52 sama beliau. Pola makan tidak ada 15:54 pantang. Karena kalau saya delay, 15:57 sebetulan sakit itu bukan karena pola 15:59 makan, tapi pola pikir. 16:01 Oh, karena pikiran ya. 16:03 Kalau pikirannya tenang 16:05 ya gimana enggak tenang. 16:07 2800 [tertawa] 16:08 episode. 16:09 Iya iya 16:09 sekali pesennya berapa itu? Waduh pasti 16:13 kencang itu. 16:14 Aduh. 16:16 [tertawa] 16:19 Iya iya iya. 16:20 Pak Muhidin hobinya apa sih? 16:23 Saya hobinya makan. 16:25 Waduh. Makanan paling enak di Jakarta 16:27 apa? 16:28 Makan. Makan apa aja saya kalau ke makan 16:31 yang enak-enak ke Bogor. Tuh 16:33 Bogor ke mana itu? 16:35 Pagi sore di [tertawa] Puncak. 16:42 Ah, ente masih ingat enggak dialog di 16:44 itu? Masih ingat enggak, Pak Haji? 16:46 Dialog sama. 16:49 Oh, iya. Eh, Tarmiji sini lu 16:52 ada informasi apa sulam? Ada apa? 16:55 Buruan. Eh, fulus dulu ada fulus semua 16:59 mulus. Engak [tertawa] matre lu mata 17:01 duit gua gampar lu. Takut kalau udah 17:05 kalimat andalan gua gampar lu pakai 17:06 sendal lagi ngeluarin kayak orang dulu. 17:08 Orang [tertawa] dulu persisin sendal 17:10 kulitnya 17:11 sendal lili gitu. I I maaf maaf maaf 17:14 maaf. Langsung. Iya iya. Pak Muhidin, 17:16 gimana cara ngfal dialog? Apa sendiri 17:18 aja apa gimana? 17:21 Oh, sendiri aja. Baca 17:22 pakai bahasa sendiri. 17:23 Baca 17:25 baca aja. 17:26 H. 17:27 Ada enggak yang masih diingat dialognya 17:28 seperti apa dialognya coba? 17:30 Ada. Gua bilang sama adik, "Eh, gua gini 17:33 udah turunan haji bukan kayak el. Eh, 17:37 baru mau haji ngomong doang." 17:41 Sunah lu [tertawa] 17:43 ciri khas 17:45 ciri khas ya. Benar benar. 17:47 Masyaallah. 17:49 Ini gimana ceritanya bisa nongol di 17:51 sineteran tuh dulu gimana mula-mulanya 17:53 tuh? 17:55 Oh itu memang memang dari dulu 63 gua 17:58 udah main film gua tahun 63 Rima Melati. 18:01 Oh zaman Rima Melati tang cengbok kali 18:04 ya. mati. E cuma zaman dulu tuh 18:08 bok bawa 18:09 bok orang tua kita kan sukanya anaknya 18:11 jadi insinyur, jadi dokter. Nah, saya 18:14 itu waktu syuting sama Bang Turun Rujin 18:16 Edi S dari film 18:18 e di samping bioskop Menteng itu ada 18:21 restoran Menteng situ gua syuting babe 18:23 gua datang suruh pulang untung sudah 18:25 selesai syuting coba tuh [tertawa] 18:27 boleh 18:29 begitu selesai pulang udah 18:32 pas 3 hari 18:33 babai keluar kota dinas gua kabur ke 18:36 periuk tempat om guaing [tertawa] 18:42 Pas seminggu di Tanjung P ada pengumuman 18:44 ganjang Malaysia. Ah, putra-putri di ada 18:47 yang berminat untuk masuk. 18:50 Gua daftar gua dikirim ke Riauus 18:54 itu pengin mat aja dah. Orang enggak 18:56 boleh seni. Pengin mati aja perang 18:59 perang dah gitu aja udah. Nah, itu 19:03 pas sudah di Riau di Medan tahun 19:07 1 gua pindah ke Jakarta minta karena gua 19:09 mau tunjuk ke film lagi. Benar sampai 19:12 Jakarta udah senetron terus gua senetron 19:15 mantap ya 19:18 mantap 19:18 apa 19:20 belum 19:22 Pak Muhyidin luar biasa 19:25 hidupnya makmur jaya sekarang ya 19:27 iya gimana enggak jaya bininya baru 19:30 setahun 19:30 oh baru 19:31 baru lagi ya 19:32 yang kemarin meninggal lama 19:34 ganti lag 19:35 heeh baru masyaallah selamat ya barokah 19:39 barokah barokah 19:40 berkah Umur berapa istrinya? 19:44 Umur anak 57. 58. 19:47 Umur 57. Masyaallah. Masih sehat lagi 19:49 ya? 19:50 Iya. Dan alhamdulillahnya Pak Haji 19:51 Muhyiddin sejak istri yang baru ini udah 19:53 enggak pakai celana pakai sarung terus. 19:56 Kenapa? [tertawa] 19:58 Gila L. 19:59 Loh bukan maksudnya Pak Hajin lagi 20:01 sering ibadah jadi enggak pernah 20:04 lebih banyak ke masjid. 20:05 Lebih banyak ke masjid gitu maksudnya 20:07 Pak Haji gitu kan lumayan dekat sama 20:09 masjid. 20:10 Oh. Heeh. Pak Haji. 20:12 Oke. Ee ini ada yang nanya nomor telon 20:14 Pak Haji berapa katanya 20:16 kalau ada yang mau calling Pak Haji 20:17 produser 20:19 Pak Haji 20:20 ada nanya nomor telepon Pak Haji boleh 20:22 enggak 20:22 kalau ada produser? 20:23 Boleh aja. 20:24 Berapa nomornya? 20:25 Enggak. 20:26 Berapa 20:26 nomornya? 0817 20:28 0817 20:31 13 20:31 13 20:33 7962 20:35 7962 20:37 62. 20:38 Ah itu ke gua. Tapi kan gua punya 20:40 manajer. 20:41 Oh 20:43 anaknya sendiri. 20:44 Telepon telepon anak gua manajer gua tuh 20:47 ada masih tanya aja sama kalau siap Pak 20:50 saya kasih ya Pak Haji. Mohon izin ya 20:51 nomor teleponnya Amel saya kasih ya Pak 20:53 Haji ya. 20:54 Iya iya enggak apa-apa udah biar enak 20:57 karena Rasil ini jangkuannya sampai 21:00 Malaysia, Brunei sama Singapura. Sama 21:03 Singapur Pak Haji. 21:04 Heeh. Ada TV Malaysia. Nanti kita satu 21:07 frame Pak Haji. Insyaallah. Nah, 21:09 iya karena kan banyak yang suka dong Pak 21:11 Haji nih fannya di mana-mana. 21:12 Masyaallah. 21:14 Iya. 21:15 Luar biasa. Eh, kalau yang kalau mau 21:17 lihat Pak Muhyidin Bang ada yang belum 21:19 tahu ketik aja di Google ya. Muhyidin. 21:22 Nah, Muhid 21:23 eh Muhyidin tukang bubur naik haji. 21:27 Nah, pasti keluar tuh muncul. Heeh. 21:29 Wah, udah 80 masih ganteng aja deh. 21:32 Masih gagah 21:33 kayak 21:35 Presiden Soekarno. Iya, benarbenar. 21:37 [tertawa] 21:38 Dan dan salutnya sama dia ini sama 21:40 Muhyiddin saya beberapa judul sama habis 21:42 COVID itu syuting tengah malam dia oke 21:44 sama beliau dia kan sempat produksi 21:46 capeknya ya 21:46 enggak nak bilang Pak Haji saya mohon 21:48 maaf ini saya yang masih di jauh di 21:50 bawah resepnya apa gitu kok bisa jam 21:52 segini masih on aja gitu kan dia sempat 21:55 bikin tuh bikin channel 21:56 apa namanya di sosmate-nya dia di YT 22:00 YouTube gitu itu yang penting pikiran 22:03 aja gitu pikiran selalu hobi silaturahim 22:09 banyak 22:10 rajin ibadah. 22:11 Nah, rajin ibadah gitu ya, Pak Allah ya. 22:13 Iya. 22:15 Terima kasih Pak Haji Muhyiddin atas 22:17 sharingnya. Mohon maaf ganggu waktunya 22:19 ya. 22:21 Agaklah. Ah, udah siaplah. 22:23 Kapan-kapan buat main ke sini ya. 22:26 Insyaallah. Insyaallah. Nanti dekat 22:29 dekat sini. 22:30 Dekat di bubur apa, Pak Haji? Jalan apa? 22:33 Karnos film. 22:34 Oh, bukan. 22:35 Iya. Dari situ bisa juga. 22:37 Heeh. Jadi Alazar serah itu 22:39 mau Alazar 22:40 dari Jansen bisa 22:43 ini apa namanya? Ee 22:44 jalan apa, Pak Haji? Rumahnya 22:45 hajar Harja Mukti. Harjukti. 22:47 Tarun Jaya. Tarunajaya. 22:49 Tarunajaya. Jaya. 22:51 Oh Tarun Jaya. Sebelah Manas 22:53 sekolah itu SMK itu apa? 22:56 Iya 22:56 SMK ya. Belakangnya ada jalan Jalan 22:59 Abdurrahman. 22:59 Oh Abdur Rahmat. Situ kan ada teras 23:02 nenek. Itu bukan 23:04 restoran teras nenek. jumpa SMP 2 SMP 23:07 223 Pak itu. 23:09 Oh, iya. Oke. Gampang deh kita ke sana 23:11 deh. 23:11 Iya. 23:12 Iya deh. 23:13 Terima kasih, Pak Mudin ya. 23:15 Mudah-mudahan sehat, sukses terus. 23:17 Iya. 23:18 Amin. Amin. 23:19 Amin. Amin. Barakallah. Salam untuk 23:21 keluarga 23:21 Pak Haji. Terima kasih banyak sudah 23:24 meluangkan waktu ngobrol-ngobrol nanti 23:27 insyaallah berlanjut Pak Haji kapan ada 23:28 waktu diwawancarin juga sama Mas Krishna 23:31 ini. Nanti dihasil sini dekat ini. 23:35 Iya iya iya 23:35 iyaah. Terima kasih ya Pak. 23:37 Asalamualaikum. 23:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 23:41 wabarakatuh. 23:42 Kang Ondi mana ininya tapnya? 23:45 Oh 23:45 masyaallah. Iya. 23:48 Ini banyak yang nanya juga nih nomornya 23:50 Binyo 23:50 ini. Udah di tempat saya udah 3.700. 23:54 W luar biasa ya. 23:56 Oke. 23:57 Ini nomornya Binyo Binyo Sungkar 23:59 nomornya 0812 24:03 kemudian 93 24:05 40547. 24:08 Anda juga boleh telepon ke sini mau 24:10 mempromosikan produknya karena ini nama 24:12 acaranya kan wirausaha muslim. Silakan 24:14 barangkali punya produk apa, mau 24:16 promosi, mau kasih tahu cara dagang yang 24:18 bagus silakan kami tunggu. 24:22 Oh, Binyo Sungkar. 24:23 He 24:24 kelencar getah bening. 24:27 Hari Jumat 30, Bin Sungkar asli luar. 24:29 Wah, apa dari siapa nih? H 24:36 oke. 24:39 Waduh, 24:40 Binyo Sunggar, selamat datang di Rasil. 24:42 Halah. Terima kasih. Dari siapa itu? 24:45 Dari Rudi. 24:47 Rudi. Salam kenal Rudi. Terima kasih. 24:50 Nanti kalau yang mau pesan-pesan kuliner 24:52 langsung bisa juga di 24:54 ee YouTube Binyo jajanan Binyo. 24:57 Jajanan Binyo di situ nanti bisa 24:58 ngelihat video-videonya. 25:00 Hm. Silakan kalau mau yang mau promosi 25:03 silakan telepon ke sini ke 0811999720. 25:09 Kami tunggu nih ana macarnya wirausaha 25:12 muslim. 25:14 Oke. Ee emang kalau bisnis yang paling 25:18 ini sekarang makanan ya? 25:19 Iya. Heeh. Saya sebetul ada lucu. Jadi 25:22 awalnya itu setelah enggak boleh syuting 25:24 kan COVID. 25:25 Terakhir itu habis tukang bubur saya 25:27 syuting ee anak langit 25:29 kan. Setelah itu COVID enggak boleh ada 25:30 aktivitas kumpul enggak boleh gitu. Ya 25:32 udah jualan kuliner. Saya jualannya di 25:35 luar jalan itu jalan kok sepi pakai 25:38 mobil sama istri sepi kok enggak ada 25:40 yang beli gitu. Oh iya ini kan COVID 25:42 orang enggak boleh beli [tertawa] 25:44 akhirnya pulang saya di grup komplek 25:47 akhirnya di grup komplek pada beli ya 25:48 udah saya jemput bola door to door 25:51 [tertawa] 25:52 itu. Jadi kok kayaknya jualnya sepi kok 25:54 enggak ada beli gitu ya udah door to 25:56 dari situ langsung 25:57 he 25:58 ee berjalan terus segala macam gitu. 26:00 Memang sebelumnya istri sudah pintar 26:02 masak. Ah iya memang dia istri itu kalau 26:04 ini 26:05 ente milih dia emang karena dia termasak 26:07 iya memang saya ee dari muda itu mencari 26:10 istri yang seperti ee umi saya yang bisa 26:13 masak menus rumah tangga gitu enggak mau 26:15 maaf enggak mau dari kalangan selebritis 26:18 bisa masak enggak gitu? 26:20 Heeh. Ya enggak kan ee waktu taarufnya 26:23 kan gitu ke keluarga. He. 26:24 Jadi kalau idolata kan biasanya makan 26:27 kambing, masakan kambing nasi buki, nasi 26:29 briyani gini-gini segala sati dan dia 26:31 masakannya khusus dari ibu umi saya 26:33 minta vi namanya kan Vivi saya rasem 26:36 sama rujak serut udah saya rasem 26:39 terkenalnya 26:40 biasanya masakan-masakan apa biasanya 26:41 kalau istri masakan dari kampungnya dia 26:43 ya saya rasa terkenal 26:45 emang orang istri orang mana 26:46 orang Bogor sini 26:47 orang Bogor Bogornya di mana 26:49 di sebelum Ciampe ee dekat Bantar 26:52 Kambing Pasir Gaok 26:53 oh RT berapa RW. 26:54 Aduh, lupa bapaknya RT [tertawa] di 26:56 sono. 26:58 Ini lagi ngumpul. 27:00 Bisa dibacain dong yang ngirim di itu 27:02 boleh. Ini tadi ee salam dari salah satu 27:04 sutradara ee Sidik CX itu sutradara 27:07 darinya Pak Dani di Cinemaat 27:10 juga. Salam buat Mas Krisna K. 27:12 Enggak apa-apa ya dibacain ya. 27:13 Bacainbacain aja. 27:14 Heeh. Om Krishna host-nya ya. Iya Bang 27:17 Sidik. Masyaallah. 27:20 Heeh. Dari KJ nih. 27:21 Terus Ahmad David. Terus banyak tadi 27:24 bilang salam sukses kalau di sini 27:27 banyak. Masyaallah ada rumah sop juga 27:30 lagi di radio rasil itu langsung dia 27:32 bilang lagi di radio Rasil ya. [tertawa] 27:35 Masyaallah gitu ya banyak. Udah udah 3,7 27:39 K. 27:40 3,7K ya. 27:42 Iya udah ini alhamdulillah. 27:45 Hm 27:46 ya. Ini kebetulan saya bawa produknya 27:48 nih, Mas. 27:49 Ada ee salah satu andalan juga ini kopi 27:52 jahe. 27:53 Kopi jahe. 27:54 Heeh. Kopi jahenya ini boleh gelasnya 27:56 nih ya. Langsung saya tuangin sama Mang 27:58 Rinda nih. 27:59 Ana lagi saum lagi nih. 28:00 Oh lagi saum. Oh iya saya juga apa lagi 28:03 enggak saum. Heeh. Saya saya lagi enggak 28:05 saum gitu betulah. 28:06 Oh biasanya saum ya. 28:07 Enggak juga. [tertawa] 28:10 Odi aja ya teman-teman. 28:12 Odi jadi saksi nih. O 28:14 jadi saksi. 28:15 Ini namanya kopi apa? Kopi jahe binhyo. 28:17 Heeh. Kopi jahe. Jadi kopi rempah-rempah 28:19 isinya itu loh. Tuh ada 28:20 rempah-rempahnya, ada kulaga, ada jahe 28:22 merah ngambang itu. 28:24 Hah? 28:25 Remah-remahnya pada ngambang gitu. 28:26 Iya memang rempah-rempahnya gitu. 28:29 Siapa lagi di sana ya? 28:30 Iya. 28:31 Algi. Algi. Algi. Mau nyobain enggak? 28:33 Boleh dong. 28:34 Amang Didin kali mau nyobain juga nih. 28:36 Heeh. Gelasnya dua ngopi enggak ya? 28:38 Oh ini masyaallah nih rempah-rempah. 28:40 Oke Iwan Anot masih di acara Wirausaha 28:43 Muslim. kami ini menghadirkan Binyo yang 28:47 dari main sinetron sekarang enggak masih 28:49 sekarang beralih juga wirausaha melalui 28:52 online. Silakan kalau Anda punya 28:56 ini 28:56 produk apa mau dipromosikan silakan ke 28:58 0811999. 29:02 Oke. 29:03 Oh mana mau nyobain 29:05 enggak? Bukan ini gelas 29:07 apanya? 29:07 Yang di gelas. 29:08 Yang di gelas. Yang dias. Oh 29:10 nih nyobain nih. 29:12 Nyobain panas. Mau nyobain enggak Bang 29:13 Nidin? Bang Nidin ngopi enggak sih 29:15 Bang Odi? Yang ini punya Bang Odi. 29:18 Bang 29:19 ya. Alhamdulillah. Ini lagi kita berbagi 29:21 nih. Masyaallah. Itu dijual. Iya dijual. 29:24 Siapa ini namanya? Abdul. Iya saya kan 29:26 jualan juga kuliner. Nanti langsung 29:28 lihat di YT ya. YT-nya jajanan Binyuk 29:31 gitu. Kebetulan ini lagi wawancarain di 29:34 radio Rasil saya. Heeh. S Mas Krishna 29:36 nih. Tuh peratannya mereka [berdehem] 29:39 lagi nyobain kopi saya gitu. Binyang 29:41 suka dengar radio Rasil enggak sih? 29:43 Wis kalau di mobil di jalan lagi macet 29:46 dengerin terusna apalagi 29:48 ini Rasil tanggal 9 September 29:51 ulang tahun yang ke yang ke-16.1. Heeh. 29:54 Kita bikin acara ee touring pakai motor 29:59 nanti. 29:59 Masyaallah. 30:00 Ada juga nanti ee Mauludan juga sekalian 30:04 tamu pendengar. 30:05 Alhamdulillah. Di Masjid Albar. Albar 30:07 bukan. 30:08 Di mana? 30:08 Silaturahim. Masjid Silaturahim. 30:12 Nanti ada Ust. Ada Ust. H ada Ustaz 30:15 insyaallah. 30:16 Jajuli. 30:17 H. Itu sekalian ketemu pendengarnya. 30:19 Silakan yang mau datang nanti tanggal 30:21 20. Kemudian tanggal 6 ada 30:23 apa namanya? Dialog prodtivitas. 30:28 Hm. Bang Minyo. Salam kenal dari Susi. 30:32 Oh iya salam balik Susi. 30:34 Ini juga ada Eno. Asalamualaikum Bang 30:36 Binyo. Mas Krishna apa kabar? sehat 30:38 selalu, makin sukses. Amin. Amin ya 30:40 rabbal alamin. Ya, 30:41 teman-teman semua juga saya doain yang 30:43 main di room-nya Binyo, saya doain 30:45 insyaallah diberi keberkahan rezeki. 30:47 Amin. Amin. 30:47 Diberi keberkahan umur. Umur yang 30:49 berkah, bermanfaat, dan bisa berangkat 30:51 kedua kota suci. 30:53 Ini sama senior saya Mas Krishna. TI 30:55 juga operaternya 30:57 tuh. 30:59 Oh, nih. 31:02 Heeh. Masyaallah. W. Sudah nanya nomor 31:05 telepon Pak Haji Muhyidin nih. 081713 31:10 7962 31:12 081 31:14 7 137962. 31:18 Hah? 31:18 Kopinya. 31:19 Kopinya asik ya. 31:20 Ajibi 31:22 Ajib banget. Langsung ngasih jempol 31:24 jambel doang. 31:25 Kan biasanya kan orang nanya kalau kopi 31:27 ini ada efeknya enggak? Tapi bilang sini 31:29 enggak ada efek. Heeh. Ada efeknya efek 31:31 sampek depan. Hm. 31:33 Maksudnya enggak ada efek sampai ada 31:34 efek depan. Maksudnya makanan bukan 31:36 makanan di depan kita habisin 31:38 kan bapaknya lapar kalau makanan lapar. 31:41 Yang ada di depan kita [tertawa] kita 31:42 habisin. Ada snack, ada jajanan. 31:45 Ente bisa aja belok kirinya 31:47 kan kayak baja. 31:48 Berarti cocok [tertawa] nih ki sama 31:49 jajanan BYo. Nah. 31:52 Iya. 31:52 Aduh. Kebetulan kalau umpamanya biasanya 31:54 lagi ada open PO saya selalu bawa itu. 31:57 Siapa yang di Cikarang tuh, Om? Pak 32:00 siapa? ee Pak siapa namanya yang di 32:02 Cikarang 32:03 yang juga jualan ee gem ee apa risol 32:08 mayo mayo lupa saya 32:11 Pak Thomas Thomasno. Pak Thomasno. Pak 32:15 Thomasno juga. Silakan Pak E Thomasno 32:19 kalau mau telepon cerita-cerita. 32:24 Eh 32:27 ya Eno ini lagi diwawancara di radio 32:30 Rasil Enok. Heeh. Sama Mas Krishna gitu. 32:34 Saya ada jual apa namanya? Rendang Paya 32:38 Kumbo. 32:39 Wih. 32:39 Oh Linda Jalil. Masyaallah. Linda Jalil 32:42 Jang Payakumbu asli dari sana katanya. 32:45 Masyaallah. 32:46 Silakan yang mau mesan. Mau mesan Linda 32:47 Jalil. 32:48 J boleh 32:50 nanti kalau pesan ke mana itu 32:52 nanti teleponnya ada. 32:53 Oh gitu. Wah rendang 32:55 teleponnya saya enggak hafal [tertawa] 32:56 hafal itu rendang itu adalah salah satu 32:58 makanan ternikmat di dunia kan kita 33:01 masuk ke itu kan UNESC. Heeh. UNESCO 33:05 terenak di dunia gitu. 33:08 Terus apa lagi yang yang enak di Oh 33:12 Binyo dari Bapak Ansori. Selamat datang 33:15 di Rasil. Oh, terima kasih seringain ke 33:17 sini. Binyo. Jualan apa aja? Binyo 33:19 jualan kuliner ya. Saya jualan kuliner 33:22 ee Bang Ansori itu ada paster gemoy, 33:25 terus ada risol mayo itu isinya adalah 33:28 daging smooth beef. Nah, kalau pastelnya 33:30 itu kentang. Heeh. Terus sama telur, 33:35 terus sama wortel gitu. Nah, sama 33:38 tepung. Nah, kalau ada lontong isi. 33:40 Lontong isi itu kalau di Jawa itu 33:42 bilangnya arem-arem. 33:43 Hm. Ada yang daging ayam atau mau daging 33:46 sapi juga bisa tergantung requestnya. 33:48 Itu masak jam berapa itu? 33:50 Kalau umpamanya orderannya banyak kita 33:52 enggak tidurnya. 33:53 Enggak tidur karena memang proses 33:55 pembuatan yang lama itu lontong kan dia 33:58 berasnya kan harus diaduk 33:59 minyok bantuin bagian apa? 34:01 Bagian doa saya [tertawa] 34:04 biar lancar 34:07 ya. Bantulah pasti kita packing-packing 34:09 atau apa. Karena kalau saya enggak tidur 34:11 lagi, besok saya ngantar anak sekolah 34:13 siapa? Ke pasar siapa. 34:16 Iya. Kadang ternak teri kan kita 34:17 pengusaha ternak teri. Saya serahin 34:19 kulit. 34:19 Enak berapa sih? 34:20 Hah? 34:20 Enak berapa? Satu. 34:21 Heeh. Adiknya empat. 34:23 W [berteriak] 34:25 [tertawa] 34:26 anak satu adiknya empat. 34:27 Nyamung satu temannya banyak. Kalau 34:30 kalau saya langsung anaknya lima 34:32 langsung enggak mikir. Kalau itu kan 34:34 mikir langsung endingnya ger gitu. 34:36 Anaknya satu [tertawa] ada empat empat 34:39 dia 34:40 dan itu arem-arem itu memang sebesar ee 34:44 beda harganya. Yang lainnya R7.000-an 34:46 harganya kayak paster, risol itu R7.000 34:49 semua. Nah, kalau aram-aram itu Rp8.000 34:51 atau lontong isi. 34:52 Jadi kalau satu itu sudah kenyang kayak 34:54 nasi bakar. 34:55 Hm. 34:56 Heeh. Alhamdulillah sih banyak langganan 34:58 saya di kota wisata ini. Pak Apep 35:00 Binyo saya mau beli duit saya R70 35:02 triliun ada kembaliannya enggak? 35:04 Masyaallah [tertawa] 35:06 banyak banget. 35:07 Aduh Pak Mamat ada mau belanja duitnya 35:12 170 triliun. Ada kemaliannya enggak 35:14 katanya? [tertawa] 35:16 Ada. Ada. Masyaallah. Ditunggu ya Pak 35:18 Mamad ya 35:19 Pak Mamad di Mampang. Terima kasih Pak 35:23 Mamat. 35:23 Terima kasih Pak Mamat. Nah, dulu saya 35:25 di Mampang loh itu kantornya sama Gugun 35:27 Gondrong temannya Mas Yusna juga sama 35:29 Iwel. Kita di Mampang perapatan 35:30 sebelah mana? 35:31 Mampang perapatan 16. 35:32 Rumah Gugun dulu. Dulu. 35:34 Oh, Gugun. 35:35 Heeh. Gugun Gondrong. 35:37 Ee siapa ibunya? Ya Allah. Teman saya 35:39 Nuning. Nuning. Bu Nuning. Heeh. Tuning. 35:41 Tuning. Tuning. Buuning. Sukobagio. 35:42 Tuning Sukobo. 35:45 Heeh. 35:45 Dari siapa nih? Salam sehat untuk Hah? 35:48 [tertawa] 35:48 Untuk harga-harganya berapa? 35:50 Oh, tadi N ini ada mau telepon Lur. Ee 35:52 tolong diangkat dong, Pak. Mas Ali ada 35:54 yang telepon nih. Telepon telepon 35:56 telepon nih. Enggak tahu namanya siapa 35:57 nih. Nine apa siapa? Halo. 35:59 Asalamualaikum. 36:01 Halo. 36:01 Halo. Asalamualaikum. 36:03 Dengan siapa ini? Maaf. 36:05 Iya. Ini dari Abah Taufik di Cilengsi. 36:09 Saudara saya nih. [tertawa] 36:11 Cilengsi. E saudara. 36:14 Iya. Iya. 36:15 Satu bapak satu ibu. 36:16 Mas Taufik. Eh akhi maaf tadi e apa? Aki 36:20 Taufik ini tadi telepon enggak saya 36:21 angkat lagi live masalahnya. 36:24 Iya, Herman. 36:25 Mau ngasih kabar apa nih, Mas Taufik? 36:26 Mau ngasih kabar apa? 36:28 Iya, kabarnya sih sel apa selalu sukses 36:32 jajanan Binyo. Insyaallah nanti dari 36:35 Sabang sampai Maruki akan order ke 36:38 jajanan Binyo. Insyaallah mudah-mudahan 36:40 didoakan. Insyaallah. 36:41 Sudah pernah nyobain belum jajanan? 36:43 Oh, langganan dia. Langganan. 36:44 Oh, langganan. 36:45 Langan apa yang langganannya? 36:46 Heeh. [tertawa] 36:47 Suka beli apa? Kabinyo. 36:48 Semua udah dicobain. Semua udah 36:50 dicobain. Heeh. 36:53 Risol nasi kebully. 36:57 Iya. Heeh. Jajanan bintang lima itu. 36:59 Oh gitu. [tertawa] 37:01 Online lah ya. Hm. 37:05 Insyaallah sehat Mas Krishna. 37:08 Kalau Mas Tafik ini juga enggak dagang 37:09 juga enggak? 37:11 Saya dulu iya dagang tapi sekarang 37:13 enggak. Saya sekarang di Pondok Lansia 37:16 MSQ itu Mas Krishna yang pernah 37:19 Oh di pesantren Lansia di mana? 37:20 Cilengsi. 37:21 Cilengsi ya. E Kak Taufik di Kak Taufik. 37:24 Iya betul. 37:25 Heeh. Boleh itu 37:26 nomor teleponnya boleh tahu enggak 37:28 berapa Mas Taufik? Ada dibaginya. 37:31 Ada ada nomor telepon ada. Ada 37:33 berapa? Berapa? 37:34 Heeh. 37:35 Ya. 0858 37:38 0858. 37:40 Terus 37:41 Iya. 8006. 37:42 38 37:44 006. 37:45 8006. 37:46 Iya. 37:47 Terus 37:48 4709. 37:50 7090858 37:53 Iya diulangi. 37:54 0858 37:56 3800 37:58 64 38:00 tunggu dulu ulangi. 0858 38:03 iya betul 38:05 8006 38:08 he 38:09 iya 4709. 38:11 Oke. 0858 38:13 80064709 38:18 ya 38:18 4. Iya. 38:19 Iya. 38:20 Oke. 38:21 Iya. Saya abahnya Afifa. Abahnya Afifa. 38:24 Mas Bis. 38:24 Oh ya Allah karim. Kenal banget nih. 38:30 Buya Buya. 38:32 Buya Buya 38:33 Buya Taufik. Masyaallah luar biasa ya. 38:40 Jadi ternyata ini ya kalau saya 38:42 runut-runut ini kita tidak janjian ya 38:45 kan Mas Taufik telepon segala tadi 38:48 telepon ke handphone saya enggak angkat 38:49 karena lagi live kan I kan ini ternyata 38:52 memang ya Allah qadarullah ya saya 38:54 merinding sampai gini saudara saya 38:56 langsung masuk 38:57 masuk lagi dirasil diwancara ini kan 38:59 ngobrol gini ini sudah Mas Oi ini sudah 39:01 dicatat sama Allah tahun yang lalu 39:04 enggak ada yang kadarullah ini enggak 39:05 ada yang kebetulan Masna jadi Ya Allah. 39:09 Dan lagi e Buya Taufik ini lagi apa 39:12 ngerintis pesantren. Bisa dijelas boleh 39:14 enggak dipromosiin itu pesantrennya? 39:16 Bu ya? Dijelasin 39:17 di Kelapan Nunggal kan ya? Di Kelapan 39:19 Nunggal kan 39:20 bukan di daerah Cilengsi tepatnya di ee 39:25 Desa Jatisari. 39:27 Desa Jatisari ya dekat. 39:30 Heeh. 39:32 Desa Jasari. 39:33 Kecamatannya Heeh. Kecamatannya 39:36 Cilengsi, desanya Jatisari. Heeh. 39:39 Kampungnya Rawak. 39:39 Nama pesantrennya apa? Nama pesantrennya 39:43 namanya Majelis Studi Al-Qur'an. 39:46 Majelis 39:47 MSQ. 39:48 Studi Al-Qur'an. 39:49 Majelis Studi Al-Qur'an. MSQ Cilengsi. 39:52 Pondok Pesantren Lansia. Ya. Pondok 39:55 Pesantren Lansia, 39:58 MSQ Cilengsi Bogor. 40:00 H. Oh, gitu. Yang masuk situ harus 40:03 lansia dong ya. 40:05 Iya. Jadi iniinya 40:07 lan berapa? 40:08 Lansia kan kita sudah termasuk lansia 40:10 nih di 40 50 sampai 80 sudah lansia itu. 40:15 Eh Buya Buya saya rala dulu tadi ngomong 40:18 apa? Kita kita situ aja kali. [tertawa] 40:22 Hah? 40:23 Tadi Buya ngomong kita sudah termasuk 40:25 lansia. Buya aja dulu saya belum belum 40:27 lansia. 40:28 Kalau B sudah di atas lansia. Iya 40:30 benarbenar. [tertawa] 40:32 Binyo belum? Binyo. Binyo masih muda. 40:34 Perjalanan masih banyak. 40:37 Saya sudah 55 nih. 40:39 Saya sudah 55. 40:41 Heeh. 40:41 Iya. Kalau 40:42 tapi kalau anak ngelihatnya sudah tua. 40:44 [tertawa] 40:45 Iya. Kalau saya sama Mas Krishna udah 40:48 udah enggak ngelihat dunia. [tertawa] 40:53 Masyaallah. 40:55 Iya. 40:56 Oke, terima kasih 40:59 Buya Taufik. 41:01 atas informasinya sehat sehat selalu. 41:04 Sehat selalu insyaallah. Heeh. 41:06 Silaturahmi. 41:08 Mama 41:09 iya pendengarnya radio Rasil yang mau 41:11 silaturahim ke pesantrennya Buya Kovik 41:14 langsung bisa langsung kehubungin ke 41:15 Rasil aja ya. Ya enggak [tertawa] 41:17 silaturahim kan perlu gitu. Kita enggak 41:19 tahu di ternyata di Cilengsi ada 41:21 pesantren lansia. 41:22 Lansia. 41:23 Nah, studi Al-Qur'an ya. 41:25 Studi Al-Qur'an gitu dengan 41:27 Desa Jatisarian. 41:30 Oke. 085864709. 41:35 Oke, Bu ya. Terima kasih atas 41:37 teleponnya. 41:38 Insyaallah. 41:39 Iya, 41:39 Amin. Berkah insyaallah Ril. 41:42 Amin. Amin. Terima kasih. Syukron. 41:43 Jazakumullah, Bu ya. Taufik salam. 41:47 Iya, sama-sama. 41:48 Amin. 41:49 Amin. Salam semua. 41:51 Oke. Asalamualaisikum warahmatullahi 41:53 wabarakatuh. 41:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:55 wabarakatuh. Mbak Siswati Rifai Batam. 41:57 Salam buat Binyo. 41:58 Waalaikumsalam. 41:59 Caritonya luar biaso katanya. 42:01 Wah, sambung-sambung. 42:02 Ibu Siswati Rifai dari Batam. 42:06 Masyaallah. Salam kenal Ibu Riswati dari 42:09 Batam. Salam kenal juga gitu. 42:11 Ibu Sarni di Bekasi nanya berapa jajanan 42:14 Binyo? Berapa hargaannya? Berapa 42:16 harganya? 42:17 Kalau paster risol rata R7.000 gitu 42:21 karena memang beda isi. 42:22 Tanggung amat. Kenapa enggak 100 ee 42:25 enggak R.000? Karena apa? Ee Rasulullah 42:27 kok sukanya ganjil. Allah sukanya 42:29 ganjil-ganjil. [tertawa] Oh, bisa aja. 42:31 Suka ganjil-ganjil gitu. 42:34 Makanya kalau di pasaran di bawah itu 42:36 karena kita memang ee ayamnya juga ayam 42:38 pejantan, bukan ayam beril biasa gitu. 42:40 Ayam pejantan itu yang terus kedua ee 42:43 bahan bakunya juga beda kentang. Heeh. 42:47 Premium ya. Kelas premium lah gitu. 42:49 Kalau di 42:49 terus dibikinnya sambil baca selawat 42:51 gitu ya. 42:51 Iya sambil selawatan gui kopi segala 42:55 macam. Hah? 42:56 Kebuli segala macam. 42:57 Iya. Kalau kebuli itu pesannya minimal 42:59 H-1 dulu karena dipotong. Heeh. Kita 43:01 juga terima kekahan juga sering kekahan 43:04 dari di dari Cinere juga ada gitu. 43:07 Kekahan kita potongin. Kalau laki 43:09 kambingnya dua kalau perempuan satu. 43:11 Ondi belum di akk ya? [tertawa] 43:17 Udah 43:18 kirain belan. Kalau belan pesan aja 43:19 sekarang. 43:20 Iya. Dan kalau satu porsi kebuli saya 43:22 itu harganya 600 bisa 10 orang lebih. 43:25 Hm. 43:25 Ah, gitu. 600 itu bisa 43:27 600 berapa liter tuh bikin isinya? 43:30 Waduh, istri saya tuh yang tahu persis 43:31 saya enggak hafal gitu. Dan 43:32 bas mati. 43:33 Bas mati yang besok dikubur besoknya 43:35 kalau sudah mati [tertawa] 43:38 perut. 43:39 Iya iya iya iya. 43:41 Kalau ke 43:42 ini mah ternak peri. 43:43 Heeh. 43:43 Oh, ternak peri ya. 43:45 Iya. Dan kalau umumnya kebuli yang di 43:48 pasaran itu kan nasi kebuli, kambing, 43:50 sama acar gitu. Nah, kalau saya nasi 43:52 kebuli kambing terus ada acarnya ada 43:56 emping Bogor sama ada kerupuk udang 43:58 Palembang terus 44:00 ditambah topping lagi sambal goreng hati 44:03 hati sapi sama daging sapi. Itu 44:05 kelebihannya 44:05 itu R00.000 tuh semua. 44:06 Iya R00.000 44:07 R00.000 buat 10 orang. 44:08 E buat 10 orang 44:09 diantar ke rumah termasuk ongkos kirim 44:11 enggak? 44:11 Enggak. Beda ongkos kirnya. Heeh. Kalau 44:13 termasuk ongkos kiring ya bisa gulung 44:15 nanti [tertawa] 44:17 itu minimal H-1 44:20 senanya gitu. Alhamdulillah sih banyak 44:22 ada yang lucu masah waktu kita bikin 44:24 buka puasa 2 tahun yang lalu ada namanya 44:27 Syekh Waafi dia di ngajar di Madinah 44:30 diundang enggak bisa bahasa Indonesia 44:32 cuman bisanya bahasa Arab sama speak 44:34 English dia waktu makan wah wah very 44:37 nice. suka gitu. Terus dia nanya sama 44:40 ini kenapa kok ada emping gitu? Saya 44:42 jelasin orang Indonesia kalau makan 44:44 enggak pakai kerupuk enggak ada 44:46 kriuk-kriuknya itu kurang kurang afdol. 44:49 Oh 44:49 dia suka gitu apa sama kebul beda gitu 44:52 rasanya. Karena kan memang kalau di kita 44:55 Indonesia ini makanan itu kalau lebih 44:57 dominan asin. Asin benar manis terus 45:00 rempahnya berasa terus ee kalau pedas ya 45:03 pedas gitu. Kalau yang di Timur Tengah 45:05 kan memang dilihatnya enak, tapi kan 45:07 rasanya banyakan anta. Benar enggak? 45:08 Kalau kita lagi umrah, lagi haji 45:11 dilihatnya nafsu begitu kok gini. Karena 45:13 memang ee rasa asinnya mereka enggak 45:15 enggak berani gitu, enggak dominan. 45:17 Kalau saya ya asin kalau requestnya 45:19 asin, asin. Mau pedas, pedas, gurih 45:21 gurih gitu. 45:23 Om Binyo kalau kos kirim bully ke Bogor 45:27 berapa biayanya? 45:28 Itu harus dicek dari rumah titiknya baru 45:30 tahu saya. Oh, gitu ya. 45:31 Heeh. Enggak bisa ngecek dari sini. 45:33 Harus ngcek titiknya di rumah di Bintaro 45:36 Bogornya titiknya mana baru ketahuan 45:38 gitu. 45:40 Om Binjo ke buuli bisa basi enggak? 45:43 Ya bisa kalau umpamanya 45:44 enggak dimakan-makan. 45:45 Hah? 45:46 Enggak dimakan-makan lupa. 45:46 Iya enggak dimakan-makan. Lebih dari 45:48 berapa jam ya pasti. 45:50 Dan kalau saya itu packingnya itu pakai 45:52 aluminium foil. Jadi kalau umpama ini 45:55 disimpan besok diangetin lagi di 45:58 microwave atau open bisa langsung gitu. 46:01 sudah nampan gitu. Alhamdulillah sih. 46:05 Oke, ini ada pengumuman kajian magrib 46:07 bersama 46:09 sekolah IMC Kamis 28 Agustus 25 Masjid 46:12 Silaturahim Kalimangis Taman Laguna 46:14 bersama Syekh Almughri Yaakub bin Shhwa 46:19 Atarimi. Eh, wah bagus nih. Ee tanggal 46:24 28 Agustus Binyok sudah datang katanya. 46:27 Iya iya iya. Mudah-mudahan dimudahkanlah 46:29 lancar. Di mana? Di sini ya? 46:31 Di sini. 46:31 Iya. 46:33 Ada ustaz dari Tarim. 46:34 Masyaallah. Tarim. 46:36 Asalam Bang Binyo. Ada gambarnya enggak? 46:39 Katanya 46:40 ada di di YouTube di channel YouTube itu 46:43 jajanan Binyuko. Bisa lihat langsung di 46:45 situ di YouTube enggak apa-apa kan 46:46 nyebut ya? 46:47 Heeh. Di YouTube di Jajanan Binyo. 46:49 Jajanan Binyo. Di situ bisa lihat situ. 46:52 Itu ada banyak kembarannya Ondi gitu. 46:54 111 ada videonya Dude Herlino kan? Iya. 46:57 111 sama Dude Herlino. Oh. 47:01 Mirip ya 47:01 Ondi sama Dodi Heno mirip ya 47:03 mirip beda bapak beda ibu [tertawa] 47:07 lubang hidungnya sama dia 47:12 aduh 47:13 aduh binya binya masyaallah 47:17 gitu 47:19 binyo itu katanya suka jadi sat pam ya 47:21 di tukang bubur itul 47:24 iya heeh jadi itu apa semenjak ee 47:28 penulisnya itu kehabisan kering ide ini 47:30 orang dua ini saya kan sama Mali Pak 47:32 Ternal di masa provokator terus kan jadi 47:36 mau dirubah artinya imitnya itu mau 47:38 dirubah jangan suka tukang palak atau 47:41 apa dibikin jadi satpam gitu jadi ada 47:42 fungsinya tiap hari ada jadi kalau 47:45 di sinetron itu cuman adekannya siang 47:48 gimana malam ada ya itu keuntungan buat 47:51 saya kan perannya ditarmiji 47:52 berarti teken lagi teken lagi ya 47:55 iya karena kalau saat malamnya hansip 47:57 jadi hansip kalau paginya jadi cowok 47:58 calo calo rumah, motor, mobil gitu 48:02 malam. Cuman lucunya di situ saya 48:04 penakut gitu. Saya bikin karakter saya 48:06 penakut. 48:07 Heeh. Gitu penakut terus tukang makan. 48:10 Kalau makan 48:12 ngabisin 48:12 asalnya Binya waktu kecil emang 48:14 cita-citanya apa? Katanya 48:16 dulu kepenginnya jadi Abri. Masih zaman 48:18 kita Abri. [tertawa] 48:20 Abri. 48:20 Heeh. Cuman ya itulah semua itu dari 48:23 impian. Saya kan dulu di Surabaya itu 48:25 ngelihat ada waktu lagi jajanya Adi Bing 48:29 Selamat sama Cicak Kuswoyo itu datang 48:31 show di Surabaya itu saya lihat ya Allah 48:33 enak ya jadi artis gini ya Allah. Eh, 48:37 terus ya, terus waktu saya mau sekolah, 48:40 Pak Harto sama Bu Tin lewat peresmian 48:43 pabrik yang ke berapa Gersik? Kita suruh 48:44 kan anak-anak sekolah dada-dada pegang 48:46 bendera. Allah enak banget ya bisa apa 48:50 dekat sama keluarga apa cendana Pak 48:52 Harto eh qodarullah saya begitu pindah 48:55 ke Jakarta lihat di TV apa namanya ada 48:58 Cornelia Agat jadi teman satu kantor 49:00 lagi sama Gugur Guodur situ akhirnya 49:02 awalnya jadi artis di situ 49:04 dekat sama Eno 49:05 iya sama Eno Sigit satu yayasan sama 49:07 yayasan corong dulu 49:08 main sama Ari Sigit 49:10 apa kabar Mbak Eno sekarang 49:11 ada dia beli juga 49:14 jadi bapaknya itu kan ee Pak Sigit itu 49:16 kan ee E sebulan berapa kali ngundang 49:18 keroncong. 49:19 Keroncongnya lah. Itu kulinernya 49:20 pesannya sama saya. 49:21 Waduh. 49:23 Pesannya sama kita gitu. 49:25 Jadi kalau ada orang mau mesan sama aja. 49:28 H 49:29 mesannya sama sama Pak anaknya Pak Harto 49:30 ya. [tertawa] 49:32 Iya sebenarnya Budu. Segala. 49:35 Oke. Ini nomor telepon Binyo. Silakan 49:36 yang mau pesan nasi kebudi ini nomor 49:39 teleponnya dicatat nomor telepon binyo 49:40 ya. 0812 49:43 kemudian 93 kemudian 40 49:48 kemudian 547 0812 49:51 93 49:53 40 49:55 547 49:58 kayaknya masih punya rumah di Surabaya 50:00 enggak nih? 50:01 Enggak ada cuman kakak ada di Surabaya 50:03 gitu loh. Di Surabaya ada. 50:04 Surabayanya di mana? 50:05 Saya dulu di Asemrowo, Kecamatan Tandes. 50:07 Oh, Asemowo. 50:08 Iya. Kok tahu 50:09 di situ kan ada lapangan tenas tuh 50:11 lah. Ya Allah itu tempat saya main. 50:13 Oh 50:13 mas kok tahu? 50:14 Iya 50:14 besok mau reunian loh anak-anak. 50:16 Ada ada famili di sana Pak Jatm kenal 50:19 Pak Jatmiko yang mana? 50:20 Ibuin ya di Alamowo berapa ya? Lupa 50:23 Asamowo di Asembrowo. Bapak saya itu 50:25 takmir masjid situ masjid takmir itu. 50:27 Oh gitu. 50:28 Heeh. 50:29 Hah? 50:30 Sempit banget. 50:30 Iya dunia sempit. Ini biasanya mau 50:32 reunian apa? Asro asemok jadul zaman 50:35 dulu itu termasuk Leroy Utsmani itu 50:37 masih famili sama saya 50:39 orang Asemowo. 50:40 Oh 50:41 Lero itu dulu kalau lagi main siang itu 50:43 dia naik motor Honda Binter kenalpotnya 50:46 langsung sembunyi. Kalau begitu berhenti 50:48 kan dia orang Makassar. Eh Matindro 50:50 Matindro. Iya iya iya. A tidur siang 50:52 tidur. Suruh tidur. Matindro [tertawa] 50:53 itu bahasa Makassaranya a matindro. 50:57 Takut saya lero. Mbak Asri 50:59 masih main sepeda enggak? 51:00 Iya Lerel itu Om. Saya beli langganan 51:02 juga saya itu. Oh, 51:04 rumahnya di 51:04 banyak langganan itu. 51:06 Udah enggak usah promosi lagi deh. 51:07 Iya, [tertawa] jangan dong tetap 51:09 promosi. Ini kan jangkoknya luar negeri 51:11 bisa frozen. Bahkan di Bandung ada yang 51:13 pesan pakai frozen. 51:14 Oh, ya. 51:15 Di Bandung kita anterin ke travel baraya 51:18 di Bintaro kirim ke sana bisa buat 51:20 arisan ibu-ibu. 51:22 Nah, kalau Binyo misalnya makan di mana 51:24 ada sugan 51:25 makanan yang binyo bikin juga. Udah 51:28 misalnya nasi kebuli nih gimana tuh? Ee 51:31 ya bisa minimal pemesannya H-in satu 51:33 bukan bina nih. He makan di tempat lain 51:37 disuguin kan [berdehem] 51:39 ee nasi kebully. 51:40 Heeh. 51:42 Bikin perbandingan enggak 51:43 rasanya ya? 51:44 Rasanya. 51:44 Oh iya. Alhamdulillah sih saya bawa 51:46 kantong kresek saya bungkus bawa pulang. 51:48 [tertawa] 51:50 Harus gitu di sosial media itu harus out 51:53 of the box gitu ya. Perbandingan ya 51:55 sering saya makan cuman ya saya koreksi 51:58 sama istri ini kok pakai jagung terus 52:01 berasnya bukan bahan dasarnya yang 52:03 namanya nasi gebu di Timur Tengah itu 52:05 bahan dasarnya bas mati 52:07 bas mati itu kadar gulanya nol 52:09 e kalau bas ini kan memang ya gul tinggi 52:12 habis makan kurang-kurang lebih 15 20 52:15 menit yang ngantuk [tertawa] 52:17 gulanya naik 52:19 kalau basmati memang impor bedah 52:21 ada yang nanya kalau mau dagang melalui 52:24 dari online tuh ini apa sih supaya laku 52:27 tuh apa kuncinya apa kalau mau dagang 52:30 rasa rasa enggak bisa Heeh rasa rasa 52:32 karena kalau masalah kayak saya ini 52:34 orang bilang 52:35 enggak jadi masalah dengan harga pastel 52:37 R.000 di luaran itu bisa cuman R.000 52:40 bahkan ada e R5.000 cuman beda dari 52:43 tepung kita beda dari ayam juga beda. 52:46 Tepung apa? 52:47 Ee segitiga biru yang bagus segitiga 52:49 biru. 52:49 Heeh. Kalau di luaran kan beda. Nah, 52:51 terus kalau saya 52:52 bukan segitiga pengaman ya itu [tertawa] 52:53 beda. 52:54 Dan kalau yang lain itu pastel pakai ee 52:57 bihun. Kalau pastel kampung tradisional 52:59 bihun itu justru ada unsur airnya yang 53:01 kira-kira 3 jam lebih ee ngiler berair. 53:04 Kalau saya sampai malam masih enak. 53:06 Oh, siap. 53:07 Heeh. Dan ayamnya bukan ayam broiler 53:09 biasa, Mas Krisna. Kita ayamnya 53:10 pejantan. Perpaduan kawinan antara ayam 53:13 broiler sama ayam kampung. 53:14 Weh, mau pesan dong. Mau pesan dong. Mau 53:16 pesan dong. Boleh boleh. Ayo 53:18 ini nih. Oke. Mau 0812 53:20 93 40547. 53:24 0812 53:26 93 407. 53:30 Binyo Sungkar. 53:31 Nah, itu kan tadi nomor telepon. Nah, 53:33 ini adalah nomor rekening saya langsung 53:35 nih di [tertawa] 53:37 lantasan. 53:38 Iya tahu kan kita kan 53:41 nomor sasis mobil hafal enggak? 53:43 Hafal. [tertawa] 53:45 Oke, Binyo. Terima kasih sudah hadir di 53:48 acara Wirausaha Muslim. 53:50 Jadi, Wirausaha Muslim ini adanya setiap 53:54 Kamis keempat ya, bulan. 53:55 Oh, Kamis. 53:56 Kamis keempat. 53:57 Kamis keempat ya. 53:58 Kalau Kamis kedua itu ee untuk ini apa 54:01 yang bisa kita bantu 54:02 bersama 54:03 Habib Ali. 54:04 Habib Ali Alhamid. 54:06 Alhamdulillah bin 54:06 dia juga nasi kebuli juga tuh bikin tuh. 54:08 Oh, masyaallah. Berkah-berkah lagi. 54:09 Terima kasih. 54:10 Sama-sama. Saya juga terima kasih 54:12 pendengar rasil semua di mana aja saya 54:14 sudah diundang suatu kehormatan bagi 54:16 saya bisa hadir di sini sekalian promosi 54:19 silaturahim ya kan 54:21 mudah-mudahan kita enggak cuman di sini 54:23 aja apa ee terjalinya bisa berlanjut 54:26 lagi gitu. Ini yang nonton sudah 54:28 udah 8.000 lebih 8.000 orang. 54:31 Alhamdulillah. Terima kasih. Terima 54:33 kasih. 54:33 Iya. Terima kasih banyak Mas Krisna. 54:34 Mohon maaf kalau ada salah kata, salah 54:37 ucap. Karena kesalahan milik saya, 54:40 kebenaran hanya milik Allah Subhanahu wa 54:41 taala. 54:42 Masyaallah, cakep. 54:45 [tertawa] 54:45 Saya bukan ustaz. Saya usaha untuk taat. 54:48 [berteriak] 54:48 Usaha untuk taat. 54:50 Usaha untuk taat. [tertawa] Bisa aja 54:52 ngasnya. Bisa aja 54:54 minum dulu. Ah. 54:56 Oke, terima kasih. Saya Muhammad Krishna 54:59 Oni Saputra dan ALG. Kali gini ketua 55:02 panitia 55:04 milat rasil yang ke 16. Oh, kalau mau 55:07 tanya apa-apa nanya sama AGI ya. 55:09 Iya. Heeh. 55:10 Oke, terima kasih. Wabillahi taufik 55:12 walhidayah. Wasalamualaikum 55:13 warahmatullahi wabarakatuh. 55:14 Waalaikumsalam.