Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:11 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 Kita sudah masuk puasa ke berapa nih? 0:21 Iya, mudah-mudahan kita bisa optimalkan 0:25 waktu yang 0:26 diberikan berlimpah berkah di Ramadan 0:29 kali ini. 0:30 Tidak lupa salam selawat kita lantunkan 0:33 untuk kekasih kita junjungan umat 0:36 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 0:38 Semoga kelak kita dipertemukan ya dengan 0:41 beliau di yaumil akhir. 0:43 Hari ini seperti biasa di Kamis terakhir 0:48 kita akan bahas terkait dengan wirausaha 0:52 muslim 0:54 bersama Valentino Dinsi yang juga sudah 0:56 siap hadir untuk kita semua. Kita sapa 0:59 beliau. Assalamualaikum warahmatullahi 1:01 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:02 warahmatullahi wabarakatuh. 1:04 Alhamdulillah sehat. Long time no see 1:06 judulnya. Long time no [tertawa] see 1:07 karena HP-nya sakit, eh salah nomornya 1:10 yang sakit ya. Nomornya sakit. Selama 1 1:12 bulan ini 4 kali nomor HP saya dibajak 1:15 orang, di-hack. 1:17 Dia pikir gue terkenal atau gue banyak 1:19 duit kali ya. Ya, sampai 4 kali dibajak. 1:21 Jadi, saya harus save ulang teman-teman 1:23 semua handphone saya yang sudah 1:24 menyimpan selama ini tolong diblok. Ya, 1:27 jadi diblok saja. Enggak usah dihapus, 1:29 langsung diblok. Kemudian dan saya ada 1:32 nomor yang baru 082260802087. 1:37 Sekali lagi 082260802087. 1:43 Nomor yang lama 1:44 diblok dulu kemudian di-delete dari 1:46 kontak Anda dan masukkan kontak saya 1:48 yang baru. 1:50 Iya. 1:51 Itu adalah bagian dari rezeki Ramadan. 1:53 [tertawa] 1:55 Hari ini terkait dengan usaha nih, 1:58 bisnis sahabat-sahabat Rasulullah itu 2:00 kira-kira 2:02 gampang atau enggak sih kalau ditiru 2:03 gitu? 2:03 Emm, jadi saya bawa-bawa topik hari ini 2:06 sebetulnya Mbak Nuning ya, teman-teman 2:08 semua. Tanggal 21, tanggal 23, tanggal 2:12 25 kemarin saya di masjid saya di Masjid 2:15 Darussalam Griya Citra Buah Asri itu 2:17 diminta untuk mengisi kajian tentang 2:20 wirausaha muslim, tentang 2:21 entrepreneurship muslim. Nah, dari situ 2:25 banyak pertanyaan karena pesertanya 2:27 banyak nanya, termasuk ada pertanyaan, 2:28 "Ustaz, saya selama ini berbisnis, 2:31 bisnis sama ikhwan, bisnis sama ustaz 2:33 bahkan ustaz, ditipu ustaz, saya 2:35 bangkrut." Nah, saya gali pertanyaan 2:38 kenapa dia bangkrut bahkan sama orang 2:40 yang katanya dia ustaz, yang jelas bukan 2:42 saya gitu kan, karena saya enggak pernah 2:44 bisnis-bisnis sama orang 2:46 itu bangkrut. 2:47 Saya gali pertanyaannya, saya tanya 1 2 2:49 3 4 5 6 7. 2:51 "Coba antum jawab." Ternyata jawabannya 2:53 tidak tidak tidak tidak, "Nah, salahnya 2:55 antum karena antum kagak ngerti ketika 2:57 bermusyawarah." Itu pertanyaan pertama. 2:59 Pertanyaan kedua, "Emang sahabat nabi 3:00 berbisnis?" Kemudian saya gali lagi 3:03 karena pertanyaan itu bertanya lagi, 3:06 "Nabi itu sahabat nabi kongsi bisnis apa 3:08 enggak sih ustaz?" "Berkongsi atau 3:10 enggak?" Banyak pertanyaannya. Nah, dari 3:12 pertanyaan-pertanyaan itu saya jawab 3:14 yang sekilas pada saat itu yang bisa 3:15 saya jawab, kemudian 3:16 begitu sampai rumah, ini baru kajian 3:18 pertama nih tanggal 21 saya pulang, saya 3:21 buka laptop, saya cari 3:23 ternyata jadi satu buku. 3:25 Bukunya judulnya 3:27 Berbisnis seperti sahabat nabi. Ternyata 3:31 saya dapati ada 50 orang sahabat nabi 3:34 yang berbisnis 3:37 dan termasuk di situ di dalamnya ada 14 3:39 orang 3:41 istri dan sahabat nabi 3:44 [berdehem] 3:44 yang dia 3:46 berbisnis. 3:47 Pertanyaannya jenis bisnisnya apa saja? 3:50 Bagaimana cara berbisnisnya? Siapa saja 3:53 orangnya? Jenis bisnisnya apa saja. 3:57 Termasuk sebetulnya awalnya saya 3:58 membahas tiga orang tokoh ya, karena 4:00 diundangnya tiga kali, bicaranya tiga 4:01 kali. Saya bahas [mendengus] pertama 4:03 adalah tentang Abdurrahman bin Auf. 4:07 Yang kedua saya bahas tentang namanya 4:08 Sa'ad bin Rabi. Ehm. Yang ketiga saya 4:11 bahas tentang Utsman bin Affan. Ini tiga 4:13 contoh yang saya bahas ini dalam kajian 4:15 eh kemarin tanggal 21, 23, 25 itu adalah 4:18 orang-orang terkaya pada masanya. 4:20 [mendengus] 4:20 Utsman bin Affan 4:22 itu orang paling kaya di Mekah. 4:25 Abdurrahman bin Auf sahabat paling kaya 4:27 di Mekah. Dan Sa'ad bin Rabi adalah 4:29 sahabat paling kaya di Madinah. Jadi 4:31 tiga orang ini adalah perwakilan 4:33 daripada konglomerat muslim di zaman 4:35 Nabi. 4:38 Ternyata dari pembahasan dan pertanyaan 4:40 dengan jemaah itu jadilah buku yang 4:42 berjudul Berbisnis seperti sahabat Nabi. 4:46 Nah, itulah bisnisnya menguntungkan dan 4:49 jadi satu buku. Ya, satu buku 4:52 yang saya tulis sebagai produk digital. 4:55 Ya, nanti teman-teman kalau yang pengin 4:57 tahu, pengin mendapatkan bukunya nanti 5:00 bisa WA ke saya. Yang menarik lagi 5:03 ketika saya mulai dalami, dalami, dalami 5:05 tentang berbisnis seperti sahabat Nabi. 5:08 Contoh yang paling klasikalnya saya 5:10 ambil dua. Pertama Abdurrahman bin Auf 5:12 dan Utsman bin Affan. 5:14 Abdurrahman bin Auf ini orang kaya 5:16 banget. 5:17 Saking kayanya saya ceritakan di waktu 5:20 ceramah saya kemarin itu bagaimana 5:22 Abdurrahman bin Auf ketika dia beli, dia 5:24 jual tanahnya. 5:25 Tanahnya laku kira-kira 180 miliar. 5:29 Dan itu 180 miliar dibagi-bagi buat 5:31 para, buat orang-orang Madinah. 5:33 Untuk sahabat-sahabatnya. Siapa orang 5:35 bersedekah 180 miliar bagi-bagi sampai 5:38 habis. 5:40 Ya, kemudian Utsman bin Affan ini juga 5:42 orang yang sangat kaya raya 5:45 di Mekah dan kemudian di Madinah. Yang 5:47 sampai hari ini kekayaan Utsman bin 5:49 Affan masih ada rekeningnya. Jadi 5:51 satu-satunya manusia yang hidup sudah 5:53 1.400 tahun yang lalu yang namanya 5:56 Utsman bin Affan, konglomerat, nih apa 5:59 menantunya Rasulullah, masih punya nomor 6:02 rekening di bank di Madinah, Bank of 6:04 Madinah. Dan dia punya hotel-hotel di 6:06 Madinah itu atas nama 6:08 Utsman bin Affan. 6:10 Di mana keuntungan daripada bisnis 6:13 hotel-hotelnya Utsman bin Affan di 6:14 Madinah dan kebun kurma Utsman bin Affan 6:18 pada hari ini, nih hari ini nih ngomong 6:19 hari ini, itu sepertiganya dibagi-bagi 6:22 untuk penduduk Madinah, sepertiganya 6:24 digunakan untuk zakat dan sepertiganya 6:27 sepertiga lagi diputar sebagai modal dan 6:29 sampai hari ini Utsman bin Affan masih 6:31 ada rekeningnya di Madinah, 6:33 satu-satunya. 6:34 Yang paling menarik dalam kajian saya, 6:36 ternyata ketika saya perbandingkan 6:38 antara Utsman bin Affan dan Abdurrahman 6:41 bin Auf, nih sama-sama dua-duanya orang 6:42 kaya nih, konglomerat muslim. Ternyata 6:45 model bisnisnya berbeda. He eh. Dia 6:48 punya model bisnis yang berbeda, punya 6:51 strategi bisnis yang berbeda. 6:54 Dua-duanya kaya raya. 6:58 Kalau Utsman bin Affan, ini orang kaya 7:00 raya karena anak orang kaya, karena 7:03 konglomerat muslim, konglomerat kaya 7:04 raya, bisnisnya itu seperti Khadijah 7:07 binti Khuwailid, barang-barang yang high 7:09 end, barang-barang atas, bisnis 7:11 properti, bisnis parfum, bisnis 7:14 barang-barang mewah pokoknya lah. 7:16 Sementara Utsman bin Affan itu bisnisnya 7:18 bisnis sembako, komoditas, gandum, 7:21 kurma. Jadi bisnis-bisnis kelas menengah 7:24 sampai ke bawah. 7:25 Tapi dua-duanya kaya raya. Nah, kurang 7:27 lebih kalau dari jenis bisnisnya begitu 7:29 tuh. Nah, strateginya bagaimana? Ah, 7:31 strateginya saya tulis di buku. 7:33 Nanti teman-teman yang pengin tahu apa 7:36 sih strategi bisnis Abdurrahman bin Auf, 7:38 apa sih strategi Abdurrahman bin Auf. 7:40 Terus kita lihat pribadi kita. 7:43 pembaca ini nanti yang baca bukunya 7:45 Anda pribadinya lebih cocok ke mana? Ke 7:48 seperti Abdurrahman bin Auf atau seperti 7:51 Utsman bin Affan. Kalau misalnya oh 7:52 ternyata profil saya ini kayaknya lebih 7:55 cocok sama Abdurrahman bin Auf, ya sudah 7:57 kamu ambil strateginya Abdurrahman bin 7:59 Auf, kamu contek, kamu tiru, kamu 8:01 praktekin strateginya Abdurrahman bin 8:03 Auf. 8:04 Entar lu kaya juga, kenapa? Karena 8:06 pribadi lu Abdurrahman Utsman 8:08 Abdurrahman bin Auf. Sementara kalau 8:10 orang-orang yang sudah senior yang 8:12 mungkin dia kelas menengah ke atas, 8:13 kemarin waktu saya kajian tuh ada 8:15 mantan-mantan dirut-dirut ya, ada dirut 8:17 perusahaan. Nah, itu enggak cocok saya 8:18 bilang kalau model bisnisnya Abdurrahman 8:20 bin Auf, dia lebih cocok model bisnisnya 8:22 Utsman bin Affan. 8:23 Karena dia punya modal sudah gede, 8:25 orang-orang yang di kemarin peserta 8:27 kajian tuh orang-orang kaya, mantan 8:29 direktur-direktur utama ee 8:30 perusahaan-perusahaan besar, kalian 8:32 lebih cocok modelnya Utsman bin Affan 8:34 karena begini begini begini begini. 8:36 Termasuk di dalam penerapan strategi 8:38 bisnisnya juga berbeda. 8:40 Jadi 8:41 dalam dua kali tiga kali kajian di 8:44 Masjid Darussalam ee 8:46 Griya Tugu Asri itu lahirlah buku 8:49 Berbisnis seperti Sahabat Nabi. Nanti 8:53 Mbak Pak Ondy saya minta di kan ada 8:55 YouTube-nya kan, nah itu link-nya bisa 8:57 dimasukin saja tuh di deskripsinya 8:59 sehingga kalau teman-teman yang pengin 9:01 ee bukunya tinggal klik link-nya bisa 9:03 langsung ke produknya Berbisnis seperti 9:06 Sahabat Nabi. Dari situ 9:09 dari buku itu ternyata 9:11 itulah produk menghasilkan produk lagi 9:14 saya ketemu 9:15 saya ketemu lagi ide, gagasan, ya, 9:18 profil, model, ee 9:22 yang jadi buku baru lagi 9:24 buku yang kedua. Jadi dalam saya 9:25 membayangkan ya, ini masya Allah Ramadan 9:27 ini di tengah-tengah handphone saya 9:29 dibajak orang empat kali, saya dalam 9:31 waktu tiga hari menulis dua buku. Kayak 9:34 yang tadi Berbisnis seperti Sahabat 9:35 Nabi, kemudian saya tulis lagi buku 9:37 lanjutannya ini mudah-mudahan 9:39 bisa dibaca sambil yang pulang mudik ya, 9:43 karena tadi bentuknya digital judulnya 9:46 Abdurrahman bin Auf Utsman bin Affan, 9:49 siapa yang paling canggih dalam strategi 9:51 bisnisnya 9:52 ya judulnya menarik kan, Abdurrahman bin 9:54 Auf Utsman bin Affan siapa yang paling 9:55 canggih strategi bisnisnya jadi nanti 9:58 kita bisa lihat oh ternyata strategi 9:59 bisnis Abdurrahman bin Auf begini, oh 10:01 ternyata strategi bisnisnya Utsman bin 10:03 Affan kayak gini oh ini kalau saya 10:06 cocoknya bisnisnya model bisnis 10:08 Abdurrahman bin Auf dropshipper, 10:10 marketing online, e-commerce nah itu 10:13 Abdurrahman bin Auf itu model bisnisnya 10:15 tapi kalau Utsman bin Affan 10:17 lain, Utsman bin Affan apa bisnisnya? 10:19 bisnisnya dia bikin kayak Gojek, bikin 10:23 kayak Tokopedia, bisnis properti yang 10:25 ratusan miliar nah itu Utsman Utsman bin 10:28 Affan, jadi 10:30 nanti teman-teman bisa mendapatkan 10:33 kedua buku itu tapi paling enggak yang 10:35 sudah ready yang siap itu berbisnis 10:36 seperti sahabat nabi nanti bisa dilihat 10:39 di link-nya di 10:41 YouTube-nya Radiorasya judulnya 10:42 berbisnis seperti sahabat nabi, jauh 10:45 sebelum itu kita mundur dulu ke belakang 10:47 tadi saya ngomong-ngomong sama Mbak 10:48 Nuning 10:49 kita lihat hari ini dolar sudah lebih 10:51 6.500 lebih bahkan Mbak Nuning kemarin 10:54 beberapa hari yang lalu sampai 6.900 10:56 artinya mau 17.000, artinya ini dolar 10:58 sudah di atas waktu krisis tahun 1998 11:04 bahaya enggak? bahaya enggak? 11:06 pakai banget iya pakai banget 11:08 apakah akan tembus 20.000? ada yang 11:10 bilang kemarin saya nonton juga 11:12 channel-nya Benings ya 11:13 itu perkiraan bisa sampai 20.000, kalau 11:15 20.000 sudah krisis lagi sudah berat 11:19 tapi saya iseng tadi saya buka chat GPT 11:21 saya tanya bagaimana neraca perdagangan 11:23 Indonesia 3 bulan terakhir ternyata 11:26 neraca perdagangan kita 3 bulan terakhir 11:28 artinya selisih ekspor sama impor masih 11:30 positif 11:31 tapi kenapa sampai dolarnya sampai 11:34 16.000 1.600 sekarang ini lebih? 11:37 Kemudian berapa hari yang lalu kita 11:39 lihat bagaimana Bursa Efek Indonesia 11:41 sampai di suspend 11:43 dihentikan perdagangannya karena 11:45 penurunannya sudah lebih dari 5%. Ini 11:47 dahsyat betul. 11:49 Artinya negara ini sedang tidak 11:50 baik-baik saja. 11:52 Artinya 11:53 krisis sedang terjadi. 11:56 Artinya 11:57 daya beli masyarakat turun. 12:00 Artinya hidup kita bakal susah. 12:03 Ya, jadi ini mengerikan. Ya, ini 12:04 mengerikan 12:06 eh situasi kita pada hari ini, ekonomi 12:08 kita pada hari ini. Ditambah lagi sudah 12:10 di suspend karena turun lebih 5% 12:12 ditambah lagi undang-undang TNI 12:14 ya, ditambah lagi demo-demo mahasiswa. 12:17 Jadi 12:20 lar 12:20 ini waspada waspada waspada. Ya, kalau 12:23 saya bilang kita semua para pendengar 12:25 termasuk pembicara di sini, host kita 12:28 hari ini termasuk punya kita harus 12:30 waspada mewaspadai eh pelemahan ekonomi 12:34 dan terakhir saya dengar lagi bahwa ini 12:36 ternyata neraca perdagangan kita masih 12:38 positif. Ada kemungkinan besar kenapa? 12:41 Ada intervensi asing. Ternyata 12:45 telisik punya telisik George Soros sudah 12:47 main lagi di sini. 12:49 Jadi kelihatannya ada yang enggak senang 12:50 dengan pemerintahan nya Pak Prabowo 12:54 kemudian ada yang mau ngambil untung 12:56 juga di tengah eh kekacauan maka 12:58 muncullah Danantaran Danantaran 13:00 dijadikan isu kemudian undang-undang TNI 13:03 dijadikan isu dan lain-lain semuanya 13:04 dijadikan isu maka masuklah seorang 13:08 George Soros 13:10 Quantum Fund yang tahun 98 13:12 memporak-porandakan ekonomi 13:15 Asia 13:16 ya yang pada akhirnya 13:18 remuk bahkan dia Inggris itu bisa remuk 13:21 ekonominya gara-gara seorang George 13:23 Soros satu orang yang pemilik Quantum 13:25 Fund yang duitnya enggak ada serinya. 13:29 Jadi kelihatannya eh akan ada 13:32 pemain-pemain global players yang 13:35 menarik untung. Buktinya ketika turun 13:36 lebih dari 5% Bursa Efek Indonesia itu 13:39 BEI enggak tahu berapa ratus atau berapa 13:43 ribu miliar dolar terbang hilang ya 13:46 meninggalkan Indonesia. Maka eh wajar 13:49 saja ketika akhirnya kurs rupiah sempat 13:52 16.900 13:54 kayak yang Nuning bilang. Jadi 13:55 mengerikan sekali. Tapi bagi kita 13:57 begini. 13:57 Teman-teman semua 13:59 eh itu adalah hal-hal yang di luar 14:01 kendali kita. Walaupun dampaknya kenanya 14:03 ke kita rakyat biasa. Tapi udah itu 14:05 bukan urusan kita, kita bukan tanggung 14:07 jawab kita dan kita enggak bisa ngontrol 14:09 itu. 14:10 Tugas kita cuman satu, qu anfusakum wa 14:12 ahlikum nar. Menjaga diri kita dan 14:14 keluarga kita dari siksa neraka. Siksa 14:17 neraka itu apa? Ya neraka beneran nanti 14:19 di akhirat 14:21 sama neraka dunia. Kelaparan, 14:23 kemiskinan, kesusahan, penderitaan, 14:25 kekurangan, dan segala macam itu neraka 14:27 juga. 14:28 Tugas kita adalah kita mau menjaga itu. 14:30 Untuk itu saran saya cuman satu. 14:32 Nih, dengerin nih. Caranya cuman satu. 14:35 Saran saya 14:37 kita enggak usah fokus dengan masalah 14:39 yang sedang terjadi. 14:41 Oh mau dolar sampai 20.000 kek, bukan 14:43 urusan kita. Mau 50.000 juga bukan 14:45 urusan kita. Walaupun pada akhirnya 14:47 harga-harga naik mahal kita jadi 14:48 berurusan juga, pusing juga. Tapi itu 14:50 bukan urusan kita karena itu di luar 14:53 kendali kita. 14:54 Ya, kita enggak usah pusing juga kalau 14:56 teman-teman yang mungkin gua lagi pusing 14:58 nih. Kenapa lu pusing? Utang banyak. 15:02 Kenapa lu pusing? Debt collector datang. 15:04 Kenapa lu pusing? Ini pinjol tukang 15:06 tagihnya pada datang galak banget. Lu 15:08 pusing kan kayak gitu kan. 15:10 Ya, anak mesti sekolah besok. Satu masuk 15:14 SD, satu masuk SMP, satu masuk SMA, satu 15:16 masuk kuliah. Uh, pecah enggak tuh 15:18 kepala? 15:19 Pusing hal-hal kayak gitu. 15:20 Tapi saran saya satu. 15:23 Jangan fokus kepada masalah. Heeh. 15:27 Enggak punya duit, anak masih sekolah, 15:30 harga naik, listrik harus dibayar, air 15:32 harus dibayar, telepon harus dibayar, 15:34 tukang tagih harus dibayar, itu kan 15:36 masalah. 15:37 Kita jangan fokus kepada masalah, karena 15:39 itu adalah kenyataan. 15:43 Karena itu adalah realitas. 15:46 Kita kadang-kadang tidak bisa 15:47 merubahnya, itu sudah terjadi. 15:49 Dan kita harus bertanggung jawab atas 15:50 sesuatu yang terjadi kepada diri kita. 15:52 Maka saran saya, 15:54 jangan fokus kepada masalah. 15:57 Maka fokuslah kepada solusi. 16:02 Kalau kita fokus kepada masalah, maka 16:03 kita akan terpendam, kita akan terbenam, 16:06 kita akan ketimbun sama masalah itu, 16:08 tambah pusing, tambah pusing, tambah 16:10 pusing, tambah stres. 16:12 Di Jepang itu orang kalau punya masalah 16:14 bunuh diri aja dia, pada. 16:16 Kenapa? Dia tenggelam fokusnya kepada 16:18 masalah. Tapi kalau kita fokus kepada 16:20 solusi, kita bikin pertanyaan. Question 16:22 is the answer. Pertanyaan adanya ketika 16:25 kita punya utang pinjol. 16:27 Ditagih pinjol, ini gara-gara pinjol 16:29 kita pinjam pinjol yang lain lagi, 16:31 pinjol pinjam yang lain jadi gali lubang 16:33 tutup lubang, akhirnya banyak pinjolnya 16:34 sampai 350 juta. Utang pinjol, ditagih, 16:38 ya. Bahkan ada yang sampai digebukin di 16:39 depan anak bininya, kita enggak mau itu 16:41 terjadi. Maka kita bertanya kepada diri 16:44 kita, ini akhir-akhir Ramadan. 16:46 Ya, inna zamana qodistador, kata pepatah 16:48 Arab itu inna zamana qodistador. Waktu 16:51 berlalu zaman berganti enggak terasa, 16:53 kita sudah hari ke-27. 16:57 Iya. Malam ke-28, sebentar lagi Ramadan 17:00 akan meninggalkan kita, jadi kita fokus 17:02 habisin waktu ini untuk beriktikaf, 17:06 habiskan waktu ini untuk-untuk beribadah 17:09 sampai Idul Fitri, habiskan waktu kita 17:12 untuk mendekatkan diri kepada Allah, 17:14 sehingga Allah berikan kita solusinya. 17:16 Jadi kita fokus pada solusi. 17:19 Sudah habiskan waktu satu untuk ibadah, 17:21 lepaskan dulu dunia, naik dulu ke 17:23 langit, iktikaf dulu di masjid, baca 17:26 Alquran yang banyak, saumnya yang benar, 17:28 gitu kan. Kemudian, ketika pinjol 17:30 banyak, kita balik bertanya. 17:32 Bagaimana agar utang pinjol saya segera 17:36 lunas? 17:39 Berpikir saja. Selalu bertanya, 17:41 "Bagaimana agar utang saya segera 17:44 lunas?" 17:45 "Bagaimana agar rumah cicilan saya 17:48 segera lunas?" 17:50 Jadi, kalau punya masalah, tanya. 17:52 Bertanyalah kepada diri kita, "Bagaimana 17:54 caranya agar {titik-titik} 17:57 {titik-titik}?" 17:59 Masukkan masalah di situ. Yang punya 18:00 utang, "Bagaimana agar utang saya 18:02 lunas?" 18:03 "Bagaimana agar anak saya bisa sekolah?" 18:06 "Bagaimana agar anak saya besok bisa 18:09 lebaran, bisa beli baju atau celana atau 18:12 sepatu buat anak saya?" 18:14 Jadi, fokusnya kepada solusi. Bertanya 18:16 gitu saja. Itu kalau lu pikirin terus 18:18 tuh bagaimana bagaimana, lepas pasti 18:19 ketemu. 18:21 Lepas pasti ketemu. 18:23 Ya. 18:24 Makanya, ketika sudah ekonomi agak sulit 18:26 begini, tadi ajaib kan. Ketika saya 18:29 mengisi kajian tiga kali, 21, 23, 25, 18:32 maka jadi buku judulnya Berbisnis 18:34 Seperti Sahabat Nabi. 18:36 Dan saya lihat, ternyata sekarang bisnis 18:39 Indonesia landscape-nya sudah berubah. 18:41 Ternyata, produk-produk digital itu naik 18:43 tinggi betul. Bahkan, ada yang sampai 3 18:45 bulan itu bisa penghasilan 1 miliar 18:47 lebih dari produk digital. Ya, gua ikut 18:48 juga dong. Produk digital yang 18:50 kelihatannya produk digital itu masih 18:52 sangat green di Indonesia ya. Masih 18:54 hijau, masih baru. Saya masuk. Saya 18:56 bikin tuh Berbisnis Seperti Sahabat 18:58 Nabi. Saya langsung upload ikut Linkit. 19:01 Saya masukkan. Ya, sudah. 19:04 Jualan saja dulu. Kerjakan saja dulu. 19:06 Hasil urusan Allah. Karena kita tidak 19:08 punya kendali terhadap hasil. Hasil 19:10 urusan Allah. Tapi, berbuat berbuat 19:13 berbuat berbuat bertanya, bertanya, 19:15 bertanya, berusaha, berusaha, berusaha, 19:17 itu urusannya kita. He em, he em. Kita 19:19 tidak punya kendali, berhasil atau 19:20 tidak, enggak tahu. Tapi bikin saja, 19:22 kerjain saja, lakukan saja. Ya, kalau 19:25 bahasanya saya begini. 19:26 Ya, masa Allah enggak kasihan sih 19:28 ngelihat kita, sudah susah-susah 19:31 berusaha terus masih belum dikasih. Ya, 19:32 Allah kan Rahman Rahim, Allah kan Al 19:35 Ghani, Al Mughni, Al Fattah, Al Alim. 19:37 Ya, kita kan baca Allahumma ini as aluka 19:40 bi anni asyhadu annaka antallah la ilaha 19:43 illa anta ahadun somad lam yalid walam 19:45 yulad walam yakullahu kufuan ahad la 19:47 haula wala quwata illa billahil aliyil 19:49 adzim. Dan kita juga baca doa qurb. 19:52 La ilaha illallah azimul halim la ilaha 19:55 illallah rabbul arsyil azim la ilaha 19:57 illallah rabbus samawati warabbul ardi 19:59 warabbul arsyil karim. Kita baca gitu, 20:01 kata ya Rasulullah kalau kita minta 20:03 dengan baca itu tadi tuh. Yang pertama 20:06 doa ismul azam, yang kedua doa doa qurb 20:09 namanya. Allah malu kalau enggak 20:11 ngabulin permintaan hambanya. 20:13 Ya, jadi kalau bahasa kita kalau kita 20:15 bikin Allah malu nih, kita baca pakai 20:17 doa itu, kita minta ya Allah, kata 20:20 nabimu, kata kekasihmu Muhammad 20:23 sallallahu alaihi wasallam, aku berdoa 20:25 melalui wasilah dengan yang diajarkan 20:27 oleh kekasihmu Muhammad sallallahu 20:29 alaihi wasallam, maka aku mohon kepadamu 20:30 ya Allah, lunasin ya Allah utangku ya 20:33 Allah, limpahin rezeki keluarga kami ya 20:36 Allah, berikan selesai masalah kami ya 20:38 Allah. Allah malu. 20:40 Allah malu kalau kita minta dengan doa 20:42 ismul azam, doa qurb itu kalau Allah 20:44 enggak kabulkan. Ya, karena begitu 20:46 katanya Rasulullah kan. Ya, kita minta, 20:48 makanya jangan fokus kepada masalah. 20:51 Pelajaran hari ini adalah 20:53 jangan kita fokus kepada masalah. Kalau 20:54 kita fokus masalah, masalah enggak 20:56 selesai. Tapi kita fokus kepada solusi, 20:58 cari solusi, cari jawabannya. Untuk 21:00 menjebatkan jawabannya adalah dengan 21:02 bertanya. 21:03 Karena Anthony Robbins bilang, question 21:05 is the answer. Pertanyaan adalah 21:08 jawabannya. Bagaimana agar kita bisa tam 21:11 punya tambahan lebih? Bagaimana agar 21:14 kita bisa bayar zakat? Oh, satu lagi, 21:17 sebelum lebih lanjut lagi nih, saya 21:18 ingetin ngingetin ngingetin, ini sudah 21:20 tanggal 27 21:23 malam 28. Mau habis nih Ramadan sebentar 21:25 lagi nih. Jangan lupa bayar zakat. 21:30 Ingat lagi, jangan lupa bayar zakat, 21:32 jangan lupa bayar zakat. Zakat fitrah 21:35 wajib setiap individu, 21:37 zakat mal yang kena nisabnya 21:41 harus bayar, 21:42 sedekah dan segala macam, zakat, 21:44 infak, sedekah, 21:47 wakaf, zakat fitrah, zakat mal, termasuk 21:50 di dalamnya fidyah. 21:52 Jangan lupa bayar. 21:55 Bisa bayar lewat mana? Lewat Rasil bisa, 21:58 lewat saya punya platform juga bisa, 21:59 www.bumnpeduli.id. 22:02 Ya, www.bumnpeduli.id, 22:05 kita bisa bayar tuh 22:07 zakat, infak, sedekah, wakaf, donasi 22:09 untuk Palestina juga, untuk fidyah juga, 22:12 untuk zakat fitrah juga, untuk fidyah 22:15 juga, kita bisa bayar melalui 22:17 bumnpeduli.id. 22:20 Saya ingetin nih supaya kita jangan 22:21 lupa, karena sudah bentar lagi habis 22:23 Ramadan, 22:24 nanti kita lupa menunaikan kewajiban 22:27 kita. Dan tadi buku 22:30 berbisnis seperti sahabat nabi, nanti 22:33 Pak Ondik tolong dipasang link-nya yang 22:35 sudah saya kirim di YouTube-nya 22:39 Rasil Valentino Dinsi dengan judul 22:41 berbisnis seperti sahabat nabi, agar 22:44 kita bisa 22:45 menjalankan bisnis, agar kita bisa tajir 22:49 melintir seperti sahabat Utsman bin 22:51 Affan dan Abdurrahman bin Auf, serta 22:54 yang perempuan-perempuan yang ibu-ibu 22:56 bisa meneladani para 22:58 ibunda-ibunda kita, ternyata Khadijah 23:00 binti Khuwailid juga pengusaha 23:02 ternyata bunda kita Aisyah radhiallahu 23:05 anhu juga pengusaha, kemudian Ummu 23:07 Kultsum 23:09 anaknya Rasulullah ya, dari Khadijah 23:12 juga berbisnis ada 14 tokoh wanita yang 23:14 mereka semuanya sesungguhnya adalah 23:16 berbisnis dan sesungguhnya para 23:18 wanita-wanita di zaman nabi itu dia 23:20 pendukung suaminya 23:21 untuk mencukupi kebutuhan keluarganya. 23:23 Nah, berbisnis seperti sahabat nabi 23:26 adalah satu potret satu profil bagi kita 23:29 para laki-laki, bagi ayah 23:31 ya bagi suami dan juga bagi ibu sebagai 23:34 istri, sebagai panduan agar kita bisa 23:37 berbisnis seperti sahabat nabi. Jadi di 23:40 caption-nya itu saya tampilkan cara dan 23:43 bisnis sahabat nabi contoh kongsi 23:46 sahabat nabi. Jadi sahabat nabi itu 23:47 saling berkongsi 23:49 saling berbisnis, saling bekerjasama. 23:51 Terus saya tanya juga, apakah dalam 23:53 kongsi tersebut ada mengalami kegagalan 23:56 atau kebangkrutan atau sengketa antar 23:59 sahabat? Jawabannya iya, ada. 24:01 Terus pertanyaan berikutnya lagi, 24:02 bagaimana cara mereka menyelesaikan 24:04 terjadi apabila sengketa atau konflik 24:09 diantara kongsi tersebut? Ada juga 24:11 jawabannya, iya semuanya ada tuh di buku 24:14 berbisnis seperti sahabat nabi. 24:16 Kelihatannya buku ini menjawab ya ketika 24:18 kemarin saya ngisi kajian 24:20 itu saya lagi ngomong dipotong, "Bentar 24:21 Ustad, saya mau tanya lagi." Jadi saya 24:23 lagi ceramah nih, lagi terangkan 24:25 dipotong tiga pertanyaan lagi. Ya saya 24:27 jawab semua. 24:29 Dan alhamdulillah gara-gara pertanyaan 24:31 itu dan pertanyaan yang galak-galak itu 24:33 jadilah buku berbisnis seperti sahabat 24:35 nabi. 24:36 Ya jadi bagaimana saya ter-trigger 24:38 dengan pertanyaan, kemudian saya 24:40 berkreasi maka jadilah dua buku dalam 24:43 berapa tuh? Dalam dua hari jadi dua 24:45 buku. Ya dalam paling enggak dalam tiga 24:47 harilah tiga kali pertemuan tuh. Satu 24:49 bukunya berbisnis seperti sahabat nabi, 24:51 satu lagi judulnya Abdurrahman bin Auf, 24:54 Utsman bin Affan, siapa yang paling 24:55 canggih dalam strategi bisnisnya? Dan 24:58 mana yang paling bisa diterapkan untuk 25:00 zaman hari ini. Jadi, masya Allah ya 25:03 ketika kita eee tadi question is the 25:06 answer pertanyaan itu akan mendatangkan 25:09 pertanyaan berikutnya. Pemikiran itu 25:12 akan mendatangkan pemikiran berikutnya. 25:13 Terbukti dalam tiga kali eee kajian, 25:17 bahkan dua kali pertemuan itu ketika 25:19 saya membahas tentang Utsman bin Affan, 25:21 eee bukan Utsman membahas Abdurrahman 25:23 bin Auf dan Sa'ad bin Rabi. Tiba-tiba 25:25 terjadilah dua buku yang saya tuliskan 25:27 dalam buku berjudul Berbisnis Seperti 25:30 Sahabat Nabi dan buku berjudul 25:32 Abdurrahman bin Auf Utsman bin Affan, 25:34 siapa yang paling canggih dalam strategi 25:36 bisnisnya. Ini produk murah Ramadan 25:39 Mubarak walaupun di tengah-tengah punya 25:41 handphone saya dibajak orang empat kali. 25:45 [tertawa] 25:45 [terkesiap] 25:46 Iya, bagian informasi yang membuat Anda 25:50 mungkin memiliki gambaran baru. 25:53 Apakah bisnis yang dilakukan oleh 25:56 Sahabat Nabi, Sahabat Rasulullah mudah 26:00 untuk kita ikuti atau tidak? Tadi kalau 26:03 tadi saya cek barusan informasi dolar 26:05 terbaru itu kalau beli 16.760. 26:09 Uh, 16.700. 26:11 eee kalau jual 16.760. Kalau beli 26:14 16.575. 26:16 Oh, oh. 26:16 16.7. Berarti Indonesia kelabu, eh bukan 26:19 ya? Iya karena ya sudah ini kan sudah 26:21 lebih ambang batas ketika kita terjadi 26:23 krisis tahun 98 kan 16.000 ya. Ini 26:26 16.700. 26:28 Ini jahat. Iya 16.800 ini. Apakah akan 26:31 sampai 20.000? Ramalannya, perkiraan 26:34 para analis itu kelihatannya akan sampai 26:36 eee 20.000. Apa yang terjadi kalau 26:38 20.000? Tambah gelap. Ya, apakah akan 26:41 pemerintahan jatuh? Enggak tahu. 26:43 Yang jelas sebelum gelap kelabu dulu ya. 26:45 Nih [mendengus] gelap kelabu dulu kayak 26:47 kita nih. 26:48 Yang jelas bisnis dari yang tadi kita 26:50 dengarkan Abdurrahman bin Auf itu memang 26:53 betul-betul menggenggam erat kejujuran, 26:56 transparansi 26:58 yang semuanya dilakukan 27:01 investasinya dengan 27:02 di akhir saya spill sedikit 27:04 He em. rahasia sukses dan kaya 27:07 Abdurrahman bin Auf Utsman bin Affan. 27:09 Saya singgung sedikit saja. Untuk lebih 27:10 dalamnya nanti bisa dibaca ya di bukunya 27:12 penjelasan detail ya, tapi ini eh saya 27:15 akan spill eh lima 27:18 strategi bisnisnya Abdurrahman bin Auf 27:20 yang ini merupakan langsung kata-katanya 27:22 Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin 27:23 Affan. Jadi enggak akan ketemu kalau 27:25 Bapak Ibu googling 27:27 kalau Bapak Ibu coba cari pakai ChatGPT 27:29 insya Allah enggak bakal ketemu. 27:31 Kenapa? Karena untuk dapat lima kunci 27:33 ini saya harus menonton puluhan ceramah 27:38 ya motivasi, penyampaian Ustad para 27:41 guru-guru yang mereka membahas tentang 27:44 Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin 27:45 Affan. Karena waktu saya minta cari, 27:47 "Ustad, tolong dong dicarikan eh buku 27:50 khusus tentang strategi bisnisnya Utsman 27:52 bin Affan, tentang strategi bisnisnya 27:54 Abdurrahman bin Auf." Enggak ada. 27:57 Akhirnya 27:58 ketika saya menulis ini adalah 27:59 berdasarkan literasi studi literasi yang 28:02 saya lakukan 28:03 juga berdasarkan eh proses interpretasi 28:06 seperti saya menulis buku tujuh rahasia 28:08 kaya dan sukses Abdurrahman bin Auf itu 28:10 adalah hasil interpretasi saya He em. ya 28:12 terhadap ceramah-ceramah Ustad yang saya 28:15 terjemahkan dalam pemikiran, tapi 28:16 menariknya lagi 28:18 eh lima kunci sukses bisnis Abdurrahman 28:20 bin Auf dan Utsman bin Affan ini saya 28:23 gunakan dengan pendekatan modern. 28:25 Artinya ini sangat relevan, ini sangat 28:29 up to date, ini sangat sesuai dengan 28:31 kondisi modern pada hari ini. Jadi kalau 28:33 kita terapkan strategi bisnisnya 28:35 Abdurrahman bin Auf dan Utsman bin 28:36 Affan, insya Allah kita akan tajir 28:38 melintir seperti Utsman bin Affan dan 28:40 Abdurrahman bin Auf. Yuk kita sama-sama, 28:43 bukan saya sendiri, tapi yuk kita 28:44 sama-sama kita menjadi the new 28:46 Abdurrahman bin Auf and Utsman bin Affan 28:49 in the new era. Kita jadi Abdurrahman 28:51 Abdurrahman bin Auf, kita jadi Utsman 28:53 Utsman bin Affan pada zaman baru, pada 28:55 Indonesia baru, insyaallah. 28:58 Ini dari tidak ada namanya. Bicara soal 29:00 pinjol tapi buat modal, karena kalau 29:04 bukan orang kaya berduit, modal harus 29:06 pinjam dong. Hmm. Itu 29:09 menurut gambaran Ustaz seperti apakah 29:12 gerangan itu atau Ustaz? 29:14 Kesalahan berpikir 29:17 kita. 29:18 Ustaz, saya mau bisnis Ustaz, tapi saya 29:20 kagak punya modal. 29:22 Kan ngomong begitu. Hmm. Kenapa? Karena 29:23 di otak lu nih, yang namanya modal harus 29:26 duit. Iya enggak? 29:29 Karena lu pikir yang namanya modal harus 29:30 selalu duit. Padahal modal emang cuman 29:32 duit. Enggak. Modal itu bisa 29:35 kepercayaan, bisa keterampilan, bisa 29:37 keahlian, bisa skill, bisa network, bisa 29:41 teman, bisa birokrasi. 29:43 Abdurrahman bin Auf itu, ketika hijrah 29:46 dari Mekah ke Madinah, Hmm. ya, saya 29:48 ceritakan nih waktu sesi pertama. Sampai 29:51 di Madinah itu kagak punya apa-apa, 29:53 hartanya habis, padahal dia tadi orang 29:54 kaya. 29:56 Sampai di Madinah, sama Rasulullah, 29:58 setelah bangun masjid, maka 30:00 dipersaudarakanlah Abdurrahman bin Auf 30:01 dengan orang paling kaya di Madinah 30:03 namanya Saad bin Rabi. 30:05 Maka Saad bin Rabi ini orang paling 30:06 kaya, konglomeratnya Madinah. 30:09 Dia bilang gini, "Wahai saudaraku 30:10 Abdurrahman bin Auf, 30:13 aku adalah orang yang paling kaya di 30:15 Madinah ini. 30:17 Aku ingin membagi harta kekayaanku 30:19 berdua denganmu. 30:21 Kalau kita ditawarin kayak gitu nih, 30:23 datang hijrah, 30:24 katakan saya pergi ke Makassar, kagak 30:26 bawa apa-apa, duit habis, ada orang 30:28 Makassar kaya, Ustaz Valentino, ah ini 30:30 orang paling kaya di di Makassar nih. Ah 30:32 ini orang paling kaya nih, pokoknya 30:34 tajir melintir si orang atau ane pengen 30:36 harta ini bagi dua sama ente. 30:38 Gimana? Gua bilang, "Iya, pasti." Hehe. 30:41 Lagi susah. 30:43 Tapi Abdurrahman bin Auf enggak sampai 30:44 Saad bin Rabi enggak sampai situ. Aku 30:46 orang paling kaya di Madinah, aku ingin 30:48 membagi hartaku berdua kepadamu. Dan 30:50 aku, nah ini yang saya enggak masuk 30:52 akal. 30:53 Memiliki dua orang istri yang 30:55 cantik-cantik. Ya cantiklah, orang 30:57 paling kaya ngawinin anak orang-orang 30:59 kepala suku yang paling cantik-cantik 31:01 yang paling kaya. Aku memiliki dua orang 31:02 istri. Silakan kau lihat 31:06 dan akan kuceraikan untuk engkau nikahi. 31:09 Saya enggak sampai pikir sampai di sini. 31:11 Kalau harta kekayaan gua punya katakan 1 31:13 triliun bagi dua 500 miliar gua masih 31:15 punya 500 miliar. Tapi gua punya bini 31:17 dua cakep-cakep, lu pilih yang mana lu 31:20 yang suka gua ceraiin entar lu kawinin 31:22 kalau sudah habis masa idahnya. 31:24 It doesn't make a sense. 31:25 [tertawa] 31:26 Ya. 31:27 Ini menggambarkan bagaimana ketulusan, 31:29 bagaimana keimanan, bagaimana puncak 31:31 keimanan Saad bin Rabi. Tapi Abdurrahman 31:33 bin Auf enggak mentang-mentang. 31:35 Yang menarik jawaban Abdurrahman bin 31:37 Auf, kata Abdurrahman bin Auf apa? 31:39 Barakallah fi ahlikum wa malikum. 31:44 Semoga Allah memberikan keberkahan bagi 31:46 hartamu dan keluargamu. Ini nolak dia. 31:50 Jadi ditolak dengan cara halus. Ini 31:51 karena Abdurrahman bin Auf punya sifat 31:53 affaf. Affaf itu 31:56 di atas tingkat daripada mulia. 31:59 Affaf, menjaga diri. 32:02 Pride. 32:03 Semoga Allah memberikan keberkahan bagi 32:05 harta dan keluargamu. Tunjukkan saja di 32:07 mana letaknya pasar. 32:10 Sudah saya bayangin sama Saad bin Rabi 32:12 diajak Abdurrahman bin Auf keliling 32:14 pasar Yahudi. 32:16 Masuk pasar pasar Yahudi. Yang ngantriin 32:18 Saad bin Rabi orang kaya paling kaya di 32:20 Madinah. Itu si pedagang pasar kenal 32:23 enggak Saad bin Rabi? Ya tahulah orang 32:24 kaya se-Madinah. Dibawa Abdurrahman bin 32:27 Auf. Kemudian Abdurrahman bin Auf apa? 32:29 Ambil barang konsinyasi. Konsinyasi ini 32:32 enggak pakai modal. Dia beli cangkul 32:34 atau kekang kuda. Dia beli 20 biji. 32:37 Dikasih sama pedagangnya, sama supplier, 32:39 sama distributornya, sama produsennya, 32:41 kagak bayar. 32:42 Modalnya apa itu Abdurrahman bin Auf? 32:44 Modalnya koneksi Sa'ad bin Rabi. 32:46 Modalnya apa teman-teman? Modal nya 32:48 kepercayaan. Karena orang juga tahu 32:49 Abdurrahman bin Auf orang kaya juga di 32:51 Mekkah. 32:52 Jadi kesalahan pertama bagi penanya 32:54 tadi, 32:54 yang lu pikir modal itu cuman duit. 32:59 Padahal 33:00 modal itu bisa kepercayaan, keahlian, 33:02 keterampilan, network, teman. Itu yang 33:05 pertama. Kesalahan kedua, 33:07 kadang-kadang betul Bu, 33:09 penanya tadi, modal bisnis itu butuh 33:12 duit. 33:13 Apabila butuh duit. 33:15 Contoh, kita mau bangun properti di 33:18 Sudirman, itu bangun ada tanah kosong 1 33:21 hektar, itu butuh duit tiga kira-kira 3 33:23 triliun. Ehm. 33:25 Lu enggak punya duit. Tapi jangan lu 33:27 pikir duitnya harus duit lu sendiri. 33:30 Duit siapa? Duit investor, duit kongsi, 33:33 duit dari luar negeri, buat dari network 33:35 kita, duit crowdfunding, duit dari 33:38 pemerintah. Ya, jadi pertama modal tidak 33:42 harus selalu duit. 33:44 Dan juga kadang-kadang duit bukan harus 33:46 duit kita sendiri. Kita bisa pakai duit 33:48 investor. Nih, yang Cina-Cina itu bangun 33:50 bisnisnya pakai duit apa? Duit bank. 33:52 Duit bank duit siapa? Duit kita semua 33:53 dikumpulin taruh di bank, dipinjam sama 33:55 Cina-Cina itu. Ya, jadi eh itu namanya 33:59 trusty and collateral. Untuk itu kita 34:02 mau harus punya apa? Capability. 34:05 Kemampuan. Ya, begitu penanya yang saya 34:07 jawab ya. Oke. Berikutnya dari Ibu Nani. 34:11 Ya. Assalamualaikum. 34:12 Waalaikumsalam warahmatullahi 34:13 wabarakatuh. Bertanya pada pembicara 34:15 hari ini, di mana bisa beli bukunya 34:18 perdagangan para sahabat Nabi? 34:19 Ya. 34:20 Yang pertama, nanti bisa dibuka Pa Ondy 34:23 masukin ke link-nya di eh judulnya 34:26 berbisnis seperti sahabat Nabi. 34:29 Atau kalau mau cepat ya bisa langsung ke 34:31 WA saya. 0822 34:34 60802087. 34:37 0822 34:39 60802087. 34:42 Atau buka di streaming-nya Rasheed, 34:45 berbisnis seperti sahabat Nabi, nanti 34:47 ada di link-nya, klik, langsung di link 34:49 ini bisa pesan di link it. 34:53 Iya. 34:54 Ini dari Pak, Pak Budi, ya. 34:57 Kalau bicara soal 35:00 ngikutin sahabat Nabi yang mana, kan 35:02 enggak sama. Iya. Kalau seperti saya 35:06 yang tidak tahu banyak, masih baru akan 35:08 mulai umur 45, Iya. itu kira-kira ngikut 35:12 yang mana nih? Iya. Pemula. Yes, pemula. 35:15 Makanya di buku berbisnis seperti 35:18 sahabat Nabi, Pak, saya kasih contoh 35:20 kontras itu Abdurrahman bin Auf dan 35:21 Utsman bin Affan. Dan dua-duanya, mohon 35:23 maaf, Pak, itu konglomerat, orang kaya, 35:25 tajir melintir. 35:27 Karakteristiknya beda. 35:29 Saya enggak tahu Bapak umurnya berapa 35:30 tadi. 40-an. Terus punya duitnya berapa? 35:33 Enggak ada, dia bilang enggak 35:33 Terus punya pengalamannya apa enggak, 35:35 gitu kan. Nah, jadi untuk bisnis-bisnis 35:38 pemula 35:39 yang kagak punya duit, yang modalnya 35:41 kecil, maka cara model Abdurrahman bin 35:43 Auf itu lebih cocok. Ini saya buka 35:45 rahasianya di sini. He em. Ya, contoh 35:47 bisnis apa? Dropshipper, 35:49 kemudian reseller, 35:51 kemudian bisnis e-commerce. 35:54 Itu yang modalnya kecil, 35:56 kemudian kompleksitasnya rendah, 35:58 kemudian ee 36:00 basisnya pelanggan saja, itu lebih cocok 36:03 Abdurrahman bin Auf. Tapi detailnya 36:04 nanti silakan baca di buku itu, detail 36:06 banget saya tulis, Pak. 36:07 Ya, tapi kalau Bapak katakan tadi saya 36:10 contoh, kemarin waktu saya ngisi ada 36:12 direktur Indosat, ada direktur Lintas 36:14 Artha, kemudian ada direktur lagi 36:16 asuransi besar waktu saya ngisi kajian 36:18 itu. Jadi orang kaya, 36:21 dirut, 36:22 duitnya miliar-miliar, ya, enggak cocok 36:25 jualan sembako, Pak. Enggak cocok jualan 36:27 dropshipper. Dia lebih cocok apa? 36:29 Bisnisnya properti. 36:31 Bisnisnya apa? Parfum. 36:33 Bisnis apa? Sutra. 36:35 Ya, bisnisnya apa? Louis Vuitton. 36:37 Bisnisnya apa? SC. Bisnisnya 36:39 barang-barang mewah. Kenapa? Segmen dia 36:42 segmen ke atas. Sementara Abdurrahman 36:44 bin Auf segmennya middle class dan low. 36:47 Utsman bin Affan itu ee middle to up, 36:50 sementara Abdurrahman bin Auf middle to 36:52 low. Ya, tapi detailnya itu 36:55 saya tulis di buku 36:57 Berbisnis Seperti Sahabat Nabi. Nanti 36:59 Bapak bisa baca lebih detail, lebih 37:01 cocok yang mana. Terus bagaimana cara 37:04 penerapannya di zaman modern pada hari 37:06 ini. Dan luar biasanya ternyata 37:08 ilmu itu bisa diterapkan di zaman modern 37:11 pada hari ini. 37:12 Masih ada lagi, Mbak Nuning, sebelum 37:13 saya masuk? Saya kasih dulu kuncinya. 37:15 Saya lanjut kasih kunci. Oke. 37:17 Dengerin baik-baik. 37:19 Lima kunci sukses berbisnis Abdurrahman 37:22 bin Auf dan Utsman bin Affan yang bisa 37:23 diterapkan pada masa hari ini. Hmm. Dari 37:26 dulu sampai sekarang masih up to date 37:28 pada hari ini. Detailnya nanti silakan 37:30 dibaca, ya. Itu sangat detail saya 37:32 tulis. Halamannya cukup banyak, tapi ini 37:34 detail. 37:35 Ini adalah kata-kata langsung daripada 37:37 Utsman bin Affan. 37:38 Bagaimana dia bisa sukses berbisnis? 37:40 Kalau antum yang ingin sukses dalam 37:42 berbisnis 37:43 pada hari ini dan yang akan datang, maka 37:45 dengerin kata-kata Utsman bin Affan dan 37:47 Abdurrahman bin Auf. 37:49 Kunci yang pertama, kata Utsman bin 37:51 Affan, "Kuntu u alij." 37:54 "Kuntu u alij." Artinya apa, Ustaz? 37:56 Artinya kami mengerjakan sendiri. Jadi, 37:58 kalau lu punya bisnis, lu punya usaha, 38:01 terjun langsung, kerjain sendiri. Jangan 38:03 lu jadi bos. 38:05 [tertawa] 38:06 Saya punya teman, saudara, 38:08 kawin sama anak menteri. 38:11 Anak menteri, dapat fasilitas, 38:14 dapat kantor mewah, 38:16 kantornya ada sekretarisnya, ada 38:18 satpamnya, ada karyawannya. Dapat kantor 38:21 bisnis. 38:23 6 bulan setahun bangkrut, kenapa? Dia 38:25 kagak punya pengalaman. 38:28 Tapi kalau kita ngerjain sendiri, Pak, 38:29 ibaratnya kayak kepala di kaki, kaki 38:31 jadi kepala, kita tahu bisnis prosesnya, 38:33 kita tahu suka dukanya, kita tahu seluk 38:36 beluknya, kita tahu semua hal detail 38:38 itu, enggak bisa ditipu. Jadi kuntur, 38:39 kalau punya bisnis kerjain sendiri dari 38:42 nol sampai dia jadi gede. Yang pertama. 38:45 Detailnya panjang, ya. Yang kedua, wa 38:47 unammi. Kata Utsman bin Affan, bisnis 38:50 itu harus untung. 38:53 Profitability. 38:55 Kemampuan untuk menghasilkan laba. Jadi 38:57 kalau kita bisnis, untung semangat. 39:00 Tapi begitu bisnis, kita rugi, down 39:02 langsung. Tapi walaupun 39:05 kecil, harus untung. 39:07 Bagaimana supaya untung? Nah, nanti 39:08 dibaca detail. Jadi yang kedua 39:10 prinsipnya, bisnis itu harus 39:12 profitability, 39:14 kemampuan untuk menghasilkan laba. Wa 39:15 unammi. Yang ketiga, wala asytari 39:19 ribhan. 39:21 Kami tidak pernah menolak keuntungan 39:24 walau sekecil apapun. 39:27 Ya, lu jualan paku, 39:31 eh, baut. Ya, baut tahu baut? Harganya 39:33 berapa? Harganya 5 perak. Untungnya 39:35 berapa? 1 perak. 39:37 Tapi [mendengus] 1 perak kali 5, 20% 39:39 bos. Tapi untung 1 perak. Iya, wala 39:42 asytari ribhan. 39:44 Jangan nolak keuntungan walaupun kecil. 39:47 Tapi untungnya 1 perak kali jualannya 39:49 berapa? 10 miliar baut. 39:51 10 miliar, bos. 39:54 Kalau tadi profitability, yang ini 39:56 adalah namanya cash flow. 39:58 Yang ini namanya putaran. 40:01 Lu untung sedikit. Abdurrahman bin Auf 40:03 tadi pinjam cangkul atau cemeti, apa 40:07 buka apa? Kekang unta. 40:09 20 ngambil konsinyasi, jalan 1 jam, 40:13 kemudian habis. Habis habis dagangnya, 40:15 ya balik lagi. Ambil 20, ambil sekarang 40:18 50, konsinyasi, bayar yang tadi yang 20. 40:22 Sudah, jual lagi. Dia putar balik satu 40:24 hari berapa kali putaran nih? Satu hari 40:26 berapa putaran dia bolak-balik. Nah, itu 40:28 namanya cash flow. Namanya putaran 40:31 bisnis, ya. Wala astari ribhan, jangan 40:34 menolak keuntungan walaupun kecil, tapi 40:37 dia kecil sehari muternya 20 kali, Bos. 40:40 Luar biasa. Yang ketiga, wala astari 40:42 syai'an. 40:44 Kami tidak pernah menjual barang yang 40:47 tidak berquality. Quality is number one. 40:50 Product and services 40:52 quality is number one. 40:54 Product and quality assurance. 40:57 Jadi, jangan pernah menjual produk yang 40:59 tidak berkualitas. Jadi, juallah produk 41:01 yang punya kualitas. 41:02 Baik produknya ataupun services-nya atau 41:05 jasanya, sehingga orang puas dengan 41:07 produk dan jasa yang kita berikan. 41:09 Orang tersentuh kadang-kadang bukan 41:11 masalah produknya. Orang membeli karena 41:12 pelayanannya. Orang membeli karena 41:14 orangnya. Orang membeli karena sentuhan 41:16 hatinya. Begitu Rasulullah 41:18 jualan 41:20 dibawa barangnya Khadijah binti 41:22 Khuwailid yang kelak menjadi istri 41:23 beliau, ditemanin sama Buhaira. Eh, 41:26 bukan Buhaira. Eh, Buhaira mah pendeta. 41:29 Ditemani oleh Maisarah. 41:31 Pengawalnya. Rasulullah jualan kasih 41:33 tahu, "Bu, ini barang kurma kelas satu 41:35 ini, ini kelas dua, ini kelas tiga, ini 41:38 kelas empat. Ini keunggulan barang ini 41:39 begini, begini, begini, begini. Ini 41:41 dibandingkan dengan harga yang lain 41:42 begini. Harganya di sini pasaran 41:44 harganya 15 riyal. Saya jual terserah 41:47 Bapak Ibu. Saya modalnya dari tuan saya 41:51 12 riyal. Terserah Bapak Ibu mau beli 41:53 lebihin berapa? Pasaran 15 dijual 12. 41:56 Terserah modalnya 12. Ya sudah, 41:58 Muhammad, saya kasih 14 riyal, ya." 42:01 Kurang lebih begitu, kan? Masih untung 42:02 juga dua riyal. Sudah begitu dikasih dua 42:05 riyal, 14, sama Rasulullah dikasih 42:08 dibungkus. Dia minta 10 kilo, bungkus 10 42:10 kilo. Sudah dibungkus, "Ini saya 42:12 tambahin, saya lebihin. Wah, masyaallah. 42:15 Ya. 42:17 Services. Quality is number one. Yang 42:19 terakhir, yang nomor lima. 42:21 Wa aj'ala ra'sa ra'sain. Kata 42:24 Abdurrahman bin Auf bin Affan, 42:25 [mendengus] 42:25 "Kami jadikan satu jadi dua." 42:27 Ini maksudnya apa nih? Ini yang namanya 42:29 dalam bisnis modern adalah leveraging, 42:32 leverage. 42:34 Satu bisnisnya jadi dua bisnis, dua 42:36 bisnis jadi empat, empat jadi 16, 16 42:39 jadi 32, 32 jadi 64, 64 jadi 128. Itu 42:43 namanya leverage. Dalam bisnis-bisnis 42:45 modern namanya leverage. Bagaimana satu 42:47 franchise McDonald's sekarang sudah ada 42:49 berapa? 28.000 McDonald's seluruh dunia. 42:51 Itu namanya leverage. 42:54 Franchise. Salah satunya lewat 42:56 franchise. Lewat mana lagi? Banyak. Nah, 42:58 di situlah di ee strategi canggihnya 43:01 Abdurrahman bin Auf bin Affan, saya 43:03 masukkan lima dan pakai bahasa, saya 43:05 tulisnya pakai bahasa Indonesia latin, 43:07 ya. 43:08 Yang pertama adalah kuntum walid, 43:10 kerjain sendiri, wa unammi 43:12 profitability, wala astari dibhan, 43:14 jangan tolak keuntungan walaupun kecil. 43:17 Yang empat, wala astari syai'an, selalu 43:20 jual barang yang berkualitas number one. 43:22 Yang kelima, wa ij'ala ra'sa ra'sain. 43:25 Satu jadi dua, dua jadi empat, empat 43:27 jadi 16. Itu namanya leveraging. Itu 43:29 saya tampilkan semuanya di dalam bukunya 43:32 ee berbisnis seperti sahabat nabi. 43:35 Enggak ada di luar, ya. Cuman ya ini 43:37 silakan nanti yang mau 43:40 ee memiliki bukunya. Bukunya kagak 43:42 mahal. 43:43 Enggak sampai 43:45 50.000. 43:46 Ya, murah banget. Ee insyaallah silakan 43:50 bagi yang berminat, silakan bisa ee 43:53 memesannya lewat nomor yang tadi saya 43:55 sudah sebutkan, WA langsung atau juga 43:57 melalui link yang ditampilkan di siaran 44:01 ee TV Rasheed ini dengan judul Berbisnis 44:03 Seperti Sahabat Nabi. 44:08 Oke, kita coba ke satu diantara 44:13 WA yang masuk terkait dengan kalau kita 44:17 mau ber usaha berdagang terus kita 44:23 membuat itu jadi cicilan 44:26 boleh enggak sih? 44:27 Heh. 44:27 Jadi kalau misalnya 44:29 Iya. 44:30 dibayar kontan sekian gitu dikreditkan 44:32 saja. 44:33 Boleh. 44:33 Enggak masalah. 44:34 Boleh. Alhamdulillah, silakan 44:36 namanya itu eh hukumnya eh mudharabah. 44:41 Contoh 44:42 saya beli rumah He emh. harganya berapa 44:45 ya? Datang ke developer 44:47 satu 2 miliar deh. 44:50 Saya kagak mampu 2 miliar. 44:51 He emh. Ya saya datang ke perusahaan 44:54 pembiayaan, katakan bank syariah. Jangan 44:56 ke bank konvensional. 44:58 Yang bank syariah kita minta akadnya eh 45:01 musyarakah. Pak, saya mau beli rumah ini 45:04 2 miliar. Saya enggak beli enggak bisa 45:06 bayar. Tolong dong saya dibeliin 45:08 dibayarin. Oke kata bank Oke saya beli 45:11 rumahnya 2 miliar, saya kasihkan saya 45:13 jual ke Anda tapi saya bayar cash ke 45:16 developernya, saya jual ke Anda 2,4 45:18 miliar ya. 45:19 Anda setuju 2,4 miliar dibayarnya selama 45:22 15 tahun? Oke. Ya sudah kita akad dengan 45:25 bank 45:26 musyarakah dengan harga 2,4 miliar 45:28 dicicil selama 10 tahun. Ya begitulah 45:31 dalam Islam itu yang penting adalah 45:33 kontraknya. Yang penting adalah 45:35 kesepakatannya. Yang penting adalah yang 45:37 tertulis. Sesungguhnya itu yang 45:38 membedakan yang halal dengan yang haram. 45:41 Sama kayak juga kita dengan menikahkan 45:43 saya terima kawin dan nikahnya si ini 45:45 ini kan, itu kan sah. 45:48 Tapi ada juga sudah main pelacur saja. 45:50 Kan sama juga prosesnya itu. 45:52 Bersenang-senang tapi bedanya apa? 45:53 Bedanya di akadnya doang. Yang satu lu 45:55 pakai bayar 500.000, 10 juta sudah 45:59 berzina namanya. Ya, prosesnya sama. 46:01 Yang satu nikah, halal. Di situlah 46:03 sesungguhnya membedakan proses halal dan 46:06 haram dalam Islam itu adalah akad 46:08 kesepakatan yang terjadi. Tapi enggak 46:10 boleh juga perusahaannya, banknya 46:12 konvensional, ya bank riba. Kemudian 46:14 kita akad itu enggak bisa. Ya, ada bank 46:16 syariah, pakailah bank syariah. Oke, 46:19 jadi akad itu penting banget dalam 46:22 setiap urusan ya. Kita sudah ada di 46:24 penghujung, saya ulang lagi nomor yang 46:26 bisa dihubungi 082260802087. 46:36 Betul kan? 46:37 Betul, nomor yang terbaru. 46:38 yang bisa dihubungi dari eh Ustaz 46:41 Valentino Dinsi. 46:43 Baik, kita dengarkan rangkuman bahasan 46:46 terkait dengan bagaimana berbisnis 46:48 seperti sahabat nabi. Ya, saya ingin 46:51 tutup dengan kata-kata almarhum ayah 46:52 angkat saya Bob Sadino. 46:54 Orang suka tanya, "Om Bob, 46:56 bisnis yang bagus yang apa Om ya?" 46:59 Kata Bob Sadino, "Bisnis yang bagus itu 47:01 yang dikerjain, yang dijalanin, bukan 47:04 yang ditanya-tanya melulu. Lu tanya 47:05 melulu, lu kagak mulai-mulai ya. Jadi 47:07 bisnis yang bagus adalah bisnis yang 47:09 dikerjain, bisnis yang dijalanin. 47:11 Segeralah memulai, enggak usah pikirin 47:13 dengan krisis yang akan terjadi atau 47:14 sudah terjadi. Itu bukan urusan kita. 47:17 Tugas kita berbuat, berbuat, berbuat, 47:18 berbuat. Wakulimalu fasayarallahu 47:21 amalukum rasul wal mukmin wasaturoduna 47:27 ta'malun. Berbuatlah kamu, bekerjalah 47:29 kamu, bekerja, bekerja, bekerja, 47:30 bekerja, berbuat, berbuat. Wakulimalu 47:33 fasayarallahu amalukum. Sesungguhnya 47:34 Allah, rasul, dan orang-orang yang 47:35 beriman ngelihatin lu bikin apa sih, lu 47:37 ngerjain apa sih, lu buat apa sih. Nanti 47:40 kalau sudah kita kerjain, 47:41 wasaturoduna ilaalimil ghoibi wasyahada. 47:43 Dikasih sama Allah ilmu yang gaib, yang 47:46 metafisik, yang kita enggak tahu kok 47:49 tiba-tiba jadi, 47:50 yang di luar kendali kita. 47:53 Karena apa? Karena kita dekat sama 47:55 Allah, kita minta sama Allah. 47:57 Wasyahadah dan yang nyata yang kita 47:59 rancang, kita rencanain, kita program, 48:01 kita bikin perencanaannya, kita bikin 48:02 programnya, kita bikin blueprint-nya, 48:04 kita bikin bisnis plan-nya, kita bikin 48:06 design thinking-nya, kita bikin 48:08 scrum-nya, kita bikin model bisnis 48:10 canvas-nya. Wa fa innabiukum bima kuntum 48:12 ta'malun. Nanti akan dikasih lihat 48:14 hasilnya sama Allah. Terakhir penutup, 48:16 jangan lupa 48:18 bayar zakat, infak, sedekah, wakaf 48:19 termasuk fidyah, termasuk zakat fitrah. 48:23 Yang pengen lewat Rasil, silakan 48:24 langsung ke Rasil. Yang pengen enggak 48:26 susah keluar rumah lewat platform, bisa 48:29 buka platform saya www.bumnpeduli.id. 48:34 Bumnpeduli.id. 48:36 Nanti tinggal dipilih mau bayar apa 48:38 terserah, tinggal transfer doang. 48:50 Masyaallah, pembelajaran yang ya lumayan 48:54 1 jam mendapatkan masukan yang bisa jadi 48:58 ikut memperbaiki perjalanan hidup kita. 49:02 Kalau masih ingat tadi lima yang jangan 49:05 enggak dikerjain kalau seperti sahabat 49:07 nabi itu kerjain sendiri, jadi bukan 49:10 cuman titip orang. 49:13 Meskipun cuman serupiah, untung enggak 49:15 apa-apa yang banyak-banyak. Terus apa 49:17 lagi tadi? 49:18 Jual 49:19 produk ataupun jasa yang berkualitas dan 49:22 berikan servis yang 49:25 optimal dan satu lagi double-double tadi 49:28 ya, dua jadi empat, empat jadi sekian 49:29 dan sebagainya. 49:31 Masyaallah, mudah-mudahan terpersuasi 49:33 untuk semuanya yang sedang menyimak. 49:35 Terima kasih sekali lagi untuk 49:36 kebersamaan ini. Selamat melakukan 49:39 ibadah puasa. Maafnya disisain ya, 49:42 jangan dihabisin buat teman-teman di 49:44 Rasil. 49:45 Billahi taufik wal hidayah, 49:46 wassalamualaikum warahmatullahi 49:48 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 50:06 Ya.