Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 bahagia sekali bisa bersama-sama di 0:22 wirausaha muslim. Acara yang hadir yang 0:25 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 0:29 untuk mampu menjadi sosok sebagaimana 0:31 yang setiap kali dibahas pasti membuat 0:35 kita tertarik untuk menjadi seperti itu. 0:38 Tidak lupa tentu saja salam selawat kita 0:41 lantunkan kepada junjungan umat kekasih 0:43 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:45 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 0:48 dipertemukan dengan beliau di saat-saat 0:50 yang sangat kita rindukan di yaumil 0:52 akhir. Seperti biasa, Wirausaha Muslim 0:56 menghadirkan Ustaz Valentino Dinsi. 0:59 Beliau sudah ada di sini. Asalamualaikum 1:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05 wabarakatuh. 1:05 Sehat, Bu Gar? 1:06 Alhamdulillah 1:08 ya. Filek-vilek [tertawa] dikit sudah 1:10 tinggal sisa-sisanya. Sekarang 1:11 ini di akhir tahun 2024 kita akan jelang 1:16 tahun baru dengan semangat baru, rencana 1:19 baru. Kalau bahasan hari ini terkait 1:23 dengan kita gimana nih? Apa nih? 1:25 Iya kan kalau 1 bulan yang lalu saya 1:28 sampaikan ee kita membuat ee apa 1:31 namanya? Resolusi, membuat program, 1:33 membuat rencana pertanyaan saya. 1:35 Sudah pada buat belum? 1:37 Belum. Apa sudah? 1:38 Pada buat. Justru hari ini yang akan 1:40 kita ngomongkan sesuatu yang akan saya 1:42 coba narasikan di 2025. 1:46 Ee dan ini menjadi topik bahasan kita 1:48 pada hari ini. Temanya judulnya 1:51 Konglomerat Muslim Project. 1:55 Masyaallah. Jadi tahun depan kalau bisa 1:59 sahabat-sahabat kita para orang-orang 2:02 yang begitu banyak berperan ya, 2:05 sahabat-sahabat muslim bisa 2:09 membuat banyak projek ya. Mudah-mudahan 2:12 sih itu semua menjadi kerinduan kita 2:14 bersama. Yuk kita simak sepenuh hati, 2:16 sepenuh rasa. Silakan 2:18 ya. Bismillahirrahmanirrahim. 2:19 Asalamualaikum warahmatullahi 2:20 wabarakatuh. Hamdan wasyukurillah. Ee 2:22 ikhwan akhwat pendengar Radio Rasil dan 2:25 TV Rasilat Muda. Sebelum saya memulai 2:27 topik kita, e spesial topik pada hari 2:30 ini di akhir tahun Kongoret Musim 2:32 Project, saya mau infokan dulu sudah 2:35 terbit. 2:36 Heeh. Keren. Keren. 2:37 Buku ke-26 2:39 saya yang kita bicarakan berapa waktu 2:41 lu, Second Life at 50, kehidupan kedua 2:45 di usia 50 tahun. Jadi bersama dengan 2:48 buku ini, ternyata setelah saya 2:50 lihat-lihat eh ini jadi trilogi loh. 2:53 Jadi ternyata di akhir tahun ini saya 2:56 menulis jadi ada trilogi tiga buku 2:59 judulnya tiga buku untuk tiga generasi. 3:03 Jadi kalau buku yang putih ini untuk 3:05 bapak-bapaknya, 3:07 untuk kakek ya, untuk saya nih Mbak 3:09 Nuning [tertawa] yang sudah punya cucu 3:11 ee yang putih untuk generasi kakek. 3:14 Nah, khusus akhir tahun ini saya kasih 3:17 bonus beli satu buku dapatnya tiga buku. 3:20 Dua bukunya lagi. Yang kedua adalah 3:23 bukunya untuk anak. Judulnya jangan mau 3:26 seumur hidup jadi orang gajian. Dan yang 3:29 satunya lagi untuk cucunya generasi 3:32 milenial apa ya? Milenial tajir banjir 3:35 rezeki. Kalau yang 3:37 second life at 50 untuk generasi kakek. 3:40 Ee jangan mau tujuh orang gajian untuk 3:42 generasi anak. dan milenial tajir untuk 3:45 generasinya zilenial dan milenial. Yang 3:49 berminat beli satu dapatnya tiga buku 3:51 bisa buka di www.valentinodinsi.com. 3:55 Valentinodincy.com. Oke, kita masuk ke 3:59 topik kita eh konglomerate 4:03 muslim project. Jadi, Mbak Nuning, saya 4:07 merasa 1 bulanan ini menjadi orang yang 4:12 terasa penting begitu ya. He. 4:15 Kenapa? Berapa hari yang lalu kakaknya 4:18 Sri Menteri Keuangan kita 4:21 Mbak Nining, Dr. Nining ya kontak saya. 4:24 Dia hubungin saya, dia tanya-tanyalah 4:27 tentang masalah urusannya masjid karena 4:29 beliau diangkat jadi pengawas masjid di 4:32 komplek rumahnya. 4:33 Jadi kita berdiskusi ini yang konteks 4:35 nih kakaknya menteri nih 4:37 ee yang sekeluarga saya tahu semua 4:39 sekeluarga tuh pintar, doktor, profesor 4:41 ya. Jadi, Mbak Nuning kontak saya, kita 4:44 berdiskusi, ya. Kita inilah apa yang 4:46 bisa saya bantu, saya bantu. Nah, 4:49 minggu-minggu sebelumnya lagi lebih 4:51 hebat lagi. Jadi ee kira-kira 2 minggu 4:56 yang lalu lah saya diundang ke DPR MPR. 5:00 ada pertemuan di situ. Di pertemuan ini 5:02 diadakan di gedung DPD RI 5:05 itu hadir ee tokoh-tokoh nasional dari 5:08 ormat-hormat Islam dari NU, Muhammadiyah 5:10 Alirsyad macam-macam lah ya. Hadir di 5:13 situ orang-orang senior lah. Saya 5:15 termasuk yang junior yang diundang dan 5:17 saya diundang mewakili BUMM Badan usaha 5:19 milik masjid ya. Hadir ee ratusan orang 5:23 yang itu mewakili ormas Islam ya. Ee dan 5:27 minggu sebelumnya saya diundang oleh 5:29 teman-teman para aktivis dakwah, 5:32 orang-orang muda dalam pertemuan Zoom 5:34 yang dihadiri kira-kira 1000 orang dalam 5:37 pertemuan Zoom itu para aktivis ya, para 5:40 ustaz, para penggerak dakwah ee mereka 5:43 mengundang saya. Jadi, it's my honest 5:45 ya. Begitu terhormat saya eh 1 bulan ini 5:49 gua kayak orang penting gitu. diundang 5:50 oleh 1000 para penggerak penggiat 5:53 dakwah, diundang oleh ratusan 5:55 tokoh-tokoh pimpinan-pimpinan yang itu 5:57 pimpinan-pimpinannya gitu kan dan juga 5:59 [mendengus] terakhir dihubungi oleh 6:00 kakaknya Sri Mulyani. Nah, dalam 6:02 kesempatan-kesempatan tersebut saya 6:05 tidak pernah lupa untuk menyalurkan 6:08 pikiran dan gagasan saya. Apa yang 6:11 menjadi kerasaan saya, apa yang menjadi 6:12 pemikiran saya. Itu yang saya sampaikan. 6:15 Dan di kesempatan kali ini saya akan 6:17 sampaikan apa yang saya sampaikan kepada 6:20 1000 orang itu dan kepada ratusan tokoh 6:22 ee ulama dan pimpinan-patas Islam itu. 6:25 Dan ini kelihatannya akan menjadi 6:26 concern saya di tahun 2025 ke atas. Saya 6:30 akan secara konsisten membicarakan ini. 6:31 Walaupun sebetulnya yang saya bicarakan 6:34 akan bicarakan ini ee sudah lebih dari 6:37 20 tahun secara konsisten saya bicarakan 6:40 dan saya kasih judul Konglomerat Muslim 6:43 Project. Nah, pada kesempatan itu 6:46 [mendengus] saya selalu membukanya kan 6:47 begini, Teman-teman. 6:50 Pada awalnya orang-orang Cina itu asing, 6:54 aseng-asong, kalau kita nyebutnya kan 6:56 begitu, 6:57 mereka menguasai ekonomi. 7:01 Mereka menguasai ekonomi kita. Setelah 7:04 mereka menguasai ekonomi, mereka bikin 7:06 bank. Mereka menguasai perbankan dan 7:09 sektor keuangan. 7:11 Setelah punya bank, ekonomi dikuasain, 7:14 duitnya banyak, mereka beli tanah, 7:16 mereka kuasai tanah. 7:18 He. 7:20 Pertama, kuasai ekonomi. Kedua, kuasai 7:23 sektor keuangan dan perbankan, yang 7:25 ketiga, kuasai tanah. 7:28 Dan setelah mereka kuasai itu, mereka 7:31 menguasai politik. Mereka beternak 7:34 partai politik dan mereka menjadi 7:37 oligarki yang kita sebut sekarang 7:39 oligard atau oligarki. 7:41 And the winners takes all. Dan pemenang 7:45 ngambil semuanya. 7:48 Makanya dalam Pilpres Pilkada kemarin ya 7:51 kalah yang kalah siapa? Umat Islam yang 7:53 kalah. Kenapa dibeli pakai duit 7:55 semuanya? Ada namanya sirup siraman 7:57 rupiah kasih amplop Rp50.000, Rp100.000, 8:00 Rp150.000, Rp200.000, Rp300.000. R00.000 8:03 terbeli suaranya. 8:06 Selesai. 8:08 Premis satu itu the winners tak all. 8:12 Premis duanya. Ini saya sampaikan juga 8:14 ke tengah teman-teman para aktivis Islam 8:17 dan para ulama. Padahal ustaz saya 8:19 bilang setahu saya 8:22 Islam itu muncul pertama kali dibawa 8:25 oleh seorang laki-laki yang bernamanya 8:28 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 8:30 Ditemani oleh seorang perempuan Khadijah 8:32 binti Khuwailid dan diikuti oleh dua 8:34 orang anak kecil Fatimah dan Ali bin Abi 8:37 Thalib. Setelah itu Islam menyebar ke 8:41 seluruh dunia. Hari ini Islam dianut 8:45 oleh 2,1 miliar 8:48 penduduk bumi. 8:51 Pertanyaannya, 8:52 mengapa Islam tumbuh dan berkembang 8:57 begitu cepatnya? Tentu saja di samping 9:00 memang ini liirohu alini kulih yang 9:04 memang agama akan dimenangkan oleh Allah 9:06 dan ada faktor Muhammadnya tapi saya 9:08 berpikir pasti ada faktor-faktor 9:10 penunjang lainnya yang menyebabkan Islam 9:13 tumbuh berkembang begitu cepat. 9:16 Setelah saya pelajari salah satu 9:18 faktornya 9:19 adalah ekonomi atau kapital. 9:26 Makanya di Makkah ada Khadijah binti 9:28 Khuwailid, 9:32 ada Abdurrahman bin Auf, 9:35 ada Utsman bin Affan di Makkah, di 9:37 Madinah ada Sa'ad bin Rabi. Siapa 9:39 mereka? Mereka itu adalah konglomerat, 9:41 bukan orang kaya. Konglomerat 9:46 yang mereka membiayai dakwah ini 9:50 dengan harta dan jiwa mereka. 9:53 Jadi kesimpulannya kalau Islam ini ingin 9:57 maju, ingin berkembang, ingin eksis, 10:01 ingin menang, maka salah satu pilar yang 10:04 harus kita bangun, yang harus kita 10:06 miliki, yang harus kita kokohkan, yang 10:09 harus kita kuat, yang harus kita topang 10:11 Islam ini adalah pilar ekonomi atau 10:14 pilar kapital 10:16 yang itu kita tidak punya. Makanya itu 10:19 yang harus kita bangun. Makanya Allah 10:21 bilang dalam surat al-Anfal, lahum minah 10:24 wamin ribatil turhibunallah aduallahi 10:28 wawakum. [mendengus] Jadi kita harus 10:30 mempersiapkan kekuatan sehingga apple 10:33 itu to Apple. Mereka punya ekonomi, 10:36 punya kapital, port politik, kita juga 10:37 harus punya itu ekonominya kapital, 10:39 proper poliit intelektual. Sekarang yang 10:42 lemah dari kita adalah capital atau 10:45 ekonomi. Maka ini yang harus kita 10:47 bangun. 10:51 Kalau saya mau tanya di kesempatan ini 10:53 juga saya tanya, saya bilang, "Bukankah 10:56 membangun basis ekonomi, 11:00 membangun basis kapital adalah sesuatu 11:03 yang fardu kifayah dalam menegakkan 11:07 kalimat Allah ini?" Jadi, hukumnya fardu 11:10 kifayah ini harus kita bangun, harus 11:12 kita bangkitkan. Kalau enggak ya Islam 11:14 ya gini-gini aja. 11:16 ketemu-temu dengan partai Islam ya. Lu 11:18 sampai kapan pun ketika enggak punya 11:20 duit ya di bawah 8%. 11:24 Umat Islam digabungin partai Islamnya 11:26 enggak sampai 30%. 11:29 Kenapa? Enggak punya duit, enggak punya 11:31 kapital, enggak punya modal dan tidak 11:33 punya tokoh kapitalnya. 11:36 Allah perintahkan aid lahum minah win 11:41 turhibuna bihi aduallahuakum. yang itu 11:45 menggetarkan mereka musuh-musuh Islam. 11:48 Jadi kalau kita enggak punya kapital, 11:50 akhirnya begitu kita Pilkada, Pilpres 11:52 dikasih duit, ya Islam paling juga 11:54 demo-demo doang, kasih duit aja berhenti 11:56 dia. Akhirnya kita kehilangan izah. 11:59 Ditambah lagi tokoh-tokoh Islamnya 12:02 mepet-mepet dia tuh sama kapitalis, sama 12:05 oligarki, minta-minta duit ya. Orang 12:07 yang punya minta duit kagak bisa ngomong 12:09 gitu kan. Dia ngikut aja. Jadi ini satu 12:12 kelemahan dan menurut saya fardu 12:14 kifayah. 12:16 Saya sampaikan juga ustaz saya bilang 12:18 [mendengus] 12:18 saya pernah melakukan penelitian riset 12:21 dengan data 25 tahun 12:24 untuk menjawab satu pertanyaan. 12:27 Pertanyaan adalah siapakah orang terkaya 12:30 di Indonesia dan terkaya di dunia serta 12:33 bisnis apa yang mereka kuasai? 12:36 Ya tinggal buka sekarang googling buka 12:39 100 billionire 2024 12:44 billionire in Indonesia 2024 keluar 12:48 sekarang orang terkait di Indonesia 12:49 siapauning 12:50 orang terkait di Indonesia kalau saya 12:52 enggak salah ini sekarang kembali lagi 12:53 adalah Budi dan Hartono. [mendengus] Itu 12:56 keluarga Hartono nomor satu. Nomor 12:59 duanya Prajogo Pengestu. Nomor tiganya 13:02 Lu Tok Wong dan selanjutnya ke bawah. 13:06 itu tahun 2024. Tahun 2023 Pray Pengesu 13:09 nomor 1. Jadi ternyata orang terkait di 13:12 Indonesia 10 orang terkait di Indonesia 13:13 urutannya itu aja ganti-ganti tuh entar 13:15 yang tiga naik jadi nomor dua entar jadi 13:17 nomor satu nomor satu turun jadi nomor 13:18 dua nomor 3 begitu-gitu aja. Begitu juga 13:21 dengan di dunia hasil peneliti saya 13:24 bahwa orang terkaya di dunia sekarang 13:26 nomor satu itu kembali Elon Musk 13:29 7.100 triliun. Dia menjadi orang terkaya 13:32 di dunia nomor satu tahun ini. Tahun 13:35 2023 Elon Mars nomor dua. Di bawah mana? 13:38 Di bawah Reynold Ambran. Renal Ambran 13:40 itu pemilik merek-merek fashion top di 13:43 dunia. Zara, Louis Vitong dan segala 13:46 macam gitu ya. Ya. Jadi pertama 13:51 Elen Musk, kedua Reynold Amran, ketiga 13:56 Lady Olson, keempat Warren Buff, kelima 14:00 Lux Mimital. 14:02 Jadi ternyata orang terkait di dunia 10 14:04 orangnya itu-itu aja geser-geser tuh. 14:08 Dan 14:09 mereka semua itu menguasai 10 industri. 14:12 Jadi orang-orang terkait di dunia 14:14 menguasai 10 industri, 14:16 telekomunikasi, 14:18 mining, perbankan, private equity, 14:21 property, fashion, macam-macam. Ada 10 14:24 ya. Saya pernah menulis tentang itu ya. 14:26 10 industri yang membuat orang menjadi 14:28 orang terkait di Indonesia dan di dunia. 14:31 Saya bilang kepada tokoh-toko jadi kita 14:33 harus ini menciptakan oleh marat muslim. 14:36 Lesi katakan kita ke Y sekarang, kita 14:38 ciptakan sekarang, kita siapkan 14:40 sekarang. Mungkin 5, 10, 15, 20, 30, 40, 14:43 50 tahun ke depan umat Islam ini punya 14:46 konglomerat. Satu di bidang properti, 14:48 satu di bidang private equity, satu di 14:50 bidang perbankan, satu di bidang mining. 14:53 Dan orang-orang itu betul-betul 14:55 konglomerat yang konglomeratnya saleh, 14:57 yang konglomerat bertakwa yang mereka 14:59 wajahidu fiabilillah biamwalikum wa 15:01 anfusikum. Mereka berjihad dengan Allah 15:04 dengan harta dan jiwanya. Dan kita harus 15:05 menciptakan orang-orang yang kaya dan 15:08 saleh. Jadi enggak cukup kaya tapi 15:10 enggak saleh. Kalau dia kaya enggak 15:11 saleh, enggak peduli sama Islam. Tapi 15:13 kalau dia kaya dan saleh ya seperti 15:14 Abdurrahman bin Auf, Utsman bin Affan, 15:17 ya Abdurrahman bin Auf, Saad bin Rabi', 15:19 yaitu mereka wajahidu fiabilillah 15:21 biamwalikum wa anfusikum fisabilillah. 15:24 Jadi menurut saya itu yang harus kita 15:27 dan mereka setuju semua. Wah setuju 15:29 setuju tapi setelah itu apa lanjutnya? 15:31 Enggak ada. Akhirnya 15:33 daripada gua marah-marah 15:35 saya bikin tulisan. Jadi tulisan itu 15:37 baru 2 hari yang lalu saya tulis 15:38 judulnya Konglomerat Muslim Project. 15:41 Jadi yang saya omongkan ini pengantar 15:42 sedikit. Teman-teman yang ingin baca 15:44 lebih detailnya bisa nanti buka di situ 15:46 saya di bummpeduli. 15:50 BUMPeduli. Itu saya tuangkan tadi 15:54 tentang premis mayor, premis minor 15:57 kesimpulannya. Kemudian brief tentang 16:00 apa itu kongoret musim project, 16:03 tahapan-tahapannya 16:05 termasuk ee apa programnya tapi tidak 16:08 sampai detail karena strategi tidak 16:10 boleh dikasih tahu tapi kulit kasih tahu 16:12 saja. Sehingga apa? Saya memanggil 16:15 memanggil orang-orang yang sama 16:16 pikirannya dengan saya bahwa umat ini 16:19 harus maju, umat ini harus berjaya, umat 16:21 ini harus menang, umat ini tidak boleh 16:24 kalah, umat ini harus bangkit. Dan salah 16:26 satu pilar yang bisa membangkitkan itu 16:28 adalah kita harus punya konglomerat 16:31 muslim. Kalau tidak ada maka kita harus 16:34 membuatnya karena perintahnya aidahum 16:38 minah wam ribatil turhibuna bihi 16:42 aduallahu aduakum. Jadi saya mengajak 16:46 dan saya secara konsisten lebih dari 20 16:48 tahun hampir 25 tahun ini 16:49 bicara tentang konglomerat muslim 16:52 nyampaikan ke partai-partai Islam, ke 16:54 ormas Islam rasanya ee enough is enough 16:59 ya. 17:01 2024 akhir ini ke depan saya akan mulai 17:05 m-breakdown secara detail ya, membuat 17:07 rencana secara terperinci akan buat 17:10 grand desainnya, buat roadmate-nya, buat 17:12 milestone-nya, buat timeline-nya 17:14 termasuk anggarannya, timnya. Eh, it is 17:16 not easy, enggak mudah. Ee tapi saya 17:20 tahu di sisi mana saya berdiri dan saya 17:24 tahu apa balasan 17:26 dari Allah yang akan saya dapatkan 17:28 ketika saya ee bersungguh-sungguh ee di 17:31 jalan Allah memajukan agamanya ini 17:34 dengan satu sisi pilar yaitu ekonomi. 17:36 Karena ini satu-satunya bidang yang saya 17:39 kuasai. Jadi pemikiran tentang 17:41 kongleromerat muslim project itu ya saya 17:44 bikin sebentar saja tuh enggak sampai 1 17:46 hari tulisannya sudah jadi. Saya sudah 17:48 upload, sudah naikin di bummpeduli.id 17:51 ya saya panggil teman-teman yang 17:53 pikirannya sama, setuju dengan ide ini, 17:56 dengan gagasan ini. Yuk sama-sama kita 17:58 bergabung atau berkontribusi dengan 18:01 biamwalikum wa anfusikum dengan 18:03 hartanya, dengan zakat untuk sedekahnya. 18:06 dengan pikirannya, dengan tenaganya, 18:08 dengan gagasannya, dengan idenya, dengan 18:10 jaringannya untuk apa? Karena ini memang 18:13 sudah kalau dalam fase kehidupan umat 18:17 Islam ini, it is the last ya. Ini fase 18:20 terakhir kita akan memasuki fase 18:24 sekarang ini Mulkan Jabrian. Setelah 18:26 Mulkan Jabrian bahwa Islam ini akan 18:27 kembali bangkit dan berjaya. akan turun 18:31 nanti ee Almahdi dan tanda-tandanya 18:34 sudah kita lihat apalagi 18:35 kejadian-kejadian terakhir di Timur 18:37 Tengah, terakhir juga kita lihat di 18:38 Suriah 18:39 bagaimana masyaallah ee akhirnya kembali 18:42 ke pangkuan Islam paling tidak sejat 18:44 Suriah sudah sangat jelas ya kita 18:47 melihat tanda-tanda ini. Pertanyaan apa 18:48 yang bisa kita kontribusikan? Apa yang 18:51 bisa kita lakukan untuk menyambut ke 18:54 bangkitan Islam? memberikan kontribusi 18:56 untuk kebangkitan Islam, kejayaan Islam, 18:58 bahwa ini bukan sekedar untuk diri kita, 19:01 tapi ini menyangkut tentang anak dan 19:02 cucu kita kehidupan ke depannya. 19:04 Janganlah kita tidak menjadi orang yang 19:06 tidak mau tahu gitu kan, enggak mau 19:08 peduli. Jadi, saya pikir sudahlah ada 19:11 satu sisi yang kurang dari umat ini 19:12 adalah ekonomi dan kapital dan itu kita 19:16 tidak punya. Kita perlu konglomerat 19:19 muslim. Kita cetak konglomerat muslim. 19:21 Kita bikin konglomerat muslim yang 19:23 mudah-mudahan mereka inilah orang-orang 19:26 yang akan menyokong dakwah ini. 19:28 Membangkitkan Islam, menjayakan Islam, 19:30 menjadikan Islam kembali bangkit dan 19:31 jaya. Sebagaimana dulu Islam jaya, Islam 19:34 bangkit di zaman Rasulullah sallallahu 19:36 alaihi wasallam karena adanya para 19:38 pendukung-pendukung dakwah yang mereka 19:41 membantu di sisi ekonomi dan kapital 19:43 yaitu para muslim seperti Khadijah binti 19:46 Khuwailid, Abdurrahman bin Utsman bin 19:47 Aban, Saad bin Rabi yang mereka 19:49 mendukung 19:51 dakwah Islam itu dengan harta dan jiwa 19:53 mereka dan ee mereka sesungguhnya tahu 19:56 apa yang mereka lakukan akan dibalasnya 19:58 lebih besar lagi, yaitu apa? Surga. Apa 20:01 yang lebih mahal, yang lebih indah 20:03 daripada surga? Mereka serahkan semua. 20:06 Abu Bakar, 20:07 Umar datang ngasih setengah. Abu Bakar 20:09 kasih semua hartanya. Ditanya Rasul, "Ya 20:12 Abu Bakar, apa yang kau sisakan untuk 20:14 keluargamu?" Aku tinggalkan Allah dan 20:16 Rasulnya. Masyaallah ya. Orang ngasih ee 20:20 setengah harta kekayaan, dia kasih 20:22 semuanya disisakan Allah dan Rasul. 20:24 Karena dia tahu bahwa ketika dia 20:27 mendapatkan Allah dan Rasul-Nya, dia 20:29 mendapatkan surga sebagai jasanya, 20:31 sebagai balasannya. Wah, siapa yang 20:32 enggak mau dibalas dengan surga? Kan 20:35 kalau kita hidup paling berapa? 70 80 20:37 tahun ya mati. Ada yang dibawa? Enggak 20:40 ada. Cuma dibungkus pakai kain kafan itu 20:41 yang kita bawa. Tapi ketika kita 20:44 berjuang menegakkan agama Allah ya 20:47 pahala itu ngikut. Ya saya alhamdulillah 20:50 kan enggak terasa hampir 9 10 tahun nih 20:52 Mbak Nuning tidak hasil ya. 20:53 Iya. [mendengus] Jadi ya sudah bidang 20:56 yang memang satu-satunya saya kuasai 20:57 adalah bidang ekonomi. Ekonomi umat ee 21:01 bagaimana membangkitkan ee ini. Tapi 21:03 selama kurang lebih berapa tahun ini 21:05 kita bicara mikro kecil UMKM. Saya 21:08 akhirnya kemarin beberapa hari berpikir 21:10 kecil gede sama juga letaknya cuman di 21:12 sini [tertawa] 21:13 ya. Capek ternyata kita memang bicara 21:16 tentang hal-hal yang mikro yang kecil 21:18 impactnya kecil. Saya berpikir kecil 21:21 besar cuma letaknya di sini. 21:23 Kenapa tidak sekalian saya berpikir 21:26 membicarakan yang besar, mengundang yang 21:27 besar ya? Bahwa ini adalah bagian dari 21:30 jihad kita. Kita harus umat Islam punya 21:33 konglomerat muslim. Partai Islam harus 21:36 ada konglomeratnya. Ormas Islam harus 21:38 ada konglomeratnya. Lembaga Islam harus 21:41 ada konglomeratnya. Yayasan Islam harus 21:42 ada konglomeratnya. Sehingga apa? 21:44 Sehingga dakwah itu lancar. Ya. Tapi 21:46 ketika kita enggak punya konglomerat, 21:49 kita buat gaji karyawan aja susah ya. 21:51 Jangankan gaji karyawan, buat kita makan 21:53 pun susah. Untuk bayar listrik pun 21:55 susah. Jadi, betapa ironisnya ketika 21:57 kita mau berdakwah, kita enggak punya 22:00 duit. Sementara akhirnya yang punya duit 22:03 orang-orang oligarki. Akhirnya orang 22:05 Barat bilang, "Money has on power." Duit 22:07 punya kuasa. Memang benar duit bukan 22:10 segalanya ya, Making ya. 22:12 Duit bukan segalanya tapi enggak punya 22:14 duit kayaknya mau mati 22:15 ya. Karena apa? Tiba-tiba saya kemarin 22:18 cerita ada teman anaknya 11. 22:22 Banyak betul anak. Kebayang tuh coba 22:25 bayangin ya 11 anak rumahnya ngontrak. 22:28 [tertawa] 22:28 Anaknya semuanya sekolah tuh perlu makan 22:31 kan? Perlu bayar. Tadi saya tanya juga 22:34 ada ustaz sini kenalan saya juga ustaz 22:36 terkenal enggak sayaut kenalan. Itu 22:37 konteks saya minta bantuan untuk anaknya 22:41 kuliah. Sedih kan kita kayak gitu kan? 22:43 Wah, ini ustaz pejuang mujahid yang 22:46 kalau saya sebut namanya terkenal lah 22:48 ya. Berjuang untuk umat ini. Tapi urusan 22:50 untuk anaknya sekolah, bayar kontrakan 22:52 rumahnya. Ada yang ngontrak lagi mau 22:54 minta Rp200.000 untuk bayar listrik, 22:56 token listriknya mau habis. Ada lagi 22:59 sedih betul ya kita ketika menghadapi 23:02 cerita-cerita, kisah-kisah itu. Kenapa? 23:04 Karena kita tidak punya kapital. Karena 23:07 umat ini tidak punya konglomerat. Umat 23:09 ini tidak punya kalau bahasanya sekarang 23:12 ini politik bohir. Ya, dalam berdakwah 23:14 kita harus punya bohir juga, harus punya 23:16 penyandang dananya juga harus juga punya 23:20 capitalnya juga. Kalau enggak ya mampet 23:22 dakwah ini sret memang bukan uang bukan 23:25 segalanya tapi dia salah satu pilar 23:28 salah satu faktor yang memungkinkannya 23:31 dakwah ini berjalan secara lancar 23:34 berjalan secara smooth. Ibaratnya naik 23:37 mobil naik motor harus ada bensinnya. 23:39 Kalau enggak ada bensinnya mogok. Jadi 23:42 eh konglomerat muslim project saya 23:45 rancang, saya buat, saya ciptakan adalah 23:48 untuk bagaimana kita mempersiapkan 23:50 [mendengus] konglomerat musim ke depan. 23:52 Tentu saja ketika bicara kongat musim ya 23:54 skala nasional turun, skala provinsi 23:57 turun, skala kabupaten, mungkin bisa 23:59 diteruskan lagi kecamatan, kelurahan, 24:01 mungkin satu komplek begitu. Jadi memang 24:04 ee pada akhirnya tumbuhlah 24:06 konglomerat-konglomerat muslim, 24:08 tumbuhlah orang-orang kaya, tumbuhlah 24:10 middle-middle clas. Dan harus kita tahu 24:11 teman semua ini memang kelas menengah 24:14 kita ini sedang habis dan memang di 24:16 berusaha akan dihabiskan 24:19 Heeh. 24:20 kelas menengah kita. 24:22 Akhirnya ya kembali lagi 24:26 para peternak politik itu, para oligard 24:28 itu akan mudah mengontrol kita. Jadi 24:31 agar tidak kita bisa dikontrol ya kita 24:34 memang harus hand to hand saling 24:36 bergandengan tangan ee berjamaah ya 24:40 watasimu bihamdillahi jamian kita 24:43 berpegang kepada tali Allah bersama-sama 24:45 saling membantu. Karena memang kita 24:47 tidak pernah tahu kita berharap 24:48 mudah-mudahan 2025 lebih baik daripada 24:51 2024 ini. Tapi selalu if you fail to 24:54 plan, you plan to fail. Atau pepatah 24:56 begitu bilang, "If you fail to plan, 24:58 kalau kamu gagal membuat rencana, you 25:00 plan to fail." Berarti kamu setelah 25:02 merencanakan untuk gagal. Makanya bulan 25:04 lalu saya bicarakan, sudahkah kita 25:07 membuat rencana? Sudahkah kita membuat 25:09 resolusi untuk tahun 2025? Karena apa? 25:12 Kita akan menghadapi uncertainty, 25:14 ketidakpastian di 2025. Cara kita 25:17 menghadapi ketidakpastian adalah dengan 25:19 cara mempersiapkannya. Ya. Tapi orang 25:22 yang tidak siap maka dia akan jadi 25:24 dinosaurus, akan binasa. Nah, kalau kita 25:27 sudah mempersiapkan diri, nah saya kan 25:29 hanya kata istilah Quran, fazir. 25:33 Kasih ingatin, peringatkan, kasih 25:37 nasihat, ingat-ingatin. Fainna zikr 25:39 tanfaul mukminin. Karena nasihat itu 25:42 pengingatan itu sangat berguna bagi 25:44 orang-orang yang beriman. Welcome 25:48 2024. eh well eh eh goodbye and welcome 25:52 2025. Jadi akan goodbye berapa hari lagi 25:55 kepada 2024 akan menyongsong 2025 tapi 25:58 kita ingin masuki 2025 dengan suasana 26:01 baru, dengan situasi baru, dengan mental 26:04 baru. Makanya eh fafirru ilallah, 26:08 bersegera kepada Allah. Inni lakum 26:10 minhuirum mubin. Pikiran saya ini bisa 26:14 dibaca di bommpeduli.id 26:17 ya bommpeduli.id tentang conglomerate 26:20 muslim project. Adapun tentang tiga buku 26:23 wajib untuk tiga generasi di 26:24 valentinodinsi.com. 26:26 Saya kembali ke dun. 26:28 Masyaallah. Menyimak dan mendengar apa 26:31 yang disampaikan Ustaz Valentino Dinsi 26:34 terkait dengan Kongromrat Muslim 26:37 Project. kayaknya kita semua rindu ya 26:40 pada hal-hal semacam itu. Meskipun 26:43 kerinduannya 26:45 sebatas ada di mega tinggi kali ya. Oke, 26:49 boleh langsung ke pertanyaan ya. 26:50 I silakan Buning. 26:51 Jadi ini dari Ibu Ais. Asalamualaikum. 26:56 Waalaikumsalam warahmatullahi. 26:58 Di saat kenaikan pajak 12% di depan 27:01 mata, 27:02 ekonomi sedang tidak menentu. 27:04 Apakah masih tepat untuk membuka usaha 27:06 retil? He. Alhamdulillah saya sudah 27:10 menggeluti ritail itu 12 tahun ya. 27:12 I 27:13 dan 5 tahun belakangan saya sudah alih 27:16 profesi di bidang laptop. 27:18 He. 27:18 Juannya memang lebih menjanjikan tapi 27:20 lumayan lambat, slow. Perputarannya juga 27:25 lebih cepat tapi daya saingnya luar 27:27 biasa. Gimana nih? 27:29 Oke. 27:29 Iya. Jadi tadi kita sebelum mulai kita 27:32 ngomong sama ee naik PPN 12%. He. 27:38 Jadi saya bilang kangkung naik di tukang 27:40 sayur 12%. 27:42 Harga kangkung naik 12%. 27:45 Harga ongkos angkutnya naik enggak 12%? 27:47 Pastilah 27:47 naik juga. Bungkusnya naik enggak? 27:49 Naik juga. 27:51 Pupuknya naik enggak? Naik juga. 27:53 Ongkot-angkutnya naik enggak? Naik juga. 27:55 Bay iklannya naik enggak? Naik juga. Di 27:58 wartek kita makan wartek beli sayur 28:01 kangkung naik enggak? Naik. Jadi naiknya 28:03 12% bukan pada produk itunya saja. Jadi 28:07 ee multipler effect kenaikannya itu kita 28:10 enggak tahu ngitungnya bagaimana itu 28:12 kan. Jadi kita harus bersiap-siap kalau 28:15 retail insyaallah ya ee selama orang ada 28:18 yang makan dia masih laku ya apalagi 28:21 namanya retail sembako, Pak ya. Kalau 28:23 sembakau ya enggak ada yang berhentinya 28:25 gitu kan. Nah, nanti memang akan 28:26 tertekan hati-hati. 28:29 Itu ketika makin sulit hidup, orang akan 28:33 cenderung kepada kebutuhan-perubahan 28:34 yang sifatnya primer. Makan, minum, ya, 28:38 sandang, pangan, papan. Ee ketika laptop 28:42 enggak penting-penting amat. Jadi harus 28:43 hati-hati tuh nanti ketika Mbak sudah 28:46 suit ke laptop harus memikan 28:48 strateginya. Paling tidak ketika laptop, 28:50 Anda harus memperbesar ee segmen target 28:53 marketnya diperbesar, dige ya. Ee bukan 28:57 kepada orang yang kebutuhannya cuman ee 28:59 ee primer dan sekunder karena laptop itu 29:01 kebutuhan tersier ya, kebutuhan ketiga. 29:04 Tapi dalam kondisi apapun kita bisa 29:07 menjual apapun juga selama kita apa 29:09 intinya menemukan market nich-nya, 29:11 menemukan pasar yang pas. Jadi tidak 29:14 bisa kita jualan ee laptop kepada ee 29:19 tukang sayur gitu kan. Tapi ketika kita 29:22 ee jualan beras kepada ibu rumah tangga 29:25 ditambah lelenya 1 kilo, gratis 29:28 kangkungnya tiga ikat bonusnya pasti mau 29:31 ya. Jadi tergantung 29:33 apapun bisa dijual ya ee selama kita 29:37 catatannya menemukan segmen target 29:39 market yang tepat untuk produk dan 29:41 barang tersebut. 29:44 Oke, banyak yang kasih jempol termasuk 29:46 Ibu Anggit. Ya Allah, amin. Amin. 29:48 Insyaallah mudah-mudahan bisa jadi 29:50 pengusaha juga ya. 29:51 Amin. 29:52 Emm, ini ada yang bertanya terkait 29:55 dengan bedanya konglomerat dan orang 29:57 kaya. Apa sih? 30:00 Ya, kalau yang dimaksud konglomerat itu 30:03 duitnya itu sudah di atas mungkin 10 30:06 triliun ya. H 30:07 ya. Kalau orang kaya kan dia bisa 30:09 tinggal di komplek real estate naiknya 30:12 mobil alpart ee kemudian eh passif 30:15 income-nya sebulan katakan R miliar dia 30:18 termasuk kaya gitu kan. Tapi nanti dulu 30:21 antara kaya dan kelihatan kaya itu beda 30:23 juga 30:24 kaya dan kelihatan kaya. 30:25 Ada juga teman [tertawa] saya 30:27 handphone-nya yang terbarulah versi 30:29 terbaru iPhone terbaru. Kemudian naik 30:31 mobilnya Arvard kemudian rubahnya di 30:33 real estate. Eh tapi semuanya boleh 30:36 kredit. Nah, itu kan namanya kelihatan 30:38 kaya. Jadi, antara kaya dan kelihatan 30:41 kaya itu beda. Jadi, antara eh wealth 30:43 style dengan lifestyle itu beda kali. 30:46 Lifestyle itu cuman gaya-gayaan doang. 30:47 Sebetulnya dia enggak mampu tapi dia 30:49 pengin kelihatan, "Weih, kaya lu, keren, 30:50 naik mobil arpat lu, rumahnya estate lu, 30:52 handphone-nya bagus, lu, pakai pakai 30:54 just terus segala macam." Itu kan 30:56 artifisial 30:58 ya. Sebenarnya kalau sahabat-sahabat 31:00 Rasulullah ketemu Abdurrahman bin Auf, 31:01 Abdurrahman tuh Aib tuh duitnya berapa 31:03 ribu triliun tuh 31:05 gitu kan. Tapi orang ketemu ya dia 31:06 pakaiannya sama kayak pegawainya aja ya. 31:09 Jadi itulah humble ya. Jadi eh 31:13 orang bilang milioner sama millioner itu 31:16 milion ya miliar miliarder. Duitnya baru 31:19 miliar-miliar Bu. Tapi kalau triliuner 31:22 itu udah triliun-triliun. Miliar itu 31:24 nolnya 9 triliun itu nolnya 12. yang 31:28 dimaksud konglomerat itu yang 10 orang 31:30 terkait di Indonesia itu mungkin punya 31:32 kekayaannya di atas belasan triliun lah 31:35 ya dimasuk eh conglomerate ya eh 31:39 musim project itu conglomerate di situ 31:42 dia punya asetnya sudah triliunan kalau 31:45 milioner masih kategorinya mungkin orang 31:47 kaya saja ya 31:48 oke itu perbedaan yang dimaksud ya jadi 31:51 bedanya di angka 9 12 31:54 baik tadi Ini siapa namanya? Enggak ada 31:58 namanya. Saya dengar milenial tajir 32:02 banji rezeki. Nah, apa yang harus 32:04 dikuasai nih? Biar tajir taruhlah 32:07 seperti yang 32:08 mungkin dibayangkan ya. Tapi banjir 32:10 rezekinya kalau tajir diam aja enggak 32:12 banjir kali rezekinya. 32:13 Iya. Bedanya apa tools-nya? 32:16 Sekarang orang bekerja 32:19 he 32:20 n to 32:21 zaman kita dulu 8 to5 ya 8.00 sampai jam 32:24 .00 sore katakan digaji sebulan R10 32:28 juta. 32:28 He 32:29 ya. 40 jam eh 60 jam seminggu ya, Mbak 32:33 Nuning ya. 32:33 Iya. 32:34 Dibagi aja tuh R10 juta dibagi 160 jam. 32:37 Berapa per jam dia? Sementara ada orang 32:39 yang mainnya tiktoker aja. Cek cek cek 32:41 cek cek dia penghasilannya R miliar 32:43 sebulan 32:44 karena satu konten R juta. 32:46 Iya satu konten R juta. Ya. Jadi ini 32:48 tentang masalah tools, tentang masalah 32:51 alat, tentang masalah cara. Ketika kita 32:53 tidak mengerti caranya, saya suka 32:56 ngelihat dikit anak saya nih. 32:57 Kalau malas-malas sekolah tuh lihat tuh 33:00 tukang parkir krik krik krik krik krik 33:02 krik krik. Ah modalnya periwitan doang 33:04 dapat 2.000. Ya itu karena dia tanya 33:07 sekolahnya apa. Saya suka ajak tanya 33:09 kamu sekolahnya apa? Wah saya cuman SMA 33:11 Om. Ini sukses saya enggak ada hubungan 33:14 dengan pendidikan ya. 33:15 Heeh. Terus datang lagi ada orang yang 33:17 dicat-chat itu. Di chat silver badannya 33:19 kan enggak sekolah dia. Dichat semuanya 33:22 silver 33:23 di pinggir jalan tuh ya. 33:24 Iya. Jalan-jalan bawanya bawa tong doang 33:26 apa bawa kaleng minta-minta gitu kan 33:28 dapat segitu 33:29 ya. Jadi karena dia kurang 33:32 berpengetahuan maka yang dia dapatkan ya 33:35 sedikit. Tapi ketika orang yang 33:37 berpengetahuan, apa bedanya sih orang 33:39 yang kerja 8 jam sehari penghasilannya 33:42 R10 juta sebulan 33:43 dengan orang yang bekerjanya dia cuman 3 33:46 jam dan dia masih kerja di rumah aja, di 33:48 ruang tamunya, tidur-tiduran tapi 33:50 penghasilannya Rp300 juta 1 bulan. Saya 33:53 punya kenalan 33:55 itu di Amerika kebetulan kebudan ini 33:57 murid saya 33:59 ya ngaji sama saya itu sekarang tinggal 34:01 di Amerika. kerjanya dari ruang tamu di 34:04 rumahnya saja sebulan itu gajinya 19.000 34:07 US Dar R00 juta. 34:10 Kerjanya apa? Kerjanya depan komputer 34:11 aja ketak-ketek ketak ketek. Tapi 34:13 kliennya siapa? Klien dia itu Facebook, 34:15 Google, YouTube. Karena apa? Dia punya 34:18 keahlian 34:19 coding, keahlian program. Jadi 34:22 pengetahuan itu membedakan penghasilan 34:25 ya. Jadi sekarang zamannya sudah zaman 34:27 canggih. Ee cari duit ee tidak sesusah 34:31 seperti dulu lagi. 34:33 Cuman kuncinya lu mesti mau tahu ya. 34:36 Gali terus. Saya masih belajar yang 34:38 namanya chat GPT yang namanya prom 34:41 engineer. Saya masih belajar itu saya 34:43 masih belajar yang namanya metaverse big 34:46 data analysis yang namanya lama dua lama 34:50 3 yang namanya juga web 3. Saya 34:54 mengikuti perkembangan itu. Jadi update. 34:57 Kita tidak boleh jadi obsolid 34:59 ketinggalan ini karena apa? Karena 35:00 kurangnya pengetahuan. Jadi kalau kita 35:03 ee pengetahuan kita banyak ya kita bisa 35:05 mengikuti ee perkembangan zaman, enggak 35:07 ketinggalan dan insyaallah ee secara 35:09 ekonomi juga kita akan lebih ee siap 35:12 untuk menghadapi turbulensi ekonomi dan 35:16 politik yang mungkin saja terjadi 2025 35:18 ke atas. Who know kita enggak tahu 35:20 karena prediksinya di dunia 35:22 perang dunia ketiga pasti terjadi dan 35:24 diprediksi akan terjadi 2027 dan ada 35:27 lagi memprediksi bisa jadi lebih 35:28 dipercepat tahun 2025. Yang jelas 35:31 Ukraina sekarang sudah kalah. Ee ee 35:34 kemudian Syria ee basar asadnya kabur. 35:38 Kita tidak tahu lagi dampaknya terhadap 35:40 geopolitiknya akan seperti apa. Kita 35:42 akan berhadapi pada masa-masa yang 35:44 uncertainty di 2025 ke atas. Maka 35:47 bersiap-siaplah dan cara kita ee 35:51 bersetia menghadapi masa depan adalah 35:53 dengan cara mempersiapkannya. 35:56 Jadi bersiap-siap itu di mana pun kapanp 35:59 tetap paling diutamakan. 36:02 Dan 36:03 maaf 36:06 terkait dengan 2,1 miliar orang Islam. 36:10 Apakah 36:12 [batuk] 36:13 cukup kaya berapa persen? 36:20 Ya, cukup [berdehem] kayak berapa 36:21 persen? Enggak tahu datanya. Tapi kalau 36:22 kita buka, googling saja, eh 100 36:25 billionire of the world 2024 ya. Orang 36:29 terkaya di dunia dalam daftar majalah 36:32 Forbes 100 orang terkaya itu saya belum 36:35 sempat lihat apakah ada orang Islam 36:37 rasanya ada satu atau dua ya. Ya, satu 36:39 atau dua. Jadi ya tidak sampai 3% 36:43 apalagi 10%. Kalau di Indonesia 1 sampai 36:46 10 kayaknya yang nyangkut cuman satu 36:48 Khairul Tanjung doang. Jadi kalau 1 36:50 sampai ee 10 mungkin cuma ee 10% ya. 36:54 Tapi kalau 1 sampai 100 mungkin mungkin 36:57 cuman sekitar 2 atau 2 3% ya. Jadi tidak 37:00 begitu banyak padahal eh menyedihkan 37:03 sekali. Wa inna yarisunal ardhi min 37:05 ibadah shihin. Allah bilang gitu. Inna 37:07 yaraldi min ibhin. Sesungguhnya bumi ini 37:10 kami wariskan kepada hamba-hamba kami 37:12 yang saleh. Tapi kenyataannya menguasai 37:15 bumi ini bukan orang-orang yang saleh. 37:17 Maka alhikmatu doatul mukminin. [batuk] 37:21 Maka hikmah itu adalah barang mukmin 37:23 yang hilang. Anna wajada fahual haq. Di 37:25 mana pun dia jumpai dia berhak untuk 37:27 mengambilnya. Makanya saya bilang, "Yuk 37:28 kita ambil." Tugas saya kan 37:30 ngebangkitkan nih. Bangkitkan semangat, 37:32 membangkitkan 37:33 membangkitkan girih, semangat. Yuk. Jadi 37:36 orang Islam itu, saya ingat kata-kata 37:39 orang Islam itu harus kaya, 37:44 wajib kaya 37:46 dan wajib saleh. 37:47 Iya. Jadi ya umat Islam memang harus 37:50 kaya. Coba lu mau pergi haji mau antri 37:53 berapa puluh tahun kan begitu. Tapi 37:55 kalau orang kaya ya besok haji berangkat 37:57 aja, bayar aja Rp300 juta berangkat kan 37:59 langsung gitu kan. Jadi 38:02 agama ini ya memang perlu kapital juga. 38:05 Orang haji perlu biaya, 38:08 puasa perlu makan juga gitu kan. Zakat 38:12 perlu makan juga. Jadi dari lima itu kan 38:14 cuman dua aja. Syahadat yang gratis sama 38:17 salat yang gratis. Kan salat juga kalau 38:19 mau pakainya layak bagus pakai duit 38:21 juga. Jadi kewajiban agama itu itulah 38:24 mengaging bilang orang Islam itu harus 38:27 kaya. Kenapa? dengan kekayaan di tangan 38:30 orang mukmin itu beriman ee jadi 38:34 ee yadul uliya khairu min yadus sufla 38:37 tangan di atas tuh lebih mulia dari 38:38 tangan di bawah. Ketika umat Islam itu 38:40 kaya maka lebih memakmurkan buminya ini 38:44 lagi bermanfaat ya. Ketika kita umat 38:47 Islamnya miskin dikasih kardus indomi 38:49 aja satu kardus dua kardus kardus pinda 38:51 agama jadi menyedihkan. Sudahlah ini 38:53 masanya sudah masa memang fase keempat 38:55 menjelang fase kelima ee daripada umur 38:58 umat Islam ini. Maka saatnya umat Islam 39:01 semua berpikir untuk mengambil peran dan 39:03 saya mengambil peran karena saya di 39:05 bidang ekonomi, di bidang bisnis. Saya 39:07 ajak yuk gua perjuangan agama ini butuh 39:11 duit. 39:12 Menegakkan Islam itu butuh dana. 39:15 Menjayakan Islam itu perlu kapital. Yuk 39:18 kita sama-sama bangun. yang punya 39:21 kecenderungan, yang punya niat, yang 39:24 punya muyul, punya intensi 39:27 ee untuk sukses. Jadi, sukses itu bisa 39:31 sebagai apa? Ini kita mau pilih aja nih. 39:33 Saya saya lupa-lupa yang ngomong ini 39:35 ulama siapa ya? Kamu bisa milih tuh. 39:37 Satu, sukses sebagai ulama. 39:42 Dua, sukses sebagai ilmuwan, 39:47 tiga, sukses sebagai pengusaha. 39:51 atau sukses dengan tenaga saja. 39:56 Umar bin Khattab itu sukses sebagai 40:00 negarawan. 40:01 Ali bin Abi Thalib itu sukses sebagai 40:05 ilmuwan. 40:07 Ya, Abdurrahman bin Auf itu sukses 40:09 sebagai pengusaha. 40:14 Bilal bin Rabah dia kagak kaya, dia 40:18 kagak pintar. 40:19 Heem. Dia kagak saleh-saleh banget, 40:21 enggak banyak hafal Quran. Tapi dia bisa 40:23 tenaga kan tenaga. Jadi berkontribusi 40:26 dengan apa yang paling terbaik yang kita 40:28 miliki. Yuk, kita berkontribusi untuk 40:30 kejayaan Islam ini. Dan insyaallah 40:33 orang-orang yang di dalam hati masih ada 40:34 lailahaillallah 40:36 muhammad Rasulullah, insyaallah kita 40:37 akan reunian di surga nanti. Insyaallah 40:39 semuanya. 40:40 Amin. Allahuma amin. Jadi sukses 40:45 tergantung 40:46 kita mau milihnya di mana nih? Kita mau 40:47 ngambil perannya di mana? Yang paling 40:49 sederhana yang soal dengan tenaga saja 40:51 bisa kita usahakan. Heeh. 40:53 Oke. Masih adakah yang bertanya? Mari 40:55 kita lihat. Oh, dari Ibu Anggit pesannya 40:59 baru mau dibaca sudah hilang. [tertawa] 41:02 Baik, dari Bapak Jono, terima kasih 41:06 bahasannya kali ini. Saya ikut mendoakan 41:10 saja dulu bahwa orang-orang kita yang 41:14 memang bisa dibilang kaya raya itu cukup 41:19 peduli pada mana pada bagaimana bangsa 41:22 ini semakin terburuk. Ada ideah kalau 41:26 seandainya orang-orang 41:29 sebagai muslim untuk menjadi konglomerat 41:35 doanya apa? Ohoh. [tertawa] 41:37 Doanya berdoa minta pada Allah. 41:39 Iya banyak ya. Ee 41:44 gimana ya? 41:45 Saya ada satu doa ya yang 41:50 tapi agak panjang 41:52 gini aja deh. Jadi doa ini 41:56 saya dapat satu dari Ustaz Khalid 41:58 Basalamah, satu lagi dari ustazah di 42:01 Malaysia. Kalau kita lagi dalam susah 42:03 banget tuh namanya doa qurb. 42:05 H 42:06 qub itu lailahaillallah azimul halim. 42:10 Lailahaillallah rabbul arsyil adzim. La 42:13 ilahailla rabbus samawati warbul ardhi 42:15 warabbul arsyil karim. Itu namanya doa 42:17 qorb. Kita minta dengan doa itu 42:20 insyaallah kabul. Satu lagi ee doa nama 42:23 ismul a'zam. Ilmu azam itu bunyi begini. 42:27 Eh 42:28 Allahumma inni as'aluka bianni ashadu 42:32 annaka antallah la ilahailla anta ahadus 42:36 somad. Lam yalid walam yulad walam yakun 42:39 lahu kufuwan ahad. Laallah. Wala quwwata 42:43 illa billahil aliyil adzim. Terus minta 42:45 apa yang kita inginkan. Atau begini deh. 42:48 Kalau mau nanti saya kirimin, saya kasih 42:50 pakai voice note dikit bisa WA ke saya. 42:53 0813 42:56 1961 42:59 8972. 43:01 0813 43:04 1961 43:06 8972. Nanti saya kirimin pakai voice 43:10 note sehingga bisa di baca sendiri. 43:13 Ikut. Oke, kita sudah di penghujung dan 43:17 bahasan terkait dengan bagaimana 43:20 konglomerat muslim 43:22 dengan aktivitasnya di tahun 2025. He, 43:26 ini pertanyaan terakhir saja tentang 43:29 pilar yang harus kita genggam tadi itu 43:32 pilar 43:34 ekonomi dengan 43:37 apakah 43:38 Pak Ustaz? 43:41 Oke. 43:42 Pilar yang digenggam erat. 43:45 Iya. Jadi ekonomi itu satu pilar ee yang 43:48 saya ini memanggil ya memanggil yuk 43:51 orang-orang teman-teman yang pikirin 43:53 sama kayak saya. Yuk kita pikirin 43:54 sama-sama. Kita bangun sama-sama. Ada 43:56 yang bilang gini, "Mak, Ustaz, kegedean 43:59 itu, Ma. Kita emang kecil-kecil aja." 44:01 Ya, saya bilang begini, ya. Memang ada 44:03 orang yang tempatin tempatin sama Allah 44:05 dikasih otak yang gede, mikirin yang 44:07 gede. Yang kecil ya kecil aja. Jadi, 44:09 jangan paksain pikiran orang ke pikiran 44:11 kita dan pikiran kita ke pikiran orang 44:13 juga. 44:14 Jadi, kita mengambil takarannya, 44:15 mengambil tempatnya, mengambil porsinya. 44:18 Tapi kalau umat ini enggak pernah punya 44:20 konglomerat muslimnya, percayalah kita 44:23 ini enggak ada dana, enggak ada kapital. 44:25 kita akan kalah terus sama 44:27 yang 44:27 kapitalis, kalah sama oligarki. Jadi 44:30 caranya dia punya oligarki kapitalis, 44:33 oligarki kafir, kita harus bikin juga 44:35 dong oligarki muslim, kapitalis muslim 44:38 juga kan. Karena Allah bilang aidahum 44:41 min win ratil turhibuna bihiallahuakum. 44:46 Jadi apple to apple selama kita tidak 44:49 punya dia perang pakai brand, dia perang 44:52 pakai atom kita masih pakai ketepel aja 44:54 ya pasti kalah. Jadi ee acara hari ini 44:58 eh program hari ini adalah saya mencoba 45:00 membangkitkan umat ini. Yuk, satu pilar 45:03 yang harus kita bangun bahwa umat ini 45:06 bisa bangkit, umat ini akan maju, umat 45:08 ini akan berkembang, umat ini akan jaya, 45:10 umat ini akan aman. Ketika kita memiliki 45:13 pilar ekonomi, pilar kapital, kita harus 45:17 membangun konglomerat muslim. 45:19 konglomerat muslim yang saleh yang 45:20 bertakwa yang mereka berjihad di jalan 45:23 Allah dengan harta dan jiwa mereka untuk 45:26 menzahirkan Islam, untuk menjayakan 45:28 Islam. Jadi itulah ee seruan saya pada 45:32 pagi hari ini. Ee yang ingin saya 45:34 sampaikan. Pikiran saya bisa dibaca 45:36 lebih detailnya di bummpeduli.id. 45:40 bummpeduli. 45:41 Dan untuk buku tiga buku untuk tiga 45:44 generasi untuk generasi kakek, generasi 45:46 ayah, dan generasi anak bisa dilihat di 45:49 valentinodinsiy.com. 45:52 Iya, kayaknya perlu ditambahkan terkait 45:56 dengan bagaimana 45:58 mempersuasi 45:59 agar para konglomerat yang ada yang 46:02 kebetulan muslim itu peduli dengan 46:07 kalimat satu tadi, the winner take it 46:09 all. Iya. Ketika kita enggak winner, 46:11 kita lose all. Dan memang e ini saya 46:14 sedang memikirkan akan dakwah jalan 46:17 satu-satu jumpai konglomerat-konglomerat 46:20 muslim yang benar-benar konglomerat ya, 46:22 kayak Khairul Tanjung, Sandiaga Uno, 46:24 Nurhai Subakat. Wad saya akan di 2025 46:28 itu akan jumpai orang-orang semacam itu 46:31 untuk menyampaikan pikiran gagasan saya. 46:33 Saya sudah nyiapkan juga tulisannya 46:35 walking paper-nya. Paling tidak pikiran 46:38 saya tersebar lewat udara melalui radio, 46:41 TV, tulisan, website dan segala macam. 46:43 Dan mungkin juga secara darat akan juga 46:46 akan ketemu juga satu persatu karena 46:49 saya pikir enough is enough ya. Sudah eh 46:52 action louder than speak gerakan itu 46:55 lebih kencang bunyinya daripada cuman 46:57 ngomong doang. Jadi ee 46:59 ya paling tidak saya sudah melakukan 47:01 sesuatu, yuk kita angkat bersama-sama. 47:04 Kalau kita angkat sama-sama rasanya 47:06 ringan dan insyaallah akan bisa kita 47:09 angkat. 47:11 Terima kasih sekali. Luar biasa bahasan 47:14 hari ini kalau mempersuasi orang-orang 47:18 kita yang mampu 47:21 dalam hal ekonomi kemudian juga punya 47:23 pilar kapital yang bermanfaat karena 47:27 saleh dan peduli pada kita pada rakyat 47:31 kecil ini. Yang jelas tadi doa kurb ya 47:34 yang harus kita ee utamakan lebih sering 47:38 kita sampaikan, kita lantunkan. Dan 47:41 sekali lagi saya ingin sekali 47:43 menyampaikan nomor teleponnya Ustaz 47:45 Valentino Dinsi. Kalau saja ada sesuatu 47:48 yang ingin ditanyakan 0813 47:53 1961 47:56 8972. Sekali lagi 081319618972. 48:03 Mudah-mudahan kebersamaan kita kali ini 48:06 ee bermanfaat. Kita jumpa kembali nanti 48:09 tahun depan, bulan depan di minggu 48:12 keempat yang juga mudah-mudahan 48:15 menjadikan sepenggal acara yang membuat 48:17 kita jauh lebih bisa menempatkan diri 48:21 sesuai dengan yang kita inginkan. Sekali 48:23 lagi terima kasih Ustaz Valentin 48:26 Billahi taufik wal hidayah. 48:27 Wasalamualaikum warahmatullahi 48:29 wabarakatuhikum.