Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [musik] 0:13 Assalamualaikum warahmatullahi 0:15 wabarakatuh ikhwan akhwat 0:16 rahimakumullah. Waalaikumsalam. 0:18 Alhamdulillah wasyukurillah 0:21 kita dipertemukan kembali dengan 0:23 sepenggal acara wirausaha muslim yang 0:27 mudah-mudahan 0:29 menginspirasi kita semuanya untuk bisa 0:32 tumbuh kembang menjadi masyarakat 0:35 menjadi warga yang bisa 0:39 produktif, membantu banyak orang-orang 0:42 di sekitar kita serta sekaligus juga 0:44 tentu saja 0:46 membangun ekonomi syariah yang akan 0:49 berperan di dalamnya ini nih yang 0:51 merupakan bagian dari kepedulian kita 0:53 bersama bagaimana 0:56 kita bisa membangun sesuatu yang bisa 0:59 menanggulangi kemiskinan. 1:01 Tidak lupa salam-salam kita lantunkan 1:03 untuk junjungan umat kekasih kita 1:05 Muhammad Rasulullah sallallahu alaihi 1:07 wasallam. 1:08 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:11 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:14 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:16 akhir. 1:16 Amin. 1:17 Wirausaha muslim hadirkan kali ini Bapak 1:22 Syafril Lubis. Kita sapa beliau. 1:24 Assalamualaikum warahmatullahi 1:26 wabarakatuh. Assalamualaikum 1:27 warahmatullahi wabarakatuh Mbak Nunung, 1:29 alhamdulillah. Assalamualaikum 1:30 warahmatullahi wabarakatuh pendengar 1:32 pemirsa Rasil sekalian. 1:35 Mudah-mudahan bahasan kali ini 1:37 betul-betul 1:39 menggugah semangat kita persisnya 1:43 terkait dengan 1:45 wirausaha muslim kali ini 1:48 apa yang mau di 1:50 bahas Pak Syafril? 1:52 Ya, Mbak Nunung, pemirsa pendengar 1:54 sekalian. 1:56 Kita paham bahwa tingkat kemiskinan 2:01 di negara yang kita cintai ini 2:03 sedemikian tinggi walaupun menurut BPS 2:06 itu hanya 8,57% 2:11 atau 24 juta 2:13 tetapi apabila mengikuti 2:17 pola hitung 2:18 dari World Bank He em. ya 2:22 di mana kehidupan itu layaknya mestinya 2:25 satu orang satu bulan itu bisa dapat ya 2:28 hidup normal kira-kira 2,7 juta kita 2:32 hanya menghitung 600 ribu gitu ya. 2:34 Masya Allah. Karena Indonesia sudah 2:37 digolongkan sebagai negara 2:40 yang kategorinya disebut dengan upper 2:43 [mendengus] 2:44 middle income country He em. artinya 2:48 negara berpenghasilan menengah 2:51 yang 2:52 tingkatnya di atas upper 2:55 middle income 2:57 jadi kita di middle income tetapi bagian 3:00 atas He em. Nah, kalau kita dan ini 3:04 juga ee apa namanya 3:07 sudah dinyatakan 3:09 bahwa kita Indonesia memang masuklah 3:11 negara yang penghasilan menengah 3:14 Nah, otomatis 3:17 tentu kita masuk ke standar di mana 3:20 kehidupan itu digolongkan sama dengan 3:23 apa yang disebut dengan upper middle 3:26 income country negara berpenghasilan 3:28 rendah bagian atas 3:30 itu kalau dihitung jumlahnya itu 60% 3:33 lebih Pak Nuning yang miskin ya 3:36 terlepas dari angka-angka ini 3:39 pemirsa pendengar 3:43 ada satu pertanyaan dalam kondisi sulit 3:46 seperti sekarang 3:47 apa masih bisa kita ber 3:50 wirausaha masih bisa berkegiatan 3:53 sementara angka kemiskinan terus 3:55 melonjak tinggi gitu 3:57 dan diperburuk lagi Manuning dengan 4:00 angka PHK juga yang belum 4:03 kunjung mereda ditambah lagi sarjana 4:06 yang tidak mendapatkan pekerjaan jutaan 4:08 sudah sekarang ini 4:09 itulah bagian dari masalah yang kita 4:11 perlu bahas dan kesempatan yang berharga 4:14 pagi ini 4:16 kita akan lihat apa yang kita perlu 4:18 lakukan hmm in real gitu Mbak Nuning 4:21 kemiskinan seperti sekarang ini di mana 4:24 daya beli juga lemah 4:27 kegiatan usaha apa kira-kira yang bisa 4:29 dijalankan? Nah, mari kita simak dengan 4:31 telinga jiwa kita 4:32 iya, baik 4:34 eee kalau kita membahas 4:38 kegiatan usaha apa lagi yang kita bisa 4:40 buat dengan kondisi sekarang hmm hmm 4:43 maka jawaban kurang lebih sederhananya 4:44 seperti ini 4:46 bahwa kegiatan itu yang modalnya relatif 4:49 kecil 4:51 kegiatannya berkesinambungan 4:53 hmm dan bisa saling membawa manfaat 4:57 dan itu 4:59 perlu terkait di dalam satu komunitas 5:02 baru kita bisa jalan enggak sendirian ya 5:05 tidak sendirian, contoh gini Mbak Nuning 5:07 kalau kita sekarang buka warteg 5:09 ya, warteg itu kan pasarnya sudah ada 5:12 level tertentu saja jelas banget gitu ya 5:15 misalnya ini di Bandung ada 5:19 satu rumah makan kecil namanya Rumah 5:22 Sehat 5:23 oke 5:24 iya bahkan di situ ada ahli gizi kalau 5:26 kita datang dia lihat kita gemuk sekali 5:28 Bapak enggak cocok makan ini itu yang 5:30 itu 5:30 oh 5:31 cocok makan seperti ini dan mereka bisa 5:33 dengan cepat membuatkan makanan yang 5:36 cocok yang sehat murah dan enak dan 5:39 harganya di bawah 20.000 ini contoh saja 5:43 jadi intinya adalah bisa 5:47 kita membuat satu usaha di mana usaha 5:50 itu terkait dengan pelanggan tertentu, 5:54 pelanggan loyal, terkait dengan 5:55 komunitas. 5:57 Saya ambil contoh saja Mbak Nunung, 5:58 kalau misalnya kita bikin warung makan 6:02 namanya sehat, hemat, lezat gitu ya. 6:06 Ehm. Asumsinya kan pasti mahal gitu ya. 6:09 Tetapi kalau yang kita makan itu nasinya 6:12 enggak terlalu banyak 6:14 karena kalau terlalu banyak karbo akan 6:16 juga gula gula, kemudian berat badan dan 6:19 sebagainya. Kalau dibuat yang sehat 6:22 kemudian dibuat yang 6:25 eee apa namanya tetap enak 6:28 dan ini 6:31 biaya pokok produksinya itu rendah. 6:33 Secara umum bahkan dengan 10.000 rupiah 6:37 ini kita sudah bisa memperoleh makanan 6:39 yang kategorinya itu sehat, hemat dan 6:43 lezat. Masalah mengenyangkannya gembul 6:46 sampai banyak itu masalah lain lagi ya. 6:48 Tapi kalau kita bicara masalah 6:51 eee sehat 6:52 masalah hemat, ini di antara pilihan ya. 6:55 Dan tentu saja banyak usaha-usaha lain. 6:58 Contoh sederhana 7:00 kalau kita lihat ada lahan kecil 7:03 ukurannya hanya 300 meter 7:06 Ehm. kita bisa olah 7:08 lahan itu menjadi satu kebun sayur 7:10 sederhana 7:12 yang bisa memberi penghasilan kepada 7:14 kita itu tidak kurang dari 4 sampai 5 7:17 juta per bulan bersihnya Mbak Nunung. 7:19 Wow. 7:20 Nah, konsep itu begini Mbak Nunung, coba 7:22 bayangkan lahan 400 meter 7:24 kita buat gal guludan itu Ehm. ya, kira 7:28 30 guludan 7:30 ya, lebarnya mungkin 80 atau 70 senti 7:33 karena tanahnya terbatas panjangnya 7:35 hanya 4 4 meter atau 7 meter ya, 4 7:37 meter, 5 meter. Nah, itu satu guludan 7:40 itu bisa menghasilkan kangkung hampir 20 7:46 kilo per harinya. 7:48 Wah. 7:48 Kangkung saja. Nah, kalau kita jual 7:51 kangkung satu ikat kan berapa? 2.000, 7:54 3.000. Oke, 3.000. 1 kilo itu 7:57 sudah bisa tiga ikat paling enggak. Iya. 8:00 Jadi, kira-kira sekilo 10.000. 8:02 Jadi, kalau kita bisa jual 20 ikat, 20 8:05 kilo itu kita dapat 200.000 per 8:09 hari. [berdehem] Dan biaya menanamnya 8:12 mudah sekali. 8:13 Karena kita untuk mengolah satu guludan 8:16 itu, kita hanya satu hari. Karena ada 8:18 30, kita akan mengolah satu guludan saja 8:20 satu hari. Panen, habis itu tanam lagi. 8:23 Ini contoh Sederhana yang gampang. 8:26 sederhana. Lahan hanya 300 meter, 400 8:30 meter, tapi bisa hidup seperti ini. Saya 8:32 berkali-kali Mbak Nuning sampaikan 8:34 pendengar sekalian. Ehm. Eee di Medan 8:37 ada yang dikenal konsep ini dengan Cina 8:39 kebun sayur namanya. Memang disebut 8:41 seperti itu. Oh, ya. Jadi, Cina kebun 8:43 sayur ini 8:45 eee mereka punya lahan 8:47 300, 400 meter. 8:49 Itu cerita zaman dulu dari zaman Belanda 8:51 begitu 8:52 eee kemerdekaan 8:54 orang Cina-Cina yang bekerja kepada 8:56 Belanda itu diberhentikan dan mereka 8:59 dikasih tanah lah. 9:01 300, 400 meter. Kecuali yang tinggi 9:03 pangkatnya letnan mungkin bisa dapat 9:05 setengah hektar gitu ya. 9:07 Nah, mereka mengolah sayur-mayur di 9:09 situ. Saya pernah lihat sendiri Mbak 9:10 Nuning. 9:11 Mengolah sayur-mayur, dia bikin 9:13 guludannya 30 tiap hari dia nanam, tiap 9:15 hari dia. Ini adalah contoh pendengar 9:17 sekalian 9:18 bahwa 9:20 kita masih bisa melakukan usaha yang 9:23 kelihatan sederhana, tetapi pada 9:26 dasarnya bisa menjadi sumber kehidupan. 9:28 Dan bukan hanya itu ini juga bisa 9:30 memberi manfaat kepada orang lain. 9:32 Iya. Gambarannya kurang lebih seperti 9:34 itu kalau Mbak Nuning tanya dengan 9:36 kondisi sekarang kegiatan apa yang kita 9:39 bisa lakukan? Kalau tadi buka warung, 9:42 ada lahan juga dimanfaatkan, 9:44 banyak lagi tentu yang lainnya sesuai 9:47 dengan eh kebutuhan 9:49 dan 9:50 kondisi alam, tanah dan segala macamnya 9:53 itu. Tapi kan 9:56 tumbuhnya usaha apapun itu 10:00 perlu melakukan apa nih? Kalau tanahnya 10:03 ada, taruhlah seperti tadi itu, agar 10:06 kegiatan usaha yang akan kita lakukan 10:08 ini bisa tumbuh gitu loh, Pak Syafri. 10:10 Baik, Mbak Nuning. 10:12 Kalau kita punya kegiatan usaha, apapun 10:15 kegiatan usaha itu, maka itu perlu 10:18 berinteraksi dengan orang lain, namanya 10:21 pelanggan. 10:22 Ehm. Apakah kita jual 10:26 ehm apa namanya makanan 10:28 sehat, murah, lezat 10:30 Ehm. 10:31 atau kita bikin kebun sayur 10:34 atau kita punya kandang kambing dan mau 10:37 jual pupuknya, kita perlu pelanggan. 10:40 Nah, pelanggan inilah yang disebut 10:43 dengan komunitas. Komunitas. 10:46 Komunitas ini perlu kita bangun. 10:48 Seyogyanya kalau Mbak Nuning membuat 10:51 satu rumah makan sehat, murah, lezat 10:54 Ehm. jangan menunggu customernya datang. 10:58 Tapi Mbak Nuning sudah mulai membangun 11:00 di jaringan, kan punya WA grup. 11:03 Iya. Di WA grup apa? Oke. Kita sekarang 11:06 Mbak Nuning bilang sekarang saya punya 11:08 warung namanya sehat, murah, lezat. Ehm. 11:12 Ya, hanya 10.000 sampai 15.000 11:15 per orang. 11:17 Tolong dong dengan teman-teman, daripada 11:20 masak di rumah 11:21 oke, pesan kemari. Nah, Mbak Nuning 11:23 mulai membuat jaringan. Iya. Mbak Nuning 11:25 mulai membuat komunitas. Itulah adanya 11:28 medsos yang membuat kita tahu. 11:30 medsos dan dalam Islam itulah yang 11:32 namanya kebersamaan. 11:35 Ya. Nah, kebersamaan ini memang Allah 11:37 perintahkan kamu jangan kamu 11:40 bercerai-berai. 11:41 La tafarraqu, gitu ya. Nah, jangan 11:44 bercerai-berai ini maknanya adalah 11:46 bersatulah, bersama-samalah. 11:50 Bangunlah sinergi. 11:52 Nah, jadi kalau tolong-menolong 11:55 kalau Mbak Noning 11:56 punya warung 11:59 eh sehat 12:01 kemudian murah lezat, Mbak Noning kan 12:03 perlu kangkung. 12:05 Lah, saya nanam kangkung, Mbak Noning. 12:08 Oke, kita berlangganan dong. Saya supply 12:10 Mbak Noning kangkung. 12:12 Ada lagi yang memang dia nanam cabe dan 12:14 seterusnya. Ada lagi dia tukang bikin 12:16 rempah-rempah. 12:18 Nah, sinergi seperti ini 12:21 akan menghasilkan 12:23 kegiatan usaha yang produktif. Tidak 12:26 biayanya tidak berlebihan, tapi kita 12:29 efisien dan efektif. Nah, ini contoh 12:33 apa yang kita lakukan supaya usaha bisa 12:35 tumbuh. Intinya adalah apapun kegiatan 12:38 usaha itu kita perlu bermitra, namanya 12:41 sinergi. Kalau kita berdagang 12:44 bahan makanan, perlu pelanggan. 12:46 Pelanggannya jangan ditunggu. 12:48 Pelanggannya kita bangun melalui 12:51 kebersamaan. 12:53 Kita tahu bahwa 12:55 oh, di sana Mbak Noning ada makanannya 12:57 sehat 12:59 murah 13:00 enak. 13:02 Kenapa saya enggak beli di situ? Tapi 13:04 Mbak Noning, boleh enggak ada suruh dong 13:06 orang ngantar sini? Oke, Mbak Noning 13:08 hire satu orang lagi. Dia naik sepeda, 13:11 antar ke radius 5 kilo. Mbak Noning 13:14 sudah mempekerjakan satu orang lagi 13:16 tambahan. Keren banget. Kebersamaan yang 13:19 menjadikan eh 13:21 kita saling tolong-menolong. 13:24 Nah, kemudian karena saya punya 13:26 kangkung, nanam kangkung. Kangkung itu 13:28 kangkung akar yang lezat Mbak Nuning, 13:30 yang kalau saya jual ke restoran besar 13:33 itu dijadikan hot bed kangkung. Iya. 13:36 Satu porsi itu bisa 60.000. Sekarang 13:39 saya yang jual Mbak Nuning 3.000 rupiah. 13:41 Kualitasnya sama, tinggal diolah 13:43 sedikit. Mbak Nuning bisa beri 13:45 kesempatan kepada saya mensuplai Mbak 13:48 Nuning dengan kangkung berkualitas. Mbak 13:50 Nuning masak, olah bisa suplai kepada 13:53 pelanggan dengan merasa yang enak. Mmm, 13:56 harganya murah. 13:57 murah dan sehat. 13:58 [berdehem] 13:58 Ini contoh. Kemudian ada yang tukang 14:00 antar, satu kesempatan kerja. Kalau ini 14:02 bergulir, maka akan semakin luas. 14:06 Itu gambaran dari 14:07 kebersamaan atau komunitas ini yang 14:10 perlu kita bangun Mbak Nuning. Kalau 14:12 tadi kangkungnya dikirim oleh pengantar, 14:16 bisa jadi di zaman sekarang ini yang 14:18 kita masak di warung kita juga bisa 14:20 memanfaatkan pengantar untuk dikirim ke 14:23 pelanggan kita. Nah, ini. 14:26 Sekarang salah satu 14:29 kegiatan usaha atau mata pencaharian kan 14:32 masalah online. 14:34 Betul. 14:34 Ada delivery. Mmm, mmm. Nah, ini juga 14:36 membuka kesempatan. Begitu satu kegiatan 14:39 usaha, maka bisa akan tumbuh. Dan 14:41 momentumnya begini lagi Mbak Nuning. 14:44 Bulan lalu Menteri Keuangan yang baru 14:46 mengelontorkan 200 triliun dari bank 14:50 dari bank sentral Mmm, mmm. harus 14:53 diturunkan ke Himbara. Bank-bank milik 14:56 pemerintah. 200 triliun. 14:58 Dan bank berkewajiban menyalurkan ini 15:01 untuk kegiatan produktif. 15:03 Jadi logikanya seandainya ada kegiatan 15:05 yang bisa ditata, dibuatkan persiapannya 15:08 dengan baik, Mmm. rasanya bank akan mau 15:10 tolong. Salah satu yang yang kebetulan 15:14 dekat dengan Raksil ada misalnya Bank 15:16 Syariah Indonesia. 15:18 Kalau kita buat program-program bersama 15:20 misalnya binaannya Raksil, 15:22 saya kira bank akan pertimbangkan men 15:25 mendukung kegiatan-kegiatan produktif 15:28 karena mereka tiba-tiba banyak sekali 15:29 uang yang mereka harus salurkan. Ke 15:31 mana? Nah, itu dia tadi. 15:32 disalurkan? Kalau tidak maka menjadi 15:35 beban bank 15:36 dan tidak produktif. Sementara di sisi 15:39 lain 15:41 banyak pengusaha-pengusaha mikro butuh 15:43 uang, modalnya enggak terlalu banyak. 15:45 Kalau bertani mungkin dengan 300 m, 400 15:49 m Mbak Nuning cukup modal awal itu 3 15:51 juta sudah bisa bergulir. 15:54 Karena baru bayar 2 bulan, 15:56 panen dulu misalnya okelah mungkin jadi 15:58 4 juta, 5 juta hanya segitu. 16:01 Nah, jadi ini yang yang perlu kita ee 16:06 apa namanya kita dorong para pendengar 16:09 kita membangun imajinasi Mbak Nuning 16:11 sedemikian banyak yang masih bisa 16:13 dilakukan. 16:15 Ya, masih bisa dilakukan dan ini 16:18 kalau digulirkan dan kita bersama-sama 16:21 ada Rasyid di situ untuk saling 16:24 membantu, menginformasikan saya kira 16:26 menjadi sesuatu 16:28 konsep ekonomi jamaah 16:31 yang saling tolong-menolong dan bisa 16:33 menghidupi banyak sekali orang. 16:34 Wow, persuasif banget nih ya ikhwan 16:37 akhwat kalau di dalam masalah 16:40 kebersamaan 16:42 yang 16:43 mampu membuat apa yang tadi Pak Syafril 16:45 katakan biasanya 16:48 hambatan terkait dengan kebersamaan ini 16:50 sendiri apa Pak 16:51 Ya, 16:52 iya Mbak Nuning [berdehem] dan pendengar 16:54 pemirsa sekalian 16:56 hambatan ini memang menjadi sesuatu yang 16:59 dari waktu ke waktu harus kita cari 17:02 solusi dan kita upayakan 17:05 agar bisa 17:07 terselesaikan 17:08 walaupun tidak tuntas tetapi bertahap 17:10 penyelesaiannya. Amin. Kalau Allah 17:12 sendiri memperingatkan jangan kamu 17:15 berpecah belah bersama-samalah 17:17 Ehe. 17:18 artinya kebersamaan ini sih penting. 17:21 Tetapi kebersamaan ini ternyata 17:26 memerlukan edukasi, Mbak Nunung nih. 17:29 Perlu dimotivasi. 17:31 Tidak serta merta kita katakan, "Eh, 17:34 bersama-sama dong, 17:36 bersinergi dong." Langsung akan jalan, 17:38 enggak bisa. 17:39 Apalagi kalau yang satunya di tingkat 17:40 atas, yang satunya di tingkat bawah. 17:42 Iya, nah 17:43 kesenjangan 17:44 Iya. perbedaan itu yang membuat 17:49 kebersamaan ini menjadi sulit dibangun. 17:52 Tetapi 17:53 ya, kalau kita lakukan edukasi, motivasi 17:58 bahwa dengan persatuan kita bisa 18:00 membangun ekonomi syariah yang bisa 18:02 berperan menanggulangi kemiskinan, tentu 18:04 akan ada hasil, Mbak Nunung nih. 18:06 Kalau ustaz, 18:08 narasumber hasil 18:10 di samping berbicara tentang aspek-aspek 18:13 agama, juga mengedepankan produktivitas. 18:17 Saya kira akan berbeda. 18:19 Saya terkesan sekali, Mbak Nunung. 18:22 Bahwa 18:23 salah satu surat 18:26 Al-Insyirah, He em, he em. Fa idzaa 18:29 faraghta fanshab. 18:32 Kalau kamu selesai dari suatu urusan, 18:34 tetaplah bekerja keras. Nah, unsur 18:37 bekerja kerasnya ini ternyata Allah 18:39 suka, gitu. Allah perintahkan. He em, he 18:41 em. 18:42 Kemudian juga di surat Al-Balad 18:44 dinyatakan, 18:45 Allah itu mengharapkan orang 18:47 mengambil jalan yang mendaki dan sukar. 18:52 Wow. Jadi Allah minta di surat Al-Balad 18:55 itu, 18:57 walaupun Allah katakan begini, "Tetapi 18:59 mereka tidak mengambil jalan yang 19:02 mendaki dan sukar." Artinya kan Allah 19:04 maunya kita Berusaha dalam 19:07 mengambil jalan yang mendaki dan sukar. 19:10 Maknanya apa? 19:11 Tidak segala sesuatunya itu gampang. 19:14 Kita perlu ya 19:17 mengambil, mencernain Falaq tahammal 19:20 aqabah di surat He eh. Al Balad itu. Oh, 19:23 berarti Allah mau kita mengambil jalan 19:27 yang mendaki dan sukar. Allah mengatakan 19:31 mendaki dan sukar. Bisa dibayangkan 19:33 enggak Mbak Nuning? Dua. 19:35 Nah, artinya persatuan 19:38 kebersamaan 19:40 upaya membangun komunitas, 19:43 membangun usaha-usaha baru perlu 19:45 perjuangan. 19:47 Ya. Nah, dalam konteks ini ya 19:50 perlu ada edukasi terus-menerus. Kalau 19:54 ustaz-ustaz kita 19:56 para narasumber di Rasil He eh. 19:58 mendorong pendengar juga tentang 20:00 produktivitas 20:01 saya kira 20:03 pendengar akan 20:04 terdorong, termotivasi untuk produktif. 20:07 He eh. Ada satu hal lagi yang mungkin 20:09 perlu bersama sang kita perbaiki. Di 20:12 ASEAN Mbak Nuning He eh. tingkat 20:14 produktivitas 20:16 yang tertinggi itu adalah justru 20:19 negara-negara 20:20 yang mayoritas penduduknya non muslim. 20:23 Ada di situ Vietnam. Iya. Ada Thailand. 20:27 Indonesia sendiri levelnya di bawah. 20:29 Kita enggak perlu 20:31 memperpanjang permasalahan ini, tapi 20:33 yang perlu adalah kita lakukan perbaikan 20:36 agar produktivitas umat itu meningkat 20:39 gitu. 20:39 He eh. He eh. Nah. 20:41 Dalam konteks ini perlu ada edukasi. 20:45 Perlu ada motivasi. 20:49 Jadi 20:50 kalau para narasumber Rasil 20:53 ya 20:55 para ustaz, para guru-guru kita ikut 20:59 mendorong peningkatan produktivitas, 21:01 umat akan berubah Mbak Nuning. Masya 21:03 Allah. 21:03 Indonesia akan berubah. 21:05 Produktivitas kita akan meningkat. 21:08 Dan ini akan menjadi modal yang sangat 21:11 berharga bagi 21:13 eh pembangunan kesejahteraan 21:16 eh 21:17 bangsa ini, Mbak Nuning. Membangun 21:19 sinergi. Bermodal sinergi yang dibangun 21:24 melalui edukasi dan motivasi. 21:28 Ehm. Siapa yang melakukannya? 21:30 Kita semua. 21:32 Para narasumber ber-berbicara mendorong 21:34 pendengar untuk meningkatkan 21:36 produktivitas, 21:38 memotivasi supaya 21:40 memperbaiki kinerja. Contoh gini, Mbak 21:42 Nuning. Suatu ketika saya bertemu dengan 21:45 seorang 21:47 penjual buku-buku muslim di satu mal 21:50 kecil. Saya tanya, "Gimana, Ustaz?" "Oh, 21:53 saya ber-kalau perdagangan saya jamin 21:55 untung." "Oh, ya?" 21:57 "Kok jamin untung?" 21:58 gitu? "Oh, iya. Kalau ada pelanggan, 22:01 saya layani dengan sepenuh hati." 22:03 Ya. 22:04 "Tapi kalau lagi enggak ada pelanggan, 22:06 saya baca Quran." Ehm. Ah, oke. 22:09 Maknanya, pendengar sekalian, adalah 22:12 di samping usaha yang 22:15 sekeras-kerasnya, usaha yang produktif, 22:17 maka 22:19 kedekatan kita kepada Allah juga harus 22:22 menjadi pendamping yang enggak boleh 22:24 dikesampingkan gitu. Ehm. Nah, kemudian 22:27 satu lagi bagian dari kebersamaan ini, 22:29 Mbak Nuning, adalah 22:31 mengintensifkan, 22:33 meningkatkan peran wakaf. 22:36 Ehm, yang ini dia. Wakaf ini kan ada 22:38 harinya sendiri yang kita bahas di 22:40 Rahasia Sedekah. Tapi intinya di 22:42 negara-negara 22:44 Non muslim pun banyak, ya. Bahkan di 22:47 yang 22:47 negara miskin, Bangladesh, Pakistan, ini 22:51 wakaf mendorong peningkatan 22:53 produktivitas umat. Jadi artinya 22:56 kalau di satu sisi yang mampu berwakaf, 22:59 dia meningkatkan wakafnya, 23:01 kemudian uang wakaf bisa digunakan 23:04 membantu modal usaha yang sudah jelas 23:08 produktif, maka ini bisa bergulir gitu. 23:11 Ya, seorang pendengar kita di Cengkareng 23:13 beberapa hari yang lalu 23:15 apa namanya mengutarakan kesulitannya. 23:17 Beliau baru PHK, 23:19 kemudian tidak ada kegiatan. 23:21 Bincang-bincang saya bilang, "Coba cari 23:24 ada enggak tanah seke situ?" "Oh, ya ada 23:26 tanah 400-an meter." "Oke, coba nanti 23:28 kita buatkan konsepnya ya, dengan itu 23:31 Bapak bisa dengan 23:33 tidak terlalu berat mulai membuat 23:36 kebun sayur." Contoh seperti tadi. Itu 23:37 di antaranya Mbak Nuning. 23:41 Yang membuat kebersamaan 23:45 tumbuh sebagaimana yang tadi Pak Safril 23:48 katakan, itu tentu saja 23:51 ada 23:52 step by step yang 23:54 harus dilakukan dan apakah kita paham 23:57 atau tidak, 23:58 kira-kira mau nih misalnya bikin ini, 24:01 itu dan dan dan tadi, tapi 24:05 dari mana ya mulainya? 24:07 Modal enggak ada misalnya seperti itu. 24:09 Ya. Itu untuk yang ingin sekali berusaha 24:13 tetapi 24:14 I don't know what to do. 24:16 Ya, baik pendengar pemirsa, sering 24:19 menjadi 24:20 salah 24:22 persepsi Mbak Nuning bahwa memulai usaha 24:25 itu kebutuhan yang paling besar adalah 24:27 modal, bukan. 24:29 Yang paling penting adalah 24:32 niat bahwa kita akan berusaha. 24:35 Ya, niatan kita sudah kuat namanya 24:37 motivasi untuk membangun satu usaha. 24:40 Kalau sudah ada motivasi, tentu kita 24:43 pelajari bagaimana membangunnya, 24:46 bagaimana mempersiapkannya, 24:48 bagaimana mengelolanya, bagaimana 24:50 mengembangkannya. 24:52 Kemudian yang ketiga, perlu kita 24:55 semangat untuk persisten namanya. 24:58 He eh. Persisten itu kalau Jack Ma 25:01 bilang begini, 25:02 bukan masalah keahlian kamu, 25:06 tetapi konsistensi Anda untuk 25:10 mencapai sasaran yang Anda impikan. 25:13 Istikamah. Itu. Nah, dalam bahasa kita 25:15 kita sebut dengan istikamah. He eh, he 25:17 eh. Nah, [tertawa] keistikamahan inilah 25:19 yang perlu kita bangun. 25:22 Kemudian, Mbak Nuning, He eh, he eh. 25:24 karena kaitannya dengan komunitas, ya, 25:28 maka komunitas ini 25:30 contoh begini, kita kan punya pengajian 25:32 ummahat, ya. Iya. 25:34 Nah, ibu-ibu itu datang, berkumpul, 25:38 bolehkah mereka saling menawarkan 25:40 produknya? Boleh sekali. He eh, he eh. 25:42 Nah, kalau ini dibuat lebih tersistem, 25:45 ya, 25:46 karena komunitas hanya kalau pengajian 25:48 ummahat hanya mungkin berapa, sebulan 25:50 sekali atau periodik, ya. 25:53 Nah, kalau kita bisa mem- bangun satu 25:57 komunitas 25:58 berdasarkan wilayahnya, misalnya, ya. 26:01 Oke, teman-teman yang di seputaran 26:05 eh 26:06 misalnya Rawalumbu, He eh. coba Anda 26:10 saling berkumpul, tukar pikiran, apa 26:12 yang 26:14 model 26:16 kegiatan usaha 26:18 yang membutuhkan kebersamaan, apa yang 26:20 bisa dilakukan? 26:22 Iya. 26:22 Contoh begini, Mbak Nuning, kalau di 26:24 antara para jamaah itu ada yang tukang 26:27 perbaiki AC. 26:28 Nah. Nah, kita komunitas kita tahu, maka 26:31 kita akan menggunakan dia sebagai 26:34 pelanggan. 26:36 Nah, kemudian 26:38 begitu juga dengan bengkel sepeda motor 26:40 dan sebagainya. Namun, tidak sesederhana 26:43 itu, Mbak Nuning, kita memerlukan salah 26:46 satu sesudah tadi ada niat 26:49 yang kuat, kemudian kita 26:52 fokus, konsisten mengejar impian itu. 26:55 Ehm. Yang ketiga tentu kita yakin akan 26:57 pertolongan Allah. Tiga poin itu, oke. 27:00 Kalau dalam manajemen modern disebut 27:03 ada kemauan, 27:04 ada kebisaan, 27:06 dan 27:09 ma ada eh sebenarnya tahu, bisa, mau. 27:11 Artinya 27:13 ada kemauan, ada kebisaan, bisa 27:16 mengerjakannya, dan punya pengetahuan. 27:19 Nah, tiga ini kalau dijalankan maka baru 27:22 hasilnya bisa produktif. Tetapi perlu 27:26 dibarengi lagi dengan sifat jujur, 27:28 misalnya. Ehm, ehm. Sering sekali kita 27:31 membangun kebersamaan. Contoh sederhana, 27:33 ada arisan 27:35 dari kumpulan para sahabat-sahabatnya, 27:38 Ehm, ehm. tapi bisa di ujung uh 27:40 berkelahi karena ada yang enggak jujur. 27:42 Iya. Ya, sudah gilirannya harus bayar, 27:45 dia hilang atau enggak memenuhi 27:47 kewajibannya, gitu ya. Jadi, unsur-unsur 27:49 ini yang perlu kita 27:52 eh bangun. Nah, untuk itu kembali 27:54 edukasi 27:56 sekaligus mendorong 28:00 pendengar, pemirsa, coba kebersamaan ini 28:04 mari kita kembangkan menjadi kebersamaan 28:07 produktif. Tapi, Pak Syahril, kebanyakan 28:10 daripada eh ikhwan akhwat pendengar kita 28:12 ini itu 28:15 komunitas yang tidak terhubung antara 28:17 satu dengan lainnya. Gimana dong Baik. 28:21 dengan eh bentuk yang agar sangat cair 28:25 ini menjadi sesuatu yang sangat 28:27 bermanfaat. Bagus, Mbak Nuning. Ini 28:29 masalah. 28:31 Kita banyak 28:33 kita semangat mau bersama-sama. Ehm, 28:36 ehm. Iya. 28:37 Dengan motivasi yang diberikan oleh 28:40 guru-guru kita, bimbingan disampaikan 28:43 oleh ustaz-ustaz kita, kita semangatlah 28:44 mau bersama-sama. 28:46 Tapi bersama-samanya bagaimana, kan gitu 28:48 ya. He em, he em. Nah, karena itu sistem 28:50 bekan bahwa kebersamaan ini bisa 28:55 digalang melalui yang disebut dengan 28:59 komunitas. Artinya yang tinggal di Rawa 29:02 Lumbo coba buat kebersamaan. Yang 29:05 tinggal di Sempurna memulai membuat 29:08 kebersamaan. Kebersamaan itu gimana? 29:10 Contoh sederhanalah. Kalau Mbak Nuning 29:12 punya warung He em. seperti tadi ya 29:15 kalau gitu kita belinya ke Mbak Nuning. 29:17 Iya. Saya punya kangkung, oke Mbak 29:20 Nuning beli dari saya dong. Kan kita 29:22 kita komunitas. 29:24 Nah, terus gini ada toko-toko muslim. 29:27 Nah, beli dong dari toko-toko muslim. 29:30 Di Malaysia Mbak Nuning pada tahun pada 29:32 bulan September tahun 2019 29:36 pemerintah Malaysia meluncurkan satu 29:39 program yang namanya Buy Muslim First. 29:43 Oh, oh. Buy Muslim First. 29:46 Lebih singkat mereka bilang Buy Muslim. 29:49 Apa yang terjadi adalah toko-toko muslim 29:53 tumbuh pesat sekali. Masya Allah. 29:56 Toko-toko muslim tumbuh pesat karena 29:58 akhirnya toko-toko ini pun memperbaiki 30:00 diri. 30:01 Dia bisa menjual 30:04 yang lebih murah 30:05 lebih murah. He em. atau paling sedikit 30:07 tidak lebih mahal dari toko-toko 30:09 saingannya yang kebanyakan non muslim. 30:12 Nah, karena begitu maka toko-toko muslim 30:15 yang dibeli oleh komunitas muslim dia 30:18 tumbuh 30:20 berkembang. 30:21 Ujungnya toko-toko ini nanti kalau 30:23 belanja Mbak Nuning He em, he em. ya ada 30:25 dua, tiga, empat toko belanjanya ke 30:27 pabrik itu 30:29 jumlahnya lebih besar dapat harga lebih 30:31 murah kan? Iya. Nah, jadi toko-toko 30:34 muslim misalnya contoh saja nih ada Aman 30:36 Mart 30:38 ada Tip Top dan sebagainya. Kalau mereka 30:40 bersatu pem- pembeliannya saja, 30:43 berdagangnya bersaing tidak apa-apa. He 30:44 em. Tapi, kalau barang beli barang 30:46 misalnya beras, sekali beli mereka bisa 30:50 misalnya 50 ton. 30:52 Akan lebih murah kalau mereka 30:54 masing-masing toko itu beli 2 ton, 5 30:57 ton. 30:59 Ini contoh kebersamaan, ya. Tentu ini 31:02 semua membutuhkan manajemen, 31:06 penataan, perencanaan, pengawasan, 31:10 bimbingan terus-menerus agar bisa 31:12 terlaksana, gitu. Nah, contoh dari Buy 31:15 Muslim First di Malaysia ini, itu 31:18 pendapatan usaha-usaha muslim itu 31:20 meningkat. Dengan itu, zakat, infak, 31:24 sedekah mereka meningkat. 31:26 Pengangguran berkurang. 31:29 Kemudian, satu hal lagi, produk-produk 31:32 yang pro-Isla- Israel itu di sana diban. 31:35 Itu enggak laku, gitu. 31:36 Kita di Indonesia sudah mulai beberapa 31:38 tahun terakhir, ya. Dan itu juga 31:40 dampaknya sangat efektif, 31:42 ya. Dan ini kalau pola seperti ini di- 31:45 di- di- di- 31:47 dipersiapkan, ditata lebih baik, maka 31:50 itu akan menjadi suatu kekuatan yang 31:52 akan menggulirkan 31:53 eee 31:55 wira-kewirausahaan ini menjadi semakin 31:57 kuat. Kurang lebih gitu, Manon. Keren 32:00 banget, ya. Kalau misalnya seperti yang 32:03 baru kita dengar, komunitas yang tidak 32:06 terhubung, kemudian menjalin hubungan 32:09 dengan 32:11 tergantung apa yang dilakukan, apa yang 32:13 eee dipilih, tapi pasti akan muncul 32:17 sinergi yang luar biasa, ya. Dan kalau 32:21 dari 32:23 komunitas pendengar kita nih, pendengar 32:25 Rasya, ya. 32:26 Ada yang tadi apa Syafril bilang ada 32:29 ummahat. Banyak sekali yang bisa 32:31 dilakukan. Masing-masing anggota 32:33 pengajian kan juga punya aktivitas yang 32:35 bisa jadi akan saling bersinergi ya. 32:37 Iya. Mmm, he em. 32:40 Kalau 32:42 perlu program untuk bantuan peningkatan 32:46 produktivitas, gagasan Pak Syahril 32:48 seperti apa? Sebetulnya bukan gagasan 32:51 saya ini, Mbak Nuning, tapi gagasan yang 32:53 dihasilkan Mmm, he em. dalam satu focus 32:57 discussion group 32:59 Oke. 33:00 oleh Rasils terkait dengan 33:04 ulang Milan Rasils yang ke-16, Mbak 33:06 Nuning. 33:06 Yang kemarin itu ya. 33:07 Iya, tanggal 6 September yang lalu 33:10 Rasils melaksanakan satu focus group 33:14 discussion. Mmm, he em. Ya. 33:16 Di dalam FGD itu dihadirkan 33:20 bermacam-macam profesi. 33:23 Ada ulama. 33:25 Oke. 33:25 Kita ingin ulama berbicara tentang 33:27 productivity ini ke depan. Mmm, he em. 33:29 Ulama kita hadirkan. Di situ ada Ustaz 33:32 Husein Alatas, kemudian Ustaz Agus Ali, 33:36 kemudian ada 33:38 Ustaz 33:39 apa namanya? 33:40 Wahyu DKS. Iya. 33:44 Dan kita hadirkan juga investornya. 33:47 Supaya pola pikir investor juga didengar 33:50 gitu. Mmm, he em. Kan sering investor 33:52 kenapa sih enggan menempatkan 33:54 investasinya? Karena tidak aman, tidak 33:56 amanah dengan perjanjian yang dibuat 33:59 gitu loh. 34:00 Kita hadirkan juga para manajer dan 34:02 integrator. Karena ini kegiatan yang 34:05 banyak perlu dihimpun, diintegrasikan 34:07 menjadi satu sinergi, Mbak Nuning. Iya. 34:09 Kita hadirkan juga produsen. 34:12 Produsen ini termasuk petani. Di situ 34:14 ada satu orang petani Mmm, he em. dari 34:17 Mukomuko, walaupun kita nyambungnya 34:19 pakai Zoom, Mbak Nuning. Iya. Namanya 34:22 Bram Utama. Ya, Bram. 34:25 Dia umurnya 34 tahun, tapi dia himpun 34:29 pemuda itu untuk bertani padi. 34:32 ya, kemudian mereka menanam padi 34:35 menggunakan pupuk organik, hasilnya itu 34:37 bisa 13 ton gabah kering panen satu kali 34:41 musim. Itu nomor dua tertinggi di 34:43 Indonesia. 34:44 Yang tertinggi itu ada 14 ton, mereka 34:47 bisa 13 ton, setara dengan hampir 9 34:50 tonan itu gabah kering panen, gabah 34:52 kering giling. 34:53 Umumnya kalau pemerintah kan gabah 34:55 kering giling itu 34:56 eh standarnya kira-kira 5 ton paling ya. 35:00 Mhm. 5,3 ton, mereka bisa hampir 10 ton. 35:04 Ini diantara yang hadir, ada juga 35:07 petani Talas Pratama, ada lagi kita 35:10 hadirkan 35:12 eh 35:14 distributor 35:16 toko-toko 35:18 toko muslim terutama, ada dari Yaman 35:20 Mart, ada beberapa yang lain dan 35:22 kita hadirkan juga konsumen, supaya pola 35:24 pikir konsumen juga ikut 35:28 apa namanya ikut di di di masukkan ke 35:30 dalam penataan bagaimana satu eh ekonomi 35:34 syariah berbasis komunitas dan sinergi 35:36 ini dibangun. Nah, dari hasilnya itu 35:39 Mbak Nuning ya 35:41 salah satu yang menarik sekali adalah 35:45 berhasil membuat visi-visi dari 35:48 yang dihasilkan oleh 35:50 FGDI ini untuk menanggulangi kemiskinan 35:53 itu perlu dipersamakan dulu visinya. 35:56 Mhm. Dengan visi yang sama kita kurang 35:59 lebih menuju ke arah yang sama. 36:02 Visinya adalah seperti ini, 36:03 terlaksananya upaya penanggulangan 36:06 kemiskinan yang berlandaskan 36:09 keadilan tanpa sekat. 36:12 Mhm. Persaudaraan yang kokoh 36:14 dan kebaikan bagi sesama manusia yang 36:18 digelorakan oleh keimanan. 36:21 Nah, visi ini waktu dirancang oleh satu 36:24 grup yang memang tugasnya menatap visi 36:27 itu betul-betul 36:30 menjadi 36:31 titik yang kita tuju dan sangat 36:34 realistis ini Mbak Nuning. He em. Di 36:36 situ ada keadilan, ada persaudaraan, 36:39 ada kebaikan seperti tadi kita bahas eh 36:43 warung sehat murah selezat itu, ada 36:46 kebersamaan dan landasannya adalah 36:49 keimanan. Nah, He em. jadi dengan 36:51 gambaran seperti ini 36:53 ya, kita perlu terus bergulir. 36:56 Tetapi kalau tidak ada satu motor 37:00 penggeraknya gerakan ini boleh jadi apa 37:03 namanya ya, sebentar tinggi, sebentar 37:07 menurun, lama-lama hilang. Karena itu 37:10 Mbak Nuning, Rasil itu akan membuat satu 37:14 program bantuan peningkatan 37:15 produktivitas 37:17 ya, He em. sebagai bimbingan usaha. Jadi 37:19 begini, kalau di 37:22 eh di Amerika, di Eropa 37:26 pemerintah itu menyediakan yang namanya 37:28 semacam bimbingan kepada 37:30 pengusaha-pengusaha kecil yang baru 37:31 didirikan, namanya BDS. He em. BDS 37:35 Business Development Services. Iya. Ya, 37:38 nah di Indonesia 37:40 kita boleh terjemahkan sebagai mitra 37:42 pengembangan usaha. Nah, nanti Rasil 37:44 nanti akan membangun ini 37:46 dengan demikian mitra pengembangan usaha 37:48 ini akan memberi bimbingan, memberi 37:50 bantuan kepada 37:52 komunitas, kepada pendengar yang mau 37:54 menyatukan kegiatan dalam bentuk 37:57 komunitas ini. Nah, dengan bimbingan ini 38:00 kita bisa berhubungan dengan pendengar 38:03 dan mengarahkan pendengar 38:06 untuk fokus membangun satu eh komunitas 38:09 gitu. 38:10 Kemudian Rasil juga 38:13 terus-menerus akan berusaha mendorong 38:16 supaya komunitas ini bisa di 38:19 dibentuk, dibangun di wilayah yang 38:22 berdekatanlah gitu. Contoh gini, kalau 38:24 sudah ada di Cileungsi, silakanlah 38:26 pendengar di Cileungsi buat komunitas 38:29 dan saling tolong-menolong dalam 38:31 menggerakkan usaha. Kemudian 38:34 mari kita belanja ke toko-toko muslim. 38:36 Sama-sama di Cileungsi juga. Yang di 38:38 Cileungsi ya. Kalau nanti toko muslim 38:40 yang di tempat lain Begitu juga. 38:43 Begitu juga dan yang penting Mbak 38:44 [berdehem] Noni, toko muslim ini juga 38:46 harus bisa bersaing 38:50 eh sehat dengan yang lain. 38:52 Jangan lebih mahal, layanannya perbaiki 38:55 dong. Mhm. Nah. 38:57 Dan bisa sekalian sarana dakwah di situ, 39:00 misalnya promosi bagi yang membeli talas 39:03 pratama 5 kilo lebih maka akan 39:07 disisihkan oleh toko 39:09 eh 2% untuk modal pengembangan 39:13 upaya-upaya penanggulangan kemiskinan 39:15 misalnya begitu. Mhm. Jadi, 39:17 langkah-langkah penanggulangan 39:18 kemiskinan ini bergulir terus 39:21 eh 39:23 berkesinambungan dan harapan kita tentu 39:25 akan semakin kuat, semakin kuat, semakin 39:27 kuat. Nah, ya rangkaian inilah yang akan 39:31 eh kita harapkan mampu mendorong 39:35 kewirausahaan muslim ini tumbuh dan 39:38 berkembang. 39:39 Ya, kita ingin usaha-usaha mikro ini 39:42 tidak hanya sekadar tumbuh, tapi tumbuh 39:45 sehat, produktif 39:47 dan bermanfaat 39:50 dan tentu saja punya landasan landasan 39:53 keimanan 39:54 yang menaungi kebersamaan itu gitu, Mbak 39:57 Noni. 39:59 Mudah-mudahan bersama pendengar Rasio eh 40:04 membangun usaha yang satu sama lain 40:07 kalau tadi Pak Syafril bilang di wilayah 40:10 A dengan 40:11 sekitar yang ada di situ kayaknya keren 40:13 banget ya. Kita itu 40:16 aduh, luas banget ya ada di 40:18 daerah-daerah juga kan Ras FM 40:19 didengarkan. Di mana-mana ya. 40:22 Mbak Nuning, saya lagi semangat ini. He 40:24 eh. Kalau katakanlah sekian ratus ribu 40:27 pendengar Ras FM, 40:29 10% nya saja mulai menggerakkan 40:31 kebersamaan ini, akan segera ada 40:34 dampaknya. Suatu ketika Mbak Nuning, 40:36 sebelum kita di ujung acara, saya 40:38 berbelanja ke satu toko muslim di daerah 40:42 eee 40:45 sekitar dekat ujung aspal ya. Oke. 40:47 Begitu saya masuk, saya melihat kasihan 40:49 sedih sekali. Kan kalau kita masuk ke 40:51 toko kan yang kelihatan pertama 40:53 indikasinya kan parkirnya. Iya, betul. 40:55 Parkirnya sepi [berdehem] hanya ada 40:56 empat atau lima mobil. 40:58 Ya, sepeda motor ada beberapa. 41:00 Masuk ke dalam juga cenderung sepi. 41:02 Padahal barangnya bagus-bagus. 41:04 Nah, kenapa enggak kita 41:07 belanja di toko-toko muslim ini. Saya 41:09 bandingin harganya, sebagian besar sama 41:12 dengan yang lain. Ada beberapa yang 41:13 sedikit lebih mahal. Saya pernah bicara 41:16 dengan pemilik tokonya. Terus? 41:18 Saya bilang ini seperti ini perlu 41:20 persaingan. Oh iya, kalau ada input dari 41:22 pendengar, mereka tentu akan berusaha 41:24 untuk terus memperbaiki daya saing 41:27 barang, 41:29 kemudian pelayanan gitu Mbak Nuning. 41:31 Jadi kita kembangkanlah ekonomi 41:34 eee syariah ini dengan mencontoh seperti 41:39 di Malaysia. 41:40 Kita berbelanja dari toko-toko saudara 41:41 kita. 41:43 Dengan begitu ekonomi ini akan terus 41:45 bergulir yang ujungnya akan semakin kuat 41:48 dan mampu membantu saudara-saudara kita 41:51 yang terperangkap kemiskinan. 41:54 Tentu saja landasannya adalah keimanan. 41:57 He eh. Gitu Mbak Nuning. 41:59 Keren banget ya kalau memang eee 42:01 kemungkinan ini terbuka lebar Pak 42:03 Safril, di mana Ras FM bersama dengan 42:06 pendengarnya yang ratusan ribu orang ini 42:10 membuat semua terpersuasi mendengar apa 42:14 yang tadi disampaikan bahwa 42:17 kalau kita bisa peduli pada orang-orang 42:19 di sekitar kita dan mampu membangkitkan 42:22 semangat mereka juga untuk bangkit dari 42:26 kemiskinan luar biasa sekali. Iya. 42:29 Dan Mbak Noning tentu saja ini 42:31 pendengar, pemirsa yang punya gagasan 42:35 bahkan atau punya apa namanya kritik 42:38 silakan diteruskan ke berhasil. Ada 42:41 nomornya Mbak Noning? Ada. Iya. 42:43 Di nomor 42:45 kita 08 42:48 Atau ke nomor handphone saya juga boleh. 42:49 Nah, begitu loh. 42:50 Ke nomor handphone saya boleh. 42:52 Eh 0816 42:54 He em. 855 488 42:58 tolong sebut namanya kemudian sarannya 43:00 apa nanti akan kita rampungkan kita kita 43:04 tampung ke dalam satu 43:07 apa namanya satu kumpulan 43:09 saran 43:11 tidak serta merta kita akan tanggapi 43:13 tapi kita akan jadikan itu sebagai bahan 43:15 pertimbangan untuk menata apa yang kita 43:16 sampaikan hari ini Mbak Noning. Betul 43:18 ada tambahannya ada 43:20 yang harus di kurangi mungkin bagian 43:22 tertentu. Iya dan keikutsertaan dari 43:25 ikhwan-ikhwan ini ikhwan dan akhwat ini 43:27 akan 43:28 bermanfaat sekali kita realisasikan apa 43:31 yang kita impikan bersama ini. 43:33 Well, kita sudah ada di penghujung jadi 43:35 closing statement terkait dengan 43:36 bagaimana kita bisa membangun usaha yang 43:39 menjadi bagian dari penanggulangan 43:42 kemiskinan. 43:43 Baik. 43:45 Pemirsa, pendengar sekalian 43:48 dengan kebersamaan kita akan membangun 43:52 sinergi. 43:53 Sinergi itu adalah kumpulan dari energi 43:57 yang bisa bermanfaat 43:59 memberi kekuatan yang lebih baik di 44:02 dalam kita membangun, meningkatkan 44:06 eh 44:07 kegiatan-kegiatan ekonomi produktif ini. 44:10 Karena itu, tetaplah bersemangat untuk 44:13 bersama-sama 44:15 berpartisipasi bersama-sama 44:17 saling mengajak untuk kebaikan 44:20 terutama kebaikan yang 44:24 dapat 44:25 berperan aktif menanggulangi kemiskinan 44:28 semata-mata karena mencari rida Allah. 44:34 Masya Allah. 44:36 Betapa 44:38 [menghela napas] 44:39 mengharukannya ya ikhwan dan akhwat 44:42 kalau 44:43 angka kemiskinan yang sudah semakin 44:45 meningkat ini 44:47 ee masih bisa kita tekan dengan 44:51 usaha-usaha seperti yang tadi Pak 44:53 Syahril bilang. Dan mudah-mudahan 44:55 Syahril juga mampu membuat program mitra 44:59 pengembangan usaha ya. 45:01 Insya Allah, tentu saja mudah-mudahan 45:04 itu semua dengan keyakinan, usaha dan 45:09 apa tadi istilahnya? 45:10 Rida Allah. 45:10 Rida Allah akan bisa terwujud. Sekali 45:13 lagi terima kasih Pak Syahril. Sama-sama 45:15 Ibu Rani. 45:16 pertanyaan tapi kayaknya 45:18 tidak waktu kita sudah tidak memadai 45:20 lagi. 45:20 kita ambil saja kita akan jawab 45:22 tersendiri. 45:22 Ah, secara langsung ya. Baik. Sekali 45:24 lagi mudah-mudahan dengan visi dan misi 45:26 yang sama kita akan tumbuh kembang 45:28 dengan jauh lebih baik. 45:30 Terima kasih sekali lagi. Billahi taufik 45:32 wal hidayah. Wassalamualaikum 45:34 warahmatullahi wabarakatuh. 46:13 Ya.