Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:07 [Musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahimahmanirrahim. 0:15 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:18 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:20 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:25 akhwat pendengar Radio Silaturahim dan 0:27 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:29 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:31 berjumpa Iwan akhwat di Senin malam hari 0:33 ini tanggal 14 Jumadil Akhir 1446 0:36 Hijriah atau tanggal 16 Desember 2024. 0:42 Kembali hadir acara tadabur Al-Qur'an 0:45 bersama Ustaz Doni Amir Sagap yang 0:47 alhamdulillah telah bergabung bersama 0:49 kami di sini. Asalamualaikum 0:51 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 0:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:56 wabarakatuh, Kak Pari. Apa kabar, Ustaz? 0:59 Alhamdulillah. Alhamdulillah sehat ya. 1:02 Setelah sekian lama nih enggak live nih, 1:04 kita kembali lagi siaran live hari ini, 1:06 Ustaz, ya. Alhamdulillah. Alhamdulillah. 1:09 Tema yang akan disampaikan adalah 1:11 mengenai metode dakwah adalah juga 1:14 dakwah gitu ya. Iya. Kita akan 1:16 bersama-sama simak Iwan akhwat dan nanti 1:18 yang ingin bergabung bertanya silakan 1:19 Anda bisa kirimkan melalui WhatsApp kami 1:21 di 1:25 0811999720. Tapad Ustaz. Baik, terima 1:29 kasih Kang Fahri. Ee ikhwan akhwat 1:31 sekalian, Bapak Ibu yang dirahmati Allah 1:33 di mana pun berada. 1:35 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:37 warahmatullahi 1:39 wabarakatuh. Alhamdulillah. 1:43 Alhamdulillahilladzi anzal sakinata 1:45 fiubil 1:47 mminin liydadu imanan 1:51 maimillahi 1:53 junudamawati 1:54 [Musik] 1:56 wallahuimanakatu wasalam 2:00 alahmatanilamin asofya wal mursalin waa 2:03 alihi wasbihi ajma amma 2:07 ba maasiral muslimin wal muslimat 2:10 rahimakumullah ikhwan akhwat para 2:12 pendengar Radio Silaturahim, demikian 2:14 pula para pemirsa Rasil TV di mana pun 2:17 berada. Alhamdulillah, segala puji bagi 2:19 Allah kita kembali bisa ee bersua, 2:23 berjumpa ee lewat udara atau lewat layar 2:28 ya. Tapi di mana pun kita berada pada 2:31 malam pada kesempatan malam hari ini 2:33 niat kita sama. yakni kita ingin ee 2:36 membuka hati, membuka pikiran kita untuk 2:40 masuknya ayat-ayat Al-Qur'an, 2:42 mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an sehingga 2:45 semoga dengan demikian Allah menjadi 2:47 rida kepada kita dan kita bisa 2:49 mendapatkan pelajaran dari Al-Qur'anul 2:52 Karim sebagai pedoman petunjuk kehidupan 2:55 kita. 2:57 Selawat dan salam mari senantiasa kita 2:58 sampaikan, kita curahkan kepada 3:00 junjungan kita, quduwah hasanah kita, 3:03 yakni Nabi kita Muhammad sallallahu 3:05 alaihi wasallam. Demikian pula kepada 3:07 seluruh keluarga dan sahabat-sahabat 3:09 beliau. Semoga kita pun istikamah, terus 3:12 kita belajar, terus kita mengamalkan dan 3:15 mendakwahkan nilai-nilai yang beliau 3:17 sallallahu alaihi wasallam telah ajarkan 3:19 untuk hidup kita di atas dunia 3:22 ini. Baik, ikhwan- akhwat sekalian, 3:24 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 3:25 Kesempatan ee malam hari ini kita akan 3:28 membahas satu ayat Al-Qur'an yang 3:30 berkaitan dengan ee metode dakwah. Ee 3:34 jadi judulnya metode dakwah itu adalah 3:38 juga 3:39 dakwah. Jadi saya langsung saja to the 3:42 poin ya. banyak ee jemaah, banyak 3:47 curhatan ya, banyak persoalan yang ee 3:51 sampai kepada kami, kepada saya 3:54 terutama mengenai bagaimana berdakwah 3:57 ya, terutama kepada mungkin keluarga ya, 4:01 kepada anak ya, 4:03 kepada anak-anak muda kita sekarang ya 4:07 ee banyak ee kendala, banyak hambatan 4:09 dan lain sebagainya. Kenapa? Kenapa itu 4:12 terjadi sebetulnya? Ya, karena berdakwah 4:15 itu kan sebetulnya adalah tugas kita 4:17 semua. Jadi kalau zaman dulu umat 4:21 terdahulu tugas dakwah itu hanya kepada 4:23 nabinya saja, kepada rasulnya saja. Tapi 4:27 kalau kalau kita umat akhir zaman, 4:30 setelah Rasul kita wafat, setelah Nabi 4:32 Muhammad wafat, tidak ada nabi lagi. 4:35 Nah, oleh karenanya risalah atau tugas 4:39 dakwah itu bersambung ee berestafet 4:43 kepada kita. Itulah yang membedakan kita 4:46 dengan umat-umat yang terdahulu. Nah, 4:48 oleh karenanya walaupun tentu ee 4:51 spektrum atau luasnya dakwah kita 4:54 masing-masing tentu berbeda-beda. Tapi 4:57 setidaknya kepada keluarga kita, ahli 4:59 keluarga kita, sebagaimana disebutkan 5:01 dalam surah at-Tahrim surah ke-66 ayat 5:04 yang keenam itu kalimat Allah 5:06 azubillahiminasyaitanirrajim. 5:08 Ya ayyuhalladina amanu anfusakum wa 5:14 ahlikum 5:21 waarikatunidadumun. Wahai orang beriman, 5:23 jagalah. Nah, itu perintah Allah. 5:27 Berhati-hatilah, jagalah, cegahlah diri 5:30 kalian dan juga ahli keluarga kalian 5:34 dari api neraka. maksudnya mencegahnya 5:37 itu adalah dengan mendakwahi mereka. 5:40 Nah, jadi dakwah itu adalah kewajiban 5:43 bagi kita menyambung estafet para rasul 5:46 terdahulu. Karena khusus umat akhir 5:49 zaman, khusus kita ini, nabi kita tidak 5:51 ada lagi dan tidak ada nabi lagi setelah 5:54 beliau. Maka tugas dakwah itu bersambung 5:57 kepada 5:58 kita. Nah, kenapa terkendala dalam 6:01 dakwah kita? 6:03 Terutama tadi saya katakan kepada 6:05 anak-anak muda, kepada anak-anak kita 6:08 ya. Kadang kita suka menjalahkan ee 6:10 zaman, oh zamannya sudah beda nih. Tapi 6:13 sesungguhnya dakwah itu tetap sama saja 6:16 di zaman mana pun tetap sama. Karena 6:18 dakwah adalah dakwah. Mungkin ee malam 6:21 hari ini mungkin metodenya lah yang 6:25 harus kita perbaiki. Nah, isinya tentu 6:28 sama, isinya tentu baik gitu ya. 6:31 misalkan mengajak anak untuk salat, 6:33 mengajak anak untuk ee apa ee ingat 6:36 Al-Qur'an dan lain sebagainya. Tapi 6:39 mungkin metodenya ini yang perlu kita ee 6:42 garis bawahi dan perlu kita ee 6:45 evaluasi. Bapak, Ibu yang dirahmati 6:47 Allah, ikhwan akhwat sekalian, saya 6:49 ingin tampilkan ayat yang yang kita yang 6:51 akan kita tadaburi pada malam hari ini, 6:54 yakni surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 6:58 ke-125. 7:01 Silakan bagi Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat 7:03 sekalian, para pendengar Radio 7:05 Silaturahim maupun para pemirsa Rasil 7:08 TV. Kalau Bapak Ibu ingin membuka 7:11 mushafnya masing-masing, silakan. Kita 7:13 akan mentadaburi surah ke-16, surah 7:17 An-Nahl ayat 7:20 ke-125. Ya, kalimatnya begini, Bapak, 7:23 Ibu ya. Kalau yang Rasil yang 7:26 menyaksikan Rasil TV atau dari YouTube 7:28 bisa dilihat di layar. Ada kami 7:30 tampilkan ada saya 7:31 tampilkan kalimatnya. Pelan-pelan kita 7:34 buka ya. 7:36 Auzubillahiminasyaitanirrajim. Udu. Ee 7:39 udu itu ee diambil dari kata daa yadu 7:43 duuwan yang artinya 7:45 dakwah. Lalu menggunakan fi'il amr atau 7:50 perintah kepada kita semua. 7:52 Ada sebuah ee kaidah 7:55 tafsir yang menyebutkan bahwa semua 7:59 fi'il amr di dalam Al-Qur'an itu artinya 8:03 wajib. Ya, artinya 8:06 wajib. Maka demikian pula surat An-Nahl 8:09 ayat 125 ini ketika Allah mengatakan udu 8:13 ee dakwahilah atau ajaklah orang. Ee 8:18 tentu ee tadi spektrumnya beda-beda kan. 8:22 lapangannya beda-beda. Setidak-tidaknya 8:24 adalah keluarga kita, ahli keluarga 8:26 kita. Surat at-Tahrim tadi ayat yang 8:28 keenam. Udu. Ya, wajib bagi kita untuk 8:34 mendakwahi semua orang yang ada dalam 8:38 tanggungan kita. Tentu saja. Ah, lebih 8:40 luas lagi mungkin kalau kita ee apa 8:43 punya kewajiban misalkan jadi pimpinan. 8:46 Nah, berarti yang di bawah kita itu juga 8:48 menjadi mad'u istilahnya atau objek 8:51 untuk didakwahi. Demikian pula kalau 8:55 guru-guru para para asatiz, para 8:57 asatizah misalkan ya, guru-guru, para 9:00 ustaz. Nah, lebih luas lagi tuh 9:03 spektrumnya. Tapi kalaupun kita bukan 9:05 ustaz, kalaupun kita bukan pimpinan dan 9:08 lain sebagainya, tetap kita memiliki 9:10 kewajiban setidak-tidaknya kepada 9:12 keluarga kita. 9:14 Lalu Allah lanjutkan kalimatnya. Udu ila 9:18 sabiliik. Ya, dakwahilah manusia orang 9:21 tadi sesuai dengan tanggung jawab kita. 9:24 Ke mana? Ila sabilibik. Kepada jalan 9:27 Tuhanmu. Nah, kalau ini sih kita sudah 9:31 mungkin kita sudah pahamlah ya. Udu ila 9:35 sabiliik. Nah, yang menjadi perhatian 9:38 atau yang mungkin menjadi evaluasi bagi 9:40 kita selama ini adalah lanjutan ayatnya. 9:44 Ada ada kalimat bil ee ba itu ee apa 9:50 artinya dengan ee jadi maksudnya begini 9:54 dakwahnya tadi fi'il amr perintah wajib 9:58 artinya itu kan wajib wajib berdakwah 10:01 tapi dengan adanya kata-kata dengan di 10:03 sini 10:05 bi alhikmah atau bil hikmah wal mauah 10:09 dan seterusnya ya. Nah, artinya bahwa 10:12 dalam ayat ini dakwah itu wajib. 10:16 Demikian pula metodenya pun wajib ikut 10:21 seperti yang Allah Subhanahu wa taala 10:23 sudah 10:24 tetapkan. Nah, ini metodenya dirinci nih 10:27 oleh Allah. Di sini tuh, Bapak, Ibu yang 10:29 dirahmati Allah. Dalam ayat ini ada 10:31 rincian metodenya. 10:34 Maka itu kalau metodenya tidak kita 10:36 pakai, maka yang salah bukan bukan isi 10:41 dakwahnya. Yang salah juga mungkin bukan 10:44 madunya, bukan penerima dakwahnya. Boleh 10:47 jadi yang salah adalah dainya alias 10:50 kita. Kenapa? Karena kita tidak pakai 10:53 metode yang Allah sudah tetapkan. Ah, 10:56 dakwahnya wajib, metodenya pun juga 10:59 wajib. Udu ila sabilibika. Kalau cuma 11:03 sampai situ saja kalimatnya, bebas tuh. 11:06 Boleh pakai metode apapun sesuka-suka 11:08 kita. Tapi kalimatnya lanjut. Udual ila 11:11 sabilbika bil hikmah. Eah. Dengan 11:14 begini, dengan begini, dengan begini 11:16 kata Allah ya. Eah. Jadi wajib berdakwah 11:20 dan wajib pula mengikuti cara dakwah 11:23 yang Allah sudah tetapkan. Nah, apa saja 11:27 cara dakwah itu yang Allah sudah 11:29 tetapkan itu? 11:32 Setidaknya pada ayat ini yang kita 11:34 tadaburi malam ini, surat An-Nahal ayat 11:36 125, Bapak Ibu, ada tiga 11:39 metode. Ada tiga metode yang wajib kita 11:43 ikuti. Nah, apa saja yang tiga ini? 11:46 Pelan-pelan kita buka, ya. Udu ila 11:49 sabiliik. Ya, serulah atau ajaklah, 11:52 dakwahilah orang ke jalan Allah ee 11:56 dengan metode satu bil hikmah. Metode 12:00 hikmah. Apa itu hikmah? Nanti kita buka. 12:03 Yang kedua, wal mauidotil hasanah. Yang 12:07 kedua, e dan dengan mauah alhanah. Apa 12:12 itu mauah hasanah? Nanti juga kita buka. 12:15 Lanjut. Ada wa ada wa lagi, ada wau 12:17 lagi. Waadilhum billati hiya 12:21 ahsan. Dan 12:24 berdiskusilah, 12:26 berkomunikasilah dengan mereka. dengan 12:29 objek dakwah itu dengan cara komunikasi 12:33 yang ahsan. Ahsan itu sebuah kebaikan 12:36 yang 12:38 tertinggi. Nah, jadi kebaikan itu ada 12:41 beberapa kosakata dalam Al-Qur'an. Ada 12:44 alkhair ya, ada Alma'ruf juga kebaikan. 12:48 Makruf kebaikan yang diketahui semua 12:51 orang. Ee ada lagi at thaayyib. Ee 12:55 demikian pula yang tertinggi adalah 12:58 hasan atau ahsan. Jadi ahsan itu adalah 13:01 yang paling hasan, yang paling baik. 13:04 Jadi berdiskusilah, bicaralah kepada 13:07 mereka dengan cara bicara yang paling 13:09 baik. Ada tiga ya, saya ulangi. Yang 13:11 pertama bil 13:13 hikmah, yang kedua wal mauatil hasanah, 13:17 dan yang ketiga adalah wajadilum billati 13:20 hiya ahsan. Dan ee apa yang ketiga itu 13:23 berdiskusilah, berbicaralah kepada 13:26 mereka dengan cara bicara yang terbaik. 13:29 Baru kemudian inbaka hua alamu 13:31 bimilih wahua alamu bil muhtadin. 13:34 Sungguh Allahlah yang mengetahui siapa 13:36 yang mendapatkan petunjuk dan Allah juga 13:38 mengetahui siapa yang ee apa sabilih 13:44 siapa yang sesat dari jalannya. Nah, 13:46 jadi ada tiga metode ini Bapak Ibu ya. 13:48 Tinggal kita buka masing-masing ee apa 13:51 satu-satu supaya kita bisa 13:52 berintrospeksi diri nanti. Jangan-jangan 13:55 selama ini mungkin kitalah yang salah 13:57 dalam berdakwah karena metodenya belum 14:00 kita pakai sesungguhnya. 14:02 Oke. Dari tiga metode tadi Bapak Ibu, 14:05 metode hikmah, metode mau hasanah dan 14:09 jadilhum billati ahsan. Saya mulai dulu 14:12 dari yang ketiga ya. Dari yang ketiga. 14:15 Wadilhum billati ahsan. Kenapa dimulai 14:17 dari yang ketiga? Karena di situ 14:19 sebetulnya nanti ee bisa ee kita ambil 14:23 poinnya dengan lebih mudah gitu ya. Nah, 14:26 jadi wajadilhum billati hiya ahsan. Apa 14:29 itu jadilhum billati hiya 14:32 ahsan? Begini Bapak Ibu, 14:35 jadilhum. Jadala itu artinya ee 14:38 berbantah-bantahan, berdiskusi, 14:40 berkomunikasi gitu ya dengan cara yang 14:42 terbaik. Apa cara yang terbaik dalam 14:47 berkomunikasi? Cara yang terbaik dalam 14:50 berkomunikasi adalah sebagaimana yang 14:53 Allah 14:55 perintahkan kepada para 14:58 nabinya. Para nabi bicara ke umatnya itu 15:03 sesuai dengan perintah Allah, cara 15:05 bicaranya. Nah, cara itulah cara yang 15:08 terbaik. 15:10 Ah, tidak ada lagi cara yang terbaik. 15:13 Karena cara-cara itulah yang Allah 15:14 perintahkan kepada para nabi dan rasul 15:16 untuk bicara kepada 15:18 umatnya. Nah, cara apa yang 15:22 dimaksud dari wajadilu bilati yahsan 15:25 ini? Jadi, caranya adalah perkataan para 15:29 nabi itu, Bapak, Ibu yang dirahmati 15:31 Allah, itu selalu Allah ingatkan ya para 15:36 nabi itu untuk berdakwah. 15:39 Isi dakwahnya tuh ada dua, yakni ada 15:42 kabar gembira ya dan ada 15:46 peringatan. Ee isi bicaranya Nabi itu 15:49 dua, kabar gembira dan peringatan. Nah, 15:53 kalau kita perhatikan para nabi ini 15:55 wajadilhu billati yahsan. Begitu kita 15:57 kumpulkan ayat-ayatnya di dalam 15:58 Al-Qur'an, 16:01 rupanya kabar gembira atau basyirah itu 16:06 dalam dakwah para nabi itu itu disebut 16:09 lebih dulu baru kemudian nazirah atau 16:13 peringatan. 16:15 Dan ee artinya bahwa harus lebih banyak 16:21 memberi kabar gembira kepada objek 16:24 dakwah kita daripada memberi peringatan. 16:28 Nah, itu jadi lebih banyak memberi kabar 16:32 gembira daripada memberi 16:36 peringatan gitu. 16:38 Kalau lebih banyak peringatannya 16:41 daripada kabar gembiranya, nah maka itu 16:46 keliru. Metode yang ee keliru. Ee apa 16:50 contoh dari dari peringatan misalkan ya 16:54 secara sederhana aja misalkan peringatan 16:56 itu ee misalkan kita bilang begini sama 16:59 anak-anak ya atau sama objek dakwah 17:01 kita, kamu kenapa enggak salat? Sudah 17:03 salat belum? Kan Bapak sudah bilang, 17:05 "Kamu begini, kamu begitu, kamu harus 17:07 begini, kamu harus begitu, kamu harus 17:08 salat, kamu harus aduh aduh aduh aduh 17:10 aduh." Nah, itu kan peringatan. Tentu 17:13 saja itu baik. Tentu saja itu boleh kita 17:16 memberi peringatan itu. Tapi yang harus 17:18 kita pahami adalah Bapak Ibu yang 17:20 dirahmati Allah bahwa memberi peringatan 17:23 itu tidak sebanyak memberi kabar 17:26 gembira. Harus lebih banyak memberi 17:28 kabar gembira. Sudah kita beri belum 17:30 kabar gembiranya? 17:33 Ee apa itu contoh kabar gembira? Ya, 17:36 misalkan kabar gembira itu misalkan 17:40 ya kalau kita kepada anak misalkan ya 17:43 kita bisa sampaikan, "Wah, kamu ini 17:45 hebat dulu ayah seusia kamu belum belum 17:50 bisa, belum mengerti tentang ini, 17:52 tentang itu, tentang ini, tentang itu. 17:54 Sekarang kamu sudah mengerti. Sekarang 17:57 kamu sudah bisa baca Al-Qur'an dengan 17:59 baik, bisa mungkin menghafalkan 18:01 Al-Qur'an dengan baik. Ah, ayah yakin 18:04 nanti kamu akan jadi lebih baik daripada 18:06 ayah. Misalkan begitu. Nah, itu kabar 18:09 gembira Bapak, Ibu yang harus kita 18:12 sampaikan kepada objek dakwah 18:15 kita. Baru berapa banyak kabar gembira 18:19 harus kita sampaikan? berapa 18:21 berbandingnya, berapa bandingannya gitu 18:23 ya dengan ee apa dengan 18:27 ee apa dengan ee peringatan berapa 18:30 bandingannya ya kalau boleh di apa 18:36 dibuat perbandingan begitu ini yang ee 18:39 disampaikan di sini hanya yang bentuknya 18:42 anu aja yang bentuknya tunggal ya. Ada 18:44 lagi yang bentuknya tidak tunggal. 18:46 Misalkan dalam surah al-Fat misalkan ya, 18:49 surah ee al-Fat surat 18:52 ke-48 itu ya ayat yang ke-8 ee 18:56 kalimatnya juga sama 18:58 tuh mubasyir apa ee mubasyir atau 19:02 menjadi pemberi kabar gembira dan 19:05 waziron dan menjadi pemberi peringatan. 19:08 Selalu basyirnya disebut duluan baru 19:11 kemudian nazirnya ya. Jadi kalimatnya 19:14 inna arsalnaka syahidan wa mubasyiron 19:18 waziron. Nah, kalimatnya dalam surat 19:20 al-Fat ya. Kami mengutus engkau wahai 19:23 Nabi, wahai Rasulullah ya menjadi 19:26 syahidan ya menjadi saksi ya dan menjadi 19:30 mubasyiron pembawa kabar gembira baru 19:33 kemudian menjadi ee apa namanya? Naziron 19:36 pemberi peringatan. Nah, basyiran 19:39 disebut lebih dulu itu tiga kali lebih 19:42 banyak daripada nazirah yang disebut 19:44 lebih dulu. Jadi, memberi kabar gembira 19:48 itu harusnya tiga kali lebih banyak 19:50 daripada memberi 19:52 peringatan. Itu metode yang Allah 19:56 perintahkan. Makanya kadang-kadang kita 19:59 suka kadang-kadang kita tidak berhasil 20:02 berdakwah enggak didengar sama anak 20:04 misalkan begitu ya. tidak didengar sama 20:07 objek dakwah kita karena kita lebih 20:10 banyak memberikan peringatan. 20:13 Dikit-dikit peringatan, dikit-dikit 20:14 peringatan, dikit-dikit peringatan gitu. 20:18 Enggak boleh begini, enggak boleh 20:19 begitu. Itu juga peringatan itu juga. 20:22 Nanti kamu kalau begini begini nanti 20:23 aduh mama kan sudah bilang bahwa kamu 20:25 begini memang kamu enggak peruba 20:26 dengerin mama. Nah, itu ya itu 20:29 peringatan tuh ya Iwan 20:32 Awat. Sepertinya kita terputus dengan 20:34 Ustaz Doni. Kita coba kembali 20:37 menghubungkan dengan zoom Ustaz Doni. 20:40 Sepertinya terputus ya. 20:43 Ya, kendala jaringan. Sepertinya kita 20:45 akan coba kembali Wama tetap bersama 20:47 kami di acara tadabur Al-Qur'an. 20:52 Bismillahirrahmanirrahim. 20:59 [Musik] 21:02 Bismillahirrahmanirrahim. 21:09 [Musik] 21:16 Hasil untuk Islam yang satu. Masih 21:18 bersama kami Iwan Awat di acara tadabur 21:19 Al-Qur'an bersama Ustaz Doni Amir Sagap 21:22 tadi. Mohon maaf Iwan Awat karena ada 21:24 ada sedikit gangguan di aplikasi Zoom 21:26 kami. Ee kita akan kami lanjutkan 21:29 pembahasan di malam hari ini. Tab Ustaz 21:32 I. Baik. Ee kita lanjutkan ya. Ee Bapak 21:37 Ibu yang dirahmati Allah, ikhwan akhwat 21:39 sekalian. 21:41 Ee jadi ee ini saya sedang mencoba 21:44 men-share lagi di layar ee apa ee materi 21:50 kita. 21:52 Jadi wajadilhum billatihi 21:55 ahsan. Berbicaralah, berkomunikasilah 21:58 dengan objek dakwah itu dengan cara 22:01 komunikasi yang terbaik. Ee apa cara 22:03 komunikasi yang terbaik? adalah cara 22:05 komunikasi yang Allah perintahkan kepada 22:08 para nabinya untuk berkomunikasi kepada 22:11 umat. Yakni dengan apa? Prinsip bahwa 22:15 kabar gembira harus lebih banyak 22:17 daripada peringatan. Nah, jadi wajar 22:21 kalau selama ini ee mungkin ibu-ibu 22:24 merasa enggak didengar sama anaknya. 22:26 Kenapa? Isinya peringatan terus 22:28 kalimatnya itu kalimat peringatan. Awas 22:30 nanti kamu kalau begini ininya udah 22:32 belum? Anunya belum inya belum? Ininya 22:33 udah gimana ininya? anunya ini wah gitu 22:36 kan. Jadi selalu peringatan, peringatan 22:38 peringatan peringatan peringatan juga 22:41 tapi didului dengan kabar gembira 22:43 harusnya. Dan kabar gembira itu berapa 22:45 banyak perbandingannya? Setidak-tidaknya 22:48 tiga berbanding satu. Jadi tiga kali 22:51 kabar gembira baru kemudian ada satu 22:54 peringatan bisa kita ee 22:57 sampaikan. Kabar gembira contohnya 22:59 bagaimana? Tadi sudah kita ee apa? sudah 23:02 kita ee berikan contoh misalkan ya kita 23:05 sering-sering memuji ya gitu, kita 23:07 sering-sering ee mengatakan sesuatu yang 23:10 baik ya tentang objek dakwah kita itu 23:13 dan juga memberikan ee satu janji-janji 23:16 yang memang Allah sudah jelaskan itu kan 23:19 metode Allah juga begitu basyirah kabar 23:21 gembiranya banyak gitu ya. Kabar gembira 23:24 ampunan Allah, kabar gembira surga, 23:26 kabar gembira keridaan Allah gitu ya dan 23:29 lain sebagainya. baru kemudian ada 23:31 peringatan-peringatan juga. E tapi kabar 23:34 gembiranya jauh lebih banyak, Bapak, 23:36 Ibu. Ee jadi metode ini prinsipil sekali 23:40 karena kalau kita tidak pakai ee metode 23:43 ini, maka akan kesulitan kita bisa 23:45 menembus ee dakwah itu. Apalagi dalam 23:49 persoalan sekarang ee anak-anak muda 23:52 kita atau generasi kita sekarang ini ee 23:55 juga dihantui ya oleh ee perkembangan 24:00 teknologi yang luar biasa. 24:04 Jadi kalau gadgetnya itu bisa memberi 24:07 dia kabar gembira lebih mudah daripada 24:10 orang tuanya, maka jangan salahkan juga 24:14 mereka kalau mereka lebih ee lekat, 24:17 lebih dekat dengan gadgetnya daripada 24:20 orang kepada orang tuanya. Kenapa? Susah 24:22 untuk ee mendengarkan kabar gembira dari 24:26 orang tua. Selalu tuntutan, selalu 24:28 peringatan, peringatan, peringatan. 24:30 Kalau dari gadgetnya mudah ya. 24:32 game-gamennya dibuat mudah untuk bisa 24:35 mereka menang, dapat hadiah gitu ya di 24:38 dalam game-nya itu, Bapak, Ibu yang 24:40 dirahmati Allah. Nah, jadi ee metode 24:43 dakwah yang sesungguhnya adalah 24:45 basyirah, kabar gembira lebih banyak 24:48 daripada peringatan. Demikian pula di 24:50 tengah masyarakat ya kita berdakwah itu 24:54 sampaikan kabar gembiranya yang lebih 24:56 dulu, yang lebih banyak. Jangan 24:57 sedikit-sedikit kita memvonis dengan ee 25:00 peringatan. Nanti kalau kamu begini 25:02 masuk neraka kamu. Nanti kalau begini 25:04 nanti diazab Allah kamu. Nanti kalau 25:06 begini kalau ah gitu jangan ee kabar 25:09 gembira yang yang sisi kabar gembira itu 25:12 yang harus tiga kali lebih banyak. 25:13 Karena Allah pun begitu kepada kita. 25:15 Ampunan ya keridaan Allah itu banyak 25:19 sekali ya. Bertabur di mana-mana. 25:21 Sedikit-sedikit ampunan, sedikit-sedikit 25:24 ampunan. Allah tuh ya ee banyak sekali 25:27 ee kalimatnya berulang. 25:33 Dalam surat Annisa itu ya Allah tidak 25:35 mengampuni orang yang syirik tapi 25:36 mengampuni yang selainnya. Ee jadi dosa 25:39 apapun itu Allah ampuni gitu kan. Kalau 25:43 dia wafat ee kalau dia bertobat sebelum 25:45 wafat. Quran surah ee Azzumar misalkan 25:49 surah 39 itu ya ayat 53. 26:02 Katakan kepada hamba-hambaku yang 26:03 melampaui batas terhadap dirinya, jangan 26:06 berputus asa terhadap rahmat Allah. 26:09 Karena Allah mampu mengampuni semua dosa 26:11 gitu ya. Innahu hual gfurur rahim. 26:14 Sungguh Allahlah yang maha pengampun 26:16 lagi maha penyayang. Jadi kabar 26:18 gembiranya banyak. Nah, jadi inilah yang 26:21 harusnya jadi patokan kita, Bapak Ibu 26:23 yang dirahmati Allah. Karena yang kita 26:25 bawa itu dakwah itu ya mengajak ke jalan 26:29 Allah. Oleh karenanya metodenya pun 26:32 harus pakai metode Allah. Jangan pakai 26:34 metode kita sendiri. Jangan pakai metode 26:36 yang kita pikirkan sendiri. Nanti kita 26:38 sendiri yang capek. Kita kita nanti 26:41 ngeluh kenapa ya Ustaz? Saya udah udah 26:44 segala macam saya buat buat ngingetin 26:47 anak tuh 26:48 ya. Ah udah saya apa namanya? Udah saya 26:52 takut-takuti dengan ini saya inilah saya 26:54 saya diamin aja dia biar anu biar dia 26:57 sadar enggak sadar-sadar juga. Oh 26:59 persoalannya sederhana. Ibu sudah ikuti 27:02 metode Al-Qur'an belum? Yakni kabar 27:05 gembira. Kapan terakhir memberikan kabar 27:07 gembira? Kapan terakhir memberikan 27:09 kebanggaan? Kapan terakhir bicara yang 27:12 ee baik kepada anak gitu. Nah, kalau 27:15 kita bicaranya sarkasme kepada anak ya, 27:18 ya dasar kamu nih apa? bodoh misalkan 27:22 gitu atau dasar kamu nih plin-plan. 27:24 Dasar kamu nih enggak ini dia itu dan 27:26 lain itu bentuk-bentuk nazirah, 27:28 bentuk-bentuk peringatan yang sudah 27:30 terlalu banyak diumbar ya oleh orang tua 27:33 tuh kadang-kadang sehingga ya akhirnya 27:35 sulit dia bisa masuk kepada ee apa ee 27:39 anaknya padahal ee anak itu adalah 27:42 tanggung jawab orang tuanya untuk diberi 27:44 dakwah. Kalau sampai orang tua eh anak 27:47 tuh enggak mau dengerin orang tuanya, 27:48 wah celaka tuh ya. Karena nanti ee bisa 27:51 dia mencari ee di luar sana ya yang 27:54 akrab dengan dia yang dia ikuti. Dan 27:57 kalau kebetulan ada kawan-kawan yang 27:59 tidak baik gitu, e di situlah awal mula 28:02 terjerumusnya anak-anak remaja kita. 28:05 Sebetulnya tanggung jawab orang tua dan 28:07 kalau boleh saya sebut salahnya orang 28:08 tua juga itu ya. Karena di rumah dia 28:11 tidak pernah diberi basyirah, tidak 28:13 pernah diberi kebanggaan, tidak pernah 28:17 diberi apa kepercayaan gitu ya. Selalu 28:20 selalu tuntutan, selalu peringatan, 28:22 peringatan, peringatan. Padahal metode 28:24 Al-Qur'an adalah basyiro 28:26 wazirah. Nah, ini saya ingin mengutip 28:29 sedikit Bapak Ibu ya. Mungkin di 28:31 kesempatan hari ini kita cukupkan satu 28:33 metode dulu ya, karena sudah waktunya 28:36 tadi ada sedikit kendala. 28:39 Ini ada sebuah penelitian yang pernah 28:40 dilakukan di ee di Amerika ya, tapi kita 28:43 ambil pelajaran a dari penelitian ini. 28:46 Penelitian dilakukan oleh seorang guru 28:48 namanya Jane Elliot ya tahun 28:51 1968. Di kelasnya dia, dia ini ibu guru 28:54 dia Jane Elliot ini. Eah penelitiannya 28:57 ee direkam oleh PBS. PBS itu adalah 29:02 stasiun TV seperti TVRI lah di 29:04 Indonesia. 29:06 Jadi, Ibu Jane Elliot 29:08 ini mengatakan di dalam di kelasnya dia 29:11 bilang kepada anak-anak tiba-tiba aja 29:14 tiba-tiba 1 hari 1 pagi ya ee sambil 29:18 direkam itu ee dia bilang anak-anak 29:22 katanya ibu baru tahu bahwa kalau kalian 29:27 itu matanya biru, bermata biru ya, maka 29:31 itu sebetulnya kalian itu pintar. 29:34 Nah, jauh lebih pintar dari yang matanya 29:37 tidak biru kata dia begitu kata Zliot. 29:40 Jadi mulai sekarang kata Jen Elliot, 29:44 anak-anak yang matanya tidak biru itu 29:47 harus pakai anu harus pakai ee pita di 29:52 lengannya, di tangannya supaya dia tidak 29:56 bercampur, tidak main bareng sama yang 29:58 matanya biru kata Jedelit. 30:01 Terus air minumnya juga harus dipisah. 30:04 Yang mata biru, yang mata tidak biru. 30:07 Begitu juga harus yang kalau yang apa 30:10 nanti keluar duluan itu mata biru dulu 30:14 keluar duluan baru yang mata tidak biru 30:15 kata dia gitu ya. Begitu juga Jen Elliot 30:18 akhirnya membedakan juga cara dia 30:20 merespon terhadap anak yang mata biru 30:22 sama yang matanya enggak biru. Kalau 30:24 anak yang mata biru bertanya tentang 30:27 satu tugas tugas tentang apa? Apa? 30:31 penjelasan yang sedang dijelaskan oleh 30:32 guru oleh Jen Elliot. Ee si Jen Elliot 30:36 ini si Bu Guru ini akan menjawabnya 30:38 dengan tenang, akan menjawabnya dengan 30:40 excited, dengan e 30:42 gembira. Sementara kalau anak yang 30:45 matanya enggak biru nanya ya sama Jen 30:47 Elliot dibuat sarkas ya, dibuat ee 30:50 menyudutkan. Tuh kan anaknya enggak 30:52 dengerin sih dia nih dari tadi nih. E 30:54 gitu. Tuh kan kamu ke mana aja tadi 30:57 enggak dengerin ibu. Ah kira-kira 30:58 begitu. Tuh kan, Ibu capek dari tadi 31:01 ngejelasin terus kamu enggak dengerin. 31:03 Nah, kira-kira begitulah ya dalam bahasa 31:04 Indonesia. 31:06 Nah, diperlakukan seperti itu. 31:08 Dipisahkan di didiskriminasi ya antara 31:11 yang matanya biru dan yang tidak biru 31:13 sampai akhirnya 1 minggu kemudian 31:16 dilakukan ujian. Nah, diberikan soal 31:19 untuk ujian. Nah, hebatnya dari dari 31:23 hasil ujian itu semua anak yang matanya 31:27 biru itu menempati posisi yang tinggi. 31:31 Nilainya sangat tinggi. Semua anak yang 31:33 bermata biru. Sementara anak yang 31:35 matanya tidak biru semua nilainya tuh 31:37 amat rendah. Ya, padahal tentu di 31:41 kelompok anak-anak yang bermata biru ada 31:44 anak-anak yang tidak pandai, tapi juga 31:46 ada anak yang pandai. sebagaimana juga 31:48 di kelompok yang bermata tidak biru. 31:50 Tapi karena perlakuannya berbeda, maka 31:52 ee dampaknya juga berbeda. Yang menarik 31:55 adalah yang menarik lagi 31:58 adalah setelah diberi ujian, diberi 32:01 soal, terus dikerjakan. E sekarang 32:04 dibalik oleh Jen Elliot itu tiba-tiba 32:07 besok paginya setelah ujian ada di Lai 32:10 dan lain sebagainya, besok paginya tuh 32:12 Jen Eliot bilang di tengah ee 32:13 murid-muridnya dia bilang begini, 32:16 "Anak-anak, rupanya informasi yang Ibu 32:20 terima tentang mata biru yang pintar itu 32:22 ternyata 32:23 salah. Ternyata yang matanya tidak biru 32:28 itulah yang pintar." Nah, jadi dibalik 32:31 sama dia. Justru orang kalau matanya 32:34 biru dia bodoh katanya Elliot ya. Nah, 32:38 oleh karenanya mulai sekarang juga akan 32:40 terbalik perlakuannya kepada yang mata 32:43 biru itu tidak boleh main sebelum ee 32:47 orang yang matanya tidak biru bermain 32:49 duluan ya. Setelah selesai baru boleh. 32:52 Kemudian minumnya juga boleh bercampur 32:54 dan lain sebagainya. Pokoknya 32:55 didiskriminasi. 32:57 Demikian juga kalau orang apa anak-anak 33:00 yang mata tidak biru bertanya tentang ee 33:04 penjelasan pelajaran yang sedang 33:06 disampaikan, maka Jane Elliot akan 33:08 meresponnya dengan sabar, dengan 33:10 gembira, dengan excitement. 33:14 Nah, sementara kalau yang bertanya 33:16 adalah anak-anak bermata biru, maka Jen 33:19 Elliot secara sarkasme ya, secara 33:21 menyudutkan akan menjawab seperti tadi. 33:24 Oh, tuh kan anak mata biru nih enggak 33:26 enggak dengerin sih, enggak mau dengerin 33:28 sih, enggak mau perhatian sih, enggak 33:30 mau berubah sih, enggak ini sih, enggak 33:32 itu sih. Pokoknya menuduh, menuduh, 33:34 menuntut. Nah, kepada yang bermata biru. 33:38 Ya, ini kebalikan dari yang seminggu 33:40 sebelumnya. 33:42 Nah, sama juga perlakuan itu di di 33:45 diterapkan selama 1 pekan selama 1 33:47 minggu. Setelah 1 pekan setelah 1 minggu 33:51 lalu juga dilakukan ujian juga dengan 33:54 soal yang berbeda, ujian yang sama. 33:56 Diberikan soal mereka ee anak-anak ee 33:59 kelas ini dan hasilnya luar biasa. 34:05 Di ujian yang kedua ini setelah setelah 34:07 berubah apa ee perlakuannya berubah 34:11 berbanding terbalik, hasil ujian pun 34:13 berbanding terbalik. Kalau sepekan lalu 34:16 anak-anak bermata biru nilainya tinggi, 34:19 maka pekan ini setelah diperlakukan 34:21 berbeda. Anak-anak yang matanya biru 34:24 anjlok semua nilainya menjadi rendah. 34:27 Anak-anak yang matanya tidak biru, yang 34:30 pekan lalu diperlakukan diskriminatif, 34:32 sarkasme, tuntutan, tuntutan, tuntutan 34:35 dan peringatan. Yang pekan lalu nilainya 34:38 jelek, sekarang, pekan sekarang karena 34:40 sudah berubah perlakuan gurunya kepada 34:42 kepada dia, maka nilainya naik semuanya. 34:46 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, ya. Ini 34:48 eksperimen ini luar biasa. Sangat ground 34:51 breaking, sangat luar biasa. sangat ee 34:54 dampaknya tuh masih dipakai sampai hari 34:56 ini. Artinya apa? Ketika kita 34:58 memperlakukan dengan positif kepada 35:01 objek dakwah kita itu, maka hasilnya 35:04 bagus. Tapi ketika kita melakukan dengan 35:07 negatif, demikian pula hasilnya negatif. 35:10 Nah, terakhir di kita masih di poin satu 35:13 ya, insyaallah di pekan depan kita 35:14 lanjutkan masih di poin wajadilati 35:17 ahsan. 35:19 Terakhir eh dalam kalimat udu ila 35:22 sabilibika bil hikmah wal maizil hasanah 35:25 ini. Bapak Ibu yang dirahmati Allah yang 35:27 harus kita perhatikan itu adalah ini 35:29 untuk 35:31 pendakwah. Nah maksudnya begini. Jangan 35:35 sampai 35:36 kita ee apa menjadikan ini menjadikan 35:41 perintah dakwah ini sebagai alasan. 35:43 Maksudnya begini, kita kan berdakwah 35:45 kepada anak. Terus kita tahu bahwa kita 35:48 selama ini ee tidak menerapkan metode 35:52 dakwah yang benar, yakni banyakin 35:54 basyirnya, banyakin kabar gembiranya 35:56 daripada peringatan. Lalu kita bilang 35:58 begini, "Saya aja enggak dapat begitu, 36:01 masa saya harus memberikan begitu kepada 36:03 anak." Nah, ini salah, ini keliru, ini 36:07 sifat yang dimainkan oleh iblis. Bapak, 36:10 Ibu yang dirahmati Allah, victim 36:12 mentality. Menjadikan dirinya sebagai 36:14 victim. 36:16 Eh, ketika iblis diusir oleh Allah dari 36:18 surga pada surat 36:20 ke-7 ayat yang ke-16. Nah, dia bilang 36:24 begini, qabima agwaitani laudan 36:28 lahumakal mustaqim. Ya Allah, karena 36:31 Engkau telah membiarkan saya jadi 36:33 tersesat begini, maka saya akan 36:35 menggelincirkan anak cucu Adam. E jadi 36:39 pola sebab akibat itu jangan dicontoh, 36:41 Bapak, Ibu. Jangan kita menuntut kepada 36:44 orang tuh untuk didakwahi dengan cara 36:46 yang baik, baru saya akan memberikan 36:48 dakwah yang baik. Jangan begitu. 36:50 Posisikan diri kita sebagai 36:52 pendakwah. Ya, gitu ya. Jangan kita 36:54 beralasan, saya dulu enggak digituin 36:56 sama orang tua saya. Saya dulu enggak 36:58 dapat yang begini dari orang tua saya. 37:01 Nah, jangan begitu. Jangan begitu. Itu 37:03 sifat yang tidak baik. Sifat iblis ya. 37:06 Jangan juga kita menuntut kamu kok ke 37:08 anak bisa baik kok ke saya enggak. 37:10 Misalkan begitu ya. eh nanti nanti itu 37:12 jadinya sifat victim mentality karena 37:14 posisinya adalah bagi para pendakwah 37:17 justru eh apa namanya tugas basyiro wa 37:22 naziro ini ya kalimat ee baik yang 37:26 dikeluarkan ini untuk para pendakwah 37:29 kepada madunya kepada objek dakwahnya 37:32 itu justru untuk membiasakan diri si 37:34 pendakwah itu sendiri supaya dia menjadi 37:37 lebih baik bagaimanapun atau apapun 37:40 situasi yang terjadi kepada dia. Ee jadi 37:43 jangan diposisikan sebagai kita nih 37:46 sebagai korban. Jangan ee misalkan tadi 37:48 ya saya dulu enggak gitu orang tua saya. 37:51 Orang tua saya dulu wah jangan. Karena 37:53 memang ee apa posisinya sekarang kitalah 37:56 yang menjadi seorang pendakwah 37:59 setidak-tidaknya kepada keluarga, ahli 38:01 keluarga kita. Dan kita sekarang pahami 38:04 bagaimana perintah Allah. ya sudah kita 38:07 melakukan walaupun mungkin dulu kita 38:09 tidak mendapatkan hal itu dari dari 38:11 orang tua mungkin atau dari sekitar kita 38:14 dan lain sebagainya tapi posisinya 38:16 sekarang kita adalah 38:18 pendakwah. Nah, jadi ini penting untuk 38:21 kita perhatikan supaya kita tidak 38:23 bersembunyi atau tidak berselimut di 38:26 balik sifat yang dulu pernah dicontohkan 38:29 oleh iblis yakni bermental sebagai 38:32 korban atau 38:34 viktim. Baik. Wallahualam bawab. Saya 38:36 pikir itu saja dulu yang bisa kami 38:38 sampaikan karena sudah jam menunjukkan 38:40 sudah jam 38:41 09.15. Satu langkah dulu nanti di pekan 38:45 depan insyaallah kita lanjutkan dengan 38:47 langkah berikutnya masih di surat 38:48 An-Nahl ayat 38:50 125 mengenai metode berdakwah yang juga 38:55 wajib sebagaimana dakwahnya itu sendiri. 38:58 Wallahuam biswab. Silakan Kang Fahi. 39:00 Billahi taufik walhidayah. 39:01 Asalamualaikum warahmatullah 39:03 wabarakatuh. 39:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 39:06 wabarakatuh. Demikian ikhwan akhwat, 39:08 kajian malam hari ini di tadabur 39:10 Al-Qur'an bersama Ustaz Doni Amir Sagap. 39:13 Metode dakwah adalah juga dakwah telah 39:16 kita bersama-sama simak Iwan Ahmad. 39:18 Sudah banyak yang bergabung Ustaz Doni 39:20 di malam hari ini di WhatsApp Rasil juga 39:23 menjak kita di hari ini ada Bapak Ahmad 39:26 sedang menyimak. Bapak Aziz terima kasih 39:29 Ustaz atas nasihat dan juga tausiahnya. 39:31 Ibu Ina juga di Cilandak. Ibu Maryati di 39:33 Sukabumi, Ibu Yanti sedang menyimak. 39:36 Bapak Hidayat di Cilengsi, Ibu Tati, 39:39 Bapak Kiswati, Bu Iskandar di Magelang, 39:42 Abdul Rasyid Aminah, Bu Aliah Yahya, dan 39:47 banyak lagi yang tengah mengirimkan 39:50 WhatsApp di malam hari ini. Langsung 39:53 saja kali ya, langsung ke pertanyaan 39:55 yang sudah masuk. Ustaz, ini yang 39:58 pertama saya akan 40:00 bacakan dari Bapak Dadai di Cicatih, 40:03 Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi 40:05 wabarakatuh, Ustaz Doni. Waalaikumsalam 40:07 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Dad. Ya, 40:09 silakan, Ustaz. Bagaimana dengan para 40:11 pendakwah yang akhir-akhir ini banyak 40:14 yang kontroversi? Entah itu dari cara 40:17 penyampaiannya, berdakwahnya, begituun 40:20 sisi lain kehidupannya yang banyak 40:22 diekspos media sosial. Ini bagaimana 40:25 dengan fenomena akhir zaman ini, Pak 40:27 Ustaz Doni? Terima kasih. Ya, terima 40:30 kasih Pak Dad Bapak Ibu ikhwan akhwat 40:33 sekalian, para pendengar Radio Rasil 40:36 serta pemirsa Rasil TV. Jadi, memang 40:39 kalau kita perhatikan skenario Allah itu 40:43 selalu berlangsung. ya terjadi skenario 40:47 Allah itu di seluruh perjalanan muka 40:50 bumi ini. Ya, kalau kita perhatikan 40:53 baik-baik ee berulang kali Allah 40:55 berfirman di dalam Al-Qur'an ya ee qad 40:58 khalat misalkan dalam surah ketiga, 41:00 surah Ali Imran ayat 41:02 137 ya. Qat minqlikum sunanun fasiru 41:08 ardur kaifaqibatul mukimin. Telah telah 41:11 berlalu dalam hidup kalian itu dalam 41:13 hidup manusia itu berbagai 41:16 sunah-sunatullah ketentuan-ketentuan 41:19 Allah yang di dalamnya tuh kita lihat 41:21 banyak skenario Allah. 41:23 Nah, kadang-kadang tuh kita lihat ee 41:26 oleh Allah dibuka skenario ya, bagaimana 41:30 seseorang bisa menjadi rendah, bagaimana 41:32 seorang yang lain bisa menjadi tinggi. 41:34 Sebagaimana juga dalam surah e Ali Imran 41:36 yang sama kalimatnya, qulillahumma 41:39 malikal mulki tuttil mulka man tasya 41:42 watanziul mulka miman tasya wa tuizzu 41:46 man tasya wazilu man tasya biadikal 41:48 khair. Allahlah yang meninggikan satu 41:51 golongan atau seseorang juga merendahkan 41:55 atau ee menghinakan satu golongan atau 41:57 seseorang. Nah, 41:59 jadi para ee apa pendakwah sekarang itu 42:03 mudah sekali disebut sebagai ustaz, 42:05 sebagai kiai atau sebagai gus apa dan 42:08 lain sebagainya gitu ya. cuma mengklaim 42:11 saja ee lalu disebut seperti itu. 42:13 Padahal sama sekali harusnya ee tidak 42:17 semudah itu. Kita harus lihat dulu 42:19 bagaimana sepak terjangnya, isi 42:22 pembicaraannya, kualitas yang 42:25 disampaikannya. Karena yang yang di atas 42:27 namakan adalah nama Allah ya kan. Yang 42:30 diatas namakan adalah Islam, yang 42:32 diatasnakan adalah Al-Qur'an. Jadi kalau 42:35 orang-orang datang untuk acara yang 42:38 mengatasnamakan Islam, Maulid Nabi 42:41 misalkan, Isra Mikraj misalkan, apalagi 42:44 tablig Akbar misalkan dan lain 42:46 sebagainya itu kan datang atas nama 42:48 Allah tuh. He. Ee jadi kalau yang 42:50 disampaikan di situ para pembicara yang 42:53 dipercaya ini tidak menunjukkan karakter 42:57 contoh baik dari kata-katanya maupun 42:59 perbuatannya yang sesuai dengan ee 43:02 petunjuk Allah, maka ini celaka ya 43:06 bahaya. Ee nanti ee bagi dirinya sendiri 43:09 juga akan demikian ya. Tadi terhinakan 43:12 oleh Allah Subhanahu wa taala baik di 43:14 dunia maupun di akhirat. itu itu jelas 43:17 tangan Allah bekerja di sana. ee 43:20 bagaimana ee kita dalam hal 43:23 ini ya sedapat mungkin kalau kita dalam 43:26 posisi ee tidak bisa berbuat banyak ya 43:29 sedapat mungkin kita tidak mengikutilah 43:32 ya dalam 43:33 dalam apa dalam hal ini kita ikuti 43:36 guru-guru yang benar, guru-guru yang 43:38 baik yang isi ceramahnya, isi apa 43:41 namanya bobot isinya itu sudah kita 43:44 pahami yang sudah kita mengerti. Contoh 43:47 yang diberikan pun contoh yang baik. 43:49 Nah, itu baru kita ikuti. Kalau yang 43:51 tidak baik, yang tidak ada isinya dan 43:53 lain sebagainya itu sudahlah tidak usah 43:55 kita ikuti. Biarkan saja nanti ee Allah 43:58 yang mengurusnya. Kira-kira begitu. Tapi 44:00 kalau kita punya kekuatan, kemampuan 44:03 misalkan Bapak, Ibu ada yang kepala 44:05 daerah, ada yang apa gitu ya, otomatis 44:08 jangan diundang, jangan diberi 44:10 kesempatan ee yang seperti itu yang 44:12 merusak, yang tidak memberikan contoh 44:14 yang baik. ee undanglah guru-guru kita 44:17 yang baik, yang ee menunjukkan akhlak 44:20 yang yang bagus, isinya juga ee apa yang 44:24 diceramahkan itu adalah sesuatu yang 44:26 berbobot. Banyak yang seperti itu. Ee 44:29 jadi kira-kira demikian fenomena yang 44:31 mungkin sedang kita alami itu adalah 44:34 menurut saya memang adalah janji Allah 44:36 atau sunatullah yang akan Allah buka. Di 44:39 mana Allah meninggikan satu kaum atau 44:41 seseorang. Demikian pula Allah 44:43 merendahkan atau membuka ya dari satu 44:46 kaum atau seseorang. Wallahualam. 44:49 Baik. Sayangnya di kita tuh makin 44:51 kontroversi makin disukai banyak orang 44:53 gitu ya, Ustaz ya. Betul. Makin beda. 44:56 Asal beda aja pokoknya. 44:58 Masyaallah. Dari Ibu Siti, Ustaz. Di 45:02 Pamulang ya. Asalamualaikum 45:03 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni. 45:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:06 wabarakatuh. Ustaz, bagaimana menghadapi 45:09 pertanyaan anak usia 7 tahun ketika 45:13 bertanya tentang Allah Subhanahu wa 45:15 taala? Bagaimana menjelaskannya agar 45:17 mereka paham? Contoh 45:20 pertanyaannya misalkan Allah itu seperti 45:23 apa sih? Ada di mana sih? Dan lain 45:24 sebagainya. Itu bagaimana menghadapi 45:26 anak seperti itu, Pak Ustaz Doni. Terima 45:28 kasih. 45:29 Iya. Iya. Jadi memang ada mahfuzat yang 45:33 terkenal ya apa peribahasa yang 45:36 terkenal. Likulli maqomin maqol 45:39 kalimatnya itu ya setiap maqam, setiap 45:43 level itu ada cara bicaranya 45:47 masing-masing ya. Jadi di level 45:49 anak-anak cara bicaranya sesuailah 45:51 dengan apa ee kapasitas mereka. I nanti 45:55 kalau sudah semakin dewasa, kita 45:57 sesuaikan pula cara bicaranya kepada 45:59 remaja beda lagi, kepada orang tua beda. 46:02 Nah, misalkan tadi anak-anak bertanya 46:05 Allah tuh gimana sih gitu ya. Allah itu 46:08 bagaimana? Nah, kalau pertanyaannya 46:10 seperti itu kita ee ya yang bertanya 46:12 adalah anak-anak. Nah, kita juga 46:14 berusaha menjawabnya dengan bahasa 46:16 mereka. Misalkan 46:19 contoh ibu bisa menjawab misalkan begini 46:22 ee apa? 46:25 ee dicontohkan misalkan ibu sedang 46:28 umpamanya ya, maaf nih, umpamanya ibu 46:30 sedang bikin kue misalkan gitu ya. Ee 46:32 lalu ibu 46:34 bilang ee kamu lihat kue ini kan ya. 46:38 Siapa yang bikin kue ini? Misalkan gitu 46:40 ya. Nah, dia tunjuk nanti ibu gitu 46:42 kira-kira gitu ya. Nah, ibu adalah 46:45 seperti ee Allah kepada kue ini, gitu 46:49 ya. Jadi kita itu dibuat oleh Allah. Nah 46:53 kita itu diciptakan oleh Allah. Ah ibu 46:55 membuat kue tadi itu kira-kira seperti 46:57 itu. Itu boleh cukup sudah kepada 47:00 anak-anak itu untuk menjelaskan bahwa 47:02 Allahlah yang menciptakan kita. Nah 47:05 kalau lagi mau lebih jauh lagi misalkan 47:07 ee menjelaskan bahwa Allah menjamin 47:10 kehidupan kita, menjamin rezeki kita 47:12 misalkan. Ee contoh kan seperti menyiram 47:15 tanaman. Misalkan kita siram tanaman, 47:18 lalu kita tanya kepada anak-anak anak 47:20 kecil, "Coba kamu lihat siapa yang 47:23 menjamin supaya ee tumbuhan ini tetap 47:26 tumbuh, dikasih air gitu, dikasih anu ya 47:29 pupuk dan lain sebagainya. Nanti dia kan 47:31 akan bilang ibu gitu kan atau ayah gitu 47:34 kan." Nah, perumpamaan itu kita 47:36 jelaskan. Begitu juga kita hidup. Kita 47:39 hidup ini atas iradah keinginan Allah. 47:42 Allah juga akan memberikan jaminan 47:44 kepada kita. Sebagaimana ibu atau ayah 47:48 selalu menyirami tanaman ini karena ayah 47:50 kepengin tanaman ini hidup. Nah, gitu. 47:53 Ayah menjaganya. Demikian pula Allah. Ee 47:56 di situlah Allah sebagai Rabb ee sebagai 47:59 penjamin ee sebagai yang ee mengurusi 48:02 kita, ya. Gitu kira-kira. Nah, jadi kita 48:05 bisa memakai analogi-analogi yang 48:08 seperti itu, perumpamaan-perumpamaan 48:10 yang seperti itu yang mudah dilihat oleh 48:12 anak. Ya, kira-kira demikian. 48:15 Baik Ustaz, kita dibatasi oleh waktu 48:17 mungkin sebelum pamit disiapkan 48:20 pembahasan Pak Ustaz. Ya, terima kasih 48:23 Bapak Ibu para pendengar Radio Rasil 48:25 pemirsa Rasil TV di mana pun berada. Ee 48:28 baru satu metode yang kita bicarakan 48:30 pada kesempatan malam hari ini dari 48:31 surah An-Nahl, surah ke-16 ayat 125 48:35 yakni metode 48:37 wajadilhubillati hiya ahsan. bicaralah 48:40 kepada objek dakwah kita, madu kita 48:43 dengan cara yang terbaik dan jangan 48:45 biarkan diri kita menjadi ee seperti ee 48:49 victim mentality, mengukur-ngukur diri 48:52 dulu. Saya enggak dapat yang enggak 48:54 dapat ee kebaikan gitu, kenapa saya 48:56 harus berbuat? Jangan seperti itu. Jadi 48:58 kitalah sekarang yang menjadi petugas 49:01 dakwah kepada keluarga kita. Maka 49:03 kitalah yang berkorban untuk ee 49:05 memperbaiki cara bicara cara komunikasi 49:08 kita, yakni dengan lebih banyak memberi 49:11 kabar gembira daripada memberi 49:13 peringatan. Tiga berbanding satu 49:16 setidaknya tiga kali lebih banyak 49:18 memberi kabar gembira ee daripada 49:20 memberikan peringatan. Wallahuam. 49:24 Baik Ustaz Doni, terima kasih atas 49:26 nasihat dan juga tausiahnya di malam 49:27 hari ini di acara tadabur Al-Qur'an 49:30 dengan tema metode dakwah adalah juga 49:32 dakwah. Iwan terima kasih juga yang 49:34 sudah bergabung dan mengirimkan WhatsApp 49:36 di malam hari ini. Saya yang bertugas 49:39 Pak Harri ditemani Deza dan juga Yusuf 49:41 Subang pamit. Subhanakallahum 49:43 wabihamdika ashadu alla ilahailla anta 49:45 astagfiruka waubu ilaik. Wasalamualaikum 49:48 warahmatullahi wabarakatuh.