Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:03 [Tepuk tangan] 0:09 [Musik] 0:13 [Tepuk tangan] 0:16 [Musik] 0:23 [Tepuk tangan] 0:24 [Musik] 0:39 [Musik] 0:47 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:49 warahmatullahi wabarakatuh. 0:51 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:54 sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad. 0:56 dipancar luaskan dari Jalan Masjid 0:58 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 1:02 Bekasi Radio Silaturahim untuk Islam 1:05 yang satu. Ikhwan dan akhwat yang 1:07 dirahmati Allah Subhanahu wa taala, 1:09 bagaimana kabarnya di sore hari ini? 1:13 Alhamdulillah kita bisa kembali berjumpa 1:17 dalam program tausiah sore kajian kitab 1:21 Riyadus Shihin bersama Ustaz Ahmad 1:24 Saleh. Alhamdulillah. Ikhwan dan akhwat. 1:26 Beliau telah bersama dengan kita di 1:29 studio saat ini. Asalamualaikum 1:31 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:34 wabarakatuh. Sehat, Ustaz? Ya, 1:36 alhamdulillah tasan dari semuanya. 1:38 Alhamdulillahik. Dan di sore hari ini, 1:39 Ikh Fan Nafat melalui ruang dengar Anda, 1:44 kami akan membawakan tema tentang 1:48 bacaan dalam salat jenazah. Demikian, 1:51 Ustaz, ya. Nam. Baik. Baiklah ikhwan dan 1:53 akhwat, tanpa berpanjang lebar lagi mari 1:56 kita simak bersama pemaparan yang akan 1:58 disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh. 2:00 Tafadal 2:01 Ustaz. 2:03 Alhamdulillahi hamdan katsiran thyiban 2:06 mubarokan fih kama yuhibbu waard. Ashadu 2:12 alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah 2:15 wa ashadu anna muhammadan abduhu wa 2:17 rasuluhu wa innahu la nabi ba'dah. 2:20 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:22 habibikal karim Muhammadin waa alihi wa 2:25 ashabihi waman tabiahum biihsanin 2:28 yaumilqiamah. Amma ba'd. Ikhwan dan 2:30 akhwat pendengar radio silaturahim serta 2:32 pemirsa Rasil Visual di mana pun berada. 2:36 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah 2:38 yang masih memberikan kesempatan kepada 2:40 kita untuk menggali pesan-pesan suci 2:42 dari Nabi yang lur budi yaitu melalui 2:46 kajian kitab syarah kitab Riyadus 2:49 Shihin. Pada kesempatan ini kita akan 2:52 melanjutkan bab 2:54 ke-157 yaitu tentang bacaan dalam salat 2:57 jenazah. ini sesungguhnya di antara kita 3:01 sudah mafhum ya, sudah masyhur tentang 3:05 tata cara salat ee apa namanya jenazah 3:09 ini. Yang pertama, takbir pertama. 3:12 Takbir pertama kemudian diikuti dengan 3:14 suratul fatihah ya ee taud kemudian 3:18 suratul fatihah. Wa'da hadza ee takbir 3:21 kedua ya takbirani takbir kedua. Setelah 3:24 takbir kedua mengucapkan selawat kepada 3:26 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 3:28 dan kepada Nabi Ibrahim. Ya Allahumma 3:29 shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala 3:31 ali sayyidina Muhammadin kama shaita ala 3:33 sayyidina Ibrahim wa ala sayyidina 3:35 Ibrahim sampai hamidum majid ya sampai 3:38 situ. 3:39 Kemudian ee takbir ke berapa? Takbir 3:43 ketiga dan setelah takbir ketiga 3:46 kemudian ee akan kita bahas nanti 3:48 doa-doanya apa. Kemudian ditutup dengan 3:51 takbir keempat dan doa Allahumma la 3:54 tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu 3:57 wagfirlana walahu. Gitu ya. Itu doa ee 4:01 setelah takbir keempat yang akan kita 4:03 bahas adalah hadis hadis yang berbicara 4:06 tentang doa b'da ee takbir alalitah ya 4:11 asal setelah takbir ketiga doanya apa 4:14 nam kita akan bahas pertama hadis 4:17 pertama dalam bab ini atau hadis 4:20 ke-935 ee dalam kitab ini yakni an Abi 4:24 Abdurrahman Auf bin Malik radhiallahu 4:26 anh qala 4:36 was allam 4:56 ahliqin 5:04 [Musik] 5:10 Muslim ini dari Abu Abdurrahman Auf bin 5:15 Malik sampai masyaallah Abu Abdurrahman 5:18 Auf bin Malik ini sampai menginginkan 5:21 karena mendengar doa yang begitu bagus, 5:22 begitu indah menginginkan seandainya 5:25 yang jadi mayit itu adalah dirinya 5:26 perawi ini. Baik kurang lebih artinya 5:28 adalah dari Abi Abdurrahman Auf bin 5:31 Malik semoga Allah meridainya. Ia 5:32 berkata shallah sallallahu alaihi 5:35 wasallam rasul sahu al wasam menyalati 5:36 jenazah ya al 5:38 janfai dan saya eh hafal dari doanya ya 5:43 wahua yaakul yaitu beliau sallallahu 5:45 alaihi wasallam berdoa allahumagfirlahu 5:47 allahumma ya Allah ampunilah ia warhamhu 5:50 dan kasih sayangilah sayangilah 5:53 ia wih 5:56 wafuh ya selamatkanlah ia maafkanlah 6:00 ia nuzulahu Dan muliakanlah tempat 6:03 kediamannya. Wawasi madolahu. Luangkan 6:06 lapangkanlah. Wawasi. Luangkan apa 6:08 namanya? Lebarkan. Luaskan. Madalahu 6:11 tempat 6:13 masuknya. Ee ya tempat masuknya ya. 6:16 Wagsilhu bil mai. Dan bersihkanlah ia. 6:19 Wagsilhu 6:20 bana. Bersihkanlah ia dengan wagsil. 6:23 Wagsil gasal itu mandikan ya. Tetapi 6:26 maksudnya bersihkanlah ia 6:30 bilalji, bersihkan ia dengan air, dengan 6:33 salju wal dan juga dengan 6:38 embun. Bersihkanlah ia dari 6:43 kesalahan-kesalahannya. Sebagaimana 6:45 engkau telah membersihkan pakaian yang 6:47 putih dari kotoran. 6:51 Wa abdilhu daronir min darihi. 6:55 Gantilah. Kemudian ya berilah ia ganti 6:58 perumahan yang lebih baik dari 6:59 perumahannya di 7:00 dunia. 7:02 Kemudian wa ahlanir min ahli dan 7:05 keluarga yang lebih baik daripada 7:07 keluarganya yang di 7:09 dunia. Wazaniron min zaujihi. 7:12 Masyaallah. Ya. Kemudian juga berilah ia 7:15 ganti pasangan yang lebih baik dari 7:17 pasangannya di dunia. 7:21 Masukkan ia ke dalam 7:24 surga. Lindungilah ia dari siksa api e 7:29 siksa siksa kubur. Dari siksa azab 7:33 kuburinar dan juga dari azab atau siksa 7:37 neraka. Hatta tamannaitu sehingga aku 7:40 berangan-angan. Kata perawi ini an akuna 7:45 menjadi majid. Ya. Jadi, sehingga aku 7:48 berangan-angan yang menjadi mayit itu 7:50 aku. Kenapa? Karena didoakan oleh Nabi 7:51 sallallahu alaihi wasallam seperti yang 7:54 demikian itu. Menyeluh, padat 7:57 ya diampuni dosa dan kesalahan. Jelas. 8:01 Kemudian setelah itu di didoakan agar 8:04 mendapatkan 8:05 kemuliaan-kemuliaan, mendapatkan 8:07 kebaikan-kebaikan, mendapatkan 8:09 kebahagiaan-kebahagiaan. Punya rumah 8:11 lebih baik dari rumah di dunia, punya 8:13 pasangan lebih baik dari pasangan di 8:15 dunia. Ya, kalau punya istri di dunia 8:18 didoakan oleh Nabi istri yang lebih baik 8:21 daripada istri yang di dunia. 8:22 Masyaallah. Ya kama fahimtu. Sebagaimana 8:25 kita pahami istri kita seperti apa. 8:28 Sehebat-hebatnya, secantik-cantiknya, 8:30 sebaik-baiknya. Maka didoakan ini yang 8:32 lebih baik dari itu. Masyaallah ya. Oke. 8:34 Ini saya 8:35 kira ee mafhum insyaallah ya sudah 8:38 paham. Jadi memang doa ini masyaallah ee 8:42 adalah doa yang begitu baik, begitu 8:44 indah. begitu menyeluruh sehingga perawi 8:47 Abu Abdurrahman Auf bin Malik ini 8:49 menginginkan dirinyalah yang menjadi 8:51 mayit pada saat 8:53 itu. Dari hadis ini dapat kita lihat 8:56 bahwa kewajiban menyalati jenazah dan 8:58 anjuran mendoakannya dengan doa yang 8:59 mencakup seluruh kebaikan ini tuh ya. 9:02 Jadi masyaallah Rasul ini Allahu Akbar 9:05 ya. Segala kebaikan didoakan 9:07 diperuntukkan untuk si mayit itu. 9:10 Kemudian doa bermanfaat bagi mayit dan 9:12 bahwa kenikmatan dan azab kubur itu 9:14 benar adanya. Ya. Jadi, ada di antara 9:18 manusia bukan hanya tidak iman kepada 9:20 hari akhir, bahkan mereka pun tidak iman 9:22 kepada azab azab kubur. Ya, sementara 9:26 hadis-hadis yang berbicara tentang azab 9:28 kubur keir jidan banyak sekali ya. 9:32 Ti 9:34 samir hadis kedua dalam bab ini atau 9:36 hadis 9:37 ke-936 dalam kitab syarah ini. 9:41 Abi Hurairat wa Abi Qatadah. Berarti 9:44 perawinya dinisbatkan, digandingkan, 9:46 disandarkan kepada Abu Hurairah dan Abi 9:48 Qatadah w Abi Ibrahim dan Abi Ibrahim 9:51 al-Asyhali an abihi. Dari Abi Asyhali eh 9:55 Ibrahim al-Asyhali an abihi dari 9:58 ayahnya. Wa abuhu shahabiyun radhiallahu 10:00 anhum. Dan ee ayahnya ini adalah sahabat 10:05 ya sahabiyun radhiallahu 10:08 anhum. Anin Nabi sallallahu alaihi 10:10 wasallam. Dari Nabi sallallahu alaihi 10:11 wasallam annahu al janaah faqal 10:14 bahwasanya Nabi sallallahu alaihi 10:15 wasallam salat atas jenazah dan ia ia 10:18 sallallahu alaihi wasallam berdoa 10:20 Allahumagfir lihayyina 10:23 waitina wasirina wa kabirina waqarina wa 10:28 unana wa syahidina 10:31 waina allahum man ahyaitahu minna 10:35 faahyihi alal islam tawaitahu minna 10:39 fatawa 10:48 riwayat 10:54 abbiad 10:56 qakim had abi 10:58 hurairah bukhari wa muslim qmidzi 11:04 bukati had riwayatul ashali Qala 11:08 albukhari wa asahusai fi hadil bab 11:11 haditu bin 11:14 malik yang artinya kurang 11:16 lebih sebagaimana tadi ya langsung 11:19 kepada artinya saja 11:22 bahwa ee dari Nabi sallallahu alaihi 11:24 wasallam bahwa beliau menyalati jenazah 11:27 lalu mendoakan atau mengatakan 11:29 mengucapkan, "Ya Allah ampunilah untuk 11:31 yang masih hidup dan yang telah mati di 11:32 antara kami yang kecil dan yang besar, 11:34 yang laki-laki dan yang perempuan, yang 11:36 hadir dan yang tidak hadir. 11:37 Ya Allah, barang siapa yang Kau hidupkan 11:39 di antara kami, maka hidupkanlah dengan 11:41 menetapi agama Islam. Dan barang siapa 11:44 yang Engkau matikan di antara kami, maka 11:45 matikanlah ia dengan menetapi iman. Ya 11:48 Allah, janganlah Engkau menghalangi kami 11:50 untuk memperh dan janganlah Engkau 11:52 menimpakan fitnah pada kami 11:54 sepeninggalnya. Masyaallah ya. E masih 11:57 saja meskipun redaksinya berbeda, tetapi 11:59 masyaallah ya. Demikian ee apa namanya? 12:02 Pilihan-pilihan kalimat yang begitu 12:03 menyentuh, begitu mendalam ya. H hadisun 12:07 ro Imam aturmudzi dari riwayat Abu 12:09 Hurairah dan al-Asy'ari. Hadis ini juga 12:12 diriwayatkan oleh Imam Ad Abu Daud dari 12:14 Abu Hurairah dan Abu Qatadah. Imam 12:16 al-Hakim mengatakan bahwa hadis Abu 12:18 Hurairah ini sahih menurut k Bukhari dan 12:20 Muslim. Imam at-Tirmidzi berkata bahwa 12:22 menurut Imam Bukhari, riwayat yang 12:23 paling sahih dalam bab ini adalah 12:25 riwayat Al-Asy'ari. Imam Bukhari 12:27 berkata, "Riwayat yang paling sahih 12:29 adalah riwayat Auf bin Malik." Yakni 12:32 riwayat Auf bin Malik ya. pertama eh 12:36 bahas e 12:38 bahustu qobla hadza. Jadi sebagaimana di 12:41 hadis pertama itu yang dianggap paling 12:43 paling 12:44 sahih. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam 12:46 Tirmidzi dalam bab jenazah dan 12:48 seterusnya ya. Nah ini ee mutiara-muti 12:52 yang dapat kita lihat masyaallah ya. 12:54 Bahwa sama seperti hadis sebelumnya, 12:56 hadis ini mengajarkan doa yang mencakup 12:58 orang-orang yang masih hidup dan yang 12:59 sudah meninggal. Sebaik-baik kemuliaan 13:01 yang diterima seorang adalah hidup dalam 13:03 Islam, mati dalam iman, dan selamat dari 13:05 fitnah. Imma fitnah fid dunya wa fitnah 13:08 filqr wa fitnah fi ee yakni fi yaumil 13:13 akhir fil akhir hahulqabr siksa 13:17 kubur. Jadi dibebaskan dari situ. Itu 13:20 fitnah kubur ya. Heeh. Fitnah dajal 13:23 dalam riwayat lain fitnah dajal. Tiib. 13:25 Hadis ketiga atau hadis ke937. 13:29 Abi 13:31 hurraq rasulullahi shallallahu alaihi 13:39 wasall 13:41 abu kata Abu Hurairah sami itu 13:43 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 13:45 aku mendengar Rasulullah sallallahu 13:46 alaihi wasallam yaakl 13:48 bersabda shitum alal mayit jika kamu 13:51 menyalatkan atas mayit faaklis lahu dua 13:54 maka ikhlaskanlah saat engkau berdoa 13:56 untuknya ya nah maka oleh sebab itu ini 13:59 menjadi dalil ini juga menjadi alasan 14:01 kenapa kemudian yang menyalatkan itu 14:04 sebaiknya adalah kerabat terdekat orang 14:06 saleh yang terdekat orang saleh dan 14:08 kerabat ya orang yang mengenal paling 14:12 mengenal dengan dengan orang tersebut ya 14:15 mengenal dengan orang tersebut yang 14:17 saleh. Nah kenapa? karena tak ini ketika 14:19 berdoanya dia berupaya untuk seikhlas 14:21 mungkin mencari alasan-alasan untuk apa 14:25 namanya dalam tanda petik ya dalam tanda 14:27 petik untuk merayu ya untuk me apa 14:30 istilahnya memohonlah bahasa kita kan 14:32 memohon tetapi dalam pengertian yang 14:34 mendalam maksudnya betul-betul memohon 14:36 kepada Allah subhanahu wa taala dengan 14:38 cara yang ikhlas. Nah, ini yang harus 14:40 kemudian dipahami betul. Nah, maka ee 14:43 kenapa kemudian ee kemarin ee pada 14:46 pertemuan sebelumnya kita bicara 14:47 hendaknya yang menyalati itu adalah 14:49 orang-orang terdekat dalam hal ini 14:51 keluarga, sahabat, ulil amrinya ya yang 14:54 mengerti betul tentang sepak terjangnya 14:56 dan yang paling diharapkan apabila 14:59 berdoanya lebih ikhlas dalam 15:01 mengantarkan doa kepada mayit tersebut. 15:04 Ini sekelumit tentang sebagian dari 15:06 hadis-hadis dalam bab ini yang saya 15:09 ingin sampaikan bahwa sebaiknya ee 15:12 ikhlas. Betul ya. Misalnya mohon maaf 15:14 ya, mohon maaf kita lihat kembali 15:16 merujuk misalnya kepada hadis yang nomor 15:19 satu ya. Hadis nomor satu dalam bab ini 15:22 kemudian diterjemahkan oleh hadis 15:23 ketiga. Misalnya di sini kan bahwa 15:26 dinyatakan bahwa 15:29 shitumit lah maka ikhlaskanlah kamu 15:33 dalam berdoa. Maka di antaranya adalah 15:36 jadi ketika berdoa kan begini 15:38 allahumagfirlahu warhamhu wafi 15:40 wafu itu coba ilustrasikan dengan doanya 15:44 begini. 15:45 Misalnya kita mendoakan orang yang 15:47 paling kita kasihi, orang yang paling 15:49 kita cintai. 15:52 Allahummafirlahu warhamhu waafihi wafu 15:56 anhu. Jadi ada sedikit penghayatan 15:58 keikhlasan betul-betul 16:01 dibersihkan. Ilustrasinya itu. Ilustrasi 16:04 kita ini bagaimana sih? Mohon maaf ya. 16:07 Kita bicara sekarang tentang kita, 16:09 tentang manusia. 16:11 Seorang anak pertama dia minta jajan, 16:14 "Pak, aku minta uang untuk 16:17 jajan." Maka ayahnya, mohon maaf sekali 16:19 lagi, kita bicara kita, kita bicara 16:22 kita, "Pak, minta uang pindah jajan 16:26 tidak di apa tidak ditoleh oleh ayahnya. 16:28 Kemudian dia menangis, Pak, minta aku 16:31 jajan, Pak. Aku minta aku minta jajan, 16:33 Pak." Gitu kan. Itu anaknya. Coba 16:36 perhatikan anak kita. Maka kemudian kita 16:39 sebagai orang tua, sebagai ayah ya, 16:41 sehebat apapun ee sebesar apapun kumis 16:46 kita gitu kan. Masyaallah. Apalagi ini 16:48 anaknya memiliki keterbatasan tidak tiap 16:51 hari diberi jajan oleh kita. Misalnya 16:53 ilustrasi kan ada orang biasa kasih 16:55 jajan bahkan anaknya gak minta dikasih 16:57 langsung nih untuk untuk jajan hari ini. 16:59 Tapi ada anak yang untuk mendapatkan 17:01 uang jajan dia harus meminta kepada 17:02 ayahnya. Meminta pertama kepada ibunya. 17:05 Bunda, akhir ini aku ingin jajan. 17:08 Berilah aku uang. Kata ibunya, "Nak, ibu 17:11 kan gak kerja. Minta sana sama ayahmu." 17:15 Datang sama bapaknya. Kalau ayahnya 17:17 kelihatan galak, kelihatan ini, dia 17:19 kemudian menundukkan kepala dengan 17:21 penuh, dengan pelan-pelan. Dia katakan, 17:24 "Pak, adik kan belum jajan sudah 17:26 seminggu. Hari ini kan jatah adik jajan 17:29 ya, Pak." Ya, aku minta dong, Pak, uang 17:32 untuk jajan. Nah, tapi ada juga yang 17:35 memang tahu, "Oh, ayahnya ini baik." Dia 17:37 datang baik-baik juga. Nah, masyaallah 17:39 itu kita. Sekali lagi itu kita. Maka 17:42 kemudian Rasulullah sallallahu alaihi 17:44 wasallam mengajarkan 17:45 sebagaimana ee ajarannya sesuai dengan 17:48 sesuatu yang mampu dicerna oleh 17:50 pemahaman kita. Ya, kalau sehari-hari 17:53 seperti itu, maka kita pun memahami 17:54 memahaminnya kurang lebih seperti itu. 17:57 Maka kemudian ketika mohon kepada Allah 17:58 Subhanahu wa taala, Allahummagfirlahu 18:06 warhamhuhiu. Beda dengan tadi ya kan? 18:09 Sekali lagi 18:12 Allahfirahu bahkan kemudian suaranya 18:14 juga tidak jelas ya. Saking cepatnya 18:17 doanya sudah hafal, tapi kemudian yang 18:18 terucap adalah sesuatu sehingga makmum 18:20 yang mendengar mengamimkan juga bingung 18:21 gitu kan. Nah, maka oleh sebab itu ya 18:24 mungkin wah ini aneh kalau doanya 18:26 terlalu lama juga orang jadi bosan. Ah 18:29 yang paling penting bukan terlalu lama 18:31 tapi bagaimana kita ikhlas dalam 18:33 mendoakannya tadi. Dihayati betul 18:35 permohonan tadi ya. Jangankan untuk 18:37 orang lain, untuk kita pun begitu. 18:39 Allahumfirlahu 18:41 warhamhu 18:59 wuahuia ahlihi 19:06 [Musik] 19:14 wau 19:15 minabil waidu minabil qabr wzabinar 19:23 Allah. Masyaallah. Doakan diulang lagi 19:26 boleh. Masyaallah. Kita mohon maaf 19:29 sekali lagi kita memohon kepada Allah 19:31 dengan segenap permohonan yang penuh 19:34 harapan. Ya. Jadi maka keikhlasan itu 19:37 hanya mengharapnya kepada Allah dan kita 19:38 yakin hanya Allah saja yang mampu 19:40 mengabulkan setiap permohonan kita. Nah, 19:42 ini maka hubungannya nanti 19:45 dengan apabila seseorang disalatkan 40 19:49 orang atau 100 orang ya disalatkan oleh 19:51 tiga saf. Nah, kemudian doanya juga 19:55 masyaallah ikhlas ya, khusyuk 19:58 masyaallah. Maka insyaallah itu mayit 20:02 sebagaimana perawi tadi mengatakan, "Aku 20:05 berharap sesungguhnya aku ee tamaitu 20:08 tama itu tamanna. Taman itu berkhayal 20:10 ya. Ee aku sangat menginginkan 20:14 seandainya yang menjadi mayit itu aku." 20:16 Karena didoakan oleh Nabi dengan doa 20:18 yang begitu indah. Ini saya kira para 20:21 ikhwan dan akhwat pendengar Radio 20:24 Silaturahim serta pemirsa Rasil Visual 20:26 di mana pun berada. Tiga hadis dalam bab 20:29 ini ya yang dapat kita ee bahas. 20:32 Insyaallah kita akan lanjutkan ee 20:35 sisanya pada pertemuan berikutnya 20:37 insyaallah. Wasallallahu ala nabina 20:39 Muhammadin walhamdulillahi rabbil 20:41 alamin. Wallahu aam bisawab. Ya. Baik. 20:46 Wallahuam bisawab. Ikhwan dan akhwat. 20:48 Demikian tadi tausiah dan pemaparan yang 20:53 dikutip langsung dari kitab Riyadus 20:55 Shihin bersama Ustaz Ahmad Saleh dalam 20:57 tema kita bacaan dalam salat jenazah. 21:00 Nah, dan tadi cerita tentang anak kecil, 21:02 Ustaz yang terakhir ya. H 21:06 [Musik] 21:37 [Musik] 21:42 [Musik] 21:52 [Musik] 21:59 [Musik] 22:08 [Tepuk tangan] 22:09 [Musik] 22:18 [Tepuk tangan] 22:20 [Musik] 22:28 [Tepuk tangan] 22:30 [Musik] 22:46 [Tepuk tangan] 22:47 [Musik] 22:56 [Tepuk tangan] 22:58 [Musik] 23:06 [Tepuk tangan] 23:08 [Musik] 23:24 [Tepuk tangan] 23:25 [Musik] 23:34 [Tepuk tangan] 23:36 [Musik] 23:44 [Tepuk tangan] 23:46 [Musik] 24:02 [Tepuk tangan] 24:03 [Musik] 24:12 [Tepuk tangan] 24:14 [Musik] 24:22 [Tepuk tangan] 24:24 [Musik] 24:31 Yeah. 24:35 [Musik] 24:40 [Tepuk tangan] 24:41 [Musik] 24:50 [Tepuk tangan] 24:52 [Musik] 25:00 [Tepuk tangan] 25:02 [Musik] 25:18 [Tepuk tangan] 25:19 [Musik] 25:28 [Tepuk tangan] 25:30 [Musik] 25:38 [Tepuk tangan] 25:40 [Musik] 25:51 H 25:57 [Musik] 26:04 Radio silaturahim untuk Islam yang satu. 26:07 Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 26:09 subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 26:11 masih bersama kami dalam program tausiah 26:14 sore kajian kitab Riyadus Shihin bersama 26:18 Ustaz Ahmad Saleh. Tema kita 26:20 tentang bacaan dalam salat jenazah. 26:23 Demikian Ustaz ya. Nah, dan kita 26:27 akan ke pertanyaan yang telah Anda 26:29 kirimkan. Dikirimkan ke mana? Tentu saja 26:32 dikirimkan ke 26:37 0811999720. Dan pertanyaan pertama, 26:41 Ustaz ini dari hamba Allah di Sukabumi. 26:45 N Asalamualaikum warahmatullah 26:47 wabarakatuh. Waalaikumsalam 26:49 warahmatullahi wabarakatuh. Baik. 26:52 Bolehkah mencium orang yang sudah 26:55 meninggal 26:56 dunia dan bolehkah suami memandikan 27:00 jenazah istri yang telah diceraikannya? 27:03 Hmm. Dua pertanyaan, Ustaz. Baik. Dua 27:06 pertanyaan dari hamba Allah di 27:08 Sukabumi. Pertanyaan pertanyaan pertama. 27:11 Bolehkah mencium apa tadi? Mayit. Orang 27:14 yang sudah meninggal dunia? Maka jaiz 27:17 boleh. Dan ini dilakukan Abu Bakar 27:20 Assiddiq radhiallahu anhu pasca wafatnya 27:24 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 27:26 sebagai bukti cinta Abu Bakar kepada 27:28 Nabi, penghormatan kepada Nabi. Maka Abu 27:31 Bakar kemudian mengecup kening Nabi 27:34 sallallahu alaihi wasallam yang telah 27:35 meninggal dunia. Kemudian Abu Bakar 27:38 keluar sementara di luar rumah 27:40 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 27:42 maksudnya tempat tinggal Rasul. di 27:44 luarnya sedang berkumpul para sahabat 27:46 sedang menanggapi dalam tanda petik 27:48 bagaimana ee sikap Umar bin al-Khattab 27:52 yang menganggap bahwa kematian itu 27:54 maksudnya kewafatan Rasulullah itu masih 27:56 dianggap hawak hoak bahasa kita gitu 28:00 kan. Maka kemudian Abu Bakar mengatakan, 28:02 "Barang siapa yang menyembah Muhammad 28:06 maka Muhammad qad mat." 28:09 Barang siapa yang menyembah Nabi 28:11 Muhammad sallallahu alaihi wasallam, 28:12 maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi 28:13 wasallam telah meninggal dunia. Tapi 28:16 barang siapa yang menyembah dan 28:18 mengibadahi Allah Subhanahu wa taala, 28:20 maka Allah Subhanahu wa taala akan 28:22 senantiasa hidup. Begitu kata Abu Bakar 28:25 Assiddiq radhiallahu anhu. Maka 28:28 gemetarlah Umar bin al-Khattab menyadari 28:31 bahwa Rasulullah sallallahu alaihi 28:32 wasallam juga adalah seorang manusia 28:35 basyar yang kemudian akan menghadap 28:37 kepada Tuhannya, kepada Allah Subhanahu 28:39 wa taala. Maka diriwayatkan kemudian 28:42 Umar bintab menjadi lunglai lemas. Nah, 28:45 itu ya. Jadi itu jadi bolehkah mencium 28:49 ee apa namanya? orang yang telah 28:51 meninggal dunia jaiz. Kemudian yang 28:54 kedua, bolehkah? Nah, sekarang ini 28:57 perbedaan pendapat seorang bukan suami, 29:01 mantan suami mencium jasad mantan 29:05 istrinya gitu. Jadi apa sih yang 29:08 sesungguhnya menjadi permasalahan di 29:11 sini gitu kan. Nah, saya belum menemukan 29:14 secara hukum yang tegas kalau masalah 29:16 ini. Kalau tadi siapa? Abu Bakar 29:18 Assiddiq ee apa namanya? ee dapat kita 29:21 temukan dalam kitab-kitab ee hadis 29:23 maupun tarikh ya ee bahwa Abu Bakar 29:26 Assiddiq mencium ee jasad Rasulullah 29:29 sallallahu alaihi wasallam. Adapun 29:30 seperti tadi ee mantan ya mantan suami 29:33 mencium mantan istri ee ada beberapa 29:38 hal ini sekali lagi secara pasti saya 29:42 belum menemukan dasar untuk menjawab 29:44 tentang pertanyaan kedua gitu kan. Tapi 29:47 apa kemudian kita mencoba mencari apa 29:49 sih ambang apa gitu kan. Ee misalnya 29:53 ketika di dunia jelas itu haram. Lalu 29:56 maksudnya ketika masih hidup ini haram 29:58 meskipun itu mantan. Mantan karena bukan 30:01 bukan sudah sudah bukan siapa-siapa lagi 30:03 dalam pengertian ya kamu adalah kamu, 30:07 aku adalah aku. Kalau dulu kan engkau 30:10 adalah aku, aku adalah engkau. Itu dulu 30:12 ketika masih menyatu sebagai suami 30:14 istri. Tapi setelah pisah ini masa hidup 30:17 saja. Masa hidup maka mereka sudah 30:20 diberlakukan hukum ee bukan mahram lagi 30:24 ya. Bukan ee diberlakukannya hukum hukum 30:27 biasa, hukum antara seorang lelaki 30:29 dengan seorang perempuan. Nah, bagaimana 30:32 kalau kemudian sedang apa sudah 30:34 meninggal dunia? Jika itu ya setelah 30:39 meninggal dunia istrinya ini apalagi dia 30:41 sudah punya suami maka sudah barang 30:44 tentu akan menimbulkan kecemburuan 30:46 meskipun itu sudah meninggal dunia dan 30:49 ini harus di dihindari itu intinya. 30:52 Begitu juga nanti ya ee hal-hal 30:56 fitnah-fitnah baru ya fitnah-fitnah baru 30:59 yang bisa dikembangkan. 31:01 dikembangkan yang saya maksudkan adalah 31:03 fitnah yang akan berkembang padahal 31:05 tidak seperti itu. Maka penyebabnya 31:07 harus dihindarkan. Maka oleh sebab itu 31:10 tidak menciumnya justru menjadi lebih 31:12 baik menurut pendapat saya gitu ya. 31:14 Berdasarkan tadi ilat-ilat oh bahwa ini 31:16 sesungguhnya akan mengakibatkan apa 31:19 namanya bisa mengakibatkan kecemburuan 31:21 kepada suaminya yang baru gitu ya. Bahwa 31:24 itu adalah istri kita yang lama, mantan 31:26 istri. Betul. sudah sudah bukan muhrim 31:29 sudah bukan lagi siapa-siapa gitu kan 31:31 kalau sudah meninggal dunia maka sekali 31:32 lagi bahwa kemudian kita datang sampai 31:35 datang sampai itu jaiz mengantar 31:37 anak-anak kita menemui apa namanya 31:40 ibunya yang telah tiada tadi dalam 31:42 jasadnya saja itu sampai di situ tidak 31:44 mengapa tapi kalau kemudian seperti tadi 31:46 pertanyaannya apalagi dia sekali lagi 31:48 apalagi dia sudah menikah lagi dengan 31:50 lelaki lain maka hendaknya jangan memicu 31:53 perkara baru iya gitu jangan sampai 31:55 kemudian uh ini kan istri saya sekarang 31:58 gitu kan meskipun sesungnya sudah 32:00 meninggal dunia. Demikian saya kira yang 32:02 dapat saya e kemukakan. Wallahuam 32:05 bisawab. E perlu saya tambahkan enam. 32:07 Boleh. Boleh. Perlu saya tambahkan 32:10 bahwa kebiasaan di negeri-negeri barat 32:14 ya mencium gitu ya cipikacifiki 32:17 jangankan telah meninggal dunia bahkan 32:19 masih hidup aja masih mereka lakukan 32:21 tetap bagi dalam bahasa kita dalam dalam 32:24 agama kita dalam Islam. Maksud saya itu 32:27 semua tidak bisa dianolir, tidak bisa 32:29 mohon maaf bukan tidak bisa tidak bisa 32:31 di apa namanya dimaafkan gitu ya. Maka 32:34 oleh sebab itu hendaknya karena umat 32:36 Islam ini selalu menjaga apapun yang 32:38 mengakibatkan sebuah permasalahan dan 32:41 ini ternyata orang-orang Eropa, 32:43 orang-orang Barat yang memeluk Islam 32:45 merasa terhormat dengan teturan Islam 32:47 karena yang selama ini mereka tidak ada 32:49 batasan macam-macam dengan orang lain. 32:51 Ah, sekarang serba diatur dengan tertib 32:53 sehingga mereka merasa 32:55 perempuan-perempuan Eropa, 32:56 perempuan-perempuan Barat yang telah 32:57 memeluk Islam itu merasa apa? Dihormati. 33:00 Heeh. yang tadinya mereka menganggap 33:01 bahwa perempuan-perempuan Islam itulah 33:03 yang tidak dihormati. Tapi justru 33:05 sekarang mereka berkeyakinan betul 33:07 ketika dia sudah menjadi muslimah dia 33:10 begitu merasa dihormati. Demikian. 33:12 Wallahuam. Baik. Wallahuam bawab. Kita 33:16 beralih ke pertanyaan selanjutnya. Ustaz 33:18 ada hamba Allah di Jakarta Selatan, 33:21 hanya saja ini pertanyaannya di luar 33:22 tema. Oke, boleh. Asalamualaikum 33:25 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 33:26 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:28 wabarakatuh. berkenaan dengan 33:29 mengucapkan salam. Heeh. Mengucapkan 33:31 salam hukumnya sunah. Heeh. Sedangkan 33:34 menjawabnya hukumnya wajib. Namam. 33:36 Apakah sama dengan sapaan? Misalnya 33:39 ditanya dengan seseorang, kita tidak 33:40 menjawab dosa atau tidak, Ustaz? Hmm. 33:43 Nah, sapaan misalnya bagi mau ke mana, 33:45 Kang? Selamat pagi. Mau ke mana, Kang? 33:46 Naam. Naam. 33:48 Naam. Jika itu si orang yang disapanya 33:51 mendengar, maka wajib menjawab. 33:54 Ya. Jadi pengertian tadi apabila kita 33:57 dihormati dengan satu penghormatan itu 33:59 bukan hanya bentuk assalamualaikum 34:01 termasuk tadi. Karena sesungguhnya 34:03 hakikatnya itu kan hak muslim dengan 34:04 muslim yang lainnya atas muslim yang 34:06 lainnya. Jadi ketika ditanya mau ke 34:09 mana, Kang tidak menjawab itu sama 34:11 dengan tadi ya. bahwa kemudian secara 34:13 tekstual tidak disebutkan begitu, tetapi 34:16 itu sudah termasuk kategori tadi. Jika 34:19 kamu bertemu dengan saudaramu kemudian 34:21 mengucapkan salam, maka jawablah 34:22 salamnya. Itu hak pertama. Ya, begitu 34:25 juga kalau dia bertanya wajib dijawab. 34:27 Kecuali bertanyanya sesuatu yang tidak 34:30 pantas untuk dijawab. Pertama, 34:31 pertanyaannya ngeledek. Pertanyaannya 34:34 pokoknya taannut lah ya. Taanud itu 34:38 artinya e untuk mempermalukan. Ah, itu 34:40 tidak wajib untuk dijawabkan. Pertanyaan 34:42 juga kata Imam Asyatibi kalau tidak 34:44 salah dalam kitab Almuawafaqat itu ada 34:47 tiga ya. Ada pertanyaan memang ingin 34:49 mengajarkan, ada pertanyaan ingin 34:52 mendapatkan pelajaran, mendapatkan 34:54 informasi yang benar, yaitu tadi nanya 34:56 mau ke mana dijawab, oh mau ke sana gitu 34:58 kan. Yang ketiga memang pertanyaan ingin 35:00 mempermalukan. 35:02 Misalnya dia mau teman kita ini mau 35:06 kerja, mau kerja. Kerjanya menurut kita 35:09 ee hina. Sekali lagi menurut kita bukan 35:12 dalam pandangan syariat misalnya apa? Oh 35:15 saya yang satu ini jadi ke apa namanya? 35:17 Pokoknya semuanya dalam dalam pandangan 35:19 kita teman-temannya itu terpandang 35:21 kecuali teman kita satu. Apa dia sebagai 35:24 pramo apa namanya? Ee pramu wisma ya. 35:29 Pram wisma sebagai ya asisten rumah 35:32 tangga bahasa kita. Mohon maaf sebagai 35:34 asisten rumah tangga yang dinilai oleh 35:36 kita itu bukan sesuatu yang terhormat. 35:38 Padahal selama menjaga ee apa harga 35:41 dirinya itu tidak masalah. Nah, kemudian 35:44 tahu teman-temannya nih lagi ngumpul 35:46 ngumpul-ngumpul temannya mau pergi 35:48 kerja. Kerjanya tadi maka kemudian dia 35:51 bertanya dengan maksud ingin 35:53 mempermalukan dia. Maka itu pun tidak 35:56 harus dijawab kalau itu ya. Karena 35:58 memang misalnya teman-teman kita sudah 35:59 tahu kebiasaan kita tiap hari ini kerja 36:01 jam sekian, pulang jam sekian gini. Eh 36:04 misalnya Fulanah kamu mau ke mana jam 36:06 segini? 36:08 kamu kerja di mana sih sesungguhnya? Ah, 36:10 padahal mereka sudah tahu, maka itu 36:11 tidak harus dijawab. Tapi kalau 36:13 pertanyaannya misalnya ee bagaimana 36:15 kabarnya mau Polana, Ibu orang tuamu 36:18 gimana? Salam ya. kalimat-kalimat yang 36:21 mengantarkan kedekatan antara si penanya 36:24 dengan yang ditanya dengan catatan tadi. 36:27 Katakanlah ee kalau dalam ee apa namanya 36:30 pendekatan kita keagamaan ee dengan 36:34 tidak memperhatikan kultur kita, maka 36:37 sebaiknya ee apa namanya? Tidak menyapa 36:40 lawan jenis apalagi kemudian statusnya 36:42 antara lajang dan apa dan tidak lajang. 36:45 Ya, sekali lagi kalau kita tidak melihat 36:48 e kultur ee dalam siapa yang nanya dan 36:51 yang bertanya. Tetapi kalau kita melihat 36:53 di misalnya di kita, hal itu biasa nanya 36:55 menanya itu biasa di kita beda jenis 36:57 lawan jenis biasa ya. Maka itu tidak 37:00 mengapa. Yang menjadi masalah tadi 37:02 karena ada di antara manusia itu memang 37:04 bertanya itu bisa mengakibatkan sesuatu 37:07 gitu ya. Mengakibatkan sesuatu. Maka 37:10 kemudian waktu itu ya dalam hal ini di 37:13 dibatasi komunikasi antar lawan jenis 37:16 gitu ya. Adapun kemudian lawan jenis 37:18 yang terjadi di satu tempat yang memang 37:20 mereka memaknanya itu tidak ada apa-apa, 37:22 biasa-biasa saja, maka juga biasa-biasa 37:25 saja. Tetapi sekali lagi ee apa namanya 37:28 ee protektif yang bersifat melindungi, 37:31 yang bersifat penjagaan ya hendaknya 37:34 tetap ditegakkan. Ini saya kira yang 37:36 bisa saya ee jawab ya tentang pertanyaan 37:40 ee tersebut. Jadi jika pertanyaannya 37:42 memang ee serius maka jawab. Jika 37:46 pertanyaannya ingin melecehkan atau 37:48 mempermalukan kita, ya tidak harus 37:49 dijawab. Demikian. Wallahuam bisawab. 37:53 Baik, kemudian kita ke pertanyaan 37:56 selanjutnya dari Ibu hamba Allah di 37:59 Jakarta. Asalamualaikum warahmatullahi 38:01 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 38:03 warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin 38:05 bertanya, apakah orang yang sudah 38:07 meninggal akan bertemu dengan keluarga 38:11 yang sudah meninggal terlebih dahulu? 38:15 Hmm. Nam pertanyaan menarik sekali. 38:18 Apakah satu keluarga itu akan bertoma 38:20 dengan keluarga terlebih dahulu? 38:23 Jika sekali lagi keluarga tersebut 38:25 dengan kelas yang sama dengan amaliah 38:29 kesalehan dan 38:30 kesalehahannya ee mustawian atau setara, 38:34 maka insyaallah akan ketemu. Bisa 38:35 dilihat nanti di juz 30 ya, itu bicara 38:38 tentang bagaimana keluarga akan bertemu 38:40 dengan keluarga ya. Tetapi kalau 38:42 kemudian ee tidak termasuk kategori 38:44 orang-orang berul yang satu kan sebumnya 38:46 perpisahan pernah saya kemukakan. 38:48 Hakikat perpisahan yang menyakitkan 38:50 adalah ketika sebagian keluarga masuk 38:53 rahmat Allah berupa surga, sebentar 38:55 sebagian lagi mereka harus meninggalkan 38:58 rahmat Allah tersebut, yaitu 38:59 meninggalkan ee surga alias bertempat 39:01 tinggal di neraka. Itulah perpisahan 39:03 yang paling yang hakiki. Perpisahan yang 39:06 sesungguhnya itu itu perpisahan. Maka 39:09 oleh sebab 39:10 itu, kenapa kemudian kepada para rumah 39:14 tangga diminta, diperintah oleh Allah 39:16 Subhanahu wa taala untuk menjaga 39:18 keluarganya agar tetap agar mereka tidak 39:21 dimakan serigala, ya, agar tidak dimakan 39:25 oleh kekafiran, tidak dimakan oleh 39:27 kemaksiatan. Maka qu anfusakum waahlikum 39:30 naro, jagalah dirimu dan keluargamu dari 39:33 sisa api neraka. Jadi kalau ee sekali 39:36 lagi nilai keimanannya atau paling tidak 39:39 dalam kategori rumah tangga itu kan ada 39:42 nanti ada penilaian pribadi, ada 39:44 penilaian 39:45 keluarga. Nah, ini yang menarik. Ada 39:48 penilaian keluarga itu masyaallah bukan 39:50 ya? Ee nanti ada kalau misalnya yang 39:54 berbuat baik 39:55 suaminya, dia tidak berbuat si istrinya, 39:59 tapi dia kemudian mendukung menutup 40:01 kekurangan pasangannya. Suaminya punya 40:04 kelemahan yang apabila dibukakan 40:06 mengakibatkan jatuh harga diri suaminya. 40:09 Namun kemudian ia menutupnya. 40:10 Sebagaimana juga sang suami ketika 40:13 mengetahui istrinya memiliki kelemahan, 40:15 dia tutup kelemahan itu sehingga orang 40:17 pun memandang bahwa keluarganya adalah 40:19 keluarga yang sempurna. Padahal banyak 40:21 bolong, banyak hal yang akan 40:23 mengakibatkan mereka malu di hadapan 40:25 manusia. ya. Nah, maka kembali lagi 40:28 kalau levelnya level yang sama dengan 40:30 rumah tangga, kelasnya adalah kelas yang 40:33 kategori orang beriman, maka insyaallah 40:35 mereka akan berjumpa kembali. Tetapi 40:38 kalau sudah nyata-nyata rumah tangganya 40:41 itu tidak bisa ditolong, begini yang 40:43 saya maksudkan. Misalnya nilai untuk 40:46 bisa dikatakan dia lulus itu nilainya 40:48 enam. Istrinya dalam kepribadiannya 40:50 enam, suaminya. Maka mereka kategorinya 40:53 rumah tangga yang lulus. 40:56 Tapi ada nanti suaminya nilainya delan, 40:58 istrinya nilainya empat. Nah, mau tidak 41:00 mau sudah tidak bisa lagi nanti suaminya 41:02 sudah tidak bisa memberikan syafaat 41:04 misalnya ya, maka tidak bisa karena tapi 41:07 kalau suaminya memiliki kesempatan, 41:09 diberikan oleh Allah kesempatan untuk 41:11 memberi syafaat, maka istrinya yang 41:13 berimannya lemah. Jadi syafaat itu 41:16 diberikan kepada ee orang yang ee apa 41:19 namanya? Keimanannya lemah, amalannya 41:21 kurang memadai, maka syafaat diberikan. 41:23 Kalau syafaat diberikan oleh suaminya 41:25 kepada istrinya atau sebaliknya istrinya 41:28 yang memberikan syafaat kepada suaminya 41:29 emang bisa gitu dibolak? Bisa. Kenapa 41:32 tidak? Karena dalam kehidupan ini 41:35 kan Allah menilai bukan alat mohon maaf 41:38 bukan jenis kelamin yang dinilai tapi 41:41 yang dinilai adalah ketakwaan. Oh dia 41:44 lelaki. Oh baik. Oh dia perempuan enggak 41:46 baiknya begitu. Kalau perempuannya 41:49 salihat kalau laki-lakinya thh gitu kan. 41:53 Nah, maka ya suaminya yang pantas di 41:56 dikasihani gitu, maka diberi syafaat 41:58 oleh istrinya kalau istrinya punya hak 41:59 memberikan syafaat. Begitu juga 42:02 sebaliknya. Istrinya ini aduh pas-pasan 42:04 waktu dinikahi kelihatannya salehah. 42:07 Heeh. Namun kemudian setelah dinikahi 42:10 semuanya apa namanya? Terbuka aslinya. 42:13 Baik suaminya maupun istrinya terbuka 42:15 aslinya. Nah, maka di situ kemudian dia 42:18 akan mencoba mempertahankan dan 42:20 memperbaikinya. Namun kemudian dia 42:22 keburu syahid misalnya suaminya karena 42:23 dia ee apa? meninggal dunia di medan 42:26 amanat di negeri yang perlu dia bantu. 42:29 Misalnya dia meninggal dunia, maka dia 42:31 punya hak untuk memberikan apa tadi? 42:32 Syafaat kepada keluarganya, kepada 42:34 istrinya, kepada ibu bapaknya, kepada ee 42:36 sebanyak yang Allah izinkan. Nah, maka 42:39 dia akan berjumpa kembali dengan 42:42 keluarganya, gitu ya. Demikian saya kira 42:45 yang bisa saya jawab. 42:47 Wallahuam biswab. Baik. 42:50 Wallahuam bissawab. Kemudian kita 42:54 beralih ke pertanyaan selanjutnya dari 42:58 Bapak Gunawan di Tapos Depok. Ustaz, 43:01 asalamualaikum warahmatullahi 43:03 wabarakatuh. Bapak G Waalaikumsalam 43:04 warahmatullahi wabarakatuh. Saya mau 43:06 bertanya, Pak Ustaz. Namam. Bolehkah 43:09 saat mensalatkan jenazah sambil membaca? 43:11 Mungkin di sini maksudnya membaca. Oh, n 43:13 membaca misalnya doa-doanya. Naam. Jiz 43:17 belum, Ustaz? Karena saya tidak hafal 43:19 doa-doanya, terutama pada takbir yang 43:21 ketiga. Nam jaiz. Jadi kalau kemudian 43:25 kita belum hafal maka oleh sebab itu di 43:29 yaakul ya atau qoraa itu 43:32 kalimat-kalimatnya begitu. Mengatakan 43:35 atau membaca. Nah, bisa membaca juga 43:38 bisa bin nadar bisa bidunin nadar. 43:41 Maksud saya bisa langsung membaca dengan 43:44 melihat tulisan atau bisa juga dihafal. 43:47 tanpa melihat tulisan membacanya, maka 43:50 tidak masalah. Begitu juga membaca 43:52 pokoknya setiap bagi kita ya baca Quran 43:55 belum hafal boleh misalnya Ramadan. Ee 43:58 kemudian ee ada di antara kita ini me 44:02 apa 44:03 namanya bukan mengawasi yang mengontrol 44:05 bacaan imam. Imam nih hafiz tapi kadang 44:08 namanya hafid juga tetap manusia ya. Ada 44:10 yang sempurna, ada yang tingkat 44:11 kemutkinannya. mutkinnya ada 90%, ada 44:15 85, ada 70 dan seterusnya. Maka kita 44:17 boleh sambil membuka mushaf atau 44:19 misalnya di depannya ada mushaf besar, 44:21 tetapi kalau memang sudah mutin ya 44:24 hafalannya memang sudah kuat tidak perlu 44:26 itu ya. Tapi kalau tadi alasannya apa? 44:28 Belum belum hafal fala babi bih. Jadi 44:31 Allahu Akbar allahumfir lahu warham dan 44:34 seterusnya gitu dibaca labas ya. 44:36 Demikian wallahuam bisawab. Baik. 44:39 Wallahuam. Baik, Ibu di Jakarta Selatan 44:42 semoga terjawab. Kemudian dari Ibu di 44:44 Jakarta Selatan, kita beralih ke 44:47 pertanyaan eh dari Bapak Tapos di Depok. 44:50 Mohon maaf ya Allah. Kemudian dari 44:53 Ibu hamba Allah Jakarta Selatan sudah. 44:57 Lalu dari Ibu Dharma. Asalamualaikum 45:00 warahmatullahi wabarakatuh. 45:01 Waalaikumsalam warahmatullahi 45:03 wabarakatuh. Baik, Pak Ustaz semoga 45:05 selalu sehat. Amin. Allahum amin. Karena 45:08 saya dan banyak tetangga saya banyak 45:10 yang lagi kurang sehat. 45:12 Syafaatullah taala. Mohon nasihatnya, 45:14 Ustaz, untuk bisa 45:16 selalu menerima apa yang sudah Allah 45:19 takdirkan untuk 45:21 hamba-hambanya. Jadi dia mohon agar dia 45:24 selalu ee qanaah. Nah, seperti itu. Nah, 45:28 masyaallah. Apa amalannya atau namam apa 45:31 sih? Bagaimana si supaya bisa seperti 45:33 itu? pertama ya harus makrifatullah, 45:35 mengenal Allah bahwa kita ini adalah 45:38 hamba. Makanya sayidul istigfar saya 45:41 kira perlu dipahami. Allahumma anta 45:44 rabbi. 45:48 Allahumma anta rabbi. Ee Allahumma ya 45:51 Allah engkau adalah 45:53 Tuhanku. Engkau menciptakan aku dan aku 45:56 adalah 45:58 hamba-Mu. Aku apa? Menyesuaikan dengan 46:01 apa yang telah menjadi kesepakatan. ya 46:03 denganmu dengan menyesuaikan itu. Kami 46:06 mengakui nikmat yang telah Engkau 46:08 berikan. Aku mengakui nikmat yang telah 46:10 Engkau berikan kepadaku. Tapi aku pun 46:12 berlindung kepadamu dari apa yang telah 46:14 aku lakukan. Ya kan? Ee kemudian di situ 46:18 kan kita memohon kebaikan kepada Allah. 46:21 Maka doa-doa yang diajarkan Nabi itu 46:22 banyak sekali. Di antaranya misalnya 46:24 pokoknya agar kita senantiasa di atas 46:26 jalan keridaan Allah, di atas agama 46:28 Allah. 46:32 itu hati ya. Kenapa? Kenap hati kita 46:36 minta ditetapkan dalam eh apa namika 46:39 atas agama Allah ya dinik itu agama 46:41 Engkau ya 46:43 Allah dan ketaatan kepadamu. Karena 46:45 memang hati ini dalam hal ini 46:47 sesungguhnya para ahli belakangan 46:49 mengatakan bahwa qb bimakna fiqr. 46:51 Meskipun nanti berbeda pendapat orang 46:53 dalam memaknanya tetapi yang namanya 46:55 qalb itu senantiasa berubah. yang 46:57 senantiasa berubah biasanya pikiran 46:59 paling tidak paling tidak adalah bisikan 47:02 hati itu kalb ya. Namun kemudian ada 47:04 yang disebut dengan puad. Puad itu 47:06 adalah ee hati juga dalam bahasa kita 47:09 artinya. Tetapi ini yang kemudian oleh 47:10 Nabi diminta agar kita minta fatwa 47:12 kepada fuad tadi, kepada hati. Karena 47:15 itu bersifat tetap, subut, tidak 47:18 bolak-balik. Maka disebutnya fuad dalam 47:20 bahasa kita mungkin yang diminta 47:22 tanyakanlah kepada nuranimu. Hatimu yang 47:24 paling kecil itu kurang lebih. Nah, 47:26 kembali kepada permasalahan tadi. 47:28 Jadi, hendaknya kita belajar mulai dari 47:32 sekarang misalnya sekarang kita 47:33 mendapatkan rezeki sekian syukuri itu 47:37 berbagi di jalan Allah nanti itu akan 47:39 tumbuh apa namanya kepuasan, akan tumbuh 47:43 qanaah, akan tumbuh juga ifah dan lain 47:47 sebagainya ya. Nah, maka oleh sebab itu 47:49 saya kira ini bukan sesuatu instan. 47:51 Tidak gampang saya menjelaskan langsung 47:53 besok bisa gak ada langkah-langkah 47:55 pertama mohon pada Allah agar senantiasa 47:59 dibimbing belajar sekarang ya dengan apa 48:02 adanya makan misalnya suami kita 48:04 membeli. Mohon maaf suami kita 48:06 macam-macam suami kita yang membelikan 48:07 atau kita yang memaksakan. Kita 48:09 memasakan tapi uangnya juga 48:11 berbeda-beda. Bermacam-macam tiap 48:13 harinya bermacam-macam maksudnya 48:15 berbeda-beda hari ini sekian ini. Nah 48:17 itu syukuri ya. Alhamdulillah segala 48:19 memuji pada Allah, senantiasa memuji 48:21 kepada kepada Allah subhanahu wa taala. 48:24 Nah, setelah itu kemudian mohon pada 48:25 Allah kekuatan melihat orang lain itu 48:29 apa namanya? Melihat diri kita ini 48:32 senantiasa paling beruntung ya. Kenapa? 48:34 Karena dibandingkannya dengan 48:35 orang-orang yang lebih lebih apa? Lebih 48:38 di bawah dari kita ya. Bukan lebih 48:40 tinggi tapi lebih rendah di bawah kita. 48:42 Maka itu akan muncul perasaan syukur, 48:43 perasaan menerima ya. Heeh. Jadi saya 48:46 kira ini bisa nanti insyaallah dalam 48:48 kajian-kajian berikutnya bagaimana bisa 48:50 seperti itu. Tapi yang paling penting 48:52 sujud kita minta kesabaran kepada Allah. 48:56 Sujud kita memohon kepada Allah agar 48:58 dianugerahkan keberkahan hidup. 49:00 Senantiasa berbaik sangka kepada Allah 49:02 apapun yang terjadi. Karena tidak bisa 49:05 kita berbaik sangka, Ikhwatul iman. 49:07 Tidak bisa berbaik sangka kecuali kita 49:09 diberi oleh Allah pemahaman, diberi p 49:11 ilmu untuk bisa memahaminya sehingga 49:13 kita bisa berbaik sangka. Ya, karena 49:16 sekali 49:17 lagi kesengsaraan bukan menunjukkan 49:20 Allah murka. Sebagaimana juga ke 49:23 kekayaan tidak menunjukkan bahwa Allah 49:25 itu rida. Tapi bisa jadi sebaliknya, 49:28 justru yang disayangi oleh Allah adalah 49:30 yang menjadi miskin. Tetapi yang dibenci 49:33 oleh Allah justru menjadi orang kaya dan 49:35 seterusnya. Sekali lagi. Nah, ini bisa 49:37 terjadi semuanya mungkin itu karena kita 49:39 tidak tahu. Maka baik sangka kepada 49:41 Allah yang mengakibatkan hati menjadi 49:43 tumakninah, menjadi tenang itu adalah 49:45 satu sikap yang harus diambil ya. Karena 49:49 ee sekali lagi untuk bisa bersikap baik 49:52 sangka kepada Allah tidak mudah. Heeh. 49:55 Perlu ilmu, perlu kawan yang untuk 49:58 senantiasa mengingatkan. Yang tadinya 50:00 kita sempat naik fitam, diingatkan oleh 50:03 ikhwahnya, oleh kawannya. 50:06 bersabar, Pak. Ini semua ujian dari 50:08 Allah. Nah, kalimat itu saja yang 50:10 sederhana itu jangan kemudian memandang 50:12 orang lain seakan-akan ini hanya apa 50:15 namanya? Hanya ingin melihat kita 50:18 senantiasa di Tidak. Justru kita harus 50:20 memaknai bahwa saudara kita itu 50:22 menyayangi kita sehingga dia mengatakan 50:24 sabar. Karena dengan sabar itu sekali 50:27 lagi sabar itu akan sampai segala maksud 50:30 kita insyaallah. Gunung tinggi pun ya 50:33 dihadapi orang sabar. yang tadinya di 50:36 atas kepalanya itu gunung dihadapi oleh 50:39 orang Sabal, maka dia akan berubah itu 50:40 gunung menjadi di bawah telapak kakinya. 50:43 Tuh, itu orang Sabar. Ya, ini saya kira 50:45 demikian yang dapat saya jelaskan. 50:48 Wallahuam biswab. Baik. Wallahuam 50:51 bisawab. Kemudian Ustaz kita ke 50:54 pertanyaan selanjutnya. Pertanyaan ini 50:56 dari 50:58 Ibu Albar di Cikarang, Ustaz. Baik. 51:01 Namun sebelum ke Cikarang, kita akan 51:03 rehat saj. 51:05 Masyaallah. Baik, ikhwan dan akhwat yang 51:06 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Oke, 51:08 kami akan rehat sejenak setelah nada 51:11 takwa berikut ini, kami akan hadir 51:12 kembali ke tengah ruang dengar Anda. Ah. 51:25 [Musik] 51:31 [Musik] 56:01 H 56:06 [Musik] 56:13 Baik, rada silaturahim untuk Islam yang 56:15 satu. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati 56:17 Allah subhanahu wa taala. Terima kasih 56:20 Anda masih bersama kami dalam program di 56:24 sore hari ini, tausiah sore bersama 56:27 Ustaz Ahmad Saleh. Kajian kita dalam 56:30 kitab Riyadus Shihin dalam tema kita 56:33 bacaan dalam salat jenazah. Baik, kita 56:36 ke pertanyaan dari Ibu Albar, Pak Ustaz 56:38 di Cikarang. Asalamualaikum 56:40 warahmatullahi wabarakatuh. 56:42 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:44 wabarakatuh. Bagaimana pendapat Ustaz? 56:47 Misalkan ada orang tua kita sepanjang 56:49 hidupnya tidak pernah salat hingga akhir 56:53 hidupnya. Akan tetapi beliau memiliki 56:56 anak yang saleh. Setiap sedekah ataupun 56:59 pahala tilawahnya dikhususkan untuk 57:02 orang tuanya. Apakah di dalam kubur 57:05 orang tua ini akan diringankan siksanya 57:07 atau sebaliknya? Mohon pencerahannya, 57:10 Ustaz. Syukran. 57:12 Naam. Masyaallah. Pertanyaannya menarik 57:14 sekali. Bagaimana pendapat saya sebagai 57:17 narasumber gitu kan? Jika melihat ada 57:21 orang yang belum pernah salat seumur 57:23 hidupnya meninggal dunia kemudian 57:25 memiliki anak yang saleh, anak yang 57:27 saleh kebaikan-kebaiknya akan kemudian 57:28 diperuntukkan untuk orang tua tersebut. 57:31 Apakah itu berfaedah atau tidak? Kalau 57:34 mau saklek-sakkan itu tidak ada 57:36 faedahnya. Tetapi saya ingin sampaikan 57:39 ada beberapa yang harus diteliti. 57:42 Pertama, apakah dia tidak salat itu dia 57:45 tetap beriman atau tidak? Bersyahadat. 57:48 Sudahkah ia bersyahadat ataukah tidak? 57:51 Apakah dia meyakini bahwa salat itu 57:53 kewajiban atau bukan? Kan begitu. Karena 57:56 nanti untuk melihat mengukurnya ini 58:00 tidak bisa langsung. Oh, begini begitu 58:02 gitu kan. Pertama, kalau dia meninggal 58:04 dunia sementara dia sudah bersyahadat 58:07 sebagai muslim, tapi selama hidupnya dia 58:09 tidak melakukan salat, tetapi dia 58:13 meyakini bahwa salat itu adalah sebuah 58:15 kewajiban, maka tidak buru-buru kita 58:17 mengatakan bahwa dia harus disiksa. Apa 58:20 namanya? E apa tadi? Ee pahala yang 58:23 dilakukan apa dikirimkan oleh putranya 58:25 itu tidak kita terbur mengatakan itu 58:27 tidak akan sampai. Ya, artinya apa? 58:30 Harus dilihat dulu berbagai macam, ya. 58:32 Sebagaimana kemarin kita berkali-kali 58:35 membahas surah Al-Maidah 118, pernyataan 58:37 Nabi Isa Alaih Salam. Kalau kita 58:40 menggunakan paradigma Annisa 48, sudah 58:43 itu tidak akan diampuni dosanya orang 58:45 musyrik kok gitu. Tapi Nabi Isa alaihi 58:48 salam tetap saja masih menggunakan ya 58:50 Allah wain 58:54 ebhum apabila engkau menyiksa 58:57 merekaahumuk apa mereka adalah 59:00 hamba-hambagahum apabila engkau 59:02 mengampuni mereka fainnaka antal azizul 59:05 hakim sesungguhnya engkau itu maha gagah 59:07 perkasa lagi maha bijaksana itu Nabi Isa 59:10 dalam ee apa menyikapi umatnya yang 59:14 menjadikan dia salah satu oknum Tuhan, 59:17 sesembahan dari tiga sesembahan yang 59:20 dilakukan oleh umatnya. Tapi Nabi Isa 59:22 saja berharap seakan-akan masih berharap 59:26 berkeyakinan Allah tabaraka wa taala 59:28 tetap akan memberikan ampunan kepada apa 59:32 tadi? Kepada umatnya. Begitu juga kasus 59:36 tadi. Apakah dia tidak salat karena 59:38 kemudian dia kufur? Karena dia tidak 59:40 meyakini syariat salat, tidak meyakini 59:42 syariat Islam. Ini beda lagi dengan tadi 59:45 ya. Beda lagi dengan tadi. Maka oleh 59:47 sebab itu apa yang kita pahami tentang 59:50 orang tua tersebut? Oh saya tahu dia 59:53 persyahadat. Dia tidak salat tapi nyuruh 59:55 anak-anaknya salat. Dia tidak salat tapi 59:57 nyuruh cucu-cucunya untuk tetap 59:59 melakukan salat. Maka pertimbangannya 1:00:02 jelas tidak bisa saklek. Ah gak pokoknya 1:00:05 itu kan dalilnya jelas. Yang memecahkan 1:00:08 antara hambaku orang kafir adalah tarqu 1:00:11 meninggalkan salat. Benar. 1:00:14 itu tidak salah. Tetapi kemudian kan 1:00:17 penyebab dia tidak melakukannya harus 1:00:18 dilihat juga. Para ulama juga kan 1:00:20 begitu. Heeh. Tidak melihat tidak to the 1:00:22 point. Oh, meninggalkan salat sudah 1:00:24 tanpa semua nanti. Apalagi dalam 1:00:26 perhitungan Allah Subhanahu wa taala 1:00:28 yang maha adil, yang maha rahman, yang 1:00:30 maha rahim itu akan berbeda dengan 1:00:31 paradigma cara berpikir kita yang 1:00:34 ilmunya mungkin terbatas. Nah, tapi tadi 1:00:37 ee siapa namanya? Penanya meminta 1:00:39 pendapat saya. Pendapat saya seperti 1:00:41 apa? 1:00:42 Maka jawaban saya hendaknya kita melihat 1:00:45 orang tadi seperti apa dulu. Kalau 1:00:48 memang dia meyakini, artinya dia setelah 1:00:50 memeluk Islam, meyakini salat itu wajib, 1:00:54 ya kan dia senantiasa berbuat baik 1:00:57 selain salat, maka insyaallah itu akan 1:00:59 ada pengaruh positif untuknya yang 1:01:01 dilakukan oleh anaknya yang saleh tadi. 1:01:04 Tapi jika ia tidak melakukan salat itu 1:01:06 karena kafir kepada Allah, dia tidak 1:01:08 mengimani lagi Islam, tidak mengimani 1:01:10 lagi syariat salat, maka ee itulah yang 1:01:14 dapat kita pahami bahwa dia dia qad 1:01:16 kharaja minal minaddin, qad khaja minal 1:01:19 millah. Dia telah keluar dari Islam. Itu 1:01:22 yang disebut dengan murtad tadi. Maka 1:01:25 oleh sebab itu tidak gampang. Tapi 1:01:28 kemudian bahwa tapi kita kan hanya 1:01:30 menilai apa yang dapat kita lihat. 1:01:33 Sementara ee apa? Wahyu Allah kan sudah 1:01:35 terputus. Namam wahyu Allah sudah 1:01:37 terputus dalam pengertian untuk menilai 1:01:39 dia itu bagaimana. Tetapi kita diberi 1:01:42 kesempatan untuk menilai berdasarkan 1:01:44 ilmu-ilmu yang ada. Setiap orang 1:01:47 memiliki ilmu yang beragam gitu kan. 1:01:50 Maka argumentasinya sejauh mana 1:01:53 argumentasi itu dianggap kuat. Mana yang 1:01:56 lebih kuat itulah yang dianggap lebih 1:01:58 mendekati kepada kebenaran. Jadi 1:02:00 kasusnya kan bermacam-macam. Itulah 1:02:02 sebabnya kenapa sejak dulu terjadi 1:02:04 perbedaan pendapat. Karena masalahnya 1:02:07 tidak komprehensif kita dalam 1:02:09 memandangnya. Satu soal hanya cuma 1:02:11 dilihat dari satu sudut. Padahal banyak 1:02:14 bahkan bisa beratus-ratus sudut untuk 1:02:16 bisa memandang kasus itu yang kemudian 1:02:20 dapat menghasilkan ratusan juga hukum. 1:02:23 Nah, maka oleh sebab itu kepada siapa 1:02:25 orang ini nanti diserahkan untuk 1:02:27 dihukumi gitu kan. Nah, maka kenapa 1:02:30 pengadilan pun juga hendaknya kita 1:02:32 lapang dada? Karena mereka pun hanya 1:02:34 sebatas sekemampuan apa yang mereka 1:02:37 ketahui dari seseorang. Apalagi kasus 1:02:39 tadi ya, orang yang tidak pernah salat. 1:02:42 Tidak pernah salat ya apa kita 24 jam 1:02:44 tidak ngelihat kan bisa saja dia salat 1:02:46 di belakang kita. Maksud di belakang 1:02:48 kita itu bisa saja dia salat tapi kita 1:02:50 tidak mengetahuinya. Nah, maka oleh 1:02:52 sebab itu apalagi kita tidak diminta 1:02:55 untuk memberi hukum kepadanya maka lebih 1:02:57 baik kita sakata. ya uskut diam saja 1:03:01 gitu ya apalagi ilmu kita terbatas untuk 1:03:04 menghukuminya. Nah, demikian saya kira 1:03:06 yang dapat saya jelaskan. Apakah 1:03:08 kemudian menambah kebaikan? 1:03:10 Wallahuam ya. Bisa mendapatkan kebaikan 1:03:12 atau tidak bisa atau bisa jadi tidak 1:03:14 berpengaruh apa-apa ya. Demikian 1:03:17 wallahuam biswab. Baik. Wallahuam 1:03:20 bissawab. Kemudian Pak Ustaz kita ke 1:03:23 pertanyaan 1:03:24 selanjutnya. Ee pertanyaan ini datang 1:03:27 dari Jakarta. Ustaz masih dari hamba 1:03:30 Allah. Asalamualaikum warahmatullahi 1:03:32 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:03:34 warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Pak 1:03:35 Ustaz. 1:03:37 Ketika kita salat jenazah kemudian 1:03:40 terlambat, Heeh. bagaimana mengejar 1:03:43 takbirnya? 1:03:44 H. Oke. Oke. Baik. Baik. Kemungkinan 1:03:47 yang dimaksud terlambat di situ adalah 1:03:49 tidak dari takbir pertama. Misalnya dari 1:03:52 takbir kedua. dia bisa saja ngikutinya 1:03:55 ngikut dengan takbir dia. Dia misalnya 1:03:58 imamnya sudah takbir kedua, dia baru 1:04:00 saja takbir pertama. Kalau imamnya sudah 1:04:02 bacaannya kedua, ketiga, dan seterusnya 1:04:04 dia mulainya dari takbir pertama. Maka 1:04:06 ketika imamnya salam, dia masih takbir 1:04:09 kemudian mengikuti doa yang lain. Jadi 1:04:11 itu kalau dianggap dia terlambat. itu 1:04:13 yang saya pahami. Kalau kemudian dia 1:04:16 terlambatnya karena memang sudah selesai 1:04:18 itu lebih gampang justru jadi dia bisa 1:04:21 melakukannya dari utuh dari awal ya kan 1:04:25 karena ini salat jenazah maka bisa saja 1:04:27 dilakukan di mana saja termasuk di 1:04:30 miqbarah di tempat pemakaman ya salat e 1:04:34 gaibnya bisa dilakukan ya karena dia 1:04:36 sudah didufin sudah dufin itu sudah 1:04:39 dikuburkan maka dia boleh salat di atas 1:04:41 kuburannya kenapa boleh salat di atas 1:04:44 kuburannya kenapa Kenapa? Kalau 1:04:46 salat-salat yang lain dilarang, tidak 1:04:48 boleh salat di kuburan. Kalau salat 1:04:50 lain, ya maksudnya selain salat jenazah 1:04:54 itu ada ruku, ada sujud. Sementara salat 1:04:56 jenazah tidak ada ruku dan tidak ada 1:04:58 juga sujud. Maka kemudian dibolehkan 1:05:02 salat jenazahnya di miqbarah, di tempat 1:05:06 penguburannya, gitu ya. Jadi sekali lagi 1:05:09 saya tegaskan kalau dia misalnya ee 1:05:11 takbirnya kebagiannya takbir kedua ya 1:05:13 dia menghitung dari takbir kedua itu 1:05:15 takbir pertama. Imamnya takbir kedua dia 1:05:17 takbir pertama. Imam takbir ketiga dia 1:05:19 takbir kedua. Imamnya takbir keempat ah 1:05:22 dia takbir ketiga. Imamnya salam dia 1:05:24 tambah satu takbir lagi kemudian tambah 1:05:26 doanya. Begitu. Nah, adapun sekali lagi 1:05:29 kalau kemudian dia terbata apa 1:05:31 terlambatnya memang secara utuh dari apa 1:05:34 namanya tidak kebagian maka dia bisa 1:05:37 melakukannya dengan yang lain atau 1:05:39 sendirian. Demikian yang bisa saya 1:05:41 jawab. 1:05:42 Wallahuam biswab. Baik. Wallahuam bawab. 1:05:46 Kemudian Pak Ustaz ini datang dari hamba 1:05:50 Allah di Ciracas. Asalamualaikum 1:05:53 warahmatullahi wabarakatuh. 1:05:55 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:05:56 wabarakatuh. Ustaz, saya ingin bertanya. 1:05:59 Bolehkah kita mensalatkan salat jenazah 1:06:02 berkali-kali? Maksudnya begini, ketika 1:06:04 jemaah datang beserta rombongannya lalu 1:06:07 mensalatkan jenazah, kemudian ada lagi 1:06:09 jemaah bersama rombongannya terus 1:06:11 mensalatkan. Seperti itu, Ustaz. Iya, 1:06:14 itu banyak sekali pendapat ya. Pertama, 1:06:17 salat jenajah cukup sekali. Namun, 1:06:19 sebagian lagi mengatakan, "Wah, kenapa 1:06:22 wong ini?" Apalagi kemudian tempatnya 1:06:24 terbatas. yang mau menyalatkan bahkan 1:06:26 ribuan itu sangat mungkin terjadi ya. 1:06:29 Sementara tempat yang misalnya mohon 1:06:31 maaf ya ada dia itu orang saleh rumahnya 1:06:34 kecil jauh ke mana-mana ya saya katakan 1:06:38 jauh ke mana-mana ini karena ada pernah 1:06:40 kejadian kejadian dalam pengertian tidak 1:06:42 sedikit terjadi. Namun kemudian orang 1:06:44 banyak dia dikenal kebaikannya oleh 1:06:46 muridnya, oleh macam-macam. Kemudian 1:06:47 orang datang beramai-ramai ketika 1:06:49 menyalatkan sudah enggak kebagian. 1:06:51 Akhirnya dipakai 1:06:52 shift gantian gitu. sepenuh berapa? 1:06:56 Misalnya 50 orang nyalatkan peluh kedua 1:06:59 dua orang, ketiga tiga orang dan 1:07:00 seterusnya gitu kan. Nah, tetapi sekali 1:07:03 lagi kalau misalnya disepakati karena 1:07:05 waktunya terbatas misalnya sudah siang 1:07:07 cukup sekali aja nanti yang sisanya n di 1:07:10 kuburan saja di miqbarah misalnya. Ada 1:07:13 lagi kemudian ada yang berpendapat 1:07:14 begini lagi, apakah salat gaib itu 1:07:18 dilakukan kapan saja ataukah karena 1:07:22 belum ada yang menyalatkan? Nah, jadi 1:07:24 ini pendapat para sebagian mengatakan 1:07:27 karena dia belum disalatkan ya maka ada 1:07:29 salat gaib. Jadi misalnya meninggalnya 1:07:31 di Amerika, di Amerika tidak ada yang 1:07:33 menyalatkan, maka di Indonesia 1:07:34 disalatkan salat gaib. Itu bisa. Iya. 1:07:36 Itu justru salat gaib itu begitu. 1:07:38 Sebagian berpendapat begitu. Tapi 1:07:40 sebagian mengatakan di Amerika 1:07:42 disalatkan, di sini juga boleh 1:07:43 disalatkan gitu kata mereka. Ee lalu 1:07:46 kemudian mana yang ee yang benar dan 1:07:48 yang afdal? Wallahuam gitu kan. Tetapi 1:07:53 kalau ditinjau dari sesungguhnya salat 1:07:55 jenazah ini untuk 1:07:58 siapa ya kan? Untuk siapa? Untuk si 1:08:01 mayit atau untuk yang hidup? Kan begitu 1:08:03 mayit. Nah, ternyata kemar tadi kan kita 1:08:06 lihat di dalam ee apa namanya? 1:08:10 Ee doa ya yang ya menarik sekali. Salah 1:08:14 satunya doa yang dibacakan kan Allahumma 1:08:16 la tahrimna ajrohu. Allahum ya Allah 1:08:20 janganlah engkau haramkan untuk kami 1:08:21 ajrohu 1:08:22 pahalanya w taftinna baahu. Dan 1:08:25 janganlah engkau berikan fitnah kepada 1:08:27 kami setelahnya. Wagfirlana walahu dan 1:08:29 ampunilah kami dan dia. Berdasarkan 1:08:32 hadis tadi sebagian menganggap 1:08:36 seakan-akan bahwa itu bagi yang 1:08:38 menyalatkan, bagi yang masih hidup 1:08:41 pahala itu, gitu. Kalau bagi yang masih 1:08:43 hidup berarti tadi ada pertimbangan 1:08:46 pertama ya sudah kapan pun bisa 1:08:48 disalatkan berkali-kalipun tidak apa-apa 1:08:51 baik ketika masih apa, masih hidup 1:08:54 maupun telah meninggal dunia. Tapi kalau 1:08:56 kita merujuk hadis-hadis sebelumnya itu 1:08:58 faedahnya untuk yang telah meninggal 1:09:00 dunia gitu ya. Maka oleh sebab ini maka 1:09:04 ada dua pandangan sesungguhnya bahwa 1:09:07 menyalatkan itu manfaatnya faedahnya 1:09:09 untuk si mayit tapi juga faedahnya untuk 1:09:12 yang masih hidup yang melakukan tadi 1:09:14 melakukan salat tadi. Nah, apa 1:09:17 hubungannya dengan pertanyaan tadi? Masa 1:09:19 saya guru saya saya kebagian menyalatkan 1:09:22 tadi pertama guru saya yang telah 1:09:23 menjadikan saya masa saya ah gitu kan. 1:09:26 sehingga kemudian datang lagi dan itu 1:09:28 bukan seorang datang lagi salat lagi. 1:09:31 Nah, tetapi kalau itu tidak diop ya 1:09:34 apalagi orang-orang tertentu kan 1:09:35 muridnya bisa ribuan. Kalau tidak diop 1:09:38 kasihan mayitnya kelamaan. Nah, di situ 1:09:41 pandangan-pandangan ee apa namanya? 1:09:43 Harus dipikirkan itu juga. Jadi tidak 1:09:45 selalu diitlakkan, tidak dimutlakkan 1:09:48 boleh tidak ya. Tetapi juga harus 1:09:51 dilihat dalam berbagai posisi, dalam 1:09:53 berbagai kondisi, gitu ya. Nah, demikian 1:09:56 saya kira yang biasa bisa saja. 1:09:58 Wallahuam bawaba. Bis baik. Wallahuam. 1:10:01 Kemudian kita beralih ke pertanyaan 1:10:03 selanjutnya dari hamba Allah, Pak Ustaz 1:10:07 di Semarang. Asalamualaikum 1:10:08 warahmatullahi wabarakatuh. 1:10:10 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:10:12 wabarakatuh. Bolehkah bagaimanakah 1:10:14 seharusnya 1:10:16 mentalkinkan orang yang sekarat? Dan 1:10:19 yang kedua, 1:10:25 mm 1:10:27 apabila tulang-tulang mayit sudah 1:10:30 hancur, bolehkah dipindahkan ke tempat 1:10:33 lain? Nam dua pertanyaan ya. Cara 1:10:36 mentalkin ya sama tulang belulang. 1:10:39 Adapun cara mentalkin kalau kita melihat 1:10:41 kepada Sahihul Bukhari, maka talkin yang 1:10:44 dilakukan Rasul itu adalah sebelum orang 1:10:47 tersebut meninggal 1:10:49 dunia. Jadi, laqinu mautakum 1:10:52 lailahaillallah. Talkinkanlah orang yang 1:10:54 mautakum itu. Sebagian mengatakan mauta 1:10:57 berarti yang akan mati, tetapi mauta 1:11:00 bimakna orang yang telah mati. H. Nah, 1:11:02 maka oleh sebab itu ada yang mentalkan 1:11:04 sebelum apa? sebelum meninggal dunia. 1:11:07 Tapi ada yang menakirkan setelah 1:11:08 meninggal dunia. Saya berpendapat sekali 1:11:10 lagi saya berpendapat faedahnya adalah 1:11:13 bagi si mayit itu sebelum meninggal 1:11:15 dunia. Sebelum artinya membantu dia 1:11:18 memerangi setan ya di saat sakaratul 1:11:20 maut mabuk kematian itu maka dia katakan 1:11:24 lailahaillallah. 1:11:26 Sehingga dia manqala lailahaillallah fi 1:11:28 akhiri hayatihi. Barang siapa yang 1:11:30 mengucapkan lailahaillallah pada akhir 1:11:32 hayatnya aama q sallahu alaihi wasallam 1:11:34 maka baginya surga maqala la 1:11:36 ilahaillallah dakalal jannah. Ah gitu 1:11:38 kan. Salah satunya itu yang menjadi 1:11:40 dasar kenapa kemudian di masa hidupnya 1:11:43 diusahakan dia mampu mengucapkan kalimah 1:11:46 thayibah yaitu kalimah tahlil tadi. Maka 1:11:49 laqinu mautakum lakin talkinlah itu 1:11:51 adalah yang belum meninggal dunia gitu 1:11:54 ya. Adapun yang mengatakan telah 1:11:56 meninggal dunia juga boleh dengan 1:11:59 pembahasan bahwa mauta di situ adalah 1:12:02 apa namanya? Mauta adalah orang yang 1:12:04 sudah mati. Maka saya belum bisa 1:12:07 memberikan argumentasi. Tetapi saya 1:12:10 mengatakan bahwa ee talkin itu diucapkan 1:12:14 sebelum meninggal dunia. 1:12:17 Wallahuam biswab. Baik untuk hamba Allah 1:12:21 di Semarang semoga terjawab. Kemudian 1:12:23 pertanyaan selanjutnya, Ustaz dari 1:12:25 Jakarta. Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:28 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:12:29 warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana 1:12:31 cara memandikan jenazah yang rusak 1:12:34 tubuhnya? Dan siapakah yang lebih utama 1:12:37 menjadi imam salat jenazah, imam masjid 1:12:39 atau wali mayit? Namam, sebagaimana 1:12:42 telah kita bahas pada pertemuan 1:12:44 sebelumnya, jadi 1:12:46 jasad yang ada itu saja yang di apa 1:12:49 namanya? Dikumpulkan. Adapun dimandikan, 1:12:52 kalau itu karena syahid maka biarkanlah 1:12:55 apa adanya. Tetapi karena dia misalnya 1:12:57 kecelakaan sehingga harus begini dan 1:12:59 begitu seperti tadi, maka yang ada saja 1:13:02 sekemampuan kita. Kita kan hanya ditanya 1:13:04 atau diberikan beban taklif. Itu yang 1:13:06 mampu. Yang tidak mampu ya misalnya 1:13:09 mohon maaf ya karena misalnya sebagian 1:13:12 tubuhnya terbawa kereta api sepanjang 1:13:14 sekian sehingga susah ditemukan. nunggu 1:13:17 lama berhari-hari enggak ketemu. 1:13:18 Akhirnya kemudian jasad yang sudah 1:13:19 ditemukan membusuk, bau dan macam 1:13:21 akibatnya ini maka yang sudah ada ya 1:13:24 aturan dengan ahli waris kasih waktu 1:13:26 tidak boleh melampaui misalnya 3 hari 3 1:13:28 malam sudah apa adanya gitu ya. Nah tapi 1:13:31 sekali lagi kalau kemudian mati dalam 1:13:33 keadaan syahid kan tidak ada masalah ya 1:13:35 itu yang pertama. Kedua, siapakah yang 1:13:37 lebih berhak? Kama qulu lakum. 1:13:38 Sebagaimana pernah saya jawab, yang 1:13:40 pertama adalah kerabatnya, walinya yang 1:13:43 saleh ya atau sahabatnya yang saleh atau 1:13:47 tadi imam masjidnya karena dia sering 1:13:49 ketemu dengan dengan yang meninggal 1:13:51 dunia itu di masjid. Ah imam masjidnya 1:13:53 yang saleh tadi yang yang paling penting 1:13:55 tadi ketika dia berdoa bisa 1:13:57 mengikhlaskan doanya untuk orang 1:13:59 meninggal dunia sehingga nilai doanya 1:14:02 itu terasa gitu. Itu yang paling penting 1:14:04 gitu ya. Heeh. bahwa kemudian 1:14:06 sesungguhnya kalau mau diurut-urut semua 1:14:08 menjadi boleh. Keluarganya yang saleh 1:14:11 boleh. Kemudian tadi siapa? Imam 1:14:14 masjidnya juga boleh gitu. Kemudian 1:14:16 nanti juga sahabatnya yang saleh juga 1:14:18 boleh. Umaro di situ boleh. Nah, maka 1:14:22 karena semua boleh-boleh. Kita kan 1:14:23 selalu mencarinya itu biasanya 1:14:24 perdebatan kita ada di saat mencari 1:14:27 afdaliah. Siapa yang lebih utama gitu. 1:14:30 Nah, maka saya katakan sebagaimana juga 1:14:32 saya jelaskan pada pertemuan berikutnya 1:14:35 eh sebelumnya bahwa yang ber ee yang 1:14:38 pantas untuk mengimami ee salatnya ya 1:14:41 salat jenazahnya adalah kerabatnya atau 1:14:45 ahli warisnya yang saleh. 1:14:48 Gitu kan. Dengan harapan itu doanya bisa 1:14:51 semakin khusyuk, bisa semakin fokus dan 1:14:53 bisa semakin 1:14:56 ikhlas. Itu saya kira yang dapat saya 1:14:58 jelaskan. Wallahuam. 1:15:00 Biswab. Baik. Wallahuam. 1:15:05 Kemudian Ustaz 1:15:08 ee selanjutnya adalah kalau salat 1:15:15 berjamaah selalu 1:15:18 ingin mensalatkan jenazah berkali-kali 1:15:21 apa diperbolehkan, Ustaz? Contohnya 1:15:23 ketika jemaah datang berserta 1:15:25 rombongannya lalu mensalatkan. Setelah 1:15:28 itu ada lagi jemaah beserta rombongan 1:15:30 terus salat 1:15:31 lagi. Ada telepon. Oh, baik. Kita terima 1:15:34 telepon dahulu ustaz. Asalamualaikum 1:15:37 warah tidak ada. Baik. Oh, mohon maaf 1:15:41 ustaz. 1:15:56 Asalamualaikum warahmatullahi 1:15:57 wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam 1:15:59 warahmatullahi wabarakatuh. Mensalatkan 1:16:01 jenazah 1:16:02 berkali-kali apa 1:16:04 diperbolehkan? Contohnya ketika jemaah 1:16:07 datang berserta rombongannya lalu 1:16:08 mensalatkan. Setelah itu ada lagi jemaah 1:16:11 beserta rombongan terus datang 1:16:13 lagi. Tiib. Naam. Pada asalnya kan tadi 1:16:16 menyalatkan cukup sekali pada asalnya. 1:16:18 gitu kan. Namun kemudian ada kasus-kasus 1:16:21 yang kemudian itu menjadi boleh seperti 1:16:22 tadi ada sarananya tidak memadai 1:16:25 sehingga kemudian orang karena misalnya 1:16:27 tempat untuk menyalatkan hanya mampu 1:16:29 menampung ratusan sementara yang datang 1:16:31 ribuan maka kemudian bisa berkali-kali. 1:16:34 Kemudian kedua, masing-masing kemudian 1:16:37 ee apa namanya? Menginginkan 1:16:40 keutamaan-keutamaan. Karena misalnya ini 1:16:41 orang yang orang ee saleh, orang tokoh. 1:16:44 Sebenarnya kalau ee ketika kita merujuk 1:16:47 kembali apa yang menjadi ini cukup 1:16:48 semuanya disalatkan. Tidak disebutkan di 1:16:51 situ sekali, dua kali, tiga kali, empat 1:16:53 kali dan seterusnya ya. Ee kalau kita 1:16:56 melihat ee nanti di apa namanya di 1:16:59 beberapa kitab dapat kita informasikan 1:17:01 bahwa memang seperti saya gambarkan tadi 1:17:04 ada orang yang memang menyalatkan 1:17:06 kelompok pertama kemudian nanti yang 1:17:08 menyalatkan kelompok kedua. Afdaliahnya 1:17:11 yang saya pahami adalah cuy sekali saja 1:17:15 kalau semuanya memungkinkan. Itu 1:17:17 masalahnya pertanyaannya kemudian e ada 1:17:20 kasus itu terjadi apabila tempatnya 1:17:23 tidak memungkinkan. Nah, ini beda kasus 1:17:26 gitu ya. Tetapi kalau kemudian ee 1:17:29 salatnya apa namanya ee tidak ada 1:17:32 masalah, maka cukup sekali. Tapi 1:17:34 bagaimana kalau saya ingin menyalatkan 1:17:36 karena saya belum? Maka di situ kemudian 1:17:38 dia tetap ee apa namanya? Melakukannya 1:17:41 misalnya mohon maaf biasanya yang kami 1:17:43 temukan ee misalnya 1:17:46 diberitahukan kepada murid-muridnya 1:17:48 bahwa eh yang kaz kaza kaza meninggal 1:17:50 dunia tadi malam dan akan disalatkan 1:17:52 sekitar ee jam 09.00. di satu tempat. 1:17:56 Kemudian murid-muridnya dari satu tempat 1:17:58 datang atau siapapun muslimin yang 1:18:00 mengetahuinya karena kenal betul dengan 1:18:02 orang tersebut karena dia juga 1:18:03 menginginkan kebaikan, menginginkan 1:18:05 beberapa pahala dari Allah Subhanahu wa 1:18:07 taala. Kemudian dia datang. Ketika dia 1:18:09 datang ternyata salat sudah dilakukan. 1:18:11 Maka dia yang beberapa orang tadi ikut 1:18:13 juga menyalatkan mandiri. Artinya 1:18:15 berarti kelompok kedua. Dan ini juga 1:18:17 kemudian dapat kita lihat karena 1:18:19 larangannya juga memang dalam masalah 1:18:21 itu maksud saya bukan larangannya 1:18:23 ketegasan berapa kali dan beberapa 1:18:25 kalinya juga tidak disebutkan apalagi 1:18:27 kemudian ada kasus-kasus kasus yang 1:18:29 mengiringinya maka diperlukan sebuah 1:18:32 galian dan penelitian terhadap nas-nas 1:18:35 yang ada. Namun saya masih memandang 1:18:37 bahwa itu ee selama tidak tadi selama 1:18:40 tidak mengakibatkan si mayit menjadi 1:18:42 satu ee permasalahan maka fala babi 1:18:46 tidak apa-apa untuk disalatkan 1:18:47 berkali-kali. Demikian yang dapat saya 1:18:49 jawab. Wallahuam bisawab. Baik, Ustaz. 1:18:53 Kemudian dari hamba Allah di Jakarta. 1:18:56 Asalamualaikum warahmatullahi 1:18:57 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:18:59 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, 1:19:01 bagaimana kalau punya anak keluar dari 1:19:03 Islam? 1:19:04 Heeh. Apakah anak itu harus kita jauhi 1:19:07 terus jangan kita dekati, jangan pula 1:19:10 ditengoki. Mohon pencerahannya, Ustaz. 1:19:12 Baik. Saya ingin sampaikan ketika kita 1:19:14 punya anak beda agama, maka yang wajib 1:19:17 bagi kita adalah membina mereka, 1:19:19 mendakwahi mereka dan membinanya. Ya, 1:19:22 baru setelah nanti ee ajal yang 1:19:25 memisahkan, kematian yang memisahkan, 1:19:26 baru hukum-hukum itu bisa diperlihatkan. 1:19:29 Apakah pertama dia tidak dapat warisan 1:19:32 dari kita, kita pun juga tidak dapat 1:19:33 warisan dari Dia. gitu kan. Itu salah 1:19:35 satu konsekuensinya. Jadi kalau ada yang 1:19:39 beda agama ya di dalam di dunia ini 1:19:41 selama masih ada kesempatan maka dakwah 1:19:43 pembinaan kemudian dakwah bilhal kepada 1:19:46 mereka kepada anak kita ini hendaknya 1:19:49 ditunjukkan sehingga kemudian kita 1:19:51 berharap kepada Allah apa yang menjadi 1:19:53 kekalutan dia sehingga ia memilih agama 1:19:55 yang lain dapat dihindari. Nah, itu jadi 1:19:58 tidak bukan dijauhi, tidak boleh dijauhi 1:20:01 kecuali memang ee misalnya di begini, 1:20:05 dia dididik sama kita dengan Islam 1:20:08 macam-macam. Kemudian dia memahami Islam 1:20:10 dengan utur, tiba-tiba dia murtad. 1:20:13 Sekali lagi ada dua pilihan. Maka saya 1:20:15 mengambil pilihan untuk tadi tetap 1:20:17 bersilaturahmi dengan tujuan 1:20:19 bersilaturahmi tadi diskusi 1:20:21 mengembalikan kembali pemikirannya 1:20:23 mengembalikan kembali keyakinannya 1:20:25 kepada adin alhaq gitu ya. Ini saya kira 1:20:28 yang dapat saya jawab. Wallahuam 1:20:31 biswababa. Baik Ustaz dan nampaknya kita 1:20:34 sudah berada di akhir acara Ustaz. 1:20:36 Pertanyaan terakhir Ustaz boleh boleh 1:20:38 boleh. Iya. Asalamualaikum 1:20:39 warahmatullahi wabarakatuh. 1:20:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:20:41 wabarakatuh. Baik, Ustaz, mohon 1:20:44 penjelasannya. Ziarah kubur bagi seorang 1:20:47 wanita boleh atau tidak ziarah kubur? 1:20:50 Sebagaimana juga mengantarkan mayit ke 1:20:53 kuburan hampir sama ya, selama tidak 1:20:56 mengulang kembali kesedihan ya. Jadi, 1:21:00 maka oleh sebab itu itulah harus 1:21:01 mengerti dulu. Yang penting gini. 1:21:04 Pertama, yang mau ziarah itu mengerti 1:21:06 dulu ya kaifiat ee ziarah kubur. Kedua, 1:21:10 maksudnya tahu. Sehingga nanti ketika 1:21:14 datang itu dia tidak melakukan hal-hal 1:21:16 yang dilarang oleh Islam. Kalau kemudian 1:21:19 dia datang mendoakan si mayit dan dia 1:21:22 menyadari bahwa dirinya juga akan 1:21:24 seperti itu, akan meninggal dunia, 1:21:26 mendapatkan faedah dari itu, ya kan? 1:21:28 mendoakan sekali lagi mendoakan ee 1:21:31 penghuni kubur tadi. Penghuni kubur 1:21:32 tadi. Kemudian setelah itu dia kembali. 1:21:34 H ya. Tetapi kalau kemudian dia datang 1:21:37 dilihatnya nama ibunya masih terpampang. 1:21:40 Fulanah binti Fulan. Dia ingat kepada 1:21:43 ibunya nangis di situ di kuburan gitu 1:21:46 kan. Menyesali apa yang di kuburan gitu 1:21:49 akibatnya. Kemudian orang terganggu 1:21:50 dengan tangisan dan seterusnya. Ini yang 1:21:52 kemudian sekali lagi hendaknya 1:21:54 dihindari. Jadi ee bukan hanya ziarah 1:21:57 kubur sebagaimana dulu dibahas orang 1:21:59 yang mengantar ke kuburan juga. Kenapa 1:22:01 muslimat itu tidak direomended gitu loh 1:22:04 ya? Karena tadi ya khawatir. Tapi kalau 1:22:08 itu semua bisa di apa namanya? Bisa 1:22:11 dikendalikan maka kategorinya kan dulu 1:22:14 kategorinya antara haram dengan 1:22:17 makruh. Kalau bisa mendatangkan 1:22:19 keharaman fahukmuhu haram. Kalau 1:22:21 mendatangkannya sesuatu yang dibenci 1:22:23 maka hukumnya makruh. gitu. Maka sangat 1:22:27 kembali kepada si pelaku ziarah. Apakah 1:22:30 dia mampu menghindari keharaman dan 1:22:32 kemakruhan tadi? Jika mampu pahukmuhu za 1:22:35 maka hukumnya boleh. Ziarah kubur bagi 1:22:37 wanita. Tetapi kalau dia ziarah kubur 1:22:40 mendatangkan 1:22:41 kemakruhan-kemakruhan dan 1:22:43 keharaman-keharaman maka apabila 1:22:45 keharaman ini fahmuhu haram. Maka 1:22:47 hukumnya juga haram. Ya. Nah, ini saya 1:22:50 kira yang dapat saya jelaskan atas 1:22:52 pertanyaan terakhir itu. Wallahuam 1:22:55 bisawab. Baik, Ustaz. Terima kasih atas 1:22:58 jawabannya. Dan pertanyaan tentang 1:23:00 ziarah kubur bagi seorang wanita adalah 1:23:02 pertanyaan terakhir kita ikhwan dan 1:23:03 akhwat di kesempatan sore hari ini dalam 1:23:07 program kajian kitab Riyadus Shihin. 1:23:09 Baik Ustaz sebelum ditutup kesimpulan 1:23:11 apa yang bisa disampaikan? Iya. 1:23:13 Kesimpulan yang dapat saya kemukakan, 1:23:14 ternyata 1:23:15 doa-doa yang diajarkan Nabi juga variasi 1:23:19 ya. Ee makanya kita tidak boleh gegabah 1:23:22 memberikan justifikasi terhadap 1:23:25 bacaan-bacaan itu kalau memang kita 1:23:27 belum secara tematis, secara maudui 1:23:30 dikumpulkan itu semua. Tetapi sekali 1:23:33 lagi kalau masalah doa kan sejak awal 1:23:35 memang kita tidak mempermasalahkannya. 1:23:37 Selama itu doanya khair apalagi itu 1:23:39 minal kitab wasunah maka hendaknya 1:23:42 falyaqra baca itu doa ya. Jadi itu 1:23:44 karena selama isinya juga mengantarkan 1:23:47 kepada kemuliaan, mengantarkan kepada 1:23:49 kebaikan yang ee apa integral menyeluruh 1:23:53 ya secara holistik gitu doanya gitu 1:23:55 menyeluruh. Pertama menyeluruh itu 1:23:57 mendoakan apa? Agar ia dibebaskan, 1:23:59 diampuni ya dimaafkan. Yang kedua dia 1:24:03 didoakan agar ia dimuliakan dan 1:24:04 dibahagiakan di akhiratnya. ini yang 1:24:07 integral. Kalau itu tercakup, maka 1:24:09 insyaallah doa itu adalah doa yang baik, 1:24:11 doa yang bagus untuk kita baca. Demikian 1:24:14 saya kira yang dapat saya simpulkan. 1:24:17 Wasallallahu ala nabina Muhammadin 1:24:19 walhamdulillahiabbil alamin. Alfa minkum 1:24:21 billahi taufik wal hidayah. 1:24:22 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:24:24 wabarakatuh. Baik, Ustaz. Terima kasih, 1:24:26 Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:24:28 wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang 1:24:30 dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:24:32 Demikian tausiah kita di sore hari ini 1:24:35 dalam program kajian kitab Riyadus 1:24:38 Shihin edisi hari 1:24:41 Jumat di 1:24:44 tanggal 18 Januari 2019. Saya Agus mohon 1:24:48 undur diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:24:50 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:24:52 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:24:54 warahmatullah. 1:26:02 H 1:26:07 [Musik]