Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- dipancar luaskan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur
- Bekasi Radio Silaturahim untuk Islam
- yang satu. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala,
- bagaimana kabarnya di sore hari ini?
- Alhamdulillah kita bisa kembali berjumpa
- dalam program tausiah sore kajian kitab
- Riyadus Shihin bersama Ustaz Ahmad
- Saleh. Alhamdulillah. Ikhwan dan akhwat.
- Beliau telah bersama dengan kita di
- studio saat ini. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sehat, Ustaz? Ya,
- alhamdulillah tasan dari semuanya.
- Alhamdulillahik. Dan di sore hari ini,
- Ikh Fan Nafat melalui ruang dengar Anda,
- kami akan membawakan tema tentang
- bacaan dalam salat jenazah. Demikian,
- Ustaz, ya. Nam. Baik. Baiklah ikhwan dan
- akhwat, tanpa berpanjang lebar lagi mari
- kita simak bersama pemaparan yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh.
- Tafadal
- Ustaz.
- Alhamdulillahi hamdan katsiran thyiban
- mubarokan fih kama yuhibbu waard. Ashadu
- alla ilahaillallah wahdahu la syarikalah
- wa ashadu anna muhammadan abduhu wa
- rasuluhu wa innahu la nabi ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- habibikal karim Muhammadin waa alihi wa
- ashabihi waman tabiahum biihsanin
- yaumilqiamah. Amma ba'd. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim serta
- pemirsa Rasil Visual di mana pun berada.
- Alhamdulillah, segala puji bagi Allah
- yang masih memberikan kesempatan kepada
- kita untuk menggali pesan-pesan suci
- dari Nabi yang lur budi yaitu melalui
- kajian kitab syarah kitab Riyadus
- Shihin. Pada kesempatan ini kita akan
- melanjutkan bab
- ke-157 yaitu tentang bacaan dalam salat
- jenazah. ini sesungguhnya di antara kita
- sudah mafhum ya, sudah masyhur tentang
- tata cara salat ee apa namanya jenazah
- ini. Yang pertama, takbir pertama.
- Takbir pertama kemudian diikuti dengan
- suratul fatihah ya ee taud kemudian
- suratul fatihah. Wa'da hadza ee takbir
- kedua ya takbirani takbir kedua. Setelah
- takbir kedua mengucapkan selawat kepada
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam
- dan kepada Nabi Ibrahim. Ya Allahumma
- shalli ala sayyidina Muhammadin wa ala
- ali sayyidina Muhammadin kama shaita ala
- sayyidina Ibrahim wa ala sayyidina
- Ibrahim sampai hamidum majid ya sampai
- situ.
- Kemudian ee takbir ke berapa? Takbir
- ketiga dan setelah takbir ketiga
- kemudian ee akan kita bahas nanti
- doa-doanya apa. Kemudian ditutup dengan
- takbir keempat dan doa Allahumma la
- tahrimna ajrahu wala taftinna ba'dahu
- wagfirlana walahu. Gitu ya. Itu doa ee
- setelah takbir keempat yang akan kita
- bahas adalah hadis hadis yang berbicara
- tentang doa b'da ee takbir alalitah ya
- asal setelah takbir ketiga doanya apa
- nam kita akan bahas pertama hadis
- pertama dalam bab ini atau hadis
- ke-935 ee dalam kitab ini yakni an Abi
- Abdurrahman Auf bin Malik radhiallahu
- anh qala
- was allam
- ahliqin
- [Musik]
- Muslim ini dari Abu Abdurrahman Auf bin
- Malik sampai masyaallah Abu Abdurrahman
- Auf bin Malik ini sampai menginginkan
- karena mendengar doa yang begitu bagus,
- begitu indah menginginkan seandainya
- yang jadi mayit itu adalah dirinya
- perawi ini. Baik kurang lebih artinya
- adalah dari Abi Abdurrahman Auf bin
- Malik semoga Allah meridainya. Ia
- berkata shallah sallallahu alaihi
- wasallam rasul sahu al wasam menyalati
- jenazah ya al
- janfai dan saya eh hafal dari doanya ya
- wahua yaakul yaitu beliau sallallahu
- alaihi wasallam berdoa allahumagfirlahu
- allahumma ya Allah ampunilah ia warhamhu
- dan kasih sayangilah sayangilah
- ia wih
- wafuh ya selamatkanlah ia maafkanlah
- ia nuzulahu Dan muliakanlah tempat
- kediamannya. Wawasi madolahu. Luangkan
- lapangkanlah. Wawasi. Luangkan apa
- namanya? Lebarkan. Luaskan. Madalahu
- tempat
- masuknya. Ee ya tempat masuknya ya.
- Wagsilhu bil mai. Dan bersihkanlah ia.
- Wagsilhu
- bana. Bersihkanlah ia dengan wagsil.
- Wagsil gasal itu mandikan ya. Tetapi
- maksudnya bersihkanlah ia
- bilalji, bersihkan ia dengan air, dengan
- salju wal dan juga dengan
- embun. Bersihkanlah ia dari
- kesalahan-kesalahannya. Sebagaimana
- engkau telah membersihkan pakaian yang
- putih dari kotoran.
- Wa abdilhu daronir min darihi.
- Gantilah. Kemudian ya berilah ia ganti
- perumahan yang lebih baik dari
- perumahannya di
- dunia.
- Kemudian wa ahlanir min ahli dan
- keluarga yang lebih baik daripada
- keluarganya yang di
- dunia. Wazaniron min zaujihi.
- Masyaallah. Ya. Kemudian juga berilah ia
- ganti pasangan yang lebih baik dari
- pasangannya di dunia.
- Masukkan ia ke dalam
- surga. Lindungilah ia dari siksa api e
- siksa siksa kubur. Dari siksa azab
- kuburinar dan juga dari azab atau siksa
- neraka. Hatta tamannaitu sehingga aku
- berangan-angan. Kata perawi ini an akuna
- menjadi majid. Ya. Jadi, sehingga aku
- berangan-angan yang menjadi mayit itu
- aku. Kenapa? Karena didoakan oleh Nabi
- sallallahu alaihi wasallam seperti yang
- demikian itu. Menyeluh, padat
- ya diampuni dosa dan kesalahan. Jelas.
- Kemudian setelah itu di didoakan agar
- mendapatkan
- kemuliaan-kemuliaan, mendapatkan
- kebaikan-kebaikan, mendapatkan
- kebahagiaan-kebahagiaan. Punya rumah
- lebih baik dari rumah di dunia, punya
- pasangan lebih baik dari pasangan di
- dunia. Ya, kalau punya istri di dunia
- didoakan oleh Nabi istri yang lebih baik
- daripada istri yang di dunia.
- Masyaallah. Ya kama fahimtu. Sebagaimana
- kita pahami istri kita seperti apa.
- Sehebat-hebatnya, secantik-cantiknya,
- sebaik-baiknya. Maka didoakan ini yang
- lebih baik dari itu. Masyaallah ya. Oke.
- Ini saya
- kira ee mafhum insyaallah ya sudah
- paham. Jadi memang doa ini masyaallah ee
- adalah doa yang begitu baik, begitu
- indah. begitu menyeluruh sehingga perawi
- Abu Abdurrahman Auf bin Malik ini
- menginginkan dirinyalah yang menjadi
- mayit pada saat
- itu. Dari hadis ini dapat kita lihat
- bahwa kewajiban menyalati jenazah dan
- anjuran mendoakannya dengan doa yang
- mencakup seluruh kebaikan ini tuh ya.
- Jadi masyaallah Rasul ini Allahu Akbar
- ya. Segala kebaikan didoakan
- diperuntukkan untuk si mayit itu.
- Kemudian doa bermanfaat bagi mayit dan
- bahwa kenikmatan dan azab kubur itu
- benar adanya. Ya. Jadi, ada di antara
- manusia bukan hanya tidak iman kepada
- hari akhir, bahkan mereka pun tidak iman
- kepada azab azab kubur. Ya, sementara
- hadis-hadis yang berbicara tentang azab
- kubur keir jidan banyak sekali ya.
- Ti
- samir hadis kedua dalam bab ini atau
- hadis
- ke-936 dalam kitab syarah ini.
- Abi Hurairat wa Abi Qatadah. Berarti
- perawinya dinisbatkan, digandingkan,
- disandarkan kepada Abu Hurairah dan Abi
- Qatadah w Abi Ibrahim dan Abi Ibrahim
- al-Asyhali an abihi. Dari Abi Asyhali eh
- Ibrahim al-Asyhali an abihi dari
- ayahnya. Wa abuhu shahabiyun radhiallahu
- anhum. Dan ee ayahnya ini adalah sahabat
- ya sahabiyun radhiallahu
- anhum. Anin Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam annahu al janaah faqal
- bahwasanya Nabi sallallahu alaihi
- wasallam salat atas jenazah dan ia ia
- sallallahu alaihi wasallam berdoa
- Allahumagfir lihayyina
- waitina wasirina wa kabirina waqarina wa
- unana wa syahidina
- waina allahum man ahyaitahu minna
- faahyihi alal islam tawaitahu minna
- fatawa
- riwayat
- abbiad
- qakim had abi
- hurairah bukhari wa muslim qmidzi
- bukati had riwayatul ashali Qala
- albukhari wa asahusai fi hadil bab
- haditu bin
- malik yang artinya kurang
- lebih sebagaimana tadi ya langsung
- kepada artinya saja
- bahwa ee dari Nabi sallallahu alaihi
- wasallam bahwa beliau menyalati jenazah
- lalu mendoakan atau mengatakan
- mengucapkan, "Ya Allah ampunilah untuk
- yang masih hidup dan yang telah mati di
- antara kami yang kecil dan yang besar,
- yang laki-laki dan yang perempuan, yang
- hadir dan yang tidak hadir.
- Ya Allah, barang siapa yang Kau hidupkan
- di antara kami, maka hidupkanlah dengan
- menetapi agama Islam. Dan barang siapa
- yang Engkau matikan di antara kami, maka
- matikanlah ia dengan menetapi iman. Ya
- Allah, janganlah Engkau menghalangi kami
- untuk memperh dan janganlah Engkau
- menimpakan fitnah pada kami
- sepeninggalnya. Masyaallah ya. E masih
- saja meskipun redaksinya berbeda, tetapi
- masyaallah ya. Demikian ee apa namanya?
- Pilihan-pilihan kalimat yang begitu
- menyentuh, begitu mendalam ya. H hadisun
- ro Imam aturmudzi dari riwayat Abu
- Hurairah dan al-Asy'ari. Hadis ini juga
- diriwayatkan oleh Imam Ad Abu Daud dari
- Abu Hurairah dan Abu Qatadah. Imam
- al-Hakim mengatakan bahwa hadis Abu
- Hurairah ini sahih menurut k Bukhari dan
- Muslim. Imam at-Tirmidzi berkata bahwa
- menurut Imam Bukhari, riwayat yang
- paling sahih dalam bab ini adalah
- riwayat Al-Asy'ari. Imam Bukhari
- berkata, "Riwayat yang paling sahih
- adalah riwayat Auf bin Malik." Yakni
- riwayat Auf bin Malik ya. pertama eh
- bahas e
- bahustu qobla hadza. Jadi sebagaimana di
- hadis pertama itu yang dianggap paling
- paling
- sahih. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam
- Tirmidzi dalam bab jenazah dan
- seterusnya ya. Nah ini ee mutiara-muti
- yang dapat kita lihat masyaallah ya.
- Bahwa sama seperti hadis sebelumnya,
- hadis ini mengajarkan doa yang mencakup
- orang-orang yang masih hidup dan yang
- sudah meninggal. Sebaik-baik kemuliaan
- yang diterima seorang adalah hidup dalam
- Islam, mati dalam iman, dan selamat dari
- fitnah. Imma fitnah fid dunya wa fitnah
- filqr wa fitnah fi ee yakni fi yaumil
- akhir fil akhir hahulqabr siksa
- kubur. Jadi dibebaskan dari situ. Itu
- fitnah kubur ya. Heeh. Fitnah dajal
- dalam riwayat lain fitnah dajal. Tiib.
- Hadis ketiga atau hadis ke937.
- Abi
- hurraq rasulullahi shallallahu alaihi
- wasall
- abu kata Abu Hurairah sami itu
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- aku mendengar Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam yaakl
- bersabda shitum alal mayit jika kamu
- menyalatkan atas mayit faaklis lahu dua
- maka ikhlaskanlah saat engkau berdoa
- untuknya ya nah maka oleh sebab itu ini
- menjadi dalil ini juga menjadi alasan
- kenapa kemudian yang menyalatkan itu
- sebaiknya adalah kerabat terdekat orang
- saleh yang terdekat orang saleh dan
- kerabat ya orang yang mengenal paling
- mengenal dengan dengan orang tersebut ya
- mengenal dengan orang tersebut yang
- saleh. Nah kenapa? karena tak ini ketika
- berdoanya dia berupaya untuk seikhlas
- mungkin mencari alasan-alasan untuk apa
- namanya dalam tanda petik ya dalam tanda
- petik untuk merayu ya untuk me apa
- istilahnya memohonlah bahasa kita kan
- memohon tetapi dalam pengertian yang
- mendalam maksudnya betul-betul memohon
- kepada Allah subhanahu wa taala dengan
- cara yang ikhlas. Nah, ini yang harus
- kemudian dipahami betul. Nah, maka ee
- kenapa kemudian ee kemarin ee pada
- pertemuan sebelumnya kita bicara
- hendaknya yang menyalati itu adalah
- orang-orang terdekat dalam hal ini
- keluarga, sahabat, ulil amrinya ya yang
- mengerti betul tentang sepak terjangnya
- dan yang paling diharapkan apabila
- berdoanya lebih ikhlas dalam
- mengantarkan doa kepada mayit tersebut.
- Ini sekelumit tentang sebagian dari
- hadis-hadis dalam bab ini yang saya
- ingin sampaikan bahwa sebaiknya ee
- ikhlas. Betul ya. Misalnya mohon maaf
- ya, mohon maaf kita lihat kembali
- merujuk misalnya kepada hadis yang nomor
- satu ya. Hadis nomor satu dalam bab ini
- kemudian diterjemahkan oleh hadis
- ketiga. Misalnya di sini kan bahwa
- dinyatakan bahwa
- shitumit lah maka ikhlaskanlah kamu
- dalam berdoa. Maka di antaranya adalah
- jadi ketika berdoa kan begini
- allahumagfirlahu warhamhu wafi
- wafu itu coba ilustrasikan dengan doanya
- begini.
- Misalnya kita mendoakan orang yang
- paling kita kasihi, orang yang paling
- kita cintai.
- Allahummafirlahu warhamhu waafihi wafu
- anhu. Jadi ada sedikit penghayatan
- keikhlasan betul-betul
- dibersihkan. Ilustrasinya itu. Ilustrasi
- kita ini bagaimana sih? Mohon maaf ya.
- Kita bicara sekarang tentang kita,
- tentang manusia.
- Seorang anak pertama dia minta jajan,
- "Pak, aku minta uang untuk
- jajan." Maka ayahnya, mohon maaf sekali
- lagi, kita bicara kita, kita bicara
- kita, "Pak, minta uang pindah jajan
- tidak di apa tidak ditoleh oleh ayahnya.
- Kemudian dia menangis, Pak, minta aku
- jajan, Pak. Aku minta aku minta jajan,
- Pak." Gitu kan. Itu anaknya. Coba
- perhatikan anak kita. Maka kemudian kita
- sebagai orang tua, sebagai ayah ya,
- sehebat apapun ee sebesar apapun kumis
- kita gitu kan. Masyaallah. Apalagi ini
- anaknya memiliki keterbatasan tidak tiap
- hari diberi jajan oleh kita. Misalnya
- ilustrasi kan ada orang biasa kasih
- jajan bahkan anaknya gak minta dikasih
- langsung nih untuk untuk jajan hari ini.
- Tapi ada anak yang untuk mendapatkan
- uang jajan dia harus meminta kepada
- ayahnya. Meminta pertama kepada ibunya.
- Bunda, akhir ini aku ingin jajan.
- Berilah aku uang. Kata ibunya, "Nak, ibu
- kan gak kerja. Minta sana sama ayahmu."
- Datang sama bapaknya. Kalau ayahnya
- kelihatan galak, kelihatan ini, dia
- kemudian menundukkan kepala dengan
- penuh, dengan pelan-pelan. Dia katakan,
- "Pak, adik kan belum jajan sudah
- seminggu. Hari ini kan jatah adik jajan
- ya, Pak." Ya, aku minta dong, Pak, uang
- untuk jajan. Nah, tapi ada juga yang
- memang tahu, "Oh, ayahnya ini baik." Dia
- datang baik-baik juga. Nah, masyaallah
- itu kita. Sekali lagi itu kita. Maka
- kemudian Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam mengajarkan
- sebagaimana ee ajarannya sesuai dengan
- sesuatu yang mampu dicerna oleh
- pemahaman kita. Ya, kalau sehari-hari
- seperti itu, maka kita pun memahami
- memahaminnya kurang lebih seperti itu.
- Maka kemudian ketika mohon kepada Allah
- Subhanahu wa taala, Allahummagfirlahu
- warhamhuhiu. Beda dengan tadi ya kan?
- Sekali lagi
- Allahfirahu bahkan kemudian suaranya
- juga tidak jelas ya. Saking cepatnya
- doanya sudah hafal, tapi kemudian yang
- terucap adalah sesuatu sehingga makmum
- yang mendengar mengamimkan juga bingung
- gitu kan. Nah, maka oleh sebab itu ya
- mungkin wah ini aneh kalau doanya
- terlalu lama juga orang jadi bosan. Ah
- yang paling penting bukan terlalu lama
- tapi bagaimana kita ikhlas dalam
- mendoakannya tadi. Dihayati betul
- permohonan tadi ya. Jangankan untuk
- orang lain, untuk kita pun begitu.
- Allahumfirlahu
- warhamhu
- wuahuia ahlihi
- [Musik]
- wau
- minabil waidu minabil qabr wzabinar
- Allah. Masyaallah. Doakan diulang lagi
- boleh. Masyaallah. Kita mohon maaf
- sekali lagi kita memohon kepada Allah
- dengan segenap permohonan yang penuh
- harapan. Ya. Jadi maka keikhlasan itu
- hanya mengharapnya kepada Allah dan kita
- yakin hanya Allah saja yang mampu
- mengabulkan setiap permohonan kita. Nah,
- ini maka hubungannya nanti
- dengan apabila seseorang disalatkan 40
- orang atau 100 orang ya disalatkan oleh
- tiga saf. Nah, kemudian doanya juga
- masyaallah ikhlas ya, khusyuk
- masyaallah. Maka insyaallah itu mayit
- sebagaimana perawi tadi mengatakan, "Aku
- berharap sesungguhnya aku ee tamaitu
- tama itu tamanna. Taman itu berkhayal
- ya. Ee aku sangat menginginkan
- seandainya yang menjadi mayit itu aku."
- Karena didoakan oleh Nabi dengan doa
- yang begitu indah. Ini saya kira para
- ikhwan dan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada. Tiga hadis dalam bab
- ini ya yang dapat kita ee bahas.
- Insyaallah kita akan lanjutkan ee
- sisanya pada pertemuan berikutnya
- insyaallah. Wasallallahu ala nabina
- Muhammadin walhamdulillahi rabbil
- alamin. Wallahu aam bisawab. Ya. Baik.
- Wallahuam bisawab. Ikhwan dan akhwat.
- Demikian tadi tausiah dan pemaparan yang
- dikutip langsung dari kitab Riyadus
- Shihin bersama Ustaz Ahmad Saleh dalam
- tema kita bacaan dalam salat jenazah.
- Nah, dan tadi cerita tentang anak kecil,
- Ustaz yang terakhir ya. H
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Yeah.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- H
- [Musik]
- Radio silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Terima kasih Anda
- masih bersama kami dalam program tausiah
- sore kajian kitab Riyadus Shihin bersama
- Ustaz Ahmad Saleh. Tema kita
- tentang bacaan dalam salat jenazah.
- Demikian Ustaz ya. Nah, dan kita
- akan ke pertanyaan yang telah Anda
- kirimkan. Dikirimkan ke mana? Tentu saja
- dikirimkan ke
- 0811999720. Dan pertanyaan pertama,
- Ustaz ini dari hamba Allah di Sukabumi.
- N Asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik.
- Bolehkah mencium orang yang sudah
- meninggal
- dunia dan bolehkah suami memandikan
- jenazah istri yang telah diceraikannya?
- Hmm. Dua pertanyaan, Ustaz. Baik. Dua
- pertanyaan dari hamba Allah di
- Sukabumi. Pertanyaan pertanyaan pertama.
- Bolehkah mencium apa tadi? Mayit. Orang
- yang sudah meninggal dunia? Maka jaiz
- boleh. Dan ini dilakukan Abu Bakar
- Assiddiq radhiallahu anhu pasca wafatnya
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- sebagai bukti cinta Abu Bakar kepada
- Nabi, penghormatan kepada Nabi. Maka Abu
- Bakar kemudian mengecup kening Nabi
- sallallahu alaihi wasallam yang telah
- meninggal dunia. Kemudian Abu Bakar
- keluar sementara di luar rumah
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- maksudnya tempat tinggal Rasul. di
- luarnya sedang berkumpul para sahabat
- sedang menanggapi dalam tanda petik
- bagaimana ee sikap Umar bin al-Khattab
- yang menganggap bahwa kematian itu
- maksudnya kewafatan Rasulullah itu masih
- dianggap hawak hoak bahasa kita gitu
- kan. Maka kemudian Abu Bakar mengatakan,
- "Barang siapa yang menyembah Muhammad
- maka Muhammad qad mat."
- Barang siapa yang menyembah Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- maka Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam telah meninggal dunia. Tapi
- barang siapa yang menyembah dan
- mengibadahi Allah Subhanahu wa taala,
- maka Allah Subhanahu wa taala akan
- senantiasa hidup. Begitu kata Abu Bakar
- Assiddiq radhiallahu anhu. Maka
- gemetarlah Umar bin al-Khattab menyadari
- bahwa Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam juga adalah seorang manusia
- basyar yang kemudian akan menghadap
- kepada Tuhannya, kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Maka diriwayatkan kemudian
- Umar bintab menjadi lunglai lemas. Nah,
- itu ya. Jadi itu jadi bolehkah mencium
- ee apa namanya? orang yang telah
- meninggal dunia jaiz. Kemudian yang
- kedua, bolehkah? Nah, sekarang ini
- perbedaan pendapat seorang bukan suami,
- mantan suami mencium jasad mantan
- istrinya gitu. Jadi apa sih yang
- sesungguhnya menjadi permasalahan di
- sini gitu kan. Nah, saya belum menemukan
- secara hukum yang tegas kalau masalah
- ini. Kalau tadi siapa? Abu Bakar
- Assiddiq ee apa namanya? ee dapat kita
- temukan dalam kitab-kitab ee hadis
- maupun tarikh ya ee bahwa Abu Bakar
- Assiddiq mencium ee jasad Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Adapun
- seperti tadi ee mantan ya mantan suami
- mencium mantan istri ee ada beberapa
- hal ini sekali lagi secara pasti saya
- belum menemukan dasar untuk menjawab
- tentang pertanyaan kedua gitu kan. Tapi
- apa kemudian kita mencoba mencari apa
- sih ambang apa gitu kan. Ee misalnya
- ketika di dunia jelas itu haram. Lalu
- maksudnya ketika masih hidup ini haram
- meskipun itu mantan. Mantan karena bukan
- bukan sudah sudah bukan siapa-siapa lagi
- dalam pengertian ya kamu adalah kamu,
- aku adalah aku. Kalau dulu kan engkau
- adalah aku, aku adalah engkau. Itu dulu
- ketika masih menyatu sebagai suami
- istri. Tapi setelah pisah ini masa hidup
- saja. Masa hidup maka mereka sudah
- diberlakukan hukum ee bukan mahram lagi
- ya. Bukan ee diberlakukannya hukum hukum
- biasa, hukum antara seorang lelaki
- dengan seorang perempuan. Nah, bagaimana
- kalau kemudian sedang apa sudah
- meninggal dunia? Jika itu ya setelah
- meninggal dunia istrinya ini apalagi dia
- sudah punya suami maka sudah barang
- tentu akan menimbulkan kecemburuan
- meskipun itu sudah meninggal dunia dan
- ini harus di dihindari itu intinya.
- Begitu juga nanti ya ee hal-hal
- fitnah-fitnah baru ya fitnah-fitnah baru
- yang bisa dikembangkan.
- dikembangkan yang saya maksudkan adalah
- fitnah yang akan berkembang padahal
- tidak seperti itu. Maka penyebabnya
- harus dihindarkan. Maka oleh sebab itu
- tidak menciumnya justru menjadi lebih
- baik menurut pendapat saya gitu ya.
- Berdasarkan tadi ilat-ilat oh bahwa ini
- sesungguhnya akan mengakibatkan apa
- namanya bisa mengakibatkan kecemburuan
- kepada suaminya yang baru gitu ya. Bahwa
- itu adalah istri kita yang lama, mantan
- istri. Betul. sudah sudah bukan muhrim
- sudah bukan lagi siapa-siapa gitu kan
- kalau sudah meninggal dunia maka sekali
- lagi bahwa kemudian kita datang sampai
- datang sampai itu jaiz mengantar
- anak-anak kita menemui apa namanya
- ibunya yang telah tiada tadi dalam
- jasadnya saja itu sampai di situ tidak
- mengapa tapi kalau kemudian seperti tadi
- pertanyaannya apalagi dia sekali lagi
- apalagi dia sudah menikah lagi dengan
- lelaki lain maka hendaknya jangan memicu
- perkara baru iya gitu jangan sampai
- kemudian uh ini kan istri saya sekarang
- gitu kan meskipun sesungnya sudah
- meninggal dunia. Demikian saya kira yang
- dapat saya e kemukakan. Wallahuam
- bisawab. E perlu saya tambahkan enam.
- Boleh. Boleh. Perlu saya tambahkan
- bahwa kebiasaan di negeri-negeri barat
- ya mencium gitu ya cipikacifiki
- jangankan telah meninggal dunia bahkan
- masih hidup aja masih mereka lakukan
- tetap bagi dalam bahasa kita dalam dalam
- agama kita dalam Islam. Maksud saya itu
- semua tidak bisa dianolir, tidak bisa
- mohon maaf bukan tidak bisa tidak bisa
- di apa namanya dimaafkan gitu ya. Maka
- oleh sebab itu hendaknya karena umat
- Islam ini selalu menjaga apapun yang
- mengakibatkan sebuah permasalahan dan
- ini ternyata orang-orang Eropa,
- orang-orang Barat yang memeluk Islam
- merasa terhormat dengan teturan Islam
- karena yang selama ini mereka tidak ada
- batasan macam-macam dengan orang lain.
- Ah, sekarang serba diatur dengan tertib
- sehingga mereka merasa
- perempuan-perempuan Eropa,
- perempuan-perempuan Barat yang telah
- memeluk Islam itu merasa apa? Dihormati.
- Heeh. yang tadinya mereka menganggap
- bahwa perempuan-perempuan Islam itulah
- yang tidak dihormati. Tapi justru
- sekarang mereka berkeyakinan betul
- ketika dia sudah menjadi muslimah dia
- begitu merasa dihormati. Demikian.
- Wallahuam. Baik. Wallahuam bawab. Kita
- beralih ke pertanyaan selanjutnya. Ustaz
- ada hamba Allah di Jakarta Selatan,
- hanya saja ini pertanyaannya di luar
- tema. Oke, boleh. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. berkenaan dengan
- mengucapkan salam. Heeh. Mengucapkan
- salam hukumnya sunah. Heeh. Sedangkan
- menjawabnya hukumnya wajib. Namam.
- Apakah sama dengan sapaan? Misalnya
- ditanya dengan seseorang, kita tidak
- menjawab dosa atau tidak, Ustaz? Hmm.
- Nah, sapaan misalnya bagi mau ke mana,
- Kang? Selamat pagi. Mau ke mana, Kang?
- Naam. Naam.
- Naam. Jika itu si orang yang disapanya
- mendengar, maka wajib menjawab.
- Ya. Jadi pengertian tadi apabila kita
- dihormati dengan satu penghormatan itu
- bukan hanya bentuk assalamualaikum
- termasuk tadi. Karena sesungguhnya
- hakikatnya itu kan hak muslim dengan
- muslim yang lainnya atas muslim yang
- lainnya. Jadi ketika ditanya mau ke
- mana, Kang tidak menjawab itu sama
- dengan tadi ya. bahwa kemudian secara
- tekstual tidak disebutkan begitu, tetapi
- itu sudah termasuk kategori tadi. Jika
- kamu bertemu dengan saudaramu kemudian
- mengucapkan salam, maka jawablah
- salamnya. Itu hak pertama. Ya, begitu
- juga kalau dia bertanya wajib dijawab.
- Kecuali bertanyanya sesuatu yang tidak
- pantas untuk dijawab. Pertama,
- pertanyaannya ngeledek. Pertanyaannya
- pokoknya taannut lah ya. Taanud itu
- artinya e untuk mempermalukan. Ah, itu
- tidak wajib untuk dijawabkan. Pertanyaan
- juga kata Imam Asyatibi kalau tidak
- salah dalam kitab Almuawafaqat itu ada
- tiga ya. Ada pertanyaan memang ingin
- mengajarkan, ada pertanyaan ingin
- mendapatkan pelajaran, mendapatkan
- informasi yang benar, yaitu tadi nanya
- mau ke mana dijawab, oh mau ke sana gitu
- kan. Yang ketiga memang pertanyaan ingin
- mempermalukan.
- Misalnya dia mau teman kita ini mau
- kerja, mau kerja. Kerjanya menurut kita
- ee hina. Sekali lagi menurut kita bukan
- dalam pandangan syariat misalnya apa? Oh
- saya yang satu ini jadi ke apa namanya?
- Pokoknya semuanya dalam dalam pandangan
- kita teman-temannya itu terpandang
- kecuali teman kita satu. Apa dia sebagai
- pramo apa namanya? Ee pramu wisma ya.
- Pram wisma sebagai ya asisten rumah
- tangga bahasa kita. Mohon maaf sebagai
- asisten rumah tangga yang dinilai oleh
- kita itu bukan sesuatu yang terhormat.
- Padahal selama menjaga ee apa harga
- dirinya itu tidak masalah. Nah, kemudian
- tahu teman-temannya nih lagi ngumpul
- ngumpul-ngumpul temannya mau pergi
- kerja. Kerjanya tadi maka kemudian dia
- bertanya dengan maksud ingin
- mempermalukan dia. Maka itu pun tidak
- harus dijawab kalau itu ya. Karena
- memang misalnya teman-teman kita sudah
- tahu kebiasaan kita tiap hari ini kerja
- jam sekian, pulang jam sekian gini. Eh
- misalnya Fulanah kamu mau ke mana jam
- segini?
- kamu kerja di mana sih sesungguhnya? Ah,
- padahal mereka sudah tahu, maka itu
- tidak harus dijawab. Tapi kalau
- pertanyaannya misalnya ee bagaimana
- kabarnya mau Polana, Ibu orang tuamu
- gimana? Salam ya. kalimat-kalimat yang
- mengantarkan kedekatan antara si penanya
- dengan yang ditanya dengan catatan tadi.
- Katakanlah ee kalau dalam ee apa namanya
- pendekatan kita keagamaan ee dengan
- tidak memperhatikan kultur kita, maka
- sebaiknya ee apa namanya? Tidak menyapa
- lawan jenis apalagi kemudian statusnya
- antara lajang dan apa dan tidak lajang.
- Ya, sekali lagi kalau kita tidak melihat
- e kultur ee dalam siapa yang nanya dan
- yang bertanya. Tetapi kalau kita melihat
- di misalnya di kita, hal itu biasa nanya
- menanya itu biasa di kita beda jenis
- lawan jenis biasa ya. Maka itu tidak
- mengapa. Yang menjadi masalah tadi
- karena ada di antara manusia itu memang
- bertanya itu bisa mengakibatkan sesuatu
- gitu ya. Mengakibatkan sesuatu. Maka
- kemudian waktu itu ya dalam hal ini di
- dibatasi komunikasi antar lawan jenis
- gitu ya. Adapun kemudian lawan jenis
- yang terjadi di satu tempat yang memang
- mereka memaknanya itu tidak ada apa-apa,
- biasa-biasa saja, maka juga biasa-biasa
- saja. Tetapi sekali lagi ee apa namanya
- ee protektif yang bersifat melindungi,
- yang bersifat penjagaan ya hendaknya
- tetap ditegakkan. Ini saya kira yang
- bisa saya ee jawab ya tentang pertanyaan
- ee tersebut. Jadi jika pertanyaannya
- memang ee serius maka jawab. Jika
- pertanyaannya ingin melecehkan atau
- mempermalukan kita, ya tidak harus
- dijawab. Demikian. Wallahuam bisawab.
- Baik, kemudian kita ke pertanyaan
- selanjutnya dari Ibu hamba Allah di
- Jakarta. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya ingin
- bertanya, apakah orang yang sudah
- meninggal akan bertemu dengan keluarga
- yang sudah meninggal terlebih dahulu?
- Hmm. Nam pertanyaan menarik sekali.
- Apakah satu keluarga itu akan bertoma
- dengan keluarga terlebih dahulu?
- Jika sekali lagi keluarga tersebut
- dengan kelas yang sama dengan amaliah
- kesalehan dan
- kesalehahannya ee mustawian atau setara,
- maka insyaallah akan ketemu. Bisa
- dilihat nanti di juz 30 ya, itu bicara
- tentang bagaimana keluarga akan bertemu
- dengan keluarga ya. Tetapi kalau
- kemudian ee tidak termasuk kategori
- orang-orang berul yang satu kan sebumnya
- perpisahan pernah saya kemukakan.
- Hakikat perpisahan yang menyakitkan
- adalah ketika sebagian keluarga masuk
- rahmat Allah berupa surga, sebentar
- sebagian lagi mereka harus meninggalkan
- rahmat Allah tersebut, yaitu
- meninggalkan ee surga alias bertempat
- tinggal di neraka. Itulah perpisahan
- yang paling yang hakiki. Perpisahan yang
- sesungguhnya itu itu perpisahan. Maka
- oleh sebab
- itu, kenapa kemudian kepada para rumah
- tangga diminta, diperintah oleh Allah
- Subhanahu wa taala untuk menjaga
- keluarganya agar tetap agar mereka tidak
- dimakan serigala, ya, agar tidak dimakan
- oleh kekafiran, tidak dimakan oleh
- kemaksiatan. Maka qu anfusakum waahlikum
- naro, jagalah dirimu dan keluargamu dari
- sisa api neraka. Jadi kalau ee sekali
- lagi nilai keimanannya atau paling tidak
- dalam kategori rumah tangga itu kan ada
- nanti ada penilaian pribadi, ada
- penilaian
- keluarga. Nah, ini yang menarik. Ada
- penilaian keluarga itu masyaallah bukan
- ya? Ee nanti ada kalau misalnya yang
- berbuat baik
- suaminya, dia tidak berbuat si istrinya,
- tapi dia kemudian mendukung menutup
- kekurangan pasangannya. Suaminya punya
- kelemahan yang apabila dibukakan
- mengakibatkan jatuh harga diri suaminya.
- Namun kemudian ia menutupnya.
- Sebagaimana juga sang suami ketika
- mengetahui istrinya memiliki kelemahan,
- dia tutup kelemahan itu sehingga orang
- pun memandang bahwa keluarganya adalah
- keluarga yang sempurna. Padahal banyak
- bolong, banyak hal yang akan
- mengakibatkan mereka malu di hadapan
- manusia. ya. Nah, maka kembali lagi
- kalau levelnya level yang sama dengan
- rumah tangga, kelasnya adalah kelas yang
- kategori orang beriman, maka insyaallah
- mereka akan berjumpa kembali. Tetapi
- kalau sudah nyata-nyata rumah tangganya
- itu tidak bisa ditolong, begini yang
- saya maksudkan. Misalnya nilai untuk
- bisa dikatakan dia lulus itu nilainya
- enam. Istrinya dalam kepribadiannya
- enam, suaminya. Maka mereka kategorinya
- rumah tangga yang lulus.
- Tapi ada nanti suaminya nilainya delan,
- istrinya nilainya empat. Nah, mau tidak
- mau sudah tidak bisa lagi nanti suaminya
- sudah tidak bisa memberikan syafaat
- misalnya ya, maka tidak bisa karena tapi
- kalau suaminya memiliki kesempatan,
- diberikan oleh Allah kesempatan untuk
- memberi syafaat, maka istrinya yang
- berimannya lemah. Jadi syafaat itu
- diberikan kepada ee orang yang ee apa
- namanya? Keimanannya lemah, amalannya
- kurang memadai, maka syafaat diberikan.
- Kalau syafaat diberikan oleh suaminya
- kepada istrinya atau sebaliknya istrinya
- yang memberikan syafaat kepada suaminya
- emang bisa gitu dibolak? Bisa. Kenapa
- tidak? Karena dalam kehidupan ini
- kan Allah menilai bukan alat mohon maaf
- bukan jenis kelamin yang dinilai tapi
- yang dinilai adalah ketakwaan. Oh dia
- lelaki. Oh baik. Oh dia perempuan enggak
- baiknya begitu. Kalau perempuannya
- salihat kalau laki-lakinya thh gitu kan.
- Nah, maka ya suaminya yang pantas di
- dikasihani gitu, maka diberi syafaat
- oleh istrinya kalau istrinya punya hak
- memberikan syafaat. Begitu juga
- sebaliknya. Istrinya ini aduh pas-pasan
- waktu dinikahi kelihatannya salehah.
- Heeh. Namun kemudian setelah dinikahi
- semuanya apa namanya? Terbuka aslinya.
- Baik suaminya maupun istrinya terbuka
- aslinya. Nah, maka di situ kemudian dia
- akan mencoba mempertahankan dan
- memperbaikinya. Namun kemudian dia
- keburu syahid misalnya suaminya karena
- dia ee apa? meninggal dunia di medan
- amanat di negeri yang perlu dia bantu.
- Misalnya dia meninggal dunia, maka dia
- punya hak untuk memberikan apa tadi?
- Syafaat kepada keluarganya, kepada
- istrinya, kepada ibu bapaknya, kepada ee
- sebanyak yang Allah izinkan. Nah, maka
- dia akan berjumpa kembali dengan
- keluarganya, gitu ya. Demikian saya kira
- yang bisa saya jawab.
- Wallahuam biswab. Baik.
- Wallahuam bissawab. Kemudian kita
- beralih ke pertanyaan selanjutnya dari
- Bapak Gunawan di Tapos Depok. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Bapak G Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Saya mau
- bertanya, Pak Ustaz. Namam. Bolehkah
- saat mensalatkan jenazah sambil membaca?
- Mungkin di sini maksudnya membaca. Oh, n
- membaca misalnya doa-doanya. Naam. Jiz
- belum, Ustaz? Karena saya tidak hafal
- doa-doanya, terutama pada takbir yang
- ketiga. Nam jaiz. Jadi kalau kemudian
- kita belum hafal maka oleh sebab itu di
- yaakul ya atau qoraa itu
- kalimat-kalimatnya begitu. Mengatakan
- atau membaca. Nah, bisa membaca juga
- bisa bin nadar bisa bidunin nadar.
- Maksud saya bisa langsung membaca dengan
- melihat tulisan atau bisa juga dihafal.
- tanpa melihat tulisan membacanya, maka
- tidak masalah. Begitu juga membaca
- pokoknya setiap bagi kita ya baca Quran
- belum hafal boleh misalnya Ramadan. Ee
- kemudian ee ada di antara kita ini me
- apa
- namanya bukan mengawasi yang mengontrol
- bacaan imam. Imam nih hafiz tapi kadang
- namanya hafid juga tetap manusia ya. Ada
- yang sempurna, ada yang tingkat
- kemutkinannya. mutkinnya ada 90%, ada
- 85, ada 70 dan seterusnya. Maka kita
- boleh sambil membuka mushaf atau
- misalnya di depannya ada mushaf besar,
- tetapi kalau memang sudah mutin ya
- hafalannya memang sudah kuat tidak perlu
- itu ya. Tapi kalau tadi alasannya apa?
- Belum belum hafal fala babi bih. Jadi
- Allahu Akbar allahumfir lahu warham dan
- seterusnya gitu dibaca labas ya.
- Demikian wallahuam bisawab. Baik.
- Wallahuam. Baik, Ibu di Jakarta Selatan
- semoga terjawab. Kemudian dari Ibu di
- Jakarta Selatan, kita beralih ke
- pertanyaan eh dari Bapak Tapos di Depok.
- Mohon maaf ya Allah. Kemudian dari
- Ibu hamba Allah Jakarta Selatan sudah.
- Lalu dari Ibu Dharma. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, Pak Ustaz semoga
- selalu sehat. Amin. Allahum amin. Karena
- saya dan banyak tetangga saya banyak
- yang lagi kurang sehat.
- Syafaatullah taala. Mohon nasihatnya,
- Ustaz, untuk bisa
- selalu menerima apa yang sudah Allah
- takdirkan untuk
- hamba-hambanya. Jadi dia mohon agar dia
- selalu ee qanaah. Nah, seperti itu. Nah,
- masyaallah. Apa amalannya atau namam apa
- sih? Bagaimana si supaya bisa seperti
- itu? pertama ya harus makrifatullah,
- mengenal Allah bahwa kita ini adalah
- hamba. Makanya sayidul istigfar saya
- kira perlu dipahami. Allahumma anta
- rabbi.
- Allahumma anta rabbi. Ee Allahumma ya
- Allah engkau adalah
- Tuhanku. Engkau menciptakan aku dan aku
- adalah
- hamba-Mu. Aku apa? Menyesuaikan dengan
- apa yang telah menjadi kesepakatan. ya
- denganmu dengan menyesuaikan itu. Kami
- mengakui nikmat yang telah Engkau
- berikan. Aku mengakui nikmat yang telah
- Engkau berikan kepadaku. Tapi aku pun
- berlindung kepadamu dari apa yang telah
- aku lakukan. Ya kan? Ee kemudian di situ
- kan kita memohon kebaikan kepada Allah.
- Maka doa-doa yang diajarkan Nabi itu
- banyak sekali. Di antaranya misalnya
- pokoknya agar kita senantiasa di atas
- jalan keridaan Allah, di atas agama
- Allah.
- itu hati ya. Kenapa? Kenap hati kita
- minta ditetapkan dalam eh apa namika
- atas agama Allah ya dinik itu agama
- Engkau ya
- Allah dan ketaatan kepadamu. Karena
- memang hati ini dalam hal ini
- sesungguhnya para ahli belakangan
- mengatakan bahwa qb bimakna fiqr.
- Meskipun nanti berbeda pendapat orang
- dalam memaknanya tetapi yang namanya
- qalb itu senantiasa berubah. yang
- senantiasa berubah biasanya pikiran
- paling tidak paling tidak adalah bisikan
- hati itu kalb ya. Namun kemudian ada
- yang disebut dengan puad. Puad itu
- adalah ee hati juga dalam bahasa kita
- artinya. Tetapi ini yang kemudian oleh
- Nabi diminta agar kita minta fatwa
- kepada fuad tadi, kepada hati. Karena
- itu bersifat tetap, subut, tidak
- bolak-balik. Maka disebutnya fuad dalam
- bahasa kita mungkin yang diminta
- tanyakanlah kepada nuranimu. Hatimu yang
- paling kecil itu kurang lebih. Nah,
- kembali kepada permasalahan tadi.
- Jadi, hendaknya kita belajar mulai dari
- sekarang misalnya sekarang kita
- mendapatkan rezeki sekian syukuri itu
- berbagi di jalan Allah nanti itu akan
- tumbuh apa namanya kepuasan, akan tumbuh
- qanaah, akan tumbuh juga ifah dan lain
- sebagainya ya. Nah, maka oleh sebab itu
- saya kira ini bukan sesuatu instan.
- Tidak gampang saya menjelaskan langsung
- besok bisa gak ada langkah-langkah
- pertama mohon pada Allah agar senantiasa
- dibimbing belajar sekarang ya dengan apa
- adanya makan misalnya suami kita
- membeli. Mohon maaf suami kita
- macam-macam suami kita yang membelikan
- atau kita yang memaksakan. Kita
- memasakan tapi uangnya juga
- berbeda-beda. Bermacam-macam tiap
- harinya bermacam-macam maksudnya
- berbeda-beda hari ini sekian ini. Nah
- itu syukuri ya. Alhamdulillah segala
- memuji pada Allah, senantiasa memuji
- kepada kepada Allah subhanahu wa taala.
- Nah, setelah itu kemudian mohon pada
- Allah kekuatan melihat orang lain itu
- apa namanya? Melihat diri kita ini
- senantiasa paling beruntung ya. Kenapa?
- Karena dibandingkannya dengan
- orang-orang yang lebih lebih apa? Lebih
- di bawah dari kita ya. Bukan lebih
- tinggi tapi lebih rendah di bawah kita.
- Maka itu akan muncul perasaan syukur,
- perasaan menerima ya. Heeh. Jadi saya
- kira ini bisa nanti insyaallah dalam
- kajian-kajian berikutnya bagaimana bisa
- seperti itu. Tapi yang paling penting
- sujud kita minta kesabaran kepada Allah.
- Sujud kita memohon kepada Allah agar
- dianugerahkan keberkahan hidup.
- Senantiasa berbaik sangka kepada Allah
- apapun yang terjadi. Karena tidak bisa
- kita berbaik sangka, Ikhwatul iman.
- Tidak bisa berbaik sangka kecuali kita
- diberi oleh Allah pemahaman, diberi p
- ilmu untuk bisa memahaminya sehingga
- kita bisa berbaik sangka. Ya, karena
- sekali
- lagi kesengsaraan bukan menunjukkan
- Allah murka. Sebagaimana juga ke
- kekayaan tidak menunjukkan bahwa Allah
- itu rida. Tapi bisa jadi sebaliknya,
- justru yang disayangi oleh Allah adalah
- yang menjadi miskin. Tetapi yang dibenci
- oleh Allah justru menjadi orang kaya dan
- seterusnya. Sekali lagi. Nah, ini bisa
- terjadi semuanya mungkin itu karena kita
- tidak tahu. Maka baik sangka kepada
- Allah yang mengakibatkan hati menjadi
- tumakninah, menjadi tenang itu adalah
- satu sikap yang harus diambil ya. Karena
- ee sekali lagi untuk bisa bersikap baik
- sangka kepada Allah tidak mudah. Heeh.
- Perlu ilmu, perlu kawan yang untuk
- senantiasa mengingatkan. Yang tadinya
- kita sempat naik fitam, diingatkan oleh
- ikhwahnya, oleh kawannya.
- bersabar, Pak. Ini semua ujian dari
- Allah. Nah, kalimat itu saja yang
- sederhana itu jangan kemudian memandang
- orang lain seakan-akan ini hanya apa
- namanya? Hanya ingin melihat kita
- senantiasa di Tidak. Justru kita harus
- memaknai bahwa saudara kita itu
- menyayangi kita sehingga dia mengatakan
- sabar. Karena dengan sabar itu sekali
- lagi sabar itu akan sampai segala maksud
- kita insyaallah. Gunung tinggi pun ya
- dihadapi orang sabar. yang tadinya di
- atas kepalanya itu gunung dihadapi oleh
- orang Sabal, maka dia akan berubah itu
- gunung menjadi di bawah telapak kakinya.
- Tuh, itu orang Sabar. Ya, ini saya kira
- demikian yang dapat saya jelaskan.
- Wallahuam biswab. Baik. Wallahuam
- bisawab. Kemudian Ustaz kita ke
- pertanyaan selanjutnya. Pertanyaan ini
- dari
- Ibu Albar di Cikarang, Ustaz. Baik.
- Namun sebelum ke Cikarang, kita akan
- rehat saj.
- Masyaallah. Baik, ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah Subhanahu wa taala. Oke,
- kami akan rehat sejenak setelah nada
- takwa berikut ini, kami akan hadir
- kembali ke tengah ruang dengar Anda. Ah.
- [Musik]
- [Musik]
- H
- [Musik]
- Baik, rada silaturahim untuk Islam yang
- satu. Ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Terima kasih
- Anda masih bersama kami dalam program di
- sore hari ini, tausiah sore bersama
- Ustaz Ahmad Saleh. Kajian kita dalam
- kitab Riyadus Shihin dalam tema kita
- bacaan dalam salat jenazah. Baik, kita
- ke pertanyaan dari Ibu Albar, Pak Ustaz
- di Cikarang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bagaimana pendapat Ustaz?
- Misalkan ada orang tua kita sepanjang
- hidupnya tidak pernah salat hingga akhir
- hidupnya. Akan tetapi beliau memiliki
- anak yang saleh. Setiap sedekah ataupun
- pahala tilawahnya dikhususkan untuk
- orang tuanya. Apakah di dalam kubur
- orang tua ini akan diringankan siksanya
- atau sebaliknya? Mohon pencerahannya,
- Ustaz. Syukran.
- Naam. Masyaallah. Pertanyaannya menarik
- sekali. Bagaimana pendapat saya sebagai
- narasumber gitu kan? Jika melihat ada
- orang yang belum pernah salat seumur
- hidupnya meninggal dunia kemudian
- memiliki anak yang saleh, anak yang
- saleh kebaikan-kebaiknya akan kemudian
- diperuntukkan untuk orang tua tersebut.
- Apakah itu berfaedah atau tidak? Kalau
- mau saklek-sakkan itu tidak ada
- faedahnya. Tetapi saya ingin sampaikan
- ada beberapa yang harus diteliti.
- Pertama, apakah dia tidak salat itu dia
- tetap beriman atau tidak? Bersyahadat.
- Sudahkah ia bersyahadat ataukah tidak?
- Apakah dia meyakini bahwa salat itu
- kewajiban atau bukan? Kan begitu. Karena
- nanti untuk melihat mengukurnya ini
- tidak bisa langsung. Oh, begini begitu
- gitu kan. Pertama, kalau dia meninggal
- dunia sementara dia sudah bersyahadat
- sebagai muslim, tapi selama hidupnya dia
- tidak melakukan salat, tetapi dia
- meyakini bahwa salat itu adalah sebuah
- kewajiban, maka tidak buru-buru kita
- mengatakan bahwa dia harus disiksa. Apa
- namanya? E apa tadi? Ee pahala yang
- dilakukan apa dikirimkan oleh putranya
- itu tidak kita terbur mengatakan itu
- tidak akan sampai. Ya, artinya apa?
- Harus dilihat dulu berbagai macam, ya.
- Sebagaimana kemarin kita berkali-kali
- membahas surah Al-Maidah 118, pernyataan
- Nabi Isa Alaih Salam. Kalau kita
- menggunakan paradigma Annisa 48, sudah
- itu tidak akan diampuni dosanya orang
- musyrik kok gitu. Tapi Nabi Isa alaihi
- salam tetap saja masih menggunakan ya
- Allah wain
- ebhum apabila engkau menyiksa
- merekaahumuk apa mereka adalah
- hamba-hambagahum apabila engkau
- mengampuni mereka fainnaka antal azizul
- hakim sesungguhnya engkau itu maha gagah
- perkasa lagi maha bijaksana itu Nabi Isa
- dalam ee apa menyikapi umatnya yang
- menjadikan dia salah satu oknum Tuhan,
- sesembahan dari tiga sesembahan yang
- dilakukan oleh umatnya. Tapi Nabi Isa
- saja berharap seakan-akan masih berharap
- berkeyakinan Allah tabaraka wa taala
- tetap akan memberikan ampunan kepada apa
- tadi? Kepada umatnya. Begitu juga kasus
- tadi. Apakah dia tidak salat karena
- kemudian dia kufur? Karena dia tidak
- meyakini syariat salat, tidak meyakini
- syariat Islam. Ini beda lagi dengan tadi
- ya. Beda lagi dengan tadi. Maka oleh
- sebab itu apa yang kita pahami tentang
- orang tua tersebut? Oh saya tahu dia
- persyahadat. Dia tidak salat tapi nyuruh
- anak-anaknya salat. Dia tidak salat tapi
- nyuruh cucu-cucunya untuk tetap
- melakukan salat. Maka pertimbangannya
- jelas tidak bisa saklek. Ah gak pokoknya
- itu kan dalilnya jelas. Yang memecahkan
- antara hambaku orang kafir adalah tarqu
- meninggalkan salat. Benar.
- itu tidak salah. Tetapi kemudian kan
- penyebab dia tidak melakukannya harus
- dilihat juga. Para ulama juga kan
- begitu. Heeh. Tidak melihat tidak to the
- point. Oh, meninggalkan salat sudah
- tanpa semua nanti. Apalagi dalam
- perhitungan Allah Subhanahu wa taala
- yang maha adil, yang maha rahman, yang
- maha rahim itu akan berbeda dengan
- paradigma cara berpikir kita yang
- ilmunya mungkin terbatas. Nah, tapi tadi
- ee siapa namanya? Penanya meminta
- pendapat saya. Pendapat saya seperti
- apa?
- Maka jawaban saya hendaknya kita melihat
- orang tadi seperti apa dulu. Kalau
- memang dia meyakini, artinya dia setelah
- memeluk Islam, meyakini salat itu wajib,
- ya kan dia senantiasa berbuat baik
- selain salat, maka insyaallah itu akan
- ada pengaruh positif untuknya yang
- dilakukan oleh anaknya yang saleh tadi.
- Tapi jika ia tidak melakukan salat itu
- karena kafir kepada Allah, dia tidak
- mengimani lagi Islam, tidak mengimani
- lagi syariat salat, maka ee itulah yang
- dapat kita pahami bahwa dia dia qad
- kharaja minal minaddin, qad khaja minal
- millah. Dia telah keluar dari Islam. Itu
- yang disebut dengan murtad tadi. Maka
- oleh sebab itu tidak gampang. Tapi
- kemudian bahwa tapi kita kan hanya
- menilai apa yang dapat kita lihat.
- Sementara ee apa? Wahyu Allah kan sudah
- terputus. Namam wahyu Allah sudah
- terputus dalam pengertian untuk menilai
- dia itu bagaimana. Tetapi kita diberi
- kesempatan untuk menilai berdasarkan
- ilmu-ilmu yang ada. Setiap orang
- memiliki ilmu yang beragam gitu kan.
- Maka argumentasinya sejauh mana
- argumentasi itu dianggap kuat. Mana yang
- lebih kuat itulah yang dianggap lebih
- mendekati kepada kebenaran. Jadi
- kasusnya kan bermacam-macam. Itulah
- sebabnya kenapa sejak dulu terjadi
- perbedaan pendapat. Karena masalahnya
- tidak komprehensif kita dalam
- memandangnya. Satu soal hanya cuma
- dilihat dari satu sudut. Padahal banyak
- bahkan bisa beratus-ratus sudut untuk
- bisa memandang kasus itu yang kemudian
- dapat menghasilkan ratusan juga hukum.
- Nah, maka oleh sebab itu kepada siapa
- orang ini nanti diserahkan untuk
- dihukumi gitu kan. Nah, maka kenapa
- pengadilan pun juga hendaknya kita
- lapang dada? Karena mereka pun hanya
- sebatas sekemampuan apa yang mereka
- ketahui dari seseorang. Apalagi kasus
- tadi ya, orang yang tidak pernah salat.
- Tidak pernah salat ya apa kita 24 jam
- tidak ngelihat kan bisa saja dia salat
- di belakang kita. Maksud di belakang
- kita itu bisa saja dia salat tapi kita
- tidak mengetahuinya. Nah, maka oleh
- sebab itu apalagi kita tidak diminta
- untuk memberi hukum kepadanya maka lebih
- baik kita sakata. ya uskut diam saja
- gitu ya apalagi ilmu kita terbatas untuk
- menghukuminya. Nah, demikian saya kira
- yang dapat saya jelaskan. Apakah
- kemudian menambah kebaikan?
- Wallahuam ya. Bisa mendapatkan kebaikan
- atau tidak bisa atau bisa jadi tidak
- berpengaruh apa-apa ya. Demikian
- wallahuam biswab. Baik. Wallahuam
- bissawab. Kemudian Pak Ustaz kita ke
- pertanyaan
- selanjutnya. Ee pertanyaan ini datang
- dari Jakarta. Ustaz masih dari hamba
- Allah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Pak
- Ustaz.
- Ketika kita salat jenazah kemudian
- terlambat, Heeh. bagaimana mengejar
- takbirnya?
- H. Oke. Oke. Baik. Baik. Kemungkinan
- yang dimaksud terlambat di situ adalah
- tidak dari takbir pertama. Misalnya dari
- takbir kedua. dia bisa saja ngikutinya
- ngikut dengan takbir dia. Dia misalnya
- imamnya sudah takbir kedua, dia baru
- saja takbir pertama. Kalau imamnya sudah
- bacaannya kedua, ketiga, dan seterusnya
- dia mulainya dari takbir pertama. Maka
- ketika imamnya salam, dia masih takbir
- kemudian mengikuti doa yang lain. Jadi
- itu kalau dianggap dia terlambat. itu
- yang saya pahami. Kalau kemudian dia
- terlambatnya karena memang sudah selesai
- itu lebih gampang justru jadi dia bisa
- melakukannya dari utuh dari awal ya kan
- karena ini salat jenazah maka bisa saja
- dilakukan di mana saja termasuk di
- miqbarah di tempat pemakaman ya salat e
- gaibnya bisa dilakukan ya karena dia
- sudah didufin sudah dufin itu sudah
- dikuburkan maka dia boleh salat di atas
- kuburannya kenapa boleh salat di atas
- kuburannya kenapa Kenapa? Kalau
- salat-salat yang lain dilarang, tidak
- boleh salat di kuburan. Kalau salat
- lain, ya maksudnya selain salat jenazah
- itu ada ruku, ada sujud. Sementara salat
- jenazah tidak ada ruku dan tidak ada
- juga sujud. Maka kemudian dibolehkan
- salat jenazahnya di miqbarah, di tempat
- penguburannya, gitu ya. Jadi sekali lagi
- saya tegaskan kalau dia misalnya ee
- takbirnya kebagiannya takbir kedua ya
- dia menghitung dari takbir kedua itu
- takbir pertama. Imamnya takbir kedua dia
- takbir pertama. Imam takbir ketiga dia
- takbir kedua. Imamnya takbir keempat ah
- dia takbir ketiga. Imamnya salam dia
- tambah satu takbir lagi kemudian tambah
- doanya. Begitu. Nah, adapun sekali lagi
- kalau kemudian dia terbata apa
- terlambatnya memang secara utuh dari apa
- namanya tidak kebagian maka dia bisa
- melakukannya dengan yang lain atau
- sendirian. Demikian yang bisa saya
- jawab.
- Wallahuam biswab. Baik. Wallahuam bawab.
- Kemudian Pak Ustaz ini datang dari hamba
- Allah di Ciracas. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, saya ingin bertanya.
- Bolehkah kita mensalatkan salat jenazah
- berkali-kali? Maksudnya begini, ketika
- jemaah datang beserta rombongannya lalu
- mensalatkan jenazah, kemudian ada lagi
- jemaah bersama rombongannya terus
- mensalatkan. Seperti itu, Ustaz. Iya,
- itu banyak sekali pendapat ya. Pertama,
- salat jenajah cukup sekali. Namun,
- sebagian lagi mengatakan, "Wah, kenapa
- wong ini?" Apalagi kemudian tempatnya
- terbatas. yang mau menyalatkan bahkan
- ribuan itu sangat mungkin terjadi ya.
- Sementara tempat yang misalnya mohon
- maaf ya ada dia itu orang saleh rumahnya
- kecil jauh ke mana-mana ya saya katakan
- jauh ke mana-mana ini karena ada pernah
- kejadian kejadian dalam pengertian tidak
- sedikit terjadi. Namun kemudian orang
- banyak dia dikenal kebaikannya oleh
- muridnya, oleh macam-macam. Kemudian
- orang datang beramai-ramai ketika
- menyalatkan sudah enggak kebagian.
- Akhirnya dipakai
- shift gantian gitu. sepenuh berapa?
- Misalnya 50 orang nyalatkan peluh kedua
- dua orang, ketiga tiga orang dan
- seterusnya gitu kan. Nah, tetapi sekali
- lagi kalau misalnya disepakati karena
- waktunya terbatas misalnya sudah siang
- cukup sekali aja nanti yang sisanya n di
- kuburan saja di miqbarah misalnya. Ada
- lagi kemudian ada yang berpendapat
- begini lagi, apakah salat gaib itu
- dilakukan kapan saja ataukah karena
- belum ada yang menyalatkan? Nah, jadi
- ini pendapat para sebagian mengatakan
- karena dia belum disalatkan ya maka ada
- salat gaib. Jadi misalnya meninggalnya
- di Amerika, di Amerika tidak ada yang
- menyalatkan, maka di Indonesia
- disalatkan salat gaib. Itu bisa. Iya.
- Itu justru salat gaib itu begitu.
- Sebagian berpendapat begitu. Tapi
- sebagian mengatakan di Amerika
- disalatkan, di sini juga boleh
- disalatkan gitu kata mereka. Ee lalu
- kemudian mana yang ee yang benar dan
- yang afdal? Wallahuam gitu kan. Tetapi
- kalau ditinjau dari sesungguhnya salat
- jenazah ini untuk
- siapa ya kan? Untuk siapa? Untuk si
- mayit atau untuk yang hidup? Kan begitu
- mayit. Nah, ternyata kemar tadi kan kita
- lihat di dalam ee apa namanya?
- Ee doa ya yang ya menarik sekali. Salah
- satunya doa yang dibacakan kan Allahumma
- la tahrimna ajrohu. Allahum ya Allah
- janganlah engkau haramkan untuk kami
- ajrohu
- pahalanya w taftinna baahu. Dan
- janganlah engkau berikan fitnah kepada
- kami setelahnya. Wagfirlana walahu dan
- ampunilah kami dan dia. Berdasarkan
- hadis tadi sebagian menganggap
- seakan-akan bahwa itu bagi yang
- menyalatkan, bagi yang masih hidup
- pahala itu, gitu. Kalau bagi yang masih
- hidup berarti tadi ada pertimbangan
- pertama ya sudah kapan pun bisa
- disalatkan berkali-kalipun tidak apa-apa
- baik ketika masih apa, masih hidup
- maupun telah meninggal dunia. Tapi kalau
- kita merujuk hadis-hadis sebelumnya itu
- faedahnya untuk yang telah meninggal
- dunia gitu ya. Maka oleh sebab ini maka
- ada dua pandangan sesungguhnya bahwa
- menyalatkan itu manfaatnya faedahnya
- untuk si mayit tapi juga faedahnya untuk
- yang masih hidup yang melakukan tadi
- melakukan salat tadi. Nah, apa
- hubungannya dengan pertanyaan tadi? Masa
- saya guru saya saya kebagian menyalatkan
- tadi pertama guru saya yang telah
- menjadikan saya masa saya ah gitu kan.
- sehingga kemudian datang lagi dan itu
- bukan seorang datang lagi salat lagi.
- Nah, tetapi kalau itu tidak diop ya
- apalagi orang-orang tertentu kan
- muridnya bisa ribuan. Kalau tidak diop
- kasihan mayitnya kelamaan. Nah, di situ
- pandangan-pandangan ee apa namanya?
- Harus dipikirkan itu juga. Jadi tidak
- selalu diitlakkan, tidak dimutlakkan
- boleh tidak ya. Tetapi juga harus
- dilihat dalam berbagai posisi, dalam
- berbagai kondisi, gitu ya. Nah, demikian
- saya kira yang biasa bisa saja.
- Wallahuam bawaba. Bis baik. Wallahuam.
- Kemudian kita beralih ke pertanyaan
- selanjutnya dari hamba Allah, Pak Ustaz
- di Semarang. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Bolehkah bagaimanakah
- seharusnya
- mentalkinkan orang yang sekarat? Dan
- yang kedua,
- mm
- apabila tulang-tulang mayit sudah
- hancur, bolehkah dipindahkan ke tempat
- lain? Nam dua pertanyaan ya. Cara
- mentalkin ya sama tulang belulang.
- Adapun cara mentalkin kalau kita melihat
- kepada Sahihul Bukhari, maka talkin yang
- dilakukan Rasul itu adalah sebelum orang
- tersebut meninggal
- dunia. Jadi, laqinu mautakum
- lailahaillallah. Talkinkanlah orang yang
- mautakum itu. Sebagian mengatakan mauta
- berarti yang akan mati, tetapi mauta
- bimakna orang yang telah mati. H. Nah,
- maka oleh sebab itu ada yang mentalkan
- sebelum apa? sebelum meninggal dunia.
- Tapi ada yang menakirkan setelah
- meninggal dunia. Saya berpendapat sekali
- lagi saya berpendapat faedahnya adalah
- bagi si mayit itu sebelum meninggal
- dunia. Sebelum artinya membantu dia
- memerangi setan ya di saat sakaratul
- maut mabuk kematian itu maka dia katakan
- lailahaillallah.
- Sehingga dia manqala lailahaillallah fi
- akhiri hayatihi. Barang siapa yang
- mengucapkan lailahaillallah pada akhir
- hayatnya aama q sallahu alaihi wasallam
- maka baginya surga maqala la
- ilahaillallah dakalal jannah. Ah gitu
- kan. Salah satunya itu yang menjadi
- dasar kenapa kemudian di masa hidupnya
- diusahakan dia mampu mengucapkan kalimah
- thayibah yaitu kalimah tahlil tadi. Maka
- laqinu mautakum lakin talkinlah itu
- adalah yang belum meninggal dunia gitu
- ya. Adapun yang mengatakan telah
- meninggal dunia juga boleh dengan
- pembahasan bahwa mauta di situ adalah
- apa namanya? Mauta adalah orang yang
- sudah mati. Maka saya belum bisa
- memberikan argumentasi. Tetapi saya
- mengatakan bahwa ee talkin itu diucapkan
- sebelum meninggal dunia.
- Wallahuam biswab. Baik untuk hamba Allah
- di Semarang semoga terjawab. Kemudian
- pertanyaan selanjutnya, Ustaz dari
- Jakarta. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Bagaimana
- cara memandikan jenazah yang rusak
- tubuhnya? Dan siapakah yang lebih utama
- menjadi imam salat jenazah, imam masjid
- atau wali mayit? Namam, sebagaimana
- telah kita bahas pada pertemuan
- sebelumnya, jadi
- jasad yang ada itu saja yang di apa
- namanya? Dikumpulkan. Adapun dimandikan,
- kalau itu karena syahid maka biarkanlah
- apa adanya. Tetapi karena dia misalnya
- kecelakaan sehingga harus begini dan
- begitu seperti tadi, maka yang ada saja
- sekemampuan kita. Kita kan hanya ditanya
- atau diberikan beban taklif. Itu yang
- mampu. Yang tidak mampu ya misalnya
- mohon maaf ya karena misalnya sebagian
- tubuhnya terbawa kereta api sepanjang
- sekian sehingga susah ditemukan. nunggu
- lama berhari-hari enggak ketemu.
- Akhirnya kemudian jasad yang sudah
- ditemukan membusuk, bau dan macam
- akibatnya ini maka yang sudah ada ya
- aturan dengan ahli waris kasih waktu
- tidak boleh melampaui misalnya 3 hari 3
- malam sudah apa adanya gitu ya. Nah tapi
- sekali lagi kalau kemudian mati dalam
- keadaan syahid kan tidak ada masalah ya
- itu yang pertama. Kedua, siapakah yang
- lebih berhak? Kama qulu lakum.
- Sebagaimana pernah saya jawab, yang
- pertama adalah kerabatnya, walinya yang
- saleh ya atau sahabatnya yang saleh atau
- tadi imam masjidnya karena dia sering
- ketemu dengan dengan yang meninggal
- dunia itu di masjid. Ah imam masjidnya
- yang saleh tadi yang yang paling penting
- tadi ketika dia berdoa bisa
- mengikhlaskan doanya untuk orang
- meninggal dunia sehingga nilai doanya
- itu terasa gitu. Itu yang paling penting
- gitu ya. Heeh. bahwa kemudian
- sesungguhnya kalau mau diurut-urut semua
- menjadi boleh. Keluarganya yang saleh
- boleh. Kemudian tadi siapa? Imam
- masjidnya juga boleh gitu. Kemudian
- nanti juga sahabatnya yang saleh juga
- boleh. Umaro di situ boleh. Nah, maka
- karena semua boleh-boleh. Kita kan
- selalu mencarinya itu biasanya
- perdebatan kita ada di saat mencari
- afdaliah. Siapa yang lebih utama gitu.
- Nah, maka saya katakan sebagaimana juga
- saya jelaskan pada pertemuan berikutnya
- eh sebelumnya bahwa yang ber ee yang
- pantas untuk mengimami ee salatnya ya
- salat jenazahnya adalah kerabatnya atau
- ahli warisnya yang saleh.
- Gitu kan. Dengan harapan itu doanya bisa
- semakin khusyuk, bisa semakin fokus dan
- bisa semakin
- ikhlas. Itu saya kira yang dapat saya
- jelaskan. Wallahuam.
- Biswab. Baik. Wallahuam.
- Kemudian Ustaz
- ee selanjutnya adalah kalau salat
- berjamaah selalu
- ingin mensalatkan jenazah berkali-kali
- apa diperbolehkan, Ustaz? Contohnya
- ketika jemaah datang berserta
- rombongannya lalu mensalatkan. Setelah
- itu ada lagi jemaah beserta rombongan
- terus salat
- lagi. Ada telepon. Oh, baik. Kita terima
- telepon dahulu ustaz. Asalamualaikum
- warah tidak ada. Baik. Oh, mohon maaf
- ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Mensalatkan
- jenazah
- berkali-kali apa
- diperbolehkan? Contohnya ketika jemaah
- datang berserta rombongannya lalu
- mensalatkan. Setelah itu ada lagi jemaah
- beserta rombongan terus datang
- lagi. Tiib. Naam. Pada asalnya kan tadi
- menyalatkan cukup sekali pada asalnya.
- gitu kan. Namun kemudian ada kasus-kasus
- yang kemudian itu menjadi boleh seperti
- tadi ada sarananya tidak memadai
- sehingga kemudian orang karena misalnya
- tempat untuk menyalatkan hanya mampu
- menampung ratusan sementara yang datang
- ribuan maka kemudian bisa berkali-kali.
- Kemudian kedua, masing-masing kemudian
- ee apa namanya? Menginginkan
- keutamaan-keutamaan. Karena misalnya ini
- orang yang orang ee saleh, orang tokoh.
- Sebenarnya kalau ee ketika kita merujuk
- kembali apa yang menjadi ini cukup
- semuanya disalatkan. Tidak disebutkan di
- situ sekali, dua kali, tiga kali, empat
- kali dan seterusnya ya. Ee kalau kita
- melihat ee nanti di apa namanya di
- beberapa kitab dapat kita informasikan
- bahwa memang seperti saya gambarkan tadi
- ada orang yang memang menyalatkan
- kelompok pertama kemudian nanti yang
- menyalatkan kelompok kedua. Afdaliahnya
- yang saya pahami adalah cuy sekali saja
- kalau semuanya memungkinkan. Itu
- masalahnya pertanyaannya kemudian e ada
- kasus itu terjadi apabila tempatnya
- tidak memungkinkan. Nah, ini beda kasus
- gitu ya. Tetapi kalau kemudian ee
- salatnya apa namanya ee tidak ada
- masalah, maka cukup sekali. Tapi
- bagaimana kalau saya ingin menyalatkan
- karena saya belum? Maka di situ kemudian
- dia tetap ee apa namanya? Melakukannya
- misalnya mohon maaf biasanya yang kami
- temukan ee misalnya
- diberitahukan kepada murid-muridnya
- bahwa eh yang kaz kaza kaza meninggal
- dunia tadi malam dan akan disalatkan
- sekitar ee jam 09.00. di satu tempat.
- Kemudian murid-muridnya dari satu tempat
- datang atau siapapun muslimin yang
- mengetahuinya karena kenal betul dengan
- orang tersebut karena dia juga
- menginginkan kebaikan, menginginkan
- beberapa pahala dari Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian dia datang. Ketika dia
- datang ternyata salat sudah dilakukan.
- Maka dia yang beberapa orang tadi ikut
- juga menyalatkan mandiri. Artinya
- berarti kelompok kedua. Dan ini juga
- kemudian dapat kita lihat karena
- larangannya juga memang dalam masalah
- itu maksud saya bukan larangannya
- ketegasan berapa kali dan beberapa
- kalinya juga tidak disebutkan apalagi
- kemudian ada kasus-kasus kasus yang
- mengiringinya maka diperlukan sebuah
- galian dan penelitian terhadap nas-nas
- yang ada. Namun saya masih memandang
- bahwa itu ee selama tidak tadi selama
- tidak mengakibatkan si mayit menjadi
- satu ee permasalahan maka fala babi
- tidak apa-apa untuk disalatkan
- berkali-kali. Demikian yang dapat saya
- jawab. Wallahuam bisawab. Baik, Ustaz.
- Kemudian dari hamba Allah di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz,
- bagaimana kalau punya anak keluar dari
- Islam?
- Heeh. Apakah anak itu harus kita jauhi
- terus jangan kita dekati, jangan pula
- ditengoki. Mohon pencerahannya, Ustaz.
- Baik. Saya ingin sampaikan ketika kita
- punya anak beda agama, maka yang wajib
- bagi kita adalah membina mereka,
- mendakwahi mereka dan membinanya. Ya,
- baru setelah nanti ee ajal yang
- memisahkan, kematian yang memisahkan,
- baru hukum-hukum itu bisa diperlihatkan.
- Apakah pertama dia tidak dapat warisan
- dari kita, kita pun juga tidak dapat
- warisan dari Dia. gitu kan. Itu salah
- satu konsekuensinya. Jadi kalau ada yang
- beda agama ya di dalam di dunia ini
- selama masih ada kesempatan maka dakwah
- pembinaan kemudian dakwah bilhal kepada
- mereka kepada anak kita ini hendaknya
- ditunjukkan sehingga kemudian kita
- berharap kepada Allah apa yang menjadi
- kekalutan dia sehingga ia memilih agama
- yang lain dapat dihindari. Nah, itu jadi
- tidak bukan dijauhi, tidak boleh dijauhi
- kecuali memang ee misalnya di begini,
- dia dididik sama kita dengan Islam
- macam-macam. Kemudian dia memahami Islam
- dengan utur, tiba-tiba dia murtad.
- Sekali lagi ada dua pilihan. Maka saya
- mengambil pilihan untuk tadi tetap
- bersilaturahmi dengan tujuan
- bersilaturahmi tadi diskusi
- mengembalikan kembali pemikirannya
- mengembalikan kembali keyakinannya
- kepada adin alhaq gitu ya. Ini saya kira
- yang dapat saya jawab. Wallahuam
- biswababa. Baik Ustaz dan nampaknya kita
- sudah berada di akhir acara Ustaz.
- Pertanyaan terakhir Ustaz boleh boleh
- boleh. Iya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, Ustaz, mohon
- penjelasannya. Ziarah kubur bagi seorang
- wanita boleh atau tidak ziarah kubur?
- Sebagaimana juga mengantarkan mayit ke
- kuburan hampir sama ya, selama tidak
- mengulang kembali kesedihan ya. Jadi,
- maka oleh sebab itu itulah harus
- mengerti dulu. Yang penting gini.
- Pertama, yang mau ziarah itu mengerti
- dulu ya kaifiat ee ziarah kubur. Kedua,
- maksudnya tahu. Sehingga nanti ketika
- datang itu dia tidak melakukan hal-hal
- yang dilarang oleh Islam. Kalau kemudian
- dia datang mendoakan si mayit dan dia
- menyadari bahwa dirinya juga akan
- seperti itu, akan meninggal dunia,
- mendapatkan faedah dari itu, ya kan?
- mendoakan sekali lagi mendoakan ee
- penghuni kubur tadi. Penghuni kubur
- tadi. Kemudian setelah itu dia kembali.
- H ya. Tetapi kalau kemudian dia datang
- dilihatnya nama ibunya masih terpampang.
- Fulanah binti Fulan. Dia ingat kepada
- ibunya nangis di situ di kuburan gitu
- kan. Menyesali apa yang di kuburan gitu
- akibatnya. Kemudian orang terganggu
- dengan tangisan dan seterusnya. Ini yang
- kemudian sekali lagi hendaknya
- dihindari. Jadi ee bukan hanya ziarah
- kubur sebagaimana dulu dibahas orang
- yang mengantar ke kuburan juga. Kenapa
- muslimat itu tidak direomended gitu loh
- ya? Karena tadi ya khawatir. Tapi kalau
- itu semua bisa di apa namanya? Bisa
- dikendalikan maka kategorinya kan dulu
- kategorinya antara haram dengan
- makruh. Kalau bisa mendatangkan
- keharaman fahukmuhu haram. Kalau
- mendatangkannya sesuatu yang dibenci
- maka hukumnya makruh. gitu. Maka sangat
- kembali kepada si pelaku ziarah. Apakah
- dia mampu menghindari keharaman dan
- kemakruhan tadi? Jika mampu pahukmuhu za
- maka hukumnya boleh. Ziarah kubur bagi
- wanita. Tetapi kalau dia ziarah kubur
- mendatangkan
- kemakruhan-kemakruhan dan
- keharaman-keharaman maka apabila
- keharaman ini fahmuhu haram. Maka
- hukumnya juga haram. Ya. Nah, ini saya
- kira yang dapat saya jelaskan atas
- pertanyaan terakhir itu. Wallahuam
- bisawab. Baik, Ustaz. Terima kasih atas
- jawabannya. Dan pertanyaan tentang
- ziarah kubur bagi seorang wanita adalah
- pertanyaan terakhir kita ikhwan dan
- akhwat di kesempatan sore hari ini dalam
- program kajian kitab Riyadus Shihin.
- Baik Ustaz sebelum ditutup kesimpulan
- apa yang bisa disampaikan? Iya.
- Kesimpulan yang dapat saya kemukakan,
- ternyata
- doa-doa yang diajarkan Nabi juga variasi
- ya. Ee makanya kita tidak boleh gegabah
- memberikan justifikasi terhadap
- bacaan-bacaan itu kalau memang kita
- belum secara tematis, secara maudui
- dikumpulkan itu semua. Tetapi sekali
- lagi kalau masalah doa kan sejak awal
- memang kita tidak mempermasalahkannya.
- Selama itu doanya khair apalagi itu
- minal kitab wasunah maka hendaknya
- falyaqra baca itu doa ya. Jadi itu
- karena selama isinya juga mengantarkan
- kepada kemuliaan, mengantarkan kepada
- kebaikan yang ee apa integral menyeluruh
- ya secara holistik gitu doanya gitu
- menyeluruh. Pertama menyeluruh itu
- mendoakan apa? Agar ia dibebaskan,
- diampuni ya dimaafkan. Yang kedua dia
- didoakan agar ia dimuliakan dan
- dibahagiakan di akhiratnya. ini yang
- integral. Kalau itu tercakup, maka
- insyaallah doa itu adalah doa yang baik,
- doa yang bagus untuk kita baca. Demikian
- saya kira yang dapat saya simpulkan.
- Wasallallahu ala nabina Muhammadin
- walhamdulillahiabbil alamin. Alfa minkum
- billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik, Ustaz. Terima kasih,
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati Allah subhanahu wa taala.
- Demikian tausiah kita di sore hari ini
- dalam program kajian kitab Riyadus
- Shihin edisi hari
- Jumat di
- tanggal 18 Januari 2019. Saya Agus mohon
- undur diri. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullah.
- H
- [Musik]