Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma
- sholli ala Muhammad wa ala ali Muhammad.
- Dipancarlaskan dari jalan Masjid
- Silaturahim nomor
- 36 Kalimanggis Cibubur Bekasi. Radio
- Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa
- taala. Bagaimana kabar Anda di sore hari
- ini ikhwan dan akhwat? Senang sekali
- saya Abi Agus dapat kembali menjumpai
- Anda dalam program tausiah sore. Di hari
- ini kita kembali berjumpa bersama Ustaz
- Ahmad Shoh. Alhamdulillah sudah berada
- di tengah-tengah kita. Kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Iya. Dan di sore hari ini,
- Ikhwan dan Akhwat, tema yang akan beliau
- bawakan adalah
- tentang keutamaan mengucapkan salam dan
- perintah untuk meratakannya. Nam ini
- diambil dari tafsir kitab Riyadush,
- kitab Riyadus Shihin, kitab salam
- halaman
- 380, Ustaz ya. Kita masuk ke bab 131.
- Baiklah ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Bagaimana
- pemaparannya? Mari kita simak bersama
- pemaparan dan tausiah dari Ustaz Ahmad
- Saleh. Tafadal Ustaz.
- Alhamdulillahi hamdan katsir thyiban
- mubarokan fih kama yuhibbu rabbuna
- waard. Ashadu alla ilahaillallah wahdahu
- la syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabiya
- ba'dah.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- habibikal karim Muhammadin waa alihi wa
- ashabihi waman tabiahum biihsanin
- yaumilqiamah. Amma ba'd. Ikhwan wal
- akhawat, pendengar radio silaturahim
- serta pemirsa Rasil Visual di mana pun
- berada. Sesungguhnya segala puji bagi
- Allah yang masih memberikan kesempatan
- kepada kita untuk
- mengkaji satu dari sekian banyak
- referensi keberagamaan kita yaitu
- al-hadis yang kita ambil, kita bahas
- dari kitab syarah Riyadus
- Shihin. Pada kesempatan ini kita dapat
- melihat
- bagaimana komunikasi orang
- perorang, bagaimana komunikasi antar
- individu dengan individu yang lain. Satu
- di antara sekian banyak yang diajarkan
- oleh alislam yang dalam hal ini kita
- akan kaji dari kitab Riyadus Shihin
- adalah mengucapkan salam, memberikan
- penghormatan. ya. Karena memberikan
- salam itu bmakna ee tahiyah, bimakna
- pemberian penghormatan. Ah, insyaallah
- supaya tidak kita terlalu memperbanyak
- percakapan, mari kita langsung saja
- kepada kajian kita, yaitu kitab Assalam
- ya, kitabus Salam ee bab
- ke-131 tentang fadilah ya, tentang
- keutamaan mengucapkan salam dan perintah
- untuk meratakannya. Allah tabaraka wa
- taala berkalam di dalam surah Annur yang
- dalam hal ini oleh Imam an-Nawawi
- dikutip beberapa ayat. Di antaranya yang
- saya kemukakan adalah surah An-Nur ayat
- 27.
- Auzubillahisil alim
- minasyaitanirjimi min hamzihi wiki wa
- nafsih. Ya ayyuhalladzina amanu la
- tadkhulu buyutan ghair buyutikum hatta
- tastisu hatta tastisu watusallimu ala
- ahliha.
- Ya ayyuhalladzina amanu, wahai
- orang-orang yang telah mengikrarkan
- keimanannya,
- laadulu, janganlah kalian masuk buyutan
- ke suatu
- rumah gir buyutikum selain rumah kalian.
- Hatta sehingga kalian
- tastisuusallimu ala ahliha ya sehingga
- kamu meminta izin dan mengucapkan salam
- kepada penghuninya. Ini dasar bahwa
- absus salam ya menyebarkan salam juga
- mengucapkan salam kepada penghuni rumah
- adalah
- syariah. Ya, adalah hal yang
- diperintahkan oleh Al-Qur'an. Begitu
- juga nanti di dalam surah An-Nur ayat 61
- di ayat
- 86-nya. Kemudian di di Annisa 86 di
- surah Azzariyat ayat 24. Dan masih
- banyak lagi ayat-ayat serta hadis-hadis
- yang berbicara tentang syariat
- mengucapkan salam. Adapun beberapa hadis
- yang dimaksud ahadum minhun, satu di
- antara itu semua yakni an
- abi an Abdillah bin Amr ibnil Ash
- radhiallahu anhuma anna rajulan saalan
- Nabi shallallahu alaihi
- wasallam ayyul
- islamiir qalaqusam
- Islam Islam yang bagaimana yang paling
- bagus? Seorang muslim yang
- bagaimana? Orang yang beragama Islam
- yang seperti apa? Yang paling baik itu
- ya Rasulullah. Kata seorang lelaki.
- Ini perlu saya kemukakan kalau para
- sahabat meriwayatkan sebuah hadis
- kemudian disebutkan bahwa misalnya anna
- rajulan atau anna rajulan a'ma atau
- seorang laki-laki yang buta dan tidak
- disebutkan namanya.
- y menunjukkan bahwa personalnya tidak
- penting. Tapi yang penting adalah apa
- yang diajarkan oleh Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Kalau di
- dalam Al-Qur'an misalnya, kenapa jumlah
- Ashabul Kahfi tidak disebutkan? Karena
- itu tidak penting. Yang penting adalah
- informasi bahwa tiap zaman itu ada orang
- yang mempertahankan tauhid, gitu ya.
- Adapun berapa banyaknya itu bukan
- permasalahan ee yang harus diperpanjang
- sebagaimana telah diperpanjangnya oleh
- ahli kitab. Nah, begitu juga di sini
- dalam hadis ini ya dari Abdullah bin Amr
- ibnul Ash radhiallahu anhuma semoga
- Allah meridai ketuanya keduanya kepada
- Abdullah juga kepada ee ya kepada
- Abdullah juga kepada
- Amr. Bahwa ada seorang laki-laki
- bertanya kepada Rasul Sallahu Alaihi
- Wasallam tadi dikemukakan Islam yang
- bagaimana atau orang yang beragama Islam
- yang bagaimana yang lebih baik? Q Nabi
- menjawab, "Engkau memberikan
- makananama dan engkau mengucapkan
- salam atas orang yang telah engkau kenal
- lamif dan kepada orang yang tidak engkau
- kenal, yang belum engkau kenal."
- Ini
- Islam.
- Berdasarkan hadis ini, pertama bahwa
- tutimut taam tidak disebutkan
- objeknya. Ya, pokoknya memberi makan.
- Memberi makan kepada manusia bisa
- tercakup di dalamnya. Memberi makan
- kepada pertama memberi makan kepada
- keluarga jelas. memberakan kepada sesama
- ee muslim iya kepada tetangga yang bukan
- agamanya Islam iya poin tut termasuk
- binatang termasuk tumbuh-tumbuhan
- memberi makan pada tumbuh-tumbuhan tutut
- taam ini agama yang paling baik ya
- watqraama dan engkau mengucapkan assalam
- mengucapkan salam ala mano kepada orang
- yang engkau kenal waman lamif dan juga
- kepada orang yang tidak
- kenal indah sekali bagaimana kita belum
- kenal saja sudah kita menghormatinya.
- Assalamualaikum. Bagaimana kalau dia
- ternyata agamanya berbeda dengan kita?
- Fala babi tidak apa-apa. Kalau memang
- sebelumnya kita tidak tahu. Tapi
- kemudian ada larangan kita tidak boleh
- mendahului itu apabila kita tahu bahwa
- dia memang bukan orang yang memiliki
- keyakinan bahwa tidak ada Tuhan selain
- Allah. Tidak ada Tuhan yang wajib
- diibadi dengan benar kecuali Allah dan
- Nabi Muhammad itu utusan Allah. Ternyata
- kita tahu bahwa mereka bukan orang yang
- mengimani itu. Fala babi bih tidak
- apa-apa. Namun kalau sudah tahu jangan
- mendahului. Kalau kemudian mereka
- mengucapkan salam, salamnya ada dua
- macam. Jika jelas jawab waalaikum.
- Misalnya
- assalamualaikum. Nonmuslim itu
- mengucapkannya seperti itu. Jawab
- waalaikumsalam. Tapi kalau salamnya
- tidak jelas, asalamualaikum. Jawabu
- waalaika. atau
- waalaikum. Ya. Jadi sesungguhnya jawaban
- kita sangat
- tergantung mereka memulainya dengan
- ucapan seperti apa. Tapi kalau salamnya
- tidak jelas,
- waalaikum. Waalaikum sangat tergantung
- ucapannya. Kalau ucapannya benar tadi
- baik yang ucapkan salamnya, maka akan
- kembali kebaikan kepada dirinya. Tapi
- kalau dia
- meledek, apa istilah meledek itu?
- Mengejek. Mengejek. gitu kan. Maka
- ejekannya juga akan kembali kepadanya.
- Waalaikum
- waalaika. Kalau assalamualaikum jawab
- waalaikum juga sudah cukup sesungguhnya
- juga bagi engkau juga atas engkau gitu
- ya. Tetapi kalau melihat melihat ayat ya
- apabila kita diberi penghormatan, maka
- hendaknya kita membalas penghormatan itu
- dengan yang lebih baik atau balas dengan
- yang apa namanya serupa. Maka sebagian
- ulama mengatakan bahwa penghormatan itu
- adalah ucapan salam. Dan di situ
- disebutkan apabila kamu
- dihormati tidak disebutkan siapa yang
- menghormati, apakah dia orang muslim,
- apakah dia orang nonmuslim gitu ya. Ini
- ini menarik sekali. Tapi sekali lagi
- kalau kemudian ada hadis yang
- menjelaskan Nabi bersama Aisyah
- radhiallahu anha sedang berjalan-jalan.
- Insyaallah n juga akan
- ketemu. Kemudian ada ahli kitab dalam
- hal ini adalah Yahudi mengucapkan salam
- yang tidak jelas.
- Asalamualaikum ya Muhammad. Dijawab sama
- ibu kita. Waika
- waaikamatullahi alik. Ah. Namun kemudian
- di belakang Nabi mengajarkan apabila
- ahli kitab mengucapkan salam semacam itu
- maka cukup dengan jawaban waalaika atau
- waalaikum. Tiib. Dari hadis ini dapat
- kita lihat mutiara-mutiara yang begitu
- indah. Di antaranya anjuran memberi
- makan karena dapat menjalin hati,
- meningkatkan cinta, dan menunjukkan jiwa
- pemurah.
- Tututam, engkau memberi
- makan. Kalau kita baca
- tarikh para sahabat, sudah barang tentu
- setelah kita membaca sirah
- nabawiyah dapat kita lihat bagaimana
- penyayangnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam juga para sahabat.
- Bagaimana Umar merasa berkewajiban
- memberi makan anjing yang sedang ee
- kelaparan dan kahosan di
- sampingnya. Bagaimana kemudian Abu
- Hurairah begitu penyayang kepada
- kucing-kucing gitu ya. Jadi bukan hanya
- kepada kucing-kucing itu hanya
- gambaran-gambaran yang lebih. Adapun
- normalnya, standarnya itu mereka di
- sesama para sahabat saling ee memberikan
- penghormatan. ya begitu menyayangi. Nah,
- oleh sebab itu maka kemudian dalam
- masalah ini jadi memberi makan kemudian
- sesama para sahabat mereka saling
- mengucapkan salam ya sebelum datah
- datang fitnah kubra itu sangat indah
- sekali. Sampai kemudian Allah
- menakdirkan kalau baca beberapa riwayat
- yang disebut dengan fitah kubra ya. kita
- ee berlindung kepada Allah dari salah
- mengkaji dan salah menghukumi ya. Ah n
- fitnah kubra itu sangat pelik, rumit ya.
- Oke. Tayib. Jadi hadis ini itu yang
- pertama. Kemudian anjuran memberi salam
- kepada orang yang Anda kenal dan yang
- tidak Anda kenal. Salam adalah sunah
- muakkadah karena individu dan sunah
- kifayah terhadap jemaah. Sedangkan
- menjawab salam adalah fardu kifayah bagi
- jemaah dan fardu ain bagi individu.
- Mengucapkan salam terlebih dahulu lebih
- baik daripada menjawab salam. Ah, salam
- disebut secara khusus bersamaan dengan
- memberi makan karena salam menjadi media
- pengerat cinta di antara umat Islam.
- Ee para ahli syarah di antaranya
- menjelaskan seperti itu. Namun kalau
- kita melihat bagaimana sifat Rasulullah
- sallallahu alaihi
- wasallam sebagai rahmatan lil
- alamin yang begitu peduli dan perhatian
- kepada umatnya. Bukan hanya umat ijabah
- tapi juga umat yang belum ijabah. Ya,
- umat Nabi Muhammad yang belum memenuhi
- panggilannya. Hunaka kaum wa hunaka
- ummah. Bisa jadi ada umat Nabi Muhammad
- tapi bukan kaumnya. Bisa jadi ada kaum
- Nabi Muhammad tapi bukan umatnya. Yang
- dimaksud bukan umat ijabah gitu ya.
- Misalnya ee orang-orang Quraisy pada
- zaman Nabi itu adalah kaum Nabi
- Muhammad. Tapi ada di antara mereka yang
- bukan menjadi umat ijabah.
- kita insyaallah bukan kaumnya, tetapi
- kita insyaallah umatnya. Begitu para
- ulama membagi. Meskipun bisa jadi nanti
- ada pandangan lain, tetapi itu yang
- kemudian dikemukakan oleh para ulama ya.
- Nah, ini jadi sekali lagi antara memberi
- makan dan mengucapkan salam dua-duanya
- sangat berpengaruh ke dalam jiwa, sangat
- berpengaruh kepada persaudaraan, nilai
- persaudaraan. Maka oleh sebab itu ketika
- kita berjumpa dengan
- mereka memungk jika kita memungkinkan
- mengucap apa memberikan tutam memberikan
- makanan yang kedua jika tidak mungkin
- maka ucapkan salam ya karena dua-duanya
- tadi. Yang ketiga berikutnya salam tidak
- bisa digantikan dengan ucapan
- penghormatan lain. Ya. Jadi para ulama
- [Musik]
- mengatakan ee kenapa katanya salam
- assalamualaikum tidak bisa digantikan
- dengan ucapan yang lain. Misalnya
- selamat pagi, selamat datang dan
- lain-lain. Meskipun itu semua tidak
- dilarang, yang saya maksudkan tidak
- larang kita mengucapkan salam namun juga
- diikuti dengan pernyataan-pernyataan
- tadi. Misal asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ahlan
- wasahlanudurikum misalnya. Selamat
- datang atas kehadiran ee tuan-tuan,
- puan-puan di tempat ini. Boleh-boleh
- saja atau setelah assalamualaikum boleh
- kemudian diikuti yang lain. Namun kalau
- digantikan tidak bisa ya. Tidak bisa.
- Kenapa? Karena salam yang dimaksud oleh
- kita adalah salam yang dinisbatkan
- kepada Allah Subhanahu wa taala. Salam
- yang dinisbatkan kepada pencipta jagat
- raya. Ya, bukan sekedar ee apa namanya?
- Salam yang dibuat-buat oleh kita ya.
- Baik, kita lanjutkan kepada hadis kedua.
- an Abi Hurairat radhiallahu anhu an Nabi
- shallallahu alaihi
- wasallam lamma
- khalaqallahuama
- alaihalam
- qhab fasallim alaika nafarin minal
- malaikati
- julusun ayuhayunakahayatuka
- Assalamualaikum
- faqu
- asalamualaika
- warahmatullahi
- fazaduhu warahmatullah muttafaqun
- alaih. Jadi dari Abu Hurairah semoga
- Allah rida kepadanya dari Nabi
- sallallahu alaihi wasallam beliau
- bersabda, "Lamma khalaqallahu Adam
- alaihi salam." Ketika Allah menciptakan
- Adam qala Allah berfirman, "Idhab
- pergilah engkau ya Adam fasallim ala
- ulaika nafarin minal malaikah." Dan
- ucapkan salam kepada kelompok
- orang-orang e dari kelompok itu dari
- kalangan malaikat julusun yang sedang
- duduk-duduk.
- Dan dengarkan
- olehmuakahahiatuka. Ya. Eh, dengarkanlah
- bagaimana cara mereka memberikan
- penghormatan kepadamu. Karena
- sesungguhnya itu adalah caramu dan
- keturunanmu memberikan
- penghormatan. Faqala. Maka kemudian Nabi
- Adam berkata, "Assalamualaikum.
- faqalu. Maka para malaikat itu
- menjawab,
- "Assalamualaika
- warahmatullahi. Keselamatan atasmu ya
- Adam. Semoga keselamatanmu juga bagi
- engkau wahai Adam warahmatullah dan
- rahmat dari Allah. Fazaduhu maka
- malaikat menambahnya warahmatullah."
- Ucapan warahmatullah. Jadi, Nabi Adam
- mengatakan
- assalamualaikum. Jawab malaikat,
- "Assalamualaika
- warahmatullah." Dan ini juga berarti
- boleh berdasarkan hadis ini. Kalau kita
- mengucapkan salam, assalamualaikum,
- jawab dengan asalamualaikum
- warahmatullah. Minimal assalamualaikum,
- assalamualaikum. Assalamualaikum.
- Asalamualaikum, Assalamualaikum
- warahmatullah. Assalamualaikum,
- assalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Atau assalamualaikum,
- waalaikumussalam warahmatullahi
- wabarakatuh. atau waalaikumsalam
- warahmatullah atau minimal
- waalaikumsalam. Masyaallah ya. Ini
- berdasarkan hadis riwayat Imam Bukhari
- dan Muslim ini. Berarti boleh kita
- mengucapkan kalau memberi jawaban ketika
- orang lain mengatakan
- assalamualaikum, jawabannya boleh
- assalamualaikum warahmatullah atau
- asalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Paling tidak
- asalamualaikum, assalamualaikum atau
- assalamualaikum waalaikumsalam gitu ya.
- Dari hadis ini dapat kita
- lihat beberapa mutiara yang berkilau
- bahwa kata assalamualaikum adalah
- penghormatan yang disyariatkan Allah
- bagi hamba-hambanya sejak
- penciptaan Adam Alaih Salam.
- Jadi kemudian ketika Nabi Adam ini
- diciptakan, ah sejak itu sudah
- ada ya. Namun
- begini bisa pemahamannya memang sejak
- zaman Nabi Adam sudah ada salam, tapi
- apakah sebelum Nabi Adam sudah ada
- assalam? Ah, itu pertanyaan lain. Tapi
- yang jelas sejak zaman Nabi Adam
- berdasarkan hadis ini sudah ada ucapan
- assalam ya. Ah, ini ini yang pertama.
- Kemudian hadis ini mensyariatkan
- penambahan salam. Maksudnya lebih
- melengkapi ketika
- menjawabnya. Jadi berdasarkan hadis ini,
- oh ini sunah. Kalau berdasarkan ayat kan
- yang paling tidak yang sepadan. Nah,
- berdasarkan hadis ini ada ziadahnya.
- Begitu juga ayat kembalikan yang lebih
- baik gitu kan. Kalau kita dihormati
- minimal sepadan. Nah, hadis-hadis
- menjelaskannya adalah yang ditambah,
- dilengkapi. Ya.
- Kemudian hadis berikutnya, an Abi Umamah
- Albarra bin Azib radhiallahu anh
- qala, Umarana Rasulullahi sallallahu
- alaihi wasallam
- bisab'in bisa amaro umiro umirona.
- Tapi yang berarti kalau begini
- sesungguhnya dibaca maklum bisa
- amarona Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Jadi amarona telah
- memerintahkan kepada kami Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bisabin
- dengan tujuh
- perkara. Biiadatil marid satu biadatil
- marid wattibail jaiz mengikuti jenazah.
- Yang ketiga watasmitil atis.
- Ketiga adalah membaca tasmid untuk orang
- yang bersin. Wasriifi menolong yang
- lemah. Kemudian
- waunilumi membantu orang yang dizalimi
- wa ifsya salami dan
- menyebarkan assalam salam wa ibroril
- muqsim menyebar apa? Dan melaksanakan
- sumpah. Wa ibril muqsim alaih lafdu ihda
- riwayatil bukhari. Ini satu dari sekian
- banyak riwayat yang diriwayatkan oleh
- Imam albukhari. Jadi kata ee Abu Umamah,
- kami diperintah Rasul sahu alaihi
- wasallam dengan untuk melakukan tujuh
- perkara. Pertama waadatil
- marid yang sering disebut oleh kita iad
- itu menjenguk orang yang sakit. Tetapi
- sesungguhnya eh biada afwan biadatil
- marid
- iad ini menunjukkan bahwa menjeguk orang
- sakit bukan hanya sekali selama
- sakitnya biad ya ada yaudu. Jadi
- kebiasaan sesungguhnya jadi apa namanya
- pengertiannya bisa beg biadatil marid
- biasa menengok orang sakit begitu ya
- hanya sering kita terjemahkan menengok
- orang sakit ya padahal bukan bukan zaro
- tapi ada iad biadatil
- marid terbiasa gitu kan menengok orang
- yang sakit jadi sering ya menengok orang
- sakit wattibail jana dan mengikuti
- jenazah maksud Maksudnya muktiba itu ee
- mengantar ya mengantar zanazah. Zanaiz
- itu jamak dari jenazah.
- Watasmitilis menjawab orang yang bersin
- apabila dia mengucapkan hamdalah gitu
- ya. Wasridifi menolong orang yang lemah.
- Wail madlum. Coba menarik
- sekali. Kalau diif orang yang lemah
- menggunakan kata nasr. Menolong orang
- yang diif yang lemah. Tapi kemudian yang
- madlum waunil madlum ya aun juga artinya
- menolong dalam bahasa kita tetapi
- kalimatnya beda dengan nasr. Waunil
- mazlum ya dan menolong orang yang
- dizalimi ya menolong. Kalau tadi nas
- diif itu memberi bantuan ya waunil
- madlum ini menolong untuk apa?
- meninggalkan satu kondisi dalam hal ini
- dia sedang dizalimi wa eh wai ifsya
- salam dan me apa namanya menyebarkan
- salam ifsya ifsya salam menyebarkan
- salam wa ibril muqsim dan menunaikan
- sumpah jadi kalau sumpah ya jadi tujuh
- ini yang di apa namanya diamanatkan oleh
- Rasulullah kepada para sahabat dalam
- masalah ini riwayat dari Abu Abu Umarah
- ya, Abu Umarah bukan Abu Umamah, maaf.
- Nah, mutiara-mutiara yang dapat kita
- lihat dari hadis ini pertama anjuran
- untuk menjaga adab-adab islami tersebut
- karena dapat menguatkan hubungan
- persaudaraan di antara umat Islam,
- mewujudkan keakraban dan cinta, serta
- menyebarkan perdamaian dan ketentraman.
- Masyaallah ya. Jadi ini akhlak-akhlak
- yang mulia ini menjamin jika umat Islam
- mampu mengaplikasikannya. Kalaupun ia
- tidak memiliki
- kedudukan, jelas tidak akan mengancam.
- Memiliki kedudukan pun bahkan menjadikan
- orang lain menjadi aman, menjadi
- nyaman. Ya, beda kalau orang
- lain yang memiliki kedudukan.
- Nah, fakta-fakta di negeri-negeri
- minoritas kita itu mereka menjadi
- bulan-bulanan, menjadi objek
- penderita. Tapi kalau umat Islam yang
- sedang memimpin, maka mereka insyaallah
- akan terjaga insyaallah ya. Nah, oleh
- sebab itu ini citra ini kemudian
- sekarang sedang dirubah, sedang
- diupayakan agar citra bahwa umat Islam
- ini sebagai pelindung, sebagai pemberi
- keamanan dalam kehidupan ini menjadi
- buruk. Ah, inilah kalau segala sesuatu
- kalau sudah ditunggangi ya dengan
- kepentingan menjadi kepentingan selain
- selain keikhlasan rusak. Maka oleh sebab
- itu, ikhwan dan akhwat, pendengar radio
- silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada, mari kita hendaknya
- mencoba mengikuti Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Ittiba anab ya, dari
- alif sampai ya, dari a sampai z masalah
- yang kecil sampai masalah-masalah yang
- besar. Kita ittiba kepada Rasulullah
- dengan berlandaskan Al-Qur'an. Itu
- demikian saya kira sebagai pengantar
- dalam kajian pada sore hari ini.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahu
- aam biswab.
- Ya rabbana
- atarofna
- [Musik]
- biannanafna
- waana
- asrafna aladha
- asrofna fatub alaina
- taubah tagsilu kulla
- haubah
- wasurlanal
- aurati wa aminir
- [Musik]
- wa
- mauludina wal ahli wal
- ikhwani wasairil
- khillani wa kulli dzi
- mahabbah au jiratin au shohbah wal
- muslimina ajma
- ambi
- aslan wudan
- [Musik]
- manisabin
- minna bil mustofa
- rasuli nahd bikulli
- suuli sh wasallam
- rabbi alaihi addal habbi wa
- alihi wasahbihi
- [Musik]
- Ya Allah, kami mengaku bahwa kami
- berdosa, kami melampaui batas, kami
- hampir tergelincir. Berilah kami
- pengampunan, membersihkan semua nista.
- Tutuplah kekurangan kami, ya Allah.
- Amankanlah yang kami takuti. Ampunilah
- ayah bunda kami juga anak-anak kami,
- famili dan saudara saudara serta semua
- teman dan yang mereka kami cintai,
- tetangga atau sahabat serta seluruh
- muslim semuanya. Amin. Terimalah
- harapanku. Semata anugerah dan
- kemuliaan-Mu bukan karena usaha kami.
- Dengan kedudukan Almfa sallallahu alaihi
- wa alihi wasallam. Kabulkan permintaan
- kami. Selawat dan salam semoga Allah
- limpahkan kepada Rasulullah senantiasa
- sebanyak butiran awan. Puji bagi Allah
- sejak awal hingga akhir.
- Radio silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. masih. Terima kasih
- telah menyimak tadi pemaparan yang
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh dari
- awal hingga di kesempatan ee pukul
- 1638 menit waktu studio kami. Dan
- seperti biasa, Ikhwan dan Akhwat, kami
- akan jeda terlebih dahulu. Setelah itu
- kami akan segera kembali ke ruang dengar
- Anda.
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]
- Sungguh hati manusia itu lebih mudah
- sudah berbolak-balik daripada air dalam
- bejana yang telah mendidih. Hadis
- riwayat Imam
- Ahmad. Duhai jiwa yang terluka.
- Tidak sepatutnya kau tumpahkan air mata
- di sosial
- media. Namun tumpahkanlah air matamu di
- dalam
- kesunyian di hadapan Allah azza wa
- jalla.
- Karena hanya Dialah yang mampu
- memberikan solusi
- hakiki. Sementara sosial media hanya
- meresponmu dengan rasa
- iba. Duhai jiwa yang
- gelisah, yang kesunyian dalam
- kerinduan. Jangan kau tuturkan resahmu
- di sosial media.
- Sehingga syahwat
- dunia mengatur siasat untuk
- menerkammu, membuahimu dengan semua kata
- semu. Ketika kau lengah dan lumai, maka
- dia akan
- menjeratmu. curahkanlah hanya kepada
- Allah Subhanahu wa taala. Karena hanya
- Allah azza waalla yang mampu memberikan
- solusi terbaik bagi setiap
- makhluknya. Sementara kepada makhluk
- hanya akan menimbulkan kekecewaan
- lainnya.
- Maka janganlah kau pajang auratmu di
- sosial
- media, terlebih lagi isi hatimu.
- [Musik]
- Inama
- asku wa
- huzniallahi waamu minallahi ma laun.
- [Musik]
- Rasil TV untuk Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- Subhanahu wa taala, masih bersama kami
- dalam program tausiah sore di hari ini
- bersama Ustaz Ahmad Saleh. Tema kita
- tentang salam dan meratakannya. Ini
- maksud meratakannya bukan berarti sama
- seperti orang ketika menggusur rumah
- diratakan begitu, Ustaz ya. Iya. Tapi
- ini kan meratakannya artinya memberikan
- salam itu
- jangan pilih-pilih gitu. Oh iya iya.
- Jangan ee jadi kalau yang dikenal
- diucapkan salam tapi tidak dikenal tidak
- diucapkan salam. Tapi fenomena
- fenomena tentang jadi terkadang orang
- mengucapkan salam itu sama orang yang
- dikenal. Iya. Iya. Oke. Senyum sama
- orang yang dikenal. Nah, masyaallah.
- Padahal yang terpenting adalah
- mengucapkan salam yang diajarkan oleh
- Rasulullah. Yang diajarkan oleh
- Rasulullah adalah mengucapkan salam
- kepada semua makhluk Allah. Baik itu
- manusia, tumbuhan, ataupun binatang gitu
- ya. Bahkan ketika kita melewati kuburan
- pun ucapkan salam kita dianjurkan atau
- ditun
- di disunahkan dalam Islam adalah untuk
- mengucapkan salam kepada mayit. Namam
- begitu, Ustaz. Iya. Jadi yang disebut
- dengan meratakan itu kalau mau ditarik
- pengertiannya bukan seperti rumah yang
- tadinya ya bisa pengertian kalau dari se
- bahasa bisa seperti itu. Jangan sampai
- kemudian yang nonjol masih ada. Nah,
- maka diratakan itu artinya semua sama.
- gitu ya. Dalam pengertian filosofisnya
- itu begitu sehingga tidak lagi ada
- gedung-gedungnya sama semua. Jadi begitu
- maksudnya. Jadi Islam mengajarkan siapa
- yang lebih dulu mengucapkan salam,
- mendoakan, menghormati orang baik yang
- dikenal maupun tidak dikenal maka dia
- dinyatakan oleh hadis Rasulullah sebagai
- islamu
- khair. Kan sahabat bertanya, "Ayul
- islamir?"
- yang kalau salam saya kira tidak terlalu
- heran sekarang
- insyaallah juga keras dia adalah seorang
- muslim lahu. Kemudian saya mengatakan
- assalamualaikum karena saya naik motor
- dia jalan kaki atau
- gimana jawab tapi kemudian tidak ada
- jawaban gitu kan. Nah, tidak masalah.
- Tapi yang menarik kemudian nanti ada
- komentar-komentar dari orang sekitar
- kita ya. A kalau kita sedang rombongan
- jalan kaki, memang tidak gampang
- mengamalkan sunah yang menurut kita
- kecil ini juga tidak mudah. Ketika kita
- akan seperti mengucapkan salam seperti
- itu di antara rombongan kita mengatakan
- kasihan enggak dijawab lu gitu kan. Bagi
- kita enggak ada
- masalah. Yang jelas doa untuk mereka
- sudah terpanjatkan ya. Doa untuk mereka
- sudah terucapkan. bahwa kemudian mereka
- tidak menjawabnya. Jangan khawatir,
- jangan khawatir. Akan ada akan ditemukan
- nanti orang yang menjawab salam baik
- secara langsung maupun tidak langsung
- kepada kita ya. Nah, ini jadi saya kira
- yang memang tidak gampang untuk belajar
- ikhlas dalam pengoknya sudah ngamalkan
- sudah ditangkap tuh. Bahkan, mohon
- maaf ketika mengucapkan salam p di
- tempat yang ramai saya tidak tahu persis
- apakah dia merasa malu karena saya
- mengucapkan salam sehingga dia menjawab
- dengan pelan waalaikumsalam. H. Nah,
- karena memang di tempat ramai pada
- mungkin pada zaman itu salam menjadi
- sesuatu yang garib, menjadi sesuatu yang
- asing. Sehingga kalau kita mengucapkan
- salam, menjawab salam menjadi
- malu. Seakan-akan budaya dalam tanda
- petik mengamalkan sunah salam itu
- seakan-akan menunjukkan bahwa kita
- orang-orang
- terpinggirkan, menjadi kaum marginal
- seakan-akan. Tapi sekarang
- walhamdulillah, segala puji bagi Allah.
- salam sudah mulai hidup di mana-mana, di
- kantor-kantor, di
- universitas-universitas, di tempat kerja
- pun mereka saling bertemu maka mereka
- mengecat salaf. Ini harus kita syukuri,
- ya. Jadi ini saya
- kira yang dimaksud mengucapkan salam
- secara merata. Meratakan salam itu
- menyebarkan salam di mana-mana. Yang
- dimaksud meratakan di situ maksudnya
- menyebarkan. Sehingga jangan heran,
- jangan khawatir kalau kita di tempat
- lain pun ucapkan salam.
- Assalamualaikum. Di negara-negara yang
- minoritas muslim, di negeri-negeri yang
- misalnya muslimnya sedikit, ucapan salam
- dan itu tidak akan menjadi apa-apa ya.
- Kalaupun terjadi apa-apa ah itu arti
- menunjukkan bahwa memang sunah Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu
- ditakuti. Kita kan mendoakan bahkan.
- Tapi orang takut didoakan.
- Saya ingat betul suatu saat saya diminta
- untuk
- berdoa di kalangan komunitas aktivis
- masjid saya berdoa tapi di sana ada
- nonmuslim. Ketika saya mengatakan ketika
- saya mulai berdoa setelah saya
- membanjatkan pujian kepada Allah,
- selawat atas Rasulullah dan lain
- sebagainya. Kemudian saya mulai meminta
- yang lain mengatakan amin. Amin. Tapi
- dia sendiri memanggil apa yang
- dianggapnya Tuhan tadi. Dalam hati saya
- betapa takutnya dia mendapatkan hidayah
- dan taufik. Saya bilang begitu ya. Ee
- tetapi ya seperti itulah fakta yang
- harus kita pahami bahwa memang tidak
- mudah untuk menyelaraskan kehidupan kita
- dengan syariat. di kita sudah memulai
- mohon pertolongan Allah kita memulainya
- tapi di pihak lain tidak mendukungnya
- tidak masalah. Sekali lagi tidak masalah
- karena mereka merasa takut karena mereka
- menduga-duga saja tapi kalau mereka
- sudah mengerti ee segala sesuatunya
- tentang syariat Islam maka mereka akan
- senang insyaallah ya. Jadi itu saya kira
- yang disebut dimaksud dengan meratakan
- itu adalah
- menyebarkannya tanpa pilih atau tanpa
- pandang bulu. membulungnya panjang,
- bulunya pendek sama, mulunya hitam,
- bulunya berwarna sama gitu maksudnya ya.
- Itu saya kira demikian. Wallahuam
- bisawab. Wallahuam. Ustaz, ini kan dari
- hadis Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam dari Abdullah bin Amar. Heeh.
- Ibnu As yang tadi Ustaz sampaikan bahwa
- amalan Islam, manakah amal dalam Islam
- yang terbaik?
- Rasulullah kemudian menjawab, yaitu
- engkau memberikan makanan dan
- mengucapkan salam kepada orang yang kau
- kenal dan yang belum kau kenal. Muttafaq
- alaih. Jadi awalnya itu yang pertama
- kita memberi makan dulu. Naam. Baru
- setelah itu kita mengucapkan salat.
- Jamil. Nah, kenapa begitu? Iya. Kenapa
- begitu? Sesungguhnya Islam mengajarkan
- yang bersifat
- universal. Islam yang paling baik. Kalau
- dilihat nanti orang yang nonmuslim juga
- dipandang baik oleh masyarakat ketika
- mereka banyak
- memberi. Hm. Misalnya agamanya bukan
- Islam, tapi dia banyak
- memberi, maka dia akan dihormati oleh
- masyarakat meskipun agamanya berbeda.
- Nah, baru yang kedua mengucapkan salam.
- Salam itu khas khusus ciri umat Islam.
- Meskipun sekarang juga umat lain yang
- nonmuslim juga ikut mengucapkan salam
- dari ee dengan salam yang diajarkan oleh
- Alislam. Tadi menarik kenapa kemudian
- tutmu taam memberi makan dulu yang nomor
- satu? Karena tadi sebagaimana saya
- kemukakan jadi tutimut taam siapapun
- yang memberikan makanan baik dia muslim
- atau nonmuslim di hadapan manusia
- dikatakan orang baik.
- Nam di dalam tarikh kita lihat bagaimana
- sahabat Hatim Thai. Hatim Thai. Hatim
- ini adalah seorang
- Nasrani. Seorang Nasrani. Namun kemudian
- dia senantiasa
- membuka apa? Gudangnya, pintu gudangnya
- saat musim paceklik.
- Jadi Hatim ini kemudian membukanya, dia
- bagi-bagikan ya makanan-makanan itu
- kepada orang-orang yang memerlukan.
- Sampai suatu saat nanti dalam perjalanan
- sejarah putrinya putri Hatim Thai ini
- ikut bersama kafir Quraisy memerangi
- umat Islam. Kemudian mereka putrinya ini
- tertangkap putri Hatim ini. Dalam kisah
- itu, dalam riwayat itu disampaikan
- ketika kemudian Nabi investigasi bukan
- iya mengontrol tiba-tiba putrinya Hatim
- ini yaitu adiknya Adi bin Hatim ya.
- Adiknya Adi bin Hatim ni perempuan ini.
- Ketika Nabi sedang memeriksa kemudian
- perempuan tadi mengatakan, "Ya Muhammad,
- ya
- Muhammad." Kemudian Nabi bertanya, "Man
- anti?" Siapa Anda?
- Saya Fulanah binti Hatim. Oh, kata Nabi
- Hatim yang dermawan itu. Ah, jadi Nabi
- mengatakan yang dermawan itu karena
- memang dia terbiasa membagi-bagikan
- harta kekayaannya untuk membantu
- orang-orang yang memerlukan. Dan Nabi
- memberi penilaian dia itu
- dermawan. Tidak seperti sebagian orang.
- Oh, Hatim tahu yang masih kafir itu
- enggak begitu.
- yang masih gak tapi justru oh hatim toy
- hatim yang dermawan itu. Nah nanti pada
- akhirnya kemudian ini pernyataan
- statement yang mengatakan bahwa Nabi
- mengatakan oh Hatim yang dermawan itu
- menjadi hujah nanti bagi bagi muslimat
- ini nanti eh bagi anaknya ini, putrinya
- Hatim ini berdiskusi dengan kakaknya
- yaitu Adi yang kemudian Adi bin Hatim
- ini akhirnya masuk Islam.
- Karena pasnya seperti itu. Akhirnya
- kemudian izinkan aku ya Muhammad kata
- siapa? Kata putrinya Hatim ini untuk
- mengambil
- tebusan. Nabi kemudian memberikan apa
- namanya ee izin kepada perempuan ini
- untuk mengambil tebusan tanpa pengawal,
- tanpa diikuti yang lainnya. Singkat
- cerita, dia pulang ke rumahnya,
- didapatilah kakaknya Adi bin Hatim ini
- sedang
- menggerutu. Ah, sedang mencaci maki
- Rasulullah dan para sahabatnya. Kemudian
- putri Hatim ini mendengar, "Ya Ali,
- hati-hati kau kalau bicara." Kata
- sesungguhnya Muhammad itu apa namanya?
- Lisannya terjaga. Dia puji Bapak kita
- kok jadi orang Maluku, Ustaz? Ee ya
- karena bahasa yang saya baca seperti itu
- juga gitu ya. Dia puji bapak kita gitu
- kan. Karena tadi menyebut Hatim ini
- adalah dermawan. Ah, bagaimana? Ayo aku
- bawa. Rupanya kemudian Adi ini dibawa
- menghadap Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Maka ketika Adi ini menjumpai,
- karena Adi dalam riwayat itu digambarkan
- menggunakan kalung ya, kalung salib.
- Maka kemudian Nabi membaca suratut
- taubah yang mengatakan bahwa mereka itu
- menyembah para ulamanya. Ya kan? Kata
- Adi bin Hatim, "Ah, kami tidak
- mengibadahi para ee para pendeta kami."
- Tapi kemudian Nabi, "Bukankah engkau
- menghalalkan apa yang mereka halalkan
- pada di dalam kitab engkau
- diharamkan? Dan bukankah engkau juga
- ikut mengharamkan apa yang diharamkan
- oleh para pendeta kalian sementara di
- kitab kalian dihalalkan?
- Kata Adi bin Abi Hatim, "Bala, iya saya
- begitu memang." Maka kata Nabi, "Itulah
- yang disebut dengan mengibadahi."
- Maka kemudian apa namanya? Singkat
- cerita dialog itu terjadi sampai tuntas.
- Adi akhirnya kemudian masuk Islam. Dia
- buka kalungnya, dia lempar kemudian
- dikatakan ashadu alla ilahaillallah wa
- asyhadu anna muhammadar rasulullah. Ini
- berawal dari lisan. Jadi, Tut Thaam
- memberi makanan. Maka siapapun yang
- memberi makan tetap memiliki kehormatan.
- Hm. Meskipun agama meskipun dikatakan
- oleh ah itu kan orang kafir, tetap saja
- Nabi memberi penilaian yang begitu
- bagus. Karena penilaian itu ternyata
- jadi hujah buat kita. Itu adalah
- argumentasi bahwa muslim mengakui
- kebaikan orang lain. Bahwa kemudian
- secara
- akidah, secara akidah bahwa amalan orang
- kafir yang tidak iman kepada Allah dan
- Rasul-Nya itu maka amalannya seperti
- debu yang ditiup. Namun di sini kemudian
- nanti ada
- perdebatan-perdebatan
- akademis gitu kan. Saya mengikuti Allah,
- saya mengikuti Nabi
- Musa. Masa saya ee apa namanya? Dianggap
- kafir karena tidak iman kepada Nabi
- setelah Nabi Musa misalnya. Ee ram nah
- ini perdebatan-perdebat. Tapi saya
- sampaikan sudah ee karena Nabi
- menyatakan dalam satu hadisnya
- seandainya disebut salah seorang nabi ya
- kan turun lagi ke dunia dan masih hidup
- tentu dia akan mengikuti aku. Nabi Musa,
- seandainya Nabi Musa hidup di zamanku
- ini, maka dia akan ikut risalah aku,
- ikut aku, gitu ya. Nah, ini berdasarkan
- statement itu. Maka kemudian sebagian
- menyimpulkan bahwa jika Rasul datang
- kepada mereka dan mereka mengkafirinya
- maka termasuk orang yang kufur. Kufur
- kepada satu rasul, kufur kepada satu
- nabi sama dengan kufur kepada seluruh
- nabi gitu ya. Nah, ini saya kira yang
- dapat saya jelaskan sekali lagi bahwa
- tutimut thaam itu yang sifatnya
- universal. H memberi makan itu siapapun
- yang merihat akan lebih baik. Baik, saya
- ingin sampaikan keuniversalan syariat
- itu
- begini. Kalau kita lihat peradaban di
- muka
- bumi, kita tidak bisa terlepas dari
- menilai empat keadaan suatu
- bangsa. Bangsa tersebut baik di mata
- manusia dan baik di hadapan Allah. Yang
- kedua, baik di hadapan manusia tapi
- tidak baik di hadapan Allah.
- Yang ketiga, baik di tidak baik di
- hadapan manusia tapi baik di hadapan
- Allah. Yang keempat ee kemudian apa
- namanya? Tidak baik di hadapan keduanya.
- Maksudnya di hadapan manusia tidak baik,
- di hadapan Allah juga tidak baik. Nah,
- Islam mengajarkan kepada kita bahwa
- hendaknya kita menjadi umat yang baik
- kedua-duanya. Hablum minallah. Hablum
- min hablum minallah harus baik. Hablum
- minanas harus baik. Itulah sebabnya
- menarik para peneliti Al-Qur'an ketika
- membahas
- tentang
- umat linasi syaratnya apa di situ? Yang
- menarik
- adalah
- bilufunkar
- billah. Pertanyaannya kenapa tidak
- tminuna billah didahulukan gitu? Kenapa
- takuruna bil maruf duluan haunail munkar
- baruuna billah? Maka kemudian para
- peneli mengatakan, "Inilah ajaran
- universal. Siapa yang menerapkan
- sunatullah, yaitu amar makruf nahi
- mungkar di sebuah bangsa, sebuah
- komunitas, sebuah umat, maka dia menjadi
- umat, menjadi bangsa yang terbaik di
- hadapan
- manusia. Baru nanti akan menjadi baik di
- hadapan Allah itu apabila di belakangnya
- ada tumminuna billah."
- Kita lihat Eropa, kita lihat Barat yang
- mereka menerapkan aturan dengan wibawa,
- dengan ketat, para petugasnya tidak
- mudah disogok, para penegak ee hukumnya
- juga jujur, maka menjadi maka mereka
- menjadi bangsa yang lebih baik di
- hadapan manusia.
- Nah, para sahabat ridwanullahi alaih di
- zaman Nabi dan para sahabat itu bukan
- hanya dari sisi keimanan, bukan hanya
- akidahnya tauhid, tapi juga penerapan
- hukum itu sangat adil.
- Bukan hanya mereka ditegakkan oleh
- orang-orang yang jujur dan memiliki
- kapasitas yang capable gitu kan, tapi
- juga bahkan seseorang yang mau dihukumi
- pun rida dengan hukum itu sampai dia
- nyerahkan diri. Itu di zaman Nabi dan
- para sahabat. Di zaman Nabi, para
- sahabat itu orang yang bersalah
- melakukan sesuatu mereka yang datang.
- Bukan Nabi yang cari-cari, bukan para
- sahabat yang melakukan penggerebegan,
- tapi mereka datang kepada Rasulullah.
- Maka status hukum yang begitu menarik
- menjadi indah, peradaban yang begitu
- hebat, baik di hadapan manusia dan baik
- di sisi Allah Subhanahu wa taala. Nah,
- jadi oleh sebab
- itu ini ketika taam waqra salam ini
- diaplikasikan pesan-pesan ini oleh umat
- Islam di mana pun berada ini akan
- mengarah kepada sebuah peradaban yang
- bukan hanya peradaban yang baik nanti di
- mata manusia nurani manusia akan
- mengakui tetapi juga insyaallah di sisi
- Allah tabaraka wa taala akan diridai
- insyaallah. Ya demikian saya kira
- sebagai tambahan yang dapat saya
- kemukakan. Wallahuam B. Baik. Menarik,
- Ustaz, ketika tadi cerita Ustaz tentang
- ee bagaimana ee apa umat Islam yang
- hidup pada zaman Rasulullah ketika
- mereka bersalah kemudian mereka malah
- menyerahkan diri, tidak dicari-cari
- ataupun tidak digerebek gitu kan. Dan
- apa yang membuat mereka kemudian ee
- begitu ikhlas dan rida menerima hukuman
- yang dijatuhkan oleh Rasulullah atau
- hukum Islam pada saat itu. Nah, nah apa
- yang membuat mereka kemudian ikhlas dan
- rida akan dijawab setelah yang baik dan
- akwat sekarang kita sudah masuk di jeda
- ee segmen ketiga, Ikhwan dan akhwat.
- kita akan jeda ee sejenak dan kami akan
- kembali kepada Anda setelah nada takwa
- berikut
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- ini. Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu
- bahwa Nabi sallallahu alaihi wasallam
- melakukan salat sebelum asar dua rakaat.
- Hadis riwayat Abu Daud dengan sanad
- sahih. Meskipun salat sunat qiyah asar
- tidak termasuk dalam salat sunah
- muakkadah, namun Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam biasa mengerjakannya
- sehingga merupakan suatu keutamaan jika
- kita meniru apa yang biasa dilakukan
- beliau. Dan itu adalah sunah. yang akan
- dibalas dengan pahala oleh Allah
- subhanahu wa
- taala. Sebagaimana yang disebutkan dalam
- hadis di atas, Nabi biasa mengerjakan
- salat sunah sebelum asar dua rakaat.
- Namun terdapat hadis lain yang juga
- diriwayatkan oleh Ali bin Abi Thalib
- bahwa beliau biasa mengerjakannya
- sebanyak 4
- rakaat. Nabi sallallahu alaihi wasallam
- biasa salat 4 rakaat sebelum asar.
- Beliau pisahkan di antara empat rakaat
- itu dengan menyampaikan salam kepada
- para malaikat yang di dekat Allah dan
- orang yang mengikutinya dari kaum
- muslimin dan mukminin. Hadis riwayat
- [Musik]
- at-Tarmizi. Ibnu Alan berkata, "Tidak
- ada kontradiksi antara hadis ini dengan
- hadis sebelumnya. Bisa jadi karena
- jumlah yang disebutkan bukanlah hujah
- atau bisa juga karena Nabi semula biasa
- mengerjakan dua rakaat kemudian beliau
- tambah menjadi empat rakaat atau
- sebaliknya. Atau mungkin beliau biasa
- mengerjakan empat rakaat dan jika ada
- suatu keperluan beliau mengerjakannya
- dua rakaat. Wallahuam.
- Dalam kehidupan manusia, ilmu adalah
- salah satu hal yang sangat penting dan
- hal tersebut bukan lagi merupakan suatu
- rahasia.
- Sebagaimana yang dikatakan Ali bin Abi
- Thalib bahwa seseorang yang memiliki
- cukup ilmu akan merasa dimuliakan.
- Sementara mereka yang tidak memiliki
- ilmu dan tidak mengetahui apapun akan
- merasa tercela dan hal tersebut akan
- membuat seseorang merasa
- bodoh. Menurut istilah ilmu atau yang
- lebih utama di sini adalah ilmu
- syari. Ilmu syari adalah ilmu tentang
- penjelasan-penjelasan dan petunjuk yang
- Allah Subhanahu wa taala turunkan kepada
- rasulnya. atau dengan kata lain ilmu
- yang menyangkut Al-Qur'an dan
- hadis. Meskipun demikian, tidak berarti
- bahwa ilmu yang lain tidaklah penting
- atau tidak dianggap dalam
- Islam. Ilmu-ilmu yang ada dalam
- kehidupan manusia juga dapat dikatakan
- bermanfaat apabila ilmu tersebut
- menuntun manusia untuk lebih taat dan
- beriman kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu,
- sesungguhnya Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda, "Barang siapa
- menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka
- Allah akan memudahkan baginya jalan ke
- surga." Hadis riwayat Muslim.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu,
- ikhwan dan akhwat. Satu nada takwa dari
- Raihan ya Nabi Salamualaika
- menghantarkan kita di menit keelima di
- pukul 17.00 di hari ini masih bersama
- Ustaz Ahmad Saleh. Kajian kita yaitu
- kajian kitab Riyadus Shihin bab ke1
- 311
- 31 kitab salam. Iya. Keutamaan
- mengucapkan salam dan perintah untuk
- meratakannya. Baik ikhwan dan akhwat.
- Bagi Anda yang tengah menyimak, baik
- Anda yang berada di rumah ataupun Anda
- yang saat ini tengah dalam perjalanan,
- kami undang Anda untuk memberikan
- komentar ataupun pertanyaan di
- 0218451512. SMS dan juga WhatsApp di
- 0811999720. Baik, Ustaz. Sebelum saya ke
- Ibu Hani, mungkin pertanyaan yang tadi
- saat kita mujidah, Ustaz, kenapa
- kemudian para
- ee pada masa itu masyarakat muslim yang
- hidup bersama Rasulullah, hidup bersama
- para sahabat, ketika mereka bersalah,
- mereka kemudian bisa dikatakan
- menyerahkan diri
- ataupun mereka rida dan ikhlas atas
- hukuman yang dijatuhkan kepada mereka.
- Masyaallah. Naam.
- Haua jadduna. Itulah kakek moyang kita
- para sahabat ridwanullahi alaihim yang
- telah memberikan contoh yang begitu
- indah. Bagaimana mereka memegang teguh
- risalah yang mereka terima dari nabinya,
- dari Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Ada perbandingan logika yang
- berbeda antara kita rupanya dengan para
- sahabat.
- Para sahabat katakanlah membaca dan
- memahami Al-Qur'an serta hadis Nabi.
- Kita pun sedikit membaca tentang Quran
- dan sunah Nabi. Namun logikanya berbeda.
- Logikanya bagaimana? Para sahabat
- mengakui dan meyakini bahwa Allah itu
- maha pengampun lagi maha
- penyayang. Pengampun lagi maha
- penyayang.
- Kita juga meyakini bahwa Allah itu maha
- pengampun lagi maha penyayang. Namun
- para sahabat kalau saya melihat
- membandingkan lebih mencari jalan yang
- pasti dibanding jalan yang gambling.
- Gambling itu apa namanya? Kira-kira yang
- saya maksud kira-kira bukan zaniah.
- Begini, Ikhwan yang saya maksudkan.
- Para
- sahabat ingin yakin betul bahwa ketika
- dia menghadap Allah dirinya sudah
- bersih. Hm. Kalau dia melakukan
- kesalahan, dia harus tobat. Maka tobat
- itu dia tempuh. Tobatnya mujahadah
- serius benar-benar. Tidak cukup dengan
- ucapan istigfar saja.
- Karena mereka ingin bersih sehingga
- mereka cukup sebuhnya mengucapkan
- astagfirullahalazim. Bahkan istigfarnya
- lebih mendalam dibanding kita. Tapi
- kemudian mereka datang kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ya
- Rasulullah, ya Rasulullah, saya telah
- melakukan ini dan begitu. Hukumi, hukumi
- aku ya Rasulullah.
- Ha shabatun Nabi sallallahu alaihi
- wasallam. Dia minta dihukumi dengan
- maksud agar dia merasakan kepastian.
- kepastian harapan bahwa dia diampuni
- oleh Allah karena dia sudah bertobat
- gitu. Tapi di zaman now zaman sekarang
- ini zaman kita, kita melakukan dosa,
- tahu bahwa itu dosa dan kita tahu Allah
- maha pengampun, maha penyayang maka kita
- kemudian gambling dalam tanda petik, ah
- dengan istigfar saja
- cukup. Kemudian merasa aman dengan
- istigfar bahwa kemudian bagi Allah
- gampang. Jangankan istigfar, tidak
- istigfar pun Allah akan ampuni. Bisa
- jadi. Tapi para sahabat gak begitu. Dia
- pastikan dirinya itu sampai ke tingkat
- yang paling puncak tobatnya kepada Allah
- Subhanahu wa
- taala. Kalau dia harus melakukan ini dan
- dia lakukan. Harus istigfar,
- istigfar. Dan dia mereka para sahabat
- ini senantiasa ingin menjadi orang nomor
- satu, ingin menjadi umat yang best of
- the
- best. Sampai orang miskin pun ingin jadi
- nomor satu.
- Bagaimana saya miskin enggak punya
- harta? Gimana supaya saya mampu sejajar
- dengan orang-orang kaya yang banyak
- berinfak? Datang kepada Nabi, "Ya
- Rasulullah, zahaba
- ahlud." Orang-orang kaya itu telah pergi
- dengan membawa
- keutamaannya. Apa yang harus saya
- lakukan? Ah, kata Nabi, "Ada satu amalan
- yang bisa menyamai mereka. Ucapkan,
- bacalah subhanallah 33 kali. Allahu
- Alhamdulillah 33 kali, Allahu Akbar 33
- kali. digapkan dengan la ilahaillallah
- wahdahu la syarikalah lahul mulk walahul
- hamdu wahua ala kulliin qodir maka kau
- akan sebanding dengannya. Gembiralah
- para sahabat yang miskin
- tadi. Pulanglah mereka ke rumah
- masing-masing. Ketika salat berjamaah
- bersama para sahabat yang kaya. Ketika
- mereka membaca subhanallah, subhanallah,
- subhanallah, terdengar juga orang-orang
- kaya tadi mengucapkan bacaan yang sama.
- sedih mereka ngadu lagi kepada
- Rasulullah. Ya Rasulullah, ternyata
- mereka pun membaca apa yang aku baca.
- Maka Nabi, itulah kelebihan orang yang
- kaya lagi
- saleh. Itu para ikhwan, sahabat, para
- sahabat Nabi yang begitu serius mengejar
- keutamaan-keutamaan yang mengantarkannya
- mulia di sisi Allah Subhanahu wa taala.
- tidak dengan menggunakan
- ruksah-rukhsah ya. Ee kita kan orang
- fakir, kita kan tidak wajib untuk
- berinfak, kita kan tidak gak begitu.
- Mereka mereka berupaya. Nah, ini bedanya
- sekali lagi logika keimanan para sahabat
- dengan logika keimanan sebagian di
- antara kita seperti itu. Jadi mereka
- mengambil jalan-jalan yang pasti ya
- sehingga menghadap Allah dalam keadaan
- pasti pula. Adapun kita, kita menghadap
- mengambil jalan-jalan yang masih nunggu
- keputusan keputusannya nanti ya misalnya
- antara memaafkan dengan tidak memaafkan
- lah sudahlah nanti urusannya di akhirat
- saja. Pokoknya saya masih sakit hati
- sama dia tidak akan saya maafkan. Para
- sahabat kemudian berupaya
- memaafkan. Kalau dia masih punya salah
- buru-buru dia minta maaf. Karena itu pun
- dicontohkan oleh Rasulullah sebelum
- meninggal. Minta maaf kepada para
- sahabat. Bahkan silakan yang mau qisos
- melakukan qisos dipersilakan. Jadi itu
- jalan-jalan kepastian itu. Jadi hablum
- minallah hablum minannas. Sementara kita
- sekali
- lagi tadi gambling. Memilih gambling.
- Gambling itu memilih jalan yang
- keputusannya tidak bisa diperkirakan
- hari ini. Meskipun semuanya juga tidak
- bisa diperkirakan ya. Semuanya nanti
- nunggu keputusan di yaumil kiamah. Nah,
- kalau para sahabat itu lebih baik yakin
- lebih baik sekarang bahwa saya harus
- dikisos-kisos. bahwa saya harus dibunuh.
- Bunuh saya sekarang juga misalnya zinah,
- zinahnya mukhsan harus dirajam dirajam
- mereka datang asabtu ya
- Rasulullah. Ah kalau kita ah istigfar
- sudahlah jangan banyak bicara karena
- memang ada pendapat-pendapat di sekitar
- itu. Heeh. Tapi sekali lagi tadi
- gambling gambling dalam penggedaan bukan
- tidak yakin. Yakin tapi keputusan tetap
- nanti di hadapan Allah Subhanahu wa
- taala ya. Nah maka ini saya kira menjadi
- hal yang harus diwaspadai.
- Kalau kita ingin ketemu dengan Nabi
- sebagaimana di pernah digambarkan oleh
- Umar bin Khattab, jika kita ingin
- berjumpa dengan Nabi di Jannah
- Firdaus ya, di Jannah
- Paradise, bustan Paradise gitu ya,
- jannah jannah firdaus, maka hendaknya
- kita menempuh jalan yang sama dengan
- Nabi dan para sahabatnya kalau ingin
- berjumpa dengan mereka. konsekuensinya
- kalau menempuh perjalanan yang sama
- maka rambu-rambunya, onak durinya dan
- lain sebagainya juga sama. Dan ini harus
- dipahami ya. Jadi kita harus sudah siap
- menghadapi onak durinya kalau mau
- menempuh perjalanan Nabi Muhammad dan
- para sahabatnya. Demikian saya kira yang
- dapat saya jelaskan.
- Wallahuam bisawab. Wallahuam bissawab.
- Baik, Pak Ustaz. Kemudian, nah ini ada
- pertanyaan ee oh ya. Jadi saya ingin
- mengomentar yang tadi. Jadi para sahabat
- pada masa Nabi mereka lebih baik
- menerima balasannya di dunia. Di dunia
- ketimbang di akhirat k akan sangat berat
- sekali gitu. Ini pun juga didorong oleh
- keimanan mereka, Ustaz. Ya. Namam. Baik.
- Sekarang ee
- ada pertanyaan, Pak Ustaz, dari Ibu
- Wiwin di Cijantong. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Saya mau bertanya kepada
- Pak Ustaz. Kalau ada orang yang bertamu
- ke rumah kita sambil mengucapkan salam
- seperti cara salamnya orang Islam, kita
- kemudian langsung menjawab secara
- spontan. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Dan ternyata yang bertamu
- nonmuslim. Heeh. Bagaimana hukumnya
- menjawab salam kepada orang yang
- nonmuslim? Nah, karena kan mereka beda
- akidah dengan kita. Ataukah
- bagaimana tuntunan Islam? Tuntutan
- tuntunan Islam menjawab salam kepada
- yang nonmuslim. Itu yang pertama. Yang
- kedua dari Ibu Dewi di Sukabumi.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, saya
- sering memberikan salam kepada siapa
- saja, tapi kemudian saya diledek, "Ah,
- jangan soalim." Nah, begitu. Terima
- kasih. Masyaallah ya Allah ya Rabb.
- Namam sualul awal pertanyaan
- pertama tentang menjawab salam nonmuslim
- karena tidak tahu. Sekali lagi menjawab
- salam itu disesuaikan dengan yang
- mengucapkan salam.
- Siapapun muslim atau dia ahli kitab
- kalau mengucapkan salamnya jelas
- assalamualaikum jawab waalaikumsalam.
- yang tidak boleh adalah mendahuluinya
- untuk mereka. Ya. Tetapi kalau jawab ee
- salamnya tidak jelas, jawab dengan
- waalaikum saja atau waalaika atau
- waalaiki boleh gitu kan. Tetapi kalau
- jelas jawab seperti tadi waalaikumsalam.
- Ya, karena kita berdasarkan ee surah
- An-Nisa ya, dalam surah An-Nisa ayat 86
- apabila kita diberi penghormatan
- kembalikan dengan yang lebih baik atau
- minimal dan yang semisalnya. Maka
- berdasarkan itu sekali lagi seperti tadi
- ya. Jadi kalau apalagi bukan apalagi ya,
- apalagi tadi kan pertanyaan karena tidak
- tahu menjawabnya baru oh tidak harus
- menyesal enggak apa-apa doakan saja
- doakan kok boleh. Bahkan sunah kita
- mendoakan mereka. Hm. Nabi kan mendoakan
- Allah mahdi kaum Allah. Ya Allah berilah
- hidayah kepada kaumku. Kan begitu.
- Padahal kaumnya masih musyrik bahkan
- masih kafir. Ya kalau ahli kitab paling
- tidak dia punya pegangan kitab samawi.
- Meskipun juga kita tahu kitabnya sudah
- tercampur tapi paling tidak insyaallah
- mudah-mudahan Allah membukakan untuk
- menerima risalah yang dibawa oleh Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam. Ya.
- Jadi kalau tiap malam apalagi kita
- misalnya mohon maaf ada seorang mualaf
- tiap malam habis tahajud, "Ya Allah
- berilah hidayah dan taufik kepada ibu
- dan bapakku."
- Boleh. Nah, bahkan hanya nanti
- memohonkan ampun setelah mereka
- meninggal dunia dan mereka meninggal
- dunia dalam keadaan kafir. Maka di sini
- yang harus hati-hati yang saya maksudkan
- harus hati-hati. Banyak paradigma yang
- menarik yang kita kemukakan. Kita
- baca istilah
- kafir. Ini perdebatan akademis menarik
- sekali ya. menarik sekali tentang itu
- semua, tentang istilah kafir, tentang
- orang yang tertutup hatinya. Menarik
- sekali. Jadi saya kira memang perlu
- waktu untuk bisa. Tapi yang jelas saya
- ingin sampaikan bahwa Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam diutus itu
- sebagai rahmat bagi semesta alam. Maka
- oleh sebab itu dakwah-dakwah Rasul
- adalah dakwah yang begitu tulus, betul
- ikhlas. Bagaimana agar manusia apa
- namanya ee menerima hidayahnya. hidayah
- dari Allah. Tidak kita temukan satu hal
- pun Nabi mempermasalahkan kedudukan
- orang-orang yang
- didakwahinya. Baik dia sebagai pejabat
- atau bukan, Nabi tetap mengajak mereka
- itu untuk mengibadahi Allah dan dijamin
- kedudukannya tidak diganggu
- gugat. Raja Najasiyi tetap jadi raja.
- Tidak digoyang kerajaannya. Ya, meskipun
- Raja Najasi juga sudah memeluk Islam
- atau misalnya Najasi kamu kan muslim
- baru mualaf. Nah, kamu turun dulu
- diganti sama ini sama Abu Bakar ya gak
- juga menarik. Ada apa? Nah, tentu tidak
- gampang untuk menguraikan itu. Ada
- beberapa pendekatan pada dari berbagai
- sisi, tapi yang jelas bahwa dakwah Nabi
- tidak mengancam kedudukan orang lain.
- Nabi Musa dakwah kepada Firaun bukan
- untuk merebut kedudukan Firaun, tapi
- agar Firaun mengabdi kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Maka oleh sebab itu,
- Nabi Musa pun bersama ee siapa? Bersama
- Nabi Harun. Berdakwahnya juga dengan
- ulan layinan dengan ucapan yang lemah
- lembut. Padahal itu dia berhadapan
- dengan seorang Firaun yang menyatakan
- bahwa dirinya adalah Rabb yang maha
- tinggi. Tapi Nabi Musa tetap dengan
- kaulan
- layan. Nah, dan itu dicontohkan Rasul
- juga begitu. T meskipun Nabi katakan
- bahwa ee jihad yang paling baik itu
- adalah mengatakan kalimat hak di hadapan
- sultan fajir, di hadapan penguasa yang
- fajir, yang zalim, yang tidak adil. He
- nyampaikan nasihat yang lurus itu adalah
- sebaik-baik jihad gitu kan. Tetapi ini
- harus dipadukan sikap Nabi Musa kepada
- Firaun, sikap Rasul kepada para pembesar
- pada zamannya. Kemudian apa hadis Nabi
- yang mengatakan itu latar belakangnya
- apa? Sehingga disebut sebaik-baik jihad
- itu menyampaikan kalimat hak di hadapan
- Sultan fajir. Itu apa maksudnya? Jadi
- saya kira kajian tematis atau maudui itu
- menjadi sebuah keharusan gitu kan
- sehingga kita bisa oh ini maksudnya
- begini jadi tidak asal tekstual saja ya
- demikian saya kira yang dapat saya ee
- jelaskan
- wallahuam bis baik kemudian pertanyaan
- dari Ibu ada penelepon baik kita terima
- penelepon terlebih dahulu asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh
- waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh baik Bapak dengan siapa di
- mana, Pak?
- dengan Pak Sri,
- Pak Tri di di jalan. Di jalan. Silakan,
- Pak Tri. Ya. Iya. Saya mau tanya sama
- Pak Ustaz ini. Iya. Asalamualaikum, Pak
- Ustaz. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ee saya mau tanya tadi Ustaz mengatakan
- bahwa Nabi berdakwah itu tidak
- suaranya
- apa ini masalah jabatan ya.
- tidak mempengaruhi jabatan istilahnya
- tidak apa jabatan itu tidak
- diturunkan ya. Nah, ini di Indonesia ini
- apa? kiai-kiai, ustaz-ustaz,
- ulama-ulama mengajak kepada kebaikan
- pada apa istilahnya mendapatkan rahmat
- rahmatan lil alamin ini justru kok malah
- apa ya dimusuhin atau gimana itu di apa
- mau mengganti falsafah, mau mengganti
- ideologia lah atau itu bagaimana itu
- ustaz di sititu.
- Saya kira pertanyaan saya itu aja itu,
- Ustaz. Terima kasih. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Baik, menarik sekali pertanyaannya.
- Seringki antara kita para mubaligh, para
- dai, kemudian para
- asatizah berbeda paradigmanya dengan
- para
- politisi. Para dai menyeru yang penting
- mereka mengabdi kepada Allah agar mereka
- selamat di dunia dan di akhirat agar
- kehidupan menjadi tertib. Semuanya
- mengabdi kepada Allah.
- Tapi paradigma yang berbeda, anggaplah
- sekarang
- katakanlah seperti tadi Nabi Musa
- menyampaikan agar dia taat kepada Allah.
- Namun kemudian ada
- persepsi yang seringkiali kan mohon maaf
- pertama karena kepentingan kepentingan
- kedudukan kita agar tetap eksis alias
- langgeng. Maka para bina berpikir
- bagaimana caranya agar kursi ini tidak
- digoyang orang lain gitu ya. Jadi
- kemudian yang oh ini mengancam gitu.
- Karena memang juga permasalahan kemudian
- selain ada ulama-ulama yang lurus
- mengajak kepada kemuliaan, kebaikan,
- menegakkan syariat Islam dengan damai,
- ada juga memang orang-orang yang mencoba
- mengatasnamakan Islam itu gitu kan.
- Mengatasnamakan Islam kemudian mencoreng
- nama Islam. Ah, ini juga tanggung jawab
- kita agar meluruskan. Ya, sekali lagi
- meluruskan. Maka oleh sebab itu ketika
- kita menyeru kepada umat Islam agar
- mereka berkomitmen dengan pemimpin yang
- muslim itu karena memang tuntunan
- syariat bukan tuntutusan politis sekali
- lagi ya. Namun kemudian sebagai orang
- politis kan merasa terancam kemudian
- waduh ini terancam. Padahal juga kita
- bicara berdasarkan akidah kita bukan,
- bukan pula ee apa namanya ingin
- menghancurkan mereka. Toh juga Islam
- ini siapapun dengan siapapun
- berinteraksi maka umat Islam itu akan
- senantiasa menjunjung tinggi kejujuran
- dan keadilan dengan siapapun dia
- berinteraksi. Namun kemudian sekali lagi
- paradigma cara berpikir antara pedagang
- antara para dai, politisi, dan lain-lain
- itu berbeda-beda. Nah, di sinilah muncul
- ada nanti bahkan ada manajemen konflik.
- konflik itu sengaja di harus ada agar
- supaya eksis orang yang sedang duduk di
- kursi tersebut gitu ya. Jadi ada kalanya
- memang keadaan itu harus dibuat seperti
- itu. Ada kalanya sekali lagi ya harus
- harus di-manage sehingga semuanya
- terarah sehingga umat ini bangkit semua
- umat ini melek sehingga umat ini ee apa
- namanya ee bergerak itu juga ada kalanya
- dibangun seperti itu. Tetapi apa yang
- terjadi di kita, saya tidak bisa
- mengatakan secara pasti karena
- pengetahuan tentang itu sangat terbatas.
- Tetapi dasar-dasar pemikiran tadi, oh
- paradigmanya berbeda. Memang cara
- melihatnya berbeda. Kalau kita memandang
- karena dituntut oleh syariat untuk
- mendakwahi manusia agar mereka mengabdi
- kepada Allah, mengesahkan Allah,
- beribadah kepada Allah, menerima
- aturan-aturan Allah, syariat Allah.
- Namun orang lain memandang, "Woh, ini
- kok menyeru kepada apa? Penegakan
- syariat Islam." Loh, bagaimana? Kenapa
- menjadi masalah ketika orang menyeru
- umat Islam menegakkan syariatnya? Toh
- juga di kita di itu semua
- dibenarkan. Negara ini berdasarkan
- Ketuhanan Yang Maha Esa dan keberagamaan
- kita juga di apa namanya? Dijamin oleh
- Undang-Undang Dasar 4. Sesungguhnya
- tidak ada masalah. Bahwa kemudian ada
- masalah itu hanya orang-orang yang akan
- mengadakan masalah saja.
- Ya. Jadi sekali lagi di sinilah
- paradigmanya yang berbeda ya. Tapi
- insyaallah kalaupun kemudian kita
- memandang bahwa itu ada sedikit
- halangan-halangan, itu hal biasa. Karena
- sunatullah bagi orang-orang yang ingin
- meluruskan hatinya memohon ampun kepada
- Allah, menjadi hamba yang taat kepada
- Allah. Itu yang kita ingin baik kita,
- tapi reaksi justru dari orang lain. Ya,
- ini yang menarik sekali. kita ingin
- ingin jadi orang baik, ingin mendapat
- ampunan dari Allah, tapi justru
- halangan-halangan itu datang dari orang
- lain. Ini yang harus dipahami ya. Saya
- kira ini sebagai pengantar, sedikit
- pengantarlah karena tidak begitu
- mendalam ya, tetapi paling tidak bisa
- dipahami. Oh, itu terjadi karena
- paradigma masing-masing berbeda. Itu
- intinya ya. Demikian e wallahuam
- bissawab. Baik. Wallahuam bawab. Dan
- Ustaz, kita nampaknya sudah berada di
- penghujung acara. Hai, masyaallah. Ada
- pertanyaan terakhir, Ustaz, dari hamba
- Allah. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, kalau
- dulu waktu belum
- baligah jadi korban dalam tanda kutip
- dosa besar. Dan setelah baligh dan tahu
- itu dosa, maka saya benci dan berusaha
- menjauhi tobat. Tapi sekarang setelah
- nikah borok saya terbuka oleh
- dukun dan pasangan saya jadi beda.
- Gimana solusinya, Ustaz? Hmm. Saya bisa
- menang. Iya. Iya. Karena mohon maaf ya,
- saya tidak mampu menangkap dengan pasti
- pertanyaannya, tetapi paling tidak saya
- meraba ya. Bahwa kemudian terbongkar
- boroknya oleh dukun. Pertama, kenapa
- dukun bisa bisa interaksi dengan Anda
- sehingga Anda tahu si dukun ini tahu
- boroknya gitu kan. Ketahui bahwa dukun
- itu
- meraba-raba. Dukun itu seperti orang
- ngelempar dari kejauhan ngelempar tiang
- listrik. Tek ada kalanya kena, ada
- kalanya tidak. Ketika kena kata orang
- kita itu kebetulan. Meskipun kita
- meyakini bahwa Allah menciptakan
- semuanya itu atas pengetahuannya, atas
- ilmunya ya. Namun Anda jangan gundah.
- Tutuplah dengan tobat ya. Bahwa dosa
- besar itu sudah tuh serahkan kepada
- Allah. Ketika mereka misalnya membuka
- aib kita, sudah tidak harus dihadapi.
- Biarkan saja. Yang jelas apa yang sudah
- Allah tutup selama ini jangan kita ikut
- membukanya. Ketika Anda tidak bereaksi,
- dia pun yang menunduh atau mengetahui
- tadi tidak yakin itu benar atau tidak.
- Misalnya dukun tahu, "Oh, Anda dulu
- begini melakukan begitu." Padahal tidak
- ada yang tahu. He ya. Padahal tidak ada
- yang tahu. Nah, kemudian dia
- menebak-nebak, "Oh, Anda dulu begini
- begini." Anda enggak usah berkomentar,
- diam saja. dia punya Anda mengakibatkan
- dia juga ragu. Benar enggak nih ketika
- di orang dituduh melakukan ini kok dia
- diam aja tidak merespon gitu kan. Itu
- menunjukkan tauhid Anda kuat. Tapi kalau
- Anda juga merespon, oh Bapak tahu dari
- mana saya? Ah jangan sudah ya karena itu
- juga pengaruh secara psikologis. Oke
- kembali kepada masalah. Anda hanya
- bertobat kepada Allah. Minta kepada
- Allah agar Allah menutup aib kita.
- Ya, kalau begitu kalau Anda ingin
- ditutup aibnya oleh Allah, maka tutup
- aib orang
- lain. Salah satunya juga kalau kita
- melihat orang lain memiliki aib, tidak
- harus diekspos, tidak harus di-share,
- tutup sudah. Karena bisa jadi aib itu
- juga menunjukkan aib kita. Ya, jadi itu
- kemudian kita mohon kepada Allah ya agar
- Allah menutup aurat kita dan aurat
- muslimin secara keseluruhan ya. bahwa
- kemudian tadi dibongkar oleh dukun,
- belum tentu si dukun juga tahu pasti
- dengan yakin bahwa Anda melakukan, yaitu
- kebetulan saja pernyataan dia benar
- dengan rata-rata orang yang percaya itu
- karena tadi padahal si dukun aja
- nebak-nebak sama gitu ya. Nebak-nebak
- betul karena jin yang ngasih tahunya
- juga tidak jelas. Apalagi setelah
- lahirnya Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Apalagi telah dibacakannya
- Al-Qur'an di rumah kita insyaallah kabur
- itu semua artinya menjadi tidak jelas.
- Jadi kalau orang ben ah belum tentu
- belum tentu benar. Yang tahu hanya Allah
- begitu saja sudah ya. Ya. Karena ee Anda
- nanti khawatir Anda sendiri menjadi ee
- di apa dilingkupi dengan
- pemikiran-pemikiran yang tidak sehat.
- Ya, demikian saya kira yang dapat saya
- jelaskan.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahuam
- bissawab. Wallahuam bawab. Baik,
- demikian untuk pertanyaan dari hamba
- Allah menjadi pertanyaan terakhir kita
- di sore hari ini, Ustaz. Tayib. Baik.
- Dalam program
- ee kajian sore atau sore, kitab salam
- atau menebarkan salam dan meratakannya.
- Baik, ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Dengan
- demikian ustaz sudah jumpa kita di sore
- hari ini. Namun sebelum berpisah,
- kesimpulan apa yang bisa disampaikan,
- Ustaz? Tiib. Ee sebelum ee kesimpulan
- secara utuh saya kemukakan, di pertemuan
- ini dapat kita simpulkan bahwa pertama
- ee jika kita di apa namanya? diberi
- salam oleh orang lain, maka hendaknya
- jawab dengan yang lebih baik, minimal
- dengan yang sepadan. kedua. E pertama,
- yang kedua ya sebenarnya yang pertama
- semestinya kita hendaknya mendahulukan
- memberi makan kepada orang lain karena
- itu sebagai ciri orang terbaik
- keislamannya ya. Jadi memberi makan
- kepada siapapun ya, tidak harus kepada
- orang muslim. Syukur-syukur kepada orang
- muslim, mendahulukan orang muslim,
- kerabat kita. E tetapi kalau kemudian
- kita memberi orang lain juga, orang lain
- yang saya maksudkan adalah ee dalam
- pendekatan terminologis, bukan umat
- Islam juga itu dianjurkan. Maka ee apa
- namanya ee gerakan-gerakan kemanusiaan
- ya tidak bertentangan justru sejalan
- dengan syariat Islam. He itu saja saya
- kira yang dapat saya simpulkan dari
- kajian kita pada pertemuan sore hari
- ini.
- Wasallahu nabi
- Muhammadinhamdulillahiabbil alamin.
- Subhanakallahumma wabihamdika asadu alla
- ilahailla anta
- astagfiruka. Ala minkum billahi taufik
- wal hidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh ikhwan dan akhwat. Demikian
- tadi tausiah sore kita di hari ini
- bersama Ustaz Ahmad Shoh dalam kajian
- kitab Riyadus Shihin. Pembahasan kita
- tentang salam dan meratakannya. Ikhwan
- dan akhwat saya ucapkan terima kasih.
- Begit pula rekan saya ada Yusuf
- Subangkit, kemudian Robi dan ada Rasyid.
- Kami mohon undur diri. Terima kasih.
- Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]