Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:16 Asalamualaikum warahmatullahi 0:18 wabarakatuh. Bang Dulah. Apa kabar Bang 0:21 Dula? 0:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:22 wabarakatuh, Mas Ihsan. Alhamdulillah. 0:24 Alhamdulillah. 0:26 Ini dia ya. Bagaimana Bang Dula hari ini 0:30 makin garuk-garuk kepala kita. Nampaknya 0:33 di tengah-tengah bensin macet ya susah 0:36 sekarang ngisi solar karena mau ada B50. 0:39 Dan Pak Prabowo bilang banyak negara eh 0:42 apa Prabowo bilang banyak negara dengan 0:45 [berdehem] Indonesia. Ya gimana enggak 0:47 iri ya semua bisa diatur. [tertawa] Luar 0:50 biasa ijazah meragukan saja. Nampaknya 0:53 belum kelar kata kuasa hukum Tifa. Kami 0:56 tidak pernah minta Jokowi dihukum cuman 0:59 mau tahu ijazahnya asli enggak begitu 1:01 ya. Susah banget urusan begitu. Nah, 1:04 hari-hari ini Bang Dulah kita lihat be 1:07 Geruduk Polda Metro Jaya TNI walaupun 1:10 dibantah oleh Mabes TNI ya tapi apa yang 1:13 terjadi terlihat terang benderang. 1:15 Sementara di Jawa Tengah ada larangan 1:18 jajaran penuhi panggilan kejaksaan dari 1:20 Polri. Ya, Hang Henggenghong MBG 1:23 nampaknya terbakar ke mana-mana sehingga 1:26 kendaraan Brimob bersiaga di Polda Metro 1:29 Jaya. Sementara Kejaksaan terus 1:32 memeriksa SPPG di Jawa Tengah, termasuk 1:35 milik Polri menjadi catatan lain. Ya, 1:38 belum lagi ee menteri luar negeri kita 1:41 yang kirelah Hang Henggenghong dirundung 1:45 oleh berbagai pihak. Dan apa yang Bang 1:48 Dula lihat dari negeri yang terasa 1:50 militarismenya terjadi di hari-hari ini. 1:53 Ya, Bang Dola kan enggak termasuk bilang 1:55 yang siap. Siap. Silakan, Bang Abdullah. 1:57 [tertawa] 1:58 Saya lagi banyak ketemu orang. Siapa 2:00 kamu ini latihan satpam atau [tertawa] 2:04 silakan Bang Abdullah ya. Beberapa menit 2:06 menemani Jumat berkah ini. Tafadal Bang 2:08 Abdullah. 2:10 Baik ee para pendengar Radio Silaturahmi 2:13 insyaallah dirahmati Allah Taala pada 2:14 Jumat berkah pagi ini. 2:18 Yang pertama 2:21 kadarullah saya 2:24 master saya dengan dokter saya manajemen 2:26 SDM. Jadi insyaallah saya tahu 2:29 sedikit-sedikit tentang soal manajemen 2:31 itu. H 2:33 dalam manajemen itu selalu disebutkan 2:36 yang pertama adalah planning. 2:38 Hm. perencanaan 2:41 sampai-sampai kemudian Allah Subhanahu 2:43 wa taala 2:45 di dalam menciptakan Adam sebelumnya itu 2:49 mengumumkan menginformasikan kepada para 2:53 malaikat wqbuka lil malaikat ind ardi 2:57 khalifah 2:59 diberitahukan kepada malaikat bahwa 3:02 Allah akan menciptakan 3:04 khalifah di muka bumi. Jadi itu adalah 3:09 satu konsep dalam Islam, dalam ilmu 3:11 menaju tentang perencanaan. Jadi Allah 3:14 belum ciptakan Adam tapi Allah sudah 3:16 informasikan dulu perencanaan. 3:19 Perencanaan itulah yang kemudian 3:23 bagaimanapun jeleknya 3:25 Orde lama, Orde Baru. Tetapi pada Orde 3:29 Baru itu ada yang disebut dengan GBHN, 3:33 garis-garis besar luar negara. 3:36 yang kemudian itu dibahas oleh berbagai 3:40 instansi 3:41 dengan tugas pokok oleh BAPENAS baru 3:44 kemudian dibawa ke MPR disahkan oleh MPR 3:49 baik untuk 5 tahun maupun 25 tahun 3:52 secara berturut-turut berkesinambungan. 3:56 Nah, jadi 3:58 meskipun 4:00 Soeharto itu kemudian otoriter, tapi 4:03 program-program yang disusun oleh 4:06 BAPENAS, oleh kementerian, oleh 4:09 masyarakat, oleh perguruan tinggi 4:11 itu dilaksanakan dengan kontrol yang 4:15 terbatas. 4:17 Mas Insan, salah satu perbedaan antara 4:20 Orde Baru dengan Orde Reformasi adalah 4:22 bahwa 4:24 Orde reformasi itu hampir semua, hampir 4:29 semua hampir katakanlah 90% lebih 4:32 undang-undang yang disahkan oleh DPR itu 4:35 dibawa ke MK. 4:37 Hm. 4:37 Sekitar 90%. 4:39 Masyaallah. 4:39 Kenapa? He. 4:41 Karena yang menyusunnya itu sesuai 4:43 dengan hasil survei KPK 2019, 49% 4:47 anggota DPR itu adalah pengusaha. 4:50 Sehingga mereka yang menyusun 4:53 undang-undang itu punya kepentingan 4:56 bisnisnya, baik mereka pribadi anggota 4:59 DPR maupun oligarik yang membi anggota 5:02 DPR. Orientasinya orientasi bisnis. 5:06 Yang kedua, 5:09 kalau misalnya mereka itu bukan pakar 5:13 doktor mas apa di bidangnya, maka 5:16 kemudian naskah akademik undang-undang 5:19 itu menjadi 5:21 semraut. 5:22 Hm. 5:23 Sementara pada zaman Orde Baru naskah 5:27 akademik hampir semua itu bagus. Kenapa? 5:32 Karena yang menyusunnya adalah para 5:33 pakar, 5:34 Prof. doktor yang ahli di bidangnya. 5:36 Kenapa? Karena pada waktu itu PNS 5:40 [mendengus] bisa menjadi anggota DPR, 5:42 jadi dosen, jadi guru besar, bisa jadi 5:47 anggota DPR. 5:49 Reformasi tidak boleh. 5:50 Oh, 5:51 reformasi tidak boleh. Dosen 5:53 he 5:54 guru apa itu tidak boleh. PNS tidak 5:57 boleh jadi anggota DPR. Kalau mau jadi 6:00 anggota DPR atau DPRD harus berhenti e 6:03 dari ee PNS. Problemnya adalah kalau 6:07 terpilih, kalau tidak terpilih gimana 6:09 sudah? 6:10 Itulah perbedaannya kenapa undang-undang 6:13 pada zaman orde baru dengan reformasi 6:15 itu seperti demikian. 6:17 Nah, konsep planning itulah yang 6:20 kemudian mengakibatkan terjadilah 6:23 tambal sulam seperti hari. misalnyaah 6:27 MBJ yang selalu 6:30 ke mana-mana 6:31 MBJ itu eh baru saya tadi nonton 6:35 TV sebentar tadi Mas Ihsan 6:38 disiarkan tentang MBG di Thailand. 6:40 Oh 6:41 MBG di Thailand itu sudah 20 tahun yang 6:44 lalu [mendengus] 6:45 dilaksanakan di sekolah. Jadi di sekolah 6:48 iya si 6:49 karena dilaksanakan di sekolah 6:52 maka tidak perlu sekian ribu motor untuk 6:55 kemudian petugas 6:56 kaus [tertawa] 6:57 kaos kaki 6:58 tidak perlu tidak perlu kaos kaki dan 7:01 segala macamlah tidak perlu ada sppg 7:04 untuk tentara untuk polis untuk partai 7:06 politik karena sekolah 7:08 sekolah seperti itu. itu 7:10 itu sudah kegiatan rutin pada jam 7:13 istirahat 7:14 makan itu sudah rutin seperti 7:17 ee jam 12.00 makan. Saya sudah pernah 7:21 ceritakan waktu beberapa waktu yang lalu 7:23 ketika saya di 7:25 Malaysia 7:25 Malaysia 7:27 ee anak saya nomor satu itu masuk SD 7:29 kelas 1 tahun 5 eh tahun 7:32 1985 ya 7:34 itu Senin Kamis pulang bawa roti panjang 7:36 dengan susu kotak panjang. Saya tanya 7:39 semua dapat tidak cuma beberapa orang. 7:42 Nah saya selidiki ternyata kemudian 7:44 salah seorang dosen itu mengatakan, "Pak 7:46 Cik, waktu isi formulir anaknya masuk 7:49 sekolah SD kelas 1 itu berapa gaji? 7:51 Berapa penghasilan?" 7:53 H 7:53 saya bilang, "Ya, R500 karena waktu itu 7:55 baru datang belum dapat pekerja apa jadi 7:57 RM500." Oh, iya pantas. Kenapa? Itu 8:00 dianggap miskin. 8:01 Kalau R500 miskin. Jadi standar minimal 8:04 berapa? R800. Nah, jadi karena itu maka 8:08 disubsidi oleh sekolah. Itulah MG 8:11 MBG-nya Malaysia seperti itu dan 8:14 beberapa negara yang seperti itu. Nah, 8:16 dulu sampai sekarang juga begitu masih 8:19 pesantren-pesantren itu sudah biasa 8:22 makan di pesantren apa ee tidak ada yang 8:25 apa ee ee apa mati, tidak ada yang 8:29 kercun dan seterus seperti itu. Jadi ini 8:31 karena proyek bisnis 8:33 h 8:34 mau dijadikan sebagai pencitraan untuk 8:36 kepentingan elektroak 8:38 seperti itu. Nah, sehingga tidak 8:40 akhirnya kemudian e terjadilah ambrado 8:43 seperti itu. 8:44 Jadi itu juga MBG, begitu juga penegakan 8:46 hukum. Nah, sayangnya bahwa sekarang itu 8:50 terjadi semacam rivalitas atau 8:53 persaingan. Siapa yang paling hebat? 8:56 Polisi, 8:56 h 8:57 jaksa. 8:57 Iya. 8:58 Atau 8:59 ee KPK seperti 9:00 KK. Iya. Coklat tua, coklat muda, atau 9:03 hitam warna tulisan merah. ya. 9:05 Nah, ini ini aneh, tapi satu analisis 9:09 yang menunjukkan bahwa dari peta yang 9:12 ada ee Kapolri ini kan anak buahnya 9:16 Jokowi. Ketika Jokowi 9:19 walikota di Solo, 9:20 nah Kapol ini kan pol di sana kan jadi 9:24 anak buah. ee sehingga masih 9:26 orientasinya adalah orientasi kepada 9:29 Jokowi seperti itu. Yang anehnya lagi 9:32 malah kemudian dia sudah selesai masa 9:34 jabatan malah diperpanjang masa masa 9:37 jabatannya seperti itu. 9:38 Nah, itu 9:40 ee sementara kejaksaan ini ee cenderung 9:44 pada ee Prabowo seperti itu, orang-orang 9:47 Prabowo. Nah, ee ada yang menarik itu 9:51 adalah bahwa saya perhatikan yang biasa 9:54 muncul di Kejaksaan Agung itu ee apa 9:57 namanya ee agak vokal itu saya lihat 10:01 ternyata itu mantan KPK. Jadi seperti 10:04 itu 10:05 ee sehingga kemudian pola di KPK 10:07 diterapkan di sana. Maka kemudian 10:09 tugasan agak agak agresif seperti itu. 10:12 Tapi yang menjadi ee persoalan itu 10:15 adalah 10:16 itu perilaku orang-orang 10:19 ee belum dalam sistem. Belum dalam 10:21 sistem. 10:22 Jadi kalau individu mantan KPK 10:25 insyaallah seperti itu. Tapi sistemnya 10:27 masih lama. Tapi kemudian akhirnya juga 10:30 tetap saja contoh h 10:32 ee apa namanya ee dan pitsus. 10:35 Iya. yang pitusi yang yang apa namanya 10:38 itu itu luar biasa. ee dia selalu 10:41 mengatakan harus berantas korupsi apa 10:44 macam tahu-tahu kemudian ee dia kena dan 10:47 kemudian ketika digeleda 72 kilo kilo 10:50 kilo bukan bukan [tertawa] gramas 10:55 72 kg itu. Ya Allah itu berapa ratus 10:58 tahun itu bisa hidup seperti itu. Nah, 11:02 jadi itu akan sistem sehingga begitu 11:05 maka seakan-akan kemudian ee terjadilah 11:08 ee TNI datang kemudian apa namanya ee 11:14 akad mengepung apa namanya Polda Jakarta 11:18 seperti itu. ee pengalaman ketika saya 11:22 DKP Mas Ian pernah 11:24 ee kami undang aparat tertentu untuk 11:28 mengawal kantor KPK karena mau diserang, 11:31 mau diserang oleh apa namanya ee satu 11:36 apa namanya instansi karena apa namanya 11:40 ee KPK menangani ee K 11:42 pada saat itu Syarif Sulaiman juga ada 11:44 di KPK ini ya e Bang ya. 11:46 [berdehem] 11:46 Ah, iya iya iya seperti itu. Nah, ee 11:50 jadi ee waktu itu KPK membela diri, 11:54 melindungi diri untuk diserang oleh 11:55 orang lain. Maka KPK mengundang pihak 11:58 lain. Tapi kalau ini tidak, ini terbalik 12:00 e apa namanya [tertawa] 12:02 ee menyerang untuk mau menyelamatkan 12:05 orang mereka dari sana seperti itu. Ah, 12:07 ini jadi ini 12:09 saya ngeri kalau terus berlanjut kayak 12:11 Sudan lama-lama ini begitu, Bang. Kalau 12:13 membesar, ya. He besar [tertawa] itu itu 12:17 berbahaya se kemudian seperti 12:20 [mendengus] tadi Mas Ian mengatakan ee 12:22 kok mau koperasi tapi kemudian siap 12:25 laksanakan apa namanya. Kemudian 12:28 [tertawa] 12:29 [berdehem] lantas kemudian e dan ini 12:31 yang saya katakan dengan K planning itu 12:34 bagaimana koperasi dibangun di gunung, 12:37 koperasi dibangun di di sawah dan 12:39 seterusnya. planningnya gimana itu e 12:41 seperti itu. Jadi, jadi inilah kenapa 12:44 harus perencanaan yang matan seperti 12:45 itu. Nah, ini problem yang sehingga 12:48 kemudian akhirnya karena tidak melalui 12:50 satu perencanan begitu kasus mutahir 12:53 sekarang itu kasus ee 12:55 penguburan pemimpin besar Iran itu 12:59 kemudian 13:00 negara-negara lain 13:02 ya negara-negara lain kirim apa namanya 13:05 minimal menteri kemudian seperti itu. 13:08 Lantas kemudian Indonesia kirim 13:09 dubesnya. [tertawa] Kirim dubes 13:11 negara Islam terbesar di dunia. 13:13 Masyaallah. 13:15 [tertawa] 13:15 Nah, ketika sudah dinyanyiin oleh semua 13:18 masyarakat e Indonesia, baru kemudian 13:22 berangkat kemarin apa namanya ee menu 13:25 dengan dengan [mendengus] ketua seperti 13:27 jadi apa namanya ee ee 13:31 tidak tidak apa namanya. heran juga saya 13:34 kenapa ee Prabowo kemudian bersemangat 13:38 bicara apa, tapi kemudian 13:41 Indonesia banyak negara lain yang iri 13:43 katanya. Iya iri. 13:45 Iya. 13:46 orang mereka iri karena 13:50 ee 13:52 ketika ada Singapura itu 13:55 ada warga Filipina kerja di Singapura 13:59 ee sebagai ART itu. Terus kemudian apa 14:02 namanya di apa di apakah di ee siksa 14:07 atau apa 14:08 itu ribut pemerintah Filipina hanya satu 14:10 orang 14:11 h 14:11 hanya satu orang 14:12 warga negara ribut pemerintah Filipina 14:15 Protes dan seterusnya 14:17 nah Indonesia itu di Hongkong 14:21 di Arab Saudara [berdehem] 14:24 ee sehingga kemudian akhirnya orang ee 14:28 cerita semacam jok begitu itu 14:31 satu bot begitu. Kemudian penumpangnya 14:34 banyak ombak besar terus kemudian Curmud 14:37 dikatakan barang-barang harus dibuang. 14:39 Barang dibuang kalau tidak kita 14:40 tenggelam 14:41 sudah dibuang semua barang-barang ee 14:43 ternyata masih juga. Ah ini harus ada 14:46 yang di dibuang seperti cerita cerita 14:48 nabi nabi nabi 14:52 nabi siapa? Nabi 14:54 Nabi Yunus. Yunus. Nabi Yunus. Nabi 14:56 Yunus begitu. Nah, lantas kemudian orang 14:59 Malaysia itu bilang, "Sudah, saya punya 15:00 ART saja. Saya punya ART dibuan, dibuan 15:04 pembantu rumah tangganya, PRT." 15:06 Iya. Nah, nanti saya ambil lagi dari 15:09 Indonesia. Jadi, [tertawa] jadi RT-nya 15:10 itu orang Indonesia. Aduh, tak berarti. 15:13 Masyaallah. 15:14 Jadi, ee apa namanya? Ee iri-iri dalam 15:19 konteks apa? Karena hari ini coba Pak 15:22 Prabowo pergi ke mana-mana atau siapa 15:25 saja tukar rupiah di bank. 15:27 H. 15:28 Ada enggak bank di dunia yang terima 15:30 rupiah? Enggak ada. Enggak ada. Jadi 15:32 kalau kita mau tukar rupiah kepada UAS4 15:35 harus ke maner, bukan ke bank. 15:37 Itu sampai hari ini. 15:38 I [berdehem] kita jadi ngelihat ingat 15:40 apa Buddha apa ee tokoh Buddha ee Gotama 15:43 itu yang ada di istana tapi gak 15:46 mendengar cerita rakyatnya. Kan panjang 15:48 tuh kisah itu. Bang [berdehem] Sidarta 15:51 Gotama. 15:51 Iya. [tertawa] 15:55 Itu problemnya. I 15:56 ee jadi oleh karena itu maka ee kalau 15:59 tidak cepat diselesaikan ee dengan cara 16:03 bagaimana ee kembali kepada Universitas 16:07 4 selalu saya katakan kembali ke 4 asli 16:11 karena 4 asli itu empat ulama dari 16:14 sembilan orang perumusnya itu tidak 16:16 mungkin ee mereka memasukkan sesuatu 16:20 yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan 16:22 Asunah seperti itu. Haji Agus Salim 16:25 Hazim Abdulkah Musir dan Abi Khusus 16:27 ulama-ulama seperti itu. Nah, jadi kalau 16:30 misalnya Prabowo mau betul-betul mau ee 16:34 mengabdi kepada rakyatnya kemudian 16:36 selalu mengatakan saya mati untuk raja 16:39 dan seterusnya segera dia sebutkan Perpu 16:42 yang selalu saya katakan Perpu tentang 16:44 Herba, Perpu tentang KPK, Perpu tentang 16:47 KTA Kerja, Perpu tentang IKS, Perpu 16:50 tentang apa namanya kesehatan. 16:53 Selesai, selesai seperti itu. 16:55 He bisa 16:56 ee orangnya pasti menduk beliau dan bisa 16:59 terpilih lagi 2009. Kalau tidak ya 17:01 seperti analisis beberapa orang ee 17:04 jangankan 2009 ee 2026 lewat pun juga 17:07 belum tentu seperti itu apa namanya 17:10 ee tapi yang korban kan rakyat seperti 17:13 itu, Mas Issan. 17:15 E 17:17 masyaallah masyaallah. 17:20 para pendengar [berdehem] 17:22 e apa selalu ee menginginkan sebuah 17:26 kalimat-kalimat dari orang senior. 17:29 Karena Bang Dula ini kan mengalami 17:30 berbagai zaman sampai zaman yang macam 17:33 begini. Kalau dilihat dari perjalanan 17:35 ini, separah apa dan apa masyarakat atau 17:38 pendengar setidaknya menempatkan 17:41 dirinya? Mungkin Bang Lula ada ingatan 17:43 untuk seluruh pendengar ini. Ada 43 17:46 negara, Bang Lula pagi ini. Masyaallah. 17:48 Ee berpancar ke berbagai tempat. Silakan 17:50 Bang Dula. 17:52 Iya. Jadi eh saya tadi subuh baca satu 17:58 WhatsApp menceritakan tentang Pak 18:01 Sutami, 18:02 Ir. Sultami, Menteri PU 18:06 ee waktu zaman 18:08 itu luar biasa ee apa 18:10 jalan Semanggi apa segala macam itu 18:12 beliau buat tapi rumahnya sangat 18:15 sederhana. Kemudian seterusnya 18:17 [mendengus] 18:18 terus saya bilang itu Pak Sutami. Tapi 18:22 coba perhatikan 18:24 tokoh Maisumi Haji Agus Salim. 18:27 Masyaallah. 18:27 Haji Agus Salim itu 18:30 tidak punya rumah. H 18:33 kontrak. [mendengus] 18:34 Kalau hujan itu banjir, rumah bers apa 18:38 tas-tas di disimpan dalam di ruang tamu 18:42 kalau mau tidur dan seperti itu. Dan 18:45 kemudian akhirnya ee seperti itu Haji 18:47 Agus Salim seperti itu. Sampai meninggal 18:50 tidak punya rumah. Pak Sapri negara itu 18:56 yang mengurus bank, mengurus uang apa 18:58 segala macam. Tapi istrinya itu jual ee 19:02 apa namanya? ee singkong, jual singkong 19:05 untuk apa namanya? kehidupan keluarganya 19:08 seperti itu. Ee atau misalnya ee Pak 19:12 Nasir yang juga kemudian ee bersedia 19:16 mengundurkan diri dari Perdana Menteri 19:18 demi kepentingan rakyat yang jangan 19:21 sampai kasus Aceh yang kalau misalnya 19:23 kasus Aceh itu tidak diselesaikan nanti 19:26 kemudian ee TNI mengirim pasuang ke sana 19:29 umat Islam, masyarakat Aceh bisa 19:31 terbunuh. Maka penasi memilih untuk 19:33 mengendurkan diri supaya kemudian bisa 19:35 diselesaikan dengan baik dan sampai 19:37 meninggal juga beliau tidak punya rumah. 19:40 Pak Burun Harahab Mas Ihsan saya 19:43 beberapa tahun jadi sekretaris beliau 3 19:45 atau 4 tahun sekretaris beliau itu 19:47 sampai meninggal itu tinggal rumah rumah 19:50 jabatan sampai meninggal tidak punya 19:52 rumah sendiri. Jadi saya kemudian 19:55 berpikir kenapa orang-orang dulu itu 19:58 seperti demikian? Karena pertama mereka 20:01 itu punya akidah semua bergantung kepada 20:04 Allah. Yang kedua, 20:10 semua yang dilakukan karena mengharapkan 20:13 rida Allah 20:14 sehingga dengan begitu maka kemudian 20:16 mereka bisa 20:18 apa saja yang penting untuk Allah, bagi 20:21 bangsa dan masyaallah. Mas 20:24 saya dengar cerita bahwa yang 20:27 orang-orang yang duduk di jalan di 20:30 Ponegoro itu 20:31 pada jam waktu Belanda sudah keluar itu 20:34 He 20:34 hanya ada ee apa namanya mantan wakil 20:39 presiden Adam Malik 20:40 dengan Ruslah Abdul Gani. Hanya itu. H 20:43 dan waktu itu orang bisa tinggal aja di 20:46 situ aja itu kan punya punya Belanda apa 20:48 semua kan. 20:49 Tapi tidak ada. Saya saya tanya sama Pak 20:51 Nasir sama Pak kan bukan punya kita apa 20:55 meskipun itu itu Belanda apa 20:58 tetap aja bukan punya kita 21:01 bukan punya kita yang ada itu cuma ada 21:04 Malik dengan Rusn Abulgani jadi artinya 21:06 bahwa mereka tahu yang mana mereka punya 21:08 hak mana yang punya rakyat sehingga 21:10 orientasi itulah yang membuat kemudian 21:12 ee kejujuran idealisme mereka itu. dan 21:16 kemudian datanglah beberapa orang 21:19 belakangan-belakangan seperti itu. Nah, 21:21 jadi 21:22 itu yang dimaksud dengan Rasulullah 21:24 hubud dunia warihal maut, cinta dunia 21:27 takut mati seperti itu. Itulah problem 21:30 kita sekarang ee apa namanya dalam masa 21:33 menjelang apa namanya ee hari-hari yang 21:36 akan datang bisa menyelamatkan negara 21:39 ini. 21:40 Ee jangan simpan dunia dalam hati. Ee 21:44 kita perlu dunia tapi tidak simpan dalam 21:46 hati. Kita simpan akhirat dalam hati 21:49 karena kita perlu bahagia di dunia dan 21:53 di akhirat. 21:56 Akhir has 21:59 masyaallah. 22:00 Terima kasih Bang Abdullah. 22:03 Luar biasa pagi hari ini penjelasan dan 22:06 juga pencerahannya. [terkesiap] 22:08 Sampai bertemu di hari Jumat mendatang, 22:10 Bang Dulah. Insyaallah sehat selalu dan 22:12 bermanfaat. Asalamualaikum 22:13 warahmatullahi wabarakatuh. 22:15 Waalaikumsalam warahmatullah Yeah.