Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- Bismillahirrahmanirrahimahim.
- [musik]
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullah.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain wa ala umurid dunya waddin
- wasalatu wasalamu ala asrofilyaai wal
- mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain.
- Qallahu taala fil quranil karim.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Qolu subhanaka la ilma lana illa ma
- alamtana innaka antal alimul hakim.
- Sadaqallahuladzim.
- Allahumma sholli wasallim wabarik ala
- Muhammad wa ala ali nabiyina Muhammadin
- wa ala alihi wasohbihi ajmain.
- Alhamdulillahirabbil alamin. Masih
- dipancarkan dari Jalan Masjid
- Silaturahim nomor 36 Cibubur Bekasi.
- Inilah Radio Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat
- yang dimuliakan Allah Subhanahu wa
- taala, bagaimana kabar Anda di malam
- ini? Semoga dalam keadaan sehat
- walafiat. Senang sekali saya Fauzi
- Ridwanul Haq ditemani oleh Neza dan juga
- Yusuf Subangkit dapat kembali menemani
- ikhwan akhwat dalam program tadabur
- Al-Qur'an edisi Senin
- 20 Zulhijah 1446
- Hijriah dan juga bertepatan dengan
- tanggal 16 Juni 2025 bersama guru kita
- almukaram Ustaz Doni Amir Sagaf.
- Alhamdulillah beliau sudah hadir bersama
- kita.
- Maka kita sapa guru kita terlebih
- dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabarnya, Ustaz?
- Alhamdulillah
- ee barokah. Mudah-mudahan semua
- pendengar dan pemirsa Rasil TV di mana
- pun berada juga penuh barokah pada malam
- hari ini. Insyaallah.
- Alhamdulillah. Amin. Baik, Ikhwan Awat.
- Ikwan akhwat sekalian sudah didoakan
- oleh Ustaz Doni semoga ikhwan akhwat di
- mana pun Anda berada dan dalam kondisi
- yang sehat-sehat walafiat. Amin.
- Insyaallah. Baik ikhwan akhwat.
- Insyaallah Ustaz Doni pada malam ini
- akan menjelaskan tentang empat kisah
- yang berkaitan dengan bulan Zulhijah.
- Iya.
- Apa saja empat kisah yang berkaitan
- dengan Zulhijah? Nanti kita akan
- sama-sama dengar dari Ustaz Doni. Namun
- sebelumnya bagi Anda yang ingin
- berinteraksi
- langsung dengan Ustaz dalam sesi tanya
- jawab nanti dapat menghubungi di
- 0218451512.
- Dan bagi ada yang ingin bertanya melalui
- WhatsApp dapat mengirimkan di
- 0811999720.
- Semoga kajian ini dapat memberikan
- manfaat kepada ikhwan akhwat. tentunya
- ini ee
- kisah-kisah yang berkaitan dengan bulan
- Zulhijah ini ee akhir tahun menutup
- akhir tahun 1446 Hijriah ya, Ustaz? Ya,
- betul. Iya.
- Baik, Ikhwan Awat kita mari kita semak
- dan dengarkan
- tentang empat kisah yang berkaitan
- dengan bulan Zulhijah yang akan
- disampaikan oleh Ustaz Doni Amir Sagaf.
- Tafadul Ustaz.
- Baik, terima kasih. Kang Fauzi.
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumshamdulillah.
- Alhamdulillahilladzi anzalakin fiubil
- mukminin liydadu imanan maimillahi
- junudunusamawati wal ard wallahu aliman
- hakima. Asalatu wassalamu ala al mabutur
- rahmatan lil alamin asrofal anbiyaai wal
- mursalin wa ala alihi wasohbihi ajmain.
- Amma ba'd. Ee para pemirsa Rasil TV,
- para pendengar Radio Rasil, ikhwan dan
- akhwat. Bapak Ibu yang dirahmati Allah
- di mana pun berada. Alhamdulillah di
- penghujung bulan Zulhijah ini kita
- kembali bisa ee bersama-sama insyaallah
- akan mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an
- yang penuh barokah. Dan insyaallah di
- bulan haram ini, bulan Zulhijah ini
- mudah-mudahan kebarokahan itu
- bertambah-tambah, berlipat-lipat
- sehingga Allah Subhanahu wa taala rida
- kepada kita semua. Dan apa yang akan
- kita bahas nanti insyaallah kita sharing
- bersama nanti insyaallah betul-betul
- bisa ee menjadi amal saleh yang layak
- untuk kita bawa pulang ee ke kampung
- halaman kita yang sejati yakni negeri
- akhirat. Selawat dan salam mari
- senantiasa kita sampaikan curahkan
- kepada baginda Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Allahumma shi wasallim
- wabarik alaihi waa alihi wasbihi ajmain.
- Semoga kita istiqamah terus belajar.
- terus kita mengamalkan dan mendakwahkan
- serta memperjuangkan nilai-nilai yang
- beliau sallallahu alaihi wasallam telah
- tinggalkan untuk hidup kita di atas
- dunia ini.
- Amin.
- Ee Bapak, Ibu yang dirahmati Allah,
- ikhwan akhwat sekalian,
- saya tampilkan di layar Rasil TV ya ee
- empat kisah di dalam Al-Qur'an yang
- berkaitan dengan bulan Zulhijah. Kenapa
- ini penting? Saya mulai begini Bapak
- Ibu. Kita semua tahu negara Korea
- Selatan, ya. Korea Selatan ini satu dari
- sedikit negara yang ee apa pertumbuhan
- ekonominya itu sangat pesat di dunia.
- Satu dari sedikit ya. Jadi, jadi sedikit
- sekali negara yang pertumbuhan
- ekonominya sangat pesat itu dan satunya
- adalah Korea Selatan. Bahkan kalau kita
- perhatikan sekarang di mana-mana Korea
- Selatan-Korea Selatan gitu ya, mulai
- dari kulinernya ee kemudian juga apalagi
- drama Koreanya ya ee musiknya itu yang
- di apa konser apa segala macam gitu ya.
- Ee demikian pula ee teknologinya ya ee
- otomotifnya ya dan seterusnya. Nah, tapi
- yang mungkin ee luput untuk disadari
- adalah semua yang terjadi, kebaikan yang
- terjadi kepada Korea Selatan ya artinya
- pertumbuhan ekonomi kesejahteraan yang
- sekarang didapati oleh Korea Selatan itu
- sebetulnya berhutang kepada Al-Qur'an,
- berhutang kepada satu ayat Al-Qur'an.
- Dan di sinilah pentingnya kita untuk ee
- belajar gitu ya, supaya ee kita sadar
- diri kok ee orang yang bukan Islam,
- negara yang bukan Islam bisa dapat
- benefit Quran. Artinya walaupun
- benefitnya dalam dalam arti hanya dunia
- saja ya mereka ee apa kesejahteraan
- dunianya saja.
- Selama tidak kembali kepada ee Islam
- yang ee apa sebagai syariat, maka tentu
- saja tidak bernilai ukhrawi, tidak
- bernilai akhirat ya. Tapi
- setidak-tidaknya ee apa ada kejadian ee
- pertambahan kesejahteraan yang luar
- biasa dan itu semua berkaitan dengan
- Al-Qur'an. Kok bisa begitu? Nanti kita
- buka ya. Jadi harusnya kitalah yang
- memiliki itu semua. Karena Nabi
- sallallahu alaihi wasallam nanti
- bersabda ini saya saya tampilkan dulu
- sabda Nabi sallallahu alaihi wasallam ya
- dalam ee Sahih Annasai nomor hadis 2631.
- Demikian pula dalam Sunan at-Tirmidzi
- nomor hadis 810 dan dalam Sunan Imam
- Ahmad nomor hadis 387 dalam kitab yang
- kesatu. Kalimat Nabi sallallahu alaihi
- wasallam diriwayatkan oleh Abdullah ibn
- Mas'ud radhiallahu anhu adalah eh tabiu
- bainal haji wal umrah. Ya, lakukanlah
- haji dan umrah gitu. Ee jadi haji dan
- umrah yang terjadi di bulan Zulhijah ini
- sebetulnya bukan bukan sekedar event,
- bukan sekedar ee apa peristiwa yang cuma
- lewat begitu saja, euforianya cuma
- ramai-ramai sebentar terus ee selesai.
- Tidak ada standarnya, ada tolak ukurnya
- itu gitu ya. Ada yang harus di ee di
- apa? Dievaluasi sebetulnya ya. Bukan
- dievaluasi penyelenggaraan
- penyelenggaraannya saja, tapi ee setiap
- orang yang berangkat haji dan umrah di
- bulan Zulhijah ini mestinya mengevaluasi
- diri apakah sudah sudah mencapai apa
- yang disebutkan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam dalam hadis-hadis ini. Kalimat
- Nabi, tabiu bainal haji wal umrah. Ya,
- lakukanlah haji dan umrah. Fainnahuma
- karena keduanya itu yanfianil faqro
- wazzunub. Karena keduanya itu yakni haji
- dan umrah itu tolak ukurnya adalah
- menghilangkan kefakiran dan dosa-dosa
- gitu. Dosanya iya ee oke. Tapi ini ada
- yang menarik itu kalimat Nabi
- menghilangkan kefakiran gitu. Harusnya
- haji dan umrah itu menghilangkan
- kefakiran gitu. Nah, fakir ini kan
- sesuatu yang luas nih. Nah, jemaah
- sekalian ya, ikhwan akhwat, Bapak, Ibu.
- itu sesuatu yang luas, lebih luas
- daripada kemiskinan fakir itu. Jadi
- kalau kalau orang miskin diambil dari
- kata maskana yang artinya kesengsaraan
- gitu ya, itu kelihatan kesengsaraannya
- gitu. Tapi kalau orang fakir itu enggak
- kelihatan dia bahwa dia fakir itu apa
- tidak bisa langsung terlihat begitu
- saja. Ee jadi misalkan orang duitnya
- banyak gitu tapi ee badannya sakit. Ee
- fakir berarti dia fakir dalam hal
- kesehatan ya, ketidakmampuan fakir itu.
- Eah jadi orang duitnya banyak nih ya
- tidak miskin tentu saja tapi tidak
- sehat. Nah itu fakir dia. Begitu juga
- orang misalkan badannya sehat, duitnya
- banyak tapi keluarganya tidak harmonis
- gitu ya. Ee itu juga fakir juga. fakir
- keharmonisan rumah tangga,
- ketidakberdayaan dia di situ. Maka nanti
- kalau Bapak, Ibu misalkan ikhwan-akhwat
- buka Quran surah Albaqarah ayat 273
- itu ya 273 itu
- kalimat Allah begini. Lil fuqar lil
- fuqaradina uhsiru fiibilillah la
- yastatian fil ard yahsabuhumul jahilu
- agniya taauf. ee infak terbaik itu kata
- Allah kepada para orang fakir. Mereka
- itu adalah orang-orang yang ee salah
- satunya tidak punya waktu untuk mencari
- dunianya karena habis waktunya di jalan
- Allah. Itu fakir juga mereka itu.
- Sementara tidak kelihatan dia. Sehingga
- orang-orang yang tidak mengerti di
- sekeliling dia tidak tahu kalau orang
- itu fakir. Dan mereka tidak minta-minta
- kepada manusia. La yasalunanasa ilhafa.
- Enggak minta kepada manusia. Ee itu
- kadang-kadang orang luput juga tuh ya
- orang-orang para guru, para ustaz di
- sekitar kita itu ya boleh jadi mereka
- orang fakir karena mereka tidak memiliki
- kemampuan keuangan itu gitu karena
- enggak sempat berbisnis, enggak sempat
- bekerja gitu. Jadi kadang-kadang kita
- memperhatikan orang-orang miskin tapi
- lupa orang-orang fakir gitu. Nah, jadi
- ee kata Nabi kembali kepada hadisnya ya
- harusnya
- umrah dan haji itu menghilangkan
- kefakiran dan dosa. Dosanya sih oke kita
- kita pahamlah ya kalau dosanya itu ya.
- Ya, tapi kefakiran ini kok bisa begitu
- ya gitu ya. Kok menghilangkan kefakiran
- gitu loh. Ee terus terang kalau kita
- boleh evaluasi ya jemaah haji kita itu
- terbanyak di dunia. Jadi data tahun 2024
- di layar Rasil TV saya tampilkan 241.000
- orang jemaah haji Indonesia 2024 itu
- terbanyak seluruh dunia. Demikian pula
- kalau digabung jemaah haji dan umrah ini
- juga data tahun 2024 ada sebanyak
- R.487.000
- Rib orang Indonesia yang berangkat ee ke
- tanah suci untuk haji dan umrah. Terus
- meningkat setiap tahunnya. Dan jumlah
- ini jumlah terbanyak di seluruh dunia
- ya. Jumlah terbanyak di seluruh dunia
- Bapak Ibu. R.467.000
- orang.
- Nah, tentu saja evaluasi kita tadi
- kepada hadis Nabi sallallahu alaihi
- wasallam tadi apakah sudah menghilangkan
- kefakiran ini? Padahal kata Nabi tabiu
- bainal haji wal umrah fahuma yanfianil
- faqunub ya menghilangkan kefakiran dan
- dosa gitu lah. Terus terang harus kita
- harus kita berani untuk autokritik ya
- kepada diri kita sendiri, berkaca kepada
- diri kita sendiri supaya betul-betul ee
- kita dapati di mana harusnya ee apa ee
- menghilangkan kefakiran itu.
- menghilangkan kefakiran seperti ee apa?
- Api yang menghilangkan karat. Nah, gitu
- ya. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah.
- Jadi, sebetulnya ee ee ini hal yang amat
- krusial bagi kita untuk kita ee perbaiki
- supaya ee sesuai dengan standar yang
- telah disampaikan oleh Nabi sallallahu
- alaihi wasallam. Demikian pula kurban
- kita. Kurban gitu juga Bapak, Ibu.
- Kurban itu kan oleh Allah dibuat
- standarnya itu kurban itu Quran surah
- Al-Haj ayat 37 kan surah 22 bolak-balik
- kita dengar kalimatnya ini standar
- kurban itu ya ee ini yang berkaitan
- dengan Zulhijah ya bulan Zulhijah ada
- yang berhaji, ada yang berumrah, ada
- yang berkurban.
- Standar kurban itu bukan dagingnya,
- bukan berapa banyak kilonya, bukan
- berapa banyak ee hewannya, berapa ekor,
- bukan itu. Tapi kata Allah yang sampai
- itu takwanya, konversi atau perubahan
- seseorang dari takwanya itu. Itu yang
- sampai ya. Layanallaha luhumuha wa
- dimauha wakialuhu
- attaqwa minkum. Tidak akan sampai kata
- Allah ya darahnya hewan kurban,
- dagingnya hewan kurban. Bukan itu yang
- nyampai kepada Allah. Yang nyampai
- kepada Allah itu adalah seberapa
- takwanya seorang pekorban itu, gitu.
- Nah, jadi sebetulnya di sini ada PR kita
- nih untuk menjelaskan ya apa itu takwa
- dalam konteks kurban. Apa itu yanfianil
- fakr tadi dalam konteks ee haji dan
- umrah. Nah, menariknya Bapak Ibu,
- Korea Selatan pernah mengalami keajaiban
- Quran itu ya walaupun mungkin mereka
- enggak sadar gitu ya, kita juga mungkin
- enggak sadar. Nih kembali kepada Korea
- Selatan tadi ya. Tahun 0-an
- mereka itu masih negara miskin. Ini
- dicatat oleh si NBC ini Bapak, Ibu ya
- jemaah sekalian. Si NBC mencatat ini di
- layar saya tampilkan tahun 1 pendapatan
- per kapita ya rakyat Korea Selatan.
- Artinya rata-rata orang Korea Selatan
- itu cuma uangnya cuma sekitar Rp1,4 juta
- per tahun.
- Per tahun. R,4 juta tuh kalau dibagi 12
- kira-kira cuma Rp100.000-an.
- Cuma Rp100.000 kurang eh 100.000 R lebih
- dikitlah ya. Pendapatan rata-rata orang
- Korea sebulan. Sebulan ya. Indonesia
- dulu tahun 60-an sudah di atas Rp500
- ya. Jadi waktu itu ee Korea Selatan
- negara miskin tapi berkembang dengan
- cepat sampai menembus angka 35.000
- US Do atau Rp519 juta rata-rata orang
- Korea punya duit setahun pada tahun
- 2021.
- Jadi dari 100.000 melonjak menjadi R19
- juta
- per eh maaf dari Rp1,4 juta per tahun
- melonjak jadi Rp519 juta per tahun.
- Pendapatan rata-rata orang Korea 50019
- juta itu kalau dibagi 12 itu kira-kira R
- jutaan 1 bulannya.
- Rata-rata orang Korea punya uang Rp50
- juta ya rupiah. Rupiah kita ya rata-rata
- 1 bulan gitu ya. Kenapa bisa begitu? Dia
- berhutang sama Al-Qur'an ini karena ada
- peristiwa ya di mana presiden mereka
- waktu itu tahun 3 namanya Park Chunghi
- presidennya itu waktu dia berkunjung ke
- ke Malaysia dia tertarik dengan satu
- kaligrafi
- yang ada ter ee apa tergantung kaligrafi
- itu di ee kantor wakil perdana menteri
- Malaysia yang saat itu dia kunjungi
- yakni Tun Abdur Razak.
- Nah, dia tanya sama interpreter atau
- penterjemah itu ya mengenai apa tulisan
- isi tulisan yang ada di tembok ya Tun
- Abdul Razak gitu ya kaligrafi itu. Lalu
- dijelaskan ya oleh interpreter oleh
- penterjemah bahwa kalimat itu adalah isi
- dari ayat suci kami yakni surah Arra'du
- surah ke-13. Potongan ayatnya di ayat
- yang ke-11. potongannya di pertengahan
- ayat itu ada kalimat innallaha la
- yugyiru ma biquin hatta yugiru ma
- bianfusihim. Ya kata penterjemah kurang
- lebih Tuhan tidak akan mengubah nasib
- seseorang, nasib sebuah bangsa sampai
- mereka mengubah diri mereka sendiri
- gitu. Potongan ini, Pak, potongan dari
- ayat surah Ar-Ra'du ya. Surah Arra'du
- surah ke-13 ayat yang ke-11. Nah,
- rupanya berkesan ayat ini, kata-kata ini
- oleh Park kepada Park Chuki berkesan.
- Sehingga begitu dia kembali ke Korea, ke
- negaranya, kemudian dia menerapkan
- sebuah program yang sangat terkenal di
- dunia ekonomi. Nama program itu Semaul
- Undong. Semaul Undong itu adalah program
- untuk masyarakat supaya bisa pintar
- mengelola keuangan negara. Nah, jadi
- duit negara tuh dikasih ke masyarakat
- suruh bikin proyek-proyek strategis
- nasional. ee bukan kepada perusahaan
- ya. Nama program itu Semaul Undong
- namanya. Jadi duit negara ya pinjaman
- luar negeri diberikan kepada masyarakat.
- Nih kamu diberi uang sekian ya tahun
- depan atau 2 tahun lagi kamu harus
- membuat harus membangun ee jalan ya
- sekian puluh kilometer. Nah gitu ya.
- Begitu juga yang lainnya. Kamu harus
- bisa bikin rumah sakit. Nah ini uangnya
- ya. Jadi perusahaan-perusahaan itu tidak
- dipakai oleh Park Junghi. Yang dipakai
- adalah kelompok masyarakat supaya
- uangnya lari atau masuknya ke
- masyarakat. Nah, tentu saja masyarakat
- di situ kan kesulitan kan ya. Tiba-tiba
- suruh bangun rumah sakit, tiba-tiba
- suruh bangun ee irigasi, tiba-tiba suruh
- bangun sekolah gitu ya, tiba-tiba suruh
- bikin jalan raya. Gimana bisa? Orang
- enggak pernah belajar. selama ini hanya
- perang saudara dengan eh Korea Utara.
- Nah, di situlah Park Chunghi
- mengkampanyekan kalimat yang dia jumpai
- di kantor Tun Abdul Razak 1963
- tahun 0 dia mengeluarkan program semaul
- Undong itu di mana-mana di seluruh Korea
- Selatan ditulis besar-besar kalimat
- Tuhan tidak akan mengubah nasib Korea
- sampai Anda mengubahnya sendiri. Kalimat
- itu adalah kalimat yang diambil dari
- dari Malaysia waktu itu waktu dia
- berkunjung ke sana dan itu adalah ee
- ayat ke-11 dari surat Arraadu
- penggalannya
- dalam pidatonya. Jadi dia juga
- mengucapkan itu ya. Artinya dia mau
- bilang sama rakyatnya, "Kalau kalian
- saat ini belum bisa, belum punya ilmunya
- dalam membangun jalan raya, dalam
- membangun irigasi, bagaimana teknik
- sipilnya dan lain sebagainya, kalian
- punya waktu 1 tahun, ayo belajar,
- uangnya disiapkan oleh negara." Nah,
- tidak ada alasan untuk tidak belajar
- karena Tuhan tidak akan mengubah nasib
- Korea sampai Anda mengubahnya sendiri.
- Eh, kalimatnya dijadikan begitu tuh oleh
- Pak Cuki itu ee terinspirasi atau
- diambil dari Al-Qur'an. Dan rupanya
- berhasil, Bapak, Ibu ya. Program itu
- berhasil
- dari tahun 1970 sampai 1979 itu berhasil
- tuh ada 9 tahun ee pendapatan per kapita
- Korea Selatan itu tidak pernah
- yang paling yang tidak pernah lebih
- tinggi daripada 9 tahun. Sejak 1970 dan
- 79 sampai 79. 9 tahun itulah yang
- tertinggi sepanjang sejarah Korea.
- Ya, belum pernah setinggi itu lagi.
- Belum pernah ya. Jadi kehebatan Korea
- Selatan sekarang dengan ekonominya itu
- bersandar kepada program semaul Undong
- yang 9 tahun digagas oleh Parunghi. Ee
- tahun '9 dia ditembak mati ya. Ee
- program itu pun berhenti Bapak Ibu ya.
- Nah, jadi 9 tahun itulah yang menjadi
- istilahnya kalau orang ekonomi bilang
- fundamental dasar ekonomi Korea Selatan.
- Dan itu semua bersandar pada program
- SMAUL Undong. Dan program semaul Undong
- itu bersandar pada kalimat Tuhan tidak
- akan mengubah nasib Korea sampai Anda
- mengubahnya sendiri. Dan kita tahu itu
- mengambil dari Al-Qur'an surah Ar-Ra'du
- ayat ke-11. Nah, kalimat itu dulu
- terkenal sekali di mana-mana itu ya, di
- seluruh di seluruh Korea itu, Bapak,
- Ibu. Ee jadi ikhwan akhwat sekalian ee
- melihat sepotong ayat Al-Qur'an tapi
- berhasil ya mendapatkan benefitnya. Kok
- bisa begitu ya? Nah, ini saya merasa
- merasa malu dengan diri saya sendiri
- sebagai orang Islam, sebagai orang Islam
- yang akrab dengan Al-Qur'an.
- menghafalkan Al-Qur'an dari kecil, dari
- muda gitu ya, dari remaja ya,
- bolak-balik baca Quran tapi kok
- benefitnya tuh kayaknya kita belum dapat
- gitu ya. Ada apa di situ? Nah,
- jawabannya mungkin Bapak, Ibu yang
- dirahmati Allah, ikhwan-akhwat sekalian,
- mungkin selama ini kita melihat
- ibadah-ibadah itu wabil khusus dalam
- bulan Zulhijah ini apalagi itu hanya
- sekedar ibadah mahdoh saja atau event
- tahunan saja. Nyembelih kurban. Ya
- sudah, nyembelih kurban. Niat untuk
- berbagi-bagi kurban kepada orang lain.
- Sudah selesai, udah. Padahal tidak
- berhenti di situ ibadah haji datang ke
- tanah suci ya mungkin menangis di Padang
- Arafah gitu ya ingat dosa ketika
- melontar jamarat demikian pula berniat
- untuk tidak lagi apa ee untuk menjadi
- orang baik gitu ya. Tapi [berdehem]
- begitu kembali ke tanah air ah balik
- lagi dia kepada karakter sebelumnya gitu
- ya. Nah, apalagi ada berita memalukan
- juga tuh beberapa waktu lalu saat saat
- ee apa? Pelaksanaan ibadah haji, yakni
- di hotel tempat orang Indonesia, jemaah
- Indonesia menginap gitu ya. Tiba-tiba
- terdengar alarm ya di seluruh di di
- semua lantai di hotel itu [berdehem]
- sampai-sampai semua orang harus keluar
- ya. Banyak orang-orang yang sudah lanjut
- usia yang tergopoh-gopoh harus keluar
- karena dikira betul-betul ada kebakaran
- gitu ya. Rupanya apa? Rupanya alarm di
- gedung hotel itu tertrigger bunyinya itu
- ya. Jadi jadi bunyi alarmnya itu karena
- dipakai ada satu kamar yang dipakai buat
- merokok oleh jemaah-jamaah haji
- Indonesia. Jadi begitu banyak asapnya
- sampai dikira oleh alarm itu terjadi
- kebakaran gitu. Akhirnya heboh satu
- hotel ya, satu hotel itu dan
- betapa kasi jemaah-jamaah lain yang
- kondisinya sudah ee tua baru pulang dari
- melakukan ibadah haji dari apa ee jalan
- kaki atau apa capek gitu mau istirahat
- ya. Tapi harus terjadi peristiwa seperti
- itu. Itu peristiwa yang memalukan gitu.
- Jadi haji, haji dan ee mungkin umrahnya
- itu ya sampai di tanah air enggak ada
- terjadi perubahan apa-apa dalam
- karakternya. Ee sehingga ee apa ee
- dampak yanfianil fakr tadi yang
- disampaikan Nabi sallallahu alaihi
- wasallam itu enggak kelihatan gitu.
- Demikian pula e dampak ketakwaan yang
- Allah Subhanahu wa taala jelaskan
- mengenai orang-orang yang berkurban
- tadi. Tidak juga tidak kelihatan juga
- karena tidak terjadi perubahan
- signifikan kecuali hanya ee apa?
- Penyembelihan hewan kurban saja ya.
- Nah, Bapak Ibu gimana caranya ya supaya
- kita bisa ee sampai ke dalam perubahan
- tadi itu? E dalam surat Arra'du itu
- Allah bilang begini kan. Innallaha la
- yugir biquin. Allah tidak akan mengubah
- nasib suatu kaum. Itu sudah kunci. Itu
- kunci Allah kunci. Tidak akan mengubah,
- tidak akan berubah nasib suatu kaum itu.
- Ee nasib sebuah keluarga enggak akan
- berubah. Nasib satu kaum tidak akan
- berubah. Nasib seseorang tidak akan
- berubah. Sampai kapan? Sampai dia
- mengubah jiwanya.
- Hatta yugiru mafusihim. Jiwanya dia
- sendiri
- yang harus berubah.
- Nah, sebetulnya peluang perubahan itu
- ada di setiap event-event ya yang
- terjadi setiap tahun dalam syariat
- Islam. Bapak, Ibu ya, ikhwan-akhwat
- sekalian. Ada orang bertanya, "Gimana,
- Ustaz, saya kok susah aduh apa
- berkomunikasi dengan anak saya, anak
- saya dibilangin susah gitu ya."
- Sebetulnya perubahannya tidak akan
- terjadi sampai orang tua itu mengubah
- karakternya dia sendiri. karakternya
- beliau sendiri.
- Nanti kita buka ini ya harusnya ke situ
- ya. Karena kata Allah ini janji Allah
- inallahirus
- gitu. Nah kalau park chunghi tadi
- presiden Korea Selatan itu dia mengubah
- karakter masyarakat Korea Selatan dengan
- tangan besi. Jadi dia bilang ini program
- semaul Undong ini Tuhan tidak akan
- mengubah nasib Korea sampai Anda
- mengubahnya sendiri. dia dapat dari
- Quran tuh. Tapi implementasinya ya oleh
- dia e orang suruh belajar kalau enggak
- mau belajar ya nanti ada ada yang nanti
- ditangkap masuk penjara ya ada yang
- dibunuh apa dan lain sebagainya kalau
- sampai terjadi kegagalan tangan besi dia
- e sehingga tahun '9 ya dia ditembak mati
- oleh orang-orang yang tidak suka dengan
- dia. Nah kalau kita Bapak Ibu kita ini
- pemilik Al-Qur'an artinya umat Islam itu
- kan pemilik Al-Qur'an kita ini. kita
- tahu lebih banyak daripada parkhi. Dia
- cuma tahu mungkin satu ayat ini yang dia
- temui di ee Malaysia waktu dia
- berkunjung gitu ya. Kalau kita tahu isi
- Quran itu semuanya gitu ya, maksudnya ee
- Al-Qur'an itu akrab dengan kitab. Maka
- kita pun tahu bahwa perubahan jiwa itu
- akan terjadi
- kalau
- kita betul-betul mentelaah.
- Mentelaah apa?
- mentelaah kisah-kisah [menghela napas]
- di dalam Al-Qur'an
- gitu.
- Jadi, setiap event ya di sepanjang tahun
- itu itu ada kisahnya
- di dalam Al-Qur'an.
- Nah, maka kata Allah nih surat Hud ayat
- 120
- di layar Rasil TV saya tampilkan.
- Silakan kalau Bapak, Ibu, ikhwan akhwat
- mau buka di ee rumah ya para pendengar
- radio Rasil. Kalimat Allah begini. Ini
- penting sekali nih. Surat Hud ayat 120.
- Inilah metodenya. Metodenya ya. Metode
- mengubah karakter kita ya. Jadi
- berangkat haji ada kisahnya itu yang
- harus kita pelajari supaya karakter kita
- berubah seperti itu. Berkurban ada
- kisahnya ya. Harusnya kita berubah
- seperti itu nanti kita buka. Demikian
- pula yang lainnya ya. Misalkan tahun
- depan nih, bulan depan gitu ya, bulan
- Muharram ya kan kita tahu itu adalah
- bulan hijrah ya kan. ee biasanya akan ee
- hijrahnya Nabi ee itu ada kisahnya itu
- kisahnya kita pelajari misalkan surah
- ke2 Albaqarah ayat 207 kisah hijrahnya
- Suhaib Ibnu Sinan radhiallahu anhu itu
- eh apa eh waminanasi yasri nafsahillah
- wallahu bil ibad kalimatnya 207 surah
- Albaqarah itu asbabun nuzulnya mengenai
- Suhaib Ibnu Sinal yang merupakan
- penghijrah atau yang berangkat hijrah
- terakhir. Nah, beliau lepaskan semuanya
- harta kekayaan beliau itu demi bisa
- hijrah kepada Rasulullah di Madinah
- gitu. Demikian pula Isra Mikraj ya. Ah,
- tentu saja ada kisahnya ya. Sebagian
- riwayat mengatakan dua ayat terakhir
- dari surah Al-Baqarah itu adalah ayat
- yang didapat Nabi sallallahu alaihi
- wasallam ya diberikan kepada Nabi
- sallallahu alaihi wasallam di ee waktu
- peristiwa mikraj ee begitu dua ayat
- terakhir itu ee dan lain sebagainya
- kisah-kisahnya itu. Eah demikian pula
- bulan Ramadan apalagi itu ya kisahnya
- banyak sekali itu. Kenapa kok ee Allah
- katakan dia syahrul Qur'an e syahr
- Ramadan alladzi unzila fil Quran?
- Padahal Al-Qur'an sudah diturunkan sejak
- awal dulu. Tapi perintah Ramadan baru
- terjadi di tahun kedua hijrah Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Ya, rupanya
- bersamaan hampir bersamaan juga dengan
- perintah pindah kiblat ke Makkah dulunya
- ke Baitul Maqdis. Apa yang terjadi di
- situ? Nah, gitu. Ee jadi semua ada
- kisahnya [berdehem] dalam Al-Qur'an itu.
- Belum lagi kisah-kisah nabi-nabi yang
- lain
- yang berkaitan dengan itu semua gitu ya.
- Nah, Bapak Ibu yang dirahmati Allah,
- dalam ayat ini Allah mengatakan waquusu
- alika bilir rusul. Dan kami kisahkan itu
- semua kisah-kisah rasul itu ya kepada
- kalian semua. Walaupun ini khitabnya
- kepada Nabi awalnya alaika. Tapi kepada
- kita semua yang ee mendapatkan warisan
- Al-Qur'an ini kan ya ee untuk apa
- dikisahkan kisah-kisah tersebut dalam
- Quran? Kisah itu memakan jumlah
- terbanyak dalam Quran itu kurang lebih
- 70% isi Quran itu kisah yang berulang
- itu lah. Tujuannya apa? Supaya kata
- Allah mausabbitu bihi fuadak. supaya
- dengan kisah tadi itu kami meneguhkan,
- mengkokohkan
- ya fuadak
- ya pemahamanmu
- ya mengkokohkan karaktermu,
- mengkokohkan dirimu dengan kisah itu. Ee
- lalu apa kalimat berikutnya? Waja fi
- hadil haq. Dan kami datangkan di dalam
- kisah itu kebenaran wauah. Demikian pula
- ee mauah ya atau pelajaran wazikro lil
- mukminin. Dan demikian pula ini semua
- adalah peringatan bagi orang-orang yang
- beriman. Nah, jadi dengan kisah itulah
- kita bisa mengubah jiwa kita. Nah, jadi
- Zulhijah demikian pula bulan-bulan yang
- lain itu sepanjang tahun itu ada
- kisahnya.
- Belajarnya ke situ kita berangkat haji
- nih ya. tubuh kita berangkat haji. Tapi
- di sana kita belajar dari kisah yang
- berkaitan dengan tempat dan waktu haji
- itu. Sehingga kita pulang membawa
- karakter yang sudah berubah. Ya,
- pelajarannya di mana? Ya, di Padang
- Arafah itu ketika Nabi Nabi Adam, Siti
- Hawa, kemudian juga ee apa? Iblis gitu
- ya. diusir dari surga tiga makhluk ini.
- Tapi kemudian berbeda ya Allah kepada
- kepada tiga ketiganya itu. Kepada iblis
- Allah melaknat selama-lamanya tapi
- kepada Adam dan Hawa Allah ampuni dan
- Allah rahmati. Kenapa? Nah ada kisahnya.
- Ee jumpanya Nabi Adam Siti Hawa di mana?
- Di Padang Arafah.
- Jadi wukuf di Arafah wajib bagi semua
- jemaah haji. Ee wajib semuanya enggak
- boleh, enggak bisa digantikan. Enggak
- bisa bayar dam ya, enggak bisa bayar
- kifarah ya, harus wukuf Arafah, alhaju
- arafah. Nah, harusnya di di situ apa
- yang kita bawa pulang? Kisah ya,
- perjumpaan Nabi Adam dan Siti Hawa
- menunjukkan di situ belajar dari Nabi
- Adam dan Siti Hawa gitu. Jadi, geser
- paradigma jangan seperti iblis, tapi
- seperti Adam dan Hawa. Nah, itu yang
- harusnya kita bawa pulang. Demikian pula
- kisah pekorbanah ini yang mungkin akan
- kita bahas ya.
- [berdehem]
- Lebih jauh kisah pengkorban. Pengkorban
- pertama di dunia ini adalah dua orang
- anak Nabi Adam, yakni Hamil dan Qabil.
- Bapak, Ibu hadirin yang dirahmati Allah.
- Nah, dalam kisah ini Allah ajarkan
- kepada kita standar takwa untuk para
- pengkurban itu kayak apa? Eah, itu kayak
- apa dia [berdehem] standar takwa itu?
- Kan tadi yang sampai kepada Allah hanya
- takwanya gitu kan ya. takwanya kayak apa
- itu? Ee jadi kalau kita enggak kalau
- kita enggak buka, kita enggak enggak
- tahu ya bahwa ada ada standar yang
- seperti itu harusnya ya. Nanti kita buka
- yang ini ya. Saya lanjut dulu. Kisah
- ketiga adalah kisah Nabi Nabi Ibrahim
- dan ini sudah sering kita dengar Nabi
- Ibrahim dan keluarga beliau yakni anak
- beliau Ismail, istri beliau ee Siti
- Hajar. ya. Tapi mungkin ya pembahasannya
- tidak tidak sampai atau tidak utuh ya.
- Karena dalam ee kisah Ibrahim dan Ismail
- ini sebetulnya betul-betul adalah kisah
- rumah tangga ya. Karena di dalamnya ada
- kalimat ee di dalam surat Assfat ayat
- 102 ada kalimat ya budayaiyah wahai
- anakku dan ya abati. Panggillah Nabi
- Ismail kepada Nabi Ibrahim kepada
- bapaknya. Wahai anakku", kata Nabi
- Ibrahim kepada Nabi Ismail. Nah, lalu
- wahai bapakku, kata Nabi Ismail gitu ya.
- Jadi kisahnya itu adalah bagaimana
- menjadi orang tua dan bagaimana menjadi
- anak,
- gitu. Ee tentu saja kisah-kisah yang
- lain mengenai Nabi Ibrahim dan keluarga
- beliau ini banyak gitu. Makanya ee apa
- ee komprehensif, menyeluruh gitu
- sebetulnya gitu ya. Nah, jadi dari situ
- kita harusnya bisa membawa ee karakter
- Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat sekalian. Nah,
- kisah keempat ya adalah kisah Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Ketika
- beliau itu ya mengharapkan punya anak
- laki-laki, lalu anak laki-laki beliau
- wafat.
- Nah, Allah perintahkan kepada beliau
- untuk fasolli labirbika wanar. Ya,
- dirikanlah salat dan menyembelihlah.
- berkorbanlah menyembelih
- ituakaal
- abtar. Di balik kisah ini pelajaran luar
- biasa kepada kita semua harusnya kita
- kita dapatkan begitu.
- Nah, dari empat kisah ini tentu tidak
- waktunya mungkin enggak cukup kita bahas
- semuanya. Mungkin kita fokus dulu kepada
- kisah pengkorban ya, yakni dua orang
- anak Adam, Habil dan Qabil ya.
- terdapat ee dalam surah Al-Maidah surah
- ke-el ayat 27
- Bapak Ibu. Jadi
- kata Allah begini sebelum [berdehem]
- sebelum ke surat Albaidah kita ulangi
- sedikit ayat 37 surah Alhaj tadi ya.
- Lalallah
- luhumuha wuha wqwaum.
- tidak akan sampai kepada Allah dagingnya
- hewan kurban, darahnya hewan kurban.
- Tidak sampai. Tapi yang sampai adalah
- takwanya kalian. Ya, takwanya kalian.
- Jadi, kuncinya takwa gitu ya. Nah,
- begitu juga takwa itu disampaikan juga
- oleh Allah ketika Habil dan Qabil ini
- dua orang ini berkurban. Yang satu
- diterima, yang satu enggak diterima.
- Tentu saja yang diterima adalah yang
- takwa. Cuma nanti ada penjelasan
- takwanya kayak apa ya. Coba kita bacakan
- dulu.
- Bacakanlah ya, ceritakanlah,
- jelaskanlah kepada umat kisah tentang
- dua orang anak Adam dengan
- sebenar-benarnyaan.
- Ketika mereka berdua berkurban
- lalu Allah terima dari yang satu. Ya,
- pada riwayatnya disebutkan yang diterima
- itu adalah Habil. Diterima dari Habil.
- Walam yutaqobbal minal akar. Sementara
- Allah tidak terima dari yang satunya
- lagi, yakni qabil. Enggak diterima.
- Nah, lalu yang tidak diterima ini
- menunjukkan
- sifat aslinya dalam berkurban itu. Dan
- inilah kenapa dia tidak diterima. Dia
- bilang begini, "Qala laaktulannak."
- saya bunuh kamu. Ee kenapa kok dia
- bilang saya bunuh kamu? Saya bunuh kamu
- itu karena di dalam kisah ini [berdehem]
- si Qobil yang tidak diterima ini itu
- kurban yang dia berikan kepada Allah itu
- tidak murni
- tapi ada maunya.
- Ada udang di balik batu. Dia pengin
- menikahi yang satu yang perempuan.
- Untuk itu dia berkurban supaya dia boleh
- menikahi yang dia inginkan.
- Nah, lalu tidak diterima oleh Allah.
- Maka itu dia marah betul kepada yang
- diterima.
- Nah, jadi pelajaran langsungnya adalah
- kalau kita berkurban jangan seperti
- Qabil. Jangan seperti Qabil itu
- maksudnya
- bersihkan kurban kita. Jangan ada
- embel-embel keinginan kita. Seperti
- misalkan
- ada orang berkurban ya, ah saya
- kurbannya ke daerah sana aja, Ustaz.
- Misalkan daerah A misalkan gitu ya. Oh,
- boleh, Pak. Bagus itu daerah A. Kenapa
- Bapak pengin berkorban ke sana?
- Ya, ini kan hitung-hitung anulah ya.
- Hitung-hitung investasilah, Ustaz.
- Maksudnya
- ini ada rencana saya pemilu yang akan
- datang. akan jadi calon legislatif di
- daerah itu. Maka mulai dari sekarang
- saya berkurbanlah di sana supaya orang
- kenal kepada saya
- gitu. Nah, itu ada udang di balik batu
- tuh ya. Ya, kalau kalau mau nanti saja
- yang lain aja. Kalau kalau misalkan
- pengin dikenal ya dengan cara yang lain
- sajalah. Nah, kurbannya itu bersihkan
- hanya untuk Allah Subhanahu wa taala.
- Seperti yang diterima nih, anak Adam
- yang diterima hamil. Dia murni kepada
- Allah saja dia. Ya. Maka itu ketika
- ketika saudaranya bilang, "Saya bunuh
- kamu." Laulan saya bunuh kamu. Kata
- Habil yang diterima qa innama
- yataqobbalullahu minal muttaqin. Kata
- kata Habil gini, "Yang diterima tuh dari
- orang yang bertakwa saja." Nah, gitu.
- Jadi, hati-hati kita kalau kurban itu
- kalau ditanyakan secara fikih ya
- tentu-tentu jawabannya bisa-bisa saja.
- Misalkan ditanya gini, "Boleh enggak,
- Ustaz, saya berkurban di daerah di
- daerah yang untuk nanti saya baju jadi
- calek gitu ya?" Mungkin kalau ditanyakan
- secara fikihnya ya bisa-bisa saja,
- enggak ada masalah.
- Tapi kalau ditanyakan secara hakikat
- ketakwaannya karena kata Allah yang
- sampai itu bukan daging kurbannya saja
- ya. Layallaha nuubuha wa dibauha. Ya,
- yang sampai itu apa? Takwanya. Dan takwa
- itu seperti seperti Habil bukan seperti
- Qabil. Ee Qabil itu dia ada baunya ya.
- Berkurban itu ada baunya dia. Ee lalu
- kalimat berikutnya di ayat 28 ya. Ini
- kan ayat 27 ya ikhwan akhwat. Surat
- Almaidah ayat 27 nih yang saya tampilkan
- di layar TV sekarang nih. Nah, ayat
- 28-nya setelah Habil tadi menjelas
- mengatakan kepada saudaranya, "Innama
- yataqobalullahu minal muttaqin." Yang
- diterima Allah cuma dari orang bertakwa.
- Lalu Habil menunjukkan
- ee bagaimana itu sebetulnya ketakwaan
- yang dimaksud itu dalam konteks kurban
- ini. Nah, makanya nanti kita harusnya
- merujuk ke kisah ini nih ya untuk
- menilai apakah kurban kita sudah diterim
- benar-benar gitu ya sesuai dengan ee apa
- petunjuk Allah atau belum gitu.
- Hamil mengatakan begini kepada
- saudaranya tadi yang pengin membunuh
- dia. Dia bilang begini,
- ma ana bibadiak.
- Wahai saudaraku, kalau kamu
- akan menggunakan tanganmu
- untuk membunuh saya sebagaimana
- ancamannya tadi, maka ketahuilah
- saya tidak akan menggunakan tangan
- saya." Ya, artinya saya punya tangan
- juga sama seperti kamu. Sebetulnya bisa
- saja saya membalas perbuatanmu,
- bisa saja saya membalas kezaliman yang
- kamu lakukan kepada saya.
- Tapi saya tidak akan melakukan itu bukan
- karena saya tidak mampu, bukan karena
- saya tidak marah, bukan karena saya
- tidak sedih gitu ya, bukan karena saya
- tidak kecewa, tapi alasannya adalah inni
- akhafullaha rabbal alamin. Alah, saya
- tidak akan berbuat itu karena saya takut
- kepada Allah Tuhan semesta alam ini.
- Gitu. Itulah takwa yang dimaksud dalam
- konteks kurban ini, gitu. Jadi orang
- yang berkurban dengan benar itu yang
- sampai takwanya itu adalah seperti
- Habil.
- Dia akan berubah
- cara pandangnya itu terhadap
- saudara-saudaranya itu berubah.
- Ya. Jadi kalau sebelum kurban mungkin
- cara pandangnya begini. Dia bilang,
- "Kalau kamu berbuat baik kepada saya,
- menghormati saya, saya akan menghormati
- kamu. Tapi kalau kamu tidak menghormati
- saya, oh jangan harap saya menghormati
- kamu." Itu kalau sebelum kurban tuh
- harusnya setelah kurban, setelah
- sembelih hewan kurban berubah tadi
- kata-katanya. Jadi seperti apa?
- Kira-kira begini.
- Kalau kamu menghormati saya, berbuat
- baik kepada saya, maka saya tentu akan
- berbuat baik kepadamu, menghormatimu.
- Tapi kalau kamu tidak menghormati saya
- atau tidak berbuat baik kepada saya atau
- menzalimi saya, maka
- itu urusanmu sendiri dengan Allah.
- Saya tidak akan membalas
- perbuatan burukmu, tidak akan berbuat
- zalim kepada kamu. Bukan karena saya
- tidak mampu,
- gua saya tidak mampu, tapi karena saya
- takut kepada Allah. Inni akfullahabbal
- alamin. Maka saya tetap akan berbuat
- baik kepadamu walaupun kamu tidak
- berbuat baik kepada saya.
- Nah, mestinya kurban itu tolak ukurnya
- ini, Pak. Hadirin yang dirahmati Allah,
- Bapak, Ibu. Jemaah sekalian, ikhwan
- akhwat di mana pun berada, tolak ukurnya
- itu. Jangan sampai kita berkurban
- bertahun-tahun ini, tapi sudah
- bertahun-tahun pula kita tidak bicara,
- tidak ngomong dengan adik kandung
- sendiri karena ada satu persoalan, sakit
- hati, marah, dan lain sebagainya. Itu
- tidak boleh terjadi. Ya. Kenapa? Karena
- tadi standar takwanya adalah inni
- akhafullahabbal alamin. Saya takut
- kepada Allah. saya tidak akan membalas
- seperti apa yang kamu lakukan kepada
- saya. Itu urusanmulah sama Allah tuh. E,
- tapi saya akan terus berbuat baik.
- Gah, jadi itu perubahan karakter dari
- Qabil ke Habil yang harusnya terjadi
- saat kita berkurban
- gitu. Barulah kemudian takwa. Ini kan
- ayat ini Allah tampilkan kepada kita.
- Ini surat Al-Maidah ini mulai dari tadi
- 27,
- kisah anak Adam kemudian 28 ini adalah
- bagaimana ketakwaan Habil itu seorang
- yang kurbannya diterima. Itu kan
- sebetulnya contoh itu buat kita itu ya
- kan contoh. Maka maka kata Allah tadi
- dalam surat Hud ayat ke-120, kisah-kisah
- ini tujuannya untuk mengokohkan
- supaya pikiran kita jelas.
- supaya kokoh karakter kita, teguh
- karakter kita, gitu. Ee tahu kita apa
- yang harus dilakukan, tahu kita
- bagaimana harusnya kita mengubah
- karakter. Karena kisahnya jelas sekali,
- ya. Kisahnya jelas sekali. Eh, to the
- point dan jelas kisahnya. Nah, jadi
- ya pengkorban-pengkurban kita-kita semua
- yang berkurban, Bapak Ibu yang dirahmati
- Allah masih punya kesempatan untuk bisa
- memperbaiki ini gitu ya. bisa perbaiki
- ini ee dalam bulan Zulhijah ini wabil
- khusus. Ee jadi kalau kita mengalirkan
- darah hewan kurban
- itu artinya sebetulnya kita harus
- mencontoh Habil melepaskan dendam
- marah yang tersimpan di dalam diri kita
- wabil khusus kepada saudara-saudara
- kita, saudara kandung, saudara sesama
- muslim kita itu harus dilepaskan. Dan
- ketika kita melepaskan tadi seperti
- Habil, maka sebetulnya kita sedang juga
- mengalirkan darah di tubuh kita ini
- dengan baik. Nah, ini ada sebuah
- penelitian di layar saya tampilkan
- penelitian yang diterbitkan jurnalnya di
- ee sebuah lembaga namanya National
- Institute of Health di Amerika, di bawah
- Kementerian Kesehatan Amerika.
- Penelitian ini atau eksperimen ini
- meneliti
- orang-orang yang menyimpan dendam. Ya,
- jadi kalimatnya recurring feeling of
- anger ini yang di layar ini. May
- increase a person's risk of developing
- heart disease
- recurring feeling of anger. Perasaan
- marah yang berulang. Ya, berulang itu
- karena tersimpan terus, enggak
- kelar-kelar gitu ya. Ya, dendam.
- Perasaan marah yang berulang itu
- meningkatkan resiko serangan jantung
- bagi seseorang.
- Kok bisa begitu? Karena limiting the
- blood vessel's ability to open karena
- marah itu eh mengurangi kemampuan
- pembuluh jantung untuk membuka.
- Ya, jadi pembuluh jantung itu akan
- menjempit ya ketika seseorang marah.
- marah
- eh itu ya ini di dilakukan penelitian
- ini oleh ee apa beberapa orang psikolog
- dan dokter antara lain namanya Lori
- Friedman Donze PhD gitu ya di Amerika.
- Ya, jadi bahkan sampai diteliti oleh
- mereka ini kalau seseorang marah maka
- kemarahannya itu berdampak kepada
- jantungnya dan akan bertahan jantungnya
- itu tidak bisa membuka atau menyempit
- pembulu jantungnya selama 40 menit.
- Ya, jadi ini kalimatnya ya eh fac
- impairment because of anger tadi karena
- marah tadi ketidakmampuan pembuluh darah
- untuk membuka was sustain up to 40 minut
- ya berlangsung selama 40 menit ke depan
- after the initial initial recall event
- that trigger the anger
- yaah baru setelah 40 eh apa bertahan 40
- menit setelah seseorang marah ya Jadi
- kalau ada orang bilang, "Ustadz, saya
- kalau marah ini cepat kok 5 menit juga
- selesai." Tidak, itu tidak begitu.
- Enggak begitu, gitu ya. Kalau perasaan
- kita mungkin iya bilang begitu, tapi
- jantung kita tidak. 40 menit ke depan
- itu masih tidak bisa membuka dengan
- benar.
- Nah, makanya dalam penelitian ini
- disebutkan bahwa aterosklerosis atau
- penyempitan pembuluh darah di jantung
- itu terjadi bukan hanya karena
- endotelial sel atau sel yang memompa
- jantung itu berkurang. Bukan hanya itu,
- tapi karena terjadinya marah
- di dalam diri seseorang gitu ya. Maka
- kata Allah,
- darah hewan kurban itu simbol
- ya dengan kita mengalirkan darah hewan
- kurban. Sebetulnya kalau kita contoh
- Habil ya, kurban kita simbolnya adalah
- ee hewan kurban yang dipotong tapi
- karakternya seperti Habil. Takwa. Takwa
- seperti hamil tadi namanya taqobullahu
- minal muttaqin tadi yakni melepaskan
- dendam dan marah itu laulani
- ilulak tadi maka sebetulnya kita juga
- sedang mengalirkan darah kita di dalam
- tubuh menjadi lancar darah kita di dalam
- tubuh itu ee jadi mengurangi penyempitan
- pembuluh darah kita dan bahkan jadi
- sehat ya jadi baik gitu kita. Nah, jadi
- sebetulnya yang yang dapat benefitnya,
- yang dapat keuntungannya
- ya dari peristiwa Habil dan Qabil tadi
- tentu saja si Habilnya yang ikhlas
- karena Allah lalu dia bertakwa.
- Ketakwaannya adalah dia katakan kepada
- abangnya, "Wahai abangku, wahai kakakku
- atau saudaraku, kalau kamu ingin
- membunuh aku dengan tanganmu, aku juga
- punya tangan, tapi aku tidak akan
- membalas seperti itu karena aku takut
- kepada Allah." Gitu ya. Jadi, jadi
- itulah sebetulnya takwa yang
- sesungguhnya gitu. Dan dan dalam konteks
- dalam konteks ini takwa. Takwa itu dalam
- kurban itu konteksnya adalah seperti
- Habil, Bapak, Ibu.
- Nah, di Indonesia kita ini kan
- pengkurban itu banyak sekali gitu ya. di
- catatan data itu 2024 itu ada 2,16
- atau 2.160
- ee rumah tangga yang berkurban gitu.
- Nah, nilai kurbannya mencapai 28 triliun
- perputaran uangnya itu. Ya, demikian
- pula ee apa ee daging dagingnya itu ada
- 117.000
- ton ya yang beredar itu. Nah, seandainya
- semua pengkurban itu berhasil
- ya sampai kepada ketakwaan
- bukan hanya dagingnya saja tapi sampai
- kepada ketakwaan sebagaimana hamil gitu
- ya. Yakni salah satu salah satu
- indikatornya adalah melepaskan dendam
- dan marah. Ah, bayangkan betapa
- berkahnya kehidupannya tadi. Kata Allah,
- "Innallahairus."
- Surat Hud tadi ya. Eh, maaf surah Arru
- tadi, surat 13 tadi ayat ke-11 tadi ya.
- Jadi bukan hewan kurbannya, bukan
- nyembelihnya saja g bukan bukan itu saja
- tapi harus sampai kepada perubahan nafs,
- jiwa, karakter
- kita. baru kemudian terjadi keberkahan
- kepada kita, Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat
- sekalian
- gitu ya. Nah, jadi itulah kira-kira satu
- kisah dari empat kisah yang sebetulnya
- ee terkait dengan bulan Zulhijah ini.
- Cuma mungkin ee waktu kita enggak cukup
- untuk membahas semuanya ya. Nah,
- setidaknya kisah bagaimana Habil dan
- Qabil sebagai pengkorban pertama di di
- alam sem di alam dunia ini ya. Kemudian
- ee ya satu diterima, yang satu tidak
- diterima. Mudah-mudahan ee kita bisa
- betul-betul menghayatinya dan ini kita
- jadikan tolak ukur dia itu ya. Kita
- jadikan dia sebagai panduan. Ini kisah
- dalam Al-Qur'an itu jadi panduan.
- bihi fuada yang dengan itu Allah ingin
- meneguhkan,
- mengkokohkan ya karakter kita ee jiwa
- kita Allah kokohkan di situ ya. Nah,
- mungkin ini satu kisah dulu, satu kisah
- saja yang bisa kita bahas ya. Silakan
- saya kembalikan kepada ee Kang Fauzi di
- studio. Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah ustaz. Jazakumullah
- khairan. Berarti baru satu kisah, Ustaz,
- ya? Masih ada tiga kisah lagi, Ustaz.
- Masyaallah.
- Betul.
- Ee baik, Ikhwan Akhwat. Sudah satu kisah
- yang dijelaskan oleh Ustaz Doni dari
- empat kisah yang kisah pertama tuh
- berarti tentang kurban. Nah,
- kita sudah masuk ke sesi dua. Kita akan
- sesi tanya jawab berdiskusi dengan
- ikhwan akhwat. Silakan sampaikan
- pertanyaan Anda. Pertanyaan pertama dari
- Bapak Agus. Ustaz, asalamualaikum.
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak
- Ustaz Doni, menurut saya pelajaran
- terbaik dari orang tua ke anak yang ada
- saat ini bukanlah di Jepang, Finlandia,
- ataupun Amerika, tapi anak di Palestina,
- Ustaz. Bayangkan mereka di tengah
- gempuran Israel, anak-anak Palestina
- tetap belajar dan mampu menghafalkan
- Al-Qur'an. Bagaimana menurut pendapat
- Ustaz? Tafadul, Ustaz.
- Iya. Baik, betul sekali. Terima kasih
- Pak Agus yang bertanya. Betul sekali.
- Sebetulnya
- dunia sekarang sedang menyaksikan. Maka
- itu banyak orang yang ee masuk Islam ya,
- terutama di dunia Barat itu karena
- menyaksikan ee betapa hebatnya ya
- orang-orang Palestina itu ya. Mereka
- memiliki sesuatu kebahagiaan yang tidak
- tidak diketahui oleh orang-orang yang
- hanya melihat materialistik atau
- duniawiah saja.
- Ee saya secara pribadi ya punya
- pengalaman langsung juga ya di Australia
- ya di Melbourne itu ee banyak
- masjid-masjid bukan bukan banyak lagi
- waktu itu dikatakan setiap hari ada yang
- masuk Islam dan alasan masuk Islamnya
- karena melihat melihat warga Palestina
- gitu. ee orang-orang yang ee kalau kita
- perhatikan yang masuk Islam itu
- orang-orang yang tidak sebelumnya tidak
- tertarik dengan Islam ya. Tidak terik
- dengan Islam dan kelihatannya memang
- tidak akan ada ketertarikan kepada Islam
- dia seandainya tidak ada peristiwa
- Palestina ini gitu. Makanya kemudian
- kita ee apa mengatakan luar biasa
- orang-orang Palestina itu menjadi ee
- martir gitu ya. menjadi martir ya demi
- tersebarnya Islam itu kalau kita lihat
- sudut pandangnya dari sudut itu wah luar
- biasa gitu ya tapi tentu saja memang
- kezaliman ini tidak bisa di ee biarkan
- karena itu adalah bentuk kezaliman
- terhadap ee seluruh manusia sebetulnya
- gitu ya. Ya, tapi di sela-sela itu
- memang Allah berikan ee apa? Hikmah yang
- luar biasa juga ya banyaknya orang-orang
- yang justru masuk Islam ya setelah
- mereka menyaksikan apa yang sedang
- terjadi di pentas dunia secara ee brutal
- gini ya. Demikian kira-kira.
- Hm. Alhamdulillah. Baik, demikian Pak
- Agus semoga dapat menjawab. Pertanyaan
- kedua dari Bapaknya di Jakarta Selatan.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Saat ini kita melihat banyak orang yang
- berkurban dan diharapkan dengan
- berkurban itu akan melahirkan ketakwaan.
- Namun dengan banyaknya orang berkurban,
- ternyata kejahatan kemungkaran di negeri
- ini bukannya berkurang malah bertambah.
- Hal seperti ini di mana letak salahnya?
- Apakah kurbannya tidak diterima ataukah
- kita yang masih jauh dari takwa, Ustaz?
- Terima kasih. Iya, terima kasih, Pak.
- Pak, Pak Anah tadi ya yang bertanya.
- Betul sekali, Pak. Jadi ee kurban
- demikian pula ibadah-ibadah kita yang
- lainnya itu sasarannya sasaran sasaran
- akhirnya itu adalah perubahan karakter.
- Nah, itu yang selama ini tidak kita
- bicarakan, tidak hadir di ruang-ruang ee
- apa ee penjelasan gitu ya. Seandainya
- semua orang berkurban itu dibriefing
- dulu sebelum kurban bahwa harusnya
- perubahan karakter terjadi pada diri
- kita, Pak, para pengkorban seperti Habil
- tadi. Ee begitu juga yang berangkat
- haji, berangkat umrah. Tujuannya adalah
- perubahan karakter gitu. Bukan hanya
- sekedar ee apa doa dan lain sebagainya
- bukan ya. Tapi perubahan terjadinya
- perubahan karakter. Di sana belajar kita
- tuh dari mana? Dari kisah Nabi Adam
- Hawa. dari kisah Nabi Ismail, Nabi
- Ibrahim dan Siti Hajar dan seterusnya.
- Nah, itu kata Allah tadiul
- dalam surat Hud ayat 120 tadi. Nah, jadi
- itu yang belum yang belum kita bicarakan
- itu yang belum terjadi itu belum terjadi
- ke sana itu ya. Makanya sebetulnya ee
- apa ee kita sudah beribadah, sudah
- melakukan ritual, sudah melakukan
- syariat, tapi sebetulnya sedikit lagi
- yakni bagaimana syariat ritual dan
- ibadah makd tadi mengubah karakter,
- mengubah diri, mengubah jiwa gitu. Nah,
- jadi betul sekali belum terjadi
- perubahan ke sana, Pak ya, Pak Bapak
- yang bertanya tadi ya kepada takwanya
- ya. Demikian wallahuam.
- Demikian Pak Anya semoga dapat menjawab.
- Berikutnya pertanyaan ketiga dari Ibu
- Dinda di Jatiwarna. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Ustaz Doni. Saya mau bertanya. Jika
- ustaz tadi mengatakan Presiden Korea
- Selatan berdasarkan data itu tadi ya,
- Ustaz yang ditampilkan tadi ketika ingin
- mengubah karakter pelajarannya sehingga
- menjadi berhasil seperti saat ini di
- negeri Korea Selatan. Bagaimana dengan
- pola yang diterapkan oleh Gubernur Jawa
- Barat
- yang memasukkan anak nakal ke barak,
- Ustaz?
- Iya, iya iya iya. Nah, jadi sebetulnya
- memang
- ee saya kurang kompeten untuk menjawab
- ini, tapi ee saya pikir seharusnya
- memang ee tidak hanya dimasukkan ke
- barak saja anak-anak yang mungkin nakal
- dan lain sebagainya itu sebetulnya yang
- terbaik adalah memberikan ee pola
- pengajaran Al-Qur'an. Ya, ini kisah Nabi
- Ibrahim sebagai orang tua yang belum
- kita bahas nih ya. Nabi Ibrahim itu
- memberi respek ya kepada anaknya ya
- dengan kalimat beliau mengatakan ya
- bunayya inni aro fil manabi anni
- azbahuka fanzur maza taro surat assofat
- itu surah 37 ayat 102 itu. Nah, jadi
- beliau itu respek kepada anak ya. Beliau
- mimpi menyembelih anak tapi tidak
- memaksakan langsung mengatakan, "Eh,
- coba sini kamu siap-siap. Bapak mimpi
- nih nyembelih kamu nih. Bapak ini kan
- nabi. Coba kamu siap-siap." Sudah, sudah
- jangan lawan sama orang tua. Sudah
- dengerin orang tua, sudah jangan ini
- sama orang tua. Enggak gitu ya. Tapi
- Nabi Nabi Ibrahim ee bahkan
- mempertanyakan
- ya meminta pendapat anaknya mengenai
- mimpi yang dia yang dia lihat
- berkali-kali yang beliau lihat
- berkali-kali.
- Jadi seolah-olah beliau tuh meragukan
- mimpinya gitu loh. Seolah-olah ya
- seolah-olah ya demi meminta pendapat
- anaknya. Jadi lihat bagaimana beliau
- memberi respek kepada anaknya. Nah,
- orang tua-orang tua sekarang kita
- sekarang kelirunya tuh kita pikir kita
- sudah memberi memberi perhatian.
- Tapi perhatian yang dimaksud rupanya
- hanya satu sisi, satu arah saja. Artinya
- si ibu merasa sudah memberi perhatian.
- Padahal si anak melihat perhatian itu
- sebagai satu ketidakpercayaan. Contoh
- ibunya bilang, "Ustadz, ini anak saya
- sudah berikan perhatian saya full kepada
- dia, tapi dia kok begitu ya? Perhatian
- bagaimana yang ibu maksud?" "Begini,
- Ustaz. Di mana pun dia saya telepon dia,
- kalau sudah waktunya salat." "Sudah
- salat belum kamu? Ini sudah jam sekian,
- sudah tinggal dulu ini itu bla bla bla
- bla." Tuh, tuh, tuh, tuh. Nanti begitu
- waktu salat lagi saya telepon lagi.
- Pokoknya selalu saya saya perhatikan
- dia. Perhatian saya segitu besarnya
- kepada dia. Nah, waktu saya ketemu sama
- anaknya, saya tanya,
- "Bagaimana menurut kamu perhatian orang
- tuamu itu menelepon apa dan lain
- sebagainya." Kalau ee justru si anaknya
- bilang itu artinya orang tua tuh enggak
- percaya sama saya
- gitu. Nah, lihat bagaimana ditangkap
- oleh anak tuh. Niat baik tadi itu
- berbeda gitu, berbeda. Nah, jadi yang
- benar itu apa? Respek. Berikan respek
- kepada anak gitu. Respek itu apa sih?
- Respek itu melihat dia juga sebagai
- orang yang mampu gitu, memberi
- kepercayaan gitu. Nah, tentu saja dengan
- dengan respek tadi itu bukan berarti
- kita tidak memberikan peringatan, tidak
- memberikan panduan gitu ya, tapi memberi
- respek. Nah, kalau kemudian anak-anak
- muda ini hanya diberikan
- satu disiplin saja tanpa diberi respek,
- ya tentu saja saya rasa mungkin tidak
- tidak akan lama bertahannya itu. Mungkin
- terjadi perubahan tapi tidak akan lama.
- Ee justru juga mungkin bisa terjadi
- banyak hal yang ee agak negatif mungkin
- nanti ya. Jadi sebetulnya
- pendidikan terbaik itu di rumah. Di
- rumah ya. Jadi mungkin harus
- komprehensif ya segala perubahan itu
- tidak bisa parsial hanya dimasukkan ke
- apa barak saja kemudian selesai gitu.
- Tidak saya rasa ee tidak sesederhana
- itu. Ya, demikian kira-kira.
- Wallahualam.
- Demikian Ibu Dinda semoga dapat
- menjawab. Berikutnya pertanyaan keempat
- dari Bapak Dimas di Bogor. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, izin bertanya. Kalau
- kurban dari pejabat yang kita katakan
- tidak amanah misalnya, apakah kurbannya
- diterima atau tidak dan bagaimana
- seharusnya
- ee pejabat tersebut untuk berkurban
- supaya berkurbannya diterima Allah
- subhanahu wa taala? Terima kasih, Ustaz.
- Iya. Iya. Jadi sebetulnya tentu saja
- kalau kalau berasal dari uang yang ada
- uang yang haram gitu ya ya tentu saja
- tidak akan diterima dari sisi Allah
- Subhanahu kepada sisi Allah subhanahu wa
- taala. Karena yang yang tadi kata Allah
- innama kata Habil waktu dia ditanya itu
- oleh saudaranya itu dia dia bilang
- innama yataqobbalullahu minal muttaqin.
- Yang diterima itu hanya dari orang
- bertakwa saja. Nah orang bertakwa kan
- enggak mungkin makan harta yang haram
- ya. ya, dia akan makan sesuatu yang
- memang hak dia. Kalau bukan hak dia,
- enggak mungkin dia makan. Nah, jadi
- kalau uangnya saja sudah haram, pasti
- saja tidak bisa sampai kepada Allah.
- Karena yang sampai itu kan takwanya,
- bukan dagingnya, hewan kurban gitu. Nah,
- kalau ada yang seperti itu ya tentu kita
- tidak ingin ee menuduh ya para pejabat
- itu uangnya haram atau apa ya dia
- sendirilah yang tahu itu. Nah, makanya
- bagaimana kita misalkan masjid atau apa
- menerima boleh-boleh saja ya. Karena
- kita kan ee apa ee husnuzon gitu kan.
- Kita husnuzon. kita tidak tahu apakah
- halal atau haram itu urusan dia. Tapi
- kita menerima saja selama memang
- betul-betul itu adalah ee apa? Diniatkan
- untuk kurban gitu. Nah, adapun bagaimana
- apa ee dari mana atau apa gitu, itu
- tanggung tanggungannya si pengkorbannya
- sendiri. Nah, kira-kira begitu. Tapi
- kalau betul-betul dari uang yang ada
- uang yang haram yang dimakan di situ,
- maka tentu saja karakternya tidak tidak
- takwa. Demikian kira-kira.
- Demikian, Pak Dima. Semoga dapat
- menjawab ya. Semoga kurban yang
- dilakukan oleh para pejabat diterima
- Allah subhanahu wa taala. Amin.
- Amin.
- Amin. Ee baik, sebelum
- kemudian kita bacakan
- ee komentar-komentar dari para pendengar
- dari Bapak Sumantri
- ee alhamdulillah sedang menyimak Ustaz
- Fya Radio. Terima kasih Ustaz
- pencerahannya.
- Iya. Kemudian dari Ibu Aminah di Citra
- Indah. Alhamdulillah saya sedang
- menyimak, Ustaz.
- Iya, alhamdulillah.
- Kemudian Ibu Ida di Bekasi.
- Iya.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Alhamdulillah. Terima kasih, Ustaz.
- Terima kasih Rasil, alhamdulillah
- menyimak lewat radio.
- Kemudian
- masih banyak lagi Bapak Mustofa Hasan,
- Bapak Abdillah, Ibu Dian, Bapak Rasyid,
- dan Bapak Rahmat. Alhamdulillah. Terima
- kasih. Barakallahu fikum, Ustaz.
- Iya, barakallah.
- Kemudian Pak Arwin juga menyimak.
- Terima kasih, Ustaz atas tausiah dan
- nasihatnya. Semoga ustaz dan pejuang
- dakwah serta pendengar radio silaturahim
- selalu dalam sehat walafiat dan
- lindungan Allah Subhanahu wa taala.
- Kemudian Ibu Hani.
- Alhamdulillah hadir menyimak tausiah
- Ustaz Doni dan semoga selalu sehat
- walafiat dan dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala. Baik, Ustaz. E
- untuk sebagai penutup tafadul Ustaz.
- Iya. Terima kasih ee Kang Fauzi. Jadi
- ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang dirahmati
- Allah, ee semua ibadah kita itu adalah
- tujuannya untuk mengubah karakter kita
- menjadi sesuai dengan apa yang Allah ee
- kehendaki. Semua itu ada panduannya. Di
- mana? Di Al-Qur'an. Jadi Allah katakan,
- "Wausika minasul mausitu bihi fuada."
- kisah-kisah Nabi, kisah-kisah yang
- termuat dalam Al-Qur'an. E itulah
- panduan kita. Jadi, setiap event yang
- terjadi dalam 1 tahun itu ada ee rujukan
- kisahnya yang harus kita pelajari
- sebagai ee perubahan karakter. Demikian
- pula ibadah bahtah kita ya dan semua ee
- apa ee
- perintah syariat ya yang ada itu
- sebetulnya untuk mengubah karakter kita
- lewat kisah-kisah yang sudah Allah
- sediakan di dalam Al-Qur'an. Maka semoga
- bulan Zulhijah kita ini mengambil kita
- bisa mengambil pelajaran dari
- kisah-kisah yang terkait dengan bulan
- Zulhijah ini. Malam hari ini kita bahas
- baru satu kisah ya. Demikian barakallah.
- Semoga Allah berkahi kita semua. BI
- taufik walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullah wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil
- alamin. Jazakumullah khair kiran Ustaz.
- ee satu kisah dari di bulan Zulhijah ini
- di akhir tahun di tahun 1446
- Hijriah semoga membawa
- manfaat dan kebaikan dan kisah-kisah
- dari yang tadi disampaikan oleh Ustaz
- Doni dapat mengubah diri kita. Karena
- tadi yang sudah disampaikan oleh Ustaz
- Doni, innallaha la yugir ma biummin
- hatta yugir biusihim.
- Dengan ayat itu Korea Selatan bisa
- mengubah Korea Selatan menjadi sukses.
- Nah, demikian ya. Semoga dapat
- bermanfaat. Saya Fauzi mohon atas segala
- khilaf saya mohon maaf serta Neza dan
- juga Yusuf Subangit. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilahailla anta
- astagfiruka waubu ilaik. Alalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.