Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:02 [musik] 0:11 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. 0:20 Assalamualaikum warahmatullahi 0:21 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 0:23 rahimakumullah. 0:24 Alhamdulillah senang sekali bisa hadir 0:26 kembali ke ruang Anda 0:29 untuk acara Ruang Kesehatan yang 0:33 mudah-mudahan 0:34 membuat kita bisa melangkah lebih ringan 0:37 dan perjalanan kita juga jauh lebih 0:39 menyenangkan karena 0:41 eh gangguan penyakit bisa kita prediksi 0:44 dan juga bisa insyaallah kita atasi 0:47 dengan 0:48 pemahaman yang mungkin saja semakin 0:51 banyak dengan menyimak Ruang Kesehatan 0:54 dari Radio Silaturahim. 0:56 Ikhwan Akhwat mudah-mudahan kebersamaan 0:59 kali ini juga akan membuat 1:02 kemudahan-kemudahan baru karena di cuaca 1:05 yang sangat ekstrem ini, hujan dan panas 1:08 tidak bisa diprediksi datang 1:11 batuk menyapa juga tanpa permisi itu 1:15 kadang-kadang memang membuat kita agak 1:18 sedikit lelah apalagi kalau itu berada 1:23 di dalam kondisi anak-anak kita. 1:25 Mudah-mudahan ya bahasan kali ini tadi 1:28 di off air dokter yang hadir sudah siap 1:32 untuk hantarkan itu. Tidak lupa salam 1:35 selawat kita lantunkan untuk junjungan 1:37 umat kekasih kita Muhammad Rasulullah 1:40 sallallahu alaihi wasallam. 1:42 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 1:44 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 1:47 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 1:49 akhir. 1:49 Amin ya rabbal alamin. Ikhwan Akhwat 1:51 Dokter Darmawan Budi Setiawan Setianto 1:55 oh Budi Setianto salah. 1:58 Sp. Ak ini 2:00 sudah hadir untuk kita, beliau praktek 2:02 di rumah sakit yang ada di planet lain 2:04 sih, di Bekasi, yaitu di Rumah Sakit 2:07 Hermina. 2:08 Beliau adalah 2:10 alumnus UI baik dokter umumnya ataupun 2:14 juga spesialis anak dan konsultan. Sudah 2:17 siap di sini untuk kita semua, kita sapa 2:19 beliau. Assalamualaikum warahmatullahi 2:21 wabarakatuh Dokter Darmawan, sehat? 2:25 Assalamualaikum warahmatullahi 2:27 wabarakatuh. 2:29 Alhamdulillah Mbak Nuning. 2:31 Salam juga untuk ikhwan dan akhwat 2:34 Rasya. Iya. Alhamdulillah sehat. 2:37 Dengarkan dari berbagai radio juga nih 2:40 Dok, ada di Batam, ada di Aceh, ada di 2:44 Jogja, ada di Sukabumi. Mudah-mudahan 2:47 semuanya juga bisa mendapatkan. 2:49 mudah-mudahan lebih banyak manfaat yang 2:51 bisa kita dapatkan. 2:53 Nah. 2:54 Bahasan kali ini adalah batuk yang 2:56 bandel, batuk kok bisa bandel ya? 2:59 Batuk yang bandel pada anak gitu ya Dok 3:01 ya? Pada anak, karena saya spesialis 3:03 anak. Anak juga bandel sih ya, jadi 3:05 batuknya ikut bandel. Baik, mari kita 3:08 simak sepenuh hati, sepenuh rasa apa 3:11 yang akan disampaikan oleh Dokter 3:12 Darmawan Budi Setyanto, silakan. 3:16 Baik Mbak Nuning dan ikhwan akhwat 3:19 sekalian. 3:21 Pada pertemuan yang lalu kita sudah 3:23 membahas tentang batuk juga yang kita 3:25 bahas. 3:26 Batuk itu kawan atau lawan. He em, he 3:29 em. Dan sudah kita. 3:31 Bahwa batuk itu bisa dua-duanya. 3:34 Bisa menjadi kawan, bisa menjadi lawan. 3:38 Batuk adalah. 3:39 Fenomena. 3:41 Kesehatan yang sehari-hari kita jumpai. 3:45 Tidak ada satupun manusia yang tidak 3:47 pernah batuk ya. 3:50 Jadi batuk sebenarnya merupakan hal yang 3:52 wajar saja. 3:54 He em. Terutama jika hanya berlangsung 3:58 secara singkat. 4:00 Penyebab terbanyak adalah karena ISPA 4:02 biasanya ya. Infeksi saluran pernapasan 4:06 A 4:07 Apa Mbak Nuniek? 4:09 Akut, akut betul bukan atas ya. Suka 4:11 orang keliru atas ya. 4:13 Infeksi saluran pernapasan akut 4:16 yang sebagian besar disebabkan oleh 4:17 virus 4:19 dan itu akan membaik dengan cepat ya. 4:23 Istilah 4:25 nya adalah 4:26 penyakit yang swasirna. 4:30 Dari itu terjemahan dari bahasa Inggris 4:33 self-limiting disease ya. Karena 4:35 penyakit-penyakit yang disebabkan oleh 4:37 virus di saluran napas biasanya ringan 4:40 dan 4:41 secara umum daya tahan tubuh kita, 4:44 imunitas kita mampu mengatasi kita 4:46 dengan cepat ya. Sehingga disebut 4:48 penyakit swasirna. Nah, 4:50 kalau batuk yang seperti itu biasanya 4:52 tidak masalah ya. 4:54 Kurang dari sepekan 4:56 sudah reda biasanya. Bahkan hanya ya 2, 5:00 3, 4 hari biasanya ya. 5:02 Nah, yang kita bahas hari ini bukan yang 5:05 itu. 5:06 Yang akan kita bahas adalah tadi batuk 5:08 yang bandel. Nah, 5:11 pengertian bandel ini yang perlu kita 5:13 kupas. Ada ki perkiraan Mbak Nuniek, 5:15 bandel itu kira-kira seperti apa kalau 5:17 dalam bayangan Mbak Nuniek? Enggak bisa 5:19 disuruh pergi enggak mau, disuruh 5:21 berhenti entar dulu katanya. Iya, lebih 5:23 kurang seperti [tertawa] itu. 5:25 Jadi, kalau dibuat yang simpelnya batuk 5:28 bandel ini bisa dikategorikan dua. 5:32 Yang satu adalah batuk yang tidak 5:35 kunjung sembuh. 5:37 Berapa patokannya? Patokannya adalah 5:42 sampai dua pekan masih terus 5:44 berlangsung. Nah, itu kriteria pertama. 5:47 batuk bandel adalah batuk yang 5:49 berlangsung lama, yaitu 5:52 dua pekan atau lebih. 5:55 Itu kriteria yang pertama. 5:57 Kriteria yang kedua adalah 5:59 batuknya sering berulang. 6:02 He eh. Jadi, batuk kalau wajarnya itu ya 6:06 dua, tiga, empat bulan sekali kita kena 6:09 ISPA tadi, batuk lagi. 6:12 Tapi kalau ini 6:13 hampir tiap bulan atau bahkan dalam 6:15 sebulan berapa kali episode batuk. 6:19 Mungkin per episode batuknya hanya satu 6:21 pekan, tapi 6:23 tidak lama batuk lagi, batuk lagi ya. 6:25 Jadi, yang pertama batuk bandel adalah 6:27 tadi 6:28 yang berlangsung lama, lebih dari dua 6:30 pekan 6:31 atau 6:33 dalam tiga bulan berturut tiga kali 6:36 mengalami batuk atau lebih ya. 6:38 Jadi, sebenarnya batuk bandel ini batuk 6:41 lama dan atau batuk yang berulang 6:44 timbulnya. He eh. Itu pengertiannya Mbak 6:46 Runing. 6:48 Iya, dan pasti ada penyebabnya 6:51 dan kita juga ikhwan akhwat pengin 6:53 dengar gimana caranya membuat dia enggak 6:55 datang atau [tertawa] mengatasinya. 6:59 Iya. 7:00 Pada anak ada banyak hal yang bisa 7:03 menyebabkan batuk yang bandel ini. He 7:05 eh. 7:06 Di masyarakat awam biasanya ini ya 7:10 kalau ketemu batuk yang bandel seperti 7:12 ini baik-baik berlangsung lama atau 7:14 sering berulang. 7:16 Yang pertama muncul kekhawatiran orang 7:19 tua, ibu-ibu ini biasanya adalah 7:22 jangan-jangan anak saya kena sakit ISPA. 7:25 Ah, itu itu favorit sekali ya. 7:27 Selalu pikirannya ke situ dan 7:31 ini seringkali ini orang tua 7:33 sekali pikirannya terpaku ke situ He eh. 7:36 itu lalu berusaha 7:39 menghubungkan segala hal yang terjadi 7:42 pada anaknya ke arah situ. 7:45 Ini ber batuknya enggak mau 7:46 sembuh-sembuh takutir nanti ada istilah 7:49 yang sering juga dipakai sampai sekarang 7:51 adalah flek paru. Ehm. Ya. Ya ini yang 7:54 sering dibikin oleh orang tua. 7:56 Apakah bisa? Bisa, tapi belum tentu. 8:00 Nah ini cara berpikir 8:02 awam dengan dokter di sini bedanya 8:04 adalah 8:05 ketika awam berpikir tentang suatu 8:07 gejala dan dihubungkan dengan suatu 8:10 penyakit 8:11 biasanya hanya satu penyakit yang 8:12 dipikirkan. Misalnya 8:15 kalau muncul ruam-ruam di kulit yang 8:17 terpikir ini campak gitu ya. Padahal 8:20 penyakit kulit yang menimbulkan ruam itu 8:22 banyak sekali. Iya. Demikian juga dengan 8:25 batuk yang bandel tadi apakah bisa 8:27 karena TB, C ya TB. 8:30 Ada yang nyebut TB ada yang nyebut TBC. 8:32 Saya sendiri lebih suka TB aja 8:33 tuberkulosis. Ehm. 8:36 Tetapi ada penyakit lain yang juga bisa 8:38 menyebabkan batuk yang bandel. 8:42 Nah ini yang seringkali awam 8:44 belum 8:46 paham bahwa batuk yang bandel ini banyak 8:48 penyebabnya. 8:50 Bahkan sekedar 8:54 telinga kita setiap saat memproduksi zat 8:57 ya, zat yang lengket-lengket itu ya. Itu 8:59 namanya serumen itu fungsinya untuk 9:02 memerangkap kalau ada kuman, ada semut 9:05 atau yang masuk itu kena zat itu dia 9:07 akan mati. Jadi sebagai pelindung. 9:10 Kadang-kadang itu kalau tidak lama tidak 9:12 dibersihkan kemudian mengeras yang 9:15 disebut serumen prop itu bisa 9:17 menyebabkan batuk yang bandel juga. 9:20 Oh oh. Karena pada beberapa orang 9:23 di dalam liang telinganya itu ada saklar 9:25 batuk kalau masih ingat baru ini kemarin 9:27 bahwa batuk akan menyala kalau 9:30 saklar batuknya dipencet. Nah di liang 9:33 telinga kita ini ada saklar pada 9:35 beberapa orang ada saklar batuknya yang 9:36 masih terus ada. 9:38 Sehingga kalau itu ke tertekan oleh 9:40 benda apapun itu juga akan menyebabkan 9:42 batuknya menyala. Itu contoh yang 9:45 tidak tidak sering sih, tapi untuk 9:46 memberikan gambaran bahwa ternyata batuk 9:48 yang bandel itu bisa bermacam-macam 9:50 penyebabnya ya. 9:53 Begitu dulu Mbak Nuning, ada yang 9:54 dilanjutkan? 9:56 Jadi berarti 9:58 dengan adanya kemungkinan 10:01 saklar di telinga terganggu tadi itu, 10:03 bersihin telinga harus rutin berapa lama 10:06 sekali itu? Untuk anak-anak. 10:09 sih ya, ya 10:10 eh 2-4 pekan sekali dibersihkan bisa ya. 10:14 Yang penting jangan dibiarin aja. 10:15 Ya, jangan biarkan berlama-lama sampai 10:17 nanti kok kalau beberapa orang produksi 10:19 serumennya itu banyak bisa mengeras ya. 10:22 Eh ya, kembali ke batuk yang bandel tadi 10:24 pikiran awam yang sering adalah tadi TB 10:27 ya. 10:29 Nah, ada satu penyebab lain yang 10:34 sebenarnya barangkali lebih sering 10:36 daripada TB yang menyebabkan batuk yang 10:38 bandel. Yaitu? Yaitu, nah mungkin Mbak 10:42 Nuning juga akan kaget ini. 10:44 Asma. 10:45 Oh oh, asma. Iya. 10:48 Asma itu bisa menyebabkan batuk yang 10:50 bandel. 10:52 Kalau Mbak Nuning dengar kata asma apa 10:54 yang terbayang? 10:56 Sesak nafas. 10:58 Apa lagi ya? 11:00 Ngik-ngik. Iya itu bunyi-bunyi 11:03 bunyi suara nafas yang terganggu tadi 11:05 itu. Iya. 11:07 Itu yang 11:08 ter patri dalam benak kita, awam, 11:11 masyarakat awam bahkan sebagian dokter 11:13 juga 11:14 asma itu identik dengan sesak 11:18 nafas dan suara ngik-ngik. 11:21 Jadi kalau ada sesak nafas ngik-ngik 11:22 baru dipikirkan kemungkinan ke arah 11:24 asma. Padahal Padahal ada lainnya ya 11:27 Ada yang lainnya yaitu bisa 11:30 pada beberapa anak itu tidak sampai 11:33 sesak ngik-ngik, tapi munculnya dalam 11:35 bentuk 11:36 batuk yang bandel tadi. 11:37 He em, he em. Ya. 11:39 Jadi batuk pada asma, gejala sesak 11:42 ngik-ngik itu berarti sudah 11:44 gejala yang lebih berat. Parah ya. 11:46 Derajatnya sudah lebih parah. 11:49 Pada derajat yang lebih ringan, tidak 11:52 sampai sesak ngik-ngik, tapi 11:54 he em. berupa batuk 11:56 dan batuk yang bandel tadi. 11:59 Nah, jadi 12:00 pintu gerbang utamanya adalah 12:02 batuk yang bandel ini bisa saja mengarah 12:06 ke asma. He em, he em. Ini sering bikin 12:10 kaget orang tua nih. 12:12 Kok anak saya, biasanya kembali ke 12:14 pikiran tadi, anak saya kan tidak sesak 12:16 ngik-ngik dong, kok asma gitu. 12:18 Tidak ada keluarga saya yang asma, 12:20 biasanya begitu ya. 12:22 Nah, memang tidak serta-merta begitu 12:24 batuk bandel berarti asma. 12:26 Perlu kita gali 12:29 informasi lanjutan yang mendukung apakah 12:32 ini benar ke arah asma. 12:33 Ya. 12:34 Jadi tadi pertama yang kita 12:37 identifikasi adalah batuk yang bandel. 12:41 Masih ingat tadi Mbak Rini, batuk bandel 12:42 kriterianya apa? 12:45 Satu, berlangsung lama dan atau 12:48 berulang. 12:49 Iya. 12:50 Kalau terpenuhi salah satu sudah kita 12:51 bisa sebut batuk yang bandel. 12:53 Dalam istilah medis di dokter anak itu 12:57 ada istilahnya BKB. 12:59 He em, he em. Batuk kronik berulang. 13:02 Oke. 13:02 Nah, batuk yang bandel itu bahasa 13:05 saya sebutkan untuk awam adalah batuk 13:06 yang bandel, batuk kronik berulang 13:08 bahasa medisnya. 13:10 Dan tadi komponennya 13:12 berlangsung lama atau berulang. 13:16 Itu kita pikirkan, ini bisa masih banyak 13:18 kemungkinan nih. Tadi TB bisa, 13:21 terus ada yang namanya sinusitis bisa, 13:23 ada yang namanya GERD bisa, asma juga 13:25 bisa. 13:27 Nah, kalau dari awal kita tidak 13:29 memikirkan kemungkinan-kemungkinan 13:31 tersebut, 13:32 biasanya kita tidak akan menggali ke 13:33 arah sana. 13:36 Kita mulai tadi yang dari kemungkinan 13:38 batuk bandelnya ke arah asma, tadi 13:40 bandelnya ya lama dan atau berulang. 13:43 Yang kedua, ada ciri khas batuk ke arah 13:47 asma ini, Mbak Runing. 13:49 Yaitu 13:51 gejala batuknya lebih menonjol pada 13:55 malam hari. 13:56 He eh, dibanding siang ya. 13:58 Dibanding siang ya. 14:00 Orang tua sering cerita, "Kalau sudah 14:02 malam, Dok, kasihan anaknya batuk-batuk 14:05 terus 14:06 sampai terganggu tidurnya." 14:10 Sebentar-sebentar terbangun karena 14:12 batuknya ya. 14:13 Bahkan pada beberapa anak itu sampai 14:15 muntah isi lendir. 14:18 Nanti kalau sudah muntah lendir, 14:21 batuknya akan berkurang ya. Tapi yang 14:25 khas tadi adalah batuknya lebih menonjol 14:27 pada malam hari sampai mengganggu tidur. 14:31 Orang tuanya jadi ikut terganggu juga 14:33 tidurnya. Besok kerja di kantor jadi 14:35 ngantuk. Nah, ini sering jadi motivasi 14:37 penggeraknya. 14:38 Dan bisa demikian ekstrem. 14:44 Beda 14:45 intensitas batuk antara siang dengan 14:48 malam hari. Bisa pada beberapa anak itu 14:51 siang hari hampir-hampir tanpa batuk. 14:55 Begitu malam hari, batuknya luar biasa 14:57 hebohnya. 14:59 Jadi ada ada variasi antara siang dengan 15:01 malam 15:02 atau ada istilahnya variabilitas, 15:05 bervariasi 15:07 wa antara waktu siang dengan malam. 15:10 Itu krite eh 15:12 ciri yang kedua. Kalau tadi yang pertama 15:14 adalah sering, sering berulang, per 15:16 episodenya sering terjadi, episodisitas. 15:19 Yang kedua, 15:21 variasi siang dengan malam gejalanya 15:24 demikian ekstrem. 15:25 Ehm 15:27 Nah, yang ketiga adalah 15:30 biasanya 15:33 ada hal yang membuat mulai timbul. 15:36 Ada pencetusnya. 15:39 Apa tuh? Atau bahasa Inggrisnya trigger. 15:42 Ehm Nah, itu kalau yang orang tua yang 15:46 pengamatannya bagus biasanya bisa 15:48 menceritakan. 15:50 Ini kan batuknya berulang, sudah hilang 15:52 timbul lagi timbul lagi. Biasanya apa 15:54 yang membuat timbul lagi? Nah. 15:57 Ini bisa bervariasi banyak, seringkali 16:00 di antaranya adalah faktor makanan dan 16:03 minuman. 16:05 Kalau minum es 16:07 atau mak Goreng-goreng. 16:09 Gorengan berminyak, apalagi yang beli di 16:12 pinggir jalan itu, ya. 16:14 Kemudian makan cokelat. 16:17 Nah, seringkali itu. 16:18 Cokelat atau makanan makanan cepat saji. 16:22 Ehm Fried chicken, nugget, sosis. 16:25 Jeli-jeli juga ya? 16:27 Jeli-jeli yang warnanya ngejreng itu 16:29 juga bisa, ya. 16:31 Terus yang manis-manis, ya, permen, 16:33 segala macam. 16:35 Itu seringkali dilaporkan orang tua 16:37 sebagai 16:38 pencetus awalnya mulai batuknya, gitu. 16:41 Ehm 16:43 Bisa juga hal lain yang perlu dapat 16:44 perhatian adalah asap rokok. Ehm 16:49 Wahai para ayah. 16:52 Ternyata asap rokok, ya. Salah satu 16:54 pencetus utama, ya. Ehm 16:56 Nah, asap rokok ini termasuk 16:59 merokoknya di halaman, teras, garasi, 17:01 kamar mandi, WC, dapur. 17:03 Ehm 17:05 Kadang-kadang 17:06 eee si perokok merasa aman, saya 17:09 merokoknya di luar, gitu. Ehm Biasanya 17:12 saya ikuti pertanyaan, "Oh, di luar 17:13 kota, Pak, ya?" Hah, kalau di luar kota 17:16 memang aman. 17:16 [tertawa] 17:17 Atau jauh, kalau jauh saya tanya lebih 17:19 lanjut berapa kilometer jauhnya gitu. 17:23 Kalau yang dimaksud jauh itu sekedar di 17:24 teras, garasi, kamar mandi, WC, dapur 17:27 sama saja karena walaupun 17:29 merokoknya di teras, di garasi asapnya 17:32 masih bisa masuk dan itu akan terhirup 17:34 oleh si anak. Ya, itu itu pencetus yang 17:37 sangat kuat. Bahkan 17:40 termasuk bila merokoknya di tempat 17:42 kerja, di kantor 17:45 itu racun rokoknya itu 17:48 sisa racun rokoknya itu melekat di 17:51 rambut, kulit, baju. 17:53 Baju, he eh he eh. Dan bila kemudian 17:55 pulang kerja langsung menggendong, 17:58 bermain dengan anaknya 17:59 ketika tercium bau asap rokok di baju, 18:02 rambut ayahnya itu juga bisa menjadi 18:04 pencetus. 18:07 Itu yang namanya 18:09 third hand smoke. 18:12 Pernah dengar perokok pasif? Yang cuman 18:15 menghisap 18:16 Ya. asapnya ya. Jadi perokok aktif 18:18 adalah si perokoknya, perokok pasif ada 18:21 dua macam sebenarnya. 18:23 Perokok pasif yang pertama adalah 18:25 yang tidak merokok tapi ikut menghirup 18:28 asap rokoknya 18:30 itu namanya second hand smoker. 18:33 Ada perokok pasif jenis yang kedua 18:35 namanya 18:37 third hand. Kalau yang perokok pasif 18:39 pertama tadi 18:40 second hand smoker karena first hand-nya 18:42 adalah si perokoknya. 18:45 Second hand adalah perokok pasif yang 18:46 ikut menghirup asap rokoknya. 18:49 Nah, yang ketiga third hand smoker. 18:53 Itu tadi orang yang 18:55 berdekatan dengan orang perokok dan di 18:57 bajunya ada residu racun rokok itu jadi 19:00 perokok pasif yang ke 19:02 dua tadi. Jadi kalau anak kecil kita 19:04 peluk bagi si ayah yang merokok seharian 19:06 itu di baju bisa berefek ke anak ya? 19:09 hand smoker ya, ya. 19:11 Bahkan kalau kita misalnya 19:13 masuk ke suatu kamar hotel dan tercium, 19:17 wah ini kamar ini tidak bebas rokok nih, 19:19 itu kita sudah jadi 19:21 third hand smoker juga. 19:23 Ya. 19:25 Sampai mana tadi ceritanya? 19:27 Oh iya, batuknya saya ulang dari depan, 19:30 sering berulang, episodiknya sering 19:32 terjadi, episodisitas. 19:34 Yang kedua, 19:36 gejalanya 19:38 bervariasi siang dan malam, 19:40 variabilitas. 19:42 Yang ketiga adalah ada pencetusnya, ada 19:44 trigger-nya. 19:46 Tadi trigger-nya sudah kita sampaikan 19:47 adalah asap rokok. Iya. 19:50 Yang bisa menjadi pencetus yang lain 19:53 adalah 19:57 rontokan hewan. 20:00 Oh oh. Jadi kalau di rumah memelihara 20:02 hewan berbulu, 20:04 kucing, kelinci, apalagi sugar glider, 20:08 marmut, 20:10 apa saja yang berbulu-bulu itu, 20:12 rontokan hewannya itu juga bisa menjadi 20:16 pencetusnya, ya. 20:18 Berikutnya juga ini yang sering 20:19 terabaikan padahal sangat penting adalah 20:22 debu. 20:25 Jadi kalau di rumah itu banyak 20:27 koleksi boneka bulu atau bahkan di rumah 20:30 pakai karpet bulu, nah itu sarangnya 20:32 debu. 20:34 Debu itu juga sangat bisa mengundang 20:37 menjadi pencetus batuk pada 20:39 pasien-pasien asma. 20:42 Bahkan di dalam benda-benda yang berbulu 20:45 tadi, 20:46 itu bukan hanya debunya, 20:49 ada hewan sangat kecil di dalamnya. He 20:51 em, he Pak Roni mungkin pernah dengar 20:52 namanya 20:54 tungau debu rumah? Tungau. 20:57 Iya. Tungau lain, tungau 20:58 Tungau beda. Beda, tumila itu itu ya 21:01 yang suka ngisap darah ya? Kasur, ya, 21:03 kasur. Ah, itu lain, itu masih kelihatan 21:06 dengan mata telanjang. Tungau. Tungau 21:08 ini tidak terlihat dengan mata 21:10 telanjang. 21:11 Ya. 21:12 Harus dilihat dengan mikroskop baru 21:14 kelihatan karena kecil sekali. 21:17 Dan ini merupakan pasangan utama 21:20 pencetus debunya tadi dengan binatangnya 21:23 namanya tungau debu rumah. Heeh. 21:26 Tungau debu rumah ini 21:28 kalau dilihat dari kacamata mikroskop 21:30 itu 21:31 ya badannya seperti tank begitu terus 21:34 ada kaki-kakinya. Nah, di kakinya ini 21:36 ada kait-kait. 21:39 Sehingga 21:41 walaupun divakum dengan mesin yang 21:43 sangat kuat, ini tungaunya bisa 21:47 bertahan tidak tersedot. Sehingga 21:50 tadi kalau di rumah banyak 21:52 boneka bulu, karpet bulu, sofa bulu 21:56 atau makin banyak benda dalam suatu 21:59 ruangan biasanya kan sela-selanya sulit 22:01 dibersihkan kan. Nah, di situ juga 22:03 banyak debu dan tungau debu rumahnya 22:05 tadi. 22:08 Itu sampai mana tadi? Asap rokok, bulu 22:11 hewan, tungau debu rumah. Nah, itu 22:13 sering menjadi 22:15 pencetus awal. Heeh. Ya. 22:19 Lalu berikutnya 22:21 nah, ini. 22:23 Yang berikut saya ulang dari depan. Saya 22:25 suka mengulang-ulang seperti ini biar 22:27 lebih teringat. Yang pertama tadi 22:29 bandel 22:30 Heeh. sering berulang episodenya 22:32 episodisitas. Yang kedua bervariasi 22:35 variabilitas. 22:36 Yang ketiga ada pencetusnya triggernya. 22:39 Heeh. Macam-macam tadi. 22:42 Nah, yang berikutnya adalah bila ketemu 22:44 batuk yang bandel ini 22:46 perlu digali riwayat alergi. 22:50 Oh, oh. Iya. Riwayat alergi dalam 22:52 keluarga orang tuanya. Ya. 22:55 Alergi yang banyak kaitannya ditanyakan 22:57 tadi kalau pikiran ke arah asma adalah 23:01 apakah ada di jalur keluarga ayah dan 23:04 ibunya yang juga mengalami asma? 23:09 Kadang-kadang perlu ditelusuri sampai 23:10 jauh ke atas, ke samping. Kakek, nenek. 23:14 Buyut, kakek, nenek, paman, bibi, 23:15 ponakan, uwak, sepupu, tante, misan, 23:17 mindo, pakde, wah, apakah ada gitu ya. 23:21 Lalu alergi berikutnya yang perlu kita 23:23 gali adalah 23:24 pilek dan bersin yang bandel. 23:30 Di keluarga apakah ada yang seperti itu? 23:32 Asal tiap pagi itu bersin-bersin, nanti 23:35 kalau sudah siang baru berhenti ya. Atau 23:38 kena debu, bersin-bersin dan lain-lain, 23:40 itu pilek alergi. 23:43 Yang berikutnya lagi adalah alergi yang 23:45 bisa terkait dengan asma adalah 23:48 eksim. 23:50 Pernah dengar, Mbak? 23:51 Nuh nih, eksim. 23:52 Kulit ya, he eh. Kulitnya gatal-gatal, 23:54 kadang-kadang sampai basah ya. 23:56 Nah, itu juga salah satu bentuk penyakit 23:58 alergi. Kalau ada riwayat 24:00 dalam keluarga seperti itu di ayah, 24:02 ibunya, kakak, adiknya, itu makin 24:04 menguatkan bahwa ini kemungkinan memang 24:07 batuk bandelnya tadi ke arah asma ya. 24:11 Lalu, nah ini yang sering terjadi dalam 24:14 praktek sehari-hari 24:16 adalah 24:18 pasien-pasien batuk bandel ini 24:21 bila berobat ke dokter He em. 24:23 itu kemudian 24:25 diberi terapi uap. Oh oh. Nebulisasi. He 24:30 em. Nah. 24:32 Kalau 24:33 ditanyakan ke orang tuanya, kalau diberi 24:35 uap itu batuknya bagaimana? Langsung 24:37 membaik, Dok. Anaknya langsung bisa 24:39 tidur. 24:40 He em. 24:42 Nah, yang perlu diketahui oleh ikhwan 24:44 dan akhwat sekalian obat-obat yang 24:46 dinebulisasikan itu adalah obat-obat 24:49 asma. 24:50 He em. Makanya kalau batuk yang bandel 24:53 tadi dinebu, batuknya membaik, 24:55 kemungkinan besar mengarahnya ke asma. 24:58 Iya, iya. 24:59 Ya. 25:00 Nah, 25:01 yang masalah adalah 25:04 tidak eh jarang dokternya menyatakan ini 25:06 asma, tapi sudah 25:08 mengobati sebagai asma. 25:11 Jadi, kalau diringkaskan, kalau ketemu 25:13 batuk yang bandel, 25:16 pikirkan yang pertama justru bukan TBC, 25:19 ke arah asma. Yaitu kalau memenuhi 25:21 kriteria, saya ulang dari depan tadi, 25:23 yang pertama adalah bandelnya. 25:25 Istilahnya episodenya sering terjadi 25:27 episodisitas. 25:29 Yang kedua, bervariasi siang dengan 25:32 malam, variabilat, variabilitas, 25:35 ya. 25:37 Yang ketiga, ada pencetusnya, ada 25:39 trigger-nya. 25:40 E tadi depannya huruf E, yang kedua 25:42 huruf V, yang ini T. 25:44 Lalu yang keempat, 25:46 riwayat alergi dalam keluarga. 25:49 Dan 25:50 kalau diberi nebu, respons-nya baik. R. 25:55 Hmm. Nah, jadi kalau disingkat itu kalau 25:58 terpenuhi 26:00 EFTAR, 26:02 E, V, T, A, dan R, 26:06 kemungkinan besar ini adalah asma. 26:10 Nah, itu. Jadi, batuk yang bandel 26:14 kalau memenuhi kriteria yang tadi saya 26:16 sebutkan, ini kemungkinan besar adalah 26:18 asma tanpa harus sesak atau ngik-ngik. 26:21 Hanya berupa batuk yang memenuhi 26:24 kriteria EFTAR tadi. 26:26 Itu yang uraian pertamanya, Mbak Nuning. 26:30 Iya, emm kalau sambil lalu ke WA yang 26:33 sudah bertanya, boleh ya? Boleh, boleh, 26:36 silakan. Ini, 26:39 Mbak, asma itu sama dengan bengek enggak 26:41 sih? Pengin 26:43 kejelasannya eh eh dari Bapak. Oh, 26:45 enggak ada namanya. Mbak Allah. 26:47 Ya. 26:48 As eh istilah 26:50 istilah salah satu istilah daerahnya 26:52 adalah bengek ya, ada yang menyebutnya 26:54 apek ya. 26:57 Nah, tadi 26:58 bengek karena bunyinya mungkin ya, 27:00 karena ada bunyi ngik ngik ngik gitu 27:02 disebut disebut bengek. Nah, itu yang 27:04 tadi saya sebutkan di depan yang 27:06 terpatri dalam benak kita, banyak 27:09 diantara kita adalah asma yang harus 27:11 sesak ngik ngik. Ini yang mungkin hal 27:13 yang relatif baru saya bawakan bahwa 27:16 tidak selalu asma itu 27:19 bergejala sesak dan ngik ngik. Kalau 27:22 sudah ada sesak ngik ngik memang sudah 27:24 lebih jelas. 27:25 Walaupun belum tentu juga ya, ada hal 27:27 lain yang bisa juga tapi kalau kita 27:29 anggap simpelnya 27:30 kalau sudah sesak ngik ngik sosok 27:32 asmanya lebih jelas. 27:34 Yang jadi masalah adalah kalau 27:37 belum sampai ke tahap sesak ngik ngik. 27:40 Padahal sudah, padahal sudah asma. 27:43 Iya iya. 27:45 Jadi bengek iya dimaksud adalah yang 27:47 ngik ngik tadi ya. Iya. 27:50 Oke, ini dari Bu Ida. Eh, Mbak Nuning 27:52 tolong ditanyain deh, ada enggak sih 27:54 vaksin khusus buat flu karena kan 27:57 anak-anak biasanya dapat vaksin untuk eh 28:01 yang lain-lain. Nah, untuk batuk, untuk 28:04 flu ada enggak sih? 28:06 Baik. 28:06 iya. 28:07 Ikhwan akhwat dan khususnya kepada Ibu 28:09 penanya, ini pertanyaan yang bagus dan 28:11 sering ditanyakan. 28:13 Tadi saya uraikan bahwa 28:16 batuk asma itu akan timbul kalau ada 28:19 pencetusnya. 28:21 Ya. 28:23 Kalau saya saya sebelum menjawab itu 28:25 saya agak melenceng sedikit enggak 28:26 apa-apa bahwa batuk asma ini adalah 28:29 batuk yang syar'i, Mbak Nuning. Oh oh. 28:33 Batuk yang syar'i, asma itu batuk yang 28:35 syar'i. Mohon penjelasan. 28:38 [tertawa] 28:39 Yang saya maksud batuk yang syar'i 28:40 adalah 28:42 kalau kita sebagai muslim mendapat 28:45 undangan dari orang, apa yang harus kita 28:47 lakukan? Datang. Datang. 28:50 Nah, batuk asma ini juga datang kalau 28:53 diundang. 28:54 Ehe. Kalau tidak diundang, dia tidak 28:57 akan datang, tahu diri. 28:59 Nah, yang mengundang tadi sudah kita 29:00 bahas. Ada misalnya es, makanan, minuman 29:04 dingin, makanan manis-manis, permen, 29:07 cokelat dalam segala macam bentuknya, 29:10 gorengan, makanan yang ber 29:13 vetsin, yang gurih itu semua adalah 29:15 undangannya. 29:17 Nah, kalau diundang, dia datang. 29:19 Kalau tidak diundang, dia tahu diri 29:21 tidak akan datang. 29:23 Lebih syar'i lagi, kalau diminta pergi, 29:26 dia akan pergi. 29:28 Patuh dong ya. 29:29 [tertawa] 29:29 Syar'i sekali dia. Jadi ya, cara minta 29:32 perginya dengan tadi, dinebu, batuknya 29:35 pergi. 29:37 Jadi benar-benar syar'i nih kan. Datang 29:39 kalau diundang, tidak datang kalau tidak 29:41 diundang, pergi kalau diminta pergi. 29:44 Jadi dia hanya menyesuaikan diri dengan 29:46 tuan rumahnya. 29:48 Nah, kembali ke pertanyaan Ibu tadi. 29:50 Saya belum bahas tadi bahwa 29:53 selain trigger pencetus yang tadi sudah 29:56 kita bahas, ada satu lagi pencetus yang 29:59 sangat penting. 30:02 Yaitu 30:04 selesma. Pernah dengar Mbak? Iya, 30:06 selesma. Selesma. 30:08 Selesma ini bahasa Indonesia yang sudah 30:11 agak terlupakan. 30:13 Orang bilangnya flu aja. 30:15 [tertawa] 30:16 Orang keliru menyebut sebagai flu. 30:20 Jadi selesma ini 30:22 ee infeksi saluran pernapasan akut 30:26 yang ringan tadi, yang sebabnya sebagian 30:28 besar penyebabnya virus. 30:30 Nama yang tepat adalah selesma. 30:34 Sehari-hari sering keliru disebut flu. 30:38 Gambaran gampangnya adalah seperti ini. 30:42 Kalau ada sekumpulan anak sekolah, He 30:44 em. salah satu anak kemudian mengalami 30:47 demam, batuk, pilek, lalu sebagian 30:51 banyak di antara teman-temannya 30:53 tertular, 30:54 juga ikut demam, batuk, pilek, itu yang 30:56 namanya selesma. He em. Ya, bahasa 30:58 Inggrisnya common cold. Iya. Batuk pilek 31:02 biasa. Orang 31:04 Barat sampai menyebutnya common, saking 31:06 biasanya terjadi, ya. Banyak 31:08 sehari-hari. Nah, tadi di depan saya 31:10 sudah sebutkan, kalau batuk yang common 31:12 cold ini 31:14 biasanya tidak masalah, ya. Apalagi 31:16 kalau jarang terjadi lagi, tidak 31:17 masalah. Nah, tapi yang menariknya, 31:20 bahwa 31:21 selesma ini ternyata adalah 31:24 untuk pasien-pasien asma ini adalah 31:26 salah satu 31:27 undangan yang sangat kuat. 31:30 Ya, salah satu pencetus adalah selesma. 31:34 Tadi belum kita bahas kenapa kalau 31:35 disebut flu keliru? He em. 31:39 Karena flu itu adalah kependekan dari 31:42 kata influenza. 31:45 He em. Ya, influenza adalah 31:48 salah satu virus yang bisa menyebabkan 31:51 selesma. 31:54 Yang jadi masalah, 31:56 virus yang bisa menyebabkan selesma 31:58 bukan hanya flu. 32:00 Ada lebih dari 100 virus yang bisa 32:04 menyebabkan selesma. He em. 32:07 Nah, kelirunya begitu 32:09 ada demam, batuk, pilek disebut flu. 32:12 Padahal 32:13 mungkin penyebabnya bukan virus flu, 32:15 virus yang lain. Iya. Ini sering saya 32:18 kiaskan seperti kelirunya 32:21 semua sepeda motor disebut Honda, 32:24 katakanlah, ya. Iya, iya. 32:26 Ya, apa air mineral ada nama semua di, 32:29 padahal belum tentu, begitu, ya. 32:31 Nah, kembali ke pertanyaan Ibu tadi, 32:34 betul sangat penting nih kepada 32:35 pasien-pasien anak umumnya apalagi 32:38 anak-anak yang asma 32:40 karena 32:41 selesma bisa menjadi pencetus yang utama 32:46 maka perlu di cegah undangannya ini 32:48 tidak ada jangan sampai kena selesma 32:51 nah salah satu penyebab selesma adalah 32:53 virus flu 32:56 dan memang virus flu ini salah satu 32:59 apa jekernya jeker apa tuh 33:03 jagoannya 33:04 jagoan dari 33:06 biang kerok terbesar salah satu dari 33:08 sekian banyak ratusan virus penyebab 33:10 selesma flu ini salah satu biang kerok 33:13 terbesar sehingga memang 33:15 anak-anak apalagi anak yang asma itu 33:18 perlu 33:19 dilindungi agar tidak sampai 33:22 tertular selesma eh tidak sampai 33:25 tertular selesma yang disebabkan oleh 33:27 virus flu 33:29 dengan cara vaksinasi betul 33:31 jadi ada vaksinasinya untuk 33:33 selesma yang disebabkan oleh virus flu 33:37 bisa diupayakan 33:40 membentuk kekebalan tubuh dengan 33:42 vaksinasi flu [berdehem] 33:45 itu bisa mencegah asma ya mencegah asma 33:48 yang datang kan itu undangannya mencegah 33:50 ya 33:52 kalau terlindung dari flu tidak akan 33:54 terkena selesma oleh virus flu asma 33:56 tidak datang 33:58 tapi tadi mesti diingat bahwa yang 34:00 mengundang itu banyak sekali kalau ada 34:03 undangan yang lain ya tetap bisa datang 34:05 iya 34:08 satu di antaranya yang enggak enak 34:10 didengar nih aduh aku perokok 34:12 [tertawa] 34:13 kasihan anak-anak memang sih ya sebabnya 34:16 di perokok bukan kedua doang ya ketiga 34:19 ya dok ya ada lagi 34:20 iya 34:20 perokok pasif ada dua macam 34:22 perokok pasif pertama namanya second 34:24 hand smoker pasif perokok pasif kedua 34:27 namanya third hand smoker ya 34:31 jadi kalau memang kita perokok Dok, 34:33 begitu sampai rumah langsung ganti baju, 34:35 taruh di 34:36 mesin cuci, ganti baju rumah gitu ya. 34:38 Kan yang nempel di situ banyak. 34:40 Iya, dan jangan lupa 34:42 mandi wajib. 34:43 Oh, ke rambut juga ya. 34:44 Iya. He eh, Ikhwan, Akhwat, kelihatannya 34:48 sederhana ya, tapi kalau memang sulit 34:51 menghentikan kebiasaan merokok, ya sudah 34:53 begitu sampai rumah langsung mandi, 34:55 ganti baju, yang tadi semuanya simpan 34:58 Iya, sebelum berhubungan dengan anak dan 35:01 anggota keluarga yang lain, 35:03 langsung mandi, baju-baju langsung 35:06 dimasukkan ke mesin cuci atau 35:08 ditempatkan tertutup, 35:10 dan 35:11 tidak cukup mandi biasa, harus pakai 35:12 keramas ya. Ribet kan ya? Enggak sih, 35:15 dibandingin kalau aku boleh ngerokok. 35:18 [tertawa] 35:20 Padahal lebih aman sebenarnya kalau bisa 35:22 berhenti merokoknya itu, enggak ribet 35:24 mandinya, 35:26 menghemat biaya, dana untuk rokoknya 35:28 bisa dibelikan untuk kepentingan anak 35:30 mestinya gitu ya. Oke. 35:34 Ini ada pertanyaan dari Ibu Sabrina. 35:37 Dok, Assalamualaikum. Waalaikumsalam. 35:40 Mau tanya, sama enggak sih TBC sama 35:42 infeksi paru? 35:45 Ya, jadi 35:47 [berdehem] 35:48 TBC dan infeksi paru. He em. 35:51 Yang perlu saya uraikan awalnya adalah 35:55 mungkin sudah pernah saya sebut waktu 35:57 dulu ya, tapi harus saya perlu saya 35:58 ulang, He em. bahwa organ nafas kita itu 36:01 ada dua bagian, masih ingat enggak Bu 36:03 Banuning? 36:05 Bagian pertama adalah salurannya, He em. 36:08 bagian kedua adalah parunya. 36:12 Nah, asma, eh saluran itu adalah mulai 36:14 dari 36:15 hidung, 36:18 saluran nafas ini kemudian melanjut 36:19 masuk ke dalam leher namanya trakea, 36:22 masuk ke dada dan kemudian bercabang 36:24 dua, 36:25 bronkus. [mendengus] 36:27 Nah, yang asma tadi yang terkena adalah 36:28 bronkusnya. Makanya dulu namanya asma 36:30 bronkial. He em. 36:33 Nah, bronkus ini, saya ulang lagi, 36:35 bagian pertama adalah salurannya, bagian 36:38 kedua adalah parunya. 36:42 Saluran bronkus tadi itu 36:44 bercabang-cabang. Nah, ini masuk ke 36:46 dalam paru. 36:47 Iya. Jadi, salurannya bercabang masuk ke 36:49 dalam paru. Tapi, tetap bagiannya dua 36:51 bagiannya adalah salurannya dan parunya. 36:55 Nah, kalau 36:57 ISPA, 36:59 infeksi saluran pernapasan akut, nah 37:02 yang sering keliru atas ya, 37:03 itu bisa kena ke salurannya saja atau 37:07 kena ke parunya. 37:10 Infeksi, 37:11 sering dengar kata infeksi Maruning ya. 37:13 Apa itu infeksi? 37:16 Ehm, pokoknya bukan ke kulit doang, 37:20 bukan ke ehm 37:22 dalam doang, tapi dan itu nyebelin, 37:25 katanya. 37:26 Infeksi adalah penyakit akibat kuman. 37:29 Ehm. 37:30 Kuman adalah makhluk yang sangat kecil, 37:32 jauh lebih kecil daripada tungau debu 37:33 rumah tadi. He em, he em. Itu harus 37:35 dipakai mikroskop, kadang-kadang harus 37:37 pakai mikroskop. Kecil sekali. 37:39 Dan 37:41 kalau 37:43 virus flu itu termasuk kuman ya, tadi 37:45 virus-virus yang lain juga. 37:46 Nah, infeksi adalah misalnya virus flu 37:48 itu masuk ke dalam saluran napas kita 37:52 dan kemudian sistem imun kita berusaha 37:55 melawan, terjadi perang. 37:57 Nah, perangnya ini akan menimbulkan 37:59 reaksi-reaksi yang tidak nyaman tadi. 38:00 Itu namanya infeksi. 38:02 Infeksi adalah penyakit akibat masuk dan 38:05 berbiaknya kuman ke dalam tubuh kita. 38:09 Yang bisa mengalami infeksi, bisa di 38:12 salurannya saja, He em. 38:15 bisa kena di parunya. 38:18 Biasanya infeksi saluran pernapasan akut 38:20 itu dimulai dari salurannya saja. 38:23 Sebagian besar 38:25 terbatas hanya infeksi di salurannya 38:28 saja. 38:29 Pada beberapa keadaan, infeksinya ini 38:32 kemudian setelah sampai di salurannya 38:33 menyebar masuk sampai ke parunya. Nah, 38:35 tadi infeksi paru. Jadi, infeksi saluran 38:39 pernapasan akut bisa 38:43 hanya sebagian besar hanya kena di 38:45 salurannya saja. 38:47 Ini relatif tidak berbahaya. Mungkin 38:50 mengganggu, tapi tidak berbahaya. Tapi 38:52 kalau infeksinya ini sampai ke parunya, 38:56 itu bisa berbahaya. 38:58 Itu yang disebut pneumonia. Oke. Ya. 39:02 Tadi pertanyaannya apa? 39:03 Apakah 39:05 Mana tadi? 39:08 Aduh. 39:10 Kalau saya tidak salah ingat, apa 39:11 bedanya infeksi paru dengan TB gitu ya? 39:14 Iya, heeh. 39:15 Ya, oke. 39:17 Nah, tadi saya ulang lagi, ISPA itu bisa 39:19 kena ke salurannya saja, ini relatif 39:23 ringan. 39:25 Yang kedua, ISPA-nya kena ke parunya, 39:27 pneumonia. Ini berat. 39:30 Nah, infeksi paru, pneumonia itu bisa 39:33 berbahaya karena kemudian 39:35 bisa menyebabkan gangguan 39:38 pertukaran oksigen. 39:41 Pasiennya menjadi sesak napas dan itu 39:43 menjadi bisa menjadi penyebab kematian. 39:45 Bahkan 39:46 pada balita, pneumonia ini 39:50 menjadi salah satu penyebab utama 39:52 kematian balita pada anak 39:54 di dunia maupun di Indonesia. Ya, jadi 39:58 Nah, yang pneumonia tadi masuk dalam 40:00 infeksi saluran pernapasan akut. 40:04 Apa tuh arti akut? 40:07 Apa dalam bayangan Mbak Runing akut itu? 40:09 Parah banget. 40:10 Keliru. Oh, malah salah. Salah. Ini juga 40:12 banyak keliru. 40:14 Orang awam mengira akut itu parah, 40:16 bukan. 40:18 Pakai banget salah-salah ya. 40:19 wartawan juga sering gitu. Korupsi di 40:21 Indonesia yang sangat akut, 40:23 menggambarkan parah sekali, bukan? 40:26 Akut itu tidak bicara tentang derajat 40:29 penyakit. He em. Akut itu bicara tentang 40:32 waktu. 40:34 Akut itu artinya baru 40:36 waktu yang pendek. 40:38 Infeksi saluran pernapasan akut itu 40:41 infeksinya baru berlangsung 40:43 kurang dari dua pekan. Masya Allah. 40:46 namanya ISPA akut. 40:48 Nah, pada yang pneumonia tadi masuk 40:50 dalam 40:52 kategori akut karena berlangsung cepat. 40:55 Ya, dalam waktu kurang dari dua pekan. 40:58 Nah, kalau TBC, TB atau TBC tuberkulosis 41:03 itu kena di parunya juga. 41:05 He em. Tetapi prosesnya 41:08 tidak akut. 41:10 Tidak mendadak. Tidak cepat, berlangsung 41:13 lama. 41:14 Lawan dari akut adalah kronik. 41:17 He em. Menahun. 41:19 Ya. 41:20 Jadi kalau kita bandingkan infeksi paru 41:22 yang pneumonia tadi 41:25 itu adalah prosesnya berlangsung 41:27 mendadak, cepat, akut. 41:30 Kalau TB tuberkulosis 41:33 itu sama di paru tetapi prosesnya 41:36 berlangsung lama, menahun. Ya. 41:40 Nah, yang membedakan penyebabnya. 41:42 Kalau ISPA tadi kumannya adalah bisa 41:45 virus, bisa bakteri. He em. Kalau TB itu 41:49 kumannya spesifik. 41:51 Namanya kuman TB. Iya. Ya. 41:54 Ketangkap enggak nih, Pak? Agak bingung 41:55 mungkin ya. 41:57 Sama-sama infeksi paru 42:00 kalau pneumonia itu berlangsung akut 42:03 kalau TB itu di parunya juga hanya 42:06 berlangsungnya lama, menahun. 42:09 Kronik, istilah medisnya. 42:12 Mudah-mudahan ikhwan akhwat bisa 42:14 menangkap 42:15 uraian yang barangkali agak berbelit 42:17 ini. 42:17 Iya. Gambaran memang kadang-kadang 42:19 sebagai orang awam itu, Dok, ya. Batuk 42:22 ya begitulah. Bahwa ada perbedaan baru 42:25 kita pahami, bisa jadi. Ini kalau yang 42:28 terkait dengan batuk, Dok, ada yang 42:30 tanya, kok bisa ya batuk ngeluarin darah 42:32 itu apa lagi tuh, Dok? Oh oh. Oh ya. 42:36 Nah, yang juga 42:38 sudah tertanam di benak adalah kalau 42:40 batuk darah itu berarti mengarah ke TB. 42:43 He em. 42:44 Itu ada benarnya. Ini biasanya kalau 42:48 banyak orang dewasa yang terkena TB, TB 42:50 tadi kan penyakitnya menahun ya. Dan 42:52 kena ke parunya. 42:54 Itu pada beberapa keadaan 42:57 penyakitnya yang berat itu sampai 42:59 membuat lubang di dalam parunya. 43:02 Jadi dan 43:03 struktur parunya ada yang rusak sampai 43:05 berlubang. He em. Nah, struktur yang 43:07 berlubang ini bisa mengenai pembuluh 43:10 darah. Jadi di dalam paru 43:12 selain jaringan 43:14 alveolinya itu ada pembuluh-pembuluh 43:16 darah. Ada saluran napasnya, ada 43:18 pembuluh darahnya. Nah, kalau satu 43:20 bagian sampai mengalami 43:23 kavitas namanya, ada ruangan itu 43:25 memotong saluran, memotong pembuluh 43:27 darah. Sehingga kalau kena pembuluh 43:28 darah jadi ada darah di situ 43:31 dan kemudian darah ini bisa dibatukkan 43:34 keluar, jadilah batuk darah ya. 43:37 Nah, itu ya juga yang tertanam kuat di 43:39 benak 43:41 batuk darah arahnya ke TB. 43:43 Kalau ini pada orang dewasa, iya. Kalau 43:45 pada anak-anak jarang sampai TB kemudian 43:48 menyebabkan batuk darah. 43:50 Pada anak-anak 43:52 yang 43:53 bisa menyebabkan batuknya berdarah 43:56 adalah 43:58 karena perlukaan. 44:00 Kalau masih ingat pada pertemuan yang 44:02 lalu, batuk itu sebenarnya kan adalah 44:04 ledakan udara 44:07 napas dari dalam rongga dada keluar 44:09 dengan cepat. 44:11 Nah, ketika keluar dengan cepat itu 44:15 bisa mengiritasi 44:17 dinding saluran napasnya dan itu bisa 44:19 berdarah ya. 44:20 Nah, kalau pada anak-anak bisa seperti 44:22 itu jadi 44:23 kalau pada anak-anak jangan langsung 44:25 terpikir oh ini batuk darah TB jangan 44:27 ya. Apalagi kalau pada anak kecil bukan 44:29 karena itu. 44:30 Juga anak-anak itu justru lebih gampang 44:33 mimisan. 44:35 Heem, keluar darah dari hidung. 44:37 darahnya itu kemudian 44:39 masuk merang saluran napas itu akan 44:41 merangsang batuknya jadi ada darah. 44:43 merangsang saklar batuk kalau masih 44:45 ingat. Nah, kemudian bisa dibatukkan 44:47 seperti batuk darah jadinya. 44:53 Iya. 44:54 Ehm, lanjut Dok sambil saya cari ehm 44:58 pertanyaan-pertanyaan yang masuk. 45:01 Kalau ada yang Oke, kembali ke tadi ya. 45:03 he. 45:04 Jadi 45:06 pembukanya tadi adalah batuk yang 45:07 bandel, kriterianya adalah 45:10 berlangsung lama atau berulang. 45:12 Berulang he em. Kemudian kalau memenuhi 45:14 kriteria F tar, E episodik berulang, V 45:18 variabilitas bervariasi siang dan malam, 45:21 T 45:23 ada pencetusnya, ada pengundangnya. A 45:26 ada riwayat alergi di keluarga dan 45:28 responsnya bagus reversibilitas. 45:32 Ini kemudian batuk asma ya. 45:35 Nah, tadi saya sebutkan bahwa 45:38 yang khas tadi adalah tentang trigger 45:41 yang saya sebutkan sebagai pemancing dan 45:44 ini si asma ini batuk yang syar'i karena 45:46 dia hanya akan datang kalau ada 45:48 undangan. Kalau tidak diundang tidak 45:51 datang. 45:52 Jadi kalau datang berarti pasti ada 45:54 undangannya apapun itu. 45:56 Barangkali ada yang belum saya sebutkan 45:58 tadi perubahan cuaca juga bisa. Iya, 46:01 sekarang lagi kayak gini nih. 46:02 Iya, perubahan cuacanya sendiri, 46:05 perubahan suhu yang mendadak dingin, 46:07 panas, panas, dingin. 46:09 Dan kemudian 46:11 perubahan cuaca ini juga mempermudah 46:14 terjadinya selesma. 46:17 Mmm. Mmm, jadi kayak terkait nih ya. Si 46:19 perubahan cuacanya sendiri bisa berperan 46:23 sebagai trigger, pencetus atau perubahan 46:26 cuaca ini memudahkan terjadinya ISPA. 46:29 Mmm, mmm. ISPA ada yang saluran napas 46:33 di salurannya itu yang gampangnya kita 46:35 sebut selesma. 46:38 Kalau pasien asma terkena selesma, 46:40 selesmanya juga menjadi bisa menjadi 46:42 pengundang. Iya. Jadi banyak sekali hal 46:45 yang bisa mengundang batuk bandel 46:47 asmanya tadi. 46:51 Dok, kalau 46:52 batuk kan menular ya. Untuk agar 46:55 anak-anak enggak mendekati orang-orang 46:58 yang sedang terpapar batuk tidak mudah 47:00 juga kan. 47:01 Mereka bergaul di luar sana. Adakah 47:04 saran dokter agar 47:07 yang sekarang ini batuk sedang 47:08 merajalela tidak mampir ke anak-anak 47:11 kita? 47:13 Tadi ada pernyataan Mbak Nunung yang 47:16 perlu dielaborasi 47:18 batuk menular. Mmm. Di pertemuan kita 47:21 yang lalu juga saya sebutkan bahwa 47:22 memang 47:24 batuk sebagai lawan adalah karena batuk 47:26 itu merupakan sarana penularan penyakit 47:29 infeksi yang paling efektif. 47:31 Mmm. 47:32 HIV misalnya menularnya melalui darah. 47:35 Kalau kita cuma berdekatan, bersentuhan 47:38 dengan pasien HIV tidak akan tertular, 47:39 tapi kalau kita terkena produk darahnya 47:41 bisa kena. 47:43 Nah, kembali ke pernyataan tadi batuk 47:45 adalah menular. Tergantung. 47:50 Misalnya ya 47:51 kalau batuk bandelnya karena asma tadi 47:54 dan munculnya trigger-nya bukan karena 47:57 infeksi, tapi karena 48:00 katakanlah 48:01 minum es krim coklat. Ah, itu juga 48:05 mengundang batuk asmanya. 48:08 Tanpa ada infeksi, tidak menular. 48:11 Oh, jadi kalau itu batuknya bukan karena 48:13 infeksi, anak kita aman ya? 48:15 Iya, tidak menular ya. 48:17 Namun kalau batuk yang menular adalah 48:19 kalau batuknya karena selesma tadi. 48:22 Ehm, ehm. Nah, kalau selesma tadi 48:24 batuknya menular. 48:27 Cuma kadang-kadang kan kita juga sulit 48:28 membedakan apakah ini ada infeksi atau 48:30 tidak ya. Paling gampang sih kalau ada 48:32 demamnya, oh itu infeksi. 48:34 Tapi kalau tadi batuk asmanya misalnya 48:36 yang menjadi pencetusnya bukan infeksi, 48:39 ya tidak menular ya. Tapi untuk 48:41 hati-hatinya 48:43 kita anggap bisa menular. 48:45 Nah, ini kembali ke 48:47 yang kita amalkan pada saat pandemi 48:50 kemarin. 48:52 Perilaku hidup bersih dan sehat ya. 48:56 Cuci tangan. 48:58 Terus nanti agak berat sekarang ini 49:00 adalah pakai masker. 49:01 Ehm, ehm. Pakai masker ini punya efek 49:04 ganda. 49:06 Melindungi. 49:09 Masker ini melindungi siapa? Melindungi 49:11 orang sakit atau melindungi orang sehat? 49:12 Melindungi orang sehatlah. Iya, 49:14 melindungi orang sehat dan mencegah 49:17 penyebaran kuman dari orang yang sakit. 49:20 Ehm, ehm. Jadi kalau yang sakit pakai 49:21 masker bisa melindungi yang lain. 49:24 tidak menginfakkan kumannya. 49:27 [tertawa] 49:28 Orang lain pakai, orang sehat pakai 49:29 masker untuk melindungi agar tidak 49:31 mendapat sebaran kumannya gitu. 49:34 Terus 49:36 ya tadi kalau ada orang yang sakit ya 49:38 usahakan jangan berdekatan. Apalagi 49:40 kalau sakitnya 49:42 tanda paling gampang infeksi adalah 49:43 demam. Walaupun tidak selalu nyata, tapi 49:46 kalau ada demamnya berarti ini infeksi. 49:48 Nah, kalau itu 49:49 Ehm, ehm. ada batuk disertai demam, ah 49:51 ini sebaiknya 49:54 menjaga proses penularan dengan tadi 49:57 menghindari, pakai masker 50:00 cuci tangan, itu yang perlu dilakukan. 50:03 Dok, dari Eyang Sri bertanya 50:05 Assalamualaikum 50:07 Waalaikumsalam 50:08 Dok, suka tanya deh dengan perokok, baca 50:11 enggak sih di bungkus? 50:12 Tidak, eee 50:15 kalau perokok itu 50:16 gimana gitu di bungkusnya lantas 50:18 dijawabnya ya udah 50:20 yang saya tanya itu yang bodoh, yang 50:21 jual apa yang beli sih Dok? 50:23 Yang benar yang jual apa yang beli sih 50:25 Dok? Oh oh 50:27 Pernah beredar di tayangan media sosial 50:31 Ehem itu kalau tidak salah produsen 50:33 salah satu rokok 50:36 ya, mereka menyatakan bahwa 50:38 dia dan keluarga besarnya tidak ada yang 50:40 merokok 50:43 Terus? 50:45 Dan 50:46 dia hanya menjual buat orang-orang yang 50:47 mau merokok 50:49 tapi saya sudah mengingatkan, 50:51 merokok dapat membunuh Ada tulisannya 50:54 Dapat, ada di bungkusnya itu, ada 50:55 gambar-gambarnya yang mengerikan ya 50:59 terus bisa menyebabkan bukan hanya 51:03 bahaya untuk si perokok tapi untuk 51:05 orang-orang terdekatnya 51:06 orang-orang terdekatnya 51:08 istri, anak ya 51:10 bahkan sejak dalam 51:12 kandungan kalau selama hamil ibu itu 51:15 terpapar 51:16 terpajan asap rokok itu juga bisa 51:18 menyebabkan 51:20 masalah di janinnya ya 51:23 yang jadi masalah adalah bukan mereka 51:25 tidak tahu 51:27 bukan mereka 51:29 tidak mau 51:31 untuk berhenti 51:32 masalahnya mereka tidak mampu Adik Ya, 51:36 itu betul 51:38 kata kuncinya adalah adiksi, kecanduan 51:41 apa yang 51:43 membuat kecanduan? 51:46 Nikotin, Eh, saya menyebabkannya bahwa 51:49 yang membuat kecanduan adalah karena 51:52 tadi yang saya sebutkan salah satu 51:53 produsen rokok sudah tidak merokok dan 51:55 saya sudah memberi peringatan 51:57 tapi dia memasang tuyul dalam rokoknya. 52:02 Tuyul tahu, Mbak Nuning? Ya, hewan 52:04 enggak kelihatan. Eh, ma- makhluk halus 52:06 tidak kelihatan, ya. Tugasnya apa? 52:08 Mencuri uang. 52:10 Nah, para pengusaha rokok ini memasang 52:14 tuyul di dalam rokok. 52:16 Tuyul itu namanya nikotin. Nah, tugasnya 52:19 apa tuyul? Mencuri uang. Ehm. 52:22 Maka para perokok ini terus dicuri 52:23 uangnya sedikit-sedikit, mungkin tidak 52:25 begitu terasa tapi terus-terusan. 52:29 Sehingga 52:30 banyak pengusaha rokok itu merupakan 52:35 10 terbesar orang terkaya 52:38 di dunia, di Indonesia adalah para 52:40 pengusaha rokok. Dari mana kayanya? 52:44 Dari kerja tuyul nikotin tadi, sumbangan 52:47 dari para perokok. 52:50 Para perokok ini sebenarnya mengamalkan 52:52 Oh, jadi beramal, ya? Ehm. Amal, tapi 52:55 salah sasaran. 52:56 [tertawa] 52:57 Mestinya sedekahnya itu diberikan untuk 52:59 fakir miskin ini malah diberikan kepada 53:03 cukong rokok yang sudah kaya raya dan 53:04 kaya raya karena sedekah yang salah 53:07 alamat tadi. 53:09 Ya, ya, ya. 53:11 Wahai para perokok, males ya dengerin, 53:13 ya. Eh, tapi enggak apa-apa. Yang 53:15 penting ehm 53:17 apa namanya? 53:18 Sedikit saja 53:19 pemahaman bahwa jangan di dekat 53:21 orang-orang yang berada di lingkungan 53:24 kita itu sudah membantu, ya, Dok, ya. 53:26 Dok, Ibu Juni di Ciputat bertanya nih, 53:29 pernapasan yang tersumbat karena lendir, 53:31 susah bernapas lewat mulut tetapi 53:36 seringnya tuh bukannya batuk. Apakah ini 53:39 bronkitis, ya, Dok? 53:41 Perlukah terapi tertentu, nebulizer 53:43 misalnya? Mohon penjelasan, terima 53:45 kasih. 53:46 Baik, jadi napas tersumbat lalu kemudian 53:50 napasnya lewat mulut mungkin Bang Hadi 53:51 ya. 53:54 Saluran napas normal kita adalah lewat 53:57 hidung. 53:57 Hidung, he eh. Ya. Tetapi di dalam leher 54:00 kita itu ada persilangan antara saluran 54:03 napas dengan saluran cerna. 54:05 Itu sebabnya kita bisa bernapas lewat 54:08 mulut. 54:10 Tutup hidungnya rapat-rapat kita masih 54:11 bisa bernapas lewat mulut. Tetapi mulut 54:14 ini 54:16 bukan saluran yang alamiah. 54:19 Dia tidak dirancang, tidak didesain oleh 54:23 Allah untuk bernapas. Nah, dengan dalam 54:25 keadaan darurat jangka pendek masih bisa 54:27 tapi kalau jangka panjang 54:29 itu 54:31 mulut eh saluran man 54:33 cerna lewat mulut itu akan menggantikan 54:35 tugas saluran napas dan itu berat 54:37 sekali. 54:38 Karena hidung kita itu sebenarnya 54:40 berfungsi sebagai AC. 54:43 He eh. Air conditioner. He eh. Ya. 54:46 Kalau kita berada di ruang yang ber-AC 54:48 nyaman kan? Nah, demikian juga 54:50 udara napas yang kita hirup itu 54:53 di-AC-kan oleh hidung kita. 54:54 Hidung, he eh. 54:55 Bila udara ini terlalu kering akan 54:58 dilembabkan. 55:00 Bila terlalu 55:02 eh kalau terlalu kering 55:04 dilembabkan, kalau terlalu panas 55:07 didinginkan, 55:08 kalau terlalu dingin dihangatkan. 55:11 Fungsi hidung adalah seperti itu. 55:14 Ketika suatu saat hidung kita tersumbat 55:18 tidak bisa maka bernapas lewat mulut 55:20 maka fungsi melembabkan itu digantikan 55:23 oleh 55:24 permukaan dalam mulut kita maka akan 55:25 terasa tenggorokan kering. Nah, itu ya. 55:28 Jadi memang harusnya kita bernapas lewat 55:30 hidung. 55:32 Tapi bisa saja kalau sedang kena selesma 55:34 misalnya tadi atau pada pasien-pasien 55:37 yang pilek alergi ketika sedang kambuh 55:41 itu produksi lendirnya akan sangat 55:43 banyak di dalam hidung dan itu 55:44 menyumbat. 55:46 Ehm ehm. Tidak bisa napas lewat hidung, 55:47 maka napas lewat mulut. 55:50 Tadi ada pertanyaan, apakah bisa di 55:52 nebulisasi? Tidak perlu. 55:55 Ehm ehm. 55:56 Karena kalau yang nebu itu dirancang 55:59 alatnya untuk memecah partikel obatnya 56:03 sedemikian kecil agar bisa masuk ke 56:05 saluran napas yang bagian bawah. Oh oh. 56:08 Tidak dirancang untuk hidung, jadi 56:10 kalaupun masuk ke hidung dia hanya 56:11 numpang lewat, tidak mampir. Nah, kalau 56:14 yang ditemui masalah sumbatannya adalah 56:17 di hidung adalah dengan 56:20 cuci hidung dengan semprot hidung. 56:23 Ehm ehm. Banyak sediaan itu, obat-obat 56:25 semprot hidung ya. 56:27 Jadi dibersihkan dulu pakai cotton bud 56:29 atau disedot atau kalau anaknya besar 56:32 bisa di 56:33 istilahnya apa tuh? Mengeluarkan 56:35 ingus dari dalam hidung, ngis di sisi 56:37 gitu ya. Kalau bisa, setelah itu dibantu 56:40 dengan obat semprot hidung. Ehm. Obat 56:43 semprot hidung itu biasanya berisi 56:44 cairan 56:46 fisiologis, cairan faali. Ehm ehm. NaCl 56:49 0,9% 56:51 sehingga itu aman untuk digunakan 56:52 berulang-ulang. Itu bisa membantu bila 56:56 hidung tersumbat baik pada keadaan ISPA, 57:00 selesma tadi atau pada tersumbat karena 57:03 produksi ingus yang banyak pada 57:05 pasien-pasien dengan rinitis alergi, 57:07 pilek alergi ya. 57:09 Jadi kalau sumbatannya di hidung bukan 57:10 dengan cara nebu karena obatnya akan 57:12 terbuang sia-sia, kecuali kalau 57:16 di saat yang sama ada masalah di saluran 57:17 napas bawahnya, itu nebunya 57:19 bermanfaatnya di situ gitu. 57:21 Iya. Ada yang lebih bagus sebenarnya, 57:23 cuci hidung. 57:24 Pakai? 57:25 NaCl juga. 57:26 Jadi dimasukkan pakai spuit ke satu 57:28 lubang, sret, nanti keluar lewat hidung 57:31 yang lubang yang 57:32 Enggak bersin tuh? 57:34 Enggak. Bisa dilihat di YouTube banyak 57:35 itu contoh-contohnya. Itu akan lebih 57:37 bagus lagi. Tapi kadang-kadang 57:40 kalau enggak biasa itu aduh gimana ya? 57:42 Nah, yang paling ringan yang ringan ya 57:44 pakai semprot hidung saja tadi itu. Iya. 57:46 Ini dari Bung Angga bertanya kalau 57:52 Sama enggak sih dengan pneumonia? 57:54 Bisa jadi karena kita sudah di 57:56 penghujung sekaligus dengan pertanyaan 57:58 dari Pak Rian 58:00 yang terkait dengan bronkitis juga itu 58:02 kalau kena asap rokok paparannya bahaya 58:04 banget enggak sih? Terima kasih meskipun 58:06 saya tidak merokok. Iya, oke. 58:10 Jadi pertanyaan yang tadi adalah 58:11 bronkopneumonia dengan pneumonia sama 58:13 tidak sih? Sebenarnya sama. He em. Saya 58:15 ulang lagi tadi bahwa 58:18 organ napas kita ada dua bagian, 58:20 salurannya 58:21 dan parunya. 58:23 Pneumonia adalah 58:25 in-radang infeksi di parunya, pneumonia. 58:32 Saluran kita itu mulai dari hidung, 58:33 trakea, bronkus yang tadi asma itu di 58:37 bronkusnya. Nah, kalau bronkopneumonia 58:40 dimaksudkan pneumonia 58:42 kena sebagian salurannya, bronkusnya 58:44 makanya disebut bronkopneumonia. 58:47 Kalau bronkitis, itis itu menunjukkan 58:50 radang ya. 58:53 Hidung rhino, rhinitis hidungnya sedang 58:56 radang, pilek-pilek. 58:57 Nah, kalau bronkitis itu 59:00 bronkusnya. 59:02 Tadi trakea bercabang dua menjadi 59:04 bronkus, bronkusnya ini yang meradang. 59:07 Bronkitis adalah radang di bronkusnya 59:10 bisa karena banyak hal. 59:12 Nah, asma tadi kita bahas itu adalah 59:14 bronkitis juga. He em. 59:17 Tapi bronkitis yang spesifik 59:19 dengan ciri khas yang tadi saya sebutkan 59:22 ada ektarnya itu bronkitis asma adalah 59:26 bronkitis yang spesifik. Sedangkan 59:28 istilah bronchitis ini sendiri secara 59:31 umum kalau ada radang di saluran napas 59:33 namanya bronchitis. Bisa karena asap 59:35 rokok? Bisa banget. 59:37 Asap rokok bisa menjadi penyebab tunggal 59:42 batuk yang bandel, tidak harus asma nih. 59:44 He em. Ya. Jadi kalau ada anak-anak yang 59:47 batuk-batuk terus, yang salah satu hal 59:49 yang harus di 59:50 investigasi adalah apakah ada pajanan 59:52 asap rokok. 59:54 Karena pajanan asap rokok bisa 59:55 menyebabkan 59:57 bronchitis tadi yang bisa menyebabkan 59:59 batuk terus-terusan. 1:00:01 Jadi apakah ada kaitannya dengan asap 1:00:02 rokok? Iya. 1:00:05 Salah satu yang utama adalah asap rokok, 1:00:06 kemudian juga polusi yang lain. 1:00:09 Polusi asap dapur, sampah bakaran, 1:00:13 sampah ya, atau polusi dari pabrik, 1:00:17 polusi kendaraan itu juga bisa 1:00:19 menyebabkan bronchitis. 1:00:24 Jelas banget. Dan karena kita sudah di 1:00:27 penghujung, kita akan simak bagaimana 1:00:30 closing idea dari bahasan batuk yang 1:00:34 bandel ini. Nah, silakan, Dok. 1:00:37 Baik, eh Ikhwan dan Akhwat sekalian, 1:00:40 tadi saya sudah menguraikan batuk yang 1:00:42 bandel itu apa. 1:00:44 Salah satu penyebab bandel yang masih 1:00:48 agak terabaikan adalah asma. 1:00:53 Saya uraikan tadi, 1:00:55 batuk bandel yang semacam apa yang asma 1:00:57 bila memenuhi kriteria lima EVTAR. E-nya 1:01:00 episodik berulang, 1:01:02 V-nya variabilitas malam hari lebih 1:01:04 berat, T-nya datang bila ada trigger 1:01:07 pencetusnya, A-nya alergi, ada riwayat 1:01:10 alergi dalam keluarga atau pada pasien 1:01:12 sendiri, dan R responsnya bagus dengan 1:01:15 terapi asma ya. 1:01:17 Tetapi sebenarnya bukan juga hanya asma 1:01:19 yang bisa menjadi penyebab TB, penyebab 1:01:22 batuk bandel. TBC juga bisa, tapi ini 1:01:25 memerlukan uraian panjang tersendiri, 1:01:27 ya. 1:01:28 Kemudian ada yang namanya pilek alergi 1:01:30 tadi juga bisa menyebabkan batuk bandel, 1:01:32 rinosinusitis juga bisa. Ada penyakit 1:01:35 lambung namanya GERD, itu juga bisa 1:01:37 menyebabkan batuk yang bandel. 1:01:39 Tapi bahasan kita pada hari ini 1:01:41 adalah mengungkap 1:01:44 penyebab batuk bandel yang masih agak 1:01:47 terabaikan. He em, he em. Asma pada anak 1:01:50 bisa muncul dalam bentuk batuk yang 1:01:53 bandel. 1:01:55 Nah, ini memang perlu 1:01:57 pertama ada pikiran dulu ke arah sana 1:01:59 dan kemudian 1:02:01 digali lebih jauh ke arah sana, baru 1:02:02 kemudian bisa ditemukan sosok asma pada 1:02:05 batuk yang bandel ini. 1:02:08 Demikian barangkali, Mbak Nunung, yang 1:02:10 bisa saya sampaikan. 1:02:12 Mudah-mudahan 1:02:14 uraian yang saya sampaikan ini bisa 1:02:17 dimengerti oleh ikhwan-akhwat sekalian 1:02:19 yang menyimak acara hasil 1:02:21 dan mudah-mudahan memberikan manfaat 1:02:23 kepada, terutama pasien-pasien yang 1:02:26 mengalami seru keluhan yang sesuai tadi. 1:02:30 Terima kasih sekali, Dokter Darmawan 1:02:33 Budi Setianto, Sp.A.K. 1:02:36 yang sudah membuat kita semakin paham, 1:02:38 ya. 1:02:39 Bahwa dugaan semata 1:02:42 tidak bisa dipegang, karena kalau kita 1:02:45 tahu apa yang terjadi karena apa, pasti 1:02:48 lebih keren, ya. Mudah-mudahan bandelnya 1:02:51 batuk bukan hanya pada orang dewasa, 1:02:53 tapi justru pada anak-anak di cuaca yang 1:02:56 sedang 1:02:57 eh tidak bersahabat sekarang ini 1:03:01 bisa lebih kita pahami. Terima kasih 1:03:04 sekali lagi, Dok, dan untuk 1:03:06 sahabat-sahabat kita semuanya, 1:03:08 ikhwan-akhwat yang menyimak acara ini 1:03:11 bisa jadi juga ditularkan kepada yang 1:03:16 belum sempat mendengar bahwa 1:03:19 batuk yang enggak sembuh-sembuh yang ada 1:03:21 kemungkinannya berulang-ulang lagi 1:03:24 berturut-turut adalah sesuatu yang perlu 1:03:26 mendapatkan perhatian. Sekali lagi 1:03:28 Atau dilihat di YouTube nanti kan ada 1:03:30 Ada ada YouTube-nya rasiltv.com 1:03:34 gitu deh kalau enggak salah. 1:03:36 Mudah-mudahan sih enggak salah. 1:03:38 Di radio rasil karena ada YouTube-nya 1:03:42 juga jadi kalau terlambat menyimak pun 1:03:44 masih bisa di ee 1:03:47 dengar dilihat di YouTube kami. Sekali 1:03:50 lagi Dokter Darmawan terima kasih banyak 1:03:53 untuk kehadirannya. Afwan. Juga 1:03:56 teman-teman semuanya 1:03:58 ee ikhwan akhwat yang bersama-sama Radio 1:04:00 Silaturahim. Billahi taufik walhidayah. 1:04:03 Wassalamualaikum warahmatullahi 1:04:04 wabarakatuh. 1:04:05 Waalaikumsalam warahmatullahi