Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [musik]
- [musik]
- [musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, ikhwan akhwat
- rahimakumullah.
- Alhamdulillah, senang sekali kita dapat
- bersama-sama kembali di acara ruang
- kesehatan dari Radio Silaturahim.
- Mudah-mudahan bahasan kali ini juga akan
- mempersuasi kita, membuat kita lebih
- tahu banyak terkait dengan kesehatan.
- Bukan hanya fisik tetapi juga nonfisik
- ya. Semua sehat ya? Mudah-mudahan dan
- tidak lupa tentu saja salam untuk
- junjungan umat kekasih kita Muhammad
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam.
- Semoga kelak kita mendapatkan syafaat
- beliau dan dipertemukan dengan beliau di
- yaumil akhir. Amin. Allahumma amin.
- Untuk hari ini narasumber kita sudah
- lama banget kita enggak pernah dengar
- beliau ee hadir ya, yaitu Dr. Dr.
- Fidiansyah spesial kesehatan jiwa ini
- dan sudah ada di sini beliau kita sapa.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Alhamdulillah bugar banget
- nih.
- Alhamdulillah.
- Iya. Mudah-mudahan bugarnya bukan cuman
- fisik doang. [berdehem]
- Insyaallah
- ada bahagia dan ee syukur yang berlimpah
- ya, Dok. Ee ngomong-ngomong
- tadi di off air bicara tentang waktu itu
- penting banget karena ada kaitannya
- dengan kesehatan,
- kecemasan, depresi dan segala macam ya.
- Iya, Mbak Nuning. Ini yang mungkin
- masyarakat Abay ya. Kaitan antara waktu
- dengan kesehatan jiwa itu seperti
- tinggi banget ya.
- Dua sisi mata uang.
- Iya. Ya, sebelahnya harus ada.
- Iya, harus ada.
- Bisa jadi di antara yang sedang
- mendengar, "Iya, aku juga cemas nih,
- kapan aku dipanggil padahal belum siap."
- Misalnya seperti itu.
- Oke, Dok. Kita mulai saja. Jadi, ikhwan
- akhwat di samping Anda bisa menyimak
- sekarang kalau enggak sempat ada juga di
- Rasil TV ya, Dr. Dr. Fidyansyah yang
- membahas terkait dengan waktu, kaitannya
- dengan cemas dan depresi. Silakan.
- Iya. Ee pemirsa Rasil yang dirahmati
- Allah,
- ada dua dimensi yang menyebabkan
- kehidupan ini bisa berlangsung. Yang
- pertama dimensi waktu dan dimensi ruang.
- He.
- Nah, Mbak Nuning berada di ruang rasil
- ini bisa berulang enggak? Hari ini ada
- di sini, besok ada di sini.
- Jawabannya ada di sini.
- Insyaallah. Insyaallah.
- Sebab enggak yakin siapa tahu keluar
- dari sini terus bye.
- Nah, tapi kalau dimensi waktu bisa
- enggak kembali ke SMP,
- ke SD, ke TK
- karena
- untuk mengisi waktu yang pernah terjadi
- pada masa lalu?
- Nah, jawabannya bimbang. Jadi kita
- dengar apa kata drtera. Jadi memang
- dimensi waktu kita bisa membagi pada
- tiga.
- He
- yaitu dimensi waktu masa lalu,
- dimensi waktu saat ini, dan dimensi
- waktu saat akan datang.
- Heeh. He.
- Nah,
- kebanyakan orang melewati itu, namun
- mengelolanya keliru.
- Jadi, kalau ditanya mana dari tiga
- dimensi yang tadi ada
- yang kita miliki untuk bisa dikelola itu
- dimensi yang mana?
- Yang lalu, yang sekarang, atau yang akan
- datang?
- Nah, ini dia nih. Karena yang akan
- datang kita enggak tahu
- seperti apa dikelolanya ya.
- yang lalu bisa mundur
- enggak bisa
- enggak bisa. Jadi hakikatnya
- kepemilikan waktu yang Allah amanahkan
- dalam dimensi manusia adalah dimensi
- waktu sekarang.
- Nah, ini yang mungkin kita mulai dengan
- sebuah ee ayat ya yang Allah juga tentu
- sudah sangat lengkap dan sempurna
- mencoba untuk mengingatkan tentang
- kaitan dimensi waktu dengan kesehatan
- jiwa
- yang salah satunya bisa kita kutip yaitu
- surah Fusilat ayat 30
- dan 31 ya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Innalladzina qolu rbunallahu
- tumastaqomu.
- Sesungguhnya orang-orang yang
- mengikrarkan ya bahwa dia menyatakan
- Allah sebagai Rabbnya, sebagai Tuhannya.
- He
- lalu dia istikamah terus-menerus
- konsisten.
- Enggak ada tempat bergantung kecuali
- oleh Allah.
- Tatanazzalu alaihimul malaikah. Kata
- Allah. Maka orang-orang seperti ini itu
- bukan hanya Hansip yang jaga, bukan
- hanya intel yang jaga, bukan hanya
- tentara yang jaga. Kata Allah, "Aku akan
- kirimkan malaikat."
- Untuk apa yang dijaga pada orang-orang
- yang memang harus istikamah dengan
- pernyataan
- daripada ketuhanan, ketauhidannya.
- Alla takofu wala tahzanu. Kata Allah,
- "Orang-orang ini harus aku jaga.
- karena akan mengalami potensi cemas dan
- depresi,
- khauf dan hazan.
- Nah, dalam dimensi kesehatan jiwa
- ternyata
- orang yang kemudian cemas adalah orang
- yang sudah memprediksi yang akan datang
- dengan ketakutan.
- Jadi orang cemas adalah karakternya
- belum melewati masa yang dia tentu punya
- waktu apa tidak dibayangi oleh hal yang
- mencemaskan, menggalaukan, menakutkan.
- Itu khauf. [menghela napas]
- Maka disebut cemas dalam bahasa
- kerennya kedokteran itu anxiety.
- Nah,
- apa yang terjadi kalau kemudian dia
- terjebak dengan pengeluaran masa lalu
- yang enggak efektif? itu depresi. H
- sedih. Orang sedih, orang depresi adalah
- orang yang tidak pernah bisa move on
- dari pengalaman waktu masa lalu yang dia
- pengin enggak boleh terjadi itu. Mesinya
- waktu kecil tuh aku enggak begini ya.
- Waktu-waktu SMP aku enggak begini ya,
- SMA enggak begini ya.
- Enggak bisa move on dia dengan masa lalu
- yang sudah dia tinggalkan, yang enggak
- pernah bisa dia balik. Nah, inilah yang
- disebut kemudian dalam dunia kesehatan
- jiwa disebut orang seperti ini adalah
- orang-orang yang berpotensi akan jatuh
- di dalam perasaan sedih yang
- berkepanjangan karena tidak bisa mencoba
- untuk melakukan
- perpindahan waktu untuk berada pada
- kondisi saat ini. bisa ada gabungan.
- Pemirsa Rasil yang dirahmati Allah, bisa
- terjadi dalam kondisi orang itu
- dua-duanya dia dibelit.
- Ketakutan masa depan dia juga alami.
- Kesedihan masa lalu juga membelenggu
- dia. Maka mix kalau orang sebenarnya
- bisa cemas dan depresi. Begitulah
- sebetulnya Islam mencoba memberikan
- perhatian. I.
- Ayo kalian orang yang tahu Allah itu
- segalanya, Maha Besar, Maha Kasih, masa
- sayang.
- Tidak perlu ada yang sudah akan membuat
- kalian cemas di masa masa depan dan
- tidak perlu kalian jatuh pada kesedihan
- yang berkepanjangan karena masa lalu
- yang tidak pernah bisa kalian
- putar kembali. Jadikan kata Nabi, hari
- ini harus lebih baik dari hari kemarin.
- Sabdanya enggak dibalik. Jadikan hari
- esok lebih baik dari hari ini.
- Sabdanya adalah jadikan hari ini lebih
- baik dari hari kemarin. Karena yang kita
- miliki adalah saat ini, hari ini.
- Iya.
- Yang dimiliki cuma sekarang.
- Sekarang.
- Jadi kalau cemas untuk waktu yang akan
- datang,
- mari kita simak lebih lanjut. Karena
- banyak di antara kita tanpa sadar
- beberapa waktu juga kita sering dengar
- nanti aku gimana di sana maksudnya di
- alam barsah. [tertawa]
- Iya Dok lanjut.
- Baik. Nah sekarang misalnya kita tentu
- bersimpati ya dengan apa yang terjadi
- dari musibah
- Aceh
- yang terjadi di Aceh, Sumatera dan
- sekitarnya.
- Makanya ada sebuah kondisi yang disebut
- dengan post traumatic disorder,
- yaitu gangguan dari trauma yang begitu
- mencekam dari suatu kejadian
- yang kemudian berimbas pada waktu-waktu
- berikutnya.
- He.
- Dia jadi trauma terus ya. Bagaimana air
- dia lihat itu akan mencekam.
- Bagaimana kayu yang mungkin
- menggelinding akan menjadi suat ingatan
- ketika dia saat ini melihat kayu itu
- sudah menjadi
- menakutkan.
- Nah, itulah yang disebut tadi. Ada
- orang-orang yang memang akhirnya tidak
- bisa melepaskan diri trauma maka disebut
- post trraumatik. Sangat traumatik ya.
- Stres itu di luar kapasitas yang lazim.
- Nah, ini pemulihannya panjang. Makanya
- sekarang pemerintah dan semua
- bagian-bagian daripada lembaga
- masyarakat berbondong-bondong. yang
- mereka butuhkan itu healing.
- Ayo lakukan sebuah upaya refresh ulang,
- format ulang bahwa kejadian sudah
- terjadi. Ya, ayo bangkit saat ini masih
- punya kesempatan Allah memberikan
- kehidupan dan tentu ini sebuah
- kesempatan untuk mereformat ulang
- melakukan upaya-upaya perbaikan,
- pemulihan dengan segala dinamaikanya.
- Memang dinamika tentang rumahnya yang
- hilang, dinamika mungkin orang
- terkasihnya
- yang juga sudah meninggalkan
- semua dinamika itu sudah masa lalu.
- Namun Allah masih memberikan kalian
- punya masa kini ayo bangkit bangun lagi.
- Lakukan lagi upaya-upaya untuk keluar
- dari situasi yang membulu kalian. Jangan
- sampai menjadi trauma yang
- berkepanjangan. Kasus seperti ini waktu
- kasus tsunami lebih dahsyat lagi, Mbak
- Nuning.
- He.
- Ya, bagaimana itu gelombang dahsyat
- daripada tsunami dan ternyata banyak
- orang yang survive ya, hilang semuanya
- tapi dia tidak terbelenggu dengan masa
- lalu. Dia bangkit lagi.
- Dan sekarang menjadi orang sukses yang
- bisa memaknai adanya hikmah di balik
- musibah. Nah, itu kata kunci yang
- kemudian pada orang depresi tidak
- terjebak.
- Jadi banyak kasus-kasus yang
- menggambarkan orang yang kemudian masih
- terbelenggu ini yang paling sering itu
- bucin.
- Tidak bisa melepaskan sebuah ikatan
- kasih sayang dari suatu hubungan
- tiba-tiba putus.
- Waduh. Kemudian mempengaruhi itu. Enggak
- bisa hiduplah tanpa dia. Aku mendingan
- mati aja deh. Wah sampai sebegitu
- melonownya ya saking sudah bucinnya.
- Nah, itulah bentuk-bentuk
- turunan-turunan dari pengeluaran waktu
- yang keliru bahwa mereka harus tetap
- bangkit lagi, move on lagi. Dalam bahasa
- nanti yang mungkin kita akan angkat
- disebut dengan mindfulness,
- yaitu fokus pada kondisi saat ini. Apa
- yang masih Allah anugerahi dari kondisi
- yang bisa dimanfaatkan. bangkit lagi dan
- hadapi lagi. Itu dari satu sisi yang
- kita sebut orang yang harus melepaskan
- diri dari trauma trauma masa lalu.
- Sebaliknya pada yang kecemasan, Pak
- Nuning.
- He.
- Nah, kalau kecemasan, pemirsa Risal yang
- berbahagia dan Allah, ini belum terjadi
- nih. Aduh,
- ini nanti penerimaan mahasiswa gimana
- ya? Aku bisa masuk enggak ya? belum
- terjadi ini dengan kegalauannya nanti
- bisa diterima enggak ya? Aku bisa lulus
- enggak ya? Udah air qadarullah Allah
- memberikan ikhtiar jalan lulus.
- Sudah lulus kuliah kan?
- He
- aduh kuliah gimana nih ya nanti ee apa
- nih skripsinya ada aja.
- Maka disebut dalam dunia kesehatan tuh
- penyakit jangan-jangan.
- Janganjangan. Oh, ada ya [tertawa] parno
- itu
- jangan-jangan nanti gini, jangan belum
- terjadi nih. Jangan-jangan
- kalau kalau jangan asem, jangan sop lain
- ya. [tertawa]
- Jadi penyakit jangan-jangan itu biasanya
- nanti mampirnya ke IGD, ke gawat
- darurat. Karena yang akan memicu
- kecemasan itu adalah respon kesiagaan.
- Jantung berdetak kencang,
- nafas jadi terengah-engah, pencernaan
- jadi seperti perut melilit. He.
- Nah, orang-orang yang penyakit
- jangan-jangan ini lupa dengan sumber
- stresornya, yaitu lingkup eksternal dia.
- Dia terjebak dengan manifestasi ciptaan
- Allah yang begitu canggih yang sudah
- menyiapkan memang ketika orang cemas
- Allah siapkan kesiagaan yaitu jantung
- berdetak, paru-paru mengembangkan
- oksigen agar bisa mengantarkan sumber
- energi dan rangka kesiagaan menghadapi
- sumber yang memang
- dirasakan suatu stres. Nah, cuma kalau
- ini terus-menerus masuknya gig terus tuh
- dicek jantungnya normal
- dirons paru-parunya normal diperiksa
- dengan semua teknologi sanggi USG MRI
- City scan semua yang diasarkan poinya
- normal selama dia tidak mencoba untuk
- menginternalisasi mengkoreksi pada
- sumber stresornya penyakit ini akan
- terus namanya penyakit cemas menyeluruh
- ada lagi jenis kecemasan itu yang
- disebut dengan obsesif kompulsif.
- H
- dia ngulang-ngulang suatu tindakan, eh
- ini pintu sudah dikunci belum ya? Balik
- lagi dia cek. [tertawa]
- Sudah balik eh sudah dikunci belum ya?
- Dicek lagi. Itu bisa 5 sampai 10 kali.
- Hanya sekedar kecemasan ini kunci sudah
- di
- udah di kunci belum?
- Nah, pada ritual-ritual keagamaan itu
- bisa terjadi pada wudu berulang.
- Heeh. Iya. Iya.
- Wudu enggak bisa sekali.
- Ya, berulang. Aduh, enggak sah. Ulang
- lagi enggak sah. Akhirnya masuklah
- kemudian mau salat.
- Takbir itu enggak bisa sekali. Takbir
- salah lagi. Takbir salah lagi. Ini yang
- disebut dengan kecemasan dari sesuatu
- kondisi yang menyebabkan dia obsesif,
- terjebak oleh pikiran dia yang enggak
- nyaman kalau itu enggak dilakukan
- sehingga menimbulkan kecemasan. Jadi
- turunannya banyak dari depresi dengan
- cemas ini ketika nanti pada setiap
- individu tidak memahami adanya sumber
- dari tadi kelola waktu yang tidak
- efektif akibat terjebak masa lalu yang
- tidak pernah biasa dia move on atau
- terjebak dengan masa depan yang selalu
- sudah dengan angan-angan kecemasan
- jangan-jangannya
- gitu Pak Nuning dan
- Masyaallah.
- Jadi ada post traumatic disorder. Tapi
- yang barusan kita dengar terkait dengan
- obsesif yang ini kayaknya banyak nih
- yang merasa kayaknya gue banget gitu.
- [tertawa]
- Ee itu baru dua sisi ya. Ada yang lain
- yang mungkin lebih umum terjadi.
- Nah, ini dia yang lebih umum terjadi
- adalah
- kondisi yang kemudian dia merasa
- memiliki.
- Heeh.
- Nah, kehidupan ini sering menjadi
- depresi dan cemas karena saking kuatnya
- merasa memiliki.
- Padahal makhluk hidup hanya dikasih hak
- amanah dipinjamkan.
- Iya. Enggak ada yang punya sendiri.
- Enggak ada yang punya sendiri. [tertawa]
- Makanya dalam banyak ayat itu lillahi ma
- kepunyaan Allahlah
- segala yang ada di langit dan bumi.
- Banyak ayat-ayat menegaskan itu semua
- ini punya Allah. Kalian cuma dipinjamin
- lalu kemudian dimintai
- pertanggungjawaban dari pinjaman tadi.
- Mungkin dikasih tadi jabatan,
- dikasih titipan harta,
- dikasih titipan keluarga.
- Berat nih. [tertawa]
- Cuma nitip sebetulnya.
- Iya. Iya.
- Tapi begitu kemudian secara umum itu
- melekat menjadi kepemilikan, tiba-tiba
- hilang.
- Ini misalnya pada kasus jabatan Paking.
- He pejabatan nih eslon 4, eslon 3,
- eselon 2, eson 1 dah katakan gitu ya kan
- ada masanya.
- Iya
- dia harus mengakhiri jabatan itu ada
- masanya diaebut pensiun. Iya.
- Kalau enggak siap yang disebut dengan
- post power syndrom [tertawa]
- kehilangan kekuasaan membuatnya tadinya
- ada sopir, ada mobil, ada semua sarana,
- sekarang enggak ada. Karena terus
- memiliki kilang itu semua jadi stres.
- Nah, ini enggak disadari banyak kemudian
- terjadi karena tadi post syndrome.
- He.
- Kepemilikan lain juga begitu ya. Merasa
- mungkin mencintai terlalu berlebihan
- pasangan hidupnya tadi.
- Heeh. Heeh.
- Qadarullah. Salah satu harus dicabut dan
- dipanggil. Aku ikut aja dah [tertawa]
- atau aku duluan aja.
- Nah, itu itu hal yang umum yang kemudian
- terjadilah depresi yang berkepanjangan
- dan ujung yang paling menakutkan dari
- dua kondisi itulah bunuh diri.
- Rasa tidak berdaya dari suatu kehidupan
- yang dia tidak bisa hadapi. Ah, udah
- buat apaagi sih hidup?
- Bermula dari ide saja. Cuma ide doang,
- cuma ungkupan.
- Ah, hidup sudah enggak enggak [tertawa]
- asik
- ya. Ide lama-lama
- harm, safe harm, menyakiti.
- Lama-lama lebih ekstem lagi. Bukan lagi
- hanya tindakan-tindakan yang mungkin
- merasakan suatu rasa sakit ya. Tapi
- mulai tuh mungkin
- ya menjatuhkan diri pada sesuatu kondisi
- lompatlah.
- Kalau memang belum waktunya paling kan
- cuma patah [tertawa]
- benjol
- kemudian harus bangkit lagi. Nah, itu
- terjebak terus dengan kesalahan langkah
- yang dia seolah-olah bisa menentukan
- ajalnya. Tidak. Karena ajal sendiri
- dalam konteks waktu itu hak prerogatif
- Allah.
- Iya.
- Sebaliknya orang ada yang pengin enggak
- mau mati nih, cemas dengan kematian.
- Semua alat melekat.
- Ada alat defibrillator, ada alat buat
- kejutnya. Ya, kalau udah waktunya
- malaikat izrail datang, enggak bisa
- semua alat itu. Ja ajalhum la
- yastakiruna saatan wala yastaqdimun.
- Kalau ajal yang sudah datang, enggak
- bisa minta dipercepat, enggak bisa minta
- ditunda. Duitlah waktu yang memang tadi
- manusia karena itu waspada terus. Karena
- kita punya waktu saat ini sudah waspada
- terus, jaga terus waktu ini dengan semua
- hal yang tentu bisa kita jadikan. Karena
- khairunas anfahum linas. Sebaik manusia
- adalah orang yang bermanfaat. Bermanfaat
- dalam sisi yang kemudian sederhana Allah
- contohkan dan Rasul menyingkirkan duri,
- menyingkirkan sesuatu yang berbahaya
- pada suatu aktivitas lalu lintas itu
- sudah
- berbuat baik. Apalagi punya ilmu,
- apalagi punya harta, punya kekuasaan dan
- sebagainya. Jadikanlah semua amanah itu
- untuk menebar manfaat bagi kehidupan.
- Ya,
- gimana ya kalau mikir soal waktu dan
- kesempatan sementara hak prerogatif
- Allah enggak bisa diapa-apain untuk
- kapan kita pulang itu memang luar biasa
- sekali.
- Oke, Dok. Masih ada tentu yang lain
- ditunggu nih di samping pensiun yang
- jadi momok. [tertawa]
- Apalagi kira-kira
- i ketika kita juga secara umum
- berhadapan dengan suatu keinginan
- he
- harapan cita-cita
- dalam realita yang kemudian terjadi bisa
- miss.
- Aduh saya pengin jadi ini. Saya pengin
- punya ini. Saya pengin pengin pengin
- pengin pengin
- dalam rata kehidupan ternyata
- qadarullahnya enggak matching nih.
- Hm.
- antara yang diinginkan dengan yang
- kemudian Allah tetapkan. Nah, di sini
- banyak kesalahan daripada persepsi
- manusia adalah dia negative thinking.
- Berpikir negatif.
- Iya.
- Kok enggak terkabul sih? Udah berdoa,
- udah berikhtiar,
- udah jungkir balik.
- Kok enggak Allah enggak kabulkan sih?
- Nyalah
- bahkan menghujat nih
- nyalahin Allah.
- Nyalahin Allah gitu. Allah kejam, Allah
- enggak sayang dan sebagainya.
- Nah, ini tentu situasi yang harus tetap
- dimaknai. He
- bahwa
- maha besarnya Allah paling tahu tentang
- apa yang makhluknya harus lalui
- dan itu harus diuji dengan gap antara
- tadi harapan dan kenyataan menjadi
- ukuran
- tetap positif thinking apa enggak. Coba
- kita lihat semua risalah kenabian.
- Iya.
- Enggak dikasih gampang-gampang.
- Heeh.
- Nabi Musa dipojokin dengan kejaran
- Firaun enggak tahu kalau laut bisa
- dibelah.
- Harus dibikin stres dulu.
- Kaum yang mengikuti. Coba kalau kita
- pada saat itu mau ikut Firaun atau
- mengikut aku. Firaun punya kekuasaan.
- Firaun punya segalanya.
- Aku enggak punya apa-apa. Dan kalian
- tinggal di pinggir laut.
- Di belakang Firaun dengan bala
- tentaranya di depan laut.
- Pilih mana?
- Pilih mana? Coba kalau pakai logika saat
- itu bukan iman, banyak orang yang
- kemudian akhirnya balik lagi. Iya. Musa
- enggak bawa apa-apa mau nyelamatin kita
- pakai apa. Sengaja tuh dibikin antara
- harapan dengan kenyataan harus
- berhadapan dengan sebuah gap. Tapi Allah
- tentu dengan turunan kemukjizatannya
- selalu pertolongan.
- Ketok terbelah laut.
- Siti Hajar dengan Nabi Ismail. He
- he
- sudah kehabisan nih semua bahan yang
- ditinggalkan oleh ee Nabi Ibrahim kepada
- anak istrinya. Apa Allah langsung
- nurunin tuh makanan? Enggak begitu.
- Harus sai namanya. Berlari dari Bukit
- Safa ke Marwah yang menunjukkan harus
- berikhtiar,
- berjuang.
- Berjuang bukan [tertawa] hanya ya Allah
- suamiku sudah enggak enggak ngirim ATM
- nih deposit sudah habis. Eh sekarang
- semua enggak ada. Cukup berdoa enggak
- harus berusaha. He.
- Berusahalah yang menunjukkan tadi
- ujungnya pada situasi yang sudah
- genting, Allah pasti tahu momen yang
- tepat. Di situlah kemudian Nabi Ismail
- nangis menghentakkan kakinya. Keluarlah
- sekarang yang kita kenal dengan air
- zamzam. Mukjizat [berdehem] sepanjang
- kehidupan manusia dari dua tokoh manusia
- yang ketika ada kenyataan hidup yang
- tidak sesuai tapi tetap istikamah.
- Makanya tadi ayat tadi ketika menyatakan
- Allah Rabbnya, dia pasti menjadi jalan
- keluar pada setiap solusi, maka
- istikamah
- terus-menerus jaga, pertahankan dengan
- konsisten. Maka Allah katakan, "Aku
- turunkan malaikat
- he
- dalam rangka menjaga kalian agar
- terhindar dari cemas dan depresi."
- Nah, inilah kemudian yang menjadikan
- tadi bahwa harapan dengan kenyataan
- memang sebuah cara Allah menguji.
- Nah, kata kunci terhadap menghadapi
- kenyataan yang tidak sesuai dengan
- harapan adalah positive thinking.
- Hm.
- Begitu kita sudah negative thinking,
- energi dan aura itu pasti jadi negatif.
- Karena Allah katakan, "Aku sesuai
- persangkaan hambaku." He.
- Apalagi sudah sampai menghujat, sudah
- sampai kemudian menyalahkan dengan
- segala macam kekecewaannya. Nah, itu
- yang terjadi justru adalah aura negatif
- pasti. Nah, mudah-mudahan kita terhindar
- dan ketika ada antara kenyataan dengan
- harapan yang enggak sesuai, langkah
- pertama adalah tetap positif. Allah yang
- maha tahu. Oh, memang qadarullahnya saat
- ini belum apa yang saya inginkan. Allah
- kabulkan. Tapi yakinlah kalau Allah
- katakan uduni astajib lakum.
- Berdoalah padaku, mintalah padaku, aku
- kabulkan. Loh, berarti hukum itu kok
- enggak jadi kenyataan. Nah, ini yang
- kemudian harus kita paham. Mengabulkan
- Allah itu bisa pada tiga situasi.
- Dikabulkan sebagaimana doa yang memang
- dia panjatkan, dia minta mungkin tadi
- ada karir yang meningkat dikasih.
- Hm. ada jabatan yang kemudian makin
- meningkat Allah kasih. Itu namanya
- linier antara harapan kenyataan. Namun
- Allah ketika maha tahu ini enggak baik.
- Eh Fidiansyah saat ini enggak enggak
- bagus kamu untuk memang melanjutkan
- menjadi eslon 1. Cukup eslon 2 aja. H
- ya sudah ya berusaha sudah dengan segala
- macam ikhtiarnya berarti Allah akan
- ganti
- anak saya lulus dengan kumlot pekerjaan
- mudah
- rezekinya kemudian Allah mudahkan jadi
- Allah ganti
- harapan-harapan yang kemudian tidak sama
- Allah gantikan dengan bentuk-bentuk lain
- yang memberikan juga rasa syukur. Nah,
- yang ketiga ini nih memang nih
- kadang-kadang yang enggak kita sabar
- belum tentu langsung dikabulin dan
- enggak merasakan ada pengganti bentuknya
- apa. He.
- Tapi Allah berikan nanti di akhirat.
- Allah tangguhkan nanti kebahagiaan itu
- surga.
- Iya.
- Inilah yang kemudian terjadi pada Nabi
- Ibrahim. Coba
- kalau Nabi Ibrahim waktu itu, "Wahai
- Nabi Ibrahim, bangunlah ee rumahku lalu
- serulah orang untuk datang ke tempat
- yang kamu bangun ini dari segala
- penjuru." Saat itu kalau kita berpikir
- sebagai Nabi Iam, gila,
- enggak ada alat transportasi,
- tanah tandus, tapi suruh manggil.
- Apakah Nabi Ibrahim merasakan doanya
- dikabulkan?
- Iya.
- Saat itu tidak. Ya,
- sekarang orang berduyun-duyun ngantri
- mau pergi haji,
- mau umrah berjuta-juta.
- He he.
- Doanya dikabulkan menjelang waktu tepat.
- Bahkan tadi ada yang sampai akhirat
- nanti yaitu surga yang tentu Allah la
- yukhluful miat. Allah tidak pernah
- ingkar janji ketika tadi doa-doa itu
- dikabulkan. Namun penundaan waktu momen
- itu yang kemudian Allah maha tahu.
- Namudahan kalau tiga situasi itu bisa
- kita sikapi, gap antara kenyataan dengan
- harapan
- kita sikapi tadi dekat positive
- thinking.
- Kita bersangka baik memang momennya
- Allah yang maha tahu dan Allah pasti
- akan menggantikan dengan sebuah situasi
- yang lain. Allah tadi akan menunda waktu
- yang tidak saat ini, tapi Allah ganti
- pada waktu yang atau nanti memang kekal
- di dalamnya nanti di akhirat masuk ke
- surga. kholidina fiha abada.
- Masyaallah. Tiga poin yang kalau tadi
- kita kaitkan dengan perjalanan kita yang
- mana nih ikhwan akhwat yang terasa
- banget gue banget. Tapi baik sebelum
- kita ke pertanyaan boleh ee
- ada informasi terkait dengan untuk
- sahabat Rasil di seluruh jemaah dan juga
- seluruh jemah tahsin
- insyaallah ada kopdar.
- tawakufan
- temu jemaah tahsin ajang silaturahmi
- belajar dan menambah semangat di dalam
- perjalanan tahsin bersama waktunya itu
- Minggu 11 Januari
- lusa
- 2026 tentu saja ya tempatnya di Masjid
- Silaturahim Cibubur dimulai jam pagi
- istimewanya itu akan diisi langsung oleh
- seluruh narasumber bertahsin yang selama
- ini membersamai sahabat-sahabat Rasil di
- dalam belajar Al-Qur'an. Jangan sampai
- terlewat momentum kebersamaan yang penuh
- berkah ini dan insyaallah kita akan
- merasakan hangatnya silaturahmi sesama
- penuntut ilmu Al-Qur'an. Baik, nanti
- ditunggu ee kita boleh langsung ke
- pertanyaan ya. Ee Dok,
- ini dari tunggu sebentar. Mana tadi,
- Dok? Saya pernah saat masak lupa sampai
- yang direbus asad dan panci terbakar,
- apinya menjulang ke atas sangat besar,
- menjilat-jilat. Untung atapnya yang di
- atas dapur itu bukan papan, tapi dak
- semen. Jadi, tidak apa-apa. yang terjadi
- adalah setelah itu kemudian dimatikan
- oleh orang lain. Tentu saja yang ketika
- saya berteriak itu teratasi sampai
- sekarang saya tidak berani ke dapur. Apa
- yang harus saya lakukan? Padahal
- emak-emak itu kan urusannya dapur ya,
- Dok. Terima kasih.
- Heeh.
- Baik. Nah, inilah salah satu bentuk yang
- dikatakannya trauma kan.
- Trauma. He
- meledak api, dapur. Efeknya apa? Takut
- ke dapur. Heeh. karena menyimpan tadi
- sebuah masa lalu tentang rekaman bakaran
- meledak dan dapur menjadi siklus yang
- sudah membelenggu dia namanya.
- Jadi jaringan saraf kalau sudah bicara
- dapur
- yang aktif cuma itu.
- Yang lain enggak muncul ya.
- Yang lain enggak muncul.
- He.
- Kemudian bicara api juga begitu. Bicara
- kebakaran, bicara meledak. Nah, ini yang
- memang tadi kita sebut ada sirkuit di
- dalam jalinan saraf itu yang sudah
- membelenggu dia dan menimbulkan tadi
- fobia namanya
- ketakutan dari sesuatu bentuk yang tidak
- realistis. Sebetulnya kan
- sekarang dapur pasti sudah dibetulin ee
- kompornya juga bagus lagi ya. semua
- sistem pengamanan mungkin juga sudah
- ditambah ketika ada asap mungkin sudah
- ditambah lagi sebuah sistem ada air itu
- kan sprinkel-sprinkel yang bisa menjadi
- bagian dari pengalaman itu. Nah, apa
- yang terjadi pada ee ibu ini kita sebut
- adalah fobia dari suatu trauma.
- Banyak bentuk-bentuk fobia yang ee
- terjadi Mbak Nuning.
- He.
- Ada fobia ruang gelap.
- Iya.
- Kenapa? Karena masa kecil
- pernah [tertawa]
- ketika dia kemudian salah dimasukin ke
- kamar mandi dikunci mati lampu.
- Oh hukuman dulu ya.
- Hukuman.
- He.
- Sehingga dalam dia gelap itu adalah
- sesuatu yang sangat traumatik.
- He.
- Dia enggak paham tentang maksud daripada
- kedisiplinan tadi sebetulnya. Tapi cara
- itu merekam seperti ibu tadi.
- Iya.
- Menjadikan itu suatu traumatik. Nah,
- pada batas tertentu ketika memang ini
- sudah tadi Ibu ungkapkan itu kita harus
- melakukan yang disebut dengan cognitive
- behavior therapy.
- He.
- Mengubah cara pandang ibu, mengubah
- perilaku ibu tentang situasi tadi yang
- kita kaitkan dengan masa lalu lalu
- sekarang berhadapan dengan masa kini.
- itu dilakukannya bertahap manuning. He.
- Jadi kalau contoh pada konteks yang
- kemudian ee sederhana ya,
- mulai ngelihat dapur itu suasana yang
- menyenangkan, enggak perlu masuk dulu
- ya. Di situ mungkin ada bunga,
- ada sesuatu yang menyenangkan kita
- disertai juga mungkin dengan anak-anak
- cucu main di daerah dapur itu. Jadi kita
- hanya melihat dulu tahapannya. He.
- Jadi, kognitif biar terapi kita tentang
- ingatan dapur yang pernah menakutkan
- harus diubah dulu. Ada ingatan-ingatan
- baru yang akan memunculkan tadi jalinan
- saraf.
- He.
- Nah, metode ini memang ketika memang
- tadi cukup kooperatif, cukup bisa
- memberikan ketenangan, itu bisa
- berhasil.
- Tapi ketika memang sudah sangat
- traumatik
- itu ada sesi yang disebut dengan
- hipnoterapi, Mbak Nuning.
- Oke.
- Karena alam bawah sadar dia itu yang
- kemudian belum bisa memberikan suatu ee
- keserasian dengan realitas sekarang
- sehingga alam bawas ketakutan itu terus
- yang membuat dia terjebak dengan situasi
- tadi. Nah, itu pengobatannya pada
- batasan itu perlu di ungkap kedalaman
- bahwasanya dalam bentuk hipnoterapi.
- He he.
- Nah, pada batas tertentu hipnoterapi
- gagal
- karena tidak semua orang bisa di
- hipnoterapi.
- Iya.
- Orang yang tidak sugesif tidak bisa
- dihipnoterapi.
- Sudah pakai behavior terapi juga enggak
- mempan. [berdehem]
- Nah, inilah kemudian teknologi membantu
- seseorang dengan farmakoterapi namanya.
- Jalinan sarafnya itu perlu diblok.
- Jadi dia sudah terbentuk semacam sebuah
- refleks. Nah, refleks ini dalam dunia
- kedokteran itu ada
- neuro-neurotransmitter,
- cairan-cairan yang membelenggu dia
- menjadi aktif terus.
- Heeh. Nah, cairan-cairan yang aktif ini
- ada teknologi yang bisa membantu diblok
- itu. He.
- Sehingga dia menjadi tidak aktif ketika
- mengalami situasi tadi. Dan kemudian
- dilakukanlah tadi teknik-teknik yang non
- obatnya,
- kognitif bioterapinya, hipnoterapinya.
- Jadi pada tahap yang memang tadi sudah
- dilakukan yang non obat pada kasus-kasus
- tertentu itu memang harus dibantu dengan
- pemberian obat dan itu tentu harus
- berhadapan dengan ee konsultasi kepada
- psikiater
- untuk nanti memilih jenis-jenis obat
- mana yang memang cocok pada setiap
- orang. Jenisnya banyak sekali.
- Nah, keserasian tadi karakter orang
- akan menentukan nanti pilihan psikiater
- memberikan obat tadi. Jadi, traumanya
- kelihatan kan cuma sekali kan
- kejadiannya kan.
- Iya.
- Tapi trauma ini tentu tidak bisa
- dilepaskan dari pengalaman sebelumnya.
- Nah, inilah yang tadi nanti akan digali.
- Banyak kasus-kasus yang Ibu sampaikan
- tadi bentuknya beda-beda. Takut kucing
- aja.
- Iya. Emang kucing kenapa sih?
- Nah, emang kucing kenapa gitu kan.
- [tertawa] Jangan kucang kecoa nih
- sampai lari naik atas
- sampai lari naik at. [tertawa]
- Nah, itulah yang disebut tadi ada
- trauma-trauma persepsi yang keliru
- tentang suatu kejadian menyebabkan dia
- fobia, ketinggian. Enggak berani naik
- pesawat, duitnya berlimpah mau ke mana
- aja. Tapi enggak berani kalau naik
- pesawat. Pokoknya kalau pergi jalan
- darat karena enggak berani pada
- ketinggian. Jadi mudah-mudahan Ibu tadi
- menyadari ini disebut fobia.
- He.
- Akibat traumatik satu kejadian.
- Dan proses untuk melakukan perbaikannya
- bisa dimulai tanpa obat dulu.
- Datang ke seorang terapis, bisa ke
- konselor, bisa ke hipnoterapis, bisa ke
- orang psikiater, bisa seorang psikolog.
- Nanti Ibu diajarkan bagaimana memulai
- untuk mengubah ee pikiran dan perilaku
- dari trauma tadi. Nah, mudah-mudahan ee
- ikhtiar non obat bisa berhasil. Kalaupun
- tadi ikhtiar tadi seperti tadi Siti
- Hajar tujuh kali bolak-balik itu begitu,
- enggak berhasil juga. maka farmakoterapi
- memang perlu Ibu dapatkan untuk
- mendapatkan perubahan dari siklus
- neurotransmitter memang sudah mengganggu
- ee fobianya tadi.
- Iya. Jadi kalau soal waktu enggak
- ketahuan ya, Dok. Berapa lama baru
- sembuh?
- Tidak sangat individual
- tergantung bagaimana masing-masing.
- Sekarang umur Ibu berapa misalkan,
- kejadiannya kapan itu berpengaruh.
- Semakin cepat saat itu terjadi ya tentu
- semakin juga pendek proses untuk
- memulihkannya. kejadian sudah 10 tahun
- yang lalu misalnya kan.
- Nah, lain lagi nih.
- Sudah lain lagi tu [tertawa] ya. Jadi
- momen waktu dan kemudian bagaimana
- kemudian
- ee variabel atau faktor-faktor lain yang
- melingkupi kehidupan Ibu juga akan
- berpengaruh.
- Baik. Dari tidak ada namanya di sini,
- Dok.
- Mana tadi?
- Kapan usaha boleh menyerah ketika kita
- menghadapi anak yang ADHD terus terang
- do know what to do kan akan
- seumur-umurkah do
- masyaallah
- cara Allah memuliakan setiap hambanya
- beda-beda.
- He
- ada yang seperti Nabi Sulaiman
- [berdehem]
- dengan semua kehebatannya
- semua makhluk bisa diperintahkan.
- Tapi ada yang seperti Nabi Ayub.
- Ya, ada yang seperti Nabi Musa, Nabi
- Isa. Jadi, karakter kenabian itu
- sebenarnya ingin menggambarkan
- kita sedang dalam
- episode mana nih. Nah, Ibu mengatakan
- tadi ada anak adhan ini amanah ya, sudah
- terima sebagai suatu keniscayaan dari
- enggak bisa aduh kalau bisa dimasukin ke
- perut lagi gitu kan. Ee dibalikin lagi
- gitu kan. Wah, udah nyesel dengan segala
- macam. Itu tentu yang tidak boleh ya.
- terjebak dengan belenggu waktu yang
- kemudian menyebabkan kita tidak bisa
- move on. Nah, realita ini, Ibu, ADHD itu
- sangat create
- dalam dunia kesehatan jiwa. Nah, tentu
- gradasi berat ringannya yang kita tidak
- tahu.
- Iya.
- Karena ADHD itu ada yang ringan, ada
- yang sedang, ada yang berat.
- Kalaupun sudah sampai yang berat,
- insyaallah ya semua dengan teknologi
- yang sekarang dimiliki dalam dunia
- kedokteran itu bisa membantu.
- Bagaimana dia namanya kan
- attention deficit ya, hiperactive
- disorder. Jadi gangguan hiperaktivitas
- dari kondisi dia enggak bisa fokus pada
- suatu kondisi maka dia pindah-pindah.
- Nah, ini padahal hampir kebanyakan juga
- kasus adik-adik itu jenius. anu nih
- orang yang punya kemampuan pada sesuatu
- fokus tertentu bahkan jenius sebetulnya
- dan banyak ee tokoh-tokoh ya yang memang
- kita sebut sekarang sukses itu awalnya
- ADHD.
- He.
- Nah, tinggal tadi Ibu perlu mendapatkan
- tadi ya, bagaimana derajat ADHD H
- dari yang terjadi sehingga nanti ada
- treatment-treatment yang disesuaikan.
- Itu langkah pertama ikhtiar tadi kata
- Ibu kan tadi, "Aduh sudah ikhtiar ya."
- Betul tadi ikhtiar ini tadi pada konteks
- yang ee ilustrasi Siti Hajar dan Nabi
- Ismail tidak boleh menyerah,
- pantang menyerah. Nah, itulah dikatakan
- berlari-lari Bukit Safa, Bukit Marwa itu
- dihitung sekarang 5 kilo dan saat itu
- kerikil. Kalau sekarang enak, pakai
- sepatu lagi. [tertawa]
- Adem, AC. Jadi situ Ibu, langkah
- keduanya betul ubah tadi harus tetap ada
- ikhtiar. Nah, ikhtiar inilah yang nanti
- akan membantu ibu di dalam mendapatkan
- sunatullah-sunatullah terapinya.
- Sama juga pada kasus yang tadi fobia
- harus kadang-kadang pada batas itu harus
- pakai obat
- karena untuk melatih fokus dia untuk
- tetap dia tidak terlalu pindah dari
- suatu rangsangan ke rangsangan lain
- karena hiperaktifnya
- itu obat memang tidak bisa dihindari.
- Lalu orang sering terjebak jadi
- tergantung dong Dok. Tidak.
- Tergantung itu kalau istilah daripada
- sebuah pencarian didapatkannya ilegal.
- Dosis yang diminumnya pun suka-suka
- bahkan melampaui dari batas sebuah
- kondisi yang disebut dengan e dosis
- terapeetik. Selama setiap orang
- mendapatkan obat dari tempat yang legal,
- didapatkannya pun melalui sebuah proses
- profesional
- dengan dosis yang masih dalam arahan
- sesuai instruksi itu enggak tergantung.
- Orang kencing manis minum obat,
- orang stroke dengan semua pakai minum
- obat. Jadi minum obat terus-menerus
- tidak otomatis
- disebut ketergantungan. Bukan. Karena
- ada ketika tadi tubuh tidak seimbang,
- fungsi obat itu menyeimbangkan,
- menstabilkan dari kondisi yang memang
- tidak sama pada kondisi tadi yang kita
- sebut sudah takdir baik dan buruk memang
- kemudian ada ADHD dan obat itu sebagai
- ikhtiar bukan tergantung.
- Iya. Jadi ketergantungan itu edik itu
- kalau narkoba kali ya. [tertawa]
- Baik, Dok. Ini dari Pak Widodo.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam. Ceramah kesehatan pagi
- ini sangat berkesan dan bermanfaat.
- Penggabungan antara ilmu kedokteran jiwa
- dengan ajaran Islam yang sangat
- sempurna, agama rahmatan lil alamin. Ya,
- mohon nomor kontak dokter dong kalau
- ingin berkonsultasi. Oke, nanti di
- penghujung akan kami berikan. I
- yang jelas acara ini bisa didengerin
- lagi cukup dengan klik apa Rasil TV di
- YouTube ya nanti akan keluar.
- Kemudian pertanyaan berikutnya tunggu
- sebentar.
- Oh,
- anak kok tampaknya suka sesama jenis
- nih. Dia sekarang sudah SMA. Ini hukuman
- Allah atau apa ya, Dok? Sebagai ayah
- saya harus bagaimana?
- Heeh.
- Astagfirullah ya. Nauzubillah minzalik.
- Jadi ini kesalahpahaman
- dari tiga doktrin yang menguasai media
- mainstream.
- He
- ya. Anak-anak sekarang ini kan
- rujukannya referensinya googling
- ya, EI. Nah, terjebaknya mereka di dalam
- pertanyaan Bapak tadi, mereka selalu
- menghembuskan doktrin pertama. He
- ini adalah memang dari sang kuasa
- dari sononya.
- Dari sononya katanya bahwa hasrat itu
- muncul bukan sesuatu yang dibuat-buat
- tapi memang Tuhan sudah memberikan
- otaknya katanya sebagai suatu kelainan
- yang hanya suka dengan sejenis. Itu
- doktrin pertama.
- Terus
- doktrin kedua adalah ini hak azasi.
- Heeh.
- Ini pilihan saya.
- Kami suka-suka gue enggak ngerepotin el
- gitu.
- Itu doktrin kedua. sehingga mereka
- hembuskan ketika ini menjadi sesuatu
- yang akan diubah melanggar hak azasi.
- He.
- Nah, doktrin ketiga sudah tadi memang
- ini dari sononya kemudian hak azasi
- enggak bisa dirubah, tidak bisa
- diperbaiki.
- Ya, ini tiga doktrin yang menguasai
- generasi milenial terjebak tuh tadi
- dengan apa yang mereka hembuskan dan itu
- mereka lakukan secara terstruktur,
- sistematik dan masif
- masuk pada semulah relung-lelung
- kehidupan termasuk lelung keagamaan.
- jangan kira
- ee banyak hal pengabaian penyusupan
- mereka itu karena terstruktur nasib
- masuk ke tempat-tempat strategis
- he
- ke sekolah boarding yang bernuansa agama
- dan sebagainya. Jadi Bapak ee tentu anak
- Bapak perlu dicerahkan untuk mengcounter
- tiga doktrin tadi. Ini bukan fitrah.
- Tidak mungkin
- Allah mengatakan fitrah itu sebagai
- suatu yang bertentangan. Apa yang
- kemudian bisa kita ee bantah? Pertama,
- penciptaan manusia apa? Adam sama
- George.
- Penciptanya Nabi Adam dengan Siti Hawa.
- [tertawa]
- Dan terus berabad-abad bertahun baru
- keman Nabi Luth.
- Jadi jelas sejarah itu menggambarkan ini
- penyimpangan ya yang memang dilakukan
- oleh segelintir manusia yang saat itu
- sudah Allah berikan
- peringatan-peringatannya.
- Nah, cuma memang karena tadi dunia
- kedokteran sendiri, Mbak Nuning,
- itu mengalami degradasi, keputusan
- kesimpulan
- sampai tahun 2000 seluruh dunia
- menyatakan ini penyimpangan.
- Seluruh dunia letasi manapun sampai
- tahun 2000 itu bahwa inilah
- penyimpangan.
- Tapi ketika penguasa dikuasai oleh
- orang-orang yang memang punya orientasi
- seksual menyimpang, itu sejarah
- perjalanan LGBT bisa kita buka.
- Jadi diagnosis yang di Amerika yang
- dikatakan tadi itu bukan penyimpangan
- itu dimulai karena penentu kebijakannya
- homoseksual.
- Heeh. Oke.
- Jadi memang ini yang dikatakan
- tersusimatik dan masif yang menyebabkan
- literasi
- referensi yang kemudian dunia milenial
- itu seolah oh iya menerima ini ini hak
- ajasi ini kodrat Tuhan dan ini enggak
- perlu disembuhkan. Ketika kita melakukan
- upaya itu dianggap pelanggar hakasi dan
- melanggar juga kodrat Tuhan. Padahal
- sekali lagi kita banyak bukti yang telah
- memberikan hasil ketika dia tahu bahwa
- posisi ini sebetulnya adalah
- penyimpangan. He.
- Dan sama seperti perilaku tadi fobia,
- perilaku tadi postraumatik bisa semua
- dilakukan upaya untuk perbaikan dan
- pemulihan dan tentu kepada ahlinya
- karena dunia kedokteran dan psikologi
- juga dua cabang. He
- ada yang berarrian udah tadi memenuhi
- tiga doktrin tadi udah emang itu udah
- begitu lanjutin aja sudah makin subur
- kalau ketemu terapis yang memang
- alirannya aliran seperti itu.
- Iya
- tapi jangan khawatir tetap masih banyak
- ya tokoh-tokoh cendikiawan yang memang
- tetap mempertahankan
- nilai-nilai ajasi yang betul ajasi. Jadi
- kesalahan ajasi itu lupa bukan pada hak.
- ada kewajiban adasi. Nah, ini yang
- mereka tidak ungkap ya sebagai sesuatu
- bagian keseimbangan. Kita tidak bisa
- hanya bicara hak azasi, ada kewajiban
- azasi. Apa itu kewajiban azasi? adalah
- apa yang tentu sang pencipta telah garis
- bawahi melalui tuntutan-tuntutan
- kenabiannya terhadap kehidupan
- masyarakat itu seperti apa. Tidak ada
- kitab suci di manaun di dunia ini yang
- sampai sekarang menjadikan rujukan itu
- sebagai suatu penyimpangan dianggap
- adalah hak hajasi dan kodrat.
- Jadi sebetulnya itu bisa ditanggulangi
- dengan cara-cara yang memang tidak mudah
- ya Dok.
- Betul. E ini kebetulan sekali mirip
- dengan yang sedang kita bahas. Mendengar
- ini, Mbak Nuning, saya jadi ingat ada
- tetangga saya itu punya anak lima
- perempuan semua pengin banget punya anak
- laki-laki sampai sedemikian rupa. Dan
- ketika kemudian Allah memberikannya,
- anak itu setelah dia remaja ternyata
- jadi ee suka dengan sesama jenis. Keluar
- laki-laki sih. Eh, keluarnya tapi
- perempuan. Salah-salah. Keluarnya
- perempuan lagi tapi dia ber pikir,
- bersikap, berperasaan seperti laki-laki.
- Apakah ini kesalahan orang tua yang
- ngotot banget pengin punya anak
- laki-laki sementara dalam kandungannya
- perempuan jadi seperti anak laki-laki?
- Mohon penjelasan, Dok. Terima kasih.
- Iya. dinamika setiap kasus beda-beda.
- He.
- Itu contoh yang juga sering terjadi.
- Keinginan orang tua lalu berbeda
- pengin perempuan gitu kan
- tiba-tiba laki-laki. Ini pengin
- laki-laki tiba-tiba perempuan gitu kan.
- Sehingga semua perangkat sudah terbola
- bajunya warna ini gitu kan. He
- tiba-tiba berbeda
- sehingga bisa jadi bagian yang kemudian
- dia tidak terima tadi masih melekat
- dan si anak kebetulan kelakuan kayak
- gitu
- jadi korban sebetulnya. Jadi tapi tidak
- selalu tidak selalu
- ee modus atau motifnya seperti itu
- semua.
- He
- ya. Tapi yang jelas ini bukan kodrat.
- tadi kan tadi kan pengin laki berarti di
- kehamilannya gitu kan mempengaruhi semua
- struktur yang kemudian ada pada si anak
- bukan
- he
- ya penelitian sudah membuktikan ee
- secara
- jelas tentang bagaimana bedah otak yang
- kemudian dikatakan antara otak
- penyimpang seksual dengan otak
- heteroseksual itu beda.
- Itu berbedanya bukan dari lahir.
- Berbeda setelah dia melakukan
- penyimpangan.
- Iya. Iya.
- Jadi mudah-mudahan ee jangan bermula
- dengan saling menyalahkan. Tadi kan ini
- apa kesalahan?
- Iya. Merasa dia karena berpikir pengin
- banget terus anaknya jadi kayak gitu.
- Tidak. Lakukanlah tetap cara-cara
- praktis yang tentu Allah maha pengampun,
- Allah maha pengasih dan penyayang. Ya,
- lakukan perbaikan, lakukan ikhtiar.
- Insyaallah langkah-langkah pemulihannya
- masih terbuka untuk bisa diperbaiki.
- Amin. Insyaallah. Em, ini satu lagi bisa
- yang terakhir dari Ibu Junior.
- Asalamualaikum, Dok.
- Waalaikumsalam.
- Saya pernah difitnah oleh anak sambung
- saya laki-laki dua orang. Tuduhannya
- mencuri perhiasan almarhum ibunya yang
- sampai sekarang enggak terbukti. Dan
- memang saya tidak melakukan itu. Sampai
- sekarang ada rasa yang saya jadi tidak
- mau berkumpul dengan anak-anak ini,
- dengan anak-anak suami saya ini. Enggak
- dendam sih, Dok. Tapi saya merasa enggak
- ah enggak ah [terkesiap] enggak mau
- sering ketemu apalagi dengan anak
- sambung saya tersebut. Dok, apakah ini
- bisa disebut penyakit? Saya punya rasa
- enggak nyaman terhadap anak-anak itu,
- Dok. Terima kasih penjelasannya.
- Ya, Ibu yang disayangi Allah. Ya, tentu
- dinamika itu kita bisa rasakan ya,
- bagaimana sebuah kondisi kebenaran
- dengan apa yang dituduhkan menjadi
- sesuatu yang berimbas pada fitnah. He.
- Nah, tentu langkah yang tetap harus kita
- lakukan bagaimana Islam mencoba untuk
- menempatkan situasi ini ya. Kita dituduh
- ya. Lalu kemudian tentu berimbas pada
- hubungan relasi.
- Ee silakan nanti Ibu buka surat Al Imran
- 130. 131 ya Allah menegaskan ada tiga
- kriteria ketika kita dianggap layak
- untuk mendapatkan ampunan dan surganya
- Allah
- wasariu ila magfiratbikum
- wa jannatin arduamawatil muttaqin apa
- tiga karakternya
- alladina yunfiquuna far w ibu biasakan
- saat dengan problematika ini tebarkan
- infak
- dengan segala kemampuannya nya ya. Punya
- harta infakkan ya. Punya ilmu infakkan.
- Aduh enggak punya harta enggak punya
- ilmu ya dengan tubuh senyum
- kepada setiap aktivitas ya. Hadapi juga
- tadi yang dikatakan tadi anak yang
- memfitnah. Hadapi dengan senyum tetap.
- Yang kedua, walkaz minal gaizo. Kita
- terjebak dengan emosi. Tahan karena itu
- kita akan terbawa lagi dengan apa yang
- disebut unfinished emotion namanya.
- Enggak berkesudahan. tahan. Nah, ini
- dahsyatnya Al-Qur'an tadi. Walina aninas
- forgiveness terapi.
- Senyum memaafkan itu dua kata yang tidak
- boleh kita tinggalkan jadinya ya.
- Oke, Dok. Sayang sekali kalau ini tidak
- disampaikan dari Bapak Asraf. Dok, saya
- punya ponakan ngidap skizofrenia jadi
- pasien di Rumah Sakit Marzuki Mahdi.
- Umurnya itu sudah 50 tahun, Dok. sudah
- tamat kuliah, gelarnya insinyur, tapi
- sampai sekarang enggak seperti orang
- dewasa, tetap seperti anak-anak. Apakah
- ini akan seumur hidup, Dok, minum obat?
- Tolong penjelasannya dan nanti minta
- nomor teleponnya ya, Mbak Nuning. Oh,
- oke. [tertawa]
- Ya,
- disebut pecah kepribadian. Kebian itu
- terukur pada tiga, pikiran, perasaan,
- perilaku.
- Nah, pada orang sisnya pecah ya. Nah,
- tentu ikhtiar-ikhtiar yang tadi Bapak
- sudah lakukan, kami yakin itu sudah
- merupakan juga cara kita menghadapi apa
- yang diamanahkan seorang anak ya yang
- sudah 50 tahun dengan skizofrenia. Nah,
- apakah kemudian ini akan ee
- berkelanjutan? Ya, tentu karena tadi ya
- pecahnya kepribadian ini ee merusak
- tatanan dia di dalam berperilaku
- mengekspresikan,
- kemudian juga melakukan
- tindakan-tindakan
- dan sampai ada berpikiran tadi
- tergantung nih ya jenis sizofrinya
- macam-macam ada sizov paranoid namanya
- curigaan ya dia
- dilirik Mbak Nuning dianggap sudah akan
- mencelakai orang meludah dianggap
- [tertawa]
- pokoknya semua sikap itu diartikan
- negatif makanya disebut sistemnya
- paranoid. Ada yang kemudian sif kacau
- sekali ya ee dia tidak bisa melihat
- laeta. Nah, jadi Bapak tidak ada
- penyakit yang tidak bisa dipulihkan itu
- hukumnya. Tidak mungkin Allah menimpakan
- suatu kondisi yang kemudian tidak juga
- sudah disertai solusi. Nah, solusinya
- tentu harus komprehensif.
- Yang pertama bukan hanya obat, tapi
- kalau Bapak katakan obat itu sebagai
- suatu hal yang betul itu, tapi bukan
- satu-satunya.
- Faktor kedua itu tadi bagaimana potensi
- yang masih dia miliki untuk terus
- dibangun. Makanya di setiap rumah sakit
- punya tempat rehap. Rehap itu dalam
- rangka memilih dan memberikan potensi
- yang tepat untuk dirinya. Nah, ketiga,
- perubahan sosial. Nah, lakukan
- modifikasi karena ee dia butuh suatu
- nuansa yang cocok. Ini contoh
- ilustrasinya. Kenapa kalau di rumah
- marah-marah gitu kan dirawat di rumah
- sakit kan. Kenapa di rumah sakit bisa
- tenang?
- Karena semua sistem mulai daripada
- perawatnya, dokternya, psikiatrnya
- membangun sebuah lingkungan yang itu
- yang mestinya direplikasi di rumah. Jadi
- perubahan sosial itu harus juga
- dilakukan. Nah, yang keempat ini juga
- tidak kalah penting, yaitu spiritual
- religi. Jadi, sudah diobati
- melakukan juga perubahan-perubahan
- fungsi-fungsi psikologi dia. Melakukan
- modifikasi tentang tadi aspek sosial dia
- dan tetap mengarahkan dia pada aspek
- spiritual religi yang tetap sesuai ya
- dengan kemampuannya. Ini sudah kita tahu
- orang biasa aja salat lima waktu belum
- tentu bisa gitu. kita menentukan target
- yang begitu tinggi dari sesuatu hal yang
- harus jangan ee diberatkan karena Allah
- mengatakan la yuk usaha. Allah tidak
- membani hambanya kemampuannya. Jadi
- orang skizofrenia itu pada batas
- tertentu memang tidak lagi dihukumi
- secara total. Dia harus bertahap dengan
- kemampuannya di dalam konteks-konteks
- yang sesuka kemampuannya. Insyaallah,
- Pak, selalu ada solusi yang bisa
- diterapkan. Kalau empat faktor tadi
- dijalani,
- insyaallah bisa.
- Insyaallah. Dan nomor telepon dokter
- ditunggu nih. Nomor berapa? 08
- 11
- 111
- 276
- 276
- 1963.
- 1963.
- Jadi untuk yang mengajukan pertanyaan
- tapi belum sempat karena waktu kita
- sudah di penghujung bisa dengan nomor
- ini. Tapi BA dulu karena dokter pasti
- sibuk banget ya.
- Baiklah. Eh, closing statement, Dok.
- Ya, karena kita bicara dengan waktu,
- Allah juga sangat tegas dengan surah
- Al-Asr
- yang artinya juga demi waktu. Wal as,
- demi waktu. Allah katakan, "Innal insana
- lafi khusus." Sesungguhnya orang yang
- tidak mengelola waktu Allah katakan
- rugi. Nah, bagaimana cara untuk
- beruntung? Yang pertama illalladzina
- amanu. Agar waktu itu kita kelola baik
- itu yang masa lalu, masa depan, masa
- kini selalu diisi dengan nilai-nilai
- keimanan dan ketakwaan. Yang kedua,
- waamilus shihat. Kalian harus berkarya.
- Berkarya sesuai dengan kemampuannya.
- Allah tidak membani sesuai tadi
- kemampuan orang beda-beda. Yang ketiga,
- watawaso bilhaq. Jangan pernah putus
- asa. Harus terus bertawas, berwasiat di
- dalam kebenaran. Dan yang keempat, wat
- bisab dan sikapi itu juga dengan
- kesabaran. Mudah-mudahan dengan iman,
- amal saleh selalu pada nilai-nilai
- kebenaran dan kesabaran pasti waktu itu
- akan menjadi bermanfaat dan beruntung.
- Astagfirullah atau masyaallah atau apa
- nih? Yang jelas apa yang dibahas kali
- ini betul-betul ee mengembalikan kita
- pada kesadaran bahwa berkubang di dalam
- kesedihan atas masa lalu buang aja.
- Apalagi tuh yang jelas adalah tempat
- bersandar kita hanya Allah semata. Dan
- kalau yang kita rindukan sekarang enggak
- ada nanti di sana disediakan insyaallah.
- Ya begitu ya, Dok ya. Terima kasih untuk
- kebersamaan ini. Sekali lagi sebelum
- kita berpisah, 08112761963
- adalah nomor yang ee dr. Fidiansyah
- berikan tadi. Tolong dibawa dulu saja
- ya. Baik, sekali lagi terima kasih.
- Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.