Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:11 [musik] 0:15 [musik] 0:18 Bismillahirrahmanirrahim. 0:20 Asalamualaikum warahmatullahi 0:22 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:24 rahimakumullah. 0:25 Alhamdulillah wasyukurillah kita dapat 0:27 bersama-sama kembali di acara ruang 0:31 kesehatan 0:33 sepenggala acara yang akan membuat kita 0:36 mampu semakin ee siap ya menghadapi 0:41 hari-hari kita ke depan dengan kondisi 0:45 di mana kesehatan menjadi bagian yang 0:49 penting sekali untuk kita pertahankan. 0:53 Mudah-mudahan semua sehat ya. 0:56 Amin. Dan tentu saja mudah-mudahan juga 1:01 apa yang jadi bahasan kita kali ini itu 1:05 akan membuat kita semakin paham apa yang 1:09 akan dan harus kita lakukan. Sementara 1:13 yang hadir untuk hari ini itu adalah 1:17 dokter yang kalau enggak salah beberapa 1:19 waktu yang lalu pernah juga bersama-sama 1:21 acara kita, yaitu dr. Dasril Nizam. 1:24 spesialis penyakit dalam. Dan hari ini 1:28 bahasannya terkait dengan virus 1:32 virusnya apa nih? Hepatitis dan 1:36 bagaimana mengatasinya, mencegahnya dan 1:38 segala macam. Tidak lupa tentu saja kita 1:41 salam selawat untuk junjungan umat 1:44 kekasih kita Muhammad Rasulullah 1:45 sallallahu alaihi wasallam. Semoga kelak 1:47 kita mendapatkan syafaat beliau dan 1:49 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:52 sangat kita rindukan di yaumil akhir. 1:54 Ikhwan akhwat, 1:56 narasumber kita sudah hadir nih. 1:57 Asalamualaikum warahmatullahi 1:59 wabarakatuh. 2:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:03 wabarakatuh. 2:04 Sehat ya, Dok? Ya, 2:04 sehat, Mbak Nuning. Alhamdulillah. 2:06 Alhamdulillah. Jadi, persisnya hati itu 2:10 enggak hanya terduka karena cinta 2:11 ternyata. Ya, 2:12 benar. Benar. Bisa karena yang lain, 2:14 bisa karena yang lain. 2:15 Hepatitis itu kan yang kena hati juga 2:16 ya, Dok. 2:17 Iya. 2:17 Baik, 2:18 Broken 2:20 jadi ikhwan akhwat, yuk kita simak 2:22 dengan telinga dan dengan perasaan 2:26 sepenuhnya. Silakan, Dok. 2:29 Ya. Baik, 2:31 ikhwan akhwat sekalian, 2:33 pada [berdehem] kesempatan ini kita ee 2:36 ingin membahas mengenai penyakit hepat 2:40 karena virus. ee penyakit hepatitis ini 2:44 merupakan penyakit yang memang ee sering 2:49 sekali kita temui di masyarakat kita ya 2:53 yang [berdehem] penyebabnya mungkin 2:56 banyak hepatitis itu bisa dari virus, 3:00 bisa karena obat, bisa karena penyakit 3:03 autoimun, 3:05 penyakit karena infeksi 3:08 bakteri atau kebanyakan makanan tertentu 3:12 misalnya yang beralkohol, 3:15 zat kimia dan lain-lain. 3:17 Kali ini kita membahas [berdehem] 3:20 hepatitis atau penyakit hepatitis karena 3:22 virus. Kenapa dibahas? [berdehem] Karena 3:26 cukup banyak sekali di masyarakat kita 3:30 yang kita kenal ya. misalnya hepatitis 3:34 B, hepatitis C itu yang menyebabkan 3:38 penyakit kronis yang bisa berat dengan 3:41 masalah komplikasinya juga hepatitis A. 3:45 Ee sekarang kita kenal juga ada 3:47 hepatitis D dan E. Jadi ada lima paling 3:51 tidak penyebab hepatitis virus yang kita 3:54 ketahui 3:55 yaitu hepatitis A, hepatitis B, 3:59 hepatitis C, hepatitis D, dan hepatitis 4:03 virus 4:04 E. 4:07 Ee baiklah, nanti kita uraikan satu-satu 4:11 ee mengenai lima penyakit hepat virus 4:15 ini. 4:16 Jadi secara umum 4:19 kondisi ee penyakit hepat ini merupakan 4:22 peradangan yang terjadi pada hati atau 4:26 liver yang [berdehem] 4:28 sudah dari dahulu barangkali ya sudah 4:31 mengenai masyarakat kita. Penyebab utama 4:35 penyakit hepatitis 4:37 virus ini adalah ee kelompok penyakit 4:42 hepatotropik dikatakan yaitu virus yang 4:45 menyerang hati saja atau menyukai hati, 4:49 senang pada hati. Dan disebut juga ada 4:52 kelompok yang non hepatotropik 4:55 yaitu virus yang menyerang sistemik dan 4:58 juga menyerang hati. Ada dua kelompok 5:01 penamaan ini. 5:03 [berdehem] Penyebab ee yang lain seperti 5:06 tadi sudah diterangkan adalah mungkin 5:09 bahan kimia, penyalahgunaan obat, 5:12 pengobatan tertentu, autoimun, bakteri, 5:15 racun, dan alkohol. 5:18 Baiklah, [berdehem] kita bahas satu-satu 5:21 mengenai 5:23 yang kita ketahui sebagai penyakit 5:25 hepatitis A. 5:27 Jadi hepatitis A ini [berdehem] banyak 5:29 sekali menyerang pada kelompok usia 5:33 anak-anak, remaja, maupun dewasa muda. 5:37 Begitu sebarannya ya. 5:40 Ketimbang hepatitis B maupun C itu 5:44 biasanya terjadi [berdehem] pada 5:47 banyaknya pada kelompok dewasa. 5:50 Ee kalau hepat C lebih kepada [berdehem] 5:55 ee orang dewasa yang agak tua, artinya 5:58 40 tahun ke atas. Jadi dari sebaran umur 6:02 umur hepat A itu barangkali 20 tahun ke 6:05 bawah sampai 20 sampai 29 tahun gitu. 6:10 Kelompok sampai 30 tahun itu hepat B. 40 6:14 tahun ke atas itu kurang lebih hepatitis 6:16 C begitu sebarannya secara umum. 6:20 Sedangkan hepatitis D 6:23 merupakan hepatitis yang ee seringki 6:27 ditemui bersamaan dengan hepatitis B. 6:30 Dia kejadiannya 6:32 sedikit sekali sekitar 10 sampai 20% 6:35 pada penderita hepat B yang kronik dan 6:38 kemudian hepatitis E ditemukan itu 6:42 melalui air ya itu [berdehem] juga 6:46 penularannya seperti mirip hepatitis A. 6:50 Jadi antara A dengan E itu penularannya 6:52 nanti sama melalui mulut, makanan yang 6:57 terkontaminasi, cairan. Kalau hepat B, C 7:01 dan D itu adalah melalui ee serum atau 7:06 melalui cairan, jarum dan sebagainya. 7:10 Kita kembali [berdehem] ke hepatitis A. 7:14 Jadi, hepatis A ini [berdehem] biasanya 7:17 terjadinya pada ee anak-anak ya. Kalau 7:21 kita sering ketahui di masa anak-anak 7:24 kena hepat A kuning gitu. 7:27 Nah, itu dia biasanya 7:28 penyakit hepatitis A itu banyak kalau 7:32 masih anak-anak walaupun tidak 7:36 juga kemungkinan adanya hepat B ya. Ya, 7:39 bergejala karena biasanya hepat A itu 7:42 bergejala. Nah, hepatis B juga 7:45 bergejala, tapi ada juga tidak 7:47 bergejala, silent. Namun kalau hepatis A 7:50 kebanyakan bergejala. Apanya gejalanya 7:53 itu? Gejalanya adalah demam, kelelahan, 7:58 nafsu makan berkurang, mual, dan muntah. 8:01 Kadang-kadang terjadi rasa tidak nyaman 8:03 di bagian perut kanan atas atau di 8:08 bagian perut yang tidak nyaman. Ditandai 8:10 juga pada penyakit yang tertentu agak 8:14 berat dia urinnya berwarna gelap. Gelap 8:17 seperti air teh gelap kuning itu matanya 8:20 juga bisa kuning. Nah, itu gambaran 8:24 hepatis A. [berdehem] Jadi, dia tidak 8:26 mau makan, 8:28 mual, muntah, begitu. nanti yang 8:32 [berdehem] 8:34 menandakan dia hepat A melalui 8:36 pemeriksaan serologi ya, diambil 8:39 darahnya ditemukan ee virus anti HAV 8:44 positif di dalam darah gitu. Kemudian 8:48 ada juga peningkatan enzim-enzim hati di 8:52 mana pada tanda-tanda peradangan hati 8:54 secara umum dia meningkat. Misalnya ee 8:59 enzim SGO SGPT 9:01 kadang-kadang juga disertai juga ee 9:05 bilir rubin ya. Ini rubin itu adalah 9:09 [berdehem] petanda dari aliran empedu ya 9:14 yang terganggu juga metabolisme empedu 9:18 karena ada radang hati ini menimbulkan 9:21 edema sehingga juga dia inflamasi pada 9:25 kan karena likolibiliaris pada 9:27 pembuluh-pembuluh 9:29 empedu di dalam hati gitu. 9:32 [berdehem] 9:32 Mual muntah itu petanda dari gangguan 9:35 pencernaan. 9:37 Ikhwan akhwat sekalian. Akibat dari ada 9:40 radang, maka 9:43 terjadilah [berdehem] 9:45 kondisi di mana pencernaan kita 9:47 terganggu, di mana terjadi adanya 9:50 ee tidak berkurangnya ya ee motilitas 9:56 gitu ya. karena dia kalau dia banyak 9:58 bergerak kan dia ee me me mempengaruhi 10:03 proses inflamasi. Nah, juga makanan juga 10:07 apa bila kita makanan terlalu banyak 10:09 yang merangsang pencernaan misalnya 10:13 terlalu banyak ee lemak atau yang 10:16 merangsang itu juga pencernaan ee akan 10:19 ee terganggu karena sebagian besar 10:23 pencernaan itu di disintesa di hati 10:27 maupun di lambung 10:30 ya. 10:31 ini [berdehem] bisa sembuh sebenarnya 10:34 hepat A ini karena obatnya adalah dia 10:38 dengan B rest istirahat ya yaitu 10:42 kemudian disertai diit yang tepat yang 10:46 proporsional yang adekuat [berdehem] 10:49 yaitu menghindari ee makanan yang 10:53 membebani fungsi hati seperti makanan 10:57 yang ee tinggi lemak. Nah, itu kita 11:00 hindari. Kita sarankan yang banyak 11:03 karbohidrat 11:05 atau yang tidak ee ee tidak membebani 11:10 pencernaan misalnya yang mudah dicerna 11:13 gitu ya. Kemudian menghindari juga 11:17 protein-protein yang tinggi. Jadi 11:20 proteinnya secukupnya saja. ditambah 11:24 nanti ada hepatoprotektor 11:27 untuk ee melindungi fungsi-fungsi hati 11:31 dan vitamin 11:33 ini. [berdehem] 11:34 Sedangkan pencegahannya adalah karena 11:36 ini terkait dengan makanan ya, dia 11:39 menular secara fekal oral dari feses 11:43 yang penderita hepatitis A keluar dia 11:48 nanti dia [berdehem] ee karena sanitasi 11:51 higien enggak bagus ya mungkin pada 11:55 proses ee pembuatan makanan ya mungkin 11:57 di mana ya di warung atau di mana minum 12:01 es ya di mana esnya dibuat dari air yang 12:05 tidak bersih terkontaminasi 12:07 virus hepatitis C dari tinja, maka 12:10 terjadilah penularan tersebut. Jadi 12:13 penting sekali penjelnya food security, 12:16 sanitasi lingkungan yang sehat dan juga 12:18 vaksinasi. 12:20 Nah, alhamdulillah vaksinasi sekarang 12:22 [berdehem] 12:23 sudah tersedia, 12:25 ikhwan akhwat sekalian ee melalui 12:28 suntikan ya. itu nanti dua kali 12:31 pemberian 12:32 disuntikkan di intramuskular bisa di 12:35 deltoid di apa di 12:41 lengan atas maupun di paha bisa di 12:45 intramuskular dalam diulang 6 bulan 12:49 sekali. Ya, itu nanti untuk [berdehem] 12:52 ee merangsang munculnya antibodi 12:55 terhadap hepatitis A namanya 12:58 imunoglobulin A. 13:01 Iya. Kemudian 13:03 kalau sudah muncul imunoglobulin A itu 13:06 cukup melindungi 13:08 melindungi ee diri kita dari adanya 13:13 virus yang menyebabkan infeksi pada 13:16 hepatitis kita itu hepatitis A. Jadi 13:21 [berdehem] 13:21 siapa ini ee yang calon akan divaksinasi 13:26 adalah ya anak-anak bisa ya bisa juga 13:31 perawat atau yang daerah endemis yang 13:34 hepatitis A-nya banyak. 13:36 Nah, itu kita sarankan untuk dilakukan 13:38 vaksinasi 13:40 begitu. Jadi pada kebanyakan kasus 13:43 sebenarnya hepatis A ini mudah sekali 13:46 mengatasinya cuman pada kasus tertentu 13:49 yang memang berat ya itu bisa terjadi 13:53 yang dikatakan kolestasis 13:55 ya kolestasis tipe kolestasis pada 13:59 hepatitis A di mana ee tidak bisa 14:03 disembuhkan dengan pemberian obat-obat 14:07 kuningnya tetap ada ya walaupun SG 14:10 SPT-nya turun tapi bilubin tetap tinggi. 14:14 Nah, ini [berdehem] namanya ee tipe 14:18 kolestasis 14:19 jarang terjadi tapi kalau terjadi berat 14:22 sekali. Tapi pasien biasanya tidak tidak 14:25 fatal seperti hepat B atau C ya. Hepat B 14:29 yang tipe kolestasis yang kuning itu kan 14:32 berat. Biasanya dikatakan hepatitis 14:34 fulminan bisa menimbulkan kematian. 14:37 Kalau pada hepatis A ini tidak. Setelah 14:39 dilakukan ee identifikasi memang tidak 14:43 ada penyebab lain selain hepatis A maka 14:45 bisa dilakukan pemberian steroid ya. J 14:49 tidak ditemukan ee virus hepat B atau C 14:52 hanya ditemukan hepat A. Pada tipe 14:55 kolestasis ini dicobalah walaupun bil 14:58 rubin setinggi ya apa ee marker petanda 15:01 kuningnya tinggi yang disebut kolestasis 15:04 ya bisa lebih dari 10 misalnya itu 15:08 kolestasis berat namanya. Kalau 15:10 kolestasis sedang itu antara [berdehem] 15:14 3 sampai 10. Kalau yang ringan itu di 15:18 bawah tiga. E karena nilai bil rubin itu 15:21 normalnya satu sampai 3 itu sudah sudah 15:25 mau naik naik gitu ya. Kalau itu 15:28 [berdehem] 15:28 maka dia turun si itunya bilurubinnya 15:32 dan pasien bisa ee membaik, pulih, bisa 15:36 bekerja seperti biasa. Kalau juga enggak 15:38 bisa dengan steroid dilakukan 15:40 plasmafaresis. 15:42 Penguraian itu pada kasus hepatitis A 15:45 yang berat. Tapi secara umum hepat A itu 15:48 bisa ditangani dengan ee baik ya melalui 15:52 tadi istirahat, betres, diet hati, 15:57 pemberian hepatoprok tetor atau vitamin. 16:00 Kemudian [berdehem] 16:02 dengan obat-obat tertentulah. Jadi nanti 16:04 pada saatnya sudah pulih dia baru bisa 16:06 bekerja. mungkin membutuhkan waktu 5 16:09 hari gitu istirahat di rumah sampai SG 16:12 SGPT-nya normal itu bisa ee beraktivitas 16:16 atau bekerja atau sekolah kembali. 16:19 Demikian mengenai hepatitis A. Sekarang 16:22 kita beralih ke hepatitis B. 16:24 He 16:25 sejawat ikhwan akhwat sekalian. Ahah. 16:28 Ini hepatitis B. Kita memang mengenal 16:31 hepatis B eh lebih dulu ketimbang 16:34 hepatitis C kan. 16:36 [berdehem] 16:37 hepatis B karena memang masalahnya agak 16:40 berat karena dia menimbulkan penyakit 16:42 hati kronis 16:44 di mana juga bisa menimbulkan komplikasi 16:47 yaitu bisa menimbulkan hampir 1 juta 16:51 kematian per tahun akibat hepatitis B di 16:55 Indonesia. 16:56 Nah, sedangkan di dunia itu 310 juta 17:01 kematian 17:02 akibat hepat B yang menimbulkan 17:06 komplikasi sirosis. 17:08 Sedangkan hepat B menimbulkan komplikasi 17:10 kanker hati 340 juta kematian. 17:15 Nah, gitu. Jadi, kurang lebih di dunia 17:17 itu terdapat 240 juta penderita di dunia 17:21 yang hebat. Oleh karena itu, ke depannya 17:24 ini karena [berdehem] kita juga 17:26 mencanangkan tahun 2030 supaya bebas 17:30 hepatitis B. 17:31 He. 17:31 Nah, harus dibantu juga program 17:33 pemerintah yaitu melalui vaksinasi. 17:36 Hepatitis B juga nanti bisa ditaswat 17:39 sekalian yaitu melalui [berdehem] ee 17:43 sanitasi lingkungan yang sehat. Hindari 17:46 seks bebas karena hepat B ini 17:49 penularannya melalui serum. 17:52 melalui ee jarum suntik ya, melalui ee 17:57 cairan tubuh. Cairan tubuh misalnya 18:00 melalui ee serum ya, bisa darah, bisa 18:06 ludah, bisa cairan vagina atau sperma 18:09 begitu. Jadi demikian ee 18:14 apa penularannya, aksesnya si virus itu 18:18 bisa misalnya 18:20 pada kasus-kasus 18:22 misalnya kerokan barangnya pada orang 18:26 yang koinnya 18:28 sama. Nah, itu dia bisa berbahaya. itu 18:31 juga misalnya pada ee tusuk jarum ya, 18:36 pada bekam, 18:38 pada juga cabut gigi, hati-hati, 18:41 penggunaan jarum suntiknya mesti steril, 18:44 bisa terjadi penularan ya. Ya, seperti 18:47 hepatitis C, hepat Begitu melalui jarum 18:51 juga ya. Kalau hepat C dia dulu 18:55 diketahui melalui darah. Sedangkan 18:57 hepatis B itu selain darah bisa juga 19:00 melalui cairan serum cairan tubuh begitu 19:05 ya. misalnya dari sebagian dari air susu 19:08 ibu yang di disusukan ke bayinya bisa 19:13 dari situ. Begitu juga bisa juga ee 19:16 penularannya melalui persalinan karena 19:20 persalinan ada darah dari ibu ke bayi 19:23 bisa bisa juga melalui uterus uterus 19:28 jadi ee tali pusat bayi ibu ke 19:33 anaknya begitu. Jadi itu jadi harus bisa 19:36 dicegah ya nanti dengan vaksinasi juga 19:40 ada sekarang kalau hepat B yaitu dulu 19:43 kita melalui ee apa vaksin yang di 19:48 diimpor didatangkan dulu ada 19:51 dari [berdehem] 19:52 luar negeri juga bisa yang diproduksi 19:54 dalam negeri. Dulu 19:56 zamannya Pak Harto dulu Ibu 19:58 Nuningi didirikan pabriknya di Nusa 20:02 Tenggara dulu ya. He. 20:03 Nah, itu jadi program pemerintah. Jadi, 20:06 makanya setelah massal diproduksi 20:09 vaksinasi hepatis B itu bisa untuk bayi, 20:13 bayi balita gitu. Itu merupakan program 20:16 pemerintah. Jadi itu alhamdulillah sih 20:19 kalau itu masih ada. Saya kalau enggak 20:21 salah tahun '5-an '6 itu sudah mulai 20:25 sampai 90 tuh ee ada vaksinasi hepatitis 20:29 yang gratis ya. termasuk kami dulu 20:32 di RSCM waktu PBDS penyakit dalam juga 20:35 diberikan dari RSCM vaksinasi BPDS 20:40 gratis. Memang kalau bayar agak mahal 20:43 juga sih [tertawa] Rp150.000 apa satu 20:47 file-nya itu ya kan tiga kali nih 20:48 vaksinasi dasarnya. Kalau hepatis A tadi 20:51 dua kali, hepat B tiga kali. Jadi pada 20:54 saat sekarang 0 1 bulan sama bulan 20:58 keenam tiga kali itu imunisasi dasar 21:01 hepatitis B supaya muncul antibodinya 21:04 namanya anti HBS. 21:06 Hm. 21:07 Anti HBS. Kalau sudah muncul anti HBS 21:10 maka cukup dia memprotect memprotect 21:13 untuk terjadi ee tidak terjadinya 21:17 kerusakan yang lebih berat pada sel-sel 21:20 hati. Nah, ini mengenai hepat B. 21:23 Jadi hepatis B ini kita sedikit 21:26 menguraikan bisa menimbulkan sirosis 21:29 hati ya. Sirosis yaitu penyakit akibat 21:33 hepat B menimbulkan penyakit hepatitis B 21:37 kronik. Nah, ada penyakit ee kronik 21:40 aktif namanya itu. Nah, itu di situ dia 21:43 kalau tidak diobati ya, tidak terdetect 21:46 atau lama baru ketahuan maka dia sudah 21:50 berubah menjadi ee mengkerut. 21:53 Karena ada terjadi fibrosis ya, fibrosis 21:56 sel-sel hati itu menimbulkan jaringan 21:59 parut, menimbulkan fibrosis. Fibrosis 22:03 adalah pengkerutan sehingga ee hati itu 22:07 yang mengkerut dia menjempit ee pembuluh 22:11 darah-pembuluh darah yang 22:14 di dalam hati. 22:15 Heeh. pembuluh darah, arteri, vena, 22:19 kejepit, 22:20 maupun pembuluh ee apa namanya? limf 22:25 gitu. Jadi, sehingga nanti akibatnya 22:29 aliran darah yang datang dari saluran 22:33 cerna jadi itu tidak bisa masuk. Jadi 22:38 peninggian vena tekanan venaporta ya 22:43 venaporta meningkat tiga venaporta itu 22:47 adalah ee yang dari vena artinya 22:53 pembuluh darah balik ke arah ee limpa ke 22:57 arah hati itu harusnya dia kan bisa 23:02 karena peningkatan tekanan portal dia 23:04 dialihkan ke vena azigos di 23:07 he 23:08 di lambung sini di kusofagus sehingga 23:12 menebal dia terjadilah farisees seperti 23:15 kalau kita lihat ee ibu-ibu habis 23:18 melahirkan kan ee lebar-lebar itunya 23:22 Mbak Nuningnya apa pembuluh darah ya 23:25 biru-biru 23:26 menonjol gitu kayak ular-ular kecil. 23:29 Nah, itu juga terjadi farises di 23:31 esofagus seperti itu. Jadi, dia menonjol 23:34 jadi mudah sekali kalau kita makan yang 23:37 keras dia bisa ee tersentuh perdarahan 23:41 jadi bocor gitu. Jadi gejala nanti hepat 23:44 Bid dengan sirrosis itu menjadi bisa 23:48 dikenal dengan bisa dia muntah darah ya 23:51 Mbak Nuning ya. He bisa 23:53 juga bab-nya jadi hitam ya karena 23:56 terjadi 23:57 ee 23:59 darah bercampur dengan asam lambung kan 24:02 dia menjadi warna hitam karena bercakbul 24:05 bercak hematin. Jadi asam lambung HCl 24:10 dengan hemoglobin berubah menjadi 24:13 hematin 24:15 ya. Zat warnanya hematin itu hitam. Jadi 24:17 makanya warnanya kalau BAB itu seperti 24:20 kayak ter, kayak kopi gitu. Jadi 24:24 warnanya itu. Jadi tandanya muntah darah 24:26 dan bab hitam tanda-tanda hepatis B. 24:29 Kemudian juga bisa terjadi pembesaran 24:33 perut 24:34 karena 24:35 penumpukan cairan namanya asites ya. 24:39 ASIES ini. Jadi, makanya hepat B ini 24:41 program pemerintah harus benar-benar 24:43 kita e sama-sama kita tekan angkanya 24:47 supaya tidak terjadi komplikasi. Di 24:50 samping itu, Pak juga bisa memulukan 24:53 kanker hati tadi itu yang dikatakan 24:56 mencapai 340.000 24:59 1000 kematian per tahun akibat kanker 25:02 hati yang disebabkan hepatitis B seluruh 25:05 dunia itu. [tertawa] He 25:06 ya besar sekali angkanya. Kita juga di 25:09 sini melihat banyak sekali pengalaman 25:12 saya juga hepat B menyebabkan kanker 25:15 hati lebih banyak ketimbang hepat C. 25:18 Yaah gitu saya yang saya alami ya. 25:21 Iya 25:22 gitu. Jadi masa inkubasinya virus itu 2 25:24 sampai 4 sampai 24 minggu. Heeh. 25:29 Jadi biasanya penularan itu melalui ee 25:32 kontak seksual, berbagi jarum suntik, 25:36 alat suntik obat lainnya dan maupun dari 25:39 ibu ke bayi pada saat persalinan 25:43 gitu. Jadi [berdehem] 25:45 tanda-tandanya sama seperti kehebat 25:48 secara umum terjadi kelelahan, nafsu 25:50 makan yang berkurang atau bahkan 25:53 memburuk bisa sakit perut, mual, kulit 25:56 dan matanya kuning seperti serta buang 26:00 air kecil seperti teh. Nah, begitu. Jadi 26:04 itu hepat Begah 26:07 melalui ee tidak penggunaan jarum sintik 26:11 yang tidak sembarangan juga hubungan 26:14 seksual yang yang 26:17 wajar itu yang 26:20 baik juga dengan vaksinasi. 26:24 Kita berlanjut ke hepatitis C. A sudah B 26:28 sudah. Sekarang C. He 26:30 ini ditemukan [berdehem] 26:32 kurang lebih virusnya tahun-tahun 26:36 91 ya. Nah, itu jadi lebih lebih awal 26:39 lebih muda lagi. Yang pertama kali kan 26:42 hepat A itu 26:43 tahun-tahun 26:45 40-an ya, hepat B tahun 50-an gitu. Nah, 26:49 ini hepat B kurang lebih tahun 90-an 26:52 baru diidentifikasi bisa 26:54 temukan hepat C. 26:57 Heeh. 91. Jadi, hepatis C itu ee adalah 27:04 penyakit virus yang RNA berbeda dengan 27:06 hepat B. Kalau hepat B itu virusnya DNA, 27:13 DNA dioksiribonucukleid 27:15 exit dari jenis hepatnavirus. Sedangkan 27:19 hepatitis 27:21 C ini plavivirus. Heeh. RNA. RNA. Jadi 27:26 dia ee 27:29 di kromosom itu di 27:33 [berdehem] ribonok acidnya cuman single 27:36 stranded single tidak double cuma satu. 27:40 Demikian juga hepatitis A sama di masuk 27:44 RNA juga virus pikorna virus gitu. 27:48 Jadi hepatitis C ini dulu ditemukan pada 27:53 waktu 27:55 awal tahun 90-an ya, teman kami itu 28:00 profesor senior kami Dr. Kadang 28:05 yang pernah kepala bagian penyakit dalam 28:07 itu meneliti hepatitis C di ee 28:10 pasien-pasien 28:12 yang CABG yang dioperasi jantung di 28:16 harapan kita. E sekitar 4% lah itu dari 28:20 pasien menerima darah 28:22 itu ternyata ee terkena dia hepatitis C 28:27 cukup besar. Jadi setelah ada penelitian 28:31 dokter Dadang ini, maka kita hati-hati 28:34 menerima transfusi darah. Jangan-jangan 28:37 ada hepat C [tertawa] 28:39 yang mencemarkan calon ee penerima darah 28:44 tersebut. Ya, jadi ini makanya sejak itu 28:49 maka donor-donor diperiksa. Kalau ada 28:51 pas enggak boleh jadi donor juga tidak 28:54 boleh diberikan pada orang yang sehat 28:57 gitu ya. itu jadi pentingnya itu 29:00 screening sebelum donor cukup tinggi dan 29:04 itu bisa menimbulkan ee kanker hati saat 29:07 itu tinggi sekali angka kanker hati 29:09 kalau sudah kena hepatitis C menjadi 29:11 kanker hati itu hampir ya 60% lebihlah 29:15 dulu kan belum ada obatnya sampai 80% 29:18 hati-hati karena dia kronis kalau 29:22 hepatitis B kan ada 50% apa 60% enggak 29:26 silent gitu Mbak Nuning 29:28 silent gejalanya ringan ya, tidak 29:31 bergejala tahu-tahu sembuh aja gitu. 29:33 Heeh. 29:34 Iya. Ee ada sedikit juga ada gej yang 29:39 lain ya karena tidak terdeteksi jadi dia 29:41 tidak diketahui ada hepat B. 29:43 He. 29:44 Nah, sedangkan yang bergejala ya tadi 29:48 sekian persen sisanya 30% bergejalan 29:51 bisa jadi kronik jadi berat. Iya. Heeh. 29:55 Sekarang hepatitis C-nya itu ternyata 29:57 memang agak lebih mengkhawatirkan karena 30:01 belum ditemukan vaksinnya. 30:03 Heeh. 30:03 Berbeda dengan hepat B. Heeh. 30:06 Jadi kalau hepat C memang enggak ada 30:10 obatnya ya. Kita cuman pencegahan aja. 30:12 Jadi pencegahan tadi sanitasi lingkungan 30:15 yang sehat, hindari seks bebas, 30:17 penggunaan jarum sitik yang tidak steril 30:20 itu dihindarkan, vaksinasi juga belum 30:24 ada. 30:24 Jadi itu aja kita ee pencegahannya. 30:28 Sedangkan pengobatannya barangkali nanti 30:32 [berdehem] bisa dilakukan antivirus ya 30:35 analog. Ee [berdehem] 30:38 untuk hepatitis C itu bisa dikasih 30:43 obat antivirusnya di mana dalam 3 bulan 30:45 dia bisa clear 30:47 sembuh. Jadi hilang ee si virusnya itu 30:51 cuman mesti cepat melakukan terapinya. 30:56 Kalau terlambat nanti walaupun dia sudah 31:00 hilang dia sudah sempat merubah 31:02 kadang-kadang menjadi keganasan tetap 31:07 terjadi kanker. Jadi dari hepat C juga 31:09 bisa menjadi kanker, Mbak Duning. 31:12 Jadi bisa menjadi kanker itu hepat B dan 31:14 hepat C 31:15 karena bisa menimbulkan sirosis dia. 31:19 Sirosis pengkerutan ya. Pada hepat B 31:23 menimbulkan sirosis dan kanker. Hepat C 31:27 juga bisa menimbulkan sirosis dan 31:28 kanker. Nah, ini jadi dia [berdehem] di 31:32 samping bisa juga diberikan 31:36 interferon 31:37 ya. 31:38 penyuntikan interferon dan ee obat daa 31:42 ya. 31:43 pada jadi itu hepat C [berdehem] kalau 31:48 kena hepat C dibandingkan hepatis B era 31:52 tahun 2000-an nih sampai sekarang 2000 31:56 lebih sudah 2015 kemarin ini sudah bisa 32:00 dikendalikan 32:02 itu sudah bisa sembuh 32:05 sebagian besar pasien-pasien kami di 32:08 rumah sakit PORI itu sembuh kalau 32:10 hepatitis C ya kalau Kalau hepat B 32:13 jarang sekali saya sejak 2012 hepat B 32:17 itu yang menjadi bagus dikasih obat 32:21 tenofovir ya antivirusnya hepatitis B 32:24 itu ada empat orang yang he 32:27 yang dua 32:29 dua adalah ee hepatitis B-nya menjadi 32:32 negatif timbul henti HBS yang dua lagi 32:36 cuman HBV DNA negatif 32:40 HBVDN negatif ya dari empat empat orang 32:43 itu. Jadi belum belum clear yang dua 32:45 lagi itu. Cuman yang yang dua itu sudah 32:48 benar-benar muncul anti HBS-nya sudah 32:52 muncul ya sudah tidak ditemukan 32:55 HBSAG-nya. 32:56 Sedangkan pada hepat C sejak 2015 itu 32:59 kami pengalaman karena obat-obatnya kan 33:02 dikasih gratis Mbak Nuni. 33:04 Heeh. 33:04 Dikasih sama pemerintah. 33:06 Iya. 33:06 Ya. Obat untuk anti ee ee apa? 33:12 antiviral ini bisa diapatkan. Jadi bisa 33:16 dalam waktu 3 bulan dia dia bisa negatif 33:20 itu. Heeh. Tapi ya mesti cepat tadi 33:23 pengobatannya dan ee sesuai dengan 33:27 petunjuk pengobatan itu. Jadi jadi 33:30 itulah hepatis C. Sekarang kita 33:33 berlanjut ke hepatitis D. 33:36 Jadi hepatitis D apa ini? Hepasitik 33:40 adalah penyakit hepatitis yang langka 33:44 yang terjadi bersamaan dengan infeksi 33:46 hepatitis B. 33:47 He. 33:48 Kasus ini sangat jarang. Biasanya 33:51 mendompleng infeksi hepat B. Penyakit 33:55 ini disebabkan virus hepatitis D, 33:58 hepastis D, HDV ya singkatannya yang 34:03 menyebabkan peradangan hati seperti 34:06 jenis virus lainnya. Uniknya seseorang 34:08 tidak dapat tertular virus hepatis D 34:11 jika orang tersebut tidak terinfeksi 34:13 hepatis B. Jadi mesti ada hepat B-nya 34:16 dulu. Heeh. Jadi dia enggak enggak bisa 34:19 sendiri menginfeksi 34:21 Iya. 34:22 Eh si penderita tanpa hepat B. Kalau ada 34:26 hepas B yang kronis, maka dia akan 34:29 ditemukan hampir 5% 34:33 penderita hepatis kronis dengan masa 34:36 inkubasi hepatis D ini antara 4 sampai 34:39 12 minggu. 34:42 Jadi sampai sekarang belum ditemukan 34:44 vaksin khusus untuk hepat D ini. 34:46 He. 34:47 Tapi akan otomatis terlindungi setelah 34:50 mendapatkan vaksin hepat B pada 34:53 penderita yang ingin dilakukan 34:55 vaksinasi. 34:56 Iya. 34:57 Oleh karena itu, dalam kasus ee 34:59 hepatitis akut biasanya tim pemeriksa 35:02 hanya melihat hasil ada atau tidaknya 35:04 infeksi hepat B dan saat dinyatakan 35:08 hepatitis B negatif, maka artinya pasien 35:11 juga negatif terhadap hepatitis D gitu. 35:15 Jadi secara pencegahan dan pengobatan 35:18 hampir sama seperti hepatitis B. Jadi 35:21 sanitasi lingkungan yang sehat penting 35:24 hindari seks bebas juga hindari 35:27 penggunaan jarum sutik yang tidak steril 35:30 juga bisa dilakukan vaksinasi hepat B 35:34 gitu. Pengobatannya sama diet hati dan 35:38 hepatoprotektor. 35:40 Ini terakhir 35:42 mengenai hepatitis E. He 35:45 hepat E ini ditemukan terakhir ya itu 35:49 memang waktu rekan kami 35:53 ee drter Jarot itu melaporkan itu. Drter 35:56 Jarot sama-sama [tertawa] kami di 36:00 FKUI dulu dia di bertugas di Kalimantan 36:04 Barat. 36:05 Dia rupanya ikut mendengar kejadian di 36:10 Vietnam apa di Thailand itu pada ibu-ibu 36:13 yang mandi di sungai. Di sana sungai di 36:17 Kalimantan juga dilaporkan kok ada kena 36:20 penyakit kuning, penyakit hepatitis. 36:23 Ternyata diperiksa virusnya O bukan 36:26 hepat B, bukan hepat A, bukan hepat C, D 36:30 juga bukan. Ternyata hepatitis E. Nah, 36:33 itulah kita terima kasih sama Dr. Jarot, 36:36 rekan kami karena itu kejadian pertama 36:38 di Indonesia di Kalimantan Barat di mana 36:41 pada ibu-ibu yang mencuci baju di sungai 36:44 dilaporkan kedapatan hepatis E. Nah, 36:48 yang khas pada hepat E ini apabila hamil 36:50 itu memang berapa persen? 10% itu bisa 36:54 berbahaya. 36:56 Jadi penyakitnya 36:58 menjadi berat. Nah, itu jadi harus ee 37:01 perlakuan khusus pada ibu-ibu hamil yang 37:04 mengenai yang dikenai oleh hepatitis E 37:06 ini. Jadi, gejalanya sama, tetap dia ada 37:11 badan lemas ya kan seperti gejala ke 37:15 hepatis A ya, ada mata kuning, mual, 37:19 muntah, ya, tidak semakan, angat-angat 37:22 kadang-kadang ee terjadi ee sakit di 37:26 perut kanan atas dan sebagainya. Nah, 37:28 obatnya itu adalah istirahat, diit hati, 37:32 dia diberikan hepatoprotektor dan 37:34 vitamin ya. Jadi penting juga food 37:37 security dan sanitasi lingkungan yang 37:40 sehat. Jadi kita ee begitu sumber air 37:45 itu penting sekali hepat sumber air 37:47 mesti yang benar-benar terkontrol begitu 37:51 Mbak Nuning. 37:52 Iya. Demikianlah kira-kira 37:55 paparan kami. Mungkin kalau ada 37:57 pertanyaan nanti B silakan B. 37:59 Iya. Masyaallah. 38:02 Jadi, ikhwan akhwat dari hepatitis A B C 38:06 D E seringki memang kita dengar tapi 38:09 perbedaan antara satu dan lainnya 38:12 penyebabnya dan bagaimana mengatasinya 38:15 kayaknya tidak pernah kita serapi ya. 38:19 Dan hari ini telah kita simak seperti 38:23 yang tadi juga kita semua dengar. 38:26 Sementara untuk pertanyaan nih, Dok. 38:29 Sudah ada yang masuk ee dari Bung Rahmat 38:33 yang ada di Jakarta Selatan. 38:36 Dok, banyak penyakit bisa kita rasakan 38:38 gejalanya langsung. Tapi hepatitis nih 38:42 orang bilang silent disease karena 38:46 memang datangnya diam-diam gitu. 38:49 Itu menurut dokter dengan kondisi 38:52 seperti ini, kenapa kesadaran kita 38:55 masyarakat nih terhadap kesehatan hati 38:58 kita ini relatif sangat rendah dibanding 39:00 dengan penyakit-penyakit yang lainnya 39:03 seperti jantung atau diabetes. Nah, 39:06 karena dia silent disease tadi mesti 39:09 kita kerjain apa nih agar kita dan 39:13 masyarakat lain juga peduli untuk bisa 39:15 tahu sebelum terjadi ee gangguan 39:19 kesehatan yang terkait dengan hati tadi. 39:22 Terima kasih banyak dari Mas atau Bung 39:25 Rahmat. 39:26 Baik. Baik. Terima kasih atas 39:29 pertanyaannya Bung Rahmat ya. Ini 39:32 pertanyaan bagus sekali ya. menyangkut 39:35 eh awareness kita ya terhadap ee 39:39 penyakit hepatitis ini juga ee program 39:43 pemerintahlah dalam rangka juga 39:45 melindungi masyarakat dari ee 39:47 penyakit-penyakit yang infeksius 39:51 gitu. Jadi kalau [berdehem] di negara 39:53 maju seperti Jepang di mana ada terjadi 39:56 screening ya screening itu jadi pada 40:00 check [berdehem] up dan sebagainya itu 40:02 dia ee dilakukan surveilance misalnya ee 40:06 berapa jumlah yang daerah tertentu yang 40:09 kena hepatitis B, C atau A itu 40:13 diperiksakan 40:14 antibodinya 40:16 periksa anti HAV misalnya 40:20 HBSAg. 40:22 anti HCV begitu ya untuk petanda-petanda 40:25 untuk hepatitis A, hepatitis B atau 40:28 hepat C itu memang memerlukan biaya itu. 40:32 Ee terus terang kita tingkat 40:34 awareness-nya, kepeduliannya Pak Rahmat 40:37 ya tidak seperti negara maju 40:39 ya. Nah, itu karena kita ee 40:44 dianggap tidak belum belum berpikiran 40:48 majulah pengambil keputusan kita di 40:51 sini. Oleh karena itu, kita yang 40:54 sekarang kayak saudara merahmat sudah 40:57 maju pikiran gitu, penting sekali 40:59 mengidentifikasi. Jadi berkonsultasi ke 41:01 dokter lah, 41:02 dokter masa anak misalnya ke dokter 41:05 anak. Bagaimana nih untuk mengetahui 41:08 hepatitis 41:10 B misalnya secara dini? Karena makin 41:13 awal ya diketahui makin bisa dicegah ya 41:18 penyakit hepat B misalnya pada anak itu 41:21 ee berbahaya sekali kalau tidak 41:23 dimonitor, tidak diketahui, tidak 41:26 diikuti perkembangannya karena angka 41:28 komplikasinya tinggi sekali dia ya pada 41:32 bayi, pada balita anak remaja beda-beda 41:36 prognosanya. Yang paling berat kalau 41:38 pada bayi itu tidak dikendalikan, nah 41:41 itu nanti akan resiko terjadinya 41:44 penyakit hepatitis B kronik punya 41:47 komplikasi cirrosis atau kanker menjadi 41:50 tinggi ya. Nah, demikian juga hepatitis 41:53 C tadi pencegahannya secara umum ya kita 41:57 enggak boleh misalnya menggunakan jarum 41:59 sik sembarangan dan 42:01 lebih-lebih sekarang kan modelnya 42:03 ada itu ya penggunaan narkoba itu ya. 42:06 Iya. 42:07 Nah, ini hati-hati 42:09 merokok dan sebagainya itu kan maksudnya 42:12 bukan merokok pada orang-orang yang 42:15 [berdehem] ee hubungan bebas ya kan. Ada 42:19 narkoba kan kadang-kadang dia hubungan 42:22 bebas macam-macam tuh. Dia pakai ee 42:26 alat-alat 42:28 alat-alat yang tidak steril. Nah, itu 42:30 bisa menyentuh kulitnya ya. bisa kena 42:34 hepat B, hepat C, bahkan bisa juga virus 42:37 yang lain misalnya HIV. Nah, itu jadi 42:41 kesadaran kita 42:44 ee tanyakan kepada profesional ya, 42:47 dokter anak, dokter penyakit dalam, 42:51 dokter apa misalnya di Puskesmas pasti 42:54 ada program imunisasi kan. Nah, kita 42:56 lakukan imunisasi. Paling tidak sekarang 42:58 ada dua bentuk imunisasi, hepatis A dan 43:01 hepat B. Nah, itu kalau kita ee ikut 43:05 programnya aja yang sudah ada dari IDAI 43:09 kan. 43:09 Heeh. 43:10 Itu sudah terselamatkan itu kita. Cuman 43:13 kadang-kadang kita lupa juga ee 43:16 puskesmas juga lupa mengingatkan gitu. 43:19 Kalau hepatisi belum bisa hepatisi 43:21 mungkin pencegahan tadi dah pencegahan 43:24 gitu kan jawaban saya ya memang 43:28 ee kalau di negara maju itu kan gratis 43:31 misalnya komplikasi terhadap dari hepat 43:35 B sudah dilakukan 43:37 screening USG 43:39 city scan MRI jadi ketahuan dia 43:43 sudah berubah menjadi tumor apa enggak 43:46 ya kan secara dini kalau Dia tumornya 43:49 masih kecil 3 cent masih di operasi 43:54 diangkat sembuh. Kalau kita di sini 43:56 tumornya sudah besar-besar 43:58 baru sadar 43:59 sakit baru. 44:00 Tapi ngomong-ngomong ditanggung BPJS 44:02 enggak sih untuk proses-proses 44:05 mengetahui hepatitis ini? 44:06 Iya. Nah, untuk BPJS ini kan kalau 44:10 program pemerintah ya yang ada di masyar 44:13 ee di Puskesmas itu kan 44:16 kalau hepatitis B vaksinasinya masih 44:18 ditanggung. Kalau kalau saya dulu dengar 44:22 kabarnya ya zaman Pak Harto terus tahun 44:26 90-an tuh kan awalnya kan tahun 0-an 44:30 pertengahan itu udah ada kan. sekarang 44:33 enggak masih ya 44:34 saya saya kurang tahu karena saya 44:35 [tertawa] 44:36 penyakit dalam ya bagian anak kalau 44:39 lihat sih 44:40 itu bentuk buku-buku vaksinasi dari itu 44:44 dokter anak itu ada jadi mestinya ada ya 44:48 lebih-lebih kalau dulu kan saya tahunya 44:51 hepatis A tuh pakai itu tetes di oral ya 44:55 kayak polio sekarang tapi sudah ada yang 44:57 suntik 44:59 suntik 44:59 sudah bagus jadi ee ee 45:03 mesti ditanyakan ke dokter anak tuh. 45:05 Heeh. Kalau gratis ya alhamdulillah kan 45:09 kalau kan ada kalau ada ada program yang 45:12 harus dicapai oleh Puskesmas ya 45:16 angkas kasian vaksinasi ini bagus di 45:20 samping ada untuk polio, cacar apa tibi 45:23 dan sebagain vaksinasi itu ada tuh 45:25 campak gitu ya. 45:26 Iya 45:27 ada hepat B. 45:28 Mudah-mudahan nanti segera ada 45:29 pengumumannya ya. Silakan ada vaksinasi 45:32 massal gratis gitu ya, [tertawa] 45:34 Dokter Rahmat 45:35 atau kita advokasi kita tuntut dong ya 45:38 kan sebagai masyarakat ya bagaimana ini 45:42 supaya jangan ee terkena gitu komplikasi 45:46 dari hepatitis nanti pada 45:50 kalau tidak dikendalikan. 45:52 Iya. Iya. 45:53 Jadi ikhwan akhwat kalau kencing atau ee 45:58 apa namanya? Pas kita berwarna beda. 46:01 Please deh. Ini mungkin bagian dari yang 46:04 harus menjadi perhatian kita. Oke, Dok. 46:06 Kita kebetulan sudah di penghujung. 46:08 Mungkin ee dari apa yang kita bahas bisa 46:12 dengan closing ideanya. Silakan. 46:15 Iya. Baik, Mbak Nuning, 46:19 sejawat. Ikhwan akhwat sekalian, pemirsa 46:22 yang budiman. 46:25 Barangkali [berdehem] 46:26 untuk penyakit hepatitis 46:29 coronavirus ini kita perlu ee ee 46:34 sama-sama memahami bahwasanya penyakit 46:37 ini sebenarnya penyakit infeksi yang 46:39 bisa dicegah 46:41 cegah. Jadi ada 46:43 dua bentuk pencegahan yaitu pencegahan 46:47 melalui oral mulut. 46:50 He 46:51 ya. pencegahan melalui 46:54 kulit ya kulit itu aja kalau melalui 46:57 kulit itu ada dua penyakit yaitu 47:00 penyakit hepatitis A dan hepatitis E 47:05 A dan E ya A B C D E 47:08 Nah itu itu melalui mulut 47:11 di fekal oral diturun ditularkan 47:16 rutenya melalui feses ke mulut oral 47:20 tertelan 47:21 Nah, itu biasanya dia 47:24 [berdehem] sistem pertahanannya ee 47:26 imunoglobulin A yang ada di saluran 47:29 cerna sini ya. Nah, itu kalau yang hepat 47:33 B, C dan D itu melalui kulit. 47:37 Hm. 47:38 Kulit misalnya 47:40 ada tato gitu kan. Nah, pakai jarum 47:43 tidak steril. Nah, itu dari orang lain 47:46 bisa ketularan ke kulit kita. tato 47:51 misalnya [berdehem] 47:52 ee jarum suntik ya bisa juga jarum 47:55 suntik tidak steril ya bukan petugas 47:58 medis mungkin ya penggunaannya itu untuk 48:02 narkoba ah bisa itu itu kita cegah gitu 48:05 juga kerokan hati-hati jangan pakai koin 48:09 yang sama dari orang lain ya bekam dan 48:13 sebagainya itu ya itu harus diperhatikan 48:17 nah itu untuk beberapa kasus 48:21 saya waktu saya di Rumah Sakit Pori 48:23 menemukan juga saya kan waktu itu 48:25 ditugaskan sebagai ini juga ee penyakit 48:30 HIV gitu di Rumah Sakit PORI ya kok ada 48:33 ditemukan ya pasien saya ini HIV positif 48:38 dia profesinya tukang urut [tertawa] 48:41 tukang urut urut-urut atlet lh 48:46 atlet-atlet di pusat sentral 48:49 situ di Senayan. Nah, itu gimana itu kok 48:53 saya enggak pernah berhubungan 48:56 macam-macam ya? Berarti mungkin ada luka 48:58 darah dari beberapa atlet atau artis 49:01 gitu yang dia urut yang kena HIV. Jadi 49:06 tertular dia gitu 49:08 kalau menurut saya logikanya begitu. 49:10 Jadi bisa dari kulit tadi kan, jadi dari 49:12 oral bisa penyakit A dan E yang dari ee 49:19 kulit bisa penyakit B dan C dan D gitu. 49:25 Demikianlah kira-kira 49:27 ee resume dari kami. Mudah-mudahan 49:30 bermanfaat ya. 49:31 Terima kasih, Dok, dan Ikhwan Akhwat. 49:34 Sebelum kita akhiri kebersamaan ini, ada 49:36 informasi bahwa insyaallah nanti 49:40 dilaksanakan temu jemaah Tasin Tilawah 49:43 Al-Qur'an yang dilaksanakan pada hari 49:46 Minggu, Ahad, besok 14 Juni dari jam 49:50 08.30 sampai jam 11.00 di Masjid 49:53 Silaturahim ee dekat dengan Studio 49:56 Rasil. Acara akan diisi oleh Ustazah 50:00 Dara M. Annisa dan kegiatan ini terbuka 50:05 untuk umum sehingga silakan kalau ada 50:08 waktu pendengar jemaah beserta keluarga 50:11 untuk hadir bersama-sama di dalam 50:14 acara yang penuh dengan ilmu dan 50:18 keberkahan. Dok, sekali lagi terima 50:20 kasih banyak dan untuk ikhwan akhwat, 50:23 insyaallah kita diberi kemampuan untuk 50:27 lebih bisa melaksanakan menjalani 50:29 hari-hari kita dengan jauh lebih sehat 50:31 lahir dan batin. Kalau untuk bahasan 50:34 hari ini terkait dengan hepatitis, 50:36 mudah-mudahan kita semakin paham ya. 50:38 Sekali lagi billahi taufik wal hidayah. 50:40 Wasalamualaikum warahmatullahi 50:42 wabarakatuhikumsalam.