Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:10 [musik] 0:15 [musik] 0:19 Bismillahirrahmanirrahim. 0:22 Asalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:25 rahimakumullah. 0:27 Alhamdulillah ya, kita dapat 0:28 bersama-sama kembali di acara ruang 0:31 kesehatan yang mudah-mudahan mempersuasi 0:34 kita untuk bisa menjaga diri jauh lebih 0:36 baik ya. Dan tidak lupa tentu saja salam 0:40 selawat kita lantunkan untuk junjungan 0:42 umat kekasih kita Muhammad sallallahu 0:45 alaihi wasallam. 0:47 Semoga kelak kita mendapatkan syafaat 0:50 beliau dan dapat bersama-sama beliau di 0:53 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 0:56 akhir. Di ruang kesehatan. Ikhwan 0:59 akhwat. 1:01 Hari ini bahasannya bisa jadi sangat 1:05 kena dengan kita karena hampir semua di 1:09 antara kita itu agak abai terhadap Nah, 1:12 nanti kita dengerin deh ya. Kenapa 1:14 bahasannya kali ini penting banget untuk 1:18 kita simak dengan telinga jiwa kita? Dan 1:21 dokter yang hadir adalah dr. Dasril 1:24 Nizam, spesialis penyakit dalam yang 1:27 alumnus dari Universitas Indonesia. Kita 1:30 sapa beliau. Asalamualaikum 1:32 warahmatullahi wabarakatuh, Dok. 1:34 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:36 wabarakatuh. 1:38 Selamat pagi Mbak Nuning dan ikhwan 1:41 akhwat sekalian. 1:44 Alhamdulillah bisa hadir di ruang 1:48 kesehatan kali ini. Bahasannya kalau 1:50 enggak salah kaitannya dengan lambung. 1:52 Persisnya apa nih, Dok? 1:54 Masalah mengenai ee penyakit gert, 1:57 pengenalan penyakit gert, 1:59 pengobatan, 2:01 ee penyebab maupun pencegahannya. I 2:04 begitu. 2:04 Nah, yang paling keren tuh 2:05 pencegahannya. Tapi kalau sudah 2:07 terlanjur gimana? Banyak sekali yang 2:09 bisa dilakukan. Yuk, kita simak kaitan 2:12 penyakit GERT bersama Dr. Dasril. 2:15 Silakan, Dok. 2:16 Baik, ikhwan akhwat sekalian yang saya 2:21 cintai, 2:23 memang penyakit gert ini merupakan 2:25 penyakit ee gastrointestinal ya, 2:29 penyakit maah. Orang awam katakan 2:32 terkenal ee karena penyakit ee ini 2:37 berhubungan dengan gaya hidup. yaitu 2:41 perubahan pola makan yang sudah 2:43 westernisasi 2:45 yaitu sehingga lebih banyak masukan yang 2:49 makanan berlemak, spices maupun asam dan 2:55 ee 2:56 banyak stres gitu sehingga 3:00 timbullah penyakit-penyakit yang 3:02 dirasakan adanya nyeri di ulu hati, rasa 3:06 begah, rasa panas di dada sampai ke 3:08 tenggorokan gitu. itu rasa asam dan 3:11 sebagainya yang menimbulkan 3:14 rasa ketidaknyamanan begitu ya. 3:17 mengganggu juga kinerja kita dalam hal 3:20 bekerja maupun untuk belajar sehingga ee 3:25 kita memerlukan waktu khusus untuk pergi 3:29 ke dokter berobat untuk mengatasi 3:31 masalah ini. Demikian, Bu, Mbak Nuning 3:34 kira-kira. 3:35 Jadi, ada banyak hal juga ya, Dok ya, 3:38 yang kayak misalnya 3:41 terkait dengan tadi bagaimana itu 3:43 muncul, kemudian bagaimana mengatasinya. 3:47 Kita yang awam nih perlu banget ngerti 3:50 apa aja sih yang bikin ee gangguan 3:53 lambung gerti ini muncul gitu, Dok. 3:55 Iya. Jadi rekan-rekan apa ikhwan akhwat 4:00 Mbak Nuning yang saya hormati. 4:03 Mari kita coba lihat itunya slide kedua 4:07 ini kita lihat dari gambaran itu ee Mbak 4:11 Mbak Odi tentang ee peta dari Mas Odi. 4:16 Minta tolong slide kedua 4:19 itu. Ah ini gambaran 4:22 yang sebelah kiri tuh sebelah kiri. 4:26 ee ee mulut ya, mulut kemudian 4:30 tenggorokan yang kita sebut bahasa 4:32 kedokterannya esofagus. 4:35 Kemudian 4:36 ada juga masuk ke lambung dan usus 12 4:41 jari ya. Antara esofagus masuk ke 4:44 lambung itu ada skat diafragma itu ya 4:48 pembatas rongga dada dan rongga perut. 4:51 Nah, itu di situ ee biasanya berbatasan 4:54 dengan itu ada spinter esofagus bagian 4:59 bawah kita sebut lower esofagi spinter 5:04 LED les di mana itu berperanan sekali 5:09 terhadap ee patofisiologi ataupun 5:13 kerusakan penyakit gert ini. Jadi 5:17 penyakit berdget ini akibat banyaknya 5:20 mungkin makan berlemak. 5:22 H 5:22 heeh sehingga dia terjadi ee 5:28 pengosongan lambung gastrik Ming-nya 5:31 memanjang. Jadi lambung yang biasanya 4 5:33 jam itu kosong kalau dia makan lemak 5:37 berlebih seperti ada gorengan, santan, 5:40 coklat, keju, susu, makanan berlemak 5:44 yang lain, duren dan sebagainya itu jadi 5:47 isi lambung kontennya itu tidak segera 5:51 dikeluarkan kedua denenum. Jadi 5:53 memanjang, melambat dia pengosongan 5:55 lambungnya sehingga bisa 6 jam baru 5:58 kosong, 8 jam baru kosong sehingga sisa 6:01 makanan yang di lambung itu merangsang 6:04 ee asam lambung untuk dikeluarkan 6:08 ya. Karena dia tetap penuh dia meluber 6:12 dia ke arah ke low spinter esofagus 6:16 distal ya. Jadi lower esofagal spinter 6:20 itu sehingga dia eh diteruskan refl ke 6:24 esofagus. Demikian sehingga muatan atau 6:28 isi dari lambung itu dia mengiritasi 6:34 ee permukaan selaput lendir di esofagus 6:38 yang memang bukan tempatnya ya. He. 6:41 Karena asam lambung itu kan biasa 6:45 sel-sel di lapisan gaster itu lambung 6:49 biasa dengan suasana asam. Nah, 6:51 sedangkan di esofagus itu tidak terbiasa 6:55 dengan suasana asam sehingga dia 6:57 tererosi, tergerus. Demikian jadi 7:00 menimbulkan jadi kelonggaran. 7:03 Jadi dia tadinya daya ee ininya nutupnya 7:09 kuat sehingga nutupnya tidak kuat lagi 7:12 terbuka. Jadi ada kelemahan spinter. 7:16 Nah, normalnya pada saat proses menelan 7:19 itu setelah 7:22 makanan masuk atau minuman masuk ke 7:24 lambung, dia otomatis dengan sendirinya 7:28 eh low spinter eso esagus itu lower 7:32 esagal spinter les itu menutup setelah 7:36 masuk 7:36 di lambung. Sedangkan kalau penderita 7:40 gert yang sudah ada lesi di Lesbuka 7:46 sehingga asam lambung dia naik ke atas 7:48 ya. Seperti kita lihat coba slide ketiga 7:54 kita lihat itu yang sebelah kanannya 7:57 yang sebelah kiri itu masih menutup ya 8:00 les-nya. 8:02 Yang sebelah kiri masih ya kelihatan 8:05 tuh. Jadi dia berbalik lagi arah 8:06 panasnya ke ke arah ee 8:11 pilorus ya makanan. Jadi dia diolah 8:15 demikian rupa sehingga dia 8:20 digerakkan ya makanan itu 8:23 secara enzimatik maupun mekanik dia 8:26 dibolak-balikkan makanya. Nah, sedangkan 8:29 pada yang kasus yang sudah ada gert-nya 8:32 yang sebelah kanan itu, 8:34 he 8:34 difokuskan dia masuk ke atas itu. 8:39 Jadi makanan itu sebagian yang 8:42 gelembung-gelembung 8:44 biru ya, ada gas gelembung biru itu naik 8:47 ke atas ke esofagus sehingga bisa 8:49 mengiritasi bagian ee esofagus bagian 8:53 distal bagian bawahnya bisa erosi, bisa 8:57 terjadi ulkus. 8:58 bisa macam-macam penyakit yang lain gitu 9:01 ya. Nanti kalau gradingnya ada grading 9:05 A, B, C, D gitu ya. Tergantung luasnya 9:10 lesi di esofagus bagian distal. Bisa 9:12 juga berubah menjadi komplikasi menjadi 9:15 ee struktur dia karena ada luka parut 9:20 terjadi penyempitan. bisa juga bisa juga 9:23 berubah menjadi ee metaplasia atau 9:28 berubah menjadi displasia ke arah 9:31 misalnya terjadi esofagus baret maupun 9:35 ee keganasan misalnya kanker esofagus 9:40 karena perubahan daripada mukosa 9:42 tersebut. Nah, demikian Ibu Nuning 9:46 sementara penyebabnya ya. [tertawa] 9:48 Jadi salah satunya antaranya makanan 9:49 yang berlemak. Kedua, adanya stres. 9:52 Adanya stres juga itu merendahkan daya 9:55 tahan daripada spinter esofagus bagian 9:58 distal atau lees ya. 10:00 Dengan adanya stres, kortisol meningkat. 10:03 Nah, itu melemah 10:05 gitu. Demikian juga kondisi tertentu 10:07 terkait misalnya orang hamil ya, di mana 10:11 hormonnya berubah. Ah, itu juga ee akan 10:16 melemah. Demikian juga pada kondisi 10:19 misalnya ada infeksi bakteri di 10:22 lambung yang sekarang sudah dikenal tuh 10:26 ditemukannya helicobacter pil oleh 10:28 Marshall dari Austral. Nah, kuman ini 10:31 juga bisa 10:33 me 10:35 membuat e kelainan di gastrodu 10:39 maupun di sekitar situ sehingga terjadi 10:42 inflamasi melemahkan pertahanan di 10:44 spinter juga. Demikian kurang lebihnya. 10:48 Iya. Jadi, ikhwan akhwat kayaknya berat 10:51 ya kalau enggak stres dalam kondisi 10:53 hidup kan ada aja yang bikin stres. Tapi 10:56 mudah-mudahan enggak selalu memicu itu. 10:59 Belum lagi kalau tadi dokter bilang soal 11:02 makanan yang enak-enak itu, waduh aku 11:04 suka susu, aku suka coklat, aku suka 11:07 yang banyak lainnya. Padahal itu bisa 11:10 kalau enggak terkontrol, terkendali bisa 11:12 memunculkan gangguan ee lambung tadi ya, 11:15 Dok, ya. 11:16 Iya. 11:17 Oke. Kalau ee silakan ya. Ini karena 11:20 live Anda ikhwan akhwat bisa telepon 11:23 langsung karena ini live bukan Zoom ya. 11:26 Sementara seperti biasa juga WA kami 11:29 terima nanti apapun yang Anda tanyakan 11:32 terkait GERT bersama Dr. Dazril Nizam, 11:36 spesialis penyakit dalam. Kita lanjut, 11:38 Dok. Kalau ada yang mau ditambahkan. 11:39 Iya. Jadi saya tambahkan mengenai 11:42 penyebab tadi. Misalnya ee orang 11:46 kebiasaan misalnya 11:49 makan yang banyak, makan yang banyaknya 11:52 jadi isi lambung menjadi 11:54 penuh. 11:54 Penuh. Nah, itu juga dia akan keluar 11:56 menekan ee lees ke atas begitu ya. 12:01 Kemudian juga apabila kebiasaan ee baru 12:05 makan sudah tidur, tidur malam ya. 12:09 Normalnya sih bagusnya 12:11 eh fisiologisnya bagusnya 2 jam lebih 12:14 baru tidur. Ini baru setengah jam sudah 12:17 tiduran ya. Nah, itu juga bisa menjadi 12:21 faktor risiko terjadinya ee 12:25 penyakit gert. 12:27 Demikian juga misalnya 12:30 posisi tidur. Posisi tidur tuh ee tidak 12:34 dengan bantal yang tinggi, rebahan 12:37 begitu. Itu juga 12:38 he 12:39 membuat makanan kita jadi tidak turun ke 12:43 bawah. Ah itu jadi banyak hal. Jadi yang 12:46 saya tambahkan demikian mungkin Mbak 12:49 Nuning ee supaya kita benar-benar 12:53 menjaga gaya hidup juga. Misalnya kita 12:57 stres ya terhadap pekerjaan 13:00 ya misalnya buru-buru makannya 13:03 atau pilih makanan yang keras terlalu 13:06 asam ya. 13:08 He 13:08 ee yang yang 13:10 mengandung gas banyak. Nah itu juga bisa 13:15 beresiko untuk terjadinya penyakit get. 13:19 Demikian. 13:20 H jadi tidur aja ada aturannya ya, Dok? 13:23 Ya, 13:23 tiduran ada aturannya. makan jam 0.30 13:26 tidur. [tertawa] 13:29 Tidur ada aturannya, makan ada 13:31 aturannya. 13:32 Iya. 13:33 Kalau obat-obat tertentu yang dikonsumsi 13:35 bisa juga berpengaruh ke situ enggak? 13:37 Iya, benar, Mbak Nuning. Terima kasih 13:39 setelah diingatkan. Jadi, obat-obat 13:41 tertentu, bahan-bahan tertentu bisa 13:44 menimbulkan 13:46 defek ya, defek pada ee mukosa saluran 13:52 cerna bagian atas ya. misalnya penyakit 13:56 rematik kita makan obat-obat rematik itu 13:59 ya 14:00 yang dikenal dengan 14:02 ee NSID ya. Nah, itu obat-obatnya itu 14:07 bisa merusak sel-sel di 14:10 ee selaput lendir di lambung maupun di 14:13 esofagus gitu ya, maupun di spinternya. 14:17 spinter tadi bagian bawah itu juga mem 14:21 memperburuk keadaan 14:24 ger kalau sudah ada ya demikian juga ee 14:28 bahan-bahan misalnya jamu ya obat-obat 14:32 sinse obat Cina obat-obat yang lain ya 14:36 he 14:37 nah itu juga mengandung NSID juga 14:40 ternyata itu setelah diteliti di Balai 14:44 POM ya itu juga bisa menimbulkan hal 14:47 yang sama ya. Ee demikian juga minuman 14:50 beralkohol ya. Kebiasaan kita banyak 14:54 minum beralkohol ya. Misalnya alkohol 14:57 kan bisa kandungannya 40% lebih itu 15:01 minim ya kayak whisky ya 48% 15:05 ya. Bir aja bisa 1% ya. Nah itu enggak 15:09 terlalu berat sih. Cuman kalau makannya 15:11 minumnya banyak memungkinkan ya. 15:14 misalnya makanan beralkohol lain, Mbak 15:16 Nuning misalnya tape ya ee nangka atau 15:21 durennya itu kan kandungan alkoholnya 15:23 cukup besar. Nah, itu juga kalau banyak 15:25 begitu itu juga melemahkan juga 15:28 pertahanan baik mungkin di lambung 15:30 maupun di esofagus. 15:32 Heeh. Khususnya untuk NSID itu seluruh 15:37 lapisan mukosa. 15:38 He 15:39 ya. baik dari esofagus, lambung, usus 12 15:43 jari, yeyunum, ileum, maupun kolon itu 15:48 terjadi ee kerusakan gitu ya yang 15:53 dikatakan nanti enteropati, gastropati, 15:56 maupun kolopati 15:59 daripada 16:00 NSID begitu. Jadi karena dia mengurangi 16:05 produksi prostaglandin ya, mengurangi 16:08 produksi mukus itu mukus kan untuk 16:10 memprotect ee selaput lendir ya itu 16:14 berkurang produksinya. Demikian juga 16:17 aliran darah di bawah mukosa maupun 16:20 submukosa jadi pembuluh darahnya jadi 16:23 menyempit. Demikian karena produksi 16:25 prostaglandin yang berkurang. Demikian 16:28 Bu Nun. 16:29 Baik. ee boleh sambil lalu ke pertanyaan 16:32 yang sudah dikirim ya, Dok ya. 16:34 Siap. 16:35 Emm saya beberapa waktu yang lalu 16:39 dikasih 16:41 keterangan sama dokter kalau memang 16:43 lambungnya dapat gangguan dikasih 16:47 obatnya membuat saya berpikir ini 16:50 diminum terus apa enggak. Obatnya 16:52 sebetulnya sih gampang ya. Waktu itu 16:54 kayaknya cuma promah. Terus ada juga ee 17:00 ranity dinin. Nah, ini diminum terus 17:04 beli sendiri biar aman atau harus 17:06 bagaimana nih, Dok? 17:08 Iya, 17:09 karena kan kalau peromah bisa beli bebas 17:10 ya. He. 17:12 Jadi memang kalau sejawat atau 17:17 ikhwan-akhwat ya 17:19 sakit mah katakannya ya 17:21 memang kita coba dululah pakai antasida 17:25 seperti peromah ya. itu menetralisir 17:29 asam lambung ya. Asam lambung itu kan 17:32 normalnya dia antara 1 sampai 2 pH-nya. 17:37 Heeh. 17:37 Nah, kalau dia 17:40 ee 17:43 hipoklor 17:45 hipoklordia 17:46 ya kekurangan asam lambung itu bisa naik 17:49 jadi empat atau tiga atau lima. Nah, 17:52 kalau lima klaidia, 17:55 jadi tidak ada asam lambungnya karena 17:58 ditekan atau ada penyakit lain. Nah, 18:01 kalau dia karena asam lambung berlebih, 18:04 karena sesuatu misalnya stres atau 18:06 makanan yang merangsang ya 18:08 itu bisa cukup dinetralisir dengan 18:12 antasida seperti tadi proma gitu Mbak 18:15 Nuning ya. Bisa juga ditekan oleh 18:18 antiasam. antiasam yang ringan itu 18:21 adalah ranitidin tadi disebutkannya. 18:24 Iya. 18:24 Dia bekerja sebagai H2 bloker antagonis. 18:29 Heeh. Jadi memblok dari ee reseptor ee 18:34 H2 bloker yang dikeluarkan oleh sel-sel 18:38 parietal mengeluarkan 18:41 ee asam klorida begitu yang yang sumber 18:46 dari asam lambung kita kan asam klorida. 18:49 Nah, itu jadi dikeluarkan. Nah, ya kalau 18:52 di dikasih ranitidin, jadi dia memblok 18:56 pengeluaran asam lambung dari sel 18:58 parietal itu. Nah, itu yang paling bagus 19:00 sih memang 19:02 kita sesuaikan dengan ee derajat 19:05 penyakitnya. Kalau dengan yang ringan 19:07 sudah bisa, 19:09 kenapa harus dikasih yang berat 19:10 [tertawa] misalnya ya PPI, omeprazol, 19:14 ansoprazol itu kan lebih yang 19:16 penyakitnya lebih berat gitu. 19:18 Karena asam lambung ini penting juga ya 19:21 dalam proses fisiologis kan asam lambung 19:23 berfungsi untuk membantu mencerna 19:26 protein ya di samping untuk mengabsorsi 19:29 vitamin B12 yang lain-lain ya juga untuk 19:34 melindungi daripada ee masuknya itu 19:38 kuman kuman-kuman kita kalau ada asam 19:41 lambung dia mati situ 19:44 bisa bakter bisa virus jamur Nah, kalau 19:48 dia ditekan terlalu banyak tapi lebih 19:50 lebih kuat ya. Sekarang kan ada PPI, ada 19:54 pickup ya. Nah, itu itu lebih kuat lagi 19:57 dari PPI, Pap itu ya, fos dan sebagainya 20:01 itu yang baru. Nah, itu nanti produksi 20:03 asam lambung berkurang. Nah, itu nanti 20:06 berbahaya. Kita mesti jaga keseimbangan 20:08 yang memang sudah dibuat sama Tuhan, 20:11 sama Allah Subhanahu wa taala untuk kita 20:13 tetap survive begitu. 20:16 Iya. 20:17 Baik, ini Bapak Heri Subandrio bertanya 20:21 terkait dengan 20:23 masalah kita. Asalamualaikum, Dok. Kalau 20:26 sakit perut karena pedas dari cabe itu 20:32 mungkin kena ee obatnya apa ya, Dok? 20:36 Terima kasih dari Oh, ya, Pak Heri di 20:39 Gunung Putri. 20:41 Baik, terima kasih atas pertanyaannya 20:43 Pak Heri. Pertanyaan yang bagus ini 20:46 apabila kita terkena ee sakit 20:49 suka makan pedas, 20:51 sakit ma terus pedas akibat ee cak 20:55 sambal ya 20:56 itu kan reaksinya responnya panas ya. 20:59 Nah, itu jadi ee tubuh kita kalau ada 21:03 respon panas itu macam-macam bisa 21:06 mungkin dia segera harus dikeluarkan ya 21:09 karena dia ee noxisius artinya berbahaya 21:13 mungkin gerakannya jadi mules ya, 21:16 peristaltiknya cepat bisa merangsang 21:19 terbentuknya apa salifa di mulut jadi 21:23 banyak karena ee spices gitu ya. bisa 21:26 juga di lambungnya itu dikeluarkan 21:29 misalnya ee dari mukus-mukus yang tebal 21:33 dikeluarkan itu reaksi normal untuk 21:36 pertahanan tubuh ya, faktor defensif 21:39 tubuh kita. Jadi sebenarnya ee mekanisme 21:43 tubuh kita ada faktor yang menolong, 21:45 melindungi juga. He 21:47 gitu ya. Tapi kalau memang kurang 21:49 jumlahnya karena misalnya makan 21:52 sambalnya banyak sekaligus [tertawa] 21:55 atau level 5 gitu ya kan. Nah itu jadi 22:00 ee kurang jadi harus ditambah bisa tadi 22:03 penetralisir antasida bisa H2 ee bloker 22:08 antagonis kayak ranitidin ya. Kidin akan 22:12 itu dua bloker antagonis macam-macam. 22:15 Ada simetidin, ada ranitidin, 22:18 ada nisatidin, nizatidin, ada 22:20 roksatidin, ada famotidin. Nah, itu yang 22:23 agak kerjanya lama itu famotidin. Kita 22:27 makan satu aja cukup melindungi sampai 22:29 20 jam, 24 jam. Jadi bisa bisa makan 22:33 itu. Heeh. Jadi kita mesti tahu juga di 22:37 samping cabe ada makanan apa lagi 22:39 bersamaan dengan yang kita santap itu. 22:42 Apakah ada makanan yang keras, 22:45 beralkohol dan sebagainya. Jadi kita 22:48 perlu pikirkan. Jadi untuk sementara 22:51 kita coba dengan obat itu yang ringan 22:55 semacam Promah ya kan Milanta. Nah, yang 22:58 itu coba 22:59 kalau itu bisa ya cukup aja itu nanti 23:03 kan ada mekanisme tubuh kita, 23:05 mekanisme defens untuk memperbaiki 23:09 apa-apa yang rusak dalam tubuh gitu. 23:12 Iya, tubuh memperbaiki diri, kita juga 23:15 memperbaiki gaya hidup dong ya. 23:16 Iya, [tertawa] benar. 23:18 Oke, Dok. Boleh berikutnya ini dari Ibu 23:21 Ani 23:22 ee Ibu Cani. Asalamualaikum, 23:26 Dok. Saya mengalami kuping berdenging. 23:28 Kata dokter waktu diperiksa ke THT itu, 23:32 "Ini karena maah, karena saya memang 23:34 punya emah ya." Kenapa ya, Dok? Kan 23:37 kuping yang ada masalah. Kenapa dari 23:39 emah? Tolong pencerahannya. 23:42 Iya. Baik, terima kasih Mbak Mbak Cani 23:46 ya. 23:47 Terima kasih juga. Saya kan 23:50 berkesempatan juga ikut-ikut itu kongres 23:53 ya, UEGW. 23:56 di Eropa, di Amerika dan sebagainya itu. 24:00 Jadi juga tahu juga itu bahwasanya 24:02 penyakit khususnya asam lambung naik ke 24:05 atas ni disebut ya ger gitu ya bisa 24:08 nanti gejalanya 24:09 ke mana-mana 24:10 ya ekstra 24:13 ee gastrointestinal. 24:15 Nah, ekstra gastrointestinal. Jadi ada 24:17 yang kena gastrointestinalnya di 24:20 esofagus gaster dan di duodenum. Ada 24:24 juga 24:25 yang di luar. Yang di luar manifestasi 24:29 ee luar gastroekster antara lain tadi 24:32 telinga ada yang di gigi ya 24:35 yang hitam-hitam itu kayak 24:37 di tengah-tengah hitam. Nah, itu juga 24:39 itu asam lamung naik ke atas itu saya 24:41 juga baru tahu di hidung 24:44 ya kemudian di tenggorok kemudian batuk 24:47 batuk lama 30% batuk-batuk kering yang 24:50 lama yang tidak diketahui penyebabnya 24:52 itu penyebabnya kan asam lambung naik 24:55 asma 30 sampai 40% demikian data-data 24:59 kejadiannya itu bisa terjadi demikian 25:02 kemudian suara parau ya 25:05 serak ya 25:06 Heeh lari ngitis ya heeh Nah, begitu 25:09 juga jadi faring laringitis reflux ya 25:13 kan. Begitu juga di telinga demikian. 25:16 Jadi saya beberapa kali 10 tahun ini 25:20 sudah mulai dikonsultasikan ke saya dari 25:24 dokter THT. Memang setelah 25:26 kami lakukan endoskopi memang 25:29 ditemukanlah kelainan jadi hiperasiditas 25:33 juga berefek pada gert juga 25:35 kadang-kadang esofagitis. Nah, setelah 25:38 ditekan asam lambungnya dengan 25:40 sendirinya si esofagusnya membaik, 25:43 gastritisnya membaik, gertnya membaik, 25:45 dan gejala ekstra gastroduodenalnya 25:49 seperti di telinga ya, itu membaik 25:52 begitu, Bunda. 25:53 He. Jadi tetap dari gaya hiduplah, 25:55 gaya hidupnya tadi. Jadi kembali ke gaya 25:58 hidup kita 26:00 diperhatikan supaya kita makan ee 26:03 secukupnya. Jadi kita makan ee sebelum 26:08 pada saat lapar berhenti sebelum 26:10 kenyang. Maksudnya berhenti sebelum 26:13 kenyang supaya jangan kebanyakan 26:15 makannya sehingga nanti dia ee makanan 26:18 itu malah ee 26:22 meng ini 26:24 esofagus bagian bawah tadi les-nya 26:27 menyundul gitu kan makanan berlebih 26:29 menyundul ke sana 26:30 sehingga dia terjadi terbukalah pintunya 26:34 si asam lambung naik ke atas gitu. Iya. 26:37 Berarti kita yang ngundang tuh ya. 26:38 Kita yang ngundang, [tertawa] kita yang 26:39 buat sendiri. 26:40 Jadi seenak apapun makanannya ikhwan 26:42 akhwat kalau sudah kenyang berhenti. 26:45 Oke, Dok. Ini dari Bapak Nugroho. 26:47 Asalamualaikum. 26:49 Saya mengalami gangguan pencernaan. 26:52 Susah banget. Bala 26:55 pagi hari sebelum sarapan boleh enggak 26:57 sih minum susu, Dok? Heeh. 27:00 Ya. Ee pada penderita yang konstipasi 27:05 ya, susah BAB memang Bapak maaf usianya 27:08 berapa ya Bapak ini? 27:10 Enggak ditulis. 27:10 Enggak ditulis ya. Misalnya kalau sudah 27:12 usia 50 tahun ke atas memang itu kan ee 27:16 gerakannya sudah berkurang juga ususnya 27:20 juga mulai melambat pencernaannya ya 27:23 terjadi konstipasi. 27:25 Jadi kalau minum susu sih sebenarnya kan 27:28 kita ee sudah tahu apakah kita itu ee 27:33 cocok enggak sama susunya ya. 27:36 Apa ada 27:37 ee laktosa intolerans, 27:41 apakah ada apa glukosa intolerans atau 27:44 yang lain-lain ya. Lemak tidak cocok. 27:48 Nah, kalau cocok dari kecil kita 27:51 perhatikan ya gak apa-apa diteruskan 27:53 minum susu kan bagus tuh proteinnya baik 27:56 ya. Nah, jadi enggak apa-apa minum susu 27:59 enggak ada. Masalahnya sekarang kita 28:02 pengin menyelesaikan masalah konstipasi 28:04 tadi ya. Nah, konstipasi biasanya karena 28:07 masalah utama kurang serat. Serat mesti 28:11 cukup banyak Mbak Nuni. 28:13 Hm. 28:13 Serat. kemudian minum air, air putih. 28:17 Kemudian gerak gerakan itu dengan adanya 28:20 bergerak kita juga ee aktivitas dari ee 28:25 usus terutama peristaltiknya 28:27 ee 28:29 aktif jadinya ya. Jadi me 28:35 menyampaikan ya masalah itu transportasi 28:40 makanan itu sampai ke distal sampai ke 28:43 bawah. Kalau kita bergerak itu ya juga 28:47 sih enggak ada salahnya kadang-kadang 28:48 kita makan makanan yang meningkatkan 28:52 motilitas lambung. Misalnya ada sedikit 28:55 misalnya kayak minum kopi gitu kan. 28:59 minum kopi kalau sepanjang dia tidak ada 29:02 sakit jantung yang berat ya aman-aman 29:05 aja dia untuk memperbaiki motilitas 29:08 gerakan peristaltik dari saluran cerna 29:11 sehingga membantu untuk masalah 29:13 konstipasi tadi misalnya ya makan cabe 29:17 sedikit gak apa-apa jangan banyak 29:20 jumlahnya itu itu merangsang juga proses 29:23 tersebut 29:25 demikian jadi kita mesti akhirnya tahu 29:27 secara persis apa yang kita makan begitu 29:31 dan kita butuhkan. Demikian, Mbak. 29:34 Baik, lanjut dengan Ibu Nurhaidah. 29:37 Asalamualaikum, Dok. Apakah seseorang 29:40 habis makan baru 5 menit, paling banyak 29:44 10 menit udah buang air setiap kali? Ini 29:47 gangguan apa ya, Dok? Terima kasih 29:49 pencerahannya. 29:50 Iya, terima kasih Ibu. Ada pertanyaannya 29:54 Bu Nurhaidah. Jadi apabila 29:58 habis makan baru 5 menit mau ke 30:01 belakang, nah kita harus curiga ini. 30:04 Jangan-jangan 30:05 pencernaannya enggak bekerja dengan 30:08 baik, ya. Itu barangkali itu ada 30:12 gangguan pencernaan. 30:14 Apakah itu dikatakan ee laktosa 30:18 intolerans ya atau yang lain-lain ya. 30:22 Nah, itu biasanya 30:24 karena kekurangan enzim pencernaan bisa 30:27 juga. 30:28 Heeh. Ya. Ya, kita mesti 30:30 ee kasih enzim-enzim pencernaan dari 30:33 luar. Ada suplementasi 30:36 gitu. Bisa juga 30:39 karena alergi makanan makanan tertentu 30:43 dia membuat alergi gitu. He. 30:46 Di mana dia merupakan reaksi 30:49 hipersensitivitas. 30:51 Jadi sesuatu yang ee tidak 30:54 ee berbahaya buat tubuhnya dilakukanlah 30:59 dia ee pembuangan untuk segera dibuang 31:03 karena berbahaya alergi kan. Heeh. Jadi 31:07 jadi itu nanti ditandai dengan 31:09 meningkatnya imunoglobulin A atau 31:12 imunoglobulin E kita periksa tuh di 31:15 dalam darahnya tanda-tanda ke arah 31:17 alergi gitu meningkat di saluran cerna. 31:20 He 31:21 gitu. Jadi mesti kita perhatikan juga 31:24 kita kecocokan terhadap makanan yang 31:26 kita konsumsi. 31:28 Apa itu? Heeh. Jadi kalau misalnya ee 31:34 makanan yang biasa berarti kita sudah 31:36 ada ada proses ee proses aging proses 31:39 penuaan sudah berubahlah pertahanan 31:41 tubuh kita. Kita makin usia bertambah 31:43 ya. Nah, itu kita kita tidak cocok lagi 31:46 terhadap makanan tertentu. Nah, itu kita 31:49 mesti perhatikan, 31:50 mesti konsultasikan mungkin ke dokter 31:53 gizi ya atau ke dokter penyakit dalam 31:56 ditanyakan gitu. 31:59 Heeh. Jadi dilihat bisa juga sedang 32:03 sakit misalnya sakit pencernaan radang 32:07 he 32:07 di bagian atas atau tengah ya. Kalau dia 32:12 misalnya diarenya saja langsung apa dia 32:17 tanpa ya tanpa diare cuman langsung 32:20 keluar. Nah, itu berarti tadi yang sudah 32:22 kita sebutkan ketidakcocokan misalnya 32:25 disertai dengan ada respon banyak cairan 32:29 misalnya ya katakanlah cair 32:32 buang air setiap makan apapun nantinya 5 32:35 menit atau 10 menit 15 menit keluar 32:38 cair. Nah, itu mungkin ada gangguan di 32:41 daerah saluran cerna bagian tengah 32:43 daerah ental ya. Nah, kalau 32:47 dia ada lendir, disertai lendir ada 32:50 gangguan inflamasi daerah khusus besar, 32:53 saluran cerna bagian bawah. 32:55 Nah, kalau saluran cerna bagian bawah 32:57 tandanya dia berlendir. 32:59 Kalau saluran cenna bagian tengah dia 33:02 tandanya ee air cair gitu tanpa lendir. 33:08 Nah, kalau yang saluran cena bagian atas 33:10 tadi ya mungkin masih utuh. 33:13 Hm. Wah, itu secara umum seperti itu 33:15 juga. Nanti kita bisa lihat lokasinya di 33:17 mana yang sakit itu. Itu bisa menentukan 33:21 daerah-daerah topografi dari ee apa 33:26 anatomi saluran cenat kita. Begitu, 33:30 Bunda. 33:30 Iya. Mudah-mudahan mencerahkan ya. Ini 33:34 dari Ibu Juni. Asalamualaikum, Dok. Saya 33:38 punya cucu 10 tahun usianya. Makannya 33:41 banyak. Bukan porsinya sih, tapi 33:43 frekuensinya sering juga suka ngemil. 33:48 Apakah ini berbahaya, Dok? Mohon 33:50 pencerahannya. Badan dia enggak gemuk 33:53 malah cenderung semampai. Satu lagi, dia 33:55 sangat aktif bergerak. Terima kasih. 33:59 Baik, Bunda, atas pertanyaannya yang 34:02 baik sekali, bagus sekali ya. Jadi punya 34:05 cucu 10 tahun ya umurnya ya 34:09 di mana sedang aktif-aktifnya ya 34:12 memerlukan nutrisi yang baik karena dia 34:15 aktivitasnya banyak bergerak sana sini 34:18 sehingga memerlukan energi kalori 34:20 protein yang tinggi. Jadi gak apa-apa 34:23 itu wajar kalau dia anak cucu ibu itu ee 34:29 misalnya makan makanan yang yang dia 34:33 inginkan ya. apa saja. Jadi memang harus 34:36 sering makan itu karena dibutuhkan untuk 34:39 pertumbuhan, untuk gerak aktivitasnya 34:41 ya. 34:43 Jadi yang paling penting memang kita 34:45 lihat nanti ininya pertumbuhannya. Kalau 34:49 dia memang ee ber tidak menjadi daging, 34:53 nah itu mesti dilihat makannya seberapa 34:56 banyak, apakah dia ada ee gangguan 34:59 metabolisme ya 35:02 pada cucu ibu itu ya. di mana 35:05 pembakarannya terlalu banyak ya sehingga 35:07 dia aktif sana sini yang kita katakan 35:10 misalnya penyakit ee kayak hipertiroid 35:14 ya. Nah, itu memang dia enggak walaupun 35:17 makan banyak dia tidak 35:20 diserap jadi daging 35:23 badannya panas aktivitas tinggi gitu ya 35:26 misalnya seperti gangguan hormonal kita. 35:29 Tapi kalau selama masih wajar, masih 35:32 pertumbuhannya ya masih bagus gitu ya, 35:36 enggak enggak perlulah ya nanti. Jadi 35:38 kita yang paling penting komposisi 35:41 makanan itu disesuaikan dengan 35:43 kebutuhan. Empat sehat, lima sempurna, 35:47 cukup protein ya cucunya ibu ya, lemak, 35:50 karbohidrat maupun vitamin, mineral 35:54 maupun air dan serat begitu. Jadi supaya 35:58 itu ya artinya kayak makanan MBG sih ya 36:01 idenya bagus itu ya idenya cuman kita 36:03 mesti diawasi. 36:05 Iya. 36:05 Pengawasan penting sekali untuk 36:07 anak-anak supaya tumbuh kembang yang 36:10 baik 36:10 sesuai dengan ee kebutuhan badannya, 36:14 umurnya. 36:16 Oke. Dari Ibu Eti Rustam. 36:20 Asalamualaikum, Dok. Ini saya punya cucu 36:23 14 tahun. itu kalau bab lama banget 36:27 katanya enggak bisa keluar-keluar. 36:29 Padahal mamanya suka kasih makanan 36:32 seperti buah pepaya dan makan sayur. 36:35 Tapi kok enggak ngaruh ya, Dok? Ada 36:37 sebab apakah, Dok? Terima kasih. 36:40 Heeh. Iya. Baik. Atas pertanyaannya Ibu 36:43 Eti Rustam. Jadi cucunya 14 tahun ya, Bu 36:48 ya? Heeh. 36:49 Heeh. Jadi 36:51 kalau ada kejadian demikian saya mesti 36:54 perhatikan jangan-jangan 36:57 ada 36:58 hal yang kurang dalam ee makanannya itu 37:03 atau dalam tubuh cucu ibu. Apakah dia 37:07 cukup 37:08 probiotik, prebiotik gitu ya, cukup 37:11 serat. 37:13 Dia dikatakan susah buang air besarnya 37:16 gitu ya. Heeh. 37:18 Minumannya juga bagaimana? Cukup minum 37:21 enggak dia? Minum air putih terutama 37:24 gitu. Dan gerakannya, gerakannya 37:25 tentunya kalau anak-anak sudah cukup ya 37:28 bergeraknya. Cuman kita harus perhatikan 37:30 mungkin jenis makanan mesti banyak yang 37:33 mengandung serat, sayur, buah atau jus 37:37 dikasih jus atau prebiotik lah katakan 37:41 ya. He 37:42 probiotik makanan maupun dari obat-obat 37:46 itu penambah untuk membantu ee 37:50 meningkatkan misalnya kuman-kuman 37:53 bakteri-bakteri yang menguntungkan di 37:56 usus sehingga dia 37:59 memperbaiki metabolisme ya untuk proses 38:04 defekasi gitu ya. Heeh. Gitu. Jadi kita 38:07 perhatikan itu. Jadi kalau misalnya 38:11 sudah dicoba ya dengan mengubah makannya 38:14 di banyak yang serat, banyak minum gerak 38:17 ditambah probiotik enggak bisa juga baru 38:20 nanti kita periksa 38:23 cucu ibu itu misalnya diperiksakan bisa 38:27 difoto dulu ada enggak daerah-daerah 38:31 yang ee daerah apa namanya konstipasi 38:35 yang fasesnya itu ee keras yang fases 38:39 nya itu terjadi pemadatan gitu kan 38:42 kelihatan dari secara umum dari foto 38:45 nanti baru dilakukan ya arti pemeriksaan 38:50 lebih dalam apa kok kolonos kopi atau 38:53 kolonografi atau periksa itu 38:57 mm apa ee pemetaan di kolon dengan 39:03 dikasih kontras gitu ya. 39:05 Iya. Jadi itu pemeriksaan lebih lanjut 39:07 yang bagian gastroenterologi anak nanti 39:10 [tertawa] 39:11 gitu. Jadi sementara sih dikasih yang 39:14 fisiologis aja dulu ya. Seratnya banyak 39:18 terus minumnya dengan gerakan gitu yang 39:21 meskipun sudah banyak makan pepaya dan 39:23 yang lain tapi ditambah ya. 39:25 Ditambah variasinya vari. 39:29 Oke, ini Ibu Rukmini di Jonggol. Tadi 39:31 sudah dijelaskan bagaimana soal makan 39:34 coklat boleh enggak ya? Ee sebaiknya 39:37 untuk yang seperti ini tadi mungkin Ibu 39:41 telat dengerin kali ya, Dok, ya. Heeh. 39:44 Soal coklat nih. 39:45 Sama satu lagi sekalian ee ini di bagian 39:49 penghujung acara kita kalau harus ngopi 39:52 karena saya gila minum kopi itu maksimum 39:55 berapa gelas sehari ya, Dok? 39:57 Heeh. 39:58 Iya. Jadi untuk coklat ya terkait dengan 40:02 topik kita sekarang ini adalah 40:05 penyebab 40:07 pengobatan maupun pencegahan gert ya. 40:11 Coklat itu memang enak ya Bu ya rasanya 40:15 ya. Tapi untuk pasien atau kita mencegah 40:19 gert itu memang mesti di dikurangi 40:22 dibatasi ya. Ya, mungkin kalau sebulan 40:25 ya paling banyak sih yang paling dua 40:29 kali ya, 2 minggu sekali coklat enggak 40:31 apa-apa gitu ya. Cuman jumlahnya juga 40:34 enggak banyak. Nah, misalnya es krim 40:37 yang ada coklatnya atau makan coklat, 40:41 wafer dan sebagainya itu ya sebulan dua 40:43 kali. Jadi kalau kebanyakan dia 40:47 adalah dia karena mengandung lemak itu 40:50 jadi 40:52 mengurangi proses eh delayed gastricing 40:57 atau pengosongan lambung. Jadi ee 41:01 memanjang memanjang waktunya. Nah, 41:04 memanjang jadi me berisiko untuk 41:09 memperburuk gertnya gertnya yang sudah 41:12 terjadi gitu. Jadi, jadi bisa bangkit 41:15 lagi. Tadi sudah mulai pulih sembuh 41:17 datang lagi gitu rasa panasnya itu. 41:20 Jadi, nah sekarang untuk kopi 41:23 berapa maksimum sehari? 41:24 Kopi. Jadi kalau menurut keterangan itu 41:27 si kopi ya sebenarnya enggak boleh kopi 41:31 murni yang paling bagus ya knya. Kopi 41:33 murni tidak ditambah 41:36 gula 41:36 gula yang berlebih atau 41:39 krim atau lemak-lemak itu ya. Bisa sih 41:42 sampai dua gelas sampai tiga gelas 41:45 sehari masih wajar ya 41:48 enggak apa-apa itu bagus untuk memacu 41:50 aktivitas kita ya untuk memperbaiki 41:54 jantung maupun liver beberapa itu 41:57 katanya melihat ee minum kopi itu bisa 42:00 mencegah ee liver khususnya sirosis juga 42:04 bisa baik katanya begitu di literatur 42:07 demikian Bu. 42:08 Iya. Jadi closing statement-nya terkait 42:12 dengan GERT seperti apa, Dok? 42:14 Heeh. Jadi, 42:16 ikhwan akhwat sekalian, Ibu-ibu, 42:18 Bapak-bapak yang saya hormati. Jadi, 42:22 yang paling penting adalah pencegahan 42:24 itu adalah kita makan ee pada saat kita 42:29 lapar ya. Dan kemudian kita berhenti 42:33 sebelum kenyang. Kenyang sekali ee kita 42:36 sudah berhenti. Nah, itu bagus. kemudian 42:39 diisi ee dengan yang padat sepertiga 42:43 bahagian, yang cair sepertiga, 42:47 yang udara sepertiga. Nah, itu yang 42:50 paling bagus sekali itu 42:51 ternyata itu menurut penelitian sekarang 42:54 para ahli juga itu ternyata ee 42:59 kita makanan pun penyebab apa ee 43:04 jenisnya apapun tidak peduli. itu tubuh 43:07 kita sudah mengatur demikian sehat ya. 43:11 Kalau kekurangan sesuatu dari makanan 43:13 padat itu nanti dikompensasi oleh yang 43:16 lain. Misalnya catatanlah kita bulan 43:19 puasa ya kita kan kalori kurang 43:23 dibutuhkan ya. Nah, itu ternyata bisa 43:26 dirubah energinya neo 43:31 ee namanya gula dari bukan gula itu di 43:34 didapatkan dari lemak. Lemak cadangannya 43:37 habis didapatkan dari protein 43:40 gitu. Jadi tidak perlu dari gula lagi ya 43:43 gitu. Jadi kita saling menutupi itu 43:45 memang sudahudah sesuai dengan 43:47 barangkali pesannya yang menarik 43:49 Rasulullah ya hadisnya demikian itu 43:52 memang sudah diteliti sekarang. Banyak 43:54 sekali kan yang itu penelitian tingkat 43:57 molekular di di 44:02 lambung itu. Demikian 44:04 aktifnya ya. Kalau kita dalam keadaan 44:06 posisi tadi setengah sepertiga padat, 44:10 sepertiga 44:11 cair, setidak udara gitu. Kemudian yang 44:15 paling penting juga kebiasaan makan. 44:19 Makan kita misalnya kalau tidur itu 44:21 jangan langsung tidur. Kalau malam hari 44:23 itu kasih waktu 2 jam ya. Terus 44:26 pemilihan makanan jangan yang berlemak, 44:28 yang beralkohol maupun yang asam mau 44:31 spices di dikurangin ya ditakar untuk 44:34 kebutuhan kita. Demikian juga posisi 44:36 tidur. Posisi tidur hendaknya kita tidur 44:40 tidak dengan batal yang rendah. Kalau 44:42 sedang tidak menderita sakit gert itu 44:45 kita posisi tidur agak tinggi ya itunya 44:49 ya bantalnya bisa tiga bantal demikian 44:52 pada saat sakit kalau sudah sembuh dia 44:55 boleh lagi bantal satu dan sebagainya. 44:57 Demikian juga ee tidur mesti cukup 45:02 antara 7 jam kalau malam hari ya 45:05 rata-rata dan jangan terlalu larut 45:08 malam. He eh. kemudian ee berolahraga ee 45:14 seminggu tiga kali, maksimal seminggu 45:17 lima kali gitu diharapkan supaya kita 45:20 bergerak terus sehingga pencernaan kita 45:23 ee sehat. Begitu, Bunda. Demikian 45:26 kira-kira. 45:27 Masyaallah. Terima kasih untuk dr. 45:30 Dazril Nizam, spesialis penyakit dalam 45:33 yang tengah membahas bagaimana kita 45:36 mengenali penyakit gert agar langkah 45:39 kita ke depan lebih ringan tanpa 45:42 gangguan itu ya, Dok. Ya, sekali lagi 45:44 mudah-mudahan ikhwan akhwat kalau 45:46 kurangi rokok bisa enggak? Kurangi 45:49 hal-hal yang enak-enak gitu tadi karena 45:51 kalau itu mengganggu, kenapa kita tidak 45:54 usahakan untuk menguranginya? Baik, 45:57 sekali lagi terima kasih, Dok, juga 45:59 terima kasih 46:00 semua yang berada bersama-sama Radio 46:02 Silaturahim. Billahi taufik wal hidayah. 46:04 Wasalamualaikum warahmatullahi 46:06 wabarakatuh. 46:07 Waalaikumsalam.