Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:05 [musik] 0:11 [musik] 0:15 [musik] 0:19 Bismillahirrahmanirrahim. 0:21 Asalamualaikum warahmatullahi 0:23 wabarakatuh. Ikhwan akhwat 0:25 rahimakumullah. 0:26 Syukur alhamdulillah kita dapat 0:28 bersama-sama kembali di acara ruang 0:32 kesehatan radio silaturahim yang 0:35 mudah-mudahan mempersuasi kita semua 0:38 untuk bisa lebih keren menjaga kesehatan 0:43 fisik nonfisik yang mudah-mudahan juga 0:47 membuat kita semakin ringan melangkah ke 0:50 depan ya. Tidak lupa salam selawat kita 0:53 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 0:55 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 0:57 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 1:00 mendapatkan syafaat beliau dan 1:03 dipertemukan dengan beliau di saat yang 1:06 sangat-sangat kita rindukan di yaumil 1:08 akhir. Amin. 1:10 Untuk hari ini kebetulan banget nih 1:13 Januari itu hujan sehari-hari 1:17 dan biasanya memunculkan gangguan ya. 1:20 Entah itu batuk, pilek, dan 1:24 yang lain-lain. Mudah-mudahan sih tidak. 1:26 Tetapi bisa jadi batuk, pilek, flu itu 1:30 bagian yang menyapa kita di bulan yang 1:34 hujannya sehari-hari ini. Narasumber 1:37 kita itu Dr. Darmawan Budi Stianto. 1:42 Beliau adalah spesialis anak yang juga 1:47 merupakan konsultan respitologi 1:50 ee alumni Fakultas Kedokteran 1:53 Universitas Indonesia. 1:56 bahasan yang akan jadi topik kita tadi 1:59 waktu di off air ngobrol-ngobrol soal 2:02 itu tuh yang hujan sehari-hari. 2:05 Batuk itu kawan atau lawan sih? Itu yang 2:09 nanti akan jadi topik bahasan kita. 2:11 Beliau sudah hadir di sini kita sapa. 2:13 Asalamualaikum warahmatullahi 2:14 wabarakatuh, Dok. 2:16 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:18 wabarakatuh, Pak Nuning dan para 2:22 istilahnya apa pemirsawan ikhwan akhwat. 2:25 Heeh. 2:25 Radio TV Silaturahim ya. 2:28 Matur nuwun banget sudah ee hadir di 2:32 acara ini. Jadi persisnya ee bahasan 2:36 kita soal batuk nih ya. 2:38 Soal batuk hari 2:39 ya. Itu lawan apa kawan sih gitu. 2:41 Iya. Itu nanti akan kita kaji. 2:43 Baik. Mari kita simak sepenuh hati, 2:47 sepenuh rasa dengan telinga jiwa kita. 2:51 Silakan, Dok. 2:53 Ya, ikhwan akhwat sekalian, 2:56 batuk rasanya 2:58 tidak ada yang tidak bisa mengenali apa 3:01 itu batuk. 3:04 Ketika kita mendengar suara orang batuk 3:07 pasti tahu ya. 3:08 Heeh. Heeh. 3:10 Kalau 3:12 orang sakit kepala kita bisa tahu atau 3:15 tidak? 3:16 Enggak kedengaran. 3:17 Tidak tahu karena tidak ada suara. Tidak 3:19 ya? Kalau orang demam kita bisa tahu 3:22 tidak 3:24 orang lain ada demam apakah kita bisa 3:27 tahu? Enggak 3:28 bisa. Bisa dengan cara kita raba 3:32 suhunya. Misalnya anak kita sedang demam 3:35 terus kita rab. Oh ini demam. 3:38 Jadi semua hal tadi sakit kepala, demam, 3:42 batuk itu adalah yang disebut sebagai 3:44 gejala. 3:45 Gejala penyakit. Gejala penyakit sendiri 3:48 bisa terbagi dua. 3:49 He 3:50 yang bisa diketahui oleh orang lain dan 3:54 yang tidak diketahui oleh orang lain. 3:56 Misalnya segala macam nyeri, nyeri 3:59 kepala, nyeri dada, itu orang lain tidak 4:01 tahu kecuali orangnya cerita. Kita pun 4:03 tidak bisa memastikan apakah memang 4:05 benar nyeri atau tidak. Ya. Yang kedua 4:08 adalah gejala yang bisa 4:11 orang lain deteksi. He 4:13 misalnya tadi demam, 4:16 batuk, sesak napas, kejang, orang lain 4:19 bisa lihat. Nah, jadi batuk ini adalah 4:22 gejala yang orang lain bisa mengetahui 4:27 bagaimana kita bisa mengenali bahwa ada 4:29 seorang batuk, Mbak Nuning. Nah, ini 4:31 tadi saya tanyakan. Kok kita tahu orang 4:34 itu sedang batuk? Apa yang kita tangkap 4:36 dari orang itu? Batuknya 4:37 batuknya 4:38 apanya? Warnanya? 4:39 Suaranya. 4:40 Suaranya. Nah, dan di situ kuncinya 4:43 kita mengenali orang batuk karena ada 4:46 suara yang khas, ya. Nah, suara itu 4:50 kenapa timbul suara batuk sebenarnya 4:52 dari mana? Itu sumbernya adalah dari 4:56 ledakan udara napas. He, 4:59 jadi saat seseorang batuk itu udara dari 5:03 dalam rongga dadanya 5:06 dikeluarkan secara mendadak. Yang 5:08 disebut ledakan. Ledakan itu menimbulkan 5:10 bunyi yang khas. Nah, itu batuk ya. Nah, 5:14 kemudian 5:16 ledakan udara napas ini menghasilkan 5:20 aliran udara yang sangat kuat keluar 5:23 dari saluran napas. 5:26 Sehingga aliran udara yang sangat kuat 5:29 ini punya kemampuan untuk mendorong 5:33 keluar benda apapun yang ada di 5:35 sepanjang saluran napas. 5:37 Misalnya jika ada lendir di salah napas 5:40 kita, maka lendir itu akan terdorong 5:43 keluar. 5:45 Nah, dalam hal ini batuk itu merupakan 5:49 kawan 5:51 karena dia berfungsi untuk membersihkan 5:56 saluran napas kita 5:58 dari benda-benda yang tidak bermanfaat 6:02 atau justru bisa membahayakan. Misalnya 6:04 tadi pada saat kita sedang terkena 6:08 infeksi, saluran napas, produksi 6:10 lendirnya banyak, maka ketika ada 6:15 peristiwa batuk, 6:16 lendir itu akan didorong keluar. 6:19 Dan memang itu tujuannya Allah 6:22 menganugerahi kita batuk. 6:25 Dalam keadaan seperti itu tentu batuk 6:27 merupakan kawan atau lawan? 6:29 Kawan. 6:30 Kawan ya. Tanpa ada kemampuan batuk, 6:34 lendir yang diproduksi berlebihan di 6:36 saluran napas itu akan tetap menumpuk di 6:38 situ dan bisa menyumbat salon napas kita 6:42 sehingga kita tidak bisa bernapas. Jadi, 6:44 dalam hal ini batuk secara umum 6:47 sebenarnya merupakan kawan ya. Tapi 6:52 dalam pengertian kita sehari-hari 6:56 terkesan bahwa batuk itu lawan. Pokoknya 6:59 dianggap mengganggu. 7:01 Dan kalau bisa kalau lihat iklan-iklan 7:05 obat batuk apapun, begitu ada batuk, 7:08 batuk harus diusir, dihancurkan dengan 7:10 cara secepat-cepatnya ya dalam waktu 7:13 singkat dan dalam tempo 7:14 sesingkat-singkatnya. Begitu mengesankan 7:17 bahwa di benakit banyak di antara kita 7:21 batuk itu merupakan lawan. Padahal tadi 7:24 seandainya kita tidak dianugerahi 7:28 batuk 7:28 batuk oleh Allah 7:30 lendir enggak keluar. 7:30 Lendir enggak keluar. Ya. Jadi batuk itu 7:35 merupakan kawan karena bisa membantu 7:38 menjaga kebersihan salur napas kita, 7:41 tetapi memang bisa menjadi lawan. Jadi 7:44 kalau kita kenal tokoh kartun dari TV 7:47 itu Tom dan Jerry mungkin kenal ya 7:50 itu Tom dan Jerry itu kawan atau lawan? 7:54 itu kawan dan lawan di satu ketika 7:56 rukun, satu ketika berantem. Ya, batuk 7:59 juga seperti itu. Jadi, dia punya dua 8:02 wajah. Memang dia secara mendasarnya 8:06 merupakan kawan yang menjaga kebersihan 8:08 saluran napas kita, tetapi dalam keadaan 8:11 tertentu bisa menjadi lawan. Ya, tadi 8:14 yang pertama kalau batuknya itu timbul 8:18 terus-menerus 8:20 atau sering sekali itu akan mengganggu 8:23 kita. 8:23 He 8:24 ya. Mengganggu dalam arti misalnya kalau 8:27 batuk-batuk malam sampai terganggu 8:29 tidurnya 8:31 atau kalau di depan umum kemudian kita 8:33 batuk-batuk gitu kan. Jadi bagaimana 8:36 rasa janggu, sungkan, malu gitu ya. 8:40 Dan ada satu lagi yang yang itu berarti 8:43 orang yang terakhir itu batuk merupakan 8:45 lawan ya. Lalu ada satu hal lagi yang 8:49 sangat penting adalah 8:51 batuk menjadi bisa menjadi lawan. Karena 8:54 pada saat kita batuk kan tadi saya saya 8:57 jelaskan bahwa batuk adalah ledakan 9:00 udara di dalam organ napas kita yang 9:04 dilepaskan dengan mendadak dan sangat 9:07 kuatar. 9:09 Sehingga ketika kita batuk maka udara 9:11 napas dari dalam organ napas kita keluar 9:14 menyebar. Kalau kebetulan yang 9:17 merangsang batuk kita itu adalah 9:19 penyakit infeksi, maka pada saat kita 9:22 batuk itu 9:23 nyebar, 9:24 kumanya menyebar. Itu yang kita alami 9:27 saat kita pandemi kemarin ya. Pandemi 9:31 Covid itu penyakitnya utamanya berada di 9:35 salah napas. Sehingga kalau orang yang 9:38 terkena COVID pada saat itu ketika dia 9:42 batuk-batuk kumanya menyebar dan itulah 9:45 jalan terjadinya penularan 9:47 penyakit-penyakit tertentu di salon 9:49 napas melalui batuk. Dan cara penularan 9:53 melalui batuk ini merupakan salah satu 9:57 cara yang paling efektif dalam 9:58 menularkan penyakit infeksi. 10:00 Penyakit infeksi bisa ditularkan melalui 10:03 banyak jalan melalui sentuhan. Misalnya 10:05 kalau ada penyakit di kulit atau melalui 10:08 saluran cerna ya. Kalau kita punya 10:10 penyakit di saluran cerna melalui 10:11 makanan, minuman. 10:13 Nah, kalau penyakit di saluran napas ini 10:17 penularannya melalui batuk. Jadi ini 10:19 yang salah satu utama faktor batuk 10:22 sebagai lawan ya. Jadi kalau ditanyakan 10:25 batuk itu kawan atau lawan? Dua-duanya. 10:29 Batuk itu kawan dan lawan sekaligus 10:32 tergantung pada keadaan apa dia menjadi 10:34 kawan dan pada keadaan yang apa yang 10:36 lain sebagai lawan gitu. 10:40 Lalu pertanyaan berikutnya mungkin yang 10:42 perlu kita bahas adalah kenapa batuk itu 10:45 timbul? 10:47 Kenapa kita batuk? Kenapa batuknya 10:49 muncul? 10:51 Saya sering umpamakan seperti ini, Mbak 10:53 Nuning. 10:54 He 10:55 lampu ini 10:57 kalau tadinya mati padam, bagaimana agar 11:00 membuat nyala? 11:02 Dicetetin. 11:03 Dicetetin apanya? 11:04 Ee 11:05 saklarnya, ya. Jadi lampu akan menyala 11:09 kalau saklarnya kita pencet, kita tekan, 11:12 ceklek, lampunya menyala menjadi terang. 11:16 Nah, batuk itu persis seperti itu. Batuk 11:19 itu akan menyala kalau saklar batuknya 11:22 kita pencet. 11:25 Iya. 11:26 Di mana letak saklarnya? 11:27 Nah, pertanyaan itu adalah di mana itu 11:29 letak saklar-saklarnya? 11:31 Letak saklarnya itu ada di saluran 11:34 napas. 11:35 He 11:37 organ napas kita itu bisa dibagi menjadi 11:40 dua bagian besar. Bagian pertama adalah 11:44 salurannya. 11:46 Bagian kedua adalah parunya. 11:49 Saluran itu dimulai dari hidung, 11:53 kemudian melanjut ke belakang ke dalam 11:56 leher ya. itu ada yang namanya hidung 11:59 itu naso. Kemudian di belakangnya ada 12:01 namanya faring. Masuk ke leher namanya 12:04 laring. Kemudian di dalam leher kita dan 12:07 masuk ke dada ada namanya trakea. Trakea 12:10 ini kemudian bercabang dua kanan dan 12:12 kiri yang disebut bronkus ya. Bronkus 12:17 ini kemudian bercabang-cabang masuk ke 12:20 bagian yang kedua, parunya. Jadi saya 12:23 ulang, ada dua bagian dari organ napas 12:27 kita, salurannya dan parunya. 12:31 Nah, saklar-saklar batuk ini ada di 12:34 sepanjang saluran terutama di daerah 12:37 bronkus ya. Jadi saya ulangi tadi dari 12:40 awal sini ada faring, laring di leher, 12:43 kemudian trachea dan bercabang dua 12:45 bronkus. Di bronkus ini terutama letak 12:49 saklar-saklar batuknya. Jadi di situ ada 12:54 bagian-bagian yang kalau itu terangsang 12:57 batuknya mulai akan menyala. 13:00 Drop grok grok gitu ya. 13:01 He. 13:02 Nah, pertanyaan berikutnya adalah apa 13:05 yang bisa merangsang saklar batuk? 13:08 Saklar batuk itu sendiri ada dua jenis. 13:11 Yang satu adalah 13:14 saklar e istilah medisnya reseptor ya. 13:18 Saklar ini istilah medisnya reseptor 13:19 batuk. Reseptor ada dua macam, resotor, 13:23 reseptor kimia dan reseptor 13:27 fisika atau mekanik. 13:29 Yang reseptor mekanik itu akan 13:32 terangsang bila ada rangsangan benda. 13:35 Bisa benda padat, bisa benda cair. 13:39 Misalnya benda cair itu saluran ee 13:41 lendir di saluran napas kita. 13:44 Normalnya saluran napas kita memang 13:47 memproduksi lendir setiap saat. 13:50 Normalnya seperti itu. Jumlahnya tidak 13:52 terlalu banyak, 13:53 tapi itu diperlukan untuk menjaga fungsi 13:56 saluran napas. Dalam keadaan tertentu, 14:00 sakit tertentu di saluran napas, maka 14:03 produksi lendir ini kemudian menjadi 14:05 banyak sekali. Misalnya kalau kita 14:07 sedang ada infeksi, produksi lendirnya 14:10 menjadi banyak, terkumpul. 14:12 Nah, kumpulan lendir ini kemudian akan 14:15 merangsang saklar batuk tadi, reseptor 14:18 yang fisika ceklek, maka batuknya 14:21 menyala. Batuk menyala tadi saya 14:24 sebutkan bahwa tuk itu adalah ledakan 14:27 udara napas. Yang ledakan ini 14:29 menghasilkan 14:32 aliran udara dengan kecepatan tinggi 14:33 yang bisa mendorong benda apapun yang 14:35 ada di sepanjang saluran. H. 14:38 Begitulah cara tubuh kita membersihkan 14:41 benda-benda di sepanjang saluran napas, 14:43 ya. 14:45 Nah, kemudian tadi ada dua macam saklar 14:49 batuk. Masih ingat, Mbak Runing? Saklar 14:51 apa tadi? 14:53 Yang satunya reseptor. 14:55 Reseptor bahasa medisnya. Reseptor ada 14:58 dua macam. 14:59 Reseptor, 15:01 kimia, dan fisika. Fisika atau mekanik. 15:04 tadi yang kimia yang mekanik atau fisika 15:07 tadi akan terangsang bila ada rangsangan 15:10 benda misalnya lendir. Nah, yang 15:14 kimia ini akan terangsang oleh zat-zat 15:17 kimia yang kita hirup. Misalnya asap 15:20 rokok. Di dalam asap rokok itu ada 15:24 banyak sekali zat kimia. Ada sampai 15:26 4.000 zat kimia. 15:27 Masyaallah. 15:28 Iya. Ada 4.000 zat kimia. Ini racun 15:31 semua. He 15:32 ya. 15:33 Nah, racun kimia di dalam rokok itu bisa 15:37 merangsang saklar batuk ya. Sehingga 15:40 kalau terhirup asap rokok orang bisa 15:43 jadi batuk-batuk. Tapi para perokok kan 15:46 enggak batuk itu karena reseptor 15:49 kimianya sudah tumpul. 15:51 Nah, jadi dia tidak terang tidak 15:53 sensitif lagi terhadap rangsangan kimia 15:55 ya. 15:56 Jadi pada prinsipnya batuk akan menyala 16:01 kalau saklar batuknya terangsang dan 16:05 yang bisa merangsang rangsangannya bisa 16:07 dua jenis bisa rangsangan kimiawi atau 16:10 rangsangan fisik gitu. 16:14 Begitu mungkin uraiannya sementara Bu 16:17 Nuning. 16:17 Iya. Jadi setidaknya kita paham meskipun 16:23 tidak mudah untuk menyadari iya ya 16:25 kenapa jadi begini kenapa jadi saklarnya 16:28 kepencet melulu misalnya emm kalau ada 16:32 yang ingin bertanya karena ini live bisa 16:34 lewat telepon ya tapi lewat WA juga bisa 16:39 karena ini kebetulan live sementara 16:43 untuk yang sudah mengajukan pertanyaan 16:46 cek dulu 16:48 sudah muncul atau belum? 16:50 Ee dari Eyang Sri nih. Boleh langsung 16:53 ya, Dok ya? 16:54 Boleh. Silakan. 16:57 Mohon maaf, Dokter. Saya mencet sakral 17:00 lampu enggak nyala, terus saya pencet 17:04 stop kontak baru nyala. Terkait dengan 17:06 batuk gimana? 17:08 Oh, I berarti saklarnya sedang rusak 17:10 gitu. Ada 17:12 sambungan listriknya yang tidak 17:14 nyambung. Saklar itu kan kalau saklar 17:16 lampu ini 17:17 iya 17:18 adalah 17:19 kabelnya itu bisa diputus sambung. Kalau 17:23 sedang dalam posisi off mati itu 17:27 sambungannya lepas. 17:28 Ketika kita 17:30 samban on itu sambungannya nempel klek 17:34 jadi nyala gitu. Jadi saklar lampu yang 17:37 fungsinya itu adalah memutus sambung 17:40 aliran listriknya. Kalau di-onkan pas. 17:42 Nah, kalau yang batuk kepencet ya jadi 17:46 seperti tersambung listrik dalam salon 17:49 napas kita, 17:50 nyalalah batuknya. 17:52 Kalau yang kasus ibu sehari-hari tadi ya 17:54 mungkin karena ada sambungan di 17:57 saklarnya yang mengalami gangguan fungsi 18:00 tidak terhubung gitu. 18:02 Jadi kalau saklar lampu enggak bisa 18:05 dihidupin itu rusak. Kalau munculnya 18:09 batuk karena saklarnya dihidupin, 18:12 mendingan rusak dong kalau gitu ya. 18:14 Nah, kalau saklar batuknya rusak, 18:17 Heeh. 18:18 batuknya tidak menyala. Padahal tadi 18:21 ada di dalam 18:22 ada lendir di dalam batuknya eh 18:24 lendirnya tidak akan bisa dibersihnya 18:27 numpuk 18:28 enggak jelas. berikan tadi yang di depan 18:29 sudah saya uraikan juga 18:32 ketika ada lendir berlebihan di saluran 18:34 napas kita, kalau itu terus menumpuk 18:37 bisa menyumbat saluran napas kita, kita 18:39 jadi bisa tidak bernapas. Batuk dalam 18:42 keadaan seperti itu perlu 18:45 perlu adanya untuk mendorong keluar 18:47 lendir. Jadi jangan jangan kita jangan 18:51 berharap saklarnya dipencet enggak nyala 18:54 nanti malah kita tenggelam di dalam 18:56 lendir kita gitu. Justru yang berlendir 18:59 itu yang jadi kawan kita kan. 19:02 Iya. Batukir batuk dalam karena 19:04 terangsang karena banyak lendir itu 19:06 batuk sebagai kawan. He he. 19:08 Membantu kita membersihkan saluran napas 19:11 dari lendir. 19:13 Baik. Ini dari Pak Budi. 19:16 Mbak Nuning, coba tanyain deh. Kalau 19:18 yang enggak berlendir, batu kering, 19:19 enggak udah-udah sebel banget sampai 19:21 tenggorokan rasanya ee tidak nyaman. itu 19:26 sebetulnya penyebabnya sama dengan batuk 19:29 biasa atau lain ya? Batuk kering. Oke. 19:33 Ya, memang kita mengenal istilah batuk 19:35 kering dan batuk basah atau berdahak. 19:38 Kalau batuk berdasak, batuk basah jelas 19:41 itu karena tadi produksi lendir yang 19:43 berlebihan. 19:44 Kemudian lendir ini akan merangsang 19:47 reseptor atau saklar batuk yang fisika 19:50 tadi. Tapi tadi saya sudah jelaskan 19:53 bahwa selain fisika ada 19:56 reseptor yang kimia. Nah, ini tidak 19:58 perlu ada lendir juga bisa merangsang 20:01 batuk. Jadi rumusnya tadi lampu akan 20:05 menyala kalau saklarnya kita pencet. 20:07 Batuk akan menyala kalau saklar batuknya 20:10 kita pencet. 20:12 Kepencet atau kita pencet ya. yang 20:14 saklar mana pun bisa saklar 20:17 fisika bisa juga saklar kimiainya. 20:21 Dalam keadaan batuk yang kering tadi itu 20:25 kemungkinan yang terangsang adalah 20:27 saklar kimia ya, reseptor batuk yang 20:30 kimia. Bisa karena zat-zat yang kita 20:34 hirup, zat-zat kimia tertentu itu bisa 20:37 merangsang saklar batuk. Contoh 20:40 sederhana seadirnya begini. 20:43 Mbak Nuning suka masak kan? 20:45 Iya. 20:46 Kalau Mbak Nuning menggoreng cabe, 20:48 pernah goreng cabe? 20:49 Pernah. 20:50 Timbul batuk tidak? 20:52 Batuk batuk. 20:53 Iya. Di dalam zat cabe itu 20:56 ada zat kimia namanya kapsaisin. 20:59 Hmm. 20:59 Pada saat digoreng itu keluar tuh 21:01 kapsainnya 21:03 memenuhi udara. kita hirup itu 21:06 merangsang saklar batuk yang kimia tadi 21:09 atau jadi batuk-batuki 21:11 batuk ya. 21:11 Iya. Itu 21:12 meskipun mungkin bukan penyakit batuk ya 21:15 hanya karena saklarnya terangsang 21:18 batuknya nyala gitu rumusnya asal 21:21 terangsang saklarnya batuknya nyala. Nah 21:24 pada kasus batuk kering tadi berarti ada 21:26 zat-zat kimia yang kemudian merangsang 21:29 saklar kimiawi dari ee batuknya tadi ya. 21:34 Dan itu jadi kering ya, 21:35 jadi kering karena yang merangsang bukan 21:37 saklar fisikanya. Kalau yang batu basah 21:39 tadi saklar atau reseptor fisikanya yang 21:42 terangsang. 21:43 Biasanya, Dok, orang kalau kena batu 21:44 kering itu lebih lama atau lebih cepat 21:46 dibanding batuk yang berlending? 21:48 Selama rangsangannya masih ada, ya akan 21:50 terus batuk. 21:51 Kalau gitu orang yang ada di dapur 21:53 kasihan banget ya kan dia goreng cabe 21:54 terus. 21:55 Iya. Tiap kali ada rangsangan [tertawa] 21:56 batuknya nyala. Kalau batuk yang tadi 21:59 yang basah yang terangsang ee reseptor 22:02 fisikanya begitu 22:06 lendirnya sudah terdorong keluar bersih, 22:09 katakanlah 22:10 tidak ada yang lagi merangsang saklar 22:11 batuknya. Batuknya berhenti. 22:14 Iya. 22:14 Jadi batuk sebenarnya akan 22:18 pergi kalau tugasnya sudah selesai. 22:22 Tugasnya membersihkan saluran napas. 22:24 Begitu sal napas sudah bersih, dia tidak 22:26 perlu hadir lagi gitu. 22:28 Jadi kalau si batuk enggak pergi-pergi 22:30 itu berarti di saluran nafas kita belum 22:32 bersih gitu ya? 22:33 Belum bersih 22:35 atau masih ada yang terus merangsang 22:36 saklar batuk gitu? 22:38 Misalnya kayak tadi 22:40 yang merokok enggak udah-udah misalnya 22:42 atau yang e goreng cabe enggak 22:45 udah-udah. 22:45 Iya. Nah, yang jadi masalah tadi kalau 22:48 misalnya asap rokok kembali asap atau 22:50 vape sama ya vape vape itu 22:53 itu sebenarnya setali tiga uang dengan 22:55 rokok ya. Jadi tidak usah dibeda-bedakan 22:57 rokok dengan sama-sama bahayanya 23:00 sama-sama banyak mudaratnya. 23:03 Yang perokoknya sendiri tadi kan saklar 23:05 kimiawanya mungkin sudah jadi kebal ya. 23:08 Tapi 23:08 kebal yang kasihan tuh yang di luar 23:09 orang lain di sekitarnya. Orang lain di 23:11 sekitarnya yang paling banyak adalah 23:13 yang anggota keluarganya. Ya, kalau 23:15 ngerokok laki-laki, istri dan 23:17 anak-anaknya itu yang akan menjadi 23:20 korban rangsangan 23:23 saklar batuk kimianya tadi, gitu. 23:26 Oke. Ke Ibu Sabrina bertanya nih, Dok. 23:30 Asalamualaikum. 23:32 Bagaimana dengan yang kena TBC 23:35 dan yang kerjanya sampai malam hari? 23:39 Jadi batuknya karena TBC atau bekerjanya 23:41 sampai malam hari gitu? 23:43 Iya. Sebelum menjawab pertanyaan itu, 23:45 Heeh. 23:46 Kalau ditanyakan hal lain sebelum itu 23:49 ya, sebenarnya yang paling yang paling 23:51 sering membuat pasien atau kita menjadi 23:54 batuk-batuk itu apa sih? 23:56 He 23:56 yang paling sering menyebabkan batuk 23:59 adalah infeksi saluran napas. Ya, 24:02 infeksi. 24:03 Iya. 24:04 Kenapa dia? 24:05 Mungkin banyak mendengar kata ISPA. 24:07 Pernah dengar 24:09 ISPA ya? 24:10 Heeh. 24:10 Infeksi, saluran pernapasan. A-nya 24:14 akut. 24:15 Akut. Betul sekali, Mas Andi. A-nya 24:18 adalah akut. Orang suka keliru mengira 24:22 a-nya itu atas. 24:24 Yang benar adalah akut. Dan berikutnya 24:26 orang suka keliru memahami kata akut. 24:29 Ini dalam pengertian Mbak Runing, akut 24:32 itu artinya apa? 24:34 Udah sulit banget diapa-apain. 24:36 Bukan. 24:37 Lama. 24:38 Dia udah salah lama. Salah enggak bisa 24:40 diapa-apain. Salah. Apa dong? Akut itu 24:42 artinya sesuatu yang baru terjadi. 24:45 Oh, 24:45 justru baru terjadi. 24:47 Baru jangka pendek. 24:48 Ya, kalau yang sudah lama namanya 24:50 kronik. 24:51 Oke. 24:52 Nah, orang awam suka keliru mengira akut 24:55 itu adalah sesuatu yang sudah parah. 24:57 Bukan salah. 24:58 Parah. 24:59 Akut itu istilah terkait dengan waktu. 25:02 Sesuatu yang relatif baru itu namanya 25:05 akut. 25:06 Akut. Kalau yang sudah 25:07 kalau sudah lama namanya kronis. 25:09 Tapi kalau kita lihat misalnya tulisan 25:11 wartawan itu kesannya akut dikira parah. 25:14 Misalnya 25:16 korupsi di Indonesia yang sudah sangat 25:18 akut. Nah, itu pemahamannya dikira sudah 25:22 sangat parah bukan? 25:24 Kata akut itu artinya baru 25:26 baru. H 25:26 ya. 25:28 Jadi kembali tadi yang paling sering 25:30 kita temui yang penyebab batuk sehari 25:32 adalah ISPA infeksi saluran pernapasan 25:37 akut 25:38 itu adalah penyakit 25:40 infeksi. Penyakit infeksi adalah 25:43 penyakit akibat masuknya kuman ke dalam 25:47 tubuh kita dan kemudian tubuh bereaksi 25:50 terhadap kuman tersebut 25:53 maka akan terjadi interaksi, akan 25:55 terjadi perang. 25:57 antara sikuman dan tubuh. Tubuh 26:00 memerangi dalam upaya menghilangkan, 26:03 menghancurkan sikuman. 26:05 He. 26:05 Nah, pada saat terjadi interaksi antara 26:09 kuman dengan mekanisme pertahanan kita, 26:11 sistem imun kita, 26:13 peperangan tadi akan 26:16 menyebabkan 26:17 kerusakan di tempat perangnya itu. 26:20 Oke, 26:21 ya. Jadi kalau kita umpamakan seperti 26:25 katakanlah di Gaza ya, 26:27 itu kan ada tapi ini enggak enggak 26:30 seimbang sebenarnya sih ya. Serangan 26:32 dari Israel itu kemudian menyebabkan 26:35 kerusakan di tempat yang diserang. Nah, 26:38 ya jadi perang di dalam infeksi tadi, 26:40 perang antara sikuman dengan mekanis 26:42 tubuh kita akan menyebabkan kerusakan di 26:45 tubuh kita, 26:46 tempatnya tubuh kita. Dalam hal ini sal 26:48 napas terjadi kerusakan-kerusakan. 26:50 Nah, kerusakan-kerusakan itu kemudian 26:52 antara lain produknya adalah lendir 26:54 tadi. Lendir ini akan menangsang saklar 26:57 batuk tadi. 26:59 Jadi, yang paling sering menyebabkan 27:00 batuk sehari-hari batuk akut adalah 27:02 ISPA, infeksi saluran pernapasan akut. 27:06 Oke. 27:07 Ini yang sehari-harinya sering keliru 27:09 disebut flu, 27:12 salah. 27:15 Untuk bahasa Indonesianya ada istilah 27:17 yang agak terlupakan namanya selesma. 27:22 Oh, zaman dulu tuh selesma. 27:23 Iya, istilahnya dulu itu yang paling 27:24 tepat untuk menggambarkan 27:27 infeksi saluran pernapasan akut. 27:29 H 27:30 namanya yang benar selesma atau bahasa 27:33 Inggrisnya common cold. 27:35 Iya. Iya. 27:36 Pernah dengar ya? 27:37 He. 27:37 Orang Inggris menyebut sebagai common 27:40 cold. Comen itu artinya biasa karena 27:42 memang itu sangat biasa kita jumpai 27:45 sehari-hari ya. Nama benarnya adalah 27:48 selesma yang keliru. Sering keliru 27:50 disebut flu. Kenapa kalau disebut flu 27:54 itu keliru? Karena flu itu kependekan 27:57 dari influenza. 28:00 Ini adalah nama salah satu virus yang 28:04 bisa menyebabkan terjadinya selesma 28:07 common cold. 28:09 Padahal ada lebih dari 100 virus yang 28:13 bisa menyebabkan selesma. 28:15 Wow. 28:15 Sehingga kalau kita menyebut selesma 28:18 sebagai flu seperti kelirunya misal 28:22 menyebut sepeda motor sebagai Honda. 28:25 Nah, belum tentu Honda. 28:28 Kalau kita dari kejauhan melihat ada 28:29 sepeda motor, 28:30 ehh ada Honda, 28:31 ada Honda. Salah. 28:33 Yang pasti itu sepeda motor. Mungkin 28:35 Honda, mungkin Yamaha, dan mungkin yang 28:37 lain ya. Nah, itu ibaratnya kekeliruan 28:41 ketika orang menyebut selesma sebagai 28:45 flu ya. 28:46 Jadi sehari-hari 28:49 penyebab terbanyak terjadinya batuk 28:52 adalah selesma. Ini 28:54 salah satu ISPA namanya selesma. 28:57 Selesma ini adalah ISPA yang terkena di 29:00 saluran napas kita. Tadi masih ingat di 29:03 depan saya uraikan 29:04 bahwa organ napas kita ada dua bagian. 29:07 Bagian pertama adalah salurannya. Bagian 29:09 kedua adalah 29:11 parunya. 29:12 He. 29:13 Kalau kena di salurannya tadi namanya 29:15 ispanya namanya selesma. 29:18 Kalau ispanya ini kena di parunya 29:21 namanya pneumonia. 29:23 Pemonia. Iya. 29:24 Ya, mungkin juga sering sudah pernah 29:25 dengar ya. Nah, selesma ini biasanya 29:29 relatif aman saja mengganggu tapi tidak 29:31 bisa tidak mengancam nyawa. Beda dengan 29:35 pneemonia. 29:36 Nah, pneumonia ini bisa mengancam nyawa, 29:40 bisa menyebabkan kematian. Ya, pneumonia 29:43 ispadi parunya 29:46 he 29:47 hampir selalu didahului oleh ispa di 29:49 salurannya. 29:51 Tetapi ISPA di salurannya yang tadi 29:53 disebut selesma atau common cold 29:56 itu biasanya tidak berlanjut ke ISPA di 30:00 parenkimnya. Jadi, sebagian besar 30:02 selesma ya berhenti di salurannya. 30:04 Kenapa? 30:06 Karena penyakit-penyakit yang disebabkan 30:08 oleh virus ini penyakit yang sifatnya 30:13 swa sirna. 30:15 Hm. 30:15 Pernah dengar istilah ini enggak? 30:17 Swa sirna. Sirna itu hilang. Swa itu 30:20 dengan sendirinya. Swa layan melayani 30:22 sendiri. 30:23 Swa sirna hilang dengan sendirinya. 30:25 Bahasa Inggrisnya self limiting disease. 30:29 Iya. Sebenarnya bukan benar-benar self 30:30 limiting, tetapi pada umumnya tadi 30:33 ketika ada virus menyerang, 30:36 daya tahan tubuh kita akan mampu 30:39 mengatasi virusnya sehingga bisa sembuh. 30:41 Ya, itu disebutkan dengan swasirna atau 30:44 self limiting tadi. Nah, jadi virus 30:49 Invespa di salurannya tadi insyaallah 30:52 aman. Cuma mungkin mengganggu 30:54 menyebabkan rasa tidak nyaman ya. 30:57 Tapi yang kalau ISPA kena di saluran eh 31:00 di paren di parunya yang pneumonia tadi 31:03 itu berpotensi bahaya karena bisa 31:06 menyebabkan kematian. Ya, ini sebelum 31:09 menjawab pertanyaan tadi tentang TB 31:11 bagaimana gitu ya. 31:12 Iya. 31:13 Nah, TB sendiri memang salah satu. Nah, 31:17 kalau tadi ispaanya adalah akut karena 31:20 penyakitnya 31:22 dalam 31:24 kerangka waktu itu waktu yang pendek. 31:28 Selesma tadi biasanya dalam sepekan 31:32 sudah selesai. Paling sering hanya 3 31:35 hari kemudian membaik. Paling paling ya 31:38 mungkin bisa sampai sepekan paling lama 31:40 tidak akan lebih dari 2 pekan. 31:42 He. 31:42 Kalau sudah lebih dari dua pekan masih 31:44 berlangsung berarti ada sesuatu yang 31:46 lebih serius ya. Dan tadi ISPA yang 31:49 disaruh napas selesai tadi merupakan 31:51 penyakit yang akut. Kalau pneumonia tadi 31:55 yang ispadi paren di parunya itu juga 31:58 akut. 32:00 Nah, kalau TB itu penyakit infeksi juga 32:06 cuma kumannya itu ada kuman spesial 32:10 namanya kuman tuberkulosis. 32:12 He 32:13 itu masuk lewat sal napas sampai ke 32:15 paru. Kemudian di situ menimbulkan 32:18 kerusakan. 32:19 Nah, kalau yang TB ini proses 32:22 penyakitnya berlangsung lama, kronik 32:26 tadi istilahnya bertahun-tahun. 32:29 Mungkin kalau tidak salah Kuman Tibi ini 32:33 nenek moyangnya dari daerah Jawa. 32:35 Heeh. 32:36 Karena dia menganut konsep alon-alon 32:39 waton kelakon. Nah, jadi dia 32:43 perjalanannya itu pelan, nyerangnya 32:45 pelan, tubuh juga meresponnya pelan, 32:47 maka prosesnya berlangsung lama menahun. 32:52 Itu hukumannya 32:54 hukumannya kenapa? 32:55 Beradanya di mana? 32:56 Di paru 32:57 enggak, di luar kita terus 32:58 sebelum-sebelum masuk. 32:59 Oh, dia hidup dalam paru kita pada saat 33:03 tadi saya di depan jelaskan bahwa pada 33:05 saat seorang pasien yang punya penyakit 33:07 sa napas batuk, kumanya menyebar ke 33:10 udara. Misalnya nih, saya pasien TB. 33:13 He. 33:13 Ketika saya batuk-batuk, saya akan 33:16 menyebarkan kuman di udara sekitar kita. 33:19 Kalau ada orang lain dekat kita kemudian 33:21 menghirup udara yang ada kumanya, 33:23 kumanya masuk. 33:24 He he. 33:25 Itu proses penularan TB seperti sama 33:27 dengan penyakit yang tadi yang selesma 33:29 juga begitu prosesnya. 33:31 Nah, kemudian 33:34 umat tibnya ini akan diperangi oleh 33:36 tahan tubuh kita. perangnya 33:38 berlangsungnya juga pelan-pelan tadi, 33:40 maka kelainannya pelan-pelan 33:42 terjadilah penyakit TB yang menahun. 33:46 Nah, kumanya tadi selain di parunya juga 33:51 tentu ada di saluran napasnya. Nah, 33:53 kuman yang di saluran napas ini yang 33:55 kemudian atau produk peperangannya di 33:59 kasalan napas ini kemudian merangsang 34:00 batuk. Maka pada pasien-pasien TB 34:04 keluhannya adalah batuk kronik. H 34:08 batuk menahun 34:11 dulu Kementerian Kesehatan pernah 34:14 mengenalkan istilah BKB bukan eh bukan 34:19 B3 bukan batuk biasa. Nah, itu kalau 34:23 sudah batuknya berlangsung 2 pekan atau 34:27 lebih ah waspada ini salah satu yang 34:29 perlu dipikirkan kemungkinan ke arah TB. 34:32 Belum tentu TB 34:33 tapi salah satu kemungkinannya TB yang 34:35 perlu kita pikirkan. Tadi saya sebutkan 34:38 kalau batuk selesma itu umumnya 34 hari 34:41 ee bisa sampai sepekan paling lama dua 34:44 pekan akan baik. 34:46 Bila sudah lebih dari itu, nah ada 34:49 sesuatu salah satu kemungkinan 34:51 dipikirkan ke arah TB begitu ya. 34:53 Jadi itu batuk tentang TB seperti itu. 34:55 Mbak Nuni. 34:56 Ini Ibu Budi bertanya nih, Dok. Saya 34:59 batuk dan sudah ke dokter 3 bulan. Tapi 35:04 kenapa sih kalau batuk itu tulang 35:06 belakangnya sakit dan batuknya juga 35:09 tertahan di dada? Terima kasih 35:12 penjelasannya. 35:13 Ya, jadi 35:16 proses terjadinya batuk itu tadi diawali 35:19 dengan 35:21 saklar batuk yang kepencet. Ya, 35:23 mudah-mudahan masih ketangkap tadi, 35:24 masih teringat ketika saklar batuk 35:28 kepencet 35:29 he 35:30 baik saklar yang kimia ataupun yang 35:32 fisika tadi maka akan terjadi 35:35 serangkaian proses dalam tubuh kita. 35:39 Yang pertama adalah 35:42 kita mulai menarik napas dalam. Disadari 35:45 atau tidak 35:47 diawali dengan itu. 35:48 Iya. Ya. Kemudian setelah napas dalam, 35:52 udara masuk ke dalam rongga dada kita, 35:55 dalam organ napas, pada satu titik itu 36:01 ada katup batuk di glotis namanya di 36:04 sini. Itu nutup 36:06 tep salur udara terbuka masuk udara 36:10 dengan jumlah banyak masuk dalam paru. 36:13 Kemudian salurannya nutup tek. Lalu 36:17 otot-otot 36:19 dada kita, 36:20 he 36:20 perut termasuk punggung itu 36:23 berkontraksi, memeras dada kita. 36:26 Kenapa ditutup gitu kali ya? [tertawa] 36:27 Kalau boleh protes sehingga itu enggak 36:30 keluar. 36:31 Prosesnya seperti itu memang. 36:32 Heeh. 36:33 Otot-otot tadi berkontraksi kompak 36:37 di seluruh langgaran dada, perut, dan 36:39 punggung tadi itu memeras udara yang 36:42 sudah masuk tadi. Sementara tadi katup 36:46 glotisnya itu tertutup, maka tekanan 36:49 udara di dalam rongga dada kita itu 36:52 menjadi sangat tinggi. 36:54 Di satu titik tertentu, 36:58 katuplotusnya tadi tiba-tiba terbuka. 37:01 Nah, saat itulah 37:03 terjadi ledakan udara tadi. Itulah batuk 37:06 ya. 37:07 Terdoronglah keluar apa saja yang ada 37:09 napas. Mekanismenya melibatkan seperti 37:12 itu urutannya. Tarikan napas yang dalam, 37:15 udara terkumpul, kemudian saluran di 37:17 atas penutup, 37:19 otot-otot menekan, tekanan udara tinggi 37:22 di satu titik tiba-tiba terbuka duar 37:27 batuk terjadi. Nah, 37:29 jadi memang itu akan menyebabkan 37:32 otot-ototnya tadi 37:35 menjadi 37:37 nyeri bisa. He 37:39 di semua bisa ada yang mengeruhkan 37:41 otot-otot perutnya. Keram ototnya. Kalau 37:44 sering batuk itu otot-ototnya menjadi 37:46 keram termasuk di otot punggung tadi. 37:49 Oke. 37:51 Gert lain. Kalau gert itu gert itu ini 37:55 Mas menanyakan tentang gert. Gert itu 37:58 adalah 38:00 membaliknya isi lambung ke atas ya. 38:04 He 38:05 saruan napas kita normalnya bergerak 38:08 dari atas mulut 38:10 ke bawah. masuk kerongkongan, ke 38:12 lambung, ke usus, terus sampai ke bawah. 38:15 Ya, 38:15 itu sebabnya kalau kita makan minum 38:18 makanannya akan mengalir ke belakang 38:20 keluar. Demikian juga kalau kita 38:23 menghirup udara kemudian masuk udara kan 38:26 mestinya masuk ke sar napas, sebagian 38:28 daranya masuk ke saluran cerna kemudian 38:30 bergerak didorong oleh gerakan saluran 38:32 cerna keluar sebagai buang angin itu ya. 38:38 Nah, pada orang yang dengan penyakit 38:40 gert itu gerakannya terganggu. 38:45 Gerakan lambung yang mestinya bergerak 38:48 ke bawah ini malah membalik ke atas. 38:50 Ke atas. Heeh. 38:51 Karena membalik ke atas itu sebagian isi 38:54 lambungnya merangsang 38:58 di leher bagian atas kita itu ada 39:00 persilangan antara saluran napas dengan 39:02 saluran jernak. He. 39:04 Kalau isi lambung tadi naik kemudian 39:08 bisa masuk ke saluran napas. 39:10 Nah, akan merangsang 39:13 saklar batuk yang kimia tadi. Maka jadi 39:16 batuk-batuk orang gitu ya. 39:20 Iya. Nanti kalau ada kesempatan lagi 39:23 bicara khusus soal gert ya. Karena sakit 39:26 lambung tuh banyak juga dialami oleh 39:28 kita. Baik, ini dari Pak Rahmat. 39:30 Asalamualaikum, Dok. Kalau rumah enggak 39:33 ada ventilasinya, 39:35 ruang dapur dan rumah enggak ada 39:37 jendelanya kiri kanan yang ada cuma 39:40 pintu depan itu pun kalau dibuka. 39:44 Sehingga pada saat masak di dapur pasti 39:47 ada asap. Asapnya ada di ruangan itu. 39:50 Apalagi kalau ada yang rokok 39:52 terakumulasi deh. Masalahnya di rumah 39:54 tuh ada bayi yang umurnya baru 1 tahun 39:57 dan di rumah 39:59 tersebut jadi sering batuk-batuk. 40:01 Bagaimana jalan keluar terbaik agar bisa 40:04 teratasi, Dok? Terima kasih. 40:06 Iya, Pak Rahman tadi sudah menganalisis 40:08 sendiri kan sudah sudah 40:11 bikin jendela gitu. [tertawa] 40:12 Iya, tadi kan di rumah tidak ada 40:15 ventilasi ya. Di situ kuncinya. 40:17 Betul. Tadi uraian Pak Rahmat sampaikan 40:20 ketika tidak ada 40:23 ventilasi yang bagus. Betul. Asap rokok, 40:27 asap kalau ada yang eh asap dapur, asap 40:31 rokok itu terakumulasi di dalam ruangan 40:34 dan itu penuh dengan zat-zat kimiawi 40:38 yang bisa merangsang saklar batuk yang 40:41 kimia tadi. Ya, pantas saja siapa saja 40:45 yang ada dalam ruangan itu akan 40:47 berpotensi terangsang saklar batu 40:50 kimiawinya. Apalagi kalau bayi 40:53 setahun 40:53 yang masih sangat sensitif. itu pasti ya 40:56 memang betul akan terjadi seperti itu. 40:58 Solusinya bagaimana? Ya sudah dijawab 41:00 sendiri sebenarnya secara tidak langsung 41:02 ya harus dibuat ventilasi yang baik 41:04 atau kalau enggak sempat masaknya di 41:06 luar rumah. [tertawa] 41:08 Kan tadi masalahnya karena asap kan asap 41:10 dari dapur masalahnya tidak ada ruangan 41:11 di luar rumah. Kalau ada sih ya bisa 41:13 tapi 41:14 ya tadi harus diupayakan untuk membuat 41:17 ventilasi itu solusinya ya. 41:19 Penting banget ya. Oke. Ini dari Bapak 41:23 Permana. 41:24 Asalamualaikum, Dok. Kalau batuk darah 41:27 itu gejala apa, ya? Terima kasih. Oh, 41:31 orang yang kena batuk darah itu kenapa? 41:33 Iya. 41:35 Nah, batuk darah ini jadi ketika kita 41:38 batuk ada keluar darahnya. 41:41 Ini biasanya pikiran yang pertama adalah 41:43 mengarah ke TB ya. TB tuberkulosis TB. 41:47 Dulu namanya TBC, sekarang namanya TB 41:50 tuberkulosis. He 41:52 itu karena penyakit karena kuman TB yang 41:54 menyebabkan kerusakan di paru-parunya. 41:57 Pada penyakit yang PB tadi itu tadi kan 42:01 pakai konsep alon-alon waton kelakon itu 42:04 lama-lama bisa jaringan parunya sebagian 42:08 hancur. 42:09 Jadi strukturnya remuk jadi bolong. Ada 42:13 bolongan ada rongga di dalam parunya. 42:16 Nah kalau ada rongga seperti itu bisa 42:18 kena ke bagian pembuluh darah. He he. 42:21 Maka akan terjadi darah. Nah, kemudian 42:23 darah dari lokasi di paru tadi kemudian 42:26 akan mengalir ke dalam suara napas dan 42:29 itu merangsang saklar batuk tadi yang 42:32 fisika 42:34 kemudian akan dipatukkan dan keluar 42:36 sebagai darah. Ya, itu yang terjadi 42:39 batuk darah pada pasien TP. Tetapi 42:42 apakah 42:43 kalau batuk darah pasti mengarah ke TP? 42:45 Ya tidak ya. Bisa juga 42:50 darah itu dari saluran napas yang 42:52 terluka. 42:53 Heeh. 42:54 Tadi saya sebutkan bahwa ketika batuk, 42:57 ledakan udara itu menghasilkan 43:00 aliran udara yang sangat kuat. 43:03 Aliran udara ini kemudian 43:07 melewati salon napas yang atas. 43:09 He. 43:10 Kalau saking hebatnya aliran udara ini 43:13 bisa melukai dinding saluran napas. 43:16 Kalau dinding napas terluka itu juga 43:18 akan berdarah sehingga akan terjadi kita 43:22 temukan ada di dalam dahaknya ada darah 43:26 atau cairan dari napas pada saat batuk 43:28 ada darahnya. 43:30 Kalau batuk yang 43:33 darah yang TB tadi biasanya ee tercampur 43:37 dengan dahak dan warnanya agak tua. Tapi 43:39 kalau yang karena perlukaan itu biasanya 43:41 warnanya akan lebih merah segar karena 43:44 lukanya luka yang baru di sana napas 43:47 atas sehingga warna darahnya akan merah 43:49 segar. Seperti itu, Bu. 43:51 Iya. 43:52 Ini pertanyaan berikutnya dari Bapak 43:54 Junaidi. 43:56 Dok, apakah bedanya bronchitis pneumonia 43:59 dan TBC? Apakah dari bronchitis bisa ke 44:03 pneumonia dan lanjut ke TBC? Dan 44:06 pengobatan bronchitis itu bagaimana ya? 44:09 Terima kasih. Iya. 44:11 Ya, kalau Bapak 44:13 Junidi menyimak dari awal 44:15 tadi saya jelaskan bahwa 44:19 organ napas kita ada dua bagian. 44:22 salurannya dan parunya. 44:26 Jadi ada penyakit yang kena di 44:28 salurannya, ada yang kena di parunya. 44:33 Kalau ISPA tadi ada dua macam ISPA yang 44:37 kena di salurannya 44:40 namanya selesma atau cen cold. 44:44 Sehari-hari keliru disebut flue. Kalau 44:48 ISPA kena di parunya namanya pneumonia 44:52 ya. 44:54 Jadi pneemonia adalah ISPA yang kena di 44:57 parunya. Kalau selesa tadi ISPA yang 45:00 kena di salurannya. 45:03 Nah, saluran tadi juga sudah saya 45:05 uraikan mulai dari hidung 45:08 mengarah ke belakang namanya faring 45:11 laring, trahe 45:13 itu masih satu. Kemudian bercabang dua 45:16 menjadi bronkus kanan dan kiri. Bronkus 45:19 kanan kiri ini kemudian salurannya 45:21 menyebar berada di dalam parunya. 45:26 Kalau yang disebut bronkitis 45:29 itu radang di saluran bronkusnya tadi 45:34 namanya bronkitis. 45:36 Pada saat kita selesma tadi 45:39 sebenarnya juga terjadi bronchitis. 45:43 He. 45:44 Karena sepanjang salurannya itu kena. 45:46 Pada anak-anak biasanya lebih jelas 45:48 berupa 45:50 orang tua saya menceritakan kalau anak 45:53 saya sedang kena selesma yang keliru 45:55 disebut tadi 45:56 kemudian napasnya jadi grok grok grok. 45:59 Iya. 46:00 Dan kalau tangan si ibu diletakkan di 46:03 dada atau punggung anak atau bayinya 46:06 akan terasa bergetar-getar. 46:08 Dari mana suara grokrok dan getaran 46:10 tadi? Itu dari bronkusnya. 46:13 Hm. 46:15 Bronkus pada saat mengalami radang ISPA 46:17 tadi itu akan mengeluarkan lendiri yang 46:19 banyak. Itu yang menyebabkan bunyi 46:20 gerogrok. Karena gerokrok ini timbul 46:24 akibat 46:26 aliran udara napas melewati lendir yang 46:28 banyak di dalam bronkus itu terjadi 46:31 grokrok. Dan grok-gokok ini menimbulkan 46:33 getaran yang kalau kita letakkan tangan 46:37 di punggung atau pangan pasien yang 46:39 sedang mengalami bronkitis tadi akan 46:40 terasa bergetar-getar. 46:42 itu. Jadi kalau anak sedang selesma, 46:46 napasnya grok-grogrok dan terasa dan 46:48 berat, selesmanya itu termasuk sampai ke 46:51 bronkusnya. 46:53 Jadi bukan hanya di darah hidung, tapi 46:56 di sepanjang saluran napasnya sedang 46:59 kena isma. Ya, itu namanya bronkitis. 47:02 Bronkitis ini sebagai bagian dari ISPA 47:05 tadi yang akan berlangsung dalam jangka 47:07 pendek. Ada lagi yang namanya bronchitis 47:10 kronik. 47:11 Hm. Bronkitis kronik ini radangnya ini 47:14 berlangsung lama. 47:17 Bisa karena tadi misalnya rangsangan 47:20 asap rokok yang berkelanjutan itu juga 47:23 menyebabkan radang di sawas di 47:26 bronkusnya itu menyebabkan 47:28 bronkitis yang kronik yang lama 47:30 berlangsungnya tidak sembuh-sembuh. 47:33 Lalu tadi pertanyaannya terkait dengan 47:35 Oh ya. 47:37 Nah, pneemoni adalah inspa yang terkena 47:41 di paren di parunya 47:43 ya. 47:44 Pneemoni biasanya diawali dengan ISPA di 47:49 salurannya Selesma bronkitis tadi. 47:53 Kemudian sampai ke parunya namanya 47:55 pneumonia. 47:57 Nah, kalau TB itu lokasinya sama terkena 48:02 di parunya tetapi kumannya yang berbeda. 48:06 Kumannya adalah kuman khas spesial 48:08 namanya kuman tuberkulosis. Itu 48:10 menyebabkan TB. 48:14 Tidak ada hubungannya tadi kalau apakah 48:16 ee pneumonia kemudian jadi TB. Ya, 48:18 tidak. 48:19 Heeh. He. 48:19 Karena itu dua penyakit yang berbeda. 48:24 Oke. Ini tidak ada namanya, 48:27 Dok. Saya pernah dengar batu rejan. 48:30 Istilah apaagi nih? Apakah di luar apa 48:33 yang sedang tadi kita simak? Kering ee 48:37 batu kering batu ee ya pokoknya batu 48:41 kerjaan itu yang kayak apa? Ohoh. 48:44 I J batuk kerja ini batuk yang spesial 48:47 lagi ini ya. 48:47 Lain lagi ya. Heeh. Batuk rejan. Rejan 48:50 itu artinya batuknya 48:53 apa sih? Nemen. Banget 48:55 banget. 48:56 W berat 48:57 enggak udah-udah gitu. Enggak sekali 48:58 enggak udah-udah. Ya. Nama medisnya 49:02 adalah Pertusis. 49:03 Hm. 49:04 Ini juga ada satu kuman khusus lagi. 49:08 Tadi ada kuman 49:10 bakteri namanya TB. Ini ada kuman 49:13 namanya pertusis. 49:16 Nah, kalau pasien terkena penyakit ini, 49:20 kumannya itu menyebabkan kerusakan di 49:23 saluran napasnya. 49:24 He. 49:26 Sehingga 49:27 saklar-saklar batuknya tadi menjadi 49:29 lebih sensitif, 49:32 maka dia akan 49:34 terangsang. Mudah sekali terangsang, 49:36 batuk. Rangsang, batuk. Rangsangannya 49:39 ini berlangsung bertubi-tubi 49:41 sehingga batuknya juga bertubi-tubi 49:44 nyambung. 49:46 Batuk rejan ya. 49:50 Saking rangsangannya bertubi-tubi, 49:54 Mbak Nuning, bisa bayangkan enggak pada 49:56 saat kita batuk itu kita mengeluarkan 49:59 udara atau menarik udara napas? 50:02 Menarik pasti mengeluarkan juga kan 50:04 karena 50:05 menarik proses awalnya. Tapi batuknya 50:07 sendiri adalah tadi kan dorongan keluar. 50:08 Jadi 50:09 udaranya keluar pada saat kita batuk 50:11 udara kita dorong keluar 50:13 keluar. Bayangkan kalau enggak 50:14 berhenti-berhenti sampai nunduk seperti 50:16 itu. 50:16 Kalau tidak berhenti-henti [tertawa] itu 50:18 udaranya keluar keluar keluar terus. 50:20 Padahal kita perlu menarik udara masuk 50:22 untuk bernapas. 50:23 Sesek nafasnya deh. 50:24 Saking saking saking batuknya tadi 50:28 he 50:29 dia perlu udara napas tapi enggak 50:31 sempat-sempat. Suatu ketika pasiennya 50:35 sempat mencuri. 50:38 Mencuri narik napas. Nah, 50:41 sampai napasnya bunyi wuh. Wuph 50:46 wup 50:47 wup itu timbul akibat 50:50 saking 50:52 butuhnya tubuh penarik udara sampai 50:55 menimbulkan bunyi tadi woping ya sampai 50:58 orang barat memberi namanya wooping cf. 51:02 Heeh. 51:02 Ya. Nama lainnya adalah batuk rejusis 51:07 atau 51:07 batuk 51:09 batuk e wooping karena bunyi hoop 51:12 seperti itu ya. 51:13 Nama lainnya lagi ada namanya batuk 100 51:16 hari. Mungkin pernah dengar 51:18 itu nama lainnya itu barang yang sama. 51:20 Batuk Rejan Pertusis, batuk 100 hari, 51:25 Wupingkaf. 51:26 Terus orang 51:29 Belanda menyebutnya king host. Heeh. 51:32 Nah, kalau tidak dalam pembahasan saya, 51:35 King Hus itu rajanya batuk. Saking luar 51:38 biasa batuknya. Dan ini sangat menyiksa 51:42 bagi anaknya 51:43 ya. 51:44 Dan pertusis ini penyakit yang cukup 51:47 berbahaya. 51:50 Ada vaksinasinya 51:52 sebelum kena ada vaksinnya. Oh 51:54 vaksinnya namanya DPT. Mungkin pernah 51:57 dengar. 51:57 Oh kita pernah dengar 51:58 P-nya itu pertusis. 52:01 Jadi saat baypt. 52:03 Iya. Jadi saat bayi itu dilakukan 52:06 imunisasi yang salah satunya adalah 52:07 vaksin DPT. DPT itu sebenarnya tiga 52:11 penyakit jadi satu. D-nya difteri, 52:14 P-nya partusis, T-nya tetanus. Ini 52:18 sangat pentingnya peranan 52:21 vaksinasi untuk mencegah yang batu 52:24 kerjan tadi. 52:25 Itu ngomong-ngomong di usia berapa anak 52:26 kita divaksin DPT ini sebenarnya? 52:28 Bayi umur 2 3 4 5 6 bulan. 52:32 Oh. Jadi, wahai para ibunda yang akan 52:35 punya bayi atau sudah tapi baru itu 52:38 sampai 6 bulan sebaiknya di vaksin D. 52:41 Iya. salah satu vaksin wajib yang harus 52:44 diberikan pada bayi. Karena kalau sampai 52:46 kena tadi 52:47 kalau bagi Bapak Ibu yang pernah melihat 52:51 atau mengalami anak cucunya mengalami 52:53 waduh luar biasa kasihan pasiennya kalau 52:56 sampai terkena 52:58 batuk kerjaan atau pertusis atau batuk 53:01 100 hari tadi. 53:03 Selain batuknya berat itu berlangsungnya 53:05 lama 53:07 100 hari itu 3 bulan lebih. 53:09 Iya. 53:10 Orang dulu mengamati kalau kena batuk 53:12 yang ini lama ini sembuhnya 53:15 100 hari. 53:17 Bayangkan batuk seperti itu berlangsung 53:20 sampai lama. Betapa menderitanya ya 53:24 obatnya. Kalau diketahui awal, 53:28 terdiagnosis awal bisa di dalam 2 pekan 53:31 pertama kena bisa diobati namanya obat 53:34 antibiotik khusus namanya macrolite itu 53:37 biasanya akan 53:38 mengurangi tapi tidak membuat seris 53:42 terus baik langsung baik tidak bisa tapi 53:45 tidak mengurangi ya. 53:47 Makanya sangat perlu vaksinasi ya. 53:50 vaksinasi tujuannya agar tidak sampai 53:53 terkena. Kalau sudah terkena repot, 53:55 tidak karuan begitu. 53:57 Baik, ini ada yang bertanya terkait 54:00 dengan non medis. Kalau misalnya Ibu 54:04 enggak ada namanya 081 sekian. Kalau 54:06 misalnya eyang aku tuh Dok suka sekali 54:11 minum teh jahe atau jahe. Kemudian juga 54:16 kalau ini enggak pakai gula tapi pakai 54:18 madu. Memang sih jarang sekali saya 54:22 dengar eyang itu batuk. Apakah jahe 54:25 memang sangat membantu untuk tenggorokan 54:28 yang gatal dan batuk? Terima kasih. Iya. 54:32 ya, ada 54:35 zat-zat tertentu yang me 54:38 meledak melegakan perasaan nyaman di sal 54:41 napas kita ya. bagian atas. Seperti saya 54:44 jelaskan tadi, di sepanjang sal napas 54:47 kita itu banyak sekelar batuk termasuk 54:50 di daerah tenggorokan kita itu. Nah, 54:54 minuman-minuman 54:56 zat-zat tertentu dalam makanan atau 54:58 minuman seperti jahe tadi, kemudian mint 55:02 ya itu juga me 55:05 menenangkan area itu sehingga reseptor 55:09 batuknya jadi tidak mudah terangsang. 55:12 Itu sebabnya beberapa 55:16 kandungan zat dalam minuman atau makanan 55:19 bisa membuat rasa lebih nyaman, 55:21 mengurangi rangsangan di saklar batuk 55:24 tadi. 55:26 Maka ada 55:28 permen tertentu yang kalau kita hirup 55:30 karena perasaan di tengor kita jadi 55:31 lebih nyaman itu juga mengurangi 55:33 rangsangan saklar batuknya. 55:36 Jadi dengan menghisap permen tertentu 55:39 lumayan ya terbantu. 55:41 Iya. Termasuk tadi yang dari herbal 55:43 seperti jahe. 55:44 Jahe. Heeh. Heeh. Enggak apa-apa juga 55:47 sih kalau memang bikin hangat ya, Dok 55:48 ya. Bikin enak dada gitu. 55:50 Iya. Iya. Yang penting tadi soal 55:51 hangatnya juga tentu perlu itu. Ya, 55:54 jangan termakan korban jadi korban iklan 55:56 kita itu dingin lebih nikmat. Salah. 56:00 [tertawa] 56:01 Yang benar adalah hangat lebih nikmat 56:03 dan sehat. 56:05 Sikap aja yang hangat lebih asik 56:06 daripada yang dingin ya. Jadi dingin 56:09 lebih nikmat harus kita ganti menjadi 56:12 hangat lebih nikmat dan sehat. Nah, 56:15 baik. Ini pertanyaan dari Ibu Ida. Mbak 56:18 Nuning tanyain dong mumpung belum 56:20 kena-kena banget kalau jus-jus buah apa 56:23 aja ya yang bisa menghambat hadirnya 56:26 lendir-lendir di tenggorokan? Iya. Jus. 56:30 Jus apa, Dok? Eh, secara umum 56:33 buah-buahan itu bagus ya. 56:35 He. 56:37 Tetapi ada beberapa pasien yang 56:40 mengalami 56:42 alergi. Jadi keluar masuk ke masalah 56:44 alergi nih. Tadi saya kita sudah bincang 56:46 di luar ya. He 56:47 ini banyak yang 56:50 kalau saya sebutkan rin kaget tadi 56:52 tentang istilah alergi. He 56:55 istilah alergi ini kan sehari-hari 56:58 sering kita dengar, sering bahkan kita 57:00 sering mengucapkan. 57:02 Iya. 57:02 Tapi kalau ditanya alergi itu artinya 57:05 apa sih? Orang pasti bingung apa ya 57:07 rasanya paham. 57:09 Tapi ketika ditanya 57:10 tapi enggak bisa diungkapkan [tertawa] 57:11 ya alergi begitu aja ya. 57:14 Saya memadankan istilah alergi ini 57:17 dengan satu kata yang mudah-mudahan akan 57:19 mudah untuk diingat bahwa alergi itu 57:21 artinya lebay. Nih bahasa gaul nih ya. 57:26 Alergi itu artinya lebay. 57:29 Untuk mudahnya 57:31 saya memberi gambaran orang yang alergi 57:34 udang. Pasti sering pernah dengar ya. 57:37 Orang yang alergi udang itu tiap kali 57:39 dia mengkonsumsi udang maka akan timbul 57:43 gatol-gatol kemerahan di kulitnya. Nah, 57:45 itu namanya alergi. 57:47 Orang tersebut kulitnya bereaksi lebai 57:51 terhadap udang. 57:52 Udang 57:53 yang buat orang lain normalnya tidak 57:55 menimbulkan reaksi apa-apa ya. Selain 57:57 reaksi nikmat dan kenyang ya, 58:00 orang itu bereaksi lebit yang muncul di 58:02 kulit berupa bentol dan merah-merah. 58:06 Itulah artinya alergi 58:08 lebai bereaksi berlebihan terhadap 58:12 sesuatu zat yang buat orang lain tidak 58:15 apa-apa. 58:17 Nah, reaksi lebah ini biasanya 58:20 diturunkan. Maka perlu kita susuri 58:23 riwayat keluarganya ada tidak yang 58:24 Oh, jadi keturunan juga ya? 58:26 Ada bakat lebainya ini menurun ya. 58:29 Apalagi kalau dari dua jalur ayah ibunya 58:31 ada. Oh, riwayat lebay. Kemungkinan 58:34 anaknya [tertawa] 58:35 juga timbul reaksi lebay. Ada 58:38 reaksi lebainya menurun dan bisa lompat 58:41 generasi. Mbak Nuning, lompat generasi 58:44 maksud saya begini 58:45 dari kecucu langsung. 58:46 Iya. Dari seorang yang lebay. Kemudian 58:49 anaknya tidak apa-apa tapi cucunya baru 58:52 muncul. Tapi 58:53 anaknya ini cuma kelewatan atau 58:55 istilahnya mungkin seperti karier gitu 58:57 ya. [tertawa] 58:58 diturunkan dan munculnya reaksi lebai 59:03 bisa di bagian tubuh manapun. Tadi kalau 59:06 orang yang reaksi ee alergi udang 59:08 munculnya di kulit, bisa muncul di 59:11 hidung, 59:12 bisa muncul di mata, bisa muncul di sar 59:14 napas yang bawah. 59:17 Rumus dasarnya sama, bereaksi lebai 59:20 terhadap sesuatu yang buat orang lain 59:22 tidak apa-apa. Nah, kembali ke jus tadi. 59:26 Pada orang yang lebai di saluran 59:28 napasnya itu ada buah tertentu yang 59:32 berpotensi merangsang reaksi lebainya. 59:37 Oke. 59:38 Salah satunya misalnya anggur. 59:41 Wow. 59:42 Ya. 59:45 H. Mohon maaf saya juga batuk. 59:48 Kalau batuk ada etiket batuknya yaitu 59:50 ditutup. 59:51 Tutup ya. Tutupnya dengan jangan dengan 59:54 telapak tangan 59:56 nanti pegang orang lain nular juga. 59:57 Iya. Ketika kita batuk kuman-kuman tadi 1:00:01 misalnya karena infeksi kumannya ada, 1:00:03 kita tutup dengan tangan, 1:00:04 tangan kita penuh dengan kuman. Ketika 1:00:06 kita pegang benda bersalaman, kumannya 1:00:09 pindah. Maka kalau batuk etiketnya 1:00:11 ditutupi dengan lengan dengan lengan 1:00:16 kita ya dibaju nanti ngumpulnya sini 1:00:17 enggak lebak. 1:00:20 Kembali ke tadi anggur. 1:00:23 Salah satu yang harus dihindari oleh 1:00:25 jamaah wajid dan umrah itu adalah 1:00:27 anggur. Sakan buah berlimpat. Iya. Oke. 1:00:31 Pada orang yang biasa pun itu bisa 1:00:33 merangsang ee saklar batuknya tadi. 1:00:37 Apalagi pada orang yang alergian itu 1:00:40 akan sangat kuat merangsang reseptor 1:00:42 batuk tadi. Anggur. Terus terus kalau 1:00:45 buah lokal di kita rambutan, kelengkeng 1:00:50 itu juga berpotensi merangsang reaksi 1:00:53 lebai. itu yang sering. Tapi terkadang 1:00:58 he 1:00:59 ee rangsangan buah tertentu ini sifatnya 1:01:02 individual. 1:01:04 Misal biasanya buah semangka katakanlah 1:01:09 tidak jarang merangsang reaksi lebai. 1:01:11 Tapi pada orang tertentu 1:01:13 ada yang begitu makan semangka 1:01:15 batuk-batuk. Ah buat dia berarti itu 1:01:18 bisa merangsang reaksi lebai batuknya 1:01:21 begitu. 1:01:22 Iya. Jadi jus yang mana pun boleh 1:01:25 dicoba. Tapi kalau kita 1:01:27 lihat reaksinya timbul batuk atau tidak 1:01:29 gitu. 1:01:29 Respon terhadap anggur tidak 1:01:31 menyenangkan. Ya sudah. Nah, dari 1:01:34 bahasan tadi kita sudah ada di 1:01:36 penghujung bersama dr. Darmawan Budi 1:01:40 Setianto yang merupakan konsultan 1:01:44 respitologi ya. 1:01:46 Respirologi. 1:01:46 Respirologi ya. 1:01:47 Respirologi itu artinya organ napas 1:01:50 kita. dulu namanya pulmonologi. 1:01:53 Pulmonologi jadi respon. 1:01:56 Iya. Kalau pulmon itu kesannya hanya 1:01:58 parunya saja. Kalau respirologi itu 1:02:00 menjadi satu kesatuan salurannya dan 1:02:02 parunya organ napas kita. 1:02:04 Jadi terkait dengan pernapasan enggak 1:02:06 pernah mencuri napas berarti ya. 1:02:08 [tertawa] 1:02:10 Baiklah kita akan rangkum bahasan kita 1:02:13 terkait dengan batuk itu bisa jadi 1:02:15 kawan, tapi bisa juga jadi lawan bersama 1:02:18 dr. Darmawan. Silakan. 1:02:22 Ya, 1:02:25 ikhwan akhwat arasil di mana pun berada 1:02:27 yang menyimak acara ini. Tadi sudah 1:02:30 cukup banyak kita bahas tentang sosok 1:02:33 batuk, tentang bagaimana batuk itu 1:02:37 sendiri muncul, mekanismenya bagaimana, 1:02:39 apa yang bisa menyebabkan timbulnya 1:02:41 batuk dan apakah batuk ini bersifat 1:02:46 kawan atau lawan. dua-duanya. 1:02:49 Secara prinsip dasar dia bersifat kawan 1:02:52 karena dia akan menjaga integritas, 1:02:55 menjaga potensi dari saluran napas kita 1:02:59 agar tetap bersih sehingga tetap bisa 1:03:02 berfungsi dengan baik. Tetapi juga batuk 1:03:06 itu bisa menjadi lawan ketika batuknya 1:03:09 berlangsung 1:03:11 terus-menerus hebat sehingga bisa 1:03:13 mengganggu aktivitas kita. bisa 1:03:17 menimbulkan rasa malu sungkan bila 1:03:19 batuk-batuk di tempat umum dan cukup 1:03:22 menyiksa badan kita bisa menyebabkan 1:03:25 otot-otot pegal 1:03:27 bahkan 1:03:29 ekstremnya ini bisa menyebabkan pernah 1:03:31 terjadi batuk yang hebat sampai 1:03:32 otot-otot eh tulang iganya patah 1:03:35 saking kencangnya itu batuknya batuk ya 1:03:38 tapi itu ekstrem sekali yang jelas itu 1:03:40 bisa sangat mengganggu dan satu potensi 1:03:43 bahaya adalah 1:03:44 batuk sendiri adalah 1:03:47 sarana penularan penyakit diapas yang 1:03:50 sangat efektif. 1:03:52 Sehingga pada saat kita sedang batuk, 1:03:55 terapkanlah etika batuk. Yaitu dengan 1:04:00 cover your mouth. Ee tutupi hidung pada 1:04:03 saat batuk dengan lengan kita ya. Dan 1:04:07 kemudian oh ya tadi kita sedang tadi 1:04:10 batuk-batuk yang tadi paling sering 1:04:12 disebabkan oleh selesma. Heeh. 1:04:15 Kalau sedang selesa seperti ini bagi 1:04:18 laki-laki mungkin sebaiknya 1:04:21 terpaksa menghindari dulu ke 1:04:25 inginan kita untuk pergi berjamaah ke 1:04:27 masjid kata-kara itu kemudian akan 1:04:29 berpotensi meluarai orang lain. Ya. Lalu 1:04:33 tadi sudah dibahas juga berbagai 1:04:36 penyakit yang sering terkait dengan 1:04:38 gejala batuk. Mulai dari TB yang 1:04:41 sehari-hari paling banyak kita jumpai 1:04:43 adalah tadi Selespa 1:04:46 Common Cold yang merupakan ISPA bagian 1:04:50 salurannya 1:04:52 dan sebagian besar ISPA di saluran atau 1:04:57 selesma atau common cold yang 1:04:59 sehari-hari keliru disebut flu itu 1:05:01 adalah disebabkan oleh virus ya saya 1:05:05 mungkin lupa belum beri penekanan 1:05:07 penyakit yang disebabkan oleh virus ini 1:05:09 akan suasil sehingga tidak perlu 1:05:12 pemberian antibiotik. 1:05:14 Heeh. 1:05:15 Ya. Jadi batuk pilek yang sehari-hari 1:05:18 kita jumpai selesma tadi tidak perlu 1:05:20 antibiotik karena tidak ada gunanya. 1:05:22 Karena antibiotik itu hanya untuk 1:05:24 membunuh 1:05:26 kuman yang namanya bakteri. 1:05:28 Kuman 1:05:29 bin zat ee makhluk hidup yang sangat 1:05:31 kecil. Mikroorganisme jasa trenik itu 1:05:35 ada banyak. Tapi secara gampangnya ada 1:05:36 dua kelompok, 1:05:38 virus dan bakteri. 1:05:41 Nah, bakteri ini bisa dibunuh dengan 1:05:44 antibiotik, tapi virus tidak bisa 1:05:46 dibunuh dengan antibiotik. Sehingga 1:05:48 kalau 1:05:49 sebagian besar tadi selesai oleh virus, 1:05:52 tidak perlu antibiotik untuk 1:05:54 pengobatannya. 1:05:55 Yang perlu diberikan adalah bantuan agar 1:05:59 batuknya bisa bertugas dengan baik. 1:06:01 Dengan cara apa? 1:06:03 Minum yang cukup air hangat, hangat 1:06:06 lebih nikmat dan sehat ya. Cukup 1:06:08 istirahat dan itu akan memfasilasi 1:06:12 memfasilitasi tubuh kita untuk melawan 1:06:15 si virus tadi yang tidak bisa dibunuh 1:06:18 dengan antibiotik. 1:06:20 Demikian barangkali Mbak Nuning. 1:06:22 Mudah-mudahan apa yang saya sampaikan 1:06:24 yang pertama bisa ditangkap dulu, 1:06:27 bisa dipahami oleh ikhwan dan akhwat dan 1:06:29 kemudian bisa memberi pencerahan dan 1:06:31 memberikan manfaat. 1:06:33 Terima kasih Dr. Darmawan yang sudah 1:06:37 hadir di acara ruang kesehatan kita. 1:06:40 Paling ujung yang harus kita lakukan 1:06:43 adalah cukup istirahat, perbanyak minum 1:06:46 air hangat. Kita enggak tahu virusnya 1:06:48 datang atau enggak. Tapi kalau dua hal 1:06:50 ini kita jaga, kita pelihara, di samping 1:06:53 juga itu tadi karena menularnya lewat 1:06:56 udara masih pakai masker boleh gitu ya, 1:06:59 Dok ya? 1:06:59 Iya. Pakai masker. Betul. 1:07:02 Terima kasih untuk semua juga 1:07:04 radio-radio di daerah yang 1:07:05 menyebarluaskan siaran dari Rasil. 1:07:08 Billahi taufik wal hidayah. 1:07:09 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:07:11 wabarakatuh.