Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:06 Rasil TV 0:15 Bismillahirohmanirohim, Assalamualaikum 0:16 warahmatullahi wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillahirobbil alamin wabihi 0:21 nasta'in ala umuridunya waddin washolatu 0:24 wassalam ala sayyidina Muhammad wa ala 0:26 alihi wasohbihi ajmain. 0:28 Robbi zidni ilman Allahumma fa'ni bima 0:31 alamtani wa'alimni ma yanfa'ni warzuqni 0:34 ilman yanfa'ni. Dipancarkan dari Jalan 0:36 Masjid Silaturahim nomor 36 Kalimanggis 0:39 Cibubur Bekasi, Radio Silaturahim dan 0:41 Rasil TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:43 akhwat yang dirahmati Allah Subhanahu wa 0:45 ta'ala, apa kabar Anda di malam hari 0:46 ini? Di manapun saja Anda berada, senang 0:49 sekali di malam hari ini saya Angga 0:52 Aminudin 0:53 di studio ditemani oleh Muhammad Fahri 0:56 dan juga Andi dapat kembali menyapa Anda 0:59 di manapun saja Anda berada. Semoga 1:01 kabarnya di malam hari ini sehat-sehat 1:04 ya ikhwan dan akhwat. 1:06 Kami hadir dalam acara Buka Mata Buka 1:09 Telinga bersama Dokter Sarbini Abdul 1:12 Murad. Dan sudah terhubung dengan 1:14 narasumber kita Dokter Ben 1:16 melalui Zoom Meeting. Assalamualaikum 1:18 warahmatullahi wabarakatuh Dokter Ben. 1:21 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:22 wabarakatuh Sangga. Sehat Dok ya? 1:25 Alhamdulillah alhamdulillah Sangga. Jadi 1:27 tamu kita di malam hari ini siapa Dok 1:28 narasumbernya nih? 1:30 Ini orang yang sangat penting nih Pak, 1:32 paling penting orang yang sangat sibuk 1:33 ini. Sangat sibuk oke. Ya namanya Pak 1:36 Mardani Ali Sera. Pak Mardani Ali Sera. 1:41 Khusus masalah 1:42 ya Dok ya, masih kita tunggu. Topiknya 1:44 paling penting ada kehadiran beliau. Ya, 1:47 konfirmasi terakhir itu beliau siap 1:49 insyaallah. Kita masih menunggu Bapak 1:52 Dokter Mardani Ali Sera Ketua Badan 1:55 Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI 1:59 atau 2:01 ini yang konsen sekali nih beliau 2:03 terhadap apa masalah Palestina ya, Dok, 2:05 ya? 2:06 Ya. 2:07 Kalau Dokter Ben pertama kali 2:10 bersua atau gitu apa ikut sama-sama 2:13 membahas tentang Palestine bersama Pak 2:15 Mardani itu kapan, Dok? 2:18 Masih ingat enggak? Oh, ada beberapa 2:20 pertemuan ya, pertemuan di DPR ya kita 2:22 pernah pernah pernah ketemu sama beliau 2:25 dan he em he em saya lihat beliau ini 2:27 konsen dengan 2:28 Palestina ya dan kemudian 2:31 eh demo di mana di depan Kedutaan Besar 2:33 Amerika pun beliau terlibat ikut dan 2:36 saya bisa ketemu sama beliau. He em he 2:38 em. Dan makanya karena orang DPR ya 2:40 pasti tahulah yang namanya Islam dan 2:42 Islam. 2:43 Kita coba ah kita cobalah untuk diskusi 2:45 lebih jauh lagi karena memang 2:47 eh 2:49 pihak DPR ini harus kita rangkul ya, 2:51 kita rangkul bahwa bahwa 2:53 mereka ini enggak sendiri dalam 2:55 mengeluarkan masalah tentang Palestina. 2:57 Dan bagi walau bagaimanapun juga kan DPR 2:59 kan mitranya pemerintah. Betul betul. 3:02 Bagi BKSAP ini kan mitranya eh 3:05 Menlu ya atau Menlu. Jadi 3:07 eh banyak masukan-masukan yang kita bisa 3:09 berikan kepada pihak DPR dan mereka juga 3:12 bisa menyalurkan atau 3:14 mendistribusikanlah ke pihak-pihak 3:15 terkait. 3:16 Karena kalau misalnya society yang 3:18 menggerakkan ini kan kita kan lebih 3:19 kepada tataran 3:21 tataran narasi Betul betul betul betul. 3:24 adalah literasi-literasi tapi kan untuk 3:27 lebih eh lebih maksimal kan memang pihak 3:30 legislatif dan eksekutiflah yang harus 3:32 kita rangkul karena mereka punya power, 3:35 punya networking dan punya kesempatan 3:37 yang memang untuk bisa memperjuangkan 3:39 lebih terutama masalah-masalah 3:40 Palestina. Nah, kita bersyukur sama 3:42 Allah masalah enggak itu 3:44 memang eh apa ya sekarang ini yang 3:47 teman-teman yang konsen dengan Palestina 3:49 itu itu mempunyai semangat yang sama 3:51 itu. Jadi 3:52 Iya. bisa enggak tombol ya tombol pada 3:54 saat persoalan Palestina kita 3:56 sudah bisa berkomunikasi sama siapa, 3:58 kemudian apa temanya, kapan di mana kita 4:01 bertemu, apa agenda-agenda yang lain 4:04 yang harus kita eksekusi sekarang. 4:06 Sekarang alhamdulillah pun ada ada 4:08 hikmahnya dengan peristiwa terjadi 4:10 Palestina hari ini jadi Hmm. 4:12 kelompok-kelompok ataupun komunitas yang 4:15 person yang Palestina pun punya power 4:16 hari ini 4:17 untuk bisa berbicara lebih eh 4:20 lanjut lah gitu. 4:21 Ini yang kita syukuri Mas Angga. Tapi 4:24 saya saya ingat betul gini Mas Angga. 4:25 Jadi, 4:26 ketika 4:28 kasus apa U-20 itu mungkin Mas Angga 4:30 masih ingat U-20 itu 4:31 Iya. 4:33 bahwa Israel akan datang main bola di 4:35 Jakarta, di Indonesia lah ya. Kita kan 4:37 mikir waduh gimana ceritanya nih kan 4:40 datang Israel gitu. 4:41 Jadi, ya kita kan lakukan so apa so 4:45 inilah so rusuh lah ya rusuh ketemu 4:48 tokoh-tokoh, ketemu elemen-elemen 4:50 sampai kita bertanding apa namanya yang 4:52 namanya eh futsal bareng gitu kan. Jadi, 4:56 kita coba untuk angkat isu ini bahwa 4:58 jangan sampai U-20 ini main di Indonesia 5:01 kan. Hmm. Jadi, saya ingat betul kita 5:03 ketemu sama teman-teman di PDIP gitu. 5:05 Pokoknya kita coba komunikasi lah. Nah, 5:07 di situ baru baru kelihatan bahwa 5:10 sebenarnya itu eh enggak kita konsen 5:12 dengan Palestina. Teman-teman konsen ya. 5:14 Jadi, bukan cuma kelompok-kelompok Islam 5:15 tapi Tapi yang itu kita ingat ya di luar 5:17 dugaan banget itu PDIP itu. 5:20 [tertawa] 5:21 Iya benar benar. Gongnya malah di situ. 5:23 Terus yang pertama kali bersuara malah 5:25 malah dari Bali lagi menolak gitu kan. 5:27 Udah diisukan Begini Mas Angga, saya 5:30 dapat informasi Hmm. [berdehem] Bu Mega 5:32 ini dia untuk Palestina itu udah udah 5:34 pesan Bung Karno katanya. Hmm. Bung 5:36 Karno sebelum Palestina merdeka enggak 5:39 ada pengakuan untuk Israel. Jadi, udah 5:41 kayak sumpahnya Bung Karno. Jadi, Bu 5:43 Mega itu pegang betul itu. Jadi, saya 5:45 pikir kan ada titik temu lah semua yang 5:48 semua kelompok eh dengan ini dengan 5:50 PDIP. Selama kita anggap PDIP kan ini 5:52 kelompok nasionalis yang bukan Islamis. 5:54 Pokoknya mereka tuh untuk masalah 5:55 Palestina mereka sangat-sangat concern. 5:57 Iya. Jadi, saya ketemu sama almarhum 6:00 siapa tuh ya Pak ya ketua Baitul Quran 6:02 itu 6:03 apa Abdul Haq. Heeh. 6:04 Saya ketemu sama beliau ya diskusi. 6:06 Artinya intinya itu bahwa pihak PDIP 6:08 concern. Makanya eh Wayan Koster itu kan 6:11 ketika menolak ini kan benar-benar di 6:13 luar 6:14 di luar ini. Ya, artinya mereka 6:15 pertaruhkan betul itu kan reputasi PDIP 6:18 ketika menolak itu. 6:20 Dan Megawati juga 6:21 menolak di sana. Iya. 6:24 Dan sekarang ini ada satu gerakan, Dok, 6:28 namanya BDS. Boikot, dis 6:33 eh 6:34 Divestasi. Divestasi and sanction ya 6:36 gitu ya. 6:37 Nah, ini kan kita lihat ternyata di 6:40 parlemen ini sudah ada RUU-nya, Dok. 6:44 Sudah ada RUU-nya. Iya. Jadi, di malam 6:46 ini kita ingin menyoroti sebenarnya RUU 6:49 BDS ini itu bagaimana kita akan lihat eh 6:53 sebenarnya tujuan dari RUU ini 6:55 digulirkan itu untuk apa, lalu juga 6:57 tahapan-tahapannya seperti apa, dan 6:59 sebenarnya langkah untuk pembelaan 7:02 Palestina dari RUU BDS ini juga 7:04 bagaimana. Terus juga peluangnya sih 7:06 sebenarnya RUU sampai jadi undang-undang 7:08 itu bagaimana. Nah, alhamdulillah nih 7:10 sudah bergabung 7:13 eh tamu kita narasumber kita 7:16 Bapak Mardani Ali Sera. Alhamdulillah. 7:19 Assalamualaikum, Pak Mardani. 7:22 Waalaikumsalam, warahmatullahi 7:24 wabarakatuh. Maafkan baru gabung. 7:26 Lanjut. 7:27 Siap. Tadi kita sudah ngobrol-ngobrol 7:29 nih sama Dokter Ben gitu ya 7:32 mengenai perkembangan 7:33 Apa kabar, Pak Dokter? Alhamdulillah, 7:35 Pak Mardani insyaallah. 7:38 Baik, ikhwan akhwat kami juga mengundang 7:40 Anda untuk bergabung di acara buka mata 7:43 buka telinga di malam hari ini. Silakan 7:45 sampaikan komentar ataupun pertanyaan 7:47 Anda ke nomor WhatsApp Rasil di 7:50 0811199970 7:55 720. RUU BDS, keberpihakan pada keadilan 7:59 dan kemanusiaan. Itu topik kita di malam 8:01 hari ini. Eh, sebagai eh, pembuka 8:05 diskusi kita, Dokter Ben, kami 8:07 persilakan Dok untuk eh, kenapa kita 8:10 mengangkat eh, topik di malam hari ini. 8:14 Ya, makasih, Mas Angga. 8:16 Jadi, 8:18 ini masalah eh, RUU BDS ini, terus 8:22 terang saya kaget ketika Mas Angga 8:24 ngadukan pada saya, "Ini ada DPR lagi 8:27 menggodok ini." "Info dari mana?" "Info 8:29 dari Pak Madani." "Wah, ini ini penting 8:30 kita kita diskusi ini kalau kita angkat 8:32 ini. 8:33 Karena ini menurut saya, saya bilang ini 8:35 RUU ini sangat strategis sekali dalam 8:37 dalam kondisi hari ini. Nah, kenapa 8:39 strategi bisa bilang. 8:41 Kalau kita ketahui eh, selama konflik 8:43 Israel bukan konflik ya, pembantaian ini 8:46 genosida Israel terhadap warga Gaza ini 8:49 dan boikot yang dilakukan oleh society 8:52 rakyat masyarakat, apakah itu Pizza Hut 8:54 segala macam, McD segala macam ini 8:57 sebenarnya eh, 8:58 kita pikir ya, efektif gitu ya, tapi 9:01 rupanya 9:02 transaksi-transaksi perdagangan antara 9:05 Indonesia dengan Israel meningkat dalam 9:06 dalam ketika peristiwa ini berlangsung 9:09 gitu loh. Ada pada satu sisi masyarakat 9:11 memboikot Pizza Hut kebingungan 9:13 kelimpungan, McD dan sebagainya 9:15 sebagainya, tapi di balik itu ada 9:17 transaksi perdagangan yang terus terang 9:20 kita agak kaget kok bisa terjadi seperti 9:22 ini. Artinya, empati kemanusiaan 9:25 pihak-pihak eh, apa ya, pihak-pihak eh, 9:28 pebisnis ini kok di mana gitu loh. 9:29 Artinya, demi cuan mereka 9:31 mengesampingkan aspek-aspek kemanusiaan 9:33 dan aspek politik lainnya misal gitu ya. 9:36 Eh, sebab itu dikagetkan dalam ke 9:39 kelimpungan kesal dan kemarahan itu, 9:41 tiba-tiba kita dapat informasi, nah, DPR 9:43 lagi lagi menggodok RUU BDS. Wah, ini 9:47 ini perlu banget ini kita kita bantu, 9:49 kita dukung secara bersama gitu. Dan 9:51 saya yakin bahwa dengan dengan 9:53 komposisi, saya yakin komposisi 9:56 orang-orang yang menggodok ini kan semua 9:58 fraksi masuk ya, Pak Fraksi, kalau 9:59 enggak salah Pak Mardani ketuanya Bu 10:00 Netty ya, Pak Mardani ya? 10:02 Kalau enggak salah saya. 10:04 Nah, 10:06 jadi jadi ee 10:08 dengan masuk semua fraksi dan 10:10 ee mungkin mereka sudah melakukan 10:12 hearing-hearing dengan berbagai pihak 10:14 untuk mencari masukan-masukan di publik 10:17 ya terhadap RUU ini sehingga RUU ini 10:19 bisa digolkanlah 10:21 gitu loh. Tapi saya punya feeling ya, 10:23 saya punya feeling, feeling mungkin 10:24 feeling mudah-mudahan feeling saya ini 10:26 enggak benar gitu ya. Bahwa RUU ini RUU 10:29 yang berat untuk di di apa digolkan 10:31 karena banyak kepentingan-kepentingan 10:33 pebisnis di situ dan 10:35 saya meyakinkan juga bahwa Israel enggak 10:37 tinggal diam, pasti Israel dengan dengan 10:39 stasiun intelijennya Mossad apakah di 10:41 Singapura atau di Bangkok pasti dia 10:44 bekerja, pasti dia bekerja untuk 10:46 menggagalkan ini 10:47 RUU menjadi undang-undang. Karena kalau 10:50 kalau dia menjadi undang-undang, pasti 10:51 ada sanksi kalau dilanggar kan. 10:54 Dan pelaku ini kan bukan pebisnis 10:56 ecek-ecek gitu loh, ini 10:57 pebisnis-pebisnis besar gitu loh karena 10:58 dalam kuartal 11:00 ee bulan Januari sampai bulan 11:03 April ya untuk bulan perdagangan ini 11:06 besar dengan Israel ini terutama 11:08 menyangkut tentang alat-alat 11:10 apa alat yang teknologi high-tech lah 11:12 ya, high-tech. Ini ini ini ini 11:15 sangat diuntungkanlah Indonesia dalam 11:16 konteks ini. Nah, makanya kita undang 11:18 Pak Mardani untuk kita diskusi ini Pak 11:20 Mardani sehingga publik ini bisa 11:22 membantu, artinya 11:24 ee seakan begini, DPR enggak enggak 11:26 sendiri loh, kami siap siap membantu. 11:28 Nah, 11:29 jadi ee dengan kita angkat ini ya 11:31 mudah-mudahan media-media lain juga 11:33 mengangkat bahwa ini adalah RUU dan saya 11:35 yakin ee Bapak Bapak Prabowo ini akan 11:38 akan akan ikut men mensupport ini ini 11:42 undang-undang RUU ini karena memang RUU 11:44 ini kita angkat demi kemanusiaan, ya, 11:46 kan, ini aspek kemanusiaan dan dan 11:48 memang kalau RUU ini tidak tidak 11:51 digulirkan, saya pikir kekalahan 11:53 kekalahan kita ini melawan ee kezaliman 11:56 yang dilakukan oleh Israel. Dan sekali 11:58 lagi saya katakan bahwa ee ini ini berat 12:01 ini RUU ini berat dan saya yakin berat 12:02 ini. 12:03 Bahkan internal berat dan eksternal juga 12:05 tidak kalah beratnya. Bisa-bisa 12:07 bisa-bisa Amerika Amerika juga ikut akan 12:09 ikut campur kalau memang ada indikasi 12:11 bahwa RUU ini akan digulirkan. 12:14 Saya pikir demikian sebagai prolognya, 12:15 Pak Mardani dan mungkin nanti kita coba 12:17 ee 12:18 diskusikan lebih dalam lagi. Baik, 12:20 Dokter Ben. Ee memang ee kita lihat 12:24 Badan Kerja Sama Antar Parlemen DPR RI 12:28 sudah memastikan bahwa RUU BDS ini 12:30 sedang dimatangkan. Beberapa pemberitaan 12:34 di media juga kami pantau gitu, ya. 12:36 Apalagi sudah ada ee 12:39 respon beberapa pihak yang melihat RUU 12:43 ini sebagai langkah heroik gitu, ya, 12:45 khususnya apalagi umumnya masyarakat 12:46 Indonesia. Namun ada juga yang menilai 12:48 bahwa RUU ini dapat membahayakan 12:50 Indonesia gitu. Bukan Israel yang 12:52 berbahaya, tapi Indonesia yang 12:53 berbahaya. Nah, kita juga akan lihat 12:54 sebenarnya latar belakang dan juga 12:57 bagaimana kemajuannya saat ini RUU BDS 12:59 ini kami minta Bapak Mardani Ali Sera 13:03 untuk memberikan 13:05 ee 13:07 penjelasannya dan juga ee 13:10 kepada kita semua nih. 13:11 Silakan, Pak Mardani. 13:19 Ya. 13:25 Halo, Pak Mardani. 13:30 Oh, keluar lagi? 13:36 Iya, sudah gabung lagi. 13:37 Terputus tadi, Pak Mardani. 13:39 Maaf dan Mas Angga, tadi terputus. 13:41 Oh, iya. Izin. Baik, silakan, Pak 13:43 Mardani. 13:44 [berdehem] 13:45 Ya, saya sama Pak 13:45 Bismillahirahmanirahim. 13:47 Assalamualaikum warahmatullahi 13:49 wabarakatuh. Waalaikumsalam. 13:51 Waalaikumsalam. 13:52 Alhamdulillah, Allahumma sholli ala 13:53 sayyidina Muhammad. Amma ba'd. 13:57 Bahagia sekali malam ini dibuka mata, 14:00 dibuka telinga, kita bahas salah satu 14:05 eh proses yang buat saya sangat 14:07 teknokratis dan strategis dalam upaya 14:11 kita melawan hegemoni eh Israel 14:16 eh dan kezaliman, ya. 14:18 Eh rancangan undang-undang eh 14:22 eh biasanya disebut eh 14:25 kita biasanya menyebutnya dengan eh BDS 14:28 gitu, ya. Ya. 14:29 Ehm. Eh boikot, deinvestasi, dan sanksi, 14:33 gitu, ya. 14:34 Iya. Adalah sebuah bentuk, ya, 14:37 upaya dari satu negara untuk menetapkan 14:42 arah kebijakan 14:45 dalam tanda kutip menghukum 14:47 para pihak. 14:49 Bisa itu negara, 14:52 bisa itu private sector, bisa itu eh eh 14:57 kekuatan-kekuatan tertentu 15:00 eh yang tidak eh vis-a-vis eh dalam 15:05 bentuk eh pertahanan dan keamanan. 15:10 Tapi lebih kepada bagaimana kita eh 15:14 memberikan hukuman dalam bentuk eh 15:18 sanksi ekonomi, 15:20 eh boikot, dan juga deinvestasi, ya. 15:25 membuat kekuatan ekonomi kelompok yang 15:28 kita para pihak hukum itu mendapatkan ee 15:33 tekanan. 15:35 Di banyak cerita ini efektif ya. Saya ee 15:39 mendapat beberapa data, ada satu 15:43 pemprodusen 15:44 ee ee 15:47 baju olahraga yang sangat terkenal 15:50 menjadi ee 15:52 ee 15:53 ee 15:54 ee suporter dan juga 15:57 ee ee timnasnya Israel ya. 16:01 E jersey-nya gitulah diboikot ee 16:10 Iya, terputus lagi. 16:14 Ya, masih kita tunggu 16:16 sambungan kembali. 16:18 Sepertinya kurang stabil ini 16:21 jaringan internet 16:24 Pak Mardani ya, Dokter Ben ya. 16:26 Iya. Kalau Dokter Ben stabil nih, bagus 16:29 enggak putus-putus. Iya, terhubung lagi. 16:32 Baik, Pak Mardani. 16:33 Kayaknya ee maafkan sinyal saya nih. 16:37 Padahal di rumah ini ya. Mudah-mudahan 16:39 lancar habis ini. Jadi 16:42 merek tersebut akhirnya memutuskan 16:44 kontraknya mensuport ee timnasnya 16:47 Israel. 16:49 Dan habis itu mereka kembali rebound. 16:52 Nah, jadi 16:53 buat kita semua, saya sebut tadi 16:56 undang-undang 16:57 rancangan undang-undang ee de investasi 17:00 atau boikot, de investasi dan sanksi ini 17:04 sangat efektif untuk melakukan tekanan 17:09 ekonomi khususnya kepada para pihak, 17:12 dalam hal ini adalah Zionis Israel. 17:15 Ee menjadi sangat penting karena 17:19 kekuatan Israel bukan cuma ditopang oleh 17:22 kekuatan politik tapi juga kekuatan 17:24 ekonomi ya dan ekonomi ini 17:28 yang menjadi salah satu sumbernya jadi 17:31 ketika sumbernya kita keringkan 17:33 sumbernya kita keringkan maka kemampuan 17:36 mereka juga menjadi berat itu yang 17:38 pertama tentu 17:40 undang-undang 17:42 BDS ini 17:45 berbarengan dengan aksi-aksi kita yang 17:47 lain untuk menekan agar Zionis Israel 17:51 menghentikan genosidanya dan kalau perlu 17:53 dihukum ya karena International Criminal 17:56 Justice ICC International Criminal Court 18:00 juga sudah banyak mengeluarkan resolusi 18:03 dan hukuman untuk menangkap mengadili 18:05 Netanyahu dan kawan-kawannya 18:08 nah sampai sekarang tentu ini 18:13 menjadi perjuangan yang 18:16 wajib untuk kita gaungkan ya 18:20 di DPR sendiri 18:22 banyak pihak yang sudah geregetan 18:25 kepada 18:27 bukan geregetan lagi ya bahasa saya 18:29 marah 18:31 dan 18:32 tegas untuk 18:34 membuat agar Israel betul-betul 18:38 mengikuti tata aturan dunia 18:42 tentu ini 18:44 kita tidak masuk ke pro and kontra 18:46 tentang two state solution-nya karena 18:49 sebagian pihak mengatakan gimana mau 18:51 solusi dua negara 18:53 wong yang terjadi sekarang genosida saja 18:56 tidak bisa dihukum tidak bisa dihentikan 18:59 ya buat saya 19:00 para pihak silakan 19:02 punya pendapat dan semua pendapat di 19:05 negeri ini ketika diberi kerangka yang 19:08 jelas patut kita dengar ya tetapi saya 19:11 cuma ingin menggarisbawahi 19:13 undang-undang, rancangan undang-undang 19:16 BDS ini, boikot, investasi, dan sanksi 19:19 ini efektif 19:21 efektif untuk membuat banyak pihak 19:25 membuka mata. 19:27 Jangan 19:28 diam. Jadi, 19:30 kita bisa doa, 19:31 kita bisa demo, tetapi ada kekuatan 19:34 besar kita bisa bersuara dengan 19:37 melakukan boikot, 19:39 deinvestasi, dan sanksi, ya. Deinvestasi 19:43 dan sanksi. Tentu ini harus dilakukan 19:47 dengan sangat seksama, ya. Contoh misal, 19:53 Ya, terputus lagi. 19:55 Memang jaringannya kurang stabil ini, 19:57 ya. 19:58 Di daerah tempatnya Pak Mardani. 20:02 Jadi, Ikhwan wal Akhwat ini, mohon 20:05 bersabar dan mohon maaf atas 20:07 ketidaknyamanannya ini. 20:09 Ketidaknyamanannya untuk siaran di 20:12 melalui Zoom Meeting di malam hari ini. 20:16 Kita melihat sepertinya tadi juga 20:19 disebutkan, ya, Dokter Ben, eee 20:23 Oke. 20:25 Sudah ter- sudah terhubung lagi. 20:27 Betul-betul. 20:28 Maafkan, maafkan. Habis ini saya pindah, 20:31 pindah lokasi kayaknya. Ini sinyal 20:34 internet saya ini lagi problem. Tapi, 20:36 intinya begini. 20:37 Eee sanksi itu sendiri, kenapa penting 20:40 undang-undang ini, Mas Angga? Agar kita 20:44 tidak menghukum mereka yang tidak salah. 20:48 Contoh tentang boikot. Ini efektif, Mas 20:51 Angga. Tapi, kadang-kadang kalau tidak 20:54 ada aturan yang proporsional, dia bisa 20:58 digunakan 21:00 oleh salah satu pesaing bisnisnya 21:02 menghembuskan isu. Eee 21:05 eee merek A ini eee bantu Israel 21:08 kita buru-buru langsung melakukan boikot 21:10 kepada merek A ini hmm padahal mesti ada 21:13 lembaga yang memverifikasi 21:16 sama ketika diverifikasi ada lembaga 21:20 sertifikasi halal nanti ada lembaga 21:22 sertifikasi 21:24 yang 21:26 memberikan produk ini boleh diboikot nah 21:29 itu salah satunya dan boikot ini 21:32 berlaku tidak permanen karena kayak 21:35 misal kita tidak boleh tidak boleh beli 21:37 produk A karena dia terindikasi membantu 21:40 Israel atau perusahaan induknya itu 21:43 terlibat 21:44 kerjasama dengan perusahaan Israel nah 21:46 ketika perusahaan induk itu sudah 21:48 menyatakan kami sudah menghentikan maka 21:51 boikotnya dengan sendirinya harus 21:52 diumumkan oh produk ini boleh keluar 21:56 dari list boikot karena produk ini sudah 22:00 ikut kembali kepada aturan main yang 22:02 benar nah karena itu ada ada review bisa 22:06 tiga bulanan kami memikirkannya enam 22:08 bulanan begitu Pak 22:10 hmm 22:11 kita lihat contoh bagaimana 22:13 Puma itu ya yang awalnya menjadi 22:16 support-nya timnas Israel 22:19 lalu setelah ada boikotnya yang begitu 22:22 masif di seluruh dunia dia mencabut dan 22:23 akhirnya sekarang berhenti gitu sudah 22:25 tidak mensupport lagi 22:26 [mendengus] 22:26 kita juga melihatkan BDS ini sebuah 22:30 movement atau gerakan ya Pak Mardani ya 22:32 ada lembaganya ada pengurusnya apakah 22:35 juga sempat Pak Mardani ada interaksi 22:38 gitu ya dengan dengan orang-orang atau 22:41 dengan aktivis-aktivis di BDS movement 22:43 sendiri untuk terlibat dalam merancang 22:47 RUU ini 22:53 iya 22:54 berapa kali kita ketemuan masa enggak 22:56 hmm dan kami kagum karena gerakan ini 23:00 gerakan organik dari masyarakat makanya 23:03 nanti kayak tadi eh tentang lembaga 23:06 sertifikasi boikot, bahasanya gitu kan. 23:08 Ehm. Ehm, lembaga sertifikasi ehm, 23:12 sanksi dan divestasi gitu. Itu pandangan 23:15 kami tidak melibatkan pemerintah gitu 23:17 loh, karena kalau melibatkan pemerintah 23:20 posisi pemerintah nanti akan ehm, tidak 23:23 nyaman gitu loh. Karena ehm, misalnya 23:25 gini. Sebagian yang berpendapat ini 23:28 nanti bisa 23:30 ehm, merusak investasi. Tidak loh buat 23:32 saya, justru kita akan mendapatkan 23:34 investasi yang berkualitas ya. 23:37 Sama ehm, dulu ehm, kita pengen banyak 23:41 turis datang. Ketika turis datang tidak 23:43 berkualitas justru malah merusak. 23:45 Investasi datang tapi investasinya tidak 23:47 berkualitas justru merusak. Dengan 23:49 undang-undang DBS ini maka yang datang 23:52 itu adalah investasi-investasi yang 23:54 berkualitas. Dan jangan salah Mas Angga, 23:57 undang-undang DBS ini juga diterapkan 24:00 ehm, dalam skala tertentu bentuknya sama 24:03 melimitasi 24:05 perusahaan-perusahaan 24:07 yang merusak lingkungan. 24:09 Perusahaan-perusahaan yang 24:10 mengeksploitasi sumber daya alam, 24:12 perusahaan-perusahaan yang 24:13 mengeksploitasi buruh murah, 24:15 perusahaan-perusahaan yang 24:16 mengeksploitasi tenaga kerja di bawah 24:19 umur. Ehm. Ehm, perusahaan-perusahaan 24:21 perusahaan yang tidak menghargai budaya 24:22 lokal, ada. 24:24 Itu sudah wujud dalam tata kelola good 24:27 governance 24:28 dalam good economic governance ada. 24:31 Tinggal ini ditambahkan. 24:33 Karena apa yang kita tinggal menambahkan 24:35 unsur hak asasi manusia. 24:38 Kita tinggal menambahkan unsur Zionis 24:40 Israel yang memang itu betul-betul 24:43 sekarang ini Mas Angga, ehm, kemarin tuh 24:46 saya mendet mem mem mem memeriksa dengan 24:49 detail. 24:50 Ehm, 28 29 ehm, 24:53 harusnya Juni kemarin dimundurin ke Juli 24:56 ya karena Amerika nyuruh Israel atau 24:59 Amerika dan Israel nyerang Iran yang 25:01 Juni itu ya. 25:03 Itu di New York itu 17 negara 25:06 itu kalau dilihat ini perubahan besarnya 25:10 itu adalah negara-negara tradisional 25:13 pendukung 25:14 Amerika dan Israel 25:16 itu Spanyol 25:18 Prancis Inggris, Kanada, Australia, 25:23 Finlandia. Itu negara-negara tradisional 25:25 yang sekarang sudah berbalik gitu loh. 25:27 Dan itu satu bentuk dan ketika saya cuma 25:31 zooming kenapa negara-negara ini 25:33 berubah? 25:34 Saya tidak suuzon bahwa mereka memang 25:36 melihat genosida itu penting, tapi salah 25:38 satu yang paling kuat adalah gerakan di 25:41 masyarakatnya yang muak 25:43 marah 25:44 kepada Israel demikian besar. Nah, 25:47 ketika tekanan dalam negerinya besar 25:49 elit dan pemerintah tahu kalau ini tidak 25:52 diakomodasi, saat pemilu nanti mereka 25:54 akan dihukum. Iya, iya, iya. Akhirnya 25:56 mereka berubah. Nah, karena itu penting 25:58 sekali 26:00 ada suara 26:01 dari kita tentang bab ini. Begitu Mas 26:03 Angga? 26:04 Lalu perhatiannya terhadap nanti ya, 26:07 sebenarnya eh mekanisme pemboikotan, 26:10 lalu juga mekanisme divestasi dan 26:12 sanksinya 26:14 yang dirancang, yang digodok itu apakah 26:16 sampai nanti tuh eh betul-betul menarik 26:19 investasi dari perusahaan yang 26:21 berkontribusi ya, khususnya di Indonesia 26:23 ini ada yang berkontribusi secara 26:25 langsung adapun yang tidak langsung 26:27 kepada eh Zionis Israel gitu ya. Lalu 26:29 sanksinya juga pemerintah apakah nanti 26:32 juga akan eh betul-betul secara aktif 26:34 menekan gitu ya organisasi internasional 26:36 yang memang eh berperan gitu ya. Dan 26:39 Indonesia berani memberlakukan sanksi. 26:41 Apakah sampai nanti seoptimis itu eh Pak 26:43 Mardani dari 26:45 rancangan undang-undang ini? Eh eh yang 26:48 pertama tentu kalau bahasa kami ada high 26:51 call, ada call tinggi. He eh. Ada eh 26:55 posisi yang sifatnya kita kompromi, ya. 26:58 He eh. Eh 27:00 call tinggi itu apa? Ya pokoknya semua 27:03 para pihak 27:05 yang direct or indirect eh 27:08 berhubungan dengan Israel harus kena 27:11 tiga ini. Ya, boikot, divestasi, dan 27:14 sanksi. He eh. Nah 27:16 Israel juga pandai, eh mereka 27:19 melakukan 27:21 eh financial engineering gitu. 27:24 Ya, kan kita dengar Mas Angga banyak 27:26 produk kurma Israel itu 27:29 itu eh dibuat di Israel karena Israel 27:32 punya 27:33 eh kemampuan pertanian yang mumpuni, ya 27:36 tetapi mereka tidak bisa jualnya ke 27:38 pasar internasional made in Israel gitu 27:41 loh. Nah, mereka kerja sama tuh. 27:43 Ya, Israelnya pintar. Eh perusahaan 27:45 induknya ini 27:47 membuka eh small portion of stock dia, 27:51 katakan 3% 5% diberikan ke negara lain. 27:55 Jadi eh made in ini made in negara 27:56 tersebut gitu loh, padahal itu cuma 27:58 kamuflase saja. Nah, pentingnya kita 28:02 punya lembaga yang cerdas itu sekarang 28:04 ini kayak PPATK kan. Pusat Pelaporan 28:07 Analisa Transaksi Keuangan. Kita bisa 28:11 menelusurinya 28:12 dengan aliran keuangan karena sekarang 28:15 ini eh aliran keuangan eh dunia itu 28:18 sangat mudah untuk di-tracing. 28:21 Eh kita punya banyak kemampuan 28:23 orang-orang yang punya kemampuan IT yang 28:25 luar biasa. Bisa melihat tuh 28:27 jalur-jalur, tinggal kita tandai saja. 28:30 Warna merah, oh jalurnya ke sini nih. 28:32 Sudah karena eh enggak mungkin kan 28:34 mereka bawa tenteng itu bawa cash gitu 28:36 loh untuk bantu Israel. Semuanya itu 28:39 pakai transaksi. Bisa yang masih belum 28:41 kita tembus itu crypto gitu loh. Nah, 28:44 crypto ini kan sebenarnya safe haven 28:46 bagi para kriminal tetapi 28:50 lihat baik kebaikannya ada peer to peer 28:52 nya itu bagus tetapi ini juga menjadi 28:54 tempat yang tidak bisa di tracing, 28:56 jangankan 28:58 kita negara besar saja belum mampu untuk 29:01 mentracing bab ini 29:04 sampai yang saya baca ya, tapi ke 29:05 depannya saya yakin akan ada banyak 29:08 selalu kelompok yang bisa membantu kita 29:10 karena itu nanti bentuknya ini gerakan 29:12 masyarakat jangan diserahkan di 29:15 undang-undang TPKS ini pemerintah wajib 29:17 jangan 29:19 masyarakat, nah kita bersyukur Majelis 29:21 Ulama Indonesia bahkan saya baca juga 29:24 Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah lain-lain 29:26 itu 29:27 betul-betul punya strong position 29:30 menentang Israel 29:35 benar-benar ingin Israel itu mendapatkan 29:39 hukuman begitu 29:42 Kalau boleh kita 29:44 buka nih Pak Mardani ya sebenarnya 29:46 tahapan pembahasannya ataupun 29:48 mekanismenya di parlemen sekarang 29:50 bagaimana sih Pak Mardani? Pengajuannya 29:52 RUU sudah gitu ya, lalu pembahasan di 29:54 tingkat komisi ataupun di tingkat 29:56 paripurna itu bagaimana? 29:58 Nanti kira-kira analisanya Pak Mardani? 30:01 Eh 30:02 betul, nah kita itu selalu punya namanya 30:06 Prolegnas program legislatif nasional 30:10 ada yang long list itu yang 5 tahun ada 30:14 yang short list yang per tahun 30:16 untuk yang long list kita sudah 30:17 mengajukan 30:19 eh 30:21 tuh tetapi itu belum masuk ke dalam 30:24 pembahasan yang short list apa tahun ini 30:27 apa tahun depan, nah ada yang berlaku 30:31 hukum sentimen publik ketika publik 30:33 makin sadar makin aware maka akan makin 30:37 banyak tekanan sehingga dari yang masuk 30:41 long list bisa masuk yang shortlist. 30:43 Gitu. 30:45 Nah, tentu ini 30:47 eee diharapkan dengan acara kita buka 30:49 mata, buka telinga semua pihak secara 30:52 proaktif menghubungi eee partai-partai 30:55 yang memiliki eee 30:58 eee kursi di parlemen ataupun tidak 31:00 memiliki kursi. Mmm. Karena siapapun 31:02 bisa bersuara untuk mendukung. Saya 31:05 apresiasi tiga pelari 31:07 yang eee dari eee Jakarta Bali atau Bali 31:11 Jakarta, tiga orang itu eee run for 31:15 solidarity, gitu loh. Oh, gitu ya. Dan 31:17 Mmm. eee belum tentu eee teman-teman ini 31:20 dari komunitas muslim, belum tentu. Iya, 31:22 iya. Karena kita ingin DBS ini jangan 31:25 melulu ini urusan partai Islam, ini 31:28 urusan Mmm. eee masyarakat Islam, tidak. 31:31 Ini justru kita mengajak semua. 31:34 Dengan undang-undang DBS ini nanti ada 31:36 negara manapun 31:38 melakukan kekerasan kepada 31:40 ras atau suku manapun, agama apapun kita 31:44 bisa tetapkan. Jadi Indonesia 31:45 betul-betul menjadi negara yang sangat 31:48 peka untuk mewujudkan 31:51 eee undang-undang. Di undang-undang itu 31:53 kan 31:55 kemerdekaan adalah hak segala bangsa. 31:58 Oleh sebab itu penjajahan harus 31:59 dihapuskan dari muka bumi. Jadi siapapun 32:02 menjajah harus dilawan. Gitu. 32:04 Iya. 32:05 Jadi penting untuk dicatat yang pertama 32:08 justru partisipasi masyarakat ya. Karena 32:11 masyarakat tadi memiliki hak juga untuk 32:12 berpartisipasi. Siapapun kelompoknya 32:15 karena memang tadi gerakan BDS apalagi 32:17 ini akar rumput yang didukung oleh eee 32:19 berbagai kelompok gitu ya Pak Marwan ya. 32:23 Mmm. Betul. 32:24 Dan [berdehem] saya ketemu dengan 32:25 aktivisnya 32:27 ada yang eee datang langsung ke DPR, ada 32:30 yang kami undang juga itu mereka punya 32:33 kerangka yang sangat baik, mereka sudah 32:36 punya naskah akademis ya 32:39 eee yang buat kami itu menjadi masukan 32:41 sangat berharga 32:43 yang memudahkan gitu. Nah, jangan pernah 32:47 takut negara atau pemerintah terhadap 32:50 bagaimana dengan investasi gitu. 32:52 Dengan iklim investasi justru kita jadi 32:56 pionir ya kayak contohnya 32:59 Anda banyak multinasional corporation 33:02 itu 33:03 yang memang harus ditaklukan dengan 33:07 undang-undang yang ketat misal tentang 33:10 lingkungan hidupnya gitu kan. Dia kalau 33:12 enggak ada aturan lingkungan hidup yang 33:14 baik dia bisa dengan mudah membuang 33:16 limbahnya gitu. Iya, iya. eee 33:19 sustainable development sekarang itu 33:21 sangat tegas sudah menjadi mainstreaming 33:23 isu 33:24 gender mainstreaming isu. Nah, kami 33:26 berharap DBS ini suatu ketika menjadi 33:28 mainstreaming isu. 33:30 Hidup itu bukan tentang bagaimana 33:32 pertemuan ekonomi 33:34 tapi hidup itu tentang karakter dan jati 33:36 diri bangsa gitu. Bahwa kita adalah 33:39 bangsa yang mendukung kemerdekaan ya. 33:42 Bahkan eee salah satu dari empat tugas 33:45 dari negara itu kan ikut serta dalam 33:48 perdamaian dunia gitu. eee begitu 33:51 Baik Pemardani, saya akan ke Dokter Ben 33:54 dulu ya. Dokter Ben, 33:56 tadi [berdehem] kan juga dikatakan sama 33:57 Dokter Ben gitu ini pasti Israel tidak 33:59 akan tinggal diam. 34:01 Roman-romannya kayaknya Pak Mardani juga 34:02 sudah ditandai Dokter Ben ya. 34:04 [tertawa] 34:08 Dok, gimana kira-kira tadi melihat 34:10 ternyata sudah sejauh ini loh Dokter Ben 34:12 dilakukan oleh BKSAP oleh Pemardani gitu 34:14 ya. 34:15 Dan juga tahapan-tahapannya serius gitu 34:17 ya. Eee ini ini ini langkah yang 34:20 kira-kira di unsur masyarakat kan 34:22 masyarakat itu nanti elemennya banyak 34:24 gitu ada tokoh gitu ya ada ada 34:27 asatid, ada akademisi gitu ya ada 34:31 ada profesional gitu ya. Bagaimana Dok 34:33 nih kalau dokter dari sisi ee 34:36 kerelawanan melihat orang-orang 34:37 profesional ataupun orang-orang penting, 34:39 tokoh bisa terlibat dalam dalam 34:42 ee gerakan ini, Dok? 34:44 Iya. 34:45 Ya masalah enggak memang standar setiap 34:46 [berdehem] 34:47 pertemuan atau ceramah-ceramah saya 34:49 selalu katakan begini bahwa 34:51 untuk melawan kita Israel itu ada tiga 34:53 tahapan, tiga tahapan. Mungkin saya 34:55 terlalu ideal ya, terlalu ideal. 34:57 Yang pertama itu adalah bantuan 34:58 kemanusiaan, itu paling dasar. 35:01 Nah, artinya apa? Artinya bantuan 35:02 kemanusiaan ini semua orang ini 35:04 happy-happy ya. 35:05 Yang yang dibantu senang, kemudian yang 35:07 yang yang lain ya pokoknya 35:09 senang-senanglah enggak ada enggak 35:10 enggak ada paling enggak ada yang 35:11 paling-paling enggak ada paling enggak 35:12 terlalu proteslah yang membantu 35:13 kemanusiaan. Heeh. Yang kedua adalah 35:15 politik kemanusiaan. Nah, politik 35:16 kemanusiaan ini mungkin di forum-forum 35:17 politik ya, forum-forum internasional ya 35:19 yang dilakukan oleh pemerintah maupun 35:21 oleh IPU, oleh parlemen ya. 35:24 Nah, itu dua tahap tapi ada tahap 35:25 ketiga. Nah, saya katakan tahap ketiga 35:28 ini tahap yang yang agak agak berat itu 35:30 adalah politik ee perlawanan ya, 35:33 resistensi politik. 35:35 Ini yang ini yang yang berat untuk 35:36 dilakukan. Kenapa? Karena yang paling 35:39 mungkin adalah untuk di ukuran Indonesia 35:41 itu adalah boikot, divestasi, sanksi 35:45 mungkin itu harus diboikot dulu baru 35:47 bertahap kedua, ketiga gitu ya. Heeh. 35:49 Dan memang saya 35:51 sudah berapa kali saya pikir saya ajak 35:52 teman-teman ayo kita coba masuk tahap 35:54 ketiga. 35:55 Kalau misalnya demo-demo yang sudah ya 35:57 demo silakan demo gitu ya. 35:59 Yang bantu kawan saya sangat bantu tapi 36:00 tahap ketiga ini nah tahap ketiga ini 36:02 memang harus punya satu satu jaringan 36:05 yang kuat mau bisa jadi 36:06 jaringan-jaringan internasional. Nah, 36:08 beberapa kali saya saya pernah ketemu 36:10 sama Ustaz So Sauki ya tapi saya sempat 36:12 saya diskusi panjang lebar masalah BDS 36:14 dan beliau BDS itu di 36:16 bisa. 36:16 Nah, saya pikir dengan diambil oleh 36:19 parlemen saya pikir ini langkah langkah 36:21 maju saya pikir oh niat saya ini kok 36:23 sudah diambil sama parlemen saya pikir 36:25 ini saya bersyukur nih ada yang ambil. 36:27 Tapi setelah ini Pak Mardani 36:29 mungkin saya 36:30 mungkin enggak seperti ekspektasi awal 36:33 saya. Karena begini, kalau memang 36:35 tidak dilibatkan pemerintah, saya pikir 36:37 undang-undang ini kurang efektif Pak 36:39 Mardani. Karena begini, contohnya Pak 36:40 Mardani ya. 36:41 Saya pernah sampai ketemu dengan Pak Pak 36:43 Zulhas waktu itu beliau mendak, mendak. 36:46 Saya bilang Pak Pak Pak Zulhas, ini ini 36:49 tahun 2024 awal kali ya ketemu beliau. 36:52 Saya bilang pemerintah harus memboikot 36:55 eh produk-produk Israel begitu kan. 36:57 Beliau setuju, ya beliau setuju tapi 36:59 dalam konteks beliau sebagai warga 37:01 negara begitu loh. 37:02 Tapi bukan setuju dalam sebagai konteks 37:04 sebagai 37:05 mendaknya begitu loh. Yang mau saya 37:08 lapor ke mendak begitu loh. Artinya kita 37:10 enggak ada hubungan diplomatik sama 37:11 Israel. Nah kita punya banyak alasan 37:13 untuk bisa me apa men-stop-lah, men-stop 37:16 perdagangan itu. Kan selama ini kan 37:17 pihak ketiga ya. 37:18 Misalnya Singapura, misalnya Thailand 37:20 atau yang mana lah. Pokoknya ada pihak 37:21 ketiga. 37:22 Eh rumah tangga Indonesia dan itu itu 37:25 deras. 37:26 Saya pikir dengan undang-undang ini 37:28 artinya apa? Artinya pemerintah pun 37:29 dilibatkan, terutama eh departemen 37:32 perdagangan untuk bisa mensortir begitu 37:34 loh, mensortir wah ini terindikasi kan 37:37 seperti kata Pak Mardani tadi itu bahwa 37:39 yang namanya keuangan internasional itu 37:40 enggak gampang terpantau kan. Misalnya 37:42 ada contoh begini, misalnya ada kurma 37:44 kurma Medjool misalnya. Ini kurma Israel 37:46 itu penghasil kurma paling besar. Dan 37:48 kurma-kurma yang dihasilkan Israel ini 37:50 diproduksi di apa yang ditanam di di di 37:53 Israel itu itu di Tepi Barat. Itu punya 37:55 pertaniannya 37:56 pertaniannya eh Palestina yang diambil 37:58 dirampas kemudian diambil alih oleh oleh 38:01 oleh pemukim-pemukim ilegal Israel 38:03 begitu kan. Nah saya pikir nah kalau 38:04 misalnya kita mengharapkan bahwa 38:06 masyarakat untuk bisa lebih ikut 38:08 partisipasi tapi terbatas informasi 38:10 untuk untuk tahu dari mana alurnya 38:12 segala macam begitu loh. Nah saya pikir 38:14 akan lebih efektif kalau misalnya memang 38:17 eh dilibatin pemerintah, terutama 38:18 departemen perdagangan. Nah contoh 38:20 misalnya ada perdagangan senjata 38:22 misalnya. 38:22 Ini contoh Pak Amadani itu pernah Pak 38:25 Pangab waktu itu Pak eh Andika Perkasa 38:27 waktu itu berkunjung ke 38:29 ke 38:30 markas Kopassus gitu. Nah, kemudian 38:32 komandan Kopassus mengatakan bahwa 38:33 beliau begini, 38:34 "Eh Pak Panglima ini ada ada drone 38:36 namanya Orbiter 2 ini kita beli di 38:38 Israel." 38:39 Kita beli di Israel. Berarti kan ada 38:40 perdagangan gitu kan. Nah, kita kan 38:42 kalau misalnya memaksakan masyarakat 38:43 sipil gimana kita masuk ke ke militer 38:46 gitu kan. 38:46 Hmm. Nah, ini perdagangan ini ini kan 38:48 ini berlangsung enggak berlangsung. Nah, 38:50 maka sebenarnya harapan kita semuanya 38:52 ini adalah bahwa undang-undang ini 38:54 memang eh 38:55 sama seperti undang-undang yang lain 38:57 memang ada ada ada ada konsekuensi kalau 39:00 kalau ini berlaku dan harus ada badan 39:02 badan yang mengontrol ini kan kalau ada 39:04 undang-undang kemudian enggak ada yang 39:06 kita libatin atau lembaga yang 39:08 mengontrol ini kan 39:10 bisa jadi ini enggak efektif ini karena 39:12 kok 39:13 eh masyarakat kita kita tahulah secara 39:14 psikologis kita dengan problematika 39:16 domestik dalam negeri dan kemudian eh 39:20 kita cepat lupa ya kita amnesia sejarah 39:23 cepat ini. Nah, kenapa kita ini eh fokus 39:26 dengan dengan Palestina hari ini ya 39:27 karena memang di 39:29 depan mata kita ada genosida yang 39:30 dilakukan oleh Israel kan. Tapi ketika 39:32 ini tertutup kita pasti akan akan eh 39:37 akan sibuk dengan urusan-urusan 39:39 domestik, urusan-urusan lokal kita. Jadi 39:41 jadi kita lupa dengan 39:43 dengan BDS kita lupa 39:44 Hmm hmm hmm. Saya yakin akan lupa ini. 39:46 Jadi jadi itu kalau misalnya 39:48 undang-undang ini saya pikir lebih maju 39:50 Memang harus dilibatin pemerintah dan 39:52 memang konsekuensi besar dan di awal 39:53 saya katakan bahwa kalau ini memang 39:55 dilibatin memang Israel enggak akan 39:57 tinggal diam karena ini akan sangat 39:59 merugikan eh perusahaan-perusahaan 40:00 mereka gitu. Nah, itu itu Pak Pak 40:02 Amadani yang memang saya pikir eh 40:06 kalaupun enggak 100% ya mungkin 80% ini 40:08 memang harus dilibatin pemerintah dalam 40:10 konteks ini. 40:11 Nah, kalau kalau ini tidak kita kita 40:14 melupakan pemerintah untuk untuk bisa 40:16 mengambil sikap apa sikap eh politik ini 40:19 akan berani 40:21 yang berani bahwa akan efektif 40:23 akan efektif atau tidak undang-undang 40:26 ini 40:27 maka begitu itu itu masalahnya 40:29 bisa kita lihat juga ada kemajuan ketika 40:31 DPR itu 40:33 aktif Dok hadir di forum-forum 40:35 internasional untuk 40:37 memperjuangkan kemerdekaan Palestina ya 40:41 lalu juga 40:43 yang tidak lupa adalah meningkatkan 40:45 kesadaran 40:47 kepada masyarakat ini ya solidaritas ini 40:50 ini tentang RUU BDS masyarakat masih 40:53 mungkin sekarang ini belum semuanya 40:55 paham begitu 40:57 permasalahan kita setiap urusan tentang 41:00 kebijakan apalagi berkaitan dengan 41:02 pemerintah sosialisasi dan juga 41:04 memberikan pemahaman kepada masyarakat 41:06 ini sering jadi kendala nih Dok 41:08 kira-kira 41:09 supaya masyarakat ini paham dan nanti 41:11 akan mendukung betul-betul 41:13 gerakan BDS ini kira-kira langkah apa 41:15 nih Dok 41:17 yang paling riil lah ya 41:19 memang memang kita apresiasi lah 41:20 pemerintah sama parlemen kita apresiasi 41:22 apa yang mereka sudah buat untuk 41:23 Palestina orang Palestina saja 41:25 mengapresiasi artinya bagaimana pembela 41:27 Indonesia ya terhadap Palestina itu itu 41:29 kita enggak kita enggak pernah ragukan 41:31 itu 41:32 nah 41:33 tapi tapi dalam konteks ini Mas Angga 41:35 konteks RUU ini saya pikir kayak tadi 41:36 itu ya 41:37 pikiran saya seperti itu dan memang 41:39 masyarakat ini kan dengan 41:41 dengan 41:43 generasi Z ini yang memang 41:46 punya harus punya strategi yang yang 41:48 khusus itu untuk bisa melipati 41:49 masyarakat semua bahwa 41:52 eh 41:53 untuk memboikot produk Israel atau eh 41:56 apa persoalan-persoalan yang terjadi di 41:58 Palestina memang literasi ini harus 42:00 semuanya apakah 42:01 apakah ceramah atau poster atau apalah 42:05 bentuknya ya sehingga dengan literasi 42:08 ini yang yang yang tidak bosan-bosannya 42:10 kita serukan ini ya ya pasti masyarakat 42:13 secara perlahan mungkin akan lebih akan 42:15 lebih menerima karena memang 42:17 kita harus tahu juga bahwa di kalangan 42:18 masyarakat kita ini ada polarisasi. 42:20 Menurut penelitiannya 22% di masyarakat 42:23 kita mendukung 42:24 mendukung Israel karena misalnya Israel 42:26 fakta Israel misalnya. 42:27 Kalau dulu dalam diskusi-diskusi di 42:29 televisi misalnya enggak berani orang 42:31 pro Israel tampil, sekarang sudah 42:32 berani-berani semua. Iya. Jadi memang 42:34 polarisasi ini juga terjadi bahwa ada 42:36 yang menganggap bahwa ya persoalan itu 42:38 kan persoalan mereka itu dan kenapa 42:40 harus kita dilibatkan ada orang melihat 42:42 aspek-aspek kemanusiaan, ada orang 42:44 melihat aspek politik dan sebagainya. 42:46 Artinya sudut pandang orang melihat 42:48 konflik di 42:49 Palestina ini kan berbagai macam sudut 42:51 pandang itu. Jadi ada yang memang 42:53 setengah, ada yang full time, ada yang 42:55 totalitas seperti Pak Mardani kan. Itu 42:57 itu itu hal yang sangat sangat sangat 43:00 wajar sesuai dengan apa yang mereka 43:01 paham terhadap persoalan yang terjadi di 43:03 sana. Tapi kembali lagi ini 43:04 masing-masing ya bahwa yang kita 43:06 apresiasi adalah langkah yang dilakukan 43:08 oleh oleh DPR RI. Tapi walau 43:10 bagaimanapun juga langkah-langkah ini 43:12 memang harus maksimal kita lakukan 43:15 karena dengan langkah-langkah maksimal 43:16 ini maka hasil pun akan maksimal. Maka 43:18 sejak awal saya sudah punya feeling 43:20 bahwa ini akan berat kalau seperti yang 43:22 saya persepsikan ya persepsikan. Tapi 43:24 kalau misalnya 43:25 seperti yang dikatakan yang disampaikan 43:27 oleh Pak Mardani mungkin enggak terlalu 43:29 ada resistensi seperti seperti yang 43:31 disampaikan oleh Pak Mardani. Memang 43:32 karena di undang-undang kode 43:33 undang-undang hanya meminta kepada 43:35 masyarakat untuk lebih berpartisipasi 43:37 dalam memboikot ini saya pikir itu lebih 43:40 ke ke himbauan ya Pak Mardani kali ya. 43:43 Himbauan tapi kalau namanya 43:45 undang-undang ini kan di mana-mana 43:46 undang-undang itu ada. Kalau enggak 43:47 salah saya ini 43:48 di di dibenarkan bahwa berani kalau di 43:51 mana-mana yang namanya undang-undang itu 43:52 kalau melanggar disanksi ada sanksinya. 43:55 Di mana-mana ada sanksi. Ada ada lembaga 43:57 yang punya tanggung jawab atau atau kan 43:59 dieksekusi atau dilibatin misalnya ke ke 44:01 departemen apa untuk bisa memantau 44:04 sehingga ee, ini berjalan dengan, dengan 44:06 efektif, sesuai dengan isi, isi 44:09 undang-undang. 44:10 Saya kira itu Mas Angga. Oke, Dokter 44:12 Ben. Saya akan kembali ke Pak Mardani, 44:14 sebelum saya menyapa pendengar yang 44:17 sudah menyampaikan atensi dan juga 44:19 pertanyaan dan komentar-komentarnya. 44:21 Pak Mardani, kira-kira ee, gambaran dari 44:24 Pak Mardani ini sebesar 44:26 apa sih ancaman 44:28 BDS ini jika nanti sudah disahkan, 44:31 khususnya terhadap perekonomian Israel 44:34 dan Indonesia, lalu juga 44:36 ee, 44:38 bagaimana nanti ketika undang-undang ini 44:40 disahkan itu, 44:41 BDS ini tidak menyerang organisasi yang 44:45 memang betul-betul dia untuk ee, 44:47 kerja sama perdagangan gitu, bagaimana 44:49 Pak Mardani? 44:56 Suaranya masih di-mute Pak Mardani, 44:58 mohon maaf. 45:00 Maaf, maaf. 45:01 Iya. Maaf Mas Angga. Jadi, Mas Angga, 45:04 ee, Dokter Ben bagus sekali tadi tentang 45:06 pelibatan pemerintah, saya komen nanti, 45:09 tetapi saya akan menggarisbawahi 45:11 justru dengan undang-undang BDS ini 45:15 kita sebagai negara akan men, jangan 45:19 diuntungkan. 45:20 Misal, Heeh. kita tegaskan tidak boleh 45:23 ada produk apapun 45:26 yang direct or indirect, ya, 45:29 kita beli dari ee, Israel dan para pihak 45:33 yang 45:34 ee, terhubung dengan Israel. Misal, 45:37 ee, ada isu, ee, 45:40 kekuatan pertahanan kita menggunakan 45:43 ee, ataupun 45:45 ee, 45:46 punya ee, salah satu sumbernya dari 45:50 Israel. 45:51 Nah, justru Israel ini dikenal bukan 45:54 cuma licik, ya, tapi juga jahat. Nah, 45:57 kita melindungi negara 45:59 dari terjerumus berinteraksi dengan para 46:02 pihak yang jahat dan licik ya. 46:05 Nah, saya apresiasi Pak Prabowo yang 46:08 mulai banyak melirik ke Turki ya. 46:11 Kemarin eh strategis sekali 32 kapal 46:15 perang eh apa pesawat tempur kita KAN ya 46:20 eh 46:20 eh 46:21 KAN gitu itu dibeli dari Turki ya. 46:24 Eh yang itu punya kemampuan seperti 46:27 siluman karena anti radar detektif gitu 46:30 loh. 46:31 Kemarin drone 46:32 Bayraktar gitu loh. Nah, jadi 46:35 sebetulnya pemerintah eh tanpa kita juga 46:38 sudah mulai cerdas tidak menga 46:42 membeli dari produk-produk eh yang ada 46:44 kaitan dengan Israel. Karena kalau kita 46:46 ke Turki ya Iran juga kuat ya. Nanti 46:51 kita juga bisa dengan eh negara-negara 46:54 eh yang lain ya. Eh Cina juga lumayan 46:58 gitu loh. Nah, ke ke ada keseimbangan 47:02 gitu ada keseimbangan. Nah, eh kita bisa 47:04 menghadapi sanksi ya enggak kenapa ya. 47:07 Eh kita bisa melakukan pergerakan yang 47:10 kita haknya kita kok membeli kepada 47:12 siapapun ya. Kayak kemarin kan tiba-tiba 47:16 Australia membatalkan pembelian kapal 47:19 selamnya dari Perancis. Dia belinya dari 47:21 Amerika boleh gitu loh. Karena setiap 47:24 negara punya punya kemampuan dan 47:26 kemandirian. Nah, itu pandangan saya. 47:29 Bukan enggak justru kita membantu 47:32 pemerintah dalam beberapa hal 47:34 pemerintahan yang baik itu yang sangat 47:37 peka terhadap 47:38 eh eh 47:40 gerakan dan [berdehem] inspirasi yang 47:42 berkembang di masyarakat ya. Dan 47:44 masyarakat itu cerdas sekali ya. 47:46 Eh 47:48 ada banyak sekali komponen masyarakat 47:50 contohnya nih eh para hacker. 47:53 Wah, itu kalau diberdayakan 47:56 dia bisa menjadi pertahanan cyber 47:59 terbaik kita 48:00 hmm kita bisa punya eh pa 48:03 official 48:05 eh cyber army 48:07 tapi jangan tutup unofficial cyber army 48:11 ya 48:11 kan Indonesia kan eh menggunakan 48:14 pendekatan pertahanan ya hankamrata itu 48:18 ya penggunaan eh rakyat semesta gitu 48:21 jadi semuanya 48:22 itu adalah 48:24 eh komponen ampuh itu adalah 48:27 pasukan pertahanan negara gitu 48:31 nah makanya di negara-negara tertentu eh 48:33 wajib militer itu 48:35 eh kepakai sekali dan Pak Prabowo ini 48:37 dengan 48:38 bela negaranya punya visi-visi yang 48:41 menurut saya 48:42 secara 48:44 eh ke depannya sembangun eh membangun 48:46 kemandirian kita begitu hmm 48:50 baik Ikhwan akhwat nambah dikit aja 48:52 boleh enggak? oh ya silakan Pak 48:54 nambah dikit dia dia dia memperbesar 48:56 kapasitas pertahanan kita hmm banyak 48:58 yang enggak suka itu 49:00 banyak yang enggak suka karena Indonesia 49:01 ini selama-selama ini menjadi negara 49:03 yang sangat 49:05 sangat mudah dimasuki, dilalui enggak 49:07 ketahuan gitu loh 49:08 nah dengan kemampuan pertahanan yang 49:10 kuat 49:11 eh se minimalnya kita bisa membangun 49:14 kedaulatan 49:16 begitu 49:17 baik Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 49:20 subhanahu wa taala saat ini Anda sedang 49:22 menyimak siaran live buka mata buka 49:24 telinga RUU BDS keberpihakan pada 49:27 keadilan dan kemanusiaan bersama Bapak 49:31 Mardani Ali Sera Ketua Badan Kerja Sama 49:34 Antar Parlemen DPR RI dan tentu saja 49:37 narasumber kita Dokter Sarbini Abdul 49:41 Murad saya akan ke Ibu Ani Cani Hudaifah 49:44 Assalamualaikum warahmatullahi 49:45 wabarakatuh bismillah hadir menyimak 49:47 buka buka mata buka telinga di malam 49:50 hari ini begitu juga ada Pak Budi, ada 49:54 juga ini Pak Ahmad di Depok dan juga 49:57 hamba Allah di 08134769 50:00 sekian-sekian. Assalamualaikum 50:02 warahmatullahi wabarakatuh. Menyimak 50:04 selalu buka mata, buka telinga di malam 50:06 hari ini bersama Bapak Ustaz Mardani Ali 50:09 Sera. Oke. Dan juga ini ada 50:13 eh pertanyaan pertama ya dari Bapak 50:16 Ahmad di Bogor. Assalamualaikum 50:18 warahmatullahi wabarakatuh. 50:20 Bagi kami masyarakat yang awam ini, 50:23 contohnya begini bagaimana menjelaskan 50:26 ketika masyarakat ingin mengetahui 50:30 cara 50:32 produk Israel 50:34 yang bertebaran di masyarakat. Lalu 50:37 bagaimana memeriksanya? Kalau sebelumnya 50:39 ada info dari fatwa MUI. Apakah nanti 50:45 kalau rancangan undang-undang ini 50:48 disahkan, apakah pemerintah akan membuat 50:50 informasi mengetahui produk Israel yang 50:53 harus diboikot? Terima kasih. Oke, saya 50:56 akan ke Pak Mardani. Bagaimana Pak 50:57 Mardani menjawab pertanyaan dari Pak 51:00 Ahmad tadi di Bogor. 51:02 Bagus sekali, bagus sekali. Nanti 51:05 eh sebetulnya 51:07 polanya sederhana. Kita punya sudah 51:09 punya 51:10 eh 51:11 berdasarkan undang-undang jaminan produk 51:13 halal, lembaga penjamin produk halal. 51:16 Heeh. Nah, itu yang nanti mengeluarkan 51:18 eh kayak SNI-nya ya, yang sertifikasi 51:20 halal. Kalau ini eh eh list 51:24 eh eh para pihak 51:27 yang eh masuk dalam list BDS atau BDS 51:31 boikot, divestasi dan sanksi. Nah, 51:34 MUI selama ini sudah punya kemampuan 51:37 untuk melakukan dulu kan sebelum ada 51:40 organisasinya MUI yang melakukan 51:42 sertifikasi halal. Iya. Nah, dengan MUI 51:44 kita juga sudah mulai berbincang tentang 51:46 ini. Jadi, eh justru eh kita akan mulai 51:51 menempatkan MUI pada posisi yang sangat 51:54 strategis. Ada siaran MUI untuk eh eh eh 51:59 DBS ini, gitu. Ada siaran MUI tentang eh 52:03 daftar demo kita. Ada siaran MUI. MUI 52:06 aktif sekali, ya, 52:08 dalam segala hal ini. Bagus sekali, 52:10 begitu. 52:12 Mmm, baik. 52:13 Dokter Ben, gimana Dok? Ada tambahan 52:16 dari Dokter Ben untuk menjawab 52:17 pertanyaan tadi? 52:19 Eh saya pikir kalau misalnya Pak Ahmad 52:21 ngikutin perkembangan itu 52:23 itu jelas, ya. Jelas bahwa ada list-list 52:25 yang telah dibuat oleh khususnya oleh 52:27 MUI, kira-kira eh produk apa, kemudian 52:31 barang apa yang memang ini berafiliasi, 52:33 ya, berafiliasi ke 52:35 Israel. 52:37 Tapi itu memang eh dampak bagi Israel 52:39 mungkin tidak terlalu, ya, tapi sebagai 52:41 umat umat, ya. Jadi, itu saja dampak. 52:44 Makanya paling dampak itu adalah memang 52:45 transaksi perdagangan itu yang paling 52:47 berdampak buat Israel sebenarnya. 52:49 Mungkin Pak Ahmad sebagai sebagai 52:51 masyarakat masyarakat eh umumnya memang 52:53 bisa membukalah apa namanya itu eh 52:56 website-nya MUI atau atau mungkin 53:00 AWG mungkin bisa AWG website-nya AWG 53:02 yang memang di situ tercantum itu 53:04 produk-produk yang memang berafiliasi ke 53:06 Israel. Tapi kita harus konsisten kita 53:08 harus konsisten. Makanya saya dengar 53:10 seperti Pizza Hut itu berapa berapa 53:12 miliar mereka eh rugi dan banyak Pizza 53:14 Hut itu yang pada tutup, ya, pada tutup. 53:17 Jadi, memang eh untuk masyarakat sipil 53:20 saya pikir ini 53:21 eh 53:22 ada efektifnya untuk melakukan 53:23 pemboikotan pemboikotan, ya. Memang 53:25 harus diserukannya harus setiap saat, 53:27 ya. 53:27 Seperti-seperti saya katakan pada awal 53:29 dengan problematika domestik kita yang 53:31 tidak tidak kurang pusing kepala kita 53:33 ini, ya. Kalau enggak diingatin juga 53:35 bahwa produk-produk ini punya 53:37 warna-warna Israel, mungkin masyarakat 53:39 akan lupa, gitu loh. 53:41 Oke, itu saja. Mmm. 53:43 Saya akan ke Ibu Sri. Assalamualaikum 53:45 warahmatullahi wabarakatuh. Berkahi dan 53:48 rahmati selalu kru-kru dan juga para 53:52 narasumber hasil 53:54 Merdeka untuk Palestina. 53:57 Saya selalu mendukung itu. Semoga Israel 53:59 segera hancur dan juga 54:01 pendukung-pendukungnya. 54:03 Bapak-bapak bagaimana dengan sikap 54:06 orang-orang yang pro terhadap Israel di 54:09 Indonesia tentang gerakan ini? Terima 54:11 kasih. Oke. 54:13 Bagaimana? Saya ke Pak Mardani saja 54:15 langsung. 54:18 Eh, begini Mas Angga. Di era demokrasi 54:22 eh akan selalu ada pro and kontra. 54:27 Jumlah mereka yang pro Israel 54:31 dalam beberapa kajian tidak lebih dari 54:33 2% dan 54:35 eh biasa eh garbage in garbage out. 54:38 Kalau sampah yang masuk, sampah juga 54:39 yang keluar. Hmm. Tapi kalau literasi 54:42 ini kita perkuat terus, nanti 54:44 lama-kelamaan orang-orang ini sadar. 54:47 Eh, saya punya eh satu sikap begini. Ini 54:51 pendapat pribadi saya ya. Dokter Ben, 54:53 silakan kasih komen. 54:56 Eh, jadilah umat Islam itu like a lion. 54:59 Seperti harimau. 55:01 Eh, harimau itu sering diganggu sama 55:04 hyena atau anjing liar. 55:07 Di di di di 55:10 mau digigit-gigit, mau diganggu. 55:13 Tapi 55:14 lion is eh eh the king of the forest 55:18 gitu. 55:20 Eh, umat Islam itu besar itu. Jangan 55:21 terlalu terganggu sama kelompok-kelompok 55:23 receh, yang enggak penting, yang 55:26 kadang-kadang memang mengganggu eh emosi 55:29 kita gitu. 55:30 Bahkan lion itu ngelihatnya itu tenang 55:33 saja. Tapi kalau sudah sangat 55:34 mengganggu, dia cuma mengibaskan 55:36 ekornya, kemudian mengaum, lari semua 55:38 hyena dan anjing liar itu gitu. E E nah 55:41 yang paling penting jangan fokus ke 55:43 mereka, besarkan kapasitas ekonomi kita, 55:46 politik kita, sosial kita, pembarisan 55:49 kita. Nah nah lama kelamaan semua tidak 55:52 ada yang berani bermain mata. Jadi kalau 55:54 saya, saya ada minta maaf pelecehan ini 55:59 Quran diginiin, nah beginiin. E pokoknya 56:02 dia harus proses hukum. Tapi jangan 56:04 terlalu sibuk kita ya gitu. 56:06 E karena itu akan gangguin kita, itu 56:08 kayak hyena-hyena yang gangguin kita. 56:10 Enggaklah enggak enggak layaklah enggak 56:12 levelah. 56:13 Laporin tapi laporin tetap, laporin 56:15 tetap ya. Kayak kemarin 56:17 kan ada tuh e salah satu 56:21 kontestan 56:23 e kontes 56:25 perempuan apa gitu loh Miss Indonesia 56:27 atau apa, tiba-tiba dia mengibarkan 56:30 ya bendera Israel. E E ada banyak yang 56:34 provokasi, enggak usah terlalu sibuk 56:35 sudah. 56:36 Saya bilang kalau itu tidak sesuai 56:38 dengan aturan 56:39 ya disanksi saja gitu. 56:41 Sudah. Tetap kita pakai aturan tapi 56:44 jangan kebanyakan 56:45 ngambil emosi yang kayak gitu karena 56:48 kayak saya tadi Dokter Ben setuju 56:51 tentang pelibatan negara, tapi saya itu 56:53 lagi mikir gini Dokter Ben. 56:55 E 56:56 nanti kalau negara terlalu terlibat 56:59 dalam proses ini 57:01 e salah satu yang membuat Amerika 57:04 menyanksi kita adalah e sertifikasi 57:08 halal itu gitu. 57:10 Saya bilang sertifikasi halal malah 57:11 penting. 57:13 Justru Amerika yang harus belajar 57:16 tentang sertifikasi halal. 57:17 Karena Inggris, Singapura, dan 57:20 negara-negara Australi itu betul-betul 57:23 belajar agar produknya itu bisa fit in, 57:27 bisa masuk ke pasar muslim. Kalau 57:29 Amerika bodoh kalau dia enggak mau 57:31 belajar sertifikasi halal gitu loh. 57:34 Nah, kita jangan ngikutin gitu nah 57:36 tetapi 57:38 kami ketika menyedikitkan peran negara 57:40 biar negara nanti itu 57:43 kami tidak bisa ngatur. 57:44 Itu haknya masyarakat gitu loh. Karena 57:48 sekarang nih di dunia internasional 57:50 kalau kita gabung dengan WTO 57:53 dan lain itu mereka akan betul-betul 57:55 menskrutinize 57:57 kita di 57:58 pelototin mana peraturan-peraturan yang 58:01 tidak sesuai dengan standar 58:03 internasional. Kita juga sedang dalam 58:04 proses masuk ke OECD ya 58:07 organisasi pembangunan ekonomi 58:10 negara-negara maju. Aksesi kita lagi 58:12 jalan nih. Kalau kita bisa masuk ke situ 58:14 compliance kita dengan sistem itu 58:16 menjadi lebih ketat lagi biar kita 58:18 betul-betul investasi bisa masuk tenaga 58:22 kerja bisa bertambah, industri kita naik 58:24 kelas, perbankan kita mudah ekspansi 58:26 kemana-mana dan jangan lupa perbankan 58:28 syariah kita itu makin lama makin 58:32 menunjukkan kekuatannya di dalam setiap 58:35 krisis ekonomi. Yang paling tahan 58:37 banting itu justru sistem ekonomi 58:38 syariah 58:39 dan 58:40 penerapan sistem ekonomi syariah di 58:42 Indonesia itu betul-betul sudah sangat 58:45 dalam. Sukuk itu menjadi salah satu 58:48 instrumen keuangan negara yang sangat 58:50 diandalkan gitu. Padahal sukuk itu 58:52 sangat syariah, sangat islami dan sangat 58:55 tangguh. Jadi makin lama 58:58 de factonya nilai-nilai Islam itu 59:01 rahmatan lil alaminnya dan kekuatannya 59:03 makin dirasakan. Begitu Mas Anda. 59:06 Baik. Dokter Wen 59:08 silakan komentarnya Pak Dokter. 59:11 Iya. 59:12 Memang 59:14 mau saya lupa nih Pak Marwan nih sumpah 59:15 saya lupa ya. Memang eh 59:17 sehingga begini seperti kata Ibu Tri 59:18 tadi itu bahwa memang eh 59:22 salah satu yang bikin ya yang bikin 59:24 jumlah orang pro Israel ini ada 59:26 peningkatan ya walaupun sekarang mereka 59:28 masih masih sedikit ya 59:30 itu adalah dengan pengiriman 59:32 mahasiswa-mahasiswa itu ke Israel 59:35 nah itu apakah dari Toba itu sangat 59:38 sebutkan siapa di belakang itu atau dari 59:40 NTT atau dari Papua gitu ya 59:43 ini memang ini dikirimkan ke sana mereka 59:44 tuh belajar di sana itu terutama masalah 59:46 pertanian karena katanya Israel itu jago 59:48 banget pertanian walaupun mereka gurun 59:50 pasir tapi bisa bisa merekayasa sehingga 59:52 jadi 59:53 gurun yang penuh kehijauan lah kita 59:55 negara hijau tapi jadi gurun gitu ya 59:57 mereka dikirim dikirim ke sana nah kita 59:59 bisa bayangkan kalau mereka pulang ke 1:00:01 Indonesia mau tidak mau jadi agen agen 1:00:03 agen budaya lah jadi agen budaya agen 1:00:06 diplomasi mereka yang mereka mengatakan 1:00:09 bahwa kami mendapatkan hal yang positif 1:00:12 di Israel gitu ini kira-kira ini juga 1:00:15 bisa bisa menambah ya bisa menambah 1:00:19 orang-orang yang 1:00:21 yang punya pandangan positif jadi ini 1:00:24 banyak apakah undang-undang ini juga 1:00:25 masuk ke sana ya artinya apakah 1:00:29 ini agak memang agak sulit ya pihak 1:00:31 sulit memang 1:00:32 eh 1:00:33 mereka tuh memang aktif untuk mencari 1:00:35 mencari orang-orang dan saya Pak Mardani 1:00:37 pernah ditelepon oleh salah satu orang 1:00:39 dosen UI sangat sebutkan nama nama 1:00:41 orangnya untuk memang untuk ini 1:00:43 alumni-alumni Negev University ya salah 1:00:45 satunya tadi itu mempromosikan eh 1:00:48 agar society ini punya pandangan yang 1:00:50 netral lah atau positif terhadap Israel 1:00:52 dan saya diminta untuk ketemu dengan 1:00:55 dengan Dubes Israel di Singapura saya 1:00:56 bilang saya menolak itu saya sangat mau 1:00:59 jadi banyak juga ada rumah-rumah 1:01:00 tertentu tuh diajak ke sana dan mereka 1:01:02 jadi agen-agen perubahan 1:01:05 ketika mereka selesai pulang nanti 1:01:08 terus yang kedua ada masalah OECD ini 1:01:09 Pak Mardani saya pernah mendengar saya 1:01:11 pernah pernah melihat podcast-nya 1:01:13 podcast-nya Bu Bu Retno itu dengan dari 1:01:16 48 negara OECD itu kan salah satu ada 1:01:19 Israel dan yang kata Bu Bu Bu Retno saya 1:01:22 saya enggak salah dengar, saya dengar 1:01:23 khusyuk saya dengar itu, bahwa salah 1:01:25 satu itu ada izin rekomendasi atau izin 1:01:27 atau lampu hijau dari Israel. Nah, itu 1:01:30 itu itu itu yang yang kata Bu Retno 1:01:31 agak-agak bingung juga nih. Saya enggak 1:01:33 tahu apakah ini memang 1:01:35 harus sebuah keharusan atau apa gitu ya. 1:01:37 Jadi, 1:01:38 memang ACD ini memang agak-agak berat. 1:01:40 Jadi, jadi Indonesia kan mencoba untuk 1:01:41 menyeimbangkan kan. Artinya kalau kata 1:01:43 Bu Fatah nih ber apa berlayar dua puluh 1:01:46 karang kan. BRICS masuk, ACD masuk, 1:01:48 Indonesia di-BRICS ditekan, USD ditekan. 1:01:52 Kita ini memang 1:01:54 jadi masyaallah Indonesia ini kan. Jadi, 1:01:56 luar biasa kita ini. 1:01:58 Ya, kan gitu Pak Mardani. Kalau nanti 1:01:59 panjang kita tanya tentang diskriminasi 1:02:01 di sana. 1:02:02 [tertawa] 1:02:03 Iya iya, baik. 1:02:05 Sementara itu, ada pendengar dari Dubai, 1:02:09 eee Mbak Nurul, 1:02:11 yang menyampaikan WhatsApp-nya. 1:02:13 Assalamualaikum warahmatullahi 1:02:14 wabarakatuh. Pak Ustaz Mardani, 1:02:17 di negara-negara Arab yang saya lihat, 1:02:20 tidak ada produk dari Zionis Israel yang 1:02:24 diboikot oleh pemerintahannya. 1:02:27 Semuanya lancar-lancar saja dibeli oleh 1:02:29 masyarakatnya juga. 1:02:31 Dan yang menjadi miris adalah tiap hari 1:02:33 saya juga melihat makanan-makanan itu 1:02:35 terbuang gitu ya. 1:02:37 Bagaimana menurut Pak Mardani? Iya. 1:02:40 Mungkin ini potret yang dilihat di 1:02:41 negara-negara Arab. 1:02:44 Mbak Nur, terima kasih informasinya. 1:02:47 Saya belum pernah 1:02:49 tinggal di Dubai dan 1:02:51 tidak terlalu eee paham terkait kondisi 1:02:55 Dubai. Tapi, beberapa negara Timur 1:02:58 Tengah ini saya karena pandangannya 1:03:00 dalam perspektif eee hubungan 1:03:03 internasional ya, itu memang punya dua 1:03:06 kaki ya. 1:03:07 Mereka itu sebagian besar negara Timur 1:03:10 Tengah seperti yang disebut tadi Dubai, 1:03:12 Uni Emirat Arab gitu kan. Itu memang 1:03:15 punya hubungan diplomatik dengan eee 1:03:18 Israel karena mereka mendapat pandangan 1:03:21 saya tekanan dari Donald Trump waktu itu 1:03:25 terkait dengan Abraham Accord gitu kan 1:03:28 ya. Nah, 1:03:29 saya tidak ingin mencerca saudara saya 1:03:34 negara-negara Timur Tengah karena banyak 1:03:35 dari mereka tuh bantu Palestina luar 1:03:37 biasa. Nah, kita juga harus memahami 1:03:40 beberapa negara Timur Tengah itu dulu 1:03:43 jajahannya Perancis gitu 1:03:46 loh Inggris gitu loh. Kemudian punya 1:03:48 hubungan ekonomi yang kuat bahkan kalau 1:03:50 dilihat banyak 1:03:53 dari kerabat raja itu memang mengalami 1:03:56 pendidikan Barat ya. 1:03:59 Bahkan 1:04:00 biasa tuh dikirim ke West Point 1:04:02 pendidikan militer di Amerika yang 1:04:05 prestisius. Jadi kalau buat saya 1:04:07 kepada semua para pihak posisi kita cari 1:04:11 titik persamaan yang nanti bisa 1:04:13 memperkuat gerakan kita untuk 1:04:15 mengucilkan dan menghukum Israel. Kalau 1:04:18 mencari di sini A di sini B yang 1:04:21 akhirnya beda kita nanti tidak membangun 1:04:23 kerja sama karena memang ee kenapa sikap 1:04:28 saya sangat moderat dalam bab ini 1:04:29 terhadap negara? Saya tidak ingin negara 1:04:32 kita Indonesia itu dikecilkan. Indonesia 1:04:34 lagi perlu tadi Dokter Ben bagus sekali 1:04:36 kita masuk BRICS karena pasar BRICS itu 1:04:38 luar biasa ya. 1:04:39 Cina, India, Rusia, Afrika Selatan. Tapi 1:04:44 OECD betul ada Israelnya dan perwakilan 1:04:47 OECD sudah datang. Saya menjumpai 1:04:49 langsung dan titip kami jangan pernah 1:04:52 ajak Israel dalam proses aksesi 1:04:55 Indonesia ke OECD. Dan 1:04:59 yang OECD juga perlu Indonesia karena 1:05:01 dengan pasar 300 juta ya pertumbuhan 1:05:05 ekonomi kita membaik, GDP kita membaik, 1:05:08 kelas menengah kita membaik OECD juga 1:05:10 perlu Indonesia gitu loh menjadi satu 1:05:13 blok ekonomi yang efektif kita tidak 1:05:16 tidak kecil-kecil amat, tidak 1:05:18 lemah-lemah amat. 1:05:19 Mereka sangat memahami itu. 1:05:21 Eee terkait dengan eee OECD ini 1:05:25 dia lebih kepada blok ekonomi 1:05:28 untuk meningkatkan sistem perekonomian 1:05:31 yang seamless, yang tidak banyak eee 1:05:34 benturan sehingga arus barang, arus 1:05:38 modal, arus inovasi itu bisa jalan nah 1:05:42 itu mem apa pada intinya menjadi mesin 1:05:44 pertumbuhan baru untuk meningkatkan 1:05:46 pertumbuhan ekonomi dunia. Kalau kita 1:05:48 tidak dan saya setuju kita masuk OECD 1:05:51 bukan karena ada 1:05:53 kalau ada Israel biarkan kita tetap aja 1:05:55 secara ekonomi secara politik harus eee 1:05:57 menghukumi Israel di sini kami tegaskan 1:06:00 dan setahu saya pemerintah juga jangan 1:06:02 ajak-ajak Israel. Bahwa di dalamnya bisa 1:06:05 jadi Israel punya macam-macam tinggal 1:06:06 kita bilang kami tolak eee syarat Israel 1:06:09 ini. Kita masuk OECD tidak sebagai eee 1:06:12 budak kepada tuan, sebagai entitas 1:06:14 negara yang 1:06:16 setara gitu begitu. 1:06:19 Baik. 1:06:20 Saya akan ke pendengar ini ada Pak Pepen 1:06:23 Supendi. Assalamualaikum warahmatullahi 1:06:25 wabarakatuh. Hebat Pak Ustaz Mardani dan 1:06:27 juga Dokter Ben di malam hari ini. 1:06:30 Terima kasih banyak Rasil tetap jaya. 1:06:33 Tadi mengenai orang-orang yang pro 1:06:36 Israel yang ada di negeri ini mungkin 1:06:39 mereka telah dibutakan mata hatinya. 1:06:42 Menyedihkan sekali. Lalu bagaimana 1:06:45 sebenarnya eee ketika negara-negara yang 1:06:49 tidak mendukung Palestina, lalu juga 1:06:52 negara-negara yang selalu setia dengan 1:06:54 Israel bagaimana menyikapinya? Oke. 1:06:57 Saya ke Dokter Ben dulu kali ini ya. 1:06:59 Silakan Dokter Ben. Ya. 1:07:02 Memang 1:07:03 ada hadis Nabi ya. 1:07:05 Idza dzalla Arab dzalla Islam. Ini 1:07:07 riwayat Tirmidzi. 1:07:09 Bahwa terhinanya hinalah Islam. Walaupun 1:07:12 walaupun Arab itu bukan Islam semua, 1:07:13 tapi itu hadis Nabi. Kita lihat sekarang 1:07:15 itu ketika Arab enggak punya harga diri, 1:07:17 ya. 1:07:18 Islam-islam pun jadi dilecehkan. Kita 1:07:20 lihat bagaimana Palestina hari ini blok 1:07:22 Arab ini kan 1:07:24 eh ada polarisasi, ya. Polarisasi. Jadi 1:07:28 eh 1:07:29 yang lebih dominan hari ini ya yang 1:07:31 mendukung 1:07:33 Israel, ya. 1:07:34 Eh artinya seperti kata-kata Mbak Nurul 1:07:37 tadi itu jadi bagaimana misalnya di di 1:07:40 Dubai itu di di Dubai atau di 1:07:43 Dubai itu paling banyak misalnya produk 1:07:45 Israel. Itu memang negara-negara Teluk 1:07:47 itu memang tidak mau tidak mau ya secara 1:07:49 secara militer, secara ekonomi itu 1:07:51 sangat tergantung sama Amerika dan dari 1:07:54 Amerika itu kan Israel. Nah, makanya 1:07:56 makanya ini eh Pak Mahfud memang eh 1:08:00 Indonesia ini menjadi sasaran makanya 1:08:02 orang-orang kayak Pak Mahfud dan ini 1:08:03 kita harus kita kawal banget ini beliau. 1:08:05 Dilekatkan. 1:08:06 Karena memang ini eh 1:08:09 apabila parlemen kuat dan pemerintah 1:08:11 masih konsisten, masyarakat juga mantap 1:08:14 literasi masalah ini masih masih kuat, 1:08:17 ya, Israel itu enggak ada celah untuk 1:08:19 bisa masuk ke Indonesia. Karena gini, 1:08:20 Pak. 1:08:21 Karena Indonesia ini punya historis 1:08:23 dengan dengan Yahudi. Kita lihat VOC ini 1:08:25 dari Yahudi. Banyak punya historislah. 1:08:27 Makanya 1:08:28 eh dua negara non Arab yang yang kuat 1:08:31 masih masih konsisten membela Palestina 1:08:33 Indonesia dan Pakistan. Heeh. Indonesia 1:08:35 dan Pakistan. Dan Indonesia ini memang 1:08:37 sebenarnya 1:08:38 eh kalau rakyatnya enggak enggak sangar 1:08:40 di masalah ini, ya, bobol juga kita. 1:08:42 Tapi karena rakyatnya 1:08:44 sangar dan sejak dulu ya sejak masa 1:08:47 sebelum kita merdeka seperti dengan hari 1:08:49 ini kita tetap di di belakang Palestina. 1:08:51 Makanya apapun terjadi dia mau mau 1:08:53 tekanan apapun, pemerintah bisa punya 1:08:56 alasan untuk mengatakan bahwa kami tidak 1:08:57 bisa melakukan langkah lebih lanjut 1:08:59 untuk normalisasi dengan Israel karena 1:09:01 masyarakat kami tidak memberikan eh 1:09:03 reaksi yang positif terhadap ini. Nah, 1:09:05 apalagi peristiwa kemarin juga kan 1:09:08 serangan Israel itu. Nah, yang yang 1:09:10 bocor itu yang Pak Bambang Widoyanto tuh 1:09:12 guna oleh Hamnas punya deal-deal sama 1:09:14 Israel untuk buka hubungan diplomatik 1:09:16 dan kebongkar setelah itu kan. Ini 1:09:18 menandakan bahwa ada pihak-pihak yang 1:09:20 memang eh yang yang masih punya 1:09:23 keinginan untuk menuju ke arah 1:09:25 normalisasi ini. 1:09:27 Nah, mereka takut cuma kalau diplototi 1:09:29 sama Pak Mardani saja kau takut. 1:09:32 Ini sebenarnya ini ya tugas tugas eh 1:09:34 tugas Kaukus Indonesia ya, tugas tugas 1:09:36 masyarakat ya tugas kita semua untuk 1:09:39 bisa saling ya seperti dikatakan Pak 1:09:41 Mardani tadi ya kita saling eh men- 1:09:44 men-support lah ya men-support 1:09:45 pemerintah dengan parlemen untuk masalah 1:09:48 Palestina ya untuk masalah Palestina. 1:09:49 Memang kita harus kompak ya kompak. Maka 1:09:51 kayak demo kemarin di Monas tuh 1:09:53 yang massa enggak bawa panci tuh 1:09:55 nah, kita lihat memang [tertawa] kita 1:09:56 lihat bagaimana misalnya Pak Sudiono ya 1:09:59 Oh, iya. datang 1:10:00 beliau mau datang beliau ada, Pak Melu 1:10:03 juga datang ya. Artinya ini 1:10:05 mengindikasikan ya 1:10:07 mengindikasikan ya. Pak Mardani juga 1:10:08 datang ya Pak Mardani. Jadi, beliau juga 1:10:11 ini meng-indikasikan bahwa eh 1:10:14 kira-kira bahasanya begini lihat loh 1:10:16 rakyat Indonesia ini pemerintah, 1:10:18 parlemen 1:10:19 dan seluruh eh 1:10:21 rakyat Indonesia baik muslim maupun yang 1:10:22 non muslim itu tetap di belakang 1:10:24 Palestina, kita mendukung Palestina. 1:10:27 Artinya lu jangan jangan main-main loh 1:10:28 sama sama kami gitu kan. He em. Tapi 1:10:30 kayak gitu Pak Masangga. 1:10:32 Oke. 1:10:34 Ada tambahan dari Pak Mardani tadi 1:10:36 pertanyaan dari Pak Pepen Supendi ini? 1:10:41 Makasih makasih Masangga. Jadi, 1:10:43 saya sedih ketika minta maaf sekali ada 1:10:46 demo di Kedutaan Besar Mesir bahkan ada 1:10:48 yang minta maaf melempar telur atau apa. 1:10:51 He em. Jangan jangan berubah fokus. 1:10:55 Jangan marah sama Mesir, jangan marah 1:10:58 sama Uni Emirat, ya. 1:11:00 Kalau Qatar tidak punya hubungan 1:11:02 diplomatik yang bagus katanya. 1:11:04 Ya, jadi kita coba eh 1:11:07 melapangkan dada buat kelompok-kelompok 1:11:11 yang 1:11:12 pada saat tertentu itu memang mereka 1:11:14 tidak bisa tegas, misal ambil minta maaf 1:11:16 Mesir gitu loh. 1:11:18 Mesir itu secara ekonomi lagi berjuang 1:11:21 gitu loh. 1:11:22 Mesir ini selama ini dikangkangi, mereka 1:11:26 lagi membangun kemandirian. Sekarang 1:11:27 Cina banyak sekali tuh 1:11:29 Mesir sudah mulai tuh ketergantungan 1:11:31 kepada Amerikanya sudah mulai berkurang 1:11:33 gitu. Jadi mereka mulai cari 1:11:35 sumber-sumber yang lain. Tetapi ketika 1:11:37 mulai berkurang itu persentasenya tidak 1:11:39 dari 60 ke 20%, paling ke 1:11:45 tetap saja kalau tiba-tiba bantuan 1:11:48 Amerika dan lain-lain dihentikan ya 1:11:52 berat gitu loh. Apalagi kalau 1:11:53 terindikasi quote unquote membahayakan 1:11:56 kepentingan Israel, maka sangat mudah 1:11:59 bagi Amerika, Israel untuk menyerang 1:12:01 Mesir. Kalau Mesir diserang pandangan 1:12:04 saya kasihan, berat sekali berat sekali, 1:12:06 ya. Ada 22.000 mahasiswa kita di 1:12:09 Al-Azhar, makanya kalau buat saya 1:12:12 Mesir diperlakukan sebagai saudara yang 1:12:13 baik. Bahwa sekarang mereka belum berani 1:12:16 bersikap tegas, kita 1:12:18 eh muroat, muroat itu memahami dulu gitu 1:12:20 loh. Nah, sikap-sikap seperti ini kayak 1:12:23 pemerintah 1:12:24 kan enggak bisa 100 tuntutan kita agar 1:12:27 mengecam Israel 100% ya dipenuhi. Dia 1:12:30 sudah melakukan 99% 1:12:32 jangan cuma karena kurang satu kita 1:12:34 mencerca pemerintah, jangan kalau buat 1:12:37 saya. 1:12:38 Ya, ingat yang 99-nya gitu loh. Jadi 1:12:41 semua itu kita tidak pada posisi ideal. 1:12:44 Sekarang ini kami ikut bikin acara 1:12:47 dengan teman-teman anak muda 162 1:12:52 eh organisasi pemuda ee bikin acara di 1:12:55 Bandung dalam rangka Konferensi Asia 1:12:58 Afrika 1:12:59 kemarin nih bulan Juni 1:13:02 itu 6 78% enggak setuju two state 1:13:05 solution. Pokoknya Israel harus hancur. 1:13:08 He em. Boleh pendapat karena memang 1:13:10 Israel penjahat kok. 1:13:12 Israel itu penjajah kok gitu loh. Tetapi 1:13:15 dengan realita yang ada He em. di mana 1:13:19 Amerika menjadi kekuatan 1:13:21 yang dominan 1:13:23 ee 1:13:25 pemegang hak veto itu loh. Kekuatan ee 1:13:30 ee ekonomi dan militer terkuat yang 1:13:34 mereka betul-betul lobi Yahudinya kuat 1:13:36 antara ide idealitas sama realita ini 1:13:39 harus coba kita cari titik komprominya. 1:13:42 Jadi kalau buat saya ketika pemerintah 1:13:45 ee dan DPR berjuang two state solution 1:13:48 kita mas mau yang lain boleh gitu loh. 1:13:52 Tidak bermakna 1:13:53 ee kita yang tidak mendukung two state 1:13:55 memarahi pemerintah dan DPR karena ada 1:13:58 strategi-strategi tertentu di mana 1:14:00 masing-masing berjalan dulu. Nanti kalau 1:14:02 Palestina sudah merdeka enak. Target 1:14:05 awalnya itu Palestina merdeka. Dan untuk 1:14:08 merdeka masa enggak perlu pengakuan 1:14:11 negara lain gitu. 1:14:12 Iya. Kita enggak bisa kita merdeka 1:14:14 enggak ada yang mengakui kita sebagai 1:14:15 negara. He em. Enggak bisa masuk PBB. 1:14:18 Sekarang ini sudah 143 1:14:20 dari 193 negara anggota PBB. 1:14:25 Sudah 143. Nah 1:14:27 nanti ini September ini salah satu momen 1:14:29 penting. Prancis, Inggris, Kanada akan 1:14:32 mengumumkan mengakui 1:14:35 negara Palestina. Wah itu Amerika 1:14:37 berangnya kayak apa tahu itu Israel 1:14:39 berangnya kayak apa tahu gitu loh. He 1:14:41 em. Nah wah cuma ngakuin doang kok. 1:14:44 Iya memang cuma ngakuin doang. 1:14:46 Mereka masih mula masih hubungan dagang 1:14:49 jalan, bantuan militer masih ada ya. 1:14:51 Tapi 1:14:53 dari 1000 langkah sudah maju 2 3 1:14:55 langkah. 1:14:56 Pandangan saya ada kebaikan, kita dukung 1:14:59 tapi tetap kita serang agar mereka 1:15:01 putuskan hubungan ekonomi, putuskan 1:15:03 bantuan militernya pelan-pelan kan gitu. 1:15:06 Mereka juga kan yang dihadapi bukan 1:15:08 perkara mudah gitu. 1:15:11 Baik. 1:15:12 Selanjutnya ini ada Ibu hamba Allah ya 1:15:15 di Jakarta tidak menyebutkan nama di 1:15:18 08319573 1:15:20 sekian-sekian. 1:15:22 Assalamualaikum warahmatullahi 1:15:23 wabarakatuh. Alhamdulillah penjelasan di 1:15:26 malam hari ini dari Pak Madani dan juga 1:15:29 Dokter Ben luar biasa. Sekedar cerita 1:15:32 tentang boikot produk Israel sejak 1:15:35 dimuat di berita-berita apalagi 1:15:37 difatwakan oleh MUI 1:15:40 beberapa bulan belakangan kami 1:15:43 sekeluarga 1:15:44 sudah mulai berubah mengkonsumsi hal-hal 1:15:49 yang selain dari produk Israel. 1:15:52 Jadi sekeluarga kami memantapkan untuk 1:15:56 memboikot. Ini cara paling sederhana 1:15:59 menurut kami untuk membantu rakyat 1:16:01 Palestina. Terima kasih atas 1:16:03 pencerahannya selama ini. Rasel, terima 1:16:05 kasih banyak. Oke. Ini cerita ada 1:16:07 keluarga yang sebenarnya bukan satu dua 1:16:10 cerita ya, bahkan ada yang satu sekolah 1:16:12 juga sama guru-gurunya dikasih 1:16:16 eh istilahnya informasi gitu kepada anak 1:16:20 didiknya bahwa untuk mendukung Palestina 1:16:23 salah satunya adalah dengan memboikot 1:16:24 produk-produk ini, produk-produk 1:16:25 tertentu dan itu 1:16:27 dan itu efektif gitu kepada anak-anak. 1:16:29 Eh ini cerita-cerita seperti ini eh 1:16:31 mungkin bisa menjadi dorongan yang 1:16:34 positif dari publik ya Pak Madani ya. 1:16:39 Eh izin Dokter Ben, saya anggap ini 1:16:41 bagus sekali. 1:16:43 Eh, dan itu it takes time, gitu loh. 1:16:46 Untuk sampai kepada, eh, budaya 1:16:49 masyarakat. Misalnya contoh gini, 1:16:51 eh, jilbab itu 1:16:53 tahun '87 saya ingat, saya lulus SMA 1:16:55 tuh. 1:16:56 Itu mulai ramai-ramai jilbab itu. 1:16:59 2007, 1:17:01 60% sudah. 2017, 80-90% masyarakat 1:17:05 Indonesia 1:17:06 pro jilbab, gitu kan. Itu 20 tahun itu. 1:17:10 Ketika gerakan, eh, beli makanan yang 1:17:14 punya sertifikasi halal, awalnya cuma 1:17:16 sedikit. Sekarang, kalau saya ajak 1:17:19 cucu-cucu saya, lihat, dia "Bapak-bapak, 1:17:22 lihat dulu ada halalnya tidak?" Itu. 1:17:24 Anak TK saja sudah kayak gitu, kan. 1:17:27 Eh, nanti kita lihat, "Bapak-bapak, 1:17:29 lihat, produk Israel bukan nih?" Bagus 1:17:32 sekali, kan. Itu sudah jadi gerakan 1:17:33 budaya yang bagus. Gitu. 1:17:36 Doktor Ben, bagaimana komentarnya Doktor 1:17:38 Ben? 1:17:39 Ya, bagus, Pak. Itu bagus banget itu. 1:17:41 Artinya harus saya bisa itu peran-peran 1:17:43 guru, ya. Mungkin mungkin di awal 1:17:45 mungkin di SD-SD itu kayaknya bisa 1:17:47 disampaikan itu, ya. Bagaimana mendidik 1:17:49 anak-anak itu penting. Karena itu kan 1:17:51 cepat lengket, ya. Dengan apa yang 1:17:52 diinfokan oleh oleh gurunya atau oleh 1:17:54 orang tuanya. 1:17:55 Dulu anak saya itu, Mas Angga, itu ada 1:17:57 satu celengan tuh namanya celengan 1:17:59 Palestina, ya. 1:18:00 Jadi tiap pagi disisihkan untuk 1:18:02 memasukkan ke celeng Palestina. Kalau 1:18:04 sudah banyak, itu diserahkan ke 1:18:06 wartawan-wartawan dari Palestina dan dia 1:18:07 yang serahkan. Jadi memang untuk 1:18:09 mencintai Palestina, itu memang harus 1:18:11 dari dari dini. Jadi literasi itu bukan 1:18:14 cuma orang tua, tapi kalau anak-anak itu 1:18:16 memang harus di dikasih contoh, ya. 1:18:18 Contoh itu 1:18:19 untuk jangka panjang. Kalau anak-anak 1:18:22 ini kan lengket, ya. Karena apa yang 1:18:23 disampaikan lengket. Seperti kata-kata 1:18:24 Pak Pak Marani tadi itu, mungkin enggak 1:18:26 sekarang enggak terasa. 20 tahun ke 1:18:27 depan mereka akan lanjut kita. Kita 1:18:30 pulang mungkin sudah enggak ada lagi, 1:18:31 kan. Mereka yang akan melanjutkan 1:18:32 perjuangan-perjuangan, kita itu. Jadi 1:18:35 Jadi, pikir memang benar yang yang tadi 1:18:37 di disebutkan oleh Ibu tadi itu bahwa 1:18:39 memang 1:18:40 beliau telah jadi model lah, model untuk 1:18:42 bisa memperkenalkan ke negara-negara 1:18:44 lain atau saudara-saudara yang lain 1:18:46 bahwa untuk mencintai Palestina itu 1:18:48 harus dimulai dari rumah tangga. 1:18:50 Ehm. 1:18:52 Baik, saya ke WhatsApp terakhir ya dari 1:18:54 pendengar ini ada Ibu Nurjana binti 1:18:56 Madio. Alhamdulillahirobbilalamin, 1:18:59 saya menyimak buka mata buka telinga di 1:19:01 malam hari ini Kang Angga. Salam untuk 1:19:04 Dokter Ben dan juga Ustaz Mardani Ali 1:19:06 Sera, salam silaturahim dari Singapura. 1:19:09 Baik, Ibu Nurjana terima kasih ya atas 1:19:11 atensinya. 1:19:12 Baik, karena keterbatasan waktu nih saya 1:19:15 akan ke bagian terakhir penutup dari 1:19:19 acara kita di malam hari ini. Saya akan 1:19:21 ke Pak Mardani Ali Sera dulu. Pak 1:19:23 Mardani yang perlu digarisbawahi 1:19:25 diingatkan kepada Ikhwan Akhwat 1:19:27 pendengar hasil dari yang kita bahas 1:19:29 mengenai RUU BDS di malam hari ini, apa 1:19:31 Pak Mardani? 1:19:35 Eee. 1:19:37 Eee. 1:19:38 Dokter Ben, Mas Angga, teman-teman 1:19:41 Rasio. 1:19:42 Eee, kekuatan terbesar kita itu fikrah 1:19:45 ya. 1:19:46 Pemikiran kita. 1:19:48 Eee, BDS itu turunan dari fikrah kita, 1:19:53 pemikiran kita. Ehm. Eee, saya kaitkan 1:19:56 ini karena begini. 1:19:58 Eee. Ketika kita melawan gerakan Zionis 1:20:02 yang ini sangat kuat 1:20:04 maka enggak bisa cuma eee single 1:20:08 eee eee strategi. Dia harus multi 1:20:11 strategi dengan multi 1:20:14 multi aktor dengan multi approach gitu. 1:20:17 Ehm. Yang setiap kita kayak main bola 1:20:19 gitu Mas Angga. Ehm. Jangan eee eee 1:20:23 memaksa kiper menjadi striker. 1:20:25 Jangan memaksa eee eee back selalu maju 1:20:29 ke depan. 1:20:31 Berarti yang ini memang tugasnya jadi 1:20:33 kiper, yang ini back. Yang striker ada. 1:20:36 Eh, silakan dan jangan yang striker 1:20:38 merasa lebih penting dibanding yang 1:20:40 kiper, yang back merasa tidak penting 1:20:44 ketimbang striker, tidak. 1:20:45 Every single of us is a very important 1:20:48 player 1:20:49 again international zionism. Ehm. Dan 1:20:52 setiap kita punya hak dan kedudukan yang 1:20:55 sama, apalagi kalau di sisi Allah, untuk 1:20:57 membantu saudara kita di Palestina. Ada 1:21:00 yang membantu dengan demo, ada yang 1:21:02 membantu dengan boikot, ada yang 1:21:03 membantu dengan tadi pendidikan kepada 1:21:05 anak-anak, ada yang membantu dengan 1:21:07 diplomasi internasional, ada yang 1:21:08 membantunya dengan tadi membuat 1:21:10 produk-produk inovasi terbaik, ada yang 1:21:12 membantu dengan memperkuat ekonomi 1:21:13 nasional. 1:21:15 Eh, itu semua buat saya pejuang-pejuang 1:21:18 pembela Palestina. Yang waktu kampanye 1:21:21 kemarin kampanye yang waktu demo 1:21:22 kemarin, 1:21:23 jadi Anda bisa tukang ojek, Anda bisa 1:21:27 artis, Anda bisa emak-emak, Anda bisa 1:21:30 penyanyi, Anda bisa anak muda, Anda bisa 1:21:34 anggota DPR, Anda bisa menteri, Anda 1:21:36 bisa presiden, semuanya bersatu berjuang 1:21:38 untuk Palestina. 1:21:40 Dengan 1:21:42 eh, pos dan cara 1:21:44 eh, posisi masing-masing, gitu Mas Anda. 1:21:47 Sehingga dengan pemahaman seperti ini 1:21:49 yang ada dalam kepala kita, ini eh, tim 1:21:52 kita geraknya di sini. Jangan ini salah 1:21:54 karena enggak ngikutin, beda sama kita, 1:21:56 jangan. 1:21:57 Jangan. Eh, karena perjuangan 1:21:59 membebaskan Palestina itu betul-betul 1:22:01 perjuangan multi sektor, multi aktor, 1:22:05 multi strategi yang memerlukan kerja 1:22:08 sama yang luar biasa dari kita semua. 1:22:11 Baik, luar biasa. 1:22:13 Selanjutnya Pak 1:22:14 Dokter Ben, silakan Dokter Ben. 1:22:18 Ya, 1:22:19 kita mengapresiasi ya langkah para 1:22:21 parlemen dalam 1:22:23 menggodok, meng- 1:22:25 iring dan insya Allah akan 1:22:28 mengesahkan menjadi jadi undang-undang 1:22:29 ya mudah-mudahanlah ini menjadi dasar 1:22:32 dasar perlawanan ya dasar perlawanan 1:22:34 kita terhadap 1:22:36 Israel ya 1:22:37 karena apapun suatu undang-undang ya 1:22:38 suatu undang-undang juga punya 1:22:40 undang-undang maka ada dasar untuk 1:22:42 membela 1:22:43 makanya 1:22:44 saya pikir ya kita harus mendukunglah 1:22:46 apa yang dikatakan oleh Pak Mardani tadi 1:22:47 itu bahwa konsolidasi kemudian 1:22:50 solidaritas kita antar 1:22:52 umat antar antara negara parlemen dan 1:22:55 masyarakat ya 1:22:57 yang besar kita kecilkan yang kecil kita 1:22:59 hilangkan kan gitu jangan 1:23:02 jadi kita harus ada langkah-langkah 1:23:03 kompromi ya langkah-langkah kompromi 1:23:05 kita enggak bisa ngotot-ngototan 1:23:07 bisa katakan pada awal ada kira ideal 1:23:09 saya dengan undang-undang itu tapi kita 1:23:10 realita itu kan beda waktu undang-undang 1:23:12 ini bukan realita ini kan 1:23:14 enggak bisa terpaksa kan harus seperti 1:23:15 se-ekstrim yang yang saya pikirkan gitu 1:23:17 juga harus mengukur juga kemampuan 1:23:20 kekuatan 1:23:21 dan apa ya artinya 1:23:23 ke 1:23:24 ya macam-macamlah ee sehingga kita bisa 1:23:27 menerima walaupun terlepas apapun nah 1:23:29 inilah langkah maju 1:23:31 yang untuk Indonesia saya pikir 1:23:32 satu-satunya negara di dunia yang ada 1:23:34 BTS cuma Indonesia mungkin kalau jadi 1:23:36 langkah maju satu ya mungkin itu Mas 1:23:38 Angga Pak Mardani terima kasih banyak 1:23:40 Pak Mardani Baik baik 1:23:42 terima kasih banyak kepada Pak Mardani 1:23:44 dan juga Dokter Ben ya di malam hari ini 1:23:46 buka mata buka telinga kita 1:23:48 mudah-mudahan memberikan pencerahan 1:23:50 kepada pendengar 1:23:52 dan juga ikhwan akhwat terima kasih 1:23:53 banyak atas kebersamaan Anda menyimak 1:23:56 siaran kami di malam hari ini kami undur 1:23:59 diri sekali lagi terima kasih banyak 1:24:01 kepada narasumber kita Pak Mardani dan 1:24:03 juga Dokter Ben 1:24:04 mohon maaf atas segala kesalahan kata 1:24:06 billahi taufik walhidayah 1:24:07 assalamualaikum warahmatullahi 1:24:09 wabarakatuh 1:24:22 Hah.