Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim rahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma
- sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali
- sayyidina Muhammad. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan
- akhwat, pendengar silaturahim dan juga
- pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah.
- Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan
- akhwat di Senin malam hari ini tanggal
- 18 Rabiul Akhir 1446 Hijriah atau
- tanggal 21 Oktober 2024. Kembali hadir
- acara tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz
- Doni Amir Sagap yang alhamdulillah telah
- bergabung via Zoom ya karena beliau dari
- Turki Ustaz ya. Sedang ada Turki Ustaz
- ya. Masyaallah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ee Kang Fahri, Bapak, Ibu
- semua, ikhwan akhwat, para pendengar
- Radio Silaturrahim dan pemirsa Rasin TV
- di mana pun berada. Gimana kabarnya,
- Ustaz? Sehat ya? Alhamdulillah kabar.
- Alhamdulillah bisa kembali hadir live di
- hari ini, Ustaz, ya. Oke. Tema hari ini
- adalah mengenai hadiah di balik musibah,
- gitu, Ustaz, ya. Betul. Baik, kita akan
- bersama-sama simak Iwan Nawat nanti dan
- nanti yang juga ingin bergabung via
- WhatsApp, bertanya, berkomentar, Anda
- bisa kirimkan melalui WhatsApp kami di
- 0811999720. T Ustaz. Iya, terima kasih
- Kang
- Fahi. Ee
- bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam.
- Alhamdulillah.
- Alhamdulillahilladzi anzalas sakinata fi
- qulubil mukminin liydadu imanan
- maanihim walillahi junudus samawati wal
- ard wallahu aliman
- hakima wasatu wasalam ala al maut
- rahmatanil alamin asrofal anbiya wal
- mursalin waa alihi wasohbihi ajmain amma
- Fakulullah taala fi kitabihil karim
- azubillahiminasyaitanirrajim.
- Bismillahirrahmanirrahim. Wabluwannakum
- bisyaaiin minal khauf wal ju waqsim
- minal amwali wal
- anfusiarat
- wabasyirobirin alladzina idza asobathum
- musibah qolu inna lillahi wa inna ilaihi
- rojiun. Ulaika alaihim
- shawatumbihim warahmah wa ulaika humul
- muhtadun. Sadaqallahulim wasq rasuluhul
- nabiul karim wahnu alalika
- minyahidinakirin. Amma ba. Maasiral
- muslimin wal muslimat
- rahimakumullah. Para
- pendengar radio silaturahim. Demikian
- pula para pemirsa Rasil TV di mana pun
- berada.
- Alhamdulillah. Segala pujian, segala
- kemuliaan betul-betul kita ikrarkan
- adalah milik Allah Subhanahu wa taala
- saja yang memberikan kepada kita semua
- hal yang telah ee kita
- pahami maupun yang belum bisa kita
- pahami. Dialah yang memberikan kepada
- kita semua yang kita rasakan. sampai
- saat ini. Dan Ia pulalah yang
- menjanjikan kepada kita sebuah kehidupan
- atau satu kehidupan sesudah kehidupan
- yang saat
- ini. Kita berdoa,
- berusaha agar kita dapat memasuki
- kehidupan yang baru nanti itu dalam
- keadaan yang baik, dalam keadaan yang
- taat kepada Allah subhanahu wa taala,
- dalam keadaan yang riang gembira
- menyambut kembalinya kita ke sisi Allah
- atau nama lainnya adalah husnul
- khatimah.
- Selawat dan salam mari senantiasa kita
- sampaikan, kita curahkan kepada
- junjungan kita yakni baginda Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Allahumma sholli wasallim wabarik alaih
- wa ala alihi wasohbihi
- ajmain. Semoga kita pun termasuk dari
- orang-orang yang nanti akan memiliki
- tanda yang dikenali oleh beliau
- sallallahu alaihi wasallam dan kemudian
- bersama-sama dengan beliau sallallahu
- alaihi wasallam kita ikut dalam kelompok
- yang beliau pimpin memasuki surga Allah
- Subhanahu wa taala.
- Maasiral muslimin wal muslimat
- rahimakumullah. Bapak, Ibu, para jemaah,
- para pendengar Radio Silaturahim, para
- pemirsa Rasil TV. Pada malam hari ini ya
- ee kita
- insyaallah akan membahas, akan
- mentadaburi ayat Al-Qur'an yakni lebih
- tepatnya di surah k-ua yang tadi di awal
- kami bacakan. Surah Al-Baqarah ayat
- 155 sampai dengan
- 157 mengenai hadiah Allah di balik
- musibah. Tentu saja hadiah ini akan
- berlaku, akan ada seandainya kita
- betul-betul bisa
- mengelola respon terhadap musibah
- tersebut. Jadi mengelola responnya
- itulah yang akan nanti ee
- berdampak dapat hadiah atau tidak dari
- musibah yang kita yang ee apa yang Allah
- ujikan kepada
- kita. Saya mohon izin men-share di
- screen di layar. Mungkin bagi pemirsa
- Rasil TV bisa disaksikan ya atau yang
- melihat dari ee apa ee YouTube ya. Nah,
- mudah-mudahan ee bisa disaksikan tanpa
- ada
- kendala. Hadiah di balik musibah. Jadi,
- ee ada hadiahnya. Nah, kan rugi ini
- kalau kita tidak mengambil hadiah
- tersebut di balik
- musibah. Pertama kita jelaskan dulu
- secara singkat ya apa itu musibah.
- Supaya
- jelas di dalam Al-Qur'an penyebutan kata
- musibah itu disebut 10 kali di dalam
- Al-Qur'an. Ya, di layar saya tampilkan
- 10 kali penyebutan kata
- musibah. Dan dari 10 kali itu terbagi
- nanti menjadi lima kategori. Ee musibah
- itu ya. Lima
- kategori. Apa saja dia ya? secara
- singkat saja. Yang
- pertama, kekalahan dalam perang. Ah, ini
- juga disebut sebagai musibah, ya.
- Al-Qur'an menyebut itu sebagai musibah.
- Jadi, ketika kita merasakan satu
- kekalahan dalam sebuah peperangan, itu
- artinya adalah ee musibah yang sedang
- terjadi kepada ee apa? Kepada kita,
- Bapak, Ibu ya. Misalkan pada ee apa?
- surah ee Ali Imran misalkan begitu ya,
- surat Ali Imran surat ke 3 ya ayat
- 165. Nah, silakan nanti kalau Bapak Ibu
- di atau ee para ikhwan akhwat bisa
- membuka menyimaknya di Al-Qur'an atau di
- mushaf masing-masing itu kalimatnya.
- Coba kita bacakan contohnya ya supaya
- supaya jelas
- nih.
- 165
- kalimatnya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Awalamma
- asobatkum
- musibatun. Musibah itu kalimat itu di
- situ disebut awal asobatum musibatun
- qtum asumaihaum.
- Ketika kalian di apa terkena kekalahan
- perang ya ee kemudian apa namanya eh q
- asumlahaum padahal dulu juga kalian
- telah memberikan kekalahan perang yang
- sama kepada lawan perang kalian tapi
- kenapa waktu kalian yang menderita
- kekalahan perang kalian mengatakan
- qultum anna hadza kok bisa terjadi
- kepada kami kira-kira begitu itu qul hua
- mini anfusikum kata Allah itu terjadi
- karena sebab kalian sendiri. Innallaha
- ala kulliin qodir. Sungguh Allah maha
- mampu terhadap segala sesuatu. Merujuk
- maksudnya ini kepada kekalahan perang di
- perang Uhud. Nah, jadi ee perang Uhud ee
- kalah itu karena kesalahan kaum muslimin
- sendiri. Ya, ini kita tahu kisahnya
- nanti juga pada surat Ali Imran ini
- ketika ee melanggar perintah Nabi
- sallallahu alaihi wasallam. Tapi kalimat
- kalah perang itu disebut dengan musibah,
- ya.
- Musibah. Nah, ee dan itu karena dirinya
- sendiri atau karena orang atau manusia
- tersebut. Nah, jadi ee kekalahan perang.
- Yang
- kedua juga disebut sebagai musibah
- adalah kematian, Bapak, Ibu. Ya, ini
- misalkan kita bisa temukan dalam surah
- Al-Maidah, ya. Silakan. ee yang mau
- dibuka ee mushafnya atau yang mau dibuka
- gadgetnya kita bisa saksikan bagaimana
- kalimat Allah menyebutkan ee kematian
- sebagai satu musibah. Qur'an surah
- Al-Maidah ayat
- 106. Ya, silakan dibuka kalau mau buka
- di apa di gadget masing-masing atau di
- mushaf ya masing-masing kalimatnya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim ya.
- [Musik]
- musibatul maut. Kalimatnya musibatul
- maut. Nah, jadi perintah Allah untuk
- saling ee apa ee bersaksi terhadap satu
- wasiat atau ee apa ee peninggalan yang
- dikatakan oleh seseorang yang akan ee
- dalam ee mengalami maut. Nah, jadi
- kalimatnya musibatul maut. Faasobakum
- musibatul maut. Ketika kalian terkena
- musibah berupa kematian. Nah, jadi
- kematian itu juga disebut sebagai
- musibah. Surat Al-Maidah ayat
- 106. Yang ketiga, yakni ee ketika
- seseorang terkena azab, Bapak, Ibu,
- ya. Yang biasanya itu terjadi karena
- tidak mau taat, ya. Tidak mau taat
- kepada Allah Subhanahu wa taala. ee
- misalkan jadi musibah kategori ketiga
- ini terjadi kepada seseorang atau
- kelompok orang ya azab ya yang diberikan
- ya persekotlah kalau bisa dibilang
- begitulah ya persekot itu apa ee DP gitu
- ya belum belum semuanya tetapi ee diberi
- persekot azab di dunia ini karena
- manusia tidak mau taat kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, itu juga jenis
- atau kategori musibah. Misalkan kita
- bisa buka surat An-Nisa, surah ke-4 ayat
- 62. Nah, kalimatnya di situ silakan yang
- mau buka dulu surat An-Nisa, surat ke-4
- ayat
- ke-62. Nah,
- silakan ya. Ini kalimat Allah di situ
- kita perhatikan bagaimana Allah
- menyebutkan ya sebagai musibah. Fakaifa
- asobatum musibatum bima qdam aidihim
- tumma jauka yah billahi arana illa ihsan
- waufiqina yamullahu maubihim
- faumahum fi anfusihim baligh pada
- lanjutan ayatnya pada lanjutan pada ayat
- 63-nya. Tapi di ayat 62-nya tadi Allah
- katakan, "Bagaimana jika fakaifa
- asobathum musibah." Allah timpakan
- musibah kepada mereka bima qodamat
- aidihim atas sebab perlakuan tangan
- mereka sendiri atau perbuatan mereka
- sendiri. Nah, ini orang-orang munafik
- ini ya. Kalau nanti kita buka dari ayat
- 60-nya adalah orang-orang munafik. Alam
- taradinaumunaahum amanu bima unzila
- ilaika w unzila min qblika yuriduna
- ayatahakamu thut waq umiru ayakfuru
- bihuridusit ayudillahumalan ba dan
- seterusnya. Nah, jadi Bapak Ibu yang
- dirahmati Allah dalam hal ini adalah
- orang-orang yang ee apa namanya ee
- berperilaku sehingga perilaku mereka itu
- ee terkena musib ee apa ee musibah.
- datang kepada mereka karena sebab
- perilaku mereka sendiri. Ee jadi ada
- jenis musibah yang seperti itu. Sebentar
- ya, saya mau izin dulu Kang Fari mau ee
- nyalain lampu sebentar ya. Ini listrik
- sebentar di acara tadabur Al-Qur'an
- bersama Ustaz Doni Amir Sagaf. Ini kita
- live di aplikasi Zoom Iwan Awat mengenai
- hadiah di balik musibah. Nanti kita
- terus bersama-sama simak Iwan Ahmad dan
- kami juga yang ingin Anda bertanya, yang
- ingin berpartisipasi, Anda bisa kirimkan
- melalui WhatsApp kami di 0811999720.
- Ee baik, maaf ya sebentar kita lanjut
- ini Ustaz. Iya. Jadi tadi sudah sampai
- poin ketiga, azab yang Allah beri di
- dunia ya kalau boleh disebut persekot
- lah ya. Persekuat itu DP azab di dunia
- karena perbuatan tangan seseorang
- manusia itu disebut sebagai juga disebut
- jenis ee
- musibah. Nah, jenis musibah seperti
- itu ee karena azab eh maksudnya karena
- kesalahan gitu ya. Nah, ada lagi jenis
- musibah yang terkena kepada ee mayoritas
- manusia. Kalau tadi orangnya berbuat
- salah, orangnya yang kena musibah.
- Tapi sekarang ee ada orang berbuat salah
- atau berbuat kerusakan gitu ya, tapi
- yang kena musibahnya itu seluruh orang
- gitu di sekitar itu, seluruh manusia
- gitu maksud saya. Nah, ini nanti kita
- akan temukan dalam ee surah Asyura surah
- ke-42 ayat ke-30.
- Nah, nah coba kita buka surah As-yura.
- Surah Asyura itu surah ke-42 ya, ayat
- ke-30. Silakan kalau yang mau buka di
- rumah, Bapak, Ibu, ikhwan akhwat
- sekalian, kalimat Allah.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim.
- W asobakum
- musibatin kasabat
- aidikumir. Kata Allah, "Tidaklah Allah
- menimpakan satu musibah terjadi kepada
- kalian kasabat aidikum karena perbuatan
- tangan kalian manusia." Nah, jadi wir
- itu pun kata Allah sudah memaafkan
- banyak dari kesalahan kalian.
- Nah, jadi musibah itu memang kategorinya
- seperti itu ya. Bukan berarti kita mau
- nuduh orang ini berbuat salah atau apa,
- tapi untuk introspeksi kepada diri kita
- masing-masing gitu. Nah, ini kategori
- ini lima inilah kategori musibah ini. Ee
- sudah sampai nomor empat ya, sudah
- sampai jenis tipe yang keempat. Nah,
- sekarang tipe yang kelima, ujian. Ee
- musibah yang merupakan ujian. Nama
- lainnya bala. Bala itu sebetulnya,
- Bapak, Ibu, kalau dalam bahasa Arab,
- dalam bahasa Al-Qur'an itu artinya
- ujian dan itu netral ujian itu. Kalau
- dalam bahasa Indonesia kan jadinya tuh
- bala, tolak bala misalkan gitu ya. ee
- bala tuh kayak sesuatu yang enggak enak
- gitu loh. Padahal dia adalah netral, dia
- adalah ujian. Nah, ujian nanti membuat
- kita naik kelas gitu. Misalkan ya, kita
- buka Quran surah ke-2 Albaqarah ayat
- 125.
- Misalkan 125 surah Albaqarah e untuk
- tahu bahwa itu adalah ujian. bentuk
- ujian itu. Nah, bukan bukan apa sesuatu
- yang enggak bukan sesuatu yang negatif
- tapi sesuatu yang sifatnya sebetulnya
- netral Bapak Ibu ya. Coba surah ke-2
- Albaqarah ayat
- ke-125. Sudah buka semua kalimatnya.
- Auzubillahiminasyaitanirrajim. Eh, maaf
- saya keliru. Maaf. Salahsah. 124
- atasnya. Atasnya 124. 125 tentang
- membersihkan ee apa Ka'bah yang
- diperintahkan kepada Nabi Ibrahim dan
- Nabi Ismail 124-nya.
- 124 ya atasnya ya kalimatnya Albaqarah
- 124
- izibala
- Ibrahimbuinahun Q
- inuka im
- qati
- qalu
- ahimin dan ingatlah wa eh
- waala ibtala itu diambil dari kata
- bala. Dan ingatlah ketika kami beri
- ujian waaizibtala Ibrahima rbuhu
- bikalimatin dengan sebuah kalimat
- faatammahun. Kemudian beliau berhasil
- menyempurnakan ujian itu. Nah, karena
- beliau berhasil menyempurnakan ujian
- itu, q inni jailuka linasi imama. oleh
- Allah diangkat pangkatnya Nabi Ibrahim
- itu kedudukan beliau menjadi imam bagi
- seluruh manusia. Nah, jadi bala itu
- adalah ujian yang sebetulnya netral
- diberikan kepada manusia. Itu sama jenis
- ujian yang ee apa dalam dalam satu
- bentuk kemudahan ya atau dalam satu
- bentuk kesulitan. Kesulitan kesempitan
- gitu ya. Itu sama-sama ujian.
- Ee demikian pula nanti kalau kita buka
- surah 90 misalkan surah Al-Fajr ayat 15
- dan 16 ya. Surah
- Al-Fajr surah 90 ayat 15 dan
- 16. Kalimat Allah di situ Bapak Ibu
- silakan yang mau buka dulu supaya supaya
- nanti mau dicatat atau apa silakan.
- Surat 90 surah Al-Fajr. Eh maaf surah 89
- kok 90 salah. Surat 89 surah Alfajr ayat
- 15 dan 16. Kalau 90 surah Albalad ya
- surat
- 89. Ah kalimat Allah
- auzubillahiminasyaitanirrajim 15.
- Faammal insan idza
- mabtalahu. Nah mabtala itu diambil dari
- kata ma ibtala. Faamal insanu
- idtalahuhu faakromahu waamahu fakulu
- akroman.
- Manusia kata
- Allah mabtalahu ketika dia diberikan
- ujian oleh Tuhannya diambil dari kata
- bala ma ibtala rbuhu ya e faakramahu
- waamahu ujian berupa kemuliaan dan
- kenikmatan yang diberikan kepada dia.
- Maka kalau diberi jenis ujian yang
- seperti itu, manusia akan mengatakan,
- "Rabbi akroman. Sungguh Allah telah
- memuliakan saya." ee senang diberi ujian
- yang seperti senang padahal itu ujian
- juga. Maka pada ayat ke-16-nya wa amma
- sementara mabtalahu faqar alaihiqohu
- fakulu ahan. Kalau manusia diberi ujian
- matala ma ibtala diambil dari kata bala
- ujian diberikan ujian berupa qodar
- alaihi riqohu disempitkan atau menjadi
- sempit rezekinya.
- Ya. Maka dia mengatakan, "Fayaqulu rbi
- ahan." Dia mengatakan Tuhan atau Allah
- menghinakan saya ya atau melupakan saya
- gitu kira-kira begitu. Padahal
- dua-duanya adalah bala, dua-duanya
- adalah ujian yang kalau berhasil
- dilewati maka nah nanti ada hadiah dari
- Allah. Tapi kalau tidak berhasil
- dilewati ya tentu saja akan menjadi
- buruk. Nah, gitu ya. Dua-duanya ujian
- bala. Nah, yang kita bahas pada
- kesempatan malam hari ini waktu
- Indonesia Barat adalah jenis ujian nomor
- 5. Eh, maaf, jenis musibah nomor 5.
- Maksud saya jenis musibah nomor lima.
- Yakni musibah berupa
- ujian. Kalau musibah berupa bencana
- misalkan gitu ya dan lain sebagainya,
- maka introspeksi yang harus kita
- lakukan. Kalau musibah berupa kematian
- bagi yang masih hidup maka mengambil
- pelajaran. Kalau musibah berupa
- kekalahan dalam perang, berarti kita
- introspeksi juga ada sesuatu yang salah
- itu karena tadi adalah juga karena ee ke
- kesalahan kita
- sendiri gitu. Introspeksi. Nah, ujian eh
- apa maaf musibah yang jenis kelima
- inilah yang akan kita bahas karena dia
- adalah ujian. Sifatn netral alias
- namanya dalam bahasa Al-Qur'an bala.
- Bala itu netral sebetulnya. Nah, jadi
- sebetulnya kalau ada tolak bala, nah itu
- agak agak keliru juga tuh ya dalam
- bahasa dalam bahasa Arabnya. Tapi kalau
- bahasa Indonesia memang ee artinya
- adalah suatu yang negatif gitu ya. Ee
- jadi musibah jenis ujian atau bala yang
- dalam surah Albaqarah ayat 155, 156
- sampai 157. Nah, inilah yang akan
- mendapatkan hadiah ketika kita berhasil
- melaluinya, Bapak, Ibu.
- gitu. Hadiahnya Allah siapkan tuh nanti
- kepada kita. Nah, bagaimana kalimatnya?
- Coba sekarang mulai pelan-pelan kita
- masuk
- ya. Ini jenis jenis uji musibah ini,
- jenis musibah ujian ini pasti diberikan
- kepada manusia. Pasti diberikan. Nah,
- jadi ee kematian juga pasti, tapi yang
- kematian itu sudah tidak bisa kembali
- lagi kan ke hidup. Nah, kalau yang jenis
- ujian, jenis musibah berupa ujian ini
- pasti diberikan kepada manusia dan kita
- masih hidup. Nah, dari mana kalimat
- tahunya atau dari mana tahunya? Kalau
- kalimatnya kita buka pelan-pelan di
- layar saya tampilkan surah Albaqarah
- ayat 155. Kalimat Allah
- begini. W nabluwannakum eh lam taukid di
- situ labluannakum.
- Dan sungguh-sungguh betul-betul ee pasti
- nabluanakum. Nah, kita perhatikan
- diambil dari kata bala nih ya tadi
- nambluan nakakum diambil dari kata bala.
- Kami akan menguji kalian. Ah, menguji
- kalian. Ujian ya ujian musibah nanti
- Allah sebut ini musibah tapi jenisnya
- ujian. Nah, maka tadi penting untuk kita
- jelaskan dulu lima kategori, lima jenis
- dari musibah.
- Wbluakum. Sungguh kami akan menguji
- kalian bisyain minal khauf dengan
- sedikit rasa
- takut. Kenapa disebut sedikit gitu?
- Karena belum ada apa-apanya. ini yang
- apapun jenis rasa takut di di dunia ini
- enggak ada bandingannya kalau
- dibandingkan dengan nanti rasa takut
- yang terjadi di hari kiamat nanti. Ee
- kalau kita buka beberapa surat
- menjelaskan tentang ee apa namanya
- kepanikan di hari kiamat itu wah luar
- biasa. Misalkan surah Al-Haj, surah
- ke-22 itu ayat pertama, kedua ya, ketiga
- itu kita akan saksikan luar biasa ee apa
- orang nanti seperti mabuk gitu ya,
- sukaro famukaro. Padahal mereka tidak
- mabuk. ee kemudian apa ee
- perempuan-perempuan yang sedang hamil
- keguguran ya orang apa yang yang lagi
- pegang anaknya dilepaskan ya karena
- mencari perlindungan untuk dirinya
- sendiri. Jadi belum apa-apa itu rasa
- takut yang ada di dunia ini belum
- apa-apa tapi Allah katakan saya akan
- uji. Kami akan uji dengan sedikit rasa
- takut ee apa e nabluanakum bisai minal
- khauf. Lalu apa yang kedua? Wal juu.
- Nah, jadi ada ada beberapa nih ya. Saya
- saya garis bawah ya. Ada lima. Satu
- khauf, rasa takut. Yang kedua juasa
- lapar. Rasa lapar. Bapak, Ibu, ikhwan
- akhwat sekalian, tentu saja yang
- dimaksud bukan hanya lapar fisik, bukan
- hanya lapar karena enggak makan nasi,
- bukan bukan hanya karena tidak makan
- asupan makanan, tapi ada lapar yang
- membabi buta, yakni lapar secara
- psikologis.
- Nah, sekarang kita saksikan ini luar
- biasa ujian seperti ini. Sekarang orang
- kepengin punya handphone merek iPhone
- semuanya yang harganya puluhan juta
- enggak sanggup dia beli. Tapi dia
- berhutang demi membeli itu. Akhirnya
- pinjol pinjaman online. Ya, ada juga
- yang berjudi online. Nah, nilainya konon
- sampai sekarang pinjaman online itu data
- terakhir per bulan.
- ee Oktober eh per bulan Oktober, betul
- awal Oktober 60 triliun pinjaman online
- Bapak, Ibu dan rata-rata menunggak
- semuanya tidak mau bayar gitu tidak
- mauembayar. Nah, rupanya salah satunya
- adalah untuk salah satu yang terbanyak
- dari pinjaman online tadi itu untuk
- membeli gadget alias handphone ya.
- Karena harga handphone yang yang khusus
- itu yang baru yaitu puluhan juta. Itu
- juga adalah rasa lapar. Rasa lapar yang
- psikologis ya. Fit in namanya fear of
- missing out. Takut kalau tidak fit in,
- kalau tidak masuk kepada ee
- lingkungannya ya. Ee takut kalau enggak
- sama kayak orang lain. Orang lain pakai
- handphone iPhone misalkan gitu ya. Tapi
- dia merasa tidak punya akhirnya rendah
- diri akhirnya dipaksakan gitu Bapak Ibu.
- Nah, begitu juga yang lainnya. Tapi
- fenomena ee gadget ini memang luar biasa
- gitu ya. Puluhan juta ya berhutang
- akhirnya berhutang dari sini dari sana
- gitu e akhirnya
- terkena pinjaman online tidak bisa bayar
- dan akhirnya ee dampak buruknya amat
- luar biasa ya. Jadi laparnya bukan bukan
- fisik yang yang bahaya itu justru lapar
- psikologis. Yang ketiga, wqsim minal
- amwal. Ee kekurangan harta. Naqsim minal
- amwal. Kekurangan harta, Bapak, Ibu.
- Nah, tentu saja harta yang dimaksud di
- sini bukan hanya sekali lagi harta yang
- sifatnya ee ee fisik materi saja ya,
- kehilangan harta dan lain sebagainya,
- tapi juga kemampuan dalam ee memiliki
- harta. Sekarang kita saksikan,
- masyaallah luar biasa beberapa bulan
- terakhir ini angka pengangguran itu
- ternyata meningkat ya.
- ketidakmampuan untuk mencari mengakses
- lapangan
- pekerjaan untuk apa? Sekedar menafkahi
- makan saja susah apalagi sampai kemudian
- bisa mengumpulkan ee bentuk-bentuk
- harta. Memang harta itu adalah satu apa
- namanya? Satu
- ee fasilitas kehidupan dan bisa menjadi
- bentuk amal jariah, amal saleh gitu.
- Nah, jadi bukan tidak boleh memiliki
- harta itu. Nah, jadi kekurangan harta
- itu kita saksikan bukan hanya soal ee
- materinya apa fisik materinya saja, tapi
- justru juga adalah kemampuannya yang
- banyak.
- Sekarang kata Allah itu bentuk ujian
- juga ya. Wal anfus. Dan demikian pula
- naqsi minal anfus atau kurangnya atau
- berkurangnya ee apa? Jiwa. Jiwa ini
- semacam bentuk ee apa? selfwthiness.
- Nah, kalau dalam bahasa Inggris itu ya
- rasa ee apa namanya? Melihat diri
- sendiri itu sebagai sesuatu yang ee
- anugerah. Nah, itu berkurang itu
- sekarang ini kita saksikan banyak orang
- seperti itu merasa inferior e rendah
- diri ee itu ya. Masyaallah. Bapak, Ibu
- yang dirahmati Allah ya. Banyak
- anak-anak sekarang misalkan kalau kita
- potret itu
- mereka eh rasanya dirinya kurang cantik
- ya, kurang ini yang kulitnya pengin
- putihlah. Padahal kita ini orang
- Indonesia memang kulit kita tidak putih.
- ee dasarnya itu memang tidak bisa putih
- gitu. Memang begitulah yang Allah
- berikan. Ee ini juga banyak data yang
- menunjukkan bahwa
- ternyata apa istilahnya
- tuh ee apa skin care. Nah, skinc yang
- paling laku itu adalah whitening,
- pemutih di Indonesia itu. Jadi, hampir
- semua orang itu pengin putih ya. Padahal
- kan orang Indonesia memang tidak putih,
- Bapak, Ibu.
- ya, terutama anak-anak gadis ya tidak
- perlu tidak perlu menjadi yang bukan
- diri kita. Nah, akhirnya karena dia
- merasa tidak putih akhirnya inferior,
- rendah diri. Ah, itu kekurangan anfus
- itu ya. Jiwanya tuh berkurang gitu. E
- enggak percaya diri ya. Walaupun tentu
- saja harus harus bersih, harus merawat
- diri dengan bersih, dengan baik, tapi
- tidak perlu mengubah diri, tidak perlu
- mengubah apa yang sudah Allah berikan
- kepada kita. Itu gitu. Kalau memang
- warna kulit kita ditakdirkan Allah tidak
- putih, ya enggak perlu putih, gitu kan.
- Begitu berarti itulah yang terbaik, gitu
- kan. Nah, jadi ini luar biasa fenomena
- ini. Kalau kita kalau kita renungi,
- kalau kita renungi ini bahaya gitu ya.
- Skinc yang paling laku itu adalah
- whitening atau pemutih. Ya, demikian
- pula
- antiaging. Aduh, luar biasa ini anti
- aging itu ya. Tidak mau kelihatan
- berumur gitu anti-aging gitu ya.
- Sudahlah gitu ya. Itu juga memberikan
- rendah diri tuh Bapak Ibu ya. Terutama
- maaf ya, terutama mungkin dalam kalangan
- muslimah atau ibu-ibu gitu. Jadi silakan
- merawat diri dengan baik, dengan bersih,
- tapi tidak perlu kita khawatir terhadap
- ee apa yang Allah berikan. Kalau memang
- sudah sudah waktunya beraging atau
- berusia gitu, keriput dan lain
- sebagainya, ya itulah ee apa perjalanan
- hidup agar kita agar kita sadar bahwa
- hidup kita ini akan kembali kepada Allah
- gitu.
- Jadi kekurangan anfus ini artinya secara
- mental, secara jiwa kita jadi inferior
- atau rendah diri. Wah itu juga bagian
- dari ujian yang Allah berikan kepada
- kita. Musibah yang jenisnya adalah
- ujian. Yang kelima eh maaf ee yang
- keenam ya. Tapi tadi ee amwal dan anfus
- itu dijadikan satu ya. Jadi ee khauf,
- rasa takut, kemudian rasa lapar, juqsim
- minal amwal wal anfus. Nah, itu dua
- tadi. Jadi kekurangan jiwa dan ee harta
- ya. Ee empat. Nah, yang kelima,
- watsamarat. Kekurangan
- buah-buahan. Tentu yang dimaksud juga
- bukan buah-buahan dari pohon saja gitu.
- Jadi bukan berarti kekurangan semangka
- atau kekurangan jeruk, kekurangan
- alpuket, bukan itu. Tapi yang dimaksud
- juga adalah kekurangan hasil, Bapak,
- Ibu. Tamarat itu adalah ee majaz ya atau
- perumpamaan terhadap suatu hasil.
- Kalau kita tanam pohon ya kan kita
- harapkan hasilnya tuh pohon yang kita
- tanam pohon mangga misalkan hasilnya
- nanti dia berbuah mangga kita tanam
- pohon ee alpukat hasilnya nanti dia
- berbuah alpukat jadi buah itu adalah
- simbol terhadap hasil ini juga akan
- terjadi kepada hidup kita
- misalkan kita sudah membina perusahaan
- ee ya dari kecil dari muda kita tata,
- kita jaga betul usaha bisnis perusahaan
- kita ini. Tahu-tahu di kemudian hari
- saat kita mengharapkan di hari tua nanti
- kita tinggal menikmati saja hasilnya
- seperti buah tadi tahu-tahu hasilnya
- tidak ada karena mungkin terjadi sesuatu
- ditipu orang atau bisnisnya gagal
- semuanya jadi hancur. Hasil yang tadi
- sudah diimpi-impikan, sudah
- dibayang-bayangkan sejak awal tadi
- tahu-tahu tidak ada. Ini juga bentuk
- musibah.
- ujian.
- Ujian samarat namanya ya. Buah-buahan
- kiasan terhadap buah ya dari pohon yang
- kita tanam gitu. Nah, jadi ada lima ya
- saya ulangi. Khauf rasa takut sedikit.
- Walju rasa lapar baik itu lapar fisik
- maupun yang banyak adalah psikologis ya.
- orang kita lihat orang beli ini, beli
- itu, kita tidak mampu, timbul rasa lapar
- di situ. Yang berikutnya adalah
- kekurangan harta. Tentu saja bukan bukan
- harta secara fisik saja. Dan yang
- keempat, kekurangan jiwa atau inferior
- ya, tidak percaya diri dan lain
- sebagainya. Dan yang kelima adalah
- kekurangan hasil atau buah-buahan. Nah,
- sebagaimana yang di mungkin yang pernah
- dibayangkan.
- Nah, kata Allah dalam lima jenis musibah
- berupa ujian ini, Bapak, Ibu, kata
- Allah,
- wabasyirobirin. Sampaikan kabar gembira
- kepada orang yang mampu bersabar dalam
- melaluinya. Nah, jadi maksudnya bukan
- hanya kalau ada orang ee sedang diberi
- ujian terus kita bilang, "Sabar ya,
- bukan begitu. Bukan hanya begitu, tapi
- berikanlah kabar gembira. kepada
- orang-orang yang berhasil melalui
- kelima-lima tadi itu dalam keadaan
- sabar. Nah, nanti kita buka. Oh, berarti
- ada kabar gembira yang Allah siapkan
- kalau Anda, kita, saya berhasil merespon
- kelima jenis ujian, kelima jenis musibah
- yang merupakan ujian ini dengan sabar.
- Ada kabar gembiranya di situ. Ada
- reward, ada hasil, ada
- hadiah, gitu. Apa hadiahnya? Nanti
- sebelum kita buka ya, lanjut dulu ayat
- 156-nya. Siapa mereka orang-orang yang
- sabar ini? Yang Allah katakan dengan
- hadiah tadi, dengan kabar gembira tadi,
- berikan kabar gembira tadi. Siapa
- mereka? Alladzi, yakni mereka idza
- asobathu musibah yang ketika mereka
- terkena musibah. Nah, musibahnya apa?
- Kembali ke atas 155. Ada lima jenis tadi
- ya, khauf, ju kemudian naqsi minal amwal
- wal anfus watsamarat. Nah, lima yakni
- rasa takut, kemudian rasa lapar baik
- fisik maupun psikologis, kemudian
- kekurangan harta baik materi maupun
- psikologis, wal anfus, kekurangan rasa
- percaya diri, kekurangan jiwa dan
- kekurangan hasil. Kalau bisa respon
- sabar, wabasyir sampaikan kabar gembira.
- Cirinya asobat musibah. Ketika musibah
- itu terjadi, qolu mereka langsung secara
- spontan keluar isi hati
- mereka, isi respon mereka itu secara
- langsung
- keluar. Berarti di sini menunjukkan
- sadar
- sepenuhnya. Apa? Inna lillah. bahwa kami
- semua, kami, saya semua manusia kemudian
- semua usaha saya, semua perbandingan
- rasa takut, rasa khawatir, makanan atau
- tidak dapat makanan dan lain sebagainya
- harta kekayaan lillah milik Allah bukan
- milik
- saya. Nah, inna lillah, milik Allah.
- Jangankan harta saya, jangankan ee hasil
- dari bisnis saya, jangankan rasa takut
- saya, jangankan rasa lapar saya, baik
- fisik maupun psikologis, sayanya sendiri
- pun juga milik Allah. Maka kalimatnya
- inna lillah, kita semua milik Allah.
- Nah, itu kesadaran penuh tuh yang
- dimiliki oleh mereka ini. Nah, kalimat
- berikutnya, wa inna ilaihi rojiun.
- Karena kami semua, kita semua, semuanya
- ini milik Allah, maka sudah tentulah
- semuanya akan kembali kepada Allah,
- bukan kepada
- saya, bukan kepada keinginan saya, bukan
- kepada harapan saya, bukan kepada
- angan-angan saya, tapi akan kembali
- kepada
- Allah, gitu, Bapak, Ibu. Ee
- jadi ee dari kalimat itu kita bisa
- merasakan gitu ya orang-orang yang dapat
- hadiah ini e ketika musibah terjadi kata
- Allah beri kabar gembira kepada dia
- karena ada hadiah untuk dia.
- Mereka-mereka adalah orang-orang yang
- sadar betul semua ini bukan milik saya
- kok. Jadi enggak ada ruginya saya itu ya
- kan enggak ada ruginya. Oh bukan milik
- saya. Nah gak ada ruginya.
- gitu. E jadi umpamanya kehilangan harta
- loh apa ruginya? Oh, enggak ada. Bukan
- punya saya kok. Bisnis yang sudah
- dipelihara dari kecil dari awal jatuh
- bangun. Tahu-tahu di usia yang sudah ee
- lanjut ah hancur bisnisnya.
- Kalau orang yang wabasyirin ini dia tahu
- bukan punya saya itu, bukan punya saya
- itu. Ya, jadi ya enggak ada ruginya saya
- ee toh selama ini sudah ee dari wasilah
- bisnis tadi itu sudah menghantarkan
- anak-anak saya bisa sekolah, rumah
- tangga saya bisa berjalan sudah sekian
- puluh
- tahun gitu kan. sudah kalau sudah ee apa
- ee semuanya kembali kepada Allah ya
- sudah terjadi ditakdirkan begitu ya
- sudah oh bukan punya saya juga jadi
- enggak rugi apa-apa sebenarnya Bapak Ibu
- gitu. Nah, ini ini luar biasa nih.
- Orang-orang yang seperti ini kata Allah
- kasih dia kabar gembira. Ada hadiah buat
- dia tuh. Apa hadiahnya? Nanti kita buka
- ya. E tapi
- 157-nya Bapak Ibu ya menjelaskan kepada
- kita bahwa hadiah yang dimaksud oleh
- Allah tadi itu e kalimatnya begini 157.
- Apa hadiahnya?
- Ulaika alaihim shawatum
- mirbihim e warahmah. Mereka itulah
- orang-orang yang betul-betul mendapatkan
- bentuk penghargaan ee mengambil kata
- selawat, penghargaan, hubungan direct ya
- dari Allah kepada mereka. Warahmah dan
- kasih sayang Allah kepada mereka. Nah,
- ini bentuk hadiah yang sifatnya ee ee
- apa namanya? Ee sangat tinggi ee dari
- sisi Allah langsung. Ulaika alaihim
- shawatun mirbihim warahmah.
- Nah, itu satu ya. Selawat birabbihim
- warahmah. Ya, tidak akan dapat kalau
- mereka tidak diuji dan berhasil sabar.
- Enggak dapat itu diuji terus
- uring-uringan misalkan gitu. Aduh, harta
- saya. Aduh, kok di usia yang segini
- malah saya ketipu orang. Ya
- Allah, ke mana semuanya ya Allah?
- Enggak, enggak dapat itu. Kenapa? Karena
- tadi syaratnya adalah alladzina idza
- asobatu musibah qolu innalillah wa inna
- ilaihi rojiun. Dan bukan cuma mengatakan
- innalillah saja, tapi betul-betul keluar
- dari dalam kesadaran
- dirinya gitu. baru dapat kasih sayang
- Allah dan penghargaan yang langsung
- direct dari sisi Allah. Ya. Yang kedua
- hadiahnya wa ulaika humul muhtadun.
- Mereka itulah orang-orang yang
- betul-betul sudah mendapatkan
- petunjuk. Muhtadun diambil dari kata
- had. Petunjuk betul-betul mereka sudah
- ee petunjuk itu sudah nempel ke dalam
- diri mereka. Nah, petunjuk sudah nempel
- ke dalam diri mereka, Bapak, Ibu.
- Nah, luar biasanya kalau kita melihat
- sedikit kepada sisi fisik ya, sisi fisik
- manusia, tubuh manusia. Kalau tadi kan
- kita lihatnya dari ee penjelasan
- Al-Qur'an ya, ada kasih sayang Allah
- kepada orang yang berhasil sabar.
- Innalillah wa inna ilaihi rojiun. Ya,
- dia tidak merasa rugi apa-apa. Ini milik
- Allah. Semua kembali kepada Allah.
- Sekarang kita lihat dari sisi fisiknya.
- Merekalah yang dapat petunjuk. Jadi
- begini, Pak, Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat
- sekalian, para pemirsa Rasil TV dan para
- pendengar Radio Silaturahim di mana pun
- berada. Tubuh kita, Pak, Bapak, Ibu,
- Ikhwan Akhwat itu memiliki namanya
- stress respon system di dalam tubuh
- kita, ya.
- tubuh kita itu merespon terhadap stres,
- terhadap ujian ya, terhadap musibah tadi
- yang datang kepada kita itu tubuh kita
- tuh merespon ya. Stress respon sistem
- ini ya ada dua,
- yakni ada yang dalam sistem endokrin ya
- atau kelenjar di dalam tubuh kita
- namanya HPA, kelenjar hipotalamus,
- pituitari dan adrenal. saya cepat saja
- tidak perlu ee kita anu e tidak perlu
- pusing di sini tapi sistemnya ada dua
- HPA ya ni keljar hipotalamus pituitari
- dan adrenal menghasilkan hormon namanya
- kortisol jadi begitu kita stres ada
- musibah terjadi ujian kepada kita, maka
- stres wajar. Nah, tapi nanti kalau kita
- berhasil kemudian mekanisme sabarnya
- terjadi maka baru dapat hadiahnya.
- Sistem yang kedua terjadi dalam tubuh
- kita ketika kita mendapatkan ujian atau
- musibah tadi yakni sistem eh saraf atau
- nervous system. Nervous system itu
- sistem saraf. Nah, terjadi dalam tubuh
- kita ada sistem yang automatic automatic
- nervous system.
- Jadi secara sederhana ketika kita stres
- Bapak Ibu ya ujian misalkan terjadi
- kepada kita itu maka fungsi saraf kita
- namanya syatic nervous system. Syatetik
- itu apa artinya tuh semua sistem saraf
- kita bekerja merespon terhadap stres itu
- ya. Nah, ini misalkan meningkatnya ee
- detak jantung ee terus juga ee
- apa
- berkurangnya aktivitas di sistem
- pencernaan kita. Eah, jadi orang kalau
- sembelit susah ke belakang itu lagi
- stres biasanya ee gitu ya.
- ee ya di mencerna susah, kemudian
- membuang apa ee kotoran juga susah gitu,
- sembelit ya istilahnya begitu ya dan
- lain sebagainya. Eh, jadi terjadi
- sympathetic nervous system. Tapi kalau
- kita berhasil langsung bisa bersabar,
- nanti tandanya kita buka sebagai
- hadiahnya. Ee akan sistem tubuh ini akan
- segera menjadi
- parasimpatetik. Nah, ini istilahnya ya
- dalam fisik kita. Parasimpatetik itu
- sebaliknya. Jadi ee apa
- ee detak jantung yang tadinya ee apa
- berdetak kencang tidak beraturan ya,
- hard rate variability atau HRV-nya tidak
- beraturan. Nah, sekarang jadi teratur
- lagi. Ee kalau kita bisa bersabar ya
- dalam ujian bisa teratur lagi. Kemudian
- kerja ee apa? lambung yang tadinya sulit
- mencerna, sekarang bisa mencerna lagi.
- Kemudian ee apa? usus usus besar dan
- usus kecil kita. Nah, kemudian bisa
- bekerja lagi dengan baik ya. Ee begitu
- juga
- ee
- apa ee pekerjaan yang dilakukan oleh
- pankreas kita misalkan. Nah, pankreas
- juga terpengaruh tuh ketika seseorang
- stres itu ee berkurangnya ee salifa.
- atau ee liur kita ya untuk bisa mencerna
- makanan sejak awal supaya nanti masuknya
- makanan itu bisa mudah
- di apa dirubah dari apa glukosa menjadi
- ee energi itu itu saliva itu atau ee
- liur itu dihasilkan ee itu adalah ee
- dari pankreas juga kalau stres ee
- liurnya berkurang akhirnya apa ee luka
- di mulutnya atau kita kenal dengan
- istilah sariawan. Makanya kalau orang
- stres biasanya salah satu tandanya
- adalah sariawan. Dia enggak sembuh gitu
- ya. Nah, itu. Nah, itu artinya tubuh
- kita merespon tuh terhadap stres tadi,
- terhadap ujian, terhadap musibah tadi
- tuh ya isinya lima tadi itu Bapak, Ibu.
- Nah, ketika seseorang berhasil di saya
- buatkan bagan ya di layar Rasil TV saya
- tampilkan musibah terjadi kepada kita.
- lalu tubuh kita pasti merespon. Nah,
- cuma responnya nanti tergantung mau
- segera mau segera kita pindah apa enggak
- responnya itu. Nah, karena tubuh pasti
- merespon dengan dua ya dengan dengan
- respon ee nervous system dan respon ee
- kelenjar endokrin menghasilkan hormon
- kortisol. Hormon kortisol nanti
- meninggikan gula darah, glukokortikoid
- namanya. Ya, makanya orang kalau stres
- itu kalau kalau salah satu tandanya
- adalah gula darahnya naik. Nah, padahal
- makannya dijaga misalkan gitu ya, gula
- darahnya naik ya karena
- stres. Nah, ada dua pilihan nanti itu
- Pak, Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat sekalian.
- Musibah terjadi, tubuh kita merespon.
- Ada dua pilihan.
- Pertama, apakah kita tetap berada dalam
- fase stres? Dalam dalam ee ee mode stres
- artinya tetap merasa kehilangan, tetap
- merasa sedih, tetap merasa bukan ee
- sedih tetap merasa tidak terima, tetap
- merasa kehilangan, tetap merasa ah
- pokoknya semua milik saya.
- ee maka nervous systemnya tetap berjalan
- tuh. Tetap berjalan, tetap merasa kehil.
- Aduh, pokoknya begini, aduh enggak bisa
- terima begini. Ah, tetap tuh tetap ada
- di situ. Sehingga tubuh kita nanti
- merasakan keletihan, capek dia karena
- dalam respon eh apa? Eh, sympathetic
- nervous system dan eh HPA aksis atau
- hipotalamus, spituitari dan adrenal tadi
- itu ya.
- Pilihan kedua, segera menjadi orang yang
- sabar. Maksudnya segera mengatakan ini
- milik Allah, bukan milik
- saya. Ah, itu satu-satunya jalan.
- Innalillah wa inna ilaihi rojiun.
- Artinya apa?
- Lepas.
- Lepas. Bukan milik
- saya, tapi milik
- Allah. Ya, gitu.
- Kalau sudah bisa begitu nanti hasilnya,
- Pak ya. Kalau kalau bisa melepaskan maka
- ada hadiah yang Allah berikan secara
- fisik. Kalau tadi sudah kita baca secara
- anu ya, hadiah secara langsung dari
- Allah berupa ulaika alaihim
- shawatunbihim warahmah waika humul
- muhtadun. 157 tadi surat Albaqarah.
- Rupanya bentuk secara fisik pun ada
- hadiah yang bernama hormon asetilkolin
- namanya. Nah, apa itu hormon
- asetilkolin? Nah, jadi ceritanya begini
- Bapak Ibu. Saya jelaskan sedikit
- saja. Ketika seseorang sabar ya, hadiah
- sabar ketika sese Oh, gini ketika
- seseorang stres tadi kan detak
- jantungnya berdetak dengan kencang gitu
- ya. kehilangan sesuatu misalkan atau
- kekurangan harta atau kekurangan hasil
- misalkan gitu ya. Ee bisnis yang sudah
- dijaga dari kecil dari dari muda,
- tahu-tahu ditipu orang hilang misalkan.
- Wah itu detak jantungnya tidak beraturan
- tuh heart rate variability-nya tuh ya
- tidak beraturan karena sedih, karena
- marah, karena kesal. Lalu kalau dia
- berhasil ee apa ketika dia ketika detak
- jantungnya tadi ee berdetak dengan
- dengan kencang karena stres itu ada
- hormon namanya
- katekolamin yang diproduksi oleh tubuh
- sehingga dampaknya tadi jantung berdetak
- lebih tidak beraturan terus ee
- pencernaan jadi terganggu ya salifa atau
- liur tadi jadi berkurang jadi kering dan
- lain sebagainya ya. Salah satunya adalah
- untuk mempercepat detak jantung karena
- stres. Namanya katek kolamin ya Bapak
- Ibu. Katek kolamin
- hormon. Nah bahaya kalau detak jantung
- ini terus terus terus-terusan tidak
- beraturan karena adanya katekolamin jadi
- detak jantungnya jadi lebih cepat.
- Bahaya nanti bisa terjadi ee
- aterosklerosis atau penyempitan pembuluh
- darah ya. Pembuluh darah kenapa? Karena
- jantung tadi memompa darah dengan ee
- cepat ya, dengan sangat cepat dan tidak
- beraturan gitu ya. Nah, satu-satunya
- cara adalah dengan rileks, dengan
- melepaskan. Yakni kata Allah innillah wa
- inna ilaihi rojiun. Resapi, hayati makna
- itu. Begitu kita bisa betul-betul
- merasa, iya ya ini milik Allah, bukan
- punya saya. Ngapain saya enggak rugi
- apa-apa juga kok.
- bukan punya saya kok gitu. Betul-betul
- itu dirasakan dalam diri kita.
- Betul-betul masuk maknanya kepada hati,
- jiwa, pikiran kita. Betul-betul itu
- menjadi satu sikap diri kita. Maka kita
- bisa rileks, lepas.
- Nah, ketika rileks
- itulah dari syathetic nervous system
- tadi, dari kerja keras jantung dan lain
- sebagainya tadi jadi rileks. Namanya
- parasimpatetik. Kalau tadi simpatetik
- itu keras kerjanya, tapi parasimpatetik
- e setelah kita rileks namanya
- parasimpatetik.
- Ah, begitu parasimpatetik ini dari yang
- jantung bekerja dengan cepat tadi,
- dengan stres, dengan marah, dengan kesal
- dan lain sebagainya. Nah, jadi
- parasimpatetik, jadi slow down, jadi
- turun ee detak jantung tadi jadi
- berdetak dengan dengan ee pelan, Bapak,
- Ibu. Nah, di situlah tubuh mengeluarkan
- hormon namanya
- asetilkolin. Nah, sebetulnya asetilkolin
- ini terjadi
- karena detak jantung kita yang tadinya
- cepat jadi pelan karena rileks. Tadinya
- stres ya detak jantung kencang du kesal
- marah dan lain sebagainya. Terus
- innalillah. Oh iya ini milik Allah bukan
- milik saya. Untuk apa saya terus berasa
- dalam diri iya ya. milik Allah. Saya
- enggak rugi apa-apa. Nah, jantungnya ee
- berdetak jadi jadi lebih rendah. Hormon
- asetilkolid di situ untuk memastikan
- bahwa jantung ini tidak terlalu rendah.
- Sebetulnya dasarnya tuh begitu. Tapi
- rupanya ini yang saya sebut
- hadiah asetilin bukan hanya bekerja
- untuk jantung saja, tapi ada satu hadiah
- Bapak Ibu asetilkolin rupanya juga
- berdampak kepada bagian otak yang
- namanya hipocampus.
- Nah, ini dia hadiahnya nih. Nah, jadi
- mungkin kalau kalau selama ini mungkin
- ee kita tahunya asatil qol hanya untuk
- jantung saja. Padahal tidak begitu
- begitu jantung jantung memang
- membutuhkan asetil tapi rupanya
- hadiahnya adalah juga dibutuhkan atau
- langsung dipakai oleh bagian otak
- hipocampus. Apa bagian otak hipokampus
- ini? dalam dalam otak kita bagian otak
- yang bertanggung jawab atau
- berfungsi mengkonversi
- merubah memori jangka pendek menjadi
- memori jangka panjang. Memori jangka
- pendek adalah memori yang kita terima ee
- dengan cepat tapi akan menjadi memori
- jangka panjang. Artinya akan tersimpan
- lama di dalam diri kita. singkat kata
- orang jadi
- pintar. Nah, pintar kenapa? Karena
- apa-apa yang dia ingat, apa-apa yang dia
- dengar, dia baca, yang selama ini cepat
- atau gampang lupa, jadi lama
- lupanya. Eeah itu orangnya cerdas,
- jenius.
- Ee jadi kejeniusan, kecerdasan,
- kepintaran seseorang itu itu ditandai
- dengan banyaknya hormon asetilkolin yang
- berguna di
- hipocampus. Dari mana asetilkolin itu
- bisa didapatkan? Salah satunya yang
- terbanyak adalah ketika kita stres,
- jantung kita berdetak dengan kencang,
- lalu kita kemudian buru-buru ee
- berperilaku sabar mengatakan dalam diri
- kita, "Ini punya Allah, bukan milik
- saya." Asetil Qolid mengalir. Maka orang
- itu bukan hanya jantungnya nanti lebih
- baik, tapi juga ee ee apa hipokampusnya
- itu bekerja dengan luar biasa. Bapak,
- Ibu yang dirahmati Allah. Maka itu kata
- Allah tadi hadiahnya secara bahasa,
- secara Al-Qur'an tadi ayat 157 kita
- kembali lagi. Ulaika alaihim
- shawatunbihimahmah wa ulaika humul
- muhtadun. Merekalah orang-orang yang
- mendapatkan kasih sayang Allah dan ee
- mendapatkan ee
- apa? Langsung koneksi kepada Allah dan
- kasih sayangnya dan tambahannya. Ulaika
- humul muhtadun. Merekalah orang-orang
- yang betul-betul mendapatkan petunjuk.
- Salah satu petunj eh salah satu cara
- untuk petunjuk itu mudah diraih adalah
- dengan otak yang bisa dipakai untuk
- menganalisis merenungi. Ee otak yang
- bisa dipakai menganalisis merenungi tadi
- itu itu ada ee kemampuan itu menjadi
- karena salah satunya hormon asetilkolin
- yang didapatkan setelah seseorang
- berhasil bersabar dalam ujian dia. Nah,
- ini dan hormon asetilkolin ini enggak
- ada, enggak bisa dibeli di apotek gitu.
- Misalkan kalau hormon yang lain misalkan
- melatonin bisa dibeli di apotek tuh
- dalam bentuk kapsul ee tidur apa obat
- tidur ada melatoninnya. E dopamin ada
- dopamin. Ee serotonin misalkan ada, kita
- bisa beli triptopan. L triptopan
- misalkan itu membantu ee serotonin dan
- melatonin juga. Tapi kalau asetilkolin
- enggak ada.
- itu hanya dihasilkan oleh tubuh kita.
- Lewat apa? Lewat perubahan detak jantung
- tadi. Dari yang tadinya stres menerima
- ujian sebentar kemudian langsung kita
- ubah menjadi sabar. Heart rate
- variability kita, variabel detak jantung
- menjadi ee kembali normal, rendah, dan
- baik. Saat itu asetilkolin untuk jantung
- awalnya, tapi juga berdampak untuk otak,
- yakni bagian otak hipocampus. Bapak, Ibu
- yang dirahmati Allah. Jadi luar biasa
- hadiahnya tuh seketika seketika itu juga
- ee supaya orang ini nanti mudah dapat
- petunjuk ya muhtadun ya orang-orang yang
- mendapatkan petunjuk. Eah jadi hadiah
- besar di balik musibah kalau kita
- berhasil merespon musibah tadi dengan
- menjadi orang yang sabar yakni
- menghayati kalimat
- innalillah wa inna ilaihi rojiun. Jangan
- cuma diucapkan, jangan cuma lip service
- kalimat ini, Bapak, Ibu. Jangan cuma
- sekedar pemanis bibir saja. Jangan. Tapi
- renungi baik-baik. Saya ini milik Allah.
- Semua juga kembali ke Allah. Apa ruginya
- saya? Eah, tidak ada rugi apa-apa. Gak
- ada rugi apa-apa, Bapak, Ibu. Karena
- semua bukan milik saya. Nah, jadi rasa
- itulah yang kemudian menghasilkan hormon
- asetilkolim.
- Baik, ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang
- dirahmati Allah, para pendengar Radio
- Silaturahim, para pemirsa Rasil TV di
- mana pun berada. Inilah hadiah di balik
- musibah ee musibah jenis ujian ya. Nah,
- ya yang rupanya memberikan dampak luar
- biasa kepada kita, terutama bagian otak
- hipokampus kita ya. membuat seseorang
- lebih cerdas, lebih mudah untuk
- mendapatkan petunjuk, lebih mudah
- menganalisis, memahami ee sebuah
- persoalan. Karena hormon asetilkolin
- tadi rupanya bukan hanya untuk jantung,
- tapi juga ada manfaat yang sangat besar
- kepada otak kita wabil khusus bagian
- hipocampus, bagian otak yang bekerja
- untuk mengubah memori jangka pendek
- menjadi memori jangka panjang. Wallahuam
- bisab. Mudah-mudahan memberikan manfaat.
- Saya kembalikan kepada Kang Fahri di
- studio. Billahi taufik walhidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullah
- wabarakatuh. Demikian akhwat. Kajian
- tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Dodi
- Amir Sagap telah kita bersama-sama simak
- Ahwat mengenai tema hadiah di balik
- musibah. Sudah banyak Ustaz Doni ini
- yang masuk di WhatsApp berhasil.
- Sepertinya kita langsung saja ya karena
- waktu pukul 2117 menit ya waktunya saya
- barat di sini nih. Oh masyaallah. Kita
- langsung saja ke pertanyaan yang masuk
- dan juga sapaan-sapaan dari WhatsApp
- Rasil yang masuk ini dari Bapak Mua
- Henri sedang menyimak. Ada Ibu Yangri
- juga ada Ibu Arsi di Sukabumi. Bapak
- Haji Musyawir, Bu
- Darniwati, ada juga Ibu Aminah, Bapak
- Gusti Ciputat, Bapak Slamat Suryadi,
- Bapak Sarifudin ya, Ibu Kiswati. Ibu
- Mariati di Sukabumi, Bapak Masud di
- Batam, dan banyak lagi yang sudah
- bergabung di WhatsApp yang sudah
- mengirimkan ee sapaan-sapaan juga
- pertanyaannya. Ini yang pertama saya
- bacakan ya, Ustaz. Pertanyaan dari Bapak
- Mas'ud, Ustaz di Batam.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz Doni. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Mohon
- pencerahannya, Ustaz. Bagaimana cara
- memahami kalau orang diamanahi jabatan
- itu musibah? Kalau diartikan yang
- negatif, bagaimana dengan Al-Qur'an yang
- mempercayakan kepada manusia bahwa yang
- bisa mengemban amanah adalah manusia.
- Padahal manusia suka berbuat zalim. Yang
- ingin saya tanyakan, apa orang yang
- berlomba-lomba berburu jabatan yang
- kadang giliran menjabat bingung karena
- jabatannya di PIKO bukan bidangnya. Apa
- itu musibah atau bala, Pak Ustaz? Mohon
- nasihatnya. Demikian,
- ya. Terima kasih kepada Bapak Pak siapa
- tadi? Apa? Mas Udam. Pak Mas Ud ya di
- Batam. Pak Mas Ud dan Bapak Ibu yang
- dirahmati Allah, ikhwan akhwat sekalian
- ee di mana pun berada. Tadi sudah kita
- sebutkan bahwa jenis musibah itu ada
- lima. Nah, jadi apa? amanah yang
- diberikan kepada
- manusia, baik amanah secara umum ya yang
- yang ee diberikan kepada manusia maupun
- amanah secara khusus. Misalkan jabatan
- tadi yang Bapak sebutkan itu masuk
- kategori musibah jenis yang kelima yakni
- ujian. Kalau berhasil diemban dengan
- baik maka dapat hadiahnya juga. Tapi
- kalau tidak berhasil, maka dia akan
- menjadi satu bentuk hukuman nanti akan
- dipertanggungjawabkan luar biasa oleh
- manusia itu. Ya, maka kita terlahir di
- sebagai manusia ee bentuk musibah juga
- artinya ujian ya, musibah jenis yang
- kelima tadi ya. ee apalagi kemudian ada
- secara spesifik ee jabatan-jabatan
- tertentu yang ee dalam jabatan itu kita
- bertanggung jawab kepada ee Allah dan
- kepada orang banyak, kepada masyarakat,
- kepada manusia banyak. Nah, itu luar
- biasa. Tapi kalau berhasil diemban
- dengan jujur, adil, dampaknya juga
- hadiahnya luar biasa.
- Nah, tentu saja kepada teman-teman atau
- kepada saudara-saudara di mana pun
- berada yang diberikan ee musibah jenis
- yang kelima berupa jabatan ini di mana
- pun Anda berada, kalau boleh kami
- berpesan sebagai sesama saudara, maka
- betul-betul jagalah amanah itu dengan
- baik. Karena itu bisa menjadi sesuatu
- berdampak baik kepada Anda, tapi juga
- bisa menjadi sesuatu yang amat berdampak
- buruk kepada Anda. Tinggal tergantung
- bagaimana Anda ee
- memperlakukannya. Ya, demikian
- kira-kira.
- Masyaallah. Ibu Hajah Saidah sedang
- menyimak. Terima kasih Ustaz Doni atas
- nasihat dan tausiahnya. Ada juga Ibu
- Siti Anisa, Bapak Arwin, Umu Arif,
- Bapak Salam, Bapak Nur Sumiatno juga
- sedang menyimak. Selanjutnya Ustaz dari
- hamba Allah. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Pak Ustaz, saya sudah pisah
- dengan suami. Anak saya satu laki-laki
- dan satu perempuan ikut dua-duanya ke
- suami. Dua-duanya sudah dewasa, tapi
- keduanya tidak sayang kepada saya,
- Ustaz. tidak pernah mengunjungi saya
- waktu saya sakit pun tidak pernah
- dijenguknya. Bagaimana saya harus
- bersikap dosakah anak-anak saya
- membiarkan ibunya seperti itu? Apakah
- ini sebuah ujian atau musibah? Apakah
- bisa disebut hadiah juga, Pak Ustaz?
- Demikian.
- Baik, terima kasih kepada Ibu hamba
- Allah yang bertanya.
- Tentu tadi kalau kita kembali kepada
- jenis nah apa ee musibah yang lima
- tadi kalau jenis yang Ibu katakan tadi
- boleh jadi adalah jenis ee yang memang
- kita harus berkaca kepada diri kita.
- Jenis yang ketiga atau mungkin yang
- keempat gitu ya.
- ee apakah kita pernah melakukan
- kesalahan ya dalam hal ini kepada
- mungkin anak-anak kita dan lain
- sebagainya. Dan kita manusia tentu saja
- kalau kita pernah melakukan kesalahan
- masih ada waktu untuk kita
- memperbaiki. Jadi ee apa namanya? Kalau
- memang ee ada satu kan artinya apa yang
- terjadi sekarang itu tidak serta-merta
- simalabim terjadi saat ini juga kan
- pasti ada proses ee prosesnya yang
- terjadi sebelumnya. Jadi ee maksud saya
- mari Ibu ee yang bertanya dan juga kita
- semua kita mengintrospeksi diri.
- Seandainya ada kesalahan kita, kita
- bertobat. Kalau kesalahan itu di hadapan
- Allah, kita bertobat kepada Allah. Kalau
- kesalahan itu memang kepada ee anak
- manusia, kepada siapapun, apakah itu
- anak dan lain sebagainya, kitalah yang
- harus minta maaf supaya nanti terbuka ya
- jalinan silaturahim, kasih sayang tadi
- bisa terbuka gitu ya. Ee tentu saya ee
- tidak apa tidak ingin ee apa
- meuduh ya dan lain sebagainya. Tapi saya
- ingin mengatakan bahwa
- ee kasih sayang seorang anak itu
- sebetulnya
- memang kasih sayang yang murni gitu.
- Kalaulah orang tuanya ini ee betul-betul
- memberikan kasih sayang kepada anak,
- pasti anak itu pasti ya ee jadi anak itu
- terlahir dalam keadaan yang yang fitrah
- gitu ya. tidak ada anak yang terlahir
- langsung durhaka tuh enggak ada gitu. Ee
- tapi perjalanan hidup proseslah yang
- kemudian membuat dia berperilaku mungkin
- ee tidak baik dan lain sebagainya. Jadi
- saya e pikir mari kita banyak-banyak
- berintrospeksi diri dalam hal ini.
- Memperbaiki diri kita jika ada
- kesalahan. Wallahualam. Insyaallah.
- Baik. Dari Bapak Hadi. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz mohon pencerahannya
- mengenai hadis atau ayat Quran yang
- menjelaskan jika suatu daerah ada
- kemaksiatan maka 40 rumah di sekitarnya
- akan mendapatkan dampaknya. Nah, apakah
- kita yang tidak tahu menahu akan terkena
- dampaknya juga? Bagaimana di zaman
- sekarang yang kalau bertetangga tidak
- mungkin bisa pilih-pilih yang baik-baik
- saja? Mohon pencerahan. Demikian, Ustaz.
- Baik ya. Jadi yang Bapak sebut tadi
- adalah ee hadis ya, tapi kita bisa ee
- menjelaskan dengan
- lebih apa ee mungkin lebih bisa dicatat
- nanti yaitu dalam surah ee Al-Anfal ya,
- surah
- ke-8 ee
- ayat ee yang ke-25 ya 25 dari surah
- Al-Anfal surah
- ke-8 ayat ayat
- ke-25. Nah, silakan Bapak kalau mau
- catat, Bapak, Ibu mau kalau mau catat
- silakan.
- 25 dari surat Al-Anfal kalimatnya
- begini. Wattaqu fitnatan la
- tusiballadinaamu minkum
- khamu anallaha syadidul iqab. Dan
- takutlah, hati-hatilah kalian terhadap
- fitnah yang bukan hanya akan menimpa
- orang-orang yang zalim di antara kalian
- saja, tapi semua orang akan terkena.
- Wattaqu fitnatan
- lausibaninaamu minkum kh tidak hanya
- akan menimpa orang zalim saja. Orang
- zalim yang berbuat kerusakan tapi akan
- terkena dampaknya kepada semua orang
- yang ada di situ. Gitu ya. Wamallahidul
- iqab. Ketahuilah Allah itu amat berat ee
- hukumannya. Siapa yang dimaksud akan
- terkena ini? Para mufasir menjelaskan
- adalah orang-orang yang jika mereka
- melihat
- menyaksikan satu bentuk kesalahan yang
- dibuat itu, mereka diam
- saja. Ah, jadi kalau kita menyaksikan
- kesalahan yang dibuat di tengah-tengah
- kita, kita tidak boleh diam saja. Kalau
- kita diam saja nanti dampak dari
- kesalahan yang dibuat itu juga akan
- terkena kepada kita walaupun bukan kita
- yang berbuat. Tapi selama kita sudah
- melakukan kewajiban kita untuk ee
- setidaknya mengatakan bahwa sesuatu itu
- salah, lebih baik lagi kalau kemudian
- kita mencari cara supaya kita bisa ee
- nahi munkar ya, me me apa menanggulangi
- kemunkaran gitu. Maka ee kalau kita
- sudah melakukan kewajiban kita itu, para
- mufasir mengatakan tidak termasuk dari
- orang-orang yang akan terkena dampak
- dari ee perbuatan zalim yang dampaknya
- akan menimpa kepada semua orang di
- sekitarnya, gitu. Nah, jadi maksud saya
- kalau Bapak melihat ada kezaliman di
- tengah-tengah lingkungan tinggal Bapak,
- nah segeralah cari cara untuk bisa
- menanggu lagi supaya tidak terjadi lagi.
- Atau setidak-tidaknya Bapak bisa bicara
- ya atau speak up ya atau
- setidak-tidaknya ee Bapak bisa melakukan
- sesuatu berdoa dan lain sebagainya
- supaya itu segera ee bisa dihentikan.
- Jangan diam saja. Kalau diam saja maka
- nanti termasuk kepada orang-orang yang
- terkena ee dampak dari perbuatan
- orang-orang zalim tadi. Ya, demikian
- kira-kira. I Pak Hadi ya tadi yang
- bertanya. Bapak Hadi iya betul.
- Selanjutnya dari ini yang terakhir Ustaz
- ya. Heeh. Yang terakhir dari Bapak
- Sahrul. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh Ustaz Doni. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- apa cirinya musibah itu bentuk hadiah
- dari Allah kepada hambnya? Bagaimana
- kita mengetahui jika musibah atau
- kepayahan hidup adalah hadiah? Bukankah
- sebuah teguran, bukan sebuah teguran
- atau hukuman atau kesalahan dari
- dosa-dosa orang lain. Demikian. Iya.
- Tadi Pak Syahrul ya tadi kita sudah
- jelaskan jenisnya ada lima musibah itu.
- Nah, musibah yang hadiah itu adalah yang
- kelima ya, berupa ujian. Nah, apa saja
- isinya? Ada lima lagi tuh.
- Baru kemudian hadiahnya akan ada
- tergantung bagaimana kita
- meresponnya.
- Yakniirin musibah innillah wa inna
- ilaihijiun. Kalau kita bisa meresponnya
- dengan dengan betul-betul merasakan
- hakikat makna dari kalimat innillah wa
- inna ilaihi rojiun
- melepaskan dan kemudian husnuzon tentu
- saja kepada Allah Bapak Ibu ya. Karena
- semua milik Allah kembali segera kepada
- Allah maka itu nanti hadiahnya akan ada
- sebab atau dikarenakan respon kita. Nah
- jadi bukan bukan ujian terus dapat
- hadiah gitu aja enggak. Tergantung
- bagaimana Anda meresponnya. Kalau kalau
- kita tidak bisa meresponnya dengan
- sabar, uring-uringan, tidak terima,
- marah, tidak ada hadiahnya. Iya, itu
- jadi yang menjadikan hadiah itu adalah
- respon kita. Nah, jadi apapun ujian bisa
- terjadi kepada kita tergantung bagaimana
- kita meresponnya. Apakah bisa inn lillah
- wa inna ilaihi rojiun atau tidak? Apakah
- murni innalillah wa inna ilaihi
- rojiunnya atau tidak? tergantung itu.
- Nah, maka ee mari kita murnikan kalimat
- innal lillahi wa inna ilaihi rojiun
- sebagai cara ketika musibah di apa
- terjadi kepada kita, kita respon dengan
- kalimat itu sehingga hadiah Allah
- mengalir untuk kita. Demikian kira-kira
- Pak Sahrul dan ikhwan akhwat sekalian.
- Jadi bagaimana respon kita ya untuk ee
- hadiah tersebut Ustaz tadi contoh dengan
- hormon apa namanya asetilkolin ya dibuat
- gitu pintar karena reaksi dari apa kita
- bersabar atas ujian atas apa stres yang
- kita hadapi begitu saja. Baik Ustaz
- mungkin sebelum pamit kita simpulkan
- Ustaz pembahasan di hari ini. Oh ya ini
- kalau kajian Zoom itu masih bisa mungkin
- loh Jumat pagi ya. Iya setiap Jumat
- pagi. Heeh. Silakan kajian ee namanya
- MMQ Majelis Makbul Quran di mana ingin
- bergabung via Zoom bersama Ustaz Doni di
- Jumat pagi bisa menghubungi nomor
- 0877
- 80211692
- 087780211692. Baik, Ustaz disimpulkan
- hari ini, Ustaz ya. Ee Bapak, Ibu,
- ikhwan akhwat sekalian, para pendengar
- Radio Silaturahim dan para pemirsa Rasil
- TV di mana pun berada. Ujian Allah pasti
- terjadi kepada kita dan itu adalah ee
- bentuk musibah yang bentuknya ujian gitu
- ya pasti terjadi. Nah, tinggal bagaimana
- kita meresponnya. Kalau kita bisa
- meresponnya dengan benar seperti yang
- Allah jelaskan tadi dalam surat
- Albaqarah ayat 156 157 maka ada hadiah
- di baliknya. Hadiah apa yang luar biasa?
- Ulaika alaihim shawatbihim warahmah
- waulaika humul muhtadun. Dapat koneksi
- kepada Allah, kasih sayang Allah dan ee
- petunjuk hidayah dari Allah. Rupanya
- secara fisik terjadi juga di dalam tubuh
- kita hormon asetilkolin yang bukan hanya
- untuk jantung ternyata, tapi juga ee
- untuk bagian otak hipokampus kita
- bekerja lebih baik yakni ee bagian otak
- yang mengubah ee memori jangka pendek
- menjadi memori jangka panjang atau
- menjadikan seseorang menjadi lebih
- pintar, lebih cerdas, lebih jenius ya
- karena ada hormon asetilkolid tadi. Ini
- hadiah Allah luar biasa kepada
- orang-orang yang mampu merespon dengan
- benar ujian-ujian dalam kehidupannya.
- Wallahuam.
- Baik Ustaz Allah atas nasihat dan
- tausiahnya di malam hari ini di acara
- tadabur Al-Qur'an dengan tema hadiah di
- balik musibah. Ianawa semoga apa yang
- disampaikan bermanfaat kita semuanya.
- Saya yang bertugas pahri ditemani Neza
- dan juga Yusuf Subeng pamit.
- Subhanakallahumma bihamdika ashadu alla
- ilaha illa anta astagfiruka waubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.