Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:09 [Musik] 0:15 at yang dirahmati Allah subhanahu wa 0:17 taala tiba kita di sesi dialog spesial 0:21 topik berita edisi hari Selasa dan kita 0:23 sudah terhubung dengan narasumber 0:26 kita 0:27 bang diujung telepon hal warahmatullahi 0:31 wabarakatuh Waalaikumsalam 0:33 warahmatullahi wabarakatuh Apa kabar 0:36 Alhamdulillah 0:38 sehat sehat ya Insyaallah Amin 0:42 mudah-mudahan nanti teleponnya gak ada 0:44 gangguan kita ni di pagi hari ini 0:45 mudah-mudahan 0:48 lancar berjumpa lagi kita setelah 0:51 kemarin juga sempat menyapaan akhwad di 0:54 pagi hari ini kita menyapa 0:56 lagi menemaniw akwad 0:58 memberikan sedikit ee pencerahan dari 1:01 obrolan kita di pagi hari ini bang 1:02 ihsanudin 1:04 eh Memang ada kaitannya pasti ya dengan 1:08 apa sekarang yang sedang terjadi ini 1:10 kenaikan harga BBM namun saya itu 1:11 teringat sebenarnya ketika bank is telah 1:14 e pernah pernah membahas mengenai ketika 1:18 pemerintah selalu saja menggunakan resep 1:23 ekonomi yang 1:24 sama dari tim ekonominya pemerintah gitu 1:28 ya Yang bisa dikatakan ini tulang 1:31 punggungnya rezim dengan cara yang tidak 1:34 berbeda Pertama dalam 1:36 menghadapi eh Resesi Global waktu itu 1:40 pernah dibahas sedikit akhirnya 1:42 Disinggung oleh bank 1:44 ihansi lembaga lembaga 1:46 internasional yang memang telah menjerat 1:50 Indonesia bukan hanya IMF waktu itu yang 1:53 disebut tapi juga Bank 1:56 Dunia JP Morgan juga sempat disebut 1:59 waktu itu hingga National Association 2:01 for business 2:02 economics hal-hal ini kan 2:04 eh kurang mencuat gitu kalau di 2:09 media-media media mainstream namun masuk 2:12 ke kategori partisan pemerintah enggak 2:15 pernah terkuak gitu 2:17 ya bahkan sekarang inih nadanya hampir 2:19 sama nih media-media partisan pemerintah 2:21 ini mendukung langkah-langkah pemerintah 2:23 apapun yang dilakukan sampai ke hal-hal 2:26 yang bisa dikatakan sebenarnya ini 2:28 langkah-langkah yang salah yang 2:30 dilakukan pemerintah itu media sedikit 2:33 yang 2:34 mengkritik kaitannya sebelum kita ke 2:36 hal-hal yang betul masyarakat lihat ini 2:39 BBM efeknya ke depan gitu ya dari 2:41 harga-harga ini bagaimana bang Ihsan 2:44 nursi mengawali dialog kita di pagi hari 2:46 ini tentang hal 2:48 tersebut yang pertama 2:50 Bismillahirrahmanirrahim mudah-mudahan 2:52 kita dalam lindungan Allah dan 2:55 mudah-mudahan kita tetap dalam berkah 2:56 dan rahmatnya sehingga cara berpikir 2:58 kita cara melihat kita 3:01 eh bebas dari kepentingan pribadi bebas 3:06 dari ee titah siapun kecuali titah Allah 3:09 gitu 3:11 ya Dan yang kedua kita melihatnya begini 3:15 kalau kalau kita ngelihat ke depan kayak 3:17 gimana 3:19 Eh saya menyebutnya ada ada lima ancaman 3:24 besar yang dihadapi Indonesia eh Apakah 3:30 bisa diselesaikan atau tidak tergantung 3:33 sekali pada e model kebijakan yang 3:36 dilakukan dan bagaimana cara 3:40 ee penyelesaian itu apakah cuma sekedar 3:43 meredam atau kemudian membiarkan masalah 3:45 itu menumpuk 3:46 I ada 3:49 eh lima dampak 3:51 dari inflasi yang disebabkan oleh dua 3:55 hal pertama inflasi karena barang-barang 3:59 impor namanya eh 4:03 imported inflation kalau pakai bahasa 4:05 akademiknya inflasi karena barang-barang 4:08 impor 4:09 Eh energi kita adalah barang impor dan 4:13 itu 4:14 berarti cost pus 4:16 inflation inflasi karena dorongan 4:19 harga-harga itu juga bahasa 4:21 akademiknya nah ketika dia diakumulasi 4:24 dengan betul-betul menaikkan harga 4:26 barang impor maka eh dia akan menggerek 4:31 semua 4:32 harga-harga Dia akan menaikkan 4:35 harga-harga e secara umum dalam bahasa 4:39 akademiknya 4:41 generalilibrium akan mencari titik baru 4:44 keseimbangan saya saya pakai pendekatan 4:47 akademik e dulu dengan dengan melihat 4:50 cara barat 4:52 G tapi nanti dengan cara Islam berbeda 4:55 karena cara akademik barat dengan cara 4:57 Islam berbeda cara akademik Barat 4:59 melihatnya ketika terjadi imported 5:01 inflation C inflation maka general 5:03 equilibrium atau keseimbangan baru 5:05 harga-harga itu juga akan berbeda dia 5:07 akan mencari titik keseimbangan baru 5:09 setelah harga-harga pada naik jadi 5:14 eh yang paling cepat harga-harga naik 5:17 itu pasti harga-harga kebutuhan toko 5:19 jadi akan ee nanti akan segera harga 5:23 beras naik harga gula naik harga garam 5:26 naik Harga daging naik harga minyak 5:30 goreng naik semua itu akan terkerek naik 5:33 semua termasuk yang namanya juga pemicu 5:35 inflasi di dalam negeri Apa itu cabai 5:37 bawang iya i kemarin kita tahu 5:40 Eh inflasi di bulan Agustus adalah 5:44 inflasi terburuk dalam sejarah 5:45 kepemimpinan Jokowi Dodo gitu karena dia 5:48 mencapai 5:50 4,94% itu disebabkan oleh 5:53 cabaibaik oleh bawang beberapa 5:55 komponennya memang kebutuhan bahan pokok 5:57 makanan He nah kalau dibilang bahan 5:59 pokok makanan kayak gitu Karang ditambah 6:01 dengan energi maka inflasinya menjadi 6:02 inflasi yang saya bilang akan mencapai 6:04 6% lebih gitu Nah itu mengakibatkan 6:08 bukan cuma sekedar kebutuhan harga yang 6:10 naik berarti juga transportasi akan naik 6:13 Iya jadi transportasi 6:16 naik dampak dari transportasi naik 6:19 berarti harga-harga barang naik lagi Iya 6:21 kan eh kenaikan pertama hanya disebabkan 6:24 oleh CP inflation hanya disebabkan oleh 6:27 inverted inflation hanya disebabkan oleh 6:29 dorong harga-harga hanya disebabkan oleh 6:31 yang namanya importasi maka 6:34 kenaikan belum diikuti dengan kenaikan 6:36 transportasi nah ketika transportasi 6:38 juga ikut naik dampaknya Berarti ada 6:41 dampak barang-barang umum juga akan naik 6:44 lagi Kapan itu 6:46 terjadi itu biasanya setelah 3 bulanan 6:49 jadi dalam eh makanya mereka memberikan 6:52 BBM 4 bulan I September Oktober November 6:56 Desember itu motifnya adalah mered 6:59 kemarahan karena kenaikan harga-harga 7:01 Iya sekaligus meredam inflasi karena 7:04 ketidakmampuan membeli he ee tapi upaya 7:07 meredam ini ini yang saya bilang sebagai 7:09 jalan keluar yang dibangun oleh 7:10 pemerintah sebagai saran Bank Dunia Dulu 7:13 ketika memberi memaksa dalam tandah 7:15 petik ya menempatkan di dalam perjanjian 7:18 utang luar negeri dengan Indonesia Iya 7:20 maka ee penyelesaiannya bersifat 7:23 sementara sesaat iya i gu 7:26 ngelat itu yang kedua jadi pertama 7:29 kenaikan harga barang umum yang kedua 7:32 kemudian kenaikan transportasi yang 7:34 kemudian berdampak pada kenaikan 7:37 barang-barang yang lainnya juga yang 7:40 ketiga karena modelnya kenaikan 7:43 barang-barang dalam segi produksi itu 7:47 artinya harga di input naik semua he he 7:50 harga di input naik semua ee ee itu 7:54 berarti para pengusaha harus melakukan 7:58 efisiensi 7:59 disebabkan oleh EE harga akhir di pasar 8:03 belum tentu bisa diterima oleh pasar 8:05 disebabkan daya beli belum tentu sesuai 8:07 belum tentu terjadi kenaikan jadi harga 8:10 input gitu ya naik eh prosesnya juga 8:14 naik karena nanti listrik juga akan naik 8:16 gitu maka pengusaha akan berpikir apa 8:19 yang bisa mengurangi yang bisa 8:22 meningkatkan efisiensi dengan e 8:23 meningkatkan dengan kenaikan harharga 8:26 ini artinya harus ada pemangkasan Iya 8:29 biaya Iya cting namanya he pemangkasan 8:33 biaya dari mana 8:35 nih yang paling enak paling cepat dan 8:37 paling mudah dengan kondisi pemerintah 8:39 berpihak pada kekuatan modal PHK PHK i 8:44 artinya Suka tidak suka ini saya ngomong 8:46 sudah berkali-kali kayak gini gitu ya 8:47 Dan karena ini ilmu lama bukan ilmu baru 8:50 gitu akan terjadi PHK Apakah PHK secara 8:54 terselubung Apakah PHK secara terbuka 8:56 Apakah PHK dengan cara halus atau Jang 8:59 dengan cara kasar itu pasti terjadi PHK 9:01 I Iya Nah kalau PHK dampak keempatnya 9:05 berarti terjadi kemiskinan Heeh Nah 9:08 kalau dampaknya kemiskinan itu berarti 9:10 yang harus dilihat ini ini menarik di 9:13 sini k sampai pada kemiskinan he harus 9:15 dilihat Lagi pada struktur kepemilikan 9:17 secara nasional harus dilihat Lagi pada 9:19 struktur kepemilikan sumber daya 9:21 produksi dan distribusi iya dalam bahasa 9:23 yang sederhana ketika kita bilang 9:25 kemiskinan terjadi dengan melihat 9:26 struktur kepemilikan pada sumber daya 9:28 produksi dan distribusi he itu berdampak 9:30 pada meningkatnya G rasio He nah saya 9:33 mencoba menelusuri angka G rasio yang 9:36 yang dicapai oleh Jokowi Dodo selama 9:39 berkuasa gitu he he 9:42 eh dalam dalam data yang saya punya 9:45 berbasis data BPS gitu ya Saya tidak 9:47 punya data lain dan secara akademik data 9:49 BPS harus diterima karena saya tidak 9:51 punya data 9:52 alternatif ada data alternatif Bank 9:55 Dunia tapi juga harus di ini lagi di di 9:58 dieverse lagi gitu ya kembalikan lagi ke 10:01 dalam modal perhitungannya jadi lebih 10:03 bagus saya terima saja dulu ini rasio 10:05 yang dibangun oleh BPS data jaringan 10:08 akademisi enggak dap menunjukkan asal 10:11 muasal Jokowi di berkuasa itu gine rasio 10:14 mencapai ee kalau pakai angka BPS 0,412 10:18 H kalau pakai data umum sekarang sudah 10:20 diubah tidak lagi menggunakan istilah 10:21 nol tidak lagi e mendekati satu makin 10:24 besar Min timpang tapi dia menggunakan 10:26 angka 10 maka kalimatnya menjadi 10:29 4,12 dimudahkan jadi 4,12 karena mkin 10:33 mendekati 10 berarti Min timpang dia Min 10:36 ke bawah makin anggal makin merata dia 10:38 makin Kendil dia nah eh per hari ini 10:44 gini rasionya 10:46 3,82 makanya mereka memburu agar bisa 10:48 mencapai 10:50 3,79 Apa artinya artinya 10:55 4,82 10:58 4,12 10:59 3,82 itu 11:02 artinya prestasi yang dicapai oleh 11:04 jokododo adalah cuma penurunan G rasio 11:09 0,3 0,3 selama berapa tahun berkuasa itu 11:13 artinya dengan dengan makin besar utang 11:17 ditambah dengan makin banyaknya BUMN 11:20 yang dijual Dan makin banyaknya 11:22 proyek-proyek infrastruktur yang ambruk 11:25 gitu ya tepatnya Tidak Efektif tidak u 11:27 gitu ya maka ketimpangan itu 11:29 sesungguhnya lebih dari eh 4,1 eh 11:33 3,82 atau kemudian penurunan ketimpangan 11:37 0,3 itu tidak angka realistis G jadi 11:40 kita adu dengan posisi eh G rasio yang 11:44 dicapai dengan praktik lapangan Kenapa 11:46 karena kan eh sesungguhnya ketika 11:49 perusaha ketika negara membiayai bmn 11:52 melakukan satu pekerjaan dengan basis 11:53 hutang atau apapun musuhnya terjadi 11:56 penyelapangan kerja dan gas makin makin 11:58 membaik ternyata kan membaiknya cuma 0,3 12:01 gitu Iya iya 12:03 iya kalau pakai kalau pakai e angka 1 12:07 0,03 12:09 gitu kalau pakai angka 10 0,3 gitu Kal 12:12 liatnya he he he Oke dari sini 12:15 sesungguhnya lima sebab ini 12:17 menggambarkan bahwa 12:18 ee Naris efektivitas kebijakan 12:21 pemerintah rendah Nah kita ukur lagi 12:23 Kemudian Berapa besarnya investasi 12:26 Berapa besarnya output lalu E ini saya 12:30 bicara teknis akademik dengan ilmu 12:32 ekonomi ya E belum ekonomi politik nih 12:35 He iya I 12:37 Iya kalau kita pakai pendekatan modelnya 12:40 berapa angka yang masuk dalam dalam 12:42 dalam dalam hutang luar negeri dalam 12:44 investasi asing berapa sebenarnya yang 12:47 keluar gitu Waduh itu lebih seru lagi 12:49 angak He e bisa kita lihat misalnya pada 12:52 struktur utang BUMN yang semakin hari 12:54 meningkat Iya I gitu ya terutama BUMN ee 12:58 non bank dan non eh lembaga keuangan 13:02 perbankan 13:04 eh yang meningkat adalah tadi bmn yang 13:07 kekaryaan tadi gitu woh meningkatnya 13:09 luar biasa kita tusi lagi lebih dalam Oh 13:12 ternyata yang mungkin meningkat juga 13:14 sbmusi lagi lebih dalam Oh ternyata yang 13:16 meningkat dalam mata uang Dolar yang 13:17 jumlahnya 13:18 68 13:21 68,95% apa 13:23 poinnya perekonomian dalam negeri lebih 13:27 terdikt itu angka-angka yang dimunculkan 13:30 oleh pemerintah yang saya pakai gitu Iya 13:32 iya 13:34 iya ya Jadi agak susah kita mengatakan 13:38 bahwa penurunan angka generasi sebesar 13:41 0,3 atau 0,03 pakai angka 1 0,3 pakai 13:45 anggal 10 diikuti dengan peningkatan SBN 13:48 diikuti dengan mungkin banyaknya untang 13:49 pada ubmn diikuti dengan peningkatan PDB 13:52 gitu ya dan kemudian terjadi konsentrasi 13:55 kepemilikan pada sumber daya produksi 13:57 dan distribusi setelah mengangkat harkat 13:59 martabat bangsa Indonesia 14:01 [Musik] 14:03 Git ngelihatnya begitu jug Nah baru kita 14:07 masuk politik ekonomi politiknya lebih 14:09 dalam lagi ketika kita masuk ekonomi 14:11 politik maka Suka tidak suka kita 14:13 menakar sekarang aspek keuangan aspek 14:16 energi aspek sumber daya alam karena kan 14:18 yang dikuasi oleh pemerintah minimal Nah 14:20 itu rekaman mulai 14:24 masuk mulai 14:26 masuk kita ukur lagi sekarang berapa 14:29 sebenarnya eh total aset lembaga 14:32 keuangan berapa sesungguhnya PDB gitu 14:35 Bagaimana relasi itu gitu e kemarin 14:38 waktu saya presentasi di DPD saya dapat 14:40 angka 14:41 misalnya lembaga keuangan itu asetnya 14:44 sudah luar biasa naiknya gitu di tengah 14:46 PDB Kayak gitu artinya betapa kuatnya 14:49 kekuatan lembaga keuangan itu meringsek 14:52 kebijakan pemerintah yang kemudian bisa 14:54 mengambil suatu kebijakan yang seperti 14:57 sepasang rel contoh sederhananya ketika 15:01 pemerintah melakukan 15:03 ekspansi dengan model APBN yang seperti 15:06 itu gitu ya yang APBN berbasis di atas 15:10 PDB e defisitnya gitu yang kemudian 15:13 memang terasa Tidak Efektif karena Alkes 15:16 banyak dikorup bantes banyak dikorup iya 15:18 iya yang disebut dengan kounteriklial 15:21 gitu ya dalam bahasa ininya ekspansif 15:23 gitu ya eh bukan 15:26 kontraktif perbank senya justru 15:29 melakukan kebijakan disebut dengan gitu 15:31 di sini eh eh sori dia prosylial si e si 15:36 pemerintahnya perbankannya melakukan 15:38 counter gitu dia tidak ikuti Posisi 15:41 mengcounter apa indikatornya menurunnya 15:43 LDR diikuti dengan meningkatnya loan to 15:47 deposit ratio menurun pinjaman kepada 15:49 masyarakat menurun ya diikuti dengan 15:53 makin menurunnya 15:54 angka grade bermasalah tapi diikuti 15:57 dengan meningkat 15:59 angka dana Pi 16:02 ketig luar biasa situasi 16:07 Indonesia nahud diikuti sekarang dengan 16:10 kenaikan apa kenaikan sukunga acuan di 16:13 situ gambaran B sesungguhnya kalaupun 16:16 mau dibilang terjadi koordinasi fisal 16:19 Mon itu bagus gitu ya kalauihat 16:21 fakta-fakta kayak gini gak jug k 16:27 karaemis hanya bisa mengintervensi ole 16:29 Bank Indonesia melalui suku bunga Ran 16:33 melalui giro wajib minimum minimum Res 16:36 gitu requirement gitu ya di situ posisi 16:38 dan kemudian juga hanya bisa masuk ke 16:40 dalam tadi minimum Res requirement itu 16:43 artinya Apakah menahan inflasi atau 16:45 tidak menahan inflasi dengan cara 16:47 menaikkan 16:48 ee gir wajib minimum atau dilakukan 16:51 lebihan ada tiga alatnya alat pertama 16:53 tadi Eh suku bunga acuan alat kedua giro 16:56 wajib minimum alat ketiga surat utang 16:58 gitu surat utang Bi surat utang yang 17:00 dibeli dari dari dari apa Bi 17:03 mengeluarkan e satu surat utang dengan 17:05 berapa diambil perbankan dengan begitu 17:06 uangnya masuk ke itu itu menahan namanya 17:09 menahan laju inflasi gitu Iya iya iya 17:12 itu itu dan itu kita lihat Tidak Efektif 17:15 ternyata gitu apa indikatornya ya nilai 17:18 tukarnya terus bertahan di 14.500an gim 17:21 Iya Iya Nah dari situlah kemudian muncul 17:23 keinginan makin kuat keinginan 17:25 redominasi yang menyatakan sesungguhnya 17:27 bahwa perekonomian Indonesia makin 17:31 melorot gitu jadinya nah bang 17:34 hisanudin itu kan eh pemerintah itu 17:38 sepertinya kan 17:39 mengabaikan fakta-fakta tadi gitu ya 17:42 mengabaikan fakta-fakta tadi lalu juga 17:45 pemerintah itu mengabaikan fakta 17:47 pengurangan subsidi gitu yang bukan 17:49 hanya memberatkan rakyat tapi juga 17:51 ee memberatkan pertumbuhan ekonomi tadi 17:55 Disinggung juga mengenai PDB PDB 17:59 terbesar Apakah saat ini kan masih 18:01 dilihat disumbang itu oleh konsumsi 18:03 masyarakat sekarang kalau daya beli 18:05 masyarakat yang tertekan sementara di 18:07 sisi lain Sumber penghasilan berkurang 18:08 kan akibat perlambatan ekonomi tadi tadi 18:11 sudah Disinggung juga salah satunya 18:12 adalah bisa juga dengan PHK Lalu 18:15 bagaimana akan menokrak perekonomian 18:17 kita Disinggung tadi gini rasio bisa 18:21 mungkin ya bank Ihan membandingkan di 18:24 masanya SBY yang G rasionya itu antara 18:27 0,35 sampai 0 k ee 37 dengan masa Jokowi 18:32 sekarang yang bisa dikatakan pernah ada 18:34 orang yang mengatakan bahwa rekor 18:35 tertinggi sepanjang sejarah gitu enggak 18:38 tahu Rekor apanya buruk ya mungkin 18:40 [Musik] 18:41 ya ya kalau kalau iya saya saya enggak 18:48 bilang soal rekor buruk atau rekor 18:51 apalah karena Oh kita kalau pemerintah 18:55 sudah mengeluarkan satu kebijakan saya 18:57 mengatakan 18:58 itu soal Iron love of public Policy gitu 19:01 ya he hukum besih pada kebijakan publik 19:04 he karena memang otoritas penuhnya 19:06 dipegang oleh pemerintah he sama seperti 19:09 keka Donald Trump 19:10 melakukan perang dagang dengan Cina gitu 19:13 ya he walaupun 600 pengusaha menulis 19:16 surat resmi Kepada Donald Trump he 19:18 Donald Trump tetap aja melakukan perang 19:20 dagang perang ICT iya iya dan perang 19:23 nilai tukar enggak peduli dia G he he 19:25 sampai akhirnya si pengusaha tadi 19:27 akhirnya mencari sosok dan ketemulah e 19:29 Joe biden gitu Iya di Indonesia sama 19:32 rata-rata pengusaha rata-rata 19:35 penguasa eh yang merasa lebih penting 19:39 menyelamatkan kekuasaannya daripada 19:41 menyelamatkan atau katakan lebih ke e 19:45 wored people gitu ya rakyat yang lebih 19:48 merasakan beruntung atau rakyat yang 19:50 lebih merasakan benefitnya gitu daripada 19:52 segelincir orang I itu akan kayak gitu 19:54 gitu jadi logika Nah di sini menarik 20:00 nih karena di sini juga soal Ilmu he 20:03 kompetensi saya gitu He satu kebijakan 20:07 publik kalau kita mau lihat lagi apakah 20:09 dia 20:11 ee melahirkan reputasi buruk atau tidak 20:13 reputasi buruk he he itu bisa dilihat 20:18 pada sejarah pengambilan kebijakan 20:20 publiknya pada sejarah pada kondisi 20:22 kekinian dan kondisi ke depan he he 20:25 ee Saya misalnya ee ee mendengarai 20:29 kebijakan-kebijakan Joko idodo gitu ya 20:32 Ee pada era pertama yang sudah 20:35 tegas-tegas menyatakan 20:37 ee nawacita bidang hukum gitu ya I dan 20:41 kemudian bidang ekonomi juga bidang 20:44 politik maka eh kata-kata la hastavista 20:48 pada la havista 20:51 he pada hambatan investasi dan kemudian 20:54 Oh aksing mendapat peluang lebih besar 20:57 dalam investasi Heeh lalu kemudian juga 21:00 kita bisa lihat pembangunan 21:02 infrastruktur yang jor-joran kayak gitu 21:05 iya iya i Anda bisa lihat pada hari ini 21:08 katakan lrt yang dari mulai cibugur 21:10 sampai masuk ke Kuningan kayak gitu yang 21:13 terkoneksi sampai dengan Sudirman kan 21:14 Anda bisa lihat berapa tahun sudah iya 21:16 iya betul tidak memberi manfaat bagi 21:18 transportasi publik he eh artinya ee ada 21:25 ini ini ini sekali lagi ini soal 21:27 kebijakan publik efektivitas kebijakan 21:29 publik he ee yang sedemikian rupa gitu 21:31 ya 21:32 Ee 21:34 diukur pada persoalan efektivitas dengan 21:36 merujuk pada waktunya jadi ada ada 21:39 kecepatan kebijakan jadi dalam dalam 21:42 sama seperti kemarin ketika saya bicara 21:45 tentang kecepatan mengatasi energi baru 21:48 terbarukan dengan kecepatan konsumsi 21:52 yang menggunakan energi fosil itu kan 21:53 diukur dengan waktu gitu Mana lebih 21:55 cepat lebih cepat tergantung P konsum 21:58 energi fosil karena impor atau kecepatan 22:00 kita lebih cepat membangun namanya 22:02 energi baru terbarukan pada kebijakan 22:04 umum lainnya public po general public 22:07 Policy Eh pada umum itu juga bisa diukur 22:10 waktunyaah ukurnya ukurannya itu akan 22:13 dirasakan pada minimal pada ada 22:17 indikator angka ada indikator kata he he 22:21 pada indikator angka itu sesungguhnya 22:25 harus menunjukkan bahwa ee ee gini rasio 22:28 tidak bisa diukur cuma sekedar pada 22:30 pengeluaran H tapi gini rasio bisa 22:32 diukur pada yang namanya 22:35 pendapatan itu bisa diukur aplikasinya 22:37 pada dana pihak ketiga perbankan iya ee 22:40 seberapa besar orang-orang yang 22:42 menguasai duit gitu ya 22:45 Eh kalau Katakan sekarang ee tingkat eh 22:49 ya income per kapita pendapatan per 22:51 kapita itu sekitar 45 47 juta Gitu 22:56 r7.uta500 Ee p per tahun gitu ya dalam 22:59 bahasa lain 4 juta per bulan maka 23:01 pertanyaan besarnya menjadi pertanyaan 23:03 besarnya menjadi seberapa banyak orang 23:06 yang punya duit gitu 500 juta ke atas di 23:10 perbankan he he Ah itu ternyata e akan 23:13 ptimang dengan mereka yang punya duit R 23:15 juta ke bawah Iya itu indikatornya gitu 23:19 Saya enggak usah enggak usah kayak gitu 23:20 deh karena ini saya menjadi argumen saya 23:21 ketika menyebut gini rasio Anda boleh 23:24 pakai pengeluaran saya boleh pakai 23:25 pendapatan saya ambil dana pihak ketig 23:28 dan biasanya memang saya pakai dana lpa 23:30 data LPS lembaga penyeminan simpanan 23:32 gitu H sampai seberapa banyak dan 23:35 kelihatan jumlah rekeningnya Min kecil 23:37 pada mereka yang punya 5 miliar ke atas 23:39 tapi penguasaan duitnya mungkin gede 23:41 gitu He Itu kelihatan jadi relasi G 23:44 rasio yang berbasis pengeluaran kita adu 23:47 dengan G rasio yang berbasis pada 23:48 pendapatan yang indikator konkretnya 23:50 enggak usah ngitung ke mana-mana ambil 23:52 aja langsung lihat Di dana pihak ketiga 23:54 berdasarkan data LPS gitu Itu untuk 23:57 menggambar Apakah kebijakan itu punya 24:00 reputasi baik atau tidak gitu Nah itu 24:03 secara umumnya ada di situ karena kan 24:05 uang diukur sebagai alat kekayaan kan he 24:08 he Uang dipakai sebagai alat ukur 24:10 penyimpanan uang dipakai sebagai alat 24:12 ukur transaksi pembayaran uang dipakai 24:15 sebagai pengukur catatan utangputang kan 24:18 gitu empat fungsi kan the money is gitu 24:21 ya itu pakai sekali lagi pakai teori 24:22 mereka belum pakai teori yang 24:24 membebaskan diri pada persepsi itu m 24:26 lebih parah lagi gitu 24:28 nah ketika kita rujuk lagi ke dalam 24:30 tentang reputasi-reputasi yang dibangun 24:32 itu pakai angka gitu posisinya kita 24:35 ambil lagi k relasi sumber daya dengan 24:38 produksinya lihat aja angka impor lihat 24:41 aja angka ekspor lalu lihat sebenarnya 24:44 Berapa produksi contoh sederhananya 24:47 peningkatan harga batuara terj lagi 24:49 berikutnya peningkatan harga sawit gitu 24:51 misalnya siapa yang menikmati kan bukan 24:54 rakyat 24:56 Indonesia itu ya katakan windfall profit 24:59 terjadi pada batubara yang saya teraknya 25:02 sejak apa sejak awal Januari ya soal 25:06 peningkatan wif profit karena 25:07 kecenderungannya naik gitu jadi diikuti 25:10 dengan harga minyak mentah dunia maka 25:12 akan naik juga ya namanya harga batubara 25:14 gitu i jadi harga-harga komoditas akan 25:17 ikut terkerek 25:20 oke yang kedua itu dilihat kayak gitu 25:22 gitu Yang ketiga bisa itu relasi sumber 25:25 daya dengan produksi lalu berikut lagi 25:28 di tengah yang namanya pandemi lihat 25:30 produksi sama distribusi Apa artinya 25:32 karena it sudah menggantikan middleman H 25:35 ya kan it sudah menggantikan posisi 25:38 brokerate nah ternyata yang paling 25:40 menikmati keuntungan dalam ini bukan 25:42 hanya angka Indonesia angka dunia dunia 25:44 yang menikmati keuntungan selama pandemi 25:46 terjadi adalah industri Farmasi sama 25:48 industri it iya iya 25:52 gitu itu itu itunya begitu kita enggak 25:55 ngelihatnya Nah dari sana kita bisa 25:57 langsung men akakar nah kemudian apa 25:59 indikator Katanya ambil aja rasa 26:02 keadilan ambil aja rasa keadilan 26:03 masyarakat ambil rasa kepercayaan 26:06 masyarakat jadi ada tiga tiga indikator 26:08 rasa keadilan ras kerja sama masyarakat 26:11 dan ujungnya di sini soal selain soal 26:14 rasa keadilan dan rasa kepercayaan 26:16 masyarakat terhadap kerjaasama 26:17 masyarakat itu juga diukur lagi pada 26:20 posisi Bagaimana masyarakat 26:21 berkontribusi dalam upaya menyelesaikan 26:23 masalah bersama 26:26 gitu akan kelihatan semua gu di 26:30 situ Itu yang saya bilang Disorder 26:33 disobedi apa indikator konkritnya lihat 26:36 aja Jalan Raya gitu kejadian Bekasi 26:39 kemarin itu kelihatan itu begitu juga 26:42 yang namanya kejadian motor dan 26:43 kecelakaan jug 26:47 di gu ya tiga hal tadi ya Iya tapi yang 26:51 terakhir itu melibatkan e masyarakat 26:53 untuk 26:56 mencariusiiusi Solusi yang ditawarkan 26:59 pemerintah ini kan ketika menghadapi 27:01 permasalahan ekonomi maupun permasalahan 27:04 mendongkraknya ataupun mengatasi e eh 27:07 krisisnya selalu solusi konservatif gitu 27:11 ya bang hisanudin atau bisa kita bilang 27:13 ya solusi yang solusi-solusi kolot lah 27:16 gitu ya yang masih itu-itu aja itu 27:18 kaitannya dengan utang gitu P pencabutan 27:20 subsidi bahkan sampai ke ini ini 27:23 kayaknya menjadi tren juga sekarang ini 27:25 menjual aset gitu 27:28 Kenapa selalu itu gitu 27:32 ditawarkan ya Jadi kalau dilihat 27:35 dari cara mereka naikin utang 27:40 e naikin pajak kurangi subsidi itu kan 27:44 solusinya 27:47 [Musik] 27:50 neoliberal jualin aset itu sama dengan 27:52 privatisasi iya i ya kan naikin pajak 27:56 itu sama fiskal gitu 28:00 [Musik] 28:01 He itu neoliberal prinsip-prinsip 28:04 neoliberal 28:05 itu bahasa 28:08 sederhananya Nen pajak kan berarti 28:10 ngurangi subsidi sekaligus kemudian 28:12 melakukan itu lalu E liberalisasi makin 28:15 ditambah lagi nanti saya khawatir juga 28:17 nih nih saya pakai tesis barat aja deh 28:19 gitu ya Enggak saya enggak perlu pakaiis 28:22 Islam De UNT untuk ngbalikin ingat 28:24 enggak ketika yang namanya diilo Bambang 28:26 yudono ada istilah good governance yang 28:29 cuma isapan jempol istilah saya i i i 28:32 Karena pada saat itu Bank Dunia sedang 28:34 menawarkan ke seluruh dunia tentang good 28:37 corpor governance Sebagai public 28:39 Services dari pemerintah gitu ya dalam 28:42 rangka memang mempersiapkan diri melawan 28:43 Cina yang dianggap tidak punya good 28:45 governance karena prinsip sistem partai 28:49 tunggalnya karena melawan hamnya karena 28:51 model developmentalisnya meninggalkan 28:53 barat Jadi mereka pakai goodporate 28:56 governance itu itu sebagai cara untuk 28:58 menembak Cina yang kemudian gagal gitu 29:00 ya gagal lalu kemudian mereka tidak lagi 29:03 beri menggunakan good C governance 29:05 Sebagai public Services gitu lalu mereka 29:07 balik lagi ke dalam sistem apa yang saya 29:09 sebut sebagai kalau mereka menggunakan 29:12 sebagai regional comprehensive Economic 29:14 Partnership gitu ya sebagai pengganti 29:16 dari tppan paific Partnership untuk as 29:19 untuk Asia Pasifik atau 29:21 untuk Atlantik mereka menggunakan ttip 29:25 trade and eh 29:28 partip gitu ya he maka akan kelihatan 29:32 bahwa sesungguhnya ada problem besar 29:35 dari model ekonomi global yang Kemudian 29:38 diaplikasikan di Indonesia Iya iya nah 29:41 itu kelihatan dan saya menyebutnya ini 29:43 bukan problem eh eh per 100 tahunan ini 29:49 yang diambil secara reformasi yang saya 29:50 bilang ini 29:53 heatnya secara detail Bagaimana 29:55 sebenarnya model-model perekonomian 29:57 barat yang oleh barat sendiri sejak 1960 30:01 1970 Sudah mereka gugat bahwa ini akan 30:03 gagal dan seperti omerat belang The Dep 30:06 Of Economic atau katakan yang dikatakan 30:08 oleh josefs computer sebagai anxiety 30:10 people masyarakat yang cemak gitu ya Dan 30:12 itu terintta berlanjut terusmenus sampai 30:14 akhirnya Kemarin saya memviralkan 30:16 pendapat kajiannya bernie Sanders dari 30:19 The Guardian sebagai merujukkan 30:22 sesungguhnya kajiannya Thomas picketti 30:24 Joseph clit dan Robert Gordon he jadi E 30:28 ketika ini kelihatan di Indonesia dengan 30:30 model begitu gitu ya ya dan solusinya 30:33 datang hanya dari Sor itu mereka bilang 30:36 sebagai orang-orang yang punya punya 30:38 reputasi dan kredibilitas tinggi 30:40 pertanyaan besarnya reputasi dan 30:42 kredibilitas kayak apa kalau ternyata 30:44 hampir satu abad ekonomi yang dibangun 30:46 oleh Barat itu gagal mencapai harkat 30:48 martabat dalam bahasa 30:50 saya loh ini kajian akademik Angga bukan 30:52 kajian kajian pinggir bukan kajian Sor 30:55 itu ya kaji media sosial bukan kajian 30:58 media mainstream iya iya i ini 31:00 kajian-kajian media-media bergengsi yang 31:02 menunjukkan ini semua gitu He nah media 31:05 mainst tentu enggak mau ngambilnya 31:06 karena dianggap itu tidak berpihak 31:08 kepada yang sudah menjadi yang istilah 31:10 Angga tadi sudah menjadi partisan di 31:12 barat di sini hebat yang menurut saya 31:14 dalam kacamata dalam kacamata saya Trump 31:17 itu bisa berbeda dengan Washington post 31:18 Trump bisa berbeda dengan Twitter Trump 31:20 bisa berbeda dengan namanya New York 31:22 times searang bisa berbeda dengan The 31:24 Guardian gitu loh bisa berbeda dengan 31:26 every 31:30 Iya artinya di sana mereka partisan Tapi 31:34 minimal masih ada suara kebenaran yang 31:35 mereka tampilkan gitu He bukan suara 31:38 Kepalsuan yang ditampilkan kayak gitu 31:40 gitu ya di di untuk menutupi malu media 31:43 mainstream itu mereka masih bicara juga 31:45 soal suara rakyat tapi kan sesungguhnya 31:47 Lebih banyak kepalsuannya lebih banyak 31:49 kesikap partisannya daripada daripada 31:51 kebenaran yang berpihak pada rakyat Bang 31:53 hisanudin tadi ketika tadi tuh dia di 31:56 apa di paragraf terakhir dijelaskan gitu 31:58 kok saya jadi nangkap kayak sepertiya 32:00 itu Bank Dunia ini sebenarnya sebenarnya 32:03 dia juga gitu yang yang memicu Ini kan 32:06 ada istilah namanya Capital outflow ya 32:09 arus modal keluar lebih besar akibatnya 32:11 Bank Dunia memperkirakan bahwa ini suku 32:13 bunga indonesia aja meningkat rupiah 32:16 terdreisian 32:19 dalam halo ya kenapa enggak 32:23 tadi revisi Rupi ya Halo iya jadi ee Eh 32:27 iya skema ini gitu tadi menyinggung Bank 32:30 Dunia sebenarnya kan bisa dikatakan yang 32:32 memicu arus modal keluar yang lebih 32:34 besar gitu ya untuk negara-negara ini 32:36 kan salah satunya misalkan yang jadi 32:39 targetnya adalah Indonesia semuanya ini 32:41 konsep semua ini masuk masuk ke masuk ke 32:43 apa ya istilahnya itu skenario mereka 32:45 gitu ya Iya sebenarnya bisa dilihat 32:49 anggak 32:50 eh ketika pandemi kemarin Gitu ya saya 32:53 menyampaikan di rasil di lembaga 32:55 multilateral ini bang dunia AMF dan 32:58 kemudian di eh eh pet Institute for 33:02 International Economic atau kemudian 33:04 saya ngambil juga data dari eh sindicat 33:08 G Project syndicate atau saya ngambil 33:10 foreign Policy atau saya ngambil dari 33:12 beberapa media di 33:14 luar sesungguhnya sejak pandemi kemarin 33:18 di 2020 itu he sehingga terakhir sampai 33:22 dengan 33:23 e Joe biden Joseph biden terpilih 33:27 mereka masih mengklasifikasi tentang 33:30 utang gitu ya Ee itu terstruktur ee 33:34 dalam posisi mana yang masih bisa 33:36 dianggap bisa dibayar dengan baik mana 33:39 yang bisa distruktur gitu ya distruktur 33:41 itu artinya diperpanjang mana yang bisa 33:44 dikurangi gitu posisinya yang ketiga 33:47 dihapuskan mana yang tidak di mana yang 33:49 kemudian dianggap memang ini eh harus 33:53 diubah dikonversiit he itu Li kompon 33:57 sebenarnya pembicaraan itu cukup tajam 33:59 dan mendalam di mereka he he Indonesia 34:01 sama sekali tidak mengadopsi dan 34:03 mengadaptasi format pikir itu gitu he he 34:06 pada Riza Ramli berkuasa sebagai Menko 34:08 kemarin Gitu ya itu kan dia mengkonversi 34:11 dengan lingkungan hutang itu Iya 34:14 sehingga Rizal dengan bangga menyebut 34:16 itu jalan jalan layang di Bandung itu 34:19 gitu ya iya ee itu ada Hasil dari 34:22 Konversi utang ee dengan lingkungan gitu 34:26 he itu Rizal ngomongnya gitu artinya 34:28 sesungguhnya kalau Indonesia juga mau 34:30 mengamati dengan harga karbon gitu ya 34:33 harga karbon yang datang dari dari dunia 34:35 kemudian bisa diserap oleh Indonesia 34:37 karena Indonesia adalah salah satu 34:38 paru-paru di dunia ee bersama dengan 34:42 Brazil maka sesungguhnya banyak yang 34:45 bisa yang butir kelima bisa dipakai 34:48 dikonversi tapi pada saat yang sama bisa 34:50 dituntut 34:51 balik tuntut baliknya reparasi 34:54 nah alih-alih lakukan lima kebijakan 34:58 tadi di Indonesia yang terjadi adalah 35:01 berlakunya undang-undang 2507 tentang 35:04 peneramaan modal he di mana surplus 35:06 perekonomian Indonesia selalu lari 35:08 keluarah saya ngambil contoh he contoh 35:12 keluarnya adalah ini orang yang 35:14 mengerekam banyak banget enggak nih ada 35:17 tiga pihak nih saya monitor 35:19 nih enggak apaal juga direkam sama 35:24 YouTube ya enggak apa-apa juga Memang 35:27 Selamat belajar ya iya 35:29 iya 35:31 eah bisa kita lihat sekarang dari 35:34 perbandingan antara pembayaran cicilan 35:37 bunga dan hutang dengan besarnya 35:39 pinjaman baru kan tahu negatif yang 35:41 diindikasikan dengan defisit 35:43 keseimbangan defisit APBN atau 35:45 keseimbangan primer he keseimbangan 35:47 primer yang negatif itu artinya 35:49 pendapatan perbajakan tidak mencukupi 35:52 untuk bayar ccilan dan 35:54 bunga itu keseimbangan primer artinya he 35:58 he dan di kan terus berjalan Gitu 36:01 Ee pada saat yang sama Mereka Mikir lagi 36:03 redenominasi ya sudah tapi pada saat 36:06 yang sampai bisa kita lihat eh eh yang 36:08 namanya cadangan 36:10 Devita ya ada orang bilang berfluktuasi 36:13 kalau saya bilang berfluktuasinya ee 36:15 tidak signifikan gitu kena Po ini isi 36:18 cadangan Devis tadi adalah soal kekayaan 36:20 asing di dalam negeri yang kemudian 36:23 mereka bisa melakukan repatriasi pada 36:26 laba yang mereka bentuk gitu Iya apa 36:28 indikatornya lihat aja tuh keberhasilan 36:30 mereka ngejual batu bara He Wi profit 36:33 yang mereka dapat dari batuara lihat aja 36:35 ke winfall profit yang mereka dapat dari 36:37 harga sawit emang masuk ke dalam negeri 36:39 ya masuk ke dalam negeri tapi kan cuma 36:41 sebagian gitu belum lagi soal Bagaimana 36:43 sesungguhnya real pemberitahuan ekspor 36:45 barang mereka he itu genuine eh invoice 36:49 atau kemudian under invoice atau over 36:52 invoice Kalau over invoice enggak 36:53 mungkin ya iya iya ngerti maksud saya 36:56 saya 36:58 ya gitu loh sampai kayak gitu anggak 37:01 ngelihatnya Iya iya nanti juga berkaitan 37:04 dengan namanya e pendapatan negara bukan 37:07 pajak gitu He nah begitu masuk 37:09 pendapatan negara bukan pajak kan 37:10 akhirnya soal produksi 37:12 [Musik] 37:14 heitu nah di situ di situ kelihatan 37:17 bahwa ternyata asal ada kerja sama 37:20 korporasi domestik sama korporasi global 37:22 global He He nah belum lagi terpikirkan 37:25 Kemarin saya meny sampaikan misalnya 37:27 dipd gitu ya dalam sebuah diskusi eh 37:32 Kemarin tentang bagaimana 37:34 eh Central banking digital currency Bi 37:38 sudah bicara kayak gitu saya bilang coba 37:40 lihat cuma orangak belum mampu mungkin 37:44 melihatnya relasi Central banking 37:47 digital currency dengan whiskyar 37:51 202060606 yang muncul di internet I 37:53 sebagai bentuk patennya Bill Gates untuk 37:56 secarah currency tadi gitu H digital 37:59 currency maka pertanyaan berikutnya 38:01 kepada Bank Indonesia dia pakai sistem 38:04 digital currency-nya siapa gitu pakai 38:06 sistem digital kayak siapa gitu e 38:09 rujukan digitalnya standarisasi 38:10 digitalnya standarisasi digital siapa H 38:13 karena sampai dengan hari ini 38:14 standarisasi digital belum ketemu nih di 38:17 antara Cina Amerika Jepang Uni Eropa dan 38:20 Rusia belum ketemu nih he belum ketemu 38:23 nih pakai standar digital karena 38:24 masing-masing punya standarisasi digital 38:26 iya iya yang berarti dalam standarisasi 38:28 digital itu berarti soal 38:30 semikonduktor yang berarti soal 38:32 pemanfaatan frekuensi di luar ini soal 38:34 standarisasi digital yang berarti perang 38:36 cyber 38:37 gituah setelah berikutnya soal 38:39 standarisasi digital dengan aplikasinya 38:41 berikutnya soal private currencynya 38:43 karena ini bukan public public e eh Crip 38:46 ya tapi private Crip Berarti ada private 38:50 yang dirip ada dana pribadi yang 38:52 dirahasiakan pertanyanya model 38:54 pengerahasiaan ini siapa nih ini 38:56 berhubungan dengan aplikasinya kebayang 38:58 enggak kalau kita pakainya itu 39:00 aplikasi-aplikasi orang luar begitu 39:02 digital currencyya orang luar kira-kira 39:05 kekayaan kita kayak apa betul 39:08 betul duit Angga tercatat di situ lalu 39:11 Angga bilang e Iya gua telanjang di 39:14 depan si anu G 39:17 semuanya semua terbuka e list list 39:20 detail bukan hanya oleh beberapa 39:22 gelintir manusia dunia gitu melihatnya 39:25 he he nah itu yang saya tidak ngerti 39:27 Bagaimana 39:29 sertamerta Bi sertamerta ingin melakukan 39:31 Central banking digital currency padahal 39:34 Li negara yang sebut saya sebut tadi 39:36 termasuk Jepang gitu ya Bahkan termasuk 39:38 Singapura itu belum mau memplakukan 39:40 Central banking digital 39:42 currency yang baru ngikutin 39:44 negara-negara di Afrika Kok kenapa 39:46 Indonesia terttama melakukan itu kayak 39:48 sudah punya sistem saya belum mendengar 39:50 digital standarisasi digital Indonesia 39:53 itu standarisasi digital siapa gitu saya 39:55 belumar itu gitu cbernya kayak gimana 39:57 aturan cbernya kayak apa kan sampai 39:59 dengan sekarang Indonesia tidak punya 40:00 aturan cyber masih kosong aturan 40:02 cybernya 40:03 Iya jadi ada artinya ketika kita masuk 40:06 lagi lebih dalam lagi dalam konstruksi 40:08 hajat hidup orang banyak kalau kita tadi 40:10 Bicara energi terus kita bicara 40:11 perspektif keuangan lalu kita masuk 40:13 sekarang kita masuk di problematic 40:15 frequensi istilah saya ini frequency me 40:18 karena btisnyaap frekuensi yang Anda 40:20 kata Allah mengunci habis frekuensi 40:22 enggak ada gunanya itu semua gitu ya i 40:26 tergantung pada Kekuasaan apa di sini 40:28 nih soal frekuensinya itu yang saya 40:29 sebut sebagai frekuensi sebagai hajat 40:31 hidup orang banyak iya iya 40:33 gitu dan itu relasinya nanti dengan 40:35 gravitasi itu relasinya dengan metal 40:39 gitu baik banganudin bahwa sangat 40:42 tergantung sekali pada kekuasaan Allah 40:43 gitu inir Ini salah satu buktinya itu 40:46 itu gitu betul nah kita itu berhadapan 40:49 dengan model kayak gitu gitu lalu kita 40:51 kemudian tidak punya pola nih gitu yang 40:53 kita punya pola adalah redenominasi ah 40:56 sih itu kan penurunan bobot gitu 40:58 bukannya memperbaiki bobot perekonomian 41:00 dan berbasis kebijakan yang benar gitu 41:02 ya ini memperbaiki makna uang yang 41:05 kemudian malah menurunkan harkat 41:07 martabatnya gitu itu kita ngelihatnya 41:11 lalu kemudian kitaud lagi ke belakang 41:13 terhadap barang publiknya juga begitu 41:14 kebayang enggak sekarang bahwa ternyata 41:17 barang publik dan jasa publik kita itu 41:20 ternyata tidak dalam posisi penguasaan 41:23 penguasaan domestik itu yang saya sebut 41:25 seb ini ada masalah besar he he jadi e 41:29 kalau saya nulisnya 2008 saya ngomongnya 41:31 sejak yang namanya di DPR he he e ini 41:35 ada problem besar dalam kebijakan 41:36 perekonomian kita gitu Itu makanya saya 41:39 dianggap sor saya ya harus saya 41:40 sampaikan gu dianggap orang gila tuh 41:43 cuman enggak ngomong depan gua aja orang 41:44 lain Bilang dianggap orang gila lu 41:47 ngomong engak apa-apa deh Biarin aja 41:50 yang penting kan gak bisa bantah 41:51 argumentasi dan data 41:54 gua baik bangudin nih kita sudah Waduh 41:57 Enggak terasa nih Sudah 840 nih di 42:00 studio ya maaf 42:02 ya Ngobrol begini terasa enak gitu tapi 42:05 sebagai penutup nih 42:08 oke oke penutup ya bang hisanudin ya Iya 42:10 penutup Oke he itu dari dari dari ke 42:12 belakang yang sudah kita bahas-bahas 42:14 tadi iya oke Ini kaitannya sama para 42:16 pelaku ekonominya juga gitu ya I ada di 42:19 situ ya pemainnya bahkan sampai ke 42:22 regulatornya regulator yang ikut bermain 42:24 gitu ya ini disoroti oleh salah satu 42:27 pengamat tentang moralitas kita tadi 42:30 singgung juga mengenai kebijakan membuat 42:32 keputusan moralitas Apakah sekarang ini 42:36 di Indonesia bisa 42:37 dilihat dua hal unsur moralitas respek 42:41 dan responsibility ini masih ada enggak 42:44 sih di pejabat kita gitu ya atau di 42:47 pemangku-pemangku kekuasaan ini 42:50 kemampuan untuk merasakan apa yang 42:51 dirasakan oleh orang lain kemudian 42:52 berdampak pada sikap tanggung jawabnya 42:54 itu ada enggak sih ketika membuat 42:55 keputusan dan 42:57 kebijakan saya pernangangga he he di 43:01 rasil moral itu sumber nilainya dari 43:04 agama Etika itu sumber nilainya dari 43:06 nilai-nilai sosial Iya nah ketika orang 43:09 memasalahkan moral tesis barat 43:12 menyatakan Jangan pernah bicara moral 43:14 dalam dunia liberal dan free market 43:16 mechanism tu Kenapa Anda bicara moral 43:20 iya i i kan Anda tunduk pada serba serba 43:23 bebas investasi asing bebas kan politik 43:26 bebas walaupun kemudian dicengkam dengan 43:28 undang-undang it dan undangang lain gitu 43:30 ya Iya I iya kehidupan individu bebas 43:32 Kenapa Anda masih bicara moral 43:34 proporsional enggak He kalau Anda masuk 43:38 lagi ke dalam undang-undang dasar 2002 43:40 misalnya eh eh sebagaimana diputuskan 43:43 pada 10 Agustus 2002 gitu ya saya tidak 43:46 berbasis pada 1945 karena di 10 Agustus 43:49 2002 sesungguhnya mereka menyatakan ini 43:51 adalah undang-undang dasar ee yang 43:54 mereka Ma coba-coba samakan dengan 43:56 enggak Kalau berdasarkan undang-undang 43:57 2002 memang bisnya sudah 44:00 begini partai politiknya sebagai penentu 44:02 ke mana-mana gitu ya lalu kemudian tidak 44:05 ada lagi pembedaan karena berlaku azab 44:08 niskriminatif gitu dan segala sesuatunya 44:11 ditujukan oleh yang namanya kebijakan 44:13 pemerintah sebagai penguasa tunggal 44:15 dalam sebuah sistem pemerintahan jadi 44:17 partai dan partai-partai sebagai 44:18 satu-satunya pemegang saham 44:20 dikonversikan kepada pemerintahan 44:22 sebagai pen pemilih sebagai penguasa 44:24 tunggal gitu ya dan tidak ada prinsip 44:26 berbaginya gitu ya lalu berikutnya 44:28 dibangun dalam sebuah basis liberal 44:31 dengan kata-kata demokrasi dalam 44:34 perspektif kayak gitu jangan bicara 44:35 moral I Iya salah salah tempat karena 44:39 barat sendiri Memang mengakui enggak ada 44:40 balah moral H anda tahu enggak ketika 44:43 yang namanya ketika yang namanya Amerika 44:45 kalah dalam perang dagang gitu ya mereka 44:48 bicaranya etik bukan moral he he ethic 44:51 in action gitu kalimatnya dan ketika 44:54 mereka bilang ee kalah mereka dari segi 44:56 ee gini rasio mereka menyebutnya 45:00 polarisasi sosial makin tinggi mereka 45:03 engak bilang lagi soal kesenjangan 45:05 sosial tapi poinnya itu malat dan ini 45:08 terjadi pembicaraan di forum bukan level 45:11 Radio 45:14 Silaturahim the point gitu loh jadi 45:17 kalau kita paham-paham betul pada Diksi 45:19 dan argumentasi berpikir mereka gitu ya 45:21 kita akan tahu pada pada wilayah mana 45:23 kita masuk dan ketika kita menyerang 45:25 dengan marah 45:26 ya kita tidak masuk dalam ajang 45:28 pertarungan mereka mereka dengan enak 45:30 mengenyahkannya kita harus masuk ke 45:31 dalam suasana pertarungan mereka untuk 45:33 menyatakan bahwa polarisasi sosial 45:36 adalah bentuk G rasio Di mana mereka 45:38 gagal dalam pembangunan iya i i ketika 45:40 mereka bicara etic intion itu 45:42 menyunjukkan bahwa mereka sesungguhnya 45:43 sudah punya atek dalam membangun ekonomi 45:45 i i gitu dong mikirnya gitu gitu jadi 45:49 cerdas gitu maksud saya aduh sor Sor 45:52 maaf maaf banget saya 45:54 harusit 45:58 ini omongan saya di berbagai forum 46:00 akademik Angga dengan menggunakan data 46:02 mereka sekali lagi berarti e Bang 46:05 hisanudin kita ini harus mengembalikan 46:08 gitu kan Marwah bangsa ini oh jelas 46:11 Marwah moral itu harus dikembalikan gitu 46:14 baru setelah kita buktikan konsep-konsep 46:16 teori-teori filosofi Mereka salah baru 46:18 muncul pertanyaan kalauok gitu solusinya 46:19 apa seperti Angga bilang tadi ya 46:21 gagasnya pasti nilai-nilai dasar bangsa 46:25 ini apa Kem Saya meruntun dari mulai 46:28 filosofi teori konsepsi variabel 46:30 aplikasi dan bukti itupd saya berikan 46:33 itu 46:34 kemar saya kira begitu terima kasihak 46:37 mohon maaf kalau ada yang salah luar 46:39 biasa luar biasa Bang 46:51 bionamik 46:54 warahmatah 47:01 forign