Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [Musik] 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullah 0:19 wabarakatuh. Alhamdulillahi rabbil 0:22 alamin. Allahumma sholli ala Muhammad wa 0:25 ala ali Muhammad. masih dipancaruaskan 0:28 dari Jalan Masjid Silaturahim nomor 36 0:32 Kalimanggis Cibubur Bekasi Radio 0:35 Silaturahim untuk Islam yang satu. 0:38 Ikhwat dan akhwat yang dirahmati Allah 0:40 subhanahu wa taala, bagaimana kabarnya 0:43 di sore hari ini kita kembali berjumpa 0:46 dalam program tausiah sore kajian kitab 0:49 Riyadus Shihin edisi hari Jumat di 0:52 tanggal 7 Desember 2018. Alhamdulillah 0:57 ikhwan dan akhwat narasumber kita ustaz 1:00 kita beliau Ustaz Ahmad Saleh telah 1:02 berada bersama kita saat ini. Kita 1:05 langsung saja sapa beliau. 1:07 Asalamualaikum warahmatullahi 1:08 wabarakatuh ustaz. Waalaikumsalam 1:10 warahmatullahi wabarakatuh. Sehat, 1:12 Ustaz? Ya, alhamdulillah atas doa dari 1:14 semuanya bikhair. Alhamdulillah. Baik. 1:17 Alhamdulillah. Dan di sore hari ini, 1:20 Ikhwan dan akhwat, seperti biasa kajian 1:23 kita priyadus shihin dan tema kita 1:26 tentang boleh menangisi orang mati tanpa 1:31 menghitung-hitung kebaikan mayit dan 1:33 tanpa meratap. Nah, Ustaz, ya. Jadi, 1:36 tema kita, Ustaz, ini kalau Anda punya 1:40 kitabus Shihin, kita masuk di bab 153. 1:44 Nah, jadi sekali lagi saya ulangi ya. 1:46 Boleh menangisi orang mati tanpa 1:50 menghitung-hitung kebaikan mayit dan 1:52 tanpa meratap. Nah, seperti apa ee yang 1:56 diperbolehkan dalam Islam menangisi 1:57 orang mati dan bagaimana ee meratap itu? 2:03 Nah, itu nanti yang akan dijelaskan oleh 2:05 Ustaz Ahmad Saleh. Baiklah, Ikhwan dan 2:06 Akhwat, selama setengah jam ke depan 2:08 mari kita simak bersama pemaparan yang 2:10 akan disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh. 2:13 Tafadal, Ustaz. 2:16 Alhamdulillahi hamdan katiron thyiban 2:19 mubarokan 2:20 f kama yuhibuna 2:23 waard ashadu alla ilahaillallah wahdahu 2:26 la syarikalah wa ashadu anna muhammadan 2:30 abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi ba' 2:33 allahumma sholli wasallim wabarik ala 2:36 habibikal karim muhammadin waa alihi wa 2:39 ashabihi waman tabiahum bisanin 2:41 yaumiddin amma 2:43 Ikhwan wal akhwat, pendengar radio 2:46 silaturahim, serta pemirsa Rasil Visual 2:49 di mana pun berada. Sesungguhnya segala 2:51 puji bagi Allah yang telah memasukkan ke 2:54 dalam dada kita rasa 2:57 tumakninah, rasa untuk mengakui bahwa 3:03 ee al-Islam adalah satu din yang kita 3:06 yakini, kita ee percayai juga. Kita 3:11 bersyukur kepada Allah yang telah 3:13 menurunkan sebaik-baik kitab yaitu 3:15 Al-Qur'an dan telah mengutus sebaik-baik 3:17 nabi yaitu Nabi Muhammad sallallahu 3:20 alaihi wasallam. Serta mensyariatkan 3:23 sebaik-baik aturan yaitu dinul 3:27 Islam. Di saat yang lain mencoba 3:30 menelusuri berbagai jalan untuk 3:32 menemukan 3:33 hidayah, untuk bisa mendapatkan jalan 3:36 hidup. Namun kebanyakan di antara mereka 3:39 tidak menemukannya. Bahkan di antara 3:41 mereka jangankan menemukan untuk 3:45 mendengar kabarnya pun tentang Islam, 3:48 mendengar kabarnya tentang Al-Qur'an, 3:51 mendengar Nabi Muhammad sallallahu 3:52 alaihi wasallam, mereka bahkan asing, 3:54 bahkan masih merasa garib. 3:58 Maka oleh sebab itu tidak henti-hentinya 4:00 kita panjatkan puji dan syukur kepada 4:02 Allah Subhanahu wa taala karena dengan 4:04 kasih sayangnya kita diberi hidayah, 4:08 ditunjukkan kepada Islam, ditunjukkan 4:10 kepada ee risalah Nabi Muhammad 4:13 sallallahu alaihi wasallam. Tiib. Untuk 4:16 tidak memperpanjang ee perkataan, mari 4:18 kita langsung saja kepada kajian kita, 4:20 yaitu bolehnya menangisi orang mati 4:23 tanpa menghitung-hitung kebaikan mayit 4:26 dan tanpa meratap. Tayib. Eh, kita mulai 4:30 dari hadis pertama atau dalam bab ini 4:34 atau hadis 4:35 ke-925 dalam kitab Riyadus Shihin. an 4:39 ibni Umarah radhiallahu anhuma anna 4:42 rasulullahi shallallallahu alaihi 4:44 wasallam qal anna rasulullahi sallallahu 4:47 alaihi wasallam ada sa'da bna 4:50 ubadah wamahu abdurrahman ibnu auffinnu 4:55 abi waqqas wa abdullah ibnu mas'udin 4:58 radhiallahu 5:02 anhum fabaka rasulullahi shallallallahu 5:05 alaihi wasallam falamma roalualumu buka 5:10 ali 5:15 was 5:27 inhabuhami. 5:29 Haditun 5:31 alaih. Kalau kita pahami bahwa hadis ini 5:36 menyampaikan bahwa dari Umar Ibnu 5:39 Khattab dari Abdullah bin Umar, mohon 5:42 maaf dari Abdullah bin Umar bahwa 5:44 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 5:49 menj Sa'ad bin Ubadah bersama 5:51 Abdurrahman Abi Waqqas dan Abdullah bin 5:54 Mas'ud radhiallahu anhu. Kemudian 5:56 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 5:57 menangis. Ketika orang-orang mengetahui 6:00 tangisan Rasulullah sallallahu alaihi 6:02 wasallam, maka mereka pun 6:06 menangis. Kemudian beliau bersabda, 6:09 "Adakah kalian tidak 6:11 mendengar? Ala tasmaun. Tidakkah kalian 6:14 mendengar?" "Inallaha la yuibu bidamil 6:17 ain?" Sesungguhnya Allah tidak mengazab, 6:20 tidak menyiksa karena apa namanya? Damil 6:23 ain, tetesan air mata. 6:27 dan juga tidak mengazab karena kesedihan 6:29 hati. Walakin akan tetapi 6:33 yadibu akan tetapi Allah 6:36 mengazab yarhamu atau merahmati ya e. 6:41 Jadi Nabi mengisyaratkan kepada 6:43 lidahnya. Jadi e Allah mengazab karena 6:46 lidah seseorang atau Allah merahmati 6:49 karena lidah apa? lidah seseorang ketika 6:52 ada orang yang dicintainya meninggal 6:54 dunia. 6:56 Dari hadis ini dapat kita lihat 6:58 mutiara-mutiara yang begitu menarik. Di 7:00 antaranya bahwa menangis dan perasaan 7:02 sedih dibolehkan dan tidak dilarang. 7:04 Jadi kalau ada ibu kita meninggal dunia 7:07 atau ayah kita meninggal 7:10 dunia, maka boleh kita meneteskan air 7:13 mata, boleh kita bersedih, yang tidak 7:16 boleh adalah meratap. Ya, tadi lisan 7:18 tadi lisan yang meratap. 7:21 Seseorang di zaman tabiin kalau tidak 7:23 salah atau tabiut tabiin, beliau adalah 7:26 seorang 7:27 qadi sampai kepadanya kabar bahwa ibunya 7:31 meninggal dunia. Fabaka. Maka beliau pun 7:35 menangis. Maka kemudian dia 7:38 ditanya, "Mengapa engkau menangis?" 7:40 "Iya, 7:41 pulahan." Kemudian dikatakan, 7:44 "Lima, 7:45 bagaimana lima la abki?" Bagaimana saya 7:48 tidak menangis? Wahua. Padahal dia ibuku 7:51 itu babun min abwabil jannah. Satu pintu 7:56 dari sekian banyak pintu surga yang 7:58 telah Allah sediakan. Sekarang di 8:01 rumahku berkurang pintu surga. Kenapa? 8:03 Karena ibuku telah meninggal dunia. Jadi 8:06 yang dimaksud pintu surga itu adalah 8:07 jalan untuk masuk ke dalam surga. 8:09 Sesuatu yang bisa mengantarkan kita ke 8:11 dalam surga. Sekarang itu sudah 8:13 meninggal dunia. Maka dia menangisnya 8:15 bukan karena kewafatan dalam pengertian 8:17 ibunya, tetapi dia menyesali. Kenapa 8:21 gitu kan sekarang kesempatan untuk 8:22 mendapat surga itu mendapatkan rida 8:25 Allah sudah berkurang karena ibunya 8:27 telah dipanggil Allah subhanahu wa telah 8:29 wafat. Ya, 8:32 ini yang dilarang adalah jika seorang 8:34 melakukan apa yang diharamkan syariat 8:36 yaitu nadb niahah. Niahah itu merata 8:39 atau menangis dengan suara terlampau 8:42 keras. Ya, ada juga kita sering 8:45 mendengar tangisan seseorang ketika 8:47 mendengar ibunya telah meninggal 8:49 dunia, ayahnya telah meninggal. Kemudian 8:52 dia sambil ee memeluk dari lari dari 8:55 ketika dia datang bisa jadi dia dari 8:57 luar kota dia lari kemudian memeluk 9:00 jenazah terus sambil berteriak ibu. Ah 9:03 itu yang kemudian ee dicela di dalam 9:05 Islam ini ya. Heeh. Adapun menangis 9:08 biasa ya meneteskan air mata, merasa 9:11 sedih, ada jaiz boleh. Yang tidak boleh 9:14 adalah tadi meratap, menghitung-hitung 9:16 kebaikan mayit dengan suara yang keras. 9:18 Oi, pada kaza kaza kaza kaza. Ah, 9:20 kada-kaz itu maksudnya bercerita tentang 9:22 kebaikan orang yang sudah meninggal itu. 9:25 Tapi sambil menangis dia menyesali 9:27 karena tidak berbuat baik kepadanya gitu 9:29 ya. 9:33 Hadani hadis yang kedua atau hadis 9:35 ke-926 dalam kitab Riyadus Shihin ini. 9:40 Zaidin radhiallahu anhuma rasullahallahu 9:44 alaihi 9:45 wasallamai ibnatihi wahua 9:49 maut rasulillahu alaihi wasallam faqahu 9:53 sa'dun ma ya 9:55 rasulallah q rahmatun 9:59 jaalahallahu taala fiubi ibadii wa inama 10:03 yarhabullahu min ibadihi aruhma 10:10 yang artinya kurang lebih dari Usamah 10:13 bin Zaid Usamah bin Zaid radhiallahu 10:15 anhuma semoga Allah meridai Usamah dan 10:18 juga Zaid anna Rasulullah bahwasanya 10:21 Rasulullah sahu al wasallam rufi 10:24 ilaihi wahua fil maut ya maksudnya rufi 10:29 itu kalau bahasa kita diangkat tetapi 10:32 maksudnya disampaikan kepadanya dikabari 10:35 gitu 10:36 bahwa anak putrinya sedang sakaratul 10:39 maut. Lalu kedua mata Rasulullah 10:40 sallallahu alaihi wasallam mengalirkan 10:41 air 10:42 mata. Kemudian saat berkata kepada 10:45 beliau, "Apakah ini wahai utusan Allah?" 10:48 Beliau menjawab, "Hadi rahmah ini adalah 10:51 kasih sayang. Ini adalah rahmah yang ee 10:55 dijadikan Allah di hati hamba-hamb-Nya 10:57 yang disayangi Allah. Di antara 11:00 hamba-hambanya adalah orang-orang yang 11:03 penyayang." Jadi sekali lagi kalau kita 11:05 karena penyayang kemudian kita 11:08 menangis mama umi abi atau siapapun 11:12 menangis karena kita menyayanginya 11:16 karena kita menyayanginya baru setengah 11:19 jalan, baru sepersekian jalan belum 11:21 tuntas menyayanginya, belum tuntas 11:23 membahagiakannya. 11:25 Dialah yang 11:27 kemudian senantiasa menghibur kita di 11:30 saat kita berduka, di saat kita gagal 11:32 dalam pengertian belum berhasil. Tapi 11:35 merekalah yang kemudian menyayang kita 11:37 dan menghiburnya. Namun sekarang dia 11:39 telah tiada menangis. Jaiz, sedih boleh 11:43 ya. Tidak harus ditahan-tahan ya karena 11:45 bisa jadi penyakit. Heeh. 11:48 Nah, hadis 11:49 ini dapat kita lihat pesan-pesannya 11:53 adalah boleh menangisi mayit tanpa 11:54 meraung dan 11:58 menjerit. Saya tidak tahu persis. Saya 12:00 pernah mendengar ada satu kaum 12:03 tertentu. Jadi kalau kita ingin 12:05 mendapatkan balasan dari keluarganya 12:07 harus nangis di hadapannya. Katanya 12:09 meraung dan menyerut. Wallahualam. Ini 12:10 cerita zaman dulu, zaman masih kecil ya. 12:14 tetangga tandanggaan, cerita koton kalau 12:16 di kota tuh begini begini begini 12:17 wallahuam. Tapi apakah itu benar atau 12:19 tidak? Wallahualam. Tapi kemudian saya 12:21 ingin sampaikan kalau kemudian kita 12:24 meraung-raung dengan suara keras ya 12:27 meskipun kalimatnya juga yang sederhana 12:30 sekali lagi tadi itu tidak disukai di 12:32 dalam Islam. Artinya diharamkan ya 12:36 menyebut-nyebut ini tapi sambil dengan 12:38 suara keras sehingga menunjukkan bahwa 12:40 dia tidak rela, menunjukkan dia tidak 12:43 rida. 12:44 orang yang dicintainya diambil oleh 12:46 Allah Subhanahu wa taala, maka ini yang 12:48 diharamkan. Maka ini yang kemudian ee 12:51 tidak dibenarkan. Ini hadis yang kedua. 12:53 Amma al hadis asal atau hadis ke-927 12:58 dalam kitab ini. Waan anasin radhiallahu 13:02 anhu anna rasulullahi shallallallahu 13:05 alaihi wasallam dakala ala banihi 13:07 ibrahima radhiallahu anhu wahua yajudu 13:11 binafsihi fa'alat aina rasulillahi 13:14 shallallahu alaihi wasallam tadrifani 13:18 faqala lahu 13:19 abdurahman ibnu auf wa anta ya 13:23 rasulullah faqala ya bnafin innaha 13:27 rahmatun 13:48 Ibrahimuahzunun dari Anas radu bahwa 13:50 alaihi wasallam menemui anaknya Ibrahim 13:53 semoga Allah meridainya yang sedang 13:54 menghembuskan nafas terakhirnya kedua 13:57 mata Rasulullah sallallahu alaihi 13:58 wasallam melelehkan air mata. 14:00 Abdurrahman bin Auf berkata kepadanya, 14:02 "Engkau menangis wahai utusan Allah." 14:04 Begitu kurang lebih ya. Ini terjemah 14:05 bebas 14:07 rupanya. Ya bnafin wa anta ya 14:10 Rasulullah. Begitu kalau kalimatnya dan 14:13 engkau ya Rasulullah. Ah maksudnya 14:14 kemudian maksudnya tadi ya 14:19 ee engkau menangis ya Rasulullah. Begitu 14:22 ya. Lalu beliau bersabda, "Wahai Ibnu 14:24 Auf, ini adalah air mata rahmat. air 14:27 mata 14:28 sayang. Kemudian air mata pertama itu 14:31 diikuti air mata kedua dan seterusnya. 14:33 Lalu beliau bersabda, "Mata menangis dan 14:36 hati berdukacita, tetapi kami tidak 14:38 mengucapkan selain ucapan yang membuat 14:40 rida Tuhan kami. Dan sesungguhnya kami 14:43 ini, ya Ibrahim benar-benar sedih 14:45 berpisah denganmu." Jadi boleh 14:48 mengatakan seperti tadi ya, meskipun 14:50 sudah meninggal dunia boleh kepada orang 14:52 mati mengatakan sesungguhnya aku sedih 14:55 kehilangan engkau. Gitu kan boleh. 14:58 Banyak di antara kita kemudian 14:59 mempermasalahkan hadis ini menunjukkan 15:01 kebolehannya ya. misalnya. Maka 15:05 kemudian yang dimaksud susungnya hati 15:08 ini sedih ya Ibrahim bukan sedang 15:10 komunikasi tapi ada pengungkapan 15:13 perasaan 15:15 ya. Nah ini kemudian nanti akan ee hadis 15:19 ini juga akan menjawab persoalan yang 15:21 tadi yang mengatakan seakan-akan kita 15:24 tidak boleh ber bukan komunikasi. Sekali 15:28 lagi misalnya begini. Ketika kita baca 15:31 tarikh ya, sirah nabawiyah, sirah Nabi 15:35 Muhammad sallallahu alaihi wasallam 15:37 sampai kepada kisah bahwa Nabi 15:39 sallallahu alaihi wasallam giginya 15:42 patah, kakinya berdarah, kemudian kita 15:45 berdiri, "Ya Rasulullah." Kemudian kita 15:48 menutup sirah itu sambil menangis. Ya 15:51 Rasulullah, maafkan aku. Sesungguhnya 15:55 aku belum dapat melanjutkan 15:56 perjuanganmu. Gitu kan. Itu bukan 15:58 berarti kemudian ngobrol secara langsung 16:00 meskipun kalimat itu seakan-akan sedang 16:03 ngobrol. Sebagaimana tadi Nabi 16:05 sallallahu alaihi wasallam, "Ya Ibrahim, 16:06 sesungguhnya hati ini pilu berpisah 16:08 denganmu. Hati ini sakit, sedih berpisah 16:12 denganmu." Ya, jadi ini saya kira ini 16:15 hadis diriwayatkan ee oleh Imam Bukhari, 16:17 Imam Muslim ya. Namun Imam Muslim bagian 16:20 ee meriwayatkan sebagian redaksinya. 16:22 Jadi sekali lagi para ikhwan sekalian, 16:25 menangisi orang meninggal dunia jaiz, 16:28 namun kemudian menjadi haram jika 16:30 tangisan itu diikuti dengan ratapan, 16:32 diikuti dengan teriakan, diikuti dengan 16:35 suara yang sangat keras, ya. Nah, ini 16:38 jadi ee harus menjadi catatan bahwa jadi 16:43 menjadi bermacam-macam hukumnya. Ada 16:45 yang hukumnya jaiz boleh. Ada yang hukum 16:48 hukumnya apa namanya? Hukumnya haram. Ya 16:52 boleh jika menangisnya biasa meneteskan 16:54 air mata, sedih, mengungkapkan seperti 16:56 tadi. Namun kalau kemudian diungkapkan 16:59 dengan suara yang keras, kemudian kita 17:01 mengatakan juga bahwa ee apa namanya ya? 17:05 Seperti itu ya. Nah, maksudnya teriak. 17:08 Nah, ini maka menjadi haram hukumnya. 17:11 Ini saya kira ikhwatul iman ee tiga 17:14 hadis dalam bab ini dan dari hadis 17:16 ketiga ini dapat kita lihat selain 17:19 pelajaran dalam hadis-hadis sebelumnya, 17:20 hadis ini juga menjelaskan kewajiban 17:22 menyerahkan perkara dan rida kepada qada 17:24 dan qadar Allah tabaraka wa taala. Tidak 17:27 ada larangan mata menangis dan hati 17:29 sedih tanpa disertai kemarahan dan ke ee 17:32 apa namanya? Kekalutan. Jadi, ini yang 17:34 harus di kita pahami ya. Demikian saya 17:36 kira sebagai pengantar dalam ee tausiah 17:40 sore ini. Wasallallahu ala nabiina 17:42 Muhammadin walhamdulillahi rabbil 17:44 alamin. Wallahu aam biswab. 17:49 Baik ikhwan dan akhwat yang dirahmati 17:51 Allah subhanahu wa taala. Demikian tadi 17:54 tahu saya disampaikan oleh Ustaz Ahmad 17:57 Saleh di kesempatan hari ini dan kami 18:00 akan segera kembali setelah jeda 18:02 berikut. 18:04 Allah 18:15 [Musik] 18:21 [Musik] 18:31 [Tepuk tangan] 18:32 [Musik] 19:19 [Tepuk tangan] 19:21 [Musik] 19:57 [Tepuk tangan] 19:59 [Musik] 20:25 [Tepuk tangan] 20:26 [Musik] 21:03 [Tepuk tangan] 21:04 [Musik] 21:41 [Tepuk tangan] 21:42 [Musik] 22:19 [Musik] 22:26 Bismillahirrahmanirrahim. Ikhwan dan 22:28 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 22:29 taala. Terima kasih Anda masih bersama 22:31 kami dalam program di kesempatan sore 22:35 hari ini atau sore kajian kitab Riyadus 22:38 Shihin dan tema 22:41 kita tentang meratapi 22:45 mayit atau lebih tepatnya adalah boleh 22:47 menangisi orang mati tanpa 22:49 menghitung-hitung kebaikan mayit dan 22:52 tanpa meratap meratap. Iya. Kita akan ke 22:56 pertanyaan. Ini ada pertanyaan sudah 22:58 masuk, Ustaz. Dari hamba Allah. 23:00 Asalamualaikum warahmatullah 23:02 wabarakatuh. Waalaikumsalam 23:04 warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Ustaz 23:06 Ahmad Saleh. Ee saya punya sahabat yang 23:09 pada waktu pemakaman suaminya ikut 23:12 mengantar ke tempat pemakaman. Heeh. Di 23:16 saat itu sempat dia agak histeris, tapi 23:19 hanya ditahan saja, Ustaz. Dan di saat 23:21 yang bersamaan dia dimarahi seorang 23:25 ustaz. Karena menurut ustaz tersebut 23:27 tidak boleh ada air mata saat suaminya 23:30 dimakamkan. Apakah memang seperti itu, 23:32 Ustaz? Dan apakah sebaiknya seorang 23:35 istri tidak ikut ke pemakaman 23:38 suaminya? E naam. Masyaallah. Hamba 23:40 Allah. Semoga Allah merahmati kita 23:43 semua bahwa sekali lagi bahwa menangis 23:46 itu jaiz boleh. Tetapi tadi histeris ini 23:50 yang di harus dihilangkan ya. Histeris 23:53 ini yang harus 23:54 dihindari. Kalau tadi sempat histerisnya 23:57 terucap ya suara sempat keluar kemudian 24:01 didengar oleh ustaz tersebut sehingga 24:03 ustaz tersebut melarangnya maka itulah 24:05 sebuah keharusan. Itulah sebabnya kenapa 24:09 para istri dulu, para kaum perempuan itu 24:12 tidak disunahkan hadir di pemakaman 24:15 karena bisa jadi tadi masalahnya ya. 24:18 Namun kemudian bagi orang yang mampu 24:20 mengendalikan rasa sedihnya dengan cara 24:23 tadi dia tidak histeris, tidak kemudian 24:27 apa nam menyesali mengungkapkannya 24:29 apalagi kemudian keceplosan berteriak. 24:32 Nah, ini yang kemudian harus dihindari. 24:34 Maka oleh sebab itu pertanyaan tadi 24:36 apakah seorang istri boleh ke pemakaman 24:39 atau tidak? Maka jawabannya bisa boleh 24:42 bisa 24:43 tidak. Karena ada seorang istri begitu 24:47 terpukul atas kematian suaminya karena 24:50 bisa jadi mereka sedang merencanakan 24:52 sesuatu. Begitu mesranya tiba-tiba dia 24:55 kaget. Sok tiba-tiba kabar datang 24:57 kepadanya beberapa saat saja bahwa 24:59 suaminya meninggal dunia. Nah, biasanya 25:02 itu sangat terpukul ya. Makanya di sini 25:04 juga tidak boleh kita terlalu panjang 25:07 angan-angan. Kemudian dia kemudi apa 25:10 tadi? Ee ee meratap itu kemudian yang 25:13 tidak boleh. Ya. Maka oleh sebab itu ya 25:15 kan ee dalam pengantaran jenazah juga 25:18 sesungguhnya kaum hawa itu di belakang 25:21 ya, muslim, muslimin di depan. Hikmahnya 25:24 apa? Para ulama kemudian mengungkap 25:27 berbagai hal ya. Ah karena tadi kenapa 25:30 kemudian disunahkan? Sebagian ulama 25:31 mengatakan disunahkan harus pakai harus 25:34 diantar diantar maksud langsung oleh 25:36 orang ya di apa 25:39 ditandu di apa istilahnya tidak pakai 25:41 mobil tidak pakai ini. Kalau itu mungkin 25:44 terjangkau. Makanya di negara-negara 25:46 tertentu itu meskipun jauh mereka tetap 25:49 ini apa namanya? Dengan cara di ditandu 25:52 dengan cara di ee kata orang sini di apa 25:54 di ya apa istilah bahasa sini ditandu 25:58 ya. He ditahan. Nah, pertama selain 26:01 pahalanya juga besar, kedua orang lebih 26:05 khusyuk untuk mengingat kematian tadi. 26:07 Hm. Masyaallah. Si anu ya tidak sangka 26:09 orang baik. Masyaallah. Hmm. Si anu ya 26:12 masyaallah tidak sangka. Padahal dia 26:14 perencanamu membangun masjid. Hmm. Si 26:17 anu. Nah di kemudian sampailah kepada 26:20 satu pemahaman bagi yang 26:21 mengantarkannya. Iya. bahwa kita pun 26:23 juga akan seperti dia. Kita bisa jadi 26:26 hanya bisa merencanakan sesuatu, tapi 26:28 sebelum itu terjadi Allah sudah 26:30 memanggil kita. Bisa gitu ya. Jadi 26:32 banyak hikmah. Kemudian e namun kemudian 26:34 kalau di zaman now di terutama di 26:37 Indonesia di ibu kota ya di ibukota 26:39 antara tempat tinggal dengan pekuburan 26:42 kan memang berjauhan. Ada yang dekat 26:45 bukan? Ini ini yang menarik sekali ini 26:47 umat Islam ini masyaallah terbagi di 26:50 beberapa tempat tetapi kemudian 26:52 pemakaman juga terbagi-bagi, 26:53 terpisah-pisah jauh ya. Ada orang sini 26:56 misalnya orang 26:57 Cibubur pemakamannya di sono di tempat 27:00 yang jauh. orang yang dekat dengan peman 27:03 apa pemakaman di sana yang dekat malah 27:05 dia dia punya apa namanya pemakaman di 27:08 tempat lain itulah ya saya ingin 27:11 sampaikan seringkiali ini ini cuma 27:13 masalah ya maka harus dituntaskan 27:15 sesungguhnya agar kita ini umat Islam 27:17 ini meninggal ya dekat dengan 27:19 pekuburannya juga gitu ya. Heeh. ya 27:22 karena memang ee ada beberapa hal 27:25 tentang wakaf pekuburan ini tidak apa 27:29 belum ditangani oleh ee masing-masing ee 27:34 masyarakat di situ ya. Jadi ada 27:37 kecamatan ini sudah punya pemakaman, 27:39 kecamatan sebelahnya belum gitu kan. 27:42 Desa ini sudah punya desa sebelahnya 27:44 belum akibatnya bisa apa namanya apa 27:47 namanya ya semerawut gitu ya. Heeh. Nah, 27:50 kembali kepada permasalahan. Jadi, 27:53 apakah kemudian boleh seorang istri ee 27:56 apa namanya? Ee datang ke pemakaman 27:58 ataukah sebaiknya tidak boleh seorang 28:01 istri datang ke pemakaman suaminya 28:03 tadi? Kalau dia mampu mengendalikan 28:06 falabasabih tidak mengapa. Sebagaimana 28:08 tadi dia pun akan diingatkan ya dengan 28:11 kematian itu. Karena hadis itu im apa 28:13 umum. Nabi dulu mengatakan apa namanya 28:17 ini tentang ziarah kubur asalnya ya. 28:20 Tapi sekarang kemudian Nabi 28:22 mempersilakan para sahabat untuk 28:24 berziarah kubur karena akan mengingatkan 28:25 kepada kematian dan mengambil pelajaranp 28:28 pelajar. Begitu juga tentang tadi 28:30 pemakaman ya. Meskipun sekali lagi 28:32 banyak ee awalnya adalah tidak 28:35 disukainya kaum muslimat gitu kan 28:38 mengantarkan. Karena tadi alasan-alasan 28:41 yang dilihat banyak sekali yang 28:44 ditakutkan. Namun kemudian sekarang ada 28:47 beberapa pemahaman-pemahaman, 28:49 kajian-kajian yang semakin mengerti. 28:52 Maka kemudian menjadi tidak masalah 28:53 kalaupun mereka datang. Tapi tetap 28:55 sekali lagi ikhtilat meskipun sulit di 28:59 apa namanya? Dihindari namanya 29:01 ikhtilafat di kuburan gitu, tapi itulah 29:03 faktanya gitu kan. mestinya kita harus 29:05 inikan apa ee mesti diatur mana misalnya 29:09 oh pihak keluarga yang ingin menyaksi 29:11 silakan tapi dengan catatan tadi harus 29:14 mengikhlaskan kalau kemudian muncul ee 29:17 kalimat seperti tadi 29:19 histeris sampai terdengar orang lain 29:21 maka sebaiknya tidak harus datang 29:24 artinya ya sudah mendingan dia tinggal 29:26 ini berdoa dari kejauhan saja tapi untuk 29:28 yang terakhir kalinya saya ya untuk 29:31 terakhir kalinya di rumah juga kan bisa 29:33 apa ikut ikut memandikan suami, maka 29:35 oleh sebab itu penanganan atau 29:38 istilahnya penyelenggaraan jenazah 29:39 sebaiknya oleh kerabat yang dekat. Ya, 29:42 demikian saya kira yang dapat saya 29:43 jelaskan. Wallahuam bisawab. 29:47 Baik, kemudian Ustaz ada pertanyaan 29:50 kembali dari 29:52 Bapak Dayat di Bogor. Asalamualaikum 29:55 warahmatullahi wabarakatuh. 29:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 29:58 wabarakatuh. Baik, Ustaz. Bolehkah kita 30:00 berziarah kubur setelah mendoakan terus 30:03 dilanjutkan membaca Quran seperti 30:06 membaca 30:07 Yasin? Naam. Ini terjadi beberapa 30:11 perbedaan di kalangan ulama ya, apalagi 30:14 ulama 30:15 kekinian. Karena pertama gini, bahwa apa 30:17 tadi? Berdoa sudah sampai situ selesai 30:20 sepakat. Tapi kalau kemudian dilanjutkan 30:23 baca Quran gitu kan. Jadi 30:25 begini jelas kalau hadisnya jelas. 30:28 Janganlah kita menyamakan antara kuburan 30:30 dengan 30:31 rumah. Maka di rumah bacakan 30:34 Quran. Maka mafhum ah mafhumnya apa 30:39 namanya? Mafhum itu ada dua. Mafhum 30:41 mukhalafah dengan mafhum muwafaqah. 30:43 Mafhum muwafaqahnya berarti atau ya ee 30:47 mukhalafahnya berarti di kuburan tidak 30:48 boleh baca Quran, gitu kan. Karena tadi 30:51 di agar dibedakan antara rumah dengan 30:55 kuburan. Dibacakanlah Quran. di di 30:58 rumah. Berarti pemahaman sebaliknya sama 31:01 dengan tidak boleh baca Quran di mana? 31:04 Di kuburan. Itu jelas. Sampai di situ 31:06 juga jelas. Namun kemudian 31:09 permasalahannya ada sebagian orang 31:11 setelah mendoakan itu melakukan 31:13 kegiatan-kegiatan 31:16 lain. Nah, untuk menghilangkan 31:18 kegiatan-kegiatan lain yang tidak 31:20 disukai bahkan disebut kategorinya 31:22 bidah, maka membaca Quran menjadi 31:25 solusinya sebagai apa namanya? 31:27 tandingannya agar yang tadi 31:29 pekerjaan-pekerjaan yang tidak 31:31 semestinya menjadi tidak dilakukan 31:34 karena dengan adanya bacaan bacaan 31:36 Quran. Jadi sekali lagi asalnya tadi 31:39 pemahamannya bahwa membaca Quran itu di 31:42 rumah bukan di kuburan. Namun sebesu 31:45 maka itu para ulama jelas akan 31:47 membiarkan baca Quran ya orang baca 31:49 Quran di kuburan karena tadi daripada 31:52 kemudian mereka apalagi mohon maaf 31:55 misalnya kerabat kita itu menjadi tokoh 31:57 yang sangat maka kemudian orang datang 32:00 ya p murid-muridnya dari jauh datang ya 32:03 bukan hanya ini kemudian mereka ya 32:06 meratapi orang tua kita gitu kan ee 32:10 sebagai murid yang jauh kemudian dia 32:12 katakan kad waz yang menurut kita itu 32:15 menjadi jatuh kepada sesuatu yang tidak 32:17 dibenarkan. Maka salah satunya kemudian 32:20 daripada begitu, nah ini istilahnya 32:22 daripada begitu itu seringki tidak ada 32:24 nasnya gitu. Seringki juga di penghujung 32:28 antara apa ya menjadi syubhat. Jadi 32:32 apakah ini akan selamat atau celaka gitu 32:34 ya. ini makanya oleh sebab itu 32:36 berhati-hati. Namun kalau kemudian ada 32:39 yang demikian itu maksudnya ada 32:42 kegiatan-kegiatan yang menunjukkan ke 32:44 arah kesyirikan, maka membaca Quran 32:47 kemudian menjadi bukan masalah yang 32:49 harus dipermasalahkan di tempat itu. 32:51 Namun kalau kemudian orang sudah 32:53 mengerti maka kemudian dia bisa 32:54 melakukannya di rumah. Sekali lagi harus 32:57 dibedakan bahwa rumah harus senantiasa 32:58 dihidupkan dengan Al-Qur'an maka harus 33:01 dibedakan dengan kuburan. Kubur itu ada 33:03 maksud para kalau 33:06 begini, kenapa kuburan seakan-akan harus 33:09 terlihat angker? Itu ada maksud 33:12 sesungguhnya. Kenapa harus dibiarkan 33:14 seperti itu? Sehingga ulama terdahulu 33:17 memasang lampu pun tidak boleh gitu kan. 33:20 Karena ini akan menghadirkan rasa tadi 33:23 rasa takut yang kemudian rasa takut ini 33:26 dianya berlari kepada Allah Subhanahu wa 33:28 taala. Itulah sebabnya nanti kenapa 33:32 orang miskin kemudian doanya lebih dekat 33:36 kepada Allah dibanding orang kaya. 33:38 Karena kesadaran keperluannya betapa 33:41 besarnya dibanding orang 33:43 kaya. Doanya orang sakit biasanya lebih 33:46 lebih kencang. Kencang dalam 33:49 pengbanding orang yang sehat. Orang yang 33:52 sekali lagi yang lapar lebih kencang 33:55 dibanding yang penuh perutnya. Begitu 33:57 juga. Jadi sekali lagi semuanya itu ada 34:00 beberapa maksud-maksud yang menarik. 34:01 Kenapa kemudian di kuburan harus begini? 34:03 Woh, masyaallah ya. Kalau kita lihat ee 34:06 sejarah apa namanya risalah-risalah 34:08 meskipun sekarang semuanya mohon maaf 34:10 ya, mohon maaf sekali lagi. Sekarang ini 34:12 kan pekuburan dengan arena bermain sama. 34:16 Hm. Bahkan orang bisa main di kuburan 34:18 tidak ada rasa takutnya. Akibatnya apa? 34:20 Mereka kemudian anak-anak kita ini tidak 34:22 lagi menghormati dalam tanda petik 34:24 risalah-risalah tentang kuburan. 34:27 Dulu kita jangankan duduk di atas 34:29 kuburan ya, melangkahi aja tak boleh 34:32 dulu. Sekarang main bola justru di 34:35 kuburan ya. Jemuran di kuburan karena 34:39 memang ini tadi ada pesan-pesan yang 34:41 tidak sampai gitu kan. 34:43 Pemahaman-pemahaman yang memang ee 34:45 maqasidnya maksud dari itu semua tidak 34:48 sampai kepada kita sehingga kita 34:50 kemudian memperlakukannya sama. Ya. Jadi 34:52 sekarang kita 34:54 lihat ya tidak tidak lagi sesuatu yang 34:57 sakral itu menjadi sakral ee karena tadi 35:00 adanya beberapa ee perlakuan-perlakuan 35:03 yang dianggap disamakan ya. Jadi saya 35:06 kira kembali kepada pertanyaan. Jadi 35:08 memang ya ee apa namanya? Kembalilah 35:12 baca Quran di mana? Di rumah ya di 35:14 masjid di rumah. Falatafad maskur. 35:16 Sekali lagi ini bukan keputusan bukan 35:19 pemahaman mutlak ya. hanya berangkat 35:21 dari tadi bahwa semuanya memiliki 35:23 tujuan, maka kemudian afdalnya baca 35:26 Quran di ru di rumah bukan ber oh kalau 35:30 begitu maksudnya tidak boleh kasusnya 35:32 seperti apa dilihat jadi harus dilihat 35:35 dulu khalfiahnya latar belakangnya 35:37 sehingga kita bisa mengatakan boleh atau 35:39 tidak boleh itu sangat tergantung 35:40 khalfiahnya ya latar belakangnya apa. 35:43 Kalau latar belakangnya tidak ada 35:44 apa-apa sudah di rumah saja ya. Tapi 35:46 kalau kemudian seperti tadi 35:48 dikhawatirkan ini sudah dijagalah 35:50 kuburan itu gitu agar orang tidak 35:52 melakukan 35:54 kesyirikan-kesyirikan, mengkultuskan 35:56 kuburan kakek kita atau ayah kita. Maka 35:59 kita pun menjaganya dengan apa? Baca 36:01 Quran misalnya. Wallahuam bisawab. Baik. 36:05 Kemudian 36:07 dari pertanyaan kembali datang dari Ibu 36:11 Darma. Asalamualaikum warahmatullahi 36:13 wabarakatuh. Waalaikumsalam 36:15 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. Ee 36:19 sewaktu almarhum suami meninggalkan 36:22 saya, saya tuh menangis tapi pada 36:26 bilang, "Sudah, doakan saja. Ternyata 36:29 malah kita 36:32 dari mestinya saya kalau mau nangis 36:35 nangis aja. Nah, kalau sudah merasa 36:37 cukup ia akan berhenti dan tidak jadi 36:42 kaya penyakit. 36:44 Karena nangis yang dijeda-jeda. Jadi 36:45 sampai sekarang jadi suka nyesek kalau 36:48 lagi ingat. Benarkah Ustaz? Mohon 36:51 pencerahannya. Naam. Ya. Jadi 36:53 sebagaimana tadi nangis falyatafadol 36:55 gitu silakan nangis dengan catatan tadi. 36:59 Tidak diikuti dengan ratapan, tidak 37:02 diikuti dengan suara yang keras, tidak 37:04 diikuti dengan teriakan, tidak diikuni 37:06 dengan kebencian. Ya, menunjukkan bahwa 37:09 kita tidak rida kepada takdir Allah. Ya, 37:12 itu syaratnya. Kalau kemudian itu semua 37:14 bersih dari itu semua, silakan 37:15 nangis-nangis saja ya. Nangis misalnya 37:18 nangis nangislah silakan gitu ya dengan 37:21 berbagai macam tangisan ya dengan 37:23 catatan tadi gitu. Karena Nabi pun juga 37:25 meneteskan air mata dalam pengertian 37:28 lain 37:29 menangis dulu mungkin. Wallahualam ya 37:32 para sahabat pun memahaminya 37:34 berbeda. Dikira menangis itu maka wa 37:37 anta ya Rasulullah apa itu mahadza gitu 37:41 kan. Tapi kemudian Nabi katakan hadza 37:43 atau hadi rahmatun. Ini adalah kasih 37:46 sayang. Ya Allah menjadikan yang 37:48 demikian itu kepada orang-orang yang 37:51 memiliki rasa sayang. Nah, jadi nangis 37:54 aja silakan. Apalagi tadi ya karena aduh 37:56 suaminya atau terus menangis. Nah, 37:58 tetapi sekali lagi ee kalau kalau kita 38:01 tidak nangis ya tidak harus dipaksakan 38:04 menangis sebagaimana bagaimana saya 38:07 menangis enggak bisa nahan saya sedih. 38:09 Falyatafadol. Silakan sedik. Hanya tadi 38:12 catatannya jangan sampai menunjukkan 38:14 kita tidak rida kepada Allah, tidak rida 38:17 kepada takdir Allah sehingga kemudian 38:18 kita bersuara keras atau meraung-raung 38:22 atau meratap. Ah, itu yang kemudian yang 38:24 tidak dibenarkan. Ya, demikian saya 38:26 kira. Wallahuam biswab. Baik, kemudian 38:31 kita ke Bapak Ginanjar di kalender. 38:34 Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi 38:36 wabarakatuh. Waalaikumsalam 38:38 warahmatullahi wabarakatuh. Bolehkah 38:40 kita berdoa memohon mati syahid dengan 38:44 motivasi agar terhindar dari rasa sakit 38:47 sekarat? Mengingat sekaratnya orang mati 38:50 syahid seperti digigit semut. Kemudian 38:53 bagaimana sikap kita jika seorang imam 38:56 salat, seorang imam salat jenazah 38:59 menanyakan kepada makmum, "Apakah 39:01 jenazah ini orang baik sampai tiga 39:04 kali?" Naam. Apakah? Saya jawab khair 39:07 atau diam saja karena saya tidak kenal 39:10 jenazah yang akan disalatkan, Ustaz. 39:12 Iya. Terima kasih. Masyaallah. Pertama, 39:15 pertanyaan pertama apa? Ada dua 39:17 pertanyaan kan? Pertama apa? 39:20 Tentang ee coba dilihat lagi ee pertama. 39:23 Oke, saya jawab dulu yang kedua deh yang 39:25 masih ingat ya. Kalau kemudian imam 39:28 salat jenazah mempertanyakan bagaimana 39:31 memohon mati syahid. Oh, mati syahid. 39:33 Ya, baik. Saya jawab yang nomor dua dulu 39:34 ya. Iya. Ah, bagaimana kalau ketika 39:37 ditanyakan bagaimana pendapat kalian 39:39 tentang mayit ini? Kir khair baik baik 39:43 gitu kan. Maksudnya itu bagi orang yang 39:45 makrifat, orang yang kenal ya. Kalaupun 39:49 anda kalau Anda tahunya cuma baiknya 39:51 saja gitu kan jawab baik dia orang baik. 39:54 Atau Anda mengenal baik dan buruknya 39:56 sebut aja yang baiknya baik gitu. Kalau 39:59 Anda kemudian tidak tahu menahu ya juga 40:02 tidak harus ikut-ikutan gitu loh. Ah, 40:04 saya mah mau ini mau nyalatkan aja 40:06 enggak tahu orangnya. Nah, ini juga 40:08 sesungguhnya kalau para ulama mohon maaf 40:11 ya, ada beberapa tingkatan. Kalau mereka 40:14 kemudian orang baik maka 40:16 berbondong-bondong ikut menyalatkan. 40:19 Tapi kalau dikenal dia orang yang bukan 40:21 ahlul khair ya saya katakan bukan ahlul 40:25 khair maka mereka pun agak enggan gitu. 40:28 agak enggan itu bukan berarti kemudian 40:30 tidak tapi melakukan tetapi tidak 40:32 dibarangi dengan semangat yang tinggi 40:35 gitu loh ya. Nah, salah satunya kemudi 40:37 oleh sebab itu maka sebaiknya yang 40:40 menyalatkan itu adalah orang yang 40:42 mengenal orang tersebut. Selain dia 40:44 mengerti tata caranya kenal dengan orang 40:46 tersebut sehingga bisa memahami betul 40:49 dekat betul doanya kepada Allah 40:51 subhanahu wa taala. Misalnya ayahnya men 40:53 anaknya yang harus ngimami salat harus 40:56 yang saya maksudkan di apa? afdal, ahsan 40:59 gitu. Karena um menyalatkan bapaknya kok 41:02 mendoakan kepada Allah untuk bapaknya 41:03 masa tidaklah lebih. Kalau di kita 41:06 mungkin ya tapi logika keimanan mestinya 41:09 anak yang berdoa itu lebih kuat 41:12 mendoakannya dibanding yang lain gitu. 41:14 Kalau sekarang kan terbalik. Orang lain 41:16 karena bergaul dengan bapak kita lebih 41:18 kuat mendoakannya dibanding 41:19 anak-anaknya. Mestinya anak-anaknya. 41:22 Jadi sekali 41:24 lagi ee jadi kalau ada yang nanya khair 41:26 khair jawab saja khair karena nanti 41:28 malaikat juga menyaksikan menjadi saksi 41:30 oh orang ini orang baik tentu bukan 41:33 kebaikan-kebaikan dan yang direkayasa 41:36 kita katakan baik karena yang kita tahu 41:38 ada baiknya maka kita khair meskipun 41:40 kita tahu juga dia ada jeleknya namun 41:42 bagi seorang muslim yang diingat-ingat 41:44 adalah kebaikannya bukan hanya saat 41:47 meninggal dunianya termasuk masa 41:48 hidupnya juga kita menurut antum gimana 41:50 itu ee ee dia orang 41:54 baik gitu ya. Tapi dia, nah baru kalau 41:57 dia ternyata dia juga tahu, ya sudahlah 41:58 doakan aja mudah-mudahan Allah memaafkan 42:00 ya. Beda. Kecuali kalau mau dijadikan 42:02 saksi. Menurut kamu gimana? Adil enggak 42:05 dia atau orang baik? Adil itu maksudnya 42:07 ilmu dan amalnya sama gitu. Dalam 42:09 mustalahul hadis adil itu adalah antara 42:12 ilmu dan amalannya sama, tidak berbeda. 42:15 Nah, itu adil namanya. Dia orang baik, 42:18 bukan? 42:20 Ah, maka kita katakan setahu saya dia 42:23 orang baik. Namun, nah jadi namun 42:27 disebutkan kekurangan-kekurangan. Maka 42:28 Umar bin Khattab kan ketika orang 42:30 mengatakan dia baik, Umar langsung 42:32 bertanya, "Apa kau pernah jalan bareng 42:34 sama dia?" "Belum pernah." "Apa engkau 42:37 tetangganya?" "Bel bukan?" "Bagaimana 42:39 mungkin kau bisa mengatakannya benar, 42:41 mengatakannya dia baik padahal kau 42:42 sendiri tidak tahu tentang dia?" Itu 42:44 kalau untuk dijadikan nanti ee apa 42:47 namanya? Saksi. saksi adil kan mesti 42:49 harus begitu. Nah, kembali kepada 42:51 pertanyaan pertama. Boleh enggak kita 42:52 meminta mati syahid? 42:55 Jaiz. Bahkan dianjurkan. Sebagaimana 42:58 kita juga memohon husnul 43:01 khatimah. Mati syahid itu bagian dari 43:03 husnul khatimah. Allahumma inni asaluka 43:07 biusnil khatimah. Allahumma hawin ala fi 43:09 sakaratil maut. Kan begitu. Ya Allah 43:11 mudahkan aku dalam sakaratul maut. Sakar 43:14 sakaro itu ada e sakara itu kan mabuk 43:17 ya. mabok. Adapun kemudian Allahumma 43:20 inna nas'aluka syahidan bisa Allahum 43:24 Allahuma ya Allah kalau tadi memohon 43:26 bisa juga Allahum ya Allah jadikan kami 43:28 adalah orang-orang yang mati syahid 43:31 jaiz ya bahkan itu sebenarnya kita minta 43:34 kepada Allah ya mati syahid karena tadi 43:37 tahu Om orang mati syahid itu matinya 43:39 seperti apa tadi digigit semut bahkan 43:41 dalam riwayat lain mah enggak sampai 43:42 digigit semut kenapa orang mati syahid 43:45 itu ketika pedang mau sampai rasa sakit 43:48 sudah diangkat itu orang mati syahid. 43:50 Jadi meskipun dicincang macam enggak 43:52 terasa gitu ya. Bahkan merasakannya apa? 43:56 Di hadis lain kita lihat oh dia seperti 43:58 orang yang dikasih minum sirup yang 44:00 dingin yang segar oleh seorang bidadari 44:03 di padang yang tangdus lagi panas. 44:06 Padang tandus panas dikasih sirp yang 44:08 begitu segar yang memberi juga bidadari 44:10 yang begitu cantik. Ah, itu mati syahid 44:12 gambaran seperti sehingga orang yang 44:13 mati syahid kemudian berdoa, "Ya Allah 44:15 kembalikan aku ke dunia matikan seperti 44:17 kemarin ya Allah mati." Nah, gitu ya. 44:19 Meskipun tidak mungkin tetapi 44:21 tafsir-tafsir bisa apa ee dapat kita 44:24 temukan salah satunya ee apa namanya 44:26 tafsir Ibnu Katsir dan tafsir-tafsir 44:28 lainnya ya. Jadi itu jadi boleh meminta 44:31 mati syahid bahkan dianjurkan. Kemudian 44:33 yang 44:34 kedua apa tadi? Yang kedua itu ee mati 44:38 syahid sama. Sebentar, Ustaz. Yang kedua 44:40 itu tentang bagaimana sikap kita jika 44:45 seorang imam salat jenazah. Ah, masya 44:47 khair. Kir itu ya. Masyaallah. Ya Allah 44:50 ya rabbana. Jadi itu ya maka saksikanlah 44:52 apa yang kita ketahui. Persaksikan apa 44:54 yang kita ketahui. Kalau dia ada baiknya 44:56 katakan baik. Bahwa kemudian 44:58 keburukannya ya kita tidak menghitungnya 45:00 karena susah lah. Kita bukan ahli 45:01 hitung. Menghitung kebaikan dengan 45:03 keburukannya orang baik. Ya kebaikannya 45:05 yang gambar digambarkan oleh kita. 45:06 Kalaupun kita ditanya dari mana kamu 45:08 mengat dia orang baik? Oh, dia orang 45:09 yang suka memberikan ini sedekah, orang 45:11 yang suka ini. Meskipun juga suka judi 45:13 dia, tapi judinya tidak kita sebutkan. 45:15 Oh, karena nanti juga dia akan diaminkan 45:18 oleh para mal malaikat. Ya, jadilah 45:20 kelebihan. Seringki dalam syariat itu 45:22 ada kalanya yang dihitung kebaikannya, 45:24 keburukannya gak gitu. Ada kalanya. Saya 45:27 kat dalam kasus-kasus tertentu seperti 45:29 itu ya. Demikian wallahuam bisawab. 45:33 Baik. 45:36 Kemudian 45:37 ustaz 45:40 baik kita seorang imam salat jenazah. 45:43 Baik. Heeh. Jadi sudah terjawab ya untuk 45:45 Bapak Ginanjar di Jakarta Timur. Baiklah 45:50 ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah 45:51 Subhanahu wa taala. Kita jeda dulu Ustaz 45:52 ya. Oh, kita akan jeda kembali ikhwat 45:55 tidak sejenak dan nanti kami akan segera 45:58 kembali ke tengah ruang dengar Anda 46:00 setelah nada takwa berikut ini. 46:12 [Musik] 46:37 [Tepuk tangan] 46:38 [Musik] 47:42 [Tepuk tangan] 47:43 [Musik] 48:20 [Tepuk tangan] 48:21 [Musik] 49:09 [Tepuk tangan] 49:10 [Musik] 49:36 [Tepuk tangan] 49:37 [Musik] 50:14 [Musik] 50:21 Bismillahirrahmanirrahim. Radio 50:23 silaturahim untuk Islam yang satu. 50:25 Ikhwan dan akhwat, terima kasih Anda 50:27 masih bersama kami dalam kajian kitab 50:30 Riyadus Shihin. 50:32 Dan kita ke pertanyaan selanjutnya ini 50:36 ada Ibu Diah di Celeduk. Asalamualaikum 50:39 warahmatullahi wabarakatuh. 50:41 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:43 wabarakatuh. Pak Ustaz, saya juga habis 50:46 kehilangan suami. Saat meninggalnya saya 50:49 bisa tahan semuanya. Tapi semakin ke 50:51 sini saya lebih sering menangis. Saya 50:54 kemudian membaca doa Yasin, tapi terus 50:58 teringat, apakah ini tandanya saya belum 51:02 ikhlas? Naam, Ibu dia. Semoga Allah 51:05 merahmati Anda. Ee pertanyaan, apakah 51:09 itu pertanda bahwa Anda belum ikhlas? 51:12 Tentu jawabannya Anda yang lebih tahu 51:13 dibanding saya. Karena tangisan, 51:17 kesedihan tidak harus senantiasa berarti 51:20 tidak ikhlas. 51:21 Ada orang sudah puluhan tahun ditinggal 51:23 ibunya 51:25 tercinta. Dia bisa bergembira, bisa 51:27 semangat bekerja. Namun ketika di rumah, 51:29 di saat dia sedang tahajud, tiba-tiba 51:31 dia ingat kepada 51:33 ibunya. Dia menangis. Kemudian dia 51:36 katakan, 51:37 "Allahumagfirli waliwalidya warhamhuma 51:40 kama 51:42 rbayani." Ingat kepada ibunya kemudian 51:45 ia menangis. Tidak harus diterjemahkan 51:48 bahwa dia belum ikhlas. 51:51 Adapun tadi Anda yang bisa jawab apakah 51:53 Anda sudah ikhlas apa belum gitu kan. 51:57 Rela apa tidak gitu kan. Bahwa ke milik 52:00 Allah diambil oleh 52:02 pemiliknya. Kalau kemudian Anda sudah 52:05 berkata, "Saya ikhlas sejak awal dan 52:07 sampai sekarang saya ikhlas." Bahwa 52:08 kemudian Anda ketika mengingatnya 52:10 menangis itu berarti lain urusan. Itu 52:12 menunjukkan bahwa Anda begitu cinta 52:15 kepadanya. Anda menghormatinya Anda 52:18 menginginkan kebaikan. 52:20 Sesungguhnya maka ketika ingat lagi 52:23 seperti itu, tadi anda baca yang bisa 52:25 Anda baca doakan untuknya gitu ya. 52:29 Jangankan kita, Nabiuna Muhammad 52:31 sallallahu alaihi wasallam pun juga 52:34 begitu ya. Dalam satu riwayat Nabi 52:37 senantiasa kalau ingat kepada ibu kita 52:40 khadijah radhiallahu 52:42 anha fabaka, maka Nabi pun menangis. 52:48 Hadza yang demikian itu tidak 52:50 serta-merta menunjukkan bahwa Nabi tidak 52:53 ikhlas melepas kepergian 52:56 Khadijah gitu ya. Maka sekali lagi tidak 52:59 serta-merta pengertiannya adalah tidak 53:01 ikhlas. Bisa jadi kita memang sudah 53:04 ikhlas, sudah ah bahkan sudah lupa, tapi 53:06 suatu saat kita ingat kita menangis 53:08 bukan menunjukkan bahwa itu tidak ikhlas 53:11 ya. Tapi bisa jadi juga ada yang 53:13 menunjukkan kemudian menyesal tidak 53:15 ikhlas lagi. Ada. Tetapi sekali lagi 53:18 Anda lebih mengetahui maksud dari 53:20 tangisan Anda ketika mengingat kewafatan 53:24 suami Anda. Anda yang lebih tahu dari 53:26 saya gitu ya. Namun saya ingin 53:28 mengatakan sebaiknya kembalikan kepada 53:30 Allah bahwa tangisan itu bisa jadi 53:32 tangisan mahabbah, tangisan cinta ya. 53:36 Karena belum seutuhnya misalnya kita 53:38 dulu membahagiakan suami kita. bisa jadi 53:41 kita mengenang masa-masa bagaimana 53:42 penolakan kita kepada suami kita di saat 53:45 dia mengharapkan kepada kita kebaikan 53:47 misal dan seterusnya dan seterusnya ya. 53:49 Jadi itu saya kira yang dapat saya 53:51 jelaskan. Mudah-mudahan saja ya sekali 53:53 lagi mudah-mudahan saja tangisan Anda 53:55 bukan tangisan ketidakelaan tadi ya 53:59 tetapi tangisan Anda karena Anda masih 54:01 mencintainya ya. Baik saya kira itu yang 54:03 bisa saya jawab. 54:05 Wallahuam bisawab. Baik. Wallahuam 54:08 bisawab. Ibu Diah di Celeduk. Semoga 54:12 terjawab Ibu Diah. Kemudian dari Ibu 54:15 Diah kita ke pertanyaan 54:19 dari dari Ibu dia sekarang ke Bapak 54:23 Dayat. 54:24 Sudah ada 54:27 bab Hm. Mohon maaf ustaz tayib. Labas 54:34 ini. 54:36 Baik. Asalamualaikum warahmatullahi 54:38 wabarakatuh. dari Ibu Mame di Jati 54:40 Waringin, Ustaz. Waalaikumsalam 54:42 warahmatullahi wabarakatuh, Ibu Mam. 54:45 Iya, saya ingin bertanya, Pak Ustaz. 54:46 Saya ingin membalas kebaikan kedua orang 54:48 tua saya sebanyak-banyaknya doa. Heeh. 54:51 Rasanya kalau sendiri kurang. Heeh. 54:54 Makanya setelah wafatnya kedua orang tua 54:56 saya, saya mengadakan 54:58 pengajian-pengajian dari 1 hari sampai 7 55:00 hari setelah kematiannya dengan doa yang 55:04 dikhususkan untuk kedua orang tua saya. 55:08 Heeh. Begituun setiap tahunnya saya juga 55:11 membuat peringatan dengan 55:14 pengajian dengan niat pahala kebaikannya 55:17 untuk kedua orang tua saya. Namam. 55:19 Walaupun insyaallah kedua orang tua saya 55:22 sudah 55:23 mewakafkan sebagian hartanya di jalan 55:26 Allah Subhanahu wa taala dengan 55:28 membangun masjid di atas tanahnya 55:31 sendiri dan swadayanya sendiri. Namam. 55:34 dengan harapan ini 55:36 merupakan 55:38 deposito mereka nanti di akhirat. Nah, 55:41 nam insyaallah. Nah, menurut Ustaz, 55:45 apakah tindakan saya mengadakan 55:47 pengajian-pengajian itu bertentangan 55:49 dengan ajaran Islam atau tidak? Nam 55:54 pertanyaan yang sering ditanyakan 55:55 sesungguhnya. Baik, saya ingin sampaikan 55:57 pertama saya secara nas dulu saya ingin 55:59 jawab ya. Yang sesuai nas itu bahwa 56:01 ketika Anda ingin berbakti kepada mereka 56:03 maka lanjutkan perjuangan mereka. Dalam 56:06 hal ini mereka mewakafkan tanah, 56:08 dibangun masjid, maka Anda yang harus 56:09 memakmurkan tuh ya. Anda makmurkan ajak 56:12 orang lain memakmurkan masjid yang 56:13 dibangun oleh siapa? Oleh orang tua 56:15 kita. Itu bukti Anda bakti kepadanya. 56:18 Kemudian menurut hadis itu, Anda 56:20 melanjutkan hubungan silaturahminya 56:22 dengan teman-temannya, dengan siapanya? 56:24 dengan teman-temannya dan 56:26 kerabat-kerabatnya hubungkan kembali. 56:27 Oh, saya anaknya Fulan bin e anaknya 56:29 Fulan atau anaknya Fulana. Saya ingin 56:32 ini kazak kazak itu baktinya. Tapi 56:34 kemudian dengan pertanyaan tadi saya 56:36 ingin ee tinjau dari dua sisi paling 56:39 tidak tentang apa ee pengajian di malam 56:42 ke berapa tadi? Satu, kedua, ke sampai 56:44 keet7 kemudian 40, 100. Kan begitu. 56:48 Ada orang memandangnya begini bahwa 56:51 hitungan-hitungan itu berasal dari agama 56:53 lain. 56:55 Ya, dari agama lain. Saya tidak 56:57 memutuskan dulu. Saya akan analisa dulu. 57:00 Sehingga kata mereka melakukan itu sama 57:02 dengan melakukan seperti agama lain. 57:04 Fahukmuhul bidah. Bukan hukum ya. Maka 57:07 statusnya bidah. Kalau hukum kan cuma 57:09 lima ya. 57:11 halal eh apa namanya ee mustahab 57:15 kemudian jaiz atau mubah kemudian makruh 57:18 haram itu hukum. Kalau ini tadi status 57:21 maka statusnya orang mengatakan oh itu 57:23 berarti bidah. Saya akan meninjau dari 57:25 sisi lain. Para ulama justru mengadakan 57:28 pengajian di 1 sampai 7 itu karena orang 57:31 Islam yang baru memeluk Islam gitu kan 57:34 masih terbiasa di hari kalau ada 57:35 kematian itu kesatu, kedua, ketiga itu 57:37 ada 57:38 kumpul-kumpul. Kumpul-kumpul apa? 57:40 membacakan 57:41 mantra. Nah, mereka karena baru masuk 57:44 Islam digantilah kemudian oleh para 57:46 ulama jangan 57:47 mantra. Gantilah tahlil, gantilah ini 57:50 ini dengan maksud sehingga apa yang 57:52 menjadi asalnya ee apa namanya 57:56 kegiatan-kegiatan yang tidak mengandung 57:58 Islam sekarang menjadi mengandung Islam. 58:01 Yang diucapkan yang ia ingat adalah tadi 58:03 subhanallah, alhamdulillah dan 58:04 seterusnya. perlu saya kemukakan bahwa 58:06 tahlil, tahmid, takbir itu dipersilakan 58:10 baca di mana saja dan kapan saja. 58:12 Kecuali di mana? Di tempat yang kotor. 58:14 Di toilet itu tidak boleh. Jadi ada 58:17 batasan yang oh tidak bolehnya di sini. 58:19 Tapi kalau itu seperti tadi saya 58:20 katakan, jadi kalau kita mengikuti 58:23 ajaran agama lain, iya jelas. Namun 58:25 kemudian itu sesungguhnya dulu 58:27 asal-usulnya para ulama tuh bagaimana 58:29 cara berpikirnya. 58:31 Makanya Islam di Indonesia ini 58:33 disebarkan tanpa konflik maksud saya 58:36 tanpa dengan ee peperangan-peperangan 58:38 sebagaimana di tempat lain. Makanya oleh 58:40 sebab itu ee dakwah Islam yang paling ee 58:44 apa ya elegan bukan elegan juga yang 58:46 paling di apa diikuti banyakbanyak 58:49 pengikutnya adalah di Indonesia ini. Ya, 58:52 kalau kita membaca kembali bagaimana 58:54 dakwah ee 58:57 wali apa bukan Wali Songo. Songo itu ada 59:00 ada ininya juga ya, ada maksudnya bukan 59:03 Songo. Jadi banyak sekali 59:05 istilah-istilah yang kemudian dari sono 59:07 kemudian diadopsi di kita. Contoh 59:11 misalnya gerbang ee kita kan disebut 59:14 gerbang itu gopuro gapura. Nah, tapi 59:16 pada as gapura ini barang siapa yang 59:18 ingin masuk apa namanya mendapatkan 59:20 ampunan maka bisa masuk ke sana. Masuk 59:22 ke sana karena di situ tempat kajian, 59:25 tempat apa namanya? ee ee ee orang 59:28 bertobat, berzikir kepada Allah, 59:30 melaksanakan, bahkan kemudian masuk 59:32 gerbang apa namanya? Gfuro, ya. Dan 59:35 salah satu kesaktian seseorang menjadi 59:37 hebat itu adalah ee apa namanya? ee 59:41 kalimus 59:42 syada. Kalimus syada yang dimaksud ada 59:44 kalimat syahadat. Itulah sesungguhnya 59:47 ajimat. Ajimat dalam pengertian nanti 59:50 ajimat dalam bahasa Arab seperti apa ya. 59:52 Itu ada sesuatu yang menjadikan dia 59:55 menjadi gagah, menjadi hebat. Kenapa? 59:57 Karena dia hanya menggantungkan kepada 59:58 Allah Subhanahu wa taala. Kembali kepada 1:00:00 permasalahan. Jadi kesimpulannya jika 1:00:04 itu tadi yang dibacakan adalah 1:00:08 Al-Qur'an mengingatkan kita atau 1:00:10 menghibur orang apa namanya yang 1:00:13 meninggal dunia, kelerabat yang 1:00:14 meninggal dunia, maka ini yang disebut 1:00:17 dengan bahasa kita 1:00:18 takziah. Takziah itu bisa seperti tadi. 1:00:21 Jadi itu pun bukan bukan seharusnya 1:00:23 begitu. Kalau sunahnya kan 3 hari sudah 1:00:26 gitu kan. Hanya karena dulu sekali lagi 1:00:28 latar belakang oh apalagi kemudian orang 1:00:30 kita juga sekarang karena 1:00:31 turun-temurunnya masih begitu kemudian 1:00:34 apalagi juga mengkajinya ini. Maka kita 1:00:35 juga harus ee apa namanya di sini harus 1:00:38 memahami pesan-pesannya apa. Oh agar 1:00:41 senantiasa mereka tidak berduka tapi 1:00:44 mengingat Allah. Gimana caranya? Maka 1:00:45 itulah kemudian yang diajarkan oleh 1:00:47 guru-guru kita ya. Jadi kemudian Anda 1:00:50 memohonkan ampunan kepada Allah. Jadi, 1:00:53 adapun tadi apakah kemudian itu menjadi 1:00:56 kebaikannya misalnya dan mau saya 1:00:58 kirimkan kepada siapa? Kepada orang tua 1:01:00 kita. Apakah itu akan sampai atau tidak? 1:01:03 Lihat banyak perspektif untuk bisa 1:01:05 menjawab ya atau menjawab tidak. Ya, 1:01:08 untuk menjawab ya jelas jika orang tua 1:01:11 kita sama-sama muslim punya syahadat 1:01:13 gitu kan. Banyak juga yang kemudian 1:01:15 seperti itu. Doa seseorang bisa 1:01:17 mempengaruhi orang di alam sana. salam 1:01:20 kita bisa mempengaruhi orang yang di 1:01:22 alam yang berbeda. Makanya saya kira ee 1:01:25 dapat kita baca berbagai kitab saya kira 1:01:27 yang menjelaskan tentang yang demikian 1:01:28 itu. Jadi demikian saya kira yang dapat 1:01:30 saya jelaskan. Wallahuam bisawab. Baik. 1:01:35 Wallahuam bisawab. Kemudian itu tadi ee 1:01:40 pertanyaan dari 1:01:43 ee kita beralih ke pertanyaan e Ibu Mame 1:01:47 ya di Jadin kemudian kita ke Bunda Rido. 1:01:50 Ustaz asalamualaikum warahmatullahi 1:01:52 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:01:54 warahmatullahi wabarakatuh. Baik Ustaz, 1:01:55 apakah mertua atau orang tua suami 1:01:59 memiliki kedudukan yang sama dengan 1:02:01 orang tua kandung? Apakah mertua juga 1:02:04 salah satu pintu menuju surga? Oh. Naam. 1:02:07 Naam. Dari Ibu siapa ini? Dari Bunda 1:02:10 Rid. Nah, ukhti Bunda Rid. Semoga Allah 1:02:13 merahmati Anda dan merahmati kita 1:02:15 semua. Mertua dalam hal ini yang 1:02:18 ditanyakan adalah ibu atau ayah dari 1:02:22 suami 1:02:23 kita, maka kedudukannya menjadi sama 1:02:26 dengan orang tua kita. Kenapa? Karena 1:02:29 kita setelah jadi istri itu diserahkan 1:02:31 oleh ayah kita ya, oleh ayah kita ini 1:02:35 kepemimpinannya, tanggung jawabnya 1:02:36 kepada 1:02:37 suami. Jadi kita ini sekarang di bawah 1:02:41 tanggung jawab suami kita. Sementara 1:02:44 Quran maupun hadis mengharuskan anak itu 1:02:46 bakti kepada orang tua. Ketika anak 1:02:49 harus bakti kepada orang tua, maka kita 1:02:51 sebagai pengikut suami, orang yang taat 1:02:53 kepada suami, yang nota benih anak dari 1:02:56 ibu bapaknya, maka kita pun harus 1:02:58 mendukungnya, harus ikut juga berbakti 1:03:01 kepada mereka. Karena itu juga bakti 1:03:04 kepada ibu bapak mertua itu sama dengan 1:03:07 juga bakti kepada suami kita. Ah, itu 1:03:10 gimana? Nah, lagi-lagi seringki hanya 1:03:12 meminta 1:03:14 teks. Meminta teks tanpa harus berpikir 1:03:17 konteksnya gitu loh ya. Pokoknya kalau 1:03:20 ada teks selesai. Padahal banyak yang 1:03:22 harus dipikirkan secara konteks gitu. 1:03:24 Seperti tadi anak itu milik 1:03:28 ibunya. Eh, sekali lagi anak lelaki itu 1:03:31 milik ibunya. Adapun perempuan kalau 1:03:33 yang sudah menikah menjadi tanggung 1:03:35 jawab suaminya. 1:03:36 suaminya akan jadi ada empat perempuan 1:03:39 yang ditanggung oleh satu lelaki ya. 1:03:42 Siapa yang ditanggung oleh satu oleh 1:03:44 satu lelaki? Jadi seorang lelaki itu 1:03:47 bertanggung jawab tentang ibunya, 1:03:49 kemudian tentang putrinya, tentang 1:03:52 saudarinya gitu kan. Nah, kemudian 1:03:55 istrinya empat. Begitu juga seorang apa 1:03:59 namanya? Seorang istri hendaknya juga 1:04:02 melihat siapa ayahnya kata asingnya kan 1:04:05 ee siapa suaminya, siapa saudara 1:04:08 lelakinya, siapa anak lelakinya. Jadi 1:04:11 mereka ikut ke situ ya. Nah, ini yang 1:04:13 kemudian yang harus dipahami sehingga 1:04:15 kembali kepada e permasalahan tadi. Jadi 1:04:18 status dalam penghormatan, status 1:04:20 dalamik kebaikan itu disamakan dengan 1:04:23 orang tua kita. Dan itu bagian dari 1:04:26 babun min abwabil jannah. satu pintu 1:04:29 dari sekian banyak pintu surga gitu ya. 1:04:31 Jadi meskipun tidak ada nas yang 1:04:33 menjelaskan begitu gitu, hanya secara 1:04:35 konteks nanti kita loh buktinya kalau 1:04:37 kita misalnya tidak menghormati apa 1:04:40 tidak menghormati mertua suami kita 1:04:42 tersinggung. H berarti kalau begitu 1:04:45 berbakti kepada orang tua kita 1:04:47 insyaallah juga akan menggembirakan 1:04:49 suaminya gitu kan. meskipun kita tidak 1:04:51 menginginkan ee tidak dalam rangka 1:04:53 menginginkan kebaikan apa namanya 1:04:55 keridaan dari suami. Meskipun nanti 1:04:58 keridaan suami akan mempengaruhi dia 1:05:00 untuk mendapatkan surga lebih cepat. Ya. 1:05:03 Maka salah 1:05:04 satunya seorang istri apabila suaminya 1:05:06 rida, maka wajib dia masuk surga. Nah, 1:05:09 maka oleh sebab itu hubungannya dengan 1:05:11 suami itu berarti ke mana? Ke ayah, ke 1:05:15 ibu. Dalam hal ini berarti mertua juga 1:05:17 harus dipersamakan dalam bakti kita 1:05:19 kepada mereka. Bahkan kalau sudah jadi 1:05:21 istri untuk bakti kepada ibu bapak harus 1:05:24 izin dari suami. Misalnya mau nengok 1:05:27 sudah lama belum nengok ibu bapak. Izin 1:05:29 Mas pertama Mas kapan kita nengok ibu ya 1:05:33 sama bapak? Aku seharian di sini apa 1:05:36 sepanjang masa nih di rumah mertua. 1:05:39 Bagaimana kalau kita nengok ibu bapak 1:05:41 aku misalnya? Oh boleh boleh kata 1:05:42 suaminya atau aduh aku enggak lagi sibuk 1:05:44 nih. Ya gimana kalau engkau saja bersama 1:05:47 anak-anak enggak apa-apa kan? Nah, itu 1:05:49 juga seorang siapa? Seorang suami juga 1:05:51 harus memberikan kesempatan kepada 1:05:53 istrinya agar dia juga bakti ya 1:05:55 berterima kasih kepada apa-apa yang 1:05:57 pernah dilakukan oleh ibu bapaknya dulu 1:05:59 sebelum dia jadi istrinya. Karena nanti 1:06:02 akan menjadi tidak adil kalau segala 1:06:04 sesuai sekarang menjadi harus tergantung 1:06:05 suaminya mengekang komunikasi dengan ibu 1:06:08 bapaknya. Wong dia dulu disusui 1:06:10 ibunya, disayang bapaknya bahwa kemudian 1:06:13 sekarang diserahkan oleh Allah apa oleh 1:06:15 ayahnya kepada kita itu dalam 1:06:17 pertanggungan jawab. 1:06:18 gitu ya. Bahwa kemudian tidak boleh 1:06:21 kemudian secara 100% mengekang istri 1:06:23 kita untuk tidak berkomunikasi dengan 1:06:25 keluarganya juga tidak benar itu ya. 1:06:28 Jadi ini saya kira jadi jika dalam 1:06:30 dimaksud disamakan dalam pengabdiannya, 1:06:33 penghormatannya maka aljawab naam sama 1:06:36 insyaallah. Wallahuam biswab. Baik Bunda 1:06:41 Rid semoga terjawab. Kemudian dari hamba 1:06:45 Allah Pak Ustaz. Asalamualaikum 1:06:47 warahmatullahi wabarakatuh. 1:06:48 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06:50 wabarakatuh. Oh, Ibu Albar. Ya, Ustaz 1:06:54 disebut tidak ikhlaskah bila ada seorang 1:06:56 seseorang yang mengatakan mengapa, 1:06:59 kenapa begitu? Soalnya ada cerita anak 1:07:03 dikabari orang tuanya sakit, ternyata 1:07:04 dalam perjalanan pulang orang tuanya 1:07:06 sudah meninggal. Jadi tidak sempat 1:07:09 bertemu dengan si anak. Maka si anak 1:07:12 itu kemudian terucap kalimat kalimat 1:07:16 tersebut. Bagaimana menurut pendapat 1:07:18 ustaz? 1:07:19 Namam kalimat limaza, kenapa, mengapa, 1:07:24 itu juga tidak sererta-merta bisa 1:07:26 disimpulkan langsung. Kenapa ucapan itu 1:07:29 muncul juga harus diteliti. Misalnya 1:07:31 begini, si anak tadi, kenapa saya baru 1:07:33 dikasih 1:07:35 tahu? Kalau punya alasannya, jawab saja. 1:07:39 Kenapa kami baru memberitahu kamu? 1:07:41 Karena kamu sedang kuliah. Kami tidak 1:07:43 ingin mengganggu kuliah kamu. Apalagi 1:07:46 kamu sedang munaqosah skripsi atau 1:07:48 munaqosah tesis, munaqosah disertasi. 1:07:51 Aku tidak ingin kamu menjadi terganggu 1:07:53 pikiranmu ketika ibumu sakit atau ketika 1:07:56 ayah. Nah, kalau ada 1:07:58 jawabannya. Tapi si anak semestinya ya 1:08:01 kalau sudah teri begitu ya ucapkan saja 1:08:03 inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. 1:08:06 Karena toh juga belum tentu kalaupun dia 1:08:09 beritahu saja awal dia mampu 1:08:11 menghidupkan kembali ibunya atau 1:08:12 bapaknya gitu kan. Nah, maka oleh sebab 1:08:14 itu kalau ada jawabannya jawab saja 1:08:16 enggak 1:08:17 apa-apa. Kenapa baru sekarang saya 1:08:20 dikasih tahu setelah ibu sekarang 1:08:21 meninggal dunia? Kenapa ketika ibu masih 1:08:23 sakit aku tidak dikasih tahu? Ah, 1:08:26 alasannya mesti segala sesuatu kan ada 1:08:28 alasannya. Kenapa? Jelaskan. Kamu kan 1:08:31 sedang 1:08:33 kuliah. Kamu mau menghadapi ujian. Satu, 1:08:37 kami khawatir kamu ujianmu e ujian kamu 1:08:39 menjadi terganggu. Kedua, tiketnya juga 1:08:42 tidak murah. Apalagi sekarang high 1:08:43 season kan gitu misalnya high season 1:08:45 mahal gitu kan. Itu juga jadi 1:08:47 pertimbangan kenapa tidak diberitahu. 1:08:49 Kalaupun diberitahu juga nanti dia tidak 1:08:51 bisa pulang karena mahal tiketnya 1:08:53 misalnya gitu ya. Jadi saya 1:08:55 kira pertanyaan-pertanyaan limaz kalau 1:08:58 memang ada jawabannya jawab. Tapi kalau 1:09:01 tidak ada jawabannya diampun sudah 1:09:03 biarin aja nanti juga dia akan mengerti 1:09:05 sendiri. Begitu saya kira ya. Jadi 1:09:07 memang kearifan kita dalam rumah tangga, 1:09:10 dalam berkehidupan di keluarga juga 1:09:12 begitu. Kearifan, 1:09:14 kebijaksanaan itu seringkiali ada yang 1:09:16 bisa diterima tapi ada kalanya tidak 1:09:19 mampu memuaskan seluruh anak atau tidak 1:09:22 akan mampu memuaskan seluruh kerabat. 1:09:25 Selalu ada yang tidak suka atau yang 1:09:28 kurang menyetujui gitu ya. Dan itu hidup 1:09:31 namanya. Hidup itu mesti bukan mesti ya 1:09:33 ada kalanya begitu. hidup itu ada 1:09:35 kalanya sepakat semuanya, ada kalanya 1:09:37 tidak sepakat semuanya, ada kalanya 1:09:40 sebagian besar sepakat, sebagian kecil 1:09:42 tidak sepakat atau sebagian besar tidak 1:09:44 sepakat, sebagian kecil yang sepakat. 1:09:47 Demikian saya kira yang dapat saya 1:09:48 jawab. 1:09:50 Wallahuam bisawab. Baik, kita akan 1:09:54 terima telepon, Pak Ustaz. 1:09:56 Asalamualaikum warahmatullahi 1:09:57 wabarakatuh. 1:09:59 Saya dari hamba Allah nih. Baik, 1:10:01 silakan, Pak. Heeh. Ingin bertanya nih, 1:10:03 Ustaz. 1:10:04 Gini, Pak Ustaz. Namam. Saya sudah 4 1:10:07 tahun ditinggal istri. Heeh. Jadi, ya 1:10:09 hasrat sebenarnya ingin nikah lagi. Tapi 1:10:12 bagaimana, Pak Ustaz, kalau saya nikah 1:10:14 lagi apa kita bisa ketemu lagi di 1:10:16 akhirat gitu, Ustaz? Nam. Masyaallah. 1:10:19 Kedua, begini, Ustaz. Ada ada dua dua 1:10:20 pertanyaan nih. Tetapi menyimpang 1:10:22 masalah ini nih dari metode. Jadi, yang 1:10:25 ya kedua yaitu masalah salat. Salama 1:10:28 salat di misalnya salat sunah. Apakah 1:10:31 kita perlu membaca surat itu apa ee doa 1:10:35 iftah begitu, Ustaz? Terima kasih, Pak 1:10:37 Ustaz. Asalamualaikum. Waalaikumsalam 1:10:40 warahmatullahi wabarakatuh. Tib saya 1:10:41 ingin sampaikan pertama jika kita ingin 1:10:44 menikah lagi, apakah nanti kita bisa 1:10:46 ketemu dengan istri kita? Yang pertama 1:10:49 saya sampaikan insyaallah akan ketemu 1:10:51 lagi ya. Jadi kalau kita nikah lagi bisa 1:10:55 jadi kemudian nanti dua-duanya jadi 1:10:56 pendamping kita di dalam surga. bisa 1:10:59 jadi dua-duanya jadi kepala bidadari 1:11:01 gitu kan. Mengepalai bidadari-bidadari 1:11:04 yang sering kita e temukan di dalam ee 1:11:07 kisah-kisah dalam Al-Qur'an maupun di 1:11:09 dalam Al-Hadis. Jadi insyaallah kalau 1:11:11 sekali lagi frekuensinya sama yang saya 1:11:14 maksudkan frekuensinya sama dulu dia 1:11:17 memiliki keimanan, kita memiliki 1:11:19 keimanan yang sama maka insyaallah 1:11:21 ketemu lagi. Bahkan ada riwayat-riwayat 1:11:23 yang menyatakan justru ee kalau bagi 1:11:25 muslimat itu nanti ketemunya dengan 1:11:27 siapa? dengan suami yang pertama gitu. 1:11:30 Tapi kemudian ada ee yang mengatakan 1:11:33 bahwa nanti bukan dengan suami yang 1:11:35 pertama, tetapi dengan orang yang paling 1:11:37 saleh di antara suami-suami itu. Ah, ini 1:11:40 wallahuam mana yang benar. Tetapi yang 1:11:41 jelas bahwa itu ee keputusannya jelas 1:11:45 Allah maha bijaksana keputusannya. Jadi, 1:11:47 kembali kepada pertanyaan tadi. Pertama, 1:11:49 apakah bisa berjumpa dengan istri 1:11:51 pertama? Insyaallah selama keimanannya 1:11:53 sama maka akan dikumpulkan kembali di 1:11:55 dalam ee surganya Allah azza wa jalla. 1:11:58 Kemudian yang ee jadi itu ya yang 1:12:00 pertama tentang ee nikah. Nikah apa 1:12:03 apabila nikah lagi. Kemudian ada 1:12:05 pertanyaan kedua enggak tadi beliau? 1:12:06 Enggak ada, Ustaz. Enggak ya. Cuma itu 1:12:07 aja kan. Jadi gitu saya kira Bapak yang 1:12:09 dapat saya kemb tapi bisa bertemu dengan 1:12:11 istrinya lagi? Oh bisa. Insyaallah. Yang 1:12:12 kedua tentang itu tadi salat sunah. H 1:12:16 apakah salat sunah gitu ya. Ee jadi 1:12:20 begini. Jadi salat sunah itu jadi tetap 1:12:23 salat sunah juga disunahkan sesuai 1:12:25 dengan salat wajib. Hanya di dalam salat 1:12:28 itu kan ada yang hukumnya wajib, ada 1:12:29 yang hukumnya sunah. Jadi kalau kita 1:12:32 salat sunah membaca doa iftitah wa 1:12:35 afdol ya. Tetapi karena doa iftitah itu 1:12:38 kemudian tadi dihukumi oleh sebagian 1:12:40 ulama hukumnya bukan wajib yang harus 1:12:43 dibaca gitu kan. Meskipun itu sunah Nabi 1:12:46 sallallahu alaihi wasallam, maka 1:12:48 kemudian orang tidak membacanya juga 1:12:50 tidak mengapa. Satu. Contoh berikutnya 1:12:53 misalnya disunahkan membaca tasbih 1:12:56 ketika ruku itu tiga 1:12:58 kali ya disunahkan tiga kali. Namun 1:13:01 sekalipun boleh misalnya gitu ya. Maka 1:13:04 ketika salat sunah maka dia hanya baca 1:13:06 sekali sudah tidak urusan ya boleh. Nah, 1:13:09 jadi ee sesungguhnya sekali lagi saya 1:13:11 ingin sampaikan bahwa tata cara salat 1:13:14 sunah itu sama dengan tata cara salat 1:13:18 wajib. Hanya dari sisi hukum. Kalau ini 1:13:21 kelewat tidak misalnya ini salat apa ini 1:13:23 hukumnya sunah tidak harus kemudian ee 1:13:25 misalnya ee kemudian kita tidak ingin 1:13:27 membacanya maka falyaf'al gitu ya. Nah, 1:13:30 ini yang saya pahami dari beberapa 1:13:32 perbandingan ee mazhab yang ada ya. 1:13:35 Demikian saya kira yang bisa saya jawab. 1:13:37 Wallahuam bisawab. Baik. Wallahuam 1:13:40 bawab. Baik, Bapak hamba Allah semoga 1:13:42 terjawab dan nampaknya kita sudah berada 1:13:45 di menit-menit terakhir Ustaz nih. Namam 1:13:47 di kesempatan sore hari ini. Namun ada 1:13:49 beberapa pertanyaan dari Ibu Albar, Pak 1:13:51 Ustaz. Namam tadi sempat terjeda. 1:13:54 Asalamualaikum Pak Ustaz. Waalaikumsalam 1:13:57 warahmatullahi wabarakatuh. Baik. Mohon 1:14:00 maaf bukan Ibu Albar dari Bapak Johar di 1:14:03 Kalideres. Pak Ustaz mohon 1:14:05 pencerahannya. Apakah orang yang 1:14:07 meninggal rohnya melihat ketika ada 1:14:10 keluarganya ziarah ke 1:14:12 kuburannya? Sebab saya pernah mendengar 1:14:14 penjelasan dari seorang ustaz demikian. 1:14:17 Hm. Baik. Saya satu lagi, Ustaz, ya. 1:14:20 Biar saya jadikan satu saja. Heeh. 1:14:22 Asalamualaikum, Ustaz. Dari Rosita di 1:14:25 Cikarang ingin bertanya, Pak Ustaz. 1:14:27 Bapak saya sudah meninggal. Heeh. Waktu 1:14:29 masih hidupnya Bapak saya poligami. 1:14:33 Heeh. Tanpa sepengetahuan ibu saya. 1:14:35 Heeh. Dan sampai sekarang kami 1:14:38 anak-anaknya tidak boleh mengunjungi 1:14:40 istri poligaminya. Mungkin ibu saya 1:14:43 juga saya, ibu saya mah juga tidak 1:14:46 terima. Mohon pencerahannya, Pak Ustaz. 1:14:48 Berdosakah kami dan sikap ibu saya 1:14:51 seperti 1:14:53 itu? Tayib. Saya ingin sampaikan dulu. 1:14:55 Kalau kita membaca dalam kitab Arruh 1:14:57 misalnya karya Ibnu Qayyim Aljauziyah. 1:15:02 Jadi ee ruh itu maksudnya yang sudah 1:15:05 meninggal dunia, ruh orang tua kita yang 1:15:08 terjangkau itu bisa melihat kita. 1:15:11 Makanya mereka juga sedih ketika kita 1:15:13 melakukan 1:15:14 kemaksiatan-kemaksiatan dan mereka pun 1:15:16 gembira dengan kesalehan kita gitu ya. 1:15:19 Hanya saja mereka tidak bisa 1:15:20 berkomunikasi karena alamnya sudah 1:15:22 berbeda ya. Alamnya sudah berbeda. Nah, 1:15:26 maka oleh sebab itu salah satu ber apa? 1:15:29 berbuat baik kepada ibu bapak kita, ya 1:15:31 berarti kita berbuat baik itu akan 1:15:33 menggembirakan mereka juga ya. Tetapi 1:15:35 kalau kita melakukan 1:15:37 kemaksiatan-kemaksiatan, berarti kita 1:15:39 menyakiti mereka juga yang sudah 1:15:40 meninggal dunia. Nah, oleh sebab itu ini 1:15:42 harus di ee pahami betul jangan sampai 1:15:45 kemudian makanya yaitu tadi kejujuran 1:15:48 itu di dalam hati ya, ketakwaan itu di 1:15:51 dalam hati. Maka oleh sebab itu bahwa 1:15:54 kemudian dia meskipun tidak dilihat oleh 1:15:56 siapapun oleh maka hendaknya dia 1:15:58 berhati-hati ya karena akan mempengaruhi 1:16:00 juga mereka yang telah tiada ya. Maka 1:16:03 kemudian ada hadis yang mengatakan 1:16:05 amalan apa pahalanya ngalir terus kepada 1:16:08 mereka padahal kita yang mengamalkan. Ya 1:16:11 misalnya apa ya itu ilmu yang dulu 1:16:13 diajarkan oleh orang tua kita. kita 1:16:15 amalkan ngalir terus ya. Ada tiga tuh 1:16:17 yang yang kita kenal tiga itu pengec apa 1:16:20 namanya tak tahsis ee ya artinya apa 1:16:23 namanya pembatasan itu bukan hanya bukan 1:16:25 hanya tiga maksudnya bukan hanya 1:16:27 dibatasi tiga tetapi kemudian tiga 1:16:28 itulah yang kemudian disebutkan namun 1:16:30 kalau kita lihat ternyata juga banyak 1:16:32 amalan-amalan lain yang dapat menjadikan 1:16:34 ee orang tua kita yang sudah meninggal 1:16:36 dunia bisa mendapatkan kemuliaan dan 1:16:38 kebaikannya. Baik itu yang pertama. 1:16:40 Kemudian ee jadi oleh sebab itu 1:16:42 hendaknya juga kita berhati-hati ya ee 1:16:44 apa namanya bahwa mereka masih bisa 1:16:47 memperhatikan kita. Hanya saja karena 1:16:49 alamnya berbeda maka mereka tidak bisa 1:16:51 berkomunikasi dengan kita. Kemudian yang 1:16:54 kedua tentang apa tadi? Tentang 1:16:58 poligami. Ketika masih hidupnya ayah 1:17:01 kita berpoligami maka kita sebagai anak 1:17:04 bakti kepada ibu kedua gitu kan sama 1:17:07 dengan bakti kepada ayah kita. 1:17:10 bahwa kemudian ibu kita 1:17:12 melarangnya ya di hadapannya kita bisa 1:17:14 mengatakan iya. Karena segala sesuatu 1:17:18 keputusan yang bertentangan apalagi itu 1:17:20 memutuskan silaturahmi batal dalam 1:17:23 syariat Islam. Misalnya tadi melarang 1:17:25 tidak boleh kan gitu. Ini kan memutus 1:17:28 silaturahmi ya. Apalagi dia statusnya 1:17:31 menjadi ibu kita. Apalagi misalnya sudah 1:17:33 bertemu dengan ayah kita dulu. yang saya 1:17:35 maksudkan bertemu gitu ya, sudah 1:17:38 berhubungan dengan ayah kita, maka dia 1:17:39 jadi ibu kita gitu ya, ibu kedua. Nah, 1:17:43 maka bakti kita kepadanya sama dengan 1:17:45 bakti kepada ayah kita yang telah 1:17:47 meninggal dunia. Jadi kalau ibu kita 1:17:49 kemudian melarangnya gitu kan, karena 1:17:51 itu kan tanggung jawab ayah kita. Ayah 1:17:54 kita tiada, maka kita sebagai ahli 1:17:56 warisnya harus bertanggung jawab. 1:17:58 Makanya mereka nanti mempunyai hak waris 1:18:01 bersekutu dengan ibu kita. Kalau 1:18:03 misalnya ee seorang ee istri itu 1:18:05 mendapatkan bagian misalnya berapa ya 1:18:08 istri? 1/6 ya kalau enggak salah. Jadi 1:18:10 berarti apa? 1/6 / 2 jadi 1/12 ya. Ibu 1:18:15 kita dapat 1:18:16 1/12 ya 1/6 kan begitu. Ibu kita dapat 1:18:19 1/12 ibu yang kedua tadi dapat 1/12. 1:18:23 Maka oleh sebab itu sekali lagi memang 1:18:27 perasaan ketidaksukaan atau 1:18:30 ketidakridaan sangat wajar terjadi gitu 1:18:33 ya. Apalagi tadi tanpa pengetahuan 1:18:36 meskipun secara hukum kan sesungguhnya 1:18:38 harus dipahami ya bahwa itu bukanlah 1:18:41 sesuatu yang 1:18:42 haram mendingan seperti itu daripada 1:18:45 kemudian dia melakukan kemaksiatan 1:18:47 daripada kemudian me apa namanya 1:18:50 melakukan yang tidak dibenarkan oleh 1:18:52 syariat Islam apalagi ini sudah terjadi 1:18:55 maka kita hendaknya lebih dewasa. Jadi 1:18:57 kembali kepada pertanyaan sebaiknya 1:18:59 tetap Anda berbakti kepada ibu kedua 1:19:01 setelah ya tapi nanti akan menyakiti ibu 1:19:04 saya kalau saya berbakti kepadanya. Anda 1:19:06 kan bisa lewat belakang kalau misalnya 1:19:08 sebaik dalam masalah itu ya lewat 1:19:11 belakang maksudnya ustaz harus kedap 1:19:12 bukan maksudnya lewat tidak harus 1:19:14 memberitahu orang tua dalam masalah itu 1:19:16 karena tetap Anda sebagai ahli warisnya. 1:19:19 Anaknya adalah saudara anda gitu kan. 1:19:22 Saudara seayah namanya gitu ya. Nah, 1:19:24 maka oleh sebab itu saya kira tidak ada 1:19:27 alasan ya, tidak ada alasan untuk ee 1:19:31 memutuskan hubungan ee apa namanya 1:19:34 dengan ibu kedua kita ya atau istri 1:19:37 kedua dari bapak kita gitu ya. Eah, 1:19:39 tidak ada alasan untuk memutuskan itu. 1:19:41 Tetap harus berbuat baik. Demikian saya 1:19:43 kira yang saya dapat jelaskan. 1:19:46 Wallahuam bisawab. Baik, Pak Ustaz. 1:19:50 Terima kasih untuk pertanyaan dari apa? 1:19:53 Ibu Rosita dan juga tadi pertanyaan dari 1:19:57 Bapak Johar. Kemudian ke pertanyaan 1:20:00 terakhir, Pak Ustaz sebelum kita tutup. 1:20:03 Asalamualaikum warahmatullahi 1:20:04 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:20:06 warahmatullahi wabarakatuh. Dari Bekasi. 1:20:10 Kalau koruptor apalagi yang kelas kakap 1:20:12 meninggal, apakah jenazahnya disalatkan? 1:20:15 Nah, 1:20:16 masyaallah ya. Nah, 1:20:20 koruptor ya secara hukum dihukumi 1:20:23 koruptor. Mohon maaf ya ini karena 1:20:25 secara hukum di dunia begitu dinyatakan 1:20:27 koruptor kebenarannya wallahuam bisa 1:20:29 koruptor benar atau bisa jadi karena 1:20:32 hakim bukan malaikat bisa jadi malaikat 1:20:34 apa hakim ada beberapa hal yang harus 1:20:36 ditinjau misalnya tapi kesimpulan dikata 1:20:38 koruptor kemudian dia mati apakah harus 1:20:40 disalatkan? Kenapa kemudian alasannya ee 1:20:44 apa namanya tidak disalatkan? Menurut 1:20:46 saya, menurut saya kalau dia seorang 1:20:48 muslim bersyahadat kemudian dikoruptor 1:20:50 tetap dia harus disalatkan. Alasannya 1:20:53 apa? Tapi kan dia orang maksiat, orang 1:20:56 yang berdosa. Toyib. Kalau memang itu 1:20:58 kalau begitu kita konsekuen. Kalau kita 1:21:00 mati maka tidak boleh ada orang 1:21:02 nyalatkan kita. Kenapa? Ini kan ada 1:21:04 orang maksiat. Siapa yang menjamin diri 1:21:07 kita ini bersih? Gak ada. Maka para 1:21:10 ulama dulu begitu tahu hukumnya. Oh, ini 1:21:13 menurut hukum begini. Tapi dia katakan, 1:21:15 "Siapa di antara kita sekarang yang 1:21:16 tidak bebas dari kemaksiatan? Ayo kita 1:21:19 salatkan." Disalatkan akhirnya ya. Ah, 1:21:22 jadi meskipun nanti ada orang 1:21:23 mengatakan, "Oh, nyata-nyata dia 1:21:25 falyatafadol, tapi saya memandang 1:21:27 salatkan." Itu satu. Yang kedua, tentang 1:21:30 koruptor. Koruptor itu bisa berbagai 1:21:32 macam alasan. 1:21:35 Bisa jadi hukumnya nanti berhutang ya 1:21:38 kan koruptor itu mohon maaf ya 1:21:40 definisinya menjadi banyak itu misalnya 1:21:42 gini saya melakukan korupsi saya 1:21:46 menganjurkan anggaran dalam anggaran itu 1:21:49 misalnya pembangunan jembatan 1:21:51 misalnya dalam anggaran itu pembangunan 1:21:54 jembatan tetapi saya memandang kemudian 1:21:57 loh ini jembatan kok masih bagus 1:21:59 ternyata saya alihkan menjadi misalnya 1:22:03 penanganan atau pengaspalan 1:22:05 jalan ini bisa dianggap korupsi saya 1:22:08 karena mengajukan tidak sesuai dengan 1:22:11 tidak sesuai dengan yang di dilakukan. 1:22:14 Jadi apa yang kita lakukan tidak sesuai 1:22:16 dengan yang dianjurkan seperti kasus 1:22:17 sekarang ya, kasus yang menimpa ee salah 1:22:21 satu ee tokoh pemuda kita, maksudnya 1:22:24 pemuda muslim ya. Kemudian dia dianggap 1:22:26 ini karena tadi proposalnya A namun 1:22:30 kemudian dia pakai menjadi B. Ah, itu 1:22:32 juga korupsi. Jadi sekali lagi, korupsi 1:22:35 itu bisa berarti dikategorikannya 1:22:38 pencuri, tapi juga bisa dikategorikan 1:22:41 tidak pencuri, gitu. Nah, maka oleh 1:22:43 sebab itu belum tentu ketika dia disebut 1:22:45 koruptor gitu ya, koruptor itu mesti ada 1:22:49 uraiannya kenapa dia disebut koruptornya 1:22:51 gitu loh ya. Maka nanti Anda bisa 1:22:53 konsultasilah ya lebih lanjut kepada 1:22:55 pakar hukum dulu hukum tata negara atau 1:22:58 huk e ya pakar hukum gitu kan. sehingga 1:23:01 kita tahu bagaimana koruptor itu. Nah, 1:23:03 dari situ kita bisa mengambil hukum 1:23:05 seperti tadi apakah mau disalatkan atau 1:23:07 tidak. Tapi saya memandang 1:23:09 salatkan. Kenapa? Apalagi dia masih 1:23:12 bersyahadat ya. Ee kalau dianggap 1:23:15 sebagai berhutang tapi kan ada hadis 1:23:17 yang mengatakan bahwa Nabi tidak 1:23:19 menyalatkan orang 1:23:20 berhutang. Saya kira itu tidak bisa kita 1:23:23 hanya menelan dari informasi hadis itu. 1:23:26 Mesti ada pertanyaan mengapa Nabi tidak 1:23:28 menyalatkan? Kan salah satunya adalah 1:23:30 dia berhutang. Kalau memang itu Nabi 1:23:32 tidak menyalatkan, mengapa menyuruh 1:23:34 sahabat untuk 1:23:36 menyalatkan? Kan tidak masuk akal. Kalau 1:23:39 kalau Nabi tidak menyalatkan itu bukti 1:23:41 bahwa itu adalah Nabi tidak rida. Kalau 1:23:44 Nabi tidak rida, mengapa menyuruh 1:23:46 sahabat untuk menyalatkan? Nah, kalau 1:23:49 kita melihat dalam ee hadis-hadis lain, 1:23:52 Nabi itu ulil amri bertanggung jawab 1:23:55 tentang hal-hal yang berhubungan dengan 1:23:56 sahabatnya. sahabatnya punya hutang. 1:23:59 Maka Nabi yang saya pahami, Nabi harus 1:24:02 mencari sesuatu untuk bayar hutang gitu 1:24:06 loh. Sehingga sahabatnya suruh 1:24:08 menyalatkan. Sementara sebelum 1:24:09 dikuburkan nanti itu hutang dia sudah 1:24:12 dipenuhi kalau dia ahli warisnya tidak 1:24:14 mampu untuk membayar. Jadi bisa 1:24:16 pemahamannya seperti itu gitu loh ya. 1:24:18 Jadi oleh sebab itu sekali lagi 1:24:20 pertanyaan tadi saya d ee dapat memahami 1:24:24 bahwa itu salatkan saja bahwa kemudian 1:24:26 nanti ada yang berpendapat, "Oh, gak 1:24:28 begini 1:24:29 falyatafadol ya silakan." Karena ini ee 1:24:32 apa 1:24:33 namanya? Ada beberapa hal karena ini 1:24:36 boleh dibilang hadis terbuka. Hadis 1:24:38 terbuka itu dalilnya terbuka dalam 1:24:39 pengertian ada beberapa kajian-kajian 1:24:42 yang harus dilihat sebagai latar 1:24:43 belakang kesan. Jadi, maka oleh sebab 1:24:45 itu dalam menyimpulkan sebuah 1:24:47 hukum tidak bisa melihat satu atau dua 1:24:50 dalil gitu kan. Ada beberapa yang harus 1:24:52 kita lihat, khalfiah yang harus kita 1:24:54 bangun. Maksudnya latar belakang dia 1:24:57 melakukan itu apa? Coba Anda bayangkan 1:25:00 orang mencuri di zaman Umar bin Khattab 1:25:01 bukan yang mencuri yang dihukum. Justru 1:25:04 majikannya yang dihukum. Padahal 1:25:05 majikannya tidak nyuri. Tapi ada 1:25:08 beberapa khalfiah latar belakang yang 1:25:10 mengakibatkan orang tersebut mencuri. 1:25:13 Tuh, maka akhirnya apa? Oh, ini akibat 1:25:16 majikannya tidak ngasih makan dengan apa 1:25:18 namanya? Dengan sesuai. Maka akhirnya 1:25:20 yang dihukum siapa? Majikannya. Padahal 1:25:21 yang mencuri siapa? Bujangnya, gitu. 1:25:24 Nah, ini hal-hal semacam ini kan enggak 1:25:26 gampang ee ingin mengetahui bagaimana. 1:25:29 Padahal kita tahu juga bahwa Umar bin 1:25:30 al-Khattab adalah salah satu khalifah 1:25:33 min khulafair rasyidinal mahdiyin yang 1:25:36 Nabi mengatakan alaikum bisunnati 1:25:38 wasunnatil khulafair rasyidin alahdiin 1:25:41 gitu ya. Demikian saya kira yang bisa 1:25:43 saya jawab. 1:25:45 Wallahuam biswab. Baik. Dan itu menjadi 1:25:48 pertanyaan terakhir, Ustaz, di sore hari 1:25:50 ini. Pertanyaan ee dari bab 1:25:57 pertanyaan dari Bekasi. Oh, Tayb. Baik, 1:26:00 terima kasih Ikhwan dan akhwat yang 1:26:02 dirahmati Allah Subhanahu wa taala. 1:26:03 Namun sebelum berpisah mungkin ada 1:26:06 kesimpulan yang bisa disampaikan Ustaz. 1:26:08 Nam, kesimpulan yang dapat saya 1:26:10 kemukakan dalam bab ini. Jadi, kita 1:26:12 boleh menangisi mayit orang mati ya 1:26:16 tanpa ee menyebut-nyebut ya menyebut 1:26:19 kebaikan-kebaikannya dengan maksud agar 1:26:21 orang tahu kebaikannya atau dengan 1:26:23 maksud apa namanya? Dengan maksud 1:26:25 penyesalan. Ah, kemudian kita boleh juga 1:26:29 menengasih mayit tersebut dengan tanpa 1:26:32 meratapi. Apalagi kemudian menangis itu 1:26:35 karena bukti kita sayang atau cinta 1:26:37 kepada si mayit. Ya, demikian yang dapat 1:26:40 saya simpulkan. Wasallallahu ala nabiina 1:26:43 Muhammadin walhamdulillahi rabbil 1:26:45 alamin. Wallahu aam bisawab. Baik, 1:26:49 Ustaz. Terima kasih, Ustaz. Ya, ikhwan 1:26:51 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 1:26:53 Dengan demikian saya sudah jumpa kita di 1:26:55 sore hari ini. Namun sebelum kita 1:26:58 berpisah kami akan informasikan 1:27:01 satu kajian hari Ahad. Jadi kami undang 1:27:04 Anda ikapat untuk mengikuti kajian Ahad 1:27:08 pagi setiap hari Ahad di pekan kedua dan 1:27:11 pekan keempat setiap bulannya. Dan untuk 1:27:14 pekan ini insyaallah dilaksanakan pada 1:27:16 hari Ahad tanggal 9 Desember 2018 ya 1:27:20 pukul .00 sampai dengan pukul 11.00 1:27:22 Narasumber kami asatid asatid Rasil. 1:27:25 Tempatnya di mana? Di Masjid Silaturahim 1:27:27 Kalimangis Cibubur Kota Bekasi. Baik 1:27:31 saya Bagus. Kemudian ada Fajar dan juga 1:27:34 Kang Yusuf Subangkit. Mohon undur diri. 1:27:36 Billahi taufik wal hidayah. 1:27:37 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:27:39 wabarakatuh. Waalaikumsalam 1:27:40 warahmatullahi wabarakatuh. Terima 1:27:43 kasih. Masyaallah. Alhamdulillah. 1:27:58 [Musik] 1:28:29 [Musik] 1:28:34 [Musik] 1:28:42 H 1:28:48 H