Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:07 [Musik] 0:14 Bismillahirrahmanirrahimahmanirrahim. 0:15 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:17 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:20 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:24 akhwat pendengar radio silaturahim dan 0:26 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:28 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:29 berjumpa Iwan Ah di Senin malam hari ini 0:32 tanggal 16 Muharram 1446 Hijriah atau 22 0:37 Juli 2024 hadir acara tadabur Al-Qur'an 0:41 bersama Ustaz Doni Amir Sagap yang 0:44 alhamdulillah telah bergabung bersama 0:45 kami di sini dan kita live via aplikasi 0:48 Zoom Iwan Wanat. Kita sapa Ustaz 0:49 terlebih dahulu. Asalamualaikum 0:51 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz. 0:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:56 wabarakatuh Kang Pari. Kabarnya sehat, 0:59 Ustaz? Ya, alhamdulillah. 1:01 Alhamdulillahiabbil alamin. Hari ini 1:03 temanya masih melanjutkan ee tema 2 1:06 minggu yang lalu, Ustaz, ya. Mengenai 1:08 petunjuk Allah dalam bertutur kata dan 1:11 subtemanya yaitu mengenai kaulan baligo, 1:14 Ustaz. Ya, hari ini nanti k ee kita akan 1:17 bersama-sama simak Iwan akhwat dan nanti 1:19 yang ingin bergabung bertanya, Anda bisa 1:21 pergunakan WhatsApp kami di 0811999720. 1:27 T ustaz. Terima kasih Kang 1:31 Farid. Ee ikhwan-ikhwat sekalian, Bapak 1:33 Ibu yang dirahmati Allah. 1:36 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:39 warahmatullahi 1:42 wabarakatuh. 1:44 Alhamdulillah. 1:46 Alhamdulillahilladzi anzalas sakinata fi 1:48 qulubil mukminin liyasdadu imanan maa 1:53 imanihim. Walillahi junudus samawati wal 1:57 ard. 1:58 Wallahu aliman hakim asalatu wasalam al 2:03 rahmatanil alamin asrofal anbiya wal 2:07 mursalin wa ala alihi wasohi ajmain. 2:10 Amma 2:12 ba. Maasiral muslimin, ikhwan akhwat, 2:15 para pendengar ee Radio Rasil, para 2:20 pemirsa Rasil TV di mana pun berada. 2:24 Alhamdulillah di ee bulan Muharram ini 2:29 bulan haram kita tahu ada empat bulan 2:32 haram ee yang berturut-turut ada tiga 2:35 yakni Zulkaah, Zulhijah, dan sekarang 2:37 bulan Muharram. Satu lagi nanti bulan 2:40 Rajab. Alhamdulillah di bulan haram ini 2:43 kita kembali dipertemukan oleh Allah 2:45 subhanahu wa taala walaupun melalui 2:48 layar, melalui suara di mana pun ikhwan 2:52 akhwat berada. 2:54 Tapi mudah-mudahan tidak mengurangi 2:56 kekhusyukan kita, niat kita untuk 2:59 betul-betul membuka diri kita, membuka 3:02 hati dan pikiran kita. Insyaallah 3:05 bersama-sama kita akan mempelajari, 3:06 mentadaburi ayat-ayat Al-Qur'an di bulan 3:09 haram ini. Semoga Allah menerima ee ini 3:14 semua sebagai bentuk amal ibadah kita. 3:17 menjadikannya nanti insyaallah sebagai 3:19 bekal saat kita kembali ke sisi Allah 3:22 Subhanahu wa taala. Dan mudah-mudahan 3:25 Al-Qur'an menjadi saksi bagi kita semua 3:29 bahwa kita adalah ee hamba-hamba Allah 3:32 yang ingin ee kembali kepada Al-Qur'an 3:36 insyaallah. 3:37 Selawat dan salam mari senantiasa kita 3:39 sampaikan curahkan kepada junjungan kita 3:42 kudwah hasanah kita yakni Nabi kita 3:45 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 3:48 Demikian pula kepada seluruh keluarga, 3:50 kepada seluruh sahabat-sahabat beliau, 3:53 kita berusaha 3:55 berdoa semoga kita termasuk dari umat 3:58 beliau yang istikamah dalam belajar, 4:01 dalam mengamalkan, dan dalam 4:04 mendakwahkan nilai-nilai yang beliau 4:06 sallallahu alaihi wasallam telah ajarkan 4:08 untuk hidup kita di atas dunia 4:11 ini. Ikhwan dan akhwat sekalian, Bapak, 4:14 Ibu yang dirahmati Allah, para pemirsa 4:16 Rasul TV, para pendengar radio 4:19 silaturahim di mana pun berada. 4:21 Insyaallah kesempatan malam hari ini 4:23 kita lanjutkan bahasan kita bagaimana 4:26 Allah Subhanahu wa taala telah 4:28 memberikan panduan kepada kita dalam 4:31 kehidupan kita sehari-hari. Bagaimana 4:34 kita bertutur kata. 4:36 Nah, kali ini atau malam hari ini kita 4:38 lanjutkan bahasan kita yakni mengenai 4:41 apa yang nanti kita ee buka yakni ulan 4:46 baligh namanya ya. Ulan balighha. Apa 4:50 itu ulan balighha? Pelan-pelan di layar 4:53 Rasil TV saya 4:55 tampilkan ee ulan balighha bagi 4:58 pendengar Radio Rasil. Insyaallah kita 5:00 akan menjelaskan mudah-mudahan Bapak 5:03 semua bisa ee apa? mendengarkan dengan 5:07 baik. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah 5:10 ya. Ulan balighha setelah dua ulan 5:13 pernah kita bahas yakni ulan sadida dan 5:17 ulan layina atau layinan ya. Nah, kali 5:20 ini kita akan membahas ulan 5:23 baligh. Apa itu ulan balighha? Dalam 5:26 surah An-Nisa pedomannya ada dalam surah 5:29 An-Nisa. Quan baligh disebutkan satu 5:32 kali dalam Al-Qur'an. Ya, dalam surat 5:34 An-Nisa surah ke-4 ayat 5:37 63. Silakan Bapak Ibu yang ingin membuka 5:40 mushaf ya ee kita bisa baca sama-sama 5:44 ayat 6 ee ayat 63 nanti di surat An-Nisa 5:49 dimulai atau kita mulai dari ayat 61-nya 5:52 61, 62 dan 63. Kita akan baca perhatikan 5:56 di situ bagaimana panduan mengenai 5:59 baligha ini. Nanti baru kita jelaskan 6:01 definisinya. 6:05 Baik Bapak Ibu yang dirahmati Allah ya, 6:07 yang sudah buka mushaf silakan mulai 6:09 dari ayat 61 ya Bapak Ibu ya. Ee kalimat 6:13 Allah 6:14 auzubillahiminasyaitanirrajim. Jadi 6:15 kaulan baligh ini adalah kaulan 6:19 kata-kata yang memang sangat ee apa? 6:23 Sangat spesifik. 6:26 tidak boleh diucapkan sembarang kepada 6:28 sembarangan orang gitu karena memang 6:31 hanya kepada dua jenis orang saja. 6:35 Maksudnya kalau kalau orang yang yang 6:38 kita ee sedang berkomunikasi ini nanti 6:40 memiliki 6:42 ciri-ciri yang termasuk dalam kategori 6:46 bisa dikata disampaikan ulan balighha, 6:49 maka 6:49 boleh bisa ada pelajarannya di situ. 6:53 Tapi kalau tidak maka tidak boleh. 6:55 Karena ulan baligh dalam bahasa Arab 6:58 berarti baligh itu 7:01 artinya sampai. atau bolehlah dikatakan 7:04 kira-kira perkataan kalau dalam bahasa 7:06 Indonesia ya mungkin ya perkataan yang 7:09 pedas, perkataan yang meninggalkan 7:12 meninggalkan rasa di dalam diri 7:16 seseorang. Ee perkataan yang 7:18 meninggalkan ee ee kalau orang ngomong 7:22 itu rasa di dalam dada itu berjadi 7:26 kepikiran gitu. Ee bukan kepikiran 7:29 secara apa? Bukan kepikiran secara 7:32 berpikir logika bukan, tapi ada perasaan 7:35 nusuk gitu ya. Makanya kata-katanya 7:37 pedas. Nah, kata-kata yang pedas gitu 7:41 ya. Baik, kita bacakan dulu ayatnya. 7:44 Kalimat Allah ayat 61 dari surat Annisa 7:47 ya. Azubillahiminasyaitanirrajim. 7:50 Waq lahum taala ma anzalallahu wa rasul 7:55 roital munafina 7:58 yasud. Jadi dua jenis orang yang kalau 8:02 memiliki dua jenis ini maka boleh kita 8:04 mengatakan kata-kata yang pedas kepada 8:07 dia, kata-kata yang nyelekit. Nah, 8:10 kira-kira begitu yang kira-kira akan 8:12 membuat dia itu betul-betul ee apa 8:15 istilahnya tuh ee hatinya tuh tergerak. 8:18 Kira-kira begitu. 8:20 Siapa mereka? Yang pertama, waqil lahum 8:24 taalau ila ma anzalallahu waar rasul. 8:27 Apabila dikatakan kepada mereka, "Ayo 8:31 ikutilah apa yang diturunkan Allah 8:34 kepada kalian dan apa yang disampaikan 8:36 Rasulullah kepada kalian, akan kita 8:39 lihat keenggan." 8:42 Nah, dari orang tersebut. 8:45 Nah, jadi orang tersebut adalah orang 8:48 yang pertama memiliki ciri kalau diajak 8:51 ke jalan Allah, kalau diajak kepada 8:54 petunjuk Rasulullah, dia tidak mau. Maka 8:57 orang-orang seperti ini boleh nanti kita 9:00 katakan kepada dia, kita pilih rangkaian 9:03 kata yang ulan baligh gitu ya. 9:07 Yang 9:08 kedua kalimatnya, roaital munafikin 9:12 yasuduna sududa. Kamu lihat orang-orang 9:15 munafik menghalang-halangi manusia 9:18 sekuat-kuat tenaga mereka. Artinya apa? 9:21 Ciri kedua adalah orang-orang yang 9:23 memang memiliki ciri-ciri 9:26 kemunafikan. Nah, apa ciri munafik itu? 9:30 Setidaknya kita tahu ada tiga ciri 9:32 munafik ini. Ayatul munafikin. Tanda 9:36 orang munafik salasah ada tiga. Yang 9:39 pertama idza hadasa kadaba. Apabila dia 9:43 bicara maka dia berdusta. Apabila dia 9:46 berjanji yang kedua dia mengingkari. Dan 9:49 yang ketiga waza tumina khana. Apabila 9:52 diberi amanat atau dipercaya maka dia 9:55 berkhianat. Tiga ciri itu ya. Jadi ee 9:59 dua kriteria orang yang ee bisa kita 10:03 sampaikan kaulan baligha kepada dia 10:06 adalah pertama orang yang kalau diajak 10:08 ke jalan Allah dan rasulnya dia tidak 10:10 mau. Yang kedua, orang-orang yang 10:13 memiliki yang memiliki indikasi atau 10:16 memiliki ee apa? gejala-gejala 10:19 kemunafikan. Gejala kemunafikan 10:21 setidaknya ada 10:23 tiga. Yang pertama apabila bicara dia 10:25 berdusta. Yang kedua, apabila dia 10:28 berjanji dia akan mengingkari janjinya. 10:30 Dan yang ketiga, apabila dia dipercaya 10:32 dia akan berkhianat. Nah, jadi kepada 10:36 dua kriteria ini boleh kita mengatakan 10:39 perkataan yang pedas. Nanti kita 10:41 contohkan bagaimana perkataan yang pedas 10:43 yang 10:44 dimaksud. Lanjut pada ayat 62-nya, 10:47 Bapak, Ibu. 62 dari surat Annisa tadi 10:50 ya. Fakaifa asobatum musibatun bimaat 10:55 aidihim. tumma 10:57 jauka tumma jauka yahlifuna billahi in 11:01 arna illa ihsan wa taufiq. Ciri-ciri 11:05 mereka juga e apabila ee mereka ditimpa 11:10 sebuah musibah atau kesulitan. Padahal 11:12 kesulitan dan musibah itu adalah karena 11:15 perbuatan tangan mereka sendiri. Lalu 11:18 mereka akan datang sambil bersumpah di 11:21 hadapan kalian bahwa ee mereka 11:24 sebetulnya hanya berniat atau 11:27 menghendaki sebuah kebaikan. Padahal itu 11:31 ee hanya dalih saja. Nah, ini ciri 11:34 munafik tadi ya. Iza hadasa kazaba. 11:37 Apabila dia bicara itu dusta. Nah, itu. 11:40 Nah, kepada orang-orang seperti ini 11:42 tentu munafik itu kan orang Islam ya, 11:44 Bapak, Ibu ya. Nah, demikian pula orang 11:46 yang diajak ke jalan Allah dan 11:47 Rasul-Nya, menjalankan perintah Allah 11:49 dan Rasul-Nya, boleh jadi juga adalah 11:52 orang-orang muslim dan boleh jadi di 11:54 sekitar kita ada yang seperti itu. Nah, 11:56 boleh kita memakai kata-kata yang ulan 11:59 balighha 12:00 ini. Jadi, balighha ini betul-betul ee 12:04 apa? Hati-hati nih, Kang Fahi. Kita 12:07 menggunakannya enggak boleh kepada 12:09 selain yang kedua kedua kriteria ini. 12:11 Enggak boleh misalkan kepada orang 12:13 beriman enggak boleh. 12:15 gitu ya. Contoh ya, contoh saya kasih 12:17 contoh yang apa yang sehari-hari dulu 12:19 deh. Misalkan 12:21 begini contoh misalkan ada orang ya ah 12:25 ini ini ee apa namanya? Ada ada kisah 12:29 apa namanya ya? Kisah nyata gitu 12:31 kira-kira yang disampaikan kepada 12:34 saya. Ada orang beli mobil misalkan gitu 12:36 ya, beli mobilnya mobil 12:38 kecil. Mobil yang muat cuma kapasitas 4 12:41 orang. Mobil kecil yang dia sanggup 12:43 begitu ya. 12:44 Nah, tahu-tahu ketika dia datang ke 12:47 rumah adiknya ya. Nah, adiknya kan punya 12:51 anak alias ponakannya dia gitu ya. Lalu 12:54 adiknya bilang begini, "Wah, Bang, beli 12:57 mobil kok kecil amat sih? Kayak enggak 12:59 mau ngajak ponakan aja." Nah, itu ya. 13:03 Kayak enggak punya ponakan aja. Beli 13:05 mobilnya kecil enggak mikirin ponakan. 13:07 Nah, kira-kira begitu ya. Nah, itu 13:09 kata-kata yang pedas tuh, Bapak, Ibu. 13:12 Dan kalau orang ini adalah orang 13:15 beriman, lalu kita bilang kata-kata yang 13:18 seperti itu kepada dia, yang salah tuh 13:20 yang 13:22 bicara. Yang salah yang bicara. Karena 13:25 tidak boleh kepada orang-orang yang 13:28 tidak memiliki kriteria munafik, tidak 13:31 memiliki kriteria tidak mau diajak ke 13:33 jalan Allah. Kita tidak boleh pakai 13:35 kata-kata yang pedas seperti itu. Enggak 13:37 boleh, Bapak, Ibu, ya. Baligha ini tidak 13:41 boleh. ini tidak sembarangan. Tapi kalau 13:43 digunakan kepada orang yang tepat 13:46 mungkin bisa mengubah dia, mungkin bisa 13:48 mengubah kemunafikan dia, mungkin bisa 13:51 mengubah ee apa namanya kefujuran dia. 13:54 Ee fajir ya berbuat dosa ee gitu Bapak, 13:58 Ibu. Tapi tidak boleh ke sembarangan 14:01 orang. Jadi hati-hati kita kalau kita 14:03 kadang-kadang bicara hal yang pedas gitu 14:05 ya kepada seseorang ee kalau dia adalah 14:08 orang beriman nanti yang salah yang 14:10 bicara itu. Nah, yang salah yang 14:13 bicara. 14:15 Nah, baik ya. Kita lanjut sekarang ayat 14:18 63-nya. Bapak, Ibu tadi setelah 14:20 dijelaskan kepada siapa ee kata-kata 14:23 kaulan balighha itu. Nah, sekarang ayat 14:25 63-nya. Ulaikalladina ylamullahu 14:28 maubihim. 14:30 Orang-orang munafik tadi dan orang-orang 14:32 yang diajak ke jalan Allah tidak mau 14:34 tadi kata Allah mereka itu orang-orang 14:36 yang Allah tuh sebenarnya tahu isi hati 14:39 mereka tuh apa tuh Allah tahu. 14:41 Ulaikalladzina y'lamullahu ma fi 14:43 qulubihim hati mereka Allah tahu. Faid 14:47 anhum kata Allah maka berpalinglah dari 14:50 mereka. Maksudnya udahlah gitu ya enggak 14:53 usah diurusin. Kira-kira begitu. 14:55 Waizhum. E dan berikan mauah atau 14:59 pelajaran kepada mereka. Pelajaran apa 15:01 yang dimaksud? Waizhum. Berikan mauah 15:04 kepada mereka. Nah, lanjut ayatnya. 15:07 Waahum artinya pelajaran melalui 15:10 kata-kata fi anfusih kepada diri mereka. 15:13 Yakni 15:15 apa? Eah. pelajaran yang kita sampaikan 15:19 kepada mereka jenisnya namanya adalah 15:23 ulan baligh. E itu Bapak Ibu kira-kira 15:27 kata-kata yang pedaslah gitu 15:30 kira-kira supaya itu buat dia mikir, 15:33 buat dia nyampai ke dalam dirinya. Nah, 15:35 tapi sekali lagi ini bahaya kalau tidak 15:38 dijelaskan. Enggak boleh dipakai kepada 15:40 sembarangan orang. Ee enggak boleh 15:43 dipakai kepada sembarangan orang ya, 15:45 Bapak, Ibu. Jadi ee apa kadang-kadang 15:49 kita kurang perhatian gitu ya. 15:50 Kadang-kadang kita kurang perhatian ee 15:52 suka kelepasan ngomong kata-kata sesuatu 15:55 yang yang menyakitkan. Padahal si orang 15:58 itu tidak layak mendapatkan kata-kata 16:01 itu dari kita. Seperti contoh tadi itu 16:03 ya, beli mobil kecil amat sih kayak 16:05 enggak punya ponakan aja kira-kira 16:07 begitu ya. Kayak enggak mau ngajak orang 16:09 aja gitu. Eah, itu ee hati-hati tuh 16:12 kalau kata-kata itu ee apa? Kalau orang 16:15 yang disebut ini tidak memiliki sifat 16:18 munafik gitu ya, tidak fujur, tidak 16:21 fajir gitu ya. Ee itu bahaya. Yang salah 16:24 nanti adalah yang bicara. Bapak, Ibu 16:26 yang dirahmati Allah. 16:28 Oke. Jadi, ulan baligh perkataan yang 16:33 menusuk. Nah, itu dia mungkin boleh 16:35 boleh pakai kata-kata itu ya. Perkataan 16:37 yang menusuk. Eh, langsung tepat ke 16:40 jantung kira-kira begitu ya. Pedas. Nah, 16:43 kata-kata yang pedas gitu ya. 16:46 Nah, oke. Boleh kita pakai kata-kata 16:49 ini, tapi harus tahu kepada siapa dan 16:52 betul-betul harus dipilih dengan 16:54 sebaik-baiknya. Sekarang saya ingin 16:55 tampilkan contohnya di kepada Bapak Ibu 16:58 semua, ikhwan-akhwat, para pendengar 17:01 radio silaturahim dan pemirsa Rasil TV 17:03 di mana pun berada supaya kita bisa 17:05 jelas kebayang di benak kita. Bagaimana 17:09 ulan baligh itu kalau ditempatkan dengan 17:11 baik maka hasilnya juga nyata juga baik 17:15 kepada orang yang tepat. Nah, tapi tidak 17:18 boleh sembarangan kalau orangnya tidak 17:20 memiliki kriteria 17:21 tadi. Contoh 17:24 pertama adalah ulan baligh yang 17:27 disampaikan oleh Al Imam Abu Bustam 17:29 Sybah bin Alhajjaj. Siapa Al Imam Abu 17:33 Bustam Alhajjaj ini, Bapak Ibu? Beliau 17:36 ini adalah seorang ahli hadis. 17:38 di zamannya dulu ahli hadis. 17:41 Nah, ahli hadis besar di zamannya dulu 17:46 suatu saat ya, Bapak, Ibu, ini 17:49 dituliskan dalam kitab At-Tawabin oleh 17:52 Imam Ibnu Qudamah almaqdisi dalam kitab 17:55 beliau judul kitabnya ee Attawabin. Nah, 17:59 kitabnya ya beliau mengisahkan ada di 18:02 seorang ulama ee ada seorang ulama 18:06 namanya ee apa? Abu Bustom. Eh, Imam Al 18:11 Imam Abu Bustom Sy'bah bin Alhajaj, 18:14 seorang ulama besar ahli hadis. Suatu 18:17 saat, Bapak, Ibu ee ikhwan akhwat 18:20 sekalian, Al Imam Abu Bustam ini sedang 18:23 berkunjung ke 18:25 Kufah. Kufah itu sekarang namanya Irak 18:28 ya. Dulu adalah juga kota besar Islam 18:31 ini Irak ini. Nah, selain Madinah ya, 18:34 Bapak, Ibu ya. Abu, Al Imam Abu Mustam 18:37 sendiri ee bertempat tinggal di Madinah. 18:40 Nah, berkunjung mengajar kira-kira 18:42 begitu diundang ke 18:45 Kufah. Karena beliau ini terkenal sekali 18:48 maka orang-orang tuh banyak yang 18:50 mengerumuni kereta kudanya beliau. 18:53 Beliau di di menaik naik kereta kuda 18:55 seperti digambar. Saya coba berikan 18:57 ilustrasinya itu digambar di layar Rasil 19:00 TV ya, Bapak, Ibu ya. 19:03 Ee jadi banyak orang mengerumuni kereta 19:05 kereta kuda beliau itu. Nah, saat itu 19:09 ketika beliau sedang melintas di sebuah 19:11 ee pasar di pusat kota Kufah ya, Bapak 19:14 Ibu, dikerumudi banyak orang. Eeah saat 19:18 itulah ada seorang pemabuk ya, seorang 19:22 pemabuk yang bernama Abdullah bin 19:25 Maslamah bin Q'nabi al-Harisi namanya. 19:30 Nah, Abdullah bin Maslamah bin 19:32 Q'nabi. Ah, ini seorang pemabuk dulu, 19:36 Bapak, Ibu. Nah, gitu ya. Jadi, pemabuk 19:40 ini punya apa? Punya istilahnya punya 19:43 anak buah lah, gitu kira-kira. Lalu dia 19:46 tanya sama anak 19:48 buahnya, "Itu ada apa orang kok pada 19:51 ngumpul-ngumpul begitu mengerumuni gitu. 19:54 Ada apa tuh?" 19:55 Anak buahnya bilang, "Oh, itu ada 19:57 seorang ahli hadis besar dari Madinah 20:00 sedang berkunjung ke kota Kufah ini, ke 20:03 negeri kita." Kata kata anak buahnya 20:06 itu. Nah, 20:08 lalu Abdullah bin Maslamah bin Qabi ini 20:11 dalam kondisi mungkin setengah mabuk 20:13 begitu ya, sebagai seorang preman gitu 20:17 kira-kira begitu yang menguasai tempat 20:19 Kufah itu. Dia merasa kok ee seperti 20:22 dilangkahi gitu. dia seperti tidak 20:25 dihormati gitu. Dia merasa 20:27 begitu kira-kira ya dijelaskan dalam 20:30 kitab kitab At-Tawabin ini. Lalu 20:32 Abdullah bin Maslamah bin Qabi ini 20:35 datang menghampiri kereta kuda. Kereta 20:38 kuda Al Imam Abu Bustam Al-Hajjaj tadi 20:41 gitu ya. Ah dia datang menghampiri 20:45 karena orang-orang tahu siapa dia, 20:46 orang-orang takut semua. Jadi 20:48 orang-orang pada minggir semua tuh 20:50 preman namanya juga preman gitu ya. Kang 20:52 Mabuk. Ya, kira-kira begitu. Nah, 20:55 akhirnya Abdullah bin Maslamah bin Qabi 20:58 ini dengan sombong kira-kira begitu 21:01 menjulurkan wajahnya ke dalam kereta 21:03 kuda. Lalu kira-kira dia tanya kepada ee 21:08 apa ulama besar ini ee Al Imam Abu 21:11 Bustom Alhajaj ini beliau tanya ee 21:14 Abdullah bin Qanabi 21:16 tanya, "Katanya Anda ini ahli hadis ya." 21:19 Kira-kira begitu ya dengan dengan 21:20 perkataan yang merendahkan gitu ya. 21:23 Katanya Anda ini ahli hadis ya katanya 21:25 gitu ya. Coba dong saya mau dengar hadis 21:28 apa sih? Nah kira-kira begitu dengan 21:30 merendahkan. Nah tujuannya tuh mau 21:32 nunjukin bahwa ee saya nih preman gitu 21:34 ya. Tukang tukang preman lah kira-kira 21:36 begitu. Nah, lalu seorang guru besar 21:41 hadis ini, Al Imam Abu Bustam ee Sy'bah 21:46 bin Alhajaj ini, Bapak, Ibu, ya. Kita 21:48 perhatikan bagaimana beliau ini seorang 21:51 ulama besar yang pemikirannya amat 21:54 mendalam. Sekali lihat orang, beliau 21:56 tahu ini, wah ini orang ee anu banyak 22:00 melakukan perbuatan yang melanggar ini 22:03 seperti mabuk gitu ya, preman dan lain 22:06 sebagainya. Lalu al Imam Abu 22:09 Mustamah betul-betul kemudian beliau 22:11 mengeluarkan 22:13 kata-kata Bapak Ibu setelah direndahkan 22:16 dengan dengan cara begitu tadi dengan 22:18 cara ee di diejek hadis apa sih coba deh 22:22 apa sih satu hadis coba. Nah, kira-kira 22:24 begitu ya. Nah, beliau kemudian 22:27 menyampaikan satu hadis Nabi sallallahu 22:29 alaihi wasallam yang kemudian 22:31 diriwayatkan dalam Sahih Albukhari nomor 22:34 hadis 6120. 22:37 ee hadisnya tuh kira-kira kalimatnya 22:41 begini. An Abi Mas'ud Uqbah ibn ibn ee 22:46 Amr ee 22:49 al-Anshari ee Albadri radhiallahu anhu. 22:52 Qal. Jadi dari Abu dari Abu Mas'ud Uqbah 22:56 bin Amr al-Anshari albadri. Beliau 22:58 berkata, "Qala Rasulullah sallallahu 23:01 alaihi wasallam." Rasulullah sallallahu 23:02 alaihi wasallam bersabda. 23:05 Apa sabda beliau? Inna mimma adrokasu 23:08 min kalamin nubuwah al nubuatil ula. 23:12 Sesungguhnya ada satu 23:13 perkataan yang merupakan perkara yang 23:17 sangat ee 23:19 besar dari yang ditinggalkan nabi-nabi 23:23 terdahulu kepada saya. Nah, jadi ee ada 23:27 satu perkataan besar dari nabi-nabi 23:29 terdahulu yang diestafetkan kira-kira 23:32 kepada saya. 23:33 Apa kata-kata itu? Nabi sallallahu 23:36 alaihi wasallam melanjutkan kalimat ini 23:38 dibacakan oleh Abu Bustam Sybah eh bin 23:42 Alhajaj kepada Abdullah kok Nabi tadi 23:44 itu. Eh kata beliau sallallahu alaihi 23:47 wasallam, "Idza lam tastahi fasna 23:51 ma'ta." 23:52 Kalau kamu kata Nabi sallallahu alaihi 23:54 wasallam, kalau kamu hidup di dunia ini 23:57 tidak tahu malu, tidak malu, maka 24:01 silakan kamu berbuat sesuka 24:04 hatimu. Nah, gitu. Jadi, idza lam 24:07 tastahi fasna ma'ta. Kalau kamu tidak 24:11 tahu malu, silakan berbuat sesuka 24:13 hatimu, gitu. 24:15 Nah, jadi Bapak Ibu yang dirahmati 24:17 Allah, pilihan hadis yang disampaikan Al 24:21 Imam Abu Bustam Sybah bin Alhajaj 24:23 disampaikan di hadapan ee seorang 24:26 pemabuk, seseorang yang gemar melakukan 24:29 apa? Pelanggaran ee perintah Allah, 24:33 yakni Abdullah kok Nabi. Ini betul-betul 24:36 satu kata-kata yang 24:38 menusuk. Ah, qulan baligho. Idza lam 24:42 tastahi fasna ma'ta. Kalau kamu tidak 24:45 tahu malu, berbuatlah sesuka hatimu. 24:47 Silakan. Ah, kira-kira 24:50 begitu. Lalu Abdullah bin Qabi 24:54 terdiam dengan hadis yang dibacakan oleh 24:57 Al Imam Abu Bustam Sybah ini. Bapak, Ibu 25:00 yang dirahmati Allah, ini betapa 25:02 seseorang itu betul-betul ee bisa 25:04 mengeluarkan kata-kata yang tepat. 25:07 ulan baligh kata-kata yang betul-betul 25:10 mendarat sampai terhujam ke dalam 25:13 jantung seseorang itu. 25:15 [Musik] 25:16 Nah, istilahnya speechless. Nah, 25:19 Abdullah kok nabi ini enggak bisa 25:20 berkata-kata dia. Ee lalu singkat cerita 25:24 ya ee Al Imam Abu Bustom kemudian 25:27 berlalu dengan kereta kudanya. Sementara 25:30 Abdullah kok Nabi tetap terpaku e apa 25:33 namanya dari kata-kata itu. Kalau kamu 25:35 tidak tahu malu, silakan berbuat sesuka 25:37 hatimu. Gitu ya. Rupanya dia kepikiran, 25:40 Bapak Ibu. Nah, inilah ulan baligh tuh. 25:42 Kepikiran dia, yakni Abdullah bin Qabi 25:45 tadi. Dia 25:46 kepikiran dengan kata-kata itu. Faiz lam 25:49 tastahi fasna ma'ta. Kalau kamu tidak 25:52 tahu malu, silakan aja berbuat sesuka 25:54 hatimu. Nah, Bapak Ibu lama dia dia 25:58 merenung berpikir tentang kata-kata yang 26:00 disampaikan oleh Al Imam Abu Bustom tadi 26:02 itu yang e apa ee Abdullah bin Maslamah 26:06 ini mikirin gitu ya sampai akhirnya 26:09 mengguncang betul-betul keyakinan dia, 26:12 mengguncang betul-betul ee pemikiran 26:14 dia. Singkat cerita, beberapa waktu 26:17 kemudian dia bertobat. Enggak mau lagi 26:20 mabuk-mabukan. Ingin kembali kepada 26:22 Allah Subhanahu wa taala dari kata-kata 26:24 waidza lam tastahi fasna masita. Kalau 26:27 kamu tidak tahu malu, berbuatlah sesuka 26:29 hatimu di dunia ini, Bapak, Ibu. Nah, 26:32 jadi dia mikir kira-kira begitu ya. 26:34 Mikir dia, "Iya ya, nanti anak saya 26:38 gimana kalau sudah dewasa nanti dia 26:40 dengar ee bahwa bapaknya nih tukang 26:43 mabuk kira-kira begitu. Bahwa bapaknya 26:45 ini tukang bohong gitu ya. bahwa 26:47 bapaknya ini begini begitu dan lain 26:48 sebagainya. Gimana nanti cicit saya, 26:50 cucu saya, cicit saya kalau dengar bahwa 26:52 saya ini begini dan begitu. Nah, 26:56 gitu. Akhirnya dia tobat, Bapak, Ibu. 26:58 Abdullah bin Maslamah ee bin Qabi Alhit 27:01 ini tobat. Ee kemudian lebih jauh dari 27:05 itu dia mulai mempelajari agama dengan 27:08 sungguh-sungguh sampai akhirnya dia 27:11 bertekad untuk mencari menemui orang 27:15 guru yang pernah yang dulu pernah 27:18 mengatakan kepada dia satu hadis ini, 27:20 yakni Al Imam Abu Bustam ee Sy'bah bin 27:23 Al-Hajjaj. Dia ingin ee Abdullah bin 27:26 Qabi ini ingin belajar langsung kepada 27:29 ee Al Imam Abu Bustam. 27:31 Akhirnya dengan tekad yang luar biasa 27:34 ya, Abdullah bin Q'nabi berangkat ke 27:39 Madinah. Akhirnya singkat cerita, cerita 27:43 panjang kita persingkat. Beliau diterima 27:46 setelah tobat, setelah belajar dengan 27:48 sungguh-sungguh diterima menjadi murid 27:51 oleh Al Imam Abu Bustam Sybah bin AlHjaj 27:54 yang dulu pernah mengatakan satu 27:56 kata-kata yang menghujam 27:58 hatinya. Belajar. Beliau ini Abdullah 28:01 bin Qabi betul-betul dia ee Abdullah bin 28:05 Maslamah bin Qabi ini belajar 28:06 betul-betul ingin mengkompensasi 28:09 dosa-dosa yang pernah dia lakukan 28:11 sebelumnya. Akhirnya Bapak Ibu singkat 28:14 cerita lagi Abdullah bin Maslamah bin 28:16 Q'nab menjadi seorang ulama besar, 28:20 menjadi seorang ahli hadis besar, 28:22 mewarisi gurunya tadi yakni ee Al Imam 28:25 Abu Bustam Sybah bin Alhajjaj tadi itu, 28:28 Bapak, Ibu. Nah, kemudian singkat cerita 28:32 lagi, akhirnya di antara murid-murid 28:36 Abdullah bin Maslamah bin Qabi 28:38 al-Haritsi yang dulunya seorang pemabuk 28:40 ini terdapatlah nama-nama besar yang 28:43 kita ketahui sekarang seperti Imam 28:46 Bukhari, Imam Muslim, dan Imam Abu Dawud 28:49 yang tentu kita tahu banyak meriwayatkan 28:53 hadis-hadis sampai kepada kita sekarang. 28:56 Jadi, salah seorang 28:58 guru ee yang mengajari Imam Bukhari, 29:02 mengajari Imam Muslim, mengajari Imam 29:04 Abu Daud adalah Abdullah bin Maslamah 29:07 bin Qabi al-Harisi yang dulunya adalah 29:10 seorang pemabuk. Kemudian hidup beliau 29:13 berubah setelah berjumpa Al Imam Abu 29:15 Gustam Sybah bin Alhajad menyampaikan 29:17 satu kata-kata yang sangat tepat mengena 29:22 namanya ulan baligh. Bapak, Ibu. 29:26 pedas. Kata-katanya pedas tapi tepat 29:28 mengena ya dan akhirnya bisa mengubah 29:31 seseorang. Bayangkan, kita bayangkan 29:35 sekarang betapa besar 29:37 pahala yang didapatkan oleh seorang Imam 29:41 Abu Bustam Sybah ini yang mengatakan 29:43 qolan baligh tadi mengubah seorang yang 29:46 tadinya pemabuk menjadi seorang menjadi 29:49 seorang ulama besar, menjadi seorang 29:51 ahli hadis besar yang belakangan akan 29:54 mengajarkan ee beberapa orang ahli hadis 29:57 lagi yang sampai kepada hampir seluruh 30:00 kaum muslimin di atas atas muka bumi 30:03 ini. Bayangkan betapa banyak pahala yang 30:06 mengalir kepada beliau itu. Yakni kepada 30:08 Al Imam Abu Bustam Sybah ee apa 30:12 ee bin Alhajaj tadi Bapak Ibu yang 30:15 dirahmati Allah. Karena beliau 30:16 betul-betul bisa memilih kaulan baligh 30:19 diucapkan di saat yang tepat juga kepada 30:23 orang yang kriterianya pun tepat. Nah 30:27 itu Bapak, 30:28 Ibu ya. Jadi berhasil itu mengubah ee 30:32 apa ee perubahan besar luar biasa ulan 30:36 baligha ini ya. Maka itu tadi saya 30:39 katakan kita boleh menggunakan baligh 30:42 tapi harus kita perhatikan pada saat 30:45 yang tepat dan kepada orang yang tepat. 30:47 Bapak Ibu yang dirahmati Allah, saya 30:49 pernah ada cerita begini Kang Fari 30:51 sebelum kita ke ke contoh yang kedua 30:55 ya. Ada kisah begini, ada cerita begini. 30:57 Ada orang tuh ee apa namanya 31:02 ee ee di apa ada orang pernah pernah 31:07 cerita ke saya bahwa dia itu dinasehhati 31:11 oleh bapaknya. Bapaknya bilang, "Kamu 31:15 itu ee sudahlah tidak usah bekerja di 31:19 perusahaan yang apa ee ada syubhatnya." 31:23 Kira-kira begitu ya. Uangnya itu ada 31:25 syubhatnya. Nah, kalau bapaknya yang 31:27 bilang tuh kan sebetulnya adalah satu 31:29 wasiat gitu 31:31 ya. Dia bilang, "Enggak apa-apa, Pak, 31:34 saya cuma kerja aja yang penting saya 31:35 punya ee asuransi kesehatan yang bagus." 31:38 Nah, ya. Dulu kan belum ada asuransi apa 31:41 seperti sekarang gitu ya, yang semua 31:43 orang bisa ee dapat gitu. Kalau dulu tuh 31:45 asuransi cuma dari ee kerja dari kantor 31:49 tempat bekerja gitu. Nah, tahu-tahu 31:52 tiba-tiba ya orang itu terkena sakit. 31:56 Nah, rupanya sakitnya amat besar 31:58 sehingga sakitnya itu membutuhkan biaya 32:01 ekstra, biaya tambahan yang tidak 32:03 dicover oleh asuransi 32:05 kantornya. Akhirnya karena dia tidak 32:08 punya uang, uangnya sudah habis ee 32:10 akhirnya dia pinjam ke 32:12 bapaknya untuk menutupi biaya ee rumah 32:15 sakit waktu itu ya. Nah, ini jauh 32:18 sebelum adanya ee BPJS atau apa sekarang 32:21 gitu ya. 32:23 Ee di situlah kemudian bapaknya 32:26 mengatakan hal yang kira-kira ulan 32:28 baligh seperti ini. Uangnya dipinjamin. 32:31 Tapi bapaknya bilang begini, "Kan Bapak 32:34 sudah bilang dari dulu bahwa apa yang 32:37 kamu niatkan menjadi ee apa? Asuransi 32:41 kesehatanmu toh enggak cukup juga kan." 32:43 Nah, kira-kira begitu. Tapi uangnya 32:45 dipinjamin tuh. Nah, jadi itu kata-kata 32:47 itu menghujam betul-betul kepada si anak 32:50 ini. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. ya 32:53 ee betul-betul mengubah dia. Nah, di 32:56 situlah ee kira-kira dia langsung 32:58 berubah, langsung dia ee mencari 33:01 penghidupan yang lain. Dan alhamdulillah 33:03 Allah berikan karunia dari cerita orang 33:05 itu bahwa ee hidupnya justru lebih baik 33:08 setelah mengikuti kata-kata bapaknya 33:11 yang sekarang sudah almarhum. Bapak, Ibu 33:12 yang dirahmati Allah, sudah meninggal 33:14 gitu ya. Nah, itu juga bentuk kaulan 33:16 balighha. 33:17 Itu bentuk kaulan baligh ya. Jadi 33:21 kata-kata pedas. E tapi mengena dan pas 33:23 ya. Tadi cirinya kan dua ya, surat ke-4 33:26 ayat 61 tadi ya. Ee orang yang tidak mau 33:29 diajak ke jalan Allah, tidak mau diajak 33:31 kepada tuntunan yang disampaikan 33:33 Rasulullah serta orang munafik. Dua tuh 33:36 kriterianya. Nah, boleh kita sampaikan 33:38 ulan 33:39 baligh. 33:41 Baik, sekarang saya sampaikan ciri atau 33:44 contoh ya. Maksud saya contoh baligh 33:48 yang kedua ya. Kaulan baligha yang 33:52 kedua, yakni ketika Nabi Yaakub Alaih 33:56 Salam mengatakan ulan baligh kepada 34:01 anak-anaknya yang beliau Nabi Yakub ini 34:05 tahu bahwa anaknya itu berdusta. Yakni 34:08 ketika mereka pura-pura mengatakan bahwa 34:11 Yusuf sudah dimakan oleh ee serigala. 34:17 Nah, anak-anak Nabi Yakub yang 10 ini 34:20 bikin cerita bohong bahwa ketika mereka 34:24 main lagi main-main sama Yusuf ee lalu 34:27 Yusuf dimakan oleh serigala. Surat 34:29 ke-12, surat Yusuf di ayat ke-17-nya itu 34:33 gitu 34:34 ya. Ee jadi mereka datang sambil 34:37 menangis gitu ya. Di ayat ke-16-nya waj 34:40 wajau abauhum isyaan yabqukun. Nangis 34:44 senangis-nangisnya. ee gitu ya. Pada 34:47 waktu ee datang kepada bapaknya di sore 34:49 hari itu. Kemudian mereka bilang begini 34:52 pada ayat 17-nya, qalu ya abana inna 34:55 zahabna. Eh, kami tadi eh main pergi 35:00 main gitu ya. Nastabi main lari-larian. 35:04 Watna Yusuf kami meninggalkan 35:08 Yusuf. Dari waktu kami lagi enak-enaknya 35:11 main itu, kami lupa meninggalkan Yusuf. 35:15 Dan akhirnya ee Yusuf dimakan oleh 35:18 serigala. E diterkam serigala kata 35:21 mereka gitu ya. Nah, lalu anak-anaknya 35:25 dibilang begini ciri kedustaan tadi ya. 35:28 Makanya orang munafik ee memiliki 35:30 kedustaan boleh kita mengatakan baligh 35:33 bapak ee anaknya bilang gini, w anta 35:35 bimukminillin lana walau kunna shodiqin. 35:38 Kata anaknya, ee bapak enggak akan 35:41 percaya juga sih sama sama kami walaupun 35:43 kami bilang yang benar. E itu artinya 35:45 orang bohong tuh kalau kalau ngomong 35:47 begitu tuh itu ada indikasi bohong tuh 35:50 ya. Ya kalaupun saya ngomong yang benar 35:52 juga enggak akan dipercaya kok. Ah, 35:54 berarti dia ada kebohongan tuh 35:56 berdasarkan pelajaran dari anak-anak 35:58 Nabi Yakub ini ya. Ee lalu Nabi Yakub 36:01 mengatakan ulan balighnya di ayat ke-18 36:04 Bapak 36:05 Ibu yang mana ulan baligh ayat 18 ini 36:10 kan semasa mereka kecil dulu ya itu 36:13 nanti berpuluh tahun kemudian itu 36:16 bermanfaat tuh ternyata mengubah anaknya 36:19 berpuluh tahun kemudian. Nah, coba kita 36:21 lompat dulu ke ayat 80 ya. Surat ke-12 36:24 masih di surat Yusuf ayat 80. Bapak Ibu 36:26 ya, ikhwan akhwat sekalian. Ayat 36:29 80. Kelak di kemudian hari anaknya ya 36:34 itu menyadari anak Nabi Yusuf, anak eh 36:37 maaf anak Nabi Yakub ini menyadari bahwa 36:40 mereka telah berbuat kesalahan. Walaupun 36:42 itu memakan puluhan tahun, tapi itu 36:45 semua adalah karena bapaknya Nabi yakni 36:49 Nabi Yakub pernah mengatakan kata-kata 36:51 yang pedas saat anak-anaknya ini 36:53 berdusta. Nah, coba kita buka dulu ayat 36:56 80 untuk menjelaskan bahwa ternyata pada 36:59 gilirannya nanti itu bermanfaat bagi 37:01 mereka. 37:03 Jadi ketika mereka sedang berputus asa 37:07 ee karena enggak dapat ee apa istilahnya 37:10 ee bantuan dari pemerintah ketika itu, 37:13 mereka putus asa. Qala kabiruhum itu 37:16 kalimatnya. Maka yang paling tua di 37:17 antara mereka, yang paling berpengaruh 37:19 di antara mereka, yang paling tua ya. 37:21 Qala kabiruhum nih saya beri tanda ya 37:23 Bapak Ibu di layar nih. Qala kabiruhum 37:26 berkata yang paling tua alam tlamu. 37:29 Tidakkah kalian sadar? Kira-kira begitu 37:31 ya. 37:32 Tidakkah kalian 37:34 sadar anna abakum q akikum maq minallah 37:42 wqblu e tidakkah kalian sadar wahai 37:45 adik-adikku kira-kira begitu bahwa bapak 37:47 kalian atau bapak kita itu telah 37:51 mengambil janji dari kita yakni apa 37:55 janji yang dimaksud ini yakni ketika 37:59 dulu min qoblu 38:02 kita di 38:03 dipegang janjinya oleh Bapak kita supaya 38:06 menjaga Yusuf. E maum fi Yusuf. Yakni 38:12 kalian ketika itu atau kita ketika itu 38:15 menyia-nyiakan atau apa namanya 38:17 istilahnya berbuat zalim kepada Yusuf. 38:20 Ee di sini mereka mereka sadar 38:24 nih. Mereka sadar karena waktu itu 38:27 bapaknya atau Nabi Yakub mengatakan 38:30 baligh waktu mereka dusta. Datang ke 38:31 bapaknya dengan kata-kata dusta. Nah, 38:34 lalu si si yang e tua ini abangnya 38:37 bilang begini. Lanjut kalimatnya ya. 38:39 Falan 38:41 abroha ard. maka saya tidak akan 38:44 meninggalkan e tanah ini. Ya, artinya 38:46 saya tidak akan pergi. Hatta yazana li 38:50 abi a yahkumallahu li sampai saya 38:54 betul-betul bisa ee apa ee dapat izin 39:00 atau dapat maaf atau dapat restu 39:02 kira-kira dari bapak saya atau dari 39:04 bapak kita ya atau Allah memberikan 39:07 keputusan yang lain kepada saya. Kata 39:10 dia, kata yang paling tua, wahua khairul 39:12 hakimin. Saya sudah pasrah. Kira-kira 39:14 begitu. Allah sebaik-baiknya hakim buat 39:17 saya. Kata dia begitu, Bapak, Ibu. Jadi 39:20 dia sadar nih di kemudian hari ini, si 39:22 yang paling tua ini, Bapak, Ibu yang dia 39:25 jugalah yang apa ee memprovokasi 39:29 adik-adiknya tuh. Nanti kalau Bapak Ibu 39:31 ke ayat 8 dan 9 dari surat yang sama 39:34 ini, nah itu mereka dia di ee yang 39:37 memprovokasi adik-adiknya nih, gitu 39:40 ya. Ee apa ee apa yang disampaikan oleh 39:46 Nabi Yakuban baligh seperti apa yang 39:48 dicontohkan Nabi Yakub ketika 39:50 anak-anaknya datang dengan dusta. Ini 39:52 ada di ayat ke-18 surat Yusuf juga surat 39:55 ke-12 ayat 18. Jadi tadi mereka berdusta 39:58 ya. Nah, mengatakan bahwa Yusuf dimakan 40:01 ee apa? Serigala. Bapaknya sih tahu 40:04 kalau ini bohong gitu, dusta gitu ya. 40:06 Nah, lalu bapaknya bilang begini, waj 40:10 alam bidamin kazib. Mereka datang 40:13 membawa eh komis atau ee jubah atau 40:16 bajunya Yusuf dengan diluburi darahdarah 40:19 yang bohong, darah dusta, darah palsu. 40:21 Ya, qala Nabi Yakub bilang begini. Bal 40:26 sawwalat lakum anfusukum amro. Kata Nabi 40:29 Yukub, Nabi Yakub, sebenarnya cuma 40:33 kalian aja yang melihat, yang memandang 40:36 perbuatan kalian ini bagus tuh cuma 40:38 kalian 40:39 aja, gitu. Jadi, Nabi Yakub enggak 40:43 enggak bilang, "Ah, bohong kamu." Enggak 40:45 gitu. Karena kalau Nabi Yakub bilang, 40:47 "Kamu pasti bohong, kan?" Nah, kira-kira 40:49 begitu kan, itu pasti akan pecah tuh. 40:52 Karena tadi 40:53 sebetulnya ee abang-abang Yusuf ini 40:56 cemburu kepada 40:57 Yusuf. Inna Yusufu inna Yusuf wa akuhu 41:01 ahabbu abina minah wahnu usbah. Pada 41:04 ayat keesembnya tuh ya mereka bilang 41:06 begitu. Yusuf dan saudaranya lebih 41:08 disayang oleh bapak kita padahal kita 41:10 lebih lebih lebih berhak. Inana mubin 41:14 kata mereka. Sungguh bapak kita sudah 41:16 sudah sesat nih. Sudah keliru nih. Gitu. 41:20 Jadi Nabi Yakub tidak bilang, "Ah, kamu 41:22 pasti bohong." Enggak. Tapi kata-katanya 41:24 betul-betul nyelekit, pedas. Ya, 41:28 kalimatnya. Bal sawalat lakum anfusukum 41:31 amroh. Cuma kalian aja yang melihat 41:34 perbuatan kalian ini ee bagus, baik, 41:38 atau kira-kira bisa menipu orang. 41:40 Padahal sih enggak, gitu. Kira-kira 41:42 begitu. Eh, lalu kalimat berikutnya yang 41:44 juga luar biasa juga ulan baligh adalah 41:48 beliau mengatakan fasobrun jamil maka 41:51 saya akan bersabar dengan kesabaran yang 41:54 paling 41:55 baik. Itu jadi luar biasa dan ditutup 41:59 dengan kalimat yang juga amat dahsyat 42:02 jenis kaulan baligh. Wallahul musta'an 42:06 ala ma tasifun. Hanya kepada Allahlah 42:10 saya meminta pertolongan dari cerita 42:12 kalian 42:14 ini. Gitu. Waduh. Apa enggak apa enggak 42:18 itu apa enggak gentar itu ya kalau 42:20 disampaikan kalimat begitu. Bal sawalat 42:23 lakum anfusukum amro. Kata Nabi Yaakub, 42:25 "Cuma kalian aja yang melihat perbuatan 42:28 kalian ini bagus atau baik ya atau apa 42:33 ee rapi kira-kira begitu." Orang 42:35 kira-kira gini, orang juga tahu kali 42:37 kalau kalian bohong kira-kira gitu ya. 42:39 Fasrun jamil maka saya akan bersabar 42:41 dengan sebaik-baiknya. Wallahul mustaan 42:43 ala maifun. Dan hanya kepada Allah saya 42:46 adukan ini semua cerita kalian ini saya 42:49 adukan kepada Allah. Aduh itu Bapak Ibu. 42:53 Jadi kalimat ini nih ulan baligh itu ya 42:57 boleh dipakai seperti bagaimana Nabi 43:00 Yakub mencontohkan nih diberikan kita 43:02 kisah Nabi Yakub ini boleh kita pakai 43:05 kalau orang yang sedang ee kita ajak 43:09 bicara ini betul-betul ada indikasi 43:11 kedustaan, kebohongan, kemunafikan 43:13 sebagaimana anak Nabi Yakub. 43:16 pada ujungnya nanti mereka akan teringat 43:19 ee sadar mereka karena kata-kata ini ee 43:23 tadi ya pada ayat ke-80 tadi akhirnya 43:26 mereka sadar tuh ee jadi ada dampak 43:29 baiknya gitu. Tapi kalau orang tidak 43:31 punya indikasi dusta, orang beriman 43:34 enggak boleh di kita menggunakan 43:37 kata-kata begitu. Wallahul mustaan ala 43:40 maasifun gitu. kepada Allah saya adukan 43:43 ceritamu ini. Enggak boleh kalau orang 43:44 itu beriman gak boleh. Bapak Ibu ee kita 43:47 ee harus punya ee apa ee kaidah ee dasar 43:52 itu kaidahnya adalah annasu yahkumu 43:55 bizzawahir wallahu yamu barir. Manusia 43:58 itu hanya bisa menghukum, hanya bisa 44:01 menghakimi dengan yang zahir kalau ada 44:03 bukti-buktinya. Sementara yang tidak 44:06 zahir atau yang rahasia hanya Allahlah 44:10 yang akan memiliki hukumnya. Nah, jadi 44:13 kepada orang beriman ee 44:16 kita apa namanya? Mengutamakan praduga 44:19 tidak 44:21 bersalah gitu. Nah, kita husnuzon. Nah, 44:25 itu kalimatnya husnuzon. Tentu kalau 44:27 sudah ada bukti ah baru kita kemudian 44:30 melakukan ee apa ee pendalaman baru 44:33 kemudian kita melakukan cross check 44:35 gitu. Nah, tapi kalau orang yang sudah 44:37 terindikasi munafik, dusta, dan lain 44:40 sebagainya gitu ya, boleh kita 44:42 mengatakan ulan baligh, perkataan yang 44:45 betul-betul pedas, yang betul-betul 44:46 meninggalkan satu bekas di dalam hati 44:49 mereka ya, supaya mereka akhirnya ee apa 44:53 ingat akan ee peristiwa itu dan akhirnya 44:56 menjadi sadar walaupun butuh waktu yang 44:58 cukup lama. Bapak, Ibu yang dirahmati 45:00 Allah ya. 45:03 Oke. Ee ini kisah Nabi Yaakub Alaih 45:07 Salam ya. Kemudian terakhir sebelum 45:10 nanti kita tanya jawab adalah mungkin 45:13 saya lompat aja langsung ke kisah Nabi 45:15 Sulaiman. Nabi Sulaiman juga pernah 45:17 mengatakan kaulan baligh juga yakni di 45:20 hadapan ee para 45:23 pembantu-pembantunya atau apa istilahnya 45:26 ya mungkin menteri-menterinya beliau. E 45:28 beliau kan seorang raja besar ya. 45:30 pembantu-pembantu beliau itu dari semua 45:33 makhluk. Nah, itu ya dari manusia, dari 45:37 jin ya, dari hewan itu semua tunduk 45:40 kepada Nabi Sulaiman Alaih 45:42 Salam. Nah, pada suatu saat Bapak Ibu 45:45 yang dirahmati Allah dalam surat An-Naml 45:48 surah 27 ayat 38 39 dan seterusnya nanti 45:52 pada suatu saat Nabi Sulaiman itu pernah 45:55 memberikan tugas. 45:57 tugas ini beliau, beliau open gitu, 46:00 beliau buka siapa yang bisa nih 46:01 melaksanakan tugas ini. Tugas apa itu? 46:04 Yakni beliau minta siapa yang bisa 46:07 mendatangkan singgahsana Ratu Bilqis. 46:10 Ratu Bilqis saat itu sedang berjalan 46:13 dengan pasukannya menuju ke kerajaan 46:15 Nabi Sulaiman. Lalu Nabi Sulaiman 46:16 mengatakan kepada pembantu-pembantunya, 46:18 "Siapa yang bisa mendatangkan singgasana 46:21 Ratu Bilqis sebelum dia atau sebelum 46:23 Ratu Bilqis sampai ke sini?" Eu ya. 46:28 Kalimatnya dalam ayat ke-38 surah Anaml 46:31 surah ke-27. Q ya ayyuhal mala wahai 46:35 para pembesar ayukum yini biarsiha siapa 46:39 yang bisa mendatangkan singgahsananya 46:41 dia? Dia itu tak apa dia itu eh 46:45 maksudnya Ratu Bilqis qbla ayatuni 46:48 muslimin sebelum dia datang menyerahkan 46:51 dirinya kepada saya kata Nabi Sulaiman. 46:54 Lalu dijawab, disambut ee tugas itu oleh 46:57 kelompok jin. Ee berkatalah jin yang 47:02 paling hebat di antara mereka nama 47:04 namanya jin Ifrit. E qala Ifritu minal 47:08 jin. Berkatalah ifrit dari kalangan jin. 47:11 Kita perhatikan nih kata-kata ifrid ya. 47:14 Dia pengin cari muka di hadapan Nabi 47:17 Sulaiman nih, di hadapan raja nih ifrid 47:20 nih. 47:22 E q ifr minal jin. Berkatalah ifrit dari 47:25 kalangan jin. Bagaimana kalimatnya? 47:29 Ifrid bilang begini, ana atika bihi 47:33 qlaqu maqik. Saya bisa mendatangkan 47:37 singgahsana Ratu Bilqis, Tuan Raja 47:40 sebelum tuan raja bangkit dari duduk 47:44 atau dari singgahsanamu, dari tempat 47:46 dudukmu. Kata kata Ifrid, cuma ada 47:49 kata-kata belakangnya ya. Ifrid bilang 47:52 begini, "Wa inni 47:54 alaihiqwiun amin." Ini dia cari muka 47:58 nih. Ifrid bilang begini, "Sungguh saya 48:00 ini kata Ifrid, betul-betul adalah orang 48:04 yang kuat dan saya bisa dipercaya." Ee 48:08 ini menunjukkan pengin cari muka di 48:11 hadapan ee raja, di hadapan Nabi 48:13 Sulaiman. Nabi Sulaiman pun bisa membaca 48:16 gelagat ini. Makanya nanti di akhir 48:19 nanti Nabi Sulaiman mengatakan kata-kata 48:21 yang kaulan baligh di hadapan mereka 48:24 semua supaya 48:25 dipelajari. Lalu Bapak 48:28 Ibu setelah Ifrid bilang begitu, setelah 48:31 ifrid bilang, "Saya bisa mendatangkan 48:33 sigasana Ratu Bilkis sebelum tuan raja 48:36 ee berdiri dari dari duduk dan saya ini 48:39 paling kuat, saya ini paling bisa 48:40 dipercaya." Ya, pokoknya cari muka. 48:43 Kira-kira begitu. Lalu berkatalah 48:46 seorang. Nah, pada ayat 40-nya, 48:49 "Qalladzi indahu ilmun minal kitab." 48:53 Berkatalah seseorang yang memiliki ilmu 48:56 dari kitab 48:58 suci. Memiliki ilmu dari kitab suci. Ee 49:02 luar biasa ya. Berkatalah seseorang yang 49:04 memiliki ilmu dari kitab 49:07 suci, "Ana atika bihi qbla 49:12 ayartika." Kata beliau ini, kata orang 49:14 ini, "Eh, saya bisa mendatangkan 49:17 singgasana Ratu Bilkis sebelum tuan raja 49:19 berkedip." 49:21 Nah, beliau ini orang yang memiliki ilmu 49:25 dari kitab suci ini, dia sama sekali 49:27 tidak mengatakan perkataan ifrid, "Saya 49:30 ini hebat, saya ini bisa, saya ini 49:32 begitu begitu." Enggak. Dia cuma 49:33 mengatakan, "Tuan raja, saya akan 49:36 mendatangkannya sebelum tuan raja 49:37 berkedip." Titik. Nah, menunjukkan bahwa 49:40 dia ini tidak mau cari muka. Dia ini 49:42 betul-betul ingin melayani rajanya, 49:45 yakni Nabi Sulaiman. Ingin betul-betul 49:47 melaksanakan tugas yang diberi Nabi 49:48 Sulaiman. Itu saja. 49:52 dia dia tidak mencari muka seperti Ifrid 49:54 tadi itu. Nah, maka ketika betul-betul 49:58 didatangkan sebelum Nabi Sulaiman 50:00 berkedip oleh si orang tadi, Bapak, Ibu 50:03 yang dirahmati Allah, lalu Nabi Sulaiman 50:05 mengeluarkan kata-kata ulan baligh di 50:08 tengah-tengah para pembantunya. Beliau 50:10 mengatakan, "Falamahu mustaqirah." 50:14 ketika ee singgasana itu sudah ada di 50:17 hadapan ee Nabi Sulaiman atas apa 50:21 namanya ee atas kemampuan si orang yang 50:25 memiliki ilmu dari kitab tadi itu. Bapak 50:26 Ibu yang dirahmati Allah, qala Nabi 50:29 Sulaiman bilang begini, "Hza min 50:32 fadlbi liuan a askur am akfur." Kata 50:37 Nabi Sulaiman, ini semua adalah karunia 50:40 dari Tuhan saya. Nah, jadi beliau ingin 50:44 mengatakan kepada yang cari muka, "Kamu 50:46 jangan cari muka karena semua ini tidak 50:49 akan ada kecuali dengan izin Allah." Dan 50:53 ingin mengatakan juga kepada orang yang 50:55 berhasil tadi bahwa ya walaupun kamu 50:58 perantaranya tapi ini adalah karunia 51:01 dari Allah agar menguji saya. Kata Nabi 51:04 Sulaiman. Beliau tidak mengarahkan ini 51:06 kepada eh ifrit dari bangsa jin atau 51:09 yang seorang lagi dari orang yang 51:11 memiliki ilmu tadi tidak mengarahkannya 51:13 ke sana tapi mengarahkan kepada diri 51:15 beliau sendiri sebagai pimpinan 51:16 tertinggi. Beliau mengatakan ini untuk 51:19 menguji saya liam luani a asaskur am 51:22 akfur. Apakah saya pandai bersyukur atau 51:25 saya kufur 51:26 nikmat gitu. Pandai bersyukur tuh 51:29 artinya kan ingat bahwa semua ini 51:31 pemberian Allah. Kufur nikmat itu kan 51:33 artinya lupa bahwa ini pemberian Allah 51:36 ya. Seolah-olah ini keberhasilan dia 51:38 sendiri, kemampuan dia sendiri. Ee itu 51:40 tadi sampainya itu kalimat itu kepada 51:43 ifrid dan kepada semuanya supaya 51:45 belajar. Lalu Nabi Sulaiman melanjutkan 51:48 kalimat waman syakaro fainnama yaskuru 51:51 linafsih. Siapa yang bersyukur maka 51:54 dampak baik syukur itu untuk dirinya 51:58 sendirian. Waman kafaro fainbi ganiyun 52:01 karim. Dan barang siapa yang kufur 52:04 nikmat artinya lupa, lupa diri bahwa 52:08 semua adalah karena Allah saja bukan 52:10 karena dia. Dia hanya perantara saja dan 52:13 lain sebagainya. Maka kata Nabi 52:14 Sulaiman, "Fainna rabbi ghaniyun karim." 52:17 Sungguh Allah itu maha kaya dan maha 52:19 mulia. Tidak butuh kalian. Ah, kira-kira 52:22 begitulah kalimatnya, Bapak, Ibu. 52:25 Nah, jadi kalimat itu disampaikan Nabi 52:27 Sulaiman di tengah-tengah ada dua ada 52:31 dua kejadian seperti itu. Ingin 52:33 memberikan ulan baligh terutama tadi 52:35 kepada jin ifrit tadi itu yang mau cari 52:37 muka tadi di hadapan ee raja di hadapan 52:40 Nabi Sulaiman. Nah, jadi boleh kita 52:43 pakai nih yang seperti ini ada indikasi 52:45 gitu ya. mau cari muka nih. Nah, tadi 52:47 kalau bukan saya siapa? Misalkan tadi 52:50 jadi Ifrid yang mendatangkan 52:52 singgahsana, wah bisa dia akan mengklaim 52:55 itu. Bisa-bisa dia akan ee anu tuh, 52:58 "Wah, kalau bukan saya siapa? Kalau 52:59 bukan siapa?" gitu. Maka oleh Nabi 53:02 Sulaiman diberikan pelajaran dengan 53:04 menyusun kata-kata yang luar biasa. 53:06 Kata-kata ulan baligh, yang betul-betul 53:10 nancep, pedas, ya. Kira-kira begitu ke 53:12 dalam hati semua yang mendengarkan. 53:14 Bapak, Ibu yang dirahmati 53:16 Allah. Baik, kira-kira ini yang bisa 53:19 saya sampaikan mengenai baligh. Ini 53:21 kata-kata yang betul-betul ee sangat 53:24 kuat Bapak Ibu sehingga tidak boleh 53:26 digunakan sembarangan. Tapi kalau kita 53:29 bisa menggunakannya dengan tepat, maka 53:31 insyaallah juga bisa memberikan manfaat 53:34 kepada orang-orang yang mendengarkannya 53:36 menjadi teringat, sadar ya, kembali ke 53:40 jalan Allah walaupun mungkin ee butuh 53:43 waktu. 53:44 kira-kira begitu. Saya ulangi sedikit 53:47 cirinya ya. Boleh digunakan baligh ini. 53:50 Kita ee tadi sudah buka surat An-Nisa 53:52 ayat 61 kepada dua jenis orang, yakni 53:56 yang pertama orang-orang yang diajak ke 53:58 jalan Allah dan rasulnya tapi dia tidak 54:00 mau atau dia 54:02 enggan. Yang kedua adalah orang-orang 54:05 yang memiliki indikasi kemunafikan. 54:08 Indikasi kemunafikan itu setidaknya ada 54:10 tiga. Yang pertama, iza hadasa kazaba. 54:13 Apabila dia berbicara, dia dusta. 54:15 Apabila dia ahada, apabila dia berjanji 54:18 maka dia akan mengkhianati. Dan apabila 54:20 dia diberikan kepercayaan ee apabila dia 54:23 berjanji, dia akan mengingkari 54:25 maksudnya. Dan apabila dia diberikan 54:27 amanah atau kepercayaan, dia akan 54:30 mengkhianati. Nah, demikian kira-kira 54:33 ikhwan dan akhwat. Bapak, Ibu yang 54:34 dirahmati Allah, para pemirsa Rasil TV 54:37 dan pendengar Radio Silaturahim di mana 54:39 pun berada. Mudah-mudahan memberikan 54:40 manfaat bagi kita semua. Billahi taufik 54:42 walhidayah. Asalamualaikum 54:43 warahmatullahi wabarakatuh. 54:48 Wabarakatuh. Demikian iman akhwat 54:49 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Doni 54:51 Amir Sagap dengan temanya petunjuk Allah 54:54 dalam bertutur kata dengan subtemanya 54:56 mengenai kaulan baligh ya Ustaz. Sudah 55:00 kita bersama-sama simak Iwan Hawat. Yang 55:02 ingin bergabung bertanya silakan bisa 55:04 pergunakan WhatsApp kami di 55:08 0811999720. Kami ser 55:10 kembali. Bismillah. 55:18 [Musik] 55:20 Bismillahirrahmanirrahim. Hasil untuk 55:22 Islam yang satu masih bersama kami 55:23 ikhwan akhwat di acara tadabur Al-Qur'an 55:25 bersama Ustaz Doni Amir Sagap. Temanya 55:28 mengenai kaulan baligh. Ya sudah tiga 55:31 kaulan yang kita pelajari beberapa 55:32 minggu ini ya. ada kaulan sadidah, 55:34 kaulan lainan, dan sekarang kaulan 55:37 baligh tadi sudah juga kita bersama-sama 55:40 mentadaburi ee beberapa ayat dari surat 55:43 ee Yusuf dan juga surat Annamal ya. 55:46 Sudah banyak ustaz yang masuk di 55:48 WhatsApp Rasil yang menyapa kita malam 55:50 hari ini. Ada Bapak ee Imam Pratomo 55:54 sedang menyimak juga. Terima kasih Ustaz 55:55 atas nasihat dan tausiahnya. Ibu Hani 55:57 Suryani di Sukabumi, Bapak Arwin juga 56:00 ada Bapak Masud di Batam sedang 56:03 menyimak. Terus juga ini ada Ibu Nia, 56:07 Ibu Titik, 56:08 Bapak Abdullah, Bapak Abdul Rasyid juga 56:11 Ibu Bunda Fajar, Ibu Pizza Fitriana, ada 56:15 Ibu Maryati juga di Sukabumi, pendengar 56:17 Lat FM, Nenek Jamilah, Ibu Rina Depok, 56:20 Pak Anwar, Pak Tejo Sukmono, Bapak Nur 56:24 Sumiatno, juga Bapak Selamat Suryadi, 56:26 Ibu Tati, Ibu Hajah Syaidah juga sedang 56:29 menyimak dan masih banyak lagi yang 56:31 sudah mengirimkan WhatsApp. di malam 56:34 hari ini. Terima kasih banyak Iwan Awat. 56:35 Ini yang bertanya yang pertama datangnya 56:39 dari Bapak Gugun, Ustaz. Asalamualaikum 56:41 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni. 56:43 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:45 wabarakatuh. Ya, silakan. Ada orang yang 56:48 ngomong selalu langsung alias to the 56:50 point atau istilahnya saklek ya. Ada 56:53 yang mengatakan orang dengan karakter 56:55 seperti itu biasanya sifatnya jujur apa 56:58 adanya dan bertanggung jawab. Padahal 57:00 kan orang seperti itu tidak peduli 57:02 situasi dan kondisi dan juga perasaan 57:05 orang lain yang menjadi lawan bicaranya. 57:07 Ini bagaimana dengan sikap seperti itu, 57:09 Pak Ustaz? Kiat menghadapi orangnya 57:11 seperti bagaimana, Pak Ustaz? Demikian 57:13 ya. Iya. Terima kasih, Pak Gugun ya yang 57:17 bertanya dan Bapak Ibu semua, ikhwan 57:18 akhwat di mana pun berada. Iya, memang 57:22 kita harus perhatikan ini tutur kata 57:24 kita. Karena tutur kata itu kan menjadi 57:29 ee catatan malaikat Raqib dan Atid kan 57:32 yang sudah kita pernah pelajari di awal 57:35 dulu yakni surah Qaf surah ke-50 ayat 17 57:40 ayat 18. Ada dua hal yang dicatat oleh 57:43 malaikat RQI atid, yakni 57:47 pekerjaan perbuatan. Maksud saya 57:53 mutalaqianamaliid. Ingatlah ketika 57:55 malaikat duduk di kiri dan kanan 57:58 mencatat amal perbuatan seperti salat 58:01 dan lain sebagainya dicatat tuh. 58:03 Demikian pula amal perbuatan buruk. Tapi 58:05 coba lanjutkan ke ayat 18-nya. 58:12 Dan khusus untuk kata-kata itu ee 58:18 satu mata catatan tersendiri itu ee dan 58:22 tidaklah satu kata-kata terlafazkan atau 58:25 terucapkan atau tertuliskan dan lain 58:28 sebagainya gitu ya. Illa kecuali ladaihi 58:31 raqibun atid langsung dicatat oleh 58:34 malaikat raqib dan atid. Atid. Jadi ee 58:37 enggak bisa kita sembarangan dengan 58:40 dengan dalih, dengan alasan pokoknya 58:42 saya mah mau ngomong aja. Yang penting 58:44 saya ngomong terus terang enggak 58:45 nyimpan. Enggak bisa karena ada batasnya 58:48 juga nanti kepada orang tua. Nah, ini 58:51 belum kita bahas nih kepada orang tua 58:52 ya. Insyaallah pertemuan berikutnya ulan 58:54 karima enggak boleh bicara apa adanya. 58:58 Seperti seperti kepada orang lain enggak 59:01 boleh kepada orang tua dan kepada guru 59:03 itu ya. Dua, dua, dua itu tuh enggak 59:05 boleh tuh. Kita akan kehilangan ee 59:08 keberkahan hidup. Ee gitu ya. Bahkan 59:11 nanti kalau kepada anu ya, kepada guru 59:14 itu juga apa namanya ilmu enggak nyampai 59:18 gitu. Kalau kita kepada guru sudah ee 59:21 tidak beradab. Nah, jadi enggak bisa 59:23 tuh. Begitu juga tadi dulu kita bicara 59:25 kepada anak juga demikian. Enggak bisa 59:27 kita sekedar pokoknya saya niatnya baik, 59:30 pokoknya saya saya terserah deh mau 59:32 diapainya niat saya baik enggak bisa. 59:35 Kenapa? Karena itu akan melukai 59:36 batinnya, akan menjadikan dia lemah dan 59:39 lain sebagainya. Dan dampaknya nanti 59:41 justru berpulang kepada kita. Jadi 59:43 memang harus kita kembali kepada 59:45 Al-Qur'an, tuntunan Al-Qur'an, tuntunan 59:49 yang kemudian dijelaskan lebih rinci 59:51 misalkan dalam hadis-hadis sahih Nabi 59:52 sallallahu alaihi wasallam. kembali ke 59:54 situ para ulama menjelaskan kepada kita. 59:57 Nah, kita pegang ini ada tuntunannya, 59:59 ada aturannya. Nah, jadi tidak boleh 1:00:02 kita tidak bisa kita hanya mengatakan ee 1:00:05 seperti kebanyakan ee mungkin pendapat 1:00:08 selama ini ee ngomong to the point aja, 1:00:11 biarin aja ee hajar aja pokoknya enggak 1:00:14 bisa juga. Tapi kalau memang situasinya 1:00:17 sudah jelas, kepada siapanya sudah 1:00:20 jelas, boleh. Makanya ini kita membuka 1:00:24 nih di di Rasil TV, di Radio Silaturahim 1:00:27 ini supaya kita betul-betul punya 1:00:29 pegangan yang benar yang insyaallah 1:00:31 berasal dari Al-Qur'an dan hadis-hadis 1:00:34 yang sahih Nabi sallallahu alaihi 1:00:35 wasallam dan para ulama-ulama kita. 1:00:37 Wallah bisa demikian gitu. Jadi tidak 1:00:40 bisa asal ngomong saja gitu ya, langsung 1:00:43 saklek gitu tidak baik, Ustaz ya. Iya. 1:00:45 Enggak bisa asbun. Enggak, enggak bisa 1:00:47 asah bunyi. Selanjutnya beralih ke 1:00:51 pertanyaan ini tidak menyertakan nama 1:00:53 dari hamba Allah. Asalamualaikum 1:00:54 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:00:56 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:00:57 wabarakatuh. Nampaknya seorang ibu ini. 1:00:59 Anak saya kalau diberi nasihat yang 1:01:01 lemah lembut kadang tidak pernah nurut, 1:01:04 Ustaz. Kalau diberi nasihat agak sedikit 1:01:06 pedas, mudah baperan, dan gampang 1:01:09 nangis. Padahal kan anak cowok. 1:01:11 Bagaimana baiknya? Wajarkah anak lelaki 1:01:14 mudah menangis? Harusnya kan anak 1:01:16 laki-laki mentalnya kuat, Ustaz. 1:01:18 Bagaimana menghadapi hal demikian? 1:01:20 Demikian, 1:01:22 ya. Terima kasih hamba Allah ee yang 1:01:25 tidak menyebutkan nama ya ee Bapak atau 1:01:28 Ibu ya, kemungkinan Ibu-ibu. Ee inilah 1:01:32 tanggung jawab kita untuk menciptakan 1:01:35 mental anak itu adalah hasil orang 1:01:38 tuanya. Enggak bukan anak terakhir 1:01:40 laki-laki terus terlahir langsung dengan 1:01:43 mental kuat. Tidak. 1:01:45 itu hasil orang tuanya. Maka itu nanti 1:01:48 Ibu atau Bapak ya yang bertanya ini bisa 1:01:51 pegang Quran surah ke4 surat An-Nisa 1:01:54 ayat ke-9. H. Nah, itu ayatnya pendek 1:01:58 kok. Nah, kalau perlu dihafal. Jadi kita 1:02:01 tahu kita jangan sembarang ngomong ya. 1:02:04 Kalau dari kecil sudah anak ini tidak 1:02:07 pernah mendapatkan kaulan sadidah 1:02:10 seperti yang kita bahas di pertemuan 1:02:12 pertemuan lalu. Tidak pernah dapat 1:02:14 pujian. tidak pernah dihargai sebagai 1:02:16 manusia, dianggap sebagai ee anu apa 1:02:19 namanya? ee benda mati ya. Benda mati 1:02:22 itu jadi konsepnya ada dua nih, Bapak 1:02:24 Ibu nih, Ikhwan akhwat ya terhadap anak 1:02:26 tuh. Apakah kita akan menjadi seperti 1:02:30 tukang kayu? Iya, tukang kayu, tukang 1:02:33 pahat kayu kepada anak tuh. Atau yang 1:02:36 kedua akan menjadi seperti tukang kebun. 1:02:40 Hm. Bedanya mana kalau tukang kayu itu? 1:02:43 Kayu nih dianggap seperti benda mati aja 1:02:46 sama dia. Dipahat aja pokoknya pakai 1:02:49 power, pakai kekuatan, dan pakai alat 1:02:51 yang tajam itu. Kamu harusnya gini, kamu 1:02:54 harusnya gitu, kamu harusnya begini. 1:02:56 Mama sudah bilangin, Papa sudah 1:02:57 bilangin, kamu tak tok tak tok tak gitu. 1:03:00 Dengan tujuan apa? Supaya ukirannya 1:03:02 bagus sesuai dengan keinginan orang tua. 1:03:06 Terus nanti apa? Setelah ukirannya jadi 1:03:09 dipahat, pahat pahat pahat tak tok tak 1:03:10 tok sana sini, sana sini sana sini. 1:03:13 Tukang kayu pasti akan ngomong gini di 1:03:15 ujungnya. H. Tuh hasil saya tuh. Tuh 1:03:20 bikinan saya tuh tuh karena saya tuh. 1:03:24 Nah gitu kan. Beda dengan tukang kebun. 1:03:28 Kalau tukang kebun dia tanam ini benih. 1:03:31 Nah ini ibarat anak ya. Kita tuh keluar 1:03:34 keluar tunasnya kita lihatin dari jauh 1:03:38 kita perhatiin dari jauh. Lalu apa 1:03:40 tukang kebun itu yang apa namanya yang 1:03:44 bisa mengganggu tanaman berupa 1:03:45 rumput-rumput liar dia cabut 1:03:48 pelan-pelan. Kenapa pelan-pelan? Karena 1:03:50 kalau cabut main cabut aja nanti 1:03:52 terbongkar juga nih tunas yang baru 1:03:54 tumbuh. Hm. Cabutnya pelan-pelan habis 1:03:58 kecabut rumputnya rumput liar tadi 1:04:00 supaya supaya bisa dapat nutrisi 1:04:02 tumbuhan ini. Tanah yang tadi sudah 1:04:05 kecabut dibalikin lagi yang baik. 1:04:08 Tuh tukang kebun mah gitu. Terus 1:04:11 disiramin dengan air yang bersih, yang 1:04:14 jernih. Itu adalah perumpamaan kata-kata 1:04:18 kita, Bapak, Ibu yang dirahmati Allah 1:04:20 sebagai orang tua. Terus kita perhatikan 1:04:23 supaya dia dapat asupan 1:04:25 matahari yang baik, gitu ya. Ah, begitu 1:04:28 kita lihat dari jauh kita perhatikan 1:04:30 tunasnya tumbuh, bunganya tumbuh, kita 1:04:33 ikut bahagia, kita sirami lagi. Dan 1:04:36 tukang kebun sudah pasti di ujungnya 1:04:39 nanti bunganya tampil cantik, bagus, 1:04:43 menawan. Dia tidak pernah akan bilang 1:04:45 begini, "Itu itu tuh saya yang 1:04:47 numbuhin." Enggak pernah. Karena dia 1:04:49 tahu bunga itu tumbuh dengan sendirinya. 1:04:52 Tugas dia sebagai tukang kebun 1:04:54 memastikan memberikan asupan yang baik. 1:04:57 membersihkan kotoran-kotoran di 1:04:59 sekitarnya dan menjaga bunga 1:05:02 ini. Nah, tapi membiarkan dia tumbuh. 1:05:05 Tidak seperti tukang pahat tadi. Tukang 1:05:07 pahat tadi apa-apa pokoknya nilainya 1:05:09 harus begini. Walaupun ngomongnya 1:05:11 baik-baik tapi karena bentuknya pahatan. 1:05:14 Oh, itunya udah diituin belum? Ininya 1:05:16 sudah diituin belum? Anunya udah ini 1:05:17 belum? Udah ini belum? Ah, karena itu 1:05:19 pahatan. Taktk tak tok tak tok tak tok 1:05:22 tak tok. Kadang-kadang ketoknya 1:05:24 pelan-pelan. Kadang-kadang ketoknya 1:05:25 kencang gitu kan. Ee itu tapi tetap aja 1:05:28 pahatan istilahnya itu. Nah, dianggap 1:05:31 benda mati aja itu kayu itu enggak 1:05:34 enggak ada enggak ada ininya. Nah, jadi 1:05:37 kita harus introspeksi Bapak Ibu jangan 1:05:41 kita lihat oh anak kok begini ya. Anak 1:05:44 kok begitu ya, anak kok begini. Anak itu 1:05:47 hasil orang tua. 1:05:49 Hasil orang tua anak itu. Coba kembali 1:05:52 ke surat ke-4 ayat 9 tuh, Bapak, Ibu. 1:05:55 Ya, jadi kalimat Allah 1:05:57 auzubillahiminasyaitanirrajim 1:05:59 waliaksyalladzina lau tarqu min 1:06:01 khalfihim eh zuratan difan khofu alaihim 1:06:06 falyattaqulah walyaquulu qulan sadida. 1:06:09 Hendaklah seseorang betul-betul khawatir 1:06:11 kalau dia meninggalkan di belakang 1:06:13 hidupnya nanti anak keturunannya yang 1:06:16 memiliki banyak kelemahan. lemah 1:06:19 jiwanya, lemah semangatnya, lemah 1:06:22 kemampuan 1:06:23 intelektualitasnya, lemah segala 1:06:25 macamnya. Ee bagaimana caranya supaya 1:06:28 enggak lemah? Dua hal yang tadi 1:06:31 dilambangkan seperti tukang kebon tadi. 1:06:33 Apa yang dua hal itu? Falyattaqulah. 1:06:36 Hendaklah dia bertakwa kepada Allah. 1:06:39 Walyaakuluan sadida. Nah, itu yang sudah 1:06:41 kita bahas di pertemuan 1:06:43 laluan sadida. Hendaklah dia 1:06:46 berkata-kata sadida. Ulan sadida itu 1:06:48 seperti tukang kebon, Bapak, Ibu. Tukang 1:06:51 kebon. Nah, diperhatikan, disirami air, 1:06:55 dikasih pupuk, dia dipastikan matahari 1:06:58 kena ke dia, dipuji, ya. Kemudian di 1:07:01 diberikan semangat. Ayah yakin kamu 1:07:04 bisa. Kamu adalah kebanggaan ayah. Kamu 1:07:07 adalah kebanggaan kebanggaan mama. 1:07:10 Terima kasih ya, Nak. Mama bersyukur 1:07:12 punya anak seperti kamu. Ajarin Mama ya 1:07:14 kalau mama enggak tahu. Ingetin mama ya 1:07:16 kalau mama enggak ngerti. dan lain 1:07:17 sebagainya itu kaulan sadida. H gitu. 1:07:21 Tapi kalau kita jadi tukang pahat aja 1:07:23 selama ini, taktok taktok taktok aja, 1:07:25 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 1:07:26 Walaupun mungkin kata-kata kita ee 1:07:29 enggak enggak keras, intonasinya, enggak 1:07:31 kasar, enggak apa, tapi karena tukang 1:07:33 pahat maunya pokoknya pahat aja sesuai 1:07:36 dengan keinginan dia. Ah, ya tentu saja 1:07:39 sulitlah hasilnya. H ya, karena itu kan 1:07:42 paksaan gitu ya di pahat itu kan ya. 1:07:44 Harus begini, harus begini. Tapi ini 1:07:45 baik, Ustaz. Tapi saya tahu ini harus 1:07:47 harus ya tetap aja karena tadi dipahat 1:07:50 seperti itu maka tidak layak jiwa 1:07:53 manusia itu hanya dibentuk oleh one way 1:07:56 satu pahatan begitu. Namanya juga jiwa 1:07:59 manusia yang tumbuh dengan sendirinya. 1:08:01 Nah, jadi harus diperlakukan sebagaimana 1:08:04 layaknya sebuah benih e yang tumbuh 1:08:07 dengan sendirinya, mekar dengan 1:08:09 sendirinya. kita hanya ee apa dari 1:08:12 memiliki jarak ya melihat, 1:08:15 memperhatikan, memberikan asupan, 1:08:17 memberikan motivasi, semangat dan lain 1:08:18 sebagainya, kebanggaan, rasa percaya 1:08:21 diri kepada dia supaya dia tumbuh ee 1:08:24 mekar ya memberikan ee dampak yang baik 1:08:27 kepada kehidupannya dia. Kira-kira 1:08:30 begitu. Jadi mari kita semua semualah 1:08:33 kita nih orang tua semua kita 1:08:34 introspeksi masing-masing karena kita 1:08:37 akan ditanya oleh Allah gitu. Kita 1:08:40 enggak bisa bilang, "Ya Allah, saya 1:08:42 ngomong begitu sama anak itu niat saya 1:08:45 baik." Di awal sudah kita katakan kalau 1:08:48 kata-kata perbuatan itu tidak bisa 1:08:50 bergantung 1:08:52 niat. Kalau amal ee amal perbuatan bisa, 1:08:55 tapi kalau kata-kata enggak bisa dong. 1:08:57 Nah, itu sebabnya dipisahkan antara ayat 1:08:59 17 dan 18. surat surah QF tadi itu kita 1:09:02 enggak bisa nanti bilang di hadapan 1:09:04 Allah, "Ya Allah, saya niatnya baik 1:09:06 waktu bilang sama anak saya, kamu nih 1:09:08 mau jadi apa seperti ini? Mau jadi 1:09:09 gembel kamu? Mama aja dulu seusia kamu 1:09:12 sudah bisa cari duit, mama udah bisa 1:09:13 begini, mama sudah bisa begitu." 1:09:15 Ternyata luka hati anak 1:09:16 dibanding-bandingkan kayak gitu ya kan? 1:09:19 Rendah jadi rendah diri dia. "Oh, saya 1:09:21 enggak bisa apa-apa. Enggak seperti ibu 1:09:23 saya. Ibu saya hebat, saya enggak." Itu 1:09:25 ah. Rupanya Anda sedang mengkerdilkan 1:09:28 jiwa anak. 1:09:30 gitu Bapak Ibu. Enggak bisa kita bilang 1:09:32 niat saya baik supaya dia enggak bisa. 1:09:35 Kenapa? Karena kata-kata itu dikhususkan 1:09:38 oleh Allah ya tadi ayat ke-18 dari surah 1:09:41 QF tidak sama seperti perbuatan yang 1:09:44 lain gitu. Ada aturannya peruntukannya 1:09:48 kepada siapa. Gimana cara ngomongnya 1:09:50 ulan sadida ada ulan karim e ada ulan 1:09:53 layinannya ya lemah lembutnya dan lain 1:09:55 sebagainya. Nah itu sudah anda lakukan? 1:09:58 Sudah kita lakukan apa belum? sebagai 1:09:59 orang tua nanti kita ditanya. Bapak, Ibu 1:10:02 yang dirahmati Allah. Nah, makanya kita 1:10:04 harus belajar nih ya. Kita saling saling 1:10:07 belajar. Kita semua kan terus belajar 1:10:09 sampai nanti kita wafat kan, Bapak Ibu 1:10:12 yang dirahmati Allah. Jadi, mari kita 1:10:14 semangat belajar karena kita akan 1:10:16 ditanya wabil khusus anak keturunan 1:10:18 kita. Itu adalah tanggung jawab 1:10:20 sekaligus peluang besar bagi kita. 1:10:24 Seandainya kita betul-betul bisa ee 1:10:27 seperti tukang kebon tadi ya, 1:10:29 mengeluarkan bunganya, mengeluarkan 1:10:32 tanaman itu sampai kokoh menjadi pohon 1:10:34 yang memberikan manfaat bagi sekitarnya. 1:10:37 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 1:10:38 Demikian kira-kira. Masyaallah. Kita 1:10:41 beralih ke pertanyaan selanjutnya. Ini 1:10:44 mungkin yang terakhir, Ustaz ya. Ya, 1:10:46 dari Bapak Rudiat. Asalamualaikum 1:10:48 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni. 1:10:50 Waalaikumsalam. Eh, ada istilah ketika 1:10:54 pedang lukai tubuh mudah untuk diobati, 1:10:56 tapi ketika lidah atau perkataan lukai 1:10:59 hati ke mana obat hendak dicari? 1:11:02 Masalahnya gimana kita bertobat atas 1:11:04 kesalahan lidah kita, perkataan kita 1:11:07 yang melukai hati orang lain yang boleh 1:11:09 jadi orang itu orang saleh. Dan sedihnya 1:11:11 orang tersebut kita tidak tahu di mana 1:11:14 rimbanya sekarang. Apakah dosa kita 1:11:16 tidak pernah terampuni jika demikian, 1:11:19 Pak Ustaz? Wah, syukran. Terima kasih, 1:11:22 Pak Rudiat yang bertanya ya. Baik, bagus 1:11:24 sekali pertanyaan ini. Jadi, Bapak Ibu 1:11:27 memang dosa itu kan ada dua jenis. 1:11:31 Pertama, dosa kepada Allah. Kalau ini 1:11:33 mah gampang. Benar deh. Tobat itu 1:11:36 gampang. Allah tuh aduh apa aja dosa 1:11:39 kita segede apapun Allah tuh para 1:11:40 pengampun. Justru yang susah ni dosa 1:11:43 jenis kedua. Dosa kepada apa? Kepada 1:11:46 sesama anak manusia atau bani Adam. Ini 1:11:49 yang repot nih gitu ya. Karena kalau 1:11:53 kalau dia enggak enggak nanti rida 1:11:55 enggak rida kepada kita, wah bisa 1:11:57 dituntut nanti kita di hari kiamat. Maka 1:11:59 itu ada istilahnya orang-orang yang 1:12:01 rugi, bangkrut. Nah, nanti di hari 1:12:04 kiamat itu dia punya banyak amal saleh, 1:12:07 tapi begitu nyampai di kiamat habis amal 1:12:09 salehnya. Kenapa? Karena dia harus bayar 1:12:11 nombokin. 1:12:13 Nombokin dari apa? Dari orang yang dia 1:12:16 sakiti selama di dunia dia zalimi itu 1:12:19 ya. Nah, gimana caranya? Tentu saja 1:12:22 minta maaf, selesaikan di dunia secara 1:12:26 kesatria kita kalau memang ingat bisa 1:12:28 ketemu orangnya datang maaf minta maaf 1:12:32 maafkan saya supaya ee akadnya sudah 1:12:35 selesai di dunia ini. Jangan dibawa 1:12:37 sampai negeri akhirat. Rugi kita nanti 1:12:40 bayarnya mahal. Kalau di akhirat mah, 1:12:42 Bapak Ibu yang dirahmati Allah, bayarnya 1:12:44 pakai amal kebaikan kan repot kita 1:12:46 sayang nanti habis kan amal kebaikan 1:12:48 kita. Terus gimana, Ustaz, kalau 1:12:50 misalkan orangnya mungkin sudah wafat, 1:12:53 kita enggak tahu dia ada di mana, 1:12:54 rimbanya, dan lain sebagainya. 1:12:57 Bisa begini, Bapak, Ibu. Pertama, untuk 1:13:00 menunjukkan niat keseri keseriusan kita, 1:13:03 betul-betul kita menyesal atas perbuatan 1:13:05 yang mungkin menyakiti beliau itu dan 1:13:07 beliau adalah orang saleh misalkan 1:13:08 begitu ya. Kita bisa pertama beramal 1:13:12 saleh wabil khusus mungkin infak sodqah 1:13:16 kemudian kita atas namakan niatnya 1:13:18 terhadap nama beliau atau orang namanya 1:13:21 juga saya lupa Ustaz siapa namanya. Oke. 1:13:24 Ingat kejadiannya, ingat wajahnya, ingat 1:13:26 sosoknya boleh. Hm. Nah, Bapak, Ibu 1:13:30 misalkan beramal saleh apa, ya Allah 1:13:33 tolong sampaikan kepada beliau saya 1:13:36 betul-betul ingin minta maaf dengan cara 1:13:38 begini, niat begini sampai Bapak Ibu 1:13:41 bisa 1:13:42 insyaallah gitu ya. Pokoknya selesaikan 1:13:45 di dunia ini, lakukan di dunia ini gitu. 1:13:49 Jadi bisa dilakukan dengan cara seperti 1:13:51 itu, tapi yang paling baik adalah cari 1:13:53 dulu orangnya, mudah-mudahan masih ada 1:13:55 supaya betul-betul bisa rida sama rida, 1:13:57 ikhlas sama ikhlas ya menuju kepada 1:14:00 Allah tanpa ada beban di antara kita. 1:14:03 Demikian kira-kira. Masyaallah. Jadi 1:14:05 hati-hati gitu ya kita jangan sampai 1:14:07 menyakiti hati orang lain, Ustaz ya. 1:14:09 Karena kalau sudah ini susah juga untuk 1:14:11 minta maaf orang enggak ada, persis. 1:14:14 Lebih gampang minta maaf sama Allah ya. 1:14:17 Direct. 1:14:19 Ini juga ada yang bertanya nih ee 1:14:20 bagaimana cara mengikuti kajian via 1:14:22 Zoom-nya Ustaz Doni? Ee ada masih ada 1:14:25 setiap Jumat pagi, Ustaz? Ya, betul, 1:14:27 setiap Jumat pagi jam 0.20 via Zoom 1:14:30 insyaallah. Hm. Di pengajian MMQ atau 1:14:33 Majelis Makbul Qurani Jumat pagi ini 1:14:35 bisa menghubungi nomor teleponnya 1:14:38 087 80211692. 1:14:41 [Musik] 1:14:43 Iwan Awat 1:14:44 0877 1:14:48 8021192. Baik, Ustaz, kita sudah 1:14:50 dibatasi oleh waktu. Mungkin sebelum 1:14:51 pamit disimpulkan pembahasan kita hari 1:14:53 ini, Pak Ustaz. Baik, terima kasih Kang 1:14:55 Fahri. Bapak Ibu, kata-kata ini memang 1:14:58 luar biasa. dia adalah satu ee pedang 1:15:03 bermata dua bisa menjadi ancaman yang 1:15:06 sangat berat bagi kita sekaligus juga 1:15:10 bisa menjadi peluang yang sangat besar. 1:15:13 Ee oleh karenanya kita mesti tahu 1:15:15 bagaimana panduan Allah menggunakan 1:15:18 kata-kata ini. Ada jenis-jenisnya, ada 1:15:22 waktu-waktunya dan ada kepada siapa kita 1:15:25 bisa mengatakannya. Enggak bolehnya 1:15:27 kepada siapa, bolehnya kepada siapa, dan 1:15:29 lain sebagainya. Mudah-mudahan Allah 1:15:32 izinkan kita untuk membuka 1:15:34 mempelajarinya. Oh iya, info juga nih, 1:15:36 Kang Fahri. Insyaallah dalam waktu dekat 1:15:39 ada jemaah kami di MMQ Majelis Makbul 1:15:42 Qurani, yakni Ibu Profesor Kasiah. 1:15:45 Beliau guru besar di Universitas 1:15:47 Indonesia. Beliau sudah merangkum ini ee 1:15:51 ceramah yang saya sampaikan tentang 1:15:53 panduan kata-kata ini, kaulan-kaulan 1:15:55 ini. Beliau sudah merangkum dan 1:15:56 menuliskannya dengan baik. Mudah-mudahan 1:15:59 dalam waktu dekat bisa diterbitkan 1:16:00 menjadi sebuah buku yang di apa 1:16:04 dikompilasikan oleh Ibu Profesor ee 1:16:07 Kasiah yang apa di ee Universitas 1:16:10 Indonesia. Ya, demikian kira-kira Ikhwan 1:16:12 akhwat sekalian. Mohon maaf apabila ada 1:16:14 kesalahan dan kekurangan. Ee saya 1:16:16 kembalikan kepada Kang Fahri. Billahi 1:16:18 taufik walhidayah. Asalamualaikum 1:16:19 warahmatullahi wabarakatuh. 1:16:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:23 wabarakatuh. Demikian tausiah malam 1:16:26 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Doni 1:16:27 Amir Sagap dengan tema petunjuk Allah 1:16:30 dalam bertutur kata dengan subtemanya 1:16:32 yaitu kaulan baligh untuk malam hari 1:16:33 ini. Wanat. Semoga apa yang disampaikan 1:16:36 bermanfaat bagi kita semuanya. Saya yang 1:16:38 bertugas Pak ditemani Neza dan juga 1:16:40 Yusuf Subang pamit. Subhanakallahumma 1:16:43 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:16:45 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:16:46 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:16:48 wabarakatuh.