Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:04 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:17 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:19 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahiabbil alamin wasalatu 0:22 wasalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:25 alihi wasohbihi ajmain. Rabbi zidni ilma 0:28 Allahumfani bima alamtani waimni ma 0:30 yangfani warzuqni ilman yangfoni. 0:32 Dipancarkan dari Jalan Masjid 0:34 Silaturahim nomor 36 Kalimagis Cibubur 0:36 Bekasi. Radio Silaturahim dan Rasil TV 0:39 untuk Islam yang satu. Ikhwan akhwat 0:42 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala, 0:44 pendengar dan juga pemirsa di mana pun 0:46 saja Anda berada. Senang sekali di malam 0:48 hari ini saya Angga Aminuddin ditemani 0:51 oleh Muhammad Fahri di meja operator. 0:54 Ada juga Ondi di kameramen Iwan Ahwad. 0:56 kami hadir di hari Ahad kedua di bulan 1:02 Oktober gitu ya dalam acara buka mata 1:05 buka telinga bersama narasumber kita Dr. 1:09 Sarbini Abdul Murad aktivis kemanusiaan 1:12 yang alhamdulillah sudah bergabung 1:14 bersama kita melalui Zoom meeting. 1:17 Asalamualaikum warahmatullahi 1:18 wabarakatuh Dr. Ben. 1:20 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:21 wabarakatuh. Masangga 1:22 bagaimana kabarnya? Sehat, Dok? 1:24 Alhamdulillah sehat walafiat. 1:27 Alhamdulillah Dwi Pekan kita hadir 1:30 kembali ya di bulan Oktober nih, Dok. 1:33 Acara buka mata buka telinga. Ee tamu 1:36 kita di malam hari ini lebih spesial 1:40 lagi, Dok, ya. Karena ada anak muda 1:42 gitu, ya. Ada anak muda, ada juga ini ee 1:46 mbak-mbak gitu ya, yang memang ee 1:48 sekarang sedang banyak disorot oleh 1:50 publik. Ee siapa, Dok, tamu kita di 1:53 malam hari ini, Dok? 1:54 Yang pertama generasi pelanjut bangsa 1:57 perjuangan untuk Palestina khususnya itu 2:00 Bang Faturrahman. 2:02 Iya. 2:03 Faturahman yang beliau adalah salah satu 2:05 ee anggota di Sumut Flotila. 2:08 Hm. 2:09 Yang berhar dengan eh Mbak Wanda 2:12 Hamidah. 2:13 Mbak Wanda Hamidah 2:15 influencer apa? Telegram yang beliau 2:19 juga ee sangat ee begitu luar biasa 2:23 dalam pemilihannya terhadap Palestina. 2:25 Dia seorang perempuan satu-satu dari 2:27 Indonesia yang berani berayar ke sana. 2:30 Walaupun mendapatkan banyak kendala tapi 2:32 yang namanya tekan semangat ini banyak 2:34 diapresiasi oleh semua. 2:37 Mudah-mudahan akan munculah fatur-fatur 2:39 yang mudah. Kemudian akan muncul juga ee 2:42 Mbak Wanda Hamidah yang lain 2:44 gitu ya. Saya enggak 2:45 sudah bersama dengan kita ini ya Mas 2:47 Fatur. Asalamualaikum warahmatullahi 2:49 wabarakatuh. Muhammad Faturrahman. 2:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:53 wabarakatuh. Pangga bagaimana? 2:55 Bagaimana kabarnya? Sehat ya? 2:57 Alhamdulillah sehat luar biasa 2:59 ya. Kita masih juga menunggu Mbak Wanda 3:01 Hamidah ya yang nanti ee insyaallah akan 3:04 ee bergabung. Jadi apa apa yang akan 3:08 kita soroti di buka mata buka telinga 3:11 malam hari ini? Dr. Ben sebagai pembuka. 3:13 Kami persilakan. 3:15 Ya, enggak nanti mungkin ee kalau untuk 3:19 Bang Fatur mungkin bisa juga 3:21 menceritakan ee sebagai pelaku sejarah 3:24 ya. Beliau ee telah ee mengembara itu 3:28 dalam pemilihannya terhadap ee Palestina 3:30 melalui global eh global sumut Flodila. 3:34 mungkin mungkin nanti beliau juga bisa 3:36 menceritakan pengalaman beliau karena 3:38 pengalaman 3:40 beliau ini sangat menginspirasi ee pada 3:43 banyak orang-orang Indonesia ini ee Bang 3:45 Fatur karena bagaimanapun juga ee banyak 3:49 anak muda yang memang mereka begitu apa 3:52 begitu respek, begitu peduli e terhadap 3:55 Palestina ya mungkin karena kesempatan 3:57 mereka yang belum belum ditakdirkan bisa 4:00 hadir untuk bisa ee membela Palestina. 4:02 Tapi saya pikir sebagai anak muda bisa 4:05 juga nanti bisa menyampaikan juga 4:06 pesan-pesan atau apa yang bisa di 4:08 dilakukan oleh ee Genz lah istilahnya 4:11 kan faktor kan Genz lah istilahnya ya. 4:14 Genzet yang peduli dengan Palestina. 4:16 Saya pikir Masang ini sangat langka nih 4:17 ya. Ada orang kayak [berdehem] kayak 4:19 patur ini langka sekali yang 4:21 yang bisa peduli terhadap Palestina. 4:22 Biasa kan genz ini kan asyik dengan 4:24 dunianya. Dunianya asik 4:27 tapi ada salah satu Genzet yang berani 4:29 mentaruhkan nyawanya. Saya pikir awalnya 4:32 saya pikir ini ini kalau misalnya bisa 4:33 tembus di Gaza ini waduh ini gimana cara 4:36 lepasinya dari penjara Israel kan karena 4:38 punya pengalaman kita ee yang terdahulu 4:41 kayak 4:42 kayak Surya kemudian kayak Fitri kayak 4:44 ee ikhwan yang dihan Israel 4:47 apakah Hanifatur akan mengikuti ee 4:50 mengikuti jejak-jejak pendahulu, 4:51 pejuang-pejuang terdahulu tapi Allah 4:53 mentakdirkan lain tapi sebagai anak muda 4:56 saya pikir ini sudah punya satu 4:57 pengalaman yang sangat luar biasa saya 4:59 pikir Masangga saya karena saya beliau, 5:02 saya belum belum kebayang ee bisa 5:04 mengalami pengalaman yang ee yang begitu 5:07 berkesan ya. Heeh. Heeh. 5:08 Ini saya pikir bagi faktur pribadi patut 5:11 di disyukuri. Yang kedua, Mas Sangga 5:13 saya pikir ee dengan perjanjian kemarin 5:16 itu yang di yang di digagas oleh Trump 5:19 dan Benyamin Netanyahu serta disaput 5:22 oleh beberapa negara muslim. Saya pikir 5:24 ee du hari yang lalu kan Ahmad telah 5:28 mensepakati 5:29 perjanjian-pjanjian tahap pertama 5:30 Ahmad mau menerima ya 5:32 mau menerimalah. Tapi memang memang ada 5:35 beapa akan-akan ada gesekan-gesekan S 5:38 Masangga memang 5:40 ee ketika Trump menyampaikan itu apa itu 5:44 e butir-butir dari dari perjanjian itu 5:47 saya terusang saya sangat ee ai priori 5:50 dengan itu a priori sampai saya katakan 5:52 sebuah wawancara 5:53 wah ini Hamas seperti menyerahkan 5:55 lehernya ke Israel. He. He. 5:56 Tapi karena memang ee mereka punya punya 6:00 cara ya, punya tingkat e insting 6:02 diplomasi mereka saya pikir itu tingkat 6:05 dewa istilahnya itu. Dan dan ketika ee 6:09 Israel menunggu ya menunggu saatnya 6:11 bahwa Hamas akan menolak perjanjian itu, 6:14 tiba-tiba kita dengar di Samsek itu yang 6:17 dikawal oleh Turki, Qatar, Mesir sampai 6:21 pernah menteri Qatar pun hadir di situ. 6:23 dan dan ee Hamas menerima itu mungkin 6:27 dengan beberapa catatan-caratan kali ya. 6:29 Nah, ini saya pikir langkah langkah ee 6:33 maju tanah petiklah. Kita tetap 6:34 mengatakan bahwa ee Israel tidak terlalu 6:37 serius. Kita kita harus punya kerangka 6:39 itu, Mas Angga. Walaupun 6:41 ee ini sudah disepakati kemudian Amerika 6:43 juga diapresiasi oleh banyak negara ya, 6:46 termasuk Indonesia mengapresiasi. 6:48 Kemudian ada juga yang ee terlalu 6:51 semangat ya menyarankan agar Trump 6:53 mendapatkan piala apa piala apa e Nobel 6:56 gitu ya. Tapi saya pikir ee kita umat 7:00 Islam ini saya pikir tidak boleh ee apa 7:03 larut dengan euforia ini. Enggak boleh 7:06 larut dengan euforia ini. Karena 7:08 begitu disepakatin 7:10 sudah terjadi beberapa puluh orang ee 7:12 warga Gaza yang libur Israel 7:14 dan saya pikir 200 orang tentera Amerika 7:17 yang hadir yang katanya sebagai buffer 7:19 zone ya yang bisa melel menekan Israel. 7:22 He 7:22 tetap saya katakan bahwa kita harus 7:24 harus ragu ya. kita harus ragu, harus 7:26 harus ee apa ya, harus skeptis dengan 7:29 dengan kebaikan tandah petik ya, 7:31 kebaikan tanda petik dari Amerika. 7:32 Karena karena kita melihat selama ini 7:35 bahwa ee apa ya optimisme kita kemudian 7:39 ee rasa trust yang kita bangun tapi 7:43 realitanya bahwa Israel tidak tidak 7:46 menganggap sama hal seperti apa yang 7:48 dipikirkan oleh teman-teman atau 7:50 saudara-saudara kita di Palestina. Nah, 7:52 maka oleh sebab itu kita melihat juga 7:53 bahwa enam orang ee sosok ya yang sosok 7:56 yang ditawarkan oleh Amas untuk 7:58 dibebaskan itu kan tidak mau 8:00 membebaskan. Kemudian sampai ee yang 8:02 namanya jenazahnya Cahy Suar pun mereka 8:04 tidak mau menyerahkan. Ini menandakan 8:07 masangga bahwa dalam dalam bergening ini 8:10 Israel masih merasakan bahwa dia masih 8:12 di atas angin gitu loh. Jadi ini ini 8:14 memang tekanan-tekanan Trump gitu ya. 8:17 Bukan karena memang ee bukan memang 8:19 mereka ingin damai sebenarnya. Karena 8:21 kalau mereka ingin damai, apa yang 8:23 disodorkan oleh Hamas pasti mereka akan 8:26 mempertimbangkan untuk merealisasinya 8:28 kan bisa jumpa misalnya beberapa 8:31 tokoh-tokoh yang dianggap sangat keras 8:33 gitu dan 8:35 seperti Saadan misalnya atau Marwan 8:37 Maruguti misalnya atau Abdullah Marguti 8:40 dan lain-lain. Dan kalau memang dia 8:42 memang pengin damai memang akan 8:43 membebaskan itu. Tapi karena memang ini 8:45 tekanan memang tekanan Trump dan memang 8:47 juga AK atas ee negosiasi atau diplomasi 8:51 negara-negara Islam, maka Israel 8:53 menerima walaupun walaupun saya katakan 8:55 pada awal bahwa ini kita belum belum 8:58 terlalu bisa bereforia ya dengan tahap 9:01 pertama ini karena ada tahap pertama 9:02 tahapan-tahapan yang lain yang yang juga 9:04 itu sangat krusial untuk dilalui. 9:06 Misalnya masalah penyerahan senjata 9:08 misalnya kan. He. 9:09 Nah, di di perjanjian itu kan memang 9:11 Hamas harus dilucuti senjatanya kan. 9:13 Tapi pada perjanjian di Samsek itu 9:15 diskusi itu belum belum berlanjut. Jadi 9:17 masih pada diskusi pembebasan Sandra itu 9:20 bisa jadi pada tahap kedua ketiga itu 9:21 akan dilanjuti dengan diskusi-diskusi 9:24 yang sangat krusial. Karena dalam sebuah 9:27 diplomasi memang masangga itu memang 9:28 yang dibicarakan yang yang mudah-mudah 9:30 dululah, 9:30 tidak ada tidakala tapi setelah itu 9:32 tahap yang lebih berat dan lebih berat 9:34 lagi. Nah, makanya makanya ee saya pikir 9:38 sebagai ee umat Islam, sebagai warga 9:41 negara Indonesia yang konsern ee yang 9:44 membela Palestina, saya pikir ini harus 9:45 kita kawal terus sehingga ee belum boleh 9:48 ada yang namanya ee euforia total yang 9:51 bisa kita terima dari apa yang ee 9:54 dilakukan oleh ee Israel, 9:56 saudara-saudara kita di Palestina itu. 9:58 Itu itu yang kedua, Mas Angga. Dan yang 10:00 ketiga, Mas kita lihat bahwa 10:03 ee ada parti-partisipasi yang masif yang 10:06 dilakukan oleh ee warga Indonesia ya 10:09 terhadap ee terhadap ee Palestina ya. 10:12 Kemudian kita juga bisa melihat 10:14 bagaimana misalnya kekhawatiran kita 10:17 ee ketika kita mendengar adanya ee tim 10:21 renang ee tim senam Israel yang akan 10:23 datang ke Indonesia. 10:24 Kira-kira tiga atau hari lalu ketika itu 10:27 saya mendengar saya dapat informasi dari 10:28 teman saya. Saya kaget kusuran saya 10:30 kaget kaget karena saya enggak 10:32 membayangkan Indonesia menerima aplikasi 10:35 apa aplikasi ee untuk menjadi peserta 10:39 senam. Saya enggak nyangka ee bisa 10:41 menerima itu gitu loh. Artinya 10:43 sebenarnya pengalaman U-20 sebenarnya 10:45 ini kan bisa juga dijadikan sebagai 10:48 sandaran. Terus yang kedua, bagaimana 10:50 misalnya Prabowo bicara begitu lantang 10:52 ya dengan ya di depan podium itu juga 10:55 sebenarnya menjadi paduan. Terus yang 10:56 ketiga misalnya bagaimana misalnya 10:58 genosida di Gaza itu menjadi paduan bagi 11:01 federasi senam yang ada di di Indonesia 11:03 sebenarnya. Nah, ketika ada aplikasi itu 11:05 dia harus tegas untuk menolak pada awal. 11:08 He. 11:08 Nah, karena tidak menolak masang enggak 11:10 maka kan pemerintah mengambil sikap 11:12 tidak memberikan visa kan. Artinya apa? 11:14 Artinya federasi menerima mereka 11:17 menerima e mereka tapi karena pemerintah 11:19 tidak mengeluarkan visa maka mereka 11:20 tidak bisa datang ke Jakarta. Nah, ini 11:23 pelajaran yang juga kita bisa ambil 11:25 bahwa tidak semua tidak semua ee 11:27 orang-orang kita yang bisa memahami 11:30 duduk perkara, peristiwa atau kejadian 11:32 yang ada di Palestina. Nah, sebenarnya 11:35 ee pelajaran ini kan bisa kita tarik 11:38 Masangga bahwa 11:40 ee ada juga sebagian dari dari kita 11:43 menganggap bahwa jangan kita pisahkan 11:46 antara jangan dipisahkan antara ee 11:49 olahraga dengan politik. 11:50 Olahraga. 11:51 Artinya olahraga ya. olahraga politik ya 11:53 politik gitu loh. Ini jangan di di 11:55 dicampur dicampurkan. 11:57 Nah, maka orang-orang yang punya 11:58 pandangan seperti itu saya pikir ini 12:00 orang nih literasinya itu sangat minus 12:02 ya tidak melihat bagaimana 12:04 sepat terjang e Israel di tingkat 12:07 internasional misalnya ini saya pikir 12:09 kurang literasi. Nah, oleh sebab itu 12:11 saya pikir dengan respon yang cepat yang 12:14 dilakukan oleh Pak Yusril ini kita 12:17 mengapresiasilah karena pada awalnya 12:19 saya sudah sudah menduga ya bahwa eh 12:21 dalam hal ini USRIL akan pemerintah akan 12:24 mengambil eh sikap yang yang tegas 12:27 terhadap kontingen e Israel dan 12:30 alhamdulillah telah setelah kita 12:31 pertemuan atau rapat kita kom di UHAMK 12:34 I 12:35 kalau salai malamnya sudah dapat 12:36 informasi bahwa pemerintah menolak ee 12:38 kedatangan Israel Nah, ini satu 12:40 pelajaran Mas Angga bahwa 12:43 lapisan masyarakat Indonesia, kehadiran 12:45 Israel ini memang benar-benar sudah 12:47 menjadi satu momok yang bukan 12:49 menaklukkan momok yang membuat ee kita 12:52 ini memang enggak senang ya marah kita 12:54 dengan dengan 12:55 dengan apa dilakukan oleh Israel 12:57 terhadap ee warga Palestina. Nah, oleh 13:00 sebab itu ee karena sudah menjadi apa ya 13:03 fenomena 13:05 besar ya fenomena besar. Nah, sehingga 13:08 kita kita menganggap bahwa ini adalah 13:11 efek daripada kekejaman yang dilakukan 13:13 Israel di Gaza ini. Ini efek bola salju 13:16 ini, Mas Angga. 13:17 Nah, kalau U20 kemarin itu kita kan 13:19 capek ituak capek kita untuk meyakinkan 13:22 publik bahwa 13:23 iya 13:23 bahwa ee kita harus menolak U20 kan. 13:26 Walaupun akhirnya ini kan PDIP secara 13:28 tegas untuk menolak itu kan. Tapi andai 13:29 kata PDP, Gubernur Bali dan Gubernur ee 13:33 Jawa Tengah tidak menolak, saya pikir ee 13:36 akan datang itu ee U2 13:39 ini. Ini saya pikir ini salah satu 13:41 hikmah yang bisa kita ambilangga bahwa 13:44 ee masyarakat kita ini telah memahami 13:47 dulu persoalannya. Walaupun ada sebagian 13:50 dari warga Indonesia yang saya pikir 13:52 masih minoritas ya, yang masih 13:54 menganggap bahwa Israel ini adalah 13:55 negara pilihan, bahwa Israel itu adalah 13:57 negara yang paling demokratis. Israel 13:59 adalah negara yang paling kuat. Tapi 14:01 dengan berbagai macam peristiwa yang 14:03 yang dialami yang kita lihat sendiri ini 14:06 kita mengambil kesimpulan bahwa warga 14:09 kita ini sudah sudah paham dulu 14:11 persoalan yang terjadi di Palestina yang 14:12 dulunya mungkin dia ragu-ragu melihat ee 14:15 Israel tapi dengan hari ini mereka sudah 14:17 punya satu ee sikap yang jelas terhadap 14:19 Israel dan juga kita bangga dan kita 14:22 bersyukur ee Mas Angga banyak di antara 14:25 artis kita, influencer kita, Selegram 14:28 itu 14:28 yang memang dengan dengan antusias 14:31 mereka itu ikut berpartisipasi 14:33 sehingga dalam event-event besar 14:34 Palestina mereka juga memberikan syiar 14:37 lah ya syiar 14:38 ee untuk bisa mendukung e perjuangan 14:41 kemerdekaan Palestina. Ini satu hal yang 14:43 luar biasa 14:44 ketika kita konversi pres diuhamka ni 14:46 hadir ee misalnya Zakia Mekam misalnya 14:49 ada Mbak Wanda Hamidah. Saya pikir ee 14:52 apa yang beliau katakan atau beliau 14:55 paparkan narasi-narasi beliau menurut 14:57 saya ini sangat cukup luar biasa 14:58 masangga dengan apa ya dengan dunia yang 15:00 saya pikir kalau kita ini kan dunia 15:02 berbeda ya tapi beliau kan punya dunia 15:04 sendirian ya tapi punya punya pandangan 15:07 yang menurut saya itu apa ya tegas 15:11 dan lugas terhadap Israel dan 15:13 orang-orang pendukung Israel saya 15:14 pikirin sesuatu hal yang luar biasa ee 15:17 nah makanya kita undang ee Wanda Anda di 15:20 sini dan mungkin ke depan ee kita juga 15:22 akan menampilkan juga ee teman-teman ee 15:24 Telegram atau orang influencer yang 15:26 punya komitmen kemanusiaan masangga 15:28 terhadap Palestina ini sehingga ini 15:30 terawat terjaga kan terjaga enggak 15:32 enggak enggak hilang enggak biak karena 15:35 karena memang untuk bisa merawat ini kan 15:37 membutuhkan kerja keras semua kita nih 15:39 Mas Angga. Iya, 15:40 saya pikir untuk prolog itu masang 15:41 enggak saya kembalikan lagi. 15:42 Baik, Dokter Band Prolog dengan update 15:46 terkini juga gitu ya di malam hari ini 15:49 menyurakan dukungan untuk Palestina. 15:51 jangan kendor, jangan padam. Walaupun 15:53 sekarang sudah disepakati gejatan 15:56 senjata gitu ya, tetap waspada. Dan juga 15:59 ee kita lihat sekarang ee berita terbaru 16:03 gitu ya ee Dr. Band, media begitu 16:07 menyoroti proses pelepasan para tawanan 16:10 baik yang ditawan dari pihak ee Zionis 16:13 Israel maupun dari pihak Palestina itu 16:16 sendiri. Dan kita juga ee melihat di 16:18 sini ee kalau dari pergerakan para e 16:22 aktivis salah satunya adalah yang 16:24 tergabung dalam ee aksi global sumut 16:28 flotila gitu ya. Yang gabungan dari 16:31 berbagai negara itu kan masih ada ya 16:32 beberapa yang ditahan oleh eh Zionis 16:34 Israel. Dan di malam hari ini, Ikhwan 16:36 Akhwat, kami menghadirkan ee salah satu 16:39 dari tiga relawan yang ee kemarin 16:43 beberapa pekan yang lalu menjalani misi 16:47 eh Global Sumud Flotila gitu ya, 16:50 Muhammad Fraturrahman dan juga Wanda e 16:52 Hamidah yang dalam perjalanan 16:55 menggunakan kapal gitu ya dengan 16:58 dinamikanya yang macam-macam ee sampai 17:00 ke Italia gitu ya sampai ke Italia 17:04 walaupun Walaupun mereka tidak sampai ke 17:05 Gaza, tapi perjalanan mereka ini tidak 17:08 sia-sia mengingat saat para militer 17:11 Israel berfokus untuk memblokade 17:14 perjalanan aksi global Sumut e Flotila, 17:18 warga Gaza tuh sudah berbondong-bondong 17:20 menanti ee mereka gitu ya. Dan usaha ini 17:24 cukup sangat-sangat membuat Zionis 17:27 Israel khawatir, ketar-ketir gitu ya. 17:30 Dan ternyata sorotan dunia juga luar 17:33 biasa dari aksi relawan kemanusiaan ini 17:37 yang dilihat oh ini enggak bukan bukan 17:40 main-main ini. Ini adalah misi luar 17:41 biasa gitu ya. Gabungan dari berbagai 17:43 negara dengan dinamikanya mereka turun 17:46 gitu ya lewat jalur laut dan 17:49 pengalamannya seperti apa ikhwan akhwat? 17:52 Mari kita dengar dari seorang Muhammad 17:54 Furrahman, anak muda dari Depok gitu ya, 17:56 yang menjalankan misi ini diutus oleh 17:59 Aqso Working Group. Silakan Muhammad 18:01 Faturrahman eh bisa di-sharing kepada 18:03 kita semua kepada pendengar dan ikhwan 18:05 dan akhwat tafadol 18:07 ya. Ee terima kasih ee Mas Angga atas 18:11 kesempatannya untuk bisa berbicara ya, 18:15 berbagi pengalaman terkait dengan ee 18:18 beberapa ee kegiatan yang kita alami 18:21 kemarin dalam misi ee global sumut ee 18:25 flotila. 18:27 Memang ee misi ini sendiri ee mengadopsi 18:30 nama dari ee sumut bahasa Arab yang ee 18:34 berartikan keteguhan, ketabaran eh 18:37 ketabahan, kesabaran yang menggambarkan 18:40 e rakyat Palestina itu sendiri ya dengan 18:43 ee kurang lebih 8 ee dekade ee mereka di 18:48 ee 18:50 ee di blokade. Kemudian ee sekitar 730 18:55 hari atau 2 tahun terakhir mereka 18:58 digenosida total oleh Zionis Israel. Ya 19:01 tentu ini ee menyayat hati ee bukan lagi 19:05 agama, namun ini sudah ee isu dunia 19:07 dengan apa yang terjadi di Gaza. Ee kita 19:10 mengadakan 19:12 ini dengan persiapan berbulan-bulan 19:14 panitia ee mengadakan ee campaign salah 19:17 satunya di Indonesia melalui ee Sumut 19:20 Nusantara. kita bergabung dengan 19:22 menggunakan beberapa armada yang ee 19:25 disiapkan melalui Darur Laut. Ee sekitar 19:28 tanggal 28 Agustus ee kami berangkat ee 19:31 ke Tunisia. Memang untuk ee 19:34 keberangkatan ee kapal ini itu dimulai 19:37 dari beberapa tempat. Yang pertama dari 19:39 Barcelona, Spanyol itu titik awal 19:42 keberangkatan. Ee kemudian di Tunisia 19:45 itu sendiri ee menjadi ee pemberhentian 19:49 ee dan melanjutkan nanti ke Yunani untuk 19:52 bergabung dengan armada yang lainnya. ya 19:55 dijadwalkan 19:57 kita itu melakukan training awal ee 20:00 pembekalan aktivis sekitar 2 hari ee di 20:04 bawah ee komando atau di bawah nawongan 20:08 penuh dari stering komite global ee 20:11 sumut global sumut eh flotila yang 20:13 dihadiri oleh 47 negara baik dari Asia, 20:18 Eropa maupun ee dari negara ee timur itu 20:21 sendiri. 20:22 banyak aktivis bahkan dari teman-teman 20:24 Turki ee Indonesia, Malaysia ee Maroko, 20:29 Aljazair itu banyak sekali dan 20:31 teman-teman di Eropa juga tidak kalah 20:33 banyak. salah satusnya kita lihat ya 20:35 aktivis yang ee senior bisa dibilang 20:37 senior bagi saya seperti Avila, kemudian 20:41 Tanberg juga cucunya ee Nelson Mandela 20:44 itu juga turut hadir ee di pelayaran 20:48 kali ini. Itu menambah semangat kami. 20:50 Banyak orang-orang penting yang ikut ee 20:53 menyuarakan ee pelayaran ini ya. sekitar 20:57 hampir 500 aktivis berangkat ee total 21:02 dengan menggunakan 47 secara total 21:04 armada. Namun yang bisa berlayar sampai 21:06 ke Gaza sekitar 42 ee armada kapal. 21:10 Dengan berbagai jenis kapal, baik kapal 21:12 mesin, kapal layar ee dan lain 21:15 sebagainya ya. kita ee berusaha menembus 21:19 ee pengepungan ilegal yang masih ee ada 21:22 sampai saat ini yaitu di ee tanah Gaza 21:26 dengan satu tujuan yang sama ya tadi 21:27 membuka blokade dan memberikan bantuan 21:30 kemanusiaan secara langsung ee kepada 21:33 Gaza. Ya, kita tahu ya bantuan 21:34 kemanusiaan di Gaza itu sebenarnya ee 21:37 tidak kurang. Namun karena terbatasnya 21:39 akses yang bisa ee masuk ke dalam Gaza 21:42 yaitu merupakan ee kekurangan dari 21:45 menggunakan jalur darat. Kita lihat ee 21:47 ratusan ee ribuan ton ee bantuan 21:50 kemanusiaan ee berhenti atau tidak bisa 21:53 masuk di ee Mesir, di Jordan dan ee 21:56 sebagainya ya. kita mencoba jalur laut 21:59 dan ini bukan pertama kali flotila itu 22:01 atau pelayanan laut itu dilaksanakan 22:03 sejak 2008 22:05 ee sudah dilaksanakan bahkan ee senior 22:10 kami eh almarhum e Nur Ikhwan Abadi yang 22:14 dulu menjadi pelopor juga pelayaran pada 22:16 Mafi Marmara yang seperti tadi dikatakan 22:18 drter B ya memang itu menjadi cikal 22:22 bakal semangat bagi saya pribadi juga 22:24 teman-teman lainnya di seluruh dunia 22:26 untuk bisa berlayar menembus ee 22:28 pengepungan yang dilakukan oleh Zionis 22:30 Israel. Sampai saat ini kita berlayar ee 22:34 saya pribadi dengan polemik yang ada di 22:36 Tunisia ee mundur sekitar 2 minggu lebih 22:39 dari jadwal yang di ee jadwalkan. 22:44 Sekitar tanggal belan ee kami baru bisa 22:47 berlayar menjadi kapal terakhir saya 22:49 dengan menggunakan ee jenis sailing boot 22:51 yang berlayar dari Indonesia menuju ee 22:54 Italia. Namun memang ee pada saat ee 22:59 keberangkatan itu bukan suatu hal yang 23:02 mudah. Nah, ini yang ee saya pegang 23:05 teguh kalau tidak adanya motivasi dari 23:07 diri sendiri dan dukungan doa dari para 23:10 ikhwan akhwat sekalian mungkin ya ee 23:14 bawaannya mungkin menyerah, capek, dan 23:16 sebagainya. Namun tadi ya motivasi saya 23:19 dari para penasehat ee itu dikuatkan dan 23:23 yang menjadi pegangan saya betul adalah 23:24 surah at-Taubah itu ayat 38. Sampai 23:28 sekarang saya memegang itu teguh sekali 23:30 karena ya bagaimana bisa kita hidup di 23:33 dunia yang Allah ee memberikan ketetapan 23:36 kita untuk beribadah kepadanya tapi kita 23:39 lebih cinta dunia daripada panggilan 23:40 jihad. Maka dari itu ee bangkit semangat 23:44 saya untuk meninggalkan segala kesibukan 23:46 dunia, untuk melepas segala ee 23:51 ee 23:52 kerjaan dan sebagainya untuk bisa 23:54 beramal saleh ee membantu 23:58 saudara-saudara kita yang berada di 23:59 Gaza. 24:00 Hm. 24:02 Kemudian ee di perjalanan sendiri ya 24:05 kita tahu bahwasanya ee Israel tidak 24:08 diam dengan adanya pelayaran ini. Mereka 24:11 cukup cemas dan mereka saya yakin takut. 24:14 Maka dari itu pada saat lepas dari 24:16 Barcelona, kapal-kapal sudah diintai 24:18 dengan drone-drone yang mengawasi di 24:20 atas-atas kapal ee global eh flotila. 24:23 Kemudian pada saat di Sidusa Itia yang 24:28 sempat ramai di internet, dua kali bom 24:32 ee jatuh yang dijatuhkan menggunakan eh 24:34 drone yang diduga ee dijatuhkan dari 24:37 drone-drone eh J Israel dan sekutunya. 24:40 Nah, ini ee kita di situ sudah tahu akan 24:44 resiko yang kita hadapi ke depannya ya. 24:46 Bahkan tadi kalau kata Dr. Band, saya 24:49 takut nih kalau teman-teman nanti akan 24:51 sama ceritanya seperti 24:52 pendahulu-pendahulunya 24:54 masuk ke dalam jeruji besi milik Zionis. 24:56 Ya, kita memang menyadari hal itu. 24:58 Bahkan ee teman-teman di lapangan itu 25:00 sudah mempertaruhkan ee nyawanya untuk 25:03 ikut dalam ee misi ini karena ya misi 25:05 ini tidak ada yang menjamin keselamatan. 25:07 Semua tahu resikonya. ee bahkan sebelum 25:10 berlayar pun sudah ada ee apa ya yang 25:14 menjatuhkan mental kami dengan 25:15 drone-drone seperti itu. Namun kita 25:17 tidak diam, kita tidak takut dan ee kita 25:20 terus berlayar, kita tidak bisa melihat 25:23 ee kezaliman yang terus terjadi di bumi 25:26 Palestina, bumi para nabi, ya para 25:29 aktivis lainnya juga sama. kita saling 25:31 menguatkan satu dengan lainnya dan ya 25:33 kita tetap berlayar apapun yang terjadi. 25:36 Kemudian ee pada saat di perjalanan ee 25:40 kapal kami itu mengalami banyak ee 25:43 masalah pada awalnya tidak bisa berlayar 25:47 tepat waktu. Dijadwalkan tanggal 19 25:49 kapal kami bisa berlayar. Namun karena 25:52 adanya ee keributan dari kapten dan 25:56 teman aktivis yang menyebabkan kapten 25:59 pergi. Jadi sempat ditahan di ee 26:01 kepolisian setempat sekitar 1 malam baru 26:04 di tanggal 20 kita bisa e bertolak dari 26:06 prabuhan Sidusai Punisin. Ee di awal 26:09 perjalanan kami, jangkar kapal kami ee 26:12 pada malam hari pertama pelayaran itu 26:15 mengalami trouble karena macet dan tidak 26:19 bisa menggulung kembali dan mengharusan 26:20 kami membuang jangkar tersebut yang ya 26:23 membuat kami mau enggak mau harus bisa 26:25 mengkondisikan kapal dengan cara ee kita 26:29 enggak bisa berhenti di tengah laut, 26:31 harus bersandar kalau ingin ee betul 26:33 berhenti karena cuaca pada saat itu juga 26:35 kurang baik, gelombang dan angin cukup 26:38 ee ee tinggi dan cukup kencang dalam 26:40 harisan kami berhenti esok harinya di ee 26:42 di pelabuhan yang berada diia kembali 26:45 dikarenakan memang kerusakan pada ee 26:47 layar kapal. Jadi ee kapal kami ini 26:50 berjenis siling boot ee kapal yang 26:52 berukuran kecil hanya diisi oleh en 26:54 orang dari empat warga negara. Saya dari 26:57 Indonesia sendiri kemudian ada teman 26:59 dari eh Mauritania tiga orang, Alzahir 27:03 satu orang dan kapten itu sendiri dari 27:05 Tunisia. Nah, kapal kami mengalami 27:07 kerusakan. Pertama tadi di jangkar yang 27:10 rusak, kemudian layar yang ee patah 27:13 pinnya kami memperbaiki memanjat ee 27:17 tiang kapal tersebut untuk bisa 27:19 memasangkan kembali. Dan sekitar 5 hari 27:22 pelayaran, 6 hari pelayaran kami baru 27:24 sampai di e pulau ee Sicilia. Nah, ini 27:28 pulau Silia ee tempat berhentinya 27:31 kapal-kapal global e Sumut Flotila untuk 27:34 mengisi bahan bakar dan ee mempersiapkan 27:37 pelayaran kembali sebelum masuk nantinya 27:40 ke ee tempat yang lebih ee berbahaya 27:45 dari sebelumnya. Kalau dari ee Tunisia 27:47 ke Sicilia masih terhitung cukup aman 27:50 walaupun memang ee ya tidak bisa 27:52 diperkirakan segala sesuatunya, segala 27:54 ke ee situasi bisa terjadi. Namun yang 27:58 dari Sicilia menuju ee ke Gaza nanti 28:00 yang akan menjadi ee titik sentral dari 28:03 pelayaran ini. Bahkan pada saat di 28:06 mendekati pulau ee kereta ya, bertolak 28:09 dari kereta ee kapal-kapal lain pun ee 28:12 disabotase dengan ee ada sekitar terjadi 28:17 penyerangan dengan drone sekitar 10 28:18 kapal yang ya bisa kita lihat videonya 28:22 cukup ee menakutkan dan mencekam dengan 28:25 dijatuhkan bahan-bahan peledak di atas 28:27 kapal ya, merusak ee layar kapal 28:30 kemudian ee ee membuat sinyal tidak 28:34 stabil di jammer merusak ee CCTV dan 28:38 sebagainya. Yang kita tahu kemungkinan 28:41 ini akan terus ee terjadi sampai kita 28:43 akan e mendesak masuk ke zona merah. 28:45 Karena panitia sebelumnya sudah 28:47 menentukan zona-zona ee dua zona yaitu 28:51 zona kuning dan zona merah yang 28:52 didasarkan pada pengalaman-pengalaman 28:54 sebelumnya seperti di Andala, Medlin, 28:57 Mavi Marmara dan sebagainya. ini yang 28:58 menjadi tolak ukur kita untuk memberikan 29:01 ee penandaan pada ee pelayaran ini. Juga 29:04 begitu. Di Tunisia eh di Sicilia sendiri 29:08 sekitar enam kapal tidak bisa 29:10 melanjutkan ee perjalanan. Salah satunya 29:12 kapal kami. Ee kalau kapal kami memang 29:16 ee ada ee seri komite mengatakan tidak 29:19 bisanya melanjutkan perjalanan karena 29:22 pertama kapten kapal kami menghilang. ee 29:25 sudah 5 hari menghilang dari semenjak 29:28 berlabuh di ee Porto Palo ini. Kemudian 29:32 kapal yang hendak berangkat saat itu 29:35 difokuskan kapal berjenis mesin ya. 29:38 Karena jarak yang terpau cukup jauh itu 29:41 membutuhkan waktu yang e sesegera 29:43 mungkin untuk bisa sampai bergabung 29:45 dengan ee rombongan di depan dan kapal 29:48 kami memiliki keterbatasan kecepatan 29:50 yang rata-rata harusnya bisa di delapan 29:52 knots ke atas. kapal kami hanya bisa di 29:55 ee lima knotes kurang gitu karena 29:57 ketergantungan dengan angin. Nah, 29:59 kemudian juga kapal lainnya seperti 30:01 kapal Yamen 30:03 ee Kaiser ee Aladin itu mengalami 30:06 beberapa kendala teknis ya di kapal 30:08 Wanda itu kapal keiser mengalami 30:11 kebocoran pada bagian kapal d kapal jadi 30:14 mengharuskan ee dia diperbaiki. Nah, 30:17 setelah diperbaiki dengan beberapa kapal 30:19 yang sudah diperbaiki sekitar tiga kapal 30:22 waktu itu akan hendak berlayar kembali 30:25 di akhir ee September. Ee namun baru 30:28 beberapa notil mile dia berlayar terjadi 30:31 kembali ee masalah yang sama dan 30:33 mengharuskan mereka kembali ee ke ee 30:36 pelabuhan Porto Palo untuk memperbaiki 30:39 ee kapal tersebut. Ya, jadi memang 30:42 ee kita di lapangan tuh dihadapi oleh 30:45 banyak ee ujian. Bukan hanya ujian ee 30:48 teknis, namun juga ujian ee keadaan ya. 30:51 Kita pada saat hendak dilakukan 30:53 pelayaran itu sampai tiga kali lebih 30:57 list nama dicatat, 30:59 tidak ada nama saya pribadi dan ee saya 31:02 situ tidak berkecil hati. ee teman-teman 31:05 dari presidium AWG khususnya menguatkan 31:08 dan bilang kita bakal tunggu kapal itu 31:10 berlayar baik dengan saya di atasnya 31:12 ataupun tidak dengan saya. Jadi kita 31:15 menunggu betul dan yang lain pun optimis 31:17 bahkan sampai tidur di emperan pelabuhan 31:20 untuk menunggu berharap giliran mereka 31:23 dapat terpanggil namanya untuk ikut 31:24 berlayar e ke atas kapal. 31:26 H 31:27 ya. Namun memang misi ini bukan siapa 31:30 yang di atas kapal ya. semua orang 31:32 menginginkan ikut untuk bisa turut 31:35 berpartisipasi ee berlayar. Namun yang 31:38 kita ambil adalah ee apa sih tujuannya? 31:42 Yaitu untuk membuka blokade e Zionis 31:45 Israel yang masih dilakukan sampai 31:47 sekarang. Baik dengan siapapun itu ya 31:49 sebenarnya kita men-support. Namun 31:51 dengan semangat teman-teman di lapangan, 31:53 kita bisa melihat tidur dengan alat 31:56 seadanya, dengan slepping back matras di 31:58 pinggir-pinggir pelabuhan dengan yang 32:00 usia ya mungkin jauh lebih tua dari saya 32:02 yang lambut sudah beruban. Ya itu 32:04 menandakan begitu semangatnya mereka, 32:06 begitu antusiasnya mereka untuk bisa 32:09 ikut ee pelayaran ini ya. Karena 32:11 didasari ee bagi yang muslim, didasari 32:14 rasa ee agama, saudara, karena muslim 32:17 satu dan muslim lainnya adalah saudara. 32:19 Jadi ee kita mengusahakan apapun yang 32:22 kita usahakan untuk bisa ee dilakukan 32:26 kepada saudara-saudara kita di Gaza juga 32:29 untuk yang nonmuslim didasari rasa 32:30 kemanusiaan. Karena ya kita tahu ya di 32:33 abad ini tidak ada ee lagi peperangan 32:37 yang lebih biadab, yang lebih hina yang 32:39 dilakukan oleh Jonas Israel kepada ee 32:43 warga Palestina atau warga Gaza. Ini 32:45 adalah genosida bukan lagi perang ya. 32:47 Kalau perang yang kemarin disampaikan 32:49 itu waktu eh tuven Aqsa di Rasil juga 32:53 itu bukan militer sesama militer. Kalau 32:56 perang iya militer sama militer. Tapi 32:58 kan yang yang terjadi di Gaza itu 33:01 masyarakat dengan militer. Ini bukan 33:03 perang. ini adalah sebuah ee pembantaian 33:06 yang nyata di abad 21 ini. 33:09 Oke. Oke, [tertawa] Mas Batur 33:12 [terkesiap] 33:13 waktu pas ini saya ee ngecek ya beberapa 33:17 pemberitaan gitu ya ketika ee tiba di 33:21 tanah air menyampaikan meskipun 33:23 perjalanan tidak tuntas sampai ke 33:26 Palestina, tapi semangat 33:28 semangat dukungan para relawan ya ee 33:33 khususnya ini Mas Batur dan juga Mbak 33:35 Wanda Hamidah enggak akan padam bahkan 33:39 menyala terus gitu. Saya masih ingat 33:41 gitu ya, tetap akan hidup gitu 33:43 menyuarakan ini. Oke, kita sudah 33:44 terhabung ini dengan Mbak Wanda Hamidah. 33:47 Asalamualaikum Mbak Wanda. 33:49 Waalaikumsalam warahmatullahi 33:51 wabarakatuh. Asalamualaikum semuanya. 33:54 Iya, kita ini udah on air dari jam 0.00 33:57 ya, Dokter Ben ya, Mama. Mama Fatur ya. 34:01 Wah, maaf, Dokter. Maaf. 34:04 Iya. [mendengus] 34:05 Oke, terima kasih Mbak Wada sudah 34:06 bergabung. Eh, sebelum ke Bawada, saya 34:09 akan tadi ke Fatur dulu ya. Bagaimana 34:11 Fatur melihat gitu ya, ada beberapa nama 34:15 kan contoh kayak Greta gitu, Pedro yang 34:18 dia itu bukan pertama kali turun tuh di 34:20 Global Sumut kemarin, tapi bahkan 34:22 beberapa kali gitu ya. Kok bisa sih 34:24 mereka tuh beberapa kali? Sebenarnya itu 34:27 semangat apa sih dilihat yang dilihat 34:29 sama Fatur gitu ya dari negara barat, 34:32 anak muda juga gitu ya. mereka emang 34:34 enggak punya cerita-cerita lain apa gitu 34:36 selain ee memperhatikan orang-orang di 34:39 Gaza gitu ya. Apa yang lihat Fatur dalam 34:42 apa dalam ee yang dilihat langsung 34:45 ketika kemarin tuh? [berdehem] 34:47 Iya. Ya, memang yang saya lihat langsung 34:50 ee seorang 34:52 dengan ee keluarga yang dia miliki masih 34:54 terus berupa ya untuk bisa ikut ee dalam 34:57 aksi-aksi ee solidaritas Palestina, 35:00 pelayanan-pelayaran ini ya. Yang saya 35:02 lihat yang paling utama sih didasari 35:04 atas rasa kemanusiaan ya. Karena ya bisa 35:07 kita lihat langsung ee di Gaza apa yang 35:09 dilakukan oleh Zionis Israel itu tentu 35:11 tidak manusiawi. Itu di luar dari 35:13 peradaban. Kalau ee kata teman-teman 35:16 saya mengutip itu di luar dari peradaban 35:18 yang ada. Bagaimana bisa kita 35:20 menyaksikan suatu pembantaian yang live 35:23 disaksikan oleh seluruh masyarakat dunia 35:26 terjadi dan kita masih berdiam diri 35:28 membisu gitu ya. Tentu kita tidak ingin 35:30 hal itu terjadi di muka bumi ini. Saya 35:34 melihat juga ee Greta ee dia bilang pada 35:37 pidatonya bahkan sepulangnya dia dari 35:39 penjara di Israel, "Saya bukanlah 35:41 seorang pahlawan." dia berkata ini 35:43 adalah be minimum atau 35:46 ee usaha atau kesadaran yang harus 35:48 dimiliki oleh setiap masyarakat dunia ee 35:50 dengan apa yang terjadi. Jadi ee ini 35:53 bukan perwakilan. seharusnya seluruh 35:55 warga negara, seluruh masyarakat dunia 35:57 bisa menjadi bagian ee dari ee 36:00 aktivis-aktivis ini. Jadi bisa ikut 36:02 berpartisipasi karena ya kita tahu ee 36:05 hal-hal yang dilakukan oleh Jens Israel 36:07 itu biadab dan hina sekali. ee mereka 36:10 dengan ee pengecutnya menggunakan ee 36:13 seragam ee anti peluru dengan 36:15 menggunakan tank-tank lapis bajanya 36:17 mereka menembak warga sipil yang bahkan 36:20 entah apa dosa ee mereka ini sampai 36:24 diluluahkan 36:25 ee ditembak ee dihancurkan di ee bom 36:29 rumah-rumah mereka dan itu sesuatu 36:31 kekejian yang masih kita saksikan sampai 36:34 saat ini. Dan itu ee saya rasa ee ini 36:36 bukan isu agama, ini adalah isu 36:39 kemanusiaan yang ee semua dunia harus 36:41 melihat, semua dunia harus tahu dengan 36:42 apa yang terjadi di ee Gaza dan ini 36:45 adalah usaha bminimum dari setiap 36:48 masyarakat yang harus ee mereka miliki 36:50 untuk peduli terhadap ee Palestina. 36:53 Oke, Fatur. Selanjutnya saya akan ke 36:57 Mbak Wanda 36:59 ee yang sekarang begitu disorot sebagai 37:02 seorang e aktivis gitu ya. Eh, selain 37:05 kita sudah mengenal juga sebagai 37:07 politisi. Kalau saya karena awal jadi 37:10 presenter juga sering ee nonton Mawanda 37:13 jadi seorang presenter TV gitu ya. Dan 37:16 sekarang menjadi seorang aktivis. 37:18 Mawanda tadi dalam pembukaan Dr. Band 37:20 menyampaikan bahwa ketika global Sumut 37:22 Flotila dengan eh tiga orang Indonesia 37:26 yang masih muda-muda ini ada Fatur, ada 37:28 Husein dan juga ada Mbak Wanda. Dr. Band 37:30 tuh keingat waktu pas mafi marmara gitu 37:33 ya. ada relawan gitu ya ee dari 37:35 Indonesia juga. Di antara yang sangat 37:37 dekat almarhum ee ee Nur Ikhwan Abadi 37:42 dan juga Mbak ee apa Nur Nurfitri Tahir 37:45 gitu ya yang memang ee dalam ee satu 37:48 kegiatan bersama gitu ya terbayang gitu 37:51 ketika kemarin ada nama Fatur, ada nama 37:53 Bawanda ini kalau ketangkap Israel 37:54 gimana gitu kalau mereka ditahan gitu ya 37:57 bahkan sampai enggak bisa pulang gitu 37:59 ya. Nah, Mbak Wanda, kita ingin tahu 38:01 sebenarnya ee yang bisa membangkitkan 38:04 gitu ya, semangat menyuarakan perjuangan 38:07 ee Palestina selain selain dari seorang 38:11 pemuka agama atau dari seorang akademisi 38:14 gitu ya, nih ada anak-anak muda, ada 38:17 influencer, ada orang terkenal, ada 38:19 artis gitu ya yang sebenarnya mereka 38:21 juga bisa bisa gitu bergerak gitu ya 38:23 diingatkan gitu ya tentang masalah Gaza 38:25 ini. Pandangan dari seorang Wanda 38:28 Hamidah ketika kami kemarin memutuskan 38:29 menjadi aktivis Global Smut Flotila. Apa 38:32 yang bisa dibagikan kepada kita semua 38:34 nih Mbak Wanda, kepada pendengar dan 38:36 juga pemirsa. 38:38 Oke. Ee asalamualaikum warahmatullahi 38:40 wabarakatuh. Yang saya hormati para 38:42 pembicara dan semua partisipan yang 38:45 hadir pada malam hari ini. Ee kalau 38:48 ditanya ee sebetulnya saya memulai 38:51 aktivitas humanitarian atau kemanusiaan 38:53 ini ee mungkin enggak baru Palestina, 38:57 tapi semenjak ee sebelum 98 dan ikut 39:00 terlibat dalam meruntuhkan rezim 39:03 Oh. 39:03 Yang juga zalim. 39:04 Iya. Iya. di tahun 98 dan sudah 39:07 berhadapan dengan ee senjata tentara, 39:11 polisi, peluru tajam, tank, dan 39:13 lain-lain gitu. Jadi ee 39:17 berjuang untuk mereka yang ee lemah, 39:20 berjuang untuk mereka yang ee tidak bisa 39:25 ee berbicara dan kita punya kemampuan 39:29 untuk berbicara, kita punya kelapangan 39:32 ee dikasihkan Allah ee akal. sehat, 39:35 hati, nurani, ilmu. Apalagi dalam Islam 39:39 ee ada Al-Qur'an, ada hadis, kita punya 39:43 akidah gitu rasanya. 39:47 Ee tadi pertanyaan buat Fatur juga aku 39:50 pengin jawab. Rasanya 39:51 Heeh. He. 39:52 Malu sekali kita kalau ee kita tidak 39:56 bisa melakukan apa-apa 39:59 terhadap saudara saudara kita baik 40:01 sebangsa ataupun setanah air ee maupun 40:06 negara-negara lain yang sedang ditindas, 40:09 dijajah, dan dizalimi. Dan pada saat ini 40:13 yang terjadi paling parah adalah setelah 40:16 holocaust itu genocide. genosite yang 40:18 terjadi di Palestina 40:20 eh yang terjadi pada saudara-saudara 40:23 kita. Nah, kalau saya lahir di era 40:25 Holocaust, I will do the same thing. 40:27 Saya akan lakukan hal yang sama walaupun 40:30 itu bukan ee saudara-saudara saya dalam 40:33 iman, gitu. Apalagi 40:36 saat ini saudara-saudara kita dalam 40:39 iman, gitu. Makanya seperti Greta 40:42 sebetulnya dia enggak perlu melihat 40:43 bahwa ini muslim atau tidak muslim. 40:46 seperti saya juga akan melakukan hal 40:48 yang sama kalau saya lahir di era 40:50 Holokus. Saya enggak melihat itu muslim 40:52 atau bukan muslim, pasti saya akan 40:54 melakukan perjuangan 40:56 yang sama dengan yang saat ini ee saya 40:59 lakukan untuk Palestina. Ee itu pertama. 41:03 He. 41:03 Dan yang kedua kalau kita lihat ee 41:05 aktivis aktivis internasional yang 41:08 notabnya nonmuslim itu membuat saya ee 41:12 malu hati juga sebagai seorang muslim 41:15 ya. Karena harusnya perjuangan kita 1000 41:19 kali lipat lebih jauh, lebih besar, dan 41:22 lebih berat daripada mereka gitu. Tapi 41:24 mereka melakukannya dengan 41:27 hati yang gembira, dengan hati yang 41:29 tanpa tanpa takut sama sekali. Dan 41:32 sebelum grade A kita sudah ditunjukkan 41:35 aktivisme ee warga 41:39 warga nonmuslim yang contohnya beberapa 41:42 tahun lalu dan ini enggak sekali terjadi 41:44 dilakukan gitu ya. ini terjadi ee kalau 41:47 masih ingat saya lupa namanya siapa yang 41:50 perempuan meninggal di bulldozer oleh 41:53 Israel Rachel Cor 41:55 Rachel Kori gitu itu kan merinding 41:58 banget diaak padahal dia enggak tahu 42:00 konsep jihad fisabilillah itu apa gitu 42:04 tapi Allah mengkaruniakan hati yang ee 42:09 lebih terbuka ee jiwa yang lebih 42:12 terbuka, hati yang lebih bersih. Mohon 42:14 maaf. 42:16 yang dikaruniakan 42:18 lebih dari umat Islam yang ada pada saat 42:22 ini. Kalau saya melihat konstelasi 42:24 global politik pada saat ini ya, yang 42:26 bahkan 42:27 negara-negara 42:29 Arab atau Uni Emirat Arab hanya berdiam 42:33 diri saja gitu. Dan kalau kita lihat ini 42:35 enggak dilakukan oleh Greta, Tiago, 42:38 Francesca. Tapi kalau teman-teman lihat 42:41 juga dilakukan oleh pemimpin 42:43 negara-negara Amerika Selatan. 42:45 Iya. Iya. 42:46 Ya. Kuba, Brazil, Spanyol, Colombia itu 42:50 luar biasa. Dan mereka nota B-nya juga 42:54 bukan negara muslim, tapi pembelaannya 42:57 jauh lebih banyak dan lebih besar 42:59 daripada negara kita sendiri. 43:01 H 43:02 secara government ya. Secara government 43:03 ya, gitu. Jadi ee itu yang kedua. 43:07 Kemudian yang ketiga adalah 43:10 ee kembali lagi apa yang diajarkan ee 43:13 orang tua saya, apa yang ilmu yang saya 43:17 ketahui dari kajian-kajian yang yang 43:21 saya ikuti juga gitu. Bahwa ee hidup 43:26 kita ini buat kaum muslim kan bukan 43:30 bukan di dunia ya. 43:31 Heeh. Heeh. 43:33 hidup yang abadi kita dunia ini kan 43:35 panggung panggung sandiwara. Dunia ini 43:38 hanya sementara yang menentukan nanti 43:41 kita akan berada di mana setelah ee kita 43:45 meninggal dunia. Jadi balik lagi ini 43:47 adalah pilihan. 43:48 Jadi kalau dibilang bahwa 43:51 iya betul tidak betul gini dalam arti ee 43:55 kita membela Palestina 43:58 betul dan tidak betul. Artinya 44:00 sebetulnya 44:01 ini adalah tanggung jawab pribadi kita 44:03 juga sebagai 44:06 ee seorang manusia yang nanti kita tahu 44:09 dan kita yakini 44:11 kita akan dihisab dan ditanyakan 44:14 di hari akhir ketika terjadi genosida, 44:17 apa yang yang kamu lakukan tuh apa gitu. 44:20 Jadi kita enggak bicara genosida, kita 44:22 bicara terhadap kaum kaum yang lemah, 44:25 kaum yang tertindas. ee kalau hal contoh 44:28 kecilnya ya tetangga kita, orang-orang 44:30 yang susah yang dizalimi, yang tanahnya 44:33 dirampas gitu. Jadi perjuangan saya 44:35 sebetulnya memang terlihat di Palestina, 44:38 tapi sebetulnya di dalam negeri pun 44:42 Heeh. 44:42 ee orang-orang yang lemah ini ikut 44:45 menjadi ee pembelaan saya. 44:49 He 44:49 gitu. Jadi kurang lebih ee alasannya 44:53 alasannya alasannya itu gitu. Dan di 44:56 saya di satu titik bahwa hidup saya 44:59 tidak bisa ee nyaman dan normal lagi. 45:02 Heeh. 45:04 Sementara kita melihat live streaming 45:07 pembunuhan dan pembantaian setiap detik 45:11 di 45:13 handphone kita. 45:14 Iya. 45:15 Dan saya sangat saya dan Fatur sangat 45:19 merasa bahagia kami berada di Gaza gitu. 45:23 Karena paling tidak hati saya justru 45:27 menjadi lebih tenang. Ee alhamdulillah 45:30 Allah jaga dan Allah beri ketenangan ya. 45:33 Kalau hati itu kan pasti tenang atau 45:35 gelisah, takut itu kalau kita doanya ya 45:38 diberikan ee ketenangan dan istikharah 45:40 supaya dikuatkan. Artinya kalau kita ada 45:43 perasaan galau, perasaan takut, perasaan 45:46 ragu-ragu 45:47 H he 45:48 itu pasti kita akan mundur. 45:50 Hm. 45:51 Karena mungkin Fatur sudah terima jalan 45:53 menuju Gaza itu ternyata tidak semudah 45:59 yang saya pikirkan gitu. Saya pikir oke 46:03 kita datang ke Tunisia naik kapal kita 46:05 berangkat ke Gaza. Tapi cobaannya sangat 46:08 banyak, sangat bertubi-tubi. 46:11 Ee terjadi sabotase yang dilakukan oleh 46:16 saudara-saudara kita sendiri. 46:18 Hm. 46:19 Jadi gini, kita akan lebih mudah melawan 46:22 Zionis Israel, kita akan lebih mudah 46:25 melawan Zionis Amerika, tapi yang paling 46:29 berat adalah 46:31 digembosi oleh saudara-saudara kita 46:34 sendiri, baik di dalam negeri maupun di 46:36 luar negeri. Itu yang itu tantangan 46:38 terbesar saya rasa 46:40 ee kaum muslimin saat ini. 46:43 Iya. Apalagi mereka ya kalau kita lihat 46:45 sekarang ini dalam pembelaan Palestina 46:47 sudah mulai banyak. Punten, mohon maaf 46:49 kalau saya salah, tapi ee saya merasa 46:53 tidak salah dan saya setelah sumut 46:55 flotila saya melihat semakin jernih lagi 46:59 banyaknya ulama-ulama kita atau yang 47:02 kita anggap ustaz-ustaz ternyata 47:04 mengkampanyekan state solution yang kita 47:07 tahu itu adalah cikal bakal genosida 47:12 di Palestina yang terjadi saat ini. Dan 47:13 itu sangat itu lebih memukul saya 47:17 sangat berat. dan perjuangan. Saya saya 47:19 merasa bahwa perjuangan 47:21 ee menghentikan genosida dan 47:26 membantu kemerdekaan Palestina ini 47:28 semakin berat karena tantangannya 47:32 memang benar ternyata ada di dalam ee 47:37 komunitas kita sendiri. 47:39 Hakwanda yang dilihat dari masyarakat ee 47:43 Palestina khususnya Gaza gitu ya. 47:46 Heeh. ee ketika kita banyak mendapatkan 47:48 informasi dari media sosial ataupun 47:50 media massa gitu ya, rakyat Palestina 47:53 bukan hanya butuh makanan, bukan hanya 47:55 butuh obat-obatan gitu ya. Mereka butuh 47:57 dukungan moral, mereka butuh solidaritas 48:00 global. Kalau kita lihat dari pengakuan 48:04 gitu ya atas ee hak mereka sebagai ee 48:08 manusia gitu ya, Ma. bagaimana melihat 48:11 peduli Palestina itu jadi dikatakan 48:14 bukan agama tertentu, afiliasi politik 48:16 tertentu ataupun berada di wilayah ee 48:18 tertentu bahkan disinggung tentang ee 48:20 nurani gitu ya. Berarti nurani-nurani 48:23 yang 48:24 ee mereka diam menurut Bawanda ini harus 48:28 kita ajak seperti apa nih Bwanda gitu 48:30 ya? 48:33 Em 48:35 ya, makanya saya bilang bahwa ee kembali 48:39 lagi bahwa kalau ditanya apakah kami 48:43 takut, kami ketika ke Gaza alhamdulillah 48:46 enggak ada perasaan takut. 48:48 Hm. 48:48 Justru perasaan saya damai dan tenang 48:51 karena ketik lebih tenang ketika saya 48:56 dalam perjalanan menuju saya tahu menuju 48:58 Gaza daripada saya berada di rumah. 49:02 dan menyaksikan live streaming 49:03 pembunuhan pembantaian secara keji di 49:07 depan mata saya secara live 49:09 gitu. Jadi 49:10 hati saya lebih 49:12 lebih ee lebih lebih tenang di sana. Ee 49:19 e apa pertanyaannya tadi? Aku lupa. 49:20 [tertawa] 49:21 Iya. Kalau mereka yang sudah tahu 49:23 faktanya yang seperti itu, tapi memilih 49:25 diam, tidak bersuara, tidak berperan, 49:28 tidak berpihak, kita harus apain? 49:31 Saya Nah, makanya saya mau bilang tadi 49:34 yang saya lebih takut 49:35 Heeh. He. 49:36 Kalau kita punya akal, kita punya 49:38 nurani, kita dikasih kekuatan ee dalam 49:42 tubuh, kita dikasih kekuatan dalam 49:44 psikis, ya. Ee kekuatan dalam mental, 49:47 tapi kita enggak melakukan apa-apa. Itu 49:49 yang paling mengerikan. gitu. Dan kita 49:52 menormalkan genosida yang tiap hari 49:55 terjadi dan kita bisa kita dapat dengan 49:59 tenang makan, dengan tenang bekerja, 50:01 dengan tenang nonton TV, dengan tenang 50:04 belanja, menghamburkan uang kita 50:07 sementara kita tahu ada genosida gitu. 50:10 Heeh. He. 50:10 Berarti menurut saya dengan kita 50:12 membiarkan kita menjadi 50:16 monster itu sendiri gitu. Jadi kita 50:18 benci sama Israel tapi kita diam aja ya. 50:20 Menurut saya kita sama saja dengan 50:22 Zionis Israel. 50:23 H 50:24 itu yang yang saya takutkan adalah kita 50:27 menormalisasikan 50:28 i 50:28 segala kekejaman itu. Dan dan suatu saat 50:33 kalau Palestina di genosida dan kita 50:34 membiarkan 50:37 cepat atau lambat sooner or later he 50:40 kita akan mengalami hal yang sama. 50:42 Hm. 50:43 itu dan ini udah terjadi sebetulnya ya 50:46 Zionis. Kalau kita bicara Zionis kan 50:48 enggak cuma Israel sama Amerika. He 50:50 zionis, imperialisme, 50:52 eh apart 50:54 eh itu udah udah udah cukup besar gitu 50:58 kalau kita bicara itu sudah masuk ke 51:00 Indonesia dengan cukup besar dan 51:02 terbukti dari ee banyaknya ee tanah 51:05 rakyat yang dirampas 51:08 oleh perusahaan-perusahaan besar yang 51:10 kemudian ternyata memang berafiliasi 51:12 dengan 51:13 perusahaan-perusahaan Zionis dan ini 51:15 dihadapi 51:17 oleh rakyat kita sendiri. 51:19 Iya. Iya. Ini rempang salah satu contoh 51:22 kecil 51:24 satu dari sekian ratus mungkin ribuan 51:27 lahan yang dirampas atas nama tanda 51:30 kutip pembangunan yang bekerja sama 51:33 dengan ee Zionis. 51:35 Wah. 51:37 Jadi ya soer or later akan nyampai kok 51:40 ke Indonesia kalau kita diam aja. 51:43 Iya. I. Jadi gini ee balik lagi bahwa 51:46 Israel ini 51:49 dikaruniakan 51:52 kecerdasan untuk dalam hal keburukan, 51:56 dalam hal pembantaian, dalam hal merusak 52:00 ee umat, merusak bumi dalam merusak 52:03 lingkungan. 52:04 Dan kita enggak bisa beker gini, kalau 52:07 kita mau melawan, kalau mereka bekerja 52:09 1* 24 jam, 52:12 7* 24 jam, kita juga harus bekerja 52:16 seperti itu, 52:17 seperti mereka dalam melawan dalam 52:19 against genosida. Jadi, kita enggak bisa 52:21 bekerja, oh cuma seminggu sekali turun 52:24 ke jalan 1 jam cukup, oke diskusi 52:27 sebulan sekali cukup enggak cukup gitu. 52:29 karena kita ketika mereka melakukan 52:31 pembantaian dan ini kan secara masif, 52:34 secara struktural yang direncanakan 52:38 dari ratusan mungkin puluhan mungkin 52:41 ratusan tahun yang lalu dan kita lengah. 52:43 Iya. I 52:45 gitu. Jadi ini adalah ya mulai sekarang 52:48 ya memang kita enggak bisa lengah. Kalau 52:50 kita mau melawan mereka kita harus 52:52 solid, kita harus konsolidasi dan kita 52:55 harus bekerja seperti mereka juga 1 kali 52:57 24 jam. Kalau enggak mereka akan 53:00 hancurkan ee bumi, lautan, tanah tempat 53:05 kita tinggal, menghancurkan ee kita 53:07 beserta keluarga kita juga nanti 53:09 akhirnya akan sampai ke titik ke titik 53:12 ini. 53:13 Oke, Mbak Wanda. [terkesiap] 53:15 Selanjutnya saya akan ke dokter band 53:17 dulu nih, Dok, ya. Kalimat-kalimat 53:18 terakhir dari Mbak Wanda ini sepertinya 53:22 kita soroti dari mulai bagaimana Dr. 53:26 Band dalam pengalamannya gitu ya, 53:28 khususnya ee perjuangan bersama 53:31 orang-orang ee Palestina melihat gerakan 53:34 dari berbagai latar belakang, Dok, gitu 53:36 ya. Ini kan ada yang bergeraknya 53:39 sama-sama mereka tuh mau ke Palestina, 53:41 mereka bergerak tapi di bidang satu, di 53:43 bidang ini, di bidang ini, gitu ya. dan 53:46 cara mengorganisir dan cara supaya 53:49 berjamaah bareng-bareng mencapai satu 53:51 tujuan itu yang ditakuti sama Zionis 53:53 Israel tuh harusnya bagaimana, Dok? 53:56 Dengan potensinya yang banyak nih 53:57 sebenarnya kan umat ini punya. 54:00 Iya. Memang memang ee Mas Angga kita 54:03 memang ee apa yang dikatakan oleh Mbak 54:06 Mbak Wanda tadi bahwa ee 54:10 mereka-mereka atau ee saya umat selain 54:13 kita istilahnya umat selain kita itu 54:15 memang ee mendasarkan kemanusiaan ya. 54:18 Kemanusiaannya di atas konstitusi, 54:21 ee kemanusiaan atas kedaulatan ee negara 54:25 ya. Jadi kita lihat yang terlibat di 54:27 sumut misalnya sumur botila itu itu bisa 54:30 juga LGBT, bisa juga orang-orangya yang 54:33 ngaculah kalau di mata kita ya. Tapi 54:35 mereka punya satu tekan semangat yang 54:38 sama untuk ee untuk membebaskan ya untuk 54:42 melepaskan penderitaan panjang warga 54:44 Gaza khususnya dari Israel. Nah, kita 54:47 lihat yang ee ee masingga dulu ya Eropa 54:51 masih burum mereka burum matanya melihat 54:53 Israel. 54:54 Hm. Jadi mereka sebagian pro Israel 54:56 terutama maaf ya maaf orang-orang yang 54:58 dari Protestan misalnya mereka 55:00 menganggap bahwa kehadiran negara Israel 55:02 itu adalah ee awal ataupun batu pijakan 55:05 turunnya Mesiah gitu ya. Nah, makanya ee 55:09 negara-negara yang punya background ee 55:12 Protestan itu mereka cenderung untuk 55:14 mendukung. Tapi hari ini mereka terbuka 55:16 matanya karena mereka melihat bahwa 55:19 realitas seperti kata Mbak Wanda tadi 55:21 itu mereka mempertontonkan kan ada 55:24 kebanggaan seperti orang-orang 55:25 kegila-gila gitu ar mempertontonkan 55:28 yang sebenarnya kita enggak perlu 55:30 mencari bukti. Mereka sendiri memberikan 55:32 bukti kepada dunia kan. Kita lihat 55:34 bagaimana Jepang yang ateis, Vietnam 55:36 yang ateis kan. Mereka itu ketika 55:39 mendengar ada warga Israel yang 55:41 berkunjung ke negara mereka, mereka 55:43 timbul resistensi kan apakah di 55:45 restoran, di restoran sampai sebagainya. 55:46 Ini menunjukkan bahwa warga dunia saya 55:48 sudah muak sama sama 55:50 Iya. 55:51 Nah, jadi ini ini yang terjadi hari ini 55:53 kan. Nah, sekali sekali lagi ee ee ee 55:56 masal enggak Indonesia sebenarnya itu 55:59 punya historis yang dekat dengan 56:01 orang-orang Yahudi. 56:02 Hmm. He. Nah, misalnya misalnya kita 56:04 lihat tokoh-tokoh bangsa kita ini Budi 56:06 Budi Utomo itu kan mereka rata-rata 56:09 orang primanso. 56:10 Jadi sebenarnya pendiri-pendiri bangsa 56:12 kita itu enggak enggak terlalu asing 56:14 dengan yang namanya ee gerakan-gerakan 56:16 Freansor 56:18 Lion Club misalnya. Mak seperti kadi ee 56:22 Mbak Wanda tadi itu kenapa orang-orang 56:24 kita tuh terpengaruh ya? Karena memang 56:26 kajian-kajian, gerakan-gerakan seperti 56:28 ini mereka kan enggak enggak pernah 56:30 mengkaji masang enggak jadi mereka 56:31 enggak tahu ya. ketika ada kelompok yang 56:33 memberikan sesuatu, sesuatu di mata 56:35 mereka itu adalah luar biasa baiknya, 56:37 wah masyaallah segala macam. Tapi mereka 56:40 enggak pernah pelajari di balik-balik 56:41 itu di balik itu bahwa mereka punya 56:43 maksud tertentu. Saya enggak katakan 56:45 siapa ya ee ee ada seorang tokoh tokoh 56:48 di republik ini, pemimpin di republik 56:50 ini 56:51 yaitu bagi anggota Lion Club. Lengkap 56:53 itulah bagian dari freemanson ter 56:55 globalnya. Jadi, jadi mereka tuh punya 56:59 punya sistematika untuk untuk bisa 57:00 merangkul e Indonesia ini. Karena bagi 57:03 mereka Indonesia ini punya nilai 57:05 historis kan. He. 57:06 Yang namanya gubernur jenderal Belanda 57:08 terakhir itu berdarahnya berdarah 57:09 Yahudi. VOC itu onnya tu orang-orang 57:12 Yahudi. yang namanya Belfas 57:15 gerakan-gerakan segala macam Yahudi di 57:16 Indonesia dan mereka mencoba untuk 57:18 mengembalikan kejayaan ini dari maka 57:21 saya enggak heran ada upaya-upaya 57:23 sistematis serius untuk bisa merangkul e 57:26 publik Indonesia karena historis itu 57:29 dulu di Aceh itu Mas Angga yang namanya 57:31 sekolah SMA 57:33 1 itu sinagog dulu itu 57:35 open itu sinagog artinya apa artinya ada 57:38 historisnya nah saya pernah baca buku 57:40 itu e Mbak Wendah buku karangan IGI di 57:43 IG Manila. IG Manila itu dulu 57:45 kemandangan Pom Pom PM ya PM dan 57:49 pokoknya dia beliau apa bola dulu ya 57:52 ketua bola 57:54 itu pernah e menjalani latihan ee 57:58 intelijen oleh Mossad dan gua 58:01 instrukturnya itu adalah orang-orang 58:03 Yahudi dari dari Semarang. Nah, dia itu 58:06 diculik diculik dengan satu apa satu 58:09 skenario dibawa ke tafis sampai sana 58:11 ketika dia bangun saja di siiuman ya 58:13 bangun disedia lumpia lumpia Semarang 58:16 kaget dia instrukturnya ngomong mas 58:18 Indonesia dan dia bilang saya ini ya 58:21 dari ini dari Indonesia keturunan 58:23 Indonesia katanya itu satu kuda kita 58:25 lihat bagaimana misalnya operasi alfa 58:27 operasi alfa itu operasi pemiliian 58:29 pesawat tempur F4 Tiger misalnya itu kan 58:31 dari Israel yang langsung di Beni 58:33 Murdani yang mimpin gitu. Kemudian kita 58:35 lihat bagaimana misalnya bin ya dulu 58:37 Bakin namanya itu awal itu yang yang 58:39 rintis semua adalah orang-orang Bosa. 58:41 Jadi sebenarnya institusi-intstitusi 58:43 militer intelijen itu punya hubungan 58:45 sejarah yang yang erat dengan Israel. 58:49 Jadi jadi bahwa itu memang kita secara 58:51 historis latar belakang itu punya 58:52 hubungan-hubungan seperti itu. Nah, budi 58:55 utomo kemudian pembentukan ee intelijen 58:58 dan sebagai sebagainya ya. Kemudian 58:59 terakhir ada pembelian alat-alat adab 59:01 dari Israel. Nah, sebenarnya ada 59:03 polarisasi di kalangan masyarakat kita 59:05 ini masyarakat-masyarakat yang konsern 59:07 melawan Israel ada kons ada yang bermain 59:10 mata dengan Israel dan sebagainya 59:13 maka peta ini harus harus mapping ini 59:14 harus jelas harus jelas saya pikir jelas 59:17 ya. Nah, makanya dalam [berdehem] sebuah 59:18 pertemuan pertemuan di DPR 59:21 saya katakan begini ya, DPR ini itu 59:24 enggak jelas perjuangannya enggak jelas. 59:26 Jadi contoh gini ya, jujur saya kata 59:28 gini 59:29 misalnya Komisi SAT ya, ketika ada 59:31 indikasi-indikasi bahwa ada hubungan 59:34 gelap antara Indonesia, Israel, Komisi 59:36 satu khususnya atau komisi lain itu 59:37 harus mengawal, memanggil menteri atau 59:40 memanggil lembaga-lembaga tersebut untuk 59:42 mempertanyakan itu. Bu, 59:43 nah saya ee ee bahwa saya pernah ketemu 59:46 sama Pak Zul Khas ya, Pak Zul. He. 59:49 Nah, sebenarnya katakan Pak Abdullah 59:51 waktu beliau mendak itu, "Pak, kenapa 59:53 enggak dibaikot eh produk-produk 59:55 Israel?" Bilang produk Israel ini 59:58 melalui dunia ketiga, negara ketiga ya 1:00:00 masuk ke Indonesia. 1:00:01 He. 1:00:02 Enggak berani beliau itu. Beliau 1:00:04 mendukung boikot tapi dalam konteks 1:00:06 dalam konteks kerakyatan. Baik pizza 1:00:08 hard, baik apa ya gitu-gitulah kalau 1:00:12 gitu-gitu enggak usah enggak usah mendak 1:00:14 kita pun bisa jadi sebagai seorang 1:00:15 mendak itu apa yang bisa dilakukan 1:00:17 sebenarnya dan ini tidak tidak ada yang 1:00:20 yang sama sebenarnya. Jadi ketika 1:00:22 misalnya orang ramai-ramai mengecap 1:00:25 ngecap gitu enggak ada sikap. Nah 1:00:28 pencitraan aja. Pencitraan 1:00:29 pencitraan. 1:00:30 Iya iya betul pencitraan itu. Nah contoh 1:00:34 contoh ee jangan jauh ya. seperti saya 1:00:36 ketua DPR ya Mbak Puan Mbak Puan Edundan 1:00:39 datang tapi sebaik dia ketua ketua DPR 1:00:42 apa sih yang dilakukan gitu. 1:00:43 Maka saya sering katakan begini ee ee ee 1:00:46 Masak Indonesia sebenarnya bisa 1:00:47 melakukan 10 tapi puas dengan lima yang 1:00:50 dilakukan gitu. Rupanya 6 7 del 1:00:52 sebenarnya bisa dilakukan tapi enggak 1:00:54 dilakukan. Nah, maka kita bersyukur se 1:00:56 itu ada ada komunitas ya komunitas ada 1:00:58 ada misalnya teman-teman ada Pak Saskia 1:01:02 Mea misalnya ada Mbak Wanda itu 1:01:04 teman-teman ini memang yang memang e 1:01:06 performernya itu beda kanak bercadar 1:01:09 enggak jingkrang segala macam kan saya 1:01:12 pikir ini ini komunitas baru yang memang 1:01:14 harus di di dijaga 1:01:17 sehingga ee mereka harus menjadi corong. 1:01:19 Saya sering katakan p teman-teman di 1:01:20 Mersi ketika mereka pulang dari Gaza. 1:01:22 Heeh. 1:01:23 Kalian adalah mata dan telinganya 1:01:25 Palestina. Jadi setiap ada pertemuan Eon 1:01:27 harus sampaikan. Jadi yang kita 1:01:29 sampaikan adalah kelanjutan dari lidah 1:01:31 mereka. 1:01:32 Nah, kembali lagi makangga seperti apa 1:01:33 yang dikatakan Fur sama Mbak Anda memang 1:01:36 dalam jihad ini ya dalam jihad yang 1:01:38 paling berat itu adalah menjaga-jaga 1:01:40 perbatasan. Saya lupa dalam bahasa Arab 1:01:41 itu apa dijaga-jaga di perbatasan itu. 1:01:44 Jadi itu yang paling berat dan itu kami 1:01:45 juga kami juga pernah mengalami itu kan 1:01:48 kesabaran menghadapi tim teman segala 1:01:50 macam itu kan hal yang sangat berat 1:01:53 enggak sama visi sama kita kan pokoknya 1:01:55 ini yang paling berat itu ujian yang 1:01:57 bawa ujian itu paling bering 1:02:00 berat sekali kalau jihad selesai kita 1:02:02 datang selesai 1:02:03 itu bahwa itu nunggu itu ber aduh ya 1:02:05 Allah ya rab belum lagi aduh 1:02:08 itu yang kami rasakan 1:02:11 iya itu ujian saya pikir itu ujian I. 1:02:14 Nah, makanya orang-orang yang pulang 1:02:15 kayak Mbak Wanda atau Husin ya pulang 1:02:19 dari sana itu sudah punya saya pikir 1:02:21 pendidikan luluhiyah ya. Uluhiyah 1:02:23 pendidikan yang memang kalau ustaz ulama 1:02:25 lain mereka bisa ngomong jihad segala 1:02:27 macam tapi apa yang dilakukan sama 1:02:28 teman-teman itu kan sudah aplikasi dari 1:02:30 apa yang disampaikan itu kan. 1:02:32 Jadi sekarang banda kalau dia ada jemaah 1:02:35 ibu-ibu umahan yang ngajak untuk 1:02:36 berceramah itu jangan ragu-ragu lagi 1:02:38 sekarang tu. 1:02:39 [tertawa] 1:02:39 Insyaallah. Insyaallah 1:02:41 udah enggak kabur. 1:02:42 Makin sering entar panggilannya udah 1:02:44 ustazah ya. Ustazah Wanda ya. [tertawa] 1:02:46 Aduh aduh aduh masih jauh masih jauh. 1:02:49 Berarti bukan kabur maketan nanti. 1:02:51 Baik. Baik para narasumber saya akan 1:02:52 menyapa dulu pendengar ee ikhwan akhwat. 1:02:55 Saat ini Anda sedang menyimak siaran 1:02:57 langsung acara buka mata buka telinga 1:03:00 bersama narasumber kita di sini ada Mas 1:03:03 Muhammad Faturrahman dan juga Mbak Wanda 1:03:06 Hamidah. Dan saya akan ke beberapa 1:03:08 pendengar yang sudah memberikan ee 1:03:10 atensinya melalui nomor WhatsApp 1:03:12 berhasil di 0811999720. 1:03:17 Ada Pak Ahmad. Asalamualaikum 1:03:18 warahmatullahi wabarakatuh. Abaikan saja 1:03:21 suara-suara yang memang mereka tidak 1:03:23 ingin mendukung Palestina. Kita support 1:03:26 terus mereka yang menjadi garda terdepan 1:03:30 bagi pembelaan terhadap saudara-saudara 1:03:32 kita di Gaza Palestina. Allahu Akbar. 1:03:35 Free Palestine. Ah. Terima kasih, 1:03:38 [tertawa] 1:03:38 Pak Ahmad. Ya, sementara itu ada Ibu Ani 1:03:40 Cudaifah. Bismillah. Asalamualaikum 1:03:42 warahmatullahi wabarakatuh. 1:03:44 Waalaikumsalam. 1:03:45 Ee semua narasumber semoga selalu sehat 1:03:48 walafiat. Alhamdulillah hadir menyimak 1:03:50 di radio acara BMBT di malam hari ini. 1:03:53 Salut sama Mbak Wanda. Menyimak terus 1:03:56 gitu ya. Semoga dikuatkan dan selalu 1:03:58 istikamah. Oke, buat Mbak Wanda nih ya. 1:04:01 Sementara itu ada juga yang seri. 1:04:03 Asalamualaikum warahmatullahi 1:04:04 wabarakatuh kepada narasumber hasil 1:04:07 yang dirahmati dan diridai oleh Allah 1:04:10 subhanahu wa taala. Saya kalau 1:04:12 mendengarkan tentang Gaza selalu sedih. 1:04:15 Lalu mendengarkan para pahlawan global 1:04:18 Sumud Flotila dengan suka dukanya cerita 1:04:22 perjalanan mereka masyaallah dekat 1:04:26 dengan Allah. Nah, semoga Allah meridai 1:04:29 terus. Lalu untuk teman-teman yang 1:04:32 diculik oleh Zionis biadab Israel, 1:04:35 bagaimana nasibnya sekarang? 1:04:38 Apakah bisa kita menyuarakan seharusnya 1:04:41 negara Zionis Israel itu dikeluarkan 1:04:45 dari keanggotaan PBB? Saya enggak ngerti 1:04:48 gimana mekanismenya karena mereka bukan 1:04:50 lagi negara manusia. Zionis itu sudah 1:04:55 menjadi iblis dunia didukung oleh 1:04:57 Amerika. 1:04:59 I 1:04:59 terima kasih. Oke, saya ke Mbak Wanda 1:05:04 dulu untuk menanggapi dari Eyang Sri ya. 1:05:06 Bagaimana 1:05:08 ya gini, kalau PBB kan ini keikut serta 1:05:11 negara kita. Nah, tentunya sebagai 1:05:13 bangsa ya kita sebagai rakyat ya kita 1:05:17 harus terus menerus menekan pemerintah 1:05:21 kita. Jadi kita enggak boleh lalai dan 1:05:23 enggak boleh abai jika pemerintah kita 1:05:25 melakukan suatu langkah atau suatu 1:05:27 kebijakan. 1:05:29 yang melanggengkan genosida atau 1:05:32 mendukung zionis kita enggak boleh 1:05:34 lalai. Makanya kemarin kan ee ketika 1:05:37 akan masuk atlet Israel ya ee di apa 1:05:41 gymnastik itu kan 1:05:43 lomba gimnastik 1:05:44 kita cepat-cepat kan aku juga ikut press 1:05:47 conference sama AWG 1:05:49 untuk kita kami menolak 1:05:51 dan kalau itu terjadi kami akan turun 1:05:53 menghadang para zionis 1:05:55 gitu karena mereka ya walaupun mungkin 1:05:58 negara kita punya kebijakan yang 1:06:01 ya maksud saya yang salah juga ya karena 1:06:04 ee Menurut saya kebijakan eh pidato 1:06:08 Presiden Prabowo itu to state solution 1:06:11 dan tanda kutip mengamankan Israel itu 1:06:13 sudah suatu eh blunder dan absurd 1:06:16 sekali. Tapi kita rasa kita kita paham 1:06:19 gitu. Tapi sebagai rakyat kembali lagi 1:06:21 bahwa kita tunjukkan bahwa rakyat 1:06:24 Indonesia 1:06:26 all out 100% berpihak dan akan berjuang 1:06:29 untuk Palestina. 1:06:30 Dan kita harus punya energi yang kuat 1:06:33 untuk 1:06:34 menekan negara kita, menekan dengan 1:06:36 aksi-aksi nyata tentunya ya. Kita kita 1:06:39 karena gini mestinya kita sebagai rakyat 1:06:41 mestinya government, pemerintah itu 1:06:43 membuat hidup kita lebih tenang dan 1:06:46 lebih damai. 1:06:47 Iya. 1:06:47 Tapi saat ini tidak. 1:06:49 He. 1:06:50 Kita harus waspada terus sebagai rakyat. 1:06:52 Kita harus alert terus. Dan kalau kita 1:06:56 enggak alert, kita enggak waspada. 1:06:59 Akan banyak kejadian-kejadian 1:07:02 seperti ini terjadi seperti kerja sama 1:07:06 dengan Zionis, kerja sama bidang 1:07:09 pendidikan, kerja sama bidang 1:07:10 kebudayaan, kerja sama bahkan 1:07:12 universitas saya alumni ee masuk ke 1:07:15 Universitas Indonesia sebagai pembicara 1:07:17 dan itu luar biasa kecolongan 1:07:20 dan luar biasa malu. Bahkan Zionis pun 1:07:23 masuk ke Masjid Istiqlal. Jadi, 1:07:25 h 1:07:26 ee ya kita sebagai masyarakat dituntut 1:07:28 untuk waspada 24 jam dan melakukan 1:07:32 tindakan nyata. 1:07:34 Heeh. He 1:07:35 untuk mencegah 1:07:38 ini gitu. Karena dan bekerja sama dengan 1:07:40 Zionis menurut saya itu sama saja kita 1:07:43 melegitimasi genosida yang saat ini dan 1:07:47 kita akan dicatat sejarah ya selain 1:07:51 Allah Subhanahu wa taala ya 1:07:53 kita akan sebagai negara ini adalah ee 1:07:56 setelah holocaust ni genosida di 1:07:59 Palestina adalah sejat terkelam dalam 1:08:02 sejarah dunia dan akan dicatat 1:08:05 siapa pendukungnya 1:08:08 Dan siapa pendukung kemerdekaan 1:08:10 Palestina? Siapa yang menghentikan genos 1:08:14 Palestina? Dan siapa yang melanggengkan 1:08:16 genosida ini akan dicatat dalam sejarah? 1:08:19 Heeh. Heeh. Heeh. Baik, Mas Fatur bisa 1:08:22 ditambah ini tadi dari Eyang Sri gitu 1:08:24 ya. Sedih kalau sudah mendengarkan 1:08:26 tentang Palestina, namun juga tadi 1:08:28 mendengarkan para pahlawan global Sumut 1:08:30 Flotila dengan suka duka dalam 1:08:32 perjalanannya, tekadnya yang suci. 1:08:35 Semoga Allah meridai. dan sekarang 1:08:37 bagaimana nasib-nasib teman-temannya 1:08:39 yang ditangkap oleh Zionis? 1:08:42 Iya. Ee menambahi dari apa yang 1:08:45 disampaikan Mbak Wanda, betul memang ee 1:08:47 kita jangan sampai ada kerja sama ee 1:08:51 dalam bidang apapun ee dengan ee Zionis 1:08:55 ee laknatullah ini ya dalam bidang 1:08:57 apapun pendidikan, ekonomi dan 1:08:59 sebagainya ya. itu yang disampaikan dan 1:09:01 ee jangan disangka ee kegiatan kita, 1:09:04 boikot kita di Indonesia itu tidak 1:09:07 berarti. ya kita tahu ee kita 1:09:09 mendapatkan ee info bahwasanya pihak ee 1:09:12 Zion sendiri dalam ekonomi pun menurun 1:09:15 karena pemasukan mereka dari ee 1:09:17 franchise mereka yang ada itu terimpact 1:09:21 ya dengan negara muslim kita, salah satu 1:09:23 negara muslim terbesar di dunia itu. 1:09:26 Dengan adanya gerakan-gerakan semacam 1:09:28 itu, tentu adanya ee timbul ee impact 1:09:32 walaupun memang tidak besar tapi itu 1:09:34 cukup ee terdampak dari negara-negara 1:09:37 mereka. Dan kita tahu ya ee Zionis 1:09:39 Israel ini adalah bukan suatu negara dan 1:09:41 kita tidak menganggap itu negara karena 1:09:44 ee ee suatu negara itu ada dengan tanah 1:09:47 sendiri, dengan rakyatnya, pemerintahnya 1:09:50 sendiri dan mereka adalah merampas atau 1:09:53 membuat pemukiman ilegal 1:09:55 dan membunuh ee pribumi ee rakyat ee 1:09:59 Palestina. Dan itu tentu adalah ee 1:10:01 kejahatan yang telah di ee tentukan oleh 1:10:05 ee ICG. Kita tahu bahwa pengadilan 1:10:07 internasional sudah menetapkan nyaho 1:10:09 harus ditangkap dan sebagainya. Nah, 1:10:11 tentu kita terus menyuarakan dalam hal 1:10:13 sekecil apapun boikot yang kita bisa 1:10:15 dengan boikot ya kita lakukan dengan 1:10:17 aktivis-aktivis yang bisa ikut turun ke 1:10:19 jalan menyuarakan ee kemerdekaan 1:10:22 Palestina terus kita lakukan. Jadi ee 1:10:24 jangan kita berdiam diri. Semua orang 1:10:26 bisa mengambil bagian untuk bisa turut 1:10:30 untuk bisa ikut berpartisipasi dalam 1:10:32 kemerdekaan ee Palestina. baik yang ee 1:10:35 mungkin punya kesempatan waktu dan 1:10:37 tenaga bisa ikut turut ee ikut dalam 1:10:40 aksi-aksi atau bagi yang punya ee lebih 1:10:45 dalam hal-hal lainnya bisa ee memberikan 1:10:49 apa yang dibutuhkan ya tentu semua ee 1:10:51 berjihad atau berusaha dengan ee kadar 1:10:55 yang mereka punya. Dan ini e tadi yang 1:10:58 disampaikan bahwa Wonda, saya sangat 1:10:59 tuju ya, kita selaku muslim khususnya ee 1:11:03 di dunia ini adalah tempat kita 1:11:05 beribadah, tempat sementara dan apa yang 1:11:08 akan ee nanti kita jawab bila Allah 1:11:10 tanya di akhirat apa yang telah kita 1:11:12 perbuat untuk saudara kita. Ya, tentu 1:11:14 kita ee sebagai seorang muslim yang ee 1:11:18 jernih dalam pikiran ee dan hati ee 1:11:21 ingin ee memberikan apa yang kita punya. 1:11:25 Dan sentu saya berharap ini menjadi 1:11:27 wasilah, menjadi hujah ketika nanti saya 1:11:30 ditanya oleh Allah tentang apa yang 1:11:32 sudah diperbuat untuk saudara seiman 1:11:35 atau saudara-saudara kita di Palestina. 1:11:38 Apa yang sudah kau perbuat? Semoga 1:11:40 aksi-aksi kecil kita yang mungkin 1:11:42 teman-teman lakukan tiap pekan, yang 1:11:44 mungkin teman-teman lakukan tiap event 1:11:46 atau ee di berbagai medsos, di berbagai 1:11:49 ee platform itu menjadi ee hujah atau 1:11:53 menjadi ee payung pada saat nanti ee 1:11:57 ditanya oleh Allah di akhirat nanti. 1:12:01 Oke, 1:12:02 kita akan ke ini ada Bu Hilda. 1:12:06 Assalamualaikum warahmatullahi 1:12:08 wabarakatuh. Ya Allah, muliakanlah Islam 1:12:10 dan kaum muslimin. Hinakanlah 1:12:12 orang-orang kafir dan musyrik dan 1:12:14 tolonglah saudara-saudara kami kaum 1:12:16 muslimin yang lemah di Palestina. 1:12:19 Oke, terima kasih Bu Hilda. Ada juga ini 1:12:22 dari Pak Abdullah di Depok. 1:12:24 Asalamualaikum warahmatullahi 1:12:25 wabarakatuh. 1:12:27 Waalaikumsalam. 1:12:27 Bagaimana pengalaman menjadi seorang 1:12:30 relawan kalau tadi mendengarkan menjadi 1:12:33 lebih tenang? ini kaitannya dengan 1:12:36 kesehatan mental dan juga emosional. 1:12:40 Bagaimana menjadi relawan dapat memiliki 1:12:43 dampak positif. 1:12:45 Oke, 1:12:49 masih bergabung Mbak Wanda. 1:12:52 Ee sepertinya ee terputus ee 1:12:55 Oh, Wanda terputus ya. 1:12:56 Iya. 1:12:57 Oke, saya akan ke Mas Patur aja dulu. 1:13:00 Ini pengalaman jadi relawan gimana nih 1:13:01 sebelum saya nanti ke dokter Band nih, 1:13:03 Dok. Ternyata ada dampak kesehatan 1:13:05 mental, Dok, sama emosional ya. Jadi 1:13:06 relawan nih katanya. 1:13:09 Gimana, Mas Fadur? Mungkin ini 1:13:11 pengalaman pribadi ya, karena 1:13:13 ya di sana tuh kita menghadapi berbagai 1:13:15 polemik dan ya kita tadi ee 1:13:18 ketidakpastian itu adalah suatu 1:13:20 kepastian di sana dan percaya enggak 1:13:23 percaya memang itu lebih tenang pikiran 1:13:25 kita dan lebih jernih juga ee lebih ee 1:13:30 sehat ya karena ee kita memikirkan itu 1:13:33 fokus dengan apa yang kita tuju kita 1:13:36 tidak memikirkan di luar dari itu dan ya 1:13:39 sebegitulah Seyoganya seorang muslim di 1:13:41 dunia takwa itu kan artinya berhati-hati 1:13:44 ya antara kanan dan kiri, antara jurang 1:13:48 ee dan duri. Kita berjalan laksana ee 1:13:51 berjalan di padang pasir yang kanan 1:13:53 kirinya tuh duri berhati-hati. Nah, di 1:13:55 sana tuh kita terfokus gitu dengan ee 1:13:58 apa yang kita tuju. terus ee hati kita 1:14:02 membawa senang, happy. Karena apa yang 1:14:04 kita lakukan tentu ee itu menjadi 1:14:06 konsumsi bagi hati kita dan pikiran 1:14:08 gitu. Kita merasa senang 1:14:11 dan impactnya ke diri kita ya. Kita 1:14:13 merasa happy, kita sehat dan ee saya 1:14:15 Mbak Wanda di sana tuh ee alhamdulillah 1:14:18 sekali bisa fit, bugar badan, sehat 1:14:21 pikiran, 1:14:22 makan enak, tidur cukup ya tadi dengan 1:14:25 kesehatan pikiran, kesehatan hati yang 1:14:28 kita punya. yaitu ee bakal balik lagi 1:14:32 kita lagi yang akan menikmati ee 1:14:34 ketenangan itu. 1:14:36 Itu pribadi dari saya. 1:14:38 Mbak Wanda bisa menambahkan tadi 1:14:40 pertanyaan dari Pak Ahmad. 1:14:42 Ee punten maaf pertanyaannya apa? 1:14:45 Katanya jadi relawan tadi kan dikatakan 1:14:47 lebih tenang. Terus juga kaitannya sama 1:14:50 kesehatan mental dan emosional tuh 1:14:52 gimana menjadi relawan dapat memiliki 1:14:53 dampak positif? 1:14:57 Ee iya gini, karena aku ngerasa 1:15:01 perjalanan ke Gaza tuh kayak perjalanan 1:15:03 naik haji gitu yang tujuannya 1:15:06 tujuannya jelas, tujuannya enggak 1:15:09 abu-abu sehingga kita selalu pengin 1:15:11 sampai di sana dan kita selalu berusaha 1:15:13 untuk 1:15:16 sehat walafiat gitu. Karena ee secara 1:15:20 psikologis juga kita merasa Allah kasih 1:15:22 kekuatan gitu untuk tetap sehat. 1:15:26 Dan ee kedua secara psikis juga kita 1:15:30 memang ujiannya juga luar biasa, tapi ee 1:15:36 alhamdulillah ya dua orang Indonesia ini 1:15:39 [tertawa] 1:15:40 I 1:15:40 saya dan Fatur 1:15:44 dinilai oleh teman-teman yang lain luar 1:15:46 biasa sabar. Mungkin karena kita dari 1:15:48 Asia, kita punya kita enggak terlalu 1:15:52 terus terang ee drama selama di Global 1:15:55 Semut Flotila banyak. Artinya 1:15:57 aku ngelihat orang nangis, orang sedih, 1:16:00 sampai orang sampai berantem, orang 1:16:02 sampai wah ribut ribut ribut orang Arab 1:16:05 ya gitu. Iya. I 1:16:06 maksudnya dengan mereka cukup keras satu 1:16:09 sama lain gitu. Dan kita ee 1:16:13 termasuk alhamdulillah orang-orang yang 1:16:16 sabar di antara yang sabar enggak pernah 1:16:19 tidak pernah. Kalau yang lain kan 1:16:21 suaranya besar dan selalu berargumentasi 1:16:26 gitu ya. Selalu 1:16:27 ee mungkin ributnya berargumentasi antar 1:16:30 mereka gitu. Tapi ee alhamdulillah 1:16:34 rasanya ee dua orang Indonesia dengan 1:16:37 ketenangan dan kesabaran kita yang ee 1:16:42 bisa dinilai mewakili karakter ee 1:16:45 Indonesia tapi kesabaran yang bukan 1:16:49 gampang menyerah gitu atau gampang 1:16:51 mundur gitu ya. 1:16:53 Jadi ya itu tadi kita kita tuh seperti 1:16:56 namanya sumut kita seperti 1:17:00 punya keteguhan, punya kegigihan yang 1:17:04 memang terinspirasi dari bukan dari kita 1:17:09 ya tentu dari Allah dan juga dicontohkan 1:17:11 oleh rakyat Palestina 1:17:14 yang mungkin kita enggak berhak, kita 1:17:17 enggak bisa komplain mengenai perjalanan 1:17:20 kita yang ee tidak ada seujung j seujung 1:17:24 kukunya apa yang dirasakan rakyat 1:17:26 Palestina gitu loh. Masalah cuaca, 1:17:30 h 1:17:30 masalah tidur di kapal yang sempit, 1:17:34 masalah kecelakaan kapal gitu, masalah 1:17:38 makan, 1:17:39 tidur di ee emperan ya, Tur ya. tidur di 1:17:44 pelabuk 1:17:45 [tertawa] 1:17:46 ee makan dengan beberapa butir kurma 1:17:50 gitu, tapi menjalani dengan hati yang 1:17:53 yang bahagia aja gitu. Karena 1:17:57 kami yakin bahwa yang apa kita apa yang 1:18:00 kita rasakan tuh enggak ada seujung 1:18:02 kukunya apa yang Palestina ee rasakan 1:18:05 gitu. Jadi 1:18:07 enggak enggak enggak sebanding sama 1:18:09 sekali gitu. Jadi ee kita tetap terus 1:18:13 bersyukur dan insyaallah kalau memang 1:18:16 Allah kasih punya apa buka pintu 1:18:19 kesempatan lagi menuju Gaza pasti 1:18:21 insyaallah kita akan masuk lagi. 1:18:23 Hmm. Paling paling depan nih kayaknya 1:18:25 daftarnya nih. 1:18:27 Insyaallah. Insyaallah maunya begitu. 1:18:30 Nah, dokter Band ini kaitannya sama 1:18:31 kesehatan mental ya, sama emosional. 1:18:33 Emang di tempat-tempat ee khususnya 1:18:37 ketika masuk ke Gaza lah gitu ya, 1:18:39 kondisi 1:18:41 jiwa nih paling harus dijaga apa, Dok? 1:18:45 Sebenarnya masangga tuh yang paling 1:18:47 penting keikhlasan. Masangga 1:18:48 keikhlasan. Masyaallah. 1:18:50 satu itu saya pikir ee saya bisa 1:18:53 bayangkan gimana Pak Wanda sama Fatur 1:18:58 bayangkan bagaimana misalnya 1:19:00 ada nahkoda kapten kapan yang kabur 1:19:02 segala macam [tertawa] 1:19:03 kab iya 1:19:05 kalau enggak sabar kan bisa dilempar ke 1:19:07 laut itu siang 1:19:09 ini begitu luar biasa itu. Nah, kemudian 1:19:12 keikhlasan itu pertama keikhlasan. 1:19:14 Ikhlas yang membuat kita kuat kan 1:19:16 ikhlas saya enggak punya tendensi 1:19:18 macam-macam untuk popularitas. Karena 1:19:20 gini, 1:19:21 saya punya pengalaman sekali itu ada 1:19:23 teman ya, teman itu pokoknya teman ini 1:19:25 waduh kalau ngomongnya setinggi 1:19:26 langitlah dia sudah pergi ke 1:19:28 daerah-daerah konflik segala macam ini 1:19:30 itu 1:19:30 termasuklah dia gelombang ketiga masuk 1:19:32 ke Gaza 1:19:34 dari M3 masuk ke Gaza. Sangat sebagai 1:19:36 orangnya masangga ya. Apa yang terjadi 1:19:38 ketika dia mendengar seorang serangan 1:19:40 Israel dia teriak-teriak teriak-teriak 1:19:43 telepon Cemlu telepon ke mana-mana 1:19:45 istrinya [tertawa] 1:19:46 pusuk kepala saya itu. Jadi awalnya dia 1:19:48 cerita tinggi betul ceritanya tuh wah 1:19:50 saya sudah ke Afghanistan bagani. 1:19:52 Kenapa? Karena tendensinya itu beda. 1:19:53 Jadi niat itu nomor satu. 1:19:56 Kalau istilahnya nawa itu nawa itu apa 1:19:59 istilnya apa tuh makalumi niat itu 1:20:01 paling penting itu nomor satu tu. Kalau 1:20:03 memang karena Allah tulus maka enggak 1:20:05 ada sakit-sakit. Kalau kalau enggak 1:20:07 ikhlas sama enggak waduh pilek lah 1:20:09 mencret lah segala macam [tertawa] ini 1:20:11 kan 1:20:16 saya pikir ituak 1:20:18 iya iya iya saya akan ke pertanyaan 1:20:20 terakhir dari pendengar ya ini dari Bang 1:20:21 Ejis asalamualaikum warahmatullahi 1:20:23 wabarakatuh 1:20:25 mau bertanya kepada para narasumber 1:20:27 dikatakan kaum muslimin itu kan bagaikan 1:20:30 satu tubuh yang jari merasa sakit yang 1:20:33 lain ikut merasa sakit gambar nya 1:20:36 seperti itu. Tapi kenapa kok tidak ada 1:20:39 yang berani langsung menghantam dan 1:20:41 menyerang negara Israel itu? Mereka 1:20:44 sudah berbuat jahat sejahat-jahatnya 1:20:46 kepada kaum muslimin. Tanda tanyanya 1:20:48 banyak ini. Baik, [tertawa][terkesiap] 1:20:51 bagaimana saya ke dokter B dulu ya. 1:20:52 Dokter Bagaimana, Dok? 1:20:55 Iya ya. Itu kualitas kualitas ee 1:21:00 terutama negara-negara Arab ya. Saya 1:21:02 mungkin lebih ke negara Arab ya. Jadi 1:21:03 kalau negara Arabnya ini memang ee apa 1:21:06 ya punya darah darah satria darahnya 1:21:09 kalau di alayyubi darahnya Nurzangki 1:21:13 darahnya Abu Ubaidah cerita dah selesai. 1:21:16 Hm. 1:21:16 Tapi memang kalau kita tarik secara 1:21:18 teologi, Mas enggak teologi ya memang 1:21:20 kehancuran isra itu memang tinggal waktu 1:21:22 memang ada teologi itu katakan demikian 1:21:24 ya kan. Tapi ini semua adalah tinggal 1:21:26 kita umat Islam ini mengambil peran di 1:21:28 mana gitu loh. Jadi di sini pentingnya 1:21:31 mengambil peran. Maka menurut Yusuf 1:21:33 Kodowi di kitab jihad apa kitab jihadnya 1:21:36 beliau mengatakan begini. Membebaskan 1:21:38 Palestina itu kewajiban dan fardu ain 1:21:40 hari ini. Fardu ain enggak arti farduin 1:21:42 apa? sama kayak salat puasa kan ana 1:21:44 tinggalkan dosa gitu loh. Artinya 1:21:46 dengan apa yang kita bisa bisa bantu 1:21:49 gitu loh. Apakah dengan doa eh dengan 1:21:51 doa tu selemah-lemah iman kan? Apakah 1:21:53 dengan harta dengan seperti teman-teman 1:21:55 yang lakukan sumun kila itu. Nah, tapi 1:21:58 kan yang paling yang paling utama itu 1:21:59 sebenarnya konfrontasi perang kan. Nah, 1:22:01 maka itu yang yang tidak bisa diambil 1:22:04 oleh negara-negara Arab dengan apa 1:22:06 dengan kelemahan 1:22:09 inferior mental mereka menghadapi 1:22:10 superioritas ee militer Israel. Saya 1:22:13 pikir itu, Mas, 1:22:14 H. Baik, ada tambahan Mbak Wanda? 1:22:17 Silakan. 1:22:21 Iya. Kondisi masyarakat kita ya. Kalau 1:22:25 saya yang jadi presiden sih saya 1:22:27 kerahkan [tertawa] saya kerahkan 1:22:29 kekuatan angkatan laut udara dan kalau 1:22:32 saya yang jadi presiden ya sayangnya 1:22:34 bukan saya. 1:22:35 Ee tapi yang ee kedua ee ya memang ini 1:22:40 cobaan yang sudah dikatakan di dalam 1:22:43 Al-Qur'an ya. Nanti ee nanti dalilnya 1:22:47 dokter yang sebutkan. Cuma saya pernah 1:22:49 baca memang ee 1:22:54 kita banyak manusia di dunia ini masih 1:22:57 mencintai dunia. Mahya masih merasa 1:23:01 bahwa 1:23:02 mereka akan hidup dan kekal di dunia. 1:23:04 Itu sih banyak yang 1:23:08 ee ya percaya akhirat tapi oh akhirat 1:23:11 tidak akan datang atau kematian tidak 1:23:13 akan menjemput saya hari ini atau besok. 1:23:15 Jadi banyak yang cintanya lebih pada 1:23:18 dunia dan ini diperlihatkan oleh 1:23:23 em ya sebagian besar 1:23:26 kaum muslimin saat ini. 1:23:28 He 1:23:28 sehingga 1:23:30 sehingga ee ya akhirnya Palestina 1:23:33 genosida terjadi dan ee berlarut-larut 1:23:38 seperti ini. balik lagi bahwa kalau 1:23:40 kalau kita mengatakan bahwa 1:23:44 ee ada sebagian ee ustaz yang oh ya 1:23:48 kemenang Palestina pasti akan menang. 1:23:50 Saya yakin Palestina juga pasti akan 1:23:51 menang tapi ee ee tanpa atau dengan 1:23:55 kita. Tapi balik lagi ditanya kan tetap 1:23:58 manusia tuh kan Allah kan melihat 1:24:00 ikhtiar manusia ya. 1:24:01 Iya 1:24:02 gitu. Kalau memenangkan Palestina, hal 1:24:05 yang kalau kun fayakun Allah mau bikin 1:24:08 suatu negara menang, suatu negara kalah, 1:24:10 itu hal yang sangat mudah. Tapi yang 1:24:13 dilihat di dunia ini kan 1:24:15 ikhtiarikhtiar kita dan peran apa yang 1:24:18 kita ambil, pilihan apa yang kita ambil 1:24:20 itu kan yang penting saat ini. 1:24:23 Hm. Baik. Oke, para narasumber sayang 1:24:26 sekali kita sudah dibatasi oleh waktu ya 1:24:28 dan tadi menjadi pertanyaan terakhir 1:24:30 yang bisa kita jawab. Namun ini atensi 1:24:33 yang masuk dari Ibu Hamidah. Begitupun 1:24:36 ini ada Pak Abdullah di Depok gitu ya. 1:24:39 Ada juga Pak Beni di Bekasi dan juga Pak 1:24:43 Ruskandar, Ibu Suryati menyimak siaran 1:24:46 di malam hari ini. Terima kasih pada 1:24:47 para narasumber. Ikhwan Ah. Ee 1:24:50 demikianlah acara kita di malam hari ini 1:24:52 dan sebagai penutup saya mungkin akan ke 1:24:55 Mas Faturahman dulu. Oke. Menyuarakan 1:24:58 dukungan untuk Palestina. langkah nyata 1:25:00 untuk kita semua. Penutup dari Mas Fatur 1:25:03 apa? Singkat. 1:25:05 Ee ya ee singkat saja dari saya mungkin 1:25:08 diamnya kita atau berbuatnya kita 1:25:12 kebebasan Palestina itu pasti akan 1:25:14 terlaksana karena itu sebuah ketetapan 1:25:16 yang Allah tuliskan di Al-Qur'an di 1:25:19 Al-Isra. tinggal bagaimana kita mau 1:25:22 ikutkah menjadi ee bagian dari ee 1:25:26 pembebasan atau jadi ee suatu ketetapan 1:25:29 itu atau hanya berdiam diri menyaksikan 1:25:31 apa yang sedang terjadi. Jadi, mari 1:25:33 ambil bagian sekecil apapun kita 1:25:36 usahakan mari ee menjadi ee sama-sama 1:25:41 seperti yang tadi Kal Jasadil Wahid, 1:25:42 kita menjadi laksana satu tubuh, kita 1:25:45 menyuarakan, kita berupaya untuk 1:25:46 bersama-sama membebaskan Palestina 1:25:49 khususnya. 1:25:50 Baik, selanjutnya Mbak Wanda sesuai 1:25:52 dengan nama acara ini, buka mata buka 1:25:54 telinga, kira-kira membuka mata dan 1:25:57 membuka telinga apa nih untuk masyarakat 1:25:59 Indonesia supaya kita bisa mendukung 1:26:02 terus Palestina? 1:26:04 Iya, jangan diam karena diam sama saja 1:26:07 dengan menormalisasikan keadaan dan diam 1:26:11 itu menguntungkan bagi para pelaku 1:26:13 genosida gitu. Jadi, jangan diam dan 1:26:16 jangan merasa enggak berdaya. Saya 1:26:17 merasa, "Mbak, saya mau dukung, tapi 1:26:20 saya nih cuma begini. Saya enggak bisa 1:26:22 apa-apa." Aduh, 1:26:23 jauh-jauhin dari rasa berdaya. Karena ee 1:26:27 Allah tuh menciptakan manusia dengan 1:26:29 sangat makhluk yang paling sempurna di 1:26:32 antara makhluk-makhluk yang lain, gitu. 1:26:33 Jadi, jangan pernah merasa kita enggak 1:26:36 kita enggak kita enggak berdaya gitu. 1:26:39 Kita penuh kekuatan yang Allah kasih dan 1:26:41 kesempurnaan yang Allah berikan kepada 1:26:43 manusia tuh luar biasa besarnya. dan 1:26:46 gunakan ee anugerah dan rahmat Allah ini 1:26:50 dengan sebaik-baiknya untuk terutama 1:26:54 untuk bermanfaat bagi manusia lain dan 1:26:56 membela mereka yang terzalimi dan yang 1:26:58 lemah. 1:26:59 Iya. Baik, Dr. Ben, sebagai penutup, 1:27:02 Dok, yang diingatkan untuk kita semua 1:27:05 apa nih, Dok, tentang perjuangan ini? 1:27:08 Ya, saya pikir kita tetap waspada, tetap 1:27:12 ee cerdik, 1:27:14 tetap hati-hati. Ingat 2% zionis di 1:27:17 Indonesia ini tetapkan tayangan. 1:27:20 Maka jangan jangan kita lepaskan epada 1:27:24 kita dengan zionis-zionis e hitam ini 1:27:27 kan. [tertawa] 1:27:29 Itu 1:27:29 baik. Baik. Tegas sekali gitu ya. Karena 1:27:33 ee dari data streaming Rasil pendengar 1:27:36 di Israel juga ada tiap hari, Dok, 1:27:39 dengerin radio silaturahim. [terkesiap] 1:27:41 Terima kasih banyak kepada 1:27:42 narasumber-narasumber yang luar biasa di 1:27:44 malam hari ini, Mbak Wanda Hamida, Mas 1:27:46 Muhammad Faturrahman ya, Dok, ya. Di 1:27:49 malam hari ini mudah-mudahan dapat 1:27:51 memberikan manfaat untuk kita semua gitu 1:27:53 ya dan untuk para pendengar. Demikianlah 1:27:56 Ikhwan akhwat acara buka mata buka 1:27:58 telinga di malam hari ini. Terima kasih 1:27:59 banyak atas kebersamaan Anda. Kami undur 1:28:02 diri dan sekali lagi terima kasih banyak 1:28:04 kepada seluruh narasumber di malam hari 1:28:05 ini. 1:28:06 Kami akhiri dengan doa. 1:28:08 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:28:10 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:28:12 atubu ilaik. Asalamualaikum 1:28:13 warahmatullahi wabarakatuh. Waalaikum