Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Yufid TV 0:13 Bismillahirrahmanirrahim 0:16 Alhamdulillahirobbil 0:18 alamin hamdan katsiron toyyiban 0:22 mubarokan fihi 0:24 kama yuhibbu robbuna wa yargho 0:29 Allahumma sholli wasallim wabarik ala 0:32 abdika wa rosulika sayyidina wa 0:35 nabiyyina Muhammadin wa alihi toyyibin 0:39 wa shohabatihil ghurril mayamin 0:43 wa sairina ala nahjihil qowim ila 0:47 yaumiddin 0:49 subhanaka laa ilmalana 0:52 illa ma allamtana innaka antal alimul 0:56 hakim 0:59 Allahumma atina min indika rohmah wa 1:02 allimna min ladunka ilman nafi'a 1:05 wamfa'na bima allamtana 1:08 robbana zidna ilman wa alhiqna bis 1:11 sholihin 1:13 amma ba'du para jamaah 1:16 hadirin hadirat jamaah 1:19 Masjid MRBJ yang dirahmati Allah 1:21 salamullahi alaikum jami'an 1:24 warohmatullahi wabarokatuh 1:30 Sebelum kita mulai renungan kita mari 1:33 kita buka dengan membaca ummul Qur'an 1:37 sebagaimana Alquran dibuka 1:42 Auzubillahiminasyaitanirrajim 1:49 Bismillahirrahmanirrahim 1:56 Alhamdulillahirobbil 2:00 alamin 2:03 Arrahmanirrahim 2:08 Maliki yaumiddin 2:12 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in 2:19 Ihdinashirotol 2:22 mustaqim 2:25 Shirotol ladzina an'amta 2:29 alaihim 2:31 ghoiril maghdubi alaihim waladholin 2:44 amin shodaqallahul adzim wa shodaqa 2:47 rosuluhul karim 2:50 wa nahnu ala dzalika minasyahidain 2:55 Para jamaah hadirin hadirat jamaah yang 2:57 dirahmati Allah 3:01 pada kajian kita yang lalu 3:04 kita bersama-sama telah mendengarkan 3:09 kajian kita dalam tema urgensi Alquran 3:13 bagi kaum muslimin 3:16 yang tak tergantikan 3:21 pada pagi hari ini kita akan melanjutkan 3:24 kembali 3:26 semuanya dengan harapan agar kita semua 3:29 bersama-sama kaum muslimin 3:32 apapun latar belakang kita 3:35 untuk kembali kepada ikatan yang sama 3:39 hablullah al matin 3:41 berpegang kepada pedoman yang sama yang 3:44 disepakati oleh seluruh kaum muslimin 3:48 yaitu Alquran Alkarim 3:51 sedangkan menghadapi berbagai macam isu 3:54 perbedaan 3:56 yakin bahwa perbedaan tersebut 3:59 sebetulnya kembali kepada interpretasi 4:02 manusia 4:05 maka lahirlah komunitas interpretasi 4:11 mazhab Syafi'i Maliki Hambali Hanafi dan 4:15 lain-lainnya semua ini sebetulnya 4:17 merupakan komunitas interpretasi 4:21 adapun 4:22 yang disepakati yang menjadi rujukan dan 4:26 keharusan 4:28 bagi kita untuk kembali bersama-sama 4:31 yaitu kembali ke dalam syariat Allah 4:34 yang dituangkan dalam kitab sucinya 4:37 yang disepakati dari Nabi kita Muhammad 4:40 Shallallahu alaihi wasallam 4:42 adapun perbedaan-perbedaan pendapat 4:46 seharusnya sebagaimana sikap para imam 4:49 yang berlapang dada 4:52 yang tidak mengklaim bahwa pendapat 4:54 mereka itu merupakan syariat dari Allah 4:57 seperti 4:58 yang pernah kita dengar dari sahabat 5:01 besar Nabi kita Muhammad Shallallahu 5:03 alaihi wa alihi wasallam 5:06 Abu Bakar Ash Shiddiq radhiallahu anhu 5:12 beliau satu hari berhadapan dengan satu 5:14 kasus 5:18 yang belum dihadapi 5:21 pada masa Nabi kita Muhammad Shallallahu 5:23 alaihi wasallam 5:25 artinya secara eksplisit 5:28 tidak pernah mereka mendengar fatwa Nabi 5:34 kita kan tahu bahwa berbagai macam 5:36 kejadian peristiwa saat ini 5:39 banyak yang tidak pernah sama sekali 5:42 dihadapi oleh Nabi kita Muhammad 5:44 Shallallahu alaihi wasallam maupun para 5:46 sahabatnya apakah Islam berhenti di sana 5:52 apakah 5:54 ajaran agama kita berakhir dengan 5:56 wafatnya Nabi kita dengan sendirinya 5:57 tidak 5:59 Allah telah memberikan kita rambu-rambu 6:01 ya 6:02 petunjuk-petunjuk dalam kitab sucinya 6:05 untuk menghadapi setiap tantangan zaman 6:09 berbeda dengan interpretasi manusia 6:11 yaitu fikih manusia 6:14 fikih manusia sifatnya kondisional 6:17 sesuai dengan keadaan yang mereka hadapi 6:20 mereka memberikan fatwa 6:23 tapi kalau Alquran berasal dari alimul 6:27 ghoibi was syahadah 6:30 di mana ilmunya 6:32 tidak terbatas oleh dimensi waktu maupun 6:35 ruang begitu pula ciptaannya 6:38 saya ingin bertanya pada Bapak Ibu 6:39 sekalian 6:42 manusia yang Allah ciptakan 6:47 kakek kita nenek kita 6:50 begitu pula anak cucunya hingga sampai 6:53 kepada kita 6:54 kira-kira selalu relevan apa tidak 7:00 apakah manusia dulu sudah tidak relevan 7:03 lalu manusia berkembang dengan apa 7:05 dengan 7:07 eh katakan perancangan yang baru yang 7:09 berbeda dengan rancangan sebelumnya 7:11 apakah sama 7:14 tapi kalau peralatan elektronik buatan 7:17 manusia 7:18 apalagi dalam bidang 7:21 dalam bidang komputer kita saksikan 7:24 perkembangannya bukan hanya per tahun 7:27 dalam waktu singkat kita saksikan 7:29 penemuan-penemuan baru 7:31 yang lama dianggap apa 7:33 dianggap sudah expired 7:36 yang kemarin dianggap merupakan satu hal 7:38 yang canggih sekarang dianggap merupakan 7:40 hal yang tertinggal 7:42 dulu hanya kalangan tertentu yang 7:43 memegang handphone dengan antenanya yang 7:45 besar 7:47 sekarang satpam pegang handphone yang 7:49 canggih 7:52 bukan lagi merupakan sesuatu yang 7:56 yang canggih tapi manusia 7:58 sepanjang perkembangan zaman mampu 8:01 berhadapan dengan tantangan zaman 8:03 menjawabnya dan memproduksi berbagai 8:06 macam peralatan canggih untuk menghadapi 8:09 tantangan-tantangan yang mereka hadapi 8:12 jadi manusia yang Allah ciptakan dulu 8:15 dengan sekarang sama 8:17 Allah bekali mereka dengan ilmu potensi 8:19 yang tak terhingga wa allama Adamal 8:22 asmaa kullaha 8:24 jadi jangan samakan kitab Allah dengan 8:26 interpretasi manusia 8:29 dan jangan batasi ya 8:32 respon kita menghadapi tantangan zaman 8:35 dengan interpretasi dulu setiap zaman 8:38 pasti akan apa membutuhkan 8:40 jawaban-jawaban yang baru 8:42 dalam bidang medis 8:44 dulu apabila seorang mengalami 8:46 penyempitan jantung mereka tidak berdaya 8:50 sampai akhirnya berkembang dengan 8:54 bypass 8:56 kemudian berkembang lagi hadirin 8:57 sekalian 8:58 dengan melakukan intervensi menggunakan 9:01 stent 9:02 sekarang ini 9:04 mereka 9:06 lebih cenderung tidak menggunakan stent 9:09 karena resiko yang ditimbulkan ya 9:12 mereka menggunakan balon sekarang 9:13 balon-balon sekarang ini 9:15 saya kebetulan 9:17 setiap berkala periksa jantung karena 9:19 saya memasang ring sebanyak enam hadirin 9:21 sekalian 9:26 lalu dokter sekarang mengatakan apabila 9:28 terjadi penyempitan tidak perlu lagi 9:30 kita menggunakan stent cukup menggunakan 9:32 balon 9:33 di masa akan datang ya mungkin semuanya 9:36 tidak diperlukan 9:38 ini pengetahuan manusia beda dengan ilmu 9:41 Allah alimul ghoibi was syahadah beda 9:44 dengan Alquran Alkarim yang diturunkan 9:47 Allah Subhanahu wa ta'ala ma farrotna 9:50 fil kitabi min syai kami tidak pernah 9:53 mengabaikan dalam Alquran 9:56 sesuatu sekecil apapun Allah berikan 9:59 bimbingan dan petunjuk bagi kita semua 10:01 untuk menghadapi tantangan zaman 10:03 sebagaimana manusia ciptaan Allah. 10:06 Peralatan-peralatan yang dianggap 10:08 canggih kemarin, sekarang sudah 10:10 tertinggal. Manusianya? 10:12 Justru berkembang 10:14 dengan perkembangan pertumbuhan yang 10:16 amat menakjubkan. 10:17 Hingga anak-anak kecil sekarang 10:20 dibandingkan kita dulu memegang alat 10:22 elektronik takut-takut. Sekarang mereka 10:25 lebih pandai dibandingkan kita. 10:27 Betul enggak para jemaah sekalian? 10:29 Kita mengetik dengan susah payah, anak 10:30 sekarang mengetik dengan cepat sekali 10:31 hadirin sekalian. Padahal masih 10:33 kecil-kecil. 10:37 Jadi kalau kita perhatikan 10:39 manusia ini merupakan makhluk yang amat 10:41 menakjubkan yang penuh dengan rahasia 10:43 Allah. Sampai Imam Ali mengatakan apa? 10:48 Dawa uka fika wa ma tas'ur. 10:54 Wa da uka minka wa tastankiru. 10:57 Wa tahsabu nafsaka jirman soghiron wa 11:00 fika ntwal alamul akbaru. 11:03 Wahai manusia 11:05 sebetulnya obat bagi penyakitmu itu ada 11:08 pada dirimu, tapi kamu tidak sadari. 11:12 Dan penyakit-penyakit yang menimpa kamu 11:15 semua bersumber dari dirimu, dari 11:17 ulahmu, tapi kamu ingkari. 11:20 Kamu berusaha mencari kambing hitam ke 11:22 sana kemari. 11:24 Wa tahsabu nafsaka jirman soghiron, kamu 11:27 memandang diri kamu ini benda kecil yang 11:29 tak berarti. Wa fika ntwal alamul 11:31 akbaru, padahal dalam diri kamu terdapat 11:34 rahasia yang amat besar. 11:36 Allah ciptakan ayat-ayatnya di langit 11:38 dan di bumi 11:40 agar kita renungkan. 11:43 Dari hasil renungan ini kita menemukan 11:45 kebenaran yang sejati, la ilaha 11:47 illallah. Karena semua rancangan di alam 11:50 semesta ini menunjuk kepada yang satu. 11:52 Wa fi kulli ayatin 11:54 tadullu annahu wahidun, setiap ayat-ayat 11:57 yang kita saksikan semua menunjuk kepada 11:59 Allah. Walau kana fihima alihatun 12:02 illallah la fasadata. Kalau di langit 12:06 dan di bumi ada saja ilah-ilah pencipta, 12:09 pengatur selain dari Allah, langit bumi 12:11 akan mengalami kehancuran. Ini merupakan 12:13 hal yang bersifat aksioma. 12:16 Badihi. 12:19 Oleh karena itu fikih selalu berkembang. 12:22 Syariat yang datang dari Allah dialah 12:25 kebenaran yang sejati. 12:28 Nah, ketika Abu Bakar As-Siddiq 12:30 radhiallahu anhu menghadapi kasus 12:33 yang belum pernah dihadapi dan didengar 12:36 dia bertanya kepada para sahabat, 12:38 "Apakah ada di antara kalian 12:40 yang pernah mendengarkan Rasul 12:42 memutuskan dalam hal ini?" 12:46 Apabila seorang mengatakan saya pernah 12:48 menyaksikan 12:49 bawa dua orang saksi 12:52 agar seorang tidak 12:55 kan kepada Rasul kebohongan. 12:57 Bawa dua orang saksi. Padahal pada masa 12:59 itu masa sahabat. 13:01 Tapi diharuskan membawa dua orang saksi. 13:04 Kalau Sayyidina Umar Ibnu Khattab 13:06 radhiallahu anhu lebih keras lagi. 13:09 Kalau seorang berani meriwayatkan dari 13:11 Rasul tanpa membawa dua orang saksi 13:13 beliau langsung mengambil cambuknya 13:15 mencambuk orang tersebut. 13:18 Untuk menjaga kebenaran tetap murni 13:21 tidak bercampur dengan kebohongan. 13:24 Nah, sekarang ini begitu jauh jarak kita 13:26 dengan Rasulullah. Kalau tidak memiliki 13:29 pegangan dan raja, dengan mudah kita 13:31 akhirnya terjerumus dalam kebohongan. 13:34 Akibat dari kebohongan yang kita 13:36 saksikan pada saat ini umat Islam 13:38 berpecah belah dan bercerai berai. 13:41 Kalau tidak ada yang tampil dengan 13:44 membawa dua orang saksi, Abu Bakar 13:45 mengatakan apa? Ini pelajaran yang amat 13:48 indah buat kita. 13:50 Ajitahidu ra'yi, saya akan berijtihad di 13:52 bawah naungan ayat-ayat Quran dan 13:55 pengalaman yang dihadapi bersama Rasul 13:59 lalu dia mengatakan, "Allahumma hadza 14:02 ra'yi, ya Allah ini pendapatku." Dia 14:05 enggak mengatakan ini apa? Hak kebenaran 14:08 dari Allah, enggak. Hadza ra'yi. 14:10 In kana shawaban 14:13 fa minallah, kalau pendapat saya 14:15 mengenai sasaran maka itu berasal dari 14:18 petunjuk Allah. 14:19 Wa in kana khotoan fa minni wa minas 14:22 syaiton sedangkan kalau salah, meleset 14:25 itu berarti dari saya dan dari setan. 14:29 Wallahu wa rasuluhu bariani minhu, Allah 14:31 dan Rasulnya tidak bertanggung jawab 14:33 terhadap pendapat saya. 14:35 Ini Abu Bakar. 14:37 Bagaimana beliau membedakan antara 14:39 pendapat 14:41 interpretasi 14:43 dari apa yang dipahami dengan apa yang 14:45 datang dari Allah. 14:48 Beliau tidak mengatakan in kana haqqon, 14:51 kalau hak itu pasti tidak ada 14:53 kemungkinan yang lain. 14:55 Tapi kalau shawaban dalam bahasa Arab, 14:57 seorang memanah mengenai sasaran namanya 14:59 ashoba 15:00 kalau meleset namanya akhto'a. 15:03 Artinya pendapat manusia bisa benar, 15:06 bisa salah. 15:08 Nabi Daud ketika dia memberikan fatwa, 15:10 dia pernah mengalami kesalahan. Sulaiman 15:12 yang meluruskan sebagaimana Alquran 15:14 sebutkan. 15:18 Al-Imam Syafi'i radhiallahu anhu. 15:22 Dia mengatakan, "Ra'yi shawaban indih 15:25 tamillul khoto, pendapat saya ini 15:27 shawaban menurut saya. 15:30 Tapi bisa saja 15:31 dan mungkin saja salah. Karena manusia 15:34 dalam melihat sesuatu walaupun objek 15:36 format, objek materinya sama 15:39 yang dilihat sama 15:40 tapi kesimpulan yang disimpulkan bisa 15:42 berbeda, tergantung 15:44 latar belakang pendidikannya, ilmunya. 15:46 Sebagaimana manusia sebagai objek format 15:49 yang sama tapi mereka-mereka yang 15:51 mempunyai keahlian melihat manusia dari 15:53 berbagai macam sisi melahirkan 15:55 kesimpulan yang berbeda. 15:56 Oleh karena itu diperlukan musyawarah 15:58 sama-sama supaya orang bisa melihat satu 16:02 objek dari berbagai macam sisi 16:03 melahirkan kesimpulan yang komprehensif. 16:06 Itu manfaat dari musyawarah. 16:10 Wa ra'yu ghairi khoto'un indi, pendapat 16:13 orang lain menurut saya salah. 16:15 Yahtamilul khoto', yahtamilus shawaban, 16:18 tapi bisa saja pendapat dia yang benar. 16:21 Tidak ada kesombongan, tidak ada 16:23 keangkuhan. Tapi kalau yang datang dari 16:25 Allah 16:26 alhaqqu min rabbika fala takunanna 16:31 minal mumtarin. 16:34 Alhaq yang sejati yang datang dari 16:35 Tuhanmu. 16:37 Maka jangan kamu termasuk dari 16:38 orang-orang yang bimbang dan ragu. 16:42 Ini 16:43 amat penting untuk kita fahami perbedaan 16:46 antara syariat Allah 16:48 antara kitab Allah dengan pendapat 16:50 manusia. 16:52 Nah, ulama bisa salah. 16:55 Kiai bisa salah. 16:57 Habib bisa salah. Oleh karena itu bukan 17:00 Quran diukur dengan mereka, mereka harus 17:03 dikembalikan kepada Alquran. 17:05 Kalau tidak akhirnya tolak ukurnya 17:07 enggak jelas. 17:09 Seperti satu orang mau beli tanah, 17:11 dibilang pakai meteran saya. 17:14 Satu meternya 17:17 panjangnya 120. 17:19 Waktu dia mau jual 17:21 dibilang pakai meteran saya. 17:23 Meternya cuma 80 senti. 17:26 Repot enggak? 17:28 Harus kita sepakati tolak ukurnya. 17:31 Nah, begitu juga kita umat Islam kalau 17:33 tolak ukurnya beda-beda, yang satu kiai, 17:35 yang satu habib, ya. Yang satu ustaz 17:38 yang satu mazhab ini, mazhab itu, bahaya 17:40 enggak? 17:41 Bahaya hadirin sekalian. 17:44 Padahal Allah bilang inna hadzihi 17:45 ummatukum ummatan wahidatan wa ana 17:48 rabbukum fa'budun. 17:50 Hadzihi ini menunjuk kepada umat-umat 17:53 sebelumnya sampai umat Nabi kita ini 17:54 semua merupakan satu umat. 17:57 Ayah ibunya sama, asal usulnya sama, 18:00 darahnya sama, walaupun berbeda suku dan 18:02 bangsa 18:04 Tuhan yang menciptakan sama, nabinya 18:06 sama, kitabnya sama. 18:08 Tapi kenapa harus bermusuh-musuhan? 18:11 Yang saya heran 18:14 agama Kristen Tuhannya ada berapa? 18:17 Kitabnya? 18:19 Empat. 18:20 Yang disepakati oleh mereka sekarang ini 18:22 empat. 18:23 Lukas, Matius, Yohanes sama Markus. 18:26 Yang heran mereka tidak saling 18:27 menyerang. 18:29 Ada kebencian di antara mereka, tapi 18:31 tidak ditampakkan. Kalau kita hanya 18:33 gara-gara qunut 18:36 serang menyerang, mengkafirkan, 18:38 menyesatkan, finnar dalam api neraka. 18:40 Seolah-olah kunci surga di tangannya. 18:43 Ada juga habib yang menjamin bahwa si 18:45 fulan fil jannah, fulan finnar. Ini 18:48 betul-betul orang enggak waras sama 18:50 sekali. 18:51 Allah yang menentukan. Terkadang 18:53 orang-orang awam biasa asal usulnya 18:55 rendah 18:57 derajatnya tinggi di sisi Allah seperti 18:59 Bilal. 19:00 Tapi orang yang asal usulnya mulia, 19:02 bahkan punya hubungan dengan Nabi 19:04 seperti Abu Lahab 19:06 saudara ayahnya 19:08 anak Nabiullah Nuh, istri Nabiullah Nuh 19:11 tapi dengan tegas Allah campakkan mereka 19:14 dalam api neraka. 19:15 Jadi ingat 19:17 standar 19:18 ya 19:19 dalam agama kita disepakati. Yang 19:22 berbeda-beda pendapat kita yang merusak 19:25 hawa nafsu kita. 19:27 Nah, sekarang kita ingin melanjutkan 19:30 kembali hadirin sekalian kajian kita di 19:33 seputar urgensi Alquran yang tak 19:36 tergantikan. 19:39 Allah berfirman dalam surat Al-A'raf 19:42 saya enggak sebutkan ayatnya. 19:45 Nomornya bisa dicari sendiri hadirin 19:47 sekalian. 19:48 Wal waznu yaumaizinil haq. 19:52 Faman faqulat mawazinuh faulaika humul 19:56 muflihun. 19:58 Waman khaffat mawazinuhu 20:01 faulaikal ladzina khasiru anfusahum 20:05 bimakanu biayatina yazlimun. 20:11 Wal waznu dan timbangan. 20:15 Di hari akhir nanti pada hari itu alhaq 20:18 adalah 20:20 timbangan alhaq. 20:23 Kita kalau membaca Alquran ketika Allah 20:26 Subhanahu Wa Ta'ala berbicara mengenai 20:28 alhaq 20:30 maka menunjuk kepada dirinya zalika bi 20:33 annallaha huwal haq menunjuk juga kepada 20:36 Alquran. 20:37 Kebenaran yang pasti yang tidak 20:39 meragukan. 20:42 Maka timbangan di hari kemudian nanti 20:44 yang akan menimbang amal kita yang 20:46 menjadi tolok ukur 20:48 benar salahnya, lurus dan menyimpangnya 20:51 amal kita adalah alhaq yaitu kitab 20:53 Allah. 20:56 Faman saqulat mawazinuhu 20:59 siapa-siapa yang timbangan amalnya berat 21:02 ketika ditimbang di hadapan kitab Allah 21:05 faulaika humul muflihun, merekalah 21:07 orang-orang yang sukses beruntung. 21:10 Waman khaffat mawazinuhu siapa-siapa 21:13 yang ringan timbangan amalnya 21:16 ketika disesuaikan dikembalikan kepada 21:19 Alquran faulaikal ladzina khasiru 21:22 anfusahum 21:24 merekalah orang-orang yang mengalami 21:25 kerugian segala-galanya diri mereka dan 21:28 seluruh kebahagiaan mereka bahkan 21:31 keluarga mereka. 21:33 Kenapa bimakanu biayatina 21:36 yazlimun? Karena mereka sebetulnya telah 21:39 mendzalimi diri mereka dengan 21:40 meninggalkan ayat-ayat kami dan 21:42 mengingkarinya. 21:45 Kalau kita di sekolah 21:51 kira-kira waktu ujian yang diuji sesuai 21:53 dengan kurikulum kita 21:56 apa materi ujiannya berbeda? 22:00 Kalau kita di sekolah kelas 3 SD materi 22:03 ujian kita untuk SMP 22:06 kira-kira benar apa tidak? 22:10 Seperti zaman di Mesir dulu 22:14 mahasiswa 22:15 menghadapi pertanyaan-pertanyaan yang 22:17 tidak berhubungan dengan apa yang mereka 22:19 pelajari protes semuanya. 22:22 Rupanya ada kesalahan. 22:24 Untuk tahun ke-3 menjadi pertanyaan 22:27 tahun pertama. 22:29 Mereka enggak pernah mempelajari 22:30 sebelumnya. 22:32 Nah, mungkin enggak di akhirat nanti 22:34 Allah turunkan kitab sucinya 22:37 Allah jadikan sunah nabinya. Sunah itu 22:39 bukan riwayat manhaj dan thariqah. 22:42 Rasulullah yang mengaplikasikan 22:45 Alquran itulah manhajnya. 22:48 Namanya sunah. 22:50 Jadi ada Islam konseptual itu Alquran, 22:53 ada Islam aktual yaitu nabi kita. Oleh 22:55 karena itu tidak mungkin nabi 22:57 mengaktualisasikan Alquran berbeda 22:59 dengan apa yang terdapat dalam Alquran. 23:02 Maka Alquran sebagai tolok ukur yang 23:04 tidak ada dasarnya dalam Alquran 23:06 tertolak itu bukan sunah nabi. 23:09 Kalau hadis ada yang benar ada yang 23:11 salah. Untuk menguji kebenarannya 23:13 kembalikan kepada Alquran. 23:19 Jadi pada hari kemudian nanti setiap 23:22 orang 23:23 akan berhadapan dengan kitab suci 23:25 Alquran. 23:27 Perbuatan-perbuatan yang cocok sejalan 23:29 baik dalam tauhidnya pada Allah, dalam 23:32 ibadahnya, dalam tata cara kehidupannya 23:35 dia orang yang berat timbangannya. 23:38 Tapi kalau seandainya amal perbuatannya 23:40 cara hidupnya menyimpang dari Alquran 23:43 jangankan orang biasa seandainya anak 23:45 nabi nabi tidak akan mampu menyelamatkan 23:48 dirinya. 23:49 Nabi pernah mengumumkan di hadapan 23:51 kaumnya 23:52 berkata 23:54 ya Fatimata binta Rasulillah, wahai 23:57 Fatimah putri Rasulullah. 24:01 Ya Abbas ibna Abdul Muthalib ammar 24:04 Rasulillah, wahai Abbas bin Abdul 24:07 Muthalib paman Rasulullah. Ya bani Abdul 24:10 Muthalib, ya bani Hasyim i'malu 24:14 la ugni ankum minallahi syai'a. 24:17 Beramallah kalian aku tidak kuasa untuk 24:20 menyelamatkan kalian dari Allah 24:22 Subhanahu Wa Ta'ala sedikitpun. 24:24 Jangan orang datang ke hadapanku membawa 24:26 amal-amal baik mereka kalian datang 24:29 mengatakan 24:30 saya adalah putra Rasulullah atau putri 24:33 Rasulullah atau paman Rasul. 24:36 Di dunia ada kata belece hadirin 24:39 sekalian ada rekomendasi 24:41 walaupun enggak layak enggak memenuhi 24:43 syarat dengan rekomendasi bisa apa? 24:46 Bisa masuk di akhirat enggak ada sama 24:48 sekali hadirin sekalian. 24:50 Siapapun dia 24:52 di hadapan Allah akan diperlakukan 24:55 dengan adil falyawma la tuzlamu nafsun 24:59 syai'a wala tujzauna illa ma kuntum 25:02 ta'malun. Ini surat Yasin yang sering 25:04 kita baca pada hari ini 25:06 seorang tidak akan didzalimi sedikitpun 25:09 kebaikannya tidak akan dihilangkan. 25:12 Kebaikan nya akan dilipatgandakan 25:15 kewalibannya juga akan dicatat ditulis 25:19 dan dia akan menghadapinya kecuali 25:21 mereka yang bertobat kembali pada Allah 25:24 merekalah orang-orang yang beruntung dan 25:26 selamat. 25:27 Alhamdulillah sebentar lagi kita 25:29 memasuki bulan Ramadan itu bulan 25:32 Alquran, bulan petunjuk, bulan cahaya, 25:35 bulan rahmat, bulan penyembuhan 25:37 sebagaimana Alquran dengan sifatnya tadi 25:39 bulan ini juga mendapatkan sifat-sifat 25:41 tersebut. 25:43 Nah, selagi kita punya kesempatan mari 25:45 beramai-ramai kita kembali pada Allah. 25:48 Mudah-mudahan Allah membantu kita untuk 25:50 menyempurnakan puasa kita, menjaga lisan 25:53 kita, mata kita, telinga kita, kemaluan 25:55 kita perut kita dari apa yang diharamkan 25:58 Allah seandainya Allah wafatkan kita 26:01 setelah Ramadan Allah wafatkan kita 26:04 dengan ampunan atas seluruh dosa. 26:07 Allah terima amal kebaikan kita, Allah 26:09 kumpulkan kita 26:10 bersama kekasih yang kita rindukan nabi 26:14 kita Muhammad Shallallahu Alaihi 26:15 Wasallam, para keluarganya, 26:17 sahabat-sahabatnya 26:19 dan orang yang beriman. 26:21 Maka bersihkan hati kita dari kebencian 26:24 sedikitpun terhadap sesama orang yang 26:25 beriman. 26:27 Saya masuk di masjid MRBJ ini 26:30 hati perasaan tentram, tenang kita 26:32 memandang 26:34 saudara-saudara kita walaupun yang tidak 26:36 kenal sebelumnya dengan perasaan cinta. 26:38 Tapi begitu kita masuk ke masjid 26:41 nengok kanan ini berbeda sama kita nih. 26:44 Ini bukan golongan kita, bagaimana 26:46 perasaan kita seperti ini? Ini syaitan. 26:49 Kalau kita lihat orang berbeda dalam 26:52 praktek salat bukan kembali kepada rukun 26:55 jangan kita langsung tergesa-gesa. 26:58 Kita doakan mudah-mudahan amal kita 27:00 diterima mereka juga diterima oleh Allah 27:02 Subhanahu Wa Ta'ala. 27:04 Jangan kita ingin masuk surga orang lain 27:05 ke neraka tidak kita ingin semua orang 27:07 yang beriman diampuni dosanya. 27:11 Jadi wal waznu yaumaidinilhaq. 27:14 Sayang terjemahan ayat ini 27:16 dalam bahasa Indonesia kurang tepat. 27:20 Akhirnya melahirkan kalimat yang tidak 27:22 sempurna boleh periksa dalam terjemahan. 27:25 Wal waznu yaumaidinilhaq 27:28 dan timbangan pada hari itu 27:31 alhaq 27:33 adalah alhaq yang tidak akan salah, 27:36 timbangan yang penuh keadilan bahkan 27:39 penuh dengan rahmat. 27:41 Faman saqulat mawazinuhu faulaika humul 27:45 muflihun yang timbangan amalnya sempurna 27:48 berat di hadapan Alquran maka mereka 27:51 orang yang sukses. 27:52 Waman khaffat mawazinuhu faulaikal 27:55 ladzina khasiru anfusahum bimakanu 27:57 biayatina yazlimun yang ringan timbangan 28:00 amal mereka merekalah orang yang 28:02 kehilangan segala-galanya. 28:05 Karena mereka berlaku aniaya dengan 28:08 mengingkari dan menentang ayat Allah. 28:12 Nah, sekarang ini banyak dan viral 28:15 ada kyai-kyai, ada ustad bahkan ada 28:17 habib 28:19 yang mengatakan hati-hati kalian 28:21 keracunan Alquran. 28:23 Hati-hati 28:24 kalian keracunan Alquran cukup apa yang 28:27 kita dapatkan dari ulama kita. 28:29 Alquran sudah diterangkan dengan 28:31 sejelas-jelasnya. 28:34 Berarti mereka ingin memisahkan kita 28:36 dari Alquran membuat kita buta Alquran 28:39 walaupun kita baca kita hafal dengan 28:41 indah 28:43 tapi kita buta Alquran. 28:45 Begitu sampai di hadapan Allah ternyata 28:47 amal kita waktu dihadapkan di hadapan 28:51 Alquran 28:52 amal yang jauh dari petunjuk Allah 28:55 Subhanahu Wa Ta'ala. 28:58 Rupanya banyak 29:00 para pendakwah ini bukan berdakwah 29:01 mengajak manusia kepada Allah tapi 29:03 mengajak kepada dirinya. 29:06 Kalau dibacakan ayat Allah dan 29:08 diterangkan 29:10 ayat Allah ini tidak pilih kasih mau 29:12 kyai, mau ulama, mau habib, mau siapapun 29:14 juga dia berjalan lurus. 29:16 Nah, mereka tidak suka ini. 29:18 Tinggalkan Alquran gunakan pendapat 29:21 ulama yang bisa disesuaikan. 29:23 Sedangkan ulama-ulama yang saleh tidak 29:25 pernah mereka menyimpangkan Alquran. 29:28 Imam Syafi'i nya para imam sebelumnya 29:30 tidak pernah hadirin sekalian. Mereka 29:32 mengajak orang kembali kepada Alquran. 29:35 Pendapat mereka kalau salah tinggalkan 29:37 ikuti petunjuk Allah dalam Alquran dan 29:39 sunah nabi. 29:41 Tapi sekarang ini kalau orang berani 29:43 mengatakan hati-hati kalian keracunan 29:45 Alquran. 29:48 Padahal Allah berfirman 29:50 Wa nunazzilu minal Qur'ani ma huwa 29:53 syifaun wa rahmatun lil mukminin. 29:56 Kami turunkan dari Alquran yang 29:57 merupakan penyembuh, penawar dan rahmat 30:00 bagi orang yang beriman. Qod jaakum 30:03 minallahi nurun wa kitabun mubin. Telah 30:06 datang kepada kalian dari Allah 30:09 cahaya dan kitab yang memberikan 30:11 petunjuk. Orang kalau dengan hati baik, 30:14 tulus mengharapkan ridho Allah, 30:15 petunjuknya Allah tunjukkan dengan 30:16 Quran. Tapi yang datang ke hadapan 30:19 Alquran sudah memiliki persepsi 30:21 sebelumnya, 30:22 dia akan mengambil ayat-ayat yang 30:24 mendukung pendapatnya. Bukan pendapatnya 30:26 mengikuti Quran, tapi Alquran dipetik 30:29 ayat-ayatnya untuk menjadi apa? 30:32 Pembenaran, legitimasi, justifikasi atas 30:36 pendapat dan persepsinya. Ini yang 30:38 menyebabkan umat berpecah belah. 30:40 Seharusnya kita datang ke hadapan 30:41 Alquran sebagai murid, 30:44 sebagai hamba, 30:45 mendengarkan ayat-ayat Allah, membacanya 30:48 secara komprehensif, 30:50 lalu apa yang diputuskan Quran kita 30:52 katakan sami'na wa ato'na, bukan kita 30:54 ambil ayat-ayat Allah disesuaikan dengan 30:57 doktrin mazhab kita. Ini yang bahaya. 31:01 Jadi mereka yang menentang Alquran, yang 31:03 memusuhi Alquran, 31:05 sebetulnya mereka-mereka yang ingin 31:07 memalingkan umat dari petunjuk Allah 31:10 alladzina yasudduna an sabilillahi wa 31:13 ya'wunaha i'waja. 31:15 Wahum bil akhirati kafirun. Mereka yang 31:17 ingin memalingkan manusia dari jalan 31:19 Allah subhanahu wa ta'ala, ingin jalan 31:21 Allah subhanahu wa ta'ala yang tadinya 31:23 lurus 31:25 akan mengalami kebengkokan disesuaikan 31:27 tergantung kepentingan. 31:30 Seperti di Indonesia hadirin sekalian, 31:31 saya ingat zaman dulu ya, enggak tahu 31:33 sekarang masih berlaku apa tidak. 31:35 Dulu kalau ada pembangunan jalan, 31:37 penggusuran, 31:39 mereka lihat kalau di depan rumah 31:40 pejabat langsung berubah hadirin 31:42 sekalian. 31:43 Kalau di rumah orang kecil, mereka 31:45 terjang, betul enggak? 31:46 Di akhirat enggak begini, di hadapan 31:48 Allah siapapun juga inna akromakum 31:51 indallahi atqokum. Maka ulama seharusnya 31:55 tugasnya melanjutkan misi Rasul 31:57 menyampaikan ayat-ayat Allah dan 31:59 pesannya, bukan justru menggiring umat 32:02 untuk apa? 32:03 Untuk mengikuti mereka dan berpaling 32:06 dari Allah. 32:07 Saya ingin tanya pada para jamaah 32:09 sekalian, 32:11 Rasul menamakan pengikutnya apa? 32:14 Yang hidup bersama beliau. 32:16 Murid apa sahabat? 32:18 Sahabat. 32:20 Beliau menamakan pengikutnya sahabat. 32:22 Ini manusia mulia nih. 32:24 Menamakan orang yang mengikutinya 32:26 sahabat. Karena apa? Sahabat menuju 32:28 Allah. 32:29 Sama-sama mengikuti Alquran, bukan hanya 32:32 sahabat yang diwajibkan mengikuti 32:34 Alquran, Rasul terdepan sahabat 32:36 mengikuti di belakang. Menjadi 32:37 teman-teman Nabi kita Muhammad 32:39 sallallahu alaihi wasallam. 32:43 Di samping teman-teman Nabi kita yang 32:45 hidup bersama Rasul, ada saudara-saudara 32:48 Nabi. 32:51 Yaitu orang-orang yang datang setelah 32:53 Nabi wafat. 32:54 Seperti antum nih orang-orang di 32:56 Indonesia MRBJ ini. 32:58 Beriman kepada Allah dan Rasulnya, 33:00 beriman kepada Alquran padahal tidak 33:02 melihat Rasulullah langsung. Sampai 33:04 mengatakan 33:06 Nabi mengatakan inni asytaqu 33:09 ila 33:10 ikhwani. Aku rindu pada 33:12 saudara-saudaraku. 33:15 Sahabat mengatakan alasna ikhwanaka ya 33:17 Rasulullah, bukankah kami saudara kamu? 33:19 Rasulullah mengatakan tidak bal antum 33:20 ashabi, kalian sahabat-sahabatku. 33:23 Faamma ikhwani fahumulladzina 33:26 amanu bi walam yarouni. 33:28 Saudaraku mereka yang beriman pada aku, 33:31 padahal mereka tidak melihat aku. 33:34 Jadi para jamaah ini mendapatkan 33:35 kemuliaan yang luar biasa. Orang-orang 33:38 Islam harus betul-betul merasa bahagia, 33:41 bersyukur, mulia dengan petunjuk Allah, 33:43 bukan dengan jabatan, 33:44 bukan dengan kedudukan, 33:46 bukan dengan seragam. 33:48 Ada orang kebanggaannya dengan semua ini 33:50 dan dunia yang fana 33:53 yang menjadi kebanggaan, akhirnya 33:54 petantang-petenteng di atas muka bumi. 33:56 Tapi bersyukurlah dengan hidayah Allah. 33:59 Waman ahsanu qaulan mimman da'a ilallah 34:02 wa amila sholihan waqola innani minal 34:05 muslimin. Siapakah yang tutur katanya 34:08 lebih baik dari orang yang mengajak 34:10 kepada Allah lalu dia iringi dengan amal 34:13 sholeh, bukan hanya ucapan tapi juga 34:16 amal yang sholeh. Lalu dengan penuh rasa 34:19 syukur dia tunjukkan identitasnya. 34:22 Wa inni minal muslimin, dan saya dari 34:24 seorang orang-orang yang berserah diri 34:26 pada Allah. 34:29 Jangan seperti sekarang ngaku muslim 34:30 minder. 34:32 Diajak makan sama pejabat, sama pembesar 34:34 di hotel, ditawarkan minuman keras, 34:37 dia minum atau dia bilang saya lagi 34:39 sakit maag. 34:40 Katakan ana muslim. 34:42 Ana muslim, dengan penuh kebanggaan. 34:45 Kalau kita mau naik pesawat, di konter 34:48 se waktu kita booking kita minta makanan 34:51 muslim, begitu di pesawat sebelum orang 34:53 lain 34:55 mereka antarkan makanan kita ya 34:57 lebih dahulu. 34:59 Makanan kita tuh diantarkan, 35:01 baru orang lain. 35:03 Bagaimana penghormatan mereka? Malah 35:05 yang lebih dihormati lagi orang-orang 35:07 Yahudi. 35:09 Orang Yahudi 35:10 kalau mereka naik pesawat, mereka 35:12 jauh-jauh hari pesan makanan kosher, 35:15 halal. 35:17 Sampai di pesawat nanti 35:19 sebelum orang lain dihidangkan, mereka 35:22 datang membawa makanan masih dalam 35:23 keadaan terbungkus dengan label kosher. 35:27 Digunting di depan dia, 35:29 dihangatkan, dibawa lagi ke hadapannya. 35:33 Bayangkan, sedangkan kita minder, malu 35:37 menunjukkan kita sebagai seorang muslim. 35:40 Banyak wanita malu berpakaian apa? 35:43 Tapi kalau menonjolkan pahanya, belahan 35:46 tubuhnya, dia tidak merasa malu. 35:48 Bayangkan, nah ini kan jiwa binatang 35:50 hadirin sekalian. 35:52 Binatang tidak merasa malu tertyingkap 35:54 auratnya, tapi kalau seorang manusia? 35:56 Manusia dan hewan perbedaannya manusia 35:58 punya kendali diri. 36:01 Kesadaran dan kendali diri. Begitu 36:03 kehilangan kendali dirinya, binatang 36:04 bukan? 36:06 Ulaika kal an'am bal hum adhol. Mereka 36:09 mirip dengan binatang ternak bahkan 36:11 lebih sesat lagi. 36:13 Jadi para jamaah sekalian, 36:15 antum semua ini orang-orang yang 36:16 dimuliakan Allah. 36:19 Jangan lihat 36:20 statusnya, kondisi ekonominya, semua ini 36:24 antum orang yang dimuliakan. 36:26 Jangan antum lihat saya sebagai seorang 36:28 ustad ya, lebih mulia dari antum, belum 36:31 tentu. Bisa-bisa salah seorang dari 36:33 antum atau sebagian besar lebih mulia 36:36 dibandingkan saya. 36:37 Karena kemuliaan penilaian sejatinya 36:39 dari Allah. 36:41 Kita berusaha bersama-sama meraih 36:43 kemuliaan. 36:44 Tidak ada yang tahu apa yang bakal 36:46 terjadi pada dirinya. Kita berlindung 36:48 dari Allah dari kekafiran, dari 36:50 kesyirikan, dari penyimpangan 36:53 dan terjerumus dalam perbuatan-perbuatan 36:55 setan. Itu kita punya doa kita semuanya. 36:58 Tapi kita tahu betul-betul kita dalam 37:01 kondisi yang betul-betul amat 37:03 memprihatinkan. 37:05 Pertanyaan yang Allah ajukan untuk saya 37:07 beda sama hadirin. 37:09 Hadirin mendengar, mengamalkan, saya di 37:11 samping mendengar, 37:13 menyampaikan, 37:15 ya, kemudian harus menjadi contoh. 37:20 Kalau perbuatan saya lebih buruk 37:21 dibandingkan para jamaah, nilai saya 37:23 jatuh betul-betul. 37:26 Seharusnya saya berperilaku lebih baik 37:29 menjadi contoh sebagai orang yang 37:30 menyampaikan ayat Allah. 37:33 Jangan bagaikan lilin menerangi orang 37:35 lain tapi dirinya sedikit demi sedikit 37:37 hadirin sekalian habis terbakar wal 37:39 iyadzubillah. 37:41 Kita kembali kepada Alquran. 37:44 Dalam 37:46 suratul A'raf 37:49 Allah ceritakan tentang dialog antara 37:51 penghuni surga dengan penghuni eh dengan 37:54 ashabul A'raf. 37:56 Begitu juga antara 38:00 mereka dan penghuni api neraka. Yang 38:02 saya akan bawakan di sini dialog antara 38:04 penghuni api neraka 38:06 dengan penghuni surga. 38:09 Wanada ashabunnari 38:11 ashabal jannah. 38:15 Para penghuni api neraka, 38:18 mereka di neraka memanggil para penghuni 38:20 surga. An afidhu alaina minal ma' au 38:24 mimma rozaqokumullah. 38:26 Tolong kirimkan untuk kami sedikit saja 38:29 air 38:30 atau sedikit makanan yang kalian makan 38:33 yang Allah berikan kepada kalian. 38:37 Qolu innallaha harromahuma alal kafirin. 38:41 Mereka menjawab Allah haramkan 38:43 kedua-duanya, air maupun makanan untuk 38:46 orang-orang kafir. 38:49 Di sini mereka menikmati berbagai macam 38:51 kenikmatan karena kenikmatan dunia 38:53 kecil. 38:54 Bahkan dibandingkan surga tidak sebesar 38:57 sayap nyamuk. Tapi kenikmatan di akhirat 38:59 berbeda. 39:01 Allah haramkan kenikmatan surga 39:03 walaupun seteguk air 39:06 maupun makanan sedikitpun untuk mereka. 39:10 Lalu Allah sebutkan orang-orang kafir di 39:12 sini alladzina takhodzu dinahum lahwan 39:15 wa la'iban wa ghorrot humul 39:17 hayatuddunya. 39:20 Yaitu mereka-mereka yang menjadikan 39:23 agama mereka lahwan wa la'iban sebagai 39:25 permainan, senda gurau. Agama bukan lagi 39:29 petunjuk 39:31 yang membimbing kita menuju kehidupan 39:33 yang lebih mulia, 39:34 yang kita dengarkan gurau, 39:36 tawa, bicara porno, bahkan di televisi 39:41 acara-acara keagamaan memalukan luar 39:43 biasa. Di saat ee katakan ada acara 39:47 agama Kristen di Metro TV, bagaimana 39:49 mereka berceramah dengan rapi, mengajak, 39:52 kemudian mendoakan. Sedangkan kita diisi 39:55 dengan humor, tawa. Apalagi kalau di 39:57 atas mimbar dalam masjid mereka 39:59 bicara-bicara yang porno. Agama apa ini? 40:03 Kalau Rasulullah bangkit, dia akan 40:05 menangis menyaksikan mereka-mereka yang 40:07 menjadikan agama Allah sebagai 40:09 permainan. 40:11 Wa ghorrot humul hayatut dunya. 40:15 Mereka terpedaya oleh kehidupan dunia. 40:18 Mereka membelakangi ayat Allah sampai 40:20 Nabi ketika dibangkitkan mengadu kepada 40:22 Allah dalam surat Al Furqan, 40:25 Wa qola Rasul, "Ya Rabbi, inna qaumi 40:28 takhodzu hadzal Quran mahjuro." 40:31 "Wahai Tuhanku, kaumku sekarang telah 40:33 menjadikan Quran terasing dari kehidupan 40:35 mereka. Dibaca, dihafal, 40:38 tapi terasing dari kehidupan mereka." 40:41 Ini 40:42 pengaduan Rasulullah Shallallahu Alaihi 40:44 Wasallam kepada Allah. Jangan sampai 40:46 kita termasuk orang-orang yang diadukan, 40:48 yang menjadikan Quran terasing dari 40:50 kehidupan kita. Kita ingin baca, 40:53 kita resapi, kita amalkan petunjuknya. 40:56 Inilah 40:57 yang merupakan konsep dari apa? Sunnah 41:00 Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi 41:02 Wasallam. Kitab yang bersih, indah, 41:06 lembut, jauh dari kata-kata yang kotor, 41:09 jauh dari perbuatan yang menyimpang. 41:11 Semuanya mengajak kita bersama-sama 41:13 menuju Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 41:17 Lalu dalam ayat berikutnya, "Walaqod 41:18 ji'nahum bi kitabim fasholnahu ala ilmin 41:22 hudan wa rahmatan li qaumin yu'minun." 41:25 Sesungguhnya kami telah 41:26 mendatangkan bagi mereka sebuah kitab 41:29 yang kami uraikan secara terperinci atas 41:32 dasar ilmu kami. Bukan ilmu manusia. 41:35 Yang kami uraikan secara terperinci atas 41:37 dasar ilmu kami. 41:40 "Fasholnahu ala ilmin hudan wa rahmatan 41:43 li qaumin yu'minun." Sebagai petunjuk 41:45 dan rahmat bagi orang-orang yang 41:47 beriman. 41:49 Lalu Allah mengancam hal yang buru illa 41:51 ya illa hal yang buru na yauma ta'wil 41:55 yauma ya'ti ta'wiluhu. 41:57 Apakah mereka menunggu mau beriman? 41:59 Ya. 42:01 Waktu datang bukti-bukti kebenaran 42:03 Quran. 42:04 Jadi mereka nunggu sampai terbukti 42:06 kebenaran Quran baru mau beriman. Sudah 42:08 terlambat. "Yauma ya'ti ta'wiluhu, 42:10 yaqulu ladzina nasuhu min qoblu qod 42:12 ja'at rusulu robbina bil haq. Fahal lana 42:15 min syufa'a fayasyfa'ulana au nurrodu 42:18 fanakmalu ghoiro ladzi kunna na'mal. Qod 42:21 khosiru anfusahum wa dholla anhum ma 42:23 kanu yaftarun." 42:26 Ketika datang bukti kebenaran Al Quran, 42:29 mereka-mereka yang tadinya lupa kepada 42:31 Al Quran, berpaling daripadanya, 42:34 mengatakan, "Qod ja'at rusulu robbina 42:36 bil haq." Ternyata duta-duta rasul-rasul 42:39 Tuhan kami datang membawa kebenaran. 42:43 "Fahal lana min syufa'a fayasyfa'ulana." 42:45 Apakah ada juru syafaat yang mampu 42:47 memberikan syafaat untuk kami? "Au 42:49 nurrodu atau kami dikembalikan fanakmalu 42:52 ghoiro ladzi kunna na'mal." 42:55 Hingga kami dapat merubah cara hidup 42:57 kami beramal berbeda dengan amal 42:59 sebelumnya. 43:01 Tapi semua sia-sia, hadirin sekalian. 43:05 Semua 43:06 yang mereka harapkan sia-sia, "Waballa 43:09 anhum ma kanu yaftarun." Semua 43:11 kebohongan yang mereka adakan hilang di 43:13 hadapan hari tersebut. 43:15 Jadi para jamaah sekalian, 43:17 dengan datangnya bulan petunjuk, bulan 43:19 rahmat, bulan cahaya, mari bersama-sama 43:22 kita berdampingan dengan Quran. Bulan 43:25 Ramadhan karena turunnya Al Quran 43:26 mendapatkan kemuliaan yang luar biasa, 43:29 bahkan satu malamnya lebih baik dari 43:31 1.000 bulan. 43:33 Maka bulan Ramadhan jangan sia-siakan 43:36 menjadi bulan Al Quran. Kita banyak 43:38 membaca Al Quran. Jangan tergesa-gesa 43:40 untuk menghabiskan atau mengkhatamkan 43:43 Quran. Baca ayat demi ayat dengan 43:45 tartil, resapi isinya. Kemudian banyak 43:49 beristighfar dan bershalawat untuk Nabi 43:51 kita Muhammad Shallallahu Alaihi 43:53 Wasallam. Shalawat akan menerangi hati 43:56 kita. Satu shalawat untuk Rasul, 43:59 Allah balas dengan 10 shalawat. Satu 44:01 shalawat untuk keluarga Rasul, Allah 44:03 berikan untuk keluarga kita 10 shalawat. 44:05 Dan shalawat dari Allah dan Rasulnya, 44:08 Allah berfirman, "Huwalladzi yusholli 44:10 alaikum wa malaikatuhu liyukhrijakum 44:12 minadzulumati ilan nur." Shalawat dari 44:15 Allah dan malaikatnya akan mengeluarkan 44:16 kalian dari kegelapan menuju kehidupan 44:18 yang terang benderang. "Wakana bil 44:20 mu'minina rohima." Sungguh Allah amat 44:23 mencintai, menyayangi orang yang 44:25 beriman. Sebagai penutup, insya Allah 44:27 kita masih akan berbicara mengenai 44:29 urgensi Al Quran, 44:31 menuju ke ranah praktisnya, 44:33 contoh-contohnya. 44:34 Nah, sebagai penutup para jamaah 44:36 sekalian, 44:38 hubungan antara Quran dengan shalawat. 44:40 Shalawat merupa Quran merupakan pedoman 44:42 hidup yang menghubungkan kita dengan 44:44 Allah. Shalawat menghubungkan kita umat 44:47 dengan Rasul, suri tauladan yang 44:50 seindah-indahnya. 44:52 Satu hari, hadirin sekalian, bagaimana 44:54 indahnya shalawat. 44:56 Satu orang di Saudi Arabia sebagaimana 44:59 yang disampaikan Asy-Syaikh Al 45:00 Maghomisi, Imam Masjid Quba, seorang 45:03 yang cukup masya Allah, pemuda, 45:05 tapi seorang yang alim dan sholeh. 45:08 Dia menceritakan, 45:09 satu orang menjalani operasi bypass. 45:14 Selesai operasi, operasi berhasil, tidak 45:17 lama kemudian terjadi penggumpalan. 45:20 Itu sering orang mengalami penggumpalan 45:22 pada saat operasi hingga membuat 45:24 nafasnya sesak. 45:28 Sewaktu tim dokter yang melakukan 45:29 operasi kembali memeriksa, mereka 45:31 mengatakan besok harus bypass kembali. 45:34 Harus. 45:36 Bayangkan, bypass bukan seperti 45:37 intervensi. 45:39 Ini dibelah dada, buka lagi iganya. Bisa 45:42 dibayangkan coba, hadirin sekalian. 45:45 Akhirnya 45:47 si pasien sudah pasrah, putus asa sudah. 45:50 Dia serahkan sudah, kalau mesti kembali, 45:52 kembali. 45:54 Datang seorang mumarridhoh, suster, 45:57 melihat kondisi dia, 45:59 dia mengatakan, "Sholli alan Nabi 46:01 tufroj." 46:03 "Bershalawat pada Rasul, kamu insya 46:05 Allah akan dilapangkan." 46:08 Akhirnya orang itu sadar. Saudi Arabia 46:10 kan hampir dikatakan orang-orang itu 46:11 jarang bershalawat pada Rasul. 46:16 Ini orang langsung 46:19 bershalawat mulai saat itu. Di samping 46:21 dia baca istighfar, dia bershalawat pada 46:23 Rasul. 46:24 Besok pagi ketika akan menjalani 46:27 operasi, melakukan pemeriksaan kembali, 46:30 ternyata keluhan 46:32 dari penggumpalan darahnya hilang pada 46:34 saat tersebut. 46:36 Dan ini bukan cerita kosong. Ulama-ulama 46:39 mengatakan, "Kalau kalian dalam 46:41 kegelapan, kesedihan, 46:43 di samping berdoa pada Allah, sebelumnya 46:45 bershalawatlah pada Rasulullah 46:47 Shallallahu Alaihi Wasallam." 46:49 Shalawat ini akan mengeluarkan kalian 46:51 dari kegelapan menuju kehidupan yang 46:53 penuh cahaya. Tapi ingat, jangan mulut 46:56 bershalawat, hati 46:59 tidak ada niat sedikitpun untuk 47:00 mengikuti Rasul. Shalawat yang 47:02 menumbuhkan cinta pada Rasul memudahkan 47:04 kita mengikuti Al Quran. 47:07 Jangan shalawat yang memalingkan kita 47:09 dari Allah dan Rasulnya. Mudah-mudahan 47:12 Bapak, Ibu semua 47:14 termasuk orang yang diampuni dosanya, 47:16 dirahmati Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 47:19 dimudahkan untuk menjalani kehidupan 47:21 dunia dalam ketaatan pada Allah, bersama 47:24 Al Quran senantiasa, bersama Rasulnya. 47:27 Pada saat Allah cabut nyawa kita, 47:30 mudah-mudahan Allah cabut dengan ringan, 47:32 dengan mudah. Allah berikan hiburan bagi 47:35 kita dengan menyaksikan tempat yang 47:37 Allah sediakan bagi kita dalam kehidupan 47:40 surga. Allah jauhkan dari azabnya 47:42 dan lindungi kita dari tipu daya setan. 47:45 Dan ingat, hendaklah kita selalu 47:47 berpegang kepada tali Allah. "Wa'tashimu 47:50 bihablillahi jamian wala tafarroqu." 47:53 Jangan bercerai berai. 47:54 "Subhanakallahumma wa bihamdik." 47:57 "Asyhadu an la ilaha illa anta 47:59 astaghfiruka wa atubu ilaik wal afu 48:02 minkum." Wassalamualaikum warahmatullahi 48:05 wabarakatuh.