Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Rasul TV 0:32 Bismillahirrahmanirrahim, 0:33 alhamdulillahirobbil alamin masih 0:35 dipancarkan dari Jalan Masjid 0:36 Silaturahim nomor 36 Kali Magis Cibubur 0:38 Bekasi, Radio Silaturahim dan juga Rasul 0:41 TV untuk Islam yang satu. 0:43 Assalamualaikum warahmatullahi 0:44 wabarakatuh Ikhwan Akhwat yang dirahmati 0:46 Allah. Senang sekali di kesempatan pagi 0:49 hari ini kami bisa kembali menjumpai 0:52 Ikhwan Akhwat dalam program acara 0:54 renungan di bawah naungan Alquran 0:56 bersama 0:57 guru kita Ustadz Husein Alatas. 1:00 Dan alhamdulillah di 1:02 hari Kamis 21 Sya'ban ya 1446 Hijriah 1:07 bertepatan dengan 20 Februari 2025 ini 1:11 kita 1:12 akan eh sesi tanya jawab Ikhwan Akhwat 1:15 kami mengundang partisipasi dari Ikhwan 1:17 Akhwat untuk menyampaikan pertanyaannya 1:20 kepada guru kita Ustadz Husein yang 1:22 alhamdulillah telah hadir di studio. 1:24 Assalamualaikum warahmatullahi 1:25 wabarakatuh Ustadz. 1:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:27 wabarakatuh. 1:27 Baik. 1:28 Kita buka dulu dengan bacaan Al Fatihah 1:30 bersama-sama yang dipimpin oleh Ustadz 1:32 Husein Alatas kami persilakan Ustadz. 1:34 Audzubillahiminasyaitonirojim. 1:40 Bismillahirrahmanirrahim. 1:47 Alhamdulillahirobbil 1:50 alamin. 1:54 Arrohmanirrohim. 2:00 Maliki Yaumiddin. 2:04 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 2:10 Ihdinas shiratal mustaqim. 2:16 Shiratal ladzina an'amta alaihim. 2:22 Ghairil maghdubi alaihim. 2:25 Walad dhallin. 2:32 Amin. 2:34 Baik, alhamdulillah kita sudah buka 2:36 bersama dengan membaca ummul Quran 2:38 bersama-sama. 2:40 Dan kita akan lanjutkan 2:43 beberapa pertanyaan yang sudah masuk 2:45 sebelumnya yang akan kita bacakan. Ini 2:48 yang pertama 2:50 dari siapa ini? Pak Amsir Tabrani ya. 2:54 Coba kita bacakan. 2:56 Assalamualaikum warahmatullahi 2:57 wabarakatuh, Ustaz. 2:58 Waalaikumsalam warahmatullahi. 2:59 Ini terkait 3:01 bulan suci Ramadhan dan hutang materi 3:03 kepada seseorang, Ustaz. 3:04 Seandainya sebelum memasuki bulan suci 3:07 Ramadhan kita masih mempunyai hutang 3:09 materi dengan seseorang dan pas sampai 3:11 bulan suci Ramadhan datang dan sampainya 3:14 berakhir Ramadhan, hutang piutang itu 3:15 belum terbayarkan. Apakah ibadah-ibadah 3:18 puasa dan amal-amal lainnya khususnya di 3:20 bulan Ramadhan ini diterima oleh Allah 3:24 Subhanahu wa Ta'ala atau berkurang 3:26 pahalanya dikarenakan hutang materi 3:28 tersebut kepada seseorang, Ustaz. 3:30 Mohon jawabannya, terima kasih. 3:32 Audzubillahiminasyaitanirrajim. 3:34 Bismillahirrahmanirrahim. 3:38 Alhamdulillahirabbil 3:40 alamin. Lakal hamdu walakasyukru, ya 3:43 rabbana. Kama yanbaghi lijalali wajhikal 3:47 karim wa liadzimi sultanik. 3:50 Subhanaka la nuhsi sanaan alaika anta 3:54 nuhsi sanaan alaika anta kama asnaika 3:58 ala nafsi. 4:01 hatta tarba walak alhamdu ila rabit 4:04 walak alhamdu wa 4:08 Allahumma sholli ala sayyidina wa 4:10 nabiyina Muhammadin wa alihi tayyibin wa 4:14 sahabihi ghuril mayamin. 4:17 Wa sairin ala nahjihi ila yaumiddin 4:20 assalamualaika ya Rasulullah. 4:23 Assalamualaina wa ala ibadillah sholihin 4:26 wassalamualikum. 4:28 Warahmatullahi wabarakatuh. 4:34 Menjawab pertanyaan saudara kita yang 4:36 berhubungan dengan hutang. 4:39 Yang masih ditanggung. 4:42 Dan dia. 4:44 Memasuki bulan Ramadhan apakah hutang 4:46 yang belum dibayar ini akan menyebabkan. 4:50 Amalnya berkurang atau tidak diterima. 4:53 Jawabannya kalau dia menunda. Pembayaran 4:56 hutang padahal dia mampu itu merupakan 4:59 perbuatan dzalim. 5:01 Sebuah riwayat maftul ghani dzulmun. 5:05 Seorang kalau mampu untuk membayar 5:07 hutang tapi tidak dibayar. 5:09 Itu adalah perbuatan aniaya. 5:12 Orang meminjamkan dengan niat tulus 5:14 tanpa mengharapkan bunga. 5:17 Tahu-tahu. 5:19 Yang berhutang. 5:21 Berleha-leha terlambat-lambatan untuk 5:24 membayar. 5:25 Bisa saja. 5:27 Piutang itu merupakan hal yang 5:28 dibutuhkan. 5:30 Bagi yang memberikan pinjaman. 5:33 Dan ini bakal menghilangkan kepercayaan. 5:38 Orang-orang yang tadinya dengan lapang 5:40 dengan ringan memberikan pinjaman bisa 5:43 Menyaksikan mereka-mereka yang 5:44 berpinjam. 5:45 Perilaku mereka seperti ini. 5:48 Niscaya lama-kelamaan 5:51 Jadi kalau sampai dia menunda pembayaran 5:53 hutang padahal dia mampu, ini bisa 5:55 menjadi apa? 5:57 Penyebab terhalangnya untuk diterima 5:59 amal-amal kebaikan. 6:03 Dan ini merupakan perbuatan zalim yang 6:06 akan juga menjadi penghalang dari 6:07 hidayah Allah. Wallahu la yahdil qaumaz 6:10 zalimin. Allah tidak akan memberikan 6:12 hidayah bagi orang yang zalim. 6:15 Oleh karena itu kalau seorang mampu 6:18 dan dia menjanjikan untuk membayar 6:20 hutang katakan pada waktu tertentu 6:24 maka di saat dia 6:26 melewati waktu 6:29 dan dia tidak bersungguh-sungguh untuk 6:30 melunasi hutangnya ini perbuatan zalim. 6:34 Tapi kalau dia tidak mampu 6:37 belum memiliki 6:39 sesuatu yang bisa 6:41 digunakan untuk membayar hutangnya, maka 6:44 dengan sendirinya la yukallifullahu 6:46 nafsan illa wus'aha. 6:49 Bagi yang menghutangkan, Allah subhanahu 6:52 wa ta'ala berikan bimbingan kepadanya. 6:54 Wa in kana dzu usratin 6:56 fa naziratun ila maisaratin. Kalau yang 6:59 berhutang dalam keadaan sempit, sulit 7:02 tangguhkan sampai 7:03 menghadapi saat-saat mudah. 7:06 Wa an tasoddaqu khairun lakum in kuntum 7:09 ta'lamun. 7:10 Kalau kalian menyedekahkan pinjaman 7:13 tersebut karena melihat yang berhutang 7:15 orang yang tidak mampu saat dia 7:17 memaksakan membayar akan menjadi beban 7:20 buat keluarganya. 7:22 Kalau dia sedekahkan, itu akan lebih 7:24 baik lagi. 7:26 Oleh karena itu yang berhutang kalau 7:28 mereka punya kemampuan atau ada 7:29 barang-barang yang tidak perlu 7:31 yang bisa dijual. 7:33 Katakan dia punya mobil dua satu tidak 7:36 begitu dia perlukan, bisa dijual untuk 7:38 membayar hutang. 7:39 Saya biasakan diri saya 7:42 kalau berhutang 7:45 punya sesuatu yang bisa saya jual 7:47 daripada berlarut-larut 7:49 Hmm. 7:50 saya berupaya untuk membayar agar 7:52 terbebas dari hutang. Karena yang 7:54 menghutangkan juga kasihan. 7:56 Mungkin dia butuh, ya. 7:58 Mungkin untuk menambahkan juga modal 8:01 usahanya. 8:01 Hmm. 8:02 Kerelaan, keikhlasannya untuk memberikan 8:04 pinjaman sudah merupakan rahmat. 8:07 Nah, selagi kita belum mampu membayar, 8:08 kita bisa doakan orang tersebut agar 8:10 diampuni Allah, dimurahkan rezekinya, 8:13 dilapangkan hidupnya sebagaimana dia 8:16 telah berbuat kebaikan kepada kita. Itu 8:19 yang diajarkan Allah. Wa idza huyyitum 8:22 bi tahiyyatin fa hayyu bi ahsana minha 8:25 au rudduha. Wallahualam. 8:27 Baik, Ustaz. Terkait hutang-piutang ini, 8:29 Ustaz. 8:30 Kalau orang yang punya gitu, ya. 8:33 Ada orang yang pinjam, cuman karena yang 8:35 pinjam ini sudah mungkin kebiasaan 8:38 eee telat bayar atau susah bayar, 8:40 akhirnya si yang punya ini merasa 8:42 daripada nanti ada masalah, ya udah 8:44 enggak kita kasih pinjam gitu, Ustaz. 8:47 Itu bagaimana, Ustaz? Dan juga bagaimana 8:48 yang orang yang suka berhutang gitu? 8:51 Setelah selesai yang ini, akhirnya nyari 8:54 cicilan lagi. Bisa seperti itu, Ustaz. 8:56 Bagaimana, Ustaz? Apalagi di Indonesia 8:57 kan sangat dimudahkan contohnya untuk 8:59 cicilan eee 9:01 kendaraan. 9:02 Bagaimana, Ustaz? 9:03 Sebetulnya kebiasaan meminjam sesuatu 9:06 untuk membeli sesuatu yang tidak urgen 9:09 dan tidak diperlukan, itu sebuah 9:11 perangkap setan. 9:13 Hmm. 9:14 Orang begitu mulai terdesak, nanti 9:16 akhirnya mulai belajar berbohong. 9:19 Dari bohong, dia mulai belajar 9:20 berkhianat. 9:21 Hmm. 9:22 Oleh karena itu, pinjol ini yang sedang 9:25 beredar 9:26 Hmm. 9:27 dan kita saksikan hampir di setiap 9:30 setiap kali kita membuka aplikasi, 9:32 muncul 9:32 Iya. 9:33 blok-bloknya 9:34 yang menawarkan pinjaman tanpa jaminan. 9:37 Saya melihat ini sebetulnya perangkap 9:38 untuk bangsa kita. 9:41 Yang digerumuskan dalam hutang. 9:44 Pada saat mereka enggak mampu membayar, 9:46 bisa saja aset mereka diambil. 9:48 Belum lagi dipermalukan, dihubungi semua 9:51 orang-orang yang terhubung dengan 9:52 kontaknya. 9:54 Karena begitu orang mau minjam, 9:56 diminta untuk membuka kontaknya. 9:58 Mengizinkan dia untuk menghubungi 10:01 orang-orang yang dikenal. 10:03 Mungkin teman-temannya, keluarganya, 10:05 tetangganya, saudaranya, saudarinya, 10:07 mertuanya. 10:08 Betul-betul dipermalukan di hadapan 10:10 mereka semua. 10:12 Akhirnya membuat dia 10:15 gelap mata melakukan perbuatan-perbuatan 10:18 yang tidak patut. Oleh karena itu Nabi 10:19 kita Muhammad Shallallahu Alaihi 10:21 Wasallam berkata, 10:23 "Ana la asytari syai'an la ajidu 10:25 tsamanah." 10:27 Aku tidak akan membeli sesuatu yang aku 10:28 tidak punya apa? 10:30 Tidak punya harganya. Artinya enggak 10:32 memaksakan diri. 10:33 Iya. 10:34 Kita harus menyesuaikan gaya hidup kita 10:37 dengan kemampuan kita. Jangan dikuasai 10:39 oleh gaya hidup. 10:41 Nah, orang-orang sekarang ini karena 10:42 hobi pamer, hobi selfie, hobi flexing, 10:46 akhirnya mereka memaksakan 10:49 diri mereka. Pendapatan 5 juta, 10:51 pengeluaran setiap bulan 20 juta. 10:54 Akhirnya pinjam dari sana, tutup sana, 10:58 pinjam sana, pinjam sini. Akhirnya tidak 11:01 mampu untuk menepati janji. Bukan Allah 11:03 tidak memberikan rezeki. 11:05 Tapi dia yang tidak sama sekali sadar. 11:08 He eh. 11:09 Makanya kita dalam berumah tangga 11:10 apalagi, ingat jangan pernah kita 11:14 menyesuaikan diri kita dengan gaya 11:16 hidup. 11:17 Tapi sesuaikan gaya hidup kita dengan 11:19 kemampuan kita. 11:22 Dan tidak perlu kita pamer 11:24 untuk orang lain dengan menyusahkan diri 11:26 kita sendiri. 11:27 He eh. 11:28 Hidup sederhana yang paling indah asal 11:29 kamu jujur, istiqomah, kamu menjadi 11:32 orang yang mulia. 11:34 Jangan tergiur dengan mereka-mereka yang 11:36 gaya hidup mereka berlebihan. 11:39 Kemudian harta mereka angkanya juga 11:41 selangit. 11:42 Mereka angkanya bertambah, tapi makna 11:44 hidup mereka hilang. 11:46 Ketenangan, 11:48 ketentraman hidup, kemudian juga 11:50 tumaninah, tumaninatul nafsi dalam 11:53 ketakwaan hilang semuanya. 11:56 Jadi kebanyakan orang sekarang mengejar 11:57 angka untuk memenuhi gaya hidup yang 12:00 berlebihan, 12:02 tapi dengan merusak diri mereka. Sama 12:04 dengan lilin. 12:06 Dia memberikan penerangan bagi orang 12:08 lain, sedangkan dirinya terbakar. 12:10 Dia ingin tampil di muka orang lain 12:11 dalam penampilan yang baik, 12:13 tapi dia menghancurkan dirinya. 12:16 Jadi kebiasaan pinjam sana, pinjam sini 12:18 tanpa ada keperluan 12:20 yang mendesak, sebetulnya merupakan 12:22 kesalahan, tapi hendaklah kita ridho 12:25 dengan pemberian Allah Subhanahu Wa 12:27 Ta'ala, bersyukur kepada-Nya. Nah, kalau 12:29 ada orang minta pinjaman dari kita, 12:34 dia orang punya kebiasaan suka 12:35 menyepelekan, pinjam sungguh-sungguh, 12:39 berjanji mulut-mulut, begitu datang 12:41 waktu pembayaran, dia tidak mau membayar 12:43 hutangnya. 12:45 Alasannya macam-macam. 12:47 Orang semacam ini, kalau dia pinjam 12:50 untuk kebutuhan yang diperlukan seperti 12:51 buat makannya, 12:53 buat katakan berobat, kita sebegusnya 12:56 berikan saja hadiah buatnya, 12:58 tanpa harus memberikan 13:00 pinjaman, ini hadiah buat kamu. 13:02 Nanti kalau kamu pinjam, kamu enggak 13:03 mampu bayar, akhirnya kamu merasa malu. 13:07 Ini hadiah buat kamu. 13:10 Kalau dia memaksa, katakan bahwa saya 13:12 lihat kebiasaan kamu 13:15 tidak menepati janji dan membayar 13:16 hutang. Daripada terjadi apa-apa antara 13:19 saya sama kamu, ini pinjaman saya 13:21 alihkan menjadi hadiah buatmu. 13:27 Kalau kita enggak mampu berikan 13:28 pinjaman, kita katakan mohon maaf 13:30 sekarang saya dalam keadaan 13:33 tidak mampu untuk memberikan pinjaman 13:35 kepada kamu. Coba kamu datang pada yang 13:37 lain. Dengan bahasa yang santun. Wa imma 13:39 wa imma 13:49 Wa imma turidonna anhu ibtigha rahmatin 13:52 min rabbika 13:54 tarjuhan faqul lahum qaulal maisura. 13:58 Jadi kalau kamu dalam kondisi enggak 14:00 mampu memberikan sambil menantikan 14:03 rahmat dari Tuhanmu, katakan pada mereka 14:06 ya kata-kata yang baik yang tidak 14:08 menyakitkan hati. 14:10 Orang kalau datang meminjam 14:12 kan kehormatannya betul-betul apa? 14:15 Berada pada kondisi yang betul-betul 14:17 apa? 14:18 Direndahkan. 14:20 Nah, kalau diberikan jawaban yang 14:21 mengecewakan akan membuat dirinya 14:23 semakin hancur. 14:25 Jadi katakan kata-kata yang baik 14:27 terhadap mereka. 14:28 Wallahualam. 14:30 Baik, selanjutnya dari 14:32 hamba Allah. 14:33 Eee Ustaz, bagaimana sikap orang tua 14:36 kepada anaknya ketika sang anak tidak 14:38 mau mengakui ibunya 14:41 karena sang ibu eee sang ibu orang 14:44 sederhana katanya. Anak saya ini 14:46 perempuan dan sekarang dia sudah 14:48 berkeluarga. 14:49 Suami anak saya mau silaturahim ke rumah 14:53 saya, tapi 14:54 anak saya melarangnya katanya Ustaz. 14:56 Mohon nasehatnya, terima kasih dari 14:58 hamba Allah Ustaz terkait ya berbakti 15:00 kepada orang tua nih seperti apa? 15:02 Wanita semacam ini 15:06 yang merasa malu karena keadaan orang 15:09 tuanya yang miskin 15:11 statusnya rendah 15:14 tidak mengizinkan suaminya untuk 15:16 menengok 15:17 ibu mertuanya 15:20 atau kepada calon mantunya. 15:23 Wanita semacam ini 15:25 wanita yang tidak layak untuk dijadikan 15:27 sebagai istri. 15:30 Kalau terhadap ibunya yang berbuat 15:32 kebaikan, yang melahirkan dengan susah 15:34 payah 15:36 dia tidak berbuat seperti ini, apalagi 15:38 terhadap suami. 15:42 Jadi kalau seandainya dia seorang suami, 15:44 berikan nasehat kepada istri untuk 15:46 merubah sikapnya. 15:48 Katakan 15:49 saya menghargai kamu, menghormati kamu 15:53 kalau kamu bisa menghargai, menghormati 15:54 ibu kamu. 15:56 Tapi kalau kamu tidak menghargai ibu 15:58 kamu, mohon maaf. 16:00 Apa yang saya harapkan dari kamu? 16:02 Rahmat keberkahan Allah Subhanahu Wa 16:04 Ta'ala 16:05 turun dengan ketakwaan 16:09 dengan kebaktian seorang anak kepada 16:11 orang tua. 16:12 Oleh karena itu walaupun ayah ibunya 16:15 kafir, seorang anak wajib betul-betul 16:18 untuk memperlakukan mereka dengan mulia. 16:21 Dia merasa malu karena dia sudah menjadi 16:24 orang yang terpelajar, berpendidikan. 16:26 Siapa yang mendidik? Siapa yang bekerja 16:28 keras untuk merawatnya? 16:31 Oleh karena itu kalau seandainya seorang 16:33 laki-laki 16:34 berkenalan dengan seorang wanita semacam 16:36 ini yang tidak sama sekali menghormati 16:39 ibunya 16:40 ya, bahkan merasa malu untuk mengajak 16:43 calonnya untuk ke rumah ibunya. 16:46 Wanita semacam ini tidak layak untuk 16:48 dijadikan sebagai pendamping. Ya. 16:52 Pilih wanita yang lain. 16:54 Kalau seandainya sudah menjadi istri, 16:56 berikan nasehat. 16:58 Kalau dia tidak menerima 17:00 sebaiknya Anda mencari pasangan yang 17:02 lain. 17:03 Karena hidup dengan wanita semacam ini 17:05 tidak akan sama sekali membuka pintu 17:07 rahmat dan keberkahan. 17:10 Nabi kita Muhammad Shallallahu Alaihi Wa 17:12 Alihi Wasallam selalu mengingat 17:15 orang-orang yang berjasa padanya. 17:19 Ibu-ibu yang pernah menyusuinya, seperti 17:21 Halimah Sa'diyah sebagai contoh bila 17:23 datang dihormati luar biasa oleh 17:26 Rasulullah. 17:27 Dia gelarkan sorbannya. 17:29 Dia tidak merasa malu melihat latar 17:31 belakang asli 17:33 murdiat Rasulullah Shallallahu Alaihi 17:35 Wasallam Halimah Sa'diyah. 17:37 Bahkan ada seorang anak 17:40 yang kemana-mana pergi menggendong 17:42 ibunya. 17:45 Ada seorang anak laki-laki 17:48 yang kemudian menjadi ulama besar Kang 17:50 Rizal. 17:51 Hmm. 17:52 Jika sedang mengajar di tengah-tengah 17:53 muridnya yang begitu banyak sang ibu 17:56 datang kepadanya mengatakan, "Ya Fulan 17:59 at'imil dajaj." 18:01 Kasih makan ayam. 18:04 Berikan makan 18:05 ayam. 18:06 Si uh orang alim bilang sum'an wa 18:09 to'atan. 18:10 Langsung dia pergi berikan makan ayam. 18:13 Masya Allah. 18:13 Selesai dia kembali lagi. Ada lagi yang 18:15 lain Bu Pak? 18:17 Si ibu mengatakan tidak. 18:18 Ini betul-betul sikap yang dihormati, 18:22 dihargai. 18:24 Bagaimana seorang alim yang biasanya 18:26 suka merasa gengsi ya. 18:28 Hmm. 18:29 Sedang mengajar disuruh memberikan makan 18:31 ayam, tapi ternyata dia mengatakan 18:32 sum'an wa to'atan dilaksanakan perintah 18:35 ibunya. 18:36 Ibu bertanya lagi, "Ada yang lain?" 18:39 Ulama ini bukan direndahkan, malah 18:41 dihormati oleh apa? Oleh murid-muridnya. 18:44 Hmm. 18:45 Apa artinya ilmu tanpa adab? 18:47 Apa artinya harta tanpa adab? Apa 18:49 artinya kecantikan tanpa adab? 18:52 Tapi wanita yang beradab mulia walaupun 18:54 kecantikannya biasa ini merupakan 18:57 pilihan yang terbaik untuk menjadi 18:59 pendamping hidup kita. 19:01 Bukan hanya yang pandai, yang pandai 19:02 berjoget, yang pandai bersolek, pandai 19:05 bergaya, semua ini akan menjadi beban 19:07 buat kita, bukan akan menghibur kita. 19:10 Menjadi beban yang berat buat kita di 19:12 dunia maupun di hari akhirat. 19:13 Wallahualam. 19:15 Baik, dan sikap seorang ibunya seperti 19:17 apa, Ustaz? Ketika anak perempuannya 19:19 seperti itu. 19:19 Ibunya berdoa kepada Allah Ta'ala agar 19:22 anaknya mendapatkan hidayah. Bukan 19:24 karena ibu ingin diperhatikan. 19:27 Tapi karena ibu sayang pada anaknya agar 19:29 anaknya tidak terjerumus dalam api 19:31 neraka 19:32 akibat pula perbuatan dan kesombongan. 19:34 Ibu berikan 19:36 angkat tangan berdoa, mudah-mudahan 19:38 Allah berikan hidayah buat anaknya. 19:40 Karena tidak ada orang tua yang ingin 19:42 menyaksikan anaknya dijerumuskan dalam 19:44 api neraka. 19:46 Jadi, doakan anaknya jangan disumpahi. 19:49 Semoga anaknya bertobat kembali kepada 19:51 Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 19:53 Baik, Ustaz. Ada kasus juga seorang ibu 19:56 ee 19:58 membuat kesalahan kepada anaknya, Ustaz. 20:00 Nah, anaknya itu merasa kecewa, sakit 20:02 hati sampai tidak mau silaturahim 20:04 ee ketemu ibunya nih, anaknya itu 20:06 laki-laki, Ustaz. 20:08 Sampai berbulan-bulan dia sampai 20:10 sekarang tuh tidak tidak mau ketemu dan 20:13 tidak istilahnya tidak memaafkan ibunya. 20:15 Nah, sikap seperti itu seperti apa, 20:17 Ustaz? Terhadap ibu sendiri, Ustaz. 20:19 Kalau seorang anak laki-laki kecewa 20:21 dengan ibunya karena ibunya berbuat 20:24 kesalahan. 20:25 Berapa banyak kesalahan yang dilakukan 20:28 seorang anak di hadapan ibunya? 20:31 Kemudian perhatikan 20:34 penderitaan ibu ketika dia 20:35 mengandungnya. 20:37 Ketika dia melahirkannya. 20:40 Ketika dia 20:42 menyusuinya, ketika dia merawat dan 20:45 membesarkannya. 20:47 Seharusnya kalau dia mau melihat 20:49 kebaikan pengorbanan ibu 20:52 dia melihat kesalahan ibunya, dia merasa 20:54 malu. 20:55 Hmm. 20:56 Dia berhitung terhadap satu kesalahan, 20:58 tapi dia lupa untuk menghitung 21:00 kesalahannya kepada orang tuanya. 21:02 Dia tidak harus mengikuti perbuatan 21:05 salah ibunya. 21:07 Diberikan nasihat yang baik, tapi 21:08 sebagai anak 21:10 yang mengenal budi, anak yang sadar 21:16 bahwa dirinya berhutang banyak kepada 21:17 ibunya, seharusnya 21:20 dia tidak mengambil tindakan seperti 21:22 itu. 21:23 Tapi dia 21:24 berupaya betul-betul untuk memperlakukan 21:26 ibunya dengan mulia. 21:29 Dengan baik, ya. Adapun kesalahan 21:31 ibunya, sebagai seorang anak, dia bisa 21:33 berikan nasehat pada ibunya. 21:35 Jangankan kesalahan, seandainya ayah 21:37 ibunya musyrik, 21:39 Allah perintahkan kita untuk 21:41 memperlakukan mereka dengan mulia. 21:43 Kalau mereka memerintahkan kita berbuat 21:45 salah, 21:46 kita diperintahkan apa? 21:48 Untuk memperlakukan mereka dengan mulia 21:50 dan tidak mengikuti kesalahan. 21:53 Jadi kalau kita mau berhitung atau 21:54 menghitung kesalahan orang, coba mulai 21:57 dengan menghitung kesalahan kamu. 22:00 Nah, kalau seandainya kita ini mau 22:02 menghitung kesalahan kita, 22:04 lembaran hidup kita penuh dengan noda 22:07 antara kita dengan Allah, belum antara 22:09 kita dengan manusia. 22:11 Kira-kira malu tidak kalau kita 22:12 menghitung kesalahan orang pada kita? 22:15 Begitu banyak nikmat yang Allah berikan 22:17 pada kita. 22:18 Orang berbuat kesalahan, kalau kita 22:20 berikan maaf, itu akan lebih baik. Allah 22:23 akan memaafkan, ampuni dosa kita. 22:26 Oleh karena itu, ketika Abu Bakar 22:28 As-Siddiq radhiallahu anhu bersumpah 22:30 untuk tidak lagi membantu, 22:32 memberikan nafkah kepada orang-orang 22:35 yang terlibat dalam memfitnah putrinya, 22:37 Ummul Mukminin As-Sayyidah Aisyah, dia 22:39 bersumpah 22:41 karena sakit hati, 22:44 turun firman Allah, "Wala ya'tali ulul 22:46 fadli minkum was sa'ati 22:49 an yu'tu ulil qurba 22:52 wal masakin wal muhajirin." 22:58 Jadi, jangan orang-orang yang diberikan 23:00 kelebihan bersumpah untuk tidak lagi 23:02 membantu kaum kerabat mereka. 23:06 Orang-orang yang butuh begitu pula wal 23:08 muhajirina fi sabilillahi yang berhijrah 23:10 di jalan Allah. Ternyata di antara 23:12 mereka ini 23:13 ada orang-orang yang hijrah 23:15 dari Mekah menuju Madinah terlibat dalam 23:18 perbuatan yang salah. 23:20 Bahkan keji ketika memfitnah 23:23 istri Nabi melakukan perbuatan 23:24 selingkuh. 23:26 Lalu Allah katakan wal ya'fu wal yasfahu 23:28 ala tuhibbuna ayyagfirullahu lakum. 23:31 Lupakan, maafkan, apa kalian tidak ingin 23:33 mendapatkan ampunan dari Allah? 23:36 Ketika beliau mendengarkan ayat ini 23:38 langsung beliau 23:40 membayar kafarat sumpahnya dan kembali 23:43 memberikan untuk 23:45 Di dunia kalau kita mau berhitung di 23:46 akhirat kita paling rugi. 23:48 Tapi orang yang lapang dada suka 23:50 memberikan maaf, lebih banyak mengingat 23:52 kebaikan orang daripada keburukan orang 23:55 terhadap dirinya, lebih banyak mengingat 23:57 keburukan dirinya terhadap orang 23:59 daripada keburukan orang terhadapnya, 24:01 itu akan membuat dia bisa berlapang 24:03 dada. Orang di saat hidupnya berlapang 24:05 dada walaupun tinggal di sebuah gubuk 24:07 dia merasa orang yang paling luas 24:08 jiwanya. 24:09 Tapi yang jiwanya sempit walaupun 24:11 tinggal dalam istana yang megah, 24:13 hidupnya pengap, gelap, gulita dan tidak 24:15 nyaman sama sekali. Karena yang teringat 24:17 selalu hal-hal yang buruk. Membuka 24:19 jendela melihat duri-duri 24:22 ya 24:23 dan kegelapan. Tapi kalau orang yang 24:25 berlapang dada 24:26 begitu dia membuka jendela menyaksikan 24:28 taman-taman yang indah, buah-buah yang 24:30 begitu menawan dan menarik. Karena apa? 24:32 Jiwanya. 24:33 Bukan tergantung objek yang kita lihat 24:38 objek di sekeliling kita, tapi dia bisa 24:40 menikmati keindahan alam ini. 24:43 Juga penuh kecintaan terhadap sesama 24:45 manusia. Perilakunya juga dengan 24:47 sendirinya 24:49 termotivasi untuk berbuat kebaikan. 24:52 Mari bersama-sama kita lapangkan dada 24:54 kita dan mohon pada Allah apalagi dengan 24:56 kehadiran bulan Ramadhan, mudah-mudahan 24:58 Allah sampaikan. 24:59 Amin, amin. 24:59 Bantu kita menjalankan ibadah siam. 25:02 Dan Allah Subhanahu Wa Ta'ala bantu kita 25:04 untuk menyelesaikannya dengan 25:06 sebaik-baiknya, mendapatkan ampunan dari 25:08 Allah, bertobat dari seluruh kesalahan 25:10 kita, amin. 25:12 Baik, kita lanjutkan dari pertanyaan 25:15 dari Pak Rido dan Ikhwan Akhwat kami 25:17 mengundang kembali partisipasi dari 25:18 Ikhwan Akhwat ya di sesi tanya jawab 25:20 bersama Ustadz Husein Alatas, silakan 25:22 bisa mengirimkan pesan singkatnya 25:24 ataupun 25:25 menghubungi nomor 0811199720. Silakan 25:31 juga yang ingin mengirimkan voice note 25:33 juga kami persilakan ya. 25:34 Selanjutnya dari Pak Rido di Jakarta, 25:36 Ustadz bagaimana batasan 25:39 memuliakan Kiai, Ulama, Ustadz, Gus atau 25:43 Habib? Banyak video beredar bagaimana 25:46 masyarakat kita tampak berlebihan 25:48 menghormati mereka. Apakah ini termasuk 25:51 mengkultuskan? 25:53 Dan apakah ini juga terjadi di negara 25:55 Islam lainnya? Bagaimana dulu 25:58 para sahabat, tabiin, salaf bersikap 26:01 kepada Nabi dan Ulama di saat itu, 26:04 Ustadz. Terima kasih. 26:08 Bismillahirrahmanirrahim. 26:10 alamin. Allahumma sholli ala Muhammadin 26:12 wa alihi Muhammad. 26:16 Robbana zidna ilman wa alhiqna 26:18 bisholihin. 26:21 Allah berfirman laqod kana lakum fi 26:24 rosulillahi uswatun 26:27 hasanah. 26:28 Sesungguhnya bagi kalian pada diri 26:30 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 26:32 terdapat suri tauladan yang 26:34 sebaik-baiknya. 26:39 Baik itu Habaib 26:41 maupun Ulama atau Kiai. Mengapa mereka 26:44 dimuliakan? 26:47 Mereka dimuliakan 26:49 karena apa? 26:51 Karena terhubung Rasul. 26:54 Yang satu dengan nasabnya, yang satu 26:57 dengan 26:58 ilmunya. 26:59 He eh. 26:59 Mereka menjalankan tugas yang dilakukan 27:02 Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam. 27:05 Nanti kita menghormati mereka karena 27:06 Rasul ya. 27:07 He 27:09 Karena Rasul kita hormati mereka. 27:12 Tapi jangan kita menghormati mereka, 27:15 memuliakan mereka 27:17 dengan menyalahi Rasul. 27:19 He 27:20 Seharusnya kita 27:22 menghormati mereka 27:24 karena apa? 27:25 Karena rasa hormat 27:28 kita kepada Rasul. 27:31 Dan dasarnya semua karena apa? 27:34 Karena takzim kita kepada Allah 27:36 Subhanahu Wa Ta'ala. Sebagaimana Nabi 27:38 mengatakan 27:40 Ahibbullah lima ya dzukukum minni'amih. 27:44 Cintai Allah karena Dia yang menciptakan 27:46 kalian, melimpahkan nikmat-nikmatnya di 27:48 atas kalian. Kita berhutang dengan 27:50 seluruh hidup kita, milik kita kepada 27:52 Allah. 27:53 Wahib, wahibbuni li hubbillah. 27:55 Cintai aku karena cinta kalian pada 27:57 Allah. 27:58 He eh. 27:59 Wahibbu ahli baiti li hubbi, cintai 28:02 keluargaku karena apa? 28:04 Karena aku. 28:06 Nah, dengan sendirinya 28:08 ahli bait ini harus menjadi orang yang 28:10 terdepan dalam mengikuti Rasul. 28:13 Karena kita mencintai mereka karena 28:15 Rasul. 28:16 Kalau mereka bersikap berlawanan dengan 28:18 Rasul, enggak mungkin kita berpihak 28:19 kepada karena mereka meninggalkan Rasul. 28:22 Maka dengan sendirinya kita apa? Kita 28:23 berpihak kepada Rasul. 28:25 He 28:25 Kita berikan nasihat kepada mereka. 28:28 Kalian harus merasa malu, kalian 28:30 mempunyai hubungan darah dengan Rasul, 28:32 perilaku kalian seperti ini 28:35 mempermalukan diri kalian. 28:37 Seharusnya kalian menjadi contoh di 28:39 tengah-tengah umat. 28:40 He 28:41 Bukan berarti kita mengiyakan semua 28:43 perbuatannya. 28:45 Kita punya standar kecintaan itu 28:46 dikaitkan dengan cinta kita pada Allah. 28:49 Seperti firman Allah Subhanahu wa ta'ala 28:51 dalam surat Al-Baqarah. Waminannas. 28:54 Manyattakhizu min dunillahi andadan 28:57 yuhhibbunahum kahubbillah. 29:00 Walladzina amanu asyaddul hubban lillah. 29:05 Sebagian manusia ada yang mengangkat 29:07 tandingan-tandingan, sekutu-sekutu bagi 29:09 Allah. Yang mereka cintai sebagaimana 29:11 cinta mereka kepada Allah. 29:13 Orang-orang yang beriman yang 29:15 sebenar-benarnya, mereka akan lebih 29:17 cinta kepada Allah. 29:20 Kenapa? Kalau kita lebih cinta kepada 29:21 Allah. 29:23 Kita siap mengorbankan segala-galanya 29:25 untuk Allah. 29:26 Tapi begitu kita mencintai sesuatu 29:28 setara dengan Allah atau lebih dari 29:30 Allah, kita bisa korbankan Allah. 29:33 Iya. 29:34 Seorang datang kepada Nabi mengatakan, 29:35 "Saya mencintai kamu lebih daripada 29:38 kedua orang tuaku, dari anakku, dari 29:40 hartaku. Kecuali aku." Rasulullah 29:42 mengatakan, "Belum sempurna iman kamu. 29:45 Sampai kamu mencintai aku lebih daripada 29:48 kecintaanmu padaku." 29:50 Ini bukan untuk kepentingan Rasul. 29:52 He eh. 29:52 Karena begitu dia mencintai dirinya 29:54 lebih dari Rasul, dia akan korbankan 29:56 Rasul pada saat apa? Berlawanan dengan 29:57 kepentingan dia. 29:58 He eh. 29:59 Tapi cinta kita pada Allah dan Rasul-Nya 30:01 melebihi cinta kita pada diri kita. 30:04 Melebihi cinta kita pada apa? Dunia dan 30:07 seluruh isinya. 30:09 Maka kita akan jalan di garis istiqomah. 30:12 Jadi cinta kita pada ulama harus 30:14 terhubung dengan cinta kita pada Allah 30:16 dan Rasul. Cinta kita juga pada habaib 30:19 terhubung dengan cinta kita pada Allah 30:21 dan Rasul-Nya. Dan di saat mereka tidak 30:24 menjalankan perintah Allah. 30:25 He eh. 30:26 Tidak sama sekali apa? Mengikuti 30:28 petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada 30:31 kewajiban bagi kita untuk cinta apalagi 30:33 memuliakan mereka. 30:35 Tidak kewajiban kita untuk mencintai 30:37 mereka, apalagi memuliakan mereka. 30:39 He eh. 30:39 Nah, memuliakan mereka juga jangan 30:41 berlebih-lebihan. 30:44 Kita lihat bagaimana sahabat di hadapan 30:46 Rasul, contoh yang terbaik. 30:48 Sahabat di hadapan Rasul 30:50 tidak melakukan seperti yang dilakukan 30:52 sebagian orang di hadapan kiai, gus, 30:54 maupun habaib. 30:56 Kalau kita pergi ke Mesir, ya, 30:59 kita enggak jumpai sama sekali berbagai 31:00 macam fenomena yang kita jumpai di 31:03 negara kita ini. 31:05 Mesir dikenal rakyatnya pecinta kepada 31:07 keluarga Rasul, kepada ulama. 31:09 Sikap mereka di hadapan ulama, ya, di 31:12 hadapan keluarga Rasul, hormat. 31:14 Iya. 31:14 Tapi apa? 31:15 Bukan hormat yang membuat mata mereka 31:17 menjadi buta. 31:20 Oleh karena itu, 31:21 orang-orang yang mempunyai hubungan 31:22 darah di Mesir dengan keluarga dengan 31:24 Rasul sallallahu alaihi wasallam, mereka 31:26 kebanyakan tidak menampakkan. 31:30 Tidak menampakkan, bahkan tidak 31:31 menonjolkan. 31:33 Contoh Syekh Abdul Halim Mahmud, ya, 31:35 dikenal mempunyai hubungan darah, tapi 31:37 enggak pernah sama sekali 31:38 menyebut-nyebut hal tersebut. 31:40 Termasuk di antaranya Al Imam Abu Zahra. 31:43 Setelah meninggal dunia, baru orang tahu 31:45 dia mempunyai hubungan darah. Kenapa? 31:47 Mereka malu kalau sampai, ya, dikenal 31:50 mempunyai hubungan dengan Rasul, tapi 31:52 perilakunya, ya, tidak apa, lebih baik 31:55 dibandingkan orang lain. 31:57 Jadi, kita harus ingat cinta kita kepada 32:00 seseorang, kepada sesuatu 32:03 harus didasari cinta kita kepada Allah 32:05 dan cinta kita kepada Allah dan 32:06 Rasul-Nya harus lebih besar dibandingkan 32:08 kecintaan kita kepada yang lain. 32:11 Nah, di Indonesia kita lihat 32:14 banyak kiai, gus, maupun habaib yang 32:17 membuat kesalahan, yang tidak benar 32:19 perbuatannya. 32:20 Kemudian masyarakat di bawah ini 32:23 mengagung-agungkan mereka secara 32:25 berlebihan, bahkan membela kesalahan 32:26 mereka. 32:29 Kita yang mengkritisi hal-hal yang salah 32:31 malah disalahkan oleh masyarakat awam, 32:34 ya, 32:35 yang cinta secara buta. 32:38 Oleh karena itu, 32:40 awam atau masyarakat kalau menyaksikan 32:43 ulama, kiai mereka melakukan kesalahan, 32:46 jangan dibenarkan. Mereka mengatakan, 32:48 "Ini ujian buat kita. Ini Gus, Kiai 32:50 maupun Habaib ini sebetulnya 32:52 yang mereka lakukan 32:54 adalah perbuatan-perbuatan 32:56 yang menjadi ujian buat kita cinta kita 32:58 terhadap mereka." 32:59 Hmm. 33:00 Yang salah yang ditampakkan, kita wajib 33:02 menyalahkan. 33:04 Yang benar kita dukung. Kalau dia cinta 33:05 pada ulama yang sebenarnya, 33:07 Hmm. 33:07 cinta pada keluarga Rasul, seharusnya di 33:11 saat mereka melakukan yang benar, 33:12 dukung. 33:13 Hmm. 33:14 Di saat mereka berbuat kesalahan, 33:15 ingatkan mereka. 33:16 Hmm. 33:17 Ada orang mengatakan, "Saya enggak enak, 33:19 Ustaz, kalau memberikan peringatan 33:20 kepada mereka, kurang ajar berarti." 33:22 Tidak. 33:23 Lihat pada zaman Nabi, sahabat 33:25 menegur sesama mereka. Sebagai contoh, 33:28 kita lihat bagaimana Salman Al-Farisi 33:30 ketika hatinya 33:31 Hmm. 33:33 berasa tidak nyaman, 33:34 Ya. 33:35 menyaksikan sesuatu yang terjadi pada 33:37 Amirul Mukminin Umar bin Khattab 33:39 radhiallahu anhu, 33:40 Hmm. 33:40 dia mengatakan, "Hati saya tidak nyaman. 33:44 Kita semua menerima bagian-bagian yang 33:46 sama. 33:47 Hmm. 33:48 Tapi kenapa bagian kamu lebih panjang?" 33:50 Ini Amirul Mukminin. 33:52 Sayyidina Umar menjawab, "Ya, Abdullah, 33:54 coba jawab, Salman. 33:56 Bagaimana saya dapatkan kelebihan ini?" 33:58 Ibnu Umar mengatakan, 34:00 "Karena saya lihat ayah saya tinggi, 34:02 pakaian yang diberikan atau bahan yang 34:03 diberikan tidak mencukupi untuk menutup 34:05 dengkulnya. Bagian saya saya berikan 34:07 kepada ayah." 34:08 Hmm. 34:09 Langsung Salman mengatakan, "Al-an 34:10 itma'anna qolbi." 34:11 Hmm. 34:13 Ketika Sayyidina Umar mengatakan, "Siapa 34:14 yang akan meluruskan saya di saat saya 34:16 bengkok?" 34:17 Abu Dzar mengatakan, "Ana laka." sambil 34:19 mengeluarkan pedangnya. 34:20 Hmm. 34:21 Sayyidina Umar enggak marah sama sekali. 34:23 Abu Bakar ketika beliau diangkat sebagai 34:26 khalifah, dia mengatakan, 34:28 "Saya diangkat sebagai pemimpin di 34:30 tengah-tengah kalian dan saya bukan 34:32 orang yang terbaik. 34:33 Di saat saya benar, bantulah saya. Di 34:35 saat saya bengkok, luruskan saya. 34:39 Orang yang 34:41 orang yang orang yang kuat, lemah di 34:44 hadapan saya. 34:45 Sampai saya mengambil hak orang yang 34:47 teraniaya dari orang tersebut. Orang 34:49 yang lemah, kuat di sisi saya. Sampai 34:51 saya mengambil haknya dari orang-orang 34:53 yang zalim. 34:54 Jadi, kalau kita lihat pelajaran dari 34:56 nabi 34:57 pelajaran dari sahabat nabi dan 35:00 keluarganya 35:01 beda dengan apa yang kita saksikan pada 35:04 saat ini. Karena cinta buta, 35:06 penghormatan yang buta, malah akhirnya 35:08 menimbulkan kerusakan di sana-sini. 35:11 Menimbulkan? 35:11 Kerusakan. 35:12 Kerusakan di sana-sini. Lihat bagaimana 35:14 nabi mengatakan 35:16 Walladzi nafsi biyadih, demi yang jiwaku 35:19 di tangan 35:20 tangannya. Itu demi Allah. Lau anna 35:23 Fatimah binta Muhammadin saraqat 35:25 laqata'ti yada. 35:26 Kalau putriku Fatimah mencuri aku tidak 35:29 ragu-ragu memotong tangannya. Artinya 35:30 hukum berjalan lurus. Bagaikan air 35:34 walaupun dalamnya berbeda, permukaannya 35:36 sama. Nah, kita tidak ingin menyebarkan 35:38 kerusakan. 35:39 He eh. 35:40 Membiarkan kerusakan terus-menerus. 35:42 Jadi, kalau ada seorang habib 35:45 seorang gus, seorang kiai berbuat salah 35:49 maka dengan sendirinya 35:51 hukuman wajib ditegakkan. 35:54 Seorang awam, masyarakat bawah benar 35:57 dizalimi oleh orang-orang yang kuat yang 35:59 punya asal-usul yang mulia, wajib kita 36:02 bela haknya. 36:02 He eh. 36:03 Tidak boleh kita berpangku tangan. 36:05 Jadi, seorang mempunyai hubungan dengan 36:07 rasul 36:09 seharusnya perilakunya lebih baik dari 36:11 yang lain. 36:13 Ada sebuah kisah itu terus tolih 36:16 dua orang. 36:19 Datang 36:20 satu orang yang punya hormat kepada 36:23 habib. 36:25 Dua-duanya orang berilmu nih. 36:28 Ketika yang satu dicium tangannya, ya, 36:30 dia langsung mencium tangannya kembali, 36:32 sama-sama. 36:33 Yang satu dicium tangannya dibiarkan. 36:36 Begitu orang ini pergi, 36:38 yang 36:41 membiarkan tangannya dicium mengatakan, 36:42 "Kenapa kamu tidak 36:44 tidak biarkan dicium tangan kamu? 36:47 Biarkan dia melakukan hal tersebut." 36:49 Dia mengatakan, "Saya malu. 36:52 Dia mencium tangan saya bukan karena 36:54 saya, karena Rasulullah." 36:56 "Lalu apa yang saya lakukan? 36:59 Demi Rasulullah untuk orang tersebut. 37:01 Apa yang saya berikan untuknya? 37:03 Dia berikan saya sesuatu hadiah 37:05 karena Rasul. Lalu apa yang saya berikan 37:07 untuk Rasul? 37:10 Saya merasa malu, 37:12 saya merasa belum berbuat apa-apa, belum 37:15 memberikan apa-apa. 37:16 Sedangkan kamu merasa kamu dicium tangan 37:19 kamu karena kamu. 37:21 Kamu dihormati karena Rasulullah. Maka 37:23 tunjukkan akhlak pekerti yang baik. 37:27 Untuk apa? Untuk betul-betul membuktikan 37:29 cinta kamu kepada Rasulullah sallallahu 37:32 alaihi wasallam. 37:33 Jadi ini harus diluruskan, harus 37:35 diperbaiki dan harus diajarkan 37:37 masyarakat cinta kepada ulama, cinta 37:39 kepada kiai, cinta kepada gus, cinta 37:42 kepada habib, bukan cinta yang buta. 37:45 Tapi cinta yang mendidik dan meluruskan. 37:47 Cinta yang muncul dari rasa hormat kita 37:50 kepada Rasul dan cinta kita kepada 37:52 Allah. Sehingga cinta semacam ini tidak 37:55 akan merusak, malah akan selalu 37:56 memperbaiki. Dan akhirnya habib-habibnya 37:59 akan menjaga diri mereka. Kiai dan 38:01 gusnya juga akan menjaga diri mereka. 38:03 Mereka. Nah, kerusakan ini cukup lama 38:06 berlangsung. Padahal kalau kita kembali 38:08 kepada Kiai Hasyim Asy'ari dulu, beliau 38:10 seorang alim, seorang saleh, menjadi 38:13 pemimpin, tapi tidak berbuat 38:15 macam-macam. 38:17 Tapi yang di bawah 38:19 dan saya kebetulan 38:22 eh kecil, masa-masa kecil bertemu dengan 38:24 orang-orang ya, yang alim dari kalangan 38:26 Habaib. 38:30 Kita bertemu dengan mereka, kita cium 38:31 tangan mereka karena dia tua betul-betul 38:34 terhormat akhlaknya. Kita tanya, "Siapa 38:36 kamu? Siapa Abah kamu?" "Fulan bin 38:38 Fulan." 38:39 Duduk di samping dia. 38:41 Sebelum dia makan, dia berikan makan 38:42 kepada kita. 38:44 Dia sapa kita dengan lemah lembut ya, 38:46 dia usap kepala kita, dia doakan kita. 38:49 Beda akhlak 38:50 Habaib yang dulu yang hafidz Qur'an 38:52 dengan Habaib sekarang. 38:55 Dulu kita lihat akhlak mereka, bicaranya 38:57 selalu mengingatkan kita bertakwa. 39:00 Untuk menjaga diri kita, mendoakan kita 39:02 sampai kita cucikan tangan dia setelah 39:04 makan, dia selalu usap kepala doakan 39:06 kita. 39:07 Kalau sekarang orang memberikan tangan 39:09 tanpa melihat orang. 39:12 Ini sebuah apa namanya? Sebuah keadaan 39:14 yang betul-betul amat-amat menjijikkan, 39:17 bukan hormat kepada Rasul. 39:19 Tapi sebetulnya menjadikan dirinya wal 39:22 iyadzubillah thaghut-thaghut yang 39:24 disembah selain Allah Subhanahu wa 39:26 Ta'ala. 39:27 Ini merupakan 39:29 ee, 39:30 nasihat yang kita harapkan mudah-mudahan 39:33 kita bisa menjadi contoh di 39:34 tengah-tengah kita. Begitu juga nih 39:36 pejuang-pejuang Rasyid, kita berharap 39:38 akhlak mereka lebih baik daripada orang 39:39 lain. 39:40 Sehingga menjadi contoh di tengah-tengah 39:42 lingkungan kita semua. 39:44 Baik, Ustaz. Nih banyak yang masuk 39:46 pertanyaannya, Ustaz, belum sempat kita 39:48 bacakan mungkin ee, 39:49 saya gabungkan nih beberapa pertanyaan 39:51 yang senada terkait ee, rumah tangga, 39:54 Ustaz, permasalahan dalam rumah tangga. 39:56 Dari hamba Allah. Ustaz, bagaimana cara 39:58 menyembuhkan, membangkitkan mental yang 40:01 terpuruk banget katanya. Masalahnya 40:04 suami terus terang dengan kemaksiatannya 40:08 dan setelah itu istri mati rasa untuk 40:11 bangkit lagi sulit karena hati ee, luka 40:15 dan teramat luka. 40:17 Membangun rumah tangga dari nol dan 40:19 alhamdulillah sampai sekarang tetap 40:21 seperti biasa saja. Sampai kesimpulannya 40:24 istri istrinya si suami diminta 40:27 menikah lagi. Kesimpulan istrinya, oh 40:30 gitu. Sampai kesimpulan istrinya, koma 40:32 mungkin ya. Si suami itu 40:35 diminta menikah lagi. Dan menurut si 40:37 istri itu jalan terbaik. Syukron, mohon 40:40 solusinya Ustad. Istri sudah berusaha 40:44 sekuat-kuatnya tapi masih mati rasa dan 40:47 memberi kesimpulan yang sama seiring 40:49 berjalannya waktu. Saya ba bacakan satu 40:53 pertanyaan kembali terkait permasalahan 40:55 dalam rumah tangga, Ustad. Bagaimana 40:57 ketentuan tentang pisah ranjang sebelum 41:00 diucapkan talak tiga? 41:02 Sesungguhnya masih ingin mempertahankan 41:05 tapi karena emosi dalam pertengkaran 41:07 terucap kata cerai. Sahkah ucapan 41:10 tersebut karena dipengaruhi rasa emosi? 41:13 Haruskah pisah ranjang? 41:16 Suami harus meninggalkan rumah 41:18 dan berapa lama waktunya? Jika sudah 41:21 ditempuh saya atau istri baru bisa 41:24 memutuskan mau ditalak dengan 41:25 pertimbangan matang. 41:27 Itu maksud saya, Ustad. Ini dua 41:28 pertanyaan dari hamba Allah, Ustad. 41:35 Menjawab pertanyaan yang pertama. 41:38 Seorang istri mati rasa karena suami 41:42 selalu berbuat maksiat. 41:45 Kalau suaminya gemar melakukan perbuatan 41:48 zina dan tidak bertobat dari perbuatan 41:52 tersebut. 41:54 Ini kan menimbulkan efek-efek negatif 41:57 bagi istrinya. 41:59 Bagi rumah tangganya. 42:01 Dan perbuatan zina ini merupakan 42:04 perbuatan yang keji dan jalan yang 42:06 salah. 42:09 Maka dalam kondisi seperti ini saya 42:12 mengingatkan kepada wanita, bila 42:14 suaminya pezina 42:16 tidak bertobat dari perbuatannya 42:18 maka istri 42:21 berpisah dari suaminya. 42:24 Jangan bersama seorang laki-laki 42:26 berzina. 42:28 Allah subhanahu wa taala mengatakan al 42:29 khabisatu lil khabisin wal khabisuna lil 42:32 khabisat wat toyyibatu lit toyyibin wat 42:35 toyyibuna lit toyyibat. 42:38 Begitu juga Allah berfirman 42:40 az zaani la yankihu illa zaaniyatan au 42:43 musyrik. Seorang pria pezina 42:47 tidak akan menikahi kecuali wanita 42:49 pezina serupa dengan dirinya atau wanita 42:51 musyrik. 42:53 Waz zaaniyatu la yankihuha illa zaani au 42:56 musyrik. 42:57 Wanita pezina 42:59 maksudnya apa? 43:01 Hatinya juga tidak condong kecuali 43:03 dengan pria pezina 43:05 seperti dirinya atau pria musyrik. 43:08 Jadi kalau ada laki-laki pezina 43:12 dia berumah tangga dengan seorang 43:14 wanita, seorang wanita bisa menerimanya, 43:16 menghadapi semua ini. 43:18 Khawatir enggak kira-kira dia tergolong 43:20 kalau bukan wanita pezina sebagai wanita 43:22 musyrik. 43:25 Jadi sebaiknya 43:27 wanita ini memohon untuk berpisah, 43:30 kecuali kalau suaminya bertobat, 43:32 berjanji dan terbukti tidak mengulangi 43:34 perbuatan. 43:36 Jadi jangan perzinaan dianggap sepele. 43:38 He em. 43:39 Ini merupakan dosa besar 43:41 dan kalau dia meninggal dunia tidak 43:43 bertobat, dia mati dalam keadaan 43:45 suul khatimah. 43:47 Naudzubillah. 43:47 Bahkan Allah 43:48 menyebutkan dalam surat al furqan, dia 43:51 akan kekal di dalamnya untuk 43:52 selama-lama. 43:54 Walladzina la yad'una ma'allahi ilahan 43:57 akhar 43:58 wala yaqtuluna nafsallati haramallahu 44:01 illa bil haqqi wala yaznun. 44:03 Waman yaf'al dzalika yaqqa atsaman. 44:07 Barangsiapa apa? Yang berzina 44:11 perbuatan tersebut baik itu syirik 44:14 membunuh orang atau berzina ya 44:16 dia akan menghadapi balasan dosa 44:19 bahkan apa? 44:21 Waiyakhlu fihi muhana 44:23 dia kekal dalam keadaan hina 44:25 dalam siksa dan azab 44:28 Jadi bukan hal yang sepele jadi seorang 44:30 wanita baik-baik ya wanita sholehah 44:33 tidak menyukai perbuatan semacam ini 44:35 kalau laki 44:36 punya kebiasaan berzina tidak bertobat 44:40 maka sebaiknya Ibu menarik diri 44:44 Ibu bisa memulai hidup baru dengan pria 44:46 baik yang sholeh 44:48 atau Ibu merasa 44:50 sudah cukup tidak perlu lagi berumah 44:52 tangga mengurus anak beribadah kepada 44:54 Allah daripada mendampingi pria semacam 44:56 ini 44:59 Kalau seandainya bukan melakukan 45:00 perzinaan ya tapi perbuatan-perbuatan 45:03 yang tidak termasuk dalam kategori 45:05 perzinaan 45:06 dia juga mendirikan sholat ya 45:09 maka 45:11 si Ibu bisa bersabar 45:13 kemudian kalau seandainya ya 45:16 Ibu merasa 45:17 eee 45:19 mungkin dia perlu menikah lagi dengan 45:21 wanita lain itu kembali kepada pilihan 45:23 Ibu 45:24 biasanya wanita kalau suaminya baik dia 45:26 tidak akan berbagi 45:27 Emm 45:28 tapi kalau suaminya 45:30 ya 45:31 eee tidak baik 45:33 dia berbagi dengan orang lain dengan 45:35 harapan biar orang lain juga merasakan 45:36 apa yang dirasakan dirinya 45:39 Jadi Ibu kalau seandainya suami Ibu 45:41 melakukan perbuatan-perbuatan zina tidak 45:43 bertobat jadi kebiasaan buat dia Ibu 45:46 hendaknya menuntut untuk berpisah dari 45:48 pria semacam ini begitu juga kalau 45:50 seandainya suami Ibu tidak mengerjakan 45:53 sholat 45:54 yang merupakan tiang Is 45:55 Islam 45:56 dia tidak mengerjakan sholat 45:58 menyepelekan mengabaikannya pria semacam 46:00 ini tidak layak bagi menjadi suami bagi 46:03 wanita-wanita beriman, kecuali kalau dia 46:05 sudah tobat memperbaiki diri. 46:08 Adapun pertanyaan yang kedua tadi. 46:12 Mengenai pisah ranjang, Ustaz, sebelum 46:14 diucapkan talak yang ketiga. 46:16 Ini sering kali kita lihat ya. 46:19 Suami istri ribut. 46:21 Kemudian dengan mudah mengucapkan 46:23 kata-kata cerai. 46:26 Apalagi dengan sebuah riwayat. 46:29 Salasun jiddahunna jiddun wa hazluhunna 46:33 hazlun. Ada tiga hal. 46:36 Seriusnya memang serius. Sampai guyonnya 46:39 pun serius. 46:41 Yaitu apa? 46:42 Annikah. 46:44 Kemudian warruju' warroji' warroji'ah 46:47 waththalaq. Nikah, roji'ah, dan talak. 46:50 Padahal Allah dalam Quran dengan tegas 46:52 mengatakan laa yu'aakhidzukumullahu 46:55 billaghwi fii aimaanikum. Walakin 46:58 yu'aakhidzukum bimaa kasabat quluubukum. 47:01 Yang main-main itu tidak dikenakan 47:04 sanksi. 47:06 Tidak menjatuhkan sanksi, kecuali yang 47:08 serius keluar dari hati kita. 47:11 Begitu juga dalam surat Al-Maidah laa 47:13 yu'aakhidzukumullahu billaghwi fii 47:15 aimaanikum walakin yu'aakhidzukum bimaa 47:17 aqadtumul aimaan. 47:19 Kalau ayat yang pertama tadi. 47:21 Bicara sebelum apa? Sebelum bicara 47:25 mengenai kasus ila dan perceraian. 47:28 Bahkan Allah mengatakan walaa 47:30 taj'alullaha urdatan liaimaanikum. 47:32 Jangan kalian jadikan Allah sebagai apa? 47:35 Sebagai urdah sasaran dari sumpah 47:37 kalian. Sebentar-sebentar kalian 47:38 bersumpah. 47:40 Lalu Allah sebutkan, Allah tidak akan 47:41 menghukum sumpah kalian yang tidak 47:44 keluar dari hati kalian. Artinya tidak 47:46 menjatuhkan konsekuensi. 47:49 Kecuali yang keluar dari hati. Jadi 47:51 kalau seorang laki-laki. Emosi 47:54 mengatakan kepada istrinya saya ceraikan 47:56 kamu. 47:57 talak tidak serta merta jatuh. 48:00 Kalau kita membaca surah At-Talaq 48:03 Allah Subhanahu wa Ta'ala sebutkan 48:06 bahkan perintahkan Nabi untuk menjadi 48:08 pengawas dan pengontrol. 48:11 Bismillahirrahmanirrahim, ya ayyuhan 48:13 Nabi idza thalaqtumun nisa 48:15 fathalliquhunna li iddaatihinn. 48:19 Wahai Nabi 48:20 kemudian bicara kepada umatnya. Berarti 48:22 Nabi di sini menjadi pengawas terhadap 48:26 apa yang dilakukan umatnya. 48:28 Kalau kalian wahai kaum muslimin 48:30 akan menceraikan istri kalian 48:33 kalian harus menjatuhkan cerai pada saat 48:36 wanita ini bisa memulai iddahnya. 48:40 Itu perintah Allah. 48:41 Ehm. 48:42 Berarti al amru di sini ee al ibahah 48:45 bisyart. 48:46 Dibolehkannya untuk apa? Menjatuhkan 48:49 cerai dan sahnya itu dengan syarat 48:52 dijatuhkan pada saat si wanita dapat 48:54 memulai iddahnya. 48:56 Wanita kalau dalam keadaan haid bisa 48:58 enggak mulai iddah? 49:00 Enggak bisa. 49:01 Ehm. 49:02 Wanita kalau suci 49:05 berapa hari sebelumnya sudah digauli, 49:07 enggak boleh kita ceraikan. 49:09 Pada saat dia suci bersih sebelum 49:11 digauli 49:12 baru kita dibolehkan menjatuhkan cerai 49:15 pada saat tersebut. 49:17 Oleh karena itu ketika Sayyidina Umar 49:19 Ibnu Khattab radhiallahu anhu datang 49:21 kepada Rasulullah 49:23 mengadukan putranya Ibnu Umar. 49:26 Dibawa bersama-sama, bahwa dia ceraikan 49:28 istrinya pada saat haid. 49:30 Rasulullah katakan 49:32 mur Abdullah Ibnu Umar. Bilang sama Ibnu 49:34 Umar 49:35 falyuraji'ha, tarik kembali. 49:37 Cerainya belum berlangsung itu. 49:39 Ehm, ehm. 49:39 Kemudian tunggu sampai dia 49:42 suci haid, suci. Pada saat suci 49:46 baru dia ceraikan istrinya kalau dia mau 49:48 menceraikan. 49:50 Bukan terbawa emosi, cerai. 49:53 Ribut-ribut, cerai. Ya. Gara-gara 49:56 masalah anak, emosi, cerai. Ini enggak 49:58 benar. 50:00 Oleh karena itu, kita harus jaga rumah 50:02 tangga kita. 50:03 Sebagaimana perintah Allah, kalau kalian 50:06 ingin menceraikan istri kalian, ceraikan 50:08 pada saat mereka dapat memulai iddah 50:11 mereka. 50:12 Ini perintah dari Allah. Dan perintah di 50:14 sini ya, dengan syarat yang Allah 50:17 sebutkan. 50:18 Kalau satu hukum syaratnya tidak 50:20 terpenuhi, maka hukumnya enggak sah. 50:22 Hmm. Tapi yang heran, 50:24 berlaku di fikih sekarang ini, 50:27 talak terbagi dua, talak sunah sama 50:29 bidah. Talak sunah itu yang dijatuhkan 50:32 pada saat 50:34 ee dibolehkan untuk diceraikan itu pada 50:37 saat suci sebelum digauli. 50:39 Adapun talak bidah, talak yang 50:42 dijatuhkan 50:43 pada saat 50:45 belum waktunya 50:47 yang dibolehkan. 50:48 Itu pada saat haid, pada saat suci 50:51 sehabis digauli. 50:52 Hmm. 50:52 Heran, kok bidah bisa sah? 50:55 Tapi kullu bid'atin dhalalah. 50:57 Tapi pada masalah ini, mereka mengatakan 51:00 sah cerainya walaupun haram hukumnya. 51:02 Hmm. 51:03 Kalau orang salat sebelum waktunya, sah 51:05 enggak? 51:07 Sebelum waktu subuh dia salat, enggak 51:08 sah salatnya. 51:09 Hmm. 51:09 Sebelum waktu zuhur dia salat jam 11.00 51:12 siang, sah enggak? 51:13 Enggak. 51:13 Begitu juga, belum waktunya yang 51:15 dibolehkan wanita untuk diceraikan, 51:17 diceraikan, kok dianggap sah? 51:18 Hmm. 51:20 Cuma bidah. 51:22 Ini betul-betul merupakan sikap pendapat 51:25 yang mempermainkan ayat-ayat Allah 51:27 subhanahu wa taala. 51:29 Padahal tujuan Allah, supaya laki-laki 51:31 ini berpikir. 51:33 Perempuan juga berpikir, jangan pada 51:35 saat lagi marah, meledak, dia jatuhkan 51:37 cerai kepada istrinya. 51:39 Ada sebuah kisah menarik. Satu orang 51:41 datang ke rumah saya, "Ustaz, 51:44 saya ini baru menikah bersama istri 51:47 saya. Belum lama. 51:49 Akhirnya kita ribut beberapa hari 51:50 kemudian, begitu ribut, maklum kita ini 51:53 pengantin baru Ustaz, masih belum punya 51:55 pengalaman. 51:56 Saya keluarkan kata cerai. 52:00 Orang tua saya belum tahu. 52:02 Takut kalau mereka tahu mereka akan 52:04 marah kepada saya. 52:06 Jadi akhirnya kita tinggal sekamar tapi 52:08 pisah ranjang. 52:09 Sudah berapa lama? Mungkin 3 bulan. 52:11 Allahu Akbar. 52:13 Saya bingung Ustaz, bagaimana? 52:16 Apa saya harus mulai kawin lagi? 52:19 Saya bilang waktu kamu ceraikan, 52:22 istri kamu 52:23 suci apa tidak? Dia mengatakan suci. 52:26 Sebelumnya kamu bergaul enggak? Sudah 52:27 bergaul Ustaz. Enggak sah ceraikan kamu. 52:32 Kalau istri kamu dalam keadaan haid pun 52:34 tidak sah ceraikan kamu. Ini Alquran 52:35 yang bicara bukan manusia. 52:39 Jadi sebetulnya selama ini kamu belum 52:40 bercerai dan kamu enggak boleh menikah 52:42 lagi. 52:43 Dia mengatakan, "Ya Allah, 3 bulan kita 52:45 pisah ranjang, padahal kita pengantin 52:47 baru, kita anggap sudah ber 52:48 bercerai." 52:49 Bercerai. 52:49 Jadi kamu enggak usah cerita sama orang, 52:51 kamu bergaul kembali dengan istri kamu. 52:54 Besok jangan kalau emosi keluar kata 52:56 seperti itu. 52:58 Lalu setelah itu apa? "Fathalliquhunna 53:00 li'iddatihin wa ahsul iddah." Hitung 53:03 waktu iddahnya dengan betul. 53:05 Bukan hanya begitu. "La tukhrijuhunna 53:08 min buyutihin wala yakhrujna illa an 53:10 ya'tina bifahisyatin mubayyinah." 53:12 Begitu kamu keluarkan kata cerai yang 53:14 kamu jatuhkan pada waktunya, katakan 53:16 pada saat suci sebelum digauli, kamu 53:17 enggak boleh usir dia. 53:19 He em. 53:19 Tinggal di rumah bersama kamu. 53:22 Pisah kamarlah, ya. 53:24 Tapi kamu enggak boleh usir dia. 53:26 Karena status kamu masih suami istri. 53:29 Kalau kamu mau balik tidak perlu 53:31 penghulu, tidak perlu manggil orang tua. 53:33 Kalau kamu mau balik tinggal bilang, 53:35 "Saya yang menyesal, saya ingin kembali 53:36 bersama kamu." 53:38 Rujuk. 53:39 berhubungan langsung tanpa harus memulai 53:41 pernikahan ulang. 53:43 Itu rahmat Allah yang ingin menjaga 53:46 mereka. Setelah mengucapkan kata cerai 53:48 diberikan kesempatan selama kurang lebih 53:49 3 bulan. 53:51 Kalau dia wanita yang punya kebiasaan 53:53 datang bulan, 53:54 3 kali suci dan haid. 53:57 3 kali suci 53:58 dan haid. 53:58 dan haid. Suci haid, suci haid, suci 54:01 haid. Begitu haid yang ketiga berakhir, 54:03 baru berakhir iddahnya. 54:07 Jadi betul-betul indah luar biasa. 54:10 Begitu diceraikan pada waktunya, 54:12 tunggu santai kurang lebih 3 bulan. 54:15 Apakah betul si laki-laki mau berpisah? 54:17 Apakah betul si perempuan sudah 54:19 betul-betul bertekad tidak akan mungkin 54:20 kembali lagi? 54:22 Insyaallah kalau betul-betul apa? 54:25 Betul-betul persoalannya bukan persoalan 54:27 yang betul-betul amat-amat genting, 54:31 mereka akan balik lagi. 54:32 He 54:32 Ketika saya bacakan surah ini di hadapan 54:34 seorang wanita, 54:36 ya, yang sudah bercerai cukup lama sama 54:38 suaminya. 54:40 Dia bilang, "Ustaz, kalau saya tahu 54:41 surah ini enggak mungkin saya bercerai 54:43 sama suami saya. 54:45 Kita betul pada permulaannya kita emosi, 54:47 marah-marah. Lalu suami pulangkan saya 54:49 ke rumah, kita enggak boleh ketemu lagi. 54:52 Itu yang mengakibatkan akhirnya walaupun 54:54 hati sama-sama mau bawa, sama-sama mau 54:56 balik, tapi karena kendala-kendala yang 54:58 dibuat yang jauh dari ajaran Allah, 55:01 akhirnya kita tidak kembali 55:02 Padahal mereka punya anak, beberapa 55:04 anak. 55:05 Akhirnya si ibu enggak menikah lagi 55:08 sampai wafat. 55:10 Suami juga penuh penyesalan. 55:12 Jadi ingat bahwa cerai itu 55:16 baru berlaku apabila dijatuhkan pada 55:19 waktu yang dibolehkan oleh Allah, yaitu 55:22 waktu suci sebelum digauli 55:25 atau waktu hamil yang jelas 55:26 kehamilannya. 55:27 He 55:28 Itu dibolehkan. 55:29 Tapi masa iddahnya panjang. Kalau pada 55:31 bulan pertama diceraikan, masa iddahnya 55:33 sampai 8 bulan. Sampai dia melahirkan 55:35 anak, 55:36 baru iddahnya berakhir. Kalau sebelum 55:39 itu dia balik tanpa harus pernikahan 55:41 ulang. Artinya Allah mudahkan 55:43 pernikahan, mudahkan rujuk, sedangkan 55:45 cerai dipersulit. 55:46 Iya. 55:47 Kalau kita sekarang lebih gampang atau 55:49 lebih menggampangkan cerai dari 55:51 pernikahan. 55:51 Iya. 55:52 Orang melacur digampangkan 55:54 sedangkan berumah tangga dipersulit. 55:56 Kenapa? 55:58 Jadi kita harapkan insya Allah Kang 55:59 Rizal mudah-mudahan dialog kita pagi ini 56:01 bermanfaat 56:02 Insya Allah. 56:03 dan menjadi eh bekal buat kita dalam 56:05 melaksanakan amanat Allah subhanahu wa 56:07 taala dan mudah-mudahan bukan keluar 56:10 dari hati 56:11 yang riya 56:13 atau hati yang berisikan kebencian, 56:15 kedengkian, tapi hati yang mengharapkan 56:16 rida Allah dan Allah menerima amal kita 56:18 semua. Subhanakallahumma wa bihamdik 56:21 Subhanallah. 56:21 asyhadu alla ilaha illa anta astagfiruka 56:23 wa atubu ilaik wal afwu minkum. 56:25 Wassalamualaikum warahmatullahi 56:27 wabarakatuh. 56:28 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:29 wabarakatuh. Terima kasih Ustaz Husein 56:31 Alatas atas dialog eh tanya jawab di 56:34 pagi hari ini. 56:35 Nih ya, terima kasih juga kepada ikhwan 56:37 akhwat yang sudah mengirimkan 56:38 pertanyaannya. Mohon maaf yang belum 56:41 sempat kita bacakan nanti di pertemuan 56:42 selanjutnya insya Allah Ustaz kita 56:43 bacakan ya. Seperti dari Ibu Azraf, 56:46 kemudian Ibu Ijah, 56:48 Pak Dimas, dan masih ada beberapa WA 56:51 lainnya yang tidak menyebutkan namanya 56:53 nih ya. Terima kasih. Dan ikhwan akhwat 56:56 semoga kita dapat memetik pelajaran dan 56:58 hikmah dari jawaban-jawaban, penjelasan 57:01 dari Ustaz Husein di kesempatan pagi 57:02 hari ini. Kita akhiri. Subhanakallahumma 57:04 wa bihamdik asyhadu alla ilaha illa anta 57:06 astagfiruka wa atubu ilaik. Billahi 57:07 taufik wal hidayah. Wassalamualaikum 57:09 warahmatullahi wabarakatuh.