Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [Musik] 0:08 [Musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:18 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:20 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:22 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:24 akhwat, pendengar silaturrahim dan juga 0:26 pemirsa Rasil TV yang dirahmati Allah. 0:28 Alhamdulillah kita kembali berjumpa Iwan 0:30 akhwat di Senin malam hari ini tanggal 0:33 15 Safar 1446 Hijriah atau 19 0:37 Agustus 2024 hadir acara tadabur 0:41 Al-Qur'an bersama Ustaz Doni Amir Sagap 0:43 yang alhamdulillah telah bergabung 0:44 bersama kami. Kita live aplikasi Zoom 0:47 Iwan. Kita sapa terlebih dahulu. 0:49 Asalamualaikum warahmatullahi 0:50 wabarakatuh, Ustaz. 0:53 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:55 wabarakatuh. 0:57 Gimana kabarnya, Ustaz? 0:59 Sehat, Ustaz? Alhamdulillah. 1:01 Alhamdulillah. Sehat. Alhamdulillah. 1:03 Alhamdulillahirabbil alamin. Kita masih 1:05 melanjutkan tema mengenai petunjuk Allah 1:07 dalam bertutur kata, Ustaz. Ya, 1:10 insyaallah. Kemarin kita sudah ee 1:13 membahas mengenai kaulan sadida, kaulan 1:15 layanan, kaulan baligho, dan sekarang 1:18 adalah kaulan sakila. Ya, kita akan 1:21 bersama-sama simak Iwan Hawat. Dan nanti 1:22 yang ingin bergabung bertanya silakan 1:23 Anda bisa kirimkan melalui WhatsApp kami 1:25 di 1:29 0811999720 Ustaz. 1:32 Terima kasih Kang 1:34 Fahi. Ee para ikhwan akhwat 1:38 sekalian, para pemirsa Rasil TV. 1:41 Demikian pula para pendengar Radio Rasil 1:43 di mana pun berada. 1:45 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:48 warahmatullahi wabarakatuh. 1:53 Alhamdulillah. 2:04 Alhamdulillahimillah 2:09 junudusamawati 2:12 wasalamahmatanil alamin asrofalya wal 2:16 mursalin waa alihi wasohbihi ajmain amma 2:21 ba fakulullah taala 2:28 Bismillahirahmanirahim 2:32 yazamilila illa qila 2:37 nfahuid 2:39 alaihiil 2:43 qurilulqi alikaqallahulimah 2:56 Muslimin wal muslimat rahimakumullah. 2:59 Para ikhwan akhwat, Bapak, Ibu yang 3:01 dirahmati Allah. Para pendengar Radio 3:04 Silaturahim. Demikian pula para pemirsa 3:07 Rasil TV di mana pun berada. 3:09 Alhamdulillah, segala puji bagi Allah 3:12 yang masih memberikan kepada kita sampai 3:14 detik 3:16 ini kesempatan untuk hidup di atas dunia 3:19 ini. Tentu bukan sembarangan Allah 3:23 memberikan kesempatan ini kepada kita. 3:27 Semoga kita bisa mengambil peluang ini, 3:31 peluang hidup ini untuk senantiasa 3:35 memperbaiki apa-apa yang masih keliru 3:37 dalam kehidupan kita, 3:40 menyesuaikan ee tingkah laku kita dengan 3:43 petunjuk Al-Qur'an dan hadis-hadis serta 3:46 sunah Nabi sallallahu alaihi wasallam. 3:48 sehingga nanti kita akan kembali ke sisi 3:50 Allah Subhanahu wa taala dalam keadaan 3:53 yang baik, dalam keadaan yang ee husnul 3:58 khatimah. Selawat dan salam mari 4:00 senantiasa kita sampaikan curahkan 4:02 kepada junjungan kita, Kudwah hasanah 4:05 kita yakni Nabi kita Muhammad sallallahu 4:08 alaihi wasallam. Demikian pula kepada 4:10 seluruh keluarga dan sahabat beliau. 4:13 Semoga kita pun istikamah dalam belajar, 4:15 dalam mengamalkan dan mendakwahkan 4:18 nilai-nilai yang telah beliau sallallahu 4:20 alaihi wasallam tinggalkan untuk hidup 4:23 kita di atas dunia 4:25 ini. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, 4:28 ikhwan akhwat, para pendengar radio 4:30 silaturahim, demikian pula para pemirsa 4:33 Rasil TV di mana pun berada di bulan 4:37 Safar ini, di awal bulanbulan Safar ini 4:40 dan juga bertepatan dengan bulan 4:42 Agustus, kita insyaallah akan 4:45 melanjutkan bahasan kita bagaimana tutur 4:48 kata itu adalah sesuatu yang diatur 4:51 sedemikian rupa, sangat detail oleh 4:54 Allah Subhanahu wa taala. Kenapa? Karena 4:57 tutur kata ee 5:00 merupakan satu ee apa? Satu bahan ya, 5:05 satu bahan yang akan menjadi timbangan 5:09 nanti di hari 5:10 kiamat. Timbangan setiap manusia ya di 5:14 hari kiamat nanti salah satunya adalah 5:16 bagaimana dia bertutur 5:19 kata. Bertutur kata. Kemudian juga ee 5:22 bentuknya bisa verbal, bisa tulisan, 5:26 bisa juga gestur, ekspresi, dan lain 5:29 sebagainya. Sebagaimana yang Allah 5:31 jelaskan dalam surah Qaf, surah ke-50 5:34 ayat yang ke-17 dan ayat yang 5:38 ke-18. Kalimat Allah 5:42 azzubillahiminasyaitanirjimatqal 5:44 mutalaqilamini waimali. 5:47 Ingatlah ketika dua orang malaikat 5:50 duduk di kiri dan kanan setiap manusia 5:53 untuk mencatat amal perbuatan mereka. 5:56 Itu satu. Yang kedua, pada ayat 5:58 berikutnya, ayat ke-18, ma yalfidu minin 6:03 illa ladaihi raqibun atid. Dan tidaklah 6:07 satu kata-kata terlafazkan dari manusia 6:11 itu tadi lafaznya bisa verbal, bisa 6:15 tulisan, bisa gestur ya wajah dan lain 6:24 sebagainya. Tidaklah terlafazkan dari 6:26 manusia satu kata-kata, satu komunikasi 6:30 tadi, kecuali pasti ada malaikat dan 6:34 adin yang menuliskannya. 6:37 Sehingga sangat penting kata-kata ini. 6:40 Dia adalah sesuatu yang akan menjadi 6:42 bahan timbangan nanti. Apakah akan 6:45 menambah berat timbangan kebaikan kita 6:48 atau sebaliknya justru bisa menambah 6:50 ringan timbangan kebaikan kita alias 6:53 mengurangi timbangan kebaikan itu 6:55 sendiri. Kita akan menyaksikan nanti 6:58 Allah menjelaskan dalam Al-Qur'an banyak 7:00 orang-orang yang sudah berbuat amal 7:02 kebaikan, amal saleh berupa mungkin 7:05 sedekah, ibadah mahdah dan lain 7:07 sebagainya. tapi terkurangi karena 7:11 lisannya, karena tutur katanya, karena 7:15 ee hasil dari satu bahan catatan yang 7:18 merupakan yang terpisah dari ibadah 7:21 mahdah atau sedekah tadi. Misalkan kita 7:24 ambil contoh Quran surah ke-2 Albaqarah 7:26 ayat 264 di awal juz yang ketiga. 7:30 Kalimat Allah di 7:34 situubillahiminasyaitanirrajim. Ya 7:35 ayyuhalladzina amanu la tubtilu 7:39 shodqatikum bil manni wal aza. Wahai 7:42 orang beriman, jangan kalian batalkan, 7:45 jangan kalian hilangkan pahala atau 7:49 catatan ee sedekah kalian dengan apa? 7:52 Bil manni wal aza. dengan disebut-sebut 7:56 dan menyakiti hati orang yang diberi 8:01 lewat apa? Lewat kata-kata disebut-sebut 8:03 dan menyakiti. E ya ayyuhalladina amanu 8:08 lailuqatikum band 8:09 waladzi yunfiquas. 8:13 seperti orang yang menginfakkan hartanya 8:17 dalam keadaan riak. menunjukkan orang 8:20 yang disebut di sini dasarnya atau 8:22 awalnya dia berinfak dalam keadaan 8:25 ikhlas, tidak riak, tapi kalau dirusak 8:28 dengan tutur kata maka itu seperti orang 8:31 yang riak. Orang yang ri dia berinfak, 8:34 sedekah tapi tidak diterima oleh Allah 8:36 Subhanahu wa taala karena rianya tadi. 8:38 Nah, kalau orang ini orang beriman dia 8:41 ikhlas infak sedekah kemudian dicatat 8:44 oleh Allah Subhanahu wa taala sudah 8:46 tercatat tapi jangan dirusak lagi dengan 8:49 disebut-sebut dan menyakiti orang yang 8:51 menerimanya lewat lisan tadi itu seperti 8:54 orang yang infak dalam keadaan 9:00 rialuin alaihiq 9:11 Perumpamaannya seperti seonggok batu 9:14 yang di atasnya kalian lihat ada pasir 9:17 kata Allah Subhanahu wa taala. Lalu 9:19 kemudian datanglah hujan badai. Sekejap 9:22 itu juga kalian tidak akan lagi melihat 9:25 pasir itu menempel di atas batu tadi. 9:28 Hilang sekejap. La yaqdiruna mimma 9:31 kasabu. Mereka tidak sanggup untuk 9:34 menjaga amal perbuatan baik mereka. 9:37 Kenapa? Karena tadi terhapus lewat tutur 9:40 katanya. Bapak, Ibu yang dirahmati 9:42 Allah. Ini sedekah ya. Demikian pula 9:45 amal-amal yang lain ya. Kalau kita 9:47 menyakiti hati seseorang maka nanti kita 9:50 akan membayarnya di negeri akhirat. Nah, 9:53 oleh karenanya penting bagi kita untuk 9:55 membuka bagaimana panduan Allah terhadap 9:59 terhadap terhadap apa lisan, tutur kata 10:03 ee baik verbal, tulisan dan lain 10:05 sebagainya dari diri kita supaya 10:07 betul-betul kita menjamin atau kita 10:11 menjaga amal perbuatan baik kita tidak 10:14 akan berkurang atau tidak akan menguap, 10:17 menghilang ya hanya karena tutur kata 10:20 kita yang tidak bisa dijaga. 10:22 Jadi, Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, 10:24 sudah empat ee dengan dengan hari ini 10:27 ya, sudah maaf sudah tiga dan ini yang 10:29 keempat yang akan kita bicarakan 10:32 mengenai jenis-jenis tutur kata. Lan 10:35 kata-kata kata-kata ini adalah alat ya, 10:39 tools ya ee untuk menyampaikan sesuatu 10:44 dari diri kita. Nah, demikian pula ee 10:48 tutur kata ini merupakan jembatan bisa 10:51 dikatakan begitu untuk melintasi atau 10:55 menyampaikan ya apa yang ingin kita 10:58 sampaikan, apa yang ingin kita jelaskan. 11:00 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. Nah, 11:03 tiga sudah kita bahas di 11:04 pertemuan-pertemuan lalu, yakni ulan 11:07 sadida, kemudian layan, dan baligh. Hari 11:12 ini kita akan membahasan sakila. 11:15 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, ikhwan 11:18 akhwat, para pendengar radio silaturahim 11:20 dan para pemirsa Rasil TV di mana pun 11:22 berada. Ulan sakila ini 11:26 adalah kalau yang kemarin tiga itu ulan 11:30 sadida, ulan layina, ulan baligh adalah 11:34 kata-kata kita yang kita sampaikan 11:37 kepada sesama manusia ya, kepada anak 11:41 ya, kepada ee apa orang lain gitu ya. 11:45 Ulan kaulan-qulan yang kemarin tiga itu 11:47 kaulan sadidah, ulan ee baligh, kemudian 11:51 ulan layina. Nah, saqila Bapak Ibu yang 11:55 dirahmati Allah adalah 11:58 kata-kata atau tutur kata yang berat 12:03 bobotnya. Bobotnya berat pilihan 12:06 kalimat, pilihan kata yang berbobot 12:09 berat. 12:11 Nah, kita bisa 12:13 sampaikan sakila ini kepada Allah 12:17 Subhanahu wa taala alias 12:21 doa. Doa ya. Ah, jadi kalau kaulan yang 12:26 lain ya itu adalah kata-kata yang kita 12:29 sampaikan kepada manusia, alat untuk 12:31 kita sampaikan kepada manusia. Nah, ada 12:34 pula alat untuk kita menyampaikan kepada 12:38 Allah Subhanahu wa taala. Itulah ulan 12:40 sakila. Demikian pula nanti ulan sakila 12:43 ini berdampak kepada kehidupan kita 12:46 sehari-hari. Nah, maka 12:48 itu penting bagi kita untuk bisa ee 12:52 membuka apa itu ulan sakilah. Ya, jadi 12:56 tadi sudah kami bacakan di awal tadi 12:59 yakni surah almuzammil surah ke-73 dalam 13:03 ee apa urutan apa mushaf ya di juz yang 13:07 ke-29. 13:09 Kalimat Allah di situ ee pada surah 13:12 Almuzamil ini. Ya ayyuhal muzammil. 13:14 Wahai yang berselimut maksudnya Nabi 13:16 sallallahu alaihi wasallam dan juga kita 13:19 semua tentu saja yang membaca Al-Qur'an. 13:21 Ya ayyuhal muzammil qumilla illa qolila. 13:24 Bangunlah di waktu malam walaupun hanya 13:26 sedikit ya. 13:29 di pertengahan malam atau kurangi 13:31 sedikit alaihi atau tambah 13:34 sedikitil 13:36 qurartila dan bacalah Alquran dengan 13:39 tartil perlahan-lahan meresapi 13:43 maknanyailil qurana tartila baru 13:45 kemudian ayat kelimanya Allah 13:47 menyebutkan inna sesungguhnya 13:51 kamiulqi 13:54 alaikaanila ingin menurunkan kepada 13:57 engkau kau satu perkataan yang bobotnya 14:01 amat berat. Nah, 14:04 jadi apa yang dimaksud di situ adalah 14:07 tentu saja kembali ke ayat keempatnya. 14:10 Warattil qurana tartila. Bacalah 14:13 Al-Qur'an dengan tartil dan kemudian 14:15 kami ingin menurunkan bobot yang berat 14:18 dari Al-Qur'an tersebut. Nah, para 14:21 mufassir tentu saja ada beberapa 14:23 pendapat yang lain, tapi yang amat lazim 14:26 adalah yang dimaksud sakila ini bobot 14:30 beratnya ee kalimat ya yang ee apa 14:34 berasal dari Al-Qur'anul Karim. Bapak, 14:37 Ibu yang dirahmati Allah, bagaimana yang 14:40 dimaksud itu? Nah, jadi maksudnya di 14:42 dalam Al-Qur'an kita akan mendapati 14:46 kata-kata yang bobotnya isinya itu berat 14:51 jauh 14:52 melampaui ee berat dari ee katanya itu 14:57 sendiri, kata-katanya ya yang 14:58 tersusunnya itu sendiri. Jadi bobotnya 15:00 itu lebih berat. Maksudnya 15:04 penghayatannya, pemaknaannya gitu. Ee 15:08 makanya 15:10 nanti ee kita sampaikan nanti beberapa 15:14 contoh, yakni kalimat-kalimat yang 15:16 berbobot berat itu doanya para nabi. 15:20 Doa-doa para nabi yang ditunjukkan di 15:22 dalam 15:23 Al-Qur'an. Kalau kita tidak buka kaulan 15:26 sakila ini, maka banyak kaum muslimin 15:30 yang keliru memaknai doa-doa tersebut 15:33 hanya sebatas lisan saja. 15:38 Nah, doanya dihafal di dalam lisan, tapi 15:42 bobotnya tidak ada. Ya, doa Nabi Yunus 15:46 misalkan dalam surah ke-21, Bapak Ibu 15:49 yang dirahmati Allah, ayat ke-87 itu ya, 15:51 surat Al-Anbiya itu ya. 15:55 Wanuna dan seterusnya pada pada 15:57 penghujung ayat e doa beliau alla 16:02 ilahaillada alla ilahailla anta 16:04 subhanaka inni minim lahailla anta tidak 16:08 ada tuhan selain engkau ya Allah ee 16:12 subhanaka inni kuntu minzalimin. Maha 16:14 suci engkau ya Allah sesungguhnya akulah 16:18 yang zalim. Nah, kata-kata ini mudah 16:22 dihafal, sering 16:26 dibaca 16:28 ulang-ulang. Tapi bobotnya betul-betul 16:31 adalah kesadaran Nabi Yunus Alaih Salam 16:34 tentang betapa beliau 16:37 keliru setelah mengikuti 16:41 amarahsinya. Nah, maka itu tidak bisa 16:43 keluar dari ee awal ayatnya. Wazannun. 16:48 Ingatlah Zunun atau 16:52 Yunus ketika dia pergi dalam keadaan 16:56 marah, dalam keadaan emosional, dia 16:59 meninggalkan tugasnya. Hadirin yang 17:01 dirahmati Allah, mengikuti 17:06 emosinya. Kemudian dia menyangka bahwa 17:09 tidak ada lagi yang bisa menyelesaikan 17:10 urusannya. 17:13 tidak ada yang bisa ee apa bawa 17:21 eh. Maka kemudian skenario Allah membuat 17:24 dia berdoa di kegelapan yakni di dalam 17:27 perut ikan dan di bawah lautan. Alla 17:30 ilahailla anta tadi subhanaka inni kuntu 17:32 minimin. Jadi keseluruhan isi Al-Qur'an 17:36 tadi warilil qur tartila tadi untuk 17:39 memberikan bobot kepada kita. 17:43 bahwa apa yang dibaca itu isinya itulah 17:47 yang 17:48 penting. Bukan dibaca hanya selepas dari 17:52 tenggorokan ini ke 17:53 atas. Bukan hanya itu, tapi bobot di 17:56 dalam dada, di dalam jiwa kita. itu yang 17:59 penting, kesadarannya itu. Ee ini 18:02 makanya kata-katanya, kata-kata di dalam 18:05 Al-Qur'an ini hanya tersusun lewat 18:07 huruf-huruf 18:09 hijaiyah. Huruf-huruf yang ringan, 18:11 sederhana hurufnya, tapi bobot isinya. 18:14 Itu yang membuat 18:16 berat. Makanya Allah hadirkan kisahnya, 18:19 kisah Nabi Yunus tadi ya. Betapa berat 18:22 kisah itu. Maka mari kita sesuaikan 18:24 dengan diri kita. Mari kita rasakan 18:26 bagaimana Nabi Yunus saat beliau 18:29 menyadari betapa kelirunya beliau, 18:31 betapa zalimnya beliau ketika mengikuti 18:34 hawa 18:35 nafsunya, 18:36 emosinya di. Nah, jadi kalau kita baca 18:40 doa itu beribu kali, berulang kali, tapi 18:42 bobot bobot kesadaran Nabi Yunusnya 18:45 tidak masuk ke dalam diri kita, maka 18:47 kita kehilangan 18:49 sakilanya, kita kehilangan bobot 18:51 beratnya. Itu Bapak, Ibu. 18:55 Nah, jadi sakila itu berat bobotnya, 18:58 isinya berat. Ee bobotnya 19:03 berat berat bobot itu ya. Katakan sakila 19:07 kita kita ee tampilkan di layar ya. 19:10 Sakilah itu Bapak Ibu Allah pakai 19:12 kata-kata itu untuk menjelaskan ee awan 19:16 klaut ya. Awan awan di langit itu itu 19:20 memiliki bobot sakila dia. Apa 19:22 maksudnya? 19:23 Maksudnya dia kalau dia mengandung air, 19:27 air hujan gitu, air dari laut ya, 19:30 diserap ke dalam ke awan itu awannya 19:32 sendiri itu 19:34 ringan tapi bobot yang dia kandung itu 19:37 itulah yang berat. Maka itu ketika awan 19:40 sudah mengandung hujan, Allah 19:43 menyebutkan sahaban 19:45 siqalan. Ah Quran surah ke-7 Al'raf ayat 19:49 57. di layar saya tampil di layar Rasil 19:52 TV saya 19:54 tampilkan. Bagi para pendengar Radio 19:56 Rasil di mana pun berada, silakan ingin 19:58 buka mushaf agar jelas kalimatnya dan 20:01 kita belajar ee apa ee membuka kata 20:05 perkata dalam Al-Qur'an ya. Kalimatnya 20:08 begini, ayat 57 ya, Bapak Ibu. Ayat 57 20:11 dari surah Ala'raf surah 20:14 ke-7. Kalimat Allah wahualladzi yursilur 20:18 riyaha busyron baina yadaihi rahmatih. 20:22 Dialah yang mengirimkan kabar gembira 20:25 berupa riah rih atau angin ya yang 20:29 membawa ee busyro kabar gembira. Baina 20:33 yadai rahmati. Akan datangnya nanti di 20:36 hadapan e di di depan nanti akan datang 20:39 rahmat Allah. Hatta maksudnya awan tadi 20:42 ya. Hatta aqat 20:46 sahabanqanqah bait dan seterusnya. 20:49 Sampai kemudian awan tadi itu mengandung 20:53 hujan. Hattaq 20:56 sahabanq menjadi berat. Kenapa? karena 20:59 mengandung 21:01 air. Nah, berat massa air itu sendiri 21:06 jauh lebih berat daripada 21:07 awannya. Makanya menggunakan kata 21:11 siqalah menunjukkan bahwa awannya 21:15 sendiri ringan tapi karena berisi air 21:18 beratnya jauh lebih berat daripada 21:21 dirinya sendiri, daripada awan itu 21:23 sendiri. 21:25 Nah, mudah-mudahan ini cukup bisa 21:27 menggambarkan betapa kata-kata di dalam 21:30 Al-Qur'an sebetulnya ringan 21:33 diucapkan. Tapi makna makna isi maknanya 21:38 itulah yang membuat dia menjadi berbobot 21:42 berat atau tsakilah tiqala berat. 21:47 Nah, jadi kadang-kadang orang banyak 21:49 bertanya kepada saya, "Apa doanya, 21:51 Ustaz, untuk dibaca supaya begini, 21:54 supaya begitu, supaya begini, supaya 21:57 begitu?" Jadi, doanya itu, Bapak, Ibu 22:00 yang dirahmati Allah 22:03 itu bukan sebatas dibaca saja, bukan 22:06 sebatas baca ini terus anu baca ini 22:09 begitu. Bukan begitu, tapi ada bobot 22:12 beratnya. Itulah value-nya. Itulah yang 22:16 justru menjadi suatu perbedaan. Ee ini 22:21 seperti hujan ini yang yang dikandung 22:23 oleh awan ini. Kalau awannya tidak 22:26 mengandung hujan, ringan dia tidak ada 22:29 apa-apanya. Itu banyak pun awan tidak 22:31 masalah. Tapi kalau dia sudah mengandung 22:33 air di dalamnya, ah, sudah berbobot 22:36 berat dia situ. Nah, dialah yang akan 22:38 membawa rahmat tadi kata Allah. baina 22:40 yadai baina yadai rahmati. Nah, gitu. 22:45 Jadi, kata-kata di dalam Al-Qur'an 22:48 adalah sakila, ada bobot beratnya. 22:51 Justru ke sanalah harusnya kita ee ee ee 22:54 apa memperhatikan supaya doa yang kita 22:58 sampaikan ke hadapan Allah Subhanahu wa 22:59 taala itu bukan hanya sebatas bibir 23:03 lidah bergerak 23:05 saja, kosong tanpa makna. Bukan itu. 23:08 Hadirin yang dirahmati Allah. Hanya 23:10 ucapan yang mungkin ratusan kali, ribuan 23:12 kali diulang. Bukan itu. Karena itu 23:15 artinya tidak tidak berbobot yang berat. 23:18 Tapi masuklah, resapilah makna isi di 23:23 dalamnya itu. Dan contoh ketika para 23:26 nabi mengucapkan kalimat itu, rasakan, 23:29 rasakan beratnya itu. Ee rasakan 23:33 attitude-nya para nabi yang memberikan 23:36 contoh tadi doa-doa di dalam Al-Qur'an 23:38 itu. Itu maksudnya Bapak, 23:41 Ibu perkataan yang berat. Nah, itu ya. 23:45 Jadi supaya kita tahu ini 23:48 penting. Kenapa? 23:50 Karena kalau tidak 23:52 dijelaskan bahwa sebetulnya bobotnya 23:55 itulah yang menjadi 23:57 pengaruh. Kalau tidak dijelaskan begitu 23:59 nanti orang akan suuzon kepada 24:03 Allah. Ada orang yang kecewa mutung 24:06 kepada Allah. Sudah berdoa lama, sudah 24:09 berdoa minta kepada Allah, tapi kok 24:11 enggak ada kelihatannya. 24:14 Kalau kita jelaskan nanti dikabulkannya 24:16 di hari kiamat, wah dia tidak terima. 24:19 Saya kan butuhnya sekarang. Ee penginnya 24:23 sekarang ini berat persoalan harus 24:25 solusi kepada Allah dan lain sebagainya. 24:27 Jadi rupanya boleh jadi selama ini kita 24:31 berdoa mengucapkan kata-kata yang kita 24:33 ucapkan tapi tidak berbobot karena hanya 24:37 keluar berupa kata-kata saja yang 24:40 bentuknya sebetulnya ringan tanpa ada 24:43 bobotnya. Nah, ini yang kita ingin 24:45 pelajari. Sakila ulan sakila bobot yang 24:49 berat di dalam kata-kata tersebut. Apa 24:52 saja? 24:54 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. Ee 24:56 sebelum masuk ke sana, jadi saya ingin 24:58 tampilkan gambar di layar untuk 25:01 mengetahui ee bagaimana tadi beratnya 25:05 awan gitu ya. Nah, jadi awan itu 25:07 ternyata macam-macam tuh Bapak, Ibu ya. 25:10 Ada awan di atas berbentuk kristal es 25:14 karena suhunya sangat dingin. Nah, gitu 25:16 ya. Di atas 8.000 m di atas permukaan 25:20 laut gitu. ada awan yang di tengah ya 25:23 membentuk dibentuk oleh tetes-tetes air 25:26 dan kristal es juga. Nah, itu di 25:29 ketinggian 4.000 m di atas permukaan 25:32 laut ke atas ee itu ya altocumulus 25:36 namanya gitu ya. Dan ada juga awan yang 25:39 di dasar, Bapak, Ibu yang dirahmati 25:40 Allah, dibentuk oleh tetes-tetes air ya, 25:43 namanya ee di bawah atau di ee 25:45 ketinggian 2000 m di atas permukaan laut 25:49 ke bawah. Ee gitu ya. Jadi ini luar 25:53 biasa. Ee awan itu tadinya ringan tapi 25:57 dengan ada bobot di dalamnya menjadi 25:59 berat gitu ya. Lebih berat daripada 26:01 dirinya sendiri. 26:04 Nah, jadi 26:06 ee kita masuk ke contoh aja nih sekarang 26:08 ya. 26:11 Contoh misalkan yang pertama saya ambil 26:13 beberapa contoh ya. Saya ambil beberapa 26:15 contoh ulan sakila perkataan yang berat 26:19 dan bobotnya di dalam Al-Qur'an. 26:21 Misalkan satu 26:23 contoh ketika kita mengharapkan rumah 26:27 yang 26:28 barokah. Rumah. Rumah itu kan kalau 26:32 dalam bahasa Inggris ada bedanya tuh 26:35 antara house dan home. Eah, itu ya. 26:38 Kalau house itu artinya fisik rumahnya, 26:43 bangunannya. Tapi kalau home itu adalah 26:47 interaksi orang-orang yang tinggal di 26:50 dalamnya. Nah, jadi yang dimaksud ini 26:53 kalau kita ingin rumah yang barokah, 26:56 yang barokah artinya adalah interaksi 26:58 orang-orang yang tinggal di dalamnya. 27:00 penuh 27:01 barokah. Maka kita bisa berdoa 27:03 sebagaimana doa Nabi Nuh Alaih Salam. Ee 27:07 rbi anzilni munzalan mubarokan wa anta 27:10 khairul munzilin. Ini kita sudah hafal 27:12 insyaallah doa ini berulang-ulang kali 27:15 mungkin kita baca doa ini dalam surah 27:17 Almukminun surah ke-23 ayat 29. 27:22 Tapi mungkin saja yang kita lupa selama 27:25 ini adalah bobot berat dari dari kalimat 27:29 ini. Yakni apa? Dimulai dari ayat 27:32 ke-28-nya. Tidak bisa terpisah, Bapak, 27:34 Ibu. Nah, ini yang ingin saya tampilkan 27:37 sebagai contoh yang pertama ayat 28, ya. 27:40 Jadi, surah Almukminun surah 23 ayat 28 27:44 dan 29. Nah, kalimatnya di situ di ayat 27:47 ke-28-nya. Sekali lagi inilah yang 27:49 membuat bobot ee doa ini menjadi berat 27:52 ya. Bukan hanya doanya saja tanpa bobot 27:55 nanti ee tapi justru bobotnya. 27:58 Kalimatnya 28:00 begini. 28:02 Faidastawaita eh anta waman baaka alal 28:06 fulk. 28:08 Ketika kamu dan orang-orang yang berada 28:11 yang bersama denganmu sudah ee berada di 28:16 atas perahu itu, maka 28:19 ucapkanlah faqul. Apa mengucapkan? Apa? 28:24 Alhamdulillahilladzi najjana 28:27 minalmidzalimin. Segala puji bagi Allah 28:29 yang menyelamatkan kami dari orang-orang 28:32 yang zalim. Ini bobotnya di sini nih. 28:36 Baru kemudian wa wya ini wau atof ya 28:39 yang menunjukkan kesambungan dari ayat 28:42 sebelumnya kepada ayat berikutnya. Tidak 28:45 tidak boleh terpisah. Wabi anzil baru 28:49 katakan. Kemudian katakan setelah 28:51 setelah tadi ayat 28 baru katakan, 28:54 "Rabbi anzilni munzalan mubarokan 28:56 wahairul munzilin." Ya Allah anzilni e 29:00 turunkanlah saya atau tempatkanlah saya 29:03 eh munzalan mubarokan di tempat yang 29:06 penuh barokah. Wa anta khairul munzilin. 29:09 Engkau sebaik-baiknya yang memberi 29:11 tempat, tempat tinggal, tempat menetap. 29:14 Itu semua dilakukan. Doa ini 29:17 dibaca setelah ayat 29:20 28-nya. Yakni apa? Faqul 29:24 faqulilhamdulillahilladzi najjana 29:27 minalmidzalimin. Ada upaya 29:29 sungguh-sungguh dari Nabi Nuh Alaih 29:32 Salam beserta dengan seluruh ee yang 29:36 ikut dengan kapal beliau untuk pergi 29:39 meninggalkan kezaliman kaumnya. 29:43 Jadi maksudnya kalau kita ingin rumah 29:47 yang barokah, Bapak Ibu yang dirahmati 29:49 Allah, tempat tinggal yang barokah, maka 29:52 sungguh-sungguhlah dulu kita untuk 29:54 betul-betul memisahkan diri, 29:57 menyelamatkan diri gitu ya dari 30:00 kezaliman-kezaliman yang mungkin melekat 30:02 di sekitar 30:04 kita, gitu. yang mungkin melekat sekitar 30:07 kita. Mulai dari cara kita ee 30:09 menghabiskan waktu kita misalkan gitu 30:13 ya. Masa kita minta rumah yang barokah 30:16 tapi di rumah kita misalkan kita hanya 30:20 ee apa? menghabiskan waktu untuk sesuatu 30:24 yang tidak berguna. Itu berarti doanya 30:27 keliru. Padahal kita setiap kali minta 30:29 doa, "Rabbi anzilni munzalan mubarakan 30:31 wahairul munzilin." Tapi 30:33 kezaliman-kezaliman masih ada melekat di 30:35 dekat rumah kita atau bahkan di dalam 30:37 rumah kita. Ya, bobot doanya jadi enggak 30:40 masuk. Itu maksudnya gitu. Nah, lepaskan 30:45 dulu diri kita dari kezaliman-kezaliman. 30:47 Sedapat sekuat tenaga kita lakukan 30:50 sebagaimana Nabi Nuh Alaih Salam tadi. 30:52 Baru kemudian kita berdoa kepada Allah. 30:54 Rbi anzili munzalan mubarokan wa 30:56 antairul munzilin gitu Bapak Ibu. 31:01 Nah, potret ini 31:04 ya, potret lengkap ini harus kita 31:08 jelaskan kepada umat, kepada diri kita 31:11 bagaimana cara memakainya doa ini, 31:13 bagaimana cara berdoanya supaya sekali 31:16 lagi dia menjadi ulan sakila. Bukan 31:19 hanya perkataan yang kosong saja itu. 31:23 Nah, jadi kita berupaya sekuat tenaga 31:25 untuk apa? 31:28 Mengurangi me me apa? bukan hanya 31:30 mengurangi tentu saja memberhentikan 31:32 kezaliman-kezaliman ya yang mungkin 31:34 melekat di kebiasaan-kebiasaan hidup 31:37 kita, di rumah kita barulah rumah itu 31:39 bisa menjadi 31:41 barokah. Baru doa rbi anzil muzalan 31:44 mubarokan wa khairul mudzilin ini bisa 31:47 masuk di relnya yang benar gitu, di 31:51 jalannya yang benar, Bapak, Ibu. Nah, 31:54 ini 31:55 maksudnya gitu ya. Tapi kalau kezaliman 31:58 masih melekat ya, masih ada bentuk 32:00 kezaliman kepada orang lain dan lain 32:02 sebagainya di dalam rumah kita gitu. 32:05 Mungkin kita berdusta, berbohong, kita 32:08 telepon apa sedang berbohong, berdusta, 32:10 atau menggunjing orang lain dan 32:12 bentuk-bentuk kezaliman yang lain ada di 32:14 rumah kita. Maka doanya tidak sesuai apa 32:19 yang dicontohkan oleh Nabi Nuh Alaih 32:22 Salam lewat surah Almukminun ini, oleh 32:24 Allah. Nah, itu maksudnya. Jadi bobotnya 32:27 itu justru berada di dalam ee apa? Ayat 32:31 28 dan 29-nya wabil khusus di ayat ke-28 32:36 ya, Bapak, Ibu ya. Oke, saya cepat ini 32:39 mudah-mudahan bisa ee anu bisa ee 32:43 efektif kalau kita mengharapkan rumah 32:45 yang barokah. Doa dari Nabi Nuh Alaih 32:48 Salam. Nah, berikutnya contoh kedua. 32:52 Kalau kita mengharapkan 32:54 solusi dalam persoalan hidup kita, 32:58 Bapak, Ibu, silakan meresapi 33:02 bobot ulan sakilanya doa Nabi Musa Alaih 33:07 Salam yang ketika itu beliau sedang 33:11 menghadapi persoalan yang amat berat 33:13 karena beliau tanpa sengaja ee ee 33:17 membunuh 33:18 seseorang gitu ya. Beliau memukul 33:21 seseorang ya. Kemudian orang ini mati, 33:23 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, di apa? 33:27 Di di sebuah kota gitu ya. Orang ini 33:30 mati karena beliau membela. Nah, jadi 33:34 apa? Karena pukulan beliau sangat keras, 33:36 orang itu mati. Akhirnya beliau menjadi 33:38 buronan. Beliau lari dari negerinya 33:41 sampailah ke negeri Madyan. Negeri 33:44 Madyan adalah negeri tetangganya. 33:45 Kira-kira begitu, ya. 33:48 Nah, saat beliau membutuhkan bantuan 33:50 dari Allah Subhanahu wa taala untuk 33:52 solusi supaya hidupnya ini bisa jadi 33:55 buronan lari enggak punya apa-apa, uang 33:58 dan lain sebagainya juga tidak ada dalam 34:00 kondisi yang terdesak seperti itu. Ee di 34:03 situlah beliau ee menyampaikan doanya 34:06 ini nanti ya gitu ya. 34:09 Jadi ee kalimatnya Bapak Ibu yang 34:12 dirahmati Allah surat Al-Qasas ayat 23 34:16 dan nanti juga di ayat ke-24 kita tahu 34:20 ee doa yang sering dibaca ayat 24-nya 34:24 ya. Faqala Nabi Nabi Nabi Musa berkata, 34:28 "Rabbi inni lima anzalta ilai minhairin 34:32 faqir." Ya Allah saya betul-betul butuh 34:35 kebaikan, pertolonganmu sekarang. Ya, 34:39 khairin bil khairin fakir saya 34:41 betul-betul butuh ya Allah. Eah. Tapi 34:43 itu tidak bisa lepas dari ayat 23, 23 34:47 dan 24 itu bobotnya justru di situ, 34:49 Bapak, Ibu, gitu ya. Jadi, kalau kita 34:52 baca doa ini berkali-kali berulang-ulang 34:54 gitu. Rbi inni lima anzalta ilaiya min 34:58 khairin faqirbi in apa? Min khairin 35:01 faqir dan seterusnya. tanpa adanya bobot 35:04 merenungi bobotnya Nabi Musa tadi dan 35:06 bahkan mencontoh apa yang dilakukan oleh 35:08 Nabi Musa ini, wah ini kesulitan kita 35:11 nanti untuk mendapatkan solusi dalam 35:14 hidup kita, gitu. Karena yang 35:16 dicontohkan itu sebetulnya bukan hanya 35:18 doa kosong tanpa ada bobot. Nah, jadi 35:21 gitu ya. Sakila ini Al-Qur'an ini. Nah, 35:25 coba sekarang kita baca sebagai 35:28 penjelasan ya, bagaimana Nabi Musa bisa 35:31 melalui kesulitan-kesulitan hidupnya. 35:33 Kalimatnya 35:34 begini. Eh, walam war Madian. Ya. Dan 35:39 ketika Nabi Musa dalam pelariannya itu 35:43 sampai kepada mata air di negeri Madian, 35:47 wajada alaihi ummatan minanas. Beliau 35:50 melihat atau menjumpai sekelompok 35:53 manusia, sekelompok umat gitu ya, sedang 35:56 ee apa ee 35:59 yasquun, sedang memberi minum ya kepada 36:03 ee binatang ternaknya. 36:09 Kemudian beliau lihat ada dua orang 36:11 perempuan ya ibraatain dua orang 36:14 perempuan ya tazudan yang ee sedang apa 36:19 namanya 36:21 ee tertunda gitu ya yang sedang yang 36:25 tidak bisa ee mengambil air juga gitu 36:28 ya. 36:29 Kemudian jadi beliau lihat dua orang 36:32 wanita ini dalam kesulitan untuk bisa ee 36:35 yaskun untuk bisa mengambil minuman 36:37 untuk ternaknya. Q ma khotbukuma. Lalu 36:41 beliau datang menghampiri kedua orang 36:45 perempuan ini untuk menolong. Nah, jadi 36:47 pelajaran pertama agar bobot berat dari 36:51 doa Nabi Musa untuk keluar mendapatkan 36:53 solusi hidup adalah Bapak Ibu yang 36:55 dirahmati Allah, jangan enggan menolong 36:58 orang lain ketika kita butuh pertolongan 37:00 Allah. Itu itu pelajaran pertama 37:05 itu bobotnya di situ. Nah, maka itu kata 37:09 Nabi Musa, "Qhatbukuma, kalian berdua 37:12 ini kenapa?" Kata Nabi Musa begitu ya. 37:14 Apa yang menghalangi kalian? Ada 37:16 persoalan apa kok enggak enggak 37:18 mengantri juga apa berebut ngambil air 37:21 gitu ya. Qata mereka berdua berkata, "La 37:26 nasqi hatta 37:28 yusdir, kata mereka berdua, kami tidak 37:32 bisa atau tidak bisa ee 37:35 apa berlomba atau ee apa namanya? 37:39 Mengambil air ya sampai nanti 37:42 gembala-gembala para 37:43 penggembala-penggembala yang laki-laki 37:45 ini pulang semua karena kami tidak bisa 37:47 bersaing dengan mereka." Nah, ya. 37:50 Kemudian ditambahkan oleh kedua orang 37:52 perempuan tadi, wa abuna sikhun kabir. 37:56 Sementara bapak kami adalah seorang yang 37:58 sudah sangat tua, yang sudah sangat 38:00 rentak. Jadi, kami tidak bisa. Jadi, 38:03 kami perempuan. Jadi, kami tunggu saja 38:05 sampai ee 38:07 apa para penggembala ini selesai. Nah, 38:11 di situlah Nabi Musa Alaih Salam karena 38:13 sudah tahu kondisinya ya, beliau 38:16 perhatikan kalimat ayat 24-nya. Jadi 38:19 kalau kalau dibaca utuh, jadi kita 38:21 mengerti apa yang terjadi kepada Nabi 38:23 Musa. 38:25 Fasaqahuma. Kemudian beliau membantu 38:28 memberi memberi minum kepada ternak dari 38:32 kedua orang wanita tadi itu. Nabi Musa. 38:34 Nabi Musa membantu memberi minum ternak 38:37 kedua orang wanita tadi. Ee 38:40 jadi kalau kita ingin keluar dari solus 38:44 dan dari persoalan hidup kita pengin 38:45 dapat solusi dari Allah. Bapak, Ibu yang 38:47 dirahmati Allah. Yang pertama yang 38:49 membuat dia sakila, bobotnya berat ini 38:52 kalimat sebelum kalimat doa kita 38:55 sampaikan, kita lakukan dulu kebaikan 38:58 untuk manusia yang lain. Ee gitu. Nah, 39:02 ini maksudnya ayat ini 39:04 begitu gitu ya. Ah, setelah beliau 39:07 fasaqahuma, setelah beliau memberi minum 39:10 ternak kepada ternak dua orang perempuan 39:16 tadi. Kemudian beliau langsung pergi 39:19 meninggalkannya, meninggalkan orang yang 39:21 tadi beliau tolong itu dan mencari 39:24 azzilli tempat yang ee teduh. Nah, 39:28 menunjukkan apa yang kedua ini? Yakni 39:31 kalau kita ingin doa kita kepada Allah 39:34 untuk minta solusi terhadap persoalan 39:36 hidup kita itu kuat berbobot, maka 39:39 setelah Anda menolong orang lain, ikhlas 39:43 tanpa minta apa-apa, Bapak, Ibu yang 39:45 dirahmati Allah, jadikan itu semacam 39:49 apa? Tanda kepada Allah bahwa kita 39:51 betul-betul butuh pertolongan dari 39:53 Allah. Nah, oh seperti barter ya. Kira 39:57 kurang lebih begitulah. 40:00 Jadi tolong orang lain dengan ikhlas 40:02 seperti Nabi Musa 40:04 ini. Kemudian beliau langsung 40:06 meninggalkan tanpa minta apa bayaran apa 40:10 dan lain sebagainya. Bahkan enggak 40:11 peduli sama langsung beliau pergi. Nah, 40:14 langsung beliau cari tempat yang teduh. 40:17 Di situlah beliau berdoa. Jadi doa ini 40:20 adalah rangkaian 40:22 terakhir dari perbuatan sebelumnya yang 40:25 beliau lakukan yang membuat bobotnya itu 40:28 berat. Doa ini gitu maksudnya. Faqala. 40:31 Di situlah beliau berdoa, "Rabbi inni 40:35 lima anzalta ilaiya min khairin faqir." 40:40 Ya Allah, ya Tuhanku, sesungguhnya saya 40:44 saat ini sungguh fakir, sungguh butuh 40:48 apa? khairin kebaikan dari dirimu. Nah, 40:53 gitu. Kebaikan dari dirimu maksudnya 40:56 solusi dari dirimu atas persoalan hidup 40:59 saya. Nah, gitu. Jadi, bobot beratnya 41:03 doa ini justru ada di perilaku Nabi Musa 41:06 yang beliau tunjukkan ee apa di dalam 41:09 ayat 41:10 ke-23 dari surah Al-Qasus ini. Bapak, 41:13 Ibu yang dirahmati Allah. 41:15 Ya, jadi kadang-kadang orang kalau sudah 41:18 mepet gitu ya, kepepet akan persoalan 41:20 hidup gitu, apa doanya, Ustaz? Gimana 41:23 caranya? Doanya sih mudah dibacanya gitu 41:26 ya. Isinya sih gampang doanya. 41:28 Mengucapkannya gampang, tapi bobotnya 41:30 itu yang berat Bapak Ibu ya. Oke. Ini 41:33 contoh yang kedua doa dari Nabi Musa 41:35 Alaih Salam. Lakukan kebaikan kepada 41:38 manusia lain dan ikhlas langsung sudah 41:41 tanpa minta bayaran dan lain sebagainya. 41:43 Nah, jadikan itu rangkaian doa seperti 41:47 yang Nabi Musa 41:49 contohkan. Kemudian contoh yang 41:52 ketiga, saat sakit. Nah, bagaimana saat 41:57 sakit ini yang dicontohkan oleh 41:59 Al-Qur'an 42:01 ulan sakila ya, doa yang berbobot ee 42:04 yang berat ya. bobotnya berat. 42:08 Ini dua orang nabi yang ee contohnya 42:12 bisa kita hadirkan yakni Nabi Ibrahim 42:14 Alaih Salam dan nanti Nabi Ayub Alaih 42:17 Salam. Kalimatnya ketika Nabi Ibrahim 42:20 Alaih Salam, Bapak Ibu yang dirahmati 42:21 Allah, kita sering mendengar itu kalimat 42:23 beliau ketika beliau mengatakan waidza 42:26 maridu fahua yasfin. Wah, sudah kita 42:29 hafal tentu ya doanya sering 42:30 berulang-ulang. Waaru fahua yasfin. 42:33 Waaritu fahua yasfin gitu ya. Apabila 42:36 saya sakit maka dialah yang akan 42:37 menyembuhkan saya. Tapi doa tersebut 42:41 lagi-lagi adalah 42:43 rangkaian tidak terpisah dari 42:47 kalimat-kalimat 42:48 sebelumnya. Tidak terpisah dari 42:50 kalimat-kalimat sebelumnya. Tidak boleh 42:52 terpisahkan agar kemudian kita mengerti 42:55 bobotnya. Tadi waitu fahua yasfin ada 42:58 dalam surah dalam surah Asyuara. Surah 43:01 ke-26 ayat ke-80. Tapi tidak boleh 43:05 terpisah dari ayat 79 terus sampai 77. 43:09 Nah, itu rangkaian Bapak, Ibu. Jadi, 43:11 ketika kita sakit genapi dulu. Kalau 43:14 kita ingin sembuh artinya dapat solusi 43:17 dari Allah sebagaimana Nabi Ibrahim. 43:19 Genapi dulu, ya. Genapkan dulu apa-apa 43:23 yang kurang dari ayat sebelumnya, ayat 43:26 79, 78, 77-nya. Baru nanti di ayat 43:30 ke-80, waza maridu fahua 43:34 yasfin gitu ya. Apa dia yang harus 43:37 digenapi? Mulai dari ayat ke-77 surah 43:40 Asyuara surah 26 ayat 77 nanti akhir e 43:44 baru kemudian rangkaiannya pada ayat 43:46 ke-28 tadi. Waidu fahua yasfin. Apabila 43:50 saya sakit maka dialah yang menyembuhkan 43:53 saya. Yang pertama di ayat 77, fainnahum 43:57 adu li illa alamin. Nabi Ibrahim 44:02 memproklamirkan. Artinya beliau sudah 44:04 betul-betul memahami bersih akidahnya. 44:07 Beliau katakan, "Semua yang lain itu 44:10 adalah musuh bagi saya kecuali Rabbal 44:13 alamin." Artinya akidah beliau bersih 44:16 daripada yang lain. Maksudnya tidak 44:19 menyembah kepada yang lain. Jadi 44:21 kadang-kadang kalau kita sakit ini 44:23 justru akidah kita harus kita 44:27 bersihkan, Bapak, Ibu. Harus dibersihkan 44:29 akidah kita. Ee itu langkah awal tuh. 44:34 Langkah awal. Husnuzon dulu kepada 44:37 Allah. Jangan suuzon gitu. Dan juga 44:40 jangan jangan kadang-kadang orang 44:43 mengatakan ee Anda sakit apa? Oh, sakit 44:46 ini misal. Coba pergi ke dokter sana 44:48 pasti sembuh. Saya kalau ke situ sembuh 44:50 pasti. Ah, hati-hati nih. Hati-hati nih. 44:54 Kalimat itu sederhana kelihatannya, 44:56 kedengarannya, tapi mengandung sesuatu 44:58 yang amat berat. Nah, kalau ditambahkan 45:01 kata insyaallah, ah selesai. Coba kalau 45:05 kamu sakit ini pergi ke dokter saja. 45:07 Insyaallah insyaallah sembuh. Ah, itu 45:09 enak tuh kalau begitu tuh Bapak Ibu. Iya 45:11 kan? Nah, jadi 45:14 faahumal alamin. Nabi Ibrahim bersih ee 45:18 akidahnya ya hanya kepada Rabbul 45:21 Alamin. Lalu dijabarkan oleh beliau 45:24 dalam ayat ke-78-nya, "Alladzi khalaqani 45:27 fahua yahdin." Dialah yang menciptakan 45:30 saya dan dia pulalah yang menunjuki 45:33 saya. Kata Nabi Ibrahim, "Jalan yang 45:35 lurus ya menolong saya gitu ya." Nah, 45:40 jadi ini dibersihkan dulu, Bapak, Ibu. 45:42 Baru kemudian ayat 79-nya, walladzi hua 45:45 yutimuni 45:47 waasin. Dialah yang memberikan saya 45:50 makan dan memberikan saya minum. Tidak 45:53 ada yang lainnya. Ee jadi 45:57 kadang-kadang apa ya, sakit itu memang 46:00 betul akan menghapuskan dosa kalau kita 46:02 bisa sabar. dalam menghadapinya tetap 46:04 bersyukur. Tapi e jalan kesembuhan 46:08 sebagaimana dicontohkan oleh Nabi 46:09 Ibrahim justru diawali dengan 46:11 membersihkan akidah kita, Bapak, Ibu. 46:14 Dengan telaah ke dalam diri kita, dengan 46:17 masuk ke dalam introspeksi ke dalam diri 46:20 kita. Membersihkan membersihkan akidah 46:22 kita, husnuzan kepada Allah, Bapak, Ibu. 46:26 alladzi eh hua yimuni eh wasaskin dialah 46:32 yang memberikan makan kepada saya dan 46:34 memberikan minum bukan yang lain ya 46:35 pekerjaan saya mungkin bos saya gaji 46:40 saya atau hasil proyek saya dan lain 46:43 sebagainya itu hanya pemberian Allah 46:45 saja kepada saya mungkin selama ini saya 46:48 lupa, keliru merasa bahwa saya dapat 46:50 makan dari bos saya dari gaji saya dari 46:55 penghasilan yang saya cari, dari proyek 46:57 saya dan lain sebagainya. Nah, ini yang 46:59 harus 47:01 dibersihkan bobotnya di situ. Baru 47:04 kemudian di ayat ke-80-nya, waidza 47:06 maridu fahua yasfin. Dan ketika saya 47:10 sakit, maka dia pulalah yang akan 47:13 menyembuhkan saya, Bapak, Ibu. Eeah, 47:16 jadi 47:18 keyakinan itu bobotnya dimulai dari ayat 47:21 ke-77. Nah, jadi bukan cuma 47:27 waituf, tapi di dalam isi kepala kita, 47:30 dalam dada kita masih banyak ee 47:33 kotoran-kotoran akidah yang selama ini 47:36 kita simpan. Ya, sulit nanti kita bisa 47:38 mendapatkan kesembuhan. Padahal jalan 47:41 kesembuhan itu Allah jelaskan, Allah 47:43 contohkan dalam 47:45 Al-Qur'an. Demikian pula Nabi Ayub. 47:47 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah ya, 47:50 surat Al-Anbiya, surah ke-21. Ayat ke-82 47:54 tadi. Kalau tadi Nabi 47:56 apa? Yunus ayat ke-87 ya. Kalau ini ayat 48:00 82 di 48:02 atasnya kalimatnya wa Ayyub. Dan 48:05 ingatlah Ayub iznada ketika dia berdoa 48:09 kepada Allah dalam kondisi sakit nih. 48:11 Dalam kondisi sakit perhatikan bagaimana 48:13 doa beliau. E iznadbahu ketika dia dalam 48:16 kondisi sakit berdoa kepada Rabbnya. Apa 48:19 apa kalimat beliau? 48:23 Saya sedang ee terkena mudarat dur ya 48:29 kesulitan gitu ya. Kesulitan yang 48:31 dimaksud para mufasir mengatakan karena 48:33 penyakit yang beliau derita maka beliau 48:35 tidak lagi bisa beribadah kepada Allah. 48:38 Saat itulah baru beliau berdoa 48:40 mengatakan ini suatu kemudaratan. 48:42 Mudarat yang dimaksud itu bukan sakitnya 48:45 tapi karena sakit itu sudah membuat 48:46 beliau tidak bisa beribadah. Nah, ini 48:50 masa and masudnya masat. Perhatikan ada 48:54 wau atof di situ. Wa anta arhamur 48:58 rahimin. Dan saya selalu sadar, selalu 49:02 tahu, paham saya bahwa engkaulah yang 49:05 paling menyayangi saya. Tidak ada yang 49:09 lainnya. Kalimat ini, Bapak Ibu yang 49:11 dirahmati Allah bukan kalimat sindiran 49:15 gitu ya. Bukan, bukan, bukan itu. Tapi 49:18 kalimat yang menentramkan, yang husnuzon 49:21 bahwa engkau menyayangi saya. Bahwa 49:23 engkaulah paling menjayangi saya. Gu. 49:25 Jadi, dalam kondisi sakit bersihkan 49:28 akidah, husnuzzonlah kepada Allah. Boleh 49:31 jadi selama ini kita kurang husnuzon, 49:33 boleh jadi selama ini akidah kita kurang 49:34 bersih. Justru bersihkanlah akidah, 49:37 justru husnuzzanlah kepada Allah supaya 49:40 pintu kesembuhan bisa Allah buka. itu 49:42 bobotnya tuh di situ. Wa anta arhamur 49:46 rahimin. Dan sungguh engkaulah yang 49:48 paling menyayangi saya dari siapapun 49:51 yang menyayangi saya. Nah, gitu. Jadi, 49:55 rasakan betapa Allah menyayangi kita 49:58 saat baca doa ee kesembuhan dari 50:01 penyakit ini, Bapak, Ibu, ya. Jadi, 50:04 husnuzan ya. Boleh. Kemudian kita 50:07 merasakan apa pemberian Allah selama ini 50:09 yang mungkin kita 50:10 lupa untuk disadari ya untuk kita 50:13 sadari, lupa disadari dan lain 50:15 sebagainya ya. Jadi wa anta arhamur 50:18 rahimin. Ya, apa? Sungguh Engkaulah yang 50:21 maha menyayangi saya. Di antara semua 50:23 yang mungkin menyayangi saya dan lain 50:25 sebagainya justru adalah ee ee ee pintu 50:29 untuk masuk ke dalam kesembuhan. Ee ini 50:32 kunci. Wah, ini luar biasa. Kalau kita 50:35 kembalikan ke ilmu kedokteran, ke ilmu 50:38 ee fisiologis ya ee tubuh manusia ketika 50:42 ketika manusia connect kepada Allah ee 50:46 hormon serotoninnya mengalir dalam 50:48 tubuhnya. Hormon serotonin itu adalah ee 50:52 hormon kebahagiaan karena bonding kepada 50:56 sesuatu kekuatan yang lebih besar dari 50:58 dirinya. Ee inilah yang kemudian 51:01 mengandung ee satu apa yang paling utama 51:04 dari serotonin itu trip topan. Bapak Ibu 51:06 yang dirahmati Allah yang bahkan bisa 51:09 mengalir ee melampaui ee apa ee dinding 51:13 pembuluh darah. Nah, jadi kalau orang 51:16 dalam kondisi bahagia kepada Allah, 51:19 tenang, husnuzon kepada Allah, maka 51:23 kesembuhan itu terjadi dengan sendirinya 51:25 dalam tubuhnya lewat hormon serotonin 51:28 tadi. Nah, demikian pula hormon-hormon 51:30 yang lainnya. Setelah adanya serotonin, 51:33 maka hormon stres seperti kortisol bisa 51:36 dikurangi. Maka nanti dia tidur pun 51:38 dalam keadaan yang berkualitas. Hormon 51:41 melatoninnya bisa ee apa? ee 51:44 dioptimalkan oleh tubuhnya. Melatonin 51:47 itu ketika seseorang tidur dengan ee 51:50 deep slip dengan nyenyak. Syaratnya 51:53 tidur deep slip itu kalau hormon 51:55 kortisolnya bisa di-inhibit atau bisa 51:59 ditekan. Bisa ditekan hormon stres 52:01 kortisol. Nah, cara menekan hormon stres 52:04 kortisol tadi adalah dengan memperbanyak 52:06 hormon serotonin. Artinya husnuzon 52:08 kepada Allah. Kalau husnuzan kepada 52:10 Allah, istirahatnya baik, kuat, maka 52:13 melatoninnya mengalir dengan baik. 52:15 Dipakai oleh tubuh sebagai antioksidan 52:18 melatonin itu. Bahkan sekarang sudah ada 52:21 ee apa? Terapi kanker berupa melatonin 52:25 terapi. Bukan lagi radioterapi, bukan 52:28 lagi kemoterapi, bukan. Tapi ada satu 52:30 lagi sekarang sudah Mbak Lazim itu ee 52:33 melatonin terapi. Eh apa eh melatonin 52:36 terapi. Betul. Melatonin terapi. Kenapa? 52:39 melatonin itu adalah antioksidan yang 52:41 alami dan sangat kuat, Bapak, Ibu. Nah, 52:44 itu baru ada kalau hormon kortisolnya 52:47 bisa di bisa di bisa di ee apa bisa di 52:51 halangi dan menghalangi kortisol tadi 52:54 dengan serotonin. Serotonin tadi kalau 52:56 seseorang bahagia bonding terikat kepada 53:00 satu kekuatan besar dalam hal ini adalah 53:02 tentu saja Allah Subhanahu wa taala. 53:05 Jadi itu rangkaiannya luar biasa. 53:08 ini luar biasa. Itulah bobotnya tuh di 53:10 situ, Bapak, Ibu, gitu. Jadi, kalau kita 53:13 baca doanya saja tapi tidak ada 53:15 bobotnya, tidak tersambung kepada Allah, 53:17 masih ada rasa khawatir, masih ada 53:19 suuzon, masih ada cemas ya, hormon 53:22 kortisolnya mengalir terus, kemudian 53:25 tercipta glukokortikoid ya di dalam 53:28 tubuhnya, glukosanya tambah banyak, 53:31 kemudian imun sistemnya tertekan karena 53:33 banyaknya hormon kortisol tadi, maka 53:35 tentu saja sulit untuk sembuh. 53:38 Padahal doanya dibaca. Nah, kenapa? 53:41 Karena tidak diikuti, tidak disertai 53:43 dengan bobot yang ada di dalamnya. 53:47 Begitu Bapak, Ibu, 53:49 ya. Baik, saya lanjutkan. Ini tadi 53:53 contoh nomor ya. Sekarang contoh nomor 53:55 empat. 53:59 Bismillah. Oh, baik. 54:05 Ee mungkin ini karena sudah 54:09 apa saya lompat ke nomor 5 saja ya 54:12 karena waktu kita sudah jam 09.00 ini. 54:15 Saya lompat ke nomor 5 saja 54:17 langsung. Yakni ketika kita mengharapkan 54:19 anak yang 54:21 saleh. Nah, ini bobot ni doanya sering 54:24 kita dengar nih ya. Doanya sering kita 54:27 dengar yaitu dalam surah Al-Furqan, 54:29 surah 54:30 ke-25 ayat ke-74 itu ya doanya sering 54:33 kita dengar. Bahkan saya yakin kita 54:34 mungkin sudah hafal. Rabbana hablana min 54:37 azwajina wriyatina qurun walna lil 54:40 muttaqina 54:41 imama. Mungkin sering kita hafal doanya, 54:45 kita baca berulang-ulang, tapi banyak 54:48 yang berkeluh juga kepada saya. Kenapa? 54:51 Kenapa anaknya masih sulit ya 54:54 mengharapkan anak yang saleh? Nah, malam 54:56 ini kita renungi bobotnya Bapak Ibu ya. 54:59 Ini kalimatnya begini. Wallina 55:01 yaqulunbana hablana min 55:04 azwajinaun. Ya Allah anugerahkanlah 55:06 kepada saya pasangan hidup saya dan anak 55:10 keturunan saya yang menyejukkan mata 55:14 saya. Qurata a'yun. Qur itu artinya 55:17 sejuk dan a'yun itu adalah mata saya. 55:21 Nah, tapi ada lanjutannya. Waj'alna lil 55:24 muttaqina imama. Ya Allah, jadikanlah 55:27 saya mampu menjadi imam bagi mereka. 55:31 Gitu. Dan kemudian ada kalimat lil 55:33 muttaqin. Maksudnya ada dua nih, Bapak 55:36 Ibu nih dalam bobot ayat ini. Yang 55:38 pertama, dalam bobot doa ini. Yang 55:41 pertama Anda kita semua orang tua ini 55:45 kalau kita ingin anak kita menyejukkan 55:49 mata kita, saleh jadi anak yang saleh 55:51 dan salehah, maka Anda, kita semua harus 55:55 mampu menjadi imam. 55:58 Imam itu kan berada di depan 56:01 makmum. Bukan hanya bicara tapi 56:06 mencontohkan, memperlihatkan contoh. 56:09 Itulah imam. Imam salat misalkan dia 56:13 ruku, Allahu Akbar, makmumnya rukuk. Dia 56:16 berdiri Allahu Akbar makmumnya berdiri. 56:19 Ini mencontohkan. 56:21 Jadi kalau kita jadi orang tua belum 56:23 bisa mencontohkan, hanya bisa ee bicara 56:26 saja, hanya bisa marah-marah dan ngomel 56:29 saja, hanya bisa membuat peraturan untuk 56:32 diikuti oleh anak sementara kita, tidak. 56:34 Maka kita belum memenuhi syarat untuk 56:37 doa ini, gitu 56:39 maksudnya. Gitu kan. Jadi imamnya tadi 56:43 mana gitu? Hanya bisa teriak saja. Kamu 56:47 begini, kamu begitu. Kan mama sudah 56:48 bilang kan. Mama berkali-kali sudah 56:49 bilang kan mama 56:51 begini ya. Bukan itu maksudnya. Jadilah 56:54 imam. Mari kita introspeksi diri kita 56:57 karena posisi kita adalah sebagai orang 57:00 tua gitu. Tapi saya dulu enggak gitu 57:02 sama orang tua saya. Saya dulu begini 57:04 ya. Sekarang Anda kita posisinya sebagai 57:06 orang tua. Jadilah imam. Ini petunjuk 57:09 Quran. Tapi kalau enggak berhasil 57:11 gimana, Ustaz? Sudah lakukan dulu saja. 57:14 Lakukan saja dulu. Nanti Allah maha ee 57:18 maha pemurah. Yang penting kita ikuti ee 57:21 ajaran Al-Qur'an. Tunjukkan ee tunjukkan 57:25 ee bagaimana orang tuanya juga 57:28 bersungguh-sungguh. Tunjukkan kita ini 57:30 bersungguh-sungguh. Ee kalau nyuruh anak 57:33 untuk salat, perlihatkan bahwa orang 57:35 tuanya menjaga salat. Kalau menyuruh 57:37 anak untuk apa? ee jadi orang yang 57:40 saleh. Tunjukkan bahwa ayahnya ini 57:43 adalah juga pengin jadi orang yang 57:45 saleh. Belajar. Nah, gitu Bapak, Ibu. 57:48 W'alna lil muttaqina imama. Yang kedua, 57:51 kalimat kata muttaqin tadi itu 57:54 menunjukkan ekspektasi yang harus kita 57:58 bangun. Tuh, sebagaimana ulan layina 58:01 yang sudah kita bahas beberapa pertemuan 58:02 lalu, ekspektasi. 58:05 Jadi kalau kita lihat anak kita 58:08 sekarang sulit disuruh ini, sulit 58:11 disuruh salat dan lain sebagainya. Kalau 58:13 kita tidak 58:15 bisa membayangkan dia di masa yang akan 58:19 datang, ekspektasi kita menjadi anak 58:22 yang baik, yang anak yang saleh, maka 58:24 sulit bagi dia untuk berubah. Apalagi 58:26 kalau kemudian kita bilang, "Kamu mau 58:28 jadi gembel apa kalau gini terus? kamu 58:30 kalau begini terus berarti jadi maling 58:32 kamu, kamu jadi ah itu keliru. Kelirunya 58:36 orang tua tuh di situ, Bapak, Ibu. Coba 58:38 bayangkan dia nanti di masa yang akan 58:40 datang menjadi sesuatu yang luar biasa. 58:43 Nah, ucapkan itu sekarang. Rasakan itu 58:46 setidak-tidaknya. Masukkan dalam 58:48 bayangan kita bahwa dia si anak ini akan 58:51 menjadi sesuatu yang hebat di masa 58:52 depan. Lalu kita baru berbicara kepada 58:55 dia dengan itu. Nah, kalau Bapak Ibu 58:58 ingat ada kisah dari Imam Sudais itu. 59:02 Imam Sudais pernah bercerita semasa 59:04 kecil beliau itu kalau lari-larian ya 59:07 sulit disuruh apa? Belajar oleh ibunya 59:10 ya. Kalau disuruh belajar enggak mau 59:12 malah main. Ibunya ee marah kepada Imam 59:16 Sudais tapi cara marah ibunya luar 59:18 biasa. 59:20 Ibunya bilang begini kepada Imam Sudais, 59:23 "Kamu nih, band kira-kira ya dalam 59:25 bahasa Indonesia tentu saja ibunya 59:27 bicara dalam bahasa Arab." Ini contoh 59:28 saja. Kamu ini kok susah banget disuruh 59:31 belajar? Ibu doain kamu jadi imam 59:33 Masjidil Haram gitu ya. Ibu doain kamu 59:37 jadi imam Masjidil Haram. Kira-kira 59:39 begitu. Nah, jadi rupanya itulah yang 59:42 kemudian menurut Imam Sudais betul-betul 59:44 dikabul oleh Allah Subhanahu wa taala. 59:46 Beliau menjadi imam Masjidil Haram dan 59:49 suaranya betul-betul kita tahu sangat ee 59:52 apa? Sangat unik. Jadi kalau kita dengar 59:54 langsung kita tahu, "Oh, itu Imam ee 59:56 Sudais." Jadi, Bapak Ibu yang dirahmati 1:00:00 Allah, bobot dari kata-kata rabbana 1:00:03 hablana min azwajina quayun itu justru 1:00:06 ada di ujungnya. Wajalna lil muttaqina 1:00:09 imama. Ya, wunnya juga wau atf yang 1:00:12 menunjukkan sambung gitu. 1:00:15 imama dan jadikanlah ya Allah saya 1:00:18 sebagai imam. Ya maksudnya bukan sebagai 1:00:20 imam nanti kita diberikan apa? Bukan 1:00:23 diberikan mahkota terus jadi pemimpin 1:00:26 bukan. Tapi kita mampu menjadi contoh, 1:00:29 menjadi inspirasi berada di depan 1:00:33 memperlihatkan bahwa kita juga ee apa ee 1:00:38 menuju kepada kebaikan yang kita 1:00:40 perintahkan kepada anak tadi ya, yang ee 1:00:43 kita suruh kepada anak Bapak, 1:00:46 Ibu. Baik, saya pikir mungkin ini saja 1:00:49 yang bisa saya sampaikan ee kaulan 1:00:51 sakila. Jadi perkataan yang berbobot 1:00:54 yakni doa kita yang kita panjatkan ke 1:00:57 hadapan Allah Subhanahu wa taala. Bapak 1:00:59 Ibu yang dirahmati Allah, bukan sekedar 1:01:01 kata-kata yang keluar dari bibir kita 1:01:04 tanpa ee isi ya, justru bobotnya itulah 1:01:08 ya yang akan membuat perbedaan ya itu 1:01:10 tadi. Wallahuam bab. Mudah-mudahan 1:01:13 memberikan manfaat. Ee saya kembalikan 1:01:15 kepada engkau fahri. Billahi taufik 1:01:17 walhidayah. Alalamualaikum warahmatullah 1:01:20 wabarakatuh. 1:01:23 wabarakatuh. Demikian ikwan akhwat, kita 1:01:25 telah bersama-sama simak tadabur 1:01:26 Al-Qur'an bersama Ustaz Doni Amir Sagap 1:01:28 membahas tema mengenai kawulan sakila 1:01:32 atau kata-kata yang berbobot. Ya, kita 1:01:34 tadi bersama-sama simak begitu detail 1:01:36 sekali telah menyampaikan Ustaz Doni di 1:01:38 malam hari ini dan yang ingin bergabung 1:01:40 bertanya nanti akan kami bacakan setelah 1:01:42 jid Nasid dan kita akan kembali lagi 1:01:44 setelah J nasid bersama kami. 1:01:47 Bismillahirrahmanirrahim. 1:01:54 [Musik] 1:01:58 Untuk Islam yang satu masih bersama kami 1:01:59 ikhwan akhwat di acara tadabur Al-Qur'an 1:02:01 bersama Ustaz Doni Amir Sagap membahas 1:02:03 tema mengenai kaulan syakila. Ini serial 1:02:07 dari petunjuk Allah dalam bertutur kata 1:02:10 ya. Ada yang sudah mengirimkan WhatsApp 1:02:13 banyak sekali ini. Ada Ibu Hajah Syaidah 1:02:14 sedang menyimak bersama keluarga. Terima 1:02:17 kasih Ustaz atas nasihat dan juga 1:02:18 tausiahnya. Ibu ada juga Ibu Omaret ya. 1:02:20 Omaret, ada juga Ibu Suryanti, Bapak 1:02:23 Johar di Kalidas, Ibu Siti Anisa, Bapak 1:02:27 Hanafi di Jakarta Timur, ada juga Bapak 1:02:29 Arwin, Ibu Hati, Ibu Umi Amaliah, Bapak 1:02:33 Samat Abi Alfqih, Ibu Kartini di Depok 1:02:36 juga sedang menyimak. Ada Ummu Ismah, 1:02:39 ada juga Bapak Edwin Saleh, Ibu Tati, 1:02:42 Ibu Mameh di Bekasi, Bapak Yuman di 1:02:44 Gunung Putri Bogor, Arif Utomo, dan 1:02:47 masih banyak lagi. Ini yang bertanya, 1:02:49 Pak Ustaz. Saya akan bacakan yang 1:02:51 pertama dari Ibu Sari. Asalamualaikum 1:02:53 warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz 1:02:55 Doni. Waalaikumsalam warahmatullahi 1:02:57 wabarakatuh. Silakan, Ustaz. Ustaz tadi 1:02:59 di awal mengatakan beramal tapi 1:03:02 menyakiti orang yang kita santuni 1:03:04 termasuk batal atau sia-sia amalan 1:03:07 tersebut. Bagaimana dengan amalan atau 1:03:10 sedekah yang dikontkan yang merak 1:03:12 sekarang ini di medsos? Apakah itu 1:03:14 bentuk lain rial menyakiti karena bikin 1:03:18 malu orang yang kita bantu? Ini 1:03:20 bagaimana posterman pencerahannya? 1:03:22 Demikian. 1:03:24 Baik, terima kasih Bu Sari ya yang 1:03:26 bertanya tadi. Yang pertama memang 1:03:29 segala kalau yang seperti ini maka 1:03:31 kembali pertama kepada niatnya. 1:03:34 Jadi ee kalau kita kembali kepada hadis 1:03:38 Arbain Annawawiyah itu, Imam Nawawi 1:03:40 pernah menyusun hadis ee nomor hadis 1:03:44 yang pertama itu adalah mengenai niat. 1:03:47 Yakni 1:03:50 inamalat 1:04:00 hijrahuli nabi wasallam. Jadi segala 1:04:04 sesuatu amal itu tergantung niatnya dan 1:04:07 segala urusan itu ada ada puncaknya. 1:04:10 Maka siapa yang perbuatannya karena 1:04:12 Allah dan Rasul-Nya maka dapat juga 1:04:14 balasan dari Allah dan Rasul-Nya. Tapi 1:04:16 kalau dunia yang dicari maka juga 1:04:19 balasannya sampai dunianya saja. Artinya 1:04:21 yang dapatnya ya segitu saja. Nah, jadi 1:04:24 kembali kepada 1:04:25 niatnya. Ee bagaimana kalau kemudian 1:04:28 orang yang diberikan itu merasa terhina? 1:04:31 Nah, ini tentu tentu sesuatu yang sudah 1:04:34 keliru kalau begitu. 1:04:36 Karena kan kalau ditampilkan di muka 1:04:39 umum ya boleh jadi orang tersebut merasa 1:04:42 terhina menjadi orang yang ee ditonton 1:04:45 oleh orang lain dan lain sebagainya. 1:04:47 Nah, jadi tentu saja ee harus 1:04:50 diperhatikan ee mengenai ee hal 1:04:53 tersebut. Jadi apa niatnya itu? Kalau 1:04:56 niatnya memang hanya mencari konten saja 1:04:59 ya, maka enggak dapat apa-apa di sisi 1:05:01 Allah. Nah, tapi kalau kalau apa ikhlas 1:05:06 ya betul-betul karena Allah misalkan 1:05:08 apalagi kalau disembunyikan ya. Nah, 1:05:10 kalau disembunyikan itu lebih baik. 1:05:12 Kalau disembunyikan itu dapatnya lebih 1:05:14 baik. Jadi kalau misalkan ee Bapak Ibu 1:05:17 ee ingin memberikan apa namanya ee 1:05:21 sodqah gitu ya ee dalam kondisi atau 1:05:25 dalam situasi yang ditampakkan boleh, 1:05:28 tapi kalau disembunyikan itu lebih baik. 1:05:31 Ee mana dalilnya? Kita buka surat 1:05:33 Albaqarah ayat 1:05:35 271. Kalimatnya begini. 1:05:38 Auzubillahyaitanirjim in 1:05:41 tubdqiahi 1:05:44 wafaha 1:05:49 fuqarahuairakumukirumikum wallahu 1:05:53 khirumq kalau kamu 1:05:56 tampakkanmu maka boleh baik tergantung 1:05:59 lihatnya tadi ya boleh gak apaapa tapi 1:06:01 lanjutkan kalimatnya Ya, wa tukhfu wahal 1:06:05 fuqar fahua khairul lakum. Tapi kalau 1:06:09 kamu 1:06:10 sembunyikan dan kamu berikan kepada 1:06:13 orang yang fakir, orang fakir bukan 1:06:16 bukan hanya orang miskin tapi orang 1:06:17 fakir. Ada bedanya antara miskin dan 1:06:19 fakir. Kalau kamu sembunyikan 1:06:23 wafuq 1:06:25 fahuairakum, maka itu lebih baik bagi 1:06:27 kamu. Ada bonusnya. Bonusnya apa? 1:06:33 Allah akan tutupi 1:06:36 kesalahan-kesalahanku. Nah, ditutupi 1:06:39 kesalahan, dihapuskan kesalahan itu tadi 1:06:42 bonus kalau sedekahnya 1:06:45 disembunyikan. Nah, wallahu bima 1:06:47 tammaluna khabir. Allah maha tahu, maha 1:06:51 ee menyampaikan nanti apa yang kamu 1:06:53 kerjakan. Ya, jadi ada bonus kalau Anda 1:06:56 melakukannya dengan sembunyi apa di 1:06:59 di apa disembunyikan atau tidak tidak di 1:07:03 ee tampilkan gitu ya. Tentu saja artinya 1:07:07 ee ya kita butuhkan pertolongan Allah, 1:07:09 kita butuh dihapuskan dosa oleh Allah 1:07:11 gitu ya. Jadi mana yang lebih baik 1:07:14 berdasarkan 271 tadi yang lebih baik 1:07:17 adalah kalau disembunyikan. Ya, demikian 1:07:19 kita. Wallahuam. Baik, beralih ke 1:07:22 pertanyaan dari Ibu Yani. Asalamualaikum 1:07:23 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni. 1:07:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:07:27 wabarakatuh. Berdoa itu haruskah dengan 1:07:29 bahasa yang berbobot, Pak Ustaz? 1:07:31 Bagaimana dengan bahasa yang biasa-biasa 1:07:33 saja? Apakah akan dikabulkan Allah jika 1:07:35 kita berdoa dengan bahasa yang 1:07:37 biasa-biasa saja? Demikian. Oh, terima 1:07:39 kasih Bu Yi. Eh, Bu Yani ya. Bu Yadi. Bu 1:07:43 Yani. Yani. Bu Yani. Iya. Jadi, Bu, yang 1:07:47 dimaksud bobot ini bukan kata-katanya 1:07:49 jelimet. gitu atau kata-katanya 1:07:52 terpuitis bukan itu, tapi bobot isinya 1:07:55 tadi itu pengorbanan tadi ya seperti 1:07:58 yang sudah kita jelaskan ada 1:08:00 pengorbanannya, ada pembersihan 1:08:02 akidahnya, ada husnuzonnya kepada Allah. 1:08:05 Itu yang dimaksud bobotnya. Ee jadi 1:08:08 kata-katanya biasa-biasa saja pun Allah 1:08:11 mengerti. Bahkan lintasan dalam pikiran 1:08:13 kita pun Allah tahu. Tapi justru yang 1:08:16 dimaksud bobot ini adalah perilaku kita 1:08:19 tadi. Seperti Nabi Musa menolong dua 1:08:22 orang yang di wanita yang di negeri 1:08:25 Madian tadi yang merupakan anak Nabi 1:08:27 Syuaib. Lalu kemudian rupanya solusi 1:08:29 kehidupannya beliau dari persoalan 1:08:31 beliau adalah diminta oleh Nabi Syuaib 1:08:34 untuk menikahi anaknya. Anak Nabi Syuaib 1:08:36 jadi mantunya Nabi Syuaib. Dari situlah 1:08:38 beliau kemudian mendapatkan solusi 1:08:40 hidupnya dan lain sebagainya. Jadi bobot 1:08:42 yang dimaksud adalah bobot terhadap 1:08:44 pengorbanan kita. 1:08:47 Bobot kita membersihkan akidah kita 1:08:49 seperti Nabi Ibrahim, seperti Nabi Ayub 1:08:51 tadi. Husnuzzan kepada Allah saat sakit. 1:08:54 Demikian pula bobot-bobot yang lain yang 1:08:56 yang bentuknya adalah sikap kita. Nah, 1:09:00 jadi pengorbanan kita. Nabi Yunus tadi 1:09:02 ya saat di perut ikan ingin keluar dari 1:09:05 perut ikan, solusinya adalah 1:09:07 mengintrospeksi diri. Ee apa? 1:09:11 memuhasabah diri apa yang dilakukan 1:09:14 emosi-emos emosi dan lain sebagainya itu 1:09:16 yang selama ini membelenggu beliau dan 1:09:18 beliau katakan inni kuntu minzalimin. 1:09:20 Jadi kata-katanya sederhana pun boleh 1:09:23 tapi bobotnya adalah perilaku perbuatan 1:09:26 kita. Ya demikian 1:09:29 Bapak Yudi di Bogor. Asalamualaikum 1:09:31 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz 1:09:34 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, 1:09:35 bagaimana cara kita menyikapi atau 1:09:37 menghadapi orang-orang yang sering 1:09:38 berbicara tidak perlu atau tidak 1:09:40 penting? Enggak perlu, enggak penting 1:09:42 begitu. Syukan, baik. Jadi kalau ya 1:09:46 terima kasih Pak Yudi ya di Bogor ya 1:09:47 yang bertanya ya. Jadi Pak Yudi dan 1:09:49 Bapak Ibu yang dirahmati Allah. Nanti 1:09:51 kalau Bapak buka surah Al-Furqan di 1:09:53 surah ke-25 mulai dari ayat ke-63 itu 1:09:57 kalimatnya 1:09:59 auzubillahiminasyaitanirrajim. Wa ibadur 1:10:00 rahman. 1:10:02 Adapun hamba-hamba eh arrahman atau 1:10:06 Allah alladina yamsun alal ard haunan 1:10:09 adalah orangorang yang berjalan di atas 1:10:12 muka bumi ini dengan ringan haunan ya 1:10:16 rileks. Nah, salah satu tanda rileksnya 1:10:18 itu yakni ketika wa khobahumul jahiluna 1:10:23 salama. Ketika mereka berbicara dengan 1:10:26 orang-orang yang jahil. Eah jahil itu 1:10:29 bodoh gitu ya. tadi mungkin berkata-kata 1:10:32 yang tidak perlu gitu ya. Maka orang 1:10:35 yang ibadurrahman ini qulu salama 1:10:38 mengucapkan atau membalas kata-katanya 1:10:41 dengan kata-kata yang penuh dengan 1:10:43 keselamatan, penuh dengan kesejukan. 1:10:46 Jadi pertanyaan Bapak tadi, bagaimana 1:10:48 kalau kita menyikapi orang yang seperti 1:10:50 itu? Ya, balaslah kata-katanya dengan 1:10:52 kata-kata yang yang rileks, saja, yang 1:10:55 penuh keselamatan, yang penuh dengan 1:10:56 kesejukan. Ya, wahabahumul jahilun. Ya, 1:11:00 ketika dia berbicara dengan orang yang 1:11:03 bodoh ya, yang bodoh itu artinya ee ya 1:11:05 tadi kata-katanya mungkin tidak 1:11:07 bermanfaat dan lain sebagainya. Ee kita 1:11:09 sampaikan kata-kata yang salam, 1:11:11 kata-kata yang penuh keselamatan atau ee 1:11:13 kebaikan. Ee kira-kira demikian. Baik, 1:11:17 selanjutnya kita beralih ke ini yang 1:11:20 terakhir, Ustaz, ya. Iya. Karena waktu 1:11:22 juga ini dari Bapak Wahyu. 1:11:24 Asalamualaikum warahmatullahi 1:11:25 wabarakatuh, Ustaz Doni. Waalaikumsalam 1:11:28 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, 1:11:29 benarkah potensi riya selalu ada dalam 1:11:32 diri setiap manusia? Ri yang tidak 1:11:34 terucap apa juga termasuk dosa? Riak 1:11:37 dalam hati atau hanya lintasan rija yang 1:11:40 terkalahkan oleh keikhlasan selanjutnya? 1:11:43 Demikian, Pak Ustaz. Mohon pencerahan 1:11:44 dan nasihatnya. Iya. Terima kasih Pak 1:11:49 Wahyu ya. Ee Pak Wahyu yang bertanya dan 1:11:52 Bapak Ibu yang dirahmati Allah. Jadi 1:11:54 memang ee di hidup ini kita kan punya 1:11:58 musuh ya. Musuh kita adalah iblis 1:12:02 laknatullah alaih. Dan dia sudah 1:12:04 bersumpah di hadapan Allah ketika dia 1:12:06 mengatakan surat ke-7 surat Ala'raf ayat 1:12:10 16 ayat 17 ya dia akan menggelincirkan 1:12:13 kita dari jalan yang lurus. 1:12:16 Fabimaitani kata 1:12:19 diaani mustaqim. Ya Allah karena Engkau 1:12:22 telah mentakdirkan saya begini maka saya 1:12:24 akan menggelincirkan anak cucu Adam dari 1:12:26 jalanku yang lurus. Dia akan mendatangi 1:12:28 kita depan belakang kanan kiri. Nah 1:12:30 nanti kita dibuat sulit bersyukur. Salah 1:12:34 satunya adalah dengan ri tadi 1:12:35 mengharapkan kepada orang lain. 1:12:37 Mengharapkan maksudnya mengharapkan 1:12:39 kepada selain 1:12:41 Allah. Nah bagaimana dengan lintasan 1:12:44 pikiran? Jadi tidak terucap tapi ada 1:12:47 lintasan pikiran ingin mengharap ke 1:12:49 sana. Tentu saja buru-buru kita 1:12:52 bersihkan. Jadi maka itu para ulama 1:12:55 membagi keikhlasan tadi itu kepada tiga 1:12:58 tahap. Yang pertama tahap niat sebelum 1:13:02 dilakukannya perbuatan amal itu, Pak. 1:13:05 Jadi sebelumnya kita ikhlaskan hanya 1:13:07 kepada Allah untuk bentuk bersyukur kita 1:13:10 kepada Allah gitu ya. amal perbuatan 1:13:12 kita itu tahap pertama tuh. Lalu tidak 1:13:15 selesai sampai di situ. Ada tahap kedua 1:13:17 yakni kapan? Saat amal perbuatan itu 1:13:20 kita lakukan, sedang kita lakukan. Nah, 1:13:24 kita bersihkan, kita bersihkan dari 1:13:26 potensi riak tadi itu. Kalau ada ee apa? 1:13:29 Lintasan pikiran ingin tampil, ingin 1:13:31 dilihat orang, ya kita buru-buru 1:13:33 istigfar. Bersihkan bersihkan, 1:13:35 bersihkan. Lalu ada tahap yang ketiga, 1:13:38 ya. Tahap yang ketiga kapan? Saat amal 1:13:40 itu sudah kita lakukan nanti 1:13:43 dikorek-korek juga sama iblis tuh ya. 1:13:45 Dikorek-korek supaya keluar supaya 1:13:47 diceritain ke orang supaya dibanggakan 1:13:49 dan lain sebagainya. Jadi di situ pun 1:13:51 kita harus ee apa? Waspada berdoa kepada 1:13:55 Allah, minta perlindungan kepada Allah 1:13:57 untuk dijaga dari amal yang sudah kita 1:13:59 lakukan. Ee jadi tiga tahap itu kita 1:14:03 jaga. 1:14:04 sebelum amal dilakukan, saat amal kita 1:14:08 kita lakukan, dan terakhir adalah 1:14:11 setelah amal itu kita lakukan. Kita 1:14:13 mohon perlindungan kepada Allah. 1:14:16 Auzubikalimatillahi tammati min syar ma 1:14:18 khalaq. Bisa pakai doanya begitu. Ya 1:14:20 Allah, aku berlindung kepada Engkau 1:14:22 dengan kalimatMu yang sempurna dari ee 1:14:25 buruknya ciptaanmu. Maksudnya yang buruk 1:14:27 ciptaan itu adalah ee iblis tadi itu ya. 1:14:34 eh Allahum 1:14:35 inniubika eh apa 1:14:40 minatinubahun juga bisa demikian. Nah, 1:14:42 jadi sebelum amal dilakukan, saat amal 1:14:46 dilakukan dan sesudahnya. 1:14:49 Nah, demikian kira-kira. Wallahuam. 1:14:51 Baik, Ustaz. Kita dibatasi oleh waktu 1:14:53 mungkin sebelum pamit disimpulkan bas 1:14:55 Ustaz. Ya, terima kasih Bapak, Ibu, 1:14:58 Ikhwan-akhwat sekalian, para pendengar 1:15:00 Radio Silaturahim di mana pun berada dan 1:15:02 pemirsa Rasil TV. Ulan sakila perkataan 1:15:06 yang berbobot adalah dari dalam 1:15:08 Al-Qur'an. Cuma yang perlu kita sadari 1:15:11 dan pelajari kata-katanya itu mungkin 1:15:14 ringan untuk dihafalkan, untuk 1:15:17 diucapkan, tapi bobotnya justru berada 1:15:20 pada perbuatan kita, attitude kita, 1:15:24 akhlak kita. Bagaimana harusnya kita 1:15:26 memposisikan diri kita kepada Allah ee 1:15:30 tempat kita berdoa, tempat kita 1:15:32 menyampaikan kata kata tersebut. Inilah 1:15:34 yang dimaksud dengan ulan sakila. 1:15:37 Kata-katanya hanya alat saja, tapi yang 1:15:39 tersampaikan adalah attitude kita, 1:15:41 adalah akhlak kita, adalah ee 1:15:45 pengorbanan kita kepada Allah Subhanahu 1:15:47 wa taala. Introspeksi diri kita, 1:15:49 evaluasi kita, itulah yang berat, itulah 1:15:52 yang sakilah. Wallahuam. Mudah-mudahan 1:15:55 memberikan manfaat. Mohon maaf apabila 1:15:57 ada kesalahan dan kekurangan. Billahi 1:15:59 taufik walhidayah. Wasalamualaikum 1:16:01 warahmatullahi wabarakatuh. 1:16:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:16:06 wabarakatuh. Demikian akhwat tadabur 1:16:07 al-Quran bersama Ustaz Doni Amir Sagap 1:16:09 telah kita bersama-sama simak dengan 1:16:12 tema besar itu mengenai petunjuk Allah 1:16:13 dalam berutur kata dengan subtemanya 1:16:15 kaulan syakila. Semoga apa yang 1:16:17 disampaikan bermanfaat kita semuanya. 1:16:19 Saya yang bertugas Pak Haremani Nezah 1:16:21 dan juga Yusuf Subang pamit. 1:16:23 Subhanakallahumma wabihamdika ashadu 1:16:25 alla ilaha illa anta astagfiruka wa 1:16:27 atubu ilaik. Wasalamualaikum 1:16:28 warahmatullahi wabarakatuh.