Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:08 Brail TV. 0:16 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:18 warahmatullahi wabarakatuh. 0:20 Alhamdulillahi rabbil alamin. Allahumma 0:23 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:25 sayyidina Muhammad. Ikhwan dan akhwat 0:28 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:30 Bagaimana kabar Anda di siang hari ini? 0:32 Semoga dalam keadaan sehat walafiat dan 0:34 selalu dalam lindungan Allah subhanahu 0:36 wa taala. Kembali kita berjumpa dalam 0:39 program kesehatan Islami bersama Harista 0:42 Brianto di edisi hari ini, Sabtu, tepat 0:45 di tanggal 8 November 2025. 0:48 Dan tema yang akan beliau sampaikan di 0:51 kepada kita di ruang dengar yaitu 0:53 tentang hubungan kejadian serangan 0:56 stroke dengan gejala dan gangguan 0:59 jantung. Demikian ya Kang Haris ya. Kita 1:02 sapa terlebih dahulu narasumber kita. 1:03 Asalamualaikum Kang Haris. 1:05 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:06 wabarakatuh. 1:06 Sehat Kang Haris ya? 1:07 Alhamdulillah makin sehat kelihatan dari 1:09 badannya makin lebar kayak ini, Kang. 1:10 Saya [tertawa] 1:12 baik ikhwan dan akhwat. Langsung saja 1:14 kita akan mendengarkan pemaparan yang 1:17 akan beliau sampaikan. Tafad, Kang Aris. 1:19 Terima kasih, Kang Agus. Ya, baik. Saya 1:21 ucapkan ee selamat pagi. Asalamualaikum 1:23 warahmatullahi wabarakatuh. 1:25 Waalaikumsalam. Kepada para ee pemirsa 1:28 Rasil TV dan juga ee pendengar setia 1:32 dari Radio Silaturahim di mana pun Anda 1:34 berada ya. Alhamdulillah ee sampai saat 1:37 ini ee kita diberikan ee usia dan 1:41 kenikmatan yang em 1:44 membuat kita masih bisa menjalani 1:46 hari-hari. Dan kemudian juga saya juga 1:48 mengucapkan terima kasih kepada ee Rasil 1:51 TV dan Radio Silaturahim terutama yang 1:54 sampai saat ini masih memberikan 1:57 kesempatan untuk saya untuk sharing ini, 1:58 Kang. 1:59 Iya. Jadi em hari ini insyaallah kita 2:03 akan membahas tentang ee hubungan antara 2:08 kejadian serangan stroke dengan gejala 2:12 ee dan gangguan jantung. Jadi ada 2:14 hubungan apa apakah ada hubungan antara 2:16 ee gangguan jantung dan ee potensi 2:19 terjadinya stroke seperti itu dan 2:21 bagaimana kita bisa ee memprediksi ee 2:24 resiko terjadinya serangan stroke dan 2:27 kemudian mengambil langkah untuk 2:29 mencegah paling tidak untuk mencegahnya 2:30 seperti itu. Nah, jadi di sini ee sudah 2:34 terdisplay ya di layar mungkin bagi para 2:37 pemirsa Rasil TV yang bisa mengakses ke 2:40 kanal ee YouTube ee Rasil TV. Jadi di 2:44 mungkin bisa slide berikutnya nih, Kang. 2:45 Jadi di sini saya akan coba tampilkan ee 2:49 grafik ini, Kang. Grafik angka usia 2:52 harapan hidup di negara Indonesia. He. 2:55 Nah, ini bisa kita lihat di sini, Kang. 2:57 Ee ini diambil dari 10 ee tahun ke 3:01 belakang dari tahun 2013 sampai 2023 ya. 3:04 Jadi, di mana angka usia harapan hidup 3:07 orang Indonesia itu rata-rata di tahun 3:09 2023 itu untuk ee laki-laki ya atau pria 3:14 dewasa itu 69 tahun dan kemudian 3:18 alhamdulillah ini para wanita Indonesia 3:21 memiliki umur yang relatif lebih panjang 3:23 daripada prianya ini Kang. 3:25 Jadi 73,27 3:28 tahun kira-kira grafik angka usia 3:30 harapan hidup di Indonesia. Nah, kita 3:33 lihat di sini juga di grafik ini sempat 3:35 ada penurunan ini, Kang. 3:36 He. 3:37 Nah, sempat ada penurunan itu di masa 3:39 COVID ya. Jadi, di tahun 2019 sampai 3:42 antara 2021 ee apa grafiknya menurun 3:46 sangat drastis. Tapi sekarang kita sudah 3:48 ee mulai merangkak naik dan mulai stabil 3:51 seperti itu. Nah, jadi di tahun 2019 3:54 sampai 2022 atau 2021 itu sempat nurun 3:58 jadi 65 tahun. Nah, sebenarnya grafik 4:01 ini yang saya peroleh dari data World 4:04 Bank atau Bank Dunia yaitu mengatakan 4:06 karena memang di masa COVID ee memang 4:10 banyak sekali yang memakan ee korban 4:12 nyawa ya, Kang ya. Sehingga di tahun itu 4:15 rata-rata usia angka angka harapan 4:17 hidupnya menurun seperti itu. Nah, 4:20 sekarang ee di apa ee slide berikutnya 4:23 ini saya tampilkan ini, Kang. Saya 4:25 tampilkan dari ee Jepang. Nah, jadi ya 4:30 memang kalau mungkin secara head to head 4:32 ya Indonesia sama Jepang kan pasti kita 4:35 masih ee menyusul ya masih menyusul dari 4:38 segi teknologi dan sebagainya. Tapi yang 4:40 ingin saya sampaikan di sini adalah di 4:42 grafik negara Jepang itu usia angka 4:44 harapan hidupnya 4:47 terpaut sekitar hampir 20 tahun, Kang. 4:49 Jadi untuk laki-laki di laki-laki ee di 4:52 Jepang itu usia angka harapan hidupnya 4:55 per tahun ee ini 2 4:59 ee 20 ya 2020 itu rata-rata usia angka 5:03 harapan hidup laki-laki di Jepang adalah 5:05 81 tahun. 5:07 Hm. 5:07 Ya. Jadi 81 tahun. Kemudian untuk 5:10 perempuan atau wanitanya itu 87. Di mana 5:13 tadi kalau di Indonesia kita ee apa 5:15 namanya? Kita bandingkan ya. di 5:18 Indonesia tahun 2020 5:20 itu en ee untuk prianya 66 tahun dan 5:24 wanitanya 71 tahun. Jadi hampir terpaut 5:28 hampir 20 tahun perbedaannya, Kang. Jadi 5:32 misalnya mungkin Kang Agus hari apa ee 5:34 tahun ini usianya sudah berapa, Kang? 5:36 Mohon maaf. 5:37 35. 5:38 35. Oke. Nah, sekarang 35 itu kalau di 5:42 Indonesia sudah dianggap tua, Kang? 5:44 Sudah tua, ya? 5:45 Iya. Karena angka harapan hidupnya 5:47 rendah 5:48 di situ. Tapi kalau Kang Agus hidup di 5:50 Jepang masih dibilang mudah. 5:52 Oh, berarti saya masih ke Jepang. 5:54 Ke Jepang ya seperti itu. Nah, cuman ee 5:57 kira ini kita diskusi aja nih, Kang. 5:59 Heeh. 6:00 Kira-kira menurut Kang Agus, apa yang 6:02 membuat angka harapan hidup Indonesia 6:04 itu rendah dibanding negara-negara maju 6:08 lainnya? 6:08 Pusing. [tertawa] 6:11 Iya. Kira-kira bagaimana nih, Kang? Apa 6:13 ee 6:13 pusing karena tekanan hidup? 6:14 Tekanan hidup. satu. Oke. Terus kemudian 6:16 ada lagi mungkin 6:18 ee 6:20 ini anggap aja saya saya enggak ngetes 6:21 cuma [tertawa] 6:21 Oh 6:22 santai aja. 6:24 Pola makan. 6:25 Oh pola makan ya. 6:26 Pola makan. Baik. Mungkin ada lagi satu 6:28 lagi sembarangan ya. 6:29 Pola makan sembarangan mungkin satu lagi 6:31 polusi udara. 6:32 Polusi udara. Baik. 6:34 Mungkin kalau oni beda lagi jawabannya. 6:36 Kalau 6:37 banyak pikiran pikiran 6:38 banyak pikiran. I [tertawa] 6:40 memang Indonesia hidup di Indonesia itu 6:41 kayaknya tantangannya banyak banget ya. 6:43 I. Makanya 6:45 apa namanya? Orang Indonesia itu 6:46 kuat-kuat sebenarnya. 6:47 Iya, kuat-kuat. Dan kalau ditaruh di 6:49 mana aja tuh kayaknya adaptasinya 6:51 cepat. I 6:53 oke. Baik ya. Jadi sebenarnya ee tiga 6:55 jawaban tadi ee termasuklah apa alasan 6:58 besar kenapa usia angka harapan hidup di 7:01 Indonesia relatif rendah dibanding 7:03 dengan ee apa negara lain. Tapi 7:05 sebenarnya dari ee yang saya peroleh 7:07 dari ee Kementerian Kesehatan nih, Kang. 7:09 Heeh. 7:10 Kenapa usia angka harapan hidup di 7:12 Indonesia itu rendah, relatif rendah? 7:14 Karena sebenarnya kita kurang kurangnya 7:17 akses ya dikarenakan karenanya kurangnya 7:19 akses kepada ee fasilitas pemeriksaan 7:22 kesehatan seperti itu. Jadi ee 7:27 sebenarnya yang terjadi di negara ee 7:30 maju sana seperti sebagai contoh di di 7:31 Jepang itu mereka sangat mudah atau 7:34 mempermudah ee ee masyarakatnya untuk 7:36 bisa mengakses kepada ee 7:40 apa namanya? Pemeriksaan kesehatan atau 7:42 ee bahasa Inggrisnya medical check up, 7:43 Kang. seperti itu. Nah, jadi ee dengan 7:47 adanya medical checkup rutin di 7:49 usia-usia yang sudah dinyatakan menurut 7:51 penelitian ya itu sudah mulai menevelop 7:53 atau apa ee mulai mengalami gejala 7:57 itu sudah bisa dideteksi secara dini 8:00 sehingga begitu dideteksi secara dini 8:01 kalau seandainya ketahuan di awal nah 8:03 itu akan ee diambil langkah pencegahan. 8:06 Nah, seperti itu. Nah, di Indonesia 8:09 mungkin ya mungkin karena kurangnya 8:12 akses terhadap pemeriksaan kesehatan 8:14 atau ee medical check up routin. Nah, 8:17 ini yang menyebabkan ee kita secara 8:21 tidak sadar mungkin saat ini saya sehat 8:25 nih, Kang, bisa sharing di Rasil. Tapi 8:28 mungkin saat ini saya sudah mulai 8:30 men-develop ya atau sudah mulai 8:31 mengalami gejala-gejala yang mengarah ke 8:34 penyakit-penyakit fatal. Tapi kondisi 8:37 ini saya biarkan karena apa? Karena saya 8:39 tidak memeriksakan kesehatan saya dan 8:41 kemudian gejala-gejala tersebut ee makin 8:44 apa ya ee makin tinggi. Jadi gejala 8:47 tersebut makin parah istilahnya dan 8:50 akhirnya saya baru ke rumah sakit kalau 8:53 sudah terjadi penyakit yang fatal. 8:57 Sebagai contohnya adalah stroke seperti 8:59 itu. Jadi kenapa usia angka harapan 9:01 hidup Indonesia sangat rendah? satu tadi 9:03 karena adanya akses ee pemeriksaan 9:05 kesehatan yang ee kurang mencukupi ya, 9:08 kurang mencukupi 9:10 sehingga kita men-develop gejala sejak 9:12 dini tidak ketahuan. Nah, ketahuannya 9:15 pada saat sudah terjadi serangan 9:17 penyakit fatal itu tadi. 9:18 Nah, itu yang sebenarnya sedang 9:21 dilaksanakan ee atau sedang di ee dikaji 9:24 dan diperbaiki 9:26 pelayanan apa ee medical checkup atau 9:28 pemeriksaan kesehatan rutin oleh 9:30 Kementerian Kesehatan saat ini. Tapi ini 9:32 yang juga menggelitik logika saya, Kang. 9:36 sebenarnya. Oh, berarti benar juga 9:38 ee orang Indonesia itu mungkin terhadap 9:41 kesehatan ya, saya tidak menyebut 9:42 semuanya, mungkin ada beberapa yang 9:45 istilahnya masih santui istilahnya kan 9:47 ah masih usia 35 ini, ah masih usia 40 9:49 ini, masih sehat kok, masih bisa 9:51 sepedaan, masih bisa betonan, 9:53 enggak apa sih medical check up atau 9:55 pemeriksaan rutin sehingga ternyata ee 9:58 itu menutupi kenyataan bahwa kita sudah 10:02 apa sudah mulai mengalami gejala yang 10:04 mengarah ke penyakit fatal itu. itu 10:05 tadi. Nah, jadi ee di sini di grafik 10:09 berikutnya ini, Kang, di slide 10:10 berikutnya ini saya coba tampilkan ee 10:13 situasi penyakit tidak menular di 10:15 Indonesia. Jadi, grafiknya ini ee per ee 10:19 tahun sebenarnya sumbernya dari SRS ya, 10:22 survei kesehatan di tahun 2014. He. 10:25 Tapi bisa kita lihat di situ angka yang 10:27 paling besar yang grafiknya warna merah 10:29 di bawah. Penyebab kematian tertinggi di 10:31 Indonesia masih stroke, Kang. 10:33 Stroke. 10:34 Iya. Jadi stroke itu ee kalau sudah 10:37 terjadi dan kemudian masuk rumah sakit 10:40 itu pilihannya cuman dua, Kang, 10:41 antara survive atau meninggal. H. 10:44 Nah, sebenarnya kita tidak harus sampai 10:46 ke tahap itu. Jangan sampai stroke itu 10:49 sudah terjadi ee sudah terjadi ee sudah 10:52 terjadi duluan istilahnya. seharusnya 10:53 kita bisa men-screening 10:55 ee gejala apa yang bisa membuat atau apa 10:59 ee membawa kita mengalami kondisi stroke 11:02 di situ. Jadi, makanya judulnya di depan 11:04 adalah hubungan salah satunya adalah ee 11:07 hubungan kejadian stroke dengan gejala 11:10 ee jantung yang mungkin sudah 11:12 ee apa mulai kita alami saat ini seperti 11:15 itu. Jadi dan kemudian juga di sini juga 11:17 ingin saya sampaikan ee menurut diskusi 11:19 saya dengan ee Kementerian Kesehatan 11:21 juga bahwa stroke ini termasuk ee 11:25 sembilan penyakit fatal yang sedang 11:27 diupayakan peningkatan ee pelayanan 11:30 kesehatannya. Jadi sembilan ada sembilan 11:32 penyakit fatal kemudian ada dikerucukkan 11:34 lagi menjadi tiga yaitu pertama stroke, 11:37 kemudian kanker dan ee gangguan jantung 11:41 seperti itu. Jadi ini termasuk yang ee 11:43 sedang diperhatikan pemerintah lewat 11:45 Kementerian Kesehatan. Jadi mungkin ini 11:47 cukup menarik kita ee bahas nih, Kang. 11:50 Jadi saya juga akhirnya dari situ ee 11:52 punya inisiasi untuk oh saya mungkin 11:55 dengan sedikit ilmu saya saya bisa 11:57 sharing dan bisa membantu ee pendengar 12:00 hasil untuk screening dini istilah dan 12:02 apa yang bisa kita lakukan untuk ee apa 12:04 namanya memeriksakan gejala awalnya 12:06 seperti itu. Nah, kemudian ee slide 12:09 berikutnya ini, Kang. Ini saya izin 12:12 menampilkan foto dari ee presiden kita 12:15 yang saat ini Bapak Prabowo Subianto. 12:18 Jadi lewat ee program ada satu program 12:21 yang menurut saya cukup menarik nih, 12:22 Kang, dari ee Pak Prabowo, yaitu adalah 12:25 medical checkup gratis di setiap ulang e 12:28 hari ulang tahun. Jadi, misalnya Kang 12:31 Agus e ulang tahunnya 9 November besok 12:33 misalnya. 12:34 Jadi, Kang Agus itu bisa ee apa namanya? 12:36 Mendaftarkan diri ke fasilitas pelayanan 12:39 kesehatan tingkat pertama. mungkin 12:41 Puskesmas ataupun klinik yang di dekat 12:43 rumah untuk bisa memperoleh ee medical 12:45 checkup gratis ini. 12:47 Jadi ee program bagus seperti ini bisa 12:50 kita manfaatkan sebenarnya. Tadi kan 12:52 saya sampaikan di depan bahwa usia angka 12:54 harapan hidup Indonesia itu relatif 12:55 rendah dibanding dengan negara lain itu 12:57 karena salah satunya adalah kurangnya 12:59 akses terhadap fasilitas ee 13:02 kesehatan 13:02 kesehatan terutama untuk screening ya 13:04 atau pemeriksaan kesehatan. Nah, ini 13:06 mumpung gratis. Ee jadi mohon 13:09 dimanfaatkan seperti itu. Nah, bukan 13:11 karena apa-apa mungkin banyak isu miring 13:13 ya dan saya juga bukan 13:15 ee bukan istilahnya 13:18 apa namanya ee 13:22 menggembar-gemborkan istilahnya. Jadi 13:24 ini bisa kita gunakan sebenarnya 13:26 fasilitas atau program yang bagus ini 13:28 dari pemerintah seperti itu. 13:29 Jadi ini program dari pemerintah dengan 13:33 menggunakan dana PBN 2,3 triliun dan 3,2 13:36 triliun. Jadi 13:37 3,2. 13:38 Iya 3,2. Lihatin Dek. 13:40 Jadi ee ini adalah uang yang apa 13:43 3,2 triliun ya. Saya lagi baca soalnya 13:46 ya di situ. Jadi ini dimanfaatkan kalau 13:48 bisa. Jadi jangan sampai lewat. 13:51 Jadi jangan khawatir istilahnya ah saya 13:53 kalau diperiksa kesehatannya khawatir 13:55 ketahuan penyakitnya. Nah justru itu 13:57 kalau apa ee jangan khawatir ketahuan 13:59 penyakitnya karena apa? Kalau gejalanya 14:02 masih ringan, kita masih bisa melakukan 14:04 ee langkah pencegahan, Kang, istilahnya. 14:07 Jadi tidak berarti bahwa oh hari ini 14:10 saya medical check up dibilang, "Oh, ada 14:13 ee apa namanya? Gejala jantung nih, 14:15 terus besoknya harus dirawat di rumah 14:16 sakit." Tidak. 14:17 Tapi ada langkah pencegahan, jadi tidak 14:19 langsung dirujuk dan harus dirawat di 14:20 rumah sakit dalam jangka waktu yang 14:22 lama. 14:22 Ini medical checkup-nya apa aja, Kang 14:24 Haris? 14:24 Nah, medical checkup-nya sebenarnya itu 14:26 ee bisa berdasarkan usia itu, Kang. Jadi 14:28 ini mohon maaf tulisannya kecil-kecil 14:31 aja. Kemudian saya masih kebaca sih Kang 14:33 Haris 14:34 dewasa 18 sampai 39 tahun kemudian ee 14:38 dewasa 40 sampai 59 tahun dan sampai ke 14:42 ee untuk lansia. 14:43 Jadi masing-masing kategori umur itu 14:46 akan memperoleh medical check up itemnya 14:47 berbeda-beda sesuai dengan usianya, 14:50 Kang. Seperti itu. 14:51 Oh, gitu ya. Nah, ini 14:53 ee mohon dimanfaatkan agar kita bisa 14:56 mulai istilahnya kalau oh sudah mulai 14:58 ada gejala 14:59 apa namanya kolesterol tinggi atau 15:00 bagaimana kita mulailah dari sekarang 15:02 untuk menjaga pola makan 15:04 kemudian kalau seandainya oh ada potensi 15:06 gangguan jantung nah apa yang harus kita 15:08 lakukan agar ee apa namanya tidak 15:11 menjadi lebih parah seperti itu, Kang? 15:13 Jadi kayak jadi medical check up buat ee 15:17 apa namanya? Pendengar atau warga negara 15:19 Indonesia yang berulang tahun. 15:20 Berulang tahun. setiap ulang tahun 15:21 datang ke fascas pertama bilang medical 15:24 check up gitu medical check up atau bisa 15:25 juga mungkin mendaftar di kan ada 15:27 aplikasi satu sehat tuh 15:29 he yang dulu digunakan untuk screening 15:31 COVID ya kalau enggak salah. Nah, itu 15:32 bisa juga lewatlewat situ untuk 15:34 mendaftarkan. Jadi sangat mudah sekali 15:36 dan ini adalah ee apa namanya ee program 15:40 yang baik yang saya kira baik ya dari 15:42 pemerintah untuk bisa kita lakukan dan 15:44 apa kita laksanakan untuk demi kesehatan 15:46 sendiri sebenarnya seperti itu. Jadi ee 15:50 promo saya bukan promosi tapi me apa ya 15:53 lebih kepada menyuarakan program yang 15:55 baik yang bisa kita terima nantinya. 15:58 Oke. Nah, itu jadi ee yang saya pahami 16:03 pada saat e mungkin berdialog dengan 16:04 kementerian pada saat itu adalah oh 16:06 ternyata gitu loh jalan ceritanya, Kang. 16:09 Jadi kita nih sebenarnya adalah dalam 16:11 usaha untuk meningkatkan usia harapan 16:13 hidup seperti itu. Jadi memang walaupun 16:16 usia itu adalah rahasia Allah ya. Jadi 16:19 cuman kita kan juga berkewajiban untuk 16:22 ee berikhtiar dan menjaga kesehatan. 16:24 Nah, itu yang kewajiban yang mesti kita 16:26 lakukan seperti itu. Nah, oke. Sekarang 16:28 kita masuk ke ee apa namanya? Ee 16:31 hubungan antara stroke dengan ee gejala 16:34 dan gejala dan gangguan jantung. Nah, 16:37 jadi kita bisa lihat di sini ada 16:38 fisiologi jantung nih, Kang. Jadi 16:40 jantung itu kan berdegup ya, Kang ya. 16:42 Jadi deg-deg ada dua dua degupan 16:45 istilahnya. Nah, jadi degupan pertama 16:47 pada saat dia apa? Berkontraksi atau 16:50 mengencang jantung itu mengencang 16:51 jantung itu sebenarnya lagi mengirimkan 16:53 darah. ke seluruh tubuh. Nah, pada saat 16:56 degupan kedua itu adalah jantung mengisi 16:59 darah yang yang darahnya diambil dari ee 17:03 anggota tubuh yang lainnya seperti itu. 17:05 Jadi, ada fase fase mengisi dan fase 17:09 untuk mendistribusikan seperti itu. 17:10 Jadi, makanya kan ada tekanan sistol, 17:13 ada tekanan diastol. Kalau kita mengukur 17:15 tekanan darah seperti itu. Jadi 17:17 fisiologi jantung seperti itu. Ada fase 17:19 mengisi dan ada fase untuk 17:21 mendistribusikan. 17:23 Seperti itu kira-kira. Nah, ini 17:25 fisiologi jantung yang awam sebenarnya. 17:26 Jadi yang untuk apa? Untuk paham kita 17:29 apa? Penting kita pahami. Dan kemudian 17:32 ee di slide berikutnya itu ada kondisi 17:34 yang namanya aritmia jantung, Kang. Nah, 17:37 aritmia jantung ini adalah kondisi di 17:40 mana irama degupan jantung itu menjadi 17:42 tidak normal. bisa terlalu cepat, bisa 17:45 juga terlalu lambat atau yang tidak 17:47 beraturan. Jadi ee sebagai contoh bunyi 17:51 degupan jantung itu ya. Jadi kalau 17:53 misalnya kita pakai stetoskop ya, terus 17:55 kemudian kita apa ee tempelkan di atas 17:58 ee ini dada sebelah kiri itu kan degupan 18:00 normal tuh kayak bunyinya deg 18:04 gitu. Nah, di apa kondisi aritmia 18:06 jantung ada yang degdeg dek. 18:09 Heeh. 18:09 Dedek dek dekdeg istilahnya. Jadi kayak 18:11 apa ada ee apa ee kondisi yang iramanya 18:16 tuh tidak normal. Nah, irama tidak 18:18 normal ini sebenarnya yang akan menjadi 18:21 ee akyab 18:25 apa namanya gejala gejala penyebab 18:27 stroke itu mulai mulai ada seperti itu. 18:30 Jadi disebut dengan aritmia. Ritmia itu 18:32 adalah ritme atau irama. A-nya itu apa? 18:36 ee tidak atur, tidak beraturan lah 18:38 istilah seperti itu. Nah, sekarang yang 18:41 perlu kita pahami adalah ada beberapa 18:44 jenis aritmia jantung nih, Kang. 18:46 Nah, aritmia jantung itu pertama adalah 18:48 biasanya adalah kita sebut takikardi. H 18:51 takiardia atau takiardi itu detak 18:54 jantung terlalu cepat. Jadi, di atas 100 18:57 kali per menit saat istirahat 18:59 atau pada saat kita santai seperti ini, 19:01 kita cek apa ee denyut jantung kita. Oh, 19:04 ternyata di atas 100. itu namanya 19:06 takikardi dan itu sudah termasuk 19:08 aritmia jantung. 19:10 Dan ada juga kondisi namanya bradikardi 19:13 ya. Bradikardi ini lawannya takikardi. 19:15 Jadi bradikardi ini adalah jantung 19:17 terlalu lambat yaitu di bawah 60 kali 19:20 per menit saat istirahat. Dan kemudian 19:22 ada juga fibrilasi atrium. Jadi ee detak 19:26 jantung itu tidak teratur. Jadi vibrasi 19:28 atrium itu maksudnya di jantung ini ya 19:31 kalau kita ngomong soal anatomi jantung 19:33 itu ada antrium, ada ventrikle. 19:36 ada serambi dan bilik istilahnya. Nah, 19:39 jadi atriumnya itu harusnya dia mompa 19:42 ini cuman bergetar doang istilahnya. 19:44 Jadi, itulah yang disebut dengan atrial 19:46 vibrillation atau vibrasi atrium. Nah, 19:49 sekarang yang ingin saya coba sampaikan 19:52 adalah ee di slide berikutnya aritmia 19:55 jantung. Nah, di sini juga saya sudah 19:57 saya sampaikan denyut jantung normal 19:59 berdasarkan usia. Nah, jadi misalnya 20:02 sebagai contoh ini memang berbeda-beda. 20:05 Sebagai contoh misalnya di bayi usia 1 20:07 sampai 12 bulan itu paling lambat 100 20:10 kali per menit, paling cepat 180 kali 20:13 per menit. Nah, beda dengan orang 20:15 dewasa. Orang dewasa itu di atas 17 20:17 tahun sampai ke usia lanjut usia seperti 20:20 itu. 20:21 Nah, lanjut usianya berapa? Ya, 20:22 tergantung negaranya. Kalau lanjut usia 20:24 biasanya di Indonesia 60 tahunan. Tapi 20:27 kalau di Jepang mungkin 70 tahun masih 20:30 dianggap belum lansia karena usia angka 20:32 harapan hidupnya ee tinggi. Nah, jadi 20:35 untuk orang dewasa itu 60 paling lambat 20:38 terus kemudian 100 paling cepat. Nah, 20:41 sekarang apakah kita bisa melihat bahwa 20:45 atau memprediksi bahwa jantung kita ini 20:47 ada di mana? Apakah di normal dannya 20:50 atau terlalu cepat atau terlalu lambat 20:52 seperti itu. Nah, 20:54 jadi saya ee ee tampilkan di slide 20:57 berikutnya adalah cara mengukur denyut 20:59 jantung atau detak jantung secara manual 21:02 seperti itu. 21:03 Secara manual. 21:04 Jadi, kita bisa pertama kita temukan 21:06 dulu nadi kita. Nadi kita tuh ada yang 21:08 paling besar di leher atau disebut 21:10 dengan aorta. Ee iya apa namanya? Ee iya 21:15 aorta. Kemudian ada juga di denyut nadi 21:19 yang ada di pergelangan tangan seperti 21:21 itu. Nah, jadi kita raba dulu. Paling 21:24 mudah kalau dari saya sih pergelangan 21:25 tangan. Pergelangan tangan itu di 21:28 bawahnya sedikit di bawah apa namanya? 21:30 Ibu jari. He. 21:31 Jadi ibu jari ditarik ke bawah terus 21:34 kita ra. Kita raba di situ sekitar situ 21:37 sampai kita temukan ada denyutan. Nah, 21:40 kalau sudah temukan denyutan sekarang 21:42 kita lihat jam. Jadi kita lihat ee 21:46 selama ee apa denyutnya itu sudah 21:48 ketemu, kita lihat dulu ee selama 15 21:52 detik berapa kali berdenyut nih, Kang? 21:54 He. 21:55 Berapa kali berdenyut? Jadi bisa kita 21:57 coba ee lihat jam apa ee jarum jam yang 22:00 detiknya 22:02 kita lakukan selama 15 detik saja. Nah, 22:03 selama 15 detik itu kita hitung berapa 22:06 kali dinyutan jantung itu terjadi. 22:08 Seperti itu. 22:09 Kalau makin cepat 22:11 ee kemudian hasilnya misalnya sebagai 22:13 contoh dalam 15 detik, 22:14 oh saya ee apa namanya? Denyut 22:17 jantungnya 22:18 ee 8 apa sori 40 kali. 22:21 Heeh. 22:21 40 kali misalnya dalam 15 detik 40 kali. 22:24 Kemudian kita kali 4 karena 15 detik itu 22:26 harus dikali 4 untuk menjadi 1 menit. 22:28 Oh. 22:28 Heeh. Jadi 40* di* 4 hasilnya 160. Kalau 22:33 hasilnya 160 dan itu dilakukan pada saat 22:35 saya istirahat, berarti saya termasuk ee 22:38 apa? Jantung saya sudah masuk ke dalam 22:39 kondisi takikardi. Berdetak terlalu 22:42 cepat. Dan berdetak terlalu cepat itu 22:44 termasuk aritmia jantung yang nanti akan 22:46 men-develop atau apa namanya? 22:48 menghasilkan ee nantinya kalau ditabung 22:51 istilahnya enggak enggak saya apa 22:53 tangani itu bisa berujung pada salah 22:55 satunya adalah stroke 22:56 seperti itu. Dan kemudian kembali lagi 22:59 kalau misalnya hasil denyut apa 23:01 pemeriksaan denyut jantung selama 15 23:02 detik itu hasilnya sekitar ee 10 kali 23:06 denyutan terus kemudian kita kali 4 23:08 karena kan 15 menit harus dikali 4 untuk 23:10 menjadi 1 menit. Jadi ee 10 * 4 hasilnya 23:13 40. Berarti di bawah 60 23:16 apa e denyutan per menit. Berarti kita 23:18 masuk ke dalam kondisi beradikardi atau 23:20 denjuk jantung yang terlalu lambat, 23:22 Kang. 23:22 Itu akan membawa 23:23 itu juga hasilnya sama dengan yang kaki 23:26 kardi tadi ya. salah satunya bisa 23:28 membawa sampai ke arah stroke. 23:30 Nah, tapi ada juga sekarang ee teknologi 23:32 ya yang sudah murah dan sangat 23:34 terjangkau itu namanya oximeter. Jadi 23:37 yang ditempel di jari untuk mengukur 23:39 kadar oksigen dalam darah ini biasanya 23:42 ee alat ini dulu seingat saya laku pada 23:44 saat covid. 23:46 Iya benar untuk apa melihat oksigen 23:48 oksigen darah. Tapi di situ juga selain 23:50 mengukur oksigen darah juga mengukur 23:52 denyut jantung. He. 23:53 Jadi kalau bagi pemirsa Rasil TV dan 23:55 pendengar Rasil yang masih memiliki 23:57 oximeter bisa tuh digunakan 23:59 untuk rutin atau apa namanya untuk 24:01 mengecek ini ya. 24:04 Sekarang 24:04 smartw juga ada. Iya, Kang. Benar. 24:06 Smartwch juga ada. Ee yang penting 24:10 istilahnya pada saat kalau smartwatch 24:11 itu jamnya itu menghadap nadi. 24:15 Menghadap ke nadi. Iya. Iya. Jadi kan 24:16 kalau jam kan pasti di punggung tangan 24:18 ya, Kang ya. Nah, ini kita hadapkan ke 24:20 nadi semu supaya sensitivitas si 24:23 smartphone-nya. Nah, kalau akurasi 24:25 sendiri, akurasi sebenarnya kita bisa 24:28 lihat di brosurnya jam tangan atau 24:30 smartw itu, Kang, sebenarnya. Jadi, 24:33 pasti akan ada apa namanya di situ 24:35 tertulis akurasinya berapa persen 24:37 seperti itu. Tapi paling tidak 24:39 kalau oksimeter itu sendiri akurasinya 24:40 gimana? Kalau akuasinya ee 80 ke atas 24:44 oksimeter. Iya. Tapi oksimeter yang 24:46 istilahnya yang benar yang 24:48 bukan KW ya kan karena juga ada yang KW 24:50 sebenarnya. 24:51 Nah, jadi itu akan kelihatan dari 24:53 sertifikat orisinalit orisinal dari apa 24:57 namanya vendornya atau produsennya 24:59 seperti itu. 25:01 Nah, jadi itu juga bisa dipakai, 25:02 smartwatch juga bisa dipakai. Nah, tapi 25:04 kalau untuk melihat akurasi sebenarnya 25:06 kita bisa melakukan sendiri kan. 25:08 Kita melakukan tes itu tiga kali. Jadi 25:10 jangan cuman sekali. Kalau tiga kali itu 25:12 angkanya enggak konsisten. 25:13 Nah, berarti akurasinya B dipertanyakan. 25:16 Pertama di apa? Pas pertama pakai kok 25:19 cuman 60. Pas apa namanya? Pemeriksaan 25:22 kedua 120, pemeriksaan ketiga jatuhnya 25:25 ke 40. Nah, itu enggak konsisten. 25:26 Standar 25:27 ee standar 25:29 jantung 25:30 ee denyut jantung tadi 25:32 ee kembali lagi yang di slide tadi tuh, 25:34 Kang, yang untuk orang dewasa itu 25:36 normalnya di di antara 60 sampai 100. 25:39 Oh, 25:39 heeh. Denyutnya per menit itu yang 25:41 dikatakan masih normal. Tapi harus 25:43 istirahat. Jangan juga kita ngecek apa 25:46 ee denyut denyut jantung habis nyangkul 25:49 di sawah istilahnya. Itu juga enggak 25:51 valid karena kan kita sudah apa ee 25:54 aktivitas berat ya. Jadi benar-benar 25:56 santai ya. mungkin setelah ee sebelum 25:58 tidur atau setelah bangun pagi. Nah, itu 26:00 adalah waktu-waktu yang santai dan cukup 26:02 akurat untuk mengukur ee tekanan darah e 26:05 bukan tekanan darah ee denyut jantung 26:07 kita seperti itu untuk melihat 26:09 kalau kalau saturasi oksigen itu berapa 26:12 persen di tubuh kita? 26:13 Kalau 26:14 yang idealnya 26:15 idealnya itu ada yang bilang 96% ada 26:18 yang bilang 98% Kang. 26:19 Oh. 26:20 Jadi kalau di bawah 96% itu berarti 26:22 oksigen dalam darah kita kurang. 26:24 Nah, kurangnya karena apa? Mungkin 26:26 karena ada kan di tenggorokan ini ada 26:30 apa ya penyaring oksigen ya, Kang ya. 26:32 Nah, pada saat COVID itu kan saluran 26:34 tenggorokan ini yangj sasaran apa 26:37 penyakit COVID itu tadi yang mungkin ada 26:40 apa namanya lendir yang terlalu banyak 26:42 sehingga oksigen yang terserap dalam 26:44 tubuh itu berkurang. Nah, oksigen kalau 26:47 pada saat oksigen itu berkurang dalam 26:49 tubuh itu sangat membahayakan otak 26:50 sebenarnya. Karena organ yang ee 26:53 demand-nya atau apa kebutuhan oksigennya 26:55 paling tinggi adalah otak. Jadi kalau 26:57 otak itu kurang oksigen bisa jadi 27:00 menevelop gerak apa ee gangguan 27:02 kesehatan lainnya. Jadi memang bahayanya 27:04 oksigen itu harus kita jaga jangan 27:07 sampai nge-drop di bawah 96 itu karena 27:09 itu kan. 27:10 Oke. 27:10 Heeh. Atau bisa juga kita mungkin kalau 27:13 di orang tuanya ya mungkin di rumah ada 27:16 orang tua yang sudah punya alat apa 27:18 tensimeter elektrik ya istilahnya yang 27:20 tinggal dipasang di apa namanya di atas 27:23 siku itu juga bisa dipakai karena di 27:25 situ selain tekanan darah ada juga 27:27 denyut jantung dan apa namanya ee vital 27:30 sign dari kondisi jantung yang bisa kita 27:32 lihat di situ. Jadi bisa manual, bisa 27:36 jadi jangan khawatir kalau enggak belum 27:37 punya alat alat dua alat ini di rumah 27:39 enggak punya tensimeter dan belum punya 27:42 oksimeter. Kita bisa pakai e apa namanya 27:45 menggunakan teknik manual seperti itu. 27:48 Nah, ini yang bisa kita lakukan 27:50 sebenarnya untuk men-screening apakah 27:52 kita sudah apa memiliki gejala gangguan 27:55 jantung yang berupa aritmia tadi. 27:57 Seperti itu. 27:59 Mungkin bisa saya lanjutkan lagi nih, 28:01 Kang ya. Jadi hubungannya nih 28:02 hubungannya dengan antara aritmia 28:05 jantung atau gangguan dan gejala 28:07 gangguan jantung itu terhadap potensi 28:08 stroke. Nah, jadi ada ee sekitar lima 28:14 lima tahap nih, Kang. Jadi, pertama 28:17 jantung itu kan apa namanya? Degupannya 28:19 mulai mulai apa? Mulai tidak normal. 28:23 Pada saat itu terjadilah gangguan aliran 28:25 darah. Jadi aritmia seperti fibrilasi 28:27 atrium, kemudian tadi takikardi 28:29 beradikardi itu membuat jantung berdetak 28:32 tidak teratur, terutama di bagian atas 28:34 ya di bagian atriumnya dan ini 28:36 mengganggu kemampuan jantung untuk 28:38 memompa darah secara efisien. Nah, 28:41 kemudian dua ee di langkah kedua karena 28:45 sudah ada apa namanya gangguan ee ritme 28:47 jantung ini itu membuat di dalam 28:50 jantungnya sendiri mulai ada gumpalan 28:52 darah, Kang. 28:53 Hm. seperti itu. Jadi kalau misalnya 28:55 sebagai contoh ee kita mau ngosongin ee 28:59 tangki bensin. 29:00 Iya. 29:01 Tapi apa sedotannya atau selangnya itu 29:03 ada bocor dikitlah istilahnya atau 29:05 mungkin selangnya enggak bisa nyedot 29:07 banyak sehingga masih ada genangan di 29:09 dalam tangki bensinnya. Nah, itu analogi 29:11 dari ee genangan dalam jantung darah. 29:14 Darah itu tetap harus bergerak, Kang. 29:17 Begitu darah itu tidak bergerak, dia 29:19 akan menggumpal. 29:20 Allah. 29:21 Heeh. [berdehem] Nah, sebagai contoh 29:22 misalnya kalau kita luka darahnya netes, 29:24 enggak lama dia menggumpal karena dia 29:26 tidak bergerak seperti itu. Nah, itu 29:28 yang akan terjadi di dalam jantung kalau 29:30 jantung itu kehilangan kemampuan untuk 29:32 mengisi dan mengosongkan tadi yang ada 29:35 apa namanya? Degupan mengisi dan degupan 29:37 untuk mengosongkan atau 29:38 mendistribusikan. 29:39 Gumpalan darah itu terjadi karena apa, 29:40 Kang Haris? 29:41 Iya, karena ada sisa darah yang tidak 29:44 terdistribusi di dalam jantung. 29:46 He. 29:46 Nah, karena apa? Karena degubannya tidak 29:49 tidak normal. He. 29:50 Jadi, deguban mengisi dan deguban untuk 29:52 mendistribusikan atau mengosongkan 29:53 jantung itu harus sama-sama kuat atau 29:56 jadi ada penyumbatan di jantung begitu. 29:58 Nah, penyembatannya terjadi berikutnya. 30:00 Oh, penyembatan terjadi. 30:00 Jadi, pada saat kita jantung kita 30:02 terlalu berdetak terlalu cepat terus 30:04 kemudian apa ataupun juga berdetak 30:06 terlalu lambat 30:07 itu 30:08 proses distribusi dan mengosongkan 30:10 jantung jadi terganggu sehingga ada sisa 30:13 darah yang tersisa di dalam atrium 30:15 jantung. Nah, sisa sisa darah yang tidak 30:17 keluar dari jantung ini akan menggumpal 30:20 dan kemudian di dekupan 30:21 berikut-berikutnya kemungkinan gumpalan 30:23 darah ini baru keluar dari jantung. 30:26 Nah, sumbatan itu bisa ee menyumbat ke 30:29 dua tempat. Jadi, menyumbat di 30:31 jantungnya sendiri sebenarnya banyak ee 30:34 apa namanya? Banyak tempat yang bisa 30:36 terjadi penyumbatan karena adanya tadi 30:38 gumpalan darah yang disebabkan karena 30:40 jantung kita berdekup terlalu kencang 30:41 atau terlalu lambat. He. 30:43 Pertama bisa di apa menjadi sumbatan di 30:46 jantungnya sendiri atau sumbatan terjadi 30:49 di paru-paru 30:50 sehingga terjadi apa namanya? gangguan 30:52 paru atau tersumbatnya di 30:55 pembuluh darah yang menuju ke otak. Nah, 30:57 terjadilah yang namanya stroke tadi. 30:59 Jadi ee di slide berikutnya ini baru mau 31:02 saya jelaskan sebenarnya nih, Kang. I. 31:04 Jadi ee apa proses gumpalan darah atau 31:07 embolisasi ya itu terbentuk di dalam 31:09 jantungnya karena ada apa sekian 31:12 mililiter darah yang tidak keluar dari 31:14 jantung seperti itu dan itu apa membuat 31:17 gumpalan. Nah, gumpalan itu nanti akan 31:19 terlepas dan terbawa oleh aliran darah 31:21 berikutnya. 31:22 He. 31:22 Dan kalau nyumbat di otak jadi stroke. 31:25 Kalau nyumbat di jantung jadi jantung 31:28 coroner. Jant. Kalau nyumbat di paru 31:30 jadi penyakit paru 31:32 dan kalau nyumbatnya ke arteri atau ke 31:35 pembuluh darahnya menuju ke mohon maaf 31:37 ke apa namanya ke arah ee penis ataupun 31:40 kemaluan pria jadinya impotensi. 31:43 Hm. 31:44 Karena untuk menjadi ereksi itu kan 31:46 butuh pembuluh darah yang bagus tapi 31:48 kalau dia tersumbat akhirnya jadi 31:49 e salah [berdehem] satu ee faktor 31:51 impotensi seperti itu. 31:52 Ini biar darah tidak ee tersumbat. 31:56 Heeh. 31:56 Ini 31:57 tidak menggumpal maksudnya menggumpal. 31:58 Heeh. 31:59 yang kemudian jadi tersumbat ini harus 32:02 dilakukan apa, Kang Haris? 32:03 Nah, itu tadi kita melakukan ee jadi 32:06 kita sudah tahu kan bahwa ee proses 32:09 penggumpalan darah salah satunya terjadi 32:11 karena adanya degupan jantung terlalu 32:12 kencang dan terlalu lambat. Jadi kita 32:14 harus cek ee rutin ngecek apa namanya 32:17 denyut jantung kita tiap mungkin ya 32:19 enggak usah tiap hari, mungkin tiap tig 32:20 tiga hari 32:21 atau pakai aksimeter dari tadi. 32:23 Iya. Atau pakai oksimeter juga bisa. 32:25 Heeh. 32:25 Nah, jadi pada saat seandainya oke pada 32:27 saat oh saya habis pulang apa namanya ee 32:31 dinas luar kota kayaknya capek ya. 32:32 He. 32:33 Terus kemudian ngecek misalnya oh di 32:35 situ ternyata jantung saya melambat. 32:37 Nah pada saat saya jantung saya melambat 32:39 nah barulah kita melakukan langkah 32:41 apa namanya pencegahan seperti itu. 32:44 Jadi pun tapi ini juga ada satu tips, 32:46 Kang. Jadi untuk mengecek ee gang apa ee 32:50 tadi denjut jantungnya terlalu cepat 32:52 atau terlalu lambat itu juga tidak bisa 32:55 kita lakukan. Nah, dalam sehari. 32:57 Heeh. 32:57 Jadi kalau bisa sehari ini oke mungkin 32:59 oh hari ini saya ngecek jantung saya kok 33:01 degupannya lebih lemah daripada angka 60 33:04 sampai 100 tadi. 33:05 Nah itu lakukan lagi besok. 33:07 Heeh. 33:07 Dan lakukan lagi selama 3 hari 33:08 berturut-turut. Tapi kalau 3 hari 33:10 berturut-turut itu katakanlah di hari 33:12 kedua normal, hari ketiga normal. 33:14 berarti mungkin hanaktelahan 33:16 dan sebagainya. Tapi kalau gejala itu 33:18 ada di tiap apa tiap hari di hari 33:20 berturut-turut, nah mungkin kita harus 33:23 ee apa cek ke fasilitas kesehatan yang 33:26 terdekat 33:27 untuk bisa diberikan apa langkah 33:29 pencegahan. 33:30 He 33:30 mungkin biasanya dalam bentuk 33:31 obat-obatan tapi sebenarnya bisa juga 33:33 kita lakukan sendiri. Nanti kita akan 33:35 bahas di slide berikutnya nih, Kang. 33:37 Kalau seandainya terjadi apa namanya ee 33:40 kondisi dunjung yang terlalu cepat dan 33:42 terlalu ee apa ee lambat itu tadi. Jadi 33:46 intinya itu, Kang. Jadi untuk mencegah 33:49 gumpalan darah itu terjadi, kita harus 33:51 tahu bahwa jantung saya ini berdegup 33:54 terlalu apa terlalu kencang atau terlalu 33:57 lambat seperti itu. Nah, ini saya 34:00 membahas berikutnya adalah ee jika 34:03 terjadi apa ee jika terjadi sumber ee 34:07 gumpalan gumpalan darah itu ee keluar 34:10 dari jantung dan menyumbat ke kepala apa 34:13 pembuluh darah kepala terjadilah namanya 34:14 iskemic stroke atau 34:16 stroke yang disabarkan karena sumbatan 34:18 pada pembuluh darah yang menuju ke arah 34:20 otak seperti ini. Jadi bentuknya seperti 34:22 ini. pembodaran normal itu kosong. Dan 34:25 kemudian di situ ada apa ya apa ee 34:28 grafik ilustrasi ada gumpalan darah 34:30 warna merah yang menyumbat. Nah, pada 34:33 saat pembuluh darahnya kesumbat oleh 34:34 gumpalan darah, oksigen yang dibawa oleh 34:37 darah ke dalam kepala itu terhambat dan 34:40 akhirnya menyebabkan ee sel-sel otak itu 34:44 banyak yang mati seperti itu. Nah, 34:47 sekarang berikutnya adalah kalau terjadi 34:50 stroke deh istilahnya apa yang harus 34:52 kita lakukan? Nah, untuk misalnya 34:54 terjadi gejala stroke itu kita cek lagi 34:57 apa gejalanya ee dengan metode F atau 35:01 Fest. 35:02 Heeh. 35:03 Fest itu dalam bahasa Inggris kan 35:04 berarti cepat ya. 35:05 Nah, F-nya itu adalah 35:07 pada saat ee mulai atau ee mulai terjadi 35:11 serangan stroke itu kita cek dulu 35:13 wajahnya simetris atau tidak. Karena 35:16 biasanya kalau ee orang yang sudah 35:18 mengalami gejala untuk serangan stroke 35:21 itu senyumnya enggak simetris kan. 35:22 Iya. Iya. Yang satu senyum, satu kagak. 35:24 Yang satu senyum atau mungkin mukanya 35:26 ketarik ke arah yang sehat seperti itu. 35:29 Terus kemudian kalau ee kalau sudah 35:31 mulai pusing biasanya sih yang paling 35:33 paling kerasa itu pusing mendadak. 35:35 Hmm. 35:36 Tiba-tiba enggak ngapa-apa, tiba-tiba 35:37 kok pusing mendadak. 35:38 Nah, kita cek nih fat-nya eh fas 35:41 biasanya. Jadi cecek dari muka kemudian 35:44 ee minta si ee si pasien ya atau si 35:48 orang tadi yang mengalami pusing 35:49 mendadak untuk ngangkat tangan 35:51 dua-duanya. He. 35:52 Jadi kalau ngangkat tangan satunya 35:55 apa? Satunya ketinggalan istilahnya. 35:58 Nah, itu bisa jadi sudah mulai akan 36:00 terjadi keserangan stroke yang ee cepat. 36:03 Jadi sering-sering mengangkat tangan 36:04 seperti ini. Kalau kalau masih simetris 36:07 ya alhamdulillah insyaallah aman. Tapi 36:09 kalau udah mulai yang satunya kok lemah 36:11 ya. ya. Nah, itu sudah mulai ee ada 36:14 gejala akan terjadi 36:16 serangan stroke. Terus kemudian speech. 36:19 Jadi, pada saat orang itu mengalami 36:21 pusing yang sangat hebat ee coba kita 36:23 ajak untuk ngomong. Kok ngomongnya udah 36:27 e betul betul. Nah, itu udah deh. Itu 36:32 harus kita sudah harus mulai berpacu 36:33 dengan waktu untuk kita bawa beliau ke 36:36 rumah sakit. Karena apa? 36:38 Di slide berikutnya itu ada yang namanya 36:41 golden timing atau golden period dalam 36:43 penanganan stroke. Jadi em stroke itu 36:47 pada saat terjadi itu kan menyerang otak 36:50 ya dan kemudian itu akan menyebabkan 36:52 sel-sel otak mati. Nah, sel-sel otak 36:54 kalau sel otak mati itu hampir bisa kita 36:58 pastikan sel itu tidak akan bisa tumbuh 36:59 kembali kan. Beda dengan sel tulang, 37:03 beda dengan sel otot atau sel kulit. 37:05 Kalau kulit ada luka itu bisa sembuh, 37:09 bisa bisa ada apa namanya? Bisa kembali 37:11 lagi seperti semula bisa seperti itu. 37:12 Tapi kalau otak enggak bisa. Otak pasti 37:14 akan mati. Jadi kalau saya analogi kan 37:17 serangan stroke ini seperti kebakaran, 37:18 Kang. 37:19 Hm. 37:19 Kalau kebakaran itu cepat kita padamkan, 37:21 kemungkinan kerusakan pada rumah itu 37:24 akan minimal. Tapi kalau kebakarannya 37:26 kita biarin, bisa jadi satu rumah akan 37:28 ludes seperti itu. Jadi ini yang kita 37:31 yang berpacu dengan waktu. Jadi kalau 37:33 ada gejala-gejala tadi ya, FAS tadi 37:35 face-nya apa? Enggak simetris, mukanya 37:37 enggak simetris, kemudian arm-nya atau 37:39 lengannya diangkat juga ketinggiannya 37:42 tidak simetris, kemudian juga apa 37:44 speech-nya atau ngomongnya juga udah 37:46 mulai pelow dan tidak dipahami, 37:49 mendingan langsung dibawa ke rumah sakit 37:50 karena kita hanya punya waktu sekitar 37:52 maksimal ee 6 jam. 37:55 6 jam? 37:56 Iya, 6 jam. Jadi, 37:57 golden time-nya 6 jam. 37:58 6 jam. Kalau di atas 6 jam, stroke itu 38:00 sudah terjadi dibiarkan 6 jam. bisa 38:02 dipastikan ee kalau ini saya bukan 38:06 mendahului apa takdir Allah ya, Kang ya. 38:09 Kalau di atas 6 jam dibiarkan itu antara 38:13 meninggal 38:14 Heeh. 38:14 atau kalaupun ee pasien survive dia akan 38:18 cacat. 38:19 He. 38:19 Nah, cacat itu misalnya kayak tangannya 38:20 begini 38:21 terus kemudian apa ee ngelangkahnya 38:23 kagak bisa balik. 38:24 Eh, yang itu enggak bisa balik kan 38:26 karena apa tadi? sel otak yang mati 38:28 karena suplai dari oksigen itu berkurang 38:30 karena ada sumbatan sel otak mati dan 38:32 sel otak itu tidak akan bisa hidup 38:34 kembali. 38:34 Kalau stroke sendiri ada tingkatannya 38:36 enggak, Dok? 38:37 Kalau stroke yang ringan ini masuk 38:40 kategori ringan, kategori sedang, 38:42 kategori berat, ada enggak? 38:43 Emm sebenarnya 38:45 atau semuanya sama? 38:46 Kalau saya jadi ada dualisme juga, Kang, 38:49 tentang pemahaman itu. 38:50 Ada beberapa dokter yang bilang bahwa 38:53 stroke itu mau nyumbat, mau pecah 38:54 pembuluh darah sama-sama bahaya. Heeh. 38:57 Nah, tapi secara teori ee ada yang 39:00 disebut dengan transi iskemic attack. 39:02 Jadi, hanya serangan stroke yang 39:03 sifatnya sementara. Jadi, maksudnya itu 39:06 kesumbat sebentar terus sumbatannya 39:08 hilang. Nah, sehingga gejalanya sama 39:10 kayak serangan stroke tapi tiba-tiba 39:12 bisa normal istilahnya bisa kembali 39:14 ngomong ya. Nah, mungkin itu yang 39:16 disebut dengan ee stroke ringan. Tapi 39:20 ada juga dokter ee neuro yang saklek 39:23 istilahnya bahwa mau stroke itu enggak 39:25 ada yang ringan, enggak ada yang 39:27 berat istilahnya sama-sama berat dan 39:28 sama-sama berbahaya semua. Jadi ee 39:31 mungkin saya lebih setuju ke stroke itu 39:34 berbahaya istilahnya seperti itu, Kang. 39:36 Jadi ee tidak ada yang ringan atau tidak 39:38 ada gejalanya stroke itu langsung 39:40 kejadian. Tadi yang saya sampaikan yang 39:42 FAS tadi itu begitu itu tiga tiga tanda 39:45 itu terjadi itu sudah terjadi stroke 39:47 sebenarnya. 39:47 Heeh. Jadi tidak ada apa prediksi bahwa 39:50 oh stroknya nih seminggu lagi nih 39:52 istilahnya atau ini kayaknya strok-nya 39:55 sebulan lagi itu enggak ada. Jadi gejala 39:57 dari FAS tadi itu adalah sudah terjadi 40:00 sebenarnya. Nah cuman yang ingin saya 40:01 sampaikan adalah kalau ada tiga gejala 40:03 tadi sudah terjadi segeralah dibawa ke 40:05 rumah sakit. Nah, kadang-kadang budaya 40:07 kita nih, Kang-nunda. 40:10 Bapaknya kena stroke nih, 40:12 tapi nunggu nanti dulu deh ke rumah 40:14 sakitnya. Nunggu anaknya yang kerja di 40:17 Jawa, kerja di Sumatera nyampai ke 40:20 rumahnya beliau. He 40:21 itu sudah terlambat istilahnya. Jadi 40:23 kalau bisa jangan menunggu apa-apa yang 40:25 penting sudah ada fasilitas ambulans dan 40:27 bisa ini langsung dibawa ke rumah sakit. 40:29 Tapi enggak harus pakai ambulans juga 40:30 kan? 40:31 Enggak pakai ambulan ya. Bisa bisa pakai 40:32 mobil pribadi atau kendaraan pribadi 40:34 juga bisa seperti 40:34 motor boleh. 40:36 Agak resiko sih, Kak. 40:37 Agak risiko. Jadi mungkin bisa pakai 40:39 kendaraan yang lebih besar. 40:41 Jadi itu karena ee kita berpacu dengan 40:44 waktu tadi kan 6 jam tadi. 40:46 Jadi selama dalam waktu 6 jam itu harus 40:49 tertangani. 40:50 Jadi tidak apa jangan hanya 6 jam itu 40:53 baru nyampai ke ke rumah sakit juga 40:54 sudah terlambat. 40:55 Jadi sudah tertangani dalam waktu 6 jam 40:58 di ee terhitung dari kejadian stroknya 41:01 itu terjadi seperti itu. 41:02 Itu golden time-nya ya? 41:03 Iya, golden time-nya. Jadi kembali lagi, 41:05 Kang istilahnya kalau kayak kebakaran 41:07 nih apinya di menit pertama sama api di 41:11 menit ke jam keenam kan lebih besar ya 6 41:14 jam dibiarkan kebakaran ya udah ledes 41:16 tuh rumah istilahnya. Nah, k apa e 41:19 analoginya seperti itu. Jadi semakin ee 41:22 serangan stroke itu dibiarkan lama, 41:23 tidak ditangani, 41:25 apa resiko kematian akan meningkat dan 41:28 kalaupun seandainya dia survive si 41:30 pasien ini, kecacatan di masa depan juga 41:32 lebih besar potensinya seperti itu. Nah, 41:35 jadi ee yang ingin juga saya ingin saya 41:37 sampaikan kalau kita sudah tadi sudah 41:40 tahu bahwa oh ternyata jantung saya ini 41:42 lemah 41:43 atau oh ternyata jantung saya ini, saya 41:46 baru nyadar bahwa jantung saya ini 41:47 berdegup terlalu kencang. He. 41:48 Nah, mungkin mulai dari sekarang ada 41:50 baiknya untuk punya kenalan dokter 41:52 saraf, Kang. 41:53 Heeh. 41:54 Dan jangan jangan apa? Jangan segan. 41:56 Jangan jangan apa? Kadang-kadang kan 41:57 orang Indonesia nih segan satu. Yang 41:59 kedua adalah agak gengsi. 42:01 Iya. bahwa oh saya punya gejala stroke 42:04 nih berarti saya sudah mulai tua atau 42:05 bagaimana sehingga gengsilah istilahnya. 42:07 Tapi jangan jangan diutama mohon jangan 42:10 diutamakan karena keselamatan dan apa 42:12 namanya nyawa itu lebih penting 42:14 sebenarnya daripada gengsi. Jadi sudah 42:16 mungkin sudah harus punya kenalan karena 42:20 apa? Kadang-kadang juga ee apa namanya 42:23 kita perlu pendampingan dokter spesialis 42:25 tadi pada saat kita membawa mungkin 42:28 anggota keluarga yang mengalami stroke 42:30 tadi. 42:30 Baik Kang Haris, kita jeda sejenak Kang 42:32 Aris ya. 42:32 Oh iya siap. Sudah tak terasa sudah 1 42:35 jam kita mendengarkan tausiah dan 42:38 pemaparan 42:40 yang disampaikan oleh Haris Tabrianto. 42:42 Kami akan kembali setelah jeda berikut 42:43 ini. 42:52 [musik] 42:52 Hasil TV 43:01 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu 43:03 yang dipancarlaskan dari Jalan Masjid 43:06 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 43:10 Bekasi. 43:11 Ikhwan dan akhwat, terima kasih Anda 43:13 masih bersama kami dalam program 43:16 kesehatan islami dengan tema hubungan 43:19 kejadian serangan stroke dengan gejala 43:21 dan gangguan jantung. Ada Ibu Mariah 43:25 yang memberikan komentar, "Kang Aris, 43:27 ini Ibu lagi merasakan He 43:30 itu yang Kang Aris sampaikan. 43:33 Lemas badan semuanya, kaki dua-duanya 43:36 itu minum apa? Umur ibu 50 tahun." 43:40 Oke, mungkin bisa langsung dijawab ya, 43:42 Kang ya. 43:42 Langsung aja 43:43 I terima kasih pertanyaan Ibu [berdehem] 43:45 Mariati ya. 43:46 Ee 43:46 Ibu Maria aja. 43:47 Oh, Maria saya mohon maaf jadi enggak 43:50 ganti-ganti nama orang nih, Kang. Jadi 43:52 ee nah ini juga harus sebenarnya harus 43:54 kita kaji ya untuk misalnya terjadi 43:55 kelemahan pada anggota gerak kan anggota 43:58 gerak itu ada anggota gerak atas yaitu 44:00 di lengan sampai ke tangan dan anggota 44:02 gerak bawah 44:03 dari apa ee tungkai atas sampai ke kaki 44:06 seperti itu. Nah, intinya Ibu kalau 44:09 untuk kelemahan sebenarnya tidak tidak 44:11 apa ya tidak serta-merta 44:14 karena stroke saja tapi bisa juga karena 44:17 adanya kondisi lain. Nah, mungkin 44:19 kelemahan pada anggota gerak bawah ee 44:22 itu bisa jadi ada gangguan juga di 44:24 tulang belakang. Nah, sebagai contoh 44:27 misalnya ee gangguan tulang belakang itu 44:30 mungkin pernah terjatuh, terjatuhnya 44:32 cukup parah mungkin atau juga pernah 44:34 mengalami ketabrakan atau kecelakaan 44:36 yang menyebabkan adanya apa namanya ee 44:38 cedera pada tulang belakang dan akhirnya 44:40 ada kelemahan di situ. Nah, tapi ini 44:43 yang menarik lagi nih, Kang, adalah dari 44:45 segi usia nih, Kang. Heeh. 44:47 Nah, usia ibu kan ee sudah 50 lebih ya. 44:50 Heeh. 44:50 Nah, di usia [mendengus] yang ee apa 44:53 namanya? Cukup senior ini bisa juga 44:55 terjadi namanya sarkopenia. Ee bukan 44:57 sarkopenia, atropi otot. Atropi otot itu 45:00 adalah otot yang mengecil. Nah, otot 45:02 yang mengecil ini juga akan ke depannya 45:04 akan mengalami akan membuat kondisi 45:06 lemah. Nah, seakan-akan lemah itu wah 45:09 ini tapi inti kembali lagi, Bu. Jadi, 45:11 kondisi lemah pada anggota gerak badan 45:13 ee anggota gerak tubuh itu ee tidak 45:16 serta-merta karena stroke. Jadi, bisa 45:18 juga banyak penyebabnya seperti itu. 45:21 Nah, jadi ee jika Ibu ee ada kelemahan 45:24 tadi mungkin bisa dicek dulu ya tadi ee 45:28 jantungnya dulu atau apa namanya ee 45:31 denjut jantungnya. Kalau dalam semenit 45:33 lebih dari 100 berarti denjut jantungnya 45:35 terlalu kencang. Kalau dalam semenit 45:37 kurang dari 60 berarti jantungnya 45:39 terlalu ee lemah seperti itu. Nah, kalau 45:42 seandainya ada kelemahan anggota 45:45 [mendengus] gerak tubuh yang Ibu alami 45:47 kemudian ee cek di jantung juga apa ee 45:51 ada kondisi terlalu kencang atau terlalu 45:54 lemah denyutannya, nah itu bisa jadi 45:57 mulai ada ee apa gejala kelemahan bisa 46:00 bisa kita secara apa namanya secara 46:04 asumsi itu mungkin ada hubungannya 46:06 dengan gangguan atau potensi gejala 46:07 stroke. Tapi kembali lagi, Bu, stroke 46:10 itu sebenarnya gejalanya itu ee 46:14 antara kejadian dengan gejala itu 46:16 sangat-sangat apa namanya? Sangat-sangat 46:19 singkat seperti itu. Jadi kalau misalnya 46:21 Ibu ee mengalami kelemahan apa? 46:24 kelemahan pada gerakan tapi ibu tidak 46:27 pingsan dan sebagainya dan itu sudah 46:29 terjadi sekian tahun bisa jadi 46:31 kelemahannya bukan karena ee apa namanya 46:34 ee gejala yang ke arah stroke. Bisa jadi 46:37 mungkin itu tadi mungkin gangguan saraf 46:39 bisa juga kemudian juga apa pernah 46:42 terjadi kondisi apa cedera pada tulang 46:44 belakang bisa bisa jadi dan kalau dengan 46:47 dengan usia e seiring dengan bertambah 46:50 dengan ber ininya apa usia ya dengan 46:53 seiring dengan bertambahnya angka usia 46:56 apa umur kita terjadi namanya atropi 46:59 atau pengecilan ee massa otot 47:01 berkurangnya massa otot itu juga bisa 47:03 menjadi penyebab dari lemahnya otot 47:05 tadi. Jadi mungkin bisa Ibu dikaji lagi, 47:08 tapi intinya ee jangan jangan menganggap 47:10 bahwa semua kelemahan tubuh itu karena 47:12 mau stroke lah istilahnya sih. Jadi jang 47:14 jangan khawatir itu tetap harus kita 47:15 kaji lagi. Jadi mudah dan apa yang harus 47:18 diminum. 47:20 Ee 47:22 untuk saat ini saya harus ee mendapat 47:24 informasi lebih lanjut lagi ya, Kang ya. 47:25 Karena apakah kelemahan itu karena apa 47:27 gangguan saraf atau mungkin juga karena 47:29 ada apa pengecilan otot 47:32 atau memang memang ada hubungannya 47:33 dengan apa namanya ee gejala ee ke arah 47:37 stroke dan sebagainya itu harus kita 47:38 kaji lagi. 47:39 Jadi tapi intinya itu kembali lagi Bu. 47:41 Jadi mudah-mudahan bisa menjawab ini, 47:43 Kang. 47:43 Baik. Apa yang harus diminum adalah 47:45 minum air putih 47:46 yang banyak. 47:47 Ee iya minum air putih air air bening 47:51 ya, Kang ya? kuning. [tertawa] 47:54 Jadi ee Mas bercanda. [berdehem] Jadi ee 47:57 jadi air biasa itu juga ee ada harus ada 48:00 timingnya sebenarnya sih, Kang. Kalau 48:02 bisa justru jangan jangan sebelum tidur 48:04 jangan terlalu banyak minum air minum 48:06 air karena akan memberatkan kinerja 48:09 ginjal yang harusnya kita sudah 48:10 istirahat. Jadi 48:11 kalau boleh Bu ee apa saran minum air ee 48:15 air tadi ya air bening tadi ee segelas 48:19 aja segelas. Segelas apa? ukuran gelas 48:21 air mineral itu per jamnya satu 48:24 minimal atau bisa bikin du lah seperti 48:26 itu. Itu yang takaran yang sehat. 48:28 Kalau minum kopi gimana, Dok? Eh, Kang 48:30 Haris, minum kopi ee banyak orang suka 48:33 minum kopi saset yang itu kan gulanya 48:36 sudah pakai pemanis, 48:37 sudah ada gula di dalamnya ya. Ketimbang 48:40 orang minum kopi pahit tanpa gula. 48:43 Baik. Nah, ini apakah bisa 48:46 ee terkena serangan jantung atau 48:48 serangan stroke atau orang yang suka 48:50 minum kopi saset. 48:52 Heeh. 48:53 Itu itu ee kopi susu ya 48:56 resikonya lebih besar atau bagaimana? 48:57 Begitu 48:58 ya. Ini sebenarnya pertanyaannya ee saya 49:01 harus bijaksana dalam menjawab karena 49:03 nanti kalau saya mendiskreditkan kopi 49:05 saset nanti saya kena somasi. Nah, jadi 49:08 sebenarnya saya kita enggak ini kopi 49:10 setnya sih Kangilih kepada ee kandungan 49:12 gulanya sebenarnya ya. 49:14 Oh, kandungan gula. 49:14 Iya, kandungan gula. Walaupun kita 49:16 kopinya kita apa giling sendiri tapi 49:19 kalau gulanya banyak dan berlebihan itu 49:22 juga kurang. Jadi intinya kalau misalnya 49:25 saya ditanyakan ee apakah mana yang 49:27 lebih beresiko, apakah kopi plus gula 49:30 atau kopi pahit biasa seperti itu. 49:33 Dua-duanya sebenarnya punya resiko, 49:34 Bang. 49:35 Nah, tapi untuk yang paling sehat 49:37 sebenarnya ya memang kopi 49:39 tanpa gula atau kopi pahit seperti itu. 49:42 Tapi kopi pahit yang terlalu kental 49:44 kafeinnya juga tinggi. 49:45 Oh. 49:46 Nah, kafein tinggi ini kafein ini 49:48 menyebabkan kita ee kinerja organ dalam 49:51 tubuh itu meningkat. Jadi, sebagai 49:53 contoh itulah mengapa orang minum kopi 49:55 itu untuk mencegah kantuk. 49:57 Heeh. 49:57 Karena pada saat ee minum kopi kerasanya 49:59 segar. He. 50:00 Padahal bukan bukan kopi yang 50:01 menyebabkan segar, tapi kafeinnya 50:02 menyebabkan anggot apa e organ tubuh 50:05 dalam itu bekerja lebih cepat 50:06 jantungnya ya. 50:07 Ya. Jadi kalau kafein masuk ke dalam 50:09 jantung, jantungnya berdukup lebih 50:10 kencang. 50:11 Nah, tapi bahayanya kalau misalnya kita 50:13 sudah oh secara ngecek tadi ya, nadi 50:16 tadi sudah terlalu kencang, 50:17 dikasih kopi yang kentel 50:19 makin kencang itu ada resiko henti 50:21 jantung. 50:22 Oh. Jadi ibaratkan kalau kayak motor 50:24 digeber 50:27 panas dibiar mati apa pasti akan mati di 50:30 tempat tuh motornya. Nah, seperti itu 50:32 jantung. Jadi kalau digeber terus 50:34 ee aduh ada kerjaan ee melupakan 50:37 istirahat atau bahkan kita misalnya kita 50:39 tahu bahwa kita punya denjut jantung 50:41 yang relatif lebih tinggi kasih kafein 50:43 kopi walaupun pahit ya tadi Kang pahit 50:45 tapi kentel kafein tinggi. Nah, itu juga 50:48 berisiko sebenarnya. He. 50:49 Jadi kalau bisa ee 50:51 sedang-sedang saja. 50:52 Iya, benar. Yang sedang-sedang. Kalau 50:53 untuk yang sedang-sedang saja itu adalah 50:56 harus ada takaran lagi mungkin dari ee 50:57 nutrisionis ya, 50:59 takaran kafein atau takaran kopi pahit 51:02 itu berapa sendok teh misalnya 51:05 maksimalnya untuk usia itu memang ada 51:06 takarannya. 51:07 Tapi intinya kembali lagi 51:09 ee kopi ee pahit sama kopi plus gula 51:13 dua-duanya ada risiko sebenarnya. 51:15 tergantung dari si karakteristik dari 51:18 penikmatnya atau yang meminumnya. 51:19 H 51:20 gitu. Tapi insyaallah aman kalau kopi 51:23 tanpa gula dan tidak terlalu kental dan 51:26 diminum itu pada saat tidak lelah. 51:29 Iya. Iya. 51:30 Atau istilnya kalau misalnya diminumnya 51:32 janganjangan sampai diminumnya pada saat 51:33 mendekati tidur misalnya. 51:35 Airnya enggak bisa tidur, kurang tidur, 51:37 tekanan darahnya meningkat. Nah, itu 51:39 malah apa ee men-develop 51:42 ee potensi penyakit yang baru. 51:44 Dengerin tuh ya. [tertawa] 51:46 Dari tadi nyeruput kopi aja. 51:48 Jadi kalau saya boleh me ngutip salah 51:51 satu ee ee dokter kondang di Indonesia 51:56 namanya Dr. Zaidul Akbar. Beliau 51:58 Dr. Zaidul Akbar itu bilangnya bahwa 52:01 obatnya ngantuk bukan kopi. Obatnya 52:02 ngantuk ya tidur. 52:03 Betul 52:04 ya. N. Jadi kalau ngantuk di siang hari 52:07 ee kalau bisa ee memang kalau ee 52:09 pekerjaannya lagi agak lenggang 52:12 dibawalah tidur paling 10 atau 15 menit 52:15 cukup seperti itu atau power sleeping 52:17 namanya. 52:18 Nah, jadi jangan dipaksakan wah harus 52:20 minum kopi nih biar ini. Karena kalau 52:22 kebiasaan itu ditingkatkan 52:25 kembali lagi Kang kafe ini itu kan 52:26 menyebabkan 52:27 ee organ tubuh itu meningkat kinerjanya 52:30 meningkat secara signifikan. 52:32 Efek sampingnya adalah stres. 52:33 Hmm. He 52:34 stres karena ya kalau kita dipecut 52:36 istilahnya kerja terus lama-lama stres 52:39 kan pasti sering stres ya. Iya sering 52:41 stres. Jadi kalau bisa itulah 52:43 diimbangilah ininya antara istirahat 52:45 dengan kafein dari kopi tadi Kang. Iya. 52:48 Tapi kalau orang bawanya ngantuk aja 52:50 walaupun dia sudah minum kopi tetap 52:52 ngantuk itu kenapa? 52:54 Ah ini kajian yang menarik juga kan. 52:55 Nanti mungkin kita coba saya kita bikin 52:58 kajian lagi ya. Tapi yang saya tahu 52:59 adalah itu sebenarnya ada ada gangguan 53:02 juga itu 53:03 kelebihan gula. Eh, bukan. 53:04 Oh, bukan. 53:05 Berarti hormon kortisolnya rendah. 53:08 Oh, 53:08 hormon kortisol itu adalah hormon 53:10 kewaspadaan. 53:11 Heeh. 53:11 Jadi, hormon kortisol ini bisa 53:13 ditingkatkan dengan cara berolahraga. 53:15 He. 53:15 Nah, jadi kalau hormon kortisolnya 53:16 rendah 53:18 itu orangnya gampang mengantukan di ee 53:21 jam kelipatan 8.00. Jam kelipatan jam 53:23 8.00 pagi. Eh, sori kelipatan 4. 53:26 Jam 800.00 pagi, jam 12.00 siang, 53:28 jam .00 sore. 53:30 Heeh. Hm. 53:30 Itu jamnya di mana ee hormon kortirol 53:32 secara umum itu jam-jam itu menurun. 53:36 Jadi pada saat individu itu mengalami 53:38 memang kortisolnya rendah [berdehem] 53:40 di apa kelipatan empat itu turun dia 53:42 makin rendah lagi 53:44 sehingga dia ngantukan. Mau dikasih kopi 53:46 pun dia tetap 53:47 ngantuk. Itu memang ada orang seperti 53:49 itu. 53:50 Jadi ada misalnya kopi enggak mempan 53:52 buat saya ngantuk-ngantuk aja deh 53:54 istilahnya gitu. Nah itu berarti 53:55 kortisolnya rendah. Dan kalau orang 53:57 dengan kortiselonda itu biasanya satu 53:59 tadi ngentukan di jam kelipatan 4. Yang 54:02 kedua adalah tangannya basah. 54:04 Sering basah. Mungkin pada saat grogi 54:06 dia basah. Enggak ngapa-ngapain dia 54:08 basah istilahnya. Ada ada selapotang 54:10 dibasah. Nah, itu ciri dari kortisol 54:12 rendah seperti itu. 54:14 He. Biar itu solusinya olahraga. 54:16 Solusinya olahraga. I dan olahraganya 54:18 apa? Olahraga yang disenangi. 54:20 Mau sekarang kan lagi ngetren pedel 54:22 istilahnya. 54:23 Padel. Mau boleh, mau futsal boleh, mau 54:26 jalan di sekitar komplek boleh. Yang 54:28 penting olahraga. Karena olahraga itu 54:30 salah satu efek baiknya adalah 54:31 meningkatkan kortisol. 54:32 He. 54:33 Nah, tapi olahraga juga jangan 54:34 berlebihan karena kalau kortisolnya 54:36 meningkat itu ee efeknya ke badan malah 54:40 jadi stres. 54:41 Heeh. 54:41 Stres itu adalah ee ciri khasnya tidak 54:43 bisa istirahat 54:45 atau istilahnya malam malam kok ngantuk 54:46 ya istilahnya gitu. Nah, itu jadi gitu, 54:49 Kang. Kira-kira. 54:50 Baik, Kang Haris. Ada pertanyaan 54:52 selanjutnya, Kang Haris? Ya, silakan. 54:53 Eh, dari Ibu Lilis di Cawang, Kang Aris, 54:56 asalamualaikum. 54:57 Waalaikumsalam warahmatullahi. 54:59 Katanya makanan berminyak dan kolesterol 55:01 tinggi bisa picu jantung sama stroke, 55:03 ya. Tapi kalau minyak kelapa atau minyak 55:05 zaitun itu aman enggak buat orang yang 55:07 punya riwayat jantung? 55:09 Baik. Emm, iya. Nah, ini sebenarnya 55:12 mungkin saya hanya bisa memberikan 55:14 jawaban yang apa ee awam ya, Ibu. Jadi 55:18 ee kalau gorengan memang secara teori 55:22 itu ee apa minyaknya itu apalagi 55:25 kualitas minyak ya kalau kita lihat 55:27 kalau minyaknya sudah minyak generasi 55:29 ketujuh maksudnya sudah dipakai 55:31 dari awalnya dari mungkin dari hotel 55:34 kemudian dijual ke hotel yang bintangnya 55:37 lebih rendah dari hotel bintang rendah 55:38 dijual ke restoran restoran dijual ke 55:40 wartek wartek dijual ke tukang gorengan 55:42 misalnya seperti itu. Jadi kan 55:44 turunannya sudah banyak seperti itu. 55:46 Nah, itu bisa dipastikan kurang sehat. 55:48 Tapi pun kalau seandainya ibu bisa 55:50 mengolah gorengannya dengan olahan 55:52 sendiri dengan ibu pastikan bahwa 55:54 minyaknya itu fresh, minyak gorengnya 55:56 itu fresh, ee itu akan lebih sehat 55:59 seperti itu. Tapi apakah resikonya sama? 56:04 Sepertinya kurang lebih. Tapi lebih 56:06 berbahaya kalau tadi minyaknya sudah 56:09 generasi ke seekian istilahnya dan tidak 56:12 fresh. Itu lebih berbahaya dibanding 56:14 dengan kita mengolah ee makanan gorengan 56:17 dengan minyak yang lebih segar seperti 56:19 itu. Dan apakah ada perbedaan antara 56:22 minyak kelapa 56:23 atau minyak ini? Nah, sebenarnya mungkin 56:25 ada perbedaan, Kang. Tapi sebenarnya 56:28 sama aja dengan gorengan istilahnya. 56:31 Jadi kalau seandainya memang kita tahu 56:32 bahwa kita sudah mulai ada gejala 56:35 penyakit jantung atau gejala 56:38 gangguan-gangguan jantung lainnya ee 56:41 kalau lebih baik ee saya sarankan untuk 56:44 dari gorengan berpindah ke yang dikukus 56:47 istilahnya atau yang direbuslah seperti 56:49 itu. Jadi ee kenapa kenapa ee saya 56:54 rekomendasi yang dikus ataupun direbus? 56:57 Karena pada saat digoreng itu di 56:59 beberapa persen dari makanan itu sudah 57:02 mengalami proses oksidasi. Nah, oksidasi 57:05 itu ee apa namanya? Akan membuat 57:07 peradangan sebenarnya dalam tubuh kalau 57:09 dikonsumsi terus-menerus. Nah, di mana 57:11 kalau misalnya ada penyakit jantung yang 57:13 apa ee sifatnya oksidatif misalnya 57:15 sebagai contoh ada apa namanya ee kalau 57:18 bahasa medisnya itu 57:21 ee aduh saya jadi lupa atau mulai ada 57:24 sumbatan lah atau plak dalam pembuluh 57:26 darah. Nah, itu enggak boleh terpapar ee 57:29 zat-zat oksidatif itu tadi. Jadi, 57:32 kembali lagi, Ibu, kalau bisa memang 57:34 kalau seandainya memang sudah ada gejala 57:36 dari ee apa penyakit jantung, mulailah 57:39 untuk bisa berpindah dari apa ee 57:41 gorengan ke yang dikukus atau direbus 57:44 tadi. 57:44 He, 57:45 kurang lebih demikian. Mudah-mudahan 57:46 dan memang lagi ngetren ya 57:48 makanan-makanan yang direbus, 57:50 makanan-makanan yang dikukus ini. 57:52 Iya. 57:53 Heeh. 57:54 Nah, iya. Terutama ee kalau saya lihat 57:57 memang ada beberapa yang menjajakan 57:59 sebenarnya kan. 57:59 Iya. Iya. 58:00 Jadi ada kacang rebus atau mungkin apa 58:03 ee pisang pisang tanduk yang dikukus itu 58:06 atau ubi yang dikukus. 58:07 Nah, itu apa namanya? 58:09 Lebih sehatlah daripada kalau yang 58:11 digoreng. Memang kalau digoreng itu 58:12 rasanya lebih gurih sebenarnya. 58:14 Lebih gurih aja. Tapi untuk tubuh kan 58:17 agak kurang baik. Terutama bagi yang 58:19 sudah berumur. Benar. Berumur. Iya. I 58:21 atas 50 tahun ya lebih banyak harus 58:23 lebih banyak makanan yang dikukus ya 58:26 iya dikukus 58:26 atau direbus ya 58:27 untuk mencegah tadi apa proses oksid 58:29 oksidasi dalam tubuhnya tadi 58:30 apalagi kalau tadi Kang Haris 58:32 menyampaikan di awal bahwa usia penduduk 58:35 Indonesia itu kan rendah 58:37 dibandingkan negara-negara luar apakah 58:39 ini karena pola makan juga dalam artian 58:41 orang-orang di luar sana lebih suka 58:43 makanan-makanan yang tidak digoreng 58:45 Heeh 58:45 kalau Indonesia itu kan makanan yang 58:46 digoreng 58:47 buka puasa kalau enggak ada gorengan tuh 58:49 enggak afdol Kangis 58:50 [tertawa] 58:51 Nah, sebenarnya 58:52 atau makanan-makanan yang kolesterol 58:53 tinggi itu kan orang Indonesia paling 58:55 suka. 58:56 He. 58:56 Yang namanya jeroan di luar negeri itu 58:57 kan pasti dibuang di kita apa diolah 58:59 lagi. 58:59 Diolah lagi. Iya. Dan itu menjadi lebih 59:01 gurih istilahnya. 59:02 Itu on doyan itu. [tertawa] 59:04 Masyaallah. 59:04 Nah, jadi saya juga doyan Kak 59:06 sebenarnya. 59:08 Nah, jadi ee apa namanya? 59:10 Ternyata Kang harus doyan si [tertawa] 59:12 ya kalau misalnya lagi ini ee lagi free 59:15 apa lagi lagi pengin ya? Pengin 59:17 misalnya. Jadi intinya gini, Kang. ee 59:19 bisa jadi pola makan itu menjadi salah 59:21 satu apa penyebab ee angka usia harapan 59:24 hidup Indonesia apa lebih rendah 59:26 daripada negara yang lain. 59:27 Sudah pola makannya begitu, akses 59:29 kesehatannya juga 59:31 ya begitu [tertawa] 59:32 udah udah kompleks sudah 59:34 kompleks. Jadi makanya sebenarnya kalau 59:35 untuk makan gorengan ee bukannya 100% 59:39 tidak boleh kan? Boleh-boleh saja tapi 59:41 satu ee terlalu jangan jangan tiap hari 59:44 juga. Iya. 59:44 Terus kemudian kalau memang sudah tiap 59:46 hari mohon ee apa kesadarannya untuk 59:49 olahraga. 59:50 Oh, satu olahraga dan satu ngecek lagi 59:52 kesehatannya gitu. Jadi kalau makan 59:54 gorengan tapi cek kesehatannya masih 59:56 oke, mungkin masih boleh lanjut lagi 59:58 makan gorengan. Tapi pada saat 1:00:00 pengecekan kesehatan kesekian, oh sudah 1:00:02 mulai ada apa gejala ya ee apa mohon 1:00:06 untuk bisa dikurangi gitu sampai bisa 1:00:09 pindah ke gaya hidup yang lebih sehat 1:00:11 gitu kira-kira kan. Jadi bolehlah kalau 1:00:14 bisa diimbangi olahraga ya. 1:00:15 Iya diimbangi dengan olahraga dan 1:00:17 kemudian apa? Dikaji lagi cara 1:00:20 pengolahannya, Kang. Pengolahan makanan 1:00:21 gorengan tadi. Jadi kalau digoreng 1:00:23 sendiri kita bisa memastikan bahwa 1:00:25 kualitas minyaknya sehat. 1:00:27 Terus kemudian yang digoreng juga 1:00:29 bumbu-bumbunya itu juga se apa ee menc 1:00:32 apa cukup ya tidak berlebihan, tidak ter 1:00:34 tidak terlalu asin dan sebagainya. Nah, 1:00:36 itu mungkin akan lebih sehat lagi 1:00:37 walaupun judulnya sama-sama gorengan. 1:00:39 Tapi justru yang minyaknya itu enak loh, 1:00:42 Kangus. 1:00:43 Iya. [tertawa] 1:00:43 Ada yang bilang begitu. 1:00:44 Iya. Gurih-gurihnya itu ya seperti 1:00:47 itulah kira itu enggak sehat ya. 1:00:49 Iya. Sebenarnya sih kurang sehat dan 1:00:51 kurang sehat dan apa kalau dikonsumsi 1:00:53 setiap hari. 1:00:55 Kang Haris kalau bekam itu apakah bisa 1:00:59 mengurangi faktor terkena stroke dan 1:01:01 juga serangan jantung? Karena kan ini 1:01:04 salah satu sunah Rasul ya yang diambil 1:01:06 itu kan memang ee darah-darah yang kotor 1:01:09 yang bisa menyumbat yang tadi Kang Haris 1:01:11 sebutkan. 1:01:12 Iya. Nah, ee ini sebenarnya kalau bekam 1:01:16 ee kita harus saya saya harus mengkaji 1:01:18 lagi jurnalnya ya. memang pasti 1:01:19 sebenarnya banyak jurnal yang ee 1:01:21 meneliti tentang hubungan bekam dengan 1:01:23 apa namanya ee mengurangi gejala stroke 1:01:25 tadi. Nah, tapi yang ingin saya 1:01:28 sampaikan di sini adalah ee bekam itu 1:01:31 kan mengeluarkan darah ya, Kang ya? 1:01:33 Iya. Iya. 1:01:33 Mengeluarkan darah. Nah, darah yang 1:01:35 keluar itu pasti usianya kan sudah tua. 1:01:37 H. 1:01:38 Nah, darah yang usianya sudah tua ini 1:01:39 kan gampang me apa namanya? gampang ee 1:01:44 bukan mengendap apa tadi namanya ee 1:01:46 menggumpal seperti itu. 1:01:48 Nah, jadi pada saat kita mengeluarkan 1:01:50 darah yang usianya sudah tua, tubuh akan 1:01:53 mengingati dengan darah yang usianya 1:01:54 lebih muda atau memproduksi apa? 1:01:56 memproduksi sel darah yang baru seperti 1:01:58 itu. Nah, jadi logikanya sebenarnya 1:02:01 adalah dengan kita mengeluarkan ee sel 1:02:04 darah yang sudah tua dan diingati dengan 1:02:06 sel darah yang baru, berarti kan 1:02:08 kemampuan mengikat oksigen, kemampuan 1:02:10 mengikat gizi. 1:02:11 He. 1:02:12 Maksudnya sumber-sumber gizi yang kita 1:02:13 peroleh dari makanan itu akan lebih 1:02:14 baik, Kang. sehingga efeknya adalah efek 1:02:17 besarnya lebih kepada kesehatan seperti 1:02:19 itu. 1:02:19 Dan kalau misalnya 1:02:21 ee hubungannya dengan mencegah stroke 1:02:22 mungkin bisa juga karena stroke itu kan 1:02:24 lebih kepada ke penyumbatan banyaknya 1:02:27 penyumbatan darah yang diakibatkan oleh 1:02:29 penggumpalan darah. Nah, dengan adanya 1:02:31 bekam itu bisa sebagai salah satu 1:02:34 ikhtiar untuk menjaga darah kita ee 1:02:38 tetap dalam kondisi yang tidak terlalu 1:02:39 mengental. He 1:02:40 seperti itu. Tapi tapi tetap diimbangi 1:02:43 dengan 1:02:44 ee begitu bekam ya makannya yang bergizi 1:02:47 istilahnya. 1:02:48 Jadi jangan bekam terus besoknya apa 1:02:49 langsung makan gorengan lagi. 1:02:51 Waduh. Nah itu dan kemudian juga 1:02:53 diimbangi dengan konsumsi apa tadi ee 1:02:56 air tadi ya yang cukup. 1:02:58 Karena bagaimanapun juga darah itu 1:03:00 komponennya adalah air. Sehingga untuk 1:03:02 mencegah tidak mengental itu adalah 1:03:04 dengan mengkonsumsi ee air bening tadi 1:03:07 ya kan. air bening tadi ee dengan apa 1:03:10 takaran yang cukup. 1:03:11 Kalau donor darah, Kang Aris? 1:03:13 Donor darah juga bagus ya. Donor darah 1:03:15 karena ee kurang lebih sama sebenarnya, 1:03:17 Kang. Jadi kita apa namanya mengeluarkan 1:03:20 atau mendonorkan sel darah yang usianya 1:03:23 mungkin sudah mendekati tua atau 1:03:25 ee sudah tua seperti itu. Walaupun 1:03:27 sebenarnya jadi jangan sampai menganggap 1:03:29 bahwa oh berarti yang kita donor yang 1:03:31 darah darah yang kita donorkan itu sudah 1:03:33 tua udah udah darah yang diapkir 1:03:35 istilahnya. Enggak juga karena 1:03:37 sebenarnya pasti di antara sel darah 1:03:39 yang tua itu pasti juga terikut sel 1:03:40 darah yang muda yang masih bermanfaat. 1:03:43 Tapi intinya sel apa ee bisa kita 1:03:46 asumsikan baik bekam maupun donor darah 1:03:50 itu sama-sama merangsang tubuh untuk 1:03:53 memproduksi sel darah yang baru. He. 1:03:55 Sehingga efeknya lebih kepada kesegaran 1:03:57 tubuh dan kesehatan. 1:03:58 Hm. Ini berapa bulan sekali, Kang Haris, 1:04:01 bekam ataupun donor darah? Ah, itu 1:04:04 tergantung juga dengan ee apa namanya si 1:04:08 pasiennya atau apa namanya individunya, 1:04:11 Kang. 1:04:11 Heeh. 1:04:11 Kalau tekanan darahnya rendah ya enggak 1:04:14 bisa sering-sering juga. Takutnya nanti 1:04:16 kota kanan rendah malah ee drop ya 1:04:18 istilahnya atau ee pingsan bisa juga 1:04:20 seperti itu. 1:04:21 Nah, tapi kalau untuk generalnya 1:04:23 biasanya ee kita bisa mengikuti ya bisa 1:04:26 mengikuti anjuran dari dokter biasanya 1:04:28 mungkin 3 bulan sekali untuk donor darah 1:04:31 dan untuk bekam ya mungkin bisa sekitar 1:04:34 2 bulan sekali ataupun sebulan sekali 1:04:36 tergantung dari ee kebutuhan seperti 1:04:38 itu. Karena bekam juga ada yang bekam 1:04:42 apa ya yang saya tahu ya ini mohon saya 1:04:43 dikoreksi kalau saya salah ada bekam 1:04:45 yang cuman di satu titik saja ada bekam 1:04:48 yang ee titiknya banyak istilahnya. Nah 1:04:51 itu kalau yang titiknya banyak berarti 1:04:52 kan darahnya yang keluar kan lebih 1:04:53 banyak sehingga mungkin frekuensinya 1:04:55 tidak sesering dengan bekam yang 1:04:57 spesifik misalnya cuman di apa di 1:04:59 lututnya saja apa di pinggangnya saja 1:05:01 seperti itu. 1:05:02 Iya. Baik, Kang Haris. Ada dua 1:05:03 pertanyaan terakhir, Kang Haris 1:05:05 dari Bapak Pepen Supendi. 1:05:08 Ee asalamualaikum, Kang Haris. 1:05:10 Waalaikumsalam [mendengus] 1:05:11 warahmatullahi. 1:05:11 Minum kopi berapa sendok atau berapa 1:05:14 gelas per hari? Ini mungkin baiknya 1:05:15 begitu ya. 1:05:16 Baik. 1:05:17 Kemudian, oh ini pertanyaan nanti Ondi 1:05:19 yang jawab nih, Pak. [tertawa] 1:05:23 Dia penikmat kopi. Kemudian ada Bapak 1:05:25 Tejo Sukmono. 1:05:27 Ee Kang Haris, izin bertanya agak 1:05:28 menyimpang dari topik terkait harapan 1:05:30 hidup manusia. Faktanya ada perbedaan 1:05:32 beda antara harapan hidup orang 1:05:35 Indonesia, orang Jepang, orang Finlandia 1:05:37 dan lain-lain. 1:05:38 Iya. 1:05:38 Pertanyaannya, bagaimana dengan 1:05:40 pengertian takdir bahwa umur, jodoh, 1:05:43 rezeki, dan lain-lain sudah ditentukan 1:05:46 oleh Allah sebelum ditiupkan roh kita 1:05:48 pada saat di kandungan sekitar umur 4 1:05:51 bulan. Apakah makna takdir umur di sini 1:05:54 dapat dimaknai terkait takdir 1:05:56 sunatullah, terkait dampak dari kita 1:05:59 memakan makanan yang tidak sehat 1:06:00 sehingga rata-rata umur orang Indonesia 1:06:03 lebih rendah dari rata-rata umur orang 1:06:05 Jepang. 1:06:06 Baik, 1:06:07 silakan Kang Haris. Dua pertanyaan 1:06:08 terakhir 1:06:08 pertanyaan. Oke, saya langsung jawab 1:06:10 yang tadi yang kopi tadi ya, Kang ya. 1:06:11 Pepen. Silakan, 1:06:12 Pak Pepen. Iya. Jadi kalau untuk kopi 1:06:14 sebenarnya kembali lagi, Pak memang 1:06:16 sangat individual dosisnya. Jadi ee 1:06:19 tergantung apa kebutuhan juga ee intinya 1:06:23 adalah ee minum kopi itu jangan sampai 1:06:26 ee mengganggu istirahat malam 1:06:28 sebenarnya. He. 1:06:29 Jadi mau misalnya oh saya sudah 1:06:30 kebiasaan nih harus minum di pagi, siang 1:06:33 sama sore misalnya. Nah, tapi kalau 1:06:35 seandainya ee kondisi itu menyebabkan 1:06:37 kita jadinya begadang bergadang seperti 1:06:39 itu dan akhirnya tidur malamnya kurang, 1:06:41 nah itu mungkin yang sore harus kita 1:06:43 kurangi atau kita tiadakan. Jadi mungkin 1:06:45 di pagi dan ee siangnya saja. Tapi untuk 1:06:47 ee dosis tepatnya berapa gram per hari 1:06:51 itu ee mungkin saya izin untuk harus 1:06:54 bisa saya kaji lagi ya, Pak ya. Karena 1:06:56 ini termasuk informasi yang krusial 1:06:59 sebenarnya. Tapi intinya kembali lagi, 1:07:01 Pak apa ee untuk kopi bisa kita kaitkan 1:07:05 dengan kegiatan sebenarnya. Jadi kalau 1:07:07 misalnya tadi ee saya kok kayaknya 1:07:09 bawanya sering ngantuk di pagi hari atau 1:07:12 di siang hari, 1:07:13 tapi kopi membantu saya. Mungkin boleh. 1:07:15 Tapi sebenarnya jangan jadikan sebagai 1:07:18 solusi. 1:07:19 Solusi 1:07:21 apa? Solusi selamanya istilahnya. Wah, 1:07:24 ini berarti saya harus minum kopi tiap 1:07:25 siang nih. Tapi yang harus dikaji itu 1:07:27 adalah kenapa saya ngantuk di setiap 1:07:28 hari siang atau di jam-jam tertentu. 1:07:31 Nah, itu yang harus kita cari tahu 1:07:33 apakah memang kopi adalah sebagai solusi 1:07:36 absolutnya seperti itu. Jadi intinya 1:07:38 kembali lagi, Pak ee bisa dikaitkan 1:07:40 dengan ee kebutuhan dari aktivitas. 1:07:43 Iya. Ada juga yang istilahnya saya ngopi 1:07:45 hanya setiap sebelum olahraga aja supaya 1:07:48 apa? Supaya ee saya enggak gampang 1:07:50 capek. Karena memang memang ada apa 1:07:53 namanya jurnal yang menyengatakan bahwa 1:07:54 kafein atau kopi sebelum workout ataupun 1:07:58 berolahraga itu juga ee baik untuk 1:08:00 menjaga irama jantung seperti itu. Jadi 1:08:04 ee nanti mungkin saya izin untuk bisa 1:08:06 saya kembali lagi mengkajinya ya, Kak. 1:08:07 Untuk kira-kira untuk ukuran orang 1:08:10 Indonesia berapa gram sehari sih? ininya 1:08:13 ya apa ee normalnya seperti itu. 1:08:16 Mudah-mudahan menjawab Pak Pepen. 1:08:19 Pak Tajusuk Mul yang tadi tentang ini. 1:08:22 Nah ini Pak ini sebenarnya harus Ustaz 1:08:24 Husein kayaknya yang menjawab. [tertawa] 1:08:26 Izin Ustaz. Jadi ee terkait kalau 1:08:28 sudahudah yang takdir dan ini sebenarnya 1:08:30 adalah yang saya pahami Pak ee memang 1:08:33 takdir itu ee yang di tangan Allah yang 1:08:36 maha kuasa. Tapi yang mesti kita apa? 1:08:40 Wajib kita lakukan adalah ikhtiar untuk 1:08:43 selalu bisa dalam kondisi sehat, Pak. 1:08:46 Nah, itu apakah ikhtiarnya dalam bentuk 1:08:48 apa namanya ee menyusun pola makan yang 1:08:51 benar. Apakah itu dengan apa ee apa nam 1:08:55 melakukan gaya hidup yang sehat seperti 1:08:58 itu. Itu ee diserahkan kembali kepada 1:09:02 individu. Memang ee takdir itu ee sudah 1:09:05 ada yang menuliskan, tapi kembali lagi 1:09:08 kewajiban kita adalah menjaga karena 1:09:11 tubuh ini adalah titipan ee berarti kita 1:09:13 kewajibannya untuk menjaga tubuh yang 1:09:15 titipan ini untuk selalu bisa ee sehat 1:09:18 dan bugar seperti itu. dan mungkin 1:09:20 efeknya adalah agar untuk memudahkan 1:09:23 kita dalam beribadah insyaallah seperti 1:09:25 itu. Atau mungkin ada pertanyaan lagi 1:09:27 cukup. 1:09:28 Sudah cukup ya, Kang ya. Nah, maksudnya 1:09:29 dari pertanyaan yang kedua ada ada lagi 1:09:31 kira-kira, Kang? 1:09:32 Oh ee terima kasih jawabannya. 1:09:34 Oh, siap. Terima kasih, Bapak. Iya, 1:09:36 seperti itu. Kira mudah-mudahan menjawab 1:09:38 dan puas untuk ee jawaban saya yang bisa 1:09:41 saya sampaikan hari ini. 1:09:42 Baik, terima kasih. Ee memang ini untuk 1:09:44 pertanyaan dari Pak Tejo memang ee ada 1:09:47 baiknya langsung ditanyakan kepada Ustaz 1:09:50 Ustaz ya seperti itu. Tapi intinya 1:09:53 kembali lagi yang saya yakin bahwa kita 1:09:55 punya kewajiban untuk menjaga 1:09:57 kesehatan. kesehatan ya, [berdehem] 1:09:59 tergantung nanti 1:10:00 ee apa wah kita sudah apa mati-matian 1:10:03 jaga kesehatan tapi ternyata meninggal 1:10:05 juga di usia 40 misalnya 1:10:07 ya itu memang sudah takdir tapi paling 1:10:09 tidak kita sudah melaksanakan kewajiban 1:10:10 untuk 1:10:11 ee menjaga kesehatan 1:10:13 baik Pak Tejo, Pak Pepen, Ibu Maria, Ibu 1:10:17 Lilis, lalu ada siapa lagi tadi? hamba 1:10:19 Allah begitu ya 1:10:21 dan semua pendengar radio silaturahim 1:10:24 yang sedang menyimak saran kami di siang 1:10:26 hari ini. Kita akan tutup dengan 1:10:28 kesimpulan, Kang Haris. 1:10:29 I. Baik. Ee kesimpulan untuk ee hari ini 1:10:33 sebenarnya adalah ee mungkin pada saat 1:10:36 ya em berkenaan dengan tadi ya yang 1:10:38 grafik usia harapan hidup di Indonesia 1:10:41 ee juga cukup ee rendah. itu dikarenakan 1:10:44 akses ya akses kepada pemeriksaan 1:10:46 kesehatan bukan bukan hanya pelayanan 1:10:48 tapi pemeriksaan kesehatannya yang 1:10:50 mungkin harus ee yang masih ee 1:10:53 ditingkatkan oleh pemerintah. Nah, untuk 1:10:56 ee sembari menunggu itu, kita sebenarnya 1:10:58 juga bisa inisiatif untuk bisa melakukan 1:11:00 pemeriksaan kesehatan secara mandiri 1:11:02 seperti itu dan ee apa namanya? Secara 1:11:05 mandiri itu bisa kita lakukan sendiri 1:11:07 maksudnya atau kita berisia berinisiatif 1:11:10 untuk apa namanya ee rutin memeriksakan 1:11:12 kesehatan jika sudah mulai ada ee apa 1:11:16 gejala-gejala yang mengganggu aktivitas. 1:11:18 Itu yang pertama. Dan yang kedua adalah 1:11:20 ee sering-sering kita harus mengkontrol 1:11:22 fungsi jantung. Karena ternyata fungsi 1:11:25 jantung ini ee jika terganggu itu bisa 1:11:28 ee apa namanya? menyebabkan satu kondisi 1:11:31 yang disebut dengan stroke yang bisa 1:11:32 membahayakan nyawa atau fatal seperti 1:11:35 itu. Dan kemudian yang ketiga adalah ee 1:11:39 untuk bisa seandainya kita secara 1:11:41 pemeriksaan manual atau pemeriksaan di 1:11:44 rumah sakit sudah apa namanya dinyatakan 1:11:46 sudah mulai ada gejala ee gangguan dan 1:11:49 apa namanya ee gangguan jantung 1:11:51 maksudnya yang bisa kita lakukan pertama 1:11:53 adalah ee jika ada anggota keluarga kita 1:11:57 yang merokok mungkin sudah harus bisa 1:12:00 dikurangi merokoknya atau bisa berhenti. 1:12:03 Karena tadi merokok adalah sifat apa 1:12:05 namanya? Zat oksidatifnya sangat tinggi. 1:12:07 Kemudian sudah mulai ee bisa 1:12:09 mengkonsumsi makanan yang sehat. Jadi 1:12:12 yang sehat itu mungkin yang apa ya yang 1:12:15 minim minim zat oksidatif. Kemudian 1:12:18 bumbunya juga jangan terlalu berlebihan 1:12:20 dan sebagainya. Kemudian berolahraga 1:12:24 secara teratur. Olahraga seperti apa? 1:12:26 Olahraga yang disenangi. Jadi yang 1:12:28 istilahnya oh menurut ini harusnya 1:12:29 berenang tapi enggak bisa berenang juga 1:12:31 jangan dipaksakan. Jadi olahraga yang 1:12:33 disenangi. Mau futsal boleh, mau jogging 1:12:36 boleh, mau tenis, mau badminton boleh, 1:12:39 asalkan sesuai dengan kapasitas ee fisik 1:12:41 masing-masing. Kemudian juga membatasi 1:12:45 atau mengatur konsumsi minuman yang 1:12:48 berkafein tadi seperti yang kopi tadi 1:12:50 ya. Jadi ee kopi itu sebenarnya enggak 1:12:53 cuman kopi, tapi segala sesuatu yang 1:12:54 berlebihan juga pasti efeknya ee tidak 1:12:57 baik. Dan kemudian juga ee khusus yang 1:13:01 sudah ada gejala jantung tadi misalnya 1:13:04 ada apa ee jantung jantungnya ada bocor 1:13:08 maksudnya katupnya tidak kompeten atau 1:13:11 kemudian jadi ada aritmia di mana kalau 1:13:13 istirahat denjut jantungnya terlalu 1:13:14 cepat atau dunjut jantungnya terlalu 1:13:16 lambat itu kalau bisa menghindari 1:13:19 konsumsi obat-obatan tanpa petunjuk 1:13:22 dokter istilahnya jadi jangan sampai 1:13:24 istilahnya oh saya sakit kepala nih atau 1:13:27 demam langsung langsung atau langsung 1:13:29 beli parasetamol misalnya, beli sendiri, 1:13:31 konsum sendiri tanpa ada ini. Nah, itu 1:13:33 kalau dilakukan hal itu tapi kita sudah 1:13:36 men-develop gejala jantung itu harus 1:13:38 segera dihindari karena ada beberapa 1:13:40 efek samping obat yang justru akan 1:13:42 memperparah kondisi ee gangguan jantung 1:13:45 yang sudah dialami. Saya kira-kira 1:13:46 seperti itu, Kang. 1:13:48 Baik, terima kasih. kasih. 1:13:49 Terima kasih Kang Haris atas ee 1:13:53 penyampaiannya tentang bagaimana cara 1:13:57 kita menjaga kesehatan baik kesehatan di 1:14:01 dalam tubuh kita yaitu tentang stroke 1:14:04 dan juga tentang jantung. Semoga apa 1:14:06 yang beliau sampaikan bermanfaat dan 1:14:08 kita bisa mengambil hikmah dari apa yang 1:14:12 telah beliau ee sampaikan tadi. Akhirul 1:14:15 kalam, kami yang bertugas mohon undur 1:14:17 diri. Billahi taufik wal hidayah. 1:14:20 Wasalamualaikum warahmatullahi 1:14:21 wabarakatuh.