Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 Brail TV. 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Asalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh, ikhwan akhwat 0:18 rahimakumullah. 0:19 Hari ini sehat, aman, terkendali? 0:22 Alhamdulillah. Dan di acara kesehatan 0:27 islami kali ini seperti biasa kita 0:30 hadirkan sosok yang mudah-mudahan 0:33 mempersuasi kita dengan bahasannya kali 0:36 ini yaitu RM Alvian BRM STRKES, 0:41 ST, SUUD, 0:44 BMT, MSI dan sekarang lagi ambil S3 juga 0:48 dari Klinik Rumah Sehat Alvian. 0:53 Mudah-mudahan kebersamaan ini 0:55 benar-benar akan memberikan em 0:59 gambaran-gambaran baru terkait dengan 1:00 kesehatan. Tidak lupa salam selawat kita 1:04 lantunkan untuk junjungan umat kekasih 1:06 kita Muhammad Rasulullah sallallahu 1:08 alaihi wasallam. Semoga kelak kita 1:11 mendapat syafaat beliau ya dan bisa 1:13 bersama-sama beliau di saat yang sangat 1:16 kita rindukan di yaumil akhir. 1:19 Sebelum kita sapa narasumber kita yang 1:23 merupakan sosok praktisi pengobatan 1:27 tradisional 1:29 RM Alvian ini, ikhwan akhwat merupakan 1:32 dosen sekaligus juga penulis dan 1:35 narasumber kesehatan yang aktif sekali 1:38 di dalam bidang herbal medik juga terapi 1:42 komplementer. 1:44 Beliau ini pemilik rumah sehat Alvian. 1:48 Tahu di mana tempatnya? Masih ingat? 1:50 Iya, di Jalan Ruyung Blok A20 nomor 7, 1:55 Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta 1:58 Timur. 2:00 Dan nomor telepon yang bisa dihubungi 2:02 ketika Anda memang ingin sekali 2:04 berhubungan dengan beliau atau 2:06 menanyakan ini dan itu, itu di 0813 2:12 8326 2:15 2040 2:17 ya. Nanti di penghujung kami akan ulang 2:19 lagi. Baik, kita sapa beliau yang sudah 2:21 siap di sana. Asalamualaikum 2:23 warahmatullahi wabarakatuh. 2:25 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:27 wabarakatuh. 2:28 Sehat ya? Tambah bugar nih nampaknya. 2:31 Heeh. Bahasan kita terkait dengan 2:33 simplisia. Banyak yang belum tahu nih 2:36 ya. 2:36 Dan persisnya bagaimana nih simplisia 2:40 pasca panen gimana persisnya? 2:43 Ya, jadi simplisia itu ee bahan segar 2:47 dari tanaman ya atau bahan simplisia 2:51 kering ya boleh bisa dari tanaman yang 2:53 dikeringkan ya atau hewani ya atau 2:56 mineral yang belum diolah gitu. 2:58 Iya. Jadi ini adalah bahasan terkait 3:02 seandainya kita tahu lebih banyak 3:04 bagaimana panduan standar operasional 3:07 dan penjaminan mutunya luar biasa 3:10 sekali. Yuk, kita simak dengan telinga 3:12 jiwa kita. Silakan, Bung Alvian. 3:15 Baik, saya coba share dulu, ya. Oke. 3:20 Asalamualaikum warahmatullahi 3:22 wabarakatuh. 3:23 Waalaikumsalam. 3:25 Alhamdulillabbil alamin. Wasalatu 3:26 wasalamu al asfilya mursalin wa ala 3:28 alihi wasohbihi ajmain. W ba'du. 3:31 Alhamdulillah kita bertemu kembali ya ke 3:36 bulan ini ya bulan Mei ya ee di minggu 3:41 ke 3:42 Sabtu keempat ya. 3:44 Ya tadi ya karena sudah tambah-tambah 3:47 nih gelar tambah banyak ya kata Mbak ya. 3:50 He nanti tambah S3 lagi tuh. 3:52 S3-nya dobble lagi ya. Mohon doanya ya 3:55 karena senang senang belajar ya senang 3:57 tahu 3:58 multidisiplin jadi banyak 4:00 ke mana-mana. ya kuliahnya nanti bisa 4:02 ditularkan di sini ya insyaallah ya. 4:06 Nah, kita hari ini belajar tentang ee 4:09 pasca panen ya. Nanti ini juga saya 4:11 bawakan di ee 4:15 di PKesmas Doren Sawit ya, di Asmogga 4:19 ee apa Doreng sawit ya. Kalau misalnya 4:22 nanti pendengar ada yang mau hadir 4:25 mungkin bisa kayaknya umum ya di di sana 4:28 ya tanggal ee Senin ya tanggal 4:32 Senin 25 Mei ya jam .00 ya sampai 4:35 selesai di kesmasin Sawit ya. Kalau mau 4:37 hadir silakan ya 4:40 tapi enggak apa-apa ini saya bawa lagi 4:41 ya nanti ke sana ya. ini sebenarnya buat 4:44 di sana. Tapi tadi pikir, oh ya bagus 4:45 juga ya. Siapa tahu nanti ee pendengar 4:49 ee bisa membuat ya untuk tanaman-tanaman 4:53 simplisia yang ee ditanam di rumah ya. 4:57 Bagaimana prosedurnya, bagaimana 5:00 ee apa ee kebersihannya, sterilnya ya, 5:04 penjaminan mutunya ya. 5:07 Nah, ini ada definisi tadi kan Mbak 5:10 Nuning nanya ya, simplisnya apa sih gitu 5:13 kan. 5:13 Iya, betul. 5:14 Heeh. Orang mungkin simpel kali, simply 5:18 kali ya. Nah, simplisia itu adalah bahan 5:21 dasar alami ya untuk obat tradisional 5:24 ya. Tadi saya sebutkan berasal dari 5:26 tanaman, hewan atau mineral ya yang 5:29 belum diolah ee secara rumit dan umumnya 5:32 dikeringkan ya. Jadi ada namanya 5:35 simplisia kering, simplisia basah ya. 5:37 Kalau simplesia basah itu yang belum 5:39 dikeringkan ya. He. 5:41 Nah, kalau yang dikeringkan ya sudah 5:43 dikeringkan ya. Jadi dia belum diolah 5:45 macam-macam misalnya dimaserasi atau 5:47 diekstrak ya belum diolah ya. Jadi masih 5:50 bahan dasar yang kita petik dari 5:53 perekarangan ya kita pasca panen ya kita 5:56 bersihkan dan segala macam ya kita 5:59 sortasi. Nah, boleh kita keringkan 6:01 supaya untuk ee pengawetan ya, supaya ee 6:05 dia tidak apa tadi ee tidak berjamur ya. 6:09 Nah, tidak berjamur ya. Makanya 6:11 tujuannya pengeringan itu agar tidak 6:13 berjamur ya. 6:16 Nah, di sini ada ee kita harus kalau 6:19 misalnya kita mau olah simplisia ini ya, 6:22 pertama adalah harus safety ya. safety 6:25 itu ee bebas dari kontaminasi ya, dari 6:30 bahan berbahaya, kimia ataupun 6:33 ee biologis ya karena kan mau dikonsumsi 6:36 ya. Terus efikasi ya ada manfaat. Jadi 6:39 safety itu keamanan ya. Ada efikasi itu 6:42 manfaat atau khasiatnya ya. Nah, teruji 6:45 memberikan manfaat ya dari ee segi medis 6:49 atau segi respon biologis ya. Kalau 6:52 medis itu farmakologinya ya. Nah, terus 6:54 dari segi mutu atau quality ya itu 6:57 konsisten ya, murni dengan sesuai dengan 7:00 identitas bahannya ya. Jadi misalnya 7:04 kita ini kita tebak sambil loto ya. 7:07 Sambil loto memang harus benar sambil 7:08 loto atau daun kari dengan daun 7:10 belimbing kan mirip-mirip daunnya ya. 7:12 Tapi daun kari itu kan memiliki khas bau 7:15 kari ya yang untuk kita masak. Jangan 7:18 sampai kita ngambil daun belimbing 7:19 jadinya ya. Jadi rasanya beda nanti ya. 7:23 atau daun saga dengan daun meniran ya 7:25 kan dia mirip-mirip bulat-bulat ya tapi 7:28 saga itu agak tinggi ya meniran itu 7:30 pendek. Nah itu juga harus kita ee apa 7:34 tahu nih identitas dari si tanaman 7:35 tersebut ya. 7:36 He he. 7:37 Nah ini diatur di Undang-Undang Nomor 17 7:40 Tahun 2023 tentang Kesehatan ya 7:42 Undang-Undang yang baru ya. 7:45 Nah ini ada klasifikasi sumber 7:47 simpfistia ya. Ada Nabati tadi yang saya 7:50 bilang dari tanaman ya. ada akarnya, ada 7:53 daunnya atau volium namanya, ada herba, 7:56 semua bagian tanaman. Jadi herba itu 7:59 dari akar, batang, daun, buah, bunga, ya 8:03 itu namanya herbal. Jadi semua bagian 8:06 tanaman. Kalau daun itu ya daun doang 8:08 ya, volume ya kalau bahasa latinnya. 8:12 Atau bunga ya, bunga itu floss ya. Bunga 8:15 itu floss atau kulit e kulit batang ya 8:18 atau korteks ya. Nah, ada lagi akar. ini 8:22 radik ya kalau disebutnya dari ee bahasa 8:26 bahasa umumnya bahasa latinnya ya 8:28 ditambah radiks ya atau kayu ya kayu nih 8:32 secang misalnya ya kulit kayu secang 8:34 lignum ya atau buah buah itu fruktus ya 8:38 atau biji dari buah atau semen ya kalau 8:41 kita bicara di bahasa ee farmakognosi ya 8:45 bahasa dari tanaman herbal ya. 8:49 Nah, ada lagi dari hewan ya. Hewan ini 8:51 bisa kita ambil dari hormon atau 8:54 enzimnya ya atau untuk insulin dan 8:59 lain-lain ya atau tulang ya dari kalsium 9:03 hewani ya atau minyak dari ee ikan 9:08 misalnya ya ee apa tuh ikan salmon ya 9:12 atau kita bisa menggunakan gabus ya 9:15 untuk protein ya. Nah, atau linta ya 9:19 dari enzimnya ini ya untuk melancarkan 9:22 aliran darah ya. Nah, tapi biasanya 9:24 linta kalau di China itu diolah dia 9:27 menjadi obat oral ya. Nah, itu bisa 9:30 digunakan ya atau ee 9:35 ee macam-macam ya. Ee hewan ini banyak 9:37 banget ya. Tanduk rusa bisa dipakai ya, 9:41 tanduk kerbau kalau di di sana ya di di 9:43 China ya zaman dulu malah tanduk badak 9:45 ya. Tapi enggak boleh lagi karena 9:46 hewannya dilindungi ya. Jadi yang 9:49 sekarang banyak itu seperti apa itu 9:52 gamat ya sekarang gamat. Terus dari 9:56 hewan laut ya misalnya spons ya dari 9:58 spons atau dari ganggang ya algai ya. 10:02 Nah itu semua dari laut ya. Nah ada lagi 10:06 dari mineral ya. mineral tuh misalnya 10:09 kalsium karbonat ya atau kaulin ya untuk 10:13 pencernaan atau pembuatan kosmetik ya. 10:16 Jadi banyak sekali ya kalau mineral atau 10:19 ee lempung ya lempung tanah lempung ya 10:23 dan lain-lain ya. 10:26 Nah ini ada tata nama ya tata nama 10:29 farmasi yang tadi saya sebutkan ya ada 10:32 nama marganya atau genus atau bagian 10:35 tanaman. Nah, itu jadi nama latin 10:38 simplisia ya. Misalnya genusnya 10:41 ortosipon ya, polium. Nah, daun kumis 10:45 kucing ya, ortosipon polium. Daun kumis 10:48 kucing. Volium tadi 10:49 adalah daun ya. Nah, ini dasarnya dulu 10:52 ya. Jadi tahu teman-teman ya. Nah, di 10:55 sini ee kurkuma. Kurkuma ini kan biasa 10:58 dipakai rimpangnya ya atau rizoma kalau 11:01 bahasa ee farmasi tata nama ya, bahasa 11:04 Latin ya. Jadi kurkuma, rizoma, rimpang, 11:07 temulawa ya. 11:09 Aresa ya atau semen ya. Jadi ars semen 11:13 itu biji pinang ya. Jadi semen itu biji, 11:16 ares itu adalah pinang ya. Terus sapan 11:21 sapan liknum. Nah, kayu secang ya. 11:24 Lignum itu kayu ya. Sapan itu secang ya. 11:28 Ada lagi sinai. Sinai korttex ya. Nah, 11:32 ini adalah kulit kina ya. 11:35 Nah, ini adalah tata nama simplesia ya. 11:39 Nah, ada lagi 11:41 ee pendekatan dari tanaman ini ada dua 11:44 ya, ada makroskopik, ada ee mikroskopik 11:48 ya. Jadi makroskopik itu kita lihat 11:50 secara physically ya, bau, rasa 11:55 ee ee apalagi penglihatan ya. Nah, 11:59 tanaman itu bisa kita lihat secara 12:01 makroskopik kalau dia utuh. Ya, kalau 12:05 dia utuh masih berbentuk, tapi kalau dia 12:07 sudah remah-remah ya kita enggak bisa 12:09 melihat ini tanaman apa ya. Jadi kita 12:12 gunakan mikroskopik ya. Tapi kalau 12:14 misalnya dia masih bahanbahan segar atau 12:18 bahan keringnya masih bagus ya. Nah, itu 12:20 bisa kita lihat secara organileptik ya 12:25 atau ee makroskopik ya. Tapi kalau 12:28 misalnya 12:29 itu sudah hancur ya, sudah susah, nah 12:32 kita menggunakan mikroskopik ya. Nah, 12:35 ini kita secara kasat mata bisa kita 12:38 melihat bentuk fisik yang utuh ya 12:40 seperti tadi ya ee bunga, daun ya atau 12:46 kayu ya atau rimpang ya atau buah ya 12:50 atau biji ya atau kulit batang. Nah, itu 12:53 bisa kita lihat secara utuh kalau dia 12:56 belum rusak ya. Nah, kalau misalnya 12:59 sudah remah-remah, nah kita harus 13:00 menggunakan mikroskopik ya. Nanti kita 13:02 bandingkan dengan materi medika ya. 13:05 Misalnya kita cuman melihat ee apa 13:08 pinggir-pinggir dari daun misalnya atau 13:11 margunya atau permukaannya. Oh, 13:13 kasar-kasar nih gitu kan. Kita lihat 13:15 stomatanya atau apa ya. Nah, itu 13:17 struktur anatominya ya. Monokotil atau 13:20 dikotil ya. Terus kita lihat lagi 13:23 misalnya struktur buahnya ya, semu ee 13:27 apa ee sejati atau inti bijinya ya. Nah, 13:32 kita bisa lihat ya kayak mangga misalnya 13:34 ya. Nah, tapi kita nanti makin 13:36 mikroskopik ya nanti kita bandingkan. 13:38 Nah, ini benar tanamannya. Oh, ini benar 13:41 sambil ya. 13:44 Nah, ini ada empat penentu dari kualitas 13:48 simplisia ya. Jadi simplisia ini ada 13:50 kualitasnya. Ee ya jangan salah ya. 13:53 Banyak orang kadang-kadang oh tanaman 13:56 rimpang di Jawa atau di Sumatera ya atau 14:00 di Kalimantan. Nah, kandungannya mungkin 14:02 sama tapi kualitasnya berbeda ya. Kenapa 14:06 ya? Pertama ya kita bibitnya ya. Nah, 14:10 bibit itu ee menentukan ya potensi 14:14 maksimal ya. Nah, ee bibit itu misalnya 14:19 yang bagus sekali. Nah, pasti akan 14:21 menurun ke ee selanjutnya ya. Misalnya 14:25 kita bibit ee pisang ya. Bibit pisang 14:28 itu diambil pisang ee apa? Pisang pisang 14:33 tanduk misalnya ya. Pisang tanduk ya. 14:35 Nah, pisang tanduk tuh di pesantren tuh 14:37 bagus-bagus ya. Nah, cuman mungkin 14:39 daerahnya agak agak kering-kering dikit 14:42 ya. Nah, saya tanam ke sini jadi 14:44 besar-besar ya. 14:46 Nah, tapi induknya memang sudah bagus ya 14:48 bibitnya ya. Nah, terus lingkungan ya, 14:52 tempat dan iklim ya, tanah, intes-intes, 14:55 cahaya, suhu, dan curah hujan ya. Nah, 14:59 ini tadi yang saya sebutkan ya di 15:01 pesantren dia agak kecil-kecil ya karena 15:03 di pinggiran itu kurang air ya kayaknya 15:06 kelihatannya ya. Tapi dia tumbuh ya, 15:07 bagus bibitnya sebenarnya. 15:09 Nah, pas saya tanam di depan rumah itu 15:11 luar biasa ya, gede-gede ya, gede-gede 15:13 pisang tanduknya ya. Nah, ini tadi lagi 15:16 panen ya, ada kayaknya ada dua lagi ya. 15:19 Jadi di depan tuh saya bikin tempat 15:21 pisang ee tanduk ya. Kemarin juga ada 15:25 singkong mentega ya. Nah, karena 15:28 iklimnya bagus terus mungkin ya karena 15:30 pinggir pinggir kali ya, pinggir kali 15:33 terus ee kita juga kasih pupuk ya, kita 15:36 siramin ya pagi sore ya. Nah, terus ee 15:40 memang di apa ya di diberdayakan ya di 15:44 di ya dibaguskan ya. Jadi memang dia 15:48 jadi cukup matahari ya, hujan ya, dan 15:52 zat hara tanah ya sudah cukup ya. Nah, 15:56 terus ada juga rekayasa agronomi. Ini 15:59 perlakuan selama masa tumbuh ya. Tadi 16:01 saya bilang ya, di sini saya kasih pupuk 16:04 ya, terus ee pencahayaan yang bagus ya, 16:08 mengubah kemurnian komposisi akhir 16:11 sehingga jadi bagus ya atau hama. 16:15 Misalnya kita manajemen hama ya bisa 16:18 kita semprot dengan ee ekoenzim kita 16:22 bikin misalnya ya. Nah, jadi dia akan 16:25 bagus ya. Nah, panen dan pasca panen. 16:28 Nah, panen pas panen ini ada yang 16:30 menggunakan mekanik, ada yang 16:32 menggunakan tangan ya. 16:34 Terus ketepatan ya, ketepatan waktu 16:37 panen ya. Nah, ini harus tepat ya. 16:39 Metode pengelolannya menentukan apakah 16:42 senyawa aktif berhasil dipertahankan 16:43 atau terdegradasi. Jadi memang waktu 16:46 panen ya kita harus tahu misalnya buah 16:49 yang matang ya. Terus ee kalau misalnya 16:53 kita ngambil daun pucuknya ya, terus 16:56 cara panennya juga ada yang kalau yang 16:58 cepat rusak atau yang antioksidan perlu 17:00 itu dipetik ya. Tapi kalau yang memang 17:03 memerlukan mekanik itu biasanya yang 17:05 keras-keras ya pakai mekanik ya. 17:08 Nah, ini ada ini di sini nih waktu panen 17:12 ya. Nah, di sini ada timingnya yang tadi 17:14 disebutkan panen dan pasca panen. Nah, 17:17 kalau bunga ya panen sesaat setelah 17:20 penyerbukan. Ya, khusus bunga 17:22 menghasilkan minyak asiri panen sebelum 17:24 mekar. Jadi kalau bunga kita ambil 17:27 panennya itu sebelum mekar ya. Apalagi 17:29 yang penghasil minyak asiri ya, itu yang 17:32 paling bagus ya. 17:34 Kalau daun ya panen saat fotosintesis 17:37 aktif biasanya saat tanaman hampir 17:39 berbunga ya. Jadi saat dia mau berbunga, 17:42 nah itu kita ambil. Tapi biasanya yang 17:44 dipucuk-pucuk di atasnya ya kalau kita 17:46 ngambil yang antioksidan ya. Nah, terus 17:49 ada lagi herbal ya, semua tanaman ya. 17:53 Nah, fase berbunga ideal saat tanaman 17:55 dalam fase berbunga kandungan zat 17:57 aktifnya mencapai puncak ya. Jadi kalau 18:00 kita mau ambil semuanya herbal, kita 18:03 ambil tanaman pada fase ee berbunga ya. 18:08 Nah, ada lagi buah atau fruktus ya. Nah, 18:11 dia panen sebelum benar-benar masak ya. 18:15 Jadi jangan terlalu masak ya. Jadi ee 18:18 panennya itu 18:20 mau akan masak ya istilahnya itu ya. 18:23 Nah, kalau bijinya itu panen ketika buah 18:25 sudah matang sepenuhnya ya. Jadi kalau 18:28 buah kita ambil panen sebelum 18:31 benar-benar masak ya. Tapi kalau biji 18:33 panennya itu buahnya sudah matang ya. 18:36 Jadi sepenuhnya sudah matang ya. 18:39 Nah, ada lagi kayu atau kulit kayu ya. 18:42 Nah, ini ee dari batang yang tua ya saat 18:46 tanaman yang cukup besar. Makanya waktu 18:49 kina itu kan ee kulit kina itu kan 18:52 dipanennya 8 tahun ya karena dia zat 18:55 aktifnya lebih bagus ya. Makanya 18:58 akhirnya kina untuk ee apa e malaria itu 19:01 dihasilkan jadi sintesis sekarang karena 19:04 terlalu lama menggunakan pohonnya ya. 19:06 Nah, tapi kalau kita mau panen seperti 19:08 itu ya. Nah, ada lagi rimpang ya. 19:12 atau akar ya. Nah, ini fasenya fase pada 19:15 saat vegetatif selesai ditandain daun 19:18 mulai layu ya. Nah, biasanya 3 bulan ya 19:21 dia sudah ee atau lebih ya. Nah, dia 19:26 akan lebih bagus rimpangnya ya. Apalagi 19:29 saat musim mau kering-kering itu ya. 19:31 Nah, dia rimpangnya lebih bagus. Kalau 19:33 saat musim basah jelek dia ya. Nah, saat 19:35 musim kering terus dia sudah ee fasenya 19:39 selesai ya. Jadi daun-daunnya sudah 19:42 mulai layu ya. Nah, itu bisa kita ee 19:44 panen ya. Jadi umurnya sudah cukup ya. 19:49 Nah, ini ada alur ee pasca panen ya 19:52 menurut ee BP POM ya nomor 25 tahun 2021 19:57 atau CPOTB ya. 19:58 He 19:59 ee apa dan Farm Farmakope Herbal 20:03 Indonesia ya. 20:05 Nah, ini ada ee pengumpulan ya. pertama 20:09 pengumpulan bahan baku ya. Nah, ini 20:11 sudah kita masuk pasca panen ya. 20:12 Bagaimana kita cara membersihkan 20:15 tanaman. Kita mau panen, kita mau buat 20:18 ee herbal ya, kita mau buat jamu ya. 20:21 Nah, ini ada standarnya ya. Ee nah ini 20:25 pertama kita kumpulkan ee bahan baku ya. 20:30 Terus ada sortasi basa ya. Sortasi basa 20:33 kita kumpulkan, kita sortasi ya. Jangan 20:36 sampai ada kotoran-kotoran masuk atau 20:39 ada tanaman lain yang masuk. Misalnya 20:40 kita mau ngambil sambil utu, tahu-tahu 20:43 masuk daun yang lain, ya. Nah, itu 20:45 sortasi basah ya. Jadi kita ee cek ya, 20:48 ada kerikil masuk enggak ya, ada bahan 20:51 lain yang masuk enggak ya. Nah, terus 20:54 kita cuci ya pencucian. Nah, biasanya 20:57 pencucian itu bisa air mengalir atau 21:00 dengan menggunakan 21:02 ee apa? Tangga bertingkat ya. tetangga 21:05 bertingkat. Jadi ee kita ada kayak bak 21:08 ya, kayak bertingkat ya, ada atas, 21:11 tengah, bawah. Nah, tapi air mengalir 21:13 dari atas. Kita cuci dari bawah naik ke 21:16 atas, ke tengah naik ke atas lagi yang 21:18 paling tinggi ya nyucinya ya atau air 21:21 mengalir ya. 21:24 Nah, ada lagi perajangan ya. Nah, 21:26 perajangan ini gunanya untuk supaya kita 21:30 keringkan lebih aman ya, supaya tidak 21:34 jadi jamur ya. Kalau misalnya rimpang 21:36 kita slice-slice tipis-tipis ya. Tapi 21:39 kalau daun kita rajang agak 21:41 renggang-renggang dikit aja ya sudah dia 21:43 kering ya. Nah, perajangan ini tujuannya 21:47 tadi ya supaya bisa keringnya sempurna 21:50 ya. Nah, ini tahap kelimanya pengeringan 21:52 ya. Nah, pengeringan ini dari perajangan 21:54 yang sempurna, tata letaknya segala 21:57 macam tidak menumpuk ya, akhirnya 21:58 pengeringannya bagus ya, tidak jamuran. 22:01 Nah, tujuan pengeringan ini supaya apa? 22:03 Supaya tidak tanaman tadi tidak cepat 22:06 berjamur. Tanaman itu bisa disimpan ee 22:10 dengan baik ya. Tanaman itu bisa jangka 22:13 waktunya lebih lama ya. Nah, itu. Nah, 22:16 setelah kita keringkan, nah itu 22:18 disortasi lagi ya. sortasi kering yang 22:20 namanya kita khawatir pas pengeringan di 22:23 luar misalnya di alam misalnya kita 22:26 tutup kain hitam tapi mungkin ada ada 22:29 debu ya ada misalnya kotoran burung atau 22:33 apa ya atau ada kecampur tanaman lain ya 22:37 kena terbang mungkin ya. Nah, itulah 22:39 tujuan sortasi kering ya setelah setelah 22:42 dikeringkan. Nah, setelah itu baru kita 22:45 penyimpanan atau pengepakan ya. Nah, 22:47 penyimpanan pengepakannya biasanya kita 22:50 menggunakan ee plastik vakum ya. Setelah 22:54 dia kering, kadar airnya kurang dari 5%. 22:58 Nah, itu kita ee buat pengepakan ya 23:02 dengan dengan apa tuh dengan ee plastik 23:05 vakum biasanya ya. Nanti dikasih label 23:07 ya. Nah, nanti label itu memberitahukan 23:10 ee tanaman ini apa identitasnya ya. 23:14 Nah, ini ee keterangannya ya. Jadi tadi 23:18 sudah saya terangkan, tapi enggak 23:19 apa-apalah ya diterangkan lagi ya. 23:21 Nah, jadi ee pertama fase persiapan itu 23:24 membesikan dari kontaminan ya. Nah, ini 23:28 bisa pengumpulan dengan metode tangan 23:30 ya, bisa dengan mekanik. Nah, kalau 23:33 dengan tangan ini biasanya yang sensitif 23:36 ya, misalnya daunnya rapuh ya atau kita 23:40 mau ngambil ee metabol sekundernya ya 23:44 supaya akloidnya tidak rusak ya seperti 23:46 digitalis ya untuk jantung ya. 23:49 Terus metode mekanik. Nah, ini misalnya 23:52 kulit batang ya yang memerlukan kita 23:56 perlu minyak asirinya. Nah, ini biasanya 23:58 menggunakan pisau ya atau mesin khusus 24:01 ya. Biasanya itu untuk minyak asiri ya 24:04 misalnya kita daun gaharu ya batangnya 24:07 ya atau lain-lainnya ya. Nah, ada lagi 24:11 sortasi basa yang tadi saya jelaskan ini 24:14 untuk menghilangkan tanah ya atau rumput 24:17 liar, mencegah kontaminasi mikroba. 24:20 Misalnya ada yang busuk nih rimpangnya 24:22 kita buang, kita potek. ada buahnya yang 24:24 busuk ya, kita ee eliminasi ya. Nah, 24:28 supaya apa? Supaya tidak menjadi ee 24:32 tertular yang lainnya ya. Jadi tidak 24:34 busuk yang lainnya ya. 24:36 Nah, ini ada daun buang gagang atau 24:38 tangkai berlebih ya karena kita perlu 24:40 daunnya ya. 24:43 Kalau rimpang atau rizoma atau ee ee ada 24:49 yang dimakan cacing ya. Nah, itu harus 24:51 terbebas dari ee cacing ya. Nah, terus 24:55 kita goyang-goyangkan, kita bersihkan ya 24:58 atau akar ya. Alang-alang bisa kita ee 25:01 cabut tahu-tahu ada cacing ya. 25:05 Nah, terus pencucian ya. Nah, pencucian 25:08 ini bisa kita dengan air mengalir ya, 25:12 bisa dengan bertingkat ya. Nah, kalau 25:14 biji dari buah itu lendirnya sampai 25:16 hilang ya. He 25:18 ee jangan sampai ada masih lendirnya ya, 25:21 membersihkan residu akhir ya. Nah, 25:23 manual menggunakan air mengalir, mesin 25:26 menggunakan siklon dan penyaringan skala 25:28 industri. Nah, tapi kalau kita biasanya 25:30 dengan ee manual ya, dibersihkan 25:33 lendirnya ya. 25:36 Nah, ada lagi fase tadi perajangan ya. 25:38 Perajangan itu supaya masa aktifnya aman 25:43 ya. ya. Nah, kita juga harus lihat kalau 25:46 misalnya dia tadi daun atau ee apa tadi 25:52 ee rimpang ya. Nah, jangan sampai dia 25:54 kalau rimpang itu kan masih basah ya. 25:56 Dia kadang-kadang ketumpuk-tumpuk jadi 25:58 jamur ya. Nah, 26:00 tujuan kita perajangan tadi apa? Supaya 26:02 cepat kering ya. Terus efisiensi untuk 26:06 penggilingan nanti kalau misalnya kita 26:07 mau bubuk ya, mau kita bikin ekstrak 26:10 nantinya ya atau kita jual dengan bubuk 26:13 ya. 26:14 Nah, terus ada pengeringan ya. Nah, tadi 26:17 menggunakan matahari langsung ya atau 26:19 menggunakan kain hitam ditutup ya. Nah, 26:22 tapi kalau matahari langsung itu kayu, 26:24 biji bisa ya atau diangin-anginkan ya 26:28 seperti bunga, daun ya agar tidak rusak 26:31 atau menggunakan suhu ruangan ya. Heeh. 26:34 Ruangan itu yang 30 ya, 35 ya kan kalau 26:38 ruangan S itu panas ya gitu. 26:41 Iya. 26:42 Nah, mesin oven bisa juga kita gunakan 26:45 tapi kontrol suhunya. Kalau bunga atau 26:48 bunga atau daun yang perlu antioksidan 26:51 dia enggak boleh tinggi suhunya. 26:53 Biasanya di bawah 55 derajat ya. Nah, 26:56 jangan sampai dia rusak. kita 26:58 kering-kering tapi tahu-tahu kita enggak 27:00 bisa menggunakan 27:02 ee metabol sekundernya karena sudah 27:04 rusak flavonoidnya ya atau 27:06 antioksidannya. Terus tekanan aliran 27:08 udara ya jangan sampai tidak ada tekanan 27:12 aliran udaranya tidak keluar ya. Nah 27:14 nanti takutnya airnya mengendap ya. 27:17 Nah terus ada tahapan yang sortasi 27:19 kering tadi ya. Nah, ini pembersihan 27:22 final ya, supaya tidak ada benda asing 27:24 yang masuk ke tanaman atau ada tanaman 27:27 yang rusak atau yang hangus ya selama 27:30 proses pengeringan. Misalnya pas kita 27:32 dengan matahari enggak dibalik-balik 27:34 misalnya ya, sebelah doang hangus, 27:35 gosong ya. Nah, itu kita buang ya 27:38 misalnya gitu ya. 27:41 Nah, ada lagi parameter quality 27:42 control-nya ya. Nah, kita identifikasi 27:46 ya, verifikasi struktur jaringan dan 27:49 morfologi untuk mencegah pemalsuan bahan 27:51 ya. Jadi kita cek ini benar enggak nih 27:54 sambil ini benar enggak nih si patikan 27:58 kebo ya atau sambung nyawa ya. Jadi 28:02 kebenaran baham itu harus kita teliti 28:04 lagi ya. Ini dinamakan QC ya. Nah, kadar 28:10 air ya mengukur residu air esensial 28:12 untuk mencegah pertumbuhan bakteri atau 28:15 jamur ya biasanya 28:17 ee 28:19 5% dia tuh jadi ee kadar air yang 28:24 sebelum ya sudah dikeringkan dikurang ya 28:28 ee dibagi dengan kadar air sebelumnya 28:29 dikali 100% ya nanti dia dapat 5% 28:32 misalnya atau kurang dari 5% ya jangan 28:35 sampai dia ee lebih dari 5% pers ya 28:39 nanti malah dia jamuran ya. 28:43 Nah, terus ada kadar abu atau residu ya 28:46 pasca pembakaran. Nah, itu cemaran tanah 28:49 atau pasir ya. Nah, itu dicek lagi ya. 28:53 Ada lagi ee 28:56 markernya ya, marker kompon ya misalnya 28:59 kurkumin ya. Nah, jangan sampai 29:01 senyawanya ini minyak asirinya ini 29:03 hilang ya. Jadi harus kita ee 29:08 apa jamin ya konsistensi khasiatnya ya 29:11 jangan sampai dia menguap ya atau 29:13 cemaran mikroba ya misalnya kita bisa 29:16 uji dengan sterilisasi ya terhadap 29:19 patogen atau bakteri dan jamur ya ada 29:22 lagi logam berat ya misalnya ada masuk 29:25 timbal arsen ya kmium ya atau 29:30 lain-lainnya ya jadi sampai ada batas ee 29:33 keamanan ya jangan sampai dikonsumsi 29:36 malah berbahaya ya. Jadi quality ini 29:39 perlu ya setelah ee pasca panen ya. Nah, 29:42 terakhir adalah penyimpanan pelabelan ya 29:46 untuk didistribusikan. Nah, jangan lupa 29:48 kita tetap label ya karena nanti lupa 29:52 ini tanamannya apa ya. Misalnya tadi 29:54 andograph virus ee panikulata 29:57 ya, polium misalnya ya. Nah, itu kita 30:00 tulis latin dan lokalnya ya sambilu tadi 30:04 andigrafilut bagi nukolata eh volume ya. 30:09 Bagian tanamannya apa? Volume misalnya 30:11 daun ya. Nomor batch-nya kita tulis saja 30:14 misalnya 001 ya. Ini kita tentukan 30:17 sendiri ya. Daun-daun limpang-limpang ya 30:20 akar-akar biasanya ada kode sendiri ya. 30:22 Nah, tanggal panennya kapan dan 30:24 pengeringannya kapan ya? tanggal 30:26 panennya 1 Mei ya, pengeringannya 10 Mei 30:30 misalnya ya. Ee terus ee 30:35 ada lagi ee ee tanggal kadar luarsa ya. 30:39 Tanggal kadar luaranya ya. Tanggal kadar 30:41 luarsanya ee misalnya kapan ya kita 30:46 tentukan ya. Tapi kalau biasanya kering 30:48 itu aman biasanya. Nah, tanda kadar 30:51 keluasan ini kalau kering dia aman ya. 30:53 Cuman kalau kita menggunakan misalnya 30:55 sudah diekstrak, dikapsul, nah itu ada 30:57 massanya. Karena agernya itu biasanya 31:00 kalah dia kalau daun teh kayak apa ya. 31:02 Nah, tapi tetap kita berikan ya berat 31:05 bersihnya ya. Nah, berat bersihnya 31:07 berapa gram misalnya atau berapa kilo 31:11 misalnya kalau banyak ya. Asal bahannya 31:13 dari mana ya? Nah, ini ada ee aturan 31:18 lingkungan atau QA ya. Di sini 31:20 kondisinya kering terlindur dari 31:23 matahari langsung ya. Wadah bersih 31:27 tertutup rapat ya. Kedap udara untuk 31:29 mencegah oksidasi dan penyerapan air ya. 31:32 Keamanan bebas dari hama dan serangga 31:36 ya. Nah, quality insurance-nya wajib 31:39 melengkapi dokumentasi batch record dan 31:41 validasi proses sesuai standar 31:44 profesional prosedur, ya. Jadi, e jangan 31:46 sampai setelah itu kita masuk ke dalam 31:49 toples, tapi toplesnya lembab ya, 31:52 akhirnya jamuran ya atau pas ngambil 31:56 tangan kita basah ya. Nah, itu bisa 31:59 membuat jamuran ya. 32:02 Oke, terima kasih Mbak Noning. Itu saja 32:05 Mbak Noning. 32:06 Em sementara keren banget karena kita 32:09 jadi tahu gimana kalau seandainya mau 32:14 menyimpan seperti yang tadi dijelaskan 32:16 ya, harus di tempat yang tertutup gitu, 32:18 enggak boleh terbuka misalnya. Kita 32:20 boleh ee langsung ke pertanyaan ya. 32:23 Kalau kebetulan ada di antara yang 32:26 sedang mendengarkan acara ini, siapa 32:29 tahu gitu ingin juga ee mencoba 32:32 bagaimana menanam yang hasilnya tadi 32:35 simplisia seperti yang kita dengar ya. 32:38 Jadi ee kalau sekarang ini Bung Alvian 32:42 banyak sekali ibu rumah tangga yang 32:45 menyimpan rempah-rempah dapur nyimpannya 32:47 kelewat lama seperti misalnya nih jahe, 32:51 kunyit atau juga sere itu kalau 32:53 nyimpannya kelamaan sebetulnya masih 32:56 bisa enggak sih digunakan untuk 32:57 kesehatan bukan cuman sekedar untuk 32:59 bumbu. Terima kasih Ibu Anisa di Bekasi 33:03 ya. Terima kasih Bu Anisa ya. Selama dia 33:06 kering itu aman ya. Cuman kalau dia 33:08 lembab, basah, ada kutu atau 33:11 jamuran. 33:11 Iya, jamuran ya. Nah, itu jangan ya. 33:14 Tapi selama dia kering aman sebenarnya 33:16 simplisia itu ya. J kayak kita daun teh 33:19 ya. Daun teh itu kan kering aman kan. 33:21 Kita mau berlama-lama pun juga aman. 33:23 Asal jangan ada 33:24 ee kutunya atau ada jamurnya. Nah, itu 33:29 jangan ya. Dia aman sih sebenarnya kalau 33:31 kita kedap ya, kecuali sudah digunakan 33:34 kapsul misalnya ekstraksi. Nah, itu ee 33:37 kadang-kadang jadi balah ya karena dia 33:40 agarnya itu ada massanya ya. Itu 33:45 emm ini meskipun bisa jadi terkait 33:48 dengan herbal, banyak yang ingin tahu 33:50 meskipun bukan terkait dengan panen 33:53 simplisi ya. Ini Pak Arman di Depok 33:56 pengin tahu banget kalau kebiasaan dari 33:58 kita masyarakat ini menjemur herbal itu 34:03 di teras, di halaman yang biasanya 34:06 banyak debu dan segala macam itu ee bisa 34:10 enggak sih mempengaruhi 34:12 kualitasnya, Bung Alvian? 34:15 Iya. Kalau kita nyimpan di apa? 34:18 Mengeringkan di teras ya maksudnya ya. 34:20 mengeringkan di teras misalnya simplisia 34:22 tadi aman-aman saja ya enggak ada 34:24 masalah yang yang penting cara step-step 34:27 tadi kita lewatin ya misalnya ee ada 34:30 pengotor misalnya ada debu ada apa 34:33 misalnya ya nah itu kita ee kita buang 34:36 dulu ya jangan sampai masuk ke dalam ee 34:39 simplisia yang mau kita ee gunakan ya 34:42 jadi harus kita ee 34:46 pilah-pilah ya enggak ada masalah 34:47 sebenarnya ya di lahan di halaman ya, di 34:51 mana itu enggak ada masalah ya itu. 34:53 He. 34:57 Kalau misalnya nih ini Pak Ridwan 34:59 kebetulan pengin banget. Kenapa sih 35:01 kalau kita beli 35:03 ee bahan herbal di pasar itu cepat 35:07 banget jamurannya? Padahal baru beberapa 35:10 saat dibelinya. Ini karena apa ya? Oke. 35:14 Ee kenapa Mbak Nuning ulangin tadi 35:16 beli bahan herbal di pasar. 35:19 tetapi cepat banget jamurannya 35:23 gitu. Padahal baru beberapa hari 35:24 dibelinya. 35:26 Iya. Iya. 35:26 Itu karena apa? 35:28 I jadi kalau beli bahan di pasar itu 35:31 mungkin dia lembab ya. Nah, mungkin dia 35:34 naruh juga sembarangan ya. Misalnya 35:37 karena barangnya itu banyak 35:38 ditumpuk-tumpuktumpuk dia ya kan lembab 35:41 ya. 35:42 Apalagi mungkin ada juga yang ee 35:45 pegang-pegang tangannya tangannya 35:46 keringetan ya. Mungkin ada pembeli dia 35:49 pengin lihat-lihat, pengin cium misalnya 35:51 kan. Pas dia cium dibalikinya lagi ya 35:54 mungkin ya. Nah, tangannya bisa jamuran 35:57 ya karena tangan itu kan kadang-kadang 35:59 lembab ya. Nah, ee saya kadang-kadang 36:02 mengadakan uji kompetensi ya. Uji 36:03 kompetensi itu 36:05 ee kita menggunakan sarung tangan capit 36:08 ya. Nah, cuman saat dia cuci tangan dia 36:10 enggak kering. Nah, pas dia ngambil 36:12 capit itu ada tetesan air kadang-kadang 36:14 ya. Nah, itu jamuran bisa ya. Jadi harus 36:18 memang ya, apalagi kalau sudah dijual 36:21 ya, nah itu harus memang packaging-nya, 36:24 tempat taruh herbalnya segala macam itu 36:27 harus memang benar-benar 36:29 ee terhindar dari air ya atau dari 36:32 lembab ya atau kena paparan hujan atau 36:36 apa ya itu mesti memang benar-benar ya 36:39 itu. 36:41 Iya. 36:42 Jadi ee ikhwan akhwat kalau memang kita 36:47 ingin menyimpan rimpang kek atau 36:49 bahan-bahan yang lainnya tadi enggak 36:52 bisa merasa aman kalau sudah 36:54 berlama-lama enggak dipakai ya. Seperti 36:56 Mbak Fikri yang ada di Fikri nih, Mbak 36:59 apa Mas nih yang ada di Jakarta Timur. 37:04 Ee kenapa ya? Kalau herbal tradisional 37:07 yang dibuat sendiri hasilnya bisa 37:11 beda-beda padahal bahan yang dipakai 37:13 sama. Ee maksudnya apa nih? 37:17 Herbal tradisional dibikin sendiri. 37:21 Gimana? 37:22 Hasil beda-beda apa ya maksudnya ya? 37:24 Heh. 37:24 Ee mungkin ee 37:26 padahal bahan yang dipakai sama gitu 37:28 istilahnya di sini. 37:29 Hasil rasa atau hasil apa ya? 37:32 ya kalau hasil rasa ya kalau kita 37:34 membikin jamu ya mungkin ee formulanya 37:37 ya tidak tepat ya. 37:40 Karena kalau misalnya kita tahu 37:42 kandungan itu biasanya kita cek ya 37:44 dengan ee apa kromatologi lapis tipis 37:47 untuk ee apa ee antioksidan yang tinggi 37:51 flavonoid ya. Tapi kalau rasa 37:53 kadang-kadang ya ee dia sama enggak bisa 37:56 kita deteksi ya. Nah, tapi kalau 37:58 misalnya rasa yang kita formulasi 38:00 misalnya kita bikin beras kencur, kunyit 38:03 asem ya. Nah, mungkin ada formulanya 38:06 yang enggak pas atau mungkin menurut ya 38:10 kayak kemarin tuh ada 38:14 Asmantoga ya, Asmantoga dari Pondok 38:16 Kelapa. Dia bilang, "Pak Alvan, kita 38:18 nanam nih ee jahe atau kunyit atau apa 38:21 ya tadi ya katanya." Nah, karena di 38:22 bantaran kali kadang-kadang kali itu 38:24 naik ya, jadi ee 38:26 airnya. Heeh. banjir ya. Nah, akhirnya 38:29 ada yang tanaman jahe ee dia jadi kerdil 38:33 ee jadi kecil ya, tidak bagus 38:36 bintik-bintik ya. Nah, itu bisa memang 38:39 mempengaruhi kualitas karena air air 38:41 yang banjir itu kan bisa aja mengandung 38:45 limbah ya, kita enggak tahu limbah rumah 38:47 tangga atau limbah dari mana ya. Nah, 38:50 dia masuk ke ee unsur hara, unsur hara 38:53 tanah ya. Unsur hara tanah. Nah, usaha 38:55 tanah itu membikin kualitas dari rimpang 38:58 itu akan jadi masalah ya itu karena kena 39:02 banjir. Nah, makanya tadi saya sarankan 39:04 kemarin coba di kan kalau rimpang itu 39:07 kan kecil ya, jadi bisa dipot-pot ya. 39:09 Nah, dipot-pot digantung ya. Nah, itu 39:11 bisa sebenarnya kalau rimpang ya. Tapi 39:14 kalau tanaman pohon nah itu enggak bisa 39:16 ya karena dia perlu akar ke bawah ya itu 39:20 jadi kalau misalnya rimpang masih bisa 39:22 ya. 39:23 Oke, mungkin itu ya Bu Dening ya. 39:25 Iya. Terus ini terkait dengan kalau beli 39:28 herbal secara online nih pertanyaan dari 39:30 Ummu Nabila yang ada di Tangerang. 39:34 Gimana ya? Banyak sekali sekarang orang 39:36 beli herbal secara online tanpa tahu 39:40 proses pengolahannya. 39:42 Aman atau enggaknya produk itu rasa 39:46 pastinya dari mana ya? Mohon dong 39:48 pencerahan. Iya. 39:50 Jadi kalau beli herbal itu ya pertama 39:54 kan dia pasti melalui CPOTB ya ee cara 39:58 pembuatan obat tradisional yang baik ya. 40:01 Nah, 40:02 biasanya dia ada label BP POM ya 40:05 misalnya ya. Terus juga ee diproduksi 40:08 oleh PT apa ya ingrediennya ya 40:11 kandungannya tuh jelas ya. Memang 40:13 kadang-kadang juga ya tanda kutip ada 40:15 abal-abal juga ya waktu itu karena 40:18 pernah ada ipar ya dia beli 40:21 herbal sesuatulah gitu ya. Nah herbal 40:24 sesuatu itu dia konsumsi langsung ces 40:27 plank. Maksudnya sakitnya hilang ya. 40:29 Sakitnya hilang ya langsung hilang. Nah 40:31 itu enggak mungkin herbal itu tidak 40:33 mungkin ee dia bisa ee cepat-cepat 40:37 hilang ya kalau sakitnya herbal. Iya, 40:40 perlu proses. Herbal tuh multikompon, 40:42 banyak senyawa. Jadi tidak bisa herbal 40:45 itu cepat menggantikan obat medis. Nah, 40:47 ternyata saya coba buka kapsulnya 40:50 ternyata ada butiran-butiran putih ya. 40:52 Nah, itu mengandung BKO, bahan kimia 40:54 obat ya. Jadi harus ee memang kita tahu 40:58 juga ee efeknya ya. Jadi kalau dia chest 41:01 plank itu agak t-tanya ya walaupun dia 41:04 sudah punya BP POM ya kadang ya enggak 41:08 tahu ya mungkin bisa lewat abal-abal 41:10 atau apa atau di dipalsukan juga bisa 41:13 ya. Nah kadang-kadang seperti itu ya. 41:15 Jadi kalau sudah pertama kita lihat ee 41:18 legalnya ya, ada BP POM-nya, ada 41:21 ingrediennya, komposisi ya, 41:23 diproduksinya di mana ya atau langsung 41:27 kita tahu misalnya kita membeli di 41:30 klinik yang terpercaya misalnya ya, yang 41:32 sudah dia belajar herbal ya, dia sekolah 41:35 herbal ya. Nah, itu lebih aman ya karena 41:38 dia pasti tahu ya itu lebih lebih safe 41:41 ya gitu. 41:43 Iya. tantangan pengobatan tradisional ya 41:46 di saat-saat di zaman era modern seperti 41:49 sekarang. Tetap bersama Radio 41:52 Silaturahim nih yang menghadirkan 41:54 kesehatan islami bersama Bung Alvian 41:57 yang tengah membahas tentang simplisia. 41:59 Ini ada pertanyaan dengan ee 42:02 persimplisiaan mana tadi? 42:06 Apakah 42:08 mana sih tadi 42:10 dari Ibu Rini di Cikarang? 42:13 Apakah untuk menyimpan 42:16 agar kualitas simplisiannya oke itu 42:19 harus dengan 42:22 plastik atau kaca? Jadi penyimpanannya 42:25 di tempat plastik atau dari kaca. Mohon 42:28 informasinya. Iya. 42:30 Ya, kalau mau bagusnya dari kaca ya. 42:33 Kaca itu netral ya. Tapi kalau plastik 42:35 itu takutnya mengandung ya zat plastik 42:38 ya. 42:39 Nah, memang bagusnya dari kaca ya. Cuman 42:42 kan kalau kaca kan kalau untuk 42:43 distribusi enggak mungkin ya. Jadi kita 42:46 menggunakan plastik vakum yang FT gred 42:48 ya. Jadi yang memang untuk makanan ya. 42:51 Nah, itu lebih aman. Tapi kalau kita 42:53 sudah simpan di rumah itu bisa dengan 42:56 kaca ya. Lebih bagus kaca ya. Karena 42:58 toples lah ya. 42:59 Ya, toples kaca ya. Itu itu lebih aman 43:03 ya. Itu 43:04 jadi aman di toples kaca nyimpannya 43:07 dibandingkan dengan plastik. Oke. 43:12 Ee ini di Karawang ada Pak Hasyim yang 43:15 ingin tahu kalau di masyarakat banyak 43:18 sekali yang menganggap semua herbal 43:21 pasti aman. Benar enggak sih pemahaman 43:24 ini atau perlu perubahan 43:28 ya 43:28 di dalam memahaminya? 43:30 Ee herbal itu pasti aman. 43:33 Herbal itu pasti aman. ya. Kalau 43:35 misalnya ee dia ekstrak itu harus 43:38 hati-hati ya, karena ekstrak itu ee 43:41 kandungannya itu lebih pekat ya. Nah, 43:43 ekstrak itu harus hati-hati. Jadi kita 43:46 harus tahu juga penggunaan kunyit 43:48 misalnya ya. Nah, kunyit itu bisa 43:50 abortus bagi orang yang hamil trimester 43:54 pertama ya, apalagi ekstrak ya. 43:57 Misalnya mineran mineran ya untuk 43:59 imunitas. Tapi kalau untuk laki-laki 44:01 lama-kelamaan bisa important ya. Nah, 44:04 jadi harus memang kita tahu arah dari ee 44:08 jalur dari ee herbal tersebut ya, 44:11 penggunaannya ya. Kalau masih simplisia 44:14 basah, simplesia kering itu masih aman 44:17 direbus ya. Tapi kalau sudah ekstraksi 44:20 ya, nah itu agak hati-hati ya. Jadi 44:23 harus tahu untuk kandungan tersebut ya. 44:27 Jadi kalau kita sedang hamil, anak-anak 44:32 kita atau mungkin ee tetangga kita bisa 44:36 diinformasikan jangan sembarangan minum 44:40 ee dari kunyit gitu ya, karena bahaya 44:43 bagi yang hamil gitu. 44:45 Iya. Jadi kalau kunyit itu kalau kita 44:47 ekstrak ya itu kan ee dia bisa 44:50 melancarkan aliran darah di rahim ya. 44:53 Makanya kalau untuk kunyit asem untuk 44:55 orang susah 44:56 mens itu keren loh malah 44:58 bagus ya bagus dia melancarkan ya tapi 45:01 kalau untuk orang hamil masa dilancarkan 45:04 abortus dong nanti ya 45:05 iya iya iya betul betul 45:07 it 45:07 jadi untuk yang sedang menstruasi 45:10 asem keren tapi untuk yang sedang hamil 45:13 please deh jauh-jauhin gitu ya 45:14 iya nah itu harus tahu ya itu penting ya 45:17 pentingnya misalnya kayak kita ee kita 45:20 mau bab makan jati beland jati Belanda 45:23 Eh, tahunya dia minum daun teh kan 45:25 enggak jadi kan 45:26 terbalik. 45:27 Heeh. Terbalik. Nah, itu juga harus tahu 45:29 ya. 45:31 Iya, iya. Iya. 45:34 Emm, apakah perubahan cuaca seperti 45:37 sekarang ini, kelembaban yang 45:39 mempengaruhi kualitas penyimpanan 45:41 bahan-bahan herbal di rumah ini ee akan 45:46 berpengaruh dari Bapak Dani di 45:49 Tangerang? 45:51 Kalau disimpan di ruangan sih aman. 45:54 Kecuali dia simpannya di luar kena 45:56 hujan, kena lembab ya. Nah, itu enggak 45:59 bisa. Tapi kalau dia simpannya di tempat 46:01 aman dari lembab dari sinar matahari 46:04 langsung ya itu lebih aman ya, lebih 46:06 lama ya. Nah, cuman minyak asiri doang 46:09 hati-hati karena minyak asri itu kan 46:11 nguap ya. Nah, kadang-kadang dia simpan 46:13 lama sudah enggak kepakai lagi minyak 46:14 asirinya ya. Jadi kalau minyak asri itu 46:17 enggak bisa lama. biasanya dia setahun 46:19 ya karena dia nguap bisa ya gitu. 46:23 Jadi pengaruh cuaca lembab 46:26 kering itu ber ee peran ya di dalam 46:30 keamanan simpanan kita. 46:32 Iya. Kalau secara 46:33 kalau ditanya tadi kan kalau dengan 46:35 kondisi lembab ini kualitasnya 46:38 ya kalau secara langsung terkena ya. 46:40 Tapi kalau dia tidak terkena ya aman ya 46:44 gitu. 46:46 Oke, ini mungkin pertanyaan berikut ini 46:48 juga ee bisa dipahami oleh yang lain 46:51 terkait dengan Mbak Maya yang ada di 46:53 Jakarta Selatan. Kan kebiasaan 46:56 masyarakat itu kan kita-kita ini 46:58 mencampur banyak herbal, takerannya 47:01 enggak jelas. Efeknya ada enggak sih? 47:04 Pertanyaannya kalau mencampur banyak 47:07 herbal dengan takeran yang enggak jelas. 47:11 Jahe dicampur ini dicampur itu ya? Ya. 47:14 Iya. 47:15 Takarannya sih harus jelas ya kalau kita 47:18 mau memformulasikan suatu herbal ya. 47:21 Karena herbal itu kan bermanfaat ya. 47:23 Maksudnya ee pertama kita untuk minum 47:28 tes rasanya ya terus kita campur 47:32 manfaatnya ke mana ya atau adakah dia 47:35 bersifat sinergis atau dia bersifat 47:38 antagonis ya. Jangan sampai herbal itu 47:42 sifatnya bertolak belakang. tadi ya 47:44 misalnya tadi dia campur segala macam 47:47 campur jati Belanda, campur daun teh 47:50 misalnya kan dia menghilangkan, 47:51 meniadakan ya menormalkan. Nah, 47:54 ya enggak bisa juga harus ada ukuran ya, 47:57 ada size-nya ya misalnya berapa gram ya 47:59 yang simplisia basah berapa gram 48:02 simplisia kering ya. Nah, tujuannya apa? 48:05 Memformulasikan tadi ya untuk apa? 48:08 Maksudnya output-nya ke mana? Nah, 48:10 misalnya pengin bab ya sudahlah jati 48:12 Belanda. Kalau kita misalnya ada pepaya, 48:16 kita makan pepaya. Misalnya ada 48:20 lidah buaya ya bisa kita konsumsi ya, 48:23 daun sendok bisa kita konsumsi. Nah, itu 48:25 melancarkan bab sembelit ya. Tapi kalau 48:28 dia mencret ya kebalikan ya cari 48:30 tanaman-tanaman yang memang mengandung 48:32 tanin biasanya kayak daun teh ya 48:35 ee daun jambu biji ya. Nah, mungkin 48:38 kalau ada e mikroba tambahin ketumbar 48:41 atau tambahin kunyit ya, antibakteri ya. 48:44 Nah, itu bisa karena dia akan kembung 48:46 ya, ditambahin adas ya kalau orang 48:48 mencret ya. Nah, itu kembung. Nah, jadi 48:51 formulasi itu harus ya enggak bisa kita 48:53 enggak formulasi nanti bingung oh 48:55 khasiat yang pertama bagus nih. Khasiat 48:57 kedua sudah enggak bagus 48:58 ternyata berlawanan 49:00 karena formulasi enggak tepat. 49:02 Ngomong-ngomong Bung Alvian menerbitkan 49:04 juga enggak buku terkait dengan bahwa 49:07 ini kegunaannya untuk ini jangan sampai 49:09 tercampur yang berlawanan tadi. 49:11 Oh, belum. Kalau buku tuh sudah ada tiga 49:15 sebenarnya. Yang satu itu ee pembuatan 49:19 jamu ya, itu bikin jamu-jamu. Kalau yang 49:23 buku kedua itu 49:25 buku LSK itu ada sebagian sih, tapi 49:27 enggak enggak enggak enggak enggak full 49:29 ya. Enggak, enggak full karena dia dari 49:32 awal sampai akhir ya sampai farmakologi 49:34 ada tapi enggak full maksudnya enggak 49:37 enggak semua tanaman ya. Nah, satu lagi 49:39 saya bikin buku Tuina yang sekarang 49:41 untuk pijat ya untuk tuina cengku ya 49:44 namanya kayak kiropraktik itu ya saya 49:46 bikin tapi bisa di kayaknya buku yang ee 49:49 LSK itu bisa dipakai ya tapi Bu Nuning 49:51 tebal 49:52 biar ada pegangan gitu kan. Heeh. Biar 49:53 ada pegangan. Kalau mau ngerebus ini 49:56 jangan dicampur ini atau yang lain. 49:58 Bisa. Bisa. Itu bisa dipakai ya yang 50:01 tapi tebal bukunya. 50:02 Nanti telepon aja 50:03 enggak apa-apa tebal kan tinggal di baca 50:06 selembar halaman. 50:07 Nanti di akhir akan e di akhir akan kami 50:11 berikan nomor telepon yang bisa 50:12 dihubungi lagi agar ee terkait dengan 50:16 kebutuhan bisa di ee pertanyakan ya. Ini 50:20 yang dari Mbak Siti di Bekasi. Ini kalau 50:24 menurut Pak Alvian biasanya kesalahan 50:26 umum kita masyarakat di dalam mengolah 50:29 tanaman obat keluarga agar bisa 50:31 dijadikan herbal itu di mananya atau 50:34 kenapaanya? Iya. 50:37 Tanaman obat keluarga bisa dijadikan 50:39 herbal. Maksudnya dijadikan jamu atau 50:42 enggak? Maksudnya kesalahan orang orang 50:45 Heeh. Orang salahnya biasanya di mana? 50:48 ketika mengolah tanaman obat di keluarga 50:51 ini agar bisa dijadikan herbal. 50:53 Iya. Pertama, identitas si herbal itu ya 50:57 kalau dia salah 50:58 ya tadi bukunya mau tinggal dibaca ya. 51:00 Nah, itu di bukunya ada atau yang ee 51:02 tadi yang saya jelaskan di awal ya. Nah, 51:05 identitasnya salah. Misalnya Bu Nuning 51:07 pengin ee masak kari misalnya ya, kan 51:10 pakai daun kari. Nah, daun kari itu kan 51:12 bentuknya mirip dengan daun belimbing 51:15 ya. Hm. Nah, salah ambil ya. 51:17 Salah ambil lain rasa dong. Lain rasa. 51:21 Iya iya iya. 51:22 Nah, misalnya meniran dengan Saga dia 51:24 mirip-mirip ya. Nah, tapi manfaatnya 51:26 berbeda. Nah, salah juga ya. pertama 51:28 identitas juga sudah salah ya salah ya 51:31 itu. Nah yang kedua 51:34 ya tadi terkontaminasi dengan zat-zat 51:37 lain misalnya ya atau dia tidak bersih 51:40 masuk ee kerikil atau masuk apa ee 51:45 kotoran misalnya ya. Nah pencuciannya 51:48 enggak bersih misalnya pas dia rajang 51:51 ada yang busuk ya dia cuci nah yang 51:54 busuk itu enggak dibuang ya. Nah, itu 51:56 kan kesalahan juga. Jadi rusak ya. Nah, 51:59 ee jadi yang kita jelaskan tadi ya harus 52:01 diikutin ya kalau mau dia bagus ya 52:04 hasilnya tidak salah. Nah, apalagi tadi 52:07 sudah tuh formulasi ya formulasinya 52:09 salah ya hasilnya salah 52:11 ukuran-ukurannya. 52:13 Iya iya iya. 52:14 Itu ya kontraindikasi atau indikasinya 52:17 ya. 52:17 Oke. Mudah-mudahan bahasan terkait 52:20 dengan simplisia kali ini betul-betul 52:23 mempersuasi kita semua. Sekarang kita 52:27 kita simak closing ideanya dari Bung 52:29 Alvian. Silakan. 52:32 Baik. Eh, terima kasih Mbak Nuning, ya. 52:34 Jadi kita closing statement ya. N kalau 52:38 kita mau membuat suatu tanaman herbal ya 52:42 atau jamu ya. Nah, kita harus tahu dulu 52:45 ya identitasnya si ee herbal itu ke mana 52:49 ya. Tapi outcome-nya juga kita pikirkan 52:51 outcome-nya ke mana ya. outcome-nya 52:53 untuk apa. Nah, tapi karena kita tadi 52:55 belajarnya proses pasca panen ya, 52:59 bagaimana kita panen, bagaimana kita 53:03 cuci, bagaimana kita rajang, bagaimana 53:05 kita penyimpanan ya quality controlnya 53:09 dan lain-lain. Nah, itu nanti akan 53:11 disesuaikan dengan outputnya karena 53:13 labelnya tadi sudah tahu nih, oh 53:14 sambiloto buat gula misal diabet ya, oh 53:18 kayu manis buat diabet misalnya atau 53:20 tadi ya jati Belanda buat bab misalnya. 53:23 Nah, itu ee sesuaikan dengan output 53:26 outcome-nya ya yang pengin kita lakukan 53:29 ya. Jadi ee proses itu ya tidak 53:34 membohongi hasil ya. Proses tidak 53:36 membohongi hasil ya. 53:39 Nah, itu jadi proses harus e benar. Ya, 53:42 itu saja, Mbak Nuning. Terima kasih. 53:45 Oke, terima kasih banyak Bung Alvian 53:48 yang punya rumah sehat. Ee Alvian ini 53:52 seperti yang tadi saya bilang ee kalau 53:54 ada sesuatu yang ingin ditanyakan 53:55 silakan telepon ke 0813 54:02 8326 54:05 2040. Sekali lagi 0813 54:09 83262040. 54:11 Tapi kalau mau langsung datang ke TKP 54:13 juga bisa ya persisnya ada di Jalan 54:16 Ruyung Blok A20 nomor 7 Pondok Kelapa, 54:21 Duren Sawit Jakarta Timur. Nah, 54:24 mudah-mudahan nanti teman-teman yang ada 54:27 di daerah Duren Sawit bisa datang ke 54:29 Puskesmas ya dengan apa yang tadi 54:31 disampaikan mau ada hal yang dilakukan 54:35 beliau di Puskesmas Duren Sawit. Sekali 54:38 lagi terima kasih Bung Alvian. Terima 54:39 kasih juga untuk radio-radio yang juga 54:42 menyebarluaskan siaran dari Rasil. 54:44 Billahi taufik wal hidayah. 54:46 Wasalamualaikum warahmatullah 54:47 warahmatullah wabarakatuh.