Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Alhamdulillahiabbil alamin wabihi
- nastain w umurid dunya waddin wasatu
- wasalamu ala asrofiliya wal mursalin waa
- alihi wahabihi waman tabiahum bisan
- yaumiddin amma ba asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh masih
- dipancarluaskan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibubur
- Bekasi radio silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu ikhwan akhwat para
- pendengar Radio Silaturahim dan pemirsa
- Rasil TV yang di manaun pun Anda berada.
- Bagaimana kabar Anda di sore hari ini?
- Semoga ikhwan akhwat yang saat ini
- sedang berada di rumah, berkumpul
- bersama keluarga ataupun yang saat ini
- sedang berada dalam berkendaraan, semoga
- kita semuanya selalu dalam kesehatan dan
- senantiasa selalu dalam lindungan dan
- rahmat Allah Subhanahu wa taala. Senang
- sekali rasanya bersama saya Muhammad
- Hafiz Alfloresi. Beserta kru yang
- bertugas di sore hari ini ada Bang Neja
- di kameraman dan switcher dan ada Bang
- Yusuf Subangkit di meja operator.
- Alhamdulillah kembali hadir dalam
- program tausiah sore bersama guru kita
- Ustaz Ahmad Shoh di edisi hari Jumat
- 15 Ramadan. Alhamdulillah kita sudah
- melewati hari ke-15 di bulan Ramadan di
- 1441 Hijriah atau bertepatan di tanggal
- 8 Mei 2020.
- Alhamdulillah guru kita sudah berada di
- Setiao. Kita sapa terlebih dahulu ikhwan
- akhwat. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Bagaimana kabarnya ustaz?
- Alhamdulillah dalam keadaan sehat
- walafiat. Alhamdulillah atas doa dari
- semuanya. Alhamdulillah.
- Masyaallah.
- Masyaallah.
- Ramadan kali ini gimana Ustaz? Dalam
- kondisi pandemi seperti ini, Ustaz,
- justru banyak kesempatan bisa
- memfokuskan diri gitu kan di rumah.
- Masyaallah bisa berkhalwat dengan Allah
- Subhanahu wa taala. Insyaallah. N
- ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Insyaallah di
- kesempatan sore kali ini guru kita Ustaz
- Ahmad Saleh akan membahas dengan tema
- Ramadan syahrul Quran. Artinya Ramadan
- ini adalah bulannya Al-Qur'an. Sebelum
- kita menyimak eh nasihat dan tausiah
- dari guru kita, alangkah baiknya kita
- buka acara kajian kita di sore hari ini
- dengan membaca doa thabul ilmi.
- Bismillahirrahmanirrahim.
- Rabbana z'na ilman Allahumma fa'na bima
- alamtana waimna ma yanfauna warzuqna
- ilman yanfaad.
- Alhamdulillahi
- hamdan thayiban mubarokan fama
- yuhibunaard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi
- ba'. Allahumma sholli wasallim wabarik
- ala habibikal karim Muhammadin waa alihi
- wa ashabihi waman tabiahum bisanin
- yaumilqiamah. Amma ba'.
- Ikhwan akhwat pendengar Radio
- Silaturahim serta pemirsa Rasil Visual
- di mana pun berada.
- Senantiasa puji kita panjatkan kepada
- Allah Subhanahu wa taala yang masih
- melindungi kita, membimbing kita,
- memberikan kesempatan-kesempatan kepada
- kita untuk senantiasa meningkatkan
- pendekatan diri kepadanya yang masih
- memberikan tenaga kepada kita untuk bisa
- berlaku lebih baik, beraman, lebih mulia
- lagi. Nah, sementara yang lain tidak
- diberi kesempatan itu. Sementara yang
- lain jangankan mengerti, mengaplikasikan
- tentang kebaikan, bahkan mengerti itu
- kebaikan pun bingung dia. Nah, maka oleh
- sebab itu, ikhwan akhwat sekalian, kita
- bersyukur kepada Allah dengan bimbingan
- Al-Qur'an, dengan bimbingan sunah Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam,
- alhamdulillah kita menjadi mengerti ma
- hual haq, apa itu e alhaq, apa itu
- kebenaran, apa itu khair, apa itu
- kebaikan, mana attauhid dan man syirik
- dan seterusnya. Ee maka oleh sebab itu
- pada kesempatan sore hari ini kita ingin
- berbicara tentang Al-Qur'an. Karena
- had syahr bulan ini yakni Ramadan adalah
- ee bulan di mana di dalamnya diturunkan
- Al-Qur'an. Sebagaimana Allah tegaskan,
- syahru ramadanzi unzila fihil Quran.
- Jadi bulan Ramadan itu adalah bulan di
- mana di dalamnya diturunkan Al-Qur'an.
- Di mana fungsi Al-Qur'an itu adalah ee
- sebagai hudan, sebagai petunjuk. Banyak
- sekali ee apa penyifatan terhadap
- Al-Qur'an. Baik itu sebagai hudan,
- sebagai ee kemudian ee ee apa namanya?
- Sebagai obat syifa gitu kan. Dan masih
- banyak lagi. Tetapi pada kesempatan ini
- kita ingin memulai bahwa ee dalam kajian
- kita ee tentang kitab Riyadus Shihin
- beberapa pertemuan yang lalu dikatakan
- dalam satu hadis bahwa iqrau
- alqurana. Jadi, iqraul qurana fainnahu
- yati yaumalqiamati syafi'an liashhabihi.
- Bacalah oleh kalian Al-Qur'an
- ya. Karena Al-Qur'an itu nanti pada hari
- kiamat akan datang sebagai pemberi
- syafaat kepada orang yang membacanya,
- memahaminya, dan mengamalkannya. Ahlihi
- di situ ee ya ini bisa ee diawali dari
- yang membacanya.
- Dari sini kita akan lihat dulu tentang
- membaca.
- Ada bacaan yang diberikan oleh Nabi
- sebagai kabar gembira bagi mereka yang
- baru mampu membaca, belum mampu
- mentafakuri, belum mampu mengkaji
- mutiara-mutiara tafsirnya, maka satu
- huruf itu berbanding atau seekuivalen
- dengan 10 kebaikan. Nah, ini jadi ee
- kita tidak boleh ee tidak lagi pada
- posisi perdebatan apakah mana yang lebih
- baik. Sebagaimana ulama terdahulu kan
- pernah juga mengkaji mana yang lebih
- baik membaca Al-Qur'an sedikit tapi
- kemudian mengerti maknanya dengan orang
- yang banyak membaca Al-Qur'an tapi dia
- tidak ngerti maknanya gitu kan. Ee Imam
- Assyafi'i misalnya mengatakan lebih baik
- yang membaca Quran banyak gitu kan.
- Karena tadi satu huruf 10 kebaikan.
- banyak huruf berarti dikalikan 10
- kebaikan. Nah, namun kemudian
- ee dalam ee beberapa hal beberapa hadis
- gitu kan mengingatkan agar kita tidak
- boleh melampaui 3 hari dalam membaca.
- Artinya ee mengkhatamkan tidak boleh
- kurang dari 3 hari.
- Tapi fakta menunjukkan sekali lagi fakta
- menunjukkan banyak ulama yang mampu
- mengkhatamkan Quran dalam 1 hari satu
- malam, 2 hari 2 malam. Artinya sebelum 3
- hari pun mereka, nah para sahabat ya
- terutama misalnya Utsman bin Affan itu
- dalam satu malam gitu kan bisa
- mengkhatamkan Quran. Nah, oleh sebab itu
- bagaimana menghubungkannya? Nah, jadi oh
- kalau yang tadi ee untuk orang yang
- masih ee apa namanya? Terpatah-patah
- membacanya dihibur oleh Nabi satu huruf
- 10 kebaikan.
- Tapi bagi kita yang sudah memulai
- mengkaji selain tilawahnya, selain
- tahsinnya, bacaannya dengan benar gitu
- kan ditingkatkan untuk memahami makna
- dan maksudnya. Berarti ee terjemah w
- tafsiriah gitu ya, terjemah dan
- tafsirnya. sehingga kita mampu memaknai,
- memahami, oh ke sini maksudnya. Nah,
- maka kenapa kemudian dilarang? Larangan
- dalam hal ini berarti bukan larangan
- mutlak. Karena tadi kan fakta-fakta
- menunjukkan bahwa ada yang memang ee
- mampu membaca lebih eh kurang
- menyelesaikan bacaan Quran khatam 30 juz
- sebelum 3 hari. Maka ee yang dimaksud
- larangan itu bukan larangan mutlak. Nah,
- tapi memiliki maksud. Kenapa? agar orang
- e mampu pula menelusuri pesan-pesan yang
- ia baca, gitu kan. Nah, jadi ini harus
- didudukkan sehingga semuanya memiliki
- tempat, memiliki hak untuk dijadikan
- hujah, untuk dijadikan dalil.
- Jadi bagi mereka yang sudah mampu
- memaknai, memahami, mengerti tafsirnya,
- maka sebaiknya juga menggali
- samudra-samud apa? Menggali
- mutiara-mutiara di samudra hikmah.
- samudra fadilahnya dari Al-Qur'an
- tersebut. Nah, ini yang yang kemudian
- harus dipahami. Kemudian kalau kita
- melihat di dalam ee apa namanya? Ulumul
- Quran misalnya, salah satu bahwa ayat
- yang pertama kali turun sepakat para
- ulama adalah ee ayat 1 sampai 5 dari
- surah Al-Alaq. Mulai dari iqra gitu kan.
- Nah, pada pertemuan yang lalu kita sudah
- membahas bahwa iqra yang dimaksud bukan
- hanya membaca dari sisi teks ya. Jadi
- kalau dari kalau Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam itu membaca
- dari pengertian membaca ayat-ayat Allah
- tabaraka wa taala yang terdapat di alam
- maya pada. Tapi iqra itu jika itu
- ditujukan kepada umat Nabi Muhammad maka
- iqra memiliki dua yang harus dibaca
- yaitu ayat Allah yang termaktub.
- maksudnya yang tertulis kedua ayat Allah
- yang tidak termaktub, tidak tertulis
- tetapi terpampang di alam maya pada.
- Nah, menarik untuk sedikit kita lihat
- misalnya iqra bacalah.
- Sekali lagi karena kita dulu membahas
- bahwa ketika ayat itu diturunkan kepada
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam, maka pengertian iqra di situ
- adalah membaca alam, membaca ayat di
- sekitarnya gitu ya. Bukan dalam bentuk
- tulisan. Karena tak ada satu riwayat pun
- mengatakan malaikat Jibril bawa tulisan
- waktu itu gitu kan. Iqra sambil menunjuk
- tulisan. Tidak ya. Tapi kemudian iqra.
- Iqra gitu kan. Nabi e riwayat tak ada
- satuun yang di ee dikemukakan oleh para
- ulama. Tak ada satuun ayat eh apa
- namanya? Riwayat yang menjelaskan bahwa
- malaikat Jibril bawa tulisan. itu
- menunjukkan berarti bukan tulisan, bukan
- teks yang harus dibaca, bukan nas yang
- harus dibaca, tetapi ayat Allah yang
- kedua yaitu ayat Allah yang terpampang
- di alam maya pada itu. Nah, nah namun
- kemudian nanti kalau menggunakan ilmu ee
- ee tanasubul tanasub gitu ya, Al-Qur'an
- tanasub itu ee apa? ee munasabah, bisa
- munasabah ayat dengan ayat, bisa
- munasabah ee surat dengan surat, ada
- juga munasabah antara juz dengan zuz
- gitu ya, antar juz gitu. Nah, itu ee
- tanasubul ayat. Ee misalnya kalau kita
- melihat iqra itu apa yang harus dibaca
- gitu kan, itu terdapat dalam surah
- al-alaq. Tetapi kemudian
- ada mm hubungannya yaitu ada surat
- setelah itu kalau di dalam mushaf
- setelah surah Al-Alaq itu adalah
- Al-Qadr. Nah, Al-Qadr bicara tentang
- Al-Qur'an gitu kan. Nah, maka kalau
- begitu bisa dimaknai bahwa iqra jika itu
- tertuju kepada umat Nabi Muhammad, maka
- bukan hanya membaca seperti Nabi
- Muhammad membaca alam sekitar yang
- terjadi di sekitar kita, tetapi juga
- harus juga membaca Al-Qur'an atau yang
- termaktub tadi. Ayat Allah yang
- termaktub.
- Menarik untuk dipahami misalnya di situ,
- iqra, bacalah olehmu ya Muhammad. Begitu
- kurang lebih.
- Bismi rbik.
- Bismi. Saya terjemahkan terlebih dahulu
- dengan nama
- Rbika Tuhanmu. Sebelum dilanjutkan, ada
- dua hal paling tidak dua pengertian
- bismi huruf ba itu ya. Ba itu bisa
- bermakna atas nama, bisa bermakna dengan
- nama.
- Bism bismillah. Tetapi dalam ayat ini
- Allah belum memperkenalkan dirinya. Di
- dalam surah Al-Alaq ini Allah belum
- memperkenalkan namanya,
- baru memperkenalkan
- e sifat-sifatnya.
- Kenapa begitu gitu ya? Kenapa tidak
- namanya yang diperkenalkan? Misalnya
- begini, mohon maaf ee kita simpan dulu
- orang ee mengenal misalnya ada seseorang
- ee yang namanya fulan itu diberi sifat
- jelek. Nah, untuk supaya mengembalikan
- kepada kebaikannya maka bukan namanya
- dulu. Siapa dia? Oh, dia orang baik. Oh,
- dia pemimpin perusahaan ini. Oh, sudah
- semua kebaikan disebutkan baru dialah si
- fulan yang nama fulan ini sesungguhnya
- telah diberi sifat buruk. Nah, Allah
- tabaraka wa taala diberi sifat jelek
- oleh orang-orang musyrikin Quraisy.
- Ya, dia punya ee dia punya anak
- perempuan yaitu malaikat dianggap anak
- perempuannya ya kan anak lelakinya ini
- ini dan seterusnya. Nah, Allah
- memperkenalkan bukan nama Allah dulu.
- Karena nama Allah ini sudah masyhur.
- Sebelum Nabi Muhammad dapat wahyu itu,
- masyarakat Quraisy sudah mengerti
- bahwa ada ee apa namanya? Allah itu.
- Mereka juga tahu bahwa yang menciptakan
- langit dan bumi itu Allah. Namun
- kemudian mereka memberi sifat yang lain
- yang ee apa namanya? Yang ee memberi
- sifat yang buruk, memberi sifat yang
- tidak layak. Ini kalimat yang tepatnya
- yang tidak layak. Maka kemudian Allah
- memperkenalkan dirinya bukan namanya
- dulu.
- Siapa?
- Iqra bismi rabbikalladzi khalaq. Bacalah
- dengan menyebut nama Tuhanmu yang telah
- menciptakan.
- Ini pertama kali apa namanya? Ayat turun
- kepada beliau sallallahu alaihi wasallam
- sebagai argumentasi yang paling dahsyat.
- Jadi kalau kemudian ada orang mengaku
- rabb ana anbukum a'la misalnya Firaun
- syaratnya apa? Oleh Allah dikatakan tadi
- kalau syarat untuk jadi Rabb itu harus
- punya kontribusi dalam penciptaan langit
- dan bumi atau dalam menciptakan sesuatu.
- Kalau yang menciptakan langit dan bumi
- itu hanya Allah, berarti yang pantas
- jadi Rabb hanya Allah. Nah, maka oleh
- sebab itu dalam paradigma kita umat
- Islam bahwa yang dimaksud oleh kita
- Allah itu pencipta.
- Lalu kemudian
- ee ada iblis membisikan kepada kita,
- "Bagaimana kalau ada pencipta sebelum
- sebelum Allah?"
- Maka kita katakan, "Maka yang disebut
- Allah adalah yang menciptakan itu, gitu
- ya. Bagaimana kalau kemudian nanti ee
- apa namanya? Ternyata yang menciptakan
- Allah itu ada yang menciptakan lagi.
- Maka yang saya maksudkan Allah itu yang
- menciptakan tadi yang pertama kali gitu.
- Jadi ini apa namanya em kausa primanya.
- Jadi ee jadi kalau di antara manusia
- mengatakan bahwa ada itu berasal dari
- ketiadaan ini giriru maqulul. Enggak
- bisa masuk akal. Orang tidak ada kok
- bisa jadi menciptakan jadi ada. Orang
- dianya sendiri tidak ada gitu. Maka oleh
- sebab itu Allah subhanahu wa taala wajib
- itu ee apa namanya ee wajib wajibil
- wujud
- gitu ya. Wajibil wujud. Jadi wajib
- adanya baru bisa apa namanya bisa
- dipahami karena ada mampu menciptakan
- ada. Nah, maka oleh sebab itu ayat ini
- dahsyat sekali. Ini pertama kali turun
- ayat itu justru masyaallah dari sisi
- apapun argumentasi apapun sangat dahsyat
- ya. Jadi, iqra bismi rabbikalladzi
- khalaq, Tuhanmu. Ya, atas nama. Sekali
- lagi kemudian sekarang kita tarik ada
- bismi dengan pengertian atas nama. Maka
- kalau atas nama berarti dia wakil.
- Iya kan? Kalau wakil maka dia adalah
- khalifah,
- khalifatullah gitu kan. Maka atas nama
- Allah. Nah, maka dia dia cara membaca
- seorang khalifah sebagai yang mewakili
- Allah tabaraka wa taala. Tapi ada bismi
- dengan pengertian dengan nama. Kalau
- dengan nama berarti dia memposisikan
- dirinya sebagai hamba.
- Maka fungsi manusia ada dua gitu kan.
- Pertama dia sebagai khalifatullah fil
- ardhi. Yang kedua sebagai abdullah,
- sebagai hamba hamba Allah yang bertugas
- mengabdi kepada Allah Subhanahu wa
- taala. Kalau tadi mewakili Allah,
- menerapkan syariat-syariatnya
- agar manusia bahagia di dunia dan di
- akhirat. Nah, jadi ini indah sekali
- Quran itu. Masyaallah. Maka kemudian
- kenapa syahru Ramadan disebut apa
- sebagai syahrul Qur'an? Ini hendaknya
- momen-momen ini jangan sampai kemudian
- nanti ee waktu-waktu yang kita lewati
- menangisi kita. Kenapa? Karena
- waktu-waktu itu tidak diisi dengan
- pendekatan diri kita kepada Allah
- melalui ee apa namanya? Baik tilawah
- maupun qiraah Al-Qur'an.
- Tidak diisi dengan ee apa namanya?
- Berdua-duaan kita ngobrol dengan Allah
- tabaraka wa taala. Ngobrol yang dimaksud
- sering istilahnya adalah ee apa namanya?
- Khalwat. Khalwat itu khulwun. Khulwun
- itu manis.
- Jadi ada orang baca Quran saat orang
- lain dia baca Quran dengan bacaan yang
- terbata-bata, apalagi bagus bacaannya,
- terdengar oleh dirinya juga sampai
- kepada hatinya. Tet sampai kepada satu
- perasaan yang tidak ia ketahui, yang
- tidak ia mengerti. tiba-tiba kemudian
- menetes air matanya. Dia sendiri kadang
- tidak ngerti apa yang dia baca, tapi
- perasaan itu mengalir kepada jiwanya.
- Ada satu ketenangan. Kemudian dia tidak
- lanjutkan bacaan. Ya, tutup. Kemudian
- dia, "Ya Allah,
- inilah yang bisa aku lakukan ya Allah.
- Hamba yang lemah ini baru bisa membaca."
- Ini sebagai bukti bahwa dia bukan dia
- kemudian tidak ingin melaksana, bukan.
- Tapi ketawaduan sebagai hamba yang
- sangat memerlukan Allah Subhanahu wa
- taala. Kemudian dia katakan seperti itu.
- Ya Rabbana ini yang bisa aku lakukan.
- Mungkin belum sempurna, mungkin terlalu
- banyak kekurangannya. Maka dari itu, ya
- Allah sempurnakanlah
- kekurangan-kekurangan ini.
- Nah, maka oleh sebab itu, Ikhwatul iman,
- makanya kenapa kemudian dia Al-Qur'an
- menjadi Syafi'an sebagai pemberi syafaat
- nanti di yaumil kiamah?
- Karena oleh orang yang mencintainya,
- siapa yang mencintai Qurannya berarti
- dia mencintai Allah tabaraka wa taala.
- Berarti mencintai siapa? Yang
- berkalamnya, berfirmannya.
- Nah, maka ini yang harus digaris bawahi.
- Maka oleh sebab itu, maka hiasilah ee
- syahru Ramadan sekarang ini dengan
- tilawah ya, dengan kajian tadarus
- maupun dengan memetik, menggali
- hikmah-hikmah, menggali mutiara-mutiara
- Al-Qur'an. Nah, ini ini yang kemudian
- harus dipahami. Nah, maka oleh sebab itu
- di dalam Al-Qur'an banyak sekali tadi
- ada ee iqra bismi rabbikalladzi khalaq.
- Bacalah olehmu ya Muhammad ayat-ayat
- Allah yang termampang di alam p alam
- maya pada ini. Karena nanti juga engkau
- akan dibimbing oleh wahyu, dibimbing
- oleh Al-Qur'an itu ya kan e bismibik
- dengan menyebut ya atau atas nama
- Tuhanmu khalaq ya yang telah
- menciptakan. Jadi Rabb itu fungsi Rabb
- itu adalah yang menciptakan. Jadi kalau
- dia tidak mampu menciptakan berar
- berarti dia bukan Rabb, bukan Tuhan.
- Meskipun misalnya Firaun mengklaim, "Aku
- ini rbukumul a'la."
- Nah, aku ini katanya Tuhan kamu yang
- maha tinggi. Gitu kan. Tapi kalau tidak
- bisa menciptakan kadzaba, berarti dia
- telah berdusta. Maka oleh sebab itu
- didustakan juga oleh Allah Subhanahu wa
- taala itu Firaun. Nah, kemudian tadi
- atas nama ya, atas nama Rabbmu, atas
- nama Tuhanmu ada dua kondisi posisi
- tentang khalifah.
- Ya, kalau kita lihat misalnya ada
- khalifah yang hanya diakui oleh Allah,
- tapi juga ada khalifah yang diakui bukan
- hanya oleh Allah, tetapi juga diakui
- oleh manusia. Maka nanti isyarat di
- dalam Al-Qur'an misalnya Nabi Adam
- pertama-tama itu diakui oleh Allah
- sebagai khalifah di muka bumi. Maka
- Allah menggunakan redaksinya di dalam
- Al-Qur'an itu. Inni jailun fil ardhi
- khalifah. Menggunakan inni sesungguhnya
- aku jailun
- yang menjadikan fil ardhi di muka bumi
- ini khalifah. seorang khali khalifah.
- Tapi di dalam surah Shad, Allah bukan
- mengatasnamakan tidak e mengatasnamakan
- dirinya lagi.
- Waa'alnaka.
- Kalau tadi ja'ilun gitu kan, inni jailun
- ee mempresentasikan dirinya. Tapi
- sekarang
- ja'alnak inna ja'alnaka. Sesungguhnya
- kami, kata Allah, kalau tadi aku,
- sekarang kami menjadikan engkau ya ee
- Daud gitu kan ya Daud khalifatan fil
- ardhi.
- Khalifah di muka bumi. Kalau tadi fil
- ardhi khalifah, kalau sekarang
- khalifatan fil ardhi. Ah, posisinya
- terbalik.
- Kalau posisinya terbalik mesti tafsirnya
- juga beda gitu. Itu Quran. Masyaallah.
- Nah, maka karena diakui Nabi Daud
- sebagai khalifah bukan hanya diakui oleh
- Allah, maka kemudian Nabi Daud
- diperintah untuk memberikan
- kebijakan-kebijakan atas nama Allah.
- Maka di situ fahkum maka hukumilah. Nah,
- ini kan kebijakan mengatur gitu kan
- ketika tadi. Nah, ini isyarat-isyarat
- masyaallah menarik sekali. Nah, menarik
- sekali. Maka oleh sebab itu sekali lagi
- bahwa wajar kalau kemudian Al-Qur'an ini
- menjadi menu bagi kita. menu harian kita
- ya untuk mengisi syahru Ramadan ini
- sehingga dengan tadi pemahaman-pemahaman
- hasil galian dari ulama terdahulu
- dikumpulkan ditambah dengan riset kita,
- penelitian kita itu akan mendapatkan
- sesuatu yang menyegarkan dalam kehidupan
- insyaallah. Nah, maka oleh sebab itu
- saya kira dengan tema kita Ramadan
- Syahrul Quran itu harus betul-betul
- diwujudkan
- bahwa ee hendaknya kita menjadi sahabat
- Al-Qur'an. Sahhib. Sahhib itu teman
- dekat ya. Sahib ee atau e shodq gitu ya.
- Sodq kan artinya juga teman ya. Sahib
- juga sama. Jadi sahabat Al-Qur'an. Nah,
- karena nanti ke mana-mana tidak mesti
- harus bawa mushaf, tidak mesti harus
- membawa misalnya gadget yang berisi
- aplikasi Al-Qur'an, tetapi Al-Qur'an
- sudah ada di dalam hati kita. Maka oleh
- sebab itu, kenapa dari sini mengerti
- kenapa para sahabat diminta oleh Nabi
- untuk menghafal?
- Nah, ini kalau dalam pendidikan di
- tempat lain, maksudnya di dunia lain,
- dunia lain yang dimaksud misalnya dunia
- ee sekuler, hafalan-hafalan kitab suci
- tidak dikenal, maka hanya ada di dalam
- Islam. Hm. Nah, makanya disebutnya ada
- yang bergelar ee alhafid meskipun
- maksudnya adalah alhamil. Alhamil itu
- orang yang membawa gitu ya, membawa
- hamala. alhamil al namun kemudian
- alhafid yang menjaga alhafid itu ya.
- Nah, maka oleh sebab itu ini harus
- menjadi hal yang sangat penting ya
- karena membacanya saja membacanya saja
- sekali lagi mendapatkan kebaikan bagi
- orang pemula pemula nih bacanya
- terbata-bata saja Allah menghargai.
- Kenapa? Karena dia telah menunjukkan
- dirinya cinta kepada Allah melalui
- pembacaan kalam-kalam Allah.
- Masyaallah. Kan orang yang cinta kepada
- seseorang misalnya sang kekasih
- memberikan sapu tangan, maka sapu
- tangannya dilihatnya,
- diciumnya. Mm. H yadullu. Ini
- menunjukkan bahwa dia mencintai
- pemberinya.
- Itu ilustrasi di kehidupan manusia.
- Apalagi Allah yang maha syakur, Allah
- maha yang maha berterima kasih.
- Jangankan masalah seperti tadi,
- mengamalkan ya, menggali, bahkan hanya
- membaca pun Allah berterima kasih.
- Makanya Allah punya sifat tadi maha
- berterima kasih. Ee maka oleh sebab itu
- seringki tidak seimbang, hanya
- ditakut-takuti aja dengan sifat-sifat
- yang mohon maaf sifat-sifat yang
- mengakibatkan tidak nyaman. meskipun itu
- juga iya, tapi kalau kita meneliti
- Al-Qur'an,
- tapi justru yang harus ditonjolkan
- sesungguhnya adalah ee apa? Sifat-sifat
- positifnya. Kenapa? Karena rahmat Allah
- wasi wasiun. Sangat luas. Rahmat Allah
- wasiah gitu kan. Bahkan melampaui
- murkanya tuh. Makanya ada di antara
- sahabat saya lupa lagi bertanya, "Siapa
- nanti akan menghisab di yaumil kiamah
- itu? Maka dijawab Allah, "Oh, Allah ya
- baguslah kalau Allah ya akan
- menghisabnya." Kenapa? Ya selama ini
- saya dengan Allah baik-baik saja. Dia
- bilang gitu. Nah, maka oleh sebab itu
- saya kira bagaimana kita ee tetapi yang
- jelas bahwa
- interaksi kita dengan Quran sebagaimana
- kita lihat bagaimana Rasul dengan
- malaikat Jibril tiap Ramadan itu
- murajaah.
- Ee ya masyaallah sampai kemudian di
- tahun kewafatannya kan dua kali ya. Dua
- kali khatam berarti itu ya. Heeh. Apa
- berarti maksimal dua kali khatam, Ustaz?
- Gak. Anda boleh saja misalnya seperti
- tadi ukuran yang Nabi jelaskan bisa saja
- tiga kali apa 3 hari khatam. Berarti
- kalau sebulan berarti 10 kali fadal.
- Tapi kalau Anda ah gak ustaz saya mah
- mau ngambilnya. Silakan mahu khatamnya
- cuma dua kali atau sekali silakan gak
- masalah gitu kan. Nah, kenapa cuma dua
- kali? Oh, saya mah ee baca sekaligus
- juga menggali maknanya. Oh, silakan toh
- nanti yang menikkan Allah gitu ya.
- Tetapi saya kira dengan program-program
- ikhwan kita ya kan tentang odod one day
- one juz gitu atau one day khatam Quran
- kalau itu kelompok gitu kan satu
- kelompoknya 30 orang gitu masyaallah itu
- bukan sesuatu yang bidah dolalah ya tapi
- itu adalah sebuah inovasi bagaimana
- membangkitkan kecintaan kepada Allah
- subhanahu wa taala. Sekali lagi kalau
- masalah itu Allah sangat berterima kasih
- karena Allah maha berterima kasih loh.
- Dan itu kan menunjukkan kerja sama ingin
- mengkhatamkan Quran toh juga pada
- akhirnya nanti giliran semuanya.
- Masyaallah ya. Ini saya kira sebagai
- pengantar kajian kita tentang Ramadan
- Syahrul Quran. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin walhamdulillahiabbil alamin.
- Wallahuam bisawab.
- Masyaallah menarik sekali. Begitu indah
- sekali nasihat yang disampaikan oleh
- guru kita. Begitu menyentuh rulung kalbu
- kita.
- Masyaallah.
- Dan alhamdulillah sudah kita
- mendengarkan paparan dari Ustaz mengenai
- ee tema yang disampaikan di sore hari
- ini Ramadan Syarul Quran. Yakni Ramadan
- adalah bulannya Al-Qur'an. Semoga dalam
- bulan ini kita selalu dekat dengan
- Al-Qur'an, cinta dengan Al-Qur'an, dan
- menjadikan Al-Qur'an sebagai nutrisi
- dalam kehidupan kita. Dan kami
- mengundang bagi ikhwan akhwat para
- pendengar silaturahim yang ingin
- menyampaikan pertanyaannya bisa langsung
- melalui L interaktif kami melalui
- telepon di 0218451512
- dan ikhwan akhwat juga bisa mengirimkan
- pertanyaannya melalui WhatsApp dan juga
- SMS di 08111999720.
- Kami akan segera kembali tetap di rode
- silaturahim dan Rasul TV untuk Islam
- yang satu.
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan Akhwat, terima
- kasih Anda masih setia menyimak kajian
- kita di sore hari ini di tausiah sore
- bersama guru kita Ustaz Ahmad Shamad
- Syahrul Quran. Dan alhamdulillah kita
- sudah memasuki di sesi yang kedua dan
- kami akan membacakan
- pertanyaan-pertanyaan dari ikhwan akhwat
- yang sudah masuk di kami. Pertanyaan
- pertama Pak Ustaz ini datangnya dari
- hamba Allah dari Bekasi Pak Ustaz.
- He
- pertanyaannya. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Semoga Pak Ustaz dan Kru
- Rasil semuanya selalu dalam kesehatan
- dan selalu dalam lindungan Allah
- Subhanahu wa taala.
- Amin. Allahum amin.
- Ustaz, di bulan Ramadan ini kita selalu
- berusaha untuk selalu dekat dengan
- Al-Qur'an. Di dalam bulan ini kita
- selalu membaca Al-Qur'an dan kita punya
- target misal harus khatam satu kali atau
- dua kali, Pak Ustaz. Sehingga bisa
- membuat kita dalam membaca Al-Qur'an
- menjadi lebih cepat dan bersemangat
- seperti hari-hari biasanya, Pak Ustaz.
- Namam.
- Dan apabila kita membaca Al-Qur'an
- dengan menggunakan makhraj,
- memperhatikan makhraj dan
- tajwid-tajwidnya dan berusaha mengerti
- terjemah dan artinya, Pak Ustaz,
- apakah dengan begini itu
- kita bisa memperoleh keutamaan dalam
- membaca Al-Qur'an? Pak Ustaz, syukran,
- Ustaz. Mohon penjelasan. Ustaz,
- Masyaallah. Nam. Jadi, tadi sudah saya
- jelaskan bahwa pertama yang dikehendaki
- bahwa Al-Qur'an ini adalah fungsinya
- hudan, petunjuk. Nah, bagaimana kemudian
- hasil bacaan ini menjadikan guiden bagi
- kita dalam kehidupan itu awalnya gitu
- ya. Maka kemudian untuk menuju itu
- setiap yang berhubungan dengan tujuan
- itu maka diberi kebaikan. Nah, salah
- satu orang membaca, mengkaji sehingga
- kemudian jadi petunjuk itu yang
- dikehendaki. Nah, tetapi ada orang yang
- memang baru mempelajari saja e baru
- membaca, belajar membaca sehingga dia
- tilawah tahsinnya yang diperhatikan.
- Jadi dia fokusnya ke bacaan dulu. itu
- juga oleh Nabi mendapatkan keutamaannya
- tadi satu huruf 10 ke kebaikan selama
- tahsinnya juga terpenuhi. Bagaimana
- kalau kemudian nanti gini ada nadanya
- nada cepat,
- ada yang nadanya nada lambat. Kalau nada
- lambat misalnya ya berarti bisa
- makanannya tidak dalam nada cepat itu
- perbandingan antara mad thobi'i dengan
- biasa itu harus begitu seimbang
- gitu ya. Ya, kalau ini setengah berarti
- kalau mad berarti satu. Kalau ini satu
- yang biasa madobii berarti dua ketukan
- seperti itu. Nah, jika itu terpenuhi
- tidak ada masalah gitu kan. Nah, maka
- namun saya ingin sampaikan
- bahwa target itu motivasi itu ingin
- membiasakan kecintaan kita pada Quran
- itu tuh yang yang ingin harus
- ditumbuhkannya dengan tidak mengabaikan
- tahsinnya, dengan tidak mengabaikan
- tajwidnya gitu ya. Nah, nanti kalau
- kemudian kita mengejar target khatam
- sekian kali tetapi tahsinnya, tajwidnya
- terbengkalai sebaiknya saya kira
- sesuaikan dengan tajwid. Jadi target itu
- kemudian harus diturunkan dari target 10
- diturunkan jadi sekian. Karena ada
- orang-orang tentu yang memang bisa
- target 10 kali khatam berarti ee apa
- dalam 3 hari kan selesai tuh ya. Berarti
- per hari 10 juz. Mungkin enggak itu
- dalam Oh, mungkin sangat mungkin.
- Ya, sangat mungkin bakda isya sampai
- tengah malam aja itu 10 juz bisa baca
- dengan bacaan ngikuti tahsinnya
- terpenuhi insyaallah ya. Ya. Jadi
- artinya
- ee yang demikian dapat ee kemuliaannya
- apalagi kemudian tadi dia pelajari
- tajwidnya ya kan bacaannya disesuaikan
- kemudian makna-makna dan terjemahannya
- sampai paham akan maksudnya. Masyaallah.
- Itu tentu bukan hanya keutamaan dalam
- bentuk pahala juga, tetapi juga
- insyaallah akan mendapatkan kebaikan
- bahwa dia akan menjadi ahlul Quran.
- Masyaallah
- gitu ya. Jadi pengamal Al-Qur'an karena
- dia ngerti tadi menghujam dah. Makanya
- ee apa namanya ini yang harus di
- senantiasa digaris baik. Maka oleh sebab
- itu sebelum membaca itu kenapa kemudian
- para ulama menekankan adab-adab membaca
- Quran? Boleh enggak baca Quran tanpa
- berwudu? secara hukum ikhtilaf alias
- paling tidak ada yang mengatakan boleh.
- Paling tidak ada yang mengatakan boleh.
- Tetapi kalau kita sudah sampai kepada
- pengenalan,
- kita mau berkomunikasi dengan kekasih
- kita,
- maka kita akan mempresentasikan diri
- kita dengan persentasi yang terbaik,
- terindah. Salah satunya dalam keadaan
- bersuci. Masyaallah.
- Betul. Boleh enggak apel itu pakai
- jaketnya sudah bulukan? Boleh engak
- masalah gitu kan? Tapi masa iya sih mau
- berkunjung gitu, mau apel pakai seperti
- itu. Itu di kalangan manusia seperti itu
- gitu kan. Apalagi gitu kepada Allah
- harus lebih. Sekali lagi. Jadi kalau
- pertanyaannya boleh enggak baca Quran ee
- dalam keadaan tidak punya wudu, maka
- jawabannya ikhtilaf para ulama.
- Tetapi sekali lagi itu kalau di sisi
- fikihnya. Nah, nanti dari sisi lain
- tentang keutamaan masyaallah adab
- macam-macam. Maka orang yang mengerti
- gitu kan tadi adabnya dia dia akan
- berwudu bahkan bisa jadi mohon maaf
- bersiwak
- menggunakan parfum gitu kan. Bahkan ada
- orang tertentu mau baca Quran itu pakai
- gamisnya khusus.
- Jadi jangan wah gitu aja susah mau baca
- Quran gak. Anda belum sampai saja
- memahaminya gitu loh. Nah, seringkiali
- tadi kita ini menghukumi orang lain
- seakan-akan orang lain seperti kita
- atau orang lain harus seperti kita.
- Padahal kita juga padahal belum apa-apa,
- belum sampai ke apa-apa gitu kan. Nah,
- ini maka oleh sebab itu subhanallah ya
- keharusan kita senantiasa melanjutkan
- iqranya.
- iqra, membaca Qurannya, membaca sunah
- nabinya dan lain sebagainya. Sehingga
- itu menjadikan kita bisa menjadi orang
- yang bijak sana, bijak sini, bijak sono
- gitu. Jadi semuanya kebijak gitu kan.
- Semuanya kerangkul. Insya insyaallah.
- Demikian. Wallahuam bisawab.
- Masyaallah. Dan mana yang ee harus kita
- lebih dahulukan, Ustaz? Antara membaca
- Al-Qur'an di bulan Ramadan atau
- menghafalnya, Ustaz? Kan sama-sama
- membaca Al-Qur'an juga, Ustaz.
- Enam.
- ee membaca dengan menghafal bisa
- simultan
- gitu ya. Tapi kalau Anda misalnya orang
- yang sedang ee apa punya program
- menghafal tidak masalah.
- Nah, tetapi kemudian tadi untuk Ramadan
- baca saja dulu
- e baca saja dulu gitu kan untuk
- menghafalnya bisa setelah membacanya
- gitu. Jadi sesungguhnya itu bukan
- ketentuan yang mutlak. Anda boleh pilih
- sesungguhnya. Ah, saya pokoknya ingin
- menghafal di bulan Ramadan karena saya
- tahu bulan Ramadan itu berkahnya lu ini.
- Maka bisa jadi fadol falyatafadal
- masykur gitu. Silakan. Karena sekali
- lagi ini bukan sesuatu yang mutlak
- dipatok. Harus baca Quran dulu. Oh, ini
- harus menghafal dulu. Gak. Sebaiknya
- baca juga memang punya keutamaan.
- Menghafal punya juga keutamaan. Jadi di
- jadi ini adalah keutamaan satu keutamaan
- yang akan kita pilih di antara dua
- keutamaan yang semuanya baik.
- Oh. gitu ya. Jadi tidak ada yang
- kemudian kan ee oh baca dulu tapi dia
- memang sedang punya program hafalan.
- Oh menghafal dulu. Oh saya sedang
- belajar ini kok tahsin. Kalau menghafal
- dengan tahsin yang buruk nanti
- melekatnya buruk. Melekatnya salah.
- Kalau sudah melekat padahal bacaannya
- salah susah merubahnya. Jadi kalau
- begitu oh kalau begitu ya tahsin dulu.
- Tahsin dulu alias membaca dulu baru
- nanti menghafal. Jadi menghafal itu jika
- ee kaidah-kaidah tadi sudah dikuasai,
- tahsin sama atau tajwidnya sudah
- dipenuhi baru menghafal.
- Bahkan Imam Syafi'i dulu aja dia sehari
- itu bisa dua kali khatam ya, Ustaz ya.
- Iya. Tadi saya katakan jadi meskipun
- Nabi mengingatkan tidak boleh apa
- namanya tidak boleh mengkhatamkan Quran
- kurang dari 3 hari itu maksudnya. Jadi,
- makanya maksudnya itu maksudnya agar
- kita mampu diberi kesempatan itu untuk
- mutalaah, memahami. Tetapi kalau memang
- Imam Syafi'i kan memang orang yang
- bergelut dengan Quran terus
- jadi ketika dibaca juga dia sudah
- tergambar maksudnya gitu ya, tafsirnya
- sudah paham. Maka kemudian ketika baca
- itu laisa huna musykilah, tidak ada
- masalah di dalamnya gitu ya. Heeh.
- Demikian saya kira. Wallahuam.
- Masyaallah, menarik sekali ya. Semoga
- terjawab ya hamba Allah di Bekasi. Ke
- pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz.
- Ini datangnya dari Bapak Abdullah Gani
- di Cilengsi. Pak Ustaz, asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh,
- Pak Ustaz, kita kan tahu di bulan
- Ramadan ini adalah bulannya Al-Qur'an,
- Pak Ustaz.
- Nam.
- Namun terkadang kesibukan kita ee
- beraktivitas mencari nafkah dan
- kesibukan-kesibukan lainnya membuat kita
- terganggu
- sehingga tidak selalu dekat dengan
- Al-Qur'an. Pak Ustaz,
- pertanyaannya bagaimana caranya sehingga
- k ee
- ada rasa yang bisa menumbuhkan diri
- sehingga selalu dekat dengan Al-Qur'an?
- Ustaz, ada tips-tipsnya, Ustaz?
- Masyaallah.
- Syukran jazakallah khairan jazakumull
- khair. Nam. Masyaallah. Mestinya gitu
- kan ketika orang menggerutu dengan
- adanya COVID-19 gitu kan.
- Tapi justru itu adalah upaya menjadikan
- kita lebih dekat kepada Allah.
- Hikmahnya.
- Hikmahnya kan begitu.
- Masyaallah. Awal di bulan-bulan lain
- kita kerja babak belur sebelum ada
- ditemukannya COVID-19. Wah sibuk.
- Kemudian oleh Allah diberikan
- ketenangan. Udah apa namanya? Work from
- home. Ahah. Kerjanya dari rumah. Nah
- dari situ sesungguhnya itu adalah Allah
- menegur kita atau memberikan kesempatan
- kita agar kita dekat dengan Al-Qur'an.
- Betul.
- Jadi bahwa kemudian ini juga menjadi
- sebuah ee apa namanya? Irama. Eh bukan
- irama ya artinya sebuah metode atau
- model. Jadi okelah cari nafkah itu 11
- bulan.
- 11 bulan silakan babak blur gitu. Tapi
- yang sebulan antum gunakan. Dan saya
- lihat para sahabat seperti itu. Maka
- iktikaf di 10 hari tar di bulan Ramadan
- selalu apa? Selalu makmur. Kenapa?
- Karena difokuskan.
- Kalau bahasa kita, saya ngumpulkan duit
- dunia tuh 11 bulan saya terurus. Kan
- begitu ngumpulkan dunia. Jadi kalau
- kemudian cuma kewajiban aja sisanya kan
- gitu. Tapi kalau sebulan terakhir nih di
- Ramadan misalnya, nah maka saya
- manfaatkan ini untuk apa namanya?
- Mengkonsentrasikan semuanya kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Di antaranya adalah
- membaca Al-Qur'an.
- Masyaallah. Apalagi tinggal 15 hari
- lagi, Ustaz. Ramadan meninggalkan kita,
- Mas kita manfaatkan. Iya. Tapi tetap
- kita juga tidak boleh ee apa namanya?
- Istijal. Tidak boleh terburu-buru.
- Iya.
- Ya, tidak boleh terburu-buru. Aduh, 15
- hari lagi. Padahal saya belum
- memulainya. orang lain sudah haptam
- empat kali gitu ya, sudah khatam
- menjelang lima kali kita belum
- memulainya ya. Nah, tetapi sekali lagi
- Allah lebih mengetahui gitu kan. Bisa
- saja dia baru memulai karena baru sadar.
- Nah, kita juga tidak boleh kemudian
- menjustifikasi.
- Nah, sekali lagi makanya para sahabat
- itu kalau kepada dirinya ketat tapi
- kepada orang lain longgar. Banyak
- logika-logika kemungkinan. Kalau ke
- orang lain, oh mungkin dia belum sempat
- apalagi kan bukan sebuah kewajiban,
- tapi ini adalah sunah, kan begitu. Nah,
- itu makanya makanya mereka menerapkan
- hukum wajib dengan hukum sunah itu
- berbeda.
- Jadi, sunah tidak boleh ngalahkan hukum
- wajib.
- Nah, maka oleh sebab itu, tapi kalau
- untuk dirinya seakan-akan sunah itu
- wajib. Nah, gitu. Nah, kalau kita kepada
- orang lain yang sunah seakan-akan wajib
- gitu kan, tapi untuk diri kita yang
- wajib seakan-akan sunah kan gitu. Kaifa
- h gimana ini kan begitu ya. Nah, maka
- oleh sebab itu ikhwan akhwat pendengar
- radio silaturahim serta pemirsa rasil
- visual di mana pun berada hendaknya kita
- jujur ya. Ya, jujur dalam tadi. Kalau
- memang ketat kepada orang lain,
- sebaiknya dahulukan ketat kepada diri
- kita ya. Maka oleh sebab itu, coba
- perhatikan
- bagaimana menyikapi seperti tadi ya.
- Karena misalnya Nabi menginginkan
- katakanlah kalau kita rank gitu kan,
- rank orang yang masuk surga itu rank-nya
- rank itu adalah area ya. Area nilainya
- minimal 6 sampai 10. Nabi seringki
- memberi contoh di angka 10 tapi ada
- sahabat yang dinilai enam itu oleh Nabi
- dihargai.
- Ada. Oh, dia ahli surga kata Nabi ini.
- Ternyata Ibnu Umar ketika periksa nginp
- pura-pura bermasalah dengan orang
- tuanya. Nginp 3 malam apa? Enggak pernah
- dia salat tahajud salat malam gitu kan.
- Iya. Iya.
- Tapi kemudian dia katakan ahli surga
- dia.
- Ah surga.
- Ternyata dia enggak pernah tahajud.
- Ketika ditanya kenapa
- engkau bisa dikatakan sebagai ah sur?
- Ah, enggak ada. Saya enggak punya amalan
- apa-apa kecuali satu. Ustaz dia bilang
- kalau saya bangun dari tidur bukan
- bangun dari tidur kemudian berdiri bukan
- melek melek itu sadar dari tidur
- kemudian tidur lagi. Dia istigfar atau
- zikir kepada Allah
- astagfirullahalazim
- Allahu Akbar gitu kan. Tidur lagi.
- Masyaallah.
- Kemudian yang kedua, dia senantiasa
- mengendalikan perasaannya untuk tidak
- benci kepada orang lain.
- Coba.
- Ah itu kan susah. Lebih susah daripada
- salat tahajud.
- Benar
- gitu kan. Tapi oh enggak lebih susah
- mengendalikan apa lebih susah tahajud
- dibanding ngendalikan. Iya memang
- semuanya susah gitu kalau bukan atas
- rahmat Allah Subhanahu wa taala gitu.
- Tapi saya katakan lebih susah apa lebih
- susah itu dibanding salat tahajud bagi
- orang yang memang sudah terbiasa salat
- tahajud gitu. Maka oleh sebab itu kalau
- orang susah salat tahajud dan senantiasa
- mengendalikan diri maka mengendalikan
- diri lebih mudah dibanding salat
- tahajud. Maka oleh sebab itu, Nabi
- ketika menjawab pertanyaan seorang
- sahabat itu disesuaikan dua kondisi
- sahabat.
- Ayyulali afdal, ya Rasulullah.
- Pertanyaannya sama tiga orang itu
- pertanyaan ayu ayyul amali afdal. Amalan
- apa yang paling afdal, paling utama?
- Jawabannya beda. Yang pertama birul
- walidain.
- Kepada yang pertama berbuat baik kepada
- ibu bapak. Karena orang ini susah nih
- buat baik sama ibu bapaknya.
- Ah, kalau yang satu salatnya ini apa
- namanya? Ngakhir-ngakhirkan salat terus.
- Maka kemudian jawabannya asalatu ala
- wqtiha
- atau fi awali waktiha gitu ya. Nah, ini.
- Kemudian yang ketiga apa? Tabir walidain
- shat ala wqtiha. Kemudian ketiga apa?
- Jadi bisa saja kemudian antum mohon maaf
- ya.
- Heeh.
- Ee ada orang nanya kepada saya, "Ustadz,
- amalan apa yang paling baik sesungguhnya
- bagi saya?" Ya. Oh, amalan paling baik
- kamu, kamu menghindari pacarmu yang
- belum sah itu.
- Ketika saya tahu bahwa dia sering
- pacaran bahkan sudah dekat kepada zina,
- maka saya katakan amalan yang paling
- baik, yang paling afdal buat kamu adalah
- menghindari pacarmu yang belum sah. Itu
- gitu. Nah, jadi ini yang harus digaris
- bawahi.
- Jadi saya kira ee terjawablah ya
- insyaallah ya. Ah, demikian saya kira
- yang bisa saya jawab. Wallahuam bisawab.
- Masyaallah. He.
- Alhamdulillah. Semoga terjawab ya, Bapak
- Abdul Gani di Cilengsi.
- Ke pertanyaan selanjutnya, Pak Ustaz.
- Ini datangnya dari Bunda
- Bunda Rani di Pejaten. Pak Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Pak Ustaz, apa bedanya antara tadarus
- dengan tilawah, Pak Ustaz? Syukron.
- Namam,
- peranyaannya singkat.
- Tadarus, tilawah, kemudian qiraah.
- Qiraah. H tadarus itu adalah ee kalau
- membicarakan sesuatu saling ya seperti
- diskusi. Tetapi kalau tadarus dari kata
- darosa tapi kemudian di situ tadarus
- berarti ada aktif 12 belah pihak minimal
- 12 belah pihak. Tadarus berarti saling
- mempelajari, diskusi gitu kan. Diskusi
- mengkaji misalnya satu permasalahan
- tentang Al-Qur'an. Nah, kemudian saling
- mengingatkan kalau bacaannya salah
- diluruskan itu dari sisi bacaan. dari
- sisi tafsir kemudian memberikan saling
- penguatan itu tadarus gitu ya berarti
- mengkaji mempelajari gitu dari kata
- darasa.
- Adapun tilawah tilawah itu adalah
- membaca sesuai dengan aturannya.
- Makanya karena ini sesuai dengan
- aturannya maka nanti dalam musabaqah
- tilawatil Quran yang dinilaikan itu
- tahsinnya, tajwidnya sama ee iramanya
- gitu. Itu tilawah. Maka musabaqah
- tilawatil Quran bukan musabaqoh ee apa
- namanya qiraatil Quran. Adakah qirah ada
- misalnya qiraatul kutub yang lain bukan
- Quran. Karena kalau qiraah berarti yang
- dimaksud adalah pesan yang dikandungnya
- dipahaminya memahami sesuatu gitu kan.
- Mengil dari yang dibaca itu qiraah.
- Kalau tilawah membaca dengan sesuai
- dengan aturan-aturannya,
- lagunya gitu kan. Ee saya kira mm para
- pemirsa lebih ee punya kesempatan untuk
- mengkaji lebih jauh tentang tilawah ini
- kan ada yang ya saya kira banyaklah ada
- Nihawan dan lain sebagainya lah
- banyaklah itu ya saya kira e tentang
- bacaan. Jadi itu saya kira yang bisa
- jawab ee kepada Bunda Rani ya. Heeh.
- Demikian saya kira yang bisa saya
- jelaskan. Jadi bedanya tadarus ee
- tilawah dengan qiraah. Ah, jadi kalau
- tilawah tadi bacaannya keindahannya
- disesuaikan dengan aturannya,
- nada-nadanya. Kalau qiraah, qaraah itu
- adalah menghimpun pesan-pesannya.
- Adapun tadarus itu saling memberikan
- pelajaran dari ee ayat tersebut atau
- misalnya dari ayat tersebut yang cara
- bacanya diberikan oh itu cara bacanya
- begini itu dua ketukan karena itu mad
- thai. Oh ini sekian ketukan. Nah gitu.
- Oh, itu harusnya bacanya pendek karena
- dari itu itu bisa termasuk tadaruf atau
- diskusi saling melengkapi tentang
- pemahaman tadi. Ya, demikian saya kira
- yang bisa saya jelaskan. Wallahuam
- bisawab.
- Masyaallah. Semoga terjawab ya, Bunda
- Rani di Pejaten dan kita sudah ada
- telepon penelepon yang masuk, kita sapa
- terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik.
- Dari Pak Asri di Jatias.
- Bapak siapa? Pak Asri. Pak Asri Jatiasi.
- Silakan Pak.
- Asalamualaikum.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Saya sedih kenapa? Saya kalau ngaji baca
- Alquran tuh seperti ngeja jadinya
- lantaran pertama faktor usia mungkin.
- He apa saya kalau namanya enggak sampai
- habis ini
- apakah bisa saya lanjutkan atau memang
- diantikan saja ini? satu ya banyak
- kuranglah tahun sekarang ini kan para
- enggak faktor indah fisik
- jadi saya berharap harus ini termasuk
- bagian pada saya boleh jangan walaupun
- ya ayuhalladina
- amanu
- gitu jadi ya itulah usia saya baru 84
- empat. Hyaallah masyaallah. Iya. Ya.
- Oke. Itu barang
- baik baik baik baik.
- Ada i baikum warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Masyaallah. Jadi
- Pak Asri
- masyaallah semoga Allah senantiasa
- merahmati Anda dan kita semua ya. Ketika
- kita membaca seperti tadi terfatah-fatah
- karena faktor-faktor lain, maka Allah
- pun akan memaafkan dari sisi tadi karena
- ada keterbatasan kategorinya uzrun
- ya. Jadi kini mazirah artinya dimaafkan
- gitu ya. Namun tetap harus dilanjutkan
- supaya kita tetap mendapatkan
- kebaikannya gitu ya. Bacaannya mungkin
- kedengaran orang tidak bagus tapi di
- sisi Allah. Masyaallah. Nah, maka itu
- ada logika manusia yang tidak bisa
- disamakan dalam menilai itu. Karena
- penilaian Allah penuh dengan tadi penuh
- dengan Allah itu maha berterima kasih.
- Mudah gitu. Kalau Allah tuh apa yang
- bisa kita lakukan? Allah akan memberikan
- penghargaan. Beda dengan manusia. Kalau
- aturannya begitu ya begitu SK syarat dan
- ketentuan berlaku gitu kan. Itu tidak
- bisa. Kemudian ada rukshsah-rukhsah.
- Nam.
- Tapi kalau Allah tabarak wa taala
- apalagi usia sudah 84 tahun masyaallah
- ya itu sesungguhnya sudah bonus.
- Kemudian apalagi Anda masih ini Pak Asri
- masih berupaya masyaallah untuk membaca
- kalamullah maka insyaallah lanjutkan
- itu. Mudah-mudahan Anda nanti diberkahi
- usianya itu dengan dipenuhi dengan
- bacaan Quran tadi. Masyaallah ya. Jadi
- teruskan saja ya semampu Bapak ya.
- semampunya juga tidak harus di ini.
- Kalau misalnya baca alfatihah perlu
- waktu 10 menit, misalnya orang lain 3
- menit selesai, Bapak perlu waktunya 10
- menit. Laabih gak apa-apa. Tapi 10 menit
- itu mudah-mudahan dinyatakan Anda
- senantiasa taat kepada Allah di waktu
- rank 10 menit itu orang lain baca Quran
- 3 hari selesai atau bahkan kadang-kala
- diundur sebulan baru selesai itu atau 1
- Ramadan. 1 Ramadan itu dia baru khatam
- sekali. Tapi Bapak misalnya 3 bulan baru
- selesai tidak apa-apa. Bukan aib berarti
- ya, Ustaz. Laisa hunaka musykilah. Laisa
- aib. Bukan aib.
- Apalagi tadi kalau misalnya saya yang
- masih sehat gitu kan membacanya oh gitu
- ya artinya menomor duakan. Sementara Pak
- Asri itu berupaya terus sama-sama 3
- bulan itu sangat berbeda.
- Bahkan ada yang kalau enggak baca sama
- sekali itu malah lebih parah.
- Ah masyaallah. Apalagi yang kemudian
- tidak pernah membaca sama sekali. Maka
- oleh sebab itu kita bersyukur kepada
- Allah khususnya ini Pak Asri ya ee
- karena masih diberi kesempatan oleh
- Allah untuk senantiasa membaca
- kalamullah Al-Qur'an.
- Demikian saya kira yang bisa saya
- jelaskan. Wallahu aam biswab.
- Masyaallah. Semoga terjawab ya Bapak
- Asri di Jati Asih.
- Nampaknya sudah di penghujung acara
- Ustaz. Mohon kesimpulannya Ustaz.
- Masyaallah. Gak terasa ya.
- Iya.
- Kesimpulannya bahwa bulan ini adalah
- bulan
- di mana diturunkannya Al-Qur'an. Maka
- hendaknya kita senantiasa mengoptimalkan
- berinteraksi dengan Allah melalui
- membaca Al-Qur'an.
- Al-Qur'an ini jangankan dipahami
- bacaannya, tidak dipahaminya saja Nabi
- menjanjikan satu hurufnya sama dengan 10
- kebaikan. Mas
- jadi satu huruf satu kebaikan tapi
- dikali 10 gitu.
- Kalau di bulan suci Ramadan ini
- apalagi di sekarang bulan suci Ramadan
- yang ini merupakan bonus. Nah, kenapa
- bonus? Sampai-sampai kemudian Nabi
- pernah mengatakan saking banyaknya ee
- kata orang Sunda ini kalau marema.
- Marema itu banyak sekali keuntungannya.
- Maka diduga keras saking banyak
- keuntungannya neraka itu dikunci.
- Allah.
- Nah, surga dibuka. Karena tadi
- kemungkinan mendapatkan kebaikannya itu
- bisa lebih besar sehingga masuk surga
- itu lebih mudah seakan-akan surga
- dibuka. Nah, sementara untuk masuk
- neraka menjadi lebih sulit. Maka
- digambarkan apa? Neraka dikunci,
- ditutup. Nah, oleh sebab itu juga ee
- siapa yang mengikuti fikihnya, mengikuti
- aturan-aturannya
- Ramadan ini, selain tadi membaca
- Al-Qur'an, maka dia akan menemukan setan
- pun terbelenggu gitu ya. Karena kita
- mengikuti fikih-fikihnya
- gitu. Jadi ini se yang dapat saya
- simpulkan. Maka oleh sebab itu setelah
- kita baca Quran tadi mengenal
- fikih-fikihnya maka kemudian kita
- menjadi orang yang akan terbimbing ke
- jalan rida Allah tabaraka wa taala.
- Demikian saya kira yang dapat saya
- simpulkan. Wasallallahu ala nabiina
- Muhammadin walhamdulillahi rabbil
- alamin. Alainkum billahi taufik wal
- hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan akhwat,
- para pendengar radio silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV yang di mana pun Anda
- berada. Semoga Allah subhanahu wa taala
- selalu merahmati kita semuanya dan telah
- kita simak bersama-sama nasihat dan ilmu
- yang disampaikan oleh guru kita Ustaz
- Ahmad Saleh di sore hari ini dalam
- pembahasan dengan tema Ramadan adalah
- syahrul Quran. Ramadan adalah bulannya
- Al-Qur'an. Semoga nasihat dari guru kita
- dapat bermanfaat buat kita semuanya
- sehingga bisa menambah ke
- ilmuwan dan menambah wawasan kita yang
- terutama bisa meningkatkan kualitas iman
- dan takwa kita di sisi Allah Subhanahu
- wa taala dan sehingga kita selalu dekat
- dengan Al-Qur'an, mencintai Al-Qur'an,
- dan selalu berinteraksi dengan
- Al-Qur'an.
- Dan sekali lagi kami mengucapkan
- jazakallahu khairan kepada Pak Ustaz
- yang telah menyampaikan nasihatnya. Dan
- kami doakan semoga guru kita Ustaz Ahmad
- Saleh dan keluarga selalu dalam
- kesehatan dan selalu dalam lindungan dan
- rahmat Allah Subhanahu wa taala. Amin.
- Allahum amin.
- Dan kami mengucapkan terima kasih kepada
- para ikhwan akhwat yang telah
- menyampaikan pertanyaannya. Dan mohon
- maaf bagi ikhwan akhwat yang
- pertanyaannya belum sempat kami bacakan
- karena keterbatasan waktu di sore hari
- ini.
- Akhir kata bersama saya Muhammad Hafiz
- Alfloresi. Beserta kru yang bertugas di
- sore hari ini ada Bang Neja di kameramen
- dan switcher dan ada Bang Yusuf
- Subangkit di meja operator. Mohon undur
- diri dari ruang dengar Anda.
- Subhanakallahumma wabihamdika ashadu
- alla ilahailla anta astagfiruka wa atubu
- ilaik. Wabillahi taufik wal hidayah.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]