Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:09 [musik] 0:13 Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum 0:15 warahmatullahi wabarakatuh. 0:17 Alhamdulillahirabbil alamin wassalatu 0:19 wassalamu ala sayyidina Muhammad wa ala 0:21 alihi wasahbihi ajmain. Rabbi zidni 0:24 ilman Allahuma fa'ni bima alamtani wa 0:27 alimni ma yanfa'ni warzuqni ilman 0:29 yanfa'ni. Dipancarkan dari jalan Masjid 0:32 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:35 Cibubur, Bekasi. Radio Silaturahim dan 0:37 Rasya TV untuk Islam yang satu. Ikhwan 0:40 akhwat, pendengar dan pemirsa di manapun 0:42 saja Anda berada. Apa kabar Anda di 0:45 malam hari ini? Semoga selalu dalam 0:47 keadaan sehat walafiat. 0:50 Hari Ahad 26 Oktober 2025 0:54 ini pekan keempat ya di bulan Oktober. 0:58 Senang sekali saya Angga Amirudin 1:00 ditemani oleh Ondy di meja kameramen ada 1:03 juga Fahri di meja operator Ikhwan 1:05 akhwat. Kami hadir di hari Ahad pekan 1:09 keempat di bulan ini dalam acara Buka 1:12 Mata Buka Telinga bersama Dokter Sarbini 1:16 Abdul Murad. Alhamdulillah beliau sudah 1:19 standby nih zoom ya. Assalamualaikum 1:21 Dokter Ben. 1:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:23 wabarakatuh Angga. Bagaimana sehat Dok? 1:26 Alhamdulillah selalu harus sehat kita 1:27 terus nih. Selalu sehat kita sudah masuk 1:30 nih di bulan Oktober ya pekan keempat 1:32 ini jadwalnya Dokter Ben eee on air. 1:37 Tamu kita di malam hari ini acara Buka 1:39 Mata Buka Telinga siapa nih Dok? 1:42 Nah, kita undang nih tamu spesial nih. 1:44 Spesial. Kita undang Profesor Doktor Ion 1:47 Mahmudi PhD. Masyaallah. 1:51 tentang Timur Tengah. 1:53 Iya. 1:53 undang beliau untuk kita tanya dan 1:56 diskusi panjang lebar tentang prospek 1:58 perdamaian yang katanya tidak diakui 2:01 oleh Israel. Nah, beliau pakarnya nih. 2:04 Sudah bergabung bersama kita? Iya. 2:07 Bapak Profesor Yon Mahmudi. 2:10 Assalamualaikum warahmatullahi 2:11 wabarakatuh, Profesor Yon. 2:13 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:15 wabarakatuh. Terima kasih, Mas Angga, 2:18 Dokter Ben. Sehat ya, Prof, ya? 2:20 Alhamdulillah sehat-sehat selalu. 2:22 Alhamdulillah, ya. Semua juga sehat. Ini 2:25 kalau sama AWG kita sering nih ketemu 2:28 nih, Dokter Ben. 2:31 Betul-betul, ya. Sekarang siaran ini 2:33 bersama Rasio, gitu ya. Prospek 2:36 perjanjian damai Israel-Hamas antara 2:39 harapan dan realita. 2:41 Dokter Ben, sebagai pembuka untuk 2:44 diskusi kita di malam hari ini bersama 2:46 Prof Yon, apa dari Dokter Ben yang ingin 2:48 disampaikan kepada pendengar? 2:51 Ya, pada awal kita ada sedikit euforia 2:55 ya, Mas Angga, euforia ketika pertemuan 2:58 para kepala negara di Mesir. Wah, ini 3:02 kayaknya ini jadi damai ini ya. Jadi 3:04 harapan walaupun ada ruangan juga yang 3:06 kita sisakan untuk untuk pesimis ya, 3:09 tapi secara besar kita buka optimislah 3:11 akan ada perdamaian. 3:12 Banyak hadir para kepala negara 3:15 walaupun ada beberapa kepala negara yang 3:16 tidak hadir ya, kayak kayak Malaysia 3:18 gitu. Tapi pada awal saya katakan, "Wah, 3:20 Malaysia ini kenapa enggak diundang nih? 3:22 Kok 3:22 bisa beda gitu ya?" 3:24 Nah, 3:25 tapi walaupun walaupun kita sudah tahu 3:27 bahwa Israel dalam 3:29 dalam dalam beberapa kali perjanjian ini 3:31 selalu ingkar janji. 3:33 Selalu ada dusta, selalu ada dusta di 3:35 antara kita kalau kalau lagu itu. 3:38 Nah, 3:38 kemudian kita melihat bahwa eh dalam 3:42 dalam 20 poin 20 poin perjanjian ini 3:45 memang sangat mengerikan, Mas Angga. 3:46 Hmm. Ngeri, saya saya ngeri saya bacanya 3:49 kan. 3:49 Jadi tapi kan karena ini desakan 3:51 negara-negara Islam juga, ada Indonesia, 3:54 Turki, ya. 3:55 Ya, Hamas ya 3:58 ya, harus mengambil ini sikap ya untuk 4:01 untuk perdamaiannya. Karena kalau enggak 4:02 kan 4:03 secara politik juga bermasalah juga. 4:05 Iya. Nah, kemudian kita lihat dalam 4:07 setelah perjanjian tanggal berapa 4:09 tanggal 13 itu Heeh. 4:11 kan enggak ada enggak ada sesuatu yang 4:13 menggembirakanlah, cuma setelah tanda 4:15 tangan setelah tanda tangan itu pada 4:17 pada kita pada 4:19 euforia habis itu kita menemukan banyak 4:21 banyak cerita-cerita yang cerita 4:23 hororlah istilahnya. 4:24 Heeh, heeh. Ini yang kita kita undang 4:25 Prof Yohan, kita melihat bahwa 4:28 apakah kita meyakini bahwa ke-20 poin 4:31 ini bisa dilaksanakan oleh Hamas? 4:34 Dan kalau bisa apa konsekuensi bagi 4:36 Hamas? Dan kalau tidak bisa apa 4:38 konsekuensi konsekuensi 4:39 terhadap Hamas? Karena ini memang sangat 4:41 sangat berisiko sekali ini masa enggak 4:43 ini berisiko ada pelucutan senjata. 4:45 Apalagi tahap kedua ini tahap yang ngeri 4:46 ini kan. 16 hari benar atau 13 hari 16 4:49 hari ya 16 hari setelah perjanjian 4:51 pertama masuk kedua ini kan tiga tiga 4:53 hal ini poin yang akan dibicarakan. 4:55 Pertama adalah pembentukan dewan 4:58 pemerintahan, kemudian multi pelucutan 5:00 multinasional. Dan yang ketiga pelucutan 5:03 senjata ini kan. Kan ini kan 5:05 sampai-sampai Trump mengajak Indonesia 5:07 untuk menyerang Hamas kan. Dan ini ini 5:09 saya pikir ini sangat krusial. Makanya 5:10 kita kita kita diskusi bagaimana kalau 5:13 Hamas terima, bagaimana kalau tidak apa 5:15 konsekuensi dan ini Heeh. kita pikir 5:17 harus kita coba tanya sama ahlinya nih. 5:20 Iya, iya. 5:21 Kita juga 5:23 kita juga ingin menyinggung itu nanti 5:25 yang ter-update ya Dokter Ben ya. Ketika 5:28 RUU aneksasi Israel di Tepi Barat juga 5:31 ini kaitannya dengan 5:35 ini ketika polemik IOC Indonesia ini 5:38 cukup ramai juga gitu ternyata IOC 5:40 memberikan respon gitu ya di-ban katanya 5:43 Indonesia nih. Indonesia juga kasih 5:45 respon dari menterinya gitu ya. tapi 5:48 ya respon menurut dokter tuh respon apa 5:50 tuh Dok? 5:52 Ya responnya taba lah saya. 5:55 [tertawa] 5:55 Responnya taba terlalu lembek menurut 5:57 saya. 5:58 Lembek kurang tegas ya. 6:00 Tapi OIC serius itu kayaknya Dok ya, 6:02 serius banget itu OIC kayaknya. 6:04 Buat 6:05 Iya. 6:08 Karena kalau ada ibu-ibu ke depan 6:09 misalnya itu ibu ke depan kan memang 6:11 kalau 6:12 kalau apa kalau saya tadi kan enggak 6:15 akan ada resistensi dari masyarakat. 6:17 Tapi saya ya agak saya saya agak saya 6:19 sedikit apa ya 6:22 ya agak agak sebal gitu ya, kenapa 6:24 terlalu terlalu ringan gitu loh, enggak 6:26 seperti yang kita ini enggak ada 6:27 perlawanan gitu, padahal jelas-jelas ya 6:30 jelas itu kan ada ada diskriminasi di 6:32 olahraga ya. 6:35 Mmm, baik. 6:37 Selanjutnya saya akan ke Prof Yon, eh 6:41 baik bagaimana Pak Prof kita ketika 6:42 melihat 6:44 eh Prof Yon perjanjian damai 6:46 Israel-Hamas 6:48 Israel hingga saat ini Benjamin 6:49 Netanyahu dan juga beberapa menteri yang 6:52 paling kencang itu kalau di media itu 6:54 Menteri Ben Gvir ya, bahwa perjanjian 6:57 damai itu tidak pernah ada dari Israel 7:00 gitu ya, mereka terus melontarkan itu 7:02 gitu. 7:03 Eh juga mereka masih melakukan eh 7:06 serangan-serangan di beberapa tempat 7:09 gitu ya, bantuan juga masih diganggu 7:11 gitu ya masuk dari beberapa lembaga 7:13 khususnya dari eh PBB 7:16 lalu melihat hal ini antara harapan dan 7:19 eh realita yang 7:22 bisa menjadi pembuka bagi kita semua 7:24 untuk membantu Gaza gitu ya, bukan hanya 7:26 Indonesia sebenarnya seluruh dunia lah 7:29 ketika ingin membantu Gaza kata 7:31 perdamaian 7:33 eh atau kata gencatan senjata yang 7:34 dipegang gitu ya oleh kita semua dari eh 7:38 konflik ini itu bagaimana Prof Yon 7:40 melihatnya, monggo Pak Prof. Ya eh tentu 7:43 kalau kita melihat sebuah proses ya 7:46 negosiasi menuju perdamaian itu kan 7:48 melibatkan dua pihak ya. Kalau dalam hal 7:51 ini kan Israel dan Palestina yang 7:54 sebagian besar disebut sebagai Hamas ya, 7:56 walaupun kan tentu tidak hanya Hamas 7:58 tapi kan juga ada 8:00 faksi-faksi yang lain. 8:02 Kemudian setelah itu tentu ada mediator 8:04 ya yang berfungsi untuk menghubungkan ya 8:07 kedua belah pihak yang sedang bertikai. 8:10 Nah, tujuan dari perdamaian yang akan 8:12 dicapai itu kan keduanya harus memiliki 8:15 apa eh niat baik yang sama gitu ya, Pak, 8:19 bahwa kedua belah pihak ingin berdamai. 8:22 Jadi kalau salah satu ingin tidak damai 8:23 berarti kan ini sudah ada kendala ini 8:25 ya. Katakanlah eh Israel ngotot 8:28 [berdehem] ya enggak mau eh melakukan 8:31 perdamaian ya, sementara ditekan oleh 8:33 dunia internasional. Nah, di sinilah 8:35 kemudian potensi-potensi untuk ya 8:38 melakukan apa 8:40 eh pengkhianatan, tidak mau menaati 8:43 aturan dan lain sebagainya ini eh akan 8:46 eh mungkin terjadi atau upaya untuk 8:48 memancing agar 8:49 eh pihak ya eh dari lawan dari negosiasi 8:54 itu melakukan 8:55 eh respon sesuatu yang itu nanti akan 8:57 dia anggap sebagai apa eh 9:01 sebagai cacat ya yang bisa menghancurkan 9:05 suatu eh kesepakatan. Tapi kan itu 9:08 dilakukan setelah 9:10 eh pihak katakanlah Israel sudah 9:12 mencapai target yang diinginkan. 9:15 Jadi ada hal yang memang itu memaksa 9:18 Israel mengikuti perdamaian itu. Yang 9:22 pertama bahwa Israel tidak pernah dan 9:24 eh tidak akan bisa mendapatkan 9:28 eh sandera itu ya melalui jalur 9:30 peperangan itu sudah diakui tidak 9:32 mungkin. 9:33 Maka cara yang terbaik adalah melakukan 9:35 negosiasi. Maka target dari Israel itu 9:38 adalah 9:39 mengembalikan eh apa sandera itu. Dengan 9:43 kembalinya sandera, tentu pemerintah 9:45 dapat kredit karena dianggap mampu 9:47 membebaskan warganya, walaupun itu kan 9:50 melalui proses 9:51 eh apa namanya perjanjian itu. Nah, 9:54 proses perjanjian kemudian kan dianggap 9:56 dipersepsikan oleh publik di Israel, 9:59 terutama pendukung garis keras itu kan 10:01 sebagai sebuah kekalahan ya. Karena 10:03 menyerah pada perang itu mencapai tujuan 10:05 tetapi berdamai. Ini kan kemudian saya 10:08 kira menjadi hal yang berat ya bagi 10:11 eh apa kelompok-kelompok garis keras 10:14 yang memang tujuannya adalah berperang, 10:15 tapi realitasnya memang tidak bisa 10:18 mendapatkan tujuan itu. Kemudian tujuan 10:20 yang kedua, mereka kan ingin 10:21 menghancurkan Hamas ya. Jadi, 10:24 eh ini juga agak eh tentu apa ya agak 10:28 kontras ya. Ketika pihak yang diajak 10:31 negosiasi, ternyata tujuannya adalah 10:33 untuk dihancurkan. Nah, ini kan menjadi 10:35 persoalan. 10:36 Ehm. Nah, ini kemudian tidak tidak 10:38 seimbang. Jadi, ada dua 10:40 dua tujuan utama itu ya bahwa eh saya 10:43 kira mungkin tiga ya nanti sebutnya 10:44 biar. Yang pertama sandera eh 10:46 dibebaskan, yang kedua menghancurkan 10:48 Hamas, yang ketiga itu adalah menduduki 10:51 kembali. Jadi, masih ada keinginan untuk 10:53 menduduki Gaza. Ini kan 10:55 eh pada tahapan pertama tukar sandera 10:59 masih bisa diakomodasi ya. Ehm. Nah, 11:01 sementara kemudian tujuan dari Palestina 11:03 kan itu eh salah satunya pertama adalah 11:06 gencatan senjata secara permanen ya. 11:09 Karena itu diharapkan dengan adanya 11:11 gencatan senjata, maka tujuan yang kedua 11:15 berkaitan dengan penarikan atau 11:17 penghentian pendudukan akan dilakukan. 11:19 Maka, diharapkan Israel bisa menarik 11:21 diri dari wilayah Gaza. Dan yang ketiga 11:24 tentu adalah eh kemerdekaan ya. 11:28 Jadi, tiga hal itu tentu harus kemudian 11:30 dan 11:30 ini. Sekarang sudah pada fase yang 11:32 pertama tukar-menukar tawanan, kemudian 11:35 ee 11:36 itu juga sudah mulai terjadi walaupun 11:38 terbatas ya pengiriman bantuan ya 11:40 humanitarian tapi kan sempat dihentikan, 11:43 kemudian [mendengus] 11:44 apa yang disepakati adalah tidak 11:47 ee tidak optimal. Nah, ini saya kira 11:50 kemudian dua 11:51 as ee tiga aspek ya yang kemudian harus 11:54 kita 11:55 ee apa jejerkan bersama ini 11:57 tujuan-tujuan ini bisa enggak dicapai 12:00 dengan cara negosiasi. 12:02 Tentu Palestina, negara-negara Arab 12:04 termasuk Indonesia 12:06 sampai kepada tujuan akhir yaitu 12:08 kemerdekaan. 12:10 Sementara bisa saja Israel cukup pada 12:12 fase pertama gitu ya. 12:14 Kemudian penghancuran kalau dilanjutkan 12:16 maka dia ingin penghancuran. Maka tadi 12:18 itu berkaitan dengan 12:19 disarming ya pelucutan senjata mereka 12:22 melakukan. 12:24 Maka di dalam sebuah proses negosiasi 12:26 itu harus ada strategi gitu ya karena 12:28 kan orang akan bermain 12:30 memanfaatkan ya apa namanya celah yang 12:33 ada untuk mendapatkan ee kemana 12:35 kemenangan secara sepihak. Jadi tidak 12:37 bisa murni ee kemudian diserahkan ya 12:40 secara penuh tetapi juga tentu harus ada 12:43 ee strategi-strateginya. 12:46 Poin lain yang membuat Israel harus 12:48 mengikuti apa ee proses ya termasuk me 12:52 mau mengakui proposal 20 oleh Trump 12:55 adalah juga Trump sendiri kan mengatakan 12:57 kepada Netanyahu bahwa ya 13:00 kamu enggak bisa untuk melawan dunia 13:02 gitu, berperang melawan dunia karena 13:04 realitasnya perang ini tidak lagi 13:06 berperang tentang Hamas tetapi dukungan 13:08 dunia sudah semakin kuat dan ini tidak 13:11 mungkin di 13:12 dilanjutkan. Nah, faktor-faktor itu saya 13:14 kira 13:15 yang akan menjadi ee timbangan. Sehingga 13:18 nanti akan harus kita lihat fase demi 13:20 fase. Sekarang sudah 13:22 ee apa tawanan perang sudah di lakukan 13:25 walaupun Israel masih menuntut eh 13:27 berkaitan dengan eh jasad korbannya 13:31 Israel yang belum sepenuhnya eh di 13:34 disampaikan karena tentu dalam kondisi 13:36 apa 13:37 eh demikian kerusakan, hancuran, 13:39 tertimbun dan lain sebagainya kan juga 13:41 tidak bisa dipaksa harus kemudian bisa 13:44 me 13:45 apa mendapatkan ya eh sandra-sandra itu 13:48 yang sudah mati eh jasadnya, mayatnya 13:50 untuk bisa di dikirim kemudian 13:52 diidentifikasi dan 13:54 lain sebagainya. Nah, eh saya kira itu 13:57 ya secara umum nanti tentu kita bisa 13:59 lihat ya eh fase berikutnya akan seperti 14:02 apa. 14:03 Iya. 14:04 Informasi terbaru ini saya kutip dari 14:06 Mina news.net gerakan Hamas memberikan 14:10 penegasan kembali bahwa 14:13 Zionis Israel itu telah gagal mencapai 14:15 tujuan yang ingin mereka capai melalui 14:19 eh perang dalam 2 tahun ini ya. 14:22 Dikaitkan dengan eh ketika Donald Trump 14:25 eh betul-betul eh mengusulkan dan juga 14:28 menerapkan untuk gencatan senjata segera 14:31 tujuannya kan mengakhiri genosida. Saya 14:34 ingin 14:35 eh 14:37 pandangan Pak Prof mengenai eh Hamas 14:41 setelah perjanjian senjata gitu setelah 14:43 perjanjian senjata 14:45 gencatan senjata maksud saya gitu ya 14:47 fase awal fase pertama 14:49 itu kan beritanya mereka menghadapi dari 14:51 sisi internal juga mereka membersihkan 14:54 kelompok-kelompok yang pro ternyata eh 14:57 pro Zionis gitu ya di dalam Gaza sendiri 15:00 gitu ya mereka berusaha untuk merangkul 15:03 faksi-faksi gitu ya mereka juga secara 15:06 internasional utusan-utusannya di luar 15:08 negeri di beberapa negara mungkin bisa 15:10 jadi masuk juga ke Indonesia menggalang 15:13 eh kekuatan itu terus-menerus gitu ini 15:15 gerakan Hamas pasca gencatan senjata 15:19 fase pa fase pertama bagaimana menurut 15:21 eh Prof 15:22 Ya, tentu kan tadi itu bahwa tujuan 15:25 utama Israel itu adalah kembalinya 15:27 sandera itu. Ehm. Ketika sandera itu 15:30 kembali, maka dia ingin 15:32 berperang lagi. Tetapi kan sebenarnya 15:34 dia sudah diikat oleh perjanjian. Maka 15:36 ada segala cara dilakukan agar 15:39 sebenarnya proposal ini hanya sampai 15:41 pada tahapan pertukaran karena dia 15:44 merasa sudah bisa mengembalikan dan 15:46 menyerahkan sandera itu ke 15:49 keluarganya. Maka kemudian dia ingin 15:51 melanjutkan perang sebenarnya kalau kita 15:54 lihat ya dari 15:56 sisi Israel seperti itu. Nah, salah satu 15:59 cara yang dilakukan tentu kan membuat 16:02 situasi di apa 16:04 di Gaza itu menjadi tidak terkendali ya. 16:07 Dengan dimunculkan ya gengster, 16:09 kelompok-kelompok yang itu memang 16:12 dibiayai oleh operasi Israel ya. Maka 16:15 kan Israel juga 16:17 melakukan serangkaian serangan kembali 16:20 dengan dalih melindungi ya 16:22 apa namanya kelompok-kelompok yang 16:24 dibiayai itu dari serangan Hamas. Jadi 16:27 mereka kan melakukan penyerangan bahkan 16:29 kemudian juga sampai menggunakan apa 16:32 pesawat tempur kembali. Padahal itu kan 16:35 sebuah 16:36 pelanggaran. Karena dengan 16:38 dengan cara 16:40 memperbesar ya kelompok yang itu anti 16:43 terhadap 16:44 Hamas gengster yang mengacaukan itu ya, 16:48 maka suasana Gaza akan semakin kacau, 16:52 keos dan lain sebagainya sehingga ada 16:55 upaya untuk dia bisa 16:57 apa kembali lagi dan 16:59 negara-negara yang komitmen untuk 17:02 mengirimkan pasukan untuk me 17:05 apa menerjunkan ya 17:07 stabilizer force ya 17:09 untuk guna melakukan stabilisasi di 17:12 kawasan mulai berpikir ulang begitu ini 17:15 kondisinya semakin kacau begitu ya, maka 17:18 mereka 17:19 tidak melakukan itu. Nah, 17:21 dengan demikian maka kita juga lihat ya 17:24 bahwa Hamas sendiri kan sebenarnya juga 17:26 sudah sudah siap dengan 17:28 apa 17:30 segala hal yang berkaitan dengan 17:32 perdamaian itu. Bahkan kan juga mereka 17:35 dengan beberapa faksi melakukan 17:37 pertemuan untuk membentuk ya sebuah tim 17:40 pemerintahan transisi yang isinya 17:43 teknokrat ya. Heeh. Tidak lagi mereka 17:45 yang berafiliasi 17:48 dengan apa partai politik, faksi, maupun 17:51 juga kelompok-kelompok perlawanan. Ini 17:54 kan menunjukkan keseriusan mereka gitu 17:57 ya untuk memenuhi 17:59 janji apa yang harus dilakukan. Tetapi 18:02 pada satu sisi 18:04 maka kemudian Israel berusaha untuk me 18:07 me apa memaksa bahwa 18:10 perjanjian ini enggak akan apa bisa 18:13 dilanjutkan gitu. Perang harus dilakukan 18:16 kembali karena dengan itu ya Israel 18:19 ingin mendapatkan saya kira ingin 18:21 mendapatkan 18:22 apa posisi, semangat untuk berperang 18:25 dan menghancurkan begitu ya dengan 18:27 catatan bahwa kondisi di Gaza sudah 18:29 sedemikian berbahaya dan enggak ada cara 18:32 lain ya harus di 18:33 dihancurkan. Nah, upaya-upaya itu saya 18:35 kira kalau menurut saya ya harus dicegah 18:37 gitu ya. 18:38 Iya. Dan para 18:41 apa negara-negara yang menjadi 18:44 negara donor juga harus melakukan 18:46 sesuatu 18:48 dan negara Arab terutama Heeh. dunia 18:50 Islam 18:51 harus menunjukkan kedekatannya kepada 18:54 Palestina. 18:56 Enggak bisa mereka kemudian bersifat 18:58 netral begitu ya karena Amerika saja 19:00 tidak netral gitu. Kalau di dalam 19:01 perundingan itu tidak menunjukkan 19:04 simpatinya kepada Palestina bisa saja 19:07 nanti Palestina menjadi tersudut gitu di 19:09 dalam proses negosiasi sendiri gitu ya. 19:12 Sementara negara-negara guarantor 19:14 bersama dengan Amerika dan Amerika dekat 19:16 dengan 19:17 eh Israel. Nah, itu saya kira yang di 19:19 dikhawatirkan 19:21 eh terjadi sebuah eh perubahan yang 19:24 justru nantinya 19:26 merugikan Palestina. Apalagi kalau sudah 19:28 ada pelucutan senjata gitu ya. 19:31 Ini eh setelah itu 19:33 eh tidak ada perlawanan, kemudian 19:37 eh Israel berbalik kembali melakukan 19:39 serangan pendudukan. 19:41 Ini juga tentu kondisinya akan semakin 19:43 parah kalau tidak ada 19:45 ketegasan dari guarantor untuk kemudian 19:47 eh menunjukkan sikap ya. 19:50 Dukungan tetap ya kepada Palestina. 19:53 Ehm. 19:54 Tadi yang dilakukan Hamas di luar di 19:56 dunia internasional ya, di luar negara 19:58 se contohnya 20:00 eh ketika mereka mendapatkan respon dari 20:02 Presiden Turki ya, yang Hamas itu 20:04 dipujilah. 20:06 Karena komitmen untuk eh menahan diri 20:08 dan juga patuh untuk menyerap senjata, 20:10 sementara Zionis Israel gitu yang 20:12 melakukan beberapa 20:13 pelanggaran-pelanggaran. 20:15 Apakah Prof Yon melihat 20:19 kira-kira 20:21 pendudukan ini akan berakhir cepat atau 20:23 lama gitu? 20:25 Karena utusan Ehm. Karena utusan UNRWA 20:27 bilang katanya kalau 20:29 tidak kalau kalau pendudukan belum 20:31 berakhir, itu tidak akan ada perdamaian. 20:33 Gaza juga tidak akan bisa dibangun 20:34 kembali. 20:35 [berdehem] 20:35 Betul karena kan root cause-nya itu kan 20:37 masalah pendudukan ya. Ehm. Dan itu 20:39 harus di dipahami dan PBB juga tidak 20:42 pernah 20:43 apa eh 20:45 kemudian memungkiri bahwa bahwa wilayah 20:47 itu adalah wilayah pendudukan ya. 20:49 Kemudian itu kan juga sebagai 20:52 wilayah yang masih disebut status quo 20:54 yang tidak boleh diubah. Nah, Israel kan 20:57 beru berusaha untuk mengubah eh status 21:00 itu menjadi negara yang eh bagian yang 21:03 melalui aneksasi ya. Yang kemarin kita 21:06 lihat bahwa mereka 21:08 mencoba untuk mengesahkan undang-undang 21:10 berkaitan dengan aneksasi Tepi Barat. 21:12 Berarti kan kalau Tepi Barat itu 21:14 dianekasasi ya otomatis kan juga sama ya 21:17 keinginan mereka terhadap Gaza itu. Nah, 21:21 fase yang harus kita lihat yang sangat 21:24 penting ya berkaitan pendudukan nah 21:26 dalam fase ini kan 21:29 diasumsikan bahwa Israel tentaranya itu 21:31 kan sudah menarik diri ya ke garis 21:34 gunung ya dan itu 53% wilayah artinya 21:38 tidak lagi 100%. 21:40 Nah, ketika sudah masuk ke fase itu dan 21:43 nanti akan ditarik lebih mundur lagi ya 21:46 ke garis merah kemudian nanti garis 21:48 abu-abu yang sudah resmi perbatasan 21:51 di luar Gaza 21:53 maka harus ditindaklanjuti dengan 21:56 pengiriman stabilizer force ya 21:59 pasukan 22:01 apa penstabil kawasan untuk menggantikan 22:05 apa 22:07 pasukan IDF dan itu diharapkan berasal 22:10 dari negara-negara Arab termasuk Turki 22:13 tapi kan masalahnya kemudian Israel 22:16 berusaha untuk ya memilih siapa saja 22:19 yang boleh masuk begitu ya. Nah, ini kan 22:22 menjadi persoalan maka tentu dukungan 22:25 terhadap Palestina harus diperkuat 22:27 begitu ya 22:28 karena 22:29 setelah kemudian nanti kalau kita 22:32 berharap fase itu menjadi lancar 22:34 kemudian mereka mau menarik diri sampai 22:36 ya di garis abu-abu itu artinya sudah 22:38 mulai di luar Gaza 22:40 dan sepenuhnya di bawah kontrol pasukan 22:43 perdamaian termasuk Indonesia diharapkan 22:46 juga 22:47 ikut ya maka 22:50 disarming kemudian penyerahan pelucutan 22:53 senjata itu menjadi 22:55 apa bisa saja dilakukan oleh Hamas asal 22:59 kemudian penyerahannya 23:01 itu jelas kepada siapa gitu ya. Tetapi 23:04 kalau kemudian stabilizer force-nya itu 23:06 adalah 23:07 eh masih Amerika, kemudian itu ada eh 23:11 Israel, maka tentu enggak bisa di 23:13 dilakukan dan Indonesia juga tidak bisa 23:15 diajak untuk melakukan memaksa eh 23:17 disarming kalau kemudian di dalam itu 23:20 pasukannya masih pasukan yang pro 23:22 terhadap Israel. Saya tadi itu eh dari 23:26 Turki, dari Qatar ya. 23:28 Mungkin Saudi, Indonesia 23:31 ketika itu sudah di 23:33 eh dipenuhi oleh pasukan-pasukan 23:35 perdamaian, maka Israel akan eh apa 23:39 tidak bisa 23:40 eh semen-mena untuk melakukan serangan 23:43 karena di situ banyak pasukan-pasukan eh 23:45 perdamaian. Tapi kalau itu tidak 23:47 dilakukan kemudian dipaksa untuk 23:50 pelucutan, saya kira eh patut dicurigai 23:53 karena bisa saja sebagai eh upaya untuk 23:57 menghancurkan Hamas setelah itu 23:59 pendudukan dilakukan kembali. Maka 24:02 pastikan bahwa pasukan perdamaian itu 24:05 masuk dan tentu juga harus ditopang oleh 24:10 eh PBB di dalam hal ini sidang eh 24:13 keamanan PBB yang 24:15 merestui dan juga mengesahkan ya adanya 24:19 keterlibatan pasukan perdamaian karena 24:21 kalau itu sudah 24:22 eh hitam di atas putih ditetapkan oleh 24:24 Dewan Keamanan PBB, maka mekanisme 24:27 sanksi akan lebih jelas ya dibanding 24:29 dengan eh kesepakatan antara beberapa 24:32 pihak saja. Nah, ini saya kira juga ya 24:34 langkah-langkah juga yang harus kita 24:36 lihat apakah nanti akan berakhir kepada 24:39 pendudukan atau tidak ya. 24:42 Kalau dari dinamika yang terus muncul eh 24:46 Prof. Yun, kan ada juga nih eh untuk eh 24:51 rencana yang memimpin pemerintahan 24:53 interim Gaza itu kan muncul dari mulai 24:56 nama eh Tony Blair gitu ya. Kalau dari 24:59 Indonesia sendiri muncul nama JK. Ini 25:02 mengenai pemerintahan interim Gaza 25:04 menurut ee Prof. Din ini langkah yang 25:07 harus diterima oleh ee banyak pihak atau 25:10 bagaimana sebenarnya, Prof? Nah, itu kan 25:12 sebenarnya enggak harus kemudian 25:14 dipaksakan sebagai ee pemerintahan 25:18 interim ya yang dikuasai oleh 25:20 tetapi kan lebih harusnya lebih 25:21 didefinisikan sebagai apa pemerintahan 25:23 transisi ya. He eh. Jadi sebelum ee apa 25:27 diserahkan kepada Palestina, itu kan 25:29 juga memastikan bahwa Israel juga merasa 25:32 yakin juga ya 25:34 He ee bahwa ada ee proses transisinya 25:37 begitu ya. Jadi tidak ee 25:40 menjaga dari satu ee apa sisi. Nah, oleh 25:43 karena itu tentu ya peran-peran dari 25:46 negara-negara 25:47 ee Arab maupun dunia Islam yang memang 25:51 sudah jelas komitmennya, itu saya kira 25:53 harus memang harus masuk. Bisa di 25:55 ditinggalkan. Indonesia juga saya kira 25:57 juga harus masuk dalam aspek bahkan 25:59 kemudian di board of peace juga harus 26:02 menentukan karena itu kan akan ee 26:05 berpotensi untuk ee menentukan pihak 26:07 mana yang akan ee mewakili. Tentu masa 26:11 transisi itu juga harus diberi waktu 26:14 gitu ya, mungkin 6 bulan ya. 26:16 He 26:17 setelah itu penyerahan kepada apa 26:19 kedaulatan rakyat Palestina yang sudah 26:21 terintegrasi melalui proses rekonsiliasi 26:25 yang mewakili berbagai macam apa 26:27 kepentingan ya karena kalau tidak 26:30 ee apa disebutkan masanya, dikhawatirkan 26:33 ini kan juga ee akan ee apa terjadi ee 26:37 perubahan karena kita tahu sendiri kan 26:39 Tony Blair lang cek track record-nya kan 26:42 ee memiliki kedekatan dengan Israel ya. 26:45 Nah, ini kan juga harus di 26:46 diimbangi dengan 26:48 ee negara-negara lain yang kuat dan 26:50 apalagi 26:52 kalau kemudian pendanaannya diserahkan 26:54 ke negara-negara Arab yang kaya-kaya itu 26:57 ya, maka mereka harus punya bargaining 27:00 power kalau me membiayai ya, dia yang ee 27:05 apa 27:05 Kendalikan mengendalikan jangan kemudian 27:09 membiayai tapi untuk agenda yang lain. 27:11 Saya kira 27:12 mereka harus konsolidasi dan yakin 27:15 pendudukannya satu-satunya cara ya harus 27:17 diakhiri gitu ya untuk ee perdamaian 27:21 yang permanen. 27:22 Emm. 27:23 Baik Prof Yon, saya akan ke Dokter Ben 27:26 terlebih dahulu. Namun Dokter Ben saya 27:28 akan menyapa pendengar dulu ya. Ikhwan 27:30 akhwat yang dirahmati Allah subhanahu wa 27:31 taala saat ini Anda menyimak siaran 27:33 langsung Buka Mata Buka Telinga 27:36 Prospek Perjanjian Damai Israel Hamas 27:38 antara harapan dan realita. Tamu kita di 27:41 Buka Mata Buka Telinga kali ini bersama 27:44 Profesor Yon Mahmudi, PhD, pengamat 27:47 Timur Tengah yang barusan tadi sudah 27:48 memberikan beberapa analisanya ya. Kalau 27:51 dari Dokter Ben realita yang Dokter Ben 27:54 lihat nih kan sudah hampir beberapa 27:57 pekan ya ke gencatan senjata ini di 27:59 sepakati baik informasi yang Dokter Ben 28:02 terima dari para relawan Mercy yang 28:06 memang terus mengirimkan relawannya Dok 28:08 ya ke Gaza masuk ataupun dari 28:10 informasi-informasi media. Sebenarnya 28:13 realitanya bagaimana ini Dok? 28:15 Dan juga dinamikanya nih ya sudah hampir 28:16 beberapa pekan ini. 28:19 Eee. 28:21 Kita lihat bahwa 28:22 tujuan tujuan perang status 28:25 tujuan perang tanda petik ya sudah sudah 28:27 dicapai Israel dengan membebaskan eee 28:31 sandera 28:32 kemudian eee ada beberapa jenazah yang 28:34 masih tersisa. Artinya artinya 28:37 polarisasi mungkin polarisasi masyarakat 28:39 Israel sementara mungkin sudah agak agak 28:42 sepi ya enggak karena 28:44 demo-demo demo-demo kemarin kan mereka 28:46 menuntut agar 28:47 eh 28:48 apa namanya eee dilepaskan, perang 28:50 dihentikan. Kenapa? Karena akan 28:52 menimbulkan korban buat sandera kan. 28:54 Nah, tapi setelah sandera dikeluarkan 28:56 dengan proses perdamaian ini kan artinya 28:59 eh bisa saja tuntutannya akan lebih 29:00 redup ya. Ehm. 29:02 Nah, jadi jadi seperti kata Prof. Yon 29:04 tadi itu kemungkinan perang itu ya ya 29:07 akan ada dan saya susah saya katakan 29:09 bahwa saya orang yang tidak pernah 29:11 percaya sama Israel dengan Amerika, saya 29:13 enggak pernah percaya itu. Ehm. Jadi 29:16 jadi eh si vis pacem parabellum ini 29:19 tetap berlaku. Jadi jadi eh 29:23 fase pertama ini sudah sudah di dilalui 29:26 tapi lah dilalui kan bukannya mulus kan. 29:29 Jadi sudah lebih dari 50 kali 29:31 serangan-serangan Israel ehm terhadap 29:33 terhadap Gaza. Dan yang yang yang ironi 29:36 sangat ironi ya ironi ini 29:38 Pak Pak Menlu Pak Sugeng mengatakan 29:40 bahwa kedua belah pihak ini harus apa 29:44 harus saling inilah saling menjaga 29:46 perjanjian dan jangan jangan saling 29:48 menyerang itu. 29:49 Jadi 29:51 saya baca berita tadi saya agak agak 29:53 ah ketawa juga kenapa Menlu mengatakan 29:55 demikian kepada Israel. 29:57 Israel pelaku pelaku utama yang yang 29:59 merusak semua perjanjian dan dan 30:02 sebenarnya eh sebagai satu sahabat 30:04 negara negosiator dan yang diundang 30:07 oleh Trump sebenarnya Indonesia itu 30:08 harus proaktif ya proaktif melakukan 30:12 eh hal-hal yang lebih positif ya untuk 30:13 bisa 30:15 mendorong agar perjanjian ini bisa 30:16 berlangsung dengan baik. 30:18 Dan masalah tadi itu ya yang masalah 30:20 pasukan multinasional saya beberapa kali 30:22 saya katakan begini Pak Sugeng. Ehm ehm. 30:24 Eh [berdehem] 30:26 ada 200 marinir Amerika di Kepulauan 30:28 Gaza. 30:29 Nah, 200 marinir Amerika di Kepulauan 30:30 Gaza kemudian ada banyak juga pasukan 30:34 SAS dari Inggris yang 3 hari ya kemarin 30:37 itu eh nyampe di Israel. SAS. 30:40 Dan pertanyaan ini kan pasukannya pasti 30:42 petugas petugas untuk untuk Israel yang 30:45 membantu Israel kan. Ya artinya kalau 30:48 mereka misalnya bergabung dalam di 30:49 pasukan multinasional dia ada Amerika di 30:52 situ 30:53 dan ini kan trust-nya memang sama sekali 30:55 enggak bisa dibangun kalau masih ada 30:56 Amerika apalagi ada Inggris di situ. 30:59 Nah, maka menurut saya bahwa pasukan 31:00 Amerika berkolaborasi dengan Inggris ini 31:03 bentuk intimidasi terhadap Hamas ya 31:05 kira-kira Anda dan teman-teman Anda 31:07 kalau enggak serahkan pasukan kami siap 31:09 untuk masuk. 31:10 Karena karena Trump sepertinya serius ya 31:12 serius dan kemarin kan dia ngajak 31:14 Indonesia untuk nyerang Hamas kan. Jadi 31:16 sebenarnya indikasi-indikasi untuk 31:17 meledak perang lagi sangat besar sekali 31:20 dan enggak saya pikir 31:22 Hamas dalam konteks ini enggak enggak 31:24 ngeberani dia serahkan senjata itu sama 31:26 sama kayak serahkan nyawa kan. 31:28 Dan pengalaman gini misalnya ya contoh 31:30 UNIFIL ya UNIFIL misalnya UNIFIL 10.000 31:32 pasukan pasukan Indonesia belum pasukan 31:34 yang lain ya 31:35 itu lumayan lumayan lumayan banyak kan 31:37 tapi ketika Israel nyerang Lebanon 31:39 apakah UNIFIL UNIFIL ini 31:41 aktif proaktif ya enggak gimana ada 31:44 korban di Lebanon ya kan malah korban 31:45 Indonesia di Lebanon ya maka kalau masih 31:48 masih pasukan peacekeeping 31:51 dan ini tidak ada perintah Dewan 31:53 Keamanan untuk melawan seperti yang 31:55 perang Korea saya pikir enggak ada 31:57 fungsi walaupun Turki walaupun Turki 31:59 dikirim pasukan kalau masih 32:01 senjata-senjata senjata yang yang yang 32:04 ya sekedar ringanlah itu kan enggak 32:06 enggak membantu 32:07 ketika Israel masuk ke Gaza ulang lagi 32:10 ini kan masalah trust ini kan belum ada 32:12 di di apa di benaknya orang-orang faksi 32:16 perlawanan kan ini senjata tak serahkan 32:17 senjata sama siapa diserahkan oke 32:19 Indonesia kalau Israel masuk beranikah 32:21 Indonesia perang oke berani cukupkah 32:23 senjata kan pasukan ini kan bukan untuk 32:25 perang ini kan peacekeeping ini kan 32:27 untuk perdamaian kan 32:28 sama kayak di perbatasan misalnya antara 32:30 Gaza antara Mesir dengan sama Israel itu 32:33 ada pasukan perdamaian di situ yang 32:35 untuk untuk mencegah perang Israel ulang 32:37 kan, ada pasukan ya ya mereka tuh cuma 32:40 berapa orang dan makanya saya saya 32:42 enggak yakin enggak yakin bahwa 32:43 multinasional ini menjadi menjadi apa 32:45 menjadi sebuah kelompok yang dipercaya 32:47 oleh faksi-faksi mana untuk menyerahkan 32:49 senjata. 32:50 Nah, ini ini sangat krusial Mas Angga, 32:52 krusial sekali. Iya. Dan masalah dewan 32:55 dewan dewan dewan pemerintahan kan di di 32:57 Mesir baru-baru ini sudah dikumpulkan 32:58 semua faksi-faksi ya faksi-faksi 32:59 perlawanan untuk ya untuk apa untuk 33:02 menyusun pemerintahan. Dan walaupun 33:06 walaupun Mas Angga dikatakan bahwa ini 33:07 adalah kelompok teknokrat teknokrat tapi 33:11 kan ada pasti berbau berbau berbau 33:13 berbau inilah kelompok enggak mungkin 33:15 teknokrat teknokrat murni kan. Heeh. 33:18 Pasti 33:19 pasti ada ada ada background background 33:21 faksilah ada apakah dari eh Ikhwanul 33:23 Muslimin dan sebagainya. Memang mereka 33:25 itu tidak tidak termasuk dalam struktur. 33:27 Nah, itu sudah dibaca oleh oleh Mesir 33:30 maka ada Mesir mengatakan bahwa saya 33:31 sudah baca itu ada ada indikasi ke sana 33:34 kan. Karena kalau misalnya 100% mereka 33:36 serahkan ke teknokrat pun saya enggak 33:38 yakin juga itu kan pasti pasti ada ada 33:40 keterikatanlah apa kaitan dengan dengan 33:43 kabilah keterikatan dengan 33:45 lain-lainnyalah artinya pasti ada itu. 33:48 Tapi terlepas dari itu semua saya pikir 33:50 ini saatnya Mesir untuk mengumpulkan 33:53 faksi-faksi di Kairo membicarakan 33:55 kelanjutannya saya pikir ini hal yang 33:56 sangat sangat positif ya. 33:58 Nah, di sinilah harus ada peran 34:00 Indonesia saya pikir ini peran Indonesia 34:02 ini untuk untuk bisa melakukan hal yang 34:04 ter sisa yang belum yang mungkin yang 34:06 terlupakan dalam proses perdamaian ini 34:08 saya pikir ini harus ada 34:10 harus ada peran-peran Indonesia yang 34:12 saya pikir Indonesia ini kan dipercaya 34:13 juga dipercaya 34:15 oleh oleh 34:16 oleh berbagai macam pihak akan untuk 34:18 bisa menyelesaikan atau masuk dalam 34:20 dalam struktur apakah pemerintahan atau 34:22 apa namanya ya. Nah, ini ini saya lihat 34:24 itu Mas Angga maka 34:26 maka sekali lagi saya ingin sampaikan eh 34:30 masalah pelucutan senjata ini memang ee 34:33 sangat dan sangat krusial dan saya 34:35 enggak yakin Hamas mau serahkan. 34:37 Kalaupun mereka menyerahkan saya 34:38 senjata-senjata berat ya, pasti saya 34:40 mengatakan bahwa ini masih senjata lama 34:42 dan yang baru yang mana masih 34:43 disembunyiin karena 34:45 kan enggak enggak enggak mungkin 34:46 dipercaya juga sama Israel kalau memang 34:48 ada statement dari Hamas kami akan 34:50 menyerahkan ee rudal apa senjata-senjata 34:52 berat ya ya senjata berat Hamas ya 34:53 apalah yang paling yang berat itu kan. 34:55 Jadi jadi jadi ini juga akan jadi jadi 34:57 masalah. Nah maka ini ee 34:59 harus diantisipasi ini kalau misalnya 35:01 ini deadlock, apa yang harus dilakukan 35:03 ini. 35:04 Nah sekali lagi saya saya saya kurang 35:06 kurang yakin dengan pasukan 35:08 multinasional ya walaupun kita enggak 35:09 ada enggak ada enggak ada alternatif 35:11 lain ya untuk untuk bisa ee masuk punya 35:14 senjata kalau dengan adanya enggak usah 35:16 ada multinasional tapi kalau misalnya 35:18 pasukan multinasional di situ ada 35:20 Amerika [berdehem] dan ada Inggris juga 35:22 itu masya Allah. Ini ini agak deg-degan 35:24 saya ini. Tapi kalau misalnya pasukan 35:26 dari Turki kalau misalnya masih 35:28 senjata-senjata ringan saya enggak yakin 35:30 juga itu. Ee Hamas akan menyerahkan 35:32 senjata. Jadi kalau memang He em. ee 35:34 memang harus menyerahkan senjata maka 35:38 dewan keamanan harus memutuskan pasukan 35:40 yang dikirim ke sana itu memang bukan 35:42 hanya pasukan peacekeeping ya pasukan 35:43 yang siap ee menghadapi kalau ada 35:45 serangan-serangan dari dari Israel. Nah 35:48 sehingga 35:49 ini juga akan menjadi buat kenyamanan 35:50 keamanan kenyamanan bagi teman bagi ee 35:53 faksi-faksi perlawanan dan sampai kapan 35:55 gitu kan sampai kapan misalnya kan 35:57 dikatakan multinasional sementara. Nah 36:00 kalau sementara saya agak 6 bulan 1 36:01 tahun tapi setelah itu mereka keluar 36:03 terus senjata juga enggak ada kan repot 36:05 juga. 36:06 Mereka keluar semua senjata Hamas atau 36:08 perlawanan senjata enggak ada. Itu 36:09 kesempatan Israel untuk masuk masuk 36:10 ulang gitu. Dan dan dan ini memang 36:13 lingkaran ini memang harus diskusi lebih 36:14 detail lebih lebih dalam dan ini 36:17 ee 36:18 sekali lagi belum masuk fase ketiga yang 36:20 sangat ketiga itu ada peledakan ee apa 36:24 terowongan-terowongan kan ini ke lebih 36:25 lebih 36:26 lebih besar lagi ee ceritanya ini. Iya 36:29 iya. 36:31 Baik, kalau dikatakan Dokter Ben tidak 36:33 pernah percaya dengan Zionis Israel, 36:37 lalu prospek perjanjian damainya itu di 36:40 mana gini yang bisa kita lihat gitu Prof 36:43 Yon. 36:44 Bagaimana nih Prof Yon? 36:46 Ya, eh tentu yang tadi juga harus di apa 36:49 dilakukan dengan 36:51 eh tekanan-tekanan diplomasi He em. 36:54 Tentu kita berharap eh negara-negara 36:57 Arab ya dunia Islam termasuk Indonesia 37:01 punya sikap gitu ya karena kan penting 37:03 nih katakan bahwa dalam hal ini tidak 37:05 boleh netral lagi gitu seakan-akan 37:07 sebagai mediator yang netral tetapi 37:09 harus menunjukkan sikapnya biar itu juga 37:11 dibaca oleh Amerika, dibaca oleh Israel 37:14 tidak main-main begitu ya. Satu bahwa 37:18 eh negara-negara Arab itu mau mendukung 37:20 perdamaian bahkan full support untuk 37:22 rekonstruksi ya kemudian juga mereka 37:25 juga harus serius karena ini kan juga 37:27 akan menyangkut masalah kredibilitas 37:30 mereka sendiri ketika dia gagal ya 37:33 eh menjalankan misi perdamaian sementara 37:35 Trump sudah mengatakan bahwa saya 37:37 sebagai orang yang eh apa pembuat 37:40 perdamaian dunia terbesar gitu ya bahkan 37:42 saya akan dapatkan Nobel gitu ya Iya. 37:45 reputasi-reputasi itu juga harus 37:47 dikonfrontasi ya He em. oleh 37:49 negara-negara 37:51 eh Arab dan juga Indonesia begitu ya 37:53 agar 37:55 eh mau tidak mau dalam kondisi tertentu 37:58 Amerika harus mengikuti pola 38:00 eh skema yang diinginkan oleh Palestina 38:03 dan negara-negara pendukungnya gitu yang 38:05 enggak bisa kemudian mengikuti pola pola 38:07 Israel karena di situlah kemudian 38:09 strategi harus di digunakan dan 38:12 eh saya melihat bahwa Amerika juga eh 38:14 100 itu enggak apa 38:17 juga enggak siap betul karena mereka 38:19 juga enggak berani mengorbankan apa 38:20 namanya tentaranya untuk berhadapan 38:24 dengan Hamas gitu ya. Maka dia akan 38:26 memilih negara-negara lain yang memiliki 38:29 kedekatan untuk masuk. Nah, nah itu kan 38:31 harus dimanfaatkan dengan baik ya. Jadi 38:33 jumlah 38:34 dari negara-negara 38:36 Arab yang true, kemudian juga Indonesia, 38:38 Turki dan sebagainya harus diperbanyak 38:40 gitu. Kuantitasnya lebih 38:42 lebih banyak untuk kemudian memang 38:45 ya tugasnya adalah menjamin dan 38:47 menciptakan perdamaian. Kalau menjamin 38:50 perdamaian biar tidak mampu ya 38:52 tidak memiliki otoritas, tidak memiliki 38:55 kekuatan untuk melakukan penindakan, 38:57 saya kira ya enggak enggak akan bisa 38:59 terjadi gitu ya. Jangan sampai kemudian 39:01 setelah itu 39:02 diancam oleh Israel kalau enggak 39:04 meninggalkan wilayah itu akan 39:05 dibumihanguskan kemudian gentar begitu 39:08 ya. Nah, itu kan menjadi persoalan 39:10 begitu nah dukungan tadi itu saya kira 39:12 ya termasuk Oki juga harus secara tegas 39:15 ya 39:16 memberikan dukungan itu dan itu harus 39:18 lewat PBB juga Dewan Keamanan sehingga 39:21 akan jelas gitu ya siapa yang kemudian 39:24 memang melanggar Dewan Keamanan PBB dan 39:26 semua negara kemudian bisa 39:29 berkewajiban untuk menegakkan 39:32 perjanjian itu enggak hanya sepihak yang 39:36 sewaktu-waktu bisa diakhiri apabila 39:38 sudah memenuhi keinginan dari 39:41 negara yang bersangkutan. Nah, ini saya 39:43 kira ya dari sisi yang step by step tadi 39:46 itu harus kemudian direncanakan dengan 39:48 baik ya. Bahkan strategi-strategi untuk 39:51 ya 39:52 ya katakanlah kalau Hamas tidak 39:54 boleh terlibat dalam pemerintahan juga 39:56 saya kira enggak enggak enggak jadi 39:58 persoalan karena kan enggak harus 39:59 entitas Hamasnya gitu ya. 40:02 Hampir sebagian besar masyarakat di 40:05 di Palestina itu adalah simpatisan Hamas 40:07 gitu ya. Enggak harus secara struktural 40:09 kemudian itu melibatkan ya faksi-faksi 40:12 di Hamas ya 40:13 yang apa tidak terafiliasi tetapi memang 40:16 memiliki hubungan dekat itu kan tidak 40:19 tidak perlu disebutkan gitu dan harusnya 40:21 negara-negara Arab itu paham strategi 40:23 tentang ya bagaimana kemudian 40:26 negara-negara itu mendapat harus 40:27 mendapatkan kemerdekaan. Sama seperti 40:30 Indonesia ketika Hizbullah dan juga 40:32 apa eh eh Alsabilillah dan Hizbullah 40:36 diminta untuk melucuti senjata dan 40:38 mereka tidak 40:40 boleh masuk di dalam pemerintahan, 40:41 tetapi kan pada akhirnya digantikan oleh 40:44 generasi berikutnya ya 40:46 eh itu bisa menjamin keberlangsungan 40:50 sebuah negara gitu ya. Maka 40:51 laskar-laskar itu kembali kepada 40:53 tugasnya 40:55 masing-masing ketika yang jelas bahwa 40:58 kemerdekaan itu direalisasikan. 41:00 Jadi kalau eh enggak ada komitmen 41:03 terhadap itu 41:04 jangan sekali-kali menyerahkan senjata. 41:07 Dan ada jaminan ke arah situ jangan 41:09 sekali karena kan 41:10 sama seperti mengulang Oslo. 41:13 Iya. Eh PLO yang dulunya sama faksi 41:16 perlawanan kemudian disuruh apa 41:19 pelucutan 41:21 dia menyerahkan senjata sebelum ada 41:23 kemerdekaan. Yang terjadi kan Heem. 41:25 kemudian meledak ya 41:28 eh perlawanan-perlawanan berikutnya. 41:29 Kalau ini terjadi kan juga pasti 41:32 katakanlah Hamas melucuti kemudian 41:35 terjadi apa eh pelanggaran 41:38 pasti akan melahirkan perlawanan yang 41:40 lebih besar lagi dibandingkan dengan 41:41 kekuatan yang ada. Nah itu kan harus di 41:43 Heem. dibaca juga dan negara-negara Arab 41:46 harusnya paham tentang itu. Jadi 41:48 dijadikan sebagai 41:49 eh langkah untuk menekan Israel agar mau 41:52 kemudian 41:54 eh merealisasikan 41:56 solusinya ya diberikan kemerdekaan hak 41:59 kemudian okupasi 42:01 itu harus dihentikan. Kalau enggak 42:04 enggak akan pernah selesai kan masalah 42:05 ini. Nah ini harus tegas saya kira. 42:07 Indonesia juga saya kira 42:09 bahasa tentang pendudukan itu harus 42:11 muncul kembali gitu ya. 42:13 Iya. Dulu kan Bu Retno kan bilang bahwa 42:16 masalah utama itu adalah masalah 42:18 pendudukan ini. Iya, iya. Ya, harus 42:20 meninggalkan. Nah, itu harus diucapkan 42:21 lagi. Enggak bisa kemudian atas nama 42:23 mediasi kemudian 42:25 Ehm. menjadi tadi kata Pak eh Dokter Ben 42:28 jadi martabak gitu ya. 42:31 Lembe banget. 42:32 Lembe ah, itu. Saya kira ya itu tugas 42:34 itu dan sisi. 42:35 Nah, Prof Yon, delapan negara muslim kan 42:38 kemarin tuh di proposal Qatar untuk Gaza 42:41 akhir jadi gencatan senjata. 42:43 Eh, beberapa di antaranya termasuk 42:44 Indonesia, Turki, Arab Saudi dan juga 42:46 Qatar. 42:48 Saya ingin merinci lagi ketika rencana 42:50 yang mencakup pertama penghentian 42:52 perang. Lalu ada juga rekonstruksi Gaza. 42:56 Terus pembebasan sandera, penarikan 42:58 pasukan Israel sampai ke larangan 43:00 pengusiran warga Palestina. Kira-kira 43:03 untuk poin eh negara Indonesia sendiri 43:07 gitu ya, apakah hanya eh di rekonstruksi 43:10 Gaza saja nih? Karena kan eh sepertinya 43:13 kita melihat beberapa langkah dari eh 43:15 Kemenlu dan juga beberapa NGO 43:17 dikumpulkan gitu ya. 43:19 Perencanaannya itu di rekonstruksi Gaza. 43:21 Lalu untuk yang lain-lainnya 43:23 negara-negara tadi gitu, Prof. Yang 43:25 lebih berpeluang itu apa? Atau Indonesia 43:27 sebenarnya bisa eh 43:28 lebih-lebih dari situ juga bisa gitu. 43:31 Bagaimana, Prof? Ya, harusnya kan dari 43:33 awal memang sudah mengambil peran yang 43:35 besar gitu ya. 43:36 Ehm. 43:37 Negara itu enggak akan dapat peran 43:38 rekonstruksi yang besar kalau dia tidak 43:41 berkontribusi di awal. Saya kira juga 43:42 saya kira 43:43 eh jelas. Jadi, kalau dia enggak 43:44 menentukan 43:46 dan tidak kemudian secara kuat fight ya 43:49 Ehm. untuk eh membawa eh realisasi 43:53 dari perdamaian ini tercapai gitu. 43:55 Enggak bisa kemudian melihat dari jauh, 43:57 kemudian set oke kita siap rekonstruksi. 44:00 Tapi saya kira dari awal saya kira sudah 44:02 melakukan lobi, melakukan tekanan begitu 44:04 ya. Iya. Negosiasi gitu jangan 44:07 dan memang dari sisi ini yang 44:09 merealisasikan janji kemerdekaan gitu 44:12 jangan belum-belum kemudian sudah mulai 44:14 minta ya hal-hal yang aneh-aneh gitu 44:17 kan. He em he Yang eh itu berpotensi ya 44:19 di dalam hal apa 44:22 eh solidaritas ya di antara 44:24 negara-negara eh delapan itu. Negara 44:26 delapan itu kan negara yang uangnya 44:28 banyak itu kan. Iya. Bisa eh Amerika 44:31 lagi butuh uang mereka mau mendapatkan 44:33 uang tapi enggak mau 44:35 eh kita gunakan sebagai apa cara untuk 44:38 menundukkan Amerika gitu kan. He em. 44:40 Saya kira ya 44:41 eh apa Saudi mau berinvestasi, Qatar mau 44:45 berinvestasi ngasih duit ke Emirat 44:47 ngasih duit ke He em. ke Trump masa ini 44:49 enggak bisa ditukar dengan sesuatu yang 44:51 memang eh menjadi bagian dari perjuangan 44:54 ya eh dunia Islam. Nah ini kan harus 44:56 ditunjukkan Indonesia saya kira juga He 44:59 em. eh sikapnya juga harus seperti itu 45:01 sih. 45:02 Yang Prof lihat paling progresif negara 45:04 mana yang memang pengin ini Palestina 45:06 harus merdeka gitulah dengan berbagai 45:09 konsekuensinya. 45:10 Yang kalau dari negara-negara Arab itu 45:12 kan tentu Qatar ya, Turki ya, Indonesia 45:15 termasuk. Iya iya. Mereka hampir sama 45:17 tetapi kemudian akan berbeda pendapat 45:19 gitu apakah Hamas masih boleh memerintah 45:22 atau tidak nah itu kan sudah mulai 45:24 berdebat kan nah dari sisi itu tapi kan 45:26 itu sebenarnya bisa disiasati oke Hamas 45:28 enggak memerintah gitu ya secara formal 45:30 secara legalistik ya. Tapi kan tentu eh 45:34 rakyat Palestina itu kan tidak jauh-jauh 45:35 dari apa unsur-unsur yang memang 45:38 mendukung perjuangan eh Hamas gitu ya 45:40 sehingga mereka 45:42 bisa menyisihkan gitu ya ego mereka 45:45 ketidaksetujuan ya terhadap eh kelompok 45:48 ya karena Saudi kan lebih suka Fatah ya, 45:50 Emirat lebih suka Fatah ya lalu kemudian 45:53 juga ya negara yang lain nah ini kan 45:56 kalau terbelah seperti itu kan tentu 45:59 juga harus dicari jalan keluarnya gitu 46:01 apakah mereka mau 46:03 ee apa ee secara strategis ya 46:05 memenangkan perundingan ini atau hanya 46:08 mengikuti apa yang dilakukan oleh Trump. 46:11 Saya kira kan terlalu naif kalau hanya 46:13 menyerahkan diri terhadap Trump tanpa 46:16 menggunakan 46:18 kekuatan-kekuatan geopolitik yang memang 46:20 mereka miliki ya untuk menentukan ee apa 46:23 arah dari ee perdamaian ini, perundingan 46:26 perdamaian ini. 46:28 Ehm. 46:29 Baik, saya ke Dokter Ben. Dokter Ben, 46:32 ini sebelum kita jeda gitu ya. Kalau 46:34 misalkan 46:36 ee akan ee Zionis Israel dan juga 46:39 Amerika, tidak dilibatkannya Hamas gitu 46:43 dalam perjanjian damai ini ataupun dalam 46:45 istilahnya itu 46:49 legitimasi internal di Gaza dan nanti 46:51 atau di Palestina. Bahkan ada isu akan 46:53 ada ee integrasi antara blok apa ee 46:56 maksud ee Gaza dan Tepi Barat gitu ya. 46:59 Hamas tidak akan dilibatkan. Ini 47:01 bagaimana, Dok? 47:03 Ya, sebenarnya sejak awal Hamas 47:04 mengatakan sudah mengatakan bahwa bahwa 47:06 dia mereka enggak enggak enggak 47:08 mempersoalkan kalau mereka 47:09 Tidak dipersoalkan. Ehm. Dipersoalkan 47:11 pribadi situ kan. Karena memang secara 47:14 secara politik orang Gaza politik kan 47:16 Gaza ini kan sampai mungkin 80% nya 47:18 Hamas semua masalahnya. Iya. Kalau kalau 47:21 mereka pun enggak masuk, tapi kesempatan 47:23 itu pasti ada dan itu itu 47:25 hitung-hitungan gitu. Ini kan 47:26 hitung-hitung semua ya kan. 47:28 Ehm. 47:29 Dan pasti ee yang yang sekarang yang 47:31 hari ini yang paling penting bagi bagi 47:33 ee Hamas dan faksi perlawanan yang lain 47:34 adalah 47:35 hentikan perang, bawa bawa bantuan 47:38 masuk. Yang penting buat mereka itu 47:39 perang itu berhenti saja, bantuan masuk. 47:41 Nah, persoalan yang pengelola 47:43 pemerintahan nanti ee teknokrat ya itu 47:46 kan memang usulan dari dulu sebenarnya 47:47 orang Gaza itu kan setelah 47:49 ada rekonsiliasi Fatah sama Hamas yang 47:50 ada perang kemarin itu kan 47:52 rekonsiliasinya salah satu itu adalah 47:53 yang pegang pemerintahan kan teknokrasi. 47:55 Teknokrat orang teknokrat juga pegang. 47:57 Memang dari dari sejak awal Hamas sudah 48:00 sudah mengajukan proposal seperti itu 48:01 dan maka kalau sekarang pun justru kalau 48:03 itu sebenarnya enggak ada masalah. Tapi 48:04 yang persoalan itu kan kalau misalnya 48:06 sesuai dengan dengan poin berapa itu 48:08 yang di 20 20 poin itu yang si 48:11 apa si Trump sama si Tony Blair itu itu 48:14 yang yang persoalan 48:15 persoalan. Itu kan ditolak ya ditolak 48:17 sama 48:19 kelompok-kelompok ini kan. Nah, 48:21 saya pikir 48:22 Hamas pasti pasti pasti menerima mereka. 48:24 Ini ini ini enggak krusial. Krusial 48:27 krusial cuma cuma pelucutan senjata saja 48:29 itu yang paling krusial. Itu paling 48:31 susah dibayangkanlah. Ini bagaimanapun 48:32 juga adalah sebuah perjanjian. Itu itu 48:35 itu nomor satu harus dihancurkan. Contoh 48:36 ya ketika GAM sama pemerintah di 48:39 Helsinki itu kan ada tantangan bahwa 48:41 salah satu itu adalah senjata harus di 48:43 di dimusnahkan. Ya maka kalau ada 48:45 senjata itu kan proses 48:47 perdamaian ini akan akan pasti ada ada 48:48 ada kendala besar ya. Itu itu di 48:50 mana-mana seperti itu. Kan kan persoalan 48:53 itu kembali lagi lagi kan sama senjata 48:55 atas siapa diserahkan? 48:57 Sampai kapan diserahkan? Habis itu 48:59 misalnya apakah ini sementara setelah 49:01 itu bagaimana? Itu banyak 49:02 pertanyaan-pertanyaan di situ yang yang 49:05 bikin 49:06 orang-orang faksi perlawanan ini agak 49:08 agak agak waspada dan agak agak berat 49:11 ini. Kalau misalnya kalau misalnya 49:12 mereka enggak enggak menyerahkan dan 49:14 meletus perang lagi misalnya, apa yang 49:16 harus dilakukan oleh oleh Indonesia 49:19 misalnya? Itu pasti pasti meletus perang 49:20 lagi dan kita kasih Benjamin 49:22 enggak terlalu berbeban dan enggak 49:24 berbeban dengan senjata sentral sudah 49:26 sudah selesai sentral. Ya beban 49:27 masyarakat polarisasi masyarakat di 49:29 Israel itu mungkin agak lebih ringan. 49:31 Paling-paling ya orang tua tentara IDF 49:33 yang yang yang protes. Tapi kalau 49:35 misalnya sentral ini kan sudah 49:37 sudah sudah selesai kan. Nah, ini ini 49:39 ini penting karena kalau ini berdamai 49:42 kemudian 49:43 yang yang nama Smotrich yang nama 49:44 Ben-Gvir kan akan tarik tarik tarik 49:47 koalisi dan bisa jatuh si si Benjamin 49:49 dan ujungnya kan bisa penjara juga masuk 49:51 Heeh, heeh. 49:52 Nah, jadi ini ini ini ini pasti pasti 49:54 akan akan arahnya ke sana. Maka maka apa 49:57 langkah-langkah negara-negara negosiator 50:00 ini kalau misalnya terjadi pecah perang 50:02 lagi ini? Apakah 50:03 Iya. Apakah harus menekan Trump atau ada 50:06 pertemuan sama Trump lagi? Ini kan perlu 50:08 di 50:08 bicarakan. Dan harus saya pikir ada 50:10 ruang seperti itu. Karena ini Israel 50:12 saya masalahnya enggak bukan-bukan yang 50:13 lain ini. Israel Israel 50:14 negara yang ingkar janji terus ini. Jadi 50:16 jadi harus ada ruang ini kalau perang 50:18 lagi ya gimana? Apa apa konsekuensinya? 50:21 Dan memang si Trump yang tegas yang 50:23 mengatakan bahwa undang-undang untuk 50:25 pencaplokan Tepi Barat dia sudah 50:26 menentang kan si Heeh. si apa tuh si 50:28 Pence apa yang wakilnya pun sudah sudah 50:31 sudah sudah protes juga. Jadi jadi untuk 50:33 ini mungkin agak agak apa ya eee enggak 50:36 terlalu enggak terlalu riskan sementara 50:39 untuk dicaplok oleh eee oleh Israel 50:41 untuk Tepi Barat. Tapi tapi untuk untuk 50:43 Gaza eee 50:45 Trump belum punya belum punya planning 50:47 dia kalau misalnya Hamas tidak 50:48 meletakkan senjata. Karena eee 50:50 baru-barunya dia kan ngajak Indonesia 50:51 kan. Iya. Warga Indonesia untuk perang 50:54 Hamas. Kenapa? Karena memang 50:55 kelompok-kelompok gangster ini kan 50:57 dihajar sama sama eee faksi perlawanan 51:00 Hamas kan dihajar. Orang yang dikasih 51:02 lampu hijau sama sama Trump. Tapi 51:04 lama-lama dia mikir-mikir wah ini habis 51:05 itu kan ini eee teman-teman Israel ini 51:07 dia protes ya. Dan dia jadi eee 51:10 penekanan itu sudah ada Mas Angga. 51:12 Penekanan dari Trump untuk Hamas sudah 51:13 ada. Saya pikir dengan ngajak Indonesia 51:16 untuk memerangi Hamas ada pertanyaan 51:17 saya ada ada ada pertanyaan di situ. 51:19 Heeh. Apa pertanyaannya itu saja. Saya 51:20 pikir kenapa Amerika mengajak Indonesia 51:23 nyerang Hamas? Kenapa enggak ngajak 51:24 Turki, enggak ngajak Saudi Arabia atau 51:26 Qatar atau siapa yang nyerang Hamas? 51:28 Kenapa Indonesia? Itu pertanyaan loh. 51:30 Heeh. Mungkin bisa jadi di di benak si 51:32 Trump Indonesia ini sebenarnya 51:34 sebenarnya 51:35 eee sangat netral dia. Dia bisa bisa ke 51:36 mana-mana sebenarnya. Tapi tapi ada eee 51:39 bisa bisa gitu Mas Angga. Ngajak ngajak 51:42 nyerang Hamas. Itu kan sesuatu kenapa 51:43 ngajak? Iya iya iya. Dan kemudian 51:45 Benjamin beberapa minggu yang lalu 51:47 ngajak buka hubungan diplomasi dengan 51:49 Indonesia kan. Jadi, kepala citra 51:50 Benjamin ini sebenarnya periode Prabowo 51:52 ini kalau kita pintar-pintar bisa 51:54 terangkul nih. Hmm. Mereka kan mereka 51:56 kan gitu loh bahasanya kan. Jadi, saya 51:58 bilang ada diplomasi martabak itu 52:00 artinya dia memang melulu Pak Sugiono 52:03 hari ini pun enggak enggak seperti 52:05 kata Prof Yud tadi itu enggak enggak ada 52:07 surat tegas mengatakan bahwa penduduk 52:09 kan mengadakan catatan tegas yang di 52:12 dibaca sama saya bahwa dia ada perubahan 52:14 diplomasi di kebijakan di Kemlu dengan 52:16 konflik ini kan. Hmm. Mereka punya 52:19 catatan juga Mas Angga catatan ini. Iya 52:21 iya. Karena 52:22 karena memang eh 52:25 saya lihat begini Mas Angga. Jadi, 52:26 ketika Benjamin mengatakan bahwa kita 52:28 akan akan menormalisasi hubungan sama 52:30 Indonesia kata-kata itu kan bukan hanya 52:33 asal ucap si Benjamin ini kan. 52:35 Hmm. 52:35 Hmm. Tapi pasti dia punya dasar 52:36 pertimbangan pasti pasti kenapa dia 52:38 mengatakan demikian. Nah, itu semua 52:40 dasar yang menurut saya dasarnya adalah 52:42 bahwa selama ini memang 52:43 hubungan-hubungan ilegal itu sudah 52:44 berlangsung langsung back door sudah 52:46 berlangsung Iya. dengan 52:47 institusi-institusi yang lain. Nah, yang 52:49 bahasa-bahasa kasar gini Mas Angga. 52:51 Udahlah kita kan selama ini pacaran yuk 52:52 kita resmikan yuk. Kira-kira gitulah 52:53 bahasa kasar-kasarnya. 52:55 Nah, jadi jadi jadi gini ya. Kalau 52:57 misalnya Kemlu tidak mengambil kalau 52:58 tidak proaktif dalam hal dalam beberapa 53:01 beberapa minggu ini saya pikir 53:03 kesempatan kesempatan emas nanti 53:04 rekonstruksi Gaza ini akan akan sulit 53:06 seperti kata Prof Yud tadi itu nah. 53:08 Makanya ini 53:10 kita harus 53:11 harus untuk apa untuk menggugat ini kan. 53:14 Kan tanggal 1 ini kan ada Menlu datang 53:16 nih ini harus dipertanyakan nih harus 53:18 apa Oh iya. 53:20 eh harus terukur eh 53:22 eh 53:23 apa ya politik diplomasi internasional 53:24 kita. Pembelaan untuk Palestina itu 53:26 sudah konstitusi kita enggak enggak 53:27 boleh netral. Ini paling konstitusi loh. 53:31 Kenyataan netralnya konflik ini loh Mas 53:32 Angga. 53:33 Kita sudah sudah melampaui konstitusi 53:36 itu Mas Angga. 53:38 Baik. 53:39 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 53:41 Subhanahu Wa Ta'ala, Anda menyimak 53:43 siaran live buka mata buka telinga 53:46 prospek perjanjian damai Israel Hamas 53:48 antara harapan dan realita. 53:52 Yang menemani Dr. Sarbini Abdul Murad di 53:55 malam hari ini adalah Prof. Yorn 53:56 Mahmudi, Ph.D, pengamat Timur Tengah. 54:00 Ikhwan dan akhwat di manapun saja Anda 54:01 berada 54:02 yang menyimak kami melalui siaran ee 54:05 streaming Rasil ataupun siaran YouTube 54:08 dan juga siaran kami ini di-relay di 54:11 beberapa daerah, 54:12 Batam, Sukabumi, 54:15 Yogyakarta, ee Sigli dan juga daerah 54:19 Banyuwangi, Ikhwan dan akhwat. 54:21 Ee silakan sampaikan pertanyaan ataupun 54:24 komentarnya ke nomor WhatsApp Rasil 54:26 mengenai apa yang kita bahas di malam 54:28 hari ini di nomor 0811 54:32 1999720. 54:37 Nomor itu pun bisa Anda gunakan nanti 54:38 untuk ee WhatsApp call ya, silakan bisa 54:41 juga untuk untuk menelepon bergabung di 54:44 acara kami. Saya akan menyapa Ibu Ani 54:47 Chani Hudhaifah yang alhamdulillah dan 54:49 juga Ibu Darma, alhamdulillah menyimak 54:52 selalu, terima kasih. Mas Angga dan juga 54:54 para ee narasumber di malam hari ini, 54:57 semoga Rasil dan juga ustaz-ustaznya 55:00 Allah berikan kesehatan. Ada juga Pak 55:02 Budi menyimak siaran di malam hari ini, 55:04 Pak Heriyadi ya, asalamualaikum 55:06 warahmatullahi wabarakatuh. 55:09 Dengan adanya gencatan ee senjata, 55:12 sebenarnya ini menjadi kabar baik bagi 55:15 dunia atau tidak? 55:17 Karena 55:18 di media sosial serangan-serangan kok 55:20 masih ada. 55:22 Jeritan anak-anak itu masih menangis dan 55:24 yang kelaparan juga masih diberitakan, 55:26 bagaimana ini? 55:28 Oke, dari Pak Heriyadi. 55:31 Saya akan ke Prof. Yorn, bagaimana Prof. 55:32 Yorn menjawab satu pertanyaan dari 55:34 pendengar tadi? 55:36 Ya, tentu kan langkah eh adanya upaya 55:39 perdamaian ini kan juga sebagai harapan 55:41 ya bahwa eh gencatan senjata perang akan 55:44 disudahi, 55:46 kemudian genosida dihentikan. Nah, itu 55:48 kan jadi sebagai tujuan internasional 55:51 yang harus kita eh tegaskan bahwa 55:54 genosida di dihentikan sehingga 55:56 upaya-upaya untuk mengarah ke sana juga 55:58 harusnya kan secara otomatis menyertai 56:00 itu. Ketika ada aksi-aksi yang masih 56:03 mengarah kepada 56:04 eh kelanjutan dari genosida, ya makanya 56:07 kan itu harusnya bisa di dihentikan. 56:10 Kemudian setelah itu eh apa humanitarian 56:13 assistant juga bisa bisa masuk 56:16 memberikan harapan kepada eh rakyat 56:18 Palestina. Nah, itu eh tentu sebagai apa 56:22 eh harapan yang yang ada dan 56:25 realisasinya saya kira ya. Bagaimana 56:27 kemudian realisasinya 56:29 kemudian sesuai dengan tujuan ya 56:32 dari eh perjanjian damai itu. Jadi, 56:35 tujuan perdam- eh damai itu ya tadi ya 56:38 sampai apa dihentikan eh perang, 56:41 kemudian penarikan pasukan eh Israel, 56:45 dan yang ketiga adalah pembentukan eh 56:47 negara Palestina yang yang berdaulat. 56:49 Jadi, tiga hal ini yang harus menjadi 56:51 harga mati yang harus dipegang bagi para 56:54 negosiator, mediator juga arahnya ke 56:56 sana gitu ya. Kalau yang 56:58 melenceng-melenceng kan berarti harus 56:59 bisa di ditertibkan gitu ya. Kalau 57:02 Amerika ternyata hanya tertarik pada 57:04 fase apa pertukaran eh tawanan dan 57:08 sandera, nah 57:09 maka dia harus dipaksa juga harus 57:11 mengikuti itu gitu ya sampai pada 57:13 kedaulatan rakyat Palestina. Karena 57:15 kalau enggak enggak enggak akan eh apa 57:18 eh selesai dan Indonesia tadi itu 57:20 posisinya penting saya kira ya. Heeh. 57:22 Ajakan kalau eh Dokter Ben mengatakan 57:24 bahwa Indonesia diajak itu kan 57:25 sebenarnya tes saja 57:27 untuk melihat Indonesia posisinya di 57:29 mana sih gitu ya. 57:31 Nah, tentu kan kita harus memberikan 57:34 jawaban yang tegas bahwa Indonesia tidak 57:36 apa namanya, tidak akan ya 57:40 membantu dalam hal pelucutan senjata 57:43 begitu ya. 57:45 Ketika kemerdekaan Palestina tidak 57:46 menjadi jaminan. Jadi, harus 57:48 dikedepankan selalu bahwa Indonesia 57:51 apa kepentingan Indonesia adalah 57:54 kemerdekaan Palestina. Jadi, jangan 57:56 kemudian terpancing ya 57:58 dengan model-model tawaran-tawaran yang 58:01 dilakukan oleh Amerika. Dengan begitu 58:02 nanti kan Amerika akan repositioning 58:05 gitu ya. Kalau kita tegas, dia akan 58:08 memposisikan diri. Tapi kalau kita 58:10 kemudian antara iya dan tidak mengambang 58:13 ya 58:14 itu kan tekanan akan terus di dilakukan. 58:16 Maka sikap itu saya kira menjadi penting 58:19 dan itu juga harus didukung oleh 58:21 negara-negara delapan negara 58:23 eee 58:25 besar lainnya yang punya apa itu 58:28 kepentingan. 58:29 Masa kemudian ya delapan negara Arab dan 58:32 Muslim dikalahkan oleh ya satu atau dua 58:35 negara dan harus mengikuti. Sementara 58:37 mereka punya resources dan resources itu 58:40 juga diperlukan oleh mereka di dalam hal 58:42 menentukan peta jalan dari perdamaian 58:44 ini ya. Harusnya kan kita yang kemudian 58:46 punya apa 58:48 eee aturan dan juga punya 58:52 tujuan yang lebih jelas ya bukan 58:54 Amerika. Karena Amerika juga enggak mau 58:56 keluar modal kan gitu ya masalahnya. 58:58 Dan juga nah, kenapa dalam kondisi itu 59:00 masih harus tetap mengikuti atau 59:03 kemudian me 59:04 melayani apa keinginan-keinginan dari 59:07 Amerika tanpa kemudian 59:09 menunjukkan sikap tegas ya posisi 59:12 untuk Palestina begitu. 59:15 Baik. 59:16 Selanjutnya saya akan ke pertanyaan 59:19 WhatsApp nih dari Eyang Sri. 59:21 Assalamualaikum warahmatullahi 59:22 wabarakatuh. Semoga para narasumber di 59:25 malam hari ini selalu dalam rahmat dan 59:28 rida Allah Subhanahu wa taala. 59:31 Kepada Dokter Ben dan juga Pak Prof, 59:33 saya rasa memang Hamas ini akan 59:36 dihancurkan 59:39 bagaimanapun caranya oleh Zionis Israel. 59:43 Karena mereka yang sangat gigih 59:45 berperang melawan. 59:47 Juga mereka mempertahankan Masjid 59:50 Al-Aqsa. 59:51 Bagaimana mereka bertahan terhadap 59:55 tipu-tipu iblis Amerika dan juga Zionis. 59:59 Lalu yang kedua, ini terkait dengan PBB. 1:00:03 Juga ada OKI, menurut saya masih ompong. 1:00:08 Belum memiliki peran apa-apa. Bagaimana 1:00:10 menurut para narasumber? Mohon maaf, 1:00:12 terima kasih. 1:00:14 Saya akan ke Dokter Ben dulu. Bagaimana 1:00:16 Dokter Ben? 1:00:19 Enggak, sebenarnya memang benar memang 1:00:20 ee 1:00:22 negara-negara Eropa dan Amerika kan 1:00:24 masih menempatkan Hamas sebagai sebagai 1:00:27 organisasi teroris. Nah, itu yang 1:00:28 menarik sama mereka. 1:00:29 Ehm. Ini memang ee tujuannya memang itu 1:00:32 yang memang memang karena 1:00:33 ee 1:00:35 Hamas punya semboyan adalah 1:00:37 mereka harus mengembalikan negara 1:00:39 kesatuan mereka dengan cara-cara ee 1:00:42 perlawanan bersenjata dan 1:00:44 dan itu kan hal yang tidak disukai oleh 1:00:46 oleh Eropa dan Amerika sehingga ya 1:00:49 mereka menempatkan Hamas sebagai ee 1:00:51 organisasi teroris gitu. 1:00:54 Dan kita harus tahu atau harus diakui 1:00:56 bahwa ee 1:00:59 140 berapa? 157 ya Mas Angga ya yang 1:01:01 mengakui Palestina ya. Itu tidak lepas 1:01:03 dari dari perang-perang faksi-faksi 1:01:05 perlawanan. 1:01:07 Jadi ee 1:01:08 serangan-serangan serangan Hamas ee 7 1:01:10 Oktober ini yang yang membuka mata dunia 1:01:13 dan kemudian timbul ee 1:01:15 apa proses genosida segala macam itu. 1:01:18 Membuka mata dunia bahwa ee ee ini 1:01:21 mereka tidak menyangka begitu-begitu 1:01:23 brutalnya begitu kejamnya Israel. Nah, 1:01:26 jadi jadi ee pengakuan-pengakuan dari 1:01:29 banyak negara terhadap Palestina saya 1:01:30 pikir bukan karena kehebatan diplomasi 1:01:33 ee 1:01:34 otoritas Palestina, tapi memang realita 1:01:36 dari masyarakat dunia bahwa ee 1:01:39 dia sudah sudah sudah saatnya diakui 1:01:41 Palestina sebagai sebuah negara. Nah, 1:01:43 makanya 1:01:44 yang hari ini yang menjadi persoalan 1:01:45 adalah antara kelompok-kelompok Hamas 1:01:48 dan kelompok 1:01:50 Fatah ini kan tidak bisa mereka 1:01:51 berkompromi ke dalam ke dalam visi 1:01:54 perjuangan mereka. Ini ini ini persoalan 1:01:56 yang terjadi hari ini. 1:01:57 Nah, sehingga perbedaan-perbedaan visi 1:01:59 dalam mencapai kemerdekaan 1:02:01 timbullah gesekan-gesekan yang yang 1:02:03 itu berat sekali. Jadi, kita lihat 1:02:06 ee bagaimana di Tepi Barat pun terjadi 1:02:09 perlawanan antara 1:02:10 ee otoritas Palestina dengan 1:02:12 kelompok-kelompok pejuang yang ada di 1:02:13 Tepi Barat. Heeh. Jadi, kompleksitas 1:02:15 inilah yang saya pikir ee memperumit 1:02:17 juga untuk Palestina mencapai 1:02:19 kemerdekaan. Jadi, ketika Pak JK ketemu 1:02:22 sama kelompok-kelompok Hamas antara ini 1:02:24 beliau coba menawarkan itu. 1:02:25 Heeh. 1:02:26 Ee tapi persoalannya adalah 1:02:29 apakah Indonesia bisa memainkan peran 1:02:31 secara signifikan ya. 1:02:33 Tapi, saya pikir kalau untuk 1:02:34 mempersatukan faksi-faksi kalau misalnya 1:02:36 Pak JK sebagai personal mungkin agak 1:02:39 sulit ya, tapi kalau misalnya beliau 1:02:41 menjadi spesial envoy-nya Prabowo atau 1:02:44 Presiden Prabowo mungkin mereka punya 1:02:47 beliau punya panggung yang untuk bisa 1:02:49 ee mempersatukan dan faksi-faksi 1:02:51 perlawanan sehingga akan muncul satu 1:02:53 kolaborasi yang positiflah untuk 1:02:56 mencapai ee 1:02:57 kemerdekaan. 1:02:58 Ya, kan gitu Mas Mas enggak? 1:03:00 Oke. 1:03:01 Sebelum tambahan dari Prof Yorn, ini ada 1:03:04 pertanyaan terkait ya Prof Yorn ya dari 1:03:07 Pak Yudi di Bogor. Assalamualaikum 1:03:09 warahmatullahi wabarakatuh. Saya Yudi, 1:03:12 saya merupakan murid Pak Yorn di UI 1:03:15 dulu. 1:03:16 Pertanyaan saya nah, Pak Prof, apa saja 1:03:19 tindakan organisasi kerja sama Islam 1:03:23 menghadapi dinamika dan juga masalah 1:03:27 Palestina sekarang ini? 1:03:30 Nah, ini kaitannya juga tadi kan kalau 1:03:31 yang sih bertanya ee PBB dan OKI itu 1:03:34 dilihat masih omponglah gitu ya untuk 1:03:36 Palestina. Itu bagaimana Pak Prof? 1:03:39 Ya ya ya ya kalau organisasi itu kan ya 1:03:41 [berdehem] jangan sampai kemudian ompong 1:03:44 ya. Kita berharap satu gigi lagi gitu ya 1:03:46 walaupun susah ya yang giginya sudah apa 1:03:50 namanya di 1:03:51 apa tapi kan dalam dalam aspek ini kan 1:03:53 tentu kita berharap ya ee ini momentum 1:03:56 gitu ya bahwa OKI saya kira harus 1:03:59 mengambil momentum ini ya. 1:04:01 Ee fase ee di dalam hal perdamaian ini 1:04:04 kan sudah terbentang tinggal mau 1:04:06 diarahkan ke mana gitu. Apakah mengikuti 1:04:09 Amerika 1:04:10 yang condong ke Israel atau kemudian 1:04:12 dunia Islam mengambil peran yang lebih 1:04:15 ee kuat ya dengan solidaritasnya 1:04:17 termasuk juga posisi ee PBB juga saya 1:04:19 kira menjadi penting ya ketika ee 1:04:22 Sekjennya Guterres kan sudah ee apa 1:04:25 namanya menunjukkan sebenarnya kan 1:04:26 dukungan ya terhadap kemerdekaan maka 1:04:29 ini kan 1:04:29 harusnya direalisasikan ke arah ke arah 1:04:32 sana. Jangan sampai tadi itu aspirasi 1:04:35 157 yang sudah menguat suara dunia itu 1:04:38 di hijack gitu ya 1:04:41 diambil kemudian oleh Amerika setelah 1:04:43 itu di arahkan ke arah yang berbeda. 1:04:46 Nah, ini kan juga harus dipijakkan. Nah, 1:04:48 OKI saya kira juga punya 1:04:51 ee fungsi itu ya memperkuat ee kembali 1:04:53 bahwa jangan disia-siakan dukungan dari 1:04:56 157 negara yang memang sudah memberikan 1:05:00 dukungan kepada 1:05:01 ee Palestina 1:05:03 dan kalau kemudian cara untuk ee 1:05:05 kemerdekaan itu ditempuh dengan melalui 1:05:08 proses proposal yang yang oleh Trump ya 1:05:11 berarti harus serius untuk di eh 1:05:13 diperjuangkan sehingga tinggal nanti 1:05:16 diperkuat oleh PBB, ya. Ini menjadi 1:05:18 semakin eh formal. Dari situlah kemudian 1:05:21 harapannya, ya, mereka punya taring 1:05:23 kembali, begitu, ya, untuk memiliki 1:05:26 kekuatan. Kemudian aspek lain berkaitan 1:05:28 dengan Hamas, saya kira juga 1:05:31 harus didudukkan kembali. Jangan 1:05:32 kemudian eh ketika Hamas dianggap 1:05:35 sebagai organisasi teroris, pada takut, 1:05:37 begitu, ya, untuk ya melihat realita 1:05:40 sebagai faksi perjuangan, begitu, ya. 1:05:43 Karena kalau takut, kalau Indonesia 1:05:45 sendiri juga takut, begitu, artinya kan 1:05:46 berarti sudah mengikuti 1:05:48 pola eh cara pandang yang dilakukan oleh 1:05:50 Israel dan itu diaminkan oleh Amerika. 1:05:53 Nah, nanti kalau sebagai negara malah 1:05:55 mengambil posisi yang seperti itu kan 1:05:57 justru kemudian itu tidak menyelesaikan 1:05:59 masalah. Kalau belajar dari 1:06:02 proses perdamaian di Talib eh di apa, 1:06:04 Afghanistan, Taliban, Taliban kan 1:06:06 akhirnya diusulkan untuk tidak lagi 1:06:08 disebut sebagai organisasi teroris, ya. 1:06:10 Mmm. Karena tidak mungkin faksi yang 1:06:12 bertikai bisa berunding kalau satu 1:06:14 dianggap sebagai teroris, kan gitu. Dan 1:06:16 tidak mungkin perdamaian, negosiasi 1:06:18 dilakukan kalau salah satu pihak 1:06:20 berusaha untuk menghancurkan, membunuh 1:06:22 pihak yang lain. Berarti kan 1:06:24 eh bukan sebagai sebuah perundingan yang 1:06:27 setara, tetapi kan sebagai upaya untuk 1:06:30 eh mencoba, ya, mengakali perundingan 1:06:34 guna mendapatkan kepentingan dari pihak 1:06:36 eh yang lain. Nah, ini kan saya kira 1:06:38 menjadi 1:06:38 [berdehem] 1:06:39 eh tidak seimbang. Ya. Ya, kalau memang 1:06:41 kemudian, ya, sebagai langkah 1:06:44 yang berani, ya, harus kemudian, ya, 1:06:47 eh didudukkan sebagai faksi kelompok 1:06:49 yang setara sebagai eh pejuang apa, 1:06:53 kemerdekaan 1:06:54 yang hak-haknya dihormati, begitu, ya. 1:06:57 Ya. Karena kan kemarin saya kira eh 1:07:00 tragedi preseden yang sangat buruk 1:07:02 ketika kemudian delegasi Hamas, ya, 1:07:05 dijadikan sebagai target Mmm. 1:07:08 pembunuhan dan itu, ya, mulai dari 1:07:11 Ismail Haniyeh sampai kemudian yang di 1:07:13 Qatar ini kan sesuatu yang sebenarnya 1:07:15 tidak mungkin dan bisa ditoleransi 1:07:18 ditolerir lagi gitu. Tapi kalau dunia 1:07:20 itu diam, saya kira ya ini persoalan 1:07:23 gitu, ya. Kelompok yang bernegosiasi itu 1:07:25 harus dilindungi secara internasional, 1:07:27 enggak boleh menjadi target pembunuhan 1:07:30 begitu kan. Nah, ini 1:07:32 akan menjatuhkan kepercayaan kalau pihak 1:07:35 satu pihak sudah hilang 1:07:37 kepercayaan, ya, akan bubar proses 1:07:39 perundingan ini. Nah, itu kan juga harus 1:07:41 di 1:07:42 dijaga betul, ya, kalau memang mau 1:07:44 menjadikan 1:07:46 proposal ini sebagai pintu masuk, ya, 1:07:49 menuju perdamaian yang permanen. 1:07:53 Ya, saya akan ke penanya selanjutnya 1:07:55 dari 08129647 1:07:57 sekian-sekian. Assalamualaikum 1:07:58 warahmatullahi wabarakatuh. 1:08:02 Oh, Bu Lise. Saya monitor siaran di 1:08:05 malam hari ini. Kalau menurut Pak Prof, 1:08:08 itu bagaimana dengan solusi dua negara? 1:08:11 Kalau memantau berita di Indonesia ini 1:08:13 sepertinya bermacam-macam itu, ya, 1:08:15 pendapatnya. Bagaimana? Terima kasih. 1:08:18 Oke. 1:08:19 Pak Prof, bagaimana Pak Prof nih? 1:08:21 Di telepon. 1:08:23 Jelas bahwa posisi Indonesia itu adalah 1:08:25 two state solution dalam kondisi ini. 1:08:28 Kemudian Israel one state solution 1:08:30 maunya. Maka dengan cara aneksasi Tepi 1:08:33 Barat, kuasai apa namanya 1:08:36 wilayah Gaza. 1:08:37 Jadi Israel secara keseluruhan. 1:08:41 Nah, dihadapkan dalam kondisi yang 1:08:43 semacam itu, ya, tentu kemudian pilihan 1:08:46 yang dianggap rasional, ya, bagi dunia 1:08:48 Islam internasional, ya, kalau begitu 1:08:50 masing-masing harus punya 1:08:52 negara, ya. Jadi kalau antara pilihan 1:08:54 one one state solution 1:08:56 one state solution versi mana? Versi 1:08:58 Israel berarti kan akan terjadi apa 1:09:01 pemerintahan apartheid di mana Palestina 1:09:04 ya akan menjadi subordinat kelas 2 atau 1:09:07 kemudian one solution versi Palestina 1:09:09 berarti kan Israel tidak tidak ada tapi 1:09:13 kan perjuangan pasti akan sangat apa 1:09:15 berat ya untuk mendapatkan pengakuan 1:09:17 saja 1:09:18 sudah sedemikian apa rupa ya perjuangan 1:09:22 itu dan tidak segera mendapatkan 1:09:25 apa ee 1:09:27 apa tanggapan ya dari Israel maupun 1:09:30 Amerika nah kemudian two state solution 1:09:33 dianggap sebagai langkah yang yang 1:09:36 rasional tinggal kemudian kembali ke 1:09:38 mana ya kembali pada 1:09:40 sebelum tahun 1967 1:09:43 gitu ya sehingga wilayah-wilayah itu 1:09:45 menjadi apa jelas apakah kemudian ya 1:09:49 Israel menerima atau tidak ya tapi kalau 1:09:51 dunia internasional sudah menetapkan ya 1:09:53 harusnya bisa dipaksakan gitu ya 1:09:56 ditegakkan 1:09:58 karena kalau tidak ada yang menegakkan 1:10:00 ya otomatis Israel selalu untuk mencari 1:10:02 cara 1:10:03 untuk melakukan aneksasi-aneksasi dengan 1:10:06 proyek-proyek pendudukan, pengusiran dan 1:10:08 terus-menerus itu di 1:10:10 dilakukan nah memang tentu solusi ini ya 1:10:13 tidak bisa 1:10:14 sebagai solusi yang ideal ya tetapi at 1:10:17 least ya paling tidak di antara solusi 1:10:19 yang lain yang bisa dikejar 1:10:21 adalah kemudian dengan menggunakan 1:10:24 perangkat two state solution ya dua 1:10:27 negara ini 1:10:28 kemudian menjadi negara yang 1:10:31 sama-sama berdaulat dan Indonesia kan 1:10:34 dalam hal konstitusi itu 1:10:36 bahwa kemerdekaan itu adalah segala 1:10:39 bangsa 1:10:40 dan apa segala bentuk penjajahan itu kan 1:10:43 harus dihapus 1:10:44 harus dihapus 1:10:45 segala artinya kan bentuk-bentuk 1:10:47 penjajahannya ya 1:10:48 yang harus di dihapuskan kalau sebuah 1:10:51 aktor sudah menghentikan sudah apa ee, 1:10:56 pola-pola penjajahan ya, 1:10:58 berarti bisa berkomunikasi satu sama 1:11:01 lain. Tapi selama 1:11:02 perilaku penjajahannya masih, ee, tetap 1:11:05 ya, melekat juga, 1:11:07 ya, dia sebagai, ee, penjajah dan, ee, 1:11:09 tidak bisa di, diakui. Nah, ini kan saya 1:11:12 kira prinsip-prinsip itu yang selaras 1:11:13 dan, ee, harus ditegakkan. 1:11:17 Baik. 1:11:18 Ada pertanyaan selanjutnya dari Butina 1:11:20 di Jakarta. Assalamualaikum 1:11:21 warahmatullahi wabarakatuh. 1:11:23 Membicarakan Hamas selalu teringat 1:11:25 dengan pendiri Hamas, Syekh Ahmad Yasin 1:11:30 yang di, jet tempur Israel di rumahnya. 1:11:35 Ada perkataannya, "Kami tidak membenci 1:11:37 orang Yahudi 1:11:39 atau melawan mereka karena keyahudian 1:11:41 mereka, 1:11:43 tapi karena kezaliman mereka." 1:11:46 Jadi, perlawanan ini karena kezaliman. 1:11:49 Oke, bagaimana? Ini, Dokter Ben. 1:11:52 Bagaimana, Dokter Ben? Bicara Hamas ini 1:11:53 selalu teringat dengan Syekh Ahmad Yasin 1:11:55 gitu ya. 1:11:57 Ya, ee, memang 1:12:00 juga kan umat Islam khususnya ini kan 1:12:01 tidak menyerang, tidak menyerang Yahudi, 1:12:04 Mas. Kita bukan melawan 1:12:06 agama Yahudi 1:12:07 tapi Zionis semua ini. Makanya ada 1:12:10 ee, kalau kata Syekh Usamah Mansur, 1:12:13 ee, saya menyebutkan Zionis, enggak 1:12:16 pernah menyebutkan ini, menyebutkan 1:12:17 Israel. Karena Israel itu nabi-nabi 1:12:18 Ishak begitu kan. Jadi, sebenarnya itu, 1:12:21 ee, 1:12:22 ee, yang kita perangi itu adalah Zionis. 1:12:25 Zionis yang yang punya pemikiran, punya 1:12:27 punya pemikiran intervensi 1:12:29 yang merebut, menguasai ee, tanah-tanah 1:12:32 tanah Palestina dan itu adalah tanah 1:12:34 dibagi umat Islam. Dan ini yang yang 1:12:37 yang, ee, 1:12:38 ee, konsen yang untuk memerangi itu. 1:12:42 Sekali lagi ini bukan masalah agama. 1:12:44 Agama itu urusan masing-masing. 1:12:47 Itu masalahnya. 1:12:47 Ehm, ehm, ehm. 1:12:49 Sementara itu, ini dari pendengar 1:12:51 Rasyid. assalamualaikum warahmatullahi 1:12:52 wabarakatuh. Mendengar pemaparan dan 1:12:55 juga prediksi dari dokter dan juga prof, 1:12:58 narasumber di malam hari ini. Saya tuh 1:13:00 makin sedih gitu ya. 1:13:01 Karena terurai bagaimana sesungguhnya 1:13:04 niat keji dari Netanyahu ataupun dari 1:13:08 Trump terhadap keberlangsungan kehidupan 1:13:11 masyarakat di Gaza, Palestina. Apalagi 1:13:14 keselamatan mereka. 1:13:16 Apalagi dengan niat genosida. 1:13:18 Bagaimana apa yang bisa kita lakukan, ya 1:13:21 Rabb. 1:13:23 Bagaimana saya ke 1:13:25 ke ke Pak Prof dulu ya. Gimana, Prof? 1:13:28 Ya, tentu kan kondisi ini tidak membuat 1:13:30 kita putus asa ya, walaupun ee ee sangat 1:13:34 berat kemudian hal-hal yang mengarah 1:13:37 kepada pembebasan bagi rakyat Palestina 1:13:40 mungkin kelihatan jauh, tetapi kan 1:13:43 ee yakin bahwa ya perjuangan mereka akan 1:13:45 ee berhasil dan kita 1:13:47 tetap ee kemudian memberikan ee dukungan 1:13:50 begitu ya. Apalagi dukungan itu 1:13:53 ee juga sudah dilakukan oleh 1:13:55 saudara-saudara kita yang bukan muslim 1:13:57 ya. Dari negara-negara yang lain saya 1:13:59 kira apresiasi terhadap negara-negara di 1:14:01 Uni Eropa sebagian besar juga sudah 1:14:03 mulai mendukung kemudian bagaimana 1:14:07 ee tidak henti-hentinya ya masyarakat 1:14:09 sipil ya, termasuk di Amerika, di 1:14:11 London, negara-negara lain kemudian 1:14:13 turun ke jalan untuk menunjukkan 1:14:15 dukungan 1:14:16 mereka ee terhadap kemerdekaan dan 1:14:19 kebebasan rakyat Palestina. Nah, ini kan 1:14:21 ee sebuah hal yang ee harusnya membuat 1:14:24 kita lebih ee lebih optimis bahwa tadi 1:14:27 itu kedzaliman bisa 1:14:29 ee dikalahkan gitu ya. Ee bahwa 1:14:33 ee selama kemudian mereka masih 1:14:34 menjalankan, masih melekat tadi itu ya 1:14:37 sifat-sifat berbagai bentuk penjajahan 1:14:40 yang ada ya memang di situlah kita tidak 1:14:42 bisa ee mengakui mereka. Tapi kalau 1:14:44 kemudian mereka menanggalkan itu semua 1:14:48 kemudian ee mau apa secara sejajar 1:14:52 mengakui dan tidak ada lagi 1:14:54 pendudukan maka tentu kan bisa 1:14:57 pergaulan 1:14:59 ee hubungan itu bisa ee berlangsung 1:15:01 secara normal ya tapi kita tentu tidak 1:15:04 bisa menormalisasi 1:15:07 apa yang terjadi ee saat ini ya mulai 1:15:10 dari 48 sampai saat ini ya sebagai 1:15:13 sesuatu yang yang normal begitu ya kalau 1:15:16 upaya kerja sama itu kan menganggap yang 1:15:18 dilakukan oleh Israel sebagai hal yang 1:15:20 normal kita 1:15:21 normalisasi gitu ya ee itu bisa terjadi 1:15:24 nah itu kan sikap-sikap tegas itu saya 1:15:27 kira yang harus tetap kita 1:15:29 ee pertahankan dan juga terus-menerus ya 1:15:32 kita memberikan dukungan ee kepada ee 1:15:36 ee rakyat Palestina dan suatu saat ya 1:15:38 apakah melalui proses ini atau proses 1:15:40 yang lain ee akan terjadi apa ee 1:15:44 pembebasan bagi rakyat Palestina ya 1:15:46 keluar dari pendudukan saya kira begitu 1:15:48 ya 1:15:50 Baik begitu Dokter Ben jadi Pak Rahman 1:15:52 tuh kalau bicara 1:15:54 ee 1:15:56 Netanyahu dan Trump 1:15:58 itu dianggapnya sudah niat keji aja gitu 1:16:01 ya kalau kaitan dengan Palestina itu 1:16:05 Ya memang memang enggak bisa dipungkiri 1:16:06 ee Mas Enggal memang 1:16:08 apa yang dilakukan oleh Benjamin 1:16:09 di-backup oleh Trump itu realita yang 1:16:11 terjadi tapi saya pikir bagi kita yang 1:16:14 penting pergerakan tadi kita jangan 1:16:15 jangan apa jangan patah semangat ya 1:16:18 terus kita berdoa kita bantu apa yang 1:16:20 bisa kita bantu tapi memang 1:16:22 yang kita sayangkan sebenarnya adalah 1:16:24 pembiakan negara-negara Arab terhadap 1:16:26 Palestina yang kita sayangkan yang yang 1:16:28 enggak maksimal 1:16:29 persoalan persoalan misalnya Amerika 1:16:31 backup mati-matian Israel 1:16:34 ya ya ya wajar saya pikir enggak itu 1:16:35 kita enggak enggak kaget ya memang 1:16:37 seperti itu memang 1:16:39 tapi kalau misalnya negara Arab ee yang 1:16:41 masih apa masih tidak ber 1:16:43 ber apa ya namanya itu bermain mata sama 1:16:45 Israel, kemudian mereka tidak serius 1:16:48 dalam menyelesaikan masalah Gaza, enggak 1:16:49 membantu Gaza, cuma menonton dan 1:16:51 sebagainya itu itu yang kita sayangkan, 1:16:53 kenapa ini terjadi? Jadi saya enggak 1:16:55 enggak heran enggak heran enggak kalau 1:16:57 kalau mereka benci Palestina dan 1:16:58 sebagainya sudah memang memang seperti 1:17:00 itu sudah 1:17:02 seperti itu artinya ya 1:17:04 ya bagaimana pertanyaan diskriminasi 1:17:07 Trump tanya ketika Zahra Mam Mam Dandy 1:17:10 menang pada pemilihan awal di di apa 1:17:13 misalkan, apa cara dilakukan memang 1:17:15 kebencian mereka terhadap Islam itu 1:17:17 sudah sudah sudah di bukan dengan Quran 1:17:20 wala tarangka Yahuda wala Nasara dan itu 1:17:22 kan sudah sudah sudah jelas ya, jadi 1:17:24 jadi kita lihat bangkitnya kekuatan 1:17:26 sipil di di Eropa yang begitu luar 1:17:29 biasa, di Amerika, di kampus-kampus 1:17:31 besar, di Harvard salah satunya adalah 1:17:33 dibentuk dari kesadaran masyarakat sipil 1:17:36 internasional melihat bahwa apa yang 1:17:37 dilakukan oleh Israel hari ini yaitu 1:17:40 tidak bisa dibenarkan, dan itu itu itu 1:17:41 poin yang bisa kita tangkap pada hari 1:17:43 ini bahwa Israel bisa jadi negara paria 1:17:46 akhirnya itu apabila tidak segera 1:17:48 menghentikan genosida di sana 1:17:50 Vietnam saja yang negara yang enggak 1:17:52 bertuhan saja mereka mereka membenci 1:17:54 dengan turis-turis Israel Jepang, Korea 1:17:57 juga seperti itu menandakan bahwa dunia 1:17:59 sudah sudah sangat sangat eh 1:18:01 benci melihat dia ya 1:18:03 bukan cuma Israel sama Trump benci sama 1:18:05 Palestina dunia pun sudah benci sama 1:18:06 mereka juga sebenarnya 1:18:10 Baik, ini saya ingin menyapa Pak Raya 1:18:13 dan juga ini Pak Ahmad di Bekasi, ada 1:18:16 juga Pak Abdullah di Depok menyimak 1:18:18 siaran di malam hari ini, salam untuk 1:18:22 para narasumber 1:18:24 sepertinya itu pertanyaan-pertanyaan 1:18:25 terakhir yang bisa kita jawab ya di 1:18:27 acara Buka Mata Buka Telinga di malam 1:18:29 hari ini sebagai closing statement saya 1:18:33 ingin 1:18:34 ke Prof Yon dulu 1:18:36 saya ingat waktu pas ternyata ini ada 1:18:39 ada beritanya gini Dokter Ben ketemu 1:18:41 sama Profion nih di di tahun 2021 ya. 1:18:45 Di salah satu acara nih judul beritanya 1:18:49 Safari kemanusiaan. Nah, versi ketemu 1:18:52 pengamat Timur Tengah dari UI. Nah, ada 1:18:55 kalimat dari Dokter Ben nya menarik 1:18:57 menurut saya 1:18:58 bahwa bicara tentang Palestina itu 1:19:01 bicara tentang dua hal, tanggung jawab 1:19:04 konstitusi dan tanggung jawab sejarah. 1:19:07 Nah, dari Profion sebagai penutup. 1:19:11 Iya, tanggung jawab konstitusi iya, 1:19:12 tanggung jawab konstitusi dan tanggung 1:19:14 jawab sejarah. Peran kita di mana? Iya, 1:19:16 saya kira kan tadi itu ya bahwa peran 1:19:19 Indonesia sangat ditunggu-tunggu ya oleh 1:19:21 dunia internasional 1:19:23 di tengah-tengah tadi beberapa negara 1:19:26 dunia Islam, dunia Arab yang ee apa 1:19:29 memiliki kepentingan secara geopolitik 1:19:31 ya kita kan sebenarnya tidak ada 1:19:33 kepentingan geopolitik apapun ya selain 1:19:36 secara tulus ya 1:19:37 mendukung ee kemerdekaan Palestina. Nah, 1:19:40 ini sikap ini saya kira kan harus dijaga 1:19:42 dan jangan di ee disia-siakan dan tentu 1:19:45 itu harus dipertahankan karena kita 1:19:48 ingin mengukir sejarah bahwa Indonesia 1:19:51 sebagai negara yang konsisten sampai 1:19:53 kemudian realisasi ee kemerdekaan ee 1:19:56 Indonesia. Nah, posisi-posisi ini tentu 1:20:00 kan ee akan menjadi angin apa segar ya 1:20:04 ee di tengah-tengah mungkin 1:20:06 keputusasaan, ketidak yakinan tetapi ya 1:20:09 di tempat yang jauh di Indonesia 1:20:11 ternyata 1:20:12 ada negara yang begitu konsisten ee di 1:20:16 dalam hal ee memperjuangkan ee 1:20:18 kemerdekaan Palestina walaupun mungkin 1:20:20 resikonya 1:20:22 berat ya, mungkin ee tidak dilibatkan di 1:20:25 dalam hal apa ee 1:20:28 perunding apa berkaitan dengan ee 1:20:31 festival atau ya olimpiade dan lain 1:20:34 sebagainya karena sikap tegas kita untuk 1:20:36 menolak Israel dan itu kan sebagai 1:20:37 konsekuensi ya yang juga tidak akan 1:20:40 menghancurkan Indonesia begitu ya, tidak 1:20:42 Iya. eh terlalu kecil sebenarnya 1:20:44 dibanding dengan eh bagaimana 1:20:47 eh penderitaan rakyat Palestina yang ada 1:20:49 di sana maka tentu kan kita harus 1:20:51 semakin kuat dan terus memberikan eh 1:20:54 dukungan kepada rakyat Palestina dan 1:20:56 yakin bahwa ya kemerdekaan, kedaulatan 1:20:59 itu akan eh di apa dimiliki dan 1:21:02 didapatkan oleh mereka sebagaimana kita 1:21:04 Indonesia 1:21:05 telah mendapatkan kemerdekaan itu. 1:21:08 Ehm, baik. Sebelum ke Dokter Ben, saya 1:21:10 mau bacain satu WhatsApp lagi gitu ya 1:21:13 dari Pak Hari Santoso di Magelang. 1:21:15 Assalamualaikum warahmatullahi 1:21:16 wabarakatuh. Semua proposal perdamaian 1:21:19 selalu dikhianati oleh Israel dan semua 1:21:22 negara Arab sulit bersatu karena mereka 1:21:24 melihat ini bukan perang agama. 1:21:27 Bagaimana kalau metode kita ubah bahwa 1:21:29 ini jelas perang agama sehingga bisa 1:21:32 menyatukan negara Arab dan salah salah 1:21:35 satu strategi dari negara Islam melawan 1:21:37 Zionis dan juga Amerika. 1:21:40 Baik, Pak Dokter Ben, penutupnya Dok 1:21:43 untuk malam hari ini. 1:21:46 [berdehem] 1:21:46 Sebagai eh bangsa yang pernah mengalami 1:21:49 penjajahan yang cukup lama 1:21:51 dan juga kita juga mengharapkan Israel 1:21:54 eh apa mengharapkan eh Palestina 1:21:56 merasakan kemerdekaan seperti apa yang 1:21:58 kita rasakan. 1:22:00 Dan dukungan-dukungan 1:22:01 semua pihak dari pemerintah sampai 1:22:03 dengan rakyat terhadap Palestina mungkin 1:22:05 itu merupakan hal yang sangat eh 1:22:08 sangat apa ya namun sangat diharapkan 1:22:10 oleh oleh oleh Palestina dan ketika 1:22:13 Indonesia untuk memihak Palestina itu 1:22:14 harus harus jelas itu. Jangan netral, 1:22:17 itu netral netral itu memihak memihak 1:22:19 Israel. Jika ada ada orang yang 1:22:22 melakukan pembunuhan terhadap saudara 1:22:24 kita dan kita netral berarti kita 1:22:25 memihak pembunuhan. Jadi ketegasan ini 1:22:27 harus kita kita suarakan karena ini 1:22:29 adalah sesuai dengan konstitusi kita. 1:22:32 Dan konstitusi kita jelas untuk 1:22:33 mengungkapkan itu bahwa penjajahan harus 1:22:35 dihapuskan di dunia. Saya pikir 1:22:36 pemerintah enggak boleh ragu-ragu dan 1:22:38 enggak boleh ragu-ragu untuk menyuarakan 1:22:40 pembelaan kita terhadap Palestina karena 1:22:42 ini adalah tugas 1:22:44 sejarah dan tugas konstitusi. Ya, 1:22:45 mudah-mudahan ke depan 1:22:47 Indonesia juga akan harus memainkan 1:22:48 peran jauh lebih besar dalam fase-fase 1:22:51 rekonstruksi sebagai perdamaian karena 1:22:54 saya pikir Indonesia adalah negara yang 1:22:56 sangat berpengalaman, punya pengalaman 1:22:58 dalam mendamaikan pihak-pihak yang 1:22:59 bertikai dan saya pikir ini kesempatan 1:23:01 bagi Indonesia untuk kita memberikan 1:23:03 peran lebih aktif ke depan, apalagi Pak 1:23:06 Prabowo saat tugas melakukan sidang umum 1:23:09 PBB di New York. 1:23:12 Saya pikir itu, Bapak Syafiq. Baik. 1:23:14 Baik, Dokter Ben dan juga Prof. Yon 1:23:16 Mahmudi, terima kasih banyak telah 1:23:17 bergabung di malam hari ini di acara 1:23:19 Buka Mata Buka Telinga. Semoga apa yang 1:23:22 kita bahas, kita diskusikan bermanfaat 1:23:24 untuk pendengar semua. Terima kasih 1:23:26 banyak. Sekali lagi. 1:23:28 Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati 1:23:30 Allah Subhanahu wa Ta'ala, acara Buka 1:23:32 Mata Buka Telinga di malam hari ini. 1:23:35 Semoga kami bisa Semoga apa yang 1:23:36 disampaikan oleh para narasumber kita, 1:23:38 ada Dokter Ben, Dokter Sarbini Abdul 1:23:41 Mu'id dan juga Profesor Yon Mahmudi, itu 1:23:44 bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih 1:23:47 banyak atas kebersamaan Anda. 1:23:49 Mohon maaf atas segala kesalahan kata, 1:23:51 kami undur diri. Billahi taufiq wal 1:23:53 hidayah. Subhanakallahumma wa bi hamdika 1:23:55 asyhadu alla ilaha illa anta 1:23:56 astaghfiruka wa atubu ilaik. 1:23:58 Assalamualaikum warahmatullahi 1:24:00 wabarakatuh. 1:24:01 Waalaikumsalam.