Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [musik] 0:12 [musik] Brail TV. 0:19 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:21 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:23 akhwat para pendengar radio silaturahim 0:25 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:26 masih dipancaruaskan dari Jalan Masjid 0:28 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis, 0:30 Cibubur, Bekasi. Ini adalah radio 0:32 silaturahim untuk Islam yang satu. 0:35 Ikhwan akhwat di pagi menjelang siang 0:37 kali ini, Ikhwan akhwat, bagaimana 0:39 kabarnya? Semoga di pagi menjelang siang 0:42 kali ini Ikhwan Ahwat masih dalam 0:44 keadaan sehat walafiat dan mudah-mudahan 0:46 Allah Subhanahu wa taala selalu 0:48 memberikan tentunya perlindungan kepada 0:51 kita semuanya. Amin. Allahuma amin. 0:53 Senang sekali rasanya Muhammad Anis 0:54 Mualim di ee siang kali ini dapat hadir 0:57 secara langsung dalam acara kesehatan 1:00 islami edisi hari ini yaitu di hari 1:02 Sabtu di tanggal 21 Syawal 1441 1:05 Hijriah bertepatan di tanggal 13 Juni 1:09 2020. Ikhwan akhwat, di kesempatan kali 1:13 ini kami menghadirkan narasumber kita 1:15 insyaallah yang akan memberikan 1:16 materinya pembahasan kita di acara 1:19 kesehatan islami yaitu mengenai fakta 1:22 dan mitos seputar penularan dan 1:24 penanganan COVID-19 yaitu bersama Bapak 1:28 Haris Tabrianto. Sebelum kami sapa, kami 1:31 akan memberikan informasi ikhwan akhwat 1:34 ee ada berita duka yang bisa kami 1:36 sampaikan. Asalamualaikum warahmatullahi 1:38 wabarakatuh. 1:40 Ee kami sampaikan berita duka 1:42 innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah 1:45 meninggal dunia Bapak Muhammad Salim 1:48 Hindi di usia 65 tahun. Kelahiran 1:52 Jakarta 3 Juni 1955. 1:56 Beliau meninggal dini hari tadi, Sabtu 1:58 13 Juni 2020 di Rumah Sakit Bogor. 2:03 Allahyarham meninggalkan empat anak 2:05 putra-putri, beberapa cucu, serta satu 2:08 istri. 2:09 Rumah duka di Jalan Tanjung Barat, Gang 2:12 100 RT7 RW01 2:16 nomor 12B Kecamatan Jagakarsa, Jakarta 2:20 Selatan. Dan ee kami keluarga besar 2:24 Radio Silaturahim turut berduka dan 2:27 berdoa semoga Allah yarham husnul 2:30 khatimah diterima segala amal baiknya 2:33 dan diampuni dosa dan kesalahannya. 2:36 Amin. Allahum amin. Baik ikhwan akhwat 2:39 para pendengar radio silaturahim, kita 2:41 sapa terlebih dahulu narasumber kita 2:44 yang akan mengisi tentunya di pemaparan 2:48 kita, di pembahasan kita, yaitu bersama 2:50 Bapak Haris Tabrianto. Asalamualaikum 2:53 warahmatullahi wabarakatuh, Mas. 2:54 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:55 wabarakatuh. 2:56 Kabar sehat walafiat, Mas. Ya, 2:57 alhamdulillah, Kang Anis. 2:59 Alhamdulillah. Kita ee sekian lama 3:02 hampir 2 bulan ya, Mas Aris. Kita 3:04 lebih mungkin ya. 3:05 Lebih ya? 3:05 Iya, lebih. Kita baru siaran live nih, 3:08 Mas ya. 3:09 I 3:09 masyaallah. Semoga Mas Haris selalu 3:10 diberikan kesehatan oleh Allah Subhanahu 3:12 wa taala. Amin. Allahum amin. 3:14 Baik, Mas Aris. Pembahasan kita mengenai 3:16 fakta dan mitos seputar penularan 3:18 penularan dan penanganan COVID-19, Mas. 3:20 Ya. 3:21 Iya, benar. Kalau kita baca, pemerintah 3:23 sampai saat ini telah mencanangkan 3:25 pelonggaran PSBB dengan ketentuan new 3:28 normal atau tantangan kehidupan baru. 3:31 Pakar epidemiologi menyebut pelonggaran 3:33 PSBB dengan menerapkan protokol new 3:35 normal di tengah angka COVID-19 yang 3:38 terus meningkat dan minimnya fasilitas 3:41 kesehatan hanya membawa risiko kematian 3:43 yang lebih besar. Pakar epidemiologi 3:46 dari Universitas Airlangga menilai belum 3:48 saatnya menerapkan tantangan kehidup 3:50 baru. Secara umum, kurva penyebaran 3:53 COVID-19 di Indonesia belum diketahui 3:55 sampai puncaknya. Tantan kehidupan baru 3:58 bisa dilakukan setelah angka COVID-19 4:01 menurun, memiliki fasilitas kesehatan 4:03 yang mempuni, dan adanya pengawasan yang 4:06 ketat. Nah, berdasarkan ketentuan WHO, 4:08 penerapan new normal bisa dilakukan 4:10 ketika suatu negara atau daerah berhasil 4:13 mengendalikan angka penyebar penyebaran 4:15 COVID-19. Selain itu memiliki fasilitas 4:18 kesehatan yang mumpuni dan resiko 4:21 lonjakan kasus di tempat rentan dapat 4:24 diminimalisir. 4:25 Rekor tambahan kasus baru COVID-19 4:28 harian di Indonesia terjadi ini kalau 4:31 diupdate-nya di hari Rabu ini ada 4:35 sekitar 1241 4:37 pasien positif COVID-19 pada puncak 4:39 tambahan kasus tertinggi itu kasus baru 4:42 terbanyak terjadi di Jawa Timur yaitu 4:44 sekitar ada 273 di Sulawesi Selatan ada 4:47 189 4:49 Jakarta ada 157 Jawa Tengah ada 139 dan 4:53 Kalimantan Selatan ada di 127. 4:58 Nah, kalau kita lihat di kabar terakhir 5:03 di hari Jumat itu total semuanya ada 5:07 sekitar ee 36.406 5:11 Mas Haris ya. 5:12 Kasus positif ini. 5:13 Positif. Iya. Nah, ini Mas Haris dalam 5:15 pembahasan kita di fakta dan mitos eh 5:18 penularan dan penanganan COVID-19 ini. 5:20 Eh, Mas Haris, bisakah penularan virus 5:22 Covid-19 ini ee ditransmisikan di daerah 5:27 dengan iklim panas dan lembab seperti 5:29 apa tuh, Mas Aris? 5:30 Oke. Baik. Ee mungkin sebelum saya jawab 5:33 pertanyaan dari Kang Anis, saya ingin 5:35 menyapa dulu para pendengar Rasil 5:37 sekalian. Asalamualaikum warahmatullahi 5:39 wabarakatuh. 5:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 5:40 wabarakatuh. Saya juga terima kasih 5:42 untuk kesempatan kali ini bisa live 5:45 bersama Kang Anis di ruang kesehatan ya, 5:48 Kang? 5:48 Iya. Kesehatan Islam. Jadi sekarang kita 5:50 akan membahas tentang fakta dan mitos 5:53 tentang penanganan dan pencegahan 5:56 COVID-19. Jadi sebenarnya di siaran 6:00 sebelumnya saya sudah pernah memberikan 6:02 beberapa informasi tentang usaha 6:04 pencegahannya. Namun ee saat ini ee saya 6:09 memperhatikan masih banyak juga angka 6:12 penambahan positifnya dari COVID-19. 6:15 Maka dari itu sayaknya kayaknya mesti 6:17 kita kampanyekan lagi ya untuk ee 6:20 bagaimana cara untuk 6:21 minimal pencegahannya. Heeh. 6:22 Jadi jangan sampai ya jangan sampai kita 6:25 terinfeksi juga dengan 6:27 cukup bahaya juga ini. 6:28 Jadi tadi Kang Anis mentanyakan tentang 6:31 bisakah 6:32 ditransmisikan 6:33 ditransmisikan ya di apa namanya daerah 6:35 yang panas. 6:36 Nah, jadi kalau di Indonesia sendiri 6:38 memang 6:39 ee iklimnya ee cenderung tropis ya Kang. 6:42 Iya. 6:42 Tropis. Nah, ada beberapa yang bilang 6:44 bahwa oh virus cepat mati di daerah yang 6:46 panas dan lembab seperti itu. 6:49 Tapi sebenarnya ee faktanya adalah ee 6:54 transmisi di daerah panas dan lembab itu 6:56 bisa sekali. Jadi tidak ada jaminan 6:59 bahwa ee daerah ini sedang apa ee 7:03 iklimnya tropis misalnya. 7:04 Iya. Jadi tidak ada jaminan bahwa daerah 7:06 itu mungkin penularannya jadi menurun 7:09 atau bahkan lebih sedikit daripada 7:10 daerah lain. Jadi tetap bisa 7:13 ee transmisinya tetap berjalan karena 7:15 sebenarnya ee begit virus itu lebih 7:19 menitik beratkan kepada suhu tubuh 7:22 manusianya sebenarnya. Jadi ee manusia 7:25 di iklim yang panas atau tropis ataupun 7:28 yang ada di daerah dingin 7:29 lembab ya 7:30 yang bersalju sekalipun e tubuh manusia 7:33 kan tetap suhunya kira-kira sama kalau 7:35 yang sehat sekitar 7:36 ee 34 sampai 36 7:38 derajat Celcius. 7:40 Nah, jadi 7:41 di daerah apa di suhu tubuh itulah virus 7:44 tetap akan bisa hidup. Jadi kalau 7:46 misalnya di daerah panas ataupun dingin 7:48 kalau sudah kemasukan atau terinfeksi ya 7:52 tetap akan beresiko juga mengalami apa 7:55 namanya ee infeksi dari COVID-19 ini. 7:57 Hm. Nah, kalau bukannya saya pernah ee 8:01 mendengar karena dalam virus itu emang 8:03 ketika mati tidak tahan di cuaca panas 8:06 seperti itu, Mas Haris. 8:08 Iya. Ada yang bilang mungkin lebih cepat 8:10 lebih cepat lebih cepat mati 8:12 lebih cepat mati di daerah yang panas 8:14 seperti itu. Tapi 8:15 tetap sebenarnya walaupun daerah panas 8:17 tetap ada risiko intinya. 8:19 Oke. 8:19 Jadi ee kita jangan sampai me apa 8:24 menganggap bahwa oh Indonesia ini tropis 8:26 terus kemudian kita agak santai 8:28 istilahnya mungkin PHBHS-nya atau 8:31 perilaku hidup sehat bersih dan sehatnya 8:33 jadinya agak dilonggarin sedikit. 8:35 Mungkin karena ikut 8:36 apa namama anjur pemerintah ikut 8:37 longgar. jadinya dilonggarkan. Nah, itu 8:39 jangan sampai. Karena walaupun kita 8:41 hidup di negara yang tropis, 8:43 transmisinya tetap akan ada seperti itu. 8:46 Oh. 8:47 Nah, dan kemudian ee sebenarnya 8:49 transmisi ini ee mungkin ada yang bilang 8:52 bahwa virus ini memang tidak airborn 8:54 atau tidak menular lewat udara. 8:56 Heeh. 8:56 Nah, maka dari itu sebenarnya ee itulah 9:00 pentingnya menjaga jarak seperti ini. 9:02 Jadi, misalnya ada sekitar 1 m atau 9:05 bahkan lebih. Ne. 9:06 Jadi biar menghindari apa namanya 9:08 percikan itu tadi. 9:10 Troplet itu tadi. Benar. 9:11 Jadi intinya sebenarnya ya tetap kita 9:13 harus waspada walaupun kita hidup di 9:16 negara dengan 9:17 iklim 9:17 iklim yang tropis. 9:18 Oh seperti itu maksudnya. Jadi jangan 9:20 santai-santai. Kita ment-mang di daerah 9:22 panas kita 9:24 melupakan untuk SOP atau mungkin ee dari 9:28 segi kebersihannya itu, Mas. Ya. 9:30 Nah, Mas ee kalau di iklim panas kita 9:34 masih bisa tertular. Nah, ini bisaak 9:36 penularan virus Covid-19 ini dicegah 9:38 dengan mungkin kita sering ee mandi air 9:42 panas seperti itu, Mas? 9:43 Iya, kalau mandinya ya kalau mandinya 9:47 dengan mandi itu kan adalah upaya 9:48 menjaga kebersihan. 9:49 He. 9:50 Mungkin bisa mencegah tapi sebenarnya ya 9:53 tidak harus panas juga 9:54 hangat ya. 9:55 Ya hangatlah istilnya. 9:56 Kalau panas melepuh gitu. 9:56 Kalau panas melepuh [tertawa] malah 9:57 berbahaya. 9:59 Iya. Jadi ini sebenarnya hampir sama apa 10:01 namanya ee teorinya dengan yang tadi 10:04 pertanyaan pertama 10:05 bahwa apakah dengan lingkungan yang 10:07 panas terus kemudian virus cepat mati 10:09 ataupun transmisinya enggak ada. Nah, 10:11 sebenarnya juga kalau panas pun ya 10:14 intinya sebenarnya kalau mandi itu bisa 10:16 mencegah lah istilahnya karena kan mandi 10:18 menjaga kebersihan. 10:20 Nah, cuman yang perlu perlu di 10:23 waspadai lagi adalah sebelum mandinya. 10:24 Nah, jadi mungkin kita kan pulang rumah 10:27 terus mungkin kita apa sebelum 10:30 berinteraksi dengan keluarga kita 10:31 langsung mandi. 10:32 He. 10:32 Nah, cuman sebelum pulang ke rumahnya 10:34 itu, nah kita ngapa-ngapain mungkin naik 10:37 apa sarana transportasi umum. Nah, itu 10:39 itu yang harus di apa namanya? 10:41 Dijaga kebersihannya juga. Mungkin habis 10:43 megang apa namanya keran di toilet 10:46 ataupun megang 10:47 ee gagang pintu. Heeh. Ataupun aram di 10:51 apa namanya? 10:52 Di keretanya atau di asarana 10:54 transportasi. Nah, itu yang sebenarnya 10:55 harus diwaspadai juga. 10:56 Hm. 10:57 Nah, jangan sampai pada saat udah megang 11:00 apa namanya ee benda-benda yang umum 11:03 tadi, terus kemudian kita megang muka 11:06 baru kita mandi. Nah, itu yang 11:08 sebenarnya jadinya malah mandinya ada 11:10 kemungkinan ee gagal untuk mencegah 11:13 penularan tadi. Jadi, intinya tetap 11:15 mandinya bisa mencegah, tapi sebelum 11:18 mandinya juga harus di apa namanya? 11:20 diwaspadai. Kegiatan sebelum mandinya 11:22 juga harus diwaspadai. Berarti ee salah 11:24 satunya pakaian kita juga, Mas, ya? 11:26 Iya, pakaian sih. Pakaian. Jadi, 11:29 ada yang bilang juga virus ini bisa apa? 11:31 Bertahan beberapa waktu di beber apa 11:34 permukaan tergantung dari permukaannya 11:35 juga. 11:36 Heeh. 11:36 Nah, cuman kalau saya kayaknya enggak 11:38 belum tidak kompeten untuk menjap ini 11:41 itu lebih ke ahli virologi mungkin lebih 11:44 kompeten di sana. 11:45 Seperti itu. 11:46 Jadi ee sebelum kita masuk ke rumah juga 11:49 mungkin kita lebih baiknya ada 11:51 sterilisasi dulu Mas ya. Iya. 11:52 sterilisasi atau pastikan ee benda-benda 11:56 yang apa namanya yang kita bawa selama 11:59 aktivitas di luar itu disendirikanlah 12:02 istilahnya ditaruh di mana disendirikan. 12:05 J jangan sampai 12:06 ee mungkin anak atau keluarga 12:09 apa berinteraksi dengan barang yang kita 12:11 apa bawa aktivitas di luar sebelum di 12:15 bersihkan seperti itu. H 12:17 gitu ya. Nah, ini saya ingin bertanya 12:19 juga, Mas. Ee bisakah 12:22 ee saya tertular, Mas, untuk virus 12:24 COVID-19 ini mungkin dari binatang, 12:28 salah satunya ee dari gigitan nyamuk 12:30 misalkan, Mas. 12:30 Oke. Baik. Sebenarnya kalau dari gigitan 12:33 nyamuk saya belum belum pernah melihat 12:36 atau membaca penelitiannya atau hasil 12:38 laporan penelitian. [berdehem] 12:40 Jadi sebenarnya ee kalau saya bisa 12:43 menyadur dari situs WHO terus kemudian 12:46 dari situs CDC ya. Jadi apa eh center of 12:50 eh disease control jadi di situ dia ada 12:55 menyatakan bahwa penularan virus 12:58 Covid-19 ini tidak apa tidak ditelurkan 13:01 lewat nyamuk. Jadi aman-aman saja. Jadi, 13:05 jadi nyamuk tidak bisa menularkan apa 13:06 namanya virus ini. Jadi apa namanya 13:10 virus ini memang masih ditularkan hanya 13:13 lewat via droplet saja. Jadi kalau 13:15 misalnya lewat darah saya rasa dan saya 13:18 juga belum pernah melihat penelitiannya 13:20 jadi tidak bisa ditularkan lewat nyamuk. 13:23 Jadi aman insyaallah. 13:25 Oh seperti itu. Mas 13:26 apalagi kalau nyamuknya maksudnya hanya 13:27 di rumah misalnya ya. He. 13:29 Dan di rumah mungkin apa ee lingkungan 13:31 RT-nya juga ee tidak ada yang maaf apa 13:36 positif ataupun menjadi ODP atau PDP ya 13:39 insyaallah aman. Tapi tetap kalau 13:40 misalnya gangguan nyamuk tetap harus di 13:44 basmi juga karena khawatir malah nanti 13:46 nyamuk 13:48 ini ya malaria atau nyamuk Egipti malah 13:50 menimbulkan penyakit yang lain seperti 13:52 itu. 13:53 Jadi intinya aman jadi tidak ditulakkan 13:55 lewat nyamuk. 13:55 Oh gitu. dan ee mungkin untuk 14:00 kasus ee terpaparnya 14:03 virus COVID-19 ini dari kita nyamuk 14:06 mungkin belum terdengar juga, Mas, ya? 14:08 Belum terdengar. Heeh. 14:09 Dan ada juga ya apa yang saya ini ya 14:13 maksudnya ini mungkin agak sedikit beda 14:14 dengan pertanyaan dari Kang Anis. 14:16 Jadi ada yang bilang kan ini lewat dari 14:18 hewan. 14:19 Dari hewan, dari binatang ya. Awalnya 14:21 mungkin dari kelelawar terus kemudian 14:23 ee ke manusia. He. 14:25 Ada yang bilang juga kelawarnya 14:26 sebenarnya bukan menggigit manusianya, 14:28 tapi kelawarnya dikonsumsi 14:30 oleh manusia. Jadi apa ada teori yang ya 14:34 sebenarnya masih dalam penelitian sih 14:36 yang apa namanya berkembang di 14:38 masyarakat bahwa di negara asalnya di 14:41 Tiongkok sana, di Wuhan sana mungkin ada 14:44 apa kebiasaan kebudayaan di sana yang 14:46 mengkonsumsi kelawar. 14:48 Kelawar apa namanya? Tapal kuda apa saya 14:51 lupa namanya itu spesiesnya. Nah, itu 14:53 memang dia punya apa namanya? Ee virus, 14:56 kandungan virus sendiri. 14:58 Terus kemudian dikonsumsi tanpa di apa? 15:01 Tanpa dibersihkan segala macam dan 15:03 akhirnya virus yang tadi bermutasi. 15:06 Terus jadilah namanya COVID-19 ini atau 15:09 coronavirus disease 19 karena dari tahun 15:12 2019 ya ditemukannya. 15:15 Jadi ee satu itu. Terus yang kedua 15:17 adalah ee teori yang menghubungkan 15:20 antara COVID-19 ini dengan hewan. itu 15:23 ada yang bilang ada ditemukan waktu itu 15:25 kalau enggak salah di Australia. 15:26 Heeh. 15:26 Itu ada di ee apa namanya? Kebun 15:30 binatangnya itu ada harimau yang positif 15:33 tertular COVID-19. 15:35 Oh. 15:35 Nah, tapi saya sayangnya kasus itu 15:39 hilang. Maksudnya hilang di permukaan. 15:41 Jadi cuman ee dibahas sedikit terus 15:43 besok-besoknya sudah hilang lagi. Ada 15:45 juga di Hongkong waktu itu. Waktu itu 15:48 dia ada ee meneliti tentang hubungan 15:52 coronavirus ini dengan anjing 15:54 peliharaan. He. 15:55 Nah, ada satu di salah satu ini di apa? 15:58 Di Hongkong sana di kota di daerahnya 16:00 ada anjing pomeranian waktu itu. Jenis 16:02 pomeranian katanya tertular COVID-19. 16:05 Tapi begitu di apa namanya? diteliti 16:08 lagi diperiksa ternyata dia tertularnya 16:11 itu status tertularnya apa? Lemah. Jadi 16:14 katanya hanya ditemukan beberapa virus 16:16 yang menempel di bulunya saja tapi di 16:19 badan di begitu di apa diteliti mungkin 16:22 darah dan segala macamnya malah dia 16:24 negatif. Jadi hanya mungkin bisa apa 16:27 namanya menjadi media sebenarnya media 16:29 penularan tapi badannya tidak terinfeksi 16:32 oleh virus. 16:33 Oh 16:33 seperti itu. 16:34 Jadi ee kategori masih aman Mas ya? 16:36 Masih aman. Heeh. Jadi kalau untuk 16:38 nyamuk saya rasa juga jauh sih 16:40 insyaallah. Heeh. Nah, Mas ee tadi di 16:43 saya tadi kan saya bertanya mengenai 16:45 apakah kita ee mandi dengan menggunakan 16:49 air panas itu ee bisa mencegah dari 16:52 peneluaran COVID-19 ini. Nah, untuk 16:55 masalah sterilisasinya Mas kan tadi Mas 16:57 Haris mengatakan sebelum kita mandi ada 16:59 proses yang sebelum kita masuk rumah 17:03 kita harus ada sterilisasinya atau 17:05 mungkin kita bisa menjauhi barang-barang 17:07 yang mungkin kita 17:09 ee bawa atau yang mungkin ee yang selalu 17:12 kita bawalah. 17:13 Nah, ini 17:14 untuk menyemprotkan alkohol, Mas. Ini 17:16 kan salah satunya untuk sterilisasi 17:18 juga, Mas, atau klorin ke seluruh tubuh. 17:21 Nah, ini apakah dapat membunuh 17:22 Coronavirus, Mas, atau COVID-19 ini, 17:24 Mas? 17:25 I ee sebenarnya itu dengan metode 17:27 desinfektan dengan menyemprotkan alkohol 17:30 atau larutan klorin di tubuh 17:32 itu bisa bisa apa ee namanya membunuh 17:36 atau mencegah ya penularan Coronavirus. 17:40 Cuman yang mesti dilihat itu adalah 17:42 kandungannya juga. Karena ada beberapa 17:45 apa namanya waktu itu ya mungkin 17:47 sekarang 17:47 ee harga hand sanitizer ataupun apa 17:51 alkohol yang untuk disinfektan itu 17:53 sekarang sudah 17:53 normal. Tapi yang waktu dulu masih apa 17:57 melonjak pesat itu ya 17:58 kan ada beberapa yang mungkin menjual 18:01 alkohol tanpa merek. 18:03 Terus kemudian ee kandungannya ditanda 18:07 tanyalah lah istilahnya. Nah, itu yang 18:08 mesti diwaspadai sebenarnya. Jadi, 18:10 sebenarnya kalau misalnya kandungan 18:11 alkoholnya itu sangat tinggi, jadi 18:13 alkohol sendiri itu kan harus 18:15 dilarutkan. 18:16 Lurut ya mungkin ini kompetensinya lebih 18:18 kepada yang ahli farmakologi atau kimia 18:21 ya. Tapi kalau boleh saya bahas sedikit 18:23 ee harusnya produk disinfektan yang kita 18:27 gunakan untuk tubuh itu memang sudah ada 18:29 kandungannya dan sudah di apa disetujui 18:32 oleh mungkin badan pom segala macam. 18:34 Jadi kalau misalnya menemukan apa 18:37 namanya produk yang tidak eh misterius 18:39 lah istilahnya ya 18:41 kalau bisa dari saya sih jangan dipakai 18:43 dulu karena takutnya nanti dengan 18:44 penggunaan berkepanjangan kita enggak 18:46 tahu 18:47 oh ada efeknya ya. 18:47 Heeh. malah jadi efeknya seperti itu. 18:49 Karena kan alkohol sebenarnya juga apa 18:51 namanya ee ada beberapa senyawa alkohol 18:54 yang karsinogen atau bisa menyebabkan 18:56 kang kanker seperti itu. H. 18:58 Nah, sebenarnya ee lebih baik ya, Mas 19:01 kalau kayak penyemprotan alkohol atau 19:04 klorin ini 19:05 ada yang bilang kan jangan kena kulit. 19:09 Iya. 19:09 Ada yang lebih baik di pakaian saja itu, 19:12 Mas. Itu 19:13 gimana, Mas? Nah, kalau untuk di pakaian 19:15 sebenarnya sih mungkin ee lebih aman ya 19:19 daripada kontak dengan kulit kulit. 19:20 Heeh. Jadi sebenarnya kalau kita 19:22 bandingkan lagi, jadi 19:23 ada satu solusi lagi yang lebih aman 19:25 sebenarnya adalah cuci tangan atau 19:27 mencuci bagian tubuh yang memang mungkin 19:30 kita rasa apa menyentuh 19:32 ee sarana umum misalnya. 19:35 Jadi lebih aman sebenarnya kalau mau 19:37 lebih aman lagi ya memang 19:38 cuci tangan saja sebenarnya. Tapi kan 19:40 kalau misalnya ada kondisi di mana tidak 19:42 ada air ya mungkin bisa diinikan. Tapi 19:45 kalau saya pribadi lebih memilih cuci 19:48 tangan diband jadi frekuensinya ya 19:50 antara menyemprotkan alkohol ataupun apa 19:53 ee disinfektan ke tubuh 19:55 dibandingkan dengan cuci tangan, saya 19:56 lebih ini lebih sering menggunakan yang 19:58 cuci tangan tadi. 19:59 H 20:00 he. Karena nanti takutnya kan kita 20:02 enggak tahu nih ee alkohol itu 20:03 sebenarnya bisa juga diserap oleh kulit 20:06 ya. Jadi bisa diserap oleh kulit. 20:08 Dingin ya maksudnya? ya dingin saja 20:10 seperti itu. E jangankan alkohol, jadi 20:12 kalau saya tapi ini apa bahasanya agak 20:15 sedikit luar ya. 20:16 Misalnya seperti ini ee saya pernah 20:20 mengikutin seminarnya jadi seminar 20:22 tentang paparan logam 20:24 pada apa namanya ee rumah tangga. Jadi 20:28 misalnya kalau ada di rumah kita ada 20:31 sumber air yang mungkin kalau kita bau 20:33 atau mungkin kita pakai untuk mungkin 20:36 wudu. 20:36 Heeh. terus terasa agak-agak amis, 20:39 agak-agak amis. Terus mungkin agak kayak 20:41 besi berkarat seperti itu. Nah, ada 20:43 kemungkinan mungkin 20:44 ee air tersebut ada kandungan logamnya 20:48 sehingga kalau misalnya kita gunakan 20:49 misalnya untuk mandi atau bahkan untuk 20:52 apa ee 20:53 apa namanya? Gosok gigi atau bahkan 20:55 mungkin wudu. Nah, itu ada 20:57 rasanya. 20:57 Ada ada rasanya. Nah, itu ada 21:00 kemungkinan nanti logamnya bisa ber ini 21:02 berakumulasi di dalam tubuh kita. Oh, 21:04 seperti itu. Dan kemudian nanti mungkin 21:06 menimbulkan ee apa namanya? Reaksi 21:09 alergi. Mungkin badan kita merah-merah 21:12 atau misalnya ada juga yang mungkin kok 21:15 dulu saya apa asam uratnya normal-normal 21:19 sekarang terus kemudian saya rasa juga 21:21 saya makannya saya jaga kok tiba-tiba 21:24 ee apa nilai asam uratnya jadi apa 21:27 abnormal misalnya. He. 21:29 Bisa jadi karena adanya polusi yang 21:31 tidak kita ketahui malah terserap oleh 21:33 tubuh. Nah, salah satu contoh yang tidak 21:35 ketahui adalah kualitas air. Dari 21:37 kualitas air. Nah, maksudnya dari dari 21:39 apa yang saya paparan paparkan tadi. 21:42 Jadi, jangankan alkohol, jadi kandungan 21:44 logam saja yang terlarut apa mikro logam 21:47 yang ada di dalam air itu bisa 21:49 terserap oleh tubuh seperti itu. 21:51 H 21:52 apalagi alkohol. Jadi istilahnya. Jadi 21:53 saya lebih meng apa namanya? menyarankan 21:57 untuk cuci tangan kalau ada 21:58 fasilitasnya. 21:59 Nah, seperti itu, Mas, ya. Jadi, sebelum 22:01 masuk ke rumah lebih baiknya kita ee 22:03 menyempotkan bagian mungkin tangan Mas 22:06 ya, dengan cuci tangan pakai sabun atau 22:09 pakai hand sanitizer, Mas ya. 22:10 Sanitizer bisa seperti itu. Yang penting 22:12 kalau misalnya 22:14 apa begitu masuk rumah 22:15 He. 22:16 Ee pokoknya sebisa mungkin bersihkan 22:18 diri dulu deh. 22:19 Membersihkan diri boleh. Misalnya kalau 22:21 ada wastaffel dekat pintu rumah ya 22:22 langsung cuci tangan. 22:24 Terus kemudian apa? baju segala macam 22:27 yang kita ajak keluar tadi kita 22:29 sendirikan mungkin langsung bisa 22:30 langsung dicuci dibersihkan. Nah, 22:32 kitanya sendiri langsung mandi. Mas 22:34 Haris menerapkan di keluarga seperti 22:35 itu, Mas? 22:36 Iya. Sampai bahkan anak saya itu protes. 22:40 Oh, iya. 22:40 Jadi waktu [tertawa] itu kebetulan ini 22:41 kemarin sih kemarin. Jadi, 22:42 kemarin itu kan kami ya bertiga ya, 22:45 saya, istri saya, sama anak saya. saya 22:47 mendaftarkan ulang untuk sekolah seperti 22:49 itu. Nah, padahal sekolah dekat dari 22:52 rumah. Jadi, cuman beberapa blok lah 22:54 seperti itu. Tapi begitu kita pulang, 22:57 anak saya langsung protes, "Ayo, Pak, 22:59 ayo mandi." Katanya kan kita cuman situ, 23:01 enggak harus mandi, kan di luar ada 23:03 virus gitu. Jadi [tertawa] ya itulah 23:05 bisa 23:06 jadi kebiasaan baru atau untuk new 23:07 normalnya tadi seperti itu. 23:10 Masyaallah ya. Luar biasa sekali. Baik 23:13 ikhwan akhwat para Radio Soltraim yang 23:15 dirahmati Allah subhanahu wa taala. Kita 23:17 masih membahas mengenai fakta dan mitos 23:20 seputar penularan dan penanganan 23:21 COVID-19. 23:23 Kami mengundang untuk ikhwan akhwat para 23:25 pendengar radio Soltrim dan juga pemirsa 23:27 hasil visual yang ingin memberikan 23:29 pertanyaan bisa langsung saja di Line 23:32 interaktif kami di line telepon di 23:34 0218451512 23:36 dan untuk layanan WhatsApp bisa di 23:38 0811999720. 23:42 Nah, ini kami bacakan ee informasi 23:45 Ikhwan Akhwat. Ini berita untuk Ikhwan 23:51 akhwat. Ee ikhwan akhwat, mari kita 23:53 bergabung dalam acara halal bihalal 23:56 Rasil secara virtual atau online melalui 23:59 aplikasi Zoom pada hari Ahad tanggal 22 24:02 Syawal 1441 Hijriah atau bertepatan di 24:05 tanggal 14 Juni 2020 24:08 pukul 09.00 pagi sampai dengan 12.00 24:10 Waktu Indonesia bagian barat. Untuk tema 24:13 kita akan membahas mengejar rahmat Allah 24:16 dengan menjaga silaturahim. Nah, 24:18 insyaallah halal bihalal ini bersama 24:20 Dewan Syariah Rasil, Manajemen Rasil, 24:22 dan Ustaz Muhammad Joban dari Amerika. 24:26 Insyaallah acara ini akan disiarkan 24:28 langsung melalui Rasil AM720 24:32 dan live streaming melalui YouTube Rasil 24:34 TV dan juga Facebook Rasil. Nah, bisa 24:37 dicatat ikhwan akhwat dipersiapkan untuk 24:40 kertas dan pulpennya. Untuk meeting 24:41 ID-nya di 881 24:44 5432 24:46 9720. Kami ulang kembali lagi di 881 24:51 5432 24:52 9720. 24:56 Kami informasikan juga ikhwan akhwat mm 25:00 ada berita duka. Asalamualaikum 25:01 warahmatullahi wabarakatuh. Innillahi wa 25:04 inna ilaihi rojiun. telah meninggal 25:06 dunia. Bapak Muhammad Salim Hindi, di 25:09 usia 65 tahun. Kelahiran Jakarta 3 Juni 25:13 1955. Beliau meninggal dini hari tadi, 25:16 Sabtu 13 Juni 2020 di rumah sakit Bogor. 25:20 Allahyarham meninggalkan empat anak, 25:22 putra-putri, beberapa cucu, serta satu 25:24 istri. Rumah duka di Jalan Tanjung 25:26 Barat, Gang 100 RT 007 RW01 nomor 12B, 25:31 Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. 25:34 tempat pemakaman akan diinformasikan dan 25:38 kami keluarga besar Radio Silaturahim 25:40 turut berduka dan berdoa semoga Allah 25:42 yarham husnul khatimah diterima segala 25:45 amal baiknya dan diampuni dosa dan 25:48 kesalahannya. Amin. Allahum amin. Baik 25:51 ikhwan akhwat kami akan segera kembali 25:53 tetap di radio Sultim untuk Islam yang 25:55 satu. 25:58 [musik] 26:10 [musik] 26:10 Brail TV 26:18 masih dipancar luaskan dari Jalan Masjid 26:20 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibubur 26:22 Bekasi. Radio Silaturahim untuk Islam 26:25 yang satu. Ikhwan akhwat, para pendengar 26:27 Radio Silaturahim yang dirahmati Allah 26:28 Subhanahu wa taala. 26:30 Di 26:31 siang ini Ikhwan Awas sedang menyimak 26:33 acara kesehatan islami bersama Bapak 26:36 Harista Brianto. Dan pembahasan kita 26:39 tadi ada mengenai pembahasan fakta dan 26:43 mitos seputar penularan dan penanganan 26:45 COVID-19. 26:47 Nah, ikhwan akhwat, untuk ikhwan akhwat 26:50 pendengar Radio Satrahim yang ingin 26:53 berinteraktif bisa langsung saja di line 26:55 telepon di 0218451512. 26:58 Dan untuk layanan WhatsApp-nya di 27:01 0811999720. 27:05 Kami informasikan juga Mas Haris ee ada 27:10 dua praktik yang mungkin ikhwan akhwat 27:14 bisa untuk hadir. Beliau ini salah satu 27:18 ee ahli dalam fisioterapi, Mas ya. Iya, 27:21 bisa terikan. 27:21 Nah, ini ada dua klinik mungkin ikhwan 27:23 akhwat yang ada keluhan mengenai 27:27 ee tulang ataupun yang lainnya. Nah, ini 27:30 bisa langsung saja berkonsultasi ya di 27:33 nomor telepon Mas Haris bisa dicatat 27:35 ikhwan akhwat disiapkan kertas dan 27:36 pulpennya di 0878 27:40 816687. 27:45 Kami ulang kembali lagi di 08788166287. 27:51 Untuk alamat praktiknya ikhwan akhwat 27:54 bisa datang di ee klinik 27:59 klinik passion 28:01 Visioin. 28:02 Oh, Visioin 28:03 di Giant Mega Bekasi hepermall lantai 2 28:06 Bekasi Barat dan juga ada di klinik 28:09 fisioterapi mandiri Apotkam Medika di 28:12 Jalan Duta Indah Raya. Jati Makmur, 28:15 Pondok Gede. Dan kami informasikan 28:18 kembali kembali lagi untuk ikhwan 28:20 akhwat, jangan lupa besok ya di hari 28:22 Ahad Rasil ee akan mengadakan acara 28:26 halal bihalal Rasil secara virtual 28:28 online melalui aplikasi Zoom pada hari 28:30 Ahad ya, besok di tanggal 22 Syawal 1441 28:35 Hijriah atau 14 Juni 2020 di jam 09.00 28:38 hingga hingga jam 12.00 siang nanti di 28:41 waktu Indonesia Barat. 28:42 [mendengus] 28:42 untuk tema mengejar rahmat Allah dengan 28:44 menjaga silaturahim dan acara halal 28:47 bihalal ini akan dihadir akan 28:49 menghadirkan Dewan Syariah Rasil 28:51 Manajemen Rasil dan Ustaz Muhammad Joban 28:53 dari Amerika dan ikhwan akhwat juga 28:57 dapat menyimaknya di 29:00 Rasil AM720 dan juga di live streaming 29:03 melalui YouTube Rasil TV dan juga 29:05 Facebook Rasil dengan meeting ID-nya di 29:08 88154329 29:12 9720. 29:14 Baik, ikhwan akhwat. Kita 29:17 bahas kembali ya, Mas Haris untuk 29:20 pembahasan kita mengenai fakta dan mitos 29:22 seputar penularan dan penanganan 29:24 COVID-19. Tadi saya menanyakan Mas Haris 29:26 mengenai ee bisakah ee menyemprotkan 29:30 alkohol atau klorin ke seluruh tubuh dan 29:33 apakah dapat memunuh Corona virus atau 29:35 COVID-19 ini dan ternyata bisa ee 29:39 membunuhnya ya Mas Aris ya? 29:40 Bisa. Iya. Dan Mas Haris juga memberikan 29:43 tipsnya alangkah lebih baiknya untuk 29:46 tangan atau bagian tubuh kita ya lebih 29:48 baik kayak tangan nih kita mencuci 29:50 tangan Mas Haris ya 29:51 sebelum kita masuk ee dalam rumah ketika 29:55 kita beraktivitas. Nah, Mas Haris ee 29:58 tadi mengenai alkohol atau klorin. Nah, 30:00 ini masalah makanan Mas Aris. Apakah 30:03 bawang putih, Mas Aris? Saya dengarnya 30:05 bawang putih ee salah satu makanan yang 30:08 bisa membantu mencegah infeksi, Mas 30:10 Haris. Nah, ini 30:11 iya bawang putih ya. Bawang putih untuk 30:14 mencegah infeksi atau penularan 30:16 COVID-19. 30:17 Covid-19 ya. 30:17 Iya. Jadi sebenarnya ee untuk pencegahan 30:21 ee untuk pencegahannya 30:23 bisa bisa dilakukan dengan cara 30:26 mengkonsumsi bawang putih. Tapi 30:28 sebenarnya cerita pencegahannya seperti 30:29 ini, Kang. 30:30 Iya. ee bawang putih itu kan ada zat 30:33 anti mikrobanya ya atau zat anti apa 30:36 namanya ee bakterinya atau bagaimana. 30:39 Jadi 30:40 ada beberapa ee jadi untuk pencegahannya 30:44 sebenarnya dia lewat dari 30:46 peningkatan imunitas tubuh dulu. Nah, 30:49 dengan imunitas tubuh ee baik lewat 30:52 mengkonsumsi bawang putih. Oke. 30:54 Nah, itu bisa mencegah penularan 30:56 COVID-19 ini dan apalagi kalau misalnya 30:57 ada beberapa ada beberapa penyakit 31:00 selain apa infeksi dari COVID-19 ini 31:04 yang bisa menurunkan imunitas. Nah, jadi 31:07 premisnya kalau misalnya imunitas kita 31:09 ee menurun 31:10 mungkin karena penyakit lain. Nah, itu 31:13 terus kemudian kita beraktivitas juga di 31:14 luar berinteraksi dengan orang. Udahlah 31:17 imunitas kita turun terus kemudian 31:19 resiko terpapar COVID-19 juga akan 31:21 meningkat 31:21 tinggi Mas. Jadi, jadi resikonya dua 31:24 kali lipat jadinya. Nah, 31:25 dengan cara kita mungkin salah satunya 31:27 adalah konsumsi bawang putih 31:29 mungkin bisa dicampur dengan pada saat 31:31 mungkin apa makan sup ataupun mungkin 31:34 makan 31:35 apa namanya yang lain ya yang apa 31:37 berkuah. Nah, itu bisa ee meningkatkan 31:40 imunitas terus kemudian apa meningkatkan 31:44 ee efek antimikrobanya. 31:46 Jadi efek anti apa namanya? Mikroba yang 31:48 jelek ya. Mungkin kayak bakteri yang 31:50 jelek. Terus kemudian apa namanya? Ee 31:53 itu tadi bakteri yang bisa menyebabkan 31:56 penyakit selain COVID-19, tapi yang bisa 31:58 menurunkan imunitas. Nah, itu bisa 31:59 diatasi dengan 32:01 bawang putih. 32:01 Bawang putih. Tapi kalau untuk mengobati 32:04 bawang putih, mengobati COVID-19 saya 32:06 belum belum ada ini apa informasinya. 32:09 Informasinya 32:10 iya belum pernah membaca tentang 32:11 penelitiannya. Tapi kalau untuk 32:12 meningkatkan imunitas 32:14 kemudian dengan ee meningkatkan imunitas 32:16 kita bisa menjaga apa ee mencegah 32:19 COVID-19. Nah, itu bisa. dari situ gitu. 32:22 Itu dimakan mentah, Mas. 32:24 Ee ada yang bilang makan mentah, ada 32:26 juga yang bilangnya jangan sampai kena 32:28 gigi. Jadi katanya ada beberapa 32:31 telan langsung. 32:32 Nah, jadi e ada yang bilang langsung 32:33 ditelan. Jadi mungkin digeprek atau 32:35 mungkin bagaimana? Jadi pilih yang 32:37 katanya yang siungnya atau 32:38 bawang putihnya agak kecil 32:40 terus kemudian dibat terus langsung di 32:41 ini. Ee saya 32:43 agak kurang ini apa namanya? Kurang 32:45 memahami kalau cara mengkonsumsinya ya. 32:48 Tapi kalau saya pribadi sih saya 32:49 biasanya akan campur di ee makanan yang 32:51 berkuah. 32:53 Jadi makanan berkuah jadi namp langsung 32:55 di mungkin kunyah sedikit habis itu 32:57 langsung telan pedas itu, Mas. 32:59 Lumayan dan mungkin juga aromanya ya 33:01 kalau misalnya kita ini ya. He. 33:03 Tapi ya itulah namanya juga mendingan 33:06 daripada apa ee kenapa-kenapa ya 33:09 dariama apa namanya mendingan langsung 33:11 memilih apa mungkin hawa apa istilahnya 33:14 napasnya kurang nyaman tapi sehatlah 33:17 istilahnya gitu. 33:18 Tapi ee untuk orang penderita darah 33:22 rendah tuh seperti apa, Mas? Untuk 33:23 bawang putih kan bukannya bawang putih 33:25 itu untuk menurunkan 33:27 Iya. 33:27 tensi itu, Mas. 33:28 Tensi ya. Mungkin kalau misalnya ada apa 33:31 namanya? Keluhan darah rendah. 33:32 Heeh. ee bisa mungkin mencoba ee tanaman 33:36 ataupun apa herbal lain yang bisa 33:39 membantu meningkatkan imunitas. 33:41 Mungkin kayak tadi apa misalnya kalau 33:43 di ini kebudayaan mungkin ada beberapa 33:45 budaya yang bikin kayak jamu empon-empon 33:48 itu. Nah, itu juga bisa seperti itu 33:50 untuk 33:50 lebih inilah. Tapi memang kalau misalnya 33:53 aduh new normal ini kayaknya saya harus 33:56 membiasakan diri untuk misalnya minum 33:58 jamu misalnya yang dulunya mungkin 34:01 enggak kenal jamu dan saya juga pernah 34:03 membaca satu apa namanya ee 30 peluang 34:07 bisnis di pasca di era new normal. 34:10 Salah satunya kan adalah jamu is the new 34:12 espresso katanya. I. 34:14 Jadi jamu itu adalah menu kafe baru. 34:16 Kemungkinan nanti di kafe-kafe mungkin 34:19 akan ada jamu seperti itu. Nah, tapi 34:21 kalau seandainya tidak biasa ee ada 34:24 baiknya mungkin direset dulu atau 34:26 dilihat dulu informasinya 34:28 karena memang efek jamuum itu 34:29 masing-masing kan berbeda ya seperti 34:31 itu. Dan mungkin kalau dijabarin 34:32 satu-satu ya saya juga bukan apa namanya 34:35 kompetensinya bukan di situ. Heeh. Tapi 34:37 intinya adalah 34:38 jamu-jamuan boleh. Heeh. Dan ya misalnya 34:41 ee tadi balik lagi ya, kalau misalnya 34:43 kita mau membiasakan diri dengan jamu, 34:45 nah ada baiknya kita 34:47 ee riset dulu efeknya apa, efeknya apa, 34:49 dan mana yang lebih cocok untuk badan 34:51 kita. 34:52 Hm. Gitu kira-kira. 34:53 Nah, kalau Mas Hari sendiri 34:55 ya 34:55 sekarang selama pandemi Covid-19 ini 34:58 apa, Mas, yang dikonsumsi untuk daya 35:00 tahan tubuh? He, 35:02 kalau yang dipelah dari tanaman ya. 35:03 Iya. 35:04 Ee sekarang apa ya? Ee jadinya memang 35:07 bikin sendiri sih jabung empon-empon itu 35:09 yang dari rimpang-rimpangan itu. 35:11 Apa aja sih, Mas? 35:12 Ee sebenarnya yang tahu sih lebih tahu 35:14 istri saya yang lebih tahu. [tertawa] 35:16 Kita menikmati aja, Mas. 35:17 Menikmati aja. Ya, kadang-kadang kunyit 35:19 sama lengkuas suka tertukar mungkin 35:21 kalau [tertawa] namanya. Jadi memang 35:24 istri saya mungkin dulu cuman 35:26 konsumsinya ya kalau seandainya 35:28 iseng-iseng baru bikin. Nah, sekarang 35:30 mungkin rutin minimal itu bikin seminggu 35:33 sekali. seminggu sekali itu jadi mungkin 35:35 satu satu apa panci itu bisa diminum 35:38 untuk 3 harian 35:39 seperti itu kan tergantung nanti 35:41 dipanasin mungkin dikasih air lagi terus 35:42 nanti bisa diminum lagi gitu. 35:45 Nah, manfaat vitamin C juga mungkin bisa 35:47 membantu juga Mas ya 35:48 bisa. Nah, karena untuk vitamin C itu 35:50 karena vitamin C ini kan adalah salah 35:53 satu antioksidan yang kuat. 35:54 Iya. 35:54 Nah, jadi antioksidan yang kuat ini bisa 35:58 apa namanya? menenangkan ee badai si 36:02 Tokin. Jadi kalau misalnya saya boleh ee 36:04 review lagi atau mengulang lagi apa 36:06 beberapa materi siaran saya yang lalu. 36:10 Jadi kalau misalnya kita terpapar virus 36:13 Covid-19 itu kan ada perangkat tubuh, 36:16 perangkat imunitas tubuh namanya 36:18 sitokin. 36:18 Iya. 36:18 Nah, sitokin itu ee yang akan membasmi 36:22 virus ini. Tapi pada saat analoginya 36:24 analogi sederhana ya. Jadi pada saat si 36:26 tokin berperang dengan virus. Nah, 36:29 virusnya mati, sitokinnya juga iya, tapi 36:32 tempat mereka apa? Tempat mereka 36:34 berantem ini juga ikut rusak. 36:36 Oh. 36:37 Heeh. Jadi, misalnya kalau virusnya ada 36:39 di paru-paru, si tokinnya datang ke 36:41 paru-paru membunuh virus Covid-19, 36:44 jaringan parunya jadi ikut rusak. 36:46 Sehingga itu yang membuat gagal nafas. 36:48 Karena kan sebenarnya paru-paru itu ada 36:51 gelembung-gelembung tempat bertukarnya 36:53 oksigen sama apa sama karboioksida. 36:56 Heeh. 36:57 itu kan namanya alveulus. Nah, di 36:58 alveulus itu banyak sel-selnya yang mati 37:00 sehingga pertukaran oksigen sama CO2 ini 37:04 tidak lagi berlangsung. Jadi, itu yang 37:06 namanya gagal nafas. Nah, itu yang 37:07 kadang-kadang suka menimbulkan kematian. 37:10 Nah, fungsinya vitamin C ini adalah 37:12 mengontrol sisit tookin tadi. Jangan 37:14 sampai dia menghancurkan 37:16 sel tempat dia. Heeh. berantem dengan 37:19 virus ini. Nah, itu jadinya vitamin C 37:21 bisa untuk apa namanya ee membantu ee 37:25 kalau seandainya untuk pengobatan ya itu 37:27 mengurangi resiko sitokin storm atau 37:29 badai sitokin namanya. Jadi bisa di apa 37:32 bisa dikonsumsi juga vitamin C. 37:34 Oke, baik terima kasih Mas. 37:36 Nah, ini sudah ada penelepon yang masuk 37:38 Mas. Kita coba angkat dulu Mas. 37:40 Baik kita angkat dulu penelepon yang 37:42 masuk di siang hari ini. Asalamualaikum 37:44 warahmatullahi wabarakatuh. 37:45 Waalaikumsalam, Mas Aris. Waalaikumsalam 37:47 wabarakatuh. Baik. Dari Bapak siapa? Di 37:49 mana, Pak? Mas ya. 37:51 Dari Bapak siapa, Pak? 37:52 Dari Hari di Jatinegara nih, Mas. 37:54 Oh, hari 37:56 mau tanya ini ada kaitannya enggak 37:59 dengan golongan darah yang lebih ini 38:02 gitu loh. Katanya ada kalau golongan 38:05 darah tertentu gitu Corona itu ada ini 38:08 gitu loh, Mas Aris. 38:09 Oh, ada yang lebih parah ya di 38:11 Heeh. yang yang dia enggak ini enggak 38:13 bisa masuk gitu loh. Dari saya Mas Aris. 38:16 Asalamualaikum. 38:17 Waalaikumsalamumsalam warahmatullah 38:18 wabarakatuh. 38:19 Langsung dijawab aja deh. 38:20 Silakan 38:21 ya. Kalau untuk ee antara hubungan 38:24 golongan darah dengan infeksi 38:26 coronavirus Covid-19 ini saya belum 38:30 sebenarnya jujur saya belum mendengarnya 38:32 justru isu-isu seperti ini ya. I. 38:34 Tapi yang saya tahu adalah ee jika 38:37 glukosa atau gula darah dalam badan kita 38:40 berlebihan, terus kemudian kita terpapar 38:42 corona, nah ada kemungkinan kita akan 38:44 mengalami ee apa namanya? Sakit yang 38:47 parah. Hm. Seperti itu. Jadi ee tidak 38:50 peduli apapun golongannya. Boleh A, 38:52 boleh B, boleh O, ataupun AB. Kalau 38:56 misalnya di situ kita mengalami apa 38:58 namanya ee 39:00 diabetes. 39:01 Nah, itu bisa jadi kita akan apa 39:03 namanya? terpapar. 39:04 Terpapar. Terus kemudian pada saat 39:06 terpapar itu tadi kita mengalami gejala 39:09 yang buruk. Jadi gejala buruk itu 39:11 biasanya ee sesak napas. Sesak napas 39:14 yang berat. Jadi kita harus dirawat di 39:17 apa? Di UGD. 39:18 Terus mungkin yang menggunakan 39:19 ventilator. Nah, itu 39:21 ee adalah 39:23 apa namanya? Ee diabetes tadi itu bisa 39:26 mempermerah kondisi orang yang 39:28 terinfeksi COVID-19. Jadi tidak 39:30 sebenarnya COVID-19 ini yang saya tahu 39:33 tidak mengenal ras, tidak mengenal apa 39:36 ee suku, terus kemudian tidak mengenal 39:38 kulit, mau putih, mau hitam 39:40 atau saw matang dan tidak mengenal 39:42 golongan darah juga kalau saya menurut 39:44 saya pribadi. 39:45 Jadi intinya adalah 39:46 ee kalau kita mau apa ee aman atau 39:50 istilahnya mencegah COVID-19 ya kita 39:53 harus menjaga imunitas. Jadi apa tidak 39:57 peduli golongan darah A B atau O atau 40:00 AB. 40:00 Jadi seperti itulah kira-kira kalau dari 40:02 zaman dari saya. 40:03 Oke. Baik. Terima kasih ee Mas Haris dan 40:06 juga Mas Hari yang telah memberikan 40:08 pertanyaan ya Mas Hari di Jatinegara. 40:11 Baik. Ee Mas Haris. 40:12 Heeh. 40:13 Ee 40:15 apakah corona Covid-19 ini, Mas, hanya 40:18 mempengaruhi orang yang lebih tua, Mas? 40:20 Karena katanya orang tua tuh lebih 40:22 rentan, Mas, resikonya untuk terpapar 40:25 COVID. 40:25 Covid-19, ya. Jadi, ee sebenarnya memang 40:29 ee fakta di lapangan ee banyak yang 40:32 melaporkan bahwa 40:35 jadi gini ee kalau kita apa membuat 40:37 Corona virus ini ibaratkan kayak kue ya. 40:40 Nah, jadi kue itu kan dibagi-bagi ada 40:42 bagian besar, ada bagian kecil. 40:44 Nah, 40:44 sebagian kecil itu akan mengalami gejala 40:48 berat. Jadi misalnya yang mungkin harus 40:51 dirawat di apa UGD terus mungkin 40:53 menggunakan ventilator atau bahkan ee 40:55 apa namanya ee pokoknya gejalannya 40:58 beratlah itu sebagian kecil. Jadi 41:00 sekitar 41:01 ada sekitar 20%-annya memang dari 20% 41:04 ini memang banyak terdiri dari 41:07 orang-orang yang sudah usia sebenarnya 41:08 bukan usia lanjut ya tapi usia di atas 41:11 45 atau di atas 40 tahun. He. 41:14 Karena sebenarnya ini adalah ee 41:16 berkaitan dengan begini di atas usia 40 41:20 atau begitu usia 40 tahun ke atas itu 41:23 kan mulai ada penyakit-penyakit 41:24 degeneratif ya. 41:25 Salah satunya mungkin diabetes satu yang 41:27 gula darahnya tinggi. Terus yang kedua 41:29 adalah mungkin sudahud mulai terjangkit 41:32 penyakit jantung coroner ya mungkin. 41:34 Terus kemudian ada juga tekanan darah 41:36 tinggi. Nah, itu adalah ee penyakit yang 41:39 sebenarnya begitu kita punya penyakit 41:42 tersebut terus kemudian kita terpapar 41:44 virusnya, terinfeksi atau tertular. Nah, 41:47 bayangkan ya misalnya kalau misalnya 41:49 saya misalnya saya ee adalah ee seorang 41:53 individu yang memiliki tekanan darah 41:56 tinggi terus jadi saya duduk begini aja 41:59 tekanan darah saya tinggi terus kemudian 42:01 saya terpapar virus dan kemudian saya 42:03 harus napasnya harus apa ee ngos-ngosan 42:06 dan segala macam. Otomatis kan 42:08 yang sudah tinggi akan makin meningkat. 42:10 [berdehem] 42:10 Nah, tekanan darah yang sangat tinggi 42:11 itu bisa menimbulkan kematian berisiko 42:13 kematian. He. 42:14 Jadi memang ee untuk orang tua memang 42:18 risiko 42:20 mengalami gejala buruknya sangat tinggi 42:22 sekali, tapi juga tidak menutup 42:24 kemungkinan 42:25 pemuda. 42:26 Yang muda juga. Jadi kalau yang muda itu 42:28 selama yang muda memiliki misalnya 42:30 penyakit diabetes, penyakit diabetes 42:31 misalnya, karena kan sekarang diabetes 42:33 itu tidak harus dialami oleh orang-orang 42:36 yang sudah tua. 42:37 Sekarang mungkin karena lifestyle-nya 42:38 mungkin 42:39 ee apa-apa minuman manis. Iya. 42:42 Terus kemudian ya minuman manis itu 42:43 sudah hampir 100% lah. He. 42:45 Dan bahkan mungkin ada beberapa minuman 42:47 yang lebih murah daripada air putih 42:50 ya, air mineral. Nah, itu juga bisa 42:52 menyebabkan apa namanya kondisi diabetes 42:53 di usia dini. He. 42:55 Nah, ee individu yang mengalami salah 42:58 satunya misalnya kayak diabetes di usia 42:59 dini ini kalau sudah terinfeksi oleh 43:01 COVID-19 ya gejala buruknya hampir sama 43:05 seperti yang dialami oleh yang sudah apa 43:08 namanya usia yang sudah cukup senior 43:09 tadi. Jadi intinya adalah memang benar 43:13 ee orang tua banyak yang mengalami kalau 43:16 seandainya orang tua terpapar COVID-19 43:18 memang banyak mengalami apa gejala buruk 43:21 dikarenakan faktor ee itunya aging-nya 43:26 atau penuaannya 43:27 seperti itu 43:28 ya. Karena daya tahan tubuhnya juga Mas 43:29 ya. 43:30 Iya. Daya tahan tubuhnya menurun. Terus 43:31 kemudian pokoknya kan kalau usia sudah 43:34 cukup senior kan fungsinya semua sudah 43:36 menurun ya. baik imunitas, terus 43:38 kemudian baik kinerja organ dalam segala 43:40 macam. Nah, itu pasti akan turun 43:42 seperti itu. 43:43 Jadi bukan berarti yang anak muda juga 43:45 jadi aman-aman aja ya, Mas ya. 43:46 Iya. Jadi jangan misalnya, "Wah, saya 43:48 masih muda 43:49 dan tubuhnya masih bagus misalnya 43:50 masih bagus terus kemudian apa nongkrong 43:52 lagi terus kemudian apa namanya PHBS-nya 43:55 atau perilaku hidup bersih dan sehatnya 43:57 tidak diperhatikan ya enggak jaminan 43:59 juga 43:59 karena kita enggak tahu nih di dalam 44:01 tubuh kita ini sudah ada 44:03 apa, penyakit apa yang ada di sana gitu. 44:06 Jadi intinya tetaplah harus kita waspada 44:08 walaupun PSBB dilonggarkan lah gitu. 44:10 [tertawa] 44:11 I. [terkesiap] 44:12 Baik, terima kasih Mas. Nah, ee kita 44:15 lanjutkan ya, Mas. Saya ingin bertanya 44:17 ee 44:19 kalau saya dapat menahan ee napas nih, 44:22 Mas, selama 10 detik tanpa batuk, 44:24 nah apakah itu berarti saya tidak 44:26 memiliki Coronavus, Mas, atau COVID-19 44:29 ini? 44:29 Iya. Nah, ini saya juga ini saya juga 44:32 menerima 44:33 menerima ini populer banget apa pesan 44:36 berantai ini di WhatsApp ya dan WhatsApp 44:39 terus kemudian mungkin ada di sosial 44:40 media lain 44:41 yang menyatakan bahwa coba ee Anda tahan 44:44 napas 10 detik kalau tidak 44:46 terbatuk-batuk 44:48 ee ada kemungkinan Anda aman. Jadi 44:50 sebenarnya ee ini jauh dari jauh dari 44:54 fakta ya. Jadi sebenar Heeh. Jadi kalau 44:56 untuk mendiagnosa kita terpapar COVID 44:59 COVID-19 atau tidak memang harus lewat 45:03 ee tes laboratoriumnya atau tes PCR 45:06 ataupun apa rapid test. Jadi kalau kita 45:08 ngetes cuman tahan napas 10 detik ee itu 45:11 tidak valid. 45:12 Heeh. 45:13 Heeh. Jadi sebenarnya tahan napas 10 45:14 detik itu adalah bentuk dari latihan 45:16 nafas. Jadi kan misalnya kalau ee yang 45:20 saya tahu ya yang saya tahu yang saya 45:21 temukan juga dari beberapa seminar ee 45:24 online fisioterapi ee fisioterapi di 45:27 kardio pulmonal itu menyatakan bahwa ee 45:31 untuk apa melatih orang yang ee 45:35 ngap-ngap ngos-ngosan itu salah satunya 45:37 dengan latihan tahan napas. Jadi itu 45:40 sebenarnya bentuk latihan bukan bentuk 45:41 tes. Kalau mau ngetes apa ee coronavirus 45:44 gold standarnya saat ini adalah tes PCR 45:47 atau rapid test tadi. 45:48 Nah, betul sekali. 45:50 Iya. 45:50 He. Jadi ditesand itu ya. Heeh. 45:54 Negatif atau positif ya. 45:56 Baik kita sudah ada penelepon yang masuk 45:58 Mas Hari kita aku. Asalamualaikum 46:00 warahmatullahi wabarakatuh. 46:01 Ya. Waalaikumsalam. 46:02 Dari Ibu siapa? Di mana, Ibu? 46:04 Saya Ibu Hanung. 46:06 Ibu Hani. 46:07 Hanung. 46:08 Ibu Hanung ya. 46:10 Di mana, Ibu? 46:12 Iya, ini ee Dok, saya e asalamualaikum, 46:14 Dok. Saya 46:15 Waalaikumsalam. 46:16 Eh, ini kan anak saya kan baru pulang 46:20 dari pesantren gitu ya. Terus dia kan ee 46:23 udah rumah. 46:24 Nah, selama di rumah ini ee enggak sih. 46:28 Jadi dia tuh suka ada rasa sesek napas 46:30 gitu. 46:31 Heeh. 46:32 Nah, aku tuh saya bawa bawa ke dokter 46:34 takut gitu tapi enggak ada gejala batuk 46:36 tidak ketu apa-apa. 46:37 Heeh. He. 46:37 Cuma saya sendiri dulunya waktu masih 46:41 kecil tuh punya riwayat ada ass. Nah, 46:44 iya 46:45 saya tuh ee apa karena dia juga ada 46:48 resistance ee turunan dari saya ada 46:51 asmanya atau gimana? Saya mau periksa 46:53 tapi saya enggak berani dokter gitu loh, 46:55 Dok. 46:55 He. Tapi Iya. Sudah berapa ini apa 46:58 kejadian maksudnya ee sepulang dari 47:01 pesantren itu sampai sekarang sudah 47:02 berapa hari, Ibu? 47:04 Kalau kalau saya di rumah sih saya 47:06 bilang, "Kak, kalau di pesantren suka 47:08 kayak gini." 47:09 Heeh. 47:09 Kan di sana sejuk, Pak. Di di sana 47:12 pesantrenya di Kuningan gitu, di Gunung 47:14 Terumai. 47:15 Kata dia sih enggak pernah gitu karena 47:17 banyak hawa itu kan. Jadi 47:19 ee kadang-kadang pernah kalau kecapekan 47:22 saya perhatiin kalau dia bajunya basah 47:24 terus ee agak kecapekan gitu ya, agak 47:28 nyestek gitu ee rapatnya. 47:30 Iya. Ee ee 47:31 gimana? 47:32 Iya. Jadi ee kan hanya sesak napas ya Bu 47:34 ya, batuk tidak ada batu-batu kering ya, 47:36 Bu ya? 47:37 Enggak ada batu kering. 47:37 Tidak ada batu kering. Heeh. Terus 47:38 kemudian demam juga enggak ada ya? 47:40 Enggak ada Dok. 47:41 Oke ya. Baik 47:43 baik terima kasih, Bu Hanung. 47:45 Iya. Sama-sama. 47:46 Iya. 47:47 Asalamualaikum. 47:47 Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakat. 47:49 Silakan, Mas. 47:49 Iya. Jadi langsung saya jawab aja, Bu 47:51 Anung. Kalau hanya sesek napas memang 47:53 ini ee pertanyaan besar karena mungkin 47:55 kan sebenarnya ya jangankan sesek napas, 47:57 bersin aja kadang-kadang kita dibilang 47:59 aduh jangan-jangan ketularan nih apa 48:02 jangan-jangan terpapar COVID-19. Jadi 48:04 memang kalau untuk asma sendiri bisa di 48:07 bisa diturunkan. Jadi memang asma itu 48:09 adalah sebenarnya adalah kondisi atau 48:11 ciri khas atau karakteristik seseorang. 48:13 Sama dengan kayak diabetes. Ee jadi 48:15 diabetes juga bisa diturunkan ee dari 48:18 ibu ke anaknya. anak laki-laki katanya 48:21 ada katanya teorinya menyilang. Jadi 48:23 dari ibu ke anak laki-laki, dari ayah 48:25 dengan anak perempuan. Nah, begitu juga 48:28 dengan asma bisa diturunkan juga seperti 48:30 itu. Dan tadi kan Ibu Hanung juga bilang 48:32 kalau diperhatiin kalau bajunya basah 48:34 itu ee memicu ya memicu sesak napas. 48:38 Jadi sesak napas itu atau asma memang 48:40 bisa terpicu oleh berbanyak hal. pertama 48:42 bisa karena suhu. Nah, suhu itu pertama 48:45 suhu itu kan kalau misalnya kita dulu 48:48 belajar fisika ya. Jadi ada kalau 48:50 misalnya kena panas benda itu akan 48:52 mengembang atau memuai. Kalau kena 48:54 dingin benda akan menciut istilahnya 48:57 atau apa namanya ee ee kontriksi 49:02 jadi seperti itu. Nah, jadi kalau pada 49:04 saat ee udara dingin terus kemudian 49:07 mungkin basah ya basah terus kemena 49:08 angin kan dingin banget itu 49:10 apalagi daerah Kuningan lagi katanya ya. 49:13 Nah, jadi ee membuat saluran napas semua 49:16 saluran di tubuh itu apa namanya menciut 49:19 atau mengecil diameternya. He. 49:21 Nah, pada saat mengecil itu otomatis ya 49:24 narik napasnya akan berat karena 49:25 mengecil, karena menyempitlah istilahnya 49:27 seperti itu. 49:29 Nah, jadinya makanya tadi ee kalau hanya 49:32 untuk sesek napas saja tidak di apa 49:35 namanya? Tidak dibarengi dengan batu 49:36 kering dan demam dan terus kemudian 14 49:39 hari juga masih aman-aman saja ya 49:42 insyaallah insyaallah tidak masalah. 49:44 Cuman kalau memang untuk mau apa namanya 49:48 memastikan lagi ya paling tidak ada ini 49:51 apa namanya ee dicoba lagi. Kalau untuk 49:54 rapid test itu dia harus kalau enggak 49:57 salah dua kali. 49:58 Oke. Y 49:58 di hari kalau enggak salah ya nanti 50:01 kalau ada di hari ketiga sama di hari ke 50:03 tujuh apa ke-elapan kalau enggak salah. 50:05 Jadi rapid dua kali. 50:06 Tapi kalau mau lebih akuratnya PCR tadi 50:09 PCR ya. He. Tapi mungkin karena ya saya 50:11 memaklumin kan saat ini di rumah sakit 50:14 itu ee orang-orang momoknya jadi aduh 50:17 saya khawatir kalau misalnya ke rumah 50:18 sakit jadi harus ditahan-tahan seperti 50:20 itu. 50:21 Jadi intinya kalau misalnya tadi kalau 50:23 cuman 50:24 apa namanya ee 50:26 sesak napas, nah ada baiknya mau 50:29 misalnya aduh mau ngetes juga masih 50:32 takut 50:32 takut yaudah sekarang eliminasi atau 50:35 coba diperhatikan sesak napasnya kenapa. 50:37 Kalau misalnya karena dingin, ya sudah 50:38 berarti AC-nya mungkin dikurangin dulu. 50:41 Terus mungkin lebih banyak aktivitas apa 50:44 namanya di apa outdoor atau misalnya 50:46 yang terpapar matahari. 50:48 Terus kemudian kalau jadi kita harus 50:50 lihat dulu sesak napasnya kenapa itu 50:52 dieliminasi. 50:53 Jadi biar sesak napasnya itu jarang 50:55 terjadi. 50:56 Nah, itu bisa dilakukanlah apa namanya 51:00 ee solusi yang demikian. 51:01 Betul. Baik, terima kasih ee Mas Haris 51:05 dan juga Ibu Hanung ya. Semoga terjawab. 51:08 Baik, Mas Haris. Kita rehat senyelek 51:09 lagi. 51:10 Dan tentunya ikhwan akhwat, kami masih 51:12 mengundang bagi ikhwan akhwat yang 51:14 ingin berinteraktif bisa langsung saja 51:16 di line telepon di 0218451512 51:19 untuk line telepon dan untuk line 51:20 WhatsApp-nya di 0811999720. 51:24 Nah, untuk ikhwan Ahwat yang ingin 51:26 mencatat nomor teleponnya Mas Haris 51:29 untuk berkonsultasi bisa langsungnya di 51:31 0878 51:33 8166287. 51:37 Untuk alamat praktiknya ada di ee 51:42 Klinik Fisioterapi Mandiri Apotk Medika, 51:46 Jalan Duta Indah Raya, Jatimakur, Pondok 51:50 Gede dan juga ada di Mega Bekasi 51:52 Hypermall 51:54 2 Bekasi Barat. Ini udah berjalan semua, 51:57 Mas, ya? 51:58 Ee yang 52:01 tes ya yang satu 52:03 yang di Mega Bekasi masih dalam proses 52:05 pembukaan. 52:05 Oh, proses pembukaan. Jadi masih masih 52:07 yang operasional yang di Pondok Gede 52:09 yang di SMA Medika. Nah, ini untuk 52:11 Protapnya gimana, Mas? Untuk di klinik 52:13 nih, Mas mungkin ada pendengar yang agak 52:16 ini juga. [tertawa] 52:17 Iya. Jadi nanti ee jangan khawatir 52:18 memang kita membatasi pertama membatasi 52:21 apa namanya menerima pasien 52:23 ee tidak ee kalau bisa apa dan dari 52:26 sekarang dari yang memang sudah dari 52:27 lalu sih memang kita me 52:29 apa mengaplikasikan protokol via apa 52:33 namanya perjanjian terlebih dahulu 52:35 sehingga kalau misalnya memang mau 52:37 datang jadi pasien langsung datang 52:38 langsung kita tanganin jadi kita 52:40 menghindari pasien mengantri 52:42 ee terus yang kemudian yang nomor dua 52:44 adalah sebelum datang mungkin nanti kita 52:46 akan ee ee memberikan form ini dulu apa 52:49 namanya ee yang bisa diisi oleh Bapak 52:51 dan Ibu-ibu sekalian. Jadi untuk apa 52:53 formnya tentang istilahnya ya kegiatan 52:55 hari inilah. 52:56 Oke. 52:56 Nah, jadi biar kita pastikan Bapak dan 52:58 Ibu datang ke klinik juga sehat seperti 53:01 itu karena kan kita enggak mau terjadi 53:04 sesuatu hal ya dan pastinya juga ee 53:06 protokol kesehatan juga sudah 53:07 diaplikasikan di klinik. 53:09 Oke. Baik. Pokoknya tadi tinggal 53:11 WhatsApp aja Mas ya ke nomor Mas. Iya. 53:13 Untuk perjanjian dan sebagainya. 53:15 Iya. Baik ikhwan akhwat kami rasin 53:17 tentunya ikhwan akhwat jangan ke 53:19 mana-mana kami akan segera kembali nanti 53:21 akan membahas di ee pembahasan 53:24 selanjutnya tentunya ikhwan akhwat tetap 53:26 di radio silaturahim untuk Islam [musik] 53:40 berasil [musik] 53:47 Sultraim untuk Islam yang satu. Ikhwan 53:50 akhwat para pendengar Radio Sultraim di 53:51 mana pun Anda berada. Terima kasih Anda 53:54 masih mendengarkan AM 720 untuk Islam 53:57 yang satu dan acara ini dir-elay juga di 54:01 radio daerah. ada yang berada di Batam 54:04 dan juga dapat didengarkan melalui Radio 54:06 SEL FM dan ada di Johor, Malaysia juga 54:09 bisa didengarkan dan juga yang di 54:10 Singapura juga ee bisa mendengarkan dan 54:14 juga yang berada di Pontianak, Sukabumi 54:17 ee dan juga berada di Banyuwangi, Jogja 54:20 dan Semarang dan juga yang berada di 54:23 Semarang dan yang berada yang lainnya 54:27 juga ya. Banyak sekali radio silaturahim 54:29 ini, Mas. Masyaallah luar biasa sekali. 54:31 Baik, ee kita lanjutkan kembali Mas di 54:35 pertanyaan yang masuk melalui WhatsApp 54:37 ini, Mas, dari Ibu Tiaga tidak 54:39 menyebutkan lokasinya. Asalamualaikum 54:41 warahmatullahi wabarakatuh. 54:42 Waalaikumsalam. 54:43 Ee maaf mau bertanya mengenai OTG yaitu 54:47 berapa lama atau berapa hari dari sejak 54:49 ditetapkan OTG sampai benar-benar 54:53 seseorang tersebut negatif? Apa apa bisa 54:55 seorang OTG menularkan kepada yang lain? 54:58 Terima kasih, Mas. 54:59 Iya. ee untuk mengenali OTG ya, OTG ya, 55:03 orang tanpa gejala. Jadi sebenarnya ini 55:04 adalah 55:05 ee salah satu komponen dari apa namanya 55:08 ee para atau individu-individu yang 55:12 terpapar sebenarnya. Tapi 55:14 sering luput sering luput dari 55:16 pembahasan. Jadi sebenarnya orang tanpa 55:18 gejala statusnya mah harus berapa lama 55:20 nih meng apa menyandang status orang 55:22 tanpa gejala ya. 55:23 Iya. Jadi kan kalau misalnya positif, 55:26 ada yang positif, ada yang tanpa gejala, 55:29 ada positif yang gejalanya ringan 55:31 mungkin cuman ya apa demam sedikit, 55:33 batuk-batuk dikit. Ada juga yang apa 55:36 positif dengan gejala berat. Nah, ee OTG 55:39 ini juga cukup banyak. Jadi kalau untuk 55:41 OTG sendiri yang saya ketahui ya, 55:43 protokolnya tetap ee dalam 14 hari ke 55:47 depan harus dites ulang. Jadi, jadi 55:50 untuk melepas atau misalnya menyatakan 55:52 bahwa kita masih berstatus OTG atau 55:54 tidak 55:55 itu tetap ada harus ada tesnya lagi. 55:57 Tes apa namanya ya? Mungkin PCR yang 55:59 lebih-lebih ini atau tes atau swap test 56:01 ya. 56:02 Swap test itu yang lebih apa? Lebih 56:03 akurat. 56:04 Jadi itu ee yang setahu saya protokolnya 56:08 tetap harus di 14 hari ke depan. He. 56:10 Terus kemudian kalau seandainya apakah 56:11 OTG bisa menularkan? 56:14 Jadi ee sebenarnya kalau udah positif 56:16 pos apa positif COVID-19 dan tanpa 56:19 gejala karena sudah positif tetap bisa 56:21 meneluarkan 56:23 tetap bisa meneluarkan lewat mungkin 56:25 ngobrol seperti ini mungkin saya ada 56:26 yang percikan air liur 56:29 terus kemudian mungkin apa namanya ee 56:32 ya ada bersinnya walaupun sebenarnya 56:33 kalau bersin di orang-orang OTG ini 56:36 kemungkinan frekuensi bersinnya juga 56:38 minimal sebenarnya ya tapi ya tidak 56:40 menutup kemungkinan ada bersin sesekali 56:42 atau dua kali dan itu juga bisa apa 56:45 namanya menularkan dan ini yang 56:47 sebenarnya ee yang media yang 56:50 terselubung sebenarnya. Jadi OTG ini 56:52 yang sebenarnya bukan ya bukan harus di 56:55 ya harus diwaspadai 56:57 ee karena dia tidak ketahuan. Karena 56:59 kalau misalnya orang yang bersin kan 57:00 otomatis ee harus ini menjaga diri 57:04 mungkin dia harus menutup apa mulutnya 57:07 apa segala macam dengan masker. 57:09 Nah, kalau OTG ini kan dia kayak 57:11 orang-orang sehat-sehat aja. He. 57:12 Jadi sebenarnya OTG ini adalah mungkin 57:14 orang yang terpapar Corona virus 57:16 Covid-19 tapi imunitasnya bagus. 57:19 Imunitasnya bagus. 57:20 Namun bisa menularkan Mas ya 57:22 tetap bisa menularkan karena memang apa 57:24 namanya lewat droplet tadi. Droplet atau 57:26 percikan 57:27 drop 57:27 baik percikan dari bersin ataupun dari 57:30 mulut. Jadi intinya tetap bisa 57:32 menularkan dan kalau untuk melepas atau 57:34 misalnya apa memastikan ee status OTG 57:37 ini harus berapa hari ya tetap harus ada 57:39 tes untuk apa namanya ee 57:43 tes untuk mengevaluasinya seperti itu. 57:46 Dan juga kita enggak tahu maksud ya ee 57:48 teman atau saudara juga itu apakah 57:50 terpapar atau enggak kan karena namanya 57:53 OTG orang tanpa gejala Mas ya. 57:55 Iya. orang tanpa gejala jadi enggak 57:56 enggak kelihatan dari luar itu seperti 57:59 sehat-sehat saja. 58:00 Iya. Makanya kita diperintahkan Masnya 58:02 sudah harus memulakan masker ketika kita 58:06 keluar gitu, Mas ya. Atau kita 58:07 berinteraksi seperti itu, Mas ya. 58:09 Benar. Iya. 58:09 Masyaallah ya. Semoga kita dijauhkan ya, 58:12 Mas ya, dari penyakit ee virus corona 58:15 ini. 58:15 Amin. 58:16 Amin. Nah, Mas ee dari pertanyaan yang 58:19 saya sampaikan Mas, apakah kita bisa 58:23 sembuh, Mas, dari Corona virus ini, Mas? 58:25 Karena ada yang mengatakan ee orang yang 58:28 sudah terpapar corona bisa sembuh, namun 58:31 ada berapa persen dia bisa terpapar lagi 58:34 seperti itu, Mas. 58:35 Iya. Jadi ee kalau apa yang saya pernah 58:39 saya baca H 58:40 artikel. Jadi ada artikel waktu itu 58:42 kalau enggak salah terjadi di Korea 58:44 Selatan. 58:44 Oke. 58:45 Jadi ada apa namanya dan mungkin di 58:47 Indonesia juga pernah ada 58:49 Heeh. 58:49 Ada angka apa ada kasus kedua. Jadi 58:52 orangnya sudah sembuh. 58:53 Heeh. 58:54 Terus kemudian ter apa namanya? ee 58:56 tertular lagi itu bisa terjadi. Karena 58:59 sebenarnya kalau kita merunut pada 59:02 ininya ya apa ee struktur virusnya ini 59:04 kan struktur virus flu sebenarnya ya. 59:07 Jadi dia apa flu yang apa bermutasi. 59:10 Nah, kalau pada dasarnya flu itu kita 59:12 bisa kena berulang-ulang. Jadi mungkin 59:15 saya ee flu apa saya kena flu mungkin 59:18 sekitar 3 bulan yang lalu. 59:19 Oke. 59:20 Nah, tidak menutup kemungkinan di 59:21 bulan-bulan berikutnya mungkin saya juga 59:23 akan ter ini lagi apa namanya? terpapar 59:26 lagi ya, 59:26 terpapar lagi atau ee tertular lagi. 59:28 Oke. 59:29 Jadi ee sebenar tapi mungkin pada saat 59:31 kita tertular mungkin sudah ada 59:33 perangkat tubuh yang sudah mengenal. 59:35 Jadi istilahnya kayak 59:37 inilah apa namanya? 59:39 Heeh. Ngeddetect dan badan ini sudah 59:40 belajar, 59:41 sudah belajar. Oh, ini 59:42 kemasukan lagi nih. Tapi kita sudah 59:44 pernah sudah pernah mengatasi hal ini. 59:47 Nah, jadi tubuh mungkin adaptasinya 59:48 lebih cepat 59:49 dan apa namanya? Nah, ada juga yang 59:51 bilang ya mungkin kasus kedua bisa lebih 59:54 ringan tapi bisa juga lebih berat. Itu 59:56 juga tergantung dari imunitas kita juga. 59:57 He. 59:58 Nah, kalau untuk sembuh pasti bisa dan 1:00:00 tertular kemungkinan bisa juga 1:00:02 tergantung dari imunitasnya juga. 1:00:04 Imunitas kita ya. 1:00:05 Heeh. 1:00:06 Jadi kita harus bisa memperkuat daya 1:00:08 tahan tubuh kita juga, Mas. Ya. 1:00:09 Daya tahan tubuh. Iya. 1:00:10 Baik. Nah, sekarang nih ee saya kalau 1:00:15 pulang ke rumah, Mas. 1:00:16 Heeh. 1:00:16 Kalau untuk wilayah kompleks saya ini, 1:00:17 Mas. Ini sebelum masuk ke rumah nih 1:00:19 harus dites dulu, Mas. pakai termogan 1:00:21 tuh, Mas. Ini lagi ramai nih, Mas, untuk 1:00:22 ngecek 1:00:23 suhu tubuh kita. 1:00:24 Benar. 1:00:25 Nah, untuk apa termometer scanner ini, 1:00:28 Mas, yang digital efektif enggak sih, 1:00:30 Mas, dalam mendeteksi orang yang 1:00:32 terinfeksi Corona virus ini, Mas? 1:00:34 Iya. Kalau untuk termogan atau 1:00:37 termometer digital yang scanner tadi 1:00:40 sebenarnya hanya fungsinya ya tetap 1:00:42 hanya men-scan suhu tubuh. Heeh. 1:00:44 Jadi kalau misalnya suhu tubuhnya apa ee 1:00:48 masuk kategori demam, nah itu berarti 1:00:51 otomatis dia kalau misalnya masuk ke 1:00:54 gedung perkantoran misalnya ya, berarti 1:00:56 dia harus masuk ke 1:00:57 apa namanya? Ke ruang kesehatannya dulu. 1:01:00 Kemungkinan mungkin habis itu baru apa 1:01:02 di screening lah istilnya ditanya-tanya 1:01:04 sama petugas apa kesehatannya. Jadi 1:01:07 intinya adalah kalau untuk memprediksi 1:01:10 COVID-19 spesifik ke COVID-19 1:01:13 saya rasa enggak bisa. 1:01:14 Enggak bisa. Jadi memang fungsinya hanya 1:01:16 untuk mengukur suhu badan. 1:01:18 Tapi kalau seandainya 1:01:20 apa namanya ee terpapar COVID-19 kan ada 1:01:24 salah satu gejalanya adalah demam. 1:01:25 Heeh. 1:01:26 Nah, demam tinggi. Nah, pada saat demam 1:01:27 itu otomatis kan suhu badan meningkat. 1:01:29 Nah, itu yang bisa di-scan oleh 1:01:31 termogannya tadi. 1:01:33 Jadi, intinya adalah ee termogan ini 1:01:35 adalah fungsinya untuk men-screening 1:01:38 orang-orang. Jadi, kalau misalnya demam, 1:01:39 ya sudah kalau bisa pulang dulu atau 1:01:42 istilahnya jangan jangan Islam mandiri 1:01:44 duluah. He 1:01:45 ya, harapannya jangan sampai kena COVID. 1:01:47 Tapi intinya kalaupun seandainya kita 1:01:49 kena demam biasa terus kemudian kita 1:01:52 memaksakan bekerja ataupun beraktivitas 1:01:54 kan pasti efeknya juga bisa membahayakan 1:01:56 diri sendiri. Jadi intinya sebenarnya 1:01:58 tetap hanya men-scan suhu tubuh saja, 1:02:01 tapi tidak bisa memprediksikan oh ini 3 1:02:04 apa misalnya 38 apa 39 ini COVID-19 ya. 1:02:08 Nah, itu ya enggak bisa. [tertawa] 1:02:10 Tetap hanya fungsinya suhu tubuh aja, 1:02:12 Kang. 1:02:12 Oke. Baik. Jadi, kita membaca suhu tubuh 1:02:15 manusia dulu, Mas ya. 1:02:16 Iya, benar. 1:02:16 Untuk langkah awalnya dulu, Mas, ya. 1:02:18 Kita pengin tahu. 1:02:19 Nah, Mas kita melanjutkan nih, Mas, di 1:02:22 pembahasan kita nih, Mas. Tadi kan kita 1:02:24 sudah membahas fakta dan mitos seputar 1:02:26 penularan dan penanganan COVID-19 nih, 1:02:28 Mas. 1:02:28 Iya. 1:02:29 Nah, ini fakta dan mitos manajemen 1:02:32 COVID-19 ini, Mas. Seperti apa, Mas? 1:02:33 Iya. Jadi untuk yang fakta dan mitos 1:02:38 untuk manajemennya ya. Jadi misalnya 1:02:39 tadi kan 1:02:40 ee seputar yang umum-um saja. Jadi ini 1:02:42 soalnya kalau misalnya kena misalnya 1:02:44 pada saat apa tertular COVID-19 ya. Jadi 1:02:47 ee 1:02:50 apa yang bikin masyarakat ini apa 1:02:53 namanya ketakutan adalah kena 1:02:56 coronavirus itu pasti sakitnya berat. 1:02:59 Kena coronavirus pasti apa kemungkinan 1:03:01 besar meninggalnya ini apa ee tinggi 1:03:04 misalnya 1:03:05 tinggi. 1:03:05 Ee sebenarnya ya kalau untuk enggak bisa 1:03:08 dirata-ratakan demikian juga enggak bisa 1:03:10 dirata-ratakan. Jadi ee seperti yang 1:03:12 saya bilang tadi, positif corona itu ada 1:03:15 tiga bagian. Positif corona dengan tanpa 1:03:18 gejala. Jadi biasa-biasa saja. 1:03:20 Positif corona dengan gejala ringan. 1:03:22 Jadi misalnya kayak apa namanya ya? 1:03:24 Cuman demam-demam sedikit badan enggak 1:03:25 enak apa badan enggak enak pegal-pegal 1:03:27 terus kemudian batu kering sama sesek 1:03:30 napas sedikit. Nah, itu gejala yang 1:03:32 ringan. Nah, ada juga yang gejala yang 1:03:34 berat. Nah, gejala berat ini sebenarnya 1:03:36 kalau secara dihitung dari apa namanya 1:03:39 statistik itu paling banyak sekitar 1:03:42 20%-nya dari seluruh kasus. Sebagai 1:03:45 contoh misalnya kita ambillah ee kasus 1:03:47 yang meninggal di Indonesia. 1:03:50 He. 1:03:50 Nah, dibandingkan dengan ee total. Jadi, 1:03:53 kan kalau enggak salah yang tadi 1:03:55 disebutkan oleh Kang Anis 1:03:56 Heeh. 1:03:57 yang ee paling apa up to date itu 1:04:00 sekitar R30.000. He. 1:04:01 Terus yang meninggal itu sekitar belum 1:04:03 sampai 2.000. Iya, 1:04:04 belum sampai 2000 berarti kan masih ee 1:04:07 di bawah 10%. He. 1:04:08 Jadi intinya sebenarnya adalah kalaupun 1:04:11 sebenarnya tertular COVID-19 itu belum 1:04:14 tentu sakitnya parah dan belum tentu 1:04:17 juga apa namanya apa beresiko meninggal. 1:04:20 Walaupun sebenarnya kalau ajal ya memang 1:04:22 rahasia Allah ya. Ya, takdir juga 1:04:24 seperti itu. Tapi intinya adalah 1:04:26 kalau bisa juga jangan tertular. He. 1:04:28 Tapi intinya walaupun tertular jangan 1:04:29 sampai kita apa namanya? Ee 1:04:33 pertama jangan dikucilkan. 1:04:35 Jangan dikucilkan. Ini ser 1:04:36 itu sekarang jadi kayak aib, Mas. 1:04:38 Iya, kayak aib. 1:04:38 Merasa kayak gitu tuh orang benar. Dan 1:04:40 apalagi kalau misalnya ee yang populer 1:04:43 sekarang itu adalah meninggal karena 1:04:45 COVID terus kemudian dijemput paksa. 1:04:47 Nah. 1:04:48 Nah, itu karena mungkin ya salah satunya 1:04:49 nanti e apa kata tetangga ini kalau kata 1:04:52 tular begini terus kemudian harus 1:04:53 dijemput sendiri gitu atau bagaimana. 1:04:55 Nah, itu sebenarnya adalah langkah yang 1:04:57 kurang bijak sebenarnya sih. He. 1:04:59 Karena 1:05:00 ee virus ini berbahaya pertama. Jadi 1:05:03 kalau misalnya mungkin yang jemput 1:05:04 enggak apa-apa, tapi yang jemput itu 1:05:06 sudah kontak terus kemudian dia pulang 1:05:07 ke rumah mungkin 1:05:08 ketemu orang, 1:05:09 ketemu anak atau sebagaimana terus aduh 1:05:12 ya otomatis penularannya malah makin 1:05:15 tinggi lagi nanti. 1:05:16 Iya, betul. 1:05:16 Jadi intinya adalah ee 1:05:19 apa namanya? Kalau sudah terkena pertama 1:05:22 jangan dikucilkan. Jadi memang harus di 1:05:23 apa? support lah mungkin masyarakat 1:05:25 sekitar juga support karena saya tahu 1:05:27 ada beberapa daerah di Indonesia itu ada 1:05:29 yang memang men-support tetangganya yang 1:05:32 mengalami apa sekeluarga terpapar 1:05:35 coronavirus. Terus yang kedua adalah 1:05:37 jangan berkecil hati. Jadi jangan sampai 1:05:39 aduh ee begitu terdiagnosa positif 1:05:43 corona itu kayak akhir dari dunia ini 1:05:45 istilahnya. Nah, itu kita tetap harus 1:05:47 ada harapan. Karena saya pernah ee 1:05:50 pernah ee membaca artikel itu ada 1:05:54 nenek-nenek usia 70 tahun atau bahkan 1:05:56 yang paling tua tuh sekitar 89 tahun itu 1:05:59 dia survive dari 1:06:01 ini apa namanya ee coronavirus. 1:06:03 Jadi intinya ya tetap ada harapan. 1:06:05 Nah, seperti itu. Jadi, jangan sampai 1:06:07 aduh ini sudah terpapar terus kemudian 1:06:10 pas bukan pasrah ya, tapi lebih kepada 1:06:12 stres ya. Nah, justru akan menurunkan 1:06:15 imunitas lagi. 1:06:16 Oh, jadi ee mempengaruhi Mas ya dari ee 1:06:20 istilahnya kalau dibilang psikis kita, 1:06:21 Mas ya. 1:06:21 Pikis. Iya. Pisikis itu mempengaruhi 1:06:23 sekali. Jadi kalau misalnya 1:06:25 stres itu sudah pasti imunitas akan 1:06:27 menurun. 1:06:28 Oh, 1:06:29 seperti itu. Jadi memang harus dikelola 1:06:31 juga ya apa namanya? He. 1:06:33 Ee ya harus kuat mental lah istilahnya 1:06:35 gitu. H 1:06:36 seperti itu. Terus kemudian ee inilah 1:06:39 ada lagi. Jadi ada pertanyaan, bisakah 1:06:42 kita mengetahui jika seorang memiliki 1:06:44 COVID-19? 1:06:45 He. 1:06:46 Jadi apakah bisa kelihatan nih misalnya 1:06:48 Kang Anis ngelihat saya dari jauh saya 1:06:51 bilang asalamualaikum. Aduh Kang Haris 1:06:53 ya ini kejangan-kejangan COVID-19. Nah 1:06:56 itu bisa enggak seperti itu sebenarnya? 1:06:58 Ya enggak bisa. Jadi jangan sampai kita 1:07:00 apa namanya ee karena kan sebenarnya 1:07:03 memang COVID-19 ini adalah isu yang 1:07:05 sensitif. 1:07:06 He. 1:07:06 Jadi jangan sampai kita mentang-mentang 1:07:08 mungkin enggak suka sama tetangga 1:07:10 ataupun orang lain. Terus kemudian kita 1:07:12 bilang, "Oh, nih dia kena ini. 1:07:13 Jangan-jangan ya karena memang tidak 1:07:15 bisa terlihat. Memang gold standarnya 1:07:17 itu adalah atau standar apa namanya? 1:07:20 Protokol standarnya memang harus lewat 1:07:22 ee tes laboratorium. 1:07:25 Jadi kita enggak bisa mengasumsi bahwa 1:07:27 oh ini hati-hati ya. Dia tuh 1:07:29 begini-begini loh dia. Jangan-jangan 1:07:30 kena ini 1:07:32 atau ada yang batuk dikit langsung ya 1:07:33 Mas ya dituduh Mas. 1:07:34 Iya nanti batuk sedikit langsung dituduh 1:07:36 apa namanya ee kena corona gitu atau 1:07:39 bersin sedikit 1:07:41 ee apa namanya kena corona gitu jadinya 1:07:44 ya jangan begitu emang kita enggak bisa. 1:07:46 [tertawa] 1:07:47 Nah, terus kemudian ada lagi ee 1:07:50 kira-kira yang beresiko tuh siapa aja 1:07:51 sih? 1:07:52 Nah, beresiko tuh siapa aja? 1:07:55 Ada yang bilang bahwa ee ini juga lagi 1:07:58 sensitif sih, lagi sensitif isu ras. 1:08:00 Jadi kulit hitam. Hm. Ada yang bilang 1:08:03 kulit hitam itu lebih berisiko terpapar 1:08:08 ee COVID-19. 1:08:10 Sebenarnya juga ini tidak apa bukan 1:08:12 bukan fakta ya. Karena sebenarnya kalau 1:08:14 kita melihat dari ee statistik negara 1:08:17 yang terkena virus corona itu malah 1:08:20 justru lebih banyak yang ee ini mohon 1:08:22 maaf apa kulit putih. Iya. 1:08:24 Sebagai contoh misalnya kayak di Amerika 1:08:25 Serikat, terus kemudian di Itali pernah 1:08:27 di Italia pernah booming banget seperti 1:08:29 itu. Terus kemudian mungkin ada di 1:08:31 Jerman beberapa. Nah, intinya adalah 1:08:34 sebenarnya ras itu jadi balik lagi Coron 1:08:37 virus ini tidak melihat ee siapa kita. 1:08:41 Jadi intinya kalau imunitas kita turun 1:08:43 terus kemudian perilaku hidup bersih dan 1:08:45 sehatnya apa ee terlalu santai. Terus 1:08:48 kemudian apa namanya ee mungkin kita 1:08:51 tidak menjaga jarak dan tidak waspada ya 1:08:54 kita pasti akan kena siapapun kita ya 1:08:56 karena memang dia tidak mengenal siapa 1:08:59 ee orang yang dituju seperti itu. Jadi 1:09:01 intinya ee ada yang isu bilang orang 1:09:05 kulit hitam itu lebih ini ini yang 1:09:07 enggak jaminan juga seperti itulah. Jadi 1:09:10 malah kulit putih yang sekarang lebih 1:09:12 banyak terpapar oleh ini apa namanya? Ee 1:09:15 COVID. 1:09:15 Covid-19. Iya. 1:09:17 Jadi tergantung daya tahan tubuh kita 1:09:18 juga, Mas, ya. 1:09:19 Heeh. 1:09:19 Tertularnya itu 1:09:20 tertularnya. Terus kemudian itu tadi 1:09:22 balik lagi, ya. Jadi ee apakah COVID-19 1:09:25 ini hanya membuat gejala buruk pada 1:09:30 orang tua? H 1:09:31 ya itu juga apa enggak selalu orang tua 1:09:34 karena ada juga orang tua yang survive 1:09:36 juga. 1:09:36 I. Nah, dan ada juga ee apa usia muda 1:09:40 yang kena gejala apa gejala berat karena 1:09:44 ternyata ee individu dengan usia muda 1:09:46 itu tadi mengalami misalnya oh sudah ada 1:09:49 diabetes dini, oh ternyata mungkin 1:09:52 obesitas, 1:09:53 kegemukan. Nah, kegemukan itu juga bisa 1:09:56 apa namanya? ee membuat kalau seandainya 1:09:58 orang obesitas tersebut kena atau 1:10:00 terpapa virus Covid-19, gejala buruknya 1:10:03 lebih besar terjadi walaupun dia masih 1:10:05 muda. 1:10:06 Itu juga akan menghasilkan gejala buruk. 1:10:08 Terus kemudian mungkin pernah ada ee 1:10:11 sekarang juga kan ada usia dini yang 1:10:15 usia usia muda yang sudah terkena 1:10:18 tekanan darah tinggi ada juga. Nah, itu 1:10:20 juga berbahaya juga kalau seandainya 1:10:22 terpapar virus Covid-19. Terus ada juga 1:10:25 yang mungkin ada asma. Nah, asma juga 1:10:27 kalau seandainya asma terus kemudian 1:10:30 terpapar, nah itu juga bisa mengalami 1:10:32 gejala yang buruk tadi. Jadi intinya 1:10:35 adalah ee tidak mengenal usia 1:10:37 tadi kan tidak mengenal ras, tidak 1:10:39 mengenal suku, apakah Anda kulit hitam 1:10:41 atau kulit putih. Terus kemudian tidak 1:10:43 mengenal umur juga tidak mengenal umur. 1:10:46 Bahkan ada juga ee apa namanya? Anak 1:10:50 kecil. anak-anak-anakan kecil ini. Jadi 1:10:53 kalau saya kemarin ada juga yang mungkin 1:10:55 ee para pendengar sekalian pernah 1:10:58 melihat di sosial media Ikatan Dokter 1:11:00 Anak Indonesia itu mengungkap jumlah 1:11:04 kematian 1:11:05 ee anak kecil yang terpapar virus corona 1:11:08 atau COVID-19 ini. Indonesia tertinggi 1:11:11 di Asia Tenggara. 1:11:12 Jadi salah satu yang tertinggi juga. 1:11:14 Jadi sebenarnya anak kecil juga ee ada 1:11:17 yang bilang kan oh anak kecil itu 1:11:18 mungkin imunitas masih bagus segala 1:11:20 macam ya. tidak tidak menjamin juga. 1:11:23 Karena itu tadi imunitas itu tergantung 1:11:25 dari lingkungan. Mungkin kalau anak 1:11:27 kecil tapi lingkungannya kotor misalnya 1:11:29 tinggal di lingkungan yang kotor atau 1:11:31 misalnya di lingkungan yang ya pokoknya 1:11:33 kebersihannya tidak terjaga ya otomatis 1:11:35 pasti imunitasnya juga akan apa namanya 1:11:38 ee menurun drastishingga 1:11:40 ee ada kemungkinan mengalami gejala yang 1:11:42 buruk jika terpapar oleh COVID-19 tadi. 1:11:47 Oke, itu kan tadi kita sudah tahu ya. 1:11:48 Jadi virus ini tidak mengenal usia, 1:11:51 virus ini tidak mengenal suku atau ras. 1:11:53 Heeh. 1:11:54 Terus kemudian tidak mengenal waktu juga 1:11:56 kapan yang pokoknya intinya kita kalau 1:11:58 lengah terus kemudian apa tidak 1:12:00 memperhatikan gaya hidup bersih dan 1:12:02 sehat. Jadi intinya 1:12:04 ini lagi ya saya akan menekankan PHBS. 1:12:06 Jadi perlu laku hidup bersih. 1:12:08 Heeh. He. 1:12:08 Jadi kadang bersih dan sehat. Jadi 1:12:11 kadang-kadang kita sudah sudah melakukan 1:12:13 perilaku hidup bersihnya tapi perilaku 1:12:15 hidup sehatnya itu belum dilaksanakan. 1:12:18 Oh, jadi harus seimbang ya. 1:12:19 Jadi harus seimbang. Jadi PHBS itu ya 1:12:21 dua, bersih dan sehat. Kalau bersihnya 1:12:23 itu mungkin dengan cara kita tadi apa? 1:12:25 Sering-sering 1:12:26 ee apa menjaga kebersihan mungkin apa 1:12:29 sering cuci tangan terus kemudian kalau 1:12:31 begitu keluar dari rumah masuk rumah 1:12:33 kalau misalnya jalan perjalanan agak 1:12:34 jauh begitu masuk rumah langsung mandi 1:12:36 segala macam. Itu kan perilaku hidup 1:12:37 bersihnya. 1:12:38 Heeh. Heeh. Nah, ini perilaku hidup 1:12:39 sehatnya itu pertama adalah ya mungkin 1:12:42 kita harus menghindari pertama mungkin 1:12:44 konsumsi makanan atau minuman yang 1:12:46 berisiko menimbulkan penyakit 1:12:48 degeneratif. Yang tadi saya bilang kayak 1:12:50 misalnya diabetes itu kan biasanya 1:12:52 karena minum terlalu manis 1:12:54 apalagi kayak misalnya sekarang 1:12:56 yang waktu pandemi kemarin itu populer 1:12:58 minuman apa kopi galgona ya istilahnya 1:13:02 yang ya komponennya su banyak banget 1:13:05 gulanya sebenarnya. Nah itu 1:13:06 apalagi kalau waduh enak. terus 1:13:08 dikonsumsi sama anak kecil kan anak 1:13:10 kecil sering apa suka banget sama 1:13:11 manis-manis. 1:13:12 He. 1:13:12 Terus minum itu tiap hari kan juga 1:13:14 enggak apa enggak sehat. Nah, 1:13:16 betul. 1:13:17 Terus kemudian ee kadang-kadang 1:13:19 mentang-mentang di work from home 1:13:21 misalnya. Jadi kemudian ee yang harusnya 1:13:25 aktif jadinya rebahan aja ee latihannya 1:13:28 atau aktivitas fisiknya juga kurang. He. 1:13:30 Nah, itu juga bisa menimbulkan apa 1:13:33 namanya ee kondisi ee yang bisa membuat 1:13:37 gejala buruk di jika terkena COVID-19 1:13:40 tadi. Jadi, perilaku hidup bersih dan 1:13:42 sehat. Jadi, bersihnya sudah 1:13:44 dilaksanakan, sehatnya juga harus 1:13:45 dilaksanakan. Kira-kira begitu, Kang. 1:13:48 Oke. Baik, terima kasih ee Mas Haris. 1:13:50 Nah, 1:13:51 ee 1:13:53 ini kita ee membahas mengenai pencegahan 1:13:55 dan juga ada perawatan dan 1:13:57 penyembuhannya, Mas Haris. Iya. 1:13:58 Nah, ini bisa COVID-19 ini, Mas, 1:14:01 menyebar dalam ee cuaca cerah yang 1:14:05 hangat. Ya, ini pembahasan kita 1:14:07 yang tadi sih sebenarnya cukup apa? 1:14:08 He. 1:14:09 Jadi, intinya ya tetap bisa-bisa aja. 1:14:11 Heeh. 1:14:11 Bisa 1:14:12 cerah terus kemudian mungkin cerah yang 1:14:14 mengarah ke panas itu bisa-bisa banget. 1:14:16 Nah, 1:14:17 Mas untuk media penyebarannya nih, Mas, 1:14:20 kita kalau mengenai tadi fakta dan mitos 1:14:23 ee lainnya tentang COVID-19 nih, Mas. 1:14:25 Iya. Nah, Anda mengatakan bisakah sepatu 1:14:28 menjadi media penyebaran virus Covid-19 1:14:30 ini, Mas? 1:14:31 Oke, ya. Nah, jadi ini sebenarnya ee ini 1:14:34 isu di luar negeri sebenarnya sih, Kang. 1:14:36 Oke. 1:14:37 Karena kan orang kebiasa orang luar 1:14:38 negeri itu kebiasaannya adalah sepatu 1:14:40 tuh dipakai masuk rumah. 1:14:42 Oh, 1:14:43 heeh. Jadi, kan kalau misalnya di 1:14:44 Indonesia itu kayaknya kok kurang sopan 1:14:47 ya kalau seandainya menggunakan sepatu 1:14:48 atau alas kaki di dalam rumah. 1:14:50 Nah, kalau di luar negeri itu hal yang 1:14:51 lumrah justru. Nah, jadi sebenarnya 1:14:54 bisa-bisa aja karena ee 1:14:58 sepatu atau alas kaki itu kan dia kontak 1:15:01 dengan tanah. Jadi sebenarnya enggak 1:15:02 cuma membawa membawa virus Covid-19, 1:15:05 tapi juga membawa penyakit-penyakit yang 1:15:07 lain. Apalagi kalau misalnya di rumah 1:15:09 tersebut ada bayi atau ada anak kecil 1:15:12 yang memang aktivitasnya di lantai. Ya 1:15:14 memang itu kalau bisa ee pada saat ee 1:15:18 masuk ke rumah alas kakinya harus dibuka 1:15:21 di luar rumah. Jadi di mungkin pada saat 1:15:24 mungkin harus taruh di apa namanya ee di 1:15:26 rak sepatu atau bisa juga kalau di 1:15:28 Indonesia itu ada beberapa rumah tangga 1:15:30 yang mungkin meletakkan rak sepatunya 1:15:33 itu di dalam rumah. 1:15:35 Nah, kalau biasanya kan kita meletakkan 1:15:37 rak sepatu itu di luar rumah ya. Jadi 1:15:39 mungkin kalau misalnya mungkin hidupnya 1:15:42 apa ee rumahnya mungkin ada di petakan 1:15:46 kecil atau dikontrakan atau mungkin 1:15:48 misalnya rentan hilang misalnya, terus 1:15:51 kemudian rak sepatunya harus terpaksa 1:15:53 harus dimasukkan ke dalam rumah 1:15:54 misalnya. Nah, itu kayak kalau bisa 1:15:56 sepatunya juga di bersihkan dengan 1:15:59 disinfektan terlebih dahulu sebelum 1:16:01 diletakkan di dalam rumah. 1:16:03 Seperti itu kira-kira. Nah, ini Mas ee 1:16:06 ada pertanyaan juga Mas ini mengenai 1:16:09 ee masker nih, Mas ya. Apakah benar 1:16:11 penggunaan masker medis yang 1:16:13 berkepanjangan 1:16:15 bila dipakai dengan benar tidak 1:16:17 menyebabkan keracunan CO2 atau 1:16:20 kekurangan oksigen, Mas? 1:16:21 Iya. Jadi, sebenarnya kalau untuk 1:16:23 penggunaan masker kan ada juga yang 1:16:25 bilang jangan sering-sering menggunakan 1:16:27 masker nanti keracunan apa ee CO2 atau 1:16:31 karbon dioksidanya tidak keluar. 1:16:33 keluar dikit malah kesedot lagi 1:16:35 misalnya. 1:16:36 Nah, jadi ee ini ada ada beberapa 1:16:38 pengecualian. 1:16:39 Jadi, misalnya kalau kita menggunakan 1:16:41 masker medis, masker medis itu kan 1:16:43 adalah masker yang cuma sekali pakai. 1:16:45 Jadi, mungkin yang apa ee ada air 1:16:47 loop-nya, terus kemudian dia ada 1:16:49 beberapa apa namanya? Lapisan ya, kalau 1:16:50 enggak salah ada tiga lapisan. Kalau 1:16:52 masker medis itu yang standar, kecuali 1:16:54 kalau yang N95 memang harus dia di 1:16:56 sekali pakai. Nah, terus kemudian 1:16:59 masker medis ini jangan dicuci. 1:17:02 Heeh. Karena begitu dia dicuci setahu 1:17:04 saya itu apa pori-porinya memang ada 1:17:07 yang apa namanya tertutup. Tertutup 1:17:11 karena dia direndam air terus kemudian 1:17:13 kecampur sama mungkin deterjen. Jadi ada 1:17:15 pori-porinya yang sudah rapat terus 1:17:17 kemudian tertutup. Nah, saya pernah 1:17:19 merasakan sendiri karena saya pernah 1:17:21 mencoba ee ada masker medis ya waktu itu 1:17:24 kan karena masker medis ini harganya 1:17:26 mahal 1:17:26 pada saat masa pandemi di awal-awal. 1:17:29 Jadi masker medisnya saya sayang-sayang 1:17:30 nih, Kang. Saya sayang-sayang. Jadi apa 1:17:33 satu pie masker medis itu saya bilang 1:17:36 sekali apa satu kali cuci jadi dua kali 1:17:38 pakai. Begitu pakai yang kedua memang 1:17:40 saya rasakan itu apa namanya memang 1:17:43 sesek apa sesek untuk apa untuk 1:17:45 menghirup udara itu sangat terbatas 1:17:47 sekali. Jadi kalau bisa kalau memang 1:17:49 di rumah menggunakan masker medis ya 1:17:51 sekali pakai. Tapi kalau masker non 1:17:53 medis ya itu bisa di apa berulang kali 1:17:56 karena masker non medis itu pori-porinya 1:17:59 agak lebih 1:18:00 apa lebih besar lebih banyak dan besar 1:18:03 daripada masker medis seperti itu. Jadi 1:18:05 intinya ee penggunaan masker medis 1:18:09 selama sesuai anjuran itu aman kecuali 1:18:13 kalau aktivitasnya untuk olahraga. Nah, 1:18:15 untuk olahraga itu kalau misalnya apa ee 1:18:19 menggunakan masker medis itu juga karena 1:18:21 tadi yang saya bilang ya apa 1:18:22 pori-porinya 1:18:24 ee cukup kecil karena memang untuk 1:18:26 mencegah penularan ya kalau bisa pakai 1:18:30 apa pada saat olahraga kalau seandainya 1:18:32 kita tidak apa tidak yakin di luar ya 1:18:36 sudah kita olahraganya di dalam rumah 1:18:37 saja. Nah, kalau di dalam rumah saya 1:18:39 rasa enggak pakai masker pun insyaallah 1:18:41 aman. He. 1:18:42 Tapi kalau memang di luar ee perhatikan 1:18:45 juga. Jadi misalnya kalau ee pada saat 1:18:48 lari di luar rumah menggunakan masker 1:18:51 sudah mulai ada rasa-rasa pusing, sudah 1:18:54 mulai kerasa apa namanya ee agak berat 1:18:57 ya itu istirahat dulu. Jadi intinya 1:19:00 demikian. memang harus kita kan harus 1:19:01 apa namanya tetap menggunakan masker ya 1:19:04 walaupun berolahraga di luar tapi ya itu 1:19:06 tadi perhatikan gimana pada saat tubuh 1:19:08 sudah mulai agak-agak aneh, nah itu stop 1:19:11 dulu olahraganya. 1:19:12 Oke. Baik ee Mas Haris, alhamdulillah 1:19:15 kita sudah membahas nih, Mas, mengenai 1:19:18 pembahasan kita di fakta dan mitos 1:19:20 seputar penularan dan juga penanganan 1:19:21 COVID-19 ini. Namun karena ee waktu yang 1:19:25 membatasi kita, Mas. Iya, sebenarnya 1:19:27 banyak pertanyaan-pertanya yang masuk 1:19:29 melalui ikhwan akhwat. Namun belum bisa 1:19:31 kami bacakan Ikhwan akhwat mohon maaf 1:19:33 karena keterbatasan waktu. Nah, ini ada 1:19:35 kesimpulan Mas ingin disampaikan untuk 1:19:37 pendengar radio Sultra Mas 1:19:38 I ee untuk para pendengar sekalian saya 1:19:42 ingin merangkum saja sebenarnya 1:19:44 ee karena pertama angka penyebaran atau 1:19:48 penularan COVID-19 masih cukup tinggi di 1:19:51 Indonesia dan kita memang harus meng apa 1:19:53 masuk ke dalam fase new normal. saya 1:19:56 himbau untuk tetap menjaga apa ee 1:20:00 perilaku hidup bersih dan sehat. Jadi 1:20:02 bersih itu dengan cara ee apa namanya? 1:20:06 Menjaga kebersihan, sering cuci tangan 1:20:08 jika sering apa menggunakan sarana umum. 1:20:11 Terus kemudian sering juga apa namanya 1:20:13 membersihkan badan. Kalau seandainya 1:20:14 kita pulang dari kerja atau dari kantor 1:20:16 sebelum masuk ke rumah ya kita cuci dulu 1:20:19 apa pakaian kita sendirikan, kita cuci 1:20:22 terus kemudian kita juga mandi. Pokoknya 1:20:24 intinya ee apa namanya? Perilaku hidup 1:20:27 bersihnya itu harus ditekankan sama 1:20:29 perilaku hidup sehatnya. Nah, perilaku 1:20:31 hidup sehat itu dengan menjaga pola 1:20:32 makan, tidurnya juga cukup, 1:20:35 terus kemudian apa namanya? eh 1:20:39 nutrisinya kalau bisa misalnya kalau ee 1:20:41 mungkin sudah mulai bisa kita 1:20:44 pertimbangkan untuk membudgetkan lah 1:20:46 istilahnya atau menyesihkan ee atau 1:20:48 membudkan untuk beli suplementasi. 1:20:51 Oh. 1:20:51 Nah, suplementasi itu bisa juga vitamin 1:20:53 C 1:20:53 atau kombinasi vitamin C, vitamin E atau 1:20:56 vitamin D sebenarnya. H 1:20:58 vitamin D itu bisa juga ee dengan 1:21:01 suplementasi dan diperkuat lagi dengan 1:21:02 kebiasaan menjemur 1:21:05 berjemur di sinar matahari itu juga 1:21:06 bagus untuk apa namanya menjaga 1:21:08 imunitas. Jadi intinya adalah ee 1:21:11 perilaku hidup bersihnya kita menjaga 1:21:12 kebersihan dan menjaga imunitas atau 1:21:14 perilaku hidup sehatnya. Iya kira-kira 1:21:17 demikian nih Kangis. 1:21:18 Oke. Baik. Terima kasih Mas Haris 1:21:20 Sabrianto yang telah memberikan ee titip 1:21:23 pemaparannya di siang kali ini. Semoga 1:21:26 dapat bermanfaat bagi kita semuanya dan 1:21:29 tentunya kita doakan semoga Masar selalu 1:21:32 diberikan perlindungan oleh Allah 1:21:33 subhanahu wa taala dan juga diberikan 1:21:35 kesehatan oleh Allah subhanahu wa taala. 1:21:36 Amin. Allahum amin. Baik, Ikhwan akhwat. 1:21:39 Sebelum kami tutup acara kita di siang 1:21:42 ini, ada informasi untuk ikhwan akhwat 1:21:45 ketahui. Jangan lupa Ikhwan Akhwat ee 1:21:49 besok di hari Ahad ee Rasil mengadakan 1:21:51 acara halal bihalal Rasil secara virtual 1:21:54 atau online melalui aplikasi Zoom. Ee 1:21:57 tentunya 1:21:59 hari Ahad di tanggal 22 Syawal 1441 1:22:02 Hijriah bertepatan di tanggal 14 Juni 1:22:05 2020. Pukul 09.00 pagi sampai dengan 1:22:07 12.00 siang waktu Indonesia bagian 1:22:09 barat. Tema mengejar rahmat Allah dengan 1:22:13 menjaga silaturahim dan insyaallah halal 1:22:15 bihalal ini bersama Dewan Syariah Rasil, 1:22:18 Manajemen Rasil, dan Ustaz Muhammad 1:22:19 Ceban dari Amerika. Insyaallah 1:22:22 [mendengus] acara ini juga akan 1:22:23 disiarkan langsung melalui Rasil AM720 1:22:25 dan live streaming melalui YouTube Rasil 1:22:27 TV dan Facebook Rasil. Dan untuk join 1:22:32 Zoom-nya, ikhwan akhwat bisa mencatat, 1:22:35 bisa mencatat di meeting ID-nya di 881 1:22:40 5432 1:22:43 9720. 1:22:44 Kami ulang kembali di 881 1:22:49 432 9720. 1:22:52 Dan ikhwan akhwat, kami bacakan juga 1:22:57 untuk berita duka. 1:23:00 Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Telah 1:23:01 meninggal dunia Bapak Muhammad Salim 1:23:03 Hindi. Di usia 65 tahun kelahiran 1:23:06 Jakarta 3 Juni 1955. 1:23:09 Beliau meninggal dini hari tadi, Sabtu 1:23:11 13 Juni 2020 di Rumah Sakit Bogor. 1:23:15 Allahyarham meninggalkan empat anak 1:23:16 putra-putri, beberapa cucu, serta satu 1:23:19 istri. Rumah duka Jalan Tanjung Barat, 1:23:22 Gang 100, RT7 RW01 nomor 12B, Kecamatan 1:23:28 Jagakarsa. Jakarta Selatan. Tempat 1:23:31 pemakaman akan diinformasikan 1:23:33 dan kami keluarga besar Radio 1:23:35 Silaturahim turut berduka dan berdoa 1:23:38 semoga Allah yarham husnul khatimah dan 1:23:40 diterima segala bentuk amal ibadahnya 1:23:43 dan diampuni dosa dan kesalahannya. 1:23:46 Amin. Allahum amin. Ya, kami 1:23:48 informasikan sekali lagi berita dukacita 1:23:51 telah meninggal 1:23:53 ee telah meninggal dunia Bapak Muhammad 1:23:55 Salim Hindi. Di usia 65 tahun kelahiran 1:23:58 Jakarta 3 Juni 1955. Beliau meninggalkan 1:24:01 di beliau meninggal di dini hari tadi, 1:24:04 Sabtu 13 Juni 2020 di rumah sakit Bogor. 1:24:07 Allahyarham meninggalkan empat anak 1:24:09 putra-putri, beberapa cucu, serta satu 1:24:12 istri. Rumah duka di Jalan Tanjung 1:24:14 Barat, Gang 100, RT7 RW01 nomor 12B, 1:24:18 Kecamatan Jagakarsa, Jakarta Selatan. 1:24:21 Kita kita doakan semoga Allah ee 1:24:25 tentunya ee menerima amal ibadahnya dan 1:24:28 mengampuni dosa dan kesalahannya. 1:24:32 Baik, Ikhwan Akhwat. Ee demikian yang 1:24:34 bisa kami sampaikan dan untuk ikhwan 1:24:37 akhwat yang ingin berkonsultasi 1:24:39 bersama Mas Haris bisa dicatat nomor 1:24:41 teleponnya di 0878166287. 1:24:49 Kami ulang kembali di 08781662 1:24:54 87. Dan untuk alamat kliniknya 1:24:57 di Klinik Fisioterapi Mandiri Apotkam 1:25:01 Medika, Jalan Duta Indah Raya, 1:25:03 Jatimakmur, Pondok Gede. Nah, yang di 1:25:06 Mega Bekasi ada di Mega Bekasi Hypermall 1:25:08 lantai 2 Bekasi Barat. Nah, untuk 1:25:12 selanjutnya ini Mas ya di book di apa 1:25:15 namanya? Di via WhatsApp aja Mas ya 1:25:17 untuk ke klinik ya Mas ya. Di via 1:25:19 WhatsApp. 1:25:19 Oke. Oke. Saat WhatsApp bisa buat janji 1:25:21 terlebih dahulu. Nah, nanti bisa kita 1:25:23 ini dari sanalah tindak lanjutnya. 1:25:25 Baik, ikhwan akhwat. Demikian acara kita 1:25:28 kesehatan islami di siang hari ini. 1:25:30 Semoga bermanfaat dan tentunya ikhwan 1:25:32 akhwat mari kita saling menjaga 1:25:33 kesehatan karena dengan kita sehat akan 1:25:36 memberikan harapan yang lebih baik untuk 1:25:38 hari esok. Akhir kata saya Muhammad Anis 1:25:39 Mualim dan juga ada Ondi di kameraman 1:25:42 dan juga ada Fajar di meja operator dan 1:25:45 juga para pejuang dakwah yang merilai 1:25:47 acara kesehatan islami. Semoga kita 1:25:49 selalu diberikan kesehatan oleh Allah 1:25:51 subhanahu wa taala. Subhanakallahumma 1:25:52 wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta 1:25:54 astagfiruka waubu ilaik. Kurang lebih 1:25:56 kami mohon maaf. Bilah taufik wal 1:25:57 hidayah. Wasalamualaikum warahmatullahi 1:25:59 wabarakatuh.