Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:01 [musik] 0:09 [musik] 0:13 Brail TV. 0:22 Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah 0:23 wasyukurillah. Wala haula wala quwwata 0:25 illa billah. Asyhadu alla ilaha illallah 0:28 wahdahu la syarikalah wa asyhadu anna 0:29 muhammadan abduhu wa rasulullah. Masih 0:31 dipancar luaskan dari Jalan Masjid 0:33 Silaturahim nomor 36 Kalimanggis Cibur 0:35 Bekasi. Inilah radio silaturahim untuk 0:37 Islam yang satu. Asalamualaikum 0:39 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan 0:40 akhwat para pendengar radio silaturahim 0:42 yang dirahmati Allah subhanahu wa taala. 0:44 Di manapun Anda dapat menyaksikan kami, 0:46 bagaimana kabar Anda di pagi hari ini, 0:49 pagi menjelang siang. Semoga kabar Anda 0:51 dalam keadaan sehat walafiat dan 0:52 mudah-mudahan Allah subhanahu wa taala 0:54 selalu memberikan ee nikmat kesehatan 0:56 kepada kita semuanya. Amin. Amin. 0:59 Allahum amin. Senang sekali rasanya 1:01 Muhammad Anis Mualim di pagi hari ini 1:04 dapat hadir kembali secara langsung 1:05 dalam program acara kesehatan Islami 1:07 edisi hari ini yaitu di hari Sabtu di 1:09 tanggal 3 Muharram 1442 1:12 Hijriah bertepatan di tanggal 22 Agustus 1:16 2020. Dan saya Muhammad Anis Mualim dan 1:20 juga kru Rasil bertugas di pagi hari 1:21 ini. Ada Neza di kameraman dan juga 1:24 switcher di meja operator radio 1:26 silaturahim. Ada Fajar menemani Anda 1:29 tentunya di pagi hari ini. Dan kami 1:32 menghadirkan acara kesehatan islami 1:34 bersama narasumber kita yaitu ee dari 1:39 Rumah Sehat Indonesia bersama Bapak 1:42 Alvian. Kita sapa terlebih dahulu. 1:44 Asalamualaikum warahmatullahi 1:45 wabarakatuh. Pak Alvian. 1:46 Waalaikumsalam. warahmatullahi 1:48 wabarakatuh. 1:48 Iya, miknya boleh didekatin dikit lagi, 1:50 Pak Alvian. 1:51 Nah, iya 1:53 sehat, Pak Alvian. 1:54 Alhamdulillah. 1:55 Alhamdulillah. Masyaallah. Semoga kabar 1:57 selalu sehat walafiat, Pak. Amin. Amin. 2:00 Saya pengin nanya [tertawa] 2:02 kenapa tuh? 2:03 Saya senang sekali pertama ketemu Pak 2:04 Alvian, Pak Alvian sudah nanya saya rada 2:07 kurusan, katanya. [tertawa] 2:09 Masyaallah. Ini 2:10 nanti kapan-kapan kalau kalau sudah 2:12 berhasil banget ditayangkan yang 2:13 sebelumnya. 2:14 Iya. [tertawa] 2:15 Suatu nikmat ya, Pak ya. Masyaallah 2:17 masih agak 2:18 agak [tertawa] ya. Ini Pak Alvian 2:20 kegiatan di selama pandemi ini gimana 2:22 Pak Alvian? 2:22 Ya alhamdulillah berjalan lancar sih. 2:24 Yang penting kita SOP tetap kita 2:26 jalankan ya. SOP protokol ee COVID ya. 2:31 Ya pokoknya tetaplah SOP itu yang paling 2:33 utama ya. Jadi kita ee ee mau bekerja, 2:37 mau aktivitas atau apapun ya tetap dan 2:40 jaga kesehatan ya utama kesehatan karena 2:43 antibodi kita ya imunitas kita itu 2:46 jadi di era new normal ini bukan berarti 2:48 kita balik lagi di era yang sebelumnya 2:50 justru ada tambahan lagi di new normal 2:52 ini dengan protokol kesehatan yang harus 2:54 kita jaga ya Pak Alvian ya. Oh iya dong 2:57 pasti. Karena kan ee kita namanya new 3:01 normal ya. Jadi [berdehem] kita harus 3:03 mengetahuilah atau menghabitkan, 3:05 membiasakan diri sesuatu yang baru ya. 3:08 Ya sebenarnya kita ngambil hikmahnya 3:10 mungkin kita dulu jarang cuci tangan ya, 3:13 jarang apa ya untuk mandi mungkin kan. 3:16 Karena kan kalau kalau saya misalnya 3:18 habis praktik itu saya langsung tidak ke 3:21 mana-mana. Saya ada ruangan khusus saya 3:22 langsung mandi, saya bersih-bersih baru 3:25 bertemu dengan keluarga. ya. Nah, sama 3:28 mungkin kita dulu jarang cuci tangan ini 3:30 setiap apa-apa kita cuci tangan malah 3:32 mungkin di saku kita ada hand sanitizer 3:35 ya atau ee disinfektan atau tisu basah 3:38 ya. Ya pokoknya ee ya sekarang e 3:41 hikmahnya ya positifnya kita lebih 3:43 bersih ya intinya. 3:44 Betul. Jadi di depan saya nih, selain 3:46 Pak Alvian membawa 3:48 ee bahan-bahan yang ingin disampaikan 3:51 ini, protol kesehatannya juga banyak 3:52 nih. [tertawa] 3:53 Ini ada hand sanitizer, masker, tisu 3:56 basah, apalagi nih, Pak? 3:57 Disinfektan. 3:58 Oh, disinfektan tuh ya. 3:59 Jadi kalau misalnya kita lupa bawa 4:01 sejadah kan kalau sekarang kan tidak 4:03 disiapkan sejadah lagi kalau kita mau ke 4:05 mana? Ke masjid atau keet. 4:09 Heeh. Nah, sekarang kan dibuka. Nah, 4:10 kita bisa semprot itu 4:12 ya. atau tisu basah kita lap ya kan 4:14 kalau kita lupa bawa sejadah ya iya 4:17 masyaallah 4:18 ya Pak Alfian pembahasan kita di hari 4:23 ini itu membahas pengobatan tradisional 4:26 ramuan Indonesia 4:27 iya 4:28 ini alhamdulillah Pak Alvian sudah 4:29 membawa ee ramuan-ramuannya Pak Alvian 4:31 ya 4:31 iya 4:32 sudah ada beberapa jenis dan tentunya 4:34 ikhwan akhwat pendengar radio 4:35 silaturahim yang dirahmati Allah 4:36 subhanahu wa taala kami mengundang juga 4:39 bagi ikhwan akhwat yang ingin memberikan 4:41 pertanyaan ataupun ee pendapat bisa 4:45 langsung saja atau konsultasi mengenai 4:47 kesehatan Anda bisa di line interaktif 4:50 kami di line teleponnya di 0218451512 4:54 dan tentunya untuk ikhwan akhwat yang 4:56 ingin mengirimkan pertanyaan melalui 4:57 layanan WhatsApp bisa di 0811999720. 5:04 Baik, Pak Alvian. Untuk mengawali 5:07 dipersilakan, Pak Alvian untuk 5:09 pembahasan kita pengobatan tradisional 5:11 ramuan Indonesia. Baik. Ee 5:14 bismillahirrahmanirrahim. 5:16 Ee kita akan membahas tentang pengobatan 5:19 tradisional Indonesia ee terutama ee 5:23 diabetes ya. Jadi ini pernah juga saya 5:26 ee apa ee tayangkan ya ee tapi kita 5:30 tidak pakai peraga. Nah, ini ee luar 5:34 biasa ya. Jadi ada ke ada aktivitas ee 5:37 visual ya. Aktivitas visual ya. 5:39 [tertawa] 5:40 Ada aktivitas visual. Jadi ee para 5:43 pendengar dan ee pemirsa bisa melihat 5:46 nanti di YouTube Rasil ya. 5:49 Atau nanti YouTube saya bisa nanti saya 5:51 upload ya. Jadi bisa melihat oh ini saya 5:54 enggak tahu barangnya apa ya. Nanti ee 5:56 setiap saya siaran saya bawa ya sesuai 5:59 dengan temanya, sesuai dengan manfaatnya 6:01 saya akan bawa ya nanti mudah-mudahan ee 6:05 berkelanjutan untuk membawa alat-alat 6:08 bahan ya itu. Nah, mungkin nanti saya 6:10 coba untuk ke bumbu dapur dulu ya karena 6:13 bumbu dapurnya lebih gampang dicari ya. 6:17 Tapi nanti suatu saat akan saya pajang 6:20 yang bukan bumbu dapur ya. He. 6:22 Jadi ee karena herbal ini bukan hanya 6:25 bumbu dapur ya, 6:27 herbal ini banyak banget ya di Indonesia 6:29 ini sangat banyak dan sangat manfaatnya 6:31 luar biasa ya. Baiklah kita mulai 6:34 tentang ee diabetes ya. Jadi kemarin 6:37 sudah saya bahas ya ee bulan yang 6:40 kemarin tentang ee pengobatan ee 6:43 holistik atau pendekatan holistik. Jadi 6:46 ee pengobatan holistik atau pendekatan 6:49 holistik adalah penyakit yang terjadi 6:51 akibat ketidakseimbangan dalam hal 6:53 fisik, emosional, spiritual, sosial, dan 6:56 lingkungan ya atau kita biasa sebut body 6:59 mind eh soul. Jadi makanya ee pengobatan 7:02 itu tidak hanya kita ee bodinya saja 7:05 saya kita obatin ya, tapi mindnya, 7:08 pikirannya ya, soulnya, jiwanya itu 7:11 sangat berhubungan apalagi dengan 7:13 diabet. Diabet ini orang kadang-kadang 7:15 stres ya, pikiran akhirnya gulanya naik 7:18 ya. Nah, kalau kita tidak obatin ee 7:21 mind-nya, pikirannya ya, soulnya, pola 7:25 hidupnya ya. Jadi pola hidupnya pun kita 7:27 perbaikin ya, pikirannya harus positif, 7:30 makanan-makanan yang ee baik ya, bukan 7:33 empat sehat lima sembarangan ya. Nah, 7:35 itu ikon kita itu. [tertawa] 7:39 Jadi, perawatan harus dilihat secara 7:40 utuh ya individu yang sedang menderita. 7:44 tidak hanya berdasarkan analisa 7:45 penyakitnya saja. Setelah diperoleh data 7:48 individu, maka selanjutnya dilakukan 7:49 upaya pengobatan secara menyeluruh 7:51 meliputi jasmani, rohani, spiritual, 7:54 sosial, ya keseimbangan lingkungan dan 7:57 profesinya ya. Jadi konsepnya menyeluruh 8:00 ya. Bukan hanya kita oh sakit kepala 8:03 atau kita sakit pinggang, dikasihlah 8:07 obat anti nyeri, analgesik, ya akan 8:10 kembali lagi 8:11 ya. paling bertahan al gesing 4 jam ya 8:14 nanti akan kembali lagi. Nah, ee tujuan 8:16 kita adalah bagaimana akar 8:18 permasalahannya dicari, penyebabnya 8:20 dicari. Misalnya ee orang sakit pinggang 8:23 ya, ternyata dia saraf kejepit di ronsen 8:26 atau di MRI kelihatan memang terjepit 8:28 sumbernya. Nah, 8:29 sumbernya itu yang kita benarkan 8:31 posisinya itu di YouTube saya banyak tuh 8:33 yang pasien-pasien yang alhamdulillah 8:35 Allah kasih sembuh ya dari yang ada yang 8:36 kursi roda, ada yang dibopong ya. Nah, 8:39 ee itu penyebabnya yang kita benarkan. 8:43 Misalnya orang tadi ee apalagi mm sakit 8:47 kepala misalnya sakit kepala kita lihat 8:50 mungkin dia ada masalah di mata ya, 8:52 matanya minus atau silinder bisa ya 8:55 atau dia ee kolesterolnya tinggi. 8:57 Kolesterol tinggi juga bisa membikin 8:58 sakit kepala ya karena oksigen ke kepala 9:01 tidak sampai karena lemak itu menutup. 9:03 Nah, sebabnya itu kita cari ya, kita 9:06 misalnya kita lancarkan aliran darahnya 9:08 menggunakan terapi lintah misalnya 9:10 atau dengan herbal untuk menurunkan 9:12 kolesterolnya, bukan hanya menghilangkan 9:14 simptom sakit kepala 9:16 ya. Makanya pengobatan tradisional itu 9:20 herbal itu ya holistik menyeluruh ya itu 9:24 yang yang membedakannya ya itu. Nah, ada 9:28 konsep sakit ya, ada sakit secara etik 9:31 ya menurut penilaian medis biasanya 9:33 tenaga profesional ya secara objektif. 9:36 Nah, ada sakit secara emik ya, sakit 9:38 menurut persepsi individu secara 9:40 subjektif. Jadi kalau orang di 9:42 daerah-daerah kan dia enggak tahu 9:43 misalnya gastritis apa, dia paling 9:46 bilang ee ulu hati saya sakit ya kan ulu 9:50 hati saya sakit perih ee perut saya 9:53 kembung. Nah itu kan persepsi 9:54 subjektifnya. Nah bisa kita 9:56 interpretasikan oh maksud dia ma ya atau 9:59 gastritis ya atau tuka lambung. Nah, itu 10:02 kita juga ee apa ya, mm 10:07 harus bisa ya membaca atau 10:10 menterjemahkan itu ya. Nah, sesuai 10:13 Undang-Undang tahun 2 ee Undang-Undang 10:15 Nomor 23 Tahun 1992 obat herbal itu atau 10:20 obat tradisional itu dibagi menjadi 10:22 tiga, yaitu nabati ya, asal dari 10:25 tumbuh-tumbuhan, hewani asal dari hewan 10:27 dan pelikan asal dari mineral. Nah, kita 10:31 di asosiasi atau di lembaga certifikat 10:35 kompetensi. Nah, kita kan punya namanya 10:37 LSK Batra Ramuan. Nah, di situ kita 10:39 membuat soal seluruh Indonesia dan 10:42 distandarin ya dari Kementerian 10:44 Pendidikan dan Kebudayaan, dari Direktur 10:46 Jenderal Vokasi, dari Direktur Khusus 10:49 dan Latihan ya. Nah, jadi kita punya 10:52 standar ya. Jadi tidak sembarangan cara 10:55 mengobati ya, cara apa ee dia melakukan 11:00 ramuan ya itu ada standarnya. Nah, 11:04 kembali kita ke diabet. Jadi kita tadi 11:06 sudah prolog ya bahwa pengobatan itu 11:08 secara holistik menyeluruh ya 11:10 menyeluruh. Nah, diabetes ini ee 11:13 merupakan keadaan yang timbul karena 11:15 ketidakmampuan tubuh mengontrol 11:17 karbohidrat atau glukosa akibat 11:19 kurangnya jumlah insulin atau insulin 11:22 tidak berfungsi sempurna. Ya. 11:25 Nah, diabet yang kita bahas adalah 11:27 diabet tipe 2. Karena diabet tipe 2 nih 11:30 karena pola hidup ya. Pola hidup ya. 11:33 Kalau diabet tipe 1 sel beta pankreas, 11:36 sel pulau rongas beta pankreas sudah 11:37 rusak ya. Nah, tipe dua ini glukosa 11:41 tidak dapat masuk ke dalam selena sel 11:44 resisten terhadap insulin. Jadi mestinya 11:46 glukosa itu masuk ke sel target untuk 11:49 menjadi energi ya. Nah, karena dia ee 11:54 resisten terhadap insulin ya, sel itu 11:56 resisten terhadap insulin akhirnya dia 11:58 tidak bisa masuk ke dalam sel target. 12:00 Jadi akhirnya menumpuk di pembuluh darah 12:02 ya. Nah, secara normal kita makan ya, 12:06 kita makan akan diabsorsi oleh 12:08 pencernaan kita ya di tubuh kita, organ 12:11 kita. Terus masuklah ke pembuluh darah 12:14 ya. Nah, pembuluh darah ini akan masuk 12:16 ke sel ya, sel targetnya untuk menjadi 12:19 energi yang diubah menjadi glukosa. Nah, 12:21 tapi kalau sel target ini bermasalah 12:23 insulinnya atau ee insulinnya tidak 12:26 sensitivitas lagi, dia akan beredar di 12:29 pembuluh darah saja. Makanya orang gula 12:31 itu pertama-tama kali biasanya dia mau 12:35 nijak kaki lengket ya, kayak 12:37 lengket-lengket itu kayak ada 12:39 pasir-pasir ya. Kayak ada pasir-pasir 12:41 lengket-lengket. 12:43 Nah, terus setelah itu ee dia kesemutan 12:47 ya. Setelah kesemutan dia baal ya itu ee 12:51 apa tingkatan-tingkatannya ya selama 12:53 saya praktik 10 tahun ya. Nah, jadi ee 12:56 itu yang dirasakan oleh ee pasien-pasien 12:59 yang di klinik ya. Nah, mestinya dia 13:03 akan menjadi energi apabila ee kita 13:06 makan tadi langsung digunakan oleh set 13:10 energi ya. Nah, karena insulinnya tadi 13:12 bermasalah akhirnya tidak menjadi 13:14 energi. Dia numpuk di pembuluh darah 13:16 akhirnya menjadilah kayak karamel di 13:19 pembuluh darah itu. Makanya akhirnya 13:21 jadi kesemutan kayak lengket ya. terus 13:24 baal ya Mas ya. Nah, insulin ini 13:27 meningkatkan transportasi glukosa di 13:29 dalam darah untuk digunakan sel target 13:31 yang tadi saya bilang ya. Bila ada 13:33 kelebihan energi glukosa di dalam darah 13:36 akan disimpan di dalam hati dan di otot 13:38 dalam bentuk glikogen yang akan 13:40 selanjutnya akan diubah menjadi energi 13:41 bila dibutuhkan. Jadi kita makan ee 13:46 karbohidrat atau gula itu akan diubah ya 13:50 menjadi simpanan di hati dan di otot. 13:53 ya, dalam bentuk glikogen. 13:55 Nah, nanti akan diubah menjadi energi 13:58 bila dibutuhkan. Misalnya kita sudah 14:00 tidak ada lagi nih glukosa di tubuh 14:02 kita, karbohidrat di gota kita. Nah, 14:04 nanti yang tersimpan di hati dan di otot 14:06 akan dipecah oleh glikogen, dipecah 14:09 menjadi energi, ya. Nah, insulin juga 14:12 meningkatkan penyimpanan 14:14 sintesis protein dan lemak ya. 14:17 Nah, pengaturan sekresi insulin. Bila 14:20 kadar gula darah meningkat di atas 100 14:23 mg/ 14:24 densil, insulin diseksikan dengan cepat 14:27 ke dalam pembur darah untuk 14:28 mentransposikan glukosa ke sel target 14:31 atau disimpan dalam bentuk glikogen di 14:33 dalam hati dan di otot. Ya, jadi jelas 14:37 ya, dia akan disimpan ee dalam bentuk 14:40 glikogen di hati dan di otot kalau tidak 14:42 digunakan ya. Tapi nanti akan digunakan 14:45 nanti hormon glukagon akan bekerja untuk 14:48 memecah itu menjadi energi ya. Setelah 14:51 glukosa ditranseskan keada gula darah 14:53 akan kembali normal di dalam darah ya. 14:56 Bila seorang puasa insulin akan menurun 14:59 tetapi untuk membuat keadaan gula darah 15:01 normal hormon glukagon yang tadi saya 15:03 sebutkan dilepas yang akan merangsang 15:05 glikogenolisis glukoniogenesis 15:08 yang akan meningkatkan pembentukan 15:10 glukosa dan meningkatkan kadar glukosa 15:12 dalam darah. Nah, jadi maksudnya gini. 15:14 Jadi puasa itu memang luar biasa ya. 15:17 Puasa itu menguras ya. Puasa itu ee 15:23 menguras ya. Menguras ya. Tapi bukan 15:25 kita puasa itu pas ee buka kita hajar 15:30 ya. Banyak orang [berdehem] 15:31 puasa malah gemuk. 15:33 Karena magribnya dia makan, isyanya dia 15:37 makan, tarawih dia makan lagi, Mas. 15:39 Iya. Dengan pola empat sehat lima 15:41 sembarang. Akhirnya [tertawa] 15:43 bukan dia nguras tapi malah numpuk. 15:45 Ya mestinya puasa itu nguras ya. 15:48 11 bulan kita pakai, sebulan kita 15:50 nguras. Nah, kenapa kita nguras? Karena 15:52 gula enggak ada di di kan kita puasa 15:55 nih, gula habis di tubuh kita ya kan. 15:58 Karbohidrat yang kita makan tadi sudah 15:59 habis. 16:00 Nah, yang ada kan tersimpan di hati dan 16:02 di otot. 16:03 Jelas kan? 16:04 Nah, selama ini 11 bulan ini hanya 16:05 disimpan 16:07 ya kan kita masuk terus kan jadi 16:09 disimpan. Nah, sebulan kita kuras. 16:12 Nah, glukagon kerja dia nguraslah yang 16:15 ee gula tersimpan di hati, di otot tadi 16:18 dipakai dia 16:20 ya untuk kerja, untuk menjadi energi. 16:22 Nah, makanya nguras kalau enggak ada itu 16:25 dia ubah lemak ya, dia ubah lemak 16:28 menjadi energi. Makanya ee kalau kita 16:31 puasanya agak lama memang mecah lemak, 16:34 kurus memang karena enggak ada lagi 16:36 simpanan dia cari lemak. Nah, itulah 16:38 saya bikin pola hidup saya yang sekarang 16:42 ya alhamdulillah ada pengurangan berat 16:44 badan ya dari 98 jadi 88. Tapi saya 16:47 target saya 70 ya pengin 70 ya masih 18 16:50 kilo lagi ya. Mudah-mudahan insyaallah 16:52 sudah bisa ya. Karena saya lihat sendiri 16:56 ya ee apa biasanya perut tuh berlipat 16:59 ya, [tertawa] 17:00 ada kantongnya ya. Nah, sekarang sudah 17:03 kantongnya itu berkurang jauh ya. He. 17:05 Terus sikat pinggang kemarin juga saya 17:06 lihat sudah e berkurang segini sih 17:08 berapa ya kira-kira [tertawa] 17:10 berkurang celana sudah berubah dong, 17:11 Mas? 17:11 Ee kalau saya kan pakai ee joger ya, Mas 17:14 ya. Jadi kan ee jadi aman. Heeh. Jadi 17:16 mau kurus, mau gemuk aman ya. [tertawa] 17:19 Nah itu. Nah saya bikin pola tapi bukan 17:23 ketu ya. Jadi saya tidak makan lemak ya. 17:26 Saya hanya mengurangi nasi atau 17:29 berhenti. Kalau dulu mengurangi sekarang 17:31 berhenti ya. Tapi kalau saya pengin saya 17:33 makan ya. Tapi makannya tidak tidak 17:35 kayak dulu ya. Misalnya 3 sendok saya 17:37 pengin sudah saya makan ya. Hanya 17:39 melepaskan aja. Tapi kebanyakan saya 17:40 enggak makan nasi ya. Nah, kayak tadi 17:42 ada nasi kuning. Eh, sudah saya makan 17:45 tapi enggak banyak ya. Tapi 17:46 sehari-harian saya tidak makan nasi ya. 17:49 Terus gula saya kurangin jauh. Jauh 17:51 banget. Kalaupun pengin saya pakai gula 17:54 merah, gula aren. 17:56 Gula aren ya. Bisa sama Mas Fajar itu 17:58 ya. [tertawa] 18:00 Ya, gula aren ya. He. 18:01 Nah, itu ee saya ubah pakai itu ya. 18:04 Ternyata alhamdulillah memang tidak 18:06 cepat karena saya tidak full yang kita 18:08 saya paksakan ya harus ee full murni. 18:13 Nah, kalau saya pengin saya makan tapi 18:15 saya tidak berlebihan 18:17 ya. Alhamdulillah selama setahun ini 18:19 konstan ya. Ada foto saya waktu siaran 18:21 di Rasil ya. Ee bulat banget tuh 18:24 [tertawa] 18:25 setahun yang lalu lah 18:28 ya. Alhamdulillah hasilnya. Jadi 18:29 ternyata kita benar itu nguras ya. Jadi 18:32 lemak-lemak yang di tubuh kita tadi 18:35 kebakar jadi energi ya. 18:37 Makanya benar itu kalau kita tidak ada 18:39 gula lagi 18:40 nanti lemak yang dipecah dia untuk jadi 18:42 energi. Nah, makanya kita bisa kurus 18:44 Mas. Itu inti poinnya ya. Jadi 18:47 sebenarnya ee fitness boleh untuk 18:50 mengencangkan tubuh kita, tapi bukan 18:53 fitness itu bisa nguruskan tubuh kita. 18:55 Betul. 18:56 Kecuali kita fitnessnya kayak orang 18:58 bertani ya dari pagi sampai sore, Mas. 19:00 Dia makan banyak tuh segunung ya, 19:03 tapi dia outputnya lebih banyak lagi. 19:06 Nah, kalau kita nih kan sudah naik mobil 19:09 atau naik kendaraan motor ya sampai 19:11 tempat fitness kita fitness sejam kita 19:14 pulang eh makan 19:16 ya. Jadi kalau menurut saya kalau 19:18 menguruskan saya punya pola sendiri 19:20 soalnya enggak fitness pun bisa kurus. 19:22 Hm. Asal karbo sama gula tadi 19:24 yang harus dijaga itu. 19:26 Heeh. Nah, cuman kalau kita sudah dari 19:28 gemuk terus kita kurus kan enggak enak 19:30 tuh ya kulitnya kan 19:33 jadi ngelember gitu kan. Nah, kita 19:34 fitness lah supaya ngencangkan 19:36 ototnya. Jadi yang ngelember tadi diisi 19:38 dengan otot ya. Tapi sebenarnya kalau 19:41 mau ya enggak perlu ya. Kecuali kita mau 19:43 bakar kalori ya. 19:44 Kita lari atau ee kita ee kardio lah ya. 19:49 Kardio boleh ya. 19:49 Cedahan dulu Mas ya. Nah, sepeda dulu. 19:51 Kalau kita enggak biasa jangan ya. Nanti 19:54 lutut, angkel kita kena. Obesitas itu ya 19:56 sepedahan dulu, berenang ya lebih aman. 19:59 Apalagi kita umur, kita sudah umur kita 20:01 enggak pernah olahraga yang hard 20:02 tiba-tiba hard. Nah, udah 20:04 paksain 20:05 paksain ujung-ujung HNP [tertawa] 20:08 ya. Oke, kita kembali lagi ya. Nah, 20:11 mengapa mengatur kadar gula darah itu 20:13 penting? Ya, pada dasarnya bila tidak 20:16 ada glukosa di dalam tubuh, kebanyakan 20:18 jaringan bisa menggunakan lemak dan 20:20 protein menjadi energi. Jadi, kalau 20:23 enggak ada glukosa, lemak dan protein 20:25 bisa dijadikan energi. Nah, saya banyak 20:27 ke protein. Jadi, kalau saya lapar, saya 20:30 lupa tadi ngasih tahu kunci satu lagi. 20:32 Saya lapar, saya makan protein, Mas. 20:34 H 20:35 ya. Protein itu putih telur ya atau ayam 20:39 ya atau apalagi? Ikan ya. Nah, itu yang 20:44 saya konsumsi kalau saya lapar. Jadi, 20:46 putih telur itu sudah ada. Jadi, kalau 20:47 saya lapar, ambil putih telur. Kalau 20:50 dulu waktu saya baru-baru, Mas, karena 20:52 kan berhenti nasi tuh kata orang enggak 20:55 nendanglah kalau enggak makan nasi. Ya 20:56 memang benar karena mindset kita 20:58 awalnya. 20:59 Jadi saya waktu awal-awal itu sampai 21:01 ayam tuh en potong, Mas. Baru kenyang 21:03 [tertawa] 21:04 satu ekor itu, Mas. [terkesiap] 21:05 Ya, tapi enggak apa-apalah demi sehat 21:07 tadi ya. Demi sehat. Sudah saya paksakan 21:09 danam. Tapi lama-lama sekarang dua 21:12 potong, satu potong pun sudah kenyang. 21:14 Kenapa? Lambung itu udah ngecil 21:17 dan sudah terbiasa juga. 21:18 Udah terbiasa habit. Nah, ada satu kunci 21:20 lagi, Mas. Kayak kemarin kan puasa tuh 21:23 kita lebaran. 21:24 Lebaran itu kan mau makan apa aja tuh ya 21:26 kan. Lebar lagi lambung kita kan besar 21:28 lagi. 21:29 Nah, besoknya langsung puasakan 21:31 untuk mengontrolnya. He. 21:33 Nah, kalau kita puasakan besoknya itu 21:35 akan mengecil lagi. Kadang-kadang kalau 21:37 orang enggak puasa kan dia lebaran 21:39 sehari, lebaran kedua, lebaran ketiga, 21:42 akhirnya malas dia mau mulai lagi. 21:44 Karena sudah kembung lagi. Sudah nurunin 21:46 payah-paya setahun kembungnya 3 hari. 21:49 [tertawa] 21:49 Cuman, Mas ee untuk puasa kita lebih 21:52 baik kategori ee puasanya puasa yang 21:54 seperti di ee bulan Ramadan Mas ya. 21:57 Normal aja. 21:58 Apa puasa menghindari dari makan-makanan 22:00 yang berlemak itu, Mas? boleh ee ee 22:03 antara dua, kalau kita mau puasa dapat 22:05 pahala, ya kan? Tapi kalau kita memang 22:07 mau puasanya hanya karbohidrat sama gula 22:09 boleh, enggak ada masalah. Jadi kita 22:11 minum masih, makan protein masih ya, 22:14 lapar makan ya, tapi puasanya 22:16 karbohidrat gula 22:17 ya. Kalau pengin memang puasa lagi lebih 22:19 bagus lagi ya kan. 22:21 Pahalanya dapat, 22:22 pahalanya dapat, 22:22 kesehatan juga dapat, 22:23 kesehatan dapat ya tapi jangan ngempat 22:26 [tertawa] 22:27 ya. Empat sehat lima sembarangan percuma 22:29 ya. 22:29 Iya. Nah, namun glukosa adalah 22:31 satu-satunya bahan makanan yang dapat 22:33 digunakan oleh otak retina epitel 22:36 gemeraggonat. Makanya saya tidak 22:37 hilangkan banget glukosanya pakai gula 22:39 aren [tertawa] 22:41 diganti tuh Mas ya. diganti ya, tapi 22:43 enggak banyak ya itu. 22:46 Nah, efek jangka panjang ya kalau 22:47 misalnya kita kena gula ya, diabetes 22:50 tipe 2 komplikasinya pertama bisa 22:53 menyebabkan stroke dan serangan jantung 22:55 karena gula tadi ee kayak karamel numpuk 22:58 ya di pembul darah ya terus dia 23:01 menyebabkan kebutaan. Makanya banyak 23:03 orang yang kena gula itu dia retinopati 23:06 ya. Ee ee terus peradan darah ke tungkai 23:10 atau lengan terganggu, luka suka sembuh 23:12 ee sukar sembuh. 23:13 Kadang-kadang yang ada ulkus ya, yang 23:15 ada abses ya, busuk itu Mas di kakinya 23:18 mengeronga karena dia tidak ada aliran 23:20 darah yang ke sana lagi karena keblok 23:22 oleh gula. 23:23 Gula itu numpuk di kaki keblok. 23:26 Akhirnya bakteri gangren itu anak aerob 23:28 tanpa oksigen hiduplah di situ. 23:29 Dan bau tuh, Mas. 23:30 Ya, bau karena kan sudah busuk ya. itu 23:32 karena tidak ada aliran nutrisi dan 23:34 oksigen. Darah itu nutrisi oksigen ke 23:36 blok. 23:37 Nah, terus ginjal menjadi rusak dan 23:39 gagal fungsi. Banyak orang diabet 23:41 akhirnya gagal ginjal. Kenapa? Karena 23:44 arteri renalis yang ke bawah itu ketutup 23:46 juga karena gula tadi karamel tadi. 23:49 Nah, itu ya 23:50 akhirnya aliran oksigen ke ateri renalis 23:53 ya. Tidak masuk darah itu kan bawa 23:55 nutrisi. Kenapa saya gunakan lintah? 23:58 Karena lintah itu ngencerkan darah. 24:00 nyambung kan 24:02 patofisiologinya dengan ee yang 24:05 digunakan farmakologinya apa sudah jelas 24:08 ya bukan itu enggak ilmiah ilmiah ya. 24:11 Nah, terus gangguan sel saraf sehingga 24:13 reaksi terhadap berangsang terganggu ya 24:15 kadang-kadang dia panas kakinya 24:17 kadang-kadang sensasi kesentuh aja nyeri 24:21 gitu kalau orang sudah numpuk ya. Nah, 24:23 terus yang terakhir gangguan feksi 24:24 seksual ya. Pasti dia maaf impoten 24:28 karena kan penis itu aliran darah semua. 24:30 Iya 24:30 ya kan. Nah kalau dia sudah kena diabet 24:34 importen pasti 24:35 tersumbat masti 24:36 tersumbat 24:36 karena karamel itu 24:37 benar. Nah gampang ya e apa maksudnya 24:40 saya ee lebih gampang kita mencerna ya. 24:43 Nah itu 24:44 jadi bahasa medis kita gunakan, bahasa 24:46 emik pun kita gunakan ya. Jadi bunah 24:49 dicerna ya. Oke. Nah, mekanisme obat 24:52 herbal dalam mengontrol gurg darah itu 24:54 gimana caranya? Nah, tadi saya bilang, 24:56 kita tadi sudah belajar patofisiologi 24:57 penyakitnya, bagaimana terjadinya diabet 25:00 ya, 25:01 bagaimana arahnya, bagaimana akibatnya 25:04 ya. Nah, sekarang kita bagaimana cara 25:07 mengatasinya, 25:08 pengobatannya jadi nyambung, Mas, ya. 25:10 Urutannya e ya itu. Nah, saya senang 25:14 kalau ee menyampaikan tuh senang begitu 25:16 ya, karena ini ilmu yang bermanfaat. 25:17 Jadi kalaupun saya meninggal dicerna 25:21 oleh pendengar dan pemirsa 25:23 diaplikasikan, 25:24 saya akan mengalir terus amalannya. 25:26 Amalannya itu Mas ya. 25:28 Betul. 25:28 Nah, caranya apa? Ya ada tiga cara yaitu 25:32 penghambatan hidrolis karbohidrat 25:33 menjadi glukosa di saluran cerna ya 25:36 sehingga mengakibatkan jumlah glukosa 25:38 yang terserap ke dalam darah menurun. 25:40 Maksudnya gimana? Nah, gini. Jadi kalau 25:43 kita makan itu akan dipecah eh 25:46 karbohidrat yang kita makan tadi ya, 25:47 apapun yang kita makan akan dipecah 25:49 menjadi glukosa. Nah, dengan adanya 25:51 herbal ini ya dia bisa menghambat 25:54 pemecahan itu jadi sehingga ee pemecahan 25:58 itu tidak cepat beredar di pembuluh 26:00 darah. Ya, itu satu ya nyambung ya. 26:03 Terus penghambatan pembutukan gula di 26:06 hati dan di otot ya. Jadi kita makan 26:08 tadi kan akan tersimpan di hati dan di 26:10 otot. Nah, cara herbal tadi menghambat 26:13 lagi pembentukannya di hati dan di otot 26:16 sehingga gula darah yang beredar ee 26:19 tidak banyak di pemul darah ya. Yang 26:21 ketiga, dia meningkatkan sekresi insulin 26:24 dan sensitivitasnya dan meningkatkan 26:27 ambilan glukosa. Jelas ya? Jadi tiga 26:29 mekanisme itu. Jadi yang pertama dia 26:32 menghambat karbohidrat untuk menjadi 26:34 gula. 26:35 Yang kedua dia menghambat pembentukan 26:37 gula di hati dan di otot. Yang ketiga, 26:39 dia meningkatkan skiasi insulin dan 26:41 sensitivitasnya. Jadi dapat kan tiga. 26:44 Jadi pengobatan tuh holistik, 26:46 menyeluruh. 26:47 Menyeluruh 26:47 penyebabnya. Oke. 26:50 Khusus tipe dua ya. Nah. Oke. Nah, ini 26:52 ada herbalnya. Nah, ini mulai mulai 26:55 dicatat ya. Dicatat sediakan pena ee 26:59 kertas ya. Jangan lupa kalau memang 27:01 ketinggalan bisa upload di ee YouTube 27:03 Rasil atau di YouTube saya ya. G. 27:06 Nah, ada Brotowali. Nah, ini tanamannya 27:09 tadi saya lupa batangnya ya. Jadi kalau 27:11 begini doang nanti bingung mungkin ya. 27:14 Nah, nanti bisa dilihat ya. 27:15 Batangnya itu rigi-rigiali itu batangnya 27:18 tuh rigi-igi ya, kayak tajam-tajam tapi 27:20 kecil. Nah, dia di pagar-pagar pun kita 27:23 tanam gampang. Jadi rumah saya tuh 27:25 brotali panjang banget, Mas. Di 27:26 pagar-pagar 27:28 ini. Pagarpagi tadi ngambil semuanya 27:29 pagi tadi ya. Di rumah itu 27:31 mungkin ada 50 tanaman herbal lah. 27:34 Oh, 50 jenis tanaman. Tadi tempuyung 27:36 saya mau bawa untuk asam urat cuman mati 27:38 yang yang apa yang rawatnya [tertawa] 27:40 nih ya. Nah, ini brotowali ini pahit ini 27:44 ya. Ini pahit ya. Ini ee brotoali ini 27:48 mekanismenya ya. Jadi jangan hanya 27:50 tanamannya tapi mekanismenya saya kasih 27:52 tahu ya. Jadi mekanisme brotowalin ini 27:54 dalam mengont gul darah melalui aksi 27:57 majemuk tidak hanya penghambatan 27:58 glikogenesis tetapi juga stimulasi. Nah, 28:02 tadi kita kan ada tiga, Mas. Menghambat 28:05 dari proses pemecahan karbon menjadi 28:07 gula, 28:08 menghambat gula di hati ee pemotongan di 28:10 hati, ee meningkatkan sekes insulin. 28:13 Nah, ternyata ini sudah dapat dua. 28:15 Sabiloto dapat dua. Pertama, dia 28:17 menghambat ee pemecahan ee karbohidrat 28:20 menjadi glukosa. Yang kedua, dia 28:22 meningkatkan sensitivitas insulin. Ya, 28:25 dua, dua kerja ya kita dapat, ya. Nah, 28:29 ee terus kita tanamannya sudah satu ya. 28:32 Nah, yang kedua kayu manis ya. Kayu 28:35 manis nanti ukurannya saya kasih tahu ya 28:36 untuk untuk direbus ya. Ini kayu manis 28:38 dulu. 28:39 Kayu manis di warung banyak Mas ya. 28:41 Banyak. Ini sebenarnya panjang ini 28:42 karena kan kalau kita nyimpannya suka di 28:44 dalam toples, Mas. 28:46 Jadi sudah digunting-gunting oleh istri 28:47 saya nih. Jadi kecil ya mestinya 15 cent 28:50 ya. 28:50 Ini kayu manis. Ini kayu manis nih kalau 28:52 kita 28:53 di luar negeri bubuk kayu manis ini 28:55 sudah laku banget Mas. Orang minum kopi. 28:58 Heeh. Dia ditaburin kayu manis. 29:00 berbentuk serbuk. 29:01 Serbuk. Nah, ini laku banget. 29:03 He, betul 29:04 ya. Nah, kenapa? Eah, kita bahas lagi ya 29:07 farmakologinya. Jangan kita ini enak 29:09 juga baunya. 29:10 Aromanya [tertawa] enak. 29:11 Orang bikin roti pakai kayu manis, 29:12 cinnamon enak ya. Nah, mekanisme 29:15 kerjanya dari oligamer prosiniadin ya 29:18 ini e zer aktifnya ya dapat menurunkan 29:21 kadar gula darah melalui perbaikan 29:23 sensitivitas insulin. Nah, jadi 29:24 memperbaiki sensitivitas insulin ya. Ini 29:28 jurnal yang saya bilang ya, bukan bukan 29:30 saya bilang sendiri ya, ini jurnal ya. 29:33 Nah, ini bisa memperbaiki sensitivitas 29:36 insulin ya. Oke, yang kedua. Yang 29:39 ketiga, nah ini pare ya. Ini pare. Kalau 29:41 pare saya beli ini [tertawa] 29:43 karena saya enggak nanam ya. Pare saya 29:45 beli ya. Enggak nanam ini ya. Tadi 29:47 pagi-pagi ada ibu saya. Tolong dong beli 29:49 pari. Tapi semua orang sudah tahu Pari 29:51 ya. 29:51 Heeh. Pari sudah tahulah ya. Nah, pari 29:54 ini ee ditemukan senyawa yang bekerja 29:57 dan strukturnya mirip dengan insulin ya. 29:59 Beberapa penelitian juga mendukung 30:01 aktivitas kerja mirip insulin dari buah 30:03 pare. Hasil penelitian lain menunggah 30:06 efek anti diabetes ee melalui penurunan 30:09 pembentukan glukosa pada hepar, 30:11 meningkatkan sintesis glikogen dan 30:13 meningkatkan oksidasi glukosa perifer. 30:15 Nah, maksudnya dia bisa ee menghambat 30:19 pembentukan gula di hati. Yang nomor 30:22 poin du tadi ya. Heeh. 30:23 Nah, dia bisa meningkatkan sintesis 30:25 glikogen. Jadi, dia bisa mecah ee 30:29 mensintesis glikogen ya. Ee terus dia 30:32 bisa meningkatkan oksidasi glukosa 30:34 perifer ya di jaringan perifer ya. 30:36 Glukosa pada jaringan perifer. Nah, ini 30:38 cuman kalau orang ada asam urat jangan 30:42 ya asamnya gimana Mas? 30:44 Naik asam uratnya. 30:45 Oh, 30:46 ya. Efek sampingnya kalau punya asam 30:48 urat pasti naik. He 30:50 ya. Nah, Brotowali tadi kalau orang yang 30:52 enggak kuat lambung jangan juga nanti 30:54 kita ada solusinya ya. Oke. 30:58 Terus umbi bawang merah. Nah, ini bawang 31:00 merah ya. Sudah tahu kan ya? Saya 31:03 contoh-contoh aja ya, enggak keracik 31:04 karena enggak ada kompor sini. [tertawa] 31:07 Nanti kalau ada workshop rasi lagi ya 31:08 kita masak-masak ya. Ya. 31:10 Betul. 31:11 Nah, ini ee kenapa digunakan juga 31:13 ternyata senyawa kertin ya. Ini kan 31:16 punya flavonoid. Misalnya korisektin 31:18 yang terdapat dalam bawang merah dapat 31:20 mencegah glukogenesis 31:22 ya. Pemecahan tadi sama ya. Hal ini 31:25 bermanfaat dalam mencegah komplikasi 31:27 jantung pada pasien diabet. Sediaan juz 31:30 50 mg dapat menurunkan kadar glukosa 31:32 darah. Ya, jelas dia penghambatan, 31:35 pemecahan dari ee karbohidrat menjadi 31:38 glukosa ya. Ee terus 31:42 apalagi nih? E sambilo. Nah, sambiloto 31:45 ya. 31:46 Itu dari sama Mas ada ya? 31:47 Nah, ini dari rumah ini ada ya. Cuman 31:49 sudah layu tadi pagi-pagi dipetik ya. 31:51 Ini sambil utuk ya. 31:53 Ee ini pahit juga ya. Rasanya pahit juga 31:56 ya. Pari juga agak pahit ya, tapi enggak 31:58 sepahit ini ya. 31:59 Ini pahit ya. Ini satu tangkai kurang 32:01 tapi satu tangkai itu biasanya saya 20 32:02 helai daunnya ya. 32:04 Nah, ini ini tadi yang motongnya pendek 32:07 ya. Ini saya enggak apa-apalah buat 32:08 contoh ya. Nah, efek antierging diperkan 32:11 melalui peningkatan metabolisme glukosa 32:14 dan penghambatan aktivitas glukosa dan 32:16 fosfat di hati dan efeknya hampir sama 32:20 setara dengan metformin. Nah, yang biasa 32:23 makan metformin ternyata efeknya sama 32:26 setara dengan metformin ya. Selain itu 32:28 ekstrak etonic juga menurunkan kadar 32:30 triggestrit darah. Jadi bisa menurunkan 32:33 kadar triggestit pengentalan darah di 32:35 darah ya. ternyata bermanfaat ya sambil 32:38 luto ya. Nah, 32:40 sambil lutuk. Samilot ini digunakan juga 32:42 untuk COVID ya, supported COVID ya, 32:45 karena dia menurunkan inflamasi ya di ee 32:50 apa formula formularium dari apa ee dari 32:55 apa tuh saya lupa lagi ee 32:58 kesehatan ya Kemen Ces itu disebutkan 33:01 kemarin tuh saya lupa saya di-share sih 33:03 kemarin tuh ada meniran, ada sambil ada 33:06 jahe, ada temulawa ada kunyit terus 33:09 Terus jambu biji ya, terus sama 33:12 probiotik ya itu. Nah, ee satu lagi biji 33:17 kedeli. Ini saya bungkus karena susah 33:19 nanti dibuka ke mana-mana ya. Udah. 33:21 Oh, itu beli, Mas. Ya, 33:22 ini kebetul ya beli. Kebetulan di rumah 33:24 [tertawa] ada enggak nyimpan karena suka 33:27 bikin ya. Kebetulan di rumah ada pasti 33:29 beli nih, Mas [tertawa] 33:31 ya. Nah, biji kedele ini kayak akan ee 33:34 inositol. Senyawa yang diketahui 33:36 memiliki aktivitas mirip insulin ya. 33:38 Selain itu, isoflapon yang terdapat pada 33:40 biji kerja dapat menghambat kerja enzim 33:42 alpa glukosinase. Enzim ini berperan 33:45 dalam hidrasi karbohid menjadi 33:46 monosekarida. Dengan demikian, jumlah 33:48 glukosa yang terserap dalam darah akan 33:50 menurun. Jelas ya, glukosa yang terserap 33:52 dalam darah akan menurun karena dia 33:54 menghambat ee hidrolis karbohon menjadi 33:57 monosakarida atau menjadi ee gula ya. 34:00 Itu jelas banget ya. Jadi enzim-enzimnya 34:02 ini daun salam tapi enggak usah dipakai 34:04 lah ya. Tadi ee mau ngomongin asam urat 34:07 ya. 34:08 [tertawa] 34:09 Oke, ya. 34:10 Nah, itu Mas kalau ee biji kedeleai itu 34:13 Mas, kalau sudah berbentuk susu minuman 34:15 itu gimana, Mas? 34:15 Boleh. 34:16 Nah, gulanya itu, Mas. Manisnya. Oh, 34:19 jauh usah pakai gula ya. Oh, gitu ya. 34:21 Biji ee kedele ini asam urat enggak 34:23 boleh ya? Saya lupa ya. 34:24 Oh, 34:24 heeh. Asam urat hati-hati bagi asam 34:27 urat, kedele, sama pare. 34:28 Pare ya. 34:29 Nah, dua ini. Nah, dua ini hati-hati ya. 34:33 3.000 3.000. [tertawa] 34:36 Nah, kita punya resep ya, resep 34:39 herbalnya. Ini kita lumayan nih paparan 34:41 ya. [tertawa] 34:42 Untung saya satu nih paparan tadi mau 34:44 tiga ya. Nah, resep herbalnya dicatat 34:47 ya. Ya, yang untuk orang diabet ya, 34:50 sambil 34:51 ee pola hidup eh pola hidup tipe dua ya. 34:53 Diabet tipe du 34:55 sambil satu tangkai. Satu tangkai itu 34:57 kira-kira 12 ee 20 helai ya. Ini enggak 34:59 sampai nih. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 35:04 13 14 15 16. Ini hanya 16 ya. 35:07 Harusnya standarnya 35:08 20 helai lah. 35:09 20 ya. 35:10 Ya. 20 helai. 21 boleh ya. Ganjil-ganjil 35:12 ya. 35:13 Oke. Ini sambil ya. 35:15 Nah, brotowali ya. Kalau besar-besar 35:18 begini cukup 5 helai ya. Ini kira-kira 35:22 berapa senti Mas? 35:25 Kira-kira 35:27 15 cent kali ya. Iya. 35:29 Nah, 15 cm 5 helai ya nih ya. Cara 35:35 Nah, cara itunya, Mas gimana? 35:36 Nah, nanti dulu sama [tertawa] 35:37 satu-satu dulu kan bahannya dulu. Kalau 35:40 masak tuh kan bahan dulu. 35:42 Kalau ngeracuk bahannya belum gimana? 35:43 [tertawa] 35:44 Nah, terus kayu manis ya satu batang. 35:47 Kayu manis batang cuma 10 cm ya, 15 cm 35:49 lah ya. Jadi ini 15 cm ya. Kira-kira 35:52 diameternya agak besar dikit. Kalau yang 35:54 segini mungkin 3 batang ya. Ini kecil 35:57 ya, yang besar ya. Kecil ukuran kacamata 36:01 ya. Oke ya. Terus kunyit ya. Kunyit. 36:08 Kunyit kuning nih. Kalau di kita buka 36:09 tangan saya kuning. 36:10 Iya betul ya. 36:11 Itu berapa? Satu 36:12 jari aja. 36:12 Oh satu jari ya. Ya. Ini cukup ya satu 36:15 jari 36:15 cuman yang besar Mas ya. 36:16 Iya. Yang seginilah cukup ya. 36:18 Sedang itu ya. 36:19 Nah supaya karena kan sambil ini ke 36:21 lambung brotowali ke lambung. Kenapa 36:22 saya kasih kunyit? supaya ngelapisin 36:24 nanti peri di lambungnya kalau enggak 36:26 pakai ini. 36:26 Oh, jadi buat menetralisir. 36:28 Heeh. Sebenarnya ini bukan buat buat 36:29 diabet. Nah, ini kan ada ada rahasianya 36:32 juga. Mas. 36:33 Nah, itu ya kalau temu lawak untuk nafsu 36:36 makan. Kalau yang yang kurang nafsu 36:38 makan pakai boleh. Tapi jangan deh orang 36:39 diabet nanti nafsu makan susah. 36:41 [tertawa] 36:42 Ini enggak usah. Ini enggak usah ya. Ini 36:43 tadi yang hanya memberikan informasi 36:45 aja. Oke. 36:46 Nah, sekarang cara buatnya Mas ya. 36:48 Oke. 36:49 Ini tadi masuk setangkai. Kita ambil 36:51 daun-daunnya sudah dibersihkan ya. Iya. 36:53 Sudah dicuci bersih, sudah steril lah. 36:56 21 helai itu ya, Mas. 36:57 21 helai kita masukin panci ya. Terus 37:00 ini kita masukin juga ke panci. Kita 37:02 potek-potek lima helai ya. 37:04 Kita masukin kayu manis juga masuk juga 37:07 satu batang. 37:07 Kita masukin jari e apa satu jari 37:10 cemplung ya. Airnya berapa ya? 1 liter. 37:14 Oh iya 37:15 1 lit itu 5 gelas ya Mas ya. 37:17 He 37:18 sudah. Jangan lupa pancinya jangan 37:20 jangan pakai aluminium. Pancinya 37:22 stainless, Pek atau dari tanah. Karena 37:26 aluminium itu punya zat-zat, nanti dia 37:28 nyerap ke Oh 37:29 ee apa ke herbalnya tadi ya, ke jamunya 37:33 tadi. 37:34 Nah, terus setelah 1 lit kita hidupkan 37:37 kompor api kecil aja. 37:39 Heeh. 37:39 Eh, tapi ditutup ya karena ekstraknya 37:41 itu uapnya itu ekstrak. Jangan sampai 37:43 keluar. Ditutup api kecil jadi kira-kira 37:46 600 mili ya. 500 mili itu tiga gelas 37:50 minum pagi, siang, sore 200 mili. 37:52 Oh, itu direbus semua, Mas? 37:53 Direbus. Direbus ya. 37:55 Kunyit enggak di 37:56 Iya, boleh dikeprok dulu ya. Kalau 37:58 kunyit saya lupa tuh masih ingat tuh. 37:59 Keprok [tertawa] 38:00 saya lupa ya. Kunyit dikeprok dulu ya 38:03 biar lebih dia keluar. 38:04 Iya. Warnanya juga sama sarinya itu, 38:07 Mas. 38:07 He. Nah, tapi kalau ada tensinya rendah 38:10 dikasih garam ya karena ee kunyitnya 38:13 menurunkan tensi sambil lutut juga 38:15 menurunkan tensi ya. kasih garam dikit 38:17 kalau tensinya ee ee rendah ya. Kalau 38:21 dia tinggi ya enggak masalah. 38:23 Oke 38:23 ya. Nah, ini rahasianya kenapa saya 38:25 pakai kunyit tadi untuk melapisi lambung 38:27 ya. Karena pahit ini Mas ya. Oke, 38:31 nyambung ya. 38:32 Oke. 38:32 Nah, terus kenapa puasa ee puasa tadi 38:35 kita sebutkan ya karena puasa itu bisa 38:38 ee 38:40 bermanfaat ya. Nah, apa benefitnya dari 38:43 aspek gizi? puasa paling tidak akan 38:45 mengurangi asupan zat gizi, terutama 38:47 kalori sekitar 20-30%. 38:50 Nah, sehingga mengurangi resiko diabet 38:51 tipe 2. Mekanismenya, pengurangan 38:54 konsumsi kalori secara fisiologis akan 38:56 mengurangi sirkulasi hormon insulin dan 38:59 kadar gula darah. Puasa insulinnya yang 39:02 kerja glukagon. Ya, hal ini akan 39:04 meningkatkan sensitivitas hormon insulin 39:06 dalam menormalkan kadar gula darah dan 39:08 menurunkan suhu tubuh. Ya, jelas ya. 39:10 Jadi puasa itu sangat bermanfaat tapi 39:12 bukan empat sehat lima sembarangan 39:14 ya itu. Wah nanti lain kali bisa juga ya 39:17 dipaparan di situ ya. 39:18 Betul Mas 39:19 sambil ngomong ya. Jadi bisa lihat juga. 39:22 Nah ada pantangannya. Jadi kita tadi 39:24 sudah ngomong patofisiologi penyakitnya 39:27 kita sudah ngomong herbalnya ya ee 39:31 cara-cara menanganinya ya. Sekarang 39:34 pantangannya ya harus ada pantangan 39:36 dong. Enggak bisa semono-semonal. Oh, 39:38 sudah dikasih herbal. Saya mau makan 39:39 semacam. Oh, enggak bisa ya. Jadi kayak 39:42 bak sampah atau tong ya. Kita isi, kita 39:46 kuras, masukin lagi, isi ya. Enggak 39:48 selesai-selesai. Yang dimasukin tetang 39:52 yang kita kuras kita perbaiki. Ya, 39:54 pantangan catat juga ya. Ini paling 39:56 penting nih, ya. 39:58 Terutama makanan manis ya. Makanan 40:01 manis. Apalagi yang sudah manis ya. 40:03 Kayak Mas Anis kan sudah manis tuh ya. 40:05 Jadi manis-manis kurangin Mas ya. 40:08 Ganti [berdehem] gulanya dengan gula 40:09 diabet ya. Gula pura-pura lah ya atau 40:11 stevi ya. 40:12 Gula jagung bilang ya, Mas. 40:13 Gula jangan. 40:14 Bukan ya. 40:15 Ee gula jagung diabet ada cuman ee yang 40:18 lebih bagus tuh stevy ya kalau mau ya. 40:21 Gula jagung boleh ya. 40:22 Atau kalau gula aren 40:24 jangan gula tuh tetap naik dia. Madu aja 40:27 naik ya. Madu naik ee kurma naik ya. 40:30 Gula apa namanya Mas? 40:31 Ee gula stevy aja dari daun ya. Stevy 40:34 sweet itu bagus ya. itu gelas tevi atau 40:36 gula diabetasol juga boleh. E jadi 40:38 nyebut merek. [tertawa] 40:41 Terus buah manis ya, buah yang 40:44 manis-manis ya. Nah, seperti mangga 40:47 apalagi Mas yang manis. 40:49 Wah, banyak Mas buah 40:50 euh ya manggis, rambutan itu enggak 40:53 boleh. Nah, yang boleh aja lah. Pusing 40:54 saya kalau [tertawa] banyakan nanti 40:56 nanti yang dengar juga bingung gitu kan 40:59 yang ngelihat juga bingung ya. Nah, 41:02 ganti dengan alpukat ya. Alpukat. 41:06 Pir ya, jambu kristal ya. Jambu kristal 41:08 tahu kan Mas ya? 41:09 Buah naga bisa Mas? 41:10 Ee buah naga yang putih ya. Buah naga 41:13 merah. 41:13 Wah itu manis ya. Jangan naik. 41:15 Pepaya ya. Bengkuang, kiwi, apel. Oke. 41:20 Apelnya 41:21 apel 41:22 hijau apa? 41:22 Apel apa aja ya. Memang bagusnya apel 41:24 lokal sih. 41:25 Karena apel impor itu ya pasti ada 41:27 pengawetnya. Karena kan masuk dari luar 41:29 negeri ke pasar induk berjalannya kan 41:32 lama ya pasti dia pakai ada sesuatulah 41:35 ya 41:36 nah terus [berdehem] karbohidrat 41:38 karbohidrat itu nasi putih ya nah itu 41:41 dipantangin ya ee kentang 41:45 singkong ubi pisang juga termasuk ya 41:47 pisang tuh karbonnya tinggi. Nah, 41:49 gantilah dengan beras merah ya atau 41:52 beras hitam sekarang masih ada ya. 41:53 Betul. 41:54 Atau gandum ya 41:55 atau sama sekali enggak konsumsi Mas 41:57 atau protein aja kayak saya 42:00 ya kan walaupun saya enggak diabet saya 42:02 makan protein aja 42:03 proteinnya ya kayak tadi putih telur ya. 42:05 Putih telur ikan, ayam ya itu pasti 42:08 turun juga gulanya. 42:10 Cuman kan prosesnya Mas gimana proses ee 42:13 masaknya Mas? Kalau telur mungkin 42:15 direbus lebih baik ya Mas ya. 42:16 Heeh. Kalau ayam ya terserah mau 42:18 dibakar. 42:19 Mau disop boleh maksudnya supaya untuk 42:23 gantikan tidak makan nasi 42:24 intinya itu ya. Nah, saran [berdehem] 42:27 pola hidup sehat ya. Jangan pas sehat 42:29 lima sembarangan yang tadi saya bilang 42:31 bisa ganti dengan putih telur ya atau 42:34 ayam atau ikan atau hindarin stres. Nah, 42:36 ini kan jelas kan body, mind soul 42:39 ya. Bodinya kita perbaikin dengan 42:42 herbal. Pikirannya kita ubah dengan 42:45 pantangan dan saran. 42:47 Soul-nya, jiwanya kita perbaikin juga 42:51 dengan mengurangi stres, was-was ya, 42:54 dengan salat, dengan ibadah, dengan 42:56 berdoa ya salat dua rakaat kalau ada 42:59 masalah ya insyaallah Allah yang 43:01 menyelesaikan ya itu. Nah, makanya 43:03 pengobatan itu menyeluruh ya banyak juga 43:06 yang datang bukan karena keluhan fisik 43:08 ya, psikisnya lambungnya enggak 43:10 beres-beres karena psikisnya bermasalah 43:13 ya. Nah, SOP di klinik RSI di tempat 43:18 saya bagaimana cara menanggulangi ee 43:21 pasien diabet. Nah, biasa saya gunakan 43:23 terapi lintah yang tadi saya jelaskan. 43:25 Nah, kenapa terapi lintah? 43:27 Karena lintah itu punya enzim anti koan, 43:30 anti pengantalan darah. Ini ilmu ya. 43:32 Betul. 43:33 Nah, dia bisa ngencerkan darah. Makanya 43:34 pas lintah itu encer darah. Dia 43:36 melancarkan aliran darah yang tersumbat 43:38 akibat gula di dalam pembuluh darah 43:40 sehingga nutrisi dan oksigen terpenuhi. 43:43 Darah itu bawa nutrisi dan oksigen. 43:45 Jelas ya. Nah, jika pasien mengalami 43:47 kesemutan baal, kesemutan baal nekrosis 43:50 ya. Nekrosis itu jaringan kulitnya mati 43:53 ya ataupun luka, terapi lintas sangat 43:55 efektif ya. Bisa lihat di Google atau di 43:59 internet. Case study of leads therapy 44:01 application in diabetic full ulser ya. 44:04 Case study of leads. Leads itu lintah 44:07 ya. Case study of leads application in 44:09 diabetic full user. Itu ada di internet 44:11 jurnalnya ada ya. Nah, herbal tadi yang 44:14 tadi ya sudah disebutkan 1 2 3. Dia bisa 44:16 menghambat hidros karbohidrat menjadi 44:18 glukosa. Dia bisa menghambat pembentukan 44:20 gula di hati. Dia bisa meningkatkan eh 44:22 sekresi insulin dan sensitivitasnya. 44:25 Oke, itu saja. Jangan lupa auzubillahim. 44:28 Bismillahirrahmanirrahim. Waidza marittu 44:30 fahua yaspi. Dan apabila aku sakit maka 44:32 dialah yang akan menyembuhkan. Oke, Mas. 44:35 Wah, ini paparan [tertawa] juga. 44:39 Masyaallah. Karena ini Mas ya nih 44:41 sesungguhnya Allahlah yang menurunkan 44:42 penyakit dan juga obatnya seperti itu. 44:44 Iyaah. Jelas. Nah, cuman kita harus cari 44:46 tahu makanya cari ilmu ya, Mas ya. 44:49 Enggak bisa juga kita nunggu doang ya. 44:50 Kita harus ikhtiar ya. 44:53 Itu 44:53 jadi pantengin terus di Rumah Sehat 44:55 Indonesia. 44:55 Oh, iya dong. Apalagi ini nih kalau saat 44:57 kesehatan Islam ini pantangin ya. 44:59 Iya betul. [tertawa] 45:00 Nah, ini untuk ikhwan akhwat pendengar 45:02 Radio Silatim yang dirahmati Allah 45:03 Subhanahu wa taala. Bagi ikhwan akhwat 45:05 yang ee ingin mencatat alamat dari Rumah 45:08 Sehat Indonesia, boleh dipersiapkan 45:10 kertas dan juga pulpennya di Rumah Sehat 45:14 Indonesia atau RSI di Jalan Ruyung Blok 45:18 A20 45:19 nomor 7 RT4 45:22 RW04, 45:24 kafling PTB DKI Pondok Kelapa, Jakarta 45:28 Timur. Untuk nomor teleponnya boleh 45:31 dicatat di 0813 45:35 83 45:36 262040. 45:40 Kami ulang kembali lagi di 0813 45:42 83 262040. 45:46 Nah, untuk ikhwan akhwat yang ingin 45:48 berkonsultasi bisa langsung saja cuma 45:50 mulai WhatsApp ya, jangan telepon. 45:52 Iya. Heeh. Kalau telepon lama, Mas. 45:54 Nanti nanya ibunya, nanya anaknya, nanya 45:56 neneknya. Heeh. 45:58 panjang kali lebar jadinya [tertawa] 46:00 boleh kok insyaallah saya balas tapi 46:02 mungkin kalau waktu-waktu saya enggak 46:04 sempat mungkin besoknya atau besoknya 46:05 lagi. Tapi insyaallah saya balas 46:07 biasanya saya balas ya walaupun banyak 46:09 masuk saya balas ya. 46:10 Nah untuk jadwal praktiknya dari Sabtu 46:12 Ahad Mas ya. 46:13 Sabtu Minggu cuman sekarang kan pandemi 46:15 nih jadi saya bikin semua pasien itu di 46:17 jadwal mau Senin sampai ketemu Senin 46:19 lagi dijadwal semua. 46:21 Berarti via telepon dulu, Mas ya. 46:22 Iya di via WA nanti saya jadwalin 46:24 setengah jam kayak ini kan dari 0.30 46:25 0.30 sampai jam 5. Nanti ada. He. 46:27 Jadi 0.30 keluar jam . Jam . Jam 0.30.30 46:32 jam jam .30. 30.30 gitu. 46:36 Saya jedah setengah jam setengah jam. 46:37 Jadi masuk pasien satu keluar, masuk 46:39 pasien satu keluar. Kalau dulu kan 46:41 numpuk Mas. 46:42 H. 46:42 Nah, kalau sekarang ya alhamdulillah lah 46:44 sudah terkoordinir ya. 46:45 Jadi protokolnya seperti itu, Mas ya di 46:47 RSI insyaallah aman Mas ya. 46:49 Iya. Alhamdulillah sampai sekarang dari 46:51 pandemi buka sampai sekarang 46:52 alhamdulillah. 46:53 Alhamdulillah. Baik, Ikhwan Ahmad 46:54 perdengar Radio Sultrahim. Kami 46:56 mengundang bagi Ikhwan Ahmad yang ingin 46:57 memberikan pertanyaan bisa langsung saja 46:59 di line telepon di 0218451512 47:02 untuk line WhatsApp-nya di 0811999720. 47:07 Kami R sejenak Iwan Awat pastikan Anda 47:08 tetap di radio Silrahim untuk Islam. 47:11 [musik] 47:23 Brail [musik] TV [bernyanyi] 47:33 Radio Silaturahim untuk Islam yang satu. 47:34 Ikhwan akhwat para pendengar Radio 47:36 Silaturahim yang dirahmati Allah 47:37 subhanahu wa taala. Terima kasih Anda 47:39 tetap setia mendengarkan kami di AM720 47:41 Radio Silim untuk Islam yang satu. 47:43 Ikhwan akhwat di pagi hari ini ikhwan 47:45 akhwat sedang menyimak acara ee tentunya 47:48 kesehatan islami bersama narasumber kita 47:51 dari Rumah Sehat Indonesia bersama Bapak 47:54 Alvian. 47:55 Dan Pak Alvian ini Rumah Sehat Indonesia 47:58 yang beralamat di Jalan Ruyung Blok A20 48:01 nomor 7 RT004 48:04 RW04 48:05 kavling PTB DKI Pondok Kelapa, Jakarta 48:08 Timur. Untuk ikhwan akhwat yang ingin 48:10 berkonsultasi langsung melalui Pak 48:12 Alvian bisa di line teleponnya di 48:15 081383262040. 48:21 Baik, ee kita sudah masuk di sesi yang 48:23 kedua, sesi tanya jawab. Kami mengundang 48:25 kembali bagi ikhwan akhwat yang ingin 48:27 mengirimkan pertanyaan bisa di layan 48:28 telepon di 0218451512. 48:31 Untuk Line WhatsApp di 0811999720. 48:36 Baik, Pak Alfan. Sudah ada penelepon 48:37 yang terhubung. Kita angkat ee terlebih 48:40 dahulu. Asalamualaikum warahmatullahi 48:41 wabarakatuh. 48:44 Halo. 48:44 Asalamualaikumalam. 48:46 Iya. Baik. Dari Ibu siapa? Di mana Ibu? 48:47 Ibu Eni umur 83. 48:50 Iya. Ibu Eni umur 80. 48:52 Ini radionya Pak matiin apa enggak? 48:54 Ee aman sih, Bu. 48:55 Aman, Bu. Ya. 48:56 Boleh lanjut, Bu. 48:57 Eh, 48:58 gimana, Bu? 48:59 Anu, saya mau nanya. Saya sudah nyatat 49:01 tadi, ya. 49:02 Iya. E tapi kok di sini enggak ada itu 49:05 yang kacang kedele yang bawang merah itu 49:08 Oh, itu tambahan aja. Itu tambahan Bu. 49:10 Oh, tambahan. 49:11 Heeh. Itu intinya yang tadi 49:14 ya? 49:14 Intinya yang tadi. 49:16 Oh, begitu. Inti yang tadi ya. 49:19 Kalau beli kalau beli kan susah, Dokter. 49:22 Apanya itu? 49:22 Kalau beli-beli di pasar kan susah, 49:24 Dokter. Enggak enggak anu enggak boleh 49:26 kita pesan lu [tertawa] berapa gitu. 49:29 Oke, nanti dijawab ya. Nanti 49:30 satu bungkus. Satu bungkus gitu. 49:31 Siap. nanti di. 49:32 Oke. Baik, Ibu. Cukup, Ibu. 49:36 Halo. Oke. Insyaallah akan kami jawab, 49:37 Bu, ya. 49:38 Iya. 49:38 Iya. Ditunggu aja, Bu, ya. 49:40 Baik. Dari Ibu Eni. 49:42 Jadi, ee tadi intinya sebenarnya yang 49:45 tadi ya, yang brotowali, sambil botol, 49:48 kunit, sayur manis ya, itu yang paling 49:50 intinya. Tapi sesekali boleh gunakan 49:53 kedele pare. Cuman kan kedele pari tadi 49:55 kan ada asam uratnya, Mas ya. Kalau dia 49:58 banyak-banyak pakai kedeli, pakai pare, 50:00 kalau dia ada asam bermasalah. Makanya 50:02 tadi saya enggak gunakan ya. Yang 50:04 intinya itu. 50:05 Nah, kalau Ibu mau beli sih gampang 50:07 sebenarnya di pasar tradisional tuh ada 50:09 sebenarnya 50:10 ya atau sambil tuh gampang ditanam ya, 50:13 Brotowali gampang ditanam. Kapan ibu ke 50:16 klinik nanti potek aja potong dimasukin 50:19 ke botol dulu sampai dia ada akarnya 50:22 ditanam ya. Nanti bisa minta ke saya ya 50:25 ke rumah. di rumah tanam ini aman 50:27 pokoknya kalau ibu kapan ada waktu boleh 50:30 sowan ke klinik silaturahim nanti 50:33 dikasih ya nanti ibu potek aja masukin 50:37 botol sampai akarnya keluar baru ditanam 50:40 ya gampang itu berotolis sambil lutut 50:41 sangat gampang ya itu karena kalau saya 50:44 sediain yang di rumah dipotong semua 50:46 habis [tertawa] 50:48 ya [terkesiap] karena saya sediaan 50:50 ekstrak ya kalau di klinik itu sudah 50:52 sedia formula ya dan formula juga 50:54 mungkin ada yang tambahan bahan lain ya 50:56 karena susah dicari bingung nanti saya 50:58 jabarkan tanamannya ya itu 51:00 betul. Oke. Baik terima kasih Ibu Eni ya 51:04 ee dan Ikhwan Akhwat pembahasan kita 51:06 masih mengenai pengobatan tradisional 51:07 ramuan Indonesia dan tentu pembahasan 51:10 kita tadi sudah ada penjelasan mengenai 51:12 diabet ya. Eh, Pak Alvian untuk diabet 51:15 ee mungkin saya pernah melihat diabet 51:17 itu benar, Mas. Bisa bikin badan tuh 51:21 kurus, Mas. Kalau saya lihat 51:22 Oh, iya jelas. Kenapa? Ya, jelasin ya. 51:26 Oke. 51:26 Karena gini, dia makan tidak menjadi 51:29 energi, tidak tersimpan 51:32 karena insulin tadi bermasalah. Akhirnya 51:35 karena dia diabet tadi enggak ada energi 51:37 yang terjadi yang diserap segala macam 51:40 dia cari lemak 51:42 untuk dipecah dia. 51:43 Iya. 51:43 Akhirnya dia kurus, Mas. 51:45 Oh, 51:45 itu intinya ya. Karena tidak menjadikan 51:49 energi. 51:49 H 51:50 karena insulin bermasalah. Ah, itu 51:53 jadi yang harus diperbaiki tadi 51:54 minum-minuman tadi itu, Mas, ya. 51:55 Insulinnya diperbaikin, 51:57 terus pola hidupnya diperbaikin, body, 52:00 mind, soul. Ya, sudah jelas ya. Oke. 52:03 Baik, kita lanjut ya, Pak Alvian, ada 52:06 pertanyaan dari Ibu Hani. Eh, 52:09 asalamualaikum warahmatullahi 52:10 wabarakatuh, Pak Alvian. 52:11 Heeh. 52:11 Eh, Pak Alvian, bagaimana dengan 52:13 pengobatan Delima? Apakah bisa membantu 52:15 untuk pengobatan diabet juga? 52:17 Iya, Delima ini kan sebenarnya jurnalnya 52:19 untuk osteoklas osteoblas ya. Jadi, 52:22 jelas arahnya ke persendian, ke tulang 52:24 ya. Jadi kalau untuk diabet kurang cocok 52:27 ya karena dia tidak maksimum kerjanya. 52:30 Nah, malah diabet ini kalau untuk orang 52:32 patah tulang ya itu bagus karena cepat 52:34 nyambungnya dan dia jelas osteoklas 52:37 osteoblas ya. Jadi setiap ada osteoklas 52:41 pasti ada osteoblas untuk menghancurkan 52:43 dan untuk membentuk tulang ya. Nah, 52:45 delima itu sangat membantu ya itu untuk 52:47 ke tulang. 52:49 Oke. Baik. 52:49 I 52:51 sudah ya Pak. 52:51 Sudah [tertawa] 52:52 kita lanjut kembali Pak Alvin. Ini 52:54 banyak sekali pertanyaan yang masuk ini 52:56 dari Bapak Maryadi di Tangerang Selatan. 52:59 Asalamualaikum warahmatullahi 53:00 wabarakatuh, Pak Alvian. 53:02 Pak Alvian, saya usia sudah 70 tahun, 53:04 sudah bertahun-tahun menderita saraf 53:06 kejepit bagian ee sekitar persendian 53:09 pinggul 53:10 hingga tidak bisa lama-lama duduk dan 53:12 juga berdiri apalagi jalan kaki. 53:14 Berbagai upaya sudah dilakukan baik 53:17 secara medis maupun alternatif. Terakhir 53:19 saya diterapi dengan totok saraf dua 53:21 kali. Apakah metode totok saraf ini 53:23 efektif dan perlu dilanjutkan? Oke, jadi 53:26 kita harus tahu pate fisiologi 53:28 penyakitnya dulu ya. Saraf kejepit itu 53:30 kenapa? Saraf kejepit itu kan sudah 53:32 jelas karena posisi tulangnya menjepit 53:35 ee sarafnya ya atau dia spondiolotesis. 53:38 Spondolotesis itu dia lari ke depan atau 53:41 ke belakang atau dia disbalging miring 53:43 ke kanan atau ke kiri atau dia skoliosis 53:46 ya. Kan kalau skoliosis kan dia bengkok 53:47 tuh Mas ujungnya pasti kejepit. Nah, 53:50 sebenarnya bagaimana ee tulang itu 53:53 kembali ke posisinya kan biasanya akibat 53:55 dari HNP itu dari jatuh ya duk ketekan 53:59 trauma atau salah posisi dia ngambil 54:02 barang miring begini tut ketarik ya. 54:04 Nah, posisi tulang itu kita luruskan ya 54:08 jangan sampai dia menjepit saraf ya 54:10 tujuannya karena di MRA itu jelas kalau 54:12 tulangnya nonjol ya nukleusnya itu 54:14 nonjol dia akan menekan saraf. Nah, itu 54:17 namanya saraf kejepit, Mas. Namanya itu, 54:19 Mas. Karena dia nekan saraf 54:21 namanya saraf kejepit, ya. Nah, 54:23 bagaimana yang kejepit tuh tidak 54:25 menjepit, ya. Nah, tapi efek kalau 54:27 jangka panjang ya, misalnya Bapak sudah 54:30 lama, kemungkinan nanti akan ke arah 54:33 lemah kakinya kalau enggak cepat-cepat 54:35 diobatin. Nah, kalau efek sudah begitu 54:37 agak susah nanti ngobatinnya ya. Yang 54:40 paling nanti kita usaha untuk 54:41 menghilangkan rasa sakitnya terus 54:43 menguatkan pelan-pelan ya karena sudah 54:46 lama. Tapi insyaallah sih mudah-mudahan 54:48 Allah kasih sembuh ya. Karena kemarin 54:50 juga ada beberapa pasien saya yang ya 54:53 pakai kusi roda sudah bisa jalan ya. 54:55 Lihat aja di YouTube saya itu ada ya. 54:57 Nah, alhamdulillah Allah kasih sembuh 54:58 ya. Yang penting SOP-nya gimana cara 55:00 membenarkannya. Nah, kalau totok saraf 55:02 itu saya belum tahu apakah dia menarkan 55:04 posisi tulang atau hanya dia 55:06 menotok-notok bagian sarafnya saja. Ya, 55:09 itu 55:10 ya. Jadi, ee Pak Mariadi bisa 55:12 silaturahim juga ya ke rumah sehat 55:13 Indonesia. 55:14 Heeh. Karena harus diperbaikin itu 55:15 dibenarkan posisinya. 55:17 Itu kalau gitu harus di apa, Mas? Difoto 55:20 di ronsen gitu, Mas. 55:20 Kalau ada ronsen, ada MRnya lebih baik. 55:22 Jadi sudah ketahuan Mas ya. 55:23 Udah ketahuan. Nah, kayak hari ini kan 55:25 pasien tadi beberapa orang ee bonfix 55:28 semua. Bonfix itu pembenaan tulang 55:29 belakang ya. Jadi sampai pas jam . Nanti 55:32 juga ada bonfix ya. Itu tadi terakhir 55:35 saya ke sini ya. Itu. 55:37 Oke. Baik. Kita lanjutkan kembali Pak 55:39 Alvian ini dari 55:42 mm ini baik sekali Pak Alvian. [tertawa] 55:45 Kebanyakan paparan soalnya. 55:47 Asalamualaikum Pak Alvian. Iya. Iya. 55:49 Ee ini tidak menyebutkan nama. 55:51 Ee kalau bawang 55:54 kalau bawang Dayak gimana? Kayu manis 55:57 berapa banyak? Oke, tadi kan kita sudah 56:00 sebutkan ya formula-formulanya ya. 56:02 Mungkin nanti terakhir aja kita ulang 56:04 ya, Mas ya. 56:05 Karena kalau kita ngulang satu, satu, 56:06 satu lagi banyak ya. Nanti kita ulang 56:08 terakhir. Oke. [berdehem] 56:10 Oke. Baik, kita lanjutkan kembali Pak 56:13 Alvian ada telepon Mas Fajar. Oke, kita 56:16 lanjutkan kembali di pertanyaan 56:19 selanjutnya. Asalamualaikum 56:21 warahmatullahi wabarakatuh. 56:22 Waalaikumsalam warahmatullahi 56:23 wabarakatuh. ini dari Bapak Ahmad 56:26 Shohuddin di Jonggol. Pak Alvian, untuk 56:31 menjaga kesehatan terapi lintah baiknya 56:33 berapa kali dan jarak waktunya berapa 56:36 lama? Syukran, Pak. 56:37 Oke. Kayak saya nih kan saya enggak ada 56:39 keluhan ya. Saya sebulan atau 2 bulan 56:41 pasti terapi lintah. Kenapa? Saya untuk 56:43 ngencerkan darah aja ya. 56:45 Di lidah apa di mana? 56:46 Boleh di lidah, di kepala ya, boleh di 56:49 keluhan yang bermasalah ya. Tapi kalau 56:51 enggak ada kelulahan sih mending lidah 56:52 sama kepala sih. Karena enggak berbekas 56:54 kepala itu di sini, Mas, ya. 56:56 Di ubun-ubun, di tengah-tengah, di 56:59 belakang bisa ya, sama di lidah. Karena 57:01 kita tidak ada keluhan ya. Jadi kita 57:04 arahnya ke jantung dengan arah 57:05 menghindari stroke. Ya, kalau saya 57:07 senang itu karena kan enggak berbekas 57:09 ya. Sama di muka saya suka di muka di 57:11 alis ya. itu karena sudah bosan lah ya 57:14 karena lintah sudah banyak jadi saya 57:16 senangnya cuman yang fokus umum aja yang 57:19 inti-intinya buat jantung dan buat 57:20 stroke ya. Nah, kalau kita hanya 57:23 preventif sebulan sekali cukup dong ya, 57:25 tidak perlu setiap minggu kecuali kita 57:27 ada keluhan. Nah, kalau kita ada keluhan 57:29 seminggu sekali ya. Tapi kalau kita 57:31 enggak ada keluhan ee bisa kita sebulan 57:35 ee sekali. Oke, baik. Terima kasih Pak 57:38 Alvian dan juga Pak Ahmad Solodidin yang 57:41 berada di Jonggol. Baik eh Pak Alvian 57:44 kita lanjutkan kembali. Ini ada 57:45 pertanyaan dari Bapak Mar Maulid Arwin 57:49 61 tahun usianya. Asalamualaikum 57:51 warahmatullahi wabarakatuh, Pak. Ee Pak 57:53 Alvian, saya ingin bertanya, mohon 57:56 bantuannya. Apakah ada ramuan 57:58 tradisional pengganti obat amlodipin di 58:01 10 mg? Apabila ada bagaim apabila ada 58:05 bagaimana cara membuatnya? Saat ini 58:07 tensi saya 155/70. 58:10 Oke, 58:11 terima kasih perhatiannya. 58:12 Oke, siap. Nah, nanti kita bahas lagi 58:14 nih secara detailnya ya untuk hipertensi 58:16 ya. Tapi untuk sementara saya jawab ya. 58:19 Tapi nanti kita boleh juga jadi bahan ya 58:21 untuk hipertensi nanti ya. 58:22 Nah, [berdehem] jadi kalau AMLEDIN itu 58:24 untuk hipertensi ya. Jadi dia makan 10 58:27 mili nanti tensinya turun. Nah, kita 58:29 juga harus tahu dulu mekanisme ee 58:31 pengobatan hipertensi. Jadi, pengobatan 58:34 hipertensi itu bagaimana ee NaClumnya 58:37 kebuang. Kalau medis bagaimana 58:40 agrensinogennya itu terhambat ya, 58:42 agensinogen 1, ada 2 eh inbibitor ya. 58:47 Nah, kalau kita bagaimana NC e natrium 58:49 klid kebuang, bagaimana pembuluh 58:51 darahnya melebar ya, bagaimana dia tidak 58:55 stres. Karena orang tensi ini 58:56 kadang-kadang juga stres ya, jadi 58:59 bersifat sedatif. Nah, terus bagaimana 59:01 aliran darahnya lancar pasti turun juga 59:03 tensinya 59:04 ya. Nah, kalau kita mengancarkan ee 59:07 untuk e kebuang darada dengan kita 59:09 gunakan kumis kucing. Kumis kucing itu 59:11 sifatnya diuretik 59:13 ya sama seledri ya. Dia seleder itu bisa 59:16 bersifat diuretik, bisa sedatif ya, 59:20 bikin kita ngantuk, bikin kita tenang 59:22 ya, dia melebarkan pembuluh darah ya. 59:25 Tambah bawang putih ya. Bawang putih 59:27 juga sama kerjanya melebarkan pemuda, 59:30 anti ee antioksidannya bagus, terus anti 59:35 hiperkolesterol ya. Jadi dia bisa ee 59:38 menghambat ee penumpukan kolesterol. 59:42 Terus satu lagi kunyit ya. Di samping 59:44 dia untuk menyetkan asam lambung, kunyit 59:46 itu menurunkan tensi juga. H 59:48 ya. Jadi jelas kumis kucing, seledri, 59:51 kunyit, sama satu lagi bawang putih ya. 59:55 Nah, nanti kita bahas lebih lanjut nanti 59:56 kita bahas ini untuk hipertensi ya. 1:00:00 Mudah-mudahan nanti bulan depan boleh 1:00:01 deh hipertensi. Tadi rencana saya 1:00:03 kolesterol dulu, asam urat dulu, 1:00:06 hipertensi, 1:00:07 lambung. Tapi enggak apa-apa nanti 1:00:09 bagaimana pemirsa deh ya. Heeh. 1:00:11 [tertawa] 1:00:11 Baik. Eh, terima kasih untuk Pak Alvian 1:00:13 ya dan juga Pak eh Marum Mauladi. Semoga 1:00:17 terjawab. Baik, untuk ikhwan akhwat yang 1:00:19 ingin menelepon, ingin bertanya sama Pak 1:00:21 Alvian di line interaktif kami di 1:00:24 0218451512 1:00:26 untuk line 0811999720. 1:00:30 Ini untuk e lainan WhatsApp aja ya. Jadi 1:00:33 untuk ikhwan akhwat yang ingin menelepon 1:00:35 bisa di 0218451512. 1:00:38 Baik, kita ee lanjutkan kembali 1:00:40 pertanyaan selanjutnya. Ee ini datangnya 1:00:44 dari hamba Allah tidak menyebutkan nama 1:00:47 ee di 08 1176. Sekian sekian sekian. 1:00:52 Asalamualaikum warahmatullahi 1:00:53 wabarakatuh, Pak Alvian. Ee usia saya 65 1:00:58 tahun, Pak. ingin bertanya 1:01:01 ee resep yang tadi Pak Alvian sampaikan 1:01:05 bagaimana kalau memiliki tensi darah 1:01:07 yang tinggi, Pak. 1:01:09 Saya memiliki diabet. 1:01:11 Oke, nanti kita 1:01:13 mungkin ditahan dulu, Pak, ya. 1:01:15 Telepon masuk. Oke. Baik, kita angkat 1:01:16 dulu masuk. Halo. Asalamualaikum 1:01:18 warahmatullahi wabarakatuh. 1:01:19 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:01:20 wabarakatuh. 1:01:21 Dari Bapak siapa, Pak? 1:01:22 Habis itunya mau nanya ini ya kok saya 1:01:25 sakit tenggorokan terus gitu. 1:01:27 Iya. Dari Bapak siapa, Pak? 1:01:29 Dari Bandung Abdullah, Citayam. 1:01:30 Pak Abdullah di Citayam, ya? 1:01:32 Iya. 1:01:34 Untuk sakit tenggorokan? 1:01:36 Tenggorokan selalu sakit bulan kemarin 1:01:38 tuh ke dokter. 1:01:39 Heeh. 1:01:39 Ke rumah sakit ya. Cuman yang dari rumah 1:01:42 sakit belum dibeli. Jadi saya beli 1:01:44 sendiri yaitu metyl predenilon. 1:01:47 He. 1:01:48 Tapi ini ya saya enaklah. 1:01:50 Oh. 1:01:51 Iya. Iya. Sudah nyambung saya peradangan 1:01:52 berarti dia tuh ya. Radang tenggorokan. 1:01:55 Gak nyambung. Gak nyambung. Jadi, 1:01:56 jadi gini ee radang tenggorokan tuh 1:01:58 banyak sebabnya ya, Pak. Kalau kita 1:02:01 masalah lambung kita bermasalah itu kan 1:02:04 asam lambung naik dia reflak ya. Nah, 1:02:06 reflak itu asam itu 1:02:08 ee tempatnya di lambung bukan tempatnya 1:02:10 di tenggorokan. Karena dia tadi reflak 1:02:12 itu bikin luka di tenggorokan. Nah, 1:02:14 bisa. Pertama sebabnya karena dari 1:02:15 lambungnya. Yang kedua, Bapak kurang 1:02:18 vitamin B ya. Vitamin B itu untuk ee 1:02:23 menurunkan 1:02:24 ee apa? inflamasi ya. Karena untuk ee 1:02:28 untuk ke kulit, untuk saraf itu bagus 1:02:30 ya. 1:02:31 Karena vitamin B itu B kompleks ya kita 1:02:33 pilihnya ya. Ee orang sariawan pun 1:02:35 dengan vitamin Bus ya. Bukan orang 1:02:38 sariawan itu menggunakan vitamin C ya 1:02:40 salah ya. Jadi vitamin B ya vitamin B 1:02:43 itu bisa kita temukan di ee beras merah 1:02:46 ya di kacang eh biji-bijian ya itu bisa 1:02:49 kita temukan. Nah terus ya kita cari 1:02:52 antiinlamasinya, anti peradangannya. 1:02:55 Kalau mau pakai herbal. Nah, untuk 1:02:56 sementara kalau Bapak mau coba kunyit 1:02:59 sama temul eh kunyit sama sambil luto 1:03:02 ya. Kunyitnya tiga jari sambil lotunya 1:03:04 21 helai ya. 1:03:06 Itu untuk ngilangin nyerinya 1:03:07 radang. Untuk radang 1:03:08 he pertama kan kunyit untuk lambung. 1:03:10 Heeh. 1:03:10 Nah, sambil untuk inflamasinya untuk 1:03:13 lukanya tambahin vitamin B ya atau dari 1:03:15 biji-bijian tadi ya atau dari beras 1:03:18 merah ya. Nah, itu sebabnya tapi cari 1:03:21 lagi sebabnya kenapa radang terus 1:03:23 ataukah ada amandel, ada tonsilitis ya 1:03:26 itu dilihat lagi kalau hanya dia memang 1:03:28 karena ee dari lambung karena reflak ya 1:03:32 itu bikin juga radang ya. 1:03:34 Oke. Baik, terima kasih Pak Abdullah ya 1:03:37 di Citaam. Baik Pak Alfan ee menjawab 1:03:39 pertanyaan yang tadi dari hamba Allah 1:03:41 mengenai ee penyakit diabet dan juga ada 1:03:45 hipertensinya. 1:03:46 Heeh. Oh ya, Bapak tadi juga jangan lupa 1:03:48 pantangan ya. Misalnya Bapak makan cabe 1:03:50 ya, jangan makan cabe ya, pedas-pedas 1:03:53 terus daging ya. Daging itu kan panas 1:03:55 ya, pokoknya makanan yang dingin 1:03:56 mendinginkan seperti pepaya ya. Ee lidah 1:04:01 buaya juga boleh dikerok ya, yang 1:04:03 penting jangan pedas-pedas 1:04:04 daging-dagingnya. Itu akan menyebabkan 1:04:06 sambal lemu naik akhirnya panasang 1:04:08 tenggorokan. 1:04:09 Ee itu di lambung ya. Tapi bisa juga 1:04:11 dari infeksi ya. Infeksi bakteri, 1:04:14 infeksi 1:04:15 yang lain ya bisa juga. ya radang 1:04:17 tenggorokan ya. Oke. Yang tadi Bapak 1:04:19 tadi punya diabet dan tensinya tinggi. 1:04:21 Tadi kan sudah punya kunyit ya. 1:04:23 Kunyit salah satunya. 1:04:24 Nah, kunyit itu menurunkan tensi. Tapi 1:04:26 kalau Bapak mau kombinasi lagi boleh 1:04:28 ditambahkan seledri 1:04:29 ya. Tapi seledri minumnya jangan 1:04:33 aktivitas [tertawa] ngantuk. 1:04:35 Ngantuk dia ya. Seledri boleh tambahin 1:04:37 ya. Sama sambil oto tuh juga nurunkan 1:04:40 tensi ya. Jadi enggak usah ditambah 1:04:42 garam, kunyit sambil lutut, turunkan 1:04:43 tensi. Terus tambahin seledri kalau mau 1:04:46 atau bawang putih ya. Tambahin lagi 1:04:48 boleh ya. Jadi bisa untuk tensi, bisa 1:04:51 untuk diabet. 1:04:53 Nah, untuk ee racikan ini palvian itu 1:04:55 baiknya sesudah makan apa sebelum mas? 1:04:58 Kalau dia punya kunyit boleh sebelum 1:04:59 makan. 1:05:00 Oh, gitu ya. 1:05:01 Ya, tapi dia kalau enggak punya kunyit 1:05:02 kayak sambil brotowal ini kan pahit ya. 1:05:05 Nanti meningkatkan asam lambung, perih 1:05:07 lambungnya. Mending sudah makan 1:05:09 amannya ya. amnya. 1:05:11 Oke, 1:05:11 ya. Itu. 1:05:12 Oke. Baik, ya. Ikhwan awak para 1:05:14 pendengar radio STM yang dirahmati Allah 1:05:16 Subhanahu wa taala. Kami masih 1:05:18 berbincang bersama Bapak Alvian dari 1:05:21 Rumah Sehat Indonesia. Dipersilakan bagi 1:05:24 ikhwan akhwat yang ingin bertanya bisa 1:05:25 langsung saja di layan telepon di 1:05:26 0218451512. 1:05:29 Untuk Len SMS-nya atau WhatsApp-nya di 1:05:31 0811999720. 1:05:34 Rumah Sehat Indonesia beralamat di Jalan 1:05:36 Ruyung, Blok A20 nomor 7 RT004 RW04, 1:05:42 kavling PTB DKI Pondok Kelapa, Jakarta 1:05:46 Timur. Baik, kita sudah terhubung 1:05:48 kembali Pak Alvian di penelepon 1:05:50 selanjutnya. Halo. Asalamualaikum. 1:05:53 Halo. 1:05:53 Iya, baik. Dari Ibu siapa, Bu? 1:05:55 Ibu Eni. Nomor 83. 1:05:57 Oh, iya. Baik, Ibu. 1:05:58 Dokter. 1:06:00 Halo, Dokter. 1:06:00 Iya, iya, Ibu. I 1:06:02 iya. 1:06:03 Heeh. Eh, saya saya tuh selama ini 1:06:06 memang 1:06:07 makan beras merah. 1:06:09 Oke. 1:06:09 Tapi sudah 2 bulan sekali, du bulan ini 1:06:12 minum makan bias-biasa. 1:06:14 Itu kakinya kalau malam tuh panas bawah 1:06:16 itu ya. 1:06:17 Ibu ada gula tadi? 1:06:19 Ada diabet saya. 1:06:20 Oh, oke. Ya, 1:06:20 tapi sekarang terakhir, maaf saya tuh 1:06:24 kata dokter diabet saya kurang hormon. 1:06:28 Hormon saya itu ber saya badan saya 1:06:32 sampai habis 13 kilo. 1:06:34 Hm. 1:06:35 Kurus sekali. Jadi bagaimana, Dokter? 1:06:37 Iya. Oke, Ibu nanti dijawab ya. 1:06:38 Baik, nanti dijawab Ibu ya. 1:06:41 Oke. 1:06:41 Baik. Terima kasih, Bu. 1:06:43 Jadi, saya sudah tadi sudah jelaskan ya, 1:06:44 kalau orang diabet pasti akan kurus 1:06:46 karena dia tidak ada lagi ee energi dia 1:06:49 cari lemak untuk dipecahnya. Ya, 1:06:51 sebenarnya kalau menurut saya sih dari 1:06:53 diabet ibu ya. 1:06:54 Tapi saya juga belum tahu hormon apa 1:06:56 yang dimaksudkan. hormon kan banyak ya, 1:06:59 hormon ee estrogen ya, otomatis ya ibu 1:07:02 sudah menopause ya. Nah, hormon-hormon 1:07:05 lain kan banyak endokrin segala macam 1:07:07 ya. Nah, maksudnya hormon apa ya? Tapi 1:07:09 kalau orang diabet pasti kurus ya kalau 1:07:10 dia sudah lama ya. Nah, terus ee 1:07:15 Ibu tadi kan biasa makan beras merah, 1:07:17 tahu-tahu berhenti dia beras putih, 1:07:19 kakinya jadi apa tadi? Baal apa 1:07:21 kesemutan apa 1:07:22 panas ya? Karena sudah jelas tadi saya 1:07:24 bilang ganti 1:07:26 berasnya karbohidratnya dengan beras 1:07:28 merah, beras hitam, gandum. Nah, kalau 1:07:31 beras putih ibu makan ya pasti numpuk 1:07:33 lagi gulanya. Kecuali masaknya cara lama 1:07:37 ya. Cara lama itu gimana? Ee di tanak 1:07:42 dulu 1:07:43 ya. Di tanak tuh apa? Di 1:07:45 dirembus dulu ya. 1:07:46 Air tajinnya dibuang. Kan banyak air 1:07:48 tajin tuh busa-busa busanya dibuang. 1:07:50 Masukin lagi air buang. Masukin lagi air 1:07:52 buang. Nah, setelah itu masuk ke dandang 1:07:55 cara lama, Mas. 1:07:56 Bukan cetek resuker langsung masak. Ya, 1:07:59 cetek sudah jadi ya matang. [tertawa] 1:08:00 Nah, itu numpuk semua gulanya. Jadi, 1:08:02 cara lama dengan pakai dandang ya 1:08:04 namanya dandang ya. Nah, itu akan lebih 1:08:06 baik. Tapi kalau ibu susah ya sudah 1:08:09 mending ee mending ibu dengan tadi beras 1:08:12 merah ya. Itu ada telepon lagi. 1:08:14 Iya. [tertawa] Baik kita angkat dulu 1:08:16 nelepon selanjutnya. Halo. 1:08:17 Asalamualaikum. 1:08:19 Waalaikumsalam. 1:08:19 Baik. Dari Ibu siapa? Di mana, Ibu? Dari 1:08:23 apa 1:08:23 Mbak Wolo? Dari di Depok. 1:08:25 Oh, Depok. Usia berapa, Ibu? 1:08:26 Saya 70. 1:08:27 70. 1:08:28 Saya mau tanya, Dok. Saya tuh kalau pagi 1:08:32 malam bangun malam mau salat tuh kok pil 1:08:35 bersin-bersin tuh kenapa, ya? 1:08:37 Terus 1:08:37 hidungnya 1:08:39 ngeler gitu, Bu, ya? 1:08:40 Iya. 1:08:41 Oke. Baik, Ibu. 1:08:42 Iya. 1:08:42 Sudah, Ibu. 1:08:43 Sudah, itu ya. 1:08:44 Baik. Terima kasih, Ibu. Oke. 1:08:46 Jadi bersin-bersin ini kan bisa aja dia 1:08:48 alergi ya atau dia punya sinusitis ya. 1:08:52 Heeh. Pasti dia bersin-bersin kalau 1:08:54 dingin atau ada debu ya bersin-bersin 1:08:57 sensitif karena 1:08:58 hipersensitivitas lebay ya leosinnya. 1:09:01 [tertawa] Nah jadi kalau lebai itu kita 1:09:03 turunkan. Bagaimana cara menurunkannya? 1:09:05 Ganti anti hipertensi. Kalau di medis 1:09:07 kan pakai antiertensi. Antihistamin. 1:09:10 Astagfirullahalazim ya. Jadi gunakan 1:09:11 antihistamin biasanya kalau medis. Nah 1:09:13 kita antihistaminnya apa? ee kelapa 1:09:15 hijau ya itu antihistamin ya. Terus 1:09:19 patikan kebo ya antihistamin patikan 1:09:21 kebo bingung nanti 1:09:22 apalagi ya ee daun alpukat ya 1:09:26 antihistamin daun alpukat atau ciplukan 1:09:28 ciplukan kan tahu kan. Nah itu 1:09:30 antihistamin supaya mengurangi ee 1:09:32 bersin-bersinnya karena sensitivitas. 1:09:34 Ada telepon lagi? 1:09:35 Oke. Baik kita lanjut kembali di 1:09:36 penelepon selanjutnya. Halo. 1:09:38 Asalamualaikum. 1:09:39 Waalaikumsalam. 1:09:40 Baik. Dari Bapak siapa, Pak? 1:09:41 Ini mau nanya Pak ya kan. 1:09:43 Dari Bapak siapa, Pak? Dan ini ee anak 1:09:46 saya mau nanya ya. 1:09:47 Oke. Baik, silakan. 1:09:48 Halo. Asalamualaikum. 1:09:50 Waalaikumsalam wabarakatuh. Dari siapa? 1:09:51 Di mana? 1:09:52 Dari Ranti. Di Pom Kalibata. 1:09:55 Iya, Ibu. Silakan. 1:09:57 Ee gini, Pak. Saya kan udah sakit asam 1:10:01 lambung sudah hampir 1 bulan. 1:10:02 Heeh. Baik. 1:10:03 Nah, lagi pengobatan udah ke dokter 1:10:05 spesialis. 1:10:07 Heeh. 1:10:07 Ee beberapa kali diganti-ganti obat. 1:10:10 Terakhir saya dikasih nexsium. 1:10:12 sehari diminum dua kali. 1:10:14 Heeh. 1:10:15 Nah, terus udah 1 minggu ini agak 1:10:18 enakan. 1:10:19 Heeh. 1:10:19 Tapi kenapa ee kadang-kadang tuh masih 1:10:24 timbul panas 1:10:25 di mulut dan sampai ke bibir. 1:10:28 Oke. 1:10:29 Nah, terus sampai ada jamur 1:10:32 di mulut gitu. 1:10:34 Itu kira-kira harus gimana ya, Dok? 1:10:37 Oke. 1:10:37 Oke. Baik. 1:10:38 Iya. 1:10:39 Ya, akan dijawab beranti. 1:10:40 Biar cepat pulih. 1:10:41 Baik. Iya. Jadi kan sudah konsultasi ke 1:10:44 dokternya ya. 1:10:46 Jadi memang harus kalau memang sudah 1:10:47 pernah konsultasi ke dokter maksudnya 1:10:49 dia tahu riwayatnya kenapa bisa terjadi 1:10:51 begitu. Nah, kalau dia lambungnya memang 1:10:54 panas peri itu berarti ada luka. 1:10:56 Sebenarnya lambung luka itu gimana kita 1:10:59 ngobatin lukanya itu juga 1:11:01 ya. Nah, kalau efek jamur saya belum 1:11:03 tahu itu arahnya beda ya. 1:11:05 Kalau misalnya dia reflak, panas, luka 1:11:08 itu oke. Tapi jamur saya belum tahu nih 1:11:10 apakah memang ada masalah infeksi ya 1:11:13 dari jamur atau apa. Karena 1:11:15 helikobakteri itu biasanya di dalam 1:11:16 lambung ya. Nah, itu pun bakteri bukan 1:11:19 jamur ya. 1:11:21 Nah, ini cara pengobatannya. Kalau saya 1:11:23 ya pertama turunkan asam lambungnya 1:11:26 terus bagaimana lukanya diobatin ya. 1:11:29 Karena kalau lambung tuh lambung tuh kan 1:11:31 otot polos 1:11:32 ya Mas. Dia setiap ada makanan dia 1:11:34 giling. Setiap ada makanan dia giling 1:11:35 tanpa perintah. Enggak bisa. Hei lambung 1:11:38 berhenti kamu giling makanan. Enggak 1:11:39 bisa. 1:11:40 Otomatis di 1:11:40 otomatis ada makanan di digiling dia. 1:11:43 Nah saat kita tidak ada makanan kita 1:11:45 kosong luka itu dianggap makanan. 1:11:47 Oh 1:11:48 akhirnya perihnya minta ampun. Panas ya 1:11:51 reflak dia bisa ya. Nah, makanya kalau 1:11:54 saya ngobatin lambung pertama asam 1:11:56 lambungnya diturunkan terus kita obatin 1:11:58 lukanya ya mukosanya itu kalau di 1:12:00 endoskopi kelihatan itu. Nah, tapi saya 1:12:03 jamur belum tahu nih kenapa sebabnya kok 1:12:05 bisa ada timbul jamur ya atau kan 1:12:08 peradangan berulang akhirnya ada infeksi 1:12:10 jamur yang mengintervensi akhirnya 1:12:13 infeksi sekunder. Ya, saya belum tahu 1:12:14 kalau jamurnya ya itu. Tapi kalau 1:12:17 pengobatan di klinik saya turunkan asam 1:12:18 melambung, lukanya saya perbaikin ya. 1:12:20 Insyaallah biiznillah. Ada pasien yang 1:12:22 kemarin tuh ee Bu ini ya apa yang sering 1:12:27 senam ini Pak istrinya Pak Setio itu kan 1:12:29 lambungnya parah banget tuh sampai kurus 1:12:31 banget. Akhirnya sudah bagus. Iya ada 1:12:33 kolonis akhirnya bagus kan itu. Oke 1:12:35 ya. Mungkin ada pasien saya yang lambung 1:12:37 bermasalah boleh dong testimoni. 1:12:39 [tertawa] 1:12:39 Mungkin untuk penanganannya gimana Pak 1:12:40 Alvian untuk di rumah nih? 1:12:42 Iya pertama saya turunkan asam lambung 1:12:45 menggunakan herbal. Itu herbal semua ya 1:12:46 tidak ada terapi ya karena itu bagian 1:12:48 dalam. Nah, makanya datang ke klinik itu 1:12:50 tidak semua orang datang linta datang 1:12:52 benar itulah enggak ya tergantung 1:12:54 case-nya ya tergantung kasusnya. Nah, 1:12:57 biasanya saya pakai herbal ya gitu. 1:12:59 Oke. Baik, kita lanjutkan kembali Pak 1:13:00 Alvian di perfon selanjutnya. Halo. 1:13:03 Asalamualaikum. 1:13:04 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:13:06 wabarakatuh. 1:13:07 Baik. Dari Ibu siapa, Bu? 1:13:09 Dari Ibu Supi di Pejaten. Ibu 1:13:12 silakan Ibu. 1:13:13 Iya. Asalamualaikum, Mas Al. 1:13:15 Waalaikumsalam warahmatullam 1:13:16 warahmatullahi wabarakatuh. 1:13:18 Ya, saya sudah 4 hari ini lambung saya 1:13:21 lagi sakit. Terus saya ngerebusin apa 1:13:25 itu temu lawak, kunyit, saya kasih 1:13:29 ee apa? Kayu manis, bawang putih, serai, 1:13:33 jahit gitu. Udah betul belum? 1:13:36 Ya. Oke, nanti kita jawab ya. 1:13:38 Terus satu lagi kalau ee kayu sencang 1:13:42 itu apa manfaatnya ya, Pak Alvia? 1:13:45 Iya, itu aja. Terima kasih. 1:13:47 Asalamualaikum warahmatullahi 1:13:48 wabarakatuh. 1:13:49 Jadi kalau dia masalah lambung 1:13:51 sebenarnya kunyit sama temul lawak sudah 1:13:53 cukup tiga jari. Tiga jari ya. Tapi 1:13:56 kalau dia masalah ada persendian boleh 1:13:57 tambah seri. Cuma kalau sudah tambah 1:13:59 bawang putih serai tadi apa lagi satu 1:14:01 lagi tadi? 1:14:02 Jahe. Nah itu perih di lambung. Mending 1:14:04 udah kunyit sama temulawa. Eh kalau 1:14:06 tensi rendah kasih garam ya. Terus satu 1:14:09 lagi tadi apa tadi Mas? Terakhir Mas. 1:14:12 Oh tadi pembahasannya yang ditanyaang. 1:14:14 Nah daun secang. Dan secang itu ya tes 1:14:17 saja sih sebenarnya ya. Ee kalau untuk 1:14:21 manfaatnya secangnya apa ya? Saya juga 1:14:23 belum belum ini lupa saya ya. Sonya 1:14:26 kalau secang itu hanya tambahan sih 1:14:27 kalau kita biasanya menggunakan herbal 1:14:29 ya jarang digunakan 1:14:31 untuk penyakit apa gitu ya. Secang itu 1:14:34 tambahan aja ya tambahan. Jadi misalnya 1:14:36 kita mau bikin 1:14:37 minuman secang ya kan warnanya merah 1:14:39 tuh. Heeh. Jadi 1:14:41 bisa dicampur jahe Mas. 1:14:42 Nah rasanya tuh lebih enak ya. Jadi 1:14:44 edisional aja sih. Jarang saya gunakan 1:14:46 secang tu untuk ee ramuan jarang ya, 1:14:48 cuma untuk edisional aja mungkin 1:14:50 tambahan 1:14:51 ya gitu. 1:14:52 Baik Pak, kita lanjut kembali nih 1:14:53 pertanyaan dari WhatsApp nih Pak 1:14:55 ee ini dari Ibu Nining usia 65 tahun. 1:14:59 Asalamualaikum warahmatullahi 1:15:00 wabarakatuh, Pak Alvian. 1:15:02 Ee Pak Alvian, saya memiliki pengapuran 1:15:05 dan pernah disuntik. Bagaimana Pak 1:15:07 Alvian mengatasi masalah saya? Tidak 1:15:10 biar tidak disuntik dengkul saya. 1:15:12 Lutut saya lutut ya. Oke, silakan, Pak. 1:15:14 Nah, lambung tadi kan k ee saya tadi 1:15:16 saya lupa tadi lambung tadi saya obatin 1:15:18 dengan menung lambung. Nah, Mas Fajar 1:15:20 tuh orang tuanya [tertawa] 1:15:22 testimonya Mas Fajar tuh sudah berapa 1:15:25 kali ya? 1:15:26 Ada empat kali ya kalau enggak salah ya. 1:15:29 Itu. Nah, enakan katanya ya. Nah, kalau 1:15:32 masalah pengapuran ya, pertama kalau dia 1:15:34 berat badannya ee obesitas ya kayak 1:15:38 saya, saya harus turunkan berat badan 1:15:40 ya. Karena waktu saya 98 itu naik turun 1:15:43 tangga tuh we 1:15:44 ngap 1:15:45 bukan ngap lututnya sakit masa 1:15:47 oh ya ngapnya juga pasti beras 1:15:49 ya ngap ya cuman kan fokus ke lutut kita 1:15:51 ya [tertawa] dibuang dulu 1:15:53 nah dia akan menggesek-nggesek tadi kan 1:15:56 tulang tadi kan mestinya berjarak 1:15:58 terus ada bantalan 1:15:59 nah karena kita gemuk dia menekan kan 1:16:03 karena berat kitanya 1:16:03 karena berat kita tadi dia gesek-gesek 1:16:06 ya akhirnya terjadilah kapur gesek-gesek 1:16:08 itu terbentuk tulang muda. Iya. 1:16:10 Ya. Nah, atau dia sudah tinggal ee 1:16:13 pelumasnya sudah berkurang. Kalau 1:16:14 perempuan kan estrogen, kalau dia pas 1:16:16 saat menopause dia hilang ya. Akhirnya 1:16:18 dia pelumasnya hilang ya. Nah, di medis 1:16:21 biasanya suntik. Suntik itu sebenarnya 1:16:24 yang menjadi efek sampingnya karena 1:16:26 suntik itu menghilangkan sakit. 1:16:29 Oh, 1:16:30 jadi dia sudah bergesek-gesek tulangnya 1:16:34 karena dia enggak ngerasakan sakit, dia 1:16:35 jalan ke mana-mana aja, Mas. ngutur ke 1:16:37 mana, ke mana, ke mana. Nah, saatnya 1:16:39 sakit nanti 6 bulan sakit lagi ya. Nah, 1:16:42 itu akan lebih parah. Misalnya di OA 1:16:45 grade 1 nanti pas di ronsen kedua grade 1:16:48 2 karena dia sudah karena dia enggak 1:16:51 sakit tadi disuntik, Mas. 1:16:52 Iya. 1:16:53 Makin jalan makin banyak 1:16:55 makin jadi juga, Mas, ya? 1:16:56 Makin jadi kapurnya. Nah, pertama sendi 1:16:59 ketemu tulang. 1:17:00 Hm. 1:17:01 Nanti kalau eh sendi ketemu tulang, 1:17:02 bantalan ketemu tulang, ya. Nanti 1:17:04 lama-lama bantalnya habis, tulang ketemu 1:17:06 tulang, Mas. Grade 3, grade 4 tuh sudah 1:17:09 nyatu. Jadi cairan sinofilalnya sudah 1:17:12 pecah, sudah rusak. Nah, itu agak sulit 1:17:14 kita benerin. Kalau grade 1, grade 2 1:17:16 masih bisa saya benerin. Saya tarik, 1:17:18 saya renggangkan, saya benarkan 1:17:19 posisinya insyaallah. Tapi kalau dia 1:17:21 berat badan, turunkan juga berat badan. 1:17:23 Enggak bisa. 1:17:24 Betul. 1:17:24 Karena berat badan itu yang menekan. 1:17:26 Saya ngerasakan sendiri loh ya 1:17:28 dari 98 ke 88. Nah, sekarang saya belum 1:17:31 nimbang lagi. Mudah-mudahan sudah turun 1:17:32 lagi. [tertawa] Malas nimbang. Yang 1:17:35 penting udah deh, celana sudah bagus, 1:17:37 badan sudah lumayan enggak melipat-lipat 1:17:39 lagi. Nih [tertawa] 1:17:40 kan habis Idul Adha, Mas. Makan daging 1:17:41 lagi ini, Mas. 1:17:43 Saya enggak silo lagi, Mas. Kalau saya 1:17:45 sudah bisa, Mas. Kemarin kan saya kan 1:17:47 seminar tuh. 1:17:48 Heeh. 1:17:48 selama 2 minggu berturut-turut. Minggu 1:17:50 depan juga Senin sampai Rabu. Nah, kan 1:17:53 kalau makanan di hotel kan tol sendiri 1:17:55 ya kan. Enak-enak semua kan, Mas? 1:17:56 Banget, Mas. 1:17:57 Nah, sudah tahu ada di Cfe break. 1:17:58 Iya. pagi, sore, malam, ya kan. Nah, 1:18:02 karena saya tadi sudah mindset, sudah 1:18:04 saya susah-susah setahun menguruskan 1:18:06 badan dengan pola yang benar gitu kan, 1:18:09 akhirnya saya lihat makanan. Nah, saya 1:18:11 pilih aja, saya enggak makan nasi gitu 1:18:13 kan. Bingung juga orang teman-teman kok 1:18:14 enggak pak enggak makan nasi. Ya saya 1:18:16 lihat, saya bilang kan saya ngambil aja 1:18:18 sayur, lauk, 1:18:20 terus ee apa lagi kemarin tuh ya? Salad 1:18:23 saya ambil ya. Nah, kalau kue saya pilih 1:18:25 yang agak asin aja. Kalau asin itu kan 1:18:27 enggak banyak karbonya. 1:18:28 Sudah. sama kopi saya kan hobi kopi ya 1:18:30 sudah sama kopi udah itu aja enggak 1:18:32 kayak dulu kalau dulu 1:18:35 [tertawa] 1:18:35 makanan ada yang baru Mas saya kejar Mas 1:18:38 apa yang ada yang baru misalnya makanan 1:18:40 enak saya kejar Mas 1:18:42 nah sudah pikir-pikir apa ya makanan 1:18:45 kita makan tiga kali sehari ujung-ujung 1:18:47 jadi kotoran ya kan jadi penyakit lag 1:18:49 [tertawa] 1:18:50 mending kita yang belanjakan ke Allah ya 1:18:52 jadi pahala itu. [tertawa] Nah, sekarang 1:18:55 saya sudah bisa, Mas. Mas, mau ngajak 1:18:57 saya makanan enak, saya bisa. 1:19:00 Dia sudah punya komitmen, Mas. Ya, 1:19:01 [tertawa] masyaallah. 1:19:03 Baik, ya. Ee, Pak Alfan, terima kasih. 1:19:05 Ee kita lanjutkan kembali, Pak Alvin, 1:19:06 ya. 1:19:07 Masih ada waktu kita menjawab pertanyaan 1:19:09 selanjutnya. Ini dari 1:19:11 ee tidak menyukkan namanya dari hamba 1:19:14 Allah di Celeduk katanya. Ee, Pak 1:19:17 Alvian, apakah madu hitam terbuat dari 1:19:20 daun insulin? Apakah obat diabet madu 1:19:24 madunya pahit tapi saya punya lambung 1:19:27 kalau habis minum perutnya saya kambuh 1:19:30 dan mual. 1:19:31 Oke kita jawab nanti. Itu ada telepon 1:19:33 kayaknya. 1:19:34 Oke kita jawab telepon dulu aja. 1:19:36 Kita angkat dulu penelonan yang sudah 1:19:37 masuk. Halo. Asalamualaikum. 1:19:39 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:19:41 wabarakatuh. 1:19:41 Dari Ibu siapa, Ibu? 1:19:42 Dari Ibu Siti. 1:19:43 Ibu Siti di mana, Ibu? Bogor. 1:19:45 Di Bogor. 1:19:45 Di Bogor. 1:19:47 Sudah tahu kemarin. Terima kasih 1:19:49 penyakit gatalnya sudah hilang. 1:19:52 Alhamdulillah 1:19:52 sekarang pindah ke kaki. [tertawa] 1:19:54 Pindah-pindah. 1:19:55 Subhanallah. Bekas pelari ini nenek 1:19:58 dulu. I 1:20:00 ini jadi nyut-nyutan. 1:20:02 Iya. I 1:20:02 ada dua nih ee di bawahnya telapak ada 1:20:05 mata iwak kalau bahasa Jawa. Mata ikan. 1:20:08 Mata. Mata iwak Palembang. Mata ikan. 1:20:10 [tertawa] 1:20:11 Ini lagi juga ada parisesnya. 1:20:13 Subhanallah. 1:20:15 Oke. 1:20:17 Oke. 1:20:17 Aduh. 1:20:18 Siap dijawab Ibu ya. ee puskesmas diberi 1:20:21 diopenak 1:20:23 sodium. 1:20:24 Tapi hanya sementara itu kurang enak 1:20:27 kelampung 1:20:28 jadi bertis. Sementara sekarang pakai 1:20:30 sereh, 1:20:32 pakai jaren. Ada kan jaren yang sudah 1:20:35 itu apa? 1:20:35 Jahe. 1:20:36 Oh jahe. Jaren 1:20:38 ditambah dengan ee sah. 1:20:41 Oke. Oke. 1:20:41 Bagaimana itu Mas Alvian? 1:20:44 Ya, Mas Ibu ya. 1:20:45 Iya. Terima kasih Bu Siti. Iya, mungkin 1:20:47 Mas Alvian sibuk SMS belum terbaca. 1:20:52 Oh, iya karena SMSnya sudah banyak WA 1:20:54 [tertawa] lewat kali Bu. Di WA lagi aja 1:20:57 Bu atau SMS lagi nanti dibalas. Mohon 1:20:59 mohon 1:21:01 ya. Terima kasih Bu Siti ya. Nuhun pisan 1:21:05 semoga sehat semuanya. Amin. Amin. 1:21:07 Asalamualaikum. Waalaikumsalam 1:21:08 warahmatullahi wabarakatuh. Jadi sudah 1:21:10 sembuh yang tangannya tadi ya, sekarang 1:21:13 keluhan lain lagi. [tertawa] 1:21:15 Pindah 1:21:16 pindah keluhannya ya. Alhamdulillah yang 1:21:18 penting sudah sembuh dulu ya. 1:21:20 Nah, tadi keluhan Ibu ada mata ikan sama 1:21:22 varises ya. Sebenarnya kalau farises 1:21:24 sama mata ikan nih satu kesatuan bisa 1:21:26 kita terapi dengan lintah ya. Karena 1:21:29 Farises itu katupnya tuh tersumbat. 1:21:31 Akhirnya dia membikin kayak jaring 1:21:33 laba-laba Mas biru ya. Karena dia katup 1:21:36 ke atas tuh ketutup. Jadi dia ke 1:21:38 mana-mana sat cari jalan, cari jalan, 1:21:40 cari akhirnya biru. Akhirnya ngelembung 1:21:41 kayak balon. 1:21:42 Iya. 1:21:43 Nah, tapi kalau yang ngelembungnya itu 1:21:44 enggak bisa kita perbaikin lagi karena 1:21:46 sudah jadi lebar ya. Tapi untuk 1:21:49 ngelancarkan aliran darahnya bisa ya. 1:21:51 Terapi lintas tuh cocok. 1:21:52 Iya. 1:21:53 Mata ikan juga cocok ya. Saya sudah 1:21:55 banyak pasien saya mata ikan sampai 1:21:57 malah yang sudah jadi baal Mas kapalan 1:21:59 kayak itu Mas ya. Kapalnya berkurang 1:22:01 alhamdulillah. Nah, solusinya sih terapi 1:22:04 lintah. Kalau herbal untuk varisnya si 1:22:06 paling lelancarkan aliran darah ya, 1:22:08 bawang putih, terus ee jahe boleh ya, 1:22:13 tapi ee tambah kunyit ya kalau di jahe 1:22:15 ya. Ee terus untuk mata ikan ee mata 1:22:19 ikan nih banyak ke apa ya vitamin B ya 1:22:23 karena dia untuk kulitnya supaya enggak 1:22:25 kasar ya itu bisa sih vitamin E, vitamin 1:22:27 B ya. Nah, tapi kalau saya biasanya 1:22:30 trapilah cepat sih hasilnya ya karena 1:22:32 sudah banyak pengalaman ya. Itu itu Ibu 1:22:35 mungkin. 1:22:36 Nah, alhamdulillah tadi Ibu sudah 1:22:37 testimoni ya. Nah, terus yang Bapak tadi 1:22:39 yang madu hitam pahit ya otomatis pasti 1:22:41 kelambung Mas itu. Makanya banyak orang 1:22:44 enggak tahu. [tertawa] 1:22:45 Makanya ee kalau kita enggak tahu jangan 1:22:48 kita coba bagi yang kalau kadang kita 1:22:50 kan dengaror oh makai-makai ini ini kita 1:22:53 ikut makai-makai ini kita ikut. Nah, 1:22:55 belum tentu kita sama dengan orang yang 1:22:57 ee keluhan tersebut ya. Kita punya 1:23:00 lambung, punya em. Nah, madu hitam pahit 1:23:03 itu adalah madu yang dikasih sambil 1:23:05 loto. 1:23:05 Sambiloto. 1:23:06 Nah, Mas saja tahu sambil tu perih ke 1:23:09 lambung. 1:23:10 Nah, [tertawa] saya tadi kan jawab 1:23:12 kenapa ada kunyit kunyit kunyit kunyit 1:23:14 kunyit kunyit kunyit. Nah, gitu. Jadi 1:23:17 kalau Bapak mau minum ee madu hitam 1:23:19 pahit sudah campur kunyit. Kalau mau 1:23:22 minum dulu air kunyit ya baru minum itu 1:23:25 ya. Itu jadi madi hitam pahit itu 1:23:27 sebenarnya tambahan sambil lutu 1:23:29 ya. Jadi pahitnya itu sambil. Jadi bukan 1:23:32 madunya yang pahit. Kalau madunya yang 1:23:34 pahit itu kuning biasanya 1:23:35 di kampung tuh ada Mas di kampungnya ee 1:23:39 Ustaz Agus yang kampungnya saya yang 1:23:41 punya pesantren. Yang saya di Sukabumi. 1:23:42 Pesantren saya. Nah itu ada dia ngambil 1:23:45 dari hutan pahit. 1:23:47 Oh asli ya. 1:23:47 Nah asli. Jadi memang dia dari bunga 1:23:49 yang pahit. He. 1:23:50 Tapi ya enggak banyak 1:23:51 gitu. Nah, dia warnanya kuning ya kayak 1:23:54 madu biasa. Malah kuningnya tuh kuning 1:23:55 kayak minyak, Mas. 1:23:56 Heeh. Heeh. 1:23:57 Itu pahit itu. Nah, kalau madu hitam 1:23:59 pahit hitam pasti dia ee karena dicampur 1:24:02 sama lutut 1:24:03 larinya ke lambung. Ya udah jawabannya 1:24:06 itu. [tertawa] 1:24:08 Jadi baiknya untuk menetralisirnya 1:24:10 kunyit. 1:24:10 Kunyit seperti itu ya. 1:24:13 Baik, semoga terjawab Ibu ya. Yang di 1:24:16 Cileduk. Jadi konsumsi madu hitamnya 1:24:18 bisa dinetralisir dengan ee kunyit. 1:24:21 E minum air kunyit. 1:24:22 Betul. Baik, Pak Alvian. Kita sudah 1:24:24 dibatasi oleh waktu, Pak Alvian. 1:24:26 Oke. 1:24:26 Nah, mungkin ini ee saya bacakan satu 1:24:30 pertanyaan lagi, Pak Alvian, ya. 1:24:32 Boleh. 1:24:32 Mm 1:24:35 entar dulu. E Oh, ya. Baik. Terima 1:24:38 kasih, Pak Alvian. Saya ingin ke klinik, 1:24:40 Pak Alvian untuk jadwalnya bagaimana, 1:24:42 Pak Alvian? 1:24:43 Iya. Jadi nanti kan kalau mau cari 1:24:45 alamat saya di Google ada, 1:24:47 di YouTube ada 1:24:49 di website ada. Nah, nanti WA ke saya 1:24:51 jadwalnya. Karena sekarang saya pastiin 1:24:53 semua saya buat perjanjian supaya apa? 1:24:56 Supaya nyaman, tidak numpuk karena 1:24:59 protot COVID ya. Jadi nyaman. Jadi Ibu 1:25:01 WA ke saya kapan Ibu mau datang nanti 1:25:03 saya jadwal jam berapa. jam berapa? 1:25:05 Kalau hari ini sudah full deh karena 1:25:07 sampai jam 5.00 ya. Sudah sampai jam 1:25:09 5.00 sayanya nanti capek malah ya. 1:25:11 Kalau besok pagi boleh deh. Besok pagi 1:25:14 itu sudah ada berapa orang tadi ya? 1:25:16 Kayaknya apa 9 karena saya karang saya 1:25:18 10 orang enggak banyak-banyak lagi. Jadi 1:25:21 dijadwalin kalau memang pasien tuh 10 1:25:23 orang. Kalau enggak salah kemarin tuh 1:25:25 masih delan ya kalau untuk besok ya. 1:25:26 Kalau untuk Senin Jumatnya 1:25:28 Senin Jumat Senin, Selasa, Rabu saya ada 1:25:30 seminar ya. ada seminar jadi enggak bisa 1:25:33 mungkin nanti 1:25:34 ketemu Oh, Kamis ada rapat lagi ya. 1:25:35 Nanti di WA aja deh nanti kita 1:25:38 I Heeh nanti kita kita jadwalin. 1:25:40 Oke. Baik Pak Alvian ini ada satu 1:25:42 pertanyaan cuman dia ada dua lagi 1:25:45 bercabang nih Masabang 1:25:46 ini dari Ibu eh dari 1:25:49 Abul Fatih. 1:25:50 Heeh. 1:25:51 Asalamualaikum warahmatullahi 1:25:52 wabarakatuh. Pak Alvian ada ee dua yang 1:25:54 ingin saya tanyakan. Pertama, saya kulit 1:25:58 saya kulit saya sensitif, gatal-gatal 1:26:00 dalam kurun waktu lama bertahun-tahun 1:26:03 padahal sudah terbiasa hidup bersih. 1:26:05 Adakah kaitan dengan penyakit dalam? Apa 1:26:08 terapi herbalnya? Yang kedua, anak saya 1:26:11 kelas 3 SMP belakangan ini sering jalan 1:26:14 berdiri miring. Apa terapinya, Pak 1:26:17 Alvian? 1:26:17 Oke. Jadi, kalau dia kulit yang 1:26:20 bermasalah itu kemungkinan alergi ya. 1:26:22 Alergi itu kan lebai ya. Alergi itu 1:26:24 lebai. Karena kasus hipersensitivitas ya 1:26:28 jelas ada biduran kadang gatal-gatel ya 1:26:31 terus pantangin makan ya biasanya 1:26:33 protein yang e kuning telur itu yang 1:26:36 kadang-kadang jadi problem ya. Nah tadi 1:26:38 sudah saya sebutkan antihistamin dari 1:26:41 herbal itu air kelapa. 1:26:42 Air kelapa 1:26:43 ee alpukat daun alpukat sama daun 1:26:45 ciplukan ya itu gunakan bisa. Nah terus 1:26:48 kalau dia miring yang anaknya tadi 1:26:50 miring itu kemungkinan ada masalah 1:26:52 tulang belakang sudah jelas ya. ee kalau 1:26:55 enggak dia skoliosis letter S atau dia C 1:26:58 ya. Nah, tergantung kita lihat ya. Kalau 1:27:00 miring ke kiri berarti dia bengkoknya ke 1:27:02 kiri ya bendingnya ke kiri. Kalau dia ke 1:27:05 kanan dia bendingnya ke kanan. Nah kita 1:27:06 lihat torakalnya atau lumbalnya. 1:27:08 Nah 1:27:09 kalau dia masih dikit masih di bawah 15 1:27:12 derajat atau 20 derajat itu masih enak 1:27:14 memperbaikinya apalagi masih muda ya. 1:27:16 Nah kemarin ada pasien saya dia gagal 1:27:19 tes untuk angkatan 1:27:22 udara karena bapaknya pilot. Nah, 1:27:24 alhamdulillah 2 bulan diterapi sudah 1:27:25 lurus ya. 1:27:27 Nah, kita terapi ya. Tapi memang 1:27:29 seminggu berapa kali? Tiga kali 1:27:32 ya. Terus saya ajarin senam ya bisa 1:27:34 lurus cepat ya. Tapi kalau sudah lama 1:27:37 dia sudah kaku, nah itu agak susah ya. 1:27:40 Jadi kalau masih dikit segera karena 1:27:43 kasihan nanti nanti oke masih muda 1:27:45 enggak belum ada keluhan karena dia 1:27:47 tidak merasakan sakit. Nanti kalau dia 1:27:48 sudah umur pasti merasakan sakit. 1:27:50 Apalagi kalau perempuan dia hamil lebih 1:27:52 sakit lagi 1:27:53 karena sudah bengkok Mas nekan tambah 1:27:55 beban itu ya. Nah nanti tulangnya 1:27:58 bergesek-gesek akhirnya kompresi namanya 1:28:00 fraktur kompresi ya. H 1:28:02 gitu tulangnya enggak enggak kotak lagi 1:28:04 mipih nanti 1:28:05 dengan gesek-gesek gitu ada pengapuran 1:28:07 juga dong Mas? 1:28:08 Pasti dong otomatis ya. Pengapuran itu 1:28:11 kan terjadi ke akibat dari gesekan 1:28:13 ya. Jadi tulang-tulang muda osteofid 1:28:15 namanya itu. 1:28:17 Masyaallah. Iya. 1:28:18 Jadi untuk Abul Fatih. Nah, ini bisa 1:28:21 langsung aja nih silaturahim ke Rumah 1:28:23 Sehat Indonesia ya. 1:28:24 Kami akan sebutkan untuk alamat Rumah 1:28:27 Sehat Indonesia Ikhwan Ahmad mohon 1:28:29 dicatat ya. Ee di Jalan Ruyung Blok A20 1:28:34 nomor 7 RT 004 RW04 1:28:39 kaveling PTB DKI Pondok Kelapa, Jakarta 1:28:42 Timur. Nah, untuk layan teleponnya 1:28:45 ikhwan awal dapat e mengirimkan ee 1:28:48 konsultasi atau bertanya di line 1:28:51 WhatsApp ya, jangan via telepon di 0813 1:28:55 8326 1:28:57 2040. Kami ulang kembali di 0813 1:29:01 83 2640 1:29:06 ya. Wahwat dapat langsung saja 1:29:07 menghubungi melalui WhatsApp ya. Baik. 1:29:11 Eh, Pak Alifan sudah dibaca oleh waktu, 1:29:13 mungkin ada kesimpulan yang ingin 1:29:14 disampaikan untuk ikhwan akhwat 1:29:15 pendengar radi kita tadi janji formula 1:29:18 ya. Oke, jadi saya ulangin lagi. Setia 1:29:21 kertas dan pena ya. Oke, saya 1:29:24 pelan-pelan ya. Tadi saya sudah bilang 1:29:26 sambil lutu ya. Sambil. 1:29:28 Nah, sambil sudah layu nih [tertawa] 1:29:31 ya. Satu tangkai kira-kira ee 21 heli 1:29:35 ya. 1:29:36 Oke. Terus brotowali ya. Brotowali ya. 1:29:39 Daunnya daun berotali lima heli. 1:29:43 Terus kayu manis ya. Kayu manis 1:29:46 kira-kira 15 cm ya. Satu batang atau 3 1:29:49 batang. Kalau dia kecilnya diameter 1:29:51 begini mending 3 batang deh. Kalau 1:29:53 diameternya agak besar satu batang cukup 1:29:55 ya. Ini diameternya kecil ya. 1:29:56 Kalau yang bubuk gimana, Mas? 1:29:58 Bubuk nanti nakarnya susah ya. Kalau mau 1:30:01 bubuk boleh sih ya. 1:30:03 Takarin kira-kira berapa gram ya? 1:30:06 Kalau bubuk itu 1:30:09 1 sendok makan sudah cukup ya. Ya, satu 1:30:11 sendok makan sudah cukup ya. 1:30:13 Oke. Terus ee kunyit ya satu jari ya. 1:30:19 Kunyit satu jari ya. Ini kunyitnya agak 1:30:22 besar. Sudah cukup segini ya. Nah, 1:30:24 airnya 1 L jadi 600 mili ya. Minum 3 * 1:30:28 200. Bagi yang tensinya tinggi enggak 1:30:32 usah dikasih garam. 1:30:33 Hm. H. 1:30:34 Tapi bagai tensinya rendah kasih garam. 1:30:36 Karena kunyit nurunkan tensi sambil 1:30:38 luntur nurunkan tensi. Boleh yang bagi 1:30:41 tadi yang Bapak-bapak tadi ada ee diabet 1:30:44 dan tensi. 1:30:45 Heeh. 1:30:45 Boleh tambahin bawang putih, 1:30:47 tambahin seledri. Ya. E Mas Anis saja 1:30:49 sudah hafal nih. [tertawa] Salsi tinggi 1:30:53 ya. Itu ya. Jadi itu udah resepnya. Nah, 1:30:56 Amdodipin pelan-pelan kalau mau di 1:30:59 gantikan dengan herbal karena herbal itu 1:31:01 sifatnya pelan. 1:31:02 Iya. Kenapa dia pelan? Karena dia 1:31:04 multikompon, banyak senyawa. Kalau obat 1:31:07 ya obat medis itu isolat murni jadi satu 1:31:10 senyawa. 1:31:11 Makanya dia cepat kerjanya. Kalau mau 1:31:13 digantikan pelan-pelan dulu ya. Misalnya 1:31:15 dari 10 mili dikombinasikan dengan 1:31:17 herbal tadi turun turun turun turun 1:31:19 ganti yang 5 mili dulu. Turun turun 1:31:22 turun lagi baru dilepas ya kalau mau 1:31:24 dilepas. Tapi tetap dikontrol ya tetap 1:31:27 dikonsultasikan ke dokter terdekat ya 1:31:30 biar aman ya. Oke. Karena tensi itu 1:31:32 biasanya kita mudah aman tahu-tahu 1:31:34 tiba-tiba naik ya. Karena itu pembuluh 1:31:36 darahnya sudah banyak lumut ya itu 1:31:38 makanya tensinya tinggi ya itu stres ya 1:31:42 Mas. [tertawa] 1:31:43 Apagi kalau di tanggal tua Mas stres. 1:31:47 Oke. Jadi yang tadi ya pengobatan itu 1:31:49 semua ya body, mind spirit ya. Jadi tiga 1:31:53 itu harus kita ee kombinasikan. Jangan 1:31:56 lupa pantangan dan saran ya. Pantangan 1:31:59 tadi manis-manis ya. Kalau sudah manis 1:32:01 enggak perlu ya. Buah manis ya. 1:32:04 Karbohidrat ganti beras merah, hitam, 1:32:06 gandum ya. Buahnya alpukat, pir, jambu, 1:32:09 ee jambu kristal, pepaya, bengkuang, 1:32:11 kiwi, apel. 1:32:12 Terus gula ganti gula stevi ya. Terus 1:32:16 kalau mau makan ya protein aja lebih 1:32:18 aman ya. Hindari stres. Oke, itu aja, 1:32:21 Kakas. 1:32:21 Oke. Baik, terima kasih Pak Alvian atas 1:32:24 penyampaiannya di 1:32:26 ee pagi menjelang siang kali ini. Semoga 1:32:28 bermanfaat bagi kita semua. I dan 1:32:31 mudah-mudahan kita selalu menjaga 1:32:32 kesehatan ya. Baik ikhwanat para 1:32:34 pendengar radioahim yang dirahmati Allah 1:32:36 subhanahu wa taala. Demikian acara kita 1:32:38 di kesehatan islami di pagi menjelang 1:32:40 siang hari ini. Semoga bermanfaat dan 1:32:42 selalu kita doakan semoga Pak Alvian 1:32:44 selalu diberikan kesehatan oleh Allah 1:32:45 subhanahu wa taala. Amin. Amin. Allahum 1:32:46 amin. 1:32:48 Akhir kata, saya Muhammad Anis Mualim 1:32:49 dan juga K hasil bertugas di pagi hari 1:32:51 ini. Ada Neza di kameraman dan juga 1:32:53 switcher dan juga ada Fajar di meja 1:32:54 operator. Mohon urri dari ruang dengar 1:32:56 Anda. Subhanakallahumma wabihamdika 1:32:58 asadu alla ilahailla anta 1:33:00 astagfirukaufik 1:33:01 wal hidayah. Wasalamualaikum 1:33:03 warahmatullahi wabarakatuh.