Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- H
- [Musik]
- Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- yaumidin amma baid ilman allahumf
- bimaamtani waimnifauni warzuqni ilman
- yanfauni dipancarkan dari jalan masjid
- silaturahim nomor 36 kalimanggis Cibur
- Bekasi radio silaturahim dan rasil TV
- untuk Islam yang satu ikhwan akhwat para
- pendengar r silaturahim
- yang di mana pun antum dan antuna berada
- yang saat ini sedang menyimak radio
- silaturahim. Ikhwan akhwat mungkin saat
- ini sedang berkumpul bersama keluarga di
- rumah ataupun saat ini sedang berada
- dalam kendaraan, berada dalam
- perjalanannya. Semoga kita semuanya
- selalu dalam kesehatan dan senantiasa
- selalu dalam lindungan dan rahmat Allah
- Subhanahu wa taala. Bahagia sekali
- ikhwan akhwat bersama saya Hafiz
- Alfloresi ditemani Bang Atep di
- kameraman dan switcher dan juga Bang
- Yusuf Subangkit di meja operator.
- Alhamdulillah kembali hadir dalam
- program tausiah sore bersama guru kita
- Ustaz Ahmad Saleh MA. Di edisi hari ini,
- Ikhwan Akhwat, hari Jumat hari yang
- sangat mulia. Saidul Ayyam tanggal 24
- Zulka
- 1443 Hijriah atau bertepatan di tanggal
- 24 Juni 2022. Dan saat ini guru kita
- sudah hadir langsung di studio. Kita
- sapa terlebih dahulu. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Kabar bagaimana, Ustaz?
- Sehat? Alhamdulillah dalam lindungan
- Allah azza wa jalla. Alhamdulillah atas
- doa dari semua ikhwan dan akhwat
- semuanya. Alhamdulillah. Masyaallah.
- Nampaknya Ustaz tiap hari makin semangat
- dan alhamdulillah. Masyaallah.
- Masyaallah. Masyaallah. Nam. Semoga
- selalu dalam lindungan Allah, Ustaz.
- Amin. Allahum amin. Amin. Ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati oleh Allah
- subhanahu wa taala. Para pendengar radio
- silaturahim dan pemirsa Rasul TV yang di
- mana pun Anda berada. Pada kesempatan
- kita di sore hari ini, seperti biasa
- Jumat sore guru kita masih melanjutkan
- pembahasannya di ee kitab Sarah Riyadus
- Shihin. Dan pada kesempatan hari ini
- guru kita melanjutkan di
- pembahasan-pembahasan sebelumnya, Ustaz,
- ya. Masih di kewajiban haji dan
- keutamaannya. Jadi ee di pekan
- sebelumnya guru kita sudah membahas
- empat hadis dan insyaallah pada
- kesempatan ini akan melanjutkan yang
- kelima dan juga yang keselanjutnya. Maka
- dari itu, marilah kita persiapkan diri
- kita, buka hati kita untuk menerima
- curahan kebenaran yang akan disampaikan
- oleh guru kita di sore hari ini.
- Tafadol, Ustaz.
- Alhamdulillahi hamdan katiron thyiban
- mubarokan fih kama yuhibuna waard.
- Ashadu alla ilahaillallah wahdahu la
- syarikalah wa ashadu anna muhammadan
- abduhu wa rasuluhu wa innahu la nabi
- ba'. Allahumma sholli wasallim wabarik
- ala nabiina Muhammadin waa alihi wa
- ashabihi waman tabiahum bisihsanin
- yaumilqiamah. Amma ba'. Ikhwan dan
- akhwat pendengar radio silaturahim di
- mana pun berada. Sesungguhnya segala
- puji bagi Allah yang masih memberikan
- kesempatan kita untuk senantiasa
- mendekatkan diri kepadanya dengan jalan
- mengkaji pesan-pesan suci dari Nabi yang
- luhur budi untuk dapat kita amalkan
- sehingga kita menjadi muttaya, menjadi
- pengikutnya yang mudah-mudahan nanti
- diakui oleh beliau sallallahu alaihi
- wasallam sebagai umatnya. sehingga apa
- yang menjadi kekurangan dari umat ini
- kemudian diperbaiki nanti dengan
- syafaatnya insyaallah. Maka oleh sebab
- itu, ikhwan dan akhwat, mari kita mulai.
- Mohon kepada Allah Subhanahu wa taala
- agar Allah membukakan ee pintu hati kita
- untuk menangkap pesan-pesan,
- arahan-arahan dari beliau sallallahu
- alaihi wasallam yang mengarah kepada
- keridaan Allah Subhanahu wa taala.
- sehingga Allah pun dalam hal ini
- berkenan gitu kan ee memberikan ee apa
- manfaat yang banyak kepada kita melalui
- taujih-taujih melalui risalah yang Allah
- turunkan kepada baginda Nabi. Ikhwan dan
- akhwat, untuk tidak memperpanjang
- perkataan, kita langsung saja kepada
- kajian kita ee tentang kewajiban haji ya
- dan keutamaan wal hadir yakni alan
- takqallam. E dan sekarang kita akan
- membahas ee membicarakan hadis ke
- berikutnya, hadis kelima. an eh
- Abdurrahman Addausi radhiallahu anhu
- anna Rasulullahi shallallahu alaihi
- wasallama q al umr umr kaaratun lima
- bainahuma wal hajul mabruru laisa lahu
- jazaun illal jannah muttafaqun alaih
- yang artinya kurang lebih dari
- Abdurrahman Addausi semoga Allah
- meridainya bahwa Rasul Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam bersabda, "Al
- umratu umrah ya satu umrah ilal umrati
- ke umrah berikutnya. Kafaratun kafarah
- itu penutup asalnya. Jadi artinya satu
- kesalahan ditip. Ah itu disebut kafarah.
- Kafaratun lima bainahuma." Terhadap
- apa-apa. Ma bermakna kalau kafarah itu
- penutup maka ma di situ maknanya dzunub.
- terhadap dosa-dosa di antara keduanya,
- di antara waktu umrah ke umrah
- berikutnya dihapuskan tuh ya di oleh
- umrah tadi. hajul mabruru dan haji
- mabrur laisahu jazaun tidak ada
- balasannya yang setimpal illal jannah
- kecuali surga muttafaq alai h hadis rahu
- bukhari wa muslim jadi ee umrah secara
- bahasa artinya adalah mengunjungi ya
- jadi ee dari kataar tadi jadi kalau kita
- umrah
- ya satu umrah ke umrah berikutnya.
- Kemudian ada di situ dosa. Dalam hal ini
- tentu yang dimaksud adalah ee azzunub ee
- apa namanya? Azzambu shiroh ya. Jadi
- yang dimaksud adalah dosa kecil. Amma ee
- dosa besar itu harus dengan taubat ya.
- Ini yang kemudian ee apa namanya? Ee
- aturannya begitu. Ee aturannya begitu
- dulu, ya. Jadi kenapa saya katakan
- aturannya begitu dulu? Karena nanti
- menarik sekali kalau sudah masuk dalam
- penghayatan-penghayatan itu apa-apa yang
- menjadi standar itu menjadi sesuatu ee
- disyarah bisa syarah memperkuat bisa
- syarah menjadi dua pemahaman atau
- menjadi syarah bertentangan tetapi bisa
- dipakai dua-duanya di satu tempat dan
- yang satunya lagi di tempat yang
- berbeda. Ya. Jadi seringki ada pendapat
- yang berbeda tapi bisa dipakai
- dua-duanya gitu ya.
- misalnya ee pendapat yang se apa namanya
- ya? Pendapat-pendapat dalam hal ini
- pernah dikenal di zaman kita. Maksud
- zaman kita tuh maksudnya di perjalanan
- muslimin itu misalnya ada Jabariyah, ada
- Qadariah. Dua-duanya ternyata tidak bisa
- harus tidak harus diadu-adu terus. Wah,
- ini yang benar ini. Encak dua-duanya
- bisa ya bisa dua-duanya dipakai. pada
- saat yang berbeda. Ketika kita berusaha
- ya, ketika kita berusaha maka ee apa
- namanya? Bahwa manusia yang menentukan
- pemahamannya maka kita berusaha. Tapi
- kalau kemudian sudah hasil gitu kan,
- maka itulah oh ini semua Allah yang
- sudah menentukan bukan lagi usaha kan
- begitu. Jadi dua-duanya bisa dipakai
- tidak harus diadu-adu gitu. Nah, ini
- yang kemudian tentu lama untuk melakukan
- riset yang demikian gitu sehingga
- sejarah masa lalu yang ee kita
- menyebutnya kelam karena perbedaan
- paradigma, perbedaan pemahaman sehingga
- sampai pada kitab-kitab kita bercerita
- tentang pertumpahan di antara kita ya
- karena perbedaan itu maka hendaknya kita
- mohon kefadilah Allah bagaimana
- memperbaiki itu sejarah masa lalu itu
- bagaimana mendorong menjadi sebuah
- dorongan pembangkit kepada umat Nabi
- Muhammad untuk bersatu.
- Bagaimana caranya? Tapi mungkin enggak
- yang bertentangan bisa bersatu? Bisa.
- Kenapa tidak? Dalam pendekatan tafsir,
- dalam pendekatan apa itu yang berbeda,
- yang bertentangan. Bahkan bisa diterima
- dua-duanya. Misalnya quru di dalam
- tafsir itu ada yang menafsirkan quru
- bimakna suci, tapi ada quru bimakna
- head. Suci dengan head itu bertentangan.
- Iya. Tapi dua-duanya bisa diterima gitu
- kan. Nah, ini yang kemudian kita sebagai
- orang yang ee apa? Berupaya memohon
- kepada Allah agar umat Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam
- itu semuanya bisa saling mencintai
- dengan
- tulus. Jadi bukan egoisme yang
- didahulukan, tapi dia ingat, "Oh, dia
- itu umat Nabi Muhammad.
- Saudaraku, meskipun dia nasabnya
- berbeda, warga negaranya tidak sama,
- gendernya berlainan, tetapi dia umat
- Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Allahum ya Allah tolonglah aku
- untuk bisa mencintai umat Nabi Muhammad
- meskipun pendapat dia berbeda dengan
- pendapatku ya Allah atau bahkan
- bertentangan. Bisa enggak seperti itu?
- Bisa. Apalagi kalau itu bukan akidah.
- Kalau perbedaan pendapatnya bukan akidah
- itu bisa.
- W perbedaan pendapat yang dalam akidah
- saja. Masyaallah Nabi menghadapi
- menghadapi madunya yang menentang itu
- tersesap saja hatinya. Mohon kepada
- Allah. Allahum ya Allah ihdihim ihdihim
- ya Allah beri hidayah mereka ya Allah
- karena sesungguhnya mereka belum
- tahu. Ha hua nabiuna Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Dan itu mestinya ya
- saya tidak mengatakan juga salah kepada
- mereka yang berbeda dengan apa yang
- kisahkan ini dulu ya. Karena kita juga
- harus cerdas. Makanya setiap hadis yang
- kepada kita itu yang aneka ragam, yang
- variasi yang kemudian
- istimbatnya kita berbeda-beda. Pada
- hakikat itu kalau digabung itu sun jadi
- indah gitu loh. Hanya persoalannya kita
- kekeh misalnya saya mengata, "Oh, Nabi
- itu lemah lembut." Iya. kekeh dengan
- lemah lembut itu. Tapi orang kemudian
- ada dengan ketegasannya, oh Nabi itu
- tegas apalagi dalam syariat. Tidak
- pernah Nabi itu lalai dalam menegakkan
- syariat. Nah, kita sayangnya kemudian
- masing-masing ini diadu-adu. Padahal
- sesungguhnya kelembutan ada tempatnya,
- ketegasan juga ada makamnya, gitu ya.
- Nah, ini yang harus di ee apa? Ya, tentu
- tidak mudah bagi kita yang mau
- menelusuri perjalanan itu. Maksudnya
- perjalanan untuk bisa memahami
- seluruhnya
- bisa. Tapi ada di antara kita telah
- mencukupkan gak pemahaman saya begini
- sudah hatta taqumus saah sampai hari
- kiamat begini misalnya. Oh, tidak
- apa-apa. Makanya saya katakan ini ya.
- Masyaallah. Nah, oke. Kembali kepada
- satu hal yang ingin saya kemukakan ya.
- Jadi ee umrah ya, umrah kafarah. Kafarah
- itu sesungguhnya tif x pelebur dengan
- pengertian apa dia penyebab apa namanya
- penyebab ampunan dan tertutupnya dosa ya
- itu kafaratun. Jadi kafaratun itu bisa
- berarti apa? Penyebab ampunan ee dan
- tertutupnya dosa. Jadi dosa tidak akan
- inilai. Maka oleh sebab itu, ikhwan dan
- akhwat sekalian, kita mengenal
- bahwa ibadah itu ada dua hal ya. Ada ada
- simbolis, ada simbolnya, ada hakikatnya.
- Makanya ada ee simbol itu maksudnya
- ibadah dalam pengertian yang bisa kita
- lihat itu
- simbol. Tapi hakikat itu pesan moralnya
- atau di dalam bahasa para ulama
- maqasidnya atau maksudnya apa gitu loh
- ya. Nah, karena sesungguhnya kita tidak
- bisa memisahkan antara simbolis dengan
- maqasid.
- salat, ruku, sujud, dan bacaan-bacaannya
- kita sebut itu adalah
- simbolisnya. Tentu saya menjelaskan ini
- dalam memudahkan pemahaman gitu. Karena
- kita merasa kalau sudah simbolis ya
- sudah selesai. Pokoknya saya sudah
- diridai oleh Allah lewat ibadah yang
- simbolis. Tapi faktanya orang yang salat
- secara simbolis itu diancam oleh
- Al-Qur'an. Fawail lil musin. Tuh
- bagaimana kok orang salat bisa celaka?
- Nah, karena simbolisnya saja tidak
- dilanjutkan kepada pesan hakik
- hakikinya. Pesan apa namanya? Maqasid
- syariahnya tidak kita pahami. Maka orang
- yang salat meskipun gerak-geriknya dalam
- salat itu sudah sesuai dengan yang
- dicontohkan oleh Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam. Tapi ketika praktik
- dalam di luar salatnya, ya saya
- maksudkan salat itu jika yang dimaksud
- salat oleh saya adalah dimulai dari
- takbiratul ihram dan diakhiri salam dan
- setelah salam kemudian dia berlaku tidak
- sesuai dengan pesan salat itu maka
- diancam oleh Quran fawailul lil
- musallin. Orang yang rajin saum asiam
- ya. Orang yang rajin siam bukan hanya
- yang wajib, bukan hanya yang fardu,
- tetapi juga yang nafilah dia lakukan.
- Tapi kalau lisannya masih tetap tidak
- bisa menjaga dari mengatakan
- kalimat-kalimat zur, kalimat-kalimat
- yang tidak baik ya e kaul zur maka Allah
- tidak perlu.
- Artinya menjadi dipertanyakan memang
- Nabi menarik sekali apa sabda-sabda
- Rasulullah sallallahu alaihi wasallam
- yang diteliti oleh para ulama itu
- pilihan katanya masyaallah indah sekali
- dan argumentatif gitu ya. Maka Nabi di
- satu sisi tidak mengatakan misalnya
- begini percumlah orang yang
- begini-begini misalnya percuma orang
- yang salat tetapi gak begitu. Quran juga
- mengajarinya begitu. H. Jadi cobain
- a apakah roa engkau telah melihat
- alladzi orang yang yukadzibu mendustakan
- addin hari pembalasan. Adin agama sering
- kita maknai agama. Tetapi agama itu
- kalau kita teliti ternyata ada dua
- pengertian. Ada memang agama ada din.
- Itu hari pembalasan.
- Ya yang merajai hari pembalasan. Maka
- din di situ hari pembalasan. Jika
- kemudian kita teliti lagi ada hadis
- mengatakan manana yummin billahi wal
- yaumil akhir kad wa kaza. Barang siapa
- yang iman kepada Allah dan hari akhir.
- Nah, dua yang disebut Nabi dalam
- hadis-hadisnya ini adalah ee apa
- namanya? Ikhtisar. E bukan ikhtisar ya.
- Ee apa ya? Ada istilahnya ya. Jadi
- pemendekan dari yang enam.
- Rukun iman yang enam ini seringki
- disingkat menjadi dua tadi, iman kepada
- Allah dan hari akhir. Nah, di dalam ini
- di dalam Al-Qur'an justru disingkat lagi
- menjadi kepada hari
- akhir. Nah, gitu ya. Ini menarik sekali.
- Nah, jadi itu alladzi yadul yatim dan
- seterusnya yang mendorong dengan keras
- yatim. Yatim itu orang yang ee secara e
- normatif begini. Yatim itu berarti yang
- mendorong anak yang sudah tidak punya
- bapak, anak ee yang belum balig. Eh iya
- di artinya yang ya belum kategorinya
- yang belum mandiri gitu saja. Anak yang
- belum mandiri gitu kan yang tidak
- memiliki pelindung ee yang tidak
- memiliki ayah kandung kan begitu. Itu
- normatifnya begitu. Tapi nanti kalau
- kita lihat yadul yatim, yatim bisa
- bermakna orang atau anak yang tidak
- memiliki pelindung meskipun ibu bapaknya
- ada. Ibu bapaknya ada tapi anaknya
- sekolah enggak disekolahkan, tidak
- dikenalkan kepada Allah, bebas dengan
- siapapun dia bergaul. Mau berkelahi
- silakan, enggak juga silakan. Nah, itu
- sama dengan yatim.
- Islam hadir harus hadir sebagai bapak
- dalam hal ini ya. Maka oleh sebab itu,
- maka orang yang mendus apa yatim di situ
- bisa saja dia punya ibu bapak tapi
- kemudian Islam juga harus mau tampil ya
- mengingatkan ibu bapaknya. Siapa yang
- dimaksud Islam di sini? Mereka yang
- bertanggung jawab dari kalangan umara
- wal ulama. Dari kalangan umara dan
- ulama. Mereka yang menjelaskan kepada
- ibu bapaknya sehingga si anak tadi yang
- sempat jadi yatim sekarang tidak lagi
- yatim. Kenapa? Karena ibu bapaknya
- sekarang perhatian mendidik dengan benar
- gitu kan. Nah, maka oleh sebab itu kalau
- seseorang tidak memiliki pelindung,
- tidak memiliki yang merawatnya maka
- yatim. Maka rumah kosong yang tidak ada
- yang merawatnya disebut baitun yatimun.
- H rumah yatim. Rumah yatim.
- Seorang
- muslimah sudah saatnya menikah, belum
- punya suami, apalagi dia a apa walinya
- sudah tiada, maka dia disebut muslimatun
- yatimatun. Jadi muslimah yatim. Nah,
- kalau begitu di saya tujukan kepada para
- akhwat muslimat yang para suaminya
- dipercaya oleh para
- mualafah, oleh perempuan-perempuan yang
- baru memeluk Islam. Jangan kau dorong
- para mualafah ini ketika ia mau belajar
- kepada suami-suami Anda. Karena ketika
- dia belajar kepada suami-suami Anda,
- misalnya rombongan, kemudian Anda
- mencegahnya, bisa jadi Anda termasuk
- yang yadul yatim. Bisa begitu
- gitu ya. Jadi sekali lagi, aduh
- subhanallah. Nah, karena ada di antara
- tantangan para orang yang punya ilmu
- salah satunya justru di keluarga kan ada
- yang membinanya anak-anak kecil di
- pondok pesantren. Mah itu mah lazim
- biasa.
- Tapi ini yang para mualafah kan mereka
- sudah berusia ya kan. Bahkan statusnya
- ee apa namanya? Sudah mencari suami.
- Nah, ketika dia mau berguru kepada
- seorang apa yang berilmu, maka doro apa
- pemahaman atau mata-mata yang ee
- bersikap sinis itu memandangnya dengan
- tidak baik. Termasuk bisa jadi dari
- keluarga atau dari istri si ustaz ini
- gitu ya. Oke. Baik. Ini satu hal kenapa
- saya kok sisipkan? Karena ini
- fakta-fakta sekarang itu. Tapi di sisi
- lain juga ini ee apa? Karena ini satu
- kasuisik aja mesing kan enggak boleh
- begitu. Artinya ke ada muallafa ya orang
- yang baru di mualaf itu maka hendaknya
- ada tim gitu ya yang khusus di diamanati
- untuk ee melanjutkan pemahaman mereka.
- Mestinya begitu. Kita kerjanya harus
- kerja jamai gitu ya. Kerjanya kerja
- nyatu sehingga ada pembagian tugas. Tap
- kalau tadi yang saya contohkan di awal
- itu karena tidak ada lagi di masyarakat
- seringkiali ditemukan hal seperti itu
- gitu ya. Oke.
- Baik. Jadi ini ya wal hajul mabruru
- laisalahu jazaun illal jannah. Dan haji
- yang mabrur tidak ada balasannya kecuali
- surga. Ini banyak syarah yang
- menjelaskan tentang haji mabrur. Kalau
- dari beberapa referensi kita buka
- alhajjul mabrur maksudnya haji yang
- benar. Hm. Kemudian alhajul mabrur
- ditemukan dalam syarah berikutnya haji
- yang
- ikhlas. Ditemukan lagi dalam penjelasan
- lain, haji mabrur itu adalah haji yang
- tidak disusupi dengan dosa, gitu kan.
- Oh, kalau gitu berarti haji mabrur
- adalah haji yang dilakukan secara benar
- dan ikhlas dan tidak disusupi dosa. Kan
- jadinya begitu digabung karena memang
- semuanya benar gitu kan. Nah, gak ada
- balasan yang setimpal, enggak ada
- balasan yang cocok kecuali
- aljannah, taman yang indah yang kita
- belum bisa melihatnya. Maka disebut
- jannah. Kan sudah di sering disampaikan
- janin itu adalah apa namanya? Zigot yang
- di dalam rahim yang tidak bisa
- diketahui, tidak bisa dilihat. Janin.
- Janin. Iya. Jin itu makhluk yang tidak
- kelihatan. Nah, jannah itu taman yang
- indah. indahnya wallahuam seperti apa
- gitu kan meskipun dijelaskan oleh ayat
- sebagian saja yang sesuai dengan
- pemahaman kita. Masyaallah. Oh di situ
- ngalir sungai-sungai apa di bawahnya
- ngalir sungai-sungai menurut hadis di
- situ ada apa? Sungai susu, sungai arah
- kan begitu menurut hadis. Nah kemudian
- itu semua hanya imajinasi kita karena
- kita baru mampunya sebegitu hakikatnya
- jannah seperti apa wallahuam tidak tahu.
- Masyaallah berarti dari akar kata yang
- sama berarti ya. kata jadi jannah itu
- seperti tidak bisa diketahui. Jin ini
- juga makhluk yang tidak bisa kelihatan.
- Oke. Baik. Nah, maka di sini ee kita
- pahami ee itulah surga. Jadi surga itu
- ya kembali kepada kita memahami sejauh
- mana kita memahami surga ya. Pengetahuan
- kita dari Quran dan sunah itu seperti
- apa. Mak maka itulah yang akan
- membahagiakan kita gitu. Bahwa
- hakikatnya n seperti apa. Tapi yang
- jelas perlu dikemukakan bahwa
- taman-taman itu bertingkat.
- Sebagaimana juga neraka
- bertingkat-tingkat. Kenapa dikatakan
- begitu? Karena dosa juga
- bertingkat-tingkat, syirik
- bertingkat-tingkat, ya. Maka amal saleh
- juga
- bertingkat-tingkat. Banyak itu.
- Misalnya apa yang bertingkat-tingkat?
- Keimanan ya kan. Maninkum
- munkar dari tangan kemudian ke lisan.
- Dari lisan ke hati itu dan hati
- selemah-lemah iman. Berarti mulai dari
- hati dulu naik ke atas dengan lisan naik
- lagi kepada ee yad
- tangan. Nah, kemudian tentang syirik
- juga sama. Syirik juga ada tingkatannya.
- Maka riya itu adalah ee syirqul asghar.
- Ya kan ada syirik yang paling kecil
- yaitu ri ada syirik akbar kan begitu.
- Padahal syirik sendiri juga kategorinya
- dosa besar. Oke. Baik. Ini saya kira
- nanti dalam kajian biasanya itu dalam
- kajian tauhid lah ya. Oke. Baik.
- Sekarang kita lanjutkan mm kepada hadis
- berikutnya.
- an
- siddiqh binti siddiq radhiallahu anhuma
- qatlu ya
- rasulallah narol jihad afdol amaliala
- nujahid faqala lakin afdolul jihad hajun
- mabrurun rahul
- buku dari aisyah semoga Allah meridainya
- ia berkata aku berkata ya rasulullah
- Menurut kami jihad itu adalah amal
- perbuatan yang paling utama. Bolehkah
- kami berjihad?
- Beliau menjawab, "Tetapi jihad yang
- paling utama adalah haji yang mabrur."
- Maka oleh sebab itu ketika menunaikan
- ibadah itu serius.
- Karena ketika haji mabrur itu afdolul
- jihad.
- Oke. Nah, maka jihad kalau begitu tidak
- mesti
- perang ma hujjati. Apa hujah saya?
- hadis di antaranya iya ya hadis
- ini. Kemudian juga thabul ilm itu jihad
- hatta
- naritina sehingga kita pulang ke
- rumah-rumah kita selama kita thabul ilm
- misalnya Anda jadi host di sini kajian
- kitab riyadus shihin. Maka ketika Anda
- pergi dari rumah Anda ke sini atau
- ketika saya pergi dari rumah saya
- setelah saya membaca bismillahi tawaktu
- Allah la haula wala quwwata illa billah
- maka saya fil jihad
- masyaallah kemudian terjadi sesuatu ana
- syahid
- ketika terjadi sesuatu maka saya
- kategorinya syahid meskipun syahid
- akhirat Allah kata siapa kata nabi dalam
- hadis jangan begitu nah maka oleh sebab
- itu kenapa kita serius kenapa kita
- bersemang semangat karena
- motivasi-motivasi Nabi itu dahsyat.
- Beliau itu adalah sodiq
- wauq, orang yang benar lagi dibenarkan.
- Masyaallah. Nah, ini makanya oleh sebab
- itu, Ikhwan dan akhwat sekalian, maka
- kajian kitab Riyadus Salehin ini apalagi
- oleh sudah dibantu oleh para ulama
- tentang kedudukan hadisnya sahih atau
- tidaknya perawi. Oh, masyaallah gitu
- kan. Jadi kita tinggal mereguknya saja
- gitu. Yang penting mau enggak kita
- menuangkannya itu gitu loh ya. Sayangnya
- kan kita di ada yang minuman ini kita
- enggak mau menuangkannya apalagi
- meminumnya. Padahal itu adalah minuman
- yang paling segar. Jadi ilmu yang
- bermanfaat itu adalah minuman yang
- paling segar, makanan yang paling
- menyehatkan. Tuh, makanya minumlah kata
- Nabi sepuasnya, makanlah sekenyangnya di
- majelis taklim itu. Nah, jadi masyaallah
- ya. Oke. Baik. Nah, maka kemudian
- dinyatakan narol yang dimaksud kami
- melihat itu kami memandang bahwa jihad
- ya itu demikian karena kedudukan jihad
- di dalam Islam itu juga tidak apa
- namanya tidak salah. Tapi kemudian Nabi
- Afdolul Jihad tadi menyatakan bahwa haji
- mabrur. Nah, maka oleh sebab itu
- rebutlah haji mabrur itu. Maka ketika
- belajar mulai dari kita belajar ee
- latihan manasik sampai manasik benaran
- beneran itu harus diniatkan kepada
- Allah. Karena bisa jadi dia belum
- belumasik, belum sampai bahkan belum
- naik pesawat tapi baru latihan mana
- asik. Dia sudah meneteskan air
- mata. Masyaallah.
- terbayang berlatih ber apa namanya
- sedang sekolah jadi manasik itu sekolah
- sesungguhnya ya i pakai apa baju e ihram
- maka diaebut muhrim ya kan dia meny ya
- Allah bahwa ini saya akan kembali kepada
- engkau kami akan tinggalkan harta kami
- akan tinggalkan kedudukan kami akan
- tinggalkan itu semua dunia itu semua
- kami hanya menghadap kepala engkau
- dengan satu kain yang beraman Putih gitu
- kan. Dan kami sama dengan
- saudara-saudara kami. Maka ketika dia
- mengatakan labbaik Allahumma
- labbaik ah masyaallah. Jadi dia begitu
- dalamnya mengucapkan itu. Ditambah lagi
- pengetahuan bagaimana Nabi dan para
- sahabatnya dulu memulai hajinya. Labaik
- allahumma
- labbaik. Jadi masyaallah di situ saja
- dia sudah terbentuk jiwanya. Jiwanya
- begitu mahabbah kepada Allah Subhanahu
- wa taala. Begitu cintanya kepada
- alkhaliq. Kemudian dia menyadari bahwa
- ini semua kemudian wasilahnya yang
- menyampaikan risalahnya adalah baginda
- Nabi sallallahu alaihi wasallam. Maka
- dia pun semakin cinta kepada Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam yang telah
- mengajarkan manasik ini yang
- diperintahkan oleh Allah subhanahu wa
- taala. Itu baru satu baru ikhrab. Belum
- yang lain semuanya. Maka sekali lagi ada
- orang belum menunaikan ibadah haji baru
- latihan manasik walakin had rajul. Tapi
- lelaki ini asbahahual haj, dia sudah
- menjadi haji beneran gitu kan padahal
- belum berak. Nah, maka oleh sebab itu,
- Ikhwan, saya ingin
- sampaikan tentu semua yang belum
- menunaikan ibadah juga ingin menunaikan
- itu. Tapi jangan khawatir bagi mereka
- yang uzur karena tidak tadi ee tidak
- yang tidak memenuhi manis ilaihi sabila
- tidak terpenuhi itu karena uzur itu ya
- maka tidak usah khawatir. Karena bisa
- jadi meskipun dia tidak berangkat dia
- haji mabrur
- karena niat. Syaratnya apa? syaratnya,
- cirinya, kompetensi Haji Mabrur dia
- miliki gitu ya. Kalau uzur gitu loh kan.
- Masyaallah kan orang itu satu. Ah yang
- penting saya salat jumatnya istikamah,
- nilainya sama dengan haji tuh. Yang
- penting saya thabul sampai kapan pun
- saya
- tetapi. Maka nanti akan orang
- tercengang, "Loh, saya yang sudah
- menunaikan ibadah haji, ternyata hajinya
- banyakan dia. Padahal dia belum
- menunaikan ibadah
- haji. Karena dia mendapatkan pahala
- ibadah hajinya lewat jihad. Karena dia
- mendapatkan pahala ibadah hajinya lewat
- thaabul ilmi. Karena dia melakukan itu
- semua lewat salat Jumat yang
- terus-menerus. Nah, itu yang seringkiali
- kita. Nah, makan aja kita jangan
- terjebak oleh simbolis.
- Itu yang saya sampaikan secara simbol
- kita sudah menunaikan ibadah haji, tapi
- bisa jadi ada orang yang pahalanya lebih
- besar dibanding orang yang sudah
- menunaikan ibadah haji. Ya, ini yang
- kemudian harus dipahami ya. Maka saya
- katakan semuanya rahasia. Maka saya
- katakan janganlah kita memohon untuk
- jadi orang yang terbaik di zaman kita.
- Khawatir nanti kalimat terucap. Hmm. Gue
- yang terbaik. Kan ya khawatir begitu ya.
- Maka mintalah kepada Allah kita lebih
- baik dari masa lalu kita. Masa kemarin
- begini, nah sekarang lebih baik dari
- kemarin. Nah, besok insyaallah lebih
- baik dari hari ini, gitu ya. Sehingga
- membandingkannya bukan dengan orang
- lain, membandingkannya juga
- membandingkannya dengan diri kita
- sendiri. Kalau membandingkan dengan diri
- kita sendiri itulah muhasabah.
- Ya, kalau membenikan diri dengan e diri
- kita alias muhasabah tadi, insyaallah
- tidak ada. Setan akan masuk dalam
- masalah itu. Tapi kalau membandingkannya
- dengan orang lain, dia ya ilmunya
- masyaallah dalam sekali. Satu. Tapi
- kemudian Anda kok belajar terus-menerus
- sehingga kemudian Anda lebih pintar
- sekarang dibanding dia sebelumnya. Maka
- jangan sampai Anda mengatakan, "Sekarang
- saya lebih alim dibanding dia."
- Nauzubillah. Jangan
- sampai sekarang saya lebih baik dari
- dia. Jangan sampai. Karena semuanya itu
- hanya penilaian kita kepada diri kita.
- Apalagi kalau kemudian tadi dibandingkan
- dengan orang lain, hati-hati. Itu adalah
- mref, perangkap tikus ya, perangkap
- setan. Jadi kalau ada mpap maka ada juga
- apa? Setonan trap gitu loh ya. Perangkap
- setan gitu ya. Oke. Baik. Jadi ini ee
- jadi kalau begitu haji mabrurlah. Nah,
- dari hadis ini ada faedah atau hal yang
- perlu kita gali mutiaranya bahwa
- penyebutan haji dengan kata jihad
- mengisyaratkan besarnya keutamaan haji
- dan pahalanya serta anjuran terhadap
- kaum perempuan untuk mengerjakannya.
- Nah, oleh sebab itu mak-mak kaum akhwat
- ya, kaum muslimat begitu juga. Jadi
- rebut ya rebut ee keridaan Allah itu
- melalui apa? Haji mabrur di antaranya.
- Karena kalau jihad di lapangan yang saya
- maksud jihad di lapangan jihad di
- peperangan itu biasanya kalaupun
- perempuan dilibatkan hanya memiliki
- orang-orang perempuan-perempuan muslimat
- muslimat yang memiliki skill tertentu di
- mana muslimin tidak memilikinya. Tapi
- kalau ada muslimin yang sudah memiliki
- dianjurkan musliminnya dulu.
- gitu ya. Heeh. Karena ee jadi begini ee
- kenapa kemudian yang gugur itu kaum
- lelaki? Karena diharapkan nanti para ibu
- akan bisa menghasilkan generasi
- berikutnya gitu ya. Oke. Jadi ini yang
- harus dipahami. Nah, kemudian haji bagi
- kaum perempuan itu mulia daripada jihad
- selama perintah tidak menjadi fardu
- ain atau musuh tidak masuk ke wilayah
- Islam. Jadi kalau musuhnya sudah jadi
- ada fardu ain seperti tadi ya. fardu ain
- itu dia misalnya seorang dokter. Nah, di
- lapangan tidak ada dokter laki-laki.
- Maka itu menjadi fardu fardu ain bagi
- dokter perempuan tadi, doktor muslimah
- tadi, gitu ya. Kemudian jika kita belum
- diserang oleh musuh. Nah, kalau musuh
- Islam menyerang, maka itu ya semuanya
- menjadi fardu. Tidak lagi fardu kifayah,
- menjadi fardu ain kalau sudah diserang.
- Dan itu tidak memerlukan lagi izin dari
- orang tua kalau sudah diserang. Tapi
- kalau kita mau apa namanya ee apa
- istilahnya shift. Nah, kalau ovensif itu
- harus izin sama orang tua. Kalau orang
- tua ada yang ini merawat berarti bisa
- jadi kita diizinkan. Tapi kalau tidak
- ada yang merawat biasanya Nabi memberi
- ruksah kepada orang tersebut untuk
- merawat. Bukan ikut berperang, tapi
- justru merawat orang tuanya. Inilah
- Islam gitu kan. Jadi mendahulukan apa?
- Merawat ibu daripada melawan musuhnya.
- Oke. Baik.
- Kemudian ee apa
- namanya? Ee begitu juga bagi laki-laki
- di mana kota haji. Oke, sudah saya
- jelaskan tadi. Tib satu hadis lagi kita
- coba. Ee masih dari Siddiqah binti e
- Siddiq. Jadi maksudnya adalah dari
- Aisyah putri Abu Bakar Assiddiq. Ras e
- menyatakan bahwa Rasulullah sallallahu
- alaihi wasallam bersabda, "Ma min yaumin
- aksar min aytiqallahu fihi abdan minan
- min yaumi arafah rahu muslim." Jadi ini
- menarik sekali. Ma min yaumin. Tidak ada
- hari di mana Allah membebaskan di
- dalamnya abdan seorang hamba min dari
- api neraka min yaumi arafah. Di hari
- Arafah. Jadi pada hari Arafah itu adalah
- hari di mana
- dibebaskannya apa? Seorang hamba dari
- api neraka. Maka ee apa namanya?
- menyelamatkan, menjauhkan mereka dari
- neraka. Menarik sesungguhnya. H ini bisa
- dipahami oleh teleg, tetapi saya lebih
- menyukai ini diberi syarah dari
- hadis-hadis lain. He. Kenapa begitu?
- Maka oleh sebab itu Nabi menyahkan kita
- saum di hari Arafah. Arafah. Iya. Ketika
- dia saum berarti ngapain itu siam?
- Lisannya dijaga ini dijaga ya kan. Maka
- ee dipahami pada hari itu banyak orang
- yang menjaga dirinya dari maksiat. Maka
- pada hari itu karena disunahkannya
- Arafah lebih banyak orang dibebaskan
- dari api neraka. Masya cuma satu hari
- satu hari seakan-akan kan begitu. Nah,
- jadi pengertiannya bisa begitu. Syarah
- lain memang pada hari itu pada hari
- setengah apa? Hari 9 Zulhijah itu adalah
- banyaknya orang yang persoalannya memang
- sekarang neraka sudah ada penghuninya.
- Oke. Ah, gitu loh. Jadi, boleh enggak
- saya bertanya begitu, "Ustaz enggak
- yakin sih sama hadis sampai nanya-nanya
- begitu?" Gak. Ini dalam upaya memahami
- itu
- begitu. Berarti kalau kemudian neraka
- hari ini belum, maka yang dibicarakan
- adalah calon
- penghuninya. Makanya nanti lihat di
- hadis lain, pahala Saum Arafah itu
- hafal. Dibebaskannya dari dua apa 2
- tahun tuh ya diampuni dosa. Ah, begitu.
- Masyaallah ya. Oke, jadi ya masyaallah
- la quata illa. Nah, penjelasan tentang
- keutamaan hari oral dan bahwa pada hari
- itu Allah lebih membebaskan
- hamba-hambanya dari neraka daripada
- hari-hari lain. Jika sekali lagi jika
- pemahaman yang tadi dikemukakan bisa
- diterima maka kalau begitu bukan hanya
- ropah. Sesungguhnya
- Ramadan itu lebih pantas lagi. Kan
- begitu. Masyaallah. Sekali lagi bahwa
- Rasulullah memberi motivasi indah
- sekali. Indah sekali.
- sesung tentu yang dimaksud gitu ya. Bisa
- jadi di bulan Ramadan dia siam tapi
- siamnya simbolik.
- Clear artinya tidak mampu membebaskan
- dirinya dari neraka karena simbolik
- saja.
- Tapi bisa jadi di Arafah ini yaumil
- Arafah sama-sama siam sama-sama puasa,
- tapi berpengaruh begitu bisa
- pemahamannya. Tapi kalau dianggap sama
- di Ramadan juga kualitas siamnya seperti
- itu, di Arafah juga kualitas siamnya
- seperti itu, maka bisa jadi juga di
- Arafah apa di Ramadan juga bisa lebih
- banyak ya. Tapi sekali lagi wallahuam
- bisawab ya Allah yang mengetahui maksud
- dari itu semua. Tapi ketika saya
- masyaallah gitu kan. Nah, karena kalau
- kalau Arafah ini ahli Arafah itu nanti
- kemudian ee ah memang kan kan begini
- seringkiali
- mm kita dihadapkan dengan
- persoalan-persoalan ee dengan berhadapan
- dengan orang-orang yang belum memeluk
- Islam. Jadi biasanya mereka ingin
- mempelajari Islam tapi kemudian ada
- keraguan-keraguan mereka tidak bisa ee
- begitu saja mengikuti Islam sebelum
- mereka memahami ya secara pemahaman
- mereka bisa mereka bisa memahaminya gitu
- loh. Nah, termasuk ini gitu ya. Hadis
- ini kapan diucapkannya gitu kan.
- Kemudian ee hari Arafah. Hari Arafah
- sudah kita lewati terus kan gitu.
- Kemudian memang di neraka sekarang sudah
- diisi apa belum?
- Nah, itu maka saya kira kewajiban
- orang-orang yang rasik filmi lah yang
- menjelaskan bagaimana yang sesungguhnya.
- Sesungguhnya yang saya maksudkan kalau
- saya merujuk kepada pemahaman e kepada
- apa yang dikemukakan oleh Imam Ali bahwa
- tafsir ataupun apapun yang berkenaan
- dengan agama selama itu mendorong kepada
- ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa
- taala maka itu bisa diterima. Ah
- berdasarkan itu saya bilang, "Oh,
- masyaallah." Oke. Saya bilang, "Pantas
- kalau syariat Islam itu tidak bertepi.
- Pantes kalau Islam apa? Syariat Islam
- itu tidak ee apa ber apa namanya? Dasar.
- Berdasar itu maksudnya tidak ada alas
- karena saking dalamnya gitu sehingga
- tidak sampai-sampai gitu ya. Oke. Baik.
- Ini saya kira ee apa namanya?
- Mm ee hadis yang menarik. Maka di sini
- dinyatakan ee pada hari itu Allah
- Subhanahu wa taala menampakkan rahmatnya
- kepada mereka dan membangga bahkan
- mereka kepada malaikat. Lalu Allah
- mengampuni dan merahmati mereka. Nah,
- ini saya kira sebagai hal yang ee perlu
- saya kemukakan dalam kajian tentang haj.
- Tapi yang jelas saya harus mengakhirinya
- dengan kalimat wallahu aam biswab.
- Demikian ikhwan dan akhwat sekalian yang
- dapat saya kemukakan tentang ee
- kewajiban haji dan keutamaannya.
- Mudah-mudahan apa yang dijelaskan tadi
- mampu mendorong kita semua untuk semakin
- dekat dekat dan dekat kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Nah, nanti kalau
- kalau kalimat tadi dekat dekat dekat,
- maka nanti suatu saat kita akan menjadi
- makhluk yang memiliki karakteristik yang
- berbeda dengan yang lainnya. Gitu ya.
- Demikian yang dapat saya kemukakan. Ee
- wallahuam bisawab.
- Baik, demikianlah ikhwan dan akhwat yang
- dirahmati oleh Allah subhanahu wa taala,
- para pendengar radio silaturahim dan
- pemirsa Rasil TV yang di mana pun antum
- dan antuna berada yang menyimak kajian
- kita di sore hari ini. Alhamdulillah
- telah kita simak bersama-sama nasihat
- dan tausiah yang disampaikan oleh guru
- kita Ustaz Ahmad Saleh, MA dengan
- membahas kitab syarah Riyadus Shihin
- dengan tema kewajiban haji dan
- keutamaannya. Dan ikhwan dan akhwat,
- kami juga masih mengundang yang ingin
- menyampaikan pertanyaannya, komentar,
- dan juga sarannya bisa mengirimkan
- melalui nomor WhatsApp di
- 0811999720. Dan ikhwan akhwat juga bisa
- menelepon kami langsung berdialog
- bersama ustaz di
- 0218451512. Kami akan segera kembali
- maka tetap Ro Silaturahim dan Rasil TV
- untuk Islam yang satu.
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- Halalu
- fasayarallahu amalakum waasuluhu wal
- mmin
- [Musik]
- ghaibi
- wasahadah
- fayunabbiukum bimaa
- kuntum ta'malun
- [Musik]
- Sungguh nikmat orang yang sudah mendapat
- perhatian Allah dan
- Rasul-Nya. Jika perhatian dari atasan,
- pejabat, dan orang-orang yang berkuasa
- saja sudah bisa membuat kita kegirangan.
- Bagaimana jika perhatian itu datang dan
- pencipta alam semesta beserta ciptaan
- yang paling indah yaitu baginda nabi.
- Apalagi yang kita cari di dunia selain
- dua hal
- tersebut. Perhatian tadi bisa didapat
- hanya jika kita beramal saleh apapun
- bentuknya. bisa dengan tenaga, harta,
- pemikiran, dan lain
- sebagainya. Namun amalan yang paling
- menyenangkan baginda Nabi adalah
- memperjuangkan ajarannya, meneruskan
- perjuangan beliau, berdakwah di
- jalannya.
- Kami mengajak ikhwan akhwat pendengar
- Radio Silaturahim dan pemirsa Rasil TV
- bersama-sama berjuang bersama Radio
- Silaturahim dengan berdonasi ke nomor
- rekening berikut.
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- H
- [Musik]
- Radio Silaturahim dan Rasil TV untuk
- Islam yang satu. Ikhwan akhwat, terima
- kasih Anda masih setia menyimak kajian
- kita di sore hari ini bersama guru kita
- Ustaz Ahmad Saleh, MA. Alhamdulillah
- pada kesempatan sore hari ini tadi di
- sesi yang pertama guru kita sudah
- membahas ada beberapa hadis yakni dengan
- tema kewajiban haji dan keutamaannya.
- Dan ee kami juga mendoakan semoga ikhwan
- akhwat yang saat ini sedang berada dalam
- perjalanan semoga Allah tuntun
- perjalanannya sehingga sampai di tempat
- tujuan sampai di rumah dengan keadaan
- sehat walafiat dan dengan keadaan
- selamat. Pak Ustaz kita sudah memasuki
- sesi yang kedua, Ustaz. Nanti kami akan
- membacakan pertanyaan-pertanyaan yang
- sudah masuk di sore hari ini, Ustaz.
- Nah, ini pertanyaan pertama datangnya
- dari Bapak Ahmad yang berada di Jakarta
- Selatan. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Ee, Ustaz, apakah orang-orang yang
- memfasilitasi orang lain untuk berjihad,
- apakah itu juga disebut sebagai syahid
- jikalau meninggalnya, Ustaz? Contohnya
- seperti kami memfasilitasi Rasil untuk
- memperjuangkan dakwah Islam, Ustaz. Dan
- di sisi lain juga ada orang yang
- memfasilitasi orang lain untuk berhaji
- atau berumrah. Nam apakah itu juga
- dikatakan sebagai ee jihad dan bisa
- kalau seandainya orang itu meninggal
- apakah dikategorikan sebagai syahid?
- Mohon penjelasannya. Masyaallah.
- Masyaallah. Naam. Al jawabu naam
- jawabannya iya. Dia mendapatkan juga
- kebaikan. Tidak harus kemudian secara
- spesifik dalil yang diminta. Ayat
- mengatakan taawanu alal birri wat taqwa.
- Saling tolongmenolonglah kalian atas bir
- kebaikan w takwa dan jalan ketakwaan
- pada ketakwaan. Nah, tadi diilustrasikan
- dicontohkan bagaimana kita yang
- mendukung Rasil dengan donasi kita. Maka
- itu ada kerja sama dalam mendakwahkan
- Islam. Kita yang memberi bahan bakarnya,
- rahasil motornya gitu ya. Nah, maka
- masyaallah toban naam dia dapat. Begitu
- juga yang tadi memfasilitasi apa? Jihad.
- Jihad misal ngasih beasiswa. Oh iya.
- Jadi jangan dikira jadi orang tua asuh
- itu bukan jihad. Jihad
- juga. Makanya kalau ngerti semuanya
- orang berlomba-lomba. Saya jadi orang
- tua asuh. Mahasiswa itu saya yang bayar.
- Mahasiswa ini dia. Masyaallah. Kalau
- mengerti maka masyaallah mereka jadi ee
- kalau kemudian ada ee apa kita
- kebingungan bagaimana membawa harta
- kekayaan kita dan kedudukan kita ini di
- dunia ini gitu supaya bisa sampai ke
- akhirat. Maka tadi titipkanlah itu semua
- di jalan-jalan jihad. Saya pernah
- katakan bahwa sabil sabilillah itu
- banyak. Maka kalau banyak disebut subul
- ya kan subulus salam jalan-jalan
- kedamaian, jalan-jalan kebaikan. Nah,
- subul itulah sirat jalan. Jadi Islam itu
- ee sirat. Nah, sirat itu atau subul tadi
- diurai menjadi sabil. Sabil-sabil. Ada
- sabil dalam thalabul ilmi itu
- sabilullah. Ada memerangi orang-orang
- yang memerangi Islam itu juga
- sabilillah. Ada kemiskinan, menangani
- kemiskinan, menyelesaikan kemiskinan,
- itu sabilillah gitu kan. Ada
- persoalan-persoalan kesejahteraan.
- Karena tidak sejahtera dia kemudian
- imannya dijual. Itu persoalan kita.
- Kemudian kita tangani itu juga
- sabilillah. Maka semuanya itu adalah
- jihadun fisabilillah. Hanya nanti ada
- yang ditaksis, dikhususkan aljihad
- alqital. Tapi ada aljihad bimakna umum
- seperti
- tadi. Haji itu itu jihad. Maka disebut
- oleh Nabi afdolul jihad hajun mabrurun.
- Tuh kan begitu ya. Jadi oh enggak kok
- jihad jadi kacau begitu pengertiannya.
- Kacau karena kita mungkin bisa saji bisa
- saja kita membacanya kurang kan begitu.
- mohon maaf tapi ya tapi ini sebenar
- sebuah pertanyaan itu bisa untuk
- evaluasi kita gitu ya. Jadi sekali lagi
- saya kira tentu saya akan juga
- mengucapkan jazakumullahu khairan kepada
- ikhwan dan akhwat sudah berdonasi dalam
- perjuangan dakwah melalui Rasil gitu loh
- ya. Doakan juga para asatidnya. Para
- asatid itu ustaz-ustaznya juga diberikan
- kekuatan oleh Allah, dibimbing oleh
- Allah. Dibersihkan hatinya, diikhlaskan
- hatinya. ditanamkan rasa cinta kepada
- madunya dan kepada seluruh umat Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam.
- Sehingga dia para asatidnya juga bukan
- hanya berbicara di dalam studio untuk
- keselamatan umat Nabi Muhammad, bahkan
- di sela-sela salat malamnya juga dia
- mendoakan umat Nabi Muhammad. Allah
- Allahumashlih syababal muslimin. Allahum
- ya Allah perbaikilah pemuda-pemuda
- muslim.
- Allahumaslih fatayat
- muslimat. Ya Allah perbaiki juga
- pemudi-pembuni
- muslimatnya. Ya Allah jagalah akidah
- mereka. Pertemukanlah para ikhwan dan
- akhwat itu dalam satu rumah tangga yang
- Allah berkaki masyaallah. Kalau syariat
- itu diamalkan wah enggak usah diamalkan
- dengarnya aja Allahu Akbar. Indah
- sekali.
- Coba masa kena ketika kemudian orang
- kafir menyerbu dengan pernikahan, dengan
- macam-macam hamilisasi dan macam-macam,
- masa kita juga tidak bergerak. Paling
- tidak doa tadi itu juga jihad. Sekali
- lagi berdoa saja untuk kebaikan umat
- Nabi Muhammad hal jihad.
- Jangan dikira gampang berdoa. Emang
- gampang salat malam sudah dingin. Sudah
- gitu juga konsentrasinya habis salat
- tidur lagi. Ini sekali sebentar sabar
- sabron ya akhi sabron ya fulan. Doakan
- umat Nabi
- Muhammad apalagi di tahsis disebut tadi.
- Ya Allah sebutkan saat di absen tuh
- sahabat-sahabat kita terdekat di absen.
- Saya ini seringkiali dipandu oleh Hafiz
- Naik gitu misalnya. Ya Allah anugerahkan
- dia kad wa masyaallah ya. Dan itu saya
- kira gratis tapi besar pahalanya di sisi
- Allah. Kenapa? Karena tadi jihad
- kategorinya jihad itu adalah
- mengeluarkan seluruh potensi. Tidak
- disebut jihad kalau tidak sampai lelah.
- Coba sampai begitu para ulamanya
- menyebutnya. Jadi kalau belum lelah
- belum jihad itu namanya belum capek
- belum repot bukan jihad.
- Jihad itu seluruh potensinya dia
- keluarkan sehingga lelah tadi. Kalaupun
- sudah habis potensi tinggal satu yaitu
- jiwa, maka dia akan serahkan juga jiwa
- itu untuk Allah Subhanahu wa taala.
- Allahu Akbar. Maklum kalau ngebahas
- jihad itu masyaallah indah sekali. Maka
- kita mohon kefadah Allah bimbingannya.
- Itu yang paling penting. Karena di
- tiap-tiap kita mesti ada peluang-peluang
- terpeleset. Maka oleh sebab itu mintalah
- kepada Allah untuk selalu dijaga.
- Ya. E pertama itu dij kedua untuk
- beribadah ke fad berjian ke fad Allah
- itu kita punya keinginan tapi praktiknya
- kadang berat maka minta kepada Allah
- pertolongan. Maka habis salat itu kan
- Allahummaikrikaukrika ibadatik itu harus
- diamalkan. Masyaallah. Karena kita
- merasa aduh diif kita kita mengatakan
- iyaka na'budu hanya kepada Engkau ya
- Allah kami tunduk patuh dan taat. Tapi
- ternyata berat sekali itu. Maka
- dilanjutkan dengan surat berikutnya kan
- ayat berikutnya wa iyaka nastain. Dan
- hanya kepada Engkau ya Allah kami mohon
- pertolongan di antaranya untuk apa?
- Untuk melaksanakan pengabdian ini kepada
- engkau sehingga menjadi pantas dan layak
- di sisi Engkau ya Allah. Nah, jadi saya
- kira masyaallah ya. Masyaallah,
- masyaallah. Jadi itulah ya. Maka oleh
- sebab itu ee sekali lagi donasi Anda
- yang penting tadi keikhlasan. Ikhlas
- karena Allah juga ya. E jangan e apa
- namanya ee punya embel-embel lain
- kecuali rida Allah subhanahu wa taala.
- Demikian saya kira yang bisa saya jawab.
- Wallahu aam bisawab.
- Masyaallah, syukron Ustaz jazakallah
- khair atas jawabannya. Para ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati oleh Allah
- subhanahu wa taala, marilah kita tetap
- berkontribusi dalam perjuangan dakwah
- rasil ini. Semoga dengan ee harta yang
- kita keluarkan dan segala jenis kebaikan
- yang kita kerjakan diterima oleh Allah
- dan menjadi bekal terbaik kita ketika di
- yaumil akhir nanti. Amin. Allahum amin.
- Ustaz, kita ke pertanyaan selanjutnya.
- Ini datangnya dari Bunda Hani yang
- berada di Jakarta Barat. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Semoga Ustaz Ahmad Saleh dan kru Rasil
- selalu dalam rahmat Allah Subhanahu wa
- taala. Amin. Allahum amin. Eh, Ustaz,
- bagaimana dengan kondisi waiting list
- haji yang begitu panjang saat ini,
- Ustaz? Dan ditambah dengan aturan umur
- maksimal 65 tahun untuk pergi haji yang
- kadang membuat orang berpikir ulang
- untuk mendaftar haji, Ustaz. Apakah
- ibadah umrah saja itu sudah cukup
- menggantikan ibadah haji atau bagaimana,
- Ustaz? Mohon penjelasannya. Naam.
- Waiting lease itu kan untuk ketertiban.
- Saya ingin mengambil positive
- thinking-nya ya. Jadi itu untuk
- ketertiban sehingga tidak membeludak. Di
- sana juga pengaturannya, manajerialnya
- bisa teratasi sehingga tidak ada mudarat
- yang didapatkan oleh jemah haji. Maka
- ada waiting list, ada kuota dibagi-bagi
- tiap negara seperti apa. Oke. Jadi yang
- penting husnudan kepada Allah. Anda
- sudah
- dicatat karena Anda buktinya
- sungguh-sungguh sampai Anda harus
- nunggu. Itu kan ketika catatan itu
- nunggu sekian berarti Anda sudah
- melakukannya. Sudah melakukan bahwa Anda
- sudah berniat untuk menunaikan ibadah
- haji. Bahwa kemudian jangankan wtingly
- sampai Anda meninggal dunia belum juga
- menunaikan ibadah haji enggak usah buruk
- sangka kepada Allah ya. Anda bahkan akan
- menemukan sesuatu yang menganggetkan
- ketakjuban. Loh perasaan saya belum
- berangkat haji kok pahalanya saya sudah
- dapat gitu. Bisa jadi begitu ya. Sudah
- karena Allah saja. Bukti bahwa Anda
- serius sudah daftar waiting list-nya
- berapa puluh tahun serah kepada Allah.
- Karena waiting list boleh ditentukan 55
- tahun baru kemudian Anda bisa berangkat
- atau 23 tahun. Tapi kalau Allah
- menghendaki tahun depan Anda berangkat
- enggak ada yang bisa nghalangi.
- Masyaallah. Panggilan ber panggilan. Oh
- sudah makanya sudah baik sangka kepada
- Allah dan itu tidak mustahil. Iya kan?
- Kita juga melihat e banyak orang-orang
- yang tidak mampu tapi tiba-tiba berhaji.
- Bisa berhaji. Banyak orang yang mampu
- kelihatannya. Betul. Bahkan dia tidak
- ada masuk whiteing list. Bahkan dia bisa
- duluan. Allahu Akbar. Bisa terjadi. Ya.
- Maka baik sangka sudah jangan buruk
- sangka kepada Allah bahwa itu ujian
- saja. Daftar seak itu ujian saja. Kita
- ini seperti apa. Benar enggak serius mau
- ibadah haji? Itu satu. Yang kedua, oh
- sudah umrah saja. Kalau tetap saja dia
- belum menunaikan ibadah haji meskipun
- sudah umrah ya hanya nanti pahalanya
- bisa saja dia dapat seperti ibadah haji.
- Di nanti di hadis berikutnya disebutkan
- umrah di bulan Ramadan itu seperti haji.
- Di dalam riwayat lain seperti haji
- bersamaku. Kata Nabi. Tuh. Jadi sudah
- saya mohon maaf ya saya ingin mengompori
- dalam mengompori yang baik saja.
- Motivasi aja ya. Saya tidak ingin
- memprovokasi yang tidak bagus. Iya
- betul.
- N tapi bukan berarti kemudian saya
- menyalahkan orang yang ingin
- memperjuangkan umat Nabi Muhammad dalam
- masalah. Gak hanya makam saya di sini
- gitu aja. Karena yang ngerti itu saya di
- sini bukan di situ. Bahwa kemudian ada
- ikhwan kita yang apa mengurus di makam
- yang berbeda mempertanyakan meminta
- pertanggungjawaban bagaimana ini bisa
- terjadi boleh saja tapi saya di sini
- saya motivasi saja ya. Jadi baik sangka
- saja kepada Allah. Enggak usah nyalahkan
- siapa-siapa. Kalau nanti pada saatnya
- Anda pergi, pergi. Kalau Anda tidak pun
- pergi, baik sangat kepada Allah. Allah
- telah mencatat Anda untuk menunaikan
- ibadah haji. Jadi, niat itu sudah
- dicatat. Ya, Anda juga tidak harus malu.
- Misalnya bagi mereka yang
- kemarin-kemarin bahkan sudah berangkat
- mau umrah, sudah standby di hotel,
- ternyata di apa namanya? Dibatalkan,
- di-cancel. Padahal sudah nunggu 10 hari
- di hotel. Bayar hotel saja 10 hari
- berapa? Pas pulang ditanya sama
- tetangganya, "Loh, kok jadi sudah pulang
- lagi? Memang sudah selesai umrahnya atau
- hajinya?" Enggak usah tersinggung.
- Ya Allah. Manusia jawab saja. Manusia
- hanya berencana. Allah yang menentukan.
- Masyaallah. Ya, saya meniatkan untuk
- umrah, saya meniatkan haji. Kalau
- faktanya kemudian sampai sekarang tidak
- juga saya berangkat, maka saya berbaik
- sangka kepada Allah bahwa Allah tidak
- akan menzalimi
- hamba-Nya. Masyaallah. Jadi tetap saja
- baik sangka pada Allah karena semuanya
- itu kan ada apa daur apa nama adaul ya
- perputaran h perputaran bagi sejauh mana
- prasangka kita, zoniah kita, keimanan
- kita kepada Allah tuh gimana gitu loh.
- Jadi memang bisa diuji wajar bukan hanya
- bukan hanya mereka kita juga begitu
- kadang aduh begini ya kok Allah ini tega
- banget sama aku begitu kan padahal tega
- itu ini ada kalanya begini adaakanya apa
- yang kamu sangka itu tidak kau sukai
- justru itu adalah pertolongan dari Allah
- subhanahu wa taala saya ingin satu
- contoh bagi mereka yang bagi mereka saya
- katakan yang ee suka membuka medsos
- misalnya ada satu ee video menarik Iya.
- Seorang nenek sedang duduk di kursi. Di
- sebelah kirinya ada seorang pemuda
- sedang bersandar sambil mainan apa ke
- apa ke tiang listrik apa tiang apa gitu.
- Kemudian si nenek sedang ini jatuhlah
- ininya apa namanya bawaan si nenek itu
- ada yang jatuh. Kemudian si nenek ini
- melirik ke anak muda.
- Oke. Si nenek kemudian mengatakan dengan
- isyarat, "Tolong nak ambilkan itu karena
- itu jatuh." Tapi si anak muda asyik
- masuk dengan permainannya. Itu jelas
- membuat kita kesal sebagai seorang
- nenek. Kesal. Tapi apa yang terjadi?
- Kemudian si nenek ambil itu barangnya.
- Saat mengambil barangnya itu, kemudian
- bongkahan dari atas
- jatuh. Sekarang kita balik. Coba jika
- sekiranya si anak muda itu dengan baik
- hatinya mengambil yang jatuh diserahkan
- kepada si nenek. Tuh, maka oleh sebab
- itu baik sangkalah kepada Allah. Ya
- Allah. Dalam keadaan apapun pokoknya
- baik sangka. Ya Allah.
- Engkau ini apa? Maha kuasa atas. Innaka
- anta e alimun hakim. Innaka anta
- gofururah rahim. Pokoknya inaka inaka
- anta inaka anta itu apa itu? Coba
- diterapkan. Ala qadir. Engkau itu maha
- kuasa atas segala sesuatu tapi jangan
- ngatur Allah kitanya. Paham enggak
- maksudnya? Ngatur Allah gini. Maunya
- saya sih Allah tuh begini begini. Ah itu
- kamu ngatur Allah. Biarkan Allah saja
- gitu loh yang mengatur kita. Paham ya?
- Nah maka tadi seperti tadi kan pengin
- kita si anak muda tadi ngambil gitu.
- Kalau saya jadi si nenek gitu kan.
- Kemudian apa? Tapi ternyata Allah
- menghendaki meskipun itu cuma ilustrasi
- ya, video yang menarik itu motivasi yang
- menarik menurut saya itu bahasanya sudah
- bahasa dalam gitu loh. Bukan bahasa
- lisan tapi bahasa isyarat yang begitu
- dalam ya. Oke. Jadi saya kira ini yang
- harus dipahami. Jadi waiting list enggak
- ada urusan bagi kita. Maksudnya tidak
- akan mengubah buruk sangka kita ya.
- Artinya tidak menjadikan jadi buruk
- sangka. tidak akan merubah zoniah. Kita
- akan tetap husnuzon kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Karena itu akan
- tetap untung dibanding kalau kita
- suudon. Tapi sekali lagi pembahasan ini
- di sisi di sini makamnya tapi pembahasan
- di tempat lain misalnya kepada ikhwan
- yang memperjuangkan tentu bahasannya
- berbeda gitu ya. Oke. Jadi ini saya kira
- yang bisa saya jelaskan. Sudah mintalah
- kepada Allah tetap ya. Bahkan Anda bisa
- jadi ketika Anda serius menunaikan
- ibadah, tiba-tiba nanti suatu saat Anda
- bermimpi berhaji bersama Rasulullah
- sallallahu alaihi wasallam. Apa yang
- saya maksudkan? Anda mimpi berhaji
- bersama Nabi? Bisa jadi itu Anda haji
- bersama Rasulullah sallallahu alaihi
- wasallam. Karena hadis mengatakan setan
- enggak bisa apa menyerupai Nabi gitu ya.
- Oke, bisa saja Anda memang jasadnya di
- Indonesia. Oke. Tapi yang lainnya bisa
- bersama Nabi. Nah, tentu ini saya tidak
- akan bahas lebih jauh ya. Tapi baik
- sangkalah intinya gitu. Baik sangkalah
- kepada Allah ya. Hanya dengan baik
- sangka itulah itulah yang terbaik
- dibanding kalau kemudian kita
- menyalah-nyalahkan diri,
- menyalah-nyalahkan orang lain, tapi
- sudah serahkan kepada Allah. Ya Allah,
- inilah yang bisa aku lakukan. Adapun
- yang menentukan bukan urusan saya lagi.
- Saya hanya usaha. Masyaallah. Gitu. Nah,
- itu yang harus dipahami. Sehingga apapun
- yang terjadi kan kita kembalinya kepada
- inn lillahi wa inna ilaihi rojiun. Kalau
- itu menurut itu apa? Menurut kita itu
- kurang kita sukai. Tapi kalau yang
- disukai kan kita katakan alhamdulillahi
- rabbil alamin. Tapi ada orang kemudian
- yang senantiasa berdoa yang sama kapan
- dan bagaimanapun. Alhamdulillahi ala
- kulli. Segala puji bagi Allah dalam
- setiap keadaan. Jadi dia tidak
- terprovokasi oleh apapun. Rugi bagi dia
- kalau dia diatur oleh kondisi. Dia
- bilang kan ada orang diatur diatur oleh
- kondisi maksudnya dipengaruhi.
- Kondisinya begini marahengar kondisinya
- begitu senyum begitu juga kita sama.
- Paraadanya juga begitu. Dipuji, ah
- semangat, tapi dicela kalah dia. Kenapa
- kalau kita yang begitu yang
- mempermainkan yang yang merubah-rubah
- itu kenapa tidak dinisbatkannya kepada
- Allah Subhanahu wa taala? Kata Allah
- senyum, senyum. Kata Allah misalnya
- bertakbir, takbir. Kenapa tidak begitu?
- Tentu ini semua kita harus berusaha.
- Kemudian jangan dinilai bahwa oh saya
- berarti sudah bisa gak nauzubillah.
- Belum.
- Saya justru menyatakan begitu karena
- seringkiali pemahaman saya mengantarkan
- seperti
- itu. Saya ini masih bisa didikte oleh
- putra
- saya sehingga kemudian bahasa saya
- keluar yang tidak menunjukkan bahwa saya
- pengikut Nabi Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Justru ini oh saya kemudian
- istigfar. Astagfirullah ternyata saya
- kok dipermainkan sama anak saya. Ganti
- sekarang saya tidak boleh dipermainkan
- oleh siapapun tetapi saya harus taat
- hanya kepada Allah Subhanahu wa taala.
- Itulah ahlut
- tauhid. Masyaallah gitu ya. Oke, saya
- kira itu yang dapat saya jelaskan.
- Wallahu alam biswab.
- Masyaallah. Syukron Ustaz atas
- jawabannya. P ikhwan dan akhwat semoga
- kita selalu menguatkan niat. Tekad
- itulah yang paling penting. Karena
- sempat beberapa hari yang lalu juga kita
- mendengar berita bahwa ada seorang dari
- Magelang tuh di pakai sepeda. Go to
- Mekah itu Ustaz. Masyaallah. Itu karena
- tekadnya yang kuat. I tekadnya yang
- kuat. Betul. Betul. Masyaallah. Nam.
- Nah, masyaallah. Masyaallah. Semoga kita
- semuanya juga selalu dan semoga
- diberikan kemudahan untuk bisa berhaji
- insyaallah di tahun-tahun yang akan
- datang. Pak Ustaz, kita ke pertanyaan
- selanjutnya, Ustaz. Ini datangnya dari
- hamba Allah
- ee yang bertanya, "Pak Ustaz, saya sudah
- pernah pergi umrah pada tahun 2018."
- Nam. Ini dari ee Ibu Atek, Ustaz. Saya
- sudah pergi pernah pergi umrah pada
- tahun 2018 silam, Ustaz. N tapi sampai
- sekarang saya belum melaksanakan ibadah
- haji. Saya ingin sekali pergi haji,
- Ustaz. Tapi karena bekal belum mencukupi
- seperti dari segi keuangan dan lain-lain
- sehingga belum bisa melaksanakan ibadah
- haji, Ustaz. Apakah ibadah umrah itu
- sudah cukup untuk mendapatkan keutamaan
- dan keridaan dari Allah, Ustaz? Nam.
- Mohon penjelasannya. Nam kama qulu qobla
- hza. Sebagaimana saya katakan sebelum
- ini
- bahwa jadi kalau beliau belum kita belum
- menunaikan ibadah haji berarti memang
- kita dicatat masih wajib menunaikan
- ibadah haji. Tapi karena ada
- kasus-kasus uzur dan macam-macam maka
- hal itu tidak menjadi tuntutan lagi. He.
- Tetapi kalau pertanyaan bisa enggak itu
- umrah sebagai penghapus? Bisa. Kan tadi
- sudah dinyatakan al umratu ilal umr
- kafaratun lima bainahuma. Kan begitu.
- dari umrah yang satu ke umrah berikutnya
- itu sebagai penghapus, sebagai penyebab
- apa? Dapatnya ampunan dan penutup dosa
- di antara keduanya gitu ya. Kalau antara
- umrah dengan umrah. Tapi kalau kita kan
- umrahnya sekali misalnya, maka cukup
- saja sampai nanti umrah berikutnya yang
- tidak kita ketahui yang wallahuam itu
- gitu ya. Tapi yang jelas itu gunakan itu
- baik sangka itu pakai dalil ini pakai
- sama kita. Namun kemudian tanya apa sih
- ciri-cirinya? Apa kafaratun itu? pertama
- kan ketika haji atau umrahnya tidak
- membicarakan hal-hal yang jorok, yang
- kotor ya kan tidak
- memprovokasi ee
- permusuhan selalu dia memberikan apa
- namanya kedamaian. Karena salah satu
- haji yang mabrur itu kan salah satu
- cirin di riwayat lain riwayat Imam Ahmad
- kalau tidak salah itamut thaam wa ibus
- salam. Itam thaam itu memberi makan.
- Yang kedua, apaussalam?
- Ah, seringkiali kita menterjemahkannya
- menyebarkan salam atau mengucapkan
- salam. Ya, ifsya itu share ya, berarti
- menyebarkan menyebarkan salam. Tapi
- salam itu seringkiali dimaknainya hanya
- ucapan assalamualaikum.
- Maka kalau kita ditanya misalnya ada
- pertanyaan begini, "Ma hukmus salam fil
- Islam?" Jawabannya seringkiali wajibun
- mustahabun sunatun. Wajib atau sunah
- atau makruh dan lain sebagainya. Karena
- ditanya ma hukmus salam yang yang di
- padahal yang dimaksud assalam huna bukan
- ucapan salam tapi maksudnya bagaimana
- hukum perdamaian gitu loh. Jadi kalau
- ifaus salam maknanya menyebarkan
- kedamaian. Ciri haji mabrur tuh itu. Nah
- damai dalam sisi apa maksudnya?
- menyebarkan agar semua orang menerima
- assalam. Allahumma antas salam waminkas
- salam. Kan gitu. Menerima Allah sebagai
- satu-satunya ma'bud ya. Dan bersyukur
- kepada Allah Subhanahu wa taala gitu ya.
- Nah, ini saya kira yang harus dipahami.
- Jadi, ciri haji mabrur pun salah satunya
- tadi ya, menyebarkan kedamaian, memberi
- makan peduli kepada orang lain. Nah,
- tetapi sekali lagi bahwa umrah itu
- adalah kafaratun lima bainahuma.
- Demikian yang bisa saya jelaskan.
- Wallahu aam bisawab.
- Baik, syukron atas jawabannya, Ustaz.
- Dan semoga terjawab ya kepada Bunda Atik
- yang telah menyampaikan pertanyaannya.
- Nam, Pak Ustaz, kita ke pertanyaan
- selanjutnya dari Bapak Samat yang berada
- di Solo, Ustaz. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. E, Pak Ustaz, saya sering
- mendengar jikalau ada hadis yang
- mengatakan bahwa apabila kita
- melaksanakan salat ee salat syuruk,
- Ustaz, h itu apakah memang benar
- pahalanya seperti haji dan umrah? Apakah
- benar seperti itu? Mohon penjelasannya,
- Ustaz. Iya. Iya. Israq, ya. Salat
- isyraq. Salat israq itu khusus bagi
- mereka yang setelah apa namanya? Setelah
- salat subuh berjamaahnya zikir ya, zikir
- thabul ilmi, macam-macam diskusi
- keagamaan. Nah, waktu syuruk ya syuruk
- itu terbit ditambah ee sebagian ulama
- mengatal minimal 2 menit dari syuruk. Ee
- Syekh Utsimin
- mengat. Nah, itu variasi. Nah, baru
- kemudian salat Isra. Nah, maka nilainya
- seperti apa? Haji dan umur begitu. Jadi
- memang hadisnya begitu. bahwa kemudian
- benar atau tidak masa iya sih kita yang
- jelas apakah itu referensinya ada atau
- tidak itu dulu. Nah, kalau kemudian Anda
- melanjutkan iya ada tapi Ustaz sahih apa
- gak? Nah, itu saya tidak bisa jawab
- karena saya memang belum menelitinya di
- kitab-kitab belum saya buka kedudukan
- hadis itu gitu. Tapi yang jelas itu
- telah sampai kepada kita bahwa memang
- hadisnya mengatakan begitu. Tetapi
- sangat mungkin kalaupun misalnya apa
- namanya ee apa ya istilahnya ee bahwa
- itu kemudian hadisnya tidak ada bahkan
- ya tetap saja karena hadis tentang
- isyrqnya tadi ada. Biasanya pahalanya
- itu disebut hanya bagi motivasi bagi
- kita yang masih memburu pahala.
- Jadi pahala itu yang menjadi
- motivasinya. Tapi bagi orang-orang yang
- sudah tidak berpikir pahala, yang dia
- rebut itu cuma gimana saya supaya supaya
- bisa diridai oleh Allah. Pahala jadi
- tidak diperhitungkan. Pokoknya ini Allah
- rida ya Allah. Ah itu saja dikejar ya.
- Oke. Jadi saya kira memang saya pernah
- membaca juga bahwa itu seperti yang
- dikemukakan. Demikian yang bisa saya
- jelaskan.
- Wallahuam bisawab.
- Masyaallah. Syukron atas jawabannya,
- Ustaz. Ee kita ke pertanyaan
- selanjutnya, Ustaz. Ini datangnya dari
- hamba Allah yang berada di Batam. Ustaz,
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- bagaimana pendapat dan komentarnya
- terkait orang-orang yang selalu
- melabelkan gelar hajinya di nama
- depannya, Ustaz? Dan apabila kalau kita
- memanggil dengan sebutan Pak Haji, dia
- tidak mau menoleh atau mau mendengarnya.
- Ustaz, bagaimana? Mohon penjelasannya.
- Hm. Iya. Ya, bisa kita berbaik sangka
- kedua-duanya. Artinya ee mencantumkan
- gelar haji. Maksudnya dia agar selalu
- ingat bahwa saya sih sudah nenaikan
- ibadah haji. Saya enggak malu saya kalau
- berbuat maksiat. Haji haji kok masih
- maksiat. Ah. Maka kemudian saya
- cantumkan gelar raji itu sebagai
- tazkirah buat saya. Tapi juga ada orang
- yang menyat gak gelar haji saya tidak
- mau pakai. Karena mereka menganggap haji
- itu khawatir menjadi titik untuk bisa
- mengatakan bahwa saya telah menunaikan
- ibadah haji. Yang lain mah belum. Kalau
- itu pemahamannya sebaiknya tidak
- dimunculkan, gitu ya. Jadi sangat
- tergantung di mana persoalannya gitu.
- Jadi tidak mutlak ya. Mutlak boleh,
- mutlak tidak boleh. Jika itu mendukung
- kepada kedekatan semakin takut kepada
- Allah ya semakin memperhatikan manusia
- lainnya maka munculkan gelar haji itu.
- Tapi kalau gelar haji mengakibatkan
- sesuatu sudah enggak usah. Apalagi juga
- sahabat Nabi enggak ada yang dipanggil
- gelar haji gitu ya. Haji Abu Bakar
- Thatom Thabu Bakar, tanya sama Haji
- Umar. Enggak. Padahal mereka juga haji
- gitu ya. Oke. Jadi kenapa kemudian nanti
- nanya lagi kenapa yang ada gelar hajinya
- cuma haji? Kenapa salat enggak?
- Kenapa saum enggak? Kenapa syahadat
- enggak? Jadi gelarnya nanti bukan hak
- saja, termasuk salat, syahadat, zakat
- gitu kan. Jadi panjang gelarnya gitu ya.
- Oke. Baik. Tentu saya tanya itu sebagai
- kegalauan karena seringkiali saya
- berhadapan dengan orang-orang yang
- kritis dan anak mahasiswa, anak muda.
- Ustaz, kenapa cuma haji saja gelarnya
- muncul? Nah, saya seringki tidak karena
- memang tidak tahu dalam masalah itu.
- Tapi harus bagaimana? Oh, makanya saya
- katakan seperti tadi dimunculkan itu ini
- yang disebut haji mabrur. Kenapa salat
- tidak disebut salat yang makbul gitu
- kan? Haji mungkin ya yang kan maksudnya
- gini renasnya ada tapi seringkiali kita
- minta itu doa kalian mudah-mudahan haji
- saya mabrur. Tapi jarang orang meminta
- doa agar akhi doakan ana ya ana mau
- salat dulu mudah-mudahan salat ana
- diterima ya hajinya apa salatnya makbul.
- Kenapa tidak begitu? Karena bisa jadi,
- sekali lagi bisa jadi karena haji
- harganya mahal, sementara salat hampir
- tiap waktu bisa dilakukan. Masyaallah.
- Sehingga aduh masa R5 juta atau sekian
- juta kemudian tidak diterima oleh Allah.
- Aduh, makanya minta doa. Padahal juga
- boleh minta doa. Nanti kemudian orang
- kis dalilnya mana? Minta doa mau salat.
- Kan begitu. Nah, inilah sesungguhnya
- persoalan-persoalan dalam kehidupan yang
- harus kita pahami. Tetapi semuanya kita
- harus jelaskan karena memang punya
- kewajiban untuk menjelaskan. Ya,
- demikian yang bisa saya e sampaikan.
- Wallahuam bisawab.
- Baik, masyaallah syukron atas
- jawabannya, Ustaz. Dan semoga terjawab
- ya kepada hamba Allah yang berada di
- Batam yang tadi bertanya. Kita ke
- pertanyaan selanjutnya, Ustaz. Ini
- datangnya dari Ibu Amina di Citra Indah,
- Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Cuma
- sebelumnya, Ustaz, kita ada penelepon
- yang masuk, kita terima diam.
- Asalamualaikum warahmatullah. Halo.
- Halo. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Baik. Dengan Bapak siapa?
- Di mana, Pak? Dengan Pak Abdullah. Bapak
- Abdullah dari mana, Pak? Dari Depok.
- Yang biasa wa Depok. Iya, silakan, Pak.
- Ya. Asalamualaikum, Pak Ustaz Ahmad
- Saleh. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Aduh, saya sering sekali
- mendengarkan Pak Ustaz nih. Suaranya
- ciri khat nih. Masyaallah. Masyaallah.
- Semoga Pak Ustaz sehat-sehat walafiat,
- Pak Ustaz. Ya. Alhamdulillah.
- Insyaallah. Nam. Alhamdulillah.
- Alhamdulillah. Mohon izin, Pak Ustaz.
- Saya ingin
- bertanya. Itu kan ee ada semacam ee
- mindset
- orang. Kejadian di haji merupakan
- cerminan selama kita di ee wilayah atau
- daerah asal. Nah, seperti itu dan memang
- ee kenyataannya seperti itu yang sering
- kita jumpai gitu loh, Pak Ustaz. Jadi,
- sehingga ada orang yang memohon maaf
- gitu, dia takut pergi ke haji karena dia
- banyak ee ibaratnya banyak berdosa di ee
- wilayah asalnya sehingga takut ada
- balasan di sana seperti itu. H. Nah,
- pertanyaan saya adalah kenapa orang ber
- e punya mindset seperti itu, Pak Ustaz?
- Apakah memang ada semacam kayak
- ee asas yang menguatkan hal itu gitu loh
- sehingga orang berpendapat seperti itu
- gitu loh, Pak Ustaz. Itu aja pertanyaan
- saya. Terima kasih, Pak Ustaz.
- Asalamualaikum. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Nam haula
- wala quwwata illa billah. Iya. Orang
- menganggap bukan bahkan berkeyakinan
- kalau di tanah suci sana itu merupakan
- apa yang terjadi pada kita merupakan
- gambaran saat kita di tanah air itu bisa
- iya tetapi juga bisa
- tidak ya biasanya kalau kita sudah ee
- dekat kepada batas-batas itu ya dekat
- kepada batas melampaui ya mau melampaui
- batas artinya ee kita melakukan hal-hal
- yang tidak pantas hampir melampaui batas
- bahkan sudah melampaui batas biasanya
- diperingatkan di sana
- balik itu ah kamu kan sering gini begini
- nah tentu kalimatnya itu kamu sering
- begini tidak kalimat kamu sering bukan
- misalnya dia suka jahil ke orang ah dia
- dijahilin di sana gitu ya nah itu sangat
- tergantung kita memaknanya apa. Kalau
- kemudian itu adalah maknanya adalah
- peringatan maka sebaiknya atau kita
- berharap sepulangnya dari sana kita
- menjadi lebih baik. Iya. Tapi ada orang
- juga yang tidak mendapatkan itu karena
- misalnya masih apa namanya bisa memahami
- tidak harus diingatkan seperti itu. Tapi
- yang jelas pengalaman-pengalaman yang
- dilakukan oleh Hujaj di sana kemudian
- pulang ke mana? Ke tanah air. Biasanya
- berkisah semacam itu. Oh kemarin begitu,
- kemarin begini. Jadi langsung kata dia.
- Jadi sekedar hanya mengatakan apa?
- Mengatakan dalam hati berburuk sangka
- saja. itu kata kata mereka itu langsung
- dibayar kontan ya. Jadi jadi apapun jadi
- maka oleh sebab itu kalau ya jelaslah ya
- kalau di sana ee doa itu termasuk ee apa
- kan ada ee tempat-tempat apa namanya
- mustajab ya maka di situlah kita berdoa.
- Nah, maka kemudian ada di antara kita
- hilang ininya apa namanya bawaannya. Ah
- dia berdoa aja di tempat yang mustajab.
- Ya Allah dia tidak cari salat salat aja
- enggak lama kemudian ada yang ngantar
- katanya. Masyaallah. Apakah itu mungkin?
- Mungkin sangat mungkin ya. Tetapi sekali
- lagi karena saya belum menemukan nas
- yang menegaskan seperti yang ditanyakan
- tadi maka saya tidak memutlakkannya gitu
- ya. Kecuali memang ada nasnya yang sudah
- saya temukan. Tentu saya akan mengatakan
- bahwa itu mutlak akan seperti itu ya.
- Karena saya belum maka saya katakan ee
- mungkin tidak mutlak. Ya, demikian Pak
- yang bisa saya jelaskan. Jadi kalau
- kenapa kemudian orang punya imej seperti
- itu karena rata-rata bukan rata-rata
- karena tidak ada penelitian ya, banyak
- orang yang mengatakan pulang dari
- melakukan ibadah haji itu ceritanya
- kisahnya begitu sehingga kemudian itu
- mendominasi jiwa ya. E mendominasi jiwa
- sehingga aduh kalau gitu kita harus
- hati-hati nih. Kita harus berbuat baik.
- Itu juga sudah bagus sesungguhnya ya ada
- pengaruhnya dari kisah-kisah itu.
- Demikian
- wallahuam bisawab.
- Masyaallah, syukron atas jawabannya,
- Ustaz. Dan semoga terjawab ya kepada
- Bapak Abdullah yang berada di Depok yang
- tadi bertanya melalui telepon. Pak
- Ustaz, kita ke pertanyaan terakhir,
- Ustaz. Ini datangnya dari Ibu Aminah
- yang berada di Citra Indah, Ustaz.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee, Ustaz,
- walau saya punya dan ini pertanyaan di
- luar tema, Ustaz, ya. Naam. Ee walaupun
- pertanyaan ee penghasilan saya masih
- pas-pasan, Ustaz. Tapi insyaallah cukup.
- Saya mau berkurban sebagai tanda syukur
- saya kepada Allah, Ustaz. Misalkan
- sebelum diserahkan ke panitia, di dekat
- masjid rumah saya atas ee di hati saya,
- saya meniatkan pahala juga mengalir
- untuk suami saya yang sudah almum atau
- sudah meninggal, Ustaz. Heeh. Mohon
- pencerahannya, Ustaz. Apakah pahalanya
- sampai juga kepada suami saya yang sudah
- meninggal itu? Dan pertanyaan yang ini
- senada dengan pertanyaan dari Ibu Sri.
- Saya gabung aja sekalian, Ustaz, ya. Ee
- asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. E mohon maaf
- di luar tema. Mana yang lebih afdal,
- Ustaz? Berkorban untuk diri sendiri atau
- berkurban untuk orang tua yang telah
- meninggal? Syukron atas jawabannya. Nah,
- masyaallah. La haula wala quwwata illa
- billah. Nah, saya sampaikan pertama
- berkorban atas nama kita atau berkorban
- di atas namakan orang tua ee laisa
- hudaka musykilah bukan
- masalah. Ya, itu satu. He. Kemudian yang
- kedua, mana yang lebih afdal? Atas nama
- diri kita gitu kan dengan ee atau atas
- nama siapa? Orang tua yang sudah
- meninggal dunia. Maka niatkan atas nama
- Anda dan atas nama kedua orang tua Anda
- yang telah meninggal dunia. Masyaallah.
- Ah, ustaz ini kadang sembarangan. Kalau
- dalilnya apa? Naam. Maujud. Hadisnya
- ada. Nabi katakan, "Ya, ya Allah ini
- dariku."
- [Musik]
- ahli dan dari
- keluargaku umati dan dari umatku. Ya.
- Jadi saya seringkiali oh i tapi enggak
- apa-apa namanya juga tidak tahu ya. Jadi
- tapi saya ingin sampaikan sudah
- ikhlaskan kepada Allah gitu ya. Bah
- kemudian tadi nanya bagus mana yang
- lebih
- bagusanya tadi mohon kepada ya Allah
- sampaikan juga fala kurban ini untuk ibu
- bapak saya yang sudah meninggal dunia.
- Bahkan jangan hanya yang sudah meninggal
- yang masih hidup juga Anda boleh.
- Ya Allah berikanlah pahala kurban ini
- untuk saya juga untuk ibu bapak
- saya. Dari hadis itu saja cukup
- sesungguhnya. Jadi kalau begitu bukan
- hanya untuk satu orang. Ya Allah ini
- kurban dari aku, dari keluarga aku.
- Iya dari orang tua aku, dari mertua aku,
- suami aku yang pertanya dari suami aku
- yang tadi dipertanyakan. Kan jadi begitu
- gitu ya. Nah, tetapi tetap nanti para
- ulama mengatur ya agar paham kita. Maka
- kemudian ada dinamakan misalnya satu
- kambing satu orang. Padahal sesungguhnya
- satu kambing itu
- bi untuk satu keluarga gitu ya. Oke.
- Nah, apalagi seperti tadi hadis tadi
- nabi itu untuk dirinya, untuk
- keluarganya dan untuk umatnya tuh gitu
- ya. Oke. Jadi saya kira bahwa kemudian
- ada ikhtilaf yang lain sebagai
- pendalaman saya sangat menghormatinya
- ya. Bahwa hal seperti itu ee apa
- namanya? Menarik untuk dikaji lebih
- jauh, lebih mendalam. Tapi yang jelas
- bahwa Nabi pun ditemukan hadis yang
- menjelaskan bahwa Nabi pun berkurban
- atas nama dirinya, atas nama
- keluarganya, dan atas nama umatnya. Di
- riwayat lain disebutkan atas nama
- umatnya yang belum berkorban. Di situ
- tidak disebutkan yang belum berkorban.
- ya yang belum
- menyembelih gitu ya. Tapi kemudian
- dipahami oleh kita yang dimaksud belum
- menyembelih adalah yang belum
- berkurban gitu ya. Demikian saya kira
- dari situ kan susunya jadi luas menarik.
- Itulah sebab Nabi itu sangat perhatian
- sama umatnya. Masyaallah. Jadi kurbannya
- Nabi kalau begitu mengakibatkan kebaikan
- bagi umatnya.
- Betul gak? Iya. Tuh. Masyaallah. Jadi
- Nabi itu enggak egois. Nah kan. Jadi
- kalimatnya semakin ini lagi nabi itu
- betapa cinta sayang sama
- umatnya. Jadi bagi mereka yang tidak
- mampu pun diwakili oleh beliau
- sallallahu alaihi wa alihi wasallam. Ya,
- demikian saya kira yang bisa saya
- jelaskan. Wallahu aam bisawab.
- Masyaallah, syukron atas jawabannya,
- Ustaz. Alhamdulillah. Eh, semoga
- terjawab ya kepada penanya yang tadi
- barusan. Ustaz, kita sudah di penghujung
- waktu, Ustaz. Masyaallah. La haula wala
- quata ill. Ada beberapa pertanyaan lagi
- yang belum bisa kita bacakan karena
- sudah di penghujung waktu. Mungkin Ustaz
- bisa simpulkan ee kajian kita. Iya.
- Kesimpulan yang dapat diambil dari
- kajian kita ya dari hadis-hadis yang
- sudah kita bacakan bahwa ee seriuslah
- kita dalam berhaji. Sebagaimana kita
- juga harus serius dalam berumrah ya.
- Karena semuanya saling keterkaitan.
- Bahkan haji mabrur dinyatakan sebagai
- afdolul jihad gitu ya. Khususnya lagi
- kemudian bagi para muslimah. Nah, maka
- oleh sebab itu haji ini harus berdampak
- dua ya, kesalehan pribadi dan kesalehan
- sosial sebagai aplikasi dari ibadah
- secara simbolisnya dan ee juga kita
- harus memenuhi ibadah dalam makna
- hakikinya. Demikian saya kira yang dapat
- saya simpulkan. Wasallahu ala nabiyina
- Muhammadin. Walhamdulillahi rabbil
- alamin.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Demikianlah ikhwan dan
- akhwat yang dirahmati oleh Allah
- subhanahu wa taala, para pendengar dan
- silaturahim dan pemirsa Rasil TV yang di
- mana pun antum dan antuna berada yang
- menyimak kajian kita di sore hari ini.
- Semoga nasihat-nasihat yang tadi
- disampaikan oleh guru kita dapat kita
- terima dengan baik. dapat kita petik
- hikmahnya, bisa kita amalkan dan
- aplikasikan dalam kehidupan kita
- sehari-hari dan tentunya bisa
- meningkatkan kualitas iman dan takwa
- kita di sisi Allah subhanahu wa taala.
- Dan sekali lagi kami mengucapkan
- jazakallah khair ustaz atas ilmunya di
- sore hari ini. Dan kami doakan semoga
- ustaz dan keluarga semuanya selalu dalam
- kesehatan dan senantiasa selalu dalam
- lindungan dan rahmat Allah subhanahu wa
- taala. Amin. Allahum amin. Amin. Dan
- terima kasih juga buat Ikhwan dan Akhwat
- yang telah menyimak kajian di sore hari
- ini, yang telah berpartisipasi, yang
- memberikan apresiasi
- juga dan juga ikhwan akhwat yang saat
- ini ee pertanyaannya belum sempat
- terbacakan. Dan ikhwan akhwat yang
- menyimak melalui YouTube Rasil TV yang
- sudah memberikan kolom komentarnya. Ada
- Ibu Liza Emilda, ada Ibu Aisyah Bar, ada
- Alwi Shihin, ada UI Salim, ada Anggit
- Andayani, ada Hajat Santoso, ada
- Muhammad Kaddafi, ada Farida, ada juga
- M. Ali Aceng, ada Yoga dan lain
- sebagainya. Dan di mana pun Anda berada
- semoga ikhwan akhwat semuanya selalu
- dalam lindungan Allah Subhanahu wa
- taala. Akhir kata bersama saya Hafiz
- Alfloresi, ditemani Bang Atip di
- kameramen dan Bang Yusuf Subangkit
- operator. Mohon undur diri dari ruang
- dengar Anda. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaiko.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi