Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:03 [musik] 0:06 Rasul TV 0:20 [musik] 0:26 Bismillahirrahmanirrahim 0:29 Alhamdulillah 0:31 Alhamdulillahirabbil 0:36 ala sayyidina wa habibina Muhammadin 0:39 asrofil mursalin 0:41 Wa ala alihi tohirin wa ashabihi mayamin 0:44 wa ba'da 0:47 Pendengar sekalian yang disayang Allah 0:50 Alhamdulillah 0:52 Kita masih punya kesempatan untuk 0:55 meningkatkan nilai-nilai ujian keimanan 0:57 kita di dunia ini 1:00 Kita masih di dunia 1:01 masih punya waktu 1:03 insya Allah waktu-waktu tersisa ini 1:06 dapat kita isi dengan amal-amal saleh 1:09 insya Allah amin ya rabbal alamin 1:11 untuk itu 1:13 untuk bisa beramal saleh itu ada ilmunya 1:15 insya Allah ini sebagian 1:18 ilmu untuk mendapatkan hidayah atau amal 1:19 saleh kita bahas semampu kita insya 1:22 Allah 1:23 Jadi topiknya hubungan hidayah dengan 1:26 akal 1:28 Apa betul itu ada hubungan antara 1:29 hidayah dan akal? Betul ada menurut 1:31 Alquran semua nanti kita tayangkan kita 1:34 paparkan lewat Alquran 1:38 Manusia sebenarnya kita semua ini tidak 1:41 tidak hidup kita ini tidak akan sempurna 1:43 tanpa akal akal itu luar biasa 1:47 Kita tahu segala macam baik buruk dari 1:49 akal disamping akal yang digunakan 1:51 tentunya 1:52 menghitung dan sebagainya itu itu akal 1:54 akal ini nur cahaya cahaya menerangi 1:57 jalan kehidupan 1:58 cahaya Alquran, cahaya sunah, cahaya 2:01 akal, ya. 2:03 Dan hidayah. 2:05 Ya. 2:06 Tidak bisa hidup tanpa akal dan tanpa 2:08 hidayah. Nah, itu jadi dua. Bukan akal 2:11 saja, itu tidak bisa juga. Hidayah saja 2:14 tanpa akal tidak bisa menerima hidayah 2:16 itu harus lewat akal. 2:18 Akal. Jadi Allah tidak memberikan 2:20 hidayah kalau kita tidak berpikir. 2:24 Berpikir mencari kebenaran. Nabi di Gua 2:27 Hira berpikir mencari kebenaran. Allah 2:28 angkat jadi rasul. 2:30 Pemuda Kahfi berpikir mencari Tuhan. 2:33 Lihat bulan, lihat bintang, mereka 2:35 diskusikan. 2:36 Akhirnya mereka menemukan Tuhan. Hanya 2:38 tinggal namanya 2:39 tak namanya siapa ndak tahu. Karena dia 2:42 sudah menemukan Tuhan, Allah beri 2:43 hidayah. 2:44 Karena dia berpikir. 2:47 Jadi 2:48 hidayah itu diberikan manusia yang 2:49 berpikir. Ada di Quran nanti semua. Saya 2:51 dalilnya semua dari Quran. Tidak ada 2:53 katanya. Semua dari Quran. 2:59 Jadi manusia siapapun dia tidak bisa 3:01 memberi hidayah taufik. Itu hidayah 3:04 tausiah saja. 3:06 Tapi bisa memberi petunjuk. Petunjuk 3:08 tausiah, nasehat, dakwah. 3:11 Dan dakwah itu tidak boleh memaksa. 3:14 Sebab manusia diberi akal sama Allah, 3:16 diberi hak untuk memilih. 3:18 Hewan tidak diberi akal, tidak bisa, 3:20 tidak punya hak memilih. 3:22 Tumbuh-tumbuhan tidak punya hak memilih. 3:25 Tidak mungkin itu srikaya 3:28 srikaya berbuah nangka. 3:30 Atau nangka berbuah srikaya, tidak 3:32 mungkin. Dia tidak punya hak pilih. Dia 3:34 harus seperti itu, sesuai dengan wahyu 3:37 Allah yang diturunkan kepada dia. 3:42 Jadi dakwah Islam tidak boleh memaksa. 3:45 Apalagi memaksa kepada Islam, apalagi 3:48 memaksa ikut mazhab-mazhab tertentu. 3:50 Yang mengakibatkan terputusnya 3:53 silaturahmi. 3:54 Inilah yang yang terjadi sekarang di 3:56 dunia Islam. 3:58 Memaksa. 4:00 Allah tidak suka, Allah sendiri tidak 4:02 memaksa. Jadi ayat Quran semua nanti 4:04 kita perhatikan. Ayat Quran ini di di 4:06 dipikirkan, dipahami. Kita enggak boleh 4:09 menyimpang dari Alquran satu ayat pun. 4:12 Tidak boleh menyimpang, harus kita 4:13 ikuti. 4:15 Pendapat ulama, 4:16 hadis daif, tidak berlaku kalau 4:19 bertentangan dengan Alquran. 4:21 Alquran harus dipegang teguh dan 4:23 dipahami. 4:25 Coba nanti kalau kita buka ayat-ayat 4:26 Quran kan kita lihat. 4:29 Pertama firman Allah dalam surat 4:30 Al-Baqarah ayat 256. 4:34 Bismillahirrahmanirrahim. 4:36 La ikraha fiddin. 4:39 Tidak ada paksaan untuk beragama. 4:41 Tidak ada paksaan untuk beragama. Ini 4:44 Alquran. 4:45 Alquran tidak bisa dibatasi oleh 4:48 pendapat ulama. 4:50 Kalau ada yang mengatakan paksa tidak 4:52 bisa. 4:54 Paksa kepada agama, paksa untuk menerima 4:56 satu mazhab tertentu itu dilarang dalam 4:59 agama. 5:00 Karena manusia diberi hak untuk memilih 5:02 lewat akalnya. Tugas kita hanya tausiah, 5:04 dakwah, mengajari, memberi petunjuk. 5:08 Kalau dia tidak mau itu urusan dia. 5:10 Fadzakkir in nafa'atidz zikra. Beri 5:12 peringatan jika itu manfaat bagi orang. 5:15 Kalau dia enggak mau urusan dia. Allah 5:17 yang akan menuntut dia di akhirat, bukan 5:19 kita. Kita tidak ditugaskan menghukum. 5:22 Tugas kita hanya dakwah. Wa ma alaina 5:24 illal balaghul mubin. 5:26 Tugas kita hanya menyampaikan secara 5:28 jelas, secara rasional, 5:30 yang bisa dipahami oleh akal, oleh 5:32 pikiran, bukan doktrin. 5:35 Orang yang beragama Islam hanya doktrin, 5:38 tidak boleh berpikir, 5:40 tidak boleh bertanya, Islamnya itu 5:42 ngambang. 5:43 Islamnya ada di hafalan, di bibir. 5:46 Tidak masuk Islamnya itu ke otaknya, ke 5:48 pikirannya. Itu yang repot. 5:51 Contohnya ya itu ISIS. 5:53 Dia hafal Quran banyak tuh. 5:55 Luar biasa agama. 5:57 Tapi 5:58 tidak masuk ke pikiran. 5:59 Karena dia hanya disuruh menghafal. 6:01 Menghafal sudah, selesai. 6:04 Nah itu, akhirnya dia melanggar ke 6:06 Alquran dia enggak sadar. 6:08 Dia 6:09 mendirikan negara Islam, dibunuhin ulama 6:11 di masjid. 6:14 Itu, kasihan. 6:15 Kasihan sebenarnya. 6:17 Jadi dia sudah 6:18 ilmunya sudah bagus segala, di situ 6:20 terpelesetnya tidak menggunakan akal. 6:23 Karena dalam paham mereka itu 6:24 mengharamkan menggunakan akal. 6:27 Mengharamkan tasawuf untuk membersihkan 6:29 hati, enggak ada itu. 6:31 Jadi agak sadis. 6:34 Semoga 6:35 Allah beri hidayah kepada 6:37 penerus-penerusnya 6:38 dan kita semua. 6:41 Jadi dia berpikir secara jujur, dia akan 6:43 dapat hidayah dari Allah. Berpikir dulu, 6:46 segala-gala itu harus diraih. 6:48 Tidak turun sebegitu saja. 6:51 Yang turun begitu saja untuk hewan. 6:53 Allah beri hidayah kepada hewan. Nanti 6:55 akan kita bahas. 6:57 Tapi kita manusia harus berusaha 7:00 menggapai, mencapai. 7:02 Belajar mengenal Allah lewat alam. 7:06 Quran ini kitab. 7:08 Kitab tentang la ilaha illallah, tiada 7:10 Tuhan selain Allah. 7:12 Mari kita lihat surat Yunus. 7:15 Ya kalau hewan Allah langsung beri wahyu 7:17 kepadanya, dia tidak punya hak pilih, 7:19 tidak dikasih akal. Jadi mereka tidak 7:21 dituntut nanti di akhirat untuk 7:23 mempertanggungjawabkan, tidak. 7:25 Karena mereka seperti robot. 7:28 Sedangkan manusia 7:29 diberi akal. 7:31 Kalau kalau 7:32 kita enggak usah maksa, Allah saja tidak 7:34 maksa. Kalau Allah mau Islamkan ini 7:36 semua orang di dunia bisa. 7:37 Tapi dia tidak mau lakukan itu. 7:40 Dia maunya orang Islam itu beragama itu 7:42 dari hatinya. 7:44 Dari hatinya. 7:47 Dia salat dari hatinya, ikhlas. 7:51 Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam 7:52 surat Yunus ayat 99. 7:56 Walau syaa'a rabbuka 7:59 la aamana man fil ardhi kulluhum jamiaa. 8:03 Afa anta tukrihun naasa hatta yakunu 8:05 mukminin? Ini firman Allah, firman Allah 8:08 sekali lagi, surat Yunus ayat 99. 8:11 Firman Allah jangan ditawar. 8:14 Sami'na wa atona, kami dengar kami 8:16 terima. 8:18 Artinya, seandainya Tuhanmu mau, 8:22 pastilah beriman semua orang yang ada di 8:24 muka bumi ini. Kalau Tuhan mau, di 8:26 Islamkan saja di imankan semua. 8:29 Aman, enggak ada ribut. 8:31 Maka apakah kamu 8:33 hendak memaksa manusia 8:35 supaya mereka menjadi orang-orang yang 8:37 beriman semuanya? 8:39 Yang namanya Tuhan saja tidak memaksa. 8:42 Kenapa kita harus paksa? 8:45 Orang dia paksa dipaksa di Islam 8:47 terpaksa enggak ada gunanya. 8:49 Dia salat juga terpaksa enggak ada 8:50 gunanya. 8:51 Orang masuk Islam mukhlison lahuddin, 8:53 ikhlas. 8:55 Memegang agama itu ikhlas karena Allah, 8:57 salat karena Allah, zakat karena Allah, 8:59 puasa karena Allah, tidak karena dipaksa 9:01 atau terpaksa. 9:03 Ini wajib kita pahami. 9:06 Untuk bisa ikhlas itu gunakan akal. 9:11 Kita berpikir, Tuhan bikin surga bikin 9:14 neraka. 9:15 Kosong? 9:16 Surga akan ada penghuninya, begitu juga 9:19 neraka ada penghuninya. 9:21 Manusia Allah memberi manusia kebebasan 9:23 memilih surga memilih neraka. 9:25 Ustaz-ustaz alur rasul diteruskan 9:27 ustaz-ustaz menunjukkan ini jalan ke 9:28 surga, ini jalan ke neraka, pilihlah 9:30 sendiri. 9:35 Jadi atas pilihan bukan dipaksa. 9:39 Ulama kebebasan sepenuhnya bagi manusia. 9:42 Mau beriman atau tidak, mau surga apa 9:44 mau neraka, silakan pilih sendiri. 9:47 Allah bantu bagi yang beriman. Dia sudah 9:49 berusaha ini mau jadi orang baik, Allah 9:51 bantu hidayah. 9:53 Jadi, ada sebab dia sendiri dulu mau. 9:55 Enggak mungkin Allah kasih surga orang 9:57 yang enggak mau ke surga. 10:00 Tuhan paksa? Enggak, Tuhan me 10:02 me tidak memaksa, tapi itu Tuhan 10:03 menyeru, meminta. 10:06 Membujuk kita supaya ke surga. Dibujuk. 10:09 Lihat baca Quran, masuk surga di sana 10:11 senang, itu kan dibujuk. Dia pengin ke 10:14 sana. Malah dia larang kita ke neraka, 10:16 dia larang. 10:18 Tapi, dia tidak dikatur. 10:21 Dia larang, manusianya robat terus, ya. 10:25 Tuhan sudah pasang itu, apa? 10:27 Eh, rambu-rambu, sudah pasang 10:30 pem sekatan-sekatan, jangan lewat jalur 10:32 neraka. Lompat pagar ini, orang sendiri 10:35 yang mau. 10:36 Jadi, orang masuk neraka itu atas 10:37 kemauan dia sendiri. 10:39 Tuhan sih maunya kita ke surga. 10:42 Disuruh kita dakwah, dari rasul 10:44 diteruskan kiai-kiai, ustaz-ustaz ini 10:46 berdakwah. 10:47 Mengajak ke surga, Tuhan yang suruh. 10:50 Kan Tuhannya Rahman Rahim banget 10:52 sebenarnya. 10:53 Manusia saja ini 10:55 tidak mau berpikir. Kalau dia mau 10:56 berpikir pasti menemukan Allah, mengenal 10:59 Allah. 11:00 Dan yakin ada surga dan neraka. Yakin di 11:02 dunia saja ada surga kecil dan neraka 11:04 kecil. 11:06 Contoh. 11:10 Dalam jiwa manusia terisi perasaan dan 11:13 pikiran. 11:16 Bila 11:17 perasaannya terisi hidayah 11:19 maka dia akan membentuk pola pikir 11:21 berhidayah pula. Nah, perasaannya ini 11:25 sudah ada hidayah belum? Untuk terisi 11:26 hidayah dianya harus mencari. 11:33 Jadi, antara perasaan dan pikiran ada 11:35 keseimbangan, diseimbangkan oleh 11:37 hidayah dari Allah. 11:39 Sehingga jiwanya beriman, kalau sudah 11:41 beriman menjadi mutmainnah. 11:44 Jiwa mutmainnah berperasaan iman, 11:47 berperasaan akhlak, dan mempunyai 11:50 perikemanusiaan itu akan 11:52 nampak wujud dari tindak tanduk manusia 11:54 itu sendiri. Tidak mungkin manusia 11:56 beriman berhidayah bunuh orang di 11:58 masjid, bunuh orang Islam. 12:00 Itu mustahil sekali. 12:03 Dan akal lah digunakan, bukan ngakali 12:06 agama. 12:08 Bukan ngakali Quran, memahami Quran dan 12:09 agama dengan akal. Afala ta'qilun, apa 12:13 tidak berpikir? 12:15 Di Quran banyak disebut orang baik, 12:16 orang yang benar Islamnya itu yang ulil 12:18 albab. Ulil albab itu apa? 12:20 Punya otak. Semua orang juga punya otak, 12:23 maksudnya menggunakan akalnya di bawah 12:25 Quran, akal yang sudah ada Quran-nya. 12:28 Akal yang sudah tahu syariah. Itu dapat 12:31 hidayah. 12:33 Tanpa belajar, tanpa berusaha tidak 12:34 mungkin ada hidayah. 12:36 Yang tanpa mencari, tanpa meminta dapat 12:38 hidayah itu hewan, tawon. 12:42 Lebah. Itu dapat hidayah untuk bikin 12:43 madu. Nanti saya bahas itu. 12:48 Merenungi. 12:49 Merenungi proses penciptaan alam. 12:52 Proses terjadinya madu. 12:54 Proses terjadinya susu di ibu atau di 12:58 ibu hewan di mana-mana. Bagaimana 12:59 prosesnya? 13:01 Itu akan terjawab. Lailahaillallah, 13:03 tidak ada yang bikin susu, yang bikin 13:05 madu kecuali Allah. 13:08 Nah, itu kalau dia sudah berpikir ke 13:09 situ, Allah beri hidayah. Setelah dia 13:11 mendapat hidayah, 13:12 baru dia bisa mengakui. 13:15 Lailahaillallah, asyhadu alla ilaha 13:18 illallah. Asyhadu itu apa? Mengakui, 13:19 meyakini. 13:21 Saya yakin, saya mengakui sebenarnya 13:23 tidak ada Tuhan selain Allah. 13:25 Itu artinya. 13:27 Saya yakin, saya melihat. Melihat dengan 13:30 otak saya. 13:32 Saya yakin dan saya mengakui tiada Tuhan 13:34 selain Allah, itu artinya. Itu 13:35 menyaksikan. 13:37 Menyaksikan apa? 13:39 Siapa yang menyaksikan ada gunung 13:41 meletus di Semeru? Yang ada di sana. 13:43 Kita di sini? 13:44 Saya dengar gunung Semeru meletus, 13:47 katanya. 13:50 Nah, ini kalau la ilaha illallah tidak 13:51 boleh katanya. 13:53 Menyaksikannya lihat alam ciptaan Allah. 13:57 Kita lihat telur, lihat ter mau 13:59 buah-buahan, mangga, susu. 14:01 Lebah, tahu madu. 14:04 Telah berpikir, merasa betul tiada Tuhan 14:06 selain Allah. Nah, itu menyaksikan. 14:10 Kalau asal bunyi saja la ilaha illallah 14:11 la ilaha illallah tanpa perasaan, tanpa 14:13 pikiran, bukan begitu. 14:18 Menyaksikan. 14:20 Yang menyaksikan bukan mata telanjang 14:21 ini. 14:23 Menyaksikan mata menyaksikan ciptaannya. 14:26 Pikiran dan perasaan mengakui adanya 14:28 pencipta itu. Begitu. 14:32 Bagi sekedar sedikit bahas tentang 14:34 Pemuda Kahfi. 14:35 Bagaimana mereka beriman tanpa guru, 14:37 tanpa ustad? 14:39 Tanpa radio, tanpa televisi, belum ada 14:42 waktu itu. 14:43 Bagaimana dia bisa menemukan Tuhan? 14:46 Bismillahirrahmanirrahim, Al Kahfi ayat 14:48 13. 14:50 Nahnu naqushu alaikana baahum bil haq. 14:52 Innahum fityatun aamanuu bi rabbihim wa 14:56 zidnahum huda. 14:58 Kami kisahkan kepadamu wahai Nabi 15:00 Muhammad, wahai Muhammad, cerita ini 15:02 dengan benar. 15:03 Sesungguhnya mereka adalah pemuda-pemuda 15:05 yang beriman kepada Tuhan mereka dan 15:07 kami tambah lagi petunjuk untuk mereka. 15:09 Jadi, mereka beriman duluan di 15:11 tengah-tengah orang yang musyrik, 15:12 menyembah patung. Anak-anak dibawa ke 15:14 kuil itu setiap saat dibawa ke kuil oleh 15:17 bapak-bapaknya, raja-raja, 15:19 menteri-menteri. 15:20 Jadi, pada suatu hari anak-anak ini 15:22 berpikir, loh kok Tuhan ini dibikin oleh 15:24 tetanggaku. 15:25 Masa dia Tuhan? Dibikin takut dia 15:28 tetangga yang bikin. 15:29 Mana mungkin dia bisa bikin matahari 15:31 bikin bulan. Dia sendiri dibikin. 15:34 Akhirnya dia tidak mau ruku kepada 15:36 patung-patung. Temannya memperhatikan 15:38 semua. 15:39 Sudah sudah bubar, sampai di jalan 15:41 ditanya, aku lihat tadi kamu sudah 15:42 kafir, enggak mau nyembah Tuhan kita 15:44 lagi. Oh ya tidaklah, kenapa? 15:46 Tetangga yang bikin tetanggaku. 15:50 Bukan Tuhan, kalau Tuhan itu yang bikin 15:51 matahari bikin kita. Ini dia dibikin. 15:55 Enggak mau lah aku tundukkan kepala 15:57 kepada yang seperti itu. 15:59 Temannya bilang apa? Ya aku juga 16:00 berpikir seperti itu. Cerita lagi ke 16:03 orang lain, aku berpikir seperti itu, 16:04 berantai itu. 16:06 Akhirnya mereka dengar mau ditangkap, 16:08 karena lama dia enggak ada masuk ke 16:10 kuil, mereka lari. 16:13 Ngungsi di satu tempatlah. 16:16 Ada polisi datang mau nangkap mereka. 16:19 Satu-satunya polisi itu bisa tahu ke 16:21 situ. 16:22 Akhirnya dia bilang, kami ini Pak Polisi 16:24 ber ber timbang kepada Tuhan. Tuhan yang 16:26 bikin Bapak, bikin kami, bikin matahari, 16:28 bikin bulan. Itu Tuhan. Kalau yang Bapak 16:31 sembah itu dibikin tetanggaku. 16:33 Dia dibikin mana bisa dia jadi Tuhan. 16:36 Tuhan itu yang bikin segala, baru Tuhan. 16:40 Kata polisi bilang, aku juga sama suka 16:41 mikir ke situ, cuman aku takut sama ke 16:44 penguasa ini. 16:45 Kalau gitu Pak Polisi ikut kami aja yuk 16:47 kabur. Ya aku nasehatkan kalian cepat 16:49 pergi. Nanti ada polisi lain yang dari 16:51 aku nitrain aku kalau ditangkap kalian. 16:53 Pergilah cepat. Pak Polisi ikutlah. Ya 16:55 jangan, kamu kan enggak punya anak 16:57 istri, saya punya anak istri. 16:59 Berangkatlah cepat. Pergilah dia kan 17:01 sampai di gua itu. Setelah 300 tahun 17:04 mereka tidur. 17:05 Ditidurkan Allah. 17:07 Kesimpulannya dia bangun dipikir baru 17:09 setengah malam, dia mau beli roti ke 17:11 jalanan. Uangnya 17:13 aneh ini, semua orang kaget akhirnya 17:15 dibawa ke raja. Rajanya sudah Islam, 17:17 sudah zaman Nabi Isa. Tadi sebelum Nabi 17:18 Isa. 17:20 Akhirnya mereka raja-raja semua lihat ke 17:22 sana. Sampai di sana dia meninggal. 17:24 Ketika di Quran disebut 300 tahun. 17:26 Ini mukjizat. Quran mengatakan 300 tahun 17:29 tambah 9. 17:31 Di kitab tafsir 9 bulan, 9 hari, 9 17:33 minggu dan sebagainya. Yang sebenarnya 17:35 Tuhan mengatakan bila nanti kamu 17:38 menggunakan tahun Hijriah tambahin 9. 17:41 Jadi orang yang sekarang umurnya 60 17:44 kalau tahun Hijriah 17:46 tahun Masehi umurnya 60, tahun Hijriah 17:48 tambahin 2, 62 umurnya. 17:50 Jadi kita punya 2, 2 umur. 17:53 Tahun Hijriah dan tahun Masehi. 17:56 Saya ditulisi ayat saya itu tahun 17:57 Hijriah. 17:59 Sekian. 18:00 Cari di komputer tahun Masehinya sekian, 18:02 jadi ada 2. 18:03 Baik, kita lanjut. 18:05 Jadi mereka setelah berikhtiar, 18:07 berdiskusi, berpikir, mencari Tuhan 18:10 dia sudah tahu Tuhan tapi namanya Allah 18:12 ndak tahu, baru Allah wazidnahum. Sudah, 18:15 baru diberi hidayah. Jadi hidayah itu 18:18 dapatnya pakai akal. 18:20 Bukan doktrin hafalan. 18:23 Dia berpikir ini. 18:26 Baru diberi hidayah. Kenapa Allah 18:28 abadikan ini, kejadian ini dalam 18:30 Alquran? 18:31 Agar kita mengerti, mau mengenal Allah 18:33 itu pakai akal, berpikir. 18:36 Makan telur telan saja. 18:39 Pikir. 18:41 Cairan 2 itu 18:42 di dalam 18:44 Saya sering pesan bahas ini, sudahlah 18:46 ngantuk saya masalah. 18:48 Saya juga lihat burung apa itu? Tinggi 18:50 itu burung unta ya. 18:52 Tinggi badannya gede. 18:54 Ekornya kayak burung merak ekornya 18:56 panjang. 18:57 Itu burung apa? Kakinya kecil. 19:00 Kecil sebesar jari 19:01 jari kita ini. Kayaknya lebih kecil. 19:04 Padahal dia besar. 19:06 Kok enggak patah? 19:09 Badannya gemuk. 19:10 Terus kenapa letak kaki itu kok di situ? 19:13 Padahal ekornya panjang tuh burung 19:15 merak, mestinya 19:16 jemplang ya, tapi dia enggak bikin 19:18 persis di tengah, dibikin seimbang. 19:20 Kakinya diletakkan seimbang. 19:23 Kapan diukurnya? Waktu dalam telur. 19:26 Terus netes 19:27 sudah berdiri seimbang. 19:29 Tidak berat sebelah. 19:31 Tidak juga sungsep. 19:33 Persis pas. 19:35 Kita ucapkan apa? 19:37 Subhanallah. 19:39 Ketika akal berpikir seperti ini melihat 19:41 mata, perasaan apa di hati kita? 19:44 Subhanallah, Maha Suci Allah, tidak ada 19:46 Tuhan selain Allah, Allahu Akbar. Nah, 19:49 itu berpikir nanti dapat hidayah lagi. 19:53 Subhanallah. 19:55 Tolong sampaikan kepada putra-putri 19:57 pendengar sekalian. 20:00 Jadi pemuda Kahfi ini, dia belum Islam, 20:02 belum ada ustaz, belum ada siapa-siapa, 20:04 tidak ada sekolah. 20:05 Dengan akalnya 20:08 kita ini kekurangan di sini. Makanya 20:11 orang yang beriman, yang ibadahnya 20:13 banyak 20:14 kelihatannya perbuatannya masih ngawur. 20:17 Karena imannya tidak masuk di akal 20:18 pikiran, tidak dirasa. 20:21 Biasa-biasa saja. 20:23 Dia baca Alquran sama saja seperti baca 20:25 koran. 20:27 Baca buku lain. 20:29 Nah, itu salahnya di situ. Apa? 20:31 Tadabbur. 20:33 Baca Alquran itu tada tadabbur. Tartil. 20:37 Diresapi. 20:38 Resapi bunyinya juga. 20:40 Allah. 20:42 Apalagi tahu maknanya, paham, waduh. 20:45 Saya juga bingung. Itu Alquran itu, 20:48 Alquran itu yang baca ini, Bapak ini, 20:50 Kiai ini, ulama ini, lain-lain suaranya 20:52 ya. 20:53 Tapi iramanya indah semua. 20:56 Bisa enggak buku-buku lain kita baca 20:57 kayak gitu? 20:59 Enggak bisa, lagu saja itu supaya pakai 21:00 lagu kan dibikin dulu apa sih namanya 21:02 itu? Not-not ya? Not betul? 21:04 Not-not itu nulisnya lama itu. 21:07 Ada matnya, panjang pendek, tinggi 21:09 rendah. 21:10 Quran lebih dari itu. Sudah 1.400 tahun 21:13 Quran kita ini. 21:15 Dengar, luar biasa nikmatnya lain-lain. 21:18 Lagu-lagu itu sekali dua kali empat kali 21:20 dengar bosan. Ini dari dari dulu sampai 21:23 sekarang kita dengar Quran menikmati. 21:26 Bisa menikmati berpikir ini Quran 21:28 mukjizat, bukan buku sembarang buku. 21:32 Jangan taruh sembarangan. 21:34 Ini Quran. 21:36 Mukjizat firman-Nya Allah, fardhu Allah. 21:38 Maha besar, Maha kuasa yang punya 21:40 negeri, yang bikin kita semua. Ini 21:42 firman-Nya. Hormati. 21:45 Maka di masjid-masjid, taklim-taklim itu 21:47 kalau pembukaan baca Quran. 21:49 Ada orang masuk berdiri, salah itu. 21:52 Kita menghormati ulama. Loh, Quran Allah 21:55 dulu hormati, ini suaranya ini, 21:57 Quran-nya ini. 21:58 Baru menghormati yang lain. 22:01 Ada di ayat Quran, idza quri'al Quran 22:03 fastami'u, jika Quran dibaca duduk 22:05 dengarkan, diam. Mau siapapun yang 22:07 datang 22:08 diamkan saja. 22:10 Dengarkan dulu. Nanti sudah 22:11 shadaqallahul adzim, nah silakan. 22:16 Lihat nih, firman Tuhan ini. Surat Yunus 22:18 ayat 100. 22:20 Tolong dengar ini penting, tolong 22:21 sampaikan kepada siapa-siapapun, 22:23 dakwalah. 22:24 Ini penting, umat ini kehilangan ini 22:26 sekarang, kehilangan akal. Pemahaman 22:28 Quran dengan akal. 22:30 Ayat surat Yunus ayat 100. 22:32 Bismillahirrahmanirrahim. 22:34 Wama kana linafsin antu'mina illa 22:37 biidznillah. 22:38 Waj'alurisya alalladzina la ya'qilun. 22:41 Allah. Pahami ini ayat, tolong hafalin. 22:44 Yunus 100, Yunus 100, lihat maknanya 22:47 apa. Surat Yunus 100. 22:50 Tidak akan ada seorangpun yang beriman 22:52 itu 22:54 kecuali dengan izin Allah. Hidayah tadi, 22:56 hidayah taufik, dapat dia. 22:59 Kalau hidayah irsyad ini ngaji-ngaji. 23:02 Ini sekarang tausiah ini. Hidayah 23:03 petunjuk. 23:05 Gua lupa enggak? Tergantung yang dengar, 23:07 mau dengar pakai telinga 23:10 atau mau dengar dengan akal pikiran. 23:14 Gimana adanya di akal pikiran, bukan di 23:15 telinga. 23:16 Kemudian mendengarnya dengan niat baik, 23:18 mau cari kebenaran atau 23:20 mencari kesalahan Ustaz. 23:23 Atau untuk berdebat. 23:25 Nah, itu sudah salah niat. Ini firman 23:27 Allah lihat. 23:28 Tidak akan ada seorang pun beriman 23:31 kecuali dengan izin Allah dan dua, izin 23:33 Allah dan Allah menimpakan 23:36 kemurkaan kepada mereka yang tidak 23:37 mempergunakan akalnya. 23:42 Ada rijis ini, waj'alu rijisa. 23:45 Ada rijis di hatinya. 23:47 Kalau dia sudah fanatik mazhab, dia 23:49 dengar yang ceramah mazhabnya lain, di 23:51 hatinya sudah timbul antipati, benci. 23:54 Kebenaran pun enggak kedengaran lagi, 23:56 karena apa? Kebencian, bukan akal yang 23:58 mendengar. 24:00 Allah bilang, Allah akan siksa mereka 24:01 ini. 24:02 Karena tidak berakal, la ya'qilun. 24:05 Tidak menggunakan akal, menggunakan 24:06 emosi. 24:09 Astagfirullahalazim. 24:10 Ada enggak sekarang yang begini? 24:13 Sedikit, enggak banyak, mudah-mudahan 24:14 ya. 24:16 Qur'ani, Qur'ani. 24:18 Jangan pakai tapi, kalau sudah ayat 24:19 Qur'an tidak berlaku tapi. 24:21 Menggunakan tapi merubah persepsi dan 24:23 sebagainya, tanggung jawab di akhirat. 24:26 Menolak firman Allah, menolak kebenaran. 24:29 Jadi di sini, bi iznillah, izin dari 24:31 Allah, dapat hidayah dari Allah. 24:34 Minta hidayah dari Allah dan gunakan 24:36 akal. Akal itu dengan perasaan tidak ada 24:38 rijis, tidak ada kebencian. 24:41 Itu di situ, baru dapat hidayah. 24:44 Jelas ini Qur'an ini. 24:47 Makanya umat tidak akan pecah belah 24:48 kalau seperti ini. 24:50 Hati 24:51 Qur'ani. 24:53 Otak Qur'ani. 24:56 Hah, kalau tanpa akal sehat tidak bisa 24:58 menerima hidayah. 25:00 Akal sehat, hati sehat. 25:03 Bila seorang mau berpikir dan berusaha 25:05 mencari Tuhan yang benar, maka Allah 25:07 pasti akan menuntunnya kepada kebenaran. 25:10 Hatinya juga mau mencari kebenaran, 25:12 seperti yang terjadi pada pemuda Ashabul 25:14 Kahfi itu. Ya, tanpa ustaz, tanpa 25:16 apapun. 25:18 Mereka membaca isi dunia. 25:20 Isi dunia ini, dunia ini kitab. 25:23 Ya, namanya kitab dunia. 25:25 Dunia kitab, mau baca apa? Itu apa yang 25:28 dilihat? Hewan, tumbuhan. 25:31 Isinya apa tulisannya di situ? 25:32 Lailahaillallah. 25:34 Ya, burung unta bilang tidak ada Tuhan 25:36 yang bikin aku kecuali Allah. 25:38 Ya, kan? 25:39 Madu. 25:40 Dia katakan yang bikin aku bukan lebah, 25:42 bukan tawon. Tuhan yang bikin, lebahnya 25:44 alatnya. 25:46 Situ akan menemukan Allah. Tafakur isi 25:49 dunia. 25:53 Allah menciptakan manusia berbeda dengan 25:56 satu dengan lainnya. 25:57 Jika Allah menjadikan seluruh manusia 25:59 menjadi umat yang satu, tetap saja 26:01 mereka akan berselisih. 26:03 Mengapa demikian? 26:05 Karena mereka diberi akal, sehingga 26:06 masing-masing kita punya hak memilih. 26:09 Di situlah keadilan Allah. 26:12 Kita dapat memilih untuk mau menjemput 26:14 hidayah 26:15 dengan menuju kehidupan bahagia yang 26:17 abadi di surga atau malah menelusuri 26:19 jalur keburukan 26:20 yang berakhir terjun ke alam penderitaan 26:23 neraka, astagfirullah. 26:26 Ini semua adalah ujian penyaringan. 26:28 Inilah ujian keimanan. 26:30 Inilah ujian 26:33 masuk ke surga. 26:35 Dalilnya firman Allah surat Hud ayat 26:37 119. 26:40 Bismillahirrahmanirrahim. 26:42 Illaman rahimarabbuk. Walizalika 26:44 kholaqohum. 26:46 Watammat kalimatul rabbika laamlaanna 26:48 jahannama minal jinnati wannasi ajmain. 26:52 Kecuali mereka yang dirahmati Tuhanmu 26:54 dan untuk itulah Allah menciptakan 26:56 mereka. Diuji ya. 26:58 Kalimat Tuhanmu telah ditetapkan, 26:59 sungguh aku akan penuhi neraka jahanam 27:01 dengan jin dan manusia yang memilih 27:03 jalan setan. 27:06 Jalan gitu tadi tidak mau menerima 27:07 kebenaran, naudzubillah. Jadi sudah 27:09 Allah putuskan seperti itu yang bikin 27:11 ya. 27:12 Dia punya hak untuk segalanya. 27:15 Mereka yang dirahmati Allah adalah 27:16 mereka yang berusaha mencari kebenaran, 27:18 mencari ridho Allah. 27:20 Dan melakukan amal-amal sholeh. Dan 27:22 mengikuti bimbingan Allah dalam Alquran. 27:25 Alquran dinomor satukan, bukan mazhab. 27:30 Saya bukan benci mazhab, mazhab itu 27:32 ajarannya baik-baik tapi manusia ya. 27:34 Menjadikan mazhab itu sebagai agama, di 27:37 luar mazhab dia dianggap sesat, dimusuhi 27:39 lagi. Ah, itu saya lihat permusuhan 27:41 Islam. 27:42 Lebih parah. 27:44 Istilah orang Islam phobia musuhi juga. 27:46 Non muslim musuhi juga walaupun enggak 27:48 separah tapi sesama Islam saling musuhi, 27:50 saling menjegal, naudzubillah. Ingatlah 27:53 Allah, ingat Allah hidup di sini tidak 27:55 lama. 27:56 Allah suruh kita berbuat baik, amal 27:58 sholeh. Kepada siapa amal sholeh itu 28:00 kepada umat ini, kepada bangsa juga. 28:04 Bukan dimusuhi, diintip-intip. Di Quran 28:07 enggak boleh ngintip-ngintip orang. 28:09 Wala tajassasu. 28:11 Wala ghibah, wala fitnah tapi ini ada 28:13 semua. Berebut. 28:15 Berebut apa ya enggak tahu ya, berebut 28:16 kekuasaan. 28:18 Kalau orang lillahitaala tidak seperti 28:19 itu. 28:23 Bagaimana mau mendirikan Islam yang 28:25 benar? 28:26 Caranya saja sudah salah. 28:29 Firman suci Al Baqarah ayat 272. 28:33 Laisa alaikum hudahum walakin Allah 28:35 yahdi man yasya. 28:37 Lihat, bukanlah kewajibanmu 28:39 menghidayahkan mereka. 28:42 Akan tetapi Allahlah yang memberi 28:43 hidayah, hidayah taufik ya. Kita hanya 28:45 punya 28:46 hidayah petunjuk yang diwajibkan tausiah 28:49 itu. 28:52 Nah, apa saja harta yang kalian 28:53 keluarkan di jalan Allah maka pahalanya 28:56 itu untuk kalian sendiri. 29:00 Janganlah kalian memberikan sesuatu 29:03 kecuali hanya mencari rida Allah 29:05 bukan untuk macam-macam. 29:07 Kadang-kadang terlalu juga mengeluarkan 29:09 uang tapi untuk tujuan 29:12 eh pengelompokan-pengelompokan 29:14 untuk ribut. 29:15 Auzubillah. 29:17 Firman suci surat Qasas ayat 56. 29:20 Innakalatahdima ahbabta walakinnallahu 29:22 yahdimayyasya wahuwa a'lamu bilmuhtadin. 29:25 Sungguh kamu tidak dapat memberi 29:27 petunjuk kepada Nabi Muhammad ya, 29:28 maksudnya petunjuk taufik, petunjuk 29:30 hidayah bisa. 29:32 Kepada orang yang kamu kasihi, sedangkan 29:34 Allah memberi petunjuk kepada siapapun 29:36 yang ia kehendaki. 29:38 Allah lebih mengetahui siapa yang mau 29:40 menerima petunjuk 29:42 dan dia layak untuk mendapat hidayah. 29:44 Lu tahu itu. 29:47 Ayat di atas turun di Madinah 29:49 bukan di Mekah. 29:50 Sebagian muslimin mengatakan ayat ini 29:52 turun kepada Nabi Muhammad tentang 29:54 pamannya Abu Thalib. 29:57 Ini salah besar. 29:58 Ayat ini turun di Madinah, Abu Thalib 30:01 sudah lama meninggal di Mekah. Jadi 30:03 tidak ada hubungannya dengan Abu Thalib. 30:06 Ayat ini untuk siapa saja enggak disebut 30:07 nama. 30:09 Artinya kalau Nabi tidak bisa memberi 30:11 hidayah taufik apalagi kita. Jadi jangan 30:13 memaksa itu maksudnya, dari tadi juga 30:15 gitu jangan memaksa. 30:17 Dakwalah menggunakan 30:19 jalur yang benar dan akal yang sehat. 30:22 Di Madinah turunnya itu. 30:24 Sedangkan Abu Thalib 30:26 itu pamannya Nabi 30:28 sudah meninggal lama sekali di Mekah, 30:30 masih baru-baru Nabi jadi Rasul pun 30:31 sudah meninggal dia. 30:33 Soal dia masuk surga masuk neraka bukan 30:35 urusan kita. 30:37 Itu urusan Allah, jangan mencampuri 30:38 urusan Allah. 30:40 Oh ini di Quran iya di Quran ada kafir 30:42 masuk neraka. 30:43 Dari mana kalian tahu dia kafir? 30:46 Dari mana tahunya, dari mana? 30:49 Kalau dia masuk Islam diam-diam demi 30:50 melindungi Nabi Muhammad, mau apa? 30:53 Yang berpura-pura Islam padahal munafik 30:54 juga banyak, tapi kita kan enggak tahu. 30:57 Enggak bisa menuduh si fulan, si fulan, 30:59 enggak bisa. Nabi Nabi pun enggak pernah 31:00 nunjuk. 31:02 Kenapa berani-berani menentukan dia 31:04 masuk neraka? 31:06 Sedangkan waktu itu syariat Islam belum 31:07 berlaku. 31:09 Zaman fatrah. 31:11 Mereka ini kebanyakan mengikuti agama 31:13 Nabi Ibrahim. 31:16 Seperti Siti Khadijah yang sudah saya 31:17 sampaikan beberapa minggu lalu. 31:20 Dan Siti Khadijah memang belum beragama 31:22 Islam, tapi setelah Nabi menjadi Rasul, 31:24 dia orang pertama yang memeluk Islam. 31:26 Dan dia pembela Nabi habis-habisan 31:28 dengan segala kemampuannya. 31:31 Kemudian dia masuk Islam, pertama dia 31:33 masuk Islam jadi 31:34 kalau Nabi monogami itu bukan karena 31:36 ikut Kristen, astagfirullahalazim. 31:39 Itu sudah jadi mesti dipahami yang baik 31:40 ya. 31:45 Bagaimana Abu Thalib beriman sebelum 31:47 Nabi jadi Rasul, waktu Nabi mau dagang 31:49 ke negeri Syam 31:51 ikut sama pamannya ini, di perjalanan 31:53 singgah di rumah pendeta, rahib namanya. 31:56 Nah, nanti ketika pendeta itu sampai 31:58 sudah masuk tamu-tamu ini 32:00 rukun dulu tuh, damai itu. 32:02 Tanya, ini rombongan cuma segini ya, 32:04 enggak ada lagi? Pasti ada lagi nih 32:05 satu. Ada satu anak muda nunggu di bawah 32:07 pohon sana. 32:08 Coba panggil. 32:09 Panggil dilihat. Nah. 32:11 Ini saya lihat di kitab-kitab kita ini, 32:14 kitab-kitab 32:16 dari langit 32:17 sudah ada ciri-cirinya khas, pas ini 32:19 Nabi akhir zaman. 32:21 Wahai Abu Thalib, bawa pulang cepat ke 32:24 Mekah ponakanmu ini. Jangan pergi Syam, 32:26 saya khawatir mereka akan dibunuh. 32:29 Terus Nabi percaya, beriman dia. Dia 32:31 bawa pulang, enggak jadi dagang. 32:33 Kalau memang dia enggak beriman, ah, 32:34 jangan dengerin tuh. 32:36 Cari duit penting nih kan. 32:38 Dagang terus. 32:39 enggak, dia bawa pulang ke Mekah itu 32:41 bukti nyata dia sudah percaya 32:44 bahwa ponakannya akan jadi Rasul, 32:46 lihatlah di kitab-kitab sejarah banyak 32:48 itu 32:48 saya sekalian saja menyampaikan enggak 32:50 lagi lah capek saya bicarakan masalah 32:52 ini 32:53 tapi saya ingin menyelamatkan yang salah 32:55 paham itu 32:56 ingatlah itu, dia sudah 32:58 percaya bahwa ponakannya akan menjadi 33:01 Rasul 33:03 tugas kita hanya ini surat Al-Ghasyiyah 33:05 ayat 21, "Fadzakkir innama anta 33:07 mudzakkir." oleh karena itu sampaikanlah 33:09 peringatan kenyataan adanya Allah 33:11 Ta'ala karena tugasmu hanya mengingatkan 33:13 mereka, tidak bisa memaksa saya juga 33:16 akan tidak akan memaksa hai orang 33:17 percayalah bahwa Abu Thalib itu beriman 33:19 sebelum jadi Rasul, silakanlah nanti di 33:22 akhirat kita lihat 33:24 tapi tugas saya menyampaikan 33:27 saya kita enggak punya kepentingan 33:28 apa-apa mau dia Abu Thalib mau jadi 33:29 anggota DPR gitu kan enggak juga sudah 33:31 meninggal lama itu enggak ada untung 33:33 enggak ada rugi kita nya dakwah 33:35 menyampaikan yang benar, gunakan akal 33:38 masuk akal enggak dia enggak enggak 33:41 dia enggak percaya dia dagang kan akal 33:43 tuh dipakai, buat apa dikasih Tuhan akal 33:46 itu 33:46 enggak usah ikut pendapat itu, bukan 33:48 ikut pendapat ikut pendapat Allah, ikut 33:50 pendapat hadis, ikut fakta 33:53 kita enggak ada untung enggak ada rugi 33:54 Abu Thalib itu kemana, lihat saja nanti 33:56 di akhirat sabar 33:58 iya enggak 33:59 Allah memberi hidayah kepada 34:01 lebah 34:03 lebah enggak pakai syarat enggak pakai 34:04 berpikir enggak dikasih akal enggak 34:06 punya hak pilih, tapi Allah kasih 34:08 hidayah 34:09 surat An-Nahl ayat 69 34:13 "Tsumma kuli min kulli tsamaratin 34:16 fasluki subula rabb" 34:18 "biki dzululan dzulula." 34:21 "Yakhruju min butuniha syarabun 34:23 mukhtalifun alwanuh" 34:25 "fihi syafaun linnas, inna fi dzalika la 34:28 ayatan liqaumin yatafakkarun." 34:32 Allah berfirman ini An Nahl ayat 69. 34:35 Kemudian makanlah dari tiap-tiap macam 34:37 bunga, bunga buah-buahan, bunga buah. 34:40 Sekarang juga suka dikasih makan untuk 34:42 leci apa itu ya. 34:43 Nah, ini 34:45 si lebah ini sudah diprogram oleh Allah. 34:48 Mereka itu tidak punya hak pilih dan 34:49 tidak diberi akal. 34:51 Jadi Tuhan suruh dia bikin madu. 34:54 Madu sambil terbang. 34:56 Jadi ini pabrik terbang, pabrik madu. 34:59 Tawonnya kecil, madunya berapa tetes 35:01 satu tawonnya itu. Tapi sekarang 35:03 berton-ton tuh per hari diminum orang. 35:05 Jadi 35:07 ikutlah, ikutilah aturan Tuhanmu tanpa 35:09 pilih, enggak punya hak pilih. Zululan, 35:12 taat habis 100%. 35:13 Dia enggak bisa punya pilih mengganti 35:15 menghisap tebu, makan kedelai, minum air 35:18 laut jadi kecap. Tapi dia tunduk 100% 35:21 pada Allah, hidayah langsung. 35:23 Tanpa ikhtiar, kita harus ikhtiar 35:25 menjemput hidayah, berpikir. Dia enggak 35:27 dikasih akal jadi enggak usah berpikir. 35:29 Hidupnya sudah begitu. 35:31 Padahal manusia nakal-nakal dia tetap 35:33 saja bikin madu, Tuhan yang suruh. 35:35 Kadang dia dibakar itu sarangnya ya. 35:37 Diapain tahu, tetap dia tugasnya oleh 35:40 Allah bikin madu buat manusia, manusia 35:41 baru-baru terima kasih. 35:43 Seperti itu. 35:46 Itu fakta nyata ya. 35:48 Sebagai obat bagi manusia, sungguh yang 35:50 demikian itu benar-benar ter terdapat 35:52 fakta nyata adanya Allah. 35:58 Insyaallah. 36:00 Allah memerintahkan lebah untuk bekerja 36:03 memproduksikan madu. 36:06 Sedangkan manusia diperintahkan Allah 36:08 untuk 36:09 makan madu. 36:15 Manusia tidak diperintahkan untuk 36:16 memproduksikan madu. 36:19 Tapi diperintahkan untuk kerja keras 36:23 membuat madu. 36:25 Manusia disuruh minum 36:27 madu. 36:28 Bukan mulia itu manusia dimuliakan 36:30 banget sama Allah. 36:32 Kurang apa lagi? 36:34 Jadi, ada cerita ini. 36:36 Ya. 36:37 Ada satu petani ternak peternak madu. 36:41 Peternak lebah. 36:44 Dia pikir kenapa mesti 36:47 bikin madu mesti lewat lebah. 36:51 Saya saja bikin. 36:52 Ya kan? Saya lebih pintar dari lebah. 36:55 Ya begitu pikirannya. 36:57 Keras juga otaknya. 37:00 Iya imannya imannya lagi turun. 37:03 Kemudian diusir-usir lebah itu semua 37:04 disuruh pergi. 37:06 Nah, kemudian dia berusaha. 37:08 Dia cari itu bunga-bunga buahan tuh 37:10 bunga-bunganya. Cari. 37:12 Dikumpulin semua itu. 37:14 Mulai dia mulaiin tumbuk-tumbuk. Belum 37:16 ada mixer zaman dulu. 37:18 Tumbuk-tumbuk. Diperas-peras. Enggak ada 37:21 madunya. Dikunyah-kunyah tidak ada 37:22 madunya. 37:23 Dia kerja segala macam dibikin itu 37:25 penggilingan itu. Digiling juga tidak 37:27 keluar madu. 37:29 Dia pusing. Kenapa tawon bisa, kenapa 37:31 aku tidak? 37:34 Hah? 37:35 Coba nih ceritakan ke mana-mana ini 37:36 supaya orang itu tahu. 37:39 Akhirnya ada dia tanya kepada seorang 37:41 ustaz. Ustaz zaman dulu. 37:44 Ustaz bagaimana ini? Saya sudah suruh 37:45 pergi itu suruh lebah-lebah itu. Saya 37:47 sendiri yang mau bikin. 37:49 Tapi dengan segala macam cara sudah saya 37:51 usahakan tidak keluar madu Pak Ustaz. 37:53 Pak Ustaz itu sambil senyum mengatakan 37:55 Allah tidak suruh kamu bikin madu. 37:59 Yang disuruh lebah, tawon. Tentu Allah 38:01 beri hidayah itu caranya segala macam 38:03 itu urusan Allah. 38:05 Kamu enggak disuruh. Kamu hanya disuruh 38:06 minum madu. 38:08 Sekarang bukan hanya kamu minum. 38:10 Kamu jual. Kamu dapat uang banyak. 38:14 Kamu enggak pernah bersyukur kepada 38:15 Allah. 38:17 Kenapa enggak kepikir ke situ? 38:19 Kamu kamu sedunia manusia itu kerahkan 38:22 ilmunya, tenaganya, otaknya suruh rubah 38:25 bunga-bunga buah itu menjadi madu, tidak 38:28 akan bisa. 38:31 Terus 38:32 petani itu tobat, sadar. 38:35 Ya sudah saya mohon ampun sama Allah dan 38:37 sebagainya Pak Ustaz. Iya. 38:40 Kamu ternak saja lagi, tapi 38:42 kamu itu minta sama Allah. 38:45 Dan kamu 38:46 coba ibadah. 38:47 Dan puasa 40 hari. 38:50 Kemudian jangan lupa 38:52 zakatnya itu 38:54 hasil ternak itu susu dan sebagainya itu 38:57 10%. 38:59 Kalau kamu mau lebih, tambah bagus. 39:02 Akhirnya dia 39:03 bikin ternak baru. Dia ibadah, dia 39:06 bersyukur kepada Allah, sujud, dia puasa 39:09 40 hari. 39:10 Hilang rijisnya di otaknya, rijis. 39:13 Tapi itu rijis 39:15 kadang-kadang tidak membesarkan Allah, 39:16 tidak mengagungkan Allah di otaknya itu, 39:18 apalagi kalau sampai yang diakui bukan 39:20 selain Allah, itu yang disebut syirik. 39:22 Jadi tasbih, tasbih itu mensucikan Allah 39:25 otak kita. 39:26 Mensucikan Allah, tidak ada 39:27 kekurangannya, tidak ada salahnya, tidak 39:29 segala. Allah itu suci dari kekurangan, 39:31 suci dari segala. Apalagi berprasangka 39:34 buruk kepada Allah, itu rijis, itu 39:36 paling bahaya menggerogoti ibadah. 39:39 Hatta sakit mesti kita 39:41 prasangka baik kepada Allah. 39:43 Diberi sakit ini Allah 39:45 didik saya. 39:47 Ada corona ini Allah mendidik kita agar 39:50 jangan terlalu mencintai dunia. 39:52 Dunia ini enggak enak. 39:54 Ada corona, ada penyakit, ada perang, 39:56 segala macam lihat. 39:57 Surga sana enggak ada penyakit, enggak 39:59 ada kuman, enggak ada bakteri, enggak 40:00 ada perang, ada cinta semua. 40:02 Pikir ke situ akhirnya manusia tidak 40:04 lagi mencintai dunia besar-besar 40:06 keterlaluan. 40:08 Maka itu jadi segala yang Allah berikan 40:10 itu semuanya baik. Tujuannya baik. 40:14 Kita dibujuk-bujuk, didorong-dorong ke 40:15 surga. 40:16 [mendengus] 40:17 Tapi kita nyangkut di dunia. 40:19 Allah tarik-tarik, jangan-jangan cintai 40:20 dunia, cintai surga itu akhirat. 40:23 Tempat kamu abadi di sana selamanya 40:24 senang-senang. 40:26 Tidak berkeringat, tidak ada kerja. 40:29 Nah, tidak ada ibadah, senang-senang 40:31 saja. 40:32 Jadi itu bisa abadi. 40:39 Jadi 40:40 kata ustaz itu, "Wahai peternak, 40:43 kamu tidak diberi hidayah untuk membuat 40:46 madu." Nah, itu mesti manusia mesti 40:48 tahu. 40:49 Kalau manusia 40:50 seperti itu, dia pabrik-pabrik ini bikin 40:53 madu saja. Kumpulin itu bunga-bunga 40:55 buah, ya. 40:56 Kumpulin rumput-rumput itu masukin 40:58 mesin. 40:59 Keluar susu, kan? 41:01 Enggak. 41:01 Dia enggak tidak dia diberi hidayah 41:03 untuk itu. Yang diberi tugas untuk bikin 41:06 susu, kerbau, sapi, unta, kambing. 41:10 Manusia diberi disuruh apa? Minum 41:11 susunya. Aduh. Ini manusia keterlaluan. 41:16 Segitu saja enggak bisa baca. Baca dong. 41:19 Bisa enggak tuh kumpulin insinyur 41:21 sedunia itu? 41:23 Suruh ambil itu rumput-rumput masukin 41:25 mesin. 41:26 Jadikan susu, jadi daging. 41:29 Teknologi canggihnya keluarkan semua. 41:33 Itu kerbau, sapi, kambing, unta punya 41:34 teknologi enggak? 41:37 Nah, terus bagaimana itu jadi susu, 41:39 daging? 41:43 Nah, itu ibu manusia kalau punya bayi 41:45 ada susu. 41:48 Suaminya enggak? 41:50 Makannya sama. 41:53 Nah, itu Allah yang sudah atur. 41:55 Kelihatan sekali itu kebesaran Allah 41:57 itu. Hanya yang buta-buta mata hati, 42:01 buta otak, buta tuli otaknya juga. 42:04 Tidak bisa membaca itu. 42:07 Iqra, bacalah dunia ini. 42:09 Iqra bismi rabbika, kamu akan mengenal 42:11 Tuhanmu. Baca. 42:14 Baca Alquran, baca Quran ini juga dunia 42:17 ini kitab Allah juga. 42:19 Baca. 42:20 Bagaimana tuh Quran bukti apa sih? Kayu 42:22 [mendengus] batang kayu batang kayu 42:24 tumbuh ke atas keluar buah-buahan. 42:26 Batang pisang isinya air. 42:29 Sekarang ada lagi tanaman enggak pakai 42:31 tanah ya. 42:32 Subhanallah, jadi dari apa itu 42:34 buah-buahan itu sayur-sayuran itu? 42:37 Semua kuasa Allah. 42:39 Terus sekarang ini kan manusia sudah 42:41 canggih teknologi Tuhan buktikan bisa 42:42 tanpa tanah bisa keluar buah-buahan. 42:45 Pikir dong, di paralon ditaruh. 42:47 Di paralon itu. 42:48 Ah iya. [tertawa] 42:50 Subhanallah, itu mukjizat sebenarnya 42:53 Allah kasih bukti adanya Dia hanya bisa 42:56 melihat orang-orang yang 42:57 tidak ada rijis di kepalanya itu. Tidak 43:00 ada kotoran di kepalanya itu. 43:04 Jadi 43:05 mudah-mudahan 43:06 petani itu bisa sadar terus. 43:10 Ya jadi petani itu peternak itu ya 43:13 cerita ya. 43:14 Bagaimana dia mengusir lebah-lebah. 43:17 [tertawa] 43:17 Ternyata enggak bisa. 43:19 Peternak itu menyadari bahwa itu semua 43:21 kebaikan yang ia dapat dari Allah, 43:23 berasal dari Allah. 43:25 Maka dia juga mengeluarkan zakat ya 43:27 hukumnya tuh zakat ternak itu 10%. 43:32 10% itu, ini banyak orang enggak ngerti 43:34 hasil ternak dikeluarkan 2,5% tidak ada 43:37 dalil itu. 43:40 Mana ini orang di dalil-dalil ini 43:42 dalilnya di hadis jelas 10%. 43:46 Juga hasil apa itu 43:48 eh sarang burung walet. 43:52 Hah? 43:54 10% itu. 43:57 Semua hasil 43:59 dari hewan 10%. 44:02 Susu dan sebagainya ada orang 44:04 mengatakan ya ulama juga lah ustadz itu 44:07 di zaman Nabi 44:08 ee ada susu tapi mereka tidak 44:10 mengeluarkan zakat, para sahabat tidak 44:11 mengeluarkan zakat. 44:13 Itu zakat, bukan enggak mengeluarkan 44:15 zakat sahabat itu balik taat. Waktu itu 44:18 susu itu belum menjadi komoditi 44:21 perdagangan, belum dijual belikan, masih 44:23 digunakan di rumah tangga masing-masing. 44:26 Gitu loh kalau melihat hukum itu pakai 44:28 otak, pakai akal gitu lihat kondisi 44:30 waktu itu bagaimana. Nah sekarang orang 44:32 jual susu pabrik-pabrik miliaran petani 44:36 mengeluarkan 5%, 44:38 masa susu enggak? Tidak, selama sahabat 44:41 tidak melakukan itu 44:42 kita tidak melakukannya. 44:44 Jadi sahabat yang bikin agama? 44:48 Nah jangan begitu berlebih-lebihan, 44:50 sahabat itu mulia baik. 44:52 Ya kita muliakan semua tapi dia tidak 44:54 berhak bikin hukum dan dia tidak mau itu 44:56 juga, dia waktu itu karena belum 44:58 didagangkan, kalau didagangkan mereka 45:00 akan keluarkan juga. 45:02 Ya ini semua dalil-dalil sahabat-sahabat 45:04 sampai lebih dari Nabi dibuat. 45:06 Itu lah berlebihan. 45:10 Di Quran, kembali ke Quran, di Quran apa 45:12 disebut surat itu alif lam mim itu Al 45:14 Baqarah di awal. 45:15 Wa mimma razaqnahum yunfiqun. 45:19 Dari apa yang kami berikan rezeki-rezeki 45:21 itu diinfakkan, dari apa yang itu 45:24 pengertiannya umum. 45:26 Apa yang apa saja kan gitu, umum. Dan 45:29 Quran yang ber berisi umum, ayat Quran 45:32 umum, tidak bisa dikecualikan kecuali 45:34 oleh Quran lagi. 45:36 Hadis kek, pendapat ulama kek, pendapat 45:38 sahabat kek, apapun kalau hadis tidak 45:40 masyhur mutawatir tidak bisa membatasi 45:43 umumnya Al Quran. 45:45 Quran bilang Allah bilang 45:48 apa yang kami berikan rezeki kepadanya 45:50 diinfakkan, ya sudah turut teman Tuhan 45:52 segala apa yang kecuali ganja, narkoba 45:54 enggak. 45:55 Yang haram itu, enggak ada 45:57 pengecualiannya, haram kan gitu. 45:59 Kalau susu ya masuk 46:02 karena ujungnya penting sudah jadi 46:04 dagangan, jual beli. 46:06 Gimana sih? 46:08 Janganlah, jangan terikat dengan mazhab, 46:10 terikat dengan Alquran dan sunah yang 46:13 sahih. 46:15 Mazhab-mazhab kita hormati, apalagi 46:17 sesuai dengan orang kita mengamalkan, 46:19 enggak ada ini masalah. 46:21 Tapi bukan agama, jadi mazhab kita 46:23 banyak, Syafii, Maliki, Hambali, banyak 46:25 yang lainnya. 46:26 Ambil, enggak ada masalah, kalau Quran 46:28 satu. 46:30 Allah satu, nabi 46:31 satu, 46:32 ulama banyak enggak? 46:34 Mau ambil satu apa ambil semua yang 46:36 baik-baik? Nah, itu ambil pendapatnya 46:38 sesuai dengan Quran, tarjih. 46:42 Itu tarjih, mana pendapatnya yang lebih 46:44 dekat ke Quran, semuanya ulama itu. 46:47 Banyak ulama, luar biasa itu, dulu ada 46:49 Tabaristan, Imam Tabari. 46:51 Lahir di Tabaristan, jadi dipanggil 46:53 Tabari. 46:55 Tirmizi di Turmus, semua itu nama-nama 46:56 tempat, semua itu di Asia itu. 46:59 Ahli fikih yang 47:01 Arab itu ada dua, ada di Lebanon. 47:04 Auzai dan Syafii. 47:06 Imam Syafii di Israel, yang sekarang 47:08 jadi Israel itu, di Haifa. 47:10 Karena dibikin itu tuh, tempat mukim 47:12 Israel di situ. 47:14 Ini yang bermadzhab Syafii tenang-tenang 47:15 saja, enggak tahu di mana kuburan Imam 47:17 Syafii. 47:19 Ikut mazhab Syafii, cintailah dia. 47:22 Ya, kirimin Fatihah apa, begitu dong. 47:26 Ikuti pendapatnya. 47:28 Memang bagus mazhabnya, banyak 47:29 berhati-hati, semua punya kelebihan. 47:32 Imam Malik lebih paling banyak tahu 47:34 tentang sunah nabi di Madinah, dia 47:36 tinggal di Madinah. 47:38 Generasi yang dekat. 47:42 Hambali semua, nah dulu fanatik mazhab 47:44 lebih seperti sekarang ini, tapi lebih. 47:47 Imam Tabari itu dikepung rumahnya itu, 47:50 lama sekali. 47:51 Banyak kitab karangan, karangan 47:53 kitab-kitab karangannya dibakar oleh 47:55 orang yang bermadzhab Hambali. 47:57 Imam Thabari ini membikin madzhab kelima 47:59 dari Ahlussunnah. 48:02 Yang sampai sampai sekarang yang ada 48:03 tafsir Thabari. 48:05 Ada satu lagi, apa nama kitabnya itu? 48:08 Itu ulama besar. 48:10 Dari madzhab Imam empat itu ini yang 48:11 kelima ini, Imam Thabari itu. Tapi 48:13 selama hidupnya dimusuhi. 48:15 Kalau enggak dibakar mungkin banyak 48:16 tinggalan ilmunya. 48:19 Ada sejarah Tarikh Thabari ada. 48:21 Tafsir. 48:23 Ada fiqihnya juga. 48:24 Itu Imam besar. 48:26 Auza'i di Lebanon dia. 48:30 Dia dituduh dituduh oleh orientalis, dia 48:32 membuat fiqih itu niru dari perpustakaan 48:35 Eropa yang ada di 48:37 di Kairo, eh di Iskandaria Mesir. Ya 48:40 enggaklah. Sudah meninggal duluan dia. 48:42 Dan itu sudah terbakar perpustakaannya 48:45 Eropa di 48:46 Iskandaria Mesir. 48:50 Imam Auza'i juga di 48:52 di Lebanon itu. Syafi'i dan Auza'i. 48:55 Ada fiqih. 48:56 Banyak ulama-ulama dulu itu luar biasa. 48:59 Jadi mereka itu banyak yang menemukan 49:01 ini, menemukan itu. 49:03 Mata, pertama sekali ilmu mata itu 49:07 seorang muslimlah. 49:09 Dulu mereka berpikir, tidak terikat 49:12 dengan madzhab tapi ada sedikit yang 49:14 fanatik itu ada beberapa golongan. 49:18 Kita sekarang juga hampir begitu, harus 49:20 dibuanglah, dibuang. 49:22 Semuanya itu baik. 49:24 Ormas-ormas Islam semua itu baik. 49:27 Tinggal semuanya sekarang semuanya bagus 49:29 sekali, semua menyenangkanlah. Kita 49:31 senang sekali ada yang bikin ini, bikin 49:33 itu. 49:35 Dananya ada yang sudah gede, 49:36 alhamdulillah. Memang saya pengin tuh 49:39 zakat itu yang Muhammadiyah kumpul ke ke 49:42 Muhammadiyah, yang NU ke NU-nya. Bikin 49:44 nanti bisa berikan pertanggungjawaban. 49:47 Bikin macam-macam banyak-banyaklah, 49:49 bank-bank, koperasi segala itu. 49:52 Harus begitu 49:53 itu ormas-ormas itu berdakwah semua 49:55 beda-beda cara dikit enggak masalah 49:57 tapi semuanya bertujuan Islam 49:59 bertujuan Islam mereka itu baik semua 50:02 tujuannya baik anggaran dasar AD/ART nya 50:04 semua benar ya oknum-oknumnya satu dua 50:07 ada yang begini jangan lihat yang 50:08 salahnya kebaikannya banyak semua bikin 50:10 sekolah-sekolah 50:12 bikin rumah sakit kita dukung dukung itu 50:15 jangan 50:16 jangan lihat salahnya terus menyalahkan 50:18 jangan 50:19 berbuat baik banyak sekali 50:21 sekolah-sekolah yang dibikin semuanya 50:23 itu 50:24 mereka bagus sekali 50:25 jangan kita beda sedikit terus 50:27 mengkafirkan menyalahkan jangan semua 50:29 kita punya tujuan yang sama strategi 50:32 kita dakwah ya membela Islam 50:35 taktiknya berbeda-beda harus dong 50:38 kesatuan bola itu kan masa jadi kiper 50:40 semua 50:41 masa jadi 50:42 apa itu penyerang semua jadi bek 50:44 enggaklah bagi-bagi tugaslah 50:47 ada yang bagian baca doa itu kiperlah 50:49 itu ya 50:50 [tertawa] 50:50 penyerang kanan penyerang kiri tujuan 50:52 sama gol ke sana nah kalau kita saling 50:55 sepak 50:56 habis kita 50:57 nah itu pikir ke situ dong disebut itu 50:59 hadis kita sering baca umat Islam 51:01 seperti satu tubuh itu apa artinya ya 51:03 seperti kesatuan bola itu satu tubuh itu 51:06 menunjukkan gol ke sana ada satu aja 51:08 yang curang 51:09 rusak kalah 51:12 itu yang dimaksud satu tubuh itu itu 51:14 satu organisasi satu pasukan 51:16 kalau tubuhnya enggak bisa disatukan 51:20 tujuannya itu satu 51:22 ya itu maksudnya ke sana 51:26 jadi tadi kita lihat lebah itu kerja 51:28 keras 51:30 digaji enggak itu lebah 51:32 enggak digaji 51:34 pernah demo enggak 51:35 enggak pernah 51:37 lebah itu kerja keras karena dia dapat 51:39 apa itu hidayah langsung dari Allah beda 51:41 dengan manusia ada pilih 51:43 itu perintah Allah maka itulah perintah 51:46 Allah itu. Ya Allah. 51:49 Jadi caranya bagaimana? Bila Anda 51:51 menjadi petani beraskah, padi ya. 51:55 Eee lebah ini 51:58 pramuka itu ya. Keluarkanlah zakatnya 52:00 itu 10% berbagi rezeki kepada hamba 52:03 Allah nanti jadi berkah. 52:06 Miskin kepada yang yatim. Semua itu yang 52:08 memproduksi susu. 52:10 Susu juga 10%. 52:13 Dari Quran. 52:15 Ya. 52:16 Ada hadis kalau itu hadis itu. 10% itu 52:19 hadis. 52:21 Kalau di Quran itu sedang saya sudah 52:22 keluar-keluarkan tapi ini karena penting 52:24 banget untuk umat saya ulang lagilah. 52:26 Di Quran itu surat Al-Anfal ada tentang 52:28 ghanimah. 52:30 Masalahnya penafsiran bedanya. 52:33 Ada yang zaman dulu ditafsirkan itu 52:36 pampasan perang. Karena zaman dulu 52:38 memang tidak ada harta kecuali dapat 52:40 dari pampasan perang. Belum ada 52:42 penggalian BBM apa segala macam belum 52:45 ada. 52:46 Padahal yang dimaksud Allah itu 52:48 ghanimah itu ya pampasan perang dan 52:50 penghasilan lain karena di situ ada 52:52 kalimat ma ghanimtum min syaiin. Apa 52:56 yang Anda dapatkan dari segala sesuatu. 52:59 Segala sesuatu berarti umum dong. 53:01 Ilmu bahasa begitu. 53:03 Kalau ada kalimat tiap-tiap setiap 53:06 kullu semua min syaiin segala sesuatu 53:09 itu berlaku umum. 53:12 Di UUD 45 banyak tuh setiap warga negara 53:14 setiap warga negara berhak hidup layak 53:16 di situ. Semua enggak bisa dikecualikan 53:17 oleh siapapun. 53:19 DPR presiden tidak bisa mengecualikan 53:23 keumuman kalimat dalam UUD 45. 53:25 Yang bisa mengecualikan UUD 45 lagi. 53:29 Nah itu. 53:30 Kalau presiden mengecualikan UUD 53:32 memahami lain daripada UUD 45 di 53:34 impeach. 53:35 Karena itu. 53:37 Nah kita Quran kalau Quran itu sudah 53:39 memutuskan A B tidak pakai tapi. 53:42 Tapi ini pendapat ulama enggak berlaku. 53:46 Quran hudan lil muttaqin. Pegangan kita 53:49 itu Alquran. 53:50 Ya pendapat ulama kita ikuti selama 53:52 tidak bertentangan dengan Alquran. Nah 53:55 pembatasan susu mengikuti zaman nabi. 53:58 Ya. 53:59 Itu 54:00 salah karena zaman nabi tidak 54:02 mengeluarkan susu zakat susu karena 54:03 memang belum belum jadi perdagangan. 54:06 Sekarang sudah jadi perdagangan di bulan 54:08 Ramadan. Ma yuntifiqun. 54:11 Apa yang Anda dapatkan? 54:12 Wamimma razaqnahum yuntifiqun. Apa yang 54:15 rezeki Allah berikan dikeluarkan 54:17 zakatnya. Gitu. 54:19 Ada lagi ghanimah. Ghanimah itu lebih 54:21 tinggi. 54:22 Masalah ghanimah ini jangan takut. Bukan 54:25 yang ke hasilnya pas-pasan tidak. 54:28 Itu yang hasilnya per bulan miliaran. 54:31 Itu kan adil. 54:33 Petani ngeluarin 5% kalau tanpa tenaga 54:35 10%. 54:37 Ini 1 bulan dapat 5 miliar. Masa keluar 54:40 10%? 54:42 Itu masuk ghanimah. 20%. 54:45 Sudah kelebihan makan, minum, 54:47 jalan-jalan, segala macam mobil, TV 54:49 sudah ada semua. Keluarkan 20% enggak 54:52 rugi dong. 54:53 Yang ngasih Allah itu semua kok. 54:56 Itu yang penghasilannya besar itu. 54:59 Jasa. 55:00 Apa saja. Apa saja itu. 55:02 Itu pengacara yang sampai kaya banget 55:04 ya. Itu 10% 15% lah. 55:07 Rumah-rumah kontrakan kalau yang di 55:09 pinggir-pinggir kota ini buat makan, 55:11 minum enggak kena itu. 55:13 Tapi kontrakan di Menteng, di 55:15 di mana lagi itu? 55:17 Ya. 55:18 Menteng sebelahnya apa itu? 55:21 Ya semua itu yang tempat-tempat mahal di 55:22 Kebayoran itu 55:24 harus ngeluarin zakat. Zakat kontrakan 55:26 itu 10% paling tidak. 55:29 Jangan pelit itu rezeki dari Allah 100% 55:31 dari Allah. 55:33 Kalau Allah minta 50% juga masih enggak 55:35 apa-apa. Tapi ini enggak dia 2 1/2, 10 55:38 ada ada 20 kalau yang besar sekali itu. 55:41 Eee rezeki nomplok kata orang sekarang 55:43 itu. 55:44 Jadi bukan yang pas-pasan enggak, 55:46 pas-pasan itu 55:48 2 1/2% lah ya. 55:50 Kalau kontrakan yang di pinggir-pinggir 55:51 kota ini 55:53 kecil-kecilan itu buat makan yang punya 55:54 itu buat minum enggak kena itu. Jadi 55:57 adil. 55:58 Enggak terlalu apa itu liter lek gitu 56:01 enggak, dilihat kondisinya. 56:08 Saya mau bertanya ini, tolong dijawab 56:10 dalam hati masing-masing. 56:13 Coba pikirkan baik-baik dan renungi 56:15 dengan penuh penghayatan. 56:18 Bila kita makan rumput 56:21 apa yang dapat kita hasilkan? 56:24 Kita makan rumput 56:26 terus keluar susu enggak? 56:28 Enggak. 56:30 Kenapa kalau hewan yang makan dapat jadi 56:32 makan rumput jadi susu dan daging? 56:38 Hah? 56:39 Sapi, kambing 56:40 makan rumput hasilnya apa? 56:43 Susu dan daging. Kalau kita yang makan? 56:46 Kenapa? 56:50 Bisa minta dijawab. 56:52 Jawabnya masing-masing saja dalam hati. 56:56 Coba deh berpikir sebentar saja. 56:58 Kenapa kalau kita makan rumput enggak 57:00 jadi susu? 57:03 Kenapa kalau hewan bisa jadi susu? 57:07 Kenapa lebah makan bunga-bunga, 57:09 buah-buahan itu 57:10 jadi madu? 57:12 Kita makan tuh 57:14 kembang-kembang bunga-bunga, buah itu. 57:17 Sekalian buahnya ada sikat sekalian. 57:20 Bisa enggak keluar madu? 57:22 Siapa yang ngatur? 57:24 Manusia punya teknologi. 57:28 Ya, lebah, kambing punya teknologi 57:29 enggak? 57:31 Habis itu bisa terjadi. 57:33 Tolong dijawab, kenapa itu bisa terjadi? 57:34 Kekuatan apa yang buat itu, yang 57:36 mentakdirkan itu? 57:40 Semoga sudah terjawab ya. 57:42 Atau perlu waktu lagi untuk mikir? 57:45 Hah? 57:46 Coba deh. 57:49 Nah, jawabannya tolong beritahukan 57:50 kepada saudara-saudara yang lain, ajak 57:52 berpikir. Hidayah itu dapat bagi orang 57:54 yang berpikir. Tadi itu ada saya 57:56 kemukakan tadi itu, ulul albab, berakal. 58:01 Ayam betina dulu belum diternak secara 58:03 resmi gitu, jalan-jalan. 58:06 Itu nyari-nyari kapur kalsium, di 58:07 sampah-sampah dimakan. Apa saja yang ada 58:09 di sampah dimakan. 58:12 Ya kan? 58:14 Terus makanan ayam itu 58:16 yang berasal dari tanah, menghasilkan 58:18 apa? 58:20 Telur. 58:22 Telurnya dimakan manusia. 58:24 Madu dimakan manusia, susu dimakan 58:26 manusia. Tahu enggak manusia itu siapa 58:28 yang bikin? 58:31 Enggak mengakui itu. 58:35 Kemudian telur-telur itu habis enggak? 58:39 Ada yang menetas. 58:41 Jadi ayam lagi. 58:45 Terus telurnya diberi pori-pori. 58:47 Karena nanti bak jadi jadi ada hayat. 58:50 Hayat, hidup. 58:51 Jadi harus oksigen masuk lewat pori-pori 58:53 itu. 58:54 Ini semua dibikin oleh bapaknya ayam? 58:57 Oleh ibunya ayam? 58:59 Tidak. 59:01 Dialah pencipta ayam. 59:03 Pencipta telur. 59:05 Dimakan, digoreng, dipecahkan, tidak 59:07 habis. Tambah banyak sampai sekarang. 59:12 Coba. 59:13 Pertanyaan lagi, siapa yang buat itu 59:15 semua? 59:17 Siapa? 59:20 Tapi yang mendengar di sini semua orang 59:21 yang sudah beriman. 59:23 Mestinya saya ceramah begini dibuat 59:25 orang-orang yang belum beriman ya. 59:27 Tapi caranya gimana? 59:30 Waktunya juga sempit, sudah tua lagi. 59:32 Yang mendengar ini deh, tolong sampaikan 59:34 kepada mereka yang belum salat, yang 59:36 belum beriman, tolonglah sampaikan. 59:39 Pahalanya besar sekali, nanti lihat di 59:42 akhirat deh, kaget. Pangkatnya tinggi 59:45 orang-orang berdakwah itu. 59:47 Insyaallah Bapak, Ibu yang mendengar 59:49 ini, 59:49 sampaikan, ajak mereka berpikir. 59:53 Mudah-mudahan 59:55 bermanfaat. Billahi taufik wal hidayah. 59:58 Wassalamualaikum warahmatullahi taala 1:00:00 wabarakatuh.