Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 [Musik] 0:06 [Musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim rahmanirrahim. 0:14 Alhamdulillahiabbil alamin. Allahumma 0:16 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:19 sayyidina Muhammad. Asalamualaikum 0:21 warahmatullahi wabarakatuh. Ikhwan dan 0:23 akhwat pendengar radio silaturahim dan 0:25 juga pemirsa Rasil TV yang dirahmati 0:27 Allah. Alhamdulillah kita kembali 0:29 berjumpa Iwan Akhwat di Senin malam hari 0:31 ini tanggal 4 Syakban 1446 Hijriah atau 0:36 tanggal 3 Februari 2025. Kembali hadir 0:41 acara tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz 0:44 Doni Amir Sagap yang alhamdulillah telah 0:46 bergabung bersama kami. Kita 0:48 sapa asalamualaikum warahmatullahi 0:51 wabarakatuh ustaz. Waalaikumsalam 0:53 warahmatullahi wabarakatuh Kang Fari. 0:56 Gimana? Sehat, Ustaz. Kabar ya. 0:58 Alhamdulillahirabbil 0:59 alhamdulillahirabbil alamin. Dan hari 1:02 alhamdulillah hari ini kita akan 1:04 membahas tema Iwan mengenai pelajaran 1:07 kesehatan mental dari peristiwa Isra 1:10 Mikraj Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:12 wasallam. Nanti akan kita bersama-sama 1:14 simak Iwan akhwat dan nanti yang ingin 1:16 bergabung bertanya silakan Anda bisa 1:18 kirimkan melalui WhatsApp kami di 1:21 0811999720. 1:26 Tada Ustaz. 1:28 Baik, terima kasih Kang 1:31 Fahi. Eh, Bapak, Ibu, Ikhwan akhwat 1:34 sekalian yang dirahmati Allah. 1:36 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 1:39 warahmatullahi wabarakatuh. 1:41 Waalaikumsalam. 1:43 Alhamdulillah. 1:45 Alhamdulillahilladzi anzalakin fiilubil 1:48 mminin liyadu iman 1:52 maimillahi 1:54 junud 1:57 wallahuakatu 2:01 wasalamahmilamin asofya wal mursalin waa 2:05 alihi wasobihi 2:09 ajmaqul taala fiil karimillah 2:16 Bismillahirrahmanirrahim. Subhanalladzi 2:19 asrobdihi lailan minal masjidil haram 2:22 ilal masjidil aqsa alladzi barokna 2:26 haulahu liniahu min ayatina innahu 2:30 huulir. 2:32 Sadaqallahulim wasq rasuluhul nabiul 2:34 karim wahnu alalika 2:37 minyahidinakirin. Amma ba' maasiral 2:40 muslimin wal muslimat rahimakumullah. 2:43 Ikhwan dan akhwat, para pendengar Radio 2:45 Silaturahim, demikian pula para pemirsa 2:47 Rasil TV di mana pun berada. 2:50 Alhamdulillah pada malam hari ini di ee 2:54 awal bulan Syakban ini kita kembali bisa 2:57 ee berjumpa lewat udara, lewat layar dan 3:01 insyaallah mudah-mudahan kita berdoa 3:03 agar perjumpaan kita ini diridai oleh 3:06 Allah subhanahu wa taala, diberkahi oleh 3:09 Allah subhanahu wa taala dan akan 3:11 menjadi satu kebaikan bagi kita, satu 3:13 amal kebaikan yang kelak akan kita 3:16 syukuri di ee kehidupan kita berikutnya. 3:19 nya ee sampai kemudian kita berjumpa 3:23 dengan Allah subhanahu wa taala 3:25 insyaallah selawat dan salam mari 3:27 senantiasa kita sampaikan, kita curahkan 3:30 kepada baginda Nabi Muhammad sallallahu 3:32 alaihi wasallam beserta seluruh keluarga 3:35 beliau beserta seluruh sahabat beliau. 3:38 Semoga kita pun termasuk ya dalam ee 3:43 rombongan ya atau kelompok Nabi 3:46 sallallahu alaihi wasallam yang 3:48 mengikuti jejak beliau serta jejak para 3:52 sahabat dan keluarga beliau. Allahumma 3:54 sholli wasallim wabarik alaihi wa ala 3:58 alihi wasahbihi 4:00 ajmain. Ikhwan akhwat sekalian yang 4:02 dirahmati Allah Bapak Ibu di mana pun 4:04 berada. Insyaallah malam hari ini ee 4:07 karena masih segar ee apa peristiwa Isra 4:11 Mikraj yang yang terjadi pada bulan 4:13 Rajab di penghujung bulan Rajab ee kita 4:16 insyaallah akan mentadaburi ee surah 4:20 Al-Isra surah ke-17 ayat keesatu tadi 4:22 yang kami bacakan di awal yakni 4:25 bagaimana mengambil atau melihat 4:27 pelajaran dari peristiwa tersebut dari 4:30 sisi kesehatan mental atau mental 4:34 health. Ya, Bapak, Ibu yang dirahmati 4:36 Allah. Nah, di layar Rasil TV kami 4:39 tampilkan ee saya tampilkan ee apa 4:42 slide-nya. Dan demikian pula semoga 4:46 pendengar Radio Silaturahim bisa 4:48 mendengarkannya dengan 4:50 baik. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah, 4:53 ikhwan akhwat sekalian. Kita tahu 4:55 Al-Qur'an ini adalah pegangan hidup 4:59 kita, guidance, petunjuk hidup kita. 5:03 Oleh 5:04 karenanya, apapun yang terjadi dalam 5:06 hidup kita itu ada 5:10 rujukannya, ada 5:12 jalannya, ada 5:14 caranya yang memang sudah Allah siapkan 5:17 dan itu semua ada di dalam Al-Qur'an. 5:20 Itu sebabnya Allah menyebut Al-Qur'an 5:22 ini sebagai hudan lil muttaqin, sebagai 5:25 hudan linnas, ya. Petunjuk bagi hidup 5:28 manusia, petunjuk khusus juga bagi 5:31 orang-orang yang bertakwa. dan 5:33 seterusnya. Artinya apa? Kita harus 5:36 pandai atau bisa mengambil pelajaran 5:40 dari dalam Al-Qur'an tadi itu dan 5:42 kemudian kita terapkan dalam kehidupan 5:44 kita sehari-hari. Itu tujuan Al-Qur'an 5:46 ini kemudian ee ee diturunkan kepada 5:49 kita sebagai petunjuk 5:52 hidup ya, sebagai petunjuk hidup. Nah, 5:55 menarik sekali peristiwa Isra Mikraj 5:58 Nabi kita Muhammad sallallahu alaihi 5:59 wasallam ini, Bapak, Ibu ya. dan 6:01 pelajarannya luar biasa. Ee kemarin 6:05 beberapa hari lalu viral di media sosial 6:10 bahkan sampai ke layar televisi juga ada 6:14 seorang qori ya di Aceh di Biren 6:17 tepatnya sedang membaca ee surah Al-Isra 6:21 ini ayat pertama ya dalam rangka atau 6:24 dalam acara perayaan Isra dan Mikraj 6:28 Nabi sallallahu alaihi wasallam. Yang 6:29 luar biasa kalau Bapak Ibu perhatikan di 6:31 video itu, beliau ini wafat ya saat atau 6:36 berhenti terhenti wafatnya itu beliau 6:39 itu saat sampai kepada ayat linuriyahu 6:43 min ayatina. E itu kalimatnya ya. Jadi 6:46 kita baca lengkap dulu nih eh surah 6:49 al-Isra ayat ke1. Subhanalladzi asro 6:53 biabdihi lailan minal masjidil haram 6:56 ilal masjidil aqsa alladzi barokna 7:00 haulahu. Ya, maha suci Allah yang 7:03 memperjalankan se ee memperjalankan 7:06 hambanya pada waktu malam hari. Minal 7:09 masjidil haram. dari masjid masjidil 7:12 haram di Makkah ilal masjidil aqsa di ee 7:15 apa Palestina alladzi barokna haulahu 7:19 yang kami berkahi di 7:20 sekitarnya lah. Lalu ada kalimat 7:24 linuriyahu min ayatina. E jadi qari yang 7:28 di Miren kemarin wafat itu luar biasa. 7:31 Beliau terhenti di kalimat ini. 7:33 Linuriyahu min ayatina. Lalu wafat. Saya 7:36 melihat video itu betul-betul merasakan 7:39 ini sebagai teguran Allah kepada kita, 7:41 sebagai teguran Allah kepada saya. 7:43 Kira-kira begitu ya. Ee ee karena 7:46 kalimatnya berhenti di situ. Linuriyahu 7:48 min ayatina. Lalu beliau 7:50 wafat. Jadi kalimat ini penting sekali 7:54 Bapak Ibu 7:55 ya. Karena dalam kalimat ini ada lam ya. 8:00 Huruf lam 8:02 ini simbol terhadap tujuan atau namanya 8:06 lam lighayah ini ya, simbol terhadap 8:10 tujuan. Jadi apa tujuan Allah 8:14 memperjalankan hambnya dari Masjidil 8:17 Haram ke Masjidil Aqsa itu apa 8:18 tujuannya? Eh tujuannya adalah linuriahu 8:22 min ayatina untuk kami perlihatkan 8:26 tanda-tanda atau ayat ya kebesaran kami 8:30 kepada dia. Linuriyahu 8:33 ayatina. Ini yang yang akan kita bahas 8:36 itu kalimat ini. Linuriyahu min ayatina. 8:39 Bapak Ibu yang dirahmati Allah ya. Tadi 8:42 Al-Qur'an adalah petunjuk hidup kita. 8:45 Dari sini harusnya kita belajar 8:47 mengambil peristiwa dan ayatnya untuk 8:50 kita jadikan pegangan hidup kita 8:52 sehari-hari. Nah, kita tahu Nabi 8:55 Muhammad sallallahu alaihi wasallam saat 8:57 diperjalankan oleh Allah Subhanahu wa 8:59 taala dari Masjidil Haram, Masjidil Aqsa 9:02 kemudian ke Sidratul Muntaha, Isra dan 9:06 Mikraj. Beliau saat itu betul-betul 9:10 dalam 9:11 kondisi 9:12 kejiwaan atau dalam kondisi mental yang 9:16 sangat 9:17 terpuruk, yang sangat down. 9:21 Ee maka kita kenal atau para para ulama 9:24 kemudian menyebutkan itu satu tahun 9:26 perjalanan berat beliau itu namanya Amul 9:30 Huzni atau tahun yang penuh dengan 9:34 kesedihan. Berturut-turut banyak 9:36 persoalan yang beliau hadapi ya. Mulai 9:39 dari beliau diembargo oleh para ee 9:42 orang-orang kafir Quraisy. Berujung 9:45 kemudian istri beliau tercinta, ibunda 9:47 Khadijah radhiallahu anha ee kelaparan 9:51 Bapak Ibu sampai mengganjal perut beliau 9:54 itu dengan batu supaya ee tidak terasa 9:58 lapar sampai 10:00 akhirnya berujung pada wafatnya Ibunda 10:04 Khadijah radhiallahu anha. 10:06 Saya membayangkan sebagai seorang suami 10:10 Rasulullah ee ee apa namanya? Menerima 10:13 kenyataan istri beliau tercinta yang 10:16 membela beliau harus wafat karena 10:20 kelaparan. Nah, kira-kira begitu ya. 10:22 Berujung pada wafatnya ibunda Khadijah. 10:25 Sebagai seorang suami tentu sangat 10:27 terpukul rasa bersalah yang amat luar 10:30 biasa ya. ee harusnya istri dan keluarga 10:35 itu adalah di bawah tanggungan kita 10:36 sebagai suami. Nah, ini sampai tidak 10:38 bisa makan karena tadi membela ee wahyu 10:43 yang Allah turunkan kepada beliau dan 10:45 kemudian itu yang tidak disukai oleh 10:47 orang-orang di sekitar beliau berujung 10:49 pada embargo itu. Bapak, Ibu yang 10:51 dirahmati Allah ee ikhwan akhwat 10:53 sekalian. Berturut-turut kemudian paman 10:56 beliau pun wafat ya yang selama ini juga 10:58 membela beliau. Sementara kondisi dakwah 11:01 pun sangat sulit, sangat berat pada saat 11:04 itu. Dan ini semua betul-betul kita bisa 11:07 membayangkan betapa daunnya, betapa 11:11 hancurnya mental Rasulullah sallallahu 11:13 alaihi wasallam sebagai seorang manusia. 11:16 Ya, beliau juga manusia. Maka pada surah 11:19 ke18 Alkahfi ayat terakhir ayat 110 kita 11:22 tahu kalimatnya. Qul innama ana basyarun 11:26 mlukum yuha ilaiya anama ilahukum ilahu 11:30 wahid. Katakanlah bahwa saya ini juga 11:32 manusia seperti kalian. Bedanya 11:35 diwahyukan kepada saya ayat-ayat Allah 11:37 Subhanahu wa taala menjadikan beliau 11:40 sebagai seorang rasul. Jadi ada sisi 11:42 kemanusiaan juga beliau sallallahu 11:45 alaihi wasallam. Nah dalam kesedihan 11:48 kesulitan yang seperti itu, lalu Allah 11:51 berikan solusi kepada beliau. yang 11:54 rupanya juga pernah Allah berikan solusi 11:57 itu kepada bapak moyang beliau, yakni 12:01 Nabi Ibrahim Alaih Salam. Dari sinilah 12:03 nanti kita belajar harusnya dalam 12:07 episode-episode kehidupan kita yang 12:09 penuh ujian, yang betul-betul dalam 12:12 keadaan terpuruk, berat, sedih, 12:15 bertubi-tubi persoalan hidup, maka kita 12:17 ambil ee pelajaran sesuai dengan apa 12:21 yang Allah berikan ini kita terapkan 12:24 dalam kehidupan kita, Bapak, Ibu. Nah, 12:26 itu gunanya Al-Qur'an. ee Al-Qur'an itu 12:30 untuk petunjuk hidup di maksudnya 12:31 seperti itu. Karena hidup kita pasti 12:34 juga akan mengalami ujian dan cobaan 12:37 walaupun tidak seberat Nabi sallallahu 12:39 alaihi wasallam. Beliau adalah yang 12:41 paling berat merasakan cobaan hidup. 12:43 Bapak Ibu yang dirahmati Allah karena 12:45 beliau ee berposisi ee sebagai 12:49 Khalilullah ya. Jadi kalau Allah 12:51 mencintai hambanya maka Allah akan uji 12:53 hamba itu ee supaya derajatnya naik di 12:56 sisi Allah Subhanahu wa taala. Jadi 12:58 jangan berpikir ujiannya yang harus 13:01 dihilangkan. Tidak mungkin. Tapi 13:04 berpikirlah bagaimana cara yang harus 13:07 kita pelajari untuk bisa melewati 13:09 ujian-ujian itu dengan gilang-gemilang 13:12 dengan sebaik-baiknya sebagaimana yang 13:15 akan kita bicarakan pada malam ini. 13:18 Jadi, Bapak Ibu yang dirahmati Allah, 13:20 kita fokus sekarang kepada ayatnya 13:23 linuriyahu min ayatina. agar dia 13:26 menyaksikan ayat tanda kebesaran Kami. 13:30 Rupanya ini tujuan ee diisrakan Nabi 13:33 sallallahu alaihi wasallam dan 13:34 dimikrajkan tentu saja. Dan di sinilah 13:37 ee pokok pembahasan di sinilah obat 13:41 Bapak Ibu yang dirahmati Allah bagi 13:43 semua kesulitan, kesedihan hidup kita, 13:47 obatnya adalah banyak-banyak melihat 13:50 tanda kebesaran Allah. 13:53 Nah, banyak-banyak melihat tanda 13:56 kebesaran Allah. Ini pernah terjadi juga 13:59 kepada Nabi Ibrahim Alaih Salam. Quran 14:02 surah ke-6 Al-An'am ayat ke-75. Silakan 14:05 nanti bagi para pendengar Rasil TV eh 14:08 Radio Silaturahim silakan kalau mau 14:10 membuka mushafnya ya di surat Al-An'am 14:14 ayat ke-75 surat ke-6 Bapak Ibu ya. 14:18 di layar asil TV saya tampilkan 14:20 kalimatnya begini. Ee Nabi Ibrahim saat 14:24 itu kalau kita perhatikan dari ayat 14:26 74-nya mendapatkan ujian dakwah beliau 14:29 ditentang oleh semua orang termasuk oleh 14:31 ayah beliau sendiri. Nah, maka pada ayat 14:34 74 kalimatnya eh waq 14:41 Ibrahimu asaban ali 14:45 inak mubin. Kata Nabi Ibrahim kepada 14:48 bapaknya, "Wahai Azar, wahai bapakku 14:51 Azar, sungguh aku melihat engkau dan ee 14:56 kaum kita betul-betul berada dalam 15:00 kesesatan." 15:01 Ee jadi Nabi Ibrahim 15:03 berposisi ee beda dengan ayah beliau dan 15:08 itu menyebabkan beliau jadi dibenci oleh 15:11 kaumnya, dibenci oleh ayahnya. Nanti 15:14 pada berbagai ayat yang lain beliau 15:16 diusir oleh ayahnya sendiri, Bapak, Ibu 15:18 yang dirahmati Allah. Dan ee betul-betul 15:21 bapaknya kemudian membuat beliau atau 15:23 menjadikan beliau sebagai musuh. Tentu 15:26 peristiwa itu sangat berat dialami oleh 15:28 seorang Ibrahim muda ketika itu. Ee pada 15:32 saat beratnya peristiwa itu terpuruk 15:35 juga secara mental, secara kejiwaan ini 15:38 ee beda-beda ee tipe ujiannya tapi sama 15:43 ee menghantam jiwa juga. Ee makanya kita 15:46 belajar dari sini beda lagi mungkin tipe 15:49 ujian yang Allah berikan kepada Anda, 15:51 kepada saya, kepada orang lain 15:54 beda-beda. Tapi ee sama dampaknya yakni 15:58 kepada ee apa? Jiwa kita atau mental 16:01 kita, Bapak, Ibu. Nah, kita perhatikan 16:05 kalimatnya setelah 74 ayat 74 tadi, 16:08 surat Al-An'am tadi, ya. Ketika Nabi 16:10 Ibrahim memposisikan diri berbeda dengan 16:13 bapaknya, bapaknya kemudian membenci 16:14 beliau sampai mengusir beliau. Lalu 16:16 Allah lanjutkan pada ayat 16:18 75-nya. Waadalika nuri. Ah, ini kalimat 16:22 yang sama tadi. Linuriyahu tadi surat 16:25 ke-17 ayat keuatu isra Nabi sallallahu 16:27 alaihi wasallam. Linuriyahu nuri kami 16:31 perlihatkan agar kami perlihatkan. Sama 16:35 seperti Nabi Ibrahim. Nabi Ibrahim juga 16:37 ketika itu dalam kondisi mental yang 16:39 betul-betul down, jatuh sekali. Tentu 16:42 saja kita bisa memahami itu beratnya 16:44 ujian beliau. Kata Allah, Wakadalika 16:47 nuri. Demikianlah kami ingin 16:51 memperlihatkan kepada Ibrahim walika 16:53 nuri Ibrahim apa? Malakutas samawati wal 16:57 ard. kerajaan langit dan bumi milik 17:01 kami. Sama seperti Nabi Muhammad tadi, 17:04 linuriyahu min ayatina. Tanda kebesaran 17:08 kami tanda kebesaran bahwa kerajaan ini 17:11 milik Allah. Ya, sama seperti itu ya. Ee 17:15 tujuannya apa? Waliyakuna minal muqinin. 17:19 Agar dia menjadi orang yang yakin. 17:22 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 17:24 Jadi dari sini kita bisa 17:28 mengambil pelajaran cepat bahwa obat 17:33 satu-satunya bagi situasi berat dalam 17:36 hidup Anda, dalam hidup saya, dalam 17:40 hidup kita semua adalah menambah 17:43 keyakinan kepada Allah. 17:47 Demikian pula kita juga bisa pahami 17:50 bahwa ketika situasi menjadi berat dalam 17:53 jiwa kita, ujian pasti 17:56 terjadi. Tapi respon kita, cara kita 18:00 menerimanya terasa berat dalam jiwa 18:02 kita, terasa menyedihkan, menyesakkan 18:05 dalam dada kita. Itu artinya, itu 18:09 tandanya keyakinan kita kepada Allah 18:12 sedang menipis juga. 18:16 Maka itu agar tidak berlarut-larut dalam 18:20 kesedihan, agar tidak berlarut-larut 18:22 dalam mental yang jatuh, yang down. Baik 18:26 Nabi Muhammad sallallahu alaihi wasallam 18:27 dalam Isra beliau dan Mikraj, demikian 18:30 pula Nabi Ibrahim Allah 18:33 perjalankan agar menyaksikan tanda 18:36 kebesaran Allah, kerajaan milik Allah, 18:40 kerajaan langit dan bumi ini. Agar 18:42 mereka atau beliau berdua ini menjadi 18:45 orang yang yakin bertambah keyakinannya. 18:48 Liyakuna minal mukinin, Bapak, Ibu. Nah, 18:51 jadi sebetulnya mudah hidup ini bisa 18:54 dilalui kalau yakinnya tebal kepada 18:57 Allah ya kuat. Ada kalanya tentu saja 19:01 kita sebagai manusia biasa ya menipis 19:04 keyakinan tersebut, kehilangan kita 19:07 keyakinan tersebut akhirnya muncul ragu, 19:12 muncul sedih, muncul khawatir ee dan 19:16 lain sebagainya. ee itu jadi ee ee apa 19:21 akarnya itu ya adalah kurangnya kemudian 19:25 keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa 19:27 taala. Bukan berarti dalam hal ini Nabi 19:30 Muhammad kekurangan keyakinan bukan. 19:32 tapi menambah keyakinan tersebut 19:35 sehingga kemudian semakin sulit ujian 19:37 seperti apapun tidak akan lagi terlalu 19:40 berpengaruh kepada mental beliau, kepada 19:43 jiwa beliau yang sudah bertambah 19:45 keyakinannya tadi itu Bapak Ibu ya. Nah, 19:49 kalau kita lanjutkan dalam surat keenam 19:51 tadi, surat ee Al-An'am tadi mulai dari 19:53 ayat 74, 75 kemudian 76 dan seterusnya. 19:59 Beliau Nabi Ibrahim di situ melihat eh 20:02 bintang, melihat bulan, melihat ee 20:04 matahari dan kemudian di situlah beliau 20:06 sadar bahwa semua itu adalah milik 20:08 Allah. Ya, pada ayat 79-nya beliau 20:10 mengatakan, "Inni wajahtu wajhiya 20:13 lilladzi fatar samawati wal ardu hanifa 20:16 w ana minal musyrikin" kalimatnya. Jadi 20:18 yakinnya itu ee kemudian beliau dapatkan 20:21 tidak ragu lagi apapun yang terjadi ya. 20:24 Setelah peristiwa itulah kemudian beliau 20:26 kembali kepada kaumnya untuk berdakwah. 20:28 Dan kita tahu ee kelanjutan kisahnya 20:31 adalah beliau dibakar hidup-hidup ya 20:33 dalam kondisi itu beliau sudah yakin 20:37 kepada Allah ya. Ee saat dibakar 20:39 hidup-hidup itu kemudian Allah 20:41 memerintahkan kepada api agar menjadi 20:44 dingin untuk Nabi Ibrahim. Nah, kalau 20:47 kita lanjutkan tadi ayatnya dari 74 75 20:50 terus sampai ayat 82-nya Bapak Ibu. 20:54 Kita akan temukan kalimat di situ. 20:57 Setelah Nabi Ibrahim menjadi orang yang 20:59 yakin, kemudian di situlah beliau 21:02 dianugerahi rasa aman oleh Allah 21:05 Subhanahu wa taala. Jadi ini adalah 21:08 petunjuk yang juga diberikan kepada 21:10 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam. 21:12 Beliau diperjalankan kemudian agar 21:15 melihat tanda kebesaran Allah. Kemudian 21:17 hadir yakin tambah banyak maksudnya 21:19 yakinnya tambah kuat tambah tebal lagi. 21:22 Lalu setelah itu semua terjadi setelah 21:25 yakinnya bertambah banyak, bertambah 21:27 kuat, muncullah Allah beri rasa aman di 21:31 dalam diri. Kalimatnya, alladzina amanu 21:36 walam yalbisu imanahum bidulmin ulaika 21:40 lahumul amnu wahum muhtadun. Orang yang 21:44 beriman dan betul-betul bersih 21:46 keimanannya tidak tercampur sedikit pun 21:49 juga dengan kezaliman. Kezaliman artinya 21:52 kesyirikan ya. Ee ulaika lahumul amnu. 21:56 Merekalah yang mendapatkan rasa aman 22:00 dalam diri mereka. Wahum muhtadun. Dan 22:02 mereka itulah orang yang mendapat 22:04 petunjuk. Rasa aman inilah yang mahal. 22:07 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. Dalam 22:09 perjalanan hidup kita melewati hari-hari 22:11 yang penuh ujian, silih berganti, 22:14 kesulitan demi kesulitan dan lain 22:16 sebagainya. Kita butuhkan itu caranya ya 22:19 mengambilnya dari rasa yakin dan yakin 22:22 itu bisa hadir ketika kita banyak 22:25 menyaksikan ayat-ayat tanda-tanda 22:28 kebesaran Allah yang dimaksud adalah 22:30 ayat-ayat kauliah. Bapak, Ibu yang 22:33 dirahmati Allah, berjumpa dengan ayat 22:35 quliah nanti di situlah bertambah 22:37 keyakinan kita. 22:39 Nah, Bapak Ibu yang dirahmati Allah, 22:41 saya ingin tampilkan 22:43 dulu beberapa penelitian yang dilakukan 22:46 di ee apa ee dunia sains ya, dunia sains 22:52 modern ini. Bapak, Ibu yang dirahmati 22:54 Allah. Meneliti betapa ada sebuah 22:57 perasaan ya yang kalau muncul dalam diri 23:01 kita itu betul-betul membuat jiwa kita 23:05 baik, sehat, bahkan fisik kita pun 23:08 demikian. Namanya dalam bahasa Inggris 23:10 aw ya, aw gitu ya. Awe ini saya lingkari 23:14 di layar hasil TV. 23:16 E kalau dalam bahasa Inggris kita sering 23:18 mendengar 23:20 kata-kata. Awesome. Awesome itu di itu 23:23 artinya adalah sesuatu yang 23:26 menakjubkan. Ee perasaannya namanya ya. 23:29 O bacanya o gitu ya. A aw gitu ya. Nah 23:34 itu adalah perasaan ketika kita 23:37 merasakan takjub Bapak Ibu ya. Makanya 23:40 awesome takjub. Menakjubkan. Nah, ketika 23:44 terjadi satu perasaan yang betul-betul 23:46 takjub ya dalam dalam diri kita, dalam 23:49 diri manusia ini penelitian dilakukan di 23:52 ee sebuah asosiasi psikologi ya di eh 23:57 Stanford 23:58 University eh namanya Association for 24:02 Psychological Science APS ya di Stanford 24:05 University. Bapak, Ibu yang dirahmati 24:07 Allah. Di para penelitinya disebutkan di 24:11 situ Meladi Rut, Katn von kemudian eh 24:15 apa Jennifer Aker dan lain sebagainya 24:17 dari berbagai universitas termasuk 24:20 Stanford University, kemudian Carlson 24:22 School of Management di University of 24:24 Minnesota dan lain sebagainya ya. 24:26 Diterbitkan jurnalnya di APS Association 24:29 for Psychological Science. Jadi judul 24:33 artikel ini nanti kalau Bapak, Ibu, 24:35 ikhwan akhwat ingin membacanya dengan 24:36 lebih detail bisa silakan dicari di ee 24:40 internet gitu 24:41 ya. E 24:43 allan takjub tadi 24:47 expans 24:49 memperluas people's perception of time. 24:53 Bisa memperluas eh persepsi manusia akan 24:56 waktu sehingga membuat dia keluar dari 24:59 situasi yang sulit. Ketika kita 25:01 kesulitan, ketika kita mendapatkan 25:02 ujian, kita lupa bahwa waktu itu 25:06 panjang. Bahwa waktu yang sudah pernah 25:09 diberikan kepada kita dalam masa hidup 25:11 kita dan insyaallah masih ada waktu di 25:13 masa yang akan 25:15 datang. Ee jadi itu bisa merubah 25:19 persepsi manusia akan waktu. Lalu ya 25:23 dampaknya lagi adalah alters decision 25:26 making bisa mengubah ya cara manusia 25:30 mengambil 25:31 keputusan. Nah, kalau tidak ada perasaan 25:34 takjub ini maka manusia terkungkung 25:38 dengan beban yang dia pikir sedang dia 25:40 panggul. Beban yang dia pikir sedang dia 25:43 ee apa? dia rasakan saat ujian itu 25:46 hadir, lupa dia akan waktu yang masih 25:49 panjang, akan waktu yang sudah pernah 25:51 terjadi dan lain sebagainya. Nah, jadi 25:54 itu bisa terjadi ketika seseorang 25:56 merasakan perasaan takjub ya. Dan ya 25:59 yang ketiga dalam judul ini and enhance 26:03 wellbeing. Perasaan a ini perasaan 26:06 takjub ini ya bisa meningkatkan 26:10 kesehatan fisik manusia. Bapak Ibu yang 26:12 dirahmati Allah. Ikhwan akhwat di mana 26:15 pun yang berada meningkatkan kesehatan 26:18 fisik manusia, wellbeing, Bapak, Ibu. 26:21 Nah, jadi dalam dalam penelitian ini 26:24 dilakukan beberapa eksperimen 26:26 orang-orang yang ee apa ee diminta untuk 26:31 bermeditasi kemudian merasakan perasaan 26:34 yang ee menakjubkan ya dari berbagai ee 26:37 sudut pandang gitu ya. Ah, itu meningkat 26:40 ee 26:41 kesehatannya ya. meningkat kemampuannya 26:45 menyelesaikan masalah ya, meningkat 26:48 persepsinya ee terhadap ee waktu, 26:51 terhadap kondisi ujian dan lain 26:53 sebagainya. Ee aw ya perasaan ee takjub. 26:58 Nah, Bapak Ibu, jadi sebetulnya dunia 27:02 sains modern ini penelitian-penelitian 27:04 mereka ini ya sebetulnya sudah ada di 27:07 dalam Al-Qur'an. Kita sudah punya itu 27:10 semua, Bapak, Ibu. Itulah yang terjadi 27:13 kepada Rasulullah. Itulah yang terjadi 27:15 kepada Nabi Ibrahim tadi. Inilah Isra 27:17 dan Mikraj tadi. Linuriyahu min ayatina. 27:21 Agar mereka agar dia menyaksikan ayat 27:24 kebesaran Kami. Yakni muncul perasaan 27:29 takjub akan ayat-ayat Allah tersebut. Ee 27:33 muncul perasaan takjub. Perasaan takjub 27:36 itulah yang akan menjadikan melahirkan 27:39 yakin kuat keyakinannya Bapak Ibu dan 27:43 kemudian memberikan rasa aman dalam diri 27:46 seseorang seperti bagaimana Nabi Ibrahim 27:48 tadi. Jadi penelitian modern ini 27:51 ketinggalan Al-Qur'an sudah duluan Bapak 27:53 Ibu. Nah, tapi kita hadirkan supaya kita 27:56 tahu sebetulnya kita punya ya ee satu 28:01 panduan hidup yang luar biasa, yakni 28:04 Al-Qur'an. 28:06 itu ya. Nah, ini satu lagi penelitian ya 28:09 yang diterbitkan di jurnal ee resmi 28:12 di ee apa di Amerika National Library of 28:16 Medicine ini ya judulnya eh The Dark 28:20 Side of eh the Sublime. Apa namanya? Eh 28:24 apa sisi ya? 28:26 Sisi apa? Sisi gelap dari satu ee apa? 28:30 Satu perasaan ya. yaitu berbedanya 28:34 distinguishing a thread based variant of 28:38 ya di sini di diteliti oleh para 28:40 peneliti secara lebih detail di sini di 28:43 sini ada abstraknya kalau Bapak Ibu 28:44 ingin membaca lebih lebih jauh 28:47 bisa. Nah di sini ada ada penelitian 28:51 yang lebih luar biasa lagi menurut saya. 28:53 Jadi perasaan a tadi itu, perasaan 28:56 takjub tadi itu ya kalau dia 28:59 didasarkan atau berasosiasi atau 29:02 perasaan itu hadir karena ee takjub 29:07 terhadap sesuatu yang besar gitu ya, 29:10 yang besar dan ee benar gitu ya, maka 29:14 itu bisa membawa kepada satu ee bentuk 29:18 ee apa kesehatan fisik yakni ee apa eh 29:23 parasympathetic nervous system 29:25 istilahnya ini ya saya garis bawahi saja 29:27 ee di sini di layar ee itu ya. 29:31 Jadi tapi kalau ketakjuban itu adalah 29:35 takjub pada sesuatu yang keliru. 29:38 Misalkan dalam contoh di sini ee ada 29:40 orang takjub kepada serangan teroris 29:43 misalkan gitu ya. Ada ada teroris 29:45 menyerang terus serangannya itu membuat 29:48 hancur dan lain sebagainya. itu kalau 29:50 takjub ya ee atau apa ee hal-hal yang 29:55 negatif itu dampaknya juga buruk. Tapi 29:57 kalau takjub kepada sesuatu yang ee 30:00 sifatnya baik, Bapak Ibu yang dirahmati 30:02 Allah, maka itu akan membuat tubuh kita 30:05 ee melahir 30:07 atau memulai parasympathetic nervous 30:10 system. Parasimpatetik itu lawan dari 30:12 simpatetik, ya. Simpatetik itu sendiri 30:15 adalah stress respon system dan itu 30:17 dampaknya kepada ee apa? Kesehatan 30:21 sangat buruk. Tapi sebaliknya kalau rasa 30:24 takjub itu berasal dari sesuatu yang 30:27 benar, yang baik gitu ya, melihat alam 30:30 semesta dan lain sebagainya, maka akan 30:31 menghasilkan akan arousing ya, akan 30:35 merangsang ya keluarnya sistem 30:38 parasympathetic nervous system, yakni 30:41 membuat seluruh tubuh kita menjadi 30:43 tenang dan sehat. Bapak, Ibu yang 30:46 dirahmati Allah ya. J silakan kalau mau 30:48 baca lebih detail silakan. 30:50 Nah, jadi dari dua hasil penelitian 30:54 ini kita sebagai kaum muslimin, sebagai 30:58 orang beriman yang memiliki Al-Qur'an, 31:01 kita bangga karena Al-Qur'an sudah 31:04 jauh-jauh hari 14 abad yang lalu sudah 31:07 punya semua itu. Nah, itulah yang 31:10 terjadi lewat Isra dan Mikraj Nabi 31:13 sallallahu alaihi wasallam. Ya, yakin 31:15 menghasilkan rasa aman gitu ya. 31:18 Terakhir, Bapak, Ibu yang dirahmati 31:19 Allah, saya ingin mengajak kita 31:21 menjadikan ini sebagai pelajaran hidup 31:23 kita sehari-hari ya, secara sederhana 31:26 saja di sekitar kita. Kita bisa 31:28 merenungi ayat-ayat kauliah Allah. Lalu 31:31 kita lihat ayat quiahnya di dalam 31:34 Al-Qur'an dan insyaallah muncul rasa 31:37 rasa takjub tadi, ausem tadi ya di dalam 31:41 diri kita dan itu akan menghasilkan 31:43 keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa 31:45 taala. Contoh air yang kita minum ya. 31:49 Ini satu contoh saja agar cepat. Air 31:51 yang kita minum. Surah Al-Waqi'ah surah 31:54 ke-56 ayat 68 sampai 31:58 70. Kalimat Allah di situ, afaroitumul 32:02 ma alladzi 32:04 tasrobun. Apa kalian tidak pernah 32:08 merenungi berpikir terhadap air yang 32:12 kalian minum? Kalau minumnya sering tapi 32:16 merenungi air yang diminum itu tadi. 32:19 Kata Allah pada ayat 32:21 berikutnya, anzaltum minalni amahnul 32:24 munzilun. Coba kalian renungi, apakah 32:27 kalian yang menurunkannya dari awan 32:30 dalam keadaan segar dan tawar atau 32:34 kami? Lau nasya. Kalau kami mau 32:37 ja'alnahu ujajan fala taskurun. Kalau 32:41 kami mau, kami biarkan saja semua air 32:44 yang ada di permukaan bumi ini dalam 32:47 keadaan aslinya, yakni 32:50 ujaj ee pahit dan asin. Menunjukkan itu 32:54 berasal dari air laut. Falaula 32:57 tasykurun. Kenapa kalian tidak 33:00 bersyukur? Bapak, Ibu yang dirahmati 33:02 Allah. Kalau kita perhatikan ayat ini, 33:05 luar biasa. air yang Anda minum ya, yang 33:08 mengaliri tenggorokan Anda itu Bapak Ibu 33:11 yang dirahmati Allah karena memang 33:13 berasal dari air laut kemudian 33:16 mekanismenya Allah buat sedemikian rupa. 33:18 Ini ada di layar saya tampilkan di layar 33:20 hasil TV ya. Ee evaporasi ya menguap air 33:25 itu ke diambil oleh awan kemudian 33:29 tersimpan oleh awan terkondensasi 33:32 istilahnya Bapak Ibu yang dirahmati 33:34 Allah. lalu ditiup oleh angin sesuai 33:36 dengan yang Allah perintahkan ke mana 33:38 dia akan bergerak. Kemudian di tempat 33:41 yang sudah Allah tentukan, Allah 33:43 takdirkan, turun hujan di situ dalam 33:47 keadaan segar dan tawar. Air ini asalnya 33:50 dari air laut. Nah, bayangkan bahwa 33:53 bulir-bulir air yang Anda minum di 33:56 tempat tinggal Anda, ya saya di Cibubur 34:00 di di Depok ya, tempat tinggal saya. Air 34:04 yang saya minum di Depok ini, Bapak, Ibu 34:06 yang dirahmati Allah, boleh jadi berasal 34:09 dari ujung samudra 34:11 Atlantik. Boleh jadi berasal dari ujung 34:14 samudra 34:15 Pasifik yang memang sudah Allah tetapkan 34:18 bulir demi bulirnya untuk melalui 34:20 tenggorokan saya pada malam hari ini. 34:23 Pada waktu yang sudah Allah tetapkan. 34:27 Bayangkan kalau Allah ee ambil nyawa 34:30 kita saat ini, nyawa saya misalkan ajal 34:32 kita datang, berarti air yang sudah 34:35 tersaji di hadapan kita memang tidak 34:38 Allah takdirkan untuk rezeki kita. Nah, 34:43 sebaliknya ketika air itu mengalir dalam 34:45 tenggorokan kita, kita minum itu artinya 34:48 bulir-bulir air yang terproses 34:51 sedemikian 34:52 rumitnya, panjangnya proses tersebut. 34:56 Memang sudah Allah tetapkan setiap 34:58 bulir-bulirnya itu untuk mengalir bagi 35:01 sebagai rezeki bagi Anda semua, bagi 35:04 kita, bagi 35:05 saya. Nah, kalau kita renungkan dengan 35:08 baik-baik secara seksama perjalanan air 35:11 itu sampai melewati tenggorokan kita, 35:13 Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 35:15 Kemudian muncul rasa betul-betul 35:18 bersyukur ke hadirat Allah Subhanahu wa 35:20 taala. Masih bisa minum air kita yang 35:22 sudah Allah siapkan sedemikian mahalnya. 35:24 Itulah perasaan takjub tadi 35:27 itu. Nah, begitu pula Bapak Ibu kalau 35:29 kita lanjutkan ayatnya tadi ya, surat 35:32 Al-Waqiah. Ee ini ini yang atasnya nih. 35:36 Ee kalau tadi air ya dari 68 ya. Nah, 35:40 ini kalau Bapak Ibu ke atas sedikit 35:41 mulai dari ayat 63-nya adalah 35:44 pohon-pohonan. Wah, ini luar biasa ya. 35:47 biasanya ee apa para ahli di apa 35:52 botanikal atau ahli ee apa tumbuhan 35:56 mengerti bahwa memang yang menumbuhkan 35:58 itu bukan manusia. Manusia hanya bisa 36:01 berikhtiar saja 36:03 menanamkan benihnya tapi yang 36:06 menumbuhkan Allah subhanahu wa taala. 36:08 Kalau kita renungi luar biasa. Afaritum 36:10 ma tahrusun? Apa kalian tidak lihat eh 36:13 tumbuhan yang kalian tanam? Aantum 36:16 tazunahu amahnariun. Apakah kalian yang 36:19 menumbuhkannya atau kami? Coba 36:21 perhatikan Bapak Ibu eh apa? Satu pohon 36:25 ditanam di tempat yang berbeda ya. Tapi 36:29 dia tahu musim yang sama dia 36:32 tumbuh padahal ditanam di tempat yang 36:34 berbeda 36:36 ya. Biji duku kalau kita tanam akan 36:40 keluar pohon duku. biji cabai kita tanam 36:43 keluar pohon cabe dan lain dan 36:44 seterusnya. Enggak pernah berganti, 36:46 enggak pernah salah, Bapak, Ibu yang 36:47 dirahmati Allah, gitu ya. Ee demikian 36:50 pula bagaimana Allah menetapkan 36:52 tumbuhan-tumbuhan tersebut dengan 36:55 perlakuan yang berbeda. Coba kalau kita 36:58 bayangkan bagaimana Allah meletakkan 37:01 atau menumbuhkan pohon kelapa tinggi 37:05 menjulang pohon kelapa. Lalu Allah 37:07 siapkan buahnya itu keras. 37:11 agar apa? Supaya apa? Supaya betul-betul 37:14 bisa sampai ke tenggorokan kita isi di 37:17 dalam buah kelapa itu. Airnya yang 37:20 segar, dagingnya yang lembut dan ee 37:23 menyegarkan, manis ya, tertutup dengan 37:26 ee kuatnya sehingga jatuh dari atas pun 37:29 tidak masalah. 37:31 Nah, ketika pohon atau atau ketika buah 37:35 itu adalah buah yang ringkih seperti 37:38 semangka misalkan begitu ya. Semangka 37:41 Bapak Ibu yang dirahmati Allah. Allah 37:43 tahu itu kulitnya sangat ringkih, jatuh 37:46 sedikit pecah ee agar betul-betul sampai 37:49 ke tenggorokan kita buah semangka tadi. 37:51 Maka Allah tetapkan tumbuhan semangka 37:53 itu ada di bawah kita. Nah, akhirnya 37:57 mengambilnya juga dengan hati-hati. Ya, 37:59 bayangkan. Kalau buah atau pohon 38:02 semangka itu setinggi pohon kelapa, maka 38:06 kita tidak akan pernah bisa merasakan 38:08 buah semangka yang manis dan menyegarkan 38:10 itu. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 38:12 Nah, inilah tanda kebesaran Allah di 38:15 sekitar kita. Ada. Nah, kalau Nabi 38:18 Muhammad diperjalankan Allah karena 38:21 beliau adalah seorang yang sangat 38:23 spesial. Nabi Ibrahim demikian pula 38:25 diperjalankan Allah. Nah, walaupun bukan 38:28 Isra seperti Nabi Muhammad ya, tapi di 38:31 situ belajar melihat tanda kebesaran 38:34 Allah, menumbuhkan keyakinan dan 38:36 akhirnya ada rasa aman melalui untuk 38:38 melalui kehidupan perjalanan ujian-ujian 38:41 kehidupan dengan rileks, dengan yakin 38:44 kepada Allah Subhanahu wa taala. Nah, 38:46 kita sebagai umat Rasulullah sallallahu 38:48 alaihi wasallam, kita punya Al-Qur'an, 38:51 diwarisi Al-Qur'an, Bapak, Ibu. Ada di 38:53 tengah-tengah kita. 38:55 Dari situlah kita melihat ayat-ayat 38:57 uliah. Lalu kita lihat ayat-ayat kauliah 38:59 di sekitar kita. Ketemu ayat kauliah dan 39:03 uliah tadi membuat melahirkan keyakinan 39:05 kepada kita. Dan itulah sebetulnya 39:08 oleh-oleh Isra Mikraj. Menenangkan jiwa 39:12 kita, membuat yakin bertambah dalam diri 39:15 kita. Memberikan rasa aman dalam melalui 39:18 ujian-ujian kita. Tenang aja, semua 39:21 dibayar oleh Allah. Kalau kita dalam 39:23 kondisi yang atau dalam posisi yang 39:25 benar, kalau kita ditipu orang, 39:28 ketahuilah bahwa uang yang ditipu itu 39:30 tidak akan lari ke mana-mana, Bapak, 39:32 Ibu, asal kita berada dalam posisi yang 39:35 benar kepada Allah Subhanahu wa taala. 39:37 Kalau kita disakiti orang, dizalimi 39:39 orang, diperlakukan tidak baik dan lain 39:43 sebatan Allah Subhanahu wa taala. Siapa 39:46 yang berbuat zalim akan Allah balas. Ya, 39:49 kalau kita dalam posisi yang benar, maka 39:51 kita tidak perlu bersedih terlalu 39:53 lama-lama. Sudahlah, ya. Maka kita tidak 39:56 perlu gusar, tidak perlu ragu. Bapak, 39:58 Ibu yang dirahmati Allah, innallaha la 40:00 yudiu ajral mukminin. Pada surat kedua 40:03 ayat 143, Bapak, Ibu yang dirahmati 40:05 Allah. Allah menyebutkan Allah tidak 40:07 akan pernah mengingkari ya janji Allah 40:11 kepada orang yang beriman. Bapak, Ibu 40:13 yang dirahmati Allah. Jadi kesulitan 40:16 hidup, ujian hidup tidak mungkin kita 40:18 hilangkan karena hidup ini adalah darul 40:21 bala. Yang bisa kita lakukan dan harus 40:23 kita lakukan adalah menambah skill 40:27 kemampuan kita dalam melalui melewati 40:30 ujian-ujian dunia ini dengan baik. Salah 40:33 satunya dari peristiwa Isra Mikraj. Kita 40:35 belajar untuk melihat tanda kebesaran 40:37 Allah. Banyak-banyak melihat tanda 40:39 kebesaran Allah. ee munculkan yakin itu 40:42 dalam diri kita dan insyaallah akan 40:44 menjadi keamanan ya menjadi rasa aman di 40:47 dalam diri kita karena bertambahnya 40:49 keyakinan kita akan Allah subhanahu wa 40:53 taala. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 40:55 Ini saja mungkin yang bisa saya 40:57 sampaikan pada kesempatan malam hari ini 40:59 ya. Ini tadabur kita dari surah Al-Isra 41:02 ayat keesatu tentang perjalanan Isra 41:05 Nabi sallallahu alaihi wasallam eh 41:07 linuriahu min ayatina agar beliau 41:09 menyaksikan tanda kebesaran atau 41:11 ayat-ayat kebesaran kami. Kita ambil ini 41:14 juga sebagai satu panduan pedoman dalam 41:18 kehidupan kita insyaallah. Wallahuam 41:20 bisawab. Ee billahi taufik walhidayah. 41:23 Asalamualaikum warahmatullahi 41:25 wabarakatuh. 41:27 Waalaikumsalam warahmatullahi 41:29 wabarakatuh. Demikian telah kita 41:30 bersama-sama simak ikhwan akhwat tadabur 41:33 Al-Qur'an bersama Ustaz Doni Amir Sagap 41:36 di malam hari ini dengan tema pelajaran 41:39 kesehatan mental dari peristiwa Isra 41:41 Mikraj Nabi Muhammad sallallahu alaihi 41:43 wasallam. Dan yang ingin bergabung 41:44 bertanya silakan and bisa kirimkan melak 41:46 pahmi h11999720. 41:51 Kami silakan kembali. 41:54 Bismillahirrahmanirrahim. 41:57 [Tepuk tangan] 42:01 [Musik] 42:05 Hasil untuk Islam yang satu masih 42:06 bersama kami ikhwan akhwat di acara 42:08 tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz Doni 42:10 Amir Sagap. Ee pelajaran kesehatan 42:13 mental dari peristiwa Isra Mikraj Nabi 42:15 Muhammad sallallahu alaihi wasallam. 42:16 Tema kita di hari ini telah kita 42:17 bersama-sama simak. Ikhwan akhwat. 42:20 Ada yang sudah bergabung, Ustaz di 42:22 WhatsApp berhasil? Sudah banyak yang 42:24 menyapa dan juga bertanya. Ini ada Bapak 42:26 Harnoko di Cibubur sedang menyimak. 42:28 Terima kasih Ustaz atas nasihat dan 42:30 tausiahnya. Ada juga Ibu Darniwati, Ibu 42:33 Tini, Bapak Ari di Cileduk, Ibu Anggit 42:36 juga Bapak Mugi Jumana, ada Ibu Fatimah 42:40 Nanai Fatimah ya, ada juga Ibu Ani 42:42 Canifah sedang menyimak. Bapak Haji 42:44 Musyawir juga sedang menyimak malam hari 42:46 ini. Bapak Maman Sumantri, Bapak Arwin, 42:49 Ibu Lasmiati, Bapak Nur juga ada Ibu Ida 42:52 di Bekasi dan masih banyak lagi. Ini 42:55 yang bertanya yang pertama saya bacakan 42:57 Ustaz dari hamba Allah. Asalamualaikum 43:01 warahmatullahi wabarakatuh Ustaz Doni. 43:03 Waalaikumsalam warahmatullahi 43:04 wabarakatuh. Ustaz, bagaimana 43:06 memperbaiki hati agar selalu tenang 43:10 dalam menghadapi berbagai peristiwa? 43:12 Sedih maupun senang selalu 43:15 sayaikan berlebihan, Ustaz. Apalagi 43:18 peristiwa yang tidak sesuai dengan 43:19 harapan dan mengapa ibadah yang saya 43:21 lakukan kok tidak berdampak pada 43:23 ketenangan hati saya? Mohon pencerahan 43:26 dan nasihatnya, Ustaz Doni. Terima 43:27 kasih. 43:28 Baik, terima kasih Bapak, Ibu, Bapak 43:31 atau Ibu hamba Allah yang bertanya. Ya, 43:34 memang betul Bapak dan Ibu atau Ibu yang 43:37 bertanya. Jadi, di dalam diri kita 43:40 itu sudah ada satu sistem yang otomatis 43:45 bekerja. Sistem itulah yang kadang kala 43:49 sulit untuk kita bisa kendalikan. Nah, 43:54 sistem itu berawal bermula dari bagian 43:57 otak yang bernama medial prefrontal 44:01 cortex. Ya, medial prefrontal cortex itu 44:04 berisi 44:06 data yang kita ee pernah alami semasa 44:11 kecil kita. Nah, menjadi kemudian apa 44:15 yang dikenal dengan istilah social 44:16 perception atau persepsi sosial gitu ya. 44:20 Menjadi persepsi sosial. 44:22 Nah, di ee apa di bagian otak medial 44:26 prefrontal cortex itu, Bapak Ibu yang 44:28 dirahmati Allah, ya. Di situlah yang 44:31 akan terjadi nanti ee apa kita sulit 44:35 untuk 44:37 ee bisa mengendalikan emosi gitu ya. 44:41 Kita sulit untuk bisa mengendalikan 44:43 marah dan lain sebagainya. Mungkin saya 44:45 tampilkan lagi di layar TV ya. Bagian 44:48 otak namanya medial prefrontal cortex. 44:51 Nah, ini saya kan di layar hasil TV. 44:54 Oke. Nah, ini Bapak, Ibu ya, Ikhwan 44:57 Akhwat 44:58 sekalian di di situ tersimpan social 45:01 perception, persepsi sosial, persepsi 45:04 akan hidup ini apa. Nah, jadi kalau kita 45:07 pernah mengalami masa kecil yang sulit 45:10 ya, kita pernah mengalami mungkin trauma 45:14 ee di masa kecil, masa lalu pernah 45:16 dibully, pernah di apa di ee perlakukan 45:19 tidak baik misalkan begitu ya. Semua itu 45:22 tersimpan sebagai social perception di 45:24 bagian otak namanya medial prefrontal 45:26 cortex. Nah, lalu medial prefrontal 45:29 cortex inilah yang akan berdampak pada 45:32 fisik kita. Baik ee apa dari sistem 45:37 endokrin atau kelenjar kita di HPA 45:39 aksis. HPA itu singkatan dari 45:41 hipotalamus, pituitari, dan adrenal. 45:44 Merupakan kelenjar dalam tubuh kita. 45:46 Ataupun sistem saraf kita yakni 45:48 autonomic nervous system ini ya. Ada dua 45:50 di sini. Jadi sistem saraf kita. Jadi 45:53 kalau tadi Ibu atau Bapak yang bertanya 45:56 ini 45:57 mengatakan sulit gitu ya walaupun sudah 46:00 ibadah tapi sulit. Betul memang begitu. 46:03 Karena apa? Karena di sini sudah 46:05 tertanam puluhan tahun itu. Ee demikian 46:09 pula semua itu akan berdampak pada 46:11 behavior kita, perilaku kita, emosi 46:14 kita, ee mood yang kita rasakan gitu ya. 46:18 ee rasa takut, rasa khawatir, sosial 46:21 sosial apa? Sosiability kita, bagaimana 46:24 kendali kita terhadap lingkungan sosial 46:26 dan lain sebagainya. Nah, jadi memang ee 46:30 kalau mau dirubah secara permanen 46:33 pelan-pelan caranya, tidak tidak 46:36 seketika gitu ya, tidak bisa langsung 46:38 mudah begitu. Caranya adalah dengan 46:41 mengubah persepsi di medial prefrontal 46:44 cortex kita. Bagaimana caranya? Ah, 46:47 mulailah seperti yang malam ini kita 46:50 bicarakan, mulailah banyak merenungi 46:53 Bapak, Ibu ee 46:55 keajaiban-keajaiban kebesaran Allah. 46:57 Dari situ muncul 46:59 keyakinan akan hidup ini sehingga 47:02 persepsi kita berubah pelan-pelan. Saat 47:05 ada orang yang menzalimi kita. Awalnya 47:08 persepsi kita mengatakan, "Oh, saya 47:10 enggak bisa terima kalau orang menzalimi 47:12 saya." Gitu. misalkan ya ini harus 47:15 dilawan, ini harus dibayar dengan 47:17 begini, ini harus dilakukan perlawanan 47:19 dan lain sebagainya. Nah, sekarang 47:21 persepsi kita jadi berubah. Berubahnya 47:23 gimana? Semua yang zalim itu pasti nanti 47:26 ee apa? Tidak akan luput dari hitungan 47:30 Allah. Kalau Bapak, 47:32 Ibu misalkan ee memilih untuk ya 47:36 sudahlah ee kita biarkan saja, bukan 47:40 berarti dibiarkan itu tidak diurus bukan 47:43 ya. Tapi, tapi kita merasa tenang. 47:46 Misalkan Bapak, Ibu terzalimi misalkan 47:49 gitu ya, Ikhwan akhwat sekalian. Ee 47:50 terus ah kita urus apa enggak urus itu 47:53 pilihan yang lain. Misalkan kita 47:54 laporkan siapa polisi atau apa, tapi 47:58 kita melaporkan atau tidak melaporkan 48:00 atau mengurus atau tidak mengurus dalam 48:02 keadaan jiwa kita rileks, 48:05 tenang, ee tidak terkontaminasi oleh 48:09 emosi marah dan lain sebagainya. Itu 48:11 yang menyakitkan. justru yang merusak 48:14 kita gitu. Ee jadi mengubahnya 48:17 pelan-pelan mengubah persepsi itu tadi. 48:20 Ee tentu sekali lagi tidak mudah ya, 48:23 tidak mudah tapi bisa ee bisa. Nah, 48:26 makanya ee nanti dampaknya kepada fisik 48:30 itu stres respon sistem kita tadi eh HPA 48:34 aksis melahirkan hormon kortisol dan 48:36 lain sebagainya dari medial prefrontal 48:38 cortex tadi Bapak Ibu. Nah, jadi social 48:41 perception ini penting sekali. ya, 48:42 persepsi sosial yang ada di dalam ee 48:45 bagian otak medial prefrontal cortex 48:48 kita. Termasuk Bapak, Ibu mendengarkan 48:50 ee kajian seperti ini, mendengarkan 48:52 ceramah dari ee berbagai media itu juga 48:55 mudah-mudahan bisa mengubah persepsi 48:57 kita sedikit demi sedikit mengenai 48:59 kehidupan ini. Wallahuam bisawab. 49:02 Demikian kira-kira. Baik. Berarti dengan 49:05 tidak hanya serta-merta dengan ibadah 49:07 aja, Ustaz, ya. Dengan ibadah kita bisa 49:09 menenangkan hati. Mungkin ada peristiwa 49:12 traumatik di masa lalu bisa disembuhkan 49:13 dengan cara lain maksudnya selain 49:15 ibadah. Iya. Ya, bisa disembuhkan dengan 49:18 ibadah kalau di dalam ibadah itu 49:20 betul-betul lahir persepsi Allah 49:22 menyayangi kita. Nah, Allah tidak 49:26 tinggal diam atau tidak pernah 49:28 meninggalkan kita, gitu ya. Jadi dalam 49:30 ibadah itu kalau bisa muncul persepsi 49:32 seperti itu tentu akan menjadi sangat 49:34 bagus. Tapi kalau kita hanya beribadah 49:37 mahdoh tanpa ada rasa, hanya kewajiban 49:40 yang gugur saja, tentu tidak sampai 49:42 kepada medial prefrontal korteks tadi. 49:44 Nah, makanya butuh kita dalam ibadah 49:47 tadi merasakan ya, merasakan isi atau 49:51 inti dari ibadah itu apa sebetulnya. Ya, 49:54 kira-kira demikian. Oke. Dengan khusyuk 49:57 gitu ya, mungkin ya dilibatkan rasa 49:59 dalam ibadahnya. Iya. Dengan dengan apa? 50:02 Mentadaburi ayat-ayatnya. Kalau kita 50:04 kembali ke surat ke-29 itu ya, Kang Fari 50:07 dan Bapak Ibu ee surat Alankabut ayat 45 50:10 tuh ee yang sering kita dengar kan 50:12 potongan ayatnya in tanha fasya wal 50:15 munkar kan. Tapi kalau ayatnya dibaca 50:18 utuh, kalimatnya dimulai dengan perintah 50:21 utlu ma uhiya ilaika minal kitab 50:24 waqimah. Ee bacalah, pahamilah bagian 50:28 dari Al-Qur'an dan dengan modal itu 50:31 dirikanlah salat. 50:33 Salat yang seperti itu artinya ada 50:35 koneksi rasa dari bacaan salat kita 50:39 sampai menembus ke dalam jiwa kita, hati 50:41 kita. Salat yang seperti itulah yang 50:44 tanha anil fahsya wal 50:47 munkar. Nah, itu kira-kira demikian. 50:50 Masyaallah. Baik, Ustaz. Kembali ke 50:53 pertanyaan selanjutnya dari Bapak 50:55 Zulkarnain. Asalamualaikum 50:56 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Doni. 50:58 Waalaikumsalam warahmatullahi 50:59 wabarakatuh. 51:01 Ustaz, menjelaskan peristiwa Isra Mikraj 51:03 pada zaman sekarang tentu tidak begitu 51:06 sulit karena kemajuan teknologi sudah 51:08 mengajarkan kepada kita bahwa peristiwa 51:11 tersebut adalah hal yang bisa dijelaskan 51:13 secara sains dan teknologi pada saat 51:16 ini. Di mana teknologi begitu berkembang 51:18 pesat, tetapi menjadi khawatir apakah 51:22 hal tersebut bisa menghilangkan nilai 51:24 kesakralan peristiwa Isra Mikraj 51:27 tersebut, Ustaz. karena ada hal yang 51:29 memang tidak selalu dijelaskan dengan 51:31 ilmu pengetahuan. Demikian, Ustaz, ya. 51:34 Baik. Jadi begini ee Bapak Pak siapa 51:37 tadi yang bertanya? Zulkarnain. 51:39 Zulkarnain ya, Pak. Pak Zulkarnain dan 51:41 Bapak Ibu ikhwan-akhwan sekalian. 51:44 Begini, teknologi ilmu pengetahuan 51:48 manusia itu ada batasnya. 51:51 Ee salah satu batas yang jelas sekali 51:54 itu adalah kita tidak akan bisa menembus 51:58 kecepatan 52:00 cahaya gitu. Dan dan peristiwa Isra 52:03 Mikraj ini betul-betul justru memberikan 52:05 kepada kita renungan betapa kecepatan 52:09 cahaya itu terjadi kepada Rasulullah dan 52:12 itulah itulah dampak dari hitungan sains 52:15 yang sekarang ada ini. Nah, jadi justru 52:17 lebih menguatkan sebetulnya ya. Jadi, 52:20 jadi bukan menghilangkan nilai sakral, 52:23 justru lebih menguatkan. Karena 52:25 begini, dari sains modern kita tahu 52:29 bahwa kalau kita bisa bikin pesawat yang 52:34 bisa 52:35 terbang secepat cahaya yakni kurang 52:38 lebih 300.000 km/dik gitu ya. Kalau bisa 52:42 seperti itu dan ini tidak akan pernah 52:43 bisa ee menurut menurut kesimpulan para 52:45 para saintis, kalaupun bisa ada pesawat 52:49 secepat 300.000 1000 km/ sebagaimana 52:52 kecepatan cahaya kita baru akan sampai 52:56 ke galaksi tetangga kita itu kalau 53:00 perjalanannya dilakukan terus-menerus 53:03 selama 4 tahun tanpa berhenti. 53:07 Nah, jadi segitu luasnya alam semesta 53:10 ini. Maka ada bintang atau ada tata 53:14 surya galaksi yang jaraknya 1000 tahun 53:18 cahaya. sejuta tahun cahaya. Masyaallah. 53:22 Ee jadi tidak akan mungkin berhasil 53:25 untuk dilewati, untuk dilalui. Ee 53:28 dihitung saja tidak ee apa namanya? 53:30 Dihitung kemungkinannya saja tidak 53:31 mungkin. Iya. Nah, justru dari ilmu 53:33 pengetahuan ini kita sadar bahwa Isra 53:36 Mikraj Nabi sallallahu alaihi wasallam 53:37 itu melampaui kecepatan cahaya. Karena 53:40 beliau bisa kembali dalam satu malam dan 53:43 mengetahui apa-apa yang terjadi di 53:45 sepanjang ee apa? Masjidil Haram, ke 53:47 Masjidil Aqsa dan sampai ke Sidratul 53:49 Muntaha. Kembali lagi kemudian ke 53:51 Makkah. Bapak, Ibu yang dirahmati Allah. 53:53 Ee jadi justru menurut saya ee ilmu 53:57 pengetahuan itu justru ee mendukung 54:00 menjadi lebih sakral gitu. Bukan lebih 54:03 sakral artinya membuka fakta baru dan 54:06 kesakralannya justru berada di sana. 54:08 Bahwa Allahlah yang memiliki ruang dan 54:11 waktu tidak bisa ditembus oleh manusia. 54:14 Ya, demikian kira-kira. 54:16 Justru memang tidak bisa dijelaskan 54:17 dengan ee itu ya, Ustaz ya. Tidak sampai 54:20 dengan pengetahuan itu benar juga tidak 54:22 akan sampai. Iya. Batas manusia hanya 54:24 sampai situ saja, hanya sampai ee 54:26 menghitung saja. Tidak bisa membuat 54:28 kendaraan secepat cahaya. Tidak bisa. Ee 54:31 kalau kalau Nabi Muhammad tadi dalam 54:34 perjalanan Isra itu pasti melampaui 54:36 kecepatan cahaya. He. Ee yang 300.000 54:39 km/dik itu ee kira-kira begitu. Jadi 54:42 kita makin yakin lagi nih kekuasaan 54:44 Allah. makin yakin lagi, makin luar 54:46 biasa lagi ee dampaknya kepada pembahaan 54:49 ee kita. Kira-kira begitu. Masyaallah. 54:52 Selanjutnya dari Ibu Lili di Sukabumi, 54:55 Ustaz. Asalamualaikum warahmatullahi 54:57 wabarakatuh. Waalaikumsalam 54:59 warahmatullahi wabarakatuh. Ustaz, 55:00 mengapa tahun-tahun sebelum peristiwa 55:02 Isra Mikraj adalah tahun kesedihan bagi 55:05 Nabi? Padahal Nabi kan kekasih Allah 55:07 yang tentunya akan selalu Allah berikan 55:09 kelapangan hati dan dijauhkan dari 55:11 kesedihan hati. Demikian Ustaz 55:15 ee Ibu Lili dan Bapak Ibu yang dirahmati 55:18 Allah 55:20 ya. Justru ee ketika seseorang itu 55:24 beriman kepada Allah Subhanahu wa 55:26 taala itu semakin tinggi keimanannya 55:30 semakin dia akan mendapatkan ujian. Ee 55:33 justru ujian itu adalah tanda Allah 55:35 menyayangi manusia gitu. ee misalkan 55:40 kalau apa ada berbagai macam hadis itu 55:43 ya yang bisa kita ee lihat ya nanti 55:46 kalau Bapak Ibu atau Bu Lili mau 55:48 melihatnya bisa ee di apa di berbagai 55:52 macam hadislah. Jadi Rasulullah 55:54 sallallahu apa Rasulull Sallahu Alaihi 55:55 Wasallam pernah bersabda ketika Allah 55:58 mencintai seorang hamba maka dia akan 56:00 mengujinya. Nah gitu ya. He. Demikian 56:03 pula kalau kita perhatikan ee Al-Qur'an 56:06 ya, ayat Al-Qur'an misalkan surah 56:08 Al-Ankabut ya, surat ke 29 itu ya, ayat 56:13 ke-2 ee ayat kedua kalimatnya di situ. 56:18 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 56:20 Ahasibanasu 56:21 ayutroku ayquulu amanna wahum la 56:26 yuftadun. 56:28 Apakah manusia berpikir bahwa Allah akan 56:32 membiarkan saja mereka mengaku-ngaku 56:36 beriman? Ayyaquulu amanna wahum la 56:39 yuftanun. Padahal mereka belum diuji. 56:42 Jadi ujian itu adalah verifikasi 56:44 terhadap keimanan seseorang. Maka itu 56:47 semakin tinggi derajat seseorang manusia 56:50 maka Allah akan mengujinya juga. Nah, 56:53 jadi Rasulullah kenapa diberikan ujian? 56:56 Karena memang beliau itu posisinya 56:57 sangat tinggi di hadapan Allah, maka 56:59 ujiannya pun paling berat, Bapak, Ibu. 57:02 Ya, kita enggak enggak akan sanggup 57:04 kalau melewati ujian seperti Rasulullah. 57:07 Tidak akan sanggup. Nah, jadi ujian itu 57:10 bukan bukan tanda bahwa Allah itu tidak 57:14 menyayangi hamba. Justru adalah tanda 57:17 bahwa Allah sedang menyayangi hamba-Nya 57:20 gitu. Jadi bukan berarti kekasih Allah 57:24 lalu tidak diuji. Justru kekasih Allah 57:27 itu ya ee di situ ujian ujian beliau ee 57:31 justru menjadi ee lebih berat. Ya, 57:34 kira-kira demikian 57:36 dari hamba Allah. Asalamualaikum 57:38 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 57:40 Waalaikumsalam warahmatullahi 57:41 wabarakatuh. Ada orang yang hafal 57:43 Al-Qur'an dan pasih sekali. Hartanya 57:46 banyak. Tetapi ketika saya meminta 57:49 tolong kepadanya, malah enggak ada 57:51 respon sama sekali. Padahal saya sangat 57:53 membutuhkan bantuannya. Akhirnya saya 57:56 jadi ragu kepada beliau. Pertanyaan 57:58 saya, Al-Qur'an yang mana yang bisa 58:01 merubah seseorang dari sombong menuju 58:05 respek kepada sesama? Mohon pencerannya, 58:07 Ustaz. Iya. Baik. Jadi dalam kasus 58:11 seperti ini, Ibu atau Bapak hamba Allah, 58:14 kita tidak boleh menyalahkan 58:17 Al-Qur'annya gitu ya. Karena Al-Qur 58:20 bukan berarti orang yang hafal Quran itu 58:23 ee bisa berkarakter atau berperilaku 58:26 seperti Al-Qur'an. Belum tentu. Karena 58:29 hafal Al-Qur'an bisa jadi ee hanya 58:33 hafalannya saja tapi tidak 58:35 diimplementasikan gitu ya. Nah, kalau 58:37 tadi Bapak, Ibu minta tolong misalkan 58:39 kepada orang tersebut ya juga boleh jadi 58:42 mungkin kalau pertolongan itu bersifat 58:44 sesuatu yang ee apa dia tidak miliki ya, 58:48 boleh jadi ee apa dia tidak bisa 58:51 membantu juga dalam hal itu karena 58:53 mungkin dia tidak memiliki gitu ya. Ee 58:55 jadi sebetulnya ee amat terpisah ya dari 58:59 ee apa ee Al-Qur'an ya dan orang yang 59:05 mungkin kita anggap sebagai ee Ahlul 59:08 Quran misalkan begitu ya. Misalkan 59:10 seperti inilah kurang lebih analoginya 59:13 ada mobil ya mobil yang bagus tapi 59:16 dikendarai oleh orang yang tidak terlalu 59:19 mahir. Ee lalu kita bilang, "Ah mobil 59:22 ini jelek. ee enggak bisa berlari 59:25 kencang. Padahal yang salah supirnya, 59:27 bukan mobilnya, gitu kan. Nah, jadi kita 59:29 harus pisahkan juga hal seperti itu. 59:32 Bagi e terus pertanyaannya tadi bagian 59:33 mana dari Al-Qur'an yang bisa mengubah 59:35 karakter seseorang? Semuanya, semuanya. 59:38 Semuanya, Bapak, Ibu. Cuma memang harus 59:41 dipelajari, dikupas dengan baik ee di di 59:45 apa? 59:46 Dijabarkan ee ditadaburi seperti ini. 59:49 Lalu kemudian ee menghasilkan satu 59:51 penggagalan hidup. dari pegangan itu 59:53 harus 59:56 diimplementasikan, 59:58 dilakukan dalam kehidupan sehari-hari 1:00:00 baru kemudian bisa mengubah karakter. 1:00:03 Kalau hanya sekedar dibaca bahkan 1:00:05 dihafal tidak belum belum bisa mengubah. 1:00:08 Karena apa? Al-Qur'an itu petunjuk 1:00:11 hidup. Saya sering mengistilahkan 1:00:13 seperti 1:00:14 resep Bapak Ibu kalau baca resep, resep 1:00:18 bikin ee pisang goreng misalkan gitu ya. 1:00:22 Ee kan kalau dibaca ambil pisang goreng 1:00:26 500 gr misalkan begitu ya. Ambil terigu 1:00:29 sekian gram, ambil air sekian gram. 1:00:32 Kalau dibaca-baca terus, dibaca-baca 1:00:35 terus ya pisang gorengnya enggak 1:00:38 jadi-jadi. Harus begitu dibaca ambil 1:00:41 pisangnya sekian gram. Ah buru-buru 1:00:43 ambil. Buru-buru lakukan. Ambil 1:00:45 terigunya sekian gram. Buru-buru ambil 1:00:47 terigunya. Buru-buru lakukan. ee masukin 1:00:50 ke minyak panas dalam waktu sekian. 1:00:52 Lakukan baru kita dapat hasil bisa makan 1:00:56 pisang goreng. Nah, begitu juga 1:00:57 Al-Qur'an. Bedanya kalau resep tadi 1:01:00 dibaca-baca enggak dapat pahala. Kalau 1:01:02 Al-Qur'an dibaca-baca walaupun tidak 1:01:04 paham, tidak ngerti dapat pahala. Itu 1:01:06 bonusnya. 1:01:08 Nah, tapi tujuannya adalah supaya pisang 1:01:12 gorengnya tadi jadi Bapak Ibu yang 1:01:13 dirahmati Allah. Supaya apa? karakter 1:01:16 kita berubah, hidup kita jadi 1:01:19 terbimbing. Itu tujuan sesungguhnya. 1:01:21 Nah, bonusnya pahala ketika kita membaca 1:01:25 walaupun tidak paham. Nah, gitu. Maka 1:01:28 penting untuk kita buka dia petunjuk 1:01:30 hidup itu lalu kita lakukan ya dalam 1:01:33 kehidupan sehari-hari. Ya, demikian 1:01:36 kira-kira. Baik, Ustaz. Ini yang 1:01:38 terakhir Ustaz ya dari Bapak Wahyu di 1:01:41 Tangerang Selatan. Asalamualaikum 1:01:43 warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz. 1:01:45 Waalaikumsalam warahmatullah. Mohon maaf 1:01:46 di luar tema pertanyaan saya. Ee apakah 1:01:50 anak-anak kita yang diberi fasilitas dan 1:01:53 segala kemudahan kelak akan menjadi 1:01:56 pribadi yang lemah yang tidak kuat dalam 1:01:59 menghadapi segala masalah dan 1:02:01 cenderung pengin terima hasil secara 1:02:04 instan. Bagaimana orang tua menghindari 1:02:07 hal-hal tersebut supaya tidak terjadi? 1:02:09 Ustaz, demikian. Baik, terima kasih. Ee 1:02:12 Bapak siapa tadi, Pak? Siapa? Wahyu. 1:02:15 Wahyu ya di Tangerang Selatan. Dan Bapak 1:02:17 Ibu semua. Jadi begini sebetulnya 1:02:19 fasilitas yang kita berikan kepada anak 1:02:23 boleh-boleh saja tapi yang mesti kita 1:02:27 tanamkan adalah 1:02:29 nilainya. Nilai itu maksudnya value di 1:02:32 dalam fasilitas tersebut harus kita ee 1:02:35 tanamkan kepada Jadi sebetulnya bukan 1:02:37 fasilitas kemudahannya, tapi bagaimana 1:02:40 fasilitas itu berisi nilai. Contoh 1:02:45 begini anak-anak ya, sekarang kita 1:02:48 berikan kendaraan misalkan begitu ya. 1:02:50 Ini contoh mudah saja misalkan 1:02:52 kendaraan. 1:02:54 Nah, kita bisa memberikan kendaraan 1:02:56 untuk kemudahan mereka dalam ee belajar 1:03:00 dan lain sebagainya gitu ya. Tapi tentu 1:03:02 kita harus tanamkan nilainya. Nilai 1:03:05 bahwa 1:03:07 ee apa? Semua fasilitas itu demi satu 1:03:11 tujuan. Ada tujuannya. 1:03:13 Yakni tujuannya supaya mudah belajar dan 1:03:15 lain sebagainya, mudah mudah mendapatkan 1:03:18 ini dan seterusnya. Nilai-nilai 1:03:20 berikutnya yang kita tanamkan adalah 1:03:22 bahwa itu semua milik Allah, bukan milik 1:03:24 Anda, bukan milik kamu, bukan milik 1:03:26 ayah. Ee kita sering-sering bilang 1:03:29 begitu. Ee ini apa ee sepeda motor atau 1:03:33 apa yang ayah beli belikan ini 1:03:35 kelihatannya uangnya dari ayah tapi dari 1:03:37 Allah. Amanahnya milik Allah. Itulah 1:03:40 yang dilakukan oleh Nabi Sulaiman dalam 1:03:42 surah ke-27 An-Nabl ayat ke-40. Bapak, 1:03:46 Ibu, ketika beliau diberikan 1:03:49 keistimewaan bisa menghadirkan 1:03:52 singgasana Ratu Balqis oleh seorang 1:03:55 bawahan beliau gitu ya, beliau langsung 1:03:57 bilang, "Aza min 1:04:00 fadlibbi a asykur am akfur." Ini adalah 1:04:03 karunia dari Tuhan saya menguji saya 1:04:06 apakah saya bersyukur atau tidak. Ee 1:04:08 bilang begitu sama anak, "Ini dari 1:04:10 Tuhan, dari Allah. Ini dari Allah, dari 1:04:12 Tuhanmu, penciptamu untuk menguji kamu 1:04:15 apakah kamu bersyukur atau tidak." Wah, 1:04:18 begitu kita juga yang dapat fasilitas, 1:04:20 kita juga sampaikan kepada anak ini dari 1:04:22 Allah, bukan milik ayah. E, gitu ya. 1:04:25 Supaya anak belajar dari situ. Kalau 1:04:27 nilai ini bisa ditanamkan, enggak ada 1:04:29 masalah kita memberikan fasilitas. Nah, 1:04:32 seperti Nabi Sulaiman punya banyak 1:04:33 fasilitas. Beliau diberikan banyak 1:04:35 fasilitas oleh Allah, tapi beliau tahu 1:04:37 value yang ada di dalamnya.Ayallah. 1:04:40 Kira-kira demikian. Oh, baik. 1:04:42 Alhamdulillah semua pertanyaan sudah 1:04:44 dibacakan. Mungkin sebelum pamit ada 1:04:46 yang ditambahkan atau disimpulkan, Pak 1:04:48 Basanten, Pak? Iya. Iya. Jadi ee 1:04:52 kesimpulannya adalah Bapak Ibu ya 1:04:55 perjalanan hidup kita penuh dengan ujian 1:04:58 ya. Demikian pula Rasulullah dan juga 1:05:01 tadi Nabi Ibrahim dan semua nabi-nabi 1:05:03 tentu saja dalam Al-Qur'an. Tapi 1:05:04 persoalannya adalah bagaimana skill kita 1:05:08 untuk bisa melewati melalui ujian itu 1:05:10 dengan baik. Salah satunya dari 1:05:12 peristiwa Isra Mikraj, kita belajar agar 1:05:15 banyak-banyak mendapatkan rasa takjub ya 1:05:18 akan kebesaran Allah sehingga melahirkan 1:05:21 keyakinan dalam diri kita kemudian 1:05:23 menghasilkan rasa aman dari yakin itu 1:05:26 tadi. Nah, mudah-mudahan bisa kita 1:05:28 lakukan, kita implementasikan dan 1:05:31 menjadi panduan dalam kehidupan kita. 1:05:33 Wallahuam. 1:05:35 Baik, Ustaz. Terima kasih atas nasihat 1:05:36 dan tausiahnya di malam hari ini dan 1:05:39 semoga Iwan Nawat ja mendengar bisa 1:05:42 mengap aplikasikan dalam kehidup 1:05:43 sehari-hari. Amin ya rabbal alamin. Dan 1:05:45 demikian Iwan Nawat kebersamaan kita di 1:05:47 acara tadabur Al-Qur'an bersama Ustaz 1:05:49 Doni Amir Sagap dengan tema pelajaran 1:05:52 kesehatan mental dari peristiwa Isra 1:05:54 Mikraj Nabi Muhammad sallallahu alaihi 1:05:56 wasallam. Semoga apa yang disampaikan 1:05:58 bermanfaat untuk semuanya. Saya yang 1:05:59 bertugas Pak ditemani Neza dan juga 1:06:01 Yusuf Subang pamit. Subhanakallahumma 1:06:04 bihamdika ashadu alla ilahailla anta 1:06:06 astagfiruka wa atubu ilaik. 1:06:08 Asalamualaikum warahmatullahi 1:06:09 wabarakatuh.