Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:57 Yufid TV 1:21 Bismillahirahmanirahim, alhamdulillah 1:22 wakafa washolatu wassalam ala nabi 1:24 mustofa wa ala alihi wa shohbihi ala 1:26 syiddiq walafa Assalamualaikum 1:28 warahmatullahi wabarakatuh ikhwan akhwat 1:29 yang dirahmati Allah Subhanahu wa taala 1:31 Apa kabar? Semoga dimanapun ikhwan 1:34 akhwat berada senantiasa dalam lindungan 1:36 dan rahmat dari Allah Subhanahu wa taala 1:39 Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah 1:40 Subhanahu wa taala Kembali lagi bersama 1:42 kami di acara renungan di bawah naungan 1:45 Alquran Kajian ulumul quran Bersama saya 1:49 Isal Kaf Ondi dan juga Anis Muallim di 1:51 meja operator 1:53 Tentunya kita mengkaji bersama Ustad 1:55 Husein bin Hamid Al Athas yang sudah 1:57 membersamai kita di studio. 1:58 Assalamualaikum, Ustaz. 1:59 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:01 wabarakatuh. 2:01 Dan Ustaz Otong yang sudah membersamai 2:03 kita juga. Assalamualaikum, Ustaz. 2:05 Waalaikumsalam. 2:06 Insyaallah sehat, Ustaz, ya. 2:07 Tadi pagi Ustaz Otong habis ngajar ini, 2:09 Ustaz. Ngajar tahsin, tahsin 2:11 qiraah-qiraah tahsin. Masyaallah. 2:13 Semoga bercahaya. 2:14 Masyaallah, masyaallah. 2:16 Ustaz Otong juga punya metode 2:17 tersendiri, Ustaz. Namanya metode 2:19 surasmania. 2:20 Surasmania. 2:21 Surasmania. Masyaallah, metode 2:23 mudah sekali, Ikhwan wal Akhwat. Nanti 2:25 silakan dihubungi Ustaz Otong kalau mau 2:27 belajar membaca Alquran. Baik, Ikhwan 2:29 wal Akhwat. Sebelum kita mulai kajian 2:31 kita pada hari ini, alangkah baiknya 2:34 kita buka dulu dengan membaca Ummul 2:36 Quran surat Al-Fatihah. 2:41 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 2:49 Bismillahirrahmanirrahim. 2:56 Alhamdulillahirabbil 3:00 alamin. 3:04 Arrahmanirrahim. 3:09 Maliki yaumiddin. 3:14 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 3:22 Ihdinash shirathal mustaqim. 3:27 Shirathalladzina 3:30 an'amta alaihim. 3:34 Ghairil maghdubi alaihim waladh 3:40 dhallin. 3:44 Amin, amin, ya rabbal alamin. Semoga 3:46 dari bacaan surat Al-Fatihah tadi Allah 3:48 bukakan pintu rahmat dan pintu 3:50 hidayahnya buat kita semua. Ya, wal 3:52 Akhwat dirahmati Allah Subhanahu Wa 3:53 Ta'ala, hari ini kita akan membahas tiga 3:56 ayat terakhir dari surat Al-Baqarah. 3:59 Mungkin Ikhwan Akhwat sekalian sebagian 4:01 besar sudah menghafalnya. Yang berbunyi 4:04 lillahi ma fis samawati wa ma fil ard. 4:07 Wa in tubdu ma fi anfusikum au tukhafu 4:11 yuhasibukum bihillah. Fayaghfiru liman 4:14 yasya'u wa yu'adzdzibu man yasya'. 4:16 Wallahu ala kulli syai'in qadir sampai 4:20 ayat surat Al-Baqarah. 4:22 Nah, sebagai pembuka Ikhwan Akhwat mari 4:24 sama-sama kita dengarkan dulu penjelasan 4:26 dari Ustad Ustad Otong. Silakan, Ustad. 4:28 Terima kasih. 4:30 Assalamualaikum warahmatullahi 4:32 wabarakatuh. 4:32 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:34 wabarakatuh. 4:35 Alhamdulillah. 4:37 Alhamdulillahirobbil 4:38 alamin wal aqibatu lil muttaqin. 4:42 Asyhadu an laa ilaha illallah wahdahu 4:46 laa syarikalah. 4:48 Wa asyhadu anna Muhammadan abduhu wa 4:50 rasuluh. 4:51 Allahumma sholli wa sallim wa barik ala 4:54 sayyidina Muhammadin. 4:56 Wa ala alihi wa shahbihi ajma'in. Amma 4:59 ba'd. 5:01 Sama-sama kita muliakan guru kita 5:04 Al Habib Zein Alatas. 5:06 Habib Ustad Isa. 5:09 Guru Rasya, para pendengar dan pemirsa 5:12 Rasya TV yang dimuliakan Allah Subhanahu 5:14 Wa Ta'ala. 5:15 Alhamdulillahirobbil alamin di pagi hari 5:18 ini yang 5:19 cerah ya kita dapat berjumpa kembali 5:21 pada kajian 5:23 Ummul Qur'an. 5:26 Sebuah ilmu yang sangat langka yang 5:29 terlupakan saat ini di berbagai macam 5:31 belahan dunia mungkin ya, Bib ya. 5:34 Terutama di Indonesia ya. 5:36 Eee sayang sekali ya tidak dikembangkan 5:38 ya. 5:39 Statis ya, kemudian juga tidak 5:41 berkembang. Nah, alhamdulillah dengan 5:44 eee melalui program Rasya TV ini kita 5:48 mengembangkan secara khusus ya 5:50 mulai guru kita 5:52 tentang ilmu Quran ternyata ilmu Quran 5:54 itu memang sangat luas sekali ya 5:56 termasuk pada kesempatan pagi ini kita 5:59 akan membahas tema yang sangat luar 6:01 biasa 6:03 bagaimana agar kita 6:05 bisa bersatu ya 6:08 bukan hanya menjalin persatuan antara 6:11 umat Islam juga dengan 6:14 yang lainnya bersatu seru padu juga 6:16 dengan alamnya 6:19 sekarang ini beberapa hari ya 6:21 minggu-minggu ini alam tidak bersahabat 6:25 ya apa namanya gempa bumi ya banjir di 6:28 mana-mana 6:30 ini barangkali bukan istilahnya wah itu 6:33 karena alam bukan juga gitu mungkin 6:34 kalau kita analisa itu memang satu sisi 6:37 alamnya sudah banyak dirusak oleh 6:39 manusia itu 6:42 apapun alasannya ya tidak logis ya 6:44 alasan 6:45 nya ya 6:46 untuk dunia saja ya termasuk saya lebih 6:49 saya kan orang kampung Bib ya 6:52 cerita sedikit 6:53 waktu saya 6:55 kecil selepas SD itu 6:57 kerjaannya ya sebelum meneruskan sekolah 7:00 itu 7:01 nyari kayu ke hutan itu itu subhanallah 7:03 hutannya lebat ya 7:05 hutannya pohonnya besar-besar 7:09 bahkan masih melihat apa namanya burung 7:12 merak itu banyak Bib di kampung itu di 7:15 wah luar biasa itu 7:16 sekarang habis ya ratusan hektar gundul 7:19 sekarang itu 7:21 ini artinya 7:23 tidak bersahabat ya 7:25 kemudian juga 7:26 ada di daerah saya juga ya pohon jatinya 7:29 itu sebesar ini apa 7:31 kerbau 7:32 habis juga 7:35 habis juga 7:36 diambilin ya diambilin ya enggak tahu 7:38 siapa yang ngambil gitu artinya ini kan 7:40 kurang bersahabat itu Nah, tema ini 7:43 bagaimana kita itu sebagai manusia 7:45 khususnya umat Islam bisa bersatu padu 7:47 juga dengan sesama manusia juga dengan 7:50 alam. 7:51 Karena pada prinsip dasarnya itu kalau 7:53 kita melihat 7:55 berbagai macam redaksi kitab suci 7:57 Alquran itu memberikan informasi bahwa 7:59 semua ini kepunyaan Allah ya. 8:01 Apa-apa yang ada di langit, apa-apa yang 8:03 ada di bumi 8:04 punya Allah semua. 8:07 Walaupun tadi manusia itu mungkin karena 8:09 apa namanya kecintaan terhadap dunianya 8:12 ya, kemudian juga apa namanya 8:15 merasa memiliki ya. 8:18 Bahkan kita dapat informasi katanya di 8:20 Kalimantan sekian ratus hektar punya si 8:23 A, punya si B ya. 8:25 Sudah punya orang ya kapling-kapling 8:27 itu. Itu kan 8:28 ya hanya milik sementara ya. Pada 8:31 dasarnya mungkin ya kan tetap milik 8:33 Allah dalam arti mungkin ya dalam 8:35 kacamata khusus pembahasan pagi ini 8:37 bagaimana agar kita 8:39 justru bisa merasakan kebersamaan ya 8:42 seperti apa gitu ya. 8:44 Terutama di bumi Indonesia ini ya 8:47 apa namanya alamnya yang sangat luar 8:49 biasa gitu. Bagaimana bisa memanfaatkan 8:52 sebaik-baiknya dalam kebersamaan, dalam 8:54 persatuan gitu ya. 8:56 Artinya 8:58 kalau bersama, bersatu ya insyaallah ya 9:01 akan terwujud perdamaian, kesejahteraan 9:04 ya. 9:05 Terutama dalam rangka mengambil ibrah ya 9:08 dari 9:10 alam semesta yang Allah ciptakan itu 9:12 kadang-kadang manusia itu mungkin karena 9:14 egonya barangkali ya 9:16 sehingga hati nurani itu tidak 9:19 tidak patuh ya kepada Allah. Padahal 9:21 apa? 9:23 Apa-apa yang ada di langit dan bumi itu 9:26 selalu bersujud kepada Allah termasuk 9:28 matahari ya setiap pagi itu kan terbit 9:30 ya. Itu dalam bentuk satu sisi 9:33 ketundukan kepada Allah gitu ya. 9:36 Kemudian sisi lain itu itu eh 9:39 kalau dalam beberapa literatur itu 9:41 menunjukkan eh 9:43 sebagai pelayan buat manusia. 9:46 Dan banyak sekali rahasia yang mungkin 9:49 pernah tidak pernah diungkap ya. 9:51 Hanya globalnya saja kita tahu-tahu itu 9:54 oh apa pergantian siang dan malam. Tapi 9:56 secara rincian itu 9:58 eh tidak dipahami seperti apa namanya 10:00 terbit matahari, kemudian 10:02 apa cahayanya terus berubah-berubah itu 10:04 kan eh belum ada kayaknya yang 10:06 mendeteksi apa berapa panasnya 10:08 derajat-derajatnya gitu ya. 10:10 Sampai yang luar biasa itu nah kebesaran 10:12 Allah ya Allah berikan anugerah kepada 10:14 kita bangsa Indonesia ya. 10:16 Itu termasuk eh 10:17 saya baca literatur 10:19 eh apa namanya 10:21 perubahan tubuh kita itu itu ternyata 10:23 bukan per tahun. Kita kan tahunya eh 10:26 tahunnya ulang tahun sekian. Justru itu 10:28 per detik gitu ya perubahan-perubahannya 10:30 sel-sel ini. Nah, semua itu 10:32 eh secara umum itu itu tawaf gitu. 10:36 Sel-sel di dalam berarti kan tunduk 10:37 patuh kepada Allah. Tetapi kenapa 10:40 kebanyakan manusia eh pas aplikasinya 10:42 itu banyak yang ingkar gitu. Nah, 10:45 barangkali ini sebagai pengantar 10:46 bagaimana agar semua kita ya sebagai 10:49 umat manusia ya 10:51 bisa bersatu padu gitu mengalahkan 10:54 ego-egonya buang tetapi satu sisi 10:56 bagaimana agar sisi kemanusiaannya itu 10:58 muncul ya sehingga kita akan selalu 11:01 tolong-menolong, saling bantu-membantu 11:03 ya eh apa mempunyai 11:05 apa namanya eh rasa kemanusiaannya yang 11:09 tinggi tentunya ya. Bagaimana itu supaya 11:11 terwujud ya dengan uraian ini 11:14 agar menyadari bahwa itu bukan hanya 11:16 milik si A milik si B ya eh apa namanya 11:19 khususnya Indonesia yang luas ini tetapi 11:21 bagaimana supaya berpikir kembali 11:23 positif bahwa itu semua milik Allah ya 11:25 bagaimana ketika 11:27 menghadap Allah itu eh semua dapat 11:29 mempertanggungjawabkan apa perbuatannya 11:31 itu dalam konteks kebaikan-kebaikan ya. 11:34 Mungkin ini sebagai pengantar. 11:36 Tentunya lebih lanjut akan diuraikan 11:38 oleh guru kita Alhabib Zein Alatas. 11:41 Terima kasih. Assalamualaikum 11:42 warahmatullahi wabarakatuh. 11:44 Waalaikumsalam 11:44 Waalaikumsalam warahmatullahi 11:47 wabarakatuh. 11:51 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 11:56 Bismillahirrahmanirrahim. 12:00 Alhamdulillahirobbil 12:04 Arrahmanirrohim. 12:08 Allahumma sholli 12:09 wasallim 12:11 ala sayyidina wa nabiyina 12:14 Muhammadin 12:16 abdika wa rasulik. 12:18 Wa ala alihi at toyyibin wa sohabatihil 12:23 ghurril mayamin. 12:25 Wat tabiina lahum bi ihsanin ila 12:28 yaumiddin. 12:29 Subhanak, la il ma lana illa ma 12:32 allamtana. 12:34 Innaka antal alimul hakim. 12:38 Wa la haula wa la quwwata illa billahil 12:41 aliyil adzim. 12:43 Robbana zidna ilman wa alhiqna bis 12:46 sholihin. Allahumma atina min indika 12:49 rohmah. 12:50 Wa allimna min ladunka ilman 12:53 nafi'an unfa'na bima allamtana. 12:58 Ikhwan akhwat 13:00 pendengar pemirsa radio TV Silaturahim 13:06 ikhwan akhwat seiman, begitu pula sesama 13:10 saudara 13:11 dalam kemanusiaan yang berasal dari ayah 13:14 ibu yang sama. 13:17 Seluruh keluarga besar radio TV 13:20 Silaturahim. 13:23 Ustaz Isa bin Ahmad Taufiq Alkaf, Ustaz 13:27 Otong Surasman, Ondy 13:30 serta 13:35 Anis ya 13:37 Mu'alim 13:39 bersama seluruh kerabat kerja di studio 13:42 salamullahi alaikum jamian warahmatullah 13:45 wabarakatuh 13:47 semoga keselamatan 13:51 baik dalam kehidupan dunia maupun dalam 13:53 kehidupan akhir 13:55 rahmat sepanjang perjalanan hidup kita 13:58 dan keberkahannya dicurahkan atas kita 14:00 semua 14:02 Allah menempatkan langkah-langkah kita 14:04 di atas jalan yang lurus yang Allah 14:07 ridhoi 14:09 Allah subhanahu wa ta'ala luruskan hati 14:11 kita, wajah kita menghadap ke hadapannya 14:15 hingga akhir hayat semoga Allah wafatkan 14:17 kita semua dalam keadaan husnul khotimah 14:20 dosa-dosa yang kita lakukan sebelumnya 14:22 dihapuskan dan diampuni oleh Allah semua 14:25 ini hanya dengan rahmat Allah 14:29 adapun usaha kita 14:31 yang penuh dengan kelalaian 14:34 dosa-dosa juga yang melekat pada diri 14:37 kita 14:38 kalau bukan dengan karunia Allah dan 14:40 rahmat-Nya mustahil kita akan selamat 14:44 Nabi Allah Adam 14:46 bersama 14:47 istri kakek nenek kita 14:50 disebabkan karena satu kesalahan 14:52 Allah turunkan ke bumi 14:54 nah berapa banyak kira-kira kesalahan 14:56 yang kita lakukan 14:58 yang serupa dengan kesalahan beliau 15:01 bahkan yang lebih dahsyat lagi kalau 15:03 bukan rahmat Allah di mana kita akan 15:05 berada 15:08 oleh karena itu 15:09 hidayah Allah berikan untuk kita beriman 15:12 padanya, rasulnya, kitabnya 15:15 dan kita diingatkan bahwa seluruh 15:17 keluarga besar umat manusia merupakan 15:19 saudara kita yang berasal dari ayah ibu 15:21 yang sama. 15:23 Kita diperintahkan beriman, berserah 15:25 diri kepadanya dan juga mengajak 15:27 saudara-saudara kita untuk bersama-sama 15:29 bersatu 15:30 berserah diri kepada Allah. 15:33 Nah, 15:34 kajian kita pada pagi hari ini 15:37 yaitu beberapa ayat 15:40 terakhir dari surah Al-Baqarah 15:42 mengingatkan kita akan hal yang amat 15:45 penting dalam hidup kita. 15:49 Demi keselamatan kita. 15:50 Bukan untuk kepentingan atau keuntungan 15:52 Allah subhanahu wa taala atau rasul yang 15:54 menyampaikan. 15:57 Kita akan baca 15:59 beberapa ayat terakhir dari surah 16:01 Al-Baqarah dimulai dari ayat 284. 16:08 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 16:19 Lillahi ma fis samawati 16:23 wa ma fil ard. 16:27 Wa in tubdu ma fi anfusikum 16:33 au tuhfuhu yuhasibukum 16:38 bihillah. 16:43 Fayaghfiru limayyasya'u 16:46 wayu'adzibu 16:48 mayyasya'. 16:52 Wallahu ala kulli syai'in 16:56 qadir. 17:00 Amanar rasulu bima 17:04 unzila ilaihi mir rabbihi wal mukminun. 17:14 Kullun amana billahi wa 17:20 Amana billahi 17:23 wa malaikatihi. 17:27 Wa kutubihi wa rusulihi. 17:31 La nufarriqu baina ahadin 17:35 min rusulihi. 17:37 Wa qolu sami'na wa ato'na. 17:42 Ghufronaka robbana wa ilaikal masir. 17:51 La yukallifullahu 17:53 nafsan illa wus'aha. 17:59 Laha ma kasabat wa alaiha maktasabat. 18:06 Rabbana la tuakhidna 18:10 in 18:11 nasina 18:13 au akhto'na. 18:16 Rabbana tahmil la tahmil. 18:22 Wala tahmil alaina 18:25 isron kama hamaltahu 18:29 alalladzina min qoblina. 18:34 Rabbana wala tuhammilna 18:39 ma la toqotalana 18:41 bih. 18:43 Wa'fu anna waghfirlana 18:46 warhamna. 18:49 Anta maulana 18:52 fansurna alal qaumil kafirin. 18:58 Sadaqallahul 19:03 Wa sadaqa rasuluhul karim. 19:06 Wa nahnu ala dzalika minasy syahidin. 19:09 Amma ba'du. 19:12 Ikhwan akhwat yang 19:14 yang tertipu dalam kehidupan dunia ini. 19:21 Dia merasa 19:24 bahwa 19:27 harta benda yang di tangannya 19:30 rumah yang didiami 19:34 begitu pula 19:36 berbagai macam 19:38 sarana kehidupan 19:40 yang berada dalam genggamannya merupakan 19:42 miliknya. 19:44 Termasuk di antaranya 19:46 juga negerinya. 19:52 Padahal kalau kita pahami dengan benar 19:56 bahwasanya 19:57 langit, bumi dan seluruh isinya 20:00 adalah milik Allah. 20:03 Sedangkan kita 20:07 diberikan Allah Subhanahu Wa Ta'ala 20:10 apa-apa yang Allah berikan kepada kita 20:13 sebagai hak guna pakai. 20:15 Bukan hak milik. 20:17 Bukan hak mi 20:18 milik. Ini penting sekali untuk kita 20:20 pahami. 20:21 Hingga kita tidak apa? 20:25 Tidak sama sekali merasa bangga atau 20:27 merasa sombong, angkuh dengan apa yang 20:29 di tangan kita tapi kita menyadari bahwa 20:32 ini merupakan hak guna pakai. 20:36 Semasa hidup kita 20:38 dan Allah akan meminta per tanggung 20:40 jawaban kita di hari kemudian nanti. 20:45 Maka pada ayat 284 20:47 dari Suratul Baqarah, Allah berfirman 20:50 walillahi ma fis samawati wa ma fil ard. 20:56 Kepunyaan Allah. 21:00 Tidak ada seorang pun 21:02 yang apa? Ikut memiliki. 21:05 Kepunyaan Allah 21:08 seluruh yang terdapat di langit maupun 21:11 di bumi, termasuk kita semua ini. 21:15 Dalam bahasa Arab 21:17 apabila 21:19 keterangan 21:21 ya 21:22 ditempatkan lebih awal dari apa yang 21:24 diterangkan 21:26 seperti walillahi ma fis samawati wa ma 21:29 fil ardhi 21:31 ini menunjukkan bahwasanya apa? 21:33 Ya. 21:34 Bahwasanya 21:36 yang diterangkan 21:38 ya, terbatas pada apa? 21:41 Yang diterangkan atau yang dikenal 21:44 sebagai 21:45 ya, mubtada 21:49 itu menjadi apa? Menjadi hak milik 21:53 dari apa? 21:55 Dari Allah subhanahu wa taala. Walillah 21:58 ma fis samawati wa ma fil ardhi 22:01 karena asalnya 22:03 ma fis samawati wa ma fil 22:05 lillah 22:06 seluruh yang terdapat di langit dan di 22:08 bumi milik Allah 22:11 tapi kalau 22:13 kedudukan kalimatnya seperti itu 22:16 yang di langit dan di bumi milik Allah 22:18 tidak menafikan bahwa yang lain ikut 22:20 memiliki. 22:23 Tapi kalau lillahi ma fis samawati wa ma 22:26 fil ardhi, dengan mendahulukan 22:28 kepemilikan di sini 22:29 bahwa 22:30 hanya kepunyaan Allah 22:33 tak ada 22:35 yang ikut serta memiliki 22:39 semua apa yang terdapat di langit maupun 22:42 di bumi. 22:44 Nah, saya berikan contoh yang sederhana. 22:48 Kalau saya mengatakan laka hadza 22:50 laka ha hadza 22:52 semua hadza laka 22:55 ini merupakan dua uslub yang berbeda. 22:59 Kalau saya katakan laka hadza 23:02 wali akhik ini milik milik kamu dan 23:05 saudara kamu. 23:09 Hadza laka, hadza 23:11 laka maaf, hadza laka wali akhik, ini 23:14 milik kamu, wali akhik, ya. 23:19 Berarti apa? Tidak menunjukkan 23:21 kepemilikan terbatas pada kamu. He eh, 23:23 saudara kamu ikut memiliki. 23:25 He eh. 23:26 Tapi kalau saya katakan laka hadza 23:29 He eh. 23:30 berarti apa? 23:31 Ini, ya. 23:33 Apa? Ini 23:35 kepemilikannya hanya khusus buat kamu. 23:37 Laka hadza, artinya apa? 23:40 Kepemilikan barang ini 23:42 hanya menjadi milik kamu. 23:45 He eh. 23:45 Kalau saya tambahkan wali akhik, ini 23:47 merupakan ungkapan yang salah dalam 23:48 bahasa Arab. 23:49 He eh. 23:51 Karena laka hadza menunjukkan 23:52 kepemilikan hanya menjadi milik kamu. 23:54 He eh. 23:55 Tentu ditambahkan wali akhik, wali 23:57 akhik. 23:59 Kalau kita ingin mengatakan sesuatu, 24:00 mengatakan hadza laka wali akhik. 24:02 He eh. 24:06 Tapi kalau laka hadza, berarti 24:08 kepemilikan 24:11 terbatas pada kamu. Begitu juga lillahi 24:14 ma fis samawati wa ma fil ard kepunyaan 24:18 Allah semata semua yang terdapat di 24:23 langit maupun di bumi termasuk kita 24:25 semua. 24:27 Termasuk negeri kita Indonesia. 24:32 Termasuk juga negara Arabnya. 24:35 Termasuk juga negeri Cinanya. 24:37 He eh. 24:39 Termasuk juga 24:41 seluruh apa yang terdapat di benua Asia, 24:44 benua Eropa 24:45 benua Amerika 24:47 Afrika, Australia semuanya adalah milik 24:52 Allah. 24:54 Nah, manusia ditempatkan di atas muka 24:56 bumi sebagai khalifahnya atau sebagai 24:58 mereka yang menerima amanah. Yang kelak 25:01 akan dipertanggungjawabkan di hadapan 25:03 Allah. 25:05 Oleh karena itu orang yang bertepuk dada 25:07 membanggakan bangsanya, membanggakan 25:09 negerinya, tanya padanya. 25:12 Apakah kamu ini ya 25:15 menciptakan diri kamu? 25:17 Apakah negeri kamu juga buah ciptaan 25:20 kamu? 25:21 Apa semuanya milik Allah? 25:23 Kamu ditempatkan di muka bumi sebagai 25:26 seorang yang mengemban amanah. 25:30 Oleh karena itu Islam menolak isu 25:32 kebangsaan ataupun kesukuan. Karena 25:34 Allah ciptakan manusia berbangsa-bangsa, 25:37 bersuku-suku li ta'arofu untuk saling 25:39 mengenal agar dapat bekerja sama dalam 25:42 memakmurkan bumi sesuai dengan tuntunan 25:45 dan keridhoan Allah Subhanahu wa Ta'ala. 25:50 Nah, kalau isu kesukuan, kebangsaan 25:53 ditolak, begitu juga isu-isu apa? 25:56 Isu-isu sektarian. 25:58 Kelompok. 26:00 Orang yang 26:02 mempropagandakan hal ini, sebetulnya 26:05 termasuk dalam golongan orang-orang yang 26:08 mempersekutukan Allah. Sebagaimana yang 26:11 dinyatakan Qur'an pada ayat 30 dari 26:14 surah apa? 31 dari surah 26:17 Ar-Rum. Wala takunu 26:19 minal musyrikin, jangan kamu sekali-kali 26:22 tergolong dari orang musyrik. 26:24 Minalladzina farraqu dinahum wa kanu 26:27 syiya'a. 26:28 Itu mereka-mereka 26:30 yang memecah belah agama mereka, 26:33 mencabik-cabiknya 26:34 hingga akhirnya manusia 26:37 membentuk diri mereka untuk 26:39 bergolong-golongan, 26:40 berkelompok-kelompok. 26:42 Kullu hizbin bima ladaihim farihun, tiap 26:44 kelompok merasa bangga dengan apa yang 26:46 ada pada mereka. 26:48 Ini menunjukkan manusia semacam ini 26:50 manusia yang lupa diri. 26:54 Yang tidak mengenal dari mana dirinya 26:55 berasal. 26:56 Ehm. 26:57 Untuk apa dia hidup. Ke mana dia akan 27:00 pergi. 27:01 Dan bagaimana cara hidup yang benar. Dia 27:03 tidak memahami hal ini. 27:04 Ehm. 27:05 Tapi ternyata yang tidak paham lebih 27:08 banyak dari yang paham. 27:11 Ada orang membanggakan orang tuanya, 27:13 membanggakan nasabnya, membanggakan juga 27:15 bentuk rupanya. Ini menggambarkan orang 27:18 yang bagaimana? 27:20 Orang-orang yang sebetulnya tidak waras. 27:24 Ehm. 27:24 Juga membanggakan dia sebagai etnik yang 27:27 berkulit putih. 27:29 Ehm. 27:30 Dia berkulit hitam, ini sawo matang. 27:33 Membagi 27:34 membagi-bagi manusia ya ke dalam 27:37 klasifikasi tadi merupakan pembagian 27:40 yang bertolak belakang dengan kebenaran 27:43 yang absolut. 27:45 Ehm. 27:45 Lillahi ma fis samawati wa ma fil ard. 27:49 Kepunyaan Allah. Semua yang terdapat di 27:52 langit maupun di bumi. Bukan hanya 27:55 Jazirah Arabia. Tapi seluruh alam raya 27:58 dan isinya. 28:00 Nah, Allah subhanahu wa ta'ala mengajak 28:02 kita melalui keterangan ini untuk keluar 28:04 dari apa? Dari wawasan yang sempit. 28:08 Wawasan yang? 28:09 Sempit. 28:10 Bukan hidup dalam wawasan kesukuan, 28:14 kebangsaan atau sekte 28:16 yang sempit yang membuat hati kita 28:19 berseberangan dan saling berjauhan. 28:21 Saling membanggakan diri. 28:23 Tapi kita disatukan 28:25 Ehm. 28:25 dalam keislaman kita kepada Allah. Bukan 28:29 hanya bersatu ya. 28:31 Ehm. 28:32 Bukan hanya bersatu dalam apa? Dalam 28:34 kehidupan manusia. Tapi bersatu bersama 28:37 seluruh alam raya, langit, buminya dalam 28:40 berserah diri kepada Allah. 28:43 Pada ayat 83 28:46 dari surah Al 28:47 Allah menerangkan hal ini. 28:52 Afa ghaira dinillahi yabghun? 28:56 Walahu 28:59 aslama 29:00 man fis samawati 29:02 wal ardhi tau'an wa karhan. 29:07 Wailaihi 29:08 yur 29:09 ja'un. 29:13 Jadi, 29:14 apakah 29:16 selain dari dinullah, 29:19 selain dari tuntunan Allah yang mereka 29:21 inginkan? 29:23 Artinya, apakah mereka ingin hidup 29:24 dengan 29:27 meninggalkan tuntunan Allah? 29:30 Karena kesombongan, karena kebanggaan. 29:32 Walahu aslama man fis samawati wal ard. 29:36 Padahal kepada Allah seluruh yang 29:39 terdapat di langit berserah diri dan 29:42 tunduk kepada-Nya. 29:43 Tau'an, 29:45 dengan apa? 29:46 Dengan penuh 29:47 kepasrahan, ketulusan, 29:50 au karhan, atau apa? 29:52 Tunduk, ya, 29:54 karena hukum-hukum dan aturan Allah yang 29:56 tak mungkin dielakkan. 29:58 Manusia diberikan kebebasan, tapi bisa 30:00 enggak dia 30:01 mengubah hukum-hukum Allah subhanahu wa 30:03 taala? 30:05 Contohnya, 30:07 dalam eksistensinya, 30:09 siapa yang memudikan jantungnya? 30:13 Siapa yang memudikan paru-parunya? 30:17 Dia memiliki hak pilih, tapi terbatas. 30:20 Terbatas pada apa yang menjadi wewenang 30:23 tanggung jawabnya, 30:24 tapi sebagian besar hidupnya semua di 30:26 bawah kendali Allah. Jantungnya tunduk 30:27 pada Allah, kedua paru-parunya, kedua 30:29 ginjalnya, pencernaannya, betul enggak? 30:33 Sistem sarafnya, semua bekerja dengan 30:36 izin Allah, bukan dengan apa? 30:38 Bukan dengan kemauan dan pilihannya, 30:40 walaupun dia seorang pemimpin 30:43 negara super power seperti Amerika 30:47 atau Inggris atau Perancis atau Rusia 30:50 maupun Cina. 30:52 Di kesombongan dia bisa enggak 30:54 mengingkari hal ini? 30:56 Ehm. 30:57 Kepada Allah seluruh yang terdapat di 31:00 langit tunduk baik dengan kesadaran 31:03 ataupun walaupun dia menolak ya, tapi 31:05 seluruh eksistensinya semua tunduk 31:08 kepada Allah dan berada di bawah 31:10 aturan-Nya. 31:13 Walahu aslama man fis samawati wal ardhi 31:16 tau'an wa karha. 31:18 Wa ilaihi yurja'un dan kepada Allah 31:20 mereka akan dikembalikan. Mereka enggak 31:22 bisa lari. 31:23 Tidak akan bisa berlindung kepada 31:25 selainnya. 31:25 Ehm. 31:26 Artinya mereka tetap 31:28 Ehm. 31:29 akan berada dalam genggaman Allah ke 31:31 manapun mereka pergi. 31:34 Ayat 83 ini jelas enggak? 31:36 Jelas. 31:36 Jelas dan dalam Alquran banyak 31:40 ayat-ayat yang menerangkan bahwasanya 31:42 Allahlah satu-satunya pemilik 31:46 satu-satunya penguasa pemerintah di 31:48 langit maupun di bumi. 31:52 Ayatul Kursi sebagai contoh. 31:54 Allah 31:56 la ilaha illa hu. 31:59 Al hayyul 32:00 qayyum. 32:01 La ta'khudzuhu 32:02 sinatun. 32:02 sinatun wala lahu ma fis samawati wa ma 32:06 fil ardhi. 32:07 Man dzal ladzi yasyfa'u indahu illa bi 32:10 ya'lamu ma baina aidihim 32:13 wa ma khalfahum. 32:16 Wa la yuhithuna bi syai'in min ilmihi 32:19 illa bi ma sya'a. Wasi'a kursiyuhus 32:21 samawati wal ardhi wa la ya'uduhu 32:23 hifzhuhuma wa huwal aliyul azhim. 32:26 Ayat-ayat ini menerangkan 32:29 di samping Allah satu-satunya pemilik, 32:31 Allah mengurus, merawat 32:34 memelihara alam raya termasuk diri kita. 32:36 Kalau Allah tinggalkan kita, 32:39 nescaya seluruh eksistensi kita langsung 32:40 akan apa? 32:41 Akan mengalami kematian. 32:45 Innallaha yumsikus samawati wal ardha an 32:48 tazula. Wala insa lata, 32:50 in amsakahuma min ahadin min ba'di. 32:54 Allah yang menahan langit untuk tidak 32:57 runtuh. 32:58 Langit yang kita kenal 33:01 terbatas pada apa? Pada apa yang kita 33:03 saksikan, apa yang kita ketahui, ya, 33:07 mengenai apa? 33:08 Mengenai 33:10 alam astronomi. 33:12 Padahal yang diketahui oleh para ilmuwan 33:15 amat terbatas. 33:18 Oleh karena itu, beberapa waktu yang 33:20 lalu mereka mengirimkan kembali apa? 33:22 Teleskop yang lebih canggih dari 33:24 teleskop Hubble. 33:26 Kalau Hubble jaraknya dekat, hanya 33:28 beberapa ratus apa? 33:29 Mil. 33:30 Kalau ini 33:32 mencapai 1.000.000,5 33:36 di tempat yang amat jauh untuk 33:38 meneropong, ya, 33:40 menyingkap sebagian rahasia alam. Itu 33:42 pun apa? 33:44 Pada jangkauan yang amat yang amat 33:46 sedikit sekali. Karena luasnya alam 33:49 raya, hingga saat ini manusia tak mampu 33:52 untuk menjangkaunya. 33:55 Tapi kesombongan dia ternyata apa? 33:57 Lebih apa? Dahsyat dibanding 34:00 pengetahuannya. 34:03 Ini semua menunjukkan ketidakberdayaan 34:05 kita di hadapan kebesaran keagungan 34:06 Allah. 34:09 Jadi lillahi ma fis samawati wa ma fil 34:12 ardhi. 34:13 Lalu Allah ingatkan kita semua, wa in 34:16 tubdu ma fi anfusikum autukhfuhu 34:19 yuhasibkum bihillah. 34:25 Dan apapun 34:27 yang kalian nyatakan ataupun kalian 34:30 sembunyikan, 34:33 Yuhasibukum bihillah. Allah subhanahu wa 34:35 taala akan menghisab 34:37 kalian 34:39 pada apa-apa yang tersimpan dalam hati 34:41 kalian. 34:43 Ataupun pada apa yang kalian nyatakan. 34:46 Niat kita ini 34:48 akan dilihat Allah enggak? 34:50 Dilihat. Orang katakan berbuat kebaikan 34:52 tapi niatnya bukan karena Allah, Allah 34:54 tahu. 34:55 Kelak akan masuk dalam jangkauan hisab. 34:58 Betul enggak? 34:59 Artinya bukan hanya yang nampak, tapi 35:01 amal batin kita juga diketahui dan kelak 35:05 akan dihisab oleh Allah subhanahu wa 35:07 taala. 35:09 Fayaghfiru limayyasya wa yu'adzibu 35:11 mayyasya. 35:12 Maka Allah akan 35:14 memberikan ampunan bagi siapa yang 35:15 dikehendaki 35:17 dan akan menghukum, menyiksa siapa yang 35:19 dikehendaki. 35:21 Dengan sendirinya akan diampuni Allah 35:22 yang datang dengan penuh kerendahan 35:24 memohon ampun, bertobat dari 35:26 kesalahannya. 35:28 Memperbaiki dirinya, mensucikan jiwanya, 35:31 qad aflaha man zakkaha. 35:33 Juga memperbaiki amalnya. Ini yang akan 35:35 mendapatkan ampunan dari Allah. 35:38 Karena kita ini sebaik-baiknya hidup 35:41 kita selurus-lurusnya tak luput dari 35:43 kesalahan. 35:44 Ada orang yang melakukan kesalahan 35:46 dengan kesombongan, kebanggaan, ada yang 35:48 melakukan kesalahan karena lupa dan 35:50 kelemahan di hadapan hawa nafsunya. Dia 35:53 segera kembali memohon ampun pada Allah. 35:55 Beda di antara dua orang ini. 35:59 Jadi fayaghfiru limayyasya wa yu'adzibu 36:01 Nah, yang akan disiksa Allah adalah 36:03 orang yang sombong, yang bangga dengan 36:05 kesalahan. 36:06 Kemudian mereka tidak bertobat 36:09 pada saat kesempatan masih berada 36:11 bersamanya. 36:15 Fayaghfiru limayyasya wa yu'adzibu 36:17 mayyasya. 36:21 Wallahu ala kulli syai'in qadir. Sungguh 36:24 Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. 36:27 Perhatikan juga penutup ayat ini. 36:30 Allah tidak mengatakan wallahu bikulli 36:32 syaiin alim, sungguh Allah Maha 36:34 mengetahui segala sesuatu. 36:37 Kan berhubungan dengan ilmu kan? Tapi 36:39 ditutup dengan wallahu ala kulli syaiin 36:41 qadir. Mengapa kira-kira Ustaz Isa? 36:47 Karena walaupun kita mengetahui sesuatu, 36:50 kalau kita tidak kuasa, apa yang dapat 36:52 kita lakukan? 36:54 Allah bukan hanya 36:55 mengetahui, bukan hanya akan menghisab, 36:58 tapi Dia Maha Kuasa untuk melakukan apa 37:01 yang dikehendaki. 37:03 Jadi jangan kamu berpikir kamu akan 37:04 lolos dari cengkraman Allah. 37:07 Bagaimanapun kuasanya, kuatnya kamu, 37:10 kamu lemah di hadapan Allah. 37:13 Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas 37:15 segala sesuatu. 37:20 Sekian banyak orang tahu akan kesalahan, 37:23 pelanggaran, kezaliman, 37:24 tindakan-tindakan korupsi, penyimpangan 37:26 yang berlangsung. 37:28 Tapi walaupun mereka tahu, mereka tak 37:30 berdaya berbuat apa-apa karena lemah. 37:34 Jangan kita beranggapan Allah Subhanahu 37:36 Wa Ta'ala, ya, 37:38 tidak kuasa untuk menghukum kita. 37:41 Atau tidak kuasa untuk membantu 37:43 hamba-hambanya yang beriman, berjuang di 37:45 jalan-Nya. 37:47 Alam raya termasuk diri kita merupakan 37:49 bukti kekuasaan Allah dan ilmu-Nya. 37:54 Nah, setelah Allah menjelaskan hal ini, 37:57 bagi kita dengan begitu jelas dan 37:59 gamblang, 38:00 sepatutnya kita umat manusia seharusnya 38:03 bekerja, beramal 38:05 sesuai dengan apa? Peran kita sebagai 38:07 khalifah-Nya. 38:09 Dalam memperlakukan manusia juga kita 38:11 perlakukan mereka sebagai apa? Sebagai 38:13 saudara-saudara kita. Seperti Imam Ali 38:15 mengatakan apa? 38:17 Manusia terbagi dua, imma akhun laka fil 38:20 insaniyah 38:22 wa fiddin 38:24 Kalau bukan dia saudara sesama manusia 38:26 dan se-agama dengan kamu. 38:28 Fahuwa akhun lakha fil insaniyah, maka 38:30 dia saudara kamu sesama manusia. 38:35 Karena apa? Karena semua berasal dari 38:36 ayah ibu yang sama. Jangan kamu lihat 38:38 warna kulitnya yang berbeda. 38:41 Atau katakan raut mukanya, jangan kamu 38:43 lihat ini. Karena pada dasarnya 38:46 sebagaimana keterangan Allah, Allah 38:48 ciptakan manusia min nafsin wahidah. 38:50 Pria maupun wanitanya. 38:54 Kalau kita memahami hal ini 38:56 dengan sendirinya akan muncul rasa 38:58 persaudaraan, kecintaan diantara sesama 39:00 kita. 39:01 Sekarang ini, jangankan persaudaraan 39:04 terhadap sesama manusia 39:06 dengan perbedaan suku bangsa dan agama. 39:08 Diantara sesama umat Islam saja kalau 39:10 kita lihat bagaimana kebencian, 39:12 permusuhan berkecamuk di hati mereka. 39:15 Ini menunjukkan bahwa mereka apa? Belum 39:17 menjalankan agama atau belum memahami 39:20 agama dan mengamalkannya sebagaimana 39:22 yang diterangkan Allah. 39:25 Sayangnya banyak penghafal Alquran, 39:27 penghafal juga hadis-hadis Rasul. 39:31 Tapi ternyata yang keluar dari mulut 39:32 mereka menunjukkan 39:34 bahwa mereka belum memahami agama dengan 39:37 benar. 39:40 Nah, kita harapkan mudah-mudahan 39:43 Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan 39:45 mengingatkan hal ini kepada kita kaum 39:47 muslimin 39:48 kita dapat betul-betul 39:50 mengamalkan apa-apa yang Allah ingatkan 39:52 pada kita menjadi contoh di 39:54 tengah-tengah umat manusia. 39:56 Bisa kita berdakwah kepada mereka yang 39:57 belum beriman, berdakwah dengan cara 39:59 yang baik, lemah lembut mempergunakan 40:02 kekuatan logika diiringi dengan akhlak 40:04 yang baik. Adapun orang-orang yang zalim 40:06 dari mereka abaikan. 40:10 Wala tujadilu ahlal kitab illa 40:14 iya ahsan. Illalladzina zolamu minhum, 40:17 kecuali yang dholim. Yang dholim 40:18 abaikan, jangan kau ladeni. 40:21 Masa orang yang waras meladeni orang 40:22 yang enggak waras? 40:24 Betul enggak? 40:25 Tapi orang-orang yang waras, yang bisa 40:27 diajak berpikir, berdialog, ajak mereka 40:29 berdialog. Jangan kamu ancam 40:32 mereka. 40:34 Mengancam mereka, kalau kamu enggak 40:36 terima ayat-ayat Allah, 40:38 kamu akan masuk ke dalam api neraka. 40:40 Yang dibutuhkan untuk mereka penjelasan, 40:41 penerangan mengenai kebenaran. 40:44 Kalau dia sudah menerima atau memahami 40:47 kebenaran, itu menjadi pilihan dia. 40:49 Tugas kita menyampaikan dan menerangkan. 40:54 Jadi, mudah-mudahan mulai saat ini kita 40:56 tidak lagi terpancing oleh isu-isu 41:00 syaitan 41:01 atau isu-isu jahannamiyah. 41:04 Nidaat jahannamiyah syaitoniyah 41:07 yang mengajak kita untuk saling 41:08 membanggakan suku, nasab, bangsa kita. 41:12 Kalau ada oknum satu suku yang salah, 41:14 jangan kita generalisir. 41:17 Ada oknum satu bangsa salah, jangan kita 41:19 generalisir. 41:21 Seperti contohnya, 41:23 ada orang Indonesia salah, jangan kita 41:25 generalisir bahwa seluruh orang 41:26 Indonesia seperti itu. Begitu juga ada 41:28 bangsa Arab salah, 41:29 perilaku tidak benar, jangan kita 41:31 generalisir. Begitu juga ada bangsa Cina 41:34 salah, jangan kita anggap seluruh 41:35 bangsanya apa? 41:37 Karena saya juga 41:39 banyak membaca buku tentang mereka dan 41:41 peradaban mereka, saya temukan di antara 41:44 mereka ada orang orang yang mencintai 41:46 kebenaran, bahkan berkorban demi 41:47 kebenaran. Di samping banyak orang-orang 41:50 juga yang bagaimana? 41:52 Banyak yang penuh dengan nafsu angkara 41:54 murka. Dan itu bukan hanya terbatas pada 41:55 bangsa Cina. 41:57 Bangsa Arab juga apa? 41:59 Kita saksikan, bagaimana kejahatan yang 42:02 mereka lakukan, kejahatan kemanusiaan 42:04 terhadap rakyat Yaman. 42:07 Yang melakukan bukan orang bodoh. 42:09 Yang melakukan dua, eh yang melakukan 42:12 negara yang menguasai dua kota suci 42:14 haram yang menjadi pelayan 42:16 dan negara-negara jiran yang lain. 42:19 Mereka sombong dengan kelebihan 42:21 keutamaan yang Allah berikan kepada 42:22 mereka melakukan kejahatan 42:24 terhadap sesama saudara mereka. 42:28 Ini perbuatan yang mesti ditentang dan 42:30 diingkari. 42:33 Jadi kita semua disatukan oleh apa? 42:36 Oleh 42:37 keislaman kita kepada Rabbus samawati 42:41 wal ard, pemilik langit dan bumi 42:44 yang berkuasa 42:46 memerintah keduanya termasuk kita semua. 42:48 Kalau kita tidak mau 42:50 itu menjadi pilihan 42:52 yang kelak akan dipertanggungjawabkan. 42:55 Nah, setelah itu Allah subhanahu wa 42:56 taala melanjutkan Amanar rasulu bima 42:59 unzila ilaihi 43:01 mir rabbihi wal mukminun. 43:06 Amanar rasul Ar rasul beriman. 43:11 Wal mukminun dan semua orang yang 43:12 beriman 43:13 bima unzila ilaihi, dengan apa yang 43:15 Allah turunkan kepadanya. 43:19 Amanar rasul bima unzila ilaihi mir 43:22 rabbih Rasul beriman kepada apa yang 43:24 diturunkan kepadanya begitu pula 43:26 orang-orang yang beriman. 43:29 Kullun amana billah, seluruhnya 43:34 semuanya 43:35 beriman kepada Allah. 43:37 Bukan hanya umatnya rasul dan seluruh 43:40 umatnya semuanya beriman 43:42 kepada Allah. 43:44 Wa malaikatihi, begitu pula kepada para 43:46 malaikatnya 43:48 yang menjalankan amanat tugas yang Allah 43:50 amanatkan kepada mereka. 43:53 Wa kutubihi, begitu pula 43:56 kitab-kitab yang Allah turunkan kepada 43:58 para nabi dan para rasul. 44:02 Wa rusulih begitu pula beriman kepada 44:05 seluruh rasul yang diutus oleh Allah. 44:10 Kullun amana billah wa malaikatihi wa 44:13 kutubihi wa rasulih. 44:15 La nufarriqu baina ahadin minhum. 44:20 Kami 44:22 tidak membeda-bedakan seorang pun di 44:24 antara mereka. 44:26 Kami beriman kepada Rasulullah 44:28 sallallahu alaihi wasallam Muhammad bin 44:30 Abdillah. 44:31 Beriman kepada Almasih Isa bin Maryam. 44:34 Beriman kepada Yahya, beriman kepada 44:36 Zakaria, beriman juga kepada Sulaiman, 44:39 Daud, beriman juga kepada 44:42 siapa? Musa dan Harun, beriman juga 44:44 kepada Yusuf, Yakub, Ishak, Ibrahim dan 44:48 nabi-nabi yang lain. 44:50 Jadi kami bukan hanya beriman kepada 44:52 nabi dari bangsa Arab 44:54 tapi nabi dari bangsa-bangsa yang lain 44:57 kami juga beriman. Karena apa? 44:58 Seluruhnya mereka merupakan duta-duta 45:01 Allah membawa risalah dari Allah. 45:03 Allah. 45:04 Kullun amana billah wa malaikatihi wa 45:06 kutubihi wa rasulih. La nufarriqu baina 45:09 ahadin min rasulih. 45:11 Kalau ada orang beriman kepada Almasih 45:15 tidak beriman kepada nabi yang lain atau 45:17 kepada Rasulullah, dia bukan orang yang 45:19 beriman. 45:22 Oleh karena itu kalau ada orang Islam 45:23 beriman kepada Rasulullah tidak beriman 45:25 kepada nabi-nabi yang lain 45:28 atau dia beriman 45:30 kepada apa? Kepada kitab Injil dan 45:32 Taurat menolak untuk beriman kepada 45:34 Alquran atau beriman kepada Alquran 45:36 menolak untuk beriman 45:38 kepada Injil dan Taurat yang Allah 45:40 turunkan 45:42 dengan sendirinya apa? Dia bukan dari 45:43 golongan orang yang beriman. 45:47 Kita bukan menolak kitab Taurat dan 45:50 Injil yang diturunkan Allah 45:53 kita beriman kepada dua kitab yang Allah 45:54 turunkan. Adapun kitab yang ada pada 45:56 saat ini, kitab yang ada pada 45:59 pada saat ini 46:01 sebagaimana yang dibuktikan oleh para 46:03 ahli bukan merupakan teks asli yang 46:07 ditulis 46:08 ya pada masa kehidupan Almasih maupun 46:13 Musa alaihimas salatu wassalam 46:16 jadi kami beriman kepada apa yang Allah 46:18 turunkan kepada Almasih Isa Ibnu Maryam 46:20 kepada 46:21 apa yang Allah turunkan kepada apa? Musa 46:24 Ibnu Imran ya 46:27 beriman kepada kitab-kitab sebelumnya 46:31 tidak membedakan satupun juga karena 46:32 kalau orang yang beriman dia 46:34 memilih-milih untuk diimani ini 46:36 menunjukkan bahwa apa? Dia tidak tulus 46:38 dalam beriman 46:39 oleh karena itu di mata kami 46:43 perbedaan suku, bangsa, warna kulit ini 46:47 hanya perbedaan di permukaan tapi 46:49 intinya kita semua hamba-hamba yang 46:52 sedang menjalankan tugas dan amanat 46:54 dalam kehidupan dunia ini 46:57 la nufarriqu baina ahadin min rusuli 47:02 wa qalu 47:04 sami'na wa atana 47:06 semua orang yang beriman 47:08 mengatakan kami dengar 47:10 bukan hanya asal dengar wa atana 47:13 kami juga patuh 47:15 ini ciri orang yang beriman 47:17 nah kalau dia beriman kepada sebagian 47:19 menolak kepada sebagian 47:22 bagaimana kira-kira? Hukumnya tidak 47:24 beriman 47:25 kita tahu bahwa Alquran merupakan rukun 47:27 iman 47:28 tapi kalau buku-buku hadis yang ada 47:30 rukun iman bukan? 47:33 kok kenapa hadis lebih diutamakan dari 47:34 Alquran? 47:36 untuk membuktikan kebenaran riwayat dari 47:38 nabi 47:39 harus dicocokkan dengan Alquran karena 47:41 Alquran ya sebagai pedoman utama nabi 47:44 beriman kepadanya 47:47 sedangkan hadis atau sunah merupakan 47:49 implementasi dari apa? 47:51 dari Alquran 47:53 jadi mana mungkin 47:55 Rasulullah melakukan atau mengucapkan 47:57 ucapan-ucapan yang bertentangan dengan 47:59 isi Alquran. 48:03 Kitab-kitab hadis dikumpulkan jauh 48:05 setelah masa Nabi kita Muhammad 48:06 sallallahu alaihi wasallam, sedangkan 48:08 Alquran dicatat, ditulis oleh para 48:11 penulis wahyu di bawah pengawasan Nabi. 48:16 Wa qaalu sami'na wa atho'na, ghufraanaka 48:20 rabbana wa ilaikal mashiir, mengingat 48:23 kita tidak luput dari kesalahan, dari 48:25 dosa. 48:27 Maka kita mohon pada Allah ghufraanaka, 48:29 ghufraanaka di sini ya menggantikan 48:32 fi'il amr, ighfir lana. 48:37 Jadi seperti ma'adzallah juga 48:39 menggantikan apa? Na'udzubillah. 48:41 Jadi ghufraanaka rabbana, ampunanmu ya 48:44 Allah Tuhan kami yang kami dambakan, 48:46 kami harapkan. Jangan kamu lihat diri 48:48 kami. 48:49 Jangan kamu hukum dan adili kami dengan 48:51 keadilanmu ya Allah, kami tidak akan 48:53 mungkin sanggup. 48:54 Tapi 48:55 perlakukan kami ya Allah dengan rahmat, 48:57 kemurahan dan ampunanmu. Ghufraanaka 49:00 rabbana. 49:01 Ampunanmu ya Allah. Ya Tuhan kami. 49:06 Atas segala kelalaian, dosa dan kealpaan 49:08 kami ya Allah. Inilah harapan kami. 49:11 Ghufraanaka rabbana wa ilaikal mashiir 49:14 dan kepadamu ya Allah kami kembali. 49:17 Di dunia kami kembali kepadamu dengan 49:19 mengikuti bimbingan petunjukmu 49:21 semaksimal kemampuan kami. Kepadamu kami 49:24 berserah diri. Kepadamu kami memohon 49:26 pertolongan. Kepadamu kami menyembah dan 49:29 di hari akhirat kami juga akan 49:31 bergegas-gegas kembali kepadamu ya 49:33 Allah. 49:35 Laa yukallifullaahu nafsan illaa 49:37 wus'ahaa. 49:38 Untuk mengikis pemahaman yang salah 49:41 mengenai Allah seolah-olah Allah 49:43 membebani manusia dengan beban yang 49:45 berat di luar kemampuannya. 49:48 Allah mengatakan laa yukallifullaahu 49:50 nafsan illaa wus'ahaa. Allah tidak akan 49:52 membebani seseorang di luar 49:54 kemampuannya. 49:55 Semua yang Allah perintahkan padanya 49:57 sesuai dengan kemampuannya. Pada saat 49:59 dia tidak berdaya dan lemah, Allah 50:01 berikan jalan keluar. 50:03 Orang sakit diperintahkan puasa, dia 50:05 boleh berbuka. 50:06 Dia musafir berat baginya puasa, 50:08 diizinkan untuk berbuka. 50:10 Dia berhadapan dengan ancaman kelaparan, 50:13 terdapat di hadapannya barang yang 50:14 dilarang seperti babi, dia dibolehkan 50:16 untuk memakan. 50:18 Dia berbuat kesalahan, bertobat, memohon 50:20 ampun, Allah ampuni dosanya. 50:22 Kurang apa Allah terhadap manusia? Fabi 50:24 ayyi ala irobbikuma tukadziban. La 50:27 yukallifullahu nafsan illa wus'aha. 50:30 Laha ma kasabat, ha kembali ke nafsan. 50:34 Laha ma kasabat. 50:36 Kebaikan-kebaikan yang dilakukan, 50:39 manfaatnya, manisnya kembali kepada 50:42 pelakunya. 50:43 Kepada jiwa yang melakukan. Wa alaiha 50:46 maktasabat. Dan perbuatan-perbuatan 50:49 dosa, kesalahan, pelanggaran yang 50:51 dilakukan, pahitnya, akibatnya akan 50:54 kembali kepada siapa? Kepada jiwa yang 50:56 melakukan. 50:57 Dalam bahasa Arab, 51:00 lam berarti kepemilikan, 51:02 keuntungan. 51:04 Ala menunjukkan 51:05 beban. 51:06 Beban. Contohnya, 51:08 laka hadza ya fulan, ini milik kamu. Wa 51:11 alaika kadza, dan ini kewajiban yang 51:14 mesti kamu bayar. 51:16 Plus dan minus. 51:16 Iya. Jadi, laha kembali kepada jiwa, ma 51:20 kasabat, kebaikan yang dilakukan, 51:22 keuntungan. 51:24 Yang merasakan bukan Allah, bukan juga 51:27 Rasul. 51:28 Tapi siapa? Dia yang akan diuntungkan. 51:32 Menikmati rasa manisnya, indahnya, 51:34 lapangnya kebaikan yang dilakukan. 51:36 Begitu pula wa alaiha maktasabat, 51:39 keburukan-keburukan yang dilakukan, yang 51:41 akan merasakan pahit dan akibatnya 51:43 adalah jiwa yang melakukan. 51:46 Berarti saat orang berbuat kebaikan, 51:48 yang pertama diuntungkan siapa? 51:50 Dirinya. 51:51 Baru orang yang lain. 51:54 Bisa orang berbuat buruk, yang pertama 51:56 dirugikan siapa? 51:57 Diri sendiri. 51:58 Oleh karena itu orang sering mengeluh, 51:59 "Ustaz, 52:00 kenapa nih saya sumpek, 52:02 gelisah rasa enggak tahu sebabnya apa?" 52:05 Kalau kamu ingin tahu sebabnya, 52:07 perbuatan kamu yang membuat apa? Kamu 52:09 merasakan hal ini. Cuma kamu tidak 52:11 sadari. Ketahuilah, 52:13 lapangnya jiwa seseorang, manisnya, dan 52:17 sejuknya, itu karena kebaikan yang 52:19 dilakukan. Allah berikan balasan di 52:21 dunia sebelum di akhirat. 52:23 Sedangkan sempitnya, pengapnya, 52:25 gelisahnya kamu, karena perbuatan dosa 52:27 yang kamu lakukan. Maka disaat kamu 52:29 bergelisah tidak tahu sebabnya apa, itu 52:31 tahu, buru-buru kamu bertobat kembali 52:33 pada Allah sebagaimana kakek nenek kita, 52:35 "Rabbana dzolamna anfusana 52:37 wa illam 52:38 wa illam taghfirlana wa tarhamna 52:40 lanakunanna minal khosirin." 52:44 "Ghufronaka rabbana wa ilaikal masir. La 52:48 yukallifullahu nafsan illa wus'aha." 52:52 "Laha ma kasabat wa alaiha maktasabat." 52:55 Apakah tidak bersyukur memiliki Tuhan 52:58 yang begitu pengasih, penyayang, 53:00 yang mengampuni dosa-dosa orang yang 53:01 bertobat padanya, yang tidak membebani 53:04 kita dengan beban yang berat. 53:06 Tapi ternyata masih banyak orang 53:08 berburuk sangka pada Allah. Kalau 53:10 menerima kebaikan diklaim itu usahanya, 53:13 kalau menghadapi keburukan takdir Allah. 53:16 Terus enggak? 53:17 Biasa. 53:19 Iya. 53:20 Setelah itu apa? 53:22 Rabbana 53:22 "Rabbana la tuakhidzna innasina wa 53:25 akhto'na." 53:27 Ini ayat-ayat Quran yang mengajarkan 53:29 kita berdoa. 53:31 Berarti bimbingan dari Allah kan? 53:32 Iya. 53:32 Sebagaimana Adam mendapatkan tuntunan 53:34 untuk berdoa. "Fatalaqqo Adamu min 53:36 rabbihi kalimatin." Sekarang Allah 53:38 ajarkan kita. 53:39 "Rabbana la tuakhidzna innasina wa 53:42 akhto'na." Wahai Tuhan kami, jangan kamu 53:44 hukumkan 53:46 Karena kami lupa 53:48 atau kami salah. 53:50 Lupa percaya pada setan seperti kakek 53:53 dan nenek kita kan. Begitu sadar ya baru 53:56 kita menyadari bahwa kita telah 53:58 melakukan pelanggaran. 54:01 Atau disebabkan karena kesalahan kami ya 54:03 Allah, baik sengaja maupun tidak 54:05 sengaja. 54:07 Berarti kalau Allah mengajarkan doa ini 54:09 akan mengabulkan enggak? 54:12 Akan mengabulkan karena Allah paling 54:14 senang ridho 54:16 mendengarkan 54:18 doa yang dipanjatkan oleh hambanya. 54:21 Tapi yang paling dibenci Allah Allah ya 54:23 orang-orang yang membanggakan dan 54:25 menyombongkan diri. 54:28 Padahal yang dibanggakan disombongkan 54:29 semua milik Allah milik Allah. 54:34 Kemudian 54:36 wala rabbana wala tahmil alaina isron 54:41 kama hamaltahu alalladzina min qobli. 54:44 Tadi akhto itu artinya apa? 54:46 Al-khoto kan kesalahan. 54:47 Kesalahan. 54:48 Khoto. 54:48 Bedanya sama yang kesalahan yang 54:50 misalnya disengaja gitu ustad. 54:53 Kan ada orang lupa. Lupa. Nah lupa 54:56 macam-macam kan. 54:57 Ya kata lupa itu macam-macam. 54:59 Contohnya 55:01 eee lupa ya 55:03 seorang melakukan kesalahan 55:07 tanpa disengaja. Contohnya umpamanya 55:08 apa? 55:09 Orang makan 55:11 di tengah hari bulan Ramadhan. 55:14 Di siang hari bulan 55:15 Ramadhan. 55:18 Begitu dia sadar dia berpuasa. 55:21 Dengan rahmat Allah Allah maafkan dia. 55:23 Iya. 55:24 Betul enggak? Tujuwiza ummati 55:26 al-khoto wannisyan, dimaafkan dari 55:29 umatku 55:30 al-khoto wannisyan. 55:32 Nah berkaitan dengan khoto. 55:34 Kalau seandainya orang dalam segala hal 55:37 diterima oleh Allah kalau pas sesuai 55:41 dengan kebenaran, kira-kira berapa 55:43 banyak yang akan selamat? 55:46 Contohlah jangan jauh-jauh. 55:48 Kalau semua orang ya diperiksa salatnya 55:52 harus tepat seperti yang Rasul lakukan, 55:55 berapa banyak yang selamat? 55:58 Kita enggak lihat Rasul langsung, betul 56:00 enggak? 56:01 Masing-masing punya versi. 56:03 Tapi dengan rahmat Allah, 56:05 kesalahan-kesalahan semacam ini 56:07 dimaafkan Allah. 56:08 Kecuali orang tahu benar 56:11 dia sengaja meninggalkan kebenaran, 56:12 memilih yang salah baru ya. 56:15 Tapi kalau berkaitan dengan riwayat ya 56:18 yang kita ya yang kita apa? Terima. 56:22 Dan tidak langsung kita apa? 56:25 Kita berjumpa dengan Rasul. 56:28 Versi Syekh Nashruddin Albani mengatakan 56:30 ini sifat salat Nabi. 56:32 Sebagian lagi menulis sifat salat Nabi 56:34 pada saat versi, kira-kira dua-duanya 56:36 pasti enggak kebenarannya? 56:38 Apakah Albani memiliki kebenaran 56:39 absolut? Tidak. Yang lain juga tidak. 56:42 Kenapa kalian tidak saling berlapang 56:44 dada pada hal yang berbeda? Padahal 56:46 Allah sudah mengajarkan dalam suratul 56:48 Kahfi kalau ada perbedaan yang tidak 56:50 jelas, 56:51 fala tumari fihim illa miraan dzahira 56:54 wala tastafti fihim minhum ahada. Ini 56:56 kenapa ngotot masing-masing membela 56:59 pendapatnya bahkan memujanya lagi. 57:03 Kalau awam masih pantas. Kalau 57:05 ulama-ulama itu terjerumus dalam 57:07 pemujaan diri kan bahaya sekali. 57:10 Kecuali kalau yang pasti atau nas 57:11 Alquran yang jelas 57:14 ya. 57:15 Maka tidak dibenarkan kita berijtihad. 57:16 Tapi kalau ada perbedaan 57:19 seorang berkesimpulan bahwa ini yang 57:21 sunah, yang lain mengatakan tidak 57:23 demikian. Masing-masing punya alasan. 57:27 Jadi menyedihkan sekali kalau kita 57:29 jumpai ulama-ulama justru ya yang 57:31 berilmu ini tidak diberikan 57:33 kebijaksanaan. 57:34 Malah dikuasai kesombongan dan 57:36 kebanggaan dan dengan mudah mengkafirkan 57:38 orang lain. 57:41 Jadi, 57:44 lupa itu merupakan ciri apa? 57:48 Ciri manusia, kan? 57:49 Ciri manusia. 57:50 Terkadang kita 57:52 subhanallah, kita lengah. 57:54 Tahu salah, 57:56 tapi kita lupa. Banyak enggak seperti 57:57 ini? 57:58 Banyak. 57:59 Banyak. 58:00 Salah juga begitu. 58:02 Jadi, kita ini manusia jangan 58:04 sekali-kali kita 58:06 mensucikan diri kita. 58:08 Oleh karena itu Allah berfirman, 58:09 "Innallaha yuhibbut tawwabin wa yuhibbul 58:12 mutatahhirin." Dalam hadis, "Kullu ibni 58:15 adama khotto." 58:17 Allah enggak mengatakan, "Kullu ibni 58:18 adama khotiatun mukhti." 58:20 Ehm. 58:22 Tapi Allah katakan khotto. Kotto artinya 58:24 apa? 58:26 Salah mulu. 58:26 Sering melakukan kesalahan. 58:28 Ehm. 58:29 "Wa khoyrul khottoin." 58:32 Sebaik-baiknya orang yang sering berbuat 58:34 kesalahan, "Attawwabun." Yang sering 58:36 bertobat. 58:38 Betul enggak? 58:39 Betul, Ustaz. 58:41 Setelah itu, 58:42 "Rabbana wala tahmil alaina." 58:45 "Isron kama hamaltahu alalladzina min 58:48 qoblina. Rabbana wala tahmil wala 58:50 tuhammilna 58:51 Ehm. 58:51 ma la toqotalana bihi." 58:54 Ada perbedaan enggak di antara tahmil 58:56 alaina sama tuhammilna? 58:58 Ehm, beda, Ustaz. 59:00 Tapi terjemahannya? 59:02 Sama di sini, Ustaz. 59:02 Sama di sini. 59:03 Padahal dua kata ini berbeda. 59:05 Beda. 59:06 "Hamala ala" sama "hammala yuhammilu" 59:10 beda. 59:10 Ehm. 59:11 Kalau "hammala yuhammilu" memberikan 59:13 beban. 59:15 "Al himlu" itu beban. "Hammala yuhammil" 59:18 ya, 59:18 Beban. 59:18 artinya memberikan beban pada seseorang. 59:21 Tapi kalau "hamala ala" 59:23 dipergunakan biasanya untuk arti apa? 59:25 Penyerangan, 59:27 Seperti hamala alal musyrikin, ya. 59:31 Menyerang kaum musyrikin dengan 59:33 pasukannya, katakan. 59:35 Maksudnya wala tahmil alaina di sini. 59:39 Isron kama hamaltahu alal ladzina min 59:41 qoblina. Ya Allah, jangan sekali-kali 59:43 Engkau menyempitkan kami. 59:46 Dengan beban-beban sebagaimana yang 59:50 Engkau telah apa? 59:52 Lakukan terhadap orang sebelum kami. 59:54 Contohnya. 59:58 Pada orang-orang terdahulu Allah 59:59 haramkan untuk 1:00:02 menggunakan rampasan perang. 1:00:05 Setelah didapatkan, datang api yang 1:00:06 membakar. 1:00:08 Pada orang-orang Yahudi Allah haramkan 1:00:10 lemak. 1:00:12 Allah haramkan bagi mereka lemak, 1:00:13 binatang berkuku satu, ya. 1:00:16 Banyak hal yang Allah haramkan buat 1:00:18 mereka. 1:00:20 Mengharamkan atas mereka juga mengail di 1:00:22 hari Sabtu. 1:00:25 Ini kan beban, kan? 1:00:26 Mengail kan satu hal yang halal. 1:00:29 Lemak-lemak daging juga merupakan hal 1:00:30 yang halal. 1:00:32 Tapi Allah haramkan atas mereka. Kenapa? 1:00:34 Wa alal ladzina hadu 1:00:36 haramna alaihim kulli dhi dzufur wa 1:00:39 minal ghanami 1:00:40 haramna 1:00:42 alaihim 1:00:43 syuhumahuma illa ma hamalat dhuhuruhuma 1:00:46 awil hawaya aw makhtalatho bi adlmin. 1:00:49 Dzalika jazainahum bibaghihim wa inna 1:00:52 lashodiqun. 1:00:55 Bagi orang-orang Yahudi kami haramkan 1:00:56 atas mereka. 1:00:59 Dari sapi, 1:01:01 kambing, lemak-lemak keduanya. 1:01:03 Padahal 1:01:04 daging yang enak itu kalau campur lemak. 1:01:07 Illa ma hamalat dhuhuruhuma, kecuali 1:01:10 yang bersatu dengan tulang punggung yang 1:01:11 enggak bisa dipisahkan. 1:01:13 Awil hawaya atau apa? Yang di perut. 1:01:17 Illa ma hamalat 1:01:19 awil hawa aw makhtalatho bi adlmin. 1:01:22 Jadi yang di punggung dibolehkan begitu 1:01:24 juga yang bercampur dengan tulang. 1:01:28 Kenapa? 1:01:30 Oh demikian juga kami haramkan atas 1:01:32 mereka 1:01:33 binatang yang berkuku satu. 1:01:37 Kenapa? 1:01:40 Yang demikian itu kami hukum mereka 1:01:42 karena kezaliman mereka. 1:01:45 Pembangkangan mereka. Dan kami dalam hal 1:01:49 ini benar-benar 1:01:51 artinya apa yang dilakukan Allah bukan 1:01:53 karena kezaliman tapi mendidik mereka. 1:01:57 Allah haramkan untuk mengail di hari 1:01:58 Sabtu. Kenapa? Karena kezaliman yang 1:02:01 berlebih-lebihan mereka lakukan. 1:02:04 Jadi kalau seandainya kita jumpai pada 1:02:06 akhir-akhir ini gunung, gempa bumi, 1:02:09 banjir, ini bentuk protes dari alam 1:02:11 terhadap kedurhakaan manusia. Karena 1:02:13 alam kan semua berserah diri pada Allah. 1:02:16 Di saat alam ya 1:02:19 melihat perbuatan manusia yang begitu 1:02:21 dahsyatnya, mereka juga melakukan 1:02:23 protes. 1:02:25 Oleh karena itu ketika manusia 1:02:26 mengatakan bahwa Allah memiliki anak 1:02:29 langit bumi itu bergetar karena takut. 1:02:46 Mereka mengatakan Tuhan memiliki anak. 1:02:50 Kalian telah mengucapkan ucapan yang 1:02:52 amat dahsyat yang luar biasa, kebohongan 1:02:55 yang amat mengerikan. 1:02:59 Langit hampir-hampir saja apa? 1:03:02 Terpecah belah berkeping-keping dan 1:03:04 gunung juga runtuh dan mengalami 1:03:07 kehancuran karena mereka mengatakan 1:03:09 Allah memiliki seorang anak. 1:03:11 Oleh karena itu kita wajib mengingatkan 1:03:13 mereka yang salah agar tidak melakukan 1:03:15 perbuatan yang mengundang azab Allah 1:03:17 pada mereka. Bukan karena 1:03:20 tidak punya toleransi. 1:03:22 Masa kita mau biarkan orang di tepi 1:03:24 jurang 1:03:25 masuk ke dalamnya kita biarkan, berarti 1:03:27 kita enggak sayang pada mereka. Jadi 1:03:28 bisa kita mengingatkan mereka yang 1:03:30 mempersekutukan Allah bukan karena kita 1:03:32 bersikap arogan tapi ingin menyelamatkan 1:03:35 mereka. 1:03:36 Ingin mereka juga selamat seperti 1:03:38 hidayah yang Allah berikan buat kita. 1:03:41 Jadi wala tahmil alaina ya 1:03:44 bukan berarti membebani. 1:03:47 Beda antara hammala yuhmilu sama hammala 1:03:50 alaihi. Jangan engkau ya Allah pojokkan 1:03:52 kami, sempitkan kami ya Allah dengan 1:03:54 beban-beban sebagaimana yang telah 1:03:57 engkau apa? 1:03:58 Lakukan terhadap orang-orang sebelum 1:04:00 kami. Oleh karena itu dalam surat Al 1:04:02 A'raf Allah menggambarkan ciri Nabi kita 1:04:03 apa? 1:04:06 Alladzina yattabi'unannabiyyal 1:04:08 ummi 1:04:10 alladzi yajidunahu maktuban indahum fit 1:04:12 taurat 1:04:13 ya'muruhum bil ma'ruf wayanhahum anil 1:04:16 munkar wayuhillu lahumut thayyibat 1:04:18 wayuharrimu alaihimul khabaits. Setelah 1:04:21 itu wayadha'u anhum ishrahum wal 1:04:24 aghlallati kanat alaihim. 1:04:27 Mereka-mereka yang mengikuti Nabi Al 1:04:29 Ummi yang betul-betul masih dalam 1:04:31 keadaan bersih 1:04:34 ya 1:04:35 dalam keadaan bersih 1:04:37 tidak mengenal sama sekali 1:04:39 pendidikan-pendidikan yang sesat dari 1:04:41 lingkungannya 1:04:43 karena beliau pada saat itu sengaja 1:04:45 dibiarkan Allah tidak mengenal baca dan 1:04:46 tulis sampai Allah yang mengajarkannya. 1:04:49 Jadi pendidikan Nabi murni dari Allah. 1:04:55 Ya'muruhum bil ma'ruf, yang mengajak 1:04:58 kepada yang ma'ruf. Wayanhahum anil 1:05:00 munkar, mencegah dari yang munkar. Ini 1:05:02 ciri Nabi seharusnya pengikutnya juga 1:05:04 sama kan? 1:05:05 Kemudian 1:05:07 wayuhillu lahumut thayyibat, 1:05:08 menghalalkan segala yang baik buat 1:05:10 mereka 1:05:11 yang baik, yang menyehatkan, halal. 1:05:14 Sedangkan untuk orang-orang Yahudi dulu 1:05:16 yang halal juga diharamkan sebagai 1:05:18 hukuman. 1:05:19 Tapi diangkat semuanya. Wayar ba'u 1:05:21 'anhum israhum. 1:05:22 Dan Allah mengangkat dari umat manusia 1:05:25 israhum, beban yang menyempitkan mereka 1:05:27 wal aghlal. Seperti dibelenggu-belenggu 1:05:29 juga allati kanat 'alaihim, yang 1:05:31 sebelumnya ada pada mereka. 1:05:33 Jadi semua beban-beban kesempitan pada 1:05:35 umat sebelumnya dihapuskan semuanya. 1:05:38 Dengan datangnya nabiyur rahmah wa 1:05:40 arsalnaaka illa rahmatan lil 'alamin. 1:05:44 Jadi hamala 'alaina, maksudnya apa? 1:05:48 Hamala itu bisa berarti menyerang, ya. 1:05:50 Bisa berarti menjepit, bisa berarti 1:05:52 memojokkan. Jadi jangan Engkau himpit 1:05:53 kami, ya Allah, pojokkan kami dengan 1:05:55 apa? 1:05:56 Dengan beban-beban, ya, yang 1:05:58 menyempitkan kami sebagaimana yang Kau 1:06:02 lakukan, ya Allah, pada umat-umat 1:06:04 sebelum kami karena dosa mereka, 1:06:05 maksudnya. 1:06:07 Rabbana wala tuhammilna ma la taqata 1:06:10 lana bihi. Baru berikutnya, "Wahai Tuhan 1:06:11 kami, jangan Engkau bebani kami, ya 1:06:14 Allah, dengan beban-beban yang kami tak 1:06:16 mampu untuk memikulnya." 1:06:19 Dengan rahmat Allah, Allah subhanahu wa 1:06:21 ta'ala perlakukan kita dengan penuh 1:06:23 kasih sayang. 1:06:25 Tidak bebani kita dengan beban yang 1:06:27 berat. Kalau kita berbuat kesalahan 1:06:29 diampuni oleh Allah subhanahu wa ta'ala. 1:06:31 Kurang apa coba? 1:06:32 Masa enggak muncul rasa cinta di hati 1:06:34 kita pada Allah? 1:06:37 Rabbana wala tuhammilna ma la taqata 1:06:40 lana bihi. Wa'fu 'anna, waghfir lana, 1:06:43 warhamna, anta maulana fansurna 'alal 1:06:45 qaumil kafirin. Wa'fu 'anna. 1:06:47 Dalam bahasa Arab kata 'afa ya'fu. 1:06:51 'Afaat al atsar, 1:06:53 jejak-jejak hilang, 1:06:55 tidak berbekas. 1:06:57 Wa'fu 'anna, kita berharap pada Allah 1:06:59 untuk menghapuskan jejak-jejak dosa kita 1:07:01 ini. Karena dosa bisa berakibat buruk. 1:07:04 Betul enggak? 1:07:04 Betul, Ustaz. 1:07:06 Perbuatan buruk melahirkan efek buruk. 1:07:08 kita minta pada Allah dibersihkan sama 1:07:09 sekali. 1:07:12 Maafkan kami ya Allah, bersihkan kami 1:07:14 dari jejak-jejak dan akibat dosa kami. 1:07:18 Waghfirlana, ghafara yaghfiru bisa 1:07:20 berarti sebetulnya apa? Penutup. 1:07:22 Penutup. 1:07:23 Penutup. 1:07:23 Penutup. Mighfar, baju besi. Ya. Mighfar 1:07:27 itu baju besi yang digunakan apa? Untuk 1:07:28 menjadi pelindung. Jadi, waghfirlana 1:07:30 kita minta pada Allah yang jelek, yang 1:07:32 buruk semua apa? Ditutupi oleh Allah 1:07:35 dengan rahmat-Nya. 1:07:37 Karena kalau dosa kita diperlihatkan 1:07:39 bagaimana? 1:07:40 Jangankan di akhirat. Lau takasyaftum 1:07:43 latadafatum, kalau kalian buka-bukaan 1:07:45 kalian akan saling mengubur wajah 1:07:46 kalian, malu. 1:07:49 Nah, kita minta agar Allah tidak 1:07:50 permalukan kita di hari kemudian nanti. 1:07:52 Waghfirlana. Allah tutupi dosa-dosa 1:07:55 kesalahan kita. 1:07:57 Selimuti dengan rahmat-Nya dan 1:07:59 kemurahan-Nya. Warhamna ya Allah, 1:08:01 rahmati kami ya Allah. 1:08:04 Lihat doa Nabi Adam. Rabbana dzolamna 1:08:06 anfusana waillam taghfirlana watarhamna 1:08:08 lanakunanna minal khosirin. Kalau bukan 1:08:10 selimut rahmat Allah, 1:08:12 niscaya kita akan termasuk orang yang 1:08:14 merugi. Apa yang kita mau banggakan? 1:08:17 Apa yang kita mau tonjolkan? Semua 1:08:19 rahmat Allah kok. 1:08:22 Ya, rabbana walatuhmilna 1:08:24 malatoqotalanabih, waghfirlana, 1:08:26 warhamna. 1:08:28 Waghfirlana, wa'fuanna, waghfirlana. 1:08:32 Warhamna. Ini betul-betul merupakan 1:08:34 bimbingan doa yang amat indah. 1:08:37 Jejak-jejak buruk dihilangkan, kemudian 1:08:39 ditutupi, diselimuti oleh Allah dengan 1:08:41 rahmat-Nya. 1:08:42 Setelah itu anta maulana ya Allah, 1:08:44 Engkaulah satu-satunya dambaan kami, 1:08:47 pegangan kami, sandaran kami, pelindung 1:08:49 kami ya Allah. 1:08:52 Anta maulana. Setelah itu? 1:08:54 Anshurna. 1:08:56 kafirin. 1:08:57 Dan menangkan kami, bela kami dari 1:09:00 orang-orang yang ingkar dan kafir. 1:09:02 Kalau betul-betul kita mengimani yang 1:09:04 Allah sebutkan tadi, 1:09:06 juga berdoa sebagaimana yang Allah 1:09:07 ajarkan, pasti kemenangan akan menjemput 1:09:11 kita. 1:09:11 Mmm. 1:09:12 Nah, dari ayat-ayat tadi kita baca, 1:09:14 Allah subhanahu wa taala tidak membagi 1:09:16 manusia kepada apa? Kepada suku, bangsa, 1:09:19 sekte, kelompok, ada enggak? 1:09:21 Tidak ada. 1:09:22 Bukan hanya umatnya, para nabinya semua 1:09:24 beriman pada iman yang sama. 1:09:26 Mmm. 1:09:28 Nah, apa lagi yang kita mau pilih kalau 1:09:30 bukan keislaman pada Allah subhanahu wa 1:09:33 taala? 1:09:34 Allah tidak membagi manusia dan melihat 1:09:36 mereka syiah atau sunnah. 1:09:39 Betul enggak? 1:09:40 Betul. 1:09:40 Tidak membagi mereka kepada Syafii, 1:09:42 Maliki, Hambali, Hanafi, enggak. 1:09:45 Tidak membagi mereka kepada salafi dan 1:09:47 khalafi. Ini semua nidaat jahannamiyah. 1:09:51 Adalah seruan-seruan jahannam 1:09:53 yang ingin menanamkan kebencian, 1:09:54 permusuhan di hati kita. Juga tidak 1:09:56 membagi manusia di akhirat nanti atas 1:09:59 kelompok Arab, non-Arab. 1:10:01 Mmm. 1:10:02 Barat, timur enggak ada sama sekali. 1:10:04 Allah mengatakan, "Ya ayyuhannas, inna 1:10:07 khalaqnakum min dzakarin wa untsa 1:10:09 waja'alnakum syu'uban wa'qabaila 1:10:12 lita'arafu. Inna akramakum indallahi 1:10:15 Atqakum. 1:10:15 Atqakum. Allah tidak mengatakan, "Inna 1:10:17 akramakum indallahi syi'atukum atau 1:10:20 sunnatukum." Enggak. 1:10:21 Atau Nusantara. 1:10:22 Atau Nusantara. 1:10:24 Ini kenapa Islam yang begitu luas 1:10:26 mengajak kita bersatu bersama alam, 1:10:28 berserah diri pada Allah, eh kita mau 1:10:30 nusantarakan Islam. Seolah-olah 1:10:32 Nusantara ini ciptaan mereka, milik 1:10:34 mereka. Ini kan kebodohan yang luar 1:10:36 biasa. 1:10:37 Saya heran orang diberikan ilmu kok bisa 1:10:39 sebodoh ini. 1:10:41 Nah, mudah-mudahan Allah berikan 1:10:42 kesadaran buat kita semua dan jangan 1:10:45 pernah Anda membanggakan nasab, suku, 1:10:48 golongan. 1:10:49 Manusia dilihat dengan iman dan amal 1:10:51 mereka. 1:10:53 Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadu 1:10:55 an la ilaha illa anta, astagfiruka wa 1:10:58 atubu ilaih wal afu minkum 1:10:59 wassalamualaikum warahmatullahi 1:11:01 wabarakatuh. 1:11:02 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:02 wabarakatuh jazakumullah khairan jaza 1:11:04 Ustaz Sena atas dan juga Ustaz Otong 1:11:06 semoga bermanfaat buat ikhwan akhwat 1:11:07 sekalian dan ikhwan akhwat kami saya Isa 1:11:11 Alkaf, Ondy dan juga Anis Muallim mohon 1:11:13 undur diri wassalamualaikum 1:11:15 warahmatullahi wabarakatuh. 1:11:17 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:11:18 alhamdulillah.