Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 [musik] 0:12 Bismillahirrahmanirrahim. 0:14 Assalamualaikum warahmatullahi 0:16 wabarakatuh Ikhwan Akhwat 0:17 rahimakumullah. 0:19 Alhamdulillah kita dipertemukan di acara 0:21 Jendela Sekolah pada pagi ini yang 0:25 mudah-mudahan bahasannya mempersuasi 0:28 kita semua baik sebagai orang tua atau 0:32 juga sebagai siswa bahkan juga kalau ada 0:34 guru yang juga menyimak ya. Tidak lupa 0:37 salam selawat kita sanjungkan kepada 0:39 junjungan umat kekasih kita Muhammad 0:42 Rasulullah sallallahu alaihi wasallam 0:45 semoga kelak kita mendapatkan syafaat 0:47 beliau dan dipertemukan dengan beliau di 0:50 saat yang sangat kita rindukan di yaumil 0:53 akhir. 0:54 Ikhwan Akhwat Jendela Sekolah hari ini 0:58 akan mem bahas topik bagaimana melatih 1:03 leadership anak dengan tanggung jawab. 1:08 Ini adalah sesuatu banget ya untuk bisa 1:10 kita pahami dan tentang kepemimpinan 1:14 yang akan kita bahas hari ini. 1:17 Yang jelas bukan cuman buat seseorang 1:19 yang direktur kah atau bahkan presiden 1:22 ya, tapi untuk semua orang. Bahkan 1:27 seperti halnya sekarang ini anak-anak 1:29 yang masih di sekolah juga perlu sekali 1:32 memahami tentang leadership dan 1:36 pengaruh yang luar biasa terhadap 1:38 perjalanan kehidupan mereka. 1:41 Ikhwan Akhwat, kalau banyak orang yang 1:44 berpikir bahwa kepemimpinan itu 1:46 datangnya setelah dewasa 1:49 enggak juga tuh karena anak-anak dan 1:51 remaja bisa kok jadi pemimpin 1:54 di dalam rentang usia tersebut dan 1:58 hari ini 1:59 yang datang itu ada 4 tapi kita bagi dua 2:03 deh ya yang pertama nanti kita 2:06 ngobrol bersama dengan Lutfi dan juga 2:09 Luhung sementara yang sesi kedua nanti 2:13 ada Karista dan juga Insan Kamil ya 2:17 dan yang sudah hadir di sini adalah 2:20 Bapak Didi Yuda S.S.Pd beliau merupakan 2:25 Waka Kesiswaan di SMP Insan Mandiri 2:29 Cibubur 2:30 Assalamualaikum warahmatullahi 2:31 wabarakatuh semua yang hadir 2:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:35 wabarakatuh 2:37 jadi ngomong-ngomong nih 2:39 kalau di IMC ini Insan Mandiri Cibubur 2:43 ini Pak Didi sejak kapan sih anak-anak 2:46 dilatih untuk 2:48 memimpin dan caranya seperti apa tuh 2:52 iya 2:52 baik terima kasih Bu Nuning 2:54 eee terkait dengan sejak kapan anak-anak 2:57 dilatih di sekolah kita kebetulan kita 2:59 memiliki tiga ranah yaitu yang pertama 3:02 ada step-nya itu step pertama adalah 3:04 tergerak tergerak ini artinya ketika 3:07 siswa baru ini datang kita berikan 3:09 terkait dengan aturan sekolah eee he em 3:11 aturan sekolah aturan mahad di mana 3:14 mereka mengetahui tanggung jawab sebagai 3:17 siswa baru eee he em nah step kedua 3:20 adalah yaitu bergerak artinya mereka 3:23 setelah tahu aturan mereka dalam dirinya 3:26 itu bergerak untuk mengikut mengikuti 3:28 aturan sudah ada 3:29 mereka mengikuti aturan mereka tahu 3:31 bagaimana caranya nah lalu yang paling 3:34 tinggi adalah yaitu menggerakkan artinya 3:37 siswa ini sudah mampu nanti ke depannya 3:40 untuk mengajak teman-temannya ketika ada 3:43 yang lupa atau mungkin ada yang salah 3:46 eee he jadi perannya dari kelas 7 kita 3:47 sudah mulai nah di kelas 8 ini mungkin 3:50 adalah sesinya anak OSIS 3:53 Mereka yaitu belajar untuk menjadi OSIS, 3:55 mereka belajar belajar berorganisasi. 3:58 Jadi, mereka mengetahui bagaimana nanti 4:01 bentuk seorang pemimpin itu yang 4:03 bertanggung jawab. Seperti itu. 4:06 Bagaimana anak-anak mampu memiliki hal 4:09 ini, itu diawali dari 4:11 eh pembelajaran yang barusan disampaikan 4:14 oleh Pak Didi ya. 4:16 Terus em 4:18 apakah hanya siswa tertentu saja nih 4:21 yang bisa mendapatkan ilmu atau 4:23 pemahaman tadi? He em. 4:25 Tentunya untuk eh kita memberikan 4:28 kesempatan kepada semua siswa. He em. 4:30 Baik kelas 7, kelas 8 dan kelas 9. 4:33 Seperti saya bilang tadi di awal, kelas 4:35 7 itu diawali dengan mereka diberikan 4:37 tanggung jawab dari hal terkecil sampai 4:39 dengan hal terbesar. 4:41 Nah, nanti begitu mereka sudah menginjak 4:43 di kelas 8, mereka akan belajar menjadi 4:46 seorang pemimpin dan bertanggung jawab. 4:48 Itu tentunya ada wadah di sekolah yang 4:50 dinamai dengan organisasi siswa intra 4:53 sekolah atau lebih kita kita kenal 4:56 dengan nama OSIS. He em, he em. Di situ 4:58 peran tanggung jawab mereka lebih besar 5:01 untuk bisa menjadi seorang pemimpin. 5:05 OSIS itu adalah organisasi yang digeluti 5:08 siswa-siswa untuk bisa menjadi sosok 5:11 tampil bukan hanya di 5:14 area kepemimpinan di kelas ya, di 5:16 sekolah, tapi juga di luar sana 5:18 nantinya. 5:20 Kenapa sih sebetulnya siswa harus punya 5:23 tanggung jawab sejak dini? 5:26 Nah, jadi eh kenapa harus? Karena kan 5:29 tanggung jawab ini kan satu, kita 5:31 memberikan kepercayaan He em, he em. 5:33 kepada peserta didik di mana mereka bisa 5:36 belajar untuk bertanggung jawab dengan 5:39 apa yang sudah eh sekolah berikan. 5:42 Nah, nanti di situ mereka akan belajar, 5:44 baik itu mengontrol diri, mereka 5:46 memanajemen waktu, tugas mereka seperti 5:49 apa sehingga eee apa namanya mereka 5:53 mengetahui tanggung jawab, peran besar 5:56 mereka itu ketika menjadi OSIS. Tentunya 5:59 haruskan dibagi-bagi itu ada ketuanya, 6:02 ada wakilnya, ada divisinya sehingga 6:04 mereka bertanggung jawab dengan struktur 6:06 yang sudah diberikan kepercayaan kepada 6:08 mereka. 6:09 Itu enggak jadi beban tuh? Heeh. 6:12 Kalau untuk beban ya mungkin ketika 6:13 mereka masuk wah ini beban banyak banget 6:16 nih, sudah belajar gitu kan mereka, 6:18 belum kegiatan di Ma'had. Tapi di 6:20 situlah mereka belajar bagaimana 6:22 berkolaborasi karena di OSIS itu kan 6:24 bukan hanya sendiri mereka, tapi mereka 6:26 berkolaborasi, mereka mencari solusi 6:29 ketika mereka merasa oh ini menjadi 6:31 beban. Karena di OSIS itu mereka belajar 6:33 untuk bisa saling bertanggung jawab satu 6:36 sama lain dan tentunya itu untuk bisa 6:39 menyelesaikan tugas apa yang sudah 6:41 diberikan kepada mereka. 6:43 Seperti 6:44 Beban yang seperti ini tentu akan 6:47 menyemangati juga ya karena dengan 6:50 kesulitan itulah seseorang menjadi jauh 6:52 lebih oke, lebih keren. 6:54 betul. 6:56 Selama perjalanan eee membimbing semua 6:59 ini, ada enggak anak-anak yang tadinya 7:03 enggak pede atau gimana-gimana terus 7:06 berubah menjadi sosok yang lebih gimana 7:09 gitu? Heeh. 7:10 Alhamdulillah untuk eee tim OSIS sendiri 7:14 siswa yang kami lihat itu semuanya 7:16 berperan aktif, bertanggung jawab. 7:18 Tetapi ketika diminta contoh mungkin 7:20 saya sebutkan dua contoh saja, yang 7:22 pertama itu ada Ananda Hagil, itu salah 7:25 satu penanggung jawab dari divisi 7:27 keamanan. Heeh. Yang kedua ada Dipta 7:30 dari eee divisi keagamaan. 7:33 Di mana mereka untuk kelas 7 ini mereka 7:35 terlihat dua anak ini sangat introvert 7:37 bahkan pendiam. 7:39 Tapi ketika diberikan kesempatan oleh 7:42 guru, diberikan kepercayaan oleh Luthfi 7:45 sebagai ketua dan Luhung sebagai wakil 7:47 ketua, alhamdulillah mereka sampai saat 7:49 ini bahkan mereka sudah bisa 7:51 menggerakkan. 7:52 Artinya yang pertama bukan hanya menjadi 7:54 contoh, tapi tanpa diperintah mereka 7:56 sudah tahu tanggung jawab dan tugas 7:59 mereka. Contohnya misalkan ketika 8:00 kegiatan di sekolah itu ada opening pagi 8:03 sama ada closing class. 8:04 Nah, mereka biasanya di divisi keamanan 8:06 ini mereka bertugas yang pertama untuk 8:09 mengumpulkan, mengarahkan ada apa 8:12 teman-temannya itu ke mushola untuk 8:14 melaksanakan opening pagi. Ketika 8:16 closing class mereka mengarahkan untuk 8:18 teman-temannya bisa mengikuti kegiatan 8:20 sholat ashar dengan baik. Jadi, 8:22 alhamdulillah terlihat ketika siswa kita 8:24 beri kepercayaan insyaallah mereka akan 8:27 mulai bergerak dan bertanggung jawab. 8:30 Itu dua contoh yang bisa saya sebutkan. 8:32 Walaupun semuanya banyak, alhamdulillah 8:34 OSIS itu semuanya bisa berperan aktif 8:36 dan bertanggung jawab sesuai dengan 8:37 divisinya masing-masing. 8:40 Kebayang ya ikhwan akhwat buah hati kita 8:43 yang tadinya pemalu karena proses ini 8:46 berubah menjadi sosok yang 8:49 jelas beda banget gitu. Dan juga 8:52 bahwa leadership itu sudah mereka kenali 8:55 sejak dini, tentu luar biasa sekali. 8:58 Nah, sekarang kita ke siswa yang hadir 9:01 di sesi pertama ini 9:04 adalah Luthfi dan juga Luhung. Coba 9:06 diperkenalkan diri. 9:09 Baik. 9:10 Sebagai apakah gerangan tadi sudah 9:11 disebut sih sama Pak Didi, tapi enggak 9:13 apa-apa. Silakan kameranya di sana. 9:15 Ya, baik. Assalamualaikum warahmatullahi 9:17 wabarakatuh. 9:19 Perkenalkan nama saya Luthfi Insan 9:21 Kamil. Saya sebagai ketua OSIS SMPIT 9:23 Insan Mandiri Cibubur. 9:26 Luhung. Dan saya yang membersamai Luthfi 9:28 Insan Kamil, saya sebagai wakil ketua 9:30 OSIS SMPIT Insan Mandiri Cibubur. 9:32 Perkenalkan nama saya Ahmad Adi Luhung. 9:35 Dua sosok ini perlu memberitahu 9:38 bagaimana sih pertama kali dikasih tugas 9:41 seperti ini tuh rasanya kayak apa? 9:43 Lutfi, gimana? 9:45 Untuk pertama kali saya tuh merasa 9:48 gugup, walau dulu saya dulu pas kelas 7 9:51 pernah saya saya tuh pernah ada 9:53 pengalaman menjadi ketua kelas. Tapi kan 9:56 kalau ketua kelas kan dalam lingkup yang 9:57 kecil hanya sekedar dalam kelas saja. 10:00 Mhm. 10:00 Kalau menjadi ketua OSIS itu dalam 10:02 lingkup yang besar kan mencakup yang 10:04 namanya siswa terus juga anggota tim 10:06 sendiri juga sekolah. Mhm. Sementara 10:09 Luhung gimana? 10:10 Pada saya 10:11 pada saat saya terpilih menjadi wakil 10:13 ketua OSIS saya merasa sangat bersyukur. 10:16 Eh ini adalah amanah besar yang saya 10:18 tidak sangka-sangka akan diberikan 10:20 kepada saya. Di balik itu ada rasa gugup 10:22 dan rasa gugup itu saya jadikan sebuah 10:24 motivasi bagi saya untuk belajar lebih 10:26 giat dan selalu berkontribusi baik ke 10:29 depannya untuk sekolah. Jadi pemimpin, 10:32 wakil pemimpin dipilih seperti itu 10:34 rasanya gimana? 10:36 Saat saya merasakan tuh rasanya tegang 10:38 karena saya khawatir apabila tidak 10:40 sesuai dengan harapan Bapak Ibu Guru. 10:42 Namun dengan seiringnya waktu saya mulai 10:44 memahami bahwa kepemimpinan adalah soal 10:47 melayani dan mencon dan memberikan 10:49 contoh yang baik. 10:50 Kepercayaan itu membuat saya lebih 10:52 bertanggung jawab dan ingin memperbaiki 10:55 diri menjadi lebih baik. Karena apa? 10:57 Karena hari yang lalu adalah masa lalu, 10:59 hari yang sekarang adalah masa ini dan 11:01 hari yang esok adalah masa depan. Kalau 11:03 kalian ingin mendapatkan masa depan yang 11:05 baik maka persiapkanlah di masa saat ini 11:07 dan masa lalu kalian. Kalau kalian 11:09 menunda-nunda sama saja kalian menunda 11:11 yang namanya masa depan yang baik bagi 11:12 kalian. Keren banget. Itu pegangan yang 11:16 luar biasa bahwa sekarang dan 11:20 besok ada tantangan yang berbeda. Lutfi 11:23 gimana terkait dengan diserahi 11:25 kepemimpinan? 11:27 Mungkin untuk pertama kali saya tuh 11:29 merasa semangat sekali nih ee, amanah 11:32 yang yang besar malah, besar malah. Sama 11:35 yang lain juga sama semangatnya. He em. 11:38 Cuma mungkin 11:39 ee, lama-kelamaan yang namanya semangat 11:41 bisa naik atau turun kan. 11:43 Jadi mungkin jika ada anggota tim yang 11:44 semangatnya sedang turun tuh, mungkin 11:46 saya ee, membantu memotivasi, ngajak 11:49 ngobrol, merangkul semuanya gitu. 11:52 Mungkin jika memang misal 11:56 dia memang kesulitan sekali He em. dalam 11:59 masalahnya mungkin saya akan mencoba 12:00 mencari solusi. 12:02 Tantangan paling berat yang dihadapi 12:05 yang kemudian ee, merasa apa ya, 12:08 berdebar atau perlu bantuan, perlu 12:11 ee, berdiskusi dengan 12:13 pembimbing misalnya, ada enggak? 12:16 Kalau itu pernah ada. He em. Ee, jadi 12:19 mungkin waktu itu ee, lagi ada kegiatan 12:21 nih. 12:23 Ee, habis itu 12:25 ee, 12:26 untuk 12:27 para anggota itu sedang lelah gitu 12:29 karena kemarinnya juga pernah ada 12:30 kegiatan. 12:32 Jadi mungkin untuk ee, menyuruh-nyuruh 12:35 menyuruh-nyuruh 12:37 untuk memberi tugas kepada para anggota 12:40 itu agak sulit. Jadi biasanya itu saya 12:42 mungkin duduk sebentar dulu. 12:44 Tarik napas. 12:45 Ya, tarik napas dulu, tarik napas 12:47 lalu setelah itu saya mungkin minum, 12:49 minum dulu sedikit lalu berdoa. 12:51 Setelah itu saya akan mencoba 12:54 apa namanya memberi tugas lagi kepada 12:56 mereka. 12:57 Dan jika mungkin masih ada beberapa yang 12:59 tidak mau mungkin saya akan meminta 13:00 bantuan kepada guru atau Pak Dedy. Tapi 13:02 enggak arogan kan? Enggak. 13:05 Sementara Luhung gimana terkait dengan 13:07 tantangannya sebagai wakil nih? Salah 13:09 satu tantangan terbesar bagi saya adalah 13:11 membentuk kerja sama tim yang solid di 13:14 tim OSIS itu. 13:16 Ee, sering terjadi yang namanya 13:17 perbedaan pendapat. 13:19 Itu saya atasi dengan memperbanyak 13:21 komunikasi terbuka. Seperti menanyakan 13:24 satu persatu pendapat mereka. He em. 13:26 Menanyakan satu persatu aspirasi mereka 13:28 dan saya akan tampung menjadi evaluasi 13:31 bagi diri saya sendiri dan tim OSIS 13:33 nantinya. 13:34 Karena 13:35 eh yang saya utamakan itu atasinya 13:38 dengan musyawarah. 13:39 Kalau kita ingin membuat acara 13:42 kita musyawarahkan terlebih dahulu. Mau 13:44 bagaimana planning-nya, mau apa nanti 13:47 apa ada apa di acara itu dan artinya apa 13:49 gitu. Dan saya selalu berusaha ingin 13:52 membuat lingkungan kerja yang nyaman dan 13:55 menghargai satu sama lain. Karena Bu 13:57 Lulu pernah berpa berpesan 13:59 kalau di dalam sebuah forum kita harus 14:01 menghargai orang yang sedang berbicara 14:03 di depan. 14:04 Menghargai bagaimana mendengar 14:06 menghargai bagaimana duduknya, adab 14:08 berduduk dan menghargai bagaimana adab 14:11 menanggapinya. 14:12 Mungkinkah ada yang menyela pembicaraan 14:15 mungkinkah ada yang memotong pembicaraan 14:17 dan bagaimanapun itu. Karena suatu saat 14:19 nanti kita akan merasakan berbicara di 14:22 depan. Suatu saat nanti kita akan merasa 14:25 akan bagaimananya cara memimpin di 14:27 depan. 14:28 Dan pemimpin itu dimulai dari saat ini. 14:32 Iya. 14:34 Jadi Ikhwan Akhwat 14:36 untuk tidak dianggap sak enake dewe 14:39 ketika akan eh melakukan ini dan itu 14:42 terhadap anggota-anggota juga ada eh 14:45 sedikit diskusi dan sebagainya. Nah, 14:47 terkait dengan 14:49 posisi atau peran 14:51 pernah enggak merasa keren dong gue 14:54 menjadi lebih baik gitu rasanya 14:56 dibandingkan teman-teman yang lain 14:59 eh atau agak superior gitu deh. Gimana 15:01 gimana? Saya menyadari bahwa jabatan 15:04 bukanlah sebagai alasan Heem. 15:06 untuk merasa lebih tinggi dari siapapun. 15:09 Tapi justru ini sebagai jabatan itu 15:12 untuk justru harus lebih rendah hati dan 15:15 memberikan contoh yang baik. 15:17 Karena saya percaya semua orang memiliki 15:19 potensinya masing-masing dan tugas saya 15:21 adalah mendukung serta menghargai 15:23 teman-teman dan adik kelas semuanya 15:25 tanpa membanding-bandingkannya. 15:28 Kalau Luthfi gimana? Sama masalahnya. 15:31 Merasa enggak sih gue dong pemimpin nih 15:33 gitu dan lain sebagainya. 15:35 Mungkin untuk jawaban saya itu sama 15:37 seperti Luhung tadi. Ehm Ehm karena 15:39 jabatan tuh bukan dipakai untuk sesuatu 15:42 yang arogan. 15:44 Bahkan jabatan itu seharusnya dipakai 15:45 itu ehm sesuai dengan tanggung jawab 15:47 kita. Ya karena kita telah diberi amanah 15:49 juga. 15:51 Lalu 15:53 untuk apa namanya jabatan itu digunakan 15:55 seharusnya kita sebagai pelayan gitu. 15:57 Istilahnya kalau bahasanya tuh kita 15:59 menjadi kita tuh melayani sekolah, 16:01 murid-murid yang lain juga. 16:04 Pernah enggak muncul tuh perasaan antara 16:07 perbandingan antara berat beban atau 16:09 asik gue dong bisa memimpin? 16:13 Berat mana? Muncul di mana? Ehm tidak 16:16 pernah. Enggak ada? Tidak. Tidak 16:18 terbebani juga tidak merasa keren gue 16:20 mimpin gitu ya. 16:22 Tapi ngomong-ngomong nih di dalam proses 16:25 perjalanannya ini 16:27 pernah enggak 16:28 kok gue gagal nih. Aduh aku enggak 16:31 berhasil gitu. Ada proses ini? 16:34 Kalau itu pernah mungkin pas tadi 16:36 semangat para tim sedang turun-turunnya. 16:39 Ehm itu biasanya saya tuh emang merasa 16:42 aduh gimana nih? 16:44 Yang lain pada kayak gini. Nanti gimana 16:46 nih apa acaranya gitu kan. 16:48 Tapi seperti tadi saya bilang solusinya 16:50 tadi 16:51 saya tuh biasa duduk sebentar dulu tadi. 16:53 Terus ambil minum sebentar, berdoa, lalu 16:56 saya minta bantuan kepada guru. 16:59 Iya jadi itu pun pernah terjadi ya mau 17:01 sekecil apapun. Sementara Luhung gimana 17:03 menghadapi hal yang sama? Pasti pemimpin 17:05 pernah merasakan kegagalan. Toh orang 17:07 sukses juga pernah merasakan kegagalan 17:09 ya Bu. Iya. Nah. 17:12 Kegagalan itu pernah saya rasakan pada 17:14 saat acara yang tidak sesuai dengan 17:16 harapan saya. 17:16 Heem. Karena kurangnya yang namanya 17:18 koordinasi. 17:20 Sehingga saya belajar dari itu bahwa 17:23 pematangan acara sangat penting. 17:26 Dan untuk di event selanjutnya 17:28 saya harus komunikasi yang jelas, 17:31 evaluasi yang rutin. 17:34 Seperti itu. Komunikasi dan evaluasi 17:37 adalah hal yang tidak bisa ditinggalkan. 17:39 Iya. Nah, ngomong-ngomong nih 17:42 em kepada Luthfi lagi 17:46 kalau tadi ada deh rasa kok kurang 17:49 sukses dan segala macamnya. Dan insight 17:53 yang didapat juga akan ada ya. 17:55 Ngomong-ngomong em waktu menjadi 18:00 bagian mengajukan ah aku mau ah berada 18:04 di organisasi sekolah ini, itu bagaimana 18:07 rasanya? 18:10 Mungkin kalau dari awal tuh eh saya tuh 18:13 punya keinginan Heem. menjadi pemimpin 18:15 tuh saya ingin menciptakan safe place, 18:18 tempat yang aman. 18:19 Maksudnya aman tuh bukan hanya aman dari 18:21 perundungan tapi dari misal 18:24 eh bisa menyampaikan pendapat dan 18:26 lain-lain. 18:27 Itu juga terdapat dalam program kami 18:30 yaitu namanya Sahati atau Sahabat Anti 18:32 Bullying. Heem. Dan itu kami bekerja 18:34 sama juga dengan sekolah. 18:36 Untuk Sahati itu 18:38 eh nanti eh per kelas itu ada anggotanya 18:41 masing-masing, peacemaker-nya per hari 18:44 nanti di tentukan. 18:46 Jadi misal kalau 18:48 peacemaker tersebut melihat ada sesuatu 18:50 yang tidak nyaman 18:51 itu mungkin bisa langsung melerai 18:53 kejadian tersebut atau bisa melaporkan 18:55 ke guru. 18:56 Seperti itu. 18:57 Sementara Luhung sendiri ada keinginan, 19:01 kerinduan atau cita-cita tertentu waktu 19:04 eh oke di bagian OSIS gitu. Saya 19:07 memiliki cita-cita untuk membawa 19:09 perubahan positif bagi lingkungan di 19:12 sekolah. 19:13 Meskipun itu sekecil apapun itu, karena 19:15 yang kecil pasti akan berdampak besar 19:17 jika dikonsistenkan. 19:20 Dan saya ingin menjadikan OSIS sebagai 19:21 wadah yang aktif. 19:23 Aktif sebagai menjadi jembatan-jembatan 19:27 penghubung antara siswa dan pihak 19:29 sekolah. Selain itu, saya ingin 19:31 mengembangkan diri saya dalam hal 19:33 seperti public speaking, dalam hal 19:35 bertanggung jawab seperti tema ini, dan 19:37 dalam hal-hal lainnya ya seperti 19:40 dalam hal kepemimpinan. 19:43 Dan di balik itu juga sekolah selalu 19:44 membantu tim OSIS untuk mengembangkan 19:48 organisasi OSIS ini menjadi organisasi 19:52 yang baik dan bermanfaat bagi sekolah 19:54 dan lingkungan sekitar. 19:56 Iya, dan sebelum nanti kita ganti sesi 19:59 dengan eh 20:01 menghadirkan siswa yang lain. 20:04 Ada sesuatu yang bisa disampaikan 20:06 mungkin dengan kepada teman-teman di 20:08 luar sana terkait dengan bagaimana 20:10 pentingnya leadership di dalam 20:12 perjalanan hidup, baik Luhung ataupun 20:15 Luthfi. 20:16 Silakan. 20:19 Mungkin untuk pesannya jika kita 20:22 diberikan amanah 20:24 itu 20:25 lebih baik kita langsung mengambil saja 20:26 amanah itu. 20:28 Mengambil tapi jangan 20:29 apa namanya? 20:31 Jangan langsung ambil langsung ambil 20:32 gitu jangan, tapi kerjakan semuanya 20:34 dengan 20:35 eh tanggung jawab. 20:37 Dan jika kita memimpin sesuatu kita 20:40 mempunyai anggota, kita harus mempunyai 20:42 empati 20:43 untuk para anggota kita. 20:46 Luhung? 20:47 Jangan pernah ragu teman-teman untuk 20:49 mengambil 20:50 kesempatan dalam kepemimpinan. Kalau ada 20:52 kesempatan datang kepada kita, ambil. 20:55 Ambil saja. 20:56 Karena kepemimpinan itu bukan masalah 20:58 menjadi paling sempurna, bukan. 21:01 Kepemimpinan itu adalah masalah kemauan 21:03 untuk belajar, bertumbuh, bertanggung 21:06 jawab dan memiliki rasa empati. Dan 21:10 apa namanya? 21:12 Ketika kita menjadi pemimpin juga kan 21:14 orang punya potensinya masing-masing 21:16 dalam memimpin. 21:17 Dan 21:19 asalkan ada keberanian dan juga niat 21:21 yang tulus yang menyertainya dalam 21:22 memimpin. 21:24 Masya Allah. Jadi Ikhwan Akhwat, dua 21:27 sosok OSIS yang ada di Sekolah Insan 21:30 Mandiri memberikan gambaran kepada kita 21:33 bahwa 21:35 em 21:36 segala sesuatu dimulai sejak masih dini, 21:40 masih awal dan nanti kita akan lanjutkan 21:43 kembali menghadirkan siswa yang lain. 21:47 Kita jeda sejenak. Terima kasih untuk 21:50 bersama-sama Radio Silaturahim. 22:08 Terima kasih masih bersama Radio 22:11 Silaturahim di acara Jendela Sekolah. 22:15 Dan bahasan ini kalau ada yang terlambat 22:17 menyimak kali ini 22:20 banyak ya orang yang berpikir kalau 22:21 kepemimpinan itu datangnya setelah 22:24 dewasa. Enggak, anak-anak itu sudah 22:26 seharusnya mulai belajar tentang 22:29 kepemimpinan ini. Jadi melatih 22:31 leadership anak dengan tanggungjawab 22:34 adalah bahasan Jendela Sekolah kita kali 22:36 ini. Dan kalau tadi saya bilang ada dua 22:39 siswa lagi di sisi yang kedua ini boleh 22:42 perkenalkan diri yang wanita ini eh oh 22:45 ya perlu diinformasikan bahwa mulai saat 22:47 ini Insan Mandiri Cibubur sudah membuka 22:50 kelas untuk yang 22:53 Akhwat. Ya. Silakan dengan Kalista ya. 22:56 Bismillahirrahmanirrahim. 22:57 Assalamualaikum warahmatullahi 22:59 wabarakatuh. 23:00 Eh sebelumnya saya izin memperkenalkan 23:04 diri, nama saya Kalista Zaratunida. 23:08 Kameranya di situ sayang. 23:09 [tertawa] 23:11 Eh nama saya Kalista 23:12 Kalista Zaratunida 23:14 eh dari kelas 7 full day putri. Full day 23:18 ya, oke. Yang satunya lagi adalah 23:23 eh siapa nih? Baik nama Insan Kamil ya, 23:26 he eh. wabarakatuh. Nama saya Muhammad 23:28 Insan Kamil. 23:29 Saya dari boarding school kelas 7A. 23:33 Sama ya kelas 7 jadi ya. Nah bagaimana 23:37 waktu Kalista pertama kali ketemu nih 23:40 dengan Kakak OSIS? 23:42 Kesannya seperti apa tuh? 23:44 Kesan pertama saya saat eh pertama kali 23:47 bertemu itu 23:49 Kakak OSIS-nya itu cukup ramah he em he 23:52 humble, aktif dan cukup kreatif. 23:56 Ramah, humble, kreatif, wow keren 23:59 banget. Sementara Kamil sendiri gimana? 24:02 Saya merasa pas pertama kali bertemu 24:05 dengan Kakak OSIS ini saya merasa Kakak 24:07 OSIS itu semuanya keren-keren. 24:09 Karena Kakak OSIS bisa memimpin gitu 24:12 siswa baru sebanyak itu gitu. he em he 24:15 Kakak OSIS juga terlihat baik-baik semua 24:18 karena mereka tidak memandang jabatannya 24:20 sebagai Kakak OSIS malah justru apa 24:22 namanya baik kepada kita gitu mau 24:25 bermain dengan adik kelas yang baru. 24:27 Jadi 24:28 kebaikan yang dirasakan ini membuat 24:32 merasa diterima gitu ya. 24:34 merasa diterima. Apalagi? 24:36 Perasaan kok gila keren banget aku 24:38 diterima nih di Kakak-kakak OSIS nih 24:40 gitu. 24:42 Saya merasa diterima oleh Kakak OSIS 24:45 karena awalnya saya masuk SM apa IMC ini 24:48 sendirian ya. Merasa dia sendirian 24:50 karena ditinggal oleh orang tua, enggak 24:52 ada kenalan juga di sini. Cuman saya 24:54 merasa diterima oleh Kakak OSIS karena 24:58 kakak-kakak OSIS-nya baik gitu. Jadi, 25:00 saya diterima 25:02 oleh kakak-kakak OSIS, diajak main juga 25:05 oleh kakak-kakak OSIS. 25:07 Jadi, tidak lagi merasa sendirian gitu 25:09 ya. 25:10 Oke, Kalista Seperti mem, apa? Seperti 25:13 menemukan keluarga baru gitu di sini. 25:15 Iya, keren banget. Kalista sendiri 25:17 gimana? Saat acara 25:20 penerimaan siswa baru, kakak-kakak 25:22 OSIS-nya nih ikut nyambut siswi-siswi 25:26 full day. 25:27 Dan waktu pelaksanaan MPLS, kakak-kakak 25:30 OSIS-nya nih bersikap baik dan ramah 25:34 banget ke siswi-siswi full day-nya. 25:37 Dan di antara proses perjalanan bersama 25:39 kakak-kakak OSIS ini, 25:42 ada enggak bantuan yang berasa banget 25:44 ketika Kalista membutuhkannya? 25:47 Eh, kayaknya saat 25:50 kegiatan belajar asyik dan menyenangkan, 25:53 kakak-kakak OSIS-nya ini ikut membantu 25:56 guru-guru dalam kegiatan itu, ikut 25:58 mengarahkan lah ya. Mhm. 26:02 Jadi, 26:03 pada saat stuck ya sebetulnya ya, tapi 26:05 diarahkan jadi asyik. Sementara Kamil 26:08 sendiri? 26:09 Kalau saya sendiri, waktu acara di 26:12 sekolah ya, yang MPLS itu yang 26:14 awal-awal, Mhm. kakak-kakak OSIS 26:16 membantu saya memberitahu apa saja 26:18 barang yang dibutuhkan untuk dibawa 26:20 saat kegiatan acara tersebut. Dan juga 26:22 waktu pengenalan lingkungan gitu, 26:24 tempat-tempat baru seperti Rachel ini, 26:26 kakak-kakak kakak-kakak OSIS juga 26:28 membantu saya menceritakan, menjelaskan 26:31 tentang 26:32 tentang tempat-tempat itu seperti Rachel 26:34 ini juga. 26:35 Jadi, banyak hal penting yang harusnya 26:37 diketahui, segera diketahui gitu ya 26:39 ceritanya. Nah, 26:41 kalau boleh tahu nih, 26:43 dari 26:44 proses dengan kakak OSIS atau dengan 26:47 teman-teman yang lain juga, idealnya tuh 26:51 sikap kakak OSIS seperti apa? Apa yang 26:53 sudah ada ini cukup atau perlu ada 26:55 tambahan-tambahan lain? 26:58 Kakak OSIS yang baik itu seperti 27:01 OSIS yang tidak 27:03 sombong dengan jabatannya. 27:04 Tidak memandang remeh adik kelasnya 27:07 gitu. 27:07 Walaupun dia OSIS tapi 27:10 dia tetap mau bermain dengan kita gitu. 27:13 Tidak tidak sombong dengan jabatannya. 27:16 Jadi lagi-lagi Ikhwan Akhwat, hai 27:19 adik-adik yang namanya sombong itu kalau 27:22 bisa di 27:24 kubur di mana ya? 27:26 Sementara Calista sendiri terkait dengan 27:28 hal yang tadi juga ditanyakan 27:31 seperti apa sih sebetulnya harusnya 27:33 Kakak OSIS itu gitu? 27:35 Eee yang baik, murah senyum 27:41 eee tidak sombong ya atau bahkan sinis 27:43 terus selalu memenuhi tanggung jawabnya 27:45 sebagai OSIS. 27:47 Iya, jadi di samping enggak sombong tadi 27:50 tanggung jawab. Nah, ini kan prosesnya 27:54 sudah berapa lama nih di dalam 27:56 organisasi ini? 27:58 Sudah 28:00 sudah lama sih dari 28:03 setahun, 2 tahun? 28:04 Setahun. 28:06 Dari sudah lama apa oh setahun setahun 28:09 dari periode 2024-2025. 28:12 Nah, pertanyaannya adalah pelajaran apa 28:14 yang diserap, didapat kemudian dijadikan 28:17 bagian dari pegangan perjalanan Kamil 28:20 sendiri terkait dengan Kakak OSIS. 28:23 Pelajaran yang saya diambil dari Kakak 28:25 OSIS tersebut adalah sikap tanggung 28:26 jawab yang besar. 28:28 Eee jadi kita kalau misalnya dapat tugas 28:31 dari guru atau amanah gitu, kita harus 28:35 selesaikan tugas itu dengan baik. Dengan 28:38 rasa dengan rasa tanggung jawab. 28:41 Karena kita sudah diberi kepercayaan 28:42 gitu sama oleh guru. 28:44 Jadi kita harus selesaikan. 28:46 Ya, pelajaran yang 28:48 oleh Kamil seperti itu apakah gerangan 28:51 bagi Kalista? 28:53 Eh, kalau saya 28:55 eh, bisa belajar berani berbicara depan 28:59 umum 29:00 terus selalu memenuhi tanggung jawab 29:03 Ehm, dan selalu bersabar. 29:08 Sabar. 29:10 Apapun yang terjadi kondisi seperti 29:12 apapun pokoknya lima huruf itu digenggam 29:14 erat gitu ya. S A B A R. Oke, ini 29:17 pertanyaan terakhir nih. 29:19 Kan perjalanan akan terus berlanjut 29:22 waktu berganti, pada saatnya nanti 29:25 ketika misalnya Kamil menjadi 29:29 eh, kakak kelas yang akan membantu 29:31 adik-adik jadi posisinya ditukar nih, 29:33 kira-kira apa yang ingin dilakukan? 29:36 Saya ingin membuat adik kelas saya 29:38 merasa bahwa kita semua ini tuh 29:40 keluarga, enggak ada yang namanya kakak 29:42 kelas lebih baik, kakak kelas lebih 29:44 lebih kuat, lebih 29:46 apa ya, lebih lebih pintar gitu enggak 29:48 ada. Kita semua di sini tuh keluarga, 29:50 kita enggak ada yang lebih keren, enggak 29:52 ada yang lebih buruk gitu enggak ada. 29:55 Setara gitu ya jadi ya. 29:58 Kalista? 29:59 Kalau saya kurang lebih sama kayak 30:01 Kamil, cuma kalau saya ingin membantu 30:04 eh, mereka tuh beradaptasi dengan 30:06 lingkungan pendidikan yang baru dan 30:07 merasa diterima. 30:10 Membuat mereka merasa diterima itu 30:12 penting banget. Karena Kalista sendiri 30:14 merasakan diterima itu sesuatu yang 30:16 keren banget gitu ya. Oke. Sebelum nanti 30:20 ehm, 30:21 pertanyaan diberikan kepada 30:24 Pak Guru, apa pesan kalian terhadap 30:28 teman-teman di luar sana? 30:31 Teman-teman di sana ya? 30:34 Eh, jangan patah semangat sih. 30:38 Terus apa namanya, terus belajar untuk 30:41 masa depan. 30:42 Karena kita di sini tuh 30:44 sedang memproses untuk masa depan gitu, 30:46 jangan patah semangat. Karena dalam 30:49 dalam tujuan 30:50 kita tuh butuh yang namanya proses dan 30:52 proses itu sulit. 30:54 Jadi jangan patah semangat. 30:56 Jangan patah semangat, patah hati enggak 30:58 apa-apa. 31:00 [tertawa] 31:00 Kak Lista gimana? Eh, kalau aku eh 31:03 selalu berjuang dan selalu teguh pada 31:06 pilihan diri sendiri. 31:09 Teguh pada pilihan, berjuang, jangan 31:11 pernah berhenti. 31:13 Apapun yang ada di depan, gitu ya. 31:15 [tertawa] 31:15 Oke. Nah, adik-adik Ikhwan Akhwat di 31:18 luar sana yang bersama-sama Radio 31:21 Silaturahim di Jendela Sekolah, 31:24 mudah-mudahan 31:25 terpersuasi dengan bahasan kita kali 31:28 ini. Saya akan kembali ke Pak Didik. 31:31 Pak Didik. 31:32 Iya. 31:33 Kalau 31:35 pemimpin itu memang perlu dibentuk sejak 31:39 muda, Sekolah Insan Mandiri Cibubur 31:42 sudah memulainya. 31:44 Orang rumah punya peran seberapa banyak 31:46 nih Ayah Bunda gitu biar kalau kelak 31:49 anak kita jadi pemimpin 31:51 ehm benar-benar pemimpin yang amanah dan 31:55 dan dan. Ya. 31:57 Baik, pertanyaan yang luar biasa ini 31:58 dari Bunda Nining. Jadi, peran orang tua 32:01 yang pertama mungkin menjadi contoh 32:03 teladan tentunya untuk anak-anak kita di 32:05 rumah. 32:06 Yang kedua yaitu coba kita berikan 32:09 tanggung jawab kepada anak kita dan 32:12 kemandirian. Yang ketiga yang mungkin 32:14 kadang kita lupa sebagai orang tua 32:17 yaitu coba kita berani memberikan 32:19 kesempatan untuk mereka bisa minimal 32:22 memimpin dirinya sendiri. Yang terakhir 32:24 yaitu 32:26 kita mungkin bisa mengapresiasi proses, 32:28 bukan hanya hasil. 32:30 Terkadang kita hanya melihat hasil saja 32:32 tanpa mengetahui bagaimana proses yang 32:34 dijalani anak ini. 32:36 Jadi hasil itu mungkin eh di akhir tapi 32:39 proses ini kita perlu hargai, kita perlu 32:41 apresiasi sehingga terbentuklah mental 32:44 seorang pemimpin. Mungkin itu pesan yang 32:45 dapat saya sampaikan kepada teman-teman 32:48 atau pendengar hasil di 32:50 eh 32:51 manapun. 32:52 Jadi Pak Didik, kalau memang anak-anak 32:55 ini kita harus persiapkan menjadi 32:59 pemimpin, di sekolah sudah ada jalurnya 33:01 OSIS. Sementara kadang-kadang di rumah 33:05 enggak kurang dari ayah bunda itu yang 33:07 ingin membuat anaknya merasa nyaman, 33:11 jadi memanjakan. Seberapa 33:13 tidak tepatnyakah 33:15 sikap seperti ini terhadap buah hati 33:17 kita? 33:19 Nah kalau terkadang ya kita sebagai 33:21 orang tua yaitu kita ketika kita sibuk 33:24 dengan peran sebagai orang tua, 33:26 kita lupa memberikan yang namanya eh 33:28 kesempatan mereka untuk belajar 33:30 bertanggung jawab. Nah harapannya 33:32 setelah orang tua itu memberikan 33:34 tanggung jawab tentunya anak itu pun 33:36 akan belajar untuk memimpin eh dirinya 33:38 sendiri di rumah dengan tanggung jawab 33:40 yang sudah diberikan oleh orang tua. 33:42 Jadi bisa melaksanakan apa namanya 33:45 kepercayaan yang telah diberikan oleh 33:46 orang tua. 33:48 Nah. Perlu enggak ditinggal 2 hari 33:51 anak-anak doang di rumah? 33:52 Kira-kira bahaya enggak? Kalau 33:54 ditinggalkan kita lihat kondisi dan 33:56 situasi di rumah ya. Ya mungkin untuk 33:58 [berdehem] orang tua ya bisa lebih 33:59 mempercayakan misalkan eh kepada kakak 34:02 yang punya adik, berikan peran tanggung 34:05 jawab kakak kepada adiknya dengan cara 34:07 menjaga. 34:09 Yang kedua misalkan adiknya juga ketika 34:11 berbuat kesalahan mungkin orang tua bisa 34:13 berperan selalu mengingatkan. Ehm. Jadi 34:15 belajar dari suatu kesalahan di mana 34:18 seorang pemimpin tadi disampaikan oleh 34:19 Luhung bahwa tidak ada seorang pemimpin 34:22 itu yang 34:23 eh sukses tapi akan mengalami kegagalan 34:25 terlebih dahulu. Kegagalan demi 34:28 kegagalan yang membuat seseorang menjadi 34:30 tangguh ya. Betul. Nah, sebagai Ibu nih 34:34 misalnya di sekolah anak-anak diajarin 34:37 leadership, sementara di rumah ayahnya 34:39 tadi masih memanjakan dia. Tapi kalau 34:42 seandainya seorang Ibu ingin memberikan 34:46 tugas tertentu yang merupakan eh bagian 34:49 dari kata leadership di rumah, 34:52 kira-kira gambaran eh Pak Didi, tanggung 34:55 jawab apa nih yang mesti diberikan nih? 34:57 Untuk tanggung jawab eh dari seorang Ibu 34:59 ini kan Ibu itu kan lebih ke rasa kasih 35:01 sayang. Nah, 35:03 jadi biasanya ya itu untuk kasih sayang 35:06 dari seorang Ibu kepada anak itu ya 35:08 pertama tidak terlalu memanjakan. Ehm, 35:12 ehm. 35:12 Yang kedua itu tetap diberikan anak itu 35:14 kepercayaan dan tanggung jawab sehingga 35:17 mereka anak ini tumbuh dalam dirinya itu 35:20 mengetahui apa kewajiban seorang anak 35:23 kepada orang tuanya. 35:25 Keren banget ya Ikhwan Akhwat. 35:27 Ini biasa jadi pemikiran kami-kami juga 35:30 nih soal uang. Bagaimana membuat anak 35:34 merasa bahwa ehm 35:36 kalau 35:37 diberi tanggung jawab untuk memegang 35:39 uang dalam dana A agar dia tetap amanah 35:43 dan istikamah dengan tugas itu, 35:46 kira-kira memadai atau jangan? 35:48 Nah, kalau untuk uang ini kan sebenarnya 35:50 kan salah satu proses juga anak-anak 35:52 belajar bertanggung jawab. 35:53 Ehm, ehm. Nah, kalau untuk biasanya di 35:54 sekolah itu kami ada yang namanya eh 35:57 financial planner. Nah, di mana anak di 36:00 kita ini karena anak-anak kita boarding 36:01 itu biasanya diajarkan untuk try dengan 36:04 bagaimana penggunaan uang yang baik. 36:06 Artinya eh kita akan belajar bagaimana 36:09 ada skala prioritas, apa yang 36:11 diutamakan, 36:13 uang itu fungsinya untuk apa sehingga 36:15 anak ini tahu peran pentingnya uang 36:18 ketika diberikan oleh orang tuanya. Nah. 36:21 Seperti itu. Jadi Ikhwan Akhwat, 36:23 terutama para Bunda, enggak ada salahnya 36:26 juga kok jajannya tuh jangan dikasih 36:28 setiap hari, kasih sebulan. Mana nih, 36:30 bisa enggak nih anak-anak memanfaatkan 36:33 jajan sebulan untuk first thing first 36:35 yang penting apa dan bagaimana. 36:38 Masih ada waktu sih sebetulnya kalau ada 36:41 yang mau Pak Didik tambahkan terkait 36:43 dengan bagaimana agar anak-anak tercipta 36:46 leadership-nya dengan tanggung jawab. 36:49 Silakan. Ya. Jadi untuk ee orang tua 36:53 maupun tenaga pendidik, ee sekali lagi 36:56 saya sampaikan kita sebagai ee tenaga 36:59 pendidik berikanlah kesempatan kepada 37:02 semua siswa. Terkadang kita hanya 37:04 memberikan kesempatan kepada siswa yang 37:05 aktif, tetapi kita melupakan beberapa 37:08 siswa yang ternyata mereka butuh 37:10 diberikan kesempatan. 37:12 Seperti yang saya sampaikan tadi juga 37:13 ketika kami ee OSIS juga memberikan 37:16 kesempatan kepada teman-temannya, 37:18 alhamdulillah ketika diamanahkan menjadi 37:20 OSIS tanggung jawabnya dilaksanakan 37:22 dengan baik dan terjadi perubahan di 37:25 mana siswa yang tergabung di dalam OSIS 37:28 itu bisa bertanggung jawab dan bahkan 37:30 bisa menggerakkan teman-temannya atau 37:32 memberikan contoh minimal tentang 37:34 bagaimana sikap positif di sekolah, 37:36 bagaimana menaati peraturan, dan 37:39 tentunya bagaimana bisa melaksanakan 37:41 kegiatan pembelajaran dengan baik di 37:43 sekolah sehingga tercipta lingkungan 37:45 yang aman dan nyaman. 37:47 Alhamdulillah. 37:49 Jadi ikhwan akhwat, apa yang dibahas 37:52 hari ini mudah-mudahan mempersuasi kita 37:55 semua karena Indonesia sangat 37:57 membutuhkan pemimpin-pemimpin 37:59 leadership yang penuh dengan tanggung 38:02 jawab sekaligus juga 38:04 em seperti yang tadi kita dengar dari 38:07 bahasan kita hari ini, sikap yang 38:09 bijaksana, yang rendah hati, yang 38:12 menghargai, dan juga penuh tanggung 38:14 jawab serta empati adalah 38:18 yang harus dimiliki oleh siapapun yang 38:21 ingin berada di sosok pemimpin. Jangan 38:25 lupa sebelum kita berpisah di acara ini 38:30 Sekolah Insan Mandiri Cibubur sekarang 38:33 sudah menerima siswa wanita, begitu ya 38:35 Mas Didi eh Pak Didi ya. 38:36 Kalau tadinya hanya eh pria sekarang 38:39 wanita 38:40 jadi beberapa ikhwan akhwat yang 38:42 bertanya kapan dong nih ada yang buat 38:45 anak-anak perempuan kan anakku enggak 38:47 cuman laki-laki. [tertawa] 38:49 Eh sekarang sudah mulai dibuka dan 38:52 silakan untuk bertanya lebih lanjut saja 38:54 serta 38:56 mudah-mudahan 38:57 benar-benar mendapatkan kesempatan bagi 39:00 keluarga untuk bisa memperoleh 39:03 pendidikan sesuai dengan apa yang kita 39:04 rindukan ya. Pak Didi, adik-adik 39:06 semuanya terima kasih banyak untuk 39:08 kehadirannya di acara Jendela Sekolah. 39:10 Billahi taufik walhidayah 39:12 wassalamualaikum warahmatullahi 39:13 wabarakatuh.