Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:06 [musik] 0:08 Brail [bernyanyi] 0:09 TV. 0:16 Ihon akhwat yang dirahmati Allah 0:17 subhanahu wa taala. Tiba kita di sesi 0:19 dialog spesial topik berita edisi hari 0:22 Rabu. Kita sudah terhubung dengan 0:24 narasumber kita Bang Toni Rosid, 0:26 pengamat politik dan pemerhati bangsa 0:28 melalui ujung telepon. Halo, 0:30 asalamualaikum warahmatullahi 0:32 wabarakatuh, Bang Toni. 0:33 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:34 wabarakatuh, 0:36 Mas Angga. 0:37 Bagaimana pagi hari ini, Bang Toni? 0:39 Mengamati juga pasar yang terjadi, ya. 0:41 Iya, pagi ini cukup cerah, tapi pasar 0:45 itu lagi merah. 0:47 [tertawa] 0:47 ada istilah pasar pasar hijau, pasar 0:50 merah ya gitu ya istilahnya itu. 0:52 Iya pasar merah yang itu merah kemudian 0:57 ee rupiah melemah. 1:00 Nah itu 1:01 sebagai k respon terhadap pemecatan ya. 1:04 Bahasa pemecatan ini kan bahasanya 1:07 ee Menteri Keuangan ya Purbaya. He heeh. 1:11 Heeh. Nahya yang beredar itu ketika 1:15 beliau ditanya kan di DPD itu 1:18 ditanya sama apa wartawan 1:22 ewan 1:23 wartawan dia mainstream gitu kan. Ee ke 1:26 mana Pak? Cepat ya saya dipecat. 1:29 [tertawa] 1:31 Nah Bang Toni kita ingin menyoroti gitu 1:34 ya. Karena kalau kalau Bang Toni itu, 1:37 Pak ee ee kita ingin meminta analisanya 1:39 yang lebih dalam juga dalam hal ee 1:42 bagaimana komunikasi politik yang 1:45 digunakan oleh para pejabat gitu ya, 1:47 para pejabat. Lalu juga eh desain. Nah, 1:51 ada istilah desain politiknya gitu ya, 1:53 para pejabat, para penguasa dalam mereka 1:57 biasanya bisa berkompetisi ataupun ee 2:01 apa ya ee versus gitu gitu ya dalam apa 2:06 ee melawan salah satu dengan yang lain. 2:08 Nah, pertama Bang Toni ini kan Menteri 2:11 Keuangan ini sebenarnya bukan jabatan 2:13 biasa gitu ya. di tangan Menteri 2:16 Keuangan ini ada kendali atas e APBN, 2:18 penerimaan negara, belanja negara, 2:20 kebijakan ee ee fiskal gitu ya. Orang 2:25 melihat apakah gitu ya, apakah memang 2:27 sudah banyak nih yang menganalisa gitu 2:28 ya, apakah ini murni soal kompetensi 2:32 gitu ya, Purbaya diganti oleh ee SH 2:36 hasil lalu juga atau ada kalkulasi ee 2:39 politik yang lebih besar. Nah, ini kalau 2:42 bicara desain ee desain politiknya kan 2:45 Bang Toni bahkan melihat dari apa 2:47 simbol-simbol yang ditunjukkan dari segi 2:49 gestur, bahasa, para tokoh gitu ya, para 2:52 pejabat di negeri ini. Nah, ini apakah 2:54 ini murni soal kompetisi atau ada 2:56 kalkulasi politik yang jauh lebih besar? 2:57 Ini persoalan mengenai ee Menteri 3:00 Keuangan gitu ya. Lalu juga kita ingin 3:02 menyoroti ini para Kades ini Bang Tonia 3:05 tadi juga beritanya sudah disampaikan 3:07 sebelumnya. Audiensi ke DPR R diterima 3:09 oleh Ahmad Dasco lalu juga meminta 3:12 jabatan Kades tanpa batas. 3:15 Ada yang melihat bahwa kalau misalkan 3:18 dalam hal ini berdasar kemauan Kades ini 3:21 kan ada potensi kekuasaan absolutnya 3:24 mulai dari bawah ini atau bahkan bisa 3:27 menjabat seumur hidup. Bahkan para Kades 3:29 ini juga minta agar jabatan PJ Kades ini 3:31 diberikan kepada mantan Kades untuk 3:33 mengisi posisi pejabat. Isu Kadis ini 3:35 kan mulai naik sekali gitu ya, ketika ee 3:39 penguasa sebelumnya Jokowi itu memang 3:41 betul-betul apa mengkoordinir gitu ya, 3:43 mengkoordinir ee lingkupling lingkup 3:46 Kades. Nah, Bang Toni melihat dari dua 3:49 isu ini akan memulai dari mana Bang 3:50 Toni? Monggo. 3:53 Iya. [berdehem] 3:55 Ee masalah 3:58 kenapa saran saya hasil itu datangkan 4:02 atau wawancara dengan 4:06 Purbaya itu menarik gitu. H 4:08 karena Purbaya itu orangnya cukup cepas 4:11 juga Mas adanya. 4:12 Betul. 4:13 Apa yang ada pikirannya ya itu 4:15 dikeluarkan. Apa yang dilihat itu 4:16 dikeluarkan. I kalau bisail 4:19 kemudian bisa mewawancarai Purbaya itu 4:23 keren, 4:24 menarik git. 4:25 Saya sarankan tidaknya Rasil media-media 4:27 yang ada wawancara itu mumpung ya lagi 4:31 masih semakin untuk bicara gitu kan 4:33 mumpung masih hangat-hangat 4:35 hangat-hangatnya gitu kan. Kemarin 4:37 sempat disinggung bahwa ada puluhan 4:40 bahkan ee apa salon 4:44 salon duon 3 dicopot sama Purbaya. 4:47 Iya. 4:49 Purbaya itu kan menurut ya ee prediksi 4:53 dan asumsinya Purbaya. Jangan-jangan itu 4:56 yang kedua singgung masalah wus gitu kan 4:58 ya. Apakah karena itu 5:00 ee karena pencepotan ini mendak ada 5:03 ketika Purbaya rapat dengan kelompok DPD 5:07 ya kemudian ada telepon dia keluar ee 5:10 ketika keluar itu itu beredar enggak itu 5:13 video soal upaya ketika keluar dari 5:17 ruangan DPD pada saat pemecatan itu 5:20 He 5:21 ya 5:23 sangat mendad maka ketika dia ditanya 5:26 kan 5:27 ee apa sebelumnya dikasih tahu tidak ini 5:30 mendadak 5:32 terus ee apa misalnya di dipecat ya saya 5:36 enggak tahulah itu hak presiden memecat 5:38 saya 5:39 apakah karena wud ataukah karena 5:42 ee apa reansi di salon du salon 3 itu 5:47 kan asumsi-asumsi itu bisa ditelusur 5:50 bisa dicilacak tidak berkemungkinan 5:53 ee yang jelas ada something ketika 5:56 seorang pejabat diganti mendadak. 5:59 Berarti ada faktor ya, faktor yang dalam 6:02 tanda 6:04 dianggap cukup mendasar kemudian membuat 6:08 ya dipecat. Apakah mendasar itu 6:10 berkaitan dengan ee kinerja? Apakah itu 6:13 berkaitan dengan ada unsur politisnya? 6:16 Ini yang kemudian perlu ditelusuri untuk 6:18 menjadi ee renungan bagi pejabat-pejabat 6:22 yang lain gitu kan. Hati-hati loh ya. 6:26 Pemecatan Purbaya itu juga sekaligus 6:29 menjadi warning kepada seluruh pejabat 6:31 bahwa Anda bisa setiap saat 6:33 dipurbayakan. 6:36 Dipurbayakan 6:38 ada faktor-faktor yang membuat ini. Yang 6:40 jelas kan ee kalau terjadi sebuah 6:44 pemecatan apalagi itu mendadak ada 6:46 sesuatu yang membuat presiden tidak 6:48 nyaman. 6:49 Iya. 6:50 atau minimal orang presiden orang yang 6:53 tadi tidak mungkin presiden menolak 6:56 permintaannya misalnya minimal itu tidak 6:58 nyaman sehingga kemudian terjadilah 7:00 sebuah pemecah ee pemecah atau ada 7:03 situasi yang darurat ya ee di mana ee 7:07 ada hal ur 7:09 diselesaikan oleh ee Purbahaya 7:12 ya. Ee bisa jadi ada kekuatan politik 7:15 dari luar yang lebih besar dari Pak 7:18 Presernya. H 7:19 ada presiden untuk melakukan. Kenapa? 7:21 Karena yang bisa memecat itu, yang bisa 7:23 menghentikan ya itu adalah Purbaya. 7:26 Heeh. 7:27 Kalau bahasa-bahasa 7:29 politisi-politisi yang lain yang 7:31 kemudian posisi menjadi pejabat itu 7:33 bukan politisi tetapi mereka adalah para 7:35 pejabat apalagi dekat kementerian itu 7:38 bahasanya itu adalah bahasa 7:40 diberhentikan. 7:42 Saya kalau bahasanya Anis saya 7:43 dicukupkan 7:45 gitu kan. [tertawa] 7:46 secara umum berhentikan tapi purpanya 7:49 tidak saya dibaca 7:52 ya bahasa ini bahasa itu menunjukkan ee 7:57 perasaan gitu loh ee situasi emosional 8:01 yang ada di dalam diri seseorang. 8:03 Nah, kalau bahasanya kemudian saya 8:04 dipecat itu ada semacam kemarahan, ada 8:08 semacam kekecewaan. Kenapa saya sudah 8:10 bekerja Adam? Perbanyak kan juga bilang 8:13 apa yang saya lakukan semua itu atas e 8:16 perintah dan kemauan presiden gitu loh. 8:18 Dan betul juga mana ada menteri kan 8:20 kalau bahasanya dulu ee visinya adalah 8:24 visi tim presiden. itu betul memang 8:25 visi-visi presiden 8:27 ketika ternyata tidak gubernur juga gitu 8:30 visinya visi gubernur bukan visi wakil 8:32 gubernur bukan visi kepala dinas ketika 8:35 ada yang tidak sesuai dengan visinya ya 8:38 harus diganti di ada pergantian karena 8:42 sudah tidak sesuai gitu kanak sesuai 8:45 ya ee misalnya ini saya buka sedikit 8:47 saya pernah dapat cerita 8:50 misalnya waktu gubernur 8:51 iya Anis misalnya punyaadi gubernur gitu 8:54 kan ya visis untuk membangun a untuk ke 8:57 depan ee foto future-nya itu jelas ke 9:01 depannya itu jelas. 9:02 Kemudian ada kepala dinas ternyata tidak 9:04 bisa mengikuti atau tidak mau mengikuti 9:06 sesuai arahan. 9:08 Ya sudah kalau kamu tidak mau meng ee 9:11 aku kasih waktu 3 bulan ya. Kalau kamu 9:13 bisa satu visi dengan saya ayo jalan. 9:15 Tapi kalau enggak bisa satu visi ya 9:18 lebih baik kamu mundurkan diri. 9:19 Orang-orang yang mundur pada masa Anis 9:20 itu kan sebenarnya orang yang dipecat. 9:22 Tapi supaya elegan disuruh mundur. 9:26 Tidak, tidakah seorang pemimpin ya 9:29 seharusnya dia pasang badan. Sudahlah 9:31 biar yang kemudian orang mundur 9:33 seolah-olah yang Anis yang mengecewakan, 9:36 Anis yang bisa kerja sama dia dia ambil 9:39 dia ambil resiko itu. Midur itu kan di 9:43 antara kriterianya itu harus orang-orang 9:46 yang berani mengambil resiko 9:47 Heeh. ee terhadap apa yang terjadi 9:51 termasuk yang dilakukan oleh ee anak 9:53 buah itu adalah leader. Nah, dalam 9:56 konteks ee Purbaya ya visinya adalah 9:59 memang visi presiden. Ketika apakah 10:01 Purbaya memang itu tidak sesuai dengan 10:04 visi presiden sehingga diak berdada ya 10:07 ee itu kan berarti berbasisnya 10:09 meritokrasi, ada ukuran-ukuransi. 10:12 Heeh. 10:13 Terus kemudian ataukah kemudian Purbaya 10:16 itu ya ee mengecewakan politik kita 10:20 tidak tahu. Jadi saya sarankan kepada ee 10:24 media-media khususnya Rasil untuk 10:27 mewawancarai ee Purbaya. 10:31 Purbaya butuh teman ngobrol nih aja 10:34 bicara dari podcast-podcast. Apa sih 10:36 masalahnya sesungguhnya? Ya, meskipun 10:38 kemudian Purbaya tidak akan mempertegas 10:41 karena A B C D tapi ketika Purbaya 10:44 bilang bahwa ee saya sudah sedang 10:47 merotasi sekian banyak eselolon 2, 10:50 esolon 3 itu kan juga bisa menjadi 10:51 indikator ya saya wus sudah enggak bisa 10:54 bertanggung jawab lagi. Kemarin saya 10:55 kasih ini sekarang saya enggak ada beban 10:57 malah. Nah, itu bisa menjadi sebuah 10:58 indikator untuk ditelusuri apakah karena 11:00 dua faktor itu yang menyebabkan Purbaya 11:03 itu di dipecat atau memang Purbaya 11:05 selama ini ee membuat ekonomi tidak 11:08 stabil ee misalnya ya ee tidak bisa 11:13 [berdehem] menstabilkan moneter ya 11:16 rupiah turun terus kemudian ISK anjlok 11:20 dan ee sebagainya kita kan juga tidak 11:22 tidak tahu 11:24 karena biasanya resavel itu tidak 11:27 serta-merta diikuti dengan 11:30 penjelasan-penjelasan 11:32 terkait dari dengan faktor e yang 11:35 melatar belakangi terhadap pemecatan itu 11:38 atau pemberhentian 11:39 itu 11:42 dari kita lihat apa yang dilakukan oleh 11:44 Purbaya ini kan orang tuh ee menilai e 11:47 Purbaya dengan low contex terus dia to 11:50 the point pakai bahasa yang langsung 11:52 tanpa bertele-tele menghindari gaya 11:54 komunikasi birokratis gitu ya. 11:56 dan juga milih diksi yang sederhana. 12:00 Bahkan waktu paserah terima jabatan juga 12:02 sangat-sangat singkat gitu ya. Ini 12:06 dengan kinerja menteri-menteri yang lain 12:09 apakah ya apakah memang ee ee ee 12:13 indikatornya karena kinerja gitu kan 12:15 Bang Toni ditanyanya kalau bicara 12:17 tentang kompetensi. 12:18 Iya. Iya. Karena memang ini belum semua 12:20 harus dilihat ya, semua harus dilihat 12:22 gitu kan. ee yang jelas ee informasi 12:26 yang selama ini beredar ada semacam 12:29 pembangkangan 12:30 ee bawahan pemban aparat 12:34 sehingga kemudian apa yang menjadi 12:36 keinginan ee atau program-programnya 12:39 Purbaya tidak berjalan secara secara 12:41 efektif gitu kan. Dan memang tidak mudah 12:44 ee Purbaya nampaknya tidak mau 12:47 beradaptasi dengan adat dan tradisi di 12:51 Kementerian Keuangan yang sudah mengakar 12:54 itu. 12:55 Nah, ini inilah pentingnya seorang 12:57 leader. Satu sisi dia membuat perubahan 13:00 dan terobosan, tapi di sisi lain dia 13:02 bisa membawa terhadap anak buahnya untuk 13:05 bekerja sesuai dengan namanya leader itu 13:07 kan lead ya. Jadi ee membuat 13:12 apa menggerakkan anak buah untuk 13:14 bekerja. 13:16 Nah, itu ada seninya ya. Jadi kalau 13:18 kemudian ee mempunyai program tapi tidak 13:22 mampu untuk menggerakkan anak buah 13:24 bekerja sesuai dengan visinya, sesuai 13:26 dengan keinginannya, ya itu gagal 13:29 kepemimpinan itu 13:31 ya. Karena bagaimanapun birokrasi kita 13:33 kan kita tahu ya di mana pun birokrasi 13:36 kita kan ya 13:37 iya begitu. 13:41 karakuan sistem yang bencana yang salah 13:44 koruptif gitu kan. Nah, ketika ee leader 13:48 baru pejab berada di situ ya, apakah dia 13:52 kemudian win-win solution 13:55 ya, satu sisi untuk apa 13:59 ya ee satu sisi sisi lain idealis ya 14:03 kemudian diambil jalan-jalan tengah gitu 14:06 kan 14:07 ya. Eh ya menurut saya teori PTIM 14:10 Sorokin itu e soal idealistik, ideal 14:14 sosial dan 14:15 eh pragmatisme atau ee apa itu namanya 14:20 materialisme saya pikir bisa menjadi 14:22 sebuah rujukan ya untuk memimpin sebuah 14:27 ee komunitas atau sebuah lembaga, sebuah 14:30 institusi yang sudah memiliki tradisi 14:34 mental ya karakter yang turut 14:37 turun-temurun dan ini ee tidak kemudian 14:41 kita babat maka semuanya akan melawan 14:43 dengan diam dengan tidak bekerja. 14:45 Birokrasi itu ketika mereka itu tidak 14:49 setuju dengan pemimpinnya mereka tidak 14:51 cara mereka membangkang itu adalah tidak 14:53 mengerjakannya. He he. 14:55 Dan itu nampaknya memang ada di di apa 15:00 di Kementerian Keuangan yang dialami 15:02 oleh Purbaya. 15:03 He 15:04 gitu kan. di situlah memang ee win-win 15:07 solution, tetapi apapun ceritanya kita 15:09 masih berasumsi-asumsi ya asumsi. Saya 15:12 juga kebetulan tidak kenal Purbaya 15:15 sehingga tidak cukup untuk mendapatkan 15:17 informasi yang ee lebih detail itu 15:22 ya. Saya belum sempat saya sampai malam. 15:25 Besok mungkin saya dapat-dapat info 15:28 kalau soal-soal kayak gini. 15:29 Oh, gitu ya. Kalau kita rank gitu ya, di 15:32 ranking lah gitu dari rakyat nih melihat 15:34 kinerja para menteri semua menteri gitu 15:36 ya dari yang paling bermasalah paling 15:40 pendiam gitu ya lalu paling penjilat, 15:42 paling pencitraan dan ini yang paling 15:44 jadi sorotan gitu ya. Belum lagi nih 15:46 kemarin ini ya ee ee Menteri Nusron juga 15:50 wah sekarang lagi disorot gitu ya. Nah, 15:53 apakah memang Presiden ini pas sesuai 15:57 ataupun ee langkahnya ini tepat gitu ya 16:00 dengan resavel ini gitu ya? Entar banyak 16:02 menteri yang sangat layak untuk 16:04 diresavel nih Pak Perbowo gitu ya. 16:06 Ee tinggal ukurannya apa? 16:08 H 16:10 ukurannya ee maka bobot ya bobot ee 16:15 untuk memberikan nilai terhadap ee 16:19 menteri itu apa dulu? 16:21 Hm. Ya, tentu kalau kita secara umum 16:24 pertama adalah ee bobot politik gitu kan 16:29 ya. Kemudian yang kedua adalah bobot 16:31 kinerja. Yang ketiga adalah bobok 16:33 loyalitas. 16:34 H 16:36 kan bobot politik itu apa? Bobot politik 16:38 itu dia dari partai apa? ketum partai. 16:41 Wah, berisiko kalau kemudian diganti 16:45 gitu kan atau kemudian diganti just 16:47 menikmenkan gejola karena dia dapat 16:49 menteri itu mendapatkan dukungan rakyat 16:50 misalnya. Kemudian bobotbot loyalitas ya 16:54 dia loyal apa enggak? 16:55 He 16:56 loyal kepada presiden oh loyal kepada 16:58 yang lain kan. Kemudian yang ketiga 17:02 adalah merit rekreasi soal kompetensi. 17:05 Apa produk yang telah dia hasilkan dari 17:07 kinerja yang telah dihasilkan. 17:10 Kan itu. Ah, masalahnya di Indonesia itu 17:13 basic meritokrasi itu kiri. Basic 17:16 meritokrasi itu adalah kecil. Basic 17:20 meritokrasi itu ee biasanya ee nomor 17:24 sekian. 17:26 Yang penting itu kekuatan politik dan ee 17:29 loyalitas. Politik dan loyalitas itu, 17:32 Mas. Ee Angga ya. He. 17:35 Jadi seringkiali resvel itu ya itu 17:38 terjadi itu ukuran yang paling dominan 17:41 itu adalah 17:43 apa ee politik dan loyalitas. 17:46 He. 17:46 Basis kinerja itu ee nomor sekian gitu. 17:51 Basis kinerja nomor sekian. [tertawa] 17:54 Iya. Itu yang seringki membuat negara 17:56 ini kemudian ee 18:01 membuat negara ini kemudian menjadi 18:03 negara yang ee apa? 18:08 Cobalah kita lihat resvel demi resvel 18:10 apakah ada perubahan. 18:11 Enggak ada. Malah malah lebih turun kali 18:14 ya. Iya. Resvel demi resvel itu terjadi 18:19 itu ternyata tidak ada ee perubahan yang 18:22 signifikan. Inilah kemudian menjadi 18:24 sebuah problem bagi kita gitu kan. Ee 18:27 oleh karena memang ee apa pertimbangan 18:32 melakukan resvel itu lebih banyak pada 18:34 pertimbangan ee apa? politis ya kemudian 18:38 pada pertimbangan ee apa? Pertimbangan 18:42 selain politis pentan loyalitas. 18:44 Ngomong salah menteri dipecat gitu kan. 18:47 Itu kan pendingan politis nyindir 18:50 nyindir nyindir presiden dipecat diganti 18:54 kan itu kan pertimbangan juga loyalitas. 18:57 He. 18:57 Tapi apakah kemudian ada setiap misalnya 19:01 setiap 6 bulan atau 3 bulan sekali 19:03 diukur dengan menggunakan ee standar ya? 19:07 Standar kayak katakan kalau kepala 19:09 daerah itu ada iku gitu kan itu 19:12 standarnya itu ah dia dinilai kalau 19:15 nilainya misalnya di bawah 6 atau di 19:17 bawah 7 makavel 19:21 berikan kepada kementerian ee kepada 19:23 partai untuk mengganti kadernya di situ 19:26 gitu kan. Tapi kalau yang lolos adalah 19:28 di bawah di atas tujuh ya di situ 19:31 kemudian berkaitan dengan ee satu 19:34 politik, yang kedua ee apa loyalitas dan 19:38 yang ketiga adalah ee kinerja. Misal 19:42 kinerjanya itu adalah ee 50% 19:45 kemudian loyalitas itu ee 25% 19:50 terus kemudian ee politiknya ee 25%. 19:55 Nah, faktor-faktor seperti ini akan 19:58 kemudian menjadi ee ukuran bagi rakyat 20:02 itu loh. Rakyat akan melihat oh resabel 20:04 sehingga rakyat juga akan mengusulkan. 20:06 Sekarang semua bersifat politis. Demo 20:09 juga kadang-kadang dibiayai oleh pihak 20:11 yang lain untuk mendemu menteri ini 20:13 supaya diganti. Kemudian yang membiayai 20:15 calon menteri yang akan datang gitu kan 20:17 atau membiayai bokirnya menteri yang 20:19 akan datang. Itu kan biasa terjadi di 20:21 Indonesia. Tapi kalau kemudian kita 20:22 punya standar, punya ukuran [berdehem] 20:24 yang yang pas, yang jelas gitu kan, 20:27 kalau meleset-meleset sedikit itu ee 20:29 terkontrol sehingga kemudian ini 20:32 permainan drama politik atau ini ada 20:36 sungguhanah 20:37 ya. Ini drama Korea atau sungguhan 20:40 sehingga ee perjalanan bangsa ini tidak 20:42 didominasi oleh politik pragmatis gitu 20:45 loh. 20:45 Iya. Baik, Bang Toni. Dari Menteri 20:47 Keuangan kita ke kepala desa ya. Ini 20:50 36.000 Ibu Kades minta masa jabatan 20:53 diperpanjang. Salah satu komen dari 20:57 analis gitu ya, apakah benar ini untuk 21:00 evenssi anggaran menghemat biaya 21:02 penyelenggaraan Pilkades atau gitu ya 21:05 ini untuk stabilitas program nasional 21:08 ya. Sepertinya pemerintah ingin menjamin 21:11 keberlanjutan program MBG, KDMP gitu ya. 21:15 Jadi ada juga yang menyoroti di belakang 21:17 kepala desa ini apakah benar ada Menteri 21:19 Dalam Negeri? ada perjanjian politik 21:21 atau yang lain-lain? Bagaimana kalau 21:23 analisa Bang Toni? 21:24 Iya. Sejak ee abad ke 17 itu Heeh. 21:31 Harrington ya eh Harrington itu sudah 21:35 mengungkapkan bahwa negara yang sehat 21:38 itu e ketika atau lembaga yang sehat 21:40 ketika terjadi rotasi jabatan. Jadi ada 21:44 rotasi di situ, ada penyegaran gitu, 21:47 tidak ada otoritarisme, 21:49 terus-menerus ee refresh terhadap 21:52 situasi situasi yang ada ya. Ee itu yang 21:57 terjadi, itu yang yang normal, itu yang 21:59 sehat ya. Nah, sekarang kemudian ketika 22:03 kepala desa diperpanjang saja ya itu 22:07 kemarin banyak protes. Kenapa? Karena 22:10 memperpanjang itu supaya mendapatkan 22:12 dukungan desa. Karena kantong-kantong 22:14 suara ada di desa itu mendapatkan 22:16 kritis. Sekarang lebih parah lagi kalau 22:18 kemudian seumur hidup ya ini negara 22:21 demokrasi 22:23 ya. Demokrasi itu tidak menganut e kalau 22:26 apa desa pada saat reformasi ee pada 22:30 saat apa modde baru pun gitu kan 22:34 presiden seumur hidup. Lurah enggak, 22:37 bupati enggak. H 22:39 yang lain-lain enggak ya. Terus kemudian 22:42 ketika ee Presiden digugat yang pada 22:45 akhirnya hanya dua periode, masa 22:47 kemudian lurah kembali kepada masa lalu. 22:49 Awal Orde Baru itu kan sudah terjadi 22:51 reformasi sih terkait dengan jabatan 22:54 lurah yang semula ini masih yang or baru 22:56 ini yang semula itu seumur hidup gitu 22:58 kan terus kemudian menjadi tidak seumur 23:00 hidup. Ee di situlah kemudian Presiden 23:04 pun dituntut untuk tidak seumur hidup 23:06 juga karena berhasil. Terus kemudian 23:08 kita mau kembali. Ini bukan negara 23:10 kerajaan. 23:11 Iya. 23:12 Pertanyaannya gitu kan ee menurut saya 23:14 apa ee ini harus mutlak untuk ditolak 23:18 ya. Mutlak untuk ditolak gitu loh ya. 23:21 Kita lebih suka dipimpin anak-anak muda 23:23 yang fres bergantian daripada dipimpin 23:25 oleh orang tua yang sudah lelah. 23:27 Hm. 23:27 Ee contoh yang paling sederhana lah 23:29 gitu. bersederana di musala-musala, 23:31 masjid-masjid di kampung-kampung gitu 23:33 kan ya. Karena enggak ada yang generasi 23:38 imamnya itu fatwa gitu loh sudah pada 23:41 sudah mau mati gitu kan suaranya sudah 23:43 habis-habisan kan enggak nyaman 23:46 gitu kan enggak enak untuk memimpin. 23:48 Nah, pemimpin itu perlu tenaga perlu 23:52 apa? tenaga baru, pikiran baru, gagasan 23:55 baru, ee sebuah proses yang beradaptasi 23:58 dengan ee modernitas dan sebagainya ya 24:01 perkembangan yang ada. Ini ini yang 24:04 dibutuhkan. Coba kita bayangkan ini 24:06 kembali kepada masa lalu Pak Harto aja 24:09 mereformasi terhadap jabatan lurah yang 24:13 mula-mula seumur hidup menjadi tidak 24:15 seumur hidup. Masa kita mau lebih parah 24:17 daripada Pak Harto? 24:19 Masa kita kalah dengan Orde Baru? 24:22 kan gitu. Kalau kemudian itu di e kalau 24:27 itu kemudian diberikan berarti ada 24:30 sesuatu. Sesuatu itu apa? Yang bisa 24:32 memberikan itu kan dari atas dari pusat. 24:36 Lurah itu minta siapapun yang pengin 24:38 terus ya siapapun yang punya jabatan itu 24:41 pengin seumur hidup bila perlu mati itu 24:43 reinkarnasi jabat lagi gitu loh. Iya. 24:46 Itu ya orang yang punya jabatan gitu loh 24:48 ya. Tetapi ini tidak bagus. Dampaknya 24:51 terlalu besar bagi kerusakan ya bagi 24:55 rakyat. Maka ee kita tahu ada apa ee ada 25:02 e 25:04 pemimpin karismatik, ada pemimpin 25:05 tradisional seperti tetes sama Weber itu 25:07 ada pemimpin yang ee rasional ya ee 25:11 berbasis kepada rasionalitas ya e 25:13 berbasis pada rasional sistem. Apalagi 25:16 kita sekarang menyadari bahwa di ee apa 25:21 namanya? Di dalam sebuah sistem 25:24 kenegaraan kita ya di bawah di dalam 25:27 sistem kenegaraan kita memang harus 25:30 terus-menerus ada rotasi. Apalagi 25:31 kemudian kita partai 25:34 partai itu yang ee yang modern itu kan 25:36 cuman tinggal dua itu satu PK apa 25:40 Golkar. Yang kedua itu PKS berbasis pada 25:42 sistem. Yang lain itu ya itu adalah ee 25:46 ketuanya, milik ketuanya seperti 25:48 korporasi 25:50 ya. Dulu PKB tidak, sekarang PKB seperti 25:52 milik ketuanya, PAN juga seperti milik 25:54 ketuanya. Mau berapa periode tidak ada 25:56 batasan 25:58 ya. Apalagi kalau kemudian lurah ya. 26:01 Lurah kita bisa bayangkan dulu ini 26:03 terjadi juga dalam keluarga kami. 26:05 Kebetulan kakak saya itu adalah lurah. 26:08 Akhirnya apa yang jadi pamong-pamong 26:10 desa itu adalah paman-paman saya, 26:12 Pak-pik saya dan semuanya itu keluarga. 26:15 Kalau ini kemudian lurah seperti dibuat 26:18 murid hidup itu akan terjadi. He. 26:21 Dan yang kedua rawannya ada ketika 26:24 sekarang di era terbuka ini ketika 26:26 terjadi sebuah ketidakpuasan publik itu 26:29 bisa dibakar itu rumah rumah-rumah ee 26:32 lurah itu seperti ketika runtuhnya Orde 26:34 Baru. 26:34 H 26:35 situasinya sudah jauh berbeda dan 26:37 tuntuttuannya jauh berbeda. Kita sudah 26:39 sekarang sudah benar itu on the track 26:41 gitu loh. meskipun kemarin ditambah itu 26:43 makna politis itu kecelakaan sejarah, 26:45 apakah kemudian kita membuat sejarah ini 26:48 lebih buruk lagi? pertanyaannya kan 26:49 begitu. 26:50 Iya 26:50 ya. Dampaknya dampak konstruktifnya itu 26:53 cukup cukup besar gitu kan. Akhirnya 26:55 nepotisme lagi. Jangan jangan sampai 26:58 kemudian publik mengasumsikan bahwa 27:01 pemilihan lurah ini apa kemudian 27:04 melanggengkan lurah ini dalam kerangka 27:06 untuk melanggengkan kekuasaan presiden. 27:09 Akhirnya kan publik menuduh ke sana. 27:12 Heeh. Jangan-jangan ini sebagai sebuah 27:14 batu loncatan, sebagai sebuah alas 27:16 pijakan, sebagai sebuah referensi, 27:19 alasan untuk memperkuat presiden seumur 27:22 hidup kan akhirnya ee 27:25 apa pandangan publik ke arah sana, 27:28 tuduhan publik ke arah sana. Begitu Mas 27:31 Sangga. 27:32 Hmm. Itu ya tuduhan publik ke arah sana. 27:35 Jadi kita melihat gitu ya, Bang Toni ya, 27:37 dari hal-hal yang terus membuat rakyat 27:40 kecewa. saya jadi ini di Mesos ini ada 27:43 apa ada videonya MH gitu ya yang di di 27:47 yang di-share gitu ya kenapa pemerintah 27:49 itu kok selalu merepotkan rakyat gitu ya 27:52 walaupun negara ini misalkan sampai 27:54 bubar Lawong yang direpotkan itu rakyat. 27:57 Nah, ini sebagai penutup Bang Toni. 27:59 Bagaimana sebenarnya ee ee ya pemerintah 28:02 itu melayani rakyat bukan merepotkan 28:04 rakyat gitu ya dengan seluruh 28:06 dinamikanya dengan ee seluruh 28:08 langkah-langkahnya atau kebijakannya. 28:10 Bagaimana Bang Toni ee melihat 28:11 keseriusan pemerintah supaya melayani 28:13 rakyat ini Bang Toni? 28:15 Iya. Desain negara itu akan benar dan 28:20 tertib apabila gitu kan ya 28:23 perencanaannya benar. Yang pertama, yang 28:25 kedua gitu kan diurus oleh orang yang 28:28 benar 28:30 gitu ya. Jadi dua itu minimal ya diurus 28:34 orang yang benar itu apa? Orang yang 28:35 punya integritas dan orang yang punya 28:37 kapasitas selain loyalitas. tidak hanya 28:39 mengandalkan loyalitas, tapi juga 28:41 berbasis meritokrasi. Orang itu punya 28:44 kemampuan kompetensi, orang itu punya 28:46 integritas. Selain tentu saja yang 28:48 dibutuhkan adalah punya loyalitas 28:49 terhadap pemimpin. Tiga hal itu yang 28:51 dibutuhkan. Jadi perencanaan ini 28:54 seringkiali ya ee tergesa-gesa, 28:57 terburu-buru, cepat ee apa kayak instan 29:01 gitu dilakukan meskipun tujuannya baik, 29:03 niatnya baik, maksudnya baik, 29:05 keinginannya baik, tetapi kalau 29:08 perencanaannya itu tidak matang, kalau 29:10 perencanaannya itu tidak bagus gitu kan, 29:14 apa yang kemudian terjadi ya ke sananya 29:17 amburadul. Perencanaan itu kan sudah 29:18 50%. Kalau perencanaan bagus itu ada 50% 29:21 kesuksesan kan teori manajemennya begitu 29:24 gitu kan. Nah, kalau rencananya itu 29:26 buruk ya akan ke sana nanti buruk. 29:28 Kemudian rencana baik ti kalau kemudian 29:31 ee diurus sama orang yang tidak baik ya 29:34 buruk juga. Ee perencanaan baik lurus 29:37 baik kemudian ee di diawasi dengan baik 29:41 ya itu membuat sebuah sistem. He. 29:43 Nah, tetapi kalau kemudian ya ini kan 29:46 kita memiliki sistem yang turuntemurun, 29:49 waris diwariskan dan buruk ya. Ee sistem 29:53 inilah kemudian harus di diperbaiki 29:55 dengan cara apa ya? Dengan perencanaan 29:57 yang baik terus kemudian dengan ee SDM 30:02 yang juga baik. tadi sekali lagi SDM 30:05 yang baik itu adalah SDM yang punya 30:07 integritas, SDM yang punya kompetensi 30:10 sesuai dengan bidangnya, kemudian SDM 30:13 yang punya ee loyalitas yang yang tepat 30:16 gitu loh ya. Kalau ini itu ada maka 30:20 negara ini akan menjadi baik, tidak 30:21 merepotkan tapi menertibkan. 30:24 Hm. Ya. 30:25 Tetapi sekali lagi faktor kenapa MH 30:28 mengatakan melepotkan? Karena faktor dua 30:30 ini perencanaannya tidak matang gitu 30:33 kan. Terus kemudian juga diurus oleh 30:36 orang-orang yang tidak tepat 30:38 ya. 30:39 Jadi ee ini yang kemudian ee merepotkan. 30:44 Dari sinilah kemudian kita akan melihat 30:47 ya 3 tahun ke depan, 8 tahun ke depan, 30:50 10 tahun ke depan. Kalau polanya seperti 30:52 ini ya hasilnya kan seperti ini, enggak 30:54 berubah gitu loh. Selama kemudian desain 30:56 awalnya tidak diubah, kemudian juga 30:59 SDM-nya itu tidak diubah, orang-orangnya 31:03 ya tidak diganti ya. Jangan pernah 31:05 berharap pada perubahan 31:07 bukan pesimis. Tetapi ini bisa dior 31:10 ditorisasi 31:11 ya ditoritisasi gitu loh. Kita kan 31:15 menguji semua ini berbasis kepada satu 31:18 data yang kedua adalah teori, analisis 31:20 teoritis. Iya. Iya. 31:21 Ya, bisa dilihat gitu loh. Bisa dilihat 31:24 gitu. Kalau orang lari kira-kira larinya 31:27 itu ee secepat apa per kilo. Maka 31:30 kemudian kalau secepat ee satu langkah 31:33 itu sekian apa dua langkah itu sekian 31:35 detik maka kemudian 1 kilo itu sekian 31:37 menit kan bisa kelihatan. 31:39 Heeh. Betul. 31:40 Ya akan berubah itu bisa dilihat kalau 31:42 orang lari usianya 60 misalnya dan dia 31:46 jarang olahraga e dia sampai 2 kilo itu 31:49 paling mati kan gitu. itu bisa 31:50 kelihatan, bisa diprediksi. Teori kan 31:52 gunanya untuk memprediksi 31:53 berbasis data yang ada. Kemudian ee ee 31:57 apa namanya basis data ini kemudian kita 32:00 lihat dulu-dulu yang terjadi ukurannya 32:02 seperti ini. Itu teori. 32:04 Ah, sekarang kita bisa lihat gitu loh 32:06 nanti ekonominya akan seperti apa, 32:08 situasi politiknya seperti apa gitu kan 32:11 ya. Pendidikannya seperti apa ya. Eh, 32:15 hari ini sudah bisa kita lihat kalau 32:16 tidak terjadi sebuah perubahan. Kalau 32:19 tidak terjadi sebuah perubahan, Mas 32:21 Angga 32:21 kita akan lihat itu ya, Bang Toni ya. 32:23 Iya. Iya. 32:25 Baik, Bang Toni. Terima kasih banyak ini 32:27 dialog di pagi hari ini ya. Semoga 32:29 bermanfaat bagi pendengar. Insyaallah 32:31 kita jumpa lagi pekan depan. 32:33 Asalamualaikum warahmatullahi 32:34 wabarakatuh. Warahmatullahi wabarakatuh.