Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan dan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Masih bersama Ustaz
- Ahmad Saleh. Kita ke Ibu Tia di Jakarta.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik ee
- Ustaz, saat abang saya sakaratul maut,
- saya bacakan Yasin di telinganya, tapi
- lupa kanan atau kiri. Hm. Dan saya
- mentalinkkan mentalkinkannya hanya baca
- Yasin. Pertanyaannya, apa manfaatnya
- baca Yasin di telinga orang yang sedang
- sakaratul maut? Jamil. Masyaallah. Jelas
- pertanyaannya. Ini menarik. Pertanyaan
- menarik karena memang ini harus dijawab
- dengan kalau kata orang sekarang
- kecerdasan teologis gitu kan. Kecerdasan
- teologis. Apa maksud kecerdasan
- teologis? Begini disunahkan insyaallah
- nanti dalam bab-bab berikutnya kita akan
- membahas disunahkan membaca surat Yasin
- terhadap orang yang sakit atau bahkan
- yang akan menjelang sakaratul maut.
- bahwa kemudian kita juga mengetahui
- bahwa kalau bisa suasananya memang
- suasana apa namanya? Suasana di sana
- ketaatan-ketaatan kepada Allah
- dikondisikan ya. Maka membaca surah
- Yasin itu salah satunya mengkondisikan
- ketaatan kepada Allah Subhanahu wa taala
- sehingga malaikat datang, malaikat
- rahmat masuk di situ. Maka bagi
- orang-orang yang memahami sekali lagi
- memahami secara tekstual gambar-gambar,
- patung macam-macam biasanya mereka
- dikeluar mengeluarkannya tuh dari
- ruangan tersebut atau dari rumah
- tersebut. Patungnya dia keluarkan,
- gambar-gambar yang bernyawa dia
- keluarkan karena dia memahami
- makna-makna hadis yang tekstual. Sekali
- lagi saya menghormati mereka yang
- melakukan ini semua ya, karena memang
- nas-nasnya juga sampai kepada kita
- seperti itu. Nah, maka suasana tadi
- ketenangan, suasana ee pengabdian kepada
- Allah diciptakan. Maka salah satunya ada
- yang baca Quran, yaitu baca surah Yasin.
- Kenapa bacaannya surat Yasin? Tadi sudah
- dijelaskan. Karena Yasin itu adalah
- qolbul Qur'an, hatinya Quran. Maka dia
- baca sehingga kemudian malaikat pun
- hadir gitu ya. Malaikat pun hadir. Ada
- dua perbandingan yang akan saya
- kemukakan loh. Bagaimana? Bukankah
- hadisnya mengatakan manana akir kalam
- laahaillallah jannah? Kenapa tidak
- ditalkin dengan kalimat ini? Jaiz
- ditalkin sunah. Dibacakan ini juga
- sunah. Apalagi ikhwatul iman kalau kita
- menelusuri ee apa literatur-literatur
- yang sampai kepada kita tentang akhir
- atau wafat dari Rasulullah sallallahu
- alaihi
- wasallam, Nabiuna Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam
- justru di akhir hayatnya justru
- mengucapkannya apa? Ummati, ummati
- asalah asalah gitu kan. Kalau kita
- merujuk kepada riwayat-riwayat tadi,
- banyak riwayat-riwayat. Sepengetahuan
- saya, sekali lagi sepengetahuan saya
- riwayat-riwayat itu tidak ada yang
- menyatakan bahwa beliau di akhir apa
- wafatnya itu mengucapkan
- tadi. Tetapi kemudian beliau mengajarkan
- kepada umatnya, manana akir kalami la
- ilahaillallah dakalal jannah. Kalau
- begitu dapat kita pahami juga bahwa ada
- orang yang tidak mengucapkan
- lailahaillallah tapi kita harus baik
- sangka dari sifat apanya? Dari
- fakta-fakta hidupnya yang menunjukkan
- bahwa kalimat lailahaillallah hidup pada
- dirinya. Yang saya maksudkan mungkin
- para pendengar bisa memahami bahwa hidup
- pada dirinya artinya kalimat
- lailahaillallah itu bukan hanya dia
- mengucapkan tetapi dia mampu
- menterjemahkan kalimat lailahaillallah
- dalam bentuk kehidupannya. Dia
- senantiasa mentauhidkan Allah Subhanahu
- wa taala. Maka orang tidak meragukan
- lagi. Kalaupun dia tidak mengucapkan
- lailahaillallah, sepanjang hidupnya
- zikirnya lailahaillallah dan seterusnya.
- Risalahnya adalah senantiasa risalat
- tauhid. Sekali lagi kalau kita lihat
- telusur, oh ini nabiuna Al Habib
- Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam. Ini ajaran yang disampaikan
- oleh beliau kepada kita. Hendaknya kita
- membaca apa tadi? Eh beliau menyatakan
- statement manana akirami laahaillallah
- jannah. Namun kemudian kita lihat
- riwayat-riwayat yang sampai kepada kita
- meskipun bisa jadi ada riwayat yang
- mengatakan itu gitu kan yang menyatakan
- itu atau bisa jadi dulu ada kekhususan
- untuk umat Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam. Tapi yang jelas bahwa
- riwayat-riwayat yang kita temukan dalam
- hal ini yang saya temukan adalah tadi
- Nabiuna Muhammad sallallahu alaihi
- wasallam justru memikirkan umatnya.
- Umati. umati memikirkan salat untuk
- umatnya gitu ya. Jadi, oleh sebab itu
- sekali lagi, jadi kembali kepada tadi
- kenapa kemudian ee justru yang tadi
- dikemukakan bacaan Yasin bisa jadi ini
- adalah mengundang apa namanya
- kekhusyuan. Mengundang sebuah suasana
- yang tenang sehingga yang sakit juga
- gitu kan merasakan apa namanya
- aroma-aroma wahyu ilahi gitu ya. Nah,
- maka oleh sebab itu saya kira mohon maaf
- ee ada beberapa pandangan-pandangan
- misalnya mm pandangan dari ulama-ulama
- yang berbicara tentang suluk, tentang
- akhlak ya berbicara tentang kalbu
- macam-macam itu saya kira ee bisa
- menjawab permasalahan ini dalam
- pengertian bisa menjawab permasalahan
- ini. Ada jawaban yang memang bisa
- dijawab dengan hadis-hadis tekstual,
- hadis-hadis secara teks. Tapi ada yang
- bisa dijawab. dengan syuur muttaqin,
- perasaan-perasaan orang bertakwa tadi
- ya. Ya. Maka oleh sebab itu saya kira ee
- kenapa Yasin tadi alasannya sudah
- dikemukakan gitu kan. Dan ini bisa jadi
- seperti tadi kalau jadi orang orang yang
- terlihat tenang meskipun tidak terlihat
- mengucapkan lailahaillallah tapi ada
- orang yang kemudian ditalkin bahkan
- meronta-ronta dan macam-macam sampai
- kemudian meninggal dunia dalam keadaan
- justru menakutkan setelah meninggal
- dunia ya. Jadi kembali kepada pertanyaan
- wallahuam bisawab ya. Baik. Wallahuam
- bisawab. Demikian untuk Ibu Tia di
- Jakarta semoga terjawab.
- Kemudian dari Tia kita ke pertanyaan
- selanjutnya ada Ibu Dewi di Kalisari.
- Ustaz, asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Pak
- Ustaz. Apakah benar jika sehabis
- menguburkan mayit, keluarganya jangan
- pulang dulu? Lebih baik mendoakan si
- mayit. Misalnya doanya roditubillah dan
- selanjutnya. Naam. Katanya malaikat
- enggak nanyain lagi buat si mayit karena
- keluarganya sudah membaca roditubillah
- dan selanjutnya. Ini kata guru saya,
- Ustaz. Mohon penjelasannya.
- Nah, apa yang dijelaskan oleh ee
- almukarram al ustaz tadi saya tidak tahu
- persis ya karena bisa jadi beliau punya
- alasan-alasan. Namun alasan-alasan itu
- tidak saya ketahui tapi saya bisa
- menduga. Atau begini, pertama seyoganya
- orang yang kena musibah juga
- memperlihatkan musibah. Bahwa dia sedang
- kena musibah dalam pengertian ya tidak
- harus kemudian memperlihatkan gembiraan.
- Jangan sampai kemudian loh ini ayahnya
- meninggal dunia malah begitu bergembira
- ni gitu. Nah, maka kemudian disunahkan
- disunahkan agar dia tidak tidak
- mendahuluilah dia ikut mendoakan
- meskipun juga bisa sesungguhnya ya
- kalaupun dia ternyata pulang duluan
- tidak tidak ada masalah juga
- sesungguhnya tapi bagi keluarga tadi
- sebaiknya dia ngumpul dulu, mendoakan
- dulu ya karena memang nanti ada nas-nas
- yang berbicara tentang langkah
- keluarganya setelah tujuh langkah
- kemudian dia akan ditanya banyak sekali
- nas-nas yang menginformasikan seperti
- itu. Maka kemudian berilah kegembiraan
- ahli kubur ini, mayit ini yang sudah
- dikuburkan, berilah kegembiraan dengan
- doa-doa kita. Loh, apakah mereka akan
- bergembira dengan doa-doa kita? Tadi di
- awal sudah kita bahas bahwa semua doa,
- salam ya, selawat semuanya bermanfaat
- buat mereka gitu ya. Jadi di sini yang
- kemudian harus dan banyak saya kira ya.
- Oke. Jadi ee sebaiknya benar hendaknya
- di apa namanya kita mm ya terakhirlah
- gitu ya kita mendoakan dulu dan macam-ma
- tapi kalau kemudian pernyataan bahwa
- malaikat tidak akan nanya karena sudah
- diwakili oleh ahli apa oleh kerabatnya
- saya belum menemukan pemahamannya
- hubungannya seperti apa. Pertama kalau
- yang dibaca misalnya roditu billahi rba
- roditu sangat berbeda dengan rodina kan
- begitu. Kalau rod itu berarti pelakunya
- sendiri tidak melibatkan orang yang ada
- di dalam kubur gitu. Tapi kalau kem
- rodina ya kami rida bahwa Allah sebagai
- Rabb dan seterusnya. Nah baru itu
- melibatkan. Tetapi wallahualam. Sekali
- lagi apa yang dijelaskan oleh ustaz tadi
- saya belum mengetahuinya tetapi saya
- memandang bahwa tidak ada kesalahan.
- Artinya tidak ada salahnya kalau
- kemudian dia pun tetap apa tadi? Berdoa
- kepada Allah untuk tadi untuk
- keselamatan ibu bapaknya yang telah
- mendidik dirinya ya mendidik
- putra-putrinya dalam kemuliaan dan
- kebaikan. Dan itu insyaallah sangat
- berpengaruh. Akan ada manfaat dari
- mendidik, memberi contoh, kemudian
- anaknya mendoakan. gitu kan. Itu jelas
- hadisnya juga ya. Jadi seperti itu saya
- kira yang dapat dikemukakan ya.
- Wallahuam biswab. Baik Dewi di Kalisari
- semoga terjawab ikhwan dan akhwat.
- Kemudian dari Ibu
- Dewi. Mohon maaf saya ke pertanyaan dari
- Ibu Rosita di Cikarang. He.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Baik, Pak
- Ustaz. Saya ingin
- bertanya ee apakah dosa jika ada orang
- yang menceritakan keburukan orang yang
- sudah
- meninggal? Dan setiap malam Jumat saya
- suka mengirimkan doa baca Yasin bersama
- anak yatim untuk orang-orang yang sudah
- meninggal. Kira-kira sampai tidak ya,
- Pak Ustaz? Mohon pencerahannya. Syukran.
- E namam. Pertama apa tadi? Ada dua kan?
- Ee pertama apa? Apakah berdosa jika ah
- ya menceritakan kejelekan orang yang
- sudah meninggal dunia? Nah, jika yang
- dimaksud orang yang telah meninggal
- dunia dikenal sebagai muslim maka tidak
- dibenarkan kita menceritakan
- keburukannya. Ya sudah ditutup saja apa
- yang sudah Allah tutup. Karena dia sudah
- selesai perjalanannya berperan sebagai
- apa? Aktor dia sudah selesai. Sudah
- tidak harus diungkit-ungkit lagi. Ya,
- kalau perlu kalau mau ngungkit-ngungkit
- kebaik kebaikannya kalau mau. Waduh,
- masyaallah ya. waktu hidup dia orang
- baik di saat kami. Nah, kemudian kedua
- bagaimana apa sampai atau tidak orang
- yang membaca apa tadi? Yasin ya. Yasin
- orang yang tadi siapa? Dia dengan
- anak-anak yatim. Kemudian jadi dia baca
- Yasin. Setelah itu kemudian jadi begini
- dia baca bukan mengirim Yasin tapi
- maksudnya bacaan Yasin kemudian
- pahalanya diperuntukkan untuk si mayit.
- Untuk si mayit. Saya sampaikan dulu
- bahwa permasalahan ini ikhtalafal ulama
- para ulama berbeda pendapat. Namun gitu
- kan sebagian mengatakan tidak akan
- sampai karena seseorang itu hanya akan
- menanggung apa yang telah ia kerjakan di
- dunia. Ah dia juga akan mendapatkan dari
- apa yang ee dikerjakan saat di dunia.
- Namun kemudian sebagian mengatakan tadi
- Heeh. sampai gitu kan. Kenapa? Kalau
- catatannya dia seorang muslim, berarti
- kalau dia seorang muslim punya nomor
- rekening yang bisa dikirim gitu loh kata
- mereka gitu ya. Nah, jadi bahwa kemudian
- kemudian mereka meng apa namanya me
- kalau kita istilahnya mengkias ya.
- Kenapa tidak sampai? Kalau tidak sampai
- tidak ada manfaat untuk apa kita berdoa?
- Ya Allah ampuni dia. Nah sekarang dengan
- wasilah. Wasilahnya apa? baca surat
- Yasin. Nah, kalau wasilah dengan apa
- namanya? Seseorang bisa berdoa itu
- dengan wasilah gitu kan. Maka oleh sebab
- itu ini pun bisa kata mereka gitu kan.
- Pahala dari surat Yasin tadi kemudian
- dikirimkan sebagai nanti penggembira
- dirinya. Sebagaimana kita juga kalau
- bukan hanya baca Yasin, tapi berdoa
- untuk mereka siit tadi. Nah, ee maka
- nanti dalam wasilah itu begini, ada
- orang wasilah dengan
- pekerjaan. Ya, ya Allah, seandainya
- pekerjaan itu ikhlas karena Engkau, maka
- kad, kaz, kaz maksudnya. Maka apa yang
- kita minta? Dimintakan dalam doa itu
- dengan wasilah pekerjaan kita.
- Nah, maka ulama lain mengatakan kalau
- dengan
- pekerjaannya kita
- berwasilah, maka apalagi dengan orangnya
- misalnya kebaikan. Dan kita tahu Nabi
- Muhammad ini adalah ahlul khair, ahli
- kebaikan. Maka mereka biasanya juga
- berwasilah dengan wasilah Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam sebagai nabi,
- sebagai rasul yang diutus, sebagai
- teladan, uswah hasanah bagi mereka. Nah,
- jadi saya kira ini yang harus digaris
- bawahi ya bagi mereka yang meyakin. Jadi
- tidak ada nas yang menyatakan itu salah
- secara jelas juga tidak ada nas yang
- mengatakan secara jelas. Maka kembali
- lagi wajar kalau kemudian para ulama pun
- berbeda pendapat. Ah, saya mah enggak
- enggak akan melakukan itu karena tidak
- ada. Sudah Anda tidak usah tidak harus
- dipaksa kalau pahamnya begitu. Tapi
- mereka oh saya memahami sampai. Nah,
- nanti gimana keputusannya sudah di
- hadapan Allah. Karena kita dibenarkan
- menghukumi harus sesuai dengan Quran dan
- sunah. Sementara Quran tidak
- menjustifikasi, sementara sunah tidak
- menghukumi juga. Lalu dengan apa kita
- akan menghukumi kalau di Quran dan sunah
- tidak ada? Oh, ada, Ustaz. Secara
- implisit. Kalau jawaban seperti
- eksplisit dan implisit gitu kan tetap
- yang terkandung di dalamnya secara pesan
- itu ada pesan itu, isyarat itu ada. Maka
- mereka pun bisa sama mengatakan bahwa
- secara isyarat itu ada. Nah, maka sekali
- lagi sudah serahkan kepada Allah
- Subhanahu wa taala. Jadi, ikhtilaf
- semacam ini bukan hanya terjadi zaman
- now, tetapi zaman old, zaman dulu juga
- sudah terjadi. Yang paling penting
- bagaimana kita memahami karena itulah
- yang akan dimintai pertanggungjawaban
- oleh Allah kepada kita. Itu adalah ilmu
- yang kita pahami untuk ee apa namanya?
- Untuk mengajarkan dan
- mengaplikasikannya ya. Demikian saya
- kira yang dapat saya jawab.
- Wallahuam bisawab. Wallahuam bissawab.
- Kemudian kita ke pertanyaan selanjutnya,
- Ustaz, ya. Pertanyaan dari
- [Musik]
- mm
- ee hamba Allah di
- 0812 8729. Sekian-sekian.
- Asalamualaikum, Ustaz. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Apakah orang
- yang baru meninggal mukanya terlihat
- berseri-seri? Ini pertanda Allah
- memberikan ampunan. Hm.
- Namam. Kalau berseri-seri ya
- berseri-seri kata kita
- zahir bisa jadi memang dia adalah orang
- yang rida. Jangankan sebelum meninggal
- dunia saat hidup saja orang tuh bisa
- dilihat dari wajahnya. Oh dia
- berseri-seri rupanya ternyata ahlu
- tahajud. tahajudnya kuat rida, kemudian
- dia baik kepada tetangga, tidak
- memberikan rasa dendam sehingga apa
- namanya sekat-sekat cahaya itu semuanya
- terbuka. Jadi terlihatlah cahaya-cahaya
- ketaatannya. Biasanya orang yang
- terlihat cahaya ketaatannya itu tidak
- ada dendam, tidak macam-macam. Nah, jika
- di saat hidupnya terlihat semacam itu
- cahayanya gitu kan, karena ketemu orang
- senyum yang ada aduh masyaallah akhi
- gimana kabarnya? Maka saat meninggal
- dunia pun gitu ya, Mas insyaallah
- seperti itu. Sekali lagi karena dia
- sudah mengaplikasikan pesan tauhid dalam
- hidupnya sudah diaplikasikan. Nah, salah
- satu contohnya misalnya lihat saja
- ketika orang sedang
- tidur, orang tidur juga sama orang ahlul
- taah tidurnya terlihat gitu ya.
- Bercahaya bahasa kita bercahaya.
- Meskipun kan tidak semua orang bisa
- melihat bercahaya gitu kan. Oh ini
- bercahaya orang enggak ah gitu kan.
- Karena memang pandangan-pandangan kita
- berbeda. Tetapi saya ingin sampaikan
- kalau orang yang selalu senantiasa taat
- rida kepada Allah, cahayanya meskipun
- kulitnya tidak putih, kulitnya misalnya
- berwarna ya, apakah itu sawa matang
- ataupun hitam, tetapi kalau dia rida
- kepada syariat Allah, selalu berbaik
- sangka kepada Allah, maka cahayanya akan
- terlihat. Tapi meskipun dia putih warna
- kulitnya, tapi kalau kita kemudian
- kegalauan karena kemaksiatan yang
- dilakukannya, maka cahaya itu agak sulit
- ya dilihatnya gitu ya. Wallahuam. Jadi
- apakah kemudian itu menunjukkan apa?
- Diampuni dosanya. Wallahuam ya. Tapi
- kita berharap setiap orang yang kita
- lihat muslim yang meninggal dunia dengan
- wajah berseri-seri mudah-mudahan itu
- menunjukkan bahwa dia telah diampuni
- oleh Allah subhanahu wa taala. Ya,
- demikian saya kira. Wallahuam. Bawab.
- Baik. Kemudian dari Ibu hamba Allah di
- 08778292. Sekian-sekian. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Ustaz Ahmad
- Saleh. Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. 6 tahun lalu sewaktu kami
- ziarah ke pemakaman, sewaktu kami
- memberikan salam di depan makam,
- tiba-tiba cucu saya bilang sambil nunjuk
- ke arah makam itu, ke arah makam. Itu
- suara apa, Bunda? Waktu itu cucu saya
- usianya 3 tahun. Hmm. Masyaallah. Ya,
- Allahu Akbar. Bagaimana gitu kan. Tapi
- yang jelas bahwa kalau kita memaknai
- Nabi sallallahu alaihi wasallam adalah
- hamba Allah yang tidak memiliki dosa
- sehingga beliau oleh Allah diberikan apa
- namanya? diberikan kemampuan dan
- kewenangan, mampu melihat sesuatu yang
- tidak bisa dilihat oleh orang-orang yang
- berdosa. Nabi sallallahu alaihi wasallam
- bisa mendengar orang yang sedang disiksa
- di alam kubur ya dalam kuburan tertentu
- ya di alam kuburnya dia disiksa. Nabi
- sallallahu alaihi wasallam bisa
- mendengar. Nabi sallallahu alaihi
- wasallam kemudian bisa melihat
- makhluk-makhluk yang kebanyakan orang
- berdosa tidak bisa melihat yaitu jin.
- Heeh. Ya. Ketika kemudian lewat kepada
- satu kuburan, ya satu ee ke miqbarah.
- Kemudian Nabi kata, "Sebentar karena
- kemudian kan ribut tuh kudanya
- macam-macam. Kemudian Nabi katakan
- selama e nanti wasilah ini kemudian
- orang nanti ada yang tabur bunga." Nah,
- karena dia mereka mengatakan ini kias
- kepada Nabi sallallahu alaihi wasallam
- yang apa namanya mematahkan pelapah
- kurma. Beliau katakan selama pelapak
- kurma ini masih basah atau belum kering,
- mudah-mudahan orang yang di dalamnya ini
- tidak disiksa. Sekali dia ditanya,
- "Kenapa MO dia kalau kencing tidak cebok
- Allah gitu kan." Satu. Kemudian yang
- kedua kata Nabi, "Kau duduk dulu di sini
- jangan melewati garis ini ya. Wallahuam
- hakikatnya apa. Tapi yang jelas jangan
- lewati garis ini. Ini saudaramu ini dari
- kalangan jin. Aku akan menasehatinya
- terlebih dahulu." Maka kemudian ee Ibnu
- Mas'ud perawinya mengatakan bahwa Nabi
- sallallahu alaihi wasallam ya sedang
- bicara sedang ya seperti seorang yang
- sedang menasehati gitu. Jadi sekali lagi
- jika kemudian dimaknai
- peristiwa-peristiwa itu bahwa Nabi
- adalah orang-orang yang orang yang tidak
- berdosa sehingga mampu mengetahui
- kondisi orang yang disiksa di dalam
- kubur kemudian mengetahui juga ee
- makhluk bernama jin gitu ya. Karena tadi
- apa? Belum memiliki dosa. Maka anak-anak
- yang belum memiliki dosa bisa jari bisa
- melihatnya. Nah, kalau sekali lagi
- memahaminya bahwa Nabi itu oh karena
- belum berdosa, maka anak kecil pun bisa
- seperti itu.
- Wallahuam biswab.
- Baik. Kemudian
- dari Ustaz, kita ke pertanyaan terakhir
- ya.
- Katanya sudah berada di penghujung nih,
- Ustaz. Dari Ibu Liza. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Ustaz, kalau kita mentalkin
- keluarga yang mau meninggal, kalau
- melafazkan
- lailahaillallah hanya sanggup di bibir
- saja, namun tidak sanggup mengeluarkan
- suara, apakah boleh, Ustaz? Atau
- bolehkah hanya menyebutkan Allah, Allah
- saja sampai akhirnya dia menghembuskan
- nafas terakhir?
- Nah, jadi e pertama saya ingin sampaikan
- bahwa usaha kita tetap mengatakan
- mentalkinnya la
- ilahaillallah umi ucapan. Kemudian
- mereka kita tahu kita tahu tuh dari
- gerakannya saja cuma lailah tidak
- terdengar biarkanlah Allah saja yang
- menilai kalau sudah urusan itu gitu kan.
- Boleh atau tidak itu mah serahkan kepada
- Allah bahwa kemudian nanti ulama beliau
- mengatakan boleh hadis jaiz begini gir
- jaiz dan seterusnya. Sudah kalau sudah
- begitu kita kan berupaya saja mentalkin
- lailahaillallah kemudian
- lailahaillallah. Maka saya katakan tadi
- kalau sudah lailahaillallah dengan
- pemahaman yang benar maka kemudian
- illallah kecuali Allah kecuali Allah
- dengan pengertian bahwa tidak ada Tuhan
- yang hak tidak ada sesembahan yang
- dibenarkan yang benar kecuali Allah
- saja. Maka illallah sebagaimana
- statement dari perkataan siapa? Bilal
- bin
- Rabah. Ahad. Ahadun. Ahad. Maksudnya
- Allahu ahad. Kan begitu. Kalau kita
- lihat sejarah ee dalam ee kitab-kitab
- tarikh bahwa Bilal mengatakan ahad,
- ahad, ahad. Kalau ahad-ahad saja tidak
- ada maknanya. Tentu yang lebih mengerti
- itu si pengucap. Meskipun kita memani
- ahad, ahad itu satu. Satu, satu. Apa
- maksudnya satu-satu? Bilal yang tahu
- maksudnya apa gitu maksudnya.
- Qulhuallahu ahad. Bisa jadi dia katakan
- Allahu ahad. Allahu ahad. Allahu ahad
- atau lailahaillallah. Lailahaillallah.
- Sebagaimana tadi ucapan illallah
- illallah yang tahu maksudnya kan bukan
- kita. Kita hanya mengenal kecuali Allah.
- Kecuali Allah. Tapi maksud ucapan itu
- dia si pengucap yang mengetahui
- maksudnya. Maka oleh sebab itu inilah
- mengapa kita harus memberikan penjelasan
- kepada orang-orang dalam mentalkirinnya
- itu tadi ya. Bahwa maksud
- lailahaillallah tu tidak ada sesembahan
- yang harus diibadahi dengan benar
- kecuali Allah. Ya. Mana itu ya? Dipahami
- ya. Karena Allahlah yang telah memberi
- nikmat kepada kita, memberi penyakit,
- memberi macam-macam dan akan mengambil
- kembali itu semua. Ya. Jadi katakanlah
- lailahaillallah,
- lailahaillallah
- lailahaillallah lailahaillallah.
- Meskipun cuma apa bibirnya saja yang
- bergerak, tapi kita berharap berbaik
- sangka bahwa itu yang dimaksudkan adalah
- kalimat ee apa? Tauhid, kalimah
- thayibah. Demikian saya kira yang dapat
- saya kemukakan, yang dapat saya jawab
- atas pertanyaan-pertanyaan tadi.
- Wallahuam biswab. Baik. Wallahuam
- bissawab. Baik, Ustaz. Pertanyaan
- terakhir dari saya, Ustaz. Lebih afdal
- mana, Ustaz, kita di akhir hayat
- mengucapkan lailahaillallah atau memang
- harus full lailahaillallah Muhammadar
- Rasulullah? Oh, iya. Menarik sekali ya.
- Kalau kita melihat hadisnya secara teks
- cukup lailahaillallah cukup itu cukup
- itu gitu bahwa kemudian ada tambahan
- Muhammad Rasulullah bukan bidah karena
- memang fakta ya lailahaillallah
- Muhammadur Rasulullah saya teringat
- dengan bendera
- tauhid jadi memang statement itu
- lailahaillallah sudah cukup tapi kalau
- kemudian ada orang mengata
- lailahaillallah Muhammad jaiz kemudian
- oh itu bidah dari sisi mana bidah
- faktanya memang Muhammad itu utusan
- Allah gitu ya Tapi kan ini mau meninggal
- dunia kan hadisnya juga
- manqala apa man eh man kana akir kalami
- lailahaillallah dak aja kan itu dasar
- hukum naam itu secara teks begitu maka
- lagi-lagi kita harus melihatnya tidak
- hanya di apa di dalam teks saja di
- belakang teks maksud-maksud itu yang
- harus dikaji. Makanya ada tafsir hadis
- atau syarah hadis, ada tafsir ayat itu
- perlu dipahami gitu sehingga oh begitu
- maksudnya gitu ya. Jadi tidak gampang
- meny oh ini bidah itu karena yang Nabi
- ngajarkannya mengqolah lailahaillallah
- gitu kan. Tapi kemudian dijelaskan bahwa
- itu juga fakta yang benar karena ada
- bisa jadi nanti ada orang menyerang
- menyerangnya mengatakan bahwa Muhammad
- itu bukan utusan Allah maka dia bersaksi
- lailahaillallah muhammadur rasulullah
- begitu ya. Jadi saya kira itu sangat
- bahkan bisa argumentatif di saat ada
- orang sudah mulai mendeskreditkan serta
- mendustakan Nabi Muhammad sallallahu
- alaihi wasallam maka dia mengatakan
- lailahaillallah muhammadur rasulullah.
- Namun kembali kepada hadis-hadis tadi
- ketika orang mengucapkan
- lailahaillallah yakfi cukup h gitu ya.
- Karena itu yang dijelaskan dalam hadis
- itu begitu begitu ya. Nah demikian saya
- kira wallahuam
- baik. Wallahuam. Dan mudah-mudahan
- ikhwan dan akhwat dari apa yang
- disampaikan oleh Ustaz Ahmad Saleh di
- sore hari ini di akhir hayat insyaallah
- semoga dengan atas kehendak Allah
- mudah-mudahan kita bisa mengucapkan
- lailahaillallah.
- Baiklah ikhwan dan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala. Dengan
- demikian ustaz sudah jumpa kita di sore
- hari ini dalam taiah sore kajian kitab
- Riyadus Shihin. Bagaimana mentalinkan
- mayit dan bagaimana cara memejamkan mata
- si mayit bersama Ustaz Ahmad Saleh. Baik
- Ustaz sebelum ditutup ada kesimpulan apa
- yang bisa disampaikan? Namam ketika
- membahas tadi mentalkin lailahaillallah
- terhadap orang yang akan meninggal
- dunia. Betapa gampangnya kita
- menjelaskannya dan memahami
- pertanyaan-pertanyaannya. Namun bukan
- sesuatu yang mudah untuk dapat kita
- laksanakan kalau bukan pertolongan dari
- Allah Subhanahu wa taala. Yang saya
- maksudkan adalah bahwa ini harus
- senantiasa kita mohon pertolongan kepada
- Allah untuk bisa mampu di akhir hayat
- kita untuk mengucapkan kalimat
- lailahaillallah. Ya. Jadi tetap kita
- harus baik sangka kepada Allah. kita
- berusaha kemudian semuanya kita serahkan
- pada akhirnya kepada Allah tabaraka wa
- taala. Mohon pertolongannya, mohon
- rahmatnya. Ya, ini yang harus digaris
- bawahi. Jangan kemudian kita juga merasa
- sebagai orang ahlut taah gitu kan,
- sebagai orang yang ahlut taah. Kemudian
- tadi ada rasa kibir bahwa saya mampu
- untuk mengucapkan itu nanti di akhir
- hayat. Nauzubillah jangan sampai ya.
- Sekali lagi bahwa kemudian nanti Allah
- menilai ketaatan kita juga sebagai sudah
- mencukupi. Itu urusan kepada apa? urusan
- Allah Subhanahu wa taala. Namun kalau
- kita mau mengkalkulasi,
- menghitung-ngitung amal kita, ternyata
- masih kurang. Belum dihitung juga sudah
- berani kita katakan masih kurang amalan
- kita ini. Kenapa? Terlalu banyak rahmat
- Allah yang diberikan dan dinikmati oleh
- kita. Sementara ketaatan kita sangat
- terbatas, sangat bisa dihitung.
- Calculate, bisa dihitung. Sementara
- rahmat Allah tak terhingga. Ya, la aks
- ya tidak bisa hitung. ya. Nah, ini saya
- kira ee sebagai kesimpulannya. Maka oleh
- sebab itu biasakan mengucapkan tahlil
- dan mengaplikasikan pesan-pesan tahlil
- dalam kehidupan ini. Dan mudah-mudahan
- kita nanti pulang ke rahmat Allah azza
- wa jalla dengan benar-benar ke rahmat
- Allah dengan mengucapkan kalimat
- lailahaillallah.
- Demikian yang dapat saya simpulkan.
- Wasallallahu ala nabiina Muhammadin
- walhamdulillahi rabbil alamin. Wallahuam
- bisawab. Baik, Ustaz. Terima kasih,
- Ustaz. Ya. Baik ikhwan dan akhwat.
- Demikian tausiah kita di sore hari ini
- bersama Ustaz Ahmad Saleh. Sebelum
- ditutup ada sedikit informasi bagi Anda
- ikhwan dan akhwat ee pendengar Radio
- Silaturahim. Kali ini Silaturahim Travel
- telah melahirkan program unggulan baru
- bernama Madrasah Umrah di tanggal 2
- Desember 2018 bersama Ustaz Hairi Nurdi.
- Madrasah umrah ini merupakan sebuah
- program yang akan membawa perubahan pada
- kehidupan ikhwan dan akhwat sepulang
- beribadah umrah. Pendaftaran bisa
- menghubungi Mbak Vinka di nomor
- 0812
- 985637. Sekali lagi di
- 0812
- 985637. Baiklah ikhwan dan akhwat, saya
- Abi Agus. Kemudian ada Nesa dan juga
- Yusuf Subangkit. Mohon undur diri jangan
- lewatkan pula. Setelah ini ee insyaallah
- bakda magrib kami akan hadir kembali
- dalam program bedah berita Mina bersama
- rekan-rekan jurnalis dari Kantor Berita
- Islamina. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]