Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:00 Jadi, hendaknya suami istri, ya, 0:03 siapapun dia ingat tujuan hidup yang 0:05 sebenarnya. 0:06 Laki-laki yang memperlakukan istrinya 0:08 dengan mulia, bersabar menghadapi 0:10 kekurangannya, 0:11 Allah akan berikan anugerah yang tak 0:13 terhingga. 0:15 Dia akan mendapatkan kebahagiaannya 0:17 sebelum masuk ke dalam surga. Istri juga 0:19 yang bersikap mulia di hadapan suaminya, 0:22 mengalah dari kekurangannya, dia 0:25 merendah di hadapan suami, bukan suami 0:27 akan menginjak dia, suami juga akan apa? 0:29 Akan memuliakan dia. 0:43 Bismillahirrahmanirrahim. 0:45 Assalamualaikum warahmatullahi 0:47 wabarakatuh, Ikhwan Akhwat 0:48 rahimakumullah. 0:50 Alhamdulillah wasyukurillah, kita 0:52 dikaruniai kesempatan untuk berada 0:54 bersama-sama pagi ini di Rabu, 12 Juli 0:59 2023 1:00 atau tanggal 23 1:03 Zulhijah 1444 Hijriah. 1:06 Kita bersama-sama lagi di acara 1:09 Psikologi Keluarga bersama Ustaz Husein 1:12 Alatas, bersama Ustaz Abu Bakar Baraja. 1:15 Assalamualaikum, Ustaz. Alhamdulillah, 1:18 ya. 1:19 Oh, ya, Mas Krisna mohon izin tidak bisa 1:22 hadir karena ada sesuatu yang tidak bisa 1:24 ditinggalkan. 1:26 Eh, sebelumnya Ustaz, kasus kita pagi 1:28 ini tentang suami yang memaafkan 1:30 istrinya yang zina, yang satunya lagi 1:34 terkait dengan hubungan suami istri 1:36 sudah 13 tahun tapi masih saja terjadi 1:39 eh selisih pendapat atau salah 1:43 paham, ya. Tapi sebelumnya, 1:46 kita akan bersama-sama melantunkan Al 1:49 Fatihah terlebih dahulu. Silakan, Ustaz. 1:53 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:59 Bismillahi minasyaitanirrajim. 2:05 Bismillahirrahmanirrahim. 2:11 alamin. 2:19 Arrahmanirrahim. 2:24 Maliki yaumiddin. 2:29 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 2:36 Ihdinash shiratol mustaqim. 2:41 Shirotolladzina 2:44 an'amta alaihim. 2:47 Ghoiril maghdubi alaihim waladdhollin. 2:57 Amin, Allahumma amin. 3:00 Jadi ikhwan akhwat, kasus yang pertama 3:04 Ustad, maaf, ada suami yang mengetahui 3:07 istrinya selingkuh. Istrinya ini orang 3:10 kaya Ustad. Mengetahui perselingkuhan 3:13 ini tetangga dan teman-teman yang juga 3:15 tahu. Heran, kenapa suaminya memaafkan? 3:19 Karena 3:21 memaafkan inilah maka teman-teman dan 3:25 tetangga banyak mengecam. Orang banyak 3:27 juga mengecam. Suaminya dibilang orang 3:30 bodoh. 3:32 Yang jadi pertanyaan saya Ustad, apakah 3:35 suami yang memaafkan itu suatu kemuliaan 3:38 atau 3:39 kehinaan? 3:40 Itu yang pertama Ustad, yang kedua 3:43 Ustad Husein dan Ustad Abu Bakar, kami 3:46 sudah berkeluarga kurang lebih 13 tahun. 3:49 Selama perkawinan sampai sekarang 3:51 seringnya salah paham terjadi. Setiap 3:54 itu, secara otomatis saya juga menolak. 3:58 Saya ingin mengajak ke satu tempat, 4:00 istri maunya ke tempat lain. Begitu juga 4:02 kalau istri ingin eee 4:05 sesuatu, ada juga alasan saya untuk 4:07 tidak mengikutinya atau menundanya. 4:11 Dan ini Ustaz sudah berlangsung lama. 4:13 Memang komunikasi kurang baik dari 4:16 bahasa dan tujuan kadang tidak 4:19 memikirkan eee lawan bicara. 4:23 Tapi berkeluarga jalan terus, salah 4:25 paham jalan terus. 4:27 Saya sebagai suami capek, Ustaz. Bisa 4:30 jadi istri saya juga capek. 4:32 Apa yang sebaiknya kami lakukan, Ustaz? 4:34 Terima kasih. Iya. 4:39 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 4:42 Bismillahirrahmanirrahim. 4:43 Alhamdulillahirabbil 4:45 alamin. 4:47 Allahumma sholli ala Muhammadin 4:50 wa ali Muhammad. 4:52 Assalamualaikum ayyuhan nabiyyu 4:55 warahmatullah wabarakatuh. 4:58 Wassalamu ala ahli baitika at-thayyibin 5:01 was shahabatikal ghulul mayamin. 5:06 Wassalamu alaina wa ala ibadillahis 5:08 sholihin wassalamu alaikum ayyuhal 5:11 ikhwatul mukminun wal akhwatul mukminat 5:14 warahmatullah wabarakatuh. 5:17 Rabbana zidna ilman wal hikmatan bis 5:20 sholihin. Allahumma atina min indika 5:22 rahmah wa alimna min ladunka ilman 5:25 nafi'an unfana bima alamtana. 5:29 Wa ba'du 5:31 ikhwan akhwat yang dirahmati Allah, 5:33 Ustaz Abu Bakar Baraja 5:36 yang selalu datang membawa harapan. 5:41 Begitu juga Ibu Hajah Nur 5:44 dengan 5:46 cahaya ya, sesuai dengan namanya insya 5:49 Allah mudah-mudahan begitu juga Abul 5:51 Hasan Asy-Syadzili. 5:54 Ustaz Junaidi, kedua-duanya merupakan 5:57 tamu kita yang setia hadir bersama kita 6:01 dan juga setia menyampaikan pesan-pesan 6:03 dan amanat Allah subhanahu wa taala. 6:05 Semoga Allah memberkahi keduanya. 6:08 Atep, 6:09 Anis, seluruh kerabat kerja di studio, 6:12 seluruh keluarga besar Radio TV 6:14 Silaturrahim yang dirahmati Allah. 6:20 Sebelum saya menjawab 6:21 kasus yang pertama, saya bawakan sebuah 6:24 cerita. 6:26 Seorang wanita 6:29 bersama suaminya membuka sebuah 6:31 restoran. 6:35 Di saat suaminya istirahat, 6:38 istri yang menggantikan. 6:41 Nah, pada saat tersebut datanglah 6:43 cobaan. Seorang laki-laki, ya, 6:46 mulai sering datang pada saat suami 6:48 tidak ada, menggoda, merayu, mengucapkan 6:52 kata-kata yang manis dan indah. 6:58 Wanita ini masih lugu. 7:00 Masih lu? 7:03 Akhirnya tergoda oleh bujuk rayu yang 7:05 indah sampai terjadi perzinahan. 7:08 Suami sama sekali tidak tahu. 7:11 Sekali dia melakukan perbuatan tersebut, 7:13 dia merasakan dunia terbalik. 7:17 Dia merasakan betul-betul kehidupannya 7:19 penuh kegelisahan, keresahan, ketakutan. 7:24 Dan penyesalan. 7:26 Akhirnya si perempuan datang kepada 7:28 suaminya. 7:30 Dia ceritakan apa yang terjadi. 7:33 Lalu dia serahkan kepada suaminya apakah 7:35 suaminya memberikan maaf, itu merupakan 7:37 harapan dan dia insyaallah tidak akan 7:39 mengulangi lagi. 7:43 Kalau seandainya suaminya mau 7:44 menceraikan dia, dia terima. Sudah punya 7:46 anak pada saat tersebut. 7:48 Jadi, si suami bukan tahu dari orang 7:50 lain, 7:51 tapi tahu dari wanita ini. Suaminya 7:53 datang 7:54 bercerita kepada saya. 7:58 Pada akhirnya suaminya berkenan untuk 8:00 memberikan maaf. 8:02 Untuk menyelamatkan rumah tangganya, 8:05 dia tinggalkan tempat, dia berusaha 8:07 pindah ke tempat lain. 8:09 Ini juga pelajaran 8:12 agar perempuan tidak sendirian melayani 8:15 orang. 8:18 Apalagi perempuan ini cukup cantik. 8:22 Laki-laki yang datang tidak semuanya 8:24 mempunyai apa? 8:26 Mempunyai ketakwaan. Orang-orang yang 8:28 sakit begitu melihat keindahan, 8:31 tidak terdapat penjaga dan pelindungnya, 8:33 akhirnya mulai mengucapkan kata-kata 8:36 manis. 8:37 Suami istri hidup selama puluhan tahun. 8:40 Sudah dekat, 8:41 sudah akrab. Datang yang baru 8:44 menggunakan kata-kata yang indah, 8:46 akhirnya membuat seorang wanita mabuk, 8:49 lupa akan dirinya yang sudah bersuami, 8:52 dia beranggapan pria ini lebih baik 8:54 daripada suaminya. Begitu terjadi 8:56 perbuatan dosa, penyesalan yang timbul. 8:59 Akhirnya suaminya bawa pindah ke tempat 9:02 lain. 9:03 Nah, kalau orang bertanya bagaimana 9:04 kira-kira suaminya? Ini perbuatan mulia 9:07 perbuatan yang rendah. Ini merupakan 9:09 perbuatan mulia, diberikan maaf, 9:11 kesempatan buat istrinya, tidak ada 9:13 orang yang tahu. 9:16 Mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala, 9:19 ya, 9:21 tutupi dosa kesalahannya dan ampuni 9:23 serta jauhkan dari perbuatan yang 9:26 serupa. Manusia ini lemah luar biasa. 9:29 Pria atau wanita, 9:31 kalau berdua bersama-sama, ya, walaupun 9:34 dia hafal Alquran, 9:38 karena dia bersama-sama berdua, mau 9:40 tidak mau apa? 9:42 Mau tidak mau kecenderungan laki 9:44 terhadap lawan jenisnya, kecenderungan 9:46 wanita terhadap lawan jenisnya. 9:48 Akhirnya mata bertemu mata. 9:51 Begitu juga kata-kata yang manis ya, 9:53 menghanyutkan, membuat akhirnya wanita 9:56 ini lupa. Tapi wanita ini 9:58 betul-betul menyesal, bertobat, 10:00 memperbaiki dirinya dan bercerita kepada 10:02 suaminya. 10:05 Bagaimana pun dia, cerita apa adanya. 10:07 Kalau suaminya mau menghukum dirinya, 10:09 berpisah 10:10 dia terima kesalahannya. 10:12 Kalau suami memberikan maaf, itu 10:13 betul-betul dihargai dan disyukuri. 10:18 Saya menyesalkan perbuatan laki-laki 10:20 tersebut ya, yang iseng ya, yang 10:22 mengganggu istri orang. 10:25 Tapi inilah setan, di mana pun kita 10:27 berada setan tidak akan pernah 10:29 beristirahat. 10:31 Siang malam menggoda, datang dengan 10:33 berbagai macam trik. Apalagi di zaman 10:35 modern saat ini. 10:38 Apalagi dengan kata-kata hak asasi 10:39 manusia, cinta suci ya. 10:43 Pemuda-pemuda yang sedang tumbuh 10:44 mendambakan kisah cinta bagaikan Romeo 10:47 dan Juliet. 10:48 Itu biasanya masa-masa puber itu indah 10:51 luar biasa. 10:53 Dan setiap orang mengalami hal seperti 10:55 ini. 10:56 Nah, kalau tidak mendapatkan perhatian 10:58 bimbingan dari orang tua 11:00 atau mendapatkan lingkungan yang baik 11:03 seorang wanita yang berumah tangga harus 11:05 dijaga. 11:07 Dipagar rumah tangganya. 11:10 Jangan dibiarkan sendirian melayani 11:12 orang. 11:12 Dan sebaiknya wanita biari dalam 11:15 mengurus, mempersiapkan makanan di 11:17 depannya laki-laki. 11:19 Jadi si laki-laki juga menyesal mungkin 11:21 ini kesalahan dia. 11:23 Jadi kesalahan di 11:25 dia. 11:27 Jadi apa yang terjadi ini merupakan 11:30 perbuatan mulia, si istri juga bertobat, 11:32 memperbaiki diri. Adapun yang kita 11:35 dengar dari kasus ini, 11:38 si laki-laki memberikan maaf istrinya 11:40 yang selingkuh sekali, 11:43 dua kali, tiga kali, empat kali, 11:47 selikur, ya. 11:50 Dibiarkan, ya. 11:52 Berarti laki-laki ini dayuts. 11:54 Tidak punya rasa cemburu. 11:56 Dan 11:57 orang yang dayuts, Allah haramkan untuk 11:59 mencium bau surga. Jangankan masuk 12:01 surga, mencium bau surga Allah haramkan. 12:04 Karena orang yang dayuts bisa merusak 12:06 pasangannya, bisa merusak juga anaknya. 12:11 Rupanya si laki-laki ini karena istrinya 12:14 kaya raya, ya. 12:16 Dia takut takut kalau berpisah, Pak. 12:20 Akhirnya kehilangan 12:22 ya, katakan 12:24 kesempatan dan kehidupan yang senang. 12:27 Mungkin si laki-laki pikir enggak 12:28 apa-apalah ini istri yang resmi, yang 12:31 formal, tapi untuk simpanan dia, ya. 12:36 Yang dia cintai. Karena ada laki-laki 12:37 seperti ini. 12:39 Dia numpang hidup sama satu orang, ya. 12:41 Tapi dia punya juga apa? 12:44 Punya juga wanita yang dia cintai. 12:47 Begitu juga ada kejadian, perempuan 12:50 menikah dengan bapak-bapak, kakek-kakek 12:52 yang sudah tua 12:53 untuk kebutuhan hidupnya, sedangkan dia 12:56 punya pria simpanan yang dia suka. 13:00 Ini merupakan perbuatan syekh 13:02 perbuatan setan. Saya ingat sebuah kisah 13:05 kejadian, saya enggak sebutkan kotanya, 13:07 ya. 13:10 Seorang laki-laki bertemu dengan seorang 13:12 wanita di toko yang cukup cantik, yang 13:14 menjaga kesehatan tubuhnya, fisiknya, 13:17 juga kecantikannya. 13:19 Ketemu di toko. Akhirnya berjanji si 13:22 laki-laki sama si perempuan, ya. 13:25 Berdua 13:26 untuk 13:28 datang ke rumahnya untuk melakukan 13:30 perbuatan 13:31 dosa. 13:32 Datang pulang ke rumah si perempuan 13:34 bersama laki-lakinya 13:36 yang dikenal ya kan. 13:38 Lalu di rumah, di depan rumah ada 13:40 seorang laki-laki sedang membersihkan 13:42 mobil. 13:47 Laki-laki yang datang dia berpikir ini 13:48 merupakan supirnya. Dia masuk ke dalam. 13:51 Begitu ke dalam 13:52 kumpul bersama ini perempuan, si 13:54 perempuan bertanya, "Laki-laki di depan 13:56 itu siapa?" Dibilang, "Suami saya." 13:59 Suami sa? 14:01 Dia bawa laki-laki ke rumah depan 14:03 suaminya. Suaminya apa? 14:06 Mengatakan, "Silakan masuk." 14:11 Nah, kalau manusia sudah seperti ini 14:14 maka dia kehilangan kemanusiaannya. 14:17 Allah tanamkan rasa cemburu sebagai 14:19 pagar 14:21 bukan untuk merusak tapi sebagai pagar 14:24 untuk menjaga kehormatan. 14:27 Cemburu laki-laki yang wajar, yang 14:29 sesuai dengan akal sehat itu menjaga 14:31 kehormatan istrinya. 14:33 Cemburu seorang wanita juga itu akan 14:36 membuat apa? Suaminya juga apa? 14:41 Berhati-hati dan berada pada koridor 14:43 yang benar. Tapi kalau perempuan tidak 14:45 cemburu 14:47 terhadap suaminya 14:48 akan membuat suaminya bisa-bisa menjadi 14:50 seorang pria yang liar. 14:52 Betul enggak? 14:53 Kecemburuan juga membuat laki-laki ada 14:55 perasaan bangga, sayang. Karena apa? 14:58 Karena istrinya cemburu. Coba kalau 15:00 seorang laki-laki mendengar istrinya 15:02 bilang, "Kamu mau menikah 15:04 mau katakan ganti-ganti perempuan, 15:07 silakan semau kamu." 15:08 Bagaimana perasaan si laki-laki? 15:11 Ada dua orang laki-laki. Ini kisah lucu. 15:15 Si laki-laki yang satu ini punya istri 15:17 cemburu. 15:18 Jangankan 15:20 lihat suaminya apa namanya melirik 15:23 seorang wanita saja dia mimpi saja, ya, 15:27 suaminya kawin lagi dia marah. 15:32 Sedangkan yang satu lagi unik. 15:35 Dia tanya sama istrinya, "Bagaimana 15:37 kalau saya kawin lagi?" "Silakan." 15:40 "Kalau kamu mau kawin lagi, silakan." 15:42 "Saya enggak menghalang-halangi kok." 15:46 Si laki-laki marah, "Kamu enggak sayang 15:48 sama saya?" 15:50 "Kenapa?" 15:51 "Kamu enggak ada cemburu sedikitpun 15:53 juga, enggak sayang sama saya. 15:54 Seharusnya kamu marah dong." 15:56 Jadi si laki-laki merasa apa? 15:58 Seolah-olah istrinya apa? 16:00 Tidak peduli terhadap dirinya. Saya 16:02 bilang dunia, dunia luar biasa. 16:06 Yang satu 16:07 dicemburui, yang satu apa? 16:10 Bebas kawin lagi. 16:11 Iya, rupanya mesti dibagi cemburunya 16:14 yang berlebihan dibagi sama yang satu 16:16 lagi. Dan ternyata laki-laki kalau 16:18 istrinya tidak cemburu, dia akan 16:19 merasakan perasaan tidak nyaman. 16:22 Cemburu berlebihan, dia juga akan 16:24 pusing. 16:26 Nah, di sini otomatis iman, takwa, dan 16:29 akal sehat bekerja. Jangan laki-laki 16:31 memancing cemburu istrinya yang 16:33 pencemburuan, dia jaga, dia berikan 16:36 kepercayaan. Begitu juga perempuan juga 16:38 jangan suka mencoba-coba kecemburuan 16:41 suaminya. 16:43 Kepercayaan amat sulit untuk dibangun. 16:46 Tapi sekali hilang kepercayaan, 16:49 maka amat sulit untuk dapat kembali. 16:51 Oleh karena itu, pria jaga kepercayaan, 16:54 perempuan juga jaga kepercayaan, 16:56 dan rumah tangga harus punya tujuan. 16:59 Kalau rumah tangga ini enggak punya 17:00 tujuan, hanya mencari kesenangan 17:03 masing-masing, maka akan terjadi seperti 17:05 kasus yang kedua tadi. 17:08 Tapi kalau suami tahu kehidupan rumah 17:10 tangga ini amanat, tanggung jawab, ya, 17:13 dan dia hidup berpasangan ini untuk 17:15 menjalankan amanat dan khilafah Allah. 17:18 Begitu juga istri merasakan dia 17:20 berpasangan bersama suaminya, dia punya 17:22 peran dari Allah yang amat besar. 17:24 Sebagai istri, sebagai ibu, sebagai 17:29 pembantu suami dalam perjuangannya. 17:32 Nah, pada saat tersebut, di saat suami 17:35 menyadari perannya, ya, sebagai seorang 17:38 bapak, sebagai seorang suami, kemudian 17:42 juga bekerja sama bersama istrinya 17:44 dengan penuh kesadaran mendidik anaknya 17:45 dalam keridaan Allah, mereka akan 17:47 mengabaikan ego masing-masing. 17:51 Tapi di saat mereka tidak punya tujuan 17:53 hidup yang jelas, masing-masing bekerja, 17:57 berpikir untuk egonya, pasti dong. 18:00 Yang satu merasa pihak lain tidak 18:04 menuruti dia, dibalas dengan sikap yang 18:06 sama. 18:07 Akhirnya komunikasi di antara keduanya 18:09 tidak akan apa? Tidak akan harmoni. 18:11 Tapi kalau suami 18:15 terkadang diikuti istrinya, dipenuhi 18:17 dong. Dia capek kerja dari mulai pagi di 18:19 rumah, bisa saja mengurus anak, kalau 18:21 dia bekerja di rumah ya, sebagai ibu 18:23 rumah tangga. 18:24 Dengan sendirinya ada juga apa? 18:26 Keharusan suami untuk memberikan 18:28 perhatian. 18:29 Jangan instruksi, tuntutan, begini, 18:32 begitu dan lain sebagainya atau dia 18:34 mengeluhkan dia capek kerja, istrinya 18:36 sama sekali enggak perhatian sama dia. 18:39 Bukan hanya dia yang butuh perhatian, 18:41 istri juga yang di rumah menunggu butuh 18:42 perhatian. 18:44 Jadi kalau suami pulang ke rumah, 18:47 bawakan sesuatu untuk istri. 18:50 Kemudian juga kata-kata manis diberikan 18:52 pada saat makan dia puji makanannya. 18:56 Kemudian di saat istri katakan ingin 18:58 keluar karena bosan di rumah, ke rumah 19:00 orang tuanya atau jalan-jalan di luar, 19:02 enggak ada salahnya suami turuti. Di 19:04 saat dia turuti suami, dia buka jalan 19:06 bagi istrinya untuk menuruti kemauan 19:08 dia. 19:09 Tapi kalau masing-masing bertahan, 19:12 masing-masing balas-balasan, sampai 19:14 kapan akan ketemu? Betul enggak? 19:17 Oleh karena itu kalimah thayyibah 19:19 dibutuhkan dalam komunikasi di antara 19:23 keduanya. Alquran 19:25 dengan contoh-contoh yang terdapat di 19:27 dalamnya, baik dialog para nabi bersama 19:29 umatnya, kemudian juga kita saksikan 19:32 bagaimana 19:35 kita saksikan pesan-pesan Allah agar 19:37 kita menjaga kata-kata kita menggunakan 19:39 kalimah thayyibah. Sebelum adanya ilmu 19:42 komunikasi, Alquran memberikan bimbingan 19:45 tentang ilmu komunikasi yang 19:47 sebaik-baiknya. Kita menyampaikan 19:48 aspirasi kita bukan hanya dengan bahasa 19:51 biasa, dengan bahasa yang membuat orang 19:53 yang mendengar menerima bahkan dengan 19:55 hati yang penuh apa? 19:57 Kegembiraan. 19:58 Ini kalau suami 20:00 berkata-kata manis, menyentuh istrinya 20:03 dengan lembut, dengan dengan dengan 20:04 belaian kata-kata yang indah, memuji 20:06 juga kinerjanya, kalau ada kesalahan 20:09 dikoreksi dengan cara yang halus. Saya 20:11 yakin pasti hati istri akan luluh. 20:13 Betul enggak? 20:15 Istri juga jangan segan-segan bersikap 20:17 lembut pada suami, jangan jual mahal, 20:20 jangan jaga image. Suami pulang 20:22 cemberutan, ya, atau muka asam. Itu 20:25 kalau berbuat seperti ini berarti 20:27 siap-siap juga untuk mendapatkan 20:28 perlakuan yang serupa. 20:30 Betul enggak? Jadi istri berusaha 20:32 mendahului suaminya. 20:34 Ada seorang 20:36 terkenal keras yang luar biasa, 20:38 berkali-kali kawin. 20:40 Berkali-kali kan kawin. 20:43 Dengan tongkatnya, dengan galaknya yang 20:45 masyaallah. Satu kali waktu kawin dengan 20:47 seorang wanita, ya. 20:50 Dia kalau teriak memanggil istrinya, 20:52 dari jauh istrinya langsung 20:54 bergegas-gegas datang ke hadapannya 20:56 dengan kata-kata yang lembut, memanggil 20:58 ada apa Kakak? 21:00 Suami bilang mati saya. 21:04 Mulai saat itu kalau bicara langsung 21:06 lembut, kenapa? 21:08 Karena suaminya 21:09 ya menjumpai istri selalu bergegas 21:11 dengan kata-kata yang lembut. 21:14 Akhirnya apa? 21:15 Langsung dari orang yang tadinya keras, 21:17 luluh. 21:19 Loh? Luluh. 21:20 Jadi kalau kita perhatikan ini bahasa 21:23 komunikasi ini harus dipilih. Nah 21:25 sekarang melalui medsos 21:28 melalui berbagai macam tayangan yang 21:31 ditayangkan, saya perhatikan 21:33 orang belajar bahasa yang tidak baik. 21:36 Saya perhatikan betul-betul ya, dulu 21:37 anak-anak kecil bahasanya rapih. 21:40 Orang-orang tua, bapak, ibu-ibu juga 21:41 bahasanya rapih. Sekarang kita dengarkan 21:44 di televisi maupun di YouTube dari mulai 21:46 canda dan lain sebagainya, bahasa-bahasa 21:48 yang tidak bagus. Bahkan bahasa sindiran 21:51 diantara orang yang berpendidikan 21:52 tinggi. 21:53 Bahasa yang kasar. 21:55 Saya bilang pantas kalau seandainya 21:57 rakyat kita, bangsa kita ini mengalami 21:59 kerusakan yang cukup fatal 22:02 karena tidak menjaga bahasa komunikasi 22:04 yang baik. 22:06 Dulu saya ingat betul-betul 22:08 kalau orang 22:09 bertegur sapa, tetangga satu sama lain 22:12 ya 22:13 bahasanya enak. Sampai kalau kita dengar 22:15 orang-orang Solo, orang-orang Jawa juga 22:17 kan di Jakarta banyak kumpul tetangga 22:18 dengan tetangga kan kalau bicara halus, 22:20 lembut. Sampai orang Betawi juga ikut 22:23 lembut akhirnya. 22:24 Betul enggak? 22:26 Jadi hendaknya suami istri ya, siapapun 22:30 dia ingat tujuan hidup yang sebenarnya. 22:33 Laki-laki yang memperlakukan istrinya 22:35 dengan mulia, bersabar menghadapi 22:37 kekurangannya 22:38 Allah akan memberikan anugerah yang tak 22:40 terhingga. 22:42 Dia akan mendapatkan kebahagiaannya 22:43 sebelum masuk ke dalam surga. Istri juga 22:46 yang bersikap mulia di hadapan suaminya 22:49 mengalah dari kekurangannya 22:51 dia merendah di hadapan suami, bukan 22:53 suami akan menginjak dirinya, suami juga 22:55 akan apa? 22:56 Akan memuliakan dirinya. Jadi usahakan 22:59 menggunakan kalimah thayyibah, sikap 23:03 yang merendah untuk meraih kemuliaan. 23:05 Jangan dahulukan ego kita. 23:08 Ego kita ini kalau kita turuti hanya 23:10 akan membawa penyesalan, penderitaan 23:12 buat diri kita. Wal iyadzubillah. 23:16 Masya Allah, apa yang kita simak barusan 23:20 mengingatkan kita pada sesuatu jugakah? 23:23 Atas bagaimana kita dengan pasangan 23:25 kita? 23:26 Atau 23:27 bisa jadi 23:29 kita ingat bahwa hubungan apapun yang 23:32 berisi cinta yang kemudian dijahit 23:34 dengan toleransi dan kompromi 23:38 biasanya akan jauh lebih awet ya. 23:41 Lantas apa yang akan dikatakan oleh 23:44 Ustaz Abu Bakar Baraja psikolog kita? 23:48 Mari kita simak. 23:53 Bismillahirrahmanirrahim. 23:55 Assalamualaikum warahmatullahi 23:59 wabarakatuh. 24:00 Waalaikumsalam warahmatullahi 24:02 wabarakatuh. 24:04 Alhamdulillah. 24:07 Allah menciptakan 24:09 kehidupan manusia dengan 24:11 kesempurnaannya. 24:13 Khalaqnal insana 24:15 fi ahsani taqwim. 24:18 Ketika 24:21 kesempurnaannya sudah tercipta 24:25 ketika kesempurnaannya itu sudah 24:28 mengalir dalam kehidupan manusia 24:32 namun 24:34 ada saja 24:36 yang suka iseng 24:38 membuat kesempurnaannya menjadi 24:41 berantakan. 24:46 Keisengan untuk merubah 24:49 kesempurnaannya Allah inilah yang 24:52 mengakibatkan berbagai macam peristiwa. 24:57 Terjadinya 24:58 perbuatan-perbuatan 25:00 yang Allah tidak inginkan dan 25:04 manusiapun yang melakukannya 25:07 tidak inginkan. 25:10 Ketika seorang berbuat salah, 25:14 waktu dia berbuat salah, mungkin pada 25:17 saat itu tertutup. 25:21 Waktu dia tertutup, 25:24 dia tidak merasakan bahwa itu salah 25:27 karena dia menyimpang. 25:31 Karena dia berusaha beralih 25:34 dari kesempurnaannya Allah. 25:38 Dengan seperti itu, akhirnya dia 25:42 memberikan sesuatu yang dia sendiri 25:45 tidak menyukainya. 25:47 Begitu lepas dari suasana itu, baru dia 25:51 menyadarinya. 25:54 Kesadaran itu akan terulang kembali, 25:59 maaf, 26:00 perbuatan salah itu akan terulang 26:03 kembali 26:05 ketika kesadarannya hilang. 26:09 Dia tidak menggunakan lagi, tidak 26:12 mempertahankan, 26:15 atau dia tidak kembali kepada dirinya. 26:19 Atau dia bertobat. 26:22 Waktu dia tidak bertobat, di situ 26:27 kesempurnaan tersebut 26:29 tidak akan terjadi lagi. 26:32 Tapi ketika dia bertobat, insya Allah 26:36 kesempurnaan itu 26:38 terjadi, terjaga. Di saat itulah seorang 26:43 akan mampu bertahan. 26:46 Ketika seorang merasakan dirinya bahwa 26:49 dia sempurna, dia itu baik, dia itu 26:54 bersih, dia itu sesuatu yang memang 26:58 terhormat karena disebut sebagai 27:01 manusia. 27:03 Insya Allah dia akan menjaga dirinya. 27:06 Insya Allah dia akan mempertahankan 27:09 kesempurnaan itu. 27:11 Namun, 27:13 dia tidak melihat itu. 27:15 Apalagi kasus yang kita dapatkan 27:18 bahwa 27:20 dia mempunyai segalanya atau orang kaya. 27:26 Maka dengan mudah dia mengatakan menutup 27:29 kesempurnaan 27:31 penghargaan dirinya atau kehormatan 27:35 dirinya sebagai 27:36 manusia yang sempurna, itu hilang 27:40 ditutup oleh harta. 27:44 Kalau seorang sudah ter 27:47 bius oleh harta, maka 27:51 harga dirinya, 27:53 penghormatan dirinya, itu hilang. 27:57 Yang menghormati hartanya bukan dirinya. 28:01 Seorang yang terlalu berpikir kepada 28:03 harta, maka dia tidak pernah berpikir 28:07 pada dirinya, sehingga yang menghormati 28:10 dirinya adalah harta, bukan dirinya. 28:16 Oleh karena itu, 28:18 bagaimana kita mampu memperhatikan diri 28:21 kita. 28:23 Lihat bahwa kita sempurna, manusia 28:26 mendapatkan penghormatan, 28:29 hormati diri kita 28:31 yang Allah sudah sempurnakan. 28:34 Ketika kita tidak melihat penghargaan 28:36 dan penghormatan diri kita karena 28:39 sempurnanya Allah berikan, 28:41 maka dengan sendirinya kita akan menjadi 28:44 radatnahu. 28:47 Kita akan terjatuh. 28:49 Maka jadi seorang suami? Ini yang perlu 28:52 diperhatikan. 28:54 Ketika seorang suami seperti yang tadi 28:56 sudah dijelaskan sama Ustaz Husin, 28:58 ketika memberikan maaf apabila 29:04 seorang istri yang kembali 29:07 dan dia memberikan maaf, insyaallah 29:09 kemuliaan. Kembali dalam artian 29:11 bagaimana dia mampu membalikannya. 29:15 Itu juga terjadi kepada seorang suami 29:18 yang kadang 29:20 dia melakukan perbuatan-perbuatan yang 29:22 Allah tidak sukakan juga. Seorang istri 29:25 harus tegas juga. 29:26 Kalaupun dia kembali dan dia ingin 29:29 bertobat, bisa diterima, maka kemuliaan 29:32 itu akan muncul. 29:34 Namun kesadarannya ditutup oleh harta, 29:37 kesadarannya ditutup oleh 29:39 keinginan-keinginan yang semu, 29:41 kesadarannya ditutup oleh hal-hal yang 29:44 sifatnya 29:46 negatif, maka 29:49 dengan sendirinya sebaiknya 29:52 tegaskan 29:54 seorang suami atau seorang istri harus 29:57 menegaskan 29:59 bahwa kamu sudah bukan lagi bagian dari 30:02 hidup kita. 30:04 Kalau sudah dia tidak mampu lagi kembali 30:07 kepada Allah, maka tegaskan bahwa kamu 30:11 bukan bagian dari diri kita. Karena 30:13 suami istri adalah bagian. 30:16 Istri bagian dari suami, suami bagian 30:18 dari kita. Ketika dia sudah melepaskan, 30:23 maka katakan, 30:25 "Kamu bukan bagian dari diri kita lagi." 30:28 Hidup itulah yang terjadi. Ini adalah 30:30 ketegasan. 30:32 Kita mampu menegaskan dikarenakan 30:35 kita tahu bahwa dia akan tidak akan mau 30:38 kembali, akan mengulangi lagi, 30:40 mengulangi. Bagaimana kita bisa 30:42 mengetahui dia mengulanginya lagi? 30:45 Ketika dia menyatakan dirinya 30:49 bahwa 30:50 saya sudah enggak mau melakukan lagi. 30:53 Kemudian 30:55 pikirannya, perasaannya, perilakunya 30:59 ya, seperti kayak anak yang tidak 31:01 mengerti apa-apa 31:03 berbicaranya ke sana kemari 31:06 dia belum kembali. 31:08 Kali dia sedang mencari kembali sesuatu 31:10 yang hilang. Yang mana yang hilang? 31:14 Yang dilakukan perbuatan yang negatif. 31:16 Oleh karena itu, kembalikan. Dia suruh 31:18 melihat penghargaan dirinya, 31:21 penghormatan dirinya. Perhatikan itu. 31:24 Insyaallah dia enggak akan linglung. 31:27 Orang yang berdosa, orang yang berbuat 31:29 salah, orang yang melakukan sesuatu, 31:32 ketika diketahui, ketika ketahuan, 31:35 ketangkap basah 31:37 dia bilang minta maaf 31:40 dia bilang melakukan bahwa saya 31:42 bertobat, saya mau ini. Kemudian setelah 31:45 itu dia tidak 31:47 terarah 31:49 istilahnya dia kalau bahasanya linglung, 31:52 maka dengan artinya dia akan kembali 31:53 lagi. 31:55 Tapi kalau di kemudian dia berbuat baik, 31:58 dia melakukan perbuatan baik pada 32:00 pasangannya, dia menghormati dirinya, 32:03 dia jaga dirinya 32:05 insyaallah dia tidak akan kembali lagi. 32:10 Itu yang paling baik. 32:12 Nah 32:12 bagaimana dengan suaminya? Jelas 32:16 harta itulah yang bisa menutupi 32:20 penghormatan diri. 32:22 Hormat diri kita ini akan tertutup oleh 32:26 harta yang memaksa pikiran kita 32:29 enggak peduli lagi 32:31 yang sebaiknya. 32:33 Oleh karena itu, yuk kita jaga diri 32:35 kita. 32:37 Jaga diri kita. Jaga diri kita, dengan 32:40 sendirinya kita akan terhindar dan 32:44 kesempurnaan kita akan kembali pada diri 32:47 kita. 32:48 Bagaimana itu bisa terjadi? 32:52 Apa yang membuat seorang istri menjadi 32:54 penye 32:56 menyeleweng? 32:58 Suami menyeleweng. Perhatikan. 33:01 Komunikasi kasus yang dua. 33:05 Kasus yang kedua ini juga akan 33:07 memberikan hal-hal yang tidak nyaman. 33:14 Kita datang hadir bersama dengan suami, 33:17 bersama dengan istri, perasaan kita 33:19 tidak ada di situ. 33:22 Karena ketika kita lagi mau bicara 33:23 dengan suami, bayangan kita nanti juga 33:26 ditolak. 33:28 Mau bicara dengan istri, bayangan kita 33:31 juga akan mengatakan apa? 33:33 Ah, nanti juga enggak diterima. 33:36 Enggak didengerin. 33:38 Ketika sudah ada di dalam image kita, 33:41 bayangan-bayangan kita, kalau kita 33:44 bicara, ah, nanti juga diabaikan. 33:48 Nanti juga bakalan dia enggak mau. 33:50 Nanti dia bakalan enggak mau, nanti dia 33:53 bakalan, itulah yang membuat ketika kita 33:56 sampaikan apa yang kita inginkan, 33:59 berbeda dengan apa yang kita inginkan. 34:02 Eh, apa yang kita katakan itu berbeda 34:04 dengan apa yang kita inginkan, sehingga 34:06 suami sendiri bingung. 34:08 Kamu sebenarnya yang mana yang mau? 34:12 Kenapa? 34:14 Karena dia punya keinginan, keinginannya 34:16 takut ditolak, maka bicaranya yang lain. 34:20 Atau dengan cara yang berbeda. 34:24 Misalnya, oh, ini mesti dimarahin nih. 34:27 Istri yang kayak gini ngomong mesti 34:28 dibentak. 34:30 Waktu dibentak 34:32 istrinya 34:33 melompat, akhirnya dia enggak tidak 34:35 mengerti apa yang disampaikan. 34:38 Oh, ini mestinya disindir. 34:40 Waktu disindir, enggak diperdulikan. 34:43 Maka berbagai cara yang negatif 34:47 komunikasi kita akan 34:49 menyimpang 34:50 dan bisa salah paham. 34:54 Berbagai macam cara yang negatif 34:57 mengadakan sindiran 34:59 mengadakan bentakan atau eh berpura-pura 35:04 itu akan yang membuat 35:07 kesalahpahaman. 35:08 Oleh karena itu dalam berkomunikasi, 35:11 bagaimana caranya? 35:14 Bagaimana cara yang agar supaya si istri 35:18 yang tadinya enggak mau jadi mau? 35:21 Si suami yang tadi tidak berkeinginan 35:23 menjadi keinginan. 35:25 Itu menggunakan cara. 35:28 Pertama, 35:30 informasikan 35:31 kebaikan sang suami atau sang istri. 35:35 Informasikan, 35:37 pertama itu informasikan 35:40 kebaikan-kebaikan yang ada pada 35:44 pasangan kita. Ketika kita memberikan 35:46 informasi kebaikan kepada pasangan kita, 35:49 maka si pasangan itu sudah bahagia, 35:51 senang. Apapun yang kita inginkan, dia 35:54 akan turutin. 35:58 Informasikan dulu. 36:00 Jangan langsung ngomong. 36:03 Jangan langsung bilang seperti misalnya 36:06 seorang suami bilang gini, 36:09 "Nanti sore kita pergi ke 36:12 pasar. Nanti sore kita pergi ke mall. 36:14 Nanti sore." 36:16 "Ah, enggak ah, sore sudah ada janji." 36:18 Si istri yang tadinya enggak ada janji 36:20 jadi punya janji. 36:23 Bagaimana kita informasikan kebaikan? 36:26 "Kamu kelihatan capek sekali 36:29 senang 36:30 yuk 36:31 kita jalan-jalan uh senangnya 36:34 atau 36:36 rasanya kamu membutuhkan sesuatu 36:40 informasikan 36:44 perasaanmu lagi menyenangkan 36:47 perasaanmu lagi berbunga-bunga bagaimana 36:50 kalau kita pergi makan di tempat ini 36:53 langsung dia mau 36:57 tapi kalau langsung 36:58 yuk kita makan sate di tempat ini 37:02 jangan di situ enakan yang di sini ah 37:05 terjadilah perbedaan oleh karena itu 37:08 fokuskan pertama berikan informasi 37:13 kebaikan kesenangan pasangan kita baru 37:17 kita berikan insyaallah salah paham kita 37:20 akan hindar 37:22 dan kemudian lihat situasinya 37:26 lihat keadaannya 37:29 munculkan 37:32 munculkan keinginan sang suami atau 37:35 munculkan keinginan sang istri untuk 37:38 kita bisa bersama-sama melakukannya 37:42 punya keinginan yang sama artinya tujuan 37:45 kita sama 37:48 kalau kita punya keinginan sendiri suami 37:50 punya keinginan sendiri istri punya 37:52 keinginan sendiri enggak ketemu tapi 37:55 bagaimana keinginan suami 37:58 disampaikan dulu kepada istri 38:02 keinginan istri disampaikan dulu kepada 38:06 suaminya kemudian baru 38:09 mengambil satu putusan 38:11 insyaallah tidak terjadi salah paham 38:16 maka 38:17 perhatikan lawan bicara kita 38:20 sebelum kita paksakan keinginan kita. 38:25 Bukan menyampaikan lagi, kalau kita mau 38:27 memaksakan keinginan kita, perhatikan 38:29 lawan bicara kita. Siap enggak dia 38:31 menangkap, sehingga tidak terjadi 38:34 kesalahpahaman, insyaallah. 38:38 Kayaknya 38:39 sederhana, mudah. 38:41 Bisa jadi iya, tapi bisa jadi juga 38:43 tidak. Ustaz Husein, seberapa penting 38:46 sih pujian terhadap pasangan kita? 38:48 Karena banyak kalau sudah bertahun-tahun 38:51 bersama, kayaknya sudah enggak lagi 38:54 perlu pujian gitu. 38:58 Saya merasa bahwa pujian ini, kata-kata 39:01 yang manis sampai akhir hayat. 39:05 Harus betul-betul diberikan untuk 39:07 pasangan kita. 39:10 Karena apa? 39:12 Karena 39:14 walaupun kita semakin dekat dengan istri 39:17 kita, apalagi sudah bertahun-tahun, ya. 39:20 Sebetulnya kecintaan diantara kedua ini 39:22 tidak redup, cuma memang isolatornya 39:25 mulai tipis. 39:27 Pemisahnya itu mulai tipis, ya. 39:29 Terkadang, ya, semakin tua malah 39:32 tersinggungnya lebih banyak. Betul 39:34 enggak? Sering korslet, kan sudah ada 39:35 yang lepas tuh kabel-kabelnya, antara 39:37 positif sama negatif, kan. 39:39 Nah, kemudian juga, ya, kita perhatikan. 39:43 Kakek umpamanya, kalau istri terlalu 39:45 sibuk ngurus cucu, dia cemburu. 39:48 Ngurus istri, cemburu. 39:50 Istri ini kamu sudah lupa sama saya, 39:52 sebentar lagi saya sudah tua, sudah 39:53 enggak bisa apa-apa, ya. 39:55 Iya, si perempuan juga begitu. Laki-laki 39:58 keluar, kumpul sama teman-temannya, si 40:00 perempuan juga marah juga. 40:02 Sudah tua masih keluyuran, lupa sama 40:04 istri, lupa sama ini, betul enggak? 40:06 Masalahnya bukan lagi masalah 40:08 ketertarikan, 40:09 tapi ini masalah apa? 40:11 Masalah kedekatan, keakraban, kecintaan, 40:13 ya, 40:14 yang merupakan apa? Akumulasi dari 40:17 sekian puluh tahun hidup bersama-sama. 40:19 Oleh karena itu jangan dianggap kakek 40:21 dan nenek-nenek itu apa? 40:23 Sudah kehilangan masa-masa apa? 40:26 Masa-masa kecil enggak, justru semakin 40:28 tua semakin dalam. 40:30 Jadi kata-kata manis dari suami untuk 40:33 istri, duduk sama-sama, cerita yang 40:35 indah. Terkadang cerita-cerita masa 40:37 lampau dulu. 40:37 Iya. 40:38 Cerita masa lampau ya, kemudian dia 40:41 peluk istrinya, tersenyum, tertawa. 40:45 Daripada lihat televisi mendingan 40:46 pandang istri, betul enggak? Begitu juga 40:48 istri memandang suami. Kalau 40:50 masing-masing dari mulai muda biasa 40:52 berkata manis, insya Allah sampai tua. 40:54 Terusnya. 40:54 Terusnya. 40:56 Jadi jangan pernah mengatakan kita sudah 40:58 hidup lama ah, sudah anggapnya kayak 41:00 teman. Salah besar itu. 41:02 Kata kayak teman itu membuat akhirnya 41:04 yang tadinya sudah apa? Tertanam dengan 41:07 penuh keindahan mulai meredup sedikit 41:08 demi sedikit. Enggak. 41:11 Tetap itu merupakan hal yang paling 41:13 indah. Suami itu yang paling indah. Yang 41:16 betul-betul baik ya. Justru di saat dia 41:18 bersama istrinya. 41:20 Sebagian tua kalau pergi selalu ingin 41:22 istrinya di sampingnya. 41:24 Si istri juga begitu. 41:26 Kalau satu hilang saja, itu membuat yang 41:29 satu betul-betul akan mengalami pukulan 41:31 yang cukup berat. 41:33 Lihat Pak Harto sama Ibu Tien. 41:36 Pak Harto tadinya gagah, tegas ya, 41:38 bahkan menggunakan tangan besi. Begitu 41:41 Ibu Tien meninggal dunia. 41:44 Dia kehilangan tangan langsung apa? 41:46 Dia bukan hanya merasa kehilangan 41:48 sedikit, kehilangan cukup banyak yang 41:49 membuat akhirnya apa? Dia merasa dirinya 41:52 sudah apa? 41:53 Sudah tua, bahkan berpikir untuk menjadi 41:55 pandito. 41:57 Untuk menjadi apa? Sudah enggak 41:58 menginginkan lagi semua ini. Hingga 41:59 sikap-sikap pada masa akhirnya Pak Harto 42:01 itu berubah menjadi lunak. 42:05 Jadi istri juga sama, begitu suami yang 42:07 meninggal dunia yang selalu mendampingi 42:09 dia, biasanya tidak lama kemudian si 42:11 istri akan menyusul. Kita lihat pasangan 42:13 jamaah haji. 42:16 Pasangan jamaah haji sudah tua. 42:19 Dua-duanya sudah di didorong kursi roda. 42:21 Ketika yang dorong mau megang istri 42:23 turun enggak boleh sama dia. 42:26 Subhanallah, tahu-tahu di kamar satu 42:28 meninggal yang satu menyusul. 42:29 Masyaallah. 42:31 Jadi kalau seandainya kita mau 42:33 meninggalkan dalam hidup ini kenangan 42:35 yang indah, kalimah thayyibah itu yang 42:37 paling indah untuk pasangan kita, untuk 42:39 anak kita, untuk keluarga kita. Adapun 42:42 kalimah yang tidak baik telan, kalau 42:44 perlu buang melalui saluran kotoran. 42:46 Sedangkan yang baik keluar dari mulut 42:48 kita. Itu merupakan bekal hidup yang 42:50 paling indah. 42:51 Dan biasanya orang yang bisa 42:53 mengeluarkan kalimah thayyibah ini yang 42:55 hatinya 42:55 Bersih. 42:56 Penuh dengan iman. 42:58 Takwa dan penuh dengan tuma'ninatun 43:01 nafsi. 43:02 Jadi saya yakin Ibu Nuning contohnya, 43:04 kalau dengar kata-kata yang indah dari 43:05 suami walaupun sudah tua, 43:07 walaupun sudah menopause betul enggak? 43:09 Lain perasaannya. 43:11 Begitu juga suami juga 43:13 ya, walaupun di tengah kesibukan 43:14 bolak-balik kesana kemari ketemu suami 43:16 kata-kata yang manis, perhatian itu luar 43:19 biasa kesan yang ditinggalkan. 43:21 Masyaallah. 43:22 Jadi sepanjang kita hidup jangan pernah 43:25 kita mengabaikan orang di sekeliling 43:28 kita menggunakan kata-kata yang manis 43:30 dan jangan pernah sekalipun mengeluarkan 43:33 kata-kata yang tidak baik. Kalau sampai 43:35 kelepasan karena emosi cepat-cepat kita 43:37 minta maaf agar terhapus seperti pakaian 43:40 begitu kena flek langsung kita 43:42 bersihkan, jangan ditunda. 43:46 Wallahu a'lam. 43:47 Jadi jangan pernah lupa bahwa pasangan 43:50 kita tetap membutuhkan, 43:53 memerlukan 43:54 ee kalimat-kalimat entah itu seperti apa 43:58 tapi thayyibah. Nah, kalau kaitannya 44:00 dengan mengalah nih, kira-kira Ustaz Abu 44:03 Bakar akan menyarankan apa ya? Sepenting 44:05 apakah pengaruh mengalah pada pasangan 44:08 kita? 44:17 Menang kalah 44:20 itu dalam pertandingan. 44:22 Ketika kita melakukan pertandingan, kita 44:25 akan mengejar untuk mendapatkan 44:27 kemenangan. 44:30 Ya, ketika kita mengalah dalam 44:32 pertandingan 44:34 kita enggak dapat apa-apa kalau dalam 44:36 pertandingan. Namun 44:39 dalam berkeluarga itu tidak ada yang 44:41 namanya menang dan kalah. 44:44 Kita tidak bersaing. 44:47 Dalam berkeluarga itu adalah bagian, 44:50 istri itu adalah bagian dari suami. 44:53 Suami adalah bagian dari istri, berarti 44:55 tidak ada yang mengalah dan tidak ada 44:57 yang dikalahkan. 45:00 Bukan mengalah tapi 45:03 memberikan kesempatan. 45:08 Memberikan dirinya juga mampu menerima. 45:13 Kalau kita merasakan dari kita mengalah 45:16 dulu 45:17 artinya kita melepaskan bagian dari 45:20 kita. Kalau sebagai suami istri bukan 45:24 melepaskan, ketika kita tidak mengerti 45:27 atau kita tidak sesuai dengan istri tapi 45:30 kalau kita berusaha menerima 45:34 artinya kita bagian daripada istri itu. 45:39 Kita berusaha 45:40 menerima 45:42 keinginan sua istri atau suami. Kita 45:46 menerima bagian dari pasangan kita, di 45:49 saat itu bukan mengalah 45:51 karena itu adalah diri kita juga. 45:55 Nah, itu yang paling penting. 45:57 Seperti tadi, memberikan apresiasi 46:01 pujian 46:04 kata-kata sanjungan 46:06 kata-kata manis 46:08 kata-kata yang membuat hatinya bahagia, 46:11 bisa tersenyum 46:15 luar biasa. Karena tersenyumnya suami 46:18 adalah tersenyumnya seorang istri. 46:21 Tersenyumnya istri adalah bagian dari 46:23 senyumnya suami. Itu yang terjadi dalam 46:26 keluarga. Tapi ketika suaminya lagi 46:29 tersenyum, istri bilang 46:31 kamu lagi tersenyum bayangin siapa? 46:35 Apa yang terjadi? Ketika istrinya 46:37 tersenyum, kamu habis nonton film apa 46:40 ini? 46:41 Jadi bayangan kita sendiri, image kita 46:45 ini yang kita harus buang. Ketika kita 46:48 melihat suami, dia adalah bagian dari 46:50 hidup kita. 46:52 Melihat istri, itulah bagian dari hidup 46:54 kita. Sehingga kita enggak pernah 46:56 katakan mengalah 46:59 atau kita kalah, atau kita menang, atau 47:01 kita gunakan ego kita, egois kita, 47:04 enggak. Karena kita adalah proses 47:06 bagiannya itu. 47:09 Itulah kedekatannya atau disebut dengan 47:11 mawaddahnya. 47:13 Ketika mawaddahnya sudah mulai 47:15 merenggang, ya, kita takut dikalahkan. 47:19 Kalau kita mawaddah kita sudah mulai 47:21 merenggang, karena rasa kita sudah tidak 47:24 banyak lagi. Karena bagian kita yang ada 47:28 pada istri itu sudah lepas. 47:32 Oleh karena itu, pertahankan bagian. 47:35 Istri adalah bagian dari hidup kita, 47:38 diri kita adalah bagian daripada 47:41 istri. 47:42 Itu yang terjadi. 47:44 Insyaallah, ini ialah ikatan sakinah, 47:47 mawaddah, warahmah. 47:50 Terima kasih. 47:51 Masyaallah. 47:53 Ustaz Husein, kalau pernah dengar ada 47:56 orang bilang 47:58 bersandar di bahu suami itu jauh lebih 48:00 nikmat dibanding bersandar di bantal 48:03 semewah apapun. 48:05 Ehm, penjelasannya secara harafiah 48:08 seperti apa ya? 48:10 Ehm, sebetulnya ungkapan seperti ini ya, 48:13 kalau kita perhatikan 48:17 menggambarkan bahwa apa? 48:20 Suami di sini seperti yang digambarkan 48:22 dalam Alquran 48:24 Arrijalu qawwamuna alannisa 48:27 Qawwam di sini bukan menunjukkan 48:30 sebagai seorang pemimpin 48:32 ya 48:33 yang sewenang-wenang 48:35 tapi justru apa? 48:37 Sebagai apa? 48:39 Sebagai pegangan bagi istri 48:43 yang meluruskannya dengan penuh 48:45 kebajikan, yang mengurusnya, yang 48:48 mengayominya 48:49 karena kata qawwam diambil dari kata 48:51 qaim, qaim itu bertanggung jawab, 48:53 alannisa terhadap wanita-wanitanya istri 48:56 maupun anak-anak perempuannya. 48:59 Dan kita tahu bahwasanya seorang wanita 49:02 itu lebih berbahagia 49:04 menerima pemberian suami daripada 49:06 anaknya. 49:10 Dia lebih berbahagia mendapatkan 49:12 pemberian dari suami daripada anaknya, 49:14 dia gembira menerima dari anaknya. 49:17 Tapi kalau dari suaminya, pasangannya 49:19 yang memberikan dia ya 49:21 yang mengayomi dia lain. 49:24 Itu merupakan 49:25 kebahagiaan yang khusus buat dia. 49:28 Anak merupakan buah-buahnya, sedangkan 49:31 suami apa? Yang menjadi pembuahnya, 49:34 sedangkan dia merupakan ladangnya. Kesan 49:36 orang tua itu selalu ingin memberi untuk 49:38 anak. 49:39 Tapi di saat istri mendapatkan pemberian 49:41 dari suami ya perhatian dari suami itu 49:45 merupakan sesuatu yang spesial. 49:48 Betul-betul. 49:49 Jadi eh suami ini sebetulnya dalam hidup 49:53 ini 49:54 ya, di samping sebagai pelengkap bagi 49:57 seorang wanita ya. 49:59 Sebagaimana sabda Nabi, An Nisa 50:01 Syakaikul Rijal. Wanita ini belahan dari 50:04 jiwa laki-laki. 50:06 Begitu juga laki-laki tidak akan dapat 50:09 tenang, bahagia hidupnya dan tentram 50:12 tanpa ada pasangan yang melengkapi diri. 50:16 Dan ini bukan hanya kembali kepada 50:17 kecantikan, keindahan, tubuh yang 50:20 menggoda, tidak. 50:22 Begitu seorang wanita menopause, 50:24 laki-laki juga semakin tua ya. 50:27 Asal laki-lakinya orang yang beriman, 50:28 bertakwa, bukan orang yang suka liar ya. 50:31 Yang liar ya, yang berpikir hanya untuk 50:34 syahwatnya. 50:35 Itu subhanallah. 50:37 Kebutuhan akan pasangan itu semakin 50:39 kuat. 50:41 Betul-betul. 50:43 Kebutuhan akan pasangan, pergi 50:45 bersama-sama. Dan ini enggak bisa 50:47 digantikan dengan anak. Enggak bisa 50:49 digantikan sama anak. Ketika Pak Harto 50:50 mau digantikan dengan Tutut katakan ya, 50:53 untuk mendampingi, enggak bisa sama 50:54 sekali. 50:55 Walaupun Ibu Tien kan sudah tua. 50:57 Bukan lagi wanita yang muda, cantik, 50:59 jelita, tidak. 51:01 Tapi justru kepergian Ibu Tien enggak 51:03 bisa digantikan dengan siapapun juga, 51:05 walaupun Pak Harto menikah dengan yang 51:07 muda. 51:08 Tidak akan bisa, kenapa? 51:09 Wanita yang mendampingi Ibu dari 51:11 anak-anaknya. 51:13 Dia telah berinvestasi cukup banyak 51:15 menanam ya. 51:17 Pada apa? Pada pasangannya ya, yang 51:19 enggak mungkin bisa digantikan pada apa? 51:21 Pada ladang yang baru. 51:24 Dia sudah berladang di tempat tersebut 51:26 dalam waktu yang lama. 51:28 Dia memiliki kenangan-kenangan yang amat 51:30 indah ya. 51:31 Semua ini tidak akan mungkin dapat 51:33 dihapuskan begitu saja. Oleh karena itu, 51:37 perempuan disaat melihat suami yang kuat 51:40 kuat, menjadi pembelanya, menjadi 51:43 pelindungnya ya. 51:45 Dia baru merasakan 51:47 arti suami disaat suaminya pergi jauh 51:49 atau meninggal dunia. 51:51 Pada saat suaminya pergi jauh ya, 51:55 terpisah daripadanya atau suaminya 51:57 meninggal dunia, disana dia merasakan 52:00 kehilangan. 52:01 Kehilangan suami yang menjadi sandaran, 52:04 yang peduli, yang perhatian. 52:07 Katakan umpamanya dia meninggal 52:08 digantikan sama anak-anaknya, betul hati 52:11 terisi, 52:12 tapi kekosongan tidak akan dapat 52:13 digantikan. 52:15 Begitu juga seorang, seorang apa? 52:18 Seorang 52:20 katakan umpamanya wanita, disaat dia 52:23 kehilangan suami, kehilangan sua 52:26 suami, bercerai atau meninggal dunia. 52:29 Tidak mungkin sama sekali, baik itu 52:31 bapaknya, baik itu ibunya atau 52:33 saudara-saudara bisa menggantikan sama 52:35 sekali peran suami. 52:36 Enggak bisa. 52:38 Oleh karena itu diupayakan pria dan 52:39 wanita disaat hidup berumah tangga, 52:42 sebelum berumah tangga tahu tujuan 52:44 hidupnya, tahu peran kewajiban suami 52:46 apa, kewajiban istri apa, dan kalau ada 52:50 pertikaian, perselisihan, apa yang 52:52 mereka harus lakukan seharusnya dalam 52:54 kehidupan rumah tangga itu apa? 52:56 Diberikan betul-betul apa? Edukasi. 52:58 Jangan masuk berumah tangga hanya 53:01 berpikir soal apa? 53:02 Gaun yang akan dipakai nanti pada malam 53:04 pacar, gaun yang akan dipakai pada saat 53:08 nanti acara pernikahan, acara resepsi, 53:12 kemudian berpikir soal makanannya, 53:14 ucapan terima kasihnya, doorprize dan 53:16 lain sebagainya. 53:17 Ini semua enggak ada hubungannya sama 53:19 perkawinan. 53:21 Seandainya kawin di hadapan KUA tidak 53:23 mengadakan peringatan, perayaan, asal 53:24 suami tahu kewajibannya, istri tahu 53:26 kewajibannya apa? 53:28 Ini enggak, kita kan buat foto-foto, 53:30 buat ini, buat itu, kenangan seumur 53:32 hidup. Saya bilang ini ya, sebetulnya 53:35 tidak berhubungan dengan perkawinan kamu 53:37 sama sekali, walaupun kamu adakan acara 53:41 yang besar-besaran, diabadikan dengan 53:44 cara yang paling indah 53:46 kah suami enggak tahu, enggak tahu 53:47 kewajibannya apa ya, kamu juga enggak 53:50 tahu tugas kamu sebagai istri apa, 53:51 semuanya akan sia-sia. 53:54 Akhirnya kawin 53:55 berpacaran bertahun-tahun, keluar biaya 53:58 yang cukup besar, berumah tangga 53:59 seminggu bar. 54:01 Itu kejadian. 54:03 Betul enggak Bu Nuning? 54:04 Iya. 54:04 Jadi yang penting berikan edukasi buat 54:07 anak laki-laki kita untuk menjadi pria 54:09 yang tanggung jawab. Orang tua bangga 54:11 kalau dia mengayomi istrinya dengan 54:13 baik. Dia malu kalau sampai suaminya 54:15 tidak menjadi pria yang baik. 54:17 Bukan justru mengajar anak laki-laki 54:19 untuk menguasai istrinya. Atau 54:21 mengajarkan perempuan untuk menguasai 54:22 suaminya. Ini namanya sikap yang mendua, 54:27 standar ganda dalam hidup ini. 54:29 Kita doakan mudah-mudahan Bu Nuning 54:31 kita betul-betul 54:33 bisa menjalankan tugas sebagai 54:34 laki-laki, menjadi seorang yang tanggung 54:37 jawab, menjadi istri juga 54:40 tahu menempatkan dirinya 54:42 membantu suaminya dalam menjalankan 54:44 tugasnya peduli terhadap apa? Terhadap 54:48 suaminya, suami juga peduli terhadap ini 54:50 yang didambakan dalam hidup ini. 54:53 Dan insya Allah mudah-mudahan kita bisa 54:55 menjadi contoh dalam kehidupan rumah 54:57 tangga yang baik di tengah-tengah 54:58 masyarakat. 55:00 Wallahu a'lam. 55:01 Itu menjadi kerinduan kita semua ya. Eh 55:05 kalau masih ada waktu sekitar 3 menit 55:08 ada pertanyaan 55:10 terkait dengan kalau tadi bersandar di 55:13 bahu kalau ini rindu 55:17 suami menyeka air mata di 55:19 pipi istrinya. Ini analogi apa ya Ustaz? 55:25 Jadi 55:26 dengan sendirinya 55:29 pada saat dia melihat istrinya bersedih, 55:31 berduka 55:33 seharusnya dia bisa apa? 55:35 Dia bisa betul-betul merasakan, 55:38 contohnya dia kehilangan orang yang 55:39 dicintai 55:41 atau katakan dia mengalami cobaan, suami 55:44 juga ikut bersedih kan? Nah, pada saat 55:46 dia melihat istri seperti ini sebetulnya 55:48 di saat dia memberikan kata-kata nasehat 55:50 yang baik. 55:52 Mengingatkan dirinya untuk bersabar, 55:54 kembali kepada Allah menerima sebagai 55:56 cobaan, ini merupakan hal yang membantu 56:00 istrinya untuk bisa bersabar menerima 56:02 menghadapi cobaan. 56:04 Dan saya kira juga bukan hanya istri, 56:06 suami juga bisa menghadapi guncangan. 56:09 Saya ketemu seorang laki-laki yang 56:10 menghadapi guncangan yang cukup berat. 56:13 Istri ini dengan penuh keperdulian ya, 56:17 bahkan dia telepon pada orang-orang yang 56:19 bisa memberikan nasehat buat suaminya. 56:21 Tolong bantu dong. 56:23 Suami saya berikan nasehat yang baik 56:25 agar dia bisa menerima dan sabar. Si 56:27 istri betul-betul peduli terhadap 56:29 suaminya. Suaminya melintasi cobaan yang 56:31 berat dengan ringan karena istri 56:35 perannya yang cukup baik ya. 56:37 Dan dia juga berhubungan dengan 56:38 orang-orang yang bisa memberikan nasehat 56:40 buat suaminya. Indah enggak? 56:42 Jadi kita kalau terlalu banyak melihat 56:44 diri kita petaka besar. 56:46 Jangan terlalu banyak melihat diri kita, 56:48 tapi perbanyak untuk peduli terhadap 56:51 orang di sekeliling kita. 56:53 Niscaya Allah akan melimpahkan rahmat 56:55 yang tak terhingga buat kita semua. 56:58 Irhamu 56:59 man fil ardhi yarhamkum man fis sama. 57:05 Subhanakallahumma wabihamdika 57:07 asyhadu an la ilaha illa anta, 57:10 astaghfiruka wa atubu ilaih. 57:13 Alhamdulillah, 57:14 betapa satu jam yang kita lewati bersama 57:17 di psikologi keluarga 57:19 menjadi bekal bagaimana 57:21 bersikap sebagai pasangan. 57:24 Jangan lupa kalau ada yang ingin 57:26 ditanyakan silakan kirim WA ke 57:27 08111999720. 57:33 Minggu depan kasus yang Anda kirim akan 57:37 kita bahas ya. Ustad Husein, Ustad Abu 57:40 Bakar terima kasih sekali. Dan juga 57:43 untuk ikhwan akhwat di manapun psikologi 57:46 keluarga bisa disimak serta tamu-tamu 57:48 kita, dua sosok luar biasa yang selalu 57:50 hadir. Terima kasih sekali lagi. Billahi 57:53 taufik walhidayah. Wassalamualaikum 57:55 warahmatullahi 57:57 wabarakatuh. 57:58 Alhamdulillahirobbil alamin.