Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- Radio Silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Terima kasih masih
- bersama kami dalam acara ekonomi Islam.
- Ustaz Yan Basri dari Dewan Syariah
- Nasional tadi sudah menyampaikan
- bahasannya mengenai malam di malam hari
- ini mengenai kapitalisme dan kapitalis
- menjelaskan bagaimana
- sebenarnya label syariah. Namun
- mekanismenya kapitalis menjawab
- kegundahan dan pertanyaan dari
- masyarakat. Nah, ini Pak Ustaz ada SMS
- dari hamba Allah di Lampung.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- sesuatu hal yang saya alami di BMT
- tempat saya, Pak Ustaz, ketika telat
- untuk membayar itu ada bunga
- 2,3% plus denda. Ini bagaimana, Pak
- Ustaz?
- BMT. Iya, BMT. BMT di tempat saya kalau
- telat bayar itu kena bunga 2,3% plus
- denda. Namanya Baitul Tanwil. Iya.
- Terima kasih
- kepada hamba Allah. Hamba Allah di
- Lampung
- yang
- mengalami ee
- pengalaman
- ee mungkin kurang menyenangkan ya. Heeh.
- Ee tapi itu sebenarnya kita enggak bahas
- itu pertanyaannya ee agak di luar jalur.
- Tapi ini kan namanya Baitullanw tapi
- mungkin ada bunga ya dilihatnya ini kok
- mekanismenya seperti konvensional begitu
- ada denda. Jadi itu keterlambatan
- membayar ya. keterlambatan membayar.
- Misalkan ketika kita itu mendapatkan
- pembiayaan dari BMT
- sekian juta umpamanya. Lalu kita harus
- mengembalikan secara angsuran
- bulanan katakanlah R500.000 per bulan
- harus kita ee bayarkan. itu kita
- tandatangani tanggal 2. Jadi dalam AK
- itu disepakati bahwa tiap tanggal 2 itu
- nasabah harus membayar kepada BMT
- Rp500.000.
- Lalu mungkin ada klausul lagi itu ada
- dalam perjanjian itu ada klausul lagi
- jika tidak bisa membayar pada tanggal
- 2 maka akan dikenakan denda katakanlah
- sekian persen atau sekian rupiah gitu
- bisa dalam bentuk rupiah bisa dalam
- bentuk persentase ya ee nah denda
- ini itu
- sebetulnya diperbolehkan
- kan. Karena
- apa? Karena tujuannya adalah untuk
- mendisiplinkan orang. Sekarang bayangkan
- saja ini Mas Angga
- ya. Dalam surat perjanjian itu
- disepakati bahwa dia nasabah ini harus
- membayar Rp500.000 tiap-tiap bulan. Iya.
- Lalu dia mengabaikan karena enggak ada
- sanksi, enggak ada denda, enggak ada
- apa. Heeh.
- Padahal pembiayaan ini kan sebetulnya
- milik pihak
- ketiga. Milik dana pihak ketiga misalnya
- deposan atau penabung begitu ya. Iya. Ee
- yang bermudarabah dengan BMT ya.
- Akhirnya kan mereka enggak mendapat ini,
- enggak mendapat bagi hasil. Iya. karena
- keterlambatan itu ya. Nah, keterlambatan
- karena kelalaian
- umpamanya artinya begini, orang
- lalai bukan berarti dia tidak bisa bayar
- ya, dia lupa tanggal 2. Oh, ya lalai
- lalai ya. Karena sesuai dengan
- kesepakatan maka diberikan denda.
- Dendanya
- katakanlah Rp10.000 per hari umpamanya
- begitu. Heeh.
- Atau mungkin kecil aja Rp5.000 per hari
- katakanlah. Nah, pendapatan apa nam
- denda dana denda ini itu sebetulnya
- tidak dimasukkan sebagai pendapatan.
- H
- iya. Kalau di lembaga keuangan
- konvensional itu di langsung diakui
- sebagai pendapatan. Tapi kalau bank
- syariat tidak atau lembaga ke syarat
- tidak. Ya. Masuknya untuk dana. Nah,
- nanti dibikin rekening khusus. Heeh.
- yang penggunaannya bukan untuk
- kepentingan lembaga itu. Iya. Untuk apa?
- Nah, ke dananya dikumpulkan.
- Dikumpulkan karena kelalaian terkumpul
- dana yang seperti ini yang disebut ini
- dalam dana non halal. Maksudnya dalam
- hal ini tidak boleh dipakai, tidak boleh
- dimasukkan menjadi
- pendapatan. Lalu penggunaannya untuk
- apa? Nah, penggunaannya biasana untuk
- kepentingan umum. H ya, misalkan ada
- kepentingan sosial. Iya. Misalnya ada ee
- masyarakat yang membutuhkan untuk
- tambahan dana katakanlah bikin sumur,
- bikin apa itu pengeras jalan jalan di
- gang dia gitu ya. Seperti itu untuk umum
- ya. Ya. Ee yang penting tidak dipakai
- untuk kepentingan Bang ya. Enggak boleh
- dimasukkan sebagai pendapatan. Nah, ini
- semuanya dilandasi oleh falsafah takzir.
- Heeh. Ya, takzir itu hukuman
- yang
- dikenakan oleh pimpinan, oleh imam itu
- oleh
- penguasa p rakyatnya. Dalam hal ini
- penguasa itu di situ misalnya BMT gitu
- ya. Dan nasabah itu adalah ini apa
- namanya? ee pihak yang harus ee disiplin
- dalam ini rakyatnya gitu, makmumnya ee
- makmumnya gitu ya. Maka ee apa namanya
- itu diperbolehkan karena untuk
- mendisiplinkan ya mendisiplinkan. Jadi
- hukuman seperti ini itu diserahkan
- kepada RI, kepada pimpinan bagaimana
- bagusnya. Nah, sepanjang yang kita
- ketahui, hukuman yang bersifat finansial
- itu
- efektif ya. efektif ya. Cuma aja mangga
- eh masangga bisa ceklah sekolah
- yang wali muridnya ee apa namanya
- terlambat selalu telat bayar ee telat
- bayar SPB misalnya lalu dikasih hukuman
- yang sifatnya itu denda gitu ya.
- Walaupun dana itu enggak dimiliki oleh
- sekolah, tapi itu nanti dibagi kepada
- masyarakat yang membutuhkan ya akan
- membuat mereka disiplin.
- Jadi ini mereka tidak bisa membayar
- bukan karena tidak mampu karena menjadi
- miskin bukan tetapi karena lalainya ya.
- Berbeda
- dengan orang yang tidak bisa bayar tapi
- dia itu memang memang tidak ada ya tidak
- ada sumber untuk membayar. He. Misalkan
- ketika dia mengajukan pembiayaan ke BMT
- itu ee masih apa namanya ee pendapatan
- untuk membayar itu ada misalnya usahanya
- itu dihitung masih bisa. Lalu kemudian
- katakanlah terjadi perubahan gini
- sehingga asumsinya berubah. Yang tadinya
- itu pendapatannya sebulan R3 juta eh
- gara-gara ada peristiwa apa gitu. Iya.
- Misalnya ada meninggal, ada sakit
- suaminya celakan dan sebagainya.
- sumbernya kan dipakai untuk menutup itu
- sehingga tinggal sedikit gak cukup. Nah,
- nah kalau orang tidak bisa membayarkan
- masalah ini itu harus itu
- diberikan fanadiratun ilar kesepakatan
- lain berarti Ustaz. Iya. Karena yang
- denda tadi itu sebetulnya yang lalai.
- Iya. Ya. Menunda-nunda pembayaran karena
- lalai bukan karena dia menjadi miskin.
- Heeh. Nah, kalau yang menjadi miskin
- maka Al-Qur'an mengatakan fadiratun ila
- maisaro. Maka diberilah dia berilah dia
- tangguh nadrah gitu. Diberikan dia
- tangguh ya diperpanjang masa
- pembayarannya ila maisar sampai masa
- yang lapang. Hm. Itu apakah ee misalkan
- kesepakatan itu sudah menjadi jasa
- layanan sekarang di perbankan salah
- hal-hal sudah ya ada dalam kesepakatan.
- He ada. Jadi kalau orang itu apa namanya
- deposan ee bukan deposan sor ee nasab
- pembibayaan itu asumsinya berubah yang
- tadinya ee pendapatannya bisa untuk
- membayar bulanan Rp500.000 lalu kemudian
- karena suatu sebab dia enggak bisa maka
- nanti akan dilihat ternyata dia ini
- memang ee menjadi lebih miskin,
- pendapatnya berubah. Nah, karena itu
- maka kesepakatannya adalah dikasih ee
- nadirah masa yang panjang. I artinya itu
- apa namanya?
- Mungkin tadinya itu masanya setahun
- untuk me apa namanya untuk me menyicil.
- Iya. Maksudnya setahun mengangsur
- setahun ditambah menjadi 1,5 tahun. Oh.
- Lalu dikecilin ratanya. Rata-ratanya tuh
- misalnya tadi R500.000 menjadi
- katakanlah sekarang 300. Iya. Nah, itu
- cukup untuk memberikan lapangan
- kelapangan kepada dia sehingga dia tetap
- bisa menganggur bulanan ee diberikan
- jangka waktu yang lebih panjang tapi
- dengan cicilan yang lebih kecil. Iya. I
- itu. Jadi, bank ter dapat memberikan
- bagi hasil kepada deposan atau dana
- pihak ketiga dan ini bisa mengangsur
- gitu. Nah, pendengar harus tahu
- penjelasan yang tadi sudah disampaikan
- gitu. Kira itu penjelasan kepada Bapak
- tadi itu mudah-mudahan kasusnya seperti
- itu. Semoga menjawab juga untuk
- pendengar yang lain, Pak Ustaz. Karena
- ini pengetahuan yang tapi ini kan
- sebetulnya di luar itu ya. Tapi istilah
- misalnya dia mendapat denda sekian
- persen itu bunga itu istilah yang tidak
- tepat ya. Iya ya. Karena di dalam BMT
- atau lembaga kawasan tidak mengenal
- bunga dalam hal ini. Jadi denda atau ee
- takzir itu ya.
- Baik ya, saya akan ke pertanyaan
- selanjutnya dari hamba Allah di
- 08586845. Sekian-sekian tidak
- menyebutkan nama. Asalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz.
- Waalaikumsalam warahmatullahi
- wabarakatuh. Sebenarnya bagaimana sih
- tentang ekonomi negara yang berkembang?
- Kok harus ada inflasi dan apakah benar
- karena efek riba? Jadi nilai toko rupiah
- selalu
- berkurang. Lalu bagaimana dengan ini
- pertanyaan keduanya? Bank syariah apakah
- saat ini memang 100% dijamin tanpa riba
- jika muncul di masyarakat embel-embel
- syariah namun mekanismenya
- konvensional. Dan yang ketiga, bagaimana
- Pak Ustaz dengan pinjaman tapi bank
- harus minta bagi hasil? Apakah itu
- dibenarkan? Maksudnya bank syariah nih,
- Pak Ustaz. Baik. Ya, terima kasih kepada
- penanya yang kedua yang juga tidak
- menyebut nama. He.
- Ee masalah inflasi itu
- sebetulnya bukan karena apa? Suatu sebab
- bukan karena efek riwa.
- Iya. Ya kan pertanyaan begitu tadi? Iya.
- Termasuk begitu teorinya. Memang ada
- yang menyebutkan bahwa bunga itu salah
- satu faktor penyebab inflasi.
- Hm. Kalau di kita
- itu
- ee agak mendekati kebenaran. Heeh.
- Karena kita ini adalah
- pengikut bunga yang tinggi.
- Hmm. Indonesia, Pak. Iya. H. Bunga di
- negara lain seperti di Eropa itu kan
- nyaris
- nol 0,00 sekian. Iya.
- Iya. Nah, apa namanya?
- Ee tapi kalau dilihat dari sisi
- makroekonomi ee inflasi itu penyebabnya
- kan ada yang demand pull
- inflation. Demand pull inflation itu
- artinya permintaan yang
- tinggi maka menimbulkan harga yang
- tinggi. Betul enggak ya? Iya. Kalau
- permintaan terhadap barang itu tinggi
- tinggi karena sebab apalah gitu ya.
- maka otomatis harga barang itu naik.
- Nah, jika semuanya itu naik dalam semua
- komodities, semuanya good and and
- surfaces, barang dan jasa itu
- permintaannya tinggi karena mungkin ada
- kenaikan
- pendapatan. Nah, itu siap-siap inflasi.
- He. Itu namanya inflasi yang dipicu oleh
- permintaan terhadap barang dan jasa.
- Atau yang kedua namanya cost cost push
- inflation ya, yaitu inflasi yang dipiju
- oleh ongkos yang tinggi. J ongkos
- misalkan kita bikin roti ya, kita ini
- memproduksi roti bahan roti naik, bahan
- naik apa itu? Tepung terigu naik, iya.
- Ee apa minyak naik. Belum lagi cara
- mendapatkannya dia transp. Kemudian opah
- naik. Iya lah. Itu mau enggak mau
- tadinya kita jual sepotong roti harganya
- 1.000. Kalau kita jual 1.000 sekarang ya
- kita kerja rodi dong. Iya makanya
- dinaikkan harganya menjadi 1.500. Nah
- itu adalah inflasi yang dibiji oleh
- ongkos ya. Ada juga inflasi inflasi yang
- diimpor ya imported inflation bisa jadi
- terjadi di negara lain untuk inflasi
- kita kena karena kita hubungannya dengan
- dia bagus. He. Hubungan dagang kita
- misalnya dengan Cina, dengan Amerika,
- dengan Jepan, dengan Singapura lah.
- Kalau negara-negara menjadi mitra dagang
- kita ini inflasi otomatically kan barang
- yang kita impor dari mereka menjadi
- tinggi harganya. Nah, itu menjadi
- berpengaruh dan lain sebagainya. Ini
- banyak teori dah.
- Jadi ee mau apakah itu ekonomi Islam
- atau apa yang yang penting ee jika
- terjadi 1 2 3 yang saya sebutkan tadi
- itu muncul di dalam ekonomi kita itu
- pasti menubilkan inflasi. Jadi inflasi
- itu tidak bisa dihindari kalau menurut
- saya ya. Ee bahkan andai kata
- sekalipun
- ee kita menggunakan bukan uang kertas
- itu tetap kita mengalami karena sejarah
- membuktikan begitu ya. Jadi ee apa
- namanya inflasi itu fenomena sekarang ya
- fenomena tapi sulit kita untuk tidak
- menghindarkan eh untuk menghindarkan
- diri dari inflasi.
- Sebagian
- orang, sebagian ahli malah ingin inflasi
- itu plus. Itu loh artinya bukan nol.
- Kalau inflasi itu negatif, deflasi
- terjadi penurunan harga dalam hampir
- semua barang itu menunjukkan ekonomi
- tidak berkembang ya. Ee permintaan
- menjadi rendah. Karena permintaan rendah
- terhadap barang dan jasa harga jadi
- turun ya. Karena banyakan barang
- daripada ee permintaan terhadap barang
- itu ya seperti di Jepang itu penduduknya
- tua-tua ya ya 70 tahun usianya itu
- banyak berjuta-juta orang. Nah tentu
- saja permintaan terhadap barang dan jasa
- umur 70 beda dengan yang penduduknya
- banyakan 30 tahun. Iya. Kayak Indonesia
- ini disebut mendapat keuntungan
- demografi karena sebagian besar
- penduduknya itu orang muda. Orang muda
- ini orang bekerja, orang yang
- mengkonsumsi barang yang banyak. Beda
- dengan orang-orang di Jepang itu,
- orang-orang tua kebanyakan konsumsinya
- turun. Maka itu ekonomi Jepang itu
- saudaru ya bukan selalu ee lebih sering
- ee fenomennya deflasi mungkin lama
- daripada inflasi. Hm. Jadi inflasi
- kadang-kadang orang ingin inflasi itu
- tapi dikendalikan.
- Iya. Dikendalikan. Tidak boleh liar
- melebihi sekian gitu kan. Nanti apa
- namanya merugikan orang. Indonesia masih
- terkendali apa? Ee terkendali datanya
- terkendali ya. Katanya terkendali. Iya.
- Itu yang kedua. Yang kedua, apakah bank
- syariah ini benar-benar sudah 100% tanpa
- riba ketika embel-embel syariah? Namun,
- I kalau saya menjawab pertanyaan ini
- bukan melihat bank syariahnya ya,
- melihat konsepnya. Konsepnya karena apa?
- Karena konsep bank syariah dan semua
- lembaga keuangan nonbank itu didirikan
- dalam rangka untuk menghindari riba.
- Iya. Ya. Karena riba itu dosa nomor satu
- seperti saya katakan yang harus kita
- hindari. Maka pertanyaan seperti
- sebenarnya pertanyaan yang ee agak tidak
- relevan ya. Kalau seandainya
- terjadi bahwa ada lembaga keuangan
- syariah menerapkan bunga itu saya kira
- tidak masuk akal karena lembaga keuangan
- syariah itu didirikan untuk menghindari
- praktik riba. Tapi kalau dia sendiri itu
- melakukan riba, praktik riba lah itu dia
- keliru. Ya. I jadi konsepnya begitu para
- pemirsa, para pendengar radio
- silaturahim ya. Bah yang namanya lembaga
- keuangan syariah itu didirikan untuk
- menghindari diri dari riba.
- Menghindarkan kita kaum muslimin yang
- mempraktikkannya ini dari riba, dari
- goror, dari waisir. Ya, itu kita hindari
- ya. Tidak ada kesengajaan dan niatan
- dari lembaga keuangan syariah baik itu
- bank atau non bank untuk apa namanya
- menempelkan dirinya kepada riba karena
- didirikannya untuk menghindari itu
- justru ya itu tapi umpamanya misalnya
- ditemukan ternyata ada apa namanya
- kegiatan-kegiatan dari ee bank syariah
- atau lembaga keuangan syariah lain
- itu terindikasi menggunakan praktik riba
- ya itu adalah ee temuan itu temuan jadi
- harus di apa namanya diklarifikasi apa
- betul begitu kalau enggak kalau mah
- betul itu terjadi dalam salah satu
- produk atau dalam satu kegiatannya maka
- itu akan diare oleh Dewan Pengawas
- Syariah sebagai pendapatan tidak halal
- yang enggak boleh dimasukkan sebagai
- pendapatan karena terindikasi itu riba.
- Jadi apabila saya jawab seperti ini
- memang konsepnya itu kita mengandari
- menghindari diri dari riba, menghindari
- diri dari goror, menghindarkan diri dari
- maisir dan lain sebagainya. Itu 100%
- tidak setengah-setengah. Benar-benar
- itu itu konsepnya. Makanya saya
- menjawabnya dalam bentuk konsepnya,
- bukan dalam bentuk apakah sekarang yang
- dipraktikkan ini. Karena yang
- dipraktikkan ini memang mengacu kepada
- konsep ya. ada fatwanya dan lain
- sebagainya, ada pengawasannya dan lain
- sebagainya. Iya. Nah, yang ketiga itu
- terus bagaimana dengan pinjaman tapi
- bank harus minta bagi hasil apakah itu
- dibenarkan? Iya. Jadi kalau akadnya itu
- mudarabah disebut akad bagi hasil ya.
- Ya, bank syariah memberikan pembiayaan
- dalam basis mudarabah misalnya. Jadi,
- Bang Syar itu posisinya sebagai shahibul
- mal. Heeh. nasabah yang mendapatkan
- pembiayaan ini posisinya sebagai mudorib
- gitu. Maka jika itu terjadi terjadilah
- akad yang disebut akad mudarabah. Nah,
- akad mudarabah ini mengharuskan
- adanya rasio bagi hasil atau nisbah bagi
- hasil. Ya, misalnya bank dapat 2% atau
- nasabah dapat 98% misalnya begitu ya. ya
- atau nasabah dapat 60% bang dapat 40%
- misalnya. Itu karena memang mudarabat
- seperti itu bagi hasil karena modal yang
- dipakai oleh nasabah itu adalah modal
- yang dari bank. Nah, orang bersekutu
- dalam hal ini ya, bersekutu dalam ee
- keuntungan. Karena yang satu menyediakan
- dana, yang satu menyediakan keahlian
- mengelola dana. Itu sama dengan
- katakanlah posisi Nabi Muhammad
- sallallahu alaihi wasallam sebelum
- sebelum Nabi. Beliau sebagai pengelola
- dana. Siti Siti Khadijah itu sebagai
- pihak yang punya dana. Ya, Nabi Muhammad
- waktu itu belum jadi nabi itu punya
- keahlian mengelola dana berdagang karena
- ikut paman beliau dari kecil untuk
- berdagang sehingga cara berdagang yang
- benar itu beliau punya seninya. Sehingga
- seumur 25 tahun dipercaya oleh Khadijah
- untuk memutar uangnya, untuk membawa
- modalnya untuk berdagang ke Syam. Nah,
- itu adalah contoh mudarabah. Nah, jadi
- ee Khadijah sebagai Sahibul Mal, Nabi
- Muhammad sallallahu alaihi wasallam itu
- sebagai mudarib dan itu ada bagi
- hasilnya. Nah, pola ini yang kita
- terapkan di ee lembaga keuangan syariat
- di mana-mana. Di Saudi, di sini juga
- begitu ya. Itu ada bagi hasilnya ya.
- Nah, ini kita praktikkan juga bisa dalam
- sehari-hari. Umpamanya yang bertanya ini
- Bapak siapa? Misalnya yang bertanya ini
- punya uang R10 juta tapi enggak punya
- keahlian untuk mengelola uang. Enggak
- bisa bisnisnya. He. Tapi ada tetangganya
- yang punya keahlian bisnis yang bagus
- dan bisa dipercaya. Ah sudah
- bermudarabah saja dengan dia. Nanti
- dibagi hasil. Tepakati keuntungan dibagi
- 5050 yang muncul daripada usaha itu
- dibagi 5050 itu namanya mudarabah. Nah,
- ini yang kita laksanakan sebetulnya ya.
- Jadi memang ada bagi hasil dalam hal
- ini. Baik, kita ke pertanyaan terakhir
- Pak Ustaz dari hamba Allah di Bogor.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Pak Ustaz,
- dalam pengetahuan saya sudah 20 tahun
- lebih pangsa pasar bank syariah di
- Indonesia ini yang mayoritasnya muslim
- belum sampai 5%.
- Mungkin perlu diteliti pasti ada yang
- salah. Mendengar topik di malam hari
- ini. Mungkin itu salah satu kesalahan
- yang bisa kita pahami. Bagaimana menurut
- Ustaz?
- Iya. Ee Bapak penanya atau Ibu penanya
- ini ya ee kelihatannya memperhatikan
- memperhatikan perkembangan lembaga
- keuangan syariah. Kalau boleh saya jawab
- bahwa ee sampai sekarang ini posisi ee
- perbandingan antara lembaga bank syariah
- dengan bank konvensional posisinya
- adalah
- 5,3. 5,3. Jadi lebih daripada lima tadi
- kan kurang daripada lima ya. Laporan
- yang terakhir ini yang saya terima dari
- Bank Indonesia itu adalah
- 5,3 ya. Sudah naik itu. Naik. Iya naik
- Ustaz. Iya 0,3%. Heeh. Jadi memang
- walaupun itu 5,3 itu kecil sebetulnya
- apalagi dalam waktu lebih dari 2 dekade
- ya sudah 20 tahun lebih kok masih
- segitu. Nah, siapa yang harus disalahkan
- ini? Ee kita juga sudah melakukan ya
- kalau saya lihat sih Bank Indonesia
- sudah cukup banyak memberikan apa
- namanya mengintroduksi
- memperkenalkan bank syariah itu kepada
- masyarakat. Edukasi juga perguruan
- tinggi sekarang juga buka apa namanya
- ekonomi syariah, akuntansi syariah dan
- lain sebagainya. sudah semuanya sudah
- banyak sekali yang membuka itu baik di
- Jakarta atau di kota-kota yang lain.
- Tapi tetap saja ee belum begitu
- menggembirakan dilihat dari statistik
- ya. Iya. Ya memang harus ada saya
- katakan di awal tadi itu harus ada
- keberanian ya. Ya kalau sekarang KKS itu
- enggak ada jelas gak ada junrungnya
- enggak ada beritanya. Padahal yang kita
- harapkan adalah KNKS Komite Nasional
- Keuangan Syariah yang akan dipimpin oleh
- Presiden. Nah, ini mestinya gaungnya
- yang cukup kuat. Apabila terjadi
- benar-benar itu saya kita berharap bisa
- ya perkembangan yang signifikan
- ya. Makanya di awal tadi saya sebutkan
- ya, pemerintah Malaysia itu kalau bikin
- proyek pemerintah sendiri Heeh. itu
- mengikutkan keuangan Islam.
- ya malah dikapling berapa persen gitu
- yang harusnya terjadi. Katakanlah proyek
- A itu nilainya satu R 30 Mesia gitu ya.
- Ini 20% 25% harus dari keuangan syariah.
- Nah kita itu enggak begitu ya. Makanya
- infrastruktur yang begitu banyak
- dibangun oleh pemerintah ini itu tidak
- ada ketentuan dari pemerintah bahwa bank
- Sara harus ikut di situ. Ya, kalau ada
- ikut itu karena karena dia sendiri nyari
- proyek itu gitu, tapi bukan dari
- kaplingan itu ya sehingga asetnya itu
- gak naik. Nah, juga kita itu masih kecil
- modalnya. perlu kita ee melakukan suatu
- terobosan bagaimana modal bangsanya itu
- supaya besar gitu. Makanya ada kajian
- bagaimana BUMN, Bank BUMN digabung jadi
- satu supaya besar dan lain sebagainya.
- Ee itu usul-usul sampai sekarang tidak
- ada wujudnya. Memang kalau kita lihat
- dari sisi modal kita itu enggak ada
- apa-apanya dengan Malaysia. Ya betul.
- Malaysia itu negara lebih kecil tapi
- untuk modal perbankan besar sekali.
- Besar ya. sangat besar apalagi bank
- konvensional itu besar banget ya
- walaupun sekarang ini mereka posisinya
- masih di atas sekitar
- 203% share
- daripada bank syariat di Malaysia dengan
- bank konvensional ya dan mereka lebih
- dulu lebih dulu hampir 10 tahun daripada
- kita ya ee dan dengan sistem yang
- seperti itu mereka apa namanya dengan
- prestasi yang seperti itu kan pemerintah
- sangat mendukung
- ya tidak hanya dalam bentuk retorika,
- tapi benar-benar gitu ya bikin kebijakan
- yang favorable kepada bank syariah. Nah,
- kita ini menunggu mudah-mudahan ya
- dengan berpikir positif ke depan ini
- bank syariah, keuangan syariah di
- seluruh Indonesia menjadi lebih baik.
- Ya, saya kira itu Mas Angga. Baik, Pak
- Ustaz, kita melihat
- waktu sudah harus closing ya sebagai
- penutup, Pak Ustaz. apa yang disampaikan
- Iwanan Ah kasih Mas Angga. Jadi para
- pemirsa Resil TV dan juga para pendengar
- radio silaturahim yang yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala ya. Kita apa
- namanya? kita
- simpulkan ee ringkaskan apa yang kita
- sampaikan pada malam hari ini adalah
- bahwa apa
- namanya ada gejala kapitalis di lembaga
- keuangan syariah seolah-olah bank
- syariah itu atau lembaga keuangan
- syariah dan juga industri keuangan
- syariah pada umumnya ini tidak memiliki
- perbedaan yang spesifik oleh para apa
- pemerhati juga oleh orang awam sama saja
- antara konvensional dengan syariah.
- Buktinya kalau di konven itu juga apa
- namanya? Mencari keuntungan, kita juga
- mencari keuntungan. Nah, dalam hal
- seperti ini kita bedakan tadi bahwa
- mencari keuntungan itu sendiri tidak
- salah. Waisa alaikum junahun an tabtagu
- fadlam mirbikum. Dan tidaklah kamu
- berdosa
- mencari rezeki, mencari keuntungan pada
- waktu kamu sedang melaksanakan rangka
- ibadah haji. Lah kalau di dalam rangka
- ibadah haji yang kita laksanakan, Allah
- Subhanahu wa taala membolehkan apalagi
- dalam keadaan yang normal. Jadi enggak
- masalah kita mencari keuntungan itu
- tidak ada salah. Hanya yang harus kita
- ee perhatikan adalah bagaimana how to
- achieve that profit. bagaimana mencapai
- keuntungan itu. Nah, dalam Islam ada
- caranya supaya kita ini ee berzikir
- kepada Allah Subhanahu wa taala dalam
- berdagang. Yaitu tidak boleh mencurangi
- orang lain. Selalu ingat larangan Allah
- ketika kita itu melakukan kegiatan
- komersil. Tidak boleh merugikan orang
- lain. Timbangan kita harus benar,
- takaran kita juga harus benar.
- Kesepakatan kita dengan pihak lain harus
- kita penuhi. Jangan sampai kita itu
- merugikan orang lain menambah jam kerja,
- tetapi dia memberikan
- kompensasi.
- Ya, gaji tanggal 30 harus diberikan
- sampai tanggal 5 bulan berikutnya belum
- diberikan. Padahal kerja sudah
- diberikan, jasa sudah diberikan. Nah,
- seperti ini adalah kita mencari
- keuntungan tapi mengambil harta atau hak
- daripada orang lain itu tidak
- diperbolehkan. Jadi enggak masalah kita
- men melakukan kegiatan komersian,
- meningkatkan keuntungan, memberikan
- target periode tertentu setahun, 2
- tahun, 5 tahun dan seterusnya dengan
- pertumbuhan sekian persen itu tidak ada
- yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa
- taala. Selama itu semua kita lakukan
- dengan tidak melupakan salat. waktu
- salat kita salat berhenti, kita zakatkan
- apa yang kita harus zakatkan, hak harta
- kita harus kita zakatkan, kita zakatkan
- sehingga apabila semua ketentuan syarak
- ini kita penuhi, maka harta yang kita
- peroleh itu merupakan keutamaan dari
- Allah dan akan memberikan apa?
- keberkahan dalam kehidupan kita sehingga
- kita menjadi tenang, kita menjadi
- tentram dan sekehidupan kita harmonis
- sekali antara alam dengan kita sendiri.
- Karena kita hanya memperoleh yang halal
- saja gitu. Saya kira itu ya yang saya
- simpulkan. Mudah-mudahan bermanfaat bagi
- para pemirsa dan juga para pendengar.
- Dan apabila ada kebaikan itu dari Allah
- Subhanahu wa taala. Apabila ada
- kekurangan kesalahan dari saya pribadi,
- mudah-mudahan Allah Subhanahu wa taala
- memaafkan dan mengampuni segala
- kesalahan kita. Billahi taufik
- walhidayah. Wasalamualaikum
- warahmatullahi wabarakatuh.
- Demikianlah ikhwan akhwat yang dirahmati
- Allah subhanahu wa taala, ekonomi Islam
- di malam hari ini bersama Ustaz Yohan
- Basri. Semoga apa yang beliau sampaikan
- bermanfaat bagi kita semua. Terima kasih
- banyak, Ustaz. Dan Ion terima kasih
- kepada Anda yang telah menyimak dan juga
- berpartisipasi di malam hari ini. Jangan
- lupa simak selalu ekonomi Islam bersama
- Ustaz Yohan Basri setiap Rabu malam
- hanya di radio silaturahim untuk Islam
- yang satu. Saya Angga Aminuddin,
- Muhammad Ondi dan juga Yusuf Sebangkit
- mohon pamit. Billahi taufik wal hidayah.
- Wasalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh.
- [Musik]
- [Musik]
- H
- [Musik]
- [Musik]
- [Musik]
- [Tepuk tangan]
- [Musik]
- [Musik]
- Yeah.