Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
- [Musik]
- [Musik]
- Radio silaturahim untuk Islam yang satu.
- Ikhwan akhwat yang dirahmati Allah
- subhanahu wa taala. Terima kasih masih
- bersama kami dalam acara ekonomi Islam.
- Narasumber kita Ustaz Ihwan Basri dari
- Dewan Syariah Nasional di malam hari ini
- mengangkat topik mengenai kritikan
- terhadap lembaga keuangan syariah latar
- belakangnya dan juga bagaimana ee
- lembaga keuangan syariah menyikapinya
- dengan solutif ya, Pak Ustaz ya. Iya.
- Karena kan intinya kita ingin mencari
- solusi gitu. ketika ee ada beberapa
- pihak berusaha untuk menggiring gitu ya,
- bahwa keuangan syariah ini tidak sesuai
- syariah ya, kita tanggapi dengan sesuatu
- yang memberikan solusi bahwa ini pure
- syariah dan proses kesyariahannya pun
- tadi sudah dijelaskan seperti itu. Iya.
- Apakah masyarakat juga perlu tahu, Pak
- Ustaz, ee visi misi ke depan Lembaga
- Keuangan Syariah dengan kondisi
- sekarang? Iya, makasih, Mas Angga.
- Seperti kita jelaskan di awal tadi
- bahwa lembaga keuangan syariah ini
- adalah mimpi kita. He mimpi kaum
- muslimin Indonesia agar supaya bisa
- menjalankan Islam 100% kafa 24
- jam. Tidak
- hanya di ubudiahnya saja tetapi juga
- di apa itu muamalahnya.
- Jadi salatnya benar sesuai dengan
- syariah, cara wudunya benar sesuai
- dengan syariah, tapi cara berdagang juga
- tidak salah sesuai dengan syariah. Cara
- berkongsi bagaimana membuat perusahaan
- itu juga diatur sesuai dengan syariah.
- Cara berniaga dan lain sebagainya
- seluruhnya ini ingin supaya itu sesuai
- dengan syariah. mendapatkan pembiayaan
- dari lembaga syariah yang tidak
- berhubungan dengan riba, yang tidak
- berhubungan dengan ee goror, tidak
- berhubungan dengan maisir, tidak
- berhubungan dengan kemaksiatan, tidak
- berhubungan dengan kezaliman dan lain
- sebagainya. Ini impian kita dari dulu
- ya. Nah,
- begitu kita telah dapat mendirikan
- lembaga-lembaga ini, mestinya harus kita
- syukuri, mestinya harus kita rawat,
- mestinya harus kita apa namanya?
- bela-belain, mestinya kita ee kelola
- dengan baik. Jangan dihantem dengan
- sebagai berbagai kritikan dan kecaman
- yang destruktif ya. Karena ini adalah
- cita-cita kita dari awal ya. Kalau
- umpamanya kemudian kita temukan ada hal
- yang katakanlah tidak sesuai dengan
- syariah, yang mana yang tidak sesuai
- dengan syariah itu? Ee jangan kemudian
- di ee disiarkan ke mana-mana tapi enggak
- berikan solusi. Kita kepenginnya duduk
- bersama. Mari kita duduk bersama. Di
- manakah letak tidak syariahnya itu? Kita
- coba untuk identifikasi. Lalu kita coba
- bagaimana kita melakukan pendekatan
- untuk menuju kepada solusi yang benar.
- Pasti ada solusinya. Tidak solusinya
- bukan dengan membubarkan lembaga
- keuangan, bukan. Lembaga tetap jalan.
- Jasa lembaga ini kepada masyarakat
- sangat besar dalam meningkatkan taraf
- kehidupan
- dan meningkatkan kesejahteraan kita
- bersama. kita butuh terhadap lembaga
- itu. Maka kesalahan yang ada itu jangan
- kita ee bombardir dengan kecaman
- terusmenerus, tapi bagaimana kita
- perbaiki bersama-sama sehingga ke
- depannya lembaga-lembaga ini menjadi
- lebih bagus e lebih baik performanya,
- kinerjanya dan lebih penting lagi adalah
- bagaimana lembaga-lembaga ini memberikan
- kontribusi kepada negara, kepada bangsa
- kita ini. Karena lembaga-lembaga
- keuangan ini sudah menjadi bagian
- integral daripada lembaga keuangan
- nasional. Jadi, pemerintah juga
- mempunyai kewajiban untuk me ee
- membesarkan, menumbuh kembangkan karena
- ini merupakan amanah undang-undang yang
- harus dilakukan oleh pemerintah. Begitu
- juga kaum muslimin sebagai stakeholder
- yang terbesar tentu harus merawat ini
- dengan baik. Kalau ada yang kurang, kita
- perbaiki dengan musyawarah, dengan ee
- muzakarah ya. Saling kita belajar lalu
- kita hasilkan suatu solusi, kita
- terapkan solusi itu sehingga makin hari
- makin baik, makin dekat kepada
- kesyariahan. Itu keinginan kita seperti
- itu.
- Baik, saya akan ke beberapa pertanyaan
- yang masuk, Pak Ustaz. Iya, silakan. Ini
- yang pertama dari Bapak Ahmad di
- Sukabumi. Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Ee Ustaz
- Ikhwan, tadi mengenai iklan-iklan yang
- digencarkan oleh bank-bank konvensional
- terkesan primitif. Lalu apa yang
- dilakukan oleh bank syariah ketika dia
- ingin menarik nasabahnya? Karena ketika
- tidak ada iklan ya masyarakat jadi tidak
- tertarik.
- Sebetulnya iklannya itu tetap ada. Heeh.
- Walaupun suatu produk itu laris banget,
- tetap ada
- iklan. Hanya cara menyampaikan iklan
- kepada masyarakat itu yang berbeda. Ya,
- misalnya iklan ee di kita kan
- iklan-iklan susu. Nah, minum susu di
- Eropa sudah enggak minum susu lagi
- karena itu bagian yang sudah ee apa ya
- sebenarnya menu wajib dan sudah tidak
- dipikirkan lagi. Iya. Kalau kita kan
- iklannya susu, minum susu, menyuruh anak
- minum susu gitu. Di Eropa enggak ada, di
- Jebang juga enggak ada karena sudah
- lewat periode itu. Iya. Sudah sama
- dengan kita dalam hal perbankan. Bukan
- berarti di Eropa itu tidak ada iklan
- bank. Ada. J biasanya iklan kalau dalam
- apa namanya? Dia cetak ya. Cuman gambar
- atau tulisan atau singkatan dari bank
- itu misalnya apa namanya RBS gitu ya.
- Iya. Nah, gitu aja orang sudah tahu ya.
- Heeh. apa HSBC misalnya orang sudah tahu
- enggak perlu banyak cerita gitu dari
- dari nama dari apa namanya gambarnya
- sudah tahu gitu. Nah, kalau kita enggak
- iklan belum majang mobil Iya. Kalau kita
- kan iklan tuh pakai lagu segala macam
- ya, nyanyian-nyanyian dan lain
- sebagainya ya. Ya, itu modelnya. Nah,
- tetap kita perlu iklan dalam pengertian
- mengenalkan ya. Karena fungsi iklan itu
- ada yang sifatnya mengenalkan apabila
- itu adalah produk baru. Dan kita ini
- produk baru dalam pengertian konteksnya
- adalah industri keuangan. ini lembaga
- keuangan ini produk baru kita perlu
- kenalkan bahkan lewat edukasi mulai dari
- TK mulai dari SD kita harus melakukan
- itu cara apa namanya ber muamalah secara
- syariah yang benar kayak apa kita iklank
- kita ajarkan dari kalau perlu dari TK
- cara jual beli yang benar itu kayak
- apa cara berpartner ee bermitra yang
- benar sesuai dengan syaria itu bagaimana
- bagi hasil yang benar itu kayak apa itu
- kita harus iklankan karena masyarakat
- belum teredukasi. Ya, di sini iklan
- penting sekali bahkan iklan pun enggak
- akan cukup. Kita perlu
- adanya apa namanya? Memasukkan itu ke
- dalam sistem pendidikan kita, di dalam
- kurikulum pendidikan kita ya. Nah,
- sehingga mengenal ya. Nah, yang kedua
- iklan itu sifatnya mengingatkan ya.
- Orang produknya sudah dikenal banyak
- oleh masyarakat. Bank ini sudah puluhan
- tahun, mungkin 100 tahun sudah usianya
- orang sudah tahu, tapi tetap dia iklan.
- Ya, iklannya hanya mengingatkan bahwa
- kita masih ada. Itu bukan seperti yang
- pertama tadi. Kalau yang pertama itu
- yang benar-benar kita mengiklankan,
- memperkenalkan karena masyarakat belum
- tahu. Apalagi sistemnya berbeda, kita
- perlu edukasi ya. Jadi tetap ya. Nah,
- supaya mereka itu ee tetapi iklan yang
- ada di Lembaga Keuangan Syariah ini
- kalau di Indonesia apa namanya mungkin
- masih akan tetap sama ee dihubungkan
- dengan ee yang konvensional. Kalau
- konvensionalnya kan tetap bagaimana
- dengan kemudahan yang ditonjolkan oleh
- suatu lembaga keuangan atau suku bunga
- yang fleksibel atau yang ini dan lain
- sebagainya untuk menarik mereka supaya
- menabung di situ. I. Nah, kita juga
- masih begitu karena tarafnya tadi itu
- kita masih ee apa ya?
- tadi
- primitif bukan menghina ini maksudnya
- primitif memang periodenya seperti ini.
- Jadi belum dewasa masyarakat itu karena
- hanya diiming-imingi dengan return
- mereka baru me ee mau bergabung ke bank.
- Kalau di Erubah enggak enggak usah
- diiming-imingin orang butuh bank. Di
- Jepang juga begitu, di Korea juga
- begitu. Belum taraf butuh akan bank.
- Nah, kita belum belum belum tap butuh.
- Masih taraf bank itu alternatif. Heeh.
- Masih harus diedukasi. Harus diedukasi
- maksudnya. periode ini yang kita lalui
- mungkin sampai berapa generasi akhirnya
- nanti seperti yang terjadi di Eropa atau
- di Amerika sana di mana tiap-tiap orang
- perlu akan bank, perlu akan asuransi dan
- sehingga dia itu tidak perlu diedukasi,
- tidak perlu di ee iming-imingi dia
- datang dengan sendirinya ke lembaga itu.
- Baik, I selanjutnya saya akan ke
- pertanyaan dari Ibu Heni di Bojong Gede.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh, Pak Ustaz,
- saya memiliki kartu Jamsostek, tapi
- sudah tidak bekerja. Ee mohon sarannya,
- Pak Ustaz, itu lebih baik dicairkan atau
- bagaimana? Dan sebenarnya lembaga
- keuangan syariah melihat jamsek itu
- seperti apa? Jamsek sudah diubah menjadi
- PJPS ya. Ya, sudah gak ada. Sudah tidak
- ada ya. Iya, tidak ada tapi dialihkan
- ya. He. Ee data akan sama ee dengan di
- BJ apa saya itu salah BJPS ya apa
- namanya? BPJS BPJS yang
- ketenagakerjaanakerjaan karena ada dua
- itu BPJS yang ketenagakerjaan dan BPJS
- yang kesehatan ya. Nah, kalau jamsek itu
- terkait dengan BPJS ketenagakerjaan e
- ketenagakerjaan. Kalau ibu mau apa
- namanya sudah enggak bekerja ya
- sebetulnya bisa diambil itu dicairkan
- saja. Dicirarkan saja. Jadi urus ke
- tempat ibu dulu bekerja. Datanya akan
- ada di sana kartu juga ada biasanya itu
- akan
- ee teridentifikasi nanti sehingga Ibu
- bisa mengklaim ee dana yang ada yang
- merupakan hak daripada Ibu. Silakan di
- dicek ke tempat dulu bekerja di mana ya.
- Keuangan syariah melihat jamsosek
- seperti apa, Pak Ustaz? Atau sekarang
- menjadi BPJS ketenagakerjaan.
- Ya, dulu kita menginginkan agar supaya
- badan-badan seperti ini apa namanya BPJS
- atau dulu itu Jamsostek ini kan
- sebetulnya menghimpun dana dana diambil
- dari karyawan, perusahaan atau apa ee
- yang sebetulnya itu tabungan untuk
- pensiun ya. Heeh. ee ingin
- supaya investasi pelemparan daripada
- dana ini ke investasi-investasi yang
- sesuai dengan syariah
- sehingga return atau keuntungan yang
- muncul itu adalah halal. I nah setelah
- halal maka kita ya apalagi senanglah
- kita mendapat keuntungan dari dana
- pensiun dan itu halal. Nah, sekarang kan
- gak ada jaminan itu. Apa itu JAM SOSK
- ya, mohon maaf ini sudah hilang. Apa itu
- BPJS? Nah, tidak ada kepastian. Harusnya
- dibuat suatu ee apa namanya? arahan
- kebijakan publik agar supaya semua dana
- yang diterima oleh BPJS
- Keternakekerjaan ini di
- investasikan ke area atau ke rana-rana
- yang sesuai dengan syariah sehingga kaum
- muslimin ini tenang menerima keuntungan
- yang muncul dari dana pensiun mereka
- itu. lah kalau tidak kepastian kita
- enggak yakin bahwa itu adalah benar atau
- itu halal karena kita tidak bisa
- memastikan apakah investasi yang
- dilakukan oleh BPJS itu adalah di
- wilayah-wilayah yang sesuai dengan
- syariah itu. Baik, selanjutnya
- pertanyaan dari Bapak Ari di Depok.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam
- warahmatullahi wabarakatuh. Dari
- penjelasan Pak Ustaz ee bisa tergambar
- mengapa banyak orang yang mengatakan
- bahwa akhirnya kurang lebih bank syariah
- itu sama saja dengan bank konvensional.
- Apa sekarang yang harus dilakukan?
- Syukran wasalam. Yang mana
- ini? Kalau dilihat dari seperti itu, ini
- bisa jadi masyarakat termakan
- kritikan-kritikan yang terus-menerus
- kali, Ustaz, ya. masyarakat belum
- sepenuhnya teredukasi i ee tentang
- keuangan
- syariah dan belum bisa
- membedakan apa namanya lembaga keuangan
- syariah dari konvensional sudah muncul
- suara-suara kritikan-kritikan
- Heeh yang secara sarkasme menghujam
- kepada lembaga keuangan syariah mau
- tidak mau akhirnya orang yang tadi itu
- kelompok yang seperti ini rawan
- sekali kembali kepada konvensional
- lagi ya. Apalagi kemudian
- disimpulkan tidak ada perbedaan antara
- apa itu lembaga keuangan syariah dengan
- konvensional
- ya. Kita perlu edukasi Pak dalam hal
- ini. I sosialisasi terus kita gencarkan.
- Cuman edukasi dan sosialisasi ini ee
- memerlukan dana yang besar dan
- keterlibatan dari publik apa misalnya
- pemerintah apa itu katakanlah Bank
- Indonesia ataupun OJK ataupun
- kementerian dan seluruh aparat
- pemerintah seluruh seluruh departemen ya
- mempunyai kewajiban untuk meng apa
- namanya memperkenalkan mengedukasi
- masyarakat.
- Jadi kalau kita lihat orang itu
- mempunyai pandangan bahwa tidak tidak
- ada perbedaannya ya itu mohon maaf saya
- bisa berikan
- contoh. Orang seperti itu yang tidak
- bisa membedakan antara muamalah syariah
- dengan muamalah jahiliah itu ibaratnya
- orang yang tidak bisa membedakan antara
- berzina dengan menikah. Hm. Berzina
- dengan menikah itu efeknya sama. bisa
- membuat anak, bisa menghamili orang.
- Tapi menikah itu dianjurkan oleh agama,
- disahkan oleh agama, dibolehkan oleh
- agama. Berzina itu diharamkan oleh
- agama,
- ya. Nah, monggo sekarang Bapak yang
- bertanya tadi, bisa enggak kita bedakan
- antara berzina dengan menikah? Kalau
- saya sangat bisa ya membedakan antara
- zina dengan menikah. Itulah sama saja
- kita itu kalau tidak bisa membedakan
- antara berzina dengan menikah. Kita
- tidak bisa membedakan antara muamalah
- syariah dengan muamalah jahiliah.
- Kira-kira begitu jawaban kita. Baik, itu
- menjadi pertanyaan terakhir yang bisa
- kita jawab, Pak Ustaz. Iya. Karena
- keterbatasan waktu dari seluruh
- pembahasan, apa, Pak Ustaz, kira-kira
- yang ee bisa jadi benang merahnya? Iya.
- Iya. Terima kasih, Mas Sangga. Para
- pemirsa radio silaturahim yang
- berbahagia dan dirahmati Allah subhanahu
- wa taala dan para
- pemirsa tadi pemirsa apa pendengar i
- pemirsa TV Rasil TV dan pendengar radio
- silaturahim yang
- berbahagia ee sampai kita di akhir
- siaran atau di ujung siaran ini dan saya
- akan menyimpulkan dari apa yang kita
- pada malam hari ini bahas bersama-sama.
- yaitu kita mengetengahkan topik tentang
- bagaimana lembaga keuangan syariah ini
- kita ingin kita inginkan kita
- idam-idamkan kelahirannya di bumi
- Nusantara ini. Tapi begitu hadir di
- tengah-tengah kita, begitu muncul dalam
- kehidupan kita, maka kita dengan sangat
- ee keras mengecam ee macam-macam dari
- kinerjanya. Ada yang kinerjanya itu
- tidak sesuai dengan harapan, ada yang
- mengerjam tidak sesuai dengan syariah,
- ada yang mengecam miskin kreativitas,
- ada yang mengatakan kurang inovatif dan
- lain sebagainya. Lah kritikan-kritikan
- dari berbagai sudut dari berbagai pihak
- tadi ee ditangkap oleh lembaga keuangan
- syariah sebagai suatu hal yang wajar ya.
- Karena kita hidup bersama dalam sebuah
- milu, dalam sebuah ee apa namanya?
- suasana dalam sebuah tempat seperti ini
- kita sudah siap dengan kritikan apapun
- yang dikritikkan kepada kita atau kepada
- lembaga keuangan syariah itu. Namun
- demikian karena kita ini harus ingat
- bahwa kelahiran daripada lembaga
- keuangan syariah ini kan dulu kita
- harapkan, kita inginkan dan itu bahkan
- kita katakan sebagai kulminasi atau
- titik puncak daripada perjuangan kita di
- bidang ekonomi. Lah kok sekarang kita
- bombarder dengan kritik yang tidak
- konstruktif itu ee sesungguhnya kita
- tidak mensyukuri nikmat Allah Subhanahu
- wa taala. Karena apa? Karena sudah
- diberikan ruang, sudah diberikan nikmat
- dalam bentuk kita diperbolehkan untuk
- bermuamalah sesuai dengan syariah. Tapi
- kita tidak mau mengawatnya, tidak mau
- mengawasinya sehingga lembaga ini ee apa
- namanya? Tidak berjalan dengan baik. Ya,
- saya kira itu salah satu juga bentuk ee
- tidak mensyukuri nikmat ya. Karena kita
- sudah diberikan kesempatan oleh Allah
- untuk bermuamalah secara ee secara
- syariah ee sesuai dengan syariah gitu.
- Tapi kemudian kita malah
- mengkritiknya apa namanya? Mengecamnya
- dengan begitu sinis. Seolah-olah lembaga
- yang kita dirikan ini adalah benar-benar
- tidak sesuai dengan syariah. Dan
- akhirnya kita kehilangan arah. Kalau
- yang seperti ini aja kita tidak sesuai
- dengan syariah, bagaimana lagi yang
- sesuai dengan syariah itu? Berikan
- contoh kepada kami. Seperti itulah. Jadi
- kita kehilangan arah akhirnya. Nah, ee
- kita sebagai bangsa, kita sebagai umat,
- dan kita sebagai suatu ee persaudaraan
- sesama muslim harusnya ee mohon maaf ini
- kepada mereka semuanya ini, kita ini
- tidak alergi terhadap kritik. Kita
- sangat welcome terhadap kritik karena
- kritik itu akan memberikan perbaikan
- kepada dinamika kehidupan kita. Tapi
- harus kita duduk bersama ya. Yang mana
- yang tidak sesuai dengan syariah, yang
- mana yang kurang, yang mana yang lebih.
- Ini kita identifikasi semuanya dan
- akhirnya kita bikin solusi bersama-sama.
- Ini cara yang gentle, cara yang
- gentleman gitu. Sehingga kita ini bisa
- mengembangkan karena apa? Lembaga
- keuangan syariah ini bagian daripada
- keuangan nasional secara integral. Kita
- berkewajiban semua pihak terutama umat
- Islam bahwa ustaznya,
- kiainya, intelektualnya, akademisinya
- semuanya mempunyai tanggung jawab untuk
- membesarkan ini atau mengelola ini
- sehingga dia menjadi sebuah lembaga
- keuangan yang
- leading, yang maju. Baik itu majunya ada
- dalam bentuk memberikan return kepada
- apa namanya stakeholder.
- Tetapi yang lebih penting lagi adalah
- lembaga keuangan ini memberikan
- kontribusi kepada bangsa ini. Iya. Yang
- mayoritasnya beragama Islam artinya
- memberikan kontribusi kepada umat Islam
- itu sendiri. Nah, mari kita semuanya ee
- para pihak tadi, para ustaz, para kiai,
- para akademisi, kita kritik lembaga
- keuangan ini dengan konstruktif dan kita
- punya tanggung jawab untuk membesarkan
- sehingga ini menjadi berkah bagi bangsa
- ini dan juga berkah bagi umat Islam
- sedunia, bukan hanya Indonesia saja.
- Mudah-mudahan nanti lembaga keuangan di
- Indonesia ini menjadi contoh bagi
- lembaga keuangan di negara-negara lain.
- Kita ngomong begini bukan ngomong
- kosong. Sudah banyak sekali
- negara-negara yang belajar ke kita.
- Betul. Ya, kebetulan saya sendiri
- mengajar ya ada yang dari Jepang, ada
- yang dari Filipin, ada dari Thailand,
- ada dari Cina. Oh, dari negara Arab aja.
- Dari Saudi juga ada, Irak juga banyak.
- Yordan, Libya, Maruko,
- Pakistan, India, Sri Lanka, Maladewa,
- ada semua ya belajar ke kita.
- Maka kita mudah-mudahan ya kalau kita
- dikritiki dengan konstruktif dari
- berbagai pihak ini menjadi perbaikan,
- menjadi roh dan semangat kita untuk
- memperbaiki lembaga keuangan syariah ini
- sehingga menjelma menjadi sebuah lembaga
- keuangan yang profesional, berguna bagi
- nusa dan bangsa dan bisa memberikan
- kontribusi kepada umat Islam di
- Indonesia. Saya kira itu Masang ya.
- Baik. Subhanallah akhwat yang dirahmati
- Allah Subhanahu wa taala. Demikianlah
- ekonomi Islam di malam hari ini bersama
- Ustaz Ihan Basri. Semoga apa yang beliau
- sampaikan bermanfaat bagi kita semua.
- Terima kasih banyak, Pak Ustaz.
- Insyaallah di minggu depan kita siaran
- lagi ya. Insyaallah. Ikhwan akhwat dari
- studio saya Angga Aminuddin ditemani
- oleh Yusuf Subangkit dan juga Muhammad
- Idik undur diri. Mohon maaf atas segala
- kesalahan kata dan juga SMS yang tidak
- terjawab di malam hari ini. Billahi
- taufik wal hidayah. Subhanakallahumma
- wabihamdika ashadu alla ilaha illa anta
- astagfiruka wa atubu ilaik.
- Asalamualaikum warahmatullahi
- wabarakatuh. Waalaikumsalam.
- [Musik]
- Ah.
- [Musik]
- He.
- [Musik]
- [Musik]
- Yeah.