Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:21 Bismillahirahmanirahim. Assalamualaikum 0:23 warahmatullahi wabarakatuh. 0:25 Alhamdulillah dari tempat kediaman Ustaz 0:27 Husein kita berjumpa lagi hari ini. 0:29 Mudah-mudahan sehat semuanya. 0:31 Kita kembali ke acara Ulumul Quran 0:34 bersama Ustaz Husein Alatas dan Ustaz 0:36 Otong Surasman. 0:38 Kita akan mengambil tema masih di 0:42 tema silsilah 0:44 amsal Quran. Kita 0:46 berangkat dari surat An Nur ayat 35 0:49 insyaallah. Assalamualaikum Ustaz 0:50 Husein. 0:51 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:52 wabarakatuh. 0:52 ya semua ya. 0:54 Oke, sebelum kita mulai ke acara Ulumul 0:57 Quran kita membaca Al Fatihah dulu. 0:59 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:07 Bismillahirrahmanirrahim. 1:12 Alhamdulillahirobbil 1:19 Arrahmanirrahim. 1:24 Maliki yaumiddin. 1:28 Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'in. 1:35 Ihdinas sirotol mustaqim. 1:40 Sirotol ladzina an'amta alaihim. 1:47 Ghoiril maghdubi alaihim walad dhollin. 1:58 Alhamdulillah kita sudah membaca Al 2:00 Fatihah mudah-mudahan Allah mudahkan 2:01 kita dalam memahami 2:04 isi Alquran. Baik sebagai pengantar akan 2:06 disampaikan oleh oleh Ustaz Otong 2:09 Surasman tafadhol Ustaz. 2:10 Ustaz. Terima kasih. Assalamualaikum 2:12 warahmatullahi wabarakatuh. 2:14 Waalaikumsalam warahmatullahi 2:16 wabarakatuh. 2:17 Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. 2:19 Wasalatu wasalamu ala Rasulillah 2:21 Muhammad Ibnu Abdillah 2:23 wa ala alihi wa shahbihi wa mawalah la 2:26 haula wala quwwata illa billah wa ba'du. 2:30 Hadirin kiram Al Habib Zein Al Athas 2:32 Bapak Haji Muhammad Krisna juga Qur 2:35 Rashid 2:36 para pendengar dan pemirsa Rashid TV 2:38 yang dimuliakan Allah Subhanahu wa 2:39 taala. 2:41 Alhamdulillah di pagi hari yang 2:44 cerah ya sejuk ya Bim ya ya luar biasa 2:47 ini sebuah nikmat yang Allah berikan 2:50 kepada kita terutama nikmat sehat tadi 2:52 ya. 2:53 Kita dapat berjumpa 2:55 khususnya dalam kajian Ulumul Quran 2:59 di mana pagi hari ini kita masih 3:00 membahas tentang Amsalul Quran 3:03 perumpamaan-perumpamaan dalam Alquran 3:06 yang sempat saya 3:08 terjemahkan 3:10 perumpamaan yang sangat luar biasa gitu 3:12 Bim ya 3:13 karena 3:14 perumpamaan dalam bahasa Indonesia itu 3:15 tadi eh 3:17 tidak perlu berpikir orang itu hanya 3:20 dengan kata-katanya saja sudah paham ya. 3:22 Yang sering kita kenal 3:26 eh apa namanya air susu dibalas dengan 3:28 air tuba orang sudah paham kebaikan 3:31 dibalas dengan keburukan 3:32 lebih 3:34 besar pasak daripada tiang 3:36 penghasilannya 3:38 kurang ya gerang mencukupi kan paham ya 3:40 tetapi amsal itu 3:42 perlu eh perenungan pemahaman bahkan 3:45 perlu riset ya termasuk ayat 3:48 yang dibahas pagi ini surah An Nur ayat 3:51 35 ini ada problem Bib ya di kalangan 3:54 apa namanya kajian 3:56 di luar itu jadi jelimet malahan gitu 3:59 kan bagaimana bisa memahami 4:01 surah An-Nur ayat 35 dan seterusnya itu 4:04 dengan mudah gitu sebagai sebuah 4:06 ilustrasi ya 4:07 dan di ayat 34 di sini diberikan 4:10 penjelasan bahwa Allah telah menurunkan 4:12 Alquran itu eh 4:14 dengan ayat-ayat yang sangat jelas gitu 4:16 wah itu kan sangat luar biasa 4:19 juga di ayat ini diberikan bahwa Allah 4:21 memberikan petunjuk ya 4:23 dengan cahaya itu diberikan kepada 4:24 orang-orang yang dikehendaki dan eh 4:27 siapapun yang tidak diberikan cahaya 4:29 oleh Allah maka hidupnya dalam kegelapan 4:31 nah ini mungkin perlu di 4:33 perjelas sehingga 4:35 khususnya ayat ini bisa dipahami dalam 4:37 kehidupan apalagi eh sebenarnya 4:40 pelajaran sangat banyak buat kita semua 4:41 ya 4:42 termasuk kejadian siang dan malam ya 4:45 Betul. Ini kan terang ini mulai terang 4:48 gitu ya 4:48 nah harusnya kan manusia itu bisa 4:50 memahami kehidupan itu eh terang 4:52 benderang seperti ini gitu tetapi kenapa 4:54 eh banyak yang ditepuh oleh kebanyakan 4:56 manusia itu justru jalan yang gelap 4:59 jalan yang keliru gitu jalan yang sesat 5:02 ya 5:03 kenapa tadi karena mungkin mengikuti 5:05 tadi hawa nafsu ya tidak mengikuti 5:08 petunjuk-petunjuk yang Allah berikan 5:09 khususnya dalam 5:11 kitab suci Alquran 5:13 mungkin ini sebagai pengantar bagaimana 5:15 satu sisi 5:16 agar kita bisa memahami eh surah An-Nur 5:19 ya surah 24 ayat 35 dengan mudah ya 5:23 sehingga bisa dicerna dan bagaimana agar 5:25 eh kebanyakan umat Islam khususnya 5:28 kembali kepada kitab suci Alquran karena 5:30 dalam sebuah riset 5:32 ya yang terakhir itu 65% Bib 65% 5:38 umat Islam Indonesia buta huruf Alquran 5:41 hanya 10% yang lancar baca Quran itu 5:43 juga belum paham juga tentang Qurannya 5:45 ini kan sebuah problem yang yang sangat 5:47 luar biasa ya, bagaimana agar bisa 5:49 menggiring kembali ya 5:51 khususnya umat Islam kepada kitab suci 5:53 Alquran, sehingga jalan hidupnya 5:55 betul-betul 5:56 sesuai dengan surah An Nur ya. 5:58 Yaitu dalam cahaya petunjuk Allah 6:00 Subhanahu Wa Ta'ala. Ini sebuah 6:02 pengantar lebih rincinya, lebih jelasnya 6:06 kita 6:07 serahkan kepada guru kita Alhabib Husein 6:09 Alatas. Terima kasih. Assalamualaikum 6:11 Warahmatullahi Wabarakatuh. 6:12 Waalaikumsalam 6:15 Audzubillahiminasyaitanirrajim 6:18 Bismillahirrahmanirrahim 6:25 Alhamdulillah 6:26 hamdan katsiran thayyiban mubarokan fihi 6:30 kama yuhimbu robbuna wa yaroh. 6:33 Ya robbana lakal hamdu kama yang bagi di 6:36 jalali wajhikal karim wa li adhimis 6:39 sulthonik. 6:41 Subhanaka la nuhsi sanaan alaika anta 6:44 kama atsnaita ala nafsik. 6:47 Falak alhamdu hatta tarubba, walakal 6:49 hamdu idza rodhit, walakal hamdu ba'da 6:52 ridho. Allahumma sholli ala Muhammadin 6:55 wa ali Muhammad. 6:56 Rabbana zidna ilman wa alhiqna 7:00 bisholihin. 7:02 Waj'al lana lisana sidqin fil akhirin. 7:06 Waj'alna min waratsati jannatin na'im 7:09 wala tuhzina yaumaddin, yauma la yanfa'u 7:13 malun wala banun illa man atallaha 7:16 biqalbin salim. 7:19 Amma ba'du, ikhwan akhwat, pendengar, 7:22 pemirsa di manapun Anda berada. 7:26 Baik yang berada di tanah air maupun 7:29 di luar tanah air kita. 7:31 Yang mendengarkan tayangan langsung atau 7:34 ulang, begitu pula ikhwan yang menemani 7:36 kita pagi hari ini Ustaz Otong Surahman, 7:40 Ustaz Muhammad Krisna kita yang tidak 7:43 asing lagi di tengah-tengah kita. 7:45 Begitu pula Neza dan 7:48 semua kru hasil 7:50 yang membantu kita dalam 7:54 melakukan tayangan dan siaran ini. 7:57 Salamullahi alaikum jamian warahmatullah 8:00 wabarakatuh. 8:06 Begitu banyak perumpamaan dalam Alquran. 8:11 Allah subhanahu wa taala 8:15 berikan perumpamaan-perumpamaan, 8:18 ilustrasi yang begitu banyak dalam 8:20 Alquran dalam rangka untuk 8:24 membuat kita memahami bimbingan dan 8:27 petunjuknya dengan jelas dan gamblang. 8:35 Salah satu tujuan 8:37 dari al amtsal, perumpamaan dalam 8:39 Alquran 8:42 untuk mempermudah 8:44 kita memahami sesuatu yang sulit. 8:48 Allah seringkali menggambarkan 8:50 mengumpamakan hal-hal yang abstrak dalam 8:53 gambaran yang konkret. 8:55 Itu dalam bahasa Arabnya taswir 8:58 al maknawi 9:00 fi surat mahsusah, menggambarkan hal 9:02 yang bersifat maknawi 9:04 dalam gambaran-gambaran yang dapat 9:07 dilihat, dijangkau oleh indra kita. 9:10 Sebagai contoh ketika Allah ingin 9:12 menggambarkan bagaimana indahnya 9:16 kalimat tauhid. 9:19 Diumpamakan bagaikan pohon 9:22 yang betul-betul indah, penuh dengan 9:25 manfaat. 9:26 Bukan hanya sampai di sana, tapi kokoh 9:28 dan kuat. 9:30 Dengan akarnya menghujam ke dalam perut 9:32 bumi. 9:34 Kemudian batangnya yang menjulang di 9:36 angkasa. 9:38 Dengan ranting-rantingnya. 9:40 Pada setiap pucuk ranting. 9:43 Terdapat buah-buah yang terus berbuah 9:45 tak pernah mengenal musim. 9:47 Ini gambaran sosok dari orang yang 9:49 beriman. 9:51 Kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan 9:53 berpegang pada kalimat tauhid. 9:56 Tutur katanya, perilakunya, pribadinya 9:59 penuh dengan manfaat. 10:02 Dan tidak sama sekali apa? Mudah 10:05 terombang ambing. 10:08 Dengan. 10:10 Akarnya kokoh. Dan kuat mengikat ke 10:13 dalam perut bumi. Batang yang menjulang 10:15 tinggi, daun-daunnya, ranting-rantingnya 10:18 memberikan keteduhan. 10:20 Buah-buahnya yang terus tumbuh tanpa 10:24 mengenal musim memberikan manfaat. 10:28 Lalu di sisi yang lain Allah gambarkan 10:30 bagaimana. 10:32 Orang yang hidup. Tidak berpegang. 10:35 Kepada kalimat tauhid, tidak kembali 10:36 kepada Tuhannya, tidak mensyukuri 10:38 nikmatnya, tidak menghargai ayat-ayat 10:41 bimbingan dan petunjuknya. 10:44 Bagaikan apa? Bagaikan pohon-pohon. 10:47 Yang tidak memiliki akar yang kuat. 10:50 Yang dicabuti dari permukaan bumi. 10:52 Yang menjadi musuh bagi para petani. 10:55 Di saat mereka menanam. Selalu 10:57 pohon-pohon liar bermunculan, para 11:00 petani mencabuti pohon tersebut dan dia 11:02 tidak memiliki akar yang kokoh dan kuat. 11:07 Begitu juga kebatilan. 11:09 Kebohongan, kepalsuan, dia tidak 11:12 memiliki akar yang kuat di hati manusia. 11:16 Selalu apa? 11:18 Selalu menjadi musuh. 11:20 Bagi umat manusia, bahkan bagi 11:22 pelakunya. 11:25 Tidak ada orang yang melakukan kejahatan 11:26 kebohongan yang menyukai perbuatan jahat 11:29 dan bohong. Sebagai bukti kalau dia 11:31 dibohongi. 11:33 diperlakukan dengan jahat dia tidak akan 11:35 terima. 11:36 Bahkan banyak penjahat-penjahat ingin 11:39 anaknya menjadi orang baik dan saleh. 11:41 Banyak pembohong-pembohong 11:43 selalu mengingatkan anaknya untuk tidak 11:45 berbohong. 11:46 Jadi kebatilan, kebohongan, kepalsuan 11:49 dan kejahatan sebetulnya menjadi musuh 11:51 bahkan bagi pelakunya. Oleh karena itu 11:54 orang yang berbuat kejahatan hati mereka 11:56 gundah, resah dan gelisah. 11:58 Tapi yang berbuat kebaikan hati mereka 12:00 nyaman dan tentram. Nah kebenaran 12:03 memiliki akar yang kokoh kuat dalam 12:06 sanubari manusia. 12:08 Disambut oleh jiwanya, disambut oleh 12:10 alam raya dan seluruh isinya. Oleh 12:12 karena itu buah-buahnya akan terus 12:14 bermunculan tanpa mengenal musim. 12:18 Nah pada kali ini 12:20 kita akan 12:22 merenungkan bersama-sama perumpamaan 12:24 yang Allah Subhanahu Wa Ta'ala berikan 12:27 di dalam suratun nur perumpamaan yang 12:29 amat indah. 12:32 Menggambarkan 12:34 sesuatu yang maknawi yang abstrak dalam 12:38 gambaran yang konkret. 12:43 Dan perumpamaan yang kita akan bawa di 12:45 sini pada ayat 35 12:48 begitu pula pada ayat 40 merupakan dua 12:52 perumpamaan yang saling berlawanan. 12:56 Allah Subhanahu Wa Ta'ala 12:58 memberikan satu perumpamaan mengenai 13:01 cahayanya yang begitu indah yang 13:03 menunjuk kepada kitabnya. Lalu Allah 13:06 Subhanahu Wa Ta'ala di sisi yang lain 13:07 menggambarkan orang-orang ya yang jauh 13:10 dari penerangan dan petunjuk Allah 13:12 Subhanahu Wa Ta'ala bagaimana keadaan 13:14 dan kondisi. 13:16 Nah kita akan mulai 13:18 dari ayat 34 yang menjadi pengantar dari 13:23 ayat 35. 13:26 Walaqad anzalna ilaikum 13:29 ayatim mubayyinah. 13:32 Wamatsalan minalladzina kholau 13:35 minqoblikum wamauidhotan lilmuttaqin. 13:39 Dan sesungguhnya kami telah menurunkan 13:42 kepada kalian 13:43 ayat-ayat 13:45 mubayyinah. 13:47 Dalam bahasa Arab 13:49 kata bayyana yubayyinu 13:53 kemudian isim fa'ilnya mubayyin artinya 13:55 menerangkan, menjelaskan dengan 13:57 sejelas-jelasnya. 14:02 Jadi bayyana yubayyinu ya 14:05 artinya menjelaskan dengan 14:07 sejelas-jelasnya tanpa kesamaran 14:09 sedikit. 14:11 Kalau kata bayyinah jelas. 14:15 Bisa juga kata bayyinah itu menjadi 14:18 bukti argumentasi yang jelas yang tidak 14:20 meragukan. 14:23 Nah pada 14:24 ayat ini 34 14:26 ya, albayan 14:28 dalam datang dalam bentuk isim fa'il. 14:32 Kata bayan yang artinya penjelasan ya 14:36 disebutkan Allah dalam bentuk isim fa'il 14:39 yang berarti menjelaskan 14:42 menerangkan 14:44 dengan sejelas-jelasnya dan 14:46 seterang-terangnya. 14:49 Apalagi keterangan ini datang dari mana? 14:52 Dari sisi Allah subhanahu wa ta'ala. 14:55 Dan sesungguhnya kami telah menurunkan 14:57 bagi kalian ayat-ayat yang memberikan 15:00 penerangan, penjelasan yang 15:02 sejelas-jelasnya. 15:05 Mungkin sebagian orang bertanya Ustaz 15:06 Otong. 15:09 Apabila keterangan Allah ini benar, 15:10 Allah menurunkan ayat yang terang 15:12 benderang dan sejelas-jelasnya. 15:15 Kenapa justru banyak umat Islam ya 15:19 memandang Alquran sebagai kitab yang 15:22 sulit untuk dipahami. 15:24 Bahkan banyak ulama-ulama ya yang 15:26 menghalang-halangi orang untuk langsung 15:29 berkomunikasi dengan Alquran. 15:32 Mereka menggambarkan bahwasanya untuk 15:34 memahami Alquran 15:36 membutuhkan bekal persyaratan yang 15:39 begitu banyak. 15:43 Berarti keterangan Allah Subhanahu Wa 15:45 Ta'ala pada ayat ini 15:48 menurut mereka 15:50 tidak benar. 15:53 Betul enggak? 15:55 Yang mengherankan ketika ayat-ayat Quran 15:57 diturunkan, bukan diturunkan pada para 15:59 ulama 16:02 atau di kalangan masyarakat yang 16:03 berpendidikan. Pertama kali diturunkan 16:05 diturunkan pada masyarakat masyarakat 16:07 Arab yang tidak berpendidikan, yang 16:09 tidak mengenal baca tulis. 16:13 Tapi kenapa mereka mudah memahami 16:14 Alquran? 16:19 Mereka bukan dari perguruan tinggi. 16:22 Kebanyakan dari mereka 16:24 betul-betul berasal dari latar belakang 16:27 orang-orang yang jauh dari pendidikan 16:29 hingga mereka dikatakan sebagai umat 16:31 yang ummi. 16:34 Betul enggak? Um ummi. Ummi artinya 16:36 tidak mengecap pendidikan. 16:39 Bahkan dicemari oleh 16:41 oleh pengaruh-pengaruh dan noda-noda 16:44 jahiliyah yang menyimpangkan kehidupan 16:46 mereka. Yang ummi mayoritas ya benar. 16:49 Mayoritas yang dapat membaca hanya satu 16:51 dua. 16:53 Walladzii ba'atsa 16:54 fil ummiyiina rasuulam minhum, Dia yang 16:57 telah mengutus di tengah masyarakat 16:59 ummiyiin seorang rasul 17:01 dari kalangan mereka. 17:03 Artinya 17:04 sebagian besar dari mereka berada dalam 17:07 keadaan tidak mengenal baca tulis, 17:10 pendidikan dan peradaban. 17:14 Nah, kira-kira siapa yang salah di sini? 17:18 Ucapan-ucapan mereka ya yang mempersulit 17:23 pemahaman Alquran ataukah firman Allah? 17:27 Ya, jawabannya dengan jelas yang datang 17:30 dari sisi Allah Ta'ala merupakan 17:31 kebenaran yang tidak dipertanyakan. 17:34 Tapi yang datang dari manusia. Munculnya 17:36 salah paham ini bukan karena 17:38 ketidakjelasan Alquran. 17:42 Walaupun cahaya matahari terang-benerang 17:46 tapi kalau kitanya menutup mata bisa 17:48 melihat Quran enggak? Tidak. Bisa 17:49 melihat Quran? Enggak bisa. 17:51 Jadi untuk membuat kita ya melihat 17:54 dengan jelas di samping cahaya kita juga 17:58 diharuskan membuka mata kita. 18:00 Nah, kebanyakan mereka ini tidak membuka 18:02 mata mereka. 18:04 Walaupun cahaya Allah begitu 18:06 terang-benerang seperti yang kita akan 18:08 jumpai nanti kita akan saksikan dari 18:11 ayat berikutnya. 18:13 Dan sesungguhnya kami telah 18:14 menurunkannya bagi kalian ayat-ayat yang 18:17 memberikan penjelasan yang 18:19 sejelas-jelasnya. 18:23 Kemudian 18:24 Wa masalan minalladzina kholau 18:26 minqoblikum juga 18:29 membawakan perumpamaan-perumpamaan 18:32 tentang orang sebelum kalian. 18:35 Sejarah-sejarah umat terdahulu 18:39 kemudian Allah jelaskan mengapa satu 18:41 umat bangkit, mengapa satu umat hancur, 18:45 sebab keruntuhan mereka, hukum sejarah 18:47 dan sunah-sunah Allah diterangkan begitu 18:49 jelas. 18:51 Tapi 18:53 yang memperhatikan semua di antara kita 18:56 amat sedikit. Kebanyakan mereka hanya 18:57 membaca, menghafalnya ya 19:00 kemudian pada waktu salat mereka 19:03 memperpanjang bacaan mereka tapi tanpa 19:05 memahami isinya. 19:07 Allah perumpamakan mereka bagaikan apa? 19:09 Bagaikan seekor keledai yang memikul 19:11 tumpukan buku. 19:13 Buku ilmu pengetahuan berada di atas 19:15 punggungnya. Tapi berapa banyak yang 19:17 diambil manfaat oleh keledai? Enggak 19:19 ada. 19:20 Masalulladzina hummilut taurat summa lam 19:23 yahmiluha kamasalil himar yahmilu 19:26 asfaro. 19:27 Perumpamaan mereka para ahli kitab yang 19:29 diturunkan kitab Taurat pada mereka. 19:32 Mereka mempelajari kitab tersebut tapi 19:34 mereka tidak mengamalkan isinya dengan 19:37 baik mirip dengan keledai yang terdapat 19:40 tumpukan-tumpukan buku yang berisikan 19:42 ilmu di atas punggung mereka. 19:45 Bi'sa masalul qaumilladzina kadzabu bi 19:48 ayatillah betapa buruknya perumpamaan 19:50 orang yang mendustakan ayat Allah. 19:53 Wallahu la yahdil qaumadzolimin Allah 19:55 tidak akan memberikan hidayah bagi orang 19:57 dzalim. 19:58 Bagaimana hatinya penuh kesombongan. 20:00 Matanya walaupun sehat tapi tidak 20:03 melihat. Telinganya juga walaupun sehat 20:06 tapi tidak mendengar. 20:08 Akalnya tidak bekerja. Masa ayat-ayat 20:11 Tuhan yang datang dari penciptanya 20:13 diabaikan digantikan dengan yang lain. 20:15 Jalan terang begitu jelas dia memilih 20:17 jalan yang berliku-liku akhirnya 20:19 menyesatkan diri. 20:21 Nah, perumpamaan keledai di sini yang 20:23 memikul tumpukan buku yang mereka 20:24 dapatkan hanya keletihan, kelelahan 20:27 tapi tetap dalam kebodohan. Begitu juga 20:29 orang belajar ilmu sekian banyak Quran 20:32 mereka campakkan mereka abaikan bagaikan 20:34 orang yang matanya sehat tapi tidak 20:36 mendapatkan penerangan cahaya dari sisi 20:38 Allah Ta'ala. 20:41 Jadi walaupun matanya sehat 20:43 tapi kalau tidak ada cahaya 20:45 dia tidak akan dapat sama sekali apa? 20:48 Melihat. 20:49 Wamasalun minalladzina kholau min 20:51 qoblikum perumpamaan dari orang-orang 20:53 sebelum kalian 20:55 kemudian wa mau'izatan lil muttaqin dan 20:59 petuah, nasehat, bimbingan untuk 21:02 orang-orang yang bertakwa. 21:04 Kenapa Allah bilang untuk orang yang 21:06 bertakwa? Karena yang mau menyambut 21:08 hidayah, bimbingan, petunjuk hanya orang 21:11 yang bertakwa. Orang yang sombong 21:13 walaupun dia berilmu 21:16 bisa diberikan bimbingan, pengarahan dia 21:18 tidak akan menyambutnya. 21:20 Jadi di samping 21:22 dibutuhkan wawasan dan pemahaman, 21:24 dibutuhkan juga kesehajaan, ketawaduan 21:28 ketakwaan, rasa hormat kepada Allah baru 21:31 hidayah Allah subhanahu wa taala akan 21:33 masuk ke dalam hati seseorang. 21:37 Nah setelah itu 21:39 Allah subhanahu wa taala 21:41 ingin memberikan gambaran kepada kita 21:45 mengenai ayat-ayat yang memberikan 21:47 penerangan, penjelasan yang 21:49 sejelas-jelasnya. 21:51 Nah ini merupakan hal yang bersifat 21:54 maknawi digambarkan dalam gambaran yang 21:56 konkret. 21:57 Jadi keterangan, penjelasan yang 21:59 sejelas-jelasnya kan maknawi. 22:01 Betul enggak? Penjelasan yang maknawi. 22:03 Nah Allah ingin kita menyelediki 22:05 ayat-ayat Allah dan penerangan yang 22:07 sejelas-jelasnya dalam gambaran yang 22:09 konkret maka Allah gambarkan pada ayat 22:12 35. 22:14 Pertama Allah terangkan 22:16 Allah adalah nur yang menerangi langit 22:18 dan bumi. 22:21 Ini juga merupakan bahasa metafora. 22:25 Matahari 22:26 merupakan cahaya ya yang menerangi 22:30 pandangan mata kita di samping 22:32 memberikan kehangatan dan fungsi yang 22:34 begitu banyak. 22:35 Tapi fungsi matahari yang sama-sama kita 22:38 rasakan 22:39 adalah cahaya yang membantu bola mata 22:42 kita untuk melihat. 22:44 Hingga kita mampu untuk membedakan apa 22:46 yang di sekeliling kita, mampu untuk 22:48 memilih jalan yang tepat dan benar, 22:50 menghindari hal-hal yang berbahaya. Tapi 22:53 di saat cahaya matahari padam walaupun 22:55 apa? Mata melihat kita akan berada dalam 22:58 kegelapan. 23:00 Jadi matahari 23:01 juga merupakan apa? Merupakan makhluk 23:04 yang Allah ciptakan untuk menerangi 23:06 kita. Sumbernya berasal dari Allah. 23:10 Bayi, 23:11 ya, sebelum dia menjadi bayi ketika 23:14 sperma, ya, 23:16 mengejar telur, kemudian membuahkannya 23:19 kalau bukan karena nur bimbingan 23:20 petunjuk Allah, 23:22 dia tidak mungkin apa? 23:23 Kemudian ketika dia telah membuahkan, 23:26 kemudian melekat pada dinding rahim, 23:28 kemudian bagaimana makhluk yang lemah 23:31 tersebut mulai, ya, membangun dirinya. 23:35 Setelah dia membelah, ya, 23:37 mulai dia merajut organ-organ tubuhnya, 23:41 kemudian juga kerangka dan tulangnya, 23:44 saraf-sarafnya, 23:45 seluruh jaringan-jaringan tubuhnya. 23:49 Hingga tiba saat di mana dia telah 23:51 menyempurnakan penciptaannya. 23:53 Ini semua kan 23:55 bimbingan petunjuk 23:57 dari cahaya Allah. 23:59 Kita enggak mampu berbuat apa saat itu. 24:02 Kemudian yang mengantarkan dirinya untuk 24:04 keluar dari rahim ibunya berjuang keluar 24:06 dari rahim ibunya, menempuh jalannya 24:09 siapa? 24:11 Bayi dalam usia yang begitu ini sudah 24:13 berjuang. 24:15 Kemudian kita saksikan tadinya dia 24:17 bernafas, ya, 24:19 makan minum dari tali pusat ibunya, 24:22 sekarang dia memulai era baru. Siapa 24:25 yang membimbing dirinya 24:26 untuk mengenal puting ibunya, 24:29 untuk menghisap susu ibunya, 24:32 untuk beradaptasi dengan alam yang baru, 24:35 tempat yang tidak dikenal sebelumnya. 24:38 Kemudian kita saksikan depan mata kita 24:40 ini anak tumbuh hingga menjadi dewasa, 24:42 kalau bukan karena nur hidayah Allah 24:44 dari mana? 24:45 Dia belum belajar sebelumnya. 24:48 Pendidikan yang didapatkan ini 24:49 pendidikan yang luar biasa, langsung 24:50 ditangani oleh Allah. 24:54 Jadi, Allah nurus samawati wal ard, 24:56 Allah 24:57 wa ta'ala 24:59 hadis samawati wal ard. Yang memberikan 25:02 hidayah petunjuk dengan cahayanya, ya. 25:05 Yang menerangi langit bumi. Bumi kita 25:08 berada pada 25:09 orbitnya berputar mengitari dirinya 25:12 kemudian mengitari mataharinya. Lalu 25:14 matahari bersama seluruh planet 25:16 mengitari pusat galaksi semua di bawah 25:18 bimbingan nur Allah subhanahu wa ta'ala. 25:21 Jadi Allah ingin menerangkan bahwa 25:23 sumber cahaya, sumber petunjuk, sumber 25:26 kebenaran berasal dari Allah. 25:30 Jangan seperti sebagian orang mengatakan 25:32 bahwa Allah itu nur 25:34 dalam arti yang hakiki, padahal kita 25:36 tahu bahwa cahaya itu bersumber dari 25:38 matahari sedangkan matahari ciptaan 25:40 Allah. 25:43 Nanti orang akhirnya mengatakan betul 25:44 kalau gitu Tuhan itu matahari. 25:47 Matahari makhluk Allah. 25:50 Cahayanya juga berasal dari apa? 25:52 Dari Allah subhanahu wa ta'ala. Tapi ini 25:55 sebuah bahasa yang amat indah, ya. 25:58 Yang ingin menerangkan pada kita bahwa 26:00 sumber kebenaran, sumber petunjuk yang 26:03 sejati berasal dari Allah. Agar manusia 26:07 tidak menyombongkan diri atau 26:08 membanggakan ilmu yang Allah ajarkan 26:11 padanya. 26:12 Ilmu seharusnya membuat dirinya mengenal 26:14 Tuhannya, bertawadhu di hadapannya bukan 26:17 justru mendorong dirinya untuk bersikap 26:19 angkuh dan sombong. 26:22 Nah, setelah Allah menjelaskan sumber 26:24 cahaya petunjuk 26:25 berasal dari Allah, 26:27 Allah berikan 26:29 satu perumpamaan ilustrasi yang amat 26:31 indah disesuaikan dengan kondisi bangsa 26:34 Arab pada saat tersebut. 26:36 Dulu kan belum ada lampu seperti lampu 26:37 kita saat ini. 26:39 Iya, orang menggunakan pelita. 26:42 Allah berbicara sesuai dengan kondisi 26:45 keadaan yang mereka pahami. 26:48 Pelita ada. Mereka 26:51 malah mereka bervariasi dalam 26:53 menciptakan pelita. Baik yang melekat 26:55 dalam lubang dinding, ya. 26:58 Jadi, dalam hal ini kan mereka 27:00 menggunakan pelita bermacam-macam. Ada 27:02 yang menggunakan minyak dari 27:03 tumbuh-tumbuhan, ya. Pada saat itu 27:05 katakan minyak bumi belum dikenal di 27:07 sebagian daerah, apalagi negara Arab 27:09 yang primitif pada saat itu. Tapi 27:11 minyak-minyak yang berasal dari apa? 27:13 Dari nabatat, tumbuh-tumbuhan, mereka 27:16 manfaatkan. Bahkan dari dari kambing 27:18 atau sapi. 27:20 Lemak-lemak, ya, dari lemak, ya. 27:22 Dari lemak kambing, lemak sapi yang 27:24 mereka cairkan, mereka gunakan juga 27:26 untuk apa? 27:28 Atau mereka menggunakan dari minyak 27:30 zaitun. 27:32 Minyak zaitun itu merupakan, ya, minyak 27:34 zaitun merupakan minyak istimewa. 27:36 Pertama dia jernih, ya. 27:38 Dan disaat digunakan untuk api, apinya 27:40 tidak mengeluarkan asap yang hitam. 27:43 Kita kalau gunakan semprong pada zaman 27:45 dulu, semprong, menggunakan minyak kan 27:48 biasanya hidung kita apa? 27:50 Hitam kan? 27:51 Nah, minyak zaitun ini menghasilkan api 27:53 yang bening, yang jernih. 27:55 Antum lihat di sini. 27:57 Perumpamaan yang amat indah. 28:00 Allah nurus samawati wal ard. Ini 28:02 merupakan 28:03 keterangan bahwa sumber cahaya kebenaran 28:06 petunjuk berasal dari Allah. 28:08 Masalu nurihi, perumpamaan dari 28:11 cahayanya. 28:12 Karena ayat ini berbicara mengenai 28:14 Alquran sebelumnya, maka dengan 28:16 sendirinya cahaya ini disamping mencakup 28:19 seluruh cahaya dan petunjuk Allah Ta'ala 28:22 secara khusus bicara mengenai Quran. 28:24 Karena Allah mengatakan, "Sungguh kami 28:26 telah menurunkan bagi kalian ayat-ayat 28:29 yang memberikan penerangan." 28:32 Nah, untuk menegaskan bahwa ayat 28:34 tersebut terang benderang, Allah bawakan 28:36 perumpamaan ini. 28:42 Wa masalu nurihi, perumpamaan dari 28:44 nur-nya. 28:46 Kamisykatin fiha misbah, seperti sebuah 28:49 lubang. 28:51 Dulu mereka meletakkan lampu bukan di 28:52 bagian atas biasanya, di dinding. 28:55 Dinding. 28:56 Bahkan di 28:57 kerajaan Romawi ya. 28:59 Mereka letakkan lubang 29:01 kotak begitu di dinding, mereka masukkan 29:03 lampu. 29:04 Jadi begitu mereka berjalan. Dari kanan 29:06 kiri mereka, lampu apa? 29:09 Memberi cahaya, itu namanya miskah. 29:11 Begitu juga down light itu dikatakan 29:12 miskah juga bisa. 29:13 Down light itu. 29:15 Tempat apa lampu yang apa namanya, yang 29:18 cekung dinamakan juga miskah. 29:21 Bagaikan sebuah lubang. 29:24 Fiha misbah, terdapat pelita di 29:26 dalamnya. 29:27 Almisbah fi sujajah. 29:30 Sedangkan pelit. 29:31 Terbungkus oleh kristal. 29:36 Kata sujajah sekarang digunakan untuk 29:37 kaca. 29:38 Untuk ya? Kaca. Kaca. Nah pada saat itu. 29:42 Berlaku untuk kristal, mereka biasa 29:44 menggunakan. Kristal sebagai pembungkus 29:46 pelita. 29:47 Dan kristal kan beda dengan dengan 29:49 cermin biasa kan. 29:52 Pelita terdapat dalam kristal. 29:55 Azzujajatu kaannaha kaukabun durri. 29:59 Sedangkan kristal tadi. 30:00 Dari terangnya. 30:02 Seolah-olah bagaikan bintang kejora yang 30:04 terang benderang. 30:07 Yuqodu min syajaratin mubarokatin 30:11 zaitunatin la syarqiyatin wala 30:13 gharbiyah. Sedangkan bahan bakarnya 30:15 untuk menyalakan pelita tersebut. 30:17 Diambil dari apa? 30:19 Minyak zaitun, minyak yang dihasilkan 30:21 dari buah zaitun. 30:24 Yang tumbuhnya di tempat yang tinggi. 30:27 Hingga waktu matahari. 30:29 Terbit hingga siang dia mendapatkan 30:31 cahaya matahari. 30:32 Waktu menuju ke arah tenggelam, matahari 30:35 juga menerangi dirinya. 30:37 Membuat pohon tersebut menyerap cahaya 30:39 matahari menghasilkan minyak yang jernih 30:41 dan bening. 30:44 Allah katakan la syarqiyyah wala 30:45 gharbiyyah. 30:46 Tidak berada di timur maupun di barat. 30:49 Karena kalau di timur, waktu matahari 30:51 terbenam enggak enggak apa enggak 30:52 mendapatkan cahaya matahari. 30:54 Jadi mesti di tempat yang tinggi. 30:56 Seperti yang terdapat di Sinai kita 30:58 saksikan. Matahari bersinar pada saat 31:01 terbit hingga terbenam, pohon tersebut 31:04 mendapatkan cahaya. 31:07 Yakaadu zaituhayu walau lam tamsas 31:11 hunar. 31:12 Minyaknya ini 31:14 dari jernihnya sampai seolah-olah dia 31:16 menyala-nyala walaupun belum tersentuh 31:18 oleh api. 31:20 Maka dari paduan ini semuanya, dari 31:22 kesatuan dan kumpulan 31:24 tempat yang kecil. 31:26 Tempat yang kecil yang membuat cahaya 31:27 fokus kan? 31:29 Kemudian 31:31 kristal laksana bintang kejora yang 31:34 menjadi pembungkus pelita tersebut dan 31:36 minyak yang menyala-nyala walaupun belum 31:39 tersentuh oleh api. 31:40 Begitu tersentuh oleh api, apa hasilnya? 31:42 Nurun ala nur. Nur di atas nur, cahaya 31:46 di atas cahaya. Tidak terdapat 31:47 sedikitpun kegelapan. 31:51 Nah, yang memperkuat 31:53 bahwa perumpamaan ini untuk Alquran, 31:55 lihat berikutnya. Yahdillahu linurihi 32:00 mayyasya'. Wayadhribullahul amtsala 32:03 linnas wallahu bikulli syai'in alim. 32:05 Allah memberikan bimbingan petunjuk 32:07 dengan cahayanya ini siapa yang Allah 32:09 kehendaki. Yang tidak sombong. 32:12 Orang kalau menutup mata di hadapan 32:14 cahaya 32:16 sambil menegakkan dadanya menunjukkan 32:19 keangkuhan, kesombongan. Tapi orang yang 32:21 membuka mata 32:23 memperhatikan ayat-ayat Allah dengan 32:25 penuh ketawaduan seorang hamba di 32:27 hadapan Tuhan, ini yang akan mendapatkan 32:29 bimbingan. 32:30 Allah memberikan bimbingannya ya 32:33 untuk mendapatkan penerangan cahayanya 32:35 siapa yang dikehendaki. 32:38 Kehendaknya enggak sama sama kehendak 32:39 kita. Kalau kita suka sama orang 32:41 walaupun enggak benar, kita kasih. 32:43 Kita benci sama orang walaupun itu orang 32:44 baik, 32:45 kita jauhin. 32:47 Kalau Allah tidak. 32:48 Allah semua atas dasar ilmu, 32:51 kebijaksanaan dan kebenaran. 32:54 Pak Ustaz, pada saat itu masyarakatnya 32:55 kan mayoritas ummi. Bagaimana Alquran 32:58 yang penuh dengan simbol-simbol dapat 32:59 dipahami oleh mereka seperti api di 33:02 dalam laut gitu. Dari mana mereka bisa 33:05 Allah kasih, subhanallah. 33:07 Allah subhanahu wa taala 33:10 dengan rahmatnya mempermudah 33:13 hamba-hambanya untuk memahami Alquran 33:15 sesuai dengan wawasan mereka. 33:18 Kan pemahaman Alquran berkembang 33:19 wawasannya. 33:21 Berkembang. 33:22 Berkembang bukan berarti yang sebelumnya 33:24 salah. Dari pemahaman yang tadinya 33:26 dangkal, dengan ilmu semakin apa? Dalam. 33:29 Seperti Mas Krisna kalau seandainya 33:31 datang 33:32 ke laut, 33:34 satu bawa gayung, satu bawa baskom, satu 33:37 lagi bawa tangki. 33:39 Yang mereka angkut air laut, tapi kan 33:41 jumlahnya berbeda-beda. Nah, Allah 33:44 subhanahu wa taala jadikan ayatnya ini 33:46 mudah dipahami oleh awam sesuai dengan 33:49 wawasan mereka. Yang menengah sesuai 33:51 dengan wawasan mereka. Yang berilmu akan 33:53 menerima lebih luas. Tapi yang buruk itu 33:56 yang berilmu menyombongkan diri di 33:57 hadapan Allah padahal sumber kebenaran 34:00 dan ilmu dari 34:01 Allah. 34:02 Nah, Allah lanjutkan wayadribullahul 34:05 amsalalinnasi wallahu bikulli syaiin 34:07 alim. Allah memberikan perumpamaan ini 34:09 bagi manusia. Allah Maha mengetahui 34:12 segala sesuatu. 34:14 Jadi hubungan antara ayat ini dengan 34:16 ayat sebelumnya 34:17 yang berbicara mengenai Quran jelas apa 34:19 tidak? 34:21 Tapi sayangnya sebagian orang ketika 34:22 berusaha memahami ayat ini dipisahkan 34:25 dari ayat sebelumnya. Akhirnya mereka 34:29 merawang-rawang. 34:30 Ada yang membahasnya secara filosofis, 34:33 padahal ayat ini jelas gamblang. 34:36 Cuma sedikit yang merenungkan, apalagi 34:39 kalau orang yang berilmu, ya, yang 34:41 bergelar, ya. 34:43 Bertepuk dada. 34:46 Membanggakan juga wawasannya. 34:48 Tapi tidak kembali kepada bimbingan dan 34:51 petunjuk Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 34:54 Oleh karena itu. 34:55 Kita banyak menjumpai orang 34:56 berpendidikan tinggi. 34:59 Tapi masih menyembah. 35:01 Apa? Masih menyembah makhluk-makhluk 35:03 Allah. 35:05 Padahal pendidikannya amat tinggi. 35:07 Masih percaya kepada mistik, mitos. 35:10 Khurafat yang tidak masuk di akal. 35:13 Bahkan. 35:14 Datang kepada apa? Datang kepada orang 35:16 yang tidak waras. 35:18 Tanya nomor SDSB. 35:21 Ini insinyur. 35:23 Dokter berpendidikan tinggi rupanya mau 35:25 cepat kaya, jalan pintas. 35:27 Ada yang bilang, ini orang ini tahu 35:29 nomor yang bakal keluar. 35:31 Sekarang sudah enggak ada lagi, Ustaz. 35:33 SDSB sekarang enggak ada, tapi banyak 35:35 pejabat-pejabat mau jadi pejabat 35:37 diruwat. 35:39 Dimandikan, eh dimandikan air kotor 35:41 lagi. 35:42 Ah, setelah investasi besar-besaran, 35:44 gagal. 35:45 Akhirnya kesurupan. 35:48 Akhirnya bernyanyi, menyanyikan 35:50 kehilangan, ya, apa? Coba dagang cara 35:53 baik-baik dari yang halal, buat modal 35:55 usaha dia kan lebih bagus. Ini ingin 35:57 jadi pejabat untuk cari untung. 36:00 Akhirnya menjadikan bandeng sebagai 36:02 umpan. 36:04 Cacing enggak dapat. 36:06 Dia berharap kasih bandeng dapat ikan 36:08 tuna. 36:10 Ternyata yang makan dia punya bandeng 36:12 cacing. 36:15 Jadi kalau kita lihat betul-betul 36:16 kebodohan manusia ini luar biasa. 36:20 Tapi kalau kita memandang kitab Allah 36:21 ini sebagai kitab suci. 36:23 Yang berasal dari Yang Maha Agung, Yang 36:25 Maha Tahu, Yang Maha bijaksana, 36:28 narasumber dari kebenaran. Kita 36:30 menyadari hal ini waktu membaca beda. 36:33 Beda enggak? Beda. Beda, tapi kita 36:35 memandang Alquran seperti kitab-kitab 36:38 yang ditulis oleh manusia. Bahkan kita 36:41 memandang karya manusia lebih baik 36:42 daripada Alquran. 36:45 Itu bukan datang dari orang kafir, 36:46 datang dari orang Islam. Di mana mereka 36:49 menganjurkan murid-muridnya untuk fokus 36:51 pada buku kuning, sedangkan Quran cuma 36:53 dibaca dan dihafal. 36:55 Mereka bilang, "Dalam buku kuning ini 36:57 pemahaman ulama-ulama kita yang telah 36:59 menerangkan Alquran dengan 37:00 sejelas-jelasnya. 37:02 Ini tidak perlu kalian kembali kepada 37:04 Alquran." Ini kan orang yang betul-betul 37:07 sakit. 37:08 Sakit yang luar biasa. 37:11 Pemahaman manusia bisa salah. 37:13 Pemahaman manusia bisa berkembang terus. 37:16 Nah, kita dipaksa untuk kembali kepada 37:18 pemahaman-pemahaman yang dangkal di masa 37:20 silam, kita jadikan sebagai apa? 37:23 Sebagai jargon kita. Lalu orang melihat 37:26 Islam melalui ini. Akhirnya mereka 37:28 memandang Islam sempit dan dangkal. 37:33 Jadi jelas bahwa ayat ini 37:35 ketika Allah mengatakan nur ala nur, 37:37 berbicara mengenai kebenaran ilahi dalam 37:40 kitab sucinya. 37:42 Dan Allah sebanyak empat kali dalam 37:43 suratul qamar mengatakan, "Walakad 37:45 yasarnal Qur'ana lidzikri fahal mim 37:49 mudzakir." Sungguh kami telah 37:50 mempermudah Alquran untuk 37:53 diingat, dijadikan sebagai pelajaran, 37:56 ya, untuk dipahami. Ada enggak di antara 37:58 kalian yang mau mengambil pelajaran ini? 38:01 Dan celakanya, 38:03 orang yang fokus untuk menyampaikan 38:06 Alquran dituduh bermacam-macam. 38:08 Dan aneh, 38:10 mereka mengatakan, "Ustaz Husein 38:12 Qur'ani." 38:13 Saya bilang kalau saya mendapatkan 38:16 pangkat seperti ini luar biasa indahnya. 38:20 Tapi mereka menjadikan ini sebagai 38:22 olok-olokan, 38:23 sebagai cemohan. 38:26 Padahal pada zaman dulu nabinya 38:29 adalah Qur'an yang berjalan. 38:31 Tapi mereka menganggap ini merupakan 38:33 cemohan dan olokan. Aneh enggak? 38:36 Aneh luar biasa. 38:38 Seperti orang yang makan makanan yang 38:40 tidak sehat, 38:42 yang 38:44 tidak terjaga dari berbagai macam apa? 38:47 Dari berbagai macam kuman, 38:50 meledek orang yang makan makanan yang 38:52 sehat. 38:55 Enakan ini. 38:56 Lebih bermanfaat ini. 38:59 Harganya murah. 39:01 Kalau makanan kamu enggak ada enaknya 39:02 sama sekali, enggak ada micinnya, ya. 39:05 Enggak ada micin? 39:06 Enggak ada micinnya, enggak ada 39:08 penyedapnya, enggak ada ini, enggak ada 39:09 itu. 39:10 Nah, kita melihat orang-orang yang awam 39:12 ini, 39:14 yang punya penilaian semacam ini, 39:16 kalau kita tanggapi, 39:18 akhirnya kita ikut sakit bersama mereka. 39:20 Jadi kita berhadapan dengan mereka, 39:23 mengucapkan salam, kita melintas, 39:26 tidak meladeni orang-orang yang bodoh 39:28 dan awam dalam menanggapi 39:31 apa yang kita lakukan dengan mengikuti 39:34 petunjuk Allah dan bimbingan Rasulnya 39:36 Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Alihi 39:38 Wasallam. Nabi sebelum menerima Alquran, 39:42 seorang yang tidak tahu apa yang harus 39:43 dilakukan. 39:45 Beliau lebih banyak mengasingkan diri di 39:47 Gua Hira, tidak berdaya menyaksikan 39:49 kebodohan umatnya, tapi tidak mampu 39:51 untuk melakukan apa-apa. 39:54 Hingga turun Alquran 39:56 dan tempat turunnya dinamakan Jabal Nur. 40:00 Betul enggak? Berarti Jabal bukit atau 40:02 gunung tempat turunnya Nur Allah 40:04 Subhanahu Wa Ta'ala adalah Alquran. 40:08 Qad jaakum minallahi nurun wa kitabun 40:12 mubin. 40:13 Allah juga mengatakan wa anzalna ilaikum 40:15 nuran mubina. 40:17 Jadi kata nur menunjuk kepada Alquran. 40:23 Manusia walaupun matanya melihat, 40:25 walaupun telinganya mendengar, walaupun 40:28 akalnya cerdas 40:30 tanpa mendapatkan cahaya niscaya akan 40:34 berada dalam kegelapan. Jadi Quran bukan 40:36 musuh akal, tapi Quran ini menjadi apa? 40:40 Menjadi penerang akal manusia. Jadi 40:43 jangan mengatakan tidak boleh kita 40:45 memahami Alquran dengan akal, justru 40:47 Quran diturunkan untuk menerangi akal 40:49 manusia. 40:51 Supaya bisa melihat dengan jelas, bukan 40:56 diselimuti oleh hawa nafsu yang carinya 40:59 cuma yang enak-enak yang sesuai selera. 41:02 Yang sesuai selera, yang enak mereka 41:04 ikuti. 41:05 Adapun kebenaran yang tidak sesuai 41:07 dengan selera mereka anggap ini 41:08 merupakan apa? 41:09 Kebatinan. Oleh karena itu yang mengajak 41:11 kepada kitab Allah menjadi musuh mereka. 41:14 Mereka bilang ekstrem. Lalu tolong ukur 41:17 ekstrem apa? Karena ekstrem itu keluar 41:19 dari garis, keluar dari rel. 41:21 Kalau ukurannya hawa nafsu maka Quran 41:23 ekstrem. 41:24 Tapi kalau ukurannya kebenaran, 41:25 ukurannya Alquran, yang menyimpang dari 41:28 kebenaran itu yang ekstrem. 41:30 Nah sekarang kita beralih kepada 41:35 beberapa ayat setelah ayat tadi, ayat 41:37 35. 41:40 Nah sekarang kita akan ya memasuki 41:43 perumpamaan berikutnya yang berhubungan 41:45 dengan sebelumnya. 41:50 Yaitu ayat 39 dan ayat 40. 41:54 Dua-duanya merupakan perumpamaan yang 41:56 amat indah. 41:58 Tadi berbicara mengenai orang yang 42:00 beriman 42:01 yang diterangi oleh Allah, yang berjalan 42:03 di jalan Allah. 42:04 Pasti keadaan mereka berbeda 42:07 sama orang yang tidak diterangi oleh 42:09 Allah. Wamatsalulladzina 42:12 kafaru. 42:15 Dan perumpamaan orang-orang kafir, 42:17 orang-orang yang ingkar kepada Allah, 42:19 yang tidak menghiraukan, mengindahkan 42:21 bimbingan dan petunjuk Allah. 42:24 Kasarobin biqi'atin yahsabuhuzh-zham'anu 42:29 maa. 42:30 Hatta idza ja'ahu lam yajidhu syai'a, 42:33 wawajadallaha indahu fawaffahu hisabah, 42:37 wallahu sari'ul hisab. 42:40 Dan perumpamaan orang-orang kafir, amal, 42:43 usaha dan pekerjaan mereka. 42:47 Bagaikan apa? 42:48 Bagaikan seorang yang berada 42:52 di mana? 42:54 Di satu padang yang luas. 42:57 Menempuh perjalanan yang jauh, tahu-tahu 43:00 menjumpai bayang-bayang air. Dalam 43:02 keadaan haus, menempuh perjalanan yang 43:05 jauh, dia melihat bayang-bayang air. 43:09 Dia menganggap itu air. Air. 43:11 Maka dengan bergegas-gegas dia 43:13 mendatangi tempat tersebut. 43:15 Waktu tiba di tempat 43:18 yang dituju, ternyata tidak terdapat 43:20 apa-apa. 43:22 Tahu-tahu dia menjumpai di tempat yang 43:24 jauh lagi apa? Terdapat bayang-bayang 43:25 tersebut. Dia berangkat lagi ke sana, 43:28 ternyata dia menjumpai hal yang sama. 43:30 Semua itu ternyata hanya bayang-bayang 43:32 fatamorgana. 43:35 Kita kalau sedang panas matahari, 43:37 perjalanan di jalan aspal, 43:39 ya. 43:40 Subhanallah, dari jauh memandang seolah 43:42 terdapat bayang-bayang air. 43:44 Betul enggak? Iya, iya. 43:46 Ternyata itu bukan air, itu merupakan 43:49 bayangan palsu, bayang-bayang 43:51 fatamorgana. 43:52 Nah, banyak orang-orang yang kafir, 43:55 yang tidak mengikuti petunjuk Allah, 43:57 mereka beranggapan kesuksesan mereka, 43:59 keberhasilan mereka, pada saat mereka 44:01 mendapatkan jabatan, mengumpulkan dunia, 44:04 berbagai macam cara mereka lakukan untuk 44:06 mendapatkan apa yang mereka inginkan. 44:09 Ada lagi yang beranggapan kalau saya 44:10 mendapatkan wanita ini, maka sempurnalah 44:14 kebahagiaannya. 44:16 Itu angan-angan. 44:18 Dia beranggapan bahwa semua ini penyebab 44:19 kebahagiaan. 44:21 Akhirnya dia dapatkan harta, 44:23 dia dapatkan juga apa? Kedudukan, dia 44:26 dapatkan wanita yang diidam-idamkan, 44:29 ternyata kebahagiaan tidak ditemukan. 44:33 Manusia semakin banyak yang dimiliki, 44:34 semakin banyak bebannya dan takutnya. 44:39 Betul enggak? 44:41 Tanya sama pejabat di atas, takut enggak 44:42 kalau jatuh? Takut, takut saya. 44:45 Bagaimana pandangannya terhadap orang 44:46 yang menggantikan dia? Suka, cinta apa 44:49 benci? Benci. Benci. 44:52 Kemarin bawahannya 44:54 menyapa dia membukakan pintu, sekarang 44:56 menyapa yang lain membukakan pintu bagi 44:58 orang lain. 44:59 Ketemu sama dia, pura-pura tidak 45:01 melihat. 45:02 Dia bilang apa? Yang paling menyakitkan, 45:05 saya ketemu ajudan saya, yang tadinya 45:07 begitu hormat membukakan pintu, sekarang 45:10 ketemu saya pura-pura tidak melihat. 45:15 Bayangkan. 45:16 Bahkan wanita-wanita yang tadinya 45:18 menjemput dia, memujinya, mengatakan 45:21 Bapak ini awet muda dan tampan, begitu 45:24 dia naik, turun dari jabatannya, 45:27 wanita-wanita ini pergi sama yang baru. 45:29 Itulah dunia. 45:31 Bahkan istrinya yang tadinya suka 45:33 memuji-muji, menyanjung, bahkan 45:35 memperhatikannya, begitu dia jatuh, 45:37 kehilangan pekerjaannya, 45:39 mulai istrinya mengabaikan dirinya. 45:43 Dunia. 45:45 Dia lebih banyak mengambil dari kita 45:48 dari apa yang diberikan. Bahkan semakin 45:50 tulus kita mengabdi untuk dunia, semakin 45:52 kita dikecewakan. 45:54 Tapi kalau kita mengabdi kepada Allah 45:55 mengikuti petunjuknya, 45:57 sedikit yang kita lakukan dibalas dengan 45:59 balasan yang melimpah ruah. Coba 46:01 bagaimana kebodohan manusia yang lebih 46:03 mengutamakan dunia daripada Allah. 46:05 Yang lebih suka mengikuti kompas, ya. 46:09 Yang berasal dari manusia daripada 46:11 kompas kehidupan yang berasal dari Allah 46:13 Subhanahu Wa Ta'ala. 46:16 Jadi perumpamaan manusia dalam usaha 46:19 mereka dalam kehidupan mereka mirip 46:21 dengan orang yang berada 46:24 di tengah-tengah padang pasir atau di 46:26 tengah-tengah padang dalam keadaan haus 46:29 menempuh perjalanan yang panjang melihat 46:31 bayang-bayang air. Dikejar, tiba di 46:34 tempat yang dituju tidak mendapatkan 46:36 apa-apa. 46:37 Tahu-tahu di sana kehidupannya berakhir 46:40 dia menjumpai Allah. 46:43 Angan-angan masih begitu banyak, 46:46 ternyata sampai di hadapan Allah dia 46:48 tidak membawa sesuatu yang menjadi bekal 46:50 hidupnya. Allah melunasi 46:53 semua balasan amalnya dan Allah Maha 46:55 cepat hisabnya. Ini gambaran dari 46:58 manusia yang tidak menghargai Allah, 47:00 tidak menghargai petunjuknya, 47:02 mendapatkan nikmat karunianya tapi 47:04 bersikap angkuh di hadapan Allah dengan 47:06 ilmu yang Allah ajarkan. Kalla innal 47:08 insana 47:09 layatgoh anroahu istaghnah. 47:12 Manusia mulai setelah dia merasa cukup 47:15 kuat, mulai dia bersikap angkuh dan 47:18 sombong. 47:20 Nah, perumpamaan berikutnya kalau tadi 47:23 menggambarkan usaha pekerjaan yang 47:25 sia-sia. 47:27 Dia berletih lelah berjuang siang malam 47:30 tapi berakhir dengan penyesalan. 47:32 Ternyata diabaikan bekal hidupnya yang 47:34 sebenarnya, sibuk dengan apa? 47:38 Dengan kehidupan dunianya yang membuat 47:40 dirinya kecewa, 47:42 menyesal, bersedih tiada akhir. 47:47 Nah, pada ayat berikutnya Allah 47:49 gambarkan orang 47:51 yang jauh dari bimbingan dan petunjuk 47:54 Allah dari sisi jiwanya dan 47:58 Au kadhulmi 48:18 Nah, perumpamaan yang lain bagi orang 48:20 yang ingkar kepada Allah. Bagi kenapa? 48:27 Bagaikan kegelapan yang berlapis-lapis 48:31 di tengah kedalaman lautan. 48:35 Bahrul Luji menggambarkan lautan dalam. 48:40 Laut ya, yang dalam ya, dan luas. 48:45 Orang tersebut berada di kedalaman 48:48 lautan. 48:49 Yasyahu maujud, diselimuti oleh 48:52 gelombang. 48:54 Kalau di kedalaman lautan ya, 48:56 yang ditemukan gelombang di atas apa 48:58 gelombang di bawah? 49:01 Yang di atas. 49:02 Kalau di kedalaman lautan, di bawah 49:03 dong. 49:04 Yang di bawah ya. 49:05 Tapi kalau dia menyelam ke bawah, orang 49:07 baru merasakan 49:09 ya, 49:10 dan memahami bagaimana tekanan air kalau 49:12 dia menyelam ke bawah. 49:13 Lebih kuat ya. Begitu dia menyelam 49:15 semeter saja, dia merasakan berat kan? 49:18 Menyelam 2 meter, dia merasakan 49:20 telinganya semakin apa? 49:22 Sakit. Iya. 49:23 Oleh karena itu para penyelam untuk 49:24 membuat dia dapat menyelam lebih dalam, 49:26 dia menggunakan besi biasanya. 49:28 Besi ya, karena tanpa besi ya, dia akan 49:32 terapung. 49:33 Air dari bawah menolak dirinya. 49:37 Dia menyelam semakin dalam, tekanan air 49:39 tersebut luar biasa. 49:41 Telinganya ya, kemudian menyerang juga 49:43 apa? Secara tidak langsung dia merasakan 49:46 berat ya, beban yang begitu berat karena 49:49 kurangnya oksigen 49:50 membuat tubuhnya pun merasakan tekanan 49:52 air. Semakin dalam, semakin berat. 49:55 Allah gambarkan bagaimana kondisi orang 49:58 yang ingkar kepada Allah berada di 50:00 tengah kedalaman lautan 50:02 yang gelap gulita. Bukan hanya satu 50:04 kegelapan, tapi zulumaat, kegelapan yang 50:07 berlapis-lapis. 50:08 Yagsyaahu maujun, diselimuti oleh 50:10 gelombang, arus bawah nih. Min fauqihi 50:13 maujun, di atasnya ada lagi gelombang. 50:15 Semakin ke dalam, semakin berat tekanan 50:17 tersebut. 50:20 Min fauqihi sahaab. 50:21 Sudah gelombang yang berlapis-lapis yang 50:24 menekan dirinya, membuat dirinya sesak 50:26 yang luar biasa. 50:27 Di atasnya terdapat awan yang 50:29 menghalangi sinar matahari. 50:32 Akhirnya apa? Zulumaatun ba'duha fauqa 50:35 ba'din, kegelapan di atas kegelapan. 50:39 Izaa akhraja yadaahu lam yakad yaraahaa, 50:42 kalau dia mengeluarkan tangannya, dia 50:44 tidak dapat melihat tangannya. 50:46 Wamaa lam yaj'alillaahu lahuu nuuran 50:48 famaalahuu min nuur, orang yang tidak 50:50 diberikan penerangan oleh Allah, dia 50:51 tidak akan menemukan penerangan di 50:53 manapun juga. 50:56 Antum perhatikan bagaimana gambaran 50:58 orang di tengah-tengah kegelapan 51:00 dalam tekanan yang berlapis-lapis. 51:03 Gimana perasaannya? 51:05 Kita jangankan menghadapi kenyataan, 51:06 mimpi 51:08 berada dalam kegelapan, kesuraman, kita 51:10 merasakan 51:12 bagaimana jantung kita berdebar-debar. 51:13 Begitu kita bangun kita merasakan 51:15 jantung kita berdebar-debar. Kegelapan 51:17 yang suram membuat kehidupan kita begitu 51:20 menakutkan. Nah, bagaimana seorang 51:23 yang berada di kedalaman lautan 51:25 dalam kegelapan yang berlapis-lapis, 51:27 tekanan gelombang yang apa? 51:30 Yang bermacam-macam ditambah 51:33 awan yang menghalangi sinar matahari, 51:35 membuat kita dalam kegelapan sampai 51:37 tangan tidak mampu untuk melihat. 51:39 Bukan hanya kegelapan, tapi tekanan. 51:42 Kemudian juga sesaknya hati kita, jiwa 51:45 kita, karena tidak terdapatnya oksigen. 51:48 Suasana ini betul-betul suasana yang 51:50 mengerikan, menakutkan. Ini yang dialami 51:52 oleh mereka-mereka tidak mendapatkan 51:53 penerangan dari Allah. Di luar mereka 51:56 nampak jaya, 51:57 berkuasa, 51:59 tapi hidupnya ketakutan. Coba lihat 52:00 Donald Trump. 52:02 Begitu ada demo, ngumpet di bunker. 52:06 Dengar teriakan Allahu Akbar, langsung 52:08 apa? 52:10 Dia lari dan semua orang berusaha 52:12 pengawalnya melindungi dirinya. 52:13 Bagaimana coba? Dengar teriakan dia 52:15 merasa takut. 52:17 Dan begitu juga orang-orang yang kaya, 52:19 ketakutan mereka tuh lebih besar 52:21 daripada orang awam. 52:23 Orang-orang yang enggak punya tidur di 52:25 bawah jembatan, tidak ada beban sama 52:27 sekali, enak tidurnya. 52:29 Sedangkan yang kaya raya, 52:31 tidur dibantu obat tidur dapat sejam dua 52:33 jam, dia sudah merasakan kenikmatan. 52:36 Kenapa? Begitu dia membuka matanya, 52:38 beban penderitaan yang terpikir dalam 52:40 benaknya. Orang menganggap dia kaya, 52:42 padahal dia menderita yang luar biasa. 52:44 Termasuk juga pejabat-pejabat yang di 52:46 atas. 52:47 Saya yakin presiden, 52:49 kalau bisa memilih kehidupan yang 52:52 sebelumnya, sebelum menjadi pejabat, dia 52:54 akan memilih tidak ada beban 52:55 macam-macam, tidak ada fitnahan, tidak 52:58 ada serangan, tidak ada sama sekali apa? 53:00 Teror. Waktu di bawah enggak ada yang 53:01 nyerang, begitu di atas 53:04 mau benar mau salah, dia akan merasakan 53:06 betul-betul teror yang bermacam-macam. 53:09 Orang-orang yang senyum di hadapan 53:11 dirinya, senyum yang palsu. 53:13 Betul enggak? Besok dia akan senyum pada 53:15 penggantinya. 53:17 Ada yang tulus enggak cinta sama yang di 53:18 atas? 53:19 Kecuali yang beriman, bertakwa pada 53:21 Allah, bekerja mengharapkan rida Allah, 53:23 dia tidak peduli sukanya orang atau 53:25 tidak. Yang penting dalam keridaan 53:27 Allah, dia mendapatkan kebahagiaan, 53:29 keselamatan di hari akhir. Begitu dia 53:32 turun, 53:32 walaupun tadinya banyak orang 53:34 mengkritik, orang akan mengatakan dia 53:35 seorang pahlawan. 53:38 Jadi sebetulnya orang yang paling 53:40 berbahagia itu yang jalan di bawah 53:42 penerangan Allah, mengikuti bimbingan 53:44 petunjuknya Allah, ridho padanya. Kalau 53:46 sekarang manusia enggak suka, sementara. 53:50 Karena kebanyakan 53:52 mereka merasa 53:54 mendengarkan gangguan dari 53:56 nasehat-nasehatnya. 53:59 Tapi nurani manusia tidak akan dapat 54:01 dibohongi. 54:02 Tetap mereka akan berpihak pada 54:04 kebenaran. 54:06 Oleh karena itu kita jumpai banyak 54:08 pahlawan-pahlawan pada masa hidupnya, 54:10 mereka diserang. 54:12 Begitu mereka meninggal dunia, baru 54:14 orang mengakui bahwa dia sebagai seorang 54:16 pahlawan. 54:19 Jadi gambaran ayat tadi, ya. 54:21 Begitu jelas. Yang pertama menggambarkan 54:24 usaha orang-orang yang ingkar kepada 54:26 Allah, bagaikan orang yang mengejar 54:28 bayang-bayang fatamorgana. 54:30 Lalu gambaran yang kedua, gambaran orang 54:32 yang berada dalam kegelapan, menghadapi 54:34 tekanan yang bermacam-macam. Itulah 54:37 mereka-mereka orang yang ingkar, 54:38 walaupun bergelimangan harta, 54:40 berkedudukan tinggi, memiliki sekian 54:43 banyak penghibur, semua itu hanya 54:45 hiburan yang semu. 54:48 Oleh karena itu 54:50 saya berkumpul bersama sebagian mereka. 54:54 Dia mengatakan, "Orang takut sama saya, 54:56 hormat sama saya. 54:57 Padahal orang tidak tahu bagaimana 54:59 perasaan saya." 55:02 Dia bangun jarak bukan karena apa, bukan 55:05 karena 55:06 bukan karena dia bahagia, tapi karena 55:09 takut. 55:10 Sampai kalau dia buat jarak yang terlalu 55:11 dekat, ya, nanti dia kurang orang orang 55:14 kurang hormat dengan dia karena melihat 55:15 perbuatan dia. 55:17 Sampai-sampai terhadap istri, dia buat 55:20 jarak. 55:22 Ditanya, "Kenapa kamu membuat jarak 55:23 terhadap istri kamu?" Dia bilang, "Nanti 55:25 kalau terlalu dekat, dia bersikap kurang 55:27 ajar, dia meremehkan saya." 55:29 Padahal orang kalau dalam kebenaran, 55:30 kebaikan memperlakukan istri dengan 55:31 baik, dia akan temukan cinta. Tapi 55:33 karena dia tidak melakukan hal ini, 55:35 ya, dia hidup dengan cara dia mengikuti 55:38 kesombongan, keangkuhannya 55:40 dia buat jarak antara dia, istrinya, 55:42 anaknya 55:44 untuk menciptakan wibawa yang palsu dan 55:46 semu. 55:49 La haula wala quwwata illa billahil 55:52 aliyil adzim. 55:53 Jadi demikianlah ikhwan akhwat yang 55:54 dirahmati Allah, bagaimana indahnya 55:56 perumpamaan dalam Alquran. Mudah-mudahan 55:58 hal ini dapat membantu kita untuk 56:00 memahami indahnya, agungnya, mulianya 56:03 Quran yang berasal dari sumber kebenaran 56:07 Allahu nurus samawati wal ard dan 56:10 kebenarannya merupakan nur ala nur dan 56:12 jangan kita tergolong dari orang yang 56:15 masuk dalam kedua perumpamaan terakhir 56:17 tadi. 56:18 Yang usahanya bagaikan orang yang 56:20 mengejar bayang-bayang fatamorgana atau 56:22 orang yang berada di tengah-tengah 56:23 kedalaman samudra yang gelap gulita 56:27 dengan awan yang menghalangi sinar 56:28 matahari hingga hidupnya betul-betul 56:31 dalam keadaan yang amat melangsa dan 56:33 menderita. Subhanakallahumma wabihamdik 56:36 asyhadu an la ilaha illa anta 56:38 astagfiruka wa atubu ilaik wal afu 56:40 minkum. Wassalamualaikum warahmatullahi 56:43 wabarakatuh. Waalaikumsalam 56:44 warahmatullahi wabarakatuh. 56:46 Alhamdulillah terima kasih satu sein, 56:47 satu atong. 56:49 Ikhwan dan akhwat demikian tadi ulumul 56:50 Quran bersama satu sein Alatas dan satu 56:52 atong. Mudah-mudahan kita 56:55 dengan mendengarkan tadi kita lebih 56:56 mencintai lagi Alquran dan terus 56:58 mempelajarinya beserta dengan 56:59 terjemahannya. 57:01 Baik terima kasih kita akan jumpa lagi 57:02 lain waktu. Saya Muhammad Krisna dan 57:04 Nizar mohon pamit wabillahi taufik wal 57:06 hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 57:07 wabarakatuh. Waalaikumsalam 57:08 warahmatullahi wabarakatuh.