Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:07 Rasil [musik] 0:08 TV 0:14 Bismillahirrahmanirrahim. 0:16 Assalamualaikum warahmatullahi 0:17 wabarakatuh. 0:18 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:20 ini hari Kamis tanggal 23 Zulhijah 1446 0:24 Hijriah atau tanggal 2 ah tanggal 19 0:27 Juni 2025 kita jumpa lagi dalam acara 0:31 bincang wakaf. Acara ini ditayangkan 0:33 setiap Kamis ketiga setiap bulannya. 0:36 Sekarang ini Kamis ketiga ini. Bersama 0:39 tentu saja dengan Bapak Safri Lubis dan 0:41 juga Oni Saputra dan juga Algi. 0:44 Assalamualaikum Pak Safri Lubis. 0:46 Waalaikumsalam warahmatullahi 0:48 wabarakatuh. 0:49 lagi ya dalam bincang wakaf. Silakan 0:51 yang mau bertanya 0:53 kami tunggu ya. 0:54 Oke sekarang mungkin ini kita akan 0:56 bicara tentang peran wakaf uang dalam 0:58 menggerakkan usaha ekonomi 1:01 produktif lain yang mampu berperan 1:03 memberi kemaslahatan kepada 1:06 masyarakat terutama masyarakat miskin. 1:09 Barangkali kita akan dengarkan Pak Safri 1:11 dulu untuk membaca Quran dulu kali ya. 1:13 Ya saya bacakan Alquran yang relevan 1:15 dengan ini Mas ya. 1:16 ayat 261 ya. Ya baik. Assalamualaikum 1:18 warahmatullahi wabarakatuh. 1:20 Pendengar pemirsa Rasil 1:23 eh kita ketemu lagi tapi kita bacakan 1:26 dulu satu ayat yang sangat motivatif 1:30 sangat memotivasi ya. 1:33 Yaitu surah Al-Baqarah 261. 1:35 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:38 Masalalladzina yunfiquna amwalahum fi 1:43 sabilillahi 1:44 kamatsali habbah ambatan sam'a sanabila 1:49 fi kulli sumbulatin 1:52 mi'atu habbah 1:54 wallahu yudha'ifu liman yasya' 2:03 Amin. 2:05 Artinya, perumpamaan orang-orang 2:08 yang menginfakkan hartanya di jalan 2:10 Allah adalah seperti orang yang menabur 2:14 sebutir biji 2:16 atau benih 2:18 yang menumbuhkan 2:20 tujuh tangkai 2:22 pada setiap tangkai ada 100 biji. Allah 2:25 melipatgandakan pahala bagi siapa yang 2:28 dikehendaki. Allah Maha Luas, Maha 2:30 Mengetahui. Jadi, Mas Krisna, pendengar 2:32 sekalian 2:33 dari penjelasan Ustaz Guru kita, Ustaz 2:35 Husein, di samping yang 700 2:39 Allah sekehendaknya Allah ditambah lagi 2:42 ke situ tuh bagi orang yang menginfakkan 2:46 hartanya termasuk khususnya wakaf. Heem. 2:49 Nah, wakaf ini di antara manfaatnya 2:52 bahkan kita sudah berpulang kepada Allah 2:55 manfaat pahala wakaf ini bergulir terus. 2:58 Karena nilai wakaf itu dipelihara 3:01 tidak berakhir seperti halnya misalnya 3:04 berinfak dia pakai habis, wakaf terus 3:08 harus dipelihara begitu. 3:10 Masya Allah. Jadi, mudah-mudahan dengan 3:14 ee surat Al-Baqarah ayat 261 ini kita 3:17 termotivasi ya 3:19 satu diganti 700 plus plus. 3:22 Ya Allah, rasanya 3:25 rasanya kita menjadi sangat aneh kalau 3:28 kita enggak ber 3:29 ee 3:32 infak atau termasuk dalam menginfakkan 3:34 wakaf. Termasuk pendengar Radio Rodja 3:35 yang sudah juga ya sudah 3:37 sekali banyak berwakaf Iya. melalui 3:39 Radio Rodja, alhamdulillah. Banyak 3:40 banyak. 3:40 Heem. 3:41 Ee Mas Krisna, ini kan 3:44 hadir bersama kita walaupun melalui 3:46 telepon 3:47 Dokter Sulistyowati, 3:49 Master of Science 3:52 CWC 3:53 CWC 3:55 Beliau adalah Humas. 3:57 Dan Lembaga Kenaziran Badan Wakaf 3:59 [berdehem] 4:00 Indonesia. 4:01 Saya enggak tahu kita bisa terhubung 4:03 enggak dengan beliau sudah. 4:04 Oke, nanti ya. Sudah terhubung katanya 4:05 Mas Krisna. Sudah terhubung. 4:07 Halo. Assalamualaikum. Waalaikumsalam 4:11 Dokter Sulistiyowati. 4:14 Apa kabar Dok? Alhamdulillah masyaallah. 4:18 Alhamdulillah sangat baik, sehat. 4:20 Bagaimana Ustad? 4:21 Bersama Bapak Syafi'i di sini. 4:24 Masyaallah. Ya, assalamualaikum 4:27 warahmatullahi wabarakatuh Dokter Sulis. 4:31 Waalaikumsalam warahmatullahi 4:32 wabarakatuh. Dok, kita. Terima kasih 4:34 banyak sudah diundang ini. Oke baik Dok, 4:37 eh ada yang kami ingin tanyakan nih. 4:40 Mitos bahwa wakaf hanya untuk orang kaya 4:42 atau. 4:44 Harus dalam jumlah besar apakah betul 4:46 demikian Dok? 4:50 Baik, itu tentu saja mitos. Jadi bukan 4:54 fakta 4:56 karena. 4:58 Pada faktanya sebetulnya wakaf itu tidak 5:01 harus menunggu kaya dulu. 5:04 Tidak harus mewakafkan sejumlah. 5:07 Besar aset, baik itu aset. 5:10 Eh benda tidak bergerak ya ya semacam 5:13 tanah, bangunan dan lain sebagainya 5:15 maupun aset benda bergerak seperti uang 5:18 dan lain sebagainya. 5:20 Itu tidak harus banyak. 5:22 Sekarang wakaf. Bisa dengan 1.000, 5:25 10.000, 20.000 dan seterusnya dan mudah 5:28 sekali dengan Kris ya. 5:30 Kami di Badan Wakaf Indonesia ada Kris. 5:34 Nah itu. 5:36 Jadi itu mitos. 5:38 Begitu. 5:40 Oke, untuk angka yang tadi 20.000, 5:41 10.000 apakah harus tercatat juga Dok? 5:47 Halo. 5:48 Ya, betul tercatat. 5:51 suara saya jelas ya. Ehm, sudah jelas 5:53 Dokter Sulistiyani. Ehm. 5:55 Jelas, jelas, ha. Itu ternyata karena eh 5:59 praktik kris itu langsung connect jadi 6:02 di Badan Wakaf Indonesia ada platform 6:06 berwakaf secara online namanya adalah 6:08 satuwakaf.id. 6:10 Nah, satuwakaf.id ini ada dua 6:13 yang pertama jenisnya adalah untuk 6:16 fundraising. 6:17 Di mana pemirsa eh Radio Rasio bisa 6:21 berwakaf berapa saja, kapan saja dengan 6:23 kris itu. Jadi, pengumpulan untuk 6:25 penggalangan. 6:27 Dan satu lagi adalah platform 6:29 satuwakaf.id 6:30 untuk marketplace. Jadi, mempertemukan 6:33 banyak pihak nih, stakeholder perwakafan 6:36 ya, apakah itu wakif, kemudian nazir, 6:39 para investor, dan seterusnya. Nah, 6:41 untuk yang fundraising ini begitu Bapak, 6:44 Ibu 6:46 scan kris, kemudian dilihat 6:49 eh wakaf begitu di website-nya eh 6:53 satuwakaf.id 6:55 bisa langsung terlihat. Contoh ya, 6:57 katakanlah ada satu wakif tertentu, 6:59 kemudian scan kris, nama beliau muncul, 7:03 kemudian nominal berapa muncul. 7:06 Dan bisa memilih karena program wakaf 7:08 produktif di 7:10 eh Badan Wakaf Indonesia ini ada ada 7:13 banyak sekali. 7:14 Apa lainnya, peruntukannya untuk siapa 7:17 saja kita juga bisa memilih. Untuk 7:19 dompet wakaf eh untuk mohon maaf untuk 7:22 wakaf yang tidak mampu, untuk siswa, 7:25 untuk mahasiswa. 7:26 Untuk eh eh Palestina juga bisa. Nah, 7:30 itu contoh kemudahan berwakaf di 7:33 saat ini ya. 7:34 Begitu, Ustaz. Baik, terima kasih, 7:36 Dokter Sulistiyani. Saya sebetulnya di 7:39 satu sisi 7:41 agak iri dengan 7:43 saudara-saudara kita yang paling dekat 7:46 adalah di Malaysia misalnya. 7:47 Agak sedikit jauh di Bangladesh. 7:50 Nah, kira-kira Dokter Sulis dibandingkan 7:52 dengan capaian kita di Indonesia 7:55 dengan apa yang mereka capai, apa mereka 7:58 terapkan, pengembangan usaha-usaha 8:00 mikro, pengembangan fasilitas 8:03 pendidikan, kesehatan dan sebagainya 8:06 melalui wakaf lebih maju. Apa yang kita 8:09 perlu gerakkan di Indonesia Dokter Sulis 8:13 agar ini bisa kita bukan ini masalah 8:16 bukan masalah persaingan tapi kita ingin 8:18 mencontoh dari yang baik. Apa yang kita 8:21 bisa lakukan agar semangat berwakaf di 8:24 Indonesia juga tidak kalah dari 8:26 saudara-saudara kita muslim di 8:29 Bangladesh misalnya. 8:31 Eee yang secara ekonomi mereka 8:34 katakanlah Indonesia lebih makmur kurang 8:37 lebih seperti itu. Mohon saran dari 8:39 Dokter Sulis. 8:42 Iya, iya. 8:45 Baik, ini suara Ustad putus-putus tapi 8:47 saya mencoba menangkap bagaimana eee 8:50 Indonesia bisa menggerakkan ya semangat 8:53 berwakaf. Ini kita memang tahu 8:56 saudara-saudara kita di Bangladesh ya di 8:59 Pakistan juga luar biasa perkembangan 9:02 wakafnya. Kemudian tetangga kita eee di 9:05 Malaysia ya eee 9:08 satu hal yang harus kita syukuri bahwa 9:11 kita memang eee tinggal di salah satu 9:14 negara dengan penduduk eee muslim 9:17 terbesar 9:19 kedua nih ya sekarang kedua. Kalau eee 9:22 dulu selama berapa belas berapa puluh 9:25 tahun berturut-turut kan eee jumlah 9:27 penduduk muslim ter 9:29 besar pertama sekarang kedua. Yang 9:31 pertama itu memang diduduki oleh 9:32 Pakistan gitu. Itu Wakaf salah satu eee 9:37 modal eh sosial kita ya bahwa eh 80% 9:42 penduduk muslim ini merupakan satu 9:45 eh hal yang perlu kita banggakan. 9:48 Kemudian kita juga tahu potensi wakaf 9:51 uang per tahunnya itu dihitung oleh 9:53 Badan Wakaf Indonesia eh sejumlah 180 9:56 triliun, bukan miliar lagi. Ini luar 9:59 biasa. Dan eh tantangannya apa? Yang 10:02 menjadi tantangan kalau kita bicara 10:05 lagi, ya kita kaji lagi ada namanya peta 10:09 jalan wakaf eh 2024 sampai 2029 yang 10:13 dikontak oleh BWI ini ya rekan-rekan KMP 10:16 KS itu memang yang menjadi eh tantangan 10:21 pertama yaitu 10:22 faktor literasi, kemudian sosialisasi, 10:25 kemudian edukasi yang belum merata. 10:28 Begitu Ustaz. Nah, eh ini juga eh kami 10:32 berbangga dan terus support program 10:34 program semacam ini di Radio Rasul dan 10:37 mudah-mudahan eh yang lain bisa 10:40 mengikuti jejaknya untuk terus eh 10:43 mengedukasi, meliterasi kepada seluruh 10:47 lapisan masyarakat. Baru saja juga eh 10:50 kami ada acara di Bursa Efek eh 10:52 Indonesia itu launching eh Islamic 10:55 Endowment Fund dalam hal ini adalah 10:57 wakaf. Itu digerakkan oleh adik-adik 10:59 mahasiswa dari eh FoSE, Forum 11:01 Silaturahim eh Ekonomi Islam ini luar 11:04 biasa. Mereka sudah 11:06 ke Bursa Efek, kemudian ke 11:09 pengusaha-pengusaha, ke lapisan 11:12 masyarakat eh luas yang lainnya. Nah, 11:14 saya kira ini juga eh perlu kita 11:16 tingkatkan ya hal-hal eh literasi, 11:19 edukasi di seluruh kalangan masyarakat 11:22 begitu. 11:23 Dan gerakan memang betul Ustaz. Jadi 11:26 kami juga ada salah satu program 11:28 unggulan di Badan Wakaf Indonesia ini 11:30 bagaimana wakaf ini menjadi lifestyle 11:33 atau gaya hidup. Kemana saja kita bisa 11:36 campaign ya, dengan yang tadi wakaf 11:39 seharga secangkir kopi atau seharga satu 11:42 porsi seblak, nah itu langsung ee di 11:46 kayak kami membawa QRIS-nya begitu dari 11:48 program apa yang pengin nih gitu yang di 11:51 diinginkan oleh calon wakif. Ayo kita 11:54 praktik berwakaf 11:55 wakaf dengan QRIS ini bisa dilacak kita 12:00 apa namanya wakaf-wakaf kita dan 12:01 peruntukannya untuk siapa, nah ini ee 12:05 ee seperti itu ya ee upaya-upaya yang 12:08 kami 12:09 di Badan Wakaf Indonesia sedang ee 12:11 gelorakan satu sapi 12:14 Baik, ee 12:16 Bu Dokter Sulis 12:19 dari data yang kita terima di 12:22 rekening Lembaga Wakaf Silaturahim yang 12:25 kita kelola 12:26 hampir 90% 12:29 wakifnya itu khusus wakaf uang ini 12:32 adalah perempuan 12:34 ya, adalah perempuan. 12:36 Nah 12:37 coba kita gali lagi ternyata sebagian 12:40 besar dari wakif ini 12:43 adalah ibu-ibu yang 12:45 Iya. tinggal di rumah Bu Sulis. 12:48 Nah, artinya 12:51 belum mencakup 12:53 saudara-saudara kita pria yang produktif 12:57 yang sedang bekerja misalnya tadi yang 12:59 digambarkan Dokter Sulis di 13:02 apa di bursa yang digerakkan oleh 13:04 mahasiswa saya kira luar biasa. 13:06 Nah, sekarang Iya. yang menjadi upaya 13:09 kita 13:10 adalah bagaimana para kepala keluarga 13:15 yang produktif 13:17 masih menghasilkan uang, masih bekerja 13:19 aktif bahkan sudah puluhan tahun belum 13:22 pernah berwakaf. Nah, sekarang 13:24 paham wakaf, berniat wakaf dan 13:26 merealisasikannya dengan berwakaf uang. 13:29 Kira-kira apa yang kita perla perlu 13:30 lakukan bersama-sama, Dokter Zulis? 13:36 Iya. 13:37 Mohon, Ustaz, mohon diulang kalimat 13:39 rihat di saya terputus, ya. Iya. Jadi 13:42 kan yang paling banyak berwakaf itu yang 13:45 menjadi wakif sekarang adalah ibu-ibu. 13:49 Ibu rumah tangga, hampir 90%. 13:53 Sedangkan bapak-bapak yang produktif, 13:56 yang masih bekerja, 13:58 itu masih sedikit sekali yang berwakaf. 14:01 Nah, apa yang kita lakukan bersama 14:04 guna mendorong pesan ini sampai kepada 14:08 bapak-bapak yang produktif dan mereka 14:11 pemaham paham wakaf, berniat wakaf dan 14:14 merealisasikan wakaf uang ini secara 14:16 khusus, begitu. 14:20 Baik. 14:21 Ustaz, nah ini luar biasa, ya, fenomena 14:24 yang unik kalau di Indonesia memang 14:26 eh masuk ke ibu-ibu kalau sudah 14:30 [tertawa] 14:31 kalau sudah eh senang atau dalam tanda 14:34 kutip, ya, sentimen 14:36 sentimen eh dari sisi yang baik itu 14:38 memang eh sangat mudah sekali untuk 14:41 mengkomunikasikan ke mereka. Kita Betul, 14:43 langsung bergerak, Bu Bu Zulis. Iya, itu 14:46 dalam satu praktik, ya, betul. Dalam 14:49 satu praktik eh wakaf, ya, pernah dengan 14:51 kami bekerja sama di dengan majelis 14:53 taklim, kemudian dengan majelis tempat, 14:56 itu di sentuh hatinya, diajak ajakan 15:00 baik untuk berwakaf. Wakaf ini merupakan 15:02 satu amalan jariyah, ya, 15:05 yang 15:05 eh pahalanya terus mengalir meskipun 15:08 wakif eh sudah tiada di dunia ini. Itu 15:10 langsung, eh Ustaz, memang eh 15:12 fenomenanya seperti itu. Apa yang mereka 15:14 bawa, uang yang mereka ada di dompet 15:16 mereka, sampai eh perhiasan, gelang, dan 15:20 sebagainya itu di 15:20 Luar biasa, Alokasikan untuk wakaf ya, 15:24 ee ini. 15:25 Dan ee saya rasa penting sebetulnya kan 15:27 kalau di forum-forum Bapak-bapak sebagai 15:30 kepala rumah tangga ini kan ada ya, 15:33 majelis taklim untuk Bapak-bapak atau ee 15:38 komunitas penghobi begitu ya. Ee 15:42 RT, RW, kemudian kelurahan dan 15:45 seterusnya ini bisa kita bekerja sama 15:47 dengan 15:50 bekerja sama dengan pemerintah ee daerah 15:54 ee 15:54 setempat dari unsur yang paling kecil 15:57 ini untuk bersama-sama ya 16:00 untuk 16:01 melakukan se 16:03 ini 16:04 iya 16:05 Iya. Halo. Mohon maaf ini saya waktu 16:08 sambil di jalan jadi Baik. Heeh, itu 16:10 juga Pak ee kita juga ee bisa 16:14 bisa 16:15 mensosialisasikan kepada mereka ee 16:18 tentang jenis-jenis 16:20 wakaf untuk peruntukannya ya. Kan ada 16:22 wakaf ahli yang wakaf itu untuk 16:24 keluarga. Katakanlah seorang Bapak 16:27 kepala rumah tangga, beliau berwakaf 16:30 kalau di ee 16:32 ikrarkan sebagai wakaf 16:35 diikrarkan sebagai wakaf ahli 16:38 itu sebetulnya yang bisa menerima 16:40 manfaat [tertawa] wakafnya 16:42 adalah bisa anak, istri, orang tua, ibu, 16:46 bapak dan lain sebagainya. Itu bisa. 16:49 Nah, ini saya kira bisa menjadi bahan 16:51 kampanye ya. Bagaimana seorang Bapak 16:53 kepala rumah tangga itu bisa berwakaf 16:56 begitu. Dan juga ada wakaf khairi yang 16:58 untuk ee kebaikan dan musytarak yang 17:00 campuran antara ahli 17:03 ee untuk wakaf dan untuk kemaslahatan 17:06 umum. Nah, saya kira ini terus ee bisa 17:08 disuarakan nih ke masyarakat luas, ke 17:11 rumah tangga-rumah tangga produktif dan 17:14 lain sebagainya begitu. pun. 17:16 Saya kira menarik sekali Dokter Sulis. 17:18 Artinya pemanfaatan wakaf itu sedemikian 17:22 variatif 17:23 yang bahkan bisa dinikmati oleh yang 17:26 berwakaf sendiri atau wakif. 17:28 Dokter Sulis, saya baru terpikir barusan 17:30 ini ya, habis Dokter Sulis sampaikan 17:32 masalah sosialisasi ini. 17:36 Waktu suatu waktu mungkin kita 17:38 bersama-sama Rasio dengan BWI 17:42 eee melakukan semacam sosialisasi ke 17:46 masjid-masjid 17:48 perkantoran. 17:50 Masjid-masjid perkantoran 17:53 sebelum salat Jumat. Artinya sebelum 17:55 salat Jumat, kalau salat Jumat itu 17:57 misalnya mulai jam eee 12 kurang 5, kita 18:01 mungkin setengah jam sebelumnya boleh 18:04 jadi bawa banner sehingga 18:07 para jemaah salat Jumat yang boleh 18:10 dikatakan 90% itu adalah karyawan atau 18:14 pegawai 18:16 atau 18:17 yang bekerja di 18:18 perusahaan sekitar bisa memahami dan 18:21 bisa tertarik untuk berniat eee berwakaf 18:24 gitu Dokter Sulis. 18:30 Baik, jadi ini di antara para pendengar 18:33 eee Rasio 18:35 sekalian, banyak sekali upaya-upaya yang 18:38 kita sedang gulirkan. Sedikit salah satu 18:42 ibu rupiah. 18:44 10.000 rupiah. Tetapi pada awalnya juga 18:48 salah seorang ya, di antara wakif 18:52 kita itu 18:53 ya, ada namanya Ibu Cani. 18:56 Ibu Cani adalah yang pertama kali 18:59 berwakaf ke Lembaga Wakaf Silaturahim. 19:02 Jumlahnya besar Mas Krisna. Tapi saya 19:04 enggak enggak usah sebut ya. 19:06 [tertawa] 19:06 Dan satu lagi Dokter Sulis, ada namanya 19:10 Ibu Siti Mirazna, sering saya kutip ini. 19:14 Beliau berwakaf kemudian mengajak 19:16 anak-anaknya berwakaf. 19:19 Anak-anaknya yang berkarir itu, karirnya 19:21 pada maju. 19:23 Berwakaf. 19:24 Nah, seyogyanya bergulirnya wakaf ini di 19:27 keluarga 19:28 diantara pertemanan 19:30 atau mungkin di kalangan 19:33 pengajian ibu-ibu 19:35 di perkan di jamaah masjid perkantoran 19:39 ini menjadi sesuatu yang bisa 19:41 mempercepat 19:43 bergulirnya pemahaman tentang wakaf 19:46 dan tumbuhnya niat serta realisasi 19:49 wakaf, gitu Dokter Sulis. 19:51 Bagaimana kira-kira pendapat Dokter 19:53 Sulis? 19:55 Ini tentu saja satu inisiasi yang sangat 19:59 bagus sekali, Ustaz. Jadi 20:01 eh BWI tentu saja mendorong 20:03 berbagai inisiatif yang inovatif, ya. 20:06 Saya rasa dan langsung menyentuh kepada 20:09 eh akar masyarakat. Betul bahwa 20:12 eh yang disampaikan tadi 20:15 eh kami luar biasa salut, ya, dengan 20:18 perjuangan ibu-ibu yang konsisten nih 20:21 berwakaf dari 10.000 dan dengan 20:25 keringat hasil keringat sendiri, masya 20:27 Allah ini betul-betul kalau eh bagi kami 20:30 di Badan Wakaf Indonesia eh 20:33 semangat-semangat semacam ini yang harus 20:35 terus di 20:37 dorong, digelorakan untuk tidak 20:39 capek-capek nih, ya, gitu. Karena eh 20:42 memang ini real sebetulnya manfaatnya 20:44 adalah kembali lagi 20:46 kalau eh wakaf itu kan merupakan satu 20:49 paket komplit. Jadi ibadah yang vertikal 20:52 kepada Allah di mana 20:55 eh wakif atau orang yang menunaikan 20:58 wakaf ini mendapatkan pahala dari Allah 21:01 subhanahu wa taala. Tapi juga sebagai 21:03 paket komplit yang mana eh merupakan 21:06 jalur horizontal juga dari apa yang eh 21:11 apa namanya amal-amal baik berupa wakaf 21:14 ini yang eh beliau atau yang 21:16 bersangkutan itu kenakan. Itu memberikan 21:19 kemanfaatan untuk pemberdayaan ekonomi 21:23 dan kesehatan umat juga, begitu. Karena 21:26 kita tahu ya kalau di Islam itu memang 21:29 eh 21:30 harus merata, begitu. Jadi kesejahteraan 21:33 itu harus merata. Nah, upaya-upaya 21:36 pemerataan semacam ini dari 21:37 instrumen-instrumen sosial Islam eh 21:40 wakaf eh khususnya kemudian zakat yang 21:43 bisa 21:44 digunakan untuk eh meratakan 21:47 kesejahteraan ekonomi masyarakat, 21:49 begitu. 21:50 Luar biasa dan kita juga 21:53 eh bisa ingat bersama-sama bahwa niat 21:57 berwakaf itu tidak hanya bisa 22:01 diikrarkan untuk diri sendiri. Jadi 22:04 katakan pernah saya berwakaf itu tidak 22:07 hanya oh saya eh berniat eh berikrar eh 22:10 wakaf sejumlah uang tertentu untuk saya 22:13 sendiri, itu tidak hanya itu. Tapi kita 22:15 bisa ikrarkan untuk orang tua kita yang 22:18 sudah meninggal atau untuk eh siapa 22:21 sajalah, ya. Artinya ini kan memang eh 22:25 satu ibadah sosial dan juga eh ibadah 22:29 kepada Allah yang 22:32 fleksibilitasnya tinggi 22:33 [berdehem][batuk] dengan eh tetap 22:34 menjaga koridor-koridor fikih-fikih 22:37 wakaf tersebut, begitu. Kita dorong 22:39 Ustaz dan eh kapan ada pertemuan lagi 22:42 untuk eh bisa merencanakan ya Baik. 22:45 program-program semacam ini segera 22:47 terealisasi. 22:49 Baik, Dokter Suluh. Saya juga ingin 22:51 singgung karena hari ini 22:53 tamu kita Mas Krisna adalah seorang 22:55 perempuan Iya. maka di antara para wakif 22:59 Ibu-ibu yang bersenantiasa rutin 23:01 berwakaf di Lembaga Wakaf Silaturahim. 23:04 Ada Bu Nanis, ada Bu Saidah, banyak 23:08 lagi, ya. 23:09 Bahkan ada Dokter Sulis, satu orang yang 23:13 sudah tidak bisa melihat. 23:15 Beliau hanya jualan minyak wangi, 23:18 tapi berusaha keras untuk berwakaf dan 23:20 akhirnya berwakaf. 23:22 Tidak lama setelah beliau berwakaf, 23:24 beliau meninggal dunia. Ya. 23:26 Jadi, yang contoh seperti ini sangat 23:29 mendorong kita 23:31 yang masih Allah kasih umur, kasih 23:32 kesehatan, kasih rezeki untuk berwakaf, 23:36 begitu. 23:37 Kira-kira gimana pandangan Mas Krisna? 23:40 Ya, kita perlu crowdfunding. 23:42 Eh, wakaf uang itu. Setiap rupiah adalah 23:46 berarti. 23:47 Nah, bagaimana menurut Dokter 23:50 Sulistyowati, bahwa setiap rupiah 23:52 berarti? 23:54 Mungkin konsep crowdfunding-nya gimana? 23:58 Halo? 23:59 Oh, terputus. 24:00 Iya. Oh, masih nyambung ya, silakan. 24:02 Silakan. 24:04 Kita harus eh senantiasa ingat ya, Pak, 24:07 eh luar biasa di Islamnya itu. Di Islam 24:10 itu adalah bahwa ketika kita sudah 24:14 eh merencanakan sesuatu, meski itu pun 24:18 baru dalam tataran niat, belum action 24:21 saja, itu kan sudah eh dicatat ya, 24:24 merupakan catatan kebaikan luar biasa 24:27 dari Allah. 24:28 Itu eh nikmatnya yang kita harus 24:30 berbangga. 24:32 Nah, apalagi sudah action, kemudian 24:35 berapapun nominalnya, itu tentu saja 24:38 catatan amal kebaikan beliau yang 24:41 bersangkutan ini sudah menjadi kredit 24:44 tersendirilah, kredit tabungan ya, di 24:46 sisi Allah subhanahu wa taala. Itu tentu 24:48 saja sangat sekali dan berapapun 24:51 eh 24:53 dalam perwakafan itu tentu saja eh tidak 24:57 semata-mata melihat berapa besarnya 25:00 nominal atau aset yang diwakafkan. Tapi 25:03 kita mengenal, ya, eh, 25:06 sekarang juga sedang banyak di-genjot, 25:08 eh, didukung oleh Kementerian Agama dan 25:10 stakeholder yang lain itu crowdfunding 25:12 wakaf. Atau Islamic endowment berbasis 25:16 crowdfunding. Jadi, versi retail yang 25:19 kecil-kecil, kemudian dikumpulkan 25:21 menjadi banyak. Bayangkan berapa, eh, 25:26 orang yang kemudian akan teredukasi, 25:28 tersosialisasi karena memang yang 25:31 namanya wakaf inclusion itu sekarang 25:33 masih menjadi tantangan. Nah, 25:35 praktik-praktik seperti yang, eh, Ustaz 25:38 tadi sampaikan ini merupakan praktik 25:40 wakaf inclusion yang real, ya, yang 25:43 nyata. Mereka terlibat langsung. 25:46 Kemudian, eh, 25:48 bismillah, ya, eh, berjihad, eh, dalam 25:51 tanda kutip berapapun yang, eh, mereka, 25:54 eh, usahakan, mereka salurkan. Jadi, 25:57 semangat-semangat semacam ini yang 26:00 kemudian real mendapat, 26:03 eh, menggelorakan, mengembangkan, dan 26:06 memajukan perwakafan nasional. Begitu. 26:09 Termasuk kalau, eh, sekarang ini, ya, 26:12 eh, ada, eh, program, eh, apa namanya, 26:17 di di kami itu disebutnya program custom 26:20 wakaf. Nah, dari komunitas Radio 26:23 Rasheed, eh, para pendengar yang luar 26:26 biasa ini, ya, kemudian juga, eh, apa, 26:30 eh, lingkungan di ekosistem Radio 26:31 Rasheed yang lain bisa membuat program 26:33 custom yang mana nanti mauquf alaih-nya 26:37 atau penerima manfaat wakafnya itu bisa 26:40 bisa di-request, oh, untuk, eh, 26:43 eh, penerima manfaat yang di kalangan 26:45 atau di environment, di lingkungan Radio 26:48 Rasheed sendiri bisa. Kemudian kami bisa 26:50 bantu buatkan program untuk menggalang 26:52 dana wakafnya, seperti itu. 26:55 Oke, baik itu menarik sekali Dokter ee 26:57 Sulis. Silakan Mas Krisna. Oke, Dokter 27:00 Sulis kami ingin tanyakan mungkin perlu 27:03 diinformasikan bagaimana cara memilih 27:05 lembaga wakaf yang kredibel gitu, yang 27:07 transparan. 27:09 Lembaga wakaf BMI barangkali 27:11 bisa menjelaskan hal ini. 27:14 Cara memilih lembaga wakaf yang 27:15 kredibel. 27:18 Baik. 27:20 Iya. 27:23 Nah, ini tentu saja ee kalau di 27:26 Indonesia juga ee merupakan salah satu 27:29 lembaga merupakan satu 27:31 ee kita sebut ya sekarang ini sebagai 27:35 lembaga nazir negara gitu karena karena 27:39 di undang-undang nomor 41 tahun 2004 27:42 tentang perwakafan itu kan langsung 27:44 di-state memang. Jadi Badan Wakaf 27:46 Indonesia merupakan ee badan 27:50 berdasarkan SK Presiden ee yang bekerja 27:55 sama dan bersama-sama ya dengan 27:57 Kementerian ee Agama begitu. Selain 28:02 menjadi regulator juga BWI itu sebagai 28:06 nazir. 28:07 Namanya Lembaga Kenaziran Badan Wakaf 28:10 Indonesia. Jadi ada berapa beberapa 28:12 struktur ya di dalam ee BWI itu. LK 28:16 Kenaziran merupakan tentu saja ya 28:18 merupakan satu salah satu lembaga wakaf 28:23 yang kredibel. Kemudian 28:25 dari sisi size ya, kalau kita masyarakat 28:28 kan ee penginnya tentu saja ee sejauh 28:31 mana trust-nya ee kepada lembaga atau 28:34 nazir wakaf tertentu itu di sana kita 28:37 akan berwakaf. Begitu. Ini ada ee 28:41 kelompok-kelompok ya, ee 28:43 kelompok-kelompok nazir yang sudah 28:44 kredibel yang tingkatnya sudah nasional 28:47 tergabung dalam namanya forum wakaf 28:50 produktif nah ee 28:53 lembaga nadzir yang ada di 28:57 lembaga di di ee forum wakaf produktif 29:00 itu nadzir-nadzir besar ya nadzir-nadzir 29:02 wakaf uang besar seperti Dompet yang 29:04 kita kenal Dompet Dhuafa kemudian Al 29:06 Azhar kemudian ee Rumah Wakaf kemudian 29:10 Sinergi Foundation dan lain sebagainya 29:14 saya kira ini men jadi 29:15 jadi 29:19 halo 29:21 ee misalnya di atas sekian banyak ya 29:22 karena nadzir itu kan banyak gitu yang 29:25 sudah dikenal kemudian ee bisa lihat ya 29:29 bisa cari tahu tanya-tanya nih ke Badan 29:32 Wakaf Indonesia ya mana sih 29:34 rekomendasinya kalau kami berwakaf ke 29:36 mana saja nah itu bisa gitu bisa 29:40 disampaikan 29:42 gitu baik-baik 29:43 jadi caranya mungkin ee monggo bisa 29:47 silaturahim tanya-tanya ya ee rekom 29:50 rekomennya ke mana nih gitu kalau mau 29:52 berwakaf nah kami siap untuk ee 29:55 memberikan informasi ya dari Badan Wakaf 29:58 Indonesia ada lembaga kenadziran dan 30:01 juga nadzir-nadzir wakaf uang nih 30:04 alhamdulillah 30:05 kalau ada informasi teleponnya mungkin 30:07 perlu diberitahukan supaya pendengar 30:10 bisa mencari info ya pendengar pemirsa 30:13 sekalian Dokter Sulis 30:15 ee bahwa 30:17 Yayasan Wakaf Rumah Quran Silaturahim 30:20 ini sudah terdaftar di BWI 30:23 dan sudah ter terakreditasi 30:27 sehingga 30:29 pendengar Rasil khususnya bisa 30:31 bagi yang ingin berwakaf uang bisa 30:34 berwakaf di lembaga kita ini 30:37 dan itu bisa ditransfer ke 30:41 ee Bank Syariah Indonesia Bank Syariah 30:43 Indonesia yang menerima ini, menerima 30:46 uang setoran wakaf ini juga sudah 30:49 terdaftar di BWI. Kalau BWI 30:51 tidak memberi, apa namanya, memberi 30:54 registrasi bahwa mereka itu memang betul 30:57 terdaftar, tidak juga bisa menerima uang 31:00 wakaf. Insyaallah dengan demikian akan 31:02 aman. Jadi, bagi pendengar, pemirsa 31:06 yang ingin berwakaf bisa mengirim, 31:10 mentransfer dananya 31:12 ke Bank Syariah Indonesia, nomor 31:14 rekeningnya 2222, 31:18 2-nya 4 kali. 31:20 Kemudian 300307, 31:23 begitu. 31:25 Ya. Ke Bank Syariah Indonesia 31:28 nomor rekeningnya 2222 31:32 300307. 31:34 Atas nama Atas nama? Atas nama Lembaga 31:37 Wakaf Silaturahim. Lembaga Wakaf 31:40 Silaturahim. Dan tentu saja pendengar, 31:42 pemirsa, tadi Dokter Sulis juga sudah 31:45 menggambarkan bahwa bisa juga eee mem, 31:49 apa namanya, berwakaf ke lembaga-lembaga 31:52 lain yang sudah terdaftar di BWI, ya. 31:55 Tapi bagi yang ingin berwakaf di Yayasan 32:00 Wakaf Rumah Quran Silaturahim, bisa 32:02 mengirimkannya ke rekening yang kami 32:04 sampaikan tadi. Oke, jadi Rasyid 32:07 mengajak kepada pendengar untuk ayo, 32:09 mari kita berwakaf 32:11 untuk bekal kita nanti, ya, Pak Safril, 32:14 ya. 32:15 Iya. Nah, Mas Krisna Maaf, Dokter Sulis, 32:19 saya teringat, ya. 32:20 Itu di satu surat 32:23 ya, surat itu 32:27 adalah surat Al-Munafiqun ayat 10. 32:31 Ya, surat Al-Munafiqun ayat 10 itu 32:33 bercerita bahwa orang yang sudah 32:36 meninggal itu minta sama Allah Ya Allah 32:40 kembalikanlah hidupkan sebentar saja 32:43 sebentar saja untuk apa? supaya bisa ber 32:47 infak berinfak 32:49 bukan untuk yang lain-lain 32:50 bukan untuk sholat atau puasa ya 32:52 sholat atau yang lain-lain tetapi untuk 32:54 berinfak jadi kita yang masih Allah 32:55 kasih kehidupan ini seyogyanya 32:58 memanfaatkan ini dengan sebaik-baiknya 33:01 ya 33:02 ini sebagai bagian dari motivasi kepada 33:06 seluruh pendengar hasil 33:08 kita mendorong Badan Wakaf Indonesia 33:11 yang sudah bekerja keras untuk memajukan 33:14 wakaf di Indonesia sehingga kita juga 33:17 bisa maju seperti di negara-negara dan 33:20 saudara-saudara kita di Bangladesh, 33:22 Pakistan, Malaysia dan menolong 33:26 orang-orang yang membutuhkan apalagi 33:28 kondisi ekonomi yang sulit sekarang 33:31 Dokter Sulis seyogyanya wakaf bisa 33:33 berperan lebih baik, lebih kuat dalam 33:37 menopang ekonomi terutama ekonomi yang 33:40 khusus dhuafa ya ekonomi mikro atau 33:44 ekonomi kecil lainnya gitu ya 33:47 baik 33:48 baik terima kasih Dokter Sulis Setiawati 33:53 halo Dok 33:56 ya Dokter Sulis masih nyambung 33:59 agak delay 34:00 [tertawa] 34:00 promosi itu real ya he jalur wakaf ini 34:04 boleh diulang Dokter Sulis 34:07 silahkan Dok 34:08 diulang 34:10 ulangi 34:12 realnya natural jadi definisi apa bisa 34:15 di 34:16 promosi itu nyata ya 34:18 jalur wakaf 34:19 gitu 34:20 ya baik jadi itu yang disampaikan kami 34:24 mendorong Ustad 34:26 ya ayo 34:28 masuk seperti yang disampaikan 34:30 yang sudah terbagi 34:32 dari Indonesia terima 34:35 nanti saya mohon izin 34:38 di nomor rekening wakaf di lembaga 34:40 yayasan wakaf peduli rasul ya. 34:43 Gitu. Baik. 34:44 Untuk kita sama-sama praktik berwakaf 34:46 juga ya. Ya, terima kasih ya. Baik. 34:49 Baik, terima kasih. 34:49 Terima kasih Dokter Sulistiawati. 34:52 Beliau adalah humas dan lembaga dari 34:54 lembaga kenaziran BWI, Bank eh Badan 34:58 Wakaf Indonesia. 34:59 Indonesia. Ya. 35:01 Eh, terima kasih Dokter Sulis. 35:02 Insyaallah kapan kita akan ketemu lagi? 35:05 Kita akan mensosialisasikan wakaf ini 35:08 bersama-sama 35:10 dengan mungkin lingkup yang lebih luas 35:12 semata-mata karena mencari rida Allah 35:15 eh sehingga saudara-saudara kita yang 35:18 punya kemampuan 35:20 punya pemahaman 35:22 punya keinginan dan mampu merealisasikan 35:25 eh tindakan berwakaf uang ini secara 35:29 khusus. Begitu. 35:31 Kami ucapkan terima kasih kepada Dokter 35:32 Sulis yang sudah berbagi 35:34 memberi literasi, penjelasan kepada 35:37 pendengar dan pemirsa Rasul TV. 35:40 Mudah-mudahan tergerak hati 35:42 saudara-saudara kita pendengar pemirsa 35:43 ini untuk segera berwakaf gitu. Terima 35:46 kasih Dokter Sulis. 35:48 Assalamualaikum Dokter. 35:52 Iya. 35:53 Baik. Oh. 35:55 Rahmatullah wabarakatuh. 35:57 Oke, terima kasih. Baik. 35:59 Iya. 36:00 Baik, terima kasih Dokter Sulis ya. Saya 36:01 selamat berjuang. Amin, amin, amin. 36:05 Baik Mas Krisna, sebelum kita tutup 36:08 beberapa waktu lagi, masih ada waktu 36:11 bagi pendengar yang ingin 36:13 eh memperoleh informasi lebih lanjut 36:16 tentang wakaf atau bagaimana 36:18 merealisasikan wakaf silakan menghubungi 36:22 kami, kirim WA ke 0816 36:26 855 36:28 488 36:30 0816 36:33 855488. 36:37 Ya, insyaallah akan kita beri 36:39 penjelasan. Dan kepada 36:42 para wakif yang sudah mengirimkan 36:46 wakafnya, wakaf uang 36:48 eh sedang menunggu tanda terima, 36:50 insyaallah mohon maaf memang beberapa 36:52 waktu ini agak sedikit terlambat untuk 36:54 diterbitkan, tetapi begitu uang itu 36:56 masuk ke rekening 36:58 eh Lembaga Wakaf Silaturahim di 37:02 Bank Syariah Indonesia, insyaallah saat 37:05 Bapak, Ibu 37:07 menekan enter, kemudian password, 37:09 kemudian rekening itu terisi, dana Ibu 37:13 sudah pindah ke rekening eh wakaf di 37:16 Lembaga Wakaf Silaturahim 37:19 insyaallah Allah sudah catat itu sebagai 37:22 wakaf dari Bapak, Ibu sekalian, 37:24 khususnya wakaf uang. 37:26 Eh 37:28 sekedar ini saja, Mas Krisna. Saya baca 37:30 lagi orang ya. 37:31 Ternyata wakaf uang itu ada sem- delapan 37:36 macam manfaatnya ya. 37:39 Banyak sekali. 37:40 Pahala jariyah terus-menerus. 37:42 Kemudian peneng- di antaranya ya, 37:45 peningkatan kesejahteraan umat. Dalam 37:48 keadaan susah seperti sekarang, saya 37:49 kira peran wakaf akan sangat berperan. 37:53 Bukan uang wakaf itu dibagi ke mereka. 37:56 Tetapi uang wakaf itu akan dimanfaatkan 37:59 secara produktif ya, kemudian hasilnya 38:04 dibagi kepada yang memerlukan, terutama 38:06 duafa. 38:08 Jadi, dengan demikian uang wakaf itu 38:10 akan tetap utuh. 38:12 Ya, kalau infak kita bagi habis ya. 38:15 Tapi kalau uang wakaf 38:18 ya, itu akan kita gunakan secara 38:20 produktif 38:22 ya, um, misalnya menopang kegiatan 38:25 konstruksi dan sebagainya 38:28 dari hasil 38:29 penempatan dana itu sebagai modal kerja 38:32 walaupun sedikit akan dapat hasil, hasil 38:35 ini yang kita bagi kepada yang 38:37 memerlukan, khususnya dhuafa 38:40 beberapa dan kita berharap ke depan 38:43 lembaga wakaf silaturahim ini bisa 38:46 berperan lebih banyak di berbagai 38:47 sektor, terutama sektor pertanian 38:50 dengan demikian hasil pertanian melebihi 38:54 yang normal 38:55 dan hasilnya itu kita bisa gunakan 38:58 menopang, mendukung saudara-saudara kita 39:00 yang berkekurangan, kurang lebih seperti 39:02 itu. Baik, ya. 39:04 Terima kasih, Pak Syafri, ya. 39:06 Eh, nomor telepon Pak Syafri, jangan 39:08 lupa, eh, barangkali tadi belum sempat 39:10 mencatat 39:12 0816 39:14 855 39:16 4 39:17 88, 0816, 39:20 855, 39:21 488. 39:24 Pak Syafri, sepertinya kita sudah 39:25 dibatasi oleh waktu. Baik. 39:27 Ada lagi yang mau ditanyakan? Sebelum 39:28 ditutup 39:30 di antara 39:32 manfaat dari wakaf uang ini 39:34 saudara-saudaraku sekalian 39:36 adalah 39:38 mensucikan harta 39:40 dan mendekatkan diri kita kepada Allah. 39:44 Kalau harta kita sudah disucikan Allah 39:47 hati kita didekatkan Allah kepadanya 39:50 maka itu adalah di antara kebahagiaan 39:53 yang kita dapat selama kita hidup dan 39:56 nanti insya Allah juga kebahagiaan yang 39:59 lebih besar lagi akan kita peroleh di 40:02 akhirat 40:03 melalui kegiatan-kegiatan kita berwakaf 40:07 uang ini, begitu, Mas Krisna. 40:09 Alhamdulillah. 40:10 Baik, terima kasih, Pak Syafri, atas 40:12 penjelasannya mengenai wakaf ini 40:14 kelihatannya 40:15 cukup 40:17 ber apa? 40:18 membuat 40:20 orang untuk bervariasi dan membuat orang 40:23 ayo pengen wakaf. Alhamdulillah. 40:24 Allah. 40:25 Baik, terima kasih. Saya Muhammad 40:26 Krisna, Ondy Saputra, kemudian juga Algi 40:29 mohon pamit. Wabillahi taufik wal 40:30 hidayah. Wassalamualaikum warahmatullahi 40:32 wabarakatuh. 40:32 Waalaikumsalam.