Transkrip diambil dari YouTube. Klik timestamp biru untuk melompat ke posisi tersebut di pemutar.
0:05 [musik] 0:08 Brail TV. 0:11 [musik] 0:15 Bismillahirrahmanirrahim. Asalamualaikum 0:17 warahmatullahi wabarakatuh. Allahumma 0:19 sholli ala sayyidina Muhammad wa ala ali 0:21 sayyidina Muhammad. 0:23 Alhamdulillah kita berjumpa lagi hari 0:25 ini, hari Kamis tanggal 26 Rabiul Aal 0:28 1447 Hijriah atau tanggal 18 September 0:33 2025. Jangan lupa nanti tanggal 20 0:35 September untuk hadir di Masjid Silatim 0:38 kita ada B apa temu pendengar dan juga 0:41 maulid mendengarkan tausiah dari Ustaz 0:43 Husein bin Hamid Alatas, Ustaz ee Imam 0:47 Yasal Mansur, Ustaz Ahmad Jaji, dan juga 0:51 Ustaz Doni eh Amir Sagap dan tentu saja 0:55 Ustaz Heri Nurdi. Jangan lupa tanggal 20 0:57 pagi 20 September di Masjid Silaturahim 1:00 Cibubur. Oke, kita jumpa lagi sekarang 1:02 dalam acara Bincang Wakaf bersama 1:06 amir Majelis Wakaf Silaturahim yaitu 1:09 Bapak Safril 1:11 Lubi sudah hadir di sini. Kita akan 1:14 bincang-bincang dan kita akan mengambil 1:16 tema meningkatkan peran wakaf uang 1:18 menggerakkan uang ee menggerakkan usaha 1:22 ekonomi produktif 1:24 lain yang bisa berkontribusi pada upaya 1:27 penanggulangan kemiskinan. Silakan yang 1:29 mau sharing kami tunggu di 08119997 1:35 eh 20. Asalamualaikum Pak Safril. 1:38 Waalaikumsalam warahmatullahi 1:39 wabarakatuh. Mas Krishna 1:40 ini biar berkah mesti baca Quran dulu. 1:41 Oke. Baik. [tertawa] 1:43 Silakan Masil. 1:44 Asalamualaikum warahmatullahi 1:46 wabarakatuh. 1:48 Pendengar pemirsa TV ee Rasil dan Radi 1:52 Silaturahim. Kita awali dengan membaca 1:54 satu surat. 1:56 Auzubillahiminasyaitanirrajim. 1:59 Bismillahirrahmanirrahim. 2:02 Matalulladzina yunfiquuna amwalahum fi 2:07 sabilillahi kamatali hambah kamali 2:11 habbatin ambatan samanabila 2:15 fi kunni sumbnatim 2:18 miatun habbah. Wallahu yudifu liman 2:23 yasya. 2:29 Perumpamaan 2:31 orang-orang yang menginfakkan hartanya 2:34 di jalan Allah, termasuk di dalamnya 2:37 wakaf, Mas Krishna. 2:38 Hm. 2:39 Adalah seperti orang-orang yang menabur 2:42 sebutir biji benih yang menumbuhkan 2:46 tujuh tangkai. Pada setiap tangkai ada 2:49 100 biji. Allah melipat gandakan pahala 2:53 bagi siapa yang dia kehendaki. Allah 2:55 maha luas lagi maha mengetahui. Itu dari 2:58 Albaqarah surah Albaqarah ayat 261. Jadi 3:02 maksudnya di sini bahkan sesudah diganti 3:04 Allah 700 kali Allah masih tambahkan 3:07 lagi se kehendaknya Allah. 3:09 Itu sebagai pembuka bincang wakaf kita 3:12 kali ini 3:12 supaya lebih semangat lagi untuk ayo 3:13 berwakaf. Berwakaf ya. Bahkan kemarin 3:16 sudah diterangkan wakaf hanya dengan 3:18 uang berapa? Rp10.000 aja bisa ya? 3:19 Rp10.000 bisa. 3:21 Wah, masyaallah. 3:23 Hanya dengan mekanisme kirim uangnya 3:26 kemudian kirim WA ke kita dan tujuannya. 3:29 Insyaallah tercatat. 3:30 Ada juga orang tahunya wakaf tuh rumah, 3:33 masjid gitu ya. 3:34 Iya. 3:34 Oke. Ee 3:37 wakaf juga bisa ee apa namanya? menjadi 3:41 sesuatu yang produktif dan bisa menolong 3:43 dari kemiskinan. Ya, Pak Sabril. 3:46 Iya. 3:47 Penjelasannya seperti apa itu? Jadi gini 3:49 Mas Krisna tanggal 6 September kemarin 3:53 ya bulan 6 September 2025 3:56 itu berkaitan dengan ulang tahun Rasil 3:58 yang ke-16. 4:00 Rasil mengadakan satu fokus discussion 4:03 group yang khusus membahas 4:07 langkah-langkah 4:08 yang produktif menanggulangi kemiskinan. 4:12 Kita tahu bahwa kemiskinan di negeri 4:14 kita ini sedemikian besar. Saya enggak 4:16 perlu bicara angka karena akan ada 4:18 perbedaan yang sangat mencolok antara 4:21 data BPS dengan data yang mengacu kepada 4:25 World Bank, Bank Dunia. Ya, intinya 4:28 banyak sekali masalah kemiskinan ini. 4:32 Jumlah manusianya juga masyarakat kita 4:35 yang miskin itu umat sedemikian banyak. 4:37 Nah, di dalam fokus grup eh discussion 4:40 itu disepakati bahwa di antara 4:44 langkah-langkah 4:45 yang memungkinkan menanggulangi 4:47 kemiskinan itu adalah melalui 4:51 intensifikasi wakaf produktif. Nah, 4:54 wakaf produktif ini, Mas Krishna artinya 4:57 uang wakaf, terutama wakaf uang. 5:01 wakaf uang yang digunakan 5:04 untuk 5:06 ee membiayai 5:09 satu kegiatan produktif, 5:11 tapi sifatnya hanya membiayai dan harus 5:14 dikembalikan. Kurang lebih seperti itu. 5:16 Nah, ini untuk menanggulangi kemiskinan 5:19 yang sedemikian besar tadi saya 5:20 sampaikan yang di dalam fokus group 5:23 discussion itu 5:25 dirangkum hasilnya. di dalam fokus itu 5:27 Mas Krishna fokus group discussion itu 5:30 ada investor, ada manager integrator, 5:35 kemudian ada produsen 5:39 termasuk petani, kemudian ada ee 5:44 distributor, kemudian ada konsumen. Jadi 5:47 semua yang berkepentingan ada 5:49 di dalam FGD itu. Mereka 5:54 membahas apa yang memungkinkan dalam 5:57 menanggulangi kemiskinan yang parah ini. 6:01 Salah satunya adalah melalui wakaf. 6:04 Wakaf ini khususnya adalah wakaf 6:06 produktif. 6:08 Ya, kurang lebih gambarnya seperti itu, 6:10 Mas Krisna. 6:12 Oke. 6:14 Mm ini kayaknya perlu persatuan 6:17 kebersamaan umat ya untuk menghadirkan 6:19 kegiatan ekonomi yang mampu tumbuh dan 6:22 berkembang sebagai sumber mata penjarian 6:25 masyarakat. Begitu Masil ya. 6:27 I. Jadi gini, Mas Krishna, dari di dalam 6:30 FGD itu juga ternyata oke, apa sih 6:34 penyebab kemiskinan ini susah 6:36 ditanggulangi, 6:38 susah ditangani. 6:40 Permasalahan utamanya adalah unsur 6:43 kebersamaan, persatuannya itu lemah. 6:46 Khusus kita di Indonesia. 6:48 Memang orang Indonesia itu sebetulnya 6:50 orang yang suka bersedekahlah misalnya 6:52 ya. Tetapi begitu disatukan dalam suatu 6:55 kegiatan cenderung tidak mudah. Perlu 7:01 apa namanya literasi, perlu upaya-upaya 7:05 sosialisasi 7:06 sehingga kita bisa bersama-sama bersatu 7:10 [berdehem] menuju satu tujuan untuk 7:13 menanggulangi kemiskinan ini gitu Mas 7:15 Krisna 7:16 ya. Jadi memang perlu persatuan 7:19 kebersamaan 7:20 di antara umat. Itu sebabnya, Ustaz, e 7:22 Mas Krisna, kita libatkan kita libatkan 7:26 ee para ustaz 7:28 ini. Di antara ustaz yang ada sekarang 7:30 kita coba dengar 7:31 Ustaz Agus Ali Ali, 7:32 ada Ustaz Agus Ali ya. Beliau biasa 7:37 berinteraksi ke beberapa perusahaan 7:41 mengajar apa namanya mendakwahkan 7:42 produktivitas. Sudah bisa nyambung, Mas 7:44 Halgi? 7:45 Halo, Gus Ali. Halo. Asalamualaikum. 7:49 Waalaikumsalam warahmatullahi. 7:50 Masyaallah. Ini e Krishna nih sama Pak 7:53 Safril ini kita bincang-bincang wakaf 7:55 ini ya. 7:57 Ustaz Ali selalu mengajak jemaahnya 8:00 untuk ayo wakaf gitu ya dalam 8:02 ceramah-ceramahnya. 8:05 Di beberapa kesempatan yang berkaitan 8:07 dengan materi kadang-kadang kita bukan 8:09 kadang-kadang ya kita pasti ee akan 8:13 membahas itu insyaallah. 8:14 Hm. 8:16 apa mereka langsung ee apa animonya 8:19 bagaimana setelah dijelaskan mengenai 8:22 faedahnya wakaf itu 8:25 animya bagaimana 8:26 pada prinsipnya kan pasti orang ee kita 8:29 maksudnya secara umum mukminin gitu 8:32 muslimin tuh kalau ada sarana ibadah 8:35 apalagi hal itu berkaitan dengan sesuatu 8:38 yang besar gitu kan ee hasil daripada 8:43 ibadah itu dalam arti ganjar annya tentu 8:46 itu sangat ee membuat ee ketertarikan 8:50 yang besar ke jemah tuh. 8:52 Hm. 8:54 Ee mungkin saya bertanya kepada Ustaz 8:56 Gus Ali, Ustaz, ini kan masalah 9:00 penanggulangan kemiskinan ini kan 9:02 menjadi tanggung jawab semua pihak 9:04 termasuk para ulama. 9:07 Ya, tentu dalam porsi ulama adalah ee 9:11 mendakwahkan 9:14 kebersamaan, mendakwahkan keprihatinan 9:18 kepada umat untuk bersama-sama 9:20 menanggulangi kemiskinan ini. Nah, dalam 9:24 salah dalam salah satu forum grup 9:26 discussion yang ee Ustaz Agus Ali juga 9:29 ikut itu disimpulkan bahwa salah satu 9:32 upaya itu adalah melalui intensifikasi 9:37 ee pengumpulan zakat ee maaf pengumpulan 9:41 wakaf sehingga dari uang wakaf itu bisa 9:45 menopang kegiatan-kegiatan produktif 9:48 walaupun kecil-kecil misalnya masalah 9:50 peternakan sederhana. 9:53 ee kemudian 9:55 pertanian kecil. 9:57 Nah, kira-kira sebagai ulama bagaimana 10:02 mendakwahkan ini kepada umat, Ustaz Gus? 10:08 Baik. Memang ini yang pertama saya 10:10 melihat dari apa ya sisi ee terobosan 10:14 boleh dikatakan begitu mungkin nih, Pak. 10:16 terobosan ini baik sekali. Karena kan 10:18 memang selama ini itu ee kesan dari 10:22 kehadiran ulama itu atau para ustaz pada 10:25 umumnya itu kan kesannya adalah kesan 10:28 keagamaan yang ee indunya tuh ke 10:32 spiritualnya saja gitu. 10:34 Nah, dengan adanya terobosan seperti ini 10:37 kita memang ee perlu terus membahas agar 10:41 ini menjadi sebuah keseragaman dan 10:43 kekompakan dalam satu misi gitu. Dalam 10:45 satu misi bahwa memang ini sangat 10:48 penting sekali. 10:50 Jadi kehadiran ulama harus menjadi peran 10:53 langsung peran langsung kepada umat 10:57 dalam hal penanggulangan kemiskinan 10:59 dengan memperdayakan tentunya ee 11:02 potensi-potensi yang ada terutama gitu 11:04 yang memang sudah ada barangkali dimulai 11:07 oleh sebagian masyarakat tinggal adanya 11:11 ee apa namanya peningkatan gitu ya 11:14 pengembangan pengembangan daripada 11:16 usaha-usaha tersebut. Misalnya nih yang 11:19 saya tentu ngalamin langsung di kita itu 11:22 kan ada beberapa potensi yang memang 11:25 bisa dikembangkan dalam kesinergian 11:27 ulama dengan dengan pihak-pihak ee 11:30 terkait dalam hal ini yang memang di 11:32 bidangnya misalnya gitu ya, yang sudah 11:34 ee di dalam usaha-usaha tuh sudah 11:37 menjalankan gitu sudah profesionalnya 11:39 gitu ya. 11:40 misalnya saja ada peternakan di kambing, 11:43 di ayam gitu ya. dan di lingkungan 11:46 perkotaan sekalipun sebenarnya hal itu 11:49 bisa dilakukan gitu ya walaupun memang 11:53 dalam keterbatasan tentu tidak akan 11:55 seperti di daerah-daerah yang memang ee 11:57 potensinya lebih luas lagi. Tetapi kalau 12:00 saya lihat juga di kita dalam jarak 12:02 misalnya 1 jam perjalanan, setengah jam 12:04 perjalanan juga kita akan menemukan 12:06 kalau misalnya untuk lahan apa yang juga 12:09 itu memiliki potensial besar. Misalnya 12:11 dekat-dekat kita ini tanah yang masih 12:13 pada luas di daerah Jonggol gitu ya, di 12:14 Cilungsi ada gitu kan. Ee nah ini tentu 12:18 hal yang perlu kita sinergikan supaya 12:21 nanti ee rencana yang memang sangat baik 12:25 sekali yang tadi saya bilang dalam 12:27 bentuk terobosan ini benar-benar jadi 12:29 maksimal untuk pemberdayaan masyarakat 12:32 dalam penanggulangan yang tadi 12:33 disampaikan oleh Pak Haji tuh tentang 12:34 kemiskinan itu ya kayak saya di saya aja 12:37 nih di rumah itu ada budidaya ikan yang 12:41 memang ee perlu adanya support juga tuh 12:44 kambing sudah jalan gitu terus ayam bisa 12:47 di lingkungan-lingkungan dekat di kita 12:49 pun saya kira ee ini hal yang ee perlu 12:53 di ee kita lakukan gitu bahkan dalam 12:56 kesegeraanlah gitu segera dilakukannya 12:58 gitu. Saya kira gitu dulu, Pak Haji. 13:01 Baik, sebelum kita ter berpisah, Ustaz 13:04 Agus, kalau dibandingkan dengan di 13:08 Malaysia misalnya di Pakistan, 13:11 Banglades 13:12 atau Bangladesh. Bangladesh itu kan 13:14 lebih miskin dari Indonesia. 13:17 penghasilan apa penduduknya itu masih di 13:20 bawah Indonesia, 13:22 tetapi wakaf mereka itu sedemikian 13:24 majunya. Ustaz, apa himbauan Ustaz 13:27 kepada umat supaya turut menggelorakan 13:32 wakaf ini sehingga dengan wakaf 13:35 produktif ini kita bisa menanggulangi 13:38 kemiskinan? Artinya kan begini, Ustaz. 13:40 Kalau uang wakaf itu cukup, maka uang 13:43 wakaf ini bisa digunakan untuk modal 13:46 kerja membangun satu kegiatan usaha 13:49 kecil. Dan wakaf ini tentu harus 13:51 dikembalikan. Nah, jadi seandainya umat 13:56 berwakaf, maka uang wakaf itu kan tidak 13:59 boleh berkurang, harus dipelihara 14:01 selamanya. Kurang lebih begitu. Nah, 14:03 dalam perspektif sebagai ulama Ustaz 14:06 Ali, kira-kira apa yang bisa di jelaskan 14:11 kepada pendengar Rasil? 14:14 Bagaimana konteks kebersamaan 14:17 memanfaatkan 14:19 wakaf ini untuk bisa menangguh ee 14:23 kemiskinan, menanggulangi kemiskinan 14:25 melalui pemanfaatan wakaf produktif ini. 14:29 Silakan, Ustaz. 14:31 Baik. 14:32 Ee yang pertama tadi coba untuk kita 14:35 mendasari lagi yang yang apa namanya tuh 14:38 yang sangat ee fundamental dalam hal ini 14:41 mungkin adalah peran ustaz juga tadi 14:44 untuk bagaimana mengedukasi umat. Nah, 14:47 itu kan memang sudah jadi perannya 14:48 berdasarkan dari ee apa syariat-syariat 14:52 tentang bagaimana fadilah daripada 14:54 keagungan ee 14:57 mentasarufkan harta kita kepada sesuatu 15:00 yang sifatnya produktif. Dalam hal ini 15:02 kita menggunakan istilah tadi wakaf 15:04 produktif itu. Nah, itu peran ulama di 15:06 situ. Yang kedua, kepada seluruh umat 15:09 tentunya nih, kepada masyarakat terutama 15:12 kaum muslimin dalam kita bagaimana tadi 15:15 ee membangun ekonomi umat yang memang 15:17 itu berbasis usaha dan di dalam usaha 15:20 itu perlu sangat ee berperan tentang 15:24 modal gitulah. Dan permodalan ini tentu 15:27 ee siapapun ee yang memang punya 15:30 kemampuan dengan berbagai macam 15:33 kemampuan daripada finansialnya itu bisa 15:36 melibatkan diri di antaranya dengan 15:39 melakukan wakaf produktif ini gitu ya. 15:42 Itu satu untuk umatnya. Inilah sebuah 15:44 kesempatan yang besar karena akan 15:46 menjadi sodqah jariah yang sangat 15:48 panjang sekali. Kalau kita misalnya 15:50 dalam uang misalnya R500.000 Ibu, tetapi 15:53 kemudian itu bisa ee begitu panjang dan 15:56 lama, manfaatnya bisa sangat luas. Ini 15:59 bisa kita bayangkan bagaimana jariah itu 16:02 ee pahala jariah itu terus mengalir. 16:04 Mungkin setelah kita tidak ada pun masih 16:06 berjalan wasilah-wasilah ini. Nah, 16:10 kemudian yang kedua bahwa juga harus ada 16:13 peran ee pengelola. Dalam hal ini tentu 16:16 yang diamanahi tentang ee keuangan ini 16:19 ee tadi yang Pak 16:29 ee kelihatan ada gangguan pemirsa 16:32 pendengar. Kita tunggu sambung kembali. 16:34 Silakan sudah tersambung kembali ya. 16:38 Halo. 16:40 Halo. 16:41 Ya, silakan. Eh, Pak Ali. Ada uraian 16:43 lain yang bisa disampaikan? 16:44 Teruskan. Silakan teruskan. Ya. 16:46 Iya. Jadi, tadi saya sampai kepada di 16:49 ada dua di sini. Yang kedua. Nah, yang 16:52 kedua. 16:53 Yang kedua itu adalah yang yang memegang 16:56 amanahnya, Pak Haji. Jadi yang memegang 16:58 amanah ini dalam hal pengelola daripada 17:00 dana wakaf itu yang diamanahi itu memang 17:03 harus benar-benar bisa memastikan 17:05 keuangan itu bisa terjaga dengan baik 17:08 dan juga tersalurkan dengan baik 17:10 sehingga manfaatnya lebih luas, lebih 17:13 lama. Bahkan memang seharusnya itu terus 17:15 memanjang sehingga peran semua ee apa 17:20 kita peran semua kita ini bisa hadir di 17:23 dalam ee program ini gitu di pada pada 17:26 masing-masing ee porsinya, masing-masing 17:30 kemampuannya juga. Nah, itu mungkin yang 17:32 saya coba bikin catatan. Jadi, dari 17:35 ulama, peran ulama, peran umat, dan 17:38 peran pengemban amanah. Jadi ada tiga di 17:40 sini yang kita harus benar-benar 17:42 sinergikan dengan baik, harus tersusun 17:45 melalui Nizam namanya aturan-aturan gitu 17:49 ya. Dan ee bagaimana ini bisa 17:51 menghasilkan ee efektivitas nanti pada 17:55 pada saat ee pelaksanaannya. Saya kira 17:58 mungkin itu Pak Haji. 17:59 Baik, 18:01 saya rasa cukup ya. Barangkali Mas 18:04 Kiresna sebelum kita berpisah dengan 18:06 Ustaz Agus Ali, apakah Ustaz ada ingin 18:09 disampaikan khusus kepada umat terkait 18:12 dengan wakaf dan lebih khusus lagi 18:16 tentang wakaf produktif ini? Silakan 18:18 Ustaz Agus. 18:19 Baik. Tadi sebagaimana sudah saya 18:22 sampaikan bahwa peran umat ini menjadi 18:24 sangat penting sekali ya kita semua 18:27 sebagai masyarakat muslimin dalam 18:29 mengambil peran kita di dalam rencana 18:32 program yang baik ini untuk jangka 18:34 panjang dan maslahat yang sangat luas. 18:37 Oleh karena itu saya ingin menyampaikan 18:40 ini jadikanlah sebuah hal yang itu dapat 18:44 menguntungkan kita sehingga 18:45 masing-masing kita akan mengambil 18:47 kesempatan ini untuk terlibat langsung 18:50 dalam program yang ee sekarang sedang 18:52 direncanakan khususnya oleh ee apa yang 18:55 digagas mungkin di Rasil yang saya juga 18:58 pernah hadir. Nah, tinggal semua pemirsa 19:00 mungkin insyaallah ee kepada 19:03 masing-masing kita ini coba untuk kita 19:05 berusaha untuk mendukung program ini ee 19:08 yang mudah-mudahan nanti mungkin pada ee 19:11 ke depannya kita akan melihat 19:13 hasil-hasil yang signifikan 19:14 mudah-mudahan dengan takdir Allah dan 19:16 usaha kita semua. Saya kira saya 19:19 mengajak kepada semuanya untuk terlibat 19:22 dalam wakaf produktif ini yang pada 19:24 akhirnya menjelma menjadi sebuah 19:26 kemaslahatan-kemaslahatan sekaligus 19:29 sebagai bentuk nyata kita sebagai 19:30 pelaksana syariat Allah yang di dalamnya 19:33 ada unsur yang paling pokok dan sangat 19:35 fundamental yaitu rahmatan lil alamin. 19:38 Itu menjadi kenyataan di dalam kehidupan 19:40 kita bersosial bermasyarakat dalam 19:43 rangka menjalin ukhuwah keumatan, 19:45 kemanusiaan semua. Saya kira mungkin 19:46 itu, Pak. 19:47 Baik, terima kasih, Ustaz Agus Ali atas 19:51 penjelasannya ya, atas ee motivasinya. 19:55 Sekarang mau ceramah, Ustaz, ya. 19:59 Saya lagi ya ini aja nih di acara aja, 20:01 di tempat aja. 20:02 Oh, oke. 20:03 Mohon maaf mengganggu waktunya, Ustaz. 20:04 Terima kasih. Terima kasih. Terima kasih 20:06 ya. Jajakir ya. Asalamualaikum, Ustaz. 20:09 Pak Krisna. Waalaikumsalam. 20:12 Ee jadi 20:15 Pak Safril per ustaz juga perlu di 20:18 dilibatkan ya untuk hal ini wakaf gitu 20:21 karena kan kurang begitu populer wakaf 20:25 tuh. 20:25 Iya. Suatu ketika pernah kita berbincang 20:28 Mas Krishna dengan salah seorang ustaz 20:30 ee 20:31 narasumber derasil. Saya tanya ke 20:33 beliau, "Ustaz, apakah masalah 20:35 kemiskinan ini 20:38 ada tanggung jawab dari para ustaz 20:40 sebagai ulama?" Oh, tentu 20:42 itu wajib. 20:44 Baik. Terus kira-kira ke depannya 20:46 bagaimana? Apakah bisa dalam 20:48 ceramah-ceramah, dalam memberi tausiah 20:50 kepada umat, 20:52 para ulama, ustaz, khususnya narasumber 20:55 ini ikut membahas tentang produktivitas? 20:57 Oh ya, saya kira harus. Nah, jadi sejak 21:00 itu memang peran ustaz dalam khusus di 21:05 rasin Mas Krishna peran ustaz dalam 21:08 mengedukasi umat 21:11 ya istilahnya itu meningkatkan 21:14 pemahaman umat tentang wakaf terus 21:17 bergulir. Ya, kita harapkan para 21:19 pendengar Rasil, pemirsa TV Rasil juga 21:22 paham bahwa 21:25 ee wakaf produktif ini menjadi salah 21:28 satu alat bagi kita menanggulangi 21:30 kemiskinan. Saya ingin cerita sedikit, 21:32 Mas Krisna. 21:34 Ee di Rasil ada 21:37 pendengar Rasil itu yang berwakafnya 21:39 berkali-kali. 21:40 Hm. 21:40 Ya. 21:42 Dari apa namanya? 21:46 Ada pendengar kita itu yang 21:51 dari Batam khususi misalnya ya. Kemudian 21:57 ee 21:59 Bu Siti Mirasna beliau berwakaf. 22:02 Kemudian Bu Ani C 22:04 Bu C berwakaf beliau kalau berwakaf 22:07 alhamdulillah ya. 22:08 Bu Cemayoran. Kemudian 22:11 Bu Nanis ya beberapa kali beliau 22:15 berwakaf. 22:16 Kemudian ee 22:19 dari 22:21 beberapa tempat dari Batam terutama ini 22:24 adalah ibu-ibu ya. 22:26 Hmm. Kenapa ibu-ibu? 22:26 Kalau ibu biasanya mereka 22:30 kalau ber ee berwakaf itu 22:34 ee sudah terencana gitu. 22:35 H 22:36 ya. Nah, kemudian Ibu Anisa, Bu Asnisa 22:39 dari Batam, ada beberapa pendengar kita 22:43 di Batam itu juga teratur berwakaf, ya. 22:46 Nah, jadi 22:48 yang ingin saya sampaikan Mas Krisna 22:50 adalah 22:54 karena penanggulangan kemiskinan ini 22:58 dari beberapa penelitian diberi uang, 23:01 bantuan tunai misalnya, bukan cara yang 23:04 terbaik. 23:06 Hmm. He. 23:06 Tetapi lebih efektif apabila didorong 23:12 untuk melaksanakan kegiatan produktif. 23:14 Contoh begini. Kalau pendengar memiliki 23:19 tanah kebun katakanlah 300 m. 23:22 Hm. 23:23 Ya. 300 m itu bisa menghasilkan 23:28 sedikitnya sedikitnya ya dengan tanah 23:31 300 m itu sayur ya. Tiap hari dip 23:35 ditanam, tiap hari dipanen. 23:38 Paling sedikit 1 hari bisa menghasilkan 23:41 kira-kira 200.000. Berarti 1 bulan itu 23:44 bisa kira-kira 6 juta, Mas Krishna. 23:45 Oh, ya 23:46 ya. 23:46 Masyaallah 23:47 ya. Hanya sayur ya. Dan kalau ini 23:50 beberapa kali juga pernah saya sampaikan 23:53 kon 23:54 konsep bertani sederhana ini disebut 23:58 dengan cina kebun sayur yang setiap hari 24:00 menanam, setiap hari memanen dan kita 24:05 mendorong pendengar-pendengar rasil yang 24:08 punya tanah kecil 300 man misalnya untuk 24:12 mulai memanfaatkannya dengan kebun 24:14 terencana. He. 24:15 Rasil sedang mempersiapkan kebun Rasil. 24:18 Insyaallah sebelum akhir bulan penanaman 24:21 perdananya bisa kita lakukan. Mohon doa 24:23 dari pendengar ya. Lokasinya tidak jauh 24:26 di sini hanya 800 m e kira-kira 800 man 24:29 luasnya. Tapi kita akan tanami 24:31 sayur-sayur yang punya nilai 24:35 yang setiap hari bisa ee ditanam dan 24:38 setiap hari bisa dipanen. Nah, itu juga 24:41 menjadi kebun percontohan nanti bagi 24:44 anak-anak kita yang sekolah di sekolah 24:46 silaturahim. Nah, tetapi Mas Krishna 24:49 pendengar pemirsa sekalian 24:52 dari bincang-bincang dengan banyak 24:56 produsen khususnya petani apalagi petani 25:00 yang ingin memanfaatkan lahan kecil ada 25:02 dua hambatan itu tidak terealisasi. Yang 25:06 pertama mereka bilang saya susah 25:08 memulainya. 25:09 H 25:10 konsepnya gimana? Oke, saya bilang 25:12 konsep kita akan buatkan. Yang kedua, 25:14 saya mau mengolahnya enggak mungkin saya 25:16 mencangkul sendiri dan sebagainya. Saya 25:19 memilih bibitnya juga enggak paham. 25:21 Rasil akan membuat dalam konteks ee 25:25 menggerakkan mendorong 25:28 peningkatan ee apa namanya kegiatan 25:32 pertanian kecil ini dengan konsep yang 25:35 sangat jelas. Nanti saya kira dalam ee 2 25:38 minggu ke depan pemirsa yang pendengar 25:41 yang ingin ee memperoleh konsep ini bisa 25:44 minta kerasil kita akan kasih berikut 25:47 bimbingannya ya dan kalau ada tanahnya 25:50 bisa kita kerja samamakan supaya 25:52 produktif dan tentu saja pendengar 25:55 pemirsa supaya kita bisa membantu 25:59 menyediakan modal kerja awal ya kita 26:03 ingin 26:04 ee mengharap 26:06 wakaf uang dari pendengar pemirsa. 26:11 Sehingga dari wakaf uang ini kita bisa 26:12 gunakan membuat memodali 26:14 kegiatan-kegiatan itu. Dan yakinlah 26:17 bahwa uang wakaf ini kalaupun kita 26:20 gunakan kita tentu sudah evaluasi dia 26:23 bisa dikembalikan 26:25 karena uang wakaf harus kembali, harus 26:27 dijaga, tidak boleh berkurang. Nah, 26:30 hasil-hasilnya dari kerja sama itu kita 26:34 akan gunakan untuk menolong ee saudara 26:38 saudara kita yang dua apa yang memang 26:40 tidak bisa berkegiatan produktif lagi. 26:42 Ya, ada saudara-saudara kita mungkin 26:44 sudah tua tidak lagi bisa melakukan 26:47 sesuatu itu tentu mau tidak mau kita 26:49 beri bantuan yang sifatnya langsung 26:52 untuk bisa mereka manfaatkan ya. Tapi 26:56 bagi saudara-saudaraku pendengar pemirsa 27:00 Rasil yang masih ingin berkegiatan ya 27:04 silakan kita komunikasikan dengan wakaf 27:07 produktif ini. Kita harapkan itu akan 27:10 bergulir. Bahkan Mas Krisna kalau punya 27:13 halaman halamannya hanya kira-kira 2 m * 27:17 4 m misalnya ya. kita bisa sediakan 27:20 bantuan untuk ee bisa menanam 27:24 tanaman yang produktif pakai pobag. Di 27:28 sini dihasil masih ada bibit kira-kira 27:31 40 batang talas pratama. Kita sediakan 27:36 juga dengan pobag-nya. Bagi pendengar 27:38 pemirsa yang ingin silakan menghubungi 27:40 rahasil sebelum habis. Pobag-nya ada 27:43 jadi tinggal cari tanah dan tanam. 27:45 Insyaallah akan menjadi lahan kecil 27:49 produktif ya. 27:51 Oke, 27:51 kurang lebih gitu Mas Krisna. 27:52 Kalau Anda ingin tahu lebih banyak e 27:54 bisa catat nomor teleponnya Pak Safril. 27:58 Silakan dicatat nomor Pak nomor telepon 28:00 Pak Saprio 0816 28:03 kemudian 28:05 855 28:08 kemudian 488 0816 28:12 85488 28:14 Pasil adalah amir majelis wakaf 28:18 silaturahim. 28:20 Ee 28:22 selain ee dari tanam-tanam itu, apalagi 28:24 yang bisa dijadikan 28:27 sesuatu yang produktif, Pak Saf. 28:28 Iya, 28:30 yang ingin kita sampaikan, Mas Krisna 28:32 adalah kegiatan yang 28:36 tidak membutuhkan keahlian khusus, 28:38 He. 28:39 Tidak membutuhkan investasi sangat 28:41 besar, tidak membutuhkan lahan yang 28:43 besar. Contoh, 28:44 tapi menghasilkan. 28:45 Menghasilkan. 28:46 Contoh begini. Di antara program yang 28:49 akan diluncurkan Rasil nanti adalah 28:52 kandang ayam petelur probiotik. 28:56 Artinya kandang ayam petelur yang 28:59 kualitas telurnya sangat tinggi ya. Itu 29:02 ada kelasnya ada yang 10 ekoran ya. 29:05 Dengan 10 ekor itu boleh dikatakan dia 29:07 akan bertelur setiap 22 jam kalau enggak 29:10 salah ya. 29:10 Itu lokasinya di mana? 29:12 Lokasinya nanti kita akan siapkan 29:14 konsepnya dulu. He. 29:15 Begitu pendengar ada yang berminat, 29:17 He. 29:18 Kemudian kita akan bantu konsepnya dan 29:20 kalau memang tidak mampu untuk membeli 29:23 kandangnya, kita akan usahakan 29:25 ee membantu melalui uang wakaf, tapi 29:28 sifatnya pinjaman yang harus kembali. 29:31 Hm. 29:31 Dan tentu saja kalau uang wakaf 29:33 digunakan harus produktif dan tidak 29:36 pakai tidak pakai bunga sehingga bukan 29:39 riba. Kurang lebih gitu, Mas Krisna. 29:40 Oke. 29:41 Oke. Pertanyaan kedua, Mas Krishna tadi 29:43 adalah oke selain pertanian apaagi? Oke. 29:46 Ee 29:48 peternakan seperti saya sampaikan 29:50 boleh ayam, boleh kambing. 29:53 Ya, kalau 29:56 pendengar pemirsa punya lahan dan 29:58 terbiasa memelihara kambing, yang 30:01 pertama dicek Mas Krishna adalah berapa 30:04 tinggi kandangnya. He. 30:06 Kalau kandangnya kurang dari 1 m, maka 30:09 saya hampir bisa pastikan kotorannya, 30:13 Kohe namanya, kotoran hewannya, 30:15 kencingnya itu enggak bisa dimanfaatkan. 30:17 H 30:17 karena susah mengambilnya ya. 30:19 Sehingga konsep yang kita nanti siapkan 30:21 juga sejalan dengan 30:23 ee produktivity pertanian ini adalah 30:26 kandang kambing yang tinggi lantainya 30:28 harus paling sedikit 1,5 m. 30:31 sehingga nanti kohenya akan tertampung 30:34 dengan satu sistem bergulir, kencingnya 30:37 ditampung satu dengan plastik sehingga 30:39 tidak ada yang tumpah ke tanah, tidak 30:41 akan bau insyaallah. Nah, tentu saja 30:43 apabila 30:45 lah apa namanya kegiatan ini benar-benar 30:47 produktif ya dan ingin dikembangkan tapi 30:52 punya keterbatasan 30:54 ee 30:56 modal kerja, insyaallah wakaf akan 30:58 berusaha membantu sepanjang tersedia 31:01 dananya. Karena itu kita menghimbau para 31:05 pendengar sekalian 31:08 untuk menopang intensifikasi wakaf 31:10 produktif ini dengan berwakaf. He 31:13 ya. Berapapun wakafnya silakan 31:15 ditransfer ke rekening wakaf. Caranya 31:17 sederhana Mas Kna. Transfer uang yang 31:20 pertama tentu adalah berniat untuk 31:23 berwakaf karena Allah. Berniat untuk 31:27 berwakaf karena Allah. Kemudian transfer 31:30 uangnya. beritahu ke kita bahwa uang ini 31:33 adalah untuk wakaf produktif dan itu 31:37 uang akan kita gunakan menopang 31:39 kebutuhan saudara-saudara kita yang 31:42 berkekurangan dan berusaha memperoleh 31:46 ee sumber kehidupan dari usaha-usaha 31:50 kecil yang kita ceritakan tadi gitu, Mas 31:52 Krisna. 31:53 Oke, kalau Anda mau teron silakan 31:56 dicatat nomor rekeningnya. 31:58 ee BSI ya di 2 222 2nya 4 kali. Kemudian 32:05 3037 32:07 2 222 3307 32:12 BSI atas nama ee Lembaga Wakaf 32:15 Silaturahim. Ini mesti ada keterangannya 32:18 enggak? 32:18 Iya. Wajib e pendengar menyampaikan 32:21 untuk wakaf produktif. Karena di antara 32:25 ketentuan wakaf itu, Mas Krishna harus 32:28 dinyatakan wakaf ini untuk apa. 32:30 Heeh. 32:30 Kalau wakaf uang dia jelaskan untuk apa. 32:33 Nah, dalam konteks ini kita minta 32:35 pendengar ikhlaskan untuk wakaf 32:38 produktif. Ya, ada juga berwakaf tanah 32:42 kan kadang-kadang wakaf tanah saya mau 32:44 di atasnya dibangun ee masjid misalnya 32:47 atau dibangun pesantren. Tentu saja itu 32:52 perlu waktu yang akan lebih panjang 32:54 untuk merealisasikannya. 32:55 Tapi kalau pendengar pemirsa perwakaf 32:59 pada hari ini, berapa pun jumlahnya, 33:02 tambahkan keterangan 33:04 untuk wakaf produktif rasil, maka kita 33:07 akan salurkan kepada saudara-saudara 33:10 kita yang ingin yang sekarang tidak 33:13 punya penghasilan ya, menganggur, 33:17 mungkin pernah kena PHK dan sebagainya 33:20 dan berniat untuk ee melakukan kegiatan 33:24 produktif. 33:25 Boleh jadi kebun kecil, boleh jadi 33:28 kandang ayam, boleh jadi ternak ikan, 33:31 apa saja atau mungkin ingin kuliner yang 33:35 sederhana. 33:36 Ee salah satu kuliner yang mungkin belum 33:40 banyak digeluti 33:42 oleh saudara-saudara kita Mas Krisna 33:44 adalah makanan sehat, halal, enak, 33:48 murah. 33:48 Waduh, konsep itu makan sehat, halal, 33:51 murah. Ya, jadi teman saya di Bandung 33:54 sudah menggulirkan itu. 33:55 He 33:56 konsep sehatnya dia hanya gulirkan itu 34:00 yang tidak berkolesterol tinggi dan 34:02 sebagainya. 34:03 Dari tepung enggak 34:04 macam-macam. Dan gini uniknya gini Mas 34:06 Krisna begitu yang konsumen datang 34:09 ya dia akan lihat kondisi Bapak 34:11 bagaimana. 34:12 Kalau dibilang, "Oh, saya punya penyakit 34:14 ini itu ini itu ini itu saya mau itu 34:16 dian ada yang bertanya." Halo. 34:17 Asalamualaikum, Pak. Ee Pak Salgi. 34:21 Mau diangkat tadi siapa? Enggak ada 34:23 namanya nih. Silakan yang mau telepon 34:25 tadi silakan kami tunggu di 0882 atau 34:29 9167 sekian-sekian. Silakan kalau mau 34:32 telepon kami tunggu ini gimana pasar 34:36 lanjut. 34:36 Iya. Jadi artinya kuliner sehat, 34:40 murah 34:42 halal, enak ini potensi sekali. H 34:45 apalagi dijual di depan SD itu. 34:48 Dan itu gini, Mas Krishna, karena ini 34:50 makanan murah, sehat, halal, maka 34:54 modalnya tidak terlalu mahal. 34:56 Makanan-makanan sehat itu ternyata lebih 34:59 murah dari yang umumnya, gitu. He. 35:01 Contoh begini. Kalau seseorang seperti 35:04 saya lihat di Bandung, kondisi fisiknya 35:08 badannya seperti katakanlah gulanya 35:11 tinggi, kemudian dia ada masalah ginjal, 35:14 maka mereka akan merancang jenis makanan 35:16 yang cocok untuk itu dan itu dibuat 35:19 kira-kira 20 menit selesai gitu. 35:21 Hm. 35:22 Dan ini kan belum banyak yang mencermati 35:24 ini. Dan itu kenapa murah? Karena banyak 35:27 bahan-bahannya juga relatif murah gitu. 35:30 Oke, ini ada yang tanya nomor teleponnya 35:33 Pak Spril. Oke, ee nomornya 08 35:38 165 35:44 48. 35:49 Oh, 35:50 iya. Pendengar pemirsa, kalau setelah 35:52 acara ini masih kita ingin bincang 35:56 tentang 35:57 ee wakaf produktif ini, baik keinginan 36:00 untuk berwakaf maupun keinginan untuk 36:05 membuka usaha-usaha kecil yang realistis 36:09 dan produktif bisa menghubungi saya yang 36:12 tadi Mas Krisna sudah sebut ya. 36:14 Iya. 0816 36:16 8548. 36:19 Kalau untuk nomor rekeningnya 36:21 bagi Anda yang ingin berwakaf silakan di 36:25 BSI nomornya 222 36:28 duanya 4 kali kemudian 300307 36:32 atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim. 36:37 Mas Krisna, saya ingin mengutip kembali 36:39 sedikit apa yang disampaikan oleh Ustaz 36:41 Agus Ali tadi 36:43 bahwa salah satu persyaratan 36:47 bahwa wakaf produktif ini bisa bergulir 36:49 dengan baik adalah pengelola ini dalam 36:53 konteks ini rasil misalnya atau lembaga 36:55 wakafnya silaturahim 36:57 itu perlu membantu 37:00 pengguna uang wakaf itu agar bisa 37:04 produktif. 37:06 sehingga baik dalam aspek pencatatannya, 37:09 pemanfaatannya sehingga kadar 37:12 keberhasilannya itu betul-betul tinggi 37:15 yang memungkinkan 37:17 ee uang wakaf itu dikembalikan. Karena 37:19 kalau tidak kembali maka yang 37:21 bertanggung jawab adalah amir wakafnya 37:23 Mas Krishna. 37:23 He 37:24 ya. Kalau ada pinjaman ternyata tidak 37:26 bisa dikembalikan, tanggung jawab dari 37:28 amir wakafnya untuk mengembalikan uang 37:30 itu. Ya. Jadi ee mohon keikhlasan dari 37:35 pendengar pemirsa 37:37 untuk berwakaf 37:39 menopang kegiatan 37:42 ee usaha-usaha kecil dari 37:43 saudara-saudara kita yang sedang 37:45 kesulitan. Ya, banyak sekali orang tidak 37:48 punya pekerjaan, 37:50 tidak punya sumber penghasilan. Nah, 37:53 dengan ini kita bersama-sama 37:55 mudah-mudahan bisa menanggulangi 37:57 kemiskinan ini. Gambaran seperti Rasil 38:00 akan membantu 38:02 ee 38:03 bagaimana cara melaksanakan kegiatan 38:06 itu. Apakah pertanian, peternakan, 38:09 kemudian kolam ikan, 38:12 Rasil akan bantu memberi e apa namanya 38:15 nasihat pelaksanaannya. kemudian 38:18 mensyaratkan bagaimana pencatatan dan 38:21 pengelolaan keuangannya dilakukan supaya 38:24 kegiatan itu betul-betul produktif, 38:27 kemudian aman dan berkesinambungan ya. 38:31 Dan tentu saja perlu didukung oleh 38:34 saudara-saudara kita yang punya 38:35 kemampuan sehingga begitu berwakaf maka 38:40 tidak perlu khawatir bahwa wakaf ini 38:43 nanti akan dipakai, dikembalikan apa 38:45 enggak. 38:45 Hm. Karena wakaf itu Mas Krisna artinya 38:48 adalah terputus. 38:49 Terputus 38:49 terputus kepemilikan kita. 38:52 Misalnya ee 38:55 pendengar berwakaf, 38:57 maka terputus kepemilikan atas harta 39:00 yang diserahkan itu menjadi kepemilikan 39:03 Allah. 39:04 Dan itu wajib dikelola oleh lembaga 39:08 wakaf untuk terus bergulir, tidak boleh 39:12 kurang gitu. 39:13 Jadi pertanggungjawabannya ini 39:15 sebetulnya sangat berat. Sebagai amir 39:16 wakaf tentu tidak mudah 39:19 pertanggungjawabannya itu memastikan 39:21 bahwa uang wakaf yang digunakan itu 39:24 harus kembali dan bergulir gitu, Mas 39:27 Krisna. 39:27 Hm. Oke. 39:30 Oh, ada yang mau datang ke rasil datang 39:32 aja kalau mau mungkin 39:34 kita bincang-bincang kalau mau telepon 39:36 boleh di 0816 39:38 8 5548. 39:42 Bapak Safril Lubis. Beliau adalah amir 39:45 majelis wakaf silaturahim atau LWS. E 39:51 ini mohon penjelasan ee mengenai wakaf 39:54 dengan uang misalnya Rp100.000 itu 39:57 bagaimana nanti mekanismenya, Pak 39:58 Safril? 39:59 Oke. Baik. Ee pendengar, 40:02 pertama seperti saya sampaikan, Anda 40:05 berniat 40:05 Heeh. 40:07 Bahwa Anda berniat untuk berwakaf karena 40:10 Allah. H 40:11 ya, berapa pun jumlahnya. Kemudian 40:14 transfer uang itu ke rekening lembaga 40:18 Wakaf Silaturahim di rekening 40:21 BSI tadi nomornya sudah di Mas Krishna 40:25 222 40:27 kali 40:28 ya. Kemudian 300 dan 307 transfer ke 40:31 situ. 40:32 Tambahkan catatan wakaf produktif. 40:36 Hm. Kemudian tolong bukti transfernya 40:41 difoto atau di-share ke nomor telepon 40:44 saya tadi 0816 40:47 855488. 40:49 Kita akan catat ke register wakaf 40:53 dan ada rencana mulai bulan depan kita 40:56 akan siarkan juga ke pendengar 41:01 pemanfaatan uang-uang wakaf ini untuk 41:04 apa saja. H 41:05 kita akan siarkan dan kalau kebun rasil 41:07 itu juga nanti sudah mulai ditanam kita 41:09 akan perlihatkan seperti ini. Dan kalau 41:11 nanti kita gunakan untuk ee menolong 41:14 saudara-saudara kita yang lain buka 41:16 usaha-usaha kecil, kita juga akan 41:18 laporkan dan laporkan juga perkembangan 41:21 dan pertanggungjawabannya termasuk 41:23 bagaimana pertumbuhan dari usaha-usaha 41:27 yang kita gelar itu. Harapan kita 41:30 begini, Mas Krishna dan pendengar 41:31 sekalian. Kalau usaha-usaha kecil ini 41:35 bertambah berkembang menjadi luas, maka 41:38 sebetulnya terbuka kesempatan 41:42 berproduksi 41:44 sebagai sumber penghasilan yang luas. 41:47 Tidak. Sehingga ujungnya nanti kita 41:48 harapkan tingkat kemiskinan itu akan 41:51 betul-betul bisa turun ke tingkat yang 41:54 jauh lebih rendhendah dari sekarang. Dan 41:57 itu tentu saja membantu pemerintah 41:59 menanggulangi kemiskinan ini. Tapi dalam 42:01 konteks ini adalah kewajiban kita semua 42:06 untuk menanggulangi kemiskinan ini. Saya 42:09 hanya ingat bagaimana ustaz-ustaz kita 42:11 menceritakan Mas Krishna. 42:13 Hm. 42:14 Antara surah Al-Maun ya, kemudian surah 42:18 Al-Balad. 42:19 Di surah Albalad itu salah satunya 42:21 adalah falaq hamal aqabah. Itu artinya 42:24 Allah meminta kita itu sebetulnya 42:27 mengambil jalan yang mendaki dan sukar 42:31 yang diartikan menolong orang kelaparan, 42:35 menolong anak-anak yatim. He. 42:37 Nah, dengan ini kalau ada kewajiban 42:39 seperti itu implementasinya adalah 42:43 berwakaflah. Uang wakaf dari pendengar 42:46 sekalian kita gunakan menolong 42:48 saudara-saudara kita yang kesulitan 42:51 bukan sebagai pemberian, 42:53 tapi sebagai modal kerja yang harus 42:56 kembali. Istilahnya itu adalah kita 42:58 tidak mau kasih ikannya, kita lebih mau 43:01 kasih kailnya atau pancingnya gitu ya. 43:05 Tidak memberi bantuan tunai, 43:07 tapi bantuan berupa kegiatan yang dia 43:10 bisa kembangkan sendiri gitu, Mas 43:11 Krisna. 43:12 Oke. Asalamualaikum, Pak Sabril. Pak 43:13 Sabril. Apakah kebun yang kita wakafkan 43:17 itu hasilnya boleh kita makan? 43:19 Baik. 43:21 Katakanlah ada ikhwan atau akhwat punya 43:25 punya tanah kemudian diolah uangnya 43:31 ee modalnya modal wakaf tapi uang 43:35 wakafnya harus kembali. 43:37 Bagaimana hasilnya dimanfaatkan 43:39 sepenuhnya terserah kepada Bapak pemilik 43:43 lahannya. Ya, saya ulangi begini. Ada 43:46 lahan Bapak ingin kembangkan menjadi 43:49 kebun sayur yang tiap hari menanam, tiap 43:53 hari memanen. Kemudian untuk modal 43:56 awalnya minta bantuan wakaf, maka wakaf 43:59 akan beri bantuan. 44:01 Uang wakaf untuk mengembangkan kebun itu 44:04 harus dikembalikan. boleh dicicil. 44:07 Hasil dari kebun itu Bapak bisa gunakan 44:10 untuk apapun, bisa dijual untuk Bapak 44:12 sendiri. 44:13 Ya, jelas ya. 44:15 Tetapi kalau Bapak mewakafkan tanah 44:20 untuk menjadi kebun sayur, ya, maka 44:24 harta itu kan menjadi harta wakaf. Mas 44:26 Krishna. Bolehkah masih dimanfaatkan 44:29 oleh pemilik? Boleh. Ya, itu namanya 44:33 wakaf ahli. wakaf yang sudah diwakafkan 44:38 oleh wakif, tapi sebagian hasilnya masih 44:41 boleh dimanfaatkannya untuk menopang 44:43 kehidupannya. Jadi, dua-dua apakah 44:46 hartanya diwakafkan 44:48 atau kebunnya dimanfaatkan. Dua-dua 44:51 insyaallah manfaat. 44:53 Oke, ini ada yang tanya lagi. Nomor 44:55 telepon Pak Spril tadi belum sempat 44:56 nyatat. Silakan dicatat sekarang ya. 44:58 Nomor teleponnya Pak Safril Lubis. 45:00 Beliau adalah amir 45:04 dari 45:06 ee lembaga wakaf silaturahim. Silakan 45:09 dicatat nomornya 0816. 45:12 Sudah. Kemudian 855 45:15 488 45:18 0816 45:19 855 45:21 488. 45:23 Mas Krishna, saya mau teruskan sambil 45:26 pendengar ini. 45:27 Iya, silakan. 45:28 bahwa kalau kita berjalan coba lihat di 45:31 lampu merah 45:33 semakin ada banyak kegiatan yang 45:37 kurang lebih bagaimana caranya bisa 45:39 memperoleh kehidupan. Kalau Anda parkir 45:42 pergi mampir ke toko-toko tertentu, 45:45 begitu keluar sudah ada yang menunggu. 45:47 Itu saking 45:49 sulitnya sumber kehidupan. 45:52 Nah, dengan program wakaf produktif ini 45:55 kita ingin membantu saudara-saudara kita 45:59 yang punya lahan kecil 46:02 termasuk hanya punya lahan halaman 46:06 agar bisa dimanfaatkan. Bagi halaman 46:09 cukup menanam tanam-tanaman itu pakai 46:12 pobag. 46:14 Nah, akan ada hasilnya. Nah, dengan 46:17 demikian hasil ini bisa bermanfaat 46:19 menanggulangi kebutuhan mereka. Tetapi 46:23 perlu dengan catatan uang yang 46:25 dipinjamkan wakaf untuk memodali 46:27 kegiatan pertanian itu, itu harus 46:30 dikembalikan. 46:31 Dan ini boleh jadi untuk kebun kecil, 46:36 boleh jadi untuk ternak, kambing, ayam, 46:40 bebek, dan seterusnya. ee mungkin ada 46:44 yang mau usaha kuliner 46:47 sehat, murah, halal, ee enak itu tadi 46:51 boleh juga kita bicarakan ya. Tapi tentu 46:55 perlu dibantu ketersediaan dananya 46:58 melalui wakaf dari para wakif sehingga 47:00 kita bersama-sama bisa membantu 47:02 saudara-saudara kita yang membutuhkan 47:05 bantuan itu sebagai bagian dari program 47:08 penanggulangan kemiskinan, Mas Krishna. 47:10 Oke, ini ada yang tanya nomor telepon 47:12 rekeningnya. Untuk wakaf silakan dicatat 47:16 222nya 47:18 4 kali. Kemudian 300 307 47:24 222nya 47:26 4 kali 300307 47:29 BSI atas nama Lembaga Wakaf Silaturahim 47:33 LWS. 47:35 Ya, pendengar pemirsa, ada beberapa yang 47:37 baru menelepon saya. Yang belakangnya 47:40 5838 47:43 8276 47:45 kemudian di belak yang ketiga 0411. 47:48 Setelah acara ini berakhir, insyaallah 47:50 saya akan telepon Bapak dan Ibu sehingga 47:53 kita bisa ee berbincang 47:56 lebih ee leluasa ya. 47:59 H 48:00 ya. Tadi ada nomor teleponnya seperti 48:01 tadi 538 5838. 48:05 Kemudian nomor yang kedua belakangnya 48:08 8276 48:10 kemudian yang berikutnya 0411. 48:13 Saya akan telepon Bapak Ibu setelah 48:16 acara ini nanti kita bisa 48:18 bincang-bincang 48:19 ee lebih leluasa 48:20 ya. Asalamualaikum Pak Sapril. Pasil 48:22 kalau ingin wakaf tapi misalnya 48:25 tanah-tanahnya jauh di luar kota, 48:28 apakah bisa tetap digarap? Oh, satu lagi 48:31 di Oh, di Jawa Timur, satu lagi di luar 48:35 pulau 48:36 di Kalimantan itu apakah bisa? 48:39 Saya secara umum saya akan jawab begini. 48:43 Di mana pun lokasinya 48:45 mudah-mudahan bisa dimanfaatkan. He. 48:48 Pada prinsipnya pendengar semua tanah 48:52 itu bisa ditanami, 48:55 tetapi bagi tanah marginal, tanah yang 48:59 miskin hara memerlukan penanganan ee 49:03 lebih pada awalnya penanganan tertentu 49:06 supaya bisa ditanami. Misalnya 49:09 lahan-lahan tambang 49:11 yang namanya disposal area itu tanah 49:13 yang sudah tidak ada humusnya. Bisakah 49:16 ditanam? Bisa. tetapi perlu treatmen 49:19 supaya menjadi subur kembali secara 49:21 bertahap. Nah, kalau lokasinya di Jawa 49:24 Timur, di Jawa Tengah, dan seterusnya 49:27 silakan Bapak Ibu hubungi lembaga wakaf 49:31 terdekat ya sehingga mereka bisa 49:34 membantu. Tetapi Bapak, Ibu ya kalau 49:38 mewakafkan itu ke mereka silakan supaya 49:42 bisa manfaat. He. 49:43 Kalau memang untuk pertanian Rasil 49:46 insyaallah walaupun dari jarak jauh bisa 49:48 membantu bagaimana pola penanganan dan 49:51 manajemennya 49:52 ya. Termasuk di Kalimantan 49:54 ya. Kalau di Kalimantan ada rencana ada 49:58 ikhwan kita pendengar kita ikut kemarin 50:00 forum grup discussion dia punya 50:03 peternakan ayam kalau enggak salah 50:05 hampir 10.000an ekor ya. 50:07 Di mana ya? 50:08 Di Penajam. Pasir Penajam itu berdekatan 50:10 dengan IKN. He. 50:12 Nah, apakah ayam ikhwan harus sebanyak 50:15 itu? Tidak perlu. 50:17 Cukup 10 ekor atau mungkin 20 ekor. 50:19 Tetapi menopang kebutuhan itu kita perlu 50:23 wakaf dari wakifnya. Nah, kalau itu 50:26 tanah silakan diskusikan dengan kita. 50:29 kita akan beri saran kalau itu di Jawa 50:31 misalnya bagaimana solusinya atau di 50:35 pelosok bahkan di Kalimantan kita bisa 50:37 tukar pikiran supaya niat Bapak Ibu 50:40 untuk berwakaf itu bisa terealisasi. 50:44 Oke. Kemudian dari Ibu Tini. 50:45 Asalamualaikum Pak Safril. Apakah uang 50:48 pinjaman dari uang wakaf dipakai untuk 50:51 usaha kuliner biasa, bukan makanan sehat 50:54 dan murah seperti yang tadi Bapak Spril 50:57 sebutkan. Bagaimana caranya? Terima 50:59 kasih. 51:00 Ee sebetulnya Bu, kalau Ibu sudah jalan 51:03 usahanya ya, maka pada dasarnya yang 51:06 diperlukan bukan lagi penambahan modal, 51:09 tapi efisiensi dan peningkatan 51:12 produktivitas termasuk aspek 51:13 marketingnya. Kapan-kapan ibu boleh 51:16 diskusi sama kita. Kalau tekanlah ibu 51:18 punya warung ya ee tanpa harus ada modal 51:22 tambahan. Mungkin kita bisa bantu saran 51:26 bagaimana meningkatkan produktivitas ee 51:28 warung itu. Kita ingin kalaupun 51:31 dana-dana wakaf produktif ini digunakan 51:34 untuk membuka usaha baru yang bisa 51:38 menjadi sumber penghasilan yang juga 51:40 bisa menolong orang lain ujungnya gitu 51:42 Mas Kisna 51:43 ya. Kemudian dari Ibu Asrafam. 51:45 Asalamualaikum Pak Safril. Pak Safril, 51:48 wakaf hasil kamar kos bagaimana caranya? 51:52 Baik. Ee Ibu Asril. 51:54 Asraf. Asraf. 51:55 Oh, Bu Asraf. Bu Asraf atau Bapak Asraf? 51:58 Ibu seperti ini. 51:59 Oke. Baik. Mohon maaf kalau Bapak Asraf 52:02 atau Ibu Asraf mungkin Bapak Asraf ya. 52:04 Kalau Bapak punya katakanlah lima kamar 52:09 kos, kemudian Bapak ingin mewakafkan 52:12 tiga di antaranya, Bapak bisa wakafkan 52:16 namanya wakaf barang tidak bergerak. 52:20 Kemudian bolehkah hasilnya Bapak masih 52:23 nikmati? Boleh sebagian ya. Namanya 52:28 wakaf ahli. 52:30 Kalau Bapak memang wakafkan sepenuhnya 52:32 ke lembaga wakaf bisa tanpa Bapak 52:35 mengutip sebagian dari hasilnya. Tetapi 52:39 untuk wakaf barang tidak bergerak ini 52:42 yang dilakukan itu di Kantor Urusan 52:45 Agama syarat pertamanya adalah 52:49 surat-suratnya lengkap, hak kepemilikan 52:52 Bapak lengkap. Iya. Karena kalau itu 52:56 tidak lengkap, sertifikat tanahnya tidak 52:59 ada, kemudian bukti kepemilikannya tidak 53:03 ada, maka kantor urusan agamanya yang 53:05 tidak bersedia menerbitkan akta ikrar 53:09 wakaf, ya. Nah, jadi kalau Bapak punya 53:14 apa namanya kamar kos seperti itu bisa 53:16 diwakafkan dengan cara yang saya 53:17 jelaskan tadi. Kalau kurang jelas nanti 53:20 kita bisa bicara di telepon silakan 53:22 hubungikan. 53:24 Oke, Pak Safil. Sepertinya waktunya 53:27 sudah 11.30. Ada ee steril yang disamp. 53:32 Baik, sebagai penutup begini, para 53:35 pendengar, pemirsa, ikhwan dan akhwat. 53:39 Coba mari kita tanya diri kita sendiri. 53:42 Bisakah aku berwakaf 53:46 Rp100.000 seumur hidup satu kali aja? 53:49 Seumur hidup tuh ya. 53:50 Seumur hidup sekali? Seumur hidup. 53:52 Jawabannya boleh dibilang rata-rata akan 53:54 bisa. 53:56 Ada pertanyaan lanjutan, bisakah 53:58 beberapa kali atau misalnya bisakah 54:01 setahun sekali 54:02 Rp100.000? 54:04 Heeh. 54:05 Hampir dipastikan jawabannya bisa gitu, 54:06 Mas. 54:07 Bisa. 54:07 Pertanyaannya adalah 54:10 bagaimana merealisasikannya? 54:13 Jangan lupa ee ikhwan dan akhwat, setiap 54:17 kali 54:18 ikhwan dan akhw akhwat berniat 54:21 untuk melakukan kebaikan, pada saat itu 54:23 juga setan akan menggoda. 54:25 Karena itu apabila ada niat untuk 54:28 berwakaf, segerakan segerakan niat 54:31 berwakaf karena Allah kemudian transfer. 54:34 Bukti transfernya kirim kita, kita akan 54:36 catat di register wakaf insyaallah. 54:40 Oke. 54:42 Baik. E 54:43 itu mungkin sebagai penutup Mas Krisna 54:45 dan kita berharap ini terbuka kesempatan 54:48 bagi kita semua untuk berwakaf, untuk 54:52 mengelola wakaf, untuk membangun 54:55 usaha-usaha yang menjadi bagian dari 54:58 penanggulangan kemiskinan. Insyaallah. 54:59 Ibu Ibu Asrafnya menjawab saya Ibu bukan 55:02 Bapak. 55:02 Oh, Ibu Asraf. Baik, Ibu. 55:04 Eh, Ibu. Karena fotonya foto Ibu ya. 55:07 Oh, iya. Baik. Oke, terima kasih. Ee nih 55:10 ada yang tanya nanti kalau peresmian 55:12 perkebunan Rasil boleh enggak datang? 55:15 Oke. Kebun Rasil itu luasnya hanya 55:16 kira-kira 800 m. Sekarang lagi dicangkul 55:19 itu kebun pisangnya dibongkar. 55:21 Masyaallah. 55:22 Ee mudah-mudahan sebelum akhir bulan ee 55:25 penanaman perdana kita mau tanam sayur, 55:27 Mas Krishna. 55:28 Nah, bulan Februari nih insyaallah sudah 55:30 masuk Ramadan ini kira-kira nanti di 55:32 bulan Februari 55:33 insyaallah sudah mestinya 55:35 karena kita berniat ada hasil belum tuh? 55:37 Insyaallah. Karena kita hanya berniat 55:38 menanam sayuran umur 30 hari. 55:40 Sayur apa itu? 55:41 Macam-macam. Ada pakcoy, ada sawi pahit, 55:45 mungkin di situ ada juga cabai. Dan 55:47 kalau nanti sudah bagus, Mas Kresna, 55:49 ikhwan yang dekat-dekat boleh datang 55:51 belanja sayur, peti sendiri insyaallah. 55:54 Dan ini Mas Krisna bukan hanya satu, 55:56 kita [tertawa] harapkan dari satu ini 55:57 menjadi contoh 55:59 tumbuh, tampil hadir puluhan model 56:02 seperti ini milik dari Ivan sendiri. 56:04 Nanti bisa menjadi penyuluhnya, Mas. Mas 56:07 insyaallah gitu bisa Mas. 56:09 Baik terima kasih Pak Safril. Kita jumpa 56:11 lagi pada Kamis keempat di bulan Oktober 56:14 ya. 56:15 Insyaallah. 56:16 Oke saya Muhammad Krishna kemudian juga 56:18 Ondi Saputra dan Algi mohon pamit. 56:20 Wabillahi taufik walhidayah. 56:21 Wasalamualaikum warahmatullahi 56:22 wabarakatuh.